SEJARAH PERKEMBANGAN AKHLAK TASAWUF Sejarah Perkembangan Akhlak Ditelusuri dari aspek kebangsaan, dapat dijelaskan sebagai berikut

: A. Akhlak pada bangsa Yunani • Ditandai dengan munculnya Sophisticians, yaitu orang-orang yang bijaksana. • Dasar pemikirannya: rasionalistik, baik dan buruk didasarkan pada pertimbangan akal pikiran. Argumentasinya didasarkan pada filsafat tentang manusia (anthropocentris), terkait dengan kejiwaan manusia. Akhlak adalah sesuatu yang fitri yang ada dalam diri manusia. • Tokohnya: - Socrates (469-399 SM): membentuk pola hubungan antara manusia dengan dasar ilmu pengetahuan. - Plato (427-347 SM): mengemukakan teori contoh, yaitu apa yang terdapat pada lahiriyah sebenarnya telah ada contoh sebelumnya yang ada dalam bayangan dari yang tidak tampak (alam rohani atau alam ide). Teorinya ini terdapat dalam bukunya: Republik. - Aristoteles (394-322 SM): mengemukakan teori pertengahan; yang baik adalah yang berada di tengah-tengah. Tujuan akhir manusia adalah kebahagiaan. Untuk mencapai kebahagiaan adalah dengan menggunakan ilmu pengetahuan. B. Akhlak pada Agama Nasrani • Dasarnya adalah teocentris, Tuhan adalah sumber akhlak. • Tuhan yang menentukan dan membentuk patokan akhlak. • Menekankan pada aspek sufistik (dimensi batin). • Pendorong kebaikan adalah cinta dan iman kepada Tuhan berdasarkan kitab Taurat. C. Akhlak pada bangsa Romawi • Dibangun berdasarkan perpaduan antara ajaran Yunani (anthropocentris) dengan ajaran Nasrani (Teocentris). • Tokohnya: Abelard (1079-1142 M) dari Perancis, dan Thomas Aquinas (1226-1274 M) dari Italia. D. Akhlak pada Agama Islam • Titik pangkal pada wahyu Tuhan dan akal manusia. • Al-Qur’an memberi perhatian besar pada pembinaan akhlak. • Nabi menjadi role model dalam pembinaan akhlak dalam penyebaran Islam. Sejarah Perkembangan Tasawuf • Masa Rasulullah belum ada istilah tasawuf. • Benih-benih tasawuf ditemukan pada perilaku dan sifat Nabi, seperti ketika berkhalwat di gua hira. • Kehidupan para sahabat juga mencerminkan kehidupan sebagai sufi seperti sikap zuhud dan qana’ah. • Masa Tabi’in: ada istilah Nussak, yaitu orang-orang yang menyediakan dirinya untuk beribadah kepada Allah. Tokohnya Hasan Basri, yang benar-benar mempraktekkan tasawuf dengan memunculkan konsep khauf dan raja’. • Istilah tasawuf muncul pada abad ke 2 H. Kata sufi pertama kali digunakan oleh Abu Hasyim, seorang Zahid dari Syria (w. 780 M). Dia mendirikan Takya, semacam padepokan sufi yang pertama. • Tasawuf muncul sebagai respon terhadap praktek kehidupan para raja yang penuh dengan kemewahan. Para sufi memperbanyak zikir, zuhud, tadarus al-Qur’an, salat sunnah dan sebagainya. Tasawuf menjadi pengajian yang dipimpin oleh guru sufi. • Abad ke 3 H: muncul tasawuf yang menonjolkan pemikiran eksklusif (tasawuf falsafi) seperti Al-Hallaj dengan konsep hulul. • Abad ke 5 H: muncul Al-Ghazali, yang mendasarkan tasawuf hanya pada al-Qur’an dan hadis dan bertujuan asketisme, hidup sederhana, pelurusan jiwa, dan pembinaan moral. • Abd ke 6 H berkembang tarekat-tarekat untuk melatih dan mendidik para murid seperti yang dilakukan oleh Sayid Ahmad Rifa’I (w. 570 H), dan Sayid Abdul Qadir Jaelani (w. 651 M). • Sejak abad ke 6 H muncul perpaduan antara tasawuf akhlaki dengan falsafi dengan tokoh seperti: Suhrawardi Al-Maqtul dan Ibn Arabi. Kuliah Ketiga ETIKA, MORAL, SUSILA, DAN AKHLAK Etika • Secara bahasa etika berasal dari bahasa Yunani; ethos; yang berarti watak kesusilaan atau adat. Etika dalam kamus diartikan sebagai ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak. • Menurut istilah etika adalah ilmu yang menjelaskan baik dan buruk dan menerangkan apa yang seharusnya dilakukan manusia

Menurut W. berubah-ubah sesuai dengan tuntutan zaman.Moral muncul karena pertimbangan suasana . perkataan dan perintah tidak langsung kehendak Nabi.Etika sumber acuannya adalah akal . Islam tidak muncul di dalam ruang hampa.(Ahmad Amin). • Acuan moral adalah system nilai yang hidp dan diberlakukan dalam masyarakat. Sumber atau acuan: . dasar. dan pendidikan baru. Susila • Berasal dari bahasa Sanskerta. sedangkan moral menggunakan norma yang hidup dalam masyarakat. MORAL. tetapi di tengah-tengah kondisi sosial yang penuh dengan pertentangan antar lapisan .Akhlak muncul secara spontan atau tanpa pertimbangan. • Susila atau kesusilaan diartikan sebagai aturan hidup yang lebih baik. memasyarakatkan hidup yang sesuai dengan norma/nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Ukuran: yaitu baik dan buruk 3. Mereka berasal dari dua sumber utama. Summer. • Perbedaan keduanya terletak pada tolok ukur penilaian perbuatan. salah. yaitu al-Qur’an dan Sunnah. DAN AKHLAK • Persamaan ketiganya terletak pada fungsi dan peran.Etika muncul ketika ad aide .Etika bersifat filososfis . berasal dari pikiran atau filsafat. Tujuan utama Islam. SUMBER AJARAN AKHLAK Akhlak dalam banyak bebudayaan selain Islam ditentukan oleh kondisi-kondisi setempat dan karenanya dapat berubah. atau aturan. ialah memberi manusia petunjuk dan pendidikan baru yang dasar. Akhlak dan adat istiadat Islami bukan hal tidak sadar. dan oleh karena itu. Dalam kamus moral diartikan sebagai penentuan baik dan buruk terhadap perbuatan dan kelakuan. 3. dan susila: artinya prinsip. perbuatan. karena didasarkan pada pemikiran manusia dan diarahkan pada perbuatan manusia. sebagai penilai perbuatan manusia.Akhlak merupakan perpaduan antara wahyu dan akal 3. 2. • Persamaan antara moral dan etika terletak pada objeknya yaitu: perbuatan manusia. Etika menggunakan akal sebagai tolok ukur. dan beradab. atau buruk. Tujuan: membentuk kepribadian manusia PERBEDAAN 1. Proses munculnya perbuatan: . serta isinya berbeda dari pola-pola yang digunakan masyarakat Arab jahiliyah selama berabad-abad.Akhlak bersumber dari wahyu 2.Moral bersifat empiris . Sifat Pemikiran: .G. Fungsi. baik ditinjau dari aspek agama. pendapat. PERSAMAAN ETIKA. dalam pengertian yang sangat tepat merupakan wahyu Ilahi.Moral sumbernya norma atau adapt istiadat . tetapi hasil-hasil ini merupakan konsekwensi yang tidak pernah disadari dan tidak diduga sebelumnya ataupun diharapkan”. Objek: yaitu perbuatan manusia 2. • Konsep etika bersifat humanistis dan anthropocentris. 4. • Secara rinci persamaan tersebut terdapat dalam tiga hal: 1. sopan. Dengan kata lain etika adalah aturan yang dihasilkan oleh akal manusia. “Dari berbagai kebutuhan yang berulang muncullah kebiasaan-kebiasaan individu dan adat istiadat kelompok. yaitu menentukan hukum atau nilai dari suatu perbuatan manusia untuk ditetapkan baik atau buruk. Moral • Secara bahasa berasal dari kata mores (latin) yang berarti adat kebiasaan. perangai. Su: artinya baik. risalah. baik. • Komponen yang terdapat dalam etika meliputi 4 hal: 1. yaitu perbuatan manusia. Objek. • Kesusilaan merupakan upaya membimbing. alam fikiran. Kelahiran Islam di Semenanjung Arabia menandai datangnya suatu era. Sifat. maupun filsafat. esensi. Sumber. kehendak. • Istilah: moral merupakan istilah untuk menentukan batas-batas dari sifat. yang secara layak dapat dikatakan benar.

Keyakinannya akan hari kemudian/pembalasan. Akhlak juga dapat di rumuskan sebagai satu sifat atau sikap kepribadian yang melahirkan perbuatan manusia dalam usaha membentuk kehidupan yang sempurna berdasarkan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan Allah. dapatlah didefinisikan sebagai berikut: ”Satu ilmu yang membahas tatanilai. dengan segala pengabdiannya kepada Allah. sebagai standar dan pedoman utama bagi setiap moral muslim. Islam dengan dua sumber yaitu Al-Quran dan As-Sunnah yang menjadi pegangan dalam menentukan segala urusan dunia dan akhirat. terutama mengenai hubungan antara individu dan penciptanya. Kondisi tersebut berdampak pada tingkah laku sehari-hari individu serta aspek-aspek kehidupan material dan mental masyarkat jahiliyah. . berasaskan dari al-Qur’an dan al-Hadits. 5. spiritual. dalam interaksi antara manusia dengan Allah. Pandangan Islam tentang hakikat pendidikan akhlak bersifat mendalam dan menyeluruh. kemudian berupaya membangun kebudayaan yang memberi landasan kekuatan dan kemajuan bagi diri mereka sendiri dan masyarakat sekitar. Ia memberi sangsi terhadap moral dalam kecintaan dan kekuatannya kepada Allah swt. Dalam dasar akhlaki pendidikan Islam terlihat arah pandang yang komprehensif. manusia dengan hewan. Prinsip-prinsip dan kaedah ilmu akhlak Islam semuanya didasarkan kepada wahyu yang bersifat mutlak dan tepat neraca timbangannya. membawa konsekwensi logis. hukum-hukum dan prinsip-prinsip tertentu untuk mengenal sifat-sifat keutamaan untuk dihayati dan diamalkan dan mengenal sifat-sifat tercela untuk dijauhi dengan tujuan membersihkan jiwa berdasarkan wahyu Ilahi untuk mencapai keridhaan Allah swt”. dengan malaikat. ialah menghambakan dirinya kepada Allah untuk mencapai keridhaan-Nya. Dengan kata lain. Drs. hidup sejahtera lahir dan batin. yang menurut kodratnya cenderung kepada kebaikan dan benci pada keburukan. Adapun konsep Islam tentang dasar pendidikan akhlak adalah sebagai berikut: 1. Islam pada esensinya merupakan pendidikan baru bagi masyarakat jahiliyah. mencakup semua aspek positif perkembangan integral: Intelektual.sosial. 4. 2. Apabila melihat pembahasan bidang akhlak Islamiah sebagai satu ilmu berdasarkan kepada dua sumber yang mutlak ini. dan aspek-aspek perkembangan lainnya. kebijaksanaan. Dengan kata lain. 3. dengan janji dan sangsi Ilahi yang maha adil. tidak terikat pada pada suatu pandangan tertentu dan tidak bertentangan dengan teori atau filsafat pendidikan manapun. Nasir menyebutkan bahwa akhlak Islami berkisar pada: 1. dengan jin dan juga dengan alam sekitar. diinterpretasikan oleh para ulama mujtahid. Pendidikan tersebut pada gilirannya membuat masyarakat Islam menjadi masyarakat terdidik yang secara sadar dengan fikiran terbuka. 3. Sehubngan dengan akhlak Islami. Swt. Islam bukan moral yang baru yang bertentangan dengan ajaran jiwa Islam. Dengan keyakinannya terhadap kebenaran wahyu Allah dan Sunnah Rasul-Nya. dalam kehidupan masa kini dan masa yang akan datang. kelompok dan masyarakat. Sahilun A. Tujuan hidup setiap Muslim. manusia dengan sesama manusia. tidak pula mengutamakan sebagian atas sebagian yang lain. 2. Tuntunan moral sesuai dengan bisikan hati nurani. Ajaran akhlak Islam meliputi segala segi hidup dan kehidupan manusia berdasarkan asas kebaikan dan bebas dari segala kejahatan. Islam tidak hanya mengajarkan tetapi menegakannya. fisik. tanpa perasaan adanya tekanan-tekanan dari luar. Konsep tersebut menghendaki penggunaan segala metode dan sarana pendidikan: tidak terpusat pada satu metode atau sarana tertentu. akhlak ialah suatu sistem yang menilai perbuatan lahir dan batin manusia baik secara individu. dan pelajaran yang baik mampu melepaskan diri dari faktor-faktor penyebab keterbelakangan. kejumudan berfikir dan kekacauan alam fikiran. Kedua sumber itulah yang menjadi sumber akhlak Islamiah. mendorong manusia berbuat baik dan berusaha menjadi manusia sebaik mungkin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful