KONSEP PENDIDIKAN 1.

Pengertian Pendidikan Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tingkah laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Dan juga pendidikan adalah sesuatu yang universal dan berlangsung terus menerus dari generasi ke generasi dimana pun di dunia ini. Upaya mengubah manusia melalui pendidikan itu dilaksanakan sesuai dengan pandangan hidup dan dalam latar sosial-kebudayaan setiap masyarakat tertentu. Oleh karena itu, meskipun pendidikan itu universal, namun terjadi perbedaan-perbedaan tertentu sesuai dengan pandangan hidup dan latar sosial kebudayaan tersebut. Menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan yaitu tuntunan didalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setingi-tingginya. Sedangkan dalam UU N0. 20 th 2003 pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Dari beberapa definisi di atas menunjukan arti bahwa pendidikan yaitu suatu proses bimbingan, tuntunan atau pimpinan yang didalamnya mengandung unsur-unsur seperti pendidik, anak didik, tujuan dan sebagainya. 2. Tujuan Pendidikan Perlu kita ketahui juga dalam tujuan umum ialah tujuan yang akan dicapai dengan semua kegiatan pendidikan, baik dengan pengajaran atau dengan cara lain. Tujuan itu meliputi seluruh aspek kemanusiaan yang meliputi setiap tingkah laku, penampilan, kebiasaan, dan pandangan. Dan ini berbeda pada setiap tingkatan umur, kecerdasan, situasi dan kondisi dengan kerangka yang sama. Cara atau alat yang paling efektif dan efesien untuk mencapai tujuan pendidikan ialah pengajaran, karena itu pengajaran sering diidentikan dengan pendidikan. Meskipun kalu istilah ini sebenarnya tidak sama. Pengajaran ialah proses membuat jadi terpelajar ( tahu, mengerti, menguasai, ahli : belum tentu menghayati dan menyakini ). Sedangkan pendidikan ialah membuat orang jadi terdidik ( mempribadi, menjadi adat kebiasaan ). 3. Landasan Pendidikan Ada beberapa macam mengenai landasan pendidikan yang diantaranya adalah landasan filosofis, Sosiologis, dan kultural, yang sangat berperan penting dalam menentukan tujuan pendidikan. Adapun dalam landasan ilmiah dan teknologi akan mendorong pendidikan itu menuju masa depan. Adapun dalam landasan pendidikan tersebut terdapat dua landasan yang selalu erat kaitannya dalam setiap upaya pendidikan. Lebih utamanya dalam pengajaran, yaitu landasan Psikologis dan landasan Iptek. Didalam landasan psikologis akan membekali tenaga kependidikan dengan pemahaman perkembangan peserta didik dan cara-cara belajarnya. Sedangkan landasan Iptek akan membekali tenaga kependidikan, khususnya guru, tentang sumber bahan ajaran. Pengkajian landasan psikologis dan landasan iptek tersebut akan membekali tenaga kependidikan suatu pegangan dalam mewujudkan keseimbangan dan keselarasan yang dinamis antara pengembangan jati diri peserta didik dan penguasaan iptek tersebut. Berbagai macam landasan pendidikan itu akan membentuk wawasan yang tepat tentang pendidikan. Dengan wawasan pendidikan yang tepat, serta dengan menerapkan asas-asas pendidikan yang tepat pula, maka akan dapat memberikan peluang yang lebih besar dalam

merancang dan menyelenggarakan program pendidikan yang tepat wawasan itu akan memberikan pandangan yang lebih luas terhadap pendidikan. 4. Asas-asas Pendidikan Asas pendidikan merupakan suatu kebenaran yang menjadi mendasar, baik pada tahap rancangan maupun pelaksanaan pendidikan. Pandangan tentang hakikat manusia merupakan pokok dasar utama yang sangat penting dalam pendidikan. Ada tiga buah asas pokok pendidikan yang diantaranya : a. Asas Tut Wuri Handayani Sebagai asas pertama, Tut wuri handayani merupakan inti dari sistem among dari Perguruan Nasional Taman Siswa. Asas Tut wuri handayani yang dikumandangakan oleh Ki Hadjar Dewantara itu mendapat tanggapan positif dari Drs. R.M.P. Sostrokartono (filsuf dan ahli bahasa) dengan menambah dua semboyan untuk melengkapinya, yakni Ing Ngarso Sung Tulada dan Ing Madya Mangun Karsa. ( Raka Joni, et. Al., 1985 : 38; Wawasan Kependidikan guru, 1982 :93 ) Jadi ketiga semboyan tersebut telah menyatu menjadi satu kesatuan asas, yaitu : 1. Ing Ngarsa Sung Tulada ( Jika di depan, menjadi contoh ), 2. Ing Madya Mangun Karsa ( Jika ditengah-tengah, membangkitkan kehendak, hasrat, atau Motivasi ), dan 3. Tut Wuri Handayani ( Jika dibelakang, mengikuti dengan hati-hati ). b. Asas Belajar Sepanjang Hayat Asas belajar Sepanjang hayat merupakan sudut pandang dari sisi lain terhadap pendidikan seumur. Ada sebuah hadis Nabi Saw yang sudah tidak asing lagi ditelinga kita, beliau bersabda yang artinya: ”Tuntutlah ilmu dari buaian sampai meninggal dunia”. Disini islam telah lama mengenal konsep ini jauh sebelum orang-orang barat mengangkatnya. Konsep tersebut menjadi aktual kembali terutama dengan terbitnya buku An Introduction To Lifelong Education, pada tahun 1970 karya Paul Lengard, yang dikembangkan lebih lanjut oleh UNESCO. Dalam latar pendidikan seumur hidup, proses belajar mengajar di sekolah seharusnya mengemban sekurang-kurangnya dua misi, yaitu memberikan pembelajaran kepada peserta didik dengan efesien dan efektif. Untuk meningkatkan kemauan dan kemampuan belajar mandiri sebagai dasar dari belajar sepanjang hayat. c. Asas Kemandirian Dalam Belajar Di dalam Asas Tut wuri handayani maupun Belajar sepanjang hayat secara langsung sangat erat kaitannya dengan asas Kemandirian dalam belajar. Dalam kegiatan belajar mengajar, mungkin dapat dikembangkan kemandirian dalam belajar itu dengan menghindari campur tangan guru, namun guru selalu siap untuk membantu apabila diperlukan. Adapun dalam asas belajar sepanjang hayat hanya dapat diwujudkan apabila didasarkan pada pendapat bahwa peserta didik mau dan mampu mandiri dalam belajar, oleh karena itu tidak mungkin seseorang belajar sepanjang hayatnya apabila selalu tergantung dari bantuan guru atau pun orang lain.

KOMPETENSI PROFESIONALISME GURU
Secara umum, pendidik adalah orang yang memiliki tanggung jawab untuk mendidik. Sementara secara khusus, pendidik dalam perspektif Islam adalah orang-orang yang

bertanggungjawab terhadap perkembangan peserta didik dengan mengupayakan perkembangan seluruh potensi peserta didik, baik potensi afektif, kognitif maupun psikomotorik, sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam. Berdasarkan pengertian di atas, dapat dipahami bahwa pendidik dalam perspektif Islam ialah orang yang bertanggungjawab terhadap upaya perkembangan jasmani dan rohani peserta didik agar mencapai tingkat kedewasaan sehingga ia mampu menunaikan tugas-tugas kemanusiaannya (baik sebagai khalifah fi al-ardh maupun „abd sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam. Dalam Islam, tugas seorang pendidik dipandang sebagai sesuatu yang mulia. Posisi ini menyebabkan mengapa Islam menempatkan orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan lebih tinggi derajatnya bila dibanding dengan manusia lainnya. (QS. Al-Mujadilah, 58/11).

†Îû (#qßs¡¡xÿs? öNä3s9 Ÿ@ŠÏ% #sŒÎ) (#þqãZtB#uä tûïÏ%©!$# $pkš‰r'¯»tƒ Ÿ@ŠÏ% #sŒÎ)ur ( öNä3s9 ª!$# Ëx|¡øÿtƒ (#qßs|¡øù$$sù ħÎ=»yfyJø9$# öNä3ZÏB (#qãZtB#uä tûïÏ%©!$# ª!$# Æìsùö•tƒ (#râ“à±S$$sù (#râ“à±S$# tbqè=yJ÷ès? $yJÎ/ ª!$#ur 4 ;M»y_u„yŠ zOù=Ïèø9$# (#qè?ré& tûïÏ%©!$#ur ÇÊÊÈ ×Ţ•Î7yz
“Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”. Kompetensi Profesional Guru Secara bahasa kompetensi dapat diartikan sebagai kemampuan, kecakapan, wewenang. Menurut istilah, kompetensi adalah keadaan menjadi berwewenang atau memenuhi syarat menurut ketentuan hukum. Kompetensi guru yaitu kemampuan seorang guru untuk merespon tugas-tugasnya secara tepat. Sedangkan profesional dapat diartikan sebagai ahli. Dengan demikian kompetensi profesional guru adalah guru yang ahli dalam merespon tugas-tugasnya secara tepat.

yaitu: a. e. Berlaku adil terhadap peserta didiknya. akan tetapi mencari keridhaan Allah. Bersifat ikhlas dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik semata-mata untuk mencari keridhaan Allah dan menegakkan kebenaran. c. Mampu menggunakan metode belajar secara variasi. kesediaan diri untuk terus mendalami dan mengkajinya lebih lanjut. sabar dan sanggup menahan amarah. c. Totalitas tersebut kemudian akan teraktualisasi melalui seluruh perkataan dan perbuatannya. d. Mempunyai watak dan sifat rabbaniyah yang terwujud dalam tujuan. tingkah laku dan pola pikirnya. d. Seorang pendidik hendaknya mempunyai sifat pemaaf dan memaafkan kesalahan orang lain (terutama terhadap peserta didiknya). Seorang pendidik seharusnya ikhlas dan tidak riya dalam melaksanakan tugasnya. . Seorang pendidik hendaknya bersih fisiknya dari segala macam kotoran dan bersih jiwanya dari segala marah sifat tercela. b. Senantiasa membekali diri dengan ilmu. al-Abrasyi memberikan batasan tentang karakteristik pendidik. senantiasa menjaga diri dan kehormatannya. Dalam hal ini an-Nahlawi membagi karakteristik pendidik muslim kepada beberapa bentuk. Sementara kriteria yang sama. Seorang pendidik hendaknya memiliki sifat zuhud. Bersifat sabar dalam mengajarkan berbagai pengetahuan kepada peserta didik.Dalam pendidikan Islam. Dengan karakteristiknya. di antara kriteria karakteristik pendidik adalah: a. yaitu melaksanakan tugasnya semata-mata bukan mencari materi. menjadi ciri dan sifat yang akan menyatu dalam seluruh totalitas kepribadiannya. b. seorang pendidik / guru hendaknya memiliki karakteristik yang dapat membedakannya dari yang lain. f.

Drs. profesional dan akademik sangat mempengaruhi keberhasilan semua guru. Karakteristik pribadi 1) Percaya diri 2) Rasa berkewajiban dan bertanggungjawab 3) Mempunyai suara merdu dan khas b. Redja Mudyaharjo juga mengungkapkan bahwa karakteristik-karakteristik pribadi. Seorang pendidik hendaknya menguasai pelajaran yang diajarkannya dengan baik dan profesional. Karakteristik profesional 1) Menerangkan topik-topik yang diajarkan dengan jelas 2) Menyampaikan mata pelajaran dengan jelas 3) Mempunyai organisasi mata pelajaran yang sistematis 4) Mempunyai kemampuan berekspresi 5) Mempunyai kecakapan dalam membangkitkan minat dan motivasi murid-murid. c.e. Keahlian akademik 1) Mempunyai pengetahuan yang tepat tentang mata pelajaran 2) Mempunyai kemampuan menyesuaikan mata pelajaran dengan tingkat pemahaman murid. Apabila secara keseluruhan di daftar berurutan dari yang paling berpengaruh maka data generalisasi tersebut adalah sebagai berikut: 1. di antaranya: a. Mempunyai pengetahuan yang tepat tentang mata pelajaran .

Menurut Prof. ketentuan tentang penerimaan murid baru dan lain-lain. pembebasan uang sumbangan pembiayaan pendidikan (SPP). maka kode etik guru Indonesia mengatur hal tersebut. Untuk menjaga agar guru Indonesia tetap melaksanakan ketentuan kebijaksanaan pemerintah. maupun departemen lain dalam rangka pembinaan pendidikan di negara kita. Soetjipto dan Drs. di pusat maupun di daerah. Mempunyai kemampuan berekspresi 8. Mempunyai organisasi mata pelajaran yang sistematis 6. peraturan tentang berlakunya kurikulum sekolah tertentu. Menerangkan topik-topik yang diajarkan dengan jelas 4. Kebijaksanaan pendidikan di negara kita dipegang oleh pemerintah. Mempunyai suara merdu dan khas. Mempunyai kemampuan menyesuaikan mata pelajaran dengan tingkat pemahaman murid 3. Menyampaikan mata pelajaran dengan jelas 5. dalam hal ini oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1973). Sebagai contoh. sikap profesionalisme keguruan ada 7 macam. Raflis Kosasi. Sikap terhadap peraturan perundangan Pada butir sembilan kode etik guru Indonesia disebutkan bahwa: “Guru melaksanakan segala kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan” (PGRI. diantaranya: 1. Mempunyai kecakapan dalam membangkitkan minat dan motivasi murid-murid. Percaya diri 7.2. Rasa berkewajiban dan tanggungjawab 10. seperti yang tertentu . 9. Kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan ialah segala peraturan-peraturan pelaksanaan baik yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

2. Ini berarti bahwa : (1) Guru hendaknya menciptakan dan memelihara hubungan sesama guru dalam lingkungan kerjanya. Hubungan antara sesama anggota profesi dapat dilihat dari dua segi: . dan kesetiakawanan sosial”. yang ingin memaksakan idenya melalui dunia pendidikan. guru harus bertindak sesuai dengan tujuan sistem. Organisasi PGRI merupakan suatu sistem di mana unsur pembentuknya adalah guruguru. Dalam hal ini kode etik guru Indonesia menunjukkan kepada kita betapa pentingnya hubungan yang harmonis perlu diciptakan dengan mewujudkan perasaan bersaudara yang mendalam antara sesama anggota profesi. Sikap terhadap organisasi profesi “Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian”. sehingga guru Indonesia tidak mendapat pengaruh negatif dari pihak luar. baik dalam melaksanakan kewajiban maupun dalam mendapatkan hak. Sikap terhadap teman sejawat Dalam ayat 7 kode etik guru disebutkan bahwa “guru memelihara hubungan seprofesi. agar lebih berdaya guna dan berhasil guna sebagai wadah usaha untuk membawakan misi dan memantapkan profesi guru. (2) Guru hendaknya menciptakan dan memelihara semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial di dalam dan di lingkungan kerjanya. semangat kekeluargaan. Ada hubungan timbal balik antara anggota profesi dengan organisasi. Oleh karena itu.dalam dasar kesembilan dari kode etik guru. 3. Keberhasilan usaha tersebut sangat bergantung kepada kesadaran para anggotanya. Dasar ini menunjukkan kepada kita betapa pentingnya peranan organisasi profesi sebagai wadah dan sarana pengabdian PGRI sebagai organisasi profesi memerlukan pembinaan. Dasar ini menunjukkan bahwa guru harus tunduk dan taat kepada pemerintah dalam menjalankan tugas pengabdiannya. rasa tanggungjawab dan kewajiban para anggotanya.

b. Sikap terhadap tempat kerja Hal yang perlu disadari oleh guru yaitu guru berkewajiban menciptakan suasana yang baik dalam lingkungannya. Sedangkan menurut Ki Hajar Dewantara dalam sistem amongnya. yaitu ing ngarso sung tulodo. yakni: tujuan pendidikan nasional. Dasar ini mengandung beberapa prinsip yang harus dipahami oleh seorang guru dalam menjalankan tugasnya sehari-hari. dan prinsip pembentukan manusia Indonesia seutuhnya. Sikap terhadap anak didik Dalam kode etik guru Indonesia dituliskan bahwa: “Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila”. Terhadap guru sendiri Dalam kode etik telah dituliskan bahwa “Guru menciptakan suasana sekolah sebaikbaiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar”.a. dan tut wuri handayani. Hubungan formal Hubungan yang perlu dilakukan dalam rangka melaksanakan tugas kedinasan. prinsip membimbing. 5. ing madya mangun karsa. . baik dalam lingkungan kerja maupun dalam hubungan keseluruhan dalam rangka menunjang tercapainya keberhasilan anggota profesi. dan harus dapat mengendalikan peserta didik. 4. Ketiga kalimat itu mempunyai arti bahwa pendidikan harus dapat memberi contoh. tiga kalimat padat yang terkenal. Hubungan kekeluargaan Hubungan persaudaraan yang perlu dilakukan. Ada 2 hal yang perlu diperhatikan: a. harus dapat memberikan pengaruh. 2/1989 yaitu membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. Tujuan pendidikan nasional berdasarkan UU No.

kemampuan cipta.b. baik di sekolah maupun di luar sekolah. . baik organisasi guru maupun organisasi yang lebih besar (Depdikbud) guru akan selalu berada dalam bimbingan dan pengawasan pihak atasan. Merumuskan tujuan. Sedangkan kompetensi keguruan menurut standar internasional adalah: a. Kemampuan kognitif meliputi: 1. artinya ia akan berbuat apapun agar kariernya berhasil. Psikologi pendidikan. Sikap terhadap pemimpin Sebagai salah seorang anggota organisasi. biasanya ia akan mencintai kariernya dengan sepenuh hati. 7. 6. Ia harus mau dan mampu melaksanakan tugasnya serta mampu melayani pemakai jasa yang membutuhkannya. Kompetensi kognitif Kognitif artinya ilmu pengetahuan. di mana tiap anggota dituntut untuk bekerja sama dalam melaksanakan tujuan organisasi tersebut. kerjasama dalam melaksanakan usulan/kritik yang membangun demi tujuan organisasi tersebut. seperti menaikkan SPP dan lainlain. Kemampuan pengetahuan kependidikan/keguruan Misal : Kemampuan mengajar. Psikologi perkembangan. Evaluasi. Oleh sebab itu. guru harus bersikap positif dalam pengertian harus bekerjasama dalam menyukseskan program yang sudah disepakati. Sikap terhadap pekerjaan Orang yang telah memilih suatu karier. Terhadap masyarakat Dalam menjalin kerjasama dengan masyarakat guru harus melibatkan langsung peran masyarakat dalam menetapkan kebijaksanaan sekolah. Pemimpin dalam suatu organisasipun akan mempunyai kebijaksanaan dan arahan dalam memimpin organisasinya.

Kemanjuran diri dan kemanjuran kontekstual 3. Sikap penerimaan diri dan sikap penerimaan orang lain. Kompetensi pedagogik Misal : Berpengetahuan dalam ilmu mendidik . Konsep diri dan harga diri. yaitu: 1. c. Kompetensi sosial Misal : Guru berhubungan baik dengan murid. 3. B. artinya persepsi guru terhadap dirinya sendiri 2. Kemampuan materi pelajaran Misal : Guru PAI harus bisa menguasai Qur‟an Hadits. Kompetensi afektif Afektif artinya rasa Kompetensi afektif meliputi: 1. Fiqih. Misal : guru bicara dengan jelas. Arab. b. masyarakat dan lain-lain. Menurut Depdiknas. guru profesional Indonesia harus mempunyai 4 kompetensi. Kompetensi psikomotor Yaitu segala ketrampilan/kecakapan bersifat fisik yang berhubungan dengan tugas sebagai guru.2. Kompetensi personal/pribadi Misal : Guru mempunyai budi pekerti yang baik 2.

dkk. Manusia dan Pendidikan. Soetjipto. Di sisi lain guru juga harus mempunyai kompetensi-kompetensi standar internasional yaitu kompetensi kognitif. pemimpin dan pekerjaan. Filsafat Pendidikan Islam. maka perlu di awali apa yang dimaksud dengan pendidikan itu sendiri. afektif dan psikomotorik. M. Kompetensi profesional Misal : Guru ahli dalam bidangnya. Sasaran penyikapan itu meliputi penyikapan terhadap perundang-undangan. pengetahuan. pendidikan anak dalam perspektif agama Islam PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM Oleh: Shahib Al-Adiby. Remaja Rosdakarya. teman sejawat. KESIMPULAN Sebagai guru yang profesional. 2001.S. Profesi Keguruan. peserta didik. organisasi profesi. Bandung: PT. Filsafat Ilmu Pendidikan. Redja Mudyaharja. Jakarta: PT. 2002. sikap dan ketrampilan secara terus menerus. 1995. Terdapat beragam pandangan mengenai pengertian pendidikan. DAFTAR PUSTAKA Hasan Langgulung. Ahmad D Marimba misalnya. ia harus selalu meningkatkan kemampuan.. Jakarta: Ciputat Press.I A. Pengertian Pendidikan Anak Sebelum sampai pada pengertian pendidikan anak. mengatakan bahwa pendidikan . 1998.4. tempat kerja. Syamsul Nizar. Jakarta: al-Husna Zikra. Rineka Cipta.

Pendidikan oleh diri sendiri dan oleh lingkungan. Pendidikan berarti memelihara hidup tumbuh kearah kemajuan. ada yang di didik atau si terdidik. Ki Hajar Dewantoro. Kedua. berasas peradaban. dengan sengaja atau sadar. Pendidikan adalah usaha kebudayaan. yakni memajukan hidup agar mempertinggi derajat kemanusiaan. usaha (kegiatan) yang bersifat bimbingan. terdapat pendidik. Kelima. pembimbing atau penolong. pimpinan atau pertolongan yang dilakukan secara sadar. Keempat. Definisi tersebut cukup memadai bila pendidikan dibatasi hanya pada pengaruh seseorang pada orang lain. nampak belum mencakup kedalam batasan pendidikan dalam pandangan Ahmad D Marimba tersebut. yaitu: pertama. Pendidikan adalah usaha yang dilakukan dengan penuh keinsyafan yang ditujukan untuk keselamatan dan kebahagiaan manusia.[1] Menurut Ahmad Tafsir definisi tersebut dinilai sebagai definisi yang belum mencakup semua unsur yang dikenal sebagai pendidikan. tidak boleh melanjutkan keadaan kemarin menurut alam kemarin. Ketiga.adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan ruhani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama. dalam usaha itu ada alat-alat yang dipergunakan. Marimba menyebutkan terdapat lima unsur utama pendidikan. Pendidikan tidak . adanya dasar dan tujuan dalam bimbingan tersebut. Pendidikan tidak hanya bersifat pelaku pembangunan tetapi sering merupakan perjuangan pula.[3] Rumusan pendidikan ini nampak bernuansa dinamis dan modern.[2] Formulasi definisi pendidikan selanjutnya diajukan oleh tokoh pendidikan nasional. Berdasarkan rumusannya ini.

kecakapannya. Hal yang demikian ini nampaknya sejalan dengan pesan Khalifah Umar Ibn Al-Khatab yang mengatakan anak-anak masa sekarang adalah generasi muda dimasa yang akan datang. ia menambahkan bahwa corak pendidikan itu erat hubungannya dengan corak penghidupan. maka corak pendidikan itu akan berubah pula.[5] Dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa pendidikan adalah kegiatan yang dilakukan dengan sengaja. Lebih lanjut. serta keterampilannya kepada generasi muda untuk melakukan fungsi hidupnya dalam pergaulan bersama sebaik-baiknya. pendidikan mencakup segala usaha dan perbuatan dari generasi tua untuk mengalihkan pengalamannya. seksama. terencana.[4] Definisi pendidikan yang agak luas cakupannya dapat dilihat dari pendapatnya Soegarda Poerbacaraka.boleh hanya memberikan bekal untuk membangun. Menurutnya. . Dunia dan kehidupan yang akan mereka hadapi berbeda dengan dunia yang sekarang. tetapi seberapa jauh didikan yang diberikan itu dapat berguna untuk menunjang kemajuan suatu bangsa. pengetahuannya. Apa yang diberikan kepada anak didik diharapkan dapat menolong tugas dan perannya dimasyarakat dimana kelak mereka hidup. Untuk itu apa yang diberikan kepada anak didik harus memperkirakan kemungkinankemungkinan relevansi dan kegunaannya dimasa datang. agar si anak siap untuk memasuki lapangan pendidikan itu. dan bertujuan yang dilakukan oleh orang dewasa dalam arti memiliki bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan menyampaikannya kepada anak didik secara bertahap. Karenanya jika corak penghidupan itu berubah.

terencana dan bertujuan untuk membantu agar potensi anak dapat dikembangkan secara maksimal dan proporsional sehingga ia mampu menjalani kehidupannya ditengah masyarakat. B. anak didik. Disamping itu anak juga mengandung pengertian sebagai manusia yang masih kecil.Adapun pengertian anak sebagaimana tertulis dalam kamus besar bahasa Indonesia memiliki arti sebagai keturunan kedua. Aspek-aspek pendidikan anak meliputi tujuan.[7] Dari keterangan di atas dapat dipahami bahwa anak adalah seseorang yang masih berada dalam tahap perkembangan menuju dewasa. kurikulum. Aspek-aspek Pendidikan Anak Pendidikan anak merupakan sebuah sistem yang memiliki beberapa aspek. evaluasi dan lingkungan. Aspekaspek tersebut saling memiliki kaitan antara satu dengan lainnya.[8] .[6] Selain itu tedapat pengertian lain. seksama. bahwa anak pada hakekatnya adalah seorang yang berada pada suatu masa perkembangan tertentu atau mempunyai potensi untuk menjadi dewasa. guru. metode. Dengan demikian yang dimaksud dengan pendidikan anak adalah usaha orang dewasa yang dilakukan dengan sengaja. Adanya pentahapan yang mesti dilalui menunjukkan bahwa anak sebagai sosok manusia dengan kelengkapankelengkapan dasar dalam dirinya baru mencapai kematangan hidup melalui beberapa proses seiring dengan pertambahan usianya.

luas. Yakni fungsi spiritual yang berkaitan dengan akidah dan iman. Selain itu.Marimba menyebutkan empat fungsi pendidikan. Sesuatu usaha yang tidak mempunyai tujuan tidaklah mempunyai arti apa-apa. walaupun subjektifitas itu tidak selamanya berkonotasi negatif.1. tujuan berfungsi mengarahkan usaha. Ahmad D. Ada usaha-usaha yang lebih luhur. Hal ini menunjukkan bahwa rumusan setiap tujuan selalu disertai dengan nilai-nilai yang hendak diusahakan perwujudannya dengan demikian. mulia. tanpa adanya antisipasi (pandangan kedepan) kepada tujuan. Tujuan pendidikan memiliki kedudukan yang amat penting[9]. tujuan dapat berfungsi sebagai titik pangkal untuk mencapai tujuan-tujuan lain. Hasan Langgulung memberikan pandangannya bahwa tujuan-tujuan pendidikan agama harus mampu mengakomodasi tiga fungsi utama dari agama. suatu rumusan tujuan pendidikan. Sehubungan dengan fungsi keempat dari tujuan tersebut di atas. yakni sebagai pemberi nilai terhadap suatu kegiatan. Pertama. Pada umumnya suatu usaha baru berakhir jika tujuan akhir telah dicapai. fungsi dari tujuan adalah memberi nilai (sifat) pada usaha itu. fungsi psikologis yang berkaitan dengan tingkah laku individu termasuk nilai-nilai akhlak yang . Tujuan. penyelewengan akan banyak terjadi dan kegiatan yang dilakukan tidak akan berjalan secara efisien. harus memiliki muatan subjektifitas dari yang merumuskannya. usaha mengalami permulaan dan mengalami pula akhirnya. Ada usaha yang terhenti karena sesuatu kegagalan sebelum mencapai tujuan. Ketiga. Kedua. dari usaha-usaha lainnya. tetapi usaha itu belum disebut terakhir. tujuan berfungsi mengakhiri suatu usaha. Keempat.

dan fungsi sosial yang berkaitan dengan aturan-aturan yang menghubungkan manusia dengan manusia lain atau masyarakat.[10] Dari sini dapat dipahami bahwa dalam perumusan tujuan pendidikan Islam. Dengan demikian. karena tujuan pendidikan merupakan masalah nilai itu sendiri. tujuan dapat dikatakan .[11] Dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa tujuan adalah merupakan puncak dari suatu kegiatan sebagai tanda tercapainya apa yang direncanakan sesuai dengan nilai-nilai yang ditetapkan. Oleh sebab itu. di mana masing-masing memiliki hak-hak dan tanggung jawab untuk menyusun masyarakat yang harmonis dan seimbang. maka tujuan yang dimaksud adalah didasarkan pada nilai-nilai ajaran Islam. melainkan berpijak pada nilai-nilai yang digali dari ajaran Islam itu sendiri. Nilai-nilai yang dipilih sebagai pengarah dalam merumuskan tujuan pendidikan tersebut pada akhirnya akan menentukan corak masyarakat yang akan dibina melalui pendidikan itu. menarik apa yang dikatakan oleh Muhammad al-Toumy al-Syaibani. tujuan tersebut dapat memberi niali terhadap kegiatan pendidikan. Pendidikan mengandung pilihan bagi arah kemana perkembangan murid-murid akan diarahkan. tidaklah bebas dibuat sekehendak yang menyusunnya. Pilihan terhadap suatu tujuan mengandung unsur mengutamakan terhadap beberapa nilai atas yang lainnya. menurutnya hubungan antar tujuan dan nilai-nilai amat berkaitan erat. Berkaitan dengan muatan nilai dalam tujuan pendidikan. Kaitannya dengan pendidikan Islam. Pengarahan itu sendiri sudah tentu berkaitan erat dengan nilai-nilai.mengangkat derajat manusia kederajat yang lebih sempurna.

puncak atau final dari seluruh rangkaian proses kegiatan yang dilaksanakan berdasarkan nilai-nilai ajaran Islam.[15] Pengertian kurikulum yang terakhir adalah sejalan dengan pendapat Hasan Langgulung.[12] Secara istilah kurikulum dapat digunakan untuk menunjukan pada sejumlah mata pelajaran yang harus ditempah untuk mencapai suatu gelar atau ijazah. Nasution. kebudayaan. dikatakan bahwa kurikulum bukan hanya sekedar memuat sejumlah mata pelajaran. Kurikulum. kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang disiapkan berdasarkan rancangan yang sistematik dan koordinatif dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang ditetapkan. namun juga segala usaha sekolah untuk mencapai tujuan yang diinginkan. baik usaha itu dilakukan dilingkungan sekolah maupun di luar sekolah. curriculum yang berarti bahan pelajaran.[14] Dalam perkembangan selanjutnya istilah kurikulum menurut saylor dan Alex sebagaimana dikutip oleh S. Secara harfiah kurikulum berasal dari bahasa latin. .[13] Menurut Abdurrahman Saleh Abdullah. Pendapat ini sejalan dengan pandanganya crow and crow yang mengatakan bahwa kurikukulum adalah rancangan pengajaran yang isinya sejumlah mata pelajaran yang disusun secara sistematis yang diperlukan sebagai syarat untuk menyelesaikan suatu program pendidikan tertentu. bahwa kurikulum adalah sejumlah pengalaman pendidikan. 2. Dalam bahasa perancis courier yang berarti nilai.

dipundak pendidik terletak tanggung jawab yang amat besar dalam upaya mengantarkan peserta didik ke arah tujuan pendidikan yang dicita-citakan. musium. Pendidik.[16] Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa kurikulum pada awalnya hanya terbatas pada kegiatan pengajaran diruang kelas. Pendidik merupakan salah satu unsur penting dari proses pendidikan. olah raga. seperti perpustakaan. bahwa pendidik adalah orang yang melakukan kegiatan dalam bidang mendidik. Sedang dalam bahsa .[17] dalam pengertian tersebut terdapat kesan. Kegiatan inilah yang kemudian dianggap sebagai arti luas dari kurukulum. kemudian pada perkembangan berikutnya kurikulum memiliki pengertian yang lebih luas. baik dalam segi spiritual. estetika maupun fisik peserta didik. Secara lughowi pendidik seperti yang dijelaskan oleh WJS Poerwadarminta adalah orang yang mendidik. pameran. dan kesenian baik yang berada di dalam maupun di luar kelas yang dikelola sekolah. sebab. pabrik dan sebagainya. sebagai sarana fital bagi pembangunan kebudayaan dan peradaban ummat manusia. pendidik bertanggung jawab memenuhi kebutuhan peserta didik. intelektual. Karena itu. Karena pendidikan dapat pula memanfaatkan berbagai sumber pengajaran yang terdapat di luar kelas. Mengapa demikian? Sebab. 3. Hal ini dengan maksud agar siswa dapat terus mengikuti segala perkembangan kemajuan yang terjadi dibelahan dunia. moral. pendidikan merupakan cultur transition yang bersifat dinamis ke arah suatu perubahan secara kontinyu.sosial.

pendidik dalam prespektif pendidikan Islam adalah orang yang bertanggung jawab . termasuk tokoh masyarakat. Dalam lingkungan keluarga. Seperti kata teacher. dan sebagainya.[19] Beberapa kata tersebut di atas tampak terhimpun dalam kata pendidik. artinya guru dan tutor artinya guru pribadi. Orang yang melakukan tugas tersebut bisa siapa saja dan dimana saja. Ahmad D Marimba memberikan pandangan bahwa secara umum pendidik adalah orang yang memiliki tanggung jawab untuk mendidik. Dari sini dapat dipahami bahwa.[20] Secara khusus. tugas tersebut berada pada pundak orang tua. guru. Dengan demikian yang termasuk kategori pendidik adalah bisa kedua orang tua.Inggris terdapat beberapa kata yang berdekatan artinya dengan pendidik. mu'addib. pengalaman. sebab seluruh kata tersebut mengacu pada seseorang yang memberikan pengetahuan. Selanjutnya adalah pengertian pendidik sebagaimana yang lazim digunakan dalam masyarakat. Hanya saja. ketrampilan atau pengalaman kepada orang lain. mudaris. mu'alim. di sekolah tugas tersebut berada ditangan guru dan dimasyarakat dilakukan oleh organisasi-organisasi kependidikan dan sebagainya. kata pendidik secara fungsional tertuju kepada seseorang yang melakukan kegiatan dalam memberikan ketrampilan pendidikan.[18] Sedang dalam bahasa Arab terdapat kata ustādz. perbedaan penyebutan tersebut disesuaikan dengan ruang gerak dan lingkungan dimana pengetahuan tersebut diberikan. atau guru yang mengajar dirumah.

Tanggung jawab itu disebabkan sekurang-kurangnya oleh dua hal. kognitif maupun psikomotorik sesuai dengan niali-nilai ajaran Islam.terhadap perkembangan peserta didik dengan mengupayakan perkembangan seluruh potensi peserta didik. pendidik dalam prespektif pendidikan Islam adalah orang yang bertanggung jawab terhadap upaya perkembangan jasmani dan ruhani peserta didik agar mencapai tingkat kedewasaan sehingga mampu melaksanakan tugastugas kemanusiaan (baik sebagai al-khalifatullah maupun al-Abdullah) sesuai dengan nilainilai ajaran Islam. Selanjutnya ia mengatakan bahwa dalam Islam orang yang paling bertanggung jawab tersebut adalah orang tua (ayah dan ibu) anak didik. yaitu orang tua berkepentingan terhadap kemajuan perkembangan anaknya. berpandangan luas. dan berjiwa besar. sama dengan di barat yaitu siapa saja yang bertanggung jawab terhadap perkembangan anak didik. seorang pendidik selain seorang yang memiliki pengetahuan tentang apa yang akan diajarkan. Adapun Ahmad Tafsir mengatakan bahwa pendidik dalam agama Islam adalah. ia juga seorang yang berkepribadian baik. pertama: kodrat alam. sukses anaknya adalah sukses orang tuanya juga. Berdasarkan pengertian di atas. mengajar dan mendidik peserta didik. yaitu karena orang tua ditakdirkan bertanggung jawab mendidik anaknya. Oleh karena itu. baik potensi afektif. Dengan demikian pendidik merupakan cermin . Dari beberapa pengertian tersebut dapat dipahami bahwa pendidik adalah orang yang memiliki tanggung jawab dalam mengarahkan. Kedua: karena kepentingan kedua orang tua.

[22] 4. keadaan atau karakteristik anak . menghukum dan lain-lain. dan kemudian ingin mencapainya secara optimal. anak didik tidak hanya dianggap sebagai objek atau sasaran pendidikan sebagaimana di sebutkan di atas. melainkan juga harus diperlukan sebagai subjek pendidikan. sikap. Karena itu. Hal ini antara lain dilakukan dengan melibatkan mereka dalam memecahkan masalah dalam proses belajar mengajar. memiliki tujuan. Pengertian tersebut memberikan pemahaman bahwa pendidik bukan hanya mengajar saja. namun juga berfungsi sebagai motivator dan fasilitator dalam proses belajar mengajar. memberikan dorongan. Dalam pandangan Islam.bagi peserta didik baik dalam ucapan. anak didik adalah makhluk yang sedang berada dalam proses pengembangan dan pertumbuhan menurut fitarahnya masing-masing. Dilihat dari segi kedudukannya. maupun segala yang berhubungna dengan tindakan pendidik. sehingga seluruh potensi peserta didik dapat teraktualisasi secara baik dan dinamis. Dalam pandangan yang lebih modern. memuji.[21] Dalam operasionalisasinya. Mereka memerlukan bimbingan dan pengarahan yang konsisten menuju ke arah titik optimal kemampuan fitrahnya. pada umumnya tugas pendidik adalah mendidik. Anak didik. mendidik merupakan rangkaian proses mengajar. Sebab anak didik adalah pihak yang meraih cita-cita.

adalah sebagai bahan pertimbangan yang penting terhadap proses belajar mengajar. Statemen yang berlaku adalah bahwa anak didik dalam proses belajar mengajar adalah sebagai kelompok manusia yang belum dewasa baik jasmani maupun ruhani, sehingga membutuhkan pembinaan, bimbingan, dan pendidikan dari orang lain yang lebih dewasa dalam mencapai tingkat kedewasaannya. Meskipun demikian bukan berarti anak sebagai makhluk yang lemah tanpa memilki potensi dan kemampuan. Anak secara kodrati telah memiliki potensi atau talenta tertentu. Dengan demikian, tepat jika anak dikatakan sebagai subjek belajar.[23]

Dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa anak didik adalah senantiasa memerlukan bimbingan dan arahan dari orang dewasa dalam mengarahkan kemampuan yang dimilikinya sehingga dapat menemukan eksistensi kediriannya secara utuh. Mengenal dan mempelajari seluk beluk anak didik adalah sebuah keniscayaan bagi setiap orang yang berkompetensi sebagai pendidik, apalagi anak didik merupakan bahan mentah di dalam proses transformasi pendidikan. Karena itu, seorang pendidik harus mampu mengenal dan memahaminya, sehingga mampu mendidik secara benar.

5. Metode.

Dari segi bahasa metode berasal dari dua perkataan, yaitu meta dan bodos. Meta berarti melalui dan bodos berarti jalan atau cara.[24] Dengan demikian, metode dapat berarti cara atau jalan yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan. Selain itu terdapat pengertian lain, metode adalah suatu sarana untuk menemukan, menguji, dan menyusun

data yang diperlukan bagi perkembangan disipin tersebut.[25] Pengertian lain bahwa metode sebenarnya berarti jalan untuk mencapai tujuan.[26]

Muhammad al-Toumy al-Syaibani mengemukakan pendapat beberapa ahli pendidikan Islam mengenai definisi metode. Muhammad Athiyyah al-Abrasyi, demikian lanjut al-Syaibani, mendefinisikannya sebagai jalan yang kita ikuti untuk memberi faham kepada murid-murid dalam segala macam pelajaran, dalam segala mata pelajaran. Metode adalah rencana yang kita buat untuk diri kita sebelum kita memasuki kelas, dan kita terapkan dalam kelas selama kita mengajar di dalam kelas. Abd al-Rahim Ghunaimah, sebagaimana di kutip al-Syaibani menyebut metode sebagai cara-cara yang diikuti oleh guru untuk menyampaikan sesuatu kepada anak didik. Adapun Edgar Bruce Wesley, seperti dikutip oleh al-Syaibani, mendefinisikan metode sebagai kegiatan yang terarah bagi guru yang menyebabkan terjadi proses belajar mengajar, sehingga pengajaran menjadi berkesan.[27]

Dari beberapa pengertian di atas, dapat ditangkap suatu pemahaman bahwa metode pendidikan adalah cara yang digunakan untuk menjelaskan materi pada anak didik dengan catatan bahwa cara tersebut dianggap tepat dalam kondisi tertentu serta mampu memberikan kesan yang mendalam terhadap anak.

Kaitanya dengan alat dan cara dalam menyampaikan pelajaran kepada anak, maka sudah menjadi kewajiban bagi setiap pendidik untuk dapat memilih dan menetapkan metode yang akan digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Menurut Zakiah Darajat

terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi atau harus diperhatikan dalam proses penetapan suatu metode, yaitu tujuan intruksional, khusus, keadaan murid, materi atau bahan pelajaran, situasi (suasana belajar atau kelas), fasilitas (fisik maupun non fisik), guru (pendidik) serta kelebihan dan kekurangan metode-metode.[28]

Selanjutnya, jika kata metode dikaitkan dengan pendidikan Islam, dapat membawa arti metode sebagai jalan untuk menanamkan pengetahuan agama pada diri seseorang sehingga terlihat dalam pribadi objek sasaran, yaitu pribadi Islami. Selain itu metode dapat pula membawa arti sebagai cara untuk memahami, menggali, dan mengembangkan ajaran Islam, sehingga terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.

Mengacu pada kepentingan tersebut, maka metode paling tidak harus disesuaikan dengan materi, kondisi, dan keadaan anak didik.[29] Oleh karena itu, metode itu sangat variatif dan relatif. Artinya, suatu metode mungkin dinilai baik untuk materi dan kondisi tertentu, namun sebaliknya dinilai kurang tepat digunakan pada penyampaian materi yang berbeda dan suasana yang berlainan. Dengan demikian, inti dari suatu metode adalah berfungsi mengantarkan suatu tujuan kepada objek sasaran dengan cara yang sesuai dengan perkembangan objek sasaran tersebut.

6. Evaluasi.

Secara bahasa evaluasi berasal dari bahasa Inggris evaluation yang berarti tindakan atau proses untuk menentukan nilai sesuatu atau dapat diartikan sebagai tindakan atau

maka dapat diartikan sebagai suatu proses situasi yang ada dengan kriteria tertentu terhadap masalah-masalah yang berkaitan dengan pendidikan. 7.[30] Sedang dalam bahsa Arab Evaluasi di kenal dengan al imtihan yang berarti ujian. Namun pada umumnya evaluasi pendidikan diarahkan pada upaya mengetahui dengan jelas dan objektif terhadap hasil belajar peserta didik yang diakukan oleh suatu lembaga pendidikan. Dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa evaluasi pendidikan adalah suatu kegiatan yang berisi mengadakan pengukuran dan penilaian terhadap keberhasilan pendidikan dari berbagai aspek yang berkaitan dengan ungkapan lain bahwa evaluasi pendidikan adalah kegiatan mengukur dan menilai terhadap sesuatu yang terjadi dalam kegiatan pendidikan. Lingkungan. Di kenal pula istilah khataman untuk padanan kata pada evaluasi yakni sebagai cara menilai hasil akhir dari proses pendidikan. Untuk evaluasi pendidikan sebenarnya tidak hanya menilai hasil belajar para siswa dalam suatu jenjang pendidikan tertentu. melainkan juga berkenaan dengan penilaian terhadap aspek yang mempengaruhi proses belajar tersebut.[31] Jika evaluasi dihubungkan dengan istilah pendidikan. sarana prasarana. . seperti evaluasi terhadap guru.proses untuk menentukan nilai segala sesuatu yang ada hubungannya dengan pendidikan. metode. kurikulum. mapun lingkungannya.

Dengan demikian lingkungan dapat diartikan secara fisiologis. Pola hidup keluarga. pengajaran. atau pun karya orang lain. interasi. dan kondisi daam hubungannya dengan perlakuan. sel-sel pertumbuhan. masyarakat tempat bergaul juga bermain sehari-hari dan keadaan alam . belajar. baik yang bersifat fisiologis. peredaran darah. lingkungan mencakup segenap stimulasi. Lingkungan sangat berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. zat asam. Lingkungan itu sebenarnya mencakup segala material dan stimulus di dalam dan di luar individu. kemauan. pola hidup masyarakat. psikologis. Lingkungan merupakan keluarga yang mengasuh dan membesarkan anak. pencernaan makanan. interaksi genes. kebutuhan. Secara sosio-kultural. tujuan-tujuan. sistem syaraf. kelenjar-kelenjar doktrin. bimbingan dan penyuluhan. suhu. latihan. pergaulan kelompok. seolah-olah hanya alam sekitar di luar diri manusia. perasaan. Secara psikologis. minat. emosi. sekolah tempat mendidik. lingkungan meliputi segala kondisi dan material-jasmaniah di dalam tubuh seperti gizi. keinginan. dan kapasitas intelektual. Stiulasi itu misalnya berupa sifat-sifat genes. vitamin. Secara fisiologis. pendidikan. dan kesehatan jasmani. pernafasan. maupun sosio-kultural. psikologis dan sosio-kultural. adalah termasuk lingkungan ini.Lingkungan biasanya sering dipahami dalam arti yang sangat sempit. lingkungan mencakup segenap stimulasi yang diterima oleh individu mulai sejak dalam konsepsi. kelahiran sampai mati. air.

dan sosial yang mempengaruhi proses pendidikan. Namun keadaankeadaan itu tidak selamanya bernilai pendidikan. dan periode modern (1800 M-sekarang).[33] Sejauh seseorang berhubungan dengan lingkungannya.[32] Adapun macam-macam lingkungan mengutip pendapat Sertain (ahli psikologi Amerika) terdapat tiga macam. Telaah Teoritik. maka sejauh itu pula terbuka peluang masuknya pengaruh pendidikan kepadanya. artinya memiliki nilai positif bagi perkembangan seseorang karena bisa saja merusak perkembangannya. Jika dikaitkan dengan pendidikan. lingkungan dalam (internal environment). Periodisasi perjalanan pendidikan anak dalam sejarah telah berjalan kurang lebih empat belas abad lamanya. Pendidikan Anak.[34] .sekitar dengan iklimnya. Periode klasik (650-1250 M). dan lingkungan sosial (social environment). C. Oleh Harun Nasution peroidisasi perjalanan tersebut dipetakan menjadi tiga bagian yaitu. flora dan faunanya. dapat dikatakan bahwa lingkungan pendidikan segala sesuatu yang bersifat fisiologis. Besar kecilnya pengaruh lingkungan terhadap perubahan dan perkembangannya tergantung kepada keadaan lingkungan anak itu sendiri serta jasmani dan ruhaninya. periode pertengahan (1250-1800 M). yaitu: lingkungan alam atau luar (eksternal or physical environment). psikologis.

[35] Al-Qabisi memiliki pendapat tentang pendidikan yaitu mengenai pengajaran anakanak di kuttab-kuttab. AlQabisi tidak menentukan usia tertentu untuk mensekolahkan anak di lembaga kuttab. Al-Qabisi adalah salah seorang tokoh ulama ahli hadis dan seorang pendidik yang ahli.Berdasarkan periodisasi ini dapat diketahui perjalanan perkembangan pendidikan anak berdasarkan pemikiran para tokoh. Di antara para tokoh yang dimaksud dapat dilihat dalam uraian di bawah ini. Lahir pada bulan Rajab tahun 224 H atau 13 Mei 1936 M di Kota Qawairan dan Wafat pada 3 Rabi’ al Awal 403 H atau 23 Oktober 1012 M. pemikiran para tokoh tersebut juga sangat dikenal dan dianggap berpengaruh dalam dunia pendidikan dan menghasilkan beberapa teori tentang pendidikan anak. Al-Qabisi. Tunisia. Nama lengkapnya adalah Abu Hasan Ali Bin Muhammad bin Khalaf al-Qabisi. . Hidup pada 324-403 H di kota Qairawan. Pemikiran para tokoh tersebut diakui keberadaannya oleh dunia pendidikan Islam. Barang kali pendapatnya tentang pendidikan anak-anak ini merupakan tiang yang pertama dalam pendidikan Islam dan juga bagi pendidikan ummat yang lainnya. Dengan lebih memperhatikan dan menekuni. ibaratnya seperti membangun piramida pendidikan (institusi pendidikan). maka mengajar anakanak sebagai tuntunan bangsa yang harus dilaksanakan dengan penuh kesungguhan dan ketekunan. Selain itu. 1.

[36] Tujuan pendidikan yang dikehendaki adalah bahwa pendidikan dan pengajaran dapat menumbuhkembangkan pribadi anak sesuai dengan nilai-nilai Islam yang benar.Oleh karena itu. menumbuhkan rasa cinta agama. al-Qabisi juga menghendaki tujuan pendidikan yang mengarahkan agar anak dapat memiliki ketrampilan dan keahlian pragmatis yang dapat menolong kemampuannya untuk mencari nafkah. maka dilengkapi dengan kemampuan untuk mencari penghidupan bagi dirinya.[39] Agaknya metode belajar yang digunakan al-Qabisi cukup tepat yaitu ketika anak menghafal. Mengenai metode belajar al-Qabisi mengemukakan metode belajar yang efektif yaitu menghafal. Namun demikian. Pendidikan modern saat ini menganjurkan agar mengajar anak-anak dengan cara menghafalkan pelajaran agama serta memahami maksudnya secara jelas.[37] Artinya. dan demonstrasi. tujuan umum pendidikan Islam yang dipegang al-Qabisi adalah mengembangkan kekuatan akhlak anak. melakukan latihan. Belajar dan menghafal yang dimulai dengan memahami pelajaran dengan baik akan membantu hafalan yang baik. . serta berprilaku sesuai dengan nilai-nilai agama yang murni. pendidikan anak merupakan tanggung jawab oarang tuanya semenjak anak mulai dapat berbicara fasih.[38] Dengan demikian al-Qabisi nampaknya menghendaki setelah anak memiliki bekal yang berkaitan dengan bidang agama dan akhlak. berpegang teguh pada ajaran-ajaran-Nya. maka dilakukan terus dan selanjutnya di demonstrasikan dihadapan guru dan teman-temanya.

Nama lengkapnya adalah Abu Ali al Husan Ibn Abdullah. . yaitu perkembangan fisik. kecenderungan.[41] Dalam pandangan Ibn Sina setiap pembahasan materi pelajaran didasarkan pada pertimbangan psikologis. demonstrasi. kesiapan. 3. suatu mata pelajaran tertentu tidak akan dapat dijelaskan kepada semua anak didik dengan satu metode atau satu cara saja. Ibn Sina. Adapun metode pengajaran yang ditawarkan oleh Ibn Sina antara lain metode talqin. pembiasaan dan teladan. magang. Untuk itu. diskusi. dan budi pekerti. melainkan harus dicapai dengan berbagai cara sesuai dengan perkembangan psikologisnya. antara lain tentang tujuan pendidikan dan metode. Al-Ghazali.[40] Pemikiran pendidikan Ibn Sina dapat di lihat dari beberapa pandangannya. intelektual. Selain itu tujuan pendidikan harus di arahkan pada upaya mempersiapkan seseorang agar dapat hidup di masyarakat secara bersama-sama melakukan pekerjaan atau keahlian yang dipilihnya sesuai dengan bakat.2. Ia lahir pada 370 H atau 930 M di Afshana dan meninggal pada 428 H atau 1037 M. dan potensi yang dimilikinya. dan penugasan. Tujuan pendidikan dalam pandangannya harus diarahkan pada pengembangan seluruh potensi yang dimiliki seseorang kearah perkembangannya yang sempurna.

murni.[42] Ia termasuk ke dalam kelompok sufistik yang banyak menaruh perhatian besar terhadap pendidikan. Oleh karena itu.[44] Tujuan yang demikian nampak bercorak religius dan moral tanpa mempermasalahkan duniawi. karena pendidikanlah yang banyak menentukan corak suatu bangsa dan pemikirannya. Kedua: Kesempurnaan insani yang bermuara kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. laksana permata yang berharga. Pertama: Tercapainya kesempurnaan insani yang bermuara pada pendekatan diri pada Allah. Tujuan pendidikan menurut al-Ghazali adalah. Menurut al-Ghazali anak dilahirkan tanpa dipengaruhi oleh sifat-sifat hereditas kecuali hanya sedikit sekali. sederhana dan bersih dari gambaran apapun. lingkungan. karena faktor pendidikan.[43] Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa anak dilahirkan dalam fitrah yang netral. dan masyarakat merupakan faktor yang paling kuat mempengaruhi sifat-sifat anak. dalam pandangannya seorang anak tergantung pada kedua orang tua yang telah mendidiknya sehingga hati seorang anak itu bersih. Pendapatnya ini sejalan dengan pendapat para ahli psikologi (behaviorisme) yang mengingkari adanya faktor keturunan secara mutlak.Imam al-Ghazali nama lengkapnya adalah Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali (450 H atau 1058 M). . Pandangan ini mirip dengan pandangan yang menyatakan bahwa anak lahir ke dalam kehidupan dengan akal pikirannya bagaikan lembaran putih yang bersih dari ukiran atau gambar-gambar (seperti teori ‚tabula rasa John Locke‛).

etika dalam menggunakan literatur serta etika tempat tinggal bagi para guru dan murid. pembinaan budi pekerti dan penanaman sifat-sifat keutamaan pada diri mereka. sehingga aspek lain kurang mendapat perhatian. kewajiban guru terhadap peserta didik.Metode pengajaran yang diterapkan adalah khusus ditujukan untuk mengajar agama pada anak-anak. mata pelajaran.[47] Metode pengajaran banyak ditekankan pada hafalan dari pada dengan metode lain sebagaimana dikatakan bahwa hafalan sangat penting dalam proses pembelajarannya. Dalam hal ini ia telah mencontohkan sebuah metode keteladanan bagi mental anak-anak.[46] Konsep pendidikan Ibn Jama’ah secara keseluruhan dituangkan dalam karyanya Tadzkirah al-Sami’ wa al-Mutakallimin fi Adab al-Alim wa al-Muata’allim di dalam karyannya ini Ibn Jama’ah mengemukakan tentang ilmu pengetahuan dan orang-orang yang mencarinya ketika orang-orang yang berilmu. Penekanan pada metode hafalan selain sebagai salah satu karakteristik tradisi Syafi’iyah juga agaknya menjadi satu ciri umum dalam pendidikan Islam.[48] Pemikiran pendidikan ibn Jama’ah tampaknya masih mengutamakan aspek keagamaan. Nama lengkapnya adalah Badruddin Muhammad Ibn Ibrahim Ibn Sa’adullah Ibn Jama’ah Ibn Hazm Ibn Shakr Abdullah al Kinnany (639 H/1241 M – 733 H/1333 M). sebab ilmu didapat bukan dari tulisan yang ada di buku. etika peserta didik.[45] 4.Ibn Jama’ah. . melainkan dengan pengulangan secara rutin. termasuk para pendidik.

pertengahan dan modern di atas dikemukakan guna sebagai langkah awal untuk memahami bagaimana metode tafsir al-Qur’an yang ditawarkan oleh Afif Muhammad bisa diterima dan . dan profesi yang dikehendaki oleh pelajar dan semua kalangan berhak untuk mendapatkan pendidikan. menulis dan berhitung. Muhammad Abduh. sebab anak adalah makhluk yang sedang berkembang dengan tahapan-tahapan tertentu dalam menuju kedewasaan. Ibunya berasal dari bangsa Arab yang silsilahnya meningkat hingga keluarga Umar bin Khattab.[49] Sistem pendidikan yang diperjuangkan Muhammad Abduh adalah mencakup pendidikan universal bagi semua anak laki-laki maupun perempuan. Kajian secara teoritis tentang aspek-aspek pendidikan dan pemikiran anak pada masa klasik. namun memilki jiwa keagamaan yang teguh dan taat. Disamping itu. Muhammad Abduh dilahirkan pada 1849 M di desa Mahallat Nasr Mesir dan wafat pada 1905 M. Muhammad Abduh dibesarkan dalam lingkungan desa di bawah asuhan kedua orang tuanya yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal. Isi dan lama pendidikan haruslah seragam sesuai dengan tujuan. oleh karena itu masih membutuhkan bimbingan dan arahan dari orang dewasa (pendidik). Semuanya harus memiliki kemampuan dasar seperti membaca.[50] Dari penjelasan-penjelasan di atas dapat dipahami bahwa pendidikan anak adalah suatu keniscayaan.5. semua harus mendapatkan pendidikan agama. berasal dari Turki yang telah lama tingal di Mesir. ayahnya bernama Khairullah.

166. Ilmu Pendidikan Dalam Prespektif Islam (Bandung: Remaja Rosda Karya. Pendidikan Dalam Alam Indonesia Merdeka (Jakarta: Gunung Agung. 1987). Marimba. 5) Soegarda Poerbacaraka. hlm. hlm. 1990) hlm. 25. hlm. 7) Wasti Soemanto. hlm. 9) Ahmad D. Bagian Pertama Pendidikan (Yogyakarta: Majlis Luhur Persatuan Taman Siswa. 30-31. 403. 1997). 1990). 11) Muhammad Al-Toumy al-Syaibani. 1980). hlm. 4) Abuddin Nata.dipahami dengan baik oleh anak dan sebagai dasar awal sebelum mengkaji bagaimana metode tafsir yang ditawarkan Afif Muhammad dan bagaimana relevansinya dengan metode pendidikan agama Islam. alih bahasa Hasan Langgulung (Jakarta: Bulan Bintang. Pengantar Filsafat Pendidikan Islam (Bandung: Al-Ma'arif. Pengembangan Kurikulum ( Bandung: Citra Aditya Bakti. Nasutin. 9. 8) Hasan Langgulung. Marimba. Moeliono. 1991). . hlm. 2) Ahmad Tafsir. 166. Psikologi Pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta. 1970) hlm. hlm. 75. 12) S. Falsafah Pendidikan Islam. 11. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka. 45-46. 1962). 10) Hasan Langgulung. 3) Ki Hajar Dewantara. hlm. hlm. 178-186. hlm. 1995). 13) Crow and Crow. Pengantar Ilmu Pendidikan (Yogyakarta: Rake Sarasin. 1962). hlm. 9-10. Pengantar Filsafat. Beberapa Pemikiran Pendidikan Islam (Bandung: Al-Ma'arif. Filsafat Pendidikan Islam (Jakarta: Logos Wacana Ilmu. 1988). 6) Anton M. 178. 1994). 1) Ahmad D. 19. Asas-asas Pendidikan Islam (Jakarta: Pustaka al-Husna.

hlm. 1990). hlm. hlm. 560-608. 18) John M Echols dan Hasan Shadily.). Sedangkan kata mu'alim juga berarti teacher (guru) instructor (pelatih) dan trainer (pemandu). pelatih. 27) Muhammad al Toumy al Syaibani. 16) Hasan Langgulung. 19) Kata ustādz berarti teacher (guru). 483484. Falsafah Pendidikan. Selanjutnya al-mudaris berarti teacher atau guru instructor (pelatih). penulis. 1979). hlm. 20) Ahmad D. Marimba. 234. Asas-asas Pendidikan Islam (Jakarta: Pustaka al-Husna. 17) WJS Poerwadarminta. Pendidikan Islam. A dictinory of modern written Arabic. dan penyair. 85.18. Filsafat Pendidikan Islam (Jakarta: Raja Grafindo Persada. Nasution. . hlm. 1994). 551-552. hlm. 24) H. 1991). 1987). Ilmu Pendidikan. (Wiesbaden: Otto Harrassowitz. jenjang dibidang intelektual. Pengantar Filsafat. tt. Pengembangan. 78 22) Hasan Langgulung. hlm. Bandingkan dengan Jalaluddin dan Usman Sai’d. 1991). Ilmu Pendidikan Islam: Suatu Tinjauan Teoritis dan Prkatis Berdasarkan Pendekatan Indisipline (Jakarta: Bumi Aksara. 23) Ramayulis. Hans Wehr. Pendidikan Islam Menghadapi Abad 21 (Jakarta: Pustaka al-Husna. 119-110. 12. Fisafat Pendidikan.14) Abdurrahman Saleh Abdullah. Kamus Inggris Indonesia (Jakarta: Gramedia. hal 9. hlm. hlm. 61. hlm. 15) S. Umm al-Qura University. 26) Hasan Langgulung. lecturer (dosen). 123. 1980). 1988). 37 21) Ahmad Tafsir. Lihat. hlm. 86-87. hlm. hlm. 1994). 52-53. (Yogyakarta: Yayasan Penerbit IKIP Jakarta. Educational Teori a Qur'anic Outlook (Maktab al-Mukarromah.279 dan 637. Yang terakhir mu'addib berarti educator (pendidik) atau teacher in koranic school (guru dalam lembaga pendidikan al-Qur’an).M. hlm. Sistem dan Metode. Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Kalam Mulia. Arifin. Kamus Umum Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka. profesor (gelar akademik). 250. 25) Imam Barnadib.

1985). 1. 2-1. Al-Falsafah Al-Tarbiyah ‘Inda Ibn Sina (Mesir: Dar al-Ma’arif. hlm. III. 38) Ibid. hlm.Arifin (Jakarta: Rinika Cipta. hlm.J. Pemikiran Para Tokoh Pendidikan Islam (Jakarta: Grafindo Persada. 87-89.31. 61. Pemikiran Para. hlm. Ilmu Pendidikan.M.M. hlm. 34. Baca Direktorat Jendral Pembinaan Kelembagaan Agama Islam. Lewis et. 1978). 1996). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara. 32) M. adat istiadat. hlm. Selanjutnya lihat. hlm. 30) Suharsimi Arikunto. 35) Muhammad Munir Mursyi. Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya (Jakarta: UI Perss. 31) H. . 27. 37) Ali al-Jumbulati. Al Tarbiyah Al-Islamiyah Ushūluha wa Tathawuruha fi Bilād Al-Arabiyyah (Mesir: Dar al-Ma’arif. 39) Ibid. H. hlm. 247. hlm. 40) Lihat.. Lihat pula Sa’id Ismail Ali. hlm. 1984). 2001).. Sejarah Pemikiran Para Tokoh Pendidikan (Bandung: Angkasa. The Encyclopedia of Islam (Leiden: E. 41) Abuddin Nata. 229. 1991). hlm. 129-130. Metodologi Pengajaran Agama Islam (Jakarta: Bumi Aksara. pendidikan dan alam. hlm. 81. Psikologi Pendidikan (Jakarta: Rinika Cipta. 1997). hlm. B. 126. 1997).al. 1979). 1969). Dalyono. 33) Dalam arti yang luas lingkungan dapat mencakup iklim dan geografis. 29) Abd Al-Wahhab Abd al Salam Tsuwailah. 2003). 34) Harun Nasution. Suwito dan Fauzan. Al-Tarbiyah al-Islāmy wa fan al-Tadris (Beirut: Dar al-Salam. hlm. 667. 2002). hlm. pengetahuan. Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Depag. Perbandingan Pendidikan Islam.. 137-143. 98. tempat tinggal. 65. Brill Vol. 36) Abuddin Nata.28) Zakiah Darajat. terj. hlm.

1991). I tp. Hlm. Ihya’ Ulum al Din.). hlm. Arifin. 47) Ibn Jama’ah al-Kinnany. Lihat pula Suwito dan Fauzan. 1979). Pembaharuan dalam Islam. Juz. Sejarah dan Filsafat Pendidikan Islam. hlm. Islam dan Modernisme. terj. A. Ibrahim Husaein (Jakarta: Bulan Bintang. Vol. 43) Ali al Jumbulati. 1982).III (ttp. tt. 02/05/2011 10:46 WIB | Arsip | Cetak . hlm. 46) Hasan Ibrahim Abdul al-‘Ala. 50) Margaret Marcus. terj. 87. Mughni (Surabaya: Usaha Nasional. Aliran-aliran dalam Pendidikan: Studi Tentang Aliran Pendidikan Menurut al-Ghazali. hlm. 9. Sejarah Pemikiran dan Gerakan (Jakarta: Bulan Bintang. Jainuri dan Syafi'i A. The Councise Encyclopedia of Islam (Sanfrancisco: Harper & Row Publisher. hlm. 1993). 5. Sejarah. 237. 37. Rumusan tujuan yang demikian adalah sejalan dengan (Qs: al Dzariyat: (51): 56). Tadzkirah al-Sami’ wa al-Mutakallimin fi Adab al-Alim wa alMuata’allim (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah. hlm. Tut Wuri Handayani Senin. Fatiyah Hasan Sulaiman. 122. Lihat pula H. ‚Al-Fikr al-Tarbawy ‘Inda Badruddin ibn Jamaah‛.M. Said Agil Husin alMunawar dan Hadri Hasan (Semarang: Toha Putra. Maktabah al-Tarbiyah al-Araby li Dauli alKhalij.42) Nicholas Drake and Elizabeth Davis (ed. 241. 18-19. 49) Harun Nasution. Ing Madyo Mangun Karso. tt). 5-6. hlm. 1975). 44) Muhammad Athiyah al-Abrasyi. H. 45) Al-Ghazali. 147. terj. 2001). hlm. hlm. tt). 48) Lihat Asma Hasan Fahmi. Min ‘Alam li al-Tarbiyyah al-Islāmiyah. hlm. Theosofi dan Ing Ngarso Sung Tulodo. 180. 275. Al-Tarbiyah al-Islāmiyyah wa Fal Safātuhā (Mesir: Isa al-Babi al-Halabi. Filsafat Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Aksara. hlm. 1989). Perbandingan.

Kuningan. Seorang siswi Sekolah Dasar (SD) mengamati kata-kata itu yang terpampang tegak di depan kantor Kementerian Pendidikan Nasional. Ing Madyo Mangun Karso. Ketika otaknya hampir saja buntu. ia lalu menoleh ke guru yang berada disampingnya .Ing Ngarso Sung Tulodo. Jakarta. Cukup lama ia memandang kalimat besar itu. Tut Wuri Handayani. semakin pusing pula kepala dibuatnya.

“Pak. Theosofi. atau siapa? Mungkin kita akan sama posisinya dengan guru dan pegawai itu jika pertanyaan bocah tersebut mampir ke saya dan anda yang juga adalah seorang guru. Suasana menjadi rumit. termasuk motto yang sudah menjadi sabda di dalam dunia pendidikan itu. “E…ee…. Ia mulai mencabik-cabil tisu yang ada di tangannya. Tapi ia kaget karena dirinya sendiri juga tidak tahu meski telah 20 tahun menjadi guru.” Ujar sang guru sedikit excuse. Sederhananya.e… yang ibu tahu kalimat itu sudah dari sananya. Keringat dingin sang guru mulai bercucuran. Ia pun juga bukan kaget karena peserta didiknya memang terkenal kritis kepada hal-hal janggal yang ditemukannya. Guru anak tadi seperti mendapatkan jalan keluar. pegawai Kemendiknas lewat di depan mereka berdua. Ia bukan kaget karena anak sekecil itu sudah bertanya tentang filosofi pendidikan. Apa boleh buat. .. nak. anda. Tiba-tiba saja. “Terus buat apa kalimat ini ditempelkan di sini bu. Sang guru bagai disambar petir mendengar muridnya bertanya seperti itu. red)?” kejar siswi sambil memukul papan besar itu.“Bu Guru tahu artinya?” ujar sang siswi polos. sebentar pak. Pegawai itu tersenyum melihat bocah berseragam putih merah itu memberhentikannya.” ucap sang guru memberhentikannya dan menjelaskan maksud kenapa ia dipanggil. Sumpah pemuda yang menyatakan bahwa Indonesia berbahasa satu yakni bahasa Indonesia sepertinya tidak terbukti. “Bapak tahu artinya?” langsung saja bocah SD itu bertanya. melainkan dengan hal ini kita bisa mengukur dan bertanya kembali kepada diri kita tentang berbagai motto yang mencekoki anak didik kita dari kecil sampai dewasa. (Kantor Kemendiknas. tanpa didudukkan makna dan sejarah dibaliknya. Ibu cuma tahunya begitu. kedua orang dewasa itu saling pandang dan tersenyum kecut menyadari pekerjaannya bisa saja hilang akibat ulah sang bocah “usil” itu. Namun. Ki Hadjar Dewantara. kalau tidak mau disebut malu. Hasilnya apa? Lelaki itu hanya menelan ludahnya persis ketika maling sandal tengah dipergoki warga. Siapa yang tahu jawaban bocah itu? Saya.. Ia baru sadar pertanyaan bocah SD lebih sulit ketimbang profesor sekalipun. dan Pendidkan Indonesia Dialog diatas sejatinya hanyalah representasi bahwa mental pendidikan bangsa ini adalah mental formil. Ini bukan berarti kita anti terhadap hal berbau Jawa. ia baru saja mengucapkan istighfar sambil memegang dada ketika tahu jemari mungil sang anak mengarah ke kalimat besar yang menjadi “sabda” di kantornya.pak. kenapa kita masih sering memakai istilah Jawa pada banyak hal..

yang berjudul 100 Tahun Ki Hadjar Dewantara. Namun konteks kalimat ini disini tidak jelas dalam konteks apa. “Taman Siswa adalah gearakan abangan. Inilah yang disebut dengan isitlah kodrat alam yang diperhamba dan aspek yang dipertuhan dari setiap benda-benda. Buya Hamka pernah menyatakan. Ing Madyo Mangun Karso. yakni pluralisme agama Ia mendirikan Perguruan Taman Siswa pada tahun 1922 di Yigyakarta yang sangat berkiblat ke Barat. Ketika menyinggung keberadaan Taman Siswa. di belakang memberi dorongan”. klenik. Seperti dikutip dari buku Bambang Dewantara. shalat disini tidak seperti shalat umumnya umat Islam. Konteks inilah yang sekarang kita kenal dengan faham musyrik modern. objektif. Padahal dalam konsep pendidikan Islam.Kalimat Ing Ngarso Sung Tulodo. Maka ia menjadi netral agama. Tut Wuri adalah kalimat yang dilontarkan Ki Hajar Dewantara yang bermakna “Di depan memberi teladan. Ki Hadjar mengatakan bahwa semua agama di dunia sama karena mengajarkan asas kasih sayang kepada semua manusia dan mengajarkan perihal kedudukan manusia yang terhormat di hadapan tuhannya. ta‟dib atau tarbiyah selalu didasari pada tauhid kepada Allahuta‟la. dan primbon jawa. Yang menjalankan ritual shalat Daim” Dalam kepercayaan kebatinan. tapi shalat daim dalam “mazhab” Taman Siswa saat itu adalah shalat dalam perspektif kebatinan yakni . Ki Hajar Dewantara memang terkenal sebagai penganut theosofi. Ki Hadjar berkeyakinan bahwa sumber gerak evolusi seluruh alam semesta adalah kasih sayang ilahi. Ia tidak bisa netral. dan tanpa sekat keyakinan agama. di tengah memberi bimbingan.

“Apa pak Menteri juga tahu artinya?” Mungkin begitu kata bocah kecil tadi ketika sampai di kantor Mendiknas. Kegiatan ini dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Dengan kata lain. Ilmu. essay. dalam karyanya Mistisme Jawa seperti dikutip Artawijaya dalam bukunya “Gerakan Theosofi”. Rukuknya adalah mataku. I‟tidalnya adalah kupingku. juga menyatakan bahwa Ki Hadjar Dewantara adalah seorang theosofi yang mengamalkan kebatinan. konsep menjadi orang baik dalam Islam tidak pernah dilepaskan dari sudut pandangan agama. “Aku berniat shalat daim untuk selama hidupku. Lebih baik jadi menjadi orang humanis. salamnya adalah makrifatnya. makalah Leave a comment Mengarang sebenarnya dapat menjadi kegiatan yang mudah dan menyenangkan. bacaan ayatnya adalah mulutku. Ia lebih mementingkan “Hakikat” daripada “Syariat”. hal ini lebih cocok dan dekat dengan ketakwaan daripada motto yang jelasjelas didirikan oleh penganut theosofi dan kita sendiri tidak mengerti apa maknanya: Ing Ngarso Sung Tulodo. Duduk adalah tetapnya imanku. Berdirinya adalah hidup. daripada relijius tapi jahat. . Ilmu dan Amal. tidak memaki moto pendidikan yang jelas saja seperti: Iman. (pz) Penulisan Makalah dan Essay 12/06/2011 jasaproposal Umum esai. persoalan membuat tugas menulis karya ilmiah. Islamku adalah kiblatnya. Hal ini seharusnya dijadikan kesempatan yang baik untuk mengembangkan diri. baik makalah. dan sebagainya merupakan kegiatan yang lazim dan hampir selalu dilakukan setiap saat. Doa iftitah dalam shalat daim pun. Dengan mengarang kita akan semakin berkembang. tahiyat adalah kuatnya tauhidku. kenapa kita yang katanya bermayoritas muslim. Sebagai mahasiswa. Atau Tauhid. Orang yang mengamalkan hakikat tidak lagi beribadah dengan berpatokan pada aturan syariat. kiblatnya adalah menghadap fikiranku” Niels Mulders. artikel. Ing Madyo Mangun Karso. tetapi menjalankan ibadah dengan perilaku kebaikan sepanjang hari. Karena itu.menjalankan kebaikan terus menerus. sujudnya adalah hidungku. Kata berperilaku baik disitu adalah tanda kutip bagi kita? Berperilaku baik seperti apa? Tidak lain dalam konteks theosofi bahwa orang yang berperilaku baik tidak mesti beragama. Tut Wuri Handayani. Kalau sudah begitu. Seperti sebuah harian cetak di Indonesia: Kebenaran tidak pernah memihak! Pertanyaannya sebetulnya sederhana. Islam mengajarkan makna yang jelas dan terukur. Dalam kepercayaan Kejawen tahap hakikat adalah perjumpaan dengan kebenaran. terlihat janggal dan aneh. dan Jihad. Karena kebenaran yang tertinggi adalah kebenaran itu sendiri.

Pengertian: karya tulis ilmiah mengenai suatu topik tertentu yang tercakup dalam ruang lingkup suatu perkuliahan atau kelas. sehingga dengan demikian keduanya berbeda. Jenis Makalah . dan bagaimana pula bentuk karangan yang disebut esai? Menulis karangan ilmiah. dengan segala bentuk yang melekat dalam kendaraan tersebut sehingga motor bisa dihidupkan dan dijalankan. Mendemonstrasikan pemahaman tersebut dengan meramu dari berbagai sumber. 2. makalah dan esai. Perjalanan itu berangkat dari titik yang sama menuju tujuan yang sama. atau pada waktu kita ingin mengikuti suatu lomba menulis. 2001: 68-70). namun setidaknya bisa memberikan gambaran tentang tahapan-tahapan dalam membuat tulisan makalah (Djuharlie-Suherli. Sebenarnya. 4. Sifatnya mendemonstrasikan pemahaman seorang mahasiswa tentang permasalahan teoritik yang dikaji. 1. makalah. alur dan struktur. karangan ilmiah. 1. struktur karangan. Begitu juga dengan penulisan makalah. tesis.menulis karya-karya di atas merupakan praktek membaca kritis fenomena. titik berangkat dan tujuan perjalanan tidak persis sama (Sudiati. essay dan sebagainya merupakan praktek berharga untuk menulis karya yang lebih panjang. dan makalah merupakan salah satu persyaratan untuk menyelesaikan suatu perkuliahan atau kelas. seringkali kita sulit untuk membedakan jenis karangan apakah yang sedang kita baca ini. Merupakan hasil kajian literatur dan atau laporan lapangan. metodologi. Makalah dan esai adalah jenis karangan yang sudah lazim kita dengar dan seringkali kita buat sebagai tugas. ibid: 19). ada artikel. namun berpretensi untuk selain itu. namun makalah dan essay memiliki sudut pandang yang berbeda. langkah-langkah di bawah ini memang bukan bentuk penyusunan baku. Memang pada umumnya. baik itu makalah. atau mendaftar suatu kegiatan dan membuat makalah atau esai merupakan salah satu persyaratannya. tentu saja memiliki jenis yang berbeda. esai. dapat dimisalkan mengadakan perjalanan dengan kedaraan bermotor. baik dari segi substansi (isi) karangan. Dalam banyak penulisan. bentuk. menulis karya ilmiah. baik itu dari guru. seperti skripsi. Menunjukkan kemampuan pemahaman isi berdasarkan sumber. Namun setiap karangan yang diciptakan. dan menimbangnimbang peluang lainnya – tidak hanya dijadikan sebagai tugas kuliah. apakah yang sebetulnya membedakan antara makalah dan esai? Bagaimanakah suatu bentuk karangan yang disebut makalah. persneling. dan sebagainya. Artinya meskipun pada tema permasalahan yang sama. 3. feature. 3. baik dari segi substansi (isi). Namun pernahkah kita berpikir. seperti kemudi. Khusus untuk perguruan tinggi. 2. 2000: vii-ix). misalnya. disertasi dan sebagainya (Sudiati. tentunya kita perlu tahu bagaimana proses pembuatannya. Jenisjenis karanganpun berbeda-beda. gas. dan sebagainya. dosen. Karakteristik Makalah 1. busi dan sebagainya. Makalah Dalam membuat karangan apapun. A. segala bentuk tulisan adalah hasil mengarang seseorang.

Tidak ada yang khusus dalam langkah-langkah penulisan makalah. . misalnya. sedangkan topik adalah pokok pembicaraan. Menuliskan semua ide pokok ini bisa dalam bentuk cluster-cluster. baik makalah biasa maupun makalah posisi terdiri atas : 1. penulisan tidak akan terarah. 4. Bagian isi boleh lebih dari satu bagian. Makalah posisi : dibuat untuk menunjukkan posisi teoritiknya dalam suatu kajian. tema haruslah bersifat khusus agar dalam penguraian nantinya. Prosesnya adalah dengan menuliskan semua ide pokok yang berhubungan dengan tema/topik yang telah ditentukan. Menentukan atau memilih tema/topik makalah. diperkenankan mengemukakan berbagai pandangan. penulis harus kembali ke permasalahan yang diajukan dalam bagian pendahuluan. Langkah ini digunakan untuk memudahkan pembuat makalah. Kerangka makalah ini nantinya dapat dituangkan ke dalam bentuk karangan menjadi kalimat-kalimat. Teknik Pembuatan Makalah. Akan lebih baik jika tersebut dibatasi. Artrinya langkah-langkah tersebut hampir sama dengan membuat karangan secara umum.1. Tema diartikan sebagai pokok pikiran. selain penguasaan pengetahuan. “Peranan Kegiatan Mahasiswa Guna Menciptakan Format Kepemimpinan Bangsa Masa Depan”. Makalah biasa: dibuat untuk menunjukkan kemampuan mahasiswa tentang permasalahan yang dibahas. diperlukan juga keberpihakan. Sistematika Makalah Secara singkat. Kesimpulan : kesimpulan bukan ringkasan isi. Tanpa menentukan atau memilih tema. Perlu dingat pada saat penentuan tema. atau kategorisasi (biasanya menggunakan metode mind map è lihat materi Dasar-Dasar Penulisan). masalah. 5. 3). 2. Menyusun kerangka makalah. Ini merupakan langkah awal dalam membuat makalah. tema tidak menjadi terlalu luas dan bisa diuraikan secara mendalam. Kesimpulan adalah makna hasil diskusi yang telah diuraikan dalam bagian isi. beropini atas suatu bahasan tanpa mesti memihak dan berargumentasi mempertahankan pendapat tersebut. Langkah-langkah yang dimaksud antara lain: 1). Untuk mengambil kesimpulan. 2). Contoh: tema “Kegiatan Mahasiswa” atau “Kaderisasi Kepemimpinan” merupakan tema yang masih sangat luas dan bersifat umum. Dengan demikian. Isi: mendemonstrasikan kemampuannya dalam menjawab masalah yang diajukan. 3. Pendahuluan: latar belakang masalah. prosedur pemecahan masalah dan sistematika uraian. Mengumpulkan bahan tulisan. 2.

solusi pemecahan masalah dan sistematika uraian. sedapat mungkin disesuaikan dengan kerangka baku yang sesuai dengan sistematika penulisan makalah (lihat sistematika penulisan makalah di atas). 5. Susunan kalimat per kalimat sebagai pengembangan dari kerangka/ide pokok makalah. Mengembangkan kerangka karangan/ide pokok menjadi kalimat. Bagian ketiga adalah kesimpulan dan penutup. Langkah-langkah praktis lain yang bisa digunakan dalam membuat makalah adalah sebagai berikut (Sudiati. baik opini. Kedua. Memulai dengan pernyataan tentang akibat atau akibat-akibat jangka panjang tanpa langsung menyebutkan penyebabnya. Langkah keempat ini sistematikanya sendiri. masalah itu sendiri. Memulai dengan sebuah pertanyaan atau beberapa pertanyaan. sesudah orientasi mantap. Bagian kedua adalah isi. 6. Isi merupakan ulasan panjang tentang permasalahan yang diambil. Memulai dengan fakta atau statistik yang menarik. 3. Memulai dengan pengakuan akan pendapat atau pendekatan yang berbeda dengan pendapat atau pendekatan kita. op. bahan yang bisa digunakan berupa literatur-literatur pustaka atau hasil laporan lapangan. Bagian pertama adalah pendahuluan. Memulai dengan kutipan. 2. Langkah ini juga mempertautkan antara satu pendapat dengan pendapat lain yang mungkin bertentangan tanpa harus memihak. penulis membuka komunikasi untuk menarik minat dan perhatian pembaca.cit: 20-22): Pertama. Memulai dengan suatu analogi. Keempat. Untuk mebuat makalah. mulai mengarahkan gagasan atau ide makalah pada jalur dan orientasi yang sesungguhnya. Memulai dengan suatu paradoks. Ketiga. literatur dan hasil laporan. yakni dengan mengemukakan pokok pembicaraan (topik) dan masalahnya. Caracara tersebut antara lain: 1. 7. tinggal mengarahkan gagasan pokok makalah pada tujuan dan arah yang diinginkan. Memulai dengan definisi suatu istilah yang penting untuk topik yang diambil. 8. memperkaya tulisan dengan data-data pendukung lain. Memulai dengan bahan latar belakang yang relevan. Dalam pendahuluan terdapat latar belakang – memuat pernyataan yang berisikan alasan-alasan mengapa tema tersebut perlu dipermasalahkan.Langkah selanjutnya adalah dengan mengumpulkan bahan-bahan yang akan dijadikan data untuk memperkaya penulisan dalam membuat makalah. 9. mulai dari pendahulauan hingga kesimpulan Struktur Makalah . 4. dan di dalamnya terdapat pula berbagai macam fakta dan opini berdasarkan literaur atau laporan dan pendapat pembuat makalah sendiri. 4). Tiap-tiap penulis makalah berbeda untuk membuka komunikasi ini.

Di bawah ini beberapa tahapan dalam membuat esai (Sudiati. Dari hal ini tergambar upaya penulis untuk meyakini pembaca terhadap persoalan yang ditulisnya. 1982: 15). harapan. Jenis-jenis Esai 1. ibid: 56-58): 1. esai tidak sama dengan makalah yang menghadirkan persoalan. kemudian membahasnya sampai memperoleh kesimpulan untuk mengatasi persoalan atau mengantisipasi persoalan uang diungkapkan. persoalan yang menjadi bahan tulisan dijadikan persoalan kembali.Bagian Utama 1 AKHIR B. 2. agar mendukung bentuk tulisan ini sebagai tulisan yangtidak kaku dan diungkapkan dengan menarik. . Bahasa yang digunakan adalah bahasa yang segar. Di dalam tulisan esai. Esai Pikiran Utama (satu atau lebih) Pikiran-pikiran pendukung Pikiran-pikiran penjelas Pikiran-pikiran penjelas Fokus/konsentrasi : Penegasan kembali Gagasan Pokok Dalam penyusunan esai. Artinya ada standar baku tahapan-tahapan yang harus dilalui untuk menulis suatu karangan. termasuk esai. Pengertian: karangan yang sedang panjangnya. biasanya dalam bentuk prosa. tepatnya mempersoalkan suatu Kesimpulan persoalan sejauh persoalan tersebut merangsang hati penulis (Hoerip. Esai formal: tampak kesungguhan penulis esai dalam menganggkat persoalan yang dipermasalahkannya dengan memberikan alasan yang nyata bahwa persoalan itu memang persoalan (masalah). Selain itu. yang Difusi . teknik yang Bagian Utama 3 digunakan juga hampir sma dengan penulisan karangan pada umumnya. mempersoalkan suatu persoalan secara mudah dan sepintas lalu. bukan dicari jalan kekuarnya. melainkan tulisan yang memaparkan suatu persoalan sesuai dengan aspek emosional dan penalaran penulisnya. dan sebaginya merupakan bentuk tulisan yang sangat pribadi karena mengungkapkan persoalan yang terdapat di dalamnya hanya sebatas ketertarikan penulisnya terhadap persoalan tersebut. Tulisan esai Tindak lanjut. Tulisan esai tidak kaku dan tidak terikat pada ketentuan bentuk dan isinya. Namun bukan berarti esai mempersulit persoalan.

Ketiga. Contoh. tuliskanlah (rumuskanlah) sebuah pernyataan gagasan pokok. Penulis esai memandang masalah dengan mata batinnya serta latar belakang kajiannya. Kemampuan membaca-menulis fungsional sifatnya bagi pengembangan diri siswa. 2. Secara singkat menulis esai mengikuti alur sebagai berikut. 3. Kemampuan membaca-menulis dapat diibaratkan pula dengan mikroskop. untuk mengembangkan dan menjelaskan pikiran utama (a) “kemampuan membaca-menulis dapat diibaratkan dengan kunci ilmu pengetahuan”. siswa dapat membuka khazanah yang terdapat dalam dunia batinnya sendiri.2. Kemampuan membaca-menulis dapat diibaratkan dengan kunci pembuka gudang ilmu pengetahuan. dapat diberikan pikiran pengemabng sebagai berikut. untuk membeberkan gagasan pokok tentang “kemampuan membaca-menulis” dapat diutarakan pikiran-pikiran utama sebagai berikut. temukan dan tuliskan evidensi-evidensi atau fakta-fakta penguatnya. Contoh. Gagasan pokok merupakan pandangan atau pendirian kita tentang topik yang dipilih. Dari uraian di atas terkesan bahwa esai merupakan tulisan yang berbau pribadi dalam mempersoalkan suatu persoalan. siswa dapat membuka khazanah yang terdapat dalam buku kehidupan. 3. untuk mengarang esai. Dengan demikian pembicaraan tulisan mengarah pada gagasan tersebut. berupa satu kalimat lengkap. pikirkan dan rumuskan pikiran-pikiran utama yang mendukung dan membeberkan gagasan pokok. b. a. menulis esai juga melewati langkah-langkah seperti halnya menulis karangan lain. c. baik untuk melanjutkan studinya ke lembaga-lembaga pendidikan yang lebih tinggi maupun terjun ke dalam masyarakat. Teknik Membuat Esai Sama halnya dengan penulisan makalah di atas. Kemampuan membaca-menulis dapat diibaratkan lagi dengan mesin waktu. Kedua. siswa dapat membuka khazanah yang terdapat dalam buku-buku. Pertama. Contoh tentang “kemampuan membaca-menulis” dapat dirumuskan gagasan sebagai berikut. dengan kemampuan membca-menulis. dengan kemampuan membaca-menulis. Esai informal: mengungkapkan persoalan berdasarkan kesan pribadinya yang ditonjolkan sehingga tampak sekali hasil pikiran dan perasaannya. 1. dengan kemampuan membca-menulis. untuk mengembangkan dan menjelaskan tiap pikiran utama itu. .

Jurnalistik Islami: Panduan Praktis bagi Para Aktivis Muslim. Panduan Membuat Karya Tulis. coba membangun sebuah paragraf dengan pikiran utama (a) dan pikiran-pikiran pengembangnya. Djuharie. Fisipol UGM 2002 PEMIKIRAN PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA PEMIKIRAN PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA Oleh: Mukhsin Abdurrahman. Penulis bisa mengambil metode apapun untuk membuat tulisan. Dasar-Dasar Menulis Karya Ilmiah. pikirkan sebuah paragraf pengantar untuk memperkenalkan topik atau masalah dan menarik minat pembaca. 2003. Bandung. Rosdakarya. paragraf kesimpulan.Keempat. S. frase. setelah memiliki paragraf-paragraf tubuh esai. M. setelah membangun paragraf-paragraf tubuh esai dan menyusun paragraf kesimpulan. pikiran pendukung. susun paragraf kesimpulan. Yrama Widya. Menulis Artikel dan Karya Ilmiah. Sebelum itu tentukan dulu modelnya. Mizan Media Utama. Tahapan-tahapan di atas. Jakarta. itu yang penting ketimbang terlalu terpaku dengan tahapan-tahapan tersebut.. dan model Konversi (model yang menempatkan gagasan pokok karangan pada akhir karangan) (induktif). C. apakah model P-D-K (PendirianDukungan-Kesimpulan) (deduktif). 1997. peralihan. Namun selalu ingat akan gagasan pokok yang hendak dituju dengan esai ini. Keenam. Ketujuh. pikiran utama.Ag. Gramedia. pikiran penjelas. Kedelepan. model M-B-P (Masalah-Pembahasan-Pemecahan). baik dalam membuat makalah maupun esai. Samantho. Artinya yang terpenting adalah memenuhi kriteria penulisan ilmiah. Unsur-unsur pembangunan paragraf adalah pembuka. paragraf-paragraf tubuh esai. Kelima. setelah paragraf-paragraf tubuh esai itu selesai dibangun. . apabila tiap-tiap pikiran utama sudah lengkap dengan pikiran pengembangannya. 2002. model P-S-P (Pendapat-Sanggahan-Pendirian)(dediktif atau induktif). Referensi Djuroto. dan kesimpulan. Bandung. Sumber Writing Skill. bangun paragraf-paragraf berikut dengan pola P-D-K atau pola lainnya. dengan mengubah atau membetulkan pemakaian/pemilihan kata. Totok & Bambang S. hanyalah tahapan-tahapan yang tidak harus diikuti. Widyamartaya & Veronica Sudiati. tinggal merevisi drafdraf itu dengan menambah atau mengurangi isinya. Ahmad Y. dan paragraf pengantar. Kemudian tulis kembali esai tersebut dengan urutan paragraf pengantar. Suherli. dan paragraf kesimpulan. Bandung. 2001. dan kalimat.

dan aksiologi (nilai). dan sekarang kita garuk pula kantongnya. epistemology (pengetahuan). Artikel ini ditulis dalam konteks rencana pemerintah Belanda untuk mengumpulkan sumbangan dari Hindia Belanda (Indonesia). Tulisan Ki Hajar Dewantara yang terkenal adalah "Seandainya Aku Seorang Belanda" (judul asli: Als ik eens Nederlander was). Biografi Ki Hajar Dewantara Ki Hadjar Dewantara (Yogyakarta. yakni Ki Hajar Dewantara. sedikit atau jarang dari pemikir-pemikir Timur. bukan saja tidak adil. Di Indonesia. Pembahasan 1. Hasil pemikiran mereka ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan pemikiran pendidikan hingga dewasa ini. untuk perayaan kemerdekaan Belanda dari Perancis. Dari sekian banyak tokoh pemikir. Makalah ini akan mencoba menguak sosok Ki Hajar dengan berbagai pemikirannya. B. muncul tokoh karismatik yang teguh pendirian dan visioner dalam persoalan pendidikan. Ayo teruskan penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda. tokoh-tokoh yang muncul dalam perdebatan teori kebanyakan dari pemikir-pemikir Barat dan Eropa. Plato. aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan dinegeri yang kita sendiri telah merampas kemerdekaannya. Dan secara sistematis akan dikemukakan hal-hal: 1) Biografi Ki Hajar Dewantara.A. dan lain-lain. Pikiran untuk menyelenggaraan perayaan itu saja sudah menghina mereka. . Apa yang menyinggung perasaanku dan kawankawan sebangsaku terutama ialah kenyataan bahwa bangsa inlander diharuskan ikut mengkongsi suatu pekerjaan yang ia sendiri tidak ada kepentingan sedikitpun". Ibn Khaldun. 2) Pemikiran Ki Hajar Dewantara. Banyak hal yang dapat digali dari satu tokoh ini terutama tentang pendidikan. Filosof-filosof ini telah menyusun berbagai filsafat yang secara prinsip membahas persoalan ontology (hakikat realitas). Ibnu Rusyd. Kutipan tulisan tersebut antara lain: "Sekiranya aku seorang Belanda. Douwes Dekker. dimuat dalam surat kabar de Expres milik Dr. dan 4) Pertemuan Pemikiran Ki Hajar dan Konstruktivisme. sebut saja pemikir dari aliran Islam misalnya Al-Ghazali. yang saat itu masih belum merdeka. yakni ketika munculnya para filosof seperti Aristoteles. beliau mendirikan perguruan Taman Siswa yang memberikan kesempatan bagi para pribumi untuk bisa memperoleh pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda. Walaupun demikian. dan lainnya. Pendahuluan Pemikiran-pemikiran tentang pendidikan telah dimulai sejak zaman Yunani Kuno. pemikir Timur pun sebenarnya tidak kalah visionernya. Socrates. 2 Mei 1889–26 April 1959) adalah seorang pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia pada zaman penjajahan Belanda. tahun 1913. Lahir dengan nama Raden Mas Suwardi Suryaningrat. 3) Sistem Pendidikan Among. Decrates. tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Sejajar dengan jalan pikiran itu.

Kaoem Moeda. Pengajaran dan Kebudayaan yang pertama.Beliau wafat pada 26 April 1959 dan dimakamkan di Wijayabrata. Hari lahirnya. terutama di sekolahsekolah Taman Siswa. Semboyan ini masih tetap dipakai dalam dunia pendidikan kita. Oetoesan Hindia. Belanda Doctor Honoris Causa dari Universitas Gajah Mada pada tahun 1957 Wartawan Sedyotomo. seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan baik).305 Tahun 1959. De Express. Nama beliau diabadikan sebagai salah sebuah nama kapal perang Indonesia. ing madya mangun karsa (di tengah atau di antara murid. Tabel Curriculum Vitae Ki Hajar Dewantara Nama Asli Nama Sebutan Tempat/Tgl. Tut Wuri Handayani. Yogyakarta. dan ing ngarsa sung tulada (di depan. 2 Mei. tanggal 28 November 1959). sampai saat ini perguruan Taman Siswa yang beliau dirikan masih ada dan telah memiliki sekolah dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Tanggal lahirnya. Midden Java. Lahir Wafat Pendidikan : : : : : : : : : Raden Mas Soewardi Ki Hajar Dewantara Yogyakarta. Beliau dikenal sebagai Bapak Pendidikan Indonesia dan wajahnya bisa dilihat pada uang kertas pecahan Rp20. hari kelahirannya 2 Mei dijadikan hari Pendidikan Nasional Pahlawan Pergerakan Nasional (surat keputusan Presiden RI No. KRI Ki Hajar Dewantara. Ing Madya Mangun Karsa. guru harus menciptakan prakarsa dan ide). Boedi Oetomo 1908 Pendiri Indische Partij (partai politik pertama yang beraliran nasionalisme Indonesia) 25 Desember 1912 Karir : : Organisasi : : Penghargaan: Bapak Pendidikan Nasional. diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Selain itu. Ajarannya yang terkenal ialah tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan). ing ngarsa sungtulada (di depan . Lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889.000. Arti dari semboyan ini secara lengkap adalah: tut wuri handayani (dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan). 28 April 1959 Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda) STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera) tidak tamat Europeesche Akte. 2 Mei 1889 Yogyakarta. Semboyan ini berasal dari ungkapan aslinya Ing Ngarsa Sung Tulada. Pendiri Taman Siswa ini adalah Bapak Pendidikan Nasional. Semboyan dalam pendidikan yang beliau pakai adalah: tut wuri handayani. Tjahaja Timoer dan Poesara Pendiri Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa (Perguruan Nasional Tamansiswa) pada 3 Juli 1922 Menteri Pendidikan. kemudian dijadikan Hari Pendidikan Nasional di Indonesia. Hanya ungkapan tut wuri handayani saja yang banyak dikenal dalam masyarakat umum. ing madya mangun karsa (di tengah menciptakan peluang untuk berprakarsa).

Ia menamatkan Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda) Kemudian sempat melanjut ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera). Douwes Dekker itu antara lain berbunyi: . Selain ulet sebagai seorang wartawan muda. Komite Boemipoetra itu melancarkan kritik terhadap Pemerintah Belanda yang bermaksud merayakan seratus tahun bebasnya negeri Belanda dari penjajahan Prancis dengan menarik uang dari rakyat jajahannya untuk membiayai pesta perayaan tersebut. ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. tetapi Semua untuk Satu Juga). Perjalanan hidupnya benar-benar diwarnai perjuangan dan pengabdian demi kepentingan bangsanya. Midden Java.memberi teladan). Kemudian ia bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar antara lain Sedyotomo. Ia berasal dari lingkungan keluarga kraton Yogyakarta. Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Tjahaja Timoer dan Poesara. berganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara. Cipto Mangoenkoesoemo. Pada tahun 1908. bersama Douwes Dekker (Dr. Mereka berusaha mendaftarkan organisasi ini untuk memperoleh status badan hukum pada pemerintah kolonial Belanda. Kemudian setelah ditolaknya pendaftaran status badan hukum Indische Partij ia pun ikut membentuk Komite Bumipoetra pada November 1913. Komite itu sekaligus sebagai komite tandingan dari Komite Perayaan Seratus Tahun Kemerdekaan Bangsa Belanda. saat genap berusia 40 tahun menurut hitungan Tahun Caka. ia juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. ia mendirikan Indische Partij (partai politik pertama yang beraliran nasionalisme Indonesia) pada tanggal 25 Desember 1912 yang bertujuan mencapai Indonesia merdeka. Kaoem Moeda. Oetoesan Hindia. ia tergolong penulis handal. baik secara fisik maupun hatinya. ia pun mengkritik lewat tulisan berjudul Als Ik Eens Nederlander Was (Seandainya Aku Seorang Belanda) dan Een voor Allen maar Ook Allen voor Een (Satu untuk Semua. De Express. Tetapi pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jendral Idenburg berusaha menghalangi kehadiran partai ini dengan menolak pendaftaran itu pada tanggal 11 Maret 1913. Sehubungan dengan rencana perayaan itu. Kemudian. Tulisan-tulisannya sangat komunikatif. Tulisan Seandainya Aku Seorang Belanda yang dimuat dalam surat kabar de Expres milik dr. Ia meninggal dunia di Yogyakarta tanggal 28 April 1959 dan dimakamkan di sana. Danudirdja Setyabudhi) dan dr. Terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Pada masanya. tajam dan patriotik sehingga mampu membangkitkan semangat antikolonial bagi pembacanya. ia aktif di seksi propaganda Boedi Oetomo untuk mensosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia pada waktu itu mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara. Alasan penolakannya adalah karena organisasi ini dianggap dapat membangkitkan rasa nasionalisme rakyat dan menggerakan kesatuan untuk menentang pemerintah kolonial Belanda. tapi tidak sampai tamat karena sakit. Hal ini dimaksudkan supaya ia dapat bebas dekat dengan rakyat. Semenjak saat itu.

kegiatan di bidang politik dan pendidikan tetap dilanjutkan. bukan saja tidak adil. Tetapi pihak Belanda menganggap tulisan itu menghasut rakyat untuk memusuhi dan memberontak pada pemerinah kolonial. sehingga ordonansi itu kemudian dicabut. Tulisannya berjumlah ratusan buah. Kemudian ia kembali ke tanah air di tahun 1918. Sementara itu. Douwes Dekker dan Cipto Mangoenkoesoemo merasakan rekan seperjuangan diperlakukan tidak adil. Apa yang menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku terutama ialah kenyataan bahwa bangsa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu pekerjaan yang ia sendiri tidak ada kepentingannya sedikitpun". Mereka pun menerbitkan tulisan yang bernada membela Soewardi. Waktu Pemerintah Jepang membentuk Pusat Tenaga Rakyat (Putera) dalam tahun 1943. Namun tema tulisannya beralih dari nuansa politik ke pendidikan dan kebudayaan berwawasan kebangsaan. Tetapi dengan kegigihan memperjuangkan haknya. Di tanah air ia mencurahkan perhatian di bidang pendidikan sebagai bagian dari alat perjuangan meraih kemerdekaan. Melalui tulisan-tulisan itulah dia berhasil meletakkan dasar-dasar pendidikan nasional bagi bangsa Indonesia. bersama rekan-rekan seperjuangannya. Akibat karangannya itu. Perguruan ini sangat menekankan pendidikan rasa kebangsaan kepada peserta didik agar mereka mencintai bangsa dan tanah air dan berjuang untuk memperoleh kemerdekaan. Ia pun dihukum buang ke Pulau Bangka. Tidak sedikit rintangan yang dihadapi dalam membina Taman Siswa. Ki Hajar duduk sebagai salah seorang pimpinan di samping Ir. berupa hukuman internering (hukum buang) yaitu sebuah hukuman dengan menunjuk sebuah tempat tinggal yang boleh bagi seseorang untuk bertempat tinggal. Sejajar dengan jalan pikiran itu. Akhirnya mereka diijinkan ke Negeri Belanda sejak Agustus 1913 sebagai bagian dari pelaksanaan hukuman. Akibatnya keduanya juga terkena hukuman internering. Ayo teruskan penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda. Muhammad Hatta dan K. pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jendral Idenburg menjatuhkan hukuman tanpa proses pengadilan. Setelah pulang dari pengasingan. ia juga tetap rajin menulis. Namun mereka menghendaki dibuang ke Negeri Belanda karena di sana mereka bisa memperlajari banyak hal dari pada didaerah terpencil. aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang kita sendiri telah merampas kemerdekaannya. tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Mas Mansur. ia pun mendirikan sebuah perguruan yang bercorak nasional. Di tengah keseriusannya mencurahkan perhatian dalam dunia pendidikan di Tamansiswa. Pemerintah kolonial Belanda berupaya merintanginya dengan mengeluarkan Ordonansi Sekolah Liar pada 1 Oktober 1932.H. Douwes Dekker dibuang di Kupang dan Cipto Mangoenkoesoemo dibuang ke pulau Banda. Soekarno. sehingga Raden Mas Soewardi Soeryaningrat berhasil memperoleh Europeesche Akte. pada zaman Pendudukan Jepang. Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa (Perguruan Nasional Tamansiswa) pada 3 Juli 1922. Kesempatan itu dipergunakan untuk mendalami masalah pendidikan dan pengajaran. . Pikiran untuk menyelenggarakan perayaan itu saja sudah menghina mereka dan sekarang kita garuk pula kantongnya."Sekiranya aku seorang Belanda. Drs.

tetapi juga ditetapkan sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional melalui surat keputusan Presiden RI No. lain lubuk lain ikannya.tamansiswa. Kemudian oleh pihak penerus perguruan Taman Siswa. didirikan Museum Dewantara Kirti Griya. Pengembangan manusia seutuhnya menuntut pengembangan semua daya secara seimbang. (Majelis Luhur Tamansiswa. Dari titik pandang sosio-anthropologis. Maka salah satu cara yang efektif untuk menjadikan manusia lebih manusiawi adalah dengan mengembangkan kebudayaannya. Beliau mengatakan bahwa pendidikan yang menekankan pada aspek intelektual belaka hanya akan menjauhkan peserta didik dari masyarakatnya. Dalam museum ini terdapat benda-benda atau karya-karya Ki Hadjar sebagai pendiri Tamansiswa dan kiprahnya dalam kehidupan berbangsa. pendidik. Penghargaan lain yang diterimanya adalah gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Gajah Mada pada tahun 1957. karsa dan karya.wikipedia. Dua tahun setelah mendapat gelar Doctor Honoris Causa itu. 2.305 Tahun 1959. 2007. Tersdia [On Line] (http://id. memandang bahwa manusia lebih pada sisi kehidupan psikologiknya. Jika berlanjut terus akan menjadikan manusia kurang humanis atau manusiawi. Menurutnya manusia memiliki daya jiwa yaitu cipta.org/wiki/Ki_Hajar_Dewantara) dan Website Resmi Tamansiswa : http://www.Setelah zaman kemedekaan. Dan ternyata pendidikan sampai sekarang ini hanya menekankan pada pengembangan daya cipta.org (Majelis Luhur Perguruan Tamansiswa Yogyakarta). Ki hajar Dewantara pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan. Dalam masalah kebudayaan berlaku pepatah:”Lain ladang lain belalang. Manusia yang seutuhnya antara lain dimengerti sebagai manusia itu sendiri ditambah dengan budaya masyarakat yang melingkupinya. budayawan dan sebagai seorang seniman telah direkam dalam mikrofilm dan dilaminasi atas bantuan Badan Arsip Nasional. Ki Hajar Dewantara sendiri dengan mengubah namanya ingin menunjukkan perubahan sikapnya dalam melaksanakan pendidikan yaitu dari satria pinandita ke pinandita satria yaitu dari pahlawan . Yogyakarta. kekhasan manusia yang membedakannya dengan makhluk lain adalah bahwa manusia itu berbudaya. Pengembangan yang terlalu menitikberatkan pada satu daya saja akan menghasilkan ketidakutuhan perkembangan sebagai manusia. Koleksi museum yang berupa karya tulis atau konsep dan risalah-risalah penting serta data surat-menyurat semasa hidup Ki Hadjar sebagai jurnalis. ia meninggal dunia pada tanggal 28 April 1959 di Yogyakarta dan dimakamkan di sana. dan kurang memperhatikan pengembangan olah rasa dan karsa.” Manusia akan benar-benar menjadi manusia kalau ia hidup dalam budayanya sendiri. tanggal 28 November 1959. Persoalannya budaya dalam masyarakat itu berbeda-beda. sedangkan makhluk lainnya tidak berbudaya. untuk melestarikan nilai-nilai semangat perjuangan Ki Hadjar Dewantara. Nama Ki Hadjar Dewantara bukan saja diabadikan sebagai seorang tokoh dan pahlawan pendidikan (bapak Pendidikan Nasional) yang tanggal kelahirannya 2 Mei dijadikan hari Pendidikan Nasional. Pemikiran Ki Hajar Dewantara Ki Hajar Dewantara. Pengajaran dan Kebudayaan yang pertama.

pendidikan hendaknya memperkuat rasa percaya diri. Merdeka baik secara fisik. kebahagiaan. dan kedamaian tumbuh dalam diri (hati) manusia. sehat fisik. tanggungjawab dan disiplin. mengembangkan hara diri. Maka hak setiap individu hendaknya dihormati. menjadi anggota masyarakat yang berguna. Sebagai pendidik yang merupakan perantara Tuhan maka guru sejati sebenarnya adalah berwatak pandita juga. yang diutamakan sebagai pendidik pertama-tama adalah fungsinya sebagai model atau figure keteladanan. cintakasih dan penghargaan terhadap masing-masing anggotanya. yang mempersiapkan diri dan peserta didik untuk melindungi bangsa dan negara. the heart. Nasionalistik maksudnya adalah budaya nasional. Peserta didik yang dihasilkan adalah peserta didik yang berkepribadian merdeka. toleransi. pendidikan hendaknya memperkaya setiap individu tetapi perbedaan antara masing-masing pribadi harus tetap dipertimbangkan. yaitu mampu menyampaikan kehendak Tuhan dan membawa keselamatan. asah dan asuh (care and dedication based on love). keadilan. ekonomis. musyawarah. and the hand”. cerdas. kekeluargaan. demokrasi. dan bertanggungjawab atas kebahagiaan dirinya dan kesejahteraan orang lain. Manusia merdeka adalah tujuan pendidikan Taman Siswa. bangsa yang merdeka dan independen baik secara politis. empati.yang berwatak guru spiritual ke guru spiritual yang berjiwa ksatria. pendidikan hendaknya tidak hanya mengembangkan aspek intelektual sebab akan memisahkan dari orang kebanyakan. . mewujudkan kehendak Tuhan di dunia ini). mental dan spiritual. kebaikan hati. maupun spiritual. sehat mental. Sedangkan maksud pendirian Taman Siswa adalah membangun budayanya sendiri. Namun kemerdekaan pribadi ini dibatasi oleh tertib damainya kehidupan bersama dan ini mendukung sikap-sikap seperti keselarasan. pendidikan hendaknya membantu peserta didik untuk menjadi merdeka dan independen secara fisik. keluhuran. keutamaan. Suasana yang dibutuhkan dalam dunia pendidikan adalah suasana yang berprinsip pada kekeluargaan. Metode yang yang sesuai dengan sistem pendidikan ini adalah sistem among yaitu metode pengajaran dan pendidikan yang berdasarkan pada asih. segala sesuatu merupakan perwujudan dari kehendak Tuhan. Oleh karena itu bagi Ki Hajar Dewantara pepatah ini sangat tepat yaitu “educate the head. nama Hajar Dewantara sendiri memiliki makna sebagai guru yang mengajarkan kebaikan. Pendidik atau Sang Hajar adalah seseorang yang memiliki kelebihan di bidang keagamaan dan keimanan. Bagi Ki Hajar Dewantara. baru kemudian sebagai fasilitator atau pengajar. Oleh karena itu. Dengan kata lain. kebersamaan. Yang dimaksud dengan manusia merdeka adalah seseorang yang mampu berkembang secara utuh dan selaras dari segala aspek kemanusiaannya dan yang mampu menghargai dan menghormati kemanusiaan setiap orang. merdeka dari segala hambatan cinta. jalan hidup sendiri dengan mengembangkan rasa merdeka dalam hati setiap orang melalui media pendidikan yang berlandaskan pada aspek-aspek nasional. mental dan kerohanian. Universal artinya berdasarkan pada hukum alam (natural law). sekaligus masalah-masalah sosial kemasyarakatan. Prinsip dasarnya adalah kemerdekaan. Modelnya adalah Kyai Semar (menjadi perantara antara Tuhan dan manusia. Landasan filosofisnya adalah nasionalistik dan universalistik. setiap orang harus hidup sederhana dan guru hendaknya rela mengorbankan kepentingankepentingan pribadinya demi kebahagiaan para peserta didiknya. para guru hendaknya menjadi pribadi yang bermutu dalam kepribadian dan kerohanian. baru kemudian menyediakan diri untuk menjadi pahlawan dan juga menyiapkan para peserta didik untuk menjadi pembela nusa dan bangsa.

misalnya saja film anak “Tom & Jery” yang melaksanakan hukuman kepada sesama dengan meledakkan dinamit. Sistem Among Pendidikan Ki Hajar Dewantara Bapak Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara merangkum konsep yang dikenal dengan istilah Among Methode atau sistem among.bruderfic. Itulah yang kita namakan Among Methode.html: 24 Nopember 2008). AMONG mempunyai pengertian menjaga. bila perlu perilaku anak boleh dikoreksi (handayani) namun tetap dilaksanakan dengan kasih sayang. Guru atau dosen di Tamansiswa disebut pamong yang bertugas mendidik dan mengajar anak sepanjang waktu. segi administrasi sebagai guru. 3. dan sikap profesionalitasnya. Yang kita pakai sebagai alat pendidikan yaitu pemeliharaan dengan sebesar perhatian untuk mendapat tumbuhnya hidup anak. Sinetron tertentu ada yang dengan lugas melampiaskan kekerasan dan dendam. intelektual.” . merdeka lahir batin. Tujuan sistem among membangun anak didik menjadi manusia beriman dan bertakwa. merdeka fikirannya dan merdeka tenaganya. Maka penting pula membangun suatu etos kerja yang positif yaitu: menjunjung tinggi pekerjaan. mengarahkan dan memilih tayangan TV di rumahnya. Sikap-sikap profesional itu meliputi antara lain: keinginan untuk memperbaiki diri dan keinginan untuk mengikuti perkembangan zaman. dan juga relasi dan komunikasinya dengan pihak lain (orang tua. membina dan mendidik anak dengan kasih sayang. (Theo Riyanto.id/h-59/pemikiran-kihajar-dewantara-tentang-pendidikan. Pelaksana “among” (momong) disebut PAMONG. dan keinginan untuk melayani masyarakat. cerdas dan berketrampilan. Pendidikan yang beralaskan paksaan-hukumanketertiban (regering-tucht en orde) kita anggap memperkosa hidup kebatinan sang anak. yang mempunyai kepandaian dan pengalaman lebih dari yang diamong. Ki Hadjar Dewantara menetapkan 7 azas Tamansiswa 1922 yang pada butir pertama berbunyi “Sang anak harus tumbuh menurut kodrat (natuurlijke groei) itulah perlu sekali untuk segala kemajuan (evolutie) dan harus dimerdekakan seluas-luasnya. budi pekerti luhur.” Selanjutnya butir ke-2 Azas Tamansiswa 1922 berbunyi “Pelajaran berarti mendidik anak-anak akan menjadi manusia yang merdeka batinnya. Dalam kaitan dengan ini penting juga performance/penampilan seorang profesional: secara fisik. Hal ini tidak sesuai dengan pendidikan anak bila kita ingat sifat kodrati anak “nonton. menjaga harga diri dalam melaksanakan pekerjaan. Tersedia [On Line]: http://www. dalam hubungan (relasi dan komunikasi) dengan peserta didik dan anggota komunitas sekolah. niteni. Pemikiran Ki Hajar Dewantara. nilai-nilai dan kerohanian serta mampu menjadi motivator. serta sehat jasmani rohani agar menjadi anggota masyarakat yang mandiri dan bertanggung jawab atas kesejahteraan tanah air serta manusia pada umumnya. Sistem Among dilaksanakan secara “tut wuri handayani” dimana kita dapat “menemukenali” anak.or. Sistem among mengharamkan hukuman disiplin dengan paksaan/kekerasan karena itu akan menghilangkan jiwa merdeka anak. lahir dan batin menurut kodratnya sendiri. pihak terkait). Kini orang banyak melihat tayangan kekerasan. kepribadian. niroke”. relasi sosial.Guru yang efektif memiliki keunggulan dalam mengajar (fasilitator). komite sekolah. Sebaiknya orang tua mencermati.

Dalam Azas Tamansiswa butir 2 disebutkan pula “Pamong jangan hanya memberi pengetahuan yang perlu dan baik (menurut silabus) saja. gunungnya dengan gundukan kecil. jiwa merdeka berkarya/berinovasi dapat pula dilaksanakan dalam pelajaran “ilmu terapan”. Kinder Spellen (=dolanan anak) yaitu fase pertumbuhan jiwa makhluk hidup menuju dewasa yang menjadi “embrio” jiwa merdeka sang anak. Sendi kedua Kemerdekaan sebagai syarat untuk menghidupkan dan menggerakkan kekuatan lahir dan batin anak hingga dapat hidup mandiri. Bermain dapat melatih interaksi sensoris dan motoris yaitu koordinasi otak-mata-tangan. sekaligus melatih ketajaman panca inderanya. Anak kucing dan satwa lain mempunyai naluri bermain (kinder spellen) kadang mengendap seolah menghadapi ancaman musuh. Kecuali kinder spellen. Ki Hadjar Dewantara sering menganjurkan para pamong untuk mengajak siswa sambil “bermain” dalam memberikan pelajarannya. pelajaran biologi dan botani (tumbuhan) dengan bermain jalan-jalan ke sawah/kebun dsb. Ketika Ki Hadjar Dewantara melawan OO (onderwijs ordonantie) terlontar gagasan sekolah semesta dimana secara kodrati setiap tempat adalah sekolah dan setiap orang adalah guru. Dengan bermain golf. Dikembangkannya juga KBM (kegiatan belajar mengajar) melalui sifat kodrati anak dalam naluri KINDER SPELLEN. orang mendapat kebebasan dalam udara segar. akan tetapi harus mendidik siswa mencari sendiri pengetahuan itu dan memakainya guna amal keperluan umum. Dengan bermain tersalurlah sifat kodrati/naluri sang anak yang bebas merdeka. Ki Hadjar Dewantara menempatkan jiwa merdeka sebagai sifat kodrati sang anak yang harus ditumbuh kembangkan melalui pendidikan dan pengajaran. Demikian pula anak manusia dalam fase ini anak senang bermain misalnya dakon. sambil berlatih sportif mengendalikan diri untuk kesabaran. petak umpet. Pelajaran menghafal abjad dengan bernyanyi/tembang. otak-mulut-tangan. Bahkan pelajaran seni dengan nyanyi/tari dolanan anak hingga kini masih menjadi ciri khas perguruan Tamansiswa.Pendidikan sistem among bersendikan pertama Kodrat Alam sebagai syarat untuk menghidupkan dan mencapai kemajuan dengan secepat-cepatnya dan sebaik-baiknya. pengendalian emosi dan kecermatan dalam jenis “permainan” GOLF yang bahkan dilakukan orang dewasa/tua. Ada pula pelajaran memerdekakan jiwa. kecermatan physik dan emosional. Pelajaran dengan cara bermain dalam sistem among dapat menyentuh jiwa merdeka sang anak di semua tingkat usia.” . Demikian pula diklat metoda “out bond” yang sejalan dengan metoda kinder spellen. hutan dengan lumut hijau. Misalnya pelajaran ilmu bumi (geografi) dengan menggambar pulau Indonesia pada tanah/pasir dan menandai kota-kota dengan batu.

Ing Madyo Mangun Karso. Sistem among melakukan pendekatan secara KEKELUARGAAN artinya menyatukan kehangatan keluarga dengan sekolah dalam sistem wiyatagriya. Masyarakat akan merasakan manfaatnya. hanya mementingkan pribadi atau golongannya saja. Tut Wuri Handayani. Bagai zat karsinogen disinilah bibit koruptor kanker bangsa akan tumbuh subur. Ki Hadjar Dewantara mengatakan bahwa kemerdekaan itu tidak tak terbatas. Sistem among dalam belajar-mengajar dengan metode kinder spellen secara berkelompok dapat mendidik interaksi sosial kepada peserta didik.Misalnya kegiatan mading (majalah dinding) bisa dilakukan di kampung dengan isian Surat Kabar atau karya tulis warga karang taruna.Tersedia [OnLine] http://tamansiswa. (Ki Priyo Dwiarso. Pemimpin di segala lini adalah pamong masyarakat yang selayaknya mampu mendidik masyarakat dengan system among melalui Tri Logi Kepemimpinan Ki Hadjar Dewantara yaitu Ing Ngarso Sung Tulodho. Hal ini bisa dimulai dari lingkup yang paling kecil di dalam keluarga. maka aku ada”. Jiwa hedonis menyesatkan manusia kedalam materialis yang parah dengan semboyan “karena berbelanja. tidak bisa memberi tauladan yang baik. namun sekarang utamanya di kota besar “kinder spellen” banyak menjurus permainan individual. pro aktif mengikuti dinamika dalam masyarakat (ing madyo). Kinder spellen tempo doeloe masih mementingkan kemerdekaan dalam interaksi sosial misal petak umpet. maka pemahaman dan pelaksanaan pendidikan memerdekakan jiwa masyarakat mustahil dapat tercapai. Dalam electronic game anak mampu bertahan lama seorang diri tanpa interaksi sosial. Praktek bermain merangsang tumbuhnya jiwa merdeka si anak. Sistem among Tamansiswa ajaran Ki Hadjar Dewantara dapat membimbing menuju tercapainya insan yang merdeka lahir-batin sesuai cita-cita proklamasi 1945. dan anak dapat menyalurkan naluri “bermain”nya.org/magazine/pijar/sistem-among-mendidik-sikapmerdeka-lahir-batin. di sekolah. dalam komunitas dan merambah ke seluruh lingkup nasional bangsa. Demikian pula pada kegiatan Karya Ilmiah Remaja (KIR) yang kreatif. Kemerdekaan dibatasi oleh tertib damainya masyarakat sehingga kemerdekaan seseorang tidak dibenarkan mengganggu kemerdekaan orang lain. Pada galibnya jiwa masyarakat masih jauh dari merdeka karena dijajah kepentingan politik atau dijajah selera konsumerisme dampak iklan mesmedia. dan dalam bermain harus konsisten dan konsekuen pada aturan main yang disepakati. gobak sodor dll. Kalau pemimpin hanya bisa memerintah. di lingkungan RT. Sistem Among Mendidik Sikap Merdeka Lahir Batin. kemudian menerapkan pembinaan/pengawasan melekat (tut wuri).html . Kemerdekaan diri mengandung arti kemerdekaan yang bertanggung jawab atas pengendalian diri dan tidak melanggar kemerdekaan orang/golongan lain. Pembinaan jiwa merdeka di kalangan masyarakat akan memperkokoh wawasan kebangsaan dan memperkokoh jati diri bangsa sehingga dapat berdiri sejajar dengan bangsa lain di dunia. tidak bisa melakukan pembinaan dan pengawasan. Pendidikan jiwa merdeka dalam sistem among ternyata tidak hanya diperlukan oleh anak-anak di sekolah/bangku kuliah. Tanpa keteladanan pimpinan di depan (ing ngarso). namun perlu pula adanya pendidikan jiwa merdeka kepada masyarakat luas. maka fungsi pamong ini menyimpang dari pengertian sistem among.

Singkatnya. Jika dicermati. 8. Ki Hadjar mengemukakan 10 syarat untuk melakukan ‘sistem merdeka’ agar memperoleh hasil yang baik. 1992). Teori pendidikan yang didasari konstruktivisme memandang murid sebagai orang yang menanggapi secara aktif objek-objek dan peristiwa-peristiwa dalam lingkungannya. Keduanya sama-sama menekankan bahwa titik-berat proses belajar-mengajar terletak pada murid. maka ‘sistem merdeka’ dari Ki Hadjar sejalan dengan pandangan konstruktivisme. pendidikan menjadikan orang mudah diatur tetapi tidak bisa disetir. Dalam tulisan “Ketertiban. dalam Suparno. Ki Hadjar menunjukkan bahwa pendidikan diselenggarakan dengan tujuan membantu siswa menjadi manusia yang merdeka dan mandiri. Orang yang belajar tidak hanya meniru atau mencerminkan apa yang yang diajarkan. Menurut ahli konstruktivisme. Menjadi manusia merdeka berarti (a) tidak hidup terperintah. dan (c) cakap mengatur hidupnya dengan tertib. mencakup pembelajaran tentang konsekuensi logis dari tindakan sesuai dengan hukum sebab-akibat dan kesadaran tentang pentingnya belajar bagi kehidupan siswa dalam keseharian mereka. Dalam penerapannya di bidang pendidikan. Konstruktivisme yang sudah besar pengaruhnya sejak periode 1930-an dan 1940-an di Amerika. baik ‘dasar’ (faktor bawaan) maupun ‘ajar’ (pendidikan) berperan dalam pembentukan watak seseorang. Dasar pertama yang dari pendekatan konstruktivisme dalam pendidikan adalah ‘teori konvergensi’ yang menyatakan bahwa pengetahuan manusia merupakan hasil interaksi dari faktor bawaan (nature) dan faktor pengasuhan (nurture). Dalam tulisannya berjudul ”Tentang dasar dan ajar” di Pusara Nopember 1940-Jilid 9 no.4. serta memperoleh pemahaman tentang . (b) berdiri tegak karena kekuatan sendiri. Ki Hadjar menunjukkan keberpihakannya kepada teori konvergensi. Penerapan konstruktivisme dalam proses belajar-mengajar menghasilkan metode pengajaran yang menekankan aktivitas utama pada siswa (Fosnot. pengetahuan tidak mungkin ditransfer kepada orang lain karena setiap orang membangun pengetahuannya sendiri. Perintah dan Paksaan. Lorsbach & Tobin. Inti dari syarat-syarat itu dalam hemat saya adalah memfasilitasi siswa untuk memperoleh pengalaman yang dapat dijadikan media pembelajaran. Ki Hajar Dewantara dan Konstruktivisme Ki Hadjar Dewantara dan konstruktivisme dalam pendidikan mempunyai kesamaan. 1997). oleh Ki Hadjar teori konvergensi diturunkan menjadi sistem pendidikan yang memerdekakan siswa atau yang disebutnya ‘sistem merdeka’. melainkan menciptakan sendiri pengertian (Bettencourt. Mereka beperpendapat bahwa pembelajaran yang optimal adalah pembelajaran yang berpusat pada murid (student center learning). Pengajar berperan sebagai fasilitator atau instruktur yang membantu murid mengkonstruksi koseptualisasi dan solusi dari masalah yang dihadapi. Menurutnya. 1996. Dasar pemikiran konstruktivisme adalah: pengetahuan merupakan hasil konstruksi manusia. serta mampu memberi konstribusi kepada masyarakatnya. Faham Tua dan Faham Baru” yang dimuat di Waskita edisi Mei 1929-Jilid I no. juga di Eropa. secara langsung atau tidak langsung dasar-dasarnya pernah dipelajari oleh Ki Hadjar. 9/11.

Dengan itu. 1984). Baginya perlu dihindari pendidikan yang hanya menghasilkan orang yang sekadar menurut dan melakukan perintah (dalam bahasa Jawa = dhawuh). Teori Piaget juga merupakan salah satu dasar dari konstruktivisme. Mereka harus menjalani sendiri berbagai pengalaman yang pada akhirnya memberikan percikan pemikiran (insight) tentang pengetahuan-pengetahuan tertentu. Ini menunjukkan adanya kesesuaian antara pemikiran Ki Hadjar dan konstruktivisme sama-sama memandang pengajar sebagai mitra para siswa untuk menemukan pengetahuan. Pandangan konstruktivisme tentang pendidikan sejalan dengan pandangan Ki Hadjar yang menekankan pentingnya siswa menyadari alasan dan tujuan ia belajar.. teladan dan pembiasaan. memberi teladan dan membiasakan anak didik untuk menjadi manusia mandiri dan berperan dalam memajukan kehidupan masyarakatnya. Ki Hadjar mengartikan mendidik sebagai “berdaya-upaya dengan sengaja untuk memajukan hidup-tumbuhnya budi-pekerti (rasa-fikiran. menempatkan pengajar sebagai orang yang berada di belakang siswa. Jika pun ada ganjaran dan hukuman. bahwa anak mengkonstruksi sendiri pengetahuannya melalui pengalaman bertemu dengan objek-objek di lingkungan.” Teori perkembangan dari tokoh psikologi kognitif. anak adalah pembelajar yang pada dirinya sudah memiliki motivasi untuk mengetahui dan akan memahami sendiri konsekuensi dari tindakan-tindakannya. Mengajar bukanlah kegiatan memindahkan pengetahuan dari guru ke murid melainkan kegiatan yang memungkinkan siswa membangun sendiri pengetahuannya. Hal terpenting dalam pembelajaran adalah siswa perlu menguasai bagaimana caranya belajar (Novak & Gowin.seluk-beluk objek-objek dan peristiwa-peristiwa itu.. membimbing dan mendorong siswa untuk belajar. Jean Piaget (1954) mengatakan. mencipta makna. Sejalan dengan konstruktivisme. perlu disadari bahwa siswa adalah subjek utama dalam kegiatan penemuan pengetahuan. Ia juga melibatkan siswa dalam menentukan apa yang hendak dibicarakan dalam kegiatan belajar-mengajar . rokh) dan badan anak dengan jalan pengajaran. Pendidik adalah orang yang mengajar. Menurut teori ini. sistematis dan logis dengan membiarkan mereka berpikir sendiri. memberi teladan. jangan ada perintah dan paksaan dalam pendidikan. Ki Hadjar yang memakai semboyan “Tut Wuri Handayani”. Pengajar harus banyak terlibat dengan siswa agar ia memahami konteks yang melingkupi kegiatan belajar siswa. Kegiatan mengajar di sini adalah sebuah partisipasi dalam proses belajar. Mengajar dalam konteks ini adalah membantu siswa untuk berpikir secara kritis. ia bisa jadi pembelajar mandiri dan menemukan sendiri pengetahuan-pengetahuan yang ia butuhkandalamkehidupan. Mereka menyusun dan membangun pengetahuan melalui berbagai pengalaman yang memungkinkan terbentuknya pengetahuan. mencari kejelasan. Pengajar ikut aktif bersama siswa dalam membentuk pengetahuan. serta membantu siswa membiasakan dirinya untuk menampilkan perilaku yang bermakna dan berguna bagi masyarakatnya.” Menurutnya. Merujuk Piaget. bersikap kritis dan memberikan penilaian-penilaian terhadap berbagai hal. maka “ganjaran dan hukuman itu harus datang sendiri sebagai hasil atau buahnya segala pekerjaan dan keadaan.

Di situ ia mengemukakan ‘Methode-Keluarga’ sebagai “laku pengajaran. Ki Hadjar juga menempatkan pentingnya peran keluarga dalam pendidikan. secara formal pendidikan yang dijalani oleh Ki Hadjar adalah pendidikan Barat. Ki Hadjar mengajukan “Asas Kultural dan Sosial” dalam proses pembelajaran rakyat Indonesia. Dari banyaknya rujukan yang digunakan. khususnya dalam bidang pendidikan adalah kemampuannya menempatkan pemikiran-pemikiran mutakhir itu dalam konteks Indonesia. Saya menilainya sebagai tokoh yang progresif dan berorientasi ke depan dalam bidang pendidikan Indonesia. Jangan sampai pengarahan yang diberikan menghilangkan rasa ingin tahu siswa atau menimbulkan konflik antara pengajar dengan siswa. Sebagai contoh. Karl Groos. yang karena praktisnya. tokoh pendidikan Friederich Fröbel dan Maria Montessori. Dasar pemahaman tentang pendidikan diperolehnya dari teori-teori yang dikembangkan para pemikir Barat. Dalam tulisan “Pendidikan Keluarga” yang dimuat dalam Keluarga edisi Oktober 1937 tahun ke-1 no. kalau buahnya segala pekerjaan dan keadaan itu tidak timbul karena adanya rintangan.” Pada dasarnya. khususnya pembelajaran membaca dan menulis. “Si pendidik hanya boleh membantu kodrat-iradatnya “keadilan”.2. tampak jelas Ki Hadjar merupakan orang yang giat belajar dan berwawasan luas. Pemikiran-pemikiran yang dirujuknya adalah pemikiran-pemikiran mutakhir di jamannya. 11. atau kalau buahnya itu tidak terlihat nyata dan terang. dalam tulisannya “Mobilisasi Intelektual Nasional untuk Mengadakan Wajib Belajar” dalam Keluarga edisi Desember 1936 th.sehingga siswa benar-benar terlibat. Jika jawaban itu jauh bertentangan dengan prinsip-prinsip keilmuan atau membahayakan. Ki Hadjar tidak hanya menyerap atau meniru pemikiran para ahli. Ia menganjurkan pelibatan keluarga sebagai agen utama dalam pendidikan. Itu bisa kita lihat dari tulisan-tulisan Ki Hadjar yang banyak merujuk mereka. maka pengajar harus hati-hati dalam memberi pengarahan. Tetapi yang menjadikan pemikiran Ki Hadjar berharga bagi Indonesia. dapat dicermati bagaimana Ki Hadjar mengembangkan teori dan sistem pendidikan yang sesuai dengan konteks Indonesia. di antaranya filsuf Yunani Sokrates dan Plato. Rudolf Steiner. Apa yang dikatakan oleh murid dalam menjawab sebuah pertanyaaan adalah masuk akal bagi mereka saat itu. Dalam karya-karyanya. 1 no. Pengajar harus memiliki fleksibilitas pikiran yang tinggi agar dapat memahami dan menghargai pemikiran siswa karena seringkali siswa menampilkan pendapat yang berbeda bahkan bertentangan dengan pemikiran pengajar. Keluarga adalah hak anak dan oleh karena itu jangan . mudah dilakukan oleh tiap-tiap orang yang sudah pandai membaca untuk dipakai bagi tiap-tiap orang di dalam keluarga. Dalam perkataan Ki Hadjar.” Dalam banyak tulisan. Ki Hadjar menyimpulkan perlunya anak-anak dikembalikan “ke dalam alam keluarganya”. melainkan memodifikasi dan mengembangkannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Keterlibatan pengajar dengan siswa pada saat-saat siswa sedang berjuang menemukan berbagai pengetahuan sangat diperlukan untuk menumbuhkan rasa percaya siswa baik pada dirinya sendiri maupun pada pengajar. Ia tampak sebagai orang yang terus menambah dan mengembangkan pemahamannya tentang pendidikan. serta ahli ilmu jiwa Herber Spencer.

. Meski dewasa ini sudah banyak ahli pendidikan dan psikologi pendidikan yang menekankan pentingnya konteks sosial-budaya tempat siswa hidup. Di sisi lain. pola hidup kekeluargaan dan kelekatan orang dengan keluarga dinilai sangat penting. “Mulai dari kecil hingga dewasa anak-anak hidup di tengah keluarganya. Ia menggunakan berbagai pengetahuan yang dimiliki bukan sebagai resep atau dogma. “Ini berarti bahwa anak-anak itu baik di dalam “masa peka”-nya . Di dalamnya juga termasuk pentingnya pendidikan memfasilitasi siswa untuk mempelajari etika. Apalagi di Indonesia. Pemikiran tentang pendidikan yang berkonteks Indonesia merupakan sumbangan orisinil dari Ki Hadjar. Itulah yang menjadikan pikirannya tetap relevan hingga di abad ke-21 ini. mendapat pengaruh yang sebanyak-banyaknya serta sedalam-dalamnya dari keluarganya masing-masing. Keterbukaan pikiran disertai dengan kerangka orientasi ke masa depan melahirkan progresivitas pemikiran Ki Hadjar. keluarga adalah alam yang paling penting bagi pertumbuhan anak. dan “Pengajaran budipekerti”.” Keluarga merupakan lingkungan yang sangat bermakna bagi anak. Bagi Ki Hadjar. Ia menjadi tokoh Indonesia yang berpikir ke depan melalui pergaulannya dengan banyak kalangan dari berbagai bangsa. Objek-objek yang bermakna (dalam arti dianggap penting) akan dikenali dan dipelajari sehingga representasinya disimpan dalam kognisi (pikiran) anak dalam bentuk pengetahuan. Pemikiran Ki Hadjar tentang pentingnya keluarga sebagai komunitas yang bermakna bagi anak sejalan dengan konstruktivisme yang memandang bahwa pembelajaran dan perolehan pengetahuan pada anak akan terjadi jika dan hanya jika apa yang akan dipelajari dan diketahui itu relevan dengan kehidupan anak...” Begitu tulis Ki Hadjar. Apa yang terjadi dalam keluarga merupakan fenomena yang dihayati anak sebagai peristiwa penting dan oleh karena itu dijadikan titik-tolak anak untuk belajar dan berusaha memahami dunia.merampas anak dari keluarganya. tetap saja rumusan tentang pendidikan yang berkonteks Indonesia yang komprehensif baru dikemukakan oleh Ki Hadjar. ada-istiadat dan budi-pekerti agar siswa nantinya dapat hidup mandiri dan ikut berkontribusi dalam masyarakatnya. “Taman Siswa dan Shanti Niketan”. jangan juga keluarga membuang anak ke sekolah karena kebutuhan utama anak ada dalam keluarga. maupun di dalam periode bertumbuhnya fikiran . dengan keluarga sebagai pusat. Pemikiran ini juga sejalan dengan pemikiran Vygotsky (1978) yang menjadi salah satu dasar dari konstruktivisme-sosial. Anak-anak memilih sendiri pengetahuan apa yang akan dikonstruksi dalam pikiran berdasarkan derajat kepentingannya. Dalam kumpulan karyanya tentang pendidikan (terbit ulang tahun 2004). Pendidikan yang tidak relevan dengan keluarga akan cenderung diabaikan anak sebab dinilai bukan sebagai hal yang bermakna. melainkan sebagai alat untuk menganalisis dan memahami kenyataan hidup di . “Olah gending minangka panggulawentah/Olah gending sebagai pendidikan”. memberikan dasar pentingtidaknya suatu pengetahuan bagi anak. Di antaranya dalam tulisan “Pendidikan dan pengajaran nasional”. Sebaliknya objek-objek yang tak bermakna akan diabaikan oleh anak. “Taman Madya”. Lingkungan sosial. “Kesenian dalam Pendidikan”. kita temukan berbagai rumusan konsep pendidikan yang berkonteks Indonesia itu. “Faedahnya sistim pondok’..

Pengajar ikut aktif bersama siswa dalam membentuk . C. Baginya perlu dihindari pendidikan yang hanya menghasilkan orang yang sekadar menurut dan melakukan perintah (dalam bahasa Jawa = dhawuh). saya memahami Ki Hadjar sebagai orang yang berorientasi pada masalah yang dihadapi. 4. (Bagus Takwin. Rumusan-rumusan konsep pendidikan yang dipaparkannya secara jelas menunjukkan keterlibatannya dengan persolan-persoalan pendidikan yang dihadapi oleh Bangsa Indonesia di masa ia hidup. bukan pada aliran atau teori tertentu. Kegiatan mengajar di sini adalah sebuah partisipasi dalam proses belajar.).masyarakat. Tersedia [On Line]. Dari situ.html. Sendi kedua Kemerdekaan sebagai syarat untuk menghidupkan dan menggerakkan kekuatan lahir dan batin anak hingga dapat hidup mandiri. Pengembangan yang terlalu menitikberatkan pada satu daya saja akan menghasilkan ketidakutuhan perkembangan sebagai manusia. Dari pergulatannya dengan berbagai persoalan itu. Mengajar bukanlah kegiatan memindahkan pengetahuan dari guru ke murid melainkan kegiatan yang memungkinkan siswa membangun sendiri pengetahuannya. Pandangan konstruktivisme tentang pendidikan sejalan dengan pandangan Ki Hadjar yang menekankan pentingnya siswa menyadari alasan dan tujuan ia belajar.org/magazine/pusara/konstruktivisme-dalam-pemikiran. Ki Hadjar Dewantara menempatkan jiwa merdeka sebagai sifat kodrati sang anak yang harus ditumbuh kembangkan melalui pendidikan dan pengajaran. 3. melihat manusia lebih pada sisi kehidupan psikologiknya. rokh) dan badan anak dengan jalan pengajaran. Ki Hadjar mengartikan mendidik sebagai berdaya-upaya dengan sengaja untuk memajukan hidup-tumbuhnya budi-pekerti (rasa-fikiran. 2. 24 Nopember 2008. http://tamansiswa. karsa dan karya. Pengembangan manusia seutuhnya menuntut pengembangan semua daya secara seimbang. Ki Hadjar dan konstruktivisme sama-sama memandang pengajar sebagai mitra para siswa untuk menemukan pengetahuan. Kesimpulan Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan beberapa hal penting tentang Ki Hajar Dewantara: 1. Ki Hajar Dewantara. teladan dan pembiasaan. lahirlah pemikiran-pemikiran progresif yang memberi solusi konstruktif. Konstruktivisme dalam Pemikiran. Menurutnya manusia memiliki daya jiwa yaitu cipta. Sistem Among Pendidikan sistem among bersendikan pertama Kodrat Alam sebagai syarat untuk menghidupkan dan mencapai kemajuan dengan secepat-cepatnya dan sebaik-baiknya. Visi dan misinya sangat memberikan pengaruh positif bagi perkembangan dan kemajuan pendidikan di Indonesia. Ki Hajar Dewantara merupakan satu-satunya putra Indonesia asli yang memiliki visi jauh ke depan (visioner) tentang pendidikan Indonersia walaupun beliau berada pada kondisi yang sulit di tengah kepungan kolonialisasi Belanda di Indonesia.

html Bagus Takwin.html: Nopember 2008.). Tersedia [On http://www. Noverius Laoli.com/kompas-cetak/0305/26/opini/329113. 24 Nopember 2008. Merekonstruksi Pemikiran Ki Hajar Dewantara.org/wiki/Ki_Hajar_Dewantara) 24 Nopember 2008. 24 Nopember 2008.htm.id/h-59/pemikiran-ki-hajar-dewantara-tentang-pendidikan. Line]: 24 Ki Priyo Dwiarso.com/2007/11/28/8/ . mencari kejelasan. .org/magazine/pusara/konstruktivisme-dalam-pemikiran.kompas. Bandung: Nuansa. 2007.html. Sistem Among Mendidik Sikap Merdeka Lahir Batin. Elaborasi Pemikiran Ki Hajar Dewantara Tentang Pendidikan Tersedia [On Line]. Pemikiran Ki Hajar Dewantara.or.Tersedia [OnLine] http://tamansiswa.wikipedia. 2007.wordpress. http://noveonline. http://www2. REFERENSI Majelis Luhur Tamansiswa. Website Resmi Tamansiswa : Tamansiswa Yogyakarta). 24 Nopember 2008. Konstruktivisme dalam Pemikiran. Totok Amin Soefijanto. Tersedia [On Line]. Tersedia [On Line].bruderfic.pengetahuan.org/magazine/pijar/sistem-among-mendidik-sikap-merdeka-lahir-batin. Tersdia [On Line] http://www. Ensiklopedi Tokoh Pendidikan. mencipta makna. 2007.tamansiswa. Miftah Baihaqi.org (Majelis Luhur Perguruan Theo Riyanto. 2007 Ki Hajar Dewantara. http://tamansiswa. bersikap kritis dan memberikan penilaianpenilaian terhadap berbagai hal. (http://id.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful