HADITS TENTANG ATURAN PERGAULAN ; LARANGAN BERKHALWAT DAN MACAM –MACAM ZINA ANGGOTA TUBUH

Makalah Ini Ditujukan Untuk Memenuhi Tugas Terstruktur Mata Kuliah Hadits 2 Dosen Pembimbing : Bapak H.Aji Ahmad Tajudin,M.Ag

Disusun oleh : Kelompok 7 1. SIRMAN 2. WINA ALAWIYAH 3. SITI AISYAH 4. RINA FITRIA Semester 4 D

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM DR.KHEZ MUTTAQIEN PURWAKARTA TAHUN AKADEMIK 2011/2012

Ag selaku dosen Hadits 2 yang telah banyak memberikan bimbingannya.Bapak H.karena hanya dengan karunia-Nya lah penyusunan makalah ini dapat terwujud.selain itu makalah ini juga ditujukan sebagai pemenuhan tugas terstuktur mata kuliah Hadits 2.dan kekurangan-kekurangan lainnya yang tidak diketahui.Dengan segala kerendahan hati penyusun berusaha merangkum dan memberikan gambaran materi ini. Kepada seluruh keluarga tecinta yang selalu mendukung baik materi maupun moril.Oleh karena itu penyusun memohon maaf yang sebesar-besarnya bagi para ahli ilmu dan para pencinta ilmu terhadap kekurangan-kekurangan tersebut. Menyadari bahwa penyusun adalah mahluk yang lemah.baik dalam segi penulisan. Akhirnya hanya kepada Allah lah penyusun berharap.semoga makalah ini bermanfaat bagi mereka yang mau mempelajari dan mendalaminya. Dalam makalah ini penyusun mengetengahkan Judul “HADITS TENTANG ATURAN PERGAULAN YANG MELIPUTI LARANGAN BERKHALWAT DAN MACAM-MACAM ZINA ANGGOTA TUBUH”.pastilah di dalam penyusunan makalah ini terdapat kesalahan dan kekurangannya.KATA PENGANTAR Alhamdulillahirobbil ‘alaamiin.Aji Ahmad Tajudin.M.Penyusunan makalah ini bertujuan untuk membantu mahasiswa khususnya penyusun dalam mempelajari salah satu materi Hadits 2. Serta rekan-rekan dan para pencinta Ilmu lainnya yang telah banyak memberikan sumbangan inspirasinya yang memang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.Meskipun memang masih jauh dari kesempurnaan.Teriring Shalawat dan salam kami curahkan bagi NabiNya yang mulia Rasulullah Muhammad SAW.Terutama kepada:    Yth. Penyusun .Puji syukur kehadirat ALLAH SWT .penjabaran materi. Penyusun ucapkan terima kasih kasih kepada semua pihak yang ikut mendukung dan membantu untuk terselesainya makalah ini.

........ B..................... Hadits tentang macam-macam zina anggota tubuh ....................... 2 Tujuan Penulisan .................................................................................. C.............................................................................. 2 Metode Penulisan ................................... Hadits Tentang Larangan berkhalwat I.... 12 DAFTAR PUSTAKA ...................... 7 B........ 2 Sistematika Penulisan .............. Hadits Riwayat Ahmad Dalam Kitab Musnad ............................................. 8 BAB III PENUTUP Kesimpulan .......................... Hadits Riwayat Bukhari Dalam Kitab Nikah .......................................... Rumusan Masalah .... i Pendahuluan ..................... D..................................................... Hadits Shahih Bukhari Dalam Syarah Al-Karmani ...................... 4 II................. 6 III......................................................................................................DAFTAR ISI Kata pengantar ................................................ 2 BAB II PEMBAHASAN A......................................... ii BAB I PENDAHULUAN A......... 13 ............................................................

Hadits tentang macam-macam zina anggota tubuh(matan.sanad.sanad hingga penjelasan hadits itu. dosa. Hendaknya dalam kehidupan sehari-hari kita mengikuti petunjuk-petunjuk yang telah disampaikan pada kita secara jelas.Sebelumnya kitapun harus terlebih dahulu mengetahui ayat-ayat apa dan sabda rasul yang mana sajakah yang bisa dijadikan hujjah bagi kita. 2.dan penjelasannya) C. Baik dalam dunia pendidikan.BAB II PEMBAHASAN. Agar dalam pergaulan kita tidak melampaui batas yang telah ditetapkan. Yang mana dalam pergaulan terkadang manusia tidak lepas dari kesalahan. A. kita tentu mengetahui dengan baik bahwa Allah SWT telah menetapkan batas-batas dalam pergaulan. E. Untuk itu perlu rujukannya dalam bertingkah laku.diantaranya 1.Agar kita tahu derajat kesahihannya untuk dijadikan hujjah.yaitu melalui Al Quran dan berbagai penjelasan yang lebih rinci melalui hadits-hadits/sabda Rasulullah SAW. Metode Penulisan Dalam pembuatan makalah ini. Hadits tentang larangan berkhalwat (berduaan dengan yang bukan mahram). Akan tetapi orang-orang islam sudah banyak yang terkontaminasi oleh budaya luar (negatif).dan melalui internet search. adanya interaksi dua gender tidak dapat terelakkan.sanad hingga penjelasan hadits tersebut. penulis membatasi masalah hanya pada permasalahan aturan pergaulan dalam Islam.Oleh karena itu dalam makalah ini kami akan berusaha sedikit membahasnya.mulai dari matan. Rumusan Masalah Berdasarkan banyaknya permasalahan dalam ilmu Hadits.BAB I PENDAHULUAN A. Sebagian umat Islam. kita sebagai orang yang berilmu agar bisa mencari jalan keluar dari berbagai macam permasalahan dan kemudian kita dapat memprakteknya dalam kehidupan sehari-hari. seperti hubungan pra nikah yang begitu bebas tanpa batas. karena risalah pertama yang disampaikan kepada umat Islam adalah tentang akhlak. dimana mereka sudah tidak memperhatikan lagi nilai-nilai syariat islam itu sendiri. ataupun selainnya. Latar Belakang Pada masa modern seperti sekarang ini. SistematikaPenulisan Makalah ini terdiri dari beberapa sub-Judul: BAB I PENDAHULUAN. penulis menggunakan metode literatur atau kepustakaan yang berhubungan dengan permasalahan.BAB III PENUTUP. Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan dalam makalah ini adalah untuk mengetahui berbagai Hadits tentang aturan pergaulan dalam islam dengan subtema larangan berkhalwat serta macam-macam zina anggota tubuh. maka kita harus dapat memahami ayat-ayat Al Qursan dan sabda Rasulullah tersebut. Untuk itulah. pekerjaan. D.Mulai dari matan. .yang menyebabkan terjadinya dekadensi moral. dan kekhilafan.

166. hal.” (QS. hadis: 424. (Hadits serupa kami dapati juga dalam Shahih Muslim pada “Kitab al-Hajji” no. Lalu seorang laki-laki bangkit seraya berkata. Di antara jalan zina yang berusaha ditutup oleh Islam adalah Khalwat. kembali dan tunaikanlah haji bersama isterimu. bukan hanya zinanya saja yang diharamkan. Bahkan. beliau bersabda: Janganlah sekali-kali seorang lakilaki berduaan dengan perempuan kecuali dengan ditemani muhrimnya. Khalwat adalah jalan syetan untuk menggoda manusia dan menjerumuskannya ke dalam perzinahan. zina juga diharamkan dengan bentuk yang cukup jelas. Shahih Bukhari dalam Syarah al-Karmani. HADITS TENTANG LARANGAN BERKHALWAT (BERDUAAN TANPA MAHRAM) Seburuk-buruk orang Islam pasti mengetahui haramnya zina. Firman Allah Ta‟ala: َ ٔ ِّ ‫ِ َ ت َ َ َ ٞل‬ ‫ٗ َ ا حَقشبُ٘ا اىضَّب إَِّّ اُ مبَُا فَبحش ا ٗسبءَا سبِ ا‬ َ ْ ‫َل‬ “Dan janganlah kamu mendekati zina.)  Skema sanad Hadits di atas : Rasulallah (10 H) Ibn Abbas (70 H) . beliau bersabda: Kalau begitu. sebab-sebab dan sarana yang menghantarkannya juga dilarang. jilid 9. hadis: 2165. Rasulullah shallallahu „alaihi wasallam bersabda: 1. Yaitu menyendirinya seorang laki-laki dengan wanita yang bukan istri dan mahramnya di tempat sepi yang tidak dilihat orang banyak. dan Sunan Tirmidzi pada “Kitab al-Fitan” no. sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. hadis 4904: ْ َّ ‫ح اثََْباػيِٜابِْاػبذاَّللاِاحذثََْباسفَٞبُاحذثََْباػَشٌٗاػَِاأَبِٜاٍؼبَذاػَِاابِْا‬ ْ َ َّ َ ُ ْ ُ َّ َ َّ ِ ْ َ ُ ُّ َ ‫َ ذ‬ ِ ْ ٍ َْ ْ ٍ َ ‫ػبَّبطاػَِااىَّْبِٜاصيَّٚاَّللاُاػيَٞٔاٗسيٌَّاقَبهالاَٝخيُُ٘اسخوٌابِبٍشأَةاإِلاٍغارٛا‬ ُ َ َّ َ ْ َ َ َ َ َ ِ ْ َ َّ َ ِّ ِ َ َ َّ ٍ َ ْ ُ ْ َ ‫ٍحْ شًافَقَبًاسخوٌافَقَبهاَٝباسسُ٘هاَّللاِااٍشأَحِٜاخشخجاحبخَّتاٗامخُخِبْجافِٜاغضٗةا‬ ُ َ َ ٍَ َ َ ْ َ َ َ َ ْ َّ َ َ َ َِ ْ َ ‫مزااٗمزااقَبهااسْ خغْافَححَّاٍغااٍشأَحِلَا‬ َ ْ َ َ ُ ِ َ ََ َ ََ Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdullah Telah menceritakan kepada kami Sufyan Telah menceritakan kepada kami Amru dari Abu Ma'bad dari Ibnu Abbas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. al-Isra‟: 32). Syariat Islam telah menutup jalan ini dan menghalanginya sehingga diharapkan orang Islam aman darinya.BAB II PEMBAHASAN A. Wahai Rasulullah. no. isteriku berangkat hendak menunaikan haji sementara aku diwajibkan untuk mengikuti perang ini dan ini. Dalam Al-Qur‟an.

Murid-muridnya antara lain: Imam Bukhari. Abu Ma’bad a. Abu Zubair.Jabir bin Abdullah. Qasim bin Abi Bazah. Nama lengkapnya: Amru bin Dinar al-Maki Abu Muhammad. Sulaiman al-Ahwal. Abi Dlamrah. Ibn Zubair. Mujahid. Ibn Juraij. ibn Ma‟in dan Abu Zar‟ah: Tsiqah. Murid-muridnya antara lain: Abu Ma‟bad. 4. Ibn Qasim. Menurut Abdiurrahman bin Hakim: Tsiqah. Abdurrahman bin Auf. Derajatnya: Menurut Imam Ahmad. Murid-muridnya antara lain: Sufyan bin Uyainah. Derajatnya: menurut al Madani: Tsiqah. Khalid bin Haris. Wafat: 126 H. Nasai dan Ibn Majah. d. wafat: 234 H.Ibn Ma‟bad (104 H) Amru bin Dinar (126 H) Sufyan bin Uyainah (198 H) Ali bin Abdullah (234 H) Imam Muslim Imam Bukhari (265 H)  Sanad Hadits dalam riwayat Imam Bukhari 1. c. Umar bin Khattab. Sa‟ad bin Musayyab. Wafat: 104 H. b. c. Nama lengkapnya: Ali bin Abdullah bin Ja‟far. Derajatnya: tsiqah. Abu Dawud. Abu Bakar. b. Malik. Tirmizi. b. Nama lengkapnya: Nafidz Abu Ma‟bad. Ibn Abbas a. Murid muridnya: Amru bin Dinar. 2. Qatadah. 5. bin Najih Assa‟adi. Ibn Amru ibn Ash c. Ali bin abdullah a. Al „Ajli Kufi: Tsiqah Tsubut. Ibn Juraih. Guru-gurunya antara lain: Nabi Saw. Ibn al-Madani: Tsiqah. Gurunya: Ibn Abbas c. Ja‟far Shadiq. Ata‟. Abu Imamah bin Sahal. alA‟masyi. Abu Hurairah. Ishaq bin Abdullah. Ali dan muhammad bin Abdullah bin Abbas. Zuhair bin Harb. Guru-gurunya antara lain: Amru bin Dinar. Hatim bin Wardan. Guru-gurunya antara lain: Ibn Abbas. Abu Ma‟bad. Nama lengkapnya: Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthalib al Hashimi . Amru bin Dinar a. Daud Abdurrahman. Hamad bin Zaid. Abbas bin Abd Muthalib. Abu Ishaq al-Sabi‟I. . Ayub. Ali bin Abi Thalib. Wafat: 198 H b. 3. Aswad bin Qais. c. Usman bin Afan. Sufyan bin Uyainah a. Abdul Malik bin Umair. Ibn Hibban: Tsiqah. Nama lengkapnya: Sufyan bin Uyainah bin Ali Imran abu Muhammad alKufi. Guru-gurunya antara lain: Sufyan bin Uyainah. Muhammad bin Idris . d. d. d. Derajatnya: Menurut Ahmad bin Hambal. Yahya bin Abdullah. Wafat: 70 H b. Murid muridnya antara lain: Ibn Abi Syaibah.

 Penjelasan Hadits ini  Di dalam teks-teks di atas terkandung larangan berkhalwat (menyendiri) dengan laki-laki ataupun perempuan lain yang bukan mahram. Karena tidak sekali-kali seorang laki-laki menyendiri dengan seorang perempuan melainkan setan sebagai orang ketiga. bukan wajib. Dari keterangan di atas dapat dijumpai bahwa seluruh Rawi yang meriwayatkan hadist Bukhari adalah Tsiqah. Ibn Main berkata: Ia banyak sekali meriwayatkan hadis. Ada yang berpendapat bahwa perjalanan tersebut adalah perjalanan jauh yang memerlukan waktu minimal dua hari. Nasai. Wafat: 256 H. Akan tetapi.  Larangan Islam. Tabrani. larangan wanita mengadakan safar adalah sangat kondisional. Tirmidzi.  kalau dikaji secara mendalam. tetapi lebih dari itu yaitu. maka bukan khalwat lagi namanya bila ia berada diantara lelaki lain. Ada yang menyatakan bahwa larangan tersebut sifatnya mutlak. kantor dan lain-lain yang memang sudah biasa dilakukan setiap hari. Derajatnya Tsiqah. Seandainya wanita tersebut dapat menjaga diri dan meyakini tidak akan terjadi apa-apa.  Nabi Saw memerintahkan kepada suami untuk berangkat bersama istrinya jika istrinya akan menunaikan ibadah haji. Murid-muridnya antara lain: Imam Musli. terjadi perbedaan pendapat di antara para ulama. d. Ubaidillah bin Musa. tidak ada ketaatan kepada makhluk untuk berbuat maksiat terhadap khaliq. perjalanan apa saja. Misalnya pergi untuk kuliah. harus disertai mahram. baik mahram karena nasab ataupun karena lainnya. Sedangkan menurut kaidah. Abi „Asyim an-Nabil. Guru-gurunya antara lain: Ali bin Abdullah. 6. b. Nama lengkapnya: Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah alBukhari. . untuk menyelamatkan peradaban manusia dan sebagai langkah preventif agar tidak melanggar norma-norma hukum yang telah ditetapkan oleh agama dan yang telah disepakati masyarakat. karena dikhawatirkan setan akan menjerumuskan keduanya kedalam fitnah.d. Perintah ini hanya sebagai anjuran belaka. Ada pula yang berpendapat bahwa larangan tersebut ditujukan bagi wanita yang masih muda-muda saja. Imam Bukhari a. sedangkan bagi wanita yang sudah tua diperbolehkan.dan si suami tidak boleh melarang istrinya untuk menunaikan ibadah haji “fardhu”. dan dapat diambil kesimpulan bahwa sanad hadis di atas adalah Shahih. Muhammad bin Abdullah al-Ansari. Abi Mughirah. Maka perjalanannya dibolehkan. c. baik yang dekat maupun yang jauh. Dengan demikian. Derajatnya: Abu Hatim berkata: Ali adalah orang yang sangat mengerti hadis.  Adapun tentang wanita yang bepergian tanpa mahram. karena hal tersebut merupakan ibadah yang telah di gariskan oleh Allah. bila wanita yang bersangkutan ditemani oleh seorang mahramnya. tidak semata-mata untuk membatasi pergaulan. mengetahui dan menghafalnya. Serta merasa bahwa ia akan merepotkan mahramnya setiap kali akan pergi. Derajatnya: Menurut Ahmad al-Mawarzi: Ia banyak mencari hadis. Derajatnya Tsiqah.

bagaimana pendapat Anda mengenai ipar? beliau menjawab: Ipar adalah maut. Namun ia diperbolehkan melakukan perjalanan yang kurang dari tiga hari tanpa mahram atau tanpa suami.  Madzhab Hambali dan Syafi‟i mengatakan bahwa seorang wanita tidak boleh bepergian untuk tujuan apapun. sekalipun ia berangkat tanpa mahram. baik terdiri atas kaum laki-laki ataupun kaum perempuan.  Madzhab Hanafi mengatakan bahwa wanita tidak boleh melakukan perjalanan selama tiga hari atau lebih kecuali bila ditemani oleh mahramnya.tetapi ia dianggap telah melakukan maksiat karena berangkat sendirian ataun tanpa izin suami. yang menjadi standar adalah kemaslahatan dan keamanan  Fiqih Hadis:  Hukunya haram berkhalwat (menyendir) dengan wanita lain yang bukan muhrimnya.  Pelajaran dari Hadits ini  Menjelaskan tantang antusiasme Islam terhadap keselamatan mayarakat Islam . Lalu seorang laki-laki dari Anshar berkata. 2.  Wanita dilarang melakukan perjalanan tanpa ditemani mahramnya. Dengan demikian. Hadits riwayat Bukhari dalam kitab Nikah.  Ibadah haji wanita sah.” Kosa Kata ُ ‫إَِّٝبمٌْا‬ : Hindarilah ‫ :اىذخ٘ه اػيَٚااىِّْسبء‬Mengunjungi perempuan lain dengan cara berkhalwat dengan َ َ ُ ُّ َ mereka dalam keadaan tersingkap auratnya. ُْ ْ ِ َ ْ ِ ْ ٍ َ َّ َ ٍ ِ َ ُ َّ َ ْ ‫حذثََْباقُخَٞبَتُابِْاسؼٞذاحذثََْباىَْٞثاػَِاَٝضٝذَابِْاأَبِٜاحبِٞباػَِاأَبٜااىخْٞشاػَِاػقبَتَا‬ ِ ِ ْ ٌ ‫بِاػَبٍشاأَُاسسُ٘هاَّللاِاصيَّٚاَّللاُاػيَٞٔاٗسيٌَّاقَبهاإَِّٝبمٌاٗاىذخ٘هاػيَٚااىِّْسبءا‬ َ َ ُ ُّ َ ْ ُ َ َ َ َ ِ ْ َ َّ َ َّ َ َ َّ ٍ ِ ِ ْ ِ َ ‫فَقَبهاسخوٌاٍِااْلَّصبساٝباسسُ٘هاَّللاِاأَفَشأَْٝجااىحَ٘اقَبهااىحَ٘ااىَْ٘ ثُا‬ َ ْ ُ ْ َ ْ َ َ ْ َ ْ َ َ َّ َ َ َ ِ َ ْ ْ ْ ِ ُ َ َ Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id Telah menceritakan kepada kami Laits dari Yazid bin Abu Habib dari Abul Khair dari Uqbah bin Amir bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:” Janganlah kalian masuk ke dalam tempat kaum wanita. Wahai Rasulullah. Kedudukan mahram dalam keadaan tertentu dapat diganti dengan orang lain bersama rombongan yang dapat dipercaya.menutup pintu kejahatan dan mencegah terjadinya perzinaan dan berbagai pendorongnya. dengan syarat. .dan Hadits riwayat Muslim dalam kitab Salam.  Madzhab Maliki mengatakan bahwa wanita tidak boleh melakukan bepergian selama sehari semalam kecuali bila ditemani oleh mahramnya ataupun bersama jamaah yang dapat dipercaya. keadaannya aman dari fitnah. sekalipun untuk melakukan ibadah haji bila tidak ditemani oleh suami atau mahramnya.

 Mencegah kerabat-kerabat suami yang bukan mahramnya untuk berkhalwat dengan seorang perempuan.”(Al Israa‟ :36) Maksudnya. HADITS TENTANG MACAM-MACAM ZINA ANGGOTA TUBUH Allah SWT berfirman : ْ َ َ َ ْ َ َ ْ َّ َّ ُ َ َ ْ َ َْ ‫اإُِااىسَغاٗاىبَصشاٗاىفُؤَ ادَاموُّ اأُٗىَئِلامبَُ اػُْٔاٍسئُ٘ل‬ “.berkhalwat dengan kerabat suami itu mengandung fitnah dan kebinasaan. 3.hingga langkah kaki meski dari hal sekecil apapun.Sesungguhnya pendengaran. B.Allah akan bertanya kepada pemiliknya.setiap manusia harus mempertanggungjawabkan mulai dari penglihatan.”  Penjelasan Hadits Maksud syetan menjadi yang ketiga adalah syetan membisikkan kepada keduanya untuk melakukan kemaksiatan dan membangkitkan gejolak syahwat mereka serta menghilangkan rasa malu dan sungkan dari keduanya.Ucapan ini berkedudukan sebagai larangan keras.karenanya Nabi mengungkapkan seperti kebinasaan atau kematian.Jadi. semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. Puncaknya Syetan menyatukan mereka dalam kehinaan berupa zina atau sekurang-kurangnya melakukan perkara yang menghantarkan kepadanya.Seperti sabda Nabi SAW : Didalam kitab Shahih Bukhari.”Maksudnya.”  Al-Qadhi Iyyad berkata.. 430 َ ْ َّ َ ‫لَاَٝخيُُ٘اسخوٌابِبٍشأَةاإِلَّامبَُ اثَبىِثََُٖبااىشٞطَبُُا‬ ُ َ َّ َ ْ ٍ َ ْ “Janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan seorang wanita karena sesungguhnya syaitan menjadi orang ketiga di antara mereka berdua. Hadits Riwayat Ahmad dalam kitab Musnad dan dishahihkan oleh Syaikh AlAlbani dalam As-Shahihah no. Syetan menambah jeratnya dengan menghiasi kemaksiatan yang mereka lakukan sehingga terlihat indah oleh mereka.Ini berbeda dengan laki-laki lain.bahkan sudah ditentukan bagian-bagian zina nya. penglihatan dan hati..An-Nawawi rahimallahu berkata”Sesungguhnya kekhawatiran dan fitnah terhadap kerabat suami itu lebih besar daripada terhadap orang lain.lisan.Fitnah yang ditimbulkannya itu lebih banyak.karena adanya kemungkinan dia bisa bertemu dengan perempuan itu dan berkhalwat dengannya tanpa ada yang mengingkarinya.Apa yang telah dilakukan dengannya. Bab ‫استئذان‬Hadits -12 : ‫مخِباػَيٚاابِْاآدًاَّصٞبُُٔاٍَِ ااىضَّباٍذسكارىِلالَاٍحبىَتَ:ااىؼَْٞبُاصَّبَُٕبااىَّْظَشُ،ا‬ َ َ َ َ ٌ ِ ْ ُ ِّ َ ُ ِ ِْ ََ ِ َ َ ِ ِ َْْ ْ ْ ِ ُ ْ َ ُ َْ ِ ُ َ َ ُ َ ْ ِ ْ َ ِ ِ ُ َ ‫ٗ ْاْلُرَّبُاصَّبَُٕباالسخَِبع،اٗاىيِّسبُاصَّبُٓااىنلًَ،اٗاىَٞذاصَّبُٓااىبَطشُ ،اٗاىشخْ وُاصَّبُٓا‬ ِّ َ ِ ْ ْ َ ُ ِّ َ َ ُ ْ ٔ ِّ َ ُ‫اىخطَب،اَٗااىقَ ْيبُ اَٖٝ٘ٙاَٗٝخَََّْٚ،اُٗٝصذقارىِلَااىفَشْ جُاأَْٗ اُٝنزبُ ا‬ َ َ َْ .hati.Dan kesemuanya pasti tidak akan pernah terlepas dari namanya kekhilafan.

sebagaimana beberapa dalil berikut ini : 1.yakni diantaranya ada yang zinanya hakiki.zina lisan adalah ucapan. Maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera.  As-Suyuthi berkata “Maksud hadits itu bahwa manusia itu telah ditentukan bagiannya dalam perzinaan.Dan adapula yang zina majazi.  Sesuai dengan kitab Shahih Bukhari.dan juga didalam kitab shahih muslim bab Takdir‫ا‬hadits -20 dan -21.yaitu dengan memasukan kemaluan ke kemaluan.zina tangan adalah merampas. dan janganlah belas kasihan kepada .”  Bertaubat dari Zina Perzinahan merupakan perbuatan yang sangat buruk dan pelakunya diancam dosa besar oleh Allah swt. baik efek psikologi.yaitu dengan melakukan hal-hal yang telah disebutkan tadi.dan hati berkeinginan dan berangan-angan dan hal itu dibenarkan atau didustakan oleh kemaluan.“Telah ditentukan atas manusia bagiannya dari zina.Semua itu termasuk dosa kecil yang Allah anugerahkan untuk mengampuninya jika kemaluan tidak membenarkannya.melangkah menuju perbuatan haram.mendengarkan perkataan yang haram didengarkan.Dia pasti memperoleh bagian tersebut. halaman 276 dan halaman 329.Maka zina kedua mata adalah melihat.merampas dengan cara permusuhan dn kezhaliman.zina kedua telinga adalah mendengar. susunan sanadnya yaitu: -ٙ‫(اىحَٞذ‬sebagai sanad pertama dan perawi keenam) -ُ‫(سفٞب‬sebagai sanad kedua dan perawi kelima) -‫(ابِاطبٗط‬sebagai sanad ketiga dan perawi keempat) -ٔٞ‫(اب‬sebagai sanad keempat dan perawi ketiga) -‫(ابِاػببط‬sebagai sanad kelima dan perawi kedua) -‫(ابٜإشٝشة‬sebagai sanad keenam dan perawi pertama) -ٌ‫(اىْبٜاصيٚاَّللااػيٞٔاٗسي‬sebagai sumber hadits)  Penjelasan Hadits  Hadits ini mengarahkan untuk meninggalkan zina dan pendorong pendorongnya.Yaitu melihat sesuatu yang tak halal dilihat. sosial maupun moral.zina kaki adalah melangkah. “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina.Hadits serupa juga terdapat dalam kitab sunan Ahmad Ibnu Hanbal juz 2.maka itu menjadi dosa besar”.Hal itu dikarenakan terlalu banyaknya efek yang ditimbulkan dari perzinahan.  Ibnu Baththal berkata dengan mengutip pendapat sebagian ulama “Semua yang telah disebutkan itu .Namun jika kemaluan membenarkannya.hatinya berkeinginan terjerumus kedalam nafsu syahwat. Untuk itu Islam menetapkan suatu hukuman yang berat bagi seorang pezina dengan cambukan seratus kali dan diasingkan bagi mereka yang belum menikah serta dirajam bagi mereka yang telah menikah.karena termasuk pendorongpendorongnya.” Melelui kitab Mu‟jam al-Mufahras Li al-Fadz al-Hadis.diungkapkan dengan kata „zina‟..

adalah 1. Untuk itu yang harus dilakukan oleh mereka yang telah jatuh kedalam perbuatan zina ini dan menginginkan kembali ke jalan Allah swt.”Setiap umatku mendapat pemaafan kecuali orang yang menceritakan (aibnya sendiri). Firman Allah swt. dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.” (HR Bukhori Muslim) Namun Allah swt adalah Maha Penerima taubat dari setiap hamba-Nya yang mau bertaubat dari segala perbuatan maksiatnya. At Tahrim : 8). Sesungguhnya diantara perbuatan menceritakan aib sendiri adalah seorang yang melakukan suatu perbuatan (dosa) di malam hari dan sudah ditutupi oleh Allah swt kemudian dipagi harinya dia sendiri membuka apa yang ditutupi Allah itu. Beribadah dan beramal dengan sungguh-sungguh Amal sholeh yang dilakukan haruslah sungguh-sunguh dan tidak asal-asalan agar bisa menutupi dosa besar yang telah dilakukannya. Amal sholeh tersebut juga sebagai bukti masih adanya iman didalam dirinya. Taubat Nashuha Tidak ada hal terbaik yang harus dilakukan bagi seorang yang melakukan dosa kepada Allah swt kecuali taubat yang sebenar-benarnya. An Nuur : 2) 2.‟Ya‟. Tidak membuka aibnya kepada orang lain Dengan tidak memungkin bagi setiap pelaku zina untuk dicambuk atau dirajam pada saat ini dikarenakan tidak diterapkannya hukum islam maka sudah seharusnya semua menutupi aibnya itu dan tidak menceritakannya kepada siapa pun.”Hai orang-orang yang beriman. Bukhori) 3.‟Bawalah orang ini dan rajamlah.Mudahmudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. ." (QS. Kemudian Nabi bersabda lagi.Karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya).keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah. Bahwasanya Nabi saw bersabda. Taubat yang dibarengi dengan penyesalan dan tekad kuat untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut. jika kamu beriman kepada Allah.” (HR. Rasulullah saw menanyakan kepada seorang laki-laki yang mengaku berzina. Dengan ini mudah-mudahan Allah swt juga menutupi aib dan kesalahannya ini.” (HR. Dari Abu Hurairoh ra bahwasanya Rasulullah saw pernah memberikan hukuman kepada orang yang berzina (belum menikah) dengan hukuman dibuang (diasingkan) satu tahun dan pukulan seratus kali. dan hari akhirat.” (QS.”Apakah engkau seorang muhshon (sudah menikah)? Orang itu menjawab. Bukhori dan Muslim) 3. Keimanan yang menggerakkannya untuk beramal sholeh ini yang kemudian menjadikan Allah swt menutupi dosa dan keburukannya. 2.

asysyariah.merampas dengan cara permusuhan dn kezhaliman.karenanya Nabi mengungkapkan seperti kebinasaan atau kematian.com ./hadits-tentang-tata-cara-pergaulan. hadis 4904 yaitu tentang larangan berkhalwat disebutkan tentang Hukumnya haram berkhalwat (menyendiri) dengan wanita lain yang bukan muhrimnya.Yaitu melihat sesuatu yang tak halal dilihat...Al-Qadhi Iyyad berkata.karena dikhawatirkan setan akan menjerumuskan keduanya kedalam fitnah. Sabiq.Pustaka At-Tazkia.2007.”Maksudnya.. Allah swt adalah Maha Penerima taubat dari setiap hamba-Nya yang mau bertaubat dari segala perbuatan maksiatnya.blogspot. hal.com/.mendengarkan perkataan yang haram didengarkan.yaitu dengan cara taubatan Nasuha.Jakarta.Ucapan ini berkedudukan sebagai larangan keras. Dalam Hadits kitab Shahih Bukhari. Dari penafsiran hadits bukhari tadi. Syetan menambah jeratnya dengan menghiasi kemaksiatan yang mereka lakukan sehingga terlihat indah oleh mereka Larangan Islam.       DAFTAR PUSTAKA Ath-Thahthawi. no.hatinya berkeinginan terjerumus kedalam nafsu syahwat. untuk menyelamatkan peradaban manusia dan sebagai langkah preventif agar tidak melanggar norma-norma hukum yang telah ditetapkan oleh agama dan yang telah disepakati masyarakat.ht.beribadah dan beramal dengan sungguh-sungguh.1994 tsabirel-araby.Pustaka.Syaikh Ali Ahmad Abdul „Aal . Yaitu menyendirinya seorang laki-laki dengan wanita yang bukan istri dan mahramnya di tempat sepi yang tidak dilihat orang banyak. Sumber: www. Bab ‫اسخئزاُا‬Hadits -12 : mengarahkan untuk meninggalkan zina dan pendorong pendorongnya. Di dalam Hadits Bukhari bab nikah dalam Syarah al-Karmani.Bandung. tidak semata-mata untuk membatasi pergaulan.297 Larangan dalam islam dan fatwa-fatwa syaikh al-Utsaimin.Sayid. jilid 9.166..tidak membuka aibnya kepada orang lain.BAB III PENUTUP Kesimpulan  Di antara jalan zina yang berusaha ditutup oleh Islam adalah Khalwat.berkhalwat dengan kerabat suami itu mengandung fitnah dan kebinasaan.melangkah menuju perbuatan haram. tetapi lebih dari itu yaitu.Islam kita.

blogspot.html .html aufamaudy0408.com/2011/06/jangan-berduaan-dengan-wanita-yang.http://www.blogspot.buletin-alilmu.com/2011/12/hadits-tata-pergaulan.com/awas-jangan-dekati-zina http://goesbas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful