PENGEMBANGAN PROGRAM LATIHAN KEBUGARAN JASMANI BERUPA LATIHAN FISIK UNTUK MENINGKATKAN V02 PADA PESERTA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER

SEPAK BOLA DI MAN TlOGO BLITAR PROPOSAL SKRIPSI Pembimbing: Oleh: HUMAID ALI HASAN NIM 208711415983

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN JURUSAN PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN DESEMBER DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang ………………………………………………………….

2. Rumusan Masalah………………………………………………………. ……… 3. Tujuan Penelitian ……………………………………………………… 4. Spesifikasi Produk yang diharapkan…………………………….. 5. Pentingnya Pengembangan ………………………………………….

6. Asumsi keterbatasan pengembangan ……………………………………. 7. Definisi Istilah…………………………………………………………………….

8. Sistematika penulisan 9. Definisi Operasional……………………………………………………………. BAB II KAJIAN PUSTAKA 1. Kesegaran Jasmani………………………………………………………

2. Tujuan kesegaran jasmani……………………………………………. 3. Komponen-komponen Kesegaran Jasmanai……………………………. 4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesegaran Jasmani…… 5. Program latihan ………………………………………………………….

6. Prinsip Latihan…………………………………………………………… 7. Beban Latihan …………………………………………………………….

8. Metode Latihan Fisik …………………………………………………. 9. Penjelasan Tentang program latihan untuk meningkatkan VO2 10. Latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan VO2 11. Peran Kesegaran Jasmani dalam Permainan sepak bola…… 12. Kegiatan Ekstrakurikuler…………………………………………………….. 13. Karakteristik Sepak Bola……………………………. BAB III METODE PENELITIAN 1. model pengembangan………………………………………………………….

2. prosedur pengembangan……………………………………………………… 3. uji coba produk,…………………………………………………………………. 4. subjek uji coba……………………………………………………………………. 5. jenis data……………………………………………………………………

6. intrumen penelitian…………………………………………………….. 7. tehnik analisis data……………………………………………………

BAB I PENDAHULUAN 1. A. Latar Belakang Pendidikan di Indonesia merupakan perwujudan manusia yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa berdasarkan (UUD 1945). Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kehidupan bangsa dan kemajuan suatu negara. Dengan adanya pendidikan bangsa indonesia akan mengalami kemajuan dan meninggalkan suatu bentuk keterpurukan, seperti sekarang ini. Untuk itu pemerintah harus lebih berkosentrasi terhadap pendidikan di indonesia dan juga harus membuat suatu kebijakan yang mengarahkan pada perkembangan pendidikan di indonesia. Pendidikan merupakan cara yang srategis untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Dengan kebijakan yang berkelanjutan khususnya dalam dunia pendidikan di indonesia, bukan mustahil pendidikan di indonesia akan menciptakan SDM yang berwawasan luas dan berkualitas. Sumber daya manusia yang berkualitas akan membawa pada kemajuan bangsa terutama dalam menjadikan masyarakat madani. Sehingga dengan adanya pendidikan yang bermutu maka semua hal yang berhubungan dengan masalah pendidikan akan cepat terselesaikan. Salah satu Pendidikan yang mengarahkan pada perkembangan perkembangan keseluruhan aspek manusia adalah pendidikan jasmani. Pendidikan jasmani hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu baik secara jasmani dan rohani. Sehingga pendidikan jasmani merupakan salah satu pendidikan yang sangat penting dan utama untuk kemajuan suatu bangsa. Pendidikan jasmani memiliki peran yang sangat penting dalam mengintensifikasi penyelenggaraan pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup. Pendidikan jasmani memberikan kesempatan pada siswa untuk terlibat langsung dalam aneka pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, bermain, dan berolahraga yang dilakukan secara sistematis ,terarah dan terencana. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina, sekaligus membentuk gaya

hidup sehat dan aktif sepanjang hayat. Badan Standart Nasional Pendidikan (2006:729) menyatakan bahwa: Pendidikan jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani,keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional,tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Pada hakekatnya pendidikan jasmani tidak hanya untuk mengembangkan badan tetapi juga untuk mengajarkan perilaku sosial, kebudayaan, dan menghargai etika serta mengembangkan kesehatan mental – emosional ( adisasmita, 1989:2 ) selain itu adisasmita juga berpendapat bahwa kegiatan jasmani tertentu yang dipilih dapat membentuk sikap / membentuk karakter yang berguna bagi pelakunya. Untuk mencapai tujuan tersebut harus ada lingkungan yang lebih banyak dari pihak lain seperti keluarga, sekolah, serta lingkungan. Untuk pendidikan jasmani yang diberikan di sekolah , tentu pihak sekolah mempunyai peran dan tanggung jawab yang tinggi. Dalam hal ini guru pendidikan jasmani harus mempunyai inovasi – inovasi untuk melaksanakan pembelajaran pendidikan jasmani guna mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Untuk mencapai tujuan pendidikan jasmani dan mengembangkan bakat dan minat siswa pihak sekolah menyelenggarakan kegiatan ekstrakulikuler. Menurut ahmadi ( 1984:105) kegiatan ekstrakulikuler adalah kegiatan – kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub – klub, misalnya: olahraga, kesenian, ekspresi dan lain- lain. Kegiatan ekstrakulikuler bertujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai berbagai mata pelajaran, meyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan menusia seutuhnya ( sahertian,1978:83 ). Jadi sekolah merupakan tempat dimana siswa dapat mengembangkan bakat dan minatnya kegiatan ektrakulikuler. Di MAN tlogo Blitar salah satu sekolah lanjutan akhir di blitar dengan jumlah siswa 850 siswa juga melaksanakan kegiatan ektrakulikuler. Man Tlogo blitar merupakan sekolah madrasah aliyah negeri di blitar yang menjadi salah satu sekolah favorit dengan keuggulan dalam ilmu agama dan umum. Akan tetapi tidak hanya ekstrakulikuler yang bergerak dalam bidang akademik saja yang banyak diminati oleh siswa , mereka juga sangat berantusias dalam mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang bergerak dalam bidang olahraga. Kegiatan ektrakulikuler olahraga diadakan oleh pihak sekolah bertujuan selain untuk menunjang proses belajar – mengajar khususnya pendidikan jasmani untuk mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa. Kegiatan ekstrakulikuler di Man Tlogo Blitar terdiri dari berbagai banyak cabang olahraga, diantaranya Badminton, sepak Bola, Tenis Meja, bola voli, dan futsal. Dari kelima ektrakulikuler tersebut siswa bisa memiliki ekstrakulikuler yang diinginkan sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa. Data peserta ekstrakulikuler olahraga di Man Tlogo Blitar sebagaimana ditunjukan sebagai berikut:

No 1. 2. 3. 4. 5.

Cabang Olahraga Badminton Sepak Bola Bola Voly Futsal Tenis Meja

Jumlah Peserta 25 22 27 23 24

( Sumber : Koordinator ekstrakulikuler di Man Tlogo Blitar ). Dari tabel diatas diketahui bahwasanya dari ke lima kegiatan ekstrakulikuler yang termasuk dalam kegiatan olahraga, cabang olahraga sepak Bola paling sedikit pesertanya dibanding dengan olahraga lain,

tetapi dalam sisi prestasi cabor sepak bola masih mempunyai nama daripada ektrakulikuler yang lain. Dalam survei beberapa hari kemarin teryata Prestasi sepak bola Man Tlogo blitar cukup menjanjikan.Terhitung beberapa Prestasi telah diraih khususnya di tahun 2008 – 2010. Pada tahun 2008/2009 Tim Sepak bola Man Tlogo blitar telah mencatat prestasi menjadi juara tiga PORSENI tingkat MAN/ MA se – Kabupaten Blitar. Kemudian tahun 2009/2010 Tim Sepak Bola Tim Man Tlogo Blitar telah meraih Prestasi Juara 1 POPDA Tingkat SMA/ MAN sederajat se- Kabupaten Blitar. Seiring perjalananya waktu Tim Manega dalam berapa bulan terakhir khususnya dari segi Prestasi agak menurun dan banyak faktor yang mempengaruhinya. kemarin saya mencatat banyak dari anggota Tim MANEGA banyak mengalami kekelahan dan keletihan sehingga para pelatih kebingungan dalam mengatasi anak buahnya. Faktanya menunjukan dengan kebugaran jasmani yang tidak bagus, dalam pertandingan Uji Coba selama3 kali berturut – turut hasilnya mengecewakan. 2 kali kalah dan 1 kali seri . Dari itu pelatih dengan peneliti pada hari sabtu tanggal 23 september menyetujui kesepakatan untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani para pemain perlu adanya Tes dan pengukuran. Tes yang dipilih oleh seorang pelatih dan peneliti adalah Tes Multistage. Peserta yang mengikuti tes kebugaranjasmani pada waktu itu tercatat sebanyak 20 orang. Berdasarkan analisis kebutuhan yang saya lakukan dengan metode observasi maka dengan diadakanya tes kebugaran jasmani dengan lari multistage teryata dari 20 sampel dari para peserta ekstrakulikuler sepakbola masih dibawah standart minimal kebugaran jasmani. Di bawah ini hasil dari Tes Multistage pada ekstrakulikuler sepak bola di Man Tlogo Blitar sebagai berikut:\ Tabel Hasil Tes Lari Multitahap Siswa

No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16 17. 18 19 20 21

Nama Denta Permana Fuad Sholiki Faris Fahrul Rizal Agus Rohman Hendro WIJAYA Farid jalal Main M. labib M. fitrian Risfendi Imam Bahroini Kharis Khusen Andika Wardana Dadang Permana Susilo Dwi P Galang Panjalu Budi Zaky Fahrani Bambang Hendro Joko susilo Adi wendarta Levi setiambudi M. Fahrudin

Usia 17 16 17 18 15 17 18 18 16 17 16 18 16 15 17 18 17 16 15 18 17

Shutlle 5 6 8 7 6 5 7 5 4 5 6 5 7 6 5 5 7 6 6 8 9

Level 5 3 7 1 4 3 2 9 3 8 5 4 3 6 7 4 5 2 1 4 2

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwasanya para peserta anggota ekstrakulikuler Man Tlogo Blitar khususnya sepak bola dalam hal kebugaran jasmaninya masih dalam keadaan kurang baik. Oleh karena

itu maka untuk mencapai kebugaran jasmani yang bagus harus ada solusi atau sejenis jalan keluar untuk mangatasi masalah ini. Pada hari yang lalu kami telah bertanya kepada pelatih apabila anak didiknya kita beri suatu bentuk program latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik, teryata juga setuju dan pelatih akan terbantu apabila dari kami bisa membuat pengembangan program latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik guna meningkatkan VO2 para atle sepak bola MAN TLOGO Blitar. Untuk memenuhi tuntutan daya tahan tersebut seorang para anggota Tim Manega harus mempunyai energi dalam jumlah banyak. Tuntutan energi dalam jumlah banyak itu akan diproduksi melalui sistem erobik yang memerlukan oksigen, oleh karena itu tinggi rendahnya daya tahan seorang para pemain Tim Manega tergantung dari tinggi rendahnya kapasitas oksigen maksimal atau VO2maks. Menurut Del Asri (2004:4) besaran energi yang dapat tersedia per satu satuan waktu melalui proses erobik dapat ditentukan oleh volume oksigen yang dapat diangkut dengan maksimal oleh darah dari paru-paru seseorang. Pada orang normal (bukan atlet) nilai tingkat VO2 maks yang baik untuk wanita adalah diatas 40 ml/kg/menit dan untuk pria diatas 45 ml/kg/menit (Howley dan Frank, 1997:211). Tinggi rendahnya VO2 maks para pemain Tim Manega sangat berpengaruh pada kondisi fisik atau kesegaran jasmani anggota Tim. Menurut Wagner (2008) tinggi rendahnya VO2 maks seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu jenis latihan, keturunan, pengaruh keadaan, komposisi badan, jenis kelamin, dan umur. Fox (dalam Umar, 2001:59) menyatakan Seseorang yang memiliki VO2 maks yang tinggi tidak saja mampu melakukan aktivitas daya tahan dengan baik tetapi lebih dari itu, mereka akan mampu melakukan recovery (pemulihan asal) kondisi fisiknya lebih cepat dibandingkan dengan orang yang memiliki VO2 maks yang rendah. Sehingga kemampuan mereka untuk untuk melakukan aktivitas berikutnya bisa lebih cepat dan mampu bertahan dalam jumlah waktu yang lama. Tinggi rendahnya VO2 maks seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satu dari faktor tersebut adalah organ tubuh yang pada dasarnya organ-organ tubuh tersebut sangat menunjang terhadap tingkat VO2 maks. Organ-organ tersebut seperti; paru yang berfungsi untuk memasukkan oksigen dari luar kedalam tubuh, kualitas darah (hemogoblin) yang berfungsi untuk mengikat oksigen dan membawanya ke seluruh jaringan, jantung yang berfungsi memompa darah, dan sistem sirkulasi (pembuluh darah) yang berfungsi tempat jalannya darah serta jaringan tubuh yang akan mempergunakan oksigen untuk proses oksidasi sehingga menghasilkan energi. Bagi para pemain Tim Manega semakin baik kualitas faktor-faktor tersebut maka semakin baik dan tinggi pula tingkat VO2 maks seorang pemain, sehingga tingkat daya tahannya juga baik yang pada akhirnya bagi TIM Manega memiliki tingkat kesehatan dan kesegaran jasmani yang tinggi pula . sehingga apabila tingkat kesegaran Jasmani para pemain Tim Manega bagus maka prestasi juga akan dapat meningkat dan lebih bagus lagi. Sebaliknya jika Para pemain Tim Manega mempunyai daya tahan yang rendah, maka mereka akan cepat mengalami kelelahan yang mengakibatkan emosi yang tidak stabil, mudah terombang-ambing dalam situasi atau suasana, kurang kosentrasi dan tidak fokus dalam pertandingan sehingga para pemain tim manega dalam segi prestasi akan menurun. Untuk meningkatkan VO2 maks latihan fisik harus dilakukan, peningkatan VO2maks sebaiknya dengan cara program latihan erobik karena dengan latihan erobik sudah ada pembebanan yang meningkatkan jantung maupun paru. Sedangkan untuk meningkatkan VO2 maks yang dilakukan dengan Program latihan anerobik, secara langsung dapat diberikan beban maksimum pada sistem jantung dan paru. Prestasi tinggi Tim manega dalam tingkat kabupaten hanya dicapai dengan menjalani latihan yang sistematik dan teratur, dengan latihan yang sistematik dan teratur maka kapasitas oksigen maksimal dapat meningkat sampai 20%. Dari keterangan diatas maka untuk meningkatkan dan memperbaiki prestasi Tim Manega dalam ekstrakulikuler di Man Tlogo harus adanya Program latihan kebugaran jasmani berupa program latihan fisik khususnya dalam hal meningkatkan daya tahan jantung dan paru – paru (VO2) dengan cara latihan aerobik dan anaerobik. Berdasarkan Latar belakang diatas maka peneliti sangat tertarik untuk membuat jenis Pengembangan Program Latihan Kebugaran Jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan V02 pada ektrakulikuler sepak bola di Man Tlogo Blitar. 1. B. Rumusan Masalah Berdasarkan Latar belakang diatas , rumusan masalah yang diangkat adalah belum adanya program latihan berkenaan kebugaran jasmani bagi Ektrakulikuler Di Man Tlogo Blitar. Oleh karena itu untuk meningkatkan kebugaran fisik dan daya tahan V02 pada para peserta Ekstrakulikuler Sepak Bola Di Man

Fartlek Fartlek adalah bentuk latihan yang dilakukan dengan lari jarak jauh seperti halnya pada cross country. E.Tlogo Blitar maka diterapkanya Program Latihan kebugaran Jasmani peserta Ekstrakulikiler di Man Tlogo blitar. Bentuk-bentuk Latihan Kondisi Fisik Ada berbagai bentuk latihan kondisi fisik antara lain : 1. . Produk ini disusun untuk peserta ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar. Tahap Inti Pada tahap inti terdiri berbagai bentuk variasi latihan program jasmani yang akan diuraikan sebagai berikut: 1) 1. Spesifikasi Produk Yang diharapkan Untuk memecahkan masalah diatas. Sebaiknya untuk latihan fartlek ini dipilihnya latihan (medan) yang mempunyai pemandangan indah sedikit rintan gn dengan lintasan yang berbeda-beda : lumpur-keras-terjal-turunpasir-rumput-salju atau lainnya.di dalam akan memmuat berbagai variasi latihan kebugaran jasmani. C.Produk yang dihasilkan adalah Program Latihan Kebugaran Jasmani. 1) 2) 3) 1. maka peneliti akan menerapkan Program latihan kebugaran jasmani dalam permainan Sepak Bola di MAN Tlogo Blitar. Pemandangan yang indah akan menyebabkan atlit lupa akan kelelahan sehingga dengan bebas melakukan latihannya. latihan tidak dibatasi tetapi atlit bebas melakukan latihan ini dengan berbagai variasi bentuk lari sesuai dengan medianya. Tujuan Penelitian Mengacu permasalahan diatas. Adapun Spesifikasi Penerapan program Latihan untuk Peserta Ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo blitar adalah sebagai berikut: 1. waktu. Tahap Pendahuluan Tahap Pendahuluan Aktivitas yang digunakan berupa Gerak Stretching sistematis mulai dari kepala sampai kaki. 1. 1. Untuk itulah peneliti akan membuat Program latihan kebugaran jasmani di Ektrakulikuler Sepak Bola di Man Tlogo Blitar . maka tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah pembuatan program latihan kebugaran jasmani untuk sepak bola sehingga paserta ektrakulikuler dapat meningkatkan kebugaran jasmani dalam melakukan permainan sepak bola yang bagus dan juga demi untuk mencapai prestasi yang bagus. Aktivitas pemanasa sebelum latihan inti. Aktivitas kalestenik dengan berbagai variasi gerak sistematis dari kepala sampai kaki. D. Bentuk latihan in iberasal dari Swedia yang berarti “spee play” atau bermain-main dengan kecepatan. Coch ataupun atlitnya sendiri dapat menentukan bentuk larinya maupun lamanya latihan. 1.

Ulangan yang diperbanyak. berarti 4 X 400m. 2. Kecpatan yang konstan dan cukup tinggi. kemudian jalan selama 120 detik. Naik bukit dengan kecepatan tinggi. 4. Contoh : 1. Latihan interval juga menggunakan prinsip penambahan beban latihan. Atlit diharuskan menempuh jarak 400 m dengan waktu 90 detik. 2. Waktu istirahat (recovery interval): 120 detik. 5. Mulai dengan lari lambat 5-10 menit. Bentuk latihan in pada mulanya ditemukan oleh seorang dokter yang juga coach atletik dari Jerman : dr.Kecepatan bentuk lari dapat diatur dengan berbagai variasi. Bentuk latihan in baik sekali dilakukan pada periode persiapan atau bahkan pada periode latihan 1. istirahat lagi dan seterusnya sampai selesai 4 x 400 m lari. Internal Trainning Pada khir0akhir ini sistem latihan interfasi mulai digunakan untuk semua cabang olah raga : atletik. Jalan cepat (istirahat aktif). jalan cepat atau lari-lari kecil. Waktu dipercepat. Tahap Penutup Pada tahap penutup diberikan evaluasi dari proses program latihan yang telah dilaksanakan dan melakukan pendinginan. 3. Lembar intrumen evaluasi ini berisi tentang butir – butir pertayaan tentang Program latihan kebugaran jasmani. balap sepeda. Interval trainning merupakan bentuk latihan yang diselingi dengan istirahat tertentu (intervasi). Demikianlah untuk seterusnya latihan dilakukan akan tetapi waktu istirahat makin lama makin di kurangi dari 120 detik menjadi 90 – 60 – 50 detikdan setrerusnya sampai tujuan akhir tercapai yaitu lari 4 x 400 m tanpa istirahat = 1600 m. Untuk memper berat latihan disamping pengurangan waktu istirahat dapat pula dengan meningkatkan bentuk istirahat dari jalan. Untuk lari pertama latihan boleh digunakan ulangan 2-3 kali terlebih dahulu. Ulangan (repetition) : 4 kali. Jaraknya yang ditambah. dan macam-macam permainan. Jarak lari ditentukan: 1600 m (4 kali keliling lintasan lari. . baru kemudian lari untuk putaran kedua. 6. banyaknya ulangan (repetation) dan waktu latihan. Cara meningkatkan beban dapat pula dengan memperberat salah satu dari faktor – faktor di atas dikombinasikan. misalnya: 1. b. Lari lambat-lambat diselingi 3-4 langkah mendadak cepat. Woldemar Cersshler. istirahat. Pembuatan intrumen evaluasi untuk siswa yang mengikuti ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar Kabupaten Blitar. 3. Streching individu dan berpasangan. 3. Lari lambat-lambat diselingi lari yang makin lama makin cepat (win sprin). mendayung. 7. 2. Lari dengan tempo yang cepat (pace) selama 1 menit Tujuan latihan sama dengan cross country terutama untuk daya tahan atau stamina. 3) Interval trainning merupakan penyempurnaan dari fartlek dengan memebrikan koreksi secara teliti dalam : menentukan jarak. c. misalnya (costa holmen) : 2) 1. kemudian untuk seterusnya 4 kali ulangan. Waktu untuk menempuh jarak (400 m): 90 detik. 3. 4. d.

di ekstrakukuler Sepak Bola MAN Negeri Tlogo Kab. Pengertian Program latihan Latihan adalah suatu proses yang sistrematis secara berulang-ulang. Selain itu sebagai calon guru pendidikan jasmani penelitian ini dapat dijadikan bekal dalam membina kegiatan ekstrakurikuler. E. Pentingnya Pengembangan Pengembangan ini adalah untuk memperoleh pengalaman yang nyata juga mengaplikasikan teori dan praktek selama mengikuti kegiatan ekstrakulikuler dalam bentuk penelitian pengembangan bentuk – bentuk program latihan kebugaran jasamani di kegiatan Ekstrakulikuler MAN Negeri Tlogo Kab Blitar. Keterbatasan produk penerapan kebugaran jasmani di kegiatan esktrakulikuler Sepak Bola MAN Tlogo Blitar ini adalah sebagai berikut:   Penerapan Program latihan kebugaran jasmani hanya diperuntukan untuk siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler bola voli di MAN Negeri Tlogo Blitar. Blitar. b. Bagi Universitas Negeri Malang Hasil penelitian ini dijadikan bahan dasar kepustakaan dalam penelitian selanjutnya khususnya yang berhubungan dengan kesegaran jasmani. . c. Definisi Istilah 2. 1. Bagi peneliti Sebagai sarana untuk mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan khususnya yang berhubungan dengan kesegaran jasmani. 1. Pengertian Kebugaran Jasmani Kesegaran jasmani adalah kemampuan tubuh seseorang pemain sepak bola di Man Tlogo Blitar untuk melakukan kegiatan latihan sehari-hari maupun pertandingan tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan masih memiliki tenaga yang cukup untuk melakukan aktivitas yang lainnya. b) Sarana dan prasarana yang digunakan dalam melakukan latihan kebugaran jasmani cukup memadai dan bervariasi. secara tetap dengan selalu memberikan peningkatan beban. 1. F.1. Materi program latihan kebugaran jasmani hanya terbatas pada materi kebugaran jasmani saja. d. G. (Pussegjas. a) Dengan adanya penerapan Program latihan Kebugaran Jasamani. a. 1995:3). Bagi atlet Untuk meningkatkan kebugaran jasmani para atlet 1. Bagi pelatih Dapat dijadikan acuan bagi pelatih dalam peningkakatan kebugaran jasmani para atlet. Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan Asumsi yang dijadikan landasan peneliti untuk penerapan Program Latihan kebugaran jasmani. 1. maka siswa dapat mengerti tentang program latihan kebugaran jasmani dalam permainan sepak bola.

rumusan masalah. Prinsip Latihan.Peran Kesegaran Jasmani dalam Permainan sepak bola. 3. Kegiatan ekstrakulikuler bertujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai berbagai mata pelajaran. ekspresi dan lain. Sistematika penulisan Sistematika penulisan ini terdiri dari dua bagian. olahraga ini dimainkan oleh dua kelompok berlawanan yang masing-masing berjuang untuk memasukkan bola ke gawang kelompok lawan (Rino. 2008:1). 2. Beban Latihan . meyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan menusia seutuhnya ( sahertian. Untuk mempertegas agar pengertian lebih sesuai dengan apa yang dimaksud. Komponen-komponen Kesegaran Jasmanai. bagian pertama: memuat tentang kajian Analisis. Subjek uji coba. darah. dan paru-paru untuk periode waktu yang cukup untuk menghasilkan perbaikan-perbaikan dan keadaan tubuh. Karakteristik Sepak Bola. asumsi dan keterbatasan pengembangan.1978:83 ). prosedur pengembangan. desain Uji coba. . pentingnya pengembangan. Dalam pertandingan. KESEGARAN JASMANI Kesegaran jasmani merupakan hal yang sudah populer di kalangan masyarakat saat ini. 1. Metode Latihan Fisik . 1.BAB I PENDAHULUAN: Latar belakang masalah.BAB II KAJIAN PUSTAKA: Kesegaran Jasmani. Beban latihan atau disebut juga bahan latihan atau loading adalah suatu bentuk-bentuk latihan jasmani dan rohani atlet guna mencapai prestasi olah raga. difinisi istilah dan sistematika penulisan. Penjelasan Tentang program latihan untuk meningkatkan VO2. ada beberapa pendapat para ahli atau pakar kesegaran jasmani. tujuan penelitian. kesenian. Peserta ekstrakurikuler tenis lapangan adalah siswa yang mengikuti ekstrakukulikuler Sepak Bola di Man Tlogo Blitar di luar jam sekolah yang sudah dijadwalkan oleh sekolah dalam pengembangan bakat dan minat siswa. 2. Faktorfaktor yang Mempengaruhi Kesegaran Jasmani. A. spesifikasi produk yang diharapkan. Program latihan.Intrumen pengumpulan data. Aerobik adalah suatu sistem altihan yang mendorong kerja jantung.lain. Bagian pertama memuat tentang: 1. Uji coba produk. H. Tujuan kesegaran jasmani. tehnik analisis. Latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan VO2 . Kegiatan Ekstrakulikuler. misalnya: olahraga. Sepak bola adalah salah satu olahraga yang sangat populer di dunia. bagian yang kedua memuat tentang produk yang dihasilkan dari pengambangan. Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran biasa (termasuk pada waktu libur) yang diterapkan oleh sekolah dengan tujuan agar siswa MAN TLOGO Blitar dapat memperluas pengetahuan dan mengembangkan bakat dan minat di bidang yang digemari sehingga siswa memperoleh prestasi di bidangnya yaitu mahir bermain Sepak bola.BAB III METODE PENGEMBANGAN: taktik pengembangan. 1. Pengertian Esktrakulikuler Menurut ahmadi ( 1984:105) kegiatan ekstrakulikuler adalah kegiatan – kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub – klub. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1.Tujuan pokok dari latihan adalah prestasi maksimal di samping kesehatan serta kesegaran jasmani bagi atlet.

g) koordinasi. 1. daya lentur. terhindar dari penyakit dan selalu ceria sepanjang hidup. keseimbangan. kelincahan. TUJUAN KESEGARAN JASMANI Kesegaran jasmani sangatlah penting bagi semua orang termasuk anak-anak usia sekolah. Seseorang yang memilik kasegaran jasmani yang baik dapat diartikan cukup mempunyai kesanggupan untuk melakukan pekerjaannya dengan efisien tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti. Sedangkan menurut Pussegjas (1995:1) kesegaran jasmani adalah perwujudan kemampuan dan kesanggupan fisik seseorang untuk melakukan pekerjaan baik sebagai pribadi.Kesegaran jasmani menurut ahli faal dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk melakukan satu tugas khas yang memerlukan kerja muskular di mana kecepatan dan ketahanan merupakan kriteria utama. Muhajir (dalam Sipayung. koordinasi. baik ketika berada di sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. 1992:9). anggota masyarakat. maupun sebagai warga negara perlu mendapat perhatiaan dan tanggapan yang lebih memadai. komponen kondisi tubuh. dan ketepatan. . i) ketepatan. Tetapi menurut Kirkendall dkk (1980:226) kekuatan adalah kemampuan atau kekuatan otot tubuh yang bekerja mengeluarkan energi untuk mengatasi atau melawan kontraksi dari luar yang berfungsi untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain atau memindahkan benda mendekati tubuh atau menjauhi tubuh. agar dapat hidup sehat. daya tahan. Menurut Sajoto (1995:8-11) kondisi fisik atau kesegaran jasmani adalah satu kesatuan yang utuh dari komponen-komponen yang tidak dapat dipisahkan begitu saja. oleh karena itu untuk mengetahui dan memahami secara mendalam perlu mempelajari komponen-komponen yang membentuk dan saling bertautan antara yang satu dengan yang lainnya. e) kecepatan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa setiap manusia perlu menjaga dan meningkatkan kesegaran jasmaninya sendiri. 1. daya otot. Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:24) menjelaskan bahwa komponen-komponen kesegaran jasmani adalah: a) daya tahan. 1991:25). h) keseimbangan dan. C. ekonomi gerakan pada waktu latihan. Baik peningkatan maupun pemeliharaannya. Penjelasan tentang peranan masing-masing komponen adalah sebagai berikut: 1. b) daya tahan otot. sehingga masih memiliki sisa tenaga untuk mengisi waktu luangnya dan tugas-tugas mendadak lainnya. Kekuatan Kekuatan atau strength . Kesegaran jasmani juga diperlukan anak usia sekolah untuk dapat melaksanakan aktifitas sehari-hari. d) kelentukan. Berdasarkan beberapa uraian di atas dapat di simpulkan bahwa kesegaran jasmani dapat diartikan sebagai kemapuan fisik untuk melakukan tugas pekerjaan sesuai dengan bidangnya tanpa mengalami kelelahan yang berlebih dan mendapat pemulihan yang cepat seperti pada saat belum melakukan aktivitas. c) daya tahan jantung. f) kelincahan. pemulihan yang cepat dari tubuh sewaktu-waktu respon demikian diperlukan”. Bisa dikatakan pula bahwa tingkat kesegaran jasmani yang baik memberikan seseorang kesanggupan pada seseorang untuk menjalankan hidup yang produktif dan dapat menyesuaikan diri pada tiap pembebanan yang banyak. Disebutkan pula bahwa komponen kondisi fisik meliputi: kekuatan. adalah komponen kondisi fisik seseorang tentang kemampuannya dalam mempergunakan otot dalam menjalankan aktivitas (Dwiyogo dan Sulistyorini. 8:2007) mengatakan bahwa “tujuan kesegaran jasmani adalah untuk meningkatkan kemampuan sistem sirkulasi dan kerja jantung. Sedang menurut ahli-ahli pendidikan jasmani kesegaran jasmani adalah kapasitas fungsional total seseorang untuk melakukam sesuatu kerja tertentu dengan hasil yang baik tanpa kelelahan yang berarti (Depdikbud. KOMPONEN KEBUGARA JASMANI Pengertian kesegaran jasmani adalah pengertian yang sangat kompleks. 1. kecepatan.

Daya Tahan Daya tahan otot tidak hanya dikenal pada istilah kekuatan tetapi juga kemampuan otot berkontraksi dalam beberapa waktu tanpa mengalami kelelahan. adalah kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan berkesinambungan dalam bentuk yang sama dalam waktu sesingkat-singkatnya. Suharno (dalam Budiwanto. 2004:35)) menjelaskan bahwa daya tahan adalah kemampuan organ atlet untuk melawan kelelahan yang timbul saat melakukan aktivitas olahraga dalam waktu yang lama. 1. 4. 3. Daya tahan atau endurance dalam hal ini dikenal dua macam daya tahan. Dijelaskan pula bahwa power dapat diperoleh dalam melakukan kegiatan tertentu. kontraksi otot dengan kekuatan maksimum dan kecepatan maksimum. Untuk melatih kecepatan. dan lain-lain (Dwiyogo dan Sulistyorini. Jadi dapat disimpulkan bahwa daya tahan/endurance merupakan salah satu komponen kesegaran jasmani yang paling penting untuk dilatih. 2004:34). 1. yakni: daya tahan umum atau general endurance kemampuan seseorang dalam mempergunakan sistem jantung. Sedangkan definisi yang dikemukakan oleh Kent (dalam Budiwanto. dan peredaran darahnya secara efektif dan efisien untuk menjalankan kerja secara terus menerus yang melibatkan kontraksi sejumlah otot dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama. maka dapat ditarik kesimpilan bahwa kekuatan adalah kemampuan otot untuk mengatasi atau melawan beban dengan usaha yang maksimal dalam melaksanakan aktivitas tertentu. Kecepatan Kecepatan atau speeds. Seseorang dikatakan memiliki kelincahan cukup baik . paru-paru. 1. 2004:37) kecepatan adalah jarak tempuh per satuan waktu yang diukur dalam menit atau skala kuantitas. Jadi kelincahan tidak hanya memerlukan suatu kecepatan saja. karena daya tahan ini secara langsung juga untuk melatih otot. pukulan dalam tinju. Menurut Kent (dalam Budiwanto. Menurut Kirkendall dkk (1980:243) kelincahan adalah kemampuan badan untuk mengubah arah tubuh atau bagian tubuh lainnya dengan sangat cepat dan efisien. smash dalam bulutangkis. 1. Power Menurut Kirkendall dkk (1980:228) power adalah masa kerja dibagi dengan waktu atau lama kerja. Daya tahan otot atau local endurance yaitu kemampuan seseorang dalam mempergunakan ototnya untuk berkontraksi secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama dengan beban tertentu. Dari beberapa pendapat di atas. Seseorang yang mampu mengubah posisi yang berbeda dalam kecepatan tinggi dengan koordinasi yang baik. balap sepeda. dapat disimpulkan bahwa kecepatan adalah kemampuan tubuh atau bagian tubuh untuk melakukan gerakan dalam waktu yang pendek. Power menurut pendapat Gabbard dkk (dalam Budiwanto. berarti kelincahannya cukup baik. 2004:34) adalah gabungan antara kekuatan dan daya ledak (kecepatan). 2. dibutuhkan bentuk latihan yang sesuai dan mengharuskan orang itu untuk dapat bergerak dengan cepat dan mengubah arah dengan lincah. 5. Seperti dalam lari cepat. power adalah kemampuan untuk mengubah energi fisik ke dalam kekuatan yang sangat cepat dan tergantung pada banyaknya adenosine triphosphat (ATP) yang diproduksi setiap satuan waktu.Dari pendapat di atas. akan tetapi juga memerlukan fleksibilitas yang baik dari sendi-sendi anggota tubuh. 1991:29). kelenturan dan komponen kesegaran jasmani lainnya. Dari sini dapat disimpulkan bahwa power itu adalah kemampuan tubuh untuk memadukan kekuatan dan kecepatan dalam waktu yang bersamaan. Kelincahan Kelincahan atau agility adalah kemampuan seseorang mengubah posisi di area tertentu. Kecepatan menurut Kirkendall dkk (1980:243) adalah jarak dibagi waktu. kecepatan diukur dengan satuan jarak dibagi dengan satuan waktu. kecepatan adalah kemampuan melakukan gerakan dalam periode waktu yang pendek.

6. 1. 1. 2004:40) menjelaskan bahwa kapasitas melakukan gerakan dengan rentangan yang luas diketahui sebagai kelenturan. koordinasi adalah kerjasama yang selaras antara sekelompok otot selama bergerak yang dilakukan dengan indikasi keterampilan yang sama. menghasilkan berbagai respon gerakan pada situasi fisik tertentu. 1. 2004:41) adalah kemampuan memelihara suatu yang berorientasi pada keadaan stabil dan khusus dikaitkan dengan lingkungan saat itu. Kelenturan menurut Kirkendall dkk (1980:248) adalah kemampuan tubuh atau bagian-bagian tubuh untuk melakukan berbagai gerakan dengan leluasa dan seimbang antara kelincahan dan respon keseimbangan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kelenturan adalah ukuran kemampuan seseorang yang mempunyai ruang gerak yang luas dalam sendi-sendinya dan yang mempunyai otot-otot yang elastis. penglihatan mata. adalah ukuran kemampuan seseorang dalam penyesuaian diri untuk segala aktivitas dengan penguluran tubuh yang luas. 1. Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa koordinasi adalah kemampuan tubuh seseorang yang selaras antara sekelompok otot selama bergerak yang terlibat dalam satu pola gerak yang rumit dan mempersatukan bagian-bagian tersebut menjadi suatu gerak tunggal dan berhasil mencapai beberapa tujuan. 2004:42) adalah kemampuan untuk menyatukan sistem indera. dapat disimpulkan bahwa sebenarnya kelincahan adalah kemampuan mengubah arah atau posisi badan secara cepat dan melakukan gerakan yang lain. Keseimbangan Keseimbangan menurut Kent (dalam Budiwanto. 9. 8. Ketepatan . kekuatan dan keseimbangan. Kelenturan Daya lentur atau flexibility . Bompa (dalam Budiwanto. Dari beberapa uraian di atas. Dari beberapa uraian di atas. 7. otak menafsirkan secara komplek. 2004:39) disampaikan bahwa pembentukan kelincahan lebih sulit dari pada pembentukan yang lainnya. Sedangkan Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:33) menjelaskan bahwa keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan tubuh agar tetap stabil. Koordinasi Menurut Kirkendall dkk (1980:257). Di bidang olahraga banyak hal yang harus dilakukan oleh atlet dalam masalah keseimbangan ini baik dalam menghilangkan atau mempertahankan keseimbangan. maka keseimbangan dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mempertahankan posisi badan dalam berbagai keadaan. hal ini akan sangat mudah ditandai dengan tingkat flexibility persendian pada seluruh tubuh. suhu badan dan usia sangat mempengaruhi luasnya gerakan bagian-bagian tubuh. sistem syaraf dan sistem otot rangka menjadi rangkaian untuk mengatur bagian-bagian badan secara terpisah yang terlibat dalam satu pola gerak yang rumit dan mempersatukan bagian-bagian tersebut menjadi suatu gerak tunggal dan berhasil mencapai beberapa tujuan.apabila mampu merubah satu posisi ke posisi yang berbeda dengan kecepatan tinggi dan koordinasi gerakan yang baik. sehingga tidak mendapat gangguan pada keseimbangannya atau bisa juga diartikan bahwa keseimbangan adalah kemampuan sikap tubuh yang tepat pada saat melakukan gerakan. Sedangkan kelincahan menurut Verducci (dalam Budiwanto. Sedangkan Kirkendall dkk (1980:257) mengemukakan bahwa keseimbangan adalah fenomena yang kompleks yang melibatkan vestibular system pada bagian dalam telinga. Secara umum. Kelincahan adalah hasil pembentukan dari unsur kecepatan. Sedangkan koordinasi menurut Kent (dalam Budiwanto.

Faktor Keturunan (Genetik) Dari penelitian yang telah dilakukan. kekuatan otot. Artinya bahwa aktivitas fisik yang terarah juga dapat meningkatkan kesegaran jasmani di samping terjadi penurunan berat badan. Suharno (1993:1) Program latihan dikatakan baik dan tepat apabila rencana dibuat telah mempertimbangkan faktor-faktor penentu untuk mencapai tujuan. Program yang demikian memungkinkan bagi seorang pelatih dapat memberikan sebanyak mungkin kesempatan kepada atlet guna perkembangan pengetahuan dan keterampilannya. Faktor Aktivitas Fisik Berdasarkan hasil penelitian efek latihan aerobik selama delapan minggu setelah istirahat memperlihatkan peningkatan daya tahan kardiovaskuler 62% dari nilai akibat itirahat dan bila dibandingkan dengan keadaan sebelum istirahat di tempat tidur maka nilai peningkatan adalah 18%. mempercepat gerakan. Setelah usia tersebut nilai pada wanita lebih rendah dari pada pria. komposisi tubuh. dibuat kesimpulan bahwa kesegaran jasmani dtentukan oleh faktor genetik yang hanya diubah dengan latihan sampai pada batas maksimal. mencapai maksimal pada usia 20-30 tahun dan kemungkinan berbanding terbalik dengan usia. umur atlet. Sasaran ini dapat merupakan jarak atau mungkin suatu objek langsung yang harus dikenal dengan salah satu bagian tubuh. sarana dan prasarana. Faktor Jenis Kelamin Sampai dengan usia remaja tidak terdapat perbedaan daya tahan kardiovaskuler pria dan wanita. dan menjauhkan atau mempersempit gerakan. dana. sehingga pada orang yang berusia 70 tahun diperoleh daya tahan 50% dari yang dimiliki pada usia 17 tahun. Suharno (1993:7) menyebutkan bahwa program latihan umumnya dibagi menjadi tiga. Cara mengembangkan ketepatan ialah dengan mengulang-ulang gerakan dengan frekuensi yang banyak. Program latihan harus disusun secara teliti dan dilaksanakan secara tekun dan teratur sesuai dengan prinsip-prinsip latihan. Perbedaan tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan maximal muscular power yang berhubungan dengan luas permukaan tubuh. 2. 1. 1. Faktor Usia Menyatakan bahwa mulai anak-anak sampai sekitar usia 20 tahun.Ketetapan atau accuracy. E. PENJELASAN TENTANG PROGRAM LATIHAN Seorang atlit untuk mencapai prestasi yang maksimal hendaklah atlit tersebut terus berlatih dan berlatih tanpa merasa bosan. Selain itu dalam buku yang sama juga mengungkapkan program latihan adalah cara seorang pelatih untuk mempersiapkan atletnya guna menunjang program latihan yang telah direncanakan atau terprogram. jumlah hemoglobin. yaitu: . adalah kemampuan gerak tubuh seseorang untuk mengendalikan gerak-gerak bebas terhadap suatu sasaran. dan waktu yang tersedia. lingkungan atlet. Moeloek (1984:3)menjelaskan tentang beberapa faktor fisiologis yang mempengaruhi daya tahan kardiovaskuler antara lain adalah: 1. yang mana semua itu terdapat dalam program latihan. kapasitas paru dan sebagainya. 3. Ketepatan menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:33) adalah kemampuan seseorang untuk mengarahkan suatu gerak ke suatu sasaran sesuai dengan tujuan. tenaga pelatih. 4. itulah sebabnya dibutuhkan penyusunan dan perencanaan latihan yang baik dan tepat. kemampuan atlet. daya tahan kardiovaskuler meningkat. Menurut Suharno (1993:1) program latihan adalah suatu petunjuk atau pedoman yang mengikat secara tertulis berisi cara-cara yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan masa mendatang yang telah ditetapkan. FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUGARAN JASMANI Berikut ini adala beberpa hal yang terkait dengan kesegaran jasmani khususnya yang berhubungan dengan daya tahan kardiovaskuler. faktor itu antara lain: bakat atau materi atlet. D.

meningkat dan berulang-ulang waktunya. teknik. menentukan cara-cara yang efektif serta usaha-usaha untuk mencapai tujuan dari latihan yang dilakukan. Program latihan perlu disusun dengan prinsip-prinsip latihan. Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan prinsip-prinsip latihan adalah suatu usaha sadar yang harus dilakukan atlet untuk mencapai prestasi maksdimal yang dilakukan berulang-ulang. Sasaran-sasaran latihan pun merupakan penjabaran sasaran dari program jangka menengah. Menurut Kosasih (1984:46) latihan atau training adalah proses kerja yang harus dilakukan secara sistematis. prinsip pulih asal (recovery). Latihan juga dapat didefinisikan sebagai peran serta yang sistematis dalam latihan yang bertujuan untuk meningkatkan fungsdional fisik dan daya tahan latihan dalam bidang olahraga. taktik. yaitu: aspek-aspek fisik. PRINSIP LATIHAN Harsono (1993:2) pengertian latihan atau training adalah sesuatu proses berlatih yang sistematis yang dilakukan secara berulang-ulang. Suharno (1993:5) menjelaskan bahwa latihan ialah suatu proses penyempurnaan kualitas atlet secara sadar untuk mencapai prestasi yang maksimal dengan diberi beban fisik dan mental secara teratur. berulang-ulang dan jumlah beban yang diberikan semakin hari bertambah. (3) program jangka pendek (1 tahun kebawah) merupakan pelaksanaan operasional rencana jangka menengah. Program latihan jangka pendek terdiri dari: program latihan tahunan. Hal ini sesuai dengan pendapat Harsono (1993:1) bahwa tujuan utama dari pelatihan olagraga prestasi adalah untuk meningkatkan keterampilan dan prestasi semaksimal mungkin. dan yang kian hari junlah beban latihannya kian bertambah. program latihan harian. F. prinsip beban meningkat bertahap (progressive increase of load). Tetapi dalam menentukan beban latihannya harus benar-benar diperhatikan. menurut Bompa (1994:29) prinsip-prinsip program latihan fisik adalah sebagai berikut: Prinsip beban bertambah (over load). prinsip perkembangan multilateral (multilateral development). dan mental dikembangkan setinggi mungkin. taktik. (2) program jangka menengah (2 tahun-4 tahun) rencana jangka menengah merupakan pelaksanaan langsung jangka panjang. prinsip perorangan (individualization). terarah. dan mental diperlukan proses dan waktu yang relatif lama. . yaitu faktor yang paling penting bagi setiap atlet (Suharno 1993:1). dapat disimpulkan bahwa program latihan adalah petunjuk atau pedoman latihan yang bertujuan untuk menentukan tujuan latihan. Sedangkan Latihan fisik adalah latihan yang betujuan untuk meningkatkan kondisi fisik. Prestasi tinggi akan dapat dicapai apabila keempat aspek. 1.(1) Program jangka panjang (5 tahun-12 tahun) tujuan rencana jangka panjang merupakan tujuan akhir untuk cita-cita prestasi prima. Untuk mencapai peningkatan kemampuan dalam kondisi fisik. 1993:317). Dari pengertian dan penjelasan tentang program latihan yang telah dikemukakan di atas. teknik. prinsip reversibilitas (reversibility). Untuk memperoleh prestasi yang maksimal dalam olahraga memerlukan latihan yang intensitas dan frekuensinya banyak. prinsdip variasi (variety). program latihan mingguan. bertahap. prinsip aktif dalam latihan dan prinsip proses latihan menggunakan model. prinsip spesialisasi (specialitation). menghindari beban latihan berlebih (overtraining). prinsip melampaui batas latihan (the abuse of training). Tujuan akhir latihan adalah untuk meningkatkan kemampuan olahraga (Dwijowinoto. Beutelstah (1986:124) menyatakan bahwa training adalah persiapan para pemain masing-masing secara individu membimbing dan membentuk mereka sehingga dapat menampilkan prestasi tertinggi secara individual maupun regu. terarah kian hari jumlahnya semakin meningkat dengan proses yang sistematis. program latihan bulanan.

1. beban ditingkatkan secara pelan bertahap. . 1. potensi. Stress fisik akan menimbulkan kelemahan anatomis. Dalam mengatur program latihan yang paling menguntungkan harus mengembangkan kemampuan fisiologis khusus yang diperlukan untuk melakukan keterampilan olahraga atau kegiatan tertentu yang akan dilakukan. karakteristik belajar dan kekhususan olahraga. Program latihan harus direncanakan. Seluruh konsep latihan harus direncanakan sesuai dengan karakteristik fisiologis dan psikologis atlet. yang akan menjamin memperoleh adaptasi secara benar. Volume dan intensitas latihan secara terus menerus meningkat dan latihan diulang-ulang banyak sekali. teratur dan terus-menerus sehingga mencapai beban maksimum. fisiologis dan organisme atlet terhadap kelelahan akibat beban latihan tersebut. tetapi mungkin lebih penting untuk memelihara motivasi dan perhatian dengan memvariasi latihan fisik dan latihan secara rutin. Prinsip Beban Lebih (Over Load) Pemberian beban latihan harus melebihi kebiasaan sehari-hari secara teratur. Prinsip spesialisasi harus disesuaikan pengertian dan penggunaanya untuk latihan anak-anak yunior di mana perkembangan multilateral harus berdasarkan perkembangan khusus. Maka Menurut Bompa (1994:29-48) adalah sebagai berikut: 1. seseorang pelatih perlu kreatif dengan memiliki pengetahuan dan sumber latihan yang banyak yang memungkinkan dapat merubah secara periodik. Stress terus menerus yang diberikan pelatih tanpa istirahat akan menimbulkan penurunan prestasi bagi atlet. Hal ini bertujuan agar sistem fisiologis dapat menyesuaikan dengan tuntutan fungsi yang dibutuhkan untuk tingkat kemampuan tinggi. sehingga tujuan latihan dapat ditingkatkan secara wajar Individualisasi dalam latihan adalah satu kebutuhan yang penting dalam masa latihan dan itu menunjukkan pada pemikiran untuk setiap atlet. Dalam upaya mengatasi monoton dan kebosanan dalam latihan. Spesialisasi bukan proses unilateral tetapi satu yang kompleks yang didasarkan pada suatu landasan kerja yang solid dari perkembangan multilareral. pengertian dari prinsip-prinsip latihan yang telah disebutkan di atas. Masa latihan adalah suatu aktivitas yang sangat memerlukan beberapa jam kerja atlet. Menurut Bompa (1994:32) Latihan harus bersifat khusus sesuai dengan olahraga dan pertandingan yang akan dilakukan. 1985:13). seterusnya atlet akan mengalami kenaikan kemampuan (superkompensasi). Prinsip Spesialisasi Spesialisasi menunjukkan unsur penting yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan dalam olahraga. atau dapat mengembangkan kemampuan gerak yang diperlukan dengan olahraga. Prinsip Individual Latihan harus memperhatikan dan memperlakukan atlet sesuai dengan kemampuan. Prinsip Menambah Beban Latihan secara Progresif Pemberian beban latihan harus ditingkatkan secara bertahap. Latihan yang baik harus mengakibatkan penekanan fisik dapat ditimbulkan dengan jalan pemberian beban latihan yang lebih dari batas kemampuan si atlet (Suharno. mengabaikan tingkat prestasi diperlukan secara individual sesuai kemampuan dan potensinya. Keterampilan dan latihan dapat diperkaya dengan mengadopsi pola gerakan teknik yang sama. Prinsip Variasi Latihan harus bervariasi dengan tujuan mengatasi sesuatu yang monoton dan membosankan saat latihan. Atlet harus memiliki disiplin latihan. karakteristik belajar dan kekhususan cabang olahraga.Sementara itu. 1. 1.

11. Oleh sebab itu latihan harus berkesinambungan untuk memelihara kondisi.Prinsip beban bertambah secara pelan-pelan menjadi dasar rencana latihan olahraga. Tujuan suatu model adalah untuk memperoleh suatu yang ideal. Prinsip multilateral akan digunakan pada latihan anak-anak yunior. dan akan diikuti oleh semua atlet yang mengabaikan tingkat kemampuannya. Pengertian ini atlet akan menghubungkan keterangan obyektif dari pelatih dengan prakiraan subyektif kemampuannya. memungkinkan atlet dibentuk. suatu peristiwa yang dapat diperoleh. 1. dan meskipun dalam keadaan abstrak ideal diatas adalah kenyataan konkrit. Prinsip Menghindari Kelebihan Beban Latihan (Over Training) Program latihan yang dijalani tidak akan mencapai hasil jika atlet mengalami kelelahan. Kebutuhan perkembangan multilateral muncul untuk diterima sebagai kebutuhan dalam banyak lapangan pendidikan dan usaha manusia. 1. metode dan isi yang sama dengan situasi pertandingan 1. b) diberikan latihan intensif secara mendadak setelah lama tidak berlatih. BEBAN LATIHAN . d) beban latihan diberikan dengan beban melompat. Prinsip Latihan Menggunakan Model Latihan yang dilakukan didesain sedemikian rupa seakan-akan seperti pada kenyataan yang akan terjadi di lapangan pertandingan. 1. 10. G. Selama waktu bebas atlet dapat melakukan pekerjaaan dalam aktifitas sosial yang memberikan kepuasan dan ketenangan. Seseorang atlet akan melakukan kegiatannya meskipun tidak dibawah dan perhatian pelatih. Partisipasi aktif tidak terbatas hanya pada latihan. itu juga menggambarkan sesuatu yang diusahakan untuk dicapai. Beban ditambah pelan-pelan pada tiga siklus mikro pertama dengan menguragi atau tahap tanpa beban. Prinsip Pulih Asal Beban latihan yang telah diberikan telah banyak mengeluarkan energi tubuh untuk itu diperlukan pemulihan untuk mengembalikan kondisi tubuh seperti semula. Tetapi. serta antara proses fisiologis dan psikologis. Penyebab terjadinya overtraining antara lain: a) diberikan beban latihan over-loads secara terus menerus tanpa memperhatikan interval. 1. c) proporsi latihan dari ekstensif ke intensif tidak cepat. Prinsip Reversibilitas Beban latihan yang diberikan pada saat latihan harus dikurangi secara perlahan-lahan pada saat akhir latihan. Kesungguhan dan aktif ikut serta dalam latihan akan dimaksimalkan jika pelatih secara periodik. Prinsip Partisipasi Aktif dalam Latihan Atlet yang melakukan latihan haruslah tetap berlatih diluar jam latihan wajib meskipun tanpa pengawasan dari pelatih. Prinsip Perkembangan Multilateral Perkembangan multilateral lambat laun saling bergantung antara seluruh organ dan sistem manusia. Melalui latihan model pelatih berusaha memimpin dan mengorganisasi waktu latihannya dalam cara yang obyektif. tetapi dia tentu harus istirahat yang cukup. ajeg mendsiskusikan kemajuan atletnya dengannya. dari siklus mikro olimpiade. perkembangan multilateral secara tidak langsung atlet akan menghabiskan semua waktu latihannya hanya untuk program tersebut. untuk itu harus menghindari kelebihan beban latihan.

(2) maksimal 100% dari prestasi terbaik. antara lain: 1) berdasarkan persentase kecepatan dan kekuatan yang digunakan dalam latihan. Beban dalam dikatakan maksimal apabila denyut nadi atlet setelah melakukan satu unit latihan meningkat (Suharno. (2) fungsi fisiologis organisme. 1. bulanan dan tahunan. jumlah set dalam latihan interval dan sirkuit sebagai ukuran rangsangan motorik dalam suatu unit latihan. (sistem peredaran darah. pernafasan dan metabolisme) yang dimaksud disini yaitu pada secara reflek akan terjadi perubahan pengaliran darah. Di bawah ini ciri-ciri beban luar (Suharno. frekuensi. Kepekatan rangsangan densitas tergantung lama dan pendeknya waktu recovery . Beban Dalam (Inner Load) Beban dalam adalah perubahan fisiologis organisme atlet akibat pengaruh latihan beban luar yang ditandai dengan kenaikan denyut nadi (Suharno. maka 80% x (220 – 20) = 160 kali/menit (intensitas sub maksimal). Ada dua macam beban latihan yang harus dibedakan pengertiannya menurut Suharno (1993:29) adalah: (1) Beban Luar (outer load): volume. (2) Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi atlet dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. 1993:23) Beban dalam mempunyai dampak perubahan fungsional organisme atlet meliputi: (1) susunan anatomis/struktur tubuh yang dimaksud disini adalah latihan dapat menambah jumlah serabut otot. 2) berdasarkan jumlah denyut nadi dalam mereaksi beban latihan. total waktu latihan. yaitu yang melalui proses pemecahan serabut pada waktu latihan dan terjadi pembesaran otot yang disebabkan karena bertambah luasnya serabut otot (Sajoto 1988:111) . Kemudian tentukan takaran intensitas latihannya. (4) Frekuensi adalah ulangan gerak berapa kali atlet harus melakukan gerak setiap giliran. sementara terjadi penurunan aliran kearah jaringan-jaringan yang kurang aktif. 1993:22): (1) super maksimal 101% – ke atas dari prestasi terbaik. Skala intensitas untuk latihan kecepatan dan kekuatan sebagai berikut (Suharno. sedang frekuensi rendah artinya ulangan gerak sedikit dalam satu giliran. jarak tempuh atau berat beban. MR push-up atlet dapat dihitung misalnya: mampu 30 kali. berarti dalam satu giliran latihan push-up ditemukan 80% x 30 kali (MR) = 24 kali. (4) medium 60% – 70% dari prestasi terbaik. Cara menghitung intensitas dengan MR (maximum repeatation) . 1993:29): (1) Volume adalah beban latihan yang biasa dinyatakan dengan satuan jarak. yaitu 80% dari DNM dan umur atlet 20 tahun. Begitu juga dengan Suharto (1997:72) menyatakan bahwa perubahan massa otot bukanlah disebabkan pertambahan jumlah sel otot melainkan karena pertambahan dari anak serabut otot yang membesar akibat latihan. (5)low (rendah) 59% ke bawah dari prestasi terbaik. rythme. Menurut Suharto (1997:98) menyatakan bahwa intensitas latihan merupakan komponen kualitatif yang mengacu pada jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu unit waktu tertentu. Frekuensi tinggi berarti ulangan gerak banyak sekali dalam satu giliran. (3) Recovery adalah waktu yang digunakan untuk pemulihan tenaga kembali antara satu dengan elemen bahan latihan elemen berikutnya. seperti timbulnya kenaikan volume darah tiap menit dan bertambahnya jumlah darah yang mengalir keotot-otot yang lebih aktif. intensitas. Dan unsur tersebut mencerminkan kwantitas atau banyaknya latihan yang dilakukan pada saat latihan. Beban Luar (Outer Load) Beban luar adalah rangsangan motorik yang dapat diatur dikontrol dengan cara memvariasikan ciri beban latihan seperti volume. Begitu juga menurut Suharto (1997:97) menyatakan bahwa pada dasarnya volume latihan meliputi unsur-unsur: waktu atau lama latihan. recovery. beban berat yang diangkat. jumlah beberapa elemen jenis latihan. 1985:16). (3) sub maksimal 80% – 99% dari prestasi terbaik. Sedangkan untuk menghitung denyut nadi yaitu pertama dihitung DNM (denyut nadi maksimal) dengan rumus: 220 – umur. frekuensi. Bila pelatih menginginkan intensitas sub-maksimal dalam latihan. intensitas. (5) Rythme adalah sifat irama latihan yang berhubungan dengan tinggi rendahnya tempo dan berat ringannya suatu latihan dalam satu unit latihan maupun mingguan. jumlah ulangan latihan atau unsur teknik yang dilakukan dalam waktu tertentu. Dan intensitas latihan dapat dikalisfikasikan tinggi rendahnya berdasarkan beberapa indikator. Namun aliran darah ke daerah-daerah . (2) Beban Dalam (inner load) 1. recovery. Frekuensi dapat juga diartikan berapa kali latihan perhari atau berapa hari latihan perminggunya. irama dalam suatu unit program latihan.Menurut Suharno (1993:1) Beban latihan adalah suatu bentuk rangsangan motorik yang dapat dikontrol oleh pelatih untuk meningkatkan kualitas atlet dalam rangka mencapai prestasi maksimal. ini berarti intensitas maksimal untuk atlet tersebut 30 kali/100%.

1996:110). tetapi aerobic berbicara tentang tenagaaerobic yang diperlukan untuk ketahanan fisik. untuk mencapai tujuan tertentu (Hadisasmita dan Syarifuddin. 1988:193). Latihan interval adalah latihan kondisi yang sangat dianjurkan oleh semua pelatih terkenal karena dalam mengembangkan daya tahan dan stamina atlet hasilnya sangat positif (Hadisasmita dan Syarifuddin. Untuk aliran darah pada saat istirahat hanya 15%-20% darah dari seluruh volume tiap menit.. Dan untuk denyut jantung seorang yang normal rata-rata antara 60-80 kali tiap menit. Namun metode bukan suatu bentuk mengajar. Proses ini dikerjakan secara serentak oleh syaraf. 1996:109).rawan seperti kearah otak dan jantung akan tetap atau meningkat sedangkan tekanan darah dalam arteri secara sistematik dan pemenuhan kebutuhan dalam jaringan dalam tubuh. kelincahan atau kecepatan gerakan tubuh yang sangat dibutuhkan dalam atletik. 1996:106). 1988:196). 2004:76). (3) Latihan Interval (Interval Training) adalah suatu system latihan yang berganti-ganti melakukan dengan giat (interval kerja) teratur dan berulang-ulang dengan periode kegiatan dengan intensitas rendah (periode sela) dalam setiap latihan (Kent dalam Budiwanto. dimana beban hanya dipakai sebagai alat untuk menambah tahanan terhadap kontraksi otot. menambah frekuensi dan rythme . perhatian dan mengatasi masalah yang merupakan tantangan bagi atlet. Apabila seorang pelatih ingin membuat program latihan fisik dan ingin memperberat volume atau meningkatkan intensitas . kelenturan. 2004:71) Weight training adalah program latihan kekuatan menggunakan tahanan yang diberikan oleh beban seperti barbel dan dumbell. sementara pada waktu latihan yang cukup melelahkan. (5) psikologis yang dimaksud disini yaitu bahwa psikologis juga berpengaruh lebih baik terutama menigkatnya kemampuan menerima tekanan (strees). juga memperbaiki secara serempak kesegaran jasmani daripada tubuh. Aerobic tidak berkaitan dengan dengan usaha peningkatan kekuatan. (4) Metode latihan lari bermain-main kecepatan (speed play atau fartlek) adalah suatu system latihan daya tahan untuk membangun. karena suatu metode melayani ketentuan pengorganisasian dari suatu kegiatan. mengembalikan. (2) Metode latihan beban(weight training) adalah latihan-latihan yang sistematis. Berikut ini akan dibahas beberapa metode dalam latihan fisik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan fisik para atlet. sedang utuk orang yang terlatih atau atlet denyut jantung mereka waktu istirahat dapat mencapai tingkat yang paling rendah yaitu antara 28-40 (Sajoto. 1. H. tenaga. kecepatan dan fleksibelitas (Hadisasmita dan Syarifuddin. otot akan menerima 80%-85% dari seluruh volume tiap menit. Metode-metode latihan fisik tersebut diantaranya yaitu: (1) Metode latihan sirkuit (circuit training) adalah suatu sistem latihan yang selain menghasilkan perubahan-perubahan positif pada kemampuan motorik. 1996:105). (4) susunan biokimia dalam otot lebih baik. (5) Metode latihan naik turun bangku(bench stepping). system bekerja seseorang pelatih atau olahragawan sehubungan dengan pengetahuan dan kemampuannya yang cukup. bangku atau sejenisnya menurut Hawkey (dalam Budiwanto. yang dialirkan keotot. METODE LATIHAN FISIK Metode latihan menurut Hadisasmita dan Syarifuddin (1996:142) adalah suatu cara tertentu. kekuatan otot. atau memelihara kondisi tubuh seseorang. Tenaga aerobic adalah kemampuan tubuh untuk memanfaatkan oksigen dan disepakati sebagai cara . mekanika biologis dan hormon-hormon yang dengan teratur mempertahankan homeostatis tubuh pada waktu istirahat maupun latihan (Sajoto. (6) Metode latihan aerobik adalah kekuatan yang kecil atau sedang yang dapat dipertahankan untuk jangka waktu yang lama menggunakan energi yang berasal dari pembakaran O2. daya konsentrasi. Menurut Bompa (dalam Budiwanto. daya tahan. 2004:74). Setelah memahami ciri beban luar dan beban dalam maka para pelatih harus membuat dan memberikan latihan pada atletnya sesuai dengan berat ringannya beban latihan yang dikehendaki. mengembalikan atau memelihara kondisi tubuh seorang atlet (Hadisasmita dan Syarifuddin. Pada latihan naik turun bangku ini merupakan latihan fisik yang sederhana dimana didalam melakukan latihannya menggunakan kotak. diperlukan koordinasi dalam jantung guna memompa darah keseluruh tubuh secara optimal. memperpendek waktu recovery. maka seorang pelatih harus memperhatikan bahan-bahan beban luar latihan di atas. Menurut Suharno (1993:2) menyatakan bahwa speed play atau fartlek adalah suatu system latihan daya tahan yang maksudnya adalah untuk membangun.

sehingga energi anaerobic dikeluarkan jika masukan oksigen tidak cukup Getchell (dalam Budiwanto. Persediaan lemak dalam otot hanya dapat ditingkatkan dengan latihan erobik yaitu denagn beban ringan untuk jangka waktu yang lama. ketahanan. Hal tersebut menyebabkan pengangkutan oksigen yang diambil di dalam paru-paru dan dikirim ke seluruh serta pembuangan sisa metabolisme menjadi lebih efisien. kelincahan dan kecepatan. tetapi ada juga yang mengatakan bahwa untuk meningkatkan VO2 maks harus dikerjakan latihan anerobik. 1986:159). tetapi harus membakar lemak. Anaerobic berarti tanpa oksigen. otot-otot kaki menghendaki energi agar segera diisi lagi. Peningkatan VO2 maks tidak bisa dilakukan tanpa adanya suatu program atau pola latihan yang sesuai dengan prinsip-prinsip latihan fisik. (2) Sebetulnya beban untuk meningkatkan VO 2 maks tidak perlu maksimal. Olahraga sepakbola adalah olahraga yang bersifat anerobik. Lebih lanjut Mc Ardle (2001:477) mengatakan bahwa VO 2maks dapat meningkat kira-kira 15-25 % lebih pada latihan intensif selama 3 bulan pertama dan mungkin akan meningkat mencapai 50 % lebih dalam waktu 2 tahun. I. “Kenaikan kebutuhan energi memberi penekanan pada kemampuan badan untuk menyediakan oksigen dan bahan bakar yang diperlukan otot” (Sumosardjuno. dengan sub maksimal sudah dapat meningkatkan. (2) Metode Latihan Beban (Weight Training). persiapan tersebut dapat berlangsung selama 2-3 bulan. 1993:256) mengatakan bahwa keadaan latihan. karena dengan latihan anerobik dapat diberikan beban maksimum pada sistem jantung dan paru. (5) Metode Latihan Naik Turun Bangku (Bench Stepping). (3) Latihan Interval (Interval Training) . oleh karena itu latihan-latihan yang dikerjakan terutama untuk . (4) Metode Latihan Lari Bermain-main Kecepatan (Speed Play atau Fartlek). maka kemampuan sel untuk menggunakan oksigen juga lebih tinggi. akan tetapi dalam olahraga sepakbola juga harus didukung oleh latihan yang bersifat erobik. Menurut Hadisasmita dan Syarifudin (1996:129) mempersiapkan komponen kondisi fisik umum seperti kekuatan. Apabila kita berlari 20 km. Setelah memahami metode latihan fisik maka seorang pelatih dalam membuat program latihan fisik dan memberikan latihan fisik pada atletnya harus mengacu pada beberapa metode latihan fisik seperti yang telah dijelaskan diatas 1. (7) Metode latihan anaerobic . kelentukan. Ekblom (dalam Dwijoyowinoto. Jantung akan lebih kuat dan mampu memompa lebih banyak darah. Peningkatan VO2 maks juga tidak bisa dilakukan dengan hanya beberapa latihan tetapi harus secara terus menerus dan berlanjut yang sesuai dengan program yang dilaksanakan. (7) Metode Latihan Anaerobic. Menurut Soekarman (1986:82) “komponen-komponen ini berhubungan dengan struktur dan faal dalam tubuh. tetapi beban sub maksimal sebagian besar sudah merupakan peristiwa anerobik. Keadaan seperti ini ada proses lain yang disebut metabolisme anaerobic . daya tahan. Sedangkan Dwiyogo dan Sulistyorini (19991:60) menyatakan: Latihan dan proses erobik yang lama akan memberikan perbaikan-perbaikan pada jantung dan peredaran darah. (6) Metode Latihan Aerobic . (3) Untuk ketahanan erobik selain dibutuhkan kemampuan jantung dan paru untuk mengangkut oksigen yang banyak. Aktivitas fisik yang teratur dapat menyebabkan badan menjadi lebih tahan pada tuntutan latihan. yang tidak diperoleh secara cepat dari sumber aerobic. maka energi yang dibutuhkan tidak dapat dipenuhi dengan pembakaran karbohidrat saja. pada latihan ini dijelaskan bahwa pada suatu waktu kerja dengan intensitas dan kecepatan tinggi dalam waktu yang pendek memerlukan energi segera. Menurut Soekarman (1987:58) ada beberapa pendapat mengenai latihan untuk meningkatkan VO 2 maks: (1) Sebaiknya mengerjakan latihan erobik karena dengan latihan erobik sudah ada pembebanan yang meningkatkan kerja jantung maupun paru. kebiasaan kegiatan dan latar belakang latihan olahragawan dapat mempengaruhi nilai VO2 maks. kecepatan dan lain-lain seharusnya dilakukan latihan dalam waktu yang cukup lama. agar VO 2 maks atau kondisi fisik tetap terjaga dengan baik. 2004:82) Berdasarkan penjelasan di atas ada beberapa metode Latihan Fisik yaitu: (1) Metode Latihan Sirkuit (Circuit Training) .terbaik untuk mengukur kondisi kardiovaskuler (Baley. Jadi sebaiknya untuk meningkatkan VO2 maks dilakukan latihan anerobik dengan inyerval istirahat. PENJELASAN TENTANG LATIHAN UNTUK MENINGKATKAN V02 . Tujuan latihan peningkatan kondisi fisik adalah meningkatkan kekuatan. Selama latihan. 1994:3).

khususnya menghadapi pertandingan. bertujuan meningkatkan kemampuan kerja organ-organ tubuh . Sedangkan menurut Pussegjasrek (1994:59) untuk mencapai tingkat kesegaran jasmani yang baik. sedangkan antara 8-10 minggu untuk tujuan anerobik. seperti perubahan pada komposisi tubuh. sehingga memudahkan upaya-upaya peningkatan komponen pelatihan pada tahap berikutnya. Prinsip Dasar Latihan Menurut Pussegjasrek (1994:56) prinsip-prinsip dasar latihan antara lain. Lama Latihan Wilmore dan Costill (dalam Sajoto. akibat dari perencanaan yang matang itu ialah bahwa degree of training (derajat latihan) dan kualitas latihan akan naik sehingga akan dapat meningkatkan kapasitas kerja serta penampilan. jadi program latihan peningkatan VO 2 maks harus berlangsung cukup lama dan sesuai dengan perencanaa dan metode yang benar.otot serta ketahanan jantung dan paru. perubahan pada tekanan darah. Macam atau Jenis Latihan Fisik Bentuk latihan fisik yang baik menurut Pussegjasrek (1994:57) antara lain. Pengaruh yang lebih luas lagi menurut Arnheim (1995:64) bahwa latihan daya tahan bukan hanya penting untuk memperbaiki VO 2 maks dan menurunkan tekanan darah tapi hal tersebut juga merupakn faktor kunci dalam pencegahan cedera. Latihan daya tahan juga dapat merubah faktor-faktor penting lainnya. Menurut Djidie (1997:77) program dan aplikasi pelatihan fisik harus dirancang pengembanganya melalui tahapan sebagai berikut: (1) Persiapan fisik umum. 1. Menurut Ramana (dalam Wahyu. maka latihan hendaknya dilakukan minimal 3 kali dalam seminggu agar . bertujuan meningkatkan kemampuan fisik pada taraf lebih tinggi atau baik menjelang pertandingan. 1. 1. 1988:210) menyatakan bahwa lama latihan yaitu antara 12-16 minggu untuk tujuan endurance. perubahan pada otot dan serabut-serabut otot. 1. Program latihan peningkatan kondisi fisik atau VO2 maks memerlukan persiapan fisik dan perancangan program yang baik sesuai dengan prinsip-prinsip program latihan kesegaran jasmani. (b) prinsip tahanan tambahan. 2005:49) adaptasi dari latihan berperan dalam perubahan yang nyata pada kapasitas oksigen maksimal. Harsono (dalam Harsuki dan Elias 2003:308) mengatakan. (3) Peningkatan kemampuan gerak motorik khusus. “(a)prinsip beban berlebih. Pada fase ini pelatihan bertujuan memahirkan gerakan-gerakan utuh. perubahan pada penyesuain terhadap panas. (2) harus dapat memperlancar peredaran darah ke jantung secara efektif.1984:4) mengatakan bahwa hasil fisiologis yang utama dari program latihan daya tahan adalah peningkatan dalam latihan atau VO2 maks. (2) Persiapa fisik khusus. Menurut Cooper (dalam Wahyu. maka dengan sendirinya yang terlihat adalah perubahanperubahan dalam kedua alat tersebut”. perubahan pada jaringan ikat. (1) gerakan-gerakanya melibatkan otot-otot besar tubuh. sesuai dengan kebutuhan gerak atau penampilan dalam olahraga itu. (d) prinsip spesifik. (c) prinsip latihan beraturan. Intensitas Latihan Fisik atau Olahraga Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi seorang olahragawan dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. 2005:35) pengaruh latihan dapat meningkatkan VO 2 maks dan dapat dicapai dengan cara meningkatkan efisiensi kerja semua sarana penyedia serta penyalur oksigen. Frekuensi Latihan Menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:70) frekuensi latihan diartikan sebagai jumlah latihan yang dilakukan setiap minggunya. (e) prinsip individu”. Dalam menyusun suatu program latihan penigkatan kondisi fisik hendaknya memperhatikan beberapa prinsip latihan fisik antara lain: 1. Sedangkan Thompson dan Mc Ghee (dalam Strauss. (3) waktu yang digunakan produktif (efektif dan efisien).

frekuensi. Dan intensitas latihan dapat diklasifikasikan tinggi rendahnya berdasarkan beberapa indikator. dan bentuk latihan khusus yang kedua. intensitas. 1988:210) menyatakan bahwa lama latihan yaitu antara 12-16 minggu untuk tujuan endurance. Untuk mencapai tingkat kesegaran jasmani yang baik. Beban luar adalah volume. antara lain: 1) berdasarkan persentase kecepatan dan kekuatan yang digunakan dalam latihan. Apabila latihannya kurang dari 2 kali seminggu maka akan kurang mendapatkan efek latihan yang diharapkan.mendapatkan efek latihan yang diharapkan. latihan umum diambil dari latihan olahraga tertentu atau senam yang tidak berisi elemen-elemen gerka kompetisi dan dilakukan tanpa menggunakan peralaten senam. ini berarti intensitas maksimal untuk individu tersebut 30 kali/100%. Bila menginginkan intensitas sub-maksimal dalam latihan. agar menghasilkan latihan dan tingkat kesegaran jasmain yang lebih baik”. MR push-upindividu dapat dihitung misalnya: mampu 30 kali. Lama Latihan Wilmore dan Costill (dalam Sajoto. 3. Suharno (dalam Budiwanto. Apabila latihannya kurang dari 2 kali seminggu maka akan kurang mendapatkan efek latihan yang diharapkan. 2) berdasarkan jumlah denyut nadi dalam mereaksi beban latihan. (2) maksimal 100% dari prestasi terbaik. Cara menghitung intensitas dengan maximum repeatation (MR). maka latihan hendaknya dilakukan minimal 3 kali dalam seminggu agar mendapatkan efek latihan yang diharapkan. Skala intensitas untuk latihan kecepatan dan kekuatan sebagai berikut (Suharno. 1. 2005:13) menjelaskan bahwa: Beban latihan (loading ) adalah bentuk latihan jasmani yang menimbulkan rangsangan fisik dan mental atlet untuk dilawan selama aktivitas berlatih dalam mencapai prestasi olahraga. 1993:22): (1) super maksimal 101% – ke atas dari prestasi terbaik. 1. 1. 2. J. maka 80% x (220 – 20) = 160 kali/menit (intensitas sub maksimal). bentuk yang pertama hamper sama urutan geraknya dengan latihan kompetisi tetapi karakteristik pembebanannya berbeda dan latihannya mencakup elemen-elemen atau kombinasi elemen dari latihan kompetisi. sedangkan antara 8-10 minggu untuk tujuan anerobik. terdiri dari latihan yang mengandung gerak-gerak bagian dari seluruh rangkaian gerak. 1. Kemudian tentukan takaran intensitas latihannya. Intensitas Latihan Fisik atau Olahraga Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi seorang olahragawan dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. (5) low (rendah) 59% ke bawah dari prestasi terbaik. 1999:67) bahwa latihan pada umumnya dikategorikan dalam tiga bentuk: (1) Latihan kompetisi (competitive exercise): latihan kompetisi merupakan bentuk latihan yang urutan gerak dan tipe karakteristik geraknya menyerupai tuntutan suatu kompetisi khusus suatu event cabang olahraga yang merupakan spesialisasi atlet yang bersangkutan. (2) latihan khusus (special exercise ): latihan khusus ini terdiri dari dua bentuk. LATIHAN FISIK UNTUK MENINGKATKAN VO2 Bentuk latihan fisik yang baik menurut Pussegjasrek (1994:57) antara lain. (4) medium 60% – 70% dari prestasi terbaik. durasi dan irama. dan jika intensitas latihan fisik lebih kecil maka waktu latihan yang dibutuhkan lebih lama. berarti dalam satu giliran latihan pushup ditemukan 80% x 30 kali (MR) = 24 kali. (3) sub maksimal 80% – 99% dari prestasi terbaik. yaitu 80% dari DNM dan umur atlet 20 tahun. Sedangkan untuk menghitung denyut nadi yaitu pertama dihitung denyut nadi maksimal (DNM) dengan rumus: 220 – umur. (3) waktu yang digunakan produktif (efektif dan efisien). Frekuensi Latihan Menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:70) frekuensi latihan diartikan sebagai jumlah latihan yang dilakukan setiap minggunya. (1) gerakan-gerakanya melibatkan otot-otot besar tubuh. Beban latihan dibedakan menjadi dua yaitu beban latihan luar dan dalam. (2) harus dapat memperlancar peredaran darah ke jantung secara efektif. . Sedangkan menurut Harre (dalam Mutohir. Sedangkan menurut Pussegjasrek (1994:59) bahwa latihan fisik pada intensitas yang lebih besar maka waktu yang dibutuhkannya lebih pendek. 1. Menurut Suharto (1997:98) menyatakan bahwa intensitas latihan merupakan komponen kualitatif yang mengacu pada jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu unit waktu tertentu. Beban dalam adalah suatu beban latihan yang mempengaruhi fisiologi dan psikologi atlet. (3) latihan umum (general exercise ).

Dengan aktifnya siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler. menyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya. Beberapa cabang ekstrakurikuler baik secara perorangan maupun kelompok diharapkan dapat meraih prestasi yang optimal. L. Dari pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran (tatap muka) dengan maksud untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan. Oleh karena itu sering sekali atau pun wajib diadakan kegiatan di luar jam sekolah untuk memaksimalkan kegiatan bagi siswa yang mengikutinya walaupun kegiatan tersebut tidak formal. ekspresi dan lain-lain. baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah (http://ekskulabsky. Siswa dapat belajar untuk menghormati keberhasilan orang lain. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karakteristik Esktrakulikuler Pengertian Kegiatan Ekstrakurikuler Keterbatasan waktu berolahraga yang dilakukan secara formal sangat menghambat tercapainya pembinaan secara maksimal untuk perkembangan dan pertumbuhan siswa. (2) Sebagai wadah di sekolah. Dwiyogo (2007:55) menyatakan kegiatan pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan.blogspot. (3) Pencapaian prestasi yang optimal. minat. Sahertian (1987:83) menyatakan kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran biasa (termasuk pada waktu libur) yang dilakukan di sekolah ataupun di luar sekolah dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai mata pelajaran. dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah. Dari paparan di atas maka dapat disimpulkan bahwa tujuan kegiatan ekstrakurikuler adalah untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan. di mana hal-hal yang tidak dapat diselesaikan dalam program yang telah ditentukan dalam jam-jam pelajaran sekolah. budaya dan alam sekitarnya.multiply. memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan sosial. dapat diberikan pada jam-jam di luar sekolah (Sarifudin. Ekstrakurikuler adalah suatu program yang dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan. secara otomatis siswa telah membentuk wadah-wadah kecil yang di dalamnya akan terjalin komunikasi antar anggota dan sekaligus dapat belajar vdalam mengorganisir setiap aktivitas kegiatan ekstrakurikuler. kesenian. berjuang untuk mencapai prestasi secara jujur dan lain-lain. memaksimalkan dan mengembangkan kemampuan beserta bakatnya yang terpendam di dalam dirinya masing-masing. Menurut Ahmadi (1984:105) kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan-kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub-klub.com) Selain itu tujuan lain dari kegiatan ekstrakurikuler adalah: Menumbuh kembangkan pribadi peserta didik yang sehat jasmani dan rohani. Melalui ekstrakurikuler siswa dapat benarbenar menjadi manusia yang intensif. Dengan adanya kegiatan yang dilakukan di luar sekolah maka siswa dapat menyalurkan. bakat. 1982:33). dapat diberikan pada jam-jam di luar sekolah”. serta menanamkan sikap sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab melalui berbagai kegiatan positif di bawah tanggung jawab sekolah (http://nisanurdini. setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. di mana hal-hal yang tidak dapat diselesaikan dalam program yang telah ditentukan dalam jam-jam pelajaran sekolah. bakat.1. untuk menyalurkan bakat . untuk memperluas pengetahuan. misalnya: olahraga. Selain itu ekstrakurikuler mempunyai tiga tujuan dasar sebagai berikut: (1) Membina minat dan bakat siswa. Tujuan Kegiatan Ekstrakurikuler Menurut Sarifudin (1982:33) bahwa “program ekstrakurikuler dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan. K. potensi. Pengaruh latihan kebugaran jasmani terhadap sepak bola 2.com). bersikap sportif. Kegiatan ekstrakurikuler diharapkan dapat membina dan mengembangkan minat yang ada pada siswa serta memupuk bakat yang dimiliki siswa.

mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. (d) Ekstrakurikuler pelaksanaannya berbeda dalam cara dan sifat pelaksanaan dari kurikuler. orang tua. (3) diberikan untuk upaya pembinaan manusia seutuhnya. teman. dan (8) teknik penjaga bola. Pada mulanya sepakbola merupakan olahraga untuk sekedar hobi tapi lambat laun sepakbola menjelma sebagai olahraga yang bisa mendatangkan uang atau dengan kata lain sepakbola merupakan suatu pekerjaan. seperti: teknik. guru. Melalui ekstrakurikuler dibina satu kesatuan individu yang utuh fisik dan psikis. dan strategi. kekuatan. (4) teknik menyundul bola. 1981:409). kapanpun. semuanya melakukan permainan sepakbola. Tujuan kegiatan ekstrakurikuler tidak akan berhasil tanpa adanya partisipasi dari pihak lain seperti: prasarana. Permainan ini dimainkan di lapangan berumput dengan ukuran panjangnya 100-110 meter dan lebarnya 64-75 meter yang mana lamanya permainan sepakbola ini adalah 2×45 menit dengan dipimpin oleh 1 orang wasit dan 2 orang asisten wasit. mulai dari pelosok-pelosok desa sampai kota-kota besar. dan beberapa macam kegiatan yang dapat berpengaruh terhadap kesempurnaan proses dan keberhasilan proses belajar mengajar. kesenian. Sedangkan menurut Batty (2004:8) sepakbola adalah permainan beregu yang dimainkan oleh individu-individu untuk menyebar luaskan gagasan dari pelatih agar sepakbola menjadi permainan yang lebih baik dan menyerang dalam kerangka suatu kerjasama beregu. dan kelentukan. fisik. (b) Diberikan di luar jam pelajaran dan diawasi oleh guru yang bertanggung jawab tentang bidang pelajaran tersebut. pramuka. dengan waktu 2×45 menit. dan rekreasi. 1. darmawisata. (c) Mempunyai subyek yang sama atau sasaran yang sama.dan minat dan untuk melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya. M. kelincahan. Permainan ini hampir seluruhnya menggunakan kemahiran kaki. Tujuan dari sepakbola ini adalah memasukkan bola ke gawang lawan dan berusaha mempertahankan gawangnya agar tidak kemasukan. Menurut Luxbacher (1998:2) menyatakan bahwa sepakbola adalah suatu pertandingan yang dimainkan 2 tim yang masing-masing beranggotakan 11 orang pemain. Sepakbola adalah permainan beregu yang dimainkan masing-masing regu sebelas pemain termasuk seorang penjaga gawang. kecuali seorang penjaga gawang yang bebas menggunakan anggota badan apapun (Abdoellah. (2) teknik menerima bola. (7) teknik gerak tipu dengan bola. Dan semua . dan apapun bentuk sepakbola? Olahraga ini adalah salah satu olahraga yang paling digemari diseluruh dunia. Faktor-faktor itu antara lain: daya tahan. kecepatan. Sepakbola merupakan permainan beregu yang dimainkan tiap regu terdiri dari 11 pemain termasuk penjaga gawang. keseimbangan. KARAKTERISTIK SEPAK BOLA Sepakbola dan Karakteristiknya Di manapun. (6) teknik melempar bola. (3) teknik menggiring bola. artinya mempunyai pengaruh terhadap pencapaian tujuan kurikulum. (5) teknik merampas bola. Ciri-ciri Kegiatan Ekstrakurikuler Sarifudin (1982:45) menyebutkan ciri-ciri kegiatan ekstrakurikuler sebagai berikut: (a) Merupakan bentuk kegiatan yang berkaitan atau berhubungan langsung dengan kurikulum sekolah. (e) Ekstrakurikuler dapat berupa olahraga. Dari ciri-ciri yang dikemukakan oleh Sarifudin di atas maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler mempunyai ciri-ciri sebagi berikut: (1) diselenggarakan di luar pembelajaran formal. Untuk itu sebagai seorang pemain sepakbola hendaklah memiliki keempat hal yang tersebut diatas terutama teknik dan fisik yang merupakan teknik dasar dalam bermain sepakbola. Selain menguasai teknik-teknik dasar bermain sepakbola yang tersebut diatas masih ada faktor-faktor lain yang dapat menunjang seorang pemain sepakbola untuk berprestasi. (2) diberikan untuk mengembangkan bakat dan minat siswa. dan masyarakat. Menurut Hariyoko dan Mahmud (1991:3) teknik-teknik dasar dalam permainan sepakbola adalah: (1) teknik menendang bola. Kendati demikian sepakbola mempunyai banyak aspek atau bagian yang masing-masing perlu diperhatikan. yaitu anak didik. taktik.

dan perlengkapan evaluasi). A. (7) Melakukan revisi produk ( berdasarkan saran – saran dan uji coba lapangan utama) (8) Uji lapangan meliputi (9) Revisi Produk Akhir. dan tehnik analisis data. sehingga seorang pemain akan memiliki daya tahan dan kecepatan secara seimbang. 2). anda membungkuk. untuk itu dalam permainan sepakbola menggunakan sistem energi aerobik. Menurut Devaney (1988:70) satu unsur dalam sepakbola yang tidak pernah berubah dari masa ke masa adalah stamina. uji coba produk. berlari. Adapun langkah – langkah yang akan dicapai oleh peneliti adalah sebagai berikut: 1.dan uji coba skala kecil. dan semua itu harus membutuhkan stamina dan kondisi fisik yang prima. Permainan sepakbola merupakan olahraga yang membutuhkan waktu yang lama. pengamatan kelas.penentuan urutan pengajaran.intrumen penelitian. maka taktik dan strategi yang diintruksikan oleh pelatih akan mudah dijalankan. Karena seorang pemain sepakbola yang telah memiliki teknik individu yang baik dan ditunjang oleh stamina yang prima. BAB III METODE PENGEMBANGAN Dalam metode pengembangan akan diuraikan tentang model pengembangan. berputar.Melakukan penelitian dan pengumpulan data informasi termasuk kajian pustaka dan analisis kebutuhan. penyusunan buku pegangan. berhenti.Model Pengembangan Dalam penerapan Program latihan kebugaran jasmani ini peneliti menggunakan pengembangan milik Borg dan Gall (1983:775) yang terdiri dari: 1). prosedur pengembangan. Dan stamina merupakan unsur utama dalam permainan sepakbola pemain harus mempersiapkan diri untuk mengalami kelelahan fisik. persiapan laporan tentang pokok persoalan.jenis data. Bila dilihat dari urain di atas. Melakukan revisi terhadap produk utama ( sesuai dengan saran – saran dari hasil uji lapangan permulaan) (6) Melakukan uji lapangan utama. olahraga sepakbola memerlukan dua sistem energi yaitu aerobik dan anaerobik. perumusan tujuan.ini dapat diperoleh dengan latihan konsdisi fisik dengan terus menerus tanpa merasa bosan. 4). berbalik badan dan menangkap atau menghalau bola untuk penjaga gawang. Akan tetapi dalam permainan sepakbola sewaktu-waktu juga membutuhkan kecepatan. dengan pertimbangan kebutuhan untuk menghasilkan produk pembuatan program Latihan Kebugaran jasmani di ekstrakulikuler sepak bola di MAN tlogo blitar Kabupaten Blitar. Dengan demikian peran latihan fisik didalam permainan sepakbola sangat menunjang bagi pemain untuk berprestasi baik di level lokal maupun internasional. 5 ). berbelok ke kiri. Dan olahraga yang membutuhkan kecepatan membutuhkan sistem energi anaerobik. berputar ke mana saja untuk menghindari lawan. Tidak kita pungkiri bahwa seorang pemain sepakbola yang memiliki skill individu yang baik tidak akan berarti apa-apa bila tidak ditunjang dengan kondisi fisik yang prima. Menggunakan uji lapangan permulaan menggunakan 16 – 12 subjek). Dari berbagai macam – macam langkah pengembangan yang dikemukakan oleh borg dan Gall yang sebagian di modifikasi oleh peneliti. 2. seperti: lari sprint . Mengembangkan bentuk produk awal (penyiapan materi pengajaran. Mengembangkan Produk Awal ( berupa penerapan formasi pertahanan) . Ditambahkan pula oleh Devaney (1988:71) di dalam permainan sepakbola anda harus menggiring bola. subjek uji coba. Untuk itu dalam melatih kondisi fisik pelatih juga harus memperhatikan kedua sistem energi tersebut dalam menyusun program latihan. berbelok ke kanan. Melakukan perencanaan (pendefinisian keterampilan.Melakukan penelitian dan pengumpulan informasi (kajian pustaka. 3).

Dalam hal ini berperan sebagai konsultan dan memberikan masukan dalam penyempurnaan Produk untuk di ujicobakan di lapangan.Analisis kebutuhan Analisis kebutuhan merupakan langkah – langkah yang digunakan untuk mengkaji keadaan lapangan dengan tujuan apakah produk yang dikembangkan diterima atau tidak oleh subjek.Uji Coba Lapangan ( kelompok Besar ) Pada tahap ini dilakukan uji coba lapangan ( kelompok Besar ) terhadap produk yang dikembangkan dengan menggunakan subjek uji coba 22 siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Kabupaten blitar. serta menggunakan tehnik wawancara. 5. revisi produk dari peninjauan para ahli. Analisis kebutuhan tersebut dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara guru pendidikan jasmani di MAN Tlogo Blitar kabupaten Blitar mengenai produk yang dikembangkan peneliti. serta uji coba kelompok kecil. hasil produk penerapan formasi pertahanan yang dihasilkan melalui revisi uji coba lapangan. Revisi ini digunakan untuk perbaikan terhadap produk awal yang dibuat peneliti. 7.uji coba produk Uji coba produk ini dimaksudkan untuk memperoleh masukan. Revisi produk Pertama. kusioner. 6. langkah selanjutnya adalah membuat Produk Awal berupa pembuatan program Latihan kebugaran jasmani dalam permainan Sepak Bola. Prosedur Pengembangan Pada pengembangan program latihan kebugaran jasmani. 2. 4.Revisi produk pertama Setelah uji coba produk. peneliti membuat produk kemudian di uji cobakan kepada kelompok kecil tetapi sebelumnya dikonsultasikan dan di uji oleh para Ahli. 1 kepelatihan di bidang sepak bola. dilakukan melalui beberapa tahap.Revisi Produk Akhir . uji lapangan dengan menggunakan tehnik koesioner kemudian di analisis 6.Pembuatan Produk Awal Setelah melakukan analisis kebutuhan. saran dan penilaian terhadap produk yang dikembangkan. maka dilakukan revisi dari masukan beberapa ahli yaitu ahli kepelatihan sepak Bola. 3. B. Evaluasi dari para ahli dengan kualifikasi yaitu. 4. 5. revisi Produk akhir yang dihasilkan oleh uji coba lapangan ( kelompok Besar. Dalam pembuatan Produk yang dikembangkan ini.ahli tehnik dalam program latihan sepak bola. dan Ahli Program latihan kebugaran Jasmani sepak Bola sebagai perbaikan dari produk yang telah di ujicobakan. Tahap dari prosedur ini antara lain sebagai berikut: 1.3. lalu dikumpulkan dan analisis.

metode pengambilan subjek yaitu menggunakan prosedur yang dilakukan dalam bentuk uji coba ini adalah (1) menerapkan penerapan Program latihan kebugaran jasmani dalam permainan sepak bola kepada siswa. C. sebagai perwakilan kelompok besar selama 8 kali pertemuan.Uji Coba Produk Uji coba Produk ini dilakukan untuk mengumpulkan data yang digunakan sebagai dasar dalam menetapkan kelayakan dari produk yang dikembangkan.Evaluasi tahap kedua Uji lapangan atau kelompok besar dilaksanakan di MAN Tlogo Blitar. 2.Tinjauan Ahli Untuk memperoleh masukan tentang rancangan penerapan Informasi program latihan kebugaran Jasmani sepak bola . a. (2) meminta kepada siswa untuk memberikan tanggapan dan pendapat tentang penerapan Program latihan Kebugaran Jasmani dalam permainan sepak bola dengan menggunakan koesioner. 7. Blitar. dan dapat dimungkinkan untuk digunakan dalam lingkup yang sebenar – benarnya. Dalam bagian ini yang harus diperhatikan yaitu: (1) rancangan uji coba (2) Subjek uji coba (3) intrumen pengumpulan data dan (4) tehnik analisi data 1.Hasil Akhir Hasil Akhir Berupa Produk yang telah dihasilkan dari uji lapangan ( kelompok Besar ) sebagai bentuk penerapan program latihan kebugaran jasmani sepak bola. Subyek Uji Coba . selanjutnya dijadikan acuan untuk merevisi produk penerapan Program latihan kebugaran Jasmani dalam permainan sepak bola sebelum diujicobakan untuk kelompok kecil.Revisi produk Pertama Hasil dari data ahli tersebut dianalisis. Dari kegiatan uji coba kelompok lapangan dimasudkan untuk mengetahui keefektifan perubahan yang dilakukan sebelumnya.Revisi produk dari hasil uji coba lapangan yang telah diujicobakan pada peserta ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Kab. b.Uji coba kelompok kecil Uji coba kelompok kecil dilaksanakan di MAN Tlogo Kabupaten Blitar untuk siswa yang mengikuti ekstrakulikuler sepak bola dengan subjek 12 pemain. Tujuan kelompok kecil ini digunakan untuk meminimalkan kesalahan yang ditemui dan mengetahui tanggapan dari produk awal yang dikembangkan. Evaluasi tahap ini terdiri dari : 1. Evaluasi tahap pertama.Desain uji coba Desain uji coba dilaksanakan melalui dua tahap yaitu: (1) evaluasi tahap pertama dan evaluasi tahp kedua. maka produk ini dikembangkan ini terlebih dahulu diuji oleh para ahli. 3. 2. Hasil data yang diperoleh dari uji lapangan atau kelompok besar ini digunakan untuk menyempurnakan keseluruhan pengembangan program latihan kebugaran jasmani dalam kegiatan esktrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar.

Tehnik ini digunakan untuk analisis data kuantitatif yang diperoleh dari hasil penyebaran angket. Dengan demikian.Rumus untuk mengolah data secara keseluruhan uji coba P = ∑ X x 100 % ∑ Xi Keterangan P ∑X ∑Xi : Persentase hasil keseluruhan subyek uji coba : Jumlah keseluruhan jawaban subyek uji coba dalam keseluruhan aspek penilaian : jumlah keseluruhan maksimal subyek uji coba 100% : Kostanta . Kriteria pemilihan siswa sebagai sebyek pengembangan 12 orang siswa esktrakulikuler sepak bola MAN Tlogo Blitar. Kriteria bagi ahli sepak bola dan ahli dalam program latihan kebugaran jasmani mempunyai sertifikasi kepelatihan sepak bola. intrumen yang dibuat untuk pengumpulan data adalah angket yang dibuat sendiri dengan mengacu pada analisis kebutuhan. pengembangan ini data yang digunakan adalah kuantitatif dan Kualitatif. Intrumen yang dibuat untuk pengumpulan data adalah tehnik kuesioner untuk para ahli dan siswa. Prosedur yang dilakukan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan yang diperlukan. Rumus yang digunakan untuk menganalisis dan menggunakan rumus dari Sudjana (1990:40 ) a. 3. 4. 5. dan sebagai pelatih sepak bola.Dalam pengembangan produk.Tehnik analisis data Pengembangan ini tehnik analisis data yang digunakan adalah tehnik analisis diskriptif dengan persentase.Intrumen Pengumpulan Data Pada intrumen ini digunakan adalah pengembangan sendiri dengan mengacu pada metode atau prosedur yang sudah ditentukan. subjek uji coba yang digunakan meliputi: untuk kelompok uji coba siswa terdapat dua kelompok uji coba yaitu: 12 pemain untuk uji coba kelompok kecil dan 22 pemain MAN Tlogo Blitar untuk uji coba kelompok besar.Rumus untuk mengolah data per sebjek uji coba P= X X 100% X1 Keterangan : P = persentase hasil evaluasi uji coba X= Jumlah jawaban skor oleh subyek uji coba X1 = jumlah jawaban maksimal dalam aspek penilaian oleh subyek uji coba 100 %= Konstanta b. Jenis Data Dari data yang diperoleh dari hasil evaluasi ahli.

2. Definisi Istilah……………………………………………………………………. 4. 5. 3. BAB II KAJIAN PUSTAKA 1. Kesegaran Jasmani……………………………………………………… 2. 1. Komponen-komponen Kesegaran Jasmanai……………………………. 2. Program latihan …………………………………………………………. 4. 1-90 % 90. Definisi Operasional……………………………………………………………. 1-100 % Klasifikasi Tidak baik Kurang baik Cukup baik Baik Sangat baik Makna Dibuang Diperbaiki Digunakan Digunakan Digunakan PENGEMBANGAN PROGRAM LATIHAN KEBUGARAN JASMANI BERUPA LATIHAN FISIK UNTUK MENINGKATKAN V02 PADA PESERTA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER SEPAK BOLA DI MAN TlOGO BLITAR PROPOSAL SKRIPSI Pembimbing: Oleh: HUMAID ALI HASAN NIM 208711415983 UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN JURUSAN PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN DESEMBER DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1. Rumusan Masalah………………………………………………………. 8.40 % 40. Sistematika penulisan 9. Spesifikasi Produk yang diharapkan……………………………. Asumsi keterbatasan pengembangan ……………………………………. 1996: 58 ) maka ditetapkan kriteria sebagai berikut: No 1. Prinsip Latihan…………………………………………………………… . 6. Persentase 0-20 % 20. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesegaran Jasmani…… 5. Tujuan Penelitian ……………………………………………………… 4.1. Tujuan kesegaran jasmani……………………………………………. ……… 3. 7.70% 70. 3..Untuk menentukan penafsiran terhadap hasil analisis persentase tingkat kemenarikan produk pengembangan digunakan klasifikasi persentase guilford ( dalam Fagih. 6. Latar Belakang …………………………………………………………. Pentingnya Pengembangan …………………………………………. 5.

intrumen penelitian……………………………………………………. Pendidikan jasmani hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu baik secara jasmani dan rohani.. Dengan kebijakan yang berkelanjutan khususnya dalam dunia pendidikan di indonesia. prosedur pengembangan……………………………………………………… 3. bukan mustahil pendidikan di indonesia akan menciptakan SDM yang berwawasan luas dan berkualitas.. seperti sekarang ini. Kegiatan Ekstrakurikuler……………………………………………………. bermain. Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kehidupan bangsa dan kemajuan suatu negara. Karakteristik Sepak Bola……………………………. Sehingga dengan adanya pendidikan yang bermutu maka semua hal yang berhubungan dengan masalah pendidikan akan cepat terselesaikan. Sumber daya manusia yang berkualitas akan membawa pada kemajuan bangsa terutama dalam menjadikan masyarakat madani. dan berolahraga yang dilakukan secara sistematis . Beban Latihan …………………………………………………………….7. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina. uji coba produk. Peran Kesegaran Jasmani dalam Permainan sepak bola…… 12. BAB III METODE PENELITIAN 1. 8. sekaligus membentuk gaya hidup sehat dan aktif sepanjang hayat. 7.terarah dan terencana. Badan Standart Nasional Pendidikan (2006:729) menyatakan bahwa: . 9. Salah satu Pendidikan yang mengarahkan pada perkembangan perkembangan keseluruhan aspek manusia adalah pendidikan jasmani. 4. Penjelasan Tentang program latihan untuk meningkatkan VO2 10. model pengembangan…………………………………………………………. Latar Belakang Pendidikan di Indonesia merupakan perwujudan manusia yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa berdasarkan (UUD 1945). tehnik analisis data…………………………………………………… BAB I PENDAHULUAN 1. 13. Pendidikan jasmani memberikan kesempatan pada siswa untuk terlibat langsung dalam aneka pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani. 5. Pendidikan merupakan cara yang srategis untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Dengan adanya pendidikan bangsa indonesia akan mengalami kemajuan dan meninggalkan suatu bentuk keterpurukan.…………………………………………………………………. Latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan VO2 11. Metode Latihan Fisik …………………………………………………. jenis data…………………………………………………………………… 6. Sehingga pendidikan jasmani merupakan salah satu pendidikan yang sangat penting dan utama untuk kemajuan suatu bangsa. 2. Untuk itu pemerintah harus lebih berkosentrasi terhadap pendidikan di indonesia dan juga harus membuat suatu kebijakan yang mengarahkan pada perkembangan pendidikan di indonesia. A. Pendidikan jasmani memiliki peran yang sangat penting dalam mengintensifikasi penyelenggaraan pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup. subjek uji coba…………………………………………………………………….

3. Dalam hal ini guru pendidikan jasmani harus mempunyai inovasi – inovasi untuk melaksanakan pembelajaran pendidikan jasmani guna mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Dalam survei beberapa hari kemarin teryata Prestasi sepak bola Man Tlogo blitar cukup menjanjikan.Terhitung beberapa Prestasi telah diraih khususnya di tahun 2008 – 2010. Data peserta ekstrakulikuler olahraga di Man Tlogo Blitar sebagaimana ditunjukan sebagai berikut: No 1. stabilitas emosional. mereka juga sangat berantusias dalam mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang bergerak dalam bidang olahraga. Kegiatan ekstrakulikuler bertujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai berbagai mata pelajaran. Tenis Meja. keterampilan berfikir kritis. keterampilan sosial. tetapi dalam sisi prestasi cabor sepak bola masih mempunyai nama daripada ektrakulikuler yang lain. penalaran. Akan tetapi tidak hanya ekstrakulikuler yang bergerak dalam bidang akademik saja yang banyak diminati oleh siswa .Pendidikan jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan. bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani.keterampilan gerak.1978:83 ). Kegiatan ektrakulikuler olahraga diadakan oleh pihak sekolah bertujuan selain untuk menunjang proses belajar – mengajar khususnya pendidikan jasmani untuk mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa. Cabang Olahraga Badminton Sepak Bola Bola Voly Futsal Tenis Meja Jumlah Peserta 25 22 27 23 24 ( Sumber : Koordinator ekstrakulikuler di Man Tlogo Blitar ). 1989:2 ) selain itu adisasmita juga berpendapat bahwa kegiatan jasmani tertentu yang dipilih dapat membentuk sikap / membentuk karakter yang berguna bagi pelakunya. 4. misalnya: olahraga. olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Untuk mencapai tujuan pendidikan jasmani dan mengembangkan bakat dan minat siswa pihak sekolah menyelenggarakan kegiatan ekstrakulikuler. Pada tahun . 2. Di MAN tlogo Blitar salah satu sekolah lanjutan akhir di blitar dengan jumlah siswa 850 siswa juga melaksanakan kegiatan ektrakulikuler. Kegiatan ekstrakulikuler di Man Tlogo Blitar terdiri dari berbagai banyak cabang olahraga. tentu pihak sekolah mempunyai peran dan tanggung jawab yang tinggi.lain. kebudayaan. meyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan menusia seutuhnya ( sahertian. Untuk mencapai tujuan tersebut harus ada lingkungan yang lebih banyak dari pihak lain seperti keluarga. Dari kelima ektrakulikuler tersebut siswa bisa memiliki ekstrakulikuler yang diinginkan sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa. Untuk pendidikan jasmani yang diberikan di sekolah . aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani. serta lingkungan. sekolah. 5. bola voli. cabang olahraga sepak Bola paling sedikit pesertanya dibanding dengan olahraga lain. sepak Bola. Dari tabel diatas diketahui bahwasanya dari ke lima kegiatan ekstrakulikuler yang termasuk dalam kegiatan olahraga. Man Tlogo blitar merupakan sekolah madrasah aliyah negeri di blitar yang menjadi salah satu sekolah favorit dengan keuggulan dalam ilmu agama dan umum. dan futsal. dan menghargai etika serta mengembangkan kesehatan mental – emosional ( adisasmita. kesenian. Jadi sekolah merupakan tempat dimana siswa dapat mengembangkan bakat dan minatnya kegiatan ektrakulikuler. ekspresi dan lain. Menurut ahmadi ( 1984:105) kegiatan ekstrakulikuler adalah kegiatan – kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub – klub.tindakan moral. Pada hakekatnya pendidikan jasmani tidak hanya untuk mengembangkan badan tetapi juga untuk mengajarkan perilaku sosial. diantaranya Badminton.

Di bawah ini hasil dari Tes Multistage pada ekstrakulikuler sepak bola di Man Tlogo Blitar sebagai berikut:\ Tabel Hasil Tes Lari Multitahap Siswa No 1. 5. teryata juga setuju dan pelatih . 3. 14. 7. 10. Berdasarkan analisis kebutuhan yang saya lakukan dengan metode observasi maka dengan diadakanya tes kebugaran jasmani dengan lari multistage teryata dari 20 sampel dari para peserta ekstrakulikuler sepakbola masih dibawah standart minimal kebugaran jasmani. Oleh karena itu maka untuk mencapai kebugaran jasmani yang bagus harus ada solusi atau sejenis jalan keluar untuk mangatasi masalah ini. Fahrudin Usia 17 16 17 18 15 17 18 18 16 17 16 18 16 15 17 18 17 16 15 18 17 Shutlle 5 6 8 7 6 5 7 5 4 5 6 5 7 6 5 5 7 6 6 8 9 Level 5 3 7 1 4 3 2 9 3 8 5 4 3 6 7 4 5 2 1 4 2 Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwasanya para peserta anggota ekstrakulikuler Man Tlogo Blitar khususnya sepak bola dalam hal kebugaran jasmaninya masih dalam keadaan kurang baik. 8. 6. 15. 2. 2 kali kalah dan 1 kali seri . Dari itu pelatih dengan peneliti pada hari sabtu tanggal 23 september menyetujui kesepakatan untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani para pemain perlu adanya Tes dan pengukuran. fitrian Risfendi Imam Bahroini Kharis Khusen Andika Wardana Dadang Permana Susilo Dwi P Galang Panjalu Budi Zaky Fahrani Bambang Hendro Joko susilo Adi wendarta Levi setiambudi M. 11. 18 19 20 21 Nama Denta Permana Fuad Sholiki Faris Fahrul Rizal Agus Rohman Hendro WIJAYA Farid jalal Main M. labib M. 9.Kabupaten Blitar. Pada hari yang lalu kami telah bertanya kepada pelatih apabila anak didiknya kita beri suatu bentuk program latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik. Tes yang dipilih oleh seorang pelatih dan peneliti adalah Tes Multistage. kemarin saya mencatat banyak dari anggota Tim MANEGA banyak mengalami kekelahan dan keletihan sehingga para pelatih kebingungan dalam mengatasi anak buahnya.2008/2009 Tim Sepak bola Man Tlogo blitar telah mencatat prestasi menjadi juara tiga PORSENI tingkat MAN/ MA se – Kabupaten Blitar. Peserta yang mengikuti tes kebugaranjasmani pada waktu itu tercatat sebanyak 20 orang. Seiring perjalananya waktu Tim Manega dalam berapa bulan terakhir khususnya dari segi Prestasi agak menurun dan banyak faktor yang mempengaruhinya. dalam pertandingan Uji Coba selama3 kali berturut – turut hasilnya mengecewakan. 16 17. 4. Kemudian tahun 2009/2010 Tim Sepak Bola Tim Man Tlogo Blitar telah meraih Prestasi Juara 1 POPDA Tingkat SMA/ MAN sederajat se. Faktanya menunjukan dengan kebugaran jasmani yang tidak bagus. 12. 13.

sehingga apabila tingkat kesegaran Jasmani para pemain Tim Manega bagus maka prestasi juga akan dapat meningkat dan lebih bagus lagi. Prestasi tinggi Tim manega dalam tingkat kabupaten hanya dicapai dengan menjalani latihan yang sistematik dan teratur. Untuk meningkatkan VO2 maks latihan fisik harus dilakukan. jantung yang berfungsi memompa darah. secara langsung dapat diberikan beban maksimum pada sistem jantung dan paru. Tuntutan energi dalam jumlah banyak itu akan diproduksi melalui sistem erobik yang memerlukan oksigen. 1. dan umur. oleh karena itu tinggi rendahnya daya tahan seorang para pemain Tim Manega tergantung dari tinggi rendahnya kapasitas oksigen maksimal atau VO2maks. Untuk memenuhi tuntutan daya tahan tersebut seorang para anggota Tim Manega harus mempunyai energi dalam jumlah banyak. mereka akan mampu melakukan recovery (pemulihan asal) kondisi fisiknya lebih cepat dibandingkan dengan orang yang memiliki VO2 maks yang rendah. paru yang berfungsi untuk memasukkan oksigen dari luar kedalam tubuh. Sehingga kemampuan mereka untuk untuk melakukan aktivitas berikutnya bisa lebih cepat dan mampu bertahan dalam jumlah waktu yang lama. dan sistem sirkulasi (pembuluh darah) yang berfungsi tempat jalannya darah serta jaringan tubuh yang akan mempergunakan oksigen untuk proses oksidasi sehingga menghasilkan energi. maka mereka akan cepat mengalami kelelahan yang mengakibatkan emosi yang tidak stabil. 1997:211). dengan latihan yang sistematik dan teratur maka kapasitas oksigen maksimal dapat meningkat sampai 20%. Fox (dalam Umar. Tinggi rendahnya VO2 maks seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor. keturunan. Oleh karena itu untuk meningkatkan kebugaran fisik dan daya tahan V02 pada para peserta Ekstrakulikuler Sepak Bola Di Man Tlogo Blitar maka diterapkanya Program Latihan kebugaran Jasmani peserta Ekstrakulikiler di Man Tlogo blitar. jenis kelamin. Sebaliknya jika Para pemain Tim Manega mempunyai daya tahan yang rendah. . pengaruh keadaan. rumusan masalah yang diangkat adalah belum adanya program latihan berkenaan kebugaran jasmani bagi Ektrakulikuler Di Man Tlogo Blitar. kurang kosentrasi dan tidak fokus dalam pertandingan sehingga para pemain tim manega dalam segi prestasi akan menurun. Pada orang normal (bukan atlet) nilai tingkat VO2 maks yang baik untuk wanita adalah diatas 40 ml/kg/menit dan untuk pria diatas 45 ml/kg/menit (Howley dan Frank. Sedangkan untuk meningkatkan VO2 maks yang dilakukan dengan Program latihan anerobik. Berdasarkan Latar belakang diatas maka peneliti sangat tertarik untuk membuat jenis Pengembangan Program Latihan Kebugaran Jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan V02 pada ektrakulikuler sepak bola di Man Tlogo Blitar. salah satu dari faktor tersebut adalah organ tubuh yang pada dasarnya organ-organ tubuh tersebut sangat menunjang terhadap tingkat VO2 maks. peningkatan VO2maks sebaiknya dengan cara program latihan erobik karena dengan latihan erobik sudah ada pembebanan yang meningkatkan jantung maupun paru.akan terbantu apabila dari kami bisa membuat pengembangan program latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik guna meningkatkan VO2 para atle sepak bola MAN TLOGO Blitar. Menurut Del Asri (2004:4) besaran energi yang dapat tersedia per satu satuan waktu melalui proses erobik dapat ditentukan oleh volume oksigen yang dapat diangkut dengan maksimal oleh darah dari paru-paru seseorang. sehingga tingkat daya tahannya juga baik yang pada akhirnya bagi TIM Manega memiliki tingkat kesehatan dan kesegaran jasmani yang tinggi pula . komposisi badan. Rumusan Masalah Berdasarkan Latar belakang diatas . Dari keterangan diatas maka untuk meningkatkan dan memperbaiki prestasi Tim Manega dalam ekstrakulikuler di Man Tlogo harus adanya Program latihan kebugaran jasmani berupa program latihan fisik khususnya dalam hal meningkatkan daya tahan jantung dan paru – paru (VO2) dengan cara latihan aerobik dan anaerobik. mudah terombang-ambing dalam situasi atau suasana. B. kualitas darah (hemogoblin) yang berfungsi untuk mengikat oksigen dan membawanya ke seluruh jaringan. 2001:59) menyatakan Seseorang yang memiliki VO2 maks yang tinggi tidak saja mampu melakukan aktivitas daya tahan dengan baik tetapi lebih dari itu. Menurut Wagner (2008) tinggi rendahnya VO2 maks seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu jenis latihan. Organ-organ tersebut seperti. Tinggi rendahnya VO2 maks para pemain Tim Manega sangat berpengaruh pada kondisi fisik atau kesegaran jasmani anggota Tim. Bagi para pemain Tim Manega semakin baik kualitas faktor-faktor tersebut maka semakin baik dan tinggi pula tingkat VO2 maks seorang pemain.

Coch ataupun atlitnya sendiri dapat menentukan bentuk larinya maupun lamanya latihan. 1. Produk ini disusun untuk peserta ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar. misalnya (costa holmen) : . Tahap Pendahuluan Tahap Pendahuluan Aktivitas yang digunakan berupa Gerak Stretching sistematis mulai dari kepala sampai kaki. waktu.Produk yang dihasilkan adalah Program Latihan Kebugaran Jasmani. Fartlek Fartlek adalah bentuk latihan yang dilakukan dengan lari jarak jauh seperti halnya pada cross country. 1. Tujuan Penelitian Mengacu permasalahan diatas. E. Bentuk-bentuk Latihan Kondisi Fisik Ada berbagai bentuk latihan kondisi fisik antara lain : 1. 1) 2) 3) 1. Aktivitas pemanasa sebelum latihan inti. Pemandangan yang indah akan menyebabkan atlit lupa akan kelelahan sehingga dengan bebas melakukan latihannya. Aktivitas kalestenik dengan berbagai variasi gerak sistematis dari kepala sampai kaki. maka tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah pembuatan program latihan kebugaran jasmani untuk sepak bola sehingga paserta ektrakulikuler dapat meningkatkan kebugaran jasmani dalam melakukan permainan sepak bola yang bagus dan juga demi untuk mencapai prestasi yang bagus. Tahap Inti Pada tahap inti terdiri berbagai bentuk variasi latihan program jasmani yang akan diuraikan sebagai berikut: 1) 1.di dalam akan memmuat berbagai variasi latihan kebugaran jasmani. Kecepatan bentuk lari dapat diatur dengan berbagai variasi. C. Bentuk latihan in iberasal dari Swedia yang berarti “spee play” atau bermain-main dengan kecepatan. 1. D. latihan tidak dibatasi tetapi atlit bebas melakukan latihan ini dengan berbagai variasi bentuk lari sesuai dengan medianya.Untuk itulah peneliti akan membuat Program latihan kebugaran jasmani di Ektrakulikuler Sepak Bola di Man Tlogo Blitar . Spesifikasi Produk Yang diharapkan Untuk memecahkan masalah diatas. Adapun Spesifikasi Penerapan program Latihan untuk Peserta Ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo blitar adalah sebagai berikut: 1. maka peneliti akan menerapkan Program latihan kebugaran jasmani dalam permainan Sepak Bola di MAN Tlogo Blitar. Sebaiknya untuk latihan fartlek ini dipilihnya latihan (medan) yang mempunyai pemandangan indah sedikit rintan gn dengan lintasan yang berbeda-beda : lumpur-keras-terjal-turunpasir-rumput-salju atau lainnya.

Waktu dipercepat. 3. Jarak lari ditentukan: 1600 m (4 kali keliling lintasan lari. 5. Jalan cepat (istirahat aktif). Pentingnya Pengembangan . Atlit diharuskan menempuh jarak 400 m dengan waktu 90 detik. Lari lambat-lambat diselingi 3-4 langkah mendadak cepat. balap sepeda. Lari lambat-lambat diselingi lari yang makin lama makin cepat (win sprin). mendayung. 4. 2. istirahat. 2. Mulai dengan lari lambat 5-10 menit. 6. Streching individu dan berpasangan. Lari dengan tempo yang cepat (pace) selama 1 menit Tujuan latihan sama dengan cross country terutama untuk daya tahan atau stamina. Ulangan yang diperbanyak. d. dan macam-macam permainan. b. 3. E. Internal Trainning Pada khir0akhir ini sistem latihan interfasi mulai digunakan untuk semua cabang olah raga : atletik. Bentuk latihan in baik sekali dilakukan pada periode persiapan atau bahkan pada periode latihan 1. Jaraknya yang ditambah. misalnya: 1. 1. Lembar intrumen evaluasi ini berisi tentang butir – butir pertayaan tentang Program latihan kebugaran jasmani. Kecpatan yang konstan dan cukup tinggi. jalan cepat atau lari-lari kecil. 7. berarti 4 X 400m. Untuk memper berat latihan disamping pengurangan waktu istirahat dapat pula dengan meningkatkan bentuk istirahat dari jalan. Cara meningkatkan beban dapat pula dengan memperberat salah satu dari faktor – faktor di atas dikombinasikan. c. Naik bukit dengan kecepatan tinggi. 3) Interval trainning merupakan penyempurnaan dari fartlek dengan memebrikan koreksi secara teliti dalam : menentukan jarak. Interval trainning merupakan bentuk latihan yang diselingi dengan istirahat tertentu (intervasi). Waktu untuk menempuh jarak (400 m): 90 detik. Latihan interval juga menggunakan prinsip penambahan beban latihan. 3. Ulangan (repetition) : 4 kali. 4. Tahap Penutup Pada tahap penutup diberikan evaluasi dari proses program latihan yang telah dilaksanakan dan melakukan pendinginan. kemudian jalan selama 120 detik. baru kemudian lari untuk putaran kedua. Waktu istirahat (recovery interval): 120 detik. 2. Contoh : 1. Demikianlah untuk seterusnya latihan dilakukan akan tetapi waktu istirahat makin lama makin di kurangi dari 120 detik menjadi 90 – 60 – 50 detikdan setrerusnya sampai tujuan akhir tercapai yaitu lari 4 x 400 m tanpa istirahat = 1600 m. kemudian untuk seterusnya 4 kali ulangan.2) 1. Bentuk latihan in pada mulanya ditemukan oleh seorang dokter yang juga coach atletik dari Jerman : dr. banyaknya ulangan (repetation) dan waktu latihan. Pembuatan intrumen evaluasi untuk siswa yang mengikuti ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar Kabupaten Blitar. Woldemar Cersshler. Untuk lari pertama latihan boleh digunakan ulangan 2-3 kali terlebih dahulu. istirahat lagi dan seterusnya sampai selesai 4 x 400 m lari. 3.

1995:3). 1. Selain itu sebagai calon guru pendidikan jasmani penelitian ini dapat dijadikan bekal dalam membina kegiatan ekstrakurikuler. Pengertian Program latihan Latihan adalah suatu proses yang sistrematis secara berulang-ulang. Bagi Universitas Negeri Malang Hasil penelitian ini dijadikan bahan dasar kepustakaan dalam penelitian selanjutnya khususnya yang berhubungan dengan kesegaran jasmani. Bagi pelatih Dapat dijadikan acuan bagi pelatih dalam peningkakatan kebugaran jasmani para atlet. Bagi peneliti Sebagai sarana untuk mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan khususnya yang berhubungan dengan kesegaran jasmani. b. Beban latihan atau disebut juga bahan latihan atau loading adalah suatu bentuk-bentuk latihan . Bagi atlet Untuk meningkatkan kebugaran jasmani para atlet 1. Blitar. a. Pengertian Kebugaran Jasmani Kesegaran jasmani adalah kemampuan tubuh seseorang pemain sepak bola di Man Tlogo Blitar untuk melakukan kegiatan latihan sehari-hari maupun pertandingan tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan masih memiliki tenaga yang cukup untuk melakukan aktivitas yang lainnya. a) Dengan adanya penerapan Program latihan Kebugaran Jasamani. 1. 1.Pengembangan ini adalah untuk memperoleh pengalaman yang nyata juga mengaplikasikan teori dan praktek selama mengikuti kegiatan ekstrakulikuler dalam bentuk penelitian pengembangan bentuk – bentuk program latihan kebugaran jasamani di kegiatan Ekstrakulikuler MAN Negeri Tlogo Kab Blitar. secara tetap dengan selalu memberikan peningkatan beban. d. di ekstrakukuler Sepak Bola MAN Negeri Tlogo Kab. c. G. Materi program latihan kebugaran jasmani hanya terbatas pada materi kebugaran jasmani saja. Definisi Istilah 2. (Pussegjas. Tujuan pokok dari latihan adalah prestasi maksimal di samping kesehatan serta kesegaran jasmani bagi atlet. Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan Asumsi yang dijadikan landasan peneliti untuk penerapan Program Latihan kebugaran jasmani. Keterbatasan produk penerapan kebugaran jasmani di kegiatan esktrakulikuler Sepak Bola MAN Tlogo Blitar ini adalah sebagai berikut:   Penerapan Program latihan kebugaran jasmani hanya diperuntukan untuk siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler bola voli di MAN Negeri Tlogo Blitar. b) Sarana dan prasarana yang digunakan dalam melakukan latihan kebugaran jasmani cukup memadai dan bervariasi. 1. F. maka siswa dapat mengerti tentang program latihan kebugaran jasmani dalam permainan sepak bola.

Beban Latihan . Komponen-komponen Kesegaran Jasmanai. Prinsip Latihan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. ada beberapa pendapat para ahli atau pakar kesegaran jasmani.BAB I PENDAHULUAN: Latar belakang masalah. bagian yang kedua memuat tentang produk yang dihasilkan dari pengambangan. Faktorfaktor yang Mempengaruhi Kesegaran Jasmani.jasmani dan rohani atlet guna mencapai prestasi olah raga. ekspresi dan lain. pentingnya pengembangan. Penjelasan Tentang program latihan untuk meningkatkan VO2. 3. 1. Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran biasa (termasuk pada waktu libur) yang diterapkan oleh sekolah dengan tujuan agar siswa MAN TLOGO Blitar dapat memperluas pengetahuan dan mengembangkan bakat dan minat di bidang yang digemari sehingga siswa memperoleh prestasi di bidangnya yaitu mahir bermain Sepak bola. Kesegaran jasmani menurut ahli faal dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk melakukan satu tugas khas yang memerlukan kerja muskular di mana kecepatan dan ketahanan .BAB II KAJIAN PUSTAKA: Kesegaran Jasmani. 2. tujuan penelitian. Sepak bola adalah salah satu olahraga yang sangat populer di dunia. 1. H. 1. Sistematika penulisan Sistematika penulisan ini terdiri dari dua bagian. spesifikasi produk yang diharapkan. difinisi istilah dan sistematika penulisan. Metode Latihan Fisik . meyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan menusia seutuhnya ( sahertian. Program latihan. Karakteristik Sepak Bola. darah. kesenian.BAB III METODE PENGEMBANGAN: taktik pengembangan. Aerobik adalah suatu sistem altihan yang mendorong kerja jantung. desain Uji coba. Peserta ekstrakurikuler tenis lapangan adalah siswa yang mengikuti ekstrakukulikuler Sepak Bola di Man Tlogo Blitar di luar jam sekolah yang sudah dijadwalkan oleh sekolah dalam pengembangan bakat dan minat siswa. KESEGARAN JASMANI Kesegaran jasmani merupakan hal yang sudah populer di kalangan masyarakat saat ini.Intrumen pengumpulan data. olahraga ini dimainkan oleh dua kelompok berlawanan yang masing-masing berjuang untuk memasukkan bola ke gawang kelompok lawan (Rino.1978:83 ). Bagian pertama memuat tentang: 1. Untuk mempertegas agar pengertian lebih sesuai dengan apa yang dimaksud. tehnik analisis. Uji coba produk.lain. prosedur pengembangan. Pengertian Esktrakulikuler Menurut ahmadi ( 1984:105) kegiatan ekstrakulikuler adalah kegiatan – kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub – klub. bagian pertama: memuat tentang kajian Analisis. Subjek uji coba. misalnya: olahraga.Peran Kesegaran Jasmani dalam Permainan sepak bola. asumsi dan keterbatasan pengembangan. 2. Kegiatan ekstrakulikuler bertujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai berbagai mata pelajaran. A. Kegiatan Ekstrakulikuler. dan paru-paru untuk periode waktu yang cukup untuk menghasilkan perbaikan-perbaikan dan keadaan tubuh. Dalam pertandingan. rumusan masalah. Latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan VO2 . 2008:1). Tujuan kesegaran jasmani.

dan ketepatan. Muhajir (dalam Sipayung. . 8:2007) mengatakan bahwa “tujuan kesegaran jasmani adalah untuk meningkatkan kemampuan sistem sirkulasi dan kerja jantung. 1. Seseorang yang memilik kasegaran jasmani yang baik dapat diartikan cukup mempunyai kesanggupan untuk melakukan pekerjaannya dengan efisien tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti. Dari pendapat di atas. c) daya tahan jantung. kecepatan. Kesegaran jasmani juga diperlukan anak usia sekolah untuk dapat melaksanakan aktifitas sehari-hari. Menurut Sajoto (1995:8-11) kondisi fisik atau kesegaran jasmani adalah satu kesatuan yang utuh dari komponen-komponen yang tidak dapat dipisahkan begitu saja. Sedangkan menurut Pussegjas (1995:1) kesegaran jasmani adalah perwujudan kemampuan dan kesanggupan fisik seseorang untuk melakukan pekerjaan baik sebagai pribadi. g) koordinasi. Disebutkan pula bahwa komponen kondisi fisik meliputi: kekuatan. h) keseimbangan dan. adalah komponen kondisi fisik seseorang tentang kemampuannya dalam mempergunakan otot dalam menjalankan aktivitas (Dwiyogo dan Sulistyorini. maka dapat ditarik kesimpilan bahwa kekuatan adalah kemampuan otot untuk mengatasi atau melawan beban dengan usaha yang maksimal dalam melaksanakan aktivitas tertentu. 1992:9). Penjelasan tentang peranan masing-masing komponen adalah sebagai berikut: 1. 1991:25). kelincahan. daya otot. baik ketika berada di sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. TUJUAN KESEGARAN JASMANI Kesegaran jasmani sangatlah penting bagi semua orang termasuk anak-anak usia sekolah. e) kecepatan. i) ketepatan. ekonomi gerakan pada waktu latihan. Kekuatan Kekuatan atau strength . Tetapi menurut Kirkendall dkk (1980:226) kekuatan adalah kemampuan atau kekuatan otot tubuh yang bekerja mengeluarkan energi untuk mengatasi atau melawan kontraksi dari luar yang berfungsi untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain atau memindahkan benda mendekati tubuh atau menjauhi tubuh. Berdasarkan beberapa uraian di atas dapat di simpulkan bahwa kesegaran jasmani dapat diartikan sebagai kemapuan fisik untuk melakukan tugas pekerjaan sesuai dengan bidangnya tanpa mengalami kelelahan yang berlebih dan mendapat pemulihan yang cepat seperti pada saat belum melakukan aktivitas. koordinasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa setiap manusia perlu menjaga dan meningkatkan kesegaran jasmaninya sendiri. C. daya lentur. terhindar dari penyakit dan selalu ceria sepanjang hidup. keseimbangan. sehingga masih memiliki sisa tenaga untuk mengisi waktu luangnya dan tugas-tugas mendadak lainnya. pemulihan yang cepat dari tubuh sewaktu-waktu respon demikian diperlukan”. agar dapat hidup sehat. Sedang menurut ahli-ahli pendidikan jasmani kesegaran jasmani adalah kapasitas fungsional total seseorang untuk melakukam sesuatu kerja tertentu dengan hasil yang baik tanpa kelelahan yang berarti (Depdikbud. daya tahan. komponen kondisi tubuh. b) daya tahan otot. f) kelincahan. 1. anggota masyarakat. KOMPONEN KEBUGARA JASMANI Pengertian kesegaran jasmani adalah pengertian yang sangat kompleks.merupakan kriteria utama. Baik peningkatan maupun pemeliharaannya. oleh karena itu untuk mengetahui dan memahami secara mendalam perlu mempelajari komponen-komponen yang membentuk dan saling bertautan antara yang satu dengan yang lainnya. maupun sebagai warga negara perlu mendapat perhatiaan dan tanggapan yang lebih memadai. d) kelentukan. Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:24) menjelaskan bahwa komponen-komponen kesegaran jasmani adalah: a) daya tahan. Bisa dikatakan pula bahwa tingkat kesegaran jasmani yang baik memberikan seseorang kesanggupan pada seseorang untuk menjalankan hidup yang produktif dan dapat menyesuaikan diri pada tiap pembebanan yang banyak. 1.

2004:37) kecepatan adalah jarak tempuh per satuan waktu yang diukur dalam menit atau skala kuantitas. Seperti dalam lari cepat. Dijelaskan pula bahwa power dapat diperoleh dalam melakukan kegiatan tertentu. 2004:35)) menjelaskan bahwa daya tahan adalah kemampuan organ atlet untuk melawan kelelahan yang timbul saat melakukan aktivitas olahraga dalam waktu yang lama. Daya Tahan Daya tahan otot tidak hanya dikenal pada istilah kekuatan tetapi juga kemampuan otot berkontraksi dalam beberapa waktu tanpa mengalami kelelahan. Daya tahan otot atau local endurance yaitu kemampuan seseorang dalam mempergunakan ototnya untuk berkontraksi secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama dengan beban tertentu. 1991:29).1. karena daya tahan ini secara langsung juga untuk melatih otot. Jadi dapat disimpulkan bahwa daya tahan/endurance merupakan salah satu komponen kesegaran jasmani yang paling penting untuk dilatih. 1. dibutuhkan bentuk latihan yang sesuai dan mengharuskan orang itu untuk dapat bergerak dengan cepat dan mengubah arah dengan lincah. power adalah kemampuan untuk mengubah energi fisik ke dalam kekuatan yang sangat cepat dan tergantung pada banyaknya adenosine triphosphat (ATP) yang diproduksi setiap satuan waktu. Kecepatan menurut Kirkendall dkk (1980:243) adalah jarak dibagi waktu. balap sepeda. Power menurut pendapat Gabbard dkk (dalam Budiwanto. dan lain-lain (Dwiyogo dan Sulistyorini. Dari sini dapat disimpulkan bahwa power itu adalah kemampuan tubuh untuk memadukan kekuatan dan kecepatan dalam waktu yang bersamaan. 2004:34). . Daya tahan atau endurance dalam hal ini dikenal dua macam daya tahan. Untuk melatih kecepatan. Seseorang dikatakan memiliki kelincahan cukup baik apabila mampu merubah satu posisi ke posisi yang berbeda dengan kecepatan tinggi dan koordinasi gerakan yang baik. Sedangkan definisi yang dikemukakan oleh Kent (dalam Budiwanto. Menurut Kent (dalam Budiwanto. Jadi kelincahan tidak hanya memerlukan suatu kecepatan saja. 1. smash dalam bulutangkis. Menurut Kirkendall dkk (1980:243) kelincahan adalah kemampuan badan untuk mengubah arah tubuh atau bagian tubuh lainnya dengan sangat cepat dan efisien. kelenturan dan komponen kesegaran jasmani lainnya. kontraksi otot dengan kekuatan maksimum dan kecepatan maksimum. Kecepatan Kecepatan atau speeds. Dari beberapa pendapat di atas. pukulan dalam tinju. Kelincahan Kelincahan atau agility adalah kemampuan seseorang mengubah posisi di area tertentu. 3. yakni: daya tahan umum atau general endurance kemampuan seseorang dalam mempergunakan sistem jantung. Suharno (dalam Budiwanto. akan tetapi juga memerlukan fleksibilitas yang baik dari sendi-sendi anggota tubuh. 1. 4. Seseorang yang mampu mengubah posisi yang berbeda dalam kecepatan tinggi dengan koordinasi yang baik. paru-paru. 2. 2004:34) adalah gabungan antara kekuatan dan daya ledak (kecepatan). Power Menurut Kirkendall dkk (1980:228) power adalah masa kerja dibagi dengan waktu atau lama kerja. kecepatan diukur dengan satuan jarak dibagi dengan satuan waktu. 5. dapat disimpulkan bahwa kecepatan adalah kemampuan tubuh atau bagian tubuh untuk melakukan gerakan dalam waktu yang pendek. kecepatan adalah kemampuan melakukan gerakan dalam periode waktu yang pendek. berarti kelincahannya cukup baik. dan peredaran darahnya secara efektif dan efisien untuk menjalankan kerja secara terus menerus yang melibatkan kontraksi sejumlah otot dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama. adalah kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan berkesinambungan dalam bentuk yang sama dalam waktu sesingkat-singkatnya.

1. Kelincahan adalah hasil pembentukan dari unsur kecepatan. 9. 8. Kelenturan menurut Kirkendall dkk (1980:248) adalah kemampuan tubuh atau bagian-bagian tubuh untuk melakukan berbagai gerakan dengan leluasa dan seimbang antara kelincahan dan respon keseimbangan. adalah kemampuan gerak tubuh seseorang untuk mengendalikan gerak-gerak bebas terhadap suatu sasaran. 1. 2004:39) disampaikan bahwa pembentukan kelincahan lebih sulit dari pada pembentukan yang lainnya. Koordinasi Menurut Kirkendall dkk (1980:257). kekuatan dan keseimbangan. menghasilkan berbagai respon gerakan pada situasi fisik tertentu. Dari beberapa uraian di atas. Sedangkan Kirkendall dkk (1980:257) mengemukakan bahwa keseimbangan adalah fenomena yang kompleks yang melibatkan vestibular system pada bagian dalam telinga. Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa koordinasi adalah kemampuan tubuh seseorang yang selaras antara sekelompok otot selama bergerak yang terlibat dalam satu pola gerak yang rumit dan mempersatukan bagian-bagian tersebut menjadi suatu gerak tunggal dan berhasil mencapai beberapa tujuan. 2004:42) adalah kemampuan untuk menyatukan sistem indera. Sasaran ini dapat merupakan jarak atau mungkin suatu objek langsung yang harus dikenal dengan salah satu bagian tubuh. koordinasi adalah kerjasama yang selaras antara sekelompok otot selama bergerak yang dilakukan dengan indikasi keterampilan yang sama. . 1. Secara umum. 1. suhu badan dan usia sangat mempengaruhi luasnya gerakan bagian-bagian tubuh. 2004:41) adalah kemampuan memelihara suatu yang berorientasi pada keadaan stabil dan khusus dikaitkan dengan lingkungan saat itu. sistem syaraf dan sistem otot rangka menjadi rangkaian untuk mengatur bagian-bagian badan secara terpisah yang terlibat dalam satu pola gerak yang rumit dan mempersatukan bagian-bagian tersebut menjadi suatu gerak tunggal dan berhasil mencapai beberapa tujuan. penglihatan mata. hal ini akan sangat mudah ditandai dengan tingkat flexibility persendian pada seluruh tubuh. Bompa (dalam Budiwanto. 7. maka keseimbangan dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mempertahankan posisi badan dalam berbagai keadaan. otak menafsirkan secara komplek. 2004:40) menjelaskan bahwa kapasitas melakukan gerakan dengan rentangan yang luas diketahui sebagai kelenturan. 6. Sedangkan koordinasi menurut Kent (dalam Budiwanto. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kelenturan adalah ukuran kemampuan seseorang yang mempunyai ruang gerak yang luas dalam sendi-sendinya dan yang mempunyai otot-otot yang elastis.Sedangkan kelincahan menurut Verducci (dalam Budiwanto. Ketepatan Ketetapan atau accuracy. sehingga tidak mendapat gangguan pada keseimbangannya atau bisa juga diartikan bahwa keseimbangan adalah kemampuan sikap tubuh yang tepat pada saat melakukan gerakan. adalah ukuran kemampuan seseorang dalam penyesuaian diri untuk segala aktivitas dengan penguluran tubuh yang luas. Kelenturan Daya lentur atau flexibility . Dari beberapa uraian di atas. Keseimbangan Keseimbangan menurut Kent (dalam Budiwanto. dapat disimpulkan bahwa sebenarnya kelincahan adalah kemampuan mengubah arah atau posisi badan secara cepat dan melakukan gerakan yang lain. Di bidang olahraga banyak hal yang harus dilakukan oleh atlet dalam masalah keseimbangan ini baik dalam menghilangkan atau mempertahankan keseimbangan. Sedangkan Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:33) menjelaskan bahwa keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan tubuh agar tetap stabil.

dan waktu yang tersedia. faktor itu antara lain: bakat atau materi atlet. Faktor Jenis Kelamin Sampai dengan usia remaja tidak terdapat perbedaan daya tahan kardiovaskuler pria dan wanita. Suharno (1993:7) menyebutkan bahwa program latihan umumnya dibagi menjadi tiga. yang mana semua itu terdapat dalam program latihan. 1. sehingga pada orang yang berusia 70 tahun diperoleh daya tahan 50% dari yang dimiliki pada usia 17 tahun. itulah sebabnya dibutuhkan penyusunan dan perencanaan latihan yang baik dan tepat. Program yang demikian memungkinkan bagi seorang pelatih dapat memberikan sebanyak mungkin kesempatan kepada atlet guna perkembangan pengetahuan dan keterampilannya.Ketepatan menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:33) adalah kemampuan seseorang untuk mengarahkan suatu gerak ke suatu sasaran sesuai dengan tujuan. daya tahan kardiovaskuler meningkat. Artinya bahwa aktivitas fisik yang terarah juga dapat meningkatkan kesegaran jasmani di samping terjadi penurunan berat badan. mencapai maksimal pada usia 20-30 tahun dan kemungkinan berbanding terbalik dengan usia. Setelah usia tersebut nilai pada wanita lebih rendah dari pada pria. 4. Perbedaan tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan maximal muscular power yang berhubungan dengan luas permukaan tubuh. Faktor Keturunan (Genetik) Dari penelitian yang telah dilakukan. PENJELASAN TENTANG PROGRAM LATIHAN Seorang atlit untuk mencapai prestasi yang maksimal hendaklah atlit tersebut terus berlatih dan berlatih tanpa merasa bosan. dan menjauhkan atau mempersempit gerakan. 3. jumlah hemoglobin. umur atlet. lingkungan atlet. E. Moeloek (1984:3)menjelaskan tentang beberapa faktor fisiologis yang mempengaruhi daya tahan kardiovaskuler antara lain adalah: 1. Suharno (1993:1) Program latihan dikatakan baik dan tepat apabila rencana dibuat telah mempertimbangkan faktor-faktor penentu untuk mencapai tujuan. dibuat kesimpulan bahwa kesegaran jasmani dtentukan oleh faktor genetik yang hanya diubah dengan latihan sampai pada batas maksimal. FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUGARAN JASMANI Berikut ini adala beberpa hal yang terkait dengan kesegaran jasmani khususnya yang berhubungan dengan daya tahan kardiovaskuler. sarana dan prasarana. kekuatan otot. Program latihan harus disusun secara teliti dan dilaksanakan secara tekun dan teratur sesuai dengan prinsip-prinsip latihan. kapasitas paru dan sebagainya. mempercepat gerakan. Faktor Usia Menyatakan bahwa mulai anak-anak sampai sekitar usia 20 tahun. 1. yaitu: (1) Program jangka panjang (5 tahun-12 tahun) tujuan rencana jangka panjang merupakan tujuan akhir untuk cita-cita prestasi prima. dana. 2. (2) program jangka menengah (2 tahun-4 tahun) rencana jangka . Menurut Suharno (1993:1) program latihan adalah suatu petunjuk atau pedoman yang mengikat secara tertulis berisi cara-cara yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan masa mendatang yang telah ditetapkan. komposisi tubuh. Cara mengembangkan ketepatan ialah dengan mengulang-ulang gerakan dengan frekuensi yang banyak. Faktor Aktivitas Fisik Berdasarkan hasil penelitian efek latihan aerobik selama delapan minggu setelah istirahat memperlihatkan peningkatan daya tahan kardiovaskuler 62% dari nilai akibat itirahat dan bila dibandingkan dengan keadaan sebelum istirahat di tempat tidur maka nilai peningkatan adalah 18%. D. tenaga pelatih. kemampuan atlet. Selain itu dalam buku yang sama juga mengungkapkan program latihan adalah cara seorang pelatih untuk mempersiapkan atletnya guna menunjang program latihan yang telah direncanakan atau terprogram.

prinsdip variasi (variety). terarah kian hari jumlahnya semakin meningkat dengan proses yang sistematis. Maka Menurut Bompa (1994:29-48) adalah sebagai berikut: . Program latihan jangka pendek terdiri dari: program latihan tahunan. 1. berulang-ulang dan jumlah beban yang diberikan semakin hari bertambah. program latihan bulanan. teknik. meningkat dan berulang-ulang waktunya. Suharno (1993:5) menjelaskan bahwa latihan ialah suatu proses penyempurnaan kualitas atlet secara sadar untuk mencapai prestasi yang maksimal dengan diberi beban fisik dan mental secara teratur. dan mental diperlukan proses dan waktu yang relatif lama. Latihan juga dapat didefinisikan sebagai peran serta yang sistematis dalam latihan yang bertujuan untuk meningkatkan fungsdional fisik dan daya tahan latihan dalam bidang olahraga. Dari pengertian dan penjelasan tentang program latihan yang telah dikemukakan di atas. terarah. dan yang kian hari junlah beban latihannya kian bertambah. Menurut Kosasih (1984:46) latihan atau training adalah proses kerja yang harus dilakukan secara sistematis. pengertian dari prinsip-prinsip latihan yang telah disebutkan di atas. Hal ini sesuai dengan pendapat Harsono (1993:1) bahwa tujuan utama dari pelatihan olagraga prestasi adalah untuk meningkatkan keterampilan dan prestasi semaksimal mungkin. Untuk memperoleh prestasi yang maksimal dalam olahraga memerlukan latihan yang intensitas dan frekuensinya banyak. menentukan cara-cara yang efektif serta usaha-usaha untuk mencapai tujuan dari latihan yang dilakukan. prinsip beban meningkat bertahap (progressive increase of load). yaitu: aspek-aspek fisik. yaitu faktor yang paling penting bagi setiap atlet (Suharno 1993:1). prinsip pulih asal (recovery). prinsip perorangan (individualization).menengah merupakan pelaksanaan langsung jangka panjang. prinsip perkembangan multilateral (multilateral development). Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan prinsip-prinsip latihan adalah suatu usaha sadar yang harus dilakukan atlet untuk mencapai prestasi maksdimal yang dilakukan berulang-ulang. prinsip spesialisasi (specialitation). Beutelstah (1986:124) menyatakan bahwa training adalah persiapan para pemain masing-masing secara individu membimbing dan membentuk mereka sehingga dapat menampilkan prestasi tertinggi secara individual maupun regu. menurut Bompa (1994:29) prinsip-prinsip program latihan fisik adalah sebagai berikut: Prinsip beban bertambah (over load). (3) program jangka pendek (1 tahun kebawah) merupakan pelaksanaan operasional rencana jangka menengah. prinsip melampaui batas latihan (the abuse of training). prinsip aktif dalam latihan dan prinsip proses latihan menggunakan model. Program latihan perlu disusun dengan prinsip-prinsip latihan. Sementara itu. program latihan harian. Tetapi dalam menentukan beban latihannya harus benar-benar diperhatikan. bertahap. 1993:317). Prestasi tinggi akan dapat dicapai apabila keempat aspek. F. prinsip reversibilitas (reversibility). Untuk mencapai peningkatan kemampuan dalam kondisi fisik. dapat disimpulkan bahwa program latihan adalah petunjuk atau pedoman latihan yang bertujuan untuk menentukan tujuan latihan. taktik. program latihan mingguan. taktik. PRINSIP LATIHAN Harsono (1993:2) pengertian latihan atau training adalah sesuatu proses berlatih yang sistematis yang dilakukan secara berulang-ulang. menghindari beban latihan berlebih (overtraining). Sasaran-sasaran latihan pun merupakan penjabaran sasaran dari program jangka menengah. Sedangkan Latihan fisik adalah latihan yang betujuan untuk meningkatkan kondisi fisik. dan mental dikembangkan setinggi mungkin. Tujuan akhir latihan adalah untuk meningkatkan kemampuan olahraga (Dwijowinoto. teknik.

sehingga tujuan latihan dapat ditingkatkan secara wajar Individualisasi dalam latihan adalah satu kebutuhan yang penting dalam masa latihan dan itu menunjukkan pada pemikiran untuk setiap atlet. Latihan yang baik harus mengakibatkan penekanan fisik dapat ditimbulkan dengan jalan pemberian beban latihan yang lebih dari batas kemampuan si atlet (Suharno. karakteristik belajar dan kekhususan cabang olahraga. tetapi mungkin lebih penting untuk memelihara motivasi dan perhatian dengan memvariasi latihan fisik dan latihan secara rutin. Program latihan harus direncanakan. Prinsip spesialisasi harus disesuaikan pengertian dan penggunaanya untuk latihan anak-anak yunior di mana perkembangan multilateral harus berdasarkan perkembangan khusus. fisiologis dan organisme atlet terhadap kelelahan akibat beban latihan tersebut. dari siklus mikro olimpiade. atau dapat mengembangkan kemampuan gerak yang diperlukan dengan olahraga. seterusnya atlet akan mengalami kenaikan kemampuan (superkompensasi). 1. 1. potensi. 1. Stress terus menerus yang diberikan pelatih tanpa istirahat akan menimbulkan penurunan prestasi bagi atlet. yang akan menjamin memperoleh adaptasi secara benar. Masa latihan adalah suatu aktivitas yang sangat memerlukan beberapa jam kerja atlet. Hal ini bertujuan agar sistem fisiologis dapat menyesuaikan dengan tuntutan fungsi yang dibutuhkan untuk tingkat kemampuan tinggi. mengabaikan tingkat prestasi diperlukan secara individual sesuai kemampuan dan potensinya.1. Prinsip Menambah Beban Latihan secara Progresif Pemberian beban latihan harus ditingkatkan secara bertahap. karakteristik belajar dan kekhususan olahraga. Seluruh konsep latihan harus direncanakan sesuai dengan karakteristik fisiologis dan psikologis atlet. Dalam upaya mengatasi monoton dan kebosanan dalam latihan. Prinsip Individual Latihan harus memperhatikan dan memperlakukan atlet sesuai dengan kemampuan. Spesialisasi bukan proses unilateral tetapi satu yang kompleks yang didasarkan pada suatu landasan kerja yang solid dari perkembangan multilareral. teratur dan terus-menerus sehingga mencapai beban maksimum. Keterampilan dan latihan dapat diperkaya dengan mengadopsi pola gerakan teknik yang sama. Atlet harus memiliki disiplin latihan. Prinsip Beban Lebih (Over Load) Pemberian beban latihan harus melebihi kebiasaan sehari-hari secara teratur. Prinsip beban bertambah secara pelan-pelan menjadi dasar rencana latihan olahraga. Beban ditambah . dan akan diikuti oleh semua atlet yang mengabaikan tingkat kemampuannya. Menurut Bompa (1994:32) Latihan harus bersifat khusus sesuai dengan olahraga dan pertandingan yang akan dilakukan. Prinsip Variasi Latihan harus bervariasi dengan tujuan mengatasi sesuatu yang monoton dan membosankan saat latihan. seseorang pelatih perlu kreatif dengan memiliki pengetahuan dan sumber latihan yang banyak yang memungkinkan dapat merubah secara periodik. beban ditingkatkan secara pelan bertahap. Prinsip Spesialisasi Spesialisasi menunjukkan unsur penting yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan dalam olahraga. Dalam mengatur program latihan yang paling menguntungkan harus mengembangkan kemampuan fisiologis khusus yang diperlukan untuk melakukan keterampilan olahraga atau kegiatan tertentu yang akan dilakukan. 1985:13). Stress fisik akan menimbulkan kelemahan anatomis. Volume dan intensitas latihan secara terus menerus meningkat dan latihan diulang-ulang banyak sekali. 1.

itu juga menggambarkan sesuatu yang diusahakan untuk dicapai. suatu peristiwa yang dapat diperoleh. b) diberikan latihan intensif secara mendadak setelah lama tidak berlatih. perkembangan multilateral secara tidak langsung atlet akan menghabiskan semua waktu latihannya hanya untuk program tersebut. Ada dua . d) beban latihan diberikan dengan beban melompat. Tetapi. tetapi dia tentu harus istirahat yang cukup. serta antara proses fisiologis dan psikologis. c) proporsi latihan dari ekstensif ke intensif tidak cepat. G. Melalui latihan model pelatih berusaha memimpin dan mengorganisasi waktu latihannya dalam cara yang obyektif. Kesungguhan dan aktif ikut serta dalam latihan akan dimaksimalkan jika pelatih secara periodik. Tujuan suatu model adalah untuk memperoleh suatu yang ideal. Selama waktu bebas atlet dapat melakukan pekerjaaan dalam aktifitas sosial yang memberikan kepuasan dan ketenangan. BEBAN LATIHAN Menurut Suharno (1993:1) Beban latihan adalah suatu bentuk rangsangan motorik yang dapat dikontrol oleh pelatih untuk meningkatkan kualitas atlet dalam rangka mencapai prestasi maksimal. 11. untuk itu harus menghindari kelebihan beban latihan. Seseorang atlet akan melakukan kegiatannya meskipun tidak dibawah dan perhatian pelatih. Prinsip Partisipasi Aktif dalam Latihan Atlet yang melakukan latihan haruslah tetap berlatih diluar jam latihan wajib meskipun tanpa pengawasan dari pelatih.pelan-pelan pada tiga siklus mikro pertama dengan menguragi atau tahap tanpa beban. Prinsip Pulih Asal Beban latihan yang telah diberikan telah banyak mengeluarkan energi tubuh untuk itu diperlukan pemulihan untuk mengembalikan kondisi tubuh seperti semula. Prinsip Reversibilitas Beban latihan yang diberikan pada saat latihan harus dikurangi secara perlahan-lahan pada saat akhir latihan. dan meskipun dalam keadaan abstrak ideal diatas adalah kenyataan konkrit. Oleh sebab itu latihan harus berkesinambungan untuk memelihara kondisi. memungkinkan atlet dibentuk. 1. 1. Pengertian ini atlet akan menghubungkan keterangan obyektif dari pelatih dengan prakiraan subyektif kemampuannya. metode dan isi yang sama dengan situasi pertandingan 1. Penyebab terjadinya overtraining antara lain: a) diberikan beban latihan over-loads secara terus menerus tanpa memperhatikan interval. ajeg mendsiskusikan kemajuan atletnya dengannya. 1. Kebutuhan perkembangan multilateral muncul untuk diterima sebagai kebutuhan dalam banyak lapangan pendidikan dan usaha manusia. Prinsip multilateral akan digunakan pada latihan anak-anak yunior. Prinsip Perkembangan Multilateral Perkembangan multilateral lambat laun saling bergantung antara seluruh organ dan sistem manusia. Prinsip Latihan Menggunakan Model Latihan yang dilakukan didesain sedemikian rupa seakan-akan seperti pada kenyataan yang akan terjadi di lapangan pertandingan. Prinsip Menghindari Kelebihan Beban Latihan (Over Training) Program latihan yang dijalani tidak akan mencapai hasil jika atlet mengalami kelelahan. 10. 1. Partisipasi aktif tidak terbatas hanya pada latihan.

jarak tempuh atau berat beban. intensitas. Bila pelatih menginginkan intensitas sub-maksimal dalam latihan. 2) berdasarkan jumlah denyut nadi dalam mereaksi beban latihan. Skala intensitas untuk latihan kecepatan dan kekuatan sebagai berikut (Suharno. (3) sub maksimal 80% – 99% dari prestasi terbaik. recovery. (4) Frekuensi adalah ulangan gerak berapa kali atlet harus melakukan gerak setiap giliran. diperlukan koordinasi dalam . recovery. intensitas. (2) Beban Dalam (inner load) 1. (sistem peredaran darah. Begitu juga dengan Suharto (1997:72) menyatakan bahwa perubahan massa otot bukanlah disebabkan pertambahan jumlah sel otot melainkan karena pertambahan dari anak serabut otot yang membesar akibat latihan. jumlah ulangan latihan atau unsur teknik yang dilakukan dalam waktu tertentu. Begitu juga menurut Suharto (1997:97) menyatakan bahwa pada dasarnya volume latihan meliputi unsur-unsur: waktu atau lama latihan. (5)low (rendah) 59% ke bawah dari prestasi terbaik. pernafasan dan metabolisme) yang dimaksud disini yaitu pada secara reflek akan terjadi perubahan pengaliran darah. rythme. (2) Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi atlet dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. 1985:16). 1993:29): (1) Volume adalah beban latihan yang biasa dinyatakan dengan satuan jarak. Kepekatan rangsangan densitas tergantung lama dan pendeknya waktu recovery . Beban dalam dikatakan maksimal apabila denyut nadi atlet setelah melakukan satu unit latihan meningkat (Suharno. sedang frekuensi rendah artinya ulangan gerak sedikit dalam satu giliran. 1993:22): (1) super maksimal 101% – ke atas dari prestasi terbaik. bulanan dan tahunan. (4) medium 60% – 70% dari prestasi terbaik. Namun aliran darah ke daerah-daerah rawan seperti kearah otak dan jantung akan tetap atau meningkat sedangkan tekanan darah dalam arteri secara sistematik dan pemenuhan kebutuhan dalam jaringan dalam tubuh. antara lain: 1) berdasarkan persentase kecepatan dan kekuatan yang digunakan dalam latihan. Frekuensi tinggi berarti ulangan gerak banyak sekali dalam satu giliran. Dan unsur tersebut mencerminkan kwantitas atau banyaknya latihan yang dilakukan pada saat latihan.macam beban latihan yang harus dibedakan pengertiannya menurut Suharno (1993:29) adalah: (1) Beban Luar (outer load): volume. Sedangkan untuk menghitung denyut nadi yaitu pertama dihitung DNM (denyut nadi maksimal) dengan rumus: 220 – umur. Menurut Suharto (1997:98) menyatakan bahwa intensitas latihan merupakan komponen kualitatif yang mengacu pada jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu unit waktu tertentu. berarti dalam satu giliran latihan push-up ditemukan 80% x 30 kali (MR) = 24 kali. Frekuensi dapat juga diartikan berapa kali latihan perhari atau berapa hari latihan perminggunya. yaitu yang melalui proses pemecahan serabut pada waktu latihan dan terjadi pembesaran otot yang disebabkan karena bertambah luasnya serabut otot (Sajoto 1988:111) . Kemudian tentukan takaran intensitas latihannya. (3) Recovery adalah waktu yang digunakan untuk pemulihan tenaga kembali antara satu dengan elemen bahan latihan elemen berikutnya. frekuensi. MR push-up atlet dapat dihitung misalnya: mampu 30 kali. Dan intensitas latihan dapat dikalisfikasikan tinggi rendahnya berdasarkan beberapa indikator. 1. (5) Rythme adalah sifat irama latihan yang berhubungan dengan tinggi rendahnya tempo dan berat ringannya suatu latihan dalam satu unit latihan maupun mingguan. jumlah beberapa elemen jenis latihan. total waktu latihan. jumlah set dalam latihan interval dan sirkuit sebagai ukuran rangsangan motorik dalam suatu unit latihan. beban berat yang diangkat. Cara menghitung intensitas dengan MR (maximum repeatation) . (2) fungsi fisiologis organisme. irama dalam suatu unit program latihan. maka 80% x (220 – 20) = 160 kali/menit (intensitas sub maksimal). 1993:23) Beban dalam mempunyai dampak perubahan fungsional organisme atlet meliputi: (1) susunan anatomis/struktur tubuh yang dimaksud disini adalah latihan dapat menambah jumlah serabut otot. (2) maksimal 100% dari prestasi terbaik. ini berarti intensitas maksimal untuk atlet tersebut 30 kali/100%. frekuensi. Beban Dalam (Inner Load) Beban dalam adalah perubahan fisiologis organisme atlet akibat pengaruh latihan beban luar yang ditandai dengan kenaikan denyut nadi (Suharno. sementara terjadi penurunan aliran kearah jaringan-jaringan yang kurang aktif. Beban Luar (Outer Load) Beban luar adalah rangsangan motorik yang dapat diatur dikontrol dengan cara memvariasikan ciri beban latihan seperti volume. seperti timbulnya kenaikan volume darah tiap menit dan bertambahnya jumlah darah yang mengalir keotot-otot yang lebih aktif. Di bawah ini ciri-ciri beban luar (Suharno. yaitu 80% dari DNM dan umur atlet 20 tahun.

daya konsentrasi. kelenturan. (2) Metode latihan beban(weight training) adalah latihan-latihan yang sistematis. karena suatu metode melayani ketentuan pengorganisasian dari suatu kegiatan. mekanika biologis dan hormon-hormon yang dengan teratur mempertahankan homeostatis tubuh pada waktu istirahat maupun latihan (Sajoto.jantung guna memompa darah keseluruh tubuh secara optimal. 2004:76). Berikut ini akan dibahas beberapa metode dalam latihan fisik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan fisik para atlet. Untuk aliran darah pada saat istirahat hanya 15%-20% darah dari seluruh volume tiap menit. (4) susunan biokimia dalam otot lebih baik. sementara pada waktu latihan yang cukup melelahkan. 1996:109). 2004:74). atau memelihara kondisi tubuh seseorang. 1986:159). 1988:193). untuk mencapai tujuan tertentu (Hadisasmita dan Syarifuddin.. kecepatan dan fleksibelitas (Hadisasmita dan Syarifuddin. Tenaga aerobic adalah kemampuan tubuh untuk memanfaatkan oksigen dan disepakati sebagai cara terbaik untuk mengukur kondisi kardiovaskuler (Baley. menambah frekuensi dan rythme . 1996:110). tenaga. Setelah memahami ciri beban luar dan beban dalam maka para pelatih harus membuat dan memberikan latihan pada atletnya sesuai dengan berat ringannya beban latihan yang dikehendaki. (5) Metode latihan naik turun bangku(bench stepping). (7) Metode latihan anaerobic . sedang utuk orang yang terlatih atau atlet denyut jantung mereka waktu istirahat dapat mencapai tingkat yang paling rendah yaitu antara 28-40 (Sajoto. memperpendek waktu recovery. Dan untuk denyut jantung seorang yang normal rata-rata antara 60-80 kali tiap menit. mengembalikan atau memelihara kondisi tubuh seorang atlet (Hadisasmita dan Syarifuddin. maka seorang pelatih harus memperhatikan bahan-bahan beban luar latihan di atas. tetapi aerobic berbicara tentang tenagaaerobic yang diperlukan untuk ketahanan fisik. Pada latihan naik turun bangku ini merupakan latihan fisik yang sederhana dimana didalam melakukan latihannya menggunakan kotak. 2004:71) Weight training adalah program latihan kekuatan menggunakan tahanan yang diberikan oleh beban seperti barbel dan dumbell. Aerobic tidak berkaitan dengan dengan usaha peningkatan kekuatan. kelincahan atau kecepatan gerakan tubuh yang sangat dibutuhkan dalam atletik. 1988:196). bangku atau sejenisnya menurut Hawkey (dalam Budiwanto. juga memperbaiki secara serempak kesegaran jasmani daripada tubuh. system bekerja seseorang pelatih atau olahragawan sehubungan dengan pengetahuan dan kemampuannya yang cukup. dimana beban hanya dipakai sebagai alat untuk menambah tahanan terhadap kontraksi otot. yang dialirkan keotot. Latihan interval adalah latihan kondisi yang sangat dianjurkan oleh semua pelatih terkenal karena dalam mengembangkan daya tahan dan stamina atlet hasilnya sangat positif (Hadisasmita dan Syarifuddin. otot akan menerima 80%-85% dari seluruh volume tiap menit. 1. Proses ini dikerjakan secara serentak oleh syaraf. perhatian dan mengatasi masalah yang merupakan tantangan bagi atlet. METODE LATIHAN FISIK Metode latihan menurut Hadisasmita dan Syarifuddin (1996:142) adalah suatu cara tertentu. daya tahan. mengembalikan. Metode-metode latihan fisik tersebut diantaranya yaitu: (1) Metode latihan sirkuit (circuit training) adalah suatu sistem latihan yang selain menghasilkan perubahan-perubahan positif pada kemampuan motorik. kekuatan otot. pada latihan ini dijelaskan bahwa pada suatu waktu kerja dengan intensitas dan kecepatan tinggi dalam waktu . Namun metode bukan suatu bentuk mengajar. (5) psikologis yang dimaksud disini yaitu bahwa psikologis juga berpengaruh lebih baik terutama menigkatnya kemampuan menerima tekanan (strees). Menurut Suharno (1993:2) menyatakan bahwa speed play atau fartlek adalah suatu system latihan daya tahan yang maksudnya adalah untuk membangun. (4) Metode latihan lari bermain-main kecepatan (speed play atau fartlek) adalah suatu system latihan daya tahan untuk membangun. Menurut Bompa (dalam Budiwanto. 1996:106). (6) Metode latihan aerobik adalah kekuatan yang kecil atau sedang yang dapat dipertahankan untuk jangka waktu yang lama menggunakan energi yang berasal dari pembakaran O2. Apabila seorang pelatih ingin membuat program latihan fisik dan ingin memperberat volume atau meningkatkan intensitas . H. 1996:105). (3) Latihan Interval (Interval Training) adalah suatu system latihan yang berganti-ganti melakukan dengan giat (interval kerja) teratur dan berulang-ulang dengan periode kegiatan dengan intensitas rendah (periode sela) dalam setiap latihan (Kent dalam Budiwanto.

yang tidak diperoleh secara cepat dari sumber aerobic. Jadi sebaiknya untuk meningkatkan VO 2 maks dilakukan latihan anerobik dengan inyerval istirahat. (2) Metode Latihan Beban (Weight Training). 1994:3). maka kemampuan sel untuk menggunakan oksigen juga lebih tinggi. kelincahan dan kecepatan. 1993:256) mengatakan bahwa keadaan latihan. Ekblom (dalam Dwijoyowinoto. (3) Latihan Interval (Interval Training) . Anaerobic berarti tanpa oksigen. Sedangkan Dwiyogo dan Sulistyorini (19991:60) menyatakan: Latihan dan proses erobik yang lama akan memberikan perbaikan-perbaikan pada jantung dan peredaran darah. (7) Metode Latihan Anaerobic. (6) Metode Latihan Aerobic . Peningkatan VO2 maks juga tidak bisa dilakukan dengan hanya beberapa latihan tetapi harus secara terus menerus dan berlanjut yang sesuai dengan program yang dilaksanakan. Tujuan latihan peningkatan kondisi fisik adalah meningkatkan kekuatan. dengan sub maksimal sudah dapat meningkatkan. otot-otot kaki menghendaki energi agar segera diisi lagi. oleh karena itu latihan-latihan yang dikerjakan terutama untuk otot serta ketahanan jantung dan paru. Keadaan seperti ini ada proses lain yang disebut metabolisme anaerobic . agar VO 2 maks atau kondisi fisik tetap terjaga dengan baik. Menurut Hadisasmita dan Syarifudin (1996:129) mempersiapkan komponen kondisi fisik umum seperti kekuatan. (3) Untuk ketahanan erobik selain dibutuhkan kemampuan jantung dan paru untuk mengangkut oksigen yang banyak. maka energi yang dibutuhkan tidak dapat dipenuhi dengan pembakaran karbohidrat saja. persiapan tersebut dapat berlangsung selama 2-3 bulan. Menurut Soekarman (1986:82) “komponen-komponen ini berhubungan dengan struktur dan faal dalam tubuh. PENJELASAN TENTANG LATIHAN UNTUK MENINGKATKAN V02 . (5) Metode Latihan Naik Turun Bangku (Bench Stepping). I. 2004:82) Berdasarkan penjelasan di atas ada beberapa metode Latihan Fisik yaitu: (1) Metode Latihan Sirkuit (Circuit Training) . Jantung akan lebih kuat dan mampu memompa lebih banyak darah. kelentukan.1984:4) . Persediaan lemak dalam otot hanya dapat ditingkatkan dengan latihan erobik yaitu denagn beban ringan untuk jangka waktu yang lama. akan tetapi dalam olahraga sepakbola juga harus didukung oleh latihan yang bersifat erobik. Aktivitas fisik yang teratur dapat menyebabkan badan menjadi lebih tahan pada tuntutan latihan. Hal tersebut menyebabkan pengangkutan oksigen yang diambil di dalam paru-paru dan dikirim ke seluruh serta pembuangan sisa metabolisme menjadi lebih efisien. ketahanan. tetapi ada juga yang mengatakan bahwa untuk meningkatkan VO2 maks harus dikerjakan latihan anerobik. karena dengan latihan anerobik dapat diberikan beban maksimum pada sistem jantung dan paru. “Kenaikan kebutuhan energi memberi penekanan pada kemampuan badan untuk menyediakan oksigen dan bahan bakar yang diperlukan otot” (Sumosardjuno. kebiasaan kegiatan dan latar belakang latihan olahragawan dapat mempengaruhi nilai VO2 maks. tetapi harus membakar lemak. daya tahan. Selama latihan. kecepatan dan lain-lain seharusnya dilakukan latihan dalam waktu yang cukup lama. Apabila kita berlari 20 km. Peningkatan VO2 maks tidak bisa dilakukan tanpa adanya suatu program atau pola latihan yang sesuai dengan prinsip-prinsip latihan fisik. Setelah memahami metode latihan fisik maka seorang pelatih dalam membuat program latihan fisik dan memberikan latihan fisik pada atletnya harus mengacu pada beberapa metode latihan fisik seperti yang telah dijelaskan diatas 1. Olahraga sepakbola adalah olahraga yang bersifat anerobik. sehingga energi anaerobic dikeluarkan jika masukan oksigen tidak cukup Getchell (dalam Budiwanto. tetapi beban sub maksimal sebagian besar sudah merupakan peristiwa anerobik. Lebih lanjut Mc Ardle (2001:477) mengatakan bahwa VO 2maks dapat meningkat kira-kira 15-25 % lebih pada latihan intensif selama 3 bulan pertama dan mungkin akan meningkat mencapai 50 % lebih dalam waktu 2 tahun.yang pendek memerlukan energi segera. Sedangkan Thompson dan Mc Ghee (dalam Strauss. maka dengan sendirinya yang terlihat adalah perubahanperubahan dalam kedua alat tersebut”. (2) Sebetulnya beban untuk meningkatkan VO 2 maks tidak perlu maksimal. Menurut Soekarman (1987:58) ada beberapa pendapat mengenai latihan untuk meningkatkan VO 2 maks: (1) Sebaiknya mengerjakan latihan erobik karena dengan latihan erobik sudah ada pembebanan yang meningkatkan kerja jantung maupun paru. (4) Metode Latihan Lari Bermain-main Kecepatan (Speed Play atau Fartlek).

(3) waktu yang digunakan produktif (efektif dan efisien). Frekuensi Latihan Menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:70) frekuensi latihan diartikan sebagai jumlah latihan yang dilakukan setiap minggunya. sedangkan antara 8-10 minggu untuk tujuan anerobik. bertujuan meningkatkan kemampuan fisik pada taraf lebih tinggi atau baik menjelang pertandingan. (2) harus dapat memperlancar peredaran darah ke jantung secara efektif. 2005:35) pengaruh latihan dapat meningkatkan VO 2 maks dan dapat dicapai dengan cara meningkatkan efisiensi kerja semua sarana penyedia serta penyalur oksigen. Harsono (dalam Harsuki dan Elias 2003:308) mengatakan. Latihan daya tahan juga dapat merubah faktor-faktor penting lainnya. Intensitas Latihan Fisik atau Olahraga Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi seorang olahragawan dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. sehingga memudahkan upaya-upaya peningkatan komponen pelatihan pada tahap berikutnya. Menurut Cooper (dalam Wahyu. Program latihan peningkatan kondisi fisik atau VO2 maks memerlukan persiapan fisik dan perancangan program yang baik sesuai dengan prinsip-prinsip program latihan kesegaran jasmani. Menurut Djidie (1997:77) program dan aplikasi pelatihan fisik harus dirancang pengembanganya melalui tahapan sebagai berikut: (1) Persiapan fisik umum. Macam atau Jenis Latihan Fisik Bentuk latihan fisik yang baik menurut Pussegjasrek (1994:57) antara lain. “(a)prinsip beban berlebih. sesuai dengan kebutuhan gerak atau penampilan dalam olahraga itu. . maka latihan hendaknya dilakukan minimal 3 kali dalam seminggu agar mendapatkan efek latihan yang diharapkan. akibat dari perencanaan yang matang itu ialah bahwa degree of training (derajat latihan) dan kualitas latihan akan naik sehingga akan dapat meningkatkan kapasitas kerja serta penampilan. (1) gerakan-gerakanya melibatkan otot-otot besar tubuh. khususnya menghadapi pertandingan. perubahan pada tekanan darah. Lama Latihan Wilmore dan Costill (dalam Sajoto. Apabila latihannya kurang dari 2 kali seminggu maka akan kurang mendapatkan efek latihan yang diharapkan. Pengaruh yang lebih luas lagi menurut Arnheim (1995:64) bahwa latihan daya tahan bukan hanya penting untuk memperbaiki VO 2 maks dan menurunkan tekanan darah tapi hal tersebut juga merupakn faktor kunci dalam pencegahan cedera. jadi program latihan peningkatan VO 2 maks harus berlangsung cukup lama dan sesuai dengan perencanaa dan metode yang benar.mengatakan bahwa hasil fisiologis yang utama dari program latihan daya tahan adalah peningkatan dalam latihan atau VO2 maks. perubahan pada jaringan ikat. Dalam menyusun suatu program latihan penigkatan kondisi fisik hendaknya memperhatikan beberapa prinsip latihan fisik antara lain: 1. (3) Peningkatan kemampuan gerak motorik khusus. Prinsip Dasar Latihan Menurut Pussegjasrek (1994:56) prinsip-prinsip dasar latihan antara lain. perubahan pada penyesuain terhadap panas. Pada fase ini pelatihan bertujuan memahirkan gerakan-gerakan utuh. Menurut Ramana (dalam Wahyu. 1988:210) menyatakan bahwa lama latihan yaitu antara 12-16 minggu untuk tujuan endurance. (d) prinsip spesifik. (b) prinsip tahanan tambahan. Sedangkan menurut Pussegjasrek (1994:59) untuk mencapai tingkat kesegaran jasmani yang baik. 1. (2) Persiapa fisik khusus. perubahan pada otot dan serabut-serabut otot. bertujuan meningkatkan kemampuan kerja organ-organ tubuh . (e) prinsip individu”. 2005:49) adaptasi dari latihan berperan dalam perubahan yang nyata pada kapasitas oksigen maksimal. 1. seperti perubahan pada komposisi tubuh. 1. (c) prinsip latihan beraturan. 1.

Menurut Suharto (1997:98) menyatakan bahwa intensitas latihan merupakan komponen kualitatif yang mengacu pada jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu unit waktu tertentu. Kemudian tentukan takaran intensitas latihannya. K. Skala intensitas untuk latihan kecepatan dan kekuatan sebagai berikut (Suharno. Dan intensitas latihan dapat diklasifikasikan tinggi rendahnya berdasarkan beberapa indikator. (2) latihan khusus (special exercise ): latihan khusus ini terdiri dari dua bentuk. antara lain: 1) berdasarkan persentase kecepatan dan kekuatan yang digunakan dalam latihan. Karakteristik Esktrakulikuler . L. maka latihan hendaknya dilakukan minimal 3 kali dalam seminggu agar mendapatkan efek latihan yang diharapkan. (2) maksimal 100% dari prestasi terbaik. Untuk mencapai tingkat kesegaran jasmani yang baik. LATIHAN FISIK UNTUK MENINGKATKAN VO2 Bentuk latihan fisik yang baik menurut Pussegjasrek (1994:57) antara lain. latihan umum diambil dari latihan olahraga tertentu atau senam yang tidak berisi elemen-elemen gerka kompetisi dan dilakukan tanpa menggunakan peralaten senam. 1993:22): (1) super maksimal 101% – ke atas dari prestasi terbaik. 1. maka 80% x (220 – 20) = 160 kali/menit (intensitas sub maksimal). frekuensi. Sedangkan menurut Harre (dalam Mutohir. (3) waktu yang digunakan produktif (efektif dan efisien). agar menghasilkan latihan dan tingkat kesegaran jasmain yang lebih baik”. MR push-upindividu dapat dihitung misalnya: mampu 30 kali. 1. Suharno (dalam Budiwanto. intensitas. 2. Sedangkan menurut Pussegjasrek (1994:59) bahwa latihan fisik pada intensitas yang lebih besar maka waktu yang dibutuhkannya lebih pendek. Apabila latihannya kurang dari 2 kali seminggu maka akan kurang mendapatkan efek latihan yang diharapkan. Beban latihan dibedakan menjadi dua yaitu beban latihan luar dan dalam. terdiri dari latihan yang mengandung gerak-gerak bagian dari seluruh rangkaian gerak. sedangkan antara 8-10 minggu untuk tujuan anerobik.1. J. 1. Pengaruh latihan kebugaran jasmani terhadap sepak bola 2. Sedangkan untuk menghitung denyut nadi yaitu pertama dihitung denyut nadi maksimal (DNM) dengan rumus: 220 – umur. (3) sub maksimal 80% – 99% dari prestasi terbaik. 1999:67) bahwa latihan pada umumnya dikategorikan dalam tiga bentuk: (1) Latihan kompetisi (competitive exercise): latihan kompetisi merupakan bentuk latihan yang urutan gerak dan tipe karakteristik geraknya menyerupai tuntutan suatu kompetisi khusus suatu event cabang olahraga yang merupakan spesialisasi atlet yang bersangkutan. 2) berdasarkan jumlah denyut nadi dalam mereaksi beban latihan. 1. Intensitas Latihan Fisik atau Olahraga Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi seorang olahragawan dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. Beban luar adalah volume. berarti dalam satu giliran latihan pushup ditemukan 80% x 30 kali (MR) = 24 kali. bentuk yang pertama hamper sama urutan geraknya dengan latihan kompetisi tetapi karakteristik pembebanannya berbeda dan latihannya mencakup elemen-elemen atau kombinasi elemen dari latihan kompetisi. (3) latihan umum (general exercise ). Frekuensi Latihan Menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:70) frekuensi latihan diartikan sebagai jumlah latihan yang dilakukan setiap minggunya. 2005:13) menjelaskan bahwa: Beban latihan (loading ) adalah bentuk latihan jasmani yang menimbulkan rangsangan fisik dan mental atlet untuk dilawan selama aktivitas berlatih dalam mencapai prestasi olahraga. (2) harus dapat memperlancar peredaran darah ke jantung secara efektif. ini berarti intensitas maksimal untuk individu tersebut 30 kali/100%. 1988:210) menyatakan bahwa lama latihan yaitu antara 12-16 minggu untuk tujuan endurance. (4) medium 60% – 70% dari prestasi terbaik. dan jika intensitas latihan fisik lebih kecil maka waktu latihan yang dibutuhkan lebih lama. dan bentuk latihan khusus yang kedua. (5) low (rendah) 59% ke bawah dari prestasi terbaik. 3. Bila menginginkan intensitas sub-maksimal dalam latihan. Lama Latihan Wilmore dan Costill (dalam Sajoto. Beban dalam adalah suatu beban latihan yang mempengaruhi fisiologi dan psikologi atlet. (1) gerakan-gerakanya melibatkan otot-otot besar tubuh. durasi dan irama. Cara menghitung intensitas dengan maximum repeatation (MR). yaitu 80% dari DNM dan umur atlet 20 tahun. 1.

misalnya: olahraga. 1982:33). bakat. bakat. untuk menyalurkan bakat dan minat dan untuk melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya. Dwiyogo (2007:55) menyatakan kegiatan pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. Beberapa cabang ekstrakurikuler baik secara perorangan maupun kelompok diharapkan dapat meraih prestasi yang optimal. Tujuan Kegiatan Ekstrakurikuler Menurut Sarifudin (1982:33) bahwa “program ekstrakurikuler dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan. budaya dan alam sekitarnya. secara otomatis siswa telah membentuk wadah-wadah kecil yang di dalamnya akan terjalin komunikasi antar anggota dan sekaligus dapat belajar vdalam mengorganisir setiap aktivitas kegiatan ekstrakurikuler. ekspresi dan lain-lain. Dengan adanya kegiatan yang dilakukan di luar sekolah maka siswa dapat menyalurkan.com) Selain itu tujuan lain dari kegiatan ekstrakurikuler adalah: Menumbuh kembangkan pribadi peserta didik yang sehat jasmani dan rohani. dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah. Sahertian (1987:83) menyatakan kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran biasa (termasuk pada waktu libur) yang dilakukan di sekolah ataupun di luar sekolah dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai mata pelajaran.Pengertian Kegiatan Ekstrakurikuler Keterbatasan waktu berolahraga yang dilakukan secara formal sangat menghambat tercapainya pembinaan secara maksimal untuk perkembangan dan pertumbuhan siswa.blogspot. setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah.com). Melalui ekstrakurikuler siswa dapat benarbenar menjadi manusia yang intensif. serta menanamkan sikap sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab melalui berbagai kegiatan positif di bawah tanggung jawab sekolah (http://nisanurdini. bersikap sportif. menyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya.multiply. berjuang untuk mencapai prestasi secara jujur dan lain-lain. Dari paparan di atas maka dapat disimpulkan bahwa tujuan kegiatan ekstrakurikuler adalah untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan. Dengan aktifnya siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler. Siswa dapat belajar untuk menghormati keberhasilan orang lain. memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan sosial. Kegiatan ekstrakurikuler diharapkan dapat membina dan mengembangkan minat yang ada pada siswa serta memupuk bakat yang dimiliki siswa. dapat diberikan pada jam-jam di luar sekolah”. dapat diberikan pada jam-jam di luar sekolah (Sarifudin. Menurut Ahmadi (1984:105) kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan-kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub-klub. memaksimalkan dan mengembangkan kemampuan beserta bakatnya yang terpendam di dalam dirinya masing-masing. Selain itu ekstrakurikuler mempunyai tiga tujuan dasar sebagai berikut: (1) Membina minat dan bakat siswa. kesenian. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. minat. baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah (http://ekskulabsky. Dari pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran (tatap muka) dengan maksud untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan. Oleh karena itu sering sekali atau pun wajib diadakan kegiatan di luar jam sekolah untuk memaksimalkan kegiatan bagi siswa yang mengikutinya walaupun kegiatan tersebut tidak formal. potensi. untuk memperluas pengetahuan. Tujuan kegiatan ekstrakurikuler . (3) Pencapaian prestasi yang optimal. di mana hal-hal yang tidak dapat diselesaikan dalam program yang telah ditentukan dalam jam-jam pelajaran sekolah. (2) Sebagai wadah di sekolah. di mana hal-hal yang tidak dapat diselesaikan dalam program yang telah ditentukan dalam jam-jam pelajaran sekolah. Ekstrakurikuler adalah suatu program yang dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan.

(b) Diberikan di luar jam pelajaran dan diawasi oleh guru yang bertanggung jawab tentang bidang pelajaran tersebut. Melalui ekstrakurikuler dibina satu kesatuan individu yang utuh fisik dan psikis. (6) teknik melempar bola. dan strategi. Dari ciri-ciri yang dikemukakan oleh Sarifudin di atas maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler mempunyai ciri-ciri sebagi berikut: (1) diselenggarakan di luar pembelajaran formal. (7) teknik gerak tipu dengan bola. dengan waktu 2×45 menit. fisik. kecuali seorang penjaga gawang yang bebas menggunakan anggota badan apapun (Abdoellah. kelincahan. teman. keseimbangan. kekuatan. artinya mempunyai pengaruh terhadap pencapaian tujuan kurikulum. Pada mulanya sepakbola merupakan olahraga untuk sekedar hobi tapi lambat laun sepakbola menjelma sebagai olahraga yang bisa mendatangkan uang atau dengan kata lain sepakbola merupakan suatu pekerjaan. 1981:409). dan beberapa macam kegiatan yang dapat berpengaruh terhadap kesempurnaan proses dan keberhasilan proses belajar mengajar. Sepakbola merupakan permainan beregu yang dimainkan tiap regu terdiri dari 11 pemain termasuk penjaga gawang. kapanpun. Kendati demikian sepakbola mempunyai banyak aspek atau bagian yang masing-masing perlu diperhatikan. Tujuan dari sepakbola ini adalah memasukkan bola ke gawang lawan dan berusaha mempertahankan gawangnya agar tidak kemasukan. semuanya melakukan permainan sepakbola. Untuk itu sebagai seorang pemain sepakbola hendaklah memiliki keempat hal yang tersebut diatas terutama teknik dan fisik yang merupakan teknik dasar dalam bermain sepakbola. Menurut Luxbacher (1998:2) menyatakan bahwa sepakbola adalah suatu pertandingan yang dimainkan 2 tim yang masing-masing beranggotakan 11 orang pemain. kecepatan. mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. (3) diberikan untuk upaya pembinaan manusia seutuhnya. guru. dan (8) teknik penjaga bola. (e) Ekstrakurikuler dapat berupa olahraga. seperti: teknik. (4) teknik menyundul bola. dan rekreasi. darmawisata. M. Permainan ini hampir seluruhnya menggunakan kemahiran kaki. (2) diberikan untuk mengembangkan bakat dan minat siswa. Karena .tidak akan berhasil tanpa adanya partisipasi dari pihak lain seperti: prasarana. 1. Sedangkan menurut Batty (2004:8) sepakbola adalah permainan beregu yang dimainkan oleh individu-individu untuk menyebar luaskan gagasan dari pelatih agar sepakbola menjadi permainan yang lebih baik dan menyerang dalam kerangka suatu kerjasama beregu. (2) teknik menerima bola. (d) Ekstrakurikuler pelaksanaannya berbeda dalam cara dan sifat pelaksanaan dari kurikuler. orang tua. Dan semua ini dapat diperoleh dengan latihan konsdisi fisik dengan terus menerus tanpa merasa bosan. dan kelentukan. Permainan ini dimainkan di lapangan berumput dengan ukuran panjangnya 100-110 meter dan lebarnya 64-75 meter yang mana lamanya permainan sepakbola ini adalah 2×45 menit dengan dipimpin oleh 1 orang wasit dan 2 orang asisten wasit. dan masyarakat. Selain menguasai teknik-teknik dasar bermain sepakbola yang tersebut diatas masih ada faktor-faktor lain yang dapat menunjang seorang pemain sepakbola untuk berprestasi. (3) teknik menggiring bola. (5) teknik merampas bola. kesenian. pramuka. yaitu anak didik. dan apapun bentuk sepakbola? Olahraga ini adalah salah satu olahraga yang paling digemari diseluruh dunia. Sepakbola adalah permainan beregu yang dimainkan masing-masing regu sebelas pemain termasuk seorang penjaga gawang. Ciri-ciri Kegiatan Ekstrakurikuler Sarifudin (1982:45) menyebutkan ciri-ciri kegiatan ekstrakurikuler sebagai berikut: (a) Merupakan bentuk kegiatan yang berkaitan atau berhubungan langsung dengan kurikulum sekolah. mulai dari pelosok-pelosok desa sampai kota-kota besar. Menurut Hariyoko dan Mahmud (1991:3) teknik-teknik dasar dalam permainan sepakbola adalah: (1) teknik menendang bola. KARAKTERISTIK SEPAK BOLA Sepakbola dan Karakteristiknya Di manapun. Faktor-faktor itu antara lain: daya tahan. (c) Mempunyai subyek yang sama atau sasaran yang sama. taktik.

4). berputar ke mana saja untuk menghindari lawan. Adapun langkah – langkah yang akan dicapai oleh peneliti adalah sebagai berikut: 1. Dari berbagai macam – macam langkah pengembangan yang dikemukakan oleh borg dan Gall yang sebagian di modifikasi oleh peneliti. penyusunan buku pegangan. Mengembangkan Produk Awal ( berupa penerapan formasi pertahanan) . Mengembangkan bentuk produk awal (penyiapan materi pengajaran.penentuan urutan pengajaran. berputar. Melakukan perencanaan (pendefinisian keterampilan. (7) Melakukan revisi produk ( berdasarkan saran – saran dan uji coba lapangan utama) (8) Uji lapangan meliputi (9) Revisi Produk Akhir. Menggunakan uji lapangan permulaan menggunakan 16 – 12 subjek). uji coba produk. Tidak kita pungkiri bahwa seorang pemain sepakbola yang memiliki skill individu yang baik tidak akan berarti apa-apa bila tidak ditunjang dengan kondisi fisik yang prima. anda membungkuk. dan semua itu harus membutuhkan stamina dan kondisi fisik yang prima. olahraga sepakbola memerlukan dua sistem energi yaitu aerobik dan anaerobik. pengamatan kelas. A.seorang pemain sepakbola yang telah memiliki teknik individu yang baik dan ditunjang oleh stamina yang prima. dan tehnik analisis data.Model Pengembangan Dalam penerapan Program latihan kebugaran jasmani ini peneliti menggunakan pengembangan milik Borg dan Gall (1983:775) yang terdiri dari: 1). 3). Ditambahkan pula oleh Devaney (1988:71) di dalam permainan sepakbola anda harus menggiring bola. Permainan sepakbola merupakan olahraga yang membutuhkan waktu yang lama.Melakukan penelitian dan pengumpulan informasi (kajian pustaka. prosedur pengembangan. berbalik badan dan menangkap atau menghalau bola untuk penjaga gawang.intrumen penelitian. persiapan laporan tentang pokok persoalan. berbelok ke kanan. 2). BAB III METODE PENGEMBANGAN Dalam metode pengembangan akan diuraikan tentang model pengembangan. Akan tetapi dalam permainan sepakbola sewaktu-waktu juga membutuhkan kecepatan. maka taktik dan strategi yang diintruksikan oleh pelatih akan mudah dijalankan. Dengan demikian peran latihan fisik didalam permainan sepakbola sangat menunjang bagi pemain untuk berprestasi baik di level lokal maupun internasional. subjek uji coba. Dan stamina merupakan unsur utama dalam permainan sepakbola pemain harus mempersiapkan diri untuk mengalami kelelahan fisik. sehingga seorang pemain akan memiliki daya tahan dan kecepatan secara seimbang. 2. Untuk itu dalam melatih kondisi fisik pelatih juga harus memperhatikan kedua sistem energi tersebut dalam menyusun program latihan. Dan olahraga yang membutuhkan kecepatan membutuhkan sistem energi anaerobik. seperti: lari sprint . untuk itu dalam permainan sepakbola menggunakan sistem energi aerobik. dengan pertimbangan kebutuhan untuk menghasilkan produk pembuatan program Latihan Kebugaran jasmani di ekstrakulikuler sepak bola di MAN tlogo blitar Kabupaten Blitar. Melakukan revisi terhadap produk utama ( sesuai dengan saran – saran dari hasil uji lapangan permulaan) (6) Melakukan uji lapangan utama. Menurut Devaney (1988:70) satu unsur dalam sepakbola yang tidak pernah berubah dari masa ke masa adalah stamina. perumusan tujuan. berbelok ke kiri. berhenti.dan uji coba skala kecil. berlari.Melakukan penelitian dan pengumpulan data informasi termasuk kajian pustaka dan analisis kebutuhan. Bila dilihat dari urain di atas. 5 ).jenis data.dan perlengkapan evaluasi).

5. 4. uji lapangan dengan menggunakan tehnik koesioner kemudian di analisis 6. Dalam pembuatan Produk yang dikembangkan ini. 1 kepelatihan di bidang sepak bola. 3. 5. revisi produk dari peninjauan para ahli. dan Ahli Program latihan kebugaran Jasmani sepak Bola sebagai perbaikan dari produk yang telah di ujicobakan. 7.Analisis kebutuhan Analisis kebutuhan merupakan langkah – langkah yang digunakan untuk mengkaji keadaan lapangan dengan tujuan apakah produk yang dikembangkan diterima atau tidak oleh subjek. maka dilakukan revisi dari masukan beberapa ahli yaitu ahli kepelatihan sepak Bola. kusioner.ahli tehnik dalam program latihan sepak bola. B. 2. Dalam hal ini berperan sebagai konsultan dan memberikan masukan dalam penyempurnaan Produk untuk di ujicobakan di lapangan.uji coba produk Uji coba produk ini dimaksudkan untuk memperoleh masukan.3. Evaluasi dari para ahli dengan kualifikasi yaitu.Revisi Produk Akhir . Revisi produk Pertama. Tahap dari prosedur ini antara lain sebagai berikut: 1. Revisi ini digunakan untuk perbaikan terhadap produk awal yang dibuat peneliti. serta menggunakan tehnik wawancara. Analisis kebutuhan tersebut dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara guru pendidikan jasmani di MAN Tlogo Blitar kabupaten Blitar mengenai produk yang dikembangkan peneliti. dilakukan melalui beberapa tahap. saran dan penilaian terhadap produk yang dikembangkan. 6. revisi Produk akhir yang dihasilkan oleh uji coba lapangan ( kelompok Besar.Revisi produk pertama Setelah uji coba produk. hasil produk penerapan formasi pertahanan yang dihasilkan melalui revisi uji coba lapangan. serta uji coba kelompok kecil.Uji Coba Lapangan ( kelompok Besar ) Pada tahap ini dilakukan uji coba lapangan ( kelompok Besar ) terhadap produk yang dikembangkan dengan menggunakan subjek uji coba 22 siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Kabupaten blitar. Prosedur Pengembangan Pada pengembangan program latihan kebugaran jasmani.Pembuatan Produk Awal Setelah melakukan analisis kebutuhan. 4. peneliti membuat produk kemudian di uji cobakan kepada kelompok kecil tetapi sebelumnya dikonsultasikan dan di uji oleh para Ahli. langkah selanjutnya adalah membuat Produk Awal berupa pembuatan program Latihan kebugaran jasmani dalam permainan Sepak Bola. lalu dikumpulkan dan analisis.

Revisi produk Pertama Hasil dari data ahli tersebut dianalisis. Tujuan kelompok kecil ini digunakan untuk meminimalkan kesalahan yang ditemui dan mengetahui tanggapan dari produk awal yang dikembangkan.Hasil Akhir Hasil Akhir Berupa Produk yang telah dihasilkan dari uji lapangan ( kelompok Besar ) sebagai bentuk penerapan program latihan kebugaran jasmani sepak bola. Subyek Uji Coba . b. dan dapat dimungkinkan untuk digunakan dalam lingkup yang sebenar – benarnya. (2) meminta kepada siswa untuk memberikan tanggapan dan pendapat tentang penerapan Program latihan Kebugaran Jasmani dalam permainan sepak bola dengan menggunakan koesioner. a.Uji Coba Produk Uji coba Produk ini dilakukan untuk mengumpulkan data yang digunakan sebagai dasar dalam menetapkan kelayakan dari produk yang dikembangkan. 7. maka produk ini dikembangkan ini terlebih dahulu diuji oleh para ahli. Dalam bagian ini yang harus diperhatikan yaitu: (1) rancangan uji coba (2) Subjek uji coba (3) intrumen pengumpulan data dan (4) tehnik analisi data 1. 3. sebagai perwakilan kelompok besar selama 8 kali pertemuan. Dari kegiatan uji coba kelompok lapangan dimasudkan untuk mengetahui keefektifan perubahan yang dilakukan sebelumnya. C. Blitar. Evaluasi tahap ini terdiri dari : 1.Evaluasi tahap kedua Uji lapangan atau kelompok besar dilaksanakan di MAN Tlogo Blitar. metode pengambilan subjek yaitu menggunakan prosedur yang dilakukan dalam bentuk uji coba ini adalah (1) menerapkan penerapan Program latihan kebugaran jasmani dalam permainan sepak bola kepada siswa. Hasil data yang diperoleh dari uji lapangan atau kelompok besar ini digunakan untuk menyempurnakan keseluruhan pengembangan program latihan kebugaran jasmani dalam kegiatan esktrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar. Evaluasi tahap pertama.Revisi produk dari hasil uji coba lapangan yang telah diujicobakan pada peserta ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Kab. selanjutnya dijadikan acuan untuk merevisi produk penerapan Program latihan kebugaran Jasmani dalam permainan sepak bola sebelum diujicobakan untuk kelompok kecil.Desain uji coba Desain uji coba dilaksanakan melalui dua tahap yaitu: (1) evaluasi tahap pertama dan evaluasi tahp kedua. 2. 2.Tinjauan Ahli Untuk memperoleh masukan tentang rancangan penerapan Informasi program latihan kebugaran Jasmani sepak bola .Uji coba kelompok kecil Uji coba kelompok kecil dilaksanakan di MAN Tlogo Kabupaten Blitar untuk siswa yang mengikuti ekstrakulikuler sepak bola dengan subjek 12 pemain.

pengembangan ini data yang digunakan adalah kuantitatif dan Kualitatif.Dalam pengembangan produk. Kriteria pemilihan siswa sebagai sebyek pengembangan 12 orang siswa esktrakulikuler sepak bola MAN Tlogo Blitar. Rumus yang digunakan untuk menganalisis dan menggunakan rumus dari Sudjana (1990:40 ) a. dan sebagai pelatih sepak bola. subjek uji coba yang digunakan meliputi: untuk kelompok uji coba siswa terdapat dua kelompok uji coba yaitu: 12 pemain untuk uji coba kelompok kecil dan 22 pemain MAN Tlogo Blitar untuk uji coba kelompok besar. Jenis Data Dari data yang diperoleh dari hasil evaluasi ahli.Rumus untuk mengolah data secara keseluruhan uji coba P = ∑ X x 100 % ∑ Xi Keterangan P ∑X ∑Xi : Persentase hasil keseluruhan subyek uji coba : Jumlah keseluruhan jawaban subyek uji coba dalam keseluruhan aspek penilaian : jumlah keseluruhan maksimal subyek uji coba 100% : Kostanta . 5. intrumen yang dibuat untuk pengumpulan data adalah angket yang dibuat sendiri dengan mengacu pada analisis kebutuhan. Kriteria bagi ahli sepak bola dan ahli dalam program latihan kebugaran jasmani mempunyai sertifikasi kepelatihan sepak bola.Rumus untuk mengolah data per sebjek uji coba P= X X 100% X1 Keterangan : P = persentase hasil evaluasi uji coba X= Jumlah jawaban skor oleh subyek uji coba X1 = jumlah jawaban maksimal dalam aspek penilaian oleh subyek uji coba 100 %= Konstanta b. Tehnik ini digunakan untuk analisis data kuantitatif yang diperoleh dari hasil penyebaran angket. 4. 3. Intrumen yang dibuat untuk pengumpulan data adalah tehnik kuesioner untuk para ahli dan siswa. Prosedur yang dilakukan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan yang diperlukan.Tehnik analisis data Pengembangan ini tehnik analisis data yang digunakan adalah tehnik analisis diskriptif dengan persentase. Dengan demikian.Intrumen Pengumpulan Data Pada intrumen ini digunakan adalah pengembangan sendiri dengan mengacu pada metode atau prosedur yang sudah ditentukan.

Persentase 0-20 % 20. 1-100 % Klasifikasi Tidak baik Kurang baik Cukup baik Baik Sangat baik Makna Dibuang Diperbaiki Digunakan Digunakan Digunakan .1.70% 70. 5. 1. 2. 3. 1-90 % 90. 1996: 58 ) maka ditetapkan kriteria sebagai berikut: No 1.Untuk menentukan penafsiran terhadap hasil analisis persentase tingkat kemenarikan produk pengembangan digunakan klasifikasi persentase guilford ( dalam Fagih.40 % 40. 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful