Disusun oleh: Ir.

Rodhiyah Widyaiswara PPMKP

KEMENTERIAN PERTANIAN BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBNAGN SUMBER DAYA PERTANIAN PUSAT PELATIHAN MANAJEMEN DAN KEPEMIPINAN PERTANIAN (PPMKP) CIAWI – BOGOR 2012

i

i .KATA PENGANTAR Puji syukur kehadlirat Allah subhanahu wa ta’ala yang telah memberi kesehatan. Ciawi. Makalah berjudul ”Optimalisasi Tujuan Pembelajaran Melalui Penerapan Team Teaching” ditulis dengan bahan baku utama – pengalaman sebagai Widyaiswara Kementerian Pertanian dalam melakukan fasilitasi secara tim serta mengajarkan topik tersebut kepada rekan-rekan Widyaiswara melalui diklat Pendidikan Guru dan Widyaiswara Pertanian (PGWP) serta diklat – diklat sejenis. kemauan dan kemampuan kepada penulis untuk berbagi pengalaman melalui tulisan ini. Maret 2012 Penulis. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi pihak-pihak yang memerlukannya. yang kemudian diramu dengan pustaka yang relevan.

... i DAFTAR ISI .......... 2 BAB II... Kelemahan Team Teaching ……………………………………….......... Latar Belakang Penulisan ................................................... 8 A.... 1 C............................................................................ Kekuatan Team Teaching ………………………………………….............................................................................. 8 B.............................. 1 A........................ 1 B... Langkah Pelaksanaan Team Teaching …………………………… 10 BAB IV........... TEAM TEACHING SEBAGAI PROSES KERJASAMA …………........... Tujuan Penulisan .......... 3 BAB III................ PENDAHULUAN ...................... ii BAB I.............DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ............................................ KESIMPULAN ……………………………………… …………… 15 DAFTAR BACAAN ……………………………………………… ………… 16 ii .................. Metodologi Penulisan ................. 10 C...... PENGELOLAAN TEAM TEACHING …………………………….............................

1 . Dari gambaran tersebut di atas. maka dirasakan perlu untuk membagi pengalaman penulis dalam menjalankan tugas fasilitasi secara tim. Beberapa kendala yang dihadapi antara lain karena team teaching dilakukan belum mengacu pada tujuan yang hakiki. yaitu membantu Pembelajar dalam memaksimalkan tujuan belajar mereka.BAB I. Dirasakan adanya keterbatasan penguasaan informasi ataupun keterampilan oleh (calon) fasilitator 3. Tujuan Penulisan Penulisan ini bertujuan untuk berbagi pengalaman terutama tentang penerapan Team Teaching dalam proses pembelajaran. terutama pada penyelenggaraan diklat lingkup Kementerian Pertanian pelaksanaan team teaching ini belum berjalan sebagaimana mestinya. Diperlukan pembimbingan yang lebih intensif terhadap aktivitas pembelajar. Team Teaching akan memberikan efektivitas yang nyata bila digunakan pada saat : 1. belum adanya kesiapan mental dari sebagian Fasilitator untuk berkolaborasi dalam melakukan team teaching. PENDAHULUAN A. B. Kenyataan di lapangan. Latar Belakang Penulisan Team Teaching adalah suatu metode penyajian materi pelajaran yang dilakukan secara bersama-sama oleh 2 (dua) orang atau lebih Pembimbing Belajar/Fasilitator kepada sekelompok Pembelajar dalam membantu pencapaian tujuan pembelaajaran. Informasi yang akan disampaikan menyangkut lebih dari satu bidang keahlian 2.

C. Metodologi Penulisan Tulisan ini disusun berdasarkan pengalaman penulis selama menjadi Widyaiswara di Kementerian Pertanian yang diperkuat oleh pustaka yang relevan. 2 .

Understanding. Howard Frederick dalam tulisannya berjudul “Moulding Your People into a Pro-Active and Productive Team” dan diperkuat oleh Kruse (1994). Sebagai nilai hakiki dari kerjasama adalah kolaborasi. merupakan aplikasi dari teori kerjasama dalam proses pembelajaran. Saling memahami kelebihan dan kekurangan masing. yaitu kondisi saling memiliki terhadap hal-hal sebagai berikut : 3 . Ownership. yaitu adanya saling pengertian antara anggota tim. kepemilikan dan keterpaduan pada semua aspek organisasi. integritas dan terobosan melalui pencapaian konsensus. serta materi pengertian mendasar dari materi yang akan disampaikan. c.masing anggota. yang selanjutnya di aktualisasikan ke dalam pembagian tugas untuk mencapai hasil pembelajaran secara efektif dan efisien. b. disini ada 10 (sepuluh) hal yang perlu diperhatikan dalam membangun tim adalah sebagai berikut : 1. Dimilikinya rasa empati di antara anggota tim 2. Sedangkan kolaborasi itu sendiri merupakan proses mendasar dari bentuk kerjasama yang melahirkan kepercayaan. Adanya persepsi yang sama terhadap tujuan melakukan team teaching. Menurut Dean Prebble and Prof.BAB II. termasuk di dalamnya meliputi aspek-aspek : a. TEAM TEACHING SEBAGAI PROSES KERJASAMA Team teaching. Persepsi yang sama perlu juga dimiliki oleh anggota tim dalam hal tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

Common Understanding. dan menjadi tanggung jawab bersama unutk mencapainya.adanya rasa saling percaya akan kemampuan masing-masing anggota tim. b. Ada pembagian tugas yang ”bermakna” untuk semua anggota tim. Saling memahami kepribadian antar anggota. b. baik dalam hal pengembangan materi. c. 3. dapat meningkatkan kualitas komunikasi antar mereka. metode maupun srtategi pembelajaran secara umum. Pengembangan kemampuan individu anggota tim sangat diperlukan. b. Bahwa mencapai kesuksesan dalam mencapai tujuan pembelajaran merupakan tujuan bersama. Hal ini dapat ditemukan pada aktivitas sebagai berikut : a. a. Bahwa potensi masing-masing anggota tim merupakan kekayaan bersama yang tim. Kontribusi sekecil apapun perlu dihargai oleh anggota lainnya 4. dan akan lebih cepat kemajuannya melalui jejaring (networking) yang dibangun oleh tim. dan perlu menjadi kebanggaan bersama. Dalam hal ini. Perlu adanya usaha kreativitas dari setiap anggota tim untuk mengembangkan kreativitasnya. Creativity and Contribution. Setiap anggota bertanggung jawab atas tugas yang dibebankan kepadanya. Personal Development. 5.a. Trust. Bahwa setiap anggota tim perlu memberikan kontribusinya dalam menyukseskan misi yang diemban. komunikasi menjadi unsur yang sangat penting dalam bekerja secara tim. 6. atau. Dalam hal ini termasuk pemecahan 4 .

b. disadari ataupun tidak. seperti : a. Dan lain-lain 7.masalah yang dihadapi. Ada anggota tim yang sengaja atau tidak. Conflict Resolution Perlu adanya kesadaran seluruh anggota tim. Baik itu kesalahan dalam memberikan informasi maupun dalam memberikan instruksi. telah berbuat kesalahan. 5 . baik antar anggota tim maupun dengan pembelajar c. Adanya peningkatan kualitas komunikasi. oleh karena itu perlu ditangani secara bijak. Konflik antar anggota Team Teaching dapat berupa : a. Adanya penyempurnaan penggunaan metode pembelajaran d. Ada kekesalan di antara angota tim. karena ada yang kurang bertanggung jawab di tahap persiapan. Pengembangan anggota kelompok dalam suatu Team Teaching dapat dilihat. Adanya dominasi ataupun pelemparan tanggung jawab pada saat proses pembelajaran c. Adanya penyempurnaan materi (bahan ajar) yang diajarkan dari waktu ke waktu b. Adanya penyempurnaan penggunaan media pembelajaran e. untuk memandang konflik sebagai sesuatu yang wajar.

Hal ini dapat dilihat dari pembagian tugas. Participative Decision Making Apabila dalam proses pembelajaran dijumpai suatu masalah. 9. maka : a. Namun dalam pelaksanaan proses pembelajaran. peran leader ini tidak perlu ditunjukkan di depan para pembelajar. 10. Meskipun bagaimana konflik yang terjadi perlu diatasi sesegera mungkin. kepemimpinan adalah distribusi kekuasaan dan kewenangan secara proporsional. Tujuan setiap individu dalam tim perlu tergambarkan dalam tujuan tim. disadari ataupun tidak. bahwa di dalam suatu team teaching perlu ada team leader untuk membagi tugas kepada setiap anggota secara proporsional. apabila ada anggota 6 . Clear Leadership. Ada anggota tim yang sengaja atau tidak. agar pada saat tatap muka berikutnya sudah tidak menjadi permasalah lagi. kita adalah sama. Aplikasi dari teori di atas adalah. sesuai dengan kemampuannya serta mengontor semua hal yang harus dilakukan baik pada tahap persiapan maupun pada tahap pelaksanaannya. Atau. Di hadapan mereka. hal itu harus tidak terlihat oleh pembelajar. maka pemecahannya menjadi tanggungjawab bersama. Agar terwujud komitmen di antara anggota tim. Sebaliknya. telah ingkar dari kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya. kalaupun itu masih terjadi. Di dalam teamwork. tetapi pada saat ”tampil” di depan kelas. 8.d. sejajar. apakah semua anggota tim memperoleh tugas yang ”menantang”. Commitment.

bila mereka belajar dan tumbuh secara bersama-sama. bahwa mereka akan menjadi kuat. maka komitmen di antara mereka kurang terjadi. Adanya kesadaran bersama. 7 . Di dalam team teaching yang harmonis. b. Tergambar rasa saling menghargai. maka ini adalah pertanda adanya komitmen tersebut. maka semua tahapan dilalui secara bersama dengan tugas yang berbeda.tim yang memperoleh tugas yang menurutnya tidak menantang. Bekerjasama dalam lingkungan yang harmonis. Kondisi ini akan tergambarkan melalui performance mereka dari waktu ke waktu. saling membantu dan saling tergantung satu sama lain. c. Apabila kualitas mengajar secara tim semakin lama semakin baik.

Informasi yang diterima pembelajar akan lebih lengkap Setiap anggota memiliki kelebihan yang berbeda. para pembelajar akan memperoleh bimbingan yang lebih intensif.BAB III. melalui team teaching memungkinkan pembelajar akan menerima informasi yang lebih lengkap. Pembimbingan terhadap pembelajar akan lebih intensif Apabila hasil belajar yang diharapkan adalah tingkat keterampilan. maka hal ini akan sangat diperlukan. Pada hasil belajar yang berupa proses”. Kekuatan Team Teaching Apabila team teaching dilakukan dengan baik. Oleh karena itu. maka hasil belajarnya berupa proses. maka akan memberikan keuntungan sebagai berikut : Bagi Pembelajar 1). juga pada keterampilan ”mencangkok” suatu tanaman. dalam kondisi seperti ini masalah belajar secara individu akan lebih terdeteksi. PENGELOLAAN TEAM TEACHING 1. Misalnya pada keterampilan ”titrasi” bahan kimia. 2). karena satu permasalahan yang dibahas akan dilihat dari sudut pandang yang lebih banyak. Karena satu orang anggota tim akan membimbing satu kelompok kecil pembelajar. 8 . maka melalui team teaching. sehingga pemecahan akan dapat dilakukan sedini mungkin. Karena pengamatan hasil belajar harus diamati pada saa pembelajar melakukan tugasnya. termasuk pengalamannya dan kesukaan/kecenderungan dalam penguasaa informasi.

3). untuk menuju fasilitator yang kompeten. akan meningkatkan jumlah ”jam terbang” dalam melakukan fasilitasi. maka proses pendewasaan tim akan cepat tercapai. Sebagai media ”saling belajar” di antara fasilitator Seperti telah di kemukakan sebelumnya. karena ditanggung bersama 3). Meningkatkan rasa ”saling ketergantungan” di antara fasilitator Di samping kelebihan yang berbeda. B. Bagi Fasilitator 1). Beban fisik dan psikologis lebih ringan. 2). Apabila hal ini dapat manfaatkan sebagai arena saling memberi dan menerima. Dengan demikian akan membuka peluang untuk menimba pengalaman lebih banyak pula. bahwa dalam suatu team teaching. Dalam situasi seperti ini kejenuhan peserta dapat dihindari. Dampak positif lebih jauh adalah akan meningkatkan motivasi belajar para pembelajarnya. Melalui kolaborasi fasilitasi ini. hal ini akan meningkatkan perolehan angka kredit dari unsur dikjartih. para anggota tim akan memiliki kelebihan sebagai faktor kekuatan yang berbeda. mereka akan 9 . Bagi para fasilitator yang menduduki jabatan fungsional Widyaiswara. para angota tim juga tentunya memiliki kekurangan masing-masing. akan memilki ”daya tarik” tersendiri baik dalam cara penyampaian materi. maupun dalam penggunaan metode lainnya serta seni dalam menghidupkan suasana. 4). karena adanya variasi penampilan Fasilitator Dua fasilitator atau lebih dalam satu tim. Menghindari kejenuhan pembelajar. Meningkatkan intensitas fasilitasi Melalui team teaching.

2. anggota lain tidak memperhatikan. Terjadinya persepsi suatu informasi yang berbeda oleh pembelajar. yang dapat menimbulkan kebingungan para pembelajar. Terjadinya penugasan yang berbeda oleh para fasilitator. maka perlu dilakukan beberapa seperti di bawah ini : Tahap Persiapan 1). karena pada tahap persiapan tidak dilakukan penyamaan persepsi. Terjadinya pengulangan informasi dari fasilitator (bukan karena perlunya penekanan). c. Langkah Pelaksanaan Team Teaching Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dalam pelaksanaan team teaching. Hal-hal yang mungkin terjadi antara lain: a. d. b. Kelemahan Team Teaching Kelemahan team teaching akan terjadi. Persiapan Materi 10 . 3. yang menimbulkan kebingungan/keraguan di antara pembelajar. karena pada saat satu anggota tim menjalankan tugas.dapat saling mengisi. Kondisi ini sering terjadi. Terjadinya konflik antar fasilitator. saling menutupi kelemahan teman. dikarenakan perbedaan persepsi di antara fasilitator. yang mengakibatkan para pembelajar bosan dan juga akan menghamburkan waktu. Hal ini dapat terjadi. misalnya karena. yang mengurangi rasa percaya terhadap mereka. Ada beberapa penyebab dari terjadinya kondisi yang seperti ini. apabila tim tidak mengikuti kaidahkaidah yang semestinya.

Agar team teaching berjalan dengan baik. maka perlu dibuat rencana penyajian materi pembelajaran secara rinci........ maka satu hal yang paling penting adalah kegiatan ”penyamaan persepsi”... Pemahaman karakter dari masing-masing anggota tim b)..... dan lebih mengutamakan kelebihan tersebut daripada kekurangannya.. Samakan persepsi dari keseluruhan inti materi c).. dan lain-lain). Memanfaatkan perbedaan yang ada menjadi kekuatan tim f)........ Buat kesepakatan-kesepakatan dalam pelaksanaan fasilitator (antara lain dalam menambahkan informasi. 11 .. Pengkondisian diri untuk memiliki rasa empati. Topik Pembelajaran : ..... Belajar memaknai body language anggota tim secara tepat c)..... melalui : a). Persiapan Berinteraksi Menciptakan komunikasi yang efektif antar anggota tim fasilitator.. Peserta : . 2).. saat pergantian peran fasilitator. Bagi tugas d).... Format Rancangan Penyajian Materi Pembelajaran secara Tim 1.... 2..... Di bawah ini disajikan salah satu format yang dapat Anda gunakan.. d)... Dari empat kegiatan di atas... Mangakui kelebihan anggota tim. meralat kekeliruan.. Mendudukkan diri sejajar di antara anggota tim e)..... Lakukan penyusunan rencana penyajian materi secara bersama b).a)..

Kegiatan Metode Media Waktu Nama Fasilitator Langkah kerja perlu diuraikan dengan mengikuti tahapan ELC (Experiential Learning Cycle)... Fasilitator lainnya memperhatikan apa yang sedang disampaikan fasilitator pertama. Pengambilan posisi dan aktivitas Fasilitator Fasilitator yang sedang aktif (fasilitator pertama) di depan kelas untuk memberikan penjelasan.. 4.. Demikian pula pada saat peserta mempraktekkan informasi 12 . Tahap Pelaksanaan 1).......... Sedangkan pada penggunaaan Metode Demonstarsi. fasilitator lain perlu membantu menyiapkan sarana demonstrasi dan menjadi demonstrator.. Oleh karena itu kesepakatan-kesepakatan perlu diambil..... Di samping itu juga untuk menghindari pengulangan dan atau kontradiksi pemberian ataupun penugasan Pada penggunaan metode Tanya-Jawab dan Brain Storming. karena apabila diperlukan penambahan atau pelurusan informasi akan segera diatasi........ fasilitator yang aktif perlu dibantu dengan menuliskan jawaban ataupun penjelasan dari para pembelajar...... mengambil posisi di area strategis. No... tetapi pada pelaksanaannya hal ini sangat bersifat fleksibel.... Nama Tim Fasilitator : .... a.. ditambah dengan siapa fasilitator yang akan melakukannya...3.... Hal ini perlu dilakukan... Waktu Penyajian : ..... Meskipun rancangan pembelajaran telah dibuat....

Hal . untuk meningkatkan kinerja tim pada penampilan yang akan datang. c. 2). e. f. 3). Tahap Evaluasi Kegiatan team teaching perlu dievaluasi. . maka hal ini dapat dilakukan dengan tidak mengganggu konsentrasi pembelajar. Hal . b. Hal-hal yang perlu diungkap dalam kegiatan ini antara lain : 13 .hal yang tidak tepat dilakukan selama team teaching a. Apabila fasilitator yang tidak sedang berperan memerlukan waktu untuk melakukan persiapan lain. Saling membantu Saling percaya Tanggungjawab bersama Komit dengan kesepakatan bersama Konsisten Saling mengingatkan Saling memberi penguatan. c. satu fasilitator memberikan penugasan. Jangan saling menyalahkan antara anggota tim di depan peserta Jangan memberikan instruksi yang berbeda Jangan merasa diri lebih dari yang lain Jangan membuat aktivitas yang dapat memecah perhatian pembelajar. c. d.hal yang tepat dilakukan selama team teaching a. fasilitator lain berbagi diri untuk melakukan pembimbingan. b. d.keterampilannya. g.

bukan melakukan keberhasilan diri sendiri) 2). kemudian ditambahkan oleh temannya 4).Kegiatan team teaching perlu dievaluasi. Mengungkap hal-hal positif yang telah dilakukan oleh anggota tim(saling mengungkap aktivitas teman satu tim. untuk meningkatkan kinerja tim pada penampilan yang akan datang. Menyelesaiakan konflik yang terjadi (bila ada) Membuat kesepakatan-kesepakatan untuk memperbaiki penampilan yang akan datang. Hal-hal yang perlu diungkap dalam kegiatan ini antara lain: 1). Merayakan keberhasilan tersebut (misal dengan mengucap syukur dan saling berjabat tangan). 3). 5). Mengungkap kekurangan yang dirasakan diri sendiri. 14 .

“There is no ‘I’ in a Teamwork” dan b. aspek-aspek kerjasama tersebut harus diperhatikan dan diterapkan. Maka agar berjalan secara efektif. bahwa: tujuan1. Agar tidak terjadi konflik di antara anggota tim. Bahwa TEAM dapat menjadi kependekan dari “Together Everyone Achieves More” 3. Maka sangat tepatlah istilah: a. Kegiatan yang terpenting dalam mempersiapkan Team Teaching adalah menyamakan persepsi. Oleh karena itu dalam penerapannya harus mengedepankan tujuan utama tersebut. Team Teaching merupakan salah satu bentuk praktek nyata dari teori tentang Kerjasama. KESIMPULAN Dari urain pada bab-bab sebelumnya. 15 . maka lambat laun akan “memperingan” beban tugas para anggotanya. serta lebih jauh menghindari kesimpang siuran informasi dan penugasan kepada para Pembelajar. Team Teaching memiliki tujuan utama mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran. Apabila Team Teaching diterapkan dengan baik. bukan tujuan – tujuan yang lain 2. 4. maka dapat ditarik sekimpulan.BAB IV.

K. A.. S. M..BAHAN BACAAN Fullan. Madison. Building professional community in schools. A. What's worth fighting for in your school? New York. WI: Center on Organization and Restructuring Schools. (1994). (1991). Louis. & Hargreaves. & Bryk. NY: Teachers College Press. 16 . Kruse.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful