ANALISA FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI PENDUDUK KERJA DI KECAMATAN SUKMAJAYA DEPOK MENUJU TEMPAT KERJA

DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS

Sabdo Wicaksono Skripsi, Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Gunadarma, Jakarta

Dalam melakukan perjalanan menuju tempat kerja akhir–akhir ini di kecamatan Sukmajaya, telah menimbulkan masalah yang cukup serius di berbagai bidang seperti waktu tempuh perjalanan yang bertambah lama, kurangnya tingkat keamanan dan kenyamanan serta biaya yang dikeluarkan untuk melakukan perjalanan cukup tinggi. Permasalahannya, faktor–faktor apa yang menyebabkan seseorang di suatu wilayah Kecamatan Sukmajaya lebih memilih kendaraan pribadi seperti sepeda motor, daripada alternatif moda lain yang belum diketahui. Dengan menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda, serta besar pengaruhnya, berbagai alternatife dan kebijakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat kecamatan Sukmajaya Depok, dapat diusulkan dengan lebih efektif. Metode ANALYTIC HIERARCHY PROCESS dapat dipergunakan untuk menentukan faktor-faktor pemilihan moda. Data karakteristik perjalanan dilakukan dengan survei data langsung ke lapangan serta wawancara berkuesioner kepada penduduk bekerja di Kecamatan Sukmajaya Kota Depok yang mempunyai kemungkinan untuk melakukan pilihan terhadap alternatif-alternatif moda yang ada. Kata Kunci : Analytic Hierarchy Process, analisa faktor-faktor, moda transportasi.

PENDAHULUAN Kepadatan lalu lintas kendaraan bermotor di jalan–jalan kota Depok akhir–akhir ini telah semakin bertambah, sehingga sering menimbulkan kemacetan lalu lintas, terutama di jalan–jalan protokol dan jalan–jalan utamanya. Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor bisa disebabkan oleh dua hal, yaitu semakin banyaknya produksi kendaraan bermotor (oleh industri kendaraan bermotor), dan semakin tidak mencukupi, tidak nyaman, dan tidak amannya angkutan–angkutan umum yang ada. Kondisi ini mendorong masyarakat lebih memilih alternatif lainnya, salah satunya masyarakat memilih untuk memiliki kendaraan pribadi (walaupun bekas, bahkan usia kendaraan yang cukup tua, sesuai kemampuan daya beli mereka).

1

2001) AHP digunakan untuk menurunkan skala rasio dari beberapa perbandingan berpasangan yang bersifat diskrit maupun kontinu. Hasil dari perbandingan berpasangan ini akan membentuk matrik dimana skala rasio diturunkan dalam bentuk eigenvektor utama atau fungsi-eigen. interval dan rasio. berbagai alternatif dan kebijakan untuk kebutuhan masyarakat. Dengan menentukan faktor–faktor yang mempengaruhi pemilihan moda. menengah. Sebaliknya jika pada saat dilakukan pengukuran data yang diperoleh adalah kategori atau ordinal. TINJAUAN PUSTAKA Analytic Hierarchy Process (AHP) Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) merupakan teori umum mengenai pengukuran. Perbandingan berpasangan dipergunakan untuk membentuk hubungan di dalam struktur. serta besarnya pengaruh. atau kepentingan atau perasaan. sub kriteria-sub kriteria dan alternatif-alternatif yang akan dibahas. Skala yang lebih tinggi dapat dikategorikan menjadi skala yang lebih rendah. Penekanan dibagi menjadi dua yakni penggunaan metode AHP dan penerapan serta hasil dari studi kasus kebutuhan masyarakat akan moda transportasi Depok. faktor–faktor apa yang menyebabkan masyarakat memilih menggunakan kendaraan bermotor pribadi daripada alternatif moda yang lain belum diketahui. dan untuk mengetahui moda yang dominan dipilih oleh penduduk Kecamatan Sukmajaya untuk melakukan kegiatan bekerja. Empat macam skala pengukuran yang biasanya digunakan secara berurutan adalah skala nominal. Permasalahannya. Perbandingan berpasangan tersebut dapat diperoleh melalui pengukuran aktual maupun pengukuran relatif dari derajat kesukaan. Solusi alternatif yang mengalihkan penggunaan kendaraan pribadi perlu dicari.Penambahan sarana tansportasi umum maupun pelebaran jalan-jalan utama bukanlah solusi yang memadai mengingat jumlah kebutuhan masyarakat yang terus meningkat. dapat diusulkan dengan lebih efektif. yakni aij = 1/ aji. (Saaty. rendah) yang berskala nominal. namun tidak sebaliknya.2001) Penggunaan AHP dimulai dengan membuat struktur hirarki atau jaringan dari permasalahan yang ingin diteliti. AHP mengatasi sebagian permasalahan itu. Dengan demikian metode ini sangat berguna untuk membantu mendapatkan skala rasio dari hal-hal yang semula sulit diukur seperti pendapat. Matrik tersebut berciri positif dan berbalikan.2001) 2 . Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang dominan dalam memilih moda transportasi perjalanan menuju ke tempat kerja berdasarkan jumlah total penduduk bekerja di Kecamatan Sukmajaya dalam memilih moda transportasi. prilaku dan kepercayaan. Pendapatan per bulan yang berskala rasio dapat dikategorikan menjadi tingkat pendapatan yang berskala ordinal atau kategori (tinggi. perasaan. Makalah ini membahas bagaimana faktor–faktor moda dapat ditentukan berdasarkan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) yang dikembangkan oleh Saaty. data yang berskala lebih tinggi tidak dapat diperoleh. (Saaty. kriteria-kriteria. (Saaty. ordinal. Di dalam hirarki terdapat tujuan utama.

Tujuan Level 1 Level 2 Aman Nyaman Biaya Waktu Level 3 Mobil Motor Angkutan Kota Bis Kereta Api Gambar 1.2001) Garis-garis yang menghubungkan kotak-kotak antar level merupakan hubungan yang perlu diukur dengan perbandingan berpasangan dengan arah ke level yang lebih tinggi. Struktur Hirarki Sumber: Decision Making For Leaders (Saaty. Penetapan faktor yang berpengaruh didasarkan atas berbagai studi sebelumnya. diusulkan untuk dipakai oleh Saaty. banyaknya level tergantung pada permasalahan yang dihadapi. Faktor–faktor pada level 2 diukur dengan perbandingan berpasangan berarah ke level 1. level 2 (faktor atau kriteria).Abstraksi susunan hirarki keputusan dapat dilihat dibawah ini : Level 1 : Fokus atau Sasaran Utama Level 2 : Faktor atau kriteria Level 3 : Obyektif Level 4 : Sub obyektif Level 5 : Alternatif Setiap hirarki tidak perlu terdiri dari 5 level. Skala Nilai Perbandingan Berpasangan Sumber: Decision Making For Leaders (Saaty. level 1 (fokus atau sasaran). mana yang lebih penting antara faktor Aman dan Nyaman? Mana yang lebih penting antara faktor Aman dan Biaya. Mengingat faktor-faktor tersebut diukur secara relatif antara satu dengan yang lain. Nyaman dan Biaya dan seterusnya. dan level 5 (alternatif) harus selalu ada. Misalnya didalam memilih moda. seperti yang tertera dalam tabel 2. Tabel 1. Gambar 1 menunjukkan stuktur hirarki dari kasus permasalahan yang ingin diteliti yakni pemilihan moda transportasi ke tempat kerja berdasarkan keempat faktor. Level 1 merupakan tujuan dari penelitian yakni memilih alternatif moda yang tertera pada level 3.2001) Intensitas Kepentingan 1 3 5 Keterangan Kedua elemen sama pentingnya Elemen yang satu sedikit lebih penting daripada elemen yang lainnya Elemen yang satu lebih penting daripada yang lainnya 3 . Tetapi untuk setiap permasalahan. Aman dan Waktu. skala pengukuran relatif 1 hingga 9.

6. kemudian diuji nilai consistency ratio (CR)-nya yaitu data yang CR-nya kurang dari 10% yang dianggap konsisiten. diperlihatkan faktor-faktor dan alternatif-alternatif yang tersusun dalam struktur hirarki. 2. Faktor Nyaman Merujuk kepada faslitas yang tersedia selama dalam perjalanan. dilakukan analisa sensitivitas terhadap prioritas pemilihan alternatif moda yang ada. Dengan cara ini dapat dilihat kecenderungannya sehingga dapat diketahui pengaruhnya terhadap pergeseran prioritas pemilihan alternatif moda. Faktor Aman Menunjukkan keamanan dari gangguan selama perjalanan. adalah pemilihan moda pada level 3. tersedianya fasilitas AC. data responden. dilakukan di sebelas kelurahan yang ada di Kecamatan Sukmajaya Depok. diperoleh melalui pengisian kueseoner. tempat duduk yang nyaman.4. Sebagai tujuan. misalnya perlindungan dari cuaca. Untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. sedangkan level 2 menunjukkan faktor-faktor yang berpengaruh. Data primer seperti kriteria-kriteria pemilihan moda transportasi (aman. nyaman. yaitu rasa aman dari adanya tindakan kriminalitas. Penelitian mengenai ”Analisa Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Moda Transportasi Penduduk Kerja Di Kecamatan Sukmajaya Depok Menuju Tempat Kerja Dengan Menggunakan Metode Analytic Hierarchy Process” ini. privasi dari orang 4 . Data tersebut berupa data perbandingan berpasangan dengan skala 1-9. Analisa ini dilakukan dengan cara trial dan error pada masing-masing faktor. dilakukan pengumpulan data tentang nilai kepentingan faktor-faktor yang berpengaruh dalam hal melakukan perjalanan menuju tempat kerja. dan waktu). METODE PENELITIAN Sebagai studi kasus.7 9 2. biaya. level 1 menyatakan tujuan. Merujuk kembali ke gambar 1. Responden dipilih secara acak sederhana dari prosentase penduduk kerja di Kecamatan Sukmajaya Depok. keselamatan dari resiko kecelakaan dan dari lingkungan sekitar yaitu gangguan sebelum dan sesudah melakukan perjalanan. Data-data yang terkumpul tersebut diolah dengan metode AHP yang sebelumnya dilakukan perhitungan geometrik rata-rata untuk mendapatkan matriks perbandingan berpasangan. jumlah moda transportasi di Kecamatan Sukmajaya Depok. wawancara dan observasi di lokasi penelitian. Dengan software ini dapat dilakukan analisa sensitivitas serta pencetakan grafik dan tabel perhitungan.8 Satu elemen jelas lebih mutlak penting daripada elemen lainnya Satu elemen mutlak penting daripada elemen lainnya Nilai-nilai antara dua nilai pertimbangan-pertimbangan yang berdekatan Expert Choice Program Expert Choice merupakan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk membantu perhitungan dengan metoda Analytic Hierarchy Process (AHP). Data sekunder yang penulis kumpulkan berupa data jumlah penduduk kerja. Faktor-faktor yang berpengaruh dapat dijelaskan sebagai berikut: 1.

yang didalamnya mengandung sub faktor ketepatan waktu sampai tujuan.lain (yaitu kebebasan untuk melakukan segala sesuatu selama perjalanan) dan suasana tenang selama perjalanan.8 Biaya 0. 4. Matriks Perbandingan dari Semua Faktor Sumber : hasil olahan Aman Aman Nyaman Biaya Waktu 1 0. Struktur Hirarki Perbandingan karakteristik dari semua faktor dan setiap cara dinyatakan dalam matrik sebagai berikut : Tabel 2. Biaya tidak termasuk modal pembelian mobil dan pemeliharaan. perbandingan berpasangan pada level 2 yang didapatkan dari hasil survei pada salah satu kelurahan di Kecamatan Sukmajaya yaitu Kelurahan Sukamaju dengan metode AHP memiliki pola pola pikir yang dapat digambarkan dalam skema (bagan) sebagai berikut : Level 1 TUJUAN Level 2 AMAN NYAMAN BIAYA WAKTU Level 3 Mobil Pribadi Sepeda Motor Angkutan Kota Bis Kota Kereta Api Gambar 2. 3.5 5.33 0. Hasil dan Pembahasan Analisa Data dengan Metode AHP Berdasarkan hasil perhitungan.22 1 1 Waktu 0. Faktor Biaya Meliputi biaya langsung yang dikeluarkan untuk melakukan perjalanan.25 0. kelancaran selama perjalanan dan bebas melakukan perjalanan kapan saja. Faktor Waktu Menyatakan lama waktu untuk melakukan perjalanan. dan lain-lain.17 1 1 5 . biaya parkir kendaraan.33 3 4 Nyaman 3 1 4. misalnya biaya bahan bakar minyak dan ongkos untuk angkutan umum.

33 14.480 0.8 0.314 0.5 5.17 1 1 Σ kolom = 8.370 0.413 0.35 16.27 1.57 0.360 0.392 0.33 3 4 3 1 4. menghasilkan = 0.070 0.370 0.039 0.25 0.25 0. dengan n adalah banyaknya unsur dalam matriks CI = n −1 4.139 0.22 1 1 0.22 1 1 0.08 (mendekati 4) 4 Consistency index (CI) diperoleh menurut rumus : λmaks − n .129 0.42 Dengan unsur-unsur pada tiap kolom dibagi dengan jumlah kolom yang bersangkutan.120 0.08 16.1 4.5 5. yang selanjutnya setiap nilai dibagi kembali dengan nilai vektor yang bersangkutan.103 0.08 4.7 : : : : 0.086 0. diperoleh matriks sebagai berikut : 0.069 0.08 = = 0.066 0.066 0.3 2.027 CI = 4 −1 3 λmaks = 6 .08 − 4 0.09 4.209 0.35 = 4. menghasilkan nilai untuk tiap baris.Perhitungan matriks untuk semua faktor : 1 0.425 Faktor kolom ini kemudian dikalikan dengan matriks semula.425 = = = = Σ= 4.405 0.425 1 0.33 0.392 0.066 0.51 1.413 Selanjutnya diambil rata-rata nilai untuk setiap baris.33 3 4 3 1 4. Nilai rata-rata dari hasil pembagian ini merupakan principal eigen value maksimum (λmaks) 0.53 2.17 1 1 = 0.139 0.139 0.370 0.8 0.33 0.

Faktor Aman MP MP SM AK BK KA 1 0.8 x 1 x 1 Vektor prioritas : 0. RI = 0. Hasil dari setiap baris ini kemudian dibagi dengan jumlah dari hasil semua baris.6 0.7 1 Sumber : hasil olahan 7 .90 1.71 = 1.19 : 5.90 .) n RI = = 1 0.58 0.5 5.1 0.027 = 0.34 3 x 4.77 0. CR = 0.5 1.8 0.066 = 0.I.14 = 0.40 SM 2.90 Jadi : λmaks = 4.5 x 1 x 1 4 x 5.14 2.37 = 0.03 0.43 1 0.24 1.14 0.19 Σ = 5. 1 0.3 0.7 0.12 1.139 = 0. yang tergantung dari jumlah unsur dalam matriks (= n) menurut tabel berikut : Tabel 3.33 x 0.00 Untuk n = 4.43 0.5 2.22 1 1 0.14 0.3 1 2.33 0.48 1 2.17 1 1 4 4 4 4 1 x 3 x 0.33 x 1 x 0.33 3 4 3 1 4.3 0.6 0.Selanjutnya consistency Ratio (CR) dinyatakan dengan persamaan = CR = dengan RI (Random Index).2 5 = 0.71 : 5. Matriks perbandingan dari setiap faktor terhadap kelima moda transportasi a.3 1.41 9 1.9 : 5.6 KA 2. CI = 0.45 CI RI 10 1.32 8 1. Nilai Pembangkit Random (R. setiap unsur di setiap baris dikalikan.2001) 3 4 5 6 7 0.00 2 Decision Making For Leaders(Saaty.56 BK 1.425 Tabel 4. dan selanjutnya ditarik akar berpangkat n.25 0.34 : 5.027 → cukup kecil Kesimpulan : hasil cukup konsisten Untuk memperoleh vektor prioritas.14 1.43 AK 1.17 = 0.9 = 2.49 0.08 mendekati n = 4. 22 x 0.8 1.

32 0.77 0. dan hasil perkalian kemudian dibagi kembali dengan nilai vektor kolom yang bersangkutan.3 0.40 26.6 6 4.7 1 Σ kolom = 3.5 1.15 0.875 0.6 0.43 1 0.12 0.35 0.3 0.224 0.4 2.31 0.32 0.3 0.43 1. Hasil dirata-ratakan menjadi eigen value maksimum : (λ maks) 0.182 0.64 8 .14 0.3 0.47 5.5 2.12 0.6 2.175 0.17 5.224 0.3 0.4 2.175 0.6 0.3 Dengan unsur pada setiap kolom dibagi dengan jumlah pada masing-masing diperoleh matriks sebagai berikut : Σ baris = 0.1 0.43 0.17 0.5 1.08 0.64 0.03 1.3 0.43 1.13 6.195 0.975 1.45 5.93 1.304 0.2 0.06 0.83 9.8 1.8 1.6 2.224 0.102 Σ= = = = = = 5.12 0.5 2.102 1 0.7 0.6 0.304 0.6 0.195 0.77 0.38 0.11 1.195 0.7 1 = 1.15 5.43 1 0.48 1 2.3 1 2.3 1.3 0.3 1.175 0.56 1.48 1 2.1 0.1 0.7 0.43 0.51 Hasil rata-rata untuk setiap baris = (jumlah tiap baris dibagi n = 5) 0.2 0.3 0.Keterangan : MP = Mobil Pribadi SM = Sepeda Motor AK = Angkutan Kota BK = Bis Kota KA = Kereta Api Perhitungan matriks untuk faktor Aman 1 0.3 1 2.25 0.56 1.54 : : : : : 0.20 0.52 0.22 0.13 0.102 Nilai vektor ini selanjutnya dikalikan dengan matriks semula.1 0.20 0.

2 1 1 0.7 1 1.64 6. Faktor Nyaman MP MP SM AK BK KA 1 0.07 = cukup kecil CI = 1.12 → λmaks = b.255 0.37 0.2 1.136 0.035 0.194 0.097 0.91 2.7 0.67 2.08 dan CR = = 0.391 0.8 1.14 6.36 2.67 AK 2.41 8.5 2.6 Dengan unsur pada setiap kolom dibagi dengan jumlah pada kolom masingmasing diperoleh matriks sebagai berikut : Σ baris = rata – rata = 0.120 0.156 0.194 0.59 1 1 0.9 5.378 0.59 1 1 0.48 0.08 = 0.5 2.114 0.36 SM 2.116 1.1 1 Σ kolom = 2.83 0.181 0.48 0. kemudian hasil perkalian dibagi kembali dengan nilai vektor kolom yang bersangkutan.127 0.33 − 5 0.144 0.2 1 1 0.575 0.408 0.83 0.7 1 1.141 0.207 0.43 0.115 Nilai vektor kolom ini dikalikan dengan matriks semula.759 1.37 0.187 0.26.64 = 5.325 0.1 1 Sumber : hasil olahan Perhitungan matriks untuk faktor Nyaman 1 0.7 0.140 0.174 0.162 0.246 0.153 0.358 0. dan hasilnya dirataratakan menjadi eigen value maksimum (λ maks) 9 .2 1.45 2.43 0.156 0.1 0.91 KA 2.12 5 −1 n = 5 dan RI = 1.86 0.152 0.373 0.8 1.765 0.1 0.33 (mendekati 5) 5 5.087 0.45 BK 2.3 1.3 1.

33 SM 0.3 1 0.772 0.37 2.55 3.153 0.3 0.62 5.3 0.12 Kesimpulan : hasil cukup konsisten.052 5.6 1 0.152 0.3 2.077 5.3 0.7 3.26 1 Sumber : hasil olahan Perhitungan matriks untuk faktor Biaya 1 3.5 2.77 AK 0.1 0.37 0.3 1 0.43 2.77 0.7 0.91 2.8 1 3.058 mendekati 5 5 5.48 0.7 1.37 2.8 1.373 0.0 1.33 0.08 − 5 0.86 Dengan unsur pada setiap kolom dibagi dengan jumlah pada kolom masingmasing diperoleh matriks sebagai berikut : 10 .2 1 1 0.82 7.32 2.3 BK 0.7 3.7 1 1.8 3.3 1.38 0.26 1 Σ kolom = 10.59 1 1 0.207 0.373 0.01 → cukup kecil CI = 5 −1 1.768 1.3 1.83 0.8 1 3.017 25.014 dan CR = = 0.291 = 5.6 1 0.(λ maks) 0.078 5.115 1 0.32 2.38 0.890 0.014 = 0.7 1.1 0.3 0.2 1 1 = 1.115 Σ= = = = = = 5.3 2.37 0.37 0.67 2.153 0.582 : : : : : 0.207 0.82 9.291 25.8 KA 0.36 2. n = 5 dan RI = 1.067 5.152 0.1 0.051 0.55 3.12 → λ maks = c.45 2.3 0.43 0. Faktor Biaya MP MP SM AK BK KA 1 3.

11 0.55 0.38 0.37 2.7 SM 0.241 1 3.54 4.16 mendekati 6 5 6.3 0.0 1.159 0.07 0.03 0.6 1 0.17 0.26 0.4 0.165 0.43 0.795 0.13 0.296 0.159 0.91 1.7 1 1 1.12 Kesimpulan : hasil cukup konsisten d.1 0.37 1.0 1.139 0.77 0.051 0.05 : : : : : 0.241 Nilai vektor kolom ini dikalikan dengan matriks semula. Faktor waktu MP MP SM AK BK KA 1 2.3 0.08 2.Σ baris = 0.165 0.43 1 0.27 0.8 1 1 1.128 0.3 0.27 0.10 0.26 1 = 1.19 0.8 = 6.6 AK 2.42 0.3 2.825 1.8 BK 2.04 = 0. kemudian hasil perkalian dibagi kembali dengan nilai vektor kolom yang bersangkutan.9 KA 0.1 0.205 rata – rata = 0.241 Σ= = = = = = 6.296 0.7 1.03 0.3 1 0.4 2.296 0.4 3.37 0.695 1.13 0.165 0.05 0.625 0.3 0.8 3. (λ maks) 0.75 6.12 → λ maks = 30.3 2.54 6.32 0.35 0.04 0.139 0.22 0.35 30.32 2.04 dan CR = = 0.52 1 Sumber : hasil olahan 11 .05 0.159 0.8 1 3.139 0.28 0. dan hasilnya dirataratakan menjadi eigen value maktimum (λ maks).33 0.8 n = 5 dan RI = 1.04 0.7 3.035 → cukup kecil CI = 5 −1 1.35 0.54 6.16 − 5 0.3 0.48 0.33 0.55 3.

167 0.7 1 1 1.Perhitungan matriks untuk faktor waktu 1 2.7 0.210 0.8 1 1 1.43 1 0.43 0.109 0.12 Kesimpulan : hasil cukup konsisten n = 5 dan RI = 1.426 0.202 0.52 1 Σ kolom = 7.886 1.07 → cukup kecil 5 −1 1.114 0.8 : : : : : 0.27 0.112 0.30 5.37 1.625 0.3 − 5 0.300 0.167 0.43 0.535 1.8 2.52 1 = 0.266 0.093 0.107 0.3 2.4 2.7 1 1 1.185 0.054 0.8 2.293 0.545 0.167 0.7 0.37 1.175 0.340 Σ = = = = = = 5.35 0.111 0.277 0.098 0.078 CI = = 0.314 0.30 5.572 0.385 0.107 0.9 Dengan unsur pada setiap kolom dibagi dengan jumlah pada kolom masingmasing diperoleh matriks sebagai berikut : Σ baris = 0.625 0. dan hasilnya dirataratakan menjadi eigen value maktimum (λ maks) (λ maks) 0.107 0.4 3.111 0.9 0.4 2.091 0.4 = 5.3 2.211 0.75 8.43 1 0.266 0.078 dan CR = = 0.4 26.562 1.7 rata – rata = 0.55 0.835 1.112 0.337 0.8 1 1 1.109 0.3 mendekati 5 5 5.30 26.9 0.35 0.9 9 2.83 3.277 0.3 0.467 0.127 0.55 0.25 5.12 → λ maks = 12 .6 2.3 0.277 0.24 5.6 2.258 0.109 0. kemudian hasil perkalian dibagi kembali dengan nilai vektor kolom yang bersangkutan.051 0.340 1 2.472 0.27 0.4 3.340 Nilai vektor kolom ini dikalikan dengan matriks semula.

000 (Mobil Pribadi) (Sepeda Motor) (Angkutan Kota) (Bus Kota) (Kereta Api) Prioritas : 1. menyusul kereta api.140 0.241 0.159 0.139 0.167 0. Matriks hubungan pemilihan moda transportasi dengan keempat faktor AMAN MP SM AK BK KA 0.199 0.2%. yaitu 42.140 0. Mobil Pribadi 4.337 0.109 0.370 0.5 % menyusul biaya. mobil pribadi.340 Sumber : hasil olahan hasil perhitungan : 0.139 0. sedangkan yang menjadi prioritas utama pemilihan moda transportasi responden dalam melakukan perjalanan menuju tempat kerja adalah motor yaitu sebesar 26.174 0.241 WAKTU 0.049 0.255 0.167 0.405 0.425 0.107 0.262 0.159 0.066 0.277 0.146 NYAMAN 0.296 0. selanjutnya dikalikan dengan vektor prioritas dari matriks pertama (dari empat faktor) : 0.337 0.340 = 0.138 0.146 0.127 BIAYA 0.219 0.146 0.159 0.255 Σ=1.276 0.199 0.405 0.165 0.139 0.Peringkat keseluruhan semua moda transportasi terhadap ke-4 faktor diperoleh mariks berikut. Kereta Api 3.174 0.262 0.109 0.544 Tabel 5. Bis Kota : : : : : 0. Angkutan Kota 5.296 0.138 Dari hasil Analisa AHP.109 0. dan nyaman menjadi prioritas terakhir.109 0. aman. Motor (Sepeda motor) 2.185 0.159 0. angkutan kota dan bis kota.107 0. 13 .277 0.127 0.219 0.165 0.131 0.146 0.185 0. responden di Kelurahan Sukamaju menganggap faktor waktu sebagai prioritas utama.

7 Faktor . 5.5 58.Faktor ( % ) Nyaman Biaya Waktu 4.2 10. 4. Kelurahan Abadijaya Mekarjaya Baktijaya Sukamaju Cisalak Cilodong Tirtajaya Sukmajaya Kalibaru Jatimulya Kalimulya Total Rata-rata 1 Kecamatan Sukmajaya Aman 11.9 49.3 29.2 Sumber : Hasil Olahan 14 . 9.7 15.5 61.8 19.8 5. 2.9 13. 4.9 5.7 22. penulis mencoba merangkumnya dalam bentuk tabel dibawah ini : Tabel 6. Kelurahan Abadijaya Mekarjaya Baktijaya Sukamaju Cisalak Cilodong Tirtajaya Sukmajaya Kalibaru Jatimulya Kalimulya Total Rata-rata 1 Kecamatan Sukmajaya Moda Transportasi ( % ) Mobil P SM Angkot Bis 22 27 16 17 20 28 19 18 17 33 13 13 19 26 14 13 11 31 14 18 23 35 18 13 15 28 13 16 19 25 13 13 17 27 15 16 14 31 12 17 14 28 13 14 17 29 15 16 KA 18 13 24 25 25 11 27 28 24 25 31 23 Sumber : Hasil Olahan Tabel 7. 11. 6. 11. 9.3 28.1 35. 1. Program Expert Choice dari total satu kecamatan Sukmajaya yang terdiri sebelas kelurahan dapat dilihat pada lampiran.5 17 10. 7. 10. 1.2 41 20. 6. Dari hasil perhitungan tiap-tiap kelurahan dengan menggunakan program Expert Choice.9 42. 2.6 37 42. 8.2 4.3 24.6 62.3 21.1 11.4 7.6 45. 5.Expert choice Expert choice merupakan perangkat lunak yang dapat membantu perhitungan dengan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) kepada 100 responden terhadap total penduduk bekerja satu kecamatan Sukmajaya Depok.9 13.3 18.3 6 32.5 13.9 55.2 22. Faktor Yang Dominan Dalam Memilih Alternatif Moda Transportasi No. 7. 8.4 7.5 6.8 6.9 15.4 57.4 42.5 61.6 12. 10.3 6 18. 3. 3. Moda Yang Dominan Dalam Memilih Alternatif Moda Transportasi No.5 9.5 33.

Untuk setiap penurunan bobot nilai faktor kenyamanan maka akan terjadi penurunan pada mobil pribadi dan kerea api. Gambar 3. sedangkan angkutan kota mengalami kenaikan. maka akan terjadi peningkatan pada sepeda motor dan kereta api. seperti: menyediakan fasilitas musik atau televisi atau pendingin ruangan (AC) pada angkutan umum sehingga membuat responden lebih dapat menikati perjalanan. Perubahan Faktor Aman Terhadap Pemilihan Alternatif Moda Analisa sensitivitas pada gambar 3 berikut menunjukkan bahwa untuk pengurangan bobot nilai pada faktor aman dalam arti keamanan ditingkatkan sehingga faktor aman tidak menjadi prioritas utama.Analisa Sensitivitas Analisa Sensitivitas Kecamatan Sukmajaya 1. Perubahan Faktor Kenyamanan Terhadap Pemilihan Alternatif Moda Analisa sensitivitas pada gambar 4 berikut menunjukkan bahwa perubahan kepentingan faktor kenyamanan dilakukan angkutan umum misalnya dengan peningkatan fasilitas pada angkutan kota dan bis kota. Dari kenyataan tersebut dapat diambil suatu kebijakan yang dapat mengurangi pemilihan moda pribadi. sedangkan mobil pribadi mengalami penurunan. disini terlihat bahwa mobil pribadi dianggap cukup aman oleh responden. Sensitivitas Perubahan Faktor Aman 2. 15 .

yaitu meningkatkan tarif parkir atau pajak untuk mobil pribadi. Perubahan Faktor Biaya Terhadap Pemilihan Alternatif Moda Analisa sensitivitas pada gambar 5. maka dapat dibuat suatu kebikjakan. Gambar 5. dapat mengakibatkan penurunan pada mobil pribadi. Sensitivitas Perubahan Faktor Biaya 16 . berikut menunjukkan bahwa dengan peningkatan bobot nilai pada faktor biaya secara umum. Dari kenyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk mengurangi pemilihan mobil pribadi dan mau beralih ke alternatif moda angkutan kota.Gambar 4 Sensitivitas Perubahan Faktor Nyaman 3.

berikut menunjukkan bahwa jika faktor waktu ditingkatkan kepentingannya. misalnya disiplin terhadap ketepatan waktu ditingkatkan maka pemilihan sepeda motor. bis kota. mobil pribadi cenderung meningkat. disiplin terhadap waktu keberangkatan. rute perjalanan yang banyak agar mudah dicapai oleh responden sehingga dapat meningkatkan pemilihan alternatif moda menuju tempat kerja. faktor yang dominan dalam pemilihan moda transportasi di Kecamatan Sukmajaya dalam melakukan kegiatan bekerja adalah faktor waktu. Penurunan bobot pada angkutan umum menggambarkan bahwa moda tersebut dianggap kurang baik dari segi waktu. moda yang dominan dipilih responden dalam melakukan kegiatan bekerja adalah sepeda motor. kereta api) mengalami penurunan. 2. 17 . Pilihan faktor selanjutnya yang paling berpengaruh dalam pemilihan moda transportasi adalah faktor biaya. bis kota pada urutan keempat. Kebijakan yang dapat diambil dari analisa tersebut adalah adanya tempat-tempat pemberhentian untuk angkutan umum kota yang jelas dan teratur. mobil pribadi pada urutan ketiga. dan faktor nyaman sebagai pilihan terakhir. Alternatif moda pilihan selanjutnya adalah kereta api pada urutan kedua. maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. dan angkutan kota pilihan terakhir.3. faktor aman. sedangkan untuk angkutan umum (angkutan kota. Perubahan Faktor Waktu Terhadap Pemilihan Alternatif Moda Analisa sensitivitas pada gambar 6. Gambar 6. Sensitivitas Perubahan Faktor Waktu Kesimpulan Dan Saran Kesimpulan Berdasarkan pembahasan dan analisa diatas.

maka dapat diambil kebijakan-kebijakan dalam upaya mengalihkan kendaraan pribadi ke angkutan umum kota di Kecamatan Sukmajaya Depok.ALFABETA. 2. K. 18 . ”Metode Penelitian Survai”. dan Effendi.31-39. ”Statistika untuk Penelitian”. Singaribun. Jakarta. Jakarta. 2. Edward K. Jakarta.25-35. antara lain adalah dengan melakukan peningkatan tarif biaya parkir atau pajak kendaraan pribadi. Bandung. Tamin.Dari analisa sensitivitas berdasarkan keempat faktor tersebut. Gunadarma. Universitas Kristen Petra. M. Tangerang. Sugiyono. BPS Kota Depok. Ofyar. CV. 10. 5.(2006). 7. Jakarta. M. Penerbit Ghalia Indonesia.. 3. ”Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi”. Teknomo. hal. “Penggunaan Metode AHP dalam Menganalisa Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Moda ke Kampus”.”Pemilihan Model Transportasi di DKI Jakarta dengan Analisis Kebijakan Proses Hierarki Analitik”. (1994). Jakarta. 8. (1989). Bappeda Kota Depok. menambahkan pertimbangan-pertimbangan lain dalam memberikan penilaian terhadap moda transportasi dan membangun struktur hierarki dengan lebih dari tiga level serta membuat analisa yang lebih baik lagi. Kustituanto. Muhammad. Jakarta. Diperlukan penelitian untuk kecamatan–kecamatan lain di Kota Depok. Depok. DAFTAR PUSTAKA 1. Jurnal Teknik Sipil. Morlock. (1997). 3. ” Sistem Transportasi”. Jurnal Teknik Sipil. B. Dalam melakukan penilaian terhadap perbandingan berpasangan harus memperhatikan konsep-konsep AHP agar perbandingan berpasangan tersebut dapat dilakukan lebih konsisten. (1991). ITB Bandung. Diperlukan pengembangan dalam pengambilan sampel yang lebih merata. waktu keberangkatan yang teratur serta keamanan yang lebih ditingkatkan pada angkutan umum kota yaitu angkutan dalam kota dan bis bis kota. (2003). 9. 6. Gunadarma. (2003). (2006). ”Metode Penelitian”. (2003). (1999). S. 4. ”Perencanaan dan Pemodelan Transportasi”. pengaturan rute perjalanan. ”Kota Depok Dalam Angka 2006”. Sukarto. Volume 1 Nomor 1. Z. Universitas Pelita Harapan. Volume 3 Nomor 1. ”Matematika Ekonomi”. Aslan. hal. Nazir. Haryono. SARAN 1. penambahan fasilitas musik atau televisi atau pendingin ruangan (AC) pada angkutan umum kota.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful