PENGEMBANGAN PROGRAM LATIHAN KEBUGARAN JASMANI BERUPA LATIHAN FISIK UNTUK MENINGKATKAN V02 PADA PESERTA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER

SEPAK BOLA DI MAN TlOGO BLITAR PROPOSAL SKRIPSI Pembimbing: Oleh: HUMAID ALI HASAN NIM 208711415983

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN JURUSAN PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN DESEMBER DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang ………………………………………………………….

2. Rumusan Masalah………………………………………………………. ……… 3. Tujuan Penelitian ……………………………………………………… 4. Spesifikasi Produk yang diharapkan…………………………….. 5. Pentingnya Pengembangan ………………………………………….

6. Asumsi keterbatasan pengembangan ……………………………………. 7. Definisi Istilah…………………………………………………………………….

8. Sistematika penulisan 9. Definisi Operasional……………………………………………………………. BAB II KAJIAN PUSTAKA 1. Kesegaran Jasmani………………………………………………………

2. Tujuan kesegaran jasmani……………………………………………. 3. Komponen-komponen Kesegaran Jasmanai……………………………. 4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesegaran Jasmani…… 5. Program latihan ………………………………………………………….

6. Prinsip Latihan…………………………………………………………… 7. Beban Latihan …………………………………………………………….

8. Metode Latihan Fisik …………………………………………………. 9. Penjelasan Tentang program latihan untuk meningkatkan VO2 10. Latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan VO2 11. Peran Kesegaran Jasmani dalam Permainan sepak bola…… 12. Kegiatan Ekstrakurikuler…………………………………………………….. 13. Karakteristik Sepak Bola……………………………. BAB III METODE PENELITIAN 1. model pengembangan………………………………………………………….

2. prosedur pengembangan……………………………………………………… 3. uji coba produk,…………………………………………………………………. 4. subjek uji coba……………………………………………………………………. 5. jenis data……………………………………………………………………

6. intrumen penelitian…………………………………………………….. 7. tehnik analisis data……………………………………………………

BAB I PENDAHULUAN 1. A. Latar Belakang Pendidikan di Indonesia merupakan perwujudan manusia yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa berdasarkan (UUD 1945). Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kehidupan bangsa dan kemajuan suatu negara. Dengan adanya pendidikan bangsa indonesia akan mengalami kemajuan dan meninggalkan suatu bentuk keterpurukan, seperti sekarang ini. Untuk itu pemerintah harus lebih berkosentrasi terhadap pendidikan di indonesia dan juga harus membuat suatu kebijakan yang mengarahkan pada perkembangan pendidikan di indonesia. Pendidikan merupakan cara yang srategis untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Dengan kebijakan yang berkelanjutan khususnya dalam dunia pendidikan di indonesia, bukan mustahil pendidikan di indonesia akan menciptakan SDM yang berwawasan luas dan berkualitas. Sumber daya manusia yang berkualitas akan membawa pada kemajuan bangsa terutama dalam menjadikan masyarakat madani. Sehingga dengan adanya pendidikan yang bermutu maka semua hal yang berhubungan dengan masalah pendidikan akan cepat terselesaikan. Salah satu Pendidikan yang mengarahkan pada perkembangan perkembangan keseluruhan aspek manusia adalah pendidikan jasmani. Pendidikan jasmani hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu baik secara jasmani dan rohani. Sehingga pendidikan jasmani merupakan salah satu pendidikan yang sangat penting dan utama untuk kemajuan suatu bangsa. Pendidikan jasmani memiliki peran yang sangat penting dalam mengintensifikasi penyelenggaraan pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup. Pendidikan jasmani memberikan kesempatan pada siswa untuk terlibat langsung dalam aneka pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, bermain, dan berolahraga yang dilakukan secara sistematis ,terarah dan terencana. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina, sekaligus membentuk gaya

hidup sehat dan aktif sepanjang hayat. Badan Standart Nasional Pendidikan (2006:729) menyatakan bahwa: Pendidikan jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani,keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional,tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Pada hakekatnya pendidikan jasmani tidak hanya untuk mengembangkan badan tetapi juga untuk mengajarkan perilaku sosial, kebudayaan, dan menghargai etika serta mengembangkan kesehatan mental – emosional ( adisasmita, 1989:2 ) selain itu adisasmita juga berpendapat bahwa kegiatan jasmani tertentu yang dipilih dapat membentuk sikap / membentuk karakter yang berguna bagi pelakunya. Untuk mencapai tujuan tersebut harus ada lingkungan yang lebih banyak dari pihak lain seperti keluarga, sekolah, serta lingkungan. Untuk pendidikan jasmani yang diberikan di sekolah , tentu pihak sekolah mempunyai peran dan tanggung jawab yang tinggi. Dalam hal ini guru pendidikan jasmani harus mempunyai inovasi – inovasi untuk melaksanakan pembelajaran pendidikan jasmani guna mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Untuk mencapai tujuan pendidikan jasmani dan mengembangkan bakat dan minat siswa pihak sekolah menyelenggarakan kegiatan ekstrakulikuler. Menurut ahmadi ( 1984:105) kegiatan ekstrakulikuler adalah kegiatan – kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub – klub, misalnya: olahraga, kesenian, ekspresi dan lain- lain. Kegiatan ekstrakulikuler bertujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai berbagai mata pelajaran, meyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan menusia seutuhnya ( sahertian,1978:83 ). Jadi sekolah merupakan tempat dimana siswa dapat mengembangkan bakat dan minatnya kegiatan ektrakulikuler. Di MAN tlogo Blitar salah satu sekolah lanjutan akhir di blitar dengan jumlah siswa 850 siswa juga melaksanakan kegiatan ektrakulikuler. Man Tlogo blitar merupakan sekolah madrasah aliyah negeri di blitar yang menjadi salah satu sekolah favorit dengan keuggulan dalam ilmu agama dan umum. Akan tetapi tidak hanya ekstrakulikuler yang bergerak dalam bidang akademik saja yang banyak diminati oleh siswa , mereka juga sangat berantusias dalam mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang bergerak dalam bidang olahraga. Kegiatan ektrakulikuler olahraga diadakan oleh pihak sekolah bertujuan selain untuk menunjang proses belajar – mengajar khususnya pendidikan jasmani untuk mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa. Kegiatan ekstrakulikuler di Man Tlogo Blitar terdiri dari berbagai banyak cabang olahraga, diantaranya Badminton, sepak Bola, Tenis Meja, bola voli, dan futsal. Dari kelima ektrakulikuler tersebut siswa bisa memiliki ekstrakulikuler yang diinginkan sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa. Data peserta ekstrakulikuler olahraga di Man Tlogo Blitar sebagaimana ditunjukan sebagai berikut:

No 1. 2. 3. 4. 5.

Cabang Olahraga Badminton Sepak Bola Bola Voly Futsal Tenis Meja

Jumlah Peserta 25 22 27 23 24

( Sumber : Koordinator ekstrakulikuler di Man Tlogo Blitar ). Dari tabel diatas diketahui bahwasanya dari ke lima kegiatan ekstrakulikuler yang termasuk dalam kegiatan olahraga, cabang olahraga sepak Bola paling sedikit pesertanya dibanding dengan olahraga lain,

tetapi dalam sisi prestasi cabor sepak bola masih mempunyai nama daripada ektrakulikuler yang lain. Dalam survei beberapa hari kemarin teryata Prestasi sepak bola Man Tlogo blitar cukup menjanjikan.Terhitung beberapa Prestasi telah diraih khususnya di tahun 2008 – 2010. Pada tahun 2008/2009 Tim Sepak bola Man Tlogo blitar telah mencatat prestasi menjadi juara tiga PORSENI tingkat MAN/ MA se – Kabupaten Blitar. Kemudian tahun 2009/2010 Tim Sepak Bola Tim Man Tlogo Blitar telah meraih Prestasi Juara 1 POPDA Tingkat SMA/ MAN sederajat se- Kabupaten Blitar. Seiring perjalananya waktu Tim Manega dalam berapa bulan terakhir khususnya dari segi Prestasi agak menurun dan banyak faktor yang mempengaruhinya. kemarin saya mencatat banyak dari anggota Tim MANEGA banyak mengalami kekelahan dan keletihan sehingga para pelatih kebingungan dalam mengatasi anak buahnya. Faktanya menunjukan dengan kebugaran jasmani yang tidak bagus, dalam pertandingan Uji Coba selama3 kali berturut – turut hasilnya mengecewakan. 2 kali kalah dan 1 kali seri . Dari itu pelatih dengan peneliti pada hari sabtu tanggal 23 september menyetujui kesepakatan untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani para pemain perlu adanya Tes dan pengukuran. Tes yang dipilih oleh seorang pelatih dan peneliti adalah Tes Multistage. Peserta yang mengikuti tes kebugaranjasmani pada waktu itu tercatat sebanyak 20 orang. Berdasarkan analisis kebutuhan yang saya lakukan dengan metode observasi maka dengan diadakanya tes kebugaran jasmani dengan lari multistage teryata dari 20 sampel dari para peserta ekstrakulikuler sepakbola masih dibawah standart minimal kebugaran jasmani. Di bawah ini hasil dari Tes Multistage pada ekstrakulikuler sepak bola di Man Tlogo Blitar sebagai berikut:\ Tabel Hasil Tes Lari Multitahap Siswa

No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16 17. 18 19 20 21

Nama Denta Permana Fuad Sholiki Faris Fahrul Rizal Agus Rohman Hendro WIJAYA Farid jalal Main M. labib M. fitrian Risfendi Imam Bahroini Kharis Khusen Andika Wardana Dadang Permana Susilo Dwi P Galang Panjalu Budi Zaky Fahrani Bambang Hendro Joko susilo Adi wendarta Levi setiambudi M. Fahrudin

Usia 17 16 17 18 15 17 18 18 16 17 16 18 16 15 17 18 17 16 15 18 17

Shutlle 5 6 8 7 6 5 7 5 4 5 6 5 7 6 5 5 7 6 6 8 9

Level 5 3 7 1 4 3 2 9 3 8 5 4 3 6 7 4 5 2 1 4 2

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwasanya para peserta anggota ekstrakulikuler Man Tlogo Blitar khususnya sepak bola dalam hal kebugaran jasmaninya masih dalam keadaan kurang baik. Oleh karena

itu maka untuk mencapai kebugaran jasmani yang bagus harus ada solusi atau sejenis jalan keluar untuk mangatasi masalah ini. Pada hari yang lalu kami telah bertanya kepada pelatih apabila anak didiknya kita beri suatu bentuk program latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik, teryata juga setuju dan pelatih akan terbantu apabila dari kami bisa membuat pengembangan program latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik guna meningkatkan VO2 para atle sepak bola MAN TLOGO Blitar. Untuk memenuhi tuntutan daya tahan tersebut seorang para anggota Tim Manega harus mempunyai energi dalam jumlah banyak. Tuntutan energi dalam jumlah banyak itu akan diproduksi melalui sistem erobik yang memerlukan oksigen, oleh karena itu tinggi rendahnya daya tahan seorang para pemain Tim Manega tergantung dari tinggi rendahnya kapasitas oksigen maksimal atau VO2maks. Menurut Del Asri (2004:4) besaran energi yang dapat tersedia per satu satuan waktu melalui proses erobik dapat ditentukan oleh volume oksigen yang dapat diangkut dengan maksimal oleh darah dari paru-paru seseorang. Pada orang normal (bukan atlet) nilai tingkat VO2 maks yang baik untuk wanita adalah diatas 40 ml/kg/menit dan untuk pria diatas 45 ml/kg/menit (Howley dan Frank, 1997:211). Tinggi rendahnya VO2 maks para pemain Tim Manega sangat berpengaruh pada kondisi fisik atau kesegaran jasmani anggota Tim. Menurut Wagner (2008) tinggi rendahnya VO2 maks seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu jenis latihan, keturunan, pengaruh keadaan, komposisi badan, jenis kelamin, dan umur. Fox (dalam Umar, 2001:59) menyatakan Seseorang yang memiliki VO2 maks yang tinggi tidak saja mampu melakukan aktivitas daya tahan dengan baik tetapi lebih dari itu, mereka akan mampu melakukan recovery (pemulihan asal) kondisi fisiknya lebih cepat dibandingkan dengan orang yang memiliki VO2 maks yang rendah. Sehingga kemampuan mereka untuk untuk melakukan aktivitas berikutnya bisa lebih cepat dan mampu bertahan dalam jumlah waktu yang lama. Tinggi rendahnya VO2 maks seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satu dari faktor tersebut adalah organ tubuh yang pada dasarnya organ-organ tubuh tersebut sangat menunjang terhadap tingkat VO2 maks. Organ-organ tersebut seperti; paru yang berfungsi untuk memasukkan oksigen dari luar kedalam tubuh, kualitas darah (hemogoblin) yang berfungsi untuk mengikat oksigen dan membawanya ke seluruh jaringan, jantung yang berfungsi memompa darah, dan sistem sirkulasi (pembuluh darah) yang berfungsi tempat jalannya darah serta jaringan tubuh yang akan mempergunakan oksigen untuk proses oksidasi sehingga menghasilkan energi. Bagi para pemain Tim Manega semakin baik kualitas faktor-faktor tersebut maka semakin baik dan tinggi pula tingkat VO2 maks seorang pemain, sehingga tingkat daya tahannya juga baik yang pada akhirnya bagi TIM Manega memiliki tingkat kesehatan dan kesegaran jasmani yang tinggi pula . sehingga apabila tingkat kesegaran Jasmani para pemain Tim Manega bagus maka prestasi juga akan dapat meningkat dan lebih bagus lagi. Sebaliknya jika Para pemain Tim Manega mempunyai daya tahan yang rendah, maka mereka akan cepat mengalami kelelahan yang mengakibatkan emosi yang tidak stabil, mudah terombang-ambing dalam situasi atau suasana, kurang kosentrasi dan tidak fokus dalam pertandingan sehingga para pemain tim manega dalam segi prestasi akan menurun. Untuk meningkatkan VO2 maks latihan fisik harus dilakukan, peningkatan VO2maks sebaiknya dengan cara program latihan erobik karena dengan latihan erobik sudah ada pembebanan yang meningkatkan jantung maupun paru. Sedangkan untuk meningkatkan VO2 maks yang dilakukan dengan Program latihan anerobik, secara langsung dapat diberikan beban maksimum pada sistem jantung dan paru. Prestasi tinggi Tim manega dalam tingkat kabupaten hanya dicapai dengan menjalani latihan yang sistematik dan teratur, dengan latihan yang sistematik dan teratur maka kapasitas oksigen maksimal dapat meningkat sampai 20%. Dari keterangan diatas maka untuk meningkatkan dan memperbaiki prestasi Tim Manega dalam ekstrakulikuler di Man Tlogo harus adanya Program latihan kebugaran jasmani berupa program latihan fisik khususnya dalam hal meningkatkan daya tahan jantung dan paru – paru (VO2) dengan cara latihan aerobik dan anaerobik. Berdasarkan Latar belakang diatas maka peneliti sangat tertarik untuk membuat jenis Pengembangan Program Latihan Kebugaran Jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan V02 pada ektrakulikuler sepak bola di Man Tlogo Blitar. 1. B. Rumusan Masalah Berdasarkan Latar belakang diatas , rumusan masalah yang diangkat adalah belum adanya program latihan berkenaan kebugaran jasmani bagi Ektrakulikuler Di Man Tlogo Blitar. Oleh karena itu untuk meningkatkan kebugaran fisik dan daya tahan V02 pada para peserta Ekstrakulikuler Sepak Bola Di Man

Bentuk latihan in iberasal dari Swedia yang berarti “spee play” atau bermain-main dengan kecepatan. . Tahap Inti Pada tahap inti terdiri berbagai bentuk variasi latihan program jasmani yang akan diuraikan sebagai berikut: 1) 1. C. Adapun Spesifikasi Penerapan program Latihan untuk Peserta Ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo blitar adalah sebagai berikut: 1. maka peneliti akan menerapkan Program latihan kebugaran jasmani dalam permainan Sepak Bola di MAN Tlogo Blitar. 1.Tlogo Blitar maka diterapkanya Program Latihan kebugaran Jasmani peserta Ekstrakulikiler di Man Tlogo blitar. Aktivitas kalestenik dengan berbagai variasi gerak sistematis dari kepala sampai kaki. Coch ataupun atlitnya sendiri dapat menentukan bentuk larinya maupun lamanya latihan. maka tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah pembuatan program latihan kebugaran jasmani untuk sepak bola sehingga paserta ektrakulikuler dapat meningkatkan kebugaran jasmani dalam melakukan permainan sepak bola yang bagus dan juga demi untuk mencapai prestasi yang bagus.Produk yang dihasilkan adalah Program Latihan Kebugaran Jasmani. Bentuk-bentuk Latihan Kondisi Fisik Ada berbagai bentuk latihan kondisi fisik antara lain : 1. Aktivitas pemanasa sebelum latihan inti. 1. E. Untuk itulah peneliti akan membuat Program latihan kebugaran jasmani di Ektrakulikuler Sepak Bola di Man Tlogo Blitar . 1. Produk ini disusun untuk peserta ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar. Fartlek Fartlek adalah bentuk latihan yang dilakukan dengan lari jarak jauh seperti halnya pada cross country. 1) 2) 3) 1. D. waktu. Spesifikasi Produk Yang diharapkan Untuk memecahkan masalah diatas. Tujuan Penelitian Mengacu permasalahan diatas. Pemandangan yang indah akan menyebabkan atlit lupa akan kelelahan sehingga dengan bebas melakukan latihannya. latihan tidak dibatasi tetapi atlit bebas melakukan latihan ini dengan berbagai variasi bentuk lari sesuai dengan medianya. Sebaiknya untuk latihan fartlek ini dipilihnya latihan (medan) yang mempunyai pemandangan indah sedikit rintan gn dengan lintasan yang berbeda-beda : lumpur-keras-terjal-turunpasir-rumput-salju atau lainnya. Tahap Pendahuluan Tahap Pendahuluan Aktivitas yang digunakan berupa Gerak Stretching sistematis mulai dari kepala sampai kaki.di dalam akan memmuat berbagai variasi latihan kebugaran jasmani.

3) Interval trainning merupakan penyempurnaan dari fartlek dengan memebrikan koreksi secara teliti dalam : menentukan jarak. Untuk memper berat latihan disamping pengurangan waktu istirahat dapat pula dengan meningkatkan bentuk istirahat dari jalan. Tahap Penutup Pada tahap penutup diberikan evaluasi dari proses program latihan yang telah dilaksanakan dan melakukan pendinginan. berarti 4 X 400m. 2. Mulai dengan lari lambat 5-10 menit. Latihan interval juga menggunakan prinsip penambahan beban latihan. Ulangan (repetition) : 4 kali. Bentuk latihan in baik sekali dilakukan pada periode persiapan atau bahkan pada periode latihan 1. 2. Interval trainning merupakan bentuk latihan yang diselingi dengan istirahat tertentu (intervasi). 3. c. Waktu dipercepat. istirahat lagi dan seterusnya sampai selesai 4 x 400 m lari. dan macam-macam permainan. mendayung. Cara meningkatkan beban dapat pula dengan memperberat salah satu dari faktor – faktor di atas dikombinasikan. balap sepeda. Waktu untuk menempuh jarak (400 m): 90 detik. d. Jarak lari ditentukan: 1600 m (4 kali keliling lintasan lari. Woldemar Cersshler.Kecepatan bentuk lari dapat diatur dengan berbagai variasi. Kecpatan yang konstan dan cukup tinggi. Bentuk latihan in pada mulanya ditemukan oleh seorang dokter yang juga coach atletik dari Jerman : dr. Lari lambat-lambat diselingi lari yang makin lama makin cepat (win sprin). misalnya: 1. 4. baru kemudian lari untuk putaran kedua. Lembar intrumen evaluasi ini berisi tentang butir – butir pertayaan tentang Program latihan kebugaran jasmani. Contoh : 1. 3. kemudian untuk seterusnya 4 kali ulangan. Jaraknya yang ditambah. Lari lambat-lambat diselingi 3-4 langkah mendadak cepat. Pembuatan intrumen evaluasi untuk siswa yang mengikuti ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar Kabupaten Blitar. Atlit diharuskan menempuh jarak 400 m dengan waktu 90 detik. Jalan cepat (istirahat aktif). Untuk lari pertama latihan boleh digunakan ulangan 2-3 kali terlebih dahulu. 4. jalan cepat atau lari-lari kecil. Naik bukit dengan kecepatan tinggi. 6. 3. b. kemudian jalan selama 120 detik. Internal Trainning Pada khir0akhir ini sistem latihan interfasi mulai digunakan untuk semua cabang olah raga : atletik. 2. Ulangan yang diperbanyak. 3. banyaknya ulangan (repetation) dan waktu latihan. istirahat. . 7. 5. misalnya (costa holmen) : 2) 1. Demikianlah untuk seterusnya latihan dilakukan akan tetapi waktu istirahat makin lama makin di kurangi dari 120 detik menjadi 90 – 60 – 50 detikdan setrerusnya sampai tujuan akhir tercapai yaitu lari 4 x 400 m tanpa istirahat = 1600 m. Lari dengan tempo yang cepat (pace) selama 1 menit Tujuan latihan sama dengan cross country terutama untuk daya tahan atau stamina. Waktu istirahat (recovery interval): 120 detik. Streching individu dan berpasangan.

b. 1. 1. Bagi Universitas Negeri Malang Hasil penelitian ini dijadikan bahan dasar kepustakaan dalam penelitian selanjutnya khususnya yang berhubungan dengan kesegaran jasmani. 1. Pengertian Program latihan Latihan adalah suatu proses yang sistrematis secara berulang-ulang. 1. Keterbatasan produk penerapan kebugaran jasmani di kegiatan esktrakulikuler Sepak Bola MAN Tlogo Blitar ini adalah sebagai berikut:   Penerapan Program latihan kebugaran jasmani hanya diperuntukan untuk siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler bola voli di MAN Negeri Tlogo Blitar.1. secara tetap dengan selalu memberikan peningkatan beban. a) Dengan adanya penerapan Program latihan Kebugaran Jasamani. Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan Asumsi yang dijadikan landasan peneliti untuk penerapan Program Latihan kebugaran jasmani. a. Blitar. Materi program latihan kebugaran jasmani hanya terbatas pada materi kebugaran jasmani saja. maka siswa dapat mengerti tentang program latihan kebugaran jasmani dalam permainan sepak bola. Definisi Istilah 2. . Pentingnya Pengembangan Pengembangan ini adalah untuk memperoleh pengalaman yang nyata juga mengaplikasikan teori dan praktek selama mengikuti kegiatan ekstrakulikuler dalam bentuk penelitian pengembangan bentuk – bentuk program latihan kebugaran jasamani di kegiatan Ekstrakulikuler MAN Negeri Tlogo Kab Blitar. E. F. d. b) Sarana dan prasarana yang digunakan dalam melakukan latihan kebugaran jasmani cukup memadai dan bervariasi. Pengertian Kebugaran Jasmani Kesegaran jasmani adalah kemampuan tubuh seseorang pemain sepak bola di Man Tlogo Blitar untuk melakukan kegiatan latihan sehari-hari maupun pertandingan tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan masih memiliki tenaga yang cukup untuk melakukan aktivitas yang lainnya. Selain itu sebagai calon guru pendidikan jasmani penelitian ini dapat dijadikan bekal dalam membina kegiatan ekstrakurikuler. 1995:3). Bagi atlet Untuk meningkatkan kebugaran jasmani para atlet 1. c. Bagi pelatih Dapat dijadikan acuan bagi pelatih dalam peningkakatan kebugaran jasmani para atlet. Bagi peneliti Sebagai sarana untuk mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan khususnya yang berhubungan dengan kesegaran jasmani. G. di ekstrakukuler Sepak Bola MAN Negeri Tlogo Kab. (Pussegjas.

difinisi istilah dan sistematika penulisan. Sistematika penulisan Sistematika penulisan ini terdiri dari dua bagian. 2.Intrumen pengumpulan data. Metode Latihan Fisik . darah.BAB III METODE PENGEMBANGAN: taktik pengembangan. A. Karakteristik Sepak Bola.Tujuan pokok dari latihan adalah prestasi maksimal di samping kesehatan serta kesegaran jasmani bagi atlet. Kegiatan ekstrakulikuler bertujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai berbagai mata pelajaran. 1. misalnya: olahraga. Beban latihan atau disebut juga bahan latihan atau loading adalah suatu bentuk-bentuk latihan jasmani dan rohani atlet guna mencapai prestasi olah raga. bagian yang kedua memuat tentang produk yang dihasilkan dari pengambangan. Dalam pertandingan. ada beberapa pendapat para ahli atau pakar kesegaran jasmani. . meyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan menusia seutuhnya ( sahertian. KESEGARAN JASMANI Kesegaran jasmani merupakan hal yang sudah populer di kalangan masyarakat saat ini. Aerobik adalah suatu sistem altihan yang mendorong kerja jantung. prosedur pengembangan. Faktorfaktor yang Mempengaruhi Kesegaran Jasmani. Prinsip Latihan. Kegiatan Ekstrakulikuler. ekspresi dan lain. Subjek uji coba. kesenian. 3. Bagian pertama memuat tentang: 1. Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran biasa (termasuk pada waktu libur) yang diterapkan oleh sekolah dengan tujuan agar siswa MAN TLOGO Blitar dapat memperluas pengetahuan dan mengembangkan bakat dan minat di bidang yang digemari sehingga siswa memperoleh prestasi di bidangnya yaitu mahir bermain Sepak bola.BAB I PENDAHULUAN: Latar belakang masalah. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. tehnik analisis. dan paru-paru untuk periode waktu yang cukup untuk menghasilkan perbaikan-perbaikan dan keadaan tubuh. Penjelasan Tentang program latihan untuk meningkatkan VO2. 1. Latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan VO2 . Uji coba produk. H. bagian pertama: memuat tentang kajian Analisis. Untuk mempertegas agar pengertian lebih sesuai dengan apa yang dimaksud. Beban Latihan . asumsi dan keterbatasan pengembangan. Peserta ekstrakurikuler tenis lapangan adalah siswa yang mengikuti ekstrakukulikuler Sepak Bola di Man Tlogo Blitar di luar jam sekolah yang sudah dijadwalkan oleh sekolah dalam pengembangan bakat dan minat siswa. rumusan masalah.1978:83 ). Komponen-komponen Kesegaran Jasmanai. 1.BAB II KAJIAN PUSTAKA: Kesegaran Jasmani. olahraga ini dimainkan oleh dua kelompok berlawanan yang masing-masing berjuang untuk memasukkan bola ke gawang kelompok lawan (Rino. tujuan penelitian. spesifikasi produk yang diharapkan. Program latihan. 2.lain. Pengertian Esktrakulikuler Menurut ahmadi ( 1984:105) kegiatan ekstrakulikuler adalah kegiatan – kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub – klub. 2008:1).Peran Kesegaran Jasmani dalam Permainan sepak bola. Sepak bola adalah salah satu olahraga yang sangat populer di dunia. pentingnya pengembangan. desain Uji coba. Tujuan kesegaran jasmani.

1. daya tahan. KOMPONEN KEBUGARA JASMANI Pengertian kesegaran jasmani adalah pengertian yang sangat kompleks. Tetapi menurut Kirkendall dkk (1980:226) kekuatan adalah kemampuan atau kekuatan otot tubuh yang bekerja mengeluarkan energi untuk mengatasi atau melawan kontraksi dari luar yang berfungsi untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain atau memindahkan benda mendekati tubuh atau menjauhi tubuh. e) kecepatan. daya otot. C. komponen kondisi tubuh. anggota masyarakat. baik ketika berada di sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa setiap manusia perlu menjaga dan meningkatkan kesegaran jasmaninya sendiri. 8:2007) mengatakan bahwa “tujuan kesegaran jasmani adalah untuk meningkatkan kemampuan sistem sirkulasi dan kerja jantung. keseimbangan. Disebutkan pula bahwa komponen kondisi fisik meliputi: kekuatan. g) koordinasi. Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:24) menjelaskan bahwa komponen-komponen kesegaran jasmani adalah: a) daya tahan. kecepatan. TUJUAN KESEGARAN JASMANI Kesegaran jasmani sangatlah penting bagi semua orang termasuk anak-anak usia sekolah. agar dapat hidup sehat. Bisa dikatakan pula bahwa tingkat kesegaran jasmani yang baik memberikan seseorang kesanggupan pada seseorang untuk menjalankan hidup yang produktif dan dapat menyesuaikan diri pada tiap pembebanan yang banyak. maupun sebagai warga negara perlu mendapat perhatiaan dan tanggapan yang lebih memadai. 1. d) kelentukan. Menurut Sajoto (1995:8-11) kondisi fisik atau kesegaran jasmani adalah satu kesatuan yang utuh dari komponen-komponen yang tidak dapat dipisahkan begitu saja. dan ketepatan. Berdasarkan beberapa uraian di atas dapat di simpulkan bahwa kesegaran jasmani dapat diartikan sebagai kemapuan fisik untuk melakukan tugas pekerjaan sesuai dengan bidangnya tanpa mengalami kelelahan yang berlebih dan mendapat pemulihan yang cepat seperti pada saat belum melakukan aktivitas. 1992:9). kelincahan. Sedangkan menurut Pussegjas (1995:1) kesegaran jasmani adalah perwujudan kemampuan dan kesanggupan fisik seseorang untuk melakukan pekerjaan baik sebagai pribadi. ekonomi gerakan pada waktu latihan. Sedang menurut ahli-ahli pendidikan jasmani kesegaran jasmani adalah kapasitas fungsional total seseorang untuk melakukam sesuatu kerja tertentu dengan hasil yang baik tanpa kelelahan yang berarti (Depdikbud. koordinasi. terhindar dari penyakit dan selalu ceria sepanjang hidup. adalah komponen kondisi fisik seseorang tentang kemampuannya dalam mempergunakan otot dalam menjalankan aktivitas (Dwiyogo dan Sulistyorini. Kekuatan Kekuatan atau strength . Muhajir (dalam Sipayung. c) daya tahan jantung. f) kelincahan. Baik peningkatan maupun pemeliharaannya. h) keseimbangan dan. pemulihan yang cepat dari tubuh sewaktu-waktu respon demikian diperlukan”. 1. Seseorang yang memilik kasegaran jasmani yang baik dapat diartikan cukup mempunyai kesanggupan untuk melakukan pekerjaannya dengan efisien tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti. b) daya tahan otot.Kesegaran jasmani menurut ahli faal dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk melakukan satu tugas khas yang memerlukan kerja muskular di mana kecepatan dan ketahanan merupakan kriteria utama. i) ketepatan. . sehingga masih memiliki sisa tenaga untuk mengisi waktu luangnya dan tugas-tugas mendadak lainnya. daya lentur. Penjelasan tentang peranan masing-masing komponen adalah sebagai berikut: 1. Kesegaran jasmani juga diperlukan anak usia sekolah untuk dapat melaksanakan aktifitas sehari-hari. oleh karena itu untuk mengetahui dan memahami secara mendalam perlu mempelajari komponen-komponen yang membentuk dan saling bertautan antara yang satu dengan yang lainnya. 1991:25).

smash dalam bulutangkis. Dari sini dapat disimpulkan bahwa power itu adalah kemampuan tubuh untuk memadukan kekuatan dan kecepatan dalam waktu yang bersamaan. Dari beberapa pendapat di atas. pukulan dalam tinju. dapat disimpulkan bahwa kecepatan adalah kemampuan tubuh atau bagian tubuh untuk melakukan gerakan dalam waktu yang pendek. Sedangkan definisi yang dikemukakan oleh Kent (dalam Budiwanto. Seseorang yang mampu mengubah posisi yang berbeda dalam kecepatan tinggi dengan koordinasi yang baik. Seperti dalam lari cepat. adalah kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan berkesinambungan dalam bentuk yang sama dalam waktu sesingkat-singkatnya. Jadi dapat disimpulkan bahwa daya tahan/endurance merupakan salah satu komponen kesegaran jasmani yang paling penting untuk dilatih. balap sepeda. maka dapat ditarik kesimpilan bahwa kekuatan adalah kemampuan otot untuk mengatasi atau melawan beban dengan usaha yang maksimal dalam melaksanakan aktivitas tertentu. Seseorang dikatakan memiliki kelincahan cukup baik . Jadi kelincahan tidak hanya memerlukan suatu kecepatan saja. Untuk melatih kecepatan.Dari pendapat di atas. dan peredaran darahnya secara efektif dan efisien untuk menjalankan kerja secara terus menerus yang melibatkan kontraksi sejumlah otot dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama. Power Menurut Kirkendall dkk (1980:228) power adalah masa kerja dibagi dengan waktu atau lama kerja. 1991:29). Kelincahan Kelincahan atau agility adalah kemampuan seseorang mengubah posisi di area tertentu. Menurut Kirkendall dkk (1980:243) kelincahan adalah kemampuan badan untuk mengubah arah tubuh atau bagian tubuh lainnya dengan sangat cepat dan efisien. dan lain-lain (Dwiyogo dan Sulistyorini. 1. 3. Dijelaskan pula bahwa power dapat diperoleh dalam melakukan kegiatan tertentu. Daya tahan atau endurance dalam hal ini dikenal dua macam daya tahan. kelenturan dan komponen kesegaran jasmani lainnya. 2004:37) kecepatan adalah jarak tempuh per satuan waktu yang diukur dalam menit atau skala kuantitas. Kecepatan menurut Kirkendall dkk (1980:243) adalah jarak dibagi waktu. paru-paru. karena daya tahan ini secara langsung juga untuk melatih otot. berarti kelincahannya cukup baik. yakni: daya tahan umum atau general endurance kemampuan seseorang dalam mempergunakan sistem jantung. 2004:34) adalah gabungan antara kekuatan dan daya ledak (kecepatan). kontraksi otot dengan kekuatan maksimum dan kecepatan maksimum. Suharno (dalam Budiwanto. Daya tahan otot atau local endurance yaitu kemampuan seseorang dalam mempergunakan ototnya untuk berkontraksi secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama dengan beban tertentu. 5. akan tetapi juga memerlukan fleksibilitas yang baik dari sendi-sendi anggota tubuh. 1. 2004:34). kecepatan diukur dengan satuan jarak dibagi dengan satuan waktu. power adalah kemampuan untuk mengubah energi fisik ke dalam kekuatan yang sangat cepat dan tergantung pada banyaknya adenosine triphosphat (ATP) yang diproduksi setiap satuan waktu. 2004:35)) menjelaskan bahwa daya tahan adalah kemampuan organ atlet untuk melawan kelelahan yang timbul saat melakukan aktivitas olahraga dalam waktu yang lama. kecepatan adalah kemampuan melakukan gerakan dalam periode waktu yang pendek. dibutuhkan bentuk latihan yang sesuai dan mengharuskan orang itu untuk dapat bergerak dengan cepat dan mengubah arah dengan lincah. 1. Power menurut pendapat Gabbard dkk (dalam Budiwanto. Menurut Kent (dalam Budiwanto. 4. Kecepatan Kecepatan atau speeds. 2. Daya Tahan Daya tahan otot tidak hanya dikenal pada istilah kekuatan tetapi juga kemampuan otot berkontraksi dalam beberapa waktu tanpa mengalami kelelahan. 1.

apabila mampu merubah satu posisi ke posisi yang berbeda dengan kecepatan tinggi dan koordinasi gerakan yang baik. 2004:41) adalah kemampuan memelihara suatu yang berorientasi pada keadaan stabil dan khusus dikaitkan dengan lingkungan saat itu. Sedangkan Kirkendall dkk (1980:257) mengemukakan bahwa keseimbangan adalah fenomena yang kompleks yang melibatkan vestibular system pada bagian dalam telinga. 7. adalah ukuran kemampuan seseorang dalam penyesuaian diri untuk segala aktivitas dengan penguluran tubuh yang luas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kelenturan adalah ukuran kemampuan seseorang yang mempunyai ruang gerak yang luas dalam sendi-sendinya dan yang mempunyai otot-otot yang elastis. 9. 1. 1. Dari beberapa uraian di atas. koordinasi adalah kerjasama yang selaras antara sekelompok otot selama bergerak yang dilakukan dengan indikasi keterampilan yang sama. Secara umum. Sedangkan Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:33) menjelaskan bahwa keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan tubuh agar tetap stabil. suhu badan dan usia sangat mempengaruhi luasnya gerakan bagian-bagian tubuh. Keseimbangan Keseimbangan menurut Kent (dalam Budiwanto. maka keseimbangan dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mempertahankan posisi badan dalam berbagai keadaan. sistem syaraf dan sistem otot rangka menjadi rangkaian untuk mengatur bagian-bagian badan secara terpisah yang terlibat dalam satu pola gerak yang rumit dan mempersatukan bagian-bagian tersebut menjadi suatu gerak tunggal dan berhasil mencapai beberapa tujuan. Koordinasi Menurut Kirkendall dkk (1980:257). Kelincahan adalah hasil pembentukan dari unsur kecepatan. otak menafsirkan secara komplek. penglihatan mata. Dari beberapa uraian di atas. 1. Kelenturan Daya lentur atau flexibility . 8. Ketepatan . 1. Bompa (dalam Budiwanto. Sedangkan kelincahan menurut Verducci (dalam Budiwanto. Di bidang olahraga banyak hal yang harus dilakukan oleh atlet dalam masalah keseimbangan ini baik dalam menghilangkan atau mempertahankan keseimbangan. hal ini akan sangat mudah ditandai dengan tingkat flexibility persendian pada seluruh tubuh. Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa koordinasi adalah kemampuan tubuh seseorang yang selaras antara sekelompok otot selama bergerak yang terlibat dalam satu pola gerak yang rumit dan mempersatukan bagian-bagian tersebut menjadi suatu gerak tunggal dan berhasil mencapai beberapa tujuan. Sedangkan koordinasi menurut Kent (dalam Budiwanto. Kelenturan menurut Kirkendall dkk (1980:248) adalah kemampuan tubuh atau bagian-bagian tubuh untuk melakukan berbagai gerakan dengan leluasa dan seimbang antara kelincahan dan respon keseimbangan. kekuatan dan keseimbangan. 2004:39) disampaikan bahwa pembentukan kelincahan lebih sulit dari pada pembentukan yang lainnya. menghasilkan berbagai respon gerakan pada situasi fisik tertentu. 2004:42) adalah kemampuan untuk menyatukan sistem indera. dapat disimpulkan bahwa sebenarnya kelincahan adalah kemampuan mengubah arah atau posisi badan secara cepat dan melakukan gerakan yang lain. 6. 2004:40) menjelaskan bahwa kapasitas melakukan gerakan dengan rentangan yang luas diketahui sebagai kelenturan. sehingga tidak mendapat gangguan pada keseimbangannya atau bisa juga diartikan bahwa keseimbangan adalah kemampuan sikap tubuh yang tepat pada saat melakukan gerakan.

kemampuan atlet. Program yang demikian memungkinkan bagi seorang pelatih dapat memberikan sebanyak mungkin kesempatan kepada atlet guna perkembangan pengetahuan dan keterampilannya. 1. itulah sebabnya dibutuhkan penyusunan dan perencanaan latihan yang baik dan tepat. sehingga pada orang yang berusia 70 tahun diperoleh daya tahan 50% dari yang dimiliki pada usia 17 tahun. umur atlet. tenaga pelatih. Menurut Suharno (1993:1) program latihan adalah suatu petunjuk atau pedoman yang mengikat secara tertulis berisi cara-cara yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan masa mendatang yang telah ditetapkan. Faktor Jenis Kelamin Sampai dengan usia remaja tidak terdapat perbedaan daya tahan kardiovaskuler pria dan wanita. kekuatan otot. FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUGARAN JASMANI Berikut ini adala beberpa hal yang terkait dengan kesegaran jasmani khususnya yang berhubungan dengan daya tahan kardiovaskuler. lingkungan atlet. Artinya bahwa aktivitas fisik yang terarah juga dapat meningkatkan kesegaran jasmani di samping terjadi penurunan berat badan. Faktor Aktivitas Fisik Berdasarkan hasil penelitian efek latihan aerobik selama delapan minggu setelah istirahat memperlihatkan peningkatan daya tahan kardiovaskuler 62% dari nilai akibat itirahat dan bila dibandingkan dengan keadaan sebelum istirahat di tempat tidur maka nilai peningkatan adalah 18%. Program latihan harus disusun secara teliti dan dilaksanakan secara tekun dan teratur sesuai dengan prinsip-prinsip latihan. adalah kemampuan gerak tubuh seseorang untuk mengendalikan gerak-gerak bebas terhadap suatu sasaran. PENJELASAN TENTANG PROGRAM LATIHAN Seorang atlit untuk mencapai prestasi yang maksimal hendaklah atlit tersebut terus berlatih dan berlatih tanpa merasa bosan. daya tahan kardiovaskuler meningkat. Cara mengembangkan ketepatan ialah dengan mengulang-ulang gerakan dengan frekuensi yang banyak. Perbedaan tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan maximal muscular power yang berhubungan dengan luas permukaan tubuh. Faktor Usia Menyatakan bahwa mulai anak-anak sampai sekitar usia 20 tahun. sarana dan prasarana. 3. 1. Suharno (1993:1) Program latihan dikatakan baik dan tepat apabila rencana dibuat telah mempertimbangkan faktor-faktor penentu untuk mencapai tujuan. dan waktu yang tersedia. mempercepat gerakan. kapasitas paru dan sebagainya. Setelah usia tersebut nilai pada wanita lebih rendah dari pada pria. yaitu: . Moeloek (1984:3)menjelaskan tentang beberapa faktor fisiologis yang mempengaruhi daya tahan kardiovaskuler antara lain adalah: 1. faktor itu antara lain: bakat atau materi atlet. Selain itu dalam buku yang sama juga mengungkapkan program latihan adalah cara seorang pelatih untuk mempersiapkan atletnya guna menunjang program latihan yang telah direncanakan atau terprogram. yang mana semua itu terdapat dalam program latihan.Ketetapan atau accuracy. jumlah hemoglobin. mencapai maksimal pada usia 20-30 tahun dan kemungkinan berbanding terbalik dengan usia. 2. E. D. dibuat kesimpulan bahwa kesegaran jasmani dtentukan oleh faktor genetik yang hanya diubah dengan latihan sampai pada batas maksimal. komposisi tubuh. Sasaran ini dapat merupakan jarak atau mungkin suatu objek langsung yang harus dikenal dengan salah satu bagian tubuh. Ketepatan menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:33) adalah kemampuan seseorang untuk mengarahkan suatu gerak ke suatu sasaran sesuai dengan tujuan. dan menjauhkan atau mempersempit gerakan. Faktor Keturunan (Genetik) Dari penelitian yang telah dilakukan. dana. Suharno (1993:7) menyebutkan bahwa program latihan umumnya dibagi menjadi tiga. 4.

terarah. Latihan juga dapat didefinisikan sebagai peran serta yang sistematis dalam latihan yang bertujuan untuk meningkatkan fungsdional fisik dan daya tahan latihan dalam bidang olahraga. yaitu: aspek-aspek fisik. prinsip perkembangan multilateral (multilateral development). taktik. 1993:317). berulang-ulang dan jumlah beban yang diberikan semakin hari bertambah. prinsip beban meningkat bertahap (progressive increase of load). Tetapi dalam menentukan beban latihannya harus benar-benar diperhatikan. prinsip aktif dalam latihan dan prinsip proses latihan menggunakan model. Untuk mencapai peningkatan kemampuan dalam kondisi fisik. menurut Bompa (1994:29) prinsip-prinsip program latihan fisik adalah sebagai berikut: Prinsip beban bertambah (over load). F.(1) Program jangka panjang (5 tahun-12 tahun) tujuan rencana jangka panjang merupakan tujuan akhir untuk cita-cita prestasi prima. taktik. Untuk memperoleh prestasi yang maksimal dalam olahraga memerlukan latihan yang intensitas dan frekuensinya banyak. program latihan mingguan. prinsip spesialisasi (specialitation). Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan prinsip-prinsip latihan adalah suatu usaha sadar yang harus dilakukan atlet untuk mencapai prestasi maksdimal yang dilakukan berulang-ulang. dapat disimpulkan bahwa program latihan adalah petunjuk atau pedoman latihan yang bertujuan untuk menentukan tujuan latihan. Hal ini sesuai dengan pendapat Harsono (1993:1) bahwa tujuan utama dari pelatihan olagraga prestasi adalah untuk meningkatkan keterampilan dan prestasi semaksimal mungkin. Suharno (1993:5) menjelaskan bahwa latihan ialah suatu proses penyempurnaan kualitas atlet secara sadar untuk mencapai prestasi yang maksimal dengan diberi beban fisik dan mental secara teratur. teknik. prinsdip variasi (variety). menghindari beban latihan berlebih (overtraining). prinsip pulih asal (recovery). PRINSIP LATIHAN Harsono (1993:2) pengertian latihan atau training adalah sesuatu proses berlatih yang sistematis yang dilakukan secara berulang-ulang. terarah kian hari jumlahnya semakin meningkat dengan proses yang sistematis. menentukan cara-cara yang efektif serta usaha-usaha untuk mencapai tujuan dari latihan yang dilakukan. Prestasi tinggi akan dapat dicapai apabila keempat aspek. program latihan bulanan. teknik. Dari pengertian dan penjelasan tentang program latihan yang telah dikemukakan di atas. yaitu faktor yang paling penting bagi setiap atlet (Suharno 1993:1). bertahap. prinsip reversibilitas (reversibility). Program latihan perlu disusun dengan prinsip-prinsip latihan. prinsip perorangan (individualization). prinsip melampaui batas latihan (the abuse of training). (3) program jangka pendek (1 tahun kebawah) merupakan pelaksanaan operasional rencana jangka menengah. Program latihan jangka pendek terdiri dari: program latihan tahunan. dan mental diperlukan proses dan waktu yang relatif lama. Beutelstah (1986:124) menyatakan bahwa training adalah persiapan para pemain masing-masing secara individu membimbing dan membentuk mereka sehingga dapat menampilkan prestasi tertinggi secara individual maupun regu. Menurut Kosasih (1984:46) latihan atau training adalah proses kerja yang harus dilakukan secara sistematis. . Sedangkan Latihan fisik adalah latihan yang betujuan untuk meningkatkan kondisi fisik. Tujuan akhir latihan adalah untuk meningkatkan kemampuan olahraga (Dwijowinoto. dan mental dikembangkan setinggi mungkin. 1. meningkat dan berulang-ulang waktunya. Sasaran-sasaran latihan pun merupakan penjabaran sasaran dari program jangka menengah. (2) program jangka menengah (2 tahun-4 tahun) rencana jangka menengah merupakan pelaksanaan langsung jangka panjang. dan yang kian hari junlah beban latihannya kian bertambah. program latihan harian.

Program latihan harus direncanakan. 1. beban ditingkatkan secara pelan bertahap. potensi. Prinsip spesialisasi harus disesuaikan pengertian dan penggunaanya untuk latihan anak-anak yunior di mana perkembangan multilateral harus berdasarkan perkembangan khusus. seterusnya atlet akan mengalami kenaikan kemampuan (superkompensasi). Prinsip Individual Latihan harus memperhatikan dan memperlakukan atlet sesuai dengan kemampuan. Masa latihan adalah suatu aktivitas yang sangat memerlukan beberapa jam kerja atlet. 1. karakteristik belajar dan kekhususan cabang olahraga. 1. Prinsip Variasi Latihan harus bervariasi dengan tujuan mengatasi sesuatu yang monoton dan membosankan saat latihan. sehingga tujuan latihan dapat ditingkatkan secara wajar Individualisasi dalam latihan adalah satu kebutuhan yang penting dalam masa latihan dan itu menunjukkan pada pemikiran untuk setiap atlet. 1. Spesialisasi bukan proses unilateral tetapi satu yang kompleks yang didasarkan pada suatu landasan kerja yang solid dari perkembangan multilareral. Menurut Bompa (1994:32) Latihan harus bersifat khusus sesuai dengan olahraga dan pertandingan yang akan dilakukan. Stress fisik akan menimbulkan kelemahan anatomis. Stress terus menerus yang diberikan pelatih tanpa istirahat akan menimbulkan penurunan prestasi bagi atlet. Prinsip Beban Lebih (Over Load) Pemberian beban latihan harus melebihi kebiasaan sehari-hari secara teratur. Keterampilan dan latihan dapat diperkaya dengan mengadopsi pola gerakan teknik yang sama. Volume dan intensitas latihan secara terus menerus meningkat dan latihan diulang-ulang banyak sekali. . atau dapat mengembangkan kemampuan gerak yang diperlukan dengan olahraga. karakteristik belajar dan kekhususan olahraga. tetapi mungkin lebih penting untuk memelihara motivasi dan perhatian dengan memvariasi latihan fisik dan latihan secara rutin. 1985:13).Sementara itu. Prinsip Spesialisasi Spesialisasi menunjukkan unsur penting yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan dalam olahraga. Latihan yang baik harus mengakibatkan penekanan fisik dapat ditimbulkan dengan jalan pemberian beban latihan yang lebih dari batas kemampuan si atlet (Suharno. seseorang pelatih perlu kreatif dengan memiliki pengetahuan dan sumber latihan yang banyak yang memungkinkan dapat merubah secara periodik. Dalam upaya mengatasi monoton dan kebosanan dalam latihan. fisiologis dan organisme atlet terhadap kelelahan akibat beban latihan tersebut. Hal ini bertujuan agar sistem fisiologis dapat menyesuaikan dengan tuntutan fungsi yang dibutuhkan untuk tingkat kemampuan tinggi. Seluruh konsep latihan harus direncanakan sesuai dengan karakteristik fisiologis dan psikologis atlet. Atlet harus memiliki disiplin latihan. Dalam mengatur program latihan yang paling menguntungkan harus mengembangkan kemampuan fisiologis khusus yang diperlukan untuk melakukan keterampilan olahraga atau kegiatan tertentu yang akan dilakukan. Prinsip Menambah Beban Latihan secara Progresif Pemberian beban latihan harus ditingkatkan secara bertahap. mengabaikan tingkat prestasi diperlukan secara individual sesuai kemampuan dan potensinya. yang akan menjamin memperoleh adaptasi secara benar. pengertian dari prinsip-prinsip latihan yang telah disebutkan di atas. teratur dan terus-menerus sehingga mencapai beban maksimum. Maka Menurut Bompa (1994:29-48) adalah sebagai berikut: 1.

1. Kesungguhan dan aktif ikut serta dalam latihan akan dimaksimalkan jika pelatih secara periodik. dari siklus mikro olimpiade. Penyebab terjadinya overtraining antara lain: a) diberikan beban latihan over-loads secara terus menerus tanpa memperhatikan interval. G. 1. suatu peristiwa yang dapat diperoleh. 11. Seseorang atlet akan melakukan kegiatannya meskipun tidak dibawah dan perhatian pelatih. Prinsip multilateral akan digunakan pada latihan anak-anak yunior. serta antara proses fisiologis dan psikologis. dan akan diikuti oleh semua atlet yang mengabaikan tingkat kemampuannya. b) diberikan latihan intensif secara mendadak setelah lama tidak berlatih. Prinsip Perkembangan Multilateral Perkembangan multilateral lambat laun saling bergantung antara seluruh organ dan sistem manusia. memungkinkan atlet dibentuk. tetapi dia tentu harus istirahat yang cukup. dan meskipun dalam keadaan abstrak ideal diatas adalah kenyataan konkrit. Pengertian ini atlet akan menghubungkan keterangan obyektif dari pelatih dengan prakiraan subyektif kemampuannya. BEBAN LATIHAN . Melalui latihan model pelatih berusaha memimpin dan mengorganisasi waktu latihannya dalam cara yang obyektif. ajeg mendsiskusikan kemajuan atletnya dengannya. Kebutuhan perkembangan multilateral muncul untuk diterima sebagai kebutuhan dalam banyak lapangan pendidikan dan usaha manusia. untuk itu harus menghindari kelebihan beban latihan. 1. Partisipasi aktif tidak terbatas hanya pada latihan. itu juga menggambarkan sesuatu yang diusahakan untuk dicapai. c) proporsi latihan dari ekstensif ke intensif tidak cepat. Prinsip Menghindari Kelebihan Beban Latihan (Over Training) Program latihan yang dijalani tidak akan mencapai hasil jika atlet mengalami kelelahan. metode dan isi yang sama dengan situasi pertandingan 1. Prinsip Latihan Menggunakan Model Latihan yang dilakukan didesain sedemikian rupa seakan-akan seperti pada kenyataan yang akan terjadi di lapangan pertandingan. d) beban latihan diberikan dengan beban melompat. Beban ditambah pelan-pelan pada tiga siklus mikro pertama dengan menguragi atau tahap tanpa beban. Tetapi. Selama waktu bebas atlet dapat melakukan pekerjaaan dalam aktifitas sosial yang memberikan kepuasan dan ketenangan. Tujuan suatu model adalah untuk memperoleh suatu yang ideal. Prinsip Partisipasi Aktif dalam Latihan Atlet yang melakukan latihan haruslah tetap berlatih diluar jam latihan wajib meskipun tanpa pengawasan dari pelatih.Prinsip beban bertambah secara pelan-pelan menjadi dasar rencana latihan olahraga. Prinsip Pulih Asal Beban latihan yang telah diberikan telah banyak mengeluarkan energi tubuh untuk itu diperlukan pemulihan untuk mengembalikan kondisi tubuh seperti semula. perkembangan multilateral secara tidak langsung atlet akan menghabiskan semua waktu latihannya hanya untuk program tersebut. 1. Prinsip Reversibilitas Beban latihan yang diberikan pada saat latihan harus dikurangi secara perlahan-lahan pada saat akhir latihan. 10. Oleh sebab itu latihan harus berkesinambungan untuk memelihara kondisi.

1. seperti timbulnya kenaikan volume darah tiap menit dan bertambahnya jumlah darah yang mengalir keotot-otot yang lebih aktif. (5)low (rendah) 59% ke bawah dari prestasi terbaik. Di bawah ini ciri-ciri beban luar (Suharno. Beban Luar (Outer Load) Beban luar adalah rangsangan motorik yang dapat diatur dikontrol dengan cara memvariasikan ciri beban latihan seperti volume. jumlah ulangan latihan atau unsur teknik yang dilakukan dalam waktu tertentu. (2) maksimal 100% dari prestasi terbaik. Frekuensi dapat juga diartikan berapa kali latihan perhari atau berapa hari latihan perminggunya. 1993:22): (1) super maksimal 101% – ke atas dari prestasi terbaik. Namun aliran darah ke daerah-daerah . Ada dua macam beban latihan yang harus dibedakan pengertiannya menurut Suharno (1993:29) adalah: (1) Beban Luar (outer load): volume. bulanan dan tahunan. (2) Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi atlet dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. (3) sub maksimal 80% – 99% dari prestasi terbaik. Kepekatan rangsangan densitas tergantung lama dan pendeknya waktu recovery . (2) fungsi fisiologis organisme. Beban dalam dikatakan maksimal apabila denyut nadi atlet setelah melakukan satu unit latihan meningkat (Suharno. sementara terjadi penurunan aliran kearah jaringan-jaringan yang kurang aktif. jarak tempuh atau berat beban. Sedangkan untuk menghitung denyut nadi yaitu pertama dihitung DNM (denyut nadi maksimal) dengan rumus: 220 – umur. Menurut Suharto (1997:98) menyatakan bahwa intensitas latihan merupakan komponen kualitatif yang mengacu pada jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu unit waktu tertentu. yaitu yang melalui proses pemecahan serabut pada waktu latihan dan terjadi pembesaran otot yang disebabkan karena bertambah luasnya serabut otot (Sajoto 1988:111) . Dan unsur tersebut mencerminkan kwantitas atau banyaknya latihan yang dilakukan pada saat latihan. berarti dalam satu giliran latihan push-up ditemukan 80% x 30 kali (MR) = 24 kali. total waktu latihan. (4) Frekuensi adalah ulangan gerak berapa kali atlet harus melakukan gerak setiap giliran. rythme. maka 80% x (220 – 20) = 160 kali/menit (intensitas sub maksimal). Begitu juga menurut Suharto (1997:97) menyatakan bahwa pada dasarnya volume latihan meliputi unsur-unsur: waktu atau lama latihan. 1993:29): (1) Volume adalah beban latihan yang biasa dinyatakan dengan satuan jarak. jumlah set dalam latihan interval dan sirkuit sebagai ukuran rangsangan motorik dalam suatu unit latihan. (5) Rythme adalah sifat irama latihan yang berhubungan dengan tinggi rendahnya tempo dan berat ringannya suatu latihan dalam satu unit latihan maupun mingguan. Kemudian tentukan takaran intensitas latihannya. recovery. Cara menghitung intensitas dengan MR (maximum repeatation) . antara lain: 1) berdasarkan persentase kecepatan dan kekuatan yang digunakan dalam latihan. (3) Recovery adalah waktu yang digunakan untuk pemulihan tenaga kembali antara satu dengan elemen bahan latihan elemen berikutnya. frekuensi. intensitas. beban berat yang diangkat. pernafasan dan metabolisme) yang dimaksud disini yaitu pada secara reflek akan terjadi perubahan pengaliran darah. Dan intensitas latihan dapat dikalisfikasikan tinggi rendahnya berdasarkan beberapa indikator. (4) medium 60% – 70% dari prestasi terbaik. Beban Dalam (Inner Load) Beban dalam adalah perubahan fisiologis organisme atlet akibat pengaruh latihan beban luar yang ditandai dengan kenaikan denyut nadi (Suharno. ini berarti intensitas maksimal untuk atlet tersebut 30 kali/100%. MR push-up atlet dapat dihitung misalnya: mampu 30 kali. (sistem peredaran darah. (2) Beban Dalam (inner load) 1. Bila pelatih menginginkan intensitas sub-maksimal dalam latihan. Frekuensi tinggi berarti ulangan gerak banyak sekali dalam satu giliran. 1993:23) Beban dalam mempunyai dampak perubahan fungsional organisme atlet meliputi: (1) susunan anatomis/struktur tubuh yang dimaksud disini adalah latihan dapat menambah jumlah serabut otot. 1985:16). intensitas. irama dalam suatu unit program latihan. Skala intensitas untuk latihan kecepatan dan kekuatan sebagai berikut (Suharno. yaitu 80% dari DNM dan umur atlet 20 tahun. recovery. Begitu juga dengan Suharto (1997:72) menyatakan bahwa perubahan massa otot bukanlah disebabkan pertambahan jumlah sel otot melainkan karena pertambahan dari anak serabut otot yang membesar akibat latihan. jumlah beberapa elemen jenis latihan. frekuensi. 2) berdasarkan jumlah denyut nadi dalam mereaksi beban latihan. sedang frekuensi rendah artinya ulangan gerak sedikit dalam satu giliran.Menurut Suharno (1993:1) Beban latihan adalah suatu bentuk rangsangan motorik yang dapat dikontrol oleh pelatih untuk meningkatkan kualitas atlet dalam rangka mencapai prestasi maksimal.

mekanika biologis dan hormon-hormon yang dengan teratur mempertahankan homeostatis tubuh pada waktu istirahat maupun latihan (Sajoto.rawan seperti kearah otak dan jantung akan tetap atau meningkat sedangkan tekanan darah dalam arteri secara sistematik dan pemenuhan kebutuhan dalam jaringan dalam tubuh. atau memelihara kondisi tubuh seseorang. Latihan interval adalah latihan kondisi yang sangat dianjurkan oleh semua pelatih terkenal karena dalam mengembangkan daya tahan dan stamina atlet hasilnya sangat positif (Hadisasmita dan Syarifuddin. system bekerja seseorang pelatih atau olahragawan sehubungan dengan pengetahuan dan kemampuannya yang cukup. 2004:76). Menurut Bompa (dalam Budiwanto. H. 1996:110). 1988:196). Setelah memahami ciri beban luar dan beban dalam maka para pelatih harus membuat dan memberikan latihan pada atletnya sesuai dengan berat ringannya beban latihan yang dikehendaki. memperpendek waktu recovery. daya konsentrasi. Untuk aliran darah pada saat istirahat hanya 15%-20% darah dari seluruh volume tiap menit. Pada latihan naik turun bangku ini merupakan latihan fisik yang sederhana dimana didalam melakukan latihannya menggunakan kotak.. 2004:71) Weight training adalah program latihan kekuatan menggunakan tahanan yang diberikan oleh beban seperti barbel dan dumbell. daya tahan. dimana beban hanya dipakai sebagai alat untuk menambah tahanan terhadap kontraksi otot. 1988:193). Namun metode bukan suatu bentuk mengajar. Proses ini dikerjakan secara serentak oleh syaraf. Tenaga aerobic adalah kemampuan tubuh untuk memanfaatkan oksigen dan disepakati sebagai cara . Dan untuk denyut jantung seorang yang normal rata-rata antara 60-80 kali tiap menit. (5) psikologis yang dimaksud disini yaitu bahwa psikologis juga berpengaruh lebih baik terutama menigkatnya kemampuan menerima tekanan (strees). (5) Metode latihan naik turun bangku(bench stepping). (6) Metode latihan aerobik adalah kekuatan yang kecil atau sedang yang dapat dipertahankan untuk jangka waktu yang lama menggunakan energi yang berasal dari pembakaran O2. perhatian dan mengatasi masalah yang merupakan tantangan bagi atlet. Apabila seorang pelatih ingin membuat program latihan fisik dan ingin memperberat volume atau meningkatkan intensitas . untuk mencapai tujuan tertentu (Hadisasmita dan Syarifuddin. yang dialirkan keotot. bangku atau sejenisnya menurut Hawkey (dalam Budiwanto. 1996:109). 2004:74). kelincahan atau kecepatan gerakan tubuh yang sangat dibutuhkan dalam atletik. kelenturan. kekuatan otot. juga memperbaiki secara serempak kesegaran jasmani daripada tubuh. mengembalikan atau memelihara kondisi tubuh seorang atlet (Hadisasmita dan Syarifuddin. (2) Metode latihan beban(weight training) adalah latihan-latihan yang sistematis. METODE LATIHAN FISIK Metode latihan menurut Hadisasmita dan Syarifuddin (1996:142) adalah suatu cara tertentu. Menurut Suharno (1993:2) menyatakan bahwa speed play atau fartlek adalah suatu system latihan daya tahan yang maksudnya adalah untuk membangun. Metode-metode latihan fisik tersebut diantaranya yaitu: (1) Metode latihan sirkuit (circuit training) adalah suatu sistem latihan yang selain menghasilkan perubahan-perubahan positif pada kemampuan motorik. Berikut ini akan dibahas beberapa metode dalam latihan fisik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan fisik para atlet. 1. diperlukan koordinasi dalam jantung guna memompa darah keseluruh tubuh secara optimal. karena suatu metode melayani ketentuan pengorganisasian dari suatu kegiatan. mengembalikan. sementara pada waktu latihan yang cukup melelahkan. 1996:106). tetapi aerobic berbicara tentang tenagaaerobic yang diperlukan untuk ketahanan fisik. (4) susunan biokimia dalam otot lebih baik. Aerobic tidak berkaitan dengan dengan usaha peningkatan kekuatan. 1996:105). (4) Metode latihan lari bermain-main kecepatan (speed play atau fartlek) adalah suatu system latihan daya tahan untuk membangun. tenaga. kecepatan dan fleksibelitas (Hadisasmita dan Syarifuddin. (3) Latihan Interval (Interval Training) adalah suatu system latihan yang berganti-ganti melakukan dengan giat (interval kerja) teratur dan berulang-ulang dengan periode kegiatan dengan intensitas rendah (periode sela) dalam setiap latihan (Kent dalam Budiwanto. menambah frekuensi dan rythme . maka seorang pelatih harus memperhatikan bahan-bahan beban luar latihan di atas. sedang utuk orang yang terlatih atau atlet denyut jantung mereka waktu istirahat dapat mencapai tingkat yang paling rendah yaitu antara 28-40 (Sajoto. otot akan menerima 80%-85% dari seluruh volume tiap menit.

kelincahan dan kecepatan. Setelah memahami metode latihan fisik maka seorang pelatih dalam membuat program latihan fisik dan memberikan latihan fisik pada atletnya harus mengacu pada beberapa metode latihan fisik seperti yang telah dijelaskan diatas 1. 1986:159). (3) Latihan Interval (Interval Training) . 1994:3). dengan sub maksimal sudah dapat meningkatkan. Menurut Hadisasmita dan Syarifudin (1996:129) mempersiapkan komponen kondisi fisik umum seperti kekuatan. karena dengan latihan anerobik dapat diberikan beban maksimum pada sistem jantung dan paru. maka kemampuan sel untuk menggunakan oksigen juga lebih tinggi. Selama latihan. maka energi yang dibutuhkan tidak dapat dipenuhi dengan pembakaran karbohidrat saja. PENJELASAN TENTANG LATIHAN UNTUK MENINGKATKAN V02 . yang tidak diperoleh secara cepat dari sumber aerobic. kelentukan. 2004:82) Berdasarkan penjelasan di atas ada beberapa metode Latihan Fisik yaitu: (1) Metode Latihan Sirkuit (Circuit Training) . (5) Metode Latihan Naik Turun Bangku (Bench Stepping). tetapi ada juga yang mengatakan bahwa untuk meningkatkan VO2 maks harus dikerjakan latihan anerobik. (2) Metode Latihan Beban (Weight Training). (3) Untuk ketahanan erobik selain dibutuhkan kemampuan jantung dan paru untuk mengangkut oksigen yang banyak. (7) Metode latihan anaerobic . Jantung akan lebih kuat dan mampu memompa lebih banyak darah.terbaik untuk mengukur kondisi kardiovaskuler (Baley. sehingga energi anaerobic dikeluarkan jika masukan oksigen tidak cukup Getchell (dalam Budiwanto. pada latihan ini dijelaskan bahwa pada suatu waktu kerja dengan intensitas dan kecepatan tinggi dalam waktu yang pendek memerlukan energi segera. daya tahan. agar VO 2 maks atau kondisi fisik tetap terjaga dengan baik. Anaerobic berarti tanpa oksigen. tetapi beban sub maksimal sebagian besar sudah merupakan peristiwa anerobik. Ekblom (dalam Dwijoyowinoto. Persediaan lemak dalam otot hanya dapat ditingkatkan dengan latihan erobik yaitu denagn beban ringan untuk jangka waktu yang lama. Peningkatan VO2 maks tidak bisa dilakukan tanpa adanya suatu program atau pola latihan yang sesuai dengan prinsip-prinsip latihan fisik. kebiasaan kegiatan dan latar belakang latihan olahragawan dapat mempengaruhi nilai VO2 maks. Keadaan seperti ini ada proses lain yang disebut metabolisme anaerobic . Menurut Soekarman (1986:82) “komponen-komponen ini berhubungan dengan struktur dan faal dalam tubuh. (6) Metode Latihan Aerobic . (4) Metode Latihan Lari Bermain-main Kecepatan (Speed Play atau Fartlek). tetapi harus membakar lemak. 1993:256) mengatakan bahwa keadaan latihan. Apabila kita berlari 20 km. Menurut Soekarman (1987:58) ada beberapa pendapat mengenai latihan untuk meningkatkan VO 2 maks: (1) Sebaiknya mengerjakan latihan erobik karena dengan latihan erobik sudah ada pembebanan yang meningkatkan kerja jantung maupun paru. ketahanan. Sedangkan Dwiyogo dan Sulistyorini (19991:60) menyatakan: Latihan dan proses erobik yang lama akan memberikan perbaikan-perbaikan pada jantung dan peredaran darah. Jadi sebaiknya untuk meningkatkan VO2 maks dilakukan latihan anerobik dengan inyerval istirahat. (7) Metode Latihan Anaerobic. Peningkatan VO2 maks juga tidak bisa dilakukan dengan hanya beberapa latihan tetapi harus secara terus menerus dan berlanjut yang sesuai dengan program yang dilaksanakan. Tujuan latihan peningkatan kondisi fisik adalah meningkatkan kekuatan. I. persiapan tersebut dapat berlangsung selama 2-3 bulan. Hal tersebut menyebabkan pengangkutan oksigen yang diambil di dalam paru-paru dan dikirim ke seluruh serta pembuangan sisa metabolisme menjadi lebih efisien. “Kenaikan kebutuhan energi memberi penekanan pada kemampuan badan untuk menyediakan oksigen dan bahan bakar yang diperlukan otot” (Sumosardjuno. akan tetapi dalam olahraga sepakbola juga harus didukung oleh latihan yang bersifat erobik. oleh karena itu latihan-latihan yang dikerjakan terutama untuk . otot-otot kaki menghendaki energi agar segera diisi lagi. Aktivitas fisik yang teratur dapat menyebabkan badan menjadi lebih tahan pada tuntutan latihan. Lebih lanjut Mc Ardle (2001:477) mengatakan bahwa VO 2maks dapat meningkat kira-kira 15-25 % lebih pada latihan intensif selama 3 bulan pertama dan mungkin akan meningkat mencapai 50 % lebih dalam waktu 2 tahun. Olahraga sepakbola adalah olahraga yang bersifat anerobik. (2) Sebetulnya beban untuk meningkatkan VO 2 maks tidak perlu maksimal. kecepatan dan lain-lain seharusnya dilakukan latihan dalam waktu yang cukup lama.

maka latihan hendaknya dilakukan minimal 3 kali dalam seminggu agar . Macam atau Jenis Latihan Fisik Bentuk latihan fisik yang baik menurut Pussegjasrek (1994:57) antara lain. bertujuan meningkatkan kemampuan fisik pada taraf lebih tinggi atau baik menjelang pertandingan. (e) prinsip individu”.1984:4) mengatakan bahwa hasil fisiologis yang utama dari program latihan daya tahan adalah peningkatan dalam latihan atau VO2 maks. (3) Peningkatan kemampuan gerak motorik khusus. Prinsip Dasar Latihan Menurut Pussegjasrek (1994:56) prinsip-prinsip dasar latihan antara lain. 2005:35) pengaruh latihan dapat meningkatkan VO 2 maks dan dapat dicapai dengan cara meningkatkan efisiensi kerja semua sarana penyedia serta penyalur oksigen. Harsono (dalam Harsuki dan Elias 2003:308) mengatakan. Lama Latihan Wilmore dan Costill (dalam Sajoto. 2005:49) adaptasi dari latihan berperan dalam perubahan yang nyata pada kapasitas oksigen maksimal. perubahan pada otot dan serabut-serabut otot. (1) gerakan-gerakanya melibatkan otot-otot besar tubuh. perubahan pada jaringan ikat. Intensitas Latihan Fisik atau Olahraga Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi seorang olahragawan dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. sedangkan antara 8-10 minggu untuk tujuan anerobik. perubahan pada tekanan darah. 1. (d) prinsip spesifik. Frekuensi Latihan Menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:70) frekuensi latihan diartikan sebagai jumlah latihan yang dilakukan setiap minggunya. sehingga memudahkan upaya-upaya peningkatan komponen pelatihan pada tahap berikutnya. Pengaruh yang lebih luas lagi menurut Arnheim (1995:64) bahwa latihan daya tahan bukan hanya penting untuk memperbaiki VO 2 maks dan menurunkan tekanan darah tapi hal tersebut juga merupakn faktor kunci dalam pencegahan cedera. bertujuan meningkatkan kemampuan kerja organ-organ tubuh . khususnya menghadapi pertandingan. 1. Menurut Ramana (dalam Wahyu. jadi program latihan peningkatan VO 2 maks harus berlangsung cukup lama dan sesuai dengan perencanaa dan metode yang benar. (b) prinsip tahanan tambahan. 1988:210) menyatakan bahwa lama latihan yaitu antara 12-16 minggu untuk tujuan endurance. (2) Persiapa fisik khusus. 1. Dalam menyusun suatu program latihan penigkatan kondisi fisik hendaknya memperhatikan beberapa prinsip latihan fisik antara lain: 1. Menurut Cooper (dalam Wahyu. (3) waktu yang digunakan produktif (efektif dan efisien). seperti perubahan pada komposisi tubuh. Pada fase ini pelatihan bertujuan memahirkan gerakan-gerakan utuh. Latihan daya tahan juga dapat merubah faktor-faktor penting lainnya. Menurut Djidie (1997:77) program dan aplikasi pelatihan fisik harus dirancang pengembanganya melalui tahapan sebagai berikut: (1) Persiapan fisik umum. 1. akibat dari perencanaan yang matang itu ialah bahwa degree of training (derajat latihan) dan kualitas latihan akan naik sehingga akan dapat meningkatkan kapasitas kerja serta penampilan. (2) harus dapat memperlancar peredaran darah ke jantung secara efektif. Sedangkan menurut Pussegjasrek (1994:59) untuk mencapai tingkat kesegaran jasmani yang baik. “(a)prinsip beban berlebih. Program latihan peningkatan kondisi fisik atau VO2 maks memerlukan persiapan fisik dan perancangan program yang baik sesuai dengan prinsip-prinsip program latihan kesegaran jasmani.otot serta ketahanan jantung dan paru. Sedangkan Thompson dan Mc Ghee (dalam Strauss. sesuai dengan kebutuhan gerak atau penampilan dalam olahraga itu. perubahan pada penyesuain terhadap panas. (c) prinsip latihan beraturan. maka dengan sendirinya yang terlihat adalah perubahanperubahan dalam kedua alat tersebut”.

1. 1. Bila menginginkan intensitas sub-maksimal dalam latihan. dan bentuk latihan khusus yang kedua. Untuk mencapai tingkat kesegaran jasmani yang baik. dan jika intensitas latihan fisik lebih kecil maka waktu latihan yang dibutuhkan lebih lama. Sedangkan untuk menghitung denyut nadi yaitu pertama dihitung denyut nadi maksimal (DNM) dengan rumus: 220 – umur. Apabila latihannya kurang dari 2 kali seminggu maka akan kurang mendapatkan efek latihan yang diharapkan. (3) latihan umum (general exercise ). Menurut Suharto (1997:98) menyatakan bahwa intensitas latihan merupakan komponen kualitatif yang mengacu pada jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu unit waktu tertentu. 2. . Sedangkan menurut Pussegjasrek (1994:59) bahwa latihan fisik pada intensitas yang lebih besar maka waktu yang dibutuhkannya lebih pendek. frekuensi. 1. (2) maksimal 100% dari prestasi terbaik. (4) medium 60% – 70% dari prestasi terbaik. Beban latihan dibedakan menjadi dua yaitu beban latihan luar dan dalam. Sedangkan menurut Harre (dalam Mutohir. Frekuensi Latihan Menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:70) frekuensi latihan diartikan sebagai jumlah latihan yang dilakukan setiap minggunya. 1993:22): (1) super maksimal 101% – ke atas dari prestasi terbaik. (2) latihan khusus (special exercise ): latihan khusus ini terdiri dari dua bentuk. ini berarti intensitas maksimal untuk individu tersebut 30 kali/100%. Dan intensitas latihan dapat diklasifikasikan tinggi rendahnya berdasarkan beberapa indikator.mendapatkan efek latihan yang diharapkan. Suharno (dalam Budiwanto. yaitu 80% dari DNM dan umur atlet 20 tahun. Intensitas Latihan Fisik atau Olahraga Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi seorang olahragawan dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. bentuk yang pertama hamper sama urutan geraknya dengan latihan kompetisi tetapi karakteristik pembebanannya berbeda dan latihannya mencakup elemen-elemen atau kombinasi elemen dari latihan kompetisi. 3. durasi dan irama. 1988:210) menyatakan bahwa lama latihan yaitu antara 12-16 minggu untuk tujuan endurance. maka 80% x (220 – 20) = 160 kali/menit (intensitas sub maksimal). MR push-upindividu dapat dihitung misalnya: mampu 30 kali. intensitas. agar menghasilkan latihan dan tingkat kesegaran jasmain yang lebih baik”. Apabila latihannya kurang dari 2 kali seminggu maka akan kurang mendapatkan efek latihan yang diharapkan. (5) low (rendah) 59% ke bawah dari prestasi terbaik. Beban dalam adalah suatu beban latihan yang mempengaruhi fisiologi dan psikologi atlet. Beban luar adalah volume. latihan umum diambil dari latihan olahraga tertentu atau senam yang tidak berisi elemen-elemen gerka kompetisi dan dilakukan tanpa menggunakan peralaten senam. (2) harus dapat memperlancar peredaran darah ke jantung secara efektif. Skala intensitas untuk latihan kecepatan dan kekuatan sebagai berikut (Suharno. Cara menghitung intensitas dengan maximum repeatation (MR). maka latihan hendaknya dilakukan minimal 3 kali dalam seminggu agar mendapatkan efek latihan yang diharapkan. 1. 2) berdasarkan jumlah denyut nadi dalam mereaksi beban latihan. 1. terdiri dari latihan yang mengandung gerak-gerak bagian dari seluruh rangkaian gerak. J. Kemudian tentukan takaran intensitas latihannya. LATIHAN FISIK UNTUK MENINGKATKAN VO2 Bentuk latihan fisik yang baik menurut Pussegjasrek (1994:57) antara lain. Lama Latihan Wilmore dan Costill (dalam Sajoto. (1) gerakan-gerakanya melibatkan otot-otot besar tubuh. sedangkan antara 8-10 minggu untuk tujuan anerobik. (3) waktu yang digunakan produktif (efektif dan efisien). berarti dalam satu giliran latihan pushup ditemukan 80% x 30 kali (MR) = 24 kali. 2005:13) menjelaskan bahwa: Beban latihan (loading ) adalah bentuk latihan jasmani yang menimbulkan rangsangan fisik dan mental atlet untuk dilawan selama aktivitas berlatih dalam mencapai prestasi olahraga. 1999:67) bahwa latihan pada umumnya dikategorikan dalam tiga bentuk: (1) Latihan kompetisi (competitive exercise): latihan kompetisi merupakan bentuk latihan yang urutan gerak dan tipe karakteristik geraknya menyerupai tuntutan suatu kompetisi khusus suatu event cabang olahraga yang merupakan spesialisasi atlet yang bersangkutan. antara lain: 1) berdasarkan persentase kecepatan dan kekuatan yang digunakan dalam latihan. (3) sub maksimal 80% – 99% dari prestasi terbaik.

Tujuan Kegiatan Ekstrakurikuler Menurut Sarifudin (1982:33) bahwa “program ekstrakurikuler dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan. dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah. Dengan adanya kegiatan yang dilakukan di luar sekolah maka siswa dapat menyalurkan. Sahertian (1987:83) menyatakan kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran biasa (termasuk pada waktu libur) yang dilakukan di sekolah ataupun di luar sekolah dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai mata pelajaran.blogspot. berjuang untuk mencapai prestasi secara jujur dan lain-lain. budaya dan alam sekitarnya. ekspresi dan lain-lain. 1982:33). Dengan aktifnya siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler. Pengaruh latihan kebugaran jasmani terhadap sepak bola 2. memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan sosial. Selain itu ekstrakurikuler mempunyai tiga tujuan dasar sebagai berikut: (1) Membina minat dan bakat siswa. potensi. Dari pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran (tatap muka) dengan maksud untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan. Ekstrakurikuler adalah suatu program yang dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan. setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. minat. serta menanamkan sikap sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab melalui berbagai kegiatan positif di bawah tanggung jawab sekolah (http://nisanurdini. Kegiatan ekstrakurikuler diharapkan dapat membina dan mengembangkan minat yang ada pada siswa serta memupuk bakat yang dimiliki siswa.multiply. (3) Pencapaian prestasi yang optimal. (2) Sebagai wadah di sekolah. Beberapa cabang ekstrakurikuler baik secara perorangan maupun kelompok diharapkan dapat meraih prestasi yang optimal. Karakteristik Esktrakulikuler Pengertian Kegiatan Ekstrakurikuler Keterbatasan waktu berolahraga yang dilakukan secara formal sangat menghambat tercapainya pembinaan secara maksimal untuk perkembangan dan pertumbuhan siswa. bakat. K. memaksimalkan dan mengembangkan kemampuan beserta bakatnya yang terpendam di dalam dirinya masing-masing. di mana hal-hal yang tidak dapat diselesaikan dalam program yang telah ditentukan dalam jam-jam pelajaran sekolah. misalnya: olahraga. secara otomatis siswa telah membentuk wadah-wadah kecil yang di dalamnya akan terjalin komunikasi antar anggota dan sekaligus dapat belajar vdalam mengorganisir setiap aktivitas kegiatan ekstrakurikuler.com) Selain itu tujuan lain dari kegiatan ekstrakurikuler adalah: Menumbuh kembangkan pribadi peserta didik yang sehat jasmani dan rohani. Menurut Ahmadi (1984:105) kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan-kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub-klub. dapat diberikan pada jam-jam di luar sekolah”. Dwiyogo (2007:55) menyatakan kegiatan pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. kesenian. bakat. Dari paparan di atas maka dapat disimpulkan bahwa tujuan kegiatan ekstrakurikuler adalah untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan. dapat diberikan pada jam-jam di luar sekolah (Sarifudin. baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah (http://ekskulabsky. Melalui ekstrakurikuler siswa dapat benarbenar menjadi manusia yang intensif. untuk memperluas pengetahuan. L. Siswa dapat belajar untuk menghormati keberhasilan orang lain.1. Oleh karena itu sering sekali atau pun wajib diadakan kegiatan di luar jam sekolah untuk memaksimalkan kegiatan bagi siswa yang mengikutinya walaupun kegiatan tersebut tidak formal. bersikap sportif.com). di mana hal-hal yang tidak dapat diselesaikan dalam program yang telah ditentukan dalam jam-jam pelajaran sekolah. untuk menyalurkan bakat . menyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya.

seperti: teknik. Melalui ekstrakurikuler dibina satu kesatuan individu yang utuh fisik dan psikis. Dari ciri-ciri yang dikemukakan oleh Sarifudin di atas maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler mempunyai ciri-ciri sebagi berikut: (1) diselenggarakan di luar pembelajaran formal. Permainan ini dimainkan di lapangan berumput dengan ukuran panjangnya 100-110 meter dan lebarnya 64-75 meter yang mana lamanya permainan sepakbola ini adalah 2×45 menit dengan dipimpin oleh 1 orang wasit dan 2 orang asisten wasit. kapanpun. Faktor-faktor itu antara lain: daya tahan. Ciri-ciri Kegiatan Ekstrakurikuler Sarifudin (1982:45) menyebutkan ciri-ciri kegiatan ekstrakurikuler sebagai berikut: (a) Merupakan bentuk kegiatan yang berkaitan atau berhubungan langsung dengan kurikulum sekolah. (d) Ekstrakurikuler pelaksanaannya berbeda dalam cara dan sifat pelaksanaan dari kurikuler. kelincahan. dan beberapa macam kegiatan yang dapat berpengaruh terhadap kesempurnaan proses dan keberhasilan proses belajar mengajar. mulai dari pelosok-pelosok desa sampai kota-kota besar. (b) Diberikan di luar jam pelajaran dan diawasi oleh guru yang bertanggung jawab tentang bidang pelajaran tersebut. dan rekreasi. Sepakbola merupakan permainan beregu yang dimainkan tiap regu terdiri dari 11 pemain termasuk penjaga gawang. dan kelentukan. (5) teknik merampas bola. yaitu anak didik. Menurut Luxbacher (1998:2) menyatakan bahwa sepakbola adalah suatu pertandingan yang dimainkan 2 tim yang masing-masing beranggotakan 11 orang pemain. kesenian. Tujuan kegiatan ekstrakurikuler tidak akan berhasil tanpa adanya partisipasi dari pihak lain seperti: prasarana. (4) teknik menyundul bola. Tujuan dari sepakbola ini adalah memasukkan bola ke gawang lawan dan berusaha mempertahankan gawangnya agar tidak kemasukan. orang tua. dan apapun bentuk sepakbola? Olahraga ini adalah salah satu olahraga yang paling digemari diseluruh dunia. KARAKTERISTIK SEPAK BOLA Sepakbola dan Karakteristiknya Di manapun. (3) diberikan untuk upaya pembinaan manusia seutuhnya. kekuatan. kecuali seorang penjaga gawang yang bebas menggunakan anggota badan apapun (Abdoellah. Selain menguasai teknik-teknik dasar bermain sepakbola yang tersebut diatas masih ada faktor-faktor lain yang dapat menunjang seorang pemain sepakbola untuk berprestasi. Pada mulanya sepakbola merupakan olahraga untuk sekedar hobi tapi lambat laun sepakbola menjelma sebagai olahraga yang bisa mendatangkan uang atau dengan kata lain sepakbola merupakan suatu pekerjaan. taktik. semuanya melakukan permainan sepakbola. fisik. dan (8) teknik penjaga bola. keseimbangan. Kendati demikian sepakbola mempunyai banyak aspek atau bagian yang masing-masing perlu diperhatikan. teman. Dan semua . (2) teknik menerima bola. (3) teknik menggiring bola. dan masyarakat. Menurut Hariyoko dan Mahmud (1991:3) teknik-teknik dasar dalam permainan sepakbola adalah: (1) teknik menendang bola. 1981:409). pramuka. (2) diberikan untuk mengembangkan bakat dan minat siswa. kecepatan. Permainan ini hampir seluruhnya menggunakan kemahiran kaki.dan minat dan untuk melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya. (e) Ekstrakurikuler dapat berupa olahraga. M. guru. darmawisata. Untuk itu sebagai seorang pemain sepakbola hendaklah memiliki keempat hal yang tersebut diatas terutama teknik dan fisik yang merupakan teknik dasar dalam bermain sepakbola. Sepakbola adalah permainan beregu yang dimainkan masing-masing regu sebelas pemain termasuk seorang penjaga gawang. mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. 1. dengan waktu 2×45 menit. (7) teknik gerak tipu dengan bola. Sedangkan menurut Batty (2004:8) sepakbola adalah permainan beregu yang dimainkan oleh individu-individu untuk menyebar luaskan gagasan dari pelatih agar sepakbola menjadi permainan yang lebih baik dan menyerang dalam kerangka suatu kerjasama beregu. dan strategi. (6) teknik melempar bola. (c) Mempunyai subyek yang sama atau sasaran yang sama. artinya mempunyai pengaruh terhadap pencapaian tujuan kurikulum.

berputar ke mana saja untuk menghindari lawan.ini dapat diperoleh dengan latihan konsdisi fisik dengan terus menerus tanpa merasa bosan. Mengembangkan bentuk produk awal (penyiapan materi pengajaran. penyusunan buku pegangan.dan uji coba skala kecil. uji coba produk. olahraga sepakbola memerlukan dua sistem energi yaitu aerobik dan anaerobik. subjek uji coba. 4). 2). berputar.penentuan urutan pengajaran. Akan tetapi dalam permainan sepakbola sewaktu-waktu juga membutuhkan kecepatan. BAB III METODE PENGEMBANGAN Dalam metode pengembangan akan diuraikan tentang model pengembangan. berhenti. anda membungkuk. sehingga seorang pemain akan memiliki daya tahan dan kecepatan secara seimbang. Karena seorang pemain sepakbola yang telah memiliki teknik individu yang baik dan ditunjang oleh stamina yang prima. berbelok ke kanan.dan perlengkapan evaluasi).Melakukan penelitian dan pengumpulan informasi (kajian pustaka. dan semua itu harus membutuhkan stamina dan kondisi fisik yang prima. Dengan demikian peran latihan fisik didalam permainan sepakbola sangat menunjang bagi pemain untuk berprestasi baik di level lokal maupun internasional. Untuk itu dalam melatih kondisi fisik pelatih juga harus memperhatikan kedua sistem energi tersebut dalam menyusun program latihan.jenis data.intrumen penelitian. dan tehnik analisis data. pengamatan kelas. Mengembangkan Produk Awal ( berupa penerapan formasi pertahanan) . berlari.Melakukan penelitian dan pengumpulan data informasi termasuk kajian pustaka dan analisis kebutuhan. A. maka taktik dan strategi yang diintruksikan oleh pelatih akan mudah dijalankan. Tidak kita pungkiri bahwa seorang pemain sepakbola yang memiliki skill individu yang baik tidak akan berarti apa-apa bila tidak ditunjang dengan kondisi fisik yang prima. Dan stamina merupakan unsur utama dalam permainan sepakbola pemain harus mempersiapkan diri untuk mengalami kelelahan fisik. Permainan sepakbola merupakan olahraga yang membutuhkan waktu yang lama. Menurut Devaney (1988:70) satu unsur dalam sepakbola yang tidak pernah berubah dari masa ke masa adalah stamina.Model Pengembangan Dalam penerapan Program latihan kebugaran jasmani ini peneliti menggunakan pengembangan milik Borg dan Gall (1983:775) yang terdiri dari: 1). Adapun langkah – langkah yang akan dicapai oleh peneliti adalah sebagai berikut: 1. berbelok ke kiri. Dan olahraga yang membutuhkan kecepatan membutuhkan sistem energi anaerobik. Melakukan revisi terhadap produk utama ( sesuai dengan saran – saran dari hasil uji lapangan permulaan) (6) Melakukan uji lapangan utama. untuk itu dalam permainan sepakbola menggunakan sistem energi aerobik. persiapan laporan tentang pokok persoalan. berbalik badan dan menangkap atau menghalau bola untuk penjaga gawang. Bila dilihat dari urain di atas. Ditambahkan pula oleh Devaney (1988:71) di dalam permainan sepakbola anda harus menggiring bola. Menggunakan uji lapangan permulaan menggunakan 16 – 12 subjek). prosedur pengembangan. dengan pertimbangan kebutuhan untuk menghasilkan produk pembuatan program Latihan Kebugaran jasmani di ekstrakulikuler sepak bola di MAN tlogo blitar Kabupaten Blitar. perumusan tujuan. 5 ). Dari berbagai macam – macam langkah pengembangan yang dikemukakan oleh borg dan Gall yang sebagian di modifikasi oleh peneliti. 2. seperti: lari sprint . Melakukan perencanaan (pendefinisian keterampilan. (7) Melakukan revisi produk ( berdasarkan saran – saran dan uji coba lapangan utama) (8) Uji lapangan meliputi (9) Revisi Produk Akhir. 3).

Revisi Produk Akhir .ahli tehnik dalam program latihan sepak bola. 1 kepelatihan di bidang sepak bola. peneliti membuat produk kemudian di uji cobakan kepada kelompok kecil tetapi sebelumnya dikonsultasikan dan di uji oleh para Ahli. 2. Evaluasi dari para ahli dengan kualifikasi yaitu.uji coba produk Uji coba produk ini dimaksudkan untuk memperoleh masukan. kusioner. maka dilakukan revisi dari masukan beberapa ahli yaitu ahli kepelatihan sepak Bola. 5. Analisis kebutuhan tersebut dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara guru pendidikan jasmani di MAN Tlogo Blitar kabupaten Blitar mengenai produk yang dikembangkan peneliti.Pembuatan Produk Awal Setelah melakukan analisis kebutuhan. 4. 5. 3. dan Ahli Program latihan kebugaran Jasmani sepak Bola sebagai perbaikan dari produk yang telah di ujicobakan. Tahap dari prosedur ini antara lain sebagai berikut: 1. serta menggunakan tehnik wawancara. B. Dalam pembuatan Produk yang dikembangkan ini. 7. dilakukan melalui beberapa tahap.Uji Coba Lapangan ( kelompok Besar ) Pada tahap ini dilakukan uji coba lapangan ( kelompok Besar ) terhadap produk yang dikembangkan dengan menggunakan subjek uji coba 22 siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Kabupaten blitar. Revisi produk Pertama. saran dan penilaian terhadap produk yang dikembangkan. Dalam hal ini berperan sebagai konsultan dan memberikan masukan dalam penyempurnaan Produk untuk di ujicobakan di lapangan. 6. 4. hasil produk penerapan formasi pertahanan yang dihasilkan melalui revisi uji coba lapangan. uji lapangan dengan menggunakan tehnik koesioner kemudian di analisis 6. langkah selanjutnya adalah membuat Produk Awal berupa pembuatan program Latihan kebugaran jasmani dalam permainan Sepak Bola. revisi produk dari peninjauan para ahli.Revisi produk pertama Setelah uji coba produk. Revisi ini digunakan untuk perbaikan terhadap produk awal yang dibuat peneliti.Analisis kebutuhan Analisis kebutuhan merupakan langkah – langkah yang digunakan untuk mengkaji keadaan lapangan dengan tujuan apakah produk yang dikembangkan diterima atau tidak oleh subjek. lalu dikumpulkan dan analisis. revisi Produk akhir yang dihasilkan oleh uji coba lapangan ( kelompok Besar. serta uji coba kelompok kecil. Prosedur Pengembangan Pada pengembangan program latihan kebugaran jasmani.3.

a. 7. Subyek Uji Coba . Tujuan kelompok kecil ini digunakan untuk meminimalkan kesalahan yang ditemui dan mengetahui tanggapan dari produk awal yang dikembangkan. Dari kegiatan uji coba kelompok lapangan dimasudkan untuk mengetahui keefektifan perubahan yang dilakukan sebelumnya.Hasil Akhir Hasil Akhir Berupa Produk yang telah dihasilkan dari uji lapangan ( kelompok Besar ) sebagai bentuk penerapan program latihan kebugaran jasmani sepak bola.Desain uji coba Desain uji coba dilaksanakan melalui dua tahap yaitu: (1) evaluasi tahap pertama dan evaluasi tahp kedua. Hasil data yang diperoleh dari uji lapangan atau kelompok besar ini digunakan untuk menyempurnakan keseluruhan pengembangan program latihan kebugaran jasmani dalam kegiatan esktrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar. 2.Uji Coba Produk Uji coba Produk ini dilakukan untuk mengumpulkan data yang digunakan sebagai dasar dalam menetapkan kelayakan dari produk yang dikembangkan. maka produk ini dikembangkan ini terlebih dahulu diuji oleh para ahli.Uji coba kelompok kecil Uji coba kelompok kecil dilaksanakan di MAN Tlogo Kabupaten Blitar untuk siswa yang mengikuti ekstrakulikuler sepak bola dengan subjek 12 pemain. dan dapat dimungkinkan untuk digunakan dalam lingkup yang sebenar – benarnya. Dalam bagian ini yang harus diperhatikan yaitu: (1) rancangan uji coba (2) Subjek uji coba (3) intrumen pengumpulan data dan (4) tehnik analisi data 1. (2) meminta kepada siswa untuk memberikan tanggapan dan pendapat tentang penerapan Program latihan Kebugaran Jasmani dalam permainan sepak bola dengan menggunakan koesioner. Evaluasi tahap ini terdiri dari : 1. C. selanjutnya dijadikan acuan untuk merevisi produk penerapan Program latihan kebugaran Jasmani dalam permainan sepak bola sebelum diujicobakan untuk kelompok kecil. metode pengambilan subjek yaitu menggunakan prosedur yang dilakukan dalam bentuk uji coba ini adalah (1) menerapkan penerapan Program latihan kebugaran jasmani dalam permainan sepak bola kepada siswa. b. 3. 2.Evaluasi tahap kedua Uji lapangan atau kelompok besar dilaksanakan di MAN Tlogo Blitar. sebagai perwakilan kelompok besar selama 8 kali pertemuan.Tinjauan Ahli Untuk memperoleh masukan tentang rancangan penerapan Informasi program latihan kebugaran Jasmani sepak bola .Revisi produk Pertama Hasil dari data ahli tersebut dianalisis.Revisi produk dari hasil uji coba lapangan yang telah diujicobakan pada peserta ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Kab. Evaluasi tahap pertama. Blitar.

Prosedur yang dilakukan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan yang diperlukan. Tehnik ini digunakan untuk analisis data kuantitatif yang diperoleh dari hasil penyebaran angket.Rumus untuk mengolah data per sebjek uji coba P= X X 100% X1 Keterangan : P = persentase hasil evaluasi uji coba X= Jumlah jawaban skor oleh subyek uji coba X1 = jumlah jawaban maksimal dalam aspek penilaian oleh subyek uji coba 100 %= Konstanta b. 4. subjek uji coba yang digunakan meliputi: untuk kelompok uji coba siswa terdapat dua kelompok uji coba yaitu: 12 pemain untuk uji coba kelompok kecil dan 22 pemain MAN Tlogo Blitar untuk uji coba kelompok besar.Rumus untuk mengolah data secara keseluruhan uji coba P = ∑ X x 100 % ∑ Xi Keterangan P ∑X ∑Xi : Persentase hasil keseluruhan subyek uji coba : Jumlah keseluruhan jawaban subyek uji coba dalam keseluruhan aspek penilaian : jumlah keseluruhan maksimal subyek uji coba 100% : Kostanta . Kriteria bagi ahli sepak bola dan ahli dalam program latihan kebugaran jasmani mempunyai sertifikasi kepelatihan sepak bola. Intrumen yang dibuat untuk pengumpulan data adalah tehnik kuesioner untuk para ahli dan siswa.Tehnik analisis data Pengembangan ini tehnik analisis data yang digunakan adalah tehnik analisis diskriptif dengan persentase. Kriteria pemilihan siswa sebagai sebyek pengembangan 12 orang siswa esktrakulikuler sepak bola MAN Tlogo Blitar.Dalam pengembangan produk. Jenis Data Dari data yang diperoleh dari hasil evaluasi ahli. intrumen yang dibuat untuk pengumpulan data adalah angket yang dibuat sendiri dengan mengacu pada analisis kebutuhan. dan sebagai pelatih sepak bola. 5.Intrumen Pengumpulan Data Pada intrumen ini digunakan adalah pengembangan sendiri dengan mengacu pada metode atau prosedur yang sudah ditentukan. Dengan demikian. pengembangan ini data yang digunakan adalah kuantitatif dan Kualitatif. 3. Rumus yang digunakan untuk menganalisis dan menggunakan rumus dari Sudjana (1990:40 ) a.

5. Pentingnya Pengembangan …………………………………………. Asumsi keterbatasan pengembangan ……………………………………. Definisi Operasional……………………………………………………………. 2. 3. Tujuan Penelitian ……………………………………………………… 4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesegaran Jasmani…… 5.70% 70. Sistematika penulisan 9. Latar Belakang …………………………………………………………. Tujuan kesegaran jasmani……………………………………………. Spesifikasi Produk yang diharapkan……………………………. 1.1. Definisi Istilah……………………………………………………………………. 1996: 58 ) maka ditetapkan kriteria sebagai berikut: No 1. Program latihan …………………………………………………………. ……… 3. BAB II KAJIAN PUSTAKA 1. 3. 6. 4. 4. Prinsip Latihan…………………………………………………………… . 2.Untuk menentukan penafsiran terhadap hasil analisis persentase tingkat kemenarikan produk pengembangan digunakan klasifikasi persentase guilford ( dalam Fagih.. Kesegaran Jasmani……………………………………………………… 2. Rumusan Masalah……………………………………………………….40 % 40. 8. 1-100 % Klasifikasi Tidak baik Kurang baik Cukup baik Baik Sangat baik Makna Dibuang Diperbaiki Digunakan Digunakan Digunakan PENGEMBANGAN PROGRAM LATIHAN KEBUGARAN JASMANI BERUPA LATIHAN FISIK UNTUK MENINGKATKAN V02 PADA PESERTA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER SEPAK BOLA DI MAN TlOGO BLITAR PROPOSAL SKRIPSI Pembimbing: Oleh: HUMAID ALI HASAN NIM 208711415983 UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN JURUSAN PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN DESEMBER DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1. Komponen-komponen Kesegaran Jasmanai……………………………. Persentase 0-20 % 20. 5. 7. 6. 1-90 % 90.

…………………………………………………………………. Pendidikan merupakan cara yang srategis untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. dan berolahraga yang dilakukan secara sistematis . Latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan VO2 11. 2. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina. Metode Latihan Fisik …………………………………………………. sekaligus membentuk gaya hidup sehat dan aktif sepanjang hayat. Sehingga pendidikan jasmani merupakan salah satu pendidikan yang sangat penting dan utama untuk kemajuan suatu bangsa.terarah dan terencana. Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kehidupan bangsa dan kemajuan suatu negara.. bukan mustahil pendidikan di indonesia akan menciptakan SDM yang berwawasan luas dan berkualitas. Karakteristik Sepak Bola……………………………. subjek uji coba……………………………………………………………………. 9. Peran Kesegaran Jasmani dalam Permainan sepak bola…… 12. Badan Standart Nasional Pendidikan (2006:729) menyatakan bahwa: . 4. Kegiatan Ekstrakurikuler…………………………………………………….7. Dengan kebijakan yang berkelanjutan khususnya dalam dunia pendidikan di indonesia. Beban Latihan ……………………………………………………………. A. uji coba produk. Sumber daya manusia yang berkualitas akan membawa pada kemajuan bangsa terutama dalam menjadikan masyarakat madani. Pendidikan jasmani hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu baik secara jasmani dan rohani. prosedur pengembangan……………………………………………………… 3. tehnik analisis data…………………………………………………… BAB I PENDAHULUAN 1. Untuk itu pemerintah harus lebih berkosentrasi terhadap pendidikan di indonesia dan juga harus membuat suatu kebijakan yang mengarahkan pada perkembangan pendidikan di indonesia. intrumen penelitian……………………………………………………. Dengan adanya pendidikan bangsa indonesia akan mengalami kemajuan dan meninggalkan suatu bentuk keterpurukan. Sehingga dengan adanya pendidikan yang bermutu maka semua hal yang berhubungan dengan masalah pendidikan akan cepat terselesaikan. BAB III METODE PENELITIAN 1. seperti sekarang ini. Latar Belakang Pendidikan di Indonesia merupakan perwujudan manusia yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa berdasarkan (UUD 1945). Salah satu Pendidikan yang mengarahkan pada perkembangan perkembangan keseluruhan aspek manusia adalah pendidikan jasmani. bermain. model pengembangan………………………………………………………….. 5. 8. 13. Pendidikan jasmani memberikan kesempatan pada siswa untuk terlibat langsung dalam aneka pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani. Penjelasan Tentang program latihan untuk meningkatkan VO2 10. Pendidikan jasmani memiliki peran yang sangat penting dalam mengintensifikasi penyelenggaraan pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup. 7. jenis data…………………………………………………………………… 6.

Menurut ahmadi ( 1984:105) kegiatan ekstrakulikuler adalah kegiatan – kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub – klub. penalaran. bola voli. Kegiatan ekstrakulikuler di Man Tlogo Blitar terdiri dari berbagai banyak cabang olahraga. Kegiatan ektrakulikuler olahraga diadakan oleh pihak sekolah bertujuan selain untuk menunjang proses belajar – mengajar khususnya pendidikan jasmani untuk mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa. diantaranya Badminton. Dari tabel diatas diketahui bahwasanya dari ke lima kegiatan ekstrakulikuler yang termasuk dalam kegiatan olahraga. aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani. dan futsal. keterampilan sosial.keterampilan gerak. 1989:2 ) selain itu adisasmita juga berpendapat bahwa kegiatan jasmani tertentu yang dipilih dapat membentuk sikap / membentuk karakter yang berguna bagi pelakunya. olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Dalam survei beberapa hari kemarin teryata Prestasi sepak bola Man Tlogo blitar cukup menjanjikan. Untuk mencapai tujuan tersebut harus ada lingkungan yang lebih banyak dari pihak lain seperti keluarga. 4. Pada hakekatnya pendidikan jasmani tidak hanya untuk mengembangkan badan tetapi juga untuk mengajarkan perilaku sosial. ekspresi dan lain. kebudayaan. tetapi dalam sisi prestasi cabor sepak bola masih mempunyai nama daripada ektrakulikuler yang lain. mereka juga sangat berantusias dalam mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang bergerak dalam bidang olahraga. sekolah. stabilitas emosional. misalnya: olahraga. Kegiatan ekstrakulikuler bertujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai berbagai mata pelajaran. Untuk pendidikan jasmani yang diberikan di sekolah . sepak Bola. kesenian. keterampilan berfikir kritis. meyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan menusia seutuhnya ( sahertian. Man Tlogo blitar merupakan sekolah madrasah aliyah negeri di blitar yang menjadi salah satu sekolah favorit dengan keuggulan dalam ilmu agama dan umum. serta lingkungan. 5.Terhitung beberapa Prestasi telah diraih khususnya di tahun 2008 – 2010.tindakan moral. 3. Dalam hal ini guru pendidikan jasmani harus mempunyai inovasi – inovasi untuk melaksanakan pembelajaran pendidikan jasmani guna mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani.lain. tentu pihak sekolah mempunyai peran dan tanggung jawab yang tinggi. dan menghargai etika serta mengembangkan kesehatan mental – emosional ( adisasmita. Cabang Olahraga Badminton Sepak Bola Bola Voly Futsal Tenis Meja Jumlah Peserta 25 22 27 23 24 ( Sumber : Koordinator ekstrakulikuler di Man Tlogo Blitar ). Di MAN tlogo Blitar salah satu sekolah lanjutan akhir di blitar dengan jumlah siswa 850 siswa juga melaksanakan kegiatan ektrakulikuler. Akan tetapi tidak hanya ekstrakulikuler yang bergerak dalam bidang akademik saja yang banyak diminati oleh siswa .1978:83 ). Data peserta ekstrakulikuler olahraga di Man Tlogo Blitar sebagaimana ditunjukan sebagai berikut: No 1. Tenis Meja. Jadi sekolah merupakan tempat dimana siswa dapat mengembangkan bakat dan minatnya kegiatan ektrakulikuler. Dari kelima ektrakulikuler tersebut siswa bisa memiliki ekstrakulikuler yang diinginkan sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa.Pendidikan jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan. Pada tahun . cabang olahraga sepak Bola paling sedikit pesertanya dibanding dengan olahraga lain. 2. Untuk mencapai tujuan pendidikan jasmani dan mengembangkan bakat dan minat siswa pihak sekolah menyelenggarakan kegiatan ekstrakulikuler.

10. Fahrudin Usia 17 16 17 18 15 17 18 18 16 17 16 18 16 15 17 18 17 16 15 18 17 Shutlle 5 6 8 7 6 5 7 5 4 5 6 5 7 6 5 5 7 6 6 8 9 Level 5 3 7 1 4 3 2 9 3 8 5 4 3 6 7 4 5 2 1 4 2 Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwasanya para peserta anggota ekstrakulikuler Man Tlogo Blitar khususnya sepak bola dalam hal kebugaran jasmaninya masih dalam keadaan kurang baik. 18 19 20 21 Nama Denta Permana Fuad Sholiki Faris Fahrul Rizal Agus Rohman Hendro WIJAYA Farid jalal Main M. 4. Pada hari yang lalu kami telah bertanya kepada pelatih apabila anak didiknya kita beri suatu bentuk program latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik. 15. labib M. kemarin saya mencatat banyak dari anggota Tim MANEGA banyak mengalami kekelahan dan keletihan sehingga para pelatih kebingungan dalam mengatasi anak buahnya. 2 kali kalah dan 1 kali seri . Faktanya menunjukan dengan kebugaran jasmani yang tidak bagus. 2. 14. 5. 7. Tes yang dipilih oleh seorang pelatih dan peneliti adalah Tes Multistage. fitrian Risfendi Imam Bahroini Kharis Khusen Andika Wardana Dadang Permana Susilo Dwi P Galang Panjalu Budi Zaky Fahrani Bambang Hendro Joko susilo Adi wendarta Levi setiambudi M. 3. Dari itu pelatih dengan peneliti pada hari sabtu tanggal 23 september menyetujui kesepakatan untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani para pemain perlu adanya Tes dan pengukuran. teryata juga setuju dan pelatih . 9. 16 17. 12. dalam pertandingan Uji Coba selama3 kali berturut – turut hasilnya mengecewakan. 13. Berdasarkan analisis kebutuhan yang saya lakukan dengan metode observasi maka dengan diadakanya tes kebugaran jasmani dengan lari multistage teryata dari 20 sampel dari para peserta ekstrakulikuler sepakbola masih dibawah standart minimal kebugaran jasmani. Kemudian tahun 2009/2010 Tim Sepak Bola Tim Man Tlogo Blitar telah meraih Prestasi Juara 1 POPDA Tingkat SMA/ MAN sederajat se. Peserta yang mengikuti tes kebugaranjasmani pada waktu itu tercatat sebanyak 20 orang. 11.2008/2009 Tim Sepak bola Man Tlogo blitar telah mencatat prestasi menjadi juara tiga PORSENI tingkat MAN/ MA se – Kabupaten Blitar. Oleh karena itu maka untuk mencapai kebugaran jasmani yang bagus harus ada solusi atau sejenis jalan keluar untuk mangatasi masalah ini. Seiring perjalananya waktu Tim Manega dalam berapa bulan terakhir khususnya dari segi Prestasi agak menurun dan banyak faktor yang mempengaruhinya. 6. 8.Kabupaten Blitar. Di bawah ini hasil dari Tes Multistage pada ekstrakulikuler sepak bola di Man Tlogo Blitar sebagai berikut:\ Tabel Hasil Tes Lari Multitahap Siswa No 1.

dengan latihan yang sistematik dan teratur maka kapasitas oksigen maksimal dapat meningkat sampai 20%. Organ-organ tersebut seperti. dan sistem sirkulasi (pembuluh darah) yang berfungsi tempat jalannya darah serta jaringan tubuh yang akan mempergunakan oksigen untuk proses oksidasi sehingga menghasilkan energi. Untuk memenuhi tuntutan daya tahan tersebut seorang para anggota Tim Manega harus mempunyai energi dalam jumlah banyak. 1997:211). jenis kelamin. oleh karena itu tinggi rendahnya daya tahan seorang para pemain Tim Manega tergantung dari tinggi rendahnya kapasitas oksigen maksimal atau VO2maks. pengaruh keadaan. Fox (dalam Umar. Rumusan Masalah Berdasarkan Latar belakang diatas . dan umur. Menurut Del Asri (2004:4) besaran energi yang dapat tersedia per satu satuan waktu melalui proses erobik dapat ditentukan oleh volume oksigen yang dapat diangkut dengan maksimal oleh darah dari paru-paru seseorang. Tinggi rendahnya VO2 maks seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pada orang normal (bukan atlet) nilai tingkat VO2 maks yang baik untuk wanita adalah diatas 40 ml/kg/menit dan untuk pria diatas 45 ml/kg/menit (Howley dan Frank. 1. Bagi para pemain Tim Manega semakin baik kualitas faktor-faktor tersebut maka semakin baik dan tinggi pula tingkat VO2 maks seorang pemain. 2001:59) menyatakan Seseorang yang memiliki VO2 maks yang tinggi tidak saja mampu melakukan aktivitas daya tahan dengan baik tetapi lebih dari itu. secara langsung dapat diberikan beban maksimum pada sistem jantung dan paru. Untuk meningkatkan VO2 maks latihan fisik harus dilakukan. B.akan terbantu apabila dari kami bisa membuat pengembangan program latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik guna meningkatkan VO2 para atle sepak bola MAN TLOGO Blitar. salah satu dari faktor tersebut adalah organ tubuh yang pada dasarnya organ-organ tubuh tersebut sangat menunjang terhadap tingkat VO2 maks. rumusan masalah yang diangkat adalah belum adanya program latihan berkenaan kebugaran jasmani bagi Ektrakulikuler Di Man Tlogo Blitar. Berdasarkan Latar belakang diatas maka peneliti sangat tertarik untuk membuat jenis Pengembangan Program Latihan Kebugaran Jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan V02 pada ektrakulikuler sepak bola di Man Tlogo Blitar. maka mereka akan cepat mengalami kelelahan yang mengakibatkan emosi yang tidak stabil. mudah terombang-ambing dalam situasi atau suasana. Oleh karena itu untuk meningkatkan kebugaran fisik dan daya tahan V02 pada para peserta Ekstrakulikuler Sepak Bola Di Man Tlogo Blitar maka diterapkanya Program Latihan kebugaran Jasmani peserta Ekstrakulikiler di Man Tlogo blitar. Sebaliknya jika Para pemain Tim Manega mempunyai daya tahan yang rendah. Menurut Wagner (2008) tinggi rendahnya VO2 maks seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu jenis latihan. Tuntutan energi dalam jumlah banyak itu akan diproduksi melalui sistem erobik yang memerlukan oksigen. Prestasi tinggi Tim manega dalam tingkat kabupaten hanya dicapai dengan menjalani latihan yang sistematik dan teratur. peningkatan VO2maks sebaiknya dengan cara program latihan erobik karena dengan latihan erobik sudah ada pembebanan yang meningkatkan jantung maupun paru. kurang kosentrasi dan tidak fokus dalam pertandingan sehingga para pemain tim manega dalam segi prestasi akan menurun. . sehingga tingkat daya tahannya juga baik yang pada akhirnya bagi TIM Manega memiliki tingkat kesehatan dan kesegaran jasmani yang tinggi pula . kualitas darah (hemogoblin) yang berfungsi untuk mengikat oksigen dan membawanya ke seluruh jaringan. komposisi badan. keturunan. jantung yang berfungsi memompa darah. Sehingga kemampuan mereka untuk untuk melakukan aktivitas berikutnya bisa lebih cepat dan mampu bertahan dalam jumlah waktu yang lama. Dari keterangan diatas maka untuk meningkatkan dan memperbaiki prestasi Tim Manega dalam ekstrakulikuler di Man Tlogo harus adanya Program latihan kebugaran jasmani berupa program latihan fisik khususnya dalam hal meningkatkan daya tahan jantung dan paru – paru (VO2) dengan cara latihan aerobik dan anaerobik. paru yang berfungsi untuk memasukkan oksigen dari luar kedalam tubuh. sehingga apabila tingkat kesegaran Jasmani para pemain Tim Manega bagus maka prestasi juga akan dapat meningkat dan lebih bagus lagi. Tinggi rendahnya VO2 maks para pemain Tim Manega sangat berpengaruh pada kondisi fisik atau kesegaran jasmani anggota Tim. Sedangkan untuk meningkatkan VO2 maks yang dilakukan dengan Program latihan anerobik. mereka akan mampu melakukan recovery (pemulihan asal) kondisi fisiknya lebih cepat dibandingkan dengan orang yang memiliki VO2 maks yang rendah.

Tahap Pendahuluan Tahap Pendahuluan Aktivitas yang digunakan berupa Gerak Stretching sistematis mulai dari kepala sampai kaki. Produk ini disusun untuk peserta ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar. Aktivitas kalestenik dengan berbagai variasi gerak sistematis dari kepala sampai kaki.Untuk itulah peneliti akan membuat Program latihan kebugaran jasmani di Ektrakulikuler Sepak Bola di Man Tlogo Blitar . Coch ataupun atlitnya sendiri dapat menentukan bentuk larinya maupun lamanya latihan. 1) 2) 3) 1. misalnya (costa holmen) : . waktu. latihan tidak dibatasi tetapi atlit bebas melakukan latihan ini dengan berbagai variasi bentuk lari sesuai dengan medianya.Produk yang dihasilkan adalah Program Latihan Kebugaran Jasmani. Fartlek Fartlek adalah bentuk latihan yang dilakukan dengan lari jarak jauh seperti halnya pada cross country. maka tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah pembuatan program latihan kebugaran jasmani untuk sepak bola sehingga paserta ektrakulikuler dapat meningkatkan kebugaran jasmani dalam melakukan permainan sepak bola yang bagus dan juga demi untuk mencapai prestasi yang bagus. D.di dalam akan memmuat berbagai variasi latihan kebugaran jasmani. Sebaiknya untuk latihan fartlek ini dipilihnya latihan (medan) yang mempunyai pemandangan indah sedikit rintan gn dengan lintasan yang berbeda-beda : lumpur-keras-terjal-turunpasir-rumput-salju atau lainnya. 1. Tahap Inti Pada tahap inti terdiri berbagai bentuk variasi latihan program jasmani yang akan diuraikan sebagai berikut: 1) 1. Kecepatan bentuk lari dapat diatur dengan berbagai variasi. 1. E. Tujuan Penelitian Mengacu permasalahan diatas. Aktivitas pemanasa sebelum latihan inti. maka peneliti akan menerapkan Program latihan kebugaran jasmani dalam permainan Sepak Bola di MAN Tlogo Blitar. Spesifikasi Produk Yang diharapkan Untuk memecahkan masalah diatas. Bentuk-bentuk Latihan Kondisi Fisik Ada berbagai bentuk latihan kondisi fisik antara lain : 1. Adapun Spesifikasi Penerapan program Latihan untuk Peserta Ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo blitar adalah sebagai berikut: 1. C. Bentuk latihan in iberasal dari Swedia yang berarti “spee play” atau bermain-main dengan kecepatan. Pemandangan yang indah akan menyebabkan atlit lupa akan kelelahan sehingga dengan bebas melakukan latihannya. 1.

Lembar intrumen evaluasi ini berisi tentang butir – butir pertayaan tentang Program latihan kebugaran jasmani. Jalan cepat (istirahat aktif). 3) Interval trainning merupakan penyempurnaan dari fartlek dengan memebrikan koreksi secara teliti dalam : menentukan jarak. Lari lambat-lambat diselingi 3-4 langkah mendadak cepat. Lari lambat-lambat diselingi lari yang makin lama makin cepat (win sprin). berarti 4 X 400m. Waktu untuk menempuh jarak (400 m): 90 detik. Lari dengan tempo yang cepat (pace) selama 1 menit Tujuan latihan sama dengan cross country terutama untuk daya tahan atau stamina. dan macam-macam permainan. 3. Untuk memper berat latihan disamping pengurangan waktu istirahat dapat pula dengan meningkatkan bentuk istirahat dari jalan. mendayung. 3. Waktu istirahat (recovery interval): 120 detik. misalnya: 1. 3. Woldemar Cersshler. c. kemudian untuk seterusnya 4 kali ulangan. istirahat. 2. baru kemudian lari untuk putaran kedua. Ulangan yang diperbanyak. E. 6. 3. 4. kemudian jalan selama 120 detik. Bentuk latihan in pada mulanya ditemukan oleh seorang dokter yang juga coach atletik dari Jerman : dr. banyaknya ulangan (repetation) dan waktu latihan. Pembuatan intrumen evaluasi untuk siswa yang mengikuti ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar Kabupaten Blitar. jalan cepat atau lari-lari kecil. 5. Kecpatan yang konstan dan cukup tinggi. Jaraknya yang ditambah. Interval trainning merupakan bentuk latihan yang diselingi dengan istirahat tertentu (intervasi).2) 1. Ulangan (repetition) : 4 kali. Naik bukit dengan kecepatan tinggi. 1. Atlit diharuskan menempuh jarak 400 m dengan waktu 90 detik. Tahap Penutup Pada tahap penutup diberikan evaluasi dari proses program latihan yang telah dilaksanakan dan melakukan pendinginan. 7. istirahat lagi dan seterusnya sampai selesai 4 x 400 m lari. Waktu dipercepat. 2. 2. balap sepeda. Bentuk latihan in baik sekali dilakukan pada periode persiapan atau bahkan pada periode latihan 1. Internal Trainning Pada khir0akhir ini sistem latihan interfasi mulai digunakan untuk semua cabang olah raga : atletik. b. Contoh : 1. d. Jarak lari ditentukan: 1600 m (4 kali keliling lintasan lari. 4. Pentingnya Pengembangan . Untuk lari pertama latihan boleh digunakan ulangan 2-3 kali terlebih dahulu. Cara meningkatkan beban dapat pula dengan memperberat salah satu dari faktor – faktor di atas dikombinasikan. Streching individu dan berpasangan. Demikianlah untuk seterusnya latihan dilakukan akan tetapi waktu istirahat makin lama makin di kurangi dari 120 detik menjadi 90 – 60 – 50 detikdan setrerusnya sampai tujuan akhir tercapai yaitu lari 4 x 400 m tanpa istirahat = 1600 m. Latihan interval juga menggunakan prinsip penambahan beban latihan. Mulai dengan lari lambat 5-10 menit.

F. Blitar. Selain itu sebagai calon guru pendidikan jasmani penelitian ini dapat dijadikan bekal dalam membina kegiatan ekstrakurikuler. 1. Beban latihan atau disebut juga bahan latihan atau loading adalah suatu bentuk-bentuk latihan . Keterbatasan produk penerapan kebugaran jasmani di kegiatan esktrakulikuler Sepak Bola MAN Tlogo Blitar ini adalah sebagai berikut:   Penerapan Program latihan kebugaran jasmani hanya diperuntukan untuk siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler bola voli di MAN Negeri Tlogo Blitar. G. b) Sarana dan prasarana yang digunakan dalam melakukan latihan kebugaran jasmani cukup memadai dan bervariasi. Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan Asumsi yang dijadikan landasan peneliti untuk penerapan Program Latihan kebugaran jasmani. d. 1. secara tetap dengan selalu memberikan peningkatan beban. a) Dengan adanya penerapan Program latihan Kebugaran Jasamani. di ekstrakukuler Sepak Bola MAN Negeri Tlogo Kab. Pengertian Program latihan Latihan adalah suatu proses yang sistrematis secara berulang-ulang. Bagi pelatih Dapat dijadikan acuan bagi pelatih dalam peningkakatan kebugaran jasmani para atlet. 1. 1. Materi program latihan kebugaran jasmani hanya terbatas pada materi kebugaran jasmani saja. Tujuan pokok dari latihan adalah prestasi maksimal di samping kesehatan serta kesegaran jasmani bagi atlet. Bagi atlet Untuk meningkatkan kebugaran jasmani para atlet 1. (Pussegjas. a. Bagi Universitas Negeri Malang Hasil penelitian ini dijadikan bahan dasar kepustakaan dalam penelitian selanjutnya khususnya yang berhubungan dengan kesegaran jasmani. Bagi peneliti Sebagai sarana untuk mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan khususnya yang berhubungan dengan kesegaran jasmani. c.Pengembangan ini adalah untuk memperoleh pengalaman yang nyata juga mengaplikasikan teori dan praktek selama mengikuti kegiatan ekstrakulikuler dalam bentuk penelitian pengembangan bentuk – bentuk program latihan kebugaran jasamani di kegiatan Ekstrakulikuler MAN Negeri Tlogo Kab Blitar. b. 1995:3). maka siswa dapat mengerti tentang program latihan kebugaran jasmani dalam permainan sepak bola. Definisi Istilah 2. Pengertian Kebugaran Jasmani Kesegaran jasmani adalah kemampuan tubuh seseorang pemain sepak bola di Man Tlogo Blitar untuk melakukan kegiatan latihan sehari-hari maupun pertandingan tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan masih memiliki tenaga yang cukup untuk melakukan aktivitas yang lainnya.

Peserta ekstrakurikuler tenis lapangan adalah siswa yang mengikuti ekstrakukulikuler Sepak Bola di Man Tlogo Blitar di luar jam sekolah yang sudah dijadwalkan oleh sekolah dalam pengembangan bakat dan minat siswa. 2. ekspresi dan lain. Komponen-komponen Kesegaran Jasmanai. tehnik analisis. bagian yang kedua memuat tentang produk yang dihasilkan dari pengambangan. Bagian pertama memuat tentang: 1. Sistematika penulisan Sistematika penulisan ini terdiri dari dua bagian. 1. 2.BAB III METODE PENGEMBANGAN: taktik pengembangan.BAB II KAJIAN PUSTAKA: Kesegaran Jasmani. difinisi istilah dan sistematika penulisan. A. Aerobik adalah suatu sistem altihan yang mendorong kerja jantung. pentingnya pengembangan. olahraga ini dimainkan oleh dua kelompok berlawanan yang masing-masing berjuang untuk memasukkan bola ke gawang kelompok lawan (Rino. Metode Latihan Fisik . rumusan masalah. kesenian. Kesegaran jasmani menurut ahli faal dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk melakukan satu tugas khas yang memerlukan kerja muskular di mana kecepatan dan ketahanan .lain. spesifikasi produk yang diharapkan. tujuan penelitian. Prinsip Latihan. 1. 2008:1).BAB I PENDAHULUAN: Latar belakang masalah. Penjelasan Tentang program latihan untuk meningkatkan VO2. KESEGARAN JASMANI Kesegaran jasmani merupakan hal yang sudah populer di kalangan masyarakat saat ini. Subjek uji coba. asumsi dan keterbatasan pengembangan. prosedur pengembangan.Peran Kesegaran Jasmani dalam Permainan sepak bola. desain Uji coba.1978:83 ). Tujuan kesegaran jasmani. Kegiatan Ekstrakulikuler. Dalam pertandingan. 1. Beban Latihan . Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran biasa (termasuk pada waktu libur) yang diterapkan oleh sekolah dengan tujuan agar siswa MAN TLOGO Blitar dapat memperluas pengetahuan dan mengembangkan bakat dan minat di bidang yang digemari sehingga siswa memperoleh prestasi di bidangnya yaitu mahir bermain Sepak bola. dan paru-paru untuk periode waktu yang cukup untuk menghasilkan perbaikan-perbaikan dan keadaan tubuh. bagian pertama: memuat tentang kajian Analisis. darah. Pengertian Esktrakulikuler Menurut ahmadi ( 1984:105) kegiatan ekstrakulikuler adalah kegiatan – kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub – klub.jasmani dan rohani atlet guna mencapai prestasi olah raga. Karakteristik Sepak Bola. H. misalnya: olahraga. Uji coba produk. Faktorfaktor yang Mempengaruhi Kesegaran Jasmani. meyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan menusia seutuhnya ( sahertian. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. ada beberapa pendapat para ahli atau pakar kesegaran jasmani. Program latihan. Sepak bola adalah salah satu olahraga yang sangat populer di dunia.Intrumen pengumpulan data. Kegiatan ekstrakulikuler bertujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai berbagai mata pelajaran. Latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan VO2 . 3. Untuk mempertegas agar pengertian lebih sesuai dengan apa yang dimaksud.

C. 1. sehingga masih memiliki sisa tenaga untuk mengisi waktu luangnya dan tugas-tugas mendadak lainnya. adalah komponen kondisi fisik seseorang tentang kemampuannya dalam mempergunakan otot dalam menjalankan aktivitas (Dwiyogo dan Sulistyorini. dan ketepatan. b) daya tahan otot. f) kelincahan. TUJUAN KESEGARAN JASMANI Kesegaran jasmani sangatlah penting bagi semua orang termasuk anak-anak usia sekolah. kecepatan. anggota masyarakat. 1991:25). keseimbangan. Seseorang yang memilik kasegaran jasmani yang baik dapat diartikan cukup mempunyai kesanggupan untuk melakukan pekerjaannya dengan efisien tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti. maka dapat ditarik kesimpilan bahwa kekuatan adalah kemampuan otot untuk mengatasi atau melawan beban dengan usaha yang maksimal dalam melaksanakan aktivitas tertentu. pemulihan yang cepat dari tubuh sewaktu-waktu respon demikian diperlukan”. 1. komponen kondisi tubuh. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa setiap manusia perlu menjaga dan meningkatkan kesegaran jasmaninya sendiri. g) koordinasi. daya lentur. Baik peningkatan maupun pemeliharaannya. Tetapi menurut Kirkendall dkk (1980:226) kekuatan adalah kemampuan atau kekuatan otot tubuh yang bekerja mengeluarkan energi untuk mengatasi atau melawan kontraksi dari luar yang berfungsi untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain atau memindahkan benda mendekati tubuh atau menjauhi tubuh. Kekuatan Kekuatan atau strength . baik ketika berada di sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. Menurut Sajoto (1995:8-11) kondisi fisik atau kesegaran jasmani adalah satu kesatuan yang utuh dari komponen-komponen yang tidak dapat dipisahkan begitu saja. KOMPONEN KEBUGARA JASMANI Pengertian kesegaran jasmani adalah pengertian yang sangat kompleks. c) daya tahan jantung. Bisa dikatakan pula bahwa tingkat kesegaran jasmani yang baik memberikan seseorang kesanggupan pada seseorang untuk menjalankan hidup yang produktif dan dapat menyesuaikan diri pada tiap pembebanan yang banyak. i) ketepatan. terhindar dari penyakit dan selalu ceria sepanjang hidup. Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:24) menjelaskan bahwa komponen-komponen kesegaran jasmani adalah: a) daya tahan. agar dapat hidup sehat. 1992:9). daya otot. kelincahan. Sedangkan menurut Pussegjas (1995:1) kesegaran jasmani adalah perwujudan kemampuan dan kesanggupan fisik seseorang untuk melakukan pekerjaan baik sebagai pribadi. h) keseimbangan dan. daya tahan. Dari pendapat di atas. Penjelasan tentang peranan masing-masing komponen adalah sebagai berikut: 1. . Kesegaran jasmani juga diperlukan anak usia sekolah untuk dapat melaksanakan aktifitas sehari-hari. oleh karena itu untuk mengetahui dan memahami secara mendalam perlu mempelajari komponen-komponen yang membentuk dan saling bertautan antara yang satu dengan yang lainnya. maupun sebagai warga negara perlu mendapat perhatiaan dan tanggapan yang lebih memadai. d) kelentukan. Muhajir (dalam Sipayung.merupakan kriteria utama. ekonomi gerakan pada waktu latihan. Berdasarkan beberapa uraian di atas dapat di simpulkan bahwa kesegaran jasmani dapat diartikan sebagai kemapuan fisik untuk melakukan tugas pekerjaan sesuai dengan bidangnya tanpa mengalami kelelahan yang berlebih dan mendapat pemulihan yang cepat seperti pada saat belum melakukan aktivitas. 8:2007) mengatakan bahwa “tujuan kesegaran jasmani adalah untuk meningkatkan kemampuan sistem sirkulasi dan kerja jantung. 1. e) kecepatan. koordinasi. Sedang menurut ahli-ahli pendidikan jasmani kesegaran jasmani adalah kapasitas fungsional total seseorang untuk melakukam sesuatu kerja tertentu dengan hasil yang baik tanpa kelelahan yang berarti (Depdikbud. Disebutkan pula bahwa komponen kondisi fisik meliputi: kekuatan.

Kecepatan menurut Kirkendall dkk (1980:243) adalah jarak dibagi waktu. 4. kecepatan adalah kemampuan melakukan gerakan dalam periode waktu yang pendek. Power Menurut Kirkendall dkk (1980:228) power adalah masa kerja dibagi dengan waktu atau lama kerja. Sedangkan definisi yang dikemukakan oleh Kent (dalam Budiwanto. Dijelaskan pula bahwa power dapat diperoleh dalam melakukan kegiatan tertentu. Jadi kelincahan tidak hanya memerlukan suatu kecepatan saja. balap sepeda. Jadi dapat disimpulkan bahwa daya tahan/endurance merupakan salah satu komponen kesegaran jasmani yang paling penting untuk dilatih. 2. Daya Tahan Daya tahan otot tidak hanya dikenal pada istilah kekuatan tetapi juga kemampuan otot berkontraksi dalam beberapa waktu tanpa mengalami kelelahan.1. 2004:34) adalah gabungan antara kekuatan dan daya ledak (kecepatan). . dan peredaran darahnya secara efektif dan efisien untuk menjalankan kerja secara terus menerus yang melibatkan kontraksi sejumlah otot dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama. 1. pukulan dalam tinju. Seperti dalam lari cepat. dibutuhkan bentuk latihan yang sesuai dan mengharuskan orang itu untuk dapat bergerak dengan cepat dan mengubah arah dengan lincah. Menurut Kent (dalam Budiwanto. kecepatan diukur dengan satuan jarak dibagi dengan satuan waktu. power adalah kemampuan untuk mengubah energi fisik ke dalam kekuatan yang sangat cepat dan tergantung pada banyaknya adenosine triphosphat (ATP) yang diproduksi setiap satuan waktu. 2004:34). kontraksi otot dengan kekuatan maksimum dan kecepatan maksimum. berarti kelincahannya cukup baik. Kelincahan Kelincahan atau agility adalah kemampuan seseorang mengubah posisi di area tertentu. Dari beberapa pendapat di atas. 2004:37) kecepatan adalah jarak tempuh per satuan waktu yang diukur dalam menit atau skala kuantitas. akan tetapi juga memerlukan fleksibilitas yang baik dari sendi-sendi anggota tubuh. adalah kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan berkesinambungan dalam bentuk yang sama dalam waktu sesingkat-singkatnya. 5. Daya tahan otot atau local endurance yaitu kemampuan seseorang dalam mempergunakan ototnya untuk berkontraksi secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama dengan beban tertentu. kelenturan dan komponen kesegaran jasmani lainnya. Dari sini dapat disimpulkan bahwa power itu adalah kemampuan tubuh untuk memadukan kekuatan dan kecepatan dalam waktu yang bersamaan. Suharno (dalam Budiwanto. Kecepatan Kecepatan atau speeds. 3. 1991:29). Seseorang yang mampu mengubah posisi yang berbeda dalam kecepatan tinggi dengan koordinasi yang baik. paru-paru. yakni: daya tahan umum atau general endurance kemampuan seseorang dalam mempergunakan sistem jantung. 1. dapat disimpulkan bahwa kecepatan adalah kemampuan tubuh atau bagian tubuh untuk melakukan gerakan dalam waktu yang pendek. 2004:35)) menjelaskan bahwa daya tahan adalah kemampuan organ atlet untuk melawan kelelahan yang timbul saat melakukan aktivitas olahraga dalam waktu yang lama. Seseorang dikatakan memiliki kelincahan cukup baik apabila mampu merubah satu posisi ke posisi yang berbeda dengan kecepatan tinggi dan koordinasi gerakan yang baik. Daya tahan atau endurance dalam hal ini dikenal dua macam daya tahan. dan lain-lain (Dwiyogo dan Sulistyorini. 1. Untuk melatih kecepatan. smash dalam bulutangkis. Menurut Kirkendall dkk (1980:243) kelincahan adalah kemampuan badan untuk mengubah arah tubuh atau bagian tubuh lainnya dengan sangat cepat dan efisien. karena daya tahan ini secara langsung juga untuk melatih otot. Power menurut pendapat Gabbard dkk (dalam Budiwanto.

Sedangkan kelincahan menurut Verducci (dalam Budiwanto. adalah kemampuan gerak tubuh seseorang untuk mengendalikan gerak-gerak bebas terhadap suatu sasaran. Kelincahan adalah hasil pembentukan dari unsur kecepatan. Bompa (dalam Budiwanto. Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa koordinasi adalah kemampuan tubuh seseorang yang selaras antara sekelompok otot selama bergerak yang terlibat dalam satu pola gerak yang rumit dan mempersatukan bagian-bagian tersebut menjadi suatu gerak tunggal dan berhasil mencapai beberapa tujuan. 9. 2004:40) menjelaskan bahwa kapasitas melakukan gerakan dengan rentangan yang luas diketahui sebagai kelenturan. Keseimbangan Keseimbangan menurut Kent (dalam Budiwanto. suhu badan dan usia sangat mempengaruhi luasnya gerakan bagian-bagian tubuh. menghasilkan berbagai respon gerakan pada situasi fisik tertentu. sistem syaraf dan sistem otot rangka menjadi rangkaian untuk mengatur bagian-bagian badan secara terpisah yang terlibat dalam satu pola gerak yang rumit dan mempersatukan bagian-bagian tersebut menjadi suatu gerak tunggal dan berhasil mencapai beberapa tujuan. 7. Kelenturan Daya lentur atau flexibility . 1. 1. 8. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kelenturan adalah ukuran kemampuan seseorang yang mempunyai ruang gerak yang luas dalam sendi-sendinya dan yang mempunyai otot-otot yang elastis. Di bidang olahraga banyak hal yang harus dilakukan oleh atlet dalam masalah keseimbangan ini baik dalam menghilangkan atau mempertahankan keseimbangan. Dari beberapa uraian di atas. maka keseimbangan dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mempertahankan posisi badan dalam berbagai keadaan. Sedangkan koordinasi menurut Kent (dalam Budiwanto. adalah ukuran kemampuan seseorang dalam penyesuaian diri untuk segala aktivitas dengan penguluran tubuh yang luas. Dari beberapa uraian di atas. koordinasi adalah kerjasama yang selaras antara sekelompok otot selama bergerak yang dilakukan dengan indikasi keterampilan yang sama. sehingga tidak mendapat gangguan pada keseimbangannya atau bisa juga diartikan bahwa keseimbangan adalah kemampuan sikap tubuh yang tepat pada saat melakukan gerakan. Koordinasi Menurut Kirkendall dkk (1980:257). Kelenturan menurut Kirkendall dkk (1980:248) adalah kemampuan tubuh atau bagian-bagian tubuh untuk melakukan berbagai gerakan dengan leluasa dan seimbang antara kelincahan dan respon keseimbangan. 6. Sedangkan Kirkendall dkk (1980:257) mengemukakan bahwa keseimbangan adalah fenomena yang kompleks yang melibatkan vestibular system pada bagian dalam telinga. Sasaran ini dapat merupakan jarak atau mungkin suatu objek langsung yang harus dikenal dengan salah satu bagian tubuh. 2004:41) adalah kemampuan memelihara suatu yang berorientasi pada keadaan stabil dan khusus dikaitkan dengan lingkungan saat itu. 2004:39) disampaikan bahwa pembentukan kelincahan lebih sulit dari pada pembentukan yang lainnya. otak menafsirkan secara komplek. kekuatan dan keseimbangan. dapat disimpulkan bahwa sebenarnya kelincahan adalah kemampuan mengubah arah atau posisi badan secara cepat dan melakukan gerakan yang lain. 1. Sedangkan Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:33) menjelaskan bahwa keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan tubuh agar tetap stabil. . 2004:42) adalah kemampuan untuk menyatukan sistem indera. 1. Ketepatan Ketetapan atau accuracy. penglihatan mata. Secara umum. hal ini akan sangat mudah ditandai dengan tingkat flexibility persendian pada seluruh tubuh.

(2) program jangka menengah (2 tahun-4 tahun) rencana jangka . sehingga pada orang yang berusia 70 tahun diperoleh daya tahan 50% dari yang dimiliki pada usia 17 tahun. Cara mengembangkan ketepatan ialah dengan mengulang-ulang gerakan dengan frekuensi yang banyak.Ketepatan menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:33) adalah kemampuan seseorang untuk mengarahkan suatu gerak ke suatu sasaran sesuai dengan tujuan. 1. Selain itu dalam buku yang sama juga mengungkapkan program latihan adalah cara seorang pelatih untuk mempersiapkan atletnya guna menunjang program latihan yang telah direncanakan atau terprogram. D. tenaga pelatih. Faktor Keturunan (Genetik) Dari penelitian yang telah dilakukan. Program latihan harus disusun secara teliti dan dilaksanakan secara tekun dan teratur sesuai dengan prinsip-prinsip latihan. Faktor Usia Menyatakan bahwa mulai anak-anak sampai sekitar usia 20 tahun. Perbedaan tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan maximal muscular power yang berhubungan dengan luas permukaan tubuh. Moeloek (1984:3)menjelaskan tentang beberapa faktor fisiologis yang mempengaruhi daya tahan kardiovaskuler antara lain adalah: 1. kekuatan otot. dibuat kesimpulan bahwa kesegaran jasmani dtentukan oleh faktor genetik yang hanya diubah dengan latihan sampai pada batas maksimal. Faktor Aktivitas Fisik Berdasarkan hasil penelitian efek latihan aerobik selama delapan minggu setelah istirahat memperlihatkan peningkatan daya tahan kardiovaskuler 62% dari nilai akibat itirahat dan bila dibandingkan dengan keadaan sebelum istirahat di tempat tidur maka nilai peningkatan adalah 18%. komposisi tubuh. Faktor Jenis Kelamin Sampai dengan usia remaja tidak terdapat perbedaan daya tahan kardiovaskuler pria dan wanita. E. lingkungan atlet. daya tahan kardiovaskuler meningkat. Artinya bahwa aktivitas fisik yang terarah juga dapat meningkatkan kesegaran jasmani di samping terjadi penurunan berat badan. jumlah hemoglobin. dana. itulah sebabnya dibutuhkan penyusunan dan perencanaan latihan yang baik dan tepat. mencapai maksimal pada usia 20-30 tahun dan kemungkinan berbanding terbalik dengan usia. FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUGARAN JASMANI Berikut ini adala beberpa hal yang terkait dengan kesegaran jasmani khususnya yang berhubungan dengan daya tahan kardiovaskuler. Setelah usia tersebut nilai pada wanita lebih rendah dari pada pria. Suharno (1993:7) menyebutkan bahwa program latihan umumnya dibagi menjadi tiga. umur atlet. Program yang demikian memungkinkan bagi seorang pelatih dapat memberikan sebanyak mungkin kesempatan kepada atlet guna perkembangan pengetahuan dan keterampilannya. dan menjauhkan atau mempersempit gerakan. kemampuan atlet. Suharno (1993:1) Program latihan dikatakan baik dan tepat apabila rencana dibuat telah mempertimbangkan faktor-faktor penentu untuk mencapai tujuan. dan waktu yang tersedia. Menurut Suharno (1993:1) program latihan adalah suatu petunjuk atau pedoman yang mengikat secara tertulis berisi cara-cara yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan masa mendatang yang telah ditetapkan. sarana dan prasarana. yang mana semua itu terdapat dalam program latihan. mempercepat gerakan. PENJELASAN TENTANG PROGRAM LATIHAN Seorang atlit untuk mencapai prestasi yang maksimal hendaklah atlit tersebut terus berlatih dan berlatih tanpa merasa bosan. 2. 1. kapasitas paru dan sebagainya. 3. yaitu: (1) Program jangka panjang (5 tahun-12 tahun) tujuan rencana jangka panjang merupakan tujuan akhir untuk cita-cita prestasi prima. faktor itu antara lain: bakat atau materi atlet. 4.

Latihan juga dapat didefinisikan sebagai peran serta yang sistematis dalam latihan yang bertujuan untuk meningkatkan fungsdional fisik dan daya tahan latihan dalam bidang olahraga. Prestasi tinggi akan dapat dicapai apabila keempat aspek. dapat disimpulkan bahwa program latihan adalah petunjuk atau pedoman latihan yang bertujuan untuk menentukan tujuan latihan. terarah. prinsdip variasi (variety). menurut Bompa (1994:29) prinsip-prinsip program latihan fisik adalah sebagai berikut: Prinsip beban bertambah (over load). 1. prinsip aktif dalam latihan dan prinsip proses latihan menggunakan model. 1993:317). Untuk mencapai peningkatan kemampuan dalam kondisi fisik. Menurut Kosasih (1984:46) latihan atau training adalah proses kerja yang harus dilakukan secara sistematis. Tujuan akhir latihan adalah untuk meningkatkan kemampuan olahraga (Dwijowinoto. prinsip beban meningkat bertahap (progressive increase of load). Sedangkan Latihan fisik adalah latihan yang betujuan untuk meningkatkan kondisi fisik. berulang-ulang dan jumlah beban yang diberikan semakin hari bertambah. prinsip melampaui batas latihan (the abuse of training). taktik. teknik. Untuk memperoleh prestasi yang maksimal dalam olahraga memerlukan latihan yang intensitas dan frekuensinya banyak. program latihan harian. Beutelstah (1986:124) menyatakan bahwa training adalah persiapan para pemain masing-masing secara individu membimbing dan membentuk mereka sehingga dapat menampilkan prestasi tertinggi secara individual maupun regu. yaitu faktor yang paling penting bagi setiap atlet (Suharno 1993:1). dan mental diperlukan proses dan waktu yang relatif lama. terarah kian hari jumlahnya semakin meningkat dengan proses yang sistematis. taktik. menentukan cara-cara yang efektif serta usaha-usaha untuk mencapai tujuan dari latihan yang dilakukan. Tetapi dalam menentukan beban latihannya harus benar-benar diperhatikan. prinsip reversibilitas (reversibility). dan mental dikembangkan setinggi mungkin. meningkat dan berulang-ulang waktunya. bertahap. Program latihan jangka pendek terdiri dari: program latihan tahunan. Sementara itu.menengah merupakan pelaksanaan langsung jangka panjang. Dari pengertian dan penjelasan tentang program latihan yang telah dikemukakan di atas. Hal ini sesuai dengan pendapat Harsono (1993:1) bahwa tujuan utama dari pelatihan olagraga prestasi adalah untuk meningkatkan keterampilan dan prestasi semaksimal mungkin. (3) program jangka pendek (1 tahun kebawah) merupakan pelaksanaan operasional rencana jangka menengah. Program latihan perlu disusun dengan prinsip-prinsip latihan. prinsip pulih asal (recovery). menghindari beban latihan berlebih (overtraining). prinsip spesialisasi (specialitation). Suharno (1993:5) menjelaskan bahwa latihan ialah suatu proses penyempurnaan kualitas atlet secara sadar untuk mencapai prestasi yang maksimal dengan diberi beban fisik dan mental secara teratur. yaitu: aspek-aspek fisik. PRINSIP LATIHAN Harsono (1993:2) pengertian latihan atau training adalah sesuatu proses berlatih yang sistematis yang dilakukan secara berulang-ulang. Maka Menurut Bompa (1994:29-48) adalah sebagai berikut: . teknik. pengertian dari prinsip-prinsip latihan yang telah disebutkan di atas. F. prinsip perkembangan multilateral (multilateral development). prinsip perorangan (individualization). program latihan bulanan. program latihan mingguan. Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan prinsip-prinsip latihan adalah suatu usaha sadar yang harus dilakukan atlet untuk mencapai prestasi maksdimal yang dilakukan berulang-ulang. dan yang kian hari junlah beban latihannya kian bertambah. Sasaran-sasaran latihan pun merupakan penjabaran sasaran dari program jangka menengah.

Latihan yang baik harus mengakibatkan penekanan fisik dapat ditimbulkan dengan jalan pemberian beban latihan yang lebih dari batas kemampuan si atlet (Suharno.1. Prinsip Individual Latihan harus memperhatikan dan memperlakukan atlet sesuai dengan kemampuan. karakteristik belajar dan kekhususan cabang olahraga. Hal ini bertujuan agar sistem fisiologis dapat menyesuaikan dengan tuntutan fungsi yang dibutuhkan untuk tingkat kemampuan tinggi. karakteristik belajar dan kekhususan olahraga. Seluruh konsep latihan harus direncanakan sesuai dengan karakteristik fisiologis dan psikologis atlet. Keterampilan dan latihan dapat diperkaya dengan mengadopsi pola gerakan teknik yang sama. Volume dan intensitas latihan secara terus menerus meningkat dan latihan diulang-ulang banyak sekali. Prinsip Menambah Beban Latihan secara Progresif Pemberian beban latihan harus ditingkatkan secara bertahap. dari siklus mikro olimpiade. Prinsip beban bertambah secara pelan-pelan menjadi dasar rencana latihan olahraga. Prinsip Spesialisasi Spesialisasi menunjukkan unsur penting yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan dalam olahraga. potensi. Spesialisasi bukan proses unilateral tetapi satu yang kompleks yang didasarkan pada suatu landasan kerja yang solid dari perkembangan multilareral. Dalam mengatur program latihan yang paling menguntungkan harus mengembangkan kemampuan fisiologis khusus yang diperlukan untuk melakukan keterampilan olahraga atau kegiatan tertentu yang akan dilakukan. sehingga tujuan latihan dapat ditingkatkan secara wajar Individualisasi dalam latihan adalah satu kebutuhan yang penting dalam masa latihan dan itu menunjukkan pada pemikiran untuk setiap atlet. 1. seterusnya atlet akan mengalami kenaikan kemampuan (superkompensasi). tetapi mungkin lebih penting untuk memelihara motivasi dan perhatian dengan memvariasi latihan fisik dan latihan secara rutin. dan akan diikuti oleh semua atlet yang mengabaikan tingkat kemampuannya. Dalam upaya mengatasi monoton dan kebosanan dalam latihan. atau dapat mengembangkan kemampuan gerak yang diperlukan dengan olahraga. Atlet harus memiliki disiplin latihan. Masa latihan adalah suatu aktivitas yang sangat memerlukan beberapa jam kerja atlet. fisiologis dan organisme atlet terhadap kelelahan akibat beban latihan tersebut. Prinsip Variasi Latihan harus bervariasi dengan tujuan mengatasi sesuatu yang monoton dan membosankan saat latihan. seseorang pelatih perlu kreatif dengan memiliki pengetahuan dan sumber latihan yang banyak yang memungkinkan dapat merubah secara periodik. 1. Prinsip spesialisasi harus disesuaikan pengertian dan penggunaanya untuk latihan anak-anak yunior di mana perkembangan multilateral harus berdasarkan perkembangan khusus. Beban ditambah . 1. yang akan menjamin memperoleh adaptasi secara benar. mengabaikan tingkat prestasi diperlukan secara individual sesuai kemampuan dan potensinya. Prinsip Beban Lebih (Over Load) Pemberian beban latihan harus melebihi kebiasaan sehari-hari secara teratur. Menurut Bompa (1994:32) Latihan harus bersifat khusus sesuai dengan olahraga dan pertandingan yang akan dilakukan. 1. Program latihan harus direncanakan. 1985:13). beban ditingkatkan secara pelan bertahap. teratur dan terus-menerus sehingga mencapai beban maksimum. Stress fisik akan menimbulkan kelemahan anatomis. Stress terus menerus yang diberikan pelatih tanpa istirahat akan menimbulkan penurunan prestasi bagi atlet.

itu juga menggambarkan sesuatu yang diusahakan untuk dicapai. Prinsip Perkembangan Multilateral Perkembangan multilateral lambat laun saling bergantung antara seluruh organ dan sistem manusia. Prinsip Pulih Asal Beban latihan yang telah diberikan telah banyak mengeluarkan energi tubuh untuk itu diperlukan pemulihan untuk mengembalikan kondisi tubuh seperti semula. BEBAN LATIHAN Menurut Suharno (1993:1) Beban latihan adalah suatu bentuk rangsangan motorik yang dapat dikontrol oleh pelatih untuk meningkatkan kualitas atlet dalam rangka mencapai prestasi maksimal. G. tetapi dia tentu harus istirahat yang cukup. Ada dua . Prinsip Latihan Menggunakan Model Latihan yang dilakukan didesain sedemikian rupa seakan-akan seperti pada kenyataan yang akan terjadi di lapangan pertandingan. 10. Penyebab terjadinya overtraining antara lain: a) diberikan beban latihan over-loads secara terus menerus tanpa memperhatikan interval. dan meskipun dalam keadaan abstrak ideal diatas adalah kenyataan konkrit. perkembangan multilateral secara tidak langsung atlet akan menghabiskan semua waktu latihannya hanya untuk program tersebut. Tujuan suatu model adalah untuk memperoleh suatu yang ideal. 11. suatu peristiwa yang dapat diperoleh. serta antara proses fisiologis dan psikologis. Pengertian ini atlet akan menghubungkan keterangan obyektif dari pelatih dengan prakiraan subyektif kemampuannya. Selama waktu bebas atlet dapat melakukan pekerjaaan dalam aktifitas sosial yang memberikan kepuasan dan ketenangan. Oleh sebab itu latihan harus berkesinambungan untuk memelihara kondisi. Seseorang atlet akan melakukan kegiatannya meskipun tidak dibawah dan perhatian pelatih. Kesungguhan dan aktif ikut serta dalam latihan akan dimaksimalkan jika pelatih secara periodik. metode dan isi yang sama dengan situasi pertandingan 1. untuk itu harus menghindari kelebihan beban latihan. ajeg mendsiskusikan kemajuan atletnya dengannya. b) diberikan latihan intensif secara mendadak setelah lama tidak berlatih. Prinsip Menghindari Kelebihan Beban Latihan (Over Training) Program latihan yang dijalani tidak akan mencapai hasil jika atlet mengalami kelelahan. 1. Partisipasi aktif tidak terbatas hanya pada latihan. 1. Prinsip Reversibilitas Beban latihan yang diberikan pada saat latihan harus dikurangi secara perlahan-lahan pada saat akhir latihan.pelan-pelan pada tiga siklus mikro pertama dengan menguragi atau tahap tanpa beban. d) beban latihan diberikan dengan beban melompat. Prinsip Partisipasi Aktif dalam Latihan Atlet yang melakukan latihan haruslah tetap berlatih diluar jam latihan wajib meskipun tanpa pengawasan dari pelatih. c) proporsi latihan dari ekstensif ke intensif tidak cepat. memungkinkan atlet dibentuk. 1. Prinsip multilateral akan digunakan pada latihan anak-anak yunior. 1. Kebutuhan perkembangan multilateral muncul untuk diterima sebagai kebutuhan dalam banyak lapangan pendidikan dan usaha manusia. Melalui latihan model pelatih berusaha memimpin dan mengorganisasi waktu latihannya dalam cara yang obyektif. Tetapi.

(sistem peredaran darah. (3) Recovery adalah waktu yang digunakan untuk pemulihan tenaga kembali antara satu dengan elemen bahan latihan elemen berikutnya. Beban Luar (Outer Load) Beban luar adalah rangsangan motorik yang dapat diatur dikontrol dengan cara memvariasikan ciri beban latihan seperti volume. sedang frekuensi rendah artinya ulangan gerak sedikit dalam satu giliran. MR push-up atlet dapat dihitung misalnya: mampu 30 kali. rythme. intensitas. intensitas. 1993:29): (1) Volume adalah beban latihan yang biasa dinyatakan dengan satuan jarak. Kemudian tentukan takaran intensitas latihannya. maka 80% x (220 – 20) = 160 kali/menit (intensitas sub maksimal). Beban dalam dikatakan maksimal apabila denyut nadi atlet setelah melakukan satu unit latihan meningkat (Suharno. Frekuensi dapat juga diartikan berapa kali latihan perhari atau berapa hari latihan perminggunya. (5)low (rendah) 59% ke bawah dari prestasi terbaik. Begitu juga menurut Suharto (1997:97) menyatakan bahwa pada dasarnya volume latihan meliputi unsur-unsur: waktu atau lama latihan. (4) Frekuensi adalah ulangan gerak berapa kali atlet harus melakukan gerak setiap giliran. recovery. ini berarti intensitas maksimal untuk atlet tersebut 30 kali/100%. 1993:23) Beban dalam mempunyai dampak perubahan fungsional organisme atlet meliputi: (1) susunan anatomis/struktur tubuh yang dimaksud disini adalah latihan dapat menambah jumlah serabut otot. Skala intensitas untuk latihan kecepatan dan kekuatan sebagai berikut (Suharno. (2) maksimal 100% dari prestasi terbaik. beban berat yang diangkat. (2) Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi atlet dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. Menurut Suharto (1997:98) menyatakan bahwa intensitas latihan merupakan komponen kualitatif yang mengacu pada jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu unit waktu tertentu. Begitu juga dengan Suharto (1997:72) menyatakan bahwa perubahan massa otot bukanlah disebabkan pertambahan jumlah sel otot melainkan karena pertambahan dari anak serabut otot yang membesar akibat latihan. sementara terjadi penurunan aliran kearah jaringan-jaringan yang kurang aktif. frekuensi.macam beban latihan yang harus dibedakan pengertiannya menurut Suharno (1993:29) adalah: (1) Beban Luar (outer load): volume. seperti timbulnya kenaikan volume darah tiap menit dan bertambahnya jumlah darah yang mengalir keotot-otot yang lebih aktif. Di bawah ini ciri-ciri beban luar (Suharno. yaitu 80% dari DNM dan umur atlet 20 tahun. diperlukan koordinasi dalam . (5) Rythme adalah sifat irama latihan yang berhubungan dengan tinggi rendahnya tempo dan berat ringannya suatu latihan dalam satu unit latihan maupun mingguan. jumlah set dalam latihan interval dan sirkuit sebagai ukuran rangsangan motorik dalam suatu unit latihan. recovery. jarak tempuh atau berat beban. 2) berdasarkan jumlah denyut nadi dalam mereaksi beban latihan. jumlah ulangan latihan atau unsur teknik yang dilakukan dalam waktu tertentu. Kepekatan rangsangan densitas tergantung lama dan pendeknya waktu recovery . jumlah beberapa elemen jenis latihan. (4) medium 60% – 70% dari prestasi terbaik. Bila pelatih menginginkan intensitas sub-maksimal dalam latihan. (2) Beban Dalam (inner load) 1. antara lain: 1) berdasarkan persentase kecepatan dan kekuatan yang digunakan dalam latihan. 1993:22): (1) super maksimal 101% – ke atas dari prestasi terbaik. yaitu yang melalui proses pemecahan serabut pada waktu latihan dan terjadi pembesaran otot yang disebabkan karena bertambah luasnya serabut otot (Sajoto 1988:111) . bulanan dan tahunan. (3) sub maksimal 80% – 99% dari prestasi terbaik. Dan intensitas latihan dapat dikalisfikasikan tinggi rendahnya berdasarkan beberapa indikator. Frekuensi tinggi berarti ulangan gerak banyak sekali dalam satu giliran. (2) fungsi fisiologis organisme. frekuensi. 1985:16). Sedangkan untuk menghitung denyut nadi yaitu pertama dihitung DNM (denyut nadi maksimal) dengan rumus: 220 – umur. Namun aliran darah ke daerah-daerah rawan seperti kearah otak dan jantung akan tetap atau meningkat sedangkan tekanan darah dalam arteri secara sistematik dan pemenuhan kebutuhan dalam jaringan dalam tubuh. Cara menghitung intensitas dengan MR (maximum repeatation) . berarti dalam satu giliran latihan push-up ditemukan 80% x 30 kali (MR) = 24 kali. irama dalam suatu unit program latihan. total waktu latihan. pernafasan dan metabolisme) yang dimaksud disini yaitu pada secara reflek akan terjadi perubahan pengaliran darah. Beban Dalam (Inner Load) Beban dalam adalah perubahan fisiologis organisme atlet akibat pengaruh latihan beban luar yang ditandai dengan kenaikan denyut nadi (Suharno. Dan unsur tersebut mencerminkan kwantitas atau banyaknya latihan yang dilakukan pada saat latihan. 1.

Setelah memahami ciri beban luar dan beban dalam maka para pelatih harus membuat dan memberikan latihan pada atletnya sesuai dengan berat ringannya beban latihan yang dikehendaki. juga memperbaiki secara serempak kesegaran jasmani daripada tubuh. 1996:105). Metode-metode latihan fisik tersebut diantaranya yaitu: (1) Metode latihan sirkuit (circuit training) adalah suatu sistem latihan yang selain menghasilkan perubahan-perubahan positif pada kemampuan motorik. Pada latihan naik turun bangku ini merupakan latihan fisik yang sederhana dimana didalam melakukan latihannya menggunakan kotak. otot akan menerima 80%-85% dari seluruh volume tiap menit. (3) Latihan Interval (Interval Training) adalah suatu system latihan yang berganti-ganti melakukan dengan giat (interval kerja) teratur dan berulang-ulang dengan periode kegiatan dengan intensitas rendah (periode sela) dalam setiap latihan (Kent dalam Budiwanto. 1996:109). menambah frekuensi dan rythme . kecepatan dan fleksibelitas (Hadisasmita dan Syarifuddin.jantung guna memompa darah keseluruh tubuh secara optimal. (2) Metode latihan beban(weight training) adalah latihan-latihan yang sistematis. karena suatu metode melayani ketentuan pengorganisasian dari suatu kegiatan. perhatian dan mengatasi masalah yang merupakan tantangan bagi atlet. kekuatan otot. system bekerja seseorang pelatih atau olahragawan sehubungan dengan pengetahuan dan kemampuannya yang cukup. 1996:110). (5) psikologis yang dimaksud disini yaitu bahwa psikologis juga berpengaruh lebih baik terutama menigkatnya kemampuan menerima tekanan (strees). (6) Metode latihan aerobik adalah kekuatan yang kecil atau sedang yang dapat dipertahankan untuk jangka waktu yang lama menggunakan energi yang berasal dari pembakaran O2. yang dialirkan keotot. Proses ini dikerjakan secara serentak oleh syaraf. pada latihan ini dijelaskan bahwa pada suatu waktu kerja dengan intensitas dan kecepatan tinggi dalam waktu . 1988:196). untuk mencapai tujuan tertentu (Hadisasmita dan Syarifuddin. Apabila seorang pelatih ingin membuat program latihan fisik dan ingin memperberat volume atau meningkatkan intensitas . bangku atau sejenisnya menurut Hawkey (dalam Budiwanto. 2004:74). (4) Metode latihan lari bermain-main kecepatan (speed play atau fartlek) adalah suatu system latihan daya tahan untuk membangun. 1. Namun metode bukan suatu bentuk mengajar. 1996:106). Aerobic tidak berkaitan dengan dengan usaha peningkatan kekuatan. mekanika biologis dan hormon-hormon yang dengan teratur mempertahankan homeostatis tubuh pada waktu istirahat maupun latihan (Sajoto. daya tahan.. dimana beban hanya dipakai sebagai alat untuk menambah tahanan terhadap kontraksi otot. Tenaga aerobic adalah kemampuan tubuh untuk memanfaatkan oksigen dan disepakati sebagai cara terbaik untuk mengukur kondisi kardiovaskuler (Baley. (7) Metode latihan anaerobic . sedang utuk orang yang terlatih atau atlet denyut jantung mereka waktu istirahat dapat mencapai tingkat yang paling rendah yaitu antara 28-40 (Sajoto. Untuk aliran darah pada saat istirahat hanya 15%-20% darah dari seluruh volume tiap menit. kelenturan. Menurut Suharno (1993:2) menyatakan bahwa speed play atau fartlek adalah suatu system latihan daya tahan yang maksudnya adalah untuk membangun. kelincahan atau kecepatan gerakan tubuh yang sangat dibutuhkan dalam atletik. (4) susunan biokimia dalam otot lebih baik. atau memelihara kondisi tubuh seseorang. Dan untuk denyut jantung seorang yang normal rata-rata antara 60-80 kali tiap menit. 2004:76). tetapi aerobic berbicara tentang tenagaaerobic yang diperlukan untuk ketahanan fisik. daya konsentrasi. H. 1986:159). METODE LATIHAN FISIK Metode latihan menurut Hadisasmita dan Syarifuddin (1996:142) adalah suatu cara tertentu. 1988:193). (5) Metode latihan naik turun bangku(bench stepping). tenaga. maka seorang pelatih harus memperhatikan bahan-bahan beban luar latihan di atas. mengembalikan. Latihan interval adalah latihan kondisi yang sangat dianjurkan oleh semua pelatih terkenal karena dalam mengembangkan daya tahan dan stamina atlet hasilnya sangat positif (Hadisasmita dan Syarifuddin. sementara pada waktu latihan yang cukup melelahkan. 2004:71) Weight training adalah program latihan kekuatan menggunakan tahanan yang diberikan oleh beban seperti barbel dan dumbell. mengembalikan atau memelihara kondisi tubuh seorang atlet (Hadisasmita dan Syarifuddin. memperpendek waktu recovery. Menurut Bompa (dalam Budiwanto. Berikut ini akan dibahas beberapa metode dalam latihan fisik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan fisik para atlet.

kelincahan dan kecepatan. agar VO 2 maks atau kondisi fisik tetap terjaga dengan baik. Setelah memahami metode latihan fisik maka seorang pelatih dalam membuat program latihan fisik dan memberikan latihan fisik pada atletnya harus mengacu pada beberapa metode latihan fisik seperti yang telah dijelaskan diatas 1. (3) Latihan Interval (Interval Training) . maka dengan sendirinya yang terlihat adalah perubahanperubahan dalam kedua alat tersebut”. Menurut Hadisasmita dan Syarifudin (1996:129) mempersiapkan komponen kondisi fisik umum seperti kekuatan. maka energi yang dibutuhkan tidak dapat dipenuhi dengan pembakaran karbohidrat saja. Olahraga sepakbola adalah olahraga yang bersifat anerobik. tetapi ada juga yang mengatakan bahwa untuk meningkatkan VO2 maks harus dikerjakan latihan anerobik. Aktivitas fisik yang teratur dapat menyebabkan badan menjadi lebih tahan pada tuntutan latihan. Selama latihan. oleh karena itu latihan-latihan yang dikerjakan terutama untuk otot serta ketahanan jantung dan paru. (4) Metode Latihan Lari Bermain-main Kecepatan (Speed Play atau Fartlek).1984:4) . Jadi sebaiknya untuk meningkatkan VO 2 maks dilakukan latihan anerobik dengan inyerval istirahat. Lebih lanjut Mc Ardle (2001:477) mengatakan bahwa VO 2maks dapat meningkat kira-kira 15-25 % lebih pada latihan intensif selama 3 bulan pertama dan mungkin akan meningkat mencapai 50 % lebih dalam waktu 2 tahun. Ekblom (dalam Dwijoyowinoto. (7) Metode Latihan Anaerobic.yang pendek memerlukan energi segera. PENJELASAN TENTANG LATIHAN UNTUK MENINGKATKAN V02 . (3) Untuk ketahanan erobik selain dibutuhkan kemampuan jantung dan paru untuk mengangkut oksigen yang banyak. persiapan tersebut dapat berlangsung selama 2-3 bulan. tetapi harus membakar lemak. akan tetapi dalam olahraga sepakbola juga harus didukung oleh latihan yang bersifat erobik. Apabila kita berlari 20 km. (6) Metode Latihan Aerobic . Peningkatan VO2 maks juga tidak bisa dilakukan dengan hanya beberapa latihan tetapi harus secara terus menerus dan berlanjut yang sesuai dengan program yang dilaksanakan. karena dengan latihan anerobik dapat diberikan beban maksimum pada sistem jantung dan paru. Sedangkan Thompson dan Mc Ghee (dalam Strauss. (2) Sebetulnya beban untuk meningkatkan VO 2 maks tidak perlu maksimal. ketahanan. 2004:82) Berdasarkan penjelasan di atas ada beberapa metode Latihan Fisik yaitu: (1) Metode Latihan Sirkuit (Circuit Training) . (2) Metode Latihan Beban (Weight Training). Peningkatan VO2 maks tidak bisa dilakukan tanpa adanya suatu program atau pola latihan yang sesuai dengan prinsip-prinsip latihan fisik. kebiasaan kegiatan dan latar belakang latihan olahragawan dapat mempengaruhi nilai VO2 maks. Menurut Soekarman (1987:58) ada beberapa pendapat mengenai latihan untuk meningkatkan VO 2 maks: (1) Sebaiknya mengerjakan latihan erobik karena dengan latihan erobik sudah ada pembebanan yang meningkatkan kerja jantung maupun paru. Keadaan seperti ini ada proses lain yang disebut metabolisme anaerobic . dengan sub maksimal sudah dapat meningkatkan. 1993:256) mengatakan bahwa keadaan latihan. sehingga energi anaerobic dikeluarkan jika masukan oksigen tidak cukup Getchell (dalam Budiwanto. maka kemampuan sel untuk menggunakan oksigen juga lebih tinggi. Persediaan lemak dalam otot hanya dapat ditingkatkan dengan latihan erobik yaitu denagn beban ringan untuk jangka waktu yang lama. daya tahan. Tujuan latihan peningkatan kondisi fisik adalah meningkatkan kekuatan. Menurut Soekarman (1986:82) “komponen-komponen ini berhubungan dengan struktur dan faal dalam tubuh. kecepatan dan lain-lain seharusnya dilakukan latihan dalam waktu yang cukup lama. Jantung akan lebih kuat dan mampu memompa lebih banyak darah. yang tidak diperoleh secara cepat dari sumber aerobic. 1994:3). tetapi beban sub maksimal sebagian besar sudah merupakan peristiwa anerobik. Hal tersebut menyebabkan pengangkutan oksigen yang diambil di dalam paru-paru dan dikirim ke seluruh serta pembuangan sisa metabolisme menjadi lebih efisien. Anaerobic berarti tanpa oksigen. otot-otot kaki menghendaki energi agar segera diisi lagi. kelentukan. I. (5) Metode Latihan Naik Turun Bangku (Bench Stepping). “Kenaikan kebutuhan energi memberi penekanan pada kemampuan badan untuk menyediakan oksigen dan bahan bakar yang diperlukan otot” (Sumosardjuno. Sedangkan Dwiyogo dan Sulistyorini (19991:60) menyatakan: Latihan dan proses erobik yang lama akan memberikan perbaikan-perbaikan pada jantung dan peredaran darah.

Pada fase ini pelatihan bertujuan memahirkan gerakan-gerakan utuh. Harsono (dalam Harsuki dan Elias 2003:308) mengatakan. “(a)prinsip beban berlebih. maka latihan hendaknya dilakukan minimal 3 kali dalam seminggu agar mendapatkan efek latihan yang diharapkan. Frekuensi Latihan Menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:70) frekuensi latihan diartikan sebagai jumlah latihan yang dilakukan setiap minggunya. . Menurut Cooper (dalam Wahyu. Prinsip Dasar Latihan Menurut Pussegjasrek (1994:56) prinsip-prinsip dasar latihan antara lain. Dalam menyusun suatu program latihan penigkatan kondisi fisik hendaknya memperhatikan beberapa prinsip latihan fisik antara lain: 1. 1.mengatakan bahwa hasil fisiologis yang utama dari program latihan daya tahan adalah peningkatan dalam latihan atau VO2 maks. perubahan pada penyesuain terhadap panas. (2) harus dapat memperlancar peredaran darah ke jantung secara efektif. sedangkan antara 8-10 minggu untuk tujuan anerobik. 1988:210) menyatakan bahwa lama latihan yaitu antara 12-16 minggu untuk tujuan endurance. akibat dari perencanaan yang matang itu ialah bahwa degree of training (derajat latihan) dan kualitas latihan akan naik sehingga akan dapat meningkatkan kapasitas kerja serta penampilan. (3) waktu yang digunakan produktif (efektif dan efisien). Macam atau Jenis Latihan Fisik Bentuk latihan fisik yang baik menurut Pussegjasrek (1994:57) antara lain. perubahan pada tekanan darah. Lama Latihan Wilmore dan Costill (dalam Sajoto. 1. Intensitas Latihan Fisik atau Olahraga Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi seorang olahragawan dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. (3) Peningkatan kemampuan gerak motorik khusus. (e) prinsip individu”. (d) prinsip spesifik. (1) gerakan-gerakanya melibatkan otot-otot besar tubuh. bertujuan meningkatkan kemampuan fisik pada taraf lebih tinggi atau baik menjelang pertandingan. Apabila latihannya kurang dari 2 kali seminggu maka akan kurang mendapatkan efek latihan yang diharapkan. Latihan daya tahan juga dapat merubah faktor-faktor penting lainnya. khususnya menghadapi pertandingan. Sedangkan menurut Pussegjasrek (1994:59) untuk mencapai tingkat kesegaran jasmani yang baik. 2005:49) adaptasi dari latihan berperan dalam perubahan yang nyata pada kapasitas oksigen maksimal. (b) prinsip tahanan tambahan. (c) prinsip latihan beraturan. bertujuan meningkatkan kemampuan kerja organ-organ tubuh . perubahan pada jaringan ikat. Program latihan peningkatan kondisi fisik atau VO2 maks memerlukan persiapan fisik dan perancangan program yang baik sesuai dengan prinsip-prinsip program latihan kesegaran jasmani. seperti perubahan pada komposisi tubuh. (2) Persiapa fisik khusus. 1. 1. Pengaruh yang lebih luas lagi menurut Arnheim (1995:64) bahwa latihan daya tahan bukan hanya penting untuk memperbaiki VO 2 maks dan menurunkan tekanan darah tapi hal tersebut juga merupakn faktor kunci dalam pencegahan cedera. perubahan pada otot dan serabut-serabut otot. sehingga memudahkan upaya-upaya peningkatan komponen pelatihan pada tahap berikutnya. sesuai dengan kebutuhan gerak atau penampilan dalam olahraga itu. Menurut Djidie (1997:77) program dan aplikasi pelatihan fisik harus dirancang pengembanganya melalui tahapan sebagai berikut: (1) Persiapan fisik umum. jadi program latihan peningkatan VO 2 maks harus berlangsung cukup lama dan sesuai dengan perencanaa dan metode yang benar. Menurut Ramana (dalam Wahyu. 2005:35) pengaruh latihan dapat meningkatkan VO 2 maks dan dapat dicapai dengan cara meningkatkan efisiensi kerja semua sarana penyedia serta penyalur oksigen.

1993:22): (1) super maksimal 101% – ke atas dari prestasi terbaik. 1999:67) bahwa latihan pada umumnya dikategorikan dalam tiga bentuk: (1) Latihan kompetisi (competitive exercise): latihan kompetisi merupakan bentuk latihan yang urutan gerak dan tipe karakteristik geraknya menyerupai tuntutan suatu kompetisi khusus suatu event cabang olahraga yang merupakan spesialisasi atlet yang bersangkutan. Bila menginginkan intensitas sub-maksimal dalam latihan. (2) maksimal 100% dari prestasi terbaik. Beban luar adalah volume. Karakteristik Esktrakulikuler . 1988:210) menyatakan bahwa lama latihan yaitu antara 12-16 minggu untuk tujuan endurance. Frekuensi Latihan Menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:70) frekuensi latihan diartikan sebagai jumlah latihan yang dilakukan setiap minggunya. 1. 1. intensitas. Beban dalam adalah suatu beban latihan yang mempengaruhi fisiologi dan psikologi atlet. 1. Skala intensitas untuk latihan kecepatan dan kekuatan sebagai berikut (Suharno. Menurut Suharto (1997:98) menyatakan bahwa intensitas latihan merupakan komponen kualitatif yang mengacu pada jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu unit waktu tertentu. Untuk mencapai tingkat kesegaran jasmani yang baik. terdiri dari latihan yang mengandung gerak-gerak bagian dari seluruh rangkaian gerak. L. antara lain: 1) berdasarkan persentase kecepatan dan kekuatan yang digunakan dalam latihan. (1) gerakan-gerakanya melibatkan otot-otot besar tubuh. Dan intensitas latihan dapat diklasifikasikan tinggi rendahnya berdasarkan beberapa indikator. 3. (4) medium 60% – 70% dari prestasi terbaik. ini berarti intensitas maksimal untuk individu tersebut 30 kali/100%. Beban latihan dibedakan menjadi dua yaitu beban latihan luar dan dalam. Kemudian tentukan takaran intensitas latihannya. Cara menghitung intensitas dengan maximum repeatation (MR). 1. sedangkan antara 8-10 minggu untuk tujuan anerobik. (3) waktu yang digunakan produktif (efektif dan efisien). frekuensi. durasi dan irama. (5) low (rendah) 59% ke bawah dari prestasi terbaik. 1. Intensitas Latihan Fisik atau Olahraga Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi seorang olahragawan dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. (3) sub maksimal 80% – 99% dari prestasi terbaik. 2. 2005:13) menjelaskan bahwa: Beban latihan (loading ) adalah bentuk latihan jasmani yang menimbulkan rangsangan fisik dan mental atlet untuk dilawan selama aktivitas berlatih dalam mencapai prestasi olahraga. Pengaruh latihan kebugaran jasmani terhadap sepak bola 2. Sedangkan menurut Pussegjasrek (1994:59) bahwa latihan fisik pada intensitas yang lebih besar maka waktu yang dibutuhkannya lebih pendek. yaitu 80% dari DNM dan umur atlet 20 tahun. latihan umum diambil dari latihan olahraga tertentu atau senam yang tidak berisi elemen-elemen gerka kompetisi dan dilakukan tanpa menggunakan peralaten senam. Suharno (dalam Budiwanto. J. Lama Latihan Wilmore dan Costill (dalam Sajoto. Sedangkan untuk menghitung denyut nadi yaitu pertama dihitung denyut nadi maksimal (DNM) dengan rumus: 220 – umur. Sedangkan menurut Harre (dalam Mutohir. K. LATIHAN FISIK UNTUK MENINGKATKAN VO2 Bentuk latihan fisik yang baik menurut Pussegjasrek (1994:57) antara lain.1. maka 80% x (220 – 20) = 160 kali/menit (intensitas sub maksimal). agar menghasilkan latihan dan tingkat kesegaran jasmain yang lebih baik”. maka latihan hendaknya dilakukan minimal 3 kali dalam seminggu agar mendapatkan efek latihan yang diharapkan. berarti dalam satu giliran latihan pushup ditemukan 80% x 30 kali (MR) = 24 kali. MR push-upindividu dapat dihitung misalnya: mampu 30 kali. 2) berdasarkan jumlah denyut nadi dalam mereaksi beban latihan. (2) latihan khusus (special exercise ): latihan khusus ini terdiri dari dua bentuk. (2) harus dapat memperlancar peredaran darah ke jantung secara efektif. Apabila latihannya kurang dari 2 kali seminggu maka akan kurang mendapatkan efek latihan yang diharapkan. dan jika intensitas latihan fisik lebih kecil maka waktu latihan yang dibutuhkan lebih lama. bentuk yang pertama hamper sama urutan geraknya dengan latihan kompetisi tetapi karakteristik pembebanannya berbeda dan latihannya mencakup elemen-elemen atau kombinasi elemen dari latihan kompetisi. (3) latihan umum (general exercise ). dan bentuk latihan khusus yang kedua.

untuk menyalurkan bakat dan minat dan untuk melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya. Dengan aktifnya siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler. Dwiyogo (2007:55) menyatakan kegiatan pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. Dari paparan di atas maka dapat disimpulkan bahwa tujuan kegiatan ekstrakurikuler adalah untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan. Siswa dapat belajar untuk menghormati keberhasilan orang lain. memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan sosial. Selain itu ekstrakurikuler mempunyai tiga tujuan dasar sebagai berikut: (1) Membina minat dan bakat siswa. ekspresi dan lain-lain. misalnya: olahraga.Pengertian Kegiatan Ekstrakurikuler Keterbatasan waktu berolahraga yang dilakukan secara formal sangat menghambat tercapainya pembinaan secara maksimal untuk perkembangan dan pertumbuhan siswa. Kegiatan ekstrakurikuler diharapkan dapat membina dan mengembangkan minat yang ada pada siswa serta memupuk bakat yang dimiliki siswa. dapat diberikan pada jam-jam di luar sekolah (Sarifudin. Dari pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran (tatap muka) dengan maksud untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan.blogspot. bersikap sportif. serta menanamkan sikap sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab melalui berbagai kegiatan positif di bawah tanggung jawab sekolah (http://nisanurdini. (2) Sebagai wadah di sekolah.com). potensi. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah (http://ekskulabsky. di mana hal-hal yang tidak dapat diselesaikan dalam program yang telah ditentukan dalam jam-jam pelajaran sekolah. Sahertian (1987:83) menyatakan kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran biasa (termasuk pada waktu libur) yang dilakukan di sekolah ataupun di luar sekolah dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai mata pelajaran. Tujuan kegiatan ekstrakurikuler . Oleh karena itu sering sekali atau pun wajib diadakan kegiatan di luar jam sekolah untuk memaksimalkan kegiatan bagi siswa yang mengikutinya walaupun kegiatan tersebut tidak formal. bakat. Menurut Ahmadi (1984:105) kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan-kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub-klub. memaksimalkan dan mengembangkan kemampuan beserta bakatnya yang terpendam di dalam dirinya masing-masing. berjuang untuk mencapai prestasi secara jujur dan lain-lain. (3) Pencapaian prestasi yang optimal. kesenian. dapat diberikan pada jam-jam di luar sekolah”. untuk memperluas pengetahuan. Ekstrakurikuler adalah suatu program yang dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan. Beberapa cabang ekstrakurikuler baik secara perorangan maupun kelompok diharapkan dapat meraih prestasi yang optimal. Tujuan Kegiatan Ekstrakurikuler Menurut Sarifudin (1982:33) bahwa “program ekstrakurikuler dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan. bakat. menyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya. minat.multiply. setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Melalui ekstrakurikuler siswa dapat benarbenar menjadi manusia yang intensif. Dengan adanya kegiatan yang dilakukan di luar sekolah maka siswa dapat menyalurkan. 1982:33). dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah. budaya dan alam sekitarnya.com) Selain itu tujuan lain dari kegiatan ekstrakurikuler adalah: Menumbuh kembangkan pribadi peserta didik yang sehat jasmani dan rohani. di mana hal-hal yang tidak dapat diselesaikan dalam program yang telah ditentukan dalam jam-jam pelajaran sekolah. secara otomatis siswa telah membentuk wadah-wadah kecil yang di dalamnya akan terjalin komunikasi antar anggota dan sekaligus dapat belajar vdalam mengorganisir setiap aktivitas kegiatan ekstrakurikuler.

M. dengan waktu 2×45 menit. Pada mulanya sepakbola merupakan olahraga untuk sekedar hobi tapi lambat laun sepakbola menjelma sebagai olahraga yang bisa mendatangkan uang atau dengan kata lain sepakbola merupakan suatu pekerjaan. KARAKTERISTIK SEPAK BOLA Sepakbola dan Karakteristiknya Di manapun. semuanya melakukan permainan sepakbola. Tujuan dari sepakbola ini adalah memasukkan bola ke gawang lawan dan berusaha mempertahankan gawangnya agar tidak kemasukan. (3) teknik menggiring bola. Dari ciri-ciri yang dikemukakan oleh Sarifudin di atas maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler mempunyai ciri-ciri sebagi berikut: (1) diselenggarakan di luar pembelajaran formal. (c) Mempunyai subyek yang sama atau sasaran yang sama. mulai dari pelosok-pelosok desa sampai kota-kota besar. Kendati demikian sepakbola mempunyai banyak aspek atau bagian yang masing-masing perlu diperhatikan. (d) Ekstrakurikuler pelaksanaannya berbeda dalam cara dan sifat pelaksanaan dari kurikuler. (6) teknik melempar bola. Dan semua ini dapat diperoleh dengan latihan konsdisi fisik dengan terus menerus tanpa merasa bosan. dan masyarakat. Untuk itu sebagai seorang pemain sepakbola hendaklah memiliki keempat hal yang tersebut diatas terutama teknik dan fisik yang merupakan teknik dasar dalam bermain sepakbola. dan kelentukan. Sedangkan menurut Batty (2004:8) sepakbola adalah permainan beregu yang dimainkan oleh individu-individu untuk menyebar luaskan gagasan dari pelatih agar sepakbola menjadi permainan yang lebih baik dan menyerang dalam kerangka suatu kerjasama beregu. Menurut Hariyoko dan Mahmud (1991:3) teknik-teknik dasar dalam permainan sepakbola adalah: (1) teknik menendang bola. (2) teknik menerima bola. Melalui ekstrakurikuler dibina satu kesatuan individu yang utuh fisik dan psikis. dan (8) teknik penjaga bola. keseimbangan. mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. dan strategi. Karena . teman. taktik. kecepatan. orang tua. (e) Ekstrakurikuler dapat berupa olahraga. darmawisata. kelincahan. kapanpun. (4) teknik menyundul bola. Permainan ini hampir seluruhnya menggunakan kemahiran kaki. artinya mempunyai pengaruh terhadap pencapaian tujuan kurikulum. dan apapun bentuk sepakbola? Olahraga ini adalah salah satu olahraga yang paling digemari diseluruh dunia. kecuali seorang penjaga gawang yang bebas menggunakan anggota badan apapun (Abdoellah. 1. (b) Diberikan di luar jam pelajaran dan diawasi oleh guru yang bertanggung jawab tentang bidang pelajaran tersebut. Menurut Luxbacher (1998:2) menyatakan bahwa sepakbola adalah suatu pertandingan yang dimainkan 2 tim yang masing-masing beranggotakan 11 orang pemain. Permainan ini dimainkan di lapangan berumput dengan ukuran panjangnya 100-110 meter dan lebarnya 64-75 meter yang mana lamanya permainan sepakbola ini adalah 2×45 menit dengan dipimpin oleh 1 orang wasit dan 2 orang asisten wasit. yaitu anak didik. pramuka. dan rekreasi. kekuatan.tidak akan berhasil tanpa adanya partisipasi dari pihak lain seperti: prasarana. (5) teknik merampas bola. Ciri-ciri Kegiatan Ekstrakurikuler Sarifudin (1982:45) menyebutkan ciri-ciri kegiatan ekstrakurikuler sebagai berikut: (a) Merupakan bentuk kegiatan yang berkaitan atau berhubungan langsung dengan kurikulum sekolah. (7) teknik gerak tipu dengan bola. 1981:409). seperti: teknik. Selain menguasai teknik-teknik dasar bermain sepakbola yang tersebut diatas masih ada faktor-faktor lain yang dapat menunjang seorang pemain sepakbola untuk berprestasi. Sepakbola merupakan permainan beregu yang dimainkan tiap regu terdiri dari 11 pemain termasuk penjaga gawang. Sepakbola adalah permainan beregu yang dimainkan masing-masing regu sebelas pemain termasuk seorang penjaga gawang. (2) diberikan untuk mengembangkan bakat dan minat siswa. (3) diberikan untuk upaya pembinaan manusia seutuhnya. Faktor-faktor itu antara lain: daya tahan. fisik. dan beberapa macam kegiatan yang dapat berpengaruh terhadap kesempurnaan proses dan keberhasilan proses belajar mengajar. kesenian. guru.

Melakukan revisi terhadap produk utama ( sesuai dengan saran – saran dari hasil uji lapangan permulaan) (6) Melakukan uji lapangan utama. sehingga seorang pemain akan memiliki daya tahan dan kecepatan secara seimbang. Tidak kita pungkiri bahwa seorang pemain sepakbola yang memiliki skill individu yang baik tidak akan berarti apa-apa bila tidak ditunjang dengan kondisi fisik yang prima. prosedur pengembangan.dan perlengkapan evaluasi). seperti: lari sprint . dan semua itu harus membutuhkan stamina dan kondisi fisik yang prima. Menggunakan uji lapangan permulaan menggunakan 16 – 12 subjek).jenis data. Permainan sepakbola merupakan olahraga yang membutuhkan waktu yang lama. berputar. Melakukan perencanaan (pendefinisian keterampilan. A. dan tehnik analisis data. BAB III METODE PENGEMBANGAN Dalam metode pengembangan akan diuraikan tentang model pengembangan. pengamatan kelas.Melakukan penelitian dan pengumpulan informasi (kajian pustaka. maka taktik dan strategi yang diintruksikan oleh pelatih akan mudah dijalankan. 5 ). Bila dilihat dari urain di atas. berbalik badan dan menangkap atau menghalau bola untuk penjaga gawang. olahraga sepakbola memerlukan dua sistem energi yaitu aerobik dan anaerobik. Dengan demikian peran latihan fisik didalam permainan sepakbola sangat menunjang bagi pemain untuk berprestasi baik di level lokal maupun internasional.penentuan urutan pengajaran. Mengembangkan Produk Awal ( berupa penerapan formasi pertahanan) . Mengembangkan bentuk produk awal (penyiapan materi pengajaran.seorang pemain sepakbola yang telah memiliki teknik individu yang baik dan ditunjang oleh stamina yang prima. (7) Melakukan revisi produk ( berdasarkan saran – saran dan uji coba lapangan utama) (8) Uji lapangan meliputi (9) Revisi Produk Akhir.Melakukan penelitian dan pengumpulan data informasi termasuk kajian pustaka dan analisis kebutuhan. 2. Dan olahraga yang membutuhkan kecepatan membutuhkan sistem energi anaerobik. Adapun langkah – langkah yang akan dicapai oleh peneliti adalah sebagai berikut: 1. berbelok ke kiri. penyusunan buku pegangan. Ditambahkan pula oleh Devaney (1988:71) di dalam permainan sepakbola anda harus menggiring bola. Untuk itu dalam melatih kondisi fisik pelatih juga harus memperhatikan kedua sistem energi tersebut dalam menyusun program latihan.intrumen penelitian. berputar ke mana saja untuk menghindari lawan. Dari berbagai macam – macam langkah pengembangan yang dikemukakan oleh borg dan Gall yang sebagian di modifikasi oleh peneliti. persiapan laporan tentang pokok persoalan. 4). perumusan tujuan. Akan tetapi dalam permainan sepakbola sewaktu-waktu juga membutuhkan kecepatan. untuk itu dalam permainan sepakbola menggunakan sistem energi aerobik. 3).dan uji coba skala kecil. dengan pertimbangan kebutuhan untuk menghasilkan produk pembuatan program Latihan Kebugaran jasmani di ekstrakulikuler sepak bola di MAN tlogo blitar Kabupaten Blitar. anda membungkuk. Menurut Devaney (1988:70) satu unsur dalam sepakbola yang tidak pernah berubah dari masa ke masa adalah stamina.Model Pengembangan Dalam penerapan Program latihan kebugaran jasmani ini peneliti menggunakan pengembangan milik Borg dan Gall (1983:775) yang terdiri dari: 1). berhenti. Dan stamina merupakan unsur utama dalam permainan sepakbola pemain harus mempersiapkan diri untuk mengalami kelelahan fisik. 2). uji coba produk. berlari. berbelok ke kanan. subjek uji coba.

Pembuatan Produk Awal Setelah melakukan analisis kebutuhan.uji coba produk Uji coba produk ini dimaksudkan untuk memperoleh masukan. 5. Dalam pembuatan Produk yang dikembangkan ini. Revisi produk Pertama.3. B.Revisi produk pertama Setelah uji coba produk. serta uji coba kelompok kecil. 4. lalu dikumpulkan dan analisis. Evaluasi dari para ahli dengan kualifikasi yaitu. 4. hasil produk penerapan formasi pertahanan yang dihasilkan melalui revisi uji coba lapangan. Analisis kebutuhan tersebut dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara guru pendidikan jasmani di MAN Tlogo Blitar kabupaten Blitar mengenai produk yang dikembangkan peneliti.Uji Coba Lapangan ( kelompok Besar ) Pada tahap ini dilakukan uji coba lapangan ( kelompok Besar ) terhadap produk yang dikembangkan dengan menggunakan subjek uji coba 22 siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Kabupaten blitar.Analisis kebutuhan Analisis kebutuhan merupakan langkah – langkah yang digunakan untuk mengkaji keadaan lapangan dengan tujuan apakah produk yang dikembangkan diterima atau tidak oleh subjek. dilakukan melalui beberapa tahap. kusioner. 1 kepelatihan di bidang sepak bola. dan Ahli Program latihan kebugaran Jasmani sepak Bola sebagai perbaikan dari produk yang telah di ujicobakan. revisi produk dari peninjauan para ahli. revisi Produk akhir yang dihasilkan oleh uji coba lapangan ( kelompok Besar. 6.ahli tehnik dalam program latihan sepak bola.Revisi Produk Akhir . Revisi ini digunakan untuk perbaikan terhadap produk awal yang dibuat peneliti. Prosedur Pengembangan Pada pengembangan program latihan kebugaran jasmani. 3. Tahap dari prosedur ini antara lain sebagai berikut: 1. 2. saran dan penilaian terhadap produk yang dikembangkan. maka dilakukan revisi dari masukan beberapa ahli yaitu ahli kepelatihan sepak Bola. peneliti membuat produk kemudian di uji cobakan kepada kelompok kecil tetapi sebelumnya dikonsultasikan dan di uji oleh para Ahli. Dalam hal ini berperan sebagai konsultan dan memberikan masukan dalam penyempurnaan Produk untuk di ujicobakan di lapangan. 7. uji lapangan dengan menggunakan tehnik koesioner kemudian di analisis 6. langkah selanjutnya adalah membuat Produk Awal berupa pembuatan program Latihan kebugaran jasmani dalam permainan Sepak Bola. 5. serta menggunakan tehnik wawancara.

Uji coba kelompok kecil Uji coba kelompok kecil dilaksanakan di MAN Tlogo Kabupaten Blitar untuk siswa yang mengikuti ekstrakulikuler sepak bola dengan subjek 12 pemain.Evaluasi tahap kedua Uji lapangan atau kelompok besar dilaksanakan di MAN Tlogo Blitar. sebagai perwakilan kelompok besar selama 8 kali pertemuan.Hasil Akhir Hasil Akhir Berupa Produk yang telah dihasilkan dari uji lapangan ( kelompok Besar ) sebagai bentuk penerapan program latihan kebugaran jasmani sepak bola. 7. Blitar. Evaluasi tahap ini terdiri dari : 1. Tujuan kelompok kecil ini digunakan untuk meminimalkan kesalahan yang ditemui dan mengetahui tanggapan dari produk awal yang dikembangkan.Revisi produk dari hasil uji coba lapangan yang telah diujicobakan pada peserta ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Kab. (2) meminta kepada siswa untuk memberikan tanggapan dan pendapat tentang penerapan Program latihan Kebugaran Jasmani dalam permainan sepak bola dengan menggunakan koesioner. selanjutnya dijadikan acuan untuk merevisi produk penerapan Program latihan kebugaran Jasmani dalam permainan sepak bola sebelum diujicobakan untuk kelompok kecil. C. Subyek Uji Coba .Uji Coba Produk Uji coba Produk ini dilakukan untuk mengumpulkan data yang digunakan sebagai dasar dalam menetapkan kelayakan dari produk yang dikembangkan. 2. dan dapat dimungkinkan untuk digunakan dalam lingkup yang sebenar – benarnya. b.Tinjauan Ahli Untuk memperoleh masukan tentang rancangan penerapan Informasi program latihan kebugaran Jasmani sepak bola .Desain uji coba Desain uji coba dilaksanakan melalui dua tahap yaitu: (1) evaluasi tahap pertama dan evaluasi tahp kedua. 2. Evaluasi tahap pertama. metode pengambilan subjek yaitu menggunakan prosedur yang dilakukan dalam bentuk uji coba ini adalah (1) menerapkan penerapan Program latihan kebugaran jasmani dalam permainan sepak bola kepada siswa. maka produk ini dikembangkan ini terlebih dahulu diuji oleh para ahli. Hasil data yang diperoleh dari uji lapangan atau kelompok besar ini digunakan untuk menyempurnakan keseluruhan pengembangan program latihan kebugaran jasmani dalam kegiatan esktrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar.Revisi produk Pertama Hasil dari data ahli tersebut dianalisis. Dari kegiatan uji coba kelompok lapangan dimasudkan untuk mengetahui keefektifan perubahan yang dilakukan sebelumnya. 3. Dalam bagian ini yang harus diperhatikan yaitu: (1) rancangan uji coba (2) Subjek uji coba (3) intrumen pengumpulan data dan (4) tehnik analisi data 1. a.

Kriteria pemilihan siswa sebagai sebyek pengembangan 12 orang siswa esktrakulikuler sepak bola MAN Tlogo Blitar. subjek uji coba yang digunakan meliputi: untuk kelompok uji coba siswa terdapat dua kelompok uji coba yaitu: 12 pemain untuk uji coba kelompok kecil dan 22 pemain MAN Tlogo Blitar untuk uji coba kelompok besar. dan sebagai pelatih sepak bola.Rumus untuk mengolah data secara keseluruhan uji coba P = ∑ X x 100 % ∑ Xi Keterangan P ∑X ∑Xi : Persentase hasil keseluruhan subyek uji coba : Jumlah keseluruhan jawaban subyek uji coba dalam keseluruhan aspek penilaian : jumlah keseluruhan maksimal subyek uji coba 100% : Kostanta . 5.Tehnik analisis data Pengembangan ini tehnik analisis data yang digunakan adalah tehnik analisis diskriptif dengan persentase. intrumen yang dibuat untuk pengumpulan data adalah angket yang dibuat sendiri dengan mengacu pada analisis kebutuhan. pengembangan ini data yang digunakan adalah kuantitatif dan Kualitatif. Jenis Data Dari data yang diperoleh dari hasil evaluasi ahli. Rumus yang digunakan untuk menganalisis dan menggunakan rumus dari Sudjana (1990:40 ) a.Rumus untuk mengolah data per sebjek uji coba P= X X 100% X1 Keterangan : P = persentase hasil evaluasi uji coba X= Jumlah jawaban skor oleh subyek uji coba X1 = jumlah jawaban maksimal dalam aspek penilaian oleh subyek uji coba 100 %= Konstanta b. Tehnik ini digunakan untuk analisis data kuantitatif yang diperoleh dari hasil penyebaran angket. Prosedur yang dilakukan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan yang diperlukan.Dalam pengembangan produk. Intrumen yang dibuat untuk pengumpulan data adalah tehnik kuesioner untuk para ahli dan siswa. 4. Dengan demikian. 3.Intrumen Pengumpulan Data Pada intrumen ini digunakan adalah pengembangan sendiri dengan mengacu pada metode atau prosedur yang sudah ditentukan. Kriteria bagi ahli sepak bola dan ahli dalam program latihan kebugaran jasmani mempunyai sertifikasi kepelatihan sepak bola.

1-100 % Klasifikasi Tidak baik Kurang baik Cukup baik Baik Sangat baik Makna Dibuang Diperbaiki Digunakan Digunakan Digunakan . 1-90 % 90. 1996: 58 ) maka ditetapkan kriteria sebagai berikut: No 1. 4.70% 70. 5. 2. 1. 3.Untuk menentukan penafsiran terhadap hasil analisis persentase tingkat kemenarikan produk pengembangan digunakan klasifikasi persentase guilford ( dalam Fagih.1.40 % 40. Persentase 0-20 % 20.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful