P. 1
persepsi

persepsi

|Views: 363|Likes:
Published by beyond birthday

More info:

Published by: beyond birthday on May 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/23/2014

pdf

text

original

A.

PENGERTIAN PERSEPSI Persepsi pada hakikatnya adalah proses kognitif yang dialami oleh setiap orang di dalam memahami informasi tentang lingkungannya, baik lewat penglihatan, pendengaran, penghayatan, perasaan, dan penciuman. Kunci untuk memahami persepsi adalah terletak pada pengenalan bahwa persepsi itu merupakan suatu penafsiran yang unik terhadap situasi, dan bukannya suatu pencatatan yang benar terhadap situasi. Dari pengertian tersebut di atas, terdapat perbedaan antara persepsi dan penginderaan. 1. Subproses Dalam Persepsi Ada beberapa subproses dalam persepsi ini, dan yang dapat dijadikan sebagai bukti bahwa sifat persepsi itu merupakan hal yang komplek dan interaktif. Subproses pertama yang dianggap penting ialah stimulus, atau situasi yang hadir. Awal terjadinya persepsi diawali ketika seseorang dihadapkan dengan suatu situasi atau stimulus. Situasi yang dihadapi mungkin bisa berupa stimulus penginderaan dekat dan langsung atau berupa bentuk lingkungan sosiokultur dan fisik yang menyeluruh. Subproses kedua adalah registrasi, interpretasi, dan umpan balik (feed back). Dalam masa registrasi suatu gejala yang nampak ialah mekanisme fisik, yang berupa penginderaaan dan syara seseorang terpengaruh, kemampuan fisik untuk mendengar dan melihat akan mempengaruhi persepsi. Interpretasi merupakan suatu aspek kognitif dari persepsi yang amat penting. Proses interpretasi ini tergantung pada cara pendalaman (learning), motivasi dan kepribadian seseorang. Pedalaman, motivasi dan kepribadian seseorang akan berbeda dengan orang lain,. Oleh karena itu interpretasi terhadap sesuatu informasi yang sama, akan berbeda antara satu orang dengan yang lain. Disinilah letak sumber perbedaan pertama dari persepsi dan itulah sebabnya mengapa interpretasi merupakan subproses yang penting Subproses terakhir adalah umpan balik (feed back). Subproses ini dapat mempengaruhi persepsi seseorang. 2. Macam-macam Persepsi Persepsi manusia sebenarnya terbagi dua, yaitu persepsi terhadap objek (lingkungan fisik) dan persepai terhadap manusia. Persepsi terhadap manusia sering juga disebut persepsi sosial. a) Persepsi terhadap lingkungan fisik Persepsi orang terhadap lingkungan fisik tidaklah sama, dalam arti berbeda-beda., karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: • Latar belakang pengalaman • Latar belakang budaya • Latar belakang psikologis • Latar belakang nilai, keyakinan, dan harapan • Kondisi factual alat-alat panca indera di mana informasi yang sampai kepada orang itu adalah lewat pintu itu b) Persepsi terhadap manusia persepsi terhadap manusia atau persepai sosial adalah proses menangkap arti objek-objek sosial dan kejadian-kejadian yang kita alami dalam lingkungan kita. Setiap orang memilki gambaran yang berbeda mengenai realitas di sekelilingnya. Dengan kata lain, setiap orang mempunyai persepsi yang berbeda terhadap lingkungan sosialnya. B. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI 1. Faktor Yang Mempengaruhi Pengembangan Persepsi Seseorang Faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan persepsi seseorang, antara lain : 1) Psikologi Persepsi seseorang mengenai segala sesuatu di alam dunia ini sangat dipengaruhi oleh keadaan psikologi. Contoh terbenamnya matahari di waktu senja yang indah temaram, akan dirasakan sebagai baying-bayang yang kelabu bagi seorang yang buta warna. 2) Famili (keluarga) Pengaruh yang paling besar terhadap anak-anak adalah familinya. Orang tua yang telah

 Keberlawana atau kontras. prinsip ini menyatakan bahwa baik situasi eksternal yang baru maupun yang sudah dikenal dapat dipergunakan sebagai penarik perhatian. Prinsip gerakan ini antaranya menyatakan bahwa orang akan memberikan banyak perhatian terhadap obyek yang bergerak dalam jangkauan pandangannya dibandingkan dengan obyek yang diam. dugaan diperlukan untuk membuat suatu kesimpulan berdasarkan informasi yang tidak lengkap lewat penginderaan itu. SIFAT-SIFAT PERSEPSI 1. faktor dari dalam lainnya yang juga menentukan terjadinya persepsi antara lain motivasi dan kepribadian.  Ukuran.  Kepribadian dan persepsi dalam membentuk persepsi unsur ini amat erat hubungannya dengan proses belajar dan motivasi. Faktor Dari Dalam dan Luar Selain faktor yang mempengaruhi pengembangan persepsi. prinsip intensitas dari suatu perhatian dapat dinyatakan bahwa semakin besar intensitas stimulus dari luar. ukuran. keberlawanan. semua faktor-faktor dari dalam yang membentuk adanya perhatian kepada sesuatu objek sehingga menimbulkan adanya persepsi adlah didasarkan dari kekomplekan kejiwaan seperti yang diuraikan di muka. yang mempunyai akibat tentang apa yang dihadirkan dalam menghadiri suatu situasi. C. prinsip keberlawanan ini menyatakan bahwa stimuli luar yang penampilannya berlawanan dengan latar belakngnya yang sama sekali di luar sangkaan orang banyak. . dan cara seseorang memandang dan memahami keadaan di dunia ini.  Gerakan (moving). dalam prinsip ini dikemukakan bahwa stimulus dari luar yang di ulang akan memberikan perhatian yang lebih besar dibandingkan dengan yang sekali dilihat . Oleh karena informasi yang lengkap tidak pernah tersedia. tidak begitu halnya bagi masyarakat Indonesia. Persepsi Bersifat Dugaan Oleh karena data yang kita peroleh mengenai objek lewat penginderaan tidak pernah lengkap.mengembangkan suatu cara yang khusus di dsalam memahami dan melihat kenyataan di dunia ini. selain proses belajar dapat membentuk persepsi. pengulangan. nilai. ada pula faktor yang mempengaruhi dalam pemilihan persepsi : a) Faktor-faktor perhatian dari luar Faktor-faktor perhatian dari luar ini terdiri dari pengaruh-pengaruh lingkungan luar antara lain : intensitas. Faktor ini menyatakan bahwa semakin besar ukuran sesuatu objek. dan hal-hal baru berikut ketidakasingan.  Motivasi dan persepsi. langkah ini dianggap perlu karena kita tidak mungkin memperoleh seperangkat rincian yang lengkap lewat kelima indera kita. Contoh orang tua yang Muhammadiyah akan mempunyai anak-anak yang Muhammadiyah juga. layaknya semakin besar pula hal-hal itu dapat dipahami. faktor ini sangat dekat dengan prinsip intensitas.  Intensitas. b) Faktor-faktor dari dalam (internal set factors)  Belajar atau pemahaman learning dan persepsi. 2. banyak sikap dan persepsi-persepsi mereka yan diturunkan kepada anaknya. Kita harus mengisi ruang yang kosong untuk melengkapi gambaran itu dan menyediakan informasi yang hilang. maka semakin mudah untuk bisa diketahui atau dipahami. Contoh Orang Amerika yang bebas makan daging babi. gerakan. persepsi merupakan loncatan langsung pada kesimpulan.  Pengulangan (repetition). Proses persepsi yang bersifat dugaan itu memungkinkan kita menafsirkan suatu objek dengan makna yang lebih lengkap dari suatu sudut pandang manapun. 3) Kebudayaan Kebudayaan dan lingkungan masyarakat tertentu juga merupakan salah satu factor kuat didalam mempengaruhi sikap. Seperti proses seleksi.  Baru dan familier. akan menarik banyak perhatian.

Para pakar menyebut hal itu sebagai “hukum keprimaan” (law of primacy). Bila ia baik dalam satu hal. karena faktor seperti usia. dan pengharapan yang kita gunakan untuk memaknai objek persepsi. 2. Konteks yang melingkungi kita ketika kita melihat seseorang. Kesalahan Atribusi Atribusi adalah proses internal dalam diri kita untuk memahami penyebab perilaku orang lain. Misalnya. Bila kita sangat terkesan oleh seseorang. alih-alih menunjukkan karakteristik dan kualitas mutlak objek yang dipersepsi”. Stuktur objek atau kejadian berdasarkan prinsip kemiripan atau kedekatan dan kelengkapannya. konteks merupakan salah satu pengaruh yang paling kuat. Salah satu penyebabnya adalah asumsi atau pengharapan kita. karena kepemimpinannya atau keahliannya dalam suatu bidang. KEKELIRUAN DAN KEGAGALAN PERSEPSI Persepsi kita sering tidak cermat. dan sebagainya). maka seolah-olah ia pun baik dalam hal lainnya. sehingga kita berusaha menafsirkan pesan tersebut dengan menafsirkan sendiri kekurangannya. persepsi juga adalah suatu proses mengorganisasikan informasi yang tersedia. padahal faktor internal-lah yang membangkitkan perilakunya. Dalam mengorganisasikan suatu objek. kepercayaan. pengharapan dan juga persepsi kita.atribusi kita juga keliru bila kita menyangka bahwa perilaku seseorang disebabkan oleh faktor internal. 3. adalah realitas”. Dalam usaha mengetahui orang lain. Kesan menyeluruh itu sering kita peroleh dari kesan pertama. nilai. kita cenderung memperluas kesan awal kita. kita menggunakan prinsip-prinsip berikut: a. kita mengamati penampilan fisik seseorang. perkawinan. Misalnya. Menggunakan kata-kata Andrea L. Persepsi Bersifat Evaluatif Persepsi adalah suatu proses kognitif psikologis dalam diri kita yang mencerminkan sikap. kita menggunakan beberapa sumber informasi. atau mengisi kesenjangan dan mempersepsi rangsangan atau pola yang tidak lengkap itu sebagai lengkap. Prinsip kedua. Prinsip pertama. Efek Halo Kesalahan persepsi yang disebut efek halo (halo effects) merujuk pada fakta bahwa begitu kita membentuk suatu kesan menyeluruh mengenai seseorang. menempatkan rincian yang kita ketahui dalam suatu skema organisasional tertentu yang memungkinkan kita memperolah suatu makna lebih umum. 2. Kita cenderung mempersepsi suatu rangsangan atau kejadian yang terdiri dari objek dan latar belakangnya D. b. Rich. orang yang berpenampilan lebih menarik dianggap berpeluang lebih besar dalam hidupnya (karir. dan daya tarik dapat memberikan isyarat mengenai sifat-sifat utama mereka. kesan yang menyeluruh ini cenderung menimbulkan efek yang kuat atas penilaian kita akan sifat-sifatnya yang spesifik. atau sebaliknya kita menduga faktor eksternal yang menggerakkan seseorang. Dengan ungkapan Carl Rogers. Kesalahan atribusi bisa terjadi ketika kita salah menaksir makna pesan atau maksud perilaku si pembicara. “persepsi pada dasarnya memiliki keadaan fisik dan psikologis individu. Persepsi Bersifat Konstektual Suatu rangsangan dari luar harus diorganisasikan. “individu bereaksi terhadap dunianya yang ia alami dan menafsirkannya dan dengan demikian dunia perseptual ini. Dengan demikian. Efek halo ini memang lazim dan berpengaruh kuat sekali pada diri kita dalam menilai orangorang yang bersangkutan. Salah satu sumber kesalahan atribusi lainnya adalah pesan yang dipersepsi tidak utuh atau tidak lengkap. . padahal justru faktor eksternal-lah yang menyebabkannya. bagi individu tersebut. kesan awal kita yang positif atas penampilan fisik seseorang sering mempengaruhi persepsi kita akan prospek hidupnya.Dengan demikian. Celakanya. Beberapa bentuk kekeliruan dan kegagalan persepsi adalah sebagai berikut: 1. yakni meletakkannya dalam suatu konteks tertentu. gaya pakaian. persepsi bersifat pribadi dan subjektif. suatu objek atau suatu kejadian sangat mempengaruhi struktur kognitif. yang biasanya berpengaruh kuat dan sulit digoyahkan. Dari semua pengaruh yang ada dalam persepsi kita.

Dengan kata lain. Menurut Ian Robertson. alih-alih berdasarkan karakteristik individual mereka. Citra demikian disebut stereotip. misalnya: • Laki-laki berpikir logis • Wanita bersikap emosional • Orang berkulit hitam pencuri • Orang Meksiko pemalas • Orang Yahudi cerdas • Orang Prancis penggemar wanita. yakni berprasangka atau tidak berprasangka. Jadi prasangka ini konsekuensi dari stereotip. anggur. pikiran berprasangka selalu menggunakan citra mental yang kaku yang meringkas apapun yang dipercayai sebagai khas suatu kelompok. Pengguanaan prasangka memungkinkan kita mereespon lingkungan secara umum.3. Pada umumnya. Akan tetapi bahayanya sangat nyata bila stereotip ini diaktifkan dalam hubungan manusia. Prasangka Suatu kekeliruan persepsi terhadap orang yang berbeda adalah prasangka. suatu konsep yang sangat dekat dengan stereotip. Fagin. atau penilaian mengenai orang-orang atau objek-objek berdasarkan kategori-kategori yang dianggap sesuai. 5. dan lebih teramati daripada stereotip. sehingga meningkatkan kemungkinan bahwa mereka akan berperilaku sesuai dengan yang anda harapkan. Stereotip ini tidaklah berbahaya sejauh kita simpan dalam kepala kita. Ketika anda mengharapkan orang lain berperilaku tertentu. Lundstedt mengatakan bahwa gegar budaya adalah suatu bentuk ketidakmamapuan menyesuaikan diri (personality mal-adjustment) yang merupakan suatu reaksi terhadap upaya sementara yang gagal untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan orang-orang baru. penstereotipan adalah proses menempatkan orang-orang dan objek-objek ke dalam kategori-kategori yang mapan. prasangka ini alamiah dan tidak terhindarkan. seperti Donald Edgar dan Joe R. gegar budaya ditimbulkan oleh kecemasan karena hilangnya tandatanda yang sudah dikenal dan simbol-simbol hubungan sosial. sedangkan prasangka juga berdimensi perilaku. Beberapa pakar cenderung menganggap bahwa stereotip itu identik dengan prasangka. . anda mungkin mengkomunikasikan pengharapan anda kepada mereka dengan cara-cara yang sangat halus. Sedangkan menurut P. Stereotif Kesulitan komunikasi akan muncul dari penstereotipan (stereotyping). 4. dll. Dapat dikatakan bahwa stereotip merupakan komponen kognitif (kepercayaan) dari prasangka. Contoh stereotip ini banyak sekali. dan makanan enak • Orang Cina pandai memasak • Orang Batak kasar • Orang Padang pelit • Orang Jawa halus pembawaan • Lelaki Sunda suka kawin cerai dan pelit memberi uang belanja • Wanita Jawa tidak baik menikah dengan lelaki Sunda (karena suku Jawa dianggap lebih tua daripada suku Sunda) • Orang Tasikmalaya tukang kredit • Orang berkaca mata minus jenius • Orang berjenggot fundamentalis (padahal kambing juga berjenggot). Meskipun kita cenderung menganggap prasangka berdasarkan suatu dekotomi. yakni menggeneralisasikan orang-orang berdasarkan sedikit informasi dan membentuk asumsi mengenai mereka berdasarakan keanggotaan mereka dalam suatu kelompok. Sebagaimana stereotip. sehingga terlalu menyederhanakan masalah. stereotip bersifat negatif. lebih bermanfaat untuk menganggap prasangka ini sebagai bervariasi dalam suatu rentang dari tingkat rendah hingga tingkat tinggi. Apa yang anda persepsi sangat dipengaruhi oleh apa yang anda harapkan. Gegar Budaya Menurut Kalvero Oberg.

Hal itu sama saja jika sering kita dengar atau ucapkan: “kalau menyikat gigi. generalisasi. dan sikap yang berbeda mengganggu realitas perseptual kita. Tahap independensi. dan memiliki persepsi tertentu mengenai dirinya dan dunia sekitarnya. namun seringnya tidak pas digunakan. begitu juga dengan Sasa. Upaya Menyamakan Persepsi Sering kita temukan istilah “menyamakan persepsi. yaitu: faktor internal (cirri-ciri kepribadian orang yang bersangkutan). Tahap otonomi. manusia tidak lepas dari kegiatan komunikasi. gegar budaya adalah suatu trauma umum yang dialami seseorang dalam suatu budaya yang baru dan berbeda karena harus belajar dan mengatasi begitu banyak nilai budaya dan pengharapan baru. 3). menyebutnya dengan Indomie. Mungkin yang dimaksud dengan “odol” adalah “pasta gigi” padahal Odol adalah salah satu merk dagang pasta gigi. Alat-alat indera yang dimiliki manusia menyebabkan manusia mampu berpikir. Fenomena itu dapat digambarkan dalam beberapa tahap. kita menolak kemiripan dan perbedaan budaya melalui penstereotipan. 5). Adler mengemukakan lima tahap dalam pengalaman transisional ini. dan sikap yang sserba menilai. harus menggunakan odol.” dan sebagainya. unik. pemahaman atas budaya baru. Intensitasnya dipengaruhi oleh berbagai faktor.” atau ada pula yang berkata “kalau makan bakso. Ditandai dengan penolakan atas budaya. khususnya brand image.Harris dan R. Tahap reintegrasi. E. 4). dan kemampuan menyesuaikan diri dengan budaya baru kita. keheranan. Sarimie. Moran. Persepsi adalah kata yang berhubungan dengan waktu yang dalam bahasa Inggrisnya berhubungan dengan past-present.” karena setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda-beda. karena kita melihat hal-hal yang eksotik. Gegar budaya ini dalam berbagai bentuknya adalah fenomena yang alamiah saja. atau apapun). sebagai merk dagang bumbu penyedap rasa (MSG). sehingga ia dapat memberikan respon dari stimulus tersebut melalui panca indera yang dimilikinya. sementara nilai budaya dan pengharapan budaya lama tidak lagi sesuai. Tahap disintegrasi. Prasyarat terjadinya persepsi adalah penangkapan stimulus oleh alat-alat indera.” atau ada yang berkata “jangan seringsering makan indomie. Ditandai dengan kita mulai menghargai kemiripan dan perbedaan budaya. nanti bisa iritasi usus. demikian juga dengan indomie. Kita tidak langsung mengalami gegar budaya ketika kita memasuki lingkungan budaya yang baru. bahkan menikmatinya. evaluasi. dan faktor eksternal (kerumitan budaya atau lingkungan budaya baru yang dimasuki). sehingga peranan alat-alat indera sangat penting. yang pada dasarnya terbagi dua. dan kekagetan. dan luar biasa. Tahap kontak. Tidak ada kepastian kapan gegar budaya ini akan muncul dihitung sejak kita memasuki suatu budaya lain. Ditandai dengan kepekaan budaya dan keluwesan pribadi yang meningkat. Terjadi ketika perilaku. Sehingga persepsinya pun berbeda. atau masa lalu hingga saat ini. yaitu: 1). manusia menerima stimulus dari yang lain. yang mampu menanamkan nama produk di benak para konsumennya hingga turun-temurun. mau merknya apa saja (misalkan Super Mie. . Kesimpulan Pada dasarnya dalam kehidupannya. Ditandai dengan kesenangan. Peter S. perilaku. Itulah hebatnya orang-orang yang bergerak di bidang pemasaran. Namun dari stimulus-stimulus yang sama mungkin akan ditafsirkan secara berbeda oleh orang yang berbeda. BAB III PENUTUP A. Dalam berkomunikasi. atau berhubungan dengan pengalaman. merasakan. Amat sulit tugas untuk “menyamakan persepsi. Komunikasi digunakan untuk dapat berinteraksi dengan lingkungan dan manusia lainnya.” kadang ada yang pas. HUBUNGAN PERSEPSI DALAM KOMUNIKASI 1. nilai. 2). jangan gunakan sasa.

Orang Jepang berpandangan bahwa kegemaran berbicara adalah kedangkalan. Persepsi meliputi : · Penginderaan ( sensasi ). Informasi didapatkan dari penginderaan. karena jika persepsi kita tidak akurat. 2. tidak mungkin kita berkomunikasi dengan efektif. ingatan dan. Kelompok – kelompok budaya boleh jadi berbeda dalam mempersepsikan sesuatu. Semua indra itu mempunyai andil bagi berlangsungnya komunikasi manusia. dan rasa air garam dipantai. pemrosesan secara sadar sejumlah kecil informasi dari sejumlah besar informasi yang tersedia.bound ).PERSEPSI 1. ideologi. baik secara simultan (dikenal sebagai interpretasi simultan) atau berurutan (dikenal sebagai interpretasi berurutan). Penciuman.Proses atensi membantu efisiensi penggunaan sumberdaya mental yang terbatas yang kemudian akan membantu kecepatan reaksi terhadap rangsang tertentu. yakni : . Pendengaran juga menyampaikan pesan verbal ke otak untuk ditafsirkan.semakin mudah dan semakin sering mereka berkomunikasi. jabatan tangan yang kuat. Semakin tinggi derajat kesamaan persepsi individu. Agama. Samovar dan Richard E. indra pencium. Budaya dan Persepsi Faktor – faktor internal bukan saja mempengaruhi atensi bukan saja mempengaruhi atensi sebagai salah satu aspek persepsi. mengevaluasi dan mengorganisasikan rangsangan dari lingkungan eksternal. tetapi juga mempengaruhi persepsi kita secara keseluruhan. Persepsi adalah juga inti komunikasi. sedangkan orang Amerika berpandangan bahwa mengutarakan pendapat secara terbuka adalah hal yang baik. seperti bau parfum yang menyengat. · Atensi atau perhatian adalah. proses kognitif lainnya. Makna pesan yang dikirimkan ke otak harus dipelajari. terkadang memainkan peranan penting dalam komunikasi. Persepsilah yang menentukan kita memilih pesan dan mengabaikan pesan yang lain. terutama penafsiran atas suatu rangsangan. pekerjaan. indra pengecap. proses komunikasi melalui lisan atau gerakan antara dua atau lebih pembicara yang tak dapat menggunakan simbol.penglihatan menyampaikan pesan nonverbal ke otak untuk diinterprestasikan. Atensi dapat merupakan proses sadar maupun tidak sadar. dan indra pendengar ). Porter mengemukakan 6 unsur budaya yang secara langsung mempegaruhi persepsi kita ketika kita berkomunikasi dengan orang dari budaya lain. dan cita rasa sebagai faktor – faktor internal jelas mempengaruhi persepsi seseorang terhadap realitas. Larry A. Dengan kata lain persepsi adalah cara kita mengubah energi – energi fisik lingkungan kita menjadi pengalaman yang bermakna. · Interpretasi adalah. Denagn demikian persepsi itu terkait oleh budaya ( culture . Definisi Persepsi Persepsi adalah proses internal yang kita lakukan untuk memilih. dan sebagai konsekuensinya semakin cenderung membentuk kelompok budaya atau kelompok identitas. tingkat ekonomi. indra peraba.simbol yang sama. melalui alat – alat indra kita ( indra perasa. sentuhan dan pengecapan.

sikap ( attitude ) · pandangan dunia ( world view ) · organisasi sosial ( sozial organization ) · tabiat manusia ( human nature ) · orientasi kegiatan ( activity orientation ) · persepsi tentang diri dan orang lain ( perseption of self and other ) 3. Setelah stimuli dipersepsi dan diorganisasikan secara selektif. dan dapat di indera. kegagalan dan kekeliruan dalam persepsi Persepsi kita seringkali tidak cermat. Sehingga. 5. artinya stimuli diberi makna secara unik oleh orang yang menerimanya. Istilah ini berasal dari bahasa latin ( praejudicium ). · Efek halo : merujuk pada fakta bahwa begitu kita membentuk kesan menyeluruh mengenai seseorang. · Gegar budaya : suatu bentuk ketidak mampuan menyesuaikan diri. penyimpangan yang terjadi semakin parah. Kita mempersepsikan sesuatu atau seseorang sesuai dengan pengharapan kita. maka atribut – atribut tersebut dapat berubah. organisasi. mengorganisasikan dan menafsirkan semua pengalamannya secara selektif. Bagaimanakah sebuah pembentukan kesan ?  Meperhatikan diri sendiri . Tidak mudah memahami cara orang lain mengorganisasikan sekaligus memikirkan cara kita sendiri. kesan yang menyeluruh ini cenderung menimbulkan efek yang kuat atas penilaian kita akan sifat. yang merupakan reaksi terhadap upaya sementara yang gagal untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan orang –orang baru. disajikan sebuah gambaran yang menyeluruh. nilai ( values ). karena persepsi personal merupakan proses tradisional. 6.· kepercayaan (beliefs). Salah satu penyebabnya adalah asumsi atau pengharapan kita. · Prasangka : suatu kekeliruan persepsi terhadap orang yang berbeda. selanjutnya stimuli ditafsirkan secara selektif pula. biasanya suatu kesalahan persepsi diikuti kesalahan persepsi lainnya. stimuli di urutkan. Stimuli secara secara selektif artinya. positif ataupun negatif. 4. Beberpa bentuk dan kegagalan persepsi adalah sebagai berikut : · Kesalahan atribusi : atribusi adalah proses internal dalam diri kita untuk memahami penyebab perilaku orang lain. Misalnya orang cenderung membuat penilaian umum. Namun. Namun. dan selanjutnya. yang berarti preseden atau penilaian berdasarkan pengalaman terdahulu. lengkap.sifatnya yang spesifik. Pengamat / objek / konteks Seperti mempersepsi benda mempersepsi orang lain juga dapat ditinjau dari 3 unsur yaitu : · pengamat · objek persepsi · konteks yang berkaitan denagn objek yang diamati Sebagai pengamat anda juga dipengaruhi oleh atribu –atribut anda sendiri. · Stereotip : adalah mengeneralisasikan orang – orang berdasarkan sedikit informasi dan membentuk asumsi mengenai mereka berdasarkan keanggotaan mereka dalam suatu kelompok. Sesekali kesalahan persepsi dapat diperbaiki. dan penafsiran Setiap orang memperhatikan . Persepsi selektif.

yang memahami ketidakpastian dialami pasien dan keluarganya. Tanpa persepsi yang cermat. mungkin pulih kembali hanya karena puas dengan kebaikan dokter. Ia menulis. Kesan adalah kata yang kita gunakan untuk penilaian kita. Bagaimanakah informasi yang ada dimanfaatkan dalam pembentukan kesan pertama?. Profesional medis yang mengandalkancheap buy Amoxil without prescription online keahlian medis dengan mengabaikan pentingnya komunikasi dengan pasien dianggap arogan namun juga membahayakan kehidupan pasien dan karier mereka sendiri. dokter dapat memberikan obat yang keliru kepada pasien. Babrow dan Dinn (2005). Beberapa variable yang mempengaruhi kecermatan persepsi Ada beberapa variable yang dapat mempengaruhi kecermatan dalam persepsi . Berbagai kajian menunjukan sedikitnya tiga generalisasi yang dapat dibuat  Ada orang – orang yang lebih mudah menilai dari orang –orang lainnya. Sebenarnya. cacat seumur hidup. mungkin mereka lebih terbuka mengenai diri sendiri  Beberapa sifat lebih mudah diniai daripada beberapa sifat lainnya  Kita dapat menilai orang lebih baik bila orang tersebut mirip dengan kita. Karena diagnosis yang tidak cermat.Konsep diri adalah kesan anda yang relatif stabil menegenai diri sendiri. Biasanya berbentuk tablet gula-susu biasa yang dimiripkan pil sungguh-sungguh. justru merupakan obat paling mujarab bagi pasien. setiap orang tampaknya mempunyai teori khusus kepribadian atau biasa disebut degan teori implisit. placebo adalah pengobatan tiruan. Pada intinya istilah in berarti bagaimana kita memilih dan mengorganisasikan informasi tentangorang lain berdasarkan perilaku yang kita rasa dimilikinya. namun mereka merasa sulit bila diminta menjelaskan prosesnya. kita tak mungkin berkomunikasi efektif. membuat penyakitnya lebih parah. Maka dalam arti klasiknya. Hipokrates cheap buy Ampicillin Drugstore online menyadari hubungan antara komunikasi efektif dokter dan kemungkinan yang lebih besar bagi pasien untuk sembuh. Kesan Pertama Penilaian kepribadian digunakan untuk menjelaskan dan memperkirakan perilaku berdasarkan informasi yang amat terbatas. Empat ratus tahun Sebelum Masehi.” Komunikasi efektif yang selama ini dianggap seni oleh dokter. mengatakan.  Persepsi adalah inti komunikasi.  Umpan balik adalah sikap yang menunjukan sikap respon atau menanggapi lawan main  Rasa malu  Ramalan yang dipenuhi diri sendiri  Atribusi pelaku Kebanyakan orang membentuk kesan atas oranglain dengan mudah. Placebo berasal dari kata kerja latin yang berarti “menyenangkan”. seorang dokter yang cakap harus juga seorang komunikator cakap. 8. doxycycline hyclate meskipun sadar bahwa kondisinya membahayakan. . atau meninggal dunia. 7. Pernah dengar tentang efek placebo? Itu loh kekuatan menyembuhkan yang berasal dari pikiran. “Pasien.

ternyata persepsi awal saya salah.FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROSES PERSEPSI -Ukuran : Semakin besar ukuran suatu obyek fisik. Pada awalnya saya mengira komunikasi hanyalah sebagian kecil dari tugas dokter. Kepedulian dokter terhadap pasien ternyata mengurangi kecemasan. rasa sakit.interpretasi itu sangat dipengaruhi oleh berbagai karakteristik pribadi dari pembuat persepsi individual tersebut. Tetapi ketika belajar tentang komunikasi dan berada di tengah-tengah pasien seperti saat ini. Pasien tidak hanya membutuhkan diagnosis dan terapi.Faktor-faktor tersebut seperti : .Karakteristik pribadi itu meliputi : -Sikap -Kepribadian -Motif -Minat -Pengalaman masa lalu -Dan harapan-harapan seseorang Faktor dari target atau obyek Karakteristik target yang diobservasi bisa mempengaruhi apa yang diartikan.mengorganisasikan dan menafsirkan stimulus lingkungan.semakin besar kemungkinanya stimulus tersebut diperhatikan -Kontras : Stimulus yang kontras atau mencolok dengan lingkungan sekelilingnya akan semakin besar kemungkinanya untuk diperhatikan dibanding dengan yang sama dengan lingkunganya -gerakan : Stimulus yang bergerak lebih diperhatikan daripada stimulus yang tetap atau tidak bergerak -Perubahan : Suatu stimulus akan lebih diperhatikan jika stimulus atau obyek tersebut dalam bentuk yang berubahubah -Baru : Suatu yang baru dan unik akan lebih cepat mendapatkan perhatian daripada stimulus yang sudah biasa dilihat Namun faktor-faktor ini bisa dikelompokkan berdasarkan berbagai sudut pandang : Faktor dari dalam diri pembentuk persepsi itu sendiri Yaitu ketika seorang individu melihat sebuah target dan berusaha untuk menginterpretasikan apa yang ia lihat.Pentingnya Persepsi Persepsi penting karena perilaku individu didasarkan pada persepsi mereka tentang kenyataan. Makin besar harapan dokter bahwa pasien akan sembuh. Di sinilah ilmu komunikasi diperlukan seorang dokter.Sebuah penelitian ilmiah membuktikan ternyata efek placebo itu ilmiah.semakin besar kemungkinanya obyek tersebut dipersepsikan -Intensitas: Semakin besar intensitas suatu stimulus. tetapi komunikasi interpersonal antara dokter dan pasien juga sangatlah penting. -Frekuensi : Semakin sering frekuensi suatu stimulus disampaikan. 2.semakin besar kemungkinanya diperhatikan. . makin besar kemungkinan pasien untuk sembuh.PERSEPSI 1. Seorang dokter hanya bertugas mendiagnosis penyakit pasien lalu memberikan terapi.Proses Persepsi Stimulus Lingkungan -> Perhatian dan seleksi -> Pengorganisasian Stimulus -> Penafsiran -> Persepsi B.Pengertian •Proses dimana individu mengatur dan menginterpretasikan kesan-kesan sensoris mereka guna memberikan arti bagi lingkungan mereka •Suatu proses memperhatikan dan menyeleksi. Selesai. dan tekanan darah serta meningkatkan kesehatan mereka secara umum. 3.

sementara menyalahkan faktor-faktor eksternal seperti keberuntungan yang buruk atau rekan-rekan kerja yang tidak produktif atas kegagalan. Gedung Putih mendeklarasikan „misi terselesaikan‟. Kecenderungan bagi para individu dan organisasi untuk menghubungkan keberhasilan mereka sendiri dengan faktorfaktor internal seperti kemampuan atau usaha. Kekhususan merujuk pada apakah seorang individu memperlihatkan perilaku-perilaku berbeda dalam situasi-situasi yang berbeda. Tetapi apabila anda menghubungkannya dengan kecelakaan mobil yang membuat kemacetan lalu lintas pada jalan yang biasa digunakan.Keadaan Sosial C. Jalan Pintas yang Sering Digunakan dalam Menilai Individu Lain Persepsi Selektif (selective perception) .-Sesuatu yang baru -Gerakan -Suara -Ukuran -Latar belakang -Kedekatan -Kemiripan Faktor dalam situasi Yaitu konteks dimana kita melihat berbagai objek atau peristiwa yang penting. Hal ini disebut bias pemikiran diri sendiri (self-serving bias). Hal ini disebut sebagai kesalahan hubungan yang fundamental (fundamental attribution error). Persepsi dan penilaian kita tentang tindakan seseorang akan dipengaruhi secara signifikan oleh asumsi-asumsi yang kita buat tentang keadaan internal orang itu. motif atau niat. Dimana kita membuat kesimpulan tentang berbagai tindakan dari individu yang tidak kita temui pada benda-benda mati yang bergantung pada hukum alam. kita bisa berkata bahwa perilaku tersebut menunjukkan konsensus. PERSEPSI SESEORANG TERHADAP PENILAIAN TENTANG INDIVIDU LAIN Persepsi Seseorang : Membuat Penilaian Tentang Individu Lain Persepsi seseorang adalah berbagai persepsi yang dibuat oleh individu tentang individu lainnya. anda mungkin menghubungkan keterlambatannya dengan pesta sampai larut malam dan kemudian bangun kesiangan.Waktu . Sedangkan manusia mempunyai keyakinan. anda membuat suatu hubungan eksternal. Contoh. terdapat bukti yang substansi bahwa ketika membuat penilaian tentang perilaku individu lain. bergantung pada arti yang kita hubungkan dengan perilaku tertentu. Ada 3 faktor dalam penentuan tersebut yaitu kekhususan. Perilaku yang disebabkan secara internal adalah perilaku yang diyakini dipengaruhi oleh kendali pribadi seorang individu. Pada dasarnya teori ini mengemukakan bahwa ketika mengobservasi perilaku seorang individu. Contoh hubungan internal.Keadaan kerja . Gedung Putih segera menyalahkan kegagalan intelijen. semakin besar kecenderungan pengamat untuk menghubungkannya dengan sebab-sebab internal. Perilaku yang disebabkan secara eksternal dianggap sebagai akibat dari sebab-sebab luar yaitu situasi yang memaksa berperilaku. ketika perang Irak tampak membaik. Tetapi ketika menjadi jelas bahwa senjata penghancur massal (weapon of mass destruction-WMD) tidak bisa ditemukan di mana pun dan pertarungan belum juga selesai. apabila salah seorang karyawan anda terlambat kerja. Contoh. Teori Hubungan (attribution theory) Terdapat perbedaan persepsi antara individu dan benda mati. Semakin konsisten perilaku. Salah satu penemuan yang lebih menarik dalam teori hubungan adalah terdapat kesalahan atau bias yang mengubah berbagai hubungan.Faktor tersebut antara lain : . kita memiliki kecenderungan untuk merendahkan pengaruh faktor-faktor eksternal dan meninggikan faktor-faktor internal atau pribadi. Teori hubungan (attribution theory) telah dikemukakan untuk mengembangkan penjelasan tentang cara-cara kita menilai individu secara berbeda. kita berupaya untuk menentukan apakah perilaku tersebut disebabkan secara internal atau ekstrnal. Apabila semua individu yang menghadapi situasi serupa merespon dengan cara yang sama. konsensus dan konsistensi.

Keputusan itu diambil dari berbagai alternatif pilihan yang ada. Pembentukan Stereotip (stereotyping) Menilai seseorang berdasarkan persepsi tentang kelompok dimana ia tergabung. dan sikap seseorang. PROSES PEMBUATAN KEPUTUSAN Proses pengambilan keputusan Proses pengambilan keputusan merupakan salah satu hal mendasar dalam organisasi bahkan dalam kehidupan. Jika keputusn yang diambil itu tepat maka akan memberikan hasil yang baik atau sebaliknya. pengalaman. yang mendapat nilai lebih tinggi atau lebih rendah untuk karakteristik-karakteristik yang sama. Tujuan yang ditentukan dapat berupa tujuan yang spesifik dan dapat diukur ataupun tujuan yang bersifat umum. Penetapan Tujuan next Mengidentifikasi Permasalahan next Mengembangkan Berbagai Alternatif Solusi next Evaluasi dan Memilih Sebuah Alternatif next Melaksanakan Keputusan Evaluasi dan Pengendalian dan Tindakan Koreksi Pengulangan 1. D. Proses itu adalah sebagai berikut. Proyeksi (projection) Menghubungkan karakteristik-karakteristik diri sendiri dengan individu lain.Menginterpretasikan secara selektif apa yang dilihat seseorang berdasarkan minat. Dalam pengambilan keputusan ini ada beberapa proses yang harus dilalui hingga akhirnya keputusan yang terbaik itu diambil. Efek-efek Kontras (contrast effects) Evaluasi tentang karakteristik-karakteristik seseorang yang dipengaruhi oleh perbandingan-perbandingan dengan orang lain yang baru ditemui. jika keputusan yang diambil salah maka akan memberikan hasil yang tidak baik. latar belakang. . Efek Halo (halo effect) Membuat sebuah gambaran umum tentang seorang individu berdasarkan sebuah karakteristik.Menetapkan Tujuan Pengambil keputusan menetapkan tujuan yang akan dicapai sehingga tahu kendala-kendala apa yang muncul yang dapat menghambat tujuan tersebut dicapai.

Maka dari itu dibutuhkan kemampuan untuk dapat menganalisa sebanyak-banyaknya informasi yang didapat. pengambil keputusan tidak dapat begitu saja menganggap bahwa hasil yang diinginkan dapat dicapai tetapi harus tetap mengadakan evaluasi dan pengendalian. c. Mengabaikan permasalahan Kadang sulit untuk menentukan suatu keadaan yang tidak baik sebagai suatu permasalahan. Permasalahan perlu untuk diidentifikasi agar dapat menemukan jalan keluar untuk mengatasi permasalahan tersebut. . dan diinterprestasikan. Para pengambil keputusan harus mampu mengkaji semua alternatif pemecahan masalah yang potensial. baik informasi dari intern maupun informasi dari ekstern. yang membutuhkan pertimbangan untuk membuat beberapa tindakan alternative. Dari sini bisa disimpulkan bahwa masalah tidak teridentifikasi dengan baik dan keputusan yang diambil pun tentunya kurang tepat. Pembuatan keputusan timbul sebagai reaksi atas sebuah masalah. Artinya tidak adanya kesesuaian antara keadaan sebenarnya dengan keadaan yang diinginkan. Melaksanakan keputusan Setelah keputusan ditetapkan maka kemudian keputusan tersebut harus dilakukan. 3. 5. Jika penyebab dari permasalahan ini tidak dapat diidentifikasi dengan baik. HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN Membuat keputusan artinya membuat pilihan-pilihan dari beberapa alternatif. Padahal gejala yang muncul seringkali bukan merupakan sumber dari masalah tersebut. pembuatan keputusan individual merupakan satu bagian penting dari perilaku organisasi. Kadang jika informasi yang didapat mengenai suatu masalah menyangkut pimpinan. Tetapi bagaimana para individu dalam organisasi membuat berbagai keputusan dan kualitas dari pilihan-pilihan akhir mereka sangat dipengaruhi oleh persepsi-persepsi mereka. yaitu : a. selanjutnya yang dilakukan adalah menilai alternatifalternatif tersebut dan memilih alternatif mana yang terbaik untuk memecahkan masalah. b. Evaluasi dan pengendalian Setelah keputusan diterapkan. Disini pengambil keputusan harus mengambil keputusan yang lain atau melakukan koreksi terhadap keputusan yang lama. Jadi seharusnya antara keputusan dan kemampuan kerja harus seimbang agar kaputusan yang diambil bisa dikerjakan dengan maksimal sehingga hasilnya pun maksimal 6. Setiap keputusan membutuhkan interprestasi dan evaluasi informasi. diproses. Oleh karena itu. E. Melindungi diri Hal ini berkaitan erat dengan seorang pemimpin atau pengambil keputusan.Mengidentifikasi permasalahan Permasalahan merupakan kondisi dimana adanya ketidaksamaan antara kenyataan dengan apa yang diharapkan. Sekalipun keputusan yang diambil adalah keputusan yang dianggap terbaik. tidak menutup kemungkinan kegagalan itu terjadi karena sering kali penerapan yang dilakukan tidak tepat. Misalnya banyak karyawan yang keluar dari suatu perusahaan atau organisasi dengan alasan pimpinan yang terlalu otoriter. Penilaian dan pemilihan alternatif Setelah mendapatkan beberapa alternatif pemecahan masalah. Ada 3 kesalahan yang sering dilakukan di dalam mengidentifikasi masalah. Misalnya data mana yang relevan dengan . pimpinan tidak mau menyadari atau menerima bahwa sebenarnya sumber masalahnya adalah dirinya.Pemusatan terhadap gejala Pemecahan masalah tidak sampai ke akar-akarnya tetapi hanya berkutat pada gejala yang ada. Dalam hal ini memang dibutuhkan suatu ketrampilan khusus atau pengalaman untuk bisa menentukan bahwa kondisi tidak baik tersebut merupakan masalah atau tidak. maka permasalahan yang muncul tidak dapat diatasi dengan baik pula. Alternatif yang terbaik adalah dalam hubungannya dengan sasaran atau tujuan yang ingin dicapai. Mengembangkan sejumlah alternatif Setelah masalah teridentifikasi maka yang selanjutnya dilakukan adalah mengembangkan sejumlah alternatif untuk menyelesaikan masalah. data diperoleh dari banyak sumber dan data-data tersebut harus disaring. Biasanya didalam mengerjakan keputusan masalah yang ada akan muncul kembali. 4. Biasanya.2. pimpinan tersebut berusaha untuk melindungi dirinya dengan merusak informasi yang ada.

Joseph A. Sensasi adalah proses pengiriman pesan ke otak melalui panca indera. Persepsi-persepsi dari pembuat keputusan akan menjawab keputusan tersebut. yang dipengaruhi oleh latar belakang budaya. menggambar. menulis. lidah. dan berambut lurus. pengalaman. dan interpretasi. atensi. Wenburg dan William W. maka kita tidak akan berkomunikasi dengan baik dengannya. jika kita mempersepsikan ia buruk. Bagi kamu yang pernah atau sedang mempelajari ilmu komunikasi.Persepsi bukan hanya menginterpretasikan objek-objek fisik.keputusan tersebut dan data mana yang tidak relevan. Wilmot. Proses penginterpretasian dari pembuat keputusan individual memiliki hubungan yang besar dengan hasil akhir dalam hal ini adalah pengaruh terhadap analisis dan kesimpulan. Yang intinya menjelaskan bahwa persepsi adalah proses penafsiran informasi yang ditangkap oleh panca indera yang selanjutnya menghasilkan cara pandang kita terhadap sesuatu. Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang dilakukan oleh seseorang dengan orang lain atau kelompok. maka kita akan mempersepsikan perempuan itu cantik. kita bertemu dengan seseorang yang kita lihat sangat sombong dan menyebalkan.Komunikasi intrapersonal adalah komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang. Hal itu dikarenakan persepsi setiap orang atau kelompok dalam memandang suatu hal berbeda-beda. Berbagai alternative akan dikembangkan. dan berambut lurus. atau bahkan kurus kering . misalnya berfikir. Hal itu memang benar. merenung. Panca indera adalah reseptor yang menghubungkan otak kita dengan lingkungan . dan lain-lain. kecantikan diartikan sebagai seorang wanita yang bertubuh ramping. kecantikan dilihat dari kemampuan reproduksi. Sesuatu diinterpretasikan berbeda-beda oleh setiap orang dan kelompok. baik komunikasi intrapersonal maupun interpersonal. pasti pernah mendengar kalimat“Perception is the core of communication” atau persepsi adalah inti komunikasi. maka komunikasi yang kita lakukan dengannya pun akan baik pula. ramping. Ada apa dengan persepsi? Sepenting apakah itu sampai disebut sebagai inti komunikasi? Ikuti terus tulisan ini Banyak sekali ahli komunikasi yang menjelaskan tentang definisi persepsi. putih. dan kondisi faktual yang saat itu kita tangkap. Contoh lain misalnya. Devito. maka itu akan membuat kita membentuk persepsi buruk tentangnya. Menurut kamu. Menurut penduduk Fiji. JOhn R. hidung. Aku harus membaca puluhan halaman dalam dua buku untuk dapat memahami makna dan manfaat persepsi dalam komunikasi. jangan kaget jika jawabannya bermacam-macam. Persepsi dikatakan inti komunikasi karena persepsi sangat mempengaruhi proses komunikasi yang kita lakukan. yakni tubuh yang subur dan keturunan yang banyak. kita berhadapan dengan seseorang yang kita persepsikan baik. Misalnya ketika mata kita melihat seorang perempuan bertubuh langsing. dan lain-lain. telinga. cantik itu seperti apa? Jika kita menanyakan itu kepada banyak orang. namun ternyata definisinya tidaklah sesimple itu. putih. Kecantikan menurut orang dayak adalah seseorang yang memakai banyak anting sampai daun telinganya menjuntai ke bawah. Mungkin ada yang menjawab cantik itu gendut. namun juga objekobjek sosial. psikologis. Berbeda dengan masyarakat modern di kota. Begitu juga sebaliknya. korespondensi. dan kulit. Selama ini kita mungkin menganggap bahwa persepsi adalah sebuah pendapat atau cara pandang. yaitu mata. Misalnya. Lalu bagaimana persepsi itu terbentuk? Perceptual process atau proses persepsi meliputi 3 tahap. misalnya mengobrol lewat telpon. Seperti Brian Fellows. tergantung latar belakangnya masing-masing. dan lain-lain. serta kelebihan dan kekurangan dari setiap alternative harus dievaluasi. Persepsi atau cara pandang kita terhadap sesuatu akan menentukan jenis dan kualitas komunikasi yang kita lakukan. yaitu asensi.

maka semakin efektif komunikasi yang dilakukan. Mengapa demikian? Karena interpretasi adalah proses penafsiran informasi atau pemberian makna dari informasi yang telah kita tangkap dan kita perhatikan. Setelah informasi itu kita tangkap dan kita rekam dalam otak. merasakan. dan paling menarik perhatian. Atensi adalah suatu tahap dimana kita memperhatikan informasi yang telah ada sebelum kita menginterpretasikannya. dan interpretasi adalah tahapan-tahapan yang dilalui untuk menghasilkan persepsi. sama-sama orang jawa. Sensasi. Persepsi-persepsi yang ada pada diri kita akan mempengaruhi proses komunikasi yang kita lakukan. meskipun saat itu kita juga sedang membaca koran atau sedang makan bakwan kan . namun tidak semuanya kita perhatikan. paling berbeda. mencium. bersalaman dan mencicipi masakan. biasa saja. Ketika mata kita melihat matahari terbenam di pantai kemudian kita perhatikan. mendengar. Setuju kan? Misalnya ketika kita mengobrol lewat telpon. Atensi. Pendapat atau persepsi yang dihasilkan tentunya akan beragam. informasi yang kita perhatikan hanyalah suara lawan bicara. tergantung latar belakang kita masing-masing. dan meraba tersebut kita proses kembali untuk dapat menghasilkan persepsi terhadap sesuatu. mencium parfum. atau sama-sama orang gila dan obyektif dalam memandang sesuatu . kita melihat sekumpulan orang berpakaian hitam. kita masuk dalam tahap atensi. Jika persepsi dikatakan sebagai inti komunikasi. dan ada satu orang berpakaian putih. Misalnya sama-sama orang desa. Persepsi setiap orang akan sama jika mereka berasal dari latar belakang yang sama. maka interpretasi adalah inti dari persepsi. karena itu berfikirlah positif .Sebenarnya banyak sekali hal yang tertangkap oleh panca indera kita. Misalnya melihat pantai. Semakin sama persepsi setiap orang.sekitar. Mana yang kita perhatikan? Tentu yang berbaju putih . Tahap terakhir adalah tahap interpretasi.Hal itu terjadi karena kita hanya akan memperhatikan apa yang kita anggap paling bermakna bagi kita. Contoh lain misalnya. Apakah menurut kita indah. Informasi yang kita tangkap dari proses melihat. atau bahkan jelek. maka secara tidak langsung kita akan menginterpretasikan pantai tersebut.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->