NASKAH AGAMA ISLAM

Tentang Rukun Islam

Oleh:

Ikrar Nusantara Putra
NPM 150510100186

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2010

Mereka pada hari itu lebih dekat pada kekafiran daripada keimanan. padahal hati mereka belum beriman” (Al-Maidah:41) Demikian pula dalam sebuah peprangan rasulullah SAW melarang tentara muslim memerangi musuh hingga mereka mengakui bahwa tiada tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan allah. Dikisahkan oleh Al.. Dalam contoh lain.. 1. „kamu belum beriman tetapi katakanlah „kami telah tunduk. “. Mereka mengatgakan dengan mulutnya apa yang tidak sesuai dengan hatinya.. karena iman belum masuk ke dalam hatimu. pengakuan di bibir. Uraikan masing masing Rukun Iman disertai sekurang kurangnya dua ayat AL-Qur‟an dan dua hadist shahih. Yaitu orang (munafik) yang mengatakan dengan mulut mereka. khususnya ketika menceritakan perihal orang orang munafik.” (Ali Imran: 167). artinya. “ Orang orang badui itu berkata „kami telah beriman‟ katakanlah (kepada mereka). Imam Raghib al-Asfihani dalam kamus al-Qur-an menuliskan bahwa kata iman itu kadang kadang tak lebih artinya.. Al-Qur‟an menggunakan kata iman dalam dua arti yang berlainan.‟kami telah beriman‟.Qur‟an... ( HR. banyak ditemukan dalam catatan sejarah.. mereka adalah orang orang yang tulus dan setia kepada Tuhan mereka” (Al-Hadid:19) Tetapi kata iman digunakan juga. Dalam ayat lai dikatakan : “Wahai Rasul ( Muhammad). kata iman berarti benar benar pembenaran di hati. Uraikan dengan singkat Rukun Iman berdasarkan AL-Qur‟an dan Hadist dalam naskah sebanyak minimal tiga lembar ! 2.”Dan apa sebab kamu tidak beriman kepada Allah? Rasul mengajak kamu beriman kepada Tuhanmu.Tugas Mandiri 4. Allah berfirman: “Dan orang orang yang beriman kepada Allah dan para utusanNya.Asfihani juga mengatakan bahwa iman berartipula tasdiqun bil qalbi wa „amalun biljawarih. pembenaran di hati dan berbuat baik. keadaan dimana pengakuan dengan lisan itu harus diiringi dengan pembenaran di hati dan diamalkan dengan anggota badan. janganlah engkau disedihkan karena mereka berlomba lomba dalam kekafiran. dan ia sunguh sungguh menerima perjanjianmu jika kamu beriman” (Al-Hadid:8) . Penggunaan kata iman seperti itu..” (Al-Hujurat:4) Dalam ayat ini. hanya sekedar ucapan di bibir. serta tuliskan sumber pustakanya ! Pembahasan : 1. Iamm Bukhari dari Umar RA) ImamAl..

Adapun secara akal maka sesungguhnya keberadaan makhluk yang ada sejak dahulu hingga sekarang ini semua menunjukkan pasti ada yang menciptakan mereka. para MalaikatNya. dan para Nabi (Al-Baqarah:177) Sedangkan dalam hadist Rasulullah SAW menerangkan bahwa rukun islam ada 6 dengan sabdanya : “ Hendaklah engkau berimankepada Allah. sedangkan iman yang teruraidisebut iman mufasshal. 2. al-a’mal bil arkam. lisan mengucapkan. dan dilakukan dalam tindakan sesuai dengan aturan. Secara fitrah setiap manusia pasti mengakui bahwa ada yang menciptakan dirinya. dan Hari Akhir. dengan kata lain. Allah). iman secara garis besar. Menurut istilah ulama fikih. akal sehat.” (HR. Tidak mungkin mereka menciptakan dirinya . takdir baik dan takdir jelek” (HR Imam Bukhari Muslim dari Umar bin Khattab RA) Jadi Iman menurut ajaran Islam adalah penggabungan tiga unsur : hati. IMAN KEPADA ALLAH Iman terhadap wujud Allah Nubdzatun fil ‘Aqidah Iman terhadap wujud Allah ditopang oleh fitrah. danberiman kepada apa yang diwahyukan para nabi sebelumnya. hal itu dia yakini tanpa perlu berpikir panjang atau pun belajar ilmu tertentu. (Al-Baqarah:2-4) Selanjutnya dari ayat lain dijelaskan lebih lanjut lima ajaran iman. dan para Malaikat. apa yang diuraikan diatas disebut iman mujmal. al-ikraru billisani. hati meyakini. lisan dan perbuatan. at-tasdiqubilqalbi. “Setiap bayi dilahirkan pasti dalam keadaan di atas fitrah. dan berimn kepada akhirat. dalil syari‟at dan juga indera. Tidak ada yang menyimpang dari keyakinan ini selain orang yang sudah terpengaruh faktor lain yang menyimpangkannya dari fitrah tersebut. Bukhari). dan ( yang ke 6 diulangi lagi kata”hendaklah engkau beriman‟) kepada takdir. dan Kitab kitab. yaitu agar beriman kepada Allah. Rasul-rasulNya dan Hari akhir. Nasrani atau Majusi. Nabi shallallahu „alaihi wa sallam bersabda. Kita-kitabNya. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikan dia beragama Yahudi.Ayat ini dipahami bahwa iman kepada allah berarti berkorban dalam membela kebenaran. neriman kepada apa yang diwahyukan kepada nabi Muhammad SAW. sebagaiamana pemahaman dari hubungan ayat satu dengan ayat lainnya. Iman yang disebut ke dua diterangkan oleh AlQur‟an sebagai berikut: “Beriman kepada Yang Maha Gaib (yakni.

yang menciptakannya adalah Dzat Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. al-A‟raaf(7) : 54). Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. Kita wajib mengimani bahwa tidak ada pencipta. Maka tidak ada kemungkinan selain alam ini pasti diciptakan oleh Allah ta‟ala. mengatur urusan dan memerintah. “Dan sungguh jika kalian tanyakan kepada mereka. menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. itulah saat pertama kali iman menyentuh dan bersemayam di dalam hatiku. az-Zukhruf : 9). Tidak ada orang yang mengingkari hal ini kecuali dikarenakan kesombongan dan kecongkakan seperti halnya Fir‟aun. Maha Suci Allah.” (HR. az-Zukhruf : 87). Sang pemilik kerajaan. siapakah yang menciptakan langit dan bumi.” (QS. Begitu pula adanya kitab-kitab suci yang semuanya berbicara tentang Allah. maka mereka pasti menjawab. atau terjadi secara tiba-tiba tanpa pencipta.” (QS. dan (diciptakan-Nya pula) matahari. Allah juga berfirman : “Itulah Allah Rabb kalian. Tuhan semesta alam. Ingatlah. bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintahNya. Bukhari). maka pasti mereka akan mengatakan : Allah…” (QS. pengatur dan yang berhak memerintah semua makhluk selain Allah semata. “Dan sungguh jika kalian tanyakan kepada mereka. Allah juga berfirman (yang artinya). ini merupakan dalil syari‟at tentang keberadaan/wujud Allah. Fathir : 13). Ketika mendengar dibacakannya ayat ini maka Jubair bin Muth‟im yang pada saat itu masih kafir mengatakan.sendiri. “Hampir-hampir saja hatiku terbang.” (QS. Orang-orang musyrik pun sudah mengakui hal ini bahwa tidak ada yang menguasai alam ini dan menciptakan langit dan bumi selain Allah. Allah berfirman (yang artinya). Allah berfirman: “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. Iman terhadap Rububiyyah Allah Nubdzatun fil ‘Aqidah Rabb adalah Dzat yang memiliki kuasa menciptakan. Iman terhadap Uluhiyyah Allah Nubdzatun fil ‘Aqidah . Sedangkan sesembahan yang kalian seru selain-Nya tidaklah menguasai apapun walaupun hanya setipis kulit ari. ath-Thur (52) : 35). Allah berfirman : “Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun yang ada sebelumnya ataukah mereka menciptakan diri mereka sendiri?” (QS. siapakah yang menciptakan mereka. lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy548.

” (QS.” (QS. asy-Syura : 11).Artinya kita mengimani bahwa hanya Allah sesembahan yang benar dan tidak ada sekutu bagi-Nya. al-Baqarah : 163).” (QS. Oleh sebab itu dakwah yang diserukan oleh para rasul adalah sama yaitu. Allah berfirman (yang artinya). al-Hajj : 62). “Demikian itulah kuasa Allah. Maka segala sesuatu yang disembah selain Allah adalah batil. Mu‟aththilah menolak nama. Tidak ada sesembahan selain Dia. dan tanpa menentukan bentuk dan caranya. Allah berfirman (yang artinya). Dia adalah sesembahan yang haq sedangkan segala yang diseru selain-Nya adalah sesembahan yang batil. di dalam al-Qur‟an ataupun as-Sunnah sesuai dengan kemuliaan-Nya. Iman terhadap Asma wa Sifat Allah Nubdzatun fil ‘Aqidah Yaitu dengan menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Allah yang disebutkan oleh Allah atau rasul-Nya. sifat ataupun sebagian darinya dengan alasan bahwa apabila kita menetapkan hal itu akan menyebabkan terjadinya penyerupaan Allah dengan makhluk. Dalam mengimani hal ini terdapat dua kelompok besar yang menyimpang yaitu mu‟aththilah dan musyabihah. sembahlah Allah. tanpa menolak. Hal ini jelas tidak benar karena itu sama saja mengatakan bahwa di dalam al-Qur‟an terdapat pertentangan. Sedangkan kaum musyabbihah menetapkan nama dan sifat akan tetapi menyerupakan hakikatnya dengan nama dan sifat makhluk. serta tidak disertai dengan menyerupakannya dengan makhluk. Padahal Allah sendiri yang menetapkan adanya nama atau sifat tersebut. Dan pertentangan ini sangat mustahil terjadi. tidak ada sesembahan yang benar bagi kalian selain Dia. Hal itu sebagaimana diceritakan oleh Nabi dalam hadits Anas yang mengisahkan peristiwa mi‟raj Nabi ke langit bahwa di baitul ma‟mur ada tujuh puluh ribu malaikat yang . tanpa menyimpangkan maknanya. karena sama nama belum tentu hakikatnya sama. al-A‟raaf : 59). “Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan-Nya dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Allah menciptakan mereka dari cahaya. “Hai kaumku. padahal Allah sendiri menyatakan bahwa tidak ada yang serupa dengan-Nya. Jumlah mereka banyak. Menurut mereka itulah yang dimaksud oleh dalil. “Sesembahan kalian adalah sesembahan yang esa. Maka menyerupakan Allah dengan makhluk jelas sebuah kebatilan. tidak ada yang dapat menghitung semuanya kecuali Allah.” (QS. IMAN KEPADA MALAIKAT Kandungan iman kepada malaikat Rujukan : Nubdzatun fil „Aqidah Malaikat adalah makhluk ghaib yang senantiasa taat beribadah kepada Allah. Allah menganugerahkan kepada mereka ketundukan yang penuh terhadap perintah-Nya dan kekuatan yang hebat sehingga dapat melaksanakannya. Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Mengimani malaikat mengandung :     Keimanan terhadap wujud/keberadaan mereka Mengimani nama-nama mereka yang kita ketahui dan keberadaan mereka meskipun tidak kita ketahui namanya Mengimani sifat-sifat mereka yang diberitakan kepada kita Mengimani perbuatan atau tugas mereka yang kita ketahui Buah iman kepada malaikat Rujukan : Nubdzatun fil „Aqidah Iman kepada malaikat akan dapat membuahkan manfaat yang agung di antaranya :    Mengetahui kebesaran Allah ta‟ala dan kemahakuasaan-Nya Bersyukur kepada Allah atas perhatian-Nya kepada manusia di mana Allah menciptakan malaikat yang menjaga mereka. mencatat amal-amal mereka Mencintai ketaatan malaikat terhadap perintah Rabbnya IMAN KEPADA KITAB-KITAB Kandungan iman kepada Kitab Rujukan : Nubdzatun fil „Aqidah hal.mengerjakan shalat di sana. adapun yang tidak kita ketahui namanya maka kita mengimaninya secara global Membenarkan berita yang sahih yang terdapat di dalamnya sebagaimana berita-berita yang terdapat di dalam al-Qur‟an dan berita-berita di dalam kitab suci terdahulu yang tidak diubah-ubah atau diselewengkan  Mengamalkan hukumnya yang belum dihapus oleh al-Qur‟an dan merasa ridha dan pasrah kepada ketentuannya. apabila mereka sudah keluar darinya maka mereka tidak lagi kembali (HR. Bukhari dan Muslim). sedangkan pemberlakuan kitab suci terdahulu telah dihapuskan semuanya oleh alQur‟an . Iman kepada kitab-kitab mengandung empat hal :    Mengimani bahwa kitab-kitab tersebut benar-benar turun dari sisi Allah Mengimani nama-nama kitab yang kita ketahui. 32 Yang dimaksud dengan kitab di sini adalah kitab-kitab suci yang Allah turunkan kepada para rasul-Nya sebagai bukti kasih sayang-Nya kepada manusia. petunjuk bagi mereka agar mereka bisa mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Allah juga berfirman “Bukanlah Muhammad itu sekedar bapak dari salah seorang dari kalian akan tetapi dia adalah seorang utusan Allah dan penutup nabi-nabi.” (QS. Didengar oleh Jibril dan disampaikan kepada Muhammad shallallahu „alaihi wa sallam dan kemudian beliau menyampaikannya kepada para sahabatnya.Buah iman kepada Kitab Rujukan : Nubdzatun fil „Aqidah Iman kepada kitab membuahkan :   Menyadari perhatian Allah kepada hamba-hamba-Nya di mana Allah telah menurunkan kitab-kitab kepada masing-masing kaum sebagai petunjuk untuk mereka Mengetahui kebijaksanaan Allah dalam menetapkan syari‟at-Nya di mana Allah menetapkan syari‟at yang sesuai dengan keadaan masing-masing kaum Iman terhadap al-Qur‟an Rujukan : Kitab Tauhid li Shafits Tsani al-Qur‟an adalah kalamullah. al-Qur‟an yang ada di tangan-tangan kita itulah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad.” (QS. an-Nahl(16) : 44). sedangkan rasul yang terakhir adalah Muhammad shallallahu „alaihi wa sallam.” (QS. Dan Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam telah menunaikan tugasnya untuk menjelaskan al-Qur‟an ini dengan ucapan. Sedangkan pengertian rasul dalam syari‟at adalah orang yang mendapatkan wahyu dengan syari‟at serta diperintahkan untuk menyampaikannya. bukan makhluk. perbuatan dan ketetapannya. IMAN KEPADA PARA RASUL Definisi rasul Nubdzatun fil „Aqidah Secara bahasa Rasul artinya orang yang diutus untuk menyampaikan sesuatu. al-Ahzab : 40). Itulah yang kita baca dengan lisan kita. yang ditulis di dalam mushaf. Allah ta‟ala berfirman (yang artinya). Allah ta‟ala berfirman : “Dan Kami turunkan kepadamu al-Qur‟an agar kamu jelaskan kepada manusia apa yang diturunkan kepada mereka dan supaya mereka mau berpikir. al-Qur‟an diturunkan kepada Nabi yang terakhir dan ia merupakan kitab suci terakhir yang diturunkan kepada manusia dan menghapus syari‟atsyari‟at terdahulu. Diturunkan dari-Nya. dan ia akan tetap ada hingga tiba waktunya diangkat di akhir zaman nanti. Rasul yang pertama adalah Nuh „alaihis salam. . an-Nisaa‟ : 163). lafaz maupun maknanya. dihafal di dalam dada dan kita dengar dengan telinga kita. “Sesungguhnya Kami telah wahyukan kepadamu al kitab sebagaimana Kami mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi sesudahnya.

Maka rasul adalah hakim di antara mereka.Perbedaan nabi dengan rasul Kitab Tauhid li Shafits Tsani Nabi secara istilah adalah seorang lelaki merdeka yang mendapatkan berita dari Allah ta‟ala dengan syari‟at terdahulu untuk dia ajarkan kepada orang-orang di sekelilingnya yang telah menganut syariat terdahulu tersebut.    Mengimani rasul yang kita ketahui namanya. “Kaum Nuh mendustakan seluruh rasul. Kenabian merupakan sayrat kerasulan. Rasul diutus kepada orang yang belum mengenal agama Allah dan syari‟at-Nya atau kepada orang-orang yang telah mengubah syariat dan agama dalam rangka mengajari dan mengembalikan mereka kepada ajaran yang benar.” (QS. Setiap rasul adalah nabi dan tidak sebaliknya. Sedangkan nabi hanya diutus untuk mendakwahkan syariat sebelumnya yang sudah ada. maka barangsiapa yang mengingkari risalah salah satu saja di antara mereka sama saja dia telah kafir kepada mereka semua. dan apabila tidak kita ketahui maka kita mengimani mereka secara global Membenarkan berita yang benar-benar diberitakan oleh mereka Mengamalkan syari‟at rasul yang diutus kepada kita yaitu Nabi Muhammad shallallahu „alaihi wa sallam Buah iman kepada para Rasul Nubdzatun fil „Aqidah Iman kepada rasul membuahkan berbagai faidah di antaranya :  Mengetahui rahmat Allah ta‟ala dan perhatian-Nya kepada hamba-hamba-Nya di mana Allah mengutus untuk mereka para rasul yang menunjukkan kepada mereka kepada jalan Allah dan menjelaskan kepada mereka tata cara beribadah kepada-Nya  Bersyukur kepada Allah atas nikmat yang sangat agung ini . Adapun rasul adalah lelaki merdeka yang mendapatkan berita dari Allah dengan syariat serta diprintahkan untuk menyampaikannya kepada kelompok orang yang tidak mengetahuinya atau kaum yang menyelisihinya dari kalangan orang-orang yang menjadi sasaran dakwahnya. Kandungan iman kepada para Rasul Nubdzatun fil „Aqidah Iman kepada para rasul mengandung beberapa hal :  Mengimani bahwa risalah mereka adalah haq dari sisi Allah. asy-Syu‟ara‟ : 105). Allah berfirman (yang artinya). sehingga tidak bisa menjadi rasul kecuali nabi.

Nabi bersabda. dan dari seluruh manusia. an-Najm : 3-4). Maka katakanlah bahwa aku adalah hamba dan utusan-Nya. Setiap orang akan dibalas berdasarkan amalnya. Mencintai para Rasul „alaihimush shalatu was salam dan mengagungkan mereka.” (HR.” (HR. memuji mereka dengan pujian yang sepantasnya karena mereka adalah para utusan Allah yang telah menunaikan dengan baik kewajiban beribadah kepada-Nya serta menyampaikan risalah kepada umat manusia. 65  Wajib bagi setiap orang untuk mencintai Allah. Mencintai dan mengagungkan Rasulullah Kitab Tauhid li Shafits Tsalits hal. bahkan hal itu tergolong ibadah yang paling agung. yaitu dihidupkannya orang-orang yang telah mati ketika ditiupnya sangkakala untuk kedua kalinya maka bangkitlah mereka untuk menghadap Allah dalam keadaan tidak beralas kaki. “Dan tidaklah ia (Muhammad) berbicara dengan hawa nafsunya. Sesungguhnya aku hanyalah seorang hamba. “Tidaklah beriman salah seorang dari kalian sampai aku lebih dicintainya daripada anak dan orang tuanya. Bukhari dan Muslim). IMAN KEPADA HARI AKHIR Kandungan iman kepada hari Akhir Nubdzatun fil „Aqidah Hari akhir adalah hari tatkala umat manusia dibangkitkan dari kuburnya untuk dihisab dan dibalas amalamalnya.” (QS. Allah berfirman (yang artinya). tidak berpakaian. namun itu adalah wahyu yang diwahyukan kepadanya. Beliau bersabda. dan belum berkhitan. Dan kita juga tidak boleh sembarangan membicarakan sahih tidaknya hadits tanpa landasan ilmu.  Iman terhadap adanya hisab dan pembalasan amal.  Di samping itu kita juga dilarang melakukan perbuatan melampaui batas dan berlebih-lebihan dalam memuji beliau. “Janganlah kamu memujiku sebagaimana kaum Nashara memuji Isa putera Maryam. Iman kepada hari akhir mengandung 3 hal :  Iman akan terjadinya hari kebangkitan. Hal ini merupakan konsekuensi dari kebijaksanaan Allah ta‟ala yang telah menurunkan kitab-kitab dan mengutus para rasul serta mewajibkan umat manusia untuk menerima dan melaksanakan ajaran mereka. bahkan Allah juga memerintahkan untuk memerangi orang-orang yang menentang rasulNya. kalau seandainya setelah itu semua tidak ada balasan dan maka niscaya ini semua merupakan sebuah kesia-siaan yang Allah tentu saja terbebas darinya .  Termasuk bentuk pengagungan kepada beliau adalah dengan menjunjung tinggi sunnah-Nya. Dan salah satu konsekuensi kecintaan kepada Allah adalah kecintaan kepada Rasul. Bukhari dan Muslim).

 Siksa dan nikmat kubur. Yaitu pertanyaan kepada mayit setelah ia dikuburkan mengenai siapakah Rabbnya. baik hal itu berkaitan dengan diri-Nya ataupun makhluk . Pada saat itu Allah akan memberikan ketegaran bagi hamba-hamba-Nya yang beriman sehingga ia akan bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan baik. Sedangkan neraka adalah negeri yang penuh dengan siksaan yang dipersiapkan oleh Allah bagi orang-orang yang kafir dan zalim. apa agamanya dan siapa Nabinya. seperti :  Ujian di alam kubur. Fitnah kubur dan siksa kubur Nubdzatun fil „Aqidah Kita juga wajib mengimani segala peristiwa yang terjadi setelah kematian. baik yang terkait dengan perbuatan Allah sendiri ataupun perbuatan makhluk Mengimani bahwa Allah telah menulis ilmunya di dalam Lauhul mahfuz sejak 50 ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi Mengimani bahwa segala kejadian di alam ini tidak terjadi kecuali dengan kehendak Allah. Iman terhadap surga dan neraka. Surga adalah negeri yang penuh dengan kenikmatan yang Allah persiapkan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa. Adapun nikmat kubur diperuntukkan bagi orang-orang yang beriman dan tulus lagi jujur Buah iman kepada hari Akhir Nubdzatun fil „Aqidah Iman kepada hari akhir akan membuahkan :    Menumbuhkan semangat dalam melakukan ketaatan Memunculkan perasaan takut untuk berbuat maksiat Menghibur hati seorang mukmin yang mengalami kehilangan sebagian kenikmatan dunia IMAN KEPADA TAKDIR Kandungan iman kepada Takdir Nubdzatun fil „Aqidah hal. 53 Iman kepada takdir mencakup empat hal :    Mengimani bahwa Allah telah mengetahui segala sesuatu baik secara global maupun terperinci. Keduanya merupakan tempat tinggal abadi bagi manusia. Siksa kubur diperuntukkan bagi orang-orang zalim yaitu orang munafik dan orang kafir.

yaitu takdir yang dituliskan saat Lailatul Qadar di setiap tahunnya Takdir yaumi. anNaba‟(78) : 39). hidup maupun matinya seseorang . yaitu takdir yang dituliskan terjadi pada setiap harinya. Buah iman kepada Takdir Nubdzatun fil „Aqidah Iman kepada takdir akan menghasilkan :    Sikap bersandar kepada Allah dalam melakukan usaha Menahan munculnya sikap ujub atau kagum terhadap diri sendiri Tenang ketika menghadapi musibah yang menimpa Macam-macam taqdir Kitab Tauhid li Shafits Tsani Takdir ada bermacam-macam :     Takdir umum yang mencakup segala sesuatu yaitu yang sudah Allah tetapkan sejak 50 ribu tahun sebelum diciptakannya langit dan bumi Takdir umri. Sedangkan dalil kenyataan menunjukkan bahwa setiap orang menyadari bahwa dirinya mempunyai kehendak dan kemampuan yang dengan itu dia bisa melakukan sesuatu atau meninggalkannya. Allah juga berfirman (yang artinya). mereka memiliki pilihan dan kemampuan. Hal ini ditunjukkan oleh dalil syari‟at maupun dalil kenyataan. Dalil dari syari‟at antara lain firman Allah “Maka baransgiapa yang berkehendak silakan mengambil jalan untuk kembali kepada Rabb-nya. baik itu berupa dzat. sifat maupun gerak-geriknya Kehendak manusia Nubdzatun fil „Aqidah Manusia tidak hidup dalam keadaan dipaksa. “Bertakwalah kepada Allah sekuat kemampuan kalian. atTaghabun : 16).” (QS.” (QS. baik itu terkait dengan rezeki. Mengimani bahwa segala sesuatu yang ada di alam ini merupakan makhluk Allah. yaitu takdir yang dituliskan ketika seoang bayi mulai mengawali kehidupannya di dalam rahim ibunya Takdir sanawi.

dan (memerdekakan) hamba sahaya. Peristiwa itu terjadi sebelum diwajibkan shalat fardhu. 2. harapan besar ia mendapat kebaikan. (Diriwayatkan oleh Abdur-razzaq dari Ma'mar. penderitaan dan dalam peperangan. kemudian meninggal di saat ia tetap iman. sehingga turunlah ayat tersebut di atas (S. Akan tetapi kaum Yahudi menganggap yang baik itu ialah apabila shalat mengarah ke barat. Setelah turun ayat tersebut di atas (S. nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya). akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah. dan menunaikan zakat. Pada waktu itu apabila seseorang telah mengucapkan "Asyhadu alla ilaha illalah. hari kemudian. anak-anak yatim. 2: 177) sehubungan dengan pertanyaan seorang laki-laki yang ditujukan kepada Rasulullah SAW tentang "al-Bir" (kebaikan). yang bersumber dari Qatadah. sedang kaum Nashara mengarah ke timur. dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan.) Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa turunnya ayat ini (S.) . malaikat-malaikat. orang-orang miskin. (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Mundzir yang bersumber dari Qatadah. kitab-kitab.Al-Baqarah : 177 Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan. musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta. wa asyhadu anna Muhammadan 'Abduhu wa rasuluh". Diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Abil 'Aliyah. mendirikan shalat. 177) Rasulullah SAW memanggil kembali orang itu. 2: 177). dan dibacakannya ayat tersebut kepada orang tadi. dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Qatadah menerangkan tentang kaum Yahudi yang menganggap bahwa yang baik itu shalat menghadap ke barat. dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji. sedang kaum Nashara mengarah ke timur.

Injil dan Shuhuf-Shuhuf yang tersebut dalam Al Quran yang diturunkan kepada para Rasul. petunjuk bagi mereka yang bertaqwa 3. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu[17]. Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum Muhammad s. yang mendirikan shalat[15]. ialah kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al Quran seperti: Taurat. Tanda-tanda adanya iman ialah mengerjakan apa yang dikehendaki oleh iman itu.. serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat[18]. Iman ialah kepercayaan yang teguh yang disertai dengan ketundukan dan penyerahan jiwa. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya. lalu Jibril menyampaikannya kepada Rasul. [17]. . Zabur.s. [13].a.Al-Baqarah : 2-4 2.w. dan menafkahkan sebahagian rezki[16] yang Kami anugerahkan kepada mereka 4. (yaitu) mereka yang beriman[13] kepada yang ghaib[14]. Allah menurunkan Kitab kepada Rasul ialah dengan memberikan wahyu kepada Jibril a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful