Verenigde Oost Indische Compagnie 1602-1799

Makalah Ilmiah

Oleh : Farah Tasya Novana, 1106015402

Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya 2011-2012

1

2009. Pada abad ke 10 perdagangan antarbenua sudah mulai dilakukan dengan menggunakan jalur laut. Kemudia hal itu mulai berubah menjadi perjalanan yang bertahap karena berkembangnya kota-kota emporium di beberapa pelabuhan. Jalur laut kea rah Timur (Asia) dilakukan bangsa Belanda sejak akhir abad ke-16 karena berhasil memperoleh petapeta dan informasi ke Timur dari bangsa Italia (Venesia) yang banyak berjasa membuat peta ke Timur yang kemudian digunakan oleh bangsa Portugis. sistem perdagangan di wilayah Asia sudah sangat ramai dan wilayah Asia merupakan wilayah yang sangat kaya. dan East India Company (EIC) dari Inggris serta Verenigde Oostindische Compagnie (VOC) dari Belanda. Saat Portugis dan VOC tiba di Asia. Perdagangan di Asia sudah berawal pada masa Portugis dan VOC.3 1 2 Marwati Djoened Poesponegoro. hanya saja pada abad tersebut perdagangan antar benua hanya dilakukan dengan sekali perjalanan saja. Jalur darat biasanya di gunakan oleh pedagang-pedangan Cina yang menjual kain sutra sehingga jalur darat dikenal sebagai jalur sutra.2 Di wilayah Asia terdapat 2 jalur utama perdagangan yaitu jalur darat dan jalur laut. Ibid. 3 Ibid. 2 . Kota emporium adalah kota dagang yang besar dan memiliki sarana infrastruktur yang lengkap untuk menunjang kegiatan perdagangan (terdapat gudang-gudang penyimpanan. bahkan telah ada berabad-abad sebelumnya.1 Bangsa Portugis datang ke Nusantara tujuannya adalah untuk mendapatkan rempah-rempah. Dengan demikian. dalam masa Modern Awal itu terjadi interaksi dagang antara para penguasa dan para penjajanya di Nusantara dan organisasi-organisasi dagang besar dari Eropa seperti Estado da India. 29. hal.l.1 Latar Belakang Membicarakan tentang perdagangan di Nusantara maka tidak lepas dari VOC yang merupakan serikat dagang milik Belanda.d. penginapan. Sejarah Nasional Indonesia IV.l).5. hal.BAB I PENDAHULUAN 1. Balai Pustaka.

empat buah kapal bertolak dari pangkalan Tessel (Belanda Utara) di bawah pimpinan Cornelius de Houtman dan Pieter de Keyser.Bangsa Portugis yang pertama kali menemukan pusat rempah-rempah di Nusantara kemudian membawa rempah-rempah itu kembali ke Portugis. Sejak sebelum berdirinya VOC.4 Setelah itu Raja Spanyol melarang kapal-kapal dagang milik Belanda untuk memasuki pelabuhan-pelabuhan di wilayah kekuasaannya. VOC di Kepulauan Indonesia : berdagang dan menjajah. 3 . Untuk mengatasi persaingan ini. 5 Kedutaan Besar Republik Indonesia Den Haag. pedagang-pedagang Belanda sudah sering datang dan mengangkut rempah-rempah dari Nusantara. Pada tanggal 23 Juni 1596 mereka akhirnya tiba di Pelabuhan Banten. Melalui pendistribusian ini pedagang-pedagang Belanda mendapatkan keuntungan yang sangat besar. terutama setelah Spanyol berhasil menduduki Portugal pada tahun 1580.5 Dalam perjalanan itu mereka membagi tugas Cornelius de Houtman sebagai kepala dalam urusan perdagangan sedangkan Pieter de Keyser sebagai Navigator dan dalam hal pelayaran. Oleh karena itu pihak Belanda mulai tergerak untuk mengunjungi tempat pusat rempah-rempah di Nusantara.2 Rumusan Masalah 4 Kedutaan Besar Republik Indonesia Den Haag. 2000. Hal ini mengakibatkan kegiatan perdagangan di Lisabon tempat Belanda mengambil rempah-rempah menjadi terhenti.1-2. Balai Pustaka. akibat pecahnya perang antara Nederland dan Spanyol pada tahun 1568 (yang terkenal dengan ―Perang Delapan Puluh Tahun‖) mengakibatkan perdagangan Belanda di Eropa Selatan menjadi tidak lancar. Johan van Oldebarnevelt mengusulkan untuk membentuk suatu serikat dagang yang besar yang bernama Verenigde Oost Indische Compagnie (VOC). 2000. Rempah – rempah itu kemudian diangkut dari Portugis (Lisabon) oleh pedagang-pedangan Belanda dan kemudian didistribusikan ke seluruh wilayah Eropa. hal. Karena begitu banyaknya pedagangpedagang tersebut maka terjadilah persaingan di antara pedagang-pedagang Belanda. Balai Pustaka. Pada tanggal 2 April 1595.3. hal. 1. Namun. VOC di Kepulauan Indonesia : berdagang dan menjajah.

2. 4 . 1.3 Ruang Lingkup Dalam penulisan makalah ini penulis mengambil ruang lingkup pembahasan mengenai serikat dagang Verenigde Oost Indische Compagnie dari tahun 1602-1799.2 Bagaimana reaksi daerah di Nusantara terhadap Verenigde Oost Indische Compagnie? 1.2.Berdasarkan latar belakang tersebut.3 Mengapa Verenigde Oost Indische Compagnie runtuh? 1.2. maka penulis mengajukan beberapa pertanyaan sebgai berikut : 1. Alasannya karena korupsi yang dilakukan oleh pegawai-pegawai Verenigde Oost Indische Compagnie itu sendiri.4 Tujuan Penelitian Pada dasarnya tujuan dari penulisan makalah mengenai serikat dagang Verenigde Oost Indische Compagnie atau yang lebih dikenal dengan sebuta VOC adalah untuk memberi informasi kepada pembaca mengenai bagaimana awal terbentuknya serikat dagang VOC. Tahun 1602 dijadikan sebagai awal dari isi makalah ini karena pada tahun itulah tepatnya pada tanggal 20 maret 1602 berdiri serikat dagang Verenigde Oost Indische Compagnie.1 Bagaimana awal terbentuknya Verenigde Oost Indische Compagnie? 1. Sedangkan sebagai batasan akhir penulis memilih tahun 1799 karena pada tahun itu serikat dagang Verenigde Oost Indische Compagnie dibubarkan. Kemudian perlawanan apakah yang diberikan oleh penguasa lokal hingga akhirnya bagaimana serikat dagang ini dapat runtuh.

Dan tahap terakhir adalah historiografi yaitu tahap penulisan sejarah.5 Metode Penelitian Dalam penulisan makalah ini penulis menggunakan metode sejarah. pada tahap ini penulis mengumpulkan sumber-sumber sekunder tertulis mengenai serikat dagang VOC melalui studi kepustakaan dan melakukan kunjungan ke Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia. yaitu pemberian pendapat penulis mengenai data-data yang telah di beri kritik.1. Tahap ini terdiri dari pemberian kritik intern yaitu mengenai isi dari data tersebut dan kritik ekstern yaitu pemberian kritik terhadap keaslian data tersebut. 5 . Setelah berhasil mengumpulkan data-data yang dibutuhkan. Metode sejarah terdiri dari 4 tahap. tahap kedua yaitu pemberian kritik terhadap data tersebut. Tahap pertama yaitu heuristik. Tahap ketiga dalam metode sejarah adalah interpretasi.

Balai Pustaka. tetapi juga di Srilanka. 9 Ibid. ―de XVII Heeren‖ atau ―ke-17 tuan-tuan‖. Sejarah Nasional Indonesia IV. hingga akhir abad ke-18. VOC berhasil terbentuk setelah Dewan Perwakilan melakukan perundingan yang cukup lama. 2009. Sinar Harapan.1983. 61. Nusa Jawa : Silang Budaya 1. Pada tahap yang genting dalam perundingan-perundingan (15 Januari 1602) Oldenbarneveldt mengemukakan bahwa ada dua sebab utama yang menyebabkan perlunya dibentuk persatuan perusahaan dagang: ―Guna menimbulkan bencana pda musuh dan guna keamanan tanah air‖. tidak hanya di Nusantara. 9. Hak Mengadakan perjanjian dengan Negara lain tanpa melalui persetujuan Raja/Ratu Belanda. Hak membuat dan mengedarkan uang sendiri. Berdirinya VOC Pada tanggal 20 Maret 1602 didirikanlah sebuah serikat dagang milik Belanda bernama Verenigde Oostindische Compagnie atau yang lebih dikenal dengan sebutan VOC.hal. VOC merupakan hasil dari peleburan pedagang-pedagang Belanda. yang isinya : 1.9 Sebagai sebuah serikat dagang.R. 6 . 8 Denys Lombard.7 VOC merupakan sebuah badan yang kuat.6 Surat izin berdirinya VOC berlaku selama 21 tahun dan dapat diperbarui.C.hal. dan kawasan yang merentang dari Tanjung Harapan hingga ke Jepang.8 VOC dipimpin dari Amsterdam oleh sebuah dewan persero. Marwati Djoened Poesponegoro. 2005. hal. 6 7 Boxer. yang mengawasi perdagangan Belanda. 2. Gramedia Pustaka Utama. VOC memiliki hak istimewa yang disebut dengan hak Ocktoi. Jan Kompeni Dalam Perang dan Damai 1602-1799. 29.BAB II ISI A. Serikat dagang itu dikelola oleh sebuah badan (Bewindhebbers) yang berjumlah sekitar 70 orang yang mewakili perusahaan-perusahaan lokal yang ada sebelumnya.

Jan Pieterszoon Coen terpilih sebagai Gubernur Jenderal VOC. Pada tahun 1619 nama Jayakarta dirubah menjadi Batavia. 4.3. namun karena letaknya yang kurang strategis.10 Dengan adanya hak istimewa yang dimiliki VOC. 2000. VOC memiliki angkatan perang/militer karena menurut mereka usaha-usaha yang dilakukan melalui perjanjian-perjanjian dengan penguasa lokal tidak cukup dan untuk melawan kekuatan portugis yang saat itu masih ingin menguasai wilayah Nusantara. Sistim berdagang yang digunakan oleh VOC yaitu perdagangan yang didasari oleh birokrasi dan tentara serta membina kerjasama dengan penguasa lokal. VOC kemudian mencari tempat baru dimana semua kegiatan perdagangan dapat berjalan dengan baik dan aman. Sampai sekitar pertengahan abad ke-16 kemitraan itu berhasil dibangun karena para penguasa lokal membutuhkan VOC untuk memerangi Portugis. VOC dikoordinasi oleh seorang goeverneur. Hak menyatakan perang dengan Negara atau kerajaan lain tanpa harus meminta persetujuan Raja/Ratu Belanda.4. Sedangan untuk diluar wilayah kekuasaan-nya ditempatkanlah seorang opperhoofd. 7 .hal. Selama masa pemerintahan Coen. Balai Pustaka. dengan kata lain VOC terlihat seperti Negara dalam Negara Belanda. pusat kedudukan VOC terletak di Ambon. hal. Sebenarnya Coen ingin mendatangkan orang-orang Eropa khususnya Belanda untuk menjadi penduduk di Batavia. Balai Pustaka.11 Pada tahun 1610-1619. VOC di Kepulauan Indonesia : berdagang dan menjajah. 10 Kedutaan Besar Republik Indonesia Den Haag. Dialah yang menjadikan Jayakarta sebagai tempat pusat kegiatan VOC yang tetap setelah merebut dan mengalahkan Pangeran Wijayakrama. Hak menyusun dan memiliki angkatan laut dan angkatan darat sendiri yang dapat bertindak tanpa harus tunduk kepada kerajaan Belanda. Dalam hal perdagangan untuk memudahkan kegiatan VOC di wilayah kekuasaan-nya. 2009. 30. Ia berhasil memiliki angkatan perang/militer dan berhasil memonopoli rempah-rempah di Maluku. Sejarah Nasional Indonesia IV. 11 Marwati Djoened Poesponegoro. Pada tahun 1619. namun hal tersebut ditolak oleh Heeren XVII.

Balai Pustaka. hal. Kompas. VOC berhasil memonopoli rempah-rempah. hingga menyebarkan agama Kristen Belanda khususnya di Batavia yang menjadi ibukota VOC. Simbolon. VOC di Kepulauan Indonesia : berdagang dan menjajah. 2000. November 1617. Sebenarnya. pelaksanaan moral Kristen). Hanya kemudian. termasuk di dalamnya de voortplanting der Christelijke religie (tepatnya. piagam VOC sendiri sama sekali tidak memasukkan penyebaran agama dalam tugas-tugas VOC. 43. Menjadi Indonesia. mengendalikan penduduk kota. 13 Parakitri T. mengusir Portugis yang menjadi saingannya.13 12 Kedutaan Besar Republik Indonesia Den Haag.Pada pertengahan abad ke-17 negeri Belanda menjadi Negara perdagangan terbesar di Eropa.12 Selama pendudukan VOC di Nusantara. karena kebijaksanaan dengan kekerasan yang diterapkan oleh Coen ternyata memberi keuntungan yang sangat besar. 8 . berhasil mempengaruhi penguasa lokal melalui perjanjian-perjanjian. VOC memiliki pengaruh yang sangat besar. penguasa tertinggi VOC di Belanda (de Heeren XVII) memerintahkan pejabatnya di Hindia untuk melaporkan pelaksanaan tugas mereka. 9. hal. 2007.

2000.BAB III ISI B. karena pada saat itu VOC melarang penduduk untuk berdagang rempah-rempah. Salah satu daerah tersebut adalah Hitu. Pada tahun 1641. Ia adalah pemimpin masyarakat Hitu di bawah Belanda. Balai Pustaka. 1. 9 . Perlawanan ini ternyata menyulitkan posisi VOC sehingga pada tahun 1637 Van Diemen membebaskan Kakiali dan mendudukkannya kembali pada jabatan ―Kapitein Hitoe‖. Namun karena semakin meluasnya perlawanan terhadap VOC dan VOC tidak memiliki kekuatan yang cukup di Ambon. Reaksi daerah di Nusantara terhadap VOC Berdirinya VOC dengan sistimnya yang semena-mena dan melakukan kolonialisasi di Nusantara tidaklah selalu berjalan dengan lancer. Tawaran ini kemudian ditolak. Namun ternyata langkah yang diambil oleh VOC hanya menyulutkan api. 10. Disana terdapat seorang murid Sunan Giri yang bernama Kakiali. Para penduduk Hitu mulai memperkuat benteng-benteng.14 VOC di Ambon di bawah pimpinan Van Diemen kemudian menawarkan perjanjian dengan Raja Ternate yaitu mengakui kedaulatan Ternate atas Seram dan Hitu namun sebagai imbalan VOC boleh memonopoli perdagangan cengkeh dan mengambil wilayah Maluku Selatan. hal. maka VOC melakukan cara licik yaitu dengan menjebak Kakiali dan menahannya. Kakiali 14 Kedutaan Besar Republik Indonesia Den Haag. Cara yang ditempuh oleh Kakiali adalah dengan berpura-pura berteman dengan VOC padahal sebenarnya Ia menentang dan mendukung perdagangan rempah-rempah secara illegal. Perlawanan di Ambon Di Ambon terdapat daerah yang memberikan perlawanan terhadap VOC. Pada kenyataanya banyak perlawanan-perlawanan yang dilakukan terhasap VOC dari penguasapenguasa lokal. VOC di Kepulauan Indonesia : berdagang dan menjajah.

Dengan demikian kedudukan VOC di Ambon semakin kuat dan monopoli rempah-rempah dapat dilakukan dengan lebih bebas. Dalam melaksanakan kegiatan perdagangan. Pada tahun 1614 VOC menawarkan kerjasama dengan Sultan Agung. 10 . Namun Sultan Agung menolaknya. 15 Ibid. menyerahkan diri dan kemudian dihukum mati. Setelah itu perlawanan-perlawanan ini berujung dengan terbunuhnya Kakiali oleh orang suruhan VOC yang berkebangsaan Spanyol. Perlawanan Kerajaan Mataram Perlawanan yang diberikan oleh pemimpin Mataram yang bernama Sultan Agung diakibatkan karena tindakan-tindakan yang dilakukan oleh VOC sendiri. 2. VOC seringkali tidak berperikemanusiaan dan mengabaikan hak-hak asasi manusia. Lalu kemudian VOC tidak merasa puas terhadap bantuan yang diberikan oleh Mataram oleh karena itu VOC mengirim kembali perwakilannya untuk mengadakan perjanjian dengan Sultan Agung yang isinya meminta agar Sultan Agung memberikan kebebasan kepada VOC untuk melakukan kegiatan di Mataram.yang semula masih melakukan perlawanan secara sembunyi-sembunyi akhirnya melakukan perlawanan secara terang-terangan dengan menyerang benteng VOC. Setelah meninggalnya Telukabesi masyarakat Hit uterus melakukan perlawanan terhadap VOC tetapi perlawanan yang diberikan oleh masyarakat Hitu tidak memberikan ancaman kepada VOC. Tawaran inipun diterima oleh Sultan Agung karena tidak mengganggu kegiatan Kerajaan Mataram. Perlawanan terus dilakukan oleh masyarakat Hitu namun karena semakin kuatnya VOC sehingga pemimpin terakhir perlawanan masyarakat Hitu setelah ditinggal Kakiali yang bernama Telukabesi.15 Dan VOC seringkali merampok kapal-kapal milik Mataram. Dalam tawaran itu VOC meminta bantuan kepada Mataram untuk membuat loji di daerah Jepara dengan imbalan VOC akan memenuhi semua yang diinginkan oleh Mataram. hal. 17. penghinaan yang dilakukan terhadap agama Islam.

Perlawanan Kerajaan Banten Pelabuhan Banten juga dikuasai VOC melalui sistem kemitraan. Puncak penyerangan Banten terhadap VOC terjadi pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa. Penyerangan ini dimulai pada tanggal 22 Agustus 1629. penyerangan dilakukan. Namun penyerangan yang dilakukan oleh Mataram masih belum dapat mengalahkan VOC.17 Rencana tersebut gagal karena VOC telah mengetahui rencana tersebut dari orang-orang Cina. 11 . 3.16 Dalam penyerangan ini Gubernur Jenderal Batavia Jan Pieterszoon Coen meninggal dunia.Karena sudah tidak tahan dengan VOC.000 prajurit dan diperlengkapi dengan meriam. 24. sebenarnya orangorang Banten telah merencanakan membunuh Jan Pieterszoon Coen dengan jalan menyelundupkan orang-orang Banten yang bertindak pura-pura sebagai pedagang. Sultan Agung kemudian memutuskan untuk melakukan serangan kedua yaitu dengan jalan pengepungan terhadap benteng VOC di Batavia. namun lagi-lagi penyerangan ini sudah lebih dahulu diketahui oleh VOC sehingga terjadilah pertarungan terbuka 16 17 Ibid. 23. dan melakukan pembunuhan. Sebelum penyerangan yang cukup lama ini. perang gerilya. hal. Penyerangan ini berlangsung cukup lama. VOC pada akhirnya masih tetap betahan di Batavia. hal. Sultan Agung akhirnya memustuskan untuk menyerang ibukota VOC di Batavia. Perlawanan yang dilakukan oleh kerajaan Banten berlangsung dari tahun 1655-1660. Dalam serangan kedua ini Mataram mengerahkan 130. Dan pada tanggal 22 Agustus 1628. Pasukan Banten pada tahun 1650 melakukan serangan ke Batavia di pimpin oleh Senopati dan Wangsaraja. namun menurut Sultan Agung penyerangan ini dianggap kurang berhasil. Kerajaan Banten melakukan perlawanan dengan melakukan penyerangan ke kapal-kapal dan pos-pos VOC di daerah Angke. Penyerangan dilakukan dengan mengirim mata-mata untuk mengetahui medan lawan dan membagi pasukan ke dalam tiga kelompok. Ibid.

Untuk memperkuat kekuasaannya Sultan Haji justru bekerja sama dengan VOC. Perlawanan kerajaan Banten terhadap VOC diakhiri sejak Sultan Ageng Tirtayasa digantikan oleh anaknya yang benama Sultan Haji. 12 .antara Pasukan Banten dan VOC.

Runtuhnya VOC Pada akhir abad ke-18 tepatnya pada tahun 1799 VOC di bubarkan.BAB IV ISI C. 18 R. Pada tanggal 31 Desember 1799. 13 . Penyebabnya ialah banyak terjadinya korupsi dalam tubuh VOC sendiri sehingga VOC mengalami kerugian yang sangat besar.1983. Jan Kompeni Dalam Perang dan Damai 1602-1799. Dengan demikian berakhirlah masa VOC di Nusantara. 107. Ahli-ahli sejarah masih memperdebatkan sejauh mana VOC benar-benar runtu disebabkan korupsi pada akhir masa ini. sebagai yang dinyatakan oleh para jenaka masa itu dalam permainan kata menurut huruf-huruf awal ini—V(ergaan) O(nder) C(orruptie)—Runtuh Lantaran Korupsi.18 Hal lain yang menyebabkan VOC mengalami kerugian ialah karena sistem pembukuan ganda dari VOC. diambil alih secara resmi pada tanggal 8 Agustus 1799. VOC tidak mampu lagi menutupi parahnya kondisi keuangannya hingga pemerintah Belanda ikut turun tangan dan akhirnya. C. Sinar Harapan. Boxer. VOC resmi dinyatakan bangkrut dan seluruh miliknya berada di bawah kekuasaan Negara Belanda.hal.

dan bahasa yang digunakan. Setelah melalui perundingan panjang maka terbentuklah sebuah serikat dagang bernama Verenigde Oost Indische Compagnie pada tanggal 20 Maret 1602. Akhirnya. pada tanggal 31 Desember 1799 serikat dagang Verenigde Oost Indische Compagnie resmi dibubarkan. mengambil hati para penguasa lokal. penulis menyadari masih terdapat banyak kekurangan baik cara penulisan. Ibukota VOC terletak di kota Batavia karena letaknya yang strategis dekat dengan Selat Sunda. dan menyebarkan agama Kristen Belanda. 14 . isi. serikat dagang ini memiliki hutang yang banyak dan bangkrut akibat korupsi yang dilakukan oleh pegawai-pegawai VOC itu sendiri. Serikat dagang ini ternyata tidak hanya melakukan perdagangan dan memonopoli rempah-rempah tetapi juga menjajah wilayah Nusantara. Untuk itu penulis mengharapkan saran dari pembaca sehingga penulis dapat memperbaikinya dalam penulisan makalah berikutnya. Hingga akhirnya pada tahun 1799. Dengan begitu berakhirlah masa menjajahan oleh VOC dan mulailah masa penjajahan oleh Hindia-Belanda. mengendalikan penduduk lokal terutama di Batavia. B.BAB V PENUTUP A. Saat berada di Nusantara VOC berhasil memonopoli rempah-rempah. Kesimpulan Serikat dagang Verenigde Oost Indische Compagnie milik Belanda terbentuk karena adanya persaingan-persaingan diantara pedagang-pedangan Belanda. Saran Dalam penulisan makalah ini.

15 . dan kepada rekan-rekan yang membantu dalam penulisan makalah ini. Ucapan Terima Kasih Pertama-tama penulis mengucapkan puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa karena makalah ini dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu. kepada Dr.. Penulis menyadari dengan adanya bantuan dari berbagai pihak maka makalah ini dapat terselesaikan. Ita Syamtasiyah Ahyat.C. Untuk itu tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kedua orang tua penulis yang telah member bantuan moril kepada penulis dalam penulisan makalah ini. S. selaku dosen Sejarah Kerajaan dan Kesultanan. M.Hum.S.

Sejarah Nasional Indonesia IV. R. Denys. Nugroho. Nusa Jawa : Silang Budaya 1. Jakarta: Sinar Harapan.. 1986. 1983. Simbolon. Menjadi Indonesia. M. 2005. 2008. Jakarta: Balai Pustaka. Jan Kompeni Dalam Perang dan Damai 1602-1799. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Jakarta: PT Balai Pustaka. Dordrecht: Foris Publications. 2002. Leonard. Ricklefs. C. Lombard. VOC di Kepulauan Indonesia : berdagang dan menjajah. C. Marwati Djoened. Parakitri T. 2007. Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta 16 . Jakarta: Kompas.Daftar Pustaka Poesnegoropo. Kedutaan Besar Republik Indonesia. Boxer. dan Notosusanto. Blusse. Strange Company. 2009. Sejarah Indonesia Modern 1200-2008.

com 17 .com Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen Sumber : google.Lampiran Lambang VOC Sumber : google.

com 18 .Lampiran Mata Uang VOC Sumber : google.