DEMOKRASI DALAM PERSPEKTIF ISLAM A.

Pengertian Demokrasi Kata demokrasi yang bahasa Inggrisnya democracy berasal dari kata dalam bahasa Yunani yaitu demos yang artinya rakyat, dan kratos berarti pemerintahan. Dalam pengertian ini, demokrasi berarti demokrasi langsung yang dipraktikkan di beberapa negara kota di Yunani kuno. Dengan demikian, demokrasi dapat bersifat langsung seperti yang terjadi di Yunani kuno, berupa partisipasi langsung dari rakyat untuk membuat peraturan perundang-undangan, atau demokrasi tidak langsung yang dilakukan melalui lembaga perwakilan. Demokrasi tidak langsung ini cocok untuk negara yang penduduknya banyak dan wilayahnya luas. Secara etimologi Demokrasi berarti “Pemerintahan oleh Rakyat”. Amerika mendefinisikan demokrasi sesuai dengan apa yang diucapkan oleh Presiden ke-16 mereka, Abraham Lincoln (1809-1865): “Pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”. Dengan kata lain di dalam demokrasi terdapat partisipasi rakyat luas (public) dalam pengambilan keputusan yang berdampak kepada kehidupan bermasyarakat. B. Prinsip-prinsip Demokrasi dalam Islam Prinsip-prinsip demokrasi dalam Islam meliputi :
1)

Syura merupakan suatu prinsip tentang cara pengambilan keputusan yang secara eksplisit ditegaskan dalam al-Qur’an. Misalnya saja disebut dalam QS. As-Syura:38 dan Ali Imran:159. Dalam praktik kehidupan umat Islam, lembaga yang paling dikenal sebagai pelaksana syura adalah ahl halli wal‘aqdi pada zaman khulafaurrasyidin. Lembaga ini lebih menyerupai tim formatur yang bertugas memilih kepala negara atau khalifah.

2)

Al-‘adalah yakni keadilan, artinya dalam menegakkan hukum termasuk rekrutmen dalam berbagai jabatan pemerintahan harus dilakukan secara adil dan bijaksana. Tidak boleh kolusi dan nepotis. Arti pentingnya penegakan keadilan dalam sebuah pemerintahan ini ditegaskan oleh Allah SWT dalam

Bahkan yang harus diwaspadai adalah adanya kemungkinan tidak adanya lagi pihak yang berani melakukan kritik dan kontrol sosial bagi tegaknya keadilan. Sepanjang hal itu dilakukan dengan cara yang bijak dan memperhatikan al-akhlaq al-karimah dan dalam rangka al-amr bi-‘l-ma’ruf wa an-nahy ‘an al-‘munkar. berlaku otoriter dan eksploitatif. as-Syura: 15. antara lain dalam surat an-Nahl: 90. alMaidah: 8. kekuasaan dan jabatan itu adalah amanah yangh harus diwaspadai. pemimpin atau pemerintah yang diberikan kepercayaan oleh rakyat harus mampu melaksanakan kepercayaan tersebut dengan penuh rasa tanggung jawab. 4) Al-Amanah adalah sikap pemenuhan kepercayaan yang diberikan seseorang kepada orang lain. Penguasa tidak bisa memaksakan kehendaknya terhadap rakyat. 5) Al-Masuliyyah adalah tanggung jawab. maka rasa tanggung jawab bagi seorang pemimpin atau penguasa harus dipenuhi. Jika sudah tidak ada lagi kontrol dalam suatu masyarakat. Persoalan amanah ini terkait dengan sikap adil seperti ditegaskan Allah SWT dalam Surat an-Nisa’:58. maka kezaliman akan semakin merajalela. An-Nisa’: 58. Dalam konteks kenegaraan. 3) Al-Musawah adalah kesejajaran. Oleh sebab itu kepercayaan atau amanah tersebut harus dijaga dengan baik. setiap warga masyarakat diberi hak dan kebebasan untuk mengeksperesikan pendapatnya. yaitu amanah yang harus dipertanggungjawabkan di depan rakyat dan juga amanah yang harus dipertenggungjawabkan di depan Tuhan. 6) Al-Hurriyyah adalah kebebasan. maka tidak ada alasan bagi penguasa untuk mencegahnya. QS. Dan kekuasaan sebagai amanah ini mememiliki dua pengertian. artinya bahwa setiap orang. Kesejajaran ini penting dalam suatu pemerintahan demi menghindari dari hegemoni penguasa atas rakyat. . Sebagaimana kita ketahui bahwa.beberapa ayat-Nya. bukan nikmat yang harus disyukuri. dan seterusnya. artinya tidak ada pihak yang merasa lebih tinggi dari yang lain sehingga dapat memaksakan kehendaknya.

Sisi baik demokrasi adalah adanya kedaulatan rakyat selama tidak bertentangan dengan Islam. . 2. Wakil rakyat harus berakhlak Islam dalam musyawarah dan tugas-tugas lainnya. demokrasi mengandung sisi yang baik yang tidak bertentangan dengan islam dan memuat sisi negatif yang bertentangan dengan Islam. sisi buruknya adalah penggunaan hak legislatif secara bebas yang bisa mengarah pada sikap menghalalkan yang haram dan menghalalkan yang haram. Komitmen terhadap islam terkait dengan persyaratan jabatan sehingga hanya yang bermoral yang duduk di parlemen. Sementara. Menetapkan tanggung jawab setiap individu di hadapan Allah. 4. 3. Karena itu. Pandangan Ulama tentang Demokrasi Salim Ali al-Bahnasawi : Menurut beliau. Mayoritas bukan ukuran mutlak dalam kasus yang hukumnya tidak ditemukan dalam Alquran dan Sunnah (al-Nisa 59) dan (al-Ahzab: 36). ia menawarkan adanya islamisasi sebagai berikut: 1.C.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful