KETERAMPILAN MENJELASKAN Hakikat Menjelaskan Keterampilan menjelaskan sangat penting bagi guru karena sebagian besar percakapan guru

yang mempunyai pengaruh terhadap pemahaman siswa adalah berupa penjelasan. Penguasaan keterampilan menjelaskan yang didemonstrasikan guru akan memungkinkan siswa memiliki pemahaman yang mantap tentang masalah yang dijelaskan, serta meningkatnya keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Menjelaskan merupakan aktivitas yang paling sering dilakukan oleh guru dalam menyampaikan informasi. Dalam kegiatan pembelajaran, menjelaskan berarti mengorganisasikan materi pembelajaran dalam tata urutan yang terencana secara sistematis sehingga dengan mudah dapat dipahami oleh peserta didik. Keterampilan menjelaskan mutlak perlu dimiliki oleh para guru. Seorang guru harus dapat menjelaskan berbagai hal kepada peserta didiknya. Penjelasan yang disampaikan harus sesuai dengan tingkat kemampuan berpikir peserta didik. Misalnya guru akan menjelaskan konsep ”atas”. Jika peserta didiknya adalah anak usia TK (4 – 5 tahun) maka dia harus menjelaskan konsep tersebut secara konkret dan nyata. Menjelaskan adalah mendeskripsikan secara lisan tentang sesuatu benda, keadaan, fakta dan data sesuai dengan waktu dan hukum-hukum yang berlaku. Menjelaskan merupakan suatu aspek penting yang harus dimiliki guru, mengingat sebagian besar pembelajaran menuntut guru untuk memberikan penjelasan. Oleh sebab itu keterampilan menjelaskan perlu ditingkatkan agar dapat mencapai basil yang optimal. Tujuan Menjelaskan a. membimbing peserta didik memahami konsep, hukum, prinsip atau prosedur; b. membimbing peserta didik menjawab pertanyaan secara bernalar; c. melibatkan peserta didik untuk berpikir; d. mendapat balikan mengenai pemahaman peserta didik; e. membantu peserta didik menghayati beberapa proses penalaran. Prinsip-Prinsip Menjelaskan Terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam memberikan suatu penjelasan. Penjelasan dapat diberikan selama pembelajaran, baik di awal, di tengah maupun di akhir pembelajaran. Penjelasan harus menarik perhatian peserta didik dan sesuai dengan materi standar dan kompetensi dasar.

yang dapat dicapai dengan berbagai cara seperti: bahasa yang jelas. 3)pemberian tekanan pada bagian-bagian yang penting dengan cara: penekanan suara atau mengemukakan tujuan. 4)peserta didik diberi kesempatan untuk menunjukkan pemahaman ataupun keraguan ketika penjelasan berlangsung (balikan). dan balikan. kejelasan. dan bermakna bagi peserta didik. Selain hal-hal di atas. Materi yang dijelaskan harus sesuai dengan kompetensi dasar. 2)penggunaan contoh dan ilustrasi yang dapat mengikuti pola induktif atau pola deduktif. pemberian tekanan yang dapat dilakukan dengan berbagai variasi gaya mengajar. yaitu: • Pola induktif. dalam penyajiannya perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut. mendefinisikan istilah-istilah teknis. Agar penjelasan yang diberikan dapat dipahami sesuai dengan tujuan yang diharapkan. b. komponen Menjelaskan a. yang bisa dilakukan dengan pola induktif atau deduktif. yang bertujuan untuk mendapat informasi tentang tingkat pemahaman siswa. Penjelasan yang diberikan harus sesuai dengan latar belakang dan tingkat kemampuan peserta didik. 2) penerima pesan harus dipertimbangkan karakteristiknya.Penjelasan dapat diberikan untuk menjawab pertanyaan peserta didik atau menjelaskan materi standar yang sudah direncana-kan untuk membentuk kompetensi dasar dan mencapai tujuan pembelajaran. baik melalui pertanyaan mapun melalui tugas. Komponen merencanakan penjelasan yang mencakup: 1) isi pesan (tema) yang dipilih dan disusun secara sistematis disertai contoh-contoh. penggunaan contoh dan ilustrasi. terdapat dua pola yang memiliki efektivitas tinggi dalam menghubungkan contoh dan dalil. Komponen menyajikan penjelasan yang mencakup: 1)kejelasan. yaitu diberikan contoh terlebih dahulu kemudian ditarik kesimpulan umum atau dalil (rumus). berbicara dengan lancar. . dan membuat struktur sajian. yaitu keterampilan yang erat kaitannya dengan penggunaan bahasa lisan. berhenti sejenak untuk melihat respon peserta didik.

seperti pertama. dan sebagainya. 1996) 4. Goerge Brown. 1989 . Untuk menghubungkan ide-ide yang sama penting-nya. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Cet. guru tidak hanya memperjelas penyajian. Untuk mengaitkan ide utama dan yang kurang penting digunakan kata-kata: jika. Sebagaimana telah dikemukakan bahwa dalam memberikan penjelasan perlu menggunakan intonasi bahasa sesuai dengan materi yang dijelaskan. Moh. atau akibatnya. David. at. 1990 7. ke-mampuan. Dalam pada itu perlu ada variasi dalam memberikan tekanan. ajukan pertanyaan-pertanyaan dan berilah kesempatan untuk mengajukan pertanyaan. usia dan latar belakang kemampuan peserta didik tentang pembelajaran tersebut. Teaching Principles and Practice. jadi. selanjutnya. Richard Kindsvatter. Micro Teaching: A Programme of Teaching Skills. Uzer Usman. Sri Anitah dan Noorhadi. George. Menjadi Guru Profesional. Pola yang digunakan bergantung pada materi pembelajaran.. • Memberikan tanda atau isyarat lisan. Cole. Pengajaran Mikro: Program ketrampilan mengajar. 1992).. perhatikanlah mereka selama memberikan penjelasan. 1991) 3. Pada waktu memberikan penjelasan. Jacobsen. sehingga. Dengan isti-lah-istilah tersebut. Referensi 1.maka. dan apakah menarik perhatian atau tidak. juga.all. New York: Prentice Hall. • Menguraikan atau mengatakan dengan kalimat lain tentang jawaban yang diberikan peserta didik. tetapi sekaligus menekankan keterkaitan atau menunjukkan hubungan. ada kata-kata khusus yang biasa digunakan sebagai kata-kata penghu-bung dan ungkapan-ungkapan khusus. Paul Eggen and Donald Kauchak. hanya. Dynamic of Effective Teaching. New York: Metheuen Inc. dan sebagainya. seperti sementara itu.S. 4 2. Ohio: Merril Publishing Company. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara: • Memberikan ikhtisar dan pengulangan. rumus atau generalisasi yang telah dikemukakan. . G. (New York. Peter and Lorna K. sebab. sementara itu. kedua. karena. Jakarta: UT. oleh karena itu. hendaknya guru memper-hatikan gerak-gerik dan mimik peserta didik. (Surabaya: Airlangga University Press. Wiryawan. 1984 6. yaitu hukum. Untuk kepentingan tersebut. apakah penjelasan yang diberikan dapat dipahami atau meragukan. Methods for Teaching: A Skills Approach. Brown. menyenangkan atau membosankan. dalam pada itu. walaupun begitu. digunakan katakata. Dalam penggunaan dalil dan contoh ini. perlu pula membuat struktur sajian. Strategi Belajar Mengajar. yaitu memberikan informasi yang memberikan arah atau tujuan utama sajian. juga. kemudian diberikan contoh-contoh secara rinci untuk memperjelas hukum. dalam pada itu. Chan. rumus atau generalisasi dikemuka-kan lebih dahulu. 1999 5.• Pola deduktif.

. gerakan atau contoh benda-benda yang berada di atas atau penggabungan dari caracara tersebut. maka peserta didik Anda. menjelaskan berarti mengorganisasikan materi pembelajaran dalam tata urutan yang terencana secara sistematis sehingga dengan mudah dapat dipahami oleh peserta didik. Nah. Seorang guru harus dapat menjelaskan berbagai hal kepada peserta didiknya. Jika peserta didiknya adalah anak usia TK (4 – 5 tahun) maka dia harus menjelaskan konsep tersebut secara konkret dan nyata. mungkin akan berkomentar: ”Emangnya gue anak kecil!” dan mungkin Anda akan dianggap sebagai guru yang ”aneh” dan tidak kompeten. Penjelasan yang disampaikan harus sesuai dengan tingkat kemampuan berpikir peserta didik. Dalam kegiatan pembelajaran. jika cara tersebut diterapkan pada anak usia SMP atau SMA.Keterampilan Dasar Seorang Guru (4) Keterampilan Dasar Seorang Guru 4. Misalnya guru akan menjelaskan konsep ”atas”. Contoh menjelaskan konsep ”atas” pada anak TK Lagu: Atas itu atas Bawah itu bawah Atas atas bawah bawah saya tidak lupa Kepala itu atas Kaki itu bawah Kepala atas Kaki bawah saya tidak lupa Lagu tersebut dinyanyikan sambil guru memberi contoh bergerak sesuai syair lagu dan dilakukan secara berulang-ulang. Keterampilan Menjelaskan Menjelaskan merupakan aktivitas yang paling sering dilakukan oleh guru dalam menyampaikan informasi. Cara yang dapat dilakukannya antara lain melalui lagu. Keterampilan menjelaskan mutlak perlu dimiliki oleh para guru.

b. Namun harus disesuaikan dengan audience yang kita hadapi.. Kegiatan menjelaskan bertujuan untuk: a.Untuk peserta didik yang sudah lebih besar (anak di atas usia dini). d. a. Guru dapat memberi penjelasan dengan direncanakan sebelumnya atau bila ada pertanyaan dari peserta didik. hukum.bla bla.. Komponen menyajikan penjelasan yang mencakup: . prinsip atau prosedur.. tengah ataupun akhir kegiatan belajar sesuai keperluan.. membimbing peserta didik menjawab pertanyaan secara bernalar. Penjelasan harus sesuai dengan latar belakang dan kemampuan peserta didik. b. Komponen merencanakan penjelasan yang mencakup: 1) isi pesan (tema) yang dipilih dan disusun secara sistematis disertai contoh-contoh. Materi yang dijelaskan harus bermakna. Jadi. c. Misalnya dengan definisi ”ATAS” adalah... Anda bisa menjelaskan konsep tersebut dengan cara yang lebih abstrak. e.bla. Keterampilan menjelaskan terdiri dari berbagai komponen sebagai berikut. 2) penerima pesan harus dipertimbangkan karakteristiknya. Penjelasan harus relevan dengan tujuan pembelajaran. b. Penjelasan dapat diberikan di awal. c. membimbing peserta didik memahami konsep. d. membantu peserta didik menghayati beberapa proses penalaran. mendapat balikan mengenai pemahaman peserta didik. Dalam memberikan penjelasan guru perlu memahami prinsip-prinsip berikut ini.dan seterusnya. melibatkan peserta didik untuk berpikir. keterampilan menjelaskan juga tidak sekedar asal menyampaikan informasi. Hal ini dimungkinkan karena kemampuan berpikir (kognisi) anak yang sudah lebih besar sudah lebih tinggi dan mengarah ke kemampuan berpikir abstrak. a. e.

(3) penjelasan harus sesuai dengan usia siswa. 3) pemberian tekanan pada bagian-bagian yang penting dengan cara: penekanan suara atau mengemukakan tujuan. (3) mendapatkan balikan mengenai pemahaman siswa. (4)penjelasan harus bermakna bagi siswa. Tujuan menjelaskan: (1) membantu siswa untuk memahami rumus. dalil. dan prinsip. a. . c. menjelaskan merupakan tindakan yang banyak dilakukan. terutama oleh guru. Langkah-langkah menjelasakn: (10 merencanakan penjelasan. (Bersambung) Tatmi Guru dan Praktisi PendidikaN "Do the BEsT" Ketrampilan Menjelaskan dan Bertanya 1. dan (2) menyajikan penjelasan. (2) penjelasanharus sesuai dengan tingkat kemampuan dan latar belakang siswa. yang dapat dicapai dengan berbagai cara seperti: bahasa yang jelas. 2) penggunaan contoh dan ilustrasi yang dapat mengikuti pola induktif atau pola deduktif. Apabila seorang guru menjelaskan. berhenti sejenak untuk melihat respon peserta didik. Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan: (1) Penjelasan harus relevan denngan tujuan kegiatan belajar-mengajar. artinya guru tersebut memberikan informasi sedemikian rupa sehingga siswa benar-benarmengerti dan memahami apa yang diinformasikan oleh guru.1) kejelasan. berbicara dengan lancar. (2) melibatkan siswa untuk berfikir. mendefinisikan istilah-istilah teknis. b. 4) peserta didik diberi kesempatan untuk menunjukkan pemahaman ataupun keraguan ketika penjelasan berlangsung (balikan). Ketrampilan Menjelaskan Dalam kegiatan belajar-mengajar. (4) membimbing siswa dalam proses belajar untuk memecahkan masalah.

b. Seluruh rencana dan persiapan sebelum mengajar dapat menjadi tidak berguna jika guru gagal dalam memperkenalkan pelajaran. (4)mengetahui kesulitan belajar siswa (5) memotifasi siswa mwgeluarkan pendapat. (3)mengembangkan cara belajar siswa akatif. (e) mengajukan pertanyaan ganda. Pembukaan pelajaran harus sesuai dengan minat dan kebutuhan murid. Ketrampilan Bertanya Dasar Umumnya orang bertanya jika ia ingin mengetahui apa yang belum diketahuinya. (2) kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik diantaranya: (a) mengulangi pertanyaanya sendiri (b) mengulangi jawaban siswa (c) menjawab pernyataan sendiri (d) memancing jawaban serentak. Didalam kelas. 1.2. a. Hal tersebut dapat membuat murid tidak memerhatikan pelajaran yang disampaikan. (f) menentukan siswa sebelum pertanyaan ditemukan. guru dapat menetapkan titik hubungan antara murid dan pelajaran yang disampaikan. Guru juga harus dapat membangkitkan minat belajar sampai . guru bertanya kepada swiswa untuk berbagai tujuan. yang perlu dilakukan terlebih dahulu adalah menetapkan sikap dan minat yang benar di antara anggota kelas. Tujuan penggunaan keterampilan bertanya (1) menarik siswa dalam pokok pembicaraan (2) menumbuhkan rasa ingin tahu sisw. Tercapainya tujuan pengajaran bergantung pada metode mengajar guru di awal pelajaran. Ketrampilan Membuka dan Menutup Pelajaran Membuka Pelajaran Kalimat-kalimat awal yang diucapkan guru merupakan penentu keberhasilan jalannya seluruh pelajaran. Dalam tahap ini. Untuk mengatasi hal ini. Yang perlu diperhatikan dalam mengajukan pertanyaan: (1) Kehangatan dan keantusiasan. (6) mengukur hasil belajar siswa. Hubungan dengan Kelas Ada banyak hal yang masih memikat perhatian murid di luar ruangan kelasnya.

murid dapat memusatkan perhatian mereka kepada pelajaran. 2. Guru bisa mendapatkan berita-berita terkini melalui media-media tersebut. Adapun informasi tersebut dapat berupa kegiatan murid sepanjang minggu yang bisa diperoleh dengan menanyakannya pada murid. Laporan tentang tugas-tugas Umumnya.murid kelas kecil. Lukisan dari kehidupan sehari-hari merupakan pilihan yang baik untuk menarik minat dan menanamkan sebuah kebenaran kepada mereka. 1. Sebuah gambar atau benda bisa sangat menarik perhatian anak. Untuk murid. Berita-berita terkini Berita terkini yang sedang marak dibicarakan atau sedang menjadi perhatian dalam masyarakat dapat dipakai untuk mendapatkan minat murid. majalah. Muridmurid kelas besar biasanya membaca surat kabar. mereka biasa menanggapi kejadian-kejadian yang berkaitan dengan sekolah atau permainan mereka. 3. Berikut ini beberapa cara yang dapat membangkitkan minat dan perhatian murid saat guru mulai mengajarkan pelajarannya. Oleh karena itu. . mendengarkan radio. Kegiatan tersebut bisa menambah semangat murid untuk memulai pelajaran. Pembukaan pelajaran dengan metode yang terbaik pun tidak akan ada manfaatnya jika tidak mampu membawa murid untuk memusatkan perhatian mereka kepada pelajaran. Mereka memunyai perhatian pada banyak hal. dan menonton televisi. Guru yang sangat mengetahui aktivitas murid-muridnya sepanjang minggu itu pasti tidak akan menemukan kesulitan dalam hal ini. Cerita-cerita dan lukisan Sebuah cerita yang diceritakan dengan metode yang baik akan membangkitkan dan mempertahankan minat murid terhadap pelajaran yang sedang disampaikan. manusia lebih tertarik dengan aktivitasnya sendiri. usahakan untuk membahas pekerjaan rumah murid di awal pelajaran.

benda. Pelajaran itu harus dihubungkan dengan pelajaranpelajaran lain agar menarik perhatian murid dan menajamkan pengertian mereka terhadap rangkaian pelajaran tersebut. 5. Pemakaian alat peraga Sebuah gambar. Seorang guru tidak akan kehilangan waktu . Hubungkan pelajaran dengan pelajaran-pelajaran sebelumnya Setiap pelajaran baru yang diajarkan merupakan bagian dari kurikulum yang sudah ditetapkan.pelajaran yang telah disampaikan dengan isi Alkitab. Menghubungkan Pelajaran Saran-saran berikut ini merupakan cara-cara yang efektif untuk mengenalkan sebuah pelajaran. 2. Hal ini juga dapat menolong murid untuk mengetahui hubungan antara pelajaran. Jangan lupa untuk menyatakan penghargaan atas usaha murid-murid yang telah belajar di rumah. perhatian kelas dapat diarahkan kepada makna dan pentingnya belajar sendiri. 1. Misalnya. dengan membahas tugas-tugas yang sudah murid kerjakan di rumah. peta. Persoalan yang diandaikan Persoalan atau pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan dalam pelajaran hendaknya merupakan hal-hal yang biasa terjadi dalam kehidupan murid. Metode untuk menghubungkan pelajaran yang sekarang dengan pelajaran sebelumnya harus divariasikan. atau alat peraga yang lain dapat digunakan secara efektif untuk menumbuhkan minat murid terhadap pelajaran. “Apa yang akan kaukatakan seandainya ada orang yang bertanya mengapa engkau pergi ke gereja?” atau “Apa yang kau lakukan seandainya kamu disalahkan atas perbuatan yang tidak kamu lakukan?” Persoalan harus disesuaikan sedemikian rupa sehingga mengarah pada pelajaran yang akan disampaikan.Selain itu. Pelajaran dalam pertemuan sebelumnya harus diulang untuk dihubungkan dengan pelajaran yang baru. 4.

Tidak semua pelajaran harus dilakukan dengan cara yang sama. atau pelajaran khusus tentang perayaan hari-hari tertentu. Garis besar harus jelas Menyampaikan pokok pikiran atau garis besar pelajaran untuk menarik perhatian sangatlah penting. MENGURAIKAN PELAJARAN Setelah memperkenalkan pelajaran. Yang penting adalah bagaimana kita dapat menyajikannya dengan lebih menarik. Ada yang berpendapat. Umumkan pokok pelajaran secara wajar Tidak perlu mengumumkan pokok pelajaran secara resmi. Jika pelajaran tersebut. lebih baik sasaran dan tujuan disampaikan di awal pelajaran. sebaiknya hal tersebut disampaikan di akhir pelajaran. Garis besar pelajaran bisa disampaikan dengan lengkap atau hanya ringkasannya saja. Penyampaian ini seperti halnya penyampaian tajuk rencana dalam sebuah surat kabar yang dapat menarik minat para pembaca untuk melihat lebih lanjut tulisan-tulisan dalam surat kabar tersebut. Penyampaian pokok pelajaran harus menarik minat murid seperti halnya penyampaian pokok berita dalam sebuah surat kabar. 3. Ada juga yang berpendapat untuk menyampaikannya di awal pelajaran. jika tidak ada murid yang belajar dari pengajaran . 4. penginjilan. misalnya mengenai larangan minuman keras. tetapi penuh dengan keterangan. gunakan waktu lima menit pertama untuk menetapkan titik hubungan. guru harus mengajarkan pelajaran sesuai dengan rencana yang telah disiapkan. Mutu persiapan dapat terlihat pada waktu pengajaran itu disampaikan. Jika seorang guru memunyai waktu 35 menit untuk mengajar. 2. Satu hal yang perlu diingat.mengajarnya bila mengulang pelajaran sebelumnya. Nyatakan sasaran dan tujuan pelajaran Banyak pendapat mengenai penyampaian sasaran dan tujuan pelajaran kepada murid.

Satu cara untuk menuntun pikiran adalah dengan menerapkan pola pemikiran yang deduktif. Menerapkan Kebenaran Guru perlu membimbing murid-muridnya dalam keadaan khusus di mana murid harus mempraktikkan prinsip-prinsip iman Kristen mereka. murid juga perlu didorong untuk mengungkapkan pikirannya. Pengujian murid secara teratur bisa menjaga perhatian murid untuk tetap tajam sehingga guru dapat mengetahui sejauh mana murid mendapat manfaat dari pelajaran itu. Sebagai hasilnya. Doronglah murid dengan menolong mereka mengemukakan penafsiran dan pengertiannya sendiri mengenai pelajaran itu. prinsip-prinsip umum. Merangsang Pikiran Mengajukan pertanyaan merupakan metode yang efektif untuk merangsang pikiran murid. 2. Kemudian libatkan murid dengan meminta mereka mencari contoh-contoh selanjutnya dari kehidupan mereka sendiri. Guru yang terus-menerus menitikberatkan penerapan maupun pengetahuan yang diperoleh murid dapat . Pengetahuan atau pengalaman murid-murid dapat dipakai untuk mencapai prinsip ini. Doronglah Pengungkapan Selain dirangsang untuk berpikir. itu berarti guru belum mengajarkan pelajaran itu.hukum. Pola ini dimulai dengan guru menyebutkan satu prinsip atau pernyataan umum yang diikuti sejumlah lukisan atau ilustrasi. Pancing murid untuk memikirkan sedalam mungkin setiap uraian yang disampaikan oleh guru. Evaluasi yang terbaik bukanlah apa yang dikatakan guru. Hal ini bisa membawa pertumbuhan rohani yang baik bagi murid. Mula-mula guru mendapat bantuan murid untuk mengumpulkan fakta atau ilustrasi yang ada hubungannya dengan pelajaran. murid-murid akan dapat menemukan hukum. tetapi apa yang dipelajari oleh murid. Cara yang terbaik untuk melaksanakan hal ini ialah dengan metode pengajaran induktif. 3. 1.tersebut. atau tujuan pelajaran itu sendiri.

tetapi berisi ringkasan dari hal-hal yang disampaikan selama jam pelajaran dengan menekankan fakta dasar pelajaran tersebut.kebenaran yang penting dalam pelajaran. Sama seperti seorang . yang dapat membangkitkan minat dan rasa ingin tahu mereka. Kristus dinyatakan sebagai Juru Selamat orang berdosa. Guru dapat memberikan kilasan pelajaran untuk pertemuan berikutnya. Bangkitkan minat Guru tentu ingin murid-muridnya kembali di pertemuan berikutnya dengan penuh semangat. Ringkasan pelajaran sudah tidak lagi berupa diskusi kelas atau penyampaian garis besar pelajaran. Sebelum kelas dibubarkan. Misalnya. pelajaran praktis yang telah diajarkan. kebenaran. Oleh karena itu. sekolah. Merangkum Pelajaran Sebagai penutup. 1. Guru perlu merencanakan suatu penutup yang tidak tergesa-gesa dan juga dengan doa sekitar tiga sampai lima menit. sikap. Diharapkan hal ini dapat merangsang keinginan belajar mereka. 2. tingkah laku. ungkapkanlah pelajaran yang akan disampaikan minggu depan dan kemukakan rencana-rencana di mana murid dapat mengambil bagian dalam pelajaran mendatang. dan keseluruhan hidup rohani mereka. tindakan. Menyampaikan Rencana Pelajaran Berikutnya Waktu menutup pelajaran merupakan saat yang tepat untuk menyampaikan rencana pelajaran berikutnya. hendaknya guru memberikan ringkasan dari pelajaran yang sudah disampaikan.membawa murid-muridnya belajar dan menerapkan pelajaran itu pada pilihan. atau saat beraktivitas. Penutup harus dipertimbangkan dengan sebaik mungkin agar sesuai. penerapan akhir yang harus dibuat. 1. atau bagaimana pelajaran dapat dilakukan di rumah. biarkan murid pulang ke rumah mereka dengan satu pertanyaan atau pernyataan yang mengesankan. MENUTUP PELAJARAN Jangan akhiri pelajaran dengan tiba-tiba.

b. Gandum Mas. 2. dan prinsip. dan (2) menyajikan penjelasan. Dengan cara yang sama. Ketrampilan Menjelaskan dan Bertanya Ditulis pada Januari 11. 2008 oleh Pakde sofa Ketrampilan Menjelaskan dan Bertanya 1. (2) melibatkan siswa untuk berfikir. Didalam kelas. artinya guru tersebut memberikan informasi sedemikian rupa sehingga siswa benarbenarmengerti dan memahami apa yang diinformasikan oleh guru. (3) penjelasan harus sesuai dengan usia siswa. a. Clarence H. (3)mengembangkan cara belajar siswa akatif. 1980. c. (4)penjelasan harus bermakna bagi siswa. Apabila seorang guru menjelaskan. Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan: (1) Penjelasan harus relevan denngan tujuan kegiatan belajar-mengajar. dalil. guru dapat mengakhiri pelajarannya dengan penutup yang “berklimaks” sehingga seluruh kelas menantikan pelajaran berikutnya dengan tidak sabar.penulis yang mengakhiri sebuah bab dalam cerita bersambung. Sumber: • Teknik Mengajar. (3) mendapatkan balikan mengenai pemahaman siswa. Memberikan tugas Tugas-tugas harus direncanakan dengan saksama. a. (2) penjelasanharus sesuai dengan tingkat kemampuan dan latar belakang siswa. guru bertanya kepada swiswa untuk berbagai tujuan. yang membuat pembaca ingin segera tahu bab berikutnya. menjelaskan merupakan tindakan yang banyak dilakukan. Ketrampilan Menjelaskan Dalam kegiatan belajar-mengajar. 2. Tujuan menjelaskan: (1) membantu siswa untuk memahami rumus. Benson. . (4) membimbing siswa dalam proses belajar untuk memecahkan masalah. bahkan sebelum pelajaran dimulai. Malang. Ketrampilan Bertanya Dasar Umumnya orang bertanya jika ia ingin mengetahui apa yang belum diketahuinya. Langkah-langkah menjelasakn: (10 merencanakan penjelasan. Tujuan penggunaan keterampilan bertanya (1) menarik siswa dalam pokok pembicaraan (2) menumbuhkan rasa ingin tahu sisw. (4)mengetahui kesulitan belajar siswa (5) memotifasi siswa . terutama oleh guru. halaman 80–85. Perlu diingat pula sikap guru yang bersemangat dalam memberikan tugas akan mempengaruhi minat dan semangat para anggota kelas.

Keterampilan menjelaskan pelajaran Keterampilan menjelaskan pelajaran merupakan salah satu keterampilan guru yang sangat penting. Oleh karena itu seorang guru harus menguasai komponen-komponen yang ada pada keterampilan membuka pelajaran yang meliputi: a.mwgeluarkan pendapat. 2. Keterampilan membuka pclajaran Banyak orang beranggapan bahwa kesan pertama dari suatu bentuk hubungan merupakan kunci keberhasilan untuk mencapai tujuan yang diinginkann. menyajikan penjelasan yailu hams mempunyai kejelasan: seorang guru mampu menampilkan contoh dan ilustrasi seita memberikan tekanan. Dengan kata lain pertemuan atau kesan yang baik akan membuahkan hasil yang baik pula. Yang perlu diperhatikan dalam mengajukan pertanyaan: (1) Kehangatan dan keantusiasan. Proses belajar mengajar yang dinamis tidak akan tercapai jika guru pada awal pelajaran tidak bisa menarik perhatian siswa. Adapun komponen menjelaskan pelajaran meliputi: Merencanakan penjelasan yaitu isi pesan yang akan disampaikan kepada siswa. Menimbulkan motivasi dalam diri siswa c. 1. (6) mengukur hasil belajar siswa. (f) menentukan siswa sebelum pertanyaan ditemukan. . karena sebagian besarpembicaraan guru di ruang kelas adalah penjelasan-penjelasan dan uraian-uraian bahan pelajaran yang diberikan kepada siswa. Sesuai dengan pendapat Hasibuan dalam bukunya ‘Proses Belajar Mengajar’ bahwa membuka pelajaran adalah perbuatan menciptakan suasana menial agar perhatian siswa terpusat dengan apa yang akan dipelajari. pengorganisasian dan balikan. keterampilan membuka pelajaran mempakan kunci yang harus didahului dalam proses belajar mengajar. Menunjukkan kalau pengetahuan yang akan diajarkan dengan pengetahuan yang telah ada. (2) kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik diantaranya: (a) mengulangi pertanyaanya sendiri (b) mengulangi jawaban siswa (c) menjawab pernyataan sendiri (d) memancing jawaban serentak. Membangkitkan perhatian dan minat siswa b. (e) mengajukan pertanyaan ganda. Dengan demikian. b.

Variasi dalam media dan alat-alat pelajaran. (4) Mendorong anak untuk berfikir kritis. guru dituntut mampu mengadakan variasi. Bertanya merupakan stimulus efektif yang mendorong kemampuan siswa untuk berfikir dan mengemukakan jawaban yang sesuai dengan harapan guru. dan (7) tidak menimbulkan tafsiran ganda. Keterampilan mengadakan variasi Agar kegiatan belajar mengajar siswa tidak mengalami kejenuhan. Keterampilan mengelolah kelas . (2) Tujuannya jelas. 5. maka guru harus memberikan penguatan.Dengan demikian keterampilan menjelaskan dan komponennya sangat penting dikuasai karena komponen ini membantu seorang guru dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. keantusiaan serta berperan aktif. Keterampilan Bertanya Bertanya merupakan tingkah laku yang sangat penting di dalam kelas bertanya untuk mengetahui apakah kualitas berfikir siswa dari sederhana terjadi perubahan frerfikir secara kompleks setelah diberikan pelajaran. 4. Keterampilan mengadakan variasi dalam kegialan belajar mengajar meliputi. (2). (3) Setiap pertanyaan hanya -satu masalah. 6. (5) Jawaban yang diharapkan bukan sekedar ya atau tidak. Variasi dalam pola interaksi guru dan siswa dan (3). Variasi dalam gaya mengajar. Guru dalam mengajukan pertanyaan kepada seorang siswa sering kali tidak terjawab. sebab maksud pertanyaan tersebul kurang dapat dipahami oleh siswa dalam hal ini. (1). Sardinian 1987 dalam bukunya ‘Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar’ mengatakan bahwa pertanyaan yang baik mempunyai ciri-ciri: (1) Kalimatnya singkat dan jelas. (6) Bahasa dalam pertanyaan dikenal baik oleh siswa. 3. Keterampilan penguatan terdiri dari penguatan verbal pertanyaan dengan baik dan penguatan nonverbal. dimana pengualan ini bertujuan agar lebih giat berpartisipasi dalam interaksi belajar mengajar. Keterampilan memberikan penguatan Karena jawaban atas pertanyaan siswa sesuai dengan harapai] guru. sehingga sehingga seorang guru mampu memperlihatakan ketekunnya.

dan keterarnpilan menjelaskan. Ketermapilan mengajar kelompok kecil dan perorangan Mengajar secara perorangan ialah kegiatan guru menghadapi hanyak siswa masing-masing mendapatkan kesempatan untuk bertatap muka dengan guru serta memperoleh bantuan dan bimbingan secara perseorangan. kelas yang ribut maka pelajarannya tidak bisa dilanjutkan karena siswa tidak siap meneriiua pelajaran. karena para siswa sehagai anggota kelompok saling mempertahankan pendapatnya di dalam diskusi.Pengusaan kelas adalah keterampilan bertindak guru yang didasarkan kepada pengertian tentang sifat-sifat dan kekuatan yang mendorong kepada pengertian sifat-sitat kelas dan kekuatan mereka bertindak (Made Piaria) Seorang guru harus menguasai kelas secara baik. 8. keterampilan mengadakan pendekatan secara pribadi dan keterampilan membimbmg dan memudahkan cara belajar siswa. Lebih lagi jumlah orang dalam kelompok ini kecil dan emosi mereka masih belum stabil. Keterampilan membimbing diskusi merpakan keterampilan yaag cukup kompleks dan memerlukan penguasaan keterampilan-keterampilan sebelumnya. keterampilan memberikan penguatan. mengadakan variasi. Keierampiian menulup pclajaran Belajar dapat dikatakan suatu proses yang tidak pernah berhenti karena merupakan suatu proses yang berkelanjutan ke arah kesempurnaan dan setiap kali suatu interaksi di kelas diakhiri pada . Di sini para guru harus berdiri sebagai moderator yang tidak memihak kepada kelompok diskusi dan harus mengarah kepada topik yang sedang dibahas agar pelajaran tidak menyimpang kemana-mana. 9. Keberhasilannya sangat ditentukan oleh kemampuan. bila guru tidak berpengalamnn dalam membimbing diskusi kelompok kecil maka akan terjadi keributan yang bisa menimbulkan kekacauan dan pelajaran tidak bisa dilanjutkan. Menurut Hasibuan dan Moejiono (I9S6) ada empat komponen yang harus oleh guna untuk menyelenggarkan pengajaran perseorangan yaitu: merencanakan dan melaksanakan kegialan belajar mengajar. salah satu variasi tersebut adalah diskusi kelompok kecil. kreatifitas. serta hubungan antar guru dengan siswa dan hubungan antar siswa. keterampilan mengorganisir. 7. Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil Agar kegiatan belajar mengajar tidak menoton maka diadakanlah variasi (dalam mengajar. yakni ketrampilan bertanya. karena tidak jarang para guru menemukan kelas yang secara sengaja membuat keributan karena kelas tersebut dari awal tidak ada pengelolaannya.

Apabila kesembilan keierampilan mengajar di atas sudah dikuasai oleh seorang guru. Dalam menutup pelajaran yang telah diberikan seorang guru harus mampu menguasai beberapa cara yaitu: (1). Merangkum kembali bahan pelajaran yang sudah dipelajari.minggu berikutnya interaksi itu pasti akan dilanjutkan. SPd Guru MTSN Bercmbang Mnaro Jambi . (2). Menyuruh siswa membuat ringkasan bahan yang sudah dipelajari dan (3).*** Fitriani. bukan tidak mungkin proses belajar mengajar di sekolah akan berjalan kondusif dan dinamis. menutup pelajaran bukan berarti selesainya saluruh proses belajar mengajar akan tetapi menutup pelajaran berarti mengakhiri pelajaran ini dari pelajaran dan menyimpulkan apa yang telah dipelajari. Mengadakan evaluasi tentang bahan pelajaran yang akan diberikan. Menutup pelajaran identik dengan mengakhiri pelajaran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful