PENGEMBANGAN PROGRAM LATIHAN KEBUGARAN JASMANI BERUPA LATIHAN FISIK UNTUK MENINGKATKAN V02 PADA PESERTA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER

SEPAK BOLA DI MAN TlOGO BLITAR PROPOSAL SKRIPSI Pembimbing: Oleh: HUMAID ALI HASAN NIM 208711415983

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN JURUSAN PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN DESEMBER DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang ………………………………………………………….

2. Rumusan Masalah………………………………………………………. ……… 3. Tujuan Penelitian ……………………………………………………… 4. Spesifikasi Produk yang diharapkan…………………………….. 5. Pentingnya Pengembangan ………………………………………….

6. Asumsi keterbatasan pengembangan ……………………………………. 7. Definisi Istilah…………………………………………………………………….

8. Sistematika penulisan 9. Definisi Operasional……………………………………………………………. BAB II KAJIAN PUSTAKA 1. Kesegaran Jasmani………………………………………………………

2. Tujuan kesegaran jasmani……………………………………………. 3. Komponen-komponen Kesegaran Jasmanai……………………………. 4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesegaran Jasmani…… 5. Program latihan ………………………………………………………….

6. Prinsip Latihan…………………………………………………………… 7. Beban Latihan …………………………………………………………….

8. Metode Latihan Fisik …………………………………………………. 9. Penjelasan Tentang program latihan untuk meningkatkan VO2 10. Latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan VO2 11. Peran Kesegaran Jasmani dalam Permainan sepak bola…… 12. Kegiatan Ekstrakurikuler…………………………………………………….. 13. Karakteristik Sepak Bola……………………………. BAB III METODE PENELITIAN 1. model pengembangan………………………………………………………….

2. prosedur pengembangan……………………………………………………… 3. uji coba produk,…………………………………………………………………. 4. subjek uji coba……………………………………………………………………. 5. jenis data……………………………………………………………………

6. intrumen penelitian…………………………………………………….. 7. tehnik analisis data……………………………………………………

BAB I PENDAHULUAN 1. A. Latar Belakang Pendidikan di Indonesia merupakan perwujudan manusia yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa berdasarkan (UUD 1945). Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kehidupan bangsa dan kemajuan suatu negara. Dengan adanya pendidikan bangsa indonesia akan mengalami kemajuan dan meninggalkan suatu bentuk keterpurukan, seperti sekarang ini. Untuk itu pemerintah harus lebih berkosentrasi terhadap pendidikan di indonesia dan juga harus membuat suatu kebijakan yang mengarahkan pada perkembangan pendidikan di indonesia. Pendidikan merupakan cara yang srategis untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Dengan kebijakan yang berkelanjutan khususnya dalam dunia pendidikan di indonesia, bukan mustahil pendidikan di indonesia akan menciptakan SDM yang berwawasan luas dan berkualitas. Sumber daya manusia yang berkualitas akan membawa pada kemajuan bangsa terutama dalam menjadikan masyarakat madani. Sehingga dengan adanya pendidikan yang bermutu maka semua hal yang berhubungan dengan masalah pendidikan akan cepat terselesaikan. Salah satu Pendidikan yang mengarahkan pada perkembangan perkembangan keseluruhan aspek manusia adalah pendidikan jasmani. Pendidikan jasmani hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu baik secara jasmani dan rohani. Sehingga pendidikan jasmani merupakan salah satu pendidikan yang sangat penting dan utama untuk kemajuan suatu bangsa. Pendidikan jasmani memiliki peran yang sangat penting dalam mengintensifikasi penyelenggaraan pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup. Pendidikan jasmani memberikan kesempatan pada siswa untuk terlibat langsung dalam aneka pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, bermain, dan berolahraga yang dilakukan secara sistematis ,terarah dan terencana. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina, sekaligus membentuk gaya

hidup sehat dan aktif sepanjang hayat. Badan Standart Nasional Pendidikan (2006:729) menyatakan bahwa: Pendidikan jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani,keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional,tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Pada hakekatnya pendidikan jasmani tidak hanya untuk mengembangkan badan tetapi juga untuk mengajarkan perilaku sosial, kebudayaan, dan menghargai etika serta mengembangkan kesehatan mental – emosional ( adisasmita, 1989:2 ) selain itu adisasmita juga berpendapat bahwa kegiatan jasmani tertentu yang dipilih dapat membentuk sikap / membentuk karakter yang berguna bagi pelakunya. Untuk mencapai tujuan tersebut harus ada lingkungan yang lebih banyak dari pihak lain seperti keluarga, sekolah, serta lingkungan. Untuk pendidikan jasmani yang diberikan di sekolah , tentu pihak sekolah mempunyai peran dan tanggung jawab yang tinggi. Dalam hal ini guru pendidikan jasmani harus mempunyai inovasi – inovasi untuk melaksanakan pembelajaran pendidikan jasmani guna mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Untuk mencapai tujuan pendidikan jasmani dan mengembangkan bakat dan minat siswa pihak sekolah menyelenggarakan kegiatan ekstrakulikuler. Menurut ahmadi ( 1984:105) kegiatan ekstrakulikuler adalah kegiatan – kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub – klub, misalnya: olahraga, kesenian, ekspresi dan lain- lain. Kegiatan ekstrakulikuler bertujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai berbagai mata pelajaran, meyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan menusia seutuhnya ( sahertian,1978:83 ). Jadi sekolah merupakan tempat dimana siswa dapat mengembangkan bakat dan minatnya kegiatan ektrakulikuler. Di MAN tlogo Blitar salah satu sekolah lanjutan akhir di blitar dengan jumlah siswa 850 siswa juga melaksanakan kegiatan ektrakulikuler. Man Tlogo blitar merupakan sekolah madrasah aliyah negeri di blitar yang menjadi salah satu sekolah favorit dengan keuggulan dalam ilmu agama dan umum. Akan tetapi tidak hanya ekstrakulikuler yang bergerak dalam bidang akademik saja yang banyak diminati oleh siswa , mereka juga sangat berantusias dalam mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang bergerak dalam bidang olahraga. Kegiatan ektrakulikuler olahraga diadakan oleh pihak sekolah bertujuan selain untuk menunjang proses belajar – mengajar khususnya pendidikan jasmani untuk mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa. Kegiatan ekstrakulikuler di Man Tlogo Blitar terdiri dari berbagai banyak cabang olahraga, diantaranya Badminton, sepak Bola, Tenis Meja, bola voli, dan futsal. Dari kelima ektrakulikuler tersebut siswa bisa memiliki ekstrakulikuler yang diinginkan sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa. Data peserta ekstrakulikuler olahraga di Man Tlogo Blitar sebagaimana ditunjukan sebagai berikut:

No 1. 2. 3. 4. 5.

Cabang Olahraga Badminton Sepak Bola Bola Voly Futsal Tenis Meja

Jumlah Peserta 25 22 27 23 24

( Sumber : Koordinator ekstrakulikuler di Man Tlogo Blitar ). Dari tabel diatas diketahui bahwasanya dari ke lima kegiatan ekstrakulikuler yang termasuk dalam kegiatan olahraga, cabang olahraga sepak Bola paling sedikit pesertanya dibanding dengan olahraga lain,

tetapi dalam sisi prestasi cabor sepak bola masih mempunyai nama daripada ektrakulikuler yang lain. Dalam survei beberapa hari kemarin teryata Prestasi sepak bola Man Tlogo blitar cukup menjanjikan.Terhitung beberapa Prestasi telah diraih khususnya di tahun 2008 – 2010. Pada tahun 2008/2009 Tim Sepak bola Man Tlogo blitar telah mencatat prestasi menjadi juara tiga PORSENI tingkat MAN/ MA se – Kabupaten Blitar. Kemudian tahun 2009/2010 Tim Sepak Bola Tim Man Tlogo Blitar telah meraih Prestasi Juara 1 POPDA Tingkat SMA/ MAN sederajat se- Kabupaten Blitar. Seiring perjalananya waktu Tim Manega dalam berapa bulan terakhir khususnya dari segi Prestasi agak menurun dan banyak faktor yang mempengaruhinya. kemarin saya mencatat banyak dari anggota Tim MANEGA banyak mengalami kekelahan dan keletihan sehingga para pelatih kebingungan dalam mengatasi anak buahnya. Faktanya menunjukan dengan kebugaran jasmani yang tidak bagus, dalam pertandingan Uji Coba selama3 kali berturut – turut hasilnya mengecewakan. 2 kali kalah dan 1 kali seri . Dari itu pelatih dengan peneliti pada hari sabtu tanggal 23 september menyetujui kesepakatan untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani para pemain perlu adanya Tes dan pengukuran. Tes yang dipilih oleh seorang pelatih dan peneliti adalah Tes Multistage. Peserta yang mengikuti tes kebugaranjasmani pada waktu itu tercatat sebanyak 20 orang. Berdasarkan analisis kebutuhan yang saya lakukan dengan metode observasi maka dengan diadakanya tes kebugaran jasmani dengan lari multistage teryata dari 20 sampel dari para peserta ekstrakulikuler sepakbola masih dibawah standart minimal kebugaran jasmani. Di bawah ini hasil dari Tes Multistage pada ekstrakulikuler sepak bola di Man Tlogo Blitar sebagai berikut:\ Tabel Hasil Tes Lari Multitahap Siswa

No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16 17. 18 19 20 21

Nama Denta Permana Fuad Sholiki Faris Fahrul Rizal Agus Rohman Hendro WIJAYA Farid jalal Main M. labib M. fitrian Risfendi Imam Bahroini Kharis Khusen Andika Wardana Dadang Permana Susilo Dwi P Galang Panjalu Budi Zaky Fahrani Bambang Hendro Joko susilo Adi wendarta Levi setiambudi M. Fahrudin

Usia 17 16 17 18 15 17 18 18 16 17 16 18 16 15 17 18 17 16 15 18 17

Shutlle 5 6 8 7 6 5 7 5 4 5 6 5 7 6 5 5 7 6 6 8 9

Level 5 3 7 1 4 3 2 9 3 8 5 4 3 6 7 4 5 2 1 4 2

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwasanya para peserta anggota ekstrakulikuler Man Tlogo Blitar khususnya sepak bola dalam hal kebugaran jasmaninya masih dalam keadaan kurang baik. Oleh karena

itu maka untuk mencapai kebugaran jasmani yang bagus harus ada solusi atau sejenis jalan keluar untuk mangatasi masalah ini. Pada hari yang lalu kami telah bertanya kepada pelatih apabila anak didiknya kita beri suatu bentuk program latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik, teryata juga setuju dan pelatih akan terbantu apabila dari kami bisa membuat pengembangan program latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik guna meningkatkan VO2 para atle sepak bola MAN TLOGO Blitar. Untuk memenuhi tuntutan daya tahan tersebut seorang para anggota Tim Manega harus mempunyai energi dalam jumlah banyak. Tuntutan energi dalam jumlah banyak itu akan diproduksi melalui sistem erobik yang memerlukan oksigen, oleh karena itu tinggi rendahnya daya tahan seorang para pemain Tim Manega tergantung dari tinggi rendahnya kapasitas oksigen maksimal atau VO2maks. Menurut Del Asri (2004:4) besaran energi yang dapat tersedia per satu satuan waktu melalui proses erobik dapat ditentukan oleh volume oksigen yang dapat diangkut dengan maksimal oleh darah dari paru-paru seseorang. Pada orang normal (bukan atlet) nilai tingkat VO2 maks yang baik untuk wanita adalah diatas 40 ml/kg/menit dan untuk pria diatas 45 ml/kg/menit (Howley dan Frank, 1997:211). Tinggi rendahnya VO2 maks para pemain Tim Manega sangat berpengaruh pada kondisi fisik atau kesegaran jasmani anggota Tim. Menurut Wagner (2008) tinggi rendahnya VO2 maks seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu jenis latihan, keturunan, pengaruh keadaan, komposisi badan, jenis kelamin, dan umur. Fox (dalam Umar, 2001:59) menyatakan Seseorang yang memiliki VO2 maks yang tinggi tidak saja mampu melakukan aktivitas daya tahan dengan baik tetapi lebih dari itu, mereka akan mampu melakukan recovery (pemulihan asal) kondisi fisiknya lebih cepat dibandingkan dengan orang yang memiliki VO2 maks yang rendah. Sehingga kemampuan mereka untuk untuk melakukan aktivitas berikutnya bisa lebih cepat dan mampu bertahan dalam jumlah waktu yang lama. Tinggi rendahnya VO2 maks seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satu dari faktor tersebut adalah organ tubuh yang pada dasarnya organ-organ tubuh tersebut sangat menunjang terhadap tingkat VO2 maks. Organ-organ tersebut seperti; paru yang berfungsi untuk memasukkan oksigen dari luar kedalam tubuh, kualitas darah (hemogoblin) yang berfungsi untuk mengikat oksigen dan membawanya ke seluruh jaringan, jantung yang berfungsi memompa darah, dan sistem sirkulasi (pembuluh darah) yang berfungsi tempat jalannya darah serta jaringan tubuh yang akan mempergunakan oksigen untuk proses oksidasi sehingga menghasilkan energi. Bagi para pemain Tim Manega semakin baik kualitas faktor-faktor tersebut maka semakin baik dan tinggi pula tingkat VO2 maks seorang pemain, sehingga tingkat daya tahannya juga baik yang pada akhirnya bagi TIM Manega memiliki tingkat kesehatan dan kesegaran jasmani yang tinggi pula . sehingga apabila tingkat kesegaran Jasmani para pemain Tim Manega bagus maka prestasi juga akan dapat meningkat dan lebih bagus lagi. Sebaliknya jika Para pemain Tim Manega mempunyai daya tahan yang rendah, maka mereka akan cepat mengalami kelelahan yang mengakibatkan emosi yang tidak stabil, mudah terombang-ambing dalam situasi atau suasana, kurang kosentrasi dan tidak fokus dalam pertandingan sehingga para pemain tim manega dalam segi prestasi akan menurun. Untuk meningkatkan VO2 maks latihan fisik harus dilakukan, peningkatan VO2maks sebaiknya dengan cara program latihan erobik karena dengan latihan erobik sudah ada pembebanan yang meningkatkan jantung maupun paru. Sedangkan untuk meningkatkan VO2 maks yang dilakukan dengan Program latihan anerobik, secara langsung dapat diberikan beban maksimum pada sistem jantung dan paru. Prestasi tinggi Tim manega dalam tingkat kabupaten hanya dicapai dengan menjalani latihan yang sistematik dan teratur, dengan latihan yang sistematik dan teratur maka kapasitas oksigen maksimal dapat meningkat sampai 20%. Dari keterangan diatas maka untuk meningkatkan dan memperbaiki prestasi Tim Manega dalam ekstrakulikuler di Man Tlogo harus adanya Program latihan kebugaran jasmani berupa program latihan fisik khususnya dalam hal meningkatkan daya tahan jantung dan paru – paru (VO2) dengan cara latihan aerobik dan anaerobik. Berdasarkan Latar belakang diatas maka peneliti sangat tertarik untuk membuat jenis Pengembangan Program Latihan Kebugaran Jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan V02 pada ektrakulikuler sepak bola di Man Tlogo Blitar. 1. B. Rumusan Masalah Berdasarkan Latar belakang diatas , rumusan masalah yang diangkat adalah belum adanya program latihan berkenaan kebugaran jasmani bagi Ektrakulikuler Di Man Tlogo Blitar. Oleh karena itu untuk meningkatkan kebugaran fisik dan daya tahan V02 pada para peserta Ekstrakulikuler Sepak Bola Di Man

1. C. maka peneliti akan menerapkan Program latihan kebugaran jasmani dalam permainan Sepak Bola di MAN Tlogo Blitar. Aktivitas pemanasa sebelum latihan inti. Bentuk latihan in iberasal dari Swedia yang berarti “spee play” atau bermain-main dengan kecepatan. Aktivitas kalestenik dengan berbagai variasi gerak sistematis dari kepala sampai kaki.Produk yang dihasilkan adalah Program Latihan Kebugaran Jasmani. maka tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah pembuatan program latihan kebugaran jasmani untuk sepak bola sehingga paserta ektrakulikuler dapat meningkatkan kebugaran jasmani dalam melakukan permainan sepak bola yang bagus dan juga demi untuk mencapai prestasi yang bagus. Adapun Spesifikasi Penerapan program Latihan untuk Peserta Ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo blitar adalah sebagai berikut: 1. D. waktu. E. Tahap Inti Pada tahap inti terdiri berbagai bentuk variasi latihan program jasmani yang akan diuraikan sebagai berikut: 1) 1. Bentuk-bentuk Latihan Kondisi Fisik Ada berbagai bentuk latihan kondisi fisik antara lain : 1. Tahap Pendahuluan Tahap Pendahuluan Aktivitas yang digunakan berupa Gerak Stretching sistematis mulai dari kepala sampai kaki. Coch ataupun atlitnya sendiri dapat menentukan bentuk larinya maupun lamanya latihan. Produk ini disusun untuk peserta ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar. 1. Spesifikasi Produk Yang diharapkan Untuk memecahkan masalah diatas. Untuk itulah peneliti akan membuat Program latihan kebugaran jasmani di Ektrakulikuler Sepak Bola di Man Tlogo Blitar . Tujuan Penelitian Mengacu permasalahan diatas. Pemandangan yang indah akan menyebabkan atlit lupa akan kelelahan sehingga dengan bebas melakukan latihannya. . Sebaiknya untuk latihan fartlek ini dipilihnya latihan (medan) yang mempunyai pemandangan indah sedikit rintan gn dengan lintasan yang berbeda-beda : lumpur-keras-terjal-turunpasir-rumput-salju atau lainnya. 1) 2) 3) 1. Fartlek Fartlek adalah bentuk latihan yang dilakukan dengan lari jarak jauh seperti halnya pada cross country.di dalam akan memmuat berbagai variasi latihan kebugaran jasmani.Tlogo Blitar maka diterapkanya Program Latihan kebugaran Jasmani peserta Ekstrakulikiler di Man Tlogo blitar. 1. latihan tidak dibatasi tetapi atlit bebas melakukan latihan ini dengan berbagai variasi bentuk lari sesuai dengan medianya.

6. mendayung. 5. Woldemar Cersshler. misalnya: 1. Ulangan (repetition) : 4 kali. Untuk memper berat latihan disamping pengurangan waktu istirahat dapat pula dengan meningkatkan bentuk istirahat dari jalan. Lembar intrumen evaluasi ini berisi tentang butir – butir pertayaan tentang Program latihan kebugaran jasmani. Ulangan yang diperbanyak. Jalan cepat (istirahat aktif). 3. Waktu istirahat (recovery interval): 120 detik. dan macam-macam permainan. 3) Interval trainning merupakan penyempurnaan dari fartlek dengan memebrikan koreksi secara teliti dalam : menentukan jarak. Contoh : 1. balap sepeda. jalan cepat atau lari-lari kecil. Latihan interval juga menggunakan prinsip penambahan beban latihan. istirahat. Cara meningkatkan beban dapat pula dengan memperberat salah satu dari faktor – faktor di atas dikombinasikan. 2. d. Jaraknya yang ditambah. Waktu untuk menempuh jarak (400 m): 90 detik. 2. 3. b. Lari dengan tempo yang cepat (pace) selama 1 menit Tujuan latihan sama dengan cross country terutama untuk daya tahan atau stamina. Pembuatan intrumen evaluasi untuk siswa yang mengikuti ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar Kabupaten Blitar. 2. 3. misalnya (costa holmen) : 2) 1. Bentuk latihan in baik sekali dilakukan pada periode persiapan atau bahkan pada periode latihan 1. 4. Kecpatan yang konstan dan cukup tinggi. Mulai dengan lari lambat 5-10 menit. baru kemudian lari untuk putaran kedua. Interval trainning merupakan bentuk latihan yang diselingi dengan istirahat tertentu (intervasi). Streching individu dan berpasangan. kemudian untuk seterusnya 4 kali ulangan. 7. banyaknya ulangan (repetation) dan waktu latihan. Untuk lari pertama latihan boleh digunakan ulangan 2-3 kali terlebih dahulu. Internal Trainning Pada khir0akhir ini sistem latihan interfasi mulai digunakan untuk semua cabang olah raga : atletik. Lari lambat-lambat diselingi lari yang makin lama makin cepat (win sprin). Jarak lari ditentukan: 1600 m (4 kali keliling lintasan lari. berarti 4 X 400m. kemudian jalan selama 120 detik. Waktu dipercepat. Demikianlah untuk seterusnya latihan dilakukan akan tetapi waktu istirahat makin lama makin di kurangi dari 120 detik menjadi 90 – 60 – 50 detikdan setrerusnya sampai tujuan akhir tercapai yaitu lari 4 x 400 m tanpa istirahat = 1600 m. . Lari lambat-lambat diselingi 3-4 langkah mendadak cepat. Tahap Penutup Pada tahap penutup diberikan evaluasi dari proses program latihan yang telah dilaksanakan dan melakukan pendinginan. Bentuk latihan in pada mulanya ditemukan oleh seorang dokter yang juga coach atletik dari Jerman : dr. Atlit diharuskan menempuh jarak 400 m dengan waktu 90 detik. istirahat lagi dan seterusnya sampai selesai 4 x 400 m lari. Naik bukit dengan kecepatan tinggi. 4.Kecepatan bentuk lari dapat diatur dengan berbagai variasi. c. 3.

. Pengertian Kebugaran Jasmani Kesegaran jasmani adalah kemampuan tubuh seseorang pemain sepak bola di Man Tlogo Blitar untuk melakukan kegiatan latihan sehari-hari maupun pertandingan tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan masih memiliki tenaga yang cukup untuk melakukan aktivitas yang lainnya. b. b) Sarana dan prasarana yang digunakan dalam melakukan latihan kebugaran jasmani cukup memadai dan bervariasi. Bagi peneliti Sebagai sarana untuk mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan khususnya yang berhubungan dengan kesegaran jasmani. secara tetap dengan selalu memberikan peningkatan beban. 1. a) Dengan adanya penerapan Program latihan Kebugaran Jasamani. 1. Bagi atlet Untuk meningkatkan kebugaran jasmani para atlet 1. Keterbatasan produk penerapan kebugaran jasmani di kegiatan esktrakulikuler Sepak Bola MAN Tlogo Blitar ini adalah sebagai berikut:   Penerapan Program latihan kebugaran jasmani hanya diperuntukan untuk siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler bola voli di MAN Negeri Tlogo Blitar. G. F. maka siswa dapat mengerti tentang program latihan kebugaran jasmani dalam permainan sepak bola. 1995:3). c. 1. Blitar.1. (Pussegjas. Pentingnya Pengembangan Pengembangan ini adalah untuk memperoleh pengalaman yang nyata juga mengaplikasikan teori dan praktek selama mengikuti kegiatan ekstrakulikuler dalam bentuk penelitian pengembangan bentuk – bentuk program latihan kebugaran jasamani di kegiatan Ekstrakulikuler MAN Negeri Tlogo Kab Blitar. d. E. 1. Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan Asumsi yang dijadikan landasan peneliti untuk penerapan Program Latihan kebugaran jasmani. Selain itu sebagai calon guru pendidikan jasmani penelitian ini dapat dijadikan bekal dalam membina kegiatan ekstrakurikuler. Bagi pelatih Dapat dijadikan acuan bagi pelatih dalam peningkakatan kebugaran jasmani para atlet. Definisi Istilah 2. Pengertian Program latihan Latihan adalah suatu proses yang sistrematis secara berulang-ulang. Materi program latihan kebugaran jasmani hanya terbatas pada materi kebugaran jasmani saja. Bagi Universitas Negeri Malang Hasil penelitian ini dijadikan bahan dasar kepustakaan dalam penelitian selanjutnya khususnya yang berhubungan dengan kesegaran jasmani. di ekstrakukuler Sepak Bola MAN Negeri Tlogo Kab. a.

Aerobik adalah suatu sistem altihan yang mendorong kerja jantung. dan paru-paru untuk periode waktu yang cukup untuk menghasilkan perbaikan-perbaikan dan keadaan tubuh. pentingnya pengembangan. Tujuan kesegaran jasmani. 1. 2. Metode Latihan Fisik . darah. desain Uji coba. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. Bagian pertama memuat tentang: 1. misalnya: olahraga. bagian yang kedua memuat tentang produk yang dihasilkan dari pengambangan. spesifikasi produk yang diharapkan. Kegiatan ekstrakulikuler bertujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai berbagai mata pelajaran.BAB I PENDAHULUAN: Latar belakang masalah. Peserta ekstrakurikuler tenis lapangan adalah siswa yang mengikuti ekstrakukulikuler Sepak Bola di Man Tlogo Blitar di luar jam sekolah yang sudah dijadwalkan oleh sekolah dalam pengembangan bakat dan minat siswa.BAB III METODE PENGEMBANGAN: taktik pengembangan. Pengertian Esktrakulikuler Menurut ahmadi ( 1984:105) kegiatan ekstrakulikuler adalah kegiatan – kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub – klub. difinisi istilah dan sistematika penulisan.1978:83 ). Beban Latihan .Intrumen pengumpulan data.BAB II KAJIAN PUSTAKA: Kesegaran Jasmani. Subjek uji coba. Penjelasan Tentang program latihan untuk meningkatkan VO2. kesenian. KESEGARAN JASMANI Kesegaran jasmani merupakan hal yang sudah populer di kalangan masyarakat saat ini. olahraga ini dimainkan oleh dua kelompok berlawanan yang masing-masing berjuang untuk memasukkan bola ke gawang kelompok lawan (Rino. Faktorfaktor yang Mempengaruhi Kesegaran Jasmani. ada beberapa pendapat para ahli atau pakar kesegaran jasmani. bagian pertama: memuat tentang kajian Analisis. 1. Prinsip Latihan. prosedur pengembangan. rumusan masalah. Sistematika penulisan Sistematika penulisan ini terdiri dari dua bagian. Dalam pertandingan. Sepak bola adalah salah satu olahraga yang sangat populer di dunia.lain. A. 2008:1). H. tujuan penelitian. Untuk mempertegas agar pengertian lebih sesuai dengan apa yang dimaksud. meyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan menusia seutuhnya ( sahertian. Uji coba produk. Program latihan. 2. Komponen-komponen Kesegaran Jasmanai. asumsi dan keterbatasan pengembangan. . Karakteristik Sepak Bola.Peran Kesegaran Jasmani dalam Permainan sepak bola. ekspresi dan lain. Beban latihan atau disebut juga bahan latihan atau loading adalah suatu bentuk-bentuk latihan jasmani dan rohani atlet guna mencapai prestasi olah raga. 3. Kegiatan Ekstrakulikuler. 1. tehnik analisis. Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran biasa (termasuk pada waktu libur) yang diterapkan oleh sekolah dengan tujuan agar siswa MAN TLOGO Blitar dapat memperluas pengetahuan dan mengembangkan bakat dan minat di bidang yang digemari sehingga siswa memperoleh prestasi di bidangnya yaitu mahir bermain Sepak bola. Latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan VO2 .Tujuan pokok dari latihan adalah prestasi maksimal di samping kesehatan serta kesegaran jasmani bagi atlet.

d) kelentukan. pemulihan yang cepat dari tubuh sewaktu-waktu respon demikian diperlukan”. . anggota masyarakat. oleh karena itu untuk mengetahui dan memahami secara mendalam perlu mempelajari komponen-komponen yang membentuk dan saling bertautan antara yang satu dengan yang lainnya. daya lentur. c) daya tahan jantung.Kesegaran jasmani menurut ahli faal dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk melakukan satu tugas khas yang memerlukan kerja muskular di mana kecepatan dan ketahanan merupakan kriteria utama. sehingga masih memiliki sisa tenaga untuk mengisi waktu luangnya dan tugas-tugas mendadak lainnya. 1. keseimbangan. Kekuatan Kekuatan atau strength . adalah komponen kondisi fisik seseorang tentang kemampuannya dalam mempergunakan otot dalam menjalankan aktivitas (Dwiyogo dan Sulistyorini. 8:2007) mengatakan bahwa “tujuan kesegaran jasmani adalah untuk meningkatkan kemampuan sistem sirkulasi dan kerja jantung. ekonomi gerakan pada waktu latihan. terhindar dari penyakit dan selalu ceria sepanjang hidup. 1. Sedangkan menurut Pussegjas (1995:1) kesegaran jasmani adalah perwujudan kemampuan dan kesanggupan fisik seseorang untuk melakukan pekerjaan baik sebagai pribadi. b) daya tahan otot. 1992:9). Berdasarkan beberapa uraian di atas dapat di simpulkan bahwa kesegaran jasmani dapat diartikan sebagai kemapuan fisik untuk melakukan tugas pekerjaan sesuai dengan bidangnya tanpa mengalami kelelahan yang berlebih dan mendapat pemulihan yang cepat seperti pada saat belum melakukan aktivitas. 1. dan ketepatan. C. agar dapat hidup sehat. g) koordinasi. maupun sebagai warga negara perlu mendapat perhatiaan dan tanggapan yang lebih memadai. baik ketika berada di sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa setiap manusia perlu menjaga dan meningkatkan kesegaran jasmaninya sendiri. koordinasi. e) kecepatan. Seseorang yang memilik kasegaran jasmani yang baik dapat diartikan cukup mempunyai kesanggupan untuk melakukan pekerjaannya dengan efisien tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti. TUJUAN KESEGARAN JASMANI Kesegaran jasmani sangatlah penting bagi semua orang termasuk anak-anak usia sekolah. 1991:25). kecepatan. f) kelincahan. Menurut Sajoto (1995:8-11) kondisi fisik atau kesegaran jasmani adalah satu kesatuan yang utuh dari komponen-komponen yang tidak dapat dipisahkan begitu saja. KOMPONEN KEBUGARA JASMANI Pengertian kesegaran jasmani adalah pengertian yang sangat kompleks. Baik peningkatan maupun pemeliharaannya. h) keseimbangan dan. Penjelasan tentang peranan masing-masing komponen adalah sebagai berikut: 1. daya otot. Sedang menurut ahli-ahli pendidikan jasmani kesegaran jasmani adalah kapasitas fungsional total seseorang untuk melakukam sesuatu kerja tertentu dengan hasil yang baik tanpa kelelahan yang berarti (Depdikbud. daya tahan. Muhajir (dalam Sipayung. i) ketepatan. Tetapi menurut Kirkendall dkk (1980:226) kekuatan adalah kemampuan atau kekuatan otot tubuh yang bekerja mengeluarkan energi untuk mengatasi atau melawan kontraksi dari luar yang berfungsi untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain atau memindahkan benda mendekati tubuh atau menjauhi tubuh. Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:24) menjelaskan bahwa komponen-komponen kesegaran jasmani adalah: a) daya tahan. Disebutkan pula bahwa komponen kondisi fisik meliputi: kekuatan. komponen kondisi tubuh. Bisa dikatakan pula bahwa tingkat kesegaran jasmani yang baik memberikan seseorang kesanggupan pada seseorang untuk menjalankan hidup yang produktif dan dapat menyesuaikan diri pada tiap pembebanan yang banyak. kelincahan. Kesegaran jasmani juga diperlukan anak usia sekolah untuk dapat melaksanakan aktifitas sehari-hari.

kecepatan diukur dengan satuan jarak dibagi dengan satuan waktu. Sedangkan definisi yang dikemukakan oleh Kent (dalam Budiwanto. berarti kelincahannya cukup baik. adalah kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan berkesinambungan dalam bentuk yang sama dalam waktu sesingkat-singkatnya. Menurut Kirkendall dkk (1980:243) kelincahan adalah kemampuan badan untuk mengubah arah tubuh atau bagian tubuh lainnya dengan sangat cepat dan efisien. Daya tahan atau endurance dalam hal ini dikenal dua macam daya tahan. 1. yakni: daya tahan umum atau general endurance kemampuan seseorang dalam mempergunakan sistem jantung. Kecepatan menurut Kirkendall dkk (1980:243) adalah jarak dibagi waktu. 2004:35)) menjelaskan bahwa daya tahan adalah kemampuan organ atlet untuk melawan kelelahan yang timbul saat melakukan aktivitas olahraga dalam waktu yang lama. balap sepeda. Untuk melatih kecepatan. Daya tahan otot atau local endurance yaitu kemampuan seseorang dalam mempergunakan ototnya untuk berkontraksi secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama dengan beban tertentu. Power menurut pendapat Gabbard dkk (dalam Budiwanto. 1. maka dapat ditarik kesimpilan bahwa kekuatan adalah kemampuan otot untuk mengatasi atau melawan beban dengan usaha yang maksimal dalam melaksanakan aktivitas tertentu. Kelincahan Kelincahan atau agility adalah kemampuan seseorang mengubah posisi di area tertentu. Suharno (dalam Budiwanto. Seseorang dikatakan memiliki kelincahan cukup baik . Dari sini dapat disimpulkan bahwa power itu adalah kemampuan tubuh untuk memadukan kekuatan dan kecepatan dalam waktu yang bersamaan. Menurut Kent (dalam Budiwanto. 5. 2004:34). Dijelaskan pula bahwa power dapat diperoleh dalam melakukan kegiatan tertentu. kecepatan adalah kemampuan melakukan gerakan dalam periode waktu yang pendek. Dari beberapa pendapat di atas. 1. Jadi dapat disimpulkan bahwa daya tahan/endurance merupakan salah satu komponen kesegaran jasmani yang paling penting untuk dilatih. Jadi kelincahan tidak hanya memerlukan suatu kecepatan saja. 1. Seperti dalam lari cepat. smash dalam bulutangkis. 3. 2. Kecepatan Kecepatan atau speeds. Power Menurut Kirkendall dkk (1980:228) power adalah masa kerja dibagi dengan waktu atau lama kerja.Dari pendapat di atas. 2004:37) kecepatan adalah jarak tempuh per satuan waktu yang diukur dalam menit atau skala kuantitas. dan lain-lain (Dwiyogo dan Sulistyorini. kontraksi otot dengan kekuatan maksimum dan kecepatan maksimum. paru-paru. kelenturan dan komponen kesegaran jasmani lainnya. power adalah kemampuan untuk mengubah energi fisik ke dalam kekuatan yang sangat cepat dan tergantung pada banyaknya adenosine triphosphat (ATP) yang diproduksi setiap satuan waktu. karena daya tahan ini secara langsung juga untuk melatih otot. dan peredaran darahnya secara efektif dan efisien untuk menjalankan kerja secara terus menerus yang melibatkan kontraksi sejumlah otot dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama. pukulan dalam tinju. dapat disimpulkan bahwa kecepatan adalah kemampuan tubuh atau bagian tubuh untuk melakukan gerakan dalam waktu yang pendek. dibutuhkan bentuk latihan yang sesuai dan mengharuskan orang itu untuk dapat bergerak dengan cepat dan mengubah arah dengan lincah. 4. 1991:29). 2004:34) adalah gabungan antara kekuatan dan daya ledak (kecepatan). akan tetapi juga memerlukan fleksibilitas yang baik dari sendi-sendi anggota tubuh. Seseorang yang mampu mengubah posisi yang berbeda dalam kecepatan tinggi dengan koordinasi yang baik. Daya Tahan Daya tahan otot tidak hanya dikenal pada istilah kekuatan tetapi juga kemampuan otot berkontraksi dalam beberapa waktu tanpa mengalami kelelahan.

1. Sedangkan Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:33) menjelaskan bahwa keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan tubuh agar tetap stabil. 8. menghasilkan berbagai respon gerakan pada situasi fisik tertentu. 2004:41) adalah kemampuan memelihara suatu yang berorientasi pada keadaan stabil dan khusus dikaitkan dengan lingkungan saat itu. Bompa (dalam Budiwanto. Keseimbangan Keseimbangan menurut Kent (dalam Budiwanto. hal ini akan sangat mudah ditandai dengan tingkat flexibility persendian pada seluruh tubuh. sistem syaraf dan sistem otot rangka menjadi rangkaian untuk mengatur bagian-bagian badan secara terpisah yang terlibat dalam satu pola gerak yang rumit dan mempersatukan bagian-bagian tersebut menjadi suatu gerak tunggal dan berhasil mencapai beberapa tujuan. dapat disimpulkan bahwa sebenarnya kelincahan adalah kemampuan mengubah arah atau posisi badan secara cepat dan melakukan gerakan yang lain. Di bidang olahraga banyak hal yang harus dilakukan oleh atlet dalam masalah keseimbangan ini baik dalam menghilangkan atau mempertahankan keseimbangan. maka keseimbangan dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mempertahankan posisi badan dalam berbagai keadaan. Dari beberapa uraian di atas. suhu badan dan usia sangat mempengaruhi luasnya gerakan bagian-bagian tubuh. 1. 1. Secara umum. Dari beberapa uraian di atas. Sedangkan Kirkendall dkk (1980:257) mengemukakan bahwa keseimbangan adalah fenomena yang kompleks yang melibatkan vestibular system pada bagian dalam telinga. Kelenturan Daya lentur atau flexibility . kekuatan dan keseimbangan. sehingga tidak mendapat gangguan pada keseimbangannya atau bisa juga diartikan bahwa keseimbangan adalah kemampuan sikap tubuh yang tepat pada saat melakukan gerakan. otak menafsirkan secara komplek. 9. penglihatan mata. Sedangkan koordinasi menurut Kent (dalam Budiwanto. Kelincahan adalah hasil pembentukan dari unsur kecepatan. Ketepatan . 6. 2004:42) adalah kemampuan untuk menyatukan sistem indera. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kelenturan adalah ukuran kemampuan seseorang yang mempunyai ruang gerak yang luas dalam sendi-sendinya dan yang mempunyai otot-otot yang elastis. 2004:40) menjelaskan bahwa kapasitas melakukan gerakan dengan rentangan yang luas diketahui sebagai kelenturan. koordinasi adalah kerjasama yang selaras antara sekelompok otot selama bergerak yang dilakukan dengan indikasi keterampilan yang sama. 1. Sedangkan kelincahan menurut Verducci (dalam Budiwanto. adalah ukuran kemampuan seseorang dalam penyesuaian diri untuk segala aktivitas dengan penguluran tubuh yang luas.apabila mampu merubah satu posisi ke posisi yang berbeda dengan kecepatan tinggi dan koordinasi gerakan yang baik. Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa koordinasi adalah kemampuan tubuh seseorang yang selaras antara sekelompok otot selama bergerak yang terlibat dalam satu pola gerak yang rumit dan mempersatukan bagian-bagian tersebut menjadi suatu gerak tunggal dan berhasil mencapai beberapa tujuan. 7. 2004:39) disampaikan bahwa pembentukan kelincahan lebih sulit dari pada pembentukan yang lainnya. Kelenturan menurut Kirkendall dkk (1980:248) adalah kemampuan tubuh atau bagian-bagian tubuh untuk melakukan berbagai gerakan dengan leluasa dan seimbang antara kelincahan dan respon keseimbangan. Koordinasi Menurut Kirkendall dkk (1980:257).

mencapai maksimal pada usia 20-30 tahun dan kemungkinan berbanding terbalik dengan usia. yang mana semua itu terdapat dalam program latihan.Ketetapan atau accuracy. 4. Menurut Suharno (1993:1) program latihan adalah suatu petunjuk atau pedoman yang mengikat secara tertulis berisi cara-cara yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan masa mendatang yang telah ditetapkan. Suharno (1993:7) menyebutkan bahwa program latihan umumnya dibagi menjadi tiga. Ketepatan menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:33) adalah kemampuan seseorang untuk mengarahkan suatu gerak ke suatu sasaran sesuai dengan tujuan. E. kemampuan atlet. dan waktu yang tersedia. dibuat kesimpulan bahwa kesegaran jasmani dtentukan oleh faktor genetik yang hanya diubah dengan latihan sampai pada batas maksimal. lingkungan atlet. Artinya bahwa aktivitas fisik yang terarah juga dapat meningkatkan kesegaran jasmani di samping terjadi penurunan berat badan. itulah sebabnya dibutuhkan penyusunan dan perencanaan latihan yang baik dan tepat. 1. FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUGARAN JASMANI Berikut ini adala beberpa hal yang terkait dengan kesegaran jasmani khususnya yang berhubungan dengan daya tahan kardiovaskuler. Perbedaan tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan maximal muscular power yang berhubungan dengan luas permukaan tubuh. tenaga pelatih. daya tahan kardiovaskuler meningkat. komposisi tubuh. 2. Setelah usia tersebut nilai pada wanita lebih rendah dari pada pria. sehingga pada orang yang berusia 70 tahun diperoleh daya tahan 50% dari yang dimiliki pada usia 17 tahun. jumlah hemoglobin. Selain itu dalam buku yang sama juga mengungkapkan program latihan adalah cara seorang pelatih untuk mempersiapkan atletnya guna menunjang program latihan yang telah direncanakan atau terprogram. kekuatan otot. adalah kemampuan gerak tubuh seseorang untuk mengendalikan gerak-gerak bebas terhadap suatu sasaran. yaitu: . Program yang demikian memungkinkan bagi seorang pelatih dapat memberikan sebanyak mungkin kesempatan kepada atlet guna perkembangan pengetahuan dan keterampilannya. Faktor Jenis Kelamin Sampai dengan usia remaja tidak terdapat perbedaan daya tahan kardiovaskuler pria dan wanita. sarana dan prasarana. PENJELASAN TENTANG PROGRAM LATIHAN Seorang atlit untuk mencapai prestasi yang maksimal hendaklah atlit tersebut terus berlatih dan berlatih tanpa merasa bosan. Suharno (1993:1) Program latihan dikatakan baik dan tepat apabila rencana dibuat telah mempertimbangkan faktor-faktor penentu untuk mencapai tujuan. 3. kapasitas paru dan sebagainya. faktor itu antara lain: bakat atau materi atlet. Faktor Usia Menyatakan bahwa mulai anak-anak sampai sekitar usia 20 tahun. Cara mengembangkan ketepatan ialah dengan mengulang-ulang gerakan dengan frekuensi yang banyak. Sasaran ini dapat merupakan jarak atau mungkin suatu objek langsung yang harus dikenal dengan salah satu bagian tubuh. 1. Faktor Keturunan (Genetik) Dari penelitian yang telah dilakukan. umur atlet. Program latihan harus disusun secara teliti dan dilaksanakan secara tekun dan teratur sesuai dengan prinsip-prinsip latihan. Faktor Aktivitas Fisik Berdasarkan hasil penelitian efek latihan aerobik selama delapan minggu setelah istirahat memperlihatkan peningkatan daya tahan kardiovaskuler 62% dari nilai akibat itirahat dan bila dibandingkan dengan keadaan sebelum istirahat di tempat tidur maka nilai peningkatan adalah 18%. Moeloek (1984:3)menjelaskan tentang beberapa faktor fisiologis yang mempengaruhi daya tahan kardiovaskuler antara lain adalah: 1. dana. D. dan menjauhkan atau mempersempit gerakan. mempercepat gerakan.

prinsip beban meningkat bertahap (progressive increase of load). berulang-ulang dan jumlah beban yang diberikan semakin hari bertambah. program latihan mingguan. yaitu: aspek-aspek fisik. terarah. PRINSIP LATIHAN Harsono (1993:2) pengertian latihan atau training adalah sesuatu proses berlatih yang sistematis yang dilakukan secara berulang-ulang. program latihan bulanan. menentukan cara-cara yang efektif serta usaha-usaha untuk mencapai tujuan dari latihan yang dilakukan. Tetapi dalam menentukan beban latihannya harus benar-benar diperhatikan. 1993:317). (3) program jangka pendek (1 tahun kebawah) merupakan pelaksanaan operasional rencana jangka menengah. prinsip perorangan (individualization). Untuk mencapai peningkatan kemampuan dalam kondisi fisik. Untuk memperoleh prestasi yang maksimal dalam olahraga memerlukan latihan yang intensitas dan frekuensinya banyak. dan yang kian hari junlah beban latihannya kian bertambah. dan mental diperlukan proses dan waktu yang relatif lama. menurut Bompa (1994:29) prinsip-prinsip program latihan fisik adalah sebagai berikut: Prinsip beban bertambah (over load). 1. dan mental dikembangkan setinggi mungkin. taktik. Tujuan akhir latihan adalah untuk meningkatkan kemampuan olahraga (Dwijowinoto. Latihan juga dapat didefinisikan sebagai peran serta yang sistematis dalam latihan yang bertujuan untuk meningkatkan fungsdional fisik dan daya tahan latihan dalam bidang olahraga. Dari pengertian dan penjelasan tentang program latihan yang telah dikemukakan di atas. yaitu faktor yang paling penting bagi setiap atlet (Suharno 1993:1). F. prinsip perkembangan multilateral (multilateral development). program latihan harian. teknik. Hal ini sesuai dengan pendapat Harsono (1993:1) bahwa tujuan utama dari pelatihan olagraga prestasi adalah untuk meningkatkan keterampilan dan prestasi semaksimal mungkin. teknik.(1) Program jangka panjang (5 tahun-12 tahun) tujuan rencana jangka panjang merupakan tujuan akhir untuk cita-cita prestasi prima. prinsip melampaui batas latihan (the abuse of training). Suharno (1993:5) menjelaskan bahwa latihan ialah suatu proses penyempurnaan kualitas atlet secara sadar untuk mencapai prestasi yang maksimal dengan diberi beban fisik dan mental secara teratur. . dapat disimpulkan bahwa program latihan adalah petunjuk atau pedoman latihan yang bertujuan untuk menentukan tujuan latihan. Beutelstah (1986:124) menyatakan bahwa training adalah persiapan para pemain masing-masing secara individu membimbing dan membentuk mereka sehingga dapat menampilkan prestasi tertinggi secara individual maupun regu. Program latihan perlu disusun dengan prinsip-prinsip latihan. menghindari beban latihan berlebih (overtraining). meningkat dan berulang-ulang waktunya. (2) program jangka menengah (2 tahun-4 tahun) rencana jangka menengah merupakan pelaksanaan langsung jangka panjang. Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan prinsip-prinsip latihan adalah suatu usaha sadar yang harus dilakukan atlet untuk mencapai prestasi maksdimal yang dilakukan berulang-ulang. prinsip reversibilitas (reversibility). Prestasi tinggi akan dapat dicapai apabila keempat aspek. prinsip pulih asal (recovery). prinsip aktif dalam latihan dan prinsip proses latihan menggunakan model. prinsdip variasi (variety). Program latihan jangka pendek terdiri dari: program latihan tahunan. bertahap. prinsip spesialisasi (specialitation). Sasaran-sasaran latihan pun merupakan penjabaran sasaran dari program jangka menengah. taktik. Menurut Kosasih (1984:46) latihan atau training adalah proses kerja yang harus dilakukan secara sistematis. terarah kian hari jumlahnya semakin meningkat dengan proses yang sistematis. Sedangkan Latihan fisik adalah latihan yang betujuan untuk meningkatkan kondisi fisik.

1. Stress fisik akan menimbulkan kelemahan anatomis. Atlet harus memiliki disiplin latihan. Keterampilan dan latihan dapat diperkaya dengan mengadopsi pola gerakan teknik yang sama. Latihan yang baik harus mengakibatkan penekanan fisik dapat ditimbulkan dengan jalan pemberian beban latihan yang lebih dari batas kemampuan si atlet (Suharno. Seluruh konsep latihan harus direncanakan sesuai dengan karakteristik fisiologis dan psikologis atlet. tetapi mungkin lebih penting untuk memelihara motivasi dan perhatian dengan memvariasi latihan fisik dan latihan secara rutin. atau dapat mengembangkan kemampuan gerak yang diperlukan dengan olahraga. yang akan menjamin memperoleh adaptasi secara benar. Prinsip Spesialisasi Spesialisasi menunjukkan unsur penting yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan dalam olahraga. Masa latihan adalah suatu aktivitas yang sangat memerlukan beberapa jam kerja atlet. mengabaikan tingkat prestasi diperlukan secara individual sesuai kemampuan dan potensinya. . Dalam upaya mengatasi monoton dan kebosanan dalam latihan. karakteristik belajar dan kekhususan cabang olahraga. Prinsip Individual Latihan harus memperhatikan dan memperlakukan atlet sesuai dengan kemampuan. 1985:13). 1. teratur dan terus-menerus sehingga mencapai beban maksimum. Menurut Bompa (1994:32) Latihan harus bersifat khusus sesuai dengan olahraga dan pertandingan yang akan dilakukan. Program latihan harus direncanakan. karakteristik belajar dan kekhususan olahraga. Prinsip spesialisasi harus disesuaikan pengertian dan penggunaanya untuk latihan anak-anak yunior di mana perkembangan multilateral harus berdasarkan perkembangan khusus. Prinsip Menambah Beban Latihan secara Progresif Pemberian beban latihan harus ditingkatkan secara bertahap. Maka Menurut Bompa (1994:29-48) adalah sebagai berikut: 1. Hal ini bertujuan agar sistem fisiologis dapat menyesuaikan dengan tuntutan fungsi yang dibutuhkan untuk tingkat kemampuan tinggi. Stress terus menerus yang diberikan pelatih tanpa istirahat akan menimbulkan penurunan prestasi bagi atlet.Sementara itu. seterusnya atlet akan mengalami kenaikan kemampuan (superkompensasi). 1. seseorang pelatih perlu kreatif dengan memiliki pengetahuan dan sumber latihan yang banyak yang memungkinkan dapat merubah secara periodik. pengertian dari prinsip-prinsip latihan yang telah disebutkan di atas. beban ditingkatkan secara pelan bertahap. potensi. 1. Volume dan intensitas latihan secara terus menerus meningkat dan latihan diulang-ulang banyak sekali. fisiologis dan organisme atlet terhadap kelelahan akibat beban latihan tersebut. Spesialisasi bukan proses unilateral tetapi satu yang kompleks yang didasarkan pada suatu landasan kerja yang solid dari perkembangan multilareral. Dalam mengatur program latihan yang paling menguntungkan harus mengembangkan kemampuan fisiologis khusus yang diperlukan untuk melakukan keterampilan olahraga atau kegiatan tertentu yang akan dilakukan. Prinsip Beban Lebih (Over Load) Pemberian beban latihan harus melebihi kebiasaan sehari-hari secara teratur. Prinsip Variasi Latihan harus bervariasi dengan tujuan mengatasi sesuatu yang monoton dan membosankan saat latihan. sehingga tujuan latihan dapat ditingkatkan secara wajar Individualisasi dalam latihan adalah satu kebutuhan yang penting dalam masa latihan dan itu menunjukkan pada pemikiran untuk setiap atlet.

Melalui latihan model pelatih berusaha memimpin dan mengorganisasi waktu latihannya dalam cara yang obyektif. tetapi dia tentu harus istirahat yang cukup. Oleh sebab itu latihan harus berkesinambungan untuk memelihara kondisi. Beban ditambah pelan-pelan pada tiga siklus mikro pertama dengan menguragi atau tahap tanpa beban. 1. Seseorang atlet akan melakukan kegiatannya meskipun tidak dibawah dan perhatian pelatih. 10. Prinsip Latihan Menggunakan Model Latihan yang dilakukan didesain sedemikian rupa seakan-akan seperti pada kenyataan yang akan terjadi di lapangan pertandingan. Prinsip multilateral akan digunakan pada latihan anak-anak yunior. metode dan isi yang sama dengan situasi pertandingan 1. Pengertian ini atlet akan menghubungkan keterangan obyektif dari pelatih dengan prakiraan subyektif kemampuannya. c) proporsi latihan dari ekstensif ke intensif tidak cepat. 1. 1. G. Selama waktu bebas atlet dapat melakukan pekerjaaan dalam aktifitas sosial yang memberikan kepuasan dan ketenangan. Prinsip Partisipasi Aktif dalam Latihan Atlet yang melakukan latihan haruslah tetap berlatih diluar jam latihan wajib meskipun tanpa pengawasan dari pelatih. Tujuan suatu model adalah untuk memperoleh suatu yang ideal. Prinsip Reversibilitas Beban latihan yang diberikan pada saat latihan harus dikurangi secara perlahan-lahan pada saat akhir latihan. Kebutuhan perkembangan multilateral muncul untuk diterima sebagai kebutuhan dalam banyak lapangan pendidikan dan usaha manusia. Prinsip Menghindari Kelebihan Beban Latihan (Over Training) Program latihan yang dijalani tidak akan mencapai hasil jika atlet mengalami kelelahan. dan meskipun dalam keadaan abstrak ideal diatas adalah kenyataan konkrit. b) diberikan latihan intensif secara mendadak setelah lama tidak berlatih. itu juga menggambarkan sesuatu yang diusahakan untuk dicapai. serta antara proses fisiologis dan psikologis. dan akan diikuti oleh semua atlet yang mengabaikan tingkat kemampuannya. Prinsip Pulih Asal Beban latihan yang telah diberikan telah banyak mengeluarkan energi tubuh untuk itu diperlukan pemulihan untuk mengembalikan kondisi tubuh seperti semula. untuk itu harus menghindari kelebihan beban latihan.Prinsip beban bertambah secara pelan-pelan menjadi dasar rencana latihan olahraga. 11. Tetapi. Prinsip Perkembangan Multilateral Perkembangan multilateral lambat laun saling bergantung antara seluruh organ dan sistem manusia. Kesungguhan dan aktif ikut serta dalam latihan akan dimaksimalkan jika pelatih secara periodik. memungkinkan atlet dibentuk. perkembangan multilateral secara tidak langsung atlet akan menghabiskan semua waktu latihannya hanya untuk program tersebut. suatu peristiwa yang dapat diperoleh. Penyebab terjadinya overtraining antara lain: a) diberikan beban latihan over-loads secara terus menerus tanpa memperhatikan interval. BEBAN LATIHAN . 1. d) beban latihan diberikan dengan beban melompat. ajeg mendsiskusikan kemajuan atletnya dengannya. Partisipasi aktif tidak terbatas hanya pada latihan. dari siklus mikro olimpiade.

Ada dua macam beban latihan yang harus dibedakan pengertiannya menurut Suharno (1993:29) adalah: (1) Beban Luar (outer load): volume. berarti dalam satu giliran latihan push-up ditemukan 80% x 30 kali (MR) = 24 kali. (2) fungsi fisiologis organisme. Kepekatan rangsangan densitas tergantung lama dan pendeknya waktu recovery . 1985:16). (4) medium 60% – 70% dari prestasi terbaik. intensitas. frekuensi. pernafasan dan metabolisme) yang dimaksud disini yaitu pada secara reflek akan terjadi perubahan pengaliran darah. frekuensi. (2) Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi atlet dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. rythme. Skala intensitas untuk latihan kecepatan dan kekuatan sebagai berikut (Suharno. yaitu yang melalui proses pemecahan serabut pada waktu latihan dan terjadi pembesaran otot yang disebabkan karena bertambah luasnya serabut otot (Sajoto 1988:111) . 2) berdasarkan jumlah denyut nadi dalam mereaksi beban latihan. irama dalam suatu unit program latihan. Begitu juga menurut Suharto (1997:97) menyatakan bahwa pada dasarnya volume latihan meliputi unsur-unsur: waktu atau lama latihan. 1993:22): (1) super maksimal 101% – ke atas dari prestasi terbaik. antara lain: 1) berdasarkan persentase kecepatan dan kekuatan yang digunakan dalam latihan. 1993:29): (1) Volume adalah beban latihan yang biasa dinyatakan dengan satuan jarak. jumlah beberapa elemen jenis latihan. Dan intensitas latihan dapat dikalisfikasikan tinggi rendahnya berdasarkan beberapa indikator. Bila pelatih menginginkan intensitas sub-maksimal dalam latihan. sedang frekuensi rendah artinya ulangan gerak sedikit dalam satu giliran. Frekuensi tinggi berarti ulangan gerak banyak sekali dalam satu giliran. 1993:23) Beban dalam mempunyai dampak perubahan fungsional organisme atlet meliputi: (1) susunan anatomis/struktur tubuh yang dimaksud disini adalah latihan dapat menambah jumlah serabut otot.Menurut Suharno (1993:1) Beban latihan adalah suatu bentuk rangsangan motorik yang dapat dikontrol oleh pelatih untuk meningkatkan kualitas atlet dalam rangka mencapai prestasi maksimal. recovery. Sedangkan untuk menghitung denyut nadi yaitu pertama dihitung DNM (denyut nadi maksimal) dengan rumus: 220 – umur. Kemudian tentukan takaran intensitas latihannya. maka 80% x (220 – 20) = 160 kali/menit (intensitas sub maksimal). yaitu 80% dari DNM dan umur atlet 20 tahun. (3) Recovery adalah waktu yang digunakan untuk pemulihan tenaga kembali antara satu dengan elemen bahan latihan elemen berikutnya. seperti timbulnya kenaikan volume darah tiap menit dan bertambahnya jumlah darah yang mengalir keotot-otot yang lebih aktif. bulanan dan tahunan. (3) sub maksimal 80% – 99% dari prestasi terbaik. Frekuensi dapat juga diartikan berapa kali latihan perhari atau berapa hari latihan perminggunya. jumlah ulangan latihan atau unsur teknik yang dilakukan dalam waktu tertentu. Di bawah ini ciri-ciri beban luar (Suharno. Namun aliran darah ke daerah-daerah . sementara terjadi penurunan aliran kearah jaringan-jaringan yang kurang aktif. (sistem peredaran darah. 1. Beban dalam dikatakan maksimal apabila denyut nadi atlet setelah melakukan satu unit latihan meningkat (Suharno. Dan unsur tersebut mencerminkan kwantitas atau banyaknya latihan yang dilakukan pada saat latihan. jumlah set dalam latihan interval dan sirkuit sebagai ukuran rangsangan motorik dalam suatu unit latihan. jarak tempuh atau berat beban. Cara menghitung intensitas dengan MR (maximum repeatation) . ini berarti intensitas maksimal untuk atlet tersebut 30 kali/100%. MR push-up atlet dapat dihitung misalnya: mampu 30 kali. Beban Dalam (Inner Load) Beban dalam adalah perubahan fisiologis organisme atlet akibat pengaruh latihan beban luar yang ditandai dengan kenaikan denyut nadi (Suharno. Menurut Suharto (1997:98) menyatakan bahwa intensitas latihan merupakan komponen kualitatif yang mengacu pada jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu unit waktu tertentu. (2) Beban Dalam (inner load) 1. Beban Luar (Outer Load) Beban luar adalah rangsangan motorik yang dapat diatur dikontrol dengan cara memvariasikan ciri beban latihan seperti volume. (5)low (rendah) 59% ke bawah dari prestasi terbaik. beban berat yang diangkat. recovery. intensitas. (5) Rythme adalah sifat irama latihan yang berhubungan dengan tinggi rendahnya tempo dan berat ringannya suatu latihan dalam satu unit latihan maupun mingguan. Begitu juga dengan Suharto (1997:72) menyatakan bahwa perubahan massa otot bukanlah disebabkan pertambahan jumlah sel otot melainkan karena pertambahan dari anak serabut otot yang membesar akibat latihan. (4) Frekuensi adalah ulangan gerak berapa kali atlet harus melakukan gerak setiap giliran. (2) maksimal 100% dari prestasi terbaik. total waktu latihan.

METODE LATIHAN FISIK Metode latihan menurut Hadisasmita dan Syarifuddin (1996:142) adalah suatu cara tertentu. kecepatan dan fleksibelitas (Hadisasmita dan Syarifuddin. Tenaga aerobic adalah kemampuan tubuh untuk memanfaatkan oksigen dan disepakati sebagai cara . 1996:109). sementara pada waktu latihan yang cukup melelahkan. atau memelihara kondisi tubuh seseorang. 1988:196). (3) Latihan Interval (Interval Training) adalah suatu system latihan yang berganti-ganti melakukan dengan giat (interval kerja) teratur dan berulang-ulang dengan periode kegiatan dengan intensitas rendah (periode sela) dalam setiap latihan (Kent dalam Budiwanto. 2004:76). Menurut Bompa (dalam Budiwanto. (5) psikologis yang dimaksud disini yaitu bahwa psikologis juga berpengaruh lebih baik terutama menigkatnya kemampuan menerima tekanan (strees). Setelah memahami ciri beban luar dan beban dalam maka para pelatih harus membuat dan memberikan latihan pada atletnya sesuai dengan berat ringannya beban latihan yang dikehendaki. otot akan menerima 80%-85% dari seluruh volume tiap menit. mengembalikan atau memelihara kondisi tubuh seorang atlet (Hadisasmita dan Syarifuddin. (4) Metode latihan lari bermain-main kecepatan (speed play atau fartlek) adalah suatu system latihan daya tahan untuk membangun. (4) susunan biokimia dalam otot lebih baik. kelenturan. maka seorang pelatih harus memperhatikan bahan-bahan beban luar latihan di atas. Dan untuk denyut jantung seorang yang normal rata-rata antara 60-80 kali tiap menit. 1996:110). Pada latihan naik turun bangku ini merupakan latihan fisik yang sederhana dimana didalam melakukan latihannya menggunakan kotak. kekuatan otot. tenaga. kelincahan atau kecepatan gerakan tubuh yang sangat dibutuhkan dalam atletik. H. Menurut Suharno (1993:2) menyatakan bahwa speed play atau fartlek adalah suatu system latihan daya tahan yang maksudnya adalah untuk membangun. 2004:74). daya konsentrasi. 2004:71) Weight training adalah program latihan kekuatan menggunakan tahanan yang diberikan oleh beban seperti barbel dan dumbell. memperpendek waktu recovery. diperlukan koordinasi dalam jantung guna memompa darah keseluruh tubuh secara optimal. (6) Metode latihan aerobik adalah kekuatan yang kecil atau sedang yang dapat dipertahankan untuk jangka waktu yang lama menggunakan energi yang berasal dari pembakaran O2. bangku atau sejenisnya menurut Hawkey (dalam Budiwanto. yang dialirkan keotot. (2) Metode latihan beban(weight training) adalah latihan-latihan yang sistematis. 1988:193). Berikut ini akan dibahas beberapa metode dalam latihan fisik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan fisik para atlet. Latihan interval adalah latihan kondisi yang sangat dianjurkan oleh semua pelatih terkenal karena dalam mengembangkan daya tahan dan stamina atlet hasilnya sangat positif (Hadisasmita dan Syarifuddin.rawan seperti kearah otak dan jantung akan tetap atau meningkat sedangkan tekanan darah dalam arteri secara sistematik dan pemenuhan kebutuhan dalam jaringan dalam tubuh. menambah frekuensi dan rythme . Metode-metode latihan fisik tersebut diantaranya yaitu: (1) Metode latihan sirkuit (circuit training) adalah suatu sistem latihan yang selain menghasilkan perubahan-perubahan positif pada kemampuan motorik. 1. Proses ini dikerjakan secara serentak oleh syaraf. Aerobic tidak berkaitan dengan dengan usaha peningkatan kekuatan. Apabila seorang pelatih ingin membuat program latihan fisik dan ingin memperberat volume atau meningkatkan intensitas . untuk mencapai tujuan tertentu (Hadisasmita dan Syarifuddin. dimana beban hanya dipakai sebagai alat untuk menambah tahanan terhadap kontraksi otot. Untuk aliran darah pada saat istirahat hanya 15%-20% darah dari seluruh volume tiap menit. daya tahan. perhatian dan mengatasi masalah yang merupakan tantangan bagi atlet. mengembalikan. 1996:105). sedang utuk orang yang terlatih atau atlet denyut jantung mereka waktu istirahat dapat mencapai tingkat yang paling rendah yaitu antara 28-40 (Sajoto. system bekerja seseorang pelatih atau olahragawan sehubungan dengan pengetahuan dan kemampuannya yang cukup. juga memperbaiki secara serempak kesegaran jasmani daripada tubuh. Namun metode bukan suatu bentuk mengajar. mekanika biologis dan hormon-hormon yang dengan teratur mempertahankan homeostatis tubuh pada waktu istirahat maupun latihan (Sajoto. karena suatu metode melayani ketentuan pengorganisasian dari suatu kegiatan. 1996:106).. tetapi aerobic berbicara tentang tenagaaerobic yang diperlukan untuk ketahanan fisik. (5) Metode latihan naik turun bangku(bench stepping).

terbaik untuk mengukur kondisi kardiovaskuler (Baley. (4) Metode Latihan Lari Bermain-main Kecepatan (Speed Play atau Fartlek). Anaerobic berarti tanpa oksigen. yang tidak diperoleh secara cepat dari sumber aerobic. Selama latihan. Peningkatan VO2 maks tidak bisa dilakukan tanpa adanya suatu program atau pola latihan yang sesuai dengan prinsip-prinsip latihan fisik. (2) Metode Latihan Beban (Weight Training). kecepatan dan lain-lain seharusnya dilakukan latihan dalam waktu yang cukup lama. kelentukan. tetapi ada juga yang mengatakan bahwa untuk meningkatkan VO2 maks harus dikerjakan latihan anerobik. (6) Metode Latihan Aerobic . akan tetapi dalam olahraga sepakbola juga harus didukung oleh latihan yang bersifat erobik. persiapan tersebut dapat berlangsung selama 2-3 bulan. I. oleh karena itu latihan-latihan yang dikerjakan terutama untuk . Aktivitas fisik yang teratur dapat menyebabkan badan menjadi lebih tahan pada tuntutan latihan. 1993:256) mengatakan bahwa keadaan latihan. sehingga energi anaerobic dikeluarkan jika masukan oksigen tidak cukup Getchell (dalam Budiwanto. ketahanan. dengan sub maksimal sudah dapat meningkatkan. agar VO 2 maks atau kondisi fisik tetap terjaga dengan baik. 1994:3). tetapi beban sub maksimal sebagian besar sudah merupakan peristiwa anerobik. (7) Metode Latihan Anaerobic. PENJELASAN TENTANG LATIHAN UNTUK MENINGKATKAN V02 . karena dengan latihan anerobik dapat diberikan beban maksimum pada sistem jantung dan paru. Hal tersebut menyebabkan pengangkutan oksigen yang diambil di dalam paru-paru dan dikirim ke seluruh serta pembuangan sisa metabolisme menjadi lebih efisien. Menurut Soekarman (1987:58) ada beberapa pendapat mengenai latihan untuk meningkatkan VO 2 maks: (1) Sebaiknya mengerjakan latihan erobik karena dengan latihan erobik sudah ada pembebanan yang meningkatkan kerja jantung maupun paru. pada latihan ini dijelaskan bahwa pada suatu waktu kerja dengan intensitas dan kecepatan tinggi dalam waktu yang pendek memerlukan energi segera. Menurut Hadisasmita dan Syarifudin (1996:129) mempersiapkan komponen kondisi fisik umum seperti kekuatan. Ekblom (dalam Dwijoyowinoto. Persediaan lemak dalam otot hanya dapat ditingkatkan dengan latihan erobik yaitu denagn beban ringan untuk jangka waktu yang lama. Jadi sebaiknya untuk meningkatkan VO2 maks dilakukan latihan anerobik dengan inyerval istirahat. 2004:82) Berdasarkan penjelasan di atas ada beberapa metode Latihan Fisik yaitu: (1) Metode Latihan Sirkuit (Circuit Training) . Olahraga sepakbola adalah olahraga yang bersifat anerobik. Apabila kita berlari 20 km. tetapi harus membakar lemak. daya tahan. 1986:159). Keadaan seperti ini ada proses lain yang disebut metabolisme anaerobic . Setelah memahami metode latihan fisik maka seorang pelatih dalam membuat program latihan fisik dan memberikan latihan fisik pada atletnya harus mengacu pada beberapa metode latihan fisik seperti yang telah dijelaskan diatas 1. maka energi yang dibutuhkan tidak dapat dipenuhi dengan pembakaran karbohidrat saja. maka kemampuan sel untuk menggunakan oksigen juga lebih tinggi. (2) Sebetulnya beban untuk meningkatkan VO 2 maks tidak perlu maksimal. Jantung akan lebih kuat dan mampu memompa lebih banyak darah. (7) Metode latihan anaerobic . (3) Untuk ketahanan erobik selain dibutuhkan kemampuan jantung dan paru untuk mengangkut oksigen yang banyak. kelincahan dan kecepatan. (3) Latihan Interval (Interval Training) . kebiasaan kegiatan dan latar belakang latihan olahragawan dapat mempengaruhi nilai VO2 maks. Tujuan latihan peningkatan kondisi fisik adalah meningkatkan kekuatan. Menurut Soekarman (1986:82) “komponen-komponen ini berhubungan dengan struktur dan faal dalam tubuh. “Kenaikan kebutuhan energi memberi penekanan pada kemampuan badan untuk menyediakan oksigen dan bahan bakar yang diperlukan otot” (Sumosardjuno. (5) Metode Latihan Naik Turun Bangku (Bench Stepping). otot-otot kaki menghendaki energi agar segera diisi lagi. Lebih lanjut Mc Ardle (2001:477) mengatakan bahwa VO 2maks dapat meningkat kira-kira 15-25 % lebih pada latihan intensif selama 3 bulan pertama dan mungkin akan meningkat mencapai 50 % lebih dalam waktu 2 tahun. Peningkatan VO2 maks juga tidak bisa dilakukan dengan hanya beberapa latihan tetapi harus secara terus menerus dan berlanjut yang sesuai dengan program yang dilaksanakan. Sedangkan Dwiyogo dan Sulistyorini (19991:60) menyatakan: Latihan dan proses erobik yang lama akan memberikan perbaikan-perbaikan pada jantung dan peredaran darah.

sedangkan antara 8-10 minggu untuk tujuan anerobik. bertujuan meningkatkan kemampuan fisik pada taraf lebih tinggi atau baik menjelang pertandingan. 1988:210) menyatakan bahwa lama latihan yaitu antara 12-16 minggu untuk tujuan endurance. perubahan pada jaringan ikat. Sedangkan Thompson dan Mc Ghee (dalam Strauss.1984:4) mengatakan bahwa hasil fisiologis yang utama dari program latihan daya tahan adalah peningkatan dalam latihan atau VO2 maks. 1. Dalam menyusun suatu program latihan penigkatan kondisi fisik hendaknya memperhatikan beberapa prinsip latihan fisik antara lain: 1. seperti perubahan pada komposisi tubuh. maka latihan hendaknya dilakukan minimal 3 kali dalam seminggu agar . sehingga memudahkan upaya-upaya peningkatan komponen pelatihan pada tahap berikutnya. akibat dari perencanaan yang matang itu ialah bahwa degree of training (derajat latihan) dan kualitas latihan akan naik sehingga akan dapat meningkatkan kapasitas kerja serta penampilan. (3) Peningkatan kemampuan gerak motorik khusus. Sedangkan menurut Pussegjasrek (1994:59) untuk mencapai tingkat kesegaran jasmani yang baik. Pengaruh yang lebih luas lagi menurut Arnheim (1995:64) bahwa latihan daya tahan bukan hanya penting untuk memperbaiki VO 2 maks dan menurunkan tekanan darah tapi hal tersebut juga merupakn faktor kunci dalam pencegahan cedera. perubahan pada penyesuain terhadap panas.otot serta ketahanan jantung dan paru. Latihan daya tahan juga dapat merubah faktor-faktor penting lainnya. (3) waktu yang digunakan produktif (efektif dan efisien). Lama Latihan Wilmore dan Costill (dalam Sajoto. Menurut Cooper (dalam Wahyu. khususnya menghadapi pertandingan. Frekuensi Latihan Menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:70) frekuensi latihan diartikan sebagai jumlah latihan yang dilakukan setiap minggunya. (c) prinsip latihan beraturan. 2005:35) pengaruh latihan dapat meningkatkan VO 2 maks dan dapat dicapai dengan cara meningkatkan efisiensi kerja semua sarana penyedia serta penyalur oksigen. (d) prinsip spesifik. (1) gerakan-gerakanya melibatkan otot-otot besar tubuh. sesuai dengan kebutuhan gerak atau penampilan dalam olahraga itu. (2) Persiapa fisik khusus. perubahan pada tekanan darah. “(a)prinsip beban berlebih. perubahan pada otot dan serabut-serabut otot. Program latihan peningkatan kondisi fisik atau VO2 maks memerlukan persiapan fisik dan perancangan program yang baik sesuai dengan prinsip-prinsip program latihan kesegaran jasmani. (e) prinsip individu”. (b) prinsip tahanan tambahan. 1. Intensitas Latihan Fisik atau Olahraga Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi seorang olahragawan dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. 1. Menurut Ramana (dalam Wahyu. maka dengan sendirinya yang terlihat adalah perubahanperubahan dalam kedua alat tersebut”. 1. Harsono (dalam Harsuki dan Elias 2003:308) mengatakan. (2) harus dapat memperlancar peredaran darah ke jantung secara efektif. Macam atau Jenis Latihan Fisik Bentuk latihan fisik yang baik menurut Pussegjasrek (1994:57) antara lain. Menurut Djidie (1997:77) program dan aplikasi pelatihan fisik harus dirancang pengembanganya melalui tahapan sebagai berikut: (1) Persiapan fisik umum. bertujuan meningkatkan kemampuan kerja organ-organ tubuh . Prinsip Dasar Latihan Menurut Pussegjasrek (1994:56) prinsip-prinsip dasar latihan antara lain. 2005:49) adaptasi dari latihan berperan dalam perubahan yang nyata pada kapasitas oksigen maksimal. Pada fase ini pelatihan bertujuan memahirkan gerakan-gerakan utuh. jadi program latihan peningkatan VO 2 maks harus berlangsung cukup lama dan sesuai dengan perencanaa dan metode yang benar.

3. Apabila latihannya kurang dari 2 kali seminggu maka akan kurang mendapatkan efek latihan yang diharapkan. Beban luar adalah volume. J. dan jika intensitas latihan fisik lebih kecil maka waktu latihan yang dibutuhkan lebih lama. Untuk mencapai tingkat kesegaran jasmani yang baik. LATIHAN FISIK UNTUK MENINGKATKAN VO2 Bentuk latihan fisik yang baik menurut Pussegjasrek (1994:57) antara lain. Sedangkan menurut Pussegjasrek (1994:59) bahwa latihan fisik pada intensitas yang lebih besar maka waktu yang dibutuhkannya lebih pendek. 1999:67) bahwa latihan pada umumnya dikategorikan dalam tiga bentuk: (1) Latihan kompetisi (competitive exercise): latihan kompetisi merupakan bentuk latihan yang urutan gerak dan tipe karakteristik geraknya menyerupai tuntutan suatu kompetisi khusus suatu event cabang olahraga yang merupakan spesialisasi atlet yang bersangkutan. 2. maka 80% x (220 – 20) = 160 kali/menit (intensitas sub maksimal). (5) low (rendah) 59% ke bawah dari prestasi terbaik. yaitu 80% dari DNM dan umur atlet 20 tahun. Suharno (dalam Budiwanto. Menurut Suharto (1997:98) menyatakan bahwa intensitas latihan merupakan komponen kualitatif yang mengacu pada jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu unit waktu tertentu. 1993:22): (1) super maksimal 101% – ke atas dari prestasi terbaik. (4) medium 60% – 70% dari prestasi terbaik. Sedangkan untuk menghitung denyut nadi yaitu pertama dihitung denyut nadi maksimal (DNM) dengan rumus: 220 – umur. berarti dalam satu giliran latihan pushup ditemukan 80% x 30 kali (MR) = 24 kali. terdiri dari latihan yang mengandung gerak-gerak bagian dari seluruh rangkaian gerak. (3) sub maksimal 80% – 99% dari prestasi terbaik. Lama Latihan Wilmore dan Costill (dalam Sajoto. Kemudian tentukan takaran intensitas latihannya. (3) waktu yang digunakan produktif (efektif dan efisien). 2005:13) menjelaskan bahwa: Beban latihan (loading ) adalah bentuk latihan jasmani yang menimbulkan rangsangan fisik dan mental atlet untuk dilawan selama aktivitas berlatih dalam mencapai prestasi olahraga. (2) maksimal 100% dari prestasi terbaik. Apabila latihannya kurang dari 2 kali seminggu maka akan kurang mendapatkan efek latihan yang diharapkan.mendapatkan efek latihan yang diharapkan. 2) berdasarkan jumlah denyut nadi dalam mereaksi beban latihan. . 1. latihan umum diambil dari latihan olahraga tertentu atau senam yang tidak berisi elemen-elemen gerka kompetisi dan dilakukan tanpa menggunakan peralaten senam. sedangkan antara 8-10 minggu untuk tujuan anerobik. MR push-upindividu dapat dihitung misalnya: mampu 30 kali. Frekuensi Latihan Menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:70) frekuensi latihan diartikan sebagai jumlah latihan yang dilakukan setiap minggunya. Sedangkan menurut Harre (dalam Mutohir. antara lain: 1) berdasarkan persentase kecepatan dan kekuatan yang digunakan dalam latihan. ini berarti intensitas maksimal untuk individu tersebut 30 kali/100%. Beban dalam adalah suatu beban latihan yang mempengaruhi fisiologi dan psikologi atlet. agar menghasilkan latihan dan tingkat kesegaran jasmain yang lebih baik”. (2) harus dapat memperlancar peredaran darah ke jantung secara efektif. 1. 1988:210) menyatakan bahwa lama latihan yaitu antara 12-16 minggu untuk tujuan endurance. 1. Intensitas Latihan Fisik atau Olahraga Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi seorang olahragawan dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. (2) latihan khusus (special exercise ): latihan khusus ini terdiri dari dua bentuk. frekuensi. 1. 1. durasi dan irama. Beban latihan dibedakan menjadi dua yaitu beban latihan luar dan dalam. bentuk yang pertama hamper sama urutan geraknya dengan latihan kompetisi tetapi karakteristik pembebanannya berbeda dan latihannya mencakup elemen-elemen atau kombinasi elemen dari latihan kompetisi. intensitas. Dan intensitas latihan dapat diklasifikasikan tinggi rendahnya berdasarkan beberapa indikator. Cara menghitung intensitas dengan maximum repeatation (MR). Bila menginginkan intensitas sub-maksimal dalam latihan. (3) latihan umum (general exercise ). Skala intensitas untuk latihan kecepatan dan kekuatan sebagai berikut (Suharno. dan bentuk latihan khusus yang kedua. maka latihan hendaknya dilakukan minimal 3 kali dalam seminggu agar mendapatkan efek latihan yang diharapkan. (1) gerakan-gerakanya melibatkan otot-otot besar tubuh.

potensi. memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan sosial. Ekstrakurikuler adalah suatu program yang dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan.1. bersikap sportif. Selain itu ekstrakurikuler mempunyai tiga tujuan dasar sebagai berikut: (1) Membina minat dan bakat siswa. Dari paparan di atas maka dapat disimpulkan bahwa tujuan kegiatan ekstrakurikuler adalah untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan. berjuang untuk mencapai prestasi secara jujur dan lain-lain. (2) Sebagai wadah di sekolah. serta menanamkan sikap sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab melalui berbagai kegiatan positif di bawah tanggung jawab sekolah (http://nisanurdini. memaksimalkan dan mengembangkan kemampuan beserta bakatnya yang terpendam di dalam dirinya masing-masing. di mana hal-hal yang tidak dapat diselesaikan dalam program yang telah ditentukan dalam jam-jam pelajaran sekolah. dapat diberikan pada jam-jam di luar sekolah (Sarifudin. secara otomatis siswa telah membentuk wadah-wadah kecil yang di dalamnya akan terjalin komunikasi antar anggota dan sekaligus dapat belajar vdalam mengorganisir setiap aktivitas kegiatan ekstrakurikuler. untuk menyalurkan bakat . Sahertian (1987:83) menyatakan kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran biasa (termasuk pada waktu libur) yang dilakukan di sekolah ataupun di luar sekolah dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai mata pelajaran. dapat diberikan pada jam-jam di luar sekolah”. Kegiatan ekstrakurikuler diharapkan dapat membina dan mengembangkan minat yang ada pada siswa serta memupuk bakat yang dimiliki siswa. Pengaruh latihan kebugaran jasmani terhadap sepak bola 2. budaya dan alam sekitarnya. Dengan aktifnya siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler. Menurut Ahmadi (1984:105) kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan-kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub-klub. ekspresi dan lain-lain. Dari pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran (tatap muka) dengan maksud untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan.blogspot. untuk memperluas pengetahuan. misalnya: olahraga. 1982:33). Karakteristik Esktrakulikuler Pengertian Kegiatan Ekstrakurikuler Keterbatasan waktu berolahraga yang dilakukan secara formal sangat menghambat tercapainya pembinaan secara maksimal untuk perkembangan dan pertumbuhan siswa. Melalui ekstrakurikuler siswa dapat benarbenar menjadi manusia yang intensif. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Beberapa cabang ekstrakurikuler baik secara perorangan maupun kelompok diharapkan dapat meraih prestasi yang optimal. Dengan adanya kegiatan yang dilakukan di luar sekolah maka siswa dapat menyalurkan. Oleh karena itu sering sekali atau pun wajib diadakan kegiatan di luar jam sekolah untuk memaksimalkan kegiatan bagi siswa yang mengikutinya walaupun kegiatan tersebut tidak formal. Siswa dapat belajar untuk menghormati keberhasilan orang lain. baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah (http://ekskulabsky. setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah.com) Selain itu tujuan lain dari kegiatan ekstrakurikuler adalah: Menumbuh kembangkan pribadi peserta didik yang sehat jasmani dan rohani. di mana hal-hal yang tidak dapat diselesaikan dalam program yang telah ditentukan dalam jam-jam pelajaran sekolah. (3) Pencapaian prestasi yang optimal. K. minat. Tujuan Kegiatan Ekstrakurikuler Menurut Sarifudin (1982:33) bahwa “program ekstrakurikuler dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan. bakat.com). menyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya. kesenian. L. bakat. Dwiyogo (2007:55) menyatakan kegiatan pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan.multiply. dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah.

semuanya melakukan permainan sepakbola. taktik. orang tua. Untuk itu sebagai seorang pemain sepakbola hendaklah memiliki keempat hal yang tersebut diatas terutama teknik dan fisik yang merupakan teknik dasar dalam bermain sepakbola. kesenian. (7) teknik gerak tipu dengan bola. Sedangkan menurut Batty (2004:8) sepakbola adalah permainan beregu yang dimainkan oleh individu-individu untuk menyebar luaskan gagasan dari pelatih agar sepakbola menjadi permainan yang lebih baik dan menyerang dalam kerangka suatu kerjasama beregu. M. teman. (3) teknik menggiring bola. (b) Diberikan di luar jam pelajaran dan diawasi oleh guru yang bertanggung jawab tentang bidang pelajaran tersebut. dengan waktu 2×45 menit. Tujuan kegiatan ekstrakurikuler tidak akan berhasil tanpa adanya partisipasi dari pihak lain seperti: prasarana. mulai dari pelosok-pelosok desa sampai kota-kota besar. kelincahan. guru. (2) diberikan untuk mengembangkan bakat dan minat siswa. kapanpun. Dari ciri-ciri yang dikemukakan oleh Sarifudin di atas maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler mempunyai ciri-ciri sebagi berikut: (1) diselenggarakan di luar pembelajaran formal. darmawisata. Menurut Hariyoko dan Mahmud (1991:3) teknik-teknik dasar dalam permainan sepakbola adalah: (1) teknik menendang bola. Tujuan dari sepakbola ini adalah memasukkan bola ke gawang lawan dan berusaha mempertahankan gawangnya agar tidak kemasukan. Menurut Luxbacher (1998:2) menyatakan bahwa sepakbola adalah suatu pertandingan yang dimainkan 2 tim yang masing-masing beranggotakan 11 orang pemain. (e) Ekstrakurikuler dapat berupa olahraga. Permainan ini hampir seluruhnya menggunakan kemahiran kaki. fisik. Permainan ini dimainkan di lapangan berumput dengan ukuran panjangnya 100-110 meter dan lebarnya 64-75 meter yang mana lamanya permainan sepakbola ini adalah 2×45 menit dengan dipimpin oleh 1 orang wasit dan 2 orang asisten wasit. Kendati demikian sepakbola mempunyai banyak aspek atau bagian yang masing-masing perlu diperhatikan. dan beberapa macam kegiatan yang dapat berpengaruh terhadap kesempurnaan proses dan keberhasilan proses belajar mengajar. (3) diberikan untuk upaya pembinaan manusia seutuhnya. Faktor-faktor itu antara lain: daya tahan. kecuali seorang penjaga gawang yang bebas menggunakan anggota badan apapun (Abdoellah. keseimbangan. dan masyarakat. dan apapun bentuk sepakbola? Olahraga ini adalah salah satu olahraga yang paling digemari diseluruh dunia. seperti: teknik. (2) teknik menerima bola. (4) teknik menyundul bola. mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. dan (8) teknik penjaga bola. kekuatan.dan minat dan untuk melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya. dan kelentukan. Dan semua . pramuka. (5) teknik merampas bola. (6) teknik melempar bola. KARAKTERISTIK SEPAK BOLA Sepakbola dan Karakteristiknya Di manapun. dan strategi. kecepatan. Pada mulanya sepakbola merupakan olahraga untuk sekedar hobi tapi lambat laun sepakbola menjelma sebagai olahraga yang bisa mendatangkan uang atau dengan kata lain sepakbola merupakan suatu pekerjaan. 1. Melalui ekstrakurikuler dibina satu kesatuan individu yang utuh fisik dan psikis. Selain menguasai teknik-teknik dasar bermain sepakbola yang tersebut diatas masih ada faktor-faktor lain yang dapat menunjang seorang pemain sepakbola untuk berprestasi. Sepakbola merupakan permainan beregu yang dimainkan tiap regu terdiri dari 11 pemain termasuk penjaga gawang. (d) Ekstrakurikuler pelaksanaannya berbeda dalam cara dan sifat pelaksanaan dari kurikuler. Ciri-ciri Kegiatan Ekstrakurikuler Sarifudin (1982:45) menyebutkan ciri-ciri kegiatan ekstrakurikuler sebagai berikut: (a) Merupakan bentuk kegiatan yang berkaitan atau berhubungan langsung dengan kurikulum sekolah. dan rekreasi. artinya mempunyai pengaruh terhadap pencapaian tujuan kurikulum. (c) Mempunyai subyek yang sama atau sasaran yang sama. yaitu anak didik. Sepakbola adalah permainan beregu yang dimainkan masing-masing regu sebelas pemain termasuk seorang penjaga gawang. 1981:409).

Permainan sepakbola merupakan olahraga yang membutuhkan waktu yang lama. berbelok ke kiri. Ditambahkan pula oleh Devaney (1988:71) di dalam permainan sepakbola anda harus menggiring bola. Menurut Devaney (1988:70) satu unsur dalam sepakbola yang tidak pernah berubah dari masa ke masa adalah stamina. A. Dan olahraga yang membutuhkan kecepatan membutuhkan sistem energi anaerobik. Mengembangkan Produk Awal ( berupa penerapan formasi pertahanan) . subjek uji coba. dan semua itu harus membutuhkan stamina dan kondisi fisik yang prima. 2. berputar. (7) Melakukan revisi produk ( berdasarkan saran – saran dan uji coba lapangan utama) (8) Uji lapangan meliputi (9) Revisi Produk Akhir. prosedur pengembangan.ini dapat diperoleh dengan latihan konsdisi fisik dengan terus menerus tanpa merasa bosan. Dengan demikian peran latihan fisik didalam permainan sepakbola sangat menunjang bagi pemain untuk berprestasi baik di level lokal maupun internasional. seperti: lari sprint .dan perlengkapan evaluasi). Tidak kita pungkiri bahwa seorang pemain sepakbola yang memiliki skill individu yang baik tidak akan berarti apa-apa bila tidak ditunjang dengan kondisi fisik yang prima. Untuk itu dalam melatih kondisi fisik pelatih juga harus memperhatikan kedua sistem energi tersebut dalam menyusun program latihan. Dan stamina merupakan unsur utama dalam permainan sepakbola pemain harus mempersiapkan diri untuk mengalami kelelahan fisik. persiapan laporan tentang pokok persoalan. 3). Adapun langkah – langkah yang akan dicapai oleh peneliti adalah sebagai berikut: 1.dan uji coba skala kecil.Model Pengembangan Dalam penerapan Program latihan kebugaran jasmani ini peneliti menggunakan pengembangan milik Borg dan Gall (1983:775) yang terdiri dari: 1).Melakukan penelitian dan pengumpulan informasi (kajian pustaka. anda membungkuk.jenis data. dengan pertimbangan kebutuhan untuk menghasilkan produk pembuatan program Latihan Kebugaran jasmani di ekstrakulikuler sepak bola di MAN tlogo blitar Kabupaten Blitar. untuk itu dalam permainan sepakbola menggunakan sistem energi aerobik. Melakukan revisi terhadap produk utama ( sesuai dengan saran – saran dari hasil uji lapangan permulaan) (6) Melakukan uji lapangan utama. berputar ke mana saja untuk menghindari lawan. 2). Dari berbagai macam – macam langkah pengembangan yang dikemukakan oleh borg dan Gall yang sebagian di modifikasi oleh peneliti.intrumen penelitian. sehingga seorang pemain akan memiliki daya tahan dan kecepatan secara seimbang. pengamatan kelas. Menggunakan uji lapangan permulaan menggunakan 16 – 12 subjek). olahraga sepakbola memerlukan dua sistem energi yaitu aerobik dan anaerobik.penentuan urutan pengajaran. 4). berbelok ke kanan. Mengembangkan bentuk produk awal (penyiapan materi pengajaran. Bila dilihat dari urain di atas. 5 ).Melakukan penelitian dan pengumpulan data informasi termasuk kajian pustaka dan analisis kebutuhan. Karena seorang pemain sepakbola yang telah memiliki teknik individu yang baik dan ditunjang oleh stamina yang prima. BAB III METODE PENGEMBANGAN Dalam metode pengembangan akan diuraikan tentang model pengembangan. uji coba produk. Akan tetapi dalam permainan sepakbola sewaktu-waktu juga membutuhkan kecepatan. penyusunan buku pegangan. berlari. Melakukan perencanaan (pendefinisian keterampilan. perumusan tujuan. dan tehnik analisis data. maka taktik dan strategi yang diintruksikan oleh pelatih akan mudah dijalankan. berbalik badan dan menangkap atau menghalau bola untuk penjaga gawang. berhenti.

maka dilakukan revisi dari masukan beberapa ahli yaitu ahli kepelatihan sepak Bola.Revisi Produk Akhir . lalu dikumpulkan dan analisis. Analisis kebutuhan tersebut dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara guru pendidikan jasmani di MAN Tlogo Blitar kabupaten Blitar mengenai produk yang dikembangkan peneliti. Revisi produk Pertama. serta menggunakan tehnik wawancara. hasil produk penerapan formasi pertahanan yang dihasilkan melalui revisi uji coba lapangan. 5. 5. Dalam pembuatan Produk yang dikembangkan ini.uji coba produk Uji coba produk ini dimaksudkan untuk memperoleh masukan. 4. 7.Uji Coba Lapangan ( kelompok Besar ) Pada tahap ini dilakukan uji coba lapangan ( kelompok Besar ) terhadap produk yang dikembangkan dengan menggunakan subjek uji coba 22 siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Kabupaten blitar. revisi produk dari peninjauan para ahli. Prosedur Pengembangan Pada pengembangan program latihan kebugaran jasmani. kusioner.ahli tehnik dalam program latihan sepak bola. revisi Produk akhir yang dihasilkan oleh uji coba lapangan ( kelompok Besar. Revisi ini digunakan untuk perbaikan terhadap produk awal yang dibuat peneliti.Revisi produk pertama Setelah uji coba produk. Dalam hal ini berperan sebagai konsultan dan memberikan masukan dalam penyempurnaan Produk untuk di ujicobakan di lapangan. B. saran dan penilaian terhadap produk yang dikembangkan. langkah selanjutnya adalah membuat Produk Awal berupa pembuatan program Latihan kebugaran jasmani dalam permainan Sepak Bola. serta uji coba kelompok kecil.Analisis kebutuhan Analisis kebutuhan merupakan langkah – langkah yang digunakan untuk mengkaji keadaan lapangan dengan tujuan apakah produk yang dikembangkan diterima atau tidak oleh subjek. Evaluasi dari para ahli dengan kualifikasi yaitu. 3. Tahap dari prosedur ini antara lain sebagai berikut: 1. 4. dan Ahli Program latihan kebugaran Jasmani sepak Bola sebagai perbaikan dari produk yang telah di ujicobakan. 2. peneliti membuat produk kemudian di uji cobakan kepada kelompok kecil tetapi sebelumnya dikonsultasikan dan di uji oleh para Ahli.3. 6. uji lapangan dengan menggunakan tehnik koesioner kemudian di analisis 6. dilakukan melalui beberapa tahap. 1 kepelatihan di bidang sepak bola.Pembuatan Produk Awal Setelah melakukan analisis kebutuhan.

dan dapat dimungkinkan untuk digunakan dalam lingkup yang sebenar – benarnya. 3. Evaluasi tahap pertama.Evaluasi tahap kedua Uji lapangan atau kelompok besar dilaksanakan di MAN Tlogo Blitar. maka produk ini dikembangkan ini terlebih dahulu diuji oleh para ahli. Blitar.Revisi produk Pertama Hasil dari data ahli tersebut dianalisis. metode pengambilan subjek yaitu menggunakan prosedur yang dilakukan dalam bentuk uji coba ini adalah (1) menerapkan penerapan Program latihan kebugaran jasmani dalam permainan sepak bola kepada siswa. Subyek Uji Coba . 2.Desain uji coba Desain uji coba dilaksanakan melalui dua tahap yaitu: (1) evaluasi tahap pertama dan evaluasi tahp kedua.Uji coba kelompok kecil Uji coba kelompok kecil dilaksanakan di MAN Tlogo Kabupaten Blitar untuk siswa yang mengikuti ekstrakulikuler sepak bola dengan subjek 12 pemain. Dari kegiatan uji coba kelompok lapangan dimasudkan untuk mengetahui keefektifan perubahan yang dilakukan sebelumnya. selanjutnya dijadikan acuan untuk merevisi produk penerapan Program latihan kebugaran Jasmani dalam permainan sepak bola sebelum diujicobakan untuk kelompok kecil. Dalam bagian ini yang harus diperhatikan yaitu: (1) rancangan uji coba (2) Subjek uji coba (3) intrumen pengumpulan data dan (4) tehnik analisi data 1. b.Revisi produk dari hasil uji coba lapangan yang telah diujicobakan pada peserta ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Kab. a. Evaluasi tahap ini terdiri dari : 1. (2) meminta kepada siswa untuk memberikan tanggapan dan pendapat tentang penerapan Program latihan Kebugaran Jasmani dalam permainan sepak bola dengan menggunakan koesioner.Tinjauan Ahli Untuk memperoleh masukan tentang rancangan penerapan Informasi program latihan kebugaran Jasmani sepak bola . C.Uji Coba Produk Uji coba Produk ini dilakukan untuk mengumpulkan data yang digunakan sebagai dasar dalam menetapkan kelayakan dari produk yang dikembangkan. Tujuan kelompok kecil ini digunakan untuk meminimalkan kesalahan yang ditemui dan mengetahui tanggapan dari produk awal yang dikembangkan. 7. 2.Hasil Akhir Hasil Akhir Berupa Produk yang telah dihasilkan dari uji lapangan ( kelompok Besar ) sebagai bentuk penerapan program latihan kebugaran jasmani sepak bola. sebagai perwakilan kelompok besar selama 8 kali pertemuan. Hasil data yang diperoleh dari uji lapangan atau kelompok besar ini digunakan untuk menyempurnakan keseluruhan pengembangan program latihan kebugaran jasmani dalam kegiatan esktrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar.

Jenis Data Dari data yang diperoleh dari hasil evaluasi ahli. Prosedur yang dilakukan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan yang diperlukan. Dengan demikian.Rumus untuk mengolah data per sebjek uji coba P= X X 100% X1 Keterangan : P = persentase hasil evaluasi uji coba X= Jumlah jawaban skor oleh subyek uji coba X1 = jumlah jawaban maksimal dalam aspek penilaian oleh subyek uji coba 100 %= Konstanta b. Rumus yang digunakan untuk menganalisis dan menggunakan rumus dari Sudjana (1990:40 ) a. subjek uji coba yang digunakan meliputi: untuk kelompok uji coba siswa terdapat dua kelompok uji coba yaitu: 12 pemain untuk uji coba kelompok kecil dan 22 pemain MAN Tlogo Blitar untuk uji coba kelompok besar. intrumen yang dibuat untuk pengumpulan data adalah angket yang dibuat sendiri dengan mengacu pada analisis kebutuhan. Kriteria pemilihan siswa sebagai sebyek pengembangan 12 orang siswa esktrakulikuler sepak bola MAN Tlogo Blitar.Dalam pengembangan produk. Tehnik ini digunakan untuk analisis data kuantitatif yang diperoleh dari hasil penyebaran angket. 4. Intrumen yang dibuat untuk pengumpulan data adalah tehnik kuesioner untuk para ahli dan siswa. pengembangan ini data yang digunakan adalah kuantitatif dan Kualitatif. dan sebagai pelatih sepak bola.Rumus untuk mengolah data secara keseluruhan uji coba P = ∑ X x 100 % ∑ Xi Keterangan P ∑X ∑Xi : Persentase hasil keseluruhan subyek uji coba : Jumlah keseluruhan jawaban subyek uji coba dalam keseluruhan aspek penilaian : jumlah keseluruhan maksimal subyek uji coba 100% : Kostanta . 5. 3.Intrumen Pengumpulan Data Pada intrumen ini digunakan adalah pengembangan sendiri dengan mengacu pada metode atau prosedur yang sudah ditentukan.Tehnik analisis data Pengembangan ini tehnik analisis data yang digunakan adalah tehnik analisis diskriptif dengan persentase. Kriteria bagi ahli sepak bola dan ahli dalam program latihan kebugaran jasmani mempunyai sertifikasi kepelatihan sepak bola.

Spesifikasi Produk yang diharapkan……………………………. ……… 3. Pentingnya Pengembangan …………………………………………. Definisi Operasional……………………………………………………………. Prinsip Latihan…………………………………………………………… . Kesegaran Jasmani……………………………………………………… 2. 1. 2. 8. 3. 4. 6.. 1-100 % Klasifikasi Tidak baik Kurang baik Cukup baik Baik Sangat baik Makna Dibuang Diperbaiki Digunakan Digunakan Digunakan PENGEMBANGAN PROGRAM LATIHAN KEBUGARAN JASMANI BERUPA LATIHAN FISIK UNTUK MENINGKATKAN V02 PADA PESERTA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER SEPAK BOLA DI MAN TlOGO BLITAR PROPOSAL SKRIPSI Pembimbing: Oleh: HUMAID ALI HASAN NIM 208711415983 UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN JURUSAN PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN DESEMBER DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1. 5. Rumusan Masalah……………………………………………………….40 % 40.1. 1996: 58 ) maka ditetapkan kriteria sebagai berikut: No 1. BAB II KAJIAN PUSTAKA 1. Persentase 0-20 % 20. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesegaran Jasmani…… 5. Program latihan …………………………………………………………. 6. Definisi Istilah……………………………………………………………………. Tujuan kesegaran jasmani……………………………………………. Komponen-komponen Kesegaran Jasmanai……………………………. 3.Untuk menentukan penafsiran terhadap hasil analisis persentase tingkat kemenarikan produk pengembangan digunakan klasifikasi persentase guilford ( dalam Fagih. 1-90 % 90. 7.70% 70. Tujuan Penelitian ……………………………………………………… 4. Latar Belakang …………………………………………………………. 2. Asumsi keterbatasan pengembangan ……………………………………. 5. Sistematika penulisan 9. 4.

bermain.. uji coba produk. 2. Metode Latihan Fisik …………………………………………………. Latar Belakang Pendidikan di Indonesia merupakan perwujudan manusia yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa berdasarkan (UUD 1945). dan berolahraga yang dilakukan secara sistematis .………………………………………………………………….terarah dan terencana. Peran Kesegaran Jasmani dalam Permainan sepak bola…… 12. Latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan VO2 11. Pendidikan jasmani memiliki peran yang sangat penting dalam mengintensifikasi penyelenggaraan pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup. bukan mustahil pendidikan di indonesia akan menciptakan SDM yang berwawasan luas dan berkualitas. A. Sehingga dengan adanya pendidikan yang bermutu maka semua hal yang berhubungan dengan masalah pendidikan akan cepat terselesaikan. jenis data…………………………………………………………………… 6. subjek uji coba……………………………………………………………………. intrumen penelitian……………………………………………………. Beban Latihan ……………………………………………………………. Pendidikan jasmani memberikan kesempatan pada siswa untuk terlibat langsung dalam aneka pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina. tehnik analisis data…………………………………………………… BAB I PENDAHULUAN 1. prosedur pengembangan……………………………………………………… 3. Salah satu Pendidikan yang mengarahkan pada perkembangan perkembangan keseluruhan aspek manusia adalah pendidikan jasmani.. Badan Standart Nasional Pendidikan (2006:729) menyatakan bahwa: . 5. Karakteristik Sepak Bola……………………………. 7. Untuk itu pemerintah harus lebih berkosentrasi terhadap pendidikan di indonesia dan juga harus membuat suatu kebijakan yang mengarahkan pada perkembangan pendidikan di indonesia. sekaligus membentuk gaya hidup sehat dan aktif sepanjang hayat. Kegiatan Ekstrakurikuler……………………………………………………. Penjelasan Tentang program latihan untuk meningkatkan VO2 10. 8.7. Sehingga pendidikan jasmani merupakan salah satu pendidikan yang sangat penting dan utama untuk kemajuan suatu bangsa. Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kehidupan bangsa dan kemajuan suatu negara. 4. seperti sekarang ini. model pengembangan…………………………………………………………. Sumber daya manusia yang berkualitas akan membawa pada kemajuan bangsa terutama dalam menjadikan masyarakat madani. 9. Pendidikan merupakan cara yang srategis untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Dengan adanya pendidikan bangsa indonesia akan mengalami kemajuan dan meninggalkan suatu bentuk keterpurukan. BAB III METODE PENELITIAN 1. Dengan kebijakan yang berkelanjutan khususnya dalam dunia pendidikan di indonesia. 13. Pendidikan jasmani hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu baik secara jasmani dan rohani.

Dari tabel diatas diketahui bahwasanya dari ke lima kegiatan ekstrakulikuler yang termasuk dalam kegiatan olahraga. dan menghargai etika serta mengembangkan kesehatan mental – emosional ( adisasmita. bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani. sekolah. Cabang Olahraga Badminton Sepak Bola Bola Voly Futsal Tenis Meja Jumlah Peserta 25 22 27 23 24 ( Sumber : Koordinator ekstrakulikuler di Man Tlogo Blitar ). Tenis Meja. Akan tetapi tidak hanya ekstrakulikuler yang bergerak dalam bidang akademik saja yang banyak diminati oleh siswa . dan futsal.keterampilan gerak.Pendidikan jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan. kebudayaan. Untuk pendidikan jasmani yang diberikan di sekolah . bola voli. diantaranya Badminton. 5. Dalam hal ini guru pendidikan jasmani harus mempunyai inovasi – inovasi untuk melaksanakan pembelajaran pendidikan jasmani guna mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.1978:83 ). sepak Bola. meyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan menusia seutuhnya ( sahertian. aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani. keterampilan sosial. kesenian. 2. penalaran. 4. Menurut ahmadi ( 1984:105) kegiatan ekstrakulikuler adalah kegiatan – kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub – klub. Jadi sekolah merupakan tempat dimana siswa dapat mengembangkan bakat dan minatnya kegiatan ektrakulikuler. Untuk mencapai tujuan pendidikan jasmani dan mengembangkan bakat dan minat siswa pihak sekolah menyelenggarakan kegiatan ekstrakulikuler. ekspresi dan lain. 1989:2 ) selain itu adisasmita juga berpendapat bahwa kegiatan jasmani tertentu yang dipilih dapat membentuk sikap / membentuk karakter yang berguna bagi pelakunya. Di MAN tlogo Blitar salah satu sekolah lanjutan akhir di blitar dengan jumlah siswa 850 siswa juga melaksanakan kegiatan ektrakulikuler. Man Tlogo blitar merupakan sekolah madrasah aliyah negeri di blitar yang menjadi salah satu sekolah favorit dengan keuggulan dalam ilmu agama dan umum. Kegiatan ektrakulikuler olahraga diadakan oleh pihak sekolah bertujuan selain untuk menunjang proses belajar – mengajar khususnya pendidikan jasmani untuk mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa. stabilitas emosional. 3.tindakan moral. serta lingkungan. Untuk mencapai tujuan tersebut harus ada lingkungan yang lebih banyak dari pihak lain seperti keluarga. cabang olahraga sepak Bola paling sedikit pesertanya dibanding dengan olahraga lain. keterampilan berfikir kritis. Data peserta ekstrakulikuler olahraga di Man Tlogo Blitar sebagaimana ditunjukan sebagai berikut: No 1. Kegiatan ekstrakulikuler bertujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai berbagai mata pelajaran. Dalam survei beberapa hari kemarin teryata Prestasi sepak bola Man Tlogo blitar cukup menjanjikan. olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. tentu pihak sekolah mempunyai peran dan tanggung jawab yang tinggi. tetapi dalam sisi prestasi cabor sepak bola masih mempunyai nama daripada ektrakulikuler yang lain.Terhitung beberapa Prestasi telah diraih khususnya di tahun 2008 – 2010. misalnya: olahraga. Kegiatan ekstrakulikuler di Man Tlogo Blitar terdiri dari berbagai banyak cabang olahraga. Pada hakekatnya pendidikan jasmani tidak hanya untuk mengembangkan badan tetapi juga untuk mengajarkan perilaku sosial. mereka juga sangat berantusias dalam mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang bergerak dalam bidang olahraga. Dari kelima ektrakulikuler tersebut siswa bisa memiliki ekstrakulikuler yang diinginkan sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa. Pada tahun .lain.

9. Oleh karena itu maka untuk mencapai kebugaran jasmani yang bagus harus ada solusi atau sejenis jalan keluar untuk mangatasi masalah ini. teryata juga setuju dan pelatih .Kabupaten Blitar. Tes yang dipilih oleh seorang pelatih dan peneliti adalah Tes Multistage. 6. 10. 7. Pada hari yang lalu kami telah bertanya kepada pelatih apabila anak didiknya kita beri suatu bentuk program latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik. 8.2008/2009 Tim Sepak bola Man Tlogo blitar telah mencatat prestasi menjadi juara tiga PORSENI tingkat MAN/ MA se – Kabupaten Blitar. 16 17. Peserta yang mengikuti tes kebugaranjasmani pada waktu itu tercatat sebanyak 20 orang. fitrian Risfendi Imam Bahroini Kharis Khusen Andika Wardana Dadang Permana Susilo Dwi P Galang Panjalu Budi Zaky Fahrani Bambang Hendro Joko susilo Adi wendarta Levi setiambudi M. 3. 2. 2 kali kalah dan 1 kali seri . 13. labib M. 14. Dari itu pelatih dengan peneliti pada hari sabtu tanggal 23 september menyetujui kesepakatan untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani para pemain perlu adanya Tes dan pengukuran. Berdasarkan analisis kebutuhan yang saya lakukan dengan metode observasi maka dengan diadakanya tes kebugaran jasmani dengan lari multistage teryata dari 20 sampel dari para peserta ekstrakulikuler sepakbola masih dibawah standart minimal kebugaran jasmani. 11. 4. 18 19 20 21 Nama Denta Permana Fuad Sholiki Faris Fahrul Rizal Agus Rohman Hendro WIJAYA Farid jalal Main M. 12. Faktanya menunjukan dengan kebugaran jasmani yang tidak bagus. Fahrudin Usia 17 16 17 18 15 17 18 18 16 17 16 18 16 15 17 18 17 16 15 18 17 Shutlle 5 6 8 7 6 5 7 5 4 5 6 5 7 6 5 5 7 6 6 8 9 Level 5 3 7 1 4 3 2 9 3 8 5 4 3 6 7 4 5 2 1 4 2 Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwasanya para peserta anggota ekstrakulikuler Man Tlogo Blitar khususnya sepak bola dalam hal kebugaran jasmaninya masih dalam keadaan kurang baik. dalam pertandingan Uji Coba selama3 kali berturut – turut hasilnya mengecewakan. Seiring perjalananya waktu Tim Manega dalam berapa bulan terakhir khususnya dari segi Prestasi agak menurun dan banyak faktor yang mempengaruhinya. Kemudian tahun 2009/2010 Tim Sepak Bola Tim Man Tlogo Blitar telah meraih Prestasi Juara 1 POPDA Tingkat SMA/ MAN sederajat se. 15. kemarin saya mencatat banyak dari anggota Tim MANEGA banyak mengalami kekelahan dan keletihan sehingga para pelatih kebingungan dalam mengatasi anak buahnya. Di bawah ini hasil dari Tes Multistage pada ekstrakulikuler sepak bola di Man Tlogo Blitar sebagai berikut:\ Tabel Hasil Tes Lari Multitahap Siswa No 1. 5.

secara langsung dapat diberikan beban maksimum pada sistem jantung dan paru. Sehingga kemampuan mereka untuk untuk melakukan aktivitas berikutnya bisa lebih cepat dan mampu bertahan dalam jumlah waktu yang lama. mereka akan mampu melakukan recovery (pemulihan asal) kondisi fisiknya lebih cepat dibandingkan dengan orang yang memiliki VO2 maks yang rendah. Organ-organ tersebut seperti. Menurut Del Asri (2004:4) besaran energi yang dapat tersedia per satu satuan waktu melalui proses erobik dapat ditentukan oleh volume oksigen yang dapat diangkut dengan maksimal oleh darah dari paru-paru seseorang. Untuk memenuhi tuntutan daya tahan tersebut seorang para anggota Tim Manega harus mempunyai energi dalam jumlah banyak. jantung yang berfungsi memompa darah. .akan terbantu apabila dari kami bisa membuat pengembangan program latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik guna meningkatkan VO2 para atle sepak bola MAN TLOGO Blitar. keturunan. Sedangkan untuk meningkatkan VO2 maks yang dilakukan dengan Program latihan anerobik. pengaruh keadaan. 2001:59) menyatakan Seseorang yang memiliki VO2 maks yang tinggi tidak saja mampu melakukan aktivitas daya tahan dengan baik tetapi lebih dari itu. komposisi badan. dengan latihan yang sistematik dan teratur maka kapasitas oksigen maksimal dapat meningkat sampai 20%. dan umur. dan sistem sirkulasi (pembuluh darah) yang berfungsi tempat jalannya darah serta jaringan tubuh yang akan mempergunakan oksigen untuk proses oksidasi sehingga menghasilkan energi. sehingga apabila tingkat kesegaran Jasmani para pemain Tim Manega bagus maka prestasi juga akan dapat meningkat dan lebih bagus lagi. Sebaliknya jika Para pemain Tim Manega mempunyai daya tahan yang rendah. paru yang berfungsi untuk memasukkan oksigen dari luar kedalam tubuh. Pada orang normal (bukan atlet) nilai tingkat VO2 maks yang baik untuk wanita adalah diatas 40 ml/kg/menit dan untuk pria diatas 45 ml/kg/menit (Howley dan Frank. Untuk meningkatkan VO2 maks latihan fisik harus dilakukan. kurang kosentrasi dan tidak fokus dalam pertandingan sehingga para pemain tim manega dalam segi prestasi akan menurun. Berdasarkan Latar belakang diatas maka peneliti sangat tertarik untuk membuat jenis Pengembangan Program Latihan Kebugaran Jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan V02 pada ektrakulikuler sepak bola di Man Tlogo Blitar. maka mereka akan cepat mengalami kelelahan yang mengakibatkan emosi yang tidak stabil. Bagi para pemain Tim Manega semakin baik kualitas faktor-faktor tersebut maka semakin baik dan tinggi pula tingkat VO2 maks seorang pemain. Rumusan Masalah Berdasarkan Latar belakang diatas . salah satu dari faktor tersebut adalah organ tubuh yang pada dasarnya organ-organ tubuh tersebut sangat menunjang terhadap tingkat VO2 maks. kualitas darah (hemogoblin) yang berfungsi untuk mengikat oksigen dan membawanya ke seluruh jaringan. peningkatan VO2maks sebaiknya dengan cara program latihan erobik karena dengan latihan erobik sudah ada pembebanan yang meningkatkan jantung maupun paru. Tinggi rendahnya VO2 maks seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor. oleh karena itu tinggi rendahnya daya tahan seorang para pemain Tim Manega tergantung dari tinggi rendahnya kapasitas oksigen maksimal atau VO2maks. Fox (dalam Umar. rumusan masalah yang diangkat adalah belum adanya program latihan berkenaan kebugaran jasmani bagi Ektrakulikuler Di Man Tlogo Blitar. Oleh karena itu untuk meningkatkan kebugaran fisik dan daya tahan V02 pada para peserta Ekstrakulikuler Sepak Bola Di Man Tlogo Blitar maka diterapkanya Program Latihan kebugaran Jasmani peserta Ekstrakulikiler di Man Tlogo blitar. B. Dari keterangan diatas maka untuk meningkatkan dan memperbaiki prestasi Tim Manega dalam ekstrakulikuler di Man Tlogo harus adanya Program latihan kebugaran jasmani berupa program latihan fisik khususnya dalam hal meningkatkan daya tahan jantung dan paru – paru (VO2) dengan cara latihan aerobik dan anaerobik. 1. mudah terombang-ambing dalam situasi atau suasana. Menurut Wagner (2008) tinggi rendahnya VO2 maks seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu jenis latihan. jenis kelamin. 1997:211). Prestasi tinggi Tim manega dalam tingkat kabupaten hanya dicapai dengan menjalani latihan yang sistematik dan teratur. Tuntutan energi dalam jumlah banyak itu akan diproduksi melalui sistem erobik yang memerlukan oksigen. sehingga tingkat daya tahannya juga baik yang pada akhirnya bagi TIM Manega memiliki tingkat kesehatan dan kesegaran jasmani yang tinggi pula . Tinggi rendahnya VO2 maks para pemain Tim Manega sangat berpengaruh pada kondisi fisik atau kesegaran jasmani anggota Tim.

Fartlek Fartlek adalah bentuk latihan yang dilakukan dengan lari jarak jauh seperti halnya pada cross country.di dalam akan memmuat berbagai variasi latihan kebugaran jasmani. Bentuk latihan in iberasal dari Swedia yang berarti “spee play” atau bermain-main dengan kecepatan. maka tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah pembuatan program latihan kebugaran jasmani untuk sepak bola sehingga paserta ektrakulikuler dapat meningkatkan kebugaran jasmani dalam melakukan permainan sepak bola yang bagus dan juga demi untuk mencapai prestasi yang bagus. Coch ataupun atlitnya sendiri dapat menentukan bentuk larinya maupun lamanya latihan. 1. waktu. misalnya (costa holmen) : . Kecepatan bentuk lari dapat diatur dengan berbagai variasi. Bentuk-bentuk Latihan Kondisi Fisik Ada berbagai bentuk latihan kondisi fisik antara lain : 1. Tahap Pendahuluan Tahap Pendahuluan Aktivitas yang digunakan berupa Gerak Stretching sistematis mulai dari kepala sampai kaki.Untuk itulah peneliti akan membuat Program latihan kebugaran jasmani di Ektrakulikuler Sepak Bola di Man Tlogo Blitar . Pemandangan yang indah akan menyebabkan atlit lupa akan kelelahan sehingga dengan bebas melakukan latihannya. 1) 2) 3) 1. 1. Tahap Inti Pada tahap inti terdiri berbagai bentuk variasi latihan program jasmani yang akan diuraikan sebagai berikut: 1) 1. Produk ini disusun untuk peserta ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar. Aktivitas pemanasa sebelum latihan inti. C.Produk yang dihasilkan adalah Program Latihan Kebugaran Jasmani. maka peneliti akan menerapkan Program latihan kebugaran jasmani dalam permainan Sepak Bola di MAN Tlogo Blitar. Aktivitas kalestenik dengan berbagai variasi gerak sistematis dari kepala sampai kaki. Tujuan Penelitian Mengacu permasalahan diatas. latihan tidak dibatasi tetapi atlit bebas melakukan latihan ini dengan berbagai variasi bentuk lari sesuai dengan medianya. Spesifikasi Produk Yang diharapkan Untuk memecahkan masalah diatas. 1. D. Adapun Spesifikasi Penerapan program Latihan untuk Peserta Ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo blitar adalah sebagai berikut: 1. Sebaiknya untuk latihan fartlek ini dipilihnya latihan (medan) yang mempunyai pemandangan indah sedikit rintan gn dengan lintasan yang berbeda-beda : lumpur-keras-terjal-turunpasir-rumput-salju atau lainnya. E.

Lari lambat-lambat diselingi lari yang makin lama makin cepat (win sprin). Ulangan (repetition) : 4 kali. Contoh : 1. Pembuatan intrumen evaluasi untuk siswa yang mengikuti ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar Kabupaten Blitar. jalan cepat atau lari-lari kecil. Lembar intrumen evaluasi ini berisi tentang butir – butir pertayaan tentang Program latihan kebugaran jasmani. dan macam-macam permainan. banyaknya ulangan (repetation) dan waktu latihan. baru kemudian lari untuk putaran kedua. 6. Jarak lari ditentukan: 1600 m (4 kali keliling lintasan lari. Interval trainning merupakan bentuk latihan yang diselingi dengan istirahat tertentu (intervasi). berarti 4 X 400m. kemudian jalan selama 120 detik. 3. balap sepeda. Untuk memper berat latihan disamping pengurangan waktu istirahat dapat pula dengan meningkatkan bentuk istirahat dari jalan. Atlit diharuskan menempuh jarak 400 m dengan waktu 90 detik. Kecpatan yang konstan dan cukup tinggi. 3. Woldemar Cersshler. 4. 2. Demikianlah untuk seterusnya latihan dilakukan akan tetapi waktu istirahat makin lama makin di kurangi dari 120 detik menjadi 90 – 60 – 50 detikdan setrerusnya sampai tujuan akhir tercapai yaitu lari 4 x 400 m tanpa istirahat = 1600 m. Mulai dengan lari lambat 5-10 menit. 3. Ulangan yang diperbanyak. c. Untuk lari pertama latihan boleh digunakan ulangan 2-3 kali terlebih dahulu. Bentuk latihan in pada mulanya ditemukan oleh seorang dokter yang juga coach atletik dari Jerman : dr. istirahat. Waktu istirahat (recovery interval): 120 detik. 3) Interval trainning merupakan penyempurnaan dari fartlek dengan memebrikan koreksi secara teliti dalam : menentukan jarak. Streching individu dan berpasangan. E. Internal Trainning Pada khir0akhir ini sistem latihan interfasi mulai digunakan untuk semua cabang olah raga : atletik. misalnya: 1. d. Cara meningkatkan beban dapat pula dengan memperberat salah satu dari faktor – faktor di atas dikombinasikan. 2. 2.2) 1. kemudian untuk seterusnya 4 kali ulangan. mendayung. Jalan cepat (istirahat aktif). Lari lambat-lambat diselingi 3-4 langkah mendadak cepat. 5. Lari dengan tempo yang cepat (pace) selama 1 menit Tujuan latihan sama dengan cross country terutama untuk daya tahan atau stamina. Waktu untuk menempuh jarak (400 m): 90 detik. 7. 4. b. Waktu dipercepat. Naik bukit dengan kecepatan tinggi. Jaraknya yang ditambah. 3. istirahat lagi dan seterusnya sampai selesai 4 x 400 m lari. Latihan interval juga menggunakan prinsip penambahan beban latihan. 1. Bentuk latihan in baik sekali dilakukan pada periode persiapan atau bahkan pada periode latihan 1. Tahap Penutup Pada tahap penutup diberikan evaluasi dari proses program latihan yang telah dilaksanakan dan melakukan pendinginan. Pentingnya Pengembangan .

a) Dengan adanya penerapan Program latihan Kebugaran Jasamani. di ekstrakukuler Sepak Bola MAN Negeri Tlogo Kab. Bagi peneliti Sebagai sarana untuk mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan khususnya yang berhubungan dengan kesegaran jasmani. d. Bagi pelatih Dapat dijadikan acuan bagi pelatih dalam peningkakatan kebugaran jasmani para atlet. c. Definisi Istilah 2. b. F. b) Sarana dan prasarana yang digunakan dalam melakukan latihan kebugaran jasmani cukup memadai dan bervariasi. 1995:3). Beban latihan atau disebut juga bahan latihan atau loading adalah suatu bentuk-bentuk latihan . Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan Asumsi yang dijadikan landasan peneliti untuk penerapan Program Latihan kebugaran jasmani. Materi program latihan kebugaran jasmani hanya terbatas pada materi kebugaran jasmani saja. Pengertian Program latihan Latihan adalah suatu proses yang sistrematis secara berulang-ulang. Selain itu sebagai calon guru pendidikan jasmani penelitian ini dapat dijadikan bekal dalam membina kegiatan ekstrakurikuler. Bagi atlet Untuk meningkatkan kebugaran jasmani para atlet 1. Pengertian Kebugaran Jasmani Kesegaran jasmani adalah kemampuan tubuh seseorang pemain sepak bola di Man Tlogo Blitar untuk melakukan kegiatan latihan sehari-hari maupun pertandingan tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan masih memiliki tenaga yang cukup untuk melakukan aktivitas yang lainnya. Blitar. Bagi Universitas Negeri Malang Hasil penelitian ini dijadikan bahan dasar kepustakaan dalam penelitian selanjutnya khususnya yang berhubungan dengan kesegaran jasmani. 1. 1. maka siswa dapat mengerti tentang program latihan kebugaran jasmani dalam permainan sepak bola. (Pussegjas. secara tetap dengan selalu memberikan peningkatan beban.Pengembangan ini adalah untuk memperoleh pengalaman yang nyata juga mengaplikasikan teori dan praktek selama mengikuti kegiatan ekstrakulikuler dalam bentuk penelitian pengembangan bentuk – bentuk program latihan kebugaran jasamani di kegiatan Ekstrakulikuler MAN Negeri Tlogo Kab Blitar. Keterbatasan produk penerapan kebugaran jasmani di kegiatan esktrakulikuler Sepak Bola MAN Tlogo Blitar ini adalah sebagai berikut:   Penerapan Program latihan kebugaran jasmani hanya diperuntukan untuk siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler bola voli di MAN Negeri Tlogo Blitar. a. Tujuan pokok dari latihan adalah prestasi maksimal di samping kesehatan serta kesegaran jasmani bagi atlet. 1. G. 1.

Peran Kesegaran Jasmani dalam Permainan sepak bola. Latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan VO2 .jasmani dan rohani atlet guna mencapai prestasi olah raga. darah. Uji coba produk. Sepak bola adalah salah satu olahraga yang sangat populer di dunia. ekspresi dan lain. ada beberapa pendapat para ahli atau pakar kesegaran jasmani. misalnya: olahraga. desain Uji coba. 1. Subjek uji coba. 3. Faktorfaktor yang Mempengaruhi Kesegaran Jasmani. Peserta ekstrakurikuler tenis lapangan adalah siswa yang mengikuti ekstrakukulikuler Sepak Bola di Man Tlogo Blitar di luar jam sekolah yang sudah dijadwalkan oleh sekolah dalam pengembangan bakat dan minat siswa. 1. Program latihan. spesifikasi produk yang diharapkan. tehnik analisis. Kegiatan Ekstrakulikuler. Penjelasan Tentang program latihan untuk meningkatkan VO2.BAB II KAJIAN PUSTAKA: Kesegaran Jasmani. Prinsip Latihan. rumusan masalah. kesenian. olahraga ini dimainkan oleh dua kelompok berlawanan yang masing-masing berjuang untuk memasukkan bola ke gawang kelompok lawan (Rino. H. Untuk mempertegas agar pengertian lebih sesuai dengan apa yang dimaksud. Kegiatan ekstrakulikuler bertujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai berbagai mata pelajaran. Metode Latihan Fisik . meyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan menusia seutuhnya ( sahertian. 2. tujuan penelitian. Kesegaran jasmani menurut ahli faal dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk melakukan satu tugas khas yang memerlukan kerja muskular di mana kecepatan dan ketahanan .BAB III METODE PENGEMBANGAN: taktik pengembangan. KESEGARAN JASMANI Kesegaran jasmani merupakan hal yang sudah populer di kalangan masyarakat saat ini.1978:83 ).Intrumen pengumpulan data. difinisi istilah dan sistematika penulisan. Beban Latihan . bagian yang kedua memuat tentang produk yang dihasilkan dari pengambangan. 2. Pengertian Esktrakulikuler Menurut ahmadi ( 1984:105) kegiatan ekstrakulikuler adalah kegiatan – kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub – klub.BAB I PENDAHULUAN: Latar belakang masalah. bagian pertama: memuat tentang kajian Analisis. 1. Aerobik adalah suatu sistem altihan yang mendorong kerja jantung. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. 2008:1). Tujuan kesegaran jasmani. pentingnya pengembangan. A. asumsi dan keterbatasan pengembangan. dan paru-paru untuk periode waktu yang cukup untuk menghasilkan perbaikan-perbaikan dan keadaan tubuh. Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran biasa (termasuk pada waktu libur) yang diterapkan oleh sekolah dengan tujuan agar siswa MAN TLOGO Blitar dapat memperluas pengetahuan dan mengembangkan bakat dan minat di bidang yang digemari sehingga siswa memperoleh prestasi di bidangnya yaitu mahir bermain Sepak bola. Dalam pertandingan. Sistematika penulisan Sistematika penulisan ini terdiri dari dua bagian. Bagian pertama memuat tentang: 1. prosedur pengembangan. Karakteristik Sepak Bola. Komponen-komponen Kesegaran Jasmanai.lain.

Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:24) menjelaskan bahwa komponen-komponen kesegaran jasmani adalah: a) daya tahan. i) ketepatan. maka dapat ditarik kesimpilan bahwa kekuatan adalah kemampuan otot untuk mengatasi atau melawan beban dengan usaha yang maksimal dalam melaksanakan aktivitas tertentu. Menurut Sajoto (1995:8-11) kondisi fisik atau kesegaran jasmani adalah satu kesatuan yang utuh dari komponen-komponen yang tidak dapat dipisahkan begitu saja. dan ketepatan. Seseorang yang memilik kasegaran jasmani yang baik dapat diartikan cukup mempunyai kesanggupan untuk melakukan pekerjaannya dengan efisien tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti. Penjelasan tentang peranan masing-masing komponen adalah sebagai berikut: 1. Sedangkan menurut Pussegjas (1995:1) kesegaran jasmani adalah perwujudan kemampuan dan kesanggupan fisik seseorang untuk melakukan pekerjaan baik sebagai pribadi. maupun sebagai warga negara perlu mendapat perhatiaan dan tanggapan yang lebih memadai. C. h) keseimbangan dan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa setiap manusia perlu menjaga dan meningkatkan kesegaran jasmaninya sendiri. agar dapat hidup sehat. kelincahan. Kesegaran jasmani juga diperlukan anak usia sekolah untuk dapat melaksanakan aktifitas sehari-hari. anggota masyarakat. Disebutkan pula bahwa komponen kondisi fisik meliputi: kekuatan. 1991:25). sehingga masih memiliki sisa tenaga untuk mengisi waktu luangnya dan tugas-tugas mendadak lainnya. e) kecepatan. g) koordinasi. KOMPONEN KEBUGARA JASMANI Pengertian kesegaran jasmani adalah pengertian yang sangat kompleks. 1. Muhajir (dalam Sipayung. Sedang menurut ahli-ahli pendidikan jasmani kesegaran jasmani adalah kapasitas fungsional total seseorang untuk melakukam sesuatu kerja tertentu dengan hasil yang baik tanpa kelelahan yang berarti (Depdikbud. . daya otot. Berdasarkan beberapa uraian di atas dapat di simpulkan bahwa kesegaran jasmani dapat diartikan sebagai kemapuan fisik untuk melakukan tugas pekerjaan sesuai dengan bidangnya tanpa mengalami kelelahan yang berlebih dan mendapat pemulihan yang cepat seperti pada saat belum melakukan aktivitas. c) daya tahan jantung. daya tahan. kecepatan. b) daya tahan otot. Baik peningkatan maupun pemeliharaannya. komponen kondisi tubuh. 1992:9). adalah komponen kondisi fisik seseorang tentang kemampuannya dalam mempergunakan otot dalam menjalankan aktivitas (Dwiyogo dan Sulistyorini. ekonomi gerakan pada waktu latihan. Tetapi menurut Kirkendall dkk (1980:226) kekuatan adalah kemampuan atau kekuatan otot tubuh yang bekerja mengeluarkan energi untuk mengatasi atau melawan kontraksi dari luar yang berfungsi untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain atau memindahkan benda mendekati tubuh atau menjauhi tubuh. terhindar dari penyakit dan selalu ceria sepanjang hidup. d) kelentukan. Kekuatan Kekuatan atau strength . keseimbangan. f) kelincahan. baik ketika berada di sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. oleh karena itu untuk mengetahui dan memahami secara mendalam perlu mempelajari komponen-komponen yang membentuk dan saling bertautan antara yang satu dengan yang lainnya. koordinasi. TUJUAN KESEGARAN JASMANI Kesegaran jasmani sangatlah penting bagi semua orang termasuk anak-anak usia sekolah. Dari pendapat di atas. pemulihan yang cepat dari tubuh sewaktu-waktu respon demikian diperlukan”. 1.merupakan kriteria utama. 8:2007) mengatakan bahwa “tujuan kesegaran jasmani adalah untuk meningkatkan kemampuan sistem sirkulasi dan kerja jantung. daya lentur. Bisa dikatakan pula bahwa tingkat kesegaran jasmani yang baik memberikan seseorang kesanggupan pada seseorang untuk menjalankan hidup yang produktif dan dapat menyesuaikan diri pada tiap pembebanan yang banyak. 1.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa power itu adalah kemampuan tubuh untuk memadukan kekuatan dan kecepatan dalam waktu yang bersamaan. 5. Untuk melatih kecepatan. . kelenturan dan komponen kesegaran jasmani lainnya. yakni: daya tahan umum atau general endurance kemampuan seseorang dalam mempergunakan sistem jantung.1. paru-paru. 2004:34). kecepatan diukur dengan satuan jarak dibagi dengan satuan waktu. pukulan dalam tinju. adalah kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan berkesinambungan dalam bentuk yang sama dalam waktu sesingkat-singkatnya. Jadi dapat disimpulkan bahwa daya tahan/endurance merupakan salah satu komponen kesegaran jasmani yang paling penting untuk dilatih. Kecepatan menurut Kirkendall dkk (1980:243) adalah jarak dibagi waktu. Power Menurut Kirkendall dkk (1980:228) power adalah masa kerja dibagi dengan waktu atau lama kerja. Menurut Kirkendall dkk (1980:243) kelincahan adalah kemampuan badan untuk mengubah arah tubuh atau bagian tubuh lainnya dengan sangat cepat dan efisien. power adalah kemampuan untuk mengubah energi fisik ke dalam kekuatan yang sangat cepat dan tergantung pada banyaknya adenosine triphosphat (ATP) yang diproduksi setiap satuan waktu. 2004:34) adalah gabungan antara kekuatan dan daya ledak (kecepatan). karena daya tahan ini secara langsung juga untuk melatih otot. Kecepatan Kecepatan atau speeds. akan tetapi juga memerlukan fleksibilitas yang baik dari sendi-sendi anggota tubuh. Dari beberapa pendapat di atas. Menurut Kent (dalam Budiwanto. dibutuhkan bentuk latihan yang sesuai dan mengharuskan orang itu untuk dapat bergerak dengan cepat dan mengubah arah dengan lincah. kecepatan adalah kemampuan melakukan gerakan dalam periode waktu yang pendek. Dijelaskan pula bahwa power dapat diperoleh dalam melakukan kegiatan tertentu. Daya tahan atau endurance dalam hal ini dikenal dua macam daya tahan. Daya Tahan Daya tahan otot tidak hanya dikenal pada istilah kekuatan tetapi juga kemampuan otot berkontraksi dalam beberapa waktu tanpa mengalami kelelahan. 3. 2004:37) kecepatan adalah jarak tempuh per satuan waktu yang diukur dalam menit atau skala kuantitas. dapat disimpulkan bahwa kecepatan adalah kemampuan tubuh atau bagian tubuh untuk melakukan gerakan dalam waktu yang pendek. berarti kelincahannya cukup baik. Seperti dalam lari cepat. 1991:29). 1. 2. Sedangkan definisi yang dikemukakan oleh Kent (dalam Budiwanto. balap sepeda. 1. dan peredaran darahnya secara efektif dan efisien untuk menjalankan kerja secara terus menerus yang melibatkan kontraksi sejumlah otot dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama. 2004:35)) menjelaskan bahwa daya tahan adalah kemampuan organ atlet untuk melawan kelelahan yang timbul saat melakukan aktivitas olahraga dalam waktu yang lama. Seseorang yang mampu mengubah posisi yang berbeda dalam kecepatan tinggi dengan koordinasi yang baik. Daya tahan otot atau local endurance yaitu kemampuan seseorang dalam mempergunakan ototnya untuk berkontraksi secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama dengan beban tertentu. Kelincahan Kelincahan atau agility adalah kemampuan seseorang mengubah posisi di area tertentu. Jadi kelincahan tidak hanya memerlukan suatu kecepatan saja. kontraksi otot dengan kekuatan maksimum dan kecepatan maksimum. Power menurut pendapat Gabbard dkk (dalam Budiwanto. smash dalam bulutangkis. Seseorang dikatakan memiliki kelincahan cukup baik apabila mampu merubah satu posisi ke posisi yang berbeda dengan kecepatan tinggi dan koordinasi gerakan yang baik. dan lain-lain (Dwiyogo dan Sulistyorini. 4. 1. Suharno (dalam Budiwanto.

adalah kemampuan gerak tubuh seseorang untuk mengendalikan gerak-gerak bebas terhadap suatu sasaran. Sasaran ini dapat merupakan jarak atau mungkin suatu objek langsung yang harus dikenal dengan salah satu bagian tubuh. 8. 9. sistem syaraf dan sistem otot rangka menjadi rangkaian untuk mengatur bagian-bagian badan secara terpisah yang terlibat dalam satu pola gerak yang rumit dan mempersatukan bagian-bagian tersebut menjadi suatu gerak tunggal dan berhasil mencapai beberapa tujuan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kelenturan adalah ukuran kemampuan seseorang yang mempunyai ruang gerak yang luas dalam sendi-sendinya dan yang mempunyai otot-otot yang elastis.Sedangkan kelincahan menurut Verducci (dalam Budiwanto. hal ini akan sangat mudah ditandai dengan tingkat flexibility persendian pada seluruh tubuh. 2004:42) adalah kemampuan untuk menyatukan sistem indera. Sedangkan Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:33) menjelaskan bahwa keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan tubuh agar tetap stabil. 1. Dari beberapa uraian di atas. . otak menafsirkan secara komplek. penglihatan mata. 6. Sedangkan Kirkendall dkk (1980:257) mengemukakan bahwa keseimbangan adalah fenomena yang kompleks yang melibatkan vestibular system pada bagian dalam telinga. 1. dapat disimpulkan bahwa sebenarnya kelincahan adalah kemampuan mengubah arah atau posisi badan secara cepat dan melakukan gerakan yang lain. 2004:41) adalah kemampuan memelihara suatu yang berorientasi pada keadaan stabil dan khusus dikaitkan dengan lingkungan saat itu. koordinasi adalah kerjasama yang selaras antara sekelompok otot selama bergerak yang dilakukan dengan indikasi keterampilan yang sama. Sedangkan koordinasi menurut Kent (dalam Budiwanto. Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa koordinasi adalah kemampuan tubuh seseorang yang selaras antara sekelompok otot selama bergerak yang terlibat dalam satu pola gerak yang rumit dan mempersatukan bagian-bagian tersebut menjadi suatu gerak tunggal dan berhasil mencapai beberapa tujuan. menghasilkan berbagai respon gerakan pada situasi fisik tertentu. Di bidang olahraga banyak hal yang harus dilakukan oleh atlet dalam masalah keseimbangan ini baik dalam menghilangkan atau mempertahankan keseimbangan. 7. 2004:40) menjelaskan bahwa kapasitas melakukan gerakan dengan rentangan yang luas diketahui sebagai kelenturan. Kelincahan adalah hasil pembentukan dari unsur kecepatan. 1. Dari beberapa uraian di atas. Kelenturan menurut Kirkendall dkk (1980:248) adalah kemampuan tubuh atau bagian-bagian tubuh untuk melakukan berbagai gerakan dengan leluasa dan seimbang antara kelincahan dan respon keseimbangan. Koordinasi Menurut Kirkendall dkk (1980:257). suhu badan dan usia sangat mempengaruhi luasnya gerakan bagian-bagian tubuh. 1. kekuatan dan keseimbangan. Kelenturan Daya lentur atau flexibility . Secara umum. Bompa (dalam Budiwanto. maka keseimbangan dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mempertahankan posisi badan dalam berbagai keadaan. sehingga tidak mendapat gangguan pada keseimbangannya atau bisa juga diartikan bahwa keseimbangan adalah kemampuan sikap tubuh yang tepat pada saat melakukan gerakan. Ketepatan Ketetapan atau accuracy. 2004:39) disampaikan bahwa pembentukan kelincahan lebih sulit dari pada pembentukan yang lainnya. Keseimbangan Keseimbangan menurut Kent (dalam Budiwanto. adalah ukuran kemampuan seseorang dalam penyesuaian diri untuk segala aktivitas dengan penguluran tubuh yang luas.

dibuat kesimpulan bahwa kesegaran jasmani dtentukan oleh faktor genetik yang hanya diubah dengan latihan sampai pada batas maksimal. Selain itu dalam buku yang sama juga mengungkapkan program latihan adalah cara seorang pelatih untuk mempersiapkan atletnya guna menunjang program latihan yang telah direncanakan atau terprogram. Artinya bahwa aktivitas fisik yang terarah juga dapat meningkatkan kesegaran jasmani di samping terjadi penurunan berat badan. FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUGARAN JASMANI Berikut ini adala beberpa hal yang terkait dengan kesegaran jasmani khususnya yang berhubungan dengan daya tahan kardiovaskuler. Faktor Keturunan (Genetik) Dari penelitian yang telah dilakukan. Faktor Jenis Kelamin Sampai dengan usia remaja tidak terdapat perbedaan daya tahan kardiovaskuler pria dan wanita. Menurut Suharno (1993:1) program latihan adalah suatu petunjuk atau pedoman yang mengikat secara tertulis berisi cara-cara yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan masa mendatang yang telah ditetapkan. Perbedaan tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan maximal muscular power yang berhubungan dengan luas permukaan tubuh. Setelah usia tersebut nilai pada wanita lebih rendah dari pada pria. tenaga pelatih. Program latihan harus disusun secara teliti dan dilaksanakan secara tekun dan teratur sesuai dengan prinsip-prinsip latihan. Faktor Usia Menyatakan bahwa mulai anak-anak sampai sekitar usia 20 tahun. kekuatan otot. 1. lingkungan atlet. kemampuan atlet. 1. D. umur atlet. kapasitas paru dan sebagainya. daya tahan kardiovaskuler meningkat. faktor itu antara lain: bakat atau materi atlet. sarana dan prasarana. itulah sebabnya dibutuhkan penyusunan dan perencanaan latihan yang baik dan tepat. 2.Ketepatan menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:33) adalah kemampuan seseorang untuk mengarahkan suatu gerak ke suatu sasaran sesuai dengan tujuan. mencapai maksimal pada usia 20-30 tahun dan kemungkinan berbanding terbalik dengan usia. PENJELASAN TENTANG PROGRAM LATIHAN Seorang atlit untuk mencapai prestasi yang maksimal hendaklah atlit tersebut terus berlatih dan berlatih tanpa merasa bosan. dana. Program yang demikian memungkinkan bagi seorang pelatih dapat memberikan sebanyak mungkin kesempatan kepada atlet guna perkembangan pengetahuan dan keterampilannya. (2) program jangka menengah (2 tahun-4 tahun) rencana jangka . yang mana semua itu terdapat dalam program latihan. Faktor Aktivitas Fisik Berdasarkan hasil penelitian efek latihan aerobik selama delapan minggu setelah istirahat memperlihatkan peningkatan daya tahan kardiovaskuler 62% dari nilai akibat itirahat dan bila dibandingkan dengan keadaan sebelum istirahat di tempat tidur maka nilai peningkatan adalah 18%. 4. Moeloek (1984:3)menjelaskan tentang beberapa faktor fisiologis yang mempengaruhi daya tahan kardiovaskuler antara lain adalah: 1. E. dan menjauhkan atau mempersempit gerakan. mempercepat gerakan. komposisi tubuh. Suharno (1993:7) menyebutkan bahwa program latihan umumnya dibagi menjadi tiga. yaitu: (1) Program jangka panjang (5 tahun-12 tahun) tujuan rencana jangka panjang merupakan tujuan akhir untuk cita-cita prestasi prima. Suharno (1993:1) Program latihan dikatakan baik dan tepat apabila rencana dibuat telah mempertimbangkan faktor-faktor penentu untuk mencapai tujuan. dan waktu yang tersedia. jumlah hemoglobin. 3. sehingga pada orang yang berusia 70 tahun diperoleh daya tahan 50% dari yang dimiliki pada usia 17 tahun. Cara mengembangkan ketepatan ialah dengan mengulang-ulang gerakan dengan frekuensi yang banyak.

prinsip aktif dalam latihan dan prinsip proses latihan menggunakan model. (3) program jangka pendek (1 tahun kebawah) merupakan pelaksanaan operasional rencana jangka menengah. Tujuan akhir latihan adalah untuk meningkatkan kemampuan olahraga (Dwijowinoto. menghindari beban latihan berlebih (overtraining). bertahap. Program latihan perlu disusun dengan prinsip-prinsip latihan. yaitu: aspek-aspek fisik. Program latihan jangka pendek terdiri dari: program latihan tahunan. dapat disimpulkan bahwa program latihan adalah petunjuk atau pedoman latihan yang bertujuan untuk menentukan tujuan latihan. pengertian dari prinsip-prinsip latihan yang telah disebutkan di atas. prinsip pulih asal (recovery). dan mental dikembangkan setinggi mungkin. yaitu faktor yang paling penting bagi setiap atlet (Suharno 1993:1). Sedangkan Latihan fisik adalah latihan yang betujuan untuk meningkatkan kondisi fisik. PRINSIP LATIHAN Harsono (1993:2) pengertian latihan atau training adalah sesuatu proses berlatih yang sistematis yang dilakukan secara berulang-ulang. Beutelstah (1986:124) menyatakan bahwa training adalah persiapan para pemain masing-masing secara individu membimbing dan membentuk mereka sehingga dapat menampilkan prestasi tertinggi secara individual maupun regu. program latihan mingguan. Dari pengertian dan penjelasan tentang program latihan yang telah dikemukakan di atas.menengah merupakan pelaksanaan langsung jangka panjang. berulang-ulang dan jumlah beban yang diberikan semakin hari bertambah. program latihan harian. Prestasi tinggi akan dapat dicapai apabila keempat aspek. taktik. terarah. Latihan juga dapat didefinisikan sebagai peran serta yang sistematis dalam latihan yang bertujuan untuk meningkatkan fungsdional fisik dan daya tahan latihan dalam bidang olahraga. prinsip reversibilitas (reversibility). terarah kian hari jumlahnya semakin meningkat dengan proses yang sistematis. 1993:317). Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan prinsip-prinsip latihan adalah suatu usaha sadar yang harus dilakukan atlet untuk mencapai prestasi maksdimal yang dilakukan berulang-ulang. teknik. Untuk memperoleh prestasi yang maksimal dalam olahraga memerlukan latihan yang intensitas dan frekuensinya banyak. meningkat dan berulang-ulang waktunya. dan mental diperlukan proses dan waktu yang relatif lama. taktik. Sasaran-sasaran latihan pun merupakan penjabaran sasaran dari program jangka menengah. prinsip perkembangan multilateral (multilateral development). Suharno (1993:5) menjelaskan bahwa latihan ialah suatu proses penyempurnaan kualitas atlet secara sadar untuk mencapai prestasi yang maksimal dengan diberi beban fisik dan mental secara teratur. Menurut Kosasih (1984:46) latihan atau training adalah proses kerja yang harus dilakukan secara sistematis. Tetapi dalam menentukan beban latihannya harus benar-benar diperhatikan. F. Hal ini sesuai dengan pendapat Harsono (1993:1) bahwa tujuan utama dari pelatihan olagraga prestasi adalah untuk meningkatkan keterampilan dan prestasi semaksimal mungkin. prinsip beban meningkat bertahap (progressive increase of load). Maka Menurut Bompa (1994:29-48) adalah sebagai berikut: . program latihan bulanan. menurut Bompa (1994:29) prinsip-prinsip program latihan fisik adalah sebagai berikut: Prinsip beban bertambah (over load). Untuk mencapai peningkatan kemampuan dalam kondisi fisik. dan yang kian hari junlah beban latihannya kian bertambah. prinsip melampaui batas latihan (the abuse of training). menentukan cara-cara yang efektif serta usaha-usaha untuk mencapai tujuan dari latihan yang dilakukan. Sementara itu. prinsdip variasi (variety). teknik. 1. prinsip perorangan (individualization). prinsip spesialisasi (specialitation).

Atlet harus memiliki disiplin latihan. Masa latihan adalah suatu aktivitas yang sangat memerlukan beberapa jam kerja atlet. Prinsip Variasi Latihan harus bervariasi dengan tujuan mengatasi sesuatu yang monoton dan membosankan saat latihan.1. karakteristik belajar dan kekhususan olahraga. Seluruh konsep latihan harus direncanakan sesuai dengan karakteristik fisiologis dan psikologis atlet. Prinsip Beban Lebih (Over Load) Pemberian beban latihan harus melebihi kebiasaan sehari-hari secara teratur. beban ditingkatkan secara pelan bertahap. 1. Dalam upaya mengatasi monoton dan kebosanan dalam latihan. atau dapat mengembangkan kemampuan gerak yang diperlukan dengan olahraga. Dalam mengatur program latihan yang paling menguntungkan harus mengembangkan kemampuan fisiologis khusus yang diperlukan untuk melakukan keterampilan olahraga atau kegiatan tertentu yang akan dilakukan. Prinsip Menambah Beban Latihan secara Progresif Pemberian beban latihan harus ditingkatkan secara bertahap. Latihan yang baik harus mengakibatkan penekanan fisik dapat ditimbulkan dengan jalan pemberian beban latihan yang lebih dari batas kemampuan si atlet (Suharno. Stress fisik akan menimbulkan kelemahan anatomis. Prinsip Spesialisasi Spesialisasi menunjukkan unsur penting yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan dalam olahraga. dan akan diikuti oleh semua atlet yang mengabaikan tingkat kemampuannya. tetapi mungkin lebih penting untuk memelihara motivasi dan perhatian dengan memvariasi latihan fisik dan latihan secara rutin. Hal ini bertujuan agar sistem fisiologis dapat menyesuaikan dengan tuntutan fungsi yang dibutuhkan untuk tingkat kemampuan tinggi. Keterampilan dan latihan dapat diperkaya dengan mengadopsi pola gerakan teknik yang sama. 1. 1. Prinsip Individual Latihan harus memperhatikan dan memperlakukan atlet sesuai dengan kemampuan. sehingga tujuan latihan dapat ditingkatkan secara wajar Individualisasi dalam latihan adalah satu kebutuhan yang penting dalam masa latihan dan itu menunjukkan pada pemikiran untuk setiap atlet. Program latihan harus direncanakan. Prinsip beban bertambah secara pelan-pelan menjadi dasar rencana latihan olahraga. Spesialisasi bukan proses unilateral tetapi satu yang kompleks yang didasarkan pada suatu landasan kerja yang solid dari perkembangan multilareral. Prinsip spesialisasi harus disesuaikan pengertian dan penggunaanya untuk latihan anak-anak yunior di mana perkembangan multilateral harus berdasarkan perkembangan khusus. teratur dan terus-menerus sehingga mencapai beban maksimum. seterusnya atlet akan mengalami kenaikan kemampuan (superkompensasi). karakteristik belajar dan kekhususan cabang olahraga. Stress terus menerus yang diberikan pelatih tanpa istirahat akan menimbulkan penurunan prestasi bagi atlet. potensi. 1985:13). seseorang pelatih perlu kreatif dengan memiliki pengetahuan dan sumber latihan yang banyak yang memungkinkan dapat merubah secara periodik. 1. Volume dan intensitas latihan secara terus menerus meningkat dan latihan diulang-ulang banyak sekali. Menurut Bompa (1994:32) Latihan harus bersifat khusus sesuai dengan olahraga dan pertandingan yang akan dilakukan. yang akan menjamin memperoleh adaptasi secara benar. mengabaikan tingkat prestasi diperlukan secara individual sesuai kemampuan dan potensinya. fisiologis dan organisme atlet terhadap kelelahan akibat beban latihan tersebut. dari siklus mikro olimpiade. Beban ditambah .

d) beban latihan diberikan dengan beban melompat. Kebutuhan perkembangan multilateral muncul untuk diterima sebagai kebutuhan dalam banyak lapangan pendidikan dan usaha manusia. Ada dua . Prinsip Menghindari Kelebihan Beban Latihan (Over Training) Program latihan yang dijalani tidak akan mencapai hasil jika atlet mengalami kelelahan. BEBAN LATIHAN Menurut Suharno (1993:1) Beban latihan adalah suatu bentuk rangsangan motorik yang dapat dikontrol oleh pelatih untuk meningkatkan kualitas atlet dalam rangka mencapai prestasi maksimal. perkembangan multilateral secara tidak langsung atlet akan menghabiskan semua waktu latihannya hanya untuk program tersebut. Prinsip Latihan Menggunakan Model Latihan yang dilakukan didesain sedemikian rupa seakan-akan seperti pada kenyataan yang akan terjadi di lapangan pertandingan. Penyebab terjadinya overtraining antara lain: a) diberikan beban latihan over-loads secara terus menerus tanpa memperhatikan interval. Partisipasi aktif tidak terbatas hanya pada latihan. suatu peristiwa yang dapat diperoleh. Prinsip Pulih Asal Beban latihan yang telah diberikan telah banyak mengeluarkan energi tubuh untuk itu diperlukan pemulihan untuk mengembalikan kondisi tubuh seperti semula. c) proporsi latihan dari ekstensif ke intensif tidak cepat. Oleh sebab itu latihan harus berkesinambungan untuk memelihara kondisi. 1. tetapi dia tentu harus istirahat yang cukup.pelan-pelan pada tiga siklus mikro pertama dengan menguragi atau tahap tanpa beban. Kesungguhan dan aktif ikut serta dalam latihan akan dimaksimalkan jika pelatih secara periodik. Melalui latihan model pelatih berusaha memimpin dan mengorganisasi waktu latihannya dalam cara yang obyektif. 1. itu juga menggambarkan sesuatu yang diusahakan untuk dicapai. Tetapi. Pengertian ini atlet akan menghubungkan keterangan obyektif dari pelatih dengan prakiraan subyektif kemampuannya. untuk itu harus menghindari kelebihan beban latihan. G. Prinsip Partisipasi Aktif dalam Latihan Atlet yang melakukan latihan haruslah tetap berlatih diluar jam latihan wajib meskipun tanpa pengawasan dari pelatih. 10. serta antara proses fisiologis dan psikologis. b) diberikan latihan intensif secara mendadak setelah lama tidak berlatih. Prinsip Reversibilitas Beban latihan yang diberikan pada saat latihan harus dikurangi secara perlahan-lahan pada saat akhir latihan. 1. Prinsip multilateral akan digunakan pada latihan anak-anak yunior. dan meskipun dalam keadaan abstrak ideal diatas adalah kenyataan konkrit. Prinsip Perkembangan Multilateral Perkembangan multilateral lambat laun saling bergantung antara seluruh organ dan sistem manusia. ajeg mendsiskusikan kemajuan atletnya dengannya. 11. memungkinkan atlet dibentuk. Selama waktu bebas atlet dapat melakukan pekerjaaan dalam aktifitas sosial yang memberikan kepuasan dan ketenangan. 1. Tujuan suatu model adalah untuk memperoleh suatu yang ideal. metode dan isi yang sama dengan situasi pertandingan 1. Seseorang atlet akan melakukan kegiatannya meskipun tidak dibawah dan perhatian pelatih.

rythme. (4) Frekuensi adalah ulangan gerak berapa kali atlet harus melakukan gerak setiap giliran. Begitu juga dengan Suharto (1997:72) menyatakan bahwa perubahan massa otot bukanlah disebabkan pertambahan jumlah sel otot melainkan karena pertambahan dari anak serabut otot yang membesar akibat latihan. Sedangkan untuk menghitung denyut nadi yaitu pertama dihitung DNM (denyut nadi maksimal) dengan rumus: 220 – umur. beban berat yang diangkat. Beban Dalam (Inner Load) Beban dalam adalah perubahan fisiologis organisme atlet akibat pengaruh latihan beban luar yang ditandai dengan kenaikan denyut nadi (Suharno. (5) Rythme adalah sifat irama latihan yang berhubungan dengan tinggi rendahnya tempo dan berat ringannya suatu latihan dalam satu unit latihan maupun mingguan. Dan unsur tersebut mencerminkan kwantitas atau banyaknya latihan yang dilakukan pada saat latihan. berarti dalam satu giliran latihan push-up ditemukan 80% x 30 kali (MR) = 24 kali. jumlah ulangan latihan atau unsur teknik yang dilakukan dalam waktu tertentu. recovery. maka 80% x (220 – 20) = 160 kali/menit (intensitas sub maksimal). Begitu juga menurut Suharto (1997:97) menyatakan bahwa pada dasarnya volume latihan meliputi unsur-unsur: waktu atau lama latihan. Kepekatan rangsangan densitas tergantung lama dan pendeknya waktu recovery . (2) fungsi fisiologis organisme. (3) Recovery adalah waktu yang digunakan untuk pemulihan tenaga kembali antara satu dengan elemen bahan latihan elemen berikutnya. Cara menghitung intensitas dengan MR (maximum repeatation) . yaitu 80% dari DNM dan umur atlet 20 tahun. 1985:16). total waktu latihan. Frekuensi tinggi berarti ulangan gerak banyak sekali dalam satu giliran. Frekuensi dapat juga diartikan berapa kali latihan perhari atau berapa hari latihan perminggunya. (2) maksimal 100% dari prestasi terbaik. jumlah set dalam latihan interval dan sirkuit sebagai ukuran rangsangan motorik dalam suatu unit latihan. antara lain: 1) berdasarkan persentase kecepatan dan kekuatan yang digunakan dalam latihan. sementara terjadi penurunan aliran kearah jaringan-jaringan yang kurang aktif. (3) sub maksimal 80% – 99% dari prestasi terbaik. Kemudian tentukan takaran intensitas latihannya. frekuensi. Beban Luar (Outer Load) Beban luar adalah rangsangan motorik yang dapat diatur dikontrol dengan cara memvariasikan ciri beban latihan seperti volume. sedang frekuensi rendah artinya ulangan gerak sedikit dalam satu giliran. Bila pelatih menginginkan intensitas sub-maksimal dalam latihan. (2) Beban Dalam (inner load) 1. intensitas. Di bawah ini ciri-ciri beban luar (Suharno. seperti timbulnya kenaikan volume darah tiap menit dan bertambahnya jumlah darah yang mengalir keotot-otot yang lebih aktif. Namun aliran darah ke daerah-daerah rawan seperti kearah otak dan jantung akan tetap atau meningkat sedangkan tekanan darah dalam arteri secara sistematik dan pemenuhan kebutuhan dalam jaringan dalam tubuh.macam beban latihan yang harus dibedakan pengertiannya menurut Suharno (1993:29) adalah: (1) Beban Luar (outer load): volume. MR push-up atlet dapat dihitung misalnya: mampu 30 kali. Skala intensitas untuk latihan kecepatan dan kekuatan sebagai berikut (Suharno. frekuensi. 1993:29): (1) Volume adalah beban latihan yang biasa dinyatakan dengan satuan jarak. yaitu yang melalui proses pemecahan serabut pada waktu latihan dan terjadi pembesaran otot yang disebabkan karena bertambah luasnya serabut otot (Sajoto 1988:111) . (sistem peredaran darah. recovery. diperlukan koordinasi dalam . 1993:23) Beban dalam mempunyai dampak perubahan fungsional organisme atlet meliputi: (1) susunan anatomis/struktur tubuh yang dimaksud disini adalah latihan dapat menambah jumlah serabut otot. (2) Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi atlet dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. ini berarti intensitas maksimal untuk atlet tersebut 30 kali/100%. Dan intensitas latihan dapat dikalisfikasikan tinggi rendahnya berdasarkan beberapa indikator. 1. 1993:22): (1) super maksimal 101% – ke atas dari prestasi terbaik. Menurut Suharto (1997:98) menyatakan bahwa intensitas latihan merupakan komponen kualitatif yang mengacu pada jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu unit waktu tertentu. intensitas. Beban dalam dikatakan maksimal apabila denyut nadi atlet setelah melakukan satu unit latihan meningkat (Suharno. jumlah beberapa elemen jenis latihan. bulanan dan tahunan. jarak tempuh atau berat beban. 2) berdasarkan jumlah denyut nadi dalam mereaksi beban latihan. (4) medium 60% – 70% dari prestasi terbaik. pernafasan dan metabolisme) yang dimaksud disini yaitu pada secara reflek akan terjadi perubahan pengaliran darah. (5)low (rendah) 59% ke bawah dari prestasi terbaik. irama dalam suatu unit program latihan.

kecepatan dan fleksibelitas (Hadisasmita dan Syarifuddin. 2004:74). karena suatu metode melayani ketentuan pengorganisasian dari suatu kegiatan. Dan untuk denyut jantung seorang yang normal rata-rata antara 60-80 kali tiap menit. Namun metode bukan suatu bentuk mengajar. kekuatan otot. (7) Metode latihan anaerobic . (4) susunan biokimia dalam otot lebih baik. mekanika biologis dan hormon-hormon yang dengan teratur mempertahankan homeostatis tubuh pada waktu istirahat maupun latihan (Sajoto. perhatian dan mengatasi masalah yang merupakan tantangan bagi atlet. 1996:110). (6) Metode latihan aerobik adalah kekuatan yang kecil atau sedang yang dapat dipertahankan untuk jangka waktu yang lama menggunakan energi yang berasal dari pembakaran O2. Apabila seorang pelatih ingin membuat program latihan fisik dan ingin memperberat volume atau meningkatkan intensitas . (5) psikologis yang dimaksud disini yaitu bahwa psikologis juga berpengaruh lebih baik terutama menigkatnya kemampuan menerima tekanan (strees). Menurut Bompa (dalam Budiwanto. H. sedang utuk orang yang terlatih atau atlet denyut jantung mereka waktu istirahat dapat mencapai tingkat yang paling rendah yaitu antara 28-40 (Sajoto. Proses ini dikerjakan secara serentak oleh syaraf. Tenaga aerobic adalah kemampuan tubuh untuk memanfaatkan oksigen dan disepakati sebagai cara terbaik untuk mengukur kondisi kardiovaskuler (Baley. dimana beban hanya dipakai sebagai alat untuk menambah tahanan terhadap kontraksi otot. Pada latihan naik turun bangku ini merupakan latihan fisik yang sederhana dimana didalam melakukan latihannya menggunakan kotak. 1988:193).jantung guna memompa darah keseluruh tubuh secara optimal. (3) Latihan Interval (Interval Training) adalah suatu system latihan yang berganti-ganti melakukan dengan giat (interval kerja) teratur dan berulang-ulang dengan periode kegiatan dengan intensitas rendah (periode sela) dalam setiap latihan (Kent dalam Budiwanto. Metode-metode latihan fisik tersebut diantaranya yaitu: (1) Metode latihan sirkuit (circuit training) adalah suatu sistem latihan yang selain menghasilkan perubahan-perubahan positif pada kemampuan motorik. maka seorang pelatih harus memperhatikan bahan-bahan beban luar latihan di atas. sementara pada waktu latihan yang cukup melelahkan. (4) Metode latihan lari bermain-main kecepatan (speed play atau fartlek) adalah suatu system latihan daya tahan untuk membangun. 2004:71) Weight training adalah program latihan kekuatan menggunakan tahanan yang diberikan oleh beban seperti barbel dan dumbell. kelenturan. menambah frekuensi dan rythme .. untuk mencapai tujuan tertentu (Hadisasmita dan Syarifuddin. system bekerja seseorang pelatih atau olahragawan sehubungan dengan pengetahuan dan kemampuannya yang cukup. tetapi aerobic berbicara tentang tenagaaerobic yang diperlukan untuk ketahanan fisik. tenaga. (5) Metode latihan naik turun bangku(bench stepping). (2) Metode latihan beban(weight training) adalah latihan-latihan yang sistematis. atau memelihara kondisi tubuh seseorang. kelincahan atau kecepatan gerakan tubuh yang sangat dibutuhkan dalam atletik. Aerobic tidak berkaitan dengan dengan usaha peningkatan kekuatan. mengembalikan atau memelihara kondisi tubuh seorang atlet (Hadisasmita dan Syarifuddin. 1996:105). mengembalikan. 1986:159). 1. yang dialirkan keotot. daya tahan. 1996:109). Untuk aliran darah pada saat istirahat hanya 15%-20% darah dari seluruh volume tiap menit. Menurut Suharno (1993:2) menyatakan bahwa speed play atau fartlek adalah suatu system latihan daya tahan yang maksudnya adalah untuk membangun. Latihan interval adalah latihan kondisi yang sangat dianjurkan oleh semua pelatih terkenal karena dalam mengembangkan daya tahan dan stamina atlet hasilnya sangat positif (Hadisasmita dan Syarifuddin. bangku atau sejenisnya menurut Hawkey (dalam Budiwanto. METODE LATIHAN FISIK Metode latihan menurut Hadisasmita dan Syarifuddin (1996:142) adalah suatu cara tertentu. Setelah memahami ciri beban luar dan beban dalam maka para pelatih harus membuat dan memberikan latihan pada atletnya sesuai dengan berat ringannya beban latihan yang dikehendaki. pada latihan ini dijelaskan bahwa pada suatu waktu kerja dengan intensitas dan kecepatan tinggi dalam waktu . Berikut ini akan dibahas beberapa metode dalam latihan fisik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan fisik para atlet. 1988:196). juga memperbaiki secara serempak kesegaran jasmani daripada tubuh. 1996:106). otot akan menerima 80%-85% dari seluruh volume tiap menit. daya konsentrasi. memperpendek waktu recovery. 2004:76).

persiapan tersebut dapat berlangsung selama 2-3 bulan. Menurut Soekarman (1987:58) ada beberapa pendapat mengenai latihan untuk meningkatkan VO 2 maks: (1) Sebaiknya mengerjakan latihan erobik karena dengan latihan erobik sudah ada pembebanan yang meningkatkan kerja jantung maupun paru. Hal tersebut menyebabkan pengangkutan oksigen yang diambil di dalam paru-paru dan dikirim ke seluruh serta pembuangan sisa metabolisme menjadi lebih efisien. ketahanan. “Kenaikan kebutuhan energi memberi penekanan pada kemampuan badan untuk menyediakan oksigen dan bahan bakar yang diperlukan otot” (Sumosardjuno. dengan sub maksimal sudah dapat meningkatkan. Sedangkan Dwiyogo dan Sulistyorini (19991:60) menyatakan: Latihan dan proses erobik yang lama akan memberikan perbaikan-perbaikan pada jantung dan peredaran darah. otot-otot kaki menghendaki energi agar segera diisi lagi. kelentukan. 1993:256) mengatakan bahwa keadaan latihan. Selama latihan. Ekblom (dalam Dwijoyowinoto. maka kemampuan sel untuk menggunakan oksigen juga lebih tinggi. Menurut Soekarman (1986:82) “komponen-komponen ini berhubungan dengan struktur dan faal dalam tubuh. Anaerobic berarti tanpa oksigen. tetapi ada juga yang mengatakan bahwa untuk meningkatkan VO2 maks harus dikerjakan latihan anerobik. I. (3) Latihan Interval (Interval Training) . Apabila kita berlari 20 km. (2) Sebetulnya beban untuk meningkatkan VO 2 maks tidak perlu maksimal. (7) Metode Latihan Anaerobic. Jantung akan lebih kuat dan mampu memompa lebih banyak darah. akan tetapi dalam olahraga sepakbola juga harus didukung oleh latihan yang bersifat erobik. Lebih lanjut Mc Ardle (2001:477) mengatakan bahwa VO 2maks dapat meningkat kira-kira 15-25 % lebih pada latihan intensif selama 3 bulan pertama dan mungkin akan meningkat mencapai 50 % lebih dalam waktu 2 tahun. kecepatan dan lain-lain seharusnya dilakukan latihan dalam waktu yang cukup lama. kebiasaan kegiatan dan latar belakang latihan olahragawan dapat mempengaruhi nilai VO2 maks. Keadaan seperti ini ada proses lain yang disebut metabolisme anaerobic . Setelah memahami metode latihan fisik maka seorang pelatih dalam membuat program latihan fisik dan memberikan latihan fisik pada atletnya harus mengacu pada beberapa metode latihan fisik seperti yang telah dijelaskan diatas 1. (4) Metode Latihan Lari Bermain-main Kecepatan (Speed Play atau Fartlek). PENJELASAN TENTANG LATIHAN UNTUK MENINGKATKAN V02 . tetapi beban sub maksimal sebagian besar sudah merupakan peristiwa anerobik. (2) Metode Latihan Beban (Weight Training).yang pendek memerlukan energi segera. Peningkatan VO2 maks tidak bisa dilakukan tanpa adanya suatu program atau pola latihan yang sesuai dengan prinsip-prinsip latihan fisik. oleh karena itu latihan-latihan yang dikerjakan terutama untuk otot serta ketahanan jantung dan paru.1984:4) . maka dengan sendirinya yang terlihat adalah perubahanperubahan dalam kedua alat tersebut”. tetapi harus membakar lemak. 1994:3). agar VO 2 maks atau kondisi fisik tetap terjaga dengan baik. Jadi sebaiknya untuk meningkatkan VO 2 maks dilakukan latihan anerobik dengan inyerval istirahat. (5) Metode Latihan Naik Turun Bangku (Bench Stepping). Aktivitas fisik yang teratur dapat menyebabkan badan menjadi lebih tahan pada tuntutan latihan. sehingga energi anaerobic dikeluarkan jika masukan oksigen tidak cukup Getchell (dalam Budiwanto. Menurut Hadisasmita dan Syarifudin (1996:129) mempersiapkan komponen kondisi fisik umum seperti kekuatan. daya tahan. 2004:82) Berdasarkan penjelasan di atas ada beberapa metode Latihan Fisik yaitu: (1) Metode Latihan Sirkuit (Circuit Training) . maka energi yang dibutuhkan tidak dapat dipenuhi dengan pembakaran karbohidrat saja. Tujuan latihan peningkatan kondisi fisik adalah meningkatkan kekuatan. Persediaan lemak dalam otot hanya dapat ditingkatkan dengan latihan erobik yaitu denagn beban ringan untuk jangka waktu yang lama. Olahraga sepakbola adalah olahraga yang bersifat anerobik. Peningkatan VO2 maks juga tidak bisa dilakukan dengan hanya beberapa latihan tetapi harus secara terus menerus dan berlanjut yang sesuai dengan program yang dilaksanakan. kelincahan dan kecepatan. yang tidak diperoleh secara cepat dari sumber aerobic. (6) Metode Latihan Aerobic . (3) Untuk ketahanan erobik selain dibutuhkan kemampuan jantung dan paru untuk mengangkut oksigen yang banyak. Sedangkan Thompson dan Mc Ghee (dalam Strauss. karena dengan latihan anerobik dapat diberikan beban maksimum pada sistem jantung dan paru.

sesuai dengan kebutuhan gerak atau penampilan dalam olahraga itu. . Apabila latihannya kurang dari 2 kali seminggu maka akan kurang mendapatkan efek latihan yang diharapkan. perubahan pada penyesuain terhadap panas. seperti perubahan pada komposisi tubuh. bertujuan meningkatkan kemampuan fisik pada taraf lebih tinggi atau baik menjelang pertandingan. 1. 1. 2005:49) adaptasi dari latihan berperan dalam perubahan yang nyata pada kapasitas oksigen maksimal. bertujuan meningkatkan kemampuan kerja organ-organ tubuh . (3) waktu yang digunakan produktif (efektif dan efisien). “(a)prinsip beban berlebih. Dalam menyusun suatu program latihan penigkatan kondisi fisik hendaknya memperhatikan beberapa prinsip latihan fisik antara lain: 1. maka latihan hendaknya dilakukan minimal 3 kali dalam seminggu agar mendapatkan efek latihan yang diharapkan. Program latihan peningkatan kondisi fisik atau VO2 maks memerlukan persiapan fisik dan perancangan program yang baik sesuai dengan prinsip-prinsip program latihan kesegaran jasmani. sedangkan antara 8-10 minggu untuk tujuan anerobik. (3) Peningkatan kemampuan gerak motorik khusus. (b) prinsip tahanan tambahan. jadi program latihan peningkatan VO 2 maks harus berlangsung cukup lama dan sesuai dengan perencanaa dan metode yang benar. Intensitas Latihan Fisik atau Olahraga Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi seorang olahragawan dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. (c) prinsip latihan beraturan. 1. 1988:210) menyatakan bahwa lama latihan yaitu antara 12-16 minggu untuk tujuan endurance. Pengaruh yang lebih luas lagi menurut Arnheim (1995:64) bahwa latihan daya tahan bukan hanya penting untuk memperbaiki VO 2 maks dan menurunkan tekanan darah tapi hal tersebut juga merupakn faktor kunci dalam pencegahan cedera. Latihan daya tahan juga dapat merubah faktor-faktor penting lainnya. perubahan pada jaringan ikat. sehingga memudahkan upaya-upaya peningkatan komponen pelatihan pada tahap berikutnya. Pada fase ini pelatihan bertujuan memahirkan gerakan-gerakan utuh.mengatakan bahwa hasil fisiologis yang utama dari program latihan daya tahan adalah peningkatan dalam latihan atau VO2 maks. (2) harus dapat memperlancar peredaran darah ke jantung secara efektif. Frekuensi Latihan Menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:70) frekuensi latihan diartikan sebagai jumlah latihan yang dilakukan setiap minggunya. khususnya menghadapi pertandingan. Sedangkan menurut Pussegjasrek (1994:59) untuk mencapai tingkat kesegaran jasmani yang baik. Menurut Cooper (dalam Wahyu. (e) prinsip individu”. 1. Harsono (dalam Harsuki dan Elias 2003:308) mengatakan. (d) prinsip spesifik. akibat dari perencanaan yang matang itu ialah bahwa degree of training (derajat latihan) dan kualitas latihan akan naik sehingga akan dapat meningkatkan kapasitas kerja serta penampilan. Menurut Ramana (dalam Wahyu. Lama Latihan Wilmore dan Costill (dalam Sajoto. (1) gerakan-gerakanya melibatkan otot-otot besar tubuh. Macam atau Jenis Latihan Fisik Bentuk latihan fisik yang baik menurut Pussegjasrek (1994:57) antara lain. (2) Persiapa fisik khusus. Menurut Djidie (1997:77) program dan aplikasi pelatihan fisik harus dirancang pengembanganya melalui tahapan sebagai berikut: (1) Persiapan fisik umum. perubahan pada otot dan serabut-serabut otot. 2005:35) pengaruh latihan dapat meningkatkan VO 2 maks dan dapat dicapai dengan cara meningkatkan efisiensi kerja semua sarana penyedia serta penyalur oksigen. perubahan pada tekanan darah. Prinsip Dasar Latihan Menurut Pussegjasrek (1994:56) prinsip-prinsip dasar latihan antara lain.

(4) medium 60% – 70% dari prestasi terbaik. ini berarti intensitas maksimal untuk individu tersebut 30 kali/100%. 1988:210) menyatakan bahwa lama latihan yaitu antara 12-16 minggu untuk tujuan endurance. J. K. Pengaruh latihan kebugaran jasmani terhadap sepak bola 2. Frekuensi Latihan Menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:70) frekuensi latihan diartikan sebagai jumlah latihan yang dilakukan setiap minggunya. agar menghasilkan latihan dan tingkat kesegaran jasmain yang lebih baik”. 2005:13) menjelaskan bahwa: Beban latihan (loading ) adalah bentuk latihan jasmani yang menimbulkan rangsangan fisik dan mental atlet untuk dilawan selama aktivitas berlatih dalam mencapai prestasi olahraga. (3) waktu yang digunakan produktif (efektif dan efisien). durasi dan irama. Bila menginginkan intensitas sub-maksimal dalam latihan. dan jika intensitas latihan fisik lebih kecil maka waktu latihan yang dibutuhkan lebih lama. berarti dalam satu giliran latihan pushup ditemukan 80% x 30 kali (MR) = 24 kali. Skala intensitas untuk latihan kecepatan dan kekuatan sebagai berikut (Suharno. Suharno (dalam Budiwanto. frekuensi. maka 80% x (220 – 20) = 160 kali/menit (intensitas sub maksimal). Sedangkan menurut Harre (dalam Mutohir.1. L. terdiri dari latihan yang mengandung gerak-gerak bagian dari seluruh rangkaian gerak. 2) berdasarkan jumlah denyut nadi dalam mereaksi beban latihan. antara lain: 1) berdasarkan persentase kecepatan dan kekuatan yang digunakan dalam latihan. 2. Kemudian tentukan takaran intensitas latihannya. (5) low (rendah) 59% ke bawah dari prestasi terbaik. 3. Beban latihan dibedakan menjadi dua yaitu beban latihan luar dan dalam. latihan umum diambil dari latihan olahraga tertentu atau senam yang tidak berisi elemen-elemen gerka kompetisi dan dilakukan tanpa menggunakan peralaten senam. intensitas. 1993:22): (1) super maksimal 101% – ke atas dari prestasi terbaik. Dan intensitas latihan dapat diklasifikasikan tinggi rendahnya berdasarkan beberapa indikator. Sedangkan menurut Pussegjasrek (1994:59) bahwa latihan fisik pada intensitas yang lebih besar maka waktu yang dibutuhkannya lebih pendek. (2) maksimal 100% dari prestasi terbaik. (2) latihan khusus (special exercise ): latihan khusus ini terdiri dari dua bentuk. bentuk yang pertama hamper sama urutan geraknya dengan latihan kompetisi tetapi karakteristik pembebanannya berbeda dan latihannya mencakup elemen-elemen atau kombinasi elemen dari latihan kompetisi. MR push-upindividu dapat dihitung misalnya: mampu 30 kali. (3) sub maksimal 80% – 99% dari prestasi terbaik. 1. Karakteristik Esktrakulikuler . Apabila latihannya kurang dari 2 kali seminggu maka akan kurang mendapatkan efek latihan yang diharapkan. Intensitas Latihan Fisik atau Olahraga Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi seorang olahragawan dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. maka latihan hendaknya dilakukan minimal 3 kali dalam seminggu agar mendapatkan efek latihan yang diharapkan. (3) latihan umum (general exercise ). LATIHAN FISIK UNTUK MENINGKATKAN VO2 Bentuk latihan fisik yang baik menurut Pussegjasrek (1994:57) antara lain. Beban dalam adalah suatu beban latihan yang mempengaruhi fisiologi dan psikologi atlet. 1999:67) bahwa latihan pada umumnya dikategorikan dalam tiga bentuk: (1) Latihan kompetisi (competitive exercise): latihan kompetisi merupakan bentuk latihan yang urutan gerak dan tipe karakteristik geraknya menyerupai tuntutan suatu kompetisi khusus suatu event cabang olahraga yang merupakan spesialisasi atlet yang bersangkutan. Beban luar adalah volume. Cara menghitung intensitas dengan maximum repeatation (MR). 1. (1) gerakan-gerakanya melibatkan otot-otot besar tubuh. Lama Latihan Wilmore dan Costill (dalam Sajoto. sedangkan antara 8-10 minggu untuk tujuan anerobik. Menurut Suharto (1997:98) menyatakan bahwa intensitas latihan merupakan komponen kualitatif yang mengacu pada jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu unit waktu tertentu. 1. Sedangkan untuk menghitung denyut nadi yaitu pertama dihitung denyut nadi maksimal (DNM) dengan rumus: 220 – umur. yaitu 80% dari DNM dan umur atlet 20 tahun. 1. dan bentuk latihan khusus yang kedua. 1. (2) harus dapat memperlancar peredaran darah ke jantung secara efektif. Untuk mencapai tingkat kesegaran jasmani yang baik.

memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan sosial. memaksimalkan dan mengembangkan kemampuan beserta bakatnya yang terpendam di dalam dirinya masing-masing. bakat. dapat diberikan pada jam-jam di luar sekolah (Sarifudin.com) Selain itu tujuan lain dari kegiatan ekstrakurikuler adalah: Menumbuh kembangkan pribadi peserta didik yang sehat jasmani dan rohani. misalnya: olahraga. Menurut Ahmadi (1984:105) kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan-kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub-klub. Beberapa cabang ekstrakurikuler baik secara perorangan maupun kelompok diharapkan dapat meraih prestasi yang optimal. bersikap sportif. ekspresi dan lain-lain. secara otomatis siswa telah membentuk wadah-wadah kecil yang di dalamnya akan terjalin komunikasi antar anggota dan sekaligus dapat belajar vdalam mengorganisir setiap aktivitas kegiatan ekstrakurikuler. kesenian. Tujuan kegiatan ekstrakurikuler . Dengan adanya kegiatan yang dilakukan di luar sekolah maka siswa dapat menyalurkan. (3) Pencapaian prestasi yang optimal. Siswa dapat belajar untuk menghormati keberhasilan orang lain. setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah.com). budaya dan alam sekitarnya. Melalui ekstrakurikuler siswa dapat benarbenar menjadi manusia yang intensif. (2) Sebagai wadah di sekolah.multiply. 1982:33). Dwiyogo (2007:55) menyatakan kegiatan pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. potensi. di mana hal-hal yang tidak dapat diselesaikan dalam program yang telah ditentukan dalam jam-jam pelajaran sekolah. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah. untuk menyalurkan bakat dan minat dan untuk melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya. Selain itu ekstrakurikuler mempunyai tiga tujuan dasar sebagai berikut: (1) Membina minat dan bakat siswa. Dari pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran (tatap muka) dengan maksud untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan.blogspot. untuk memperluas pengetahuan. Oleh karena itu sering sekali atau pun wajib diadakan kegiatan di luar jam sekolah untuk memaksimalkan kegiatan bagi siswa yang mengikutinya walaupun kegiatan tersebut tidak formal. di mana hal-hal yang tidak dapat diselesaikan dalam program yang telah ditentukan dalam jam-jam pelajaran sekolah. Dengan aktifnya siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler diharapkan dapat membina dan mengembangkan minat yang ada pada siswa serta memupuk bakat yang dimiliki siswa. menyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya. dapat diberikan pada jam-jam di luar sekolah”. Dari paparan di atas maka dapat disimpulkan bahwa tujuan kegiatan ekstrakurikuler adalah untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan. berjuang untuk mencapai prestasi secara jujur dan lain-lain. Tujuan Kegiatan Ekstrakurikuler Menurut Sarifudin (1982:33) bahwa “program ekstrakurikuler dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan. Ekstrakurikuler adalah suatu program yang dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan. serta menanamkan sikap sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab melalui berbagai kegiatan positif di bawah tanggung jawab sekolah (http://nisanurdini. bakat.Pengertian Kegiatan Ekstrakurikuler Keterbatasan waktu berolahraga yang dilakukan secara formal sangat menghambat tercapainya pembinaan secara maksimal untuk perkembangan dan pertumbuhan siswa. minat. Sahertian (1987:83) menyatakan kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran biasa (termasuk pada waktu libur) yang dilakukan di sekolah ataupun di luar sekolah dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai mata pelajaran. baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah (http://ekskulabsky.

dan beberapa macam kegiatan yang dapat berpengaruh terhadap kesempurnaan proses dan keberhasilan proses belajar mengajar. (5) teknik merampas bola. Permainan ini hampir seluruhnya menggunakan kemahiran kaki. dan (8) teknik penjaga bola. (6) teknik melempar bola. Sepakbola adalah permainan beregu yang dimainkan masing-masing regu sebelas pemain termasuk seorang penjaga gawang. (3) diberikan untuk upaya pembinaan manusia seutuhnya. (3) teknik menggiring bola. Menurut Hariyoko dan Mahmud (1991:3) teknik-teknik dasar dalam permainan sepakbola adalah: (1) teknik menendang bola. kekuatan. Sepakbola merupakan permainan beregu yang dimainkan tiap regu terdiri dari 11 pemain termasuk penjaga gawang. (c) Mempunyai subyek yang sama atau sasaran yang sama. Selain menguasai teknik-teknik dasar bermain sepakbola yang tersebut diatas masih ada faktor-faktor lain yang dapat menunjang seorang pemain sepakbola untuk berprestasi. orang tua. kecuali seorang penjaga gawang yang bebas menggunakan anggota badan apapun (Abdoellah. mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. 1981:409). (b) Diberikan di luar jam pelajaran dan diawasi oleh guru yang bertanggung jawab tentang bidang pelajaran tersebut. Melalui ekstrakurikuler dibina satu kesatuan individu yang utuh fisik dan psikis. semuanya melakukan permainan sepakbola. KARAKTERISTIK SEPAK BOLA Sepakbola dan Karakteristiknya Di manapun. Karena . (7) teknik gerak tipu dengan bola. Dan semua ini dapat diperoleh dengan latihan konsdisi fisik dengan terus menerus tanpa merasa bosan. (2) teknik menerima bola. darmawisata. Faktor-faktor itu antara lain: daya tahan. Sedangkan menurut Batty (2004:8) sepakbola adalah permainan beregu yang dimainkan oleh individu-individu untuk menyebar luaskan gagasan dari pelatih agar sepakbola menjadi permainan yang lebih baik dan menyerang dalam kerangka suatu kerjasama beregu. kecepatan. 1. dengan waktu 2×45 menit. (d) Ekstrakurikuler pelaksanaannya berbeda dalam cara dan sifat pelaksanaan dari kurikuler. kelincahan. dan strategi.tidak akan berhasil tanpa adanya partisipasi dari pihak lain seperti: prasarana. dan apapun bentuk sepakbola? Olahraga ini adalah salah satu olahraga yang paling digemari diseluruh dunia. mulai dari pelosok-pelosok desa sampai kota-kota besar. keseimbangan. (2) diberikan untuk mengembangkan bakat dan minat siswa. Dari ciri-ciri yang dikemukakan oleh Sarifudin di atas maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler mempunyai ciri-ciri sebagi berikut: (1) diselenggarakan di luar pembelajaran formal. Ciri-ciri Kegiatan Ekstrakurikuler Sarifudin (1982:45) menyebutkan ciri-ciri kegiatan ekstrakurikuler sebagai berikut: (a) Merupakan bentuk kegiatan yang berkaitan atau berhubungan langsung dengan kurikulum sekolah. kapanpun. Kendati demikian sepakbola mempunyai banyak aspek atau bagian yang masing-masing perlu diperhatikan. (e) Ekstrakurikuler dapat berupa olahraga. M. dan kelentukan. Permainan ini dimainkan di lapangan berumput dengan ukuran panjangnya 100-110 meter dan lebarnya 64-75 meter yang mana lamanya permainan sepakbola ini adalah 2×45 menit dengan dipimpin oleh 1 orang wasit dan 2 orang asisten wasit. kesenian. Tujuan dari sepakbola ini adalah memasukkan bola ke gawang lawan dan berusaha mempertahankan gawangnya agar tidak kemasukan. yaitu anak didik. Untuk itu sebagai seorang pemain sepakbola hendaklah memiliki keempat hal yang tersebut diatas terutama teknik dan fisik yang merupakan teknik dasar dalam bermain sepakbola. dan rekreasi. teman. Menurut Luxbacher (1998:2) menyatakan bahwa sepakbola adalah suatu pertandingan yang dimainkan 2 tim yang masing-masing beranggotakan 11 orang pemain. Pada mulanya sepakbola merupakan olahraga untuk sekedar hobi tapi lambat laun sepakbola menjelma sebagai olahraga yang bisa mendatangkan uang atau dengan kata lain sepakbola merupakan suatu pekerjaan. dan masyarakat. pramuka. guru. (4) teknik menyundul bola. seperti: teknik. taktik. artinya mempunyai pengaruh terhadap pencapaian tujuan kurikulum. fisik.

intrumen penelitian.dan perlengkapan evaluasi). 3). penyusunan buku pegangan. Untuk itu dalam melatih kondisi fisik pelatih juga harus memperhatikan kedua sistem energi tersebut dalam menyusun program latihan. (7) Melakukan revisi produk ( berdasarkan saran – saran dan uji coba lapangan utama) (8) Uji lapangan meliputi (9) Revisi Produk Akhir. Akan tetapi dalam permainan sepakbola sewaktu-waktu juga membutuhkan kecepatan. olahraga sepakbola memerlukan dua sistem energi yaitu aerobik dan anaerobik. perumusan tujuan. uji coba produk. Mengembangkan Produk Awal ( berupa penerapan formasi pertahanan) . Dan stamina merupakan unsur utama dalam permainan sepakbola pemain harus mempersiapkan diri untuk mengalami kelelahan fisik. dengan pertimbangan kebutuhan untuk menghasilkan produk pembuatan program Latihan Kebugaran jasmani di ekstrakulikuler sepak bola di MAN tlogo blitar Kabupaten Blitar.Melakukan penelitian dan pengumpulan informasi (kajian pustaka. dan semua itu harus membutuhkan stamina dan kondisi fisik yang prima. seperti: lari sprint . Permainan sepakbola merupakan olahraga yang membutuhkan waktu yang lama. anda membungkuk.dan uji coba skala kecil. berhenti. berputar. Menggunakan uji lapangan permulaan menggunakan 16 – 12 subjek). Adapun langkah – langkah yang akan dicapai oleh peneliti adalah sebagai berikut: 1. Mengembangkan bentuk produk awal (penyiapan materi pengajaran. A. sehingga seorang pemain akan memiliki daya tahan dan kecepatan secara seimbang. subjek uji coba. Melakukan revisi terhadap produk utama ( sesuai dengan saran – saran dari hasil uji lapangan permulaan) (6) Melakukan uji lapangan utama. berlari. Menurut Devaney (1988:70) satu unsur dalam sepakbola yang tidak pernah berubah dari masa ke masa adalah stamina. BAB III METODE PENGEMBANGAN Dalam metode pengembangan akan diuraikan tentang model pengembangan. berbalik badan dan menangkap atau menghalau bola untuk penjaga gawang. Bila dilihat dari urain di atas. berbelok ke kiri. pengamatan kelas. Dari berbagai macam – macam langkah pengembangan yang dikemukakan oleh borg dan Gall yang sebagian di modifikasi oleh peneliti. berputar ke mana saja untuk menghindari lawan. 5 ). 2). dan tehnik analisis data. untuk itu dalam permainan sepakbola menggunakan sistem energi aerobik. Dengan demikian peran latihan fisik didalam permainan sepakbola sangat menunjang bagi pemain untuk berprestasi baik di level lokal maupun internasional.Melakukan penelitian dan pengumpulan data informasi termasuk kajian pustaka dan analisis kebutuhan.Model Pengembangan Dalam penerapan Program latihan kebugaran jasmani ini peneliti menggunakan pengembangan milik Borg dan Gall (1983:775) yang terdiri dari: 1). Tidak kita pungkiri bahwa seorang pemain sepakbola yang memiliki skill individu yang baik tidak akan berarti apa-apa bila tidak ditunjang dengan kondisi fisik yang prima. Melakukan perencanaan (pendefinisian keterampilan.seorang pemain sepakbola yang telah memiliki teknik individu yang baik dan ditunjang oleh stamina yang prima. 4). Dan olahraga yang membutuhkan kecepatan membutuhkan sistem energi anaerobik. 2. Ditambahkan pula oleh Devaney (1988:71) di dalam permainan sepakbola anda harus menggiring bola. maka taktik dan strategi yang diintruksikan oleh pelatih akan mudah dijalankan. berbelok ke kanan. prosedur pengembangan. persiapan laporan tentang pokok persoalan.penentuan urutan pengajaran.jenis data.

3. langkah selanjutnya adalah membuat Produk Awal berupa pembuatan program Latihan kebugaran jasmani dalam permainan Sepak Bola.Revisi Produk Akhir . Analisis kebutuhan tersebut dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara guru pendidikan jasmani di MAN Tlogo Blitar kabupaten Blitar mengenai produk yang dikembangkan peneliti. 6. B.Revisi produk pertama Setelah uji coba produk. saran dan penilaian terhadap produk yang dikembangkan. Revisi produk Pertama. revisi produk dari peninjauan para ahli. 5.Uji Coba Lapangan ( kelompok Besar ) Pada tahap ini dilakukan uji coba lapangan ( kelompok Besar ) terhadap produk yang dikembangkan dengan menggunakan subjek uji coba 22 siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Kabupaten blitar. hasil produk penerapan formasi pertahanan yang dihasilkan melalui revisi uji coba lapangan. serta uji coba kelompok kecil. 7. Evaluasi dari para ahli dengan kualifikasi yaitu. Prosedur Pengembangan Pada pengembangan program latihan kebugaran jasmani. peneliti membuat produk kemudian di uji cobakan kepada kelompok kecil tetapi sebelumnya dikonsultasikan dan di uji oleh para Ahli.ahli tehnik dalam program latihan sepak bola. dilakukan melalui beberapa tahap. serta menggunakan tehnik wawancara. dan Ahli Program latihan kebugaran Jasmani sepak Bola sebagai perbaikan dari produk yang telah di ujicobakan. 4. Dalam pembuatan Produk yang dikembangkan ini. Revisi ini digunakan untuk perbaikan terhadap produk awal yang dibuat peneliti. maka dilakukan revisi dari masukan beberapa ahli yaitu ahli kepelatihan sepak Bola.uji coba produk Uji coba produk ini dimaksudkan untuk memperoleh masukan. 2. 1 kepelatihan di bidang sepak bola. 5. kusioner. Tahap dari prosedur ini antara lain sebagai berikut: 1.3. 4.Pembuatan Produk Awal Setelah melakukan analisis kebutuhan. lalu dikumpulkan dan analisis. revisi Produk akhir yang dihasilkan oleh uji coba lapangan ( kelompok Besar.Analisis kebutuhan Analisis kebutuhan merupakan langkah – langkah yang digunakan untuk mengkaji keadaan lapangan dengan tujuan apakah produk yang dikembangkan diterima atau tidak oleh subjek. Dalam hal ini berperan sebagai konsultan dan memberikan masukan dalam penyempurnaan Produk untuk di ujicobakan di lapangan. uji lapangan dengan menggunakan tehnik koesioner kemudian di analisis 6.

Hasil data yang diperoleh dari uji lapangan atau kelompok besar ini digunakan untuk menyempurnakan keseluruhan pengembangan program latihan kebugaran jasmani dalam kegiatan esktrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar.Hasil Akhir Hasil Akhir Berupa Produk yang telah dihasilkan dari uji lapangan ( kelompok Besar ) sebagai bentuk penerapan program latihan kebugaran jasmani sepak bola.Desain uji coba Desain uji coba dilaksanakan melalui dua tahap yaitu: (1) evaluasi tahap pertama dan evaluasi tahp kedua. 2. sebagai perwakilan kelompok besar selama 8 kali pertemuan.Tinjauan Ahli Untuk memperoleh masukan tentang rancangan penerapan Informasi program latihan kebugaran Jasmani sepak bola . 3. Evaluasi tahap ini terdiri dari : 1.Evaluasi tahap kedua Uji lapangan atau kelompok besar dilaksanakan di MAN Tlogo Blitar.Revisi produk Pertama Hasil dari data ahli tersebut dianalisis. maka produk ini dikembangkan ini terlebih dahulu diuji oleh para ahli. a. selanjutnya dijadikan acuan untuk merevisi produk penerapan Program latihan kebugaran Jasmani dalam permainan sepak bola sebelum diujicobakan untuk kelompok kecil. Dari kegiatan uji coba kelompok lapangan dimasudkan untuk mengetahui keefektifan perubahan yang dilakukan sebelumnya. Subyek Uji Coba . metode pengambilan subjek yaitu menggunakan prosedur yang dilakukan dalam bentuk uji coba ini adalah (1) menerapkan penerapan Program latihan kebugaran jasmani dalam permainan sepak bola kepada siswa. (2) meminta kepada siswa untuk memberikan tanggapan dan pendapat tentang penerapan Program latihan Kebugaran Jasmani dalam permainan sepak bola dengan menggunakan koesioner. Tujuan kelompok kecil ini digunakan untuk meminimalkan kesalahan yang ditemui dan mengetahui tanggapan dari produk awal yang dikembangkan. Evaluasi tahap pertama. dan dapat dimungkinkan untuk digunakan dalam lingkup yang sebenar – benarnya. C.Uji coba kelompok kecil Uji coba kelompok kecil dilaksanakan di MAN Tlogo Kabupaten Blitar untuk siswa yang mengikuti ekstrakulikuler sepak bola dengan subjek 12 pemain.Revisi produk dari hasil uji coba lapangan yang telah diujicobakan pada peserta ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Kab. 7. 2.Uji Coba Produk Uji coba Produk ini dilakukan untuk mengumpulkan data yang digunakan sebagai dasar dalam menetapkan kelayakan dari produk yang dikembangkan. Blitar. Dalam bagian ini yang harus diperhatikan yaitu: (1) rancangan uji coba (2) Subjek uji coba (3) intrumen pengumpulan data dan (4) tehnik analisi data 1. b.

Jenis Data Dari data yang diperoleh dari hasil evaluasi ahli. Kriteria pemilihan siswa sebagai sebyek pengembangan 12 orang siswa esktrakulikuler sepak bola MAN Tlogo Blitar. Dengan demikian. dan sebagai pelatih sepak bola. 5. 4.Rumus untuk mengolah data per sebjek uji coba P= X X 100% X1 Keterangan : P = persentase hasil evaluasi uji coba X= Jumlah jawaban skor oleh subyek uji coba X1 = jumlah jawaban maksimal dalam aspek penilaian oleh subyek uji coba 100 %= Konstanta b.Intrumen Pengumpulan Data Pada intrumen ini digunakan adalah pengembangan sendiri dengan mengacu pada metode atau prosedur yang sudah ditentukan. subjek uji coba yang digunakan meliputi: untuk kelompok uji coba siswa terdapat dua kelompok uji coba yaitu: 12 pemain untuk uji coba kelompok kecil dan 22 pemain MAN Tlogo Blitar untuk uji coba kelompok besar. Intrumen yang dibuat untuk pengumpulan data adalah tehnik kuesioner untuk para ahli dan siswa. pengembangan ini data yang digunakan adalah kuantitatif dan Kualitatif.Rumus untuk mengolah data secara keseluruhan uji coba P = ∑ X x 100 % ∑ Xi Keterangan P ∑X ∑Xi : Persentase hasil keseluruhan subyek uji coba : Jumlah keseluruhan jawaban subyek uji coba dalam keseluruhan aspek penilaian : jumlah keseluruhan maksimal subyek uji coba 100% : Kostanta . intrumen yang dibuat untuk pengumpulan data adalah angket yang dibuat sendiri dengan mengacu pada analisis kebutuhan.Dalam pengembangan produk.Tehnik analisis data Pengembangan ini tehnik analisis data yang digunakan adalah tehnik analisis diskriptif dengan persentase. Tehnik ini digunakan untuk analisis data kuantitatif yang diperoleh dari hasil penyebaran angket. Rumus yang digunakan untuk menganalisis dan menggunakan rumus dari Sudjana (1990:40 ) a. Kriteria bagi ahli sepak bola dan ahli dalam program latihan kebugaran jasmani mempunyai sertifikasi kepelatihan sepak bola. 3. Prosedur yang dilakukan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan yang diperlukan.

70% 70. Persentase 0-20 % 20. 2. 4. 1-100 % Klasifikasi Tidak baik Kurang baik Cukup baik Baik Sangat baik Makna Dibuang Diperbaiki Digunakan Digunakan Digunakan . 5. 1-90 % 90.1. 1996: 58 ) maka ditetapkan kriteria sebagai berikut: No 1.40 % 40.Untuk menentukan penafsiran terhadap hasil analisis persentase tingkat kemenarikan produk pengembangan digunakan klasifikasi persentase guilford ( dalam Fagih. 1. 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful