Ham

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Berbicara tentang Hak Asasi Manusia, berarti berbicara tentang hak manusia yang paling dasar dan fundamental. Setiap manusia di muka bumi berhak atas hak ini dan dimanapun tempat mereka tinggal seharusnya Hak Asasi Manusia harus dijunjung tinggi. Walaupun konteks praktis dari Hak Asasi Manusia ini tidak bisa seragam dan sama di setiap negara, tetapi setiap negara setidaknya mempunyai pikiran ideal yang sama mengenai Hak Asas Manusia ini. Manusia sebagai pribadi maupun sebagai rakyat/ warga negara, dalam mengembangkan diri, berperan dan memberikan sumbangan dalam kehidupan, ditentukan oleh pandangan hidupnya sesuai dengan kepribadian bangsa. Pandangan dan kepribadian bangsa Indonesia yang merupakan kristalisasi nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, telah menempatkan manusia pada keluhuran harkat dan martabat makhluk Tuhan Yang Maha Esa dengan kesadaran mengemban kodratnya sebagai makhluk pribadi dan juga makhluk sosial, tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Nilai-nilai luhur bangsa Indonesia sebagai satu kesatuan yang utuh dan bulat itulah yang dirumuskan menjadi dasar negara. Hak Asasi Manusia yang dijunjung tinggi oleh setiap negara termasuk Indonesia, harus memiliki landasan yang kuat baik dalam ideologi maupun konstitusi. Hal ini karena permasalahan tentang hak asasi manusia sangat rentan terjadi. Jadi perlu adanya ketegasan dan ketetapan yang betul-betul bisa mengatur Hak Asasi Manusia tersebut. Lalu, bagaimana HAM dipandang dari sudut pandang ideologi dan konstitusi Indonesia, dan bagaimana pelaksanaannya sejauh ini, itulah yang akan dibahas dalam makalah ini. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat kami temukan beberapa permasalahan yang perlu kiranya kami bahas dalam makalah ini, yaitu : 1.2.1 Apa pengertian HAM dan nilai-nilai apa saja yang termasuk Hak Asasi Manusia? 1.2.2 Mengapa nilai-nilai HAM tersebut harus diaktualisasi dalam kehidupan Ideologi Negara Indonesia? 1.2.3 Bagaimana nilai-nilai HAM tersebut dijelaskan dalam Ideologi dan Konstitusi Negara Indonesia?

1

1 Untuk mengetahui pengertian HAM dan nilai-nilai apa saja tang termasuk nilai-nilai HAM. 1. 1.3.2 Untuk mengetahui mengapa nilai-nilai HAM tersebut harus diaktualisasi dalam kehidupan Ideologi Negara Indonesia. 1. 2 .4 Apakah nilai-nilai HAM yang berdasar pada Konstitusi dan Ideologi negara Indonesia saat ini sudah berjalan dan dilaksanakan dengan baik? 1.3.3 Tujuan Adapun tujuan yang ingin kami capai dalam penulisan makalah ini.3. antara lain : 1. 1.4 Untuk mengetahui apakah nilai-nilai HAM yang berdasar pada Konstitusi dan Ideologi negara Indonesia saat ini sudah berjalan dan dilaksanakan dengan baik.3 Untuk mengetahui bagaimana nilai-nilai HAM tersebut dijelaskan dalam Ideologi dan Konstitusi Negara Indonesia.1. dimana kami mencari literatur yang ada kaitannya dengan penyesuaian diri antar budaya dan kemudian kami menyimpulkan dalam bentuk makalah.2.3.4 Metode Penulisan Adapun metode yang kami pergunakan dalam penulisan makalah ini yaitu dengan metode diskusi dan metode kepustakaan.

agama. dijaga.1. Hak untuk menentukan nasib sendiri 2. a. adapun bagiannya adalah sebagai berikut. antara lain: 1. Pengertian HAM dan Nilai-nilai yang termasuk HAM (Hak Asasi Manusia) Secara teoritis Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada diri manusia yang bersifat kodrati dan fundamental sebagai suatu anugerah Tuhan yang harus dihormati. ras. dan negara. Hak-hak sipil dan politik: Hak-hak bidang sipil mencakup. etnis. dapat ditarik kesimpulan tentang beberapa sisi pokok hakikat hak asasi manusia. dan bangsa. Hak-hak tersebut bersifat individual dan kolektif. pemeritah (Aparatur Pemerintahan baik Sipil maupun Militer). Hak untuk tidak ditahan sewenang-wenang 6.BAB II PEMBAHASAN 2. dibeli ataupun di warisi. Begitu juga upaya menghormati. hak bidang ekonomi. Hak untuk tidak disiksa 5. Hak untuk hidup 3. di dunia internasional pembidangan hak asasi manusia mencakup hakhak sipil dan hak politik. Secara umum. Orang tetap mempunyai HAM walaupun sebuah negara membuat hukum yang tidak melindungi atau melanggar HAM. melindungi. dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia menjadi kewajiban dan tangung jawab bersama antara individu. dan budaya. Hak atas peradilan yang adil 3 . b. HAM tidak perlu diberikan. c. serta hak-hak atas pembangunan. HAM adalah bagian dari manusia secara otomatis. Hak untuk tidak dihukum mati 4. tidak seorangpun mempunyai hak untuk membatasi atau melanggar hak orang lain. dan dilindungi. yaitu : a. Berdasarkan beberapa rumusan hak asasi manusia di atas. Sedangkan hakikat Hak Asasi Manusia sendiri adalah merupakan upaya menjaga keselamatan eksistensi manusia secara utuh melalui aksi keseimbangan antara kepentingan perseorangan dengan kepentingan umum. sosial. HAM tidak bisa dilanggar. HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin. pandangan politik atau asal usul sosial.

Hak untuk bekerja 2. Hak untuk memperoleh lingkungan hidup yang sehat 2. 4 . Hak Pembangunan 1. Hak untuk tidak dipaksa bekerja 4. Hak untuk berkumpul dan berserikat 3. 2. Hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang memadai. Hak atas perumahan 7. yang oleh negara-negara berkembang dianggap sebagai eksploitatif. Hak atas pendidikan Hak-hak bidang budaya antara lain: 1. Hak untuk menikmati kemajuan ilmu pengetahuan 3.Hak-hak bidang poltik antara lain: 1. antara lain: 1. karena menganggap persoalan HAM sebagai alat penekan. Kelompok yang berpandangan Universal Absolut. Hak untuk memperoleh perlindungan atas hasil karya cipta (Hak Cipta) c. Sosial dan budaya: Hak-hak bidang sosial dan ekonomi. Hak-hak Ekonomi. Penganut pandangan ini ialah negara-negara maju. Hak untuk berpartisi dalam kegiatan kebudayaan 2. Hak untuk mendapat upah yang sama 3. Hak untuk menyampaikan pendapat 2. Hak atas makanan 6. Hak atas kesehatan 8. Menurut Philipe Nonet dan Philip Selznick terdapat empat kelompok pandangan mengenai HAM: 1. Hak untuk memilih dan dipilih b. Kelompok yang berpandangan Universal Relatif. Kelompok ini memandang HAM sebagai nilai-nilai universal sebagaimana dirumuskan dalam The International Bill of Right. Mereka sama sekali tidak menghargai profil sosial budaya yang melekat pada masing-masing bangsa. Hak untuk memperoleh perumahan yang layak 3. Hak untuk mendapat persamaan perlakuan di depan hukum 4. Hak untuk cuti 5.

Pandangan ini bersifat egois. Permasalahan tentang HAM ini pasti akan terjadi di setiap negara. Miriam Budiardjo mengemukakan bahwa setiap hak. 3. Undang-undang Nasional yang berlaku di negara masing-masing 2. Hak Asasi Manusia memiliki cakupan yang sangat luas karena berdasar atas hak-hak kemanusiaan seseorang. Bagi yang merasa tertindas dan terzalimi. akan tetapi juga berusaha aktif mencari perumusan dan pembenaran tentang karakteristik HAM yang dianutnya. Negara Indonesia termasuk dalam kelompok ini karena Indonesia termasuk negara yang penegakan dan pelaksanaan HAMnya mempunyai ideolgi yang berbeda dengan negara yang lain yaitu dengan ideologi Pancasila. Namun demikian. adanya pengecualian (exceptions) yang didasarkan atas asas human internasional tetap diakui. Nilai-nilai HAM harus sesuai dengan ideologi Pancasila tersebut dan dokumen-dokumen Internasional tentang HAM adalah sumber komplementer dari pelaksanaan HAM di Indonesia itu sendiri. Pandangan ini tidak sekadar defensif terhadap dokumen internasional tentang HAM. memperoleh dukungan dan tertanam serta melembaga dalam masyarakat bangsa tersebut. dan pasif tentang HAM. yaitu dengan dua hal: 1. Pertimbangan bahwa ketertiban dan keamanan nasional di masing-masing negara perlu dipertahankan. Nilai-nilai HAM harus diaktualisasi dalam kehidupan ideologi negara Indonesia Permasalahan tentang hak asasi manusia adalah permasalahan yang sangat kompleks. Kelompok yang berpandangan Partikularistik Absolut Penganut pandangan ini melihat HAM sebagai persoalan masing-masing bangsa. Kelompok yang berpandangan Partikularistik Relatif Kelompok ini melihat persoalan HAM selain sebagai masalah universal juga merupakan masalah nasional bangsa. defensif. sesuai dengan tahap pembangunan negaranya. 4. Pandangan ini tetap menghargai perbedaan pandangan HAM di setiap negara. tanpa memberikan alasan yang kuat dalam penolakan terhadap berlakunya dokumen-dokumen internasional. 2. HAM pasti dijadikan dasar untuk melakukan balasan 5 .2.Mereka melihat persoalan HAM sebagai masalah universal dan melihat dokumendokumen internasional tentang HAM sebagai acuan yang penting. Berlakunya dokumen internasional yang mengenai HAM harus diselaraskan. termasuk HAM perlu dibatasi.

sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang mengemban tugas mengelola dan memelihara alam semesta dengan penuh ketaqwaan dan penuh tanggung jawab untuk kesejahteraan umat manusia. Nilai-nilai luhur bangsa Indonesia sebagai satu kesatuan yang utuh dan bulat itulah yang dirumuskan menjadi dasar negara. Di Undangundang no 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi manusia dinyatakan beberapa hal yang berkaitan dengan alasan nilai-nilai HAM harus diaktualisasi dalam kehidupan Ideologi Negara Indonesia. telah menempatkan manusia pada keluhuran harkat dan martabat makhluk Tuhan Yang Maha Esa dengan kesadaran mengemban kodratnya sebagai makhluk pribadi dan juga makhluk sosial. Negara Indonesia sebagai anggota Perserikatan bangsa-bangsa mengemban tanggung jawab moral dan hukum untuk menjunjung tinggi dan melaksanakan Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia yang ditetapkan oleh Perserikatan BangsaBangsa. bersifat universal dan langgeng. oleh pencipta-Nya dianugerahi hak asasi untuk menjamin keberadaan harkat dan mertabat kemuliaan dirinya serta keharmonisan lingkungannya 2. Negara Indonesia mengakui bahwa manusia. manusia juga mempunyai kewajiban dasar antara manusia yang satu terhadap yang lain dan terhadap masyarakat secara keseluruhan dalam kehidupan bermasyarakat. serta berbagai instrumen Internasional lainnya mengenai Hak Asasi Manusia yang telah diterima oleh Negara Republik Indonesia Pandangan dan kepribadian bangsa Indonesia yang merupakan kristalisasi nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. dipertahankan. Adapun diantaranya: 1. berbangsa. Hal demikian bisa terjadi karena pengakuan terhadap HAM di Indonesia mempunyai akar yang sangat kuat. oleh karena itu harus dilindungi. dan tidak boleh diabaikan. dikurangi. Padahal belum tentu yang merasa ditindas tadi adalah orang yang ditindas Hak Asasi Manusianya. dihormati. Khususnya dalam kehidupan ideologi negara Indonesia. Negara Indonesia mengakui bahwa selain hak asasi. tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Negara Indonesia mengakui bahwa hak asasi manusia merupakan hak dasar yang secara kodrati melekat pada diri manusia.kepada lawannya yang menindas sebelumnya. atau dirampas oleh siapa pun 3. dan bernegara 4. Dalam penerapan hak asasi manusia pada kehidupan masyarakat. bangsa Indonesia menghormati setiap bangsa dan negara untuk menjabarkan dan mengaturnya sesuai dengan kepentingan dan pandangan hidup bangsa masing-masing. berbangsa dan bernegara. Bangsa 6 .

buday. warna kulit. kesengsaraan dan kesenjangan serta yang dapat menurunkan harkat dan martabat manusia harus ditanggulangi oleh setiap bangsa. berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial yang pada hakikatnya merupakan kewajiban setiap bangsa. Pancasila adalah ideologi yang tepat bagi bangsa Indonesia yang secara realitas sosial-politik adalah pluralistik. Dengan demikian penempatan ideologi Pancasila sebagai dasar negara pada hakikatnya merupakan proses kesepakatan politik rakyat untuk membangun sebuah negara. ras. kesengsaraan umat manusia dan kesenjangan yang disebabkan oleh perilaku tidak adil dan diskriminatif didsarkan atas kebangsaan. Mengingat pada saat disepakati sebagai ideologi bangsa.3. sehingga bangsa Indonesia berpandangan bahwa hak-hak asasi manusia tidak terpisahkan dengan kewajibannya. jenis kelamin dan status lain. Oleh sebab itu pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. maka hal-hal yang menimbulkan penderitaan. Menyadari bahwa perdamain dunia dan kesejahteraan merupakan dambaan umat manusia. Nilai-Nilai HAM dalam Ideologi dan Konstitusi Negara Indonesia Nilai-nilai HAM dalam Ideologi Negara Indonesia Menurut Soekamo. agama. Bangsa Indonesia bertekad ikut melaksanakan ketertiban dunia. Dalam memperjuangkan cita-cita politiknya. yang secara politik menempatkan rakyat pada kedudukan yang sama. bahasa. kewajiban yang sama. agama. kedudukan.Indonesia menjunjung tinggi dan menerapkan hak-hak asasi manusia sesuai dengan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa. 7 . Pancasila berada di antara dua kekuatan ideologi besar yakni ideologi sosialis komunis dan ideologi liberal. dan memiliki hak sama tanpa adanya diskriminasi atas suku. 2. Pancasila adalah penengah konflik antara mereka yang ingin mengkonsepsikan Indonesia kedalam negara nasionalisme sekuler dengan mereka yang ingin mengkonsepsikan negara ke dalam dasar satu agama. Sejarah dunia mencatat berbagai penderitaan. Karenanya jika bangsa Indonesia sudah tidak meyakini Pancasila sebagai acuan etis-moral untuk mewujudkan cita-cita nasional maka bangsa Indonesia akan terseret kedalam salah satu ideologi tersebut. bangsa Indonesia harus senantiasa yakin dan menempatkan Pancasila sebagai ideologi yang dapat digunakan sebagai acuan etis dan moral dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. Bangsa Indonesia dalam sejarah perkembangannya juga mengalami kesengsaraan dan penderitaan yang disebabkan oleh penjajahan. dan etnik.

nilai yang terkandung secara tersirat maupun yang tersurat tidak ada yang bertentangan dengan nilai-nilai penegakkan HAM. oleh karenanya merupakan landasan idiil bagi sistem pemerintahan dan landasan etis-moral bagi kehidupan berbangsa. tujuan nasional dalam pernbangunan mengutamakan persatuan Lima. sehingga terikat pada undang-undang (rule of law). salah satu misi bangsa Indonesia dalam neghadapi masa depannya dan kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila. • Enam. Pancasila sebagai landasan untuk mempersatukan bangsa. Karena apabila orang Indonesia memiliki sikap adil dan beradab. diharapkan akan mampu bersikap adil. Nilai . Bahkan apabila dicermati secara filosofis terutama pada sila kedua yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab adalah rumusan dasar tentang inti etika politik. Upaya penegakkan HAM di Indonesia hendaknya tidak diadopsi dari pengertian tatanan kehidupan global atau tuntutan tekanan masyarakat global. bernegara serta bermasyarakat. Selama era reformasi telah diterbitkan sekurang-kurangnya 5 Ketetapan MPR/RI yang berisi ketentuan mengenai implementasi Pancasila.Indonesia adalah negara hukum. manusia berdasarkan pada Pancasila. pandangan dan sikap bangsa lndonesia mengenai hak asasi Tiga. hak asasi manusia yang diterapkan di Indonesia tidak dibenarkan Dua. Namun pengertian hak individu disini adalah merupakan konsepsi pengakuan hak-hak individu yang tetap mengacu dan menjunjung tinggi prinsip nilai-nilai keadilan serta tidak mencederai nilai-nilai kemanusian. 8 . Di dalam negara hukum kekuasaan negara/pemerintah dilaksanakan sesuai dengan dasar dan prinsip keadilan. Secara konsepsional dan kontekstual Pancasila juga mengakui dan menghormati hakhak individu. Pancasila adalah ideologi bangsa dan dasar negara Indonesia. Karena rumusan HAM Satu. adalah pengamalan Pancasila secara konsisten dalam kehidupan bermasyarakat. • • Empat. berbangsa dan bernegara. Dari Ketatapan tersebut terdapat kesimpulan yang menegaskan yaitu : • • • bernegara. toleran dan menghargai hak-hak orang lain. Inilah pengakuan Pancasila terhadap nilainilai HAM secara hakiki. Prinsip negara hukum adalah adanya pembagian kekuasaan dan ada jaminan atas hak asasi manusia untuk rakyatnya. Pancasila harus dilaksanakan secara konsisten dalarn kehidupan bertentangan dengan Pancasila.

Pernyataan kemerdekaan ini pada dasarnya mengandung konsekuensi pengakuan atas kebebasan atau kemerdekaan manuisa atau warga negara yang dapat juga berarti bahwa bangsa Indonesia menjamin kebebasan warga negaranya.. bahwa negara Indonesia berdasarkan atas hukum. supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas. M. I Wayan Landrawan. 2. maka dalam penjelasan UUD 1945. Pasal ini adalah hasil dari proses amandemen ke-II UUD 1945 yang disahkan 18 Agustus 2000. tidak akan bisa lepas dari yang namanya Konstitusi. Dalam alenia ini tersurat dan tersirat bahwa negara pada dasarnya menjamin pelaksanaan hak-hak yang dimiliki rakyatnya. Nilai-nilai HAM dalam Konstitusi Negara Indonesia Berbicara tentang Ideologi Negara. Hal ini dapat kita pahami ketika kita membaca pernyataan ”. Pernyataan ini jelas merupakan pengakuan atas hak asasi manusia terutama kebebasan yang pada dasarnya dimiliki oleh setiap manusia. Isi dari 9 .menurut tatanan global adalah HAM yang berbasis pada paham individualistik dan liberalisme. Menurut Drs. tidak berdasarkan kekuasaan belaka. Ini karena Ideologi akan bisa termanifestasi dengan konstitusi-konstitusi yang dibuat oleh para pembuat kebijakan (Presiden dan DPR). baik secara individual maupun manusia dalam kerangka kelompok yang disebut bangsa). Sebagai suatu negara yang mengaku dan memberi jaminan hak asasi manusia. Pembukan Alenia 4 dalam penjelasan Undang-Undang Dasar 1945. terutama pada sistem pemerintahan negara secara tegas dinyatakan. Dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 tersebut dengan tegas tersurat. mencerdaskan kehidupan bangsa”. Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Alenia 1.pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum. 3. Nilai-nilai HAM (Hak Asasi Manusia) yang dijunjung tinggi oleh Negara Indonesia tertuang juga dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia di pasal 28A .Si (dalam buku Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan berbasis Pancasila) Prinsip-prinsip HAM ini dapat kita lihat dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu: 1. Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Alenia 3. ”bahwa kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa”. Dalam alenia ini secara tegas dikatakan ”Atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur. maka rakyat Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaannya”..28J.

martabat. hak untuk bekerja dan kesempatan yg sama dalam pemerintahan. terutama pemerintah (Pasal 28I) j. Hak Untuk Hidup (Pasal 9) 2. Kebebasan memeluk agama. Hak Mengembangkan Diri (Pasal 11-16) 4. memperoleh manfaat dari IPTEK. mencari. kebebasan berserikat. Hidup sejahtera lahir dan batin. dan rasa aman serta untuk bebas dari penyiksaan (Pasal 28G) h. Hak Memperoleh Keadilan (Pasal 17-19) 5. memilih kewarganegaraan. Perlindungan. mencapai persamaan dan keadilan (Pasal 28H) i. Adapun inti dari Pasal 28 UUD 1945 adalah sebagai berikut. memajukan diri secara kolektif (Pasal 28C) d.pasal ini lebih terperinci dari pasal sebelumnya. memperoleh. Pengakuan yang sama di hadapan hukum. Untuk hidup serta mempertahankan hidup dan kehidupan (Pasal 28A) b. Dijelaskan pada Undang-Undang tersebut khususnya pada Bab III tentang Hak Asasi Manusia dan Kebebasan Dasar Manusia yaitu. berkumpul dan berpendapat (Pasal 28E) f. harta benda. penegakan. dan pemenuhan HAM adalah tanggung jawab negara. mengolah dan menyampaikan informasi (Pasal 28F) g. Membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan. Hak atas Kebebasan Pribadi (Pasal 20-27) 10 mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat guna . menyimpan. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia juga secara rinci mengatur mengenai HAM. seni dan budaya. meyakini kepercayaan. hak anak atas kelangsungan hidup. Hak Berkeluarga dan Melanjutkan Keturunan (Pasal 10) 3. dan berkembang serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi (Pasal 28B) c. Berkewajiban menghargai hak orang dan pihak lain serta tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan UU (Pasal 28J) Sejalan dengan itu. memilih tempat tinggal. kehormatan. berhak atas status kewarganegaraan (Pasal 28D) e. memperoleh pelayanan kesehatan. pemajuan. 1. tumbuh. Mengembangkan diri. a. keluarga. dengan KEPPRES Nomor 129 Tahun 1998 pemerintah Indonesia telah menentukan sebuah ”rencana aksi nasional Hak-Hak Asasi Manusia Indonesia”. memiliki. Berkomunikasi. mendapat pendidikan. Perlindungan diri pribadi.

Prinsip keseimbangan mengandung pengertian bahwa diantara Hak-hak Asasi Manusia perorangan dan kolektif serta tanggung jawab perorangan terhadap masyarakat dan bangsa memerlukan keseimbangan dan keselarasan. sehingga kehilangan kelayakan sebagai suatu pemerintah. Pelaksanaan Nilai-nilai HAM yang sesuai dengan Ideologi dan Konstitusi Pemerintah Indonesia telah mempunyai komitmen untuk memajukan. upaya tersebut perlu dilakukan secara terus menerus. Hak Wanita (Pasal 45-51) 10. Pelanggaran secara vertikal yaitu antara pemerintah dengan warga negara. organisasiorganisasi sosial politik dan kemasyarakatan. Di dalam era globalisasai sekarang ini. pelanggaran hak asasi manusia dapat terjadi secara vertikal dan horizontal. pemantauan. akan tetapi memerlukan suatu proses yang panjang. Sedangkan pelanggaran secara horizontal terjadi antara warga negara dengan warga negara. tidak ada negara yang bisa menutup dirinya dari masyarakat internasional. melindungi. menghormati. Hak Turut Serta dalam Pemerintahan (Pasal 43-44) 9. Keseimbangan dan keselarasan antara kebebasan dan tanggung jawab merupakan faktor penting dalam pemajuan dan perlindungan Hak-hak Asasi Manusia. Hak atas Kesejahteraan (Pasal 36-42) 8. berkelanjutan. Upaya pemajuan dan pelindungan Hak-Hak Asasi Manusia ternyata tidak semudah membalikan telapak tangan. pemerintah yang berkuasa tidak bisa berbuat sewenang-wenang. Penegakan Hak Asasi Manusia menjadi tanggung jawab bersama. penelitian. Semua pihak. Pemerintah dan warga negara bekerja sama dan bahu membahu dalam upaya menegakan Hak Asasi Manusia. Karena itu. 2. Upaya pemajuan dan perlindungan Hak-hak Asasi Manusia di Indonesia dilakukan berdasarkan prinsip keseimbangan. dan mediasi tentang hak asasi manusia. Demikian pula dengan warga negara juga tidak bisa melanggar hukum dan Hak Asasi Manusia. mengucilkan diri dari komunitas internasional. dan terpadu. Hak atas Rasa Aman (Pasal 28-35) 7. dan sebaliknya kalau ingin menjalin hubungan dengan banyak negara.6. penyuluhan.4. yakni pemerintah. kewajiban dan tanggung jawab Pemerintah mengenai HAM dan juga tentang Komnas HAM sebagai pelaksana fungsi pengkajian. Sebab. Hak Anak (Pasal 52-66) Selain mengatur macam-macam HAM dan Kebebasan Dasar Manusia. Upaya tersebut tidak dapat dilakukan dalam waktu sekejap. dan memenuhi hak-hak asasi manusia. maupun berbagai lembaga-lembaga swadaya 11 . UU no 39 tahun 1999 juga mengatur kewajiban dasar manusia.

dan pelindung rakyat. Pemerintah juga memberlakukan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. yang dijunjung tinggi oleh seluruh rakyat Indonesia. ternyata penegakan Hak Asasi Manusia di Indonesia juga menghadapi tantangan dari luar negeri. kadang kala justru mengintimidasi. warna kulit. perlindungan. Bukti lain yang menunjukan bahwa bangsa Indonesia menghargai Hak Asasi Manusia salah satunya pencantuman pasal-pasal yang berkaitan dengan Hak asasi Manusia 12 . serta semua kalangan dan lapisan masyarakat dan warga negara perlu terlibat dalam penegakan Hak Asasi Manusia di Indonesia. kesengsaran. pemerkosaan. serta Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi. budaya. golongan. agama. menganiaya atau bahkan menghilangkan nyawa rakyat. Undang-undang ini merupakan payung dari seluruh peraturan perundang undangan tentang Hak Asasi Manusia. Hal tersebut tercermin dari kejadian berupa penangkapan yang tidak sah. Banyak hambatan dan tantangan dalam penegakan Hak Asasi Manusia di Indonesia. Anggapan bahwa Indoesia sebagai salah satu pelanggar Hak Asasi Manusia yang cukup besar merupakan anggapan yang salah. Pembentukan Undang-Undang tersebut merupakan perwujudan tanggung jawab bangsa Indonesia sebagai anggota PBB dalam menjunjung tinggi dan melaksanakan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia Ternyata penegakan Hak Asasi Manusia masih jauh dari harapan masyarakat. Mereka yang seharusnya menjadi penegak hukum. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa digali dari nilainilai luhur bangsa Indonesia sejak dahulu kala. Kenyataan memang menunjukan bahwa pelaksanaan penghormatan. atau pengakuan Hak Asasi Manusia masih jauh dari memuaskan. pembakaran rumah tinggal dan tempat ibadah. jenis kelamin. Selain hambatan yang berasal dari dalam negeri. penculikan.masyarakat. penghilangan paksa. bahkan pembunuhan. penyerangan pemuka agama beserta kelurganya dan sebagainya. ras. Selain itu. Indonesia mempunyai pandangan hidup yang mempunyai filosofi yang tinggi. dan kesenjangan sosial. Upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam rangka menegakan Hak Asasi Manusia di antaranya melalui pembentukan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan pengadilan HAM. Sejarah Indonesia hingga kini mencatat berbagai penderitaan. bahasa. penganiayaan. dan status sosial lainnya. Sedangkan yang dimaksud dengan sisi ketuhanan adalah bahwa bangsa Indonesia mengakui adanya Tuhan Yang maha Esa. terjadi pula penyalahgunaan kekuasaan oleh oknum pejabat publik dan aparat negara. Sisi humanisme dari pancasila adalah menghargai manusia sesuai dengan harkat dan martabat. pemelihara keamana. Nilai-nilai pancasila mencakup sisi humanisme dan ketuhanan. Hal tersebut disebabkan oleh prilaku tidak adil dan diskriminatif atas dasar etnik.

Pengesahan Peraturan-peraturan lainnya yang berhubungan dengan hak asasi manusia. dan pembentukan Kantor Menteri Negara HAM pada tahun 1999 yang kemudian digabung dengan Departemen Kehakiman. Kalau hanya mendasarkan pada keputusan presiden saja. guna memberikan mandat yang lebih luas dan kuat kepada Komnas HAM dalam menyelesaikan berbagai masalah pelanggaran Hak Asasi Manusia. telah dibentuk Komisi Nasional Hak-hak Asasi Manusia dengan Keputusan Presiden Nomor 50 Tahun 1993. pembentukan Komisi Anti Kekerasan terhadap Perempuan dengan Keputusan Presiden Nomor 181 Tanggal 15 Oktober 1998.pada UUD 1945. Aturan-aturan mengenai Hak Asasi Manusia tersebut lebih dahulu ada sebelum ditetapkanya universal Declaration of human rights. BAB III PENUTUP 13 . Untuk itu. Dalam hal kelembagaan. maka Komnas HAM tidak mungkin dapat mengungkapkan semua bentuk pelanggaran Hak Asai Manusia tersebut karena Komnas HAM tidak mempunyai kekuatan dan mandat untuk menanganinya. penambahan pasal-pasal khusus mengenai hak asasi manusia dalam Perubahan Undang-undang Dasar 1945 pada tahun 2000. serta Keputusan Presiden Nomor 129 Tahun 1998 tentang rencana aksi nasional hak-hak asasi manusia Indonesia tahun 1998-2003. maka pemerintah dan DPR telah membuat Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM. tanggal 10 Desember 1948. Telah ada pengesahan Undang-undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia.

dijaga. dan dilindungi. Prinsip keseimbangan mengandung pengertian bahwa diantara Hak-hak Asasi Manusia perorangan dan kolektif serta tanggung jawab peroarangan terhadap masyarakat dan bangsa memerlukan keseimbangan dan keselarasan. Pelaksanaan nilai-nilai HAM di Indonesia berdasarkan Ideologi dan Konstitusi negara Indonesia sesungguhnya sudah berjalan dengan baik. Dan Ideologi Negara Indonesia yaitu Pancasila menghendaki hal tersebut.1 Simpulan Dari pemaparan materi diatas. 4. dan 4. Di dunia Internasional pembidangan hak asasi manusia mencakup hak-hak sipil dan hak politik. penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut : 1. dan memenuhi hak-hak asasi manusia. Selain itu secara terperinci diterangkan di UUD 1945 Bab XA pasal 28A-28J. Jadi nilai-nilai HAM (Hak Asasi Manusia) harus diaktualisasikan ke dalm Pancasila. apabila orang Indonesia memiliki sikap adil dan beradab. Upaya pemajuan dan perlindungan Hak-hak Asasi Manusia di Indonesia dilakukan berdasarkan prinsip keseimbangan. diharapkan akan mampu bersikap adil. Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada diri manusia yang bersifat kodrati dan fundamental sebagai suatu anugerah Tuhan yang harus dihormati. 3. Dan lebih terinci lagi dijelaskan di UU no 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. 3. Nilai-nilai HAM dalam Ideologi Negara Indonesia terdapat di sila kedua kemanusiaan yang adil dan beradab. dan budaya. Nilai-nilai HAM harus diaktualisasi dalam kehidupan ideologi negara Indonesia karena nilai-nilai HAM merupakan perwujudan dari hakikat hidup manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki hak-hak yang tidak boleh diambil dan direbut oleh siapapun. Sesuai dengan sila ini. 3. sosial. toleran dan menghargai hakhak orang lain. melindungi. hak bidang ekonomi. 6. 5. serta hak-hak atas pembangunan. Pemerintah Indonesia telah mempunyai komitmen untuk memajukan.3.2 Saran 14 . Nilai-nilai HAM dalam Konstitusi Negara Indonesia ada di Pembukaan UUD 1945 alenia 1. 2. menghormati.

Adapun saran – saran yang penulis sampaikan dalam makalah ini adalah sebagai berikut yaitu : Bagi setiap pembaca makalah ini agar mampu menghargai Hak Asasi Manusia orang lain dengan tulus. karena Hak Asasi Manusia tersebut adalah jiwa bangsa Indonesia yang harus diemplementasikan seluruh bangsa Indonesia dengan baik. 15 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful