P. 1
ANALISIS SWOT

ANALISIS SWOT

|Views: 309|Likes:

More info:

Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/07/2015

pdf

text

original

A.

ANALISIS SWOT Analisis SWOT adalah analisis kondisi internal maupun eksternal suatu organisasi yang selanjutnya akan digunakan sebagai dasar untuk merancang strategi dan program kerja. Analisis internal meliputi peniaian terhadap faktor kekuatan (Strength) dan kelemahan (Weakness). Sementara, analisis eksternal mencakup faktor peluang (Opportunity) dan tantangan (ThreathS). Analisis SWOT merupakan salah satu metode untuk menggambarkan kondisi dan mengevaluasi suatu masalah, proyek atau konsep bisnis yang berdasarkan faktor internal (dalam) dan faktor eksternal (luar) yaitu Strengths, Weakness, Opportunities dan Threats Metode ini paling sering digunakan dalam metode evaluasi bisnis untuk mencari strategi yang akan dilakukan. Analisis SWOT hanya menggambarkan situasi yang terjadi bukan sebagai pemecah masalah. Outline Proses Rinci Kerangka SWOT – sebuah matrix dua kali dua – sebaiknya dikerjakan dalam suatu kelompok yang terdiri dari anggota kunci tim atau organisasi. Pertama, penting untuk diketahui dengan jelas tentang apa tujuan perubahan kunci, dan terhadap tim atau organisasi apa analisis SWOT akan dilakukan. Setelah pertanyaan-pertanyaan ini dijelaskan dan disepakati, mulailah dengan brainstorming gagasan, dan kemudian setelah itu dipertajam dan diperjelas dalam diskusi. Perkiraan mengenai kapasitas internal dapat membantu mengidentifikasi dimana posisi sebuah proyek atau organisasi saat ini: sumberdaya yang dapat segera dimanfaatkan dan masalah yang belum juga dapat diselesaikan. Dengan melakukan hal ini kita dapat mengidentifikasi dimana/kapan sumberdaya baru, keterampilan atau mitra baru akan dibutuhkan. Bila berpikir tentang kekuatan, perlu memikirkan tentang contoh-contoh keberhasilan yang nyata dan apa penjelasannya. Pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan untuk memikirkan isu-isu di atas antara lain: 1. Saat ini jenis pengaruh kebijakan apa yang dapat dikerjakan oleh organisasi/proyek kita dengan sangat terbaik? Dimana kita mengalami sukses terbesar? 2. jenis keterampilan dan kapasitas mempengaruhi kebijakan apa yang kita miliki? 3. Di bidang apa staff kita dapat memanfaatkan dengan sangat efektif keterampilan dan kapasitasnya?

2. Kekuatan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam tubuh organisasi. 2. ibu bersalin. proyek atau konsep bisnis yang ada. ibu meneteki. misalnya kompetitor. bayi dan anak balita serta anak prasekolah. proyek atau konsep bisnis yang ada.4. Apa yang dianggap karyawan sebagai kekuatan dan kelemahan utama? Mengapa? Apa pendapat mereka yang berada diluar organisasi? Analisis SWOT terdiri dari empat faktor. Pengertian Program KIA Upaya Kesehatan ibu dan anak adalah upaya dibidang kesehatan yang menyangkut pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil. 4.Kelemahan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam tubuh organisasi. kondisi lingkungan sekitar. Opportunities (peluang) Merupakan kondisi peluang berkembang di masa datang yang terjadi. kebijakan pemerintah. proyek atau konsep bisnis itu sendiri. Tujuan Program KIA Tujuan Program Kesehatan Ibu dan anak (KIA) adalah tercapainya kemampuan hidup sehat melalui peningkatan derajat kesehatan yang optimal. Kapan mereka telah bekerja bersama kita untuk melakukan dampak kebijakan? 6. bagi ibu dan keluarganya untuk menuju Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS) serta meningkatnya derajat kesehatan anak untuk menjamin proses tumbuh kembang . Siapa saja mitra terkuat kita dalam mempengaruhi kebijakan? 5. yaitu: 1. PROGRAM KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) 1. Strengths (kekuatan) Merupakan kondisi kekuatan yang terdapat dalam organisasi. proyek atau konsep bisnis itu sendiri. Kondisi yang terjadi merupakan peluang dari luar organisasi. proyek atau konsep bisnis itu sendiri. B. 3. Ancaman ini dapat mengganggu organisasi. proyek atau konsep bisnis itu sendiri. Weakness (kelemahan) Merupakan kondisi kelemahan yang terdapat dalam organisasi. Threats (ancaman) Merupakan kondisi yang mengancam dari luar.

ibu bersalin. 4. dan Karang Balita serta di sekolah Taman Kanak-Kanak atau TK. Pelayanan antenatal Adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada ibu selam “ untuk pelayanan antenatal terdiri dari masa kehamilannya sesuai dengan standar pelayanan antenatal. 4. Pelayanan KIA diutamakan pada kegiatan pokok : 1.optimal yang merupakan landasan bagi peningkatan kualitas manusia seutuhnya Sedangkan tujuan khusus program KIA adalah : 1.paguyuban 10 keluarga. balita. ibu nifas. Posyandu dan sebagainya. Meningkatnya upaya pembinaan kesehatan balita dan anak prasekolah secara mandiri di dalam lingkungan keluarga. Peningkatan pelayanan antenatal di semua fasilitas pelayanan dengan mutu yang baik serta jangkauan yang setinggi-tingginya. dalam mengatasi kesehatan diri dan keluarganya dengan menggunakan teknologi tepat guna dalam upaya pembinaan kesehatan keluarga. anak balita. sikap dan perilaku). Prinsip Pengelolaan Program KIA Prinsip pengelolaan Program KIA adalah memantapkan dan peningkatan jangkauan serta mutu pelayanan KIA secara efektif dan efisien. 5. 4. Peningkatan pelayanan neonatal (bayi berumur kurang dari 1bulan dengan mutu yang baik dan jangkauan yang setinggi tingginya. Standar minimal “5 T . dan ibu meneteki. 3. Peningkatan deteksi dini resiko tinggi ibu hamil. baik oleh tenaga kesehatan maupun di masyarakat oleh kader dan dukun bayi serta penanganan dan pengamatannya secara terus menerus. Peningkatan pertolongan persalinan yang lebih ditujukan kepada peningkatan pertolongan oleh tenaga professional secara berangsur. 2. ibu nifas. anak prasekolah. bayi dan anak balita. Meningkatnya mutu pelayanan kesehatan ibu hamil. paguyuban 10 keluarga. terutama melalui peningkatan peran ibu dan keluarganya. keluarga dan seluruh anggotanya untuk mengatasi masalah kesehatan ibu. Meningkatnya kemampuan dan peran serta masyarakat . 3. Posyandu.ibu hamil. 3. Pelayanan dan jenis Indikator KIA 1. ibu bersalin. Meningkatnya jangkauan pelayanan kesehatan bayi. Meningkatnya kemampuan ibu (pengetahuan . 2. ibu meneteki.

Risiko tinggi pada kehamilan meliputi : 1. Riwayat keluarga mendeita kencing manis. 7.5 cm 6. bidan. pembantu bidan dan perawat. Tinggi badan kurang dari 145 cm 5. 2. Pemberian Imunisasi TT lengkap 4. Primigravida kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun . Timbang berat badan dan ukur tinggi badan 2. Dukun bayi : Terlatih :ialah dukun bayi yang telah mendapatkan latihan tenaga kesehatan yang dinyatakan lulus. misalnya kelainan tulang belakang atau panggul. Deteksi dini ibu hamil berisiko : Faktor risiko pada ibu hamil diantaranya adalah : 1. Pemberian Tablet zat besi minimal 90 tablet selama kehamilan Frekuensi pelayanan antenatal adalah minimal 4 kali selama kehamilan dengan ketentuan waktu minimal 1 kali pada triwulan pertama. 2. dokter umum. 3. Ukur Tekanan darah 3. Ukur Tinggi fundus uteri 5. Tenaga profesional : dokter spesialis kebidanan. Anak lebih dari 4 3. Berat badan kurang dari 38 kg atau lingkar lengan atas kurang dari 23. 2. Risiko tinggi kehamilan merupakan keadaan penyimpangan dan normal yang secara langsung menyebabkan kesakitan dan kematian ibu maupun bayi . hipertensi dan riwayat cacat kengenital.1. Tidak terlatih : ialah dukun bayi yang belum pernah dilatih oleh tenaga kesehatan atau dukun bayi yang sedang dilatih dan belum dinyatakan lulus. dan minimal 2 kali pada triwulan ketiga. minimal 1 kali pada triwulan kedua. Kelainan bentuk tubuh. Pertolongan Persalinan Jenis tenaga yang memberikan pertolongan persalinan kepada masyarakat 1. Hb kurang dari 8 gram % . Jarak persalinan terakhir dan kehamilan sekarang kurang 2 tahun atau lebih dari 10 tahun 4.

Perdarahan pervaginam 6. Oedema yang nyata 4. Bayi baru lahir dengan sepsis 6. Bayi lahir dengan cacat bawaan sedang Bayi lahir dengan persalinan dengan tindakan. Tekanan darah tinggi yaitu sistole lebih dari 140 mmHg dan diastole lebih dari 90 mmHg 3. Penyakit kronis pada ibu antara lain Jantung. Letak lintang pada usia kehamilan lebih dari 32 minggu. Kehamilan ganda 12. Janin yang besar 13. Bayi dengan tetanus neonatorum 3. Bayi baru lahir dengan asfiksia 4. Cakupan Kunjungan ibu hamil K4 a. Eklampsia 5. Riwayat obstetri buruk. Infeksi berat atau sepsis 10. Persalinan prematur 11. 14. dengan syarat . Bayi dengan ikterus neonatorum yaitu ikterus lebih dari 10 hari setelah lahir 5. Indikator pelayanan kesehatan ibu dan bayi Terdapat 6 indikator kinerja penilaian standar pelayanan minimal atau SPM untuk pelayanan kesehatan ibu dan bayi yang wajib dilaksanakan yaitu 1.paru. 8.2. Pengertian Kunjungan ibu hamil K4 adalah ibu hamil yang kontak dengan petugas kesehatan untuk mendapatkan pelayanan ANC sesuai dengan standar 5T dengan frekuenasi kunjungan minimal 4 kali selama hamil. Bayi preterm dan post term 8. Bayi lahir dengan berat lebih dari 4000 gram 7. riwayat bedah sesar dan komplikasi kehamilan Risiko tinggi pada neonatal meliputi : 1. 4. BBLR atau berat lahir kurang dari 2500 gram 2. ginjal. Letak sungsang pada primigravida 9. Ketuban pecah dini 7.

pelayanan standar dan paripurna. Sumber data 1. 2. dokter. tidak termasuk pertolongan pendampingan. Pemeriksaaan atau pengukuran tinggi dan berat badan 2.trimester 1 minimal 1 kali. Perkiraan penduduk sasaran ibu hamil diperoleh dari Badan Pusat Statistik atau BPS kabupaten atau propinsi jawa timur. Penyebut : Penduduk sasaran ibu hamil Konstanta : 100 d. Pengertian Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan adalah pertolongan persalinan oleh petugas kesehatan. Pertolongan persalinan dilakukan oleh dokter ahli. Jumlah ibu hamil yang telah memperoleh pelayanan ANC sesuai standar K4 diperoleh dari catatan register kohort ibu dan laporan PWS KIA. Cakupan Pertolongan persalinan oleh bidan atau tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan a. Mengukur tingkat keberhasilan perlindungan ibu hamil melalui 3. 2. Pemberian imunisasi TT 5. Kegunaan 1. Standar 5 T yang dimaksud adalah : 1. Definisi operasional Perbandingan antara jumlah ibu hamil yang telah memperoleh ANC sesuai standar K4 disatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu dengan penduduk sasaran ibu hamil c. trimester II minimal 1 kali dan trimester III minimal 2 kali . Pemeriksaaan atau pengukuran tekanan darah 3. bidan atau petugas kesehatan lainnya yang telah memperoleh pelatihan . Mengukur mutu pelayanan ibu hamil 2. Pemberian tablet besi b. Cara penghitungan Pembilang : Jumlah ibu hamil yang telah memperoelh pelayanan ANC sesuai standar K 4 disatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. e. Pemeriksaan atau pengukuran tinggi fundus 4.

Cara penghitungan . Perkiraan penduduk sasaran ibu bersalin diperoleh dari BPS kabupaten atau Propinsi Jawa Timur. b.tehnis untuk melakukan pertolongan kepada ibu bersalin. Sumber data 1. b. baik ditemukan oleh petugas kesehatan maupun melalui rujukan masyarakat. c. Definisi operasional Perbandingan jumlah pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan baik pemerintah maupun swasta di satu wilayah kerja pada kurun tertentu dengan penduduk sasaran ibu bersalin c. Mengukur kinerja petugas kesehatan dalam pelayanan persalinan. 2. Jumlah pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu diperoleh dari catatan register kohort ibu dan laporan PWS KIA. Pengertian Ibu Hamil risiko tinggi yang dirujuk Ibu hamil risiko tinggi baru yang dirujuk. Definisi operasional Perbandingan antara jumlah ibu hamil risiko tinggi yang dirujuk dengan jumlah perkiraan ibu hamil risiko tinggi yaitu 20 % dari sasaran ibu hamil. Penyebut : Penduduk sasaran ibu bersalin Konstanta : 100 d. e. 2. Ibu hamil resiko tinggi yang dirujuk a. Dilakukan sesuai dengan pedoman dan prosedur teknis yang telah ditetapkan. Kegunaan 1. baik didalam atau diluar institusi dan dihitung satu kali selama periode kehamilan. Menggambarkan kemampuan manajemen program KIA dalam pertolongan persalinan secara profesional. Cara penghitungan Pembilang : Jumlah pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan baik pemerintah maupun swasta di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. 3.

2. Penyebut : Penduduk perkiraan ibu hamil risiko tinggi yaitu 20 % dari sasaran ibu hamil Konstanta : 100 d. Pengertian Kunjungan neonatus adalah kontak neonatus (0-28 hari) dengan petugas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan dengan syarat usia 0 – 7 hari minimal 2 kali. Sumber data 1. Jumlah perkiraan ibu hamil risiko tinggi yang dirujuk 20 % dari sasaran ibu hamil diperoleh dari BPS kabupaten atau Propinsi Jawa Timur. Cara penghitungan Pembilang : Jumlah neonatal yang telah memperoleh pelayanan kesehatan sesuai standar KN2 Penyebut : Penduduk sasaran bayi Konstanta : 100 d. 4. 2. Cakupan kunjungan Neonatus a. e. Sumber data 1. b..Pembilang : Jumlah ibu hamil risiko tinggi baru yang dirujuk di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. . Definisi operasional Perbandingan antara jumlah neonatal yang telah memperoleh pelayanan kesehatan sesuai standar KN2 di satu wilayah kerja pada kurun tertentu dengan penduduk sasaran bayi c. Jumlah ibu hamil risiko tinggi diperoleh dari catatan register kohort ibu dan laporan PWS KIA.28 hari minimal 1 kali (KN2) didalam atau diluar institusi kesehatan. usia 8. Kegunaan 1. Melakukan upaya tindak lanjut dengan intervensi secara intensif. Jumlah neonatal yang telah memperoleh pelayanan kesehatan sesuai standar KN2 diperoleh dari register kohort bayi. Memperkirakan besarnya masalah ibu hamil risiko tinggi yang dihadapi oleh program KIA.

Cakupan kunjungan bayi a. Perkiraan penduduk sasaran bayi diperoleh dari BPS kabupaten atau Propinsi Jawa Timur. Pengertian Bayi baru dengan BBLR yang ditangani oleh tenaga kesehatan di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Definisi operasional Perbandingan jumlah bayi baru dengan berat badan lahir rendah yang telah memperoleh penanganan sesuai standar oleh tenaga kesehatan . 2. Cara penghitungan Pembilang Penyebut : Jumlah bayi baru : Penduduk sasaran bayi Konstanta : 100 d. Definisi operasional Perbandingan antara jumlah bayi baru di satu wilayah kerja pada kurun tertentu dibagi dengan penduduk sasaran bayi Cara perhitungan c. e. Perkiraan penduduk sasaran bayi diperoleh dari BPS kabupaten atau Propinsi Jawa Timur. Dan laporan bulanan KIA 2. Cakupan BBLR yang ditangani a. Kegunaan Mengukur jangkauan program KIA dalam pelayanan bayi. 6. Sumber data 1. Pengertian Kunjungan bayi adalah kontak pertama pemeriksaan kesehatan bayi (termasuk neonatal) oleh petugas kesehatan baik didalam maupun diluar institusi kesehatan. e. 5. Mengukur kualitas pelayanan neonatal.2. b. Jumlah bayi baru diperoleh dari catatan pada register kohort bayi. Kegunaan 1. b. Mengukur jangkauan program KIA dalam pelayanan neonatal.

Sumber data 1. Karena Sistem informasi pelayanan kesehatan yang mendukung program KIA masih kurang apalagi di wilayah puskesmas. Masih kurangnya masyarakat tentang kesadaran tentang kesehatan ibu dan anak sehingga program yang dijalankan belum bisa mencapai derajat kesehatan yang optimal 2. . e. Penyebut : Jumlah bayi baru lahir dengan berat badan rendah ditemukan di satu wilayah kerja Konstanta : 100 d. Jumlah bayi baru lahir dengan berat badan rendah di satu wilayah kerja diperoleh dari register kohort bayi dan laporan bulanan KIA. Pencatatan data dan laporan tidak lengkap sehingga belum dapat digunakan untuk mendukung evaluasi program KIA.dengan jumlah seluruh bayi baru lahir dengan berat badan rendah ditemukan di satu wilayah kerja dalam kurun waktu tertentu. Mengukur besarnya masalah kesehatan bayi baru lahir dengan berat badan lahir rendah. Kegunaan 1. sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan yang optimal bagi ibu dan keluarganya. 2. dan juga mempermudah program ini berjalan dengan baik dan sukses. petugas kesehatan diperoleh dari catatan register kohort bayi dan laporan bulanan KIA. Mengukur kinerja petugas kesehatan dalam pelayanan penanganan BBLR. ANALISIS SWOT DALAM PROGRAM KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) 1. Strengh (kekuatan) Meratanya pembagian petugas kesehatan yang mendukung program KIA di seluruh wilayah di Indonesia. Cara penghitungan Pembilang : Jumlah bayi baru berat badan lahir rendah yang telah memperoleh penanganan sesuai standar oleh tenaga kesehatan di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Weakness (Kelemahan) 1. 2. 2. c. C.

maka dengan adanya program KIA dan diadakan sosialisasi tentang KIA bisa membuat masyarakat lebih mengetahui tentang kesehatan ibu dan anak dan bisa meningkatkan derajat kesehatan yang optimal sesuai dengan tujuan Program KIA yaitu “Tujuan Program Kesehatan Ibu dan anak (KIA) adalah tercapainya kemampuan hidup sehat melalui peningkatan derajat kesehatan yang optimal.3. . Threat (Ancaman) Ancaman untuk program ini yaitu tidak berjalan dengan lancar atau adanya hambatan program KIA karena masih adanya masyarakat yang tidak ikut berpartisipasi dalam menjalankan program sehingga angka kematian ibu dan anak pun masih tetap ada. Opportunity (Kesempatan) Dengan masih tingginya angka kematian Ibu dan Anak di Indonesia dan masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang Kesehatan Ibu dan Anak. bagi ibu dan keluarganya untuk menuju Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS) serta meningkatnya derajat kesehatan anak untuk menjamin proses tumbuh kembang optimal yang merupakan landasan bagi peningkatan kualitas manusia seutuhnya” 4.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->