P. 1
sengketa internasional

sengketa internasional

|Views: 301|Likes:
Published by Novika Endini

More info:

Published by: Novika Endini on May 31, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/25/2014

pdf

text

original

KASUS SENGKETA INDONESIA DENGAN MALAYSIA MENGENAI AMBALAT SIPADAN DAN LIGITAN Kasus perbatasan bukan barang baru

bagi Indonesia. Berlokasi di antara dua benua dan dua samudera menjadikan posisi Indonesia sangat strategis sekaligus rawan di tengah lalu lintas dunia. Karena posisi geografisnya, Indonesia berbatasan dengan sepuluh negara: India, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, Palau, Papua Nugini, Australia dan Timor Leste. Isu seputar perbatasan sepertinya tak pernah sepi dari pemberitaan. Di awal tahun 2005, negeri ini gempar oleh kasus Ambalat. Ketegangan tidak saja tercermin dari pemberitaan media tetapi juga dari reaksi masyarakat. Ada yang mendaftarkan diri siap berperang, ada yang membubuhkan tanda tangan darah, ada pulayang meneriakkan "Ganyang Malaysia". Foto artis cantik Siti Nurhaliza yang tak berdosa juga kena getahnya, dibakar dalam berbagai demonstrasi masa. Kala itu, sengketa antara Indonesia dan Malaysia perihal kepemilikan Ambalat mencuat tinggi. Setelah empat tahun lebih peristiwa itu berlalu, bangsa ini dikejutkan lagi oleh kata yang sam "Ambalat". Masih jelas dalam rekaman media, terjadi berbagai kesalahan dalam memahami kasus Ambalat ini. Tidak sedikit yang mengira bahwa Ambalat adalah pulau atau wilayah daratan. Sesungguhnya Ambalat adalah blok dasar laut yang dikenal dengan landas kontinen. Menurut hukum laut internasional, Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS), sebuah negara pantai seperti Indonesia, berhak atas laut teritorial (12 millaut), zona tambahan (24 mil laut), zona ekonomi eksklusif, ZEE (200 mil laut) dan landas kontinen (350 mil laut atau bahkan lebih). Lebar masing-masing zona ini diukur dari referensi yang disebut dengan garis pangkal (baseline). Pada laut teritorial berlaku kedaulatan penuh (sovereignity) seperti di darat, sedangkan pada zona di luar itu berlaku hak berdaulat (sovereign right). Pada kawasan hak berdaulat, suatu negara tidak memiliki kedaulatan penuh, hanya hak untuk mengelola dan memanfaatkan sumber daya. Jika ada dua negara yang berdekatan maka tidak mungkin bagi keduanya bisa mengklaim semua zona maritim tanpa adanya tumpang tindih dengan tetangganya. Misalnya, dua negara saling berseberangan pada jarak kurang dari 400 mil laut, maka akan terjadi tumpang tindih ZEE dan landas kontinen. Jika jaraknya sangat dekat, kurang dari 24 millaut seperti Indonesia dengan Singapura, maka yang tumpang tindih adalah laut teritorial.Dalam hal ini, dua negara tersebut harus menyepakati suatu garis yang membagi zona maritim yang tumpang tindih tersebut. Proses inilah yang disebut delimitasi batas maritim. Kedaulatan atau hak berdaulat masing-masing negara atas wilayah air dan dasar laut selanjutnya dibatasi oleh garis hasil delimitasi ini. Jika ada dua negara yang mendiami satu daratan / pulau, seperti Indonesia dan Malaysia di Kalimantan (masyarakat Internasional mengenalnya dengan Borneo), maka batas maritimnya adalah garis yangditeruskan dari ujung akhir batas darat untuk membagi kawasan laut di sekitarnya. Meski sudah sering diberitakan, rasanya tetap perlu untuk sekali lagi mengingatkan bahwa Ambalat adalah blok dasar laut yang berlokasi di sebelah timur Pulau Borneo. Sebagian besar atau keseluruhan Blok Ambalat berada pada jarak lebih dari 12 mil laut dari baseline sehingga termasuk dalam rejim hak berdaulat, bukan kedaulatan. Secara keseluruhan, Pulau Borneo berhak atas laut teritorial, zona tambahan, ZEE dan landas kontinen. Di sebelah timur, Borneo bisa mengklaim 12 mil laut teritorial, 200 millaut ZEE dan seterusnya. Persoalannya adalah mana yang merupakan hak Indonesia, dan mana jatah untuk Malaysia. Secara sederhana bisa dikatakan bahwa laut di bagian selatan adalah hak Indonesia dan di utara adalah hak Malaysia. Garis batas darat antara Indonesia dan Malaysia di Borneo memang sudah ditetapkan.Garis itu melalui dan berhenti di ujung timur Pulau Sebatik, sebuah pulau kecil di ujungtimur Borneo, pada lokasi 4” 10” lintang utara. Idealnya garis tersebut diteruskan ke arah laut di sebelah timur sebagai batas maritim yang harus disepakati kedua belah pihak. Garis inilah

Sipadan dan Ligitan bagaimana perannya? Kasus Ambalat ini sering dikaitkan dengan dua pulau legendaris : Sipadan dan Ligitan. Indonesia dan Malaysia bersepakat bahwa penguasaan efektif ini dinilai hanya berdasarkan tindakan sebelum tahun 1969. kita tentu sepakat bahwa kedaulatan dan hak berdaulat bangsa harus dibela tidak saja dengan peluru tetapi juga pengetahuan. Kita tidak perlu kehilangan percaya diri dan .yang hingga kini belum ada dan sedang dirundingkan. Benarkah ada kaitan antara kedua pulau ini dengan Ambalat? Sipadan dan Ligitan beradadi Laut Sulawesi di sebelah utara kawasan dasar laut Ambalat. Dinas HidroOseanografi Angkatan Laut. Di sisi lain. Pekerjaan rumah untuk Malaysia dan Indonesia adalah menyepakati garis batas maritim secapatnya. Indonesia dan Malaysia sama-sama mengklaim Sipadan dan Ligitan yang kasusnya berujung di Mahkamah Internasional (MI). Akibatnya. 37/2008 tentang garis pangkal. Artinya. Indonesia akan berargumen bahwa pulau kecil seperti Sipadan dan Ligitan semestinya tidak diberi peran penuh (full effect) dalam hal klaim dan delimitasi maritim. Pada kawasan yang belum jelas garisnya inilah Ambalat berada. Penguasaan efektif ini berupa pemberlakuan aturan perlindungan satwa burung. pungutan pajak atas pengumpulan telur penyu dan operasi mercu suar. Oleh Indonesia. sebelum bisa menyatakan terjadinya pelanggaran kedaulatan atau hak berdaulat. Tergantung dari negosiasi antara Indonesia dan Malaysia. reaksi masyarakat yang sedimikian rupa dan ketidakakuratan informasi di berbagai media adalah juga indikasi kegagalan penyebaran informasi yang konstruktif. Sipadan dan Ligitan tidak pernah secara formal menjadi bagian dari Indonesia. Pakar-pakar kita dari Deplu dan instansi teknis seperti Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional. MI memutuskan bahwa Malaysia yang berhak atas keduanya karena Inggris (penjajah Malaysia) terbukti telah melakukan penguasaan efektif terhadap kedua pulau tersebut. Tentu saja perlu kajian secara legal dan spasial. Dari perspektif ini. Sementara itu. Seperti diberitakan. Perlu diperhatikan. Memang kenyataannya tidak banyak yang bisa didengar tentang kemajuan proses ini karena memang tidak semua hal bisa dijadikan konsumsi publik. status hak berdaulat atas Ambalat sejatinya memang belum jelas. Di sisi lain. Seberapapun kecilnya. Dalam hukum internasional dikenal istilah uti possidetis juris yang artinya negara baru akan memiliki wilayah atau batas wilayah yang sama dengan penjajahnya. garis batas ini yang akan "membagi" dasar lautdi Laut Sulawesi. Indonesia adalah bangsa beradab dan negara kepulauan yang terbesar di dunia. Diberikannya kedaulatan atas Sipadan dan Ligitan kepada Malaysia oleh MI pada tahun 2002 melahirkan potensi berubahnya konfigurasi baseline Indonesia dan Malaysia. tidak juga Belanda. klaim zona maritim juga bisa berubah. seberapa luas klaim ini ke arah Ambalat. Sipadan dan Ligitan yang menjadi milik Malaysia dapat memengaruhi klaim maritim diLaut Sulawesi. Sipadan dan Ligitan secara teoritis bisa mengklaim zona maritim ke arah selatan. dan badan terkait lainnya sedang menjalankan tugasnya. opsi garis batas maritim juga akan terpengaruh. hal ini telah diakomodir dalam dalam PP no. Perlu diingat. Tidak diklaimnya Sipadan dan Ligitan oleh Belanda menyebabkan kedua pulau tersebut bukan bagian dari Indonesia sebagai "penerus" Belanda. bisa dimengerti para prajurit TNI siap bersabung nyawa untuk tanah air. Belum ada garis batas maritim yang menetapkan kewenangan kedua negara. Faktor non teknis Perundingan tentang batas maritim ini sedang berjalan. Meski demikian. Apakah Ambalat juga akan terbagi? Hal ini sangat tergantung proses negosiasi. Jadi tidak benar bahwa Malaysia mendapatkan pulau tersebut karena telah membangun resort / hotel di tahun1990-an.

091 km².Terletak di antara Samudera Pasifik Bagian Utara. bahasa Jepang: Takeshima).744 km². Dalam rangka memecahkan sengketa dengan China. Korea Selatan.835 km². Pulaupulau tak berpenghuni itu diklaim oleh Jepang masuk dalam zona ekonomi eklusifnya. Ia juga bersengketa dengan Korea Selatan tentang Batu Liancourt (bahasa Korea: Dokdo. Okino-tori-shima. Dengan mengikutsertakan Kepulauan Bonin (Ogasawara-gunto). Pemerintah Jepang juga menyewa 3 pulau di kawasan Kepulauan Senkaku yaitu Uotsurishima. sementara aktivis Jepang intensif berkunjung ke sana untuk merawat mercusuar dan lingkungan sekitarnya. Dengan demikian luas seluruh wilayahnya 377. Namun China dan Taiwan tidak begitu saja merelakan kawasan yang kaya ikan dan diindikasikan kaya hidrokarbon itu dikuasai oleh Jepang. dan Rusia. Meskipun masih rentan kritik dari pihak tetangganya. Hingga kini pulau Etorofu. Laut Okhotsk dan Laut Cina Selatan. dan Kyushu. Jepang juga mengklaim Batu Liancourt yang diperintah oleh Korea Selatan sejak 1954 juga sebagai wilayah kekuasaannya. Jepang memperlihat kegigihan mempertahankan halaman terluar negerinya dan berusaha merangkul tetangganya untuk bekerja sama memberdayakan kawasan perbatasan itu untuk kepentingan bersama. upaya-upaya Jepang dalam mempertahankan kawasan perbatasannya layak diapreasiasi. Sementara di kasus Batu Liancourt dan Kepulauan Kuril Jepang menuntut negara-negara tetangganya. Shikoku. luas daratan Jepang 374. Minami. Laut Jepang. Dalam bertetangga.bereaksi berlebihan menanggapi suatu perkara. Shikotan dan Habomai itu berada dalam kekuasaan Rusia. Kunashiri. Jepang mengajak China mengembangan ladang-ladang gas di Laut China Timur bersama. Jepang juga mengklaim memiliki laut seluas 3. KASUS SENGKETA ANTARA JEPANG DENGAN RUSIA Jepang merupakan negara kepulauan di Asia Timur dengan empat pulau besar. Minami-Kojima dan Kita-Kojima yang dimiliki oleh seorang warga Jepang untuk mencegah kemungkinan pemiliknya menjual pulau tersebut. yang merupakan empat ladang gas paling utara dekat dengan garis batas kedua negara. Kunashiri. Semenanjung Korea. Negeri Para Samurai ini bersiteru dengan China dan Taiwan soal Kepulauan Senkaku (Bahasa Tionghoa: Diaoyutai). Honshu. Mari membela tanah air dengan nasionalisme yang cerdas dan terhormat. Sedangkan dengan Rusia. Jepang bertentangan soal status wilayah Kepulauan Kuril(Etorofu. Pemerintah Jepang membangun mercusuar. Namun Jepang mengklaim pulau-pulau itu adalah Terirotori Jepang bagian Utara yang dijajah oleh Rusia. dan Kepulauan Volcano (Kazan-retto). Di kasus Kepulauan Senkaku. Jepang justru dituntut oleh China dan Taiwan soal Kepulauan Senkaku. Taiwan.jima. Terkait dengan pertahanan atas Kepulauan Senkaku yang berada dalam kekuasaannya. Shikotan dan Habomai). Negara Matahari Terbit itu berbatasan dengan China. Kepulauan Ryukyu (Nansei-shoto). pertentangan wilayah perbatasan terjadi antara Jepang dengan ketiganegara tersebut. yaitu Hokkaido. Perseteruan soal Kepulauan Kuril antara Jepang dan Rusia (Uni Soviet) terjadi sejak Perang Dunia II. serta beberapa pulau kecil seperti Kepulauan Ryukyu. Daito-shoto. Kedua negara bersepakat memperoleh bagian 50-50% dalam pengembangan bersama ladang Longjingatau Asunaro. . Jepang berusaha keras mempertahankan wilayah perbatasannya yang berada dalam kekuasaannya. Dalam suasana pertentangan wilayah semacam itu.

sehingga menjadikan kawasan itu mengandung potensi konflik sekaligus potensi kerjasama. Vietnam tidak mengakui wilayah kedaulatan Cina di kawasan tersebut. Kamboja. Sengketa teritorial dan penguasaan kepulauan di Laut Cina Selatan. dan penggunaan gugus-gugus pulau oleh nelayannya. penemuan situs. sedangkan RRC lebih suka menyebut Nansha Quadao (kelompok Pulau Selatan). dan kepulauan Maccalesfield. tetapi juga bercampur dengan masalah hak berdaulat atas Landas Kontinen dan ZEE serta menyangkut masalah penggunaan teknologi baru penambangan laut dalam(dasar laut) yang menembus kedaulatan negara. Prancis.pulau. Taiwan. dan karangkarang yaitu : Paracel. Filipina menyebut Kalayaan (kemerdekaan). Malaysia menyebut dengan Itu Aba dan Terumbu Layang-layang. Namun Vietnam membantahnya dan mengganggap Kepulauan Spartly dan Paracel adalah bagian dari wilayah Kedaulatannya. Di antara kedua kepulauan itu. Brunei Darussalam. Kamboja. kawasan tersebut merupakan jalur pelayaran dan komunikasi internasional (jalur lintas laut perdagangan internasional). Brunei. praktis secara efektif masing-masing sudah berada di bawah kendali Cina dan Taiwan. Malaysia. Kawasan ini menjadi sangat penting karena kondisi potensi geografisnya maupun potensi sumber daya alam yang dimilikinya. Laut CinaSelatan telah menjadi jalur pelayaran bagi mereka. Menurut Cina. Filipina). Dalam perkembangannya. Latar Belakang Sengketa Sengketa teritorial di kawasan laut Cina Selatan khususnya sengketa atas kepemilikan Kepulauan Spartly dan Kepulauan Paracel mempunyai perjalanan sejarah konflik yang panjang. sementara Kepulauan Paracel dan juga Pratas. . diawali oleh tuntutan Cina atas seluruh pulau-pulau di kawasan laut Cina Selatan yang mengacu pada catatan sejarah. Pratas. yang pertama menemukan dan menduduki Kepulauan Spartly adalah Cina. Thailand. didukung bukti-bukti arkeologis Cina dari Dinasti Han (206-220 Sebelum Masehi). Luas perairan Laut Cina Selatan mencakup Teluk Siam yang dibatasi Vietnam. Masyarakat internasional menyebutnya Kepulauan Spartly yang berarti burung layang-layang.SENGKETA CINA DENGAN BEBERAPA NEGARA UNTUK MEMPEBUTKAN KEPULAUAN SPARTLY DAN PARACEL Sejarah Konflik Laut Cina Selatan Secara geografis kawasan Laut Cina Selatan dikelilingi sepuluh negara pantai (RRC dan Taiwan. Vietnam. politis dan strategis. Vietnam menyebutkan Kepulauan Spartly dan Paracel secara efektif didudukinya sejak abad ke 17 ketika kedua kepulauan itu tidak berada dalam penguasaan sesuatu negara. sejak 2000 tahun yang lalu. Filipina. Filipina dan Taiwan. yang kemudian melibatkan pula Malaysia.dan Malaysia. dan dependent territory yaitu Makau. Singapura. penguasaan kepulauan ini telah melibatkan banyak negara diantaranya Inggris. Indonesia. Brunei. Jepang. namun klaim multilateral Spartly dan Paracel lebih menonjol karena intensitas konfliknya. Mengenai penamaan Kepulauan di Laut Cina Selatan umumnya tergantung atas klaimnya. Thailand dan Malaysia serta Teluk Tonkin yang dibatasi Vietnam dan RRC. Spartly. Sejarah menunjukkan bahwa. Selain itu. dokumen-dokumen Kuno. Kawasan laut Cina Selatan. serta negara tak berpantai yaitu Laos. permasalahannya lebih terpusat pada Spartly. peta-peta. bila dilihat dalam tata lautan internasional merupakan kawasan bernilai ekonomis. a. Vietnam menyebut dengan Truong Sa (Beting Panjang). Vietnam. Meskipun sengketa teritorial di Laut Cina Selatan tidak terbatas pada kedua gugusan kepulauan Spartly dan paracel. RRC. (misalnya perselisihan mengenai Pulau Phu Quac di Teluk Thailand antara Kamboja dan Vietnam). Di Laut Cina Selatan sendiri terdapat empat kelompok gugusan kepulauan. Vietnam. Beijing menegaskan. yang merupakan gugus kepulauan yang mencakup bagian laut Cina Selatan. yang diklaim oleh enam negara yaitu Cina. Taiwan misalnya menamakan Kepulauan Spartly dengan Shinnengunto. Sengketa teritorial di kawasanlaut Cina Selatan bukan hanya terbatas pada masalah kedaulatan atas kepemilikan pulau.

Sengketa Bilateral (Bilateral Dispute) Pada perkembangannya perebutan wilayah seputar Laut Cina Selatan semakin memanas. Sedangkan Filipina menduduki kelompok gugus pulau di bagian Timur kepulauan Spartly yang disebut sebagai Kelayaan. Vietnam. Dengan kondisi seperti ini. yang dinamai Terumbu Layang. Alasan Filipina menduduki kawasan tersebut karena kawasan ritu merupakan tanah yang tidak sedang dimiliki oleh negara-negara manapun (kosong). juga diklaim Malaysia sebagai wilayahnya yaitu Terumbu laksamana diduduki oleh Filipina dan Amboyna diduduki Vetnam. Pada momentum yang bersamaan RRC melakukan pendekatan terhadap Filipina dan Malaysia untuk mencari penyelesaian sengketa atas Kepulauan Spratly secara damai. Pada waktu itu beberapa negara yang mengklaim laut Cina Selatan telah sepakat untuk tidak menggunakan senjata sebagai alat penyelesaian sengketa. negara yang aktif menduduki disekitar kawasan ini adalah Taiwan.sehingga pada saar Perang Dunia II berakhir Vietnam Selatan menduduki Kepulauan Paracel. dan telah diloloskan Parlemen Cina yang memasukkan Kepulauan Spratly sebagai wilayahnya. mengemukakan diserahkan kepada negara mana. Sikap dan tindakan RRC itu merupakan bentuk frontal penolakan terhadap serentetan protes yang dilakukan Vietnam dan seru-seruan agar diadakan perundingan-perundingan mengenai Kepulauan Spratly.dan konflik-konflik bilateral tidak dapat dihindarkan. bahkan pernah berubah menjadi bentrokan senjata. Filipina juga menunjuk Perjanjian Perdamaian San Francisco 1951. Tahun 1978 menduduki lagi gugus pulau Panata. dan Malaysia. Brunei Darussalam yang memperoleh kemerdekaan secara penuh dari Inggris 1 Januari 1984 kemudian juga ikut mengklaim wilayah di Kepulauan Spratly. Konflik RRC-Vietnam ini juga dilatarbelakangi persaingan strategis. yang mencakup sebagian dari Kepulauan Spartly. Klaim tumpang tindih tersebut mengakibatkan adanya pendudukan terhadap seluruh wilayah kepulauan bagian Selatan kawasan Laut Cina Selatan. yang antara lain menyatakan. Sengketa dua negara ini dianggap yang paling lama dan keras. Jepang telah melepaskan haknya terhadap Kepulauan Spartly. Brunei hanya mengklaim peraian dan bukan gugus pulau. Cina telah memperkuat kehadiran militernya di kawasan tersebut. serta melakukan modernisasi kekuatan pertahanan menuju ke arah tercapainya armada samudra. Malaysia juga menduduki beberapa gugus pulau Kepulauan Spartly. karena pada akhirnya akan menimbulkan ketegangan bagi negara-negara sekitarnya. SelainVietnam Selatan. Dua kelompok gugus pulau lain. sedang de facto.secara agresif membangun konstruksi dan instalansi militer serta menghadirkan militernya secara rutin di kepulauan tersebut. persengketaan teritorial ini menciptakan potensi konflik yang luar biasa besar di sepanjang kawasan Asia Pasifik. mapun dalam konteks persaingan . Sampai saat ini. Langkah itu diambil berdasarkan Peta BatasLandas Kontinen Malaysia tahun 1979. Demikianlah. Hal ini semakin jelas karena RRC berusaha mengukuhkan kehadirannya di Laut Cina Selatan. dengan mengeluarkan Undang-Undang tentang Laut Teritorial dan Contiguous Zone pada tanggal 25 Febuari 1992. secara de jure. Akan tetapi RRC mengadakan pendekatan kepada kedua negara tersebut. termasuk beberapa gugus pulau di Kepulauan Spartly. pada tahun1974 di Paracel. masalah penyelesaian sengketa teritorial di Laut Cina Selatan tampaknya semakin rumit dan membutuhkan mekanisme pengelolaan yang lebih berhati-hati agar tidak menimbulkan ekses-ekses instabilitas di kawasan. Menurut Malaysia. Sementara RRC sendiri baru menguasai kepulauan tersebut pada tahun 1988. Sementara. baik dalam konteks Timur-Barat dalam kasus RRC-Vietnam Selatan. Sengeketa Bilateral ini tidak dapatdianggap sepele. Sengketa antara RRC dan Vietnam misalnya. Kepulauan spartly juga diduduki oleh Taiwan (sejak Perang Dunia II) dan Filipina (tahun 1971). b. Namun. RRC terus bersikeras memperkuat kehadirannya di kepulauan Spralty dengan meningkatkan sejumlah tentaranya di pulau kecil yang lain di kawasan Laut Cina Selatan. Filipina.

yang diduduki secara tidak sah olehVietnam. Selain konflik Filipina-Taiwan. Di Kepulauan Kalayan misalnya ternyata mengalami tumpang tindih diantara mereka. Sin Cowe. Filipina menganggap keempat pulau itu sebagai bagian dari Kalayaan.dan beberapa kali terjadi insiden yang menaikkan suhu politik dua negara. konflik Malaysia-Filipina mengalami hubungan pasang-surut. Pada saat yang bersamaan. Malaysia dan Vietnam kerapkali berbenturan karena persoalaan pendudukan Vietnam terhadap beberapa wilayah Malaysia termasuk Terumbu layang-Layang. Pada November 1999. Walaupun RRC menentang pertanyaannya klain Filipina mulai melancarkan aksi pendudukan terhadap sejumlah pulau dan gugusan karang di Kalayaan. sengketa Vietnam-RRC. Sementara Malaysia pada 1979 mengklaim gugusan karang tersebut dan mendudukinya serta telah membangun mercusuar diatas gugusan karang tersebut. Hal ini bermula ketika sejumlah kalangan di Filipina mulai menunjukkan perhatiannya terhadap Spratly. dalam kasus Vietnam (setelah bersatu) – RRC. Konflik Malaysia-Filipina. Pesawat Filipina berkali-kali terbang diatas sejumlah pulau disemenanjung Spratly. setelah pesawat pengintai filipina ditembak pasikan Vietnam. termasuk Spratly tetap saja mengalami konflik dengan Malaysia.regional. Sebagai seseama anggota ASEAN. Wilayah yang paling dipertentangkan adalah Pulau Itu Abaa. Sebaliknya pada tahun 1977 Malaysia menerbitkan peta baru. Klaim dan kontra antara Filipina-Taiwan juga memperlihatkan situasi yang cukup rawan. yang oleh Filipina disebut Pulau Ligaw. ketika terjadi insiden di kawasan itu dimana militer Filipina membongkar bangunan Cina di Spratly. Perselisihan dua negara ini semakin sukit dihindari pada 1995. Sementara itu Brunei yang merupakan satu-satunya pihak yang tidak mengklaim pulau Laut Cina Selatan. Sengketa antara kedua negara . dab Sand Cay. terjadi ketegangan yang lebih besar antara dua negaraini. Pada tahun 1988 Angkatan laut Filipina menahan 4 buah kapal nelayan Taiwan yang dituduh telah memasuki wilayah perairan Filipina di Kalayaan. sengketa Filipina-RRC meningkat dengan adanya berita bahwa RRC telah menempatkan kapal perang dan membangun fasilitas baru digugusan karang yang diklaim Filipina. Namun dalam perkembangan terakhir. Secara fisik wilayah tersebut dikuasai oleh Vietnam. Sengketa antara dua negara dini diperuncing dengan konflik teritorial mereka di wilayah lain. berawal pada tahun 1979 ketika Malaysia menerbitkan Peta Baru dimana Landas Kontinennya mencakup wilayah dasar laut dan gugusan karang di bagian selatan Laut Cina Selatan yang kemudian memicu timbulnya konflik kedua negara tersebut. Konflik bilateral juga terjadi pada negara Filipina dan Taiwan. Sementara itu media di RRC kerap kali mengeluarkan artikel dan peringatan yang menegaskan kedaulatan RRC atas Spratly. Dalam konteks ASEAN. Hal ini nampaknya merupakan dampak dari usaha RRC untuk memperbaiki kedudukan geopolitisnya di Asia Pasifik dengan “open door policy” nya dalam menjalin hubungan dengan negara-negara kawasan. Angkatan laut Filipina menangkap nelayan Cina sehingga hubungan Cina-Filipina semakin menegang. Nam Yit. Pada dasarnya sengketa Filipina-RRC di Spratly relatif lebih tenang dibandingkan misalnya. Lain halnya dengan sengketa Filipina-Vietnam di Spratly dimana terfokus pada cakupan 4 pulau atau gugusan karang yang kini dikuasai Vietnam yaitu (Southwest Cay) dalam bahasa tagalog adalah Pugad. Yaitu sengketa mengenai sebuah karang di sebelah selatan Laut Cina Selatan yang sewaktu pasang berada di bawah permukaan laut. Selanjutnya adalah sengketa antara Malaysia-Vietnam. Filipina juga telah menghadapi beberapa kali pertentangan yang sengit dengan RRC yang berlangsung sejak tahun 1950-an. Brunei mengklaim gugusan karang itu dan juga landas kontinen di sekitarnya. Konflik semakin memanas pada saat adanya usulan dari sejumlah politikus dan oposisi Filipina ntuk memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Malaysia.

dan vietnam secara teratur mengadakan patroli di sekitar Paracel. Dalam masalah klaim multilateral. Vietnam menegaskan kembali tuntutannya atas kedua kepulauan tersebut pada berbagai kesempatan. Vietnam Selatan kembali menegaskan haknya atas kepulauan Spratly danParacel (1951) dalam konfrensi Sanfrancisco. membuat landasan terbang dan menempatkan militer di kepulauan itu. Vietnam dan Taiwan. Enam pulau yang diduduki Filipina merupakan pulau-pulau terbesar di kepulauan itu. antara lain. Sementara itu Malaysia baru kembali mengklaim (1979) atas 11 pulau karang di bagian Tenggara Kepulauan Spratly berdasarkan pemetaan yang dilakukannya.inirelatif tenang. c.Vietnam Selatan. gugusan karang yang terletak di luar gugus Spratly. dan Timur-Barat. sedangkan Brunei Darussalam mengklaim Louise Reef. Jika dilihat secara historis dari sisi politik teritorialnya. seringkali masalah klaim RRC. misalnya antara RRC dan Taiwan. karena diklaim pula oleh RRC. Berbeda dengan ketiga negara sebelumnya. Sengketa Antar Negara (Multiple Dispute) Masalah sengketa antar negara di kawasan. Filipina pertama menyatakan klaimnya pada tahun 1946 di Majelis Umum PBB dan diulang lagi (1950) ketika Taiwan menarik pasukannya. akan tetapi Indonesia memiliki fakta sengketa bilateral dengan RRC. Bahkan setelah unifikasi. Inggris dan Jepang pada akhir abad 19. sesungguhnya tidak terdapat sengketa wilayah karena klaim RRC di Laut Cina Selatan sama dengan klain Taiwan. Meskipun Indonesia bukan merupakan penuntut atas kepulauan atau bantuan di gugusan Spratly. Taiwan mengklaim dan menduduki kembali (1956) kelompok kepulauan ini dengan menempatkan satu garnisiun berkekuatan 600 tentara secara permanen di pulau terbesar. Sengketa ini tidak begitu menonjol ketimbang sengketa oleh enam negara lainnya di Laut Cina Selatan. Masalah kedaulatan menjadi masalah yang sensitif anatara Prancis. dengan mendasarkan klaimnya atas penemuan pertama. padahal pada tahun 1876 Cina telah menyatakan bahwa kepulauan Spratly merupakan miliknya. Taiwan dan Vietnam dibahas menjadi satu karena erat kaitannya dengan satu dengan lainnya. Klain teritorial tumpang tindih atas Laut Cina Selatan sesungguhnya bukanlah masalah baru. Vietnam Utara dan Vietnam setelah unifikasi. akibat perkembangan sejarah. Begitu pula RRC sudah melakukan kontrak eksplorasi minyak dengan Amerika Serikat disekitar Pulau Hainan (sebelah utara Natura). Meskipun gugusan karang ini sebenarnya merupakan konflik multilateral. namun negara ini telah awal melakukan pendudukan militer. Konflik bilateral lainnya adalah antara Taiwan-RRC. Laut Natuna sangat vital bagi RRC karena kawasan itu merupakan alur pelayaran penting sebagai penghubung komunikasi di Utara –Selatan. Cina sebenarnya merupakan satu-satunya negara sampai Perang Dunia I yang mengklaim kedaulatan sepenuhnya atas seluruh Kepulauan Spratly. Cina termasuk Taiwan dan Vietnam telah menegaskan pemilikan mereka atas keseluruhan gugusan kepulauan Spratly dan sumber daya yang ada di kawasan itu. Selain itu. serta membangun landasan pesawat dan instalasi militer lainnya. Saling Klaim juga dilakukan beberapa negara lainnya. sangat terkait dengan aspek “nationalinterest” masing-masing negara dalam mewujudjan keinginan mempertahankan wilayah pengaruh / hegemoni serta jaminan akan keselamatan pelayaran sebagai akibat yang disebabkan posisi strategis dan vital di kawasan Laut Cina Selatan. Meskipun Filipina lebih belakangan menyatakan klaimnya atas gugusan Spratly. Pada perkembangan selanjutnya Filipina dan Malaysia juga mengklaim sebagian pulau dikawasan Spratly. Filipina tidak mengklaim seluruh kepulauan Spratly dan tidak juga didasarkan atas alasan sejarah. Terakhir adalah sengketa antara IndonesiaRRC yang tersangkut sengketa bilateral dalam masalah landas Kontinen dan ZEE sebagaimana di definisikan dalam konvensi Hukum Laut Internasional 1982. yaitu Itu Aba (Taiping dalam bahasa Cina). RRC juga pernah menyatakan klaim terhadap sebagian Laut Natuna sampai ke perairan Pulau Bangka dan 20 mil dari Kalimantan Barat dan sekelilingVietnam. Dan pada tahun 1983 . Secara tradisional.

SENGKETA INTERNASIONAL YANG MELIBATKAN NEGARA KUWAIT DAN NEGARA IRAK Sengketa antara Irak dan Kuwait ini disebabkan karena kemerosotan ekonomi di Irak dalam pemerintahan Saddam Hussein setelah negara Irak selama delapan tahun berperang melawan Iran. khususnya di lima titik yang hingga kini belum diselesaikan akan dibawa ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pemerintah Irak menganggap hal tersebut sebagai perang dalam bidang ekonomi. yang memiliki luas 1. tetapi tidak disepakati warga. Sumkaem. padahal Irak sangat membutuhkan petro dollar demi kemajuan ekonominya. misalnya negara A dengan negara B pasti terdapat perbedaan dalam soal perekonomian dan hasil produksi. yang secara tidak langsung menyebabkan kemerosotan petro dolar di Irak.Berlarutnya penyelesaian lima titik di perbatasan tersebut mengakibatkan penetapan batas laut kedua negara belum bisa dilakukan. ternyata bukan hanya dilakukan oleh Malaysia. dan Tubu Banat. Pada masa itu Irak sangat memerlukan petro dolar. akan tetapi garis-garis batas ditarik secara tegak lurus dari dua titik ekstrem di garis pantai Brunei Darussalam. Akhirnya antara Irak dan Kuwait terjadi perselisihan ladang minyak dan juga Irak mengutarakan tentang perselisihan perbatasan pada masa pembagian wilayah oleh Inggris pada waktu pemerintahan Usmaniyah Turki. Klaim wilayah Indonesia ini dilakukan oleh sebagian warga Timor Leste tepatnya di perbatasan wilayah Timor Leste dengan wilayah Indonesia. Lima titik tersebut adalah Imbate. juga di Uni Emirat Arab. Di lima titik tersebut. yaitu Dewan Keamanan PBB mengambil jalan tengah dengan mengemukakan hak veto. yaitu perbatasan antara Kabupaten Timor Tengah Utara (RI) dengan Timor Leste. karena alur sungai selalu berubah-ubahSelain . tetapi juga oleh Timor Leste.Masalah perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste.301 hektare (ha) dan sedang dikuasai warga Timor Leste. Klaim Brunei hampir serupa dangan Malaysia karena didasarkan pada doktrin Landas Kontinental. Semula.melakukan survey dan menyatakan kepulauan tersebut berada di perairan Malaysia. Kelebihan itu seharusnya dijadikan jembatan untuk menjalin kerjasama antar negara dan bukan untuk diperselisihkan. dan persoalan pembagian tanah. pemerintah Indonesia dan Timor Leste sepakat batas kedua negara adalah alur sungai terdalam. Dan Brunei Darussalam adalah yang terakhir menyatakan klaimnya atas sebagian kawasan Spratly. ada dua hal yang belum disepakati warga dari kedua negara yakni: Penetapan batas apakah mengikuti alur sungai terdalam. negara yang baru berdiri sejak lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tahun 1999. Haumeniana. Penyelesaian sengketa Permasalahan perbatasan antara RI dan Timor Leste itu kini sedang dalam rencana untuk dikoordinasikan antara Pemerintah RI dengan Pemerintah Timor Leste dan kemungkinan akan dibawa ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mendapatkan penyelesaian. Penyelasaian sengketa internasional antara Irak dengan Kuwait ini adalah dengan cara di ambil alih oleh PBB. SENGKETA INTERNASIONAL ANTARA INDONESIA DAN TIMOR LESTE Klaim wilayah Indonesia. Nimlat. Tiga titik diantaranya terdapat di perbatasan Kabupaten Belu dan dua di perbatasan Timor Leste dengan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). sementara harga petro dolar justru semakin merosot dikarenakan Kuwait memproduksi minyak secara besar-basaran. Jadi di masing-masing negara pasti memiliki kelebihan dan kekurangan.

Joint Development Agreement). Kedua negara telah mengadakan pertemuan untuk membicarakan dan menyelesaikan sengketa. tetapi memiliki unsur politis. karena China merasa bahwa pulau tersebut adalah miliknya. sehingga kedua negara harus selalu menjaga hubungan baik agar kesepakatan dapat berjalan dengan baik. termasuk pulau Daioyu / Senkaku kepada Jepang. . Ketegangan ini berlanjut ketika Jepang mengusir kapal Taiwan dari perairan Daioyu. karena kedua negara bersikeras bahwa pulau tersebut merupakan bagian kedaulatan dari negara mereka.Melihat sulitnya dicapai kesepakatan China-Jepang. Namun dari beberapa kali pertemuan yang telah dilakukan belum ada penyelesaian. yaitu melalui pengelolaan bersama (JDA. Namun penyelesaian tersebut cukup beresiko.itu. padahal sebenarnya kesepakatan ini dapat digunakan untuk membangun masa depan yang cerah bersama Jepang. Hal ini akan memperbaiki hubungan China-Jepang. namun tahun 1990an Jepang kembali memperbaiki mercusuar yang telah dibangun oleh kelompok kanan Jepang di Daiyou. Namun sayangnya tawaran ini ditolak China. Jika sapi melewati batas sungai terdalam.warga kedua negara yang bermukim di perbatasan harus rela membagi tanah ulayat mereka. Hal inilah yang belum terjawab oleh Hukum laut 1982. karena melanggar batas negara. Meskipun protes yang terus menerus dari China maupun Taiwan. karena hasilnya akan take all or nothing. Kemudian pada tahun 1970. warga tidak bisa menghalaunya kembali. ternak milik warga di perbatasan tersebut minum air di sungai yang berada di tapal batas kedua negara. Sengketa ini semakin berkembang pada tahun 1978. alternatif penyelesaian akhir yang harus ditempuh adalah melalui Mahkamah Internasional. akibat overlapping antara ZEE Jepang dan landas kontinen China. ketika Jepang membangun mercusuar di Pulau Daioyu untuk melegitimasi pulau tersebut. Alternatif lain juga telah ditawarkan untuk penyelesaian konflik. Sengketa ini diawali ketika ECAFE menyatakan bahwa diperairan sekitar Pulau Daioyu / Senkaku terkandung hidrokarbon dalam jumlah besar. namun belum dapat menyelesaikan perebutan antara kedua negara. Jepang dan Amerika Serikat menandatangani perjanjian pengembalian Okinawa. karena adanya perbedaan interpretasi terhadap definisi equidistance line. Meskipun saat ini banyak yang menggunakan pendekatan median/equidistance line untuk pembagian wilayah yang saling tumpang tindih. Secara resmi Penyelesaian sengketa China memprotes tindakan Jepang atas Pulau tersebut. Sampai saat ini permasalahan ini belum dapat diselesaikan. karena menyangkut kepentingan kedua negara. Hal inilah yang kemudian diprotes China. karena menyangkut persoalan batas negara SENGKETA INTERNASIONAL ANTARA JEPANG DAN KOREA Perebutan kepemilikan Pulau Daioyu / Senkaku antara China-Jepang telah berlangsung sejak tahun 1969. Sebenarnya dengan pengelolaan bersama tidak hanya akan menyelesaikan sengketa perbatasan laut kedua negara.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->