P. 1
PROSES PEMBUATAN POLYETHYLEN

PROSES PEMBUATAN POLYETHYLEN

5.0

|Views: 1,972|Likes:
Published by dimanaufal

More info:

Published by: dimanaufal on May 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/18/2014

pdf

text

original

TUGAS PROSES INDUSTRI KIMIA PROSES PEMBUATAN POLYETHYLEN

Disusun oleh: Viski Vitria A Nadya Amalin Vitra Wahyu P Raizka Kharisma M Shafrizal 21030110130090 21030110130096 21030110130100 21030110130102 21030110130115

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG

dalam bahasa komersial lebih dikenal dengan nama plastik.15 oC Tekanan kritis : 50. ahli kimia ICI lainnya. mereka mengetahui bahwa yang ia buat mengandung rantai panjang CH2.9 oC Titik leleh : -169 oC Temperatur kritis : 9.05 g/mol Spesific gravity : 0. Reaksi diinisiasi oleh keberadaan oksigen dalam reaksi sehingga sulit mereproduksinya pada saat itu. Inggris. Polietilen terdiri dari : a. karena bahan tersebut bersifat termoplastik.BAB I PENDAHULUAN 1. berlilin. berhasil mensintesisnya sesuai harapan pada tahun 1935. Polietilena terdiri dari berbagai jenis berdasarkan kepadatan dan percabangan molekul. Sifat Fisik Ethylene (CH2=CH2) Berat Molekul : 28. dan berat molekulnya. Ketika koleganya.2 Spesifikasi Bahan Baku Polietilen adalah suatu bahan yang termasuk dalam golongan polimer.4 bar Volume kritis : 131 cm3/mol . mereka mendapatkan substansi yang sama seperti yang didapatkan oleh Pechmann. Ketika memperlakukan campuran etilena dan benzaldehida pada tekanan yang sangat tinggi. lagi-lagi. Kegiatan sintesis polietilena secara industri pertama kali dilakukan. Namun. Michael Perrin.57-102/4 Fase : gas Titik didih : -103. struktur kristal. 1. Bahan baku Utama :  Ethylene Ethylene ini diperoleh dari hasil produksi Ethylene plant. Sifat mekanis dari polietilena bergantung pada tipe percabangan. oleh Eric Fawcett dan Reginald Gibson pada tahun 1933 di fasilitas ICI di Northwich. dan pada tahun 1939 industri LDPE pertama dimulai. Eugen Bamberger dan Friedrich Tschirner mencari tahu tentang substansi putih. secara tidak sengaja.1 Sejarah Proses Polietilena pertama kali disintesis oleh ahli kimia Jerman bernama Hans von Pechmann yang melakukannya secara tidak sengaja pada tahun 1989 ketika sedang memanaskan diazometana.dan menamakannya polimetilena.

86 oC Temperatur kritis : -147 oC Tekanan kritis : 34 bar (abs)  Hidrogen Sifat Fisik Hidrogen (H2) adalah sebagai berikut : Berat Molekul : 2.43 bar Volume kritis : 293.8 oC Titik leleh : -209.1 oC Temperatur kritis : -1240 oC Tekanan kritis : 13 bar (abs) b.8081 Fase : gas Titik didih : -195.0709-252.016 g/mol Spesific gravity : 0.6013 Fase : cair Titik didih : -5 °C Titik leleh : -130 °C Temperatur kritis : 146.10 g/mol Spesific gravity : 0. Bahan baku Penunjang  Katalis Katalis yang digunakan terdiri dari tiga jenis.7 oC Titik leleh : -259. Sifat-sifat fisik dari comonomer tersebut yaitu : Sifat Fisik Butene-1 (CH2 = CHCH2CH3) Berat Molekul : 56.02 g/mol Spesific gravity : 0. tergantung pada spesifikasi produk yang diinginkan.85 °C Tekanan kritis : 40.7 Fase : gas Titik didih : -252. Comonomer Comonomer yang digunakan yaitu 1-butene. Ketiga jenis katalis tersebut yaitu : .3 cm3/mol Larut dalam pelarut organik tetapi tidak dapat larut dalam air  Nitrogen Sifat fisik dari nitrogen yaitu : Berat Molekul : 28.

Penggunaan : untuk memproduksi LLDPE. Memiliki distribusi berat molekul (MWD) produk yang luas. pipa. e. μ Karaktristik: a.17 g/mol Densitas : 0. μ Karaktristik : a. Harga Melt Index tinggi dan densitas yang cukup luas. Penggunaan : untuk memproduksi HDPE. Memiliki distribusi berat molekul (MWD) terbatas.  Co-catalyst Sifat Fisik TEAL (Al(C2H5)3) yaitu : Berat Molekul : 114. c. b.834 g/ml Viskositas : 2. Aktivitas yang baik (2-4 ppm Ti). 2. b. Harga Melt Indekx rendah dan densitas tinggi. tipe blow molding. Produktivitas Katalis 15000 kg resin/kg katalis. Berdiameter 500-600m. 3. Katalis F-3 Katalis F-3 merupakan katalis yang tergolong katalis chrome. Penggunaan : untuk memproduksi HDPE. μ Karaktristik: a. Aktivitas yang baik (kurang dari1ppm Cr). sturtur molekul produk yang lebih luas. c. Berdiameter 700-900m. b. film. Produktivitas Katalis 6000-8000 kg resin/kg katalis.6 mPa. d. d. Memiliki distribusi berat molekul (MWD) sangat luas. Berdiameter 500-600m.1. Polimerisasi baik. Produktivitas Katalis 3000-5000 kg resin/kg katalis.sg . Katalis S-2 Katalis S-2 terdiri dari chrome aktif yang di-support dengan silika dan aluminium. Katalis M-1 Katalis M-1 terdiri dari metal aktif Titanium yang di-support dengan silika dan aluminium. geomembran.

katalis Ziegler-Natta. penyambung.910–0. HDPE digunakan sebagai bahan pembuat botol susu. dan sebagai implan pengganti bagian pinggang dan lutut dalam operasi. HDPE bisa diproduksi dengan katalis kromium/silika. namun mengakibatkan pembentukan rantai panjang menjadi struktur kristal tidak efisien dan memiliki kepadatan lebih rendah dari pada HDPE. Karena ketahanannya terhadap penyobekan dan pemotongan serta bahan kimia. hingga jutaan. atau katalis metallocene.940 g/cm3. Polietilena cross-linked (Cross-linked polyethylene) (PEX atau XLPE) PEX atau XLPE adalah polietilena dengan kepadatan menengah hingga tinggi yang memiliki sambungan cross-link pada struktur polimernya. Sifat ketahanan terhadap temperatur tingi meningkat seperti juga ketahanan terhadap bahan kimia.67 juta. katalis Ziegler-Natta. Polietilena berdensitas menengah (Medium density polyethylene) (MDPE) MDPE dicirikan dengan densitas antara 0. UHMWPE digunakan sebagai onderdil mesin pembawa kaleng dan botol.915–0. Polietilena berdensitas tinggi (High Density Polyethylene) (HDPE) HDPE dicirikan dengan densitas yang melebihi atau sama dengan 0. yang berarti tidak akan berubah menjadi struktur kristal. roda gigi.940 g/cm3. dan katalis Ziegler adalah yang paling umum. MDPE biasa digunakan pada pipa gas. LLDPE adalah polimer linier dengan percabangan rantai pendek dengan jumlah yang cukup signifikan. Umumnya dibuat dengan kopolimerisasi etilena dengan rantai pendek alfa-olefin (1-butena. bahan anti peluru. Polietilena berdensitas rendah (Low density polyethylene) (LDPE) LDPE dicirikan dengan densitas 0. HDPE memiliki derajat rendah dalam percabangannya dan memiliki kekuatan antar molekul yang sangat tinggi dan kekuatan tensil. 1- . Tingginya massa molekul membuat plastik ini sangat kuat. UHMWPE bisa dibuat dengan teknologi katalis. jenis plastik ini memiliki aplikasi yang luas. LDPE diproduksi dengan polimerisasi radikal bebas. Polietilena linier berdensitas rendah (Linear low density polyethylene) (LLDPE) LLDPE dicirikan dengan densitas antara 0.941 g/cm3. LDPE memiliki derajat tinggi terhadap percabangan rantai panjang dan pendek. dan tempat sampah. Ini juga mengindikasikan bahwa LDPE memiliki kekuatan antar molekul yang rendah.925 g/cm3. pelindung sisi luar. pipa air.926–0. bagian yang bergerak dari mesin pemutar.3 Spesifikasi dan Penggunaan Produk       Polietilena bermassa molekul sangat tinggi (Ultra high molecular weight polyethylene) (UHMWPE) UHMWPE adalah polietilena dengan massa molekul sangat tinggi. kemasan margarin. Ini mengakibatkan LDPE memiliki kekuatan tensil yang rendah.1 hingga 5. MDPE memiliki ketahanan yang baik terhadap tekanan dan kejatuhan.1. atau katalis metallocene. Biasanya berkisar antara 3. botol/kemasan deterjen. MDPE bisa diproduksi dengan katalis kromium/silika.

VLDPE adalah polimer linier dengan tingkat percabangan rantai pendek yang sangat tinggi. LLDPE memiliki kekuatan tensil yanglebih tinggi dari LDPE. dan sebagainya). Umumnya dibuat dengan kopolimerisasi etilena dengan rantai pendek alfa-olefin. 1-oktena.  Polietilena berdensitas sangat rendah (Very low density polyethylene) (VLDPE) VLDPE dcirikan dengan densitas 0. .880–0.915 g/cm3. dan memiliki ketahanan yang lebih tinggi terhadap tekanan.heksena.

Setelah terbentuk produk berupa resin LLDPE (500 . Pada V-301 akan terjadi pelarutan HCl yang terdapat di dalam gas. produk dari V-202 dibawa ke product purge bin (R-301) yang beroperasi pada 100 oC dan 1 atm. maka secara periodik dialirkan ke product chamber (V-201). Kemudian. impuritis yang terbawa akan disingkirkan dengan N2 yang dialirkan pada cone I dan katalis serta co-katalis dideaktivasi dengan hidrolisis menggunakan steam yang dialirkan pada cone II. menurut reaksi : 2TiCl3 + 4H2O → 2TiO2 + 6HCl + H2 Al(C2H5)3 + 3H2O → Al(OH)3 + 3C2H6 Setelah itu. . Impuritis yang berupa gas akan ter-purging keluar dari R-301 melalui filter. alirannya dibagi menjadi 2 produk yaitu nitrogen bertekanan tinggi (NBT) dan nitrogen bertekanan rendah (NBR). Untuk selanjutnya. Untuk menurunkan energi aktivasi reaksi.BAB II RANCANGAN PROSES Umpan berupa C2H4. lalu diumpankan ke product blow tank (V-202) secara gravitasi. resin LLDPE dialirkan ke mixer (M-301) yang bersuhu 160 oC. Pada PE-301. H2. Ouput dari scrubber yang lainnya akan dialirkan ke flash drum (V-302) yang beroperasi pada 40 oC dan 85 bar. NBT digunakan sebagai carrier gas pada reaktor fluidized bed (R-201) yang beroperasi pada 85 oC dan 12 bar sedangkan NBR digunakan sebagai purger gas untuk Product Purge Bin (V-301). Ouput dari V-301 berupa larutan HCl akan ditampung di tangki HCl (V-303). Pada N2. Gas yang lolos melalui filter akan dialirkan ke scrubber (V-301) yang beroperasi pada 100 oC dan 1 atm.900 μm). C4H8. Pada R-301. senyawa yang terkondensasi di V-302 akan dipergunakan sebagai fuel boiler pada unit utilitas. maka ditambahkan katalis TiCl3 dan co-katalis Al(C2H5)3 (TEAL). Dengan suhu ini resin LLDPE akan meleleh. lalu disalurkan ke gudang produk (V-304). lelehan ini akan dibentuk menjadi pellet LLDPE. dan N2 dialirkan menuju ke mix point (S-201) untuk selanjutnya dialirkan ke reaktor fluidized bed (R-201). Umpan yang dialirkan pada R-201 akan mengalami reaksi polimerisasi yang akan menghasilkan resin LLDPE dengan tingkat konversi 10% setiap pass-nya. Lelehan ini akan dialirkan ke pelletizer (PE-301). Umpan yang tidak terkonversi disesuaikan kembali tekanannya agar sesuai dengan tekanan operasi yang dibutuhkan untuk fluidisasi dalam R-201. Setelah itu. untuk mempertahankan suhu operasi di dalam reaktor dipergunakan cycle gas cooler (E-201).

BAB III KESIMPULAN/PENUTUP  Kesimpulan Dengan temperatur dan tekanan rendah bisa dihasilkan polyethylene resin dengan densitas yang tinggi.  Saran Diharapkan selanjutnya proses pembuatan polyethylene dengan proses ini dapat dibahas lebih lanjut sehingga bisa diaplikasikan di industri .

BAB IVP DAFTAR PUSTAKA Wikipedia polyethylene .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->