A. TUJUAN PRAKTIKUM Setelah melakukan percobaan ini, Mahasiswa diharapakan dapat : 1. 2. 3. 4.

Menggunakan Jangka Sorong, Neraca Teknis, dan Mikrometer Sekrup dengan benar. Mengukur massa dan volume benda, Menentukan massa jenis melalui pengukuran massa dan volumenya, Menggunakan teori ketidakpastian.

B. TEORI DASAR Volume suatu benda dapat diukur secara langsung maupun tidak langsung. Pengukuran langsung biasanya dilakukan dengan menggunakan gelas ukur, sedangkan pengukuran secara tidak langsung dilakukan dengan mengukur Panjang, Lebar dan Tebal benda yang bersangkutan. Dalam melakukan pengukuran Panjang, Lebar, atau Ketebalan sutu benda tidak selalu menggunakan Penggaris atau Mistar saja,tetapi masih ada alat ukur panjang yang lain, yaitu alat ukur yang memiliki ketelitian lebih kecil. Yaitu : 1) Jangka Sorong

Jangka Sorong ini digunakan untuk mengukur Panjang atau Lebar suatu Benda. 2) Mikrometer Sekrup

Alat ini dipakai untuk mengukur tebal atau panjang suatu benda sampai batas ketelitian 0,01 mm. Jika massa dan volume diketahui, maka dengan mudah kita dapat menentukan massa jenis benda tersebut dengan rumus : P=m/v TITIK BERAT 1. Landasan Teori

Benda tegar akan melakukan gerak translasi apabila gaya yang diberikan pada benda tepat mengenai suatu titik yang yang disebut titik berat. Titik berat merupakan titik dimana benda akan berada dalam keseimbangan rotasi (tidak mengalami rotasi). Pada saat benda tegar mengalami gerak translasi dan rotasi sekaligus, maka pada saat itu titik berat akan bertindak sebagai sumbu rotasi dan lintasan gerak dari titik berat ini menggambarkan lintasan gerak translasinya. Di dalam hampir semua persoalan mekanika, g (percepatan gravitasi) boleh dianggap seragam pada seluruh bagian benda , karena ukuran benda relative kecil dibanding jarak yang dapat menyebabkan perubahan g yang cukup berarti. Dengan demikian pusat massa dan pusat gravitasi dapat diambil sebagai titik yang sama. Keberhimpitan ini dapat digunakan untuk menentukan pusat massa sebuah keping tipis yang bentuknya tidak beraturan. Untuk benda-benda yang mempunyai bentuk sembarang letak titik berat dicari dengan perhitungan. Perhitungan didasarkan pada asumsi bahwa kita dapat mengambil beberapa titik dari benda yang ingin dihitung titik beratnya dikalikan dengan berat di masing-masing titik kemudian dijumlahkan dan dibagi dengan jumlah berat pada tiap-tiap titik. dikatakan titik berat juga merupakan pusat massa di dekat permukaan bumi, namun untuk tempat yang ketinggiannya tertentu di atas bumi titik berat dan pusat massa harus dibedakan. 2. Tujuan

Sifat bayangan yang terbentuk dari cermin cekung yang bendanya terletak tepat di titik focus (F) adalah tak hingga. Sifat bayangan yang terbentuk dari cermin cekung yang bendanya terletak di ruang I. Titik kumpulnya disebut titik focus yang bernilai positif e. sifatnya adalah maya. terbalik. bayangannya berada di ruang IV. Benda berada di ruang II bayangannya di ruang III Sifat bayangannya: Nyata. maka sifat bayangannya adalah nyata. maka sifat bayangannya adalah maya.bayangan di ruang III. TUJUAN 1. tinggi bayangan sama dengan benda. DASAR TEORI Cermin cekung adalah cermin dimana bagian yang memantulkan cahaya.bayangan benda di ruang IV. diperkecil b.dan terletak pada pusat kelengkungan cermin (M).Menemukan bahwa titik berat (titik pusat massa) benda luasan terletak pada garis berat melalui percobaan / pengamatan. diperbesar c. Memiliki sinar istimewa 2. terbalik. Jika benda berada di ruang I. sebab sinar pemantulannya tidak berpotongan. LaporanPercobaan Pemantulan Cermin Cekung (Konkaf) (Fisika UNIKAN Malang) Percobaan Pemantulan Cermin Cekung (Konkaf) A. Jika benda berada di ruang II. Untuk mengetahui bayangan hasil pemantulan 2. .sedangkan bagian tengahnya tipis c. terbalik. Benda berada di ruang III bayangannya di ruang II Sifat bayangannya: Nyata. Ciri-ciri cermin cekung a. tegak. maka sifat bayangannya adalah nyata. Sifat bayangan yang terbentuk dari cermin cekung yang bendanya terletak tepat di titik pusat kelengkungan cermin (M) adalah nyata. Rumus cermin cekung f = R/2 1/f = 1/S + 1/S’ M = h’/h = S’/S f = focus R = jari-jari kelengkungan S = jarak benda S’ = jarak bayangan M = perbesaran h = tinggi benda h’= tinggi bayangan Sifat – sifat bayangan yang terbentuk pada cermin cekung adalah : a. permukaannya berupa cekungan. Dapat mengumpulkan berkas sinar d. Menentukan sifat bayangan pada cermin cekung a. Melengkung ke dalam b. diperbesar. d. e. diperbesar b. 1. 3. Jika benda berada di ruang III. Untuk mengetahui sifat-sifat bayangan B. bayangan di ruang II. Bagian pinggirnya tebal. dan berupa bagian dalam dari sebuah bola. terbalik. diperbesar c. terbalik. Untuk mengetahui focus cermin 3.

Apabila seberkas sinar datang pada salah satu bidang prisma yang kemudian disebut sebagai bidang pembias I.maka massa m akan berayun dalam bidang vertikal ke bawah pengaruh gravitasi.jika ayunan ini ditarik ke samping dari posisi setimbang. G. TUJUAN 1. tegak. Menentukan indeks bias prisma (nm sin i1 = np sin r1) Dasar Teori Prisma adalah zat bening yang dibatasi oleh dua bidang datar. Untuk menghitung periode ayunan : T = periode (s) l = panjang tali (m) g = gravitasi (m/s2) ƒ = frekuensi ( Hz ) Periode adalah waktu yang dibentuk untuk melakukan satu kali gerak bolak balik A-B-C-B-A pada gambar. PERCOBAAN AYUNAN SEDERHANA A. berkas sinar tersebut akan dibiaskan menjauhi garis normal. Jika letak benda semakin didekatkan ke cermin maka sifat bayangan yang terbentuk adalah maya. Membuktikan bahwa d = i1 + r2 . Jika seberkas cahaya melewati sebuah prisma seperti halnya terjadinya sudut deviasi dan dispersi cahaya. Jika benda berada di R. g = 4π2l/T2 C. Membuktikan bahwa b = r1 + i2 2. terbalik. dan sama besar 4.tegak.b 3. C. LANGKAH KERJA .dan diperbesar 5. dan diperbesar d. Sampai pada bidang pembias II. PERCOBAAN INDEKS BIAS PRISMA B.maka sifat bayangan yang terbentuk adalah nyata. Untuk menghiting percepatan gravitasi bumi (g) B. dan kemudian dilepaskan.Gerak ini adalah gerak osilasi dan periodik. Busur dan penggaris D. Jika letak benda semakin dijauhkan dari cermin maka sifat bayangan yang terbentuk adalah tak terhingga sebab sinar pemantulannya tidak berpotongan. Statif 4. akan dibiaskan mendekati garis normal. KESIMPULAN Setelah melakukan percobaan dapat disimpulkan bahwa focus cermin adalah 10 cm. Tali 3. DASAR TEORI Ayunan sederhana adalah suatu sistam yang terdiri dari sebuah massa titik yang digantung dengan tali tanpa massa dan tidak dapat mulur. ALAT DAN BAHAN 1. Tujuan Tujuan dilaksanakannya praktikum adalah sebagai berikut: 1. Untuk menghitung periode ( T ) ayunan 2. Bandul 2. Jika jarak benda semakin jauh maka jarak bayangan semakin kecil.

Menentukan konstanta suatu pegas Dasar Teori · : Elastisitas bahan tergantung dari jenis bahan. Simpangkan bandul kurang lebih bersudut 10o. KESIMPULAN Pada panjang tali yang sama. Mengulangi untuk 10 ayunan dan 15 ayunan hingga 3 kali. apabila struktur penyusunannya berbeda. ELASTISITAS Tujuan : a. . Nilai konstanta pegas diperoleh dari perbandingan antara gaya dengan pertambahan panjang. F. nilai rata – rata konstanta yang kita peroleh adalah 2. maka elastisitas dua bahan tersebut juga berbeda. G. · Hukum Hooke Hukum Hooke adalah perbandingan antara gaya yang diberikan dengan pertambahan panjang benda adalahkonstan. Meskipun dua bahan tersusun dari molekul atau unsur yang sama.1. lalu biarkan berayun sambil menghitung waktu dengan stopwatch untuk 5 kali ayunan 3. Mengulangi hingga 3 kali 4. semakin kecil beban yang diberikan maka pertambahan panjangnya semakin kecil dan sebaliknya semakin besar beban yang diberikan maka pertambahan panjangnya semakin besar. Memasang bandul pada statif. waktu yang diperlukan juga semakin lama dan percepatan gravitasinya tergantung pada periode dan panjang tali. Menentukan hubungan antara gaya dan pertambahan panjang pegas b.dengan panjang tali kurang lebih 40 cm.29 N/m. 2. Kesimpulan : Beban yang diberikan akan mempengaruhi perubahan panjang. Gaya yang diberikan sebanding dengan perubahan panjang. semakin banyak ayunan.

suhu kedua zat itu akan menjadi sama. Hukum OHM Tujuan Maksud dari praktikum ini adalah agar praktikan dapat mengetahui arus dan tegangan yang mengalir. 3. 4. 2. Tujuan dari praktikum ini adalah menentukan tahanan suatu penghantar dan kuat arus dan tahanan dalam suatu rangkaian dengan menggunakan prinsip hukum ohm. Cara mencampurkan didasarkan atas suatu asas yang menyatakan bahwa jika dua zat yang suhunya berlainan dipersentuhkan (dicampurkan) pada akhirnya.Judul : kalor jenis benda padat KALOR JENIS Tujuan : menentukan perubahan suhu menentukan kalor jenis benda (Cb) Dasar teori : memanaskan suatu benda adalah memberikan energi dalam bentuk kalor kepada benda itu. 2. . Salah satu akibatnya ialah suhu benda itu naik. 1. Kalori meter adalah alat untuk mengukur kalor 1. kalor jenis suatu zat di definisikan sebagai banyaknya kalor yang diperlukan atau dilepaskan untuk menaikkan atau menurunkan suhu sat satuan massa zat itu sebesar satu satuan suhu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful