(Prestressed Concrete

)

OLEH : NAMA NIM JURUSAN PRODI KELAS : RAZUARDI : 090411038 : Teknik Sipil : Perancangan Jalan Dan Jembatan : D-IV/VIA

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL POLITEKNIK NEGERI LHOKSEUMAWE 2012

yaitu gaya tekan yang memberikan prategang pada penampang di sepanjang bentang suatu elemen struktural sebelum bekerjanya beban mati dan beban hidup transversal atau beban hidup horizontal transien. yang berfungsi mengurangi atau menghilangkan tegangan tarik pada saat beton mengalami beban kerja. Gaya prategang ini berupa tendon yang diberikan tegangan awal sebelum memikul beban kerjanya. Rendahnya kapasitas tarik beton menimbulkan terjadinya retak lentur pada taraf pembebanan yang masih rendah. mengantikan tulangan tarik pada struktur beton bertulang biasa. dan hampir semua kapasitas beton dalam memikul tekan dapat secara efektif dimanfaatkan di seluruh tinggi penampang beton pada saat semua beban bekerja di struktur tersebut Gaya longitudinal yang diterapkan tersebut di atas disebut gaya prategang. suatu hal yang berlawanan dengan aksi baja (tendon) . gaya tarik yang berasal dari momen lentur ditahan oleh lekatan yang terjadi antara tulangan dan beton. dan torsional penampang tersebut. RUANG LINGKUP BETON PRATEGANG Beton adalah meterial yang kuat terhadap kondisi tekan. Pada beton bertulang biasa. gaya konsentris atau eksentris diberikan dalam arah longitudinal elemen struktural. Gaya ini mencegah berkembangnya retak dengan cara mengeliminasi atau sangat mengurangi tegangan tarik di bagian tumpuan dan daerah kritis pada kondisi beban kerja sehingga dapat meningkatkan kapasitas lentur.A. Akan tetapi. Kuat tarik beton bervariasi mulai dari 8 sampai 14 persen dari kuat tekannya. akan tetapi material yang lemah terhadap kondisi tarik. geser. Penampang dapat berperilaku elastis. tulangan di dalam komponen struktur beton bertulang tidak memberikan gaya dari dirinya pada komponen struktur tersebut. Untuk mengurangi atau mencegah berkembangnya retak tersebut.

pengangkuran tendon. ini yang dikenal sebagi beton prategang.prategang yang menghasilkan gaya dari dirinya sehingga memungkinkan pemulihan retak dan defleksi akibat momen lentur tersebut. PENGERTIAN BETON PRATEGANG Beton prategang adalah material yang sangat banyak digunakan dalam kontruksi. Pemberian gaya prategang berupa tendon. elemen beton prategang akan jauh lebih kokoh dari elemen beton bertulang biasa. modulus elastis yang tinggi dan mengalami rangkak ultimit yang lebih kecil. mengakibatkan berkurangnya retak. Gaya tekan disebabkan oleh reaksi baja tulangan yang ditarik. prategang pada umumnya diberikan dengan menarik baja tulangan. Prategang meliputi tambahan gaya tekan pada struktur untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan gaya tarik internal dan dalam hal ini retak pada beton dapat dihilangkan. yang menghasilkan kehilangan prategang yang lebih kecil pada baja. Kuat tekan yang tinggi ini diperlukan untuk menahan tegangan tekan pada serat tertekan. Beton yang digunkan dalam beton prategang adalah mempunyai kuat tekan yang cukup tinggi dengan nilai f’c min K-300. Pada beton bertulang. guna mengurangi atau menghilangkan tegangan tarik. Beton prategang pada dasarnya adalah beton di mana tegangan-tegangan internal dengan besar serta distribusi yang sesuai diberikan sedemikian rupa sehingga tegangan-tegangan yang diakibatkan oleh beban-beban luar dilawan sampai suatu tingkat yang diinginkan. mencegah terjadinya keretakan . B. Prategangan juga menyebabkan gaya dalam yang berlawanan dengan gaya luar dan mengurangi atau bahkan menghilangkan lendutan secara signifikan pada struktur.

dalam arti seluas-luasnya.Definisi beton prategang menurut beberapa peraturan adalah sebagai berikut: a. prategang pada umumnya diberikan dengan menarik baja tulangannya. Menurut ACI Beton prategang adalah beton yang mengalami tegangan internal dengan besar dan distribusi sedemikian rupa sehingga dapat mengimbangi sampai batas tertentu tegangan yang terjadi akibat beban eksternal. Menurut PBI – 1971 Beton prategang adalah beton bertulang dimana telah ditimbulkan tegangan-tegangan intern dengan nilai dan pembagian yang sedemikian rupa hingga tegangan-tegangan akibat beton-beton dapat dinetralkan sampai suatu taraf yang diinginkan. Dapat ditambahkan bahwa beton prategang. c. Kekuatan tarik beton polos hanyalah merupakan suatu fraksi saja dari kekuatan tekannya dan masalah kurang sempurnanya kekuatan tarik ini ternyata menjadi faktor . dapat juga termasuk keadaan (kasus) dimana tegangan-tegangan yang diakibatkan oleh regangan-regangan internal diimbangi sampai batas tertentu. Tetapi dalam tulisan ini pembahasannya dibatasi dengan beton prategang yang memakai tulangan baja yang ditarik dan dikenal sebagai tendon. b. Pada batang beton bertulang. Beton prategang pada dasarnya adalah beton di mana tegangan-tegangan internal dengan besar serta distribusi yang sesuai diberikan sedemikian rupa sehingga tegangan-tegangan yang diakibatkan oleh beban-beban luar dilawan sampai suatu tingkat yang diinginkan. Menurut Draft Konsensus Pedoman Beton 1998 Beton prategang adalah beton bertulang dimana telah diberikan tegangan dalam untuk mengurangi tegangan tarik potensial dalam beton akibat pemberian beban yang bekerja. seperti pada konstruksi yang melengkung (busur).

beton prategang adalah beton yang didalamnya terdapat kawat baja yang diberi tegangan dahulu dengan cara ditarik terus stelah itu di cor dan dipasang. MATERIAL BETON PRATEGANG a. sebab penerapan tegangan tarik yang berikutnya pertama-tama harus meniadakan prategang tekanan. Freyssinet mencoba memasukkan gaya-gaya yang bekerja secara permanen pada beton untuk melawan gaya-gaya elastik yang ditimbulkan oleh beban dan gagasan ini kemudian telah dikembangkan dengan sebutan “prategang”. Dalam tahun 1904. sehingga dapat memperkecil biaya.Beton ini memakai baja mutu tinggi sehingga dalam pembuatannya juga memakan cost yang tidak sedikit. Timbulnya retak-retak awal pada beton bertulang yang disebabkan oleh ketidakcocokan (non compatibility) dalam regangan-regangan baja dan beton barangkali merupakan titik awal dikembangkannya suatu material baru seperti “beton prategang”.pendorong dalam pengembangan material komposit yang dikenal sebagai “beton bertulang”. yang kuat menahan tekanan tetapi lemah dalam menahan tarikan. akan meningkatkan kekuatan tarik yang nyata dari material tersebut. Beton Beton berkekuatan tinggi adalah perlu di dalam beton prategang oleh karena materialnya memberikan tahanan yang tinggi dalam tegangan tarik.Beton prategang sangat baik untuk digunakan pada bangunan tingkat tinggi karena memiliki kuat tarik dan tekan sama baiknya dan dibanding beton biasa beton memilki kadar usia yang panjang. beton berkekuatan tinggi selalu lebih disukai untuk menghindarkan pengangkuran yang khusus. pengikatan dan dukungan. Penerapan tegangan tekan permanen pada suatu material seperti beton. Dalam daerah angker. . geser. C. yang tegangan-tegangan dukungnya menjadi lebih tinggi.

Baja Baja mutu tinggi merupakan bahan yang umum untuk menghasilkan gaya prategang dan mensuplai gaya tarik pada beton prategang.Pada beton prategang penting untuk mengetahui diagram tegangan-regangan untuk memperkirakan kehilangan gaya prategang dan juga untuk analisis penampang. Kekuatan tekan kubus 28 hari minimum yang ditentukan di dalam peraturan I. Untuk mengamankan terhadap susut yang berlebihan. Sedangkan pada baja biasa. khususnya beton mutu tinggi. Untuk lebih memahami sifat-sifat dan karakteristik dari beton mutu tinggi. adalah komponen utama dari semua elemen beton prategang.6 f’ci 2. kekuatan dan daya tahan jangka panjang beton prategang harus diperoleh dengan menggunakan jaminan kualitas dan kontrol kualitas yang memadai pada tahap produksinya. Tegangan serat tekan terluar 0.S. pembaca hendaknya mempelajari dari peraturan-peraturan tentang beton yang berlaku. Diagram tegangan-regangan baja prategang (mutu tinggi) berbeda dengan baja beton biasa Pada baja prategang diagram tegangan regangannya tidak tetap. tergantung dari diameter baja dan bentuknya. b. Tegangan beton sesaat sesudah penyaluran gaya prategang (sebelum terjadinya kehilangan tegangan sebagai fungsi waktu) tidak boleh melampaui nilai sebagai berikut : 1. Dengan demikian. Tegangan serat tarik terluar ci f ' .S. Yang menjadi penting juga dalam baja prategang adalah diagram tegangan-regangannya. adalah 40 N/mm2 untuk batang pratarik dan 30 N/mm2 untuk batang pascatarik. menetapkan bahwa kadar semen dalam campuran sebaiknya tidak melebihi 530 kg/m3. peraturan B.8 bila tidak tersedia data percobaan yang relevan. Perbandingan standar kekuatan silinder terhadap kekuatan kubus dianggap sebesar 0. Beton. Kadar semen minimum sebesar 300 sampai 360 kg/m3 telah ditetapkan terutama untuk memenuhi persyaratan daya tahan. mempunyai diagram tegangan-regangan yang tetap untuk setiap diameter.

043 c f ' (dalam Mpa).65f’c 3.1 berbantuk kurvilinier pada taraf pembebanan yang sangat awal. beban mati dan beban hidup tetap 0. yang dihitung berdasarkan asumsi suatu penampang utuh yang belum retak. nilai modulus elastisitas beton Ec dapat diambil sebesar (wc)1. Tegangan serat tekan terluar akibat pengaruh prategang. Tegangan serat tarik terluar pada ujung-ujung komponen struktur di atas perletakan sederhana ci f ' Bila tegangan tarik terhitung melampaui nilai tersebut diatas. maka harus dipasang tulangan tambahan (non-prategang atau prategang) dalam daerah tarik untuk memikul gaya tarik total dalam beton. yang disebut modulus elastisitas dalam perhitungan desain. maka modulus elastisitas Young dapat diterapkan hanya pada tangen dari kurva di titik asal.50. Tegangan serat tekan terluar akibat pengaruh prategang. Untuk beton normal Ec dapat diambil sebesar (4700) c f ' . perlu ditentukan kuat tekan beton f’ci pada taraf . Nilai ini. Karena pada umumnya pemberian tegangan pada suatu elemen dilakukan sebelum beton kekuatan 28 hari.3. Kemiringan garis lurus yang menghubungkan titik asal dengan tegangan tertentu (sekitar 0. Tegangan serat tarik terluar dalam daerah tarik yang ada pada awalnya mengalami tekan c f ' Karena kurva tegangan-regangan yang terlihat dalam Gambar 2. beban mati dan beban hidup total 0. Tegangan beton pada kondisi beban layan (sesudah memperhitungkan semua kehilangan prategang yang mungkin terjadi) tidak boleh melampaui nilai berikut: 1. dan bahwa regangan selanjutnya akibat bekerjanya beban disebut rangkak. memenuhi asumsi praktis bahwa regangan yang terjadi selama pembebanan pada dasarnya dapat dianggap elastic (dapat pulih kembali seluruhnya jika belum dihilangkan).4 f’c) merupakan modulus elastisitas tekan beton. Untuk nilai wc diantara 1500 kg/m3 dan 2500 kg/m3.45f’c 2.

Rangkak. Deformasi awal akibat beban adalah regangan elastis. dan seperti pada kasus susut.95 dan 0. dengan nilai masing-masing 0.prategang. Meskipun susut dan rangkak merupakan fenomena yang tidak independen. 0. Kelajuannya berkurang terhadap waktu karena beton yang lebih tua lebih tahan terhadap tengangan dan ini berarti beton tersebut .85.98 Dengan demikian. untuk semen tipe I yang dirawat basah. atau aliran material lateral.3 menunjukkan peningkatan u. sehingga Regangan total Pada dasarnya.30 untuk semen tipe III yang dirawat basah = 1. mengilustrasikan pertambahan regangan rangkak terhadap waktu.92. 0. adalah peningkatan regangan terhadap waktu akibat beban yang terus menerus bekerja. Rangkak tidak dapat diamati secara langsung dan hanya dapat ditentukan dengan mengurangkan regangan elastis dan regangan susut dari deformasi total. begitu pula modulus beton Ec pada bebagai taraf riwayat pembebanan elemen tersebut.00 untuk semen tipe I yang dirawat uap dan 2. Gambar 2.30 untuk semen tipe III yang dirawat uap β = faktor yang bergantung pada parameter-parameter yang sama dengan ”α”. terlihat bahwa laju rangkak berkurang terhadap waktu. ada dua jenis susut: susut plastis dan susut pengeringan. Rumus umum untuk menghitung kuat tekan sebagai fungsi dari waktu adalah Di mana f’c = kuat tekan 28 hari t = waktu (hari) α = faktor yang bergantung pada tipe semen dan kondisi perawatan = 4. sementara regangan tambahan akibat beban awal yang sama yang terus bekerja adalah regangan rangkak.00 untuk semen tipe I yang dirawat basah dan 2. Susut pengeringan terjadi sesudah beton mongering dan sebagian besar proses hidrasi kimiawi di pasta semen telah terjadi. dapat diasumsikan bahwa superposisi regangan berlaku. Susut plastis terjadi selama beberapa jam pertama sesudah pengecoran beton segar di cetakan.

durasi susut akan lebih lama untuk komponen struktur yang lebih besar karena lebih banya waktu yang dibutuhkan dalam pengeringan untuk mencapai daerah dalam. Beton dengan modulus elastisitas tinggi atau dengan permukaan kasar lebih dapat menahan proses susut. Beberapa faktor yang mempengaruhi besarnya susut pengeringan adalah: 1. 4. Karbonasi. 7. Ukuran elemen beton. 8. Beton bertulang menyusut lebih sedikit dibandingkan dengan beton polos. Bahan tambahan. 2. Kelembaban relatif pada lingkungan sekitar sangat mempengaruhi besarnya susut. semakin tinggi pula efek susut. Efek ini bervariasi bergantung pada jenis bahan tambahan. 5. Kondisi kelembaban di sekitar. Rasio air/semen. 6. Susut karbonasi disebabkan oleh reaksi antara karbondioksida (CO2) yang ada di atmosfir dan yang ada di pasta semen. Jenis semen. Agregat. Semakin tinggi rasio air/semen. Banyaknya penulangan. . 3.mengalami lebih sedikit susut. Temperatur lingkungan juga merupakan faktor. Namun. Agregat beraksi menahan susut pasta semen. Baik laju maupun besar total susut berkurang apabila volume elemen beton semakin besar. sedemikian sehingga regangan susut menjadi hamir asimtotis terhadap waktu. Semen yang cepat mongering akan susut lebih banyak dibandingkan jenis-jenis lainnya.

KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN BETON PRATEGANG a. 5. Pemakaian kabel yang melengkung. Terhindarnya retak terbuka di daerah tarik. Ketahanan geser balok bertambah. Kelemahan beton prategang . Maka struktur dengan bentang besar dapat langsing. sehingga menjadi dinamis instabil akibat getaran gempa/angin. 10. 7. jadi lebih tahan terhadap keadaan korosif. 9. kecuali bila struktur itu memiliki redaman yang cukup atau kekakuannya ditambah. Tetapi ini menyebabkan Natural Frequency dari struktur berkurang. 6. 3. akhirnya akan lebih kecil dibandingkan pada beton bertulang. 11. yang disebabkan oleh pengaruh pratekan yang mengurangi tegangan tarik utama (akan di bahas lebih lanjut pada tegangan geser beton prategang). Kedap air. Jumlah berat baja prategang jauh lebih kecil dibandingkan dengan berat baja tulangan biasa (1/5 – 1/3). b. khususnya dalam untuk bentang panjang membantu mengurangi gaya geser yang timbul pada penampang tempat tumpuan. cocok untuk pipa dan tangki. jadi lebih tahan terhadap korosif. Biaya pemeliharaan beton prategang lebih kecil. sebab seluruh luas penampang dipakai secara efektif. Jumlah berat baja prategang jauh lebih kecil dibandingkan jumlah berat besi beton biasa. 8.D. sebab seluruh penampang dipakai secara efektif. maka lendutan 4. karena tidak adanya retak-retak pada kondisi beban kerja (terhindar dari bahaya korosi). Terhindarnya retak terbuka di daerah beton tarik. Karena terbentuknya lawan lendut sebelum beban rencana bekerja. Keuntungan beton prategang 1. Terlihat bahwa kekuatan penampang beton pratekan enam kali lebih besar jika dibandingkan dengan beton bertulang. Penampang struktur lebih kecil/langsing. sehingga berkurangnya beban mati yang diterima pondasi. Penampang struktur lebih kecil/langsing. Ketahanan gesek balok dan ketahanan puntirnya bertambah. 2.

beton cor di sekitar tendon baja yang sangat stres dan sembuh.1. baja prategang dan kehilangan prategang yang relatif tinggi. Dituntut keahlian dan ketelitian yang lebih tinggi. Ketika beton telah mencapai kekuatan yang diperlukan nya. Sebagai baja yang sangat menekankan upaya untuk kontrak. kabel dipotong atau dilepaskan dari abutment. Ini pemendekan tergantung waktu yang relatif tinggi beton menyebabkan penurunan yang signifikan dalam regangan tarik di berikat. pemendekan elastis dari strain rangkak beton dan selanjutnya cenderung tinggi. . Prategang yang disampaikan melalui ikatan antara baja dan beton. 2. atau bar) bereaksi pada beton. Operasi tensioning dapat terjadi sebelum atau setelah beton cor dan karenanya. anggota pancang diklasifikasikan sebagai pretensioned atau pasca-dikencangkan. Karena beton biasanya menekankan pada usia dini. untai. yang harganya lebih mahal. E. Dituntut kwalitas bahan yang lebih tinggi (pemakaian beton dan baja mutu yang lebih tinggi). Dengan bekisting di tempat. Para highstrength prategang baja yang paling sering dikencangkan menggunakan jack hidrolik. Untuk mengurangi waktu siklus konstruksi. Anggota beton Pretensioned sering pracetak di pretensioning tempat tidur cukup lama untuk mengakomodasi unit identik secara simultan. Pretensioned beton Tendon prategang pada awalnya dikencangkan antara abutment tetap dan berlabuh. PROSES PEMASANGAN prategang biasanya diberikan kepada anggota beton dengan tulangan baja yang sangat dikencangkan (kawat. curing uap dapat digunakan untuk memfasilitasi kenaikan kekuatan yang cepat beton dan beton sering ditekankan dalam waktu 24 jam casting. beton yang dikompresi.

beton cor di sekitar saluran berongga yang tetap untuk setiap profil yang diinginkan. Tendon tersebut kemudian berlabuh di setiap akhir menekankan. tendon tidak grout untuk alasan ekonomi dan tetap secara permanen terikat. saluran-saluran yang berisi tendon sering diisi dengan grout di bawah tekanan. tendon terikat beton dan lebih efisien dalam mengendalikan retak dan memberikan kekuatan batas. bagaimanapun. Post-tensioning juga digunakan untuk konstruksi segmental besar-span girder jembatan. khususnya di Amerika Utara dan Eropa.Pasca dikencangkan beton Dengan bekisting dalam posisi. Beton dikompresi selama operasi menekankan dan pratekan dipertahankan setelah tendon yang berlabuh oleh bantalan pada pelat penjangkaran akhir ke beton. atau sebagai alternatif dapat berulir melalui saluran pada beberapa waktu kemudian. yang tendon dikencangkan. Dalam beberapa situasi. Tendon dapat ditekankan dari satu ujung dengan ujung berlabuh atau mungkin ditekankan dari kedua ujungnya. tanpa tekanan di dalam saluran selama menuangkan beton.Prategang juga dapat dikenakan pada anggota baru atau yang ada dengan menggunakan tendon eksternal atau seperti perangkat sebagai jack datar. Dengan cara ini. Tendon Berikat juga cenderung menimbulkan korosi atau menyebabkan masalah keamanan jika tendon yang kemudian hilang atau rusak.Pasca-dikencangkan tendon juga memaksakan gaya transversal ke anggota mana pun arah perubahan kabel. Sebagian besar beton pratekan situ adalah pasca-dikencangkan. Setelah tendon telah berlabuh dan tidak lebih menekankan diperlukan. Tendon baja biasanya di tempat. Sistem ini berguna untuk operasi prategang sementara tapi dapat dikenakan tinggi tergantung waktu kerugian. Ketika beton telah mencapai kekuatan yang diperlukan. Jack hidrolik relatif ringan dan portabel membuat di lokasi pascatensioning proposisi menarik. .

Doehting dari Jerman memperoleh hak paten untuk memprategang pelat beton dari kawat baja. Pada waktu yang hampir bersamaan yaitu pada tahun 1888. Mandl dan M.F.R. Sedangkan J. C. Jackson dari California. Koenen dari Jerman menyelidiki identitas dan besar kehilangan gaya prategang. Pada tahun 1886 telah dibuat hak paten dari kontruksi beton prategang yang dipakai untuk pelat dan atap.H. Amerika Serikat. SEJARAH BETON PRATEGANG Penerapan pertama dari beton prategang dimulai oleh P. Tetapi gaya prategang yang diterapkan dalam waktu yang singkat menjadi hilang karena rendahnya mutu dan kekuatan baja. Untuk mengatasi hal tersebut oleh G.W. Eugen Freyssonet dari . Steiner dari Amerika Serikat pada tahun 1908 mengusulkan dilakukannya penegangan kembali.E.

Magnel (Belgia). pelat dan kolom.Guyon (Perancis). Dengan beton prategang dapat dibuat betang yang besar tetapi langsing. Berdasarkan pengalamannya membangun jembatan pelengkung pada tahun 1907 dan 1927. Leonhardt (Jerman). Lin (Amerika Serikat). pipa dan tiang panjang. P. komponen bangunan seperti balok. Dan beton prategangan sekarang telah diterima dan banyak dipakai. V. dan T. Mikhailov (Rusia). Abeles (Inggris). Kemudian pada tahun 1940 diperkenalkan sistem prategang yang pertama dengan bentang 47 meter di Philadelphia (Walnut Lane Bridge) seperti gambar dibawah ini : Setelah Fresyssinnet para sarjana lain juga menemukan metode-metide prategang. F. Sekarang telah dikembangkan banyak sistim dan teknik prategang. Y.Perancis yang pertama-tama menemukan pentingnya kehilangan gaya prategang dan usaha untuk mengatasinya. misalnya pada jembatan. setelah melalui banyak penyempurnaan hampir pada setiap elemen beton prategang.V. Mereka adalah G. terowongan dan lain sebagainya. maka disarankan untuk memakai baja dengan kekuataan yang sangat tinggi dan perpanjangan yang besar. .Y.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful