PENGEMBANGAN PROGRAM LATIHAN KEBUGARAN JASMANI BERUPA LATIHAN FISIK UNTUK MENINGKATKAN V02 PADA PESERTA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER

SEPAK BOLA DI MAN TlOGO BLITAR PROPOSAL SKRIPSI Pembimbing: Oleh: HUMAID ALI HASAN NIM 208711415983

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN JURUSAN PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN DESEMBER DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang ………………………………………………………….

2. Rumusan Masalah………………………………………………………. ……… 3. Tujuan Penelitian ……………………………………………………… 4. Spesifikasi Produk yang diharapkan…………………………….. 5. Pentingnya Pengembangan ………………………………………….

6. Asumsi keterbatasan pengembangan ……………………………………. 7. Definisi Istilah…………………………………………………………………….

8. Sistematika penulisan 9. Definisi Operasional……………………………………………………………. BAB II KAJIAN PUSTAKA 1. Kesegaran Jasmani………………………………………………………

2. Tujuan kesegaran jasmani……………………………………………. 3. Komponen-komponen Kesegaran Jasmanai……………………………. 4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesegaran Jasmani…… 5. Program latihan ………………………………………………………….

6. Prinsip Latihan…………………………………………………………… 7. Beban Latihan …………………………………………………………….

8. Metode Latihan Fisik …………………………………………………. 9. Penjelasan Tentang program latihan untuk meningkatkan VO2 10. Latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan VO2 11. Peran Kesegaran Jasmani dalam Permainan sepak bola…… 12. Kegiatan Ekstrakurikuler…………………………………………………….. 13. Karakteristik Sepak Bola……………………………. BAB III METODE PENELITIAN 1. model pengembangan………………………………………………………….

2. prosedur pengembangan……………………………………………………… 3. uji coba produk,…………………………………………………………………. 4. subjek uji coba……………………………………………………………………. 5. jenis data……………………………………………………………………

6. intrumen penelitian…………………………………………………….. 7. tehnik analisis data……………………………………………………

BAB I PENDAHULUAN 1. A. Latar Belakang Pendidikan di Indonesia merupakan perwujudan manusia yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa berdasarkan (UUD 1945). Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kehidupan bangsa dan kemajuan suatu negara. Dengan adanya pendidikan bangsa indonesia akan mengalami kemajuan dan meninggalkan suatu bentuk keterpurukan, seperti sekarang ini. Untuk itu pemerintah harus lebih berkosentrasi terhadap pendidikan di indonesia dan juga harus membuat suatu kebijakan yang mengarahkan pada perkembangan pendidikan di indonesia. Pendidikan merupakan cara yang srategis untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Dengan kebijakan yang berkelanjutan khususnya dalam dunia pendidikan di indonesia, bukan mustahil pendidikan di indonesia akan menciptakan SDM yang berwawasan luas dan berkualitas. Sumber daya manusia yang berkualitas akan membawa pada kemajuan bangsa terutama dalam menjadikan masyarakat madani. Sehingga dengan adanya pendidikan yang bermutu maka semua hal yang berhubungan dengan masalah pendidikan akan cepat terselesaikan. Salah satu Pendidikan yang mengarahkan pada perkembangan perkembangan keseluruhan aspek manusia adalah pendidikan jasmani. Pendidikan jasmani hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu baik secara jasmani dan rohani. Sehingga pendidikan jasmani merupakan salah satu pendidikan yang sangat penting dan utama untuk kemajuan suatu bangsa. Pendidikan jasmani memiliki peran yang sangat penting dalam mengintensifikasi penyelenggaraan pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup. Pendidikan jasmani memberikan kesempatan pada siswa untuk terlibat langsung dalam aneka pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, bermain, dan berolahraga yang dilakukan secara sistematis ,terarah dan terencana. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina, sekaligus membentuk gaya

hidup sehat dan aktif sepanjang hayat. Badan Standart Nasional Pendidikan (2006:729) menyatakan bahwa: Pendidikan jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani,keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional,tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Pada hakekatnya pendidikan jasmani tidak hanya untuk mengembangkan badan tetapi juga untuk mengajarkan perilaku sosial, kebudayaan, dan menghargai etika serta mengembangkan kesehatan mental – emosional ( adisasmita, 1989:2 ) selain itu adisasmita juga berpendapat bahwa kegiatan jasmani tertentu yang dipilih dapat membentuk sikap / membentuk karakter yang berguna bagi pelakunya. Untuk mencapai tujuan tersebut harus ada lingkungan yang lebih banyak dari pihak lain seperti keluarga, sekolah, serta lingkungan. Untuk pendidikan jasmani yang diberikan di sekolah , tentu pihak sekolah mempunyai peran dan tanggung jawab yang tinggi. Dalam hal ini guru pendidikan jasmani harus mempunyai inovasi – inovasi untuk melaksanakan pembelajaran pendidikan jasmani guna mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Untuk mencapai tujuan pendidikan jasmani dan mengembangkan bakat dan minat siswa pihak sekolah menyelenggarakan kegiatan ekstrakulikuler. Menurut ahmadi ( 1984:105) kegiatan ekstrakulikuler adalah kegiatan – kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub – klub, misalnya: olahraga, kesenian, ekspresi dan lain- lain. Kegiatan ekstrakulikuler bertujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai berbagai mata pelajaran, meyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan menusia seutuhnya ( sahertian,1978:83 ). Jadi sekolah merupakan tempat dimana siswa dapat mengembangkan bakat dan minatnya kegiatan ektrakulikuler. Di MAN tlogo Blitar salah satu sekolah lanjutan akhir di blitar dengan jumlah siswa 850 siswa juga melaksanakan kegiatan ektrakulikuler. Man Tlogo blitar merupakan sekolah madrasah aliyah negeri di blitar yang menjadi salah satu sekolah favorit dengan keuggulan dalam ilmu agama dan umum. Akan tetapi tidak hanya ekstrakulikuler yang bergerak dalam bidang akademik saja yang banyak diminati oleh siswa , mereka juga sangat berantusias dalam mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang bergerak dalam bidang olahraga. Kegiatan ektrakulikuler olahraga diadakan oleh pihak sekolah bertujuan selain untuk menunjang proses belajar – mengajar khususnya pendidikan jasmani untuk mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa. Kegiatan ekstrakulikuler di Man Tlogo Blitar terdiri dari berbagai banyak cabang olahraga, diantaranya Badminton, sepak Bola, Tenis Meja, bola voli, dan futsal. Dari kelima ektrakulikuler tersebut siswa bisa memiliki ekstrakulikuler yang diinginkan sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa. Data peserta ekstrakulikuler olahraga di Man Tlogo Blitar sebagaimana ditunjukan sebagai berikut:

No 1. 2. 3. 4. 5.

Cabang Olahraga Badminton Sepak Bola Bola Voly Futsal Tenis Meja

Jumlah Peserta 25 22 27 23 24

( Sumber : Koordinator ekstrakulikuler di Man Tlogo Blitar ). Dari tabel diatas diketahui bahwasanya dari ke lima kegiatan ekstrakulikuler yang termasuk dalam kegiatan olahraga, cabang olahraga sepak Bola paling sedikit pesertanya dibanding dengan olahraga lain,

tetapi dalam sisi prestasi cabor sepak bola masih mempunyai nama daripada ektrakulikuler yang lain. Dalam survei beberapa hari kemarin teryata Prestasi sepak bola Man Tlogo blitar cukup menjanjikan.Terhitung beberapa Prestasi telah diraih khususnya di tahun 2008 – 2010. Pada tahun 2008/2009 Tim Sepak bola Man Tlogo blitar telah mencatat prestasi menjadi juara tiga PORSENI tingkat MAN/ MA se – Kabupaten Blitar. Kemudian tahun 2009/2010 Tim Sepak Bola Tim Man Tlogo Blitar telah meraih Prestasi Juara 1 POPDA Tingkat SMA/ MAN sederajat se- Kabupaten Blitar. Seiring perjalananya waktu Tim Manega dalam berapa bulan terakhir khususnya dari segi Prestasi agak menurun dan banyak faktor yang mempengaruhinya. kemarin saya mencatat banyak dari anggota Tim MANEGA banyak mengalami kekelahan dan keletihan sehingga para pelatih kebingungan dalam mengatasi anak buahnya. Faktanya menunjukan dengan kebugaran jasmani yang tidak bagus, dalam pertandingan Uji Coba selama3 kali berturut – turut hasilnya mengecewakan. 2 kali kalah dan 1 kali seri . Dari itu pelatih dengan peneliti pada hari sabtu tanggal 23 september menyetujui kesepakatan untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani para pemain perlu adanya Tes dan pengukuran. Tes yang dipilih oleh seorang pelatih dan peneliti adalah Tes Multistage. Peserta yang mengikuti tes kebugaranjasmani pada waktu itu tercatat sebanyak 20 orang. Berdasarkan analisis kebutuhan yang saya lakukan dengan metode observasi maka dengan diadakanya tes kebugaran jasmani dengan lari multistage teryata dari 20 sampel dari para peserta ekstrakulikuler sepakbola masih dibawah standart minimal kebugaran jasmani. Di bawah ini hasil dari Tes Multistage pada ekstrakulikuler sepak bola di Man Tlogo Blitar sebagai berikut:\ Tabel Hasil Tes Lari Multitahap Siswa

No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16 17. 18 19 20 21

Nama Denta Permana Fuad Sholiki Faris Fahrul Rizal Agus Rohman Hendro WIJAYA Farid jalal Main M. labib M. fitrian Risfendi Imam Bahroini Kharis Khusen Andika Wardana Dadang Permana Susilo Dwi P Galang Panjalu Budi Zaky Fahrani Bambang Hendro Joko susilo Adi wendarta Levi setiambudi M. Fahrudin

Usia 17 16 17 18 15 17 18 18 16 17 16 18 16 15 17 18 17 16 15 18 17

Shutlle 5 6 8 7 6 5 7 5 4 5 6 5 7 6 5 5 7 6 6 8 9

Level 5 3 7 1 4 3 2 9 3 8 5 4 3 6 7 4 5 2 1 4 2

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwasanya para peserta anggota ekstrakulikuler Man Tlogo Blitar khususnya sepak bola dalam hal kebugaran jasmaninya masih dalam keadaan kurang baik. Oleh karena

itu maka untuk mencapai kebugaran jasmani yang bagus harus ada solusi atau sejenis jalan keluar untuk mangatasi masalah ini. Pada hari yang lalu kami telah bertanya kepada pelatih apabila anak didiknya kita beri suatu bentuk program latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik, teryata juga setuju dan pelatih akan terbantu apabila dari kami bisa membuat pengembangan program latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik guna meningkatkan VO2 para atle sepak bola MAN TLOGO Blitar. Untuk memenuhi tuntutan daya tahan tersebut seorang para anggota Tim Manega harus mempunyai energi dalam jumlah banyak. Tuntutan energi dalam jumlah banyak itu akan diproduksi melalui sistem erobik yang memerlukan oksigen, oleh karena itu tinggi rendahnya daya tahan seorang para pemain Tim Manega tergantung dari tinggi rendahnya kapasitas oksigen maksimal atau VO2maks. Menurut Del Asri (2004:4) besaran energi yang dapat tersedia per satu satuan waktu melalui proses erobik dapat ditentukan oleh volume oksigen yang dapat diangkut dengan maksimal oleh darah dari paru-paru seseorang. Pada orang normal (bukan atlet) nilai tingkat VO2 maks yang baik untuk wanita adalah diatas 40 ml/kg/menit dan untuk pria diatas 45 ml/kg/menit (Howley dan Frank, 1997:211). Tinggi rendahnya VO2 maks para pemain Tim Manega sangat berpengaruh pada kondisi fisik atau kesegaran jasmani anggota Tim. Menurut Wagner (2008) tinggi rendahnya VO2 maks seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu jenis latihan, keturunan, pengaruh keadaan, komposisi badan, jenis kelamin, dan umur. Fox (dalam Umar, 2001:59) menyatakan Seseorang yang memiliki VO2 maks yang tinggi tidak saja mampu melakukan aktivitas daya tahan dengan baik tetapi lebih dari itu, mereka akan mampu melakukan recovery (pemulihan asal) kondisi fisiknya lebih cepat dibandingkan dengan orang yang memiliki VO2 maks yang rendah. Sehingga kemampuan mereka untuk untuk melakukan aktivitas berikutnya bisa lebih cepat dan mampu bertahan dalam jumlah waktu yang lama. Tinggi rendahnya VO2 maks seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satu dari faktor tersebut adalah organ tubuh yang pada dasarnya organ-organ tubuh tersebut sangat menunjang terhadap tingkat VO2 maks. Organ-organ tersebut seperti; paru yang berfungsi untuk memasukkan oksigen dari luar kedalam tubuh, kualitas darah (hemogoblin) yang berfungsi untuk mengikat oksigen dan membawanya ke seluruh jaringan, jantung yang berfungsi memompa darah, dan sistem sirkulasi (pembuluh darah) yang berfungsi tempat jalannya darah serta jaringan tubuh yang akan mempergunakan oksigen untuk proses oksidasi sehingga menghasilkan energi. Bagi para pemain Tim Manega semakin baik kualitas faktor-faktor tersebut maka semakin baik dan tinggi pula tingkat VO2 maks seorang pemain, sehingga tingkat daya tahannya juga baik yang pada akhirnya bagi TIM Manega memiliki tingkat kesehatan dan kesegaran jasmani yang tinggi pula . sehingga apabila tingkat kesegaran Jasmani para pemain Tim Manega bagus maka prestasi juga akan dapat meningkat dan lebih bagus lagi. Sebaliknya jika Para pemain Tim Manega mempunyai daya tahan yang rendah, maka mereka akan cepat mengalami kelelahan yang mengakibatkan emosi yang tidak stabil, mudah terombang-ambing dalam situasi atau suasana, kurang kosentrasi dan tidak fokus dalam pertandingan sehingga para pemain tim manega dalam segi prestasi akan menurun. Untuk meningkatkan VO2 maks latihan fisik harus dilakukan, peningkatan VO2maks sebaiknya dengan cara program latihan erobik karena dengan latihan erobik sudah ada pembebanan yang meningkatkan jantung maupun paru. Sedangkan untuk meningkatkan VO2 maks yang dilakukan dengan Program latihan anerobik, secara langsung dapat diberikan beban maksimum pada sistem jantung dan paru. Prestasi tinggi Tim manega dalam tingkat kabupaten hanya dicapai dengan menjalani latihan yang sistematik dan teratur, dengan latihan yang sistematik dan teratur maka kapasitas oksigen maksimal dapat meningkat sampai 20%. Dari keterangan diatas maka untuk meningkatkan dan memperbaiki prestasi Tim Manega dalam ekstrakulikuler di Man Tlogo harus adanya Program latihan kebugaran jasmani berupa program latihan fisik khususnya dalam hal meningkatkan daya tahan jantung dan paru – paru (VO2) dengan cara latihan aerobik dan anaerobik. Berdasarkan Latar belakang diatas maka peneliti sangat tertarik untuk membuat jenis Pengembangan Program Latihan Kebugaran Jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan V02 pada ektrakulikuler sepak bola di Man Tlogo Blitar. 1. B. Rumusan Masalah Berdasarkan Latar belakang diatas , rumusan masalah yang diangkat adalah belum adanya program latihan berkenaan kebugaran jasmani bagi Ektrakulikuler Di Man Tlogo Blitar. Oleh karena itu untuk meningkatkan kebugaran fisik dan daya tahan V02 pada para peserta Ekstrakulikuler Sepak Bola Di Man

1. Untuk itulah peneliti akan membuat Program latihan kebugaran jasmani di Ektrakulikuler Sepak Bola di Man Tlogo Blitar . Pemandangan yang indah akan menyebabkan atlit lupa akan kelelahan sehingga dengan bebas melakukan latihannya. E. Aktivitas kalestenik dengan berbagai variasi gerak sistematis dari kepala sampai kaki. Aktivitas pemanasa sebelum latihan inti. Adapun Spesifikasi Penerapan program Latihan untuk Peserta Ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo blitar adalah sebagai berikut: 1. D. 1. maka tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah pembuatan program latihan kebugaran jasmani untuk sepak bola sehingga paserta ektrakulikuler dapat meningkatkan kebugaran jasmani dalam melakukan permainan sepak bola yang bagus dan juga demi untuk mencapai prestasi yang bagus. Bentuk-bentuk Latihan Kondisi Fisik Ada berbagai bentuk latihan kondisi fisik antara lain : 1. Bentuk latihan in iberasal dari Swedia yang berarti “spee play” atau bermain-main dengan kecepatan.di dalam akan memmuat berbagai variasi latihan kebugaran jasmani. Tahap Pendahuluan Tahap Pendahuluan Aktivitas yang digunakan berupa Gerak Stretching sistematis mulai dari kepala sampai kaki.Tlogo Blitar maka diterapkanya Program Latihan kebugaran Jasmani peserta Ekstrakulikiler di Man Tlogo blitar. waktu. Produk ini disusun untuk peserta ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar. 1) 2) 3) 1. Coch ataupun atlitnya sendiri dapat menentukan bentuk larinya maupun lamanya latihan. maka peneliti akan menerapkan Program latihan kebugaran jasmani dalam permainan Sepak Bola di MAN Tlogo Blitar. Spesifikasi Produk Yang diharapkan Untuk memecahkan masalah diatas. 1. Tujuan Penelitian Mengacu permasalahan diatas. Tahap Inti Pada tahap inti terdiri berbagai bentuk variasi latihan program jasmani yang akan diuraikan sebagai berikut: 1) 1. .Produk yang dihasilkan adalah Program Latihan Kebugaran Jasmani. C. Fartlek Fartlek adalah bentuk latihan yang dilakukan dengan lari jarak jauh seperti halnya pada cross country. Sebaiknya untuk latihan fartlek ini dipilihnya latihan (medan) yang mempunyai pemandangan indah sedikit rintan gn dengan lintasan yang berbeda-beda : lumpur-keras-terjal-turunpasir-rumput-salju atau lainnya. latihan tidak dibatasi tetapi atlit bebas melakukan latihan ini dengan berbagai variasi bentuk lari sesuai dengan medianya.

misalnya (costa holmen) : 2) 1. Tahap Penutup Pada tahap penutup diberikan evaluasi dari proses program latihan yang telah dilaksanakan dan melakukan pendinginan. Lari lambat-lambat diselingi lari yang makin lama makin cepat (win sprin). Interval trainning merupakan bentuk latihan yang diselingi dengan istirahat tertentu (intervasi). Contoh : 1. d. c. Woldemar Cersshler. berarti 4 X 400m. . 6. 5. Waktu untuk menempuh jarak (400 m): 90 detik. Jalan cepat (istirahat aktif). Demikianlah untuk seterusnya latihan dilakukan akan tetapi waktu istirahat makin lama makin di kurangi dari 120 detik menjadi 90 – 60 – 50 detikdan setrerusnya sampai tujuan akhir tercapai yaitu lari 4 x 400 m tanpa istirahat = 1600 m. Kecpatan yang konstan dan cukup tinggi. banyaknya ulangan (repetation) dan waktu latihan. Latihan interval juga menggunakan prinsip penambahan beban latihan. Ulangan (repetition) : 4 kali. jalan cepat atau lari-lari kecil. Lari dengan tempo yang cepat (pace) selama 1 menit Tujuan latihan sama dengan cross country terutama untuk daya tahan atau stamina. 3. 2. Lari lambat-lambat diselingi 3-4 langkah mendadak cepat. Waktu dipercepat. kemudian untuk seterusnya 4 kali ulangan. kemudian jalan selama 120 detik. 2. Bentuk latihan in pada mulanya ditemukan oleh seorang dokter yang juga coach atletik dari Jerman : dr.Kecepatan bentuk lari dapat diatur dengan berbagai variasi. b. Untuk memper berat latihan disamping pengurangan waktu istirahat dapat pula dengan meningkatkan bentuk istirahat dari jalan. Naik bukit dengan kecepatan tinggi. misalnya: 1. dan macam-macam permainan. Jaraknya yang ditambah. istirahat lagi dan seterusnya sampai selesai 4 x 400 m lari. 3) Interval trainning merupakan penyempurnaan dari fartlek dengan memebrikan koreksi secara teliti dalam : menentukan jarak. Internal Trainning Pada khir0akhir ini sistem latihan interfasi mulai digunakan untuk semua cabang olah raga : atletik. Untuk lari pertama latihan boleh digunakan ulangan 2-3 kali terlebih dahulu. 4. baru kemudian lari untuk putaran kedua. Waktu istirahat (recovery interval): 120 detik. 4. Atlit diharuskan menempuh jarak 400 m dengan waktu 90 detik. Cara meningkatkan beban dapat pula dengan memperberat salah satu dari faktor – faktor di atas dikombinasikan. Streching individu dan berpasangan. mendayung. Jarak lari ditentukan: 1600 m (4 kali keliling lintasan lari. Ulangan yang diperbanyak. balap sepeda. 3. 7. Mulai dengan lari lambat 5-10 menit. 3. Pembuatan intrumen evaluasi untuk siswa yang mengikuti ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar Kabupaten Blitar. istirahat. Bentuk latihan in baik sekali dilakukan pada periode persiapan atau bahkan pada periode latihan 1. 2. Lembar intrumen evaluasi ini berisi tentang butir – butir pertayaan tentang Program latihan kebugaran jasmani. 3.

G. secara tetap dengan selalu memberikan peningkatan beban. 1. maka siswa dapat mengerti tentang program latihan kebugaran jasmani dalam permainan sepak bola. Pengertian Program latihan Latihan adalah suatu proses yang sistrematis secara berulang-ulang. 1995:3). a) Dengan adanya penerapan Program latihan Kebugaran Jasamani. 1. F. di ekstrakukuler Sepak Bola MAN Negeri Tlogo Kab. b. Bagi peneliti Sebagai sarana untuk mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan khususnya yang berhubungan dengan kesegaran jasmani. Pengertian Kebugaran Jasmani Kesegaran jasmani adalah kemampuan tubuh seseorang pemain sepak bola di Man Tlogo Blitar untuk melakukan kegiatan latihan sehari-hari maupun pertandingan tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan masih memiliki tenaga yang cukup untuk melakukan aktivitas yang lainnya. . d. Definisi Istilah 2. 1. Materi program latihan kebugaran jasmani hanya terbatas pada materi kebugaran jasmani saja. Selain itu sebagai calon guru pendidikan jasmani penelitian ini dapat dijadikan bekal dalam membina kegiatan ekstrakurikuler. c. Bagi atlet Untuk meningkatkan kebugaran jasmani para atlet 1. E. Pentingnya Pengembangan Pengembangan ini adalah untuk memperoleh pengalaman yang nyata juga mengaplikasikan teori dan praktek selama mengikuti kegiatan ekstrakulikuler dalam bentuk penelitian pengembangan bentuk – bentuk program latihan kebugaran jasamani di kegiatan Ekstrakulikuler MAN Negeri Tlogo Kab Blitar. Bagi pelatih Dapat dijadikan acuan bagi pelatih dalam peningkakatan kebugaran jasmani para atlet. Keterbatasan produk penerapan kebugaran jasmani di kegiatan esktrakulikuler Sepak Bola MAN Tlogo Blitar ini adalah sebagai berikut:   Penerapan Program latihan kebugaran jasmani hanya diperuntukan untuk siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler bola voli di MAN Negeri Tlogo Blitar. (Pussegjas. Bagi Universitas Negeri Malang Hasil penelitian ini dijadikan bahan dasar kepustakaan dalam penelitian selanjutnya khususnya yang berhubungan dengan kesegaran jasmani.1. Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan Asumsi yang dijadikan landasan peneliti untuk penerapan Program Latihan kebugaran jasmani. 1. Blitar. a. b) Sarana dan prasarana yang digunakan dalam melakukan latihan kebugaran jasmani cukup memadai dan bervariasi.

dan paru-paru untuk periode waktu yang cukup untuk menghasilkan perbaikan-perbaikan dan keadaan tubuh. Beban Latihan . 2.BAB II KAJIAN PUSTAKA: Kesegaran Jasmani. Dalam pertandingan. Sistematika penulisan Sistematika penulisan ini terdiri dari dua bagian. ada beberapa pendapat para ahli atau pakar kesegaran jasmani.Peran Kesegaran Jasmani dalam Permainan sepak bola. Prinsip Latihan. 1. Program latihan. Latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan VO2 . asumsi dan keterbatasan pengembangan. difinisi istilah dan sistematika penulisan. Aerobik adalah suatu sistem altihan yang mendorong kerja jantung. olahraga ini dimainkan oleh dua kelompok berlawanan yang masing-masing berjuang untuk memasukkan bola ke gawang kelompok lawan (Rino. Kegiatan Ekstrakulikuler. Untuk mempertegas agar pengertian lebih sesuai dengan apa yang dimaksud. .1978:83 ). ekspresi dan lain. Penjelasan Tentang program latihan untuk meningkatkan VO2. 3. Faktorfaktor yang Mempengaruhi Kesegaran Jasmani. Beban latihan atau disebut juga bahan latihan atau loading adalah suatu bentuk-bentuk latihan jasmani dan rohani atlet guna mencapai prestasi olah raga. Uji coba produk. bagian pertama: memuat tentang kajian Analisis. meyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan menusia seutuhnya ( sahertian. Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran biasa (termasuk pada waktu libur) yang diterapkan oleh sekolah dengan tujuan agar siswa MAN TLOGO Blitar dapat memperluas pengetahuan dan mengembangkan bakat dan minat di bidang yang digemari sehingga siswa memperoleh prestasi di bidangnya yaitu mahir bermain Sepak bola. prosedur pengembangan.BAB III METODE PENGEMBANGAN: taktik pengembangan. kesenian. H. spesifikasi produk yang diharapkan. Sepak bola adalah salah satu olahraga yang sangat populer di dunia. rumusan masalah. Metode Latihan Fisik . A. KESEGARAN JASMANI Kesegaran jasmani merupakan hal yang sudah populer di kalangan masyarakat saat ini. tujuan penelitian. 1. misalnya: olahraga. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. 2. 1. Pengertian Esktrakulikuler Menurut ahmadi ( 1984:105) kegiatan ekstrakulikuler adalah kegiatan – kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub – klub. Komponen-komponen Kesegaran Jasmanai. 2008:1).BAB I PENDAHULUAN: Latar belakang masalah. darah. Peserta ekstrakurikuler tenis lapangan adalah siswa yang mengikuti ekstrakukulikuler Sepak Bola di Man Tlogo Blitar di luar jam sekolah yang sudah dijadwalkan oleh sekolah dalam pengembangan bakat dan minat siswa.Intrumen pengumpulan data.lain. tehnik analisis. desain Uji coba. Bagian pertama memuat tentang: 1. Subjek uji coba. Kegiatan ekstrakulikuler bertujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai berbagai mata pelajaran. bagian yang kedua memuat tentang produk yang dihasilkan dari pengambangan.Tujuan pokok dari latihan adalah prestasi maksimal di samping kesehatan serta kesegaran jasmani bagi atlet. Tujuan kesegaran jasmani. pentingnya pengembangan. Karakteristik Sepak Bola.

TUJUAN KESEGARAN JASMANI Kesegaran jasmani sangatlah penting bagi semua orang termasuk anak-anak usia sekolah. baik ketika berada di sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa setiap manusia perlu menjaga dan meningkatkan kesegaran jasmaninya sendiri. c) daya tahan jantung. 1991:25). agar dapat hidup sehat. maupun sebagai warga negara perlu mendapat perhatiaan dan tanggapan yang lebih memadai. daya lentur. dan ketepatan. b) daya tahan otot. 8:2007) mengatakan bahwa “tujuan kesegaran jasmani adalah untuk meningkatkan kemampuan sistem sirkulasi dan kerja jantung. keseimbangan. Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:24) menjelaskan bahwa komponen-komponen kesegaran jasmani adalah: a) daya tahan.Kesegaran jasmani menurut ahli faal dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk melakukan satu tugas khas yang memerlukan kerja muskular di mana kecepatan dan ketahanan merupakan kriteria utama. d) kelentukan. Disebutkan pula bahwa komponen kondisi fisik meliputi: kekuatan. sehingga masih memiliki sisa tenaga untuk mengisi waktu luangnya dan tugas-tugas mendadak lainnya. oleh karena itu untuk mengetahui dan memahami secara mendalam perlu mempelajari komponen-komponen yang membentuk dan saling bertautan antara yang satu dengan yang lainnya. e) kecepatan. Berdasarkan beberapa uraian di atas dapat di simpulkan bahwa kesegaran jasmani dapat diartikan sebagai kemapuan fisik untuk melakukan tugas pekerjaan sesuai dengan bidangnya tanpa mengalami kelelahan yang berlebih dan mendapat pemulihan yang cepat seperti pada saat belum melakukan aktivitas. Seseorang yang memilik kasegaran jasmani yang baik dapat diartikan cukup mempunyai kesanggupan untuk melakukan pekerjaannya dengan efisien tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti. Sedangkan menurut Pussegjas (1995:1) kesegaran jasmani adalah perwujudan kemampuan dan kesanggupan fisik seseorang untuk melakukan pekerjaan baik sebagai pribadi. Muhajir (dalam Sipayung. daya tahan. ekonomi gerakan pada waktu latihan. Kekuatan Kekuatan atau strength . 1992:9). f) kelincahan. Penjelasan tentang peranan masing-masing komponen adalah sebagai berikut: 1. Baik peningkatan maupun pemeliharaannya. . koordinasi. Sedang menurut ahli-ahli pendidikan jasmani kesegaran jasmani adalah kapasitas fungsional total seseorang untuk melakukam sesuatu kerja tertentu dengan hasil yang baik tanpa kelelahan yang berarti (Depdikbud. g) koordinasi. daya otot. i) ketepatan. Tetapi menurut Kirkendall dkk (1980:226) kekuatan adalah kemampuan atau kekuatan otot tubuh yang bekerja mengeluarkan energi untuk mengatasi atau melawan kontraksi dari luar yang berfungsi untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain atau memindahkan benda mendekati tubuh atau menjauhi tubuh. h) keseimbangan dan. terhindar dari penyakit dan selalu ceria sepanjang hidup. Kesegaran jasmani juga diperlukan anak usia sekolah untuk dapat melaksanakan aktifitas sehari-hari. 1. kelincahan. komponen kondisi tubuh. adalah komponen kondisi fisik seseorang tentang kemampuannya dalam mempergunakan otot dalam menjalankan aktivitas (Dwiyogo dan Sulistyorini. KOMPONEN KEBUGARA JASMANI Pengertian kesegaran jasmani adalah pengertian yang sangat kompleks. 1. kecepatan. anggota masyarakat. pemulihan yang cepat dari tubuh sewaktu-waktu respon demikian diperlukan”. 1. Menurut Sajoto (1995:8-11) kondisi fisik atau kesegaran jasmani adalah satu kesatuan yang utuh dari komponen-komponen yang tidak dapat dipisahkan begitu saja. C. Bisa dikatakan pula bahwa tingkat kesegaran jasmani yang baik memberikan seseorang kesanggupan pada seseorang untuk menjalankan hidup yang produktif dan dapat menyesuaikan diri pada tiap pembebanan yang banyak.

maka dapat ditarik kesimpilan bahwa kekuatan adalah kemampuan otot untuk mengatasi atau melawan beban dengan usaha yang maksimal dalam melaksanakan aktivitas tertentu. Sedangkan definisi yang dikemukakan oleh Kent (dalam Budiwanto. Seseorang dikatakan memiliki kelincahan cukup baik . Menurut Kirkendall dkk (1980:243) kelincahan adalah kemampuan badan untuk mengubah arah tubuh atau bagian tubuh lainnya dengan sangat cepat dan efisien. adalah kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan berkesinambungan dalam bentuk yang sama dalam waktu sesingkat-singkatnya. Power Menurut Kirkendall dkk (1980:228) power adalah masa kerja dibagi dengan waktu atau lama kerja. 1. Kecepatan menurut Kirkendall dkk (1980:243) adalah jarak dibagi waktu. dibutuhkan bentuk latihan yang sesuai dan mengharuskan orang itu untuk dapat bergerak dengan cepat dan mengubah arah dengan lincah. Untuk melatih kecepatan. 2004:35)) menjelaskan bahwa daya tahan adalah kemampuan organ atlet untuk melawan kelelahan yang timbul saat melakukan aktivitas olahraga dalam waktu yang lama. 2004:37) kecepatan adalah jarak tempuh per satuan waktu yang diukur dalam menit atau skala kuantitas. kontraksi otot dengan kekuatan maksimum dan kecepatan maksimum. Dari sini dapat disimpulkan bahwa power itu adalah kemampuan tubuh untuk memadukan kekuatan dan kecepatan dalam waktu yang bersamaan. Jadi kelincahan tidak hanya memerlukan suatu kecepatan saja. Seperti dalam lari cepat. 1. smash dalam bulutangkis. balap sepeda. akan tetapi juga memerlukan fleksibilitas yang baik dari sendi-sendi anggota tubuh. 1991:29). paru-paru. 1. 1. pukulan dalam tinju. kecepatan adalah kemampuan melakukan gerakan dalam periode waktu yang pendek. dapat disimpulkan bahwa kecepatan adalah kemampuan tubuh atau bagian tubuh untuk melakukan gerakan dalam waktu yang pendek. kelenturan dan komponen kesegaran jasmani lainnya. Suharno (dalam Budiwanto. 2. Dijelaskan pula bahwa power dapat diperoleh dalam melakukan kegiatan tertentu. 3. Power menurut pendapat Gabbard dkk (dalam Budiwanto. Kelincahan Kelincahan atau agility adalah kemampuan seseorang mengubah posisi di area tertentu. Jadi dapat disimpulkan bahwa daya tahan/endurance merupakan salah satu komponen kesegaran jasmani yang paling penting untuk dilatih. 5. berarti kelincahannya cukup baik. Daya tahan otot atau local endurance yaitu kemampuan seseorang dalam mempergunakan ototnya untuk berkontraksi secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama dengan beban tertentu. yakni: daya tahan umum atau general endurance kemampuan seseorang dalam mempergunakan sistem jantung. 2004:34). Dari beberapa pendapat di atas. Kecepatan Kecepatan atau speeds. 2004:34) adalah gabungan antara kekuatan dan daya ledak (kecepatan). power adalah kemampuan untuk mengubah energi fisik ke dalam kekuatan yang sangat cepat dan tergantung pada banyaknya adenosine triphosphat (ATP) yang diproduksi setiap satuan waktu. Daya Tahan Daya tahan otot tidak hanya dikenal pada istilah kekuatan tetapi juga kemampuan otot berkontraksi dalam beberapa waktu tanpa mengalami kelelahan. karena daya tahan ini secara langsung juga untuk melatih otot. 4. dan peredaran darahnya secara efektif dan efisien untuk menjalankan kerja secara terus menerus yang melibatkan kontraksi sejumlah otot dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama. Daya tahan atau endurance dalam hal ini dikenal dua macam daya tahan.Dari pendapat di atas. Menurut Kent (dalam Budiwanto. dan lain-lain (Dwiyogo dan Sulistyorini. Seseorang yang mampu mengubah posisi yang berbeda dalam kecepatan tinggi dengan koordinasi yang baik. kecepatan diukur dengan satuan jarak dibagi dengan satuan waktu.

1. 2004:41) adalah kemampuan memelihara suatu yang berorientasi pada keadaan stabil dan khusus dikaitkan dengan lingkungan saat itu. Dari beberapa uraian di atas. 2004:42) adalah kemampuan untuk menyatukan sistem indera. kekuatan dan keseimbangan. Dari beberapa uraian di atas. otak menafsirkan secara komplek. Kelenturan Daya lentur atau flexibility . 2004:39) disampaikan bahwa pembentukan kelincahan lebih sulit dari pada pembentukan yang lainnya. 6. 9. Di bidang olahraga banyak hal yang harus dilakukan oleh atlet dalam masalah keseimbangan ini baik dalam menghilangkan atau mempertahankan keseimbangan. Sedangkan Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:33) menjelaskan bahwa keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan tubuh agar tetap stabil. Bompa (dalam Budiwanto. koordinasi adalah kerjasama yang selaras antara sekelompok otot selama bergerak yang dilakukan dengan indikasi keterampilan yang sama. sehingga tidak mendapat gangguan pada keseimbangannya atau bisa juga diartikan bahwa keseimbangan adalah kemampuan sikap tubuh yang tepat pada saat melakukan gerakan. dapat disimpulkan bahwa sebenarnya kelincahan adalah kemampuan mengubah arah atau posisi badan secara cepat dan melakukan gerakan yang lain. Sedangkan koordinasi menurut Kent (dalam Budiwanto. Kelincahan adalah hasil pembentukan dari unsur kecepatan. 8. 1. sistem syaraf dan sistem otot rangka menjadi rangkaian untuk mengatur bagian-bagian badan secara terpisah yang terlibat dalam satu pola gerak yang rumit dan mempersatukan bagian-bagian tersebut menjadi suatu gerak tunggal dan berhasil mencapai beberapa tujuan. 7. suhu badan dan usia sangat mempengaruhi luasnya gerakan bagian-bagian tubuh.apabila mampu merubah satu posisi ke posisi yang berbeda dengan kecepatan tinggi dan koordinasi gerakan yang baik. Secara umum. Sedangkan kelincahan menurut Verducci (dalam Budiwanto. menghasilkan berbagai respon gerakan pada situasi fisik tertentu. Keseimbangan Keseimbangan menurut Kent (dalam Budiwanto. Kelenturan menurut Kirkendall dkk (1980:248) adalah kemampuan tubuh atau bagian-bagian tubuh untuk melakukan berbagai gerakan dengan leluasa dan seimbang antara kelincahan dan respon keseimbangan. 1. Ketepatan . hal ini akan sangat mudah ditandai dengan tingkat flexibility persendian pada seluruh tubuh. 2004:40) menjelaskan bahwa kapasitas melakukan gerakan dengan rentangan yang luas diketahui sebagai kelenturan. Koordinasi Menurut Kirkendall dkk (1980:257). penglihatan mata. maka keseimbangan dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mempertahankan posisi badan dalam berbagai keadaan. Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa koordinasi adalah kemampuan tubuh seseorang yang selaras antara sekelompok otot selama bergerak yang terlibat dalam satu pola gerak yang rumit dan mempersatukan bagian-bagian tersebut menjadi suatu gerak tunggal dan berhasil mencapai beberapa tujuan. 1. Sedangkan Kirkendall dkk (1980:257) mengemukakan bahwa keseimbangan adalah fenomena yang kompleks yang melibatkan vestibular system pada bagian dalam telinga. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kelenturan adalah ukuran kemampuan seseorang yang mempunyai ruang gerak yang luas dalam sendi-sendinya dan yang mempunyai otot-otot yang elastis. adalah ukuran kemampuan seseorang dalam penyesuaian diri untuk segala aktivitas dengan penguluran tubuh yang luas.

adalah kemampuan gerak tubuh seseorang untuk mengendalikan gerak-gerak bebas terhadap suatu sasaran. mempercepat gerakan. dibuat kesimpulan bahwa kesegaran jasmani dtentukan oleh faktor genetik yang hanya diubah dengan latihan sampai pada batas maksimal. 1. D. Cara mengembangkan ketepatan ialah dengan mengulang-ulang gerakan dengan frekuensi yang banyak. Suharno (1993:7) menyebutkan bahwa program latihan umumnya dibagi menjadi tiga. Faktor Keturunan (Genetik) Dari penelitian yang telah dilakukan. kemampuan atlet.Ketetapan atau accuracy. yaitu: . dan menjauhkan atau mempersempit gerakan. Faktor Jenis Kelamin Sampai dengan usia remaja tidak terdapat perbedaan daya tahan kardiovaskuler pria dan wanita. 4. umur atlet. daya tahan kardiovaskuler meningkat. sarana dan prasarana. itulah sebabnya dibutuhkan penyusunan dan perencanaan latihan yang baik dan tepat. PENJELASAN TENTANG PROGRAM LATIHAN Seorang atlit untuk mencapai prestasi yang maksimal hendaklah atlit tersebut terus berlatih dan berlatih tanpa merasa bosan. Faktor Aktivitas Fisik Berdasarkan hasil penelitian efek latihan aerobik selama delapan minggu setelah istirahat memperlihatkan peningkatan daya tahan kardiovaskuler 62% dari nilai akibat itirahat dan bila dibandingkan dengan keadaan sebelum istirahat di tempat tidur maka nilai peningkatan adalah 18%. komposisi tubuh. Faktor Usia Menyatakan bahwa mulai anak-anak sampai sekitar usia 20 tahun. lingkungan atlet. E. 3. Ketepatan menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:33) adalah kemampuan seseorang untuk mengarahkan suatu gerak ke suatu sasaran sesuai dengan tujuan. FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUGARAN JASMANI Berikut ini adala beberpa hal yang terkait dengan kesegaran jasmani khususnya yang berhubungan dengan daya tahan kardiovaskuler. 2. Moeloek (1984:3)menjelaskan tentang beberapa faktor fisiologis yang mempengaruhi daya tahan kardiovaskuler antara lain adalah: 1. yang mana semua itu terdapat dalam program latihan. Artinya bahwa aktivitas fisik yang terarah juga dapat meningkatkan kesegaran jasmani di samping terjadi penurunan berat badan. faktor itu antara lain: bakat atau materi atlet. kapasitas paru dan sebagainya. Perbedaan tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan maximal muscular power yang berhubungan dengan luas permukaan tubuh. Program yang demikian memungkinkan bagi seorang pelatih dapat memberikan sebanyak mungkin kesempatan kepada atlet guna perkembangan pengetahuan dan keterampilannya. Suharno (1993:1) Program latihan dikatakan baik dan tepat apabila rencana dibuat telah mempertimbangkan faktor-faktor penentu untuk mencapai tujuan. 1. dan waktu yang tersedia. Selain itu dalam buku yang sama juga mengungkapkan program latihan adalah cara seorang pelatih untuk mempersiapkan atletnya guna menunjang program latihan yang telah direncanakan atau terprogram. tenaga pelatih. kekuatan otot. Setelah usia tersebut nilai pada wanita lebih rendah dari pada pria. Sasaran ini dapat merupakan jarak atau mungkin suatu objek langsung yang harus dikenal dengan salah satu bagian tubuh. Program latihan harus disusun secara teliti dan dilaksanakan secara tekun dan teratur sesuai dengan prinsip-prinsip latihan. mencapai maksimal pada usia 20-30 tahun dan kemungkinan berbanding terbalik dengan usia. Menurut Suharno (1993:1) program latihan adalah suatu petunjuk atau pedoman yang mengikat secara tertulis berisi cara-cara yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan masa mendatang yang telah ditetapkan. dana. sehingga pada orang yang berusia 70 tahun diperoleh daya tahan 50% dari yang dimiliki pada usia 17 tahun. jumlah hemoglobin.

dapat disimpulkan bahwa program latihan adalah petunjuk atau pedoman latihan yang bertujuan untuk menentukan tujuan latihan. taktik. Latihan juga dapat didefinisikan sebagai peran serta yang sistematis dalam latihan yang bertujuan untuk meningkatkan fungsdional fisik dan daya tahan latihan dalam bidang olahraga. program latihan mingguan. Suharno (1993:5) menjelaskan bahwa latihan ialah suatu proses penyempurnaan kualitas atlet secara sadar untuk mencapai prestasi yang maksimal dengan diberi beban fisik dan mental secara teratur. program latihan harian. (3) program jangka pendek (1 tahun kebawah) merupakan pelaksanaan operasional rencana jangka menengah. Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan prinsip-prinsip latihan adalah suatu usaha sadar yang harus dilakukan atlet untuk mencapai prestasi maksdimal yang dilakukan berulang-ulang. Tetapi dalam menentukan beban latihannya harus benar-benar diperhatikan. PRINSIP LATIHAN Harsono (1993:2) pengertian latihan atau training adalah sesuatu proses berlatih yang sistematis yang dilakukan secara berulang-ulang. prinsdip variasi (variety). terarah kian hari jumlahnya semakin meningkat dengan proses yang sistematis. 1993:317). teknik. 1. dan mental diperlukan proses dan waktu yang relatif lama. prinsip perorangan (individualization). bertahap. prinsip melampaui batas latihan (the abuse of training). dan mental dikembangkan setinggi mungkin. prinsip aktif dalam latihan dan prinsip proses latihan menggunakan model. menghindari beban latihan berlebih (overtraining). Untuk mencapai peningkatan kemampuan dalam kondisi fisik. prinsip pulih asal (recovery). yaitu faktor yang paling penting bagi setiap atlet (Suharno 1993:1). Tujuan akhir latihan adalah untuk meningkatkan kemampuan olahraga (Dwijowinoto.(1) Program jangka panjang (5 tahun-12 tahun) tujuan rencana jangka panjang merupakan tujuan akhir untuk cita-cita prestasi prima. berulang-ulang dan jumlah beban yang diberikan semakin hari bertambah. prinsip perkembangan multilateral (multilateral development). terarah. program latihan bulanan. Dari pengertian dan penjelasan tentang program latihan yang telah dikemukakan di atas. prinsip reversibilitas (reversibility). Program latihan jangka pendek terdiri dari: program latihan tahunan. dan yang kian hari junlah beban latihannya kian bertambah. taktik. . yaitu: aspek-aspek fisik. Menurut Kosasih (1984:46) latihan atau training adalah proses kerja yang harus dilakukan secara sistematis. teknik. prinsip beban meningkat bertahap (progressive increase of load). menurut Bompa (1994:29) prinsip-prinsip program latihan fisik adalah sebagai berikut: Prinsip beban bertambah (over load). Untuk memperoleh prestasi yang maksimal dalam olahraga memerlukan latihan yang intensitas dan frekuensinya banyak. Sasaran-sasaran latihan pun merupakan penjabaran sasaran dari program jangka menengah. Beutelstah (1986:124) menyatakan bahwa training adalah persiapan para pemain masing-masing secara individu membimbing dan membentuk mereka sehingga dapat menampilkan prestasi tertinggi secara individual maupun regu. Program latihan perlu disusun dengan prinsip-prinsip latihan. menentukan cara-cara yang efektif serta usaha-usaha untuk mencapai tujuan dari latihan yang dilakukan. (2) program jangka menengah (2 tahun-4 tahun) rencana jangka menengah merupakan pelaksanaan langsung jangka panjang. Prestasi tinggi akan dapat dicapai apabila keempat aspek. Hal ini sesuai dengan pendapat Harsono (1993:1) bahwa tujuan utama dari pelatihan olagraga prestasi adalah untuk meningkatkan keterampilan dan prestasi semaksimal mungkin. prinsip spesialisasi (specialitation). meningkat dan berulang-ulang waktunya. F. Sedangkan Latihan fisik adalah latihan yang betujuan untuk meningkatkan kondisi fisik.

beban ditingkatkan secara pelan bertahap. Prinsip Individual Latihan harus memperhatikan dan memperlakukan atlet sesuai dengan kemampuan. pengertian dari prinsip-prinsip latihan yang telah disebutkan di atas. 1985:13). tetapi mungkin lebih penting untuk memelihara motivasi dan perhatian dengan memvariasi latihan fisik dan latihan secara rutin. mengabaikan tingkat prestasi diperlukan secara individual sesuai kemampuan dan potensinya. Spesialisasi bukan proses unilateral tetapi satu yang kompleks yang didasarkan pada suatu landasan kerja yang solid dari perkembangan multilareral. Hal ini bertujuan agar sistem fisiologis dapat menyesuaikan dengan tuntutan fungsi yang dibutuhkan untuk tingkat kemampuan tinggi. teratur dan terus-menerus sehingga mencapai beban maksimum. sehingga tujuan latihan dapat ditingkatkan secara wajar Individualisasi dalam latihan adalah satu kebutuhan yang penting dalam masa latihan dan itu menunjukkan pada pemikiran untuk setiap atlet. . Prinsip spesialisasi harus disesuaikan pengertian dan penggunaanya untuk latihan anak-anak yunior di mana perkembangan multilateral harus berdasarkan perkembangan khusus. Seluruh konsep latihan harus direncanakan sesuai dengan karakteristik fisiologis dan psikologis atlet. Prinsip Spesialisasi Spesialisasi menunjukkan unsur penting yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan dalam olahraga. seseorang pelatih perlu kreatif dengan memiliki pengetahuan dan sumber latihan yang banyak yang memungkinkan dapat merubah secara periodik. seterusnya atlet akan mengalami kenaikan kemampuan (superkompensasi). karakteristik belajar dan kekhususan cabang olahraga. Stress fisik akan menimbulkan kelemahan anatomis. 1. Program latihan harus direncanakan. Atlet harus memiliki disiplin latihan. 1. Prinsip Variasi Latihan harus bervariasi dengan tujuan mengatasi sesuatu yang monoton dan membosankan saat latihan. potensi. karakteristik belajar dan kekhususan olahraga. Prinsip Menambah Beban Latihan secara Progresif Pemberian beban latihan harus ditingkatkan secara bertahap. Dalam mengatur program latihan yang paling menguntungkan harus mengembangkan kemampuan fisiologis khusus yang diperlukan untuk melakukan keterampilan olahraga atau kegiatan tertentu yang akan dilakukan. Menurut Bompa (1994:32) Latihan harus bersifat khusus sesuai dengan olahraga dan pertandingan yang akan dilakukan. 1. Masa latihan adalah suatu aktivitas yang sangat memerlukan beberapa jam kerja atlet. Keterampilan dan latihan dapat diperkaya dengan mengadopsi pola gerakan teknik yang sama. Prinsip Beban Lebih (Over Load) Pemberian beban latihan harus melebihi kebiasaan sehari-hari secara teratur. Latihan yang baik harus mengakibatkan penekanan fisik dapat ditimbulkan dengan jalan pemberian beban latihan yang lebih dari batas kemampuan si atlet (Suharno. yang akan menjamin memperoleh adaptasi secara benar. Maka Menurut Bompa (1994:29-48) adalah sebagai berikut: 1. atau dapat mengembangkan kemampuan gerak yang diperlukan dengan olahraga.Sementara itu. 1. Dalam upaya mengatasi monoton dan kebosanan dalam latihan. fisiologis dan organisme atlet terhadap kelelahan akibat beban latihan tersebut. Stress terus menerus yang diberikan pelatih tanpa istirahat akan menimbulkan penurunan prestasi bagi atlet. Volume dan intensitas latihan secara terus menerus meningkat dan latihan diulang-ulang banyak sekali.

itu juga menggambarkan sesuatu yang diusahakan untuk dicapai. Prinsip Latihan Menggunakan Model Latihan yang dilakukan didesain sedemikian rupa seakan-akan seperti pada kenyataan yang akan terjadi di lapangan pertandingan. Prinsip Menghindari Kelebihan Beban Latihan (Over Training) Program latihan yang dijalani tidak akan mencapai hasil jika atlet mengalami kelelahan. c) proporsi latihan dari ekstensif ke intensif tidak cepat. suatu peristiwa yang dapat diperoleh. Prinsip multilateral akan digunakan pada latihan anak-anak yunior. Kebutuhan perkembangan multilateral muncul untuk diterima sebagai kebutuhan dalam banyak lapangan pendidikan dan usaha manusia. Beban ditambah pelan-pelan pada tiga siklus mikro pertama dengan menguragi atau tahap tanpa beban.Prinsip beban bertambah secara pelan-pelan menjadi dasar rencana latihan olahraga. Prinsip Reversibilitas Beban latihan yang diberikan pada saat latihan harus dikurangi secara perlahan-lahan pada saat akhir latihan. Pengertian ini atlet akan menghubungkan keterangan obyektif dari pelatih dengan prakiraan subyektif kemampuannya. Tetapi. dan meskipun dalam keadaan abstrak ideal diatas adalah kenyataan konkrit. Melalui latihan model pelatih berusaha memimpin dan mengorganisasi waktu latihannya dalam cara yang obyektif. Prinsip Pulih Asal Beban latihan yang telah diberikan telah banyak mengeluarkan energi tubuh untuk itu diperlukan pemulihan untuk mengembalikan kondisi tubuh seperti semula. Penyebab terjadinya overtraining antara lain: a) diberikan beban latihan over-loads secara terus menerus tanpa memperhatikan interval. 1. 1. metode dan isi yang sama dengan situasi pertandingan 1. tetapi dia tentu harus istirahat yang cukup. BEBAN LATIHAN . memungkinkan atlet dibentuk. Kesungguhan dan aktif ikut serta dalam latihan akan dimaksimalkan jika pelatih secara periodik. serta antara proses fisiologis dan psikologis. Tujuan suatu model adalah untuk memperoleh suatu yang ideal. 11. Seseorang atlet akan melakukan kegiatannya meskipun tidak dibawah dan perhatian pelatih. 10. Prinsip Perkembangan Multilateral Perkembangan multilateral lambat laun saling bergantung antara seluruh organ dan sistem manusia. d) beban latihan diberikan dengan beban melompat. Oleh sebab itu latihan harus berkesinambungan untuk memelihara kondisi. dari siklus mikro olimpiade. untuk itu harus menghindari kelebihan beban latihan. dan akan diikuti oleh semua atlet yang mengabaikan tingkat kemampuannya. ajeg mendsiskusikan kemajuan atletnya dengannya. Selama waktu bebas atlet dapat melakukan pekerjaaan dalam aktifitas sosial yang memberikan kepuasan dan ketenangan. 1. 1. G. perkembangan multilateral secara tidak langsung atlet akan menghabiskan semua waktu latihannya hanya untuk program tersebut. Partisipasi aktif tidak terbatas hanya pada latihan. Prinsip Partisipasi Aktif dalam Latihan Atlet yang melakukan latihan haruslah tetap berlatih diluar jam latihan wajib meskipun tanpa pengawasan dari pelatih. b) diberikan latihan intensif secara mendadak setelah lama tidak berlatih.

(5) Rythme adalah sifat irama latihan yang berhubungan dengan tinggi rendahnya tempo dan berat ringannya suatu latihan dalam satu unit latihan maupun mingguan. Kemudian tentukan takaran intensitas latihannya. (sistem peredaran darah. (3) sub maksimal 80% – 99% dari prestasi terbaik. jumlah ulangan latihan atau unsur teknik yang dilakukan dalam waktu tertentu. 1985:16). ini berarti intensitas maksimal untuk atlet tersebut 30 kali/100%. sementara terjadi penurunan aliran kearah jaringan-jaringan yang kurang aktif. rythme. 1993:29): (1) Volume adalah beban latihan yang biasa dinyatakan dengan satuan jarak. total waktu latihan. Skala intensitas untuk latihan kecepatan dan kekuatan sebagai berikut (Suharno. Namun aliran darah ke daerah-daerah . (5)low (rendah) 59% ke bawah dari prestasi terbaik.Menurut Suharno (1993:1) Beban latihan adalah suatu bentuk rangsangan motorik yang dapat dikontrol oleh pelatih untuk meningkatkan kualitas atlet dalam rangka mencapai prestasi maksimal. pernafasan dan metabolisme) yang dimaksud disini yaitu pada secara reflek akan terjadi perubahan pengaliran darah. yaitu yang melalui proses pemecahan serabut pada waktu latihan dan terjadi pembesaran otot yang disebabkan karena bertambah luasnya serabut otot (Sajoto 1988:111) . bulanan dan tahunan. (2) Beban Dalam (inner load) 1. jarak tempuh atau berat beban. berarti dalam satu giliran latihan push-up ditemukan 80% x 30 kali (MR) = 24 kali. yaitu 80% dari DNM dan umur atlet 20 tahun. jumlah beberapa elemen jenis latihan. 1. Frekuensi tinggi berarti ulangan gerak banyak sekali dalam satu giliran. MR push-up atlet dapat dihitung misalnya: mampu 30 kali. beban berat yang diangkat. recovery. 1993:22): (1) super maksimal 101% – ke atas dari prestasi terbaik. frekuensi. Menurut Suharto (1997:98) menyatakan bahwa intensitas latihan merupakan komponen kualitatif yang mengacu pada jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu unit waktu tertentu. Sedangkan untuk menghitung denyut nadi yaitu pertama dihitung DNM (denyut nadi maksimal) dengan rumus: 220 – umur. recovery. Beban Luar (Outer Load) Beban luar adalah rangsangan motorik yang dapat diatur dikontrol dengan cara memvariasikan ciri beban latihan seperti volume. Ada dua macam beban latihan yang harus dibedakan pengertiannya menurut Suharno (1993:29) adalah: (1) Beban Luar (outer load): volume. (4) Frekuensi adalah ulangan gerak berapa kali atlet harus melakukan gerak setiap giliran. (4) medium 60% – 70% dari prestasi terbaik. intensitas. Beban dalam dikatakan maksimal apabila denyut nadi atlet setelah melakukan satu unit latihan meningkat (Suharno. frekuensi. (2) maksimal 100% dari prestasi terbaik. seperti timbulnya kenaikan volume darah tiap menit dan bertambahnya jumlah darah yang mengalir keotot-otot yang lebih aktif. jumlah set dalam latihan interval dan sirkuit sebagai ukuran rangsangan motorik dalam suatu unit latihan. Cara menghitung intensitas dengan MR (maximum repeatation) . Bila pelatih menginginkan intensitas sub-maksimal dalam latihan. Begitu juga dengan Suharto (1997:72) menyatakan bahwa perubahan massa otot bukanlah disebabkan pertambahan jumlah sel otot melainkan karena pertambahan dari anak serabut otot yang membesar akibat latihan. antara lain: 1) berdasarkan persentase kecepatan dan kekuatan yang digunakan dalam latihan. Begitu juga menurut Suharto (1997:97) menyatakan bahwa pada dasarnya volume latihan meliputi unsur-unsur: waktu atau lama latihan. irama dalam suatu unit program latihan. 2) berdasarkan jumlah denyut nadi dalam mereaksi beban latihan. Beban Dalam (Inner Load) Beban dalam adalah perubahan fisiologis organisme atlet akibat pengaruh latihan beban luar yang ditandai dengan kenaikan denyut nadi (Suharno. (2) fungsi fisiologis organisme. 1993:23) Beban dalam mempunyai dampak perubahan fungsional organisme atlet meliputi: (1) susunan anatomis/struktur tubuh yang dimaksud disini adalah latihan dapat menambah jumlah serabut otot. intensitas. Frekuensi dapat juga diartikan berapa kali latihan perhari atau berapa hari latihan perminggunya. Kepekatan rangsangan densitas tergantung lama dan pendeknya waktu recovery . Dan intensitas latihan dapat dikalisfikasikan tinggi rendahnya berdasarkan beberapa indikator. Dan unsur tersebut mencerminkan kwantitas atau banyaknya latihan yang dilakukan pada saat latihan. (3) Recovery adalah waktu yang digunakan untuk pemulihan tenaga kembali antara satu dengan elemen bahan latihan elemen berikutnya. maka 80% x (220 – 20) = 160 kali/menit (intensitas sub maksimal). (2) Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi atlet dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. Di bawah ini ciri-ciri beban luar (Suharno. sedang frekuensi rendah artinya ulangan gerak sedikit dalam satu giliran.

2004:74). tenaga. diperlukan koordinasi dalam jantung guna memompa darah keseluruh tubuh secara optimal. 1996:110). atau memelihara kondisi tubuh seseorang. Metode-metode latihan fisik tersebut diantaranya yaitu: (1) Metode latihan sirkuit (circuit training) adalah suatu sistem latihan yang selain menghasilkan perubahan-perubahan positif pada kemampuan motorik. bangku atau sejenisnya menurut Hawkey (dalam Budiwanto. 1996:106). untuk mencapai tujuan tertentu (Hadisasmita dan Syarifuddin. (4) Metode latihan lari bermain-main kecepatan (speed play atau fartlek) adalah suatu system latihan daya tahan untuk membangun. Namun metode bukan suatu bentuk mengajar. mekanika biologis dan hormon-hormon yang dengan teratur mempertahankan homeostatis tubuh pada waktu istirahat maupun latihan (Sajoto. daya tahan. 1996:109). tetapi aerobic berbicara tentang tenagaaerobic yang diperlukan untuk ketahanan fisik. Berikut ini akan dibahas beberapa metode dalam latihan fisik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan fisik para atlet. (6) Metode latihan aerobik adalah kekuatan yang kecil atau sedang yang dapat dipertahankan untuk jangka waktu yang lama menggunakan energi yang berasal dari pembakaran O2. yang dialirkan keotot. Apabila seorang pelatih ingin membuat program latihan fisik dan ingin memperberat volume atau meningkatkan intensitas . Menurut Suharno (1993:2) menyatakan bahwa speed play atau fartlek adalah suatu system latihan daya tahan yang maksudnya adalah untuk membangun. 1.. 1996:105). juga memperbaiki secara serempak kesegaran jasmani daripada tubuh.rawan seperti kearah otak dan jantung akan tetap atau meningkat sedangkan tekanan darah dalam arteri secara sistematik dan pemenuhan kebutuhan dalam jaringan dalam tubuh. mengembalikan atau memelihara kondisi tubuh seorang atlet (Hadisasmita dan Syarifuddin. Menurut Bompa (dalam Budiwanto. karena suatu metode melayani ketentuan pengorganisasian dari suatu kegiatan. 1988:193). daya konsentrasi. 2004:71) Weight training adalah program latihan kekuatan menggunakan tahanan yang diberikan oleh beban seperti barbel dan dumbell. (2) Metode latihan beban(weight training) adalah latihan-latihan yang sistematis. 1988:196). Proses ini dikerjakan secara serentak oleh syaraf. perhatian dan mengatasi masalah yang merupakan tantangan bagi atlet. H. (3) Latihan Interval (Interval Training) adalah suatu system latihan yang berganti-ganti melakukan dengan giat (interval kerja) teratur dan berulang-ulang dengan periode kegiatan dengan intensitas rendah (periode sela) dalam setiap latihan (Kent dalam Budiwanto. menambah frekuensi dan rythme . Aerobic tidak berkaitan dengan dengan usaha peningkatan kekuatan. system bekerja seseorang pelatih atau olahragawan sehubungan dengan pengetahuan dan kemampuannya yang cukup. mengembalikan. Pada latihan naik turun bangku ini merupakan latihan fisik yang sederhana dimana didalam melakukan latihannya menggunakan kotak. (5) psikologis yang dimaksud disini yaitu bahwa psikologis juga berpengaruh lebih baik terutama menigkatnya kemampuan menerima tekanan (strees). kelenturan. 2004:76). memperpendek waktu recovery. otot akan menerima 80%-85% dari seluruh volume tiap menit. maka seorang pelatih harus memperhatikan bahan-bahan beban luar latihan di atas. sementara pada waktu latihan yang cukup melelahkan. Latihan interval adalah latihan kondisi yang sangat dianjurkan oleh semua pelatih terkenal karena dalam mengembangkan daya tahan dan stamina atlet hasilnya sangat positif (Hadisasmita dan Syarifuddin. (5) Metode latihan naik turun bangku(bench stepping). (4) susunan biokimia dalam otot lebih baik. Untuk aliran darah pada saat istirahat hanya 15%-20% darah dari seluruh volume tiap menit. kekuatan otot. kecepatan dan fleksibelitas (Hadisasmita dan Syarifuddin. METODE LATIHAN FISIK Metode latihan menurut Hadisasmita dan Syarifuddin (1996:142) adalah suatu cara tertentu. sedang utuk orang yang terlatih atau atlet denyut jantung mereka waktu istirahat dapat mencapai tingkat yang paling rendah yaitu antara 28-40 (Sajoto. kelincahan atau kecepatan gerakan tubuh yang sangat dibutuhkan dalam atletik. Dan untuk denyut jantung seorang yang normal rata-rata antara 60-80 kali tiap menit. Setelah memahami ciri beban luar dan beban dalam maka para pelatih harus membuat dan memberikan latihan pada atletnya sesuai dengan berat ringannya beban latihan yang dikehendaki. Tenaga aerobic adalah kemampuan tubuh untuk memanfaatkan oksigen dan disepakati sebagai cara . dimana beban hanya dipakai sebagai alat untuk menambah tahanan terhadap kontraksi otot.

(4) Metode Latihan Lari Bermain-main Kecepatan (Speed Play atau Fartlek). Selama latihan. Peningkatan VO2 maks tidak bisa dilakukan tanpa adanya suatu program atau pola latihan yang sesuai dengan prinsip-prinsip latihan fisik. karena dengan latihan anerobik dapat diberikan beban maksimum pada sistem jantung dan paru. maka energi yang dibutuhkan tidak dapat dipenuhi dengan pembakaran karbohidrat saja. Ekblom (dalam Dwijoyowinoto. ketahanan. (6) Metode Latihan Aerobic . (5) Metode Latihan Naik Turun Bangku (Bench Stepping). Menurut Hadisasmita dan Syarifudin (1996:129) mempersiapkan komponen kondisi fisik umum seperti kekuatan. Menurut Soekarman (1987:58) ada beberapa pendapat mengenai latihan untuk meningkatkan VO 2 maks: (1) Sebaiknya mengerjakan latihan erobik karena dengan latihan erobik sudah ada pembebanan yang meningkatkan kerja jantung maupun paru. kelincahan dan kecepatan. Sedangkan Dwiyogo dan Sulistyorini (19991:60) menyatakan: Latihan dan proses erobik yang lama akan memberikan perbaikan-perbaikan pada jantung dan peredaran darah. “Kenaikan kebutuhan energi memberi penekanan pada kemampuan badan untuk menyediakan oksigen dan bahan bakar yang diperlukan otot” (Sumosardjuno. (3) Untuk ketahanan erobik selain dibutuhkan kemampuan jantung dan paru untuk mengangkut oksigen yang banyak. (7) Metode latihan anaerobic . Aktivitas fisik yang teratur dapat menyebabkan badan menjadi lebih tahan pada tuntutan latihan.terbaik untuk mengukur kondisi kardiovaskuler (Baley. pada latihan ini dijelaskan bahwa pada suatu waktu kerja dengan intensitas dan kecepatan tinggi dalam waktu yang pendek memerlukan energi segera. kelentukan. otot-otot kaki menghendaki energi agar segera diisi lagi. sehingga energi anaerobic dikeluarkan jika masukan oksigen tidak cukup Getchell (dalam Budiwanto. (7) Metode Latihan Anaerobic. daya tahan. Jadi sebaiknya untuk meningkatkan VO2 maks dilakukan latihan anerobik dengan inyerval istirahat. Peningkatan VO2 maks juga tidak bisa dilakukan dengan hanya beberapa latihan tetapi harus secara terus menerus dan berlanjut yang sesuai dengan program yang dilaksanakan. dengan sub maksimal sudah dapat meningkatkan. I. 2004:82) Berdasarkan penjelasan di atas ada beberapa metode Latihan Fisik yaitu: (1) Metode Latihan Sirkuit (Circuit Training) . (2) Sebetulnya beban untuk meningkatkan VO 2 maks tidak perlu maksimal. kecepatan dan lain-lain seharusnya dilakukan latihan dalam waktu yang cukup lama. Jantung akan lebih kuat dan mampu memompa lebih banyak darah. tetapi beban sub maksimal sebagian besar sudah merupakan peristiwa anerobik. Anaerobic berarti tanpa oksigen. persiapan tersebut dapat berlangsung selama 2-3 bulan. (2) Metode Latihan Beban (Weight Training). Apabila kita berlari 20 km. 1986:159). 1994:3). yang tidak diperoleh secara cepat dari sumber aerobic. maka kemampuan sel untuk menggunakan oksigen juga lebih tinggi. kebiasaan kegiatan dan latar belakang latihan olahragawan dapat mempengaruhi nilai VO2 maks. 1993:256) mengatakan bahwa keadaan latihan. Persediaan lemak dalam otot hanya dapat ditingkatkan dengan latihan erobik yaitu denagn beban ringan untuk jangka waktu yang lama. Menurut Soekarman (1986:82) “komponen-komponen ini berhubungan dengan struktur dan faal dalam tubuh. PENJELASAN TENTANG LATIHAN UNTUK MENINGKATKAN V02 . Lebih lanjut Mc Ardle (2001:477) mengatakan bahwa VO 2maks dapat meningkat kira-kira 15-25 % lebih pada latihan intensif selama 3 bulan pertama dan mungkin akan meningkat mencapai 50 % lebih dalam waktu 2 tahun. akan tetapi dalam olahraga sepakbola juga harus didukung oleh latihan yang bersifat erobik. Hal tersebut menyebabkan pengangkutan oksigen yang diambil di dalam paru-paru dan dikirim ke seluruh serta pembuangan sisa metabolisme menjadi lebih efisien. Tujuan latihan peningkatan kondisi fisik adalah meningkatkan kekuatan. Olahraga sepakbola adalah olahraga yang bersifat anerobik. (3) Latihan Interval (Interval Training) . Keadaan seperti ini ada proses lain yang disebut metabolisme anaerobic . tetapi harus membakar lemak. tetapi ada juga yang mengatakan bahwa untuk meningkatkan VO2 maks harus dikerjakan latihan anerobik. oleh karena itu latihan-latihan yang dikerjakan terutama untuk . Setelah memahami metode latihan fisik maka seorang pelatih dalam membuat program latihan fisik dan memberikan latihan fisik pada atletnya harus mengacu pada beberapa metode latihan fisik seperti yang telah dijelaskan diatas 1. agar VO 2 maks atau kondisi fisik tetap terjaga dengan baik.

(3) waktu yang digunakan produktif (efektif dan efisien).1984:4) mengatakan bahwa hasil fisiologis yang utama dari program latihan daya tahan adalah peningkatan dalam latihan atau VO2 maks. sedangkan antara 8-10 minggu untuk tujuan anerobik.otot serta ketahanan jantung dan paru. (c) prinsip latihan beraturan. (2) harus dapat memperlancar peredaran darah ke jantung secara efektif. (b) prinsip tahanan tambahan. 2005:49) adaptasi dari latihan berperan dalam perubahan yang nyata pada kapasitas oksigen maksimal. perubahan pada jaringan ikat. 2005:35) pengaruh latihan dapat meningkatkan VO 2 maks dan dapat dicapai dengan cara meningkatkan efisiensi kerja semua sarana penyedia serta penyalur oksigen. Intensitas Latihan Fisik atau Olahraga Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi seorang olahragawan dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. Prinsip Dasar Latihan Menurut Pussegjasrek (1994:56) prinsip-prinsip dasar latihan antara lain. seperti perubahan pada komposisi tubuh. Harsono (dalam Harsuki dan Elias 2003:308) mengatakan. Program latihan peningkatan kondisi fisik atau VO2 maks memerlukan persiapan fisik dan perancangan program yang baik sesuai dengan prinsip-prinsip program latihan kesegaran jasmani. 1. Dalam menyusun suatu program latihan penigkatan kondisi fisik hendaknya memperhatikan beberapa prinsip latihan fisik antara lain: 1. “(a)prinsip beban berlebih. (d) prinsip spesifik. perubahan pada otot dan serabut-serabut otot. perubahan pada tekanan darah. bertujuan meningkatkan kemampuan kerja organ-organ tubuh . akibat dari perencanaan yang matang itu ialah bahwa degree of training (derajat latihan) dan kualitas latihan akan naik sehingga akan dapat meningkatkan kapasitas kerja serta penampilan. Lama Latihan Wilmore dan Costill (dalam Sajoto. Menurut Ramana (dalam Wahyu. sesuai dengan kebutuhan gerak atau penampilan dalam olahraga itu. 1. 1. (2) Persiapa fisik khusus. bertujuan meningkatkan kemampuan fisik pada taraf lebih tinggi atau baik menjelang pertandingan. Latihan daya tahan juga dapat merubah faktor-faktor penting lainnya. Menurut Djidie (1997:77) program dan aplikasi pelatihan fisik harus dirancang pengembanganya melalui tahapan sebagai berikut: (1) Persiapan fisik umum. perubahan pada penyesuain terhadap panas. Menurut Cooper (dalam Wahyu. (e) prinsip individu”. Pada fase ini pelatihan bertujuan memahirkan gerakan-gerakan utuh. jadi program latihan peningkatan VO 2 maks harus berlangsung cukup lama dan sesuai dengan perencanaa dan metode yang benar. Sedangkan menurut Pussegjasrek (1994:59) untuk mencapai tingkat kesegaran jasmani yang baik. sehingga memudahkan upaya-upaya peningkatan komponen pelatihan pada tahap berikutnya. maka latihan hendaknya dilakukan minimal 3 kali dalam seminggu agar . 1988:210) menyatakan bahwa lama latihan yaitu antara 12-16 minggu untuk tujuan endurance. Sedangkan Thompson dan Mc Ghee (dalam Strauss. Pengaruh yang lebih luas lagi menurut Arnheim (1995:64) bahwa latihan daya tahan bukan hanya penting untuk memperbaiki VO 2 maks dan menurunkan tekanan darah tapi hal tersebut juga merupakn faktor kunci dalam pencegahan cedera. Macam atau Jenis Latihan Fisik Bentuk latihan fisik yang baik menurut Pussegjasrek (1994:57) antara lain. Frekuensi Latihan Menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:70) frekuensi latihan diartikan sebagai jumlah latihan yang dilakukan setiap minggunya. 1. (1) gerakan-gerakanya melibatkan otot-otot besar tubuh. maka dengan sendirinya yang terlihat adalah perubahanperubahan dalam kedua alat tersebut”. (3) Peningkatan kemampuan gerak motorik khusus. khususnya menghadapi pertandingan.

1. (3) waktu yang digunakan produktif (efektif dan efisien). (3) latihan umum (general exercise ). yaitu 80% dari DNM dan umur atlet 20 tahun. agar menghasilkan latihan dan tingkat kesegaran jasmain yang lebih baik”. 2) berdasarkan jumlah denyut nadi dalam mereaksi beban latihan. Dan intensitas latihan dapat diklasifikasikan tinggi rendahnya berdasarkan beberapa indikator. terdiri dari latihan yang mengandung gerak-gerak bagian dari seluruh rangkaian gerak. Cara menghitung intensitas dengan maximum repeatation (MR). intensitas. (1) gerakan-gerakanya melibatkan otot-otot besar tubuh.mendapatkan efek latihan yang diharapkan. (3) sub maksimal 80% – 99% dari prestasi terbaik. . ini berarti intensitas maksimal untuk individu tersebut 30 kali/100%. Untuk mencapai tingkat kesegaran jasmani yang baik. (5) low (rendah) 59% ke bawah dari prestasi terbaik. Beban luar adalah volume. Lama Latihan Wilmore dan Costill (dalam Sajoto. sedangkan antara 8-10 minggu untuk tujuan anerobik. Bila menginginkan intensitas sub-maksimal dalam latihan. 1. 1. Apabila latihannya kurang dari 2 kali seminggu maka akan kurang mendapatkan efek latihan yang diharapkan. 1993:22): (1) super maksimal 101% – ke atas dari prestasi terbaik. Beban latihan dibedakan menjadi dua yaitu beban latihan luar dan dalam. 1. Sedangkan menurut Pussegjasrek (1994:59) bahwa latihan fisik pada intensitas yang lebih besar maka waktu yang dibutuhkannya lebih pendek. Apabila latihannya kurang dari 2 kali seminggu maka akan kurang mendapatkan efek latihan yang diharapkan. bentuk yang pertama hamper sama urutan geraknya dengan latihan kompetisi tetapi karakteristik pembebanannya berbeda dan latihannya mencakup elemen-elemen atau kombinasi elemen dari latihan kompetisi. Suharno (dalam Budiwanto. frekuensi. 2005:13) menjelaskan bahwa: Beban latihan (loading ) adalah bentuk latihan jasmani yang menimbulkan rangsangan fisik dan mental atlet untuk dilawan selama aktivitas berlatih dalam mencapai prestasi olahraga. dan bentuk latihan khusus yang kedua. dan jika intensitas latihan fisik lebih kecil maka waktu latihan yang dibutuhkan lebih lama. Frekuensi Latihan Menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:70) frekuensi latihan diartikan sebagai jumlah latihan yang dilakukan setiap minggunya. Sedangkan untuk menghitung denyut nadi yaitu pertama dihitung denyut nadi maksimal (DNM) dengan rumus: 220 – umur. MR push-upindividu dapat dihitung misalnya: mampu 30 kali. (2) maksimal 100% dari prestasi terbaik. Intensitas Latihan Fisik atau Olahraga Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi seorang olahragawan dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. 1988:210) menyatakan bahwa lama latihan yaitu antara 12-16 minggu untuk tujuan endurance. Sedangkan menurut Harre (dalam Mutohir. maka latihan hendaknya dilakukan minimal 3 kali dalam seminggu agar mendapatkan efek latihan yang diharapkan. Menurut Suharto (1997:98) menyatakan bahwa intensitas latihan merupakan komponen kualitatif yang mengacu pada jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu unit waktu tertentu. 2. latihan umum diambil dari latihan olahraga tertentu atau senam yang tidak berisi elemen-elemen gerka kompetisi dan dilakukan tanpa menggunakan peralaten senam. antara lain: 1) berdasarkan persentase kecepatan dan kekuatan yang digunakan dalam latihan. durasi dan irama. maka 80% x (220 – 20) = 160 kali/menit (intensitas sub maksimal). berarti dalam satu giliran latihan pushup ditemukan 80% x 30 kali (MR) = 24 kali. Kemudian tentukan takaran intensitas latihannya. (2) harus dapat memperlancar peredaran darah ke jantung secara efektif. (2) latihan khusus (special exercise ): latihan khusus ini terdiri dari dua bentuk. J. 1999:67) bahwa latihan pada umumnya dikategorikan dalam tiga bentuk: (1) Latihan kompetisi (competitive exercise): latihan kompetisi merupakan bentuk latihan yang urutan gerak dan tipe karakteristik geraknya menyerupai tuntutan suatu kompetisi khusus suatu event cabang olahraga yang merupakan spesialisasi atlet yang bersangkutan. 3. Beban dalam adalah suatu beban latihan yang mempengaruhi fisiologi dan psikologi atlet. (4) medium 60% – 70% dari prestasi terbaik. 1. LATIHAN FISIK UNTUK MENINGKATKAN VO2 Bentuk latihan fisik yang baik menurut Pussegjasrek (1994:57) antara lain. Skala intensitas untuk latihan kecepatan dan kekuatan sebagai berikut (Suharno.

untuk memperluas pengetahuan. Dengan adanya kegiatan yang dilakukan di luar sekolah maka siswa dapat menyalurkan. Menurut Ahmadi (1984:105) kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan-kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub-klub. (3) Pencapaian prestasi yang optimal. K. L.blogspot. potensi. dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah. bersikap sportif. Ekstrakurikuler adalah suatu program yang dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan. Karakteristik Esktrakulikuler Pengertian Kegiatan Ekstrakurikuler Keterbatasan waktu berolahraga yang dilakukan secara formal sangat menghambat tercapainya pembinaan secara maksimal untuk perkembangan dan pertumbuhan siswa. berjuang untuk mencapai prestasi secara jujur dan lain-lain. secara otomatis siswa telah membentuk wadah-wadah kecil yang di dalamnya akan terjalin komunikasi antar anggota dan sekaligus dapat belajar vdalam mengorganisir setiap aktivitas kegiatan ekstrakurikuler. menyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya.1.com).multiply. untuk menyalurkan bakat . dapat diberikan pada jam-jam di luar sekolah (Sarifudin. Dwiyogo (2007:55) menyatakan kegiatan pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. ekspresi dan lain-lain. baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah (http://ekskulabsky.com) Selain itu tujuan lain dari kegiatan ekstrakurikuler adalah: Menumbuh kembangkan pribadi peserta didik yang sehat jasmani dan rohani. budaya dan alam sekitarnya. minat. 1982:33). misalnya: olahraga. di mana hal-hal yang tidak dapat diselesaikan dalam program yang telah ditentukan dalam jam-jam pelajaran sekolah. Beberapa cabang ekstrakurikuler baik secara perorangan maupun kelompok diharapkan dapat meraih prestasi yang optimal. di mana hal-hal yang tidak dapat diselesaikan dalam program yang telah ditentukan dalam jam-jam pelajaran sekolah. Kegiatan ekstrakurikuler diharapkan dapat membina dan mengembangkan minat yang ada pada siswa serta memupuk bakat yang dimiliki siswa. Sahertian (1987:83) menyatakan kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran biasa (termasuk pada waktu libur) yang dilakukan di sekolah ataupun di luar sekolah dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai mata pelajaran. bakat. Dengan aktifnya siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler. Siswa dapat belajar untuk menghormati keberhasilan orang lain. setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. bakat. Selain itu ekstrakurikuler mempunyai tiga tujuan dasar sebagai berikut: (1) Membina minat dan bakat siswa. serta menanamkan sikap sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab melalui berbagai kegiatan positif di bawah tanggung jawab sekolah (http://nisanurdini. Tujuan Kegiatan Ekstrakurikuler Menurut Sarifudin (1982:33) bahwa “program ekstrakurikuler dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan. Dari paparan di atas maka dapat disimpulkan bahwa tujuan kegiatan ekstrakurikuler adalah untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan. (2) Sebagai wadah di sekolah. Pengaruh latihan kebugaran jasmani terhadap sepak bola 2. memaksimalkan dan mengembangkan kemampuan beserta bakatnya yang terpendam di dalam dirinya masing-masing. kesenian. Melalui ekstrakurikuler siswa dapat benarbenar menjadi manusia yang intensif. dapat diberikan pada jam-jam di luar sekolah”. memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan sosial. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu sering sekali atau pun wajib diadakan kegiatan di luar jam sekolah untuk memaksimalkan kegiatan bagi siswa yang mengikutinya walaupun kegiatan tersebut tidak formal. Dari pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran (tatap muka) dengan maksud untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan.

pramuka.dan minat dan untuk melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya. Kendati demikian sepakbola mempunyai banyak aspek atau bagian yang masing-masing perlu diperhatikan. (c) Mempunyai subyek yang sama atau sasaran yang sama. mulai dari pelosok-pelosok desa sampai kota-kota besar. taktik. Sepakbola merupakan permainan beregu yang dimainkan tiap regu terdiri dari 11 pemain termasuk penjaga gawang. dan beberapa macam kegiatan yang dapat berpengaruh terhadap kesempurnaan proses dan keberhasilan proses belajar mengajar. Permainan ini hampir seluruhnya menggunakan kemahiran kaki. kekuatan. dan rekreasi. (d) Ekstrakurikuler pelaksanaannya berbeda dalam cara dan sifat pelaksanaan dari kurikuler. dengan waktu 2×45 menit. (b) Diberikan di luar jam pelajaran dan diawasi oleh guru yang bertanggung jawab tentang bidang pelajaran tersebut. (3) diberikan untuk upaya pembinaan manusia seutuhnya. Dari ciri-ciri yang dikemukakan oleh Sarifudin di atas maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler mempunyai ciri-ciri sebagi berikut: (1) diselenggarakan di luar pembelajaran formal. Sedangkan menurut Batty (2004:8) sepakbola adalah permainan beregu yang dimainkan oleh individu-individu untuk menyebar luaskan gagasan dari pelatih agar sepakbola menjadi permainan yang lebih baik dan menyerang dalam kerangka suatu kerjasama beregu. Menurut Hariyoko dan Mahmud (1991:3) teknik-teknik dasar dalam permainan sepakbola adalah: (1) teknik menendang bola. 1. Tujuan dari sepakbola ini adalah memasukkan bola ke gawang lawan dan berusaha mempertahankan gawangnya agar tidak kemasukan. Ciri-ciri Kegiatan Ekstrakurikuler Sarifudin (1982:45) menyebutkan ciri-ciri kegiatan ekstrakurikuler sebagai berikut: (a) Merupakan bentuk kegiatan yang berkaitan atau berhubungan langsung dengan kurikulum sekolah. (2) teknik menerima bola. darmawisata. fisik. (6) teknik melempar bola. kelincahan. Faktor-faktor itu antara lain: daya tahan. Untuk itu sebagai seorang pemain sepakbola hendaklah memiliki keempat hal yang tersebut diatas terutama teknik dan fisik yang merupakan teknik dasar dalam bermain sepakbola. teman. M. Selain menguasai teknik-teknik dasar bermain sepakbola yang tersebut diatas masih ada faktor-faktor lain yang dapat menunjang seorang pemain sepakbola untuk berprestasi. artinya mempunyai pengaruh terhadap pencapaian tujuan kurikulum. dan masyarakat. Sepakbola adalah permainan beregu yang dimainkan masing-masing regu sebelas pemain termasuk seorang penjaga gawang. Tujuan kegiatan ekstrakurikuler tidak akan berhasil tanpa adanya partisipasi dari pihak lain seperti: prasarana. (2) diberikan untuk mengembangkan bakat dan minat siswa. semuanya melakukan permainan sepakbola. guru. dan kelentukan. keseimbangan. mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. kapanpun. (4) teknik menyundul bola. kecuali seorang penjaga gawang yang bebas menggunakan anggota badan apapun (Abdoellah. Melalui ekstrakurikuler dibina satu kesatuan individu yang utuh fisik dan psikis. (7) teknik gerak tipu dengan bola. Pada mulanya sepakbola merupakan olahraga untuk sekedar hobi tapi lambat laun sepakbola menjelma sebagai olahraga yang bisa mendatangkan uang atau dengan kata lain sepakbola merupakan suatu pekerjaan. (e) Ekstrakurikuler dapat berupa olahraga. Permainan ini dimainkan di lapangan berumput dengan ukuran panjangnya 100-110 meter dan lebarnya 64-75 meter yang mana lamanya permainan sepakbola ini adalah 2×45 menit dengan dipimpin oleh 1 orang wasit dan 2 orang asisten wasit. KARAKTERISTIK SEPAK BOLA Sepakbola dan Karakteristiknya Di manapun. Menurut Luxbacher (1998:2) menyatakan bahwa sepakbola adalah suatu pertandingan yang dimainkan 2 tim yang masing-masing beranggotakan 11 orang pemain. dan strategi. dan (8) teknik penjaga bola. (5) teknik merampas bola. kesenian. Dan semua . kecepatan. seperti: teknik. dan apapun bentuk sepakbola? Olahraga ini adalah salah satu olahraga yang paling digemari diseluruh dunia. (3) teknik menggiring bola. orang tua. 1981:409). yaitu anak didik.

BAB III METODE PENGEMBANGAN Dalam metode pengembangan akan diuraikan tentang model pengembangan. Dan olahraga yang membutuhkan kecepatan membutuhkan sistem energi anaerobik. berputar. berputar ke mana saja untuk menghindari lawan.ini dapat diperoleh dengan latihan konsdisi fisik dengan terus menerus tanpa merasa bosan. Bila dilihat dari urain di atas.jenis data. 4). Untuk itu dalam melatih kondisi fisik pelatih juga harus memperhatikan kedua sistem energi tersebut dalam menyusun program latihan. Adapun langkah – langkah yang akan dicapai oleh peneliti adalah sebagai berikut: 1. 2). Tidak kita pungkiri bahwa seorang pemain sepakbola yang memiliki skill individu yang baik tidak akan berarti apa-apa bila tidak ditunjang dengan kondisi fisik yang prima.dan uji coba skala kecil. Mengembangkan Produk Awal ( berupa penerapan formasi pertahanan) . berlari. Permainan sepakbola merupakan olahraga yang membutuhkan waktu yang lama. penyusunan buku pegangan. berbelok ke kanan. 3). Mengembangkan bentuk produk awal (penyiapan materi pengajaran. Dari berbagai macam – macam langkah pengembangan yang dikemukakan oleh borg dan Gall yang sebagian di modifikasi oleh peneliti. subjek uji coba. anda membungkuk.Model Pengembangan Dalam penerapan Program latihan kebugaran jasmani ini peneliti menggunakan pengembangan milik Borg dan Gall (1983:775) yang terdiri dari: 1). Ditambahkan pula oleh Devaney (1988:71) di dalam permainan sepakbola anda harus menggiring bola. pengamatan kelas. maka taktik dan strategi yang diintruksikan oleh pelatih akan mudah dijalankan. prosedur pengembangan. Dengan demikian peran latihan fisik didalam permainan sepakbola sangat menunjang bagi pemain untuk berprestasi baik di level lokal maupun internasional. dan tehnik analisis data. Akan tetapi dalam permainan sepakbola sewaktu-waktu juga membutuhkan kecepatan. berhenti. berbalik badan dan menangkap atau menghalau bola untuk penjaga gawang. sehingga seorang pemain akan memiliki daya tahan dan kecepatan secara seimbang. Dan stamina merupakan unsur utama dalam permainan sepakbola pemain harus mempersiapkan diri untuk mengalami kelelahan fisik. A.intrumen penelitian. berbelok ke kiri. untuk itu dalam permainan sepakbola menggunakan sistem energi aerobik.dan perlengkapan evaluasi). 5 ). dengan pertimbangan kebutuhan untuk menghasilkan produk pembuatan program Latihan Kebugaran jasmani di ekstrakulikuler sepak bola di MAN tlogo blitar Kabupaten Blitar. olahraga sepakbola memerlukan dua sistem energi yaitu aerobik dan anaerobik. Menurut Devaney (1988:70) satu unsur dalam sepakbola yang tidak pernah berubah dari masa ke masa adalah stamina. Menggunakan uji lapangan permulaan menggunakan 16 – 12 subjek).Melakukan penelitian dan pengumpulan informasi (kajian pustaka. seperti: lari sprint . 2. dan semua itu harus membutuhkan stamina dan kondisi fisik yang prima. perumusan tujuan.penentuan urutan pengajaran.Melakukan penelitian dan pengumpulan data informasi termasuk kajian pustaka dan analisis kebutuhan. Karena seorang pemain sepakbola yang telah memiliki teknik individu yang baik dan ditunjang oleh stamina yang prima. persiapan laporan tentang pokok persoalan. uji coba produk. Melakukan perencanaan (pendefinisian keterampilan. Melakukan revisi terhadap produk utama ( sesuai dengan saran – saran dari hasil uji lapangan permulaan) (6) Melakukan uji lapangan utama. (7) Melakukan revisi produk ( berdasarkan saran – saran dan uji coba lapangan utama) (8) Uji lapangan meliputi (9) Revisi Produk Akhir.

4. peneliti membuat produk kemudian di uji cobakan kepada kelompok kecil tetapi sebelumnya dikonsultasikan dan di uji oleh para Ahli. kusioner. 1 kepelatihan di bidang sepak bola. Prosedur Pengembangan Pada pengembangan program latihan kebugaran jasmani. serta uji coba kelompok kecil.Pembuatan Produk Awal Setelah melakukan analisis kebutuhan.Analisis kebutuhan Analisis kebutuhan merupakan langkah – langkah yang digunakan untuk mengkaji keadaan lapangan dengan tujuan apakah produk yang dikembangkan diterima atau tidak oleh subjek. uji lapangan dengan menggunakan tehnik koesioner kemudian di analisis 6. hasil produk penerapan formasi pertahanan yang dihasilkan melalui revisi uji coba lapangan.ahli tehnik dalam program latihan sepak bola. maka dilakukan revisi dari masukan beberapa ahli yaitu ahli kepelatihan sepak Bola. 2. 5.Uji Coba Lapangan ( kelompok Besar ) Pada tahap ini dilakukan uji coba lapangan ( kelompok Besar ) terhadap produk yang dikembangkan dengan menggunakan subjek uji coba 22 siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Kabupaten blitar. Evaluasi dari para ahli dengan kualifikasi yaitu. revisi produk dari peninjauan para ahli.Revisi Produk Akhir . lalu dikumpulkan dan analisis.uji coba produk Uji coba produk ini dimaksudkan untuk memperoleh masukan. Analisis kebutuhan tersebut dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara guru pendidikan jasmani di MAN Tlogo Blitar kabupaten Blitar mengenai produk yang dikembangkan peneliti. Dalam pembuatan Produk yang dikembangkan ini.Revisi produk pertama Setelah uji coba produk. 6. dilakukan melalui beberapa tahap. 3. 5. B. langkah selanjutnya adalah membuat Produk Awal berupa pembuatan program Latihan kebugaran jasmani dalam permainan Sepak Bola.3. Dalam hal ini berperan sebagai konsultan dan memberikan masukan dalam penyempurnaan Produk untuk di ujicobakan di lapangan. Tahap dari prosedur ini antara lain sebagai berikut: 1. 4. revisi Produk akhir yang dihasilkan oleh uji coba lapangan ( kelompok Besar. 7. dan Ahli Program latihan kebugaran Jasmani sepak Bola sebagai perbaikan dari produk yang telah di ujicobakan. saran dan penilaian terhadap produk yang dikembangkan. serta menggunakan tehnik wawancara. Revisi produk Pertama. Revisi ini digunakan untuk perbaikan terhadap produk awal yang dibuat peneliti.

a. Dari kegiatan uji coba kelompok lapangan dimasudkan untuk mengetahui keefektifan perubahan yang dilakukan sebelumnya.Desain uji coba Desain uji coba dilaksanakan melalui dua tahap yaitu: (1) evaluasi tahap pertama dan evaluasi tahp kedua. (2) meminta kepada siswa untuk memberikan tanggapan dan pendapat tentang penerapan Program latihan Kebugaran Jasmani dalam permainan sepak bola dengan menggunakan koesioner. 7. C.Uji Coba Produk Uji coba Produk ini dilakukan untuk mengumpulkan data yang digunakan sebagai dasar dalam menetapkan kelayakan dari produk yang dikembangkan. dan dapat dimungkinkan untuk digunakan dalam lingkup yang sebenar – benarnya. Blitar. Subyek Uji Coba . sebagai perwakilan kelompok besar selama 8 kali pertemuan.Tinjauan Ahli Untuk memperoleh masukan tentang rancangan penerapan Informasi program latihan kebugaran Jasmani sepak bola .Revisi produk Pertama Hasil dari data ahli tersebut dianalisis.Revisi produk dari hasil uji coba lapangan yang telah diujicobakan pada peserta ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Kab. 2. metode pengambilan subjek yaitu menggunakan prosedur yang dilakukan dalam bentuk uji coba ini adalah (1) menerapkan penerapan Program latihan kebugaran jasmani dalam permainan sepak bola kepada siswa. selanjutnya dijadikan acuan untuk merevisi produk penerapan Program latihan kebugaran Jasmani dalam permainan sepak bola sebelum diujicobakan untuk kelompok kecil.Uji coba kelompok kecil Uji coba kelompok kecil dilaksanakan di MAN Tlogo Kabupaten Blitar untuk siswa yang mengikuti ekstrakulikuler sepak bola dengan subjek 12 pemain. Hasil data yang diperoleh dari uji lapangan atau kelompok besar ini digunakan untuk menyempurnakan keseluruhan pengembangan program latihan kebugaran jasmani dalam kegiatan esktrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar. 2. b.Evaluasi tahap kedua Uji lapangan atau kelompok besar dilaksanakan di MAN Tlogo Blitar. maka produk ini dikembangkan ini terlebih dahulu diuji oleh para ahli.Hasil Akhir Hasil Akhir Berupa Produk yang telah dihasilkan dari uji lapangan ( kelompok Besar ) sebagai bentuk penerapan program latihan kebugaran jasmani sepak bola. Tujuan kelompok kecil ini digunakan untuk meminimalkan kesalahan yang ditemui dan mengetahui tanggapan dari produk awal yang dikembangkan. Evaluasi tahap pertama. Evaluasi tahap ini terdiri dari : 1. 3. Dalam bagian ini yang harus diperhatikan yaitu: (1) rancangan uji coba (2) Subjek uji coba (3) intrumen pengumpulan data dan (4) tehnik analisi data 1.

4. Jenis Data Dari data yang diperoleh dari hasil evaluasi ahli. Kriteria pemilihan siswa sebagai sebyek pengembangan 12 orang siswa esktrakulikuler sepak bola MAN Tlogo Blitar. 5. 3. dan sebagai pelatih sepak bola. subjek uji coba yang digunakan meliputi: untuk kelompok uji coba siswa terdapat dua kelompok uji coba yaitu: 12 pemain untuk uji coba kelompok kecil dan 22 pemain MAN Tlogo Blitar untuk uji coba kelompok besar.Rumus untuk mengolah data per sebjek uji coba P= X X 100% X1 Keterangan : P = persentase hasil evaluasi uji coba X= Jumlah jawaban skor oleh subyek uji coba X1 = jumlah jawaban maksimal dalam aspek penilaian oleh subyek uji coba 100 %= Konstanta b.Dalam pengembangan produk. Prosedur yang dilakukan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan yang diperlukan. intrumen yang dibuat untuk pengumpulan data adalah angket yang dibuat sendiri dengan mengacu pada analisis kebutuhan. pengembangan ini data yang digunakan adalah kuantitatif dan Kualitatif.Rumus untuk mengolah data secara keseluruhan uji coba P = ∑ X x 100 % ∑ Xi Keterangan P ∑X ∑Xi : Persentase hasil keseluruhan subyek uji coba : Jumlah keseluruhan jawaban subyek uji coba dalam keseluruhan aspek penilaian : jumlah keseluruhan maksimal subyek uji coba 100% : Kostanta . Rumus yang digunakan untuk menganalisis dan menggunakan rumus dari Sudjana (1990:40 ) a.Tehnik analisis data Pengembangan ini tehnik analisis data yang digunakan adalah tehnik analisis diskriptif dengan persentase. Tehnik ini digunakan untuk analisis data kuantitatif yang diperoleh dari hasil penyebaran angket. Intrumen yang dibuat untuk pengumpulan data adalah tehnik kuesioner untuk para ahli dan siswa. Kriteria bagi ahli sepak bola dan ahli dalam program latihan kebugaran jasmani mempunyai sertifikasi kepelatihan sepak bola.Intrumen Pengumpulan Data Pada intrumen ini digunakan adalah pengembangan sendiri dengan mengacu pada metode atau prosedur yang sudah ditentukan. Dengan demikian.

1-90 % 90.1.70% 70. 5. Tujuan kesegaran jasmani……………………………………………. BAB II KAJIAN PUSTAKA 1. 8. 4. 1. Rumusan Masalah………………………………………………………. 4.40 % 40. 6. 3. Pentingnya Pengembangan …………………………………………. 7. ……… 3. 2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesegaran Jasmani…… 5. Tujuan Penelitian ……………………………………………………… 4. 5.. Spesifikasi Produk yang diharapkan……………………………. Asumsi keterbatasan pengembangan ……………………………………. Definisi Operasional……………………………………………………………. Komponen-komponen Kesegaran Jasmanai……………………………. Persentase 0-20 % 20. Program latihan …………………………………………………………. Prinsip Latihan…………………………………………………………… . Sistematika penulisan 9. 1-100 % Klasifikasi Tidak baik Kurang baik Cukup baik Baik Sangat baik Makna Dibuang Diperbaiki Digunakan Digunakan Digunakan PENGEMBANGAN PROGRAM LATIHAN KEBUGARAN JASMANI BERUPA LATIHAN FISIK UNTUK MENINGKATKAN V02 PADA PESERTA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER SEPAK BOLA DI MAN TlOGO BLITAR PROPOSAL SKRIPSI Pembimbing: Oleh: HUMAID ALI HASAN NIM 208711415983 UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN JURUSAN PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN DESEMBER DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang ………………………………………………………….Untuk menentukan penafsiran terhadap hasil analisis persentase tingkat kemenarikan produk pengembangan digunakan klasifikasi persentase guilford ( dalam Fagih. Definisi Istilah……………………………………………………………………. 6. Kesegaran Jasmani……………………………………………………… 2. 2. 1996: 58 ) maka ditetapkan kriteria sebagai berikut: No 1. 3.

8. 9.. intrumen penelitian……………………………………………………. model pengembangan…………………………………………………………. BAB III METODE PENELITIAN 1. prosedur pengembangan……………………………………………………… 3. Dengan kebijakan yang berkelanjutan khususnya dalam dunia pendidikan di indonesia. Sumber daya manusia yang berkualitas akan membawa pada kemajuan bangsa terutama dalam menjadikan masyarakat madani. Latar Belakang Pendidikan di Indonesia merupakan perwujudan manusia yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa berdasarkan (UUD 1945). Penjelasan Tentang program latihan untuk meningkatkan VO2 10. Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kehidupan bangsa dan kemajuan suatu negara. Untuk itu pemerintah harus lebih berkosentrasi terhadap pendidikan di indonesia dan juga harus membuat suatu kebijakan yang mengarahkan pada perkembangan pendidikan di indonesia. bukan mustahil pendidikan di indonesia akan menciptakan SDM yang berwawasan luas dan berkualitas. tehnik analisis data…………………………………………………… BAB I PENDAHULUAN 1.terarah dan terencana. jenis data…………………………………………………………………… 6. Beban Latihan ……………………………………………………………. uji coba produk. 5. Dengan adanya pendidikan bangsa indonesia akan mengalami kemajuan dan meninggalkan suatu bentuk keterpurukan. Peran Kesegaran Jasmani dalam Permainan sepak bola…… 12. Badan Standart Nasional Pendidikan (2006:729) menyatakan bahwa: . Pendidikan jasmani hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu baik secara jasmani dan rohani. Karakteristik Sepak Bola……………………………. Latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan VO2 11.7. Pendidikan jasmani memiliki peran yang sangat penting dalam mengintensifikasi penyelenggaraan pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup. 4. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina. subjek uji coba……………………………………………………………………. A. Sehingga dengan adanya pendidikan yang bermutu maka semua hal yang berhubungan dengan masalah pendidikan akan cepat terselesaikan. dan berolahraga yang dilakukan secara sistematis . seperti sekarang ini. 7. 13.. Kegiatan Ekstrakurikuler…………………………………………………….…………………………………………………………………. Metode Latihan Fisik …………………………………………………. Pendidikan jasmani memberikan kesempatan pada siswa untuk terlibat langsung dalam aneka pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani. bermain. Sehingga pendidikan jasmani merupakan salah satu pendidikan yang sangat penting dan utama untuk kemajuan suatu bangsa. 2. Salah satu Pendidikan yang mengarahkan pada perkembangan perkembangan keseluruhan aspek manusia adalah pendidikan jasmani. Pendidikan merupakan cara yang srategis untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. sekaligus membentuk gaya hidup sehat dan aktif sepanjang hayat.

2. dan menghargai etika serta mengembangkan kesehatan mental – emosional ( adisasmita. olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. sekolah. meyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan menusia seutuhnya ( sahertian. kesenian. Untuk pendidikan jasmani yang diberikan di sekolah . aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani. Tenis Meja. Untuk mencapai tujuan tersebut harus ada lingkungan yang lebih banyak dari pihak lain seperti keluarga. 1989:2 ) selain itu adisasmita juga berpendapat bahwa kegiatan jasmani tertentu yang dipilih dapat membentuk sikap / membentuk karakter yang berguna bagi pelakunya. Menurut ahmadi ( 1984:105) kegiatan ekstrakulikuler adalah kegiatan – kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub – klub. bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani. 4. diantaranya Badminton. Jadi sekolah merupakan tempat dimana siswa dapat mengembangkan bakat dan minatnya kegiatan ektrakulikuler.tindakan moral.Pendidikan jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan. penalaran. tentu pihak sekolah mempunyai peran dan tanggung jawab yang tinggi. misalnya: olahraga. bola voli. Man Tlogo blitar merupakan sekolah madrasah aliyah negeri di blitar yang menjadi salah satu sekolah favorit dengan keuggulan dalam ilmu agama dan umum. 5. Data peserta ekstrakulikuler olahraga di Man Tlogo Blitar sebagaimana ditunjukan sebagai berikut: No 1. Untuk mencapai tujuan pendidikan jasmani dan mengembangkan bakat dan minat siswa pihak sekolah menyelenggarakan kegiatan ekstrakulikuler.Terhitung beberapa Prestasi telah diraih khususnya di tahun 2008 – 2010. stabilitas emosional. Kegiatan ekstrakulikuler di Man Tlogo Blitar terdiri dari berbagai banyak cabang olahraga. Akan tetapi tidak hanya ekstrakulikuler yang bergerak dalam bidang akademik saja yang banyak diminati oleh siswa . Dalam hal ini guru pendidikan jasmani harus mempunyai inovasi – inovasi untuk melaksanakan pembelajaran pendidikan jasmani guna mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. tetapi dalam sisi prestasi cabor sepak bola masih mempunyai nama daripada ektrakulikuler yang lain. Kegiatan ektrakulikuler olahraga diadakan oleh pihak sekolah bertujuan selain untuk menunjang proses belajar – mengajar khususnya pendidikan jasmani untuk mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa. Dari tabel diatas diketahui bahwasanya dari ke lima kegiatan ekstrakulikuler yang termasuk dalam kegiatan olahraga. Pada tahun . Pada hakekatnya pendidikan jasmani tidak hanya untuk mengembangkan badan tetapi juga untuk mengajarkan perilaku sosial.keterampilan gerak. keterampilan sosial. dan futsal. sepak Bola. ekspresi dan lain. serta lingkungan. kebudayaan. 3. Dari kelima ektrakulikuler tersebut siswa bisa memiliki ekstrakulikuler yang diinginkan sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa. Cabang Olahraga Badminton Sepak Bola Bola Voly Futsal Tenis Meja Jumlah Peserta 25 22 27 23 24 ( Sumber : Koordinator ekstrakulikuler di Man Tlogo Blitar ). Kegiatan ekstrakulikuler bertujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai berbagai mata pelajaran. Dalam survei beberapa hari kemarin teryata Prestasi sepak bola Man Tlogo blitar cukup menjanjikan.1978:83 ).lain. cabang olahraga sepak Bola paling sedikit pesertanya dibanding dengan olahraga lain. keterampilan berfikir kritis. mereka juga sangat berantusias dalam mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang bergerak dalam bidang olahraga. Di MAN tlogo Blitar salah satu sekolah lanjutan akhir di blitar dengan jumlah siswa 850 siswa juga melaksanakan kegiatan ektrakulikuler.

14. Faktanya menunjukan dengan kebugaran jasmani yang tidak bagus. 3. labib M. 10. 6. kemarin saya mencatat banyak dari anggota Tim MANEGA banyak mengalami kekelahan dan keletihan sehingga para pelatih kebingungan dalam mengatasi anak buahnya. Seiring perjalananya waktu Tim Manega dalam berapa bulan terakhir khususnya dari segi Prestasi agak menurun dan banyak faktor yang mempengaruhinya. 2 kali kalah dan 1 kali seri . Oleh karena itu maka untuk mencapai kebugaran jasmani yang bagus harus ada solusi atau sejenis jalan keluar untuk mangatasi masalah ini. Fahrudin Usia 17 16 17 18 15 17 18 18 16 17 16 18 16 15 17 18 17 16 15 18 17 Shutlle 5 6 8 7 6 5 7 5 4 5 6 5 7 6 5 5 7 6 6 8 9 Level 5 3 7 1 4 3 2 9 3 8 5 4 3 6 7 4 5 2 1 4 2 Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwasanya para peserta anggota ekstrakulikuler Man Tlogo Blitar khususnya sepak bola dalam hal kebugaran jasmaninya masih dalam keadaan kurang baik. 9. teryata juga setuju dan pelatih . 8. Peserta yang mengikuti tes kebugaranjasmani pada waktu itu tercatat sebanyak 20 orang. 13.2008/2009 Tim Sepak bola Man Tlogo blitar telah mencatat prestasi menjadi juara tiga PORSENI tingkat MAN/ MA se – Kabupaten Blitar. 15. 7. 2. 12. dalam pertandingan Uji Coba selama3 kali berturut – turut hasilnya mengecewakan. Berdasarkan analisis kebutuhan yang saya lakukan dengan metode observasi maka dengan diadakanya tes kebugaran jasmani dengan lari multistage teryata dari 20 sampel dari para peserta ekstrakulikuler sepakbola masih dibawah standart minimal kebugaran jasmani. 11. 5. Di bawah ini hasil dari Tes Multistage pada ekstrakulikuler sepak bola di Man Tlogo Blitar sebagai berikut:\ Tabel Hasil Tes Lari Multitahap Siswa No 1. Pada hari yang lalu kami telah bertanya kepada pelatih apabila anak didiknya kita beri suatu bentuk program latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik. 4. fitrian Risfendi Imam Bahroini Kharis Khusen Andika Wardana Dadang Permana Susilo Dwi P Galang Panjalu Budi Zaky Fahrani Bambang Hendro Joko susilo Adi wendarta Levi setiambudi M. Dari itu pelatih dengan peneliti pada hari sabtu tanggal 23 september menyetujui kesepakatan untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani para pemain perlu adanya Tes dan pengukuran. Tes yang dipilih oleh seorang pelatih dan peneliti adalah Tes Multistage. 18 19 20 21 Nama Denta Permana Fuad Sholiki Faris Fahrul Rizal Agus Rohman Hendro WIJAYA Farid jalal Main M. 16 17. Kemudian tahun 2009/2010 Tim Sepak Bola Tim Man Tlogo Blitar telah meraih Prestasi Juara 1 POPDA Tingkat SMA/ MAN sederajat se.Kabupaten Blitar.

maka mereka akan cepat mengalami kelelahan yang mengakibatkan emosi yang tidak stabil. Sebaliknya jika Para pemain Tim Manega mempunyai daya tahan yang rendah. Pada orang normal (bukan atlet) nilai tingkat VO2 maks yang baik untuk wanita adalah diatas 40 ml/kg/menit dan untuk pria diatas 45 ml/kg/menit (Howley dan Frank. dengan latihan yang sistematik dan teratur maka kapasitas oksigen maksimal dapat meningkat sampai 20%. B. Prestasi tinggi Tim manega dalam tingkat kabupaten hanya dicapai dengan menjalani latihan yang sistematik dan teratur. rumusan masalah yang diangkat adalah belum adanya program latihan berkenaan kebugaran jasmani bagi Ektrakulikuler Di Man Tlogo Blitar. dan sistem sirkulasi (pembuluh darah) yang berfungsi tempat jalannya darah serta jaringan tubuh yang akan mempergunakan oksigen untuk proses oksidasi sehingga menghasilkan energi. Rumusan Masalah Berdasarkan Latar belakang diatas . oleh karena itu tinggi rendahnya daya tahan seorang para pemain Tim Manega tergantung dari tinggi rendahnya kapasitas oksigen maksimal atau VO2maks. sehingga tingkat daya tahannya juga baik yang pada akhirnya bagi TIM Manega memiliki tingkat kesehatan dan kesegaran jasmani yang tinggi pula . Untuk meningkatkan VO2 maks latihan fisik harus dilakukan. jenis kelamin.akan terbantu apabila dari kami bisa membuat pengembangan program latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik guna meningkatkan VO2 para atle sepak bola MAN TLOGO Blitar. Dari keterangan diatas maka untuk meningkatkan dan memperbaiki prestasi Tim Manega dalam ekstrakulikuler di Man Tlogo harus adanya Program latihan kebugaran jasmani berupa program latihan fisik khususnya dalam hal meningkatkan daya tahan jantung dan paru – paru (VO2) dengan cara latihan aerobik dan anaerobik. Tinggi rendahnya VO2 maks para pemain Tim Manega sangat berpengaruh pada kondisi fisik atau kesegaran jasmani anggota Tim. mudah terombang-ambing dalam situasi atau suasana. sehingga apabila tingkat kesegaran Jasmani para pemain Tim Manega bagus maka prestasi juga akan dapat meningkat dan lebih bagus lagi. Tinggi rendahnya VO2 maks seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor. dan umur. 2001:59) menyatakan Seseorang yang memiliki VO2 maks yang tinggi tidak saja mampu melakukan aktivitas daya tahan dengan baik tetapi lebih dari itu. Fox (dalam Umar. pengaruh keadaan. Bagi para pemain Tim Manega semakin baik kualitas faktor-faktor tersebut maka semakin baik dan tinggi pula tingkat VO2 maks seorang pemain. kurang kosentrasi dan tidak fokus dalam pertandingan sehingga para pemain tim manega dalam segi prestasi akan menurun. . Berdasarkan Latar belakang diatas maka peneliti sangat tertarik untuk membuat jenis Pengembangan Program Latihan Kebugaran Jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan V02 pada ektrakulikuler sepak bola di Man Tlogo Blitar. 1997:211). Untuk memenuhi tuntutan daya tahan tersebut seorang para anggota Tim Manega harus mempunyai energi dalam jumlah banyak. Sedangkan untuk meningkatkan VO2 maks yang dilakukan dengan Program latihan anerobik. 1. Organ-organ tersebut seperti. jantung yang berfungsi memompa darah. paru yang berfungsi untuk memasukkan oksigen dari luar kedalam tubuh. kualitas darah (hemogoblin) yang berfungsi untuk mengikat oksigen dan membawanya ke seluruh jaringan. mereka akan mampu melakukan recovery (pemulihan asal) kondisi fisiknya lebih cepat dibandingkan dengan orang yang memiliki VO2 maks yang rendah. peningkatan VO2maks sebaiknya dengan cara program latihan erobik karena dengan latihan erobik sudah ada pembebanan yang meningkatkan jantung maupun paru. komposisi badan. Tuntutan energi dalam jumlah banyak itu akan diproduksi melalui sistem erobik yang memerlukan oksigen. salah satu dari faktor tersebut adalah organ tubuh yang pada dasarnya organ-organ tubuh tersebut sangat menunjang terhadap tingkat VO2 maks. Menurut Wagner (2008) tinggi rendahnya VO2 maks seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu jenis latihan. Oleh karena itu untuk meningkatkan kebugaran fisik dan daya tahan V02 pada para peserta Ekstrakulikuler Sepak Bola Di Man Tlogo Blitar maka diterapkanya Program Latihan kebugaran Jasmani peserta Ekstrakulikiler di Man Tlogo blitar. secara langsung dapat diberikan beban maksimum pada sistem jantung dan paru. Menurut Del Asri (2004:4) besaran energi yang dapat tersedia per satu satuan waktu melalui proses erobik dapat ditentukan oleh volume oksigen yang dapat diangkut dengan maksimal oleh darah dari paru-paru seseorang. Sehingga kemampuan mereka untuk untuk melakukan aktivitas berikutnya bisa lebih cepat dan mampu bertahan dalam jumlah waktu yang lama. keturunan.

Produk ini disusun untuk peserta ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar. latihan tidak dibatasi tetapi atlit bebas melakukan latihan ini dengan berbagai variasi bentuk lari sesuai dengan medianya. 1. Coch ataupun atlitnya sendiri dapat menentukan bentuk larinya maupun lamanya latihan. Aktivitas kalestenik dengan berbagai variasi gerak sistematis dari kepala sampai kaki. 1) 2) 3) 1. Bentuk-bentuk Latihan Kondisi Fisik Ada berbagai bentuk latihan kondisi fisik antara lain : 1. Tahap Pendahuluan Tahap Pendahuluan Aktivitas yang digunakan berupa Gerak Stretching sistematis mulai dari kepala sampai kaki. C. D. Bentuk latihan in iberasal dari Swedia yang berarti “spee play” atau bermain-main dengan kecepatan. Sebaiknya untuk latihan fartlek ini dipilihnya latihan (medan) yang mempunyai pemandangan indah sedikit rintan gn dengan lintasan yang berbeda-beda : lumpur-keras-terjal-turunpasir-rumput-salju atau lainnya. Spesifikasi Produk Yang diharapkan Untuk memecahkan masalah diatas. maka tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah pembuatan program latihan kebugaran jasmani untuk sepak bola sehingga paserta ektrakulikuler dapat meningkatkan kebugaran jasmani dalam melakukan permainan sepak bola yang bagus dan juga demi untuk mencapai prestasi yang bagus. Tujuan Penelitian Mengacu permasalahan diatas. waktu. 1. Tahap Inti Pada tahap inti terdiri berbagai bentuk variasi latihan program jasmani yang akan diuraikan sebagai berikut: 1) 1.Produk yang dihasilkan adalah Program Latihan Kebugaran Jasmani. Fartlek Fartlek adalah bentuk latihan yang dilakukan dengan lari jarak jauh seperti halnya pada cross country. Kecepatan bentuk lari dapat diatur dengan berbagai variasi. misalnya (costa holmen) : .di dalam akan memmuat berbagai variasi latihan kebugaran jasmani. maka peneliti akan menerapkan Program latihan kebugaran jasmani dalam permainan Sepak Bola di MAN Tlogo Blitar. 1. Aktivitas pemanasa sebelum latihan inti. Pemandangan yang indah akan menyebabkan atlit lupa akan kelelahan sehingga dengan bebas melakukan latihannya.Untuk itulah peneliti akan membuat Program latihan kebugaran jasmani di Ektrakulikuler Sepak Bola di Man Tlogo Blitar . Adapun Spesifikasi Penerapan program Latihan untuk Peserta Ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo blitar adalah sebagai berikut: 1. E.

Demikianlah untuk seterusnya latihan dilakukan akan tetapi waktu istirahat makin lama makin di kurangi dari 120 detik menjadi 90 – 60 – 50 detikdan setrerusnya sampai tujuan akhir tercapai yaitu lari 4 x 400 m tanpa istirahat = 1600 m. Waktu untuk menempuh jarak (400 m): 90 detik. Jarak lari ditentukan: 1600 m (4 kali keliling lintasan lari. Streching individu dan berpasangan. Ulangan (repetition) : 4 kali. berarti 4 X 400m. kemudian untuk seterusnya 4 kali ulangan. balap sepeda. Tahap Penutup Pada tahap penutup diberikan evaluasi dari proses program latihan yang telah dilaksanakan dan melakukan pendinginan. 2. dan macam-macam permainan. Pembuatan intrumen evaluasi untuk siswa yang mengikuti ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar Kabupaten Blitar. misalnya: 1. Waktu istirahat (recovery interval): 120 detik. Woldemar Cersshler. Jaraknya yang ditambah. Internal Trainning Pada khir0akhir ini sistem latihan interfasi mulai digunakan untuk semua cabang olah raga : atletik. banyaknya ulangan (repetation) dan waktu latihan. Untuk lari pertama latihan boleh digunakan ulangan 2-3 kali terlebih dahulu. 3. Lari lambat-lambat diselingi 3-4 langkah mendadak cepat. 3) Interval trainning merupakan penyempurnaan dari fartlek dengan memebrikan koreksi secara teliti dalam : menentukan jarak. 2. 7. Ulangan yang diperbanyak. 6. 4. Jalan cepat (istirahat aktif). 1. istirahat. Bentuk latihan in pada mulanya ditemukan oleh seorang dokter yang juga coach atletik dari Jerman : dr. Pentingnya Pengembangan . 3. mendayung. Bentuk latihan in baik sekali dilakukan pada periode persiapan atau bahkan pada periode latihan 1.2) 1. c. 3. Interval trainning merupakan bentuk latihan yang diselingi dengan istirahat tertentu (intervasi). Contoh : 1. Untuk memper berat latihan disamping pengurangan waktu istirahat dapat pula dengan meningkatkan bentuk istirahat dari jalan. E. b. Waktu dipercepat. Latihan interval juga menggunakan prinsip penambahan beban latihan. 2. 3. Lari dengan tempo yang cepat (pace) selama 1 menit Tujuan latihan sama dengan cross country terutama untuk daya tahan atau stamina. d. jalan cepat atau lari-lari kecil. Kecpatan yang konstan dan cukup tinggi. Atlit diharuskan menempuh jarak 400 m dengan waktu 90 detik. 5. istirahat lagi dan seterusnya sampai selesai 4 x 400 m lari. 4. kemudian jalan selama 120 detik. Lembar intrumen evaluasi ini berisi tentang butir – butir pertayaan tentang Program latihan kebugaran jasmani. baru kemudian lari untuk putaran kedua. Naik bukit dengan kecepatan tinggi. Lari lambat-lambat diselingi lari yang makin lama makin cepat (win sprin). Cara meningkatkan beban dapat pula dengan memperberat salah satu dari faktor – faktor di atas dikombinasikan. Mulai dengan lari lambat 5-10 menit.

Pengembangan ini adalah untuk memperoleh pengalaman yang nyata juga mengaplikasikan teori dan praktek selama mengikuti kegiatan ekstrakulikuler dalam bentuk penelitian pengembangan bentuk – bentuk program latihan kebugaran jasamani di kegiatan Ekstrakulikuler MAN Negeri Tlogo Kab Blitar. 1. (Pussegjas. d. Bagi pelatih Dapat dijadikan acuan bagi pelatih dalam peningkakatan kebugaran jasmani para atlet. Pengertian Kebugaran Jasmani Kesegaran jasmani adalah kemampuan tubuh seseorang pemain sepak bola di Man Tlogo Blitar untuk melakukan kegiatan latihan sehari-hari maupun pertandingan tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan masih memiliki tenaga yang cukup untuk melakukan aktivitas yang lainnya. Definisi Istilah 2. Bagi atlet Untuk meningkatkan kebugaran jasmani para atlet 1. 1995:3). Selain itu sebagai calon guru pendidikan jasmani penelitian ini dapat dijadikan bekal dalam membina kegiatan ekstrakurikuler. b) Sarana dan prasarana yang digunakan dalam melakukan latihan kebugaran jasmani cukup memadai dan bervariasi. Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan Asumsi yang dijadikan landasan peneliti untuk penerapan Program Latihan kebugaran jasmani. Keterbatasan produk penerapan kebugaran jasmani di kegiatan esktrakulikuler Sepak Bola MAN Tlogo Blitar ini adalah sebagai berikut:   Penerapan Program latihan kebugaran jasmani hanya diperuntukan untuk siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler bola voli di MAN Negeri Tlogo Blitar. F. 1. Pengertian Program latihan Latihan adalah suatu proses yang sistrematis secara berulang-ulang. a) Dengan adanya penerapan Program latihan Kebugaran Jasamani. a. Beban latihan atau disebut juga bahan latihan atau loading adalah suatu bentuk-bentuk latihan . maka siswa dapat mengerti tentang program latihan kebugaran jasmani dalam permainan sepak bola. Blitar. di ekstrakukuler Sepak Bola MAN Negeri Tlogo Kab. Tujuan pokok dari latihan adalah prestasi maksimal di samping kesehatan serta kesegaran jasmani bagi atlet. Materi program latihan kebugaran jasmani hanya terbatas pada materi kebugaran jasmani saja. G. c. 1. Bagi peneliti Sebagai sarana untuk mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan khususnya yang berhubungan dengan kesegaran jasmani. b. 1. Bagi Universitas Negeri Malang Hasil penelitian ini dijadikan bahan dasar kepustakaan dalam penelitian selanjutnya khususnya yang berhubungan dengan kesegaran jasmani. secara tetap dengan selalu memberikan peningkatan beban.

olahraga ini dimainkan oleh dua kelompok berlawanan yang masing-masing berjuang untuk memasukkan bola ke gawang kelompok lawan (Rino. 2. 1. Penjelasan Tentang program latihan untuk meningkatkan VO2. Prinsip Latihan. Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran biasa (termasuk pada waktu libur) yang diterapkan oleh sekolah dengan tujuan agar siswa MAN TLOGO Blitar dapat memperluas pengetahuan dan mengembangkan bakat dan minat di bidang yang digemari sehingga siswa memperoleh prestasi di bidangnya yaitu mahir bermain Sepak bola. Untuk mempertegas agar pengertian lebih sesuai dengan apa yang dimaksud. Aerobik adalah suatu sistem altihan yang mendorong kerja jantung. A. Kegiatan ekstrakulikuler bertujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai berbagai mata pelajaran. Faktorfaktor yang Mempengaruhi Kesegaran Jasmani. Sepak bola adalah salah satu olahraga yang sangat populer di dunia. Bagian pertama memuat tentang: 1. spesifikasi produk yang diharapkan. Sistematika penulisan Sistematika penulisan ini terdiri dari dua bagian.BAB I PENDAHULUAN: Latar belakang masalah. Beban Latihan . 1.Intrumen pengumpulan data.BAB II KAJIAN PUSTAKA: Kesegaran Jasmani. ada beberapa pendapat para ahli atau pakar kesegaran jasmani. H. Latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan VO2 . bagian yang kedua memuat tentang produk yang dihasilkan dari pengambangan. asumsi dan keterbatasan pengembangan. misalnya: olahraga. Kesegaran jasmani menurut ahli faal dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk melakukan satu tugas khas yang memerlukan kerja muskular di mana kecepatan dan ketahanan . Pengertian Esktrakulikuler Menurut ahmadi ( 1984:105) kegiatan ekstrakulikuler adalah kegiatan – kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub – klub.BAB III METODE PENGEMBANGAN: taktik pengembangan. Peserta ekstrakurikuler tenis lapangan adalah siswa yang mengikuti ekstrakukulikuler Sepak Bola di Man Tlogo Blitar di luar jam sekolah yang sudah dijadwalkan oleh sekolah dalam pengembangan bakat dan minat siswa. 2.jasmani dan rohani atlet guna mencapai prestasi olah raga. Dalam pertandingan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. Program latihan. difinisi istilah dan sistematika penulisan. kesenian. bagian pertama: memuat tentang kajian Analisis. desain Uji coba. Kegiatan Ekstrakulikuler. 3. rumusan masalah. 2008:1). Uji coba produk. tujuan penelitian. meyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan menusia seutuhnya ( sahertian. ekspresi dan lain. prosedur pengembangan.lain.1978:83 ). Metode Latihan Fisik . tehnik analisis. Tujuan kesegaran jasmani. Karakteristik Sepak Bola. dan paru-paru untuk periode waktu yang cukup untuk menghasilkan perbaikan-perbaikan dan keadaan tubuh. darah. 1. pentingnya pengembangan. Subjek uji coba. Komponen-komponen Kesegaran Jasmanai.Peran Kesegaran Jasmani dalam Permainan sepak bola. KESEGARAN JASMANI Kesegaran jasmani merupakan hal yang sudah populer di kalangan masyarakat saat ini.

Kesegaran jasmani juga diperlukan anak usia sekolah untuk dapat melaksanakan aktifitas sehari-hari. Penjelasan tentang peranan masing-masing komponen adalah sebagai berikut: 1. C. Muhajir (dalam Sipayung. koordinasi. pemulihan yang cepat dari tubuh sewaktu-waktu respon demikian diperlukan”. maupun sebagai warga negara perlu mendapat perhatiaan dan tanggapan yang lebih memadai. i) ketepatan. Disebutkan pula bahwa komponen kondisi fisik meliputi: kekuatan. Seseorang yang memilik kasegaran jasmani yang baik dapat diartikan cukup mempunyai kesanggupan untuk melakukan pekerjaannya dengan efisien tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti. 1. kelincahan. maka dapat ditarik kesimpilan bahwa kekuatan adalah kemampuan otot untuk mengatasi atau melawan beban dengan usaha yang maksimal dalam melaksanakan aktivitas tertentu. 1991:25). anggota masyarakat. 1992:9). daya tahan. dan ketepatan. g) koordinasi. Kekuatan Kekuatan atau strength . KOMPONEN KEBUGARA JASMANI Pengertian kesegaran jasmani adalah pengertian yang sangat kompleks. Dari pendapat di atas. Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:24) menjelaskan bahwa komponen-komponen kesegaran jasmani adalah: a) daya tahan. 1. adalah komponen kondisi fisik seseorang tentang kemampuannya dalam mempergunakan otot dalam menjalankan aktivitas (Dwiyogo dan Sulistyorini. . daya otot. komponen kondisi tubuh. baik ketika berada di sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. Tetapi menurut Kirkendall dkk (1980:226) kekuatan adalah kemampuan atau kekuatan otot tubuh yang bekerja mengeluarkan energi untuk mengatasi atau melawan kontraksi dari luar yang berfungsi untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain atau memindahkan benda mendekati tubuh atau menjauhi tubuh. b) daya tahan otot. 1. daya lentur. Berdasarkan beberapa uraian di atas dapat di simpulkan bahwa kesegaran jasmani dapat diartikan sebagai kemapuan fisik untuk melakukan tugas pekerjaan sesuai dengan bidangnya tanpa mengalami kelelahan yang berlebih dan mendapat pemulihan yang cepat seperti pada saat belum melakukan aktivitas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa setiap manusia perlu menjaga dan meningkatkan kesegaran jasmaninya sendiri. Sedangkan menurut Pussegjas (1995:1) kesegaran jasmani adalah perwujudan kemampuan dan kesanggupan fisik seseorang untuk melakukan pekerjaan baik sebagai pribadi. 8:2007) mengatakan bahwa “tujuan kesegaran jasmani adalah untuk meningkatkan kemampuan sistem sirkulasi dan kerja jantung. TUJUAN KESEGARAN JASMANI Kesegaran jasmani sangatlah penting bagi semua orang termasuk anak-anak usia sekolah.merupakan kriteria utama. Baik peningkatan maupun pemeliharaannya. sehingga masih memiliki sisa tenaga untuk mengisi waktu luangnya dan tugas-tugas mendadak lainnya. kecepatan. ekonomi gerakan pada waktu latihan. d) kelentukan. terhindar dari penyakit dan selalu ceria sepanjang hidup. keseimbangan. e) kecepatan. oleh karena itu untuk mengetahui dan memahami secara mendalam perlu mempelajari komponen-komponen yang membentuk dan saling bertautan antara yang satu dengan yang lainnya. Menurut Sajoto (1995:8-11) kondisi fisik atau kesegaran jasmani adalah satu kesatuan yang utuh dari komponen-komponen yang tidak dapat dipisahkan begitu saja. f) kelincahan. Bisa dikatakan pula bahwa tingkat kesegaran jasmani yang baik memberikan seseorang kesanggupan pada seseorang untuk menjalankan hidup yang produktif dan dapat menyesuaikan diri pada tiap pembebanan yang banyak. h) keseimbangan dan. agar dapat hidup sehat. Sedang menurut ahli-ahli pendidikan jasmani kesegaran jasmani adalah kapasitas fungsional total seseorang untuk melakukam sesuatu kerja tertentu dengan hasil yang baik tanpa kelelahan yang berarti (Depdikbud. c) daya tahan jantung.

dibutuhkan bentuk latihan yang sesuai dan mengharuskan orang itu untuk dapat bergerak dengan cepat dan mengubah arah dengan lincah. Daya tahan otot atau local endurance yaitu kemampuan seseorang dalam mempergunakan ototnya untuk berkontraksi secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama dengan beban tertentu. berarti kelincahannya cukup baik. Dijelaskan pula bahwa power dapat diperoleh dalam melakukan kegiatan tertentu.1. power adalah kemampuan untuk mengubah energi fisik ke dalam kekuatan yang sangat cepat dan tergantung pada banyaknya adenosine triphosphat (ATP) yang diproduksi setiap satuan waktu. Power menurut pendapat Gabbard dkk (dalam Budiwanto. akan tetapi juga memerlukan fleksibilitas yang baik dari sendi-sendi anggota tubuh. adalah kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan berkesinambungan dalam bentuk yang sama dalam waktu sesingkat-singkatnya. Menurut Kent (dalam Budiwanto. Daya tahan atau endurance dalam hal ini dikenal dua macam daya tahan. yakni: daya tahan umum atau general endurance kemampuan seseorang dalam mempergunakan sistem jantung. Kecepatan menurut Kirkendall dkk (1980:243) adalah jarak dibagi waktu. dan peredaran darahnya secara efektif dan efisien untuk menjalankan kerja secara terus menerus yang melibatkan kontraksi sejumlah otot dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama. Kecepatan Kecepatan atau speeds. kecepatan diukur dengan satuan jarak dibagi dengan satuan waktu. 2. Power Menurut Kirkendall dkk (1980:228) power adalah masa kerja dibagi dengan waktu atau lama kerja. Untuk melatih kecepatan. 1. 2004:34) adalah gabungan antara kekuatan dan daya ledak (kecepatan). Menurut Kirkendall dkk (1980:243) kelincahan adalah kemampuan badan untuk mengubah arah tubuh atau bagian tubuh lainnya dengan sangat cepat dan efisien. 4. 1. Kelincahan Kelincahan atau agility adalah kemampuan seseorang mengubah posisi di area tertentu. 1991:29). Suharno (dalam Budiwanto. kontraksi otot dengan kekuatan maksimum dan kecepatan maksimum. Jadi dapat disimpulkan bahwa daya tahan/endurance merupakan salah satu komponen kesegaran jasmani yang paling penting untuk dilatih. smash dalam bulutangkis. . pukulan dalam tinju. 3. kelenturan dan komponen kesegaran jasmani lainnya. Daya Tahan Daya tahan otot tidak hanya dikenal pada istilah kekuatan tetapi juga kemampuan otot berkontraksi dalam beberapa waktu tanpa mengalami kelelahan. Seperti dalam lari cepat. 1. Dari sini dapat disimpulkan bahwa power itu adalah kemampuan tubuh untuk memadukan kekuatan dan kecepatan dalam waktu yang bersamaan. Sedangkan definisi yang dikemukakan oleh Kent (dalam Budiwanto. 2004:37) kecepatan adalah jarak tempuh per satuan waktu yang diukur dalam menit atau skala kuantitas. Jadi kelincahan tidak hanya memerlukan suatu kecepatan saja. 5. karena daya tahan ini secara langsung juga untuk melatih otot. paru-paru. balap sepeda. Seseorang yang mampu mengubah posisi yang berbeda dalam kecepatan tinggi dengan koordinasi yang baik. dapat disimpulkan bahwa kecepatan adalah kemampuan tubuh atau bagian tubuh untuk melakukan gerakan dalam waktu yang pendek. dan lain-lain (Dwiyogo dan Sulistyorini. Seseorang dikatakan memiliki kelincahan cukup baik apabila mampu merubah satu posisi ke posisi yang berbeda dengan kecepatan tinggi dan koordinasi gerakan yang baik. 2004:35)) menjelaskan bahwa daya tahan adalah kemampuan organ atlet untuk melawan kelelahan yang timbul saat melakukan aktivitas olahraga dalam waktu yang lama. kecepatan adalah kemampuan melakukan gerakan dalam periode waktu yang pendek. 2004:34). Dari beberapa pendapat di atas.

Dari beberapa uraian di atas. 2004:40) menjelaskan bahwa kapasitas melakukan gerakan dengan rentangan yang luas diketahui sebagai kelenturan.Sedangkan kelincahan menurut Verducci (dalam Budiwanto. Koordinasi Menurut Kirkendall dkk (1980:257). koordinasi adalah kerjasama yang selaras antara sekelompok otot selama bergerak yang dilakukan dengan indikasi keterampilan yang sama. penglihatan mata. Sedangkan Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:33) menjelaskan bahwa keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan tubuh agar tetap stabil. Keseimbangan Keseimbangan menurut Kent (dalam Budiwanto. Kelenturan menurut Kirkendall dkk (1980:248) adalah kemampuan tubuh atau bagian-bagian tubuh untuk melakukan berbagai gerakan dengan leluasa dan seimbang antara kelincahan dan respon keseimbangan. kekuatan dan keseimbangan. Bompa (dalam Budiwanto. Kelenturan Daya lentur atau flexibility . 1. otak menafsirkan secara komplek. Secara umum. Dari beberapa uraian di atas. dapat disimpulkan bahwa sebenarnya kelincahan adalah kemampuan mengubah arah atau posisi badan secara cepat dan melakukan gerakan yang lain. menghasilkan berbagai respon gerakan pada situasi fisik tertentu. 8. 2004:39) disampaikan bahwa pembentukan kelincahan lebih sulit dari pada pembentukan yang lainnya. 6. hal ini akan sangat mudah ditandai dengan tingkat flexibility persendian pada seluruh tubuh. 7. Kelincahan adalah hasil pembentukan dari unsur kecepatan. 2004:41) adalah kemampuan memelihara suatu yang berorientasi pada keadaan stabil dan khusus dikaitkan dengan lingkungan saat itu. 1. 1. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kelenturan adalah ukuran kemampuan seseorang yang mempunyai ruang gerak yang luas dalam sendi-sendinya dan yang mempunyai otot-otot yang elastis. suhu badan dan usia sangat mempengaruhi luasnya gerakan bagian-bagian tubuh. 1. 2004:42) adalah kemampuan untuk menyatukan sistem indera. sistem syaraf dan sistem otot rangka menjadi rangkaian untuk mengatur bagian-bagian badan secara terpisah yang terlibat dalam satu pola gerak yang rumit dan mempersatukan bagian-bagian tersebut menjadi suatu gerak tunggal dan berhasil mencapai beberapa tujuan. Sedangkan Kirkendall dkk (1980:257) mengemukakan bahwa keseimbangan adalah fenomena yang kompleks yang melibatkan vestibular system pada bagian dalam telinga. adalah kemampuan gerak tubuh seseorang untuk mengendalikan gerak-gerak bebas terhadap suatu sasaran. maka keseimbangan dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mempertahankan posisi badan dalam berbagai keadaan. 9. Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa koordinasi adalah kemampuan tubuh seseorang yang selaras antara sekelompok otot selama bergerak yang terlibat dalam satu pola gerak yang rumit dan mempersatukan bagian-bagian tersebut menjadi suatu gerak tunggal dan berhasil mencapai beberapa tujuan. sehingga tidak mendapat gangguan pada keseimbangannya atau bisa juga diartikan bahwa keseimbangan adalah kemampuan sikap tubuh yang tepat pada saat melakukan gerakan. adalah ukuran kemampuan seseorang dalam penyesuaian diri untuk segala aktivitas dengan penguluran tubuh yang luas. Sedangkan koordinasi menurut Kent (dalam Budiwanto. Ketepatan Ketetapan atau accuracy. Di bidang olahraga banyak hal yang harus dilakukan oleh atlet dalam masalah keseimbangan ini baik dalam menghilangkan atau mempertahankan keseimbangan. Sasaran ini dapat merupakan jarak atau mungkin suatu objek langsung yang harus dikenal dengan salah satu bagian tubuh. .

D. dibuat kesimpulan bahwa kesegaran jasmani dtentukan oleh faktor genetik yang hanya diubah dengan latihan sampai pada batas maksimal. Faktor Keturunan (Genetik) Dari penelitian yang telah dilakukan. Setelah usia tersebut nilai pada wanita lebih rendah dari pada pria. dan menjauhkan atau mempersempit gerakan. Artinya bahwa aktivitas fisik yang terarah juga dapat meningkatkan kesegaran jasmani di samping terjadi penurunan berat badan. 4. jumlah hemoglobin. dan waktu yang tersedia. FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUGARAN JASMANI Berikut ini adala beberpa hal yang terkait dengan kesegaran jasmani khususnya yang berhubungan dengan daya tahan kardiovaskuler. dana. Program latihan harus disusun secara teliti dan dilaksanakan secara tekun dan teratur sesuai dengan prinsip-prinsip latihan. PENJELASAN TENTANG PROGRAM LATIHAN Seorang atlit untuk mencapai prestasi yang maksimal hendaklah atlit tersebut terus berlatih dan berlatih tanpa merasa bosan. Perbedaan tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan maximal muscular power yang berhubungan dengan luas permukaan tubuh. E. Suharno (1993:7) menyebutkan bahwa program latihan umumnya dibagi menjadi tiga. kekuatan otot. komposisi tubuh. Cara mengembangkan ketepatan ialah dengan mengulang-ulang gerakan dengan frekuensi yang banyak.Ketepatan menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:33) adalah kemampuan seseorang untuk mengarahkan suatu gerak ke suatu sasaran sesuai dengan tujuan. 1. yaitu: (1) Program jangka panjang (5 tahun-12 tahun) tujuan rencana jangka panjang merupakan tujuan akhir untuk cita-cita prestasi prima. 2. (2) program jangka menengah (2 tahun-4 tahun) rencana jangka . Suharno (1993:1) Program latihan dikatakan baik dan tepat apabila rencana dibuat telah mempertimbangkan faktor-faktor penentu untuk mencapai tujuan. kemampuan atlet. 1. Moeloek (1984:3)menjelaskan tentang beberapa faktor fisiologis yang mempengaruhi daya tahan kardiovaskuler antara lain adalah: 1. daya tahan kardiovaskuler meningkat. umur atlet. mencapai maksimal pada usia 20-30 tahun dan kemungkinan berbanding terbalik dengan usia. Selain itu dalam buku yang sama juga mengungkapkan program latihan adalah cara seorang pelatih untuk mempersiapkan atletnya guna menunjang program latihan yang telah direncanakan atau terprogram. kapasitas paru dan sebagainya. mempercepat gerakan. Faktor Jenis Kelamin Sampai dengan usia remaja tidak terdapat perbedaan daya tahan kardiovaskuler pria dan wanita. itulah sebabnya dibutuhkan penyusunan dan perencanaan latihan yang baik dan tepat. lingkungan atlet. Faktor Usia Menyatakan bahwa mulai anak-anak sampai sekitar usia 20 tahun. Program yang demikian memungkinkan bagi seorang pelatih dapat memberikan sebanyak mungkin kesempatan kepada atlet guna perkembangan pengetahuan dan keterampilannya. tenaga pelatih. Faktor Aktivitas Fisik Berdasarkan hasil penelitian efek latihan aerobik selama delapan minggu setelah istirahat memperlihatkan peningkatan daya tahan kardiovaskuler 62% dari nilai akibat itirahat dan bila dibandingkan dengan keadaan sebelum istirahat di tempat tidur maka nilai peningkatan adalah 18%. sehingga pada orang yang berusia 70 tahun diperoleh daya tahan 50% dari yang dimiliki pada usia 17 tahun. 3. sarana dan prasarana. Menurut Suharno (1993:1) program latihan adalah suatu petunjuk atau pedoman yang mengikat secara tertulis berisi cara-cara yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan masa mendatang yang telah ditetapkan. yang mana semua itu terdapat dalam program latihan. faktor itu antara lain: bakat atau materi atlet.

dan mental diperlukan proses dan waktu yang relatif lama. prinsdip variasi (variety). Untuk memperoleh prestasi yang maksimal dalam olahraga memerlukan latihan yang intensitas dan frekuensinya banyak. prinsip reversibilitas (reversibility). Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan prinsip-prinsip latihan adalah suatu usaha sadar yang harus dilakukan atlet untuk mencapai prestasi maksdimal yang dilakukan berulang-ulang. F. bertahap. prinsip aktif dalam latihan dan prinsip proses latihan menggunakan model. Program latihan perlu disusun dengan prinsip-prinsip latihan. prinsip perorangan (individualization). Menurut Kosasih (1984:46) latihan atau training adalah proses kerja yang harus dilakukan secara sistematis.menengah merupakan pelaksanaan langsung jangka panjang. menentukan cara-cara yang efektif serta usaha-usaha untuk mencapai tujuan dari latihan yang dilakukan. prinsip melampaui batas latihan (the abuse of training). meningkat dan berulang-ulang waktunya. taktik. taktik. Prestasi tinggi akan dapat dicapai apabila keempat aspek. terarah kian hari jumlahnya semakin meningkat dengan proses yang sistematis. prinsip spesialisasi (specialitation). Untuk mencapai peningkatan kemampuan dalam kondisi fisik. Maka Menurut Bompa (1994:29-48) adalah sebagai berikut: . Tetapi dalam menentukan beban latihannya harus benar-benar diperhatikan. program latihan bulanan. prinsip pulih asal (recovery). Hal ini sesuai dengan pendapat Harsono (1993:1) bahwa tujuan utama dari pelatihan olagraga prestasi adalah untuk meningkatkan keterampilan dan prestasi semaksimal mungkin. Sasaran-sasaran latihan pun merupakan penjabaran sasaran dari program jangka menengah. Sedangkan Latihan fisik adalah latihan yang betujuan untuk meningkatkan kondisi fisik. menurut Bompa (1994:29) prinsip-prinsip program latihan fisik adalah sebagai berikut: Prinsip beban bertambah (over load). prinsip perkembangan multilateral (multilateral development). dan mental dikembangkan setinggi mungkin. prinsip beban meningkat bertahap (progressive increase of load). teknik. PRINSIP LATIHAN Harsono (1993:2) pengertian latihan atau training adalah sesuatu proses berlatih yang sistematis yang dilakukan secara berulang-ulang. Beutelstah (1986:124) menyatakan bahwa training adalah persiapan para pemain masing-masing secara individu membimbing dan membentuk mereka sehingga dapat menampilkan prestasi tertinggi secara individual maupun regu. yaitu faktor yang paling penting bagi setiap atlet (Suharno 1993:1). 1993:317). menghindari beban latihan berlebih (overtraining). 1. teknik. pengertian dari prinsip-prinsip latihan yang telah disebutkan di atas. Latihan juga dapat didefinisikan sebagai peran serta yang sistematis dalam latihan yang bertujuan untuk meningkatkan fungsdional fisik dan daya tahan latihan dalam bidang olahraga. program latihan harian. Suharno (1993:5) menjelaskan bahwa latihan ialah suatu proses penyempurnaan kualitas atlet secara sadar untuk mencapai prestasi yang maksimal dengan diberi beban fisik dan mental secara teratur. yaitu: aspek-aspek fisik. Dari pengertian dan penjelasan tentang program latihan yang telah dikemukakan di atas. Tujuan akhir latihan adalah untuk meningkatkan kemampuan olahraga (Dwijowinoto. dapat disimpulkan bahwa program latihan adalah petunjuk atau pedoman latihan yang bertujuan untuk menentukan tujuan latihan. Program latihan jangka pendek terdiri dari: program latihan tahunan. program latihan mingguan. berulang-ulang dan jumlah beban yang diberikan semakin hari bertambah. (3) program jangka pendek (1 tahun kebawah) merupakan pelaksanaan operasional rencana jangka menengah. dan yang kian hari junlah beban latihannya kian bertambah. Sementara itu. terarah.

Stress fisik akan menimbulkan kelemahan anatomis. Prinsip Spesialisasi Spesialisasi menunjukkan unsur penting yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan dalam olahraga. fisiologis dan organisme atlet terhadap kelelahan akibat beban latihan tersebut. Spesialisasi bukan proses unilateral tetapi satu yang kompleks yang didasarkan pada suatu landasan kerja yang solid dari perkembangan multilareral. sehingga tujuan latihan dapat ditingkatkan secara wajar Individualisasi dalam latihan adalah satu kebutuhan yang penting dalam masa latihan dan itu menunjukkan pada pemikiran untuk setiap atlet. dari siklus mikro olimpiade. 1. Prinsip Beban Lebih (Over Load) Pemberian beban latihan harus melebihi kebiasaan sehari-hari secara teratur. 1. dan akan diikuti oleh semua atlet yang mengabaikan tingkat kemampuannya. seseorang pelatih perlu kreatif dengan memiliki pengetahuan dan sumber latihan yang banyak yang memungkinkan dapat merubah secara periodik. Dalam upaya mengatasi monoton dan kebosanan dalam latihan. Prinsip spesialisasi harus disesuaikan pengertian dan penggunaanya untuk latihan anak-anak yunior di mana perkembangan multilateral harus berdasarkan perkembangan khusus. Hal ini bertujuan agar sistem fisiologis dapat menyesuaikan dengan tuntutan fungsi yang dibutuhkan untuk tingkat kemampuan tinggi. 1.1. seterusnya atlet akan mengalami kenaikan kemampuan (superkompensasi). Atlet harus memiliki disiplin latihan. tetapi mungkin lebih penting untuk memelihara motivasi dan perhatian dengan memvariasi latihan fisik dan latihan secara rutin. potensi. Prinsip Variasi Latihan harus bervariasi dengan tujuan mengatasi sesuatu yang monoton dan membosankan saat latihan. Seluruh konsep latihan harus direncanakan sesuai dengan karakteristik fisiologis dan psikologis atlet. mengabaikan tingkat prestasi diperlukan secara individual sesuai kemampuan dan potensinya. Beban ditambah . teratur dan terus-menerus sehingga mencapai beban maksimum. atau dapat mengembangkan kemampuan gerak yang diperlukan dengan olahraga. Program latihan harus direncanakan. beban ditingkatkan secara pelan bertahap. Prinsip beban bertambah secara pelan-pelan menjadi dasar rencana latihan olahraga. Volume dan intensitas latihan secara terus menerus meningkat dan latihan diulang-ulang banyak sekali. Menurut Bompa (1994:32) Latihan harus bersifat khusus sesuai dengan olahraga dan pertandingan yang akan dilakukan. 1985:13). Dalam mengatur program latihan yang paling menguntungkan harus mengembangkan kemampuan fisiologis khusus yang diperlukan untuk melakukan keterampilan olahraga atau kegiatan tertentu yang akan dilakukan. karakteristik belajar dan kekhususan olahraga. Latihan yang baik harus mengakibatkan penekanan fisik dapat ditimbulkan dengan jalan pemberian beban latihan yang lebih dari batas kemampuan si atlet (Suharno. Masa latihan adalah suatu aktivitas yang sangat memerlukan beberapa jam kerja atlet. Keterampilan dan latihan dapat diperkaya dengan mengadopsi pola gerakan teknik yang sama. Prinsip Menambah Beban Latihan secara Progresif Pemberian beban latihan harus ditingkatkan secara bertahap. yang akan menjamin memperoleh adaptasi secara benar. Prinsip Individual Latihan harus memperhatikan dan memperlakukan atlet sesuai dengan kemampuan. 1. Stress terus menerus yang diberikan pelatih tanpa istirahat akan menimbulkan penurunan prestasi bagi atlet. karakteristik belajar dan kekhususan cabang olahraga.

Melalui latihan model pelatih berusaha memimpin dan mengorganisasi waktu latihannya dalam cara yang obyektif. Prinsip Menghindari Kelebihan Beban Latihan (Over Training) Program latihan yang dijalani tidak akan mencapai hasil jika atlet mengalami kelelahan. 10. b) diberikan latihan intensif secara mendadak setelah lama tidak berlatih. Tetapi. Prinsip Pulih Asal Beban latihan yang telah diberikan telah banyak mengeluarkan energi tubuh untuk itu diperlukan pemulihan untuk mengembalikan kondisi tubuh seperti semula. metode dan isi yang sama dengan situasi pertandingan 1. Prinsip Latihan Menggunakan Model Latihan yang dilakukan didesain sedemikian rupa seakan-akan seperti pada kenyataan yang akan terjadi di lapangan pertandingan. dan meskipun dalam keadaan abstrak ideal diatas adalah kenyataan konkrit. Prinsip Partisipasi Aktif dalam Latihan Atlet yang melakukan latihan haruslah tetap berlatih diluar jam latihan wajib meskipun tanpa pengawasan dari pelatih. Prinsip multilateral akan digunakan pada latihan anak-anak yunior. Penyebab terjadinya overtraining antara lain: a) diberikan beban latihan over-loads secara terus menerus tanpa memperhatikan interval.pelan-pelan pada tiga siklus mikro pertama dengan menguragi atau tahap tanpa beban. Ada dua . Seseorang atlet akan melakukan kegiatannya meskipun tidak dibawah dan perhatian pelatih. Kebutuhan perkembangan multilateral muncul untuk diterima sebagai kebutuhan dalam banyak lapangan pendidikan dan usaha manusia. serta antara proses fisiologis dan psikologis. c) proporsi latihan dari ekstensif ke intensif tidak cepat. 1. ajeg mendsiskusikan kemajuan atletnya dengannya. 1. Kesungguhan dan aktif ikut serta dalam latihan akan dimaksimalkan jika pelatih secara periodik. 11. perkembangan multilateral secara tidak langsung atlet akan menghabiskan semua waktu latihannya hanya untuk program tersebut. Pengertian ini atlet akan menghubungkan keterangan obyektif dari pelatih dengan prakiraan subyektif kemampuannya. G. d) beban latihan diberikan dengan beban melompat. Prinsip Reversibilitas Beban latihan yang diberikan pada saat latihan harus dikurangi secara perlahan-lahan pada saat akhir latihan. 1. suatu peristiwa yang dapat diperoleh. 1. Partisipasi aktif tidak terbatas hanya pada latihan. Selama waktu bebas atlet dapat melakukan pekerjaaan dalam aktifitas sosial yang memberikan kepuasan dan ketenangan. Tujuan suatu model adalah untuk memperoleh suatu yang ideal. BEBAN LATIHAN Menurut Suharno (1993:1) Beban latihan adalah suatu bentuk rangsangan motorik yang dapat dikontrol oleh pelatih untuk meningkatkan kualitas atlet dalam rangka mencapai prestasi maksimal. itu juga menggambarkan sesuatu yang diusahakan untuk dicapai. memungkinkan atlet dibentuk. Prinsip Perkembangan Multilateral Perkembangan multilateral lambat laun saling bergantung antara seluruh organ dan sistem manusia. tetapi dia tentu harus istirahat yang cukup. untuk itu harus menghindari kelebihan beban latihan. Oleh sebab itu latihan harus berkesinambungan untuk memelihara kondisi.

bulanan dan tahunan. sementara terjadi penurunan aliran kearah jaringan-jaringan yang kurang aktif. (4) medium 60% – 70% dari prestasi terbaik. irama dalam suatu unit program latihan. 1993:29): (1) Volume adalah beban latihan yang biasa dinyatakan dengan satuan jarak. sedang frekuensi rendah artinya ulangan gerak sedikit dalam satu giliran. pernafasan dan metabolisme) yang dimaksud disini yaitu pada secara reflek akan terjadi perubahan pengaliran darah. 1993:23) Beban dalam mempunyai dampak perubahan fungsional organisme atlet meliputi: (1) susunan anatomis/struktur tubuh yang dimaksud disini adalah latihan dapat menambah jumlah serabut otot. seperti timbulnya kenaikan volume darah tiap menit dan bertambahnya jumlah darah yang mengalir keotot-otot yang lebih aktif. berarti dalam satu giliran latihan push-up ditemukan 80% x 30 kali (MR) = 24 kali. MR push-up atlet dapat dihitung misalnya: mampu 30 kali. Cara menghitung intensitas dengan MR (maximum repeatation) . Begitu juga dengan Suharto (1997:72) menyatakan bahwa perubahan massa otot bukanlah disebabkan pertambahan jumlah sel otot melainkan karena pertambahan dari anak serabut otot yang membesar akibat latihan. frekuensi. Menurut Suharto (1997:98) menyatakan bahwa intensitas latihan merupakan komponen kualitatif yang mengacu pada jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu unit waktu tertentu. Frekuensi dapat juga diartikan berapa kali latihan perhari atau berapa hari latihan perminggunya.macam beban latihan yang harus dibedakan pengertiannya menurut Suharno (1993:29) adalah: (1) Beban Luar (outer load): volume. Bila pelatih menginginkan intensitas sub-maksimal dalam latihan. (3) sub maksimal 80% – 99% dari prestasi terbaik. intensitas. Beban Luar (Outer Load) Beban luar adalah rangsangan motorik yang dapat diatur dikontrol dengan cara memvariasikan ciri beban latihan seperti volume. 1985:16). (5) Rythme adalah sifat irama latihan yang berhubungan dengan tinggi rendahnya tempo dan berat ringannya suatu latihan dalam satu unit latihan maupun mingguan. total waktu latihan. jarak tempuh atau berat beban. antara lain: 1) berdasarkan persentase kecepatan dan kekuatan yang digunakan dalam latihan. Namun aliran darah ke daerah-daerah rawan seperti kearah otak dan jantung akan tetap atau meningkat sedangkan tekanan darah dalam arteri secara sistematik dan pemenuhan kebutuhan dalam jaringan dalam tubuh. (3) Recovery adalah waktu yang digunakan untuk pemulihan tenaga kembali antara satu dengan elemen bahan latihan elemen berikutnya. Skala intensitas untuk latihan kecepatan dan kekuatan sebagai berikut (Suharno. (2) maksimal 100% dari prestasi terbaik. frekuensi. recovery. ini berarti intensitas maksimal untuk atlet tersebut 30 kali/100%. Beban Dalam (Inner Load) Beban dalam adalah perubahan fisiologis organisme atlet akibat pengaruh latihan beban luar yang ditandai dengan kenaikan denyut nadi (Suharno. Frekuensi tinggi berarti ulangan gerak banyak sekali dalam satu giliran. recovery. diperlukan koordinasi dalam . jumlah beberapa elemen jenis latihan. 1. Dan intensitas latihan dapat dikalisfikasikan tinggi rendahnya berdasarkan beberapa indikator. Kemudian tentukan takaran intensitas latihannya. Di bawah ini ciri-ciri beban luar (Suharno. Sedangkan untuk menghitung denyut nadi yaitu pertama dihitung DNM (denyut nadi maksimal) dengan rumus: 220 – umur. Kepekatan rangsangan densitas tergantung lama dan pendeknya waktu recovery . (2) fungsi fisiologis organisme. rythme. Beban dalam dikatakan maksimal apabila denyut nadi atlet setelah melakukan satu unit latihan meningkat (Suharno. 1993:22): (1) super maksimal 101% – ke atas dari prestasi terbaik. (sistem peredaran darah. beban berat yang diangkat. jumlah set dalam latihan interval dan sirkuit sebagai ukuran rangsangan motorik dalam suatu unit latihan. jumlah ulangan latihan atau unsur teknik yang dilakukan dalam waktu tertentu. intensitas. (2) Beban Dalam (inner load) 1. yaitu yang melalui proses pemecahan serabut pada waktu latihan dan terjadi pembesaran otot yang disebabkan karena bertambah luasnya serabut otot (Sajoto 1988:111) . Begitu juga menurut Suharto (1997:97) menyatakan bahwa pada dasarnya volume latihan meliputi unsur-unsur: waktu atau lama latihan. (4) Frekuensi adalah ulangan gerak berapa kali atlet harus melakukan gerak setiap giliran. maka 80% x (220 – 20) = 160 kali/menit (intensitas sub maksimal). yaitu 80% dari DNM dan umur atlet 20 tahun. (2) Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi atlet dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. (5)low (rendah) 59% ke bawah dari prestasi terbaik. Dan unsur tersebut mencerminkan kwantitas atau banyaknya latihan yang dilakukan pada saat latihan. 2) berdasarkan jumlah denyut nadi dalam mereaksi beban latihan.

1996:109). karena suatu metode melayani ketentuan pengorganisasian dari suatu kegiatan. (4) Metode latihan lari bermain-main kecepatan (speed play atau fartlek) adalah suatu system latihan daya tahan untuk membangun. daya konsentrasi. 1996:105). (5) Metode latihan naik turun bangku(bench stepping). Tenaga aerobic adalah kemampuan tubuh untuk memanfaatkan oksigen dan disepakati sebagai cara terbaik untuk mengukur kondisi kardiovaskuler (Baley. tetapi aerobic berbicara tentang tenagaaerobic yang diperlukan untuk ketahanan fisik. Menurut Suharno (1993:2) menyatakan bahwa speed play atau fartlek adalah suatu system latihan daya tahan yang maksudnya adalah untuk membangun. mengembalikan. perhatian dan mengatasi masalah yang merupakan tantangan bagi atlet. 1. kelenturan. kelincahan atau kecepatan gerakan tubuh yang sangat dibutuhkan dalam atletik. bangku atau sejenisnya menurut Hawkey (dalam Budiwanto. 2004:71) Weight training adalah program latihan kekuatan menggunakan tahanan yang diberikan oleh beban seperti barbel dan dumbell. maka seorang pelatih harus memperhatikan bahan-bahan beban luar latihan di atas. daya tahan. 1986:159). mengembalikan atau memelihara kondisi tubuh seorang atlet (Hadisasmita dan Syarifuddin. Berikut ini akan dibahas beberapa metode dalam latihan fisik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan fisik para atlet. 1996:106). Untuk aliran darah pada saat istirahat hanya 15%-20% darah dari seluruh volume tiap menit. sedang utuk orang yang terlatih atau atlet denyut jantung mereka waktu istirahat dapat mencapai tingkat yang paling rendah yaitu antara 28-40 (Sajoto. sementara pada waktu latihan yang cukup melelahkan. (2) Metode latihan beban(weight training) adalah latihan-latihan yang sistematis. tenaga. menambah frekuensi dan rythme . atau memelihara kondisi tubuh seseorang. kecepatan dan fleksibelitas (Hadisasmita dan Syarifuddin. Metode-metode latihan fisik tersebut diantaranya yaitu: (1) Metode latihan sirkuit (circuit training) adalah suatu sistem latihan yang selain menghasilkan perubahan-perubahan positif pada kemampuan motorik. (7) Metode latihan anaerobic . system bekerja seseorang pelatih atau olahragawan sehubungan dengan pengetahuan dan kemampuannya yang cukup. METODE LATIHAN FISIK Metode latihan menurut Hadisasmita dan Syarifuddin (1996:142) adalah suatu cara tertentu. otot akan menerima 80%-85% dari seluruh volume tiap menit.jantung guna memompa darah keseluruh tubuh secara optimal. Apabila seorang pelatih ingin membuat program latihan fisik dan ingin memperberat volume atau meningkatkan intensitas . (5) psikologis yang dimaksud disini yaitu bahwa psikologis juga berpengaruh lebih baik terutama menigkatnya kemampuan menerima tekanan (strees). Proses ini dikerjakan secara serentak oleh syaraf. kekuatan otot. 2004:74). Namun metode bukan suatu bentuk mengajar. (3) Latihan Interval (Interval Training) adalah suatu system latihan yang berganti-ganti melakukan dengan giat (interval kerja) teratur dan berulang-ulang dengan periode kegiatan dengan intensitas rendah (periode sela) dalam setiap latihan (Kent dalam Budiwanto. (4) susunan biokimia dalam otot lebih baik. H. 1988:193). memperpendek waktu recovery. (6) Metode latihan aerobik adalah kekuatan yang kecil atau sedang yang dapat dipertahankan untuk jangka waktu yang lama menggunakan energi yang berasal dari pembakaran O2. juga memperbaiki secara serempak kesegaran jasmani daripada tubuh. dimana beban hanya dipakai sebagai alat untuk menambah tahanan terhadap kontraksi otot. 2004:76). Pada latihan naik turun bangku ini merupakan latihan fisik yang sederhana dimana didalam melakukan latihannya menggunakan kotak. Latihan interval adalah latihan kondisi yang sangat dianjurkan oleh semua pelatih terkenal karena dalam mengembangkan daya tahan dan stamina atlet hasilnya sangat positif (Hadisasmita dan Syarifuddin. 1996:110). Menurut Bompa (dalam Budiwanto. yang dialirkan keotot.. Setelah memahami ciri beban luar dan beban dalam maka para pelatih harus membuat dan memberikan latihan pada atletnya sesuai dengan berat ringannya beban latihan yang dikehendaki. Aerobic tidak berkaitan dengan dengan usaha peningkatan kekuatan. pada latihan ini dijelaskan bahwa pada suatu waktu kerja dengan intensitas dan kecepatan tinggi dalam waktu . mekanika biologis dan hormon-hormon yang dengan teratur mempertahankan homeostatis tubuh pada waktu istirahat maupun latihan (Sajoto. Dan untuk denyut jantung seorang yang normal rata-rata antara 60-80 kali tiap menit. untuk mencapai tujuan tertentu (Hadisasmita dan Syarifuddin. 1988:196).

Ekblom (dalam Dwijoyowinoto.1984:4) . (2) Metode Latihan Beban (Weight Training). (4) Metode Latihan Lari Bermain-main Kecepatan (Speed Play atau Fartlek). (7) Metode Latihan Anaerobic. I. ketahanan. Olahraga sepakbola adalah olahraga yang bersifat anerobik. Menurut Hadisasmita dan Syarifudin (1996:129) mempersiapkan komponen kondisi fisik umum seperti kekuatan. otot-otot kaki menghendaki energi agar segera diisi lagi. (3) Untuk ketahanan erobik selain dibutuhkan kemampuan jantung dan paru untuk mengangkut oksigen yang banyak. Sedangkan Thompson dan Mc Ghee (dalam Strauss. kelentukan. akan tetapi dalam olahraga sepakbola juga harus didukung oleh latihan yang bersifat erobik. tetapi harus membakar lemak. Anaerobic berarti tanpa oksigen. tetapi beban sub maksimal sebagian besar sudah merupakan peristiwa anerobik. yang tidak diperoleh secara cepat dari sumber aerobic. Peningkatan VO2 maks tidak bisa dilakukan tanpa adanya suatu program atau pola latihan yang sesuai dengan prinsip-prinsip latihan fisik. kelincahan dan kecepatan. tetapi ada juga yang mengatakan bahwa untuk meningkatkan VO2 maks harus dikerjakan latihan anerobik. Apabila kita berlari 20 km. kebiasaan kegiatan dan latar belakang latihan olahragawan dapat mempengaruhi nilai VO2 maks. dengan sub maksimal sudah dapat meningkatkan. Keadaan seperti ini ada proses lain yang disebut metabolisme anaerobic . oleh karena itu latihan-latihan yang dikerjakan terutama untuk otot serta ketahanan jantung dan paru. Jadi sebaiknya untuk meningkatkan VO 2 maks dilakukan latihan anerobik dengan inyerval istirahat. Tujuan latihan peningkatan kondisi fisik adalah meningkatkan kekuatan. Lebih lanjut Mc Ardle (2001:477) mengatakan bahwa VO 2maks dapat meningkat kira-kira 15-25 % lebih pada latihan intensif selama 3 bulan pertama dan mungkin akan meningkat mencapai 50 % lebih dalam waktu 2 tahun. PENJELASAN TENTANG LATIHAN UNTUK MENINGKATKAN V02 . (2) Sebetulnya beban untuk meningkatkan VO 2 maks tidak perlu maksimal. (6) Metode Latihan Aerobic . Aktivitas fisik yang teratur dapat menyebabkan badan menjadi lebih tahan pada tuntutan latihan. persiapan tersebut dapat berlangsung selama 2-3 bulan. Hal tersebut menyebabkan pengangkutan oksigen yang diambil di dalam paru-paru dan dikirim ke seluruh serta pembuangan sisa metabolisme menjadi lebih efisien. daya tahan. Menurut Soekarman (1986:82) “komponen-komponen ini berhubungan dengan struktur dan faal dalam tubuh. (5) Metode Latihan Naik Turun Bangku (Bench Stepping). 1994:3). Jantung akan lebih kuat dan mampu memompa lebih banyak darah. kecepatan dan lain-lain seharusnya dilakukan latihan dalam waktu yang cukup lama. 2004:82) Berdasarkan penjelasan di atas ada beberapa metode Latihan Fisik yaitu: (1) Metode Latihan Sirkuit (Circuit Training) . Persediaan lemak dalam otot hanya dapat ditingkatkan dengan latihan erobik yaitu denagn beban ringan untuk jangka waktu yang lama. 1993:256) mengatakan bahwa keadaan latihan. sehingga energi anaerobic dikeluarkan jika masukan oksigen tidak cukup Getchell (dalam Budiwanto. maka energi yang dibutuhkan tidak dapat dipenuhi dengan pembakaran karbohidrat saja. agar VO 2 maks atau kondisi fisik tetap terjaga dengan baik. karena dengan latihan anerobik dapat diberikan beban maksimum pada sistem jantung dan paru. Menurut Soekarman (1987:58) ada beberapa pendapat mengenai latihan untuk meningkatkan VO 2 maks: (1) Sebaiknya mengerjakan latihan erobik karena dengan latihan erobik sudah ada pembebanan yang meningkatkan kerja jantung maupun paru. Selama latihan. maka kemampuan sel untuk menggunakan oksigen juga lebih tinggi. Sedangkan Dwiyogo dan Sulistyorini (19991:60) menyatakan: Latihan dan proses erobik yang lama akan memberikan perbaikan-perbaikan pada jantung dan peredaran darah.yang pendek memerlukan energi segera. maka dengan sendirinya yang terlihat adalah perubahanperubahan dalam kedua alat tersebut”. Setelah memahami metode latihan fisik maka seorang pelatih dalam membuat program latihan fisik dan memberikan latihan fisik pada atletnya harus mengacu pada beberapa metode latihan fisik seperti yang telah dijelaskan diatas 1. “Kenaikan kebutuhan energi memberi penekanan pada kemampuan badan untuk menyediakan oksigen dan bahan bakar yang diperlukan otot” (Sumosardjuno. (3) Latihan Interval (Interval Training) . Peningkatan VO2 maks juga tidak bisa dilakukan dengan hanya beberapa latihan tetapi harus secara terus menerus dan berlanjut yang sesuai dengan program yang dilaksanakan.

Intensitas Latihan Fisik atau Olahraga Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi seorang olahragawan dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. bertujuan meningkatkan kemampuan kerja organ-organ tubuh . khususnya menghadapi pertandingan. Latihan daya tahan juga dapat merubah faktor-faktor penting lainnya. Harsono (dalam Harsuki dan Elias 2003:308) mengatakan. (3) Peningkatan kemampuan gerak motorik khusus. 1. akibat dari perencanaan yang matang itu ialah bahwa degree of training (derajat latihan) dan kualitas latihan akan naik sehingga akan dapat meningkatkan kapasitas kerja serta penampilan. Apabila latihannya kurang dari 2 kali seminggu maka akan kurang mendapatkan efek latihan yang diharapkan. Dalam menyusun suatu program latihan penigkatan kondisi fisik hendaknya memperhatikan beberapa prinsip latihan fisik antara lain: 1. 1. Menurut Ramana (dalam Wahyu. 2005:35) pengaruh latihan dapat meningkatkan VO 2 maks dan dapat dicapai dengan cara meningkatkan efisiensi kerja semua sarana penyedia serta penyalur oksigen.mengatakan bahwa hasil fisiologis yang utama dari program latihan daya tahan adalah peningkatan dalam latihan atau VO2 maks. 1. Frekuensi Latihan Menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:70) frekuensi latihan diartikan sebagai jumlah latihan yang dilakukan setiap minggunya. 2005:49) adaptasi dari latihan berperan dalam perubahan yang nyata pada kapasitas oksigen maksimal. Program latihan peningkatan kondisi fisik atau VO2 maks memerlukan persiapan fisik dan perancangan program yang baik sesuai dengan prinsip-prinsip program latihan kesegaran jasmani. (2) Persiapa fisik khusus. perubahan pada penyesuain terhadap panas. 1988:210) menyatakan bahwa lama latihan yaitu antara 12-16 minggu untuk tujuan endurance. (d) prinsip spesifik. Pengaruh yang lebih luas lagi menurut Arnheim (1995:64) bahwa latihan daya tahan bukan hanya penting untuk memperbaiki VO 2 maks dan menurunkan tekanan darah tapi hal tersebut juga merupakn faktor kunci dalam pencegahan cedera. sesuai dengan kebutuhan gerak atau penampilan dalam olahraga itu. maka latihan hendaknya dilakukan minimal 3 kali dalam seminggu agar mendapatkan efek latihan yang diharapkan. (e) prinsip individu”. . Lama Latihan Wilmore dan Costill (dalam Sajoto. seperti perubahan pada komposisi tubuh. (1) gerakan-gerakanya melibatkan otot-otot besar tubuh. (2) harus dapat memperlancar peredaran darah ke jantung secara efektif. (c) prinsip latihan beraturan. 1. “(a)prinsip beban berlebih. bertujuan meningkatkan kemampuan fisik pada taraf lebih tinggi atau baik menjelang pertandingan. jadi program latihan peningkatan VO 2 maks harus berlangsung cukup lama dan sesuai dengan perencanaa dan metode yang benar. perubahan pada otot dan serabut-serabut otot. (b) prinsip tahanan tambahan. Menurut Djidie (1997:77) program dan aplikasi pelatihan fisik harus dirancang pengembanganya melalui tahapan sebagai berikut: (1) Persiapan fisik umum. perubahan pada tekanan darah. Sedangkan menurut Pussegjasrek (1994:59) untuk mencapai tingkat kesegaran jasmani yang baik. Prinsip Dasar Latihan Menurut Pussegjasrek (1994:56) prinsip-prinsip dasar latihan antara lain. (3) waktu yang digunakan produktif (efektif dan efisien). Macam atau Jenis Latihan Fisik Bentuk latihan fisik yang baik menurut Pussegjasrek (1994:57) antara lain. Pada fase ini pelatihan bertujuan memahirkan gerakan-gerakan utuh. sehingga memudahkan upaya-upaya peningkatan komponen pelatihan pada tahap berikutnya. sedangkan antara 8-10 minggu untuk tujuan anerobik. perubahan pada jaringan ikat. Menurut Cooper (dalam Wahyu.

Sedangkan menurut Pussegjasrek (1994:59) bahwa latihan fisik pada intensitas yang lebih besar maka waktu yang dibutuhkannya lebih pendek. 1. ini berarti intensitas maksimal untuk individu tersebut 30 kali/100%. dan bentuk latihan khusus yang kedua. (2) latihan khusus (special exercise ): latihan khusus ini terdiri dari dua bentuk. L. intensitas. sedangkan antara 8-10 minggu untuk tujuan anerobik. J. maka latihan hendaknya dilakukan minimal 3 kali dalam seminggu agar mendapatkan efek latihan yang diharapkan. agar menghasilkan latihan dan tingkat kesegaran jasmain yang lebih baik”. durasi dan irama. terdiri dari latihan yang mengandung gerak-gerak bagian dari seluruh rangkaian gerak. latihan umum diambil dari latihan olahraga tertentu atau senam yang tidak berisi elemen-elemen gerka kompetisi dan dilakukan tanpa menggunakan peralaten senam. Karakteristik Esktrakulikuler . Skala intensitas untuk latihan kecepatan dan kekuatan sebagai berikut (Suharno. Apabila latihannya kurang dari 2 kali seminggu maka akan kurang mendapatkan efek latihan yang diharapkan. MR push-upindividu dapat dihitung misalnya: mampu 30 kali. Untuk mencapai tingkat kesegaran jasmani yang baik. (2) harus dapat memperlancar peredaran darah ke jantung secara efektif. 1. berarti dalam satu giliran latihan pushup ditemukan 80% x 30 kali (MR) = 24 kali. Beban luar adalah volume. 1988:210) menyatakan bahwa lama latihan yaitu antara 12-16 minggu untuk tujuan endurance. dan jika intensitas latihan fisik lebih kecil maka waktu latihan yang dibutuhkan lebih lama. Lama Latihan Wilmore dan Costill (dalam Sajoto. frekuensi. Sedangkan menurut Harre (dalam Mutohir.1. 1999:67) bahwa latihan pada umumnya dikategorikan dalam tiga bentuk: (1) Latihan kompetisi (competitive exercise): latihan kompetisi merupakan bentuk latihan yang urutan gerak dan tipe karakteristik geraknya menyerupai tuntutan suatu kompetisi khusus suatu event cabang olahraga yang merupakan spesialisasi atlet yang bersangkutan. bentuk yang pertama hamper sama urutan geraknya dengan latihan kompetisi tetapi karakteristik pembebanannya berbeda dan latihannya mencakup elemen-elemen atau kombinasi elemen dari latihan kompetisi. 1. 1. 2. (3) sub maksimal 80% – 99% dari prestasi terbaik. (4) medium 60% – 70% dari prestasi terbaik. Suharno (dalam Budiwanto. Beban dalam adalah suatu beban latihan yang mempengaruhi fisiologi dan psikologi atlet. 2) berdasarkan jumlah denyut nadi dalam mereaksi beban latihan. Dan intensitas latihan dapat diklasifikasikan tinggi rendahnya berdasarkan beberapa indikator. 1. 2005:13) menjelaskan bahwa: Beban latihan (loading ) adalah bentuk latihan jasmani yang menimbulkan rangsangan fisik dan mental atlet untuk dilawan selama aktivitas berlatih dalam mencapai prestasi olahraga. 3. Menurut Suharto (1997:98) menyatakan bahwa intensitas latihan merupakan komponen kualitatif yang mengacu pada jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu unit waktu tertentu. (1) gerakan-gerakanya melibatkan otot-otot besar tubuh. (5) low (rendah) 59% ke bawah dari prestasi terbaik. Kemudian tentukan takaran intensitas latihannya. 1993:22): (1) super maksimal 101% – ke atas dari prestasi terbaik. K. Bila menginginkan intensitas sub-maksimal dalam latihan. LATIHAN FISIK UNTUK MENINGKATKAN VO2 Bentuk latihan fisik yang baik menurut Pussegjasrek (1994:57) antara lain. Pengaruh latihan kebugaran jasmani terhadap sepak bola 2. antara lain: 1) berdasarkan persentase kecepatan dan kekuatan yang digunakan dalam latihan. maka 80% x (220 – 20) = 160 kali/menit (intensitas sub maksimal). (2) maksimal 100% dari prestasi terbaik. Sedangkan untuk menghitung denyut nadi yaitu pertama dihitung denyut nadi maksimal (DNM) dengan rumus: 220 – umur. Cara menghitung intensitas dengan maximum repeatation (MR). Beban latihan dibedakan menjadi dua yaitu beban latihan luar dan dalam. Intensitas Latihan Fisik atau Olahraga Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi seorang olahragawan dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. Frekuensi Latihan Menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:70) frekuensi latihan diartikan sebagai jumlah latihan yang dilakukan setiap minggunya. (3) waktu yang digunakan produktif (efektif dan efisien). (3) latihan umum (general exercise ). yaitu 80% dari DNM dan umur atlet 20 tahun.

Pengertian Kegiatan Ekstrakurikuler Keterbatasan waktu berolahraga yang dilakukan secara formal sangat menghambat tercapainya pembinaan secara maksimal untuk perkembangan dan pertumbuhan siswa. Menurut Ahmadi (1984:105) kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan-kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub-klub. baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah (http://ekskulabsky. setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. secara otomatis siswa telah membentuk wadah-wadah kecil yang di dalamnya akan terjalin komunikasi antar anggota dan sekaligus dapat belajar vdalam mengorganisir setiap aktivitas kegiatan ekstrakurikuler. bakat.com) Selain itu tujuan lain dari kegiatan ekstrakurikuler adalah: Menumbuh kembangkan pribadi peserta didik yang sehat jasmani dan rohani. kesenian. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan aktifnya siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler. Tujuan Kegiatan Ekstrakurikuler Menurut Sarifudin (1982:33) bahwa “program ekstrakurikuler dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan. dapat diberikan pada jam-jam di luar sekolah”. potensi. di mana hal-hal yang tidak dapat diselesaikan dalam program yang telah ditentukan dalam jam-jam pelajaran sekolah. Dari paparan di atas maka dapat disimpulkan bahwa tujuan kegiatan ekstrakurikuler adalah untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan. bersikap sportif. (2) Sebagai wadah di sekolah. (3) Pencapaian prestasi yang optimal.blogspot. Oleh karena itu sering sekali atau pun wajib diadakan kegiatan di luar jam sekolah untuk memaksimalkan kegiatan bagi siswa yang mengikutinya walaupun kegiatan tersebut tidak formal. menyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya. Tujuan kegiatan ekstrakurikuler .multiply. Melalui ekstrakurikuler siswa dapat benarbenar menjadi manusia yang intensif. untuk menyalurkan bakat dan minat dan untuk melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya. Sahertian (1987:83) menyatakan kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran biasa (termasuk pada waktu libur) yang dilakukan di sekolah ataupun di luar sekolah dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai mata pelajaran. bakat. serta menanamkan sikap sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab melalui berbagai kegiatan positif di bawah tanggung jawab sekolah (http://nisanurdini. Beberapa cabang ekstrakurikuler baik secara perorangan maupun kelompok diharapkan dapat meraih prestasi yang optimal. Kegiatan ekstrakurikuler diharapkan dapat membina dan mengembangkan minat yang ada pada siswa serta memupuk bakat yang dimiliki siswa. Ekstrakurikuler adalah suatu program yang dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan. untuk memperluas pengetahuan. berjuang untuk mencapai prestasi secara jujur dan lain-lain. Siswa dapat belajar untuk menghormati keberhasilan orang lain. minat. misalnya: olahraga. memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan sosial. Dwiyogo (2007:55) menyatakan kegiatan pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. Selain itu ekstrakurikuler mempunyai tiga tujuan dasar sebagai berikut: (1) Membina minat dan bakat siswa. di mana hal-hal yang tidak dapat diselesaikan dalam program yang telah ditentukan dalam jam-jam pelajaran sekolah. memaksimalkan dan mengembangkan kemampuan beserta bakatnya yang terpendam di dalam dirinya masing-masing.com). ekspresi dan lain-lain. budaya dan alam sekitarnya. dapat diberikan pada jam-jam di luar sekolah (Sarifudin. Dari pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran (tatap muka) dengan maksud untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan. dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah. Dengan adanya kegiatan yang dilakukan di luar sekolah maka siswa dapat menyalurkan. 1982:33).

(5) teknik merampas bola. M. (2) diberikan untuk mengembangkan bakat dan minat siswa. dan rekreasi. Menurut Luxbacher (1998:2) menyatakan bahwa sepakbola adalah suatu pertandingan yang dimainkan 2 tim yang masing-masing beranggotakan 11 orang pemain. KARAKTERISTIK SEPAK BOLA Sepakbola dan Karakteristiknya Di manapun. (b) Diberikan di luar jam pelajaran dan diawasi oleh guru yang bertanggung jawab tentang bidang pelajaran tersebut. (d) Ekstrakurikuler pelaksanaannya berbeda dalam cara dan sifat pelaksanaan dari kurikuler. (e) Ekstrakurikuler dapat berupa olahraga. dan beberapa macam kegiatan yang dapat berpengaruh terhadap kesempurnaan proses dan keberhasilan proses belajar mengajar.tidak akan berhasil tanpa adanya partisipasi dari pihak lain seperti: prasarana. (3) diberikan untuk upaya pembinaan manusia seutuhnya. dan apapun bentuk sepakbola? Olahraga ini adalah salah satu olahraga yang paling digemari diseluruh dunia. (c) Mempunyai subyek yang sama atau sasaran yang sama. yaitu anak didik. 1. taktik. teman. semuanya melakukan permainan sepakbola. Melalui ekstrakurikuler dibina satu kesatuan individu yang utuh fisik dan psikis. Sedangkan menurut Batty (2004:8) sepakbola adalah permainan beregu yang dimainkan oleh individu-individu untuk menyebar luaskan gagasan dari pelatih agar sepakbola menjadi permainan yang lebih baik dan menyerang dalam kerangka suatu kerjasama beregu. Kendati demikian sepakbola mempunyai banyak aspek atau bagian yang masing-masing perlu diperhatikan. artinya mempunyai pengaruh terhadap pencapaian tujuan kurikulum. (2) teknik menerima bola. kesenian. Menurut Hariyoko dan Mahmud (1991:3) teknik-teknik dasar dalam permainan sepakbola adalah: (1) teknik menendang bola. Untuk itu sebagai seorang pemain sepakbola hendaklah memiliki keempat hal yang tersebut diatas terutama teknik dan fisik yang merupakan teknik dasar dalam bermain sepakbola. (4) teknik menyundul bola. 1981:409). mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. dan strategi. Selain menguasai teknik-teknik dasar bermain sepakbola yang tersebut diatas masih ada faktor-faktor lain yang dapat menunjang seorang pemain sepakbola untuk berprestasi. darmawisata. Faktor-faktor itu antara lain: daya tahan. Karena . Dan semua ini dapat diperoleh dengan latihan konsdisi fisik dengan terus menerus tanpa merasa bosan. keseimbangan. dan (8) teknik penjaga bola. (3) teknik menggiring bola. seperti: teknik. dengan waktu 2×45 menit. guru. kekuatan. kecepatan. (6) teknik melempar bola. kelincahan. Sepakbola adalah permainan beregu yang dimainkan masing-masing regu sebelas pemain termasuk seorang penjaga gawang. Tujuan dari sepakbola ini adalah memasukkan bola ke gawang lawan dan berusaha mempertahankan gawangnya agar tidak kemasukan. Permainan ini hampir seluruhnya menggunakan kemahiran kaki. Permainan ini dimainkan di lapangan berumput dengan ukuran panjangnya 100-110 meter dan lebarnya 64-75 meter yang mana lamanya permainan sepakbola ini adalah 2×45 menit dengan dipimpin oleh 1 orang wasit dan 2 orang asisten wasit. mulai dari pelosok-pelosok desa sampai kota-kota besar. Pada mulanya sepakbola merupakan olahraga untuk sekedar hobi tapi lambat laun sepakbola menjelma sebagai olahraga yang bisa mendatangkan uang atau dengan kata lain sepakbola merupakan suatu pekerjaan. Ciri-ciri Kegiatan Ekstrakurikuler Sarifudin (1982:45) menyebutkan ciri-ciri kegiatan ekstrakurikuler sebagai berikut: (a) Merupakan bentuk kegiatan yang berkaitan atau berhubungan langsung dengan kurikulum sekolah. kapanpun. dan masyarakat. dan kelentukan. fisik. (7) teknik gerak tipu dengan bola. Sepakbola merupakan permainan beregu yang dimainkan tiap regu terdiri dari 11 pemain termasuk penjaga gawang. pramuka. Dari ciri-ciri yang dikemukakan oleh Sarifudin di atas maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler mempunyai ciri-ciri sebagi berikut: (1) diselenggarakan di luar pembelajaran formal. orang tua. kecuali seorang penjaga gawang yang bebas menggunakan anggota badan apapun (Abdoellah.

berbelok ke kanan. dan tehnik analisis data. berputar ke mana saja untuk menghindari lawan. 5 ). perumusan tujuan. Dan stamina merupakan unsur utama dalam permainan sepakbola pemain harus mempersiapkan diri untuk mengalami kelelahan fisik. Akan tetapi dalam permainan sepakbola sewaktu-waktu juga membutuhkan kecepatan. olahraga sepakbola memerlukan dua sistem energi yaitu aerobik dan anaerobik. Tidak kita pungkiri bahwa seorang pemain sepakbola yang memiliki skill individu yang baik tidak akan berarti apa-apa bila tidak ditunjang dengan kondisi fisik yang prima. pengamatan kelas. Adapun langkah – langkah yang akan dicapai oleh peneliti adalah sebagai berikut: 1. subjek uji coba. Mengembangkan bentuk produk awal (penyiapan materi pengajaran. 2. A. Untuk itu dalam melatih kondisi fisik pelatih juga harus memperhatikan kedua sistem energi tersebut dalam menyusun program latihan. sehingga seorang pemain akan memiliki daya tahan dan kecepatan secara seimbang. persiapan laporan tentang pokok persoalan. Ditambahkan pula oleh Devaney (1988:71) di dalam permainan sepakbola anda harus menggiring bola. 3).penentuan urutan pengajaran. Melakukan perencanaan (pendefinisian keterampilan. (7) Melakukan revisi produk ( berdasarkan saran – saran dan uji coba lapangan utama) (8) Uji lapangan meliputi (9) Revisi Produk Akhir.seorang pemain sepakbola yang telah memiliki teknik individu yang baik dan ditunjang oleh stamina yang prima. berputar. berbalik badan dan menangkap atau menghalau bola untuk penjaga gawang.Melakukan penelitian dan pengumpulan data informasi termasuk kajian pustaka dan analisis kebutuhan. dengan pertimbangan kebutuhan untuk menghasilkan produk pembuatan program Latihan Kebugaran jasmani di ekstrakulikuler sepak bola di MAN tlogo blitar Kabupaten Blitar. Dengan demikian peran latihan fisik didalam permainan sepakbola sangat menunjang bagi pemain untuk berprestasi baik di level lokal maupun internasional. anda membungkuk.Melakukan penelitian dan pengumpulan informasi (kajian pustaka. berlari. Bila dilihat dari urain di atas. Dan olahraga yang membutuhkan kecepatan membutuhkan sistem energi anaerobik. penyusunan buku pegangan. Menurut Devaney (1988:70) satu unsur dalam sepakbola yang tidak pernah berubah dari masa ke masa adalah stamina. BAB III METODE PENGEMBANGAN Dalam metode pengembangan akan diuraikan tentang model pengembangan. Melakukan revisi terhadap produk utama ( sesuai dengan saran – saran dari hasil uji lapangan permulaan) (6) Melakukan uji lapangan utama. berbelok ke kiri. untuk itu dalam permainan sepakbola menggunakan sistem energi aerobik. berhenti.dan perlengkapan evaluasi). Dari berbagai macam – macam langkah pengembangan yang dikemukakan oleh borg dan Gall yang sebagian di modifikasi oleh peneliti. Permainan sepakbola merupakan olahraga yang membutuhkan waktu yang lama. 2). Mengembangkan Produk Awal ( berupa penerapan formasi pertahanan) .dan uji coba skala kecil. uji coba produk. seperti: lari sprint . 4). Menggunakan uji lapangan permulaan menggunakan 16 – 12 subjek).Model Pengembangan Dalam penerapan Program latihan kebugaran jasmani ini peneliti menggunakan pengembangan milik Borg dan Gall (1983:775) yang terdiri dari: 1). dan semua itu harus membutuhkan stamina dan kondisi fisik yang prima.jenis data. prosedur pengembangan.intrumen penelitian. maka taktik dan strategi yang diintruksikan oleh pelatih akan mudah dijalankan.

serta menggunakan tehnik wawancara.Revisi Produk Akhir . 6. 5. Tahap dari prosedur ini antara lain sebagai berikut: 1. 2.Pembuatan Produk Awal Setelah melakukan analisis kebutuhan.ahli tehnik dalam program latihan sepak bola. revisi produk dari peninjauan para ahli. Evaluasi dari para ahli dengan kualifikasi yaitu. B. 1 kepelatihan di bidang sepak bola. maka dilakukan revisi dari masukan beberapa ahli yaitu ahli kepelatihan sepak Bola. Dalam hal ini berperan sebagai konsultan dan memberikan masukan dalam penyempurnaan Produk untuk di ujicobakan di lapangan. Analisis kebutuhan tersebut dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara guru pendidikan jasmani di MAN Tlogo Blitar kabupaten Blitar mengenai produk yang dikembangkan peneliti. 7.uji coba produk Uji coba produk ini dimaksudkan untuk memperoleh masukan.Revisi produk pertama Setelah uji coba produk. dan Ahli Program latihan kebugaran Jasmani sepak Bola sebagai perbaikan dari produk yang telah di ujicobakan.3. 3. uji lapangan dengan menggunakan tehnik koesioner kemudian di analisis 6. peneliti membuat produk kemudian di uji cobakan kepada kelompok kecil tetapi sebelumnya dikonsultasikan dan di uji oleh para Ahli. serta uji coba kelompok kecil. lalu dikumpulkan dan analisis.Analisis kebutuhan Analisis kebutuhan merupakan langkah – langkah yang digunakan untuk mengkaji keadaan lapangan dengan tujuan apakah produk yang dikembangkan diterima atau tidak oleh subjek. hasil produk penerapan formasi pertahanan yang dihasilkan melalui revisi uji coba lapangan.Uji Coba Lapangan ( kelompok Besar ) Pada tahap ini dilakukan uji coba lapangan ( kelompok Besar ) terhadap produk yang dikembangkan dengan menggunakan subjek uji coba 22 siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Kabupaten blitar. 4. Dalam pembuatan Produk yang dikembangkan ini. langkah selanjutnya adalah membuat Produk Awal berupa pembuatan program Latihan kebugaran jasmani dalam permainan Sepak Bola. 4. Prosedur Pengembangan Pada pengembangan program latihan kebugaran jasmani. Revisi ini digunakan untuk perbaikan terhadap produk awal yang dibuat peneliti. Revisi produk Pertama. dilakukan melalui beberapa tahap. kusioner. revisi Produk akhir yang dihasilkan oleh uji coba lapangan ( kelompok Besar. saran dan penilaian terhadap produk yang dikembangkan. 5.

maka produk ini dikembangkan ini terlebih dahulu diuji oleh para ahli. Blitar. 7.Revisi produk dari hasil uji coba lapangan yang telah diujicobakan pada peserta ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Kab. Dalam bagian ini yang harus diperhatikan yaitu: (1) rancangan uji coba (2) Subjek uji coba (3) intrumen pengumpulan data dan (4) tehnik analisi data 1. Tujuan kelompok kecil ini digunakan untuk meminimalkan kesalahan yang ditemui dan mengetahui tanggapan dari produk awal yang dikembangkan. selanjutnya dijadikan acuan untuk merevisi produk penerapan Program latihan kebugaran Jasmani dalam permainan sepak bola sebelum diujicobakan untuk kelompok kecil.Desain uji coba Desain uji coba dilaksanakan melalui dua tahap yaitu: (1) evaluasi tahap pertama dan evaluasi tahp kedua. b. Evaluasi tahap pertama.Uji coba kelompok kecil Uji coba kelompok kecil dilaksanakan di MAN Tlogo Kabupaten Blitar untuk siswa yang mengikuti ekstrakulikuler sepak bola dengan subjek 12 pemain. Subyek Uji Coba . Evaluasi tahap ini terdiri dari : 1. 2.Tinjauan Ahli Untuk memperoleh masukan tentang rancangan penerapan Informasi program latihan kebugaran Jasmani sepak bola . C.Revisi produk Pertama Hasil dari data ahli tersebut dianalisis. Dari kegiatan uji coba kelompok lapangan dimasudkan untuk mengetahui keefektifan perubahan yang dilakukan sebelumnya. a. (2) meminta kepada siswa untuk memberikan tanggapan dan pendapat tentang penerapan Program latihan Kebugaran Jasmani dalam permainan sepak bola dengan menggunakan koesioner. 2.Hasil Akhir Hasil Akhir Berupa Produk yang telah dihasilkan dari uji lapangan ( kelompok Besar ) sebagai bentuk penerapan program latihan kebugaran jasmani sepak bola. metode pengambilan subjek yaitu menggunakan prosedur yang dilakukan dalam bentuk uji coba ini adalah (1) menerapkan penerapan Program latihan kebugaran jasmani dalam permainan sepak bola kepada siswa.Evaluasi tahap kedua Uji lapangan atau kelompok besar dilaksanakan di MAN Tlogo Blitar. sebagai perwakilan kelompok besar selama 8 kali pertemuan. dan dapat dimungkinkan untuk digunakan dalam lingkup yang sebenar – benarnya. 3.Uji Coba Produk Uji coba Produk ini dilakukan untuk mengumpulkan data yang digunakan sebagai dasar dalam menetapkan kelayakan dari produk yang dikembangkan. Hasil data yang diperoleh dari uji lapangan atau kelompok besar ini digunakan untuk menyempurnakan keseluruhan pengembangan program latihan kebugaran jasmani dalam kegiatan esktrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar.

Jenis Data Dari data yang diperoleh dari hasil evaluasi ahli. 3. Kriteria bagi ahli sepak bola dan ahli dalam program latihan kebugaran jasmani mempunyai sertifikasi kepelatihan sepak bola.Rumus untuk mengolah data secara keseluruhan uji coba P = ∑ X x 100 % ∑ Xi Keterangan P ∑X ∑Xi : Persentase hasil keseluruhan subyek uji coba : Jumlah keseluruhan jawaban subyek uji coba dalam keseluruhan aspek penilaian : jumlah keseluruhan maksimal subyek uji coba 100% : Kostanta . Prosedur yang dilakukan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan yang diperlukan. 4. subjek uji coba yang digunakan meliputi: untuk kelompok uji coba siswa terdapat dua kelompok uji coba yaitu: 12 pemain untuk uji coba kelompok kecil dan 22 pemain MAN Tlogo Blitar untuk uji coba kelompok besar. dan sebagai pelatih sepak bola. intrumen yang dibuat untuk pengumpulan data adalah angket yang dibuat sendiri dengan mengacu pada analisis kebutuhan. 5.Rumus untuk mengolah data per sebjek uji coba P= X X 100% X1 Keterangan : P = persentase hasil evaluasi uji coba X= Jumlah jawaban skor oleh subyek uji coba X1 = jumlah jawaban maksimal dalam aspek penilaian oleh subyek uji coba 100 %= Konstanta b.Intrumen Pengumpulan Data Pada intrumen ini digunakan adalah pengembangan sendiri dengan mengacu pada metode atau prosedur yang sudah ditentukan. pengembangan ini data yang digunakan adalah kuantitatif dan Kualitatif. Rumus yang digunakan untuk menganalisis dan menggunakan rumus dari Sudjana (1990:40 ) a. Tehnik ini digunakan untuk analisis data kuantitatif yang diperoleh dari hasil penyebaran angket. Kriteria pemilihan siswa sebagai sebyek pengembangan 12 orang siswa esktrakulikuler sepak bola MAN Tlogo Blitar. Intrumen yang dibuat untuk pengumpulan data adalah tehnik kuesioner untuk para ahli dan siswa. Dengan demikian.Dalam pengembangan produk.Tehnik analisis data Pengembangan ini tehnik analisis data yang digunakan adalah tehnik analisis diskriptif dengan persentase.

40 % 40.Untuk menentukan penafsiran terhadap hasil analisis persentase tingkat kemenarikan produk pengembangan digunakan klasifikasi persentase guilford ( dalam Fagih. 4. 3. Persentase 0-20 % 20. 1996: 58 ) maka ditetapkan kriteria sebagai berikut: No 1. 1. 1-90 % 90. 2.1.70% 70. 1-100 % Klasifikasi Tidak baik Kurang baik Cukup baik Baik Sangat baik Makna Dibuang Diperbaiki Digunakan Digunakan Digunakan . 5.