PEREKONOMIAN TERBUKA

A. PENGERTIAN MANFAAT PERDANGANGAN INTERNASIONAL 1. Pengertian perdagangan internasional Perdagangan internasional adalah proses tukar menukar yang didasarkan atas kehendak sukarela dari masing-masing Negara. Adapun motifnya adalah memperoleh manfaat perdagangan atau gains of tride. Perdagangan merupakan kegiatan ekonomi yang sangat penting saat ini, maka tidak ada Negara-negara di dunia yang tidak terlibat didalam perdagangan baik perdagangan antar regional, antar kawasan ataupun antar Negara. Perdagangan ini melakukan transaksi jual beli ke luar negeri, kalau kita membeli disebut impor sedangkan kalau kita menjual disebut expor.

2. Manfaat Perdagangan Internasional 1. Saling mendapat petukaran tehnologi guna mempercepat pertumbuhan ekonomi 2. Menjalin persahabatan 3. Dapat membuka lapangan pekerjaan 4. Dapat menambah jumlah dan kualitas barang 5. Meningkatkan penyebaran sumber daya alam melalui batas Negara.

FAKTOR-FAKTOR PENDORONG TERJADINYA PERDAGANGAN INTERNASIONAL 1. Adanya sumber kekayaan alam, iklim, letak geografis, keahlian penduduk, ongkos tenaga kerja, tingkat harga, struktur ekonomi dan sosial. 2. Memperluas Pasar Pasar tempat tukar menukar barang, tempat bertemuna penjual dan pembeli yang keduanya saling melakukan transaksi jual beli barang apa yang dibutuhkan oleh masing-masing orang (baik importir maupun exportir) Tujuan transaksi jual beli tersebut antara lain: 5.1 5.2 Mendapat barang dan jara yang dibutuhkan. Mendapat laba/keuntungan yang diharapan.

3. Mengimpor teknologi Moderen

4. Memperoleh Manfaat Dari Sepesialisasi Memperoleh manfaat yang dimagsud spesialisasi bahwa negara tersebut dapat mendapatkan barang dan jasa yang tidakbisa di produksi sendiri.

KEUNGGULAN ABSOLUT DAN KEUNGGULAN KOMPERATIF DALAM PERDAGANGAN INTERNASIONAL

Pada tahun 1776 ADAM SMITH dalam bukunya yang berjudul: in inguiry into The nature and causes of The Wealth of Nation. Dengan adanya perdagangan internasional, suatu negara hanya akan memproduksi satu atau beberapa barang saja dengan biaya produksi yang rendah untuk di ekspor dan negara tersebt akan mengimpor barang-barang lain dengan harga yang lebih murah daripada memproduksi sendiri. Dengan cara ini negara-negara yang mengadakan hubungan perdagangan internasional dapat memperoleh keuntungan. Adapun macam-macam keuntungan antara lain: 1. Keuntungan Mutlak ( Absolute Advantage) dari Adam Smith Menurut teori ini perdagangan antar dua negara terhadap dua jenis barang akan terjadi jika masing-masing negara mempunyai kekuatan dalam memproduksi brang tertentu. Keuntungan akan diperoleh oleh dua negara tersebut, jika dua negara tersebut mengeskspor barang yang mempunyai keunggulan mutlak dan mengimpor barang yang mempunyai kerugian mutlak ( Absolute Disadvantage) 2. Kenutungan Komperative ( Comverative Advantage) Menurut David Ricardo, perdagangan internasional masih mungkin terjadi dan menguntungkan kedua negara meskipun satu negara mempunyai keunggulan mutlak, dan memproduksi kedua barang dengan syarat jika satu negara mempunyai keunggulan komperative dibandingkan dengan negara lain.

Menurut Sadono Sukirno, manfaat perdagangan internasional adalah sebagai berikut.

Memperoleh barang yang tidak dapat diproduksi di negeri sendiri Banyak faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan hasil produksi di setiap negara. Faktor-faktor tersebut di antaranya : Kondisi geografi, iklim, tingkat penguasaan iptek dan lain-lain. Dengan adanya perdagangan internasional, setiap negara mampu memenuhi kebutuhan yang tidak diproduksi sendiri.

pengusaha dapat menjalankan mesin-mesinnya secara maksimal. Makin banyak tenaga kerja yang digunakan akan makin tinggi nilai barang tersebut (Labor Theory of value ) Teori absolute advantage Adam Smith yang sederhana menggunakan teori nilai tenaga kerja. TEORI PERDAGANGAN INTERNASIONAL I.  Memperluas pasar dan menambah keuntungan Terkadang. Di Inggris setiap unit gandum dan pakaian masing-masing membutuhkan tenaga kerja sebanyak 10 unit dan 2 unit. yang mengakibatkan turunnya harga produk mereka. . B. para pengusaha tidak menjalankan mesin-mesinnya (alat produksinya) dengan maksimal karena mereka khawatir akan terjadi kelebihan produksi. tapi ada kalanya lebih baik apabila negara tersebut mengimpor barang tersebut dari luar negeri. factor produksi tidak hanya satu dan mobilitas tenaga kerja tidak bebas. Murni dalam arti bahwa teori ini memusatkan perhatiannya pada variabel riil seperti misalnya nilai suatu barang diukur dengan banyaknya tenaga kerja yang dipergunakan untuk menghasilkan barang. TEORI KLASIK  Absolute Advantage dari Adam Smith Teori Absolute Advantage lebih mendasarkan pada besaran/variabel riil bukan moneter sehingga sering dikenal dengan nama teori murni (pure theory) perdagangan internasional. Memperoleh keuntungan dari spesialisasi Sebab utama kegiatan perdagangan luar negeri adalah untuk memperoleh keuntungan yang diwujudkan oleh spesialisasi. Untuk menghasilkan 1 unit gandum dan pakaian Amerika membutuhkan 8 unit tenaga kerja dan 4 unit tenaga kerja. Dengan adanya perdagangan internasional. Teori nilai kerja ini bersifat sangat sederhana sebab menggunakan anggapan bahwa tenaga kerja itu sifatnya homogeny serta merupakan satu-satunya factor produksi. Amerika dan Inggris memiliki faktor produksi tenaga kerja yang homogen menghasilkan dua barang yakni gandum dan pakaian. dan menjual kelebihan produk tersebut keluar negeri.  Transfer teknologi modern Perdagangan luar negeri memungkinkan suatu negara untuk mempelajari teknik produksi yang lebih efesien dan cara-cara manajemen yang lebih modern. dapat dijelaskan dengan contoh sebagai berikut: Misalnya hanya ada 2 negara. Dalam kenyataannya tenaga kerja itu tidak homogen. Walaupun suatu negara dapat memproduksi suatu barang yang sama jenisnya dengan yang diproduksi oleh negara lain.

.Banyaknya Tenaga Kerja yang Diperlukan untuk Menghasilkan per Unit Produksi Gandum Pakaian Amerika 8 4 Inggris 10 2 Dari tabel diatas nampak bahwa Amerika lebih efisien dalam memproduksi gandum sedang Inggris dalam produksi pakaian. (10 > 8 ). Tetapi yang penting bukan absolute advantagenya tetapi comparative Advantagenya.  Comparative Advantage : JS Mill Teori ini menyatakan bahwa suatu Negara akan menghasilkan dan kemudian mengekspor suatu barang yang memiliki comparative advantage terbesar dan mengimpor barang yang dimiliki comparative diadvantage(suatu barang yang dapat dihasilkan dengan lebih murah dan mengimpor barang yang kalau dihasilkan sendiri memakan ongkos yang besar ) Teori ini menyatakan bahwa nilai suatu barang ditentukan oleh banyaknya tenaga kerja yang dicurahkan untuk memproduksi barang tersebut. 1 unit pakaian di Amerika memerlukan 4 unit tenaga kerja sedang di Inggris hanya 2 unit. 1 unit gandum diperlukan 10 unit tenaga kerja di Inggris sedang di Amerika hanya 8 unit. Kelemahannya yaitu apabila hanya satu negara yang memiliki keunggulan absolut maka perdagangan internasional tidak akan terjadi karena tidak ada keuntungan. dimana terjadi interaksi ekspor dan impor hal ini meningkatkan kemakmuran negara. Keadaan demikian ini dapat dikatakan bahwa Amerika memiliki absolute advantage pada produksi gandum dan Inggris memiliki absolute advantage pada produksi pakaian. Dikatakan absolute advantage karena masing-masing negara dapat menghasilkan satu macam barang dengan biaya yang secara absolut lebih rendah dari negara lain. Kelebihan dari teori Absolute advantage yaitu terjadinya perdagangan bebas antara dua negara yang saling memiliki keunggulan absolut yang berbeda. Contoh : Produksi 10 orang dalam 1 minggu Produksi Gandum Pakaian Amerika 6 bakul 10 yard Inggris 2 bakul 6 yard Menurut teori ini perdagangan antara Amerika dengan Inggris tidak akan timbul karena absolute advantage untuk produksi gandum dan pakaian ada pada Amerika semua.

dalam produksi gandum 2 bakul disbanding 6 bakul dari Amerika atau 1/3 : 1. Oleh karena itu perdagangan akan timbul antara Amerika dengan Inggris. . Berdasarkan perbandingan Cost Comparative advantage efficiency. Dalam produksi pakaian 6 yard dari Amerika Serikat atau = 3/5: 1. dengan spesialisasi gandum untuk Amerika dan menukarkan sebagian gandumnya dengan pakaian dari Inggris. Untuk Inggris.batas nilai tujar masing . Kelebihan untuk teori comparative advantage ini adalah dapat menerangkan berapa nilai tukar dan berapa keuntungan karena pertukaran dimana kedua hal ini tidak dapat diterangkan oleh teori absolute advantage. Data Hipotesis Cost Comparative Negara Produksi Indonesia China 1 Kg gula 3 hari kerja 6 hari kerja 1 m Kain 4 hari kerja 5 hari kerja Indonesia memiliki keunggulan absolute dibanding Cina untuk kedua produk diatas. II. Dasar nilai pertukaran (term of Trade ) ditentukan dengan batas . Disini Amerika memiliki comparative advantage pada produksi gandum yakni 3 : 1 lebih besar dari 5/3 : 1.masing barang didalam negeri. Dalam produksi pakaian 10 yard dibanding 6 yard dari Inggris atau 5/3 : 1. Cost Comparative Advantage ( Labor efficiency ) Menurut teori cost comparative advantage (labor efficiency). maka tetap dapat terjadi perdagangan internasional yang menguntungkan kedua Negara melalui spesialisasi jika Negara-negara tersebut memiliki cost comparative advantage atau labor efficiency. suatu Negara akan memperoleh manfaat dari perdagangan internasional jika melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor barang dimana Negara tersebut dapat berproduksi relative lebih efisien serta mengimpor barang di mana negara tersebut berproduksi relative kurang/tidak efisien. dalam produksi gandum 6 bakul disbanding 2 bakul dari Inggris atau =3 : 1.Besarnya comparative advantage untuk Amerika . Berdasarkan contoh hipotesis dibawah ini maka dapat dikatakan bahwa teori comparative advantage dari David Ricardo adalah cost comparative advantage. Comparative advantage ada pada produksi pakaian yakni 3/5 : 1 lebih besar dari 1/3 : 1. COMPARATIVE COST DARI DAVID RICARDO 1. dapat dilihat bahwa tenaga kerja Indonesia lebih effisien dibandingkan tenaga kerja Cina dalam produksi 1 Kg gula ( atau hari kerja ) daripada produksi 1 meter kain ( hari bkerja) hal ini akan mendorong Indonesia melakukan spesialisasi produksi dan ekspor gula.

Paham klasik dapat menerangkan comparative advantage yang diperoleh dari perdagangan luar negeri timbul sebagai akibat dari perbedaan harga relatif ataupun tenaga kerja dari barang-barang tersebut yang diperdagangkan. . Labor Theory of Value. Tidak diperhitungkannya biaya dari pengangkutan dan lain-lain dalam hal pemasaran 4. hal ini berarti skala produksi tidak berpengaruh. Faktor produksi sama sekali tidak mobile antar negara. 2. yaitu bahwa nilai suatu barang ditentukan oleh jumlah tenaga kerja yang dipergunakan untuk menghasilkan barang tersebut. sebetulnya perdagangan internasional akan tetap dapat terjadi dan menguntungkan keduanya melalui spesialisasi di masing-masing negara yang memiliki labor productivity. suatu negara akan melakukan spesialisasi dalam produksi barang-barang dan mengekspornya bilamana negara tersebut mempunyai keuntungan dan akan mengimpor barang-barang yang dibutuhkan jika mempunyai kerugian dalam memproduksi.Sebaliknya tenaga kerja Cina ternyata lebih effisien dibandingkan tenaga kerja Indonesia dalam produksi 1 m kain ( hari kerja ) daripada produksi 1 Kg gula ( hari kerja) hal ini mendorong cina melakukan spesialisasi produksi dan ekspor kain. Sedangkan kelebihannya adalah perdagangan internasional antara dua negara tetap dapat terjadi walaupun hanya 1 negara yang memiliki keunggulan absolut asalkan masing-masing dari negara tersebut memiliki perbedaan dalam cost Comparative Advantage atau production Comparative Advantage. dimana nilai barang yang ditukar seimbang dengan jumlah tenaga kerja yang dipergunakan untuk memproduksinya. 3. Oleh karena itu . kelemahan teori klasik Comparative Advantage tidak dapat menjelaskan mengapa terdapat perbedaan fungsi produksi antara 2 negara. 2. Perdagangna internasional dilihat sebagai pertukaran barang dengan barang. Teori ini mencoba melihat kuntungan atau kerugian dalam perbandingan relatif. Produksi dijalankan dengan biaya tetap. Production Comperative Advantage ( Labor produktifiti) Suatu Negara akan memperoleh manfaat dari perdagangan internasional jika melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor barang dimana negara tersebut dapat berproduksi relatif lebih produktif serta mengimpor barang dimana negara tersebut berproduksi relatif kurang / tidak produktif Walaupun Indonesia memiliki keunggulan absolut dibandingkan cina untuk kedua produk. Teori ini berlandaskan pada asumsi: 1.

fakta itu mengenai struktur . yaitu kepemilikan faktor-faktor produksi didalam suatu negara. apakah labor intensity atau capital intensity.III. 2. Analisis teori H-O : a. TEORI MODERN Teori Heckscher-Ohlin (H-O) menjelaskan beberapa pola perdagangan dengan baik. Menurut teori ekonomi mikro kurva isocost akan bersinggungan dengan kurva isoquant pada suatu titik optimal. yaitu teksnologi yang digunakan didalam proses produksi. Dan kurva isoquant yaitu kurva yang menggabarkan total kuantitas produk yang sama. negaranegara cenderung untuk mengekspor barang-barang yang menggunakan faktor produksi yang relatif melimpah secara intensif Menurut Heckscher-Ohlin. Paradoks Leontief Wassily Leontief seorang pelopor utama dalam analisis input-output matriks. melalui study empiris yang dilakukannya pada tahun 1953 menemukan fakta. Faktor intensity. Harga atau biaya produksi suatu barang akan ditentukan oleh jumlah atau proporsi faktor produksi yang dimiliki masing-masing Negara b. Masing-masing negara akan cenderung melakukan spesialisasi produksi dan mengekspor barang tertentu karena negara tersebut memilki faktor produksi yang relatif banyak dan murah untuk memproduksinya d. Jadi dengan biaya tertentu akan diperoleh produk yang maksimal atau dengan biaya minimal akan diperoleh sejumlah produk tertentu. Sebaliknya masing-masing negara akan mengimpor barang-barang tertentu karena negara tersebut memilki faktor produksi yang relatif sedikit dan mahal untuk memproduksinya Kelemahan dari teori H-O yaitu jika jumlah atau proporsi faktor produksi yang dimiliki masing-masing negara relatif sama maka harga barang yang sejenis akan sama pula sehingga perdagangan internasional tidak akan terjadi. suatu negara akan melakukan perdagangan dengan negara lain disebabkan negara tersebut memiliki keunggulan komparatif yaitu keunggulan dalam teknologi dan keunggulan faktor produksi. The Proportional Factors Theory Teori modern Heckescher-ohlin atau teori H-O menggunakan dua kurva pertama adalah kurva isocost yaitu kurva yang menggabarkan total biaya produksi yang sama. A. B. Comparative Advantage dari suatu jenis produk yang dimiliki masing-masing negara akan ditentukan oleh struktur dan proporsi faktor produksi yang dimilkinya. Basis dari keunggulan komparatif adalah: 1. c. Faktor endowment.

October 7th. Amerika serikat tahun 1947 yang bertentangan dengan teori H-O sehingga disebut sebagai paradoks leontief Berdasarkan penelitian lebiih lanjut yang dilakukan ahli ekonomi perdagangan ternyata paradox liontief tersebut dapat terjadi karena empat sebab utama yaitu : a. Kualitas sumber daya manusia dan teknologi adalah dua faktor yang senantiasa diperlukan untuk dapat bersaing di pasar internasional. Offer Curve/Reciprocal Demand (OC/RD) Teori Offer Curve ini diperkenalkan oleh dua ekonom inggris yaitu Marshall dan Edgeworth yang menggambarkan sebagai kurva yang menunjukkan kesediaan suatu Negara untuk menawarkan/menukarkan suatu barang dengan barang lainnya pada berbagai kemungkinan harga. Intensitas faktor produksi yang berkebalikan Tariff and Non tariff barrier Pebedaan dalam skill dan human capital Perbedaan dalam faktor sumberdaya alam Kelebihan dari teori ini adalah jika suatu negara memiliki banyak tenaga kerja terdidik maka ekspornya akan lebih banyak. b. C. Teori Opportunity Cost Opportunity Cost digambarkan sebagai production possibility curve ( PPC ) yang menunjukkan kemungkinan kombinasi output yang dihasilkan suatu Negara dengan sejumlah faktor produksi secara full employment. Pada akhirnya semua itu akan bermuara kepada penentuan comparative advantage dan pola perdagangan (trade pattern) suatu negara. Dalam hal ini bentuk PPC akan tergantung pada asusmsi tentang Opportunity Cost yang digunakan yaitu PPC Constant cost dan PPC increasing cost D. Permintaan dan penawaran pada faktor produksi akan menentukan harga factor produksi tersebut dan dengan pengaruh teknologi akan menentukan harga suatu produk. This entry was posted on Wednesday. Teori perdagangan yang baik untuk diterapkan adalah teori modern yaitu teori Offer Curve. 20 . c. d. Kelebihan dari offer curve yaitu masing-masing Negara akan memperoleh manfaat dari perdagangan internasional yaitu mencapai tingkat kepuasan yang lebih tinggi. Sebaliknya jika suatu negara kurang memiliki tenaga kerja terdidik maka ekspornya akan lebih sedikit.perdagangan luar negri (ekspor dan impor).

b.52. Floyd A. Nilai kurs terbagi atas: . Foreign exchange. yaitu: a. (Floyd A. “The price of foreign currency measured in domestic money”. yang dapat disimpulkan bahwa valuta asing adalah pertukaran mata uang suatu negara terhadap negara lainnya. KURS VALUTA Yang dimaksud dengan kurs valuta asing adalah perbandingan nilai tukar mata uang suatu negara dengan negara lain. and swaps. yang merupakan transaksi pembelian dan penjualan secara simultan (terus- . di mana transaksi terjadi dengan pelepasan pada value date.kurs jual adalah harga jual valuta asing oleh bank atau money changer . Perbandingan nilai antara mata uang suatu negara terhadap negara lain menimbulkan suatu nilai.B.Beam 2000:490) Dari pernyataan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa ada tiga bentuk utama transaksi. Dalam transaksi valuta asing terdapat beberapa bentuk transaksi yang sering terjadi. c. Lees dan Mauer (1995:99) adalah. Beam 2003:390) Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kurs valuta asing adalah nilai pertukaran dari mata uang suatu negara terhadap negara lainnya.” (Floyd A. valuta asing dapat didefinisikan sebagai: “Acurrency other than an entity’s functional currency” Pada dasarnya kedua pengertian di atas adalah sama. Spot exchange. Swap. Pengertian lain dari foreign exchange rate menurut Floyd A. “Foreign exchange rates are essentially prices for currencies expressed in units of other currencies”. Beam adalah. pengertian dari valuta asing (foreign exchange) adalah: “Any asset or financial claim denominated in a foreign currency. Pengertian dari foreign exchange rate menurut Eng.kurs beli adalah kurs yang diberlakukan bank apabila bank membeli valuta asing Valuta Asing dan Kurs Valuta Asing Menurut Eng.” Sedangkan menurut FASB No. Lees dan Mauer (1995:84). transaksi yang terjadi dengan pelepasan pada saat tertentu di waktu yang akan datang. biasanya dua hari kerja setelah transaksi terjadi. outright forward (delivery in the future). yang disebut foreign exchange rate (kurs valuta asing). Beam berpendapat bahwa: “There are three forms of foreign exchange trading: outright spot (delivery now).

” Sedangkan menurut Frederick. dalam sistem ini pemerintah atau bank sentral negara yang bersangkutan mempunyai kekuasaan eksklusif dalam menentukan alokasi dari penggunaan valuta asing yang tersedia. suatu transaksi dalam mata uang asing adalah: “Suatu transaksi yang didenominasi atau membutuhkan penyelesaian dalam suatu mata uang asing. dalam sistem ini tidak ada campur tangan pemerintah untuk menstabilkan nilai kurs. Capital inflows dan ekspor barangbarang menyebabkan tersedianya valuta asing. Nilai tukar kurs ditentukan oleh permintaan dan penawaran terhadap valuta asing. Beam : “… consider exchange rate behavior under three different kinds of exchange systems: floating. b. transaksi dalam mata uang asing merupakan transaksi yang terjadi dalam mata uang yang berbeda.”( Frederick 2002:210) Jadi. Sistem kurs terkontrol/terkendali.2). Menurut Floyd A. and controlled.” (Floyd A. Sistem kurs bebas. Sistem Kurs Valuta Asing Pada setiap negara terdapat suatu sistem kurs valuta asing yang ditentukan oleh kebijakan yang dianut oleh pemerintah masing-masing negara tersebut. foreign currency transactions (transaksi mata uang asing) yaitu: “Transactions whose terms are stated in a currency other than the entity’s functional currency. dalam sistem ini pemerintah atau bank sentral negara yang bersangkutan turut campur secara aktif dalam pasar valuta asing dengan membeli atau menjual valuta asing jika nilainya menyimpang dari standar yang telah ditentukan. dan memerlukan penyelesaian juga dalam mata uang yang berbeda pula.menerus) pada tanggal jatuh tempo yang berbeda-beda. yaitu: a. fixed. c. Warga negara tidak bebas untuk campur tangan dalam transaksi valuta asing. Transaksi Dalam Valuta Asing Menurut SAK (1999:10. Beam 2003:390391) Pendapat di atas menyatakan bahwa terdapat tiga sistem kurs valuta asing yang dipakai suatu negara. Sistem kurs tetap. Standar Akuntansi Keuangan menggolongkan transaksi yang termasuk .

2. c. Apresiasi atau depresiasi Naik atau turunnya nilai mata uang suatu negara terhadap mata uang asing yang sepenuhnya tergantung pada kekuatan pasar (permintaan dan penawaran valuta asing) baik dalam negeri maupun luar negeri. Menurut Standar Akuntansi Keuangan: “Transaksi mata uang asing termasuk transaksi yang timbul ketika suatu badan usaha: a. . dilakukan secara mendadak. tetapi karena perubahan tersebut sangat kecil. menimbulkan atau melunasi kewajiban. Membeli atau menjual barang atau jasa yang harganya didenominasikan dalam suatu mata uang asing. Devaluasi atau revaluasi Naik atau turunnya nilai mata uang suatu negara terhadap mata uang asing dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah. atau d. Menjadi suatu pihak untuk suatu perjanjian dalam valuta asing yang belum terlaksana. maka tidak dirasakan sebagai devaluasi.2) Jenis Perubahan Nilai Kurs Valuta Asing Perubahan nilai kurs valuta asing umumnya berupa: 1. b. Turunnya nilai mata uang suatu negara terhadap mata uang asing yang terjadi harian (depresiasi) sebenarnya mempunyai pengertian sebagaimana devaluasi.dalam transaksi mata uang asing. Yang dianggap sebagai devaluasi adalah penurunan nilai mata uang suatu negara terhadap mata uang asing yang dinyatakan secara resmi oleh pemerintah. Hal ini berlaku juga untuk apresiasi dan revaluasi. dan ada perbedaan selisih kurs yang besar antara sebelum dan sesudah devaluasi. Meminjam (utang) atau meminjamkan (piutang) dana yang didenominasi dalam suatu mata uang asing. yang didenominasi dalam suatu mata uang asing.” (Standar Akuntansi Keuangan 1999:10. Memperoleh atau melepas aktiva.

” (Standar Akuntansi Keuangan 1999:10. Pengakuan selisih kurs menurut Standar Akuntansi Keuangan ditentukan sebagai berikut: “… apabila terdapat perubahan kurs antara tanggal transaksi dan tanggal penyelesaian (settlement date) pos moneter yang timbul dari transaksi dalam mata uang asing. maka selisih kurs harus diakui untuk setiap periode akuntansi dengan memperhitungkan perubahan kurs untuk masing-masing periode.Dasar Pemakaian Kurs Dalam Penjabaran Transaksi Valuta Asing Pengertian selisih kurs menurut Standar Akuntansi Keuangan (1999:10. Namun. . saldo aktiva dan kewajiban dalam valuta asing harus dijabarkan dengan kurs pada tanggal neraca. dan selisih kurs yang timbul ditampung dalam perhitungan laba rugi periode usaha yang bersangkutan.3) Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa penyelesaian dalam suatu transaksi mata uang asing harus dilakukan dalam periode akuntansi yang bersangkutan dan juga harus memperhitungkan adanya selisih kurs yang terjadi dari transaksi tersebut. Transaksi valuta asing dibukukan berdasarkan kurs pada tanggal transaksi dan pada tanggal neraca. Sedangkan selisih kurs yang terjadi pada saat transaksi sebagai akibat dari devaluasi atau revaluasi dapat dibebankan atau dikreditkan baik langsung pada periode berjalan atau ditangguhkan dan diamortisasi selama beberapa periode. jika timbulnya dan diselesaikannya suatu transaksi berada dalam beberapa periode akuntansi. selisih kurs yang terjadi akibat transaksi valuta asing (foreign exchange contract) harus dilaporkan dalam nilai mata uang rupiah.1) adalah: “Selisih yang dihasilkan dari pelaporan jumlah unit mata uang asing yang sama dalam mata uang pelaporan pada kurs yang berbeda.” Jadi. maka selisih kurs diakui pada periode tersebut. Bila timbulnya dan penyelesaian suatu transaksi berada dalam periode akuntansi yang sama.

yaitu. NERACA PEMBAYARAN Neraca pembayaran adalah catatan dari semua transaksi ekonomi internasional yang meliputi perdagangan. Pencatatan transaksi dilakukan dengan pembukuan berpasangan (double-entry bookkeeping system). keuangan dan moneter antara penduduk dalam negeri dengan penduduk luar negeri selama periode waktu tertentu. .Beberapa Mata Uang Asing Berikut ini beberapa contoh mata uang asing dan asal negaranya No Negara 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Singapura Malaysia Thailang Philipina jepang China Arab Saudi Kuwait India Mata Uang Dollar Singarupa Ringgit Bath Peso Yen Yuan Real Dinar Rupee Ruble Dollar Franch New lira Kina 10 Rusia 11 Amerika 12 Swiss 13 Turki 14 Papua New Guinea C. tiap transaksi dicatat satu sebagai kredit dan satu lagi sebagai debit. biasanya satu tahun atau dikatakan sebagai laporan arus pembayaran (keluar dan masuk) untuk suatu negara. Neraca pembayaran secara esensial merupakan sistem akuntansi yang mengukur kinerja suatu negara.

berikut merangkum definisi diatas. Pinjaman ini merupakan suatu credit entry pada neraca pembayaran. biasanya satu tahun atau dikatakan sebagai laporan arus pembayaran (keluar dan masuk) untuk suatu negara.1 : Suatu perusahaan RI meminjam Poundsterling Inggris. Jadi. yang merupakan suatu penurunan daya beli eksternal atau penggunaan dana. yang merupakan suatu peningkatan daya beli eksternal atau sumber dana.1. dan cadangan devisa negara (official reserves account) . Komponen Neraca Pembayaran Neraca pembayaran dapat dipecah ke dalam beberapa kategori yaitu. Contoh berikut membantu pemahaman tersebut diatas. dan bagaimana kita mengunakannya). namun. Debit entry yang sama akan diklasifikasikan sebagai suatu peningkatan dalam kepemilikan aset financial luar negeri. Tabel 1. Neraca pembayaran secara esensial merupakan sistem akuntansi yang mengukur kinerja suatu negara. total kredit dan debit dari neraca pembayaran suatu negara akan sama secara agregat. Tiap-tiap credit entry (bertanda positif) harus diseimbangkan (balanced) dengan debit entry (bertanda negatif) yang sama. Kedua entries tersebut dikombinasikan untuk menghasilkan laporan sumber-sumber dan penggunaan modal nasional (dari mana kita memperoleh danadana/ daya beli. Memiliki aset dalam valuta asing sama seperti memberikan pinjaman jangka pendek kepada negara lain. Sedangkan transaksi yang dicatat sebagai debit adalah arus keluar valuta. Contoh 1. yaitu. pinjaman ini merupakan peningkatan hutang penduduk/perusahaan RI pada pihak luar negeri (Inggris). tiap transaksi dicatat satu sebagai kredit dan satu lagi sebagai debit. dari komponenkomponen neraca pembayaran. Satu-satunya kesulitan riil dalam memahami bagaimana tiap transaksi mempengaruhi neraca pembayaran terletak pada interpretasi dari aset finansial dan hutang kepada pihak luar negeri. Pencatatan transaksi dilakukan dengan pembukuan berpasangan (double-entry bookkeeping system).Pengertian Neraca Pembayaran Neraca pembayaran adalah catatan dari semua transaksi ekonomi internasional yang meliputi perdagangan. keuangan dan moneter antara penduduk dalam negeri dengan penduduk luar negeri selama periode waktu tertentu. Jelas. Arus keluar valuta adalah transaksi-transaksi pengeluaran yang membutuhkan valuta asing. neraca modal (capital account). yaitu rekening bank debitor RI (yang didenominasi) dalam sterling merupakan suatu aset. mungkin terdapat surplus dan defisit. transaksi berjalan (current account). Transaksi yang dicatat sebagai kredit adalah arus masuk valuta. arus masuk valuta adalah transaksi-transaksi yang mendatangkan valuta asing.

c. Sebaliknya. Arus modal keluar tercatat sebagai debit karena suatu Negara membeli asset berharga dari pihak asing (luar negeri). atau transfer unilateral (misalnya bantuan bantuan antar pemerintah dan antar pihak swasta). Transaksi berjalan (current account).1. Komponen transaksi berjalan meliputi neraca perdagangan dan neraca barang dan jasa. provisi income atas aset finansial. Net transfer bukan merupakan perdagangan barang dan jasa. jika ekspor lebih tinggi dari impor. obligasi dan real estate) suatu negara. Arus modal masuk tercatat sebagai kredit karena suatu Negara menjual aset berharga kepada pihak asing untuk memperoleh uang tunai. net investment income tingkat bunga dan dividen diperlakukan sebagai jasa karena merepresentasikan pembayaran untuk penggunaan modal. Yang meliputi : a. Sedangkan Neraca Jasa adalah neraca perdagangan ditambah jumlah pembayaran bunga kepada para investor luar negeri dan penerimaan dividen dari investasi di luar negeri. Neraca Perdagangan secara sederhana merupakan selisih/perbedaan antara ekspor dan impor. . Neraca Modal (Capital Account) Merupakan bagian dari neraca pembayaran yang mencerminkan perubahan-perubahan dalam kepemilikan aset jangka pendek dan jangka panjang (seperti saham. Defisit transaksi berjalan menjelaskan arus dana yang keluar suatu negara lebih besar dari dana-dana yang diterimanya. 2. Atau dengan kata lain transaknsi berjalan merangkum aliran dana antara satu Negara tertentu dengan seluruh negara lain sebagai akibat dari pembelian barang-barang atau jasa. Transaksi berjalan merupakan ukuran posisi perdagangan intenasional yang luas. maka yang terjadi adalah defisit neraca perdagangan. net transfer (transfer unilateral) meliputi bantuan luar negeri. Transaksi berjalan umumnya digunakan untuk menilai neraca perdagangan. ekspor dan impor barang-barang dan jasa ekspor barang-barang dan jasa yang diperlakukan sebagai kredit impor barang-barang dan jasa diperlakukan kembali sebagai debit b. yang meliputi : a. pemberian-pemberian dan pembayaran lain antar pemerintah dan antar pihak swasta. Merupakan bagian dari neraca pembayaran yang berisi arus pembayaran jangka pendek (mencatat transaksi ekspor-impor barang dan jasa). Jika impor lebih tinggi dari ekspor. serta penerimaan dan pengeluaran yang berhubungan dengan pariwisata dan transaksitransaksi ekonomi lainnya. a. yang terjadi adalah surplus.

termasuk investasi langsung luar negeri dan investasi dalam sekuritas. Hal ini mencerminkan surplus atau defisit transaksi-transaksi ekonomi neraca berjalan dan meraca modal suatu negara yang dihasilkan dengan cara mencari nilai selisih (netting) dari cadangan aset dan cadangan hutang. Net liquidity balance (neraca likuiditas neto) atau neraca keseluruhan meliputi basic balance ditambah arus modal jangka pendek tidak likuid pihak swasta dan error and omission. 3. Basic balance focus pada transaksi-transaksi yang dianggap penting bagi kesehatan ekonomis valuta. b) Peningkatan dalam tiap aset tercatat sebagai debit c) Penurunan cadangan aset tercatat sebagai kredit Ukuran-ukuran Neraca Pembayaran Neraca pembayaran dapat disusun dengan mengkombinasi pos-pos neraca pembayaran berikut : 1. Basic balance menyeimbangkan neraca berjalan dan arus modal jangka panjang. kebijakan moneter jangka pendek. Neraca Keseluruhan mengukur perubahan pinjaman pihak swasta domestik atau pinjaman pihak swasta domestik ke luar negeri yang dibutuhkan untuk mempertahankan pembayaran dalam posisi equilibrium tanpa menyesuaikan cadangan devisa. Arus modal . seperti deposito deposito bank yang sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor temporer. Cadangan devisa terdiri dari : a) Cadangan internasional yang terdiri dari emas dan aset luar negeri yang dapat diperdagangkan. Transaksi-transaksi neraca modal diklasifikasi sebagai investasi portfolio. langsung atau jangka pendek. perubahan-perubahan dalam suku bunga dan antisipasi-antisipasi fluktuasi valuta. namun tidak mengikutsertakan arus modal jangka pendek. Nilai valuta asing ditentukan oleh demand valas untuk membeli barang-barang dan jasa dan demand terhadap valas untuk membeli aset. dengan demikian arus modal neto menggambarkan demand terhadap valuta asing. 2. Untuk dapat membeli aset luar negeri diperlukan valuta asing.b. Basic balance menekankan trend jangka waktu yang lebih panjang pada neraca pembayaran. Cadangan Devisa Negara (Official Reserves Account) Mengukur perubahan-perubahan dalam cadangan internasional yang dimiliki oleh otoritas keuangan suatu negara. Neraca Modal adalah ukuran investasi jangka pendek dan jangka panjang suatu negara.

. Neraca transaksi cadangan devisa menunjukkan penyesuaian cadangan devisa yang akan dibuat untuk mencapai equilibrium neraca. Barang harus dikirim dan diangkut dari suatu negara ke negara lainnya. 3. Menjaga tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. Karena neraca pembayaran harus diseimbangkan. 2. antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain. Barang-barang tersebut harus melewati berbagai macam peraturan seperti pabean (batas-batas wilayah yang dikenai pajak). D. Rumitnya perdagangan internasional disebabkan oleh hal-hal berikut : 1. yang bersumber dari pembatasan yang dikeluarkan pemerintah. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antarperorangan (individu dengan individu). KEBIJAKAN PERDANGAN INTERNASIONAL Kebijakan perdangangan internasional adalah rangkaian tindakan yang akan diambil untuk mengatasi kesulitan atau masalah hubungan perdagangan internasional guna melindungi kepentingan nasional. Menjaga keseimbangan BOP. Tujuan kebijakan perdagangan internasional adalah :  Melindungi kepentingan ekonomi nasional dari pengaruh buruk atau negative dari situasi perdagangan internasional yang tidak baik. sementara aset dan hutang likuid tidak dicatat (dikeluarkan). Pembeli dan penjual terpisah oleh batas-batas kenegaraan. 3. Antara satu negara dengan negara lainnya terdapat perbedaan dalam bahasa. tiap perbedaan yang tidak dapat ditelusuri atas transaksi-transaksi tertentu dicatat dalam statistical discrepancy (selisih yang belum dapat diperhitungkan).swasta jangka pendek tidak likuid dan error and omission tercatat dalam neraca. Menjaga stabilitas nilai tukar Kebijakan perdagangan internasional Leave a comment Pengertian Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Melindungi lapangan kerja.      Melindungi kepentingan industry di dalam negeri. mata uang.

yaitu melindungi perekonomian domestik dari tindakan negara atau perusahaan asing yang tidak adil. sehingga sulit bersaing dengan industri asing yang memiliki struktur biaya rendah (karena sudah memiliki skala ekonomi yang besar). Kebijakan proteksi biasanya bersifat sementara. Ada banyak hambatan yang digunakan sebagai instrument kebijakan proteksionis. dan melindungi industri-industri domestik yang baru berdiri (infant industry). 4. Semakin tinggi tingkat proteksi suatu negara terhadap produk domestiknya. Kuota impor adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diimpor. maka proteksi akan dicabut. baik hambatan tariff maupun hambatan kuota. Efek kebijakan ini terlihat langsung pada kenaikan harga barang. Perbedaan utama antara tarif dan proteksi lainnya adalah bahwa tarif memberikan pemasuka kepada pemerintah sedangkan kuota tidak. kuota produksi. Tarif Tarif adalah pajak yang dikenakan terhadap barang yang diperdagangkan. yaitu: 1. Tarif yang paling umum adalah tarif atas barang-barang impor atau yang biasa disebut bea impor. Proteksi ini memberi kesempatan kepada industri domestik untuk belajar lebih efisien dan memberi kesempatan kepada tenaga kerjanya utnuk memperoleh keterampilan. Kuota Kuota adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diperdagangkan. • Kebijakan perdagangan bebas Kebijakan ini menghendaki perdagangan internasional berlangsung tanpa adanya hambatan apapun dari pemerintah. Ada tiga macam kuota. 2. Sumber daya alam yang berbeda. Proteksi bertujuan untuk melindungi industri domestik yang sedang berada dalam tahap perkembangan. Tindakan . Industri-industri domestik yang baru berdiri biasanya memiliki struktur biaya yang masih tinggi. dan kuota ekspor adalah pembatasan jumlah barang yang diekspor. Jika suatu saat industri domestik dirasakan sudah cukup besar dan mampu bersaing dengan industri asing. Hambata itu bertujuan utnuk melindungi industri dalam negeri terhadap persaingan luar negeri. dsb. dan kuota ekspor. hukum dalam perdagangan. Tujuan dari bea impor adalah membatasi permintaan konsumen terhadap produk-produk impor dan mendorong konsumen menggunakan produk domestik. Bentuk hambatan proteksionis dalam perdagangan luar negeri tersebut. kuota produksi adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diproduksi. semakin tinggi pula tarif pajak yang dikenakan. • Kebijakan proteksi Ada dua alasan kuat yang mendorong lahirnya kebijakan proteksionisme.taksiran atau timbangan. yaitu kuota impor.

Predatory dumping dilakukan dengan tujuan untuk mematikan persaingan di luar negeri. Produksi di dalam negeri berkurang. Meningktanya produksi di dalam negeri. a. Konsumsi terhadap barang tersebut menjadi berkurang. Hal ini dilakukan untuk menetralisir dampak subsidi ekspor yang diberikan oleh negara lain. atau sering disebut counterveiling duties. a. 3. . yaitu menjual barang di luar negeri dengan harga yang lebih rendah dari dalam negeri atau bahkan di bawah biaya produksi. VER adalah kesepakatan antara negara pengekspor untuk membatasi jumlah barang yang dijualnya ke negara pengimpor. Dumping dan Diskriminasi harga Praktik diskriminasi harga secara internasional disebut dumping.untuk membatasi atau mengurangi jumlah barang impor ada yang diakukan secara sukarela yang disebut sebagai pembatasan ekspor sukarela (Voluntary Export Restriction = VER). Setelah persaingan di luar negeri mati maka harga di luar negeri akan dinaikkan untuk menutup kerugian sewaktu melakukan predatory dumping. negara pengimpor kadang mempunyai industri yang sejenis sehingga persaingan dari luar negeri ini dapat mendorong pemerintah negara pengimpor memberlakukan kebijakan anti dumping (dengan tarif impor yang lebih tinggi). Tujuan dari kuota ekspor adalah untuk keuntungan negara pengekspor. Namun. Harga barang melambung tinggi. agar dapat memperoleh harga yang lebih tinggi. Konsumsi terhadap barang tersebut menjadi bertambah. terutama menguntungkan konsumen mereka. Dampak kebijakan kuota bagi negara importir. diharapkan harga di pasaran dunia dapat ditingkatkan. Dengan demikian. haraga produk akan dinaikkan sesuai dengan harga pasar setelah berhasil merebut dan menguasai pasar internasional. Kuota produksi bertujuan untuk mengurangi jumlah ekspor. Tujuan utama pelaksanaan kuota adalah untuk melindungi produksi dalam negeri dari serbuan-serbuan luar negeri. Harga barang turun. Dampak kebijakan kuota bagi negara eksportir. Kebijakan dumping dapat meningkatkan volume perdagangan dan menguntungkan negara pengimpor. sehingga diharapkan harga jual produk dapat lebih murah dan bersaing di pasar internasional. b. 4 Subsidi Kebijakan subsidi biasanya diberika untuk menurunkan biaya produksi barang domestik. c. b. c. Kebijakan ini hanya berlaku sementara.

. Faktor-faktor tersebut di antaranya : Kondisi geografi. Dengan adanya perdagangan internasional. Dengan adanya perdagangan internasional. dan menjual kelebihan produk tersebut keluar negeri. para pengusaha tidak menjalankan mesin-mesinnya (alat produksinya) dengan maksimal karena mereka khawatir akan terjadi kelebihan produksi.Tujuan dari subsidi ekspor adalah untuk mendorong jumlah ekspor. pengusaha dapat menjalankan mesin-mesinnya secara maksimal. karena eksportir dapat menawarkan harga yang lebih rendah. Walaupun suatu negara dapat memproduksi suatu barang yang sama jenisnya dengan yang diproduksi oleh negara lain.  Transfer teknologi modern Perdagangan luar negeri memungkinkan suatu negara untuk mempelajari teknik produksi yang lebih efesien dan cara-cara manajemen yang lebih modern.  Memperluas pasar dan menambah keuntungan Terkadang.  Memperoleh keuntungan dari spesialisasi Sebab utama kegiatan perdagangan luar negeri adalah untuk memperoleh keuntungan yang diwujudkan oleh spesialisasi. tapi ada kalanya lebih baik apabila negara tersebut mengimpor barang tersebut dari luar negeri. iklim. setiap negara mampu memenuhi kebutuhan yang tidak diproduksi sendiri. Hal ini karena semua negara ingin mendorong ekspornya dengan cara memberikan subsidi. tingkat penguasaan iptek dan lain-lain. Namun tindakan ini dianggap sebagai persaingan yang tidak jujur dan dapat menjurus kea rah perang subsidi. Manfaat Perdangan Internasional  Memperoleh barang yang tidak dapat diproduksi di negeri sendiri Banyak faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan hasil produksi di setiap negara. Harga jual dapat diturunkan sebesar subsidi tadi. yang mengakibatkan turunnya harga produk mereka. 5 Larangan impor Kebijakan ini dimaksudkan untuk melarang masuknya produk-produk asing ke dalam pasar domestik. Kebijakan ini biasanya dilakukan karena alasan politik dan ekonomi.

biaya korps diplomatik kedutaan dan konsultan. . dan seterusnya) 2. dan lainnya. impor. emas. Alat pembiayaan hubungan luar negeri. Alat pembayaran luar negeri (perdagangan. Devisa terdiri atas valuta asing. serta hibah (hadiah. Poundsterling Inggris). yaitu mata uang yang dapat diterima oleh hampir semua negara di dunia (seperti US Dollar ($). surat berharga yang berlaku untuk pembayaran internasional.DEVISA Devisa adalah semua barang yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran internasional.E . ekspor. misalnya perjalanan dinas. Euro. Fungsi devisa Pada dasarnya devisa dapat berfungsi sebagai : 1. 4. 3. Alat pembayaran utang luar negeri. Sebagai sumber pendapatan negara. Yen Jepang. bantuan) luar negeri.