P. 1
PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI

|Views: 48|Likes:

More info:

Published by: Lista Novi Ester Sipahutar on Jun 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/28/2012

pdf

text

original

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI

MAKNA IDEOLOGI? IDEA LOGOS

Ibnu Sina
Tanpa definisi, kita tidak akan pernah bisa sampai pada konsep. Definisi sama pentingnya dengan silogisme (baca : logika berfikir yang benar) bagi setiap proposisi (dalil atau pernyataan) yang kita buat.

3 . paham. Cita-cita yang dimaksudkan adalah cita-cita yang tetap sifatnya dan harus dapat dicapai sehingga cita-cita itu sekaligus merupakan dasar. pandangan. Ideologi yang semula berarti gagasan.• Pengertian Ideologi Istilah ideologi berasal dari kata idea yang berarti gagasan. ide. Jadi secara harafiah ideologi berarti ilmu tentang pengertian dasar. ide atau cita-cita. cita-cita itu berkembang menjadi suatu paham mengenai seperangkat nilai atau pemikiran yang oleh seseorang atau sekelompok orang menjadi suatu pegangan hidup. cita-cita dan logos yang berarti ilmu. pengertian dasar. konsep.

atau sekelompok ide yang diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota masyarakat.wiki.detik.Ideologi http://id.com/wiki Ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan. Ideologi dapat dianggap sebagai visi yang komprehensif. sebagai cara memandang segala sesuatu (bandingkan weltanschauung). Kata ideologi sendiri diciptakan oleh Destutt de Tracy pada akhir abad ke 18 untuk mendefinisikan “sains tentang tde ". . secara umum (lihat Ideologi dalam kehidupan sehari hari) dan beberapa arah filosofis (lihat Ideologi politis).

(definisi ideologi Marxisme). Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik. . Secara implisit setiap pemikiran politik mengikuti sebuah ideologi walaupun tidak diletakkan sebagai sistem berpikir yang eksplisit.• Tujuan utama dibalik ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran normatif.

Secara terminologis berarti pemikiran mendasar yang dibangun diatas pemikiran-pemikiran (cabang )[dalam Al-Mausu’ah al-Falsafiyah. al-Mabda’]. Al-Mabda’(ideologi) : pemikiran mendasar (fikrah raisiyah) dan patokan asasi (al-qaidah al-asasiyah) tingkah laku.Ibnu Sina • Ideologi/Mabda’ secara etimologis adalah mashdar mimi dari kata bada’ayabdau bad’an wa mabda’an yang berarti permulaan. Dari segi logika al-mabda’ adalah pemahaman mendasar dan asas setiap peraturan .

• Wikipedia Indonesia: Ideologi kumpulan ide atau gagasan atau 'aqliyyah (akidah yang sampai proses berpikir) yang melahirkan aturan dalam kehidupan. adalah aqidah melalui aturan- .

. • Descartes: Ideologi adalah inti dari semua pemikiran manusia.• Destertt de Tracy: Ideologi adalah studi terhadap ide – ide/pemikiran tertentu.

• Machiavelli: Ideologi adalah sistem perlindungan kekuasaan yang dimiliki oleh penguasa. • Thomas Hobbes: Ideologi adalah suatu cara untuk melindungi kekuasaan pemerintah agar dapat bertahan dan mengatur rakyatnya .

• Francis Bacon: Ideologi adalah sintesa pemikiran mendasar dari suatu konsep hidup. . • Napoleon: Ideologi keseluruhan pemikiran politik dari rival–rivalnya. • Karl Marx: Ideologi merupakan alat untuk mencapai kesetaraan dan kesejahteraan bersama dalam masyarakat.

untuk apa dan mau kemana alam. pemikiran mendasar yang sama sekali tidak dibangun (disandarkan) di atas pemikiran pemikiran yang lain.• Muhammad Muhammad Ismail: Ideologi (Mabda’) adalah Al-Fikru al-asasi al-ladzi hubna Qablahu Fikrun Akhar. Pemikiran mendasar ini merupakan akumulasi jawaban atas pertanyaan dari mana. manusia dan kehidupan ini yang dihubungkan dengan asal muasal penciptaannya dan kehidupan setelahnya? .

metode mempertahankannya. serta metode menyebarkannya ke seluruh dunia. yang meliputi metode untuk mengaktualisasikan ide dan solusi tersebut. yang meliputi akidah dan solusi atas seluruh problem kehidupan manusia.• Dr. Pemikiran tersebut harus mempunyai metode. . Hafidh Shaleh: Ideologi adalah sebuah pemikiran yang mempunyai ide berupa konsepsi rasional (aqidah aqliyah).

Yang dimaksud aqidah adalah pemikiran yang menyeluruh tentang alam semesta. fikrah dan thariqah. dan hidup. manusia. di samping hubungannya dengan Zat yang ada sebelum dan sesudah alam kehidupan di dunia ini. serta tentang apa yang ada sebelum dan setelah kehidupan. Mencakup dua bagian yaitu. manusia. Atau Mabda’ adalah suatu ide dasar yang menyeluruh mengenai alam semesta.• Taqiyuddin An-Nabhani: • Mabda’ adalah suatu aqidah aqliyah yang melahirkan peraturan. dan hidup. .

 Gunawan Setiardja merumuskan ideologi sebagai seperangkat ide asasi tentang manusia dan seluruh realitas yang dijadikan pedoman dan cita-cita hidup.  Frans Magnis Suseno mengatakan bahwa ideologi sebagai suatu sistem pemikiran yang dapat dibedakan menjadi ideologi tertutup dan ideologi terbuka. yang menyangkut bidang politik.• Beberapa pengertian ideologi:  A. Hornby mengatakan bahwa ideologi adalah seperangkat gagasan yang membentuk landasan teori ekonomi dan politik atau yang dipegangi oleh seorang atau sekelompok orang. keyakinan. 14 . ide. sosial. kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis. dan agama.S.  Soerjono Soekanto menyatakan bahwa secara umum ideologi sebagai kumpulan gagasan. kebudayaan.

metode menjaga pemikiran tersebut agar tidak menjadi absurd dari pemikiran-pemikiran yang lain dan metode untuk menyebarkannya. .• Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa Ideologi(mabda’) adalah pemikiran yang mencakup konsepsi mendasar tentang kehidupan dan memiliki metode untuk merasionalisasikan pemikiran tersebut berupa fakta.

Ciri-cirinya: bahwa nilai-nilai dan cita-citanya tidak dapat dipaksakan dari luar. isinya bukan hanya nilai-nilai dan cita-cita tertentu. Ciri-cirinya: merupakan cita-cita suatu kelompok orang untuk mengubah dan memperbarui masyarakat. secara garis besar saja sehingga tidak langsung operasional.  Ideologi terbuka. merupakan suatu pemikiran yang terbuka. budaya masyarakat itu sendiri. Ideologi tertutup. merupakan suatu sistem pemikiran tertutup. melainkan terdiri dari tuntutan-tuntutan konkret dan operasional yang keras. melainkan digali dan diambil dari moral. dasarnya bukan keyakinan ideologis sekelompok orang. melainkan hasil musyawarah dari konsensus masyarakat tersebut. 16 . nilai-nilai itu sifatnya dasar. atas nama ideologi dibenarkan pengorbananpengorbanan yang dibebankan kepada masyarakat. yang diajukan dengan mutlak.

yaitu: sebagai tujuan atau cita-cita yang hendak dicapai secara bersama oleh suatu masyarakat. mengubah dan mencabutnya 17 . lebih baik hukum dasar yang tertulis itu hanya memuat aturan-aturan pokok.• Fungsi utama ideologi dalam masyarakat menurut Ramlan Surbakti (1999) ada dua. • Sumber semangat yang menjadikan Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah terdapat dalam penjelasan UUD 1945: “terutama bagi negara baru dan negara muda. • Pancasila sebagai ideologi mengandung nilai-nilai yang berakar pada pandangan hidup bangsa dan falsafat bangsa. sedangkan aturan-aturan yang menyelenggarakan aturan pokok itu diserahkan kepada undang-undang yang lebih mudah caranya membuat. Dengan demikian memenuhi syarat sebagai suatu ideologi terbuka. dan sebagai pemersatu masyarakat dan karenanya sebagai prosedur penyelesaian konflik yang terjadi dalam masyarakat.

Dimensi Realitas: nilai yang terkandung dalam dirinya. dan dimensi fleksibilitas. Pancasila mengandung sifat dimensi realitas ini dalam dirinya. demokrastis. 1. memperkuat relevansinya dari masa ke masa. yaitu dimensi realitas. 3.• Sifat Ideologi Ada tiga dimensi sifat ideologi. Pancasila bukan saja memenuhi dimensi idealisme ini tetapi juga berkaitan dengan dimensi realitas. berbangsa dan bernegara. Dimensi fleksibilitas: ideologi itu memberikan penyegaran. memelihara dan memperkuat relevansinya dari waktu ke waktu sehingga bebrsifat dinamis. bersumber dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat. 18 . Pancasila memiliki dimensi fleksibilitas karena memelihara. dimensi idealisme. terutama pada waktu ideologi itu lahir. sehingga mereka betul-betul merasakan dan menghayati bahwa nilai-nilai dasar itu adalah milik mereka bersama. Dimensi idealisme: ideologi itu mengandung cita-cita yang ingin diicapai dalam berbagai bidang kehidupan bermasyarakat. 2.

19 .  Kenyataan menujukkan bahwa bangkrutnya ideologi yang tertutup danbeku cendnerung meredupkan perkembangan dirinya.  Tekad untuk memperkokoh kesadaran akan nilai-nilai dasar Pancasila yang bersifat abadi dan hasrat mengembangkan secara kreatif dan dinamis dalam rangka mencapai tujuan nasional.• Faktor Pendorong Keterbukaan Ideologi Pancasila  Kenyataan dalam proses pembangunan nasional dan dinamika masyarakat yang berkembang secara cepat.  Pengalaman sejarah politik masa lampau.

yaitu:  Stabilitas nasional yang dinamis  Larangan terhadap ideologi marxisme.• Sekalipun Pancasila sebagai ideologi bersifat terbuka. namun ada batas-batas keterbukaan yang tidak boleh dilanggar. leninnisme dan komunisme  Mencegah berkembangnya paham liberalisme  Larangan terhadap pandangan ekstrim yang menggelisahkan kehidupan bermasyarakat  Penciptaan norma-norma baru harus melalui konsensus. 20 .

yang berPersatuan. visi atau arah dari penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia adalah terwujudnya kehidupan yang ber-Ketuhanan. 21 . karena itu juga berfungsi sebagai sarana pemersatu masyarakat yang dapat memparsatukan berbagai golongan masyarakat di Indonesia. yang ber-Kemanusiaan.  Pancasila sebagai ideologi nasional selain berfungsi sebagai cita-cita normatif penyelenggaraan bernegara.• Makna Pancasila sebagai Ideologi Bangsa  Makna Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia adalah bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila itu menjadi cita-cita normatif bagi penyelenggaraan bernegara. yang ber-Kerakyatan. dan yang ber-Keadilan. nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan nilai yang disepakati bersama. Dengan kata lain.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->