Makalah Urine

MAKALAH URINE

BIOKIMIA
Dosen: Sudirin Amd

Disusun Oleh :

Disusun Oleh : Nama : I Putu M Istanuddin NIM : 04.11.2951 Kelas : D/KP/II Kelompok : 7 D

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SURYA GLOBAL YOGYAKARTA 2012

Mungkin makalah ini belum sepenuhnya sempurna oleh karna itu saran beserta kritik tentang makalah ini sangat saya harapkan agar nantinya saya dapat lebih memperbaiki makalah ini. kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul URINE tepat pada waktunya. Yogyakarta. Semoga makalah ini memenuhi kriteria penilaian dan bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih penulis ucapkan kepada sumber-sumber yang telah membantu saya dalam menyelesaikan makalah ini. Mei 2012 Penulis .KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karuniaNya. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas praktikum BIOKIMIA.

......... Latar Belakang ........................................................... A................................................................................................................ C........................... E.............................................. C... DAFTAR ISI ........................................................................... ...................... D..................... B................................. BAB I PENDAHULUAN ....................... B............................................. Pemerikasaan Urine ............. Komposisi urin.................................................................. Pandangan awal tentang urine ...... URINE A..................................................................................................................................................... Fungsi urine ...................................................... Uji coba urine melalui benedict dan heller ......................................................................................................... Tujuan Penulisan ............................ C... Batasan Masalah ........ Komposisi urine ........................................................... BAB III PENUTUP ................ D................... D............... Fungsi urine ..................... B....................... Sejarah urine ...................................................... Pengertian Urine ............................. BAB III PEMBAHASAN . DAFTAR PUSTAKA .......................... Saran-saran ............................................. Kesimpulan ...................... A..................................................................................................................................... KATA PENGANTAR ................................................................... B... Sistematika Penulisan ................................................................. F............................... BAB II LANDASAN TEORI A......................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .................................. Pengertian Urine .............................................................................................................................................................................................................................................................

. D. B. Rumusan Masalah. Sistematika penulisan Makalah ini tersusun atas BAB I PENDAHULUAN yang tersusun dari Latar Belakang. Fungsi Urine.BAB I PENDAHULUAN A. BAB II PEMBAHASAN Terdiri dari pengertian Urine. Latar Belakang Kita telah mengetahui bahwa manusia sebagai makhlum yang unik dengan kemampuan pengetahuan serta cara berfikirnya. Uji Coba Urine. Fungsi urine. dan Sejarah Urine. kita dapat mengetahui dan meneliti urine sebagai semple untuk mengetahui tingkat kesehatan atau gangguan-gangguan yang terjadi didalam tubuh manusia. Komposisi Urine. . Tujuan. Batasan Masalah Apa yang dimaksud dengan urine ? Apa kandungan urine ? Mengapa urine berwarna – warni ? Apa fungsi urine ? Bagaimana pemeriksaan urine ? C. BAB III PENUTUP Terdiri dari Kesimpulan dan Daftar Pustaka. dan fungsi urine sebagai petunjuk akan cermin kesehatan seseorang dan mampu melakukan uji coba mengenai urine. Kita mengetahui bahwa urine merupakan hasil pembuangan dari hasil sisa metabolisme serta zat-zat racun didalam tubuh yang dimana urine di produksi di ginjal. Komposisi Urine. Tujuan Dengan membaca makalah ini diharapkan kita mengetahui lebih banyak akan kandungan urine. Sebagai media pembuangan zat-zat sisa sisa serta racun di dalam tubuh. Sistematika Penulisan BAB I DASAR TEORI yang tersusun atas Pergertian Urine.

Komposisi Urin terdiri dari air dengan bahan terlarut berupa sisa metabolisme (seperti urea). Komposisi urin berubah sepanjang proses reabsorpsi ketika molekul yang penting bagi tubuh. Diabetes adalah suatu penyakit yang dapat dideteksi melalui urin. bakteri akan mengkontaminasi urin dan mengubah zat-zat di dalam urin dan menghasilkan bau yang khas. Dukun Aztec menggunakan urin untuk membasuh luka luar sebagai pencegah infeksi dan diminum untuk meredakan sakit lambung dan usus. . Pengertian Urine Urin atau air seni atau air kencing adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi. orang Kroyak meminum urin orang yang telah mengkonsumsi fly agaric (sejenis jamur beracun yang menyebabkan halusinasi bahkan kematian) atau sejenisnya untuk berkomunikasi dengan roh halus. Di Siberia. Anggapan umum menganggap urin sebagai zat yang “kotor”. Materi yang terkandung di dalam urin dapat diketahui melalui urinalisis. Fungsi Fungsi utama urin adalah untuk membuang zat sisa seperti racun atau obat-obatan dari dalam tubuh. terutama bau amonia yang dihasilkan dari urea. ada juga beberapa spesies yang menggunakan urin sebagai sarana komunikasi olfaktori. Cairan dan materi pembentuk urin berasal dari darah atau cairan interstisial. Hal ini berkaitan dengan kemungkinan urin tersebut berasal dari ginjal atau saluran kencing yang terinfeksi. Dahulu di Jepang. Namun. dibawa melalui ureter menuju kandung kemih. Urin seorang penderita diabetes akan mengandung gula yang tidak akan ditemukan dalam urin orang yang sehat. B. Eksreksi urin diperlukan untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostasis cairan tubuh. sehingga urinnya pun akan mengandung bakteri. garam terlarut. dan materi organik. Penderita dehidrasi akan mengeluarkan urin berwarna kuning pekat atau cokelat. Namun jika urin berasal dari ginjal dan saluran kencing yang sehat. akhirnya dibuang keluar tubuh melalui uretra. Urin disaring di dalam ginjal. diserap kembali ke dalam tubuh melalui molekul pembawa.BAB II LANDASAN TEORI A. Cairan yang tersisa mengandung urea dalam kadar yang tinggi dan berbagai senyawa yang berlebih atau berpotensi racun yang akan dibuang keluar tubuh. secara medis urin sebenarnya cukup steril dan hampir tidak berbau ketika keluar dari tubuh. beberapa saat setelah meninggalkan tubuh. misal glukosa. D. Bangsa Romawi kuno menggunakan urin sebagai pemutih pakaian. Orang yang tidak menderita dehidrasi akan mengeluarkan urin yang bening seperti air. Ayurveda. urin dijual untuk dibuat menjadi pupuk. Urin dapat menjadi penunjuk dehidrasi. Hanya saja. Sejarah      Terapi urin Amaroli adalah salah satu usaha pengobatan tradisional India. C. Urea yang dikandung oleh urin dapat menjadi sumber nitrogen yang baik untuk tumbuhan dan dapat digunakan untuk mempercepat pembentukan kompos.

yang ditemukan oleh ahli kimia Jerman. ahli kimia Perancis. .  Penggunaan urin sebagai obat telah dilakukan oleh banyak orang. menemukan urea ketika ia mendidihkan urin hingga kering. dan Steve McQueen. Warna kuning keemasan dalam urin pernah dianggap berasal dari emas. diantara mereka adalah Mohandas Gandhi. Jim Morrison. Pada tahun 1773. Hilaire Rouelle. Para ahli kimia menghabiskan banyak waktu untuk mengekstrak emas dari urin yang akhirnya justru menghasilkan white phosporous. Hennig Brand di tahun 1669 ketika ia sedang mendistilasi urin yang difermentasikan.

akhirnya dibuang keluar tubuh melalui uretra. Oranye Mengindikasikan penyakit hepatitis atau malaria. Namun bisa juga karena mengonsumsi obat pencahar maupun rifampisin secara berlebihan. Komposisi Urine Urin terdiri dari air dengan bahan terlarut berupa sisa metabolisme (seperti urea). diserap kembali ke dalam tubuh melalui molekul pembawa. Urea yang dikandung oleh urin dapat menjadi sumber nitrogen yang baik untuk tumbuhan dan dapat digunakan untuk mempercepat pembentukan kompos. Misalnya pada penderita diabetes dan busung lapar. segera periksakan diri Anda ke dokter karena merupakan tahap awal penyakit liver. Pengertian Urine Urin atau air seni maupun air kencing adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi. Cairan yang tersisa mengandung urea dalam kadar yang tinggi dan berbagai senyawa yang berlebih atau berpotensi racun yang akan dibuang keluar tubuh. sementara jika seseorang mengalami infeksi bakteri E. ada juga beberapa spesies yang menggunakan urin sebagai sarana komunikasi olfaktori. Selain warna. misal glukosa. Pandangan Awal Mengenai Warna 1. Komposisi urin berubah sepanjang proses reabsorpsi ketika molekul yang penting bagi tubuh. . urinnya cenderung berbau menyengat. urin cenderung berbau manis. B. C.BAB III PEMBAHASAN URINE A. Pyridium. Namun bila terjadi terus. Eksreksi urin diperlukan untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostasis cairan tubuh. dan materi organik. beberapa saat setelah meninggalkan tubuh. Urin disaring di dalam ginjal. Urin seorang penderita diabetes akan mengandung gula yang tidak akan ditemukan dalam urin orang yang sehat. Diabetes adalah suatu penyakit yang dapat dideteksi melalui urin. Dari urin kita bisa memantau penyakit melalui perubahan warnanya. 4. Oleh kaena itu kelainan darah dapat menunjukkan kelainan di dalam urin. coli. Kuning tua atau pekat Warna ini disebabkan karena tubuh mengalami kekurangan cairan. bau urin juga bisa digunakan untuk mendeteksi penyakit. Namun. Kondisi ini bisa menandakan gangguan batu ginjal dan kandung kemih. 2. Cairan dan materi pembentuk urin berasal dari darah atau cairan interstisial. Materi yang terkandung di dalam urin dapat diketahui melalui urinalisis. garam terlarut. dibawa melalui ureter menuju kandung kemih. Urin ini tidak berbau. Meskipun tidak selalu bisa dijadikan pedoman namun Ada baiknya Anda mengetahui hal ini untuk berjaga-jaga. Urin merupakan cairan yang dihasilkan oleh ginjal melalui proses penyaringan darah. antibiotik yang biasa digunakan untuk infeksi kandung kemih dan saluran kencing juga dapat mengubah warna urin menjadi oranye. Kemerahan Urin merah. Hanya saja. Kuning jernih Urin berwarna kuning jernih merupakan pertanda bahwa tubuh Anda sehat. 3. bakteri akan mengontaminasi urin dan mengubah zat dalam urin sehingga menghasilkan bau yang khas.

Penderita dehidrasi akan mengeluarkan urin berwarna kuning pekat atau cokelat. muntah -muntah. berat jenis. Anuri adalah suatu keadaan dimana jumlah urin selama 24 jam kurang dari 300 ml. dan untuk menentukan kelainan dalam keseimbangan cairan badan. Bangsa Romawi Kuno menggunakan urin sebagai pemutih pakaian. sehingga urinnya pun akan mengandung bakteri. urobilinogen. Pemeriksaan Makroskopik adalah pemeriksaan yang meliputi : a) Volume urin Banyak sekali faktor yang mempengaruhi volume urin seperti umur. Jim Morrison. Anggapan umum menganggap urin sebagai zat yang "kotor". Rata-rata didaerah tropik volume urin dalam 24 jam antara 800--1300 ml untuk orang dewasa. Sedangkan yang dimaksud dengan pemeriksaan urin lengkap adalah pemeriksaan urin rutin yang dilengkapi dengan pemeriksaan benda keton. kejernihan. berat badan. dan Steve McQueen. Bila didapatkan volume urin selama 24 jam lebih dari 2000 ml maka keadaan itu disebut poliuri. deman edema.1 Pemeriksaan Makroskopik Yang diperiksa adalah volume. Fungsi Urin Fungsi utama urin adalah untuk membuang zat sisa seperti racun atau obat-obatan dari dalam tubuh. Penggunaan urin sebagai obat telah dilakukan oleh banyak orang. bilirubin. Orang yang tidak menderita dehidrasi akan mengeluarkan urin yang bening seperti air. Ayurveda. Hal ini berkaitan dengan kemungkinan urin tersebut berasal dari ginjal atau saluran kencing yang terinfeksi. mikroskopik dan kimia urin yang meliputi pemeriksaan protein dan glukosa. iklim dan aktivitas orang yang bersangkutan. Terapi urin Amaroli adalah salah satu usaha pengobatan tradisional India. darah samar dan nitrit. makanan dan minuman. keadaan ini mungkin didapat pada diarrhea. Urin dapat menjadi penunjuk dehidrasi. E. Pengukuran volume urin berguna untuk menafsirkan hasil pemeriksaan kuantitatif atau semi kuantitatif suatu zat dalam urin. Hal ini mungkin dijumpai pada shock dan kegagalan ginjal . Fungsi dari urine yang di kenal dimasyarakat menjadi lebih sering kita jumpai meski punya kontrofersi dan menjadi hal yang tabu namun dibelahan negara lain juga tidak kalah dengan hal yang ada di indonesia sepertii : Dukun Aztec menggunakan urin untuk membasuh luka luar sebagai pencegah infeksi dan diminum untuk meredakan sakit lambung dan usus. urin dijual untuk dibuat menjadi pupuk. di antara mereka adalah Mohandas Gandhi. orang Kroyak meminum urin orang yang telah mengkonsumsi fly agaric (sejenis jamur beracun yang menyebabkan halusinasi bahkan kematian) atau sejenisnya untuk berkomunikasi dengan roh halus. Sehingga bisa diakatakan bahwa urin itu merupakan zat yang steril . secara medis urin sebenarnya cukup steril dan hampir bau yang dihasilkan berasal dari urea.D. Di Siberia. E. jenis kelamin. warna. Dahulu di Jepang. nefritis menahun. Pemeriksaan Urine Yang dimaksud dengan pemeriksaan urin rutin adalah pemeriksaan makroskopik. bau dan pH urin. Namun jika urin berasal dari ginjal dan saluran kencing yang sehat. Bila volume urin selama 24 jam 300--750 ml maka keadaan ini dikatakan oliguri. suhu badan.

Pada infeksi oleh Escherichia coli biasanya urin bereaksi asam.2 Pemeriksaan Mikroskopik Yang dimaksud dengan pemeriksaan mikroskopik urin yaitu pemeriksaan sedimen urin. Warna urin dipengaruhi oleh kepekatan urin. Dengan cara reduksi mungkin didapati hasil positip palsu pada urin yang mengandung bahan reduktor selain glukosa seperti : galaktosa. Ini penting untuk mengetahui adanya kelainan pada ginjal dan saluran kemih serta berat ringannya penyakit E. petai. e) pH urin Penetapan pH diperlukan pada gangguan keseimbangan asam basa. spesifik dan sensitif yaitu memakai reagens pita. glukosa.8. a) Pemeriksaan glukosa Dalam urin dapat dilakukan dengan memakai reagens pita. keton. darah. kuning bercampur merah. kuning. sedangkan pada cara reduksi hanya sampai 250 mg/dl. obat yang dimakan maupun makanan. putih susu dan sebagainya.3 Pemeriksaan Kimia Urin Di samping cara konvensional. glukuronat dan obat-obatan seperti streptomycin. gravimetri. refraktometer dan reagens 'pita'. Warna urin dinyatakan dengan tidak berwarna. salisilat. merah. c) Berat jenis urin Pemeriksaan berat jenis urin bertalian dengan faal pemekatan ginjal. . kuning tua. dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu dengan memakai falling drop. kerena dapat memberi kesan tentang keadaan dalam badan. bilirubin. Selain itu penetapan pH pada infeksi saluran kemih dapat memberi petunjuk ke arah etiologi. tepat. sedangkan pada infeksi dengan kuman Proteus yang dapat merombak ureum menjadi atnoniak akan menyebabkan urin bersifat basa E. menggunakan pikno meter. Selain itu penetapan glukosa dapat dilakukan dengan cara reduksi ion cupri menjadi cupro. formalin. fruktosa. pH urin normal berkisar antar 4. Cara enzimatik dapat mendeteksi kadar glukosa urin sampai 100 mg/dl. Reagens pita (strip) dari berbagai pabrik telah banyak beredar di Indonesia. coklat. laktosa.5 . kuning muda. vitamin C. Bau yang berlainan dapat disebabkan oleh makanan seperti jengkol. urobilinogen dan nitrit. urobilin dan porphyrin. obat-obatan seperti mentol. Warna normal urin berkisar antara kuning muda dan kuning tua yang disebabkan oleh beberapa macam zat warna seperti urochrom. hijau.b) Warna urin Pemeriksaan terhadap warna urin mempunyai makna karena kadang-kadang dapat menunjukkan kelainan klinik. Cara enzimatik lebih sensitif dibandingkan dengan cara reduksi. pemeriksaan kimia urin dapat dilakukan dengan cara yang lebih sederhana dengan hasil cepat. d) Bau urin Bau urin normal disebabkan oleh asam organik yang mudah menguap. Reagens pita ini dapat dipakai untuk pemeriksaan pH. protein.0. bau buahbuahan seperti pada ketonuria. pentosa.

Garam diazonium terdiri dari p-nitrobenzene diazonium dan p-toluene sulfonate. Pemeriksaan benda keton dengan reagens pita ini dapat mendeteksi asam asetoasetat lebllh dari 5--10 mg/dl. d) Pemeriksaan urobilinogen Dengan reagens pita perlu urin segar. yang menimbulkan warna biru atau ungu tua.benda keton Dalam urin terdiri atas aseton. saluran empedu atau proses hemolisa yang berlebihan di dalam tubuh.05-1 mg/dl urin akan memberikan basil positif dan keadaan ini menunjukkan kelainan hati atau saluran empedu.5 ml larutan benedict dengan 4 tetes urine . Uji Coba Urine Melalui Benedict dan Heller F.1 . adanya darah dalam urin mungkin disebabkan oleh perdarahan saluran kemih atau pada wanita yang sedang haid.1 Uji Benedict Tujuan : Menetapkan kadar gula dalam urine secara semikuantitatif Bahan – bahan : Urine yang akan di uji Larutan benedict Peralatan : Tabung reaksi Pipet mohr 10 ml Pipete tetes Penangas air atau pemanas Pelaksanaan : Campurlah dengan tabung reaksi 2. Dalam keadaan normal tidak terdapat darah dalam urin.0 Ehrlich unit per dl urin. Hasil positif palsu dapat terjadi bila dalam urin terdapat mefenamic acid. Peningkatan ekskresi urobilinogen urin mungkin disebabkan oleh kelainan hati. Dalam keadaan normal kadar urobilinogen berkisar antara 0. metabolit levodopa dan pengawet 8-hidroksi-quinoline yang berlebihan. maka urin yang diperiksa harus segar. Dalam keadaan normal pemeriksaan benda keton dalam urin negatif. Hasil positif palsu didapatkan bila urin mengandung oksidator seperti hipochlorid atau peroksidase dari bakteri yang berasal dari infeksi saluran kemih atau akibat pertumbuhan kuman yang terkontaminasi. Karena aseton mudah menguap.b) Benda. Hasil positif palsu mungkin didapat bila urin mengandung bromsulphthalein. Adanya bilirubin 0. asam asetoasetat dan asam 13-hidroksi butirat. Pada keadaan puasa yang lama. chlorpromazine dengan kadar yang tinggi sedangkan negatif palsu dapat terjadi bila urin mengandung metabolit pyridium atau serenium. F. kelainan metabolisme karbohidrat seperti pada diabetes mellitus. Tes ini lebih peka terhadap hemoglobin daripada eritrosit yang utuh sehingga perlu dilakukan pula pemeriksaan mikroskopik urin.1. kelainan metabolisme lemak didalam urin didapatkan benda keton dalam jumlah yang tinggi. Dengan pemeriksaan ini dapat dideteksi adanya 150-450 ug hemoglobin per liter urin. tetapi cara ini kurang peka untuk aseton dan tidak bereaksi dengan asam beta hidroksi butirat. Hasil negatif palsu bila urin mengandung vitamin C lebih dari 10 mg/dl. c) Pemeriksaan bilirubin Dalam urin berdasarkan reaksi antara garam diazonium dengan bilirubin dalam suasana asam. sedangkan asam yang dipakai adalah asam sulfo salisilat.

5 – 1.5 % Kuning kehijauan atau kuning +2 0.Panaskan campuran tadi yang didalam tabung selama 5 menit pada penangas air atau 2 menit pada pemanas Dingikan perlahan Perhatikan warna yang terbentuk Warna Nilai Konsentrasi Biru / hijau keruh .2 Uji Heller Tujuan : Memeriksa adanya protein dalam urine Gambaran mekanisnya : Protein dalam urine mengalami denaturasi oleh asam nitrat pekat yang tampak sebagai cincin putih pada perbatasan kedua cairan Bahan : Urine Asam nitrat pekat Peralatan : Buret Pipet tetes Pipet mohr Tabung reaksi Pelaksanaan : Masukan 3ml asam nitrat pekat kedalam tabung reaksi melalui dinding tabung yang dimiringkan Tambahkan 3ml urine dengan menggunakan pipete mohr melalui dinding tabung sehingga kedua cairan tidak langsung bercampur Perhatikan cincin putih yang terbentuk.0 – 2 % Merah +4 Lebih dari 2 % F. dan garamnya.0 % Jingga +3 1. asam urat. .Hijau/ hijau kekuningan +1 Kurang dari 0. Cincin putih menunjukan adanya urea.

Jumlah indikan urine menggambarkan proses pembusukan dalam usus. Filtrat tersebut akan mengalami reabsorpsi. Triptofan oleh bakteri usus diubah menjadi indol yang kemudian mengalami penyerapan kembali kedalam darah dan dibawa ke hati. Semoga makalah ini berguna dan bermanfaat bagi para pembaca terutama para mahasiswa kebidanan. Indikan berasal dari pembusukan priptofan dalam usus. Kami menyadari masih banyak kekurangan pada makalah yang kami buat ini. Kesimpulan Urine merupakan hasil metabolisme tubuh yang dikeluarkan melalui ginjal. Salah satu komponen urine adalah indikan yang merupakan bagian terpenting dari sulfat eterial urine. Oleh sebab itu kami mengharapkan dan membuka lebar kritik maupun saran yang membangun dari para pembaca untuk kemajuan dan sempurnanya makalah kami. difusi dan ekskresi oleh tubuli ginjal yang akhirnya terbentuk 1 ml urin per menit. korteks adrenal.BAB III PENUTUP A. saluran empedu. . B. Dari 1200 ml darah yang melalui glomeruli permenit akan terbentuk filtrat 120 ml per menit. pankreas. Saran Tidak ada sesuatu yang sempurna di dunia ini demikian pula makalah yang kami buat. Di dalam hati indol mengalami oksidasi dan konjugasi menjadi indoksil sulfat ( indikan ). Dalam uji coba ada beberapa cara misalnya uji benedict untuk menguji adanya glukosa urin dan uji heller untuk mengetahui adanya protein ataupun garam urea urine. uterus dan lain-lain. Secara umum dapat dikatakan bahwa pemeriksaan urin selain untuk mengetahui kelainan ginjal dan salurannya juga bertujuan untuk mengetahui kelainan-kelainan diberbagai organ tubuh seperti hati.

Yogyakarta : Nuha Medika http://belibis-a17. Eny Retna dan Sunarsih. . Jakarta: Penerbit Salemba Medika wilmar musram. Penuntun Praktikum Biokimia. Musrifatul dan Alimul. 2000. Jakarta. Praktikum Urine. Keterampilan Dasar Praktik Klinik.smallcrab. Tri.wikipedia.org/wiki/Urin http://aseppopy. Aziz.com/kesehatan/795-penilaian-hasil-pemeriksaan-urine Uliyah.net/kesehatan/sekilas-tentang-urin http://www.DAFTAR PUSTAKA Ambarwati. 2008. 2009. KDPK Kebidanan : Teori dan Aplikasi.com/2008/04/25/pemeriksaan-protein-urine-kualitatif/ http://id. Widya Medika.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful