Nama

: Wahyu Firliani

FKIP BIOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA 2008 1. Definisi pengolahan tanah 1. 2. 3. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 1. Tujuan pengolahan tanah Keuntungan pengolahan tanah Hal – hal yang perlu diperhatikan dlm pengolahan tanah

Sejarah perkembangan alat pengolahan tanah Macam-Macam Pengolahan Tanah Sistem pengolahan tanah Sistem Olah Tanah Minimum Olah Tanah Tunggul Seresah Metode pengolahan tanah Pengolahan tanah adalah proses di mana tanah digemburkan dan dilembekkan dengan

menggunakan tangkai kemudi ataupun penggaru yang ditarik oleh traktor maupun bajak yang ditarik oleh binatang maupun manusia. Melalui proses ini, kerak tanah teraduk, sehingga udara dan cahaya matahari menembus tanah dan meningkatkan kesuburannya. Sekalipun demikian, tanah yang sering digarap sering menyebabkan kesuburannya berkurang. A. Tujuan Umum Pengolahan Tanah Pengolahan tanah dalam usaha budidaya pertanian bertujuan untuk menciptakan keadaan tanah olah yang siap tanam baik secara fisis, kemis, maupun biologis, sehingga tanaman yang dibudidayakan akan tumbuh dengan baik. Pengolahan tanah terutama akan memperbaiki secara fisis, perbaikan kemis dan biologis terjadi secara tidak langsung. Kegiatan pengolahan tanah dibagi ke dalam dua tahap, yaitu: (1) Pengolahan tanah pertama (pembajakan), dan (2) Pengolahan tanah kedua (penggaruan). Dalam pengolahan tanah pertama, tanah dipotong, kemudian dibalik agar sisa tanaman dan gulma yang ada di permukaan tanah terpotong dan terbenam. Kedalaman pemotongan dan pembalikan tanah umumnya antara 15 sampai 20 cm. Pengolahan tanah kedua, bertujuan menghancurkan bongkah tanah hasil pengolahan tanah pertama yang besar menjad lebih kecil dan sisa tanaman dan gulma yang terbenam dipotong lagi menjadi lebih halus sehingga akan mempercepat proses pembusukan. B. Keuntungan pengolahan tanah mekanis B.1.1. Keuntungan Teknis Pekerjaan pengolahan tanah memerlukan tenaga yang sangat besar, sehingga dibutuhkan banyak tenaga kerja. Dengan tenaga yang besar, yang dimiliki per alatan mekanis, pekerjaan yang berat akan dengan mudah dikerjakan. Hasil pengolahan tanah secara mekanis dapat lebih dalam. B.1.2. Keuntungan Ekonomis Berdasarkan hasil penelitian (di Pulau Jawa), biaya pengolahan tanah per hektar dengan traktor akan lebih murah dibandingkan dengan menggunakan tenaga manusia maupun hewan. Penurunan biaya pengolahan tanah ini tentunya akan meningkatkan keuntungan para petani. B.1. 3. Keuntungan Waktu Dengan tenaga yang cukup besar, tentunya pengolahan tanah yang dilakukan secara mekanis akan lebih cepat. Dengan cepatnya waktu pengolahan tanah, akan mempercepat pula proses budidaya

memecah dan membalik tanah. b. 2. kerbau digunakan untuk menarik peralatan pengolahan tanah. coulter pemotong dan moldboard digunakan di Eropa pada tahun 1500 A. Suatu alat yang lebih lengkap. BAJAK KAYU Contoh bajak yang terbuat dari kayu dari Mesir diperlihatkan pada Gambar 1. Bajak kayu kuno di Thebes. bajak pisau berputar (rotary plow) 4. Peralatan ini dapat digunakan untuk membalik tanah dan membuat furrow dan kasuran benih. Untuk beberapa tanaman yang berumur pendek. bajak piring (disk plow) 3. seperti tertera pada Gambar 2. Vegetasi (tanaman yang tumbuh di lahan) 3. bajak chisel (chisel plow) 5. Pada awalnya alat ini berupa alat kecil yang ditarik dengan tangan dengan plat besi berbentuk V yang dihubungkan atau digandengkan dengan pisau kayu dan pegangan. Lebih dari 2000 tahun yang lalu ditemukan bajak terbuat dari besi yang diproduksi di Honan utara China. Selama abad pertama B. bajak kayu 2. plow-and-sow dan garu.secara keseluruhan. sehingga dapat memperpendek waktu yang diperlukan dalam budidaya secara keseluruhan. Topografi (kenampakan permukaan lahan) 2. sisa waktu yang tersedia ini dapat digunakan untuk melakukan budidaya lagi..C. Tenaga hewan digunakan untuk membajak tanah sejak 7000 tahun yang lalu. Alat-alat tersebut dikenal ada beberapa macam.C. BAJAK BERODA DUA DENGAN COULTER DAN MOLDBOARD . Bajak beroda dua dengan coulter dan moldboard 3. Bebatuan 4. yaitu : 1. Selanjutnya secara berturut-turut dikembangkan alat yang disebut triple-shared plow. terdiri dari roda. B. Sejarah perkembangan pengolahan tanah Tercatat dalam sejarah bahwa sejak beribu-ribu tahun yang lalu pengolahan tanah telah dilakukan oleh sekelompok manusia dengan tujuan untuk meningkatkan produksi pertaniannya. Gambar 1. Dalam mengolah tanah secara mekanis. Mengkondisikan Lahan Salah satu keuntungan dari pengolahan secara mekanis adalah dapat dilakukan dengan lebih cepat.bajak singkal (moldboard plow) 2. Pada penemuan arkeologi dan tulisan-tulisan kuno diketahui bahwa ada pendapat dimana membajak tanah dapat meningkatkan kesuburan Alat pengolahan tanah pertama adalah alat-alat yang pertama sekali digunakan yaitu untuk memotong. C. bajak raksasa (giant plow) 1. bajak subsoil (subsoil plow) 6. Kadar air tanah 2. Mesir pada 300 B. Hal – hal yang perlu diperhatikan dlm pengolahan tanah 1.3.D.

d) garu rotari. Garu Beberapa jenis garu yang dipakai pada pengolahan tanah kedua adalah : a) garu piring ( disk harrow). c) garu pegas (spring tooth harrow). Peralatan yang ditarik oleh hewan mulai menyusut jumlahnya sejak ditemukannya traktor bertenaga uap pada sekitar tahun 1860. Alat Pengolahan Tanah Kedua 1. bajak subsoil (subsoil plow) 8. Garu Piring. Dengan menggunakan alat ini tanah subur yang ada di dalam tanah dapat diangkat keatas permukaan tanah. Bajak piring Bagian-bagian Bajak Piring Hasil Pembajakan dengan Menggunakan Bajak Piring (Disk Plow) 5. a. Garu ini dapat digunakan sebelum pembajakan untuk memotong rumput-rumput pada permukaan . Hasil Pembajakan dengan Menggunakan Bajak Singkal Bagian Bajak Singkal Satu Bottom 4. dan e) garu khusus (special harrow). Bajak Raksasa Alat ini sesuai dengan namanya. 3. Suatu bajak dapat terdiri dari satu bottom atau lebih. Dapat berbentuk bajak singkal atau bajak piringan. Bajak Singkal Bajak singkal ini dapat digunakan untuk bermacam-macam jenis tanah dan sangat baik untuk membalik tanah. Bagian dari bajak singkal yang memotong dan membalik tanah disebut bottom. Bajak Chisel 7. John Deere terdorong untuk mengembangkan bajak baja dengan pisau dan moldboard untuk mengatasi masalah pengolahan tanah-tanah organik di Amerika. ditemukan pada abad ke-16 di Eropa Pada kira-kira tahun 1830. b) garu palcu (splice tooth harrow).BAJAK ROTARI Bajak pisau berputar (Rotari) Tipe Vertikal Bajak Rotari Tipe Tarik Berpenggerak PTO Bajak Rotari Tipe Kebun Berpenggerak Sendiri 6.Bajak beroda dua dengan coulter dan moldboard. berbentuk sangat besar dan digunakan untuk membalik tanah pada kedalaman 100 sampai 180 cm.

bahkan untuk penyiangan garu ini lebih baik. c. Garu Rotari Garu rotari ada dua macam. Rotor diputar horisontal. untuk rnenghancurkan permukaan tanah sehingga keratan tanah ( furrow slice) lebih berhubungan dengan tanah dasar. Weeder- mulche adalah alat yang digunakan untuk penyiangan.soil surgeon adalah alat yang merupakan susunan pisau berbentuk U dipasang pada suatu rangka dari pelat. Garu Piring Aksi Ganda Salah Satu Bentuk dari Garu Paku b. karena dapat masuk ke dalam tanah lebih dalam. Putaran roda garu ini disebabkan oleh tarikan traktor. maka garu tersebut disebut garu offset. Bentuk dari garu ini dapat dilihat pada Gambar Garu Rotari Cangkul (Rotary Hoe Harrow) Gambar 35. Juga dapat digunakan untuk penyiangan. as (gang/arbor bolt). Garu rotari cangkul merupakan susunan roda yang dikelilingi oleh gigi-gigi berbentuk pisau yang dipasangkan pada as dengan jarak tertentu dan berputar vertikal. Kegunaan garu ini sama dengan garu paku. dan 2) garu piring tipe angiat (mounted disk harrow). yaitu : garu rotari cangkul (rotary hoe harrow) dan garu rotari silang (rotary cross harrow). Juga dapat digunakan untuk penyiangan pada tanainan yang baru tumbuh. rangka (frame). Salah Satu Bentuk dari Garu Pegas d. Land Rollers dan Pulverizers . Secara umum garu piring dibagi atas : 1) garu piring tipe tarik (t railing disk harrow). Garu Piring Aksi Tunggal Apabila posisi garu piring dalam penggandengannya dengan traktor menyamping. pembuatan mulsa dan pemecahan tanah di bagian permukaan. Bentuk dari garu paku dapat dilihat pada Gambar 32. dan pembersih tanah (scaper). 2. Bagian-bagian dari garu piring adalah : piringan (disk). bumper. Dengan menggunakan garu ini. karena gigi-giginya yang dapat indenting (memegas) apabila mengenai gangguan. Garu paku Garu ini mempunyai gigi yang bentuknya seperti paku terdiri dari beberapa baris gigi yang diikatkan pada rangka. yang gerakannya diambil dari putaran PTO. Garu Rotari Silang (Rotary Cross Harrow) Garu rotari silang terdiri dari gigi-gigi yang tegak lurus terhadap permukaan tanah dan dipasang pada rotor. e. bantalan (bearing). penghancuran tanah terjadi sangat intensif. Bentuk dari garu pegas dapat dilihat pada Gambar . Bentuk dari garu ini dapat dilihat pada Gambar 35.tanah. kotak pemberat. Garu Khusus Yang termasuk kedalam garu khusus adalah weeder-mulche dan soil surgeon. Garu ini digunakan untuk menghaluskan dan meratakan tanah setelah pembajakan. atau untuk menutup biji-bijian yang ditanam secara sebar. Alat ini digunakan untuk memecah bongkah-bongkah tanah di permukaan dan untuk meratakan tanah. Garu Pegas Garu pegas sangat cocok untuk digunakan pada lahan yang mempunyai banyak batu atau akar-akar.

dan mungkin juga dibuat guludaa atau alur untuk pertanaman.Alat ini menyerupai piring-piring atau roda-roda yang disusun rapat pada satu as.Sistem Pengolahan Tanah a. Alat ini dapat digolongkan atas dua jenis yaitu . 2) Subsurface tillage Rod Weeders. yaitu 1) V Shaped packer dan 2) Crowfoot roller. Alat-alat Lainnya ( Sub Surface Tillage Tools and Field Cultivation). Puingan piring dapat tajam atau bergerigi. Pengolahan Tanah Primer Kegiatan pengolahan tanah pertama (awal) dengan kedalaman lebih dari 15 cm s. . Sistem Olah Tanah Minimum Pada tahun-tahun terakhir telah terjadi peningkatan perhatian terhadap sistem olah minimum sebagai cara untuk mengurangi biaya produksi tanaman larik dan untuk memperbagus kondisi tanah. Digunakan untuk penyelesaian dari proses pengolahan tanah untuk persemaian. 2) kombinasi T shaped dan Sprocket Wheel pulverizers. 4.d 90 cm 1) Tujuan Adapun tujuan pengolahan tanah skunder adalah untuk: a) Memberantas gulma b) Memperbaiki struktur tanah agar lebih baik untuk pertumbuhan tanaman c) Menempatkan seresah agar terdekomposisi dengan baik d) Menurunkan laju erosi dengan cara pengolahan yang sesuai e) Meratakan tanah f) Mencampur pupuk dengan tanah g) Mempersiapkan tanah untuk pemberian air irigasi b. Keuntungan menggunakan alat ini adalah : 1) Meningkatkan kemampuan tanah dalam hal menyerap air. Surface packer terdiri dari macam-macam bentuk. tata air diperbaiki. 4. tanah menjadi gembur dan rata. kadang-kadang diberilcan kepadatan tertentu pada permukaan tanah. 3) Flexible sprocket wheelpulverizes. Pengolahan Tanah Skunder Pengolahan tanah kedua dilakukan setelah pembajakan. yaitu alat yang menggunakan sweep. Dengan pengolahan tanah kedua. b. Alat ini ada 2 jenis. Alat ini digunakan untuk mengolah tanah tanpa merubah tanah dibagian permukaan dan juga sekaligus dapat untuk penyiangan. terdiri dari 2 macam. yaitu : 1) Subsurface tillage sweeps. antara lain : 1) V Shaped roller pulverizers. 4) Mengurangi tingkat penguapan air dari permukaan tanah. Macam-Macam Pengolahan Tanah a. 3) Mengurangi erosi air atau angin. sisa-sisa tanaman dan tumbuhan pengganggu dihancurkan dan dicampur dengan lapisan tanah atas. Subsurface packer. 2) Mengurangi aliran permukaan (run off). Gambar Pulverizer a.

3. bajak diangkat dan traktor melintasi sisi tersebut menuju sisi panjang lahan yang lain (berseberangan) untuk pengolahan tanah berikutnya. 4. Headland Pengolahan tanah dilakukan dalam arah berlawanan dengan arah putaran jarum jam. METODE PENGOLAHAN LAHAN : a. Olah Tanah Tunggul Seresah Tujuan utama olah tunggul seresah ialah untuk mengurangi erosi angin dan air dan untuk mempertahankan kelestarian air dengan mengurangi terjadinya limpasan. Setelah traktor sampai pada ujung lahan. Demikian dilakukan seterusnya hingga seluruh lahan terolah dan pengolahan tanah akan berakhir di bagian tengah lahan. Pada sisi lahan yang panjang. Memberikan pengerjaan yang memang diperlukan untuk mengoptimalkan kondisi tanah bagi tiap bagian luasan di suatu lapang (contoh: luasan larikan dan luasan sela larikan). Cara tersebut dipakai secara luas di Dataran Besar dan di daerah kering atau semi kering lainnya. 2. Olah tunggul seresah berupa pemotongan akar gulma dan tumbuhan lainnya dan meninggalkan sisa tanaman di atas permukaan atau mencampurkannya ke tanah sedalam beberapa cm. bajak diturunkan (dilakukan pengolahan tanah) di mulai dari sisi terluar lahan. Menjaga kelembaban dan mengurangi erosi tanah. Meminimumkan jumlah lintasan melalui suatu lapang. . Mengurangi kebutuhan energi mekanis dan tenaga kerja. b.Capaian utamanya adalah : 1. Continuous Dilakukan dengan melakukan pengolahan dari salah satu sisinya dan berakhir pada sisi yang berseberangan b. 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful