LAPORAN ELECTRONIC HEALTH RECORD

Disusun Oleh : Nama NIM Prodi : Mustika Syaril : E4110531 : Rekam Medik K.

Kelompok : B

D-4 Rekam Medik

Jurusan Kesehatan

Politeknik Negeri Jember
Page | 1

B. Rumusan Masalah • • Mengetahui pengertian dari EHR / RKE? Mengetahui penerapan sistem RKE di pelayanan kesehatan ? C. Untuk mengoperasikannya.BAB I PENDAHULUAN A. Keterlambatan dalam mendapatkan data medik yang dibutuhkan jugadapat berakibat pada keterlambatan penanganan medik terhadap pasien yang sedang membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat. Pemantauan kondisi kesehatan masyarakat oleh dinas kesehatan juga menuntut rekam medik dapat menghasilkan laporan berkala dalam deret kode ICD (International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems). Diperlukan sebuah sistem rekam medik lain. Rekam medik kertas hanya dapat menghasilkan kode ICD melalui pengkodean manual.Kesalahan dalam pencatatan dapat berakibat pada kesalahan dalam pengambilan tindakan medik. Untuk pencatatan identitas guna keperluan administrasi dan pemakaman. untuk menggantikan sistem konvensional ini. Page | 2 . Tujuan • • • Untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit. apalagi jika pasien yang dirawat sangat banyak. Rekam medik kertas yang digunakan dalam pelayanan medik tidak selalu mampu memberikan data yang diinginkan pada waktunya. terpadu dalam memproses pelayanan pasien di lingkungan internal Rumah Sakit dan juga melakukan pelaporan dengan efektif dan akurat kepada pihak yang berwenang. Untuk meningkatkan kelayakan suatu rumah sakit. Latar Belakang Rekam medik merupakan salah satu pijakan awal dalam mengambil tindakan medik. petugas medik dituntut fokus dalam pencatatan dan cepat mengakses kembali. sehingga prosesnya rawan terhadap kekeliruan dan lambat. Hal ini menurunkan efisiensi kerja tenagamedik yang seharusnya lebih mengedepankan upaya perawatan pasien.

Pengertian Rekam Kesehatan Elektronik Pengertian Rekam Kesehatan Elektronik (RKE) Seperti yang tertuang dalam permenkes 269 tahun 2008 pada pasal 2 yaitu • Rekam medis harus dibuat secara lengkap tertulis dan jelas atau secar elektronik • Penyelengaraan rekam medis dengan menggunakan teknologi informasi elektronik diatur lebih lanjut dengan peraturan sendiri. klinis dan berbagai event klinis selama proses pelayanan dari berbagai sumber data ( multi media) dan memiliki fungsi secara aktif memberikan dukungan bagi pengambilan keputusan medis. tersimpan sedemikian hingga dapat melayani berbagai pengguna rekam medis yang sah. seperti proses kelengkapan data. sosial. pemberi tanda peringatan waspada. Johan Harlan menyebutkan bahwa Rekam Kesehatan Elektronik adalah rekam medis seumur hidup (tergantung penyedia layanannya) pasien dalam format elektronik. Dengan permenkes tersebut yang menyatakan bahwa rekam medis dapat berupa rekam medis konvensonal maupun sacara elektronik. pendukung system keputusan klinik dan penghubung data dengan pengetahuan medis serta alat bantu lainnya Page | 3 . Sedangkan menurut Shortliffe. Dengan menggunakan rekam kesehatan elektronik menghasilkan system yang secara khusus memfasilitasi berbagai kemudahan bagi pengguna. DASAR TEORI A. demografis. BAB II PEMBAHASAN 1. 2001 Rekam medic elektronik (rekam medic berbasis-komputer) adalah gudang penyimpanan informasi secara elektronik mengenai status kesehatan dan layanan kesehatan yang diperoleh pasien sepanjang hidupnya. dan bisa diakses dengan komputer dari suatu jaringan dengan tujuan utama menyediakan atau meningkatkan perawatan serta pelayanan kesehatan yang efisien dan terpadu. RKE menjadi kunci utama strategi terpadu pelayanan kesehatan di berbagai rumah sakit.• Dapat menganalisis kebutuhan suatu instansi sarana pelayanan kesehatan dan memanaje langkah-langkah yang akan ditempuh untuk membangun suatu manajemen unit kerja MIK. Dalam rekam kesehatan elektronik juga harus mencakup mengenai data personal.

ketergantungan pasen. menentukan kebutuhan tenaga tersebutmisalnya . Pengorganisasian di Rumah Sakit merupakan upaya untuk menghimpun semua sumber dayay a n g dimiliki RS dan memanfaatkannya secara Page | 4 . antaralain . Menata. Fungsi Manajemen RKE : 1. beban kerja. perencanaantenaga professional kesehatan. Mengevaluasi. menggunakan beberapa pendekatan. Pengorganisasian (Organizing) Organizing atau pengorganisasian ini meliputi: a) Penentuan sumber daya-sumber daya dan kegiatan-kegiatan yg dibutuhkan utk mencapai tujuan organisasi. Menyebarkan (diseminasi)  pihak berwenang. tenaga perawat dan bidan.Unit Kerja MIK adalah Merupakan unit kerja yg dikelola sebagai pelayanan penunjang administratif RS secara profesional yg berorientasi pd kebutuhan informasi kes bagi pemberi layanan kes dan instansi lain yg berkepentingan. Perencanaan (Planning) Planning atau perencanaan merupakan pemilihan atau penetapan tujuan-tujuan organisasi dan penentuan strategi kebijaksanaan proyek program prosedur metode sistem anggaran dan standar yg dibutuhkan utk mencapai tujuan. Mengolah. Perencanaan di Rumah Sakit merupakan salah satu fungsi manajemen yang penting. Tugas dari Unit Kerja MIK antara lain Mengumpulkan. (b) perencanaan spesifik yang dilaksanakan di RS. yaitu : (a) perencanaan pengadaan yangdisusun berdasarkan konsumsi epidemiologi. Menganalisis data/inf pasien berkualitas  informasi. c) Penugasan tanggung jawab tertentu d) Pendelegasian wewenang yg diperlukan kepada individu-individu utk melaksanakan tugasnya. karena perencanaan memegang peranan yang sangat strategis dalam kesehatan di RS. Menjaga. b) Perancangan dan pengembangan suatu organisasi atau kelompok kerja yg akan dapat membawa hal-hal tersebut ke arah tujuan. dll 2. Terdapat pola beberapa dan jenis pola dalam keberhasilan upaya pelayanan obat dan logistik.

interpretasi dari suatu proses kegiatan pembelajatan. Dengan demikian dapat ditentukan penempatan siswa untuk suatu kegiatan atau program tertentu. Merencanakan kebutuhan sarana & prasarana unit kerja MIK untuk memenuhi kebutuhan kerja(planning) 4.e f i s i e n u n t u k m e n c a p a i tujuannya. Menyusun anggaran(planning) 5. goal. Menerapkan program orientasi dan latihan staf bagi yang terikat dalam sistem data pelayanan kesehatan(organizing) 6. 4. Menyusun kebijakan dan prosedur tentang sistem MIK/RM yg sesuai hukum. dan objektik untuk area tanggung jawabnya(actuating) 3. Penggerakkan (Actuating) Fungsi penggerakkan menggambarkan bagaimana manajer mengarahkan dan mempengaruhi para bawahan. sertifikasi. Memprediksi kebutuhan informasi dan teknik dalam sistem yankes di masa yang akan datang(planning) 2. bagaimana orang lain melaksanakan tugas yang esensial dengan mnciptakan suasana yang menyenangkan untuk bekerja sama. melaksanakan penilaian. Pengawasan (Controlling) Controlling atau pengawasan adl penemuan dan penerapan cara dan alat utk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dgn yg telah ditetapkan. Melaksanakan renstra. Pengorganisasian dalam manajemen pelayanan kesehatan di rumahsakit. akreditasi dan kebutuhan setempat(planning) Page | 5 . Evaluasi meliputi kegiatan pengukuran. 5. Evaluasi (Evaluating) Evaluasi dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan rangkaian kegiatan suatu program. sama hal dengan di organisasi lainnya. Di dalam evaluasi ada proses yang akhirnya mengarah pada penilaian sehingga hasilnya akan berbentuk nilai. Kompetensi Di Bidang Manajemen Unit Kerja Mik 1. 3.

sertifikasi. solusi. pembuatan keputusan dan rencana strategi unit kerja MIK/RM 14. Meningkatkan pelayanan prima saryankes sesuai harapan pasien 18. Mengembangkan sistem MIK/RM sebagai bagian dari perencanaan sistem informasi dalam sistem pelayanan kesehatan 13. sertifikasi. akreditasi dan kebutuhan setempat 9. akreditasi dan kebutuhan setempat 10. Menyajikan informasi hasil kerja penyelenggaraan MIK/RM guna evaluasi kinerja unitnya(actuating) 15. Memecahkan masalah pengembangan. akreditasi dan kebutuhan setempat(evalution) 8.7. Menyusun analisa jabatan dan uraian tugas perekam medis/perekam medis 11. Menyiapkan profil rumah sakit(actuating) 19. Mengoperasikan komputer guna penyelenggaraan sistem MIK/RM(actuating) Page | 6 . Memonitor keadaan staf. sertifikasi. Mengevaluasi kebijakan dan prosedur tentang MIK/RM yg sesuai hukum. Mengimplementasikan kebijakan dan prosedur tentang MIK/RM yg sesuai hukum. Melaksanakan dokumentasi unit kerja MIK/RM 17. produktifitas dan arus kerja untuk tujuan pengawasan 16. Menyusun kebijakan dan prosedur antar unit kerja tentang arus informasi setempat 12. Mengembangkan kebijakan dan prosedur tentang MIK/RM yg sesuai hukum.

ketentuan. Mengumpulkan. pedoman dan petunjuk tentang penyusunan data rumah sakit. mempelajari.2. peraturan.com/2011/02/sistem-informasi-manajemenpuskesmas. Mengadakan survei terhadap sumber daya manusia (SDM) yang terlibat dalam manajemen di rumah sakit. untuk mengenali permasalahan yang ada dewasa ini dengan Page | 7 .html Ruang Lingkup Pekerjaan Pekerjaan Pembuatan Program Sistem Informasi Rumah Sakit ini mencakup kegiatan-kegiatan yang dirinci seperti di bawah ini: 1.blogspot. dan memahami perundangan.( PERENCANAAN/PLANNING) 3. (PERENCANAAN/PLANNING) 2. Mengumpulkan contoh-contoh dokumen manajerial rumah sakit termasuk medical record dari tahun yang telah lalu dan sedang berjalan sehingga diperoleh gambaran mengenai keadaan dewasa ini. HASIL ANALISA Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Sumber : http://eblog-goblog.

Melaksanakan program pengenalan sistem dan pelatihan sumber daya manusia secara terbatas yang dimaksudkan agar Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRs) ini dapat segera beroperasi.(PENGGERAKKAN/ACTUATING) Page | 8 .com/2011/02/sistem-informasi-manajemenpuskesmas. . mu-lai dari loket. Menyusun spesifikasi teknis perangkat keras yang diperlukan untuk menjalankan perangkat lunak yang dikembangkan. poliklinik. Menyusun perangkat lunak sistem informasi Manajemen di lingkungan rumah sakit. Mengusulkan garis besar program pengenalan sistem dan pelatihan sumber daya manusia yang akan menangani Sistem Informasi Rumah Sakit. (PENGGERAKKAN/ACTUATING) 5.blogspot.(PENGGERAKKAN/ACTUATING) 4. dan mudah ditangani (User's Friendly). Menyusun layar interaksi yang bagi operator sistem terasa akrab.html 1. (PENGAWASAN/CONTROLLING) 4.(PENGGERAKKAN/ACTUATING) 6. Output register terdiri atas tiga buah register induk yakni register poliklinik tiga buah. (PERENCANAAN/PLANNING) 2. Penyederhanaan register pencatatan pasien menghilangkan duplikasi dan redudansi dengan mengutamakan efesiensi dan tidak menghilangkan kebutuhan data pokok pada pelayanan pasien. Menyusun petunjuk operasi (manual guide) sistem yang sederhana dan mudah dipahami. . (PENGGERAKKAN/ACTUATING) 7.harapan bahwa permasalahan ini dapat diatasi oleh Sistem Informasi Manajemen yang hendak dikembangkan. (PENGGERAKKAN/ACTUATING) 9.(PENGGERAKKAN/ACTUATING) 3. (PENGGERAKKAN/ACTUATING) 8. sederhana. Hasil penyederhanaan register tersebut dijadikan sebagai output hasil en-tri data pasien dalam pelayanan sehari-hari di puskesmas yang didesain menggunakan komputer. Perlu dilakukan penyederhanaan catatan register pelayanan pasien.(PENGORGANISASIAN/ORGANIZING) Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (Simpus) Sumber : http://eblog-goblog. pelayanan penunjang sampai dengan apotik.

Item-item yang tercantum dalam register diatas dituangkan dalam laporan SP2TP Plus melalui komputer. . baik menggunakan aplikasi spredsheet seperti Microsoft Excel maupun aplikasi lainnya.(PENGGERAKKAN/ACTUATING) LAMPIRAN Page | 9 .5.

7. 6. 5. Menyusun spesifikasi teknis perangkat keras yang diperlukan untuk menjalankan perangkat lunak yang dikembangkan. Mengadakan survei terhadap sumber daya manusia (SDM) yang terlibat dalam manajemen di rumah sakit. sederhana. peraturan. mempelajari. informasi yang dihasilkan akan memberikan nilai jika komputer tersebut dioperasikan dengan benar. Pengembangan sumberdaya manusia menjadi hal yang sangat penting. Menyusun petunjuk operasi (manual guide) sistem yang sederhana dan mudah dipahami. untuk mengenali permasalahan yang ada dewasa ini dengan harapan bahwa permasalahan ini dapat diatasi oleh Sistem Informasi Manajemen yang hendak dikembangkan. Mengumpulkan. Menyusun perangkat lunak sistem informasi Manajemen di lingkungan rumah sakit. 4.html PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA Untuk dapat mengoperasikan perangkat yang ada diperlukan sumber daya manusia yang dapat diandalkan untuk mengoperasikan sistem yang akan dibangun. Page | 10 . Ruang Lingkup Pekerjaan Pekerjaan Pembuatan Program Sistem Informasi Rumah Sakit ini mencakup kegiatan-kegiatan yang dirinci seperti di bawah ini: 1.blogspot.com/2011/02/sistem-informasi-manajemenpuskesmas. Menyusun layar interaksi yang bagi operator sistem terasa akrab. ketentuan. dan memahami perundangan. pedoman dan petunjuk tentang penyusunan data rumah sakit. mengingat komputer adalah benda mati. Mengumpulkan contoh-contoh dokumen manajerial rumah sakit termasuk medical record dari tahun yang telah lalu dan sedang berjalan sehingga diperoleh gambaran mengenai keadaan dewasa ini.Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Sumber : http://eblog-goblog. 2. dan mudah ditangani (User's Friendly). 3.

pada waktu yang tepat dan dalam bentuk yang tepat. Informasi yang berkualitas dalam pengelolaan manajemen pasien memberikan kepastian data untuk upaya penyehatan pasien dan pengobatan yang lebih akurat dan efektif. Informasi yang berkualitas pada manajemen institusi memberikan kepastian data pengelolaan organisasi pusk-esmas yang efektif.blogspot. baik untuk memenuhi aspek Perencanaan. Berguna atau tidaknya suatu informasi bergan-tung pada tujuan penerima informasi. puskesmas melaksanakan mana-jemen kesehatan pada tiga fungsi.html SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PUSKESMAS (SIMPUS) PENDAHULUAN Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) telah diberlakukan sejak tahun 1981. Pengendalian dan Penilaian. manipulasi dan presentasi data untuk mendukung proses pengambilan keputusan. 932 Tahun 2000.ketelitian penyampaian dan pengolahan data. manajemen institusi. Pelaksanaan maupun Pengawasan. ruang/tempat. sedangkan informasi yang baik pada manajemen Page | 11 .8. 9.berkala. Tujuan pelaksanaan SP2TP adalah didapatnya semua data hasil kegiatan Puskesmas dan data yang berkaitan serta dilaporkannya data tersebut kepada jenjang administrasi di atasnya sesuai kebutuhan secara benar. dan manajemen sistem. yakni fungsi manajemen pasien. SP2TP secara potensial dapat berperan banyak dalam menunjang proses manajemen Puskesmas. teratur guna menunjang pengelolaan upaya kesehatan masyarakat. waktu. LATAR BELAKANG Informasi adalah hasil analisis.com/2011/02/sistem-informasi-manajemen- puskesmas. Melaksanakan program pengenalan sistem dan pelatihan sumber daya manusia secara terbatas yang dimaksudkan agar Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRs) ini dapat segera beroperasi 1. Sumber : http://eblog-goblog. Menurut Kepmenkes RI No. Mengusulkan garis besar program pengenalan sistem dan pelatihan sumber daya manusia yang akan menangani Sistem Informasi Rumah Sakit. Penggerakan.

Page | 12 Sub Din Kesga : . Hal ini berimplikasi positif kepada pengurangan duplikasi data yang kurang efektif bagi pengambilan kepu-tusan. sehingga laporan yang deberikan adalah sebagai berikut : Sub Din Yankes : a. Laporan Lb1 – Lb 4. b. Puskesmas dalam pelayananya di masyarakat dibagi menjadi 2 yaitu Private service dan public service. e. manajemen unit maupun manajemen program. Penyusunan desain sistem infor-masi manajemen puskesmas dapat dilakukan melalui metode action research yang memandang pengguna bukan sebagai obyek namun sebagai partisipan. dan Penyedia kosmetik. Permasalahan yang terjadi di puskesmas se-Kota Payakumbuh ialah masih adanya duplikasi sistem pencatatan dan pela-poran baik di tingkat manajemen pasien. Laporan Kes Gigi. Penataan sistem informasi dalam manajemen kesehatan dapat dimulai dengan pengintegrasian transaksi pencatatan dan pelaporan. Lap Penyuluhan Kes Mas. Selain itu. Puskesmas Puskesmas mengumpulkan data hasil pelayananya . Laporan Apotik. Tahapan penataan sistem informasi kesehatan secara dini melalui pengu-kuran kebutuhan informasi bagi pengelolaan manajemen memerlukan peran serta aktif dari pengguna untuk memberikan hasil desain yang lebih mudah diimplikasikan dalam manajemen organisasi. Laporan Kunjungan dan Pemanfaatan Pelayanan . dan Pembinaan Toko Obat .Kes mata dan jiwa dan Pemb Sarana Batra . a. c. c. Laporan Gizi. Laporan KIA. b. fragmentasi pencatatan dan pelaporan juga ditemui dari be-berapa kegiatan Puskesmas. Pendekatan ini berfokus terjadinya perubahan yang melibatkan secara aktif pengguna dan peneliti dalam penyusunan desain.sistem akan menimbulkan ketepatan sasaran pembangunan kesehatan wilayah serta transparansi penyehatan masyarakat. Lap Pembinaan PIRT. d. jumlahnya tergantung dengan fasilitas yang dimiliki oleh masing-masing puskesmas.

Lap Pemb TTU Komponen dalam membangun Sebuah Sìstem Informasi Puskesmas : 1. poliklinik. mu-lai dari loket.Keinginan untuk melakukan kesinambungan . Sarana / Prasarana 6.Keinginan memberi yg terbaik .Keinginan bekerja sama (Lintas Program dan Instansi) . Identifikasi ini melahirkan kesepakatan dalam penyusunan desain simpus sebagai berikut : 1.Komitmen . Laporan 28 Penyakit yang di amati. d.Struktur kerja didalam pembagian tugas dan tanggung jawab dgn membentuk sebuah SK. Pencatatan dilakukan secara terpisah per ruangan sehingga dijumpai duplikasi pencatatan pasien yang sama untuk item variabel yang sama. Laporan Immunisasi. Perlu dilakukan penyederhanaan catatan register pelayanan pasien. Dana Berdasarkan hasil telaah dokumen diketahui bahwa register-register dicatat setiap hari oleh petugas pada masing-masing ruang pelayanan. e. pelayanan penunjang sampai dengan apotik. b.Kualitas . Organisasi . SDM .Sub Din P4L : a. Page | 13 . Media (Formulir / Hardware/Software) 3. 5. Laporan W2 Mingguan. Laporan Pembinaan Kesling . c.Kuantitas 4.Peran serta aktif dari Pimpinan dan staf 2. Pencatatan pelayanan pasien di puskesmas terdiri atas 24 register.

Penyederhanaan register pencatatan pasien menghilangkan duplikasi dan redudansi dengan mengutamakan efesiensi dan tidak menghilangkan kebutuhan data pokok pada pelayanan pasien. baik menggunakan aplikasi spredsheet seperti Microsoft Excel maupun aplikasi lainnya. Pengembangan prototipe yang dilakukan dalam proses pendesainan sistem in-formasi manajemen pasien di puskesmas ini menghasilkan integrasi register sebagai berikut : 1. Output register terdiri atas tiga buah register induk yakni register poliklinik tiga buah. 4. 3. Hasil penyederhanaan register tersebut dijadikan sebagai output hasil en-tri data pasien dalam pelayanan sehari-hari di puskesmas yang didesain menggunakan komputer.2. Register Induk Poliklinik Umum 2. 5. Register Induk Poliklinik KIA/KB a) Page | 14 . Item-item yang tercantum dalam register diatas dituangkan dalam laporan SP2TP Plus melalui komputer.

com/2009/06/rekam-kesehatan-elektronik-rke-oleh.scribd.com/2011/02/sistem-informasi-manajemen-puskesmas.html http://eblog-goblog.html http://www.html http://rekammedisugm08.blogspot.com/doc/58229892/4b-Manajemen-Yankes-Na2-Arrmrt-03 Page | 15 .DAFTAR PUSTAKA http://kemamu.blogspot.com/2009/05/sistem-informasi-manajemen-rumah-sakit.blogspot.

Page | 16 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful