NASKAH AGAMA ISLAM

Tentang Rukun Islam

Oleh:

Ikrar Nusantara Putra
NPM 150510100186

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2010

Penggunaan kata iman seperti itu. janganlah engkau disedihkan karena mereka berlomba lomba dalam kekafiran. keadaan dimana pengakuan dengan lisan itu harus diiringi dengan pembenaran di hati dan diamalkan dengan anggota badan. Al-Qur‟an menggunakan kata iman dalam dua arti yang berlainan. Uraikan masing masing Rukun Iman disertai sekurang kurangnya dua ayat AL-Qur‟an dan dua hadist shahih. khususnya ketika menceritakan perihal orang orang munafik. 1.Qur‟an. karena iman belum masuk ke dalam hatimu. kata iman berarti benar benar pembenaran di hati. “ Orang orang badui itu berkata „kami telah beriman‟ katakanlah (kepada mereka). Dalam contoh lain..Mereka pada hari itu lebih dekat pada kekafiran daripada keimanan.” (Al-Hujurat:4) Dalam ayat ini. Imam Raghib al-Asfihani dalam kamus al-Qur-an menuliskan bahwa kata iman itu kadang kadang tak lebih artinya.” (Ali Imran: 167). Dalam ayat lai dikatakan : “Wahai Rasul ( Muhammad).”Dan apa sebab kamu tidak beriman kepada Allah? Rasul mengajak kamu beriman kepada Tuhanmu. padahal hati mereka belum beriman” (Al-Maidah:41) Demikian pula dalam sebuah peprangan rasulullah SAW melarang tentara muslim memerangi musuh hingga mereka mengakui bahwa tiada tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan allah. Uraikan dengan singkat Rukun Iman berdasarkan AL-Qur‟an dan Hadist dalam naskah sebanyak minimal tiga lembar ! 2.. dan ia sunguh sungguh menerima perjanjianmu jika kamu beriman” (Al-Hadid:8) . pengakuan di bibir. Yaitu orang (munafik) yang mengatakan dengan mulut mereka. Dikisahkan oleh Al.. „kamu belum beriman tetapi katakanlah „kami telah tunduk.. ( HR. Allah berfirman: “Dan orang orang yang beriman kepada Allah dan para utusanNya. Iamm Bukhari dari Umar RA) ImamAl.. pembenaran di hati dan berbuat baik. banyak ditemukan dalam catatan sejarah...‟kami telah beriman‟. “.. mereka adalah orang orang yang tulus dan setia kepada Tuhan mereka” (Al-Hadid:19) Tetapi kata iman digunakan juga.. hanya sekedar ucapan di bibir. Mereka mengatgakan dengan mulutnya apa yang tidak sesuai dengan hatinya. serta tuliskan sumber pustakanya ! Pembahasan : 1. artinya.Tugas Mandiri 4.Asfihani juga mengatakan bahwa iman berartipula tasdiqun bil qalbi wa „amalun biljawarih.

Ayat ini dipahami bahwa iman kepada allah berarti berkorban dalam membela kebenaran. dan para Malaikat. dan para Nabi (Al-Baqarah:177) Sedangkan dalam hadist Rasulullah SAW menerangkan bahwa rukun islam ada 6 dengan sabdanya : “ Hendaklah engkau berimankepada Allah. dengan kata lain. hati meyakini. sebagaiamana pemahaman dari hubungan ayat satu dengan ayat lainnya. iman secara garis besar. at-tasdiqubilqalbi. Nasrani atau Majusi. dan Hari Akhir. danberiman kepada apa yang diwahyukan para nabi sebelumnya. sedangkan iman yang teruraidisebut iman mufasshal. akal sehat. 2. para MalaikatNya. Iman yang disebut ke dua diterangkan oleh AlQur‟an sebagai berikut: “Beriman kepada Yang Maha Gaib (yakni. dan dilakukan dalam tindakan sesuai dengan aturan. lisan dan perbuatan. neriman kepada apa yang diwahyukan kepada nabi Muhammad SAW. Tidak mungkin mereka menciptakan dirinya .” (HR. al-a’mal bil arkam. Rasul-rasulNya dan Hari akhir. (Al-Baqarah:2-4) Selanjutnya dari ayat lain dijelaskan lebih lanjut lima ajaran iman. Menurut istilah ulama fikih. yaitu agar beriman kepada Allah. al-ikraru billisani. takdir baik dan takdir jelek” (HR Imam Bukhari Muslim dari Umar bin Khattab RA) Jadi Iman menurut ajaran Islam adalah penggabungan tiga unsur : hati. dan ( yang ke 6 diulangi lagi kata”hendaklah engkau beriman‟) kepada takdir. dan berimn kepada akhirat. lisan mengucapkan. Allah). Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikan dia beragama Yahudi. “Setiap bayi dilahirkan pasti dalam keadaan di atas fitrah. dan Kitab kitab. Tidak ada yang menyimpang dari keyakinan ini selain orang yang sudah terpengaruh faktor lain yang menyimpangkannya dari fitrah tersebut. apa yang diuraikan diatas disebut iman mujmal. IMAN KEPADA ALLAH Iman terhadap wujud Allah Nubdzatun fil ‘Aqidah Iman terhadap wujud Allah ditopang oleh fitrah. dalil syari‟at dan juga indera. Adapun secara akal maka sesungguhnya keberadaan makhluk yang ada sejak dahulu hingga sekarang ini semua menunjukkan pasti ada yang menciptakan mereka. Secara fitrah setiap manusia pasti mengakui bahwa ada yang menciptakan dirinya. Kita-kitabNya. hal itu dia yakini tanpa perlu berpikir panjang atau pun belajar ilmu tertentu. Nabi shallallahu „alaihi wa sallam bersabda. Bukhari).

Maha Suci Allah. Begitu pula adanya kitab-kitab suci yang semuanya berbicara tentang Allah. siapakah yang menciptakan langit dan bumi. mengatur urusan dan memerintah. dan (diciptakan-Nya pula) matahari. “Dan sungguh jika kalian tanyakan kepada mereka. Ketika mendengar dibacakannya ayat ini maka Jubair bin Muth‟im yang pada saat itu masih kafir mengatakan. maka mereka pasti menjawab. Ingatlah. lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy548. ini merupakan dalil syari‟at tentang keberadaan/wujud Allah. Sedangkan sesembahan yang kalian seru selain-Nya tidaklah menguasai apapun walaupun hanya setipis kulit ari. Allah berfirman : “Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun yang ada sebelumnya ataukah mereka menciptakan diri mereka sendiri?” (QS. Maka tidak ada kemungkinan selain alam ini pasti diciptakan oleh Allah ta‟ala. “Dan sungguh jika kalian tanyakan kepada mereka. bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintahNya. siapakah yang menciptakan mereka.” (HR.” (QS. maka pasti mereka akan mengatakan : Allah…” (QS. Tidak ada orang yang mengingkari hal ini kecuali dikarenakan kesombongan dan kecongkakan seperti halnya Fir‟aun.” (QS. Allah berfirman: “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. Bukhari). Orang-orang musyrik pun sudah mengakui hal ini bahwa tidak ada yang menguasai alam ini dan menciptakan langit dan bumi selain Allah. menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. “Hampir-hampir saja hatiku terbang. al-A‟raaf(7) : 54). az-Zukhruf : 9). Tuhan semesta alam. yang menciptakannya adalah Dzat Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. az-Zukhruf : 87). Allah berfirman (yang artinya). itulah saat pertama kali iman menyentuh dan bersemayam di dalam hatiku. ath-Thur (52) : 35). atau terjadi secara tiba-tiba tanpa pencipta. pengatur dan yang berhak memerintah semua makhluk selain Allah semata. Kita wajib mengimani bahwa tidak ada pencipta. Allah juga berfirman : “Itulah Allah Rabb kalian. Allah juga berfirman (yang artinya). Iman terhadap Rububiyyah Allah Nubdzatun fil ‘Aqidah Rabb adalah Dzat yang memiliki kuasa menciptakan. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. Iman terhadap Uluhiyyah Allah Nubdzatun fil ‘Aqidah . Sang pemilik kerajaan.sendiri. Fathir : 13).” (QS.

Jumlah mereka banyak. Hal ini jelas tidak benar karena itu sama saja mengatakan bahwa di dalam al-Qur‟an terdapat pertentangan. sifat ataupun sebagian darinya dengan alasan bahwa apabila kita menetapkan hal itu akan menyebabkan terjadinya penyerupaan Allah dengan makhluk. al-Baqarah : 163).” (QS. Allah menganugerahkan kepada mereka ketundukan yang penuh terhadap perintah-Nya dan kekuatan yang hebat sehingga dapat melaksanakannya. al-Hajj : 62). Allah menciptakan mereka dari cahaya. tanpa menyimpangkan maknanya. al-A‟raaf : 59). IMAN KEPADA MALAIKAT Kandungan iman kepada malaikat Rujukan : Nubdzatun fil „Aqidah Malaikat adalah makhluk ghaib yang senantiasa taat beribadah kepada Allah. serta tidak disertai dengan menyerupakannya dengan makhluk. Iman terhadap Asma wa Sifat Allah Nubdzatun fil ‘Aqidah Yaitu dengan menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Allah yang disebutkan oleh Allah atau rasul-Nya. “Demikian itulah kuasa Allah. “Hai kaumku. Mu‟aththilah menolak nama. asy-Syura : 11). Dalam mengimani hal ini terdapat dua kelompok besar yang menyimpang yaitu mu‟aththilah dan musyabihah. Sedangkan kaum musyabbihah menetapkan nama dan sifat akan tetapi menyerupakan hakikatnya dengan nama dan sifat makhluk.” (QS. “Sesembahan kalian adalah sesembahan yang esa. Maka segala sesuatu yang disembah selain Allah adalah batil. tidak ada yang dapat menghitung semuanya kecuali Allah. Maka menyerupakan Allah dengan makhluk jelas sebuah kebatilan. tanpa menolak. karena sama nama belum tentu hakikatnya sama. Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Hal itu sebagaimana diceritakan oleh Nabi dalam hadits Anas yang mengisahkan peristiwa mi‟raj Nabi ke langit bahwa di baitul ma‟mur ada tujuh puluh ribu malaikat yang . Padahal Allah sendiri yang menetapkan adanya nama atau sifat tersebut. “Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan-Nya dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Menurut mereka itulah yang dimaksud oleh dalil. Allah berfirman (yang artinya). padahal Allah sendiri menyatakan bahwa tidak ada yang serupa dengan-Nya.” (QS.” (QS. dan tanpa menentukan bentuk dan caranya. di dalam al-Qur‟an ataupun as-Sunnah sesuai dengan kemuliaan-Nya. Dia adalah sesembahan yang haq sedangkan segala yang diseru selain-Nya adalah sesembahan yang batil. sembahlah Allah. tidak ada sesembahan yang benar bagi kalian selain Dia.Artinya kita mengimani bahwa hanya Allah sesembahan yang benar dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Tidak ada sesembahan selain Dia. Dan pertentangan ini sangat mustahil terjadi. Allah berfirman (yang artinya). Oleh sebab itu dakwah yang diserukan oleh para rasul adalah sama yaitu.

Bukhari dan Muslim). 32 Yang dimaksud dengan kitab di sini adalah kitab-kitab suci yang Allah turunkan kepada para rasul-Nya sebagai bukti kasih sayang-Nya kepada manusia. apabila mereka sudah keluar darinya maka mereka tidak lagi kembali (HR. sedangkan pemberlakuan kitab suci terdahulu telah dihapuskan semuanya oleh alQur‟an .mengerjakan shalat di sana. mencatat amal-amal mereka Mencintai ketaatan malaikat terhadap perintah Rabbnya IMAN KEPADA KITAB-KITAB Kandungan iman kepada Kitab Rujukan : Nubdzatun fil „Aqidah hal. Iman kepada kitab-kitab mengandung empat hal :    Mengimani bahwa kitab-kitab tersebut benar-benar turun dari sisi Allah Mengimani nama-nama kitab yang kita ketahui. petunjuk bagi mereka agar mereka bisa mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Mengimani malaikat mengandung :     Keimanan terhadap wujud/keberadaan mereka Mengimani nama-nama mereka yang kita ketahui dan keberadaan mereka meskipun tidak kita ketahui namanya Mengimani sifat-sifat mereka yang diberitakan kepada kita Mengimani perbuatan atau tugas mereka yang kita ketahui Buah iman kepada malaikat Rujukan : Nubdzatun fil „Aqidah Iman kepada malaikat akan dapat membuahkan manfaat yang agung di antaranya :    Mengetahui kebesaran Allah ta‟ala dan kemahakuasaan-Nya Bersyukur kepada Allah atas perhatian-Nya kepada manusia di mana Allah menciptakan malaikat yang menjaga mereka. adapun yang tidak kita ketahui namanya maka kita mengimaninya secara global Membenarkan berita yang sahih yang terdapat di dalamnya sebagaimana berita-berita yang terdapat di dalam al-Qur‟an dan berita-berita di dalam kitab suci terdahulu yang tidak diubah-ubah atau diselewengkan  Mengamalkan hukumnya yang belum dihapus oleh al-Qur‟an dan merasa ridha dan pasrah kepada ketentuannya.

. Sedangkan pengertian rasul dalam syari‟at adalah orang yang mendapatkan wahyu dengan syari‟at serta diperintahkan untuk menyampaikannya. Didengar oleh Jibril dan disampaikan kepada Muhammad shallallahu „alaihi wa sallam dan kemudian beliau menyampaikannya kepada para sahabatnya. al-Ahzab : 40). Allah ta‟ala berfirman (yang artinya). Dan Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam telah menunaikan tugasnya untuk menjelaskan al-Qur‟an ini dengan ucapan. Rasul yang pertama adalah Nuh „alaihis salam. “Sesungguhnya Kami telah wahyukan kepadamu al kitab sebagaimana Kami mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi sesudahnya. Allah ta‟ala berfirman : “Dan Kami turunkan kepadamu al-Qur‟an agar kamu jelaskan kepada manusia apa yang diturunkan kepada mereka dan supaya mereka mau berpikir. dan ia akan tetap ada hingga tiba waktunya diangkat di akhir zaman nanti. yang ditulis di dalam mushaf. dihafal di dalam dada dan kita dengar dengan telinga kita. sedangkan rasul yang terakhir adalah Muhammad shallallahu „alaihi wa sallam. an-Nisaa‟ : 163).” (QS. Allah juga berfirman “Bukanlah Muhammad itu sekedar bapak dari salah seorang dari kalian akan tetapi dia adalah seorang utusan Allah dan penutup nabi-nabi. an-Nahl(16) : 44). Diturunkan dari-Nya. al-Qur‟an diturunkan kepada Nabi yang terakhir dan ia merupakan kitab suci terakhir yang diturunkan kepada manusia dan menghapus syari‟atsyari‟at terdahulu. Itulah yang kita baca dengan lisan kita.” (QS. IMAN KEPADA PARA RASUL Definisi rasul Nubdzatun fil „Aqidah Secara bahasa Rasul artinya orang yang diutus untuk menyampaikan sesuatu.” (QS. lafaz maupun maknanya. bukan makhluk. al-Qur‟an yang ada di tangan-tangan kita itulah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad. perbuatan dan ketetapannya.Buah iman kepada Kitab Rujukan : Nubdzatun fil „Aqidah Iman kepada kitab membuahkan :   Menyadari perhatian Allah kepada hamba-hamba-Nya di mana Allah telah menurunkan kitab-kitab kepada masing-masing kaum sebagai petunjuk untuk mereka Mengetahui kebijaksanaan Allah dalam menetapkan syari‟at-Nya di mana Allah menetapkan syari‟at yang sesuai dengan keadaan masing-masing kaum Iman terhadap al-Qur‟an Rujukan : Kitab Tauhid li Shafits Tsani al-Qur‟an adalah kalamullah.

dan apabila tidak kita ketahui maka kita mengimani mereka secara global Membenarkan berita yang benar-benar diberitakan oleh mereka Mengamalkan syari‟at rasul yang diutus kepada kita yaitu Nabi Muhammad shallallahu „alaihi wa sallam Buah iman kepada para Rasul Nubdzatun fil „Aqidah Iman kepada rasul membuahkan berbagai faidah di antaranya :  Mengetahui rahmat Allah ta‟ala dan perhatian-Nya kepada hamba-hamba-Nya di mana Allah mengutus untuk mereka para rasul yang menunjukkan kepada mereka kepada jalan Allah dan menjelaskan kepada mereka tata cara beribadah kepada-Nya  Bersyukur kepada Allah atas nikmat yang sangat agung ini .Perbedaan nabi dengan rasul Kitab Tauhid li Shafits Tsani Nabi secara istilah adalah seorang lelaki merdeka yang mendapatkan berita dari Allah ta‟ala dengan syari‟at terdahulu untuk dia ajarkan kepada orang-orang di sekelilingnya yang telah menganut syariat terdahulu tersebut.    Mengimani rasul yang kita ketahui namanya. Kandungan iman kepada para Rasul Nubdzatun fil „Aqidah Iman kepada para rasul mengandung beberapa hal :  Mengimani bahwa risalah mereka adalah haq dari sisi Allah. “Kaum Nuh mendustakan seluruh rasul. sehingga tidak bisa menjadi rasul kecuali nabi. Maka rasul adalah hakim di antara mereka. Setiap rasul adalah nabi dan tidak sebaliknya.” (QS. Rasul diutus kepada orang yang belum mengenal agama Allah dan syari‟at-Nya atau kepada orang-orang yang telah mengubah syariat dan agama dalam rangka mengajari dan mengembalikan mereka kepada ajaran yang benar. Adapun rasul adalah lelaki merdeka yang mendapatkan berita dari Allah dengan syariat serta diprintahkan untuk menyampaikannya kepada kelompok orang yang tidak mengetahuinya atau kaum yang menyelisihinya dari kalangan orang-orang yang menjadi sasaran dakwahnya. maka barangsiapa yang mengingkari risalah salah satu saja di antara mereka sama saja dia telah kafir kepada mereka semua. Allah berfirman (yang artinya). Sedangkan nabi hanya diutus untuk mendakwahkan syariat sebelumnya yang sudah ada. Kenabian merupakan sayrat kerasulan. asy-Syu‟ara‟ : 105).

” (HR.  Di samping itu kita juga dilarang melakukan perbuatan melampaui batas dan berlebih-lebihan dalam memuji beliau. Mencintai para Rasul „alaihimush shalatu was salam dan mengagungkan mereka. “Dan tidaklah ia (Muhammad) berbicara dengan hawa nafsunya. Sesungguhnya aku hanyalah seorang hamba. 65  Wajib bagi setiap orang untuk mencintai Allah. Dan salah satu konsekuensi kecintaan kepada Allah adalah kecintaan kepada Rasul. tidak berpakaian. dan belum berkhitan. “Tidaklah beriman salah seorang dari kalian sampai aku lebih dicintainya daripada anak dan orang tuanya. IMAN KEPADA HARI AKHIR Kandungan iman kepada hari Akhir Nubdzatun fil „Aqidah Hari akhir adalah hari tatkala umat manusia dibangkitkan dari kuburnya untuk dihisab dan dibalas amalamalnya. Mencintai dan mengagungkan Rasulullah Kitab Tauhid li Shafits Tsalits hal. Beliau bersabda. memuji mereka dengan pujian yang sepantasnya karena mereka adalah para utusan Allah yang telah menunaikan dengan baik kewajiban beribadah kepada-Nya serta menyampaikan risalah kepada umat manusia. dan dari seluruh manusia. Setiap orang akan dibalas berdasarkan amalnya. yaitu dihidupkannya orang-orang yang telah mati ketika ditiupnya sangkakala untuk kedua kalinya maka bangkitlah mereka untuk menghadap Allah dalam keadaan tidak beralas kaki. Maka katakanlah bahwa aku adalah hamba dan utusan-Nya. Allah berfirman (yang artinya). kalau seandainya setelah itu semua tidak ada balasan dan maka niscaya ini semua merupakan sebuah kesia-siaan yang Allah tentu saja terbebas darinya . Dan kita juga tidak boleh sembarangan membicarakan sahih tidaknya hadits tanpa landasan ilmu.  Iman terhadap adanya hisab dan pembalasan amal.  Termasuk bentuk pengagungan kepada beliau adalah dengan menjunjung tinggi sunnah-Nya.” (QS.” (HR. Iman kepada hari akhir mengandung 3 hal :  Iman akan terjadinya hari kebangkitan. “Janganlah kamu memujiku sebagaimana kaum Nashara memuji Isa putera Maryam. Bukhari dan Muslim). bahkan Allah juga memerintahkan untuk memerangi orang-orang yang menentang rasulNya. Bukhari dan Muslim). namun itu adalah wahyu yang diwahyukan kepadanya. Hal ini merupakan konsekuensi dari kebijaksanaan Allah ta‟ala yang telah menurunkan kitab-kitab dan mengutus para rasul serta mewajibkan umat manusia untuk menerima dan melaksanakan ajaran mereka. Nabi bersabda. bahkan hal itu tergolong ibadah yang paling agung. an-Najm : 3-4).

Surga adalah negeri yang penuh dengan kenikmatan yang Allah persiapkan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa. Adapun nikmat kubur diperuntukkan bagi orang-orang yang beriman dan tulus lagi jujur Buah iman kepada hari Akhir Nubdzatun fil „Aqidah Iman kepada hari akhir akan membuahkan :    Menumbuhkan semangat dalam melakukan ketaatan Memunculkan perasaan takut untuk berbuat maksiat Menghibur hati seorang mukmin yang mengalami kehilangan sebagian kenikmatan dunia IMAN KEPADA TAKDIR Kandungan iman kepada Takdir Nubdzatun fil „Aqidah hal. Siksa kubur diperuntukkan bagi orang-orang zalim yaitu orang munafik dan orang kafir. 53 Iman kepada takdir mencakup empat hal :    Mengimani bahwa Allah telah mengetahui segala sesuatu baik secara global maupun terperinci. Pada saat itu Allah akan memberikan ketegaran bagi hamba-hamba-Nya yang beriman sehingga ia akan bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan baik. Iman terhadap surga dan neraka. Sedangkan neraka adalah negeri yang penuh dengan siksaan yang dipersiapkan oleh Allah bagi orang-orang yang kafir dan zalim. Fitnah kubur dan siksa kubur Nubdzatun fil „Aqidah Kita juga wajib mengimani segala peristiwa yang terjadi setelah kematian. apa agamanya dan siapa Nabinya. Keduanya merupakan tempat tinggal abadi bagi manusia. baik hal itu berkaitan dengan diri-Nya ataupun makhluk . seperti :  Ujian di alam kubur. baik yang terkait dengan perbuatan Allah sendiri ataupun perbuatan makhluk Mengimani bahwa Allah telah menulis ilmunya di dalam Lauhul mahfuz sejak 50 ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi Mengimani bahwa segala kejadian di alam ini tidak terjadi kecuali dengan kehendak Allah.  Siksa dan nikmat kubur. Yaitu pertanyaan kepada mayit setelah ia dikuburkan mengenai siapakah Rabbnya.

“Bertakwalah kepada Allah sekuat kemampuan kalian. Sedangkan dalil kenyataan menunjukkan bahwa setiap orang menyadari bahwa dirinya mempunyai kehendak dan kemampuan yang dengan itu dia bisa melakukan sesuatu atau meninggalkannya. Hal ini ditunjukkan oleh dalil syari‟at maupun dalil kenyataan. mereka memiliki pilihan dan kemampuan. yaitu takdir yang dituliskan ketika seoang bayi mulai mengawali kehidupannya di dalam rahim ibunya Takdir sanawi.” (QS. Mengimani bahwa segala sesuatu yang ada di alam ini merupakan makhluk Allah. Allah juga berfirman (yang artinya). hidup maupun matinya seseorang . yaitu takdir yang dituliskan saat Lailatul Qadar di setiap tahunnya Takdir yaumi. Buah iman kepada Takdir Nubdzatun fil „Aqidah Iman kepada takdir akan menghasilkan :    Sikap bersandar kepada Allah dalam melakukan usaha Menahan munculnya sikap ujub atau kagum terhadap diri sendiri Tenang ketika menghadapi musibah yang menimpa Macam-macam taqdir Kitab Tauhid li Shafits Tsani Takdir ada bermacam-macam :     Takdir umum yang mencakup segala sesuatu yaitu yang sudah Allah tetapkan sejak 50 ribu tahun sebelum diciptakannya langit dan bumi Takdir umri. anNaba‟(78) : 39). yaitu takdir yang dituliskan terjadi pada setiap harinya. sifat maupun gerak-geriknya Kehendak manusia Nubdzatun fil „Aqidah Manusia tidak hidup dalam keadaan dipaksa. baik itu terkait dengan rezeki. baik itu berupa dzat.” (QS. atTaghabun : 16). Dalil dari syari‟at antara lain firman Allah “Maka baransgiapa yang berkehendak silakan mengambil jalan untuk kembali kepada Rabb-nya.

sedang kaum Nashara mengarah ke timur. harapan besar ia mendapat kebaikan. anak-anak yatim. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Abil 'Aliyah. nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya. akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah. sedang kaum Nashara mengarah ke timur. kemudian meninggal di saat ia tetap iman. Pada waktu itu apabila seseorang telah mengucapkan "Asyhadu alla ilaha illalah. hari kemudian. (Diriwayatkan oleh Abdur-razzaq dari Ma'mar. malaikat-malaikat. Peristiwa itu terjadi sebelum diwajibkan shalat fardhu.Al-Baqarah : 177 Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan. dan dibacakannya ayat tersebut kepada orang tadi. 2. wa asyhadu anna Muhammadan 'Abduhu wa rasuluh". dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji. dan (memerdekakan) hamba sahaya. 2: 177).) . 177) Rasulullah SAW memanggil kembali orang itu.) Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa turunnya ayat ini (S. sehingga turunlah ayat tersebut di atas (S. yang bersumber dari Qatadah. penderitaan dan dalam peperangan. orang-orang miskin. mendirikan shalat. dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Qatadah menerangkan tentang kaum Yahudi yang menganggap bahwa yang baik itu shalat menghadap ke barat. dan menunaikan zakat. 2: 177) sehubungan dengan pertanyaan seorang laki-laki yang ditujukan kepada Rasulullah SAW tentang "al-Bir" (kebaikan). Setelah turun ayat tersebut di atas (S. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya). Akan tetapi kaum Yahudi menganggap yang baik itu ialah apabila shalat mengarah ke barat. dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan. (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Mundzir yang bersumber dari Qatadah. kitab-kitab. musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta.

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya. petunjuk bagi mereka yang bertaqwa 3. .s. Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum Muhammad s.Al-Baqarah : 2-4 2. dan menafkahkan sebahagian rezki[16] yang Kami anugerahkan kepada mereka 4. yang mendirikan shalat[15]. Zabur. [13]. lalu Jibril menyampaikannya kepada Rasul.w. ialah kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al Quran seperti: Taurat.a.. Allah menurunkan Kitab kepada Rasul ialah dengan memberikan wahyu kepada Jibril a. Injil dan Shuhuf-Shuhuf yang tersebut dalam Al Quran yang diturunkan kepada para Rasul. serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat[18]. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu[17]. [17]. Iman ialah kepercayaan yang teguh yang disertai dengan ketundukan dan penyerahan jiwa. (yaitu) mereka yang beriman[13] kepada yang ghaib[14]. Tanda-tanda adanya iman ialah mengerjakan apa yang dikehendaki oleh iman itu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful