LAPORAN RESMI PRAKTIKUM TEKNOLOGI FARMASI SEDIAAN SEMI PADAT DAN CAIR ELIKSIR PARASETAMOL

KELOMPOK A-2/3

Nuryenti Pinawati Fajrin Putri Karimah Radita Ayu Mayang Sari Rani Purwati Rani Solihati Azmatun

(2010210203) (2010210208) (2010210216) (2010210218) ( 2010210222) (2010210223)

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS PANCASILA JAKARTA 2012

ELIKSIR PARASETAMOL

I

TUJUAN PERCOBAAN Mengetahui cara pembuatan sediaan eliksir yang baik dan benar dengan melihat pengaruh penambahan pelarut campur terhadap kelarutan suatu zat.

11 TEORI DASAR Eliksir adalah larutan hidroalkohol yang jernih dan manis dimaksudkan untuk penggunaan vital dan biasanya diberi rasa untuk menambah kelezatan,Dibanding dengan sirup, elixir biasanya kurang manis dan kurang kental karena mengandung kadar gula yang lebih rendah dan akibatnya kurang efektif dibandingkan dengan sirup dalam menutupi rasa senyawa obat. Walaupun demikian, karena sifat hidroalkohol, elixir lebih mampu mempertahankan komponen-komponen larutan yang larut dalam air dan yang larut dalam alkohol daripada sirup. Juga karena stabilitasnya yang khusus dan kemudahan dalam sudut pembuatan pembuatannya, dari sudut pembuatan elixir lebih disukai daripada sirup. Perbandingan alkohol yang ada pada elixir berbeda-beda karena masing-masing komponen elixir memiliki sifat kelarutan dalam alkohol dan air yang berbeda. Tiap elixir memerlukan campuran tertentu dari alkohol dan air untuk mempertahankan semua komponen dalam larutan. Jika zat aktif memiliki kelarutan yang jelek dalam air, maka banyaknya alkohol yang dibutuhkan lebih besar daripada zat aktif memiliki kelarutan yang baik dalam air.Disamping alkohol dan air, pelarut-pelarut lain yang sering digunakan adalah propilen glikol dan gliserin sebagai pelarut pembantu. Walau banyak eliksir yang dimaniskan dengan sukrosa atau sirup sukrosa, beberapa menggunakan sorbitol, gliserin atau pemanis buatan seperti sakarin. Elixir yang

Kadar alkohol yang terendah adalah 3% dan yang tertinggi dapat mencapai 44%. 649 Farmakologi dan Terapi edisi 5 hal 239 Martindale 28 Pustaka Rumus struktur Pemerian : HO pahit. DATA PREFORMULASI 1. Elixir yang mengandung alkohol lebih dari 10-12% dapat bersifat sebagai pengawet sendiri dan tidak memerlukan penambahan zat antimikroba untuk pengawetannya. rasa sedikit . wadah diperdagangkan sering mengandung alat pengukur yang telah dikalibrasi. terutama pada anak-anak. yang dibutuhkan hanya dalam jumlah kecil daripada sukrosa yang hanya sedikit larut dalam alkohol dan membutuhkan jumlah yang lebih besar untuk menambahkan kelezatan dan hampir semua elixir mempunyai zat pewarna untuk meningkatkan penampilannya. berat atau kondisinya. Karena elixir mengandung alkohol dan biasanya juga mengandung beberapa minyak mudah menguap yang rusak oleh adanya udara dan sinar. Satu keuntungan elixir lebih dari obat yang dalam bentuk pemberian padat adalah kemudahan penyesuaian dan kemudahan pemberian dosis. seperti tetesan atau sendok untuk memudahkan orangtua mengukur obat dengan tepat dengan jumlah yang dianjurkan sesuai umur anak. maka paling baik disimpan dalam wadah tertutup rapat. III. Biasanya elixir mengandung antara 5-10% alkohol. putih. Pada keadaan dimana elixir obat dimaksudkan untuk anak-anak. tidak berbau.mempunyai kadar alkohol yang tinggi biasanya menggunakan pemanis buatan seperti sakarin. NHCOCH3 : Serbuk hablur. Zat Aktif : Parasetamol : Farmakope Indonesia edisi IV hal. tahan cahaya untuk menjaga terhadap temperature yang berlebihan.

: Dapat bercampur dengan pelarut polar. 2-3 tahun 160 mg . Zat tambahan Pustaka : Alkohol / Etanol / Aethanolum : Farmakope Indonesia edisi IV hal 63 Handbook of Pharmaceutical Excipient ed VI hal 17 Rumus struktur : .54 : Bereaksi dengan obat dan zat tambahan. 12-23 bulan 120 mg . PH OTT Khasiat : 5. : Sebagai pelarut / kosolvent : 78. 11 tahun 480 mg . 9-10 tahun 400 mg . tidak berbau dan tidak mempunyai rasa. : Senyawa yang sangat stabil dalam larutan air.1-6. 4-11 bulan 80 mg . Zat tambahan Pustaka : Aquadest : Farmakope Indonesia edisi IV hal 112 Handbook of Pharmaceutical Excipient hal 802 Rumus molekul Pemerian Kelarutan Kegunaan Konstanta dielektrik OTT : H2O : Cairan jernih.Kelarutan Stabilitas : Larut dalam air mendidih dan dalam NaOH 1 N. 3. 4-5 tahun 240 mg . 6-8 tahun 320 mg . bereaksi keras dengan logam alkali Wadah dan penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat. terletak pada jarak pH 5-7. tidak berwarna. tidak tembus cahaya. Dosis : > 12 tahun 650 mg setiap 4-6 jam/1 g . mudah larut dalam etanol. profil laju pH menunjukan katalis asam spesifik dan katalis basa spesifik dengan basa spesifik stabilitas max. 2.5 : Dengan Isoniazidum : Analgesik – Antipiretik Wadah dan penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat. < 4 bulan 40 mg.

Penyulingan pelarut dalam pembuatan galenik (diatas 85%) . dengan senyawa alkali bereaksi dan berubah warna menjadi gelap. : Pelarut campur. mudah menguap walaupun pada suhu rendah dan mendidih pada suhu 78o C.3 :5 : 20 % : Pengawet anti mikroba 7. bau khas dan dapat menyebabkan rasa terbakar pada lidah. : 0.8119-0. Zat tambahan Pustaka : Gliserin : Farmakope Indonesia edisi IV hal 413 Handbook of Pharmaceutical Excipient ed VI hal 204 Rumus struktur : . Stabilitas Kegunaan : Larutan etanol yang mengandung air disterilisasi dalam wadah tertutup rapat di tempat dingin. Solvent in Injectable (variabel) . Solvent in Topical Products 60-90%.8169 pada suhu 20o C. Solvent in oral liquida (variabel) .10% . pengawet. OTT : Dalam keadaan asam bereaksi dengan zat pengoksidasi. : 24.H3C Rumus molekul Pemerian : C2H6O OH : Cairan mudah menguap. desinfektan Wadah dan penyimpanan : Wadah tertutup rapat dan jauh dari api. Desinfektan 60-80% . Solvent in Foating Coating (variabel) . Kelarutan Bobot jenis Konstanta dielektrik pH Konsentrasi % kadar : Bercampur dengan air pada praktis bercampur dengan semua pelarut organik. 4. jernih. tidak berwarna.

25% b/v secukupnya hingga diperoleh 100 bagian sirup.HO Rumus molekul Pemerian : C3H8O3 OH OH : Cairan jernih seperti sirup. Kegunaan Konsentrasi OTT : Pemanis. higroskopis. : Larutkan 65 bagian sakarosa dalam larutan metil paraben 0. ditempat sejuk. hanya boleh berbau khas lemah (tajam/tidak enak).249 : Sebagai pemanis : 42. netral terhadap lakmus.50 : Dalam keadaan asam bereaksi dengan zat pengoksidasi. Bobot jenis Kegunaan Konstanta dielektrik OTT : Tidak kurang dari 1. : 20-60% : dengan oksidator kuat. Zat tambahan Pustaka : Natrium Benzoat : Farmakope Indonesia edisi IV hal 584 Handbook of Pharmaceutical Excipient ed VI hal 146-153 . dalam eter. zat tambahan. Wadah dan penyimpanan : Wadah tertutup rapat. dalam minyak lemak dan dalam minyak menguap. tidak berwarna. agak kental. Wadah dan penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat. 5. tidak larut dalam kloroform. Kelarutan : Dapat bercampur dengan air dan etanol. dengan senyawa alkali bereaksi dan berubah warna menjadi gelap. Zat tambahan Pustaka Pemerian Kelarutan : Sirup Simpleks : Farmakope Indonesia edisi III hal 567 : Cairan jernih tidak berwarna. rasa manis. 6.

Wadah dan penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik. Wadah dan penyimpanan :Dalam wadah tertutup baik. kering dan sejukn serta terlindung dari cahaya.02% . tidak berbau/praktis tidak berbau dan stabil di udara.0 pada suhu 25o C. Aktifitas pengawet biasanya berkurang karena interaksi dengan kaolin/surfaktan non ionic. : Flavouring agent. : Mudah larut dalam air. : Inkompatibel dengan senyawa kuartener. garam feri. agak sukar larut dalam etanol dan lebih mudah larut dalam etanol 90%. garam kalsium. 8.5% : Granul/serbuk hablur. : Sebagai pewarna. . gelatin.Rumus struktur : O ONa Rumus molekul Konsentrasi Pemerian Kelarutan pH OTT : C6H5COONa : 0. Wadah dan penyimpanan : Wadah tertutup rapat. Zat tambahan Pemerian Kegunaan : Essence Strawberry : Cairan jernih berwarna merah. 7.0. : 8. Zat tambahan Pemerian Kegunaan : Eritrosin : Serbuk berwarna merah.

IV. Alat dan bahan : - Alat • • • • • • • • • • • • • • : Beaker glass Erlenmayer Batang pengaduk Mortir dan stamper Buret Cawan penguap Stirer Gelas ukur Pipet tetes Timbangan analitik Oven Piknometer Spatula pH meter Parasetamol Alkohol Gliserin Sirupus Simpleks Natrium Benzoat Essence Strawberry Perwarna Red (Eritrosin) - Bahan : • • • • • • • .

• Aquadest V.1% 5% 0.5% 1 tetes ad 100% .1% 10% 0.5% 1 tetes ad 100% Formula III 130mg/5ml 15% 20% 0.1% 0. No 1 2 3 4 5 6 7 8 Formula Nama Zat Parasetamol Alkohol Sirupus simpleks Natrium benzoat Glycerin Essence strawberry Pewarna red Aqua dest Formula I 130mg/5ml 15 % 20% 0.5% 1 tetes ad 100% Formula II 130mg/5ml 15% 20% 0.

6 % = 30 ml = 40 ml = 0.6%+20%+0.168 ml + 0 ml = 159.2 g/200 ml x 100 % = 15% x 200 ml = 20 % x 200 ml = 0.8%  Berat pelarut campur = 76.6 – 24.168ml  Kd pelarut campur = { (Vol.6%+15%+20%+0.VI.6 gram  Maka berat air = Berat pelarut campur – [ (Vol.168 ml  Volume total pelarut campur = 30 ml + 129.249) ] = 153. total pelarut campur) x Kd air } + { (Vol. Perhitungan dan penimbangan Formula I  Parasetamol  Alkohol = 130 mg/5 ml x 200 ml = 5200 mg = 5.1 % x 200 ml = -= 1 ml 1 ml / 200 ml x 100 % = 0.2 g = 5.2 % = 61.8% = 2. benzoat  Glycerin  Essence strawberry = 20/20 x 1 ml  Aqua dest = 100% .5%) = 100% 38.air pada pelarut campur/Vol.23.6 ml  Perhitungan Kd pelarut campur (Volume total sediaan 200 ml)  % Pelarut campur = 100% .8144) + (0 ml x 1.2% = 76.gliserin pada pelarut campur/Vol. etanol x bj etanol) + (Vol.1%+0.5%) = 100% .8% x 200 ml = 153.2 g = 200 mg  Sirupus simpleks  Na. total pelarut campur) x Kd etanol) } + { (Vol. total pelarut campur) x Kd gliserin } .(2.1%+0. gliserin x bj gliserin) ] = 153.5 % = 61.etanol pada pelarut campur/Vol.168 gram = 129.6 – [ (30 ml x 0.8/100 x 200 ml=123.(2.432 = 129.

922 = 116.50 } .168/159.678 ml  Volume total pelarut campur = 30 ml + 116.678/156.gliserin pada pelarut campur/Vol.6%+20%+0. total pelarut campur) x Kd gliserin } = { (116.54 } + { (30/159.678) x 24.6 – [ (30 ml x 0.2% = 76.(2.1%+5%+0.8% x 200 ml = 153.2 g = 5.5800 Formula II  Parasetamol  Alkohol = 68.6 ml  Sirupus simpleks  Na.etanol pada pelarut campur/Vol.8/100 x 200 ml=113.(2.2%  Perhitungan Kd pelarut campur (Volume total sediaan 200 ml)  % Pelarut campur = 100% .2 g = 200 mg = 10 ml = 1 ml = 20 tetes = 56.168) x 24.6 – 36.249) ] = 153.30 } + { 0 } = 63.6 gram  Maka berat air = Berat pelarut campur – [ (Vol.8% =56.678) x 78.54 } + { (30/156. total pelarut campur) x Kd air } + { (Vol.6 % = 30 ml = 40 ml = 0. gliserin x bj gliserin) ] = 153.168) x 78.5%) = 100% .30 } + { (10/156.3167 = 130 mg/5 ml x 200 ml = 5200 mg = 5.23.5%) = 100% .air pada pelarut campur/Vol.1 % x 200 ml = 5 % x 200 ml = 2.678) x 42.1%+0.678 ml + 10 ml = 156.43. etanol x bj etanol) + (Vol.678 ml  Kd pelarut campur = { (Vol.8144) + (10 ml x 1. total pelarut campur) x Kd etanol) } + { (Vol.= { (129.2 g/200 ml x 100 % = 15 % x 200 ml = 20 % x 200 ml = 0. benzoat  Glycerin  Essence strawberry = 0.6%+15%+20%+0.8%  Berat pelarut campur = 76.678 gram = 116.7367+ 4.5 % x 200 ml  Aqua dest = 100% .

8/100 x 200 ml=113.5 % x 200 ml  Aquadest = 100% .6528 + 2.2 g = 5.6 % = 30 ml = 40 ml = 0.188) x 78.5%) = 100% 43.6%+20%+0.(2.2%  Perhitungan Kd pelarut campur (Volume total sediaan 200 ml)  % Pelarut campur = 100% .188 ml  Volume total pelarut campur = 30 ml + 104.gliserin pada pelarut campur/Vol.2% = 76.54 } + { (30/154.188 gram = 104.6%+15%+20%+0.23.= 58.1%+0. benzoat  Glycerin  Essence strawberry = 0.412 = 104.air pada pelarut campur/Vol.8541 Formula III  Parasetamol  Alkohol = 130 mg/5 ml x 200 ml = 5200 mg = 5. total pelarut campur) x Kd gliserin } = { (104. total pelarut campur) x Kd air } + { (Vol. etanol x bj etanol) + (Vol.6 gram  Maka berat air = Berat pelarut campur – [ (Vol. gliserin x bj gliserin) ] = 153.8144) + (20 ml x 1.7126 = 65.2 g = 200 mg = 20 ml = 1 ml = 20 tetes = 56.188) x .8% x 200 ml = 153.249) ] = 153.4887 + 4.6 – 49.188/154.1 % x 200 ml = 10 % x 200 ml = 2.188 ml + 20 ml = 154.6 – [ (30 ml x 0.8%  Berat pelarut campur = 76.1%+10%+0.5%) = 100% .(2.6 ml  Sirupus simpleks  Na.188 ml  Kd pelarut campur = { (Vol.2 g/200 ml x 100 % = 15 % x 200 ml = 20 % x 200 ml = 0.8% =56. total pelarut campur) x Kd etanol) } + { (Vol.etanol pada pelarut campur/Vol.

2. - Buat sirup simpleks. Tambahkan Parasetamol sedikit demi sedikit di atas stirrer sampai larut sempurna. Sirup Simpleks = 200 ml Gula = (200/100) x 65 gram = 130 gram ad 200 ml - Ambil sebanyak 150 ml untuk 3 formula. Buat pelarut campur (di erlenmayer) : Alkohol. 7. 4. homogenkan. Larutkan Natrium Benzoat dengan aqua dest secukupnya aduk ad larut (dalam beaker glass). 6. . dengan cara : Larutkan 65 bagian sakarosa dalam air secukupnya hingga diperoleh 100 bagian sirup. Sisa Sirup Simpleks = 200 ml – 150 ml = 50 ml VII. Sirup Simpleks = 200 ml Gula = (200/100) x 65 gram = 130 gram ad 200 ml Ambil sebanyak 150 ml untuk 3 formula.24.3116  Pewarna Red Timbang 50 mg larutkan dalam aqua dest ad 1 ml. Pewarna red ini digunakan untuk ketiga formula yang dibuat dan teteskan sama banyak. Gerus Parasetamol di dalam mortir. Lakukan kalibrasi botol 60 ml.5127 = 63. Siapkan alat dan bahan.7279 + 5.188) x 42. Timbang masing-masing bahan yang digunakan.50 } = 53. Sisa Sirup Simpleks = 200 ml – 150 ml = 50 ml 5. Cara kerja Pembuatan sediaan eliksir (volume sediaan 200 ml) 1.  Sirupus Simpleks Larutkan 65 bagian sakarosa dalam air secukupnya hingga diperoleh 100 bagian sirup. Air dan Gliserin dengan perbandingan yang sudah disesuaikan formula. 3.0710 + 4.30 } + { (20/154.

aduk ad homogen. kemas dan serahkan. Bobot jenis suatu zat adalah hasil yang diperoleh dengan membagi zat dengan bobot air dalam piknometer. Sisanya untuk evaluasi. 12. VIII. tetesi Essence Strawberry sebanyak 20 tetes aduk ad homogen. Evaluasi a. keduanya ditetapkan pada suhu 25oC. (pembuatan pewarna red : timbang 50 mg pewarna red larutkan aqua dest ad 1 ml). kering atau telah dikalibrasi dengan bobot piknometer dan besar bobot air yang baru didinginkan pada suhu 25oC. Tambahkan Pewarna Red 1 tetes. Atur suhu piknometer yang telah diisi hingga suhu 25oC. Ambil 60 ml eliksir untuk diserahkan. Tambahkan Sirup Simpleks yang telah dibuat sesuai jumlah formula. Kecuali dinyatakan lain dalam monografi. buang kelebihan zat uji dan timbang. Prosedur : Gunakan piknometer bersih. Masukkan dalam botol yang telah dikalibrasi.8. Kurangkan bobot piknometer kosong dari bobot piknometer yang telah diisi. 10. BJ = Formula I II III Pikno kosong (g) Pikno+air (g) Pikno+elixir (g) BJ Formula I : BJ = Formula II : BJ = Formula III : BJ = . beri etiket. Tambahkan Natrium Benzoat yang telah dilarutkan. BJ dengan alat piknometer (Farmakope Indonesia edisi IV hal. 9. masukkan dalam piknometer. Tambahkan aqua dest ad 200 ml. atur hingga suhu zat uji 20oC. 11. 14. 1030). 13.

Stabilitas Melakukan pengamatan selama 5 hari Hari ke1 2 3 4 Formula I Formula II Formula III . PH (Derajat Keasaman) Menggunakan indicator universal Formula I II III PH c.b. Organoleptik Formula Warna Bau Rasa Fomula I Merah Strawberry Pahit Fomula II Merah Strawberry Pahit Fomula III Merah Strawberry Pahit d.

menandakan bahwa zat aktif kurang larut dalam sediaan. PH yang baik harus mendekati PH zat aktif Parasetamol berdasarkan literature. • Pengujian PH yang telah dilakukan sangat berpengaruh pada kestabilan zat aktif dalam sediaan obat (elixir). tetapi dapat juga memperbaiki kelarutan dari konstituen yang mudah menguap yang digunakan untuk memberikan rasa dan bau yang diinginkan pada sediaan elixir.5 IX. pada satu atau lebih konstanta dielektrikum spesifik. Jika pada hasilnya menunjukkan angka yang lebih besar. • Sebaiknya perbedaan antara KD dalam literature dan KD dalam praktek tidak terlalu besar. • Pada praktikum KD Parasetamol tidak berhasil ditemukan. • Pada uji penerapan BJ menggunakan piknometer. hal ini disebabkan karena bobot paracetamol dan etanol yang tidak sebanding. • Elixir disimpan pada wadah yang gias. karena wadah gias bersifat inert terhadap larutan air dalam konsentrasi tepat untuk cairan oral. Serta kemungkinan bahan sediaan Parasetamol yang sudah tidak baik. • Kosolven hanya digunakan untuk mempengaruhi kelarutan obat tersebut. Pembahasan • Penambahan kosolven (air. • Setiap zat terlarut menunjukan suatu kelarutan maksimum dalam tiap sistem pelarut tertentu. suhu larutan yang digunakan untuk menerapkan bobot jenis diatur pada suhu 2°C dan piknometer satuaan air diatur suhu 25°C merupakan ketetapan dari Farmakope Indonesia. alkohol dan gliserin) ditujukan untuk meningkatkan kelarutan Parasetamol. . hal ini menyebabkan elixir tidak stabil.

hal ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya pengendapan dalam sediaan eliksir yang dibuat.  Seharusnya KD Parasetamol dapat ditentukan namun pada praktikum tidak ditemukan kabut berwarna abu-abu pada saat titrasi. Saran  BJ dari formula sebaiknya mendekati BJ air. .X. Kesimpulan Formula Keterangan BJ pH Warna Bau Rasa Stabilitas Hari ke-1 Hari ke-2 Hari ke-3 Hari ke-4 Hari ke-5 I g/cm³ II g/cm³ Organoleptik III g/cm³ XI. Sehingga KD Parasetamol tidak dapat dihitung.

Wade Ainley dan Paul J Weller. Penerjemah:Farida Ibrahim. American Hospital Formulary Service. Handbook Of Pharmaceutikal Excipients.1994.Daftar Pustaka Penuntun Praktikum Formulasi Sediaan Semi Padat dan Cair. Lachman Leon. Gerald K. Penerjemah: Siti Suyatmi. Jakarta:UI Press. Howard C. Farmakope Indonesia edisi III. Departemen Farmakologi dan Terapeutik.  . London: Pharmaceutical Press. America Society of Hospital Pharmacist.1994. edisi keempat.     Departemen Kesehatan RI. Teori dan Praktek Farmasi Industri edisi ketiga vol 2. Fakultas Farmasi Universitas Pancasila:2010.     Mc. Jakarta : 1979.1994. Farmakope Indonesia edisi IV. 1982.2007. Drug Information. Farmakologi dan Terapi edisi 5. Jakarta : 1995. Departemen Kesehatan RI. Jakarta.Edisi II. Jakarta:UI Press. Ansel. Fakultas Farmasi Universitas Indonesia. Martindale 28. Evory. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi.

3-4 x sehari 2 sendok teh Dekamol ELIKSIR P Paracetamol ® Kemasan INDIKASI : Dekamol ® ELIKSIR P Paracetamol Netto : 60ml Menyembuhkan rasa sakit atau nyeri seperti sakit kepala. Raya Merdeka km 51. Keterangan lebih lengkap lihat di brosur Diproduksi oleh : PT UTAMA PHARMASIA Jl. UTAMA PHARMASIA Reg no : DTL 8327800932A1 Batch no : KQ901P Exp date :Nov 12 .Dekamol ® ELIKSIR Komposisi : Tiap 5 mL mengandung P Paracetamol 130 mg Aturan Pemakaian: Dewasa : 3-4 x sehari 1 sendok makan Anak 1-3 tahun.5 Jakarta – Indonesia J Netto : 60ml Penyimpanan: Simpan di tempat sejuk (15°C-25°C) dan terlindungi dari cahaya.3-4 x sehari ½ sendok teh 6-12 tahun. nyeri pada otot dan menurunkan demam yang menyertai flu dan demam sesudah vaksinasi.

3-4 x sehari 2 sendok teh KEMASAN : Botol Netto 60 ml No. UTAMA PHARMASIA sakit atau nyeri seperti sakit kepala. I A dapatnmenyebabkan kerusakan fungsi hati. CARA PENYIMPANAN : Disimpan di tempat sejuk (15°C-25°C) dan terlindungi dari cahaya. penderita ginjal. nyeri pada otot dan menurunkan Jl. DTL 8327800932A1 DIPRODUKSI OLEH : PT UTAMA PHARMASI Jl. KONTRA INDIKASI : Gangguan fungsi hati. hipersensitivitas. 3-4 x sehari ½ sendok teh 6-12 tahun.5 demam yang menyertai flu dan demam Menyembuhkan rasa Jakartasesudah vaksinasi. EFEK SAMPING : Pada dosis besar dan pemakaian jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan hati.utama. nyeri pada PERINGATAN : Netto : 60 mL otot dan menurunkan UTAMA penggunaan pada penderita dengan gangguan fungsihati Hati-hati demam yang disertai flu P H A R M A S jangan melebihi dosis yang dianjurkan karena dan ginjal. mengandung Batch no keduanya menurunkan suhu tubuh dengan mekanisme : KQ901P P Paracetamol 130 mg Exp date berdasarkan efek sentral. Raya Merdeka km 51. Fax. (021) 777777 www. :Nov 12 ® Dekamol ELIKSIR INDIKASI Di produksi oleh : P Paracetamol Menyembuhkan rasa Indikasi : PT. 130 mg Reg no : CARA KERJA OBAT : Komposisi : Tiap 5 mL DTL 8327800932A1 Menghilangkan atau mengurangi nyeri ringan sampai sedang.Dekamol ELIKSIR ® KOMPOSIS : Tiap 5 ml mengandung Parasetamol……….com . Raya Merdeka km 51. DOSIS : Dewasa : 3-4 x sehari 1 sendok makan Anak 1-3 tahun..123. anemia hemolitika.5 Jakarta – Indonesia UTAMA PHARMASIA Untuk informasi lebih lanjut. J – Indonesia sakit atau nyeri seperti sakit kepala. Reg. hubungi : PT UTAMA PHARMASIA PO BOX 1734 JKS 9999 Consumer Helpdesk (021) 8888888 ext.