PENDAHULUAN

Latar Belakang

Jagung adalah tanaman purba. Sebagaimana ditunjukkan dari sisaan klobot yang terunut sampai sekitar 500 SM yang ditemukan di penggalian sejarah Gua Tehuacan, Meksiko. Domestikasi tanaman ini diperkirakan telah dimulai pada kurun waktu tersebut. Dua genus utama poaceae (graminaceae) yang berasal dari benua Amerika adala Zea dan Tripsicum. Nenek moyang jagung yang umumnya disepakati adalah Teosinte (Rubatzky dan Yamaguchi, 1998). Salah satu faktor untuk meningkatkan hasil jagung rata-rata nasional adalah penanaman varietas unggul yang merupakan salah satu komponen paket teknologi dalam meningkatkan produksi jagung. Karena besarnya variasi lingkungan tumbuh jagung di Indonesia dan besarnya interaksi varietas dengan lingkungannya, maka varietas unggul yang diperlukan adalah varietas yang mempunyai daya hasil tinggi dan idealnya varietas yang stabil atau yang berinteraksi dengan lingkungan sekecil mungkin (Sudjana, 1992). Angka sementara produksi jagung tahun 2006 sebesar 11,61 juta ton pipilan kering. Angka sementara produksi jagung tahun 2007 sebesar 13,29 juta ton pipilan kering. Dibandingkan dengan produksi tahun 2006, terjadi kenaikan sebanyak 1,68 juta ton (14.44%). Kenaikan produksi terjadi karena kenaikan luas panen sekitar 283,25 ribu hektar (8,47%) dan peningkatan produktivitas sebesar 1,91 kuintal/Ha (5,5%). Angka ramalan produksi jagung tahun 2008 diperkirakan sebesar 13,88 juta ton pipilan kering (Webmaster.bps.go.id, 2008).

Selain pemberian pupuk organik, pemberian pupuk urea sebagai sumber hara N merupakan usaha yang banyak dilakukan dalam meningkatkan produktivitas sayuran khususnya kacang panjang. Pupuk urea sebagai sumber hara N dapat memperbaiki pertumbuhan vegetatif tanaman, dimana tanaman yang tumbuh pada tanah yang cukup N, berwarna lebih hijau (Hardjowigeno, 1987).

Tujuan Percobaan

Adapun tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh alelopati terhadap perkecambahan Jagung (Zea mays L.)

Kegunaan Percobaan

-

Sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti praktikal tes di Laboratorium Ekologi Tanaman Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan

-

Sebagai bahan informasi bagi pihak yang membutuhkan.

Akar yang tumbuh relatif dangkal ini merupakan akar adventif dengan percabangan yang amat lebat. Akar layang menyokong memberikan tambahan topangan untuk tumbuh tegak dan membantu penyerapan hara. . yang memberi hara pada tanaman. Akar layang ini yang tumbuh di atas permukaan tanah. Setelah perkecambahan.TINJAUAN PUSTAKA Botani Tanaman Menurut Steenis dkk (2005). tumbuh rapat pada buku-buku dasar dan tidak bercabang sebelum masuk ke tanah (Rubatzky dan Yamaguchi. klasifikasi tanaman jagung adalah sebagai berikut: Kingdom Divisio Subdivisio Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Spermatophyta : Angiospermae : Monocotyledoneae : Poales : Poaceae : Zea : Zea mays L. akar primer akan memulai pertumbuhan tanaman sekelompok akar sekunder berkembang pada buku-buku pangkal batang dan tumbuh menyamping. 1998).

Tinggi tanaman jagung berkisar antara 90-150 cm. sedangkan bunga betina berada sepanjang batang jagung dan berada pada salah satu ketiak daun. 1997). Bunga betina terdapat pada buku batang daun dan merupakan cabang dari tongkol (Ginting. 1998). 1995). tulang daun dan mengeras (Nurmala. batang jagung berwarna hijau sampai kekuningan. berwarna hijau atau hijau kekuningan. Jumlah daun sekitar 8-18 helai. lapisan aleuron dan jaringan perikarp (kulit) yang merupakan lapisan pembungkus. Buah ini terdiri dari endosperma yang mengelilingi embrio. batang berbuku-buku. Buah ini gepeng dengan permukaan atas cembung atau cekung dari dasar runcing. Bunga jantan disebut staminate. 1997). Pada batang jagung terdapat tunas yang biasanya berkembang menjadi bakal tongkol yang berada di bawah tongkol utama tidak berkembang sempurna (Nurmala. . Daun terdapat pada buku-buku batang dan terdiri dari kelopak daun (ligula) dan helai daun. Ruas bagian atas berbentuk silindris dan bagian bawah berbentuk agak bulat pipih. Pada satu tanaman terdapat bunga jantan dan bunga betina yang terletak terpisah. yang dibatasi oleh ruas-ruas yang jumlahnya antara 10-40 ruas. Jaringan endosperma mencakup sekitar 85% bobot biji dan berwarna putih atau kuning (Rubatzky dan Yamaguchi. Tanaman ini memiliki buah matang berbiji tunggal yang disebut karyopsis. Jagung merupakan tanaman monoecious. Bunga jantan terletak pada bagian ujung tanaman. berbentuk pita memanjang. bertulang daun sejajar menyirip ke ujung daun. Helai daun dibatasi oleh spikula yang berguna untuk menghalangi masuknya air hujan (embun) ke dalam pelepah daun.

800 m dpl. untuk pembungaan sampai pemasakan adalah 300C.nmargolang. intensitas radiasi matahari sangat diperlukan dalam jumlah yang cukup sesuai dengan sifat tanaman jagung sebagai golongan tanaman C4 (Nurmala. 1997). suhu optimal untuk perkecambahan adalah 30-320C. Pada tanah-tanah dengan tekstur berat (grumosol) masih dapat ditanami jagung dengan pengolahan tanah . Jumlah dan distribusi hujan tahunan untuk tanaman jagung dapat tumbuh normal antara 2. Tanah Jenis tanah yang dapat ditanami jagung antara lain andosol (berasal dari gunung berapi). grumosol. 1997). Jagung dapat tumbuh di daerah yang terletak antara 0-500LU hingga 0-400LS.Syarat Tumbuh Iklim Iklim yang dikehendaki oleh sebagian besar tanaman jagung adalah daerah-daerah beriklim sedang hingga daerah beriklim subtropis/tropis basah. latosol. 2008). pada stadia pertumbuhan awal dan pembungaan tanaman jagung membutuhkan banyak air pada fase ini menyebabkan berkurangnya hasil (Nurmala.000 mm.000-1. Jagung dapat di tanam di Indonesia mulai dari dataran rendah sampai di daerah pegunungan yang memiliki ketinggian 1.com.500-5. Daerah dengan ketinggian optimum antara 0-600 m dpl merupakan ketinggian yang baik bagi pertumbuhan jagung (Http://www.500-5. tanah berpasir. jumlah distribusi hujan tahunan adalah 2. Suhu optimum jagung berkisar antara 24-250C.000 mm.

Contohnya di sektor pohon walnut (juglang) jarang ditumbuhi tumbuhan lain karena tumbuhan ini menghasilkan zat yang bersifat toksin (http://bebas. mempunyai aerasi dan drainase yang baik. Jagung dapat tumbuh di berbagai jenis tanah tetapi dengan pengolahan drainase yang baik. Derajat kemasaman antara 5. pH tanah untuk tanaman jagung berkisar antara 5.5 dengan pH optimum adalah 6.yang baik. Oleh karena itu. Tumbuh-tumbuhan menghasilkan berbagai jenis metabolit yangtidak diketahui kegunaannya dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Alelopati Alelopati adalah interaksi antar populasi bila populasi yang satu menghasilkan zat yang dapat menghalangi tumbuhnya populasi lain. 2009).8-6. 1997).1983 ). pembusukan. Tanah dengan kemiringan kurang dari 8% dapat ditanami jagung karena disana kemungkinan terjadinya erosi tanah sangat kecil (Http://nmargolang. Jagung dapat tumbuh pada semua jenis tanah.com. Sebagai alelopati substansi kimia itu terkandung dalam tubuh tumbuhan. adanya dugaan bahwa tumbuh-tumbuhan dapat menghasilkan senyawa yang beracun baik untuk dirinya sendiri maupun jenis-jenis tumbuhan yang .. akan tumbuh baik pada tanah yang gembur dan kaya humus.8 (Nurmala.vista.5 (Decoteau. pencucian ataupun setelah dikeluarkan eksudat maupun penguapan (Moenadir. baik tanaman maupun gulma. 2000).org.5-7. Bertindaknya alelopati tersebut setelah bagian tumbuhan mengalami pelapukan. 2008).

pinene. 1991). Berdasarkan sifat-sifat kimia yang dimilikinya senyawa-senyawa ini dapat meracuni biji-biji yang berada di sekitarnya atau tumbuhannya sendiri baik sewaktu masih kecambah atau dewasa jika konsentrasinya cukup tinggi. dan camphor. Demonstrasi yang paling jelas mengenai alelopati adalah karya Muller pada tanaman Chaparral califiria. terutama Salvia leucophylla dan Artemisia californica. (Fitter dan Hay. Sekitar perdu/belukar terjadi zona kosong selebar satu sampai dua meter dan diluar itu zona pertumbuhan Stunted 3-8 meter lebarnya. meliputi. mereka memperhatikan bahwa terpen diabsorbsi oleh tanah. Muller mendemonstrasikan bahwa berbagai terpen dihasilkan oleh belukar. tetap toksik setelah paling sedikitnya dua bulan didalam tanah dan dapat larut dalam lilin kutikula. Alelopati adalah produksi substansi (zat) oleh suatu tanaman yang merugikan tanaman lain atau bagi mikroba. Akhirnya. Vegetasi ini berada pada wilayah rumput-rumput semusim (annual) dan rumput belukar beraroma ekstensil. cinecole. £pinene. Sumber Senyawa Alelopati . 1990).lainnya adalah sangat wajar. Bromus spp dan Stipa pulchra. Disamping itu telah lama diketahui oleh penelitian adanya pengaruh-pengaruh yang merugikan yang ditimbulkan oleh suatu jenis tumbuhan terhadap jenis yang lainnya yang tidak dapat dijelaskan oleh adanya kompetisi (Sastroutomo. ß. dan semua mampu menghambat secara serius pertumbuhan pada bibit rumput Festuca megalura. lebih dari pada hambatan terhdap mentimun sebagai tanaman standar pengujian.

Senyawa-senyawa yang mempunyai potensi alelopati dapat ditemukan pada semua jaringan tumbuh-tumbuhan termasuk daun. pencucian dan pembusukan bagian-bagian organ yang mati.Meskipun banyak data yang menunjang adanya peranan senyawa alelopati dalam pertumbuhan gulma dan tanamn pangan di daerah–daerah pertumbuhan tetapi peranannya terhadap perkecanbahan belumlah diketahui secara mendalam. Yang sangat penting untuk diketahui adalah senyawa alelopati lebih banyak dihasilkan dengan kondisi cahaya ultraviolet dan periode penyinaran yang panjang. Oleh karena itu tumbuh-tumbuhan yang berada . 2009).ac. Mekanisme fisiologis dari penghambatan oleh senyawa ini terhadap perkecambahan belumlah banyak diketahui.gunadarma. Penghambatan perkecambahan oleh senyawa oleh asam p-kumarat dan turunannya kemungkinan dihasilkan dari pelepasan ion k yang menyebabkan sel – sel lembaga tidak mampu berkembang dan memberikan tekanan yang menimbulkan perluasan sel – sel kumarin yang pengruhnya berbeda tetapi mekanismenya belum diketahui. bunga. Rice (1974 dan 1979) mengemukakan bahwa produksi senyawa-senyawa ini sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor lingkungan termasuk diantaranya adalah: 1) Kualitas. akar. eksudat akar..id. buah dan biji. batang. rizoma. (http://library. intensitas dan lamanya penyinaran cahaya dapat mempengaruhi produksi . Pengetahuan tentang jumlah senyawa alelopati sangatlah penting dalam kaitannya dengan pemanfaatannya sebagai bioherbisida. Senyawa-senyawa alelopati dapat dilepaskan dari jaringan tumbuh-tumbuhan dalam berbagai cara termasuk melalui penguapan. Kebanyakan senyawa – senyawa alelopati adalah senyawa fenol.

pertumbuhannya dapat menghasilkan senyawa alelopati dalam jumlah yang cukup tinggi dibandingkan tumbuhtumbuhan yang masih muda (dalam periode awal pertumbuhan ) atau sebaliknya yang telah tua. 5) Penggunaan hormon seperti hidrasit maleat dapat meningkatkan produksi senyawa alelopati. 3) Senyawa alelopati lebih banyak dihasilkan dalam keadaan yang mengalami kekeringan. Gulma yang Berpotensi Sebagai Alelopati Mekanisme penekanan pertumbuhan tanaman akibat adanya zat ekskresi tertentu dari tumbuhan lain disebut alelopati.di bawah naungan tumbuh-tumbuhan lainnya akan menghasilkan senyawa alelopati dalam jumlah yang kecil karena sebagian besar sinar ultraviolet telah diserap oleh tumbuhan yang menaunginya. Perbedaannya dapat beberapa kali lipat. 1990). 4) Senyawa alelopati jumlahnya lebih besar dalam keadaan dengan suhu yang lebih rendah jika dibandingkan dengan suhu normal bagi pertumbuhannya.Tumbuhan yang sedang berada pada keadaan optimum. (Sastroutomo. Contohnya: Asam klorogenat merupakan senyawa alelopati yang ditemukan pada bunga matahari. 2) Jumlah senyawa alelopati akan lebih banyak dihasilkan pada keadaan dengan kondisi yang kekurangan hara. Misalnya gembung rambat mengeluarkan zat ekskresi yang mengandung fenol dan flavon yang dapat .

bagian organnya yang telah mati sangat menghambat pertunbuhan jagung. atau melalui hasil pembusukan bagian-bagian organnya yang telah mati. yang teruapkan. rhizom. Cirsium arvense. akar. Alelopati dapat meningkatkan agresivitas gulma didalam hubungan interaksi antara gulma dan tanaman pangan ataupun dalam pola-pola penguasaan di habitat dalam melalui eksudat yang dikeluarkannya.). Umumnya senyawa yang dikeluarkan adalah dari golongan fenol (Sukman dan Yakup. dan teki (Cyperus rotundus L. Isolasi senyawa kimia dari jenis-jenis gulma ini masih diperlukan untuk . yang tercuci. Beberapa jenis gulma menahun yang sangat agresif termasuk Agropuran repens. 1995). dan Imperata cylindrica mempunyai pengaruh alelopati. Jenis-jenis gulma yang berpotensi mengeluarkan senyawa alelopati adalah cukup besar jumlahnya.mengakibatkan tertekannya pertumbuhan tanaman karet. Ciperus khususnya melalui rotundus. gulma lain yang diduga menimbulkan efek alelopati terhadap tanaman karet adalah alang (Imperata cylindrica L. Sorgum halepens. Senyawa–senyawa kimia yang berpotensi alelopati dapat ditemukan disetiap organ tumbuhan antara lain terdapat pada daun . tetapi jarang sekali yang mempertimbangkan kemungkinan alelopati sebagai salah satu mekanisme didalam proses interaksi ini. buah biji dan umbi serta bagian bagian tumbuhan yang membusuk. Meskipun telah banyak para ahli gulma yang mempelajari kompetisi antara gulma dan tanaman budidaya. 1986). batang.) (Nasution. khususnya melalui senyawa beracun yang dikeluarkan dari organnya yang telah mati. Selain tanaman ini. Terdapat juga jenis-jenis gulma semusim yang memiliki kemampuan yang sama seperti pada setaria yang bagian.

Beberapa jenis alelopati menunjukkan pengaruh yang menghambat. 2. semua ekstrak tumbuh-tumbuhan dalam konsentrasi yang cukup tinggi akan bersifat racun dan belum berarti mempunyai alelopati (Sastroutomo.membuktikan hasil pengamatan dilapangan. Sebagai contohnya: Pada umumnya. . Salvia leucophylla merupakan senyawa penghambat pembelahan sel pada kecambah mentimun (Sastroutomo. kumarin dapat menghambat pembelahan sel akar secara total pada bawang beberapa lama setelah perlakuan. pertumbuhan sel – sel akar secara total pada bawang beberapa jam setelah perlakuan terpen yang mudah menguap. Pengaruh alelopati terhadap tanaman budidaya diantaranya: 1. Pengaruhnya terhadap penyerapan hara Senyawa-senyawa alelopati dapat menurunkan kecepatan penyerapan ionion oleh tumbuh-tumbuhan. Ekstrak yang berasal dari umbi–umbi teki segar juga dilaporkan mampu menghambat panjang akar chickpea (Setyowati dan Suprijono. Sebagai contoh: asam-asam salisilat dan ferulat keduanya merupakan senyawa penghambat penyerapan K oleh akar terutama pada pH yang rendah. kacang – kacangan dan mustard. 1990). Penghambat pembelahan sel Beberapa jenis allelokimia menunjukkan pengaruh yang menghambat pembelahan sel-sel akar tumbuhan. Sebagai contohnya. 1990). cantle. 2001). Pengaruh Alelopati Rendaman umbi teki kering angin dapat menghambat perkecambahan benih gandum.

aktivitas fotosintesis pada bunga matahari. . tembakau dan bayam mejadi menurun. Pengaruh terhadap sintesis protein Penelitian untuk mengamati pengaruh alelopati terhadap sintesis protein biasanya memerlukan penggunaan gula atau asam amino yang ditandai dengan radioaktif (14C) yang kemudian dimasukkan kedalam protein. Juga ion yang termasuk golomgan senyawa asam aromatic.4-dihidroksi benzoat. senyawa-senyawa ini juga dapat menyebabkan penutupan stomata atau mulut daun. dan asam ferulat merupakan senyawa penghambatnya yang sangat kuat. fenolat. Pada keadaan yang memberikan stimulasi (meningkatkan penyerapan O2). Penghambat aktivitas fotosintesis Einhellig dan kawan-kawan (1970) memperoleh hasil dari pengamatannya bahwa segera setelah perlakuan dengan skopoletin yang termasuk golongan kumarin. dan kumarin juga mempengaruhi terjadinya fosforilsi.3. flavonoid. proses fosforilasi akan dihambat dan menyebabkan pembentukan ATP (energi) menjadi berkurang. Asam ferulat dan kumarin keduanya dapat menghambat peningkatan fenilalanin(14C) kedalam rantai protein pada biji dan berkecambah. 6. 5. Pengaruh terhadap respirasi Senyawa-senyawa kimia dapat menstimulir atau menghambat respirasi. aldehid. 4. Penghambatan pertumbuhan Beberapa allelokimia diketahui mempengaruhi aktivitas IAA oksidase. sedangkan asam 3.

1990). Tempat yang mula-mula dipengaruhi oleh asam salisilat adalah plasmolema. 8. Perubahan ketegangan membran Senyawa fenol diketahui meningkatkan pelepasan ion K dari jaringanjaringan akar.Demikian juga yang terjadi pada ganggang yang dihambat yang dihambat oleh penggunaan kinon. . kafein. pada tomat dihambat oleh adanya asam khloregenat. 7. katalase selulosa. (Sastroutomo. Sebagai contohnya. Tanin uga dapat menghambat aktifitas enzim-enzim peroksidase. amylase dan enzim-enzim lain sejenisnya. Penghambat aktifitas enzim Beberapa jenis enzim tumbuh-tumbuhan dapat dihambat oleh adanya alelokimia. plasmolema dan tonoplasma akan menjadi tipis dan kebocoran ion K akan mudah terjadi. pligalakturonase. enzim fosforilase. dan pada pH yang rendah. dan katekol.

Prosedur Percobaan 1. Bahan dan Alat Bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah rhizom alang-alang (Imperata cylindrica L. Benih kedelai (Glycine max L.BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Pelaksanaan Percobaan ini dilaksanakan di Laboratorium Ekologi Tanaman Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. pisau sebagai alat memotong dan membersihkan umbi dan rhizom. gelas ukur untuk mengukur jumlah air. saringan untuk menyaring alelopat dan pipet skala untuk mengukur jumlah alelopati yang disiramkan. erlenmeyer sebagai wadah meletakkan ekstrak alelopati. pasir yang telah digongseng sebagai media tanam dan air sebagai perendam benih dan pengencer ekstrak alelopati.) sebagai bahan penghasil alelopati. Disediakan umbi teki dan rhizom alang-alang masing-masing sebanyak 150 gram. Medan pada tanggal 21 April 2009 hingga 27 April 2009. cawan petri sebagai wadah perkecambahan. Alat yang digunakan pada percobaan ini adalah cangkul sebagai alat bantu mengeluarkan rhizom dan umbi dari dalam tanah.) sebagai tanaman indikator.) dan umbi teki (Cyperus rotundus L. blender sebagai alat menghaluskan umbi dan rhizom. .

5. Ao = tanpa rhizom/umbi A1 = 150 gram umbi teki/rhizom alang-alang + 300 ml air A2 = 150 gram umbi teki/rhizom alang-alang + 300 ml air A3 = 150 gram umbi teki/rhizom alang-alang + 300 ml air Pelaksanaan Percobaan Parameter yang diambil pada hari pertama hingga hari ke enam yaitu laju perkecambahan dan panjang perkecambahan. Pada hari ke-6. Dibersihkan rhizom dan umbi dari sisa tanah. Apabila media masih kering maka dapat dilembabi dengan air. Dibuat larutan alang-alang dan teki dengan perlakuan. . panjang kecambah dan persentase perkecambah. Dicuci umbi teki dan rhizom alang-alang. 4. lalu ditiriskan. 3. sesuai dengan perlakuan. Dihaluskan umbi dan rhizom dengan blender.2. Cara pengambilan data laju perkecambahan yaitu dengan menghitung jumlah benih yang berkecambah dibagi jumlah benih yang ditanam atau : Jumlah Benih Yang Tumbuh x 100% Jumlah Benih yang di tanam Dan cara pengambilan data panjang perkecambahan yaitu dengan mengukur panjang plumula dan radikula pada benih yang telah berkecambah lalu dibagi jumlah benih yang tumbuh. Pemeliharaan pada saat percobaan yaitu dengan menyiram larutan alelopati sebanyak 1 ml pada setiap media. Dipotong-potong umbi dan rhizom. 6. parameter diambil adalah laju perkecambahan.

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Komoditi Varietas : Jagung : Bisi 222 Parameter : Persentase Perkecambahan (7 MST) Parameter : Tinggi Tanaman (7 MST) Parameter : Dosis Allelopati (7 MST) .

giberilin. menghambat pembelahan sel.15cm. mempengaruhi sekresi tumbuhan. mengahambat fiksasi nitrogen dan penyebaran tumbuhan serta perkecambahan. dan fenol. rhizome teki dan akasia akan mempengaruhi pertumbuhan jagung dan kedelai . mempengaruhi sintesa protein. menghambat aktivitas fotosintesis. mempengaruhi ketegangan membran. Hasil cucian daun alang – alang. menghambat pertumbuhan. terpenoid. mempengaruhi respirasi. penrat. sedangkan tinggi tanaman yang terendah terdapat pada perlakuan A1D3(rhizome alang-alang 100gr dalam 100ml air) dengan . gula. Hal ini sesuai dengan literatur Nasution (1986) Yang mengatakan Senyawa allelopati berpengaruh terhadap penyerapan hara. asam amino.Pengaruh Intensitas Alelopati Pembahasan Zat Allelopati dikeluarkan melalui pencucian adalah asam – asam organik. menghambat aktivitas enzim. Dari data yang didapat pada Parameter tinggi 3 HST dapat dilihat bahwa tanaman yang paling tinggi terdapat pada tanaman perlakuan A3D3 (daun Akasia 100gr dalam 300 ml Air) yakni dengan Rataan tinggi dari ulangan satu dan Ulangan dua sebesar 5.

Dari Data yang dapat dilihat pada parameter persentase perkecambahan 3HST dapat dilihat bahwa tanaman yang memiliki persentasi perkecambahan paling besar adalah pada perlakuan control. Dari segi Dosis pada Parameter Tinggi 3 HST bahwa pada perlakuan A3D3 menjadi yang paling tinggi karena pada perlakuan tersebut alelopati lebih encer sehingga interaksi atau pengaruh pada tanaman tidak terlalu terlihat.Dengan demikian interaksi pada tanaman 3HST dengan daya saing terlihat kurang nyata karena adanya perbedaan persentase perkecambahan yang tidak terlalu signifikan.13.dengan demikian dosis juga mempengaruhi cepat atau lambat berlangsungnya interaksi. Dengan demikian bahwa pada tanaman 3HST interaksi antara senyawa alelopati yang diberikan pada tanah sudah mulai terjadi terhadap tanaman sehingga terjadi perbedaan yang terlihat nyata dari setiap perlakuannya. sedangkan yang terekecil adalah pada perlakuan A2D2(umbi teki 100gr dalam 200ml air) sebesar 72%. A2D1(Umbi teki 100gr dalam 100ml)dan A3D2(Daun Akasia 100gr dalam air 200ml) yakni sebesar 96%. artinya senyawa kimia alelopati yang diberikan pada tanah belum sepenuhnya melakukan interaksi dengan tanamannya.rataan tinggi tanaman 2. Dari data Parameter Persentase perkecambahan terlihat bahwa perbedaan pemberian dosis juga mempengaruhi persentase perkecambahan pada tanaman control dan A3D2 menjadi tanaman yang persentase perkecambahan besar dikarenakan pada control tidak diberikan alelopati sedangkan A3D2 diberikan . sebaliknya pada tanaman perlakuan A1D3 lebih kental sehingga interaksi akan lebih cepat dan nyata.

ac.id (2008) yang mengatakan bahwa senyawa kimia yang mempunyai potensi alelopati dapat ditemukan pada umbi teki dan rhizom alang – alang . . Hal ini menunjukkan bahwa konsentrasi dari alelopati sengat mempengaruhi perkecambahan benih yang dipakai sebagai objek pengamatan.dan yang paling rendah adalah pada A2D2 ini tidak seluruhnya disebabkan oleh alelopati melainkan disebabkan factor lainnya seperti adanya masa dormansi pada beberapa benih. Semakin sedikit campuran air yang digunakan maka akan semakin besar jumlah alelopati yang terkandung dalam ekstrak tersebut. Hal ini sesuai dengan literatur dari http://librarygunadarma.alelopati dengan konsentrasi yang lebih encer sehingga pada 3HST belum terlalu mempengaruhi persentase perkecambahan. Untuk dapat memperoleh zat penghambat dari tanaman tersebut dapat mengekstraknya dengan air.

Pada Parameter Persentase perkecambahan (3HST) terlihat bahwa perlakuan A3D2 memiliki persentase perkecambahan paling besar dan perlakuan A2D2 paling kecil.KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 1. .interaksi Paling kecil pada perlakuan A3D3 sehingga paling tinggi. Kandungan alelopati mempengaruhi terhadap : menghambat pertumbuhan. mengganggu penyerapan unsur hara. menghambat aktivitas enzim. sehingga interaksi alelopati pada tanah terhadap tanaman terlihat nyata. Pada Parameter Tingi Tanaman (Tanaman 3HST ) terlihat bahwa interaksi alelopati paling besar terjadi pada perlakuan A1D3 sehingga paling rendah. Pada Parameter Tinggi Tanaman (3HST) terlihat bahwa pemberian dosis berbeda menyebabkan perbedaan tinggi tanaman yang nyata. menghambat fotosintesis. 4. 3. 2.

D.. 2007. 1995.. Jakarta. Upper Sadle River. DAFTAR PUSTAKA Decoteu. Saran Dalam Melakukan Percobaan ini perlu diperhatikan Ketelitian terutama saat memberikan dosis yang berbeda pada tiap perlakuan sehingga didapat data yang lebih akurat.com. Http://www. Medan. Http://www. Budidaya Jagung. S. 2000. (1 page).nmargolang..5. 1987. Agriculture Notes.php.Com. Pupuk Organik dan Pestisida Nabati. Hardjowigeno. Vegetable Crop. Ginting. USU prees. Medyatama sarana Perkasa. 2008. .infotoko.com/thumbnail. Jagung. R. Adapun tujuan daya saing alelopati adalah Untuk Mdengetahui tingkat persaingan antar organisme dalam satu lingkungan dalam alelopati yang berbeda.. Ilmu Tanah. Prentice Hall. Http://www..Agriculture. S. Dikutip dari: Diakses tanggal 10 Oktober 2007. PT. 2008. (3 Page).

K.triharmoniabadi.com. Sayuran Organik. dkk.com.. Bloembergen dan P. 2007. Dikutip dari: Diakses tanggal 10 Oktober 2007. Webmaster. Yamaguchi. (3 page). dan A. A..pustaka-deptan. M. Kariada.kebonkembang. Steenis. G..J. Bandung.com. M. G. K.1999 Pupuk Dan Cara Pemupukan. Http://www. and M. (1 page). Pradnya Paramita. Dikutip dari:.go.. 1998. Dikutip dari: Diakses tanggal 10 Oktober 2007. Statistik Indonesia (2 page) Www. 2007. G. Sukadana. 2007. dan I. ITB Press Jilid I. Balai Penelitian Pangan Bogor Sutedjo. Flora. Terjemahan Moeso Surjowinoto. Unsur Hara Makro. Http://www. C.. Sudjana.go. W. 1992. Kartasapoetra. Graha Media Pratama. Jakarta. 2008.id. 2005. 1997. Sayuran Dunia Alih bahasa Catur Horison. T. . Hasil Penelitian Tanaman Pangan.go. Rineka Cipta. Rubatzky. Hoed/S. Eyma. PT.id. M. Dikutip dari: www. 2000.. Serealia Sumber Karbohidrat Utama.id/agritek/bali0208. Nurmala. Diakses tanggal 10 Oktober 2007. Katalog Produk Pupuk Cair Lengkap...pdf. S.bps.ipteknet. Unsur Hara yang Diperlukan Tanaman. 2008.Http://www. I. Jakarta. Penerbit ITB. G. Peranan Pupuk NPK terhadap Tanaman Padi.pustaka-deptan. V. Jakarta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful