P. 1
Makalah Komunikasi Interpersonal

Makalah Komunikasi Interpersonal

|Views: 3,627|Likes:
Published by Nurul Yusniah

More info:

Published by: Nurul Yusniah on May 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/06/2013

pdf

text

original

Komunikasi Interpersonal

A. Pengertian Komunikasi Interpersonal Kamus Psikologi (Rakhmat, 2001) mendefinisikan komunikasi sebagai penyampaian energi, gelombang suara dan tanda di antara tempat sebagai proses penyampaian suatu pesan dalam bentuk lambang bermakna sebagai paduan pikiran dan perasaan berupa ide, informasi, kepercayaan, harapan, imbauan, dan sebagainya, yang dilakukan seseorang kepada orang lain, baik langsung secara tatap muka maupun tidak langsung melalui media dengan tujuan mengubah sikap, pandangan atau perilaku. Kata komunikasi ini sendiri berasal dari bahasa Latin “communicatio” yang berarti “pergaulan”, “persatuan”, “peran serta”, dan “kerjasama”. Kata komunikasi bersumber dari istilah “communis” yang berarti “sama makna”. Komunikasi interpersonal, secara ringkas yaitu berkomunikasi di antara dua orang atau lebih yang saling timbal balik. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1994), yang dimaksud dengan komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Dalam proses komunikasi, dapat terjadi komunikasi dua arah. Komunikasi dua arah adalah suatu proses komunikasi antara komunikan dan komunikatornya yang bergantian memberikan informasi. Komunikan itu sendiri adalah pihak penerima pesan dalam komunikasi. Sedangkan komunikator adalah orang atau kelompok orang yang

menyampaikan pesan pada komunikasi.

yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung. Jika ia dapat memberikan kesempatan pada komunikan untuk bertanya seluasluasnya (Sunarto. dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik segera (Effendy. dua sejawat.2003). Arus balik bersifat langsung. 2000) Menurut Effendi. dua sahabat dekat. pendapat atau perilaku seseorang. 2004). guru-murid dan sebagainya (Mulyana. Menurut De Vito (Sendjaja. Komunikasi interpersonal adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka. berhasil atau tidaknya. komunikator mengetahui secara pasti apakah komunikasinya positif atau negatif. pada hakekatnya komunikasi interpersonal adalah komunikasi antar komunikator dengan komunikan. Pada saat komunikasi dilancarkan. 2005).Komunikasi interpersonal adalah proses pertukaran informasi diantara seseorang dengan paling kurang seorang lainnya atau biasanya di antara dua orang yang dapat langsung diketahui balikannya (Muhammad. komunikasi jenis ini dianggap paling efektif dalam upaya mengubah sikap. karena sifatnya yang dialogis berupa percakapan. 2003). baik secara verbal atau nonverbal. komunikator mengetahui tanggapan komunikan ketika itu juga. Komunikasi interpersonal ini adalah komunikasi yang hanya dua orang. seperti suami istri. komunikasi interpersonal adalah penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain atau sekelompok kecil orang. .

berikut akan dipaparkan enam tujuan.B. dan tingkah laku kita. Adalah sangat menarik dan mengasyikkan bila berdiskusi mengenai perasaan. 3. Banyak dari waktu kita . dan tingkah laku kita sendiri. antara lain (Muhammad. meskipun banyak jumlah informasi yang datang kepada kita dari media massa hal itu seringkali didiskusikan dan akhirnya dipelajari atau didalami melalui interaksi interpersonal. Membentuk Dan Menjaga Hubungan Yang Penuh Arti Salah satu keinginan orang yang paling besar adalah membentuk dan memelihara hubungan dengan orang lain. Menemukan Diri Sendiri Salah satu tujuan komunikasi interpersonal adalah menemukan personal atau pribadi. Tujuan Komunikasi Interpersonal Komunikasi interpersonal mungkin mempunyai beberapa tujuan. atau mengenai diri kita. 2005) : 1. pikiran. Bila kita terlibat dalam pertemuan interpersonal dengan orang lain kita belajar banyak sekali tentang diri kita maupun orang lain. Banyak informasi yang kita ketahui datang dari komunikasi interpersonal. 2. Menemukan Dunia Luar Hanya komunikasi interpersonal menjadikan kita dapat memahami lebih banyak tentang diri kita dan orang lain yang berkomunikasi dengan kita. kita memberikan sumber balikan yang luar biasa pada perasaan. Komunikasi interpersonal memberikan kesempatan kepada kita untuk berbicara tentang apa yang kita sukai. pikiran. Dengan membicarakan diri kita dengan orang lain.

Untuk Membantu Ahli-ahli kejiwaan. melihat film. Berbicara dengan teman mengenai aktivitas kita pada waktu akhir pecan.pergunakan dalam komunikasi interpersonal diabadikan untuk membentuk dan menjaga hubungan sosial dengan orang lain. ahli psikologi klinis dan terapi menggunakkan komunikasi interpersonal dalam kegiatan profesional mereka untuk mengarahkan kliennya. Dengan melakukan komunikasi interpersonal semacam itu dapat memberikan keseimbangan yang penting dalam pikiran yang memerlukan rileks dari semua keseriusan di lingkungan kita. Kita berkonsultasi dengan . berdiskusi mengenai olahraga. 4. Berubah Sikap Dan Tingkah Laku Banyak waktu kita pergunakan untuk mengubah sikap dan tingkah laku orang lain dengan pertemuan interpersonal. memasuki bidang tertentu dan percaya bahwa sesuatu itu benar atau salah. misalnya mencoba diet yang baru. menceritakan cerita dan cerita lucu pada umumnya hal itu adalah merupakan pembicaraan yang untuk menghabiskan waktu. Kita semua juga berfungsi membantu orang lain dalam interaksi interpersonal kita sehari-hari. Kita banyak menggunakan waktu waktu terlibat dalam posisi interpersonal. 6. menulis membaca buku. membeli barang tertentu. 5. Untuk Bermain Dan Kesenangan Bermain mencakup semua aktivitas yang mempunyai tujuan utama adalah mencari kesenangan. Kita boleh menginginkan mereka memilih cara tertentu.

bahwa biasanya komunikasi interpersonal terjadi secara kebetulan tanpa rencana sehingga pembicaraan terjadi secara spontan. antara lain: 1. Komunikasi interpersonal biasanya dalam suasana kedekatan atau cenderung menghendaki keakraban.seorang teman yang putus cinta. Ciri-ciri Komunikasi Interpersonal Ada lima aspek yang merupakan cirri-ciri dari komunikasi interpersonal (Sunarto. Salah satu cirri khas komunikasi interpersonal adalah adanya timbale balik bergantian dalam saling member maupun menerima informasi antara komunikator dan komunikan secara bergantian sehingga tercipta suasan dialogis. Maksudnya. Komunikasi interpersonal biasanya terjadi secara spontan dan tanpa tujuan terlebih dahulu. berkonsultasi dengan mahasiswa tentang mata kuliah yang sebaiknya diambil dan lain sebagainya. Komunikasi interpersonal mempunyai akibat yang direncanakan maupun tidak terencana. 3. 2003). Komunikasi interpersonal dalam pelaksanaannya lebih menonjol dalam pendekatan psikologis daripada unsure sosiologisnya. Untuk mengarh kepada suasana kedekatan atau keakraban tentunya kedua belah pihak yaitu komunikator dan komunikan harus berani membuka hati. siap menerima keterusterangan pihak lain. 2. 5. Komunikasi interpersonal biasanya berlangsung berbalasan. C. Hal ini karena . 4.

yaitu : 1. Di sini keterbukaan diperlukan dengan cara memberi tanggapan secara spontan dan . sehingga komunikasi akan mudah dilakukan. meliputi sifat–sifat yaitu: a. orang lain memberikan tanggapan secara jujur dan terbuka tentang segala sesuatu yang dikatakan. pikiran dan gagasan kita. D. Karakteristik–karakteristik Efektivitas Menurut De Vito (Sendjaja. Sehingga faktorfaktor yang mempengruhi kejiwaan seseorang lebih mudah terungkap dalam komunikasi tersebut. Hal ini tidak berarti bahwa serta merta menceritakan semua latar belakang kehidupan. namun yang paling penting ada kemauan untuk membuka diri pada masalah– masalah umum. Perspektif humanistik.adanya unsur kedekatan atau keakraban yang terbatas pada dua atau dengan paling banyak tiga individu saja yang terlibat. Di sini orang lain akan mengetahui pendapat. Keterbukaan Sifat keterbukaan tentang komunikasi interpersonal yaitu: 1) Bahwa kita harus terbuka pada orang–orang yang berinteraksi. 2) Keterbukaan menunjukkan pada kemauan diri untuk memberikan tanggapan terhadap orang lain dengan jujur dan terus terang tentang segala sesuatu yang dikatakannya. Demikian pula sebaliknya. 2004) karakteristik–karakteristik efektivitas komunikasi interpersonal terbagi dua perspektif.

Dalam suasana seperti ini. Dengan empati seseorang berusaha melihat dan merasakan seperti yang dilihat dan dirasakan orang lain. b. seseorang dalam menghadapi suatu masalah tidak bersikap bertahan (defensif). Empati Empati adalah kemampuan seseorang untuk menempatkan dirinya pada peranan atau posisi orang lain. Tentunya. Sebaliknya dalam perilaku defensif ditandai dengan sifat–sifat: evaluasi. hal ini tidak dapat dengan mudah dilakukan dan dapat menimbulkan kesalahpahaman orang lain. dalam arti bahwa seseorang secara emosional maupun intelektual mampu memahami apa yang dirasakan dan dialami orang lain. strategi dan kepastian. 1) Deskriptif Suasana yang deskriptif akan menimbulkan sikap suportif dibandingkan dengan evaluatif.tanpa dalih terhadap komunikasi dan umpan balik orang lain. c. Artinya. orang yang memiliki sifat ini lebih banyak meminta informasi atau deskripsi tentang suatu hal. Perilaku Suportif Komunikasi interpersonal akan efektif bila dalam diri seseorang ada perilaku suportif. yakni: deskriptif. . tetapi merasa dihargai. Artinya. seperti marah atau tersinggung. spontanitas dan provisionalisme. biasanya orang tidak merasa dihina atau ditantang. Keterbukaan dan empati tidak dapat berlangsung dalam suasana yang tidak suportif.

ada kemauan untuk mendengar pandangan yang berbeda dan bersedia menerima pendapat orang lain. d. Perilaku Positif Komunikasi interpersonal akan efektif bila memiliki perilaku positif. 2) Mempunyai perasaan positif terhadap orang lain dan berbagai situasi komunikasi. Sikap positif dalam komunikasi interpersonal menunjuk paling tidak pada dua aspek. bila memang pendapatnya keliru. Biasanya orang seperti itu akan ditanggapi dengan cara yang sama. terbuka.2) Spontanitas Orang yang spontan dalam komunikasi adalah orang terbuka dan terus terang tentang apa yang dipikirkannya. e. komunikasi interpersonal umumnya akan lebih efektif bila . yaitu: 1) Komunikasi interpersonal akan berkembang bila ada pandangan positif terhadap diri sendiri. terbuka dan terus terang. 3) Provisionalisme Seseorang yang memiliki sifat ini adalah memiliki sikap berpikir. Artinya. Kesamaan Kesamaan dalam komunikasi interpersonal ini mencakup dua hal yaitu: 1) Kesamaan bidang pengalaman di antara para pelaku komunikasi.

c. Manajemen Interaksi Seseorang yang menginginkan komunikasi yang efektif akan mengontrol dan menjaga interaksi agar dapat memuaskan kedua belah pihak. Orang yang memiliki sifat ini. b. Dalam arti bahwa seorang tidak merasa malu. sikap. gugup atau gelisah menghadapi orang lain. Kebersamaan Seseorang bisa meningkatkan efektivitas komunikasi interpersonal dengan orang lain bila ia bisa membawa rasa kebersamaan.para pelakunya mempunyai nilai. dalam berbagai situasi komunikasi. sehingga tidak seorang pun merasa diabaikan. perilaku dan pengalaman yang sama. Hal ini . Hal ini tidak berarti bahwa ketidaksamaan tidaklah komunikatif. meliputi sifat–sifat yaitu: a. memberi pengertian bahwa dalam komunikasi interpersonal harus ada kesamaan dalam hal mengirim dan menerima pesan. 2. Bersikap Yakin Komunikasi interpersonal akan lebih efektif bila seseorang mempunyai keyakinan diri. orang yang mempunyai sifat semacam ini akan bersikap luwes dan tenang. 2) Kesamaan dalam percakapan di antara para pelaku komunikasi. baik secara verbal maupun non verbal. bila berkomunikasi dengan orang lain akan memperhatikannya dan merasakan kepentingan orang lain. Perspektif pragmatis.

Orientasi pada Orang Lain Untuk mencapai efektivitas komunikasi. e. untuk menyampaikan keterlibatan dan perhatiannya pada apa yang sedang dibicarakan. terbuka pada orang lain dan memberikan umpan balik yang relevan. Perilaku Ekspresif Perilaku ekspresif memperlihatkan keterlibatan seseorang secara sungguh–sungguh dalam berinteraksi dengan orang lain. orang yang memiliki sifat ini harus mampu merasakan situasi dan interaksi dari sudut pandang orang lain serta menghargai perbedaan orang lain dalam menjelaskan suatu hal. selain itu. Perilaku ekspresif ini hampir sama dengan keterbukaan. seseorang harus memiliki sifat yang berorientasi pada orang lain. dalam hal ini seseorang harus mampu melihat perhatian dan kepentingan orang lain. . d. kelancaran dan arah pembicaraan secara konsisten. dalam berkomunikasi orang yang memiliki sifat semacam ini akan menggunakan pesan–pesan verbal dan non verbal secara konsisten pula. Tentunya. Orang yang berperilaku ekspresif akan menggunakan berbagai variasi pesan baik secara verbal maupun non verbal.ditunjukkan dengan mengatur isi. Artinya adalah kemampuan seseorang untuk beradaptasi dengan orang lain selama berkomunikasi interpersonal. Dan biasanya. mengekspresikan tanggung jawab terhadap perasaan dan pikiran seseorang.

makin besar kecenderungan individu berkomunikasinya. Misalnya makin tertarik individu kepada seseorang. Jika individu dapat diterima orang lain. Kesukaan pada orang lain. a. maka individu dapat meramalkan arus komunikasi interpersonal yang akan terjadi. Sebaliknya. 2001) konsep diri adalah suatu pandangan dan perasan individu tentang dirinya. Persepsi Interpersonal Berupa pengalaman tentang peristiwa atau hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan untuk membedakan bahwa manusia bukan benda tapi sebagai objek persepsi. . dan disenangi karena keadaan dirinya. sikap positif dan daya tarik seseorang disebut sebagai atraksi interpersonal. b. Konsep Diri Menurut Brooks (Rakhmat. 2001) Atraksi interpersonal diperoleh dengan mengetahui siapa yang tertarik kepada siapa atau siapa menghindari siapa.E. individu cenderung akan bersikap menghormati dan menerima diri. bila orang lain selalu meremehkan. Atraksi Interpersonal Menurut Barlund (Rakhmat. menyalahkan dan menolak dirinya. individu cenderung akan bersikap tidak akan menyenangi dirinya. dihormati. Faktor-faktor yang Menyebabkan Komunikasi Interpersonal Menurut Rakhmat (2001) mengemukakan faktor-faktor yang dapat menyebabkan komunikasi interpersonal terdiri dari: 1.

3) Semakin baik hubungan interpersonal seseorang maka makin cenderung individu mendengarkan dengan penuh perhatian dan bertindak atas nasehat penolongnya. F. 2001) hubungan interpersonal ada tiga yaitu: 1) Semakin baik hubungan interpersonal seseorang maka semakin terbuka individu mengungkapkan perasaannya. sehingga penelitian yang dilakukan sering menekankan pada analisa hubungan di antara pihak yang berkomunikasi. Bentuk suatu hubungan seringkali tidak sebagai sesuatu yang dibutuhkan untuk kebaikan hubungan itu. Masalah kesamaan dan ketidak-samaan seringkali menjadi sorotan dalam komunikasi interpersonal.c. Tidak semua hubungan dalam komunikasi interpersonal harus diarahkan agar menjadi akrab dan keputusan rasional dapat dibuat. Hubungan Interpersonal Menurut Goldstein (Rakhmat. 2) Semakin baik hubungan interpersonal seseorang maka semakin cenderung individu meneliti perasaannya secara mendalam beserta penolongnya (psikolog). Perspektif hasil penelitian Delia (1980) sebagaimana dikutip Stewart dan Sylvia (1991: 202-203) memperlihatkan bahwa: 1. Hubungan muncul bukan karena keinginan terjalinnya hubungan tetapi lebih disebabkan oleh sesuatu yang tumbuh . Masalah Hubungan Interpersonal Hasil Penelitian.

dalam pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan bersama. tetapi beberapa sifat dan penialaian lainnya yang amat berbeda adalah penting pula untuk jenis hubungan yang lain. Beberapa Aksioma Komunikasi Interpersonal Sebagaimana kita pahami bahwa komunikasi interpersonal melibatkan pesan verbal dan non-verbal serta kombinasi dari keduanya. membentuk harapan mengenai suatu hubungan dan membentuk cara pengungkapannya. Artinya. meskipun tidak jarang terjadi adanya suatu pesan yang kontradiktif. beberapa kualitas dan penilaian adalah penting dalam suatu hubungan. Biasanya pula perilaku keduanya itu saling memperkuat atau saling mendukung. 2. misalnya Anda diminta untuk mengerjakan sebagain dari kegiatan suatu proyek. Untuk itu Devito . Tuntutan keadaan seringkali mengatur dugaan dan persepsi. Banyak hubungan yang berlangsung lama dibatasi oleh suatu konteks khusus atau rentang konteks dan tidak mengakibatkan peningkatan keakraban. Meskipun derajat kepuasan yang diperoleh (Anda) dari hubungan dan cara hubungan itu berkembang akan didasarkan atas penilaian implisit tentang orang (lain) itu. G. penilaian berubah mengikuti konteks dan sifat hubungan itu. 4. misalnya dua orang mitra kerja berhubungan baik namun tidak pernah berkomunikasi secara interpersonal di luar jam kerja. misalnya Anda tertarik dengan sebuah sepatu untuk kemudian Anda memiliki harapan untuk membelinya dan menjelaskan bagaimana Anda menawar harganya supaya lebih murah dibeli Anda. 3.

Pola hubungan komplementer memperlihatkan bahwa di antara pihak yang berkomunikasi terjadi perbedaan. maka penyesuaian atas penggunaan isyarat atau simbol yang sama (yang dapat dimengerti) akan menguat. yaitu: 1. Seni berkomunikasi sesungguhnya mengidentifikasi dan mengenali isyarat atau simbol-simbol yang digunakan orang lain. Pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi interpersonal sesungguhnya menggunakan sistem isyarat/simbol yang menuntut penyesuaian. Pola hubungan simentris menunjukkan bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi interpersonal bercermin pada perilaku lainnya. Setiap komunikasi interpersonal selalu merujuk pada apa yang dikomunikasikan dan bagaimana hubungan di antara pihak-pihak yang berkomunikasi. 2. Hal demikian terlihat jelas manakala orang-orang yang berkomunikasi itu menggunakan bahasa yang berbeda. Komunikasi interpersonal mendorong terjadinya kesamaan (simetri) atau perbedaan (komplementer) pola-pola perilaku dan hubungan di antara pihak-pihak yang berkomunikasi menjadi dasart untuk menggambarkan kesamaan atau perbedaan itu. 3.(1992: 19-27) mengemukakan beberapa aksioma yang perlu diperhatikan dalam komunikasi interpersonal. Pola ini akan lebih jelas terlihat dalam suatu bentuk persaingan atau perebutan pengaruh. Komunikasi interpersonal memiliki dimensi isi dan hubungan. Komunikasi interpersonal melibatkan proses penyesuaian. Perbedaan ini hendaknya dipandang sebagai kondisi .

Komunikasi interpersonal tidak hanya berlangsung dalam kesengajaan. (harus) bereaksi. dan kurang disadari. Sekali Anda mengkomunikasikan sesuatu. maka Anda tidak bisa mengkomunikasikannya kembali. Komunikasi interpersonal merupakan serangkaian peristiwa yang kontinyu tetapi juga terdapat segmentasi interaksi atau jeda-jeda komunikasi sebagai sebab atau stimulus dan lainnya sebagai efek atau tanggapan. 5. Jeda atau potongan komunikasi ini amat tergantung pada perspektif yang dimiliki pihak-pihak yang berkomunikasi. maka terjadilah dan tidak bisa diulangi (irreversible). Sekali terjadi peristiwa komunikasi interpersonal. Kita tidak bisa tidak. bertujuan dan dengan dorongan yang benar-benar disadari. Seringkali komunikasi itu terjadi dalam kondisi yang tidak terhindarkan. melibatkan komponen-komponennya yang saling tergantung dan setiap pihak yang berkomunikasi bertindak sebagai satu kesatuan yang utuh (melibatkan seluruh aspek kepribadiannya). 4. Komunikasi interpersonal seringkali terjadi secara tidak terhindarkan.yang mendorong produktivitas untuk saling melengkapi atau menguatkan perilaku yang lainnya. 7. tanpa tujuan. Sekalipun Anda dapat mengusahakan dampak dari pesan yang telah terlanjur disampaikan. Komunikasi interpersonal merupakan proses transaksional. tanpa kesengajaan. 6. pesan itu sendiri tidak bisa dikembalikan: nasi . Komunikasi interpersonal merupakan suatu proses yang dinamis.

telah menjadi bubur. . Prinsip ini mengimplikasikan bahwa kita penting untuk berhati-hati dalam berkomunikasi atau dalam mengucapkan sesuatu sebab bisa terjerembab ke dalam suatu konflik.

(2004). Jakarta: Universitas Terbuka. D. Edisi Revisi. Effendi Uchjana. Jakarta: Bumi Aksara Mulyana. (1994). . Buku Kedua. Ilmu Teori dan Filsafat Komunikasi. Pengantar ilmu komunikasi. Sendjaja. Human Communication: Konteks-Konteks Komunikasi. Agus. Bandung: PT. PT. J. Manajemen. Onong. Komunikasi Antar Manusia. Sylvia. (1997). Tubbs. S. Alih bahasa oleh Maulana. Jakarta: Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Departemen Kehakiman dan HAM. 2005. Editor Mulyana. 2000. Dedy. Joseph A. P. Arni. . Psikologi komunikasi. Rakhmat. Sunarto. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Komunikasi Organisasi. 2003. D. 2003. (2001). Jakarta: Balai Pustaka. Moss. Remaja Rosadakarya Nasional. Komunikasi Antar Pribadi dan Gairah Kerja Karyawan. (1996). Human Communication. Kamus besar bahasa indonesia. Pengantar Ilmu Komunikasi. Citra Aditya Bhakti. Jakarta: Professional Books. Bandung Muhammad.DAFTAR PUSTAKA Devito. Remaja Rosdakarya. (1996). Stewart L.. Bandung: PT. Deddy.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->