P. 1
Pengaruh Prestasi Guru Terhadap Prestasi Siswa

Pengaruh Prestasi Guru Terhadap Prestasi Siswa

|Views: 289|Likes:
Published by Andi Ahmad Irfa

More info:

Published by: Andi Ahmad Irfa on May 31, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/13/2014

pdf

text

original

Pengaruh prestasi guru terhadap prestasi siswa Di sma negeri 2 barru

Bab I Pendahuluan A. Latar Belakang Saat sekarang ini begitu banyak siswa yang berprestasi di sekolah maupun diluar lingkungan sekolah, bahkan prestasi mereka itu tidak hanya tingkat sekolah, kabupaten, nasional, sekarang sudah banyak siswa yang memiliki prestasi hingga tingkat internasional. Prestasi siswa tersebut tidak luput dari usaha dan kemauan mereka untuk berprestasi, tetapi prestasi siswa juga ditunjang oleh pengalaman, instruksi, pengetahuan dari pembimbingnya disekolah maupun diluar lingkungan sekolah. Akan tetapi prestasi siswa disekolah itu sangat dipengaruhi oleh kemauan siswa dan guru siswa itu sendiri, kemauan guru juga sangat berpengaruh terhadap prestasi siswa dikarenakan adanya dorongan dari luar diri siswa itu yang begitu sangat besar, karena siswa itu merasakan semangat untuk berprestasi pada bidang tertentu. Akan tetapi kemauan siswa untuk berprestasi yang besar akan sia-sia bahkan membuat minat siswa untuk berprestasi berkurang apabila tidak dibarengi dengan kemauan dan kemampuan guru pembimbing siswa. Kemauan dan kemampuan guru menunjang prestasi siswa, karena apabila kemauan dan kemampuan guru itu sangat besar dalam peningkatan prestasi siswa, maka dengan sendirinya akan muncul kemauan sendiri dari dalam diri siswa itu sendiri. Pada dasarnya terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan pendidikan, antara lain: guru, siswa, sarana dan prasarana, lingkungan pendidikan, kurikulum. Dari beberapa faktor tersebut, guru dalam kegiatan proses pembelajaran di sekolah menempati kedudukan yang sangat penting dan tanpa mengabaikan faktor penunjang yang lain, guru sebagai subyek pendidikan sangat menentukan keberhasilan pendidikan itu sendiri. Studi yang dilakukan Heyneman & Loxley pada tahun 1983 di 29 negara menemukan bahwa di antara berbagai masukan (input) yang menentukan mutu pendidikan (yang ditunjukkan oleh prestasi belajar siswa) sepertiganya ditentukan oleh guru. Peranan guru makin penting lagi di tengah keterbatasan sarana dan prasarana sebagaimana dialami oleh negara-negara sedang berkembang. Lengkapnya hasil studi itu adalah : di 16 negara sedang berkembang, guru memberi kontribusi terhadap prestasi belajar sebesar 34%, sedangkan manajemen 22%, waktu belajar 18% dan sarana fisik 26%. Di 13 negara industri, kontribusi guru adalah 36%, manajemen 23%, waktu belajar 22% dan sarana fisik 19% (Dedi Supriadi, 1999: 178). Hasil pe nelitian yang dilakukan oleh Nana Sudjana (2002: 42) menunjukkan bahwa 76,6% hasil belajar siswa dipengaruhi oleh kinerja guru, dengan rincian: kemampuan guru mengajar memberikan sumbangan 32,43%, penguasaan materi pelajaran memberikan sumbangan 32,38% dan sikap guru terhadap mata pelajaran memberikan sumbangan 8,60%. Harus diakui bahwa guru merupakan faktor utama dalam proses pendidikan.

Lingkungan kerja mendapat . kekuasaan terpusat dan bawahan dianggap harus mengikuti kemauannya atau hanya sebagai pengikut yang melaksanakan apa yang diperintahkan. Tipe-tipe kepemimpinan menurut Manley Jones seperti dikutif oleh Lindung Hutagalung terdiri atas tiga tipe kepemimpinan. aspek lain yang juga mungkin mempunyai hubungan yang berarti dengan sikap guru pada proses pembelajaran adalah persepsi guru terhadap kondisi lingkungan kerja ditempat ia bertugas. namun bila tidak ditunjang oleh keberadaan guru yang berkualitas. memang memungkinkan menjadi bahan wacana sehubungan dengan adanya beberapa tipe kepemimpinan. Peningkatan prestasi belajar siswa akan dipengaruhi oleh kualitas proses pembelajaran di kelas. Otokratik. Demokratik. memotivasi dan mengawasi berkorelasi positif terhadap guru-guru dalam bertugas. akan mewarnai perilaku guru dalam melaksanakan tugas mengajar. Lepas tangan (leisse fair). (2). Kondisi sebagaimana disebutkan di atas. yaitu pemimpin yang menyerahkan hampir seluruh kepemimpinannya pada bawahannya. pada waktu dengan isi yang diatur sedemikian rupa oleh sekolah dengan aspek-aspek pokok yang terdiri dari perencanaan. apakah guru-guru merasa bahwa kepala sekolahnya cukup memberikan bimbingan kepada guru-guru dalam melaksanakan tugas. Kelancaran proses pendidikan dan pengajaran di sekolah banyak ditentukan oleh sikap dan perilaku guru dalam melaksanakan tugas mengajar. maka mustahil akan menimbulkan proses belajar dan pembelajaran yang maksimal (Neni Utami. baik guru berperan sebagai fasilitator. Di sini paling berperan adalah bawahan. Selain kepemimpinan kepala sekolah. pemimpin yang betindak keras. membimbing. misalnya apakah guru merasa bahwa kepala sekolahnya dalam memberikan tugas-tugas tertentu kepadanya diikuti dengan arahan-arahan yang jelas dan konsisten. Proses pembelajaran itu merupakan proses interaksi akademis antara guru dan siswa ditempat. 2003: 1). Oleh karena itu untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. pembimbing maupun sebagai pencipta lingkungan belajar. yaitu : (1). apakah guru merasa bahwa kepala sekolahnya bertindak cukup baik dalam mengawasi guru-guru dalam bertugas. Berdasarkan uraian tersebut di atas timbul pertanyaan. Para akhli pendidikan sepakat kepemimpinan kepala sekolah dalam mengarahkan. Sikap guru terhadap proses pembelajaran. proses pembelajaran di kelas harus berlangsung dengan baik.Meskipun fasilitas pendidikannya lengkap dan canggih. pelaksanaan dan evaluasi. yaitu pemimpin yang mengikut sertakan bawahan didalam pengambilan keputusan (terutama sebagai sumber informasi) dan kesepakatan merupakan dasar kepemimpinannya. Persepsi guru terhadap kepemimpinan sekolah diperkirakan berpengaruh pula terhadap bagaimana perilaku kepala sekolah dalam memimpin guru-guru dan pegawai lainnya di sekolah. berdaya guna dan berhasil guna. Sedangkan mengajar merupakan tugas utama seorang guru yang wajib berdampak positif untuk dirinya dan siswa. (3). benarkah persepsi guru terhadap kepemimpinan kepala sekolah mempunyai hubungan yang berarti dengan sikap guru pada proses pembelajaran. Guru sebagai pelaksana pendidikan nasional merupakan faktor kunci.

Motivasi intern munculkarena adanya faktor dari dalam. Dalam proses pembelajaran. Kirkpatrick (1988: 20) mendefinisikan belajar sebagai ” …. karena guru merupakan ujung tombak dan pelaksana terdepan pendidikan anak-anak di sekolah (Depdikbud. Nana Sudjana (2002 : 29) menyatakan bahwa mengajar adalah suatu proses mengatur dan mengorganisasi lingkungan yang ada disekitar siswa sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong siswa melakukan kegiatan belajar.pertimbangan karena antara guru dengan lingkungan kerja tempat bertugas terjadi saling pengaruh mempengaruhi. kecakapan dan kema mpuannya. mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar siswa sehingga menumbuhkan dan mendorong siswa melakukan kegiatan belajar. 1991/1992). yaitu motivasi intern (internal motivation ) dan motiva si ekstern ( external motivation ). and/or inc rease skill as a result of attending the program”. Lingkungan kerja yang baik akan memberikan rangsangan kepada guru untuk dapat bekerja dengan nyaman dan baik.. Inti pengertian be lajar dari dari dua pendapat tersebut adalah sama.Pembelajaran yang sering juga disebut dengan belajar mengajar. Guru yang mempunyai kinerja yang baik akan mampu menumbuhkan semangat dan motivasi belajar siswa yang lebih baik. sebagai terjemahan dari istilah “instruction ” terdiri dari dua kata. belajar dan mengajar ( teaching and learning ).participants change attitudes. yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran faktor eksternal yang ma mpu mempengaruhi motivasi belajar siswa adalah kinerja guru. benarkah persepsi guru terhadap kepemimpinan kepala sekolah guru terhadap lingkungan kerjanya mempunyai hubungan yang berarti dengan sikap guru pada proses pembelajaran. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan. improve knowledge. Lingkungan kerja merupakan tempat dan unsur-unsur dinamis yang ada disekitar seseorang bekerja. Pela ku belajar adalah siswa sedangkan pelaku pengajar (pembelajar) adalah guru. Perubahan sebagai hasil proses belajar dapat ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti berubah pengetahuannya. terutama dari lingkungan. yaitu adanya peruba han yang relatif permanen di dalam diri siswa. yakni proses mengatur. daya penerimaannya dan lain-lain aspek yang ada pada individu. Dalam konteks program pelatihan ( training program ). Pengalaman dalam kegiatan belajar dapat merupa kan sesuatu yang dialami sendiri maupun pengalaman orang lain. Kegiatan siswa dan kegiatan guru berlangsung dalam proses yang . Motivasi belajar siswa dapat dibedakan menjadi dua. terdapat dua ke giatan yang terjadi dalam satu kesatuan waktu dengan pelaku yang berbeda. Demikian pula sebaliknya. Belajar adalah perubahan perilaku yang relatif permanen sebagai akibat pengalaman. bila lingkungan kerja kurang mendukung akan mempengaruhi optimalisasi kerja yang dilakukan. dan sebagai pengembang kurikulum. Guru sebagai pendidik dalam melaksanakan tugas mengajar akan dipengaruhi oleh lingkungan kerja dimana guru mengajar. sedangkan motivasi ektern muncul karena adanya faktor dari luar. mengajarpun pada hakikatnya adalah suatu proses. Sama halnya dengan belajar. Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pa da diri seseorang. daya reaksinya. ya itu karena adanya kebutuhan. Hal ini sesuai dengan pe ndapat Ormrod (2003: 188) yang mengatakan bahwa “Le arning is a relatively permanent change in behavior dueto experience”. Proses pembelajaran akan berlangsung dengan baik apabila didukung oleh guru yang mempunyai kompetensi dan kinerja yang tinggi.

begitu juga sebaliknya. Variabel Guru : Faktor dari variabel guru yang dapat mempengaruhi keberhasilan belajar siswa meliputi tingkat pendidikan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas pembelajaran adalah variabel guru. yaitu : (a). b) va riabel sekola h. meliputi: ukuran kelas. kemampuan mengajar. dan variasi dalam menggunakan strategi mengaja r. Artinya kalau guru yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran mempunyai kinerja yang bagus. (d). dan motivasi. c) variabe l konteks kelas. ukuran sekolah dan komposisi etnik. sikap yang me nyenangkan. Dari faktor proses pembelajaran meliputi kinerja guru. Jadi. ukuran ruang. Variabel Produk : Variabel produk dibedakan antara hasil jangka pendek (segera) seperti sikap terhadap mata pelajaran dan perkembangan dalam kecakapan serta hasil jangka panjang seperti kecakapan profesioanal atau kecakapan dalam bidang kerja tertentu. keberhasilan proses pembelajaran tidak terlepas dari faktor guru dan siswa.11). bahkan sebagai penyelenggara pendidikan di sekolah. Menurut Cruickshank. Variabel Konteks : Faktor variabel konteks dibedakan menjadi tiga. meliputi: iklim. Meningkatnya kualitas pembelajaran. yang dapat dibedakan menjadi sikap dan motivasi belajar siswa. Berda sarkan pendapat di atas dapat diketahui bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar siswa adalah faktor proses pembelajaran. akan mampu meningka tkan hasil belajar siswa. faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa dapat dibedakan menjadi empat variabel. Faktor guru yang paling dominan mempengaruhi kualitas pembelajaran adalah kinerja guru. kinerja guru yang mempunyai pengaruh secara langsung terhadap proses pembelajaran adalah kinerja guru dalam kelas atau teacher classrroom performance (Cruickshank. akan mampu meningkatkan sikap dan motivasi belajar siswa yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pembelajaran. cahaya. pengetahua n dan sikap yang telah ada pada diri siswa. dalam proses pembelajaran terjadi hubungan yang interaktif antara guru dengan siswa dalam ikatan tujuan instruksiona l. yaitu: a) kinerja guru dalam kelas. karena gurulah yang bertanggung jawab terhadap proses pembelajaran di kelas. di antara berbagai masukan (input ) ya ng menentuka n mutu pendidikan (yang ditunjukkan oleh presta si belajar siswa) sepertiganya ditentukan oleh guru. 1990: 5). Berdasarkan pendapat tersebut di atas diketahui bahwa kinerja guru merupakan faktor yang dominan dalam menentukan kualitas pembelajaran. Guru yang me mpunyai kinerja yang baik akan mampu menumbuhkan sikap positif dan meningkatkan motivasi belajar bagi para siswanya. semangat dalam mengajar. sikap dan motivasi belajar siswa. Menurut Cruickshank (1990: 10 . kebisingan) (c). Karena pelaku dalam proses pembelajaran adalah guru dengan siswa.berka itan untuk mencapai tujuan instruksional tertentu. b) perilaku siswa dalam kegiatan pembelajaran. yaitu: a) variabel siswa. buku-buku yang tersedia dan lingkungan fisik kelas (suhu. Hal ini dapat dipahami karena guru yang mempunyai kinerja bagus dalam kelas akan mampu . yang meliputi: kejelasan dalam menyampaikan pelajaran. Menurut Dedi Supriadi (1999: 178). Variabel Proses : Faktor variabel proses pembelajaran yang mempengaruhi keberhasilan belajar siswa dibedakan menjadi dua. IQ. Guru mempunyai pengaruh yang cukup dominan terhadap kualitas pembelajara n. yang meliputi: kemampuan. Kinerja guru yang berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa adalah kinerja guru dalam kelas. (b). keramaian (kebisingan).

artinya untuk memiliki kinerja yang baik guru harus didukung de ngan kompetensi yang baik. ada pendapat lain yang mengata kan bahwa kinerja guru adalah kemampuan guru untuk mendemonstrasikan berbagai kecakapan dan kompetensi yang dimilikinya (Depdiknas. Suryadi Prawirosentono (1999: 2) mendefinisikan kinerja sebagai hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi dalam rangka upaya mencapai tujuan secara legal. kompetensi guru terdiri dari: a) kompetensi pedagogik. Sementara itu. Istilah kinerja dimaksudkan sebagai terjemahan dari istilah “performance”. Kompetensi kepribadian adala h kemampuan ke pribadian yang mantap. dan merasa mudah memahami materi yang disajikan oleh guru. Kompetensi profesional adalah kemampuan .menjelaskan pelajaran dengan baik. Menurut pasal 28 ayat 3 PP Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan pasal 10 ayat 1 UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. sementara motivasi menunjuk pada keingingan (de sire) individu untuk menunjukkan perilaku dan ke sediaan berusaha. Esensi dari kinerja guru tidak lain merupakan kemampuan guru dalam menunjukkan kecakapan atau kompetensi yang dimilikinya dalam dunia kerja yang sebenarnya. Dunia kerja guru yang sebenarnya adalah membelajarkan siswa dalam kegiatan pembelajaran di kelas. sepe rti bakat atau kemampuan. mampu menggunakan media pembelajaran dengan baik. senang dengan kegiatan pembelajaran yang diikuti. Tanpa memiliki kompetensi yang baik seorang guru tidak akan mungkin dapat memiliki kinerja yang baik. menjadi teladan bagi peserta didik dan be rakhlak mulia. Kemampuan menunjuk pada kecakapan seseorang dalam mengerjakan tugas-tugas tertentu. Pendapat tersebut menunjukka n bahwa kinerja merupakan perwujudan da ri kemampuan dalam bentuk karya nyata. kinerja guru merupakan perwujudan kompetensi guru yang mencakup kemampuan dan motivasi untuk menyelesaikan tugas da n motivasi untuk berkembang. kinerja bukan merupakan karakteristik seseorang. Kinerja dalam kaitannya dengan jabatan diartikan sebagai hasil yang dicapai yang berkaitan dengan fungsi jabatan dalam periode waktu tertentu (Kane. seorang guru yang memiliki kompetensi yang baik belum tentu memiliki kinerja yang baik. Sebaliknya. d) kompetensi sosial. 2004 : 11). dan. Berdasarkan ungkapan tersebut di atas berarti kinerja guru (teacherperformance) berkaitan dengan kompe tensi guru. dewasa. arif dan berwibawa. Orang akan mengerjakan tugas yang terbaik jika memiliki kemauan dan keinginan untuk melaksanakan tugas itu dengan baik. b) kompetensi kepribadian. 1986:237). perancangan dan pe laksanaan pembelajaran. Menurut Kane (1986:237). kinerja dipandang sebagai hasil perkalian antara kemampuan dan motivasi. Kinerja guru sama dengan kompetensi plus motiva si untuk menunaikan tugas dan motivasi untuk berkembang. Oleh karena itu. mampu menumbuhkan motivasi belajar siswa dengan baik. Kompetensi pedagogik adalah kemampuan menge lola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman peserta didik. stabil. c) kompetensi profesional. Menurut Muhammad Arifin (2004: 9). tetapi merupakan perwujudan dari bakat atau kemampuan itu sendiri. mampu membimbing dan menga rahkan siswa dalam pembelajaran sehingga siswa akan memiliki semangat dalam belajar.

Motivasi memiliki pengaruh te rhadap perilaku belajar siswa. e. Berdasarkan beberapa uraian di atas dapat disimpulkan bahwa motif merupakan suatu potensi yang ada pada individu yang sifatnya laten atau potensi yang terbentuk dari pengalaman. Salah satu indikator kualitas pembelajaran adalah adanya semangat maupun motivasi belajar dari para siswa. sedangkan motivasi adalah kondisi yang muncul dalam diri individu yang .memahami kara kteristik peserta didik.menguasai pengelolaan pembelajaran. Manullang (1991: 34) menyatakan bahwa motif adalah suatu faktor internal yang menggugah. yaitu motivasi mendorong meningka tnya semangat dan ketekunan dalam belajar. sesama pendidik. menyatakan bahwa motivasi pada umumnya didefinisika n sebagai sesuatu yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan.b. orangtua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar. menguasai penilaian hasil belajar siswa. Pengertian tersebut memandang motif dan motivasi dalam pengertian yang sama karena definisinya mengandung pengertian sebagai konsep. Motivation has several effect on students’ learning and behavior:It direc ts behavior toward particular goal.menguasai bidang studi atau bahan ajar. 2003: 368 -369). Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disusun rumusan kompetensi guru SMP yang mempengaruhi kinerja guru dalam kelas.c.It increases initiation of. motivasi merupakan daya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas guna mencapai tujuan tertentu. tenaga kependidikan. Ormrod menguraikan bagaimana pengaruh motivasi terhadap kegiatan belajar sebagai berikut.It leads to increased effort and energy. Keempat kompetensi tersebut yang mempenga ruhi kinerja guru dalam kelas secara langsung adalah kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional. Motivasi belajar memegang peranan yang penting dalam memberi gairah. Rumusan tersebut difokuskan pada kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional. Ada pun rumusan kompetensi guru SMP yang mempengaruhi kinerja guru dalam kelas adalah:a. sebagai pendorong serta menggambarkan tujuan dan perilaku. Dala m pengertian umum. and persistence in activities. mengarahkan dan menentukan atau memilih perilaku. Kompetensi sosial adalah kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. It le ad to improved performance (Ormrod. semangat dan rasa senang dalam belajar sehingga siswa yang mempunyai motivasi tinggi mempunyai energy yang banyak untuk melaksanakan kegiatan belajar yang pada akhirnya akan mampu memperoleh prestasi yang lebih baik.It enhances cognitive processing. Motivasi belajar siswa memiliki pengaruh yang cukup kuat terhadap keberhasilan proses maupun hasil belaja r siswa.penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang diteta pkan dalam Standar Nasional Pendidikan. kemauan dan keinginan yang menyebabkan timbulnya suatu perasaan yang kuat untuk memenuhi kebutuhan.menguasai metode dan strategi pembelajaran.d. mengarahkan dan mengintegrasikan tingkah laku seseorang yang didorong oleh kebutuhan. Woolfolk & Nicolich (1984: 270). McClelland dalam Teeva n dan Birney (1964: 98) me ngartikan motif sebagai suatu dorongan yang menggerakan.

senang dengan kegiatan pembelajaran yang diikuti. begitu juga sebaliknya . mampu menumbuhkan motivasi belajar siswa dengan baik. Hal ini dapat dipahami karena guru yang mempunyai kinerja bagus dalam kelas akan mampu menjelaskan pelajaran dengan baik. mampu menggunakan media pembelajaran dengan baik. Artinya kalau guru yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran mempunyai kinerja yang bagus. B. sehingga mendorong mengaktifkan perilaku menjadi tindakan nyata.kejadian yang diamati oleh individu. dan merasa mudah memahami materi yang disajikan oleh guru. ma mpu membimbing dan mengarahka n siswa dalam pembelajaran sehingga siswa akan me miliki semangat dan motivasi dalam belajar. Kinerja guru dalam kelas merupakan faktor yang dominan dalam menentukan motivasi belajar siswa serta kualitas pembelajaran.disebabkan oleh interaksi antara motif dengan kejadian. akan mampu meningkatkan kualitas pembe lajaran. .

com/2011/02/pengaruh-kinerja-guru-terhadapmotivasi.blogspot.http://subagio-subagio.html .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->