STRATEGI DAN IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN PRODUK KELAPA MASA DEPAN Abner Lay dan Patrik M.

Pasang1) 1) Balai Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma Lain Manado Indonesian Coconut and Other Palm Crops Research Institute Jl. Raya Mapanget, PO Box 1004 Manado. Telp. (0431)812430. Faks. (0431)812017 ABSTRAK Sesuai permasalahan, alternatif solusi dan isue-isue perkelapaan nasional, serta faktorfaktor penentu pengembangan, maka untuk keberhasilan pengembangan produk kelapa masa depan, diperlukan strategi pengembangan yang dapat diimplementasikan. Strategi pengembangan terdiri dari arah, tujuan, sasaran, prioritas dan tahap pengembangan. Implementasinya meliputi optimalisasi usahatani, pengembangan dan pemasaran produk. Pengembangan produk yang dapat dilaksanakan secara massal pada tingkat kelompok tani dan industri pada pasar lokal/domestik antara lain produk buah kelapa muda, koktail kelapa, selei kelapa, suplemen makanan bayi, minuman ringan, nata de coco, kecap air kelapa, tepung ampas kelapa, minyak kelapa murni, arang tempurung, arang briket, asap cair tempurung, kayu kelapa, dan pupuk organik limbah kelapa, sedangkan produk yang diekspor antara lain kopra, kopra putih, minyak kelapa kasar, bungkil, kelapa parut kering dan arang aktif. Kata kunci: Kelapa, usaha tani, industri, diversifikasi produk, kelompok tani ABSTRACT As the present problems, the alternative solutions, issues and factors which determine of the coconut development, require practical strategies for it to achieve success in the course of developing of future coconut products. The strategies are consist of the directions, aims, objectives, priorities, and several stages of development. The implementation includes of the farm bussines optimalization, product improvement and its marketing. Improvement of coconut products can be executed massively to the farmer group level and industry for local and domestic market, such as young coconut products, coconut coctail, coconut jam, baby food supplements, soft drinks, nata de coco, coconut water sauce, coconut flour, virgin coconut oil, coconut shell charcoal, briquet charcoal, liquid smoke of coconut shell, coconut wood, and organic fertilizer. While the exporting goods are such as copra, white copra, raw coconut oil, coconut cake, desiccated coconut, and active charcoal. Keywords: Coconut, farm bussines, industry, product diversification, farmer groups.

1

PENDAHULUAN Pertanaman kelapa tersebar diseluruh Kepulauan Indonesia, pada tahun 2010 areal pertanaman kelapa seluas 3,7 juta ha yang terdiri dari perkebunan rakyat (98,14 %), perkebunan besar negara (0,10 %) dan perkebunan besar swasta (1,73%). Produksi kelapa (equivalent kopra) tahun 2010 sebesar 3,26 juta ton yang terdiri dari perkebunan rakyat sebesar 3,18 juta ton, perkebunan besar negara 2,33 ribu ton dan perkebunan besar swasta 80,97 ribu ton (Anonim, 2010). Penanganan komoditas kelapa melibatkan 7 juta KK atau 35 juta jiwa, suatu serapan tenaga kerja sangat besar dibidang pertanian, namun kondisi ekonomi petani kelapa umumnya memprihatinkan. Survei Cogent (Coconut Germplasm Internasional) tahun 2003, menunjukkan bahwa pendapatan petani kelapa rata-rata 200 $US/tahun, yang dikategorikan miskin. Rendah produktivitas dan pendapatan petani kelapa disebabkan antara lain penanganan usaha kelapa kurang mendapat perhatian, petani menanam bibit kelapa tanpa melalui seleksi yang memadai, pertanaman kelapa kurang terawat, kurang berkembangan usaha pemanfatan lahan diantara kelapa dengan tanaman sela, dan belum berkembang usaha diversifikasi. Sebaliknya pabrikan memperoleh pendapatan yang menggembirakan, ditandai makin meluas wilayah usaha dan aneka ragam produk yang dikembangkan, walaupun sejak tahun 1992 sampai sekarang, industri kelapa mengalami kekurangan bahan baku sekitar 30-40 % dari kapasitas terpasang. Komoditas kelapa mengalami kejayaan dengan produk utamanya berbentuk kopra pada periode 1960-1970an, pada masa itu usaha kopra dirasakan sebagai usaha yang sangat menguntungkan. Bahkan koperasi kopra merupakan salah satu koperasi yang sangat berkembang dan menjadi organisasi andalan bagi para petani kelapa pada masa itu. Sejak periode 1980-2010, peran kelapa sebagai sumber bahan baku minyak goreng makin tergeser oleh komoditas kelapa sawit. Periode bulan Pebruari-April 2011, harga kopra makin membaik yakni Rp. 7500-11.000/kg, diharapkan harga kopra sebesar Rp. 7500/kg, akan bertahan untuk jangka waktu yang lama. Beragam upaya yang dilakukan dan telah membuahkan hasil positif bagi perkembangan agribisnis kelapa, namun masih banyak upaya lain yang perlu dilakukan ke depan, antara lain diperlukan adanya industri pembibitan kelapa yang dapat menjamin pasokan sumber bibit unggul secara massal. Ketiadaan industri pembibitan ini menyebabkan petani dan perusahaan perkebunan kelapa masih menggunakan bibit dari kebunnya sendiri yang produktivitasnya rendah. Kedaan ini mengakibatkan tingkat produksi kelapa rendah (setara 1,29 ton kopra/ha/tahun), dibanding potensi produksi Kelapa Dalam Unggul dapat mencapai 4 ton kopra/ha/tahun. Selain itu, rendahnya dukungan ketersediaan sarana produksi dan alat pengolahan oleh pihak-pihak terkait, penggunaan pupuk yang belum optimal, pengendalian hama dan penyakit tanaman pada tingkat petani, serta belum berkembang kelembagaan yang mengkoordinasi dan mengintegrasi subsistem produksi, pengolahan dan pemasaran. Pada subsistem pengolahan maupun pemasaran, industri hilir kelapa masih terbatas pada produksi minyak goreng dan produk primer seperti kopra, kelapa parut dan sebagainya. Teknologi pengolahan Virgin Coconut Oil (VCO) yang diketahui menghasilkan produk dengan berbagai manfaat kesehatan, ternyata belum memberikan tambahan pendapatan yang nyata bagi petani. Kondisi yang sama terjadi pula pada pengembangan minyak kelapa sebagai bahan bakar alternatif.

2

yang penanganannya secara intensif.Pengembangan kelapa saat ini diharapkan akan memberi manfaat pada kehidupan petani lebih layak. 3 . perlu bersatu dalam wadah kelompok tani/ gapoktan guna memperjuangkan pengembangan produk yang bernilai ekonomi dan perbaikan harga bahan baku/produk olahan petani. diperlukan kajian penanaman kelapa dengan jarak tanam 6 x 16 m. tumbuhnya semangat petani untuk melakukan usahatani yang efisien. (e) Petani diarahkankan pada pengembangan pengolahan kelapa terpadu sebagai unit percontohan. pendek dan produksi tinggi. (d) Upaya peningkatan nilai tambah kelapa melalui usaha diversifikasi. diperlukan pengembangan kelapa yang berumur genjah. serat. blondo. sehingga biaya pengangkutan menjadi murah yakni Rp. arang tempurung. pakar dan pengusaha. sebaiknya mengusahakan tanaman sela diantara pertanaman kelapa dengan tanaman sela yang bernilai ekonomi. terpenuhinya bahan baku untuk pengolahan tingkat kelompok tani/ gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang kontinu dan bahan baku industri pengolahan. 300/kg. Setiap desa contoh melakukan pengolahan buah kelapa untuk menghasilkan 7 produk yakni: VCO. Dalam upaya meningkatkan pendapatan petani kelapa. asap cair. petani menjadi pelaku agribisnis kelapa. petani perlu dibekali teknologi pengolahan dan sarana pengolahan yang disediakan oleh pemerintah atau lembaga keuangan. (c) Petani dengan kemampuan terbatas. 20 ft) untuk setiap 2 minggu. ongkos angkut Rp 6 jt/ kontainer. yang berlanjut pada pengembangan secara massal dengan produk yang dihasilkan terstandarisasi dan volume produksi memenuhi skala ekonomi. ISUE PERKELAPAAN NASIONAL Isue-isue perkelapaan nasional yang didiskusikan pada Temu Bisnis Perkelapan. dan perlu mengamankan wilayah pengembangan kelapa untuk kesinambungan produksi dan mengoptimalkan pelaksanaan program pengembangan. (b) Untuk mempercepat peningkatan produktivitas kelapa untuk menghasilkan buah. agar produksi yang dihasilkan total produksi sebanyak 20 ton atau (satu kontainer uk. dengan produk yang dihasilkan akan menjadi bahan baku industri kelapa atau dapat dikonsumsi langsung masyarakat. Pada wilayah sentra produksi kelapa minimal ada 3 unit pengolahan kelapa terpadu. nata de coco. Konperensi Nasional Kelapa di Manado Tahun 2010. Unit pengolahan tersebut dapat dioperasikan dan dikelola kelompok tani/gapoktan. dan tumbuh dan berkembangnya kelembagaan petani dalam bentuk kelompok tani/gapoktan untuk memudahkan transfer teknologi dalam pengembangan usahatani dan produk kelapa. sehingga memudahkan dalam pemasaran produk yang dihasilkan. debu sabut. dapat diuraikan sebagai berikut: Petani kelapa (a) Di desa petani membutuhkan peneliti. sehingga diperlukan pengadaan pilot plant bagi kelompok tani/gapoktan. dan petani perlu didukung pemerintah untuk penjaminan dalam pengembangan usahatani dan diversifikasi produk kelapa. yang memungkinkan kelembagaan kelompok tani berkembang dan memberikan nilai tambah bagi kelompok tani bersama lingkungannya. pemberdayaan kelembagaan perkebunan dilaksanakan melalui wadah kelompok tani atau gabungan kelompok tani perkebunan. sehingga diperlukan pembinaan langsung.

sehingga diperlukan adanya kilang coco diesel (Coco diesel plant ) untuk menghasilkan bahan bakar bagi nelayan. Penentuan harga kelapa (kopra. untuk jangka pendek perlu pengembangan gula kelapa di sentra produksi kelapa. (d) Produk kecap sudah mendunia. pabrikan/pengusaha dan pemerintah. (b) Kelapa rakyat tidak akan maju tanpa dukungan pengusaha/pabrikan.(f) (g) Petani didaerah yang familiar dengan pengolahan gula kelapa. harus lebih diintensifkan dan ditingkatkan produkstivitasnya. asosiasi petani. agar petani kelapa bersatu dan menjadi kuat. (c) Untuk menunjang bahan baku kopra yang berkualitas pabrikan (PT. sehingga dukungan petani untuk penyediaan baku sangat diperlukan kerjasama pabrikan dengan petani yang saling menguntungkan yang dituangkan dalam bentuk kontrak kerjasama. Diperlukan pembinaan yang efektif dan kontinu terkait dengan proses adopsi teknologi. Pengusaha/Pabrikan (a) Pabrikan kelapa yang mengolah produk-produk dari buah kelapa diperhadapkan kekurangan bahan baku (kopra dan kelapa butiran) sebesar 40 % dari kapasitas terpasang. karena harganya cukup tinggi dan menunjang penyediaan bahan baku bagi industri kecap. Sebaiknya petani bermitra dengan pengusaha. dan dicari areal yang sesuai untuk pengembangan Pilot Plant Industri Hilir atau Hilirisasi Industri Perkelapaan dipedesaan. sebaliknya pabrikan tidak akan berkembang tanpa dukungan bahan baku dari petani. mengalami kekurangan bahan baku gula kelapa. dengan ketentuan produk yang dihasikan disuplai kepada industri yang bersangkutan dan alat yang serahkan tersebut dipelihara dengan baik oleh petani kelapa. Penetapan ini dilakukan atas kesepakatan antara petani. kelompok pertama daerah dengan sarana transportasi yang memadai untuk peningkatan nilai tambah dalam bentuk pengolahan kelapa terpadu. industri kecap seperti PT. (c) Diperlukan bantuan pemerintah untuk menata satu daerah sebagai sentra produksi kelapa. di mana pengusaha sebagai bapak angkat. produksi terserap oleh pengusaha dan pihak pengusaha dapat menunjang penyediaan sarana produksi dan peralatan pengolahan. (b) Pengembangan kelapa dapat dibagi dalam dua kelompok. diperlukan Political Will dan adanya Micro Finance approach dalam pengembangan kelapa. namun dalam aplikasinya kurang berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Kondisi ini. yang sekarang membutuhkan persediaan yang banyak. serta harga yang disepakati bersama kedua pihak. dapat mencontohi usaha pengembangan agroindustri kelapa pada PT Riau Sakti di Pulau Guntung dan Pulau Sambu Propinsi Kepulauan Riau. Pada daerah terpencil pemanfaatan produksi kelapa untuk menghasilkan energi. Mangga Dua. dan kemitraan yang dilaksanakan adalah Kemitraan Simbiotis dengan kontrol pemerintah. kelapa butiran) sebagai bahan baku industri dapat mencontohi penetapan harga kelapa sawit yang ditetapkan per minggu. terutama di Pulau Jawa dan Sumatera. 4 . sehingga petani kelapa dan nelayan saling membantu satu sama yang lain. Jakarta) akan membantu petani dengan menyediakan copra drier. sehingga mampu mandiri. Sehingga petani dapat berproduksi secara optimal. Pemerintah dan Lembaga Penelitian (a) Proram Pengembangan kelapa yang disusun Litbang Pertanian dan Ditjen Perkebunan sudah bagus. Heuse ABC.

5 juta butir/tahun. Untuk mengatasi pengadaan bibit unggul ini. yang pengadaannya melalaui industri pembibitan kelapa. sedangkan pemerintah dan instansi terkait berperan dalam memfasilitasinya. Lembaga petani perlu dibangun dengan tujuan untuk memberikan pelayanan kepada petani-petani yang merupakan anggotanya. Pada tahap pengembangan diharapkan petani mampu mengembangkan kelembagaan ekonomi yang mandiri. dapat merupakan produk akhir yang siap digunakan oleh manusia ataupun produk yang merupakan bahan baku industri lain (Mangunwidjaja dan Sailah. serta melobi pemerintah dalam hal kepentingan pengembangan usaha pertanian.4 %) dari total areal yang akan diremajakan yakni 500.(d) (e) Direktorat Jenderal Perkebunan. merencanakan peremajaan tanaman kelapa seluas 32. yakni tahap pemulihan dan tahap pengembangan. Benih unggul yang dapat disediakan dari kelapa unggul Balai Penelitian Tanaman kelapa dan palma Lain (Balitka) 1. Menurut Suryonotonegoro (2002) pemberdayaan petani dapat dilakukan dalam dua tahap. dengan penyediaan benih unggul sebanyak 12. Tambahan benih unggul dapat diperoleh melalui pengadaan BPT seluas 750 Ha. Sehingga petani mampu meningkatkan motivasi dan kepercayaan pada kemampuan sendiri. Melalui lembaga pertanian diharapkan dapat tercipta komunikasi. Teknologi untuk agroindustri merupakan pengubahan kimia. Prosentase luas areal peremajaan yang kecil dan tidak nyata jika dikaitkan dengan makin bertambahnya umur tanaman dan penebangan kelapa tua. agroindustri dan kelembagaan ekonomi. Produk agroindustri ini. diarahkan untuk mengembangkan usahatani. 2008). yang harus dipertimbangkan dalam pemberdayaan petani (Suryonotonegoro. ketrampilan dan wawasan) serta keterbatasan lahan dan dana menjadi faktor utama. dibangun atas inisiatif petani. 5 .0 juta butir/tahun. diperlukan kerjasama Balitka/Puslitbangbun dengan Pemerintah Daerah/Dinas Perkebunan Daerah dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementrian Pertanian. untuk mendidik dan mendorong motivasi petani dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi pengolahan. 2002). Sebaiknya peremajaan dengan prosentase minimal 10%/tahun atau 50. dan hendaknya lembaga/wadah ini.2 juta butir/tahun atau total benih unggul sebesar 6.00 Ha.000 Ha/tahun.5 juta butir/tahun. Sasarannya adalah memberikan motivasi dan membangkitkan kepercayaan masyarakat pada kemampuan sendiri.000 Ha (6. sehingga memerlukan tambahan benih unggul 6. Tahap pengembangan. Keterbatasan kompotensi yang dimiliki petani (pendidikan. FAKTOR PENENTU PENGEMBANGAN Petani dan Kelembagaan Pemberdayaan petani adalah sebagai upaya untuk membangkitkan potensi serta kemampuan petani kearah peningkatan produktivitas dan efsiensi secara berkelanjutan. dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Teknologi Pengolahan Teknologi pengolahan hasil pertanian menjadi produk agroindustri ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas. Tahap pemulihan.3 juta butir/tahun dan Blok Penghasil Tinggi (BPT) seluas 650 Ha dengan produksi 5. biokimia dan/atau fisik pada hasil pertanian menjadi produk. sehingga petani dapat menyalurkan aspirasi dan kepentingan dengan lebih baik.

Pemerintah telah mengambil inisiatif melalui diluncurkannya Skim Kredit Agribisnis dengan suku bunga 4 % untuk alat dan mesin perkebunan. melainkan diperlukan dukungan dari berbagai pihak terkait. perlu diperbaiki dengan mengoptimalkan operasi dan memperbesar kapasitas olah. minyak goreng yang dipurifikasi. Teknologi tradisional sudah lama dikenal masyarakat pedesaan. kreatif terhadap adopsi teknologi dan pasar. Modal/Investasi Modal atau investasi merupakan faktor pembatas bagi petani/pengolah dalam pengembangan usahanya. Usaha atau industri yang mengembangkan produk hilir kelapa yang bernilai ekonomi cukup tinggi sudah mulai dilakukan. inovatif dan maju. contoh pengasapan kopra. juga membuka lapangan kerja di sektor manufaktur. Dukungan sarana dan prasarana pertanian termasuk alat dan mesin pertanian serta pembinanan yang kontinu. sehingga belum dapat meningkatkan pendapatan petani atau usaha kecil. seperti industri pengolahan minyak kelapa kasar (CCO). pengolahan minyak klentik secara manual dan pengarangan tempurung menggunakan lubang tanah tanpa betonisasi. Umumnya teknologi pengolahan kelapa tradisional dijumpai pada pengolahan skala kecil/usaha perajin. terutama dengan pemerintah daerah. 2000). sangat perlu mendapat dukungan yang memadai dari pemerintah. terutama untuk skala kecilmenengah dengan teknologi inovatif yang diproduksi dalam negeri. yangi dicirikan dengan disiplin. Memproduksi alat dan mesin pertanian di dalam negeri. pihak pabrikan memerlukan penyesuaian agar mampu menyerap produk primer yang dihasilkan petani. Sedangkan teknologi maju dijumpai pada pengolahan skala besar. namun masih sangat sedikit dan belum mampu memanfaatkan sumber daya kelapa. Seirama dengan upaya pengembangan ini. efisiensi sumber daya dan waktu. sehingga pengembangan akan berlangsung secara sinergi. berkelanjutan dan menguntungkan semua pihak terkait. Teknologi inovatif adalah pengembangan teknologi yang sudah ada untuk memenangkan persaingan. Teknologi inovatif dijumpai pada pengolahan skala menengah dengan sistem proses sebagaian secara mekanis. orientasi usaha pada benefit. produk yang dihasilkan merupakan produk baru. tidak memungkinkan dilakukan sendiri oleh petani/ kelompok tani. dengan kinerja yang memadai.Diupayakan penyediaan alat-alat pengolahan. yakni pengolahan minyak kelapa semi mekanis dan pengolahan minyak kelapa murni atau virgin coconut oil. Peran pemerintah daerah/instansi teknis dan lembaga keuangan sangat menentukan. kredit ini dalam bentuk usaha individu atau kelompok/koperasi. melainkan menumbuhkan budaya industri. maka devisa dapat dihemat. Teknologi pengolahan dapat dibagi tiga tingkatan yaitu tradisional. Pengembangan agroindustri bukanlah sekedar membangun industri dipedesaan. 6 . baik menurut kualitas maupun spesifikasinya dan dibutuhkan pasar sehingga dukungan riset secara terus menerus agar posisi market leader tetap terpelihara (Irawadi. Pada awal pengembangan agroindustri kelapa. Pengembangan Produk Pemanfaatan kelapa oleh petani kebanyakan hanya sebatas penjualan kelapa butiran dan dalam bentuk hasil olahan umumnya berupa kopra dan minyak klentik. dirancang perubahan dan penyempurnaan sistem proses sehingga biaya produksi lebih murah dan waktu proses lebih singkat. kelapa parut kering dan karbon aktif. Teknologi maju adalah teknologi proses untuk menghantarkan perusahaan menjadi market leader.

Industri yang mengolah hasil ikutan berupa bungkil untuk pakan ternak. Petani kelapa hendaknya diberi kesempatan untuk menikmati hasil yang lebih baik. arang. akan menentukan kemampuan dalam berkompetisi. Industri kerajinan/barang souvenir dari tempurung dan kayu kelapa umumnya berkembang sebagai industri kecil/rumah tangga. masih tetap berupa kelapa butiran. arang tempurung dan sabut kelapa. merupakan aset mengembangkan produk lebih efektif dan ekonomis dimasa yang akan datang. Industri kelapa yang sudah eksis sekarang ini perlu dipertahankan dan dikembangkan. fasilitas pembiayaan. Industri produk kelapa yang mengalami peningkatan dalam jumlah unit dan produksi adalah industri pengolahan kelapa parut kering (desiccated coconut). yang hasilnya untuk memenuhi kebutuhan industri lanjutan. arang aktif dan industri meubel kayu kelapa belum optimal dibanding dengan bahan baku yang tersedia. pengusaha disektor hilir didorong untuk berkembang dengan menyediakan berbagai sarana/ prasarana. coconut milk. agar potensi bahan baku yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang peningkatan nilai tambah komoditas kelapa. 2006). (d) biaya pengembangan. Kondisi pengolahan yang demikian menyebabkan nilai tambah yang diperoleh tidak maksimal dan tidak memberi peluang petani untuk ikut menikmati nilai tambah yang tercipta dalam proses pengolahan kelapa. 7 . perubahan teknologi. yakni: (a) kualitas produk. (c) waktu pengembangan. aturan yang mendukung serta perlu dilakukan berbagai upaya untuk membuka peluang pasar. dengan bimbingan teknis dan manajemen usaha dari instansi teknis. peningkatan nilai ekspor dan perbaikan pendapatan masyarakat perkelapaan.Potensi dan peluang pengembangan berbagai produk kelapa yang bernilai ekonomi tinggi sangat besar. kelapa parut kering. Lima dimensi spesifik yang berhubungan dengan laba dan digunakan untuk menilai kinerja usaha pengembangan produk. menentukan berapa besar laba yang akan dihasilkan oleh unit usaha pada volume penjulan dan harga penjualan tertentu. nata de coco. karbon aktif. (b) biaya produk. serat sabut dan kayu kelapa (Anonim. Potensi kelapa yang sangat besar tersebut hendaknya dapat dimanfaatkan dengan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat. Peran petani menyediakan bahan baku. gula kelapa. Industri pengolahan berbahan baku kelapa Indonesia masih didominasi industri primer seperti minyak kelapa. Meskipun pasarnya cukup terbuka. menentukan berapa besar harga yang ingin dibayar pelanggan. Alternatif produk yang dapat dikembangkan antara lain virgin coconut oil. Produk yang dihasilkan ditingkat petani. sehingga petani termotivasi mengembangkan usaha dengan pola pikir bisnis-komersial. mengolah dan memasarkan produk yang dihasilkan. kopra. sedangkan industri pengolahan minyak kelapa kopra dan minyak goreng relatif stabil. sedangkan industri kelapa yang belum optimal patut mendapat perhatian yang serius dari semua pihak terkait untuk ditingkatkan kapasitas olah dan perluasan pasar. serat sabut dan debu sabut. gula dan minyak klentik. industri pemanfaatan kayu kelapa untuk meubel dan bahan bangunan rumah masih sangat terbatas. dan (e) kapasitas pengembangan. Menurut Ulrich dan Eppinger (2001) bahwa pengembangan dikatakansukses jikaproduk yang diproduksi dapat dijual dengan menghasilkan laba. merupakan komponen yang penting dari investasi untuk mencapai profit. dan kecepatan menerimapengembalian ekonomis dan usaha yang dilakukan. Efektifnya pembinaan dan pengendalian kegiatan pengembangan dibutuhkan wadah permanen yakni kelompok tani dengan unit pengolahannya.

Berdasarkan arah kebijakan diatas. produktivitas dan mutu produk melalui partisipasi aktif masyarakat perkebunan. 2010). pabrikan/ pengusaha dan pemerintah. (c) promosi pengembangan pengolahan hasil kelapa terpadu guna meningkatkan perolehan nilai tambah. maka perlu dukungan kebijakan sebagai berikut : (a) penyederhanaan birokrasi perijinan usaha dan investasi dibidang industri pengolahan produk pada berbagai tingkatan dan skala usaha. seperti produk kelapa oleh pemerintah yakni jika harga jatuh pemerintah mengatasinya dengan APBN dan Subsidi. Secara historis harga kopra sejak tahun 1950-1967 adalah 1 kg kopra setara dengan 1 kg. kelapa butiran) sebagai bahan baku industri dapat mencontohi penetapan harga kelapa sawit yang ditetapkan per minggu. Pengendalian harga produk perkebunan. PadaTemu Bisnis Perkelapan Konperensi Nasional Kelapa VII di Manado Tahun 2010. dan penerapan organisasi modern yang berlandaskan pada ilmu pengetahuan dan teknologi serta didukung dengan tata kelola pemerintahan yang baik (Anonim. nilai tambah. STRATEGI PENGEMBANGAN KELAPA Arah dan Tujuan Pengembangan Arah kebijakan umum pembangunan perkebunan adalah mensinergi seluruh sumber daya perkebunan dalam rangka peningkatan daya saing usaha. Tujuan pengembangan kelapa adalah peningkatan pendapatan petani kelapa dan nilai tambah komoditas melalui peningkatkan efisiensi pemanfaatan potensi lahan dan potensi genetik kelapa untuk menghasilkan produkvitas yang tinggi dan mengolah produk-produk teknologi inovatif yang menghasilkan produk bernilai ekonomi cukup tinggi dan mempunyai pasaran luas. Kebijaksanaan ini telah dilakukan negara tetangga dalam mengatasi permasalahan harga produk perkebunan.7 rata-rata 22. bantuan teknis pembinaan dan pembiayaan bagi gapoktan dari instansi terkait yang terprogram dan berkelanjutan. beras Nilon atau Milled Rice Long Grain (sekarang sama dengan beras Super Win). 2010).3 %/tahun. dan (d) peningkatan kegiatan penelitian dan pengembangan komoditas kelapa dalam pengolahan dan pemasaran. pengembangan produk kelapa yang bernilai ekonomi dengan mutu yang sesuai permintaan pasar. Penetapan ini dilakukan atas kesepakatan antara petani. pengembangan komoditas kelapa diarahkan pada peningkatan proroduktivitas melalui penggunaan bibit unggul dan pengelolaan usaha tani yang efisien. asosiasi petani. (b) pembukaan akses pembiayaan dengan pemberian skim kredit khusus untuk pengembangan industri dengan berbagai skala usaha. bahwa penentuan harga kelapa (kopra.Pengembangan industri pengolahan merupakan prasyarat dalam meningkatkan nilai tambah dan daya saing perkelapaan nasional. Pasar dan Pengendalian Harga Neraca ekspor komoditas kelapa selang tahun 2005-2009 mengalami peningkatan dari $ 509. yang harganya Rp. 7500-8000/kg.7 juta menjadi 856. antara lain karet di Malaysia dan kopi di Thailand. 8 . 2008). yang berdampak Malaysia dan Thailand menguasai pasar ekspor produk perkebunan unggulan (Uno. Keadaan ini menunjukkan bahwa produksi kelapa masyarakat telah memberikan konstribusi bagi penerimaan devisa negara yang dapat diandalkan (Anonim. pemberdayaan kelompoktani atau gapoktan yang bermitra dengan industri kelapa/eksportir.

ubi kayu. minyak goreng yang dipurifikasi. teknologi harus diadopsi dan dilaksanakan dengan baik. kontinu dan konsisten baik pada skala gapoktan. sedangkan untuk wilayah pesisir yang letaknya jauh dari perkotaan dan terbatas sarana transportasi. asap cair dan serat sabut. Teknologi maju adalah teknologi proses untuk menghantarkan perusahaan menjadi market leader. Pada pengembangan produk kelapa. et al. UKM dan industri. Pola usaha tani dalam bentuk usaha polikultur. terutama pada kelompok tani/gapoktan. 2001). Pengembangan produk didasarkan pada kondisi wilayah. yang memiliki pengalaman panjang di masa lalu dan telah berhasil mengembangankan industri kelapa melalui diversifikasi selama dua dekade (Tillekeratne. Peningkatan kelembagaan ditingkat meliputi pembentukan dan pemberdayaan organisasi yang selama ini telah ada 9 . (d) Penyediaan sarana produksi dan alat pengolahan yang penanganannya oleh kelompoktani/gapoktan untuk optimalisasi usahatani dan pengembangan produk. Sri Lanka dan India. Tanaman sela dan ternak yang diusahakan tidak mengganggu pertumbuhan kelapa. minuman air kelapa segar. perlu diperbaiki dengan mengoptimalkan operasi dan memperbesar kapasitas olah. (c) Pemanfaatan areal diantara kelapa dengan tanaman sela yang bernilai ekonomi dan mempunyai pasaran luas. (d) Kelembagaan dan pembinaan petani. yakni pengolahan minyak kelapa semi mekanis dan pengolahan minyak kelapa murni atau virgin coconut oil (VCO). produk yang dihasilkan merupakan produk baru. maka prioritas pengembangan sebagai berikut: (a) Pola usaha tani. seperti industri pengolahan minyak kelapa kasar (CCO). sehingga dukungan riset secara terus menerus agar posisi market leader tetap terpelihara. dan penyeratan sabut. kelapa parut kering. arang. Teknologi tradisional sudah lama dikenal masyarakat pedesaan. (c) Inovasi teknologi. Teknologi inovatif dijumpai pada pengolahan skala menengah dengan sistem proses sebagian secara mekanis. Prioritas Pengembangan Berdasarkan pertimbangan potensi lahan dan nilai produk. kombinasi yang dapat digunakan antara lain pisang.0 ton/Ha/ tahun. kacang tanah. 24 juta/Ha/tahun/KK. yakni campuran tanaman kelapa dengan tanaman sela dan ternak. (b) Introduksi bibit unggul pada peremajaan kelapa sebesar 50. Peningkatan pendapatan ini dapat dicapai beberapa cara: (a) Peningkatan produktivitas kelapa minimal 2. sehingga biaya produksi lebih murah dan waktu proses lebih singkat. yakni perkotaan dan ketersediaan sarana transportasi. (b) Pengembangan produk. Teknologi inovatif adalah pengembangan teknologi yang sudah ada untuk penyempurnaan sistem proses. diarahkan pada pengembangan kopra. Patut mencotohi negara-negara penghasil kelapa seperti Filipina. minuman air kelapa dan koktail kelapa muda. diprioritaskan pada pengembangan produk kelapa segar antara lain santan. Teknologi maju dijumpai pada pengolahan skala besar. karbon aktif. jagung.000 Ha/tahun atau 10 % dari areal kelapa yang akan diremajakan. baik menurut kualitas maupun spesifikasinya dan dibutuhkan pasar. Tantangan sekarang sekarang bagaimana cara mengembangkan dan mengaplikasikan teknologi dalam satu wadah yang terorganisir dengan baik. kemangi dll.Sasaran Pengembangan Sasaran pengembangan kelapa adalah peningkatan pendapatan petani lebih dari Rp.

industri pengolahan. India dengan Indian Coconut Board (ICB) dan Sri Lanka Sri Lanka Coconut Authority. Petani diharapkan mampu meningkatkan posisi tawar petani. India dan Sri Lanka dalam pengembangan sumberdaya kelapa. usaha perdagangan dan ekspor. Pembinaan dan pelatihan diberikan kepada petani dan industri pengolah. Dalam rangka meningkatkan penguasaan teknologi dan melahirkan inovasi baru baik dalam hal teknologi maupun diversifikasi produk. meningkatkan akses terhadap teknologi. 10 . karena penanganan dilakukan secara sungguh-sungguh dan melembaga melalui suatu Badan Otitas komoditas. untuk dapat menghasilkan produk yang dibutuhkan oleh pasar. Kendala pembiayaan yang dihadapi dapat berupa kurang percayanya lembaga pembiayaan terhadap usaha yang dijalankan maupun kendala kemampuan akses dari UKM terhadap lembaga pembiayaan yang ada. Internal Rate of Return (IRR) > 12 % dan Net Present Value (NPV 12 %) > 0. 7 000-7 500/kg. (b) Pemerintah bersama asosiasi kelapa. pemanfaatan dana pembinaan dari keuntungan BUMN. (g) Pembiayaan. pembiayaan untuk pembinaan kelembagaan dan usaha. 1 kg kopra setara dengan 1 kg beras Nilon ( Milled Rice Long Grain) sekarang sama dengan Super Win yakni Rp. bank dan lembaga keuangan lainnya. dengan indikasi nilai BCR (12 %) >1. Fasilitasi pembiayaan antara lain pembiayaan usaha untuk kegiatan perkebunan. Tahap Pengembangan Jangka pendek (1-3 tahun) (a) Perusahaan kelapa/pabrikan perlu mengalokasikan dana sosial dan pengembangan wilayah kerja yang cukup memadai untuk menunjang usaha pengembangan kelapa dan pengolahan. perlu menetapkan harga dasar untuk keamanan harga kopra. pembiayaan untuk penelitian dan pengembangan produk. sehingga secara langsung bermanfaat bagi petani kelapa. Oleh karena itu. perlu dilakukan kerjasama yang lebih aktif dengan lembaga-lembaga penelitian. bagi usaha kecil dan menengah (UKM) masalah pembiayaan masih merupakan kendala dalam pengembangan usaha. karena faktor kesulitan prosedur ataupun persyaratan yang harus dipenuhi. (e) Pembinaan dan pelatihan. bantuan teknis atau pinjaman lunak. Tahun 1950-1967. untuk dalam negeri berapa banyak industri atau usaha yang menggunakan atau berpeluang menggunakan produk kelapa.dilingkungan petani. dilakukan secara ekonomi dengan mempertimbangkan: pendapatan kopra per hektar. Perlu identifikasi dan kajian pasar untuk mengetahui karakteristik pasar dan jenis produk kelapa yang disukai atau diperlukan konsumen. diperlukan upaya fasilitasi bagi UKM ke sumbersumber pembiayaan. dan ada tidaknya produk substitusi. Pola pembiayaan dapat berupa hibah. (f) Pengembangan pasar. biaya investasi kelapa sebelum dan sesudah berproduksi. Identifikasi dilakukan untuk melihat peluang pasar menyerap produkproduk kelapa yang dihasilkan. biaya pengolahan dan pajak. informasi dan pembiayaan. jenis dan volume penggunaan pertahun. kredit komersial. pengelolaan usaha dan meningkatkan pemasaran melalui jalinan kerjasama antara unit pengolahan dan pemasaran. Keberhasilan Filipina. yakni Filipina dengan Phillipine Coconut Authority (PCA). Sumber-sumber pembiayaan berasal dari dana pemerintah alokasi APBN/APBD. Penetapan harga dasar.

yang populer dengan usaha diversifikasi horisontal. Mengurangi adanya potongan harga kopra akibat kadar air kopra yang tinggi. IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN Optimalisasi Usahatani Optimalisasi kegiatan perkebunan. (b) (c) 11 . Peningkatan efisiensi memerlukan biaya rendah. Efektivitas meliputi kemampuan pelayanan pemasaran dan teknis penanganan produksi. Jangka panjang (7-10 tahun) (a) Secara bertahap dan massal merubah copra product oriented (orientasi produk kopra) kearah coconut products diversification oriented (produk diversikasi kelapa). seperti Filipina dan Srilanka (Tillekeratne. membutuhkan program yang sistematis dengan dukungan dana dan fasilitas alat pengolahan kopra/produk kelapa lainnya serta pengendalian pasar yang memadai. melalui pendayagunaan potensi sumber lembaga penelitian. untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan kelapa. 2001). sebagai tahap awal pengembangan kelapa. pengamanan penyediaan sarana produksi pertanian. Fleksibilitas mencakup kemampuan adaptasi terhadap perubahan harga dan penyediaan produk berkualitas. efektif dan efisien. penanganannya harus efisiensi. (b) Pemberdayaan secara optimal lahan dibawah pohon kelapa dengan berbagai tanaman semusim yang bernilai ekonomi dan mempunyai pasaran luas terutama pasar lokal. agar biaya yang menjadi beban pabrikan dapat diterima petani dalam bentuk harga kopra yang cukup tinggi. Perbaikan mutu kopra dilakukan petani. Percepatan program ini dapat dilakukan bekerja sama dengan industri pengolahan kayu kelapa. penyediaan alsintan dan distribusi produk. sebagaimana dilakukan oleh negara-negara penghasil kelapa yang telah berhasil. dalam bentuk penyediaan sarana produksi. perbaikan budidaya. dan pengendalian penyakit Busuk Pucuk dengan menggunakan teknologi yang tepat. Pola usahatani kelapa monokultur kurang menguntungkan petani. dimulai dari daerah sebagai sentra produksi kelapa.Jangka Menengah (4-6 tahun) (a) Perlu dilakukan Peremajaan dan rehabilitasi tanaman kelapa yang sudah tua/ rusak dan kurang produktif. Kualitas berkaitan dengan penyediaan produk yang memenuhi persyaratan konsumen. alat/mesin pengolahan dan modal kerja usahatani dan pengolahan hasil. diharapkan dikembangkan pola polikultur. kualitas dan fleksibilitas. Upaya yang dilakukan antara lain : penyediaan bibit dan pembentukan pusat bibit lokal. yakni penganekaragaman tanaman dan ternak diantara kelapa. Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pertanian dan Daerah harus berkomitmen yang tinggi untuk membantu petani melalui kredit perbankan dengan bunga murah dan subsidi. et al. Pelaksanaan kegiatan jangka panjang membutuhkan keterpaduan tindak dari semua pihak terkait dan diperjuangkan dengan sungguh-sungguh. efektivitas. (d) Produk yang dihasilkan baik kopra maupun produk dari tanaman sela.

(c) Penanganan tanaman pisang sebagai tanaman campuran dengan kelapa. dapat menghasilkan intensitas penggunaan lahan 165. pengusahaan pisang diantara tanaman perkebunan. produktivitas rendah yang berdampak pada rendahnya pendapatan petani. dan periode panen ketiga dan seterusnya 2-3 tandan/rumpun. meningkatkan efisiensi penggunaan tenaga kerja dan pendapatan petani (Magat. pembumbunan pohon. sepatu. ambon.Pengembangan usahatani diarahkan untuk meningkatkan produktivitas kelapa melalui penggunaan bibit unggul dan efisiensi pemanfaatan lahan dengan tanaman sela yang bernilai ekonomi. tempurung menjadi arang dan pengolahan air kelapa menjadi nata de coco terbatas dilakukan.5-2. pemeliharaannya hanya dilakukan pembabatan sekitar tanaman dan penjarangan anakan pisang yang berlebihan. yakni 7. pemeliharaan kurang mendapat perhatian. Pemeliharaan tanaman cukup intensif terutama pada pengolahan tanah. dan kadang-kadang sulit untuk dipasarkan. Pengusahanan tanaman sela di antara kelapa dapat meningkatkan jumlah buah dan keuntungan dibanding pola tanam monokultur (Fachry. Sambu Group. Studi di Minahasa Utara Propinsi Sulawesi Utara tahun 2010. pemupukan dan pemberantasan hama dan penyakit kelapa jarang dilakukan. Sabut dan tempurung digunakan sebagai bahan bakar pada pengeringan kopra. Pengalaman PT. Diperkirakan 75-80% lahan diantara kelapa yang belum dimanfaatkan. 12 . Periode panen ketiga dan seterusnya ukuran tandan dan buah mengecil.0 ton setara kopra/ha/tahun. Beberapa jenis tanaman sela yang dapat diusahakan di bawah pohon kelapa seperti jagung. selain menaikkan produksi kelapa juga meningkatkan efisiensi pemakaian tenaga kerja dan input usahatani. gapi dan goroho membutuhkan waktu 18-20 bulan. terutama pada kelapa tua yang populasinya berkisar 70-80 pohon/ha. memungkinkan dilaksanakan diversifikasi usahatani kelapa dan tanaman sela. menunjukkan bahwa: (a) Penanganan kelapa sebagian besar menerapkan pola usaha monokultur. dan dilakukan pembersihan sekitar pertanaman kelapa pada saat panen. nenas. 1997). 2000).9%. terhadap kelompok tani yang mengusahakan ubi kayu dan pisang diantara kelapa. (d) Pengusahaan ubikayu sebagai tanaman campuran dengan kelapa. perakaran kelapa aktif pada radius 150-180 cm dari pangkal pohon kelapa. pada penanaman nenas secara tumpangsari dengan kelapa dapat meningkatkan pendapatan petani 2-3 kali lipat dibandingkan usaha monokultur. ditandai pembersihan kebun setahun sekali.000-10. Pengusahaan kelapa secara monokultur berdampak pasifnya petani dalam mengelola usahataninya yang ditandai dengan pertanaman kelapa tidak terpelihara. padi ladang. dan kacang tanah (Tarigans. Panen awal sebanyak satu tandan/pohon. Produktivitas kelapa sangat beragam. Tanaman sela pada usahatani kelapa. periode panen kedua dan berikutnya 2 tandan/rumpun. ubi kayu. yang melaksanakan program PIR-TRANS. lokasi yang jauh dari jalan dan kondisi jalan kurang memadai diolah menjadi kopra. Panen pisang jenis raja. Anakan pisang yang disisakan sebanyak 4-5 anakan. Pengolahan tanah. (b) Produksi kelapa dipasarkan dalam bentuk kelapa kupas untuk lokasi kebun yang berdekatan dengan jalan. pisang. Pengolahan sabut menjadi serat. Secara keseluruhan produktivitas usahatani polikultur lebih tinggi dan akan memberikan efek sinergisme terhadap tanaman sehingga pertumbuhan dan produksi menjadi lebih tinggi. jeruk ikan. 1999). jahe.000 butir kelapa kupas/ha/ tahun atau 1. Di Pilipina.

Sulawesi tengah. 3. Jambi. Untuk produksi kelapa sebanyak 1. produksi 18 ton/Ha.000/kg. dengan potensi produksi 3.5 kg/ pohon. pengembangan usaha disesuaikan dengan potensi kawasan.000/ha /tahun. setara dengan 7. tanpa pemupukan. peremajaan kelapa dilaksanakan secara Tebang Bertahap. Penanaman ubi kayu dengan jarak tanam 1x1 m². 2. yang dapat menghasilkan benih sebanyak 150. Harga kelapa dan produk kelapa yang berlaku pada bulan Agustus 2010. 3. sehingga dalam diversifikasi di tingkat petani hanya dihasilkan adalah produk kopra dan arang tempurung.000 butir/tahun. dengan proporsi 20 %/tahun. pengunaan pupuk organik seperti kompos dengan sumber bahan organik dari kebun petani belum memasyarakat.0 ton/ha/tahun. Dalam Mamuaya dan tipe lainnya. Nusa Tenggara Timur dan Maluku Utara. Balitka telah menseleksi areal kelapa Blok Penghasil Tingg (BPT) dengan tingkat produktivitas kelapa relatif sama dengan kelapa unggul.760. 2. Kopra hari-hari Rp. 5. pemupukan dan pemberantasan hama penyakit tidak dilakukan. maka untuk kesinambungan produksi.5-3. Pengembangan dan Pemasaran Produk Pengembangan produk diarahkan untuk menghasilkan produk sesuai yang dibutuhkan pasar.920. Luas areal pertanaman ubi kayu berkisar 0. Lampung. Sulawesi Selatan. pendapatan petani sebesar Rp 24. seperti Kelapa Dalam Mapanget.500/kg. Serat sabut Rp. Produksi rata-rata 1. dan Arang tempurung Rp.000 bumbun/ha. (f) (g) Dengan adanya program peremajaan baik melalaui instansi terkait maupun usaha mandiri petani.260. Dalam Bali. dengan lokasi pengembangan industri diutamakan pada lokasi sentra-sentra produksi perkebunan. pendapatan petani sebesar Rp 26. (a) Pengusahaan kelapa dengan tanaman pisang pada produktivitas kelapa 2. Pendapatan petani.penyiangan.0 ton/ha/ tahun. dan (b) Pengusahaan kelapa dengan ubi kayu pada produktivitas kelapa 2. dihasilkan produk kopra + arang tempurung+ ubikayu. untuk memperbaiki kesuburan tanah.500/kg. tanah diberokan selama 1-2 tahun. Pengembangan produk kelapa pada tingkat kelompok tani/gapoktan membutuhkan dukungan alat pengolahan untuk menghasilkan aneka produk primer. TSP. yang tersebar di Sulawesi utara. Dalam Palu.6 ha atau 6.0 m dari pangkal pohon kelapa. Debu sabut Rp.5 ton/Ha/tahun atau lebih. namum tidak melakukannya. sebagai berikut: Kelapa butiran (buah tanpa sabut) Rp. 2010). dengan alasan bahwa pupuk anorganik seperti Urea. (e) Petani mengetahui pemupukan akan meningkatkan kesuburan tanah dan produksi kelapa. 900/kg. 5. 11.000/kg.0 ton kopra setara dengan 10.5 ton kopra.500/kg.000/ha/tahun. membutuhkan biaya yang tinggi dan tambahan tenaga kerja untuk melaksanakannya. dan dihasilkan produk kopra + arang tempurung + pisang.500 butir kelapa dan produksi 2. 13 . Pada pengolahan kopra sebagian besar sabut kelapa digunakan sebagai bahan bakar untuk pengeringan kopra. dan areal untuk penanaman ubi kayu sekitar 2. Peremajaan sebaiknya menggunakan kelapa unggul Balai Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma lain Manado (Balitka). telah menghasilkan beberapa jenis kelapa unggul. yakni penebangan dilakukan selama 5 tahun. periode panen 8 bulan.000/kg. Nata de coco lembaran Rp. setiap bubun ditanami dua stek.000 butir kelapa.000/ha/tahun (Torar dan Lay. KCl dll. Kopra putih Rp. Penanaman dilakukan dua kali. jauh lebih tinggi dibanding pertanaman kelapa secara monokultur yakni Rp.

fasilitasi dan pemberian insentif serta promosi investasi untuk pengembangan industri hilir. mutu buah kelapa (daging dan air kelapa) dapat bertahan 4-5 hari. minyak kelapa murni. Agar industri pengolahan kelapa pada skala kecil-menengah dapat berkembang untuk mendukung industri skala besar. koktail kelapa. arang briket. dikering-anginkan lalu dibungkus plastik dan disimpan pada suhu 100C. kecap air kelapa. Dalam upaya mempertahankan mutu buah kelapa muda dapat dilakukan sebagai berikut: sebagian sabutnya dikupas menggunakan pisau lalu dibentuk sesuai keinginan kemudian direndam dalam larutan antioksidan (sodium metabisulfit) dan anti jamur (thiobendazole).Diperkirakan setiap luas 100-150 Ha kelapa. biodiesel dan pupuk organik limbah kelapa. Berdasarkan kondisi pemasaran produk kelapa dan peluang nilai tambah dari produk yang akan dikembangkan dominan pasar lokal/domestik yakni produk buah kelapa muda. Koktil kelapa Pengolahan daging buah kelapa muda (Khina) umur buah 8 bulan menjadi koktil kelapa muda. sekaligus pemasyarakatan teknologi yang aplikatif untuk menghasilkan produk yang memenuhi standar mutu. kopra putih. merupakan langkah bijaksana pengembangan agroindustri. selei kelapa. Pada luas areal kelapa nasional 3. Sedangkan yang dominan pasar ekspor antara lain kopra. baik yang melalui proses pengawetan maupun tanpa pengawetan. diperlukan upaya penetapan standarisasi mutu produk. Berbagai jenis produk kelapa komersial yang penanganannya akan diuraikan berikut ini. selama 5 menit lalu ditambah sirup gula 20%. Introduksi alat pengolahan dan pengolahan produk diversifikasi. namun jumlahnya sangat terbatas. sehingga lebih sesuai apabila menjadi konsumsi perhotelan dan tempat-tempat kunjungan wisatawan atau pada acara-acara tertentu yang memerlukan hidangan minuman ringan. Buah kelapa muda Buah kelapa muda utuh disimpan dalam kotak kayu yang diisi pasir dan disusun vertikal. minyak kelapa kasar. dibutuhkan sekitar 25. Demikian pula dari Pemerintah Daerah melalui Dinas Perkebunan Daerah. suplemen makanan bayi. Pengadaan peralatan pengolahan oleh Kementerian Pertanian melalui Direkorat Jenderal Pengolahan Hasil Pertanian. tepung ampas kelapa. Upaya pengembangan pemasaran dilakukan terhadap pasar dalam negeri dan pasar luar negeri. selanjutnya disterilisasi 1150C selama 15 menit 14 . Sedangkan air kelapa muda umumnya dimanfaatkan sebagai minuman penyegar. dialokasikan satu unit alat pengolahan kelapa. Walaupun jumlahnya sangat besar. telah dilakukan sejak tahun 2003. bentuknya sangat menarik dengan warna sabut tetap putih dan dapat bertahan selama 3-4 hari. alokasi alat pengolahan untuk kelompok tani sangat terbatas. kayu kelapa. Buah kelapa muda utuh dan yang sudah dikupas lalu dicelup dalam larutan antioksidan. arang tempurung. kemudian ditutup pasir sampai 8 cm di atas buah kelapa muda tersebut. arang aktif. nata de coco. buah kelapa muda dapat disimpan selama 4 minggu. Penampilan produk buah kelapa yang menarik. minuman ringan. dan serat sabut. asap cair tempurung.8 juta Ha. Daging buah kelapa muda direndam dalam asam sitrat 1%.350 unit alat pengolahan kelapa di pedesaan. untuk keberhasilan pengembangan produk diversifikasi di massa datang sangat diperlukan. Pengembangan produk dan pemasaran hasil dapat berjalan dengan lancar apabila dilakukan pembangunan unit pengolahan terpadu ditingkat petani yang bermitra dengan investor atau industri besar dan Pemda di daerah sentra produksi kelapa.

dipasteurisasi.66% dan karbohidrat 74. diperoleh kadar protein 4. ditambah asam sitrat sampai pH 4. Sampai saat ini belum ada industri pengolahan makanan bayi yang memanfaatkan daging buah kelapa muda.kemudian dimasukkan dalam botol jar dan diexhausting. Tepung ampas kelapa Ampas kelapa dari jenis kelapa umur 11-12 bulan. lalu ditutup.0. Mutu produk koktil kelapa dapat dipertahankan sampai 6 minggu.58 %) dari tepung dari ampas kelapa sangat baik digunakan sebagai salah satu bahan dalam membuat formula makanan.89%. Tepung kelapa hanya diolah dari hasil samping pembuatan santan.5 (penambahan asam sitrat).35%. setelah dingin disimpan pada suhu 100C. Tepung adalah bahan baku pada pembuatan berbagai jenis makanan (kue). Pengeringan dapat dilakukan dengan sinar matahari atau menggunakan oven dengan suhu pengeringan 55-60 ºC. kadar air 4. Kadar protein. 15 .05%. Pengolahan selei dilakukan dengan cara daging buah kelapa muda dihaluskan lalu dimasak sambil diaduk. Komposisi asam lemak esensial linoleat (omega 6) pada daging buah kelapa muda juga tergolong tinggi sekitar 2.94% merupakan sumber protein potensial. Campuran tersebut dimasak lagi sambil diaduk hingga berbentuk pasta.57 . Kadar protein buah umur 8 bulan berkisar 9. disamping itu gula dimasak sampai agak berubah warna seperti karamel. dikemas pada kemasan botol.1% dan asam sitrat 0. Perbandingan daging kelapa muda umur 8-9 bulan dan gula 1:1. kardiovaskuler dan lain-lain. kadar abu 0. dimasukkan dalam kantong plastik tebal 0. Sifat fisik tepung yang diperhatikan adalah harus berwarna putih dan tidak bergumpal.69%.07 mm. dan sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. juga pembentuk struktur.58%. Pemanasan dilanjutkan lagi pada suhu 1000C selama 20 menit.1%. kemudian dituangkan ke dalam adonan daging kelapa muda yang mulai masak. khusus bagi konsumen yang beresiko tinggi terhadap obesitas. Untuk memperpanjang daya simpan ampas kelapa sebaiknya dikeringkan sapai kadar air berkisar 12-13 %. Untuk pengolahan selai dibutuhkan bahan yang dapat memberikan tingkat homogenitas tinggi.65%. galaktomanan dan fosfolipida tinggi. daging buah kelapa muda sangat berpeluang untuk digunakan sebagai salah satu sumber bahan baku dalam proses pembuatan makanan bayi. Selei kelapa Pengolahan selai kelapa muda diperlukan penambahan gula. kemudian campuran air kelapa dan daging kelapa ditambah sirup (kadar total padatan 150 Brix) dan pH 4.11%.1% dan flavor 0.10. selain berfungsi sebagai sumber pati (gizi). Suplemen makanan bayi Berdasarkan hasil analisis fisikokimia. maka bahan baku yang digunakan sebaiknya mengikuti bahan baku pembuatan santan. Kadar serat kasar yang tinggi (30. buah kelapa muda dapat juga diolah sebagai berikut : Air kelapa disaring dan daging kelapa dikerik. menunjang sifat yang dibutuhkan produk selei. Selain itu. lemak 15. dinginkan dengan air dingin secara cepat. bahan pengawet 0. dan produk ini dapat disimpan selama 2 bulan. kemudian ditambah natrium benzoat 0. serat kasar 30.

zat pemanis dan pewarna buatan. Nata de coco yang beredar di pasaran sebagian besar menggunakan kemasan kantong plastik.15 %. Kopra yang dihasilkan dengan cara pengasapan pada suhu tinggi dan tidak 16 . garam 10 %. Penggunaan pupuk urea sebagai bahan tambahan pada pengolahan nata de coco kurang disenangi sebagian konsumen. dengan syarat antara lain reaksi terhadap lakmus tidak boleh alkalis. waktu proses 7– 8 hari (lebih singkat 50% dari yang lazim diterapkan). Kecap air kelapa Pada dasarnya kecap yang dikenal berasal dari bahan baku kedele. Kopra yang demikian.05 %. sehingga menghasilkan kecap manis yang memenuhi standar mutu.0 %. dan/atau tanpa penambahan asam serta tidak beralkohol. akan menghasilkan produk nata de coco (Banzon dan Velasco. garam dan bumbu-bumbu serta harus mengandung protein minimal 2 %.2% dapat mempertahankan daya simpan nata de coco selama 1 bulan. Pengolahan nata de coco yang dilaksanakan oleh Balitka.1% dan 0. beberapa zat yang ditambahkan adalah asam malat. dan asam sitrat 0. asam askorbat. sehingga nata de coco tergolong jenis makanan yang rendah kalori. dengan modifikasi sebagian dari cara yang umum dilakukan. protein 2 % (untuk mutu II) dan 6 % (untuk mutu I). tanpa menggunakan pupuk urea. botol. serta beberapa variasi penambahan gula dengan tujuan untuk meningkatkan bahan padat terlarut.5. yaitu hanya 1. logam berbahaya negatif. pH 4. asam benzoat 50 mg/kg (maksimum).8 kalori. dan asam sitrat. Pengawetan nata de coco dengan penambahan natrium benzoat dan asam sitrat masing-masing dengan konsentrasi sebesar 0. Pengolahan kecap manis dari air kelapa dengan penambahan 200 g kedele memerlukan air kelapa 2750 ml. sakarosa 30 %. Kopra Umumnya pengolahan kopra yang dilakukan petani dengan cara pengasapan dan pengeringan matahari. 1982). Standar Nasional Indonesia menetapkan syarat mutu minuman ringan: gula minimum 10%.2% dan serat kasar 1.2-4.Minuman ringan Minuman ringan adalah minuman yang mengandung gula (minimum 10%). dan tidak mengandung protein. Formulasi yang dapat diterima ialah kandungan padatan terlarut 10. diperoleh dengan cara fermentasi kedele yang ditambahkan gula. syarat mutu kecap manis adalah : kadar air 55-65 %.10-0. berdampak pada penghematan cairan starter dan gula pasir. kopra yang dihasilkan adalah kopra hari-hari dengan kadar air 15-20 %. masing-masing 9 % dan 13 %. Berdasarkan Standar Nasional Indonesia. dan menghasilkan nata de coco dengan rendemen 75 %. ragi dan jamur negatif. Nata de coco atau sari kelapa mengandung lemak 0. bahan berbahaya dan jamur harus negatif. Pengolahan air kelapa menjadi minuman ringan. jika tidak dilakukan pengeringan ulang mudah berjamur dan busuk. Nata de coco Air kelapa tua dapat difermentasi dengan bantuan bakteri Acetobacter xylenum dan bahan tambahan. gelas plastik cup dengan berbagai ukuran serta kemasan kaleng (Rindengan. glukosa negatif. bakteri. serta kandungan asam benzoat atau garamnya. 2000).0-12. Pengolahan nata de coco atau sari kelapa yang lazim dilakukan adalah menggunakan bahan tambahan pupuk urea dan memperpanjang lama fermentasi sampai 10-14 hari.

bilangan peroksida 1. dengan proses refening dan deodorisasi. Aflatoxin adalah racun akut karsinogenik. suhu pengering 60-70 oC.20% dan asam lemak bebas 0. 1997).44 %. Cara pengolahan dengan IMC.terkontrol akan menghasilkan kopra berwarna coklat. Kopra putih Usaha pengolahan kopra putih.58-7. 30 juta per unit (Pojoh. kadar air 0. warna coklat tua dan kadar asam lemak bebas yang tinggi 1-5%. dengan kadar asam lemak bebas 0.1% dengan hasil samping bungkil putih. menyebabkannya tidak layak dikonsumsi sebagai minyak goreng.78 meq/kg. dengan pengolahan kopra putih. Pengolahan minyak kelapa cara kering dari kopra putih dapat diaplikasikan pada pengolahan minyak kelapa murni (Lay dan Karouw. Teknologi ini lebih sesuai pada daerah dengan upah tenaga kerja rendah dan terdapat industri pengolahan yang menggunakan bahan baku bungkil putih (Ranasinghe. berbau asap dan cukup banyak bagian yang terbakar. 1988). Minyak yang dihasilkan adalah minyak tengik. lama pengeringan 24-32 jam. Pengolahan minyak kelapa dari kopra putih dengan metode kering menghasilkan minyak kelapa yang memenuhi syarat mutu minyak goreng. kelapa parut kering (kadar air 11-12%) dipres dengan pengepres skru semi mekanis menghasilkan minyak tidak berwarna. Pada kedua proses ini. suhu terkontrol dan dihindari kontak asap dengan daging kelapa yang sedang dikeringkan.16%.5 m. 2002).5x2. Pada pengolahan kopra menjadi minyak akan dihasilkan minyak kelapa kasar dan bungkil. kadar air 0.1%. sebagai berikut : kelapa diparut dan dikeringkan dengan sinar matahari. Minyak kelapa kasar tidak layak dikonsumsi langsung.95-75. 2006).43%. bahwa produk kelapa seperti kopra. 1981). bau dan rasa normal serta warna minyak bening. bungkil kopra dan minyak kelapa mudah terkontaminasi aflatoxin. Dalam upaya mempertahankan mutu kopra untuk menghasilkan minyak kelapa. dengan menggunakan metode heat transfer. minyak 61. Minyak kelapa Pengolahan minyak cara kering skala kecil yang dikembangkan di Sri Lanka dengan metode Intermediate Moisture Content (IMC). Pengujian terhadap 39 jenis kelapa yang berasal dari Sulawesi Utara yang diolah menjadi kopra dengan cara pengeringan oven. Kelemahan metode IMC adalah kapasitas olah rendah 200 butir per hari dan pengeringan ampas kelapa tergantung cuaca. Kopra putih secara fisik berwarna putih dan tidak berbau asap. Pembuatan unit pengolahan kopra putih membutuhkan biaya Rp. akan membutuhkan tambahan biaya pengolahan cukup tinggi dan kehilangan minyak sekitar 5-7% (Nathanael. 17 . dengan ukuran tungku 3x2. Bahan bakar pengeringan adalah sabut dan tempurung kelapa. pada suhu 60°C selama 24 jam diperoleh kopra dengan mutu sebagai berikut : kadar air 4. aroma khas. 1960). agar layak dikonsumsi harus diproses lanjut untuk menghilangkan ketengikan. menyebabkan kanker hati dan kematian mendadak pada ternak terutama unggas. Menurut Samarajeewa. jika diolah menjadi minyak tidak membutuhkan proses refining (Thampan. et al (1983). warna dan menurunkan kadar asam lemak bebas. Kopra dengan mutu yang demikian. yang merupakan penghasil Aflatoxin potensial. yakni pengeringan kopra dengan pemanasan tidak langsung.29% (Lay et al. Kopra berkadar air di atas 7% mudah tumbuh jamur Aspergillus sp.11-0. kadar ALB 0. Metode ini menggunakan tungku pengeringan kopra yang spesifik.

Teknologi pengolahan cara kering yang menggunakan bahan baku kopra telah berkembang secara luas sampai sekarang dalam industri pengolahan minyak kelapa skala besar. tidak efisien dan minyak mudah tengik.1%. 2002). ditambahkan air dengan perbandingan 1:1. karena pemasakan kurang sempurna. 1980) Pengolahan minyak kelapa cara basah (Wet process) adalah cara pengolahan minyak melalui proses santan terlebih dahulu. Pengolahan minyak cara basah ditingkat petani kapasitas olah rendah.Pengolahan minyak kelapa cara kering sistem mekanis dengan skala menengah. Minyak kelapa dengan karakteristik kadar air 0. diperoleh minyak kelapa.12%. krim akan menghasilkan minyak. Minyak kelapa yang diolah secara tradisional dengan cara basah dikenal dengan nama minyak klentik.02-0. dikembangkan pengolahan minyak cara basah yang dikenal dengan metode Aqueous Process. kadar asam lemak bebas 0. Minyak yang dihasilkan bermutu tinggi. bahan pengikat (fixed oil) pada pembuatan parfum dan kosmetik (Anonim. Minyak kelapa murni (VCO) saat ini. Metode TOM menggunakan bahan baku kopra. Virgin oil sesuai untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan body lotion. dikeringkan dengan sistem oven dan dipres.15%. 1989). dipres. 18 . Dihasilkan minyak berkadar ALB kurang dari 0. 1977). anti jamur dan anti virus.08-0. asam lemak bebas 0.02%. skim (lapisan tengah) dan residu (lapisan bawah). Pada tahun 1971. tanpa menggunakan bahan kimia dan tanpa proses deodorisasi dikenal sebagai virgin oil. disaring. (b) pengolahan minyak kelapa kasar dengan bahan pelarut kapasitas 150 ton kopra/hari dan (c) pengolahan minyak makan dan tepung kelapa kapasitas 150 ton kopra/hari (UNIDO. tidak berwarna (bening) dan aroma khas (Lay dan Rindengan. Daging kelapa diparut. mengendalikan kolesterol jahat dan bermanfaat bagi kesehatan jantung. dipres dan diperoleh santan. berwarna bening. Minyak kelapa murni Pengolahan minyak dengan metode aqueous process. yakni : (a) pengolahan minyak kelapa kasar dengan sistem pengepres mekanis kapasitas 20-150 ton kopra/hari. Manfaat kesehatan dikaitkan dengan kandungan asam laurat yang bersifat anti bakteri. Metode DMES menggunakan cara pengolahan daging kelapa segar. kopra digiling dan dipanaskan. kapasitas olah 3 ton kopra/hari. 1998). skim menghasilkan cocopro syrup dan residu menghasilkan cocotein. membutuhkan peralatan yang canggih dan biaya mahal. Pada proses lanjut. dengan kapasitas olah untuk 24 jam operasi adalah 60-150 kg minyak murni (Anonim. Teknik pengolahannya adalah daging kelapa diparut. Minyak kelapa yang dihasilkan mengandung kadar air 0.05%. yang populer skala ini adalah metode Tinytech Oil Mill (TOM) dari India dan metode direct micro expelling system (DMES) dari Australia. disaring diperoleh minyak kelapa kasar dan bungkil. Santan disentrifuse dan membentuk tiga lapisan yakni krim (lapisan atas). Santan yang diperoleh difermentasi atau dimasak. Telah ditemukan cara pengolahan baru untuk menghasilkan minyak murni dengan peralatan sederhana dan biaya relatif murah yakni Pengolahan minyak secara bertahap. dikategorikan minyak murni (clear oil atau natural oil) dan hasil ikutannya tepung kelapa dan arang (Hagenmaier. dikaitkan langsung dengan kesehatan. minyak rambut.

19 . kuat.36 %). tidak mudak lapuk. porositas 76% dan kerapatan lindak 0. Decorticator terdiri atas tiga unit proses yakni unit pengangkut. Debu sabut terdiri dari senyawa lignin 30% dan selulosa 35%.0x1. Hasil pengujian pada pengarangan tempurung menggunakan metode lubang yang dibetonisasi. menghasilkan arang 586 kg (rendemen 29. penggilingan/pemarutan.5 m. industri es krim dan konsumsi rumah tangga.5 juta (Patandung. C/N 60:1 (Ravindranath. penyerat dan pemisah serat sabut. Balai Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma Lain (Balitka) Manado telah menghasilkan alat penyerat sabut kelapa dengan sistem drum tunggal. suatu sifat yang diinginkan sebagai media tumbuh tanaman. pendinginan dan pengemasan. shreds and treads dan sliced. Desiccated coconut dimanfaatkan secara luas pada industri konveksionari (candy) sebagai bahan penambah aroma dalam pembuatan coklat batangan atau sebagai pengisi produk berbasis kacang-kacangan. macaroon dan extra fine.1525 g/ml. telah dikembangkan metode pengarangan tempurung sistem drum dan lubang tanah yang dibetonisasi. fine. ringan. Arang tempurung kelapa Pengolahan arang yang sederhana dengan cara pengarangan tempurung dengan menggunakan lubang tanah. 2002). Debu sabut yang merupakan hasil samping dari pengolahan sabut kelapa dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti bahan obat nyamuk bakar. 2002). Untuk meningkatkan mutu arang. dengan ukuran lubang 2. Biaya pembuatan satu unit pengarang tempurung sebesar Rp 1. mempunyai daya mengikat air sebesar 600%. operasional sederhana. elastis.Desiccated coconut Desiccated coconut (kelapa parut kering) merupakan salah satu produk yang menggunakan daging buah kelapa sebagai bahan baku. bakteri (Samonella) negatif.6 kg. sehingga penyeratan mekanis merupakan pilihan terbaik. persentase panjang serat 10-15 cm sebanyak 35% dan 65% dengan panjang serat 16-27 cm (Lay dan Pasang. Pengolahan desiccated coconut prinsipnya mengeringkan daging buah kelapa pada kondisi yang higienis. Tahap-tahap pengolahan desiccated coconut meliputi seleksi bahan baku. asam lemak bebas 0. pengeluaran tempurung dan kulit ari. Karakteristik kima dan fisik kelapa parut kering: kadar lemak 65-71 %. kapasitas olah 400 sabut/jam atau 248 kg sabut/jam menghasilkan serat kering 47. rendemen arang rendah kurang dari 25%. 1991). dan memiliki sifat lambat melapuk. karena pembakaran tidak sempurna. 1996).15-0. digerakkan oleh mesin diesel 20 Hp. Serat dan debu sabut Penyeratan sabut secara mekanis (Decorticator) merupakan cara yang populer dikembangkan saat ini. Penyeratan secara mekanis. Desiccated coconut berwarna putih. lama pengarangan 12 jam. proses produksi dan mutu hasil dapat dikendalikan.5-3.5 %.000 kg/periode proses.30. warna putih dan kadar air 2. dengan ukuran partikel yaitu extra fine. media tumbuh dan untuk menyuburkan tanah. Serat sabut kelapa sebagai bahan pengisi memiliki beberapa keunggulan yaitu mempunyai kemampuan menyerap panas tubuh. lebih nyaman dalam penggunaannya (Vaz Antonal. pengeringan. medium. pupuk organik. kapasitas olah 2. kapasitas olah tinggi. dengan sifat-sifat ini menjadikan sabut lebih unggul dibanding dengan media gambut.0x1. yang umum diperdagangkan adalah medium. memiliki rasa dan bau khas kelapa. macaroon. pencucian dan stabilisasi. coarse. industri pengolahan kue. sangat membantu dalam mempercepat proses penyeratan.

bak dan pengeringan alami. 20 . pengeringan arang briket dapat dilakukan menggunakan alat pengering tipe rak. sebagai berikut: (a) unit crusher. Peralatan ini berfungsi untuk menghancurkan arang menjadi butiran-butiran dengan ukuran kehalusan tertentu sesuai ukuran lubang saringan yang digunakan. Sedangkan pH yang tinggi bermanfaat dalam meningkatkan pH rendah dari media yang telah tercemar. 1997). (b) dibuat adonan kanji dengan dari tepung tapioka yang berfungsi sebagai perekat. menggunakan peralatan dan fungsinya. yang membedakan adalah dalam pengendalian proses pembakaran dan pendinginan lebih praktis. dan diayak agar diperoleh butiran yang seragam. Pengarangan dengan metode drum menghasilkan rendemen arang sekitar 25-30 %. dengan suhu 60-70ºC. respirator). Pengeringan pada ruang terbuka membutuhkan waktu lama. arang briket yang dihasilkan mudah pecah. (c) unit pencetak. pestisida. (f) cetakan arang briket dikeringkan pada ruang terbuka atau dengan alat pengering. Arang aktif Arang aktif adalah arang dari tempurung kelapa atau kayu yang sudah diaktifkan dengan pemanasan pada suhu tinggi sekitar 900 ºC. ayakan yang digunakan adalah berdiameter lubang 18-20 mesh. Pengolahan arang briket skala industri. Tingginya daya serap arang aktif. dilengkapi dengan saringan dan penangkap debu. diantaranya bentuk kubus. anorganik dan logam-logam berat yang bersumber dari pertanian dan industri seperti penggunaan pupuk.Pengarangan tempurung dengan metode drum. (c) dicampurkan kanji dan arang halus dengan perbandingan 1:20. Arang aktif berbentuk amorf yang tersusun oleh atom C yang terikat secara kovalen dalam suatu kisi hexagon. (b) unit mixer. sehingga porinya terbuka. asap dan cairan buangan industri yang berdampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan. (e) adonan dimasukan ke unit cetakan. Kelemahan pengolahan tradisional ini. berfungsi untuk mencampur serbuk arang hasil giling dengan larutan perekat hingga terbentuk suspensi. cara penanganannya relatif sama dengan cara pengolahan arang dengan lubang tanah.5-9. bentuk arang beriket tergantung bentuk bahan pencetak yang digunakan. (d) ditambahkan air secukupnya agar adonan kanji dan arang tempurung halus tercampur dengan baik. Arang briket Pengolahan arang briket skala kecil. (d) unit pengeringan. sehingga bahan ini banyak digunakan dalam industri besar seperti industri obat (norit). sebagai berikut : (a) arang tempurung ditumbuk hingga halus. sehingga terbentuk arang briket. Bahan pencemaran berupa senyawa organik. sehingga omersial kurang berkembang. periode proses membutuhkan waktu 5-6 jam. sehingga sangat memerlukan pengendalian pencemaran.5. kapasitas olah 50-60 kg arang/periode proses. membersihkan air yang kotor (water treatment). bulat dan hexagonal (segi enam). untuk itu diperlukan unit pengeringan sederhana. Arang aktif dari tempurung kelapa memiliki luas permukaan 700-1300 m²/g dan pH 8. Arang aktif salah bahan yang banyak digunakan untuk pengendalian pencemaran dimaksud (Arispatanghari dan Husain. luas permukaan besar dan daya serapnya tinggi. rokok (penyaring asap). mencetak campuran serbuk arang dengan perekat. Luas permukaan yang besar ini berfungsi sebagai tempat penampungan bahan kimia pencemar dalam proses penyaringan. menyaring udara yang tercemar (air conditioner.

dipotong sesuai ukuran yang dikehendaki. Keuntungan penggunaan asap cair dibandingkan dengan pengasapan tradisional antara lain. destilator dan penampung asap cair. Komponen penunjang tungku pembakaran. antara lain kadar air dan kadar abu rendah serta kadar fixed carbon yang tinggi. thermo-kopel dan selang pengaliran air destilasi. biasanya digunakan Kelapa Dalam yang secara fisik cukup lurus. dapat digunakan secara luas pada makanan dimana tidak dapat diatasi dengan metode tradisional dan mengurangi pencemaran. 2005). (b) Penebangan dan pemotongan kayu : sesudah ditebang dan digergaji dengan ukuran panjang sampai 12 m. kapasitas olah 100 kg tempurung/periode proses. sesuai kapasitas olah akan dihasilkan asap cair sebanyak 35-36 L. dimulai dengan pemasukkan bahan olah tempurung ke dalam tangki pembakaran. Kadar fixed carbon yang tinggi pada arang briket. umur pohon minimum 60 tahun. gas dan listrik (Mulyadi. karbonil 13. tahu. bumbu dan rempah-rempah (Indiarto dan Darmadji.39% (Thampan. 2010).13%. digunakan sebagai pengawet ikan.28%. potongan kelapa ini diproses menurut kualitasnya. 1981). destilator dan penampung asap cair terbuat dari stainless steel. Penggunaan formalin pada produk makanan sangat meresahkan karena dapat membahayakan kesehatan. mengindikasikan bahwa dalam proses penyalaan arang briket akan lambat habis. Pengembangan teknologi asap cair diperlukan untuk mempercepat akselerasi penggunaan asap cair dimasyarakat dan menjawab kebutuhan akan bahan pengawet makanan pengganti formalin yang aman bagi kesehatan. Bahan pengganti pengawet makanan berupa asap cair masih sulit dijumpai di pasaran. Asap cair tempurung Asap cair merupakan hasil pirolisis tempurung kelapa melalui proses destilasi kering bertingkat. dan arang tempurung 34-35 kg. Tangki pembakaran arang. demikian pula sebaliknya jika kadar fixed karbon rendah waktu penyalaan relatif singkat. tahu dan mie. daging. mie. antiseptik dan bioinsektisida untuk pengendalian lingkungan penampungan sampah organik (Widodo dan Asari. Kayu kelapa Pengolahan kayu kelapa pada skala industri dengan tahapan sebagai berikut : (a) Seleksi pohon : digunakan adalah pohon yang sudah tua menurut fisiknya dan buahnya kurang (tidak produktif). Komposisi kimia asap cair tempurung kelapa adalah fenol 5.Keunggulan arang briket yang berbahan dasar arang tempurung. Untuk berbagai keperluan asap cair perlu dimurnikan dengan destilasi berulang pada suhu 100°C pada unit destilasi tersendiri. ikan. sayuran dalam kaleng. dapat mengatur flavor produk yang diinginkan. pemanasan tangki pada suhu 400-450°C. 2008). dapat menghilangkan komponen yang berbahaya sebelum digunakan pada makanan. Penggunaan arang briket kelapa sebagai sumber energi panas. Alat pengolahan asap cair. Kegunaan asap cair antara lain adalah (a) mengawetkan daging. Bahan bakar untuk pemanasan tangki pembakaran dapat menggunakan tempurung atau kayu bakar. (b) menambah citarasa saus sup. dengan komponen utama peralatan meliputi tangki pembakaran arang. lebih ekonomis dibanding bahan bakar minyak tanah. Pada pengolahan asap cair. tangki penampung tar. keasamaan 11. asap tempurung dalam tangki akan mengalir ke destilator dan berkondensasi membentuk cairan yang dikenal sebagai asap cair. Asap cair sesuai kualitas (warna kuning mudah sampai coklat. Pengolahan asap cair. 21 .

untuk bangunan rumah kadar air sekitar 18%. terdiri dari: (a) daun dan pelepah daun kelapa 4. diaduk sampai merata berupa adonan.6 kg) dan air 800. namun membutuhkan investasi besar dan dukungan keahlian dalam menangani proses pengolahan. Nilai tambah pengolahan kayu kelapa skala industri cukup tinggi. penghancuran bahan hasil pengcacahan. dan dimasukkan ke dalam wadah fermentasi. pengeringan bongkahan kotoran ayam.0 kg.0 kg. Untuk memproduksi pupuk organik limbah kelapa sebanyak 2 ton/hari dibutuhkan: serbuk daun/pelepah kelapa 534.000. desain dan pemasaran hasil (Gozal.808 kg dan seludang bunga 1. diaduk hingga merata. Kayu kelapa yang dikategorikan mutu II digunakan untuk pembuatan bahan bangunan atau bagian penyangga dari meubel.0 L.09 kg. ditambahkan air 50 % dari bahan baku. Tingkat kekeringan kayu untuk bahan perabot. 7-8 juta. Formulasi pupuk organik limbah kelapa dengan ratio serbuk daun/pelepah daun kelapa : serbuk sabut : serbuk kotoran ayam = 4:2:6.14 kg. 22 . yang dilakukan secara manual. yang dilakukan secara manual. Larutan EM4 dan ditambahkan ke dalam larutan gula. pengeringan dengan oven dan pengeringan dengan mesin pengering ( kiln dry).368 kg. 750. Pengolahan pupuk organik limbah kelapa. dan bahan pereaksi: larutan EM4 1. Pada populasi kelapa tua 100 pohon/ha. Kayu kelapa yang dibuat meubel dan berbagai ornamen harganya Rp. merupakan potensi bahan organik yang tersedia setiap tahun. serbuk sabut 266. diaduk sampai gula larut dalam air. debu sabut dan kotoran ayam kering sesauai formulasi dicampur sampai merata. serbuk kotoran ayam 800. 1997). Dengan demikian total biomassa daun kelapa + seludang bunga + debu sabut sebesar 7.0 kg. (e) Finishing : dapat dilakukan dengan menggunakan mesin amplas dan manual. Limbah kelapa yang digunakan sebagai bahan baku adalah adalah daun kelapa/ pelepah daun + debu sabut dan kotoran ayam dalam bentuk serbuk.766 kg/ha/tahun. daun jendela adalah 10-12%. membentuk larutan gula.000 butir/tahun/Ha.(c) Pengeringan kayu . (d) Proses fermentasi: Larutan gula + EM4 di tuangkan ke dalam campuran bahan baku pupuk organik secara merata. (c) Penyiapan larutan fermentasi: Ditimbang gula putih dilarutkan dalam air. pengeringan kotoran ayam yang tidak lolos diameter ayakan sentrifugal 6-10 mesh (dalam bentuk bongkah). Pupuk organik limbah kelapa Biomassa limbah kelapa dari 20 contoh daun dan tangkai/seludang bunga kelapa kering. akan menghasilkan debu sabut 1. penghancuran bongkahan kotoran ayam dan pengayakan debu sabut pada saringan sentrifugal. untuk memproduksi pupuk organik limbah kelapa.590 kg/ha/tahun. Apabila produksi kelapa rata-rata 6. (d) Seleksi kayu kelapa dan penggunaannya : pembuatan berbagai jenis meubel. pengeringan udara/alam di bawah atap. larutan gula 8. penyayakan kotoran ayam. ukiran dan ornamen dari kayu kelapa mutu I tergantung desain. sebagai berikut: (a) Penyiapan bahan olah pupuk organik: Pencacahan daun dan tangkai daun kelapa kering. akan diproduksi daun/pelepah daun 4.6 L. pembentukan daun 12 helai/pohon/tahun dan seludang 12 buah/pohon/tahun. (b) Pencampuran bahan baku: Komposisi bahan baku hancuran daun/pelepah daun. dan (b) tangkai bunga dan seludang 1.0 L (gula =1. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa untuk 1 m3 kayu kelapa mutu I (bahan setengah jadi) harganya sekitar Rp. daun pintu.

03 % Ca. setelah fermentasi dihasilkan pupuk organik limbah kelapa. Keberhasilan pelaksanaan intensifikasi dan pengembangan produk diversifikasi kelapa oleh kelompok tani/gapoktan melalui program khusus yang dilaksanakan secara massal. jumlah daun dan lingkar batang) umur 3 bulan juga seragam pada pemberian pupuk organik limbah kelapa takaran 50 g/pohon dan pupuk NPK 5 g/pohon. Apabila program ini dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. jumlah dan nilai ekspor produk kelapa di masa depan. Pupuk organik limbah kelapa mengandung C. Kalium 2. Pada penggunaan pupuk organik limbah kelapa pada tanah agak subur. juga akan menunjang pengembangan tanaman sela. suhu fermentasi berkisar 30-45 ºC. Industri kelapa yang sudah eksis.0 ton/ha/tahun atau lebih dan pendapatan petani kelapa lebih dari Rp. PENUTUP Penanganan usahatani. Fosfor 1.organik 3. pengolahan dan pemasaran hasil kelapa yang efekif membutuhkan wadah permanen kelompok tani/gapoktan dengan unit pengolahannya pada sentra produksi sebagai wilayah pengembangan. 0. aneka produk kelapa. agar para kelompok tani/gapoktan dapat memperoleh manfaat yang tercipta dalam proses industrialisasi kelapa.1. sedangkan industri kelapa yang belum optimal patut mendapat perhatian serius dari semua pihak terkait untuk ditingkatkan kapasitas olah dan perluasan pasar.87. Organik.12 % K.0 %.27 ppm P. 24 juta/ha/tahun/ dapat dicapai. Calsium 0.48 % dan C/N 2. alat pengolahan kelapa dan pembinaan dari instansi terkait dan dukungan pemerintah/lembaga keuangan. Magnesium 0. dan pH tanah 5.46 %. Untuk optimal pemperdayaan wadak kelompok tani. dipertahankan dan dikembangkan.(e) Pengamatan suhu pada wadah fermentasi pada masing-masing titik pengamatan dipasang Thermo-koppel. yang mengandung 4. Pupuk organik limbah kelapa merupakan salah satu solusi dalam mengatasi kelangkaan dan mahalnya pupuk NPK (Lay. 0.04 % Mg.38 %. peningkatan produktivitas kelapa sebesar 2. 23 . jumlah daun dan lingkar batang) pada umur 4 bulan bibit kelapa adalah seragam pada penggunaan pupuk organik limbah kelapa takaran 500 g/bibit dan pupuk NPK takaran 50 g/bibit kelapa. Nitrogen 1. secara massal dan berkelanjutan. kadar air 36. untuk mengukur perubahan suhu fermentasi dan suhu udara luar (suhu kontrol). sangat memerlukan dukungan sarana produksi. 2012). Sedangkan pada jagung hibrida pertumbuhan vegetatif (tinggi tanaman.81 %.53. 0. (f) Proses fermentasi pupuk organik limbah kelapa berlangsung selama 9 hari. agar potensi bahan baku yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal. sedangkan suhu ruang 29-31 ºC dengan sebaran suhu relatif datar. untuk peningkatan nilai tambah komoditas. nilai ekspor dan perbaikan pendapatan masyarakat perkelapaan. Dengan suhu fermentasi pupuk organik < 50 ºC. selain meningkatkan produktivitas. Strategi ini. terhadap bibit Kelapa Dalam Mapanget dan Jagung Hibrida Bisi-2 yang ditanam dalam polibag.04 %. C/N ratio 23.39 % C. diperlukan sistem keterkaitannya dengan pihak industri skala besar/eksportir sebagai mitra. ternyata pertumbuhan vegetatif (tinggi tanaman.19 % N.2 %. tidak memerlukan pembalikan bahan olah selama proses fermentasi. 36. kecukupan bahan baku industri kelapa dan pendapatan petani.3.

69-72. Tahun 1988/1989. 89-90. dan R. Bogor. D. Manado. Lay. Mulyadi. 2011. Gozal. University of San Carlos. Fachry. 20 November 2000. Kontribusi teknologi proses dalam pembangunan agroindustri perkebunan menuju otonomi daerah. Quality First International Inc. 6-8 januari 1997. Cilegon. Friends Inc. 2010. Manado. Mangunwidjaya. Rencana strategis pembangunan perkebunan. 195-205. D. 1998. Arispatanghari. 1997. Prosiding Temu Usaha Perkelapaan Nasional. Kementrian Pertanian. A. Taulu dan R. Anonim. Pengalaman mengolah dan memanfaatkan kayu kelapa untuk meubeler dan bangunan rumah. Balai Besar Mekanisasai Pertanian. hal. 2012. Jakarta. H. Anonim. Pengantar teknologi pertanian. Mutu kopra berbagai kultivar kelapa di Sulawesi Utara. Laporan Balai Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma Lain Manado.. S. Nathanael. Manado. Prosiding Temu usaha Perkelapaan Nasional.. Irawadi. 2005.DAFTAR PUSTAKA Anonim. A. 6-8 Januari 1997. Prospek pengembangan industri arang aktif. peluang dan permasalahan agribisnis kelapa menghadapi era globalisasi perdagangan dunia. 1999. 1988. Masyarakat Perkelapaan Indonesia (MAPI). Direktorat Jenderal Perkebunan. Darmadji. Kajian sifat kimia dan keamanan pangan. dan Patrik M. p:1-18. dan Steivie Karouw. Pengalaman. Alat penyerat sabut kelapa tipe Balitka. Industri pengolahan kelapa terpadu. Lay. Philippina. Manado. Anonim. Briket karbonisasi cocok di Indonesia. Lay. Riau. Lay. 1997. Konperensi Nasional Kelapa V (KNK V) Tembilahan.M dan J. Penerbit Penebar Swadaya. 2002. 2010. PCA. 31 Oktober 2002. Tepung asap cair cangkang kelapa. R. Marten. Gorontalo. Jakarta. hal. Some aspects of copra detoration. Pikiran Rakyat Edisi 13 Oktober 2005.S. 2002.. 2006. Jurnal Penelitian Kelapa.N. Oil mil performance and suitable evaluation. Technology Notes far Practilioners. Laporan Akhir Penelitian Koordinatif TA. Serpong. Husein. Prosiding Temu Usaha Perkelapaan Nasional (Buku II). 2002. Konsep pengembangan kelapa terpadu. 1977. 6-8 Januari 1997. Hal. 1989. I. S. Pengolahan minyak kelapa dari kopra putih dengan metode kering. Coconut Based Farming System. W. 1990. Prosiding Konperensi Nasional Kelapa VI (KNK VI).R. Cebu. Magat.. A.. A. Buku II (agroindustri) hal. 24 . 2 (2) 42-50. A. Perancangan teknik proses produksi pupuk organik dari limbah kelapa kapasitas 2 ton/hari untuk peningkatan nilai tambah. Philipine. 1997. SK. Pengolahan minyak kelapa secara bertahap. Pasang. Indiarto. D dan Sailah. 2008. A. Barlina. Lay. Barlina. Ceylon Coconut Quatr (11):111-120. A. Lay. Ekspose Hasil Penelitian dan Pengembangan Tanaman Perkebunan. 2000. Buku I Agribisnis. Hagenmaier. Prosiding Konperensi Nasional Kelapa VII. Virgin oil de coco-creme. Makalah Temu Usaha dan Temu Teknologi Perkelapaan di Provinsi Banten. H. 2006. dan P. Jakarta. Coconut aqueous processing. 37-44. Canada. Agricultural Research and Development Branch. R.

23 Oktober 2008. Arseculeratne. Report of the study on industry and new market initiatives in North Sulawesi. 1996. S. Riau. Uno. p. 1997. W. 2000. Agribisnis Asia Tenggara.. 15 Maret-15 April 2008. Jakarta. 1991. O. Lay. Makalah pada Pemasyarakatan Pembuatan Kopra Putih dan Arang Tempurung di Bengkol-Manado. D..Patandung. U. Lay. 25 . Coun. Keragaan usahatani kelapa dengan tanaman pisang dan ubi kayu di Kabupaten Minahasa Utara. Tenda and A. Tillekeratne. T. Malaysia. Suryonotegoro. 2002. Manado. Buletin Palma. Coconut oil refining and modification. Vaz Antonal. K. India. Sci. Proceeding of the XXXIII Cocotech Meeting. Balai Penelitian dan Pengembangan Industri Manado. 1980. Natn. Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri 5(4):12-17. Tamilnadu Agricultural University. E. Balai Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma Lain Manado Samarajeewa. Prosiding Seminar Nasional Mekanisasai Pertanian. Widodo. dan A. Aflatoxin contamination of coconut oil from smal scale mills: Toxin level and their relation on free fatty acid content. Ravindranath Anta Das. A. dan A. p. Eppinger. Pemberdayaan petani kelapa. B. Coconut processing technology information documents. Majalah Agro Observer. dan S. Seminar on utilization in agriculture. Torar. Teknologi pengolahan nata de coco yang efisiensi dan bermutu.T. hal.T. 1981. Product design and development (Perancangan dan pengembangan produk). New Delhi. Tarigans. Coir pith potential wealth in India. D. Tembilahan Indragiri Hilir. Azmi dan I. APCC. Handbook on coconut palm. 2008. Prosiding Konperensi Nasional Kelapa V. UNIDO. Uji fungsional alat mesin pemroses menjadi asap cair dari tempurung kelapa.D. 192-202. 2002. 2002. 1983.D. Oxford & IBH Publishing Co.. Asari. Coimbatro. P.K. P. Indonesia.A. Sri Lanka: 11(2): 203-210. P. 2000. Pembuatan kopra putih dengan metode heat transfer besi cor. 2008. Bali. Bogor. 12-14. 2001. H. Gamage and S. Makalah pada Pemasyarakatan Pembuatan Kopra Putih dan Arang Tempurung di Bengkol-Manado.C. Marie.N. Kuala Lumpur. Teknologi pengolahan arang tempurung kelapa metode lubang.T. Thampan. J.V. PARUL-UNDP. 28-30 November 2002. B. International Workshop on Improving the Small Scale Extraction of Coconut Oil. Introduksi pola tanam campuran dalam pengusahaan tanaman kelapa. Ranasinghe. Ulrich. Intermediate moisture content (IMC). Dimana posisi Indonesia?.A. Diterjemahkan oleh N. Technology Sri Lanka. 28-30 November 2002.S. Coconut fibre processing and marketing. Rindengan. 2001.J. Pojoh. 273-282. Balai Penelitian dan Pengembangan Industri Manado. APCC-NRI-CFC. Penerbit Salemba Teknika.

26 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful