PENGEMBANGAN PROGRAM LATIHAN KEBUGARAN JASMANI BERUPA LATIHAN FISIK UNTUK MENINGKATKAN V02 PADA PESERTA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER

SEPAK BOLA DI MAN TlOGO BLITAR PROPOSAL SKRIPSI Pembimbing: Oleh: HUMAID ALI HASAN NIM 208711415983

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN JURUSAN PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN DESEMBER DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang ………………………………………………………….

2. Rumusan Masalah………………………………………………………. ……… 3. Tujuan Penelitian ……………………………………………………… 4. Spesifikasi Produk yang diharapkan…………………………….. 5. Pentingnya Pengembangan ………………………………………….

6. Asumsi keterbatasan pengembangan ……………………………………. 7. Definisi Istilah…………………………………………………………………….

8. Sistematika penulisan 9. Definisi Operasional……………………………………………………………. BAB II KAJIAN PUSTAKA 1. Kesegaran Jasmani………………………………………………………

2. Tujuan kesegaran jasmani……………………………………………. 3. Komponen-komponen Kesegaran Jasmanai……………………………. 4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesegaran Jasmani…… 5. Program latihan ………………………………………………………….

6. Prinsip Latihan…………………………………………………………… 7. Beban Latihan …………………………………………………………….

8. Metode Latihan Fisik …………………………………………………. 9. Penjelasan Tentang program latihan untuk meningkatkan VO2 10. Latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan VO2 11. Peran Kesegaran Jasmani dalam Permainan sepak bola…… 12. Kegiatan Ekstrakurikuler…………………………………………………….. 13. Karakteristik Sepak Bola……………………………. BAB III METODE PENELITIAN 1. model pengembangan………………………………………………………….

2. prosedur pengembangan……………………………………………………… 3. uji coba produk,…………………………………………………………………. 4. subjek uji coba……………………………………………………………………. 5. jenis data……………………………………………………………………

6. intrumen penelitian…………………………………………………….. 7. tehnik analisis data……………………………………………………

BAB I PENDAHULUAN 1. A. Latar Belakang Pendidikan di Indonesia merupakan perwujudan manusia yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa berdasarkan (UUD 1945). Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kehidupan bangsa dan kemajuan suatu negara. Dengan adanya pendidikan bangsa indonesia akan mengalami kemajuan dan meninggalkan suatu bentuk keterpurukan, seperti sekarang ini. Untuk itu pemerintah harus lebih berkosentrasi terhadap pendidikan di indonesia dan juga harus membuat suatu kebijakan yang mengarahkan pada perkembangan pendidikan di indonesia. Pendidikan merupakan cara yang srategis untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Dengan kebijakan yang berkelanjutan khususnya dalam dunia pendidikan di indonesia, bukan mustahil pendidikan di indonesia akan menciptakan SDM yang berwawasan luas dan berkualitas. Sumber daya manusia yang berkualitas akan membawa pada kemajuan bangsa terutama dalam menjadikan masyarakat madani. Sehingga dengan adanya pendidikan yang bermutu maka semua hal yang berhubungan dengan masalah pendidikan akan cepat terselesaikan. Salah satu Pendidikan yang mengarahkan pada perkembangan perkembangan keseluruhan aspek manusia adalah pendidikan jasmani. Pendidikan jasmani hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu baik secara jasmani dan rohani. Sehingga pendidikan jasmani merupakan salah satu pendidikan yang sangat penting dan utama untuk kemajuan suatu bangsa. Pendidikan jasmani memiliki peran yang sangat penting dalam mengintensifikasi penyelenggaraan pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup. Pendidikan jasmani memberikan kesempatan pada siswa untuk terlibat langsung dalam aneka pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, bermain, dan berolahraga yang dilakukan secara sistematis ,terarah dan terencana. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina, sekaligus membentuk gaya

hidup sehat dan aktif sepanjang hayat. Badan Standart Nasional Pendidikan (2006:729) menyatakan bahwa: Pendidikan jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani,keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional,tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Pada hakekatnya pendidikan jasmani tidak hanya untuk mengembangkan badan tetapi juga untuk mengajarkan perilaku sosial, kebudayaan, dan menghargai etika serta mengembangkan kesehatan mental – emosional ( adisasmita, 1989:2 ) selain itu adisasmita juga berpendapat bahwa kegiatan jasmani tertentu yang dipilih dapat membentuk sikap / membentuk karakter yang berguna bagi pelakunya. Untuk mencapai tujuan tersebut harus ada lingkungan yang lebih banyak dari pihak lain seperti keluarga, sekolah, serta lingkungan. Untuk pendidikan jasmani yang diberikan di sekolah , tentu pihak sekolah mempunyai peran dan tanggung jawab yang tinggi. Dalam hal ini guru pendidikan jasmani harus mempunyai inovasi – inovasi untuk melaksanakan pembelajaran pendidikan jasmani guna mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Untuk mencapai tujuan pendidikan jasmani dan mengembangkan bakat dan minat siswa pihak sekolah menyelenggarakan kegiatan ekstrakulikuler. Menurut ahmadi ( 1984:105) kegiatan ekstrakulikuler adalah kegiatan – kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub – klub, misalnya: olahraga, kesenian, ekspresi dan lain- lain. Kegiatan ekstrakulikuler bertujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai berbagai mata pelajaran, meyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan menusia seutuhnya ( sahertian,1978:83 ). Jadi sekolah merupakan tempat dimana siswa dapat mengembangkan bakat dan minatnya kegiatan ektrakulikuler. Di MAN tlogo Blitar salah satu sekolah lanjutan akhir di blitar dengan jumlah siswa 850 siswa juga melaksanakan kegiatan ektrakulikuler. Man Tlogo blitar merupakan sekolah madrasah aliyah negeri di blitar yang menjadi salah satu sekolah favorit dengan keuggulan dalam ilmu agama dan umum. Akan tetapi tidak hanya ekstrakulikuler yang bergerak dalam bidang akademik saja yang banyak diminati oleh siswa , mereka juga sangat berantusias dalam mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang bergerak dalam bidang olahraga. Kegiatan ektrakulikuler olahraga diadakan oleh pihak sekolah bertujuan selain untuk menunjang proses belajar – mengajar khususnya pendidikan jasmani untuk mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa. Kegiatan ekstrakulikuler di Man Tlogo Blitar terdiri dari berbagai banyak cabang olahraga, diantaranya Badminton, sepak Bola, Tenis Meja, bola voli, dan futsal. Dari kelima ektrakulikuler tersebut siswa bisa memiliki ekstrakulikuler yang diinginkan sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa. Data peserta ekstrakulikuler olahraga di Man Tlogo Blitar sebagaimana ditunjukan sebagai berikut:

No 1. 2. 3. 4. 5.

Cabang Olahraga Badminton Sepak Bola Bola Voly Futsal Tenis Meja

Jumlah Peserta 25 22 27 23 24

( Sumber : Koordinator ekstrakulikuler di Man Tlogo Blitar ). Dari tabel diatas diketahui bahwasanya dari ke lima kegiatan ekstrakulikuler yang termasuk dalam kegiatan olahraga, cabang olahraga sepak Bola paling sedikit pesertanya dibanding dengan olahraga lain,

tetapi dalam sisi prestasi cabor sepak bola masih mempunyai nama daripada ektrakulikuler yang lain. Dalam survei beberapa hari kemarin teryata Prestasi sepak bola Man Tlogo blitar cukup menjanjikan.Terhitung beberapa Prestasi telah diraih khususnya di tahun 2008 – 2010. Pada tahun 2008/2009 Tim Sepak bola Man Tlogo blitar telah mencatat prestasi menjadi juara tiga PORSENI tingkat MAN/ MA se – Kabupaten Blitar. Kemudian tahun 2009/2010 Tim Sepak Bola Tim Man Tlogo Blitar telah meraih Prestasi Juara 1 POPDA Tingkat SMA/ MAN sederajat se- Kabupaten Blitar. Seiring perjalananya waktu Tim Manega dalam berapa bulan terakhir khususnya dari segi Prestasi agak menurun dan banyak faktor yang mempengaruhinya. kemarin saya mencatat banyak dari anggota Tim MANEGA banyak mengalami kekelahan dan keletihan sehingga para pelatih kebingungan dalam mengatasi anak buahnya. Faktanya menunjukan dengan kebugaran jasmani yang tidak bagus, dalam pertandingan Uji Coba selama3 kali berturut – turut hasilnya mengecewakan. 2 kali kalah dan 1 kali seri . Dari itu pelatih dengan peneliti pada hari sabtu tanggal 23 september menyetujui kesepakatan untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani para pemain perlu adanya Tes dan pengukuran. Tes yang dipilih oleh seorang pelatih dan peneliti adalah Tes Multistage. Peserta yang mengikuti tes kebugaranjasmani pada waktu itu tercatat sebanyak 20 orang. Berdasarkan analisis kebutuhan yang saya lakukan dengan metode observasi maka dengan diadakanya tes kebugaran jasmani dengan lari multistage teryata dari 20 sampel dari para peserta ekstrakulikuler sepakbola masih dibawah standart minimal kebugaran jasmani. Di bawah ini hasil dari Tes Multistage pada ekstrakulikuler sepak bola di Man Tlogo Blitar sebagai berikut:\ Tabel Hasil Tes Lari Multitahap Siswa

No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16 17. 18 19 20 21

Nama Denta Permana Fuad Sholiki Faris Fahrul Rizal Agus Rohman Hendro WIJAYA Farid jalal Main M. labib M. fitrian Risfendi Imam Bahroini Kharis Khusen Andika Wardana Dadang Permana Susilo Dwi P Galang Panjalu Budi Zaky Fahrani Bambang Hendro Joko susilo Adi wendarta Levi setiambudi M. Fahrudin

Usia 17 16 17 18 15 17 18 18 16 17 16 18 16 15 17 18 17 16 15 18 17

Shutlle 5 6 8 7 6 5 7 5 4 5 6 5 7 6 5 5 7 6 6 8 9

Level 5 3 7 1 4 3 2 9 3 8 5 4 3 6 7 4 5 2 1 4 2

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwasanya para peserta anggota ekstrakulikuler Man Tlogo Blitar khususnya sepak bola dalam hal kebugaran jasmaninya masih dalam keadaan kurang baik. Oleh karena

itu maka untuk mencapai kebugaran jasmani yang bagus harus ada solusi atau sejenis jalan keluar untuk mangatasi masalah ini. Pada hari yang lalu kami telah bertanya kepada pelatih apabila anak didiknya kita beri suatu bentuk program latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik, teryata juga setuju dan pelatih akan terbantu apabila dari kami bisa membuat pengembangan program latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik guna meningkatkan VO2 para atle sepak bola MAN TLOGO Blitar. Untuk memenuhi tuntutan daya tahan tersebut seorang para anggota Tim Manega harus mempunyai energi dalam jumlah banyak. Tuntutan energi dalam jumlah banyak itu akan diproduksi melalui sistem erobik yang memerlukan oksigen, oleh karena itu tinggi rendahnya daya tahan seorang para pemain Tim Manega tergantung dari tinggi rendahnya kapasitas oksigen maksimal atau VO2maks. Menurut Del Asri (2004:4) besaran energi yang dapat tersedia per satu satuan waktu melalui proses erobik dapat ditentukan oleh volume oksigen yang dapat diangkut dengan maksimal oleh darah dari paru-paru seseorang. Pada orang normal (bukan atlet) nilai tingkat VO2 maks yang baik untuk wanita adalah diatas 40 ml/kg/menit dan untuk pria diatas 45 ml/kg/menit (Howley dan Frank, 1997:211). Tinggi rendahnya VO2 maks para pemain Tim Manega sangat berpengaruh pada kondisi fisik atau kesegaran jasmani anggota Tim. Menurut Wagner (2008) tinggi rendahnya VO2 maks seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu jenis latihan, keturunan, pengaruh keadaan, komposisi badan, jenis kelamin, dan umur. Fox (dalam Umar, 2001:59) menyatakan Seseorang yang memiliki VO2 maks yang tinggi tidak saja mampu melakukan aktivitas daya tahan dengan baik tetapi lebih dari itu, mereka akan mampu melakukan recovery (pemulihan asal) kondisi fisiknya lebih cepat dibandingkan dengan orang yang memiliki VO2 maks yang rendah. Sehingga kemampuan mereka untuk untuk melakukan aktivitas berikutnya bisa lebih cepat dan mampu bertahan dalam jumlah waktu yang lama. Tinggi rendahnya VO2 maks seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satu dari faktor tersebut adalah organ tubuh yang pada dasarnya organ-organ tubuh tersebut sangat menunjang terhadap tingkat VO2 maks. Organ-organ tersebut seperti; paru yang berfungsi untuk memasukkan oksigen dari luar kedalam tubuh, kualitas darah (hemogoblin) yang berfungsi untuk mengikat oksigen dan membawanya ke seluruh jaringan, jantung yang berfungsi memompa darah, dan sistem sirkulasi (pembuluh darah) yang berfungsi tempat jalannya darah serta jaringan tubuh yang akan mempergunakan oksigen untuk proses oksidasi sehingga menghasilkan energi. Bagi para pemain Tim Manega semakin baik kualitas faktor-faktor tersebut maka semakin baik dan tinggi pula tingkat VO2 maks seorang pemain, sehingga tingkat daya tahannya juga baik yang pada akhirnya bagi TIM Manega memiliki tingkat kesehatan dan kesegaran jasmani yang tinggi pula . sehingga apabila tingkat kesegaran Jasmani para pemain Tim Manega bagus maka prestasi juga akan dapat meningkat dan lebih bagus lagi. Sebaliknya jika Para pemain Tim Manega mempunyai daya tahan yang rendah, maka mereka akan cepat mengalami kelelahan yang mengakibatkan emosi yang tidak stabil, mudah terombang-ambing dalam situasi atau suasana, kurang kosentrasi dan tidak fokus dalam pertandingan sehingga para pemain tim manega dalam segi prestasi akan menurun. Untuk meningkatkan VO2 maks latihan fisik harus dilakukan, peningkatan VO2maks sebaiknya dengan cara program latihan erobik karena dengan latihan erobik sudah ada pembebanan yang meningkatkan jantung maupun paru. Sedangkan untuk meningkatkan VO2 maks yang dilakukan dengan Program latihan anerobik, secara langsung dapat diberikan beban maksimum pada sistem jantung dan paru. Prestasi tinggi Tim manega dalam tingkat kabupaten hanya dicapai dengan menjalani latihan yang sistematik dan teratur, dengan latihan yang sistematik dan teratur maka kapasitas oksigen maksimal dapat meningkat sampai 20%. Dari keterangan diatas maka untuk meningkatkan dan memperbaiki prestasi Tim Manega dalam ekstrakulikuler di Man Tlogo harus adanya Program latihan kebugaran jasmani berupa program latihan fisik khususnya dalam hal meningkatkan daya tahan jantung dan paru – paru (VO2) dengan cara latihan aerobik dan anaerobik. Berdasarkan Latar belakang diatas maka peneliti sangat tertarik untuk membuat jenis Pengembangan Program Latihan Kebugaran Jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan V02 pada ektrakulikuler sepak bola di Man Tlogo Blitar. 1. B. Rumusan Masalah Berdasarkan Latar belakang diatas , rumusan masalah yang diangkat adalah belum adanya program latihan berkenaan kebugaran jasmani bagi Ektrakulikuler Di Man Tlogo Blitar. Oleh karena itu untuk meningkatkan kebugaran fisik dan daya tahan V02 pada para peserta Ekstrakulikuler Sepak Bola Di Man

maka tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah pembuatan program latihan kebugaran jasmani untuk sepak bola sehingga paserta ektrakulikuler dapat meningkatkan kebugaran jasmani dalam melakukan permainan sepak bola yang bagus dan juga demi untuk mencapai prestasi yang bagus. Tujuan Penelitian Mengacu permasalahan diatas. maka peneliti akan menerapkan Program latihan kebugaran jasmani dalam permainan Sepak Bola di MAN Tlogo Blitar. Fartlek Fartlek adalah bentuk latihan yang dilakukan dengan lari jarak jauh seperti halnya pada cross country.Tlogo Blitar maka diterapkanya Program Latihan kebugaran Jasmani peserta Ekstrakulikiler di Man Tlogo blitar. Tahap Pendahuluan Tahap Pendahuluan Aktivitas yang digunakan berupa Gerak Stretching sistematis mulai dari kepala sampai kaki. Pemandangan yang indah akan menyebabkan atlit lupa akan kelelahan sehingga dengan bebas melakukan latihannya. Tahap Inti Pada tahap inti terdiri berbagai bentuk variasi latihan program jasmani yang akan diuraikan sebagai berikut: 1) 1.Produk yang dihasilkan adalah Program Latihan Kebugaran Jasmani. Adapun Spesifikasi Penerapan program Latihan untuk Peserta Ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo blitar adalah sebagai berikut: 1. Aktivitas kalestenik dengan berbagai variasi gerak sistematis dari kepala sampai kaki. 1) 2) 3) 1. Bentuk latihan in iberasal dari Swedia yang berarti “spee play” atau bermain-main dengan kecepatan. 1. latihan tidak dibatasi tetapi atlit bebas melakukan latihan ini dengan berbagai variasi bentuk lari sesuai dengan medianya. waktu. E. Untuk itulah peneliti akan membuat Program latihan kebugaran jasmani di Ektrakulikuler Sepak Bola di Man Tlogo Blitar . C. Sebaiknya untuk latihan fartlek ini dipilihnya latihan (medan) yang mempunyai pemandangan indah sedikit rintan gn dengan lintasan yang berbeda-beda : lumpur-keras-terjal-turunpasir-rumput-salju atau lainnya. 1. Coch ataupun atlitnya sendiri dapat menentukan bentuk larinya maupun lamanya latihan.di dalam akan memmuat berbagai variasi latihan kebugaran jasmani. . Bentuk-bentuk Latihan Kondisi Fisik Ada berbagai bentuk latihan kondisi fisik antara lain : 1. Produk ini disusun untuk peserta ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar. D. Aktivitas pemanasa sebelum latihan inti. 1. Spesifikasi Produk Yang diharapkan Untuk memecahkan masalah diatas.

Waktu istirahat (recovery interval): 120 detik. Untuk lari pertama latihan boleh digunakan ulangan 2-3 kali terlebih dahulu. banyaknya ulangan (repetation) dan waktu latihan. Woldemar Cersshler. . jalan cepat atau lari-lari kecil. Demikianlah untuk seterusnya latihan dilakukan akan tetapi waktu istirahat makin lama makin di kurangi dari 120 detik menjadi 90 – 60 – 50 detikdan setrerusnya sampai tujuan akhir tercapai yaitu lari 4 x 400 m tanpa istirahat = 1600 m. kemudian untuk seterusnya 4 kali ulangan. Bentuk latihan in baik sekali dilakukan pada periode persiapan atau bahkan pada periode latihan 1. 3) Interval trainning merupakan penyempurnaan dari fartlek dengan memebrikan koreksi secara teliti dalam : menentukan jarak. 7. 4. Lari dengan tempo yang cepat (pace) selama 1 menit Tujuan latihan sama dengan cross country terutama untuk daya tahan atau stamina. 2. Atlit diharuskan menempuh jarak 400 m dengan waktu 90 detik. Mulai dengan lari lambat 5-10 menit. 5. kemudian jalan selama 120 detik. c. Ulangan yang diperbanyak. Kecpatan yang konstan dan cukup tinggi. istirahat. istirahat lagi dan seterusnya sampai selesai 4 x 400 m lari. 3. berarti 4 X 400m. 3. 2. 3. 3. 4. 6. misalnya: 1. dan macam-macam permainan. Internal Trainning Pada khir0akhir ini sistem latihan interfasi mulai digunakan untuk semua cabang olah raga : atletik. baru kemudian lari untuk putaran kedua. Waktu untuk menempuh jarak (400 m): 90 detik. Jarak lari ditentukan: 1600 m (4 kali keliling lintasan lari. Jalan cepat (istirahat aktif). balap sepeda.Kecepatan bentuk lari dapat diatur dengan berbagai variasi. Tahap Penutup Pada tahap penutup diberikan evaluasi dari proses program latihan yang telah dilaksanakan dan melakukan pendinginan. Lembar intrumen evaluasi ini berisi tentang butir – butir pertayaan tentang Program latihan kebugaran jasmani. Cara meningkatkan beban dapat pula dengan memperberat salah satu dari faktor – faktor di atas dikombinasikan. b. 2. Untuk memper berat latihan disamping pengurangan waktu istirahat dapat pula dengan meningkatkan bentuk istirahat dari jalan. Ulangan (repetition) : 4 kali. Streching individu dan berpasangan. Lari lambat-lambat diselingi lari yang makin lama makin cepat (win sprin). Bentuk latihan in pada mulanya ditemukan oleh seorang dokter yang juga coach atletik dari Jerman : dr. Jaraknya yang ditambah. Pembuatan intrumen evaluasi untuk siswa yang mengikuti ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar Kabupaten Blitar. d. misalnya (costa holmen) : 2) 1. Contoh : 1. Latihan interval juga menggunakan prinsip penambahan beban latihan. Naik bukit dengan kecepatan tinggi. Interval trainning merupakan bentuk latihan yang diselingi dengan istirahat tertentu (intervasi). Lari lambat-lambat diselingi 3-4 langkah mendadak cepat. Waktu dipercepat. mendayung.

1. 1. Selain itu sebagai calon guru pendidikan jasmani penelitian ini dapat dijadikan bekal dalam membina kegiatan ekstrakurikuler. Bagi peneliti Sebagai sarana untuk mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan khususnya yang berhubungan dengan kesegaran jasmani. c. Blitar. Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan Asumsi yang dijadikan landasan peneliti untuk penerapan Program Latihan kebugaran jasmani. Bagi pelatih Dapat dijadikan acuan bagi pelatih dalam peningkakatan kebugaran jasmani para atlet. F. Bagi Universitas Negeri Malang Hasil penelitian ini dijadikan bahan dasar kepustakaan dalam penelitian selanjutnya khususnya yang berhubungan dengan kesegaran jasmani.1. maka siswa dapat mengerti tentang program latihan kebugaran jasmani dalam permainan sepak bola. d. E. secara tetap dengan selalu memberikan peningkatan beban. Pengertian Kebugaran Jasmani Kesegaran jasmani adalah kemampuan tubuh seseorang pemain sepak bola di Man Tlogo Blitar untuk melakukan kegiatan latihan sehari-hari maupun pertandingan tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan masih memiliki tenaga yang cukup untuk melakukan aktivitas yang lainnya. (Pussegjas. a) Dengan adanya penerapan Program latihan Kebugaran Jasamani. a. Definisi Istilah 2. Pengertian Program latihan Latihan adalah suatu proses yang sistrematis secara berulang-ulang. 1. 1995:3). b. G. Keterbatasan produk penerapan kebugaran jasmani di kegiatan esktrakulikuler Sepak Bola MAN Tlogo Blitar ini adalah sebagai berikut:   Penerapan Program latihan kebugaran jasmani hanya diperuntukan untuk siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler bola voli di MAN Negeri Tlogo Blitar. . b) Sarana dan prasarana yang digunakan dalam melakukan latihan kebugaran jasmani cukup memadai dan bervariasi. 1. Pentingnya Pengembangan Pengembangan ini adalah untuk memperoleh pengalaman yang nyata juga mengaplikasikan teori dan praktek selama mengikuti kegiatan ekstrakulikuler dalam bentuk penelitian pengembangan bentuk – bentuk program latihan kebugaran jasamani di kegiatan Ekstrakulikuler MAN Negeri Tlogo Kab Blitar. di ekstrakukuler Sepak Bola MAN Negeri Tlogo Kab. Materi program latihan kebugaran jasmani hanya terbatas pada materi kebugaran jasmani saja. Bagi atlet Untuk meningkatkan kebugaran jasmani para atlet 1.

Subjek uji coba. 2.1978:83 ). Beban Latihan . Faktorfaktor yang Mempengaruhi Kesegaran Jasmani. ekspresi dan lain. 1. Karakteristik Sepak Bola. Komponen-komponen Kesegaran Jasmanai. H. Tujuan kesegaran jasmani. asumsi dan keterbatasan pengembangan. Uji coba produk. Metode Latihan Fisik . 3. darah. ada beberapa pendapat para ahli atau pakar kesegaran jasmani. 2. misalnya: olahraga. . Kegiatan Ekstrakulikuler. desain Uji coba. Beban latihan atau disebut juga bahan latihan atau loading adalah suatu bentuk-bentuk latihan jasmani dan rohani atlet guna mencapai prestasi olah raga. meyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan menusia seutuhnya ( sahertian. prosedur pengembangan. bagian yang kedua memuat tentang produk yang dihasilkan dari pengambangan. tujuan penelitian.BAB I PENDAHULUAN: Latar belakang masalah. A. KESEGARAN JASMANI Kesegaran jasmani merupakan hal yang sudah populer di kalangan masyarakat saat ini. tehnik analisis. difinisi istilah dan sistematika penulisan. Peserta ekstrakurikuler tenis lapangan adalah siswa yang mengikuti ekstrakukulikuler Sepak Bola di Man Tlogo Blitar di luar jam sekolah yang sudah dijadwalkan oleh sekolah dalam pengembangan bakat dan minat siswa. Sistematika penulisan Sistematika penulisan ini terdiri dari dua bagian. Penjelasan Tentang program latihan untuk meningkatkan VO2. Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran biasa (termasuk pada waktu libur) yang diterapkan oleh sekolah dengan tujuan agar siswa MAN TLOGO Blitar dapat memperluas pengetahuan dan mengembangkan bakat dan minat di bidang yang digemari sehingga siswa memperoleh prestasi di bidangnya yaitu mahir bermain Sepak bola. Prinsip Latihan. Latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan VO2 .BAB II KAJIAN PUSTAKA: Kesegaran Jasmani. Pengertian Esktrakulikuler Menurut ahmadi ( 1984:105) kegiatan ekstrakulikuler adalah kegiatan – kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub – klub. Sepak bola adalah salah satu olahraga yang sangat populer di dunia. Untuk mempertegas agar pengertian lebih sesuai dengan apa yang dimaksud.Tujuan pokok dari latihan adalah prestasi maksimal di samping kesehatan serta kesegaran jasmani bagi atlet. dan paru-paru untuk periode waktu yang cukup untuk menghasilkan perbaikan-perbaikan dan keadaan tubuh. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. Kegiatan ekstrakulikuler bertujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai berbagai mata pelajaran.lain. Aerobik adalah suatu sistem altihan yang mendorong kerja jantung. 2008:1). bagian pertama: memuat tentang kajian Analisis. Bagian pertama memuat tentang: 1. Program latihan. kesenian. rumusan masalah.Peran Kesegaran Jasmani dalam Permainan sepak bola. 1. spesifikasi produk yang diharapkan. Dalam pertandingan.Intrumen pengumpulan data. pentingnya pengembangan. 1.BAB III METODE PENGEMBANGAN: taktik pengembangan. olahraga ini dimainkan oleh dua kelompok berlawanan yang masing-masing berjuang untuk memasukkan bola ke gawang kelompok lawan (Rino.

maupun sebagai warga negara perlu mendapat perhatiaan dan tanggapan yang lebih memadai. Kekuatan Kekuatan atau strength . keseimbangan. anggota masyarakat. Sedangkan menurut Pussegjas (1995:1) kesegaran jasmani adalah perwujudan kemampuan dan kesanggupan fisik seseorang untuk melakukan pekerjaan baik sebagai pribadi. Berdasarkan beberapa uraian di atas dapat di simpulkan bahwa kesegaran jasmani dapat diartikan sebagai kemapuan fisik untuk melakukan tugas pekerjaan sesuai dengan bidangnya tanpa mengalami kelelahan yang berlebih dan mendapat pemulihan yang cepat seperti pada saat belum melakukan aktivitas. sehingga masih memiliki sisa tenaga untuk mengisi waktu luangnya dan tugas-tugas mendadak lainnya. Muhajir (dalam Sipayung. Tetapi menurut Kirkendall dkk (1980:226) kekuatan adalah kemampuan atau kekuatan otot tubuh yang bekerja mengeluarkan energi untuk mengatasi atau melawan kontraksi dari luar yang berfungsi untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain atau memindahkan benda mendekati tubuh atau menjauhi tubuh. kelincahan. d) kelentukan.Kesegaran jasmani menurut ahli faal dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk melakukan satu tugas khas yang memerlukan kerja muskular di mana kecepatan dan ketahanan merupakan kriteria utama. Seseorang yang memilik kasegaran jasmani yang baik dapat diartikan cukup mempunyai kesanggupan untuk melakukan pekerjaannya dengan efisien tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti. oleh karena itu untuk mengetahui dan memahami secara mendalam perlu mempelajari komponen-komponen yang membentuk dan saling bertautan antara yang satu dengan yang lainnya. daya lentur. Kesegaran jasmani juga diperlukan anak usia sekolah untuk dapat melaksanakan aktifitas sehari-hari. KOMPONEN KEBUGARA JASMANI Pengertian kesegaran jasmani adalah pengertian yang sangat kompleks. 1. . Bisa dikatakan pula bahwa tingkat kesegaran jasmani yang baik memberikan seseorang kesanggupan pada seseorang untuk menjalankan hidup yang produktif dan dapat menyesuaikan diri pada tiap pembebanan yang banyak. agar dapat hidup sehat. baik ketika berada di sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. Disebutkan pula bahwa komponen kondisi fisik meliputi: kekuatan. koordinasi. dan ketepatan. pemulihan yang cepat dari tubuh sewaktu-waktu respon demikian diperlukan”. c) daya tahan jantung. e) kecepatan. b) daya tahan otot. 1. Penjelasan tentang peranan masing-masing komponen adalah sebagai berikut: 1. komponen kondisi tubuh. TUJUAN KESEGARAN JASMANI Kesegaran jasmani sangatlah penting bagi semua orang termasuk anak-anak usia sekolah. daya otot. Sedang menurut ahli-ahli pendidikan jasmani kesegaran jasmani adalah kapasitas fungsional total seseorang untuk melakukam sesuatu kerja tertentu dengan hasil yang baik tanpa kelelahan yang berarti (Depdikbud. 1. g) koordinasi. Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:24) menjelaskan bahwa komponen-komponen kesegaran jasmani adalah: a) daya tahan. C. kecepatan. daya tahan. terhindar dari penyakit dan selalu ceria sepanjang hidup. 8:2007) mengatakan bahwa “tujuan kesegaran jasmani adalah untuk meningkatkan kemampuan sistem sirkulasi dan kerja jantung. 1991:25). f) kelincahan. 1992:9). i) ketepatan. Menurut Sajoto (1995:8-11) kondisi fisik atau kesegaran jasmani adalah satu kesatuan yang utuh dari komponen-komponen yang tidak dapat dipisahkan begitu saja. Baik peningkatan maupun pemeliharaannya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa setiap manusia perlu menjaga dan meningkatkan kesegaran jasmaninya sendiri. h) keseimbangan dan. adalah komponen kondisi fisik seseorang tentang kemampuannya dalam mempergunakan otot dalam menjalankan aktivitas (Dwiyogo dan Sulistyorini. ekonomi gerakan pada waktu latihan.

dan lain-lain (Dwiyogo dan Sulistyorini. yakni: daya tahan umum atau general endurance kemampuan seseorang dalam mempergunakan sistem jantung.Dari pendapat di atas. Seseorang yang mampu mengubah posisi yang berbeda dalam kecepatan tinggi dengan koordinasi yang baik. kecepatan diukur dengan satuan jarak dibagi dengan satuan waktu. kecepatan adalah kemampuan melakukan gerakan dalam periode waktu yang pendek. dan peredaran darahnya secara efektif dan efisien untuk menjalankan kerja secara terus menerus yang melibatkan kontraksi sejumlah otot dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama. power adalah kemampuan untuk mengubah energi fisik ke dalam kekuatan yang sangat cepat dan tergantung pada banyaknya adenosine triphosphat (ATP) yang diproduksi setiap satuan waktu. Menurut Kent (dalam Budiwanto. Sedangkan definisi yang dikemukakan oleh Kent (dalam Budiwanto. karena daya tahan ini secara langsung juga untuk melatih otot. Jadi dapat disimpulkan bahwa daya tahan/endurance merupakan salah satu komponen kesegaran jasmani yang paling penting untuk dilatih. dapat disimpulkan bahwa kecepatan adalah kemampuan tubuh atau bagian tubuh untuk melakukan gerakan dalam waktu yang pendek. Menurut Kirkendall dkk (1980:243) kelincahan adalah kemampuan badan untuk mengubah arah tubuh atau bagian tubuh lainnya dengan sangat cepat dan efisien. balap sepeda. Dari beberapa pendapat di atas. Daya tahan atau endurance dalam hal ini dikenal dua macam daya tahan. 1. Daya Tahan Daya tahan otot tidak hanya dikenal pada istilah kekuatan tetapi juga kemampuan otot berkontraksi dalam beberapa waktu tanpa mengalami kelelahan. pukulan dalam tinju. Seseorang dikatakan memiliki kelincahan cukup baik . Power menurut pendapat Gabbard dkk (dalam Budiwanto. 2004:35)) menjelaskan bahwa daya tahan adalah kemampuan organ atlet untuk melawan kelelahan yang timbul saat melakukan aktivitas olahraga dalam waktu yang lama. kontraksi otot dengan kekuatan maksimum dan kecepatan maksimum. Untuk melatih kecepatan. berarti kelincahannya cukup baik. 1. 4. smash dalam bulutangkis. 1991:29). 2004:37) kecepatan adalah jarak tempuh per satuan waktu yang diukur dalam menit atau skala kuantitas. Dijelaskan pula bahwa power dapat diperoleh dalam melakukan kegiatan tertentu. 3. Kecepatan Kecepatan atau speeds. maka dapat ditarik kesimpilan bahwa kekuatan adalah kemampuan otot untuk mengatasi atau melawan beban dengan usaha yang maksimal dalam melaksanakan aktivitas tertentu. 1. Suharno (dalam Budiwanto. paru-paru. Daya tahan otot atau local endurance yaitu kemampuan seseorang dalam mempergunakan ototnya untuk berkontraksi secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama dengan beban tertentu. 2004:34). 2004:34) adalah gabungan antara kekuatan dan daya ledak (kecepatan). akan tetapi juga memerlukan fleksibilitas yang baik dari sendi-sendi anggota tubuh. Kelincahan Kelincahan atau agility adalah kemampuan seseorang mengubah posisi di area tertentu. Kecepatan menurut Kirkendall dkk (1980:243) adalah jarak dibagi waktu. 1. 2. adalah kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan berkesinambungan dalam bentuk yang sama dalam waktu sesingkat-singkatnya. Dari sini dapat disimpulkan bahwa power itu adalah kemampuan tubuh untuk memadukan kekuatan dan kecepatan dalam waktu yang bersamaan. Power Menurut Kirkendall dkk (1980:228) power adalah masa kerja dibagi dengan waktu atau lama kerja. Seperti dalam lari cepat. kelenturan dan komponen kesegaran jasmani lainnya. 5. dibutuhkan bentuk latihan yang sesuai dan mengharuskan orang itu untuk dapat bergerak dengan cepat dan mengubah arah dengan lincah. Jadi kelincahan tidak hanya memerlukan suatu kecepatan saja.

suhu badan dan usia sangat mempengaruhi luasnya gerakan bagian-bagian tubuh.apabila mampu merubah satu posisi ke posisi yang berbeda dengan kecepatan tinggi dan koordinasi gerakan yang baik. Sedangkan kelincahan menurut Verducci (dalam Budiwanto. Kelenturan menurut Kirkendall dkk (1980:248) adalah kemampuan tubuh atau bagian-bagian tubuh untuk melakukan berbagai gerakan dengan leluasa dan seimbang antara kelincahan dan respon keseimbangan. Sedangkan Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:33) menjelaskan bahwa keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan tubuh agar tetap stabil. adalah ukuran kemampuan seseorang dalam penyesuaian diri untuk segala aktivitas dengan penguluran tubuh yang luas. Dari beberapa uraian di atas. Koordinasi Menurut Kirkendall dkk (1980:257). sistem syaraf dan sistem otot rangka menjadi rangkaian untuk mengatur bagian-bagian badan secara terpisah yang terlibat dalam satu pola gerak yang rumit dan mempersatukan bagian-bagian tersebut menjadi suatu gerak tunggal dan berhasil mencapai beberapa tujuan. 8. 1. Sedangkan Kirkendall dkk (1980:257) mengemukakan bahwa keseimbangan adalah fenomena yang kompleks yang melibatkan vestibular system pada bagian dalam telinga. 1. Kelenturan Daya lentur atau flexibility . penglihatan mata. Secara umum. 9. Kelincahan adalah hasil pembentukan dari unsur kecepatan. 2004:39) disampaikan bahwa pembentukan kelincahan lebih sulit dari pada pembentukan yang lainnya. otak menafsirkan secara komplek. Dari beberapa uraian di atas. 2004:41) adalah kemampuan memelihara suatu yang berorientasi pada keadaan stabil dan khusus dikaitkan dengan lingkungan saat itu. Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa koordinasi adalah kemampuan tubuh seseorang yang selaras antara sekelompok otot selama bergerak yang terlibat dalam satu pola gerak yang rumit dan mempersatukan bagian-bagian tersebut menjadi suatu gerak tunggal dan berhasil mencapai beberapa tujuan. Di bidang olahraga banyak hal yang harus dilakukan oleh atlet dalam masalah keseimbangan ini baik dalam menghilangkan atau mempertahankan keseimbangan. Keseimbangan Keseimbangan menurut Kent (dalam Budiwanto. 1. 1. Bompa (dalam Budiwanto. 2004:40) menjelaskan bahwa kapasitas melakukan gerakan dengan rentangan yang luas diketahui sebagai kelenturan. kekuatan dan keseimbangan. dapat disimpulkan bahwa sebenarnya kelincahan adalah kemampuan mengubah arah atau posisi badan secara cepat dan melakukan gerakan yang lain. 2004:42) adalah kemampuan untuk menyatukan sistem indera. koordinasi adalah kerjasama yang selaras antara sekelompok otot selama bergerak yang dilakukan dengan indikasi keterampilan yang sama. 6. Sedangkan koordinasi menurut Kent (dalam Budiwanto. menghasilkan berbagai respon gerakan pada situasi fisik tertentu. maka keseimbangan dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mempertahankan posisi badan dalam berbagai keadaan. hal ini akan sangat mudah ditandai dengan tingkat flexibility persendian pada seluruh tubuh. Ketepatan . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kelenturan adalah ukuran kemampuan seseorang yang mempunyai ruang gerak yang luas dalam sendi-sendinya dan yang mempunyai otot-otot yang elastis. sehingga tidak mendapat gangguan pada keseimbangannya atau bisa juga diartikan bahwa keseimbangan adalah kemampuan sikap tubuh yang tepat pada saat melakukan gerakan. 7.

Ketetapan atau accuracy. jumlah hemoglobin. faktor itu antara lain: bakat atau materi atlet. Perbedaan tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan maximal muscular power yang berhubungan dengan luas permukaan tubuh. 1. lingkungan atlet. Faktor Usia Menyatakan bahwa mulai anak-anak sampai sekitar usia 20 tahun. yang mana semua itu terdapat dalam program latihan. umur atlet. mempercepat gerakan. dibuat kesimpulan bahwa kesegaran jasmani dtentukan oleh faktor genetik yang hanya diubah dengan latihan sampai pada batas maksimal. yaitu: . Setelah usia tersebut nilai pada wanita lebih rendah dari pada pria. komposisi tubuh. sarana dan prasarana. sehingga pada orang yang berusia 70 tahun diperoleh daya tahan 50% dari yang dimiliki pada usia 17 tahun. 3. mencapai maksimal pada usia 20-30 tahun dan kemungkinan berbanding terbalik dengan usia. E. PENJELASAN TENTANG PROGRAM LATIHAN Seorang atlit untuk mencapai prestasi yang maksimal hendaklah atlit tersebut terus berlatih dan berlatih tanpa merasa bosan. D. Cara mengembangkan ketepatan ialah dengan mengulang-ulang gerakan dengan frekuensi yang banyak. FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUGARAN JASMANI Berikut ini adala beberpa hal yang terkait dengan kesegaran jasmani khususnya yang berhubungan dengan daya tahan kardiovaskuler. Menurut Suharno (1993:1) program latihan adalah suatu petunjuk atau pedoman yang mengikat secara tertulis berisi cara-cara yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan masa mendatang yang telah ditetapkan. Faktor Keturunan (Genetik) Dari penelitian yang telah dilakukan. Artinya bahwa aktivitas fisik yang terarah juga dapat meningkatkan kesegaran jasmani di samping terjadi penurunan berat badan. dan menjauhkan atau mempersempit gerakan. adalah kemampuan gerak tubuh seseorang untuk mengendalikan gerak-gerak bebas terhadap suatu sasaran. Program latihan harus disusun secara teliti dan dilaksanakan secara tekun dan teratur sesuai dengan prinsip-prinsip latihan. kapasitas paru dan sebagainya. Ketepatan menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:33) adalah kemampuan seseorang untuk mengarahkan suatu gerak ke suatu sasaran sesuai dengan tujuan. daya tahan kardiovaskuler meningkat. Sasaran ini dapat merupakan jarak atau mungkin suatu objek langsung yang harus dikenal dengan salah satu bagian tubuh. Faktor Aktivitas Fisik Berdasarkan hasil penelitian efek latihan aerobik selama delapan minggu setelah istirahat memperlihatkan peningkatan daya tahan kardiovaskuler 62% dari nilai akibat itirahat dan bila dibandingkan dengan keadaan sebelum istirahat di tempat tidur maka nilai peningkatan adalah 18%. Moeloek (1984:3)menjelaskan tentang beberapa faktor fisiologis yang mempengaruhi daya tahan kardiovaskuler antara lain adalah: 1. kekuatan otot. Program yang demikian memungkinkan bagi seorang pelatih dapat memberikan sebanyak mungkin kesempatan kepada atlet guna perkembangan pengetahuan dan keterampilannya. dan waktu yang tersedia. Faktor Jenis Kelamin Sampai dengan usia remaja tidak terdapat perbedaan daya tahan kardiovaskuler pria dan wanita. 4. dana. tenaga pelatih. Suharno (1993:7) menyebutkan bahwa program latihan umumnya dibagi menjadi tiga. 2. Selain itu dalam buku yang sama juga mengungkapkan program latihan adalah cara seorang pelatih untuk mempersiapkan atletnya guna menunjang program latihan yang telah direncanakan atau terprogram. 1. kemampuan atlet. itulah sebabnya dibutuhkan penyusunan dan perencanaan latihan yang baik dan tepat. Suharno (1993:1) Program latihan dikatakan baik dan tepat apabila rencana dibuat telah mempertimbangkan faktor-faktor penentu untuk mencapai tujuan.

1. prinsip beban meningkat bertahap (progressive increase of load). program latihan harian. taktik. prinsip reversibilitas (reversibility). menurut Bompa (1994:29) prinsip-prinsip program latihan fisik adalah sebagai berikut: Prinsip beban bertambah (over load). Prestasi tinggi akan dapat dicapai apabila keempat aspek. menghindari beban latihan berlebih (overtraining). dan mental diperlukan proses dan waktu yang relatif lama. program latihan mingguan. Untuk memperoleh prestasi yang maksimal dalam olahraga memerlukan latihan yang intensitas dan frekuensinya banyak. PRINSIP LATIHAN Harsono (1993:2) pengertian latihan atau training adalah sesuatu proses berlatih yang sistematis yang dilakukan secara berulang-ulang. dan yang kian hari junlah beban latihannya kian bertambah. menentukan cara-cara yang efektif serta usaha-usaha untuk mencapai tujuan dari latihan yang dilakukan. program latihan bulanan. Beutelstah (1986:124) menyatakan bahwa training adalah persiapan para pemain masing-masing secara individu membimbing dan membentuk mereka sehingga dapat menampilkan prestasi tertinggi secara individual maupun regu. yaitu faktor yang paling penting bagi setiap atlet (Suharno 1993:1). 1993:317). Program latihan perlu disusun dengan prinsip-prinsip latihan. Program latihan jangka pendek terdiri dari: program latihan tahunan. terarah kian hari jumlahnya semakin meningkat dengan proses yang sistematis. berulang-ulang dan jumlah beban yang diberikan semakin hari bertambah. prinsip aktif dalam latihan dan prinsip proses latihan menggunakan model. dapat disimpulkan bahwa program latihan adalah petunjuk atau pedoman latihan yang bertujuan untuk menentukan tujuan latihan. prinsdip variasi (variety). yaitu: aspek-aspek fisik. meningkat dan berulang-ulang waktunya. Tetapi dalam menentukan beban latihannya harus benar-benar diperhatikan. bertahap. prinsip spesialisasi (specialitation). (2) program jangka menengah (2 tahun-4 tahun) rencana jangka menengah merupakan pelaksanaan langsung jangka panjang. dan mental dikembangkan setinggi mungkin. prinsip pulih asal (recovery). prinsip perkembangan multilateral (multilateral development). (3) program jangka pendek (1 tahun kebawah) merupakan pelaksanaan operasional rencana jangka menengah. Sasaran-sasaran latihan pun merupakan penjabaran sasaran dari program jangka menengah. F. prinsip perorangan (individualization). Hal ini sesuai dengan pendapat Harsono (1993:1) bahwa tujuan utama dari pelatihan olagraga prestasi adalah untuk meningkatkan keterampilan dan prestasi semaksimal mungkin. Untuk mencapai peningkatan kemampuan dalam kondisi fisik. Dari pengertian dan penjelasan tentang program latihan yang telah dikemukakan di atas. teknik. Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan prinsip-prinsip latihan adalah suatu usaha sadar yang harus dilakukan atlet untuk mencapai prestasi maksdimal yang dilakukan berulang-ulang. prinsip melampaui batas latihan (the abuse of training). Latihan juga dapat didefinisikan sebagai peran serta yang sistematis dalam latihan yang bertujuan untuk meningkatkan fungsdional fisik dan daya tahan latihan dalam bidang olahraga. Menurut Kosasih (1984:46) latihan atau training adalah proses kerja yang harus dilakukan secara sistematis. teknik. Tujuan akhir latihan adalah untuk meningkatkan kemampuan olahraga (Dwijowinoto. terarah.(1) Program jangka panjang (5 tahun-12 tahun) tujuan rencana jangka panjang merupakan tujuan akhir untuk cita-cita prestasi prima. Sedangkan Latihan fisik adalah latihan yang betujuan untuk meningkatkan kondisi fisik. taktik. Suharno (1993:5) menjelaskan bahwa latihan ialah suatu proses penyempurnaan kualitas atlet secara sadar untuk mencapai prestasi yang maksimal dengan diberi beban fisik dan mental secara teratur. .

Maka Menurut Bompa (1994:29-48) adalah sebagai berikut: 1. karakteristik belajar dan kekhususan cabang olahraga. Latihan yang baik harus mengakibatkan penekanan fisik dapat ditimbulkan dengan jalan pemberian beban latihan yang lebih dari batas kemampuan si atlet (Suharno. Volume dan intensitas latihan secara terus menerus meningkat dan latihan diulang-ulang banyak sekali. seterusnya atlet akan mengalami kenaikan kemampuan (superkompensasi). teratur dan terus-menerus sehingga mencapai beban maksimum. fisiologis dan organisme atlet terhadap kelelahan akibat beban latihan tersebut. Masa latihan adalah suatu aktivitas yang sangat memerlukan beberapa jam kerja atlet. Atlet harus memiliki disiplin latihan. Spesialisasi bukan proses unilateral tetapi satu yang kompleks yang didasarkan pada suatu landasan kerja yang solid dari perkembangan multilareral. Dalam upaya mengatasi monoton dan kebosanan dalam latihan. 1. pengertian dari prinsip-prinsip latihan yang telah disebutkan di atas. mengabaikan tingkat prestasi diperlukan secara individual sesuai kemampuan dan potensinya. 1. seseorang pelatih perlu kreatif dengan memiliki pengetahuan dan sumber latihan yang banyak yang memungkinkan dapat merubah secara periodik. beban ditingkatkan secara pelan bertahap. Stress terus menerus yang diberikan pelatih tanpa istirahat akan menimbulkan penurunan prestasi bagi atlet.Sementara itu. Stress fisik akan menimbulkan kelemahan anatomis. . Hal ini bertujuan agar sistem fisiologis dapat menyesuaikan dengan tuntutan fungsi yang dibutuhkan untuk tingkat kemampuan tinggi. Prinsip spesialisasi harus disesuaikan pengertian dan penggunaanya untuk latihan anak-anak yunior di mana perkembangan multilateral harus berdasarkan perkembangan khusus. 1985:13). Prinsip Spesialisasi Spesialisasi menunjukkan unsur penting yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan dalam olahraga. Prinsip Variasi Latihan harus bervariasi dengan tujuan mengatasi sesuatu yang monoton dan membosankan saat latihan. yang akan menjamin memperoleh adaptasi secara benar. Program latihan harus direncanakan. Seluruh konsep latihan harus direncanakan sesuai dengan karakteristik fisiologis dan psikologis atlet. Prinsip Beban Lebih (Over Load) Pemberian beban latihan harus melebihi kebiasaan sehari-hari secara teratur. tetapi mungkin lebih penting untuk memelihara motivasi dan perhatian dengan memvariasi latihan fisik dan latihan secara rutin. karakteristik belajar dan kekhususan olahraga. Keterampilan dan latihan dapat diperkaya dengan mengadopsi pola gerakan teknik yang sama. Dalam mengatur program latihan yang paling menguntungkan harus mengembangkan kemampuan fisiologis khusus yang diperlukan untuk melakukan keterampilan olahraga atau kegiatan tertentu yang akan dilakukan. atau dapat mengembangkan kemampuan gerak yang diperlukan dengan olahraga. 1. Prinsip Menambah Beban Latihan secara Progresif Pemberian beban latihan harus ditingkatkan secara bertahap. Menurut Bompa (1994:32) Latihan harus bersifat khusus sesuai dengan olahraga dan pertandingan yang akan dilakukan. potensi. 1. sehingga tujuan latihan dapat ditingkatkan secara wajar Individualisasi dalam latihan adalah satu kebutuhan yang penting dalam masa latihan dan itu menunjukkan pada pemikiran untuk setiap atlet. Prinsip Individual Latihan harus memperhatikan dan memperlakukan atlet sesuai dengan kemampuan.

memungkinkan atlet dibentuk. 10. Selama waktu bebas atlet dapat melakukan pekerjaaan dalam aktifitas sosial yang memberikan kepuasan dan ketenangan. Tujuan suatu model adalah untuk memperoleh suatu yang ideal. c) proporsi latihan dari ekstensif ke intensif tidak cepat. perkembangan multilateral secara tidak langsung atlet akan menghabiskan semua waktu latihannya hanya untuk program tersebut. Kebutuhan perkembangan multilateral muncul untuk diterima sebagai kebutuhan dalam banyak lapangan pendidikan dan usaha manusia. metode dan isi yang sama dengan situasi pertandingan 1. ajeg mendsiskusikan kemajuan atletnya dengannya. Prinsip Reversibilitas Beban latihan yang diberikan pada saat latihan harus dikurangi secara perlahan-lahan pada saat akhir latihan. b) diberikan latihan intensif secara mendadak setelah lama tidak berlatih. Oleh sebab itu latihan harus berkesinambungan untuk memelihara kondisi. Prinsip Menghindari Kelebihan Beban Latihan (Over Training) Program latihan yang dijalani tidak akan mencapai hasil jika atlet mengalami kelelahan. Pengertian ini atlet akan menghubungkan keterangan obyektif dari pelatih dengan prakiraan subyektif kemampuannya. 1. Seseorang atlet akan melakukan kegiatannya meskipun tidak dibawah dan perhatian pelatih. Penyebab terjadinya overtraining antara lain: a) diberikan beban latihan over-loads secara terus menerus tanpa memperhatikan interval. 11. Tetapi. d) beban latihan diberikan dengan beban melompat. dari siklus mikro olimpiade. G.Prinsip beban bertambah secara pelan-pelan menjadi dasar rencana latihan olahraga. 1. Prinsip Partisipasi Aktif dalam Latihan Atlet yang melakukan latihan haruslah tetap berlatih diluar jam latihan wajib meskipun tanpa pengawasan dari pelatih. Melalui latihan model pelatih berusaha memimpin dan mengorganisasi waktu latihannya dalam cara yang obyektif. suatu peristiwa yang dapat diperoleh. Kesungguhan dan aktif ikut serta dalam latihan akan dimaksimalkan jika pelatih secara periodik. tetapi dia tentu harus istirahat yang cukup. dan meskipun dalam keadaan abstrak ideal diatas adalah kenyataan konkrit. Partisipasi aktif tidak terbatas hanya pada latihan. itu juga menggambarkan sesuatu yang diusahakan untuk dicapai. Prinsip multilateral akan digunakan pada latihan anak-anak yunior. 1. Beban ditambah pelan-pelan pada tiga siklus mikro pertama dengan menguragi atau tahap tanpa beban. serta antara proses fisiologis dan psikologis. Prinsip Perkembangan Multilateral Perkembangan multilateral lambat laun saling bergantung antara seluruh organ dan sistem manusia. dan akan diikuti oleh semua atlet yang mengabaikan tingkat kemampuannya. Prinsip Pulih Asal Beban latihan yang telah diberikan telah banyak mengeluarkan energi tubuh untuk itu diperlukan pemulihan untuk mengembalikan kondisi tubuh seperti semula. Prinsip Latihan Menggunakan Model Latihan yang dilakukan didesain sedemikian rupa seakan-akan seperti pada kenyataan yang akan terjadi di lapangan pertandingan. untuk itu harus menghindari kelebihan beban latihan. 1. BEBAN LATIHAN .

bulanan dan tahunan. (2) Beban Dalam (inner load) 1. Bila pelatih menginginkan intensitas sub-maksimal dalam latihan. Namun aliran darah ke daerah-daerah . (5) Rythme adalah sifat irama latihan yang berhubungan dengan tinggi rendahnya tempo dan berat ringannya suatu latihan dalam satu unit latihan maupun mingguan. (2) fungsi fisiologis organisme. jumlah set dalam latihan interval dan sirkuit sebagai ukuran rangsangan motorik dalam suatu unit latihan. Dan unsur tersebut mencerminkan kwantitas atau banyaknya latihan yang dilakukan pada saat latihan. Cara menghitung intensitas dengan MR (maximum repeatation) . ini berarti intensitas maksimal untuk atlet tersebut 30 kali/100%. (sistem peredaran darah.Menurut Suharno (1993:1) Beban latihan adalah suatu bentuk rangsangan motorik yang dapat dikontrol oleh pelatih untuk meningkatkan kualitas atlet dalam rangka mencapai prestasi maksimal. 1985:16). (4) Frekuensi adalah ulangan gerak berapa kali atlet harus melakukan gerak setiap giliran. Frekuensi tinggi berarti ulangan gerak banyak sekali dalam satu giliran. (3) Recovery adalah waktu yang digunakan untuk pemulihan tenaga kembali antara satu dengan elemen bahan latihan elemen berikutnya. MR push-up atlet dapat dihitung misalnya: mampu 30 kali. (5)low (rendah) 59% ke bawah dari prestasi terbaik. Di bawah ini ciri-ciri beban luar (Suharno. seperti timbulnya kenaikan volume darah tiap menit dan bertambahnya jumlah darah yang mengalir keotot-otot yang lebih aktif. 1993:22): (1) super maksimal 101% – ke atas dari prestasi terbaik. 1. frekuensi. Menurut Suharto (1997:98) menyatakan bahwa intensitas latihan merupakan komponen kualitatif yang mengacu pada jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu unit waktu tertentu. (4) medium 60% – 70% dari prestasi terbaik. Beban Dalam (Inner Load) Beban dalam adalah perubahan fisiologis organisme atlet akibat pengaruh latihan beban luar yang ditandai dengan kenaikan denyut nadi (Suharno. sedang frekuensi rendah artinya ulangan gerak sedikit dalam satu giliran. yaitu 80% dari DNM dan umur atlet 20 tahun. irama dalam suatu unit program latihan. Skala intensitas untuk latihan kecepatan dan kekuatan sebagai berikut (Suharno. 2) berdasarkan jumlah denyut nadi dalam mereaksi beban latihan. pernafasan dan metabolisme) yang dimaksud disini yaitu pada secara reflek akan terjadi perubahan pengaliran darah. maka 80% x (220 – 20) = 160 kali/menit (intensitas sub maksimal). frekuensi. antara lain: 1) berdasarkan persentase kecepatan dan kekuatan yang digunakan dalam latihan. Beban dalam dikatakan maksimal apabila denyut nadi atlet setelah melakukan satu unit latihan meningkat (Suharno. yaitu yang melalui proses pemecahan serabut pada waktu latihan dan terjadi pembesaran otot yang disebabkan karena bertambah luasnya serabut otot (Sajoto 1988:111) . intensitas. Kepekatan rangsangan densitas tergantung lama dan pendeknya waktu recovery . Ada dua macam beban latihan yang harus dibedakan pengertiannya menurut Suharno (1993:29) adalah: (1) Beban Luar (outer load): volume. jumlah ulangan latihan atau unsur teknik yang dilakukan dalam waktu tertentu. recovery. Begitu juga dengan Suharto (1997:72) menyatakan bahwa perubahan massa otot bukanlah disebabkan pertambahan jumlah sel otot melainkan karena pertambahan dari anak serabut otot yang membesar akibat latihan. Frekuensi dapat juga diartikan berapa kali latihan perhari atau berapa hari latihan perminggunya. (2) maksimal 100% dari prestasi terbaik. recovery. intensitas. total waktu latihan. Begitu juga menurut Suharto (1997:97) menyatakan bahwa pada dasarnya volume latihan meliputi unsur-unsur: waktu atau lama latihan. beban berat yang diangkat. berarti dalam satu giliran latihan push-up ditemukan 80% x 30 kali (MR) = 24 kali. Beban Luar (Outer Load) Beban luar adalah rangsangan motorik yang dapat diatur dikontrol dengan cara memvariasikan ciri beban latihan seperti volume. Sedangkan untuk menghitung denyut nadi yaitu pertama dihitung DNM (denyut nadi maksimal) dengan rumus: 220 – umur. sementara terjadi penurunan aliran kearah jaringan-jaringan yang kurang aktif. Dan intensitas latihan dapat dikalisfikasikan tinggi rendahnya berdasarkan beberapa indikator. (2) Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi atlet dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. (3) sub maksimal 80% – 99% dari prestasi terbaik. 1993:23) Beban dalam mempunyai dampak perubahan fungsional organisme atlet meliputi: (1) susunan anatomis/struktur tubuh yang dimaksud disini adalah latihan dapat menambah jumlah serabut otot. 1993:29): (1) Volume adalah beban latihan yang biasa dinyatakan dengan satuan jarak. jumlah beberapa elemen jenis latihan. rythme. jarak tempuh atau berat beban. Kemudian tentukan takaran intensitas latihannya.

1996:109). (4) Metode latihan lari bermain-main kecepatan (speed play atau fartlek) adalah suatu system latihan daya tahan untuk membangun. (5) psikologis yang dimaksud disini yaitu bahwa psikologis juga berpengaruh lebih baik terutama menigkatnya kemampuan menerima tekanan (strees). Apabila seorang pelatih ingin membuat program latihan fisik dan ingin memperberat volume atau meningkatkan intensitas . sedang utuk orang yang terlatih atau atlet denyut jantung mereka waktu istirahat dapat mencapai tingkat yang paling rendah yaitu antara 28-40 (Sajoto. atau memelihara kondisi tubuh seseorang. Untuk aliran darah pada saat istirahat hanya 15%-20% darah dari seluruh volume tiap menit. daya konsentrasi. untuk mencapai tujuan tertentu (Hadisasmita dan Syarifuddin. bangku atau sejenisnya menurut Hawkey (dalam Budiwanto. 1. karena suatu metode melayani ketentuan pengorganisasian dari suatu kegiatan.rawan seperti kearah otak dan jantung akan tetap atau meningkat sedangkan tekanan darah dalam arteri secara sistematik dan pemenuhan kebutuhan dalam jaringan dalam tubuh. Namun metode bukan suatu bentuk mengajar. yang dialirkan keotot. kelenturan. 2004:74). otot akan menerima 80%-85% dari seluruh volume tiap menit. 2004:76). Menurut Bompa (dalam Budiwanto. Setelah memahami ciri beban luar dan beban dalam maka para pelatih harus membuat dan memberikan latihan pada atletnya sesuai dengan berat ringannya beban latihan yang dikehendaki.. dimana beban hanya dipakai sebagai alat untuk menambah tahanan terhadap kontraksi otot. 1996:106). Tenaga aerobic adalah kemampuan tubuh untuk memanfaatkan oksigen dan disepakati sebagai cara . tetapi aerobic berbicara tentang tenagaaerobic yang diperlukan untuk ketahanan fisik. 1988:196). (4) susunan biokimia dalam otot lebih baik. Menurut Suharno (1993:2) menyatakan bahwa speed play atau fartlek adalah suatu system latihan daya tahan yang maksudnya adalah untuk membangun. maka seorang pelatih harus memperhatikan bahan-bahan beban luar latihan di atas. Pada latihan naik turun bangku ini merupakan latihan fisik yang sederhana dimana didalam melakukan latihannya menggunakan kotak. menambah frekuensi dan rythme . kekuatan otot. (6) Metode latihan aerobik adalah kekuatan yang kecil atau sedang yang dapat dipertahankan untuk jangka waktu yang lama menggunakan energi yang berasal dari pembakaran O2. kecepatan dan fleksibelitas (Hadisasmita dan Syarifuddin. system bekerja seseorang pelatih atau olahragawan sehubungan dengan pengetahuan dan kemampuannya yang cukup. juga memperbaiki secara serempak kesegaran jasmani daripada tubuh. METODE LATIHAN FISIK Metode latihan menurut Hadisasmita dan Syarifuddin (1996:142) adalah suatu cara tertentu. Metode-metode latihan fisik tersebut diantaranya yaitu: (1) Metode latihan sirkuit (circuit training) adalah suatu sistem latihan yang selain menghasilkan perubahan-perubahan positif pada kemampuan motorik. (2) Metode latihan beban(weight training) adalah latihan-latihan yang sistematis. Dan untuk denyut jantung seorang yang normal rata-rata antara 60-80 kali tiap menit. Berikut ini akan dibahas beberapa metode dalam latihan fisik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan fisik para atlet. daya tahan. Proses ini dikerjakan secara serentak oleh syaraf. kelincahan atau kecepatan gerakan tubuh yang sangat dibutuhkan dalam atletik. H. mengembalikan. diperlukan koordinasi dalam jantung guna memompa darah keseluruh tubuh secara optimal. 1996:105). Aerobic tidak berkaitan dengan dengan usaha peningkatan kekuatan. (5) Metode latihan naik turun bangku(bench stepping). 2004:71) Weight training adalah program latihan kekuatan menggunakan tahanan yang diberikan oleh beban seperti barbel dan dumbell. 1996:110). 1988:193). Latihan interval adalah latihan kondisi yang sangat dianjurkan oleh semua pelatih terkenal karena dalam mengembangkan daya tahan dan stamina atlet hasilnya sangat positif (Hadisasmita dan Syarifuddin. tenaga. mengembalikan atau memelihara kondisi tubuh seorang atlet (Hadisasmita dan Syarifuddin. memperpendek waktu recovery. perhatian dan mengatasi masalah yang merupakan tantangan bagi atlet. sementara pada waktu latihan yang cukup melelahkan. mekanika biologis dan hormon-hormon yang dengan teratur mempertahankan homeostatis tubuh pada waktu istirahat maupun latihan (Sajoto. (3) Latihan Interval (Interval Training) adalah suatu system latihan yang berganti-ganti melakukan dengan giat (interval kerja) teratur dan berulang-ulang dengan periode kegiatan dengan intensitas rendah (periode sela) dalam setiap latihan (Kent dalam Budiwanto.

persiapan tersebut dapat berlangsung selama 2-3 bulan. oleh karena itu latihan-latihan yang dikerjakan terutama untuk . Peningkatan VO2 maks tidak bisa dilakukan tanpa adanya suatu program atau pola latihan yang sesuai dengan prinsip-prinsip latihan fisik. kelincahan dan kecepatan. ketahanan. Apabila kita berlari 20 km. 1986:159). 2004:82) Berdasarkan penjelasan di atas ada beberapa metode Latihan Fisik yaitu: (1) Metode Latihan Sirkuit (Circuit Training) . kebiasaan kegiatan dan latar belakang latihan olahragawan dapat mempengaruhi nilai VO2 maks. (4) Metode Latihan Lari Bermain-main Kecepatan (Speed Play atau Fartlek). Menurut Soekarman (1987:58) ada beberapa pendapat mengenai latihan untuk meningkatkan VO 2 maks: (1) Sebaiknya mengerjakan latihan erobik karena dengan latihan erobik sudah ada pembebanan yang meningkatkan kerja jantung maupun paru. Peningkatan VO2 maks juga tidak bisa dilakukan dengan hanya beberapa latihan tetapi harus secara terus menerus dan berlanjut yang sesuai dengan program yang dilaksanakan. (2) Sebetulnya beban untuk meningkatkan VO 2 maks tidak perlu maksimal. dengan sub maksimal sudah dapat meningkatkan. Aktivitas fisik yang teratur dapat menyebabkan badan menjadi lebih tahan pada tuntutan latihan. tetapi ada juga yang mengatakan bahwa untuk meningkatkan VO2 maks harus dikerjakan latihan anerobik. pada latihan ini dijelaskan bahwa pada suatu waktu kerja dengan intensitas dan kecepatan tinggi dalam waktu yang pendek memerlukan energi segera. daya tahan. Persediaan lemak dalam otot hanya dapat ditingkatkan dengan latihan erobik yaitu denagn beban ringan untuk jangka waktu yang lama. Menurut Hadisasmita dan Syarifudin (1996:129) mempersiapkan komponen kondisi fisik umum seperti kekuatan. Olahraga sepakbola adalah olahraga yang bersifat anerobik. akan tetapi dalam olahraga sepakbola juga harus didukung oleh latihan yang bersifat erobik. 1994:3). (7) Metode latihan anaerobic . 1993:256) mengatakan bahwa keadaan latihan. tetapi beban sub maksimal sebagian besar sudah merupakan peristiwa anerobik. Jantung akan lebih kuat dan mampu memompa lebih banyak darah. (5) Metode Latihan Naik Turun Bangku (Bench Stepping). Anaerobic berarti tanpa oksigen. Selama latihan. agar VO 2 maks atau kondisi fisik tetap terjaga dengan baik. maka kemampuan sel untuk menggunakan oksigen juga lebih tinggi. PENJELASAN TENTANG LATIHAN UNTUK MENINGKATKAN V02 . kelentukan. I. Lebih lanjut Mc Ardle (2001:477) mengatakan bahwa VO 2maks dapat meningkat kira-kira 15-25 % lebih pada latihan intensif selama 3 bulan pertama dan mungkin akan meningkat mencapai 50 % lebih dalam waktu 2 tahun. Tujuan latihan peningkatan kondisi fisik adalah meningkatkan kekuatan. Menurut Soekarman (1986:82) “komponen-komponen ini berhubungan dengan struktur dan faal dalam tubuh. (3) Latihan Interval (Interval Training) . Ekblom (dalam Dwijoyowinoto. maka energi yang dibutuhkan tidak dapat dipenuhi dengan pembakaran karbohidrat saja. otot-otot kaki menghendaki energi agar segera diisi lagi. tetapi harus membakar lemak. sehingga energi anaerobic dikeluarkan jika masukan oksigen tidak cukup Getchell (dalam Budiwanto. Keadaan seperti ini ada proses lain yang disebut metabolisme anaerobic . yang tidak diperoleh secara cepat dari sumber aerobic. (7) Metode Latihan Anaerobic. (6) Metode Latihan Aerobic . (2) Metode Latihan Beban (Weight Training). Hal tersebut menyebabkan pengangkutan oksigen yang diambil di dalam paru-paru dan dikirim ke seluruh serta pembuangan sisa metabolisme menjadi lebih efisien. Jadi sebaiknya untuk meningkatkan VO2 maks dilakukan latihan anerobik dengan inyerval istirahat. Setelah memahami metode latihan fisik maka seorang pelatih dalam membuat program latihan fisik dan memberikan latihan fisik pada atletnya harus mengacu pada beberapa metode latihan fisik seperti yang telah dijelaskan diatas 1. “Kenaikan kebutuhan energi memberi penekanan pada kemampuan badan untuk menyediakan oksigen dan bahan bakar yang diperlukan otot” (Sumosardjuno. kecepatan dan lain-lain seharusnya dilakukan latihan dalam waktu yang cukup lama. Sedangkan Dwiyogo dan Sulistyorini (19991:60) menyatakan: Latihan dan proses erobik yang lama akan memberikan perbaikan-perbaikan pada jantung dan peredaran darah. (3) Untuk ketahanan erobik selain dibutuhkan kemampuan jantung dan paru untuk mengangkut oksigen yang banyak. karena dengan latihan anerobik dapat diberikan beban maksimum pada sistem jantung dan paru.terbaik untuk mengukur kondisi kardiovaskuler (Baley.

Harsono (dalam Harsuki dan Elias 2003:308) mengatakan. (c) prinsip latihan beraturan. seperti perubahan pada komposisi tubuh. Menurut Cooper (dalam Wahyu. 2005:35) pengaruh latihan dapat meningkatkan VO 2 maks dan dapat dicapai dengan cara meningkatkan efisiensi kerja semua sarana penyedia serta penyalur oksigen. perubahan pada otot dan serabut-serabut otot. (3) Peningkatan kemampuan gerak motorik khusus. Sedangkan menurut Pussegjasrek (1994:59) untuk mencapai tingkat kesegaran jasmani yang baik. (b) prinsip tahanan tambahan. akibat dari perencanaan yang matang itu ialah bahwa degree of training (derajat latihan) dan kualitas latihan akan naik sehingga akan dapat meningkatkan kapasitas kerja serta penampilan. 1. (d) prinsip spesifik. Program latihan peningkatan kondisi fisik atau VO2 maks memerlukan persiapan fisik dan perancangan program yang baik sesuai dengan prinsip-prinsip program latihan kesegaran jasmani. khususnya menghadapi pertandingan. Sedangkan Thompson dan Mc Ghee (dalam Strauss. Intensitas Latihan Fisik atau Olahraga Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi seorang olahragawan dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. 1.otot serta ketahanan jantung dan paru. bertujuan meningkatkan kemampuan kerja organ-organ tubuh . (1) gerakan-gerakanya melibatkan otot-otot besar tubuh. perubahan pada tekanan darah. “(a)prinsip beban berlebih. sesuai dengan kebutuhan gerak atau penampilan dalam olahraga itu. Pada fase ini pelatihan bertujuan memahirkan gerakan-gerakan utuh. Prinsip Dasar Latihan Menurut Pussegjasrek (1994:56) prinsip-prinsip dasar latihan antara lain. sehingga memudahkan upaya-upaya peningkatan komponen pelatihan pada tahap berikutnya. 1. 1. Pengaruh yang lebih luas lagi menurut Arnheim (1995:64) bahwa latihan daya tahan bukan hanya penting untuk memperbaiki VO 2 maks dan menurunkan tekanan darah tapi hal tersebut juga merupakn faktor kunci dalam pencegahan cedera. perubahan pada penyesuain terhadap panas. sedangkan antara 8-10 minggu untuk tujuan anerobik. Frekuensi Latihan Menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:70) frekuensi latihan diartikan sebagai jumlah latihan yang dilakukan setiap minggunya. maka dengan sendirinya yang terlihat adalah perubahanperubahan dalam kedua alat tersebut”. perubahan pada jaringan ikat. maka latihan hendaknya dilakukan minimal 3 kali dalam seminggu agar . Menurut Djidie (1997:77) program dan aplikasi pelatihan fisik harus dirancang pengembanganya melalui tahapan sebagai berikut: (1) Persiapan fisik umum. jadi program latihan peningkatan VO 2 maks harus berlangsung cukup lama dan sesuai dengan perencanaa dan metode yang benar. (2) Persiapa fisik khusus. (3) waktu yang digunakan produktif (efektif dan efisien). Lama Latihan Wilmore dan Costill (dalam Sajoto. Dalam menyusun suatu program latihan penigkatan kondisi fisik hendaknya memperhatikan beberapa prinsip latihan fisik antara lain: 1.1984:4) mengatakan bahwa hasil fisiologis yang utama dari program latihan daya tahan adalah peningkatan dalam latihan atau VO2 maks. bertujuan meningkatkan kemampuan fisik pada taraf lebih tinggi atau baik menjelang pertandingan. (2) harus dapat memperlancar peredaran darah ke jantung secara efektif. Menurut Ramana (dalam Wahyu. Macam atau Jenis Latihan Fisik Bentuk latihan fisik yang baik menurut Pussegjasrek (1994:57) antara lain. (e) prinsip individu”. 1988:210) menyatakan bahwa lama latihan yaitu antara 12-16 minggu untuk tujuan endurance. 2005:49) adaptasi dari latihan berperan dalam perubahan yang nyata pada kapasitas oksigen maksimal. Latihan daya tahan juga dapat merubah faktor-faktor penting lainnya.

Untuk mencapai tingkat kesegaran jasmani yang baik. MR push-upindividu dapat dihitung misalnya: mampu 30 kali. 1993:22): (1) super maksimal 101% – ke atas dari prestasi terbaik. terdiri dari latihan yang mengandung gerak-gerak bagian dari seluruh rangkaian gerak. Bila menginginkan intensitas sub-maksimal dalam latihan. Intensitas Latihan Fisik atau Olahraga Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi seorang olahragawan dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. dan jika intensitas latihan fisik lebih kecil maka waktu latihan yang dibutuhkan lebih lama. J. 3. (1) gerakan-gerakanya melibatkan otot-otot besar tubuh. 1999:67) bahwa latihan pada umumnya dikategorikan dalam tiga bentuk: (1) Latihan kompetisi (competitive exercise): latihan kompetisi merupakan bentuk latihan yang urutan gerak dan tipe karakteristik geraknya menyerupai tuntutan suatu kompetisi khusus suatu event cabang olahraga yang merupakan spesialisasi atlet yang bersangkutan. Beban latihan dibedakan menjadi dua yaitu beban latihan luar dan dalam. agar menghasilkan latihan dan tingkat kesegaran jasmain yang lebih baik”. Sedangkan menurut Pussegjasrek (1994:59) bahwa latihan fisik pada intensitas yang lebih besar maka waktu yang dibutuhkannya lebih pendek. Cara menghitung intensitas dengan maximum repeatation (MR). (3) waktu yang digunakan produktif (efektif dan efisien). (3) sub maksimal 80% – 99% dari prestasi terbaik. 1. Frekuensi Latihan Menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:70) frekuensi latihan diartikan sebagai jumlah latihan yang dilakukan setiap minggunya. (5) low (rendah) 59% ke bawah dari prestasi terbaik. Dan intensitas latihan dapat diklasifikasikan tinggi rendahnya berdasarkan beberapa indikator. (2) latihan khusus (special exercise ): latihan khusus ini terdiri dari dua bentuk. 2005:13) menjelaskan bahwa: Beban latihan (loading ) adalah bentuk latihan jasmani yang menimbulkan rangsangan fisik dan mental atlet untuk dilawan selama aktivitas berlatih dalam mencapai prestasi olahraga. (4) medium 60% – 70% dari prestasi terbaik. maka 80% x (220 – 20) = 160 kali/menit (intensitas sub maksimal). durasi dan irama. Sedangkan untuk menghitung denyut nadi yaitu pertama dihitung denyut nadi maksimal (DNM) dengan rumus: 220 – umur. . bentuk yang pertama hamper sama urutan geraknya dengan latihan kompetisi tetapi karakteristik pembebanannya berbeda dan latihannya mencakup elemen-elemen atau kombinasi elemen dari latihan kompetisi. 1988:210) menyatakan bahwa lama latihan yaitu antara 12-16 minggu untuk tujuan endurance. berarti dalam satu giliran latihan pushup ditemukan 80% x 30 kali (MR) = 24 kali. 1. Beban luar adalah volume. Apabila latihannya kurang dari 2 kali seminggu maka akan kurang mendapatkan efek latihan yang diharapkan.mendapatkan efek latihan yang diharapkan. (2) maksimal 100% dari prestasi terbaik. 2) berdasarkan jumlah denyut nadi dalam mereaksi beban latihan. Kemudian tentukan takaran intensitas latihannya. 1. intensitas. maka latihan hendaknya dilakukan minimal 3 kali dalam seminggu agar mendapatkan efek latihan yang diharapkan. Lama Latihan Wilmore dan Costill (dalam Sajoto. 1. latihan umum diambil dari latihan olahraga tertentu atau senam yang tidak berisi elemen-elemen gerka kompetisi dan dilakukan tanpa menggunakan peralaten senam. ini berarti intensitas maksimal untuk individu tersebut 30 kali/100%. Apabila latihannya kurang dari 2 kali seminggu maka akan kurang mendapatkan efek latihan yang diharapkan. 2. Menurut Suharto (1997:98) menyatakan bahwa intensitas latihan merupakan komponen kualitatif yang mengacu pada jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu unit waktu tertentu. (3) latihan umum (general exercise ). LATIHAN FISIK UNTUK MENINGKATKAN VO2 Bentuk latihan fisik yang baik menurut Pussegjasrek (1994:57) antara lain. frekuensi. Beban dalam adalah suatu beban latihan yang mempengaruhi fisiologi dan psikologi atlet. sedangkan antara 8-10 minggu untuk tujuan anerobik. (2) harus dapat memperlancar peredaran darah ke jantung secara efektif. 1. yaitu 80% dari DNM dan umur atlet 20 tahun. Suharno (dalam Budiwanto. Skala intensitas untuk latihan kecepatan dan kekuatan sebagai berikut (Suharno. dan bentuk latihan khusus yang kedua. Sedangkan menurut Harre (dalam Mutohir. antara lain: 1) berdasarkan persentase kecepatan dan kekuatan yang digunakan dalam latihan.

serta menanamkan sikap sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab melalui berbagai kegiatan positif di bawah tanggung jawab sekolah (http://nisanurdini. dapat diberikan pada jam-jam di luar sekolah (Sarifudin. minat. 1982:33). Dengan adanya kegiatan yang dilakukan di luar sekolah maka siswa dapat menyalurkan. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu ekstrakurikuler mempunyai tiga tujuan dasar sebagai berikut: (1) Membina minat dan bakat siswa. berjuang untuk mencapai prestasi secara jujur dan lain-lain. dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah. Kegiatan ekstrakurikuler diharapkan dapat membina dan mengembangkan minat yang ada pada siswa serta memupuk bakat yang dimiliki siswa. budaya dan alam sekitarnya. Ekstrakurikuler adalah suatu program yang dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan. potensi. Melalui ekstrakurikuler siswa dapat benarbenar menjadi manusia yang intensif. untuk memperluas pengetahuan. di mana hal-hal yang tidak dapat diselesaikan dalam program yang telah ditentukan dalam jam-jam pelajaran sekolah. bakat. Sahertian (1987:83) menyatakan kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran biasa (termasuk pada waktu libur) yang dilakukan di sekolah ataupun di luar sekolah dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai mata pelajaran. misalnya: olahraga. Dari paparan di atas maka dapat disimpulkan bahwa tujuan kegiatan ekstrakurikuler adalah untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan. Menurut Ahmadi (1984:105) kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan-kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub-klub. (2) Sebagai wadah di sekolah. secara otomatis siswa telah membentuk wadah-wadah kecil yang di dalamnya akan terjalin komunikasi antar anggota dan sekaligus dapat belajar vdalam mengorganisir setiap aktivitas kegiatan ekstrakurikuler. Dwiyogo (2007:55) menyatakan kegiatan pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. Oleh karena itu sering sekali atau pun wajib diadakan kegiatan di luar jam sekolah untuk memaksimalkan kegiatan bagi siswa yang mengikutinya walaupun kegiatan tersebut tidak formal. bakat. bersikap sportif. untuk menyalurkan bakat .1. ekspresi dan lain-lain. K. (3) Pencapaian prestasi yang optimal. kesenian.com). Siswa dapat belajar untuk menghormati keberhasilan orang lain. Karakteristik Esktrakulikuler Pengertian Kegiatan Ekstrakurikuler Keterbatasan waktu berolahraga yang dilakukan secara formal sangat menghambat tercapainya pembinaan secara maksimal untuk perkembangan dan pertumbuhan siswa. dapat diberikan pada jam-jam di luar sekolah”. Tujuan Kegiatan Ekstrakurikuler Menurut Sarifudin (1982:33) bahwa “program ekstrakurikuler dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan. Dari pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran (tatap muka) dengan maksud untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan. Beberapa cabang ekstrakurikuler baik secara perorangan maupun kelompok diharapkan dapat meraih prestasi yang optimal.blogspot. Pengaruh latihan kebugaran jasmani terhadap sepak bola 2. baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah (http://ekskulabsky. setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. menyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya.multiply.com) Selain itu tujuan lain dari kegiatan ekstrakurikuler adalah: Menumbuh kembangkan pribadi peserta didik yang sehat jasmani dan rohani. di mana hal-hal yang tidak dapat diselesaikan dalam program yang telah ditentukan dalam jam-jam pelajaran sekolah. memaksimalkan dan mengembangkan kemampuan beserta bakatnya yang terpendam di dalam dirinya masing-masing. L. memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan sosial. Dengan aktifnya siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler.

(6) teknik melempar bola. Sepakbola adalah permainan beregu yang dimainkan masing-masing regu sebelas pemain termasuk seorang penjaga gawang. Melalui ekstrakurikuler dibina satu kesatuan individu yang utuh fisik dan psikis. (c) Mempunyai subyek yang sama atau sasaran yang sama. pramuka. (3) diberikan untuk upaya pembinaan manusia seutuhnya. kecuali seorang penjaga gawang yang bebas menggunakan anggota badan apapun (Abdoellah. semuanya melakukan permainan sepakbola. Tujuan kegiatan ekstrakurikuler tidak akan berhasil tanpa adanya partisipasi dari pihak lain seperti: prasarana. dan masyarakat. kesenian. Menurut Hariyoko dan Mahmud (1991:3) teknik-teknik dasar dalam permainan sepakbola adalah: (1) teknik menendang bola. (3) teknik menggiring bola. (4) teknik menyundul bola. Dari ciri-ciri yang dikemukakan oleh Sarifudin di atas maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler mempunyai ciri-ciri sebagi berikut: (1) diselenggarakan di luar pembelajaran formal. mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. (5) teknik merampas bola. guru. KARAKTERISTIK SEPAK BOLA Sepakbola dan Karakteristiknya Di manapun. darmawisata. 1981:409). Dan semua . artinya mempunyai pengaruh terhadap pencapaian tujuan kurikulum. yaitu anak didik. Untuk itu sebagai seorang pemain sepakbola hendaklah memiliki keempat hal yang tersebut diatas terutama teknik dan fisik yang merupakan teknik dasar dalam bermain sepakbola. Pada mulanya sepakbola merupakan olahraga untuk sekedar hobi tapi lambat laun sepakbola menjelma sebagai olahraga yang bisa mendatangkan uang atau dengan kata lain sepakbola merupakan suatu pekerjaan. kekuatan. (2) diberikan untuk mengembangkan bakat dan minat siswa. Permainan ini hampir seluruhnya menggunakan kemahiran kaki. orang tua. dan beberapa macam kegiatan yang dapat berpengaruh terhadap kesempurnaan proses dan keberhasilan proses belajar mengajar. keseimbangan. Ciri-ciri Kegiatan Ekstrakurikuler Sarifudin (1982:45) menyebutkan ciri-ciri kegiatan ekstrakurikuler sebagai berikut: (a) Merupakan bentuk kegiatan yang berkaitan atau berhubungan langsung dengan kurikulum sekolah. Tujuan dari sepakbola ini adalah memasukkan bola ke gawang lawan dan berusaha mempertahankan gawangnya agar tidak kemasukan. (7) teknik gerak tipu dengan bola. Faktor-faktor itu antara lain: daya tahan. teman. Menurut Luxbacher (1998:2) menyatakan bahwa sepakbola adalah suatu pertandingan yang dimainkan 2 tim yang masing-masing beranggotakan 11 orang pemain. taktik. dan rekreasi. Sedangkan menurut Batty (2004:8) sepakbola adalah permainan beregu yang dimainkan oleh individu-individu untuk menyebar luaskan gagasan dari pelatih agar sepakbola menjadi permainan yang lebih baik dan menyerang dalam kerangka suatu kerjasama beregu. (e) Ekstrakurikuler dapat berupa olahraga. (2) teknik menerima bola. (b) Diberikan di luar jam pelajaran dan diawasi oleh guru yang bertanggung jawab tentang bidang pelajaran tersebut. M. Selain menguasai teknik-teknik dasar bermain sepakbola yang tersebut diatas masih ada faktor-faktor lain yang dapat menunjang seorang pemain sepakbola untuk berprestasi. 1. kelincahan. kecepatan. mulai dari pelosok-pelosok desa sampai kota-kota besar. Sepakbola merupakan permainan beregu yang dimainkan tiap regu terdiri dari 11 pemain termasuk penjaga gawang. dan (8) teknik penjaga bola. seperti: teknik. (d) Ekstrakurikuler pelaksanaannya berbeda dalam cara dan sifat pelaksanaan dari kurikuler. dan strategi. fisik. dan apapun bentuk sepakbola? Olahraga ini adalah salah satu olahraga yang paling digemari diseluruh dunia.dan minat dan untuk melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya. Permainan ini dimainkan di lapangan berumput dengan ukuran panjangnya 100-110 meter dan lebarnya 64-75 meter yang mana lamanya permainan sepakbola ini adalah 2×45 menit dengan dipimpin oleh 1 orang wasit dan 2 orang asisten wasit. dan kelentukan. dengan waktu 2×45 menit. kapanpun. Kendati demikian sepakbola mempunyai banyak aspek atau bagian yang masing-masing perlu diperhatikan.

dengan pertimbangan kebutuhan untuk menghasilkan produk pembuatan program Latihan Kebugaran jasmani di ekstrakulikuler sepak bola di MAN tlogo blitar Kabupaten Blitar.dan perlengkapan evaluasi).intrumen penelitian. Adapun langkah – langkah yang akan dicapai oleh peneliti adalah sebagai berikut: 1. olahraga sepakbola memerlukan dua sistem energi yaitu aerobik dan anaerobik. sehingga seorang pemain akan memiliki daya tahan dan kecepatan secara seimbang. maka taktik dan strategi yang diintruksikan oleh pelatih akan mudah dijalankan. berbalik badan dan menangkap atau menghalau bola untuk penjaga gawang. dan semua itu harus membutuhkan stamina dan kondisi fisik yang prima. berhenti. Dengan demikian peran latihan fisik didalam permainan sepakbola sangat menunjang bagi pemain untuk berprestasi baik di level lokal maupun internasional. (7) Melakukan revisi produk ( berdasarkan saran – saran dan uji coba lapangan utama) (8) Uji lapangan meliputi (9) Revisi Produk Akhir. Karena seorang pemain sepakbola yang telah memiliki teknik individu yang baik dan ditunjang oleh stamina yang prima. untuk itu dalam permainan sepakbola menggunakan sistem energi aerobik. Permainan sepakbola merupakan olahraga yang membutuhkan waktu yang lama. A. Menurut Devaney (1988:70) satu unsur dalam sepakbola yang tidak pernah berubah dari masa ke masa adalah stamina. pengamatan kelas. Untuk itu dalam melatih kondisi fisik pelatih juga harus memperhatikan kedua sistem energi tersebut dalam menyusun program latihan. 2). berbelok ke kanan. Ditambahkan pula oleh Devaney (1988:71) di dalam permainan sepakbola anda harus menggiring bola. BAB III METODE PENGEMBANGAN Dalam metode pengembangan akan diuraikan tentang model pengembangan. dan tehnik analisis data. Mengembangkan Produk Awal ( berupa penerapan formasi pertahanan) . anda membungkuk.penentuan urutan pengajaran. berlari. 5 ). Menggunakan uji lapangan permulaan menggunakan 16 – 12 subjek). persiapan laporan tentang pokok persoalan.Melakukan penelitian dan pengumpulan informasi (kajian pustaka.jenis data. berputar. Akan tetapi dalam permainan sepakbola sewaktu-waktu juga membutuhkan kecepatan. Tidak kita pungkiri bahwa seorang pemain sepakbola yang memiliki skill individu yang baik tidak akan berarti apa-apa bila tidak ditunjang dengan kondisi fisik yang prima. Melakukan revisi terhadap produk utama ( sesuai dengan saran – saran dari hasil uji lapangan permulaan) (6) Melakukan uji lapangan utama. Bila dilihat dari urain di atas. berbelok ke kiri. berputar ke mana saja untuk menghindari lawan. subjek uji coba. Melakukan perencanaan (pendefinisian keterampilan. prosedur pengembangan. Dan olahraga yang membutuhkan kecepatan membutuhkan sistem energi anaerobik. perumusan tujuan.dan uji coba skala kecil.ini dapat diperoleh dengan latihan konsdisi fisik dengan terus menerus tanpa merasa bosan. Dari berbagai macam – macam langkah pengembangan yang dikemukakan oleh borg dan Gall yang sebagian di modifikasi oleh peneliti. uji coba produk.Melakukan penelitian dan pengumpulan data informasi termasuk kajian pustaka dan analisis kebutuhan. 4). penyusunan buku pegangan. Mengembangkan bentuk produk awal (penyiapan materi pengajaran. Dan stamina merupakan unsur utama dalam permainan sepakbola pemain harus mempersiapkan diri untuk mengalami kelelahan fisik.Model Pengembangan Dalam penerapan Program latihan kebugaran jasmani ini peneliti menggunakan pengembangan milik Borg dan Gall (1983:775) yang terdiri dari: 1). 2. 3). seperti: lari sprint .

Revisi produk pertama Setelah uji coba produk. saran dan penilaian terhadap produk yang dikembangkan. 6. B. 4. uji lapangan dengan menggunakan tehnik koesioner kemudian di analisis 6.Analisis kebutuhan Analisis kebutuhan merupakan langkah – langkah yang digunakan untuk mengkaji keadaan lapangan dengan tujuan apakah produk yang dikembangkan diterima atau tidak oleh subjek. Dalam pembuatan Produk yang dikembangkan ini. maka dilakukan revisi dari masukan beberapa ahli yaitu ahli kepelatihan sepak Bola. kusioner. 7. 5. peneliti membuat produk kemudian di uji cobakan kepada kelompok kecil tetapi sebelumnya dikonsultasikan dan di uji oleh para Ahli. dan Ahli Program latihan kebugaran Jasmani sepak Bola sebagai perbaikan dari produk yang telah di ujicobakan. 5. 3. hasil produk penerapan formasi pertahanan yang dihasilkan melalui revisi uji coba lapangan.Uji Coba Lapangan ( kelompok Besar ) Pada tahap ini dilakukan uji coba lapangan ( kelompok Besar ) terhadap produk yang dikembangkan dengan menggunakan subjek uji coba 22 siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Kabupaten blitar. Dalam hal ini berperan sebagai konsultan dan memberikan masukan dalam penyempurnaan Produk untuk di ujicobakan di lapangan.Revisi Produk Akhir .ahli tehnik dalam program latihan sepak bola. serta menggunakan tehnik wawancara. langkah selanjutnya adalah membuat Produk Awal berupa pembuatan program Latihan kebugaran jasmani dalam permainan Sepak Bola. 4. 1 kepelatihan di bidang sepak bola. revisi produk dari peninjauan para ahli. dilakukan melalui beberapa tahap. lalu dikumpulkan dan analisis.3. revisi Produk akhir yang dihasilkan oleh uji coba lapangan ( kelompok Besar. Evaluasi dari para ahli dengan kualifikasi yaitu. Prosedur Pengembangan Pada pengembangan program latihan kebugaran jasmani.Pembuatan Produk Awal Setelah melakukan analisis kebutuhan. 2. Analisis kebutuhan tersebut dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara guru pendidikan jasmani di MAN Tlogo Blitar kabupaten Blitar mengenai produk yang dikembangkan peneliti. serta uji coba kelompok kecil.uji coba produk Uji coba produk ini dimaksudkan untuk memperoleh masukan. Revisi produk Pertama. Tahap dari prosedur ini antara lain sebagai berikut: 1. Revisi ini digunakan untuk perbaikan terhadap produk awal yang dibuat peneliti.

Uji coba kelompok kecil Uji coba kelompok kecil dilaksanakan di MAN Tlogo Kabupaten Blitar untuk siswa yang mengikuti ekstrakulikuler sepak bola dengan subjek 12 pemain. b.Desain uji coba Desain uji coba dilaksanakan melalui dua tahap yaitu: (1) evaluasi tahap pertama dan evaluasi tahp kedua. 7. a.Revisi produk dari hasil uji coba lapangan yang telah diujicobakan pada peserta ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Kab. C. Dalam bagian ini yang harus diperhatikan yaitu: (1) rancangan uji coba (2) Subjek uji coba (3) intrumen pengumpulan data dan (4) tehnik analisi data 1. Tujuan kelompok kecil ini digunakan untuk meminimalkan kesalahan yang ditemui dan mengetahui tanggapan dari produk awal yang dikembangkan. metode pengambilan subjek yaitu menggunakan prosedur yang dilakukan dalam bentuk uji coba ini adalah (1) menerapkan penerapan Program latihan kebugaran jasmani dalam permainan sepak bola kepada siswa. Dari kegiatan uji coba kelompok lapangan dimasudkan untuk mengetahui keefektifan perubahan yang dilakukan sebelumnya. Evaluasi tahap ini terdiri dari : 1. 3.Hasil Akhir Hasil Akhir Berupa Produk yang telah dihasilkan dari uji lapangan ( kelompok Besar ) sebagai bentuk penerapan program latihan kebugaran jasmani sepak bola. selanjutnya dijadikan acuan untuk merevisi produk penerapan Program latihan kebugaran Jasmani dalam permainan sepak bola sebelum diujicobakan untuk kelompok kecil.Evaluasi tahap kedua Uji lapangan atau kelompok besar dilaksanakan di MAN Tlogo Blitar. Subyek Uji Coba . Blitar.Tinjauan Ahli Untuk memperoleh masukan tentang rancangan penerapan Informasi program latihan kebugaran Jasmani sepak bola . 2. (2) meminta kepada siswa untuk memberikan tanggapan dan pendapat tentang penerapan Program latihan Kebugaran Jasmani dalam permainan sepak bola dengan menggunakan koesioner.Uji Coba Produk Uji coba Produk ini dilakukan untuk mengumpulkan data yang digunakan sebagai dasar dalam menetapkan kelayakan dari produk yang dikembangkan. dan dapat dimungkinkan untuk digunakan dalam lingkup yang sebenar – benarnya. Evaluasi tahap pertama. maka produk ini dikembangkan ini terlebih dahulu diuji oleh para ahli.Revisi produk Pertama Hasil dari data ahli tersebut dianalisis. 2. sebagai perwakilan kelompok besar selama 8 kali pertemuan. Hasil data yang diperoleh dari uji lapangan atau kelompok besar ini digunakan untuk menyempurnakan keseluruhan pengembangan program latihan kebugaran jasmani dalam kegiatan esktrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar.

subjek uji coba yang digunakan meliputi: untuk kelompok uji coba siswa terdapat dua kelompok uji coba yaitu: 12 pemain untuk uji coba kelompok kecil dan 22 pemain MAN Tlogo Blitar untuk uji coba kelompok besar.Tehnik analisis data Pengembangan ini tehnik analisis data yang digunakan adalah tehnik analisis diskriptif dengan persentase. Prosedur yang dilakukan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan yang diperlukan. Kriteria pemilihan siswa sebagai sebyek pengembangan 12 orang siswa esktrakulikuler sepak bola MAN Tlogo Blitar. Kriteria bagi ahli sepak bola dan ahli dalam program latihan kebugaran jasmani mempunyai sertifikasi kepelatihan sepak bola. Rumus yang digunakan untuk menganalisis dan menggunakan rumus dari Sudjana (1990:40 ) a. pengembangan ini data yang digunakan adalah kuantitatif dan Kualitatif. 3. Jenis Data Dari data yang diperoleh dari hasil evaluasi ahli.Dalam pengembangan produk. Dengan demikian. 4. Intrumen yang dibuat untuk pengumpulan data adalah tehnik kuesioner untuk para ahli dan siswa. dan sebagai pelatih sepak bola.Intrumen Pengumpulan Data Pada intrumen ini digunakan adalah pengembangan sendiri dengan mengacu pada metode atau prosedur yang sudah ditentukan. Tehnik ini digunakan untuk analisis data kuantitatif yang diperoleh dari hasil penyebaran angket. intrumen yang dibuat untuk pengumpulan data adalah angket yang dibuat sendiri dengan mengacu pada analisis kebutuhan.Rumus untuk mengolah data secara keseluruhan uji coba P = ∑ X x 100 % ∑ Xi Keterangan P ∑X ∑Xi : Persentase hasil keseluruhan subyek uji coba : Jumlah keseluruhan jawaban subyek uji coba dalam keseluruhan aspek penilaian : jumlah keseluruhan maksimal subyek uji coba 100% : Kostanta . 5.Rumus untuk mengolah data per sebjek uji coba P= X X 100% X1 Keterangan : P = persentase hasil evaluasi uji coba X= Jumlah jawaban skor oleh subyek uji coba X1 = jumlah jawaban maksimal dalam aspek penilaian oleh subyek uji coba 100 %= Konstanta b.

Persentase 0-20 % 20.1. BAB II KAJIAN PUSTAKA 1. 3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesegaran Jasmani…… 5. Sistematika penulisan 9. Komponen-komponen Kesegaran Jasmanai……………………………. 3. 1-100 % Klasifikasi Tidak baik Kurang baik Cukup baik Baik Sangat baik Makna Dibuang Diperbaiki Digunakan Digunakan Digunakan PENGEMBANGAN PROGRAM LATIHAN KEBUGARAN JASMANI BERUPA LATIHAN FISIK UNTUK MENINGKATKAN V02 PADA PESERTA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER SEPAK BOLA DI MAN TlOGO BLITAR PROPOSAL SKRIPSI Pembimbing: Oleh: HUMAID ALI HASAN NIM 208711415983 UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN JURUSAN PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN DESEMBER DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1. 6. Latar Belakang …………………………………………………………. Tujuan Penelitian ……………………………………………………… 4. 2. Definisi Istilah……………………………………………………………………. 1. Pentingnya Pengembangan …………………………………………. Spesifikasi Produk yang diharapkan…………………………….. Asumsi keterbatasan pengembangan …………………………………….40 % 40. 5. 1-90 % 90. 4. Definisi Operasional……………………………………………………………. 8. Program latihan ………………………………………………………….Untuk menentukan penafsiran terhadap hasil analisis persentase tingkat kemenarikan produk pengembangan digunakan klasifikasi persentase guilford ( dalam Fagih. 6. Rumusan Masalah………………………………………………………. Kesegaran Jasmani……………………………………………………… 2. Tujuan kesegaran jasmani…………………………………………….70% 70. 5. 7. 2. 1996: 58 ) maka ditetapkan kriteria sebagai berikut: No 1. Prinsip Latihan…………………………………………………………… . 4. ……… 3.

bermain. jenis data…………………………………………………………………… 6. 9. Untuk itu pemerintah harus lebih berkosentrasi terhadap pendidikan di indonesia dan juga harus membuat suatu kebijakan yang mengarahkan pada perkembangan pendidikan di indonesia. 5. Latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan VO2 11. Sehingga dengan adanya pendidikan yang bermutu maka semua hal yang berhubungan dengan masalah pendidikan akan cepat terselesaikan. Salah satu Pendidikan yang mengarahkan pada perkembangan perkembangan keseluruhan aspek manusia adalah pendidikan jasmani..terarah dan terencana. Beban Latihan ……………………………………………………………. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina. 4. Pendidikan jasmani memiliki peran yang sangat penting dalam mengintensifikasi penyelenggaraan pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup. Dengan adanya pendidikan bangsa indonesia akan mengalami kemajuan dan meninggalkan suatu bentuk keterpurukan. subjek uji coba……………………………………………………………………. 7. 2. Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kehidupan bangsa dan kemajuan suatu negara. sekaligus membentuk gaya hidup sehat dan aktif sepanjang hayat. seperti sekarang ini. bukan mustahil pendidikan di indonesia akan menciptakan SDM yang berwawasan luas dan berkualitas. Latar Belakang Pendidikan di Indonesia merupakan perwujudan manusia yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa berdasarkan (UUD 1945). uji coba produk. Dengan kebijakan yang berkelanjutan khususnya dalam dunia pendidikan di indonesia. 8. Sumber daya manusia yang berkualitas akan membawa pada kemajuan bangsa terutama dalam menjadikan masyarakat madani. Peran Kesegaran Jasmani dalam Permainan sepak bola…… 12. Pendidikan jasmani hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu baik secara jasmani dan rohani. Metode Latihan Fisik ………………………………………………….7. Pendidikan merupakan cara yang srategis untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Sehingga pendidikan jasmani merupakan salah satu pendidikan yang sangat penting dan utama untuk kemajuan suatu bangsa. prosedur pengembangan……………………………………………………… 3. Badan Standart Nasional Pendidikan (2006:729) menyatakan bahwa: . dan berolahraga yang dilakukan secara sistematis .…………………………………………………………………. Penjelasan Tentang program latihan untuk meningkatkan VO2 10. 13. Karakteristik Sepak Bola……………………………. model pengembangan………………………………………………………….. tehnik analisis data…………………………………………………… BAB I PENDAHULUAN 1. A. intrumen penelitian……………………………………………………. Kegiatan Ekstrakurikuler……………………………………………………. Pendidikan jasmani memberikan kesempatan pada siswa untuk terlibat langsung dalam aneka pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani. BAB III METODE PENELITIAN 1.

Pada tahun . Dari kelima ektrakulikuler tersebut siswa bisa memiliki ekstrakulikuler yang diinginkan sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa.Pendidikan jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan.keterampilan gerak.Terhitung beberapa Prestasi telah diraih khususnya di tahun 2008 – 2010. Dalam survei beberapa hari kemarin teryata Prestasi sepak bola Man Tlogo blitar cukup menjanjikan.tindakan moral. 4. Akan tetapi tidak hanya ekstrakulikuler yang bergerak dalam bidang akademik saja yang banyak diminati oleh siswa . Kegiatan ektrakulikuler olahraga diadakan oleh pihak sekolah bertujuan selain untuk menunjang proses belajar – mengajar khususnya pendidikan jasmani untuk mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa. keterampilan sosial. Data peserta ekstrakulikuler olahraga di Man Tlogo Blitar sebagaimana ditunjukan sebagai berikut: No 1. Pada hakekatnya pendidikan jasmani tidak hanya untuk mengembangkan badan tetapi juga untuk mengajarkan perilaku sosial. tentu pihak sekolah mempunyai peran dan tanggung jawab yang tinggi. olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. cabang olahraga sepak Bola paling sedikit pesertanya dibanding dengan olahraga lain.1978:83 ). Di MAN tlogo Blitar salah satu sekolah lanjutan akhir di blitar dengan jumlah siswa 850 siswa juga melaksanakan kegiatan ektrakulikuler. Dalam hal ini guru pendidikan jasmani harus mempunyai inovasi – inovasi untuk melaksanakan pembelajaran pendidikan jasmani guna mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. meyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan menusia seutuhnya ( sahertian.lain. keterampilan berfikir kritis. 3. penalaran. Dari tabel diatas diketahui bahwasanya dari ke lima kegiatan ekstrakulikuler yang termasuk dalam kegiatan olahraga. Kegiatan ekstrakulikuler bertujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai berbagai mata pelajaran. kesenian. Jadi sekolah merupakan tempat dimana siswa dapat mengembangkan bakat dan minatnya kegiatan ektrakulikuler. bola voli. 1989:2 ) selain itu adisasmita juga berpendapat bahwa kegiatan jasmani tertentu yang dipilih dapat membentuk sikap / membentuk karakter yang berguna bagi pelakunya. ekspresi dan lain. Menurut ahmadi ( 1984:105) kegiatan ekstrakulikuler adalah kegiatan – kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub – klub. misalnya: olahraga. stabilitas emosional. diantaranya Badminton. dan futsal. Untuk mencapai tujuan pendidikan jasmani dan mengembangkan bakat dan minat siswa pihak sekolah menyelenggarakan kegiatan ekstrakulikuler. kebudayaan. Untuk mencapai tujuan tersebut harus ada lingkungan yang lebih banyak dari pihak lain seperti keluarga. bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani. 5. mereka juga sangat berantusias dalam mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang bergerak dalam bidang olahraga. dan menghargai etika serta mengembangkan kesehatan mental – emosional ( adisasmita. 2. aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani. Kegiatan ekstrakulikuler di Man Tlogo Blitar terdiri dari berbagai banyak cabang olahraga. Tenis Meja. Cabang Olahraga Badminton Sepak Bola Bola Voly Futsal Tenis Meja Jumlah Peserta 25 22 27 23 24 ( Sumber : Koordinator ekstrakulikuler di Man Tlogo Blitar ). Man Tlogo blitar merupakan sekolah madrasah aliyah negeri di blitar yang menjadi salah satu sekolah favorit dengan keuggulan dalam ilmu agama dan umum. sekolah. Untuk pendidikan jasmani yang diberikan di sekolah . sepak Bola. tetapi dalam sisi prestasi cabor sepak bola masih mempunyai nama daripada ektrakulikuler yang lain. serta lingkungan.

4. dalam pertandingan Uji Coba selama3 kali berturut – turut hasilnya mengecewakan. labib M. 7. Tes yang dipilih oleh seorang pelatih dan peneliti adalah Tes Multistage. Dari itu pelatih dengan peneliti pada hari sabtu tanggal 23 september menyetujui kesepakatan untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani para pemain perlu adanya Tes dan pengukuran. 10. 18 19 20 21 Nama Denta Permana Fuad Sholiki Faris Fahrul Rizal Agus Rohman Hendro WIJAYA Farid jalal Main M. 11. kemarin saya mencatat banyak dari anggota Tim MANEGA banyak mengalami kekelahan dan keletihan sehingga para pelatih kebingungan dalam mengatasi anak buahnya. 5.2008/2009 Tim Sepak bola Man Tlogo blitar telah mencatat prestasi menjadi juara tiga PORSENI tingkat MAN/ MA se – Kabupaten Blitar. 8. Fahrudin Usia 17 16 17 18 15 17 18 18 16 17 16 18 16 15 17 18 17 16 15 18 17 Shutlle 5 6 8 7 6 5 7 5 4 5 6 5 7 6 5 5 7 6 6 8 9 Level 5 3 7 1 4 3 2 9 3 8 5 4 3 6 7 4 5 2 1 4 2 Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwasanya para peserta anggota ekstrakulikuler Man Tlogo Blitar khususnya sepak bola dalam hal kebugaran jasmaninya masih dalam keadaan kurang baik. Di bawah ini hasil dari Tes Multistage pada ekstrakulikuler sepak bola di Man Tlogo Blitar sebagai berikut:\ Tabel Hasil Tes Lari Multitahap Siswa No 1. 3. Kemudian tahun 2009/2010 Tim Sepak Bola Tim Man Tlogo Blitar telah meraih Prestasi Juara 1 POPDA Tingkat SMA/ MAN sederajat se.Kabupaten Blitar. 2 kali kalah dan 1 kali seri . Oleh karena itu maka untuk mencapai kebugaran jasmani yang bagus harus ada solusi atau sejenis jalan keluar untuk mangatasi masalah ini. 6. fitrian Risfendi Imam Bahroini Kharis Khusen Andika Wardana Dadang Permana Susilo Dwi P Galang Panjalu Budi Zaky Fahrani Bambang Hendro Joko susilo Adi wendarta Levi setiambudi M. Faktanya menunjukan dengan kebugaran jasmani yang tidak bagus. 2. 13. Pada hari yang lalu kami telah bertanya kepada pelatih apabila anak didiknya kita beri suatu bentuk program latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik. Seiring perjalananya waktu Tim Manega dalam berapa bulan terakhir khususnya dari segi Prestasi agak menurun dan banyak faktor yang mempengaruhinya. 9. 14. 15. 12. Peserta yang mengikuti tes kebugaranjasmani pada waktu itu tercatat sebanyak 20 orang. Berdasarkan analisis kebutuhan yang saya lakukan dengan metode observasi maka dengan diadakanya tes kebugaran jasmani dengan lari multistage teryata dari 20 sampel dari para peserta ekstrakulikuler sepakbola masih dibawah standart minimal kebugaran jasmani. 16 17. teryata juga setuju dan pelatih .

Tinggi rendahnya VO2 maks seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor. jenis kelamin. Sehingga kemampuan mereka untuk untuk melakukan aktivitas berikutnya bisa lebih cepat dan mampu bertahan dalam jumlah waktu yang lama. Untuk meningkatkan VO2 maks latihan fisik harus dilakukan. kurang kosentrasi dan tidak fokus dalam pertandingan sehingga para pemain tim manega dalam segi prestasi akan menurun. Dari keterangan diatas maka untuk meningkatkan dan memperbaiki prestasi Tim Manega dalam ekstrakulikuler di Man Tlogo harus adanya Program latihan kebugaran jasmani berupa program latihan fisik khususnya dalam hal meningkatkan daya tahan jantung dan paru – paru (VO2) dengan cara latihan aerobik dan anaerobik. maka mereka akan cepat mengalami kelelahan yang mengakibatkan emosi yang tidak stabil. sehingga tingkat daya tahannya juga baik yang pada akhirnya bagi TIM Manega memiliki tingkat kesehatan dan kesegaran jasmani yang tinggi pula . salah satu dari faktor tersebut adalah organ tubuh yang pada dasarnya organ-organ tubuh tersebut sangat menunjang terhadap tingkat VO2 maks. Untuk memenuhi tuntutan daya tahan tersebut seorang para anggota Tim Manega harus mempunyai energi dalam jumlah banyak. Pada orang normal (bukan atlet) nilai tingkat VO2 maks yang baik untuk wanita adalah diatas 40 ml/kg/menit dan untuk pria diatas 45 ml/kg/menit (Howley dan Frank. paru yang berfungsi untuk memasukkan oksigen dari luar kedalam tubuh. rumusan masalah yang diangkat adalah belum adanya program latihan berkenaan kebugaran jasmani bagi Ektrakulikuler Di Man Tlogo Blitar. Prestasi tinggi Tim manega dalam tingkat kabupaten hanya dicapai dengan menjalani latihan yang sistematik dan teratur. sehingga apabila tingkat kesegaran Jasmani para pemain Tim Manega bagus maka prestasi juga akan dapat meningkat dan lebih bagus lagi. pengaruh keadaan. Menurut Del Asri (2004:4) besaran energi yang dapat tersedia per satu satuan waktu melalui proses erobik dapat ditentukan oleh volume oksigen yang dapat diangkut dengan maksimal oleh darah dari paru-paru seseorang. Berdasarkan Latar belakang diatas maka peneliti sangat tertarik untuk membuat jenis Pengembangan Program Latihan Kebugaran Jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan V02 pada ektrakulikuler sepak bola di Man Tlogo Blitar. Menurut Wagner (2008) tinggi rendahnya VO2 maks seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu jenis latihan. secara langsung dapat diberikan beban maksimum pada sistem jantung dan paru. 1. Rumusan Masalah Berdasarkan Latar belakang diatas . mereka akan mampu melakukan recovery (pemulihan asal) kondisi fisiknya lebih cepat dibandingkan dengan orang yang memiliki VO2 maks yang rendah. Tuntutan energi dalam jumlah banyak itu akan diproduksi melalui sistem erobik yang memerlukan oksigen. Organ-organ tersebut seperti. . dan sistem sirkulasi (pembuluh darah) yang berfungsi tempat jalannya darah serta jaringan tubuh yang akan mempergunakan oksigen untuk proses oksidasi sehingga menghasilkan energi. Fox (dalam Umar. Tinggi rendahnya VO2 maks para pemain Tim Manega sangat berpengaruh pada kondisi fisik atau kesegaran jasmani anggota Tim. Oleh karena itu untuk meningkatkan kebugaran fisik dan daya tahan V02 pada para peserta Ekstrakulikuler Sepak Bola Di Man Tlogo Blitar maka diterapkanya Program Latihan kebugaran Jasmani peserta Ekstrakulikiler di Man Tlogo blitar. B. jantung yang berfungsi memompa darah. mudah terombang-ambing dalam situasi atau suasana. oleh karena itu tinggi rendahnya daya tahan seorang para pemain Tim Manega tergantung dari tinggi rendahnya kapasitas oksigen maksimal atau VO2maks. Sebaliknya jika Para pemain Tim Manega mempunyai daya tahan yang rendah. 1997:211). kualitas darah (hemogoblin) yang berfungsi untuk mengikat oksigen dan membawanya ke seluruh jaringan. Bagi para pemain Tim Manega semakin baik kualitas faktor-faktor tersebut maka semakin baik dan tinggi pula tingkat VO2 maks seorang pemain. keturunan.akan terbantu apabila dari kami bisa membuat pengembangan program latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik guna meningkatkan VO2 para atle sepak bola MAN TLOGO Blitar. 2001:59) menyatakan Seseorang yang memiliki VO2 maks yang tinggi tidak saja mampu melakukan aktivitas daya tahan dengan baik tetapi lebih dari itu. dan umur. dengan latihan yang sistematik dan teratur maka kapasitas oksigen maksimal dapat meningkat sampai 20%. Sedangkan untuk meningkatkan VO2 maks yang dilakukan dengan Program latihan anerobik. peningkatan VO2maks sebaiknya dengan cara program latihan erobik karena dengan latihan erobik sudah ada pembebanan yang meningkatkan jantung maupun paru. komposisi badan.

maka tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah pembuatan program latihan kebugaran jasmani untuk sepak bola sehingga paserta ektrakulikuler dapat meningkatkan kebugaran jasmani dalam melakukan permainan sepak bola yang bagus dan juga demi untuk mencapai prestasi yang bagus. C. Sebaiknya untuk latihan fartlek ini dipilihnya latihan (medan) yang mempunyai pemandangan indah sedikit rintan gn dengan lintasan yang berbeda-beda : lumpur-keras-terjal-turunpasir-rumput-salju atau lainnya. maka peneliti akan menerapkan Program latihan kebugaran jasmani dalam permainan Sepak Bola di MAN Tlogo Blitar. Aktivitas pemanasa sebelum latihan inti. Coch ataupun atlitnya sendiri dapat menentukan bentuk larinya maupun lamanya latihan. Bentuk latihan in iberasal dari Swedia yang berarti “spee play” atau bermain-main dengan kecepatan. 1) 2) 3) 1.di dalam akan memmuat berbagai variasi latihan kebugaran jasmani. waktu. Kecepatan bentuk lari dapat diatur dengan berbagai variasi. Tahap Pendahuluan Tahap Pendahuluan Aktivitas yang digunakan berupa Gerak Stretching sistematis mulai dari kepala sampai kaki. Pemandangan yang indah akan menyebabkan atlit lupa akan kelelahan sehingga dengan bebas melakukan latihannya. 1. Aktivitas kalestenik dengan berbagai variasi gerak sistematis dari kepala sampai kaki.Untuk itulah peneliti akan membuat Program latihan kebugaran jasmani di Ektrakulikuler Sepak Bola di Man Tlogo Blitar . D. Produk ini disusun untuk peserta ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar. latihan tidak dibatasi tetapi atlit bebas melakukan latihan ini dengan berbagai variasi bentuk lari sesuai dengan medianya. Adapun Spesifikasi Penerapan program Latihan untuk Peserta Ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo blitar adalah sebagai berikut: 1. Bentuk-bentuk Latihan Kondisi Fisik Ada berbagai bentuk latihan kondisi fisik antara lain : 1. E. Spesifikasi Produk Yang diharapkan Untuk memecahkan masalah diatas. Fartlek Fartlek adalah bentuk latihan yang dilakukan dengan lari jarak jauh seperti halnya pada cross country. misalnya (costa holmen) : .Produk yang dihasilkan adalah Program Latihan Kebugaran Jasmani. Tujuan Penelitian Mengacu permasalahan diatas. 1. Tahap Inti Pada tahap inti terdiri berbagai bentuk variasi latihan program jasmani yang akan diuraikan sebagai berikut: 1) 1. 1.

Lari lambat-lambat diselingi lari yang makin lama makin cepat (win sprin). E. c. 3.2) 1. misalnya: 1. Naik bukit dengan kecepatan tinggi. balap sepeda. baru kemudian lari untuk putaran kedua. berarti 4 X 400m. Demikianlah untuk seterusnya latihan dilakukan akan tetapi waktu istirahat makin lama makin di kurangi dari 120 detik menjadi 90 – 60 – 50 detikdan setrerusnya sampai tujuan akhir tercapai yaitu lari 4 x 400 m tanpa istirahat = 1600 m. istirahat lagi dan seterusnya sampai selesai 4 x 400 m lari. istirahat. Tahap Penutup Pada tahap penutup diberikan evaluasi dari proses program latihan yang telah dilaksanakan dan melakukan pendinginan. 3) Interval trainning merupakan penyempurnaan dari fartlek dengan memebrikan koreksi secara teliti dalam : menentukan jarak. Lari dengan tempo yang cepat (pace) selama 1 menit Tujuan latihan sama dengan cross country terutama untuk daya tahan atau stamina. Bentuk latihan in baik sekali dilakukan pada periode persiapan atau bahkan pada periode latihan 1. Jalan cepat (istirahat aktif). Atlit diharuskan menempuh jarak 400 m dengan waktu 90 detik. Waktu untuk menempuh jarak (400 m): 90 detik. kemudian untuk seterusnya 4 kali ulangan. Lembar intrumen evaluasi ini berisi tentang butir – butir pertayaan tentang Program latihan kebugaran jasmani. Kecpatan yang konstan dan cukup tinggi. mendayung. Jaraknya yang ditambah. Pembuatan intrumen evaluasi untuk siswa yang mengikuti ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar Kabupaten Blitar. Mulai dengan lari lambat 5-10 menit. 4. Jarak lari ditentukan: 1600 m (4 kali keliling lintasan lari. kemudian jalan selama 120 detik. 6. jalan cepat atau lari-lari kecil. 3. Contoh : 1. dan macam-macam permainan. banyaknya ulangan (repetation) dan waktu latihan. Lari lambat-lambat diselingi 3-4 langkah mendadak cepat. Ulangan (repetition) : 4 kali. 1. Waktu dipercepat. Latihan interval juga menggunakan prinsip penambahan beban latihan. Streching individu dan berpasangan. b. Untuk lari pertama latihan boleh digunakan ulangan 2-3 kali terlebih dahulu. 3. 5. 4. Interval trainning merupakan bentuk latihan yang diselingi dengan istirahat tertentu (intervasi). 7. Internal Trainning Pada khir0akhir ini sistem latihan interfasi mulai digunakan untuk semua cabang olah raga : atletik. Untuk memper berat latihan disamping pengurangan waktu istirahat dapat pula dengan meningkatkan bentuk istirahat dari jalan. 2. Pentingnya Pengembangan . Ulangan yang diperbanyak. d. Woldemar Cersshler. 2. Cara meningkatkan beban dapat pula dengan memperberat salah satu dari faktor – faktor di atas dikombinasikan. Bentuk latihan in pada mulanya ditemukan oleh seorang dokter yang juga coach atletik dari Jerman : dr. Waktu istirahat (recovery interval): 120 detik. 2. 3.

1. c. Bagi atlet Untuk meningkatkan kebugaran jasmani para atlet 1. a. b. Pengertian Kebugaran Jasmani Kesegaran jasmani adalah kemampuan tubuh seseorang pemain sepak bola di Man Tlogo Blitar untuk melakukan kegiatan latihan sehari-hari maupun pertandingan tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan masih memiliki tenaga yang cukup untuk melakukan aktivitas yang lainnya. Bagi pelatih Dapat dijadikan acuan bagi pelatih dalam peningkakatan kebugaran jasmani para atlet.Pengembangan ini adalah untuk memperoleh pengalaman yang nyata juga mengaplikasikan teori dan praktek selama mengikuti kegiatan ekstrakulikuler dalam bentuk penelitian pengembangan bentuk – bentuk program latihan kebugaran jasamani di kegiatan Ekstrakulikuler MAN Negeri Tlogo Kab Blitar. b) Sarana dan prasarana yang digunakan dalam melakukan latihan kebugaran jasmani cukup memadai dan bervariasi. 1. Bagi peneliti Sebagai sarana untuk mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan khususnya yang berhubungan dengan kesegaran jasmani. Selain itu sebagai calon guru pendidikan jasmani penelitian ini dapat dijadikan bekal dalam membina kegiatan ekstrakurikuler. F. a) Dengan adanya penerapan Program latihan Kebugaran Jasamani. Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan Asumsi yang dijadikan landasan peneliti untuk penerapan Program Latihan kebugaran jasmani. Blitar. maka siswa dapat mengerti tentang program latihan kebugaran jasmani dalam permainan sepak bola. Definisi Istilah 2. G. d. secara tetap dengan selalu memberikan peningkatan beban. Pengertian Program latihan Latihan adalah suatu proses yang sistrematis secara berulang-ulang. Tujuan pokok dari latihan adalah prestasi maksimal di samping kesehatan serta kesegaran jasmani bagi atlet. Bagi Universitas Negeri Malang Hasil penelitian ini dijadikan bahan dasar kepustakaan dalam penelitian selanjutnya khususnya yang berhubungan dengan kesegaran jasmani. 1. (Pussegjas. 1. 1995:3). Keterbatasan produk penerapan kebugaran jasmani di kegiatan esktrakulikuler Sepak Bola MAN Tlogo Blitar ini adalah sebagai berikut:   Penerapan Program latihan kebugaran jasmani hanya diperuntukan untuk siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler bola voli di MAN Negeri Tlogo Blitar. Materi program latihan kebugaran jasmani hanya terbatas pada materi kebugaran jasmani saja. Beban latihan atau disebut juga bahan latihan atau loading adalah suatu bentuk-bentuk latihan . di ekstrakukuler Sepak Bola MAN Negeri Tlogo Kab.

Karakteristik Sepak Bola. H. ada beberapa pendapat para ahli atau pakar kesegaran jasmani. Kegiatan Ekstrakulikuler. Sistematika penulisan Sistematika penulisan ini terdiri dari dua bagian. meyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan menusia seutuhnya ( sahertian. 1.Peran Kesegaran Jasmani dalam Permainan sepak bola. Penjelasan Tentang program latihan untuk meningkatkan VO2. spesifikasi produk yang diharapkan. ekspresi dan lain. A. prosedur pengembangan. Metode Latihan Fisik . Prinsip Latihan. darah. difinisi istilah dan sistematika penulisan. Dalam pertandingan. Pengertian Esktrakulikuler Menurut ahmadi ( 1984:105) kegiatan ekstrakulikuler adalah kegiatan – kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub – klub. Komponen-komponen Kesegaran Jasmanai. Aerobik adalah suatu sistem altihan yang mendorong kerja jantung. Peserta ekstrakurikuler tenis lapangan adalah siswa yang mengikuti ekstrakukulikuler Sepak Bola di Man Tlogo Blitar di luar jam sekolah yang sudah dijadwalkan oleh sekolah dalam pengembangan bakat dan minat siswa.BAB III METODE PENGEMBANGAN: taktik pengembangan. 2. 3. Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran biasa (termasuk pada waktu libur) yang diterapkan oleh sekolah dengan tujuan agar siswa MAN TLOGO Blitar dapat memperluas pengetahuan dan mengembangkan bakat dan minat di bidang yang digemari sehingga siswa memperoleh prestasi di bidangnya yaitu mahir bermain Sepak bola. Untuk mempertegas agar pengertian lebih sesuai dengan apa yang dimaksud. KESEGARAN JASMANI Kesegaran jasmani merupakan hal yang sudah populer di kalangan masyarakat saat ini.Intrumen pengumpulan data. Kegiatan ekstrakulikuler bertujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai berbagai mata pelajaran. Tujuan kesegaran jasmani. 1. tujuan penelitian.jasmani dan rohani atlet guna mencapai prestasi olah raga. kesenian.BAB II KAJIAN PUSTAKA: Kesegaran Jasmani. 2. Beban Latihan . BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. desain Uji coba. misalnya: olahraga. Bagian pertama memuat tentang: 1.1978:83 ). 2008:1). Subjek uji coba. Kesegaran jasmani menurut ahli faal dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk melakukan satu tugas khas yang memerlukan kerja muskular di mana kecepatan dan ketahanan .BAB I PENDAHULUAN: Latar belakang masalah. Latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan VO2 . olahraga ini dimainkan oleh dua kelompok berlawanan yang masing-masing berjuang untuk memasukkan bola ke gawang kelompok lawan (Rino. Sepak bola adalah salah satu olahraga yang sangat populer di dunia. tehnik analisis. asumsi dan keterbatasan pengembangan. 1. Program latihan.lain. Faktorfaktor yang Mempengaruhi Kesegaran Jasmani. pentingnya pengembangan. rumusan masalah. Uji coba produk. bagian yang kedua memuat tentang produk yang dihasilkan dari pengambangan. dan paru-paru untuk periode waktu yang cukup untuk menghasilkan perbaikan-perbaikan dan keadaan tubuh. bagian pertama: memuat tentang kajian Analisis.

adalah komponen kondisi fisik seseorang tentang kemampuannya dalam mempergunakan otot dalam menjalankan aktivitas (Dwiyogo dan Sulistyorini. daya lentur. c) daya tahan jantung. KOMPONEN KEBUGARA JASMANI Pengertian kesegaran jasmani adalah pengertian yang sangat kompleks. d) kelentukan. pemulihan yang cepat dari tubuh sewaktu-waktu respon demikian diperlukan”. Penjelasan tentang peranan masing-masing komponen adalah sebagai berikut: 1. kecepatan. 1. Baik peningkatan maupun pemeliharaannya. 8:2007) mengatakan bahwa “tujuan kesegaran jasmani adalah untuk meningkatkan kemampuan sistem sirkulasi dan kerja jantung. i) ketepatan. anggota masyarakat. Disebutkan pula bahwa komponen kondisi fisik meliputi: kekuatan. C. komponen kondisi tubuh. daya otot. f) kelincahan. maupun sebagai warga negara perlu mendapat perhatiaan dan tanggapan yang lebih memadai. keseimbangan. Sedangkan menurut Pussegjas (1995:1) kesegaran jasmani adalah perwujudan kemampuan dan kesanggupan fisik seseorang untuk melakukan pekerjaan baik sebagai pribadi. daya tahan. 1992:9). b) daya tahan otot. Muhajir (dalam Sipayung. agar dapat hidup sehat. dan ketepatan. 1. sehingga masih memiliki sisa tenaga untuk mengisi waktu luangnya dan tugas-tugas mendadak lainnya. baik ketika berada di sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. 1991:25). Kesegaran jasmani juga diperlukan anak usia sekolah untuk dapat melaksanakan aktifitas sehari-hari.merupakan kriteria utama. Sedang menurut ahli-ahli pendidikan jasmani kesegaran jasmani adalah kapasitas fungsional total seseorang untuk melakukam sesuatu kerja tertentu dengan hasil yang baik tanpa kelelahan yang berarti (Depdikbud. Berdasarkan beberapa uraian di atas dapat di simpulkan bahwa kesegaran jasmani dapat diartikan sebagai kemapuan fisik untuk melakukan tugas pekerjaan sesuai dengan bidangnya tanpa mengalami kelelahan yang berlebih dan mendapat pemulihan yang cepat seperti pada saat belum melakukan aktivitas. Dari pendapat di atas. kelincahan. . Bisa dikatakan pula bahwa tingkat kesegaran jasmani yang baik memberikan seseorang kesanggupan pada seseorang untuk menjalankan hidup yang produktif dan dapat menyesuaikan diri pada tiap pembebanan yang banyak. terhindar dari penyakit dan selalu ceria sepanjang hidup. maka dapat ditarik kesimpilan bahwa kekuatan adalah kemampuan otot untuk mengatasi atau melawan beban dengan usaha yang maksimal dalam melaksanakan aktivitas tertentu. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa setiap manusia perlu menjaga dan meningkatkan kesegaran jasmaninya sendiri. h) keseimbangan dan. Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:24) menjelaskan bahwa komponen-komponen kesegaran jasmani adalah: a) daya tahan. Seseorang yang memilik kasegaran jasmani yang baik dapat diartikan cukup mempunyai kesanggupan untuk melakukan pekerjaannya dengan efisien tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti. g) koordinasi. oleh karena itu untuk mengetahui dan memahami secara mendalam perlu mempelajari komponen-komponen yang membentuk dan saling bertautan antara yang satu dengan yang lainnya. ekonomi gerakan pada waktu latihan. Tetapi menurut Kirkendall dkk (1980:226) kekuatan adalah kemampuan atau kekuatan otot tubuh yang bekerja mengeluarkan energi untuk mengatasi atau melawan kontraksi dari luar yang berfungsi untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain atau memindahkan benda mendekati tubuh atau menjauhi tubuh. Menurut Sajoto (1995:8-11) kondisi fisik atau kesegaran jasmani adalah satu kesatuan yang utuh dari komponen-komponen yang tidak dapat dipisahkan begitu saja. e) kecepatan. koordinasi. 1. TUJUAN KESEGARAN JASMANI Kesegaran jasmani sangatlah penting bagi semua orang termasuk anak-anak usia sekolah. Kekuatan Kekuatan atau strength .

1. 2004:34) adalah gabungan antara kekuatan dan daya ledak (kecepatan). Kecepatan Kecepatan atau speeds. 2. berarti kelincahannya cukup baik. Power Menurut Kirkendall dkk (1980:228) power adalah masa kerja dibagi dengan waktu atau lama kerja. Menurut Kirkendall dkk (1980:243) kelincahan adalah kemampuan badan untuk mengubah arah tubuh atau bagian tubuh lainnya dengan sangat cepat dan efisien. Dari sini dapat disimpulkan bahwa power itu adalah kemampuan tubuh untuk memadukan kekuatan dan kecepatan dalam waktu yang bersamaan. 5. Untuk melatih kecepatan. yakni: daya tahan umum atau general endurance kemampuan seseorang dalam mempergunakan sistem jantung. 2004:37) kecepatan adalah jarak tempuh per satuan waktu yang diukur dalam menit atau skala kuantitas. Seperti dalam lari cepat. 2004:35)) menjelaskan bahwa daya tahan adalah kemampuan organ atlet untuk melawan kelelahan yang timbul saat melakukan aktivitas olahraga dalam waktu yang lama. paru-paru. Jadi dapat disimpulkan bahwa daya tahan/endurance merupakan salah satu komponen kesegaran jasmani yang paling penting untuk dilatih. Seseorang yang mampu mengubah posisi yang berbeda dalam kecepatan tinggi dengan koordinasi yang baik. akan tetapi juga memerlukan fleksibilitas yang baik dari sendi-sendi anggota tubuh. Seseorang dikatakan memiliki kelincahan cukup baik apabila mampu merubah satu posisi ke posisi yang berbeda dengan kecepatan tinggi dan koordinasi gerakan yang baik. Sedangkan definisi yang dikemukakan oleh Kent (dalam Budiwanto. kecepatan diukur dengan satuan jarak dibagi dengan satuan waktu. 1.1. Daya Tahan Daya tahan otot tidak hanya dikenal pada istilah kekuatan tetapi juga kemampuan otot berkontraksi dalam beberapa waktu tanpa mengalami kelelahan. kontraksi otot dengan kekuatan maksimum dan kecepatan maksimum. 1. balap sepeda. Jadi kelincahan tidak hanya memerlukan suatu kecepatan saja. Kelincahan Kelincahan atau agility adalah kemampuan seseorang mengubah posisi di area tertentu. Kecepatan menurut Kirkendall dkk (1980:243) adalah jarak dibagi waktu. . Daya tahan otot atau local endurance yaitu kemampuan seseorang dalam mempergunakan ototnya untuk berkontraksi secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama dengan beban tertentu. karena daya tahan ini secara langsung juga untuk melatih otot. Daya tahan atau endurance dalam hal ini dikenal dua macam daya tahan. dibutuhkan bentuk latihan yang sesuai dan mengharuskan orang itu untuk dapat bergerak dengan cepat dan mengubah arah dengan lincah. smash dalam bulutangkis. adalah kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan berkesinambungan dalam bentuk yang sama dalam waktu sesingkat-singkatnya. pukulan dalam tinju. Menurut Kent (dalam Budiwanto. 1991:29). Dijelaskan pula bahwa power dapat diperoleh dalam melakukan kegiatan tertentu. kelenturan dan komponen kesegaran jasmani lainnya. Power menurut pendapat Gabbard dkk (dalam Budiwanto. kecepatan adalah kemampuan melakukan gerakan dalam periode waktu yang pendek. Suharno (dalam Budiwanto. dan peredaran darahnya secara efektif dan efisien untuk menjalankan kerja secara terus menerus yang melibatkan kontraksi sejumlah otot dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama. 2004:34). 4. dapat disimpulkan bahwa kecepatan adalah kemampuan tubuh atau bagian tubuh untuk melakukan gerakan dalam waktu yang pendek. power adalah kemampuan untuk mengubah energi fisik ke dalam kekuatan yang sangat cepat dan tergantung pada banyaknya adenosine triphosphat (ATP) yang diproduksi setiap satuan waktu. 3. Dari beberapa pendapat di atas. dan lain-lain (Dwiyogo dan Sulistyorini.

adalah kemampuan gerak tubuh seseorang untuk mengendalikan gerak-gerak bebas terhadap suatu sasaran. Secara umum. 1. dapat disimpulkan bahwa sebenarnya kelincahan adalah kemampuan mengubah arah atau posisi badan secara cepat dan melakukan gerakan yang lain. 9. 7. Bompa (dalam Budiwanto. 2004:42) adalah kemampuan untuk menyatukan sistem indera. 1.Sedangkan kelincahan menurut Verducci (dalam Budiwanto. Dari beberapa uraian di atas. Ketepatan Ketetapan atau accuracy. otak menafsirkan secara komplek. Keseimbangan Keseimbangan menurut Kent (dalam Budiwanto. koordinasi adalah kerjasama yang selaras antara sekelompok otot selama bergerak yang dilakukan dengan indikasi keterampilan yang sama. 8. Sedangkan koordinasi menurut Kent (dalam Budiwanto. hal ini akan sangat mudah ditandai dengan tingkat flexibility persendian pada seluruh tubuh. menghasilkan berbagai respon gerakan pada situasi fisik tertentu. 2004:40) menjelaskan bahwa kapasitas melakukan gerakan dengan rentangan yang luas diketahui sebagai kelenturan. 6. Kelenturan menurut Kirkendall dkk (1980:248) adalah kemampuan tubuh atau bagian-bagian tubuh untuk melakukan berbagai gerakan dengan leluasa dan seimbang antara kelincahan dan respon keseimbangan. Kelincahan adalah hasil pembentukan dari unsur kecepatan. Sedangkan Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:33) menjelaskan bahwa keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan tubuh agar tetap stabil. 2004:41) adalah kemampuan memelihara suatu yang berorientasi pada keadaan stabil dan khusus dikaitkan dengan lingkungan saat itu. 1. adalah ukuran kemampuan seseorang dalam penyesuaian diri untuk segala aktivitas dengan penguluran tubuh yang luas. penglihatan mata. maka keseimbangan dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mempertahankan posisi badan dalam berbagai keadaan. Sedangkan Kirkendall dkk (1980:257) mengemukakan bahwa keseimbangan adalah fenomena yang kompleks yang melibatkan vestibular system pada bagian dalam telinga. 2004:39) disampaikan bahwa pembentukan kelincahan lebih sulit dari pada pembentukan yang lainnya. sehingga tidak mendapat gangguan pada keseimbangannya atau bisa juga diartikan bahwa keseimbangan adalah kemampuan sikap tubuh yang tepat pada saat melakukan gerakan. Di bidang olahraga banyak hal yang harus dilakukan oleh atlet dalam masalah keseimbangan ini baik dalam menghilangkan atau mempertahankan keseimbangan. Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa koordinasi adalah kemampuan tubuh seseorang yang selaras antara sekelompok otot selama bergerak yang terlibat dalam satu pola gerak yang rumit dan mempersatukan bagian-bagian tersebut menjadi suatu gerak tunggal dan berhasil mencapai beberapa tujuan. Sasaran ini dapat merupakan jarak atau mungkin suatu objek langsung yang harus dikenal dengan salah satu bagian tubuh. Kelenturan Daya lentur atau flexibility . Koordinasi Menurut Kirkendall dkk (1980:257). 1. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kelenturan adalah ukuran kemampuan seseorang yang mempunyai ruang gerak yang luas dalam sendi-sendinya dan yang mempunyai otot-otot yang elastis. . suhu badan dan usia sangat mempengaruhi luasnya gerakan bagian-bagian tubuh. Dari beberapa uraian di atas. sistem syaraf dan sistem otot rangka menjadi rangkaian untuk mengatur bagian-bagian badan secara terpisah yang terlibat dalam satu pola gerak yang rumit dan mempersatukan bagian-bagian tersebut menjadi suatu gerak tunggal dan berhasil mencapai beberapa tujuan. kekuatan dan keseimbangan.

Setelah usia tersebut nilai pada wanita lebih rendah dari pada pria. 1. kemampuan atlet. Faktor Usia Menyatakan bahwa mulai anak-anak sampai sekitar usia 20 tahun. dan menjauhkan atau mempersempit gerakan. daya tahan kardiovaskuler meningkat. mempercepat gerakan. jumlah hemoglobin. dan waktu yang tersedia. Menurut Suharno (1993:1) program latihan adalah suatu petunjuk atau pedoman yang mengikat secara tertulis berisi cara-cara yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan masa mendatang yang telah ditetapkan. Artinya bahwa aktivitas fisik yang terarah juga dapat meningkatkan kesegaran jasmani di samping terjadi penurunan berat badan. Suharno (1993:1) Program latihan dikatakan baik dan tepat apabila rencana dibuat telah mempertimbangkan faktor-faktor penentu untuk mencapai tujuan. kapasitas paru dan sebagainya. dibuat kesimpulan bahwa kesegaran jasmani dtentukan oleh faktor genetik yang hanya diubah dengan latihan sampai pada batas maksimal. (2) program jangka menengah (2 tahun-4 tahun) rencana jangka . E. itulah sebabnya dibutuhkan penyusunan dan perencanaan latihan yang baik dan tepat. faktor itu antara lain: bakat atau materi atlet. Suharno (1993:7) menyebutkan bahwa program latihan umumnya dibagi menjadi tiga. Program yang demikian memungkinkan bagi seorang pelatih dapat memberikan sebanyak mungkin kesempatan kepada atlet guna perkembangan pengetahuan dan keterampilannya. 2. FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUGARAN JASMANI Berikut ini adala beberpa hal yang terkait dengan kesegaran jasmani khususnya yang berhubungan dengan daya tahan kardiovaskuler. Cara mengembangkan ketepatan ialah dengan mengulang-ulang gerakan dengan frekuensi yang banyak. PENJELASAN TENTANG PROGRAM LATIHAN Seorang atlit untuk mencapai prestasi yang maksimal hendaklah atlit tersebut terus berlatih dan berlatih tanpa merasa bosan. Faktor Aktivitas Fisik Berdasarkan hasil penelitian efek latihan aerobik selama delapan minggu setelah istirahat memperlihatkan peningkatan daya tahan kardiovaskuler 62% dari nilai akibat itirahat dan bila dibandingkan dengan keadaan sebelum istirahat di tempat tidur maka nilai peningkatan adalah 18%. Moeloek (1984:3)menjelaskan tentang beberapa faktor fisiologis yang mempengaruhi daya tahan kardiovaskuler antara lain adalah: 1. yaitu: (1) Program jangka panjang (5 tahun-12 tahun) tujuan rencana jangka panjang merupakan tujuan akhir untuk cita-cita prestasi prima. komposisi tubuh.Ketepatan menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:33) adalah kemampuan seseorang untuk mengarahkan suatu gerak ke suatu sasaran sesuai dengan tujuan. Perbedaan tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan maximal muscular power yang berhubungan dengan luas permukaan tubuh. 3. 1. lingkungan atlet. D. kekuatan otot. yang mana semua itu terdapat dalam program latihan. Program latihan harus disusun secara teliti dan dilaksanakan secara tekun dan teratur sesuai dengan prinsip-prinsip latihan. Faktor Keturunan (Genetik) Dari penelitian yang telah dilakukan. Selain itu dalam buku yang sama juga mengungkapkan program latihan adalah cara seorang pelatih untuk mempersiapkan atletnya guna menunjang program latihan yang telah direncanakan atau terprogram. Faktor Jenis Kelamin Sampai dengan usia remaja tidak terdapat perbedaan daya tahan kardiovaskuler pria dan wanita. sarana dan prasarana. sehingga pada orang yang berusia 70 tahun diperoleh daya tahan 50% dari yang dimiliki pada usia 17 tahun. 4. dana. tenaga pelatih. mencapai maksimal pada usia 20-30 tahun dan kemungkinan berbanding terbalik dengan usia. umur atlet.

yaitu: aspek-aspek fisik. Prestasi tinggi akan dapat dicapai apabila keempat aspek. prinsip spesialisasi (specialitation). prinsip beban meningkat bertahap (progressive increase of load). prinsdip variasi (variety). Suharno (1993:5) menjelaskan bahwa latihan ialah suatu proses penyempurnaan kualitas atlet secara sadar untuk mencapai prestasi yang maksimal dengan diberi beban fisik dan mental secara teratur. Menurut Kosasih (1984:46) latihan atau training adalah proses kerja yang harus dilakukan secara sistematis. Beutelstah (1986:124) menyatakan bahwa training adalah persiapan para pemain masing-masing secara individu membimbing dan membentuk mereka sehingga dapat menampilkan prestasi tertinggi secara individual maupun regu. prinsip reversibilitas (reversibility). Dari pengertian dan penjelasan tentang program latihan yang telah dikemukakan di atas. program latihan mingguan. PRINSIP LATIHAN Harsono (1993:2) pengertian latihan atau training adalah sesuatu proses berlatih yang sistematis yang dilakukan secara berulang-ulang. berulang-ulang dan jumlah beban yang diberikan semakin hari bertambah. bertahap. dan mental diperlukan proses dan waktu yang relatif lama. terarah kian hari jumlahnya semakin meningkat dengan proses yang sistematis. yaitu faktor yang paling penting bagi setiap atlet (Suharno 1993:1). program latihan harian. dan yang kian hari junlah beban latihannya kian bertambah. 1. program latihan bulanan. dan mental dikembangkan setinggi mungkin. Untuk mencapai peningkatan kemampuan dalam kondisi fisik. Sasaran-sasaran latihan pun merupakan penjabaran sasaran dari program jangka menengah. taktik. teknik. Hal ini sesuai dengan pendapat Harsono (1993:1) bahwa tujuan utama dari pelatihan olagraga prestasi adalah untuk meningkatkan keterampilan dan prestasi semaksimal mungkin. dapat disimpulkan bahwa program latihan adalah petunjuk atau pedoman latihan yang bertujuan untuk menentukan tujuan latihan. Tetapi dalam menentukan beban latihannya harus benar-benar diperhatikan. Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan prinsip-prinsip latihan adalah suatu usaha sadar yang harus dilakukan atlet untuk mencapai prestasi maksdimal yang dilakukan berulang-ulang. Maka Menurut Bompa (1994:29-48) adalah sebagai berikut: . meningkat dan berulang-ulang waktunya. Latihan juga dapat didefinisikan sebagai peran serta yang sistematis dalam latihan yang bertujuan untuk meningkatkan fungsdional fisik dan daya tahan latihan dalam bidang olahraga. F. menentukan cara-cara yang efektif serta usaha-usaha untuk mencapai tujuan dari latihan yang dilakukan. terarah. Sementara itu. prinsip melampaui batas latihan (the abuse of training). prinsip perorangan (individualization). menghindari beban latihan berlebih (overtraining). prinsip pulih asal (recovery). pengertian dari prinsip-prinsip latihan yang telah disebutkan di atas. prinsip aktif dalam latihan dan prinsip proses latihan menggunakan model. menurut Bompa (1994:29) prinsip-prinsip program latihan fisik adalah sebagai berikut: Prinsip beban bertambah (over load). Untuk memperoleh prestasi yang maksimal dalam olahraga memerlukan latihan yang intensitas dan frekuensinya banyak. Sedangkan Latihan fisik adalah latihan yang betujuan untuk meningkatkan kondisi fisik. Program latihan jangka pendek terdiri dari: program latihan tahunan. Tujuan akhir latihan adalah untuk meningkatkan kemampuan olahraga (Dwijowinoto. taktik. 1993:317). (3) program jangka pendek (1 tahun kebawah) merupakan pelaksanaan operasional rencana jangka menengah. teknik. Program latihan perlu disusun dengan prinsip-prinsip latihan. prinsip perkembangan multilateral (multilateral development).menengah merupakan pelaksanaan langsung jangka panjang.

yang akan menjamin memperoleh adaptasi secara benar. teratur dan terus-menerus sehingga mencapai beban maksimum. sehingga tujuan latihan dapat ditingkatkan secara wajar Individualisasi dalam latihan adalah satu kebutuhan yang penting dalam masa latihan dan itu menunjukkan pada pemikiran untuk setiap atlet. Dalam upaya mengatasi monoton dan kebosanan dalam latihan. fisiologis dan organisme atlet terhadap kelelahan akibat beban latihan tersebut. 1985:13). Latihan yang baik harus mengakibatkan penekanan fisik dapat ditimbulkan dengan jalan pemberian beban latihan yang lebih dari batas kemampuan si atlet (Suharno. Dalam mengatur program latihan yang paling menguntungkan harus mengembangkan kemampuan fisiologis khusus yang diperlukan untuk melakukan keterampilan olahraga atau kegiatan tertentu yang akan dilakukan. karakteristik belajar dan kekhususan olahraga. Spesialisasi bukan proses unilateral tetapi satu yang kompleks yang didasarkan pada suatu landasan kerja yang solid dari perkembangan multilareral. Prinsip Spesialisasi Spesialisasi menunjukkan unsur penting yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan dalam olahraga. Prinsip Individual Latihan harus memperhatikan dan memperlakukan atlet sesuai dengan kemampuan. Seluruh konsep latihan harus direncanakan sesuai dengan karakteristik fisiologis dan psikologis atlet. Beban ditambah . Hal ini bertujuan agar sistem fisiologis dapat menyesuaikan dengan tuntutan fungsi yang dibutuhkan untuk tingkat kemampuan tinggi. seseorang pelatih perlu kreatif dengan memiliki pengetahuan dan sumber latihan yang banyak yang memungkinkan dapat merubah secara periodik. dan akan diikuti oleh semua atlet yang mengabaikan tingkat kemampuannya. mengabaikan tingkat prestasi diperlukan secara individual sesuai kemampuan dan potensinya. dari siklus mikro olimpiade. tetapi mungkin lebih penting untuk memelihara motivasi dan perhatian dengan memvariasi latihan fisik dan latihan secara rutin. Prinsip spesialisasi harus disesuaikan pengertian dan penggunaanya untuk latihan anak-anak yunior di mana perkembangan multilateral harus berdasarkan perkembangan khusus. Program latihan harus direncanakan. Menurut Bompa (1994:32) Latihan harus bersifat khusus sesuai dengan olahraga dan pertandingan yang akan dilakukan.1. Keterampilan dan latihan dapat diperkaya dengan mengadopsi pola gerakan teknik yang sama. Volume dan intensitas latihan secara terus menerus meningkat dan latihan diulang-ulang banyak sekali. Prinsip Menambah Beban Latihan secara Progresif Pemberian beban latihan harus ditingkatkan secara bertahap. Atlet harus memiliki disiplin latihan. atau dapat mengembangkan kemampuan gerak yang diperlukan dengan olahraga. Prinsip Beban Lebih (Over Load) Pemberian beban latihan harus melebihi kebiasaan sehari-hari secara teratur. 1. seterusnya atlet akan mengalami kenaikan kemampuan (superkompensasi). beban ditingkatkan secara pelan bertahap. Masa latihan adalah suatu aktivitas yang sangat memerlukan beberapa jam kerja atlet. Prinsip beban bertambah secara pelan-pelan menjadi dasar rencana latihan olahraga. potensi. karakteristik belajar dan kekhususan cabang olahraga. 1. Stress fisik akan menimbulkan kelemahan anatomis. Prinsip Variasi Latihan harus bervariasi dengan tujuan mengatasi sesuatu yang monoton dan membosankan saat latihan. Stress terus menerus yang diberikan pelatih tanpa istirahat akan menimbulkan penurunan prestasi bagi atlet. 1. 1.

dan meskipun dalam keadaan abstrak ideal diatas adalah kenyataan konkrit. G. d) beban latihan diberikan dengan beban melompat. c) proporsi latihan dari ekstensif ke intensif tidak cepat. Prinsip Perkembangan Multilateral Perkembangan multilateral lambat laun saling bergantung antara seluruh organ dan sistem manusia. Prinsip Partisipasi Aktif dalam Latihan Atlet yang melakukan latihan haruslah tetap berlatih diluar jam latihan wajib meskipun tanpa pengawasan dari pelatih. memungkinkan atlet dibentuk. Prinsip Latihan Menggunakan Model Latihan yang dilakukan didesain sedemikian rupa seakan-akan seperti pada kenyataan yang akan terjadi di lapangan pertandingan. Ada dua .pelan-pelan pada tiga siklus mikro pertama dengan menguragi atau tahap tanpa beban. untuk itu harus menghindari kelebihan beban latihan. Oleh sebab itu latihan harus berkesinambungan untuk memelihara kondisi. 1. Pengertian ini atlet akan menghubungkan keterangan obyektif dari pelatih dengan prakiraan subyektif kemampuannya. Penyebab terjadinya overtraining antara lain: a) diberikan beban latihan over-loads secara terus menerus tanpa memperhatikan interval. Seseorang atlet akan melakukan kegiatannya meskipun tidak dibawah dan perhatian pelatih. ajeg mendsiskusikan kemajuan atletnya dengannya. 11. Kesungguhan dan aktif ikut serta dalam latihan akan dimaksimalkan jika pelatih secara periodik. serta antara proses fisiologis dan psikologis. metode dan isi yang sama dengan situasi pertandingan 1. Prinsip multilateral akan digunakan pada latihan anak-anak yunior. Kebutuhan perkembangan multilateral muncul untuk diterima sebagai kebutuhan dalam banyak lapangan pendidikan dan usaha manusia. suatu peristiwa yang dapat diperoleh. 1. Prinsip Menghindari Kelebihan Beban Latihan (Over Training) Program latihan yang dijalani tidak akan mencapai hasil jika atlet mengalami kelelahan. Tetapi. perkembangan multilateral secara tidak langsung atlet akan menghabiskan semua waktu latihannya hanya untuk program tersebut. Selama waktu bebas atlet dapat melakukan pekerjaaan dalam aktifitas sosial yang memberikan kepuasan dan ketenangan. 1. b) diberikan latihan intensif secara mendadak setelah lama tidak berlatih. itu juga menggambarkan sesuatu yang diusahakan untuk dicapai. Prinsip Pulih Asal Beban latihan yang telah diberikan telah banyak mengeluarkan energi tubuh untuk itu diperlukan pemulihan untuk mengembalikan kondisi tubuh seperti semula. Tujuan suatu model adalah untuk memperoleh suatu yang ideal. BEBAN LATIHAN Menurut Suharno (1993:1) Beban latihan adalah suatu bentuk rangsangan motorik yang dapat dikontrol oleh pelatih untuk meningkatkan kualitas atlet dalam rangka mencapai prestasi maksimal. 1. tetapi dia tentu harus istirahat yang cukup. Prinsip Reversibilitas Beban latihan yang diberikan pada saat latihan harus dikurangi secara perlahan-lahan pada saat akhir latihan. Melalui latihan model pelatih berusaha memimpin dan mengorganisasi waktu latihannya dalam cara yang obyektif. Partisipasi aktif tidak terbatas hanya pada latihan. 10.

(2) fungsi fisiologis organisme. jarak tempuh atau berat beban. Dan intensitas latihan dapat dikalisfikasikan tinggi rendahnya berdasarkan beberapa indikator. Namun aliran darah ke daerah-daerah rawan seperti kearah otak dan jantung akan tetap atau meningkat sedangkan tekanan darah dalam arteri secara sistematik dan pemenuhan kebutuhan dalam jaringan dalam tubuh. jumlah set dalam latihan interval dan sirkuit sebagai ukuran rangsangan motorik dalam suatu unit latihan. (5)low (rendah) 59% ke bawah dari prestasi terbaik. Beban Luar (Outer Load) Beban luar adalah rangsangan motorik yang dapat diatur dikontrol dengan cara memvariasikan ciri beban latihan seperti volume. Bila pelatih menginginkan intensitas sub-maksimal dalam latihan. frekuensi. sedang frekuensi rendah artinya ulangan gerak sedikit dalam satu giliran. bulanan dan tahunan. beban berat yang diangkat.macam beban latihan yang harus dibedakan pengertiannya menurut Suharno (1993:29) adalah: (1) Beban Luar (outer load): volume. (2) Beban Dalam (inner load) 1. 2) berdasarkan jumlah denyut nadi dalam mereaksi beban latihan. jumlah beberapa elemen jenis latihan. (4) Frekuensi adalah ulangan gerak berapa kali atlet harus melakukan gerak setiap giliran. frekuensi. (sistem peredaran darah. sementara terjadi penurunan aliran kearah jaringan-jaringan yang kurang aktif. jumlah ulangan latihan atau unsur teknik yang dilakukan dalam waktu tertentu. pernafasan dan metabolisme) yang dimaksud disini yaitu pada secara reflek akan terjadi perubahan pengaliran darah. MR push-up atlet dapat dihitung misalnya: mampu 30 kali. Skala intensitas untuk latihan kecepatan dan kekuatan sebagai berikut (Suharno. (4) medium 60% – 70% dari prestasi terbaik. intensitas. (3) sub maksimal 80% – 99% dari prestasi terbaik. Frekuensi tinggi berarti ulangan gerak banyak sekali dalam satu giliran. antara lain: 1) berdasarkan persentase kecepatan dan kekuatan yang digunakan dalam latihan. irama dalam suatu unit program latihan. total waktu latihan. maka 80% x (220 – 20) = 160 kali/menit (intensitas sub maksimal). Frekuensi dapat juga diartikan berapa kali latihan perhari atau berapa hari latihan perminggunya. Kepekatan rangsangan densitas tergantung lama dan pendeknya waktu recovery . Menurut Suharto (1997:98) menyatakan bahwa intensitas latihan merupakan komponen kualitatif yang mengacu pada jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu unit waktu tertentu. Begitu juga dengan Suharto (1997:72) menyatakan bahwa perubahan massa otot bukanlah disebabkan pertambahan jumlah sel otot melainkan karena pertambahan dari anak serabut otot yang membesar akibat latihan. Begitu juga menurut Suharto (1997:97) menyatakan bahwa pada dasarnya volume latihan meliputi unsur-unsur: waktu atau lama latihan. 1985:16). yaitu 80% dari DNM dan umur atlet 20 tahun. intensitas. 1993:23) Beban dalam mempunyai dampak perubahan fungsional organisme atlet meliputi: (1) susunan anatomis/struktur tubuh yang dimaksud disini adalah latihan dapat menambah jumlah serabut otot. seperti timbulnya kenaikan volume darah tiap menit dan bertambahnya jumlah darah yang mengalir keotot-otot yang lebih aktif. berarti dalam satu giliran latihan push-up ditemukan 80% x 30 kali (MR) = 24 kali. (2) maksimal 100% dari prestasi terbaik. 1993:22): (1) super maksimal 101% – ke atas dari prestasi terbaik. Di bawah ini ciri-ciri beban luar (Suharno. 1. Beban Dalam (Inner Load) Beban dalam adalah perubahan fisiologis organisme atlet akibat pengaruh latihan beban luar yang ditandai dengan kenaikan denyut nadi (Suharno. (5) Rythme adalah sifat irama latihan yang berhubungan dengan tinggi rendahnya tempo dan berat ringannya suatu latihan dalam satu unit latihan maupun mingguan. rythme. Dan unsur tersebut mencerminkan kwantitas atau banyaknya latihan yang dilakukan pada saat latihan. Cara menghitung intensitas dengan MR (maximum repeatation) . recovery. recovery. Sedangkan untuk menghitung denyut nadi yaitu pertama dihitung DNM (denyut nadi maksimal) dengan rumus: 220 – umur. (2) Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi atlet dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. (3) Recovery adalah waktu yang digunakan untuk pemulihan tenaga kembali antara satu dengan elemen bahan latihan elemen berikutnya. yaitu yang melalui proses pemecahan serabut pada waktu latihan dan terjadi pembesaran otot yang disebabkan karena bertambah luasnya serabut otot (Sajoto 1988:111) . 1993:29): (1) Volume adalah beban latihan yang biasa dinyatakan dengan satuan jarak. Beban dalam dikatakan maksimal apabila denyut nadi atlet setelah melakukan satu unit latihan meningkat (Suharno. Kemudian tentukan takaran intensitas latihannya. diperlukan koordinasi dalam . ini berarti intensitas maksimal untuk atlet tersebut 30 kali/100%.

Aerobic tidak berkaitan dengan dengan usaha peningkatan kekuatan. daya konsentrasi. (5) Metode latihan naik turun bangku(bench stepping). Dan untuk denyut jantung seorang yang normal rata-rata antara 60-80 kali tiap menit. 1988:193). sedang utuk orang yang terlatih atau atlet denyut jantung mereka waktu istirahat dapat mencapai tingkat yang paling rendah yaitu antara 28-40 (Sajoto. juga memperbaiki secara serempak kesegaran jasmani daripada tubuh. METODE LATIHAN FISIK Metode latihan menurut Hadisasmita dan Syarifuddin (1996:142) adalah suatu cara tertentu. atau memelihara kondisi tubuh seseorang. Apabila seorang pelatih ingin membuat program latihan fisik dan ingin memperberat volume atau meningkatkan intensitas . Setelah memahami ciri beban luar dan beban dalam maka para pelatih harus membuat dan memberikan latihan pada atletnya sesuai dengan berat ringannya beban latihan yang dikehendaki. H.jantung guna memompa darah keseluruh tubuh secara optimal. (5) psikologis yang dimaksud disini yaitu bahwa psikologis juga berpengaruh lebih baik terutama menigkatnya kemampuan menerima tekanan (strees). maka seorang pelatih harus memperhatikan bahan-bahan beban luar latihan di atas. menambah frekuensi dan rythme . Metode-metode latihan fisik tersebut diantaranya yaitu: (1) Metode latihan sirkuit (circuit training) adalah suatu sistem latihan yang selain menghasilkan perubahan-perubahan positif pada kemampuan motorik. 1996:106). Menurut Bompa (dalam Budiwanto. memperpendek waktu recovery. Tenaga aerobic adalah kemampuan tubuh untuk memanfaatkan oksigen dan disepakati sebagai cara terbaik untuk mengukur kondisi kardiovaskuler (Baley.. dimana beban hanya dipakai sebagai alat untuk menambah tahanan terhadap kontraksi otot. Proses ini dikerjakan secara serentak oleh syaraf. Latihan interval adalah latihan kondisi yang sangat dianjurkan oleh semua pelatih terkenal karena dalam mengembangkan daya tahan dan stamina atlet hasilnya sangat positif (Hadisasmita dan Syarifuddin. karena suatu metode melayani ketentuan pengorganisasian dari suatu kegiatan. mekanika biologis dan hormon-hormon yang dengan teratur mempertahankan homeostatis tubuh pada waktu istirahat maupun latihan (Sajoto. 1996:105). Untuk aliran darah pada saat istirahat hanya 15%-20% darah dari seluruh volume tiap menit. 1986:159). Berikut ini akan dibahas beberapa metode dalam latihan fisik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan fisik para atlet. Pada latihan naik turun bangku ini merupakan latihan fisik yang sederhana dimana didalam melakukan latihannya menggunakan kotak. tetapi aerobic berbicara tentang tenagaaerobic yang diperlukan untuk ketahanan fisik. kelincahan atau kecepatan gerakan tubuh yang sangat dibutuhkan dalam atletik. Namun metode bukan suatu bentuk mengajar. 2004:71) Weight training adalah program latihan kekuatan menggunakan tahanan yang diberikan oleh beban seperti barbel dan dumbell. (4) susunan biokimia dalam otot lebih baik. 1988:196). (4) Metode latihan lari bermain-main kecepatan (speed play atau fartlek) adalah suatu system latihan daya tahan untuk membangun. 2004:74). pada latihan ini dijelaskan bahwa pada suatu waktu kerja dengan intensitas dan kecepatan tinggi dalam waktu . daya tahan. 1996:109). perhatian dan mengatasi masalah yang merupakan tantangan bagi atlet. (2) Metode latihan beban(weight training) adalah latihan-latihan yang sistematis. (6) Metode latihan aerobik adalah kekuatan yang kecil atau sedang yang dapat dipertahankan untuk jangka waktu yang lama menggunakan energi yang berasal dari pembakaran O2. sementara pada waktu latihan yang cukup melelahkan. untuk mencapai tujuan tertentu (Hadisasmita dan Syarifuddin. 2004:76). Menurut Suharno (1993:2) menyatakan bahwa speed play atau fartlek adalah suatu system latihan daya tahan yang maksudnya adalah untuk membangun. system bekerja seseorang pelatih atau olahragawan sehubungan dengan pengetahuan dan kemampuannya yang cukup. bangku atau sejenisnya menurut Hawkey (dalam Budiwanto. mengembalikan atau memelihara kondisi tubuh seorang atlet (Hadisasmita dan Syarifuddin. kelenturan. yang dialirkan keotot. (7) Metode latihan anaerobic . 1996:110). kecepatan dan fleksibelitas (Hadisasmita dan Syarifuddin. otot akan menerima 80%-85% dari seluruh volume tiap menit. tenaga. mengembalikan. kekuatan otot. 1. (3) Latihan Interval (Interval Training) adalah suatu system latihan yang berganti-ganti melakukan dengan giat (interval kerja) teratur dan berulang-ulang dengan periode kegiatan dengan intensitas rendah (periode sela) dalam setiap latihan (Kent dalam Budiwanto.

(5) Metode Latihan Naik Turun Bangku (Bench Stepping). maka energi yang dibutuhkan tidak dapat dipenuhi dengan pembakaran karbohidrat saja. kebiasaan kegiatan dan latar belakang latihan olahragawan dapat mempengaruhi nilai VO2 maks. (2) Metode Latihan Beban (Weight Training). Setelah memahami metode latihan fisik maka seorang pelatih dalam membuat program latihan fisik dan memberikan latihan fisik pada atletnya harus mengacu pada beberapa metode latihan fisik seperti yang telah dijelaskan diatas 1. Ekblom (dalam Dwijoyowinoto. Selama latihan. 1993:256) mengatakan bahwa keadaan latihan. Menurut Soekarman (1986:82) “komponen-komponen ini berhubungan dengan struktur dan faal dalam tubuh. Tujuan latihan peningkatan kondisi fisik adalah meningkatkan kekuatan. Apabila kita berlari 20 km.1984:4) . karena dengan latihan anerobik dapat diberikan beban maksimum pada sistem jantung dan paru. Peningkatan VO2 maks tidak bisa dilakukan tanpa adanya suatu program atau pola latihan yang sesuai dengan prinsip-prinsip latihan fisik.yang pendek memerlukan energi segera. Peningkatan VO2 maks juga tidak bisa dilakukan dengan hanya beberapa latihan tetapi harus secara terus menerus dan berlanjut yang sesuai dengan program yang dilaksanakan. I. Menurut Hadisasmita dan Syarifudin (1996:129) mempersiapkan komponen kondisi fisik umum seperti kekuatan. kecepatan dan lain-lain seharusnya dilakukan latihan dalam waktu yang cukup lama. (2) Sebetulnya beban untuk meningkatkan VO 2 maks tidak perlu maksimal. Jantung akan lebih kuat dan mampu memompa lebih banyak darah. ketahanan. (3) Latihan Interval (Interval Training) . sehingga energi anaerobic dikeluarkan jika masukan oksigen tidak cukup Getchell (dalam Budiwanto. Sedangkan Dwiyogo dan Sulistyorini (19991:60) menyatakan: Latihan dan proses erobik yang lama akan memberikan perbaikan-perbaikan pada jantung dan peredaran darah. persiapan tersebut dapat berlangsung selama 2-3 bulan. Persediaan lemak dalam otot hanya dapat ditingkatkan dengan latihan erobik yaitu denagn beban ringan untuk jangka waktu yang lama. akan tetapi dalam olahraga sepakbola juga harus didukung oleh latihan yang bersifat erobik. (3) Untuk ketahanan erobik selain dibutuhkan kemampuan jantung dan paru untuk mengangkut oksigen yang banyak. Aktivitas fisik yang teratur dapat menyebabkan badan menjadi lebih tahan pada tuntutan latihan. “Kenaikan kebutuhan energi memberi penekanan pada kemampuan badan untuk menyediakan oksigen dan bahan bakar yang diperlukan otot” (Sumosardjuno. tetapi harus membakar lemak. maka kemampuan sel untuk menggunakan oksigen juga lebih tinggi. tetapi ada juga yang mengatakan bahwa untuk meningkatkan VO2 maks harus dikerjakan latihan anerobik. agar VO 2 maks atau kondisi fisik tetap terjaga dengan baik. Lebih lanjut Mc Ardle (2001:477) mengatakan bahwa VO 2maks dapat meningkat kira-kira 15-25 % lebih pada latihan intensif selama 3 bulan pertama dan mungkin akan meningkat mencapai 50 % lebih dalam waktu 2 tahun. dengan sub maksimal sudah dapat meningkatkan. kelincahan dan kecepatan. Jadi sebaiknya untuk meningkatkan VO 2 maks dilakukan latihan anerobik dengan inyerval istirahat. Hal tersebut menyebabkan pengangkutan oksigen yang diambil di dalam paru-paru dan dikirim ke seluruh serta pembuangan sisa metabolisme menjadi lebih efisien. Menurut Soekarman (1987:58) ada beberapa pendapat mengenai latihan untuk meningkatkan VO 2 maks: (1) Sebaiknya mengerjakan latihan erobik karena dengan latihan erobik sudah ada pembebanan yang meningkatkan kerja jantung maupun paru. Sedangkan Thompson dan Mc Ghee (dalam Strauss. (4) Metode Latihan Lari Bermain-main Kecepatan (Speed Play atau Fartlek). Anaerobic berarti tanpa oksigen. otot-otot kaki menghendaki energi agar segera diisi lagi. (7) Metode Latihan Anaerobic. Olahraga sepakbola adalah olahraga yang bersifat anerobik. Keadaan seperti ini ada proses lain yang disebut metabolisme anaerobic . yang tidak diperoleh secara cepat dari sumber aerobic. 1994:3). (6) Metode Latihan Aerobic . tetapi beban sub maksimal sebagian besar sudah merupakan peristiwa anerobik. daya tahan. 2004:82) Berdasarkan penjelasan di atas ada beberapa metode Latihan Fisik yaitu: (1) Metode Latihan Sirkuit (Circuit Training) . oleh karena itu latihan-latihan yang dikerjakan terutama untuk otot serta ketahanan jantung dan paru. PENJELASAN TENTANG LATIHAN UNTUK MENINGKATKAN V02 . kelentukan. maka dengan sendirinya yang terlihat adalah perubahanperubahan dalam kedua alat tersebut”.

1. sesuai dengan kebutuhan gerak atau penampilan dalam olahraga itu. bertujuan meningkatkan kemampuan fisik pada taraf lebih tinggi atau baik menjelang pertandingan. perubahan pada tekanan darah. Harsono (dalam Harsuki dan Elias 2003:308) mengatakan. perubahan pada penyesuain terhadap panas. (b) prinsip tahanan tambahan. sedangkan antara 8-10 minggu untuk tujuan anerobik. 1. jadi program latihan peningkatan VO 2 maks harus berlangsung cukup lama dan sesuai dengan perencanaa dan metode yang benar. Menurut Djidie (1997:77) program dan aplikasi pelatihan fisik harus dirancang pengembanganya melalui tahapan sebagai berikut: (1) Persiapan fisik umum. (c) prinsip latihan beraturan. Menurut Cooper (dalam Wahyu. Macam atau Jenis Latihan Fisik Bentuk latihan fisik yang baik menurut Pussegjasrek (1994:57) antara lain. sehingga memudahkan upaya-upaya peningkatan komponen pelatihan pada tahap berikutnya. 2005:49) adaptasi dari latihan berperan dalam perubahan yang nyata pada kapasitas oksigen maksimal. . (1) gerakan-gerakanya melibatkan otot-otot besar tubuh. “(a)prinsip beban berlebih. Frekuensi Latihan Menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:70) frekuensi latihan diartikan sebagai jumlah latihan yang dilakukan setiap minggunya. perubahan pada otot dan serabut-serabut otot. Intensitas Latihan Fisik atau Olahraga Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi seorang olahragawan dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. bertujuan meningkatkan kemampuan kerja organ-organ tubuh . Sedangkan menurut Pussegjasrek (1994:59) untuk mencapai tingkat kesegaran jasmani yang baik. (2) harus dapat memperlancar peredaran darah ke jantung secara efektif. Menurut Ramana (dalam Wahyu. Latihan daya tahan juga dapat merubah faktor-faktor penting lainnya.mengatakan bahwa hasil fisiologis yang utama dari program latihan daya tahan adalah peningkatan dalam latihan atau VO2 maks. Prinsip Dasar Latihan Menurut Pussegjasrek (1994:56) prinsip-prinsip dasar latihan antara lain. Dalam menyusun suatu program latihan penigkatan kondisi fisik hendaknya memperhatikan beberapa prinsip latihan fisik antara lain: 1. Pengaruh yang lebih luas lagi menurut Arnheim (1995:64) bahwa latihan daya tahan bukan hanya penting untuk memperbaiki VO 2 maks dan menurunkan tekanan darah tapi hal tersebut juga merupakn faktor kunci dalam pencegahan cedera. (3) waktu yang digunakan produktif (efektif dan efisien). perubahan pada jaringan ikat. (3) Peningkatan kemampuan gerak motorik khusus. 1. (d) prinsip spesifik. 1988:210) menyatakan bahwa lama latihan yaitu antara 12-16 minggu untuk tujuan endurance. khususnya menghadapi pertandingan. akibat dari perencanaan yang matang itu ialah bahwa degree of training (derajat latihan) dan kualitas latihan akan naik sehingga akan dapat meningkatkan kapasitas kerja serta penampilan. Pada fase ini pelatihan bertujuan memahirkan gerakan-gerakan utuh. maka latihan hendaknya dilakukan minimal 3 kali dalam seminggu agar mendapatkan efek latihan yang diharapkan. Program latihan peningkatan kondisi fisik atau VO2 maks memerlukan persiapan fisik dan perancangan program yang baik sesuai dengan prinsip-prinsip program latihan kesegaran jasmani. Lama Latihan Wilmore dan Costill (dalam Sajoto. 1. (2) Persiapa fisik khusus. seperti perubahan pada komposisi tubuh. 2005:35) pengaruh latihan dapat meningkatkan VO 2 maks dan dapat dicapai dengan cara meningkatkan efisiensi kerja semua sarana penyedia serta penyalur oksigen. (e) prinsip individu”. Apabila latihannya kurang dari 2 kali seminggu maka akan kurang mendapatkan efek latihan yang diharapkan.

J. Frekuensi Latihan Menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:70) frekuensi latihan diartikan sebagai jumlah latihan yang dilakukan setiap minggunya. (1) gerakan-gerakanya melibatkan otot-otot besar tubuh. dan jika intensitas latihan fisik lebih kecil maka waktu latihan yang dibutuhkan lebih lama. 1. Beban latihan dibedakan menjadi dua yaitu beban latihan luar dan dalam. 1988:210) menyatakan bahwa lama latihan yaitu antara 12-16 minggu untuk tujuan endurance. Sedangkan untuk menghitung denyut nadi yaitu pertama dihitung denyut nadi maksimal (DNM) dengan rumus: 220 – umur. Bila menginginkan intensitas sub-maksimal dalam latihan. Sedangkan menurut Harre (dalam Mutohir.1. terdiri dari latihan yang mengandung gerak-gerak bagian dari seluruh rangkaian gerak. maka 80% x (220 – 20) = 160 kali/menit (intensitas sub maksimal). Beban luar adalah volume. Apabila latihannya kurang dari 2 kali seminggu maka akan kurang mendapatkan efek latihan yang diharapkan. Pengaruh latihan kebugaran jasmani terhadap sepak bola 2. yaitu 80% dari DNM dan umur atlet 20 tahun. 1. Cara menghitung intensitas dengan maximum repeatation (MR). dan bentuk latihan khusus yang kedua. 2005:13) menjelaskan bahwa: Beban latihan (loading ) adalah bentuk latihan jasmani yang menimbulkan rangsangan fisik dan mental atlet untuk dilawan selama aktivitas berlatih dalam mencapai prestasi olahraga. K. Skala intensitas untuk latihan kecepatan dan kekuatan sebagai berikut (Suharno. LATIHAN FISIK UNTUK MENINGKATKAN VO2 Bentuk latihan fisik yang baik menurut Pussegjasrek (1994:57) antara lain. 2) berdasarkan jumlah denyut nadi dalam mereaksi beban latihan. (2) maksimal 100% dari prestasi terbaik. L. 2. (3) waktu yang digunakan produktif (efektif dan efisien). sedangkan antara 8-10 minggu untuk tujuan anerobik. Intensitas Latihan Fisik atau Olahraga Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi seorang olahragawan dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. (2) harus dapat memperlancar peredaran darah ke jantung secara efektif. bentuk yang pertama hamper sama urutan geraknya dengan latihan kompetisi tetapi karakteristik pembebanannya berbeda dan latihannya mencakup elemen-elemen atau kombinasi elemen dari latihan kompetisi. maka latihan hendaknya dilakukan minimal 3 kali dalam seminggu agar mendapatkan efek latihan yang diharapkan. Untuk mencapai tingkat kesegaran jasmani yang baik. agar menghasilkan latihan dan tingkat kesegaran jasmain yang lebih baik”. Suharno (dalam Budiwanto. 1993:22): (1) super maksimal 101% – ke atas dari prestasi terbaik. (2) latihan khusus (special exercise ): latihan khusus ini terdiri dari dua bentuk. Sedangkan menurut Pussegjasrek (1994:59) bahwa latihan fisik pada intensitas yang lebih besar maka waktu yang dibutuhkannya lebih pendek. Beban dalam adalah suatu beban latihan yang mempengaruhi fisiologi dan psikologi atlet. Dan intensitas latihan dapat diklasifikasikan tinggi rendahnya berdasarkan beberapa indikator. Menurut Suharto (1997:98) menyatakan bahwa intensitas latihan merupakan komponen kualitatif yang mengacu pada jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu unit waktu tertentu. MR push-upindividu dapat dihitung misalnya: mampu 30 kali. intensitas. frekuensi. latihan umum diambil dari latihan olahraga tertentu atau senam yang tidak berisi elemen-elemen gerka kompetisi dan dilakukan tanpa menggunakan peralaten senam. 3. durasi dan irama. 1. Lama Latihan Wilmore dan Costill (dalam Sajoto. (3) latihan umum (general exercise ). Karakteristik Esktrakulikuler . ini berarti intensitas maksimal untuk individu tersebut 30 kali/100%. (3) sub maksimal 80% – 99% dari prestasi terbaik. (5) low (rendah) 59% ke bawah dari prestasi terbaik. (4) medium 60% – 70% dari prestasi terbaik. 1999:67) bahwa latihan pada umumnya dikategorikan dalam tiga bentuk: (1) Latihan kompetisi (competitive exercise): latihan kompetisi merupakan bentuk latihan yang urutan gerak dan tipe karakteristik geraknya menyerupai tuntutan suatu kompetisi khusus suatu event cabang olahraga yang merupakan spesialisasi atlet yang bersangkutan. berarti dalam satu giliran latihan pushup ditemukan 80% x 30 kali (MR) = 24 kali. Kemudian tentukan takaran intensitas latihannya. 1. 1. antara lain: 1) berdasarkan persentase kecepatan dan kekuatan yang digunakan dalam latihan.

memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan sosial. di mana hal-hal yang tidak dapat diselesaikan dalam program yang telah ditentukan dalam jam-jam pelajaran sekolah. Oleh karena itu sering sekali atau pun wajib diadakan kegiatan di luar jam sekolah untuk memaksimalkan kegiatan bagi siswa yang mengikutinya walaupun kegiatan tersebut tidak formal. Beberapa cabang ekstrakurikuler baik secara perorangan maupun kelompok diharapkan dapat meraih prestasi yang optimal. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. kesenian. Selain itu ekstrakurikuler mempunyai tiga tujuan dasar sebagai berikut: (1) Membina minat dan bakat siswa. menyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya.com) Selain itu tujuan lain dari kegiatan ekstrakurikuler adalah: Menumbuh kembangkan pribadi peserta didik yang sehat jasmani dan rohani. Tujuan Kegiatan Ekstrakurikuler Menurut Sarifudin (1982:33) bahwa “program ekstrakurikuler dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan. serta menanamkan sikap sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab melalui berbagai kegiatan positif di bawah tanggung jawab sekolah (http://nisanurdini.com). bakat. secara otomatis siswa telah membentuk wadah-wadah kecil yang di dalamnya akan terjalin komunikasi antar anggota dan sekaligus dapat belajar vdalam mengorganisir setiap aktivitas kegiatan ekstrakurikuler. dapat diberikan pada jam-jam di luar sekolah (Sarifudin. Dwiyogo (2007:55) menyatakan kegiatan pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. untuk menyalurkan bakat dan minat dan untuk melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya. misalnya: olahraga. (2) Sebagai wadah di sekolah. untuk memperluas pengetahuan. dapat diberikan pada jam-jam di luar sekolah”. baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah (http://ekskulabsky. Dengan adanya kegiatan yang dilakukan di luar sekolah maka siswa dapat menyalurkan. Tujuan kegiatan ekstrakurikuler . bakat. bersikap sportif. Kegiatan ekstrakurikuler diharapkan dapat membina dan mengembangkan minat yang ada pada siswa serta memupuk bakat yang dimiliki siswa. budaya dan alam sekitarnya. memaksimalkan dan mengembangkan kemampuan beserta bakatnya yang terpendam di dalam dirinya masing-masing. Ekstrakurikuler adalah suatu program yang dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan. potensi. minat. Siswa dapat belajar untuk menghormati keberhasilan orang lain. 1982:33). di mana hal-hal yang tidak dapat diselesaikan dalam program yang telah ditentukan dalam jam-jam pelajaran sekolah.Pengertian Kegiatan Ekstrakurikuler Keterbatasan waktu berolahraga yang dilakukan secara formal sangat menghambat tercapainya pembinaan secara maksimal untuk perkembangan dan pertumbuhan siswa.blogspot.multiply. ekspresi dan lain-lain. Dari pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran (tatap muka) dengan maksud untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan. Dengan aktifnya siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler. Melalui ekstrakurikuler siswa dapat benarbenar menjadi manusia yang intensif. Menurut Ahmadi (1984:105) kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan-kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub-klub. Dari paparan di atas maka dapat disimpulkan bahwa tujuan kegiatan ekstrakurikuler adalah untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan. dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah. berjuang untuk mencapai prestasi secara jujur dan lain-lain. setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. (3) Pencapaian prestasi yang optimal. Sahertian (1987:83) menyatakan kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran biasa (termasuk pada waktu libur) yang dilakukan di sekolah ataupun di luar sekolah dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai mata pelajaran.

1. (3) teknik menggiring bola. Melalui ekstrakurikuler dibina satu kesatuan individu yang utuh fisik dan psikis. (6) teknik melempar bola. guru. kecuali seorang penjaga gawang yang bebas menggunakan anggota badan apapun (Abdoellah. keseimbangan. fisik. (3) diberikan untuk upaya pembinaan manusia seutuhnya. Kendati demikian sepakbola mempunyai banyak aspek atau bagian yang masing-masing perlu diperhatikan. artinya mempunyai pengaruh terhadap pencapaian tujuan kurikulum. seperti: teknik. (5) teknik merampas bola. dan kelentukan. dan rekreasi. dan masyarakat. (2) diberikan untuk mengembangkan bakat dan minat siswa. KARAKTERISTIK SEPAK BOLA Sepakbola dan Karakteristiknya Di manapun. Dari ciri-ciri yang dikemukakan oleh Sarifudin di atas maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler mempunyai ciri-ciri sebagi berikut: (1) diselenggarakan di luar pembelajaran formal. Permainan ini dimainkan di lapangan berumput dengan ukuran panjangnya 100-110 meter dan lebarnya 64-75 meter yang mana lamanya permainan sepakbola ini adalah 2×45 menit dengan dipimpin oleh 1 orang wasit dan 2 orang asisten wasit. yaitu anak didik. dan beberapa macam kegiatan yang dapat berpengaruh terhadap kesempurnaan proses dan keberhasilan proses belajar mengajar. (d) Ekstrakurikuler pelaksanaannya berbeda dalam cara dan sifat pelaksanaan dari kurikuler. kapanpun. Pada mulanya sepakbola merupakan olahraga untuk sekedar hobi tapi lambat laun sepakbola menjelma sebagai olahraga yang bisa mendatangkan uang atau dengan kata lain sepakbola merupakan suatu pekerjaan. pramuka. Menurut Luxbacher (1998:2) menyatakan bahwa sepakbola adalah suatu pertandingan yang dimainkan 2 tim yang masing-masing beranggotakan 11 orang pemain. (7) teknik gerak tipu dengan bola. mulai dari pelosok-pelosok desa sampai kota-kota besar. Tujuan dari sepakbola ini adalah memasukkan bola ke gawang lawan dan berusaha mempertahankan gawangnya agar tidak kemasukan. kecepatan. dan strategi. (2) teknik menerima bola. Sedangkan menurut Batty (2004:8) sepakbola adalah permainan beregu yang dimainkan oleh individu-individu untuk menyebar luaskan gagasan dari pelatih agar sepakbola menjadi permainan yang lebih baik dan menyerang dalam kerangka suatu kerjasama beregu. taktik. Karena . M. (e) Ekstrakurikuler dapat berupa olahraga. orang tua. darmawisata. dengan waktu 2×45 menit. kelincahan.tidak akan berhasil tanpa adanya partisipasi dari pihak lain seperti: prasarana. Permainan ini hampir seluruhnya menggunakan kemahiran kaki. Selain menguasai teknik-teknik dasar bermain sepakbola yang tersebut diatas masih ada faktor-faktor lain yang dapat menunjang seorang pemain sepakbola untuk berprestasi. Sepakbola merupakan permainan beregu yang dimainkan tiap regu terdiri dari 11 pemain termasuk penjaga gawang. mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Untuk itu sebagai seorang pemain sepakbola hendaklah memiliki keempat hal yang tersebut diatas terutama teknik dan fisik yang merupakan teknik dasar dalam bermain sepakbola. Faktor-faktor itu antara lain: daya tahan. (4) teknik menyundul bola. (c) Mempunyai subyek yang sama atau sasaran yang sama. semuanya melakukan permainan sepakbola. Sepakbola adalah permainan beregu yang dimainkan masing-masing regu sebelas pemain termasuk seorang penjaga gawang. dan (8) teknik penjaga bola. kesenian. Menurut Hariyoko dan Mahmud (1991:3) teknik-teknik dasar dalam permainan sepakbola adalah: (1) teknik menendang bola. (b) Diberikan di luar jam pelajaran dan diawasi oleh guru yang bertanggung jawab tentang bidang pelajaran tersebut. 1981:409). kekuatan. dan apapun bentuk sepakbola? Olahraga ini adalah salah satu olahraga yang paling digemari diseluruh dunia. Ciri-ciri Kegiatan Ekstrakurikuler Sarifudin (1982:45) menyebutkan ciri-ciri kegiatan ekstrakurikuler sebagai berikut: (a) Merupakan bentuk kegiatan yang berkaitan atau berhubungan langsung dengan kurikulum sekolah. Dan semua ini dapat diperoleh dengan latihan konsdisi fisik dengan terus menerus tanpa merasa bosan. teman.

subjek uji coba.Melakukan penelitian dan pengumpulan informasi (kajian pustaka. olahraga sepakbola memerlukan dua sistem energi yaitu aerobik dan anaerobik. Tidak kita pungkiri bahwa seorang pemain sepakbola yang memiliki skill individu yang baik tidak akan berarti apa-apa bila tidak ditunjang dengan kondisi fisik yang prima. Mengembangkan bentuk produk awal (penyiapan materi pengajaran. Akan tetapi dalam permainan sepakbola sewaktu-waktu juga membutuhkan kecepatan. Menurut Devaney (1988:70) satu unsur dalam sepakbola yang tidak pernah berubah dari masa ke masa adalah stamina. 4).Melakukan penelitian dan pengumpulan data informasi termasuk kajian pustaka dan analisis kebutuhan.intrumen penelitian. berputar ke mana saja untuk menghindari lawan. 2. uji coba produk. Permainan sepakbola merupakan olahraga yang membutuhkan waktu yang lama. Menggunakan uji lapangan permulaan menggunakan 16 – 12 subjek). (7) Melakukan revisi produk ( berdasarkan saran – saran dan uji coba lapangan utama) (8) Uji lapangan meliputi (9) Revisi Produk Akhir. berputar.jenis data. penyusunan buku pegangan. berbelok ke kanan. persiapan laporan tentang pokok persoalan. berhenti.Model Pengembangan Dalam penerapan Program latihan kebugaran jasmani ini peneliti menggunakan pengembangan milik Borg dan Gall (1983:775) yang terdiri dari: 1). berlari. 5 ). prosedur pengembangan. Untuk itu dalam melatih kondisi fisik pelatih juga harus memperhatikan kedua sistem energi tersebut dalam menyusun program latihan. pengamatan kelas. Bila dilihat dari urain di atas. untuk itu dalam permainan sepakbola menggunakan sistem energi aerobik. anda membungkuk. 2). Dan stamina merupakan unsur utama dalam permainan sepakbola pemain harus mempersiapkan diri untuk mengalami kelelahan fisik. perumusan tujuan. 3). dan tehnik analisis data.dan uji coba skala kecil.penentuan urutan pengajaran. dan semua itu harus membutuhkan stamina dan kondisi fisik yang prima.dan perlengkapan evaluasi). Mengembangkan Produk Awal ( berupa penerapan formasi pertahanan) . dengan pertimbangan kebutuhan untuk menghasilkan produk pembuatan program Latihan Kebugaran jasmani di ekstrakulikuler sepak bola di MAN tlogo blitar Kabupaten Blitar. Melakukan revisi terhadap produk utama ( sesuai dengan saran – saran dari hasil uji lapangan permulaan) (6) Melakukan uji lapangan utama. A. Dengan demikian peran latihan fisik didalam permainan sepakbola sangat menunjang bagi pemain untuk berprestasi baik di level lokal maupun internasional. Ditambahkan pula oleh Devaney (1988:71) di dalam permainan sepakbola anda harus menggiring bola.seorang pemain sepakbola yang telah memiliki teknik individu yang baik dan ditunjang oleh stamina yang prima. Dan olahraga yang membutuhkan kecepatan membutuhkan sistem energi anaerobik. Dari berbagai macam – macam langkah pengembangan yang dikemukakan oleh borg dan Gall yang sebagian di modifikasi oleh peneliti. Melakukan perencanaan (pendefinisian keterampilan. maka taktik dan strategi yang diintruksikan oleh pelatih akan mudah dijalankan. BAB III METODE PENGEMBANGAN Dalam metode pengembangan akan diuraikan tentang model pengembangan. berbelok ke kiri. berbalik badan dan menangkap atau menghalau bola untuk penjaga gawang. seperti: lari sprint . Adapun langkah – langkah yang akan dicapai oleh peneliti adalah sebagai berikut: 1. sehingga seorang pemain akan memiliki daya tahan dan kecepatan secara seimbang.

2. 1 kepelatihan di bidang sepak bola. dilakukan melalui beberapa tahap. uji lapangan dengan menggunakan tehnik koesioner kemudian di analisis 6. langkah selanjutnya adalah membuat Produk Awal berupa pembuatan program Latihan kebugaran jasmani dalam permainan Sepak Bola. Dalam hal ini berperan sebagai konsultan dan memberikan masukan dalam penyempurnaan Produk untuk di ujicobakan di lapangan. revisi produk dari peninjauan para ahli. dan Ahli Program latihan kebugaran Jasmani sepak Bola sebagai perbaikan dari produk yang telah di ujicobakan.Revisi Produk Akhir . hasil produk penerapan formasi pertahanan yang dihasilkan melalui revisi uji coba lapangan. kusioner.ahli tehnik dalam program latihan sepak bola. 3. Evaluasi dari para ahli dengan kualifikasi yaitu. Tahap dari prosedur ini antara lain sebagai berikut: 1. 7. serta menggunakan tehnik wawancara. 5. lalu dikumpulkan dan analisis. Prosedur Pengembangan Pada pengembangan program latihan kebugaran jasmani. 4. serta uji coba kelompok kecil.Revisi produk pertama Setelah uji coba produk. revisi Produk akhir yang dihasilkan oleh uji coba lapangan ( kelompok Besar. peneliti membuat produk kemudian di uji cobakan kepada kelompok kecil tetapi sebelumnya dikonsultasikan dan di uji oleh para Ahli.uji coba produk Uji coba produk ini dimaksudkan untuk memperoleh masukan. Dalam pembuatan Produk yang dikembangkan ini. Analisis kebutuhan tersebut dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara guru pendidikan jasmani di MAN Tlogo Blitar kabupaten Blitar mengenai produk yang dikembangkan peneliti.Analisis kebutuhan Analisis kebutuhan merupakan langkah – langkah yang digunakan untuk mengkaji keadaan lapangan dengan tujuan apakah produk yang dikembangkan diterima atau tidak oleh subjek. Revisi produk Pertama.3.Pembuatan Produk Awal Setelah melakukan analisis kebutuhan. 4. Revisi ini digunakan untuk perbaikan terhadap produk awal yang dibuat peneliti. maka dilakukan revisi dari masukan beberapa ahli yaitu ahli kepelatihan sepak Bola.Uji Coba Lapangan ( kelompok Besar ) Pada tahap ini dilakukan uji coba lapangan ( kelompok Besar ) terhadap produk yang dikembangkan dengan menggunakan subjek uji coba 22 siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Kabupaten blitar. 6. 5. B. saran dan penilaian terhadap produk yang dikembangkan.

Dari kegiatan uji coba kelompok lapangan dimasudkan untuk mengetahui keefektifan perubahan yang dilakukan sebelumnya. 2. 2. Dalam bagian ini yang harus diperhatikan yaitu: (1) rancangan uji coba (2) Subjek uji coba (3) intrumen pengumpulan data dan (4) tehnik analisi data 1.Uji Coba Produk Uji coba Produk ini dilakukan untuk mengumpulkan data yang digunakan sebagai dasar dalam menetapkan kelayakan dari produk yang dikembangkan. Blitar. C. Hasil data yang diperoleh dari uji lapangan atau kelompok besar ini digunakan untuk menyempurnakan keseluruhan pengembangan program latihan kebugaran jasmani dalam kegiatan esktrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar. Evaluasi tahap pertama. Subyek Uji Coba . 7.Revisi produk Pertama Hasil dari data ahli tersebut dianalisis. Tujuan kelompok kecil ini digunakan untuk meminimalkan kesalahan yang ditemui dan mengetahui tanggapan dari produk awal yang dikembangkan.Evaluasi tahap kedua Uji lapangan atau kelompok besar dilaksanakan di MAN Tlogo Blitar.Revisi produk dari hasil uji coba lapangan yang telah diujicobakan pada peserta ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Kab. dan dapat dimungkinkan untuk digunakan dalam lingkup yang sebenar – benarnya. maka produk ini dikembangkan ini terlebih dahulu diuji oleh para ahli. a. 3. Evaluasi tahap ini terdiri dari : 1.Hasil Akhir Hasil Akhir Berupa Produk yang telah dihasilkan dari uji lapangan ( kelompok Besar ) sebagai bentuk penerapan program latihan kebugaran jasmani sepak bola. (2) meminta kepada siswa untuk memberikan tanggapan dan pendapat tentang penerapan Program latihan Kebugaran Jasmani dalam permainan sepak bola dengan menggunakan koesioner. selanjutnya dijadikan acuan untuk merevisi produk penerapan Program latihan kebugaran Jasmani dalam permainan sepak bola sebelum diujicobakan untuk kelompok kecil.Tinjauan Ahli Untuk memperoleh masukan tentang rancangan penerapan Informasi program latihan kebugaran Jasmani sepak bola . metode pengambilan subjek yaitu menggunakan prosedur yang dilakukan dalam bentuk uji coba ini adalah (1) menerapkan penerapan Program latihan kebugaran jasmani dalam permainan sepak bola kepada siswa.Uji coba kelompok kecil Uji coba kelompok kecil dilaksanakan di MAN Tlogo Kabupaten Blitar untuk siswa yang mengikuti ekstrakulikuler sepak bola dengan subjek 12 pemain. b.Desain uji coba Desain uji coba dilaksanakan melalui dua tahap yaitu: (1) evaluasi tahap pertama dan evaluasi tahp kedua. sebagai perwakilan kelompok besar selama 8 kali pertemuan.

Rumus untuk mengolah data per sebjek uji coba P= X X 100% X1 Keterangan : P = persentase hasil evaluasi uji coba X= Jumlah jawaban skor oleh subyek uji coba X1 = jumlah jawaban maksimal dalam aspek penilaian oleh subyek uji coba 100 %= Konstanta b. Kriteria pemilihan siswa sebagai sebyek pengembangan 12 orang siswa esktrakulikuler sepak bola MAN Tlogo Blitar.Tehnik analisis data Pengembangan ini tehnik analisis data yang digunakan adalah tehnik analisis diskriptif dengan persentase. intrumen yang dibuat untuk pengumpulan data adalah angket yang dibuat sendiri dengan mengacu pada analisis kebutuhan. Dengan demikian.Rumus untuk mengolah data secara keseluruhan uji coba P = ∑ X x 100 % ∑ Xi Keterangan P ∑X ∑Xi : Persentase hasil keseluruhan subyek uji coba : Jumlah keseluruhan jawaban subyek uji coba dalam keseluruhan aspek penilaian : jumlah keseluruhan maksimal subyek uji coba 100% : Kostanta . Rumus yang digunakan untuk menganalisis dan menggunakan rumus dari Sudjana (1990:40 ) a. pengembangan ini data yang digunakan adalah kuantitatif dan Kualitatif. dan sebagai pelatih sepak bola. Jenis Data Dari data yang diperoleh dari hasil evaluasi ahli. 5.Dalam pengembangan produk. Kriteria bagi ahli sepak bola dan ahli dalam program latihan kebugaran jasmani mempunyai sertifikasi kepelatihan sepak bola. Prosedur yang dilakukan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan yang diperlukan. subjek uji coba yang digunakan meliputi: untuk kelompok uji coba siswa terdapat dua kelompok uji coba yaitu: 12 pemain untuk uji coba kelompok kecil dan 22 pemain MAN Tlogo Blitar untuk uji coba kelompok besar. Tehnik ini digunakan untuk analisis data kuantitatif yang diperoleh dari hasil penyebaran angket. 3. 4. Intrumen yang dibuat untuk pengumpulan data adalah tehnik kuesioner untuk para ahli dan siswa.Intrumen Pengumpulan Data Pada intrumen ini digunakan adalah pengembangan sendiri dengan mengacu pada metode atau prosedur yang sudah ditentukan.

Persentase 0-20 % 20.40 % 40.Untuk menentukan penafsiran terhadap hasil analisis persentase tingkat kemenarikan produk pengembangan digunakan klasifikasi persentase guilford ( dalam Fagih. 1-100 % Klasifikasi Tidak baik Kurang baik Cukup baik Baik Sangat baik Makna Dibuang Diperbaiki Digunakan Digunakan Digunakan . 4. 3. 5. 1996: 58 ) maka ditetapkan kriteria sebagai berikut: No 1. 1-90 % 90.1. 2. 1.70% 70.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful