PENGEMBANGAN PROGRAM LATIHAN KEBUGARAN JASMANI BERUPA LATIHAN FISIK UNTUK MENINGKATKAN V02 PADA PESERTA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER

SEPAK BOLA DI MAN TlOGO BLITAR PROPOSAL SKRIPSI Pembimbing: Oleh: HUMAID ALI HASAN NIM 208711415983

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN JURUSAN PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN DESEMBER DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang ………………………………………………………….

2. Rumusan Masalah………………………………………………………. ……… 3. Tujuan Penelitian ……………………………………………………… 4. Spesifikasi Produk yang diharapkan…………………………….. 5. Pentingnya Pengembangan ………………………………………….

6. Asumsi keterbatasan pengembangan ……………………………………. 7. Definisi Istilah…………………………………………………………………….

8. Sistematika penulisan 9. Definisi Operasional……………………………………………………………. BAB II KAJIAN PUSTAKA 1. Kesegaran Jasmani………………………………………………………

2. Tujuan kesegaran jasmani……………………………………………. 3. Komponen-komponen Kesegaran Jasmanai……………………………. 4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesegaran Jasmani…… 5. Program latihan ………………………………………………………….

6. Prinsip Latihan…………………………………………………………… 7. Beban Latihan …………………………………………………………….

8. Metode Latihan Fisik …………………………………………………. 9. Penjelasan Tentang program latihan untuk meningkatkan VO2 10. Latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan VO2 11. Peran Kesegaran Jasmani dalam Permainan sepak bola…… 12. Kegiatan Ekstrakurikuler…………………………………………………….. 13. Karakteristik Sepak Bola……………………………. BAB III METODE PENELITIAN 1. model pengembangan………………………………………………………….

2. prosedur pengembangan……………………………………………………… 3. uji coba produk,…………………………………………………………………. 4. subjek uji coba……………………………………………………………………. 5. jenis data……………………………………………………………………

6. intrumen penelitian…………………………………………………….. 7. tehnik analisis data……………………………………………………

BAB I PENDAHULUAN 1. A. Latar Belakang Pendidikan di Indonesia merupakan perwujudan manusia yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa berdasarkan (UUD 1945). Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kehidupan bangsa dan kemajuan suatu negara. Dengan adanya pendidikan bangsa indonesia akan mengalami kemajuan dan meninggalkan suatu bentuk keterpurukan, seperti sekarang ini. Untuk itu pemerintah harus lebih berkosentrasi terhadap pendidikan di indonesia dan juga harus membuat suatu kebijakan yang mengarahkan pada perkembangan pendidikan di indonesia. Pendidikan merupakan cara yang srategis untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Dengan kebijakan yang berkelanjutan khususnya dalam dunia pendidikan di indonesia, bukan mustahil pendidikan di indonesia akan menciptakan SDM yang berwawasan luas dan berkualitas. Sumber daya manusia yang berkualitas akan membawa pada kemajuan bangsa terutama dalam menjadikan masyarakat madani. Sehingga dengan adanya pendidikan yang bermutu maka semua hal yang berhubungan dengan masalah pendidikan akan cepat terselesaikan. Salah satu Pendidikan yang mengarahkan pada perkembangan perkembangan keseluruhan aspek manusia adalah pendidikan jasmani. Pendidikan jasmani hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu baik secara jasmani dan rohani. Sehingga pendidikan jasmani merupakan salah satu pendidikan yang sangat penting dan utama untuk kemajuan suatu bangsa. Pendidikan jasmani memiliki peran yang sangat penting dalam mengintensifikasi penyelenggaraan pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup. Pendidikan jasmani memberikan kesempatan pada siswa untuk terlibat langsung dalam aneka pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, bermain, dan berolahraga yang dilakukan secara sistematis ,terarah dan terencana. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina, sekaligus membentuk gaya

hidup sehat dan aktif sepanjang hayat. Badan Standart Nasional Pendidikan (2006:729) menyatakan bahwa: Pendidikan jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani,keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional,tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Pada hakekatnya pendidikan jasmani tidak hanya untuk mengembangkan badan tetapi juga untuk mengajarkan perilaku sosial, kebudayaan, dan menghargai etika serta mengembangkan kesehatan mental – emosional ( adisasmita, 1989:2 ) selain itu adisasmita juga berpendapat bahwa kegiatan jasmani tertentu yang dipilih dapat membentuk sikap / membentuk karakter yang berguna bagi pelakunya. Untuk mencapai tujuan tersebut harus ada lingkungan yang lebih banyak dari pihak lain seperti keluarga, sekolah, serta lingkungan. Untuk pendidikan jasmani yang diberikan di sekolah , tentu pihak sekolah mempunyai peran dan tanggung jawab yang tinggi. Dalam hal ini guru pendidikan jasmani harus mempunyai inovasi – inovasi untuk melaksanakan pembelajaran pendidikan jasmani guna mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Untuk mencapai tujuan pendidikan jasmani dan mengembangkan bakat dan minat siswa pihak sekolah menyelenggarakan kegiatan ekstrakulikuler. Menurut ahmadi ( 1984:105) kegiatan ekstrakulikuler adalah kegiatan – kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub – klub, misalnya: olahraga, kesenian, ekspresi dan lain- lain. Kegiatan ekstrakulikuler bertujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai berbagai mata pelajaran, meyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan menusia seutuhnya ( sahertian,1978:83 ). Jadi sekolah merupakan tempat dimana siswa dapat mengembangkan bakat dan minatnya kegiatan ektrakulikuler. Di MAN tlogo Blitar salah satu sekolah lanjutan akhir di blitar dengan jumlah siswa 850 siswa juga melaksanakan kegiatan ektrakulikuler. Man Tlogo blitar merupakan sekolah madrasah aliyah negeri di blitar yang menjadi salah satu sekolah favorit dengan keuggulan dalam ilmu agama dan umum. Akan tetapi tidak hanya ekstrakulikuler yang bergerak dalam bidang akademik saja yang banyak diminati oleh siswa , mereka juga sangat berantusias dalam mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang bergerak dalam bidang olahraga. Kegiatan ektrakulikuler olahraga diadakan oleh pihak sekolah bertujuan selain untuk menunjang proses belajar – mengajar khususnya pendidikan jasmani untuk mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa. Kegiatan ekstrakulikuler di Man Tlogo Blitar terdiri dari berbagai banyak cabang olahraga, diantaranya Badminton, sepak Bola, Tenis Meja, bola voli, dan futsal. Dari kelima ektrakulikuler tersebut siswa bisa memiliki ekstrakulikuler yang diinginkan sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa. Data peserta ekstrakulikuler olahraga di Man Tlogo Blitar sebagaimana ditunjukan sebagai berikut:

No 1. 2. 3. 4. 5.

Cabang Olahraga Badminton Sepak Bola Bola Voly Futsal Tenis Meja

Jumlah Peserta 25 22 27 23 24

( Sumber : Koordinator ekstrakulikuler di Man Tlogo Blitar ). Dari tabel diatas diketahui bahwasanya dari ke lima kegiatan ekstrakulikuler yang termasuk dalam kegiatan olahraga, cabang olahraga sepak Bola paling sedikit pesertanya dibanding dengan olahraga lain,

tetapi dalam sisi prestasi cabor sepak bola masih mempunyai nama daripada ektrakulikuler yang lain. Dalam survei beberapa hari kemarin teryata Prestasi sepak bola Man Tlogo blitar cukup menjanjikan.Terhitung beberapa Prestasi telah diraih khususnya di tahun 2008 – 2010. Pada tahun 2008/2009 Tim Sepak bola Man Tlogo blitar telah mencatat prestasi menjadi juara tiga PORSENI tingkat MAN/ MA se – Kabupaten Blitar. Kemudian tahun 2009/2010 Tim Sepak Bola Tim Man Tlogo Blitar telah meraih Prestasi Juara 1 POPDA Tingkat SMA/ MAN sederajat se- Kabupaten Blitar. Seiring perjalananya waktu Tim Manega dalam berapa bulan terakhir khususnya dari segi Prestasi agak menurun dan banyak faktor yang mempengaruhinya. kemarin saya mencatat banyak dari anggota Tim MANEGA banyak mengalami kekelahan dan keletihan sehingga para pelatih kebingungan dalam mengatasi anak buahnya. Faktanya menunjukan dengan kebugaran jasmani yang tidak bagus, dalam pertandingan Uji Coba selama3 kali berturut – turut hasilnya mengecewakan. 2 kali kalah dan 1 kali seri . Dari itu pelatih dengan peneliti pada hari sabtu tanggal 23 september menyetujui kesepakatan untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani para pemain perlu adanya Tes dan pengukuran. Tes yang dipilih oleh seorang pelatih dan peneliti adalah Tes Multistage. Peserta yang mengikuti tes kebugaranjasmani pada waktu itu tercatat sebanyak 20 orang. Berdasarkan analisis kebutuhan yang saya lakukan dengan metode observasi maka dengan diadakanya tes kebugaran jasmani dengan lari multistage teryata dari 20 sampel dari para peserta ekstrakulikuler sepakbola masih dibawah standart minimal kebugaran jasmani. Di bawah ini hasil dari Tes Multistage pada ekstrakulikuler sepak bola di Man Tlogo Blitar sebagai berikut:\ Tabel Hasil Tes Lari Multitahap Siswa

No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16 17. 18 19 20 21

Nama Denta Permana Fuad Sholiki Faris Fahrul Rizal Agus Rohman Hendro WIJAYA Farid jalal Main M. labib M. fitrian Risfendi Imam Bahroini Kharis Khusen Andika Wardana Dadang Permana Susilo Dwi P Galang Panjalu Budi Zaky Fahrani Bambang Hendro Joko susilo Adi wendarta Levi setiambudi M. Fahrudin

Usia 17 16 17 18 15 17 18 18 16 17 16 18 16 15 17 18 17 16 15 18 17

Shutlle 5 6 8 7 6 5 7 5 4 5 6 5 7 6 5 5 7 6 6 8 9

Level 5 3 7 1 4 3 2 9 3 8 5 4 3 6 7 4 5 2 1 4 2

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwasanya para peserta anggota ekstrakulikuler Man Tlogo Blitar khususnya sepak bola dalam hal kebugaran jasmaninya masih dalam keadaan kurang baik. Oleh karena

itu maka untuk mencapai kebugaran jasmani yang bagus harus ada solusi atau sejenis jalan keluar untuk mangatasi masalah ini. Pada hari yang lalu kami telah bertanya kepada pelatih apabila anak didiknya kita beri suatu bentuk program latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik, teryata juga setuju dan pelatih akan terbantu apabila dari kami bisa membuat pengembangan program latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik guna meningkatkan VO2 para atle sepak bola MAN TLOGO Blitar. Untuk memenuhi tuntutan daya tahan tersebut seorang para anggota Tim Manega harus mempunyai energi dalam jumlah banyak. Tuntutan energi dalam jumlah banyak itu akan diproduksi melalui sistem erobik yang memerlukan oksigen, oleh karena itu tinggi rendahnya daya tahan seorang para pemain Tim Manega tergantung dari tinggi rendahnya kapasitas oksigen maksimal atau VO2maks. Menurut Del Asri (2004:4) besaran energi yang dapat tersedia per satu satuan waktu melalui proses erobik dapat ditentukan oleh volume oksigen yang dapat diangkut dengan maksimal oleh darah dari paru-paru seseorang. Pada orang normal (bukan atlet) nilai tingkat VO2 maks yang baik untuk wanita adalah diatas 40 ml/kg/menit dan untuk pria diatas 45 ml/kg/menit (Howley dan Frank, 1997:211). Tinggi rendahnya VO2 maks para pemain Tim Manega sangat berpengaruh pada kondisi fisik atau kesegaran jasmani anggota Tim. Menurut Wagner (2008) tinggi rendahnya VO2 maks seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu jenis latihan, keturunan, pengaruh keadaan, komposisi badan, jenis kelamin, dan umur. Fox (dalam Umar, 2001:59) menyatakan Seseorang yang memiliki VO2 maks yang tinggi tidak saja mampu melakukan aktivitas daya tahan dengan baik tetapi lebih dari itu, mereka akan mampu melakukan recovery (pemulihan asal) kondisi fisiknya lebih cepat dibandingkan dengan orang yang memiliki VO2 maks yang rendah. Sehingga kemampuan mereka untuk untuk melakukan aktivitas berikutnya bisa lebih cepat dan mampu bertahan dalam jumlah waktu yang lama. Tinggi rendahnya VO2 maks seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satu dari faktor tersebut adalah organ tubuh yang pada dasarnya organ-organ tubuh tersebut sangat menunjang terhadap tingkat VO2 maks. Organ-organ tersebut seperti; paru yang berfungsi untuk memasukkan oksigen dari luar kedalam tubuh, kualitas darah (hemogoblin) yang berfungsi untuk mengikat oksigen dan membawanya ke seluruh jaringan, jantung yang berfungsi memompa darah, dan sistem sirkulasi (pembuluh darah) yang berfungsi tempat jalannya darah serta jaringan tubuh yang akan mempergunakan oksigen untuk proses oksidasi sehingga menghasilkan energi. Bagi para pemain Tim Manega semakin baik kualitas faktor-faktor tersebut maka semakin baik dan tinggi pula tingkat VO2 maks seorang pemain, sehingga tingkat daya tahannya juga baik yang pada akhirnya bagi TIM Manega memiliki tingkat kesehatan dan kesegaran jasmani yang tinggi pula . sehingga apabila tingkat kesegaran Jasmani para pemain Tim Manega bagus maka prestasi juga akan dapat meningkat dan lebih bagus lagi. Sebaliknya jika Para pemain Tim Manega mempunyai daya tahan yang rendah, maka mereka akan cepat mengalami kelelahan yang mengakibatkan emosi yang tidak stabil, mudah terombang-ambing dalam situasi atau suasana, kurang kosentrasi dan tidak fokus dalam pertandingan sehingga para pemain tim manega dalam segi prestasi akan menurun. Untuk meningkatkan VO2 maks latihan fisik harus dilakukan, peningkatan VO2maks sebaiknya dengan cara program latihan erobik karena dengan latihan erobik sudah ada pembebanan yang meningkatkan jantung maupun paru. Sedangkan untuk meningkatkan VO2 maks yang dilakukan dengan Program latihan anerobik, secara langsung dapat diberikan beban maksimum pada sistem jantung dan paru. Prestasi tinggi Tim manega dalam tingkat kabupaten hanya dicapai dengan menjalani latihan yang sistematik dan teratur, dengan latihan yang sistematik dan teratur maka kapasitas oksigen maksimal dapat meningkat sampai 20%. Dari keterangan diatas maka untuk meningkatkan dan memperbaiki prestasi Tim Manega dalam ekstrakulikuler di Man Tlogo harus adanya Program latihan kebugaran jasmani berupa program latihan fisik khususnya dalam hal meningkatkan daya tahan jantung dan paru – paru (VO2) dengan cara latihan aerobik dan anaerobik. Berdasarkan Latar belakang diatas maka peneliti sangat tertarik untuk membuat jenis Pengembangan Program Latihan Kebugaran Jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan V02 pada ektrakulikuler sepak bola di Man Tlogo Blitar. 1. B. Rumusan Masalah Berdasarkan Latar belakang diatas , rumusan masalah yang diangkat adalah belum adanya program latihan berkenaan kebugaran jasmani bagi Ektrakulikuler Di Man Tlogo Blitar. Oleh karena itu untuk meningkatkan kebugaran fisik dan daya tahan V02 pada para peserta Ekstrakulikuler Sepak Bola Di Man

Tahap Inti Pada tahap inti terdiri berbagai bentuk variasi latihan program jasmani yang akan diuraikan sebagai berikut: 1) 1. Aktivitas pemanasa sebelum latihan inti. Untuk itulah peneliti akan membuat Program latihan kebugaran jasmani di Ektrakulikuler Sepak Bola di Man Tlogo Blitar .Tlogo Blitar maka diterapkanya Program Latihan kebugaran Jasmani peserta Ekstrakulikiler di Man Tlogo blitar. Spesifikasi Produk Yang diharapkan Untuk memecahkan masalah diatas. maka tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah pembuatan program latihan kebugaran jasmani untuk sepak bola sehingga paserta ektrakulikuler dapat meningkatkan kebugaran jasmani dalam melakukan permainan sepak bola yang bagus dan juga demi untuk mencapai prestasi yang bagus. waktu. Coch ataupun atlitnya sendiri dapat menentukan bentuk larinya maupun lamanya latihan. .Produk yang dihasilkan adalah Program Latihan Kebugaran Jasmani. D. 1. 1. C.di dalam akan memmuat berbagai variasi latihan kebugaran jasmani. Tahap Pendahuluan Tahap Pendahuluan Aktivitas yang digunakan berupa Gerak Stretching sistematis mulai dari kepala sampai kaki. E. 1. maka peneliti akan menerapkan Program latihan kebugaran jasmani dalam permainan Sepak Bola di MAN Tlogo Blitar. Produk ini disusun untuk peserta ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar. Aktivitas kalestenik dengan berbagai variasi gerak sistematis dari kepala sampai kaki. 1) 2) 3) 1. Tujuan Penelitian Mengacu permasalahan diatas. Fartlek Fartlek adalah bentuk latihan yang dilakukan dengan lari jarak jauh seperti halnya pada cross country. Bentuk latihan in iberasal dari Swedia yang berarti “spee play” atau bermain-main dengan kecepatan. Pemandangan yang indah akan menyebabkan atlit lupa akan kelelahan sehingga dengan bebas melakukan latihannya. Adapun Spesifikasi Penerapan program Latihan untuk Peserta Ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo blitar adalah sebagai berikut: 1. Sebaiknya untuk latihan fartlek ini dipilihnya latihan (medan) yang mempunyai pemandangan indah sedikit rintan gn dengan lintasan yang berbeda-beda : lumpur-keras-terjal-turunpasir-rumput-salju atau lainnya. latihan tidak dibatasi tetapi atlit bebas melakukan latihan ini dengan berbagai variasi bentuk lari sesuai dengan medianya. Bentuk-bentuk Latihan Kondisi Fisik Ada berbagai bentuk latihan kondisi fisik antara lain : 1.

c.Kecepatan bentuk lari dapat diatur dengan berbagai variasi. Naik bukit dengan kecepatan tinggi. jalan cepat atau lari-lari kecil. berarti 4 X 400m. Jaraknya yang ditambah. Latihan interval juga menggunakan prinsip penambahan beban latihan. b. banyaknya ulangan (repetation) dan waktu latihan. Lari lambat-lambat diselingi lari yang makin lama makin cepat (win sprin). 3. Lari lambat-lambat diselingi 3-4 langkah mendadak cepat. Kecpatan yang konstan dan cukup tinggi. 6. Tahap Penutup Pada tahap penutup diberikan evaluasi dari proses program latihan yang telah dilaksanakan dan melakukan pendinginan. kemudian untuk seterusnya 4 kali ulangan. Streching individu dan berpasangan. kemudian jalan selama 120 detik. 2. 4. Pembuatan intrumen evaluasi untuk siswa yang mengikuti ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar Kabupaten Blitar. Waktu dipercepat. 3. Untuk memper berat latihan disamping pengurangan waktu istirahat dapat pula dengan meningkatkan bentuk istirahat dari jalan. 4. 2. Ulangan yang diperbanyak. Demikianlah untuk seterusnya latihan dilakukan akan tetapi waktu istirahat makin lama makin di kurangi dari 120 detik menjadi 90 – 60 – 50 detikdan setrerusnya sampai tujuan akhir tercapai yaitu lari 4 x 400 m tanpa istirahat = 1600 m. istirahat. Jarak lari ditentukan: 1600 m (4 kali keliling lintasan lari. Lari dengan tempo yang cepat (pace) selama 1 menit Tujuan latihan sama dengan cross country terutama untuk daya tahan atau stamina. 3) Interval trainning merupakan penyempurnaan dari fartlek dengan memebrikan koreksi secara teliti dalam : menentukan jarak. istirahat lagi dan seterusnya sampai selesai 4 x 400 m lari. Waktu untuk menempuh jarak (400 m): 90 detik. Contoh : 1. balap sepeda. 7. Interval trainning merupakan bentuk latihan yang diselingi dengan istirahat tertentu (intervasi). Ulangan (repetition) : 4 kali. 5. Woldemar Cersshler. Jalan cepat (istirahat aktif). Untuk lari pertama latihan boleh digunakan ulangan 2-3 kali terlebih dahulu. Atlit diharuskan menempuh jarak 400 m dengan waktu 90 detik. Mulai dengan lari lambat 5-10 menit. 2. misalnya: 1. d. dan macam-macam permainan. 3. Waktu istirahat (recovery interval): 120 detik. mendayung. baru kemudian lari untuk putaran kedua. Bentuk latihan in pada mulanya ditemukan oleh seorang dokter yang juga coach atletik dari Jerman : dr. Bentuk latihan in baik sekali dilakukan pada periode persiapan atau bahkan pada periode latihan 1. 3. Internal Trainning Pada khir0akhir ini sistem latihan interfasi mulai digunakan untuk semua cabang olah raga : atletik. . Lembar intrumen evaluasi ini berisi tentang butir – butir pertayaan tentang Program latihan kebugaran jasmani. Cara meningkatkan beban dapat pula dengan memperberat salah satu dari faktor – faktor di atas dikombinasikan. misalnya (costa holmen) : 2) 1.

Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan Asumsi yang dijadikan landasan peneliti untuk penerapan Program Latihan kebugaran jasmani. G. Materi program latihan kebugaran jasmani hanya terbatas pada materi kebugaran jasmani saja. E. Keterbatasan produk penerapan kebugaran jasmani di kegiatan esktrakulikuler Sepak Bola MAN Tlogo Blitar ini adalah sebagai berikut:   Penerapan Program latihan kebugaran jasmani hanya diperuntukan untuk siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler bola voli di MAN Negeri Tlogo Blitar. maka siswa dapat mengerti tentang program latihan kebugaran jasmani dalam permainan sepak bola. Definisi Istilah 2. a. . 1995:3). Bagi atlet Untuk meningkatkan kebugaran jasmani para atlet 1. c. Bagi Universitas Negeri Malang Hasil penelitian ini dijadikan bahan dasar kepustakaan dalam penelitian selanjutnya khususnya yang berhubungan dengan kesegaran jasmani. 1. 1. di ekstrakukuler Sepak Bola MAN Negeri Tlogo Kab. Blitar. Selain itu sebagai calon guru pendidikan jasmani penelitian ini dapat dijadikan bekal dalam membina kegiatan ekstrakurikuler. b. F. secara tetap dengan selalu memberikan peningkatan beban. 1. Bagi peneliti Sebagai sarana untuk mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan khususnya yang berhubungan dengan kesegaran jasmani. Bagi pelatih Dapat dijadikan acuan bagi pelatih dalam peningkakatan kebugaran jasmani para atlet. d. Pengertian Program latihan Latihan adalah suatu proses yang sistrematis secara berulang-ulang. Pentingnya Pengembangan Pengembangan ini adalah untuk memperoleh pengalaman yang nyata juga mengaplikasikan teori dan praktek selama mengikuti kegiatan ekstrakulikuler dalam bentuk penelitian pengembangan bentuk – bentuk program latihan kebugaran jasamani di kegiatan Ekstrakulikuler MAN Negeri Tlogo Kab Blitar. (Pussegjas.1. Pengertian Kebugaran Jasmani Kesegaran jasmani adalah kemampuan tubuh seseorang pemain sepak bola di Man Tlogo Blitar untuk melakukan kegiatan latihan sehari-hari maupun pertandingan tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan masih memiliki tenaga yang cukup untuk melakukan aktivitas yang lainnya. 1. a) Dengan adanya penerapan Program latihan Kebugaran Jasamani. b) Sarana dan prasarana yang digunakan dalam melakukan latihan kebugaran jasmani cukup memadai dan bervariasi.

olahraga ini dimainkan oleh dua kelompok berlawanan yang masing-masing berjuang untuk memasukkan bola ke gawang kelompok lawan (Rino. bagian pertama: memuat tentang kajian Analisis. pentingnya pengembangan. Sepak bola adalah salah satu olahraga yang sangat populer di dunia. ekspresi dan lain. Latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan VO2 . tehnik analisis. 1. Pengertian Esktrakulikuler Menurut ahmadi ( 1984:105) kegiatan ekstrakulikuler adalah kegiatan – kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub – klub. H. Karakteristik Sepak Bola. A. 3. ada beberapa pendapat para ahli atau pakar kesegaran jasmani. Kegiatan ekstrakulikuler bertujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai berbagai mata pelajaran. Beban Latihan . Peserta ekstrakurikuler tenis lapangan adalah siswa yang mengikuti ekstrakukulikuler Sepak Bola di Man Tlogo Blitar di luar jam sekolah yang sudah dijadwalkan oleh sekolah dalam pengembangan bakat dan minat siswa. Aerobik adalah suatu sistem altihan yang mendorong kerja jantung.Intrumen pengumpulan data. Metode Latihan Fisik . tujuan penelitian.1978:83 ).BAB II KAJIAN PUSTAKA: Kesegaran Jasmani. rumusan masalah. prosedur pengembangan. Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran biasa (termasuk pada waktu libur) yang diterapkan oleh sekolah dengan tujuan agar siswa MAN TLOGO Blitar dapat memperluas pengetahuan dan mengembangkan bakat dan minat di bidang yang digemari sehingga siswa memperoleh prestasi di bidangnya yaitu mahir bermain Sepak bola. asumsi dan keterbatasan pengembangan. 2008:1). 2. 1. . darah. dan paru-paru untuk periode waktu yang cukup untuk menghasilkan perbaikan-perbaikan dan keadaan tubuh.Peran Kesegaran Jasmani dalam Permainan sepak bola. spesifikasi produk yang diharapkan. bagian yang kedua memuat tentang produk yang dihasilkan dari pengambangan. kesenian. Uji coba produk. Dalam pertandingan. 2. meyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan menusia seutuhnya ( sahertian.BAB III METODE PENGEMBANGAN: taktik pengembangan. Program latihan. Komponen-komponen Kesegaran Jasmanai. 1. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. Tujuan kesegaran jasmani. misalnya: olahraga. Subjek uji coba. Kegiatan Ekstrakulikuler. Penjelasan Tentang program latihan untuk meningkatkan VO2. Untuk mempertegas agar pengertian lebih sesuai dengan apa yang dimaksud. Prinsip Latihan. KESEGARAN JASMANI Kesegaran jasmani merupakan hal yang sudah populer di kalangan masyarakat saat ini.lain. Sistematika penulisan Sistematika penulisan ini terdiri dari dua bagian. Beban latihan atau disebut juga bahan latihan atau loading adalah suatu bentuk-bentuk latihan jasmani dan rohani atlet guna mencapai prestasi olah raga.BAB I PENDAHULUAN: Latar belakang masalah. difinisi istilah dan sistematika penulisan. Bagian pertama memuat tentang: 1. desain Uji coba.Tujuan pokok dari latihan adalah prestasi maksimal di samping kesehatan serta kesegaran jasmani bagi atlet. Faktorfaktor yang Mempengaruhi Kesegaran Jasmani.

Bisa dikatakan pula bahwa tingkat kesegaran jasmani yang baik memberikan seseorang kesanggupan pada seseorang untuk menjalankan hidup yang produktif dan dapat menyesuaikan diri pada tiap pembebanan yang banyak. daya tahan. adalah komponen kondisi fisik seseorang tentang kemampuannya dalam mempergunakan otot dalam menjalankan aktivitas (Dwiyogo dan Sulistyorini. Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:24) menjelaskan bahwa komponen-komponen kesegaran jasmani adalah: a) daya tahan. 8:2007) mengatakan bahwa “tujuan kesegaran jasmani adalah untuk meningkatkan kemampuan sistem sirkulasi dan kerja jantung. daya otot. e) kecepatan. Seseorang yang memilik kasegaran jasmani yang baik dapat diartikan cukup mempunyai kesanggupan untuk melakukan pekerjaannya dengan efisien tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti. b) daya tahan otot. 1. dan ketepatan. sehingga masih memiliki sisa tenaga untuk mengisi waktu luangnya dan tugas-tugas mendadak lainnya. agar dapat hidup sehat. kecepatan.Kesegaran jasmani menurut ahli faal dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk melakukan satu tugas khas yang memerlukan kerja muskular di mana kecepatan dan ketahanan merupakan kriteria utama. Muhajir (dalam Sipayung. koordinasi. kelincahan. Kekuatan Kekuatan atau strength . 1991:25). Menurut Sajoto (1995:8-11) kondisi fisik atau kesegaran jasmani adalah satu kesatuan yang utuh dari komponen-komponen yang tidak dapat dipisahkan begitu saja. oleh karena itu untuk mengetahui dan memahami secara mendalam perlu mempelajari komponen-komponen yang membentuk dan saling bertautan antara yang satu dengan yang lainnya. Tetapi menurut Kirkendall dkk (1980:226) kekuatan adalah kemampuan atau kekuatan otot tubuh yang bekerja mengeluarkan energi untuk mengatasi atau melawan kontraksi dari luar yang berfungsi untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain atau memindahkan benda mendekati tubuh atau menjauhi tubuh. h) keseimbangan dan. KOMPONEN KEBUGARA JASMANI Pengertian kesegaran jasmani adalah pengertian yang sangat kompleks. Sedang menurut ahli-ahli pendidikan jasmani kesegaran jasmani adalah kapasitas fungsional total seseorang untuk melakukam sesuatu kerja tertentu dengan hasil yang baik tanpa kelelahan yang berarti (Depdikbud. C. keseimbangan. anggota masyarakat. f) kelincahan. ekonomi gerakan pada waktu latihan. terhindar dari penyakit dan selalu ceria sepanjang hidup. c) daya tahan jantung. 1. maupun sebagai warga negara perlu mendapat perhatiaan dan tanggapan yang lebih memadai. Disebutkan pula bahwa komponen kondisi fisik meliputi: kekuatan. . g) koordinasi. baik ketika berada di sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. Kesegaran jasmani juga diperlukan anak usia sekolah untuk dapat melaksanakan aktifitas sehari-hari. komponen kondisi tubuh. i) ketepatan. pemulihan yang cepat dari tubuh sewaktu-waktu respon demikian diperlukan”. Sedangkan menurut Pussegjas (1995:1) kesegaran jasmani adalah perwujudan kemampuan dan kesanggupan fisik seseorang untuk melakukan pekerjaan baik sebagai pribadi. daya lentur. d) kelentukan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa setiap manusia perlu menjaga dan meningkatkan kesegaran jasmaninya sendiri. TUJUAN KESEGARAN JASMANI Kesegaran jasmani sangatlah penting bagi semua orang termasuk anak-anak usia sekolah. Berdasarkan beberapa uraian di atas dapat di simpulkan bahwa kesegaran jasmani dapat diartikan sebagai kemapuan fisik untuk melakukan tugas pekerjaan sesuai dengan bidangnya tanpa mengalami kelelahan yang berlebih dan mendapat pemulihan yang cepat seperti pada saat belum melakukan aktivitas. Penjelasan tentang peranan masing-masing komponen adalah sebagai berikut: 1. 1992:9). Baik peningkatan maupun pemeliharaannya. 1.

1. Sedangkan definisi yang dikemukakan oleh Kent (dalam Budiwanto. Menurut Kent (dalam Budiwanto. Power menurut pendapat Gabbard dkk (dalam Budiwanto. Daya Tahan Daya tahan otot tidak hanya dikenal pada istilah kekuatan tetapi juga kemampuan otot berkontraksi dalam beberapa waktu tanpa mengalami kelelahan. 1. Jadi kelincahan tidak hanya memerlukan suatu kecepatan saja. power adalah kemampuan untuk mengubah energi fisik ke dalam kekuatan yang sangat cepat dan tergantung pada banyaknya adenosine triphosphat (ATP) yang diproduksi setiap satuan waktu. 2004:34) adalah gabungan antara kekuatan dan daya ledak (kecepatan). Power Menurut Kirkendall dkk (1980:228) power adalah masa kerja dibagi dengan waktu atau lama kerja. dibutuhkan bentuk latihan yang sesuai dan mengharuskan orang itu untuk dapat bergerak dengan cepat dan mengubah arah dengan lincah. balap sepeda. Untuk melatih kecepatan. Seperti dalam lari cepat. 2004:34). Suharno (dalam Budiwanto. Kecepatan menurut Kirkendall dkk (1980:243) adalah jarak dibagi waktu. kontraksi otot dengan kekuatan maksimum dan kecepatan maksimum. paru-paru. dapat disimpulkan bahwa kecepatan adalah kemampuan tubuh atau bagian tubuh untuk melakukan gerakan dalam waktu yang pendek. Jadi dapat disimpulkan bahwa daya tahan/endurance merupakan salah satu komponen kesegaran jasmani yang paling penting untuk dilatih. berarti kelincahannya cukup baik. kecepatan adalah kemampuan melakukan gerakan dalam periode waktu yang pendek. 3. 2004:35)) menjelaskan bahwa daya tahan adalah kemampuan organ atlet untuk melawan kelelahan yang timbul saat melakukan aktivitas olahraga dalam waktu yang lama. 1. kelenturan dan komponen kesegaran jasmani lainnya. 1991:29). Daya tahan atau endurance dalam hal ini dikenal dua macam daya tahan. 2004:37) kecepatan adalah jarak tempuh per satuan waktu yang diukur dalam menit atau skala kuantitas. Dari beberapa pendapat di atas. kecepatan diukur dengan satuan jarak dibagi dengan satuan waktu. Kecepatan Kecepatan atau speeds. adalah kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan berkesinambungan dalam bentuk yang sama dalam waktu sesingkat-singkatnya.Dari pendapat di atas. smash dalam bulutangkis. 5. akan tetapi juga memerlukan fleksibilitas yang baik dari sendi-sendi anggota tubuh. pukulan dalam tinju. 1. Menurut Kirkendall dkk (1980:243) kelincahan adalah kemampuan badan untuk mengubah arah tubuh atau bagian tubuh lainnya dengan sangat cepat dan efisien. Seseorang dikatakan memiliki kelincahan cukup baik . 2. yakni: daya tahan umum atau general endurance kemampuan seseorang dalam mempergunakan sistem jantung. dan peredaran darahnya secara efektif dan efisien untuk menjalankan kerja secara terus menerus yang melibatkan kontraksi sejumlah otot dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama. Seseorang yang mampu mengubah posisi yang berbeda dalam kecepatan tinggi dengan koordinasi yang baik. karena daya tahan ini secara langsung juga untuk melatih otot. maka dapat ditarik kesimpilan bahwa kekuatan adalah kemampuan otot untuk mengatasi atau melawan beban dengan usaha yang maksimal dalam melaksanakan aktivitas tertentu. Dari sini dapat disimpulkan bahwa power itu adalah kemampuan tubuh untuk memadukan kekuatan dan kecepatan dalam waktu yang bersamaan. 4. Dijelaskan pula bahwa power dapat diperoleh dalam melakukan kegiatan tertentu. Kelincahan Kelincahan atau agility adalah kemampuan seseorang mengubah posisi di area tertentu. dan lain-lain (Dwiyogo dan Sulistyorini. Daya tahan otot atau local endurance yaitu kemampuan seseorang dalam mempergunakan ototnya untuk berkontraksi secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama dengan beban tertentu.

Koordinasi Menurut Kirkendall dkk (1980:257). 2004:42) adalah kemampuan untuk menyatukan sistem indera. penglihatan mata. sehingga tidak mendapat gangguan pada keseimbangannya atau bisa juga diartikan bahwa keseimbangan adalah kemampuan sikap tubuh yang tepat pada saat melakukan gerakan. 1. Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa koordinasi adalah kemampuan tubuh seseorang yang selaras antara sekelompok otot selama bergerak yang terlibat dalam satu pola gerak yang rumit dan mempersatukan bagian-bagian tersebut menjadi suatu gerak tunggal dan berhasil mencapai beberapa tujuan. dapat disimpulkan bahwa sebenarnya kelincahan adalah kemampuan mengubah arah atau posisi badan secara cepat dan melakukan gerakan yang lain. Kelenturan Daya lentur atau flexibility . Di bidang olahraga banyak hal yang harus dilakukan oleh atlet dalam masalah keseimbangan ini baik dalam menghilangkan atau mempertahankan keseimbangan. Kelenturan menurut Kirkendall dkk (1980:248) adalah kemampuan tubuh atau bagian-bagian tubuh untuk melakukan berbagai gerakan dengan leluasa dan seimbang antara kelincahan dan respon keseimbangan. hal ini akan sangat mudah ditandai dengan tingkat flexibility persendian pada seluruh tubuh. adalah ukuran kemampuan seseorang dalam penyesuaian diri untuk segala aktivitas dengan penguluran tubuh yang luas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kelenturan adalah ukuran kemampuan seseorang yang mempunyai ruang gerak yang luas dalam sendi-sendinya dan yang mempunyai otot-otot yang elastis.apabila mampu merubah satu posisi ke posisi yang berbeda dengan kecepatan tinggi dan koordinasi gerakan yang baik. Kelincahan adalah hasil pembentukan dari unsur kecepatan. Secara umum. Sedangkan koordinasi menurut Kent (dalam Budiwanto. maka keseimbangan dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mempertahankan posisi badan dalam berbagai keadaan. Sedangkan Kirkendall dkk (1980:257) mengemukakan bahwa keseimbangan adalah fenomena yang kompleks yang melibatkan vestibular system pada bagian dalam telinga. Ketepatan . Dari beberapa uraian di atas. Dari beberapa uraian di atas. sistem syaraf dan sistem otot rangka menjadi rangkaian untuk mengatur bagian-bagian badan secara terpisah yang terlibat dalam satu pola gerak yang rumit dan mempersatukan bagian-bagian tersebut menjadi suatu gerak tunggal dan berhasil mencapai beberapa tujuan. 9. 2004:40) menjelaskan bahwa kapasitas melakukan gerakan dengan rentangan yang luas diketahui sebagai kelenturan. 1. 2004:39) disampaikan bahwa pembentukan kelincahan lebih sulit dari pada pembentukan yang lainnya. otak menafsirkan secara komplek. 2004:41) adalah kemampuan memelihara suatu yang berorientasi pada keadaan stabil dan khusus dikaitkan dengan lingkungan saat itu. 6. 8. Sedangkan kelincahan menurut Verducci (dalam Budiwanto. 1. 1. Sedangkan Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:33) menjelaskan bahwa keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan tubuh agar tetap stabil. koordinasi adalah kerjasama yang selaras antara sekelompok otot selama bergerak yang dilakukan dengan indikasi keterampilan yang sama. suhu badan dan usia sangat mempengaruhi luasnya gerakan bagian-bagian tubuh. kekuatan dan keseimbangan. Bompa (dalam Budiwanto. 7. menghasilkan berbagai respon gerakan pada situasi fisik tertentu. Keseimbangan Keseimbangan menurut Kent (dalam Budiwanto.

Selain itu dalam buku yang sama juga mengungkapkan program latihan adalah cara seorang pelatih untuk mempersiapkan atletnya guna menunjang program latihan yang telah direncanakan atau terprogram. D. 4. yaitu: . 1. Cara mengembangkan ketepatan ialah dengan mengulang-ulang gerakan dengan frekuensi yang banyak. itulah sebabnya dibutuhkan penyusunan dan perencanaan latihan yang baik dan tepat. Sasaran ini dapat merupakan jarak atau mungkin suatu objek langsung yang harus dikenal dengan salah satu bagian tubuh. jumlah hemoglobin. Setelah usia tersebut nilai pada wanita lebih rendah dari pada pria. Ketepatan menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:33) adalah kemampuan seseorang untuk mengarahkan suatu gerak ke suatu sasaran sesuai dengan tujuan. 2. Perbedaan tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan maximal muscular power yang berhubungan dengan luas permukaan tubuh. dana. Program latihan harus disusun secara teliti dan dilaksanakan secara tekun dan teratur sesuai dengan prinsip-prinsip latihan. Artinya bahwa aktivitas fisik yang terarah juga dapat meningkatkan kesegaran jasmani di samping terjadi penurunan berat badan. yang mana semua itu terdapat dalam program latihan. Faktor Keturunan (Genetik) Dari penelitian yang telah dilakukan. FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUGARAN JASMANI Berikut ini adala beberpa hal yang terkait dengan kesegaran jasmani khususnya yang berhubungan dengan daya tahan kardiovaskuler. Moeloek (1984:3)menjelaskan tentang beberapa faktor fisiologis yang mempengaruhi daya tahan kardiovaskuler antara lain adalah: 1. lingkungan atlet. Faktor Usia Menyatakan bahwa mulai anak-anak sampai sekitar usia 20 tahun. tenaga pelatih.Ketetapan atau accuracy. 3. komposisi tubuh. Suharno (1993:1) Program latihan dikatakan baik dan tepat apabila rencana dibuat telah mempertimbangkan faktor-faktor penentu untuk mencapai tujuan. dan menjauhkan atau mempersempit gerakan. PENJELASAN TENTANG PROGRAM LATIHAN Seorang atlit untuk mencapai prestasi yang maksimal hendaklah atlit tersebut terus berlatih dan berlatih tanpa merasa bosan. kapasitas paru dan sebagainya. sehingga pada orang yang berusia 70 tahun diperoleh daya tahan 50% dari yang dimiliki pada usia 17 tahun. Suharno (1993:7) menyebutkan bahwa program latihan umumnya dibagi menjadi tiga. Program yang demikian memungkinkan bagi seorang pelatih dapat memberikan sebanyak mungkin kesempatan kepada atlet guna perkembangan pengetahuan dan keterampilannya. Menurut Suharno (1993:1) program latihan adalah suatu petunjuk atau pedoman yang mengikat secara tertulis berisi cara-cara yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan masa mendatang yang telah ditetapkan. umur atlet. 1. daya tahan kardiovaskuler meningkat. adalah kemampuan gerak tubuh seseorang untuk mengendalikan gerak-gerak bebas terhadap suatu sasaran. kekuatan otot. E. kemampuan atlet. faktor itu antara lain: bakat atau materi atlet. Faktor Jenis Kelamin Sampai dengan usia remaja tidak terdapat perbedaan daya tahan kardiovaskuler pria dan wanita. dan waktu yang tersedia. mempercepat gerakan. sarana dan prasarana. dibuat kesimpulan bahwa kesegaran jasmani dtentukan oleh faktor genetik yang hanya diubah dengan latihan sampai pada batas maksimal. mencapai maksimal pada usia 20-30 tahun dan kemungkinan berbanding terbalik dengan usia. Faktor Aktivitas Fisik Berdasarkan hasil penelitian efek latihan aerobik selama delapan minggu setelah istirahat memperlihatkan peningkatan daya tahan kardiovaskuler 62% dari nilai akibat itirahat dan bila dibandingkan dengan keadaan sebelum istirahat di tempat tidur maka nilai peningkatan adalah 18%.

Untuk mencapai peningkatan kemampuan dalam kondisi fisik. berulang-ulang dan jumlah beban yang diberikan semakin hari bertambah. Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan prinsip-prinsip latihan adalah suatu usaha sadar yang harus dilakukan atlet untuk mencapai prestasi maksdimal yang dilakukan berulang-ulang. meningkat dan berulang-ulang waktunya. 1. Sedangkan Latihan fisik adalah latihan yang betujuan untuk meningkatkan kondisi fisik. Menurut Kosasih (1984:46) latihan atau training adalah proses kerja yang harus dilakukan secara sistematis. PRINSIP LATIHAN Harsono (1993:2) pengertian latihan atau training adalah sesuatu proses berlatih yang sistematis yang dilakukan secara berulang-ulang. (3) program jangka pendek (1 tahun kebawah) merupakan pelaksanaan operasional rencana jangka menengah. prinsip spesialisasi (specialitation). Beutelstah (1986:124) menyatakan bahwa training adalah persiapan para pemain masing-masing secara individu membimbing dan membentuk mereka sehingga dapat menampilkan prestasi tertinggi secara individual maupun regu. prinsip pulih asal (recovery). Suharno (1993:5) menjelaskan bahwa latihan ialah suatu proses penyempurnaan kualitas atlet secara sadar untuk mencapai prestasi yang maksimal dengan diberi beban fisik dan mental secara teratur. menghindari beban latihan berlebih (overtraining). Latihan juga dapat didefinisikan sebagai peran serta yang sistematis dalam latihan yang bertujuan untuk meningkatkan fungsdional fisik dan daya tahan latihan dalam bidang olahraga.(1) Program jangka panjang (5 tahun-12 tahun) tujuan rencana jangka panjang merupakan tujuan akhir untuk cita-cita prestasi prima. prinsip beban meningkat bertahap (progressive increase of load). terarah. prinsip perorangan (individualization). terarah kian hari jumlahnya semakin meningkat dengan proses yang sistematis. dapat disimpulkan bahwa program latihan adalah petunjuk atau pedoman latihan yang bertujuan untuk menentukan tujuan latihan. taktik. prinsdip variasi (variety). . Sasaran-sasaran latihan pun merupakan penjabaran sasaran dari program jangka menengah. teknik. dan mental dikembangkan setinggi mungkin. Prestasi tinggi akan dapat dicapai apabila keempat aspek. program latihan harian. Dari pengertian dan penjelasan tentang program latihan yang telah dikemukakan di atas. Tetapi dalam menentukan beban latihannya harus benar-benar diperhatikan. prinsip reversibilitas (reversibility). Tujuan akhir latihan adalah untuk meningkatkan kemampuan olahraga (Dwijowinoto. program latihan mingguan. menurut Bompa (1994:29) prinsip-prinsip program latihan fisik adalah sebagai berikut: Prinsip beban bertambah (over load). Hal ini sesuai dengan pendapat Harsono (1993:1) bahwa tujuan utama dari pelatihan olagraga prestasi adalah untuk meningkatkan keterampilan dan prestasi semaksimal mungkin. yaitu: aspek-aspek fisik. taktik. teknik. (2) program jangka menengah (2 tahun-4 tahun) rencana jangka menengah merupakan pelaksanaan langsung jangka panjang. prinsip aktif dalam latihan dan prinsip proses latihan menggunakan model. prinsip perkembangan multilateral (multilateral development). prinsip melampaui batas latihan (the abuse of training). dan yang kian hari junlah beban latihannya kian bertambah. Untuk memperoleh prestasi yang maksimal dalam olahraga memerlukan latihan yang intensitas dan frekuensinya banyak. program latihan bulanan. 1993:317). yaitu faktor yang paling penting bagi setiap atlet (Suharno 1993:1). menentukan cara-cara yang efektif serta usaha-usaha untuk mencapai tujuan dari latihan yang dilakukan. Program latihan perlu disusun dengan prinsip-prinsip latihan. Program latihan jangka pendek terdiri dari: program latihan tahunan. dan mental diperlukan proses dan waktu yang relatif lama. F. bertahap.

Prinsip Beban Lebih (Over Load) Pemberian beban latihan harus melebihi kebiasaan sehari-hari secara teratur. tetapi mungkin lebih penting untuk memelihara motivasi dan perhatian dengan memvariasi latihan fisik dan latihan secara rutin. Prinsip Variasi Latihan harus bervariasi dengan tujuan mengatasi sesuatu yang monoton dan membosankan saat latihan. potensi. Hal ini bertujuan agar sistem fisiologis dapat menyesuaikan dengan tuntutan fungsi yang dibutuhkan untuk tingkat kemampuan tinggi. beban ditingkatkan secara pelan bertahap. Masa latihan adalah suatu aktivitas yang sangat memerlukan beberapa jam kerja atlet. Stress terus menerus yang diberikan pelatih tanpa istirahat akan menimbulkan penurunan prestasi bagi atlet. seseorang pelatih perlu kreatif dengan memiliki pengetahuan dan sumber latihan yang banyak yang memungkinkan dapat merubah secara periodik. Stress fisik akan menimbulkan kelemahan anatomis. Menurut Bompa (1994:32) Latihan harus bersifat khusus sesuai dengan olahraga dan pertandingan yang akan dilakukan. yang akan menjamin memperoleh adaptasi secara benar. karakteristik belajar dan kekhususan olahraga. Atlet harus memiliki disiplin latihan. pengertian dari prinsip-prinsip latihan yang telah disebutkan di atas. . karakteristik belajar dan kekhususan cabang olahraga. teratur dan terus-menerus sehingga mencapai beban maksimum. Program latihan harus direncanakan. Dalam upaya mengatasi monoton dan kebosanan dalam latihan. Prinsip Menambah Beban Latihan secara Progresif Pemberian beban latihan harus ditingkatkan secara bertahap. Latihan yang baik harus mengakibatkan penekanan fisik dapat ditimbulkan dengan jalan pemberian beban latihan yang lebih dari batas kemampuan si atlet (Suharno. 1. fisiologis dan organisme atlet terhadap kelelahan akibat beban latihan tersebut. Keterampilan dan latihan dapat diperkaya dengan mengadopsi pola gerakan teknik yang sama. 1. Maka Menurut Bompa (1994:29-48) adalah sebagai berikut: 1. 1. 1985:13). Volume dan intensitas latihan secara terus menerus meningkat dan latihan diulang-ulang banyak sekali. Prinsip Spesialisasi Spesialisasi menunjukkan unsur penting yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan dalam olahraga. Prinsip spesialisasi harus disesuaikan pengertian dan penggunaanya untuk latihan anak-anak yunior di mana perkembangan multilateral harus berdasarkan perkembangan khusus. seterusnya atlet akan mengalami kenaikan kemampuan (superkompensasi). mengabaikan tingkat prestasi diperlukan secara individual sesuai kemampuan dan potensinya. sehingga tujuan latihan dapat ditingkatkan secara wajar Individualisasi dalam latihan adalah satu kebutuhan yang penting dalam masa latihan dan itu menunjukkan pada pemikiran untuk setiap atlet. 1. Dalam mengatur program latihan yang paling menguntungkan harus mengembangkan kemampuan fisiologis khusus yang diperlukan untuk melakukan keterampilan olahraga atau kegiatan tertentu yang akan dilakukan. Seluruh konsep latihan harus direncanakan sesuai dengan karakteristik fisiologis dan psikologis atlet.Sementara itu. atau dapat mengembangkan kemampuan gerak yang diperlukan dengan olahraga. Spesialisasi bukan proses unilateral tetapi satu yang kompleks yang didasarkan pada suatu landasan kerja yang solid dari perkembangan multilareral. Prinsip Individual Latihan harus memperhatikan dan memperlakukan atlet sesuai dengan kemampuan.

Prinsip multilateral akan digunakan pada latihan anak-anak yunior. Seseorang atlet akan melakukan kegiatannya meskipun tidak dibawah dan perhatian pelatih. tetapi dia tentu harus istirahat yang cukup. 1. Kesungguhan dan aktif ikut serta dalam latihan akan dimaksimalkan jika pelatih secara periodik. Prinsip Partisipasi Aktif dalam Latihan Atlet yang melakukan latihan haruslah tetap berlatih diluar jam latihan wajib meskipun tanpa pengawasan dari pelatih. Beban ditambah pelan-pelan pada tiga siklus mikro pertama dengan menguragi atau tahap tanpa beban. c) proporsi latihan dari ekstensif ke intensif tidak cepat. b) diberikan latihan intensif secara mendadak setelah lama tidak berlatih. dan meskipun dalam keadaan abstrak ideal diatas adalah kenyataan konkrit. 1. Penyebab terjadinya overtraining antara lain: a) diberikan beban latihan over-loads secara terus menerus tanpa memperhatikan interval. 1. Prinsip Reversibilitas Beban latihan yang diberikan pada saat latihan harus dikurangi secara perlahan-lahan pada saat akhir latihan. Prinsip Menghindari Kelebihan Beban Latihan (Over Training) Program latihan yang dijalani tidak akan mencapai hasil jika atlet mengalami kelelahan. 1. 10.Prinsip beban bertambah secara pelan-pelan menjadi dasar rencana latihan olahraga. d) beban latihan diberikan dengan beban melompat. Prinsip Latihan Menggunakan Model Latihan yang dilakukan didesain sedemikian rupa seakan-akan seperti pada kenyataan yang akan terjadi di lapangan pertandingan. dari siklus mikro olimpiade. Partisipasi aktif tidak terbatas hanya pada latihan. Selama waktu bebas atlet dapat melakukan pekerjaaan dalam aktifitas sosial yang memberikan kepuasan dan ketenangan. suatu peristiwa yang dapat diperoleh. ajeg mendsiskusikan kemajuan atletnya dengannya. Prinsip Pulih Asal Beban latihan yang telah diberikan telah banyak mengeluarkan energi tubuh untuk itu diperlukan pemulihan untuk mengembalikan kondisi tubuh seperti semula. untuk itu harus menghindari kelebihan beban latihan. itu juga menggambarkan sesuatu yang diusahakan untuk dicapai. 11. Tujuan suatu model adalah untuk memperoleh suatu yang ideal. Prinsip Perkembangan Multilateral Perkembangan multilateral lambat laun saling bergantung antara seluruh organ dan sistem manusia. dan akan diikuti oleh semua atlet yang mengabaikan tingkat kemampuannya. serta antara proses fisiologis dan psikologis. metode dan isi yang sama dengan situasi pertandingan 1. Oleh sebab itu latihan harus berkesinambungan untuk memelihara kondisi. BEBAN LATIHAN . Tetapi. Melalui latihan model pelatih berusaha memimpin dan mengorganisasi waktu latihannya dalam cara yang obyektif. Pengertian ini atlet akan menghubungkan keterangan obyektif dari pelatih dengan prakiraan subyektif kemampuannya. perkembangan multilateral secara tidak langsung atlet akan menghabiskan semua waktu latihannya hanya untuk program tersebut. memungkinkan atlet dibentuk. Kebutuhan perkembangan multilateral muncul untuk diterima sebagai kebutuhan dalam banyak lapangan pendidikan dan usaha manusia. G.

Beban Dalam (Inner Load) Beban dalam adalah perubahan fisiologis organisme atlet akibat pengaruh latihan beban luar yang ditandai dengan kenaikan denyut nadi (Suharno. recovery. frekuensi. (4) Frekuensi adalah ulangan gerak berapa kali atlet harus melakukan gerak setiap giliran. Beban Luar (Outer Load) Beban luar adalah rangsangan motorik yang dapat diatur dikontrol dengan cara memvariasikan ciri beban latihan seperti volume. (5)low (rendah) 59% ke bawah dari prestasi terbaik. (2) Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi atlet dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. sedang frekuensi rendah artinya ulangan gerak sedikit dalam satu giliran. (2) fungsi fisiologis organisme. rythme. berarti dalam satu giliran latihan push-up ditemukan 80% x 30 kali (MR) = 24 kali. Di bawah ini ciri-ciri beban luar (Suharno. Frekuensi tinggi berarti ulangan gerak banyak sekali dalam satu giliran. (3) sub maksimal 80% – 99% dari prestasi terbaik. bulanan dan tahunan. pernafasan dan metabolisme) yang dimaksud disini yaitu pada secara reflek akan terjadi perubahan pengaliran darah. Kepekatan rangsangan densitas tergantung lama dan pendeknya waktu recovery . Bila pelatih menginginkan intensitas sub-maksimal dalam latihan. 1985:16). sementara terjadi penurunan aliran kearah jaringan-jaringan yang kurang aktif. 2) berdasarkan jumlah denyut nadi dalam mereaksi beban latihan. recovery. Beban dalam dikatakan maksimal apabila denyut nadi atlet setelah melakukan satu unit latihan meningkat (Suharno. 1993:22): (1) super maksimal 101% – ke atas dari prestasi terbaik. (4) medium 60% – 70% dari prestasi terbaik. 1993:29): (1) Volume adalah beban latihan yang biasa dinyatakan dengan satuan jarak. irama dalam suatu unit program latihan. total waktu latihan. yaitu yang melalui proses pemecahan serabut pada waktu latihan dan terjadi pembesaran otot yang disebabkan karena bertambah luasnya serabut otot (Sajoto 1988:111) . intensitas. (5) Rythme adalah sifat irama latihan yang berhubungan dengan tinggi rendahnya tempo dan berat ringannya suatu latihan dalam satu unit latihan maupun mingguan. maka 80% x (220 – 20) = 160 kali/menit (intensitas sub maksimal). 1993:23) Beban dalam mempunyai dampak perubahan fungsional organisme atlet meliputi: (1) susunan anatomis/struktur tubuh yang dimaksud disini adalah latihan dapat menambah jumlah serabut otot. yaitu 80% dari DNM dan umur atlet 20 tahun. antara lain: 1) berdasarkan persentase kecepatan dan kekuatan yang digunakan dalam latihan. seperti timbulnya kenaikan volume darah tiap menit dan bertambahnya jumlah darah yang mengalir keotot-otot yang lebih aktif. jumlah beberapa elemen jenis latihan. Dan unsur tersebut mencerminkan kwantitas atau banyaknya latihan yang dilakukan pada saat latihan. Cara menghitung intensitas dengan MR (maximum repeatation) . intensitas. Begitu juga dengan Suharto (1997:72) menyatakan bahwa perubahan massa otot bukanlah disebabkan pertambahan jumlah sel otot melainkan karena pertambahan dari anak serabut otot yang membesar akibat latihan. Menurut Suharto (1997:98) menyatakan bahwa intensitas latihan merupakan komponen kualitatif yang mengacu pada jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu unit waktu tertentu. Namun aliran darah ke daerah-daerah . MR push-up atlet dapat dihitung misalnya: mampu 30 kali.Menurut Suharno (1993:1) Beban latihan adalah suatu bentuk rangsangan motorik yang dapat dikontrol oleh pelatih untuk meningkatkan kualitas atlet dalam rangka mencapai prestasi maksimal. (2) Beban Dalam (inner load) 1. jarak tempuh atau berat beban. (2) maksimal 100% dari prestasi terbaik. Sedangkan untuk menghitung denyut nadi yaitu pertama dihitung DNM (denyut nadi maksimal) dengan rumus: 220 – umur. jumlah set dalam latihan interval dan sirkuit sebagai ukuran rangsangan motorik dalam suatu unit latihan. (3) Recovery adalah waktu yang digunakan untuk pemulihan tenaga kembali antara satu dengan elemen bahan latihan elemen berikutnya. jumlah ulangan latihan atau unsur teknik yang dilakukan dalam waktu tertentu. 1. Begitu juga menurut Suharto (1997:97) menyatakan bahwa pada dasarnya volume latihan meliputi unsur-unsur: waktu atau lama latihan. ini berarti intensitas maksimal untuk atlet tersebut 30 kali/100%. beban berat yang diangkat. frekuensi. (sistem peredaran darah. Skala intensitas untuk latihan kecepatan dan kekuatan sebagai berikut (Suharno. Dan intensitas latihan dapat dikalisfikasikan tinggi rendahnya berdasarkan beberapa indikator. Frekuensi dapat juga diartikan berapa kali latihan perhari atau berapa hari latihan perminggunya. Ada dua macam beban latihan yang harus dibedakan pengertiannya menurut Suharno (1993:29) adalah: (1) Beban Luar (outer load): volume. Kemudian tentukan takaran intensitas latihannya.

(5) psikologis yang dimaksud disini yaitu bahwa psikologis juga berpengaruh lebih baik terutama menigkatnya kemampuan menerima tekanan (strees). yang dialirkan keotot.. 1996:110). 2004:71) Weight training adalah program latihan kekuatan menggunakan tahanan yang diberikan oleh beban seperti barbel dan dumbell. sementara pada waktu latihan yang cukup melelahkan. Namun metode bukan suatu bentuk mengajar. (6) Metode latihan aerobik adalah kekuatan yang kecil atau sedang yang dapat dipertahankan untuk jangka waktu yang lama menggunakan energi yang berasal dari pembakaran O2. Untuk aliran darah pada saat istirahat hanya 15%-20% darah dari seluruh volume tiap menit. Aerobic tidak berkaitan dengan dengan usaha peningkatan kekuatan. mekanika biologis dan hormon-hormon yang dengan teratur mempertahankan homeostatis tubuh pada waktu istirahat maupun latihan (Sajoto. atau memelihara kondisi tubuh seseorang. Menurut Bompa (dalam Budiwanto. Metode-metode latihan fisik tersebut diantaranya yaitu: (1) Metode latihan sirkuit (circuit training) adalah suatu sistem latihan yang selain menghasilkan perubahan-perubahan positif pada kemampuan motorik. sedang utuk orang yang terlatih atau atlet denyut jantung mereka waktu istirahat dapat mencapai tingkat yang paling rendah yaitu antara 28-40 (Sajoto. Dan untuk denyut jantung seorang yang normal rata-rata antara 60-80 kali tiap menit. maka seorang pelatih harus memperhatikan bahan-bahan beban luar latihan di atas. tenaga. untuk mencapai tujuan tertentu (Hadisasmita dan Syarifuddin. kelincahan atau kecepatan gerakan tubuh yang sangat dibutuhkan dalam atletik. 1996:106). daya konsentrasi. bangku atau sejenisnya menurut Hawkey (dalam Budiwanto. memperpendek waktu recovery. karena suatu metode melayani ketentuan pengorganisasian dari suatu kegiatan. (3) Latihan Interval (Interval Training) adalah suatu system latihan yang berganti-ganti melakukan dengan giat (interval kerja) teratur dan berulang-ulang dengan periode kegiatan dengan intensitas rendah (periode sela) dalam setiap latihan (Kent dalam Budiwanto. 1996:109). Apabila seorang pelatih ingin membuat program latihan fisik dan ingin memperberat volume atau meningkatkan intensitas . dimana beban hanya dipakai sebagai alat untuk menambah tahanan terhadap kontraksi otot. 1. juga memperbaiki secara serempak kesegaran jasmani daripada tubuh. mengembalikan atau memelihara kondisi tubuh seorang atlet (Hadisasmita dan Syarifuddin. Setelah memahami ciri beban luar dan beban dalam maka para pelatih harus membuat dan memberikan latihan pada atletnya sesuai dengan berat ringannya beban latihan yang dikehendaki. tetapi aerobic berbicara tentang tenagaaerobic yang diperlukan untuk ketahanan fisik. kekuatan otot. 1988:196).rawan seperti kearah otak dan jantung akan tetap atau meningkat sedangkan tekanan darah dalam arteri secara sistematik dan pemenuhan kebutuhan dalam jaringan dalam tubuh. Menurut Suharno (1993:2) menyatakan bahwa speed play atau fartlek adalah suatu system latihan daya tahan yang maksudnya adalah untuk membangun. (5) Metode latihan naik turun bangku(bench stepping). otot akan menerima 80%-85% dari seluruh volume tiap menit. Proses ini dikerjakan secara serentak oleh syaraf. system bekerja seseorang pelatih atau olahragawan sehubungan dengan pengetahuan dan kemampuannya yang cukup. METODE LATIHAN FISIK Metode latihan menurut Hadisasmita dan Syarifuddin (1996:142) adalah suatu cara tertentu. diperlukan koordinasi dalam jantung guna memompa darah keseluruh tubuh secara optimal. Berikut ini akan dibahas beberapa metode dalam latihan fisik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan fisik para atlet. Latihan interval adalah latihan kondisi yang sangat dianjurkan oleh semua pelatih terkenal karena dalam mengembangkan daya tahan dan stamina atlet hasilnya sangat positif (Hadisasmita dan Syarifuddin. (4) susunan biokimia dalam otot lebih baik. (4) Metode latihan lari bermain-main kecepatan (speed play atau fartlek) adalah suatu system latihan daya tahan untuk membangun. Pada latihan naik turun bangku ini merupakan latihan fisik yang sederhana dimana didalam melakukan latihannya menggunakan kotak. Tenaga aerobic adalah kemampuan tubuh untuk memanfaatkan oksigen dan disepakati sebagai cara . kelenturan. kecepatan dan fleksibelitas (Hadisasmita dan Syarifuddin. perhatian dan mengatasi masalah yang merupakan tantangan bagi atlet. H. 2004:76). 1996:105). 2004:74). mengembalikan. (2) Metode latihan beban(weight training) adalah latihan-latihan yang sistematis. menambah frekuensi dan rythme . daya tahan. 1988:193).

akan tetapi dalam olahraga sepakbola juga harus didukung oleh latihan yang bersifat erobik. kelincahan dan kecepatan.terbaik untuk mengukur kondisi kardiovaskuler (Baley. (4) Metode Latihan Lari Bermain-main Kecepatan (Speed Play atau Fartlek). otot-otot kaki menghendaki energi agar segera diisi lagi. Selama latihan. 1986:159). daya tahan. (6) Metode Latihan Aerobic . (2) Metode Latihan Beban (Weight Training). tetapi harus membakar lemak. Jadi sebaiknya untuk meningkatkan VO2 maks dilakukan latihan anerobik dengan inyerval istirahat. I. Tujuan latihan peningkatan kondisi fisik adalah meningkatkan kekuatan. Lebih lanjut Mc Ardle (2001:477) mengatakan bahwa VO 2maks dapat meningkat kira-kira 15-25 % lebih pada latihan intensif selama 3 bulan pertama dan mungkin akan meningkat mencapai 50 % lebih dalam waktu 2 tahun. yang tidak diperoleh secara cepat dari sumber aerobic. 1994:3). (3) Untuk ketahanan erobik selain dibutuhkan kemampuan jantung dan paru untuk mengangkut oksigen yang banyak. 2004:82) Berdasarkan penjelasan di atas ada beberapa metode Latihan Fisik yaitu: (1) Metode Latihan Sirkuit (Circuit Training) . Apabila kita berlari 20 km. (7) Metode latihan anaerobic . persiapan tersebut dapat berlangsung selama 2-3 bulan. Menurut Hadisasmita dan Syarifudin (1996:129) mempersiapkan komponen kondisi fisik umum seperti kekuatan. kebiasaan kegiatan dan latar belakang latihan olahragawan dapat mempengaruhi nilai VO2 maks. PENJELASAN TENTANG LATIHAN UNTUK MENINGKATKAN V02 . (3) Latihan Interval (Interval Training) . tetapi ada juga yang mengatakan bahwa untuk meningkatkan VO2 maks harus dikerjakan latihan anerobik. Olahraga sepakbola adalah olahraga yang bersifat anerobik. Menurut Soekarman (1987:58) ada beberapa pendapat mengenai latihan untuk meningkatkan VO 2 maks: (1) Sebaiknya mengerjakan latihan erobik karena dengan latihan erobik sudah ada pembebanan yang meningkatkan kerja jantung maupun paru. Hal tersebut menyebabkan pengangkutan oksigen yang diambil di dalam paru-paru dan dikirim ke seluruh serta pembuangan sisa metabolisme menjadi lebih efisien. Menurut Soekarman (1986:82) “komponen-komponen ini berhubungan dengan struktur dan faal dalam tubuh. kelentukan. Sedangkan Dwiyogo dan Sulistyorini (19991:60) menyatakan: Latihan dan proses erobik yang lama akan memberikan perbaikan-perbaikan pada jantung dan peredaran darah. Peningkatan VO2 maks juga tidak bisa dilakukan dengan hanya beberapa latihan tetapi harus secara terus menerus dan berlanjut yang sesuai dengan program yang dilaksanakan. “Kenaikan kebutuhan energi memberi penekanan pada kemampuan badan untuk menyediakan oksigen dan bahan bakar yang diperlukan otot” (Sumosardjuno. maka energi yang dibutuhkan tidak dapat dipenuhi dengan pembakaran karbohidrat saja. Aktivitas fisik yang teratur dapat menyebabkan badan menjadi lebih tahan pada tuntutan latihan. Peningkatan VO2 maks tidak bisa dilakukan tanpa adanya suatu program atau pola latihan yang sesuai dengan prinsip-prinsip latihan fisik. oleh karena itu latihan-latihan yang dikerjakan terutama untuk . ketahanan. Jantung akan lebih kuat dan mampu memompa lebih banyak darah. pada latihan ini dijelaskan bahwa pada suatu waktu kerja dengan intensitas dan kecepatan tinggi dalam waktu yang pendek memerlukan energi segera. 1993:256) mengatakan bahwa keadaan latihan. Anaerobic berarti tanpa oksigen. Ekblom (dalam Dwijoyowinoto. dengan sub maksimal sudah dapat meningkatkan. kecepatan dan lain-lain seharusnya dilakukan latihan dalam waktu yang cukup lama. karena dengan latihan anerobik dapat diberikan beban maksimum pada sistem jantung dan paru. (7) Metode Latihan Anaerobic. Persediaan lemak dalam otot hanya dapat ditingkatkan dengan latihan erobik yaitu denagn beban ringan untuk jangka waktu yang lama. maka kemampuan sel untuk menggunakan oksigen juga lebih tinggi. tetapi beban sub maksimal sebagian besar sudah merupakan peristiwa anerobik. (2) Sebetulnya beban untuk meningkatkan VO 2 maks tidak perlu maksimal. Keadaan seperti ini ada proses lain yang disebut metabolisme anaerobic . (5) Metode Latihan Naik Turun Bangku (Bench Stepping). Setelah memahami metode latihan fisik maka seorang pelatih dalam membuat program latihan fisik dan memberikan latihan fisik pada atletnya harus mengacu pada beberapa metode latihan fisik seperti yang telah dijelaskan diatas 1. agar VO 2 maks atau kondisi fisik tetap terjaga dengan baik. sehingga energi anaerobic dikeluarkan jika masukan oksigen tidak cukup Getchell (dalam Budiwanto.

(e) prinsip individu”. sedangkan antara 8-10 minggu untuk tujuan anerobik. (c) prinsip latihan beraturan. Pada fase ini pelatihan bertujuan memahirkan gerakan-gerakan utuh. Sedangkan Thompson dan Mc Ghee (dalam Strauss. Menurut Cooper (dalam Wahyu. Lama Latihan Wilmore dan Costill (dalam Sajoto. Intensitas Latihan Fisik atau Olahraga Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi seorang olahragawan dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. sesuai dengan kebutuhan gerak atau penampilan dalam olahraga itu. (2) harus dapat memperlancar peredaran darah ke jantung secara efektif. 2005:49) adaptasi dari latihan berperan dalam perubahan yang nyata pada kapasitas oksigen maksimal. Dalam menyusun suatu program latihan penigkatan kondisi fisik hendaknya memperhatikan beberapa prinsip latihan fisik antara lain: 1. “(a)prinsip beban berlebih. maka latihan hendaknya dilakukan minimal 3 kali dalam seminggu agar . perubahan pada jaringan ikat. (3) Peningkatan kemampuan gerak motorik khusus. 1. akibat dari perencanaan yang matang itu ialah bahwa degree of training (derajat latihan) dan kualitas latihan akan naik sehingga akan dapat meningkatkan kapasitas kerja serta penampilan. 1. Menurut Ramana (dalam Wahyu. Prinsip Dasar Latihan Menurut Pussegjasrek (1994:56) prinsip-prinsip dasar latihan antara lain. (3) waktu yang digunakan produktif (efektif dan efisien). Harsono (dalam Harsuki dan Elias 2003:308) mengatakan. 1. perubahan pada otot dan serabut-serabut otot. Frekuensi Latihan Menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:70) frekuensi latihan diartikan sebagai jumlah latihan yang dilakukan setiap minggunya. Menurut Djidie (1997:77) program dan aplikasi pelatihan fisik harus dirancang pengembanganya melalui tahapan sebagai berikut: (1) Persiapan fisik umum.1984:4) mengatakan bahwa hasil fisiologis yang utama dari program latihan daya tahan adalah peningkatan dalam latihan atau VO2 maks. (2) Persiapa fisik khusus.otot serta ketahanan jantung dan paru. Pengaruh yang lebih luas lagi menurut Arnheim (1995:64) bahwa latihan daya tahan bukan hanya penting untuk memperbaiki VO 2 maks dan menurunkan tekanan darah tapi hal tersebut juga merupakn faktor kunci dalam pencegahan cedera. khususnya menghadapi pertandingan. perubahan pada tekanan darah. Program latihan peningkatan kondisi fisik atau VO2 maks memerlukan persiapan fisik dan perancangan program yang baik sesuai dengan prinsip-prinsip program latihan kesegaran jasmani. 2005:35) pengaruh latihan dapat meningkatkan VO 2 maks dan dapat dicapai dengan cara meningkatkan efisiensi kerja semua sarana penyedia serta penyalur oksigen. Macam atau Jenis Latihan Fisik Bentuk latihan fisik yang baik menurut Pussegjasrek (1994:57) antara lain. seperti perubahan pada komposisi tubuh. bertujuan meningkatkan kemampuan kerja organ-organ tubuh . sehingga memudahkan upaya-upaya peningkatan komponen pelatihan pada tahap berikutnya. Sedangkan menurut Pussegjasrek (1994:59) untuk mencapai tingkat kesegaran jasmani yang baik. perubahan pada penyesuain terhadap panas. (b) prinsip tahanan tambahan. maka dengan sendirinya yang terlihat adalah perubahanperubahan dalam kedua alat tersebut”. jadi program latihan peningkatan VO 2 maks harus berlangsung cukup lama dan sesuai dengan perencanaa dan metode yang benar. Latihan daya tahan juga dapat merubah faktor-faktor penting lainnya. (d) prinsip spesifik. 1. (1) gerakan-gerakanya melibatkan otot-otot besar tubuh. bertujuan meningkatkan kemampuan fisik pada taraf lebih tinggi atau baik menjelang pertandingan. 1988:210) menyatakan bahwa lama latihan yaitu antara 12-16 minggu untuk tujuan endurance.

(2) harus dapat memperlancar peredaran darah ke jantung secara efektif. LATIHAN FISIK UNTUK MENINGKATKAN VO2 Bentuk latihan fisik yang baik menurut Pussegjasrek (1994:57) antara lain. 1999:67) bahwa latihan pada umumnya dikategorikan dalam tiga bentuk: (1) Latihan kompetisi (competitive exercise): latihan kompetisi merupakan bentuk latihan yang urutan gerak dan tipe karakteristik geraknya menyerupai tuntutan suatu kompetisi khusus suatu event cabang olahraga yang merupakan spesialisasi atlet yang bersangkutan. intensitas. 1. 2. Beban dalam adalah suatu beban latihan yang mempengaruhi fisiologi dan psikologi atlet. bentuk yang pertama hamper sama urutan geraknya dengan latihan kompetisi tetapi karakteristik pembebanannya berbeda dan latihannya mencakup elemen-elemen atau kombinasi elemen dari latihan kompetisi. frekuensi. Beban luar adalah volume. . 3. Bila menginginkan intensitas sub-maksimal dalam latihan. 2) berdasarkan jumlah denyut nadi dalam mereaksi beban latihan. 1993:22): (1) super maksimal 101% – ke atas dari prestasi terbaik. Apabila latihannya kurang dari 2 kali seminggu maka akan kurang mendapatkan efek latihan yang diharapkan. Lama Latihan Wilmore dan Costill (dalam Sajoto. Suharno (dalam Budiwanto. latihan umum diambil dari latihan olahraga tertentu atau senam yang tidak berisi elemen-elemen gerka kompetisi dan dilakukan tanpa menggunakan peralaten senam. (1) gerakan-gerakanya melibatkan otot-otot besar tubuh. Dan intensitas latihan dapat diklasifikasikan tinggi rendahnya berdasarkan beberapa indikator. Sedangkan untuk menghitung denyut nadi yaitu pertama dihitung denyut nadi maksimal (DNM) dengan rumus: 220 – umur. (3) sub maksimal 80% – 99% dari prestasi terbaik. 1. Skala intensitas untuk latihan kecepatan dan kekuatan sebagai berikut (Suharno. sedangkan antara 8-10 minggu untuk tujuan anerobik. J. MR push-upindividu dapat dihitung misalnya: mampu 30 kali. 1988:210) menyatakan bahwa lama latihan yaitu antara 12-16 minggu untuk tujuan endurance. Menurut Suharto (1997:98) menyatakan bahwa intensitas latihan merupakan komponen kualitatif yang mengacu pada jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu unit waktu tertentu. maka 80% x (220 – 20) = 160 kali/menit (intensitas sub maksimal). (3) waktu yang digunakan produktif (efektif dan efisien). Untuk mencapai tingkat kesegaran jasmani yang baik. antara lain: 1) berdasarkan persentase kecepatan dan kekuatan yang digunakan dalam latihan. 1. Beban latihan dibedakan menjadi dua yaitu beban latihan luar dan dalam. durasi dan irama. ini berarti intensitas maksimal untuk individu tersebut 30 kali/100%. 1. Intensitas Latihan Fisik atau Olahraga Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi seorang olahragawan dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. Cara menghitung intensitas dengan maximum repeatation (MR). dan jika intensitas latihan fisik lebih kecil maka waktu latihan yang dibutuhkan lebih lama. (3) latihan umum (general exercise ). Kemudian tentukan takaran intensitas latihannya. Apabila latihannya kurang dari 2 kali seminggu maka akan kurang mendapatkan efek latihan yang diharapkan. (5) low (rendah) 59% ke bawah dari prestasi terbaik. agar menghasilkan latihan dan tingkat kesegaran jasmain yang lebih baik”. berarti dalam satu giliran latihan pushup ditemukan 80% x 30 kali (MR) = 24 kali. yaitu 80% dari DNM dan umur atlet 20 tahun. (4) medium 60% – 70% dari prestasi terbaik. (2) maksimal 100% dari prestasi terbaik. Sedangkan menurut Pussegjasrek (1994:59) bahwa latihan fisik pada intensitas yang lebih besar maka waktu yang dibutuhkannya lebih pendek.mendapatkan efek latihan yang diharapkan. 2005:13) menjelaskan bahwa: Beban latihan (loading ) adalah bentuk latihan jasmani yang menimbulkan rangsangan fisik dan mental atlet untuk dilawan selama aktivitas berlatih dalam mencapai prestasi olahraga. Sedangkan menurut Harre (dalam Mutohir. terdiri dari latihan yang mengandung gerak-gerak bagian dari seluruh rangkaian gerak. dan bentuk latihan khusus yang kedua. (2) latihan khusus (special exercise ): latihan khusus ini terdiri dari dua bentuk. 1. Frekuensi Latihan Menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:70) frekuensi latihan diartikan sebagai jumlah latihan yang dilakukan setiap minggunya. maka latihan hendaknya dilakukan minimal 3 kali dalam seminggu agar mendapatkan efek latihan yang diharapkan.

K. Dengan aktifnya siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler.blogspot.com). (2) Sebagai wadah di sekolah. bersikap sportif. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Siswa dapat belajar untuk menghormati keberhasilan orang lain. Menurut Ahmadi (1984:105) kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan-kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub-klub. kesenian. bakat. potensi. Ekstrakurikuler adalah suatu program yang dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan. memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan sosial. memaksimalkan dan mengembangkan kemampuan beserta bakatnya yang terpendam di dalam dirinya masing-masing. menyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya. Sahertian (1987:83) menyatakan kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran biasa (termasuk pada waktu libur) yang dilakukan di sekolah ataupun di luar sekolah dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai mata pelajaran. Dari pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran (tatap muka) dengan maksud untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan. Selain itu ekstrakurikuler mempunyai tiga tujuan dasar sebagai berikut: (1) Membina minat dan bakat siswa. Beberapa cabang ekstrakurikuler baik secara perorangan maupun kelompok diharapkan dapat meraih prestasi yang optimal. baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah (http://ekskulabsky. secara otomatis siswa telah membentuk wadah-wadah kecil yang di dalamnya akan terjalin komunikasi antar anggota dan sekaligus dapat belajar vdalam mengorganisir setiap aktivitas kegiatan ekstrakurikuler. dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah. Oleh karena itu sering sekali atau pun wajib diadakan kegiatan di luar jam sekolah untuk memaksimalkan kegiatan bagi siswa yang mengikutinya walaupun kegiatan tersebut tidak formal. budaya dan alam sekitarnya. serta menanamkan sikap sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab melalui berbagai kegiatan positif di bawah tanggung jawab sekolah (http://nisanurdini. untuk menyalurkan bakat . dapat diberikan pada jam-jam di luar sekolah (Sarifudin. dapat diberikan pada jam-jam di luar sekolah”. di mana hal-hal yang tidak dapat diselesaikan dalam program yang telah ditentukan dalam jam-jam pelajaran sekolah. bakat. untuk memperluas pengetahuan. ekspresi dan lain-lain. Dengan adanya kegiatan yang dilakukan di luar sekolah maka siswa dapat menyalurkan. Pengaruh latihan kebugaran jasmani terhadap sepak bola 2.1. Kegiatan ekstrakurikuler diharapkan dapat membina dan mengembangkan minat yang ada pada siswa serta memupuk bakat yang dimiliki siswa. (3) Pencapaian prestasi yang optimal. Tujuan Kegiatan Ekstrakurikuler Menurut Sarifudin (1982:33) bahwa “program ekstrakurikuler dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan. di mana hal-hal yang tidak dapat diselesaikan dalam program yang telah ditentukan dalam jam-jam pelajaran sekolah. 1982:33).com) Selain itu tujuan lain dari kegiatan ekstrakurikuler adalah: Menumbuh kembangkan pribadi peserta didik yang sehat jasmani dan rohani.multiply. Dari paparan di atas maka dapat disimpulkan bahwa tujuan kegiatan ekstrakurikuler adalah untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan. misalnya: olahraga. setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. L. minat. Melalui ekstrakurikuler siswa dapat benarbenar menjadi manusia yang intensif. Karakteristik Esktrakulikuler Pengertian Kegiatan Ekstrakurikuler Keterbatasan waktu berolahraga yang dilakukan secara formal sangat menghambat tercapainya pembinaan secara maksimal untuk perkembangan dan pertumbuhan siswa. Dwiyogo (2007:55) menyatakan kegiatan pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. berjuang untuk mencapai prestasi secara jujur dan lain-lain.

Faktor-faktor itu antara lain: daya tahan. (2) diberikan untuk mengembangkan bakat dan minat siswa. Kendati demikian sepakbola mempunyai banyak aspek atau bagian yang masing-masing perlu diperhatikan. (7) teknik gerak tipu dengan bola. teman. 1981:409). kesenian. seperti: teknik. guru. (d) Ekstrakurikuler pelaksanaannya berbeda dalam cara dan sifat pelaksanaan dari kurikuler. pramuka. Permainan ini hampir seluruhnya menggunakan kemahiran kaki. yaitu anak didik.dan minat dan untuk melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya. (e) Ekstrakurikuler dapat berupa olahraga. darmawisata. semuanya melakukan permainan sepakbola. (5) teknik merampas bola. (6) teknik melempar bola. Sedangkan menurut Batty (2004:8) sepakbola adalah permainan beregu yang dimainkan oleh individu-individu untuk menyebar luaskan gagasan dari pelatih agar sepakbola menjadi permainan yang lebih baik dan menyerang dalam kerangka suatu kerjasama beregu. dan (8) teknik penjaga bola. Sepakbola merupakan permainan beregu yang dimainkan tiap regu terdiri dari 11 pemain termasuk penjaga gawang. taktik. dan strategi. Dan semua . fisik. kecuali seorang penjaga gawang yang bebas menggunakan anggota badan apapun (Abdoellah. Ciri-ciri Kegiatan Ekstrakurikuler Sarifudin (1982:45) menyebutkan ciri-ciri kegiatan ekstrakurikuler sebagai berikut: (a) Merupakan bentuk kegiatan yang berkaitan atau berhubungan langsung dengan kurikulum sekolah. kelincahan. artinya mempunyai pengaruh terhadap pencapaian tujuan kurikulum. Tujuan dari sepakbola ini adalah memasukkan bola ke gawang lawan dan berusaha mempertahankan gawangnya agar tidak kemasukan. orang tua. (2) teknik menerima bola. dengan waktu 2×45 menit. Menurut Luxbacher (1998:2) menyatakan bahwa sepakbola adalah suatu pertandingan yang dimainkan 2 tim yang masing-masing beranggotakan 11 orang pemain. Menurut Hariyoko dan Mahmud (1991:3) teknik-teknik dasar dalam permainan sepakbola adalah: (1) teknik menendang bola. (3) diberikan untuk upaya pembinaan manusia seutuhnya. Pada mulanya sepakbola merupakan olahraga untuk sekedar hobi tapi lambat laun sepakbola menjelma sebagai olahraga yang bisa mendatangkan uang atau dengan kata lain sepakbola merupakan suatu pekerjaan. dan apapun bentuk sepakbola? Olahraga ini adalah salah satu olahraga yang paling digemari diseluruh dunia. (c) Mempunyai subyek yang sama atau sasaran yang sama. (b) Diberikan di luar jam pelajaran dan diawasi oleh guru yang bertanggung jawab tentang bidang pelajaran tersebut. dan beberapa macam kegiatan yang dapat berpengaruh terhadap kesempurnaan proses dan keberhasilan proses belajar mengajar. dan rekreasi. Dari ciri-ciri yang dikemukakan oleh Sarifudin di atas maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler mempunyai ciri-ciri sebagi berikut: (1) diselenggarakan di luar pembelajaran formal. 1. KARAKTERISTIK SEPAK BOLA Sepakbola dan Karakteristiknya Di manapun. dan masyarakat. Melalui ekstrakurikuler dibina satu kesatuan individu yang utuh fisik dan psikis. Selain menguasai teknik-teknik dasar bermain sepakbola yang tersebut diatas masih ada faktor-faktor lain yang dapat menunjang seorang pemain sepakbola untuk berprestasi. kekuatan. (3) teknik menggiring bola. kecepatan. mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. (4) teknik menyundul bola. Permainan ini dimainkan di lapangan berumput dengan ukuran panjangnya 100-110 meter dan lebarnya 64-75 meter yang mana lamanya permainan sepakbola ini adalah 2×45 menit dengan dipimpin oleh 1 orang wasit dan 2 orang asisten wasit. Untuk itu sebagai seorang pemain sepakbola hendaklah memiliki keempat hal yang tersebut diatas terutama teknik dan fisik yang merupakan teknik dasar dalam bermain sepakbola. keseimbangan. M. dan kelentukan. Sepakbola adalah permainan beregu yang dimainkan masing-masing regu sebelas pemain termasuk seorang penjaga gawang. kapanpun. Tujuan kegiatan ekstrakurikuler tidak akan berhasil tanpa adanya partisipasi dari pihak lain seperti: prasarana. mulai dari pelosok-pelosok desa sampai kota-kota besar.

maka taktik dan strategi yang diintruksikan oleh pelatih akan mudah dijalankan.Melakukan penelitian dan pengumpulan data informasi termasuk kajian pustaka dan analisis kebutuhan. Mengembangkan bentuk produk awal (penyiapan materi pengajaran. Permainan sepakbola merupakan olahraga yang membutuhkan waktu yang lama. (7) Melakukan revisi produk ( berdasarkan saran – saran dan uji coba lapangan utama) (8) Uji lapangan meliputi (9) Revisi Produk Akhir.Model Pengembangan Dalam penerapan Program latihan kebugaran jasmani ini peneliti menggunakan pengembangan milik Borg dan Gall (1983:775) yang terdiri dari: 1). pengamatan kelas. persiapan laporan tentang pokok persoalan. berputar ke mana saja untuk menghindari lawan.ini dapat diperoleh dengan latihan konsdisi fisik dengan terus menerus tanpa merasa bosan. BAB III METODE PENGEMBANGAN Dalam metode pengembangan akan diuraikan tentang model pengembangan. Menurut Devaney (1988:70) satu unsur dalam sepakbola yang tidak pernah berubah dari masa ke masa adalah stamina. berhenti. perumusan tujuan. dan tehnik analisis data. Dari berbagai macam – macam langkah pengembangan yang dikemukakan oleh borg dan Gall yang sebagian di modifikasi oleh peneliti. Tidak kita pungkiri bahwa seorang pemain sepakbola yang memiliki skill individu yang baik tidak akan berarti apa-apa bila tidak ditunjang dengan kondisi fisik yang prima. sehingga seorang pemain akan memiliki daya tahan dan kecepatan secara seimbang. untuk itu dalam permainan sepakbola menggunakan sistem energi aerobik.dan uji coba skala kecil. prosedur pengembangan.Melakukan penelitian dan pengumpulan informasi (kajian pustaka. Akan tetapi dalam permainan sepakbola sewaktu-waktu juga membutuhkan kecepatan. Untuk itu dalam melatih kondisi fisik pelatih juga harus memperhatikan kedua sistem energi tersebut dalam menyusun program latihan. Bila dilihat dari urain di atas. dengan pertimbangan kebutuhan untuk menghasilkan produk pembuatan program Latihan Kebugaran jasmani di ekstrakulikuler sepak bola di MAN tlogo blitar Kabupaten Blitar.dan perlengkapan evaluasi). subjek uji coba.jenis data. 5 ). 2. olahraga sepakbola memerlukan dua sistem energi yaitu aerobik dan anaerobik.penentuan urutan pengajaran. dan semua itu harus membutuhkan stamina dan kondisi fisik yang prima. Mengembangkan Produk Awal ( berupa penerapan formasi pertahanan) . Dan stamina merupakan unsur utama dalam permainan sepakbola pemain harus mempersiapkan diri untuk mengalami kelelahan fisik. uji coba produk. berlari. Karena seorang pemain sepakbola yang telah memiliki teknik individu yang baik dan ditunjang oleh stamina yang prima. berbelok ke kanan. penyusunan buku pegangan. 3). berputar. Melakukan perencanaan (pendefinisian keterampilan. seperti: lari sprint . A. Menggunakan uji lapangan permulaan menggunakan 16 – 12 subjek). Ditambahkan pula oleh Devaney (1988:71) di dalam permainan sepakbola anda harus menggiring bola. berbelok ke kiri. Adapun langkah – langkah yang akan dicapai oleh peneliti adalah sebagai berikut: 1. berbalik badan dan menangkap atau menghalau bola untuk penjaga gawang. Dan olahraga yang membutuhkan kecepatan membutuhkan sistem energi anaerobik. 4). 2).intrumen penelitian. Dengan demikian peran latihan fisik didalam permainan sepakbola sangat menunjang bagi pemain untuk berprestasi baik di level lokal maupun internasional. Melakukan revisi terhadap produk utama ( sesuai dengan saran – saran dari hasil uji lapangan permulaan) (6) Melakukan uji lapangan utama. anda membungkuk.

hasil produk penerapan formasi pertahanan yang dihasilkan melalui revisi uji coba lapangan. peneliti membuat produk kemudian di uji cobakan kepada kelompok kecil tetapi sebelumnya dikonsultasikan dan di uji oleh para Ahli. 1 kepelatihan di bidang sepak bola.Revisi Produk Akhir . serta uji coba kelompok kecil.Uji Coba Lapangan ( kelompok Besar ) Pada tahap ini dilakukan uji coba lapangan ( kelompok Besar ) terhadap produk yang dikembangkan dengan menggunakan subjek uji coba 22 siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Kabupaten blitar. Analisis kebutuhan tersebut dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara guru pendidikan jasmani di MAN Tlogo Blitar kabupaten Blitar mengenai produk yang dikembangkan peneliti.uji coba produk Uji coba produk ini dimaksudkan untuk memperoleh masukan. Tahap dari prosedur ini antara lain sebagai berikut: 1.Revisi produk pertama Setelah uji coba produk. maka dilakukan revisi dari masukan beberapa ahli yaitu ahli kepelatihan sepak Bola. 4. 3. Evaluasi dari para ahli dengan kualifikasi yaitu. uji lapangan dengan menggunakan tehnik koesioner kemudian di analisis 6. Dalam hal ini berperan sebagai konsultan dan memberikan masukan dalam penyempurnaan Produk untuk di ujicobakan di lapangan. langkah selanjutnya adalah membuat Produk Awal berupa pembuatan program Latihan kebugaran jasmani dalam permainan Sepak Bola. Revisi produk Pertama.3.Pembuatan Produk Awal Setelah melakukan analisis kebutuhan. serta menggunakan tehnik wawancara. 2. Dalam pembuatan Produk yang dikembangkan ini.Analisis kebutuhan Analisis kebutuhan merupakan langkah – langkah yang digunakan untuk mengkaji keadaan lapangan dengan tujuan apakah produk yang dikembangkan diterima atau tidak oleh subjek. lalu dikumpulkan dan analisis. Revisi ini digunakan untuk perbaikan terhadap produk awal yang dibuat peneliti. revisi Produk akhir yang dihasilkan oleh uji coba lapangan ( kelompok Besar. revisi produk dari peninjauan para ahli. 5. 6. B. kusioner. dilakukan melalui beberapa tahap. dan Ahli Program latihan kebugaran Jasmani sepak Bola sebagai perbaikan dari produk yang telah di ujicobakan. Prosedur Pengembangan Pada pengembangan program latihan kebugaran jasmani. 5. 4. 7.ahli tehnik dalam program latihan sepak bola. saran dan penilaian terhadap produk yang dikembangkan.

Uji coba kelompok kecil Uji coba kelompok kecil dilaksanakan di MAN Tlogo Kabupaten Blitar untuk siswa yang mengikuti ekstrakulikuler sepak bola dengan subjek 12 pemain.Revisi produk dari hasil uji coba lapangan yang telah diujicobakan pada peserta ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Kab. Dari kegiatan uji coba kelompok lapangan dimasudkan untuk mengetahui keefektifan perubahan yang dilakukan sebelumnya. Tujuan kelompok kecil ini digunakan untuk meminimalkan kesalahan yang ditemui dan mengetahui tanggapan dari produk awal yang dikembangkan.Revisi produk Pertama Hasil dari data ahli tersebut dianalisis. Dalam bagian ini yang harus diperhatikan yaitu: (1) rancangan uji coba (2) Subjek uji coba (3) intrumen pengumpulan data dan (4) tehnik analisi data 1.Tinjauan Ahli Untuk memperoleh masukan tentang rancangan penerapan Informasi program latihan kebugaran Jasmani sepak bola . Evaluasi tahap pertama. 2. 7. a.Uji Coba Produk Uji coba Produk ini dilakukan untuk mengumpulkan data yang digunakan sebagai dasar dalam menetapkan kelayakan dari produk yang dikembangkan. Blitar. Hasil data yang diperoleh dari uji lapangan atau kelompok besar ini digunakan untuk menyempurnakan keseluruhan pengembangan program latihan kebugaran jasmani dalam kegiatan esktrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar. 3. b. sebagai perwakilan kelompok besar selama 8 kali pertemuan.Desain uji coba Desain uji coba dilaksanakan melalui dua tahap yaitu: (1) evaluasi tahap pertama dan evaluasi tahp kedua. dan dapat dimungkinkan untuk digunakan dalam lingkup yang sebenar – benarnya. metode pengambilan subjek yaitu menggunakan prosedur yang dilakukan dalam bentuk uji coba ini adalah (1) menerapkan penerapan Program latihan kebugaran jasmani dalam permainan sepak bola kepada siswa. Evaluasi tahap ini terdiri dari : 1. C. maka produk ini dikembangkan ini terlebih dahulu diuji oleh para ahli.Evaluasi tahap kedua Uji lapangan atau kelompok besar dilaksanakan di MAN Tlogo Blitar. 2. selanjutnya dijadikan acuan untuk merevisi produk penerapan Program latihan kebugaran Jasmani dalam permainan sepak bola sebelum diujicobakan untuk kelompok kecil. Subyek Uji Coba . (2) meminta kepada siswa untuk memberikan tanggapan dan pendapat tentang penerapan Program latihan Kebugaran Jasmani dalam permainan sepak bola dengan menggunakan koesioner.Hasil Akhir Hasil Akhir Berupa Produk yang telah dihasilkan dari uji lapangan ( kelompok Besar ) sebagai bentuk penerapan program latihan kebugaran jasmani sepak bola.

Prosedur yang dilakukan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan yang diperlukan. 3. Dengan demikian. subjek uji coba yang digunakan meliputi: untuk kelompok uji coba siswa terdapat dua kelompok uji coba yaitu: 12 pemain untuk uji coba kelompok kecil dan 22 pemain MAN Tlogo Blitar untuk uji coba kelompok besar. Kriteria pemilihan siswa sebagai sebyek pengembangan 12 orang siswa esktrakulikuler sepak bola MAN Tlogo Blitar. pengembangan ini data yang digunakan adalah kuantitatif dan Kualitatif. Jenis Data Dari data yang diperoleh dari hasil evaluasi ahli. 5. Intrumen yang dibuat untuk pengumpulan data adalah tehnik kuesioner untuk para ahli dan siswa. dan sebagai pelatih sepak bola.Dalam pengembangan produk. Tehnik ini digunakan untuk analisis data kuantitatif yang diperoleh dari hasil penyebaran angket. intrumen yang dibuat untuk pengumpulan data adalah angket yang dibuat sendiri dengan mengacu pada analisis kebutuhan.Rumus untuk mengolah data per sebjek uji coba P= X X 100% X1 Keterangan : P = persentase hasil evaluasi uji coba X= Jumlah jawaban skor oleh subyek uji coba X1 = jumlah jawaban maksimal dalam aspek penilaian oleh subyek uji coba 100 %= Konstanta b. Kriteria bagi ahli sepak bola dan ahli dalam program latihan kebugaran jasmani mempunyai sertifikasi kepelatihan sepak bola.Intrumen Pengumpulan Data Pada intrumen ini digunakan adalah pengembangan sendiri dengan mengacu pada metode atau prosedur yang sudah ditentukan. 4.Rumus untuk mengolah data secara keseluruhan uji coba P = ∑ X x 100 % ∑ Xi Keterangan P ∑X ∑Xi : Persentase hasil keseluruhan subyek uji coba : Jumlah keseluruhan jawaban subyek uji coba dalam keseluruhan aspek penilaian : jumlah keseluruhan maksimal subyek uji coba 100% : Kostanta .Tehnik analisis data Pengembangan ini tehnik analisis data yang digunakan adalah tehnik analisis diskriptif dengan persentase. Rumus yang digunakan untuk menganalisis dan menggunakan rumus dari Sudjana (1990:40 ) a.

70% 70. Pentingnya Pengembangan …………………………………………. 8. Definisi Istilah……………………………………………………………………. 1-90 % 90. BAB II KAJIAN PUSTAKA 1. 1-100 % Klasifikasi Tidak baik Kurang baik Cukup baik Baik Sangat baik Makna Dibuang Diperbaiki Digunakan Digunakan Digunakan PENGEMBANGAN PROGRAM LATIHAN KEBUGARAN JASMANI BERUPA LATIHAN FISIK UNTUK MENINGKATKAN V02 PADA PESERTA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER SEPAK BOLA DI MAN TlOGO BLITAR PROPOSAL SKRIPSI Pembimbing: Oleh: HUMAID ALI HASAN NIM 208711415983 UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN JURUSAN PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN DESEMBER DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1. Tujuan Penelitian ……………………………………………………… 4. Sistematika penulisan 9. 6.40 % 40. Asumsi keterbatasan pengembangan ……………………………………. 5. 4.1. Program latihan ………………………………………………………….Untuk menentukan penafsiran terhadap hasil analisis persentase tingkat kemenarikan produk pengembangan digunakan klasifikasi persentase guilford ( dalam Fagih. 2. Komponen-komponen Kesegaran Jasmanai……………………………. Persentase 0-20 % 20. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesegaran Jasmani…… 5. Rumusan Masalah……………………………………………………….. 1996: 58 ) maka ditetapkan kriteria sebagai berikut: No 1. 2. Prinsip Latihan…………………………………………………………… . 1. Tujuan kesegaran jasmani……………………………………………. Definisi Operasional……………………………………………………………. 6. Kesegaran Jasmani……………………………………………………… 2. Latar Belakang …………………………………………………………. 7. ……… 3. 5. 4. 3. Spesifikasi Produk yang diharapkan……………………………. 3.

Pendidikan jasmani memberikan kesempatan pada siswa untuk terlibat langsung dalam aneka pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani.…………………………………………………………………. Sumber daya manusia yang berkualitas akan membawa pada kemajuan bangsa terutama dalam menjadikan masyarakat madani. 2. Badan Standart Nasional Pendidikan (2006:729) menyatakan bahwa: . subjek uji coba……………………………………………………………………. jenis data…………………………………………………………………… 6. 9. Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kehidupan bangsa dan kemajuan suatu negara. Salah satu Pendidikan yang mengarahkan pada perkembangan perkembangan keseluruhan aspek manusia adalah pendidikan jasmani. Dengan kebijakan yang berkelanjutan khususnya dalam dunia pendidikan di indonesia. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina. Penjelasan Tentang program latihan untuk meningkatkan VO2 10. Sehingga dengan adanya pendidikan yang bermutu maka semua hal yang berhubungan dengan masalah pendidikan akan cepat terselesaikan.7.. Dengan adanya pendidikan bangsa indonesia akan mengalami kemajuan dan meninggalkan suatu bentuk keterpurukan. 7. prosedur pengembangan……………………………………………………… 3. 8. Latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan VO2 11. Peran Kesegaran Jasmani dalam Permainan sepak bola…… 12.terarah dan terencana. Beban Latihan ……………………………………………………………. Kegiatan Ekstrakurikuler……………………………………………………. model pengembangan………………………………………………………….. Sehingga pendidikan jasmani merupakan salah satu pendidikan yang sangat penting dan utama untuk kemajuan suatu bangsa. seperti sekarang ini. tehnik analisis data…………………………………………………… BAB I PENDAHULUAN 1. 4. Pendidikan merupakan cara yang srategis untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Karakteristik Sepak Bola……………………………. Untuk itu pemerintah harus lebih berkosentrasi terhadap pendidikan di indonesia dan juga harus membuat suatu kebijakan yang mengarahkan pada perkembangan pendidikan di indonesia. 5. Pendidikan jasmani hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu baik secara jasmani dan rohani. uji coba produk. dan berolahraga yang dilakukan secara sistematis . BAB III METODE PENELITIAN 1. Latar Belakang Pendidikan di Indonesia merupakan perwujudan manusia yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa berdasarkan (UUD 1945). sekaligus membentuk gaya hidup sehat dan aktif sepanjang hayat. bermain. bukan mustahil pendidikan di indonesia akan menciptakan SDM yang berwawasan luas dan berkualitas. A. Pendidikan jasmani memiliki peran yang sangat penting dalam mengintensifikasi penyelenggaraan pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup. intrumen penelitian……………………………………………………. Metode Latihan Fisik …………………………………………………. 13.

tentu pihak sekolah mempunyai peran dan tanggung jawab yang tinggi. stabilitas emosional. Man Tlogo blitar merupakan sekolah madrasah aliyah negeri di blitar yang menjadi salah satu sekolah favorit dengan keuggulan dalam ilmu agama dan umum. cabang olahraga sepak Bola paling sedikit pesertanya dibanding dengan olahraga lain. Akan tetapi tidak hanya ekstrakulikuler yang bergerak dalam bidang akademik saja yang banyak diminati oleh siswa . penalaran.tindakan moral. Untuk pendidikan jasmani yang diberikan di sekolah . Dalam hal ini guru pendidikan jasmani harus mempunyai inovasi – inovasi untuk melaksanakan pembelajaran pendidikan jasmani guna mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. 3. sepak Bola. Untuk mencapai tujuan tersebut harus ada lingkungan yang lebih banyak dari pihak lain seperti keluarga.1978:83 ). Jadi sekolah merupakan tempat dimana siswa dapat mengembangkan bakat dan minatnya kegiatan ektrakulikuler. 4. mereka juga sangat berantusias dalam mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang bergerak dalam bidang olahraga. Kegiatan ekstrakulikuler di Man Tlogo Blitar terdiri dari berbagai banyak cabang olahraga. 1989:2 ) selain itu adisasmita juga berpendapat bahwa kegiatan jasmani tertentu yang dipilih dapat membentuk sikap / membentuk karakter yang berguna bagi pelakunya. dan menghargai etika serta mengembangkan kesehatan mental – emosional ( adisasmita. sekolah. bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani. misalnya: olahraga. 2. serta lingkungan. dan futsal. Untuk mencapai tujuan pendidikan jasmani dan mengembangkan bakat dan minat siswa pihak sekolah menyelenggarakan kegiatan ekstrakulikuler.lain. keterampilan berfikir kritis. Dari tabel diatas diketahui bahwasanya dari ke lima kegiatan ekstrakulikuler yang termasuk dalam kegiatan olahraga. Di MAN tlogo Blitar salah satu sekolah lanjutan akhir di blitar dengan jumlah siswa 850 siswa juga melaksanakan kegiatan ektrakulikuler. diantaranya Badminton. Kegiatan ekstrakulikuler bertujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai berbagai mata pelajaran. Cabang Olahraga Badminton Sepak Bola Bola Voly Futsal Tenis Meja Jumlah Peserta 25 22 27 23 24 ( Sumber : Koordinator ekstrakulikuler di Man Tlogo Blitar ). aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani. bola voli. Dalam survei beberapa hari kemarin teryata Prestasi sepak bola Man Tlogo blitar cukup menjanjikan. Dari kelima ektrakulikuler tersebut siswa bisa memiliki ekstrakulikuler yang diinginkan sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa. kesenian. meyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan menusia seutuhnya ( sahertian. Tenis Meja. kebudayaan. ekspresi dan lain.keterampilan gerak. Pada tahun . keterampilan sosial. tetapi dalam sisi prestasi cabor sepak bola masih mempunyai nama daripada ektrakulikuler yang lain. Kegiatan ektrakulikuler olahraga diadakan oleh pihak sekolah bertujuan selain untuk menunjang proses belajar – mengajar khususnya pendidikan jasmani untuk mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa.Pendidikan jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan. Pada hakekatnya pendidikan jasmani tidak hanya untuk mengembangkan badan tetapi juga untuk mengajarkan perilaku sosial. 5. Data peserta ekstrakulikuler olahraga di Man Tlogo Blitar sebagaimana ditunjukan sebagai berikut: No 1. olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Menurut ahmadi ( 1984:105) kegiatan ekstrakulikuler adalah kegiatan – kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub – klub.Terhitung beberapa Prestasi telah diraih khususnya di tahun 2008 – 2010.

Peserta yang mengikuti tes kebugaranjasmani pada waktu itu tercatat sebanyak 20 orang. 13. 15. 4. 11. 5. teryata juga setuju dan pelatih . labib M. 10. Berdasarkan analisis kebutuhan yang saya lakukan dengan metode observasi maka dengan diadakanya tes kebugaran jasmani dengan lari multistage teryata dari 20 sampel dari para peserta ekstrakulikuler sepakbola masih dibawah standart minimal kebugaran jasmani. Tes yang dipilih oleh seorang pelatih dan peneliti adalah Tes Multistage. Oleh karena itu maka untuk mencapai kebugaran jasmani yang bagus harus ada solusi atau sejenis jalan keluar untuk mangatasi masalah ini. Faktanya menunjukan dengan kebugaran jasmani yang tidak bagus. 9. 2. 6. 7. 3. Seiring perjalananya waktu Tim Manega dalam berapa bulan terakhir khususnya dari segi Prestasi agak menurun dan banyak faktor yang mempengaruhinya. 2 kali kalah dan 1 kali seri . 8. 16 17. Dari itu pelatih dengan peneliti pada hari sabtu tanggal 23 september menyetujui kesepakatan untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani para pemain perlu adanya Tes dan pengukuran. kemarin saya mencatat banyak dari anggota Tim MANEGA banyak mengalami kekelahan dan keletihan sehingga para pelatih kebingungan dalam mengatasi anak buahnya. Fahrudin Usia 17 16 17 18 15 17 18 18 16 17 16 18 16 15 17 18 17 16 15 18 17 Shutlle 5 6 8 7 6 5 7 5 4 5 6 5 7 6 5 5 7 6 6 8 9 Level 5 3 7 1 4 3 2 9 3 8 5 4 3 6 7 4 5 2 1 4 2 Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwasanya para peserta anggota ekstrakulikuler Man Tlogo Blitar khususnya sepak bola dalam hal kebugaran jasmaninya masih dalam keadaan kurang baik. fitrian Risfendi Imam Bahroini Kharis Khusen Andika Wardana Dadang Permana Susilo Dwi P Galang Panjalu Budi Zaky Fahrani Bambang Hendro Joko susilo Adi wendarta Levi setiambudi M. Pada hari yang lalu kami telah bertanya kepada pelatih apabila anak didiknya kita beri suatu bentuk program latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik. 14. 12. Kemudian tahun 2009/2010 Tim Sepak Bola Tim Man Tlogo Blitar telah meraih Prestasi Juara 1 POPDA Tingkat SMA/ MAN sederajat se.Kabupaten Blitar.2008/2009 Tim Sepak bola Man Tlogo blitar telah mencatat prestasi menjadi juara tiga PORSENI tingkat MAN/ MA se – Kabupaten Blitar. 18 19 20 21 Nama Denta Permana Fuad Sholiki Faris Fahrul Rizal Agus Rohman Hendro WIJAYA Farid jalal Main M. Di bawah ini hasil dari Tes Multistage pada ekstrakulikuler sepak bola di Man Tlogo Blitar sebagai berikut:\ Tabel Hasil Tes Lari Multitahap Siswa No 1. dalam pertandingan Uji Coba selama3 kali berturut – turut hasilnya mengecewakan.

salah satu dari faktor tersebut adalah organ tubuh yang pada dasarnya organ-organ tubuh tersebut sangat menunjang terhadap tingkat VO2 maks. oleh karena itu tinggi rendahnya daya tahan seorang para pemain Tim Manega tergantung dari tinggi rendahnya kapasitas oksigen maksimal atau VO2maks. 2001:59) menyatakan Seseorang yang memiliki VO2 maks yang tinggi tidak saja mampu melakukan aktivitas daya tahan dengan baik tetapi lebih dari itu. keturunan. Tuntutan energi dalam jumlah banyak itu akan diproduksi melalui sistem erobik yang memerlukan oksigen. Menurut Del Asri (2004:4) besaran energi yang dapat tersedia per satu satuan waktu melalui proses erobik dapat ditentukan oleh volume oksigen yang dapat diangkut dengan maksimal oleh darah dari paru-paru seseorang. Tinggi rendahnya VO2 maks para pemain Tim Manega sangat berpengaruh pada kondisi fisik atau kesegaran jasmani anggota Tim. . mereka akan mampu melakukan recovery (pemulihan asal) kondisi fisiknya lebih cepat dibandingkan dengan orang yang memiliki VO2 maks yang rendah. maka mereka akan cepat mengalami kelelahan yang mengakibatkan emosi yang tidak stabil. peningkatan VO2maks sebaiknya dengan cara program latihan erobik karena dengan latihan erobik sudah ada pembebanan yang meningkatkan jantung maupun paru. sehingga tingkat daya tahannya juga baik yang pada akhirnya bagi TIM Manega memiliki tingkat kesehatan dan kesegaran jasmani yang tinggi pula . 1. dan sistem sirkulasi (pembuluh darah) yang berfungsi tempat jalannya darah serta jaringan tubuh yang akan mempergunakan oksigen untuk proses oksidasi sehingga menghasilkan energi. Prestasi tinggi Tim manega dalam tingkat kabupaten hanya dicapai dengan menjalani latihan yang sistematik dan teratur. Tinggi rendahnya VO2 maks seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pada orang normal (bukan atlet) nilai tingkat VO2 maks yang baik untuk wanita adalah diatas 40 ml/kg/menit dan untuk pria diatas 45 ml/kg/menit (Howley dan Frank. kurang kosentrasi dan tidak fokus dalam pertandingan sehingga para pemain tim manega dalam segi prestasi akan menurun. pengaruh keadaan. Menurut Wagner (2008) tinggi rendahnya VO2 maks seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu jenis latihan. Untuk meningkatkan VO2 maks latihan fisik harus dilakukan. komposisi badan. jantung yang berfungsi memompa darah. rumusan masalah yang diangkat adalah belum adanya program latihan berkenaan kebugaran jasmani bagi Ektrakulikuler Di Man Tlogo Blitar. kualitas darah (hemogoblin) yang berfungsi untuk mengikat oksigen dan membawanya ke seluruh jaringan.akan terbantu apabila dari kami bisa membuat pengembangan program latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik guna meningkatkan VO2 para atle sepak bola MAN TLOGO Blitar. dan umur. Rumusan Masalah Berdasarkan Latar belakang diatas . Organ-organ tersebut seperti. sehingga apabila tingkat kesegaran Jasmani para pemain Tim Manega bagus maka prestasi juga akan dapat meningkat dan lebih bagus lagi. Berdasarkan Latar belakang diatas maka peneliti sangat tertarik untuk membuat jenis Pengembangan Program Latihan Kebugaran Jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan V02 pada ektrakulikuler sepak bola di Man Tlogo Blitar. dengan latihan yang sistematik dan teratur maka kapasitas oksigen maksimal dapat meningkat sampai 20%. secara langsung dapat diberikan beban maksimum pada sistem jantung dan paru. mudah terombang-ambing dalam situasi atau suasana. Sehingga kemampuan mereka untuk untuk melakukan aktivitas berikutnya bisa lebih cepat dan mampu bertahan dalam jumlah waktu yang lama. paru yang berfungsi untuk memasukkan oksigen dari luar kedalam tubuh. Oleh karena itu untuk meningkatkan kebugaran fisik dan daya tahan V02 pada para peserta Ekstrakulikuler Sepak Bola Di Man Tlogo Blitar maka diterapkanya Program Latihan kebugaran Jasmani peserta Ekstrakulikiler di Man Tlogo blitar. 1997:211). Untuk memenuhi tuntutan daya tahan tersebut seorang para anggota Tim Manega harus mempunyai energi dalam jumlah banyak. Sebaliknya jika Para pemain Tim Manega mempunyai daya tahan yang rendah. Fox (dalam Umar. Bagi para pemain Tim Manega semakin baik kualitas faktor-faktor tersebut maka semakin baik dan tinggi pula tingkat VO2 maks seorang pemain. jenis kelamin. B. Sedangkan untuk meningkatkan VO2 maks yang dilakukan dengan Program latihan anerobik. Dari keterangan diatas maka untuk meningkatkan dan memperbaiki prestasi Tim Manega dalam ekstrakulikuler di Man Tlogo harus adanya Program latihan kebugaran jasmani berupa program latihan fisik khususnya dalam hal meningkatkan daya tahan jantung dan paru – paru (VO2) dengan cara latihan aerobik dan anaerobik.

1) 2) 3) 1. latihan tidak dibatasi tetapi atlit bebas melakukan latihan ini dengan berbagai variasi bentuk lari sesuai dengan medianya. Aktivitas kalestenik dengan berbagai variasi gerak sistematis dari kepala sampai kaki. Fartlek Fartlek adalah bentuk latihan yang dilakukan dengan lari jarak jauh seperti halnya pada cross country. Spesifikasi Produk Yang diharapkan Untuk memecahkan masalah diatas. Adapun Spesifikasi Penerapan program Latihan untuk Peserta Ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo blitar adalah sebagai berikut: 1. Kecepatan bentuk lari dapat diatur dengan berbagai variasi. waktu. Bentuk-bentuk Latihan Kondisi Fisik Ada berbagai bentuk latihan kondisi fisik antara lain : 1. E. Produk ini disusun untuk peserta ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar. Bentuk latihan in iberasal dari Swedia yang berarti “spee play” atau bermain-main dengan kecepatan. D.Untuk itulah peneliti akan membuat Program latihan kebugaran jasmani di Ektrakulikuler Sepak Bola di Man Tlogo Blitar . maka tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah pembuatan program latihan kebugaran jasmani untuk sepak bola sehingga paserta ektrakulikuler dapat meningkatkan kebugaran jasmani dalam melakukan permainan sepak bola yang bagus dan juga demi untuk mencapai prestasi yang bagus. Tahap Pendahuluan Tahap Pendahuluan Aktivitas yang digunakan berupa Gerak Stretching sistematis mulai dari kepala sampai kaki.di dalam akan memmuat berbagai variasi latihan kebugaran jasmani. Coch ataupun atlitnya sendiri dapat menentukan bentuk larinya maupun lamanya latihan. C. 1. Pemandangan yang indah akan menyebabkan atlit lupa akan kelelahan sehingga dengan bebas melakukan latihannya. misalnya (costa holmen) : . 1. maka peneliti akan menerapkan Program latihan kebugaran jasmani dalam permainan Sepak Bola di MAN Tlogo Blitar. Tahap Inti Pada tahap inti terdiri berbagai bentuk variasi latihan program jasmani yang akan diuraikan sebagai berikut: 1) 1. Sebaiknya untuk latihan fartlek ini dipilihnya latihan (medan) yang mempunyai pemandangan indah sedikit rintan gn dengan lintasan yang berbeda-beda : lumpur-keras-terjal-turunpasir-rumput-salju atau lainnya. 1.Produk yang dihasilkan adalah Program Latihan Kebugaran Jasmani. Tujuan Penelitian Mengacu permasalahan diatas. Aktivitas pemanasa sebelum latihan inti.

3) Interval trainning merupakan penyempurnaan dari fartlek dengan memebrikan koreksi secara teliti dalam : menentukan jarak. b. 5. Untuk lari pertama latihan boleh digunakan ulangan 2-3 kali terlebih dahulu. Untuk memper berat latihan disamping pengurangan waktu istirahat dapat pula dengan meningkatkan bentuk istirahat dari jalan. Lari dengan tempo yang cepat (pace) selama 1 menit Tujuan latihan sama dengan cross country terutama untuk daya tahan atau stamina. 7. c. Atlit diharuskan menempuh jarak 400 m dengan waktu 90 detik. Demikianlah untuk seterusnya latihan dilakukan akan tetapi waktu istirahat makin lama makin di kurangi dari 120 detik menjadi 90 – 60 – 50 detikdan setrerusnya sampai tujuan akhir tercapai yaitu lari 4 x 400 m tanpa istirahat = 1600 m. kemudian jalan selama 120 detik. d. Mulai dengan lari lambat 5-10 menit. Kecpatan yang konstan dan cukup tinggi. 2. Waktu istirahat (recovery interval): 120 detik. Cara meningkatkan beban dapat pula dengan memperberat salah satu dari faktor – faktor di atas dikombinasikan. Bentuk latihan in pada mulanya ditemukan oleh seorang dokter yang juga coach atletik dari Jerman : dr. 3. misalnya: 1. 2. Waktu untuk menempuh jarak (400 m): 90 detik. Ulangan (repetition) : 4 kali. Lari lambat-lambat diselingi lari yang makin lama makin cepat (win sprin). mendayung. Woldemar Cersshler.2) 1. jalan cepat atau lari-lari kecil. kemudian untuk seterusnya 4 kali ulangan. dan macam-macam permainan. Jarak lari ditentukan: 1600 m (4 kali keliling lintasan lari. 3. Contoh : 1. 3. Waktu dipercepat. 1. Jalan cepat (istirahat aktif). 6. Internal Trainning Pada khir0akhir ini sistem latihan interfasi mulai digunakan untuk semua cabang olah raga : atletik. Naik bukit dengan kecepatan tinggi. Bentuk latihan in baik sekali dilakukan pada periode persiapan atau bahkan pada periode latihan 1. 3. Pembuatan intrumen evaluasi untuk siswa yang mengikuti ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar Kabupaten Blitar. Tahap Penutup Pada tahap penutup diberikan evaluasi dari proses program latihan yang telah dilaksanakan dan melakukan pendinginan. 2. baru kemudian lari untuk putaran kedua. 4. E. banyaknya ulangan (repetation) dan waktu latihan. berarti 4 X 400m. Lari lambat-lambat diselingi 3-4 langkah mendadak cepat. Pentingnya Pengembangan . Latihan interval juga menggunakan prinsip penambahan beban latihan. Ulangan yang diperbanyak. Lembar intrumen evaluasi ini berisi tentang butir – butir pertayaan tentang Program latihan kebugaran jasmani. balap sepeda. 4. istirahat lagi dan seterusnya sampai selesai 4 x 400 m lari. istirahat. Interval trainning merupakan bentuk latihan yang diselingi dengan istirahat tertentu (intervasi). Jaraknya yang ditambah. Streching individu dan berpasangan.

Bagi atlet Untuk meningkatkan kebugaran jasmani para atlet 1. Bagi peneliti Sebagai sarana untuk mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan khususnya yang berhubungan dengan kesegaran jasmani. Materi program latihan kebugaran jasmani hanya terbatas pada materi kebugaran jasmani saja. Pengertian Kebugaran Jasmani Kesegaran jasmani adalah kemampuan tubuh seseorang pemain sepak bola di Man Tlogo Blitar untuk melakukan kegiatan latihan sehari-hari maupun pertandingan tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan masih memiliki tenaga yang cukup untuk melakukan aktivitas yang lainnya. d. Definisi Istilah 2. Keterbatasan produk penerapan kebugaran jasmani di kegiatan esktrakulikuler Sepak Bola MAN Tlogo Blitar ini adalah sebagai berikut:   Penerapan Program latihan kebugaran jasmani hanya diperuntukan untuk siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler bola voli di MAN Negeri Tlogo Blitar. Beban latihan atau disebut juga bahan latihan atau loading adalah suatu bentuk-bentuk latihan . di ekstrakukuler Sepak Bola MAN Negeri Tlogo Kab. a.Pengembangan ini adalah untuk memperoleh pengalaman yang nyata juga mengaplikasikan teori dan praktek selama mengikuti kegiatan ekstrakulikuler dalam bentuk penelitian pengembangan bentuk – bentuk program latihan kebugaran jasamani di kegiatan Ekstrakulikuler MAN Negeri Tlogo Kab Blitar. 1. 1. 1. Blitar. Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan Asumsi yang dijadikan landasan peneliti untuk penerapan Program Latihan kebugaran jasmani. 1995:3). Bagi pelatih Dapat dijadikan acuan bagi pelatih dalam peningkakatan kebugaran jasmani para atlet. Bagi Universitas Negeri Malang Hasil penelitian ini dijadikan bahan dasar kepustakaan dalam penelitian selanjutnya khususnya yang berhubungan dengan kesegaran jasmani. maka siswa dapat mengerti tentang program latihan kebugaran jasmani dalam permainan sepak bola. a) Dengan adanya penerapan Program latihan Kebugaran Jasamani. F. b. secara tetap dengan selalu memberikan peningkatan beban. 1. c. b) Sarana dan prasarana yang digunakan dalam melakukan latihan kebugaran jasmani cukup memadai dan bervariasi. G. (Pussegjas. Selain itu sebagai calon guru pendidikan jasmani penelitian ini dapat dijadikan bekal dalam membina kegiatan ekstrakurikuler. Pengertian Program latihan Latihan adalah suatu proses yang sistrematis secara berulang-ulang. Tujuan pokok dari latihan adalah prestasi maksimal di samping kesehatan serta kesegaran jasmani bagi atlet.

meyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan menusia seutuhnya ( sahertian. ekspresi dan lain.BAB II KAJIAN PUSTAKA: Kesegaran Jasmani.jasmani dan rohani atlet guna mencapai prestasi olah raga. Kesegaran jasmani menurut ahli faal dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk melakukan satu tugas khas yang memerlukan kerja muskular di mana kecepatan dan ketahanan . spesifikasi produk yang diharapkan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. Pengertian Esktrakulikuler Menurut ahmadi ( 1984:105) kegiatan ekstrakulikuler adalah kegiatan – kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub – klub. Aerobik adalah suatu sistem altihan yang mendorong kerja jantung. Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran biasa (termasuk pada waktu libur) yang diterapkan oleh sekolah dengan tujuan agar siswa MAN TLOGO Blitar dapat memperluas pengetahuan dan mengembangkan bakat dan minat di bidang yang digemari sehingga siswa memperoleh prestasi di bidangnya yaitu mahir bermain Sepak bola. Untuk mempertegas agar pengertian lebih sesuai dengan apa yang dimaksud. bagian pertama: memuat tentang kajian Analisis. Subjek uji coba. asumsi dan keterbatasan pengembangan. 2008:1). KESEGARAN JASMANI Kesegaran jasmani merupakan hal yang sudah populer di kalangan masyarakat saat ini. pentingnya pengembangan. Sistematika penulisan Sistematika penulisan ini terdiri dari dua bagian. Faktorfaktor yang Mempengaruhi Kesegaran Jasmani. rumusan masalah.1978:83 ). ada beberapa pendapat para ahli atau pakar kesegaran jasmani. 2. olahraga ini dimainkan oleh dua kelompok berlawanan yang masing-masing berjuang untuk memasukkan bola ke gawang kelompok lawan (Rino. Metode Latihan Fisik . Peserta ekstrakurikuler tenis lapangan adalah siswa yang mengikuti ekstrakukulikuler Sepak Bola di Man Tlogo Blitar di luar jam sekolah yang sudah dijadwalkan oleh sekolah dalam pengembangan bakat dan minat siswa. 2. 3. A. Prinsip Latihan. 1. 1. 1.Intrumen pengumpulan data. Tujuan kesegaran jasmani. Bagian pertama memuat tentang: 1. dan paru-paru untuk periode waktu yang cukup untuk menghasilkan perbaikan-perbaikan dan keadaan tubuh. Program latihan.BAB III METODE PENGEMBANGAN: taktik pengembangan. difinisi istilah dan sistematika penulisan. Beban Latihan . bagian yang kedua memuat tentang produk yang dihasilkan dari pengambangan. Latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan VO2 . Kegiatan Ekstrakulikuler. Karakteristik Sepak Bola. desain Uji coba. Kegiatan ekstrakulikuler bertujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai berbagai mata pelajaran. Sepak bola adalah salah satu olahraga yang sangat populer di dunia. Penjelasan Tentang program latihan untuk meningkatkan VO2. Komponen-komponen Kesegaran Jasmanai.BAB I PENDAHULUAN: Latar belakang masalah. kesenian. Dalam pertandingan. tujuan penelitian. darah.lain. misalnya: olahraga. H. Uji coba produk. tehnik analisis.Peran Kesegaran Jasmani dalam Permainan sepak bola. prosedur pengembangan.

sehingga masih memiliki sisa tenaga untuk mengisi waktu luangnya dan tugas-tugas mendadak lainnya. Kesegaran jasmani juga diperlukan anak usia sekolah untuk dapat melaksanakan aktifitas sehari-hari. b) daya tahan otot. komponen kondisi tubuh. g) koordinasi. i) ketepatan. kelincahan. f) kelincahan. Penjelasan tentang peranan masing-masing komponen adalah sebagai berikut: 1. c) daya tahan jantung. daya lentur. Bisa dikatakan pula bahwa tingkat kesegaran jasmani yang baik memberikan seseorang kesanggupan pada seseorang untuk menjalankan hidup yang produktif dan dapat menyesuaikan diri pada tiap pembebanan yang banyak. anggota masyarakat. Kekuatan Kekuatan atau strength .merupakan kriteria utama. 1991:25). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa setiap manusia perlu menjaga dan meningkatkan kesegaran jasmaninya sendiri. kecepatan. TUJUAN KESEGARAN JASMANI Kesegaran jasmani sangatlah penting bagi semua orang termasuk anak-anak usia sekolah. C. h) keseimbangan dan. Baik peningkatan maupun pemeliharaannya. Muhajir (dalam Sipayung. pemulihan yang cepat dari tubuh sewaktu-waktu respon demikian diperlukan”. . daya tahan. Berdasarkan beberapa uraian di atas dapat di simpulkan bahwa kesegaran jasmani dapat diartikan sebagai kemapuan fisik untuk melakukan tugas pekerjaan sesuai dengan bidangnya tanpa mengalami kelelahan yang berlebih dan mendapat pemulihan yang cepat seperti pada saat belum melakukan aktivitas. ekonomi gerakan pada waktu latihan. maka dapat ditarik kesimpilan bahwa kekuatan adalah kemampuan otot untuk mengatasi atau melawan beban dengan usaha yang maksimal dalam melaksanakan aktivitas tertentu. oleh karena itu untuk mengetahui dan memahami secara mendalam perlu mempelajari komponen-komponen yang membentuk dan saling bertautan antara yang satu dengan yang lainnya. Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:24) menjelaskan bahwa komponen-komponen kesegaran jasmani adalah: a) daya tahan. Dari pendapat di atas. 1. 1. maupun sebagai warga negara perlu mendapat perhatiaan dan tanggapan yang lebih memadai. Sedang menurut ahli-ahli pendidikan jasmani kesegaran jasmani adalah kapasitas fungsional total seseorang untuk melakukam sesuatu kerja tertentu dengan hasil yang baik tanpa kelelahan yang berarti (Depdikbud. d) kelentukan. Menurut Sajoto (1995:8-11) kondisi fisik atau kesegaran jasmani adalah satu kesatuan yang utuh dari komponen-komponen yang tidak dapat dipisahkan begitu saja. baik ketika berada di sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. Sedangkan menurut Pussegjas (1995:1) kesegaran jasmani adalah perwujudan kemampuan dan kesanggupan fisik seseorang untuk melakukan pekerjaan baik sebagai pribadi. keseimbangan. koordinasi. agar dapat hidup sehat. 1. adalah komponen kondisi fisik seseorang tentang kemampuannya dalam mempergunakan otot dalam menjalankan aktivitas (Dwiyogo dan Sulistyorini. Disebutkan pula bahwa komponen kondisi fisik meliputi: kekuatan. 8:2007) mengatakan bahwa “tujuan kesegaran jasmani adalah untuk meningkatkan kemampuan sistem sirkulasi dan kerja jantung. e) kecepatan. Tetapi menurut Kirkendall dkk (1980:226) kekuatan adalah kemampuan atau kekuatan otot tubuh yang bekerja mengeluarkan energi untuk mengatasi atau melawan kontraksi dari luar yang berfungsi untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain atau memindahkan benda mendekati tubuh atau menjauhi tubuh. terhindar dari penyakit dan selalu ceria sepanjang hidup. Seseorang yang memilik kasegaran jasmani yang baik dapat diartikan cukup mempunyai kesanggupan untuk melakukan pekerjaannya dengan efisien tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti. 1992:9). dan ketepatan. daya otot. KOMPONEN KEBUGARA JASMANI Pengertian kesegaran jasmani adalah pengertian yang sangat kompleks.

Seseorang dikatakan memiliki kelincahan cukup baik apabila mampu merubah satu posisi ke posisi yang berbeda dengan kecepatan tinggi dan koordinasi gerakan yang baik. Suharno (dalam Budiwanto. Jadi kelincahan tidak hanya memerlukan suatu kecepatan saja. Kelincahan Kelincahan atau agility adalah kemampuan seseorang mengubah posisi di area tertentu. Jadi dapat disimpulkan bahwa daya tahan/endurance merupakan salah satu komponen kesegaran jasmani yang paling penting untuk dilatih. Dari beberapa pendapat di atas. Seseorang yang mampu mengubah posisi yang berbeda dalam kecepatan tinggi dengan koordinasi yang baik. dan lain-lain (Dwiyogo dan Sulistyorini. 1.1. 2004:35)) menjelaskan bahwa daya tahan adalah kemampuan organ atlet untuk melawan kelelahan yang timbul saat melakukan aktivitas olahraga dalam waktu yang lama. yakni: daya tahan umum atau general endurance kemampuan seseorang dalam mempergunakan sistem jantung. 5. power adalah kemampuan untuk mengubah energi fisik ke dalam kekuatan yang sangat cepat dan tergantung pada banyaknya adenosine triphosphat (ATP) yang diproduksi setiap satuan waktu. Kecepatan menurut Kirkendall dkk (1980:243) adalah jarak dibagi waktu. 4. dibutuhkan bentuk latihan yang sesuai dan mengharuskan orang itu untuk dapat bergerak dengan cepat dan mengubah arah dengan lincah. Daya tahan atau endurance dalam hal ini dikenal dua macam daya tahan. . Daya tahan otot atau local endurance yaitu kemampuan seseorang dalam mempergunakan ototnya untuk berkontraksi secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama dengan beban tertentu. 2004:37) kecepatan adalah jarak tempuh per satuan waktu yang diukur dalam menit atau skala kuantitas. balap sepeda. Power Menurut Kirkendall dkk (1980:228) power adalah masa kerja dibagi dengan waktu atau lama kerja. pukulan dalam tinju. 2004:34). Menurut Kirkendall dkk (1980:243) kelincahan adalah kemampuan badan untuk mengubah arah tubuh atau bagian tubuh lainnya dengan sangat cepat dan efisien. Daya Tahan Daya tahan otot tidak hanya dikenal pada istilah kekuatan tetapi juga kemampuan otot berkontraksi dalam beberapa waktu tanpa mengalami kelelahan. Kecepatan Kecepatan atau speeds. 2. Power menurut pendapat Gabbard dkk (dalam Budiwanto. kelenturan dan komponen kesegaran jasmani lainnya. karena daya tahan ini secara langsung juga untuk melatih otot. kecepatan diukur dengan satuan jarak dibagi dengan satuan waktu. kecepatan adalah kemampuan melakukan gerakan dalam periode waktu yang pendek. kontraksi otot dengan kekuatan maksimum dan kecepatan maksimum. Dijelaskan pula bahwa power dapat diperoleh dalam melakukan kegiatan tertentu. berarti kelincahannya cukup baik. Seperti dalam lari cepat. Dari sini dapat disimpulkan bahwa power itu adalah kemampuan tubuh untuk memadukan kekuatan dan kecepatan dalam waktu yang bersamaan. paru-paru. 2004:34) adalah gabungan antara kekuatan dan daya ledak (kecepatan). Sedangkan definisi yang dikemukakan oleh Kent (dalam Budiwanto. 1. 3. adalah kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan berkesinambungan dalam bentuk yang sama dalam waktu sesingkat-singkatnya. akan tetapi juga memerlukan fleksibilitas yang baik dari sendi-sendi anggota tubuh. 1991:29). Untuk melatih kecepatan. 1. dan peredaran darahnya secara efektif dan efisien untuk menjalankan kerja secara terus menerus yang melibatkan kontraksi sejumlah otot dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama. Menurut Kent (dalam Budiwanto. smash dalam bulutangkis. dapat disimpulkan bahwa kecepatan adalah kemampuan tubuh atau bagian tubuh untuk melakukan gerakan dalam waktu yang pendek.

menghasilkan berbagai respon gerakan pada situasi fisik tertentu. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kelenturan adalah ukuran kemampuan seseorang yang mempunyai ruang gerak yang luas dalam sendi-sendinya dan yang mempunyai otot-otot yang elastis. Dari beberapa uraian di atas. Di bidang olahraga banyak hal yang harus dilakukan oleh atlet dalam masalah keseimbangan ini baik dalam menghilangkan atau mempertahankan keseimbangan. Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa koordinasi adalah kemampuan tubuh seseorang yang selaras antara sekelompok otot selama bergerak yang terlibat dalam satu pola gerak yang rumit dan mempersatukan bagian-bagian tersebut menjadi suatu gerak tunggal dan berhasil mencapai beberapa tujuan. sehingga tidak mendapat gangguan pada keseimbangannya atau bisa juga diartikan bahwa keseimbangan adalah kemampuan sikap tubuh yang tepat pada saat melakukan gerakan. 7. otak menafsirkan secara komplek. Dari beberapa uraian di atas. Keseimbangan Keseimbangan menurut Kent (dalam Budiwanto. 9. penglihatan mata. Kelenturan Daya lentur atau flexibility . hal ini akan sangat mudah ditandai dengan tingkat flexibility persendian pada seluruh tubuh. Ketepatan Ketetapan atau accuracy. 2004:42) adalah kemampuan untuk menyatukan sistem indera. maka keseimbangan dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mempertahankan posisi badan dalam berbagai keadaan. 1. Secara umum. Sedangkan Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:33) menjelaskan bahwa keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan tubuh agar tetap stabil. Kelenturan menurut Kirkendall dkk (1980:248) adalah kemampuan tubuh atau bagian-bagian tubuh untuk melakukan berbagai gerakan dengan leluasa dan seimbang antara kelincahan dan respon keseimbangan. adalah ukuran kemampuan seseorang dalam penyesuaian diri untuk segala aktivitas dengan penguluran tubuh yang luas. 1. kekuatan dan keseimbangan.Sedangkan kelincahan menurut Verducci (dalam Budiwanto. 6. Bompa (dalam Budiwanto. dapat disimpulkan bahwa sebenarnya kelincahan adalah kemampuan mengubah arah atau posisi badan secara cepat dan melakukan gerakan yang lain. 2004:40) menjelaskan bahwa kapasitas melakukan gerakan dengan rentangan yang luas diketahui sebagai kelenturan. . Sedangkan koordinasi menurut Kent (dalam Budiwanto. koordinasi adalah kerjasama yang selaras antara sekelompok otot selama bergerak yang dilakukan dengan indikasi keterampilan yang sama. Kelincahan adalah hasil pembentukan dari unsur kecepatan. Koordinasi Menurut Kirkendall dkk (1980:257). adalah kemampuan gerak tubuh seseorang untuk mengendalikan gerak-gerak bebas terhadap suatu sasaran. 1. Sasaran ini dapat merupakan jarak atau mungkin suatu objek langsung yang harus dikenal dengan salah satu bagian tubuh. Sedangkan Kirkendall dkk (1980:257) mengemukakan bahwa keseimbangan adalah fenomena yang kompleks yang melibatkan vestibular system pada bagian dalam telinga. 1. sistem syaraf dan sistem otot rangka menjadi rangkaian untuk mengatur bagian-bagian badan secara terpisah yang terlibat dalam satu pola gerak yang rumit dan mempersatukan bagian-bagian tersebut menjadi suatu gerak tunggal dan berhasil mencapai beberapa tujuan. 8. 2004:41) adalah kemampuan memelihara suatu yang berorientasi pada keadaan stabil dan khusus dikaitkan dengan lingkungan saat itu. 2004:39) disampaikan bahwa pembentukan kelincahan lebih sulit dari pada pembentukan yang lainnya. suhu badan dan usia sangat mempengaruhi luasnya gerakan bagian-bagian tubuh.

3. jumlah hemoglobin. kapasitas paru dan sebagainya. E. Suharno (1993:1) Program latihan dikatakan baik dan tepat apabila rencana dibuat telah mempertimbangkan faktor-faktor penentu untuk mencapai tujuan. itulah sebabnya dibutuhkan penyusunan dan perencanaan latihan yang baik dan tepat. 2. dan menjauhkan atau mempersempit gerakan. (2) program jangka menengah (2 tahun-4 tahun) rencana jangka . D. 4. komposisi tubuh. Artinya bahwa aktivitas fisik yang terarah juga dapat meningkatkan kesegaran jasmani di samping terjadi penurunan berat badan. Faktor Usia Menyatakan bahwa mulai anak-anak sampai sekitar usia 20 tahun. sehingga pada orang yang berusia 70 tahun diperoleh daya tahan 50% dari yang dimiliki pada usia 17 tahun. dana. mempercepat gerakan. 1. umur atlet. Program yang demikian memungkinkan bagi seorang pelatih dapat memberikan sebanyak mungkin kesempatan kepada atlet guna perkembangan pengetahuan dan keterampilannya. Moeloek (1984:3)menjelaskan tentang beberapa faktor fisiologis yang mempengaruhi daya tahan kardiovaskuler antara lain adalah: 1. lingkungan atlet. sarana dan prasarana. Faktor Keturunan (Genetik) Dari penelitian yang telah dilakukan. kemampuan atlet. 1. tenaga pelatih. yang mana semua itu terdapat dalam program latihan.Ketepatan menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:33) adalah kemampuan seseorang untuk mengarahkan suatu gerak ke suatu sasaran sesuai dengan tujuan. kekuatan otot. dan waktu yang tersedia. daya tahan kardiovaskuler meningkat. mencapai maksimal pada usia 20-30 tahun dan kemungkinan berbanding terbalik dengan usia. faktor itu antara lain: bakat atau materi atlet. Perbedaan tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan maximal muscular power yang berhubungan dengan luas permukaan tubuh. yaitu: (1) Program jangka panjang (5 tahun-12 tahun) tujuan rencana jangka panjang merupakan tujuan akhir untuk cita-cita prestasi prima. Faktor Aktivitas Fisik Berdasarkan hasil penelitian efek latihan aerobik selama delapan minggu setelah istirahat memperlihatkan peningkatan daya tahan kardiovaskuler 62% dari nilai akibat itirahat dan bila dibandingkan dengan keadaan sebelum istirahat di tempat tidur maka nilai peningkatan adalah 18%. Cara mengembangkan ketepatan ialah dengan mengulang-ulang gerakan dengan frekuensi yang banyak. Setelah usia tersebut nilai pada wanita lebih rendah dari pada pria. Faktor Jenis Kelamin Sampai dengan usia remaja tidak terdapat perbedaan daya tahan kardiovaskuler pria dan wanita. Suharno (1993:7) menyebutkan bahwa program latihan umumnya dibagi menjadi tiga. Selain itu dalam buku yang sama juga mengungkapkan program latihan adalah cara seorang pelatih untuk mempersiapkan atletnya guna menunjang program latihan yang telah direncanakan atau terprogram. Menurut Suharno (1993:1) program latihan adalah suatu petunjuk atau pedoman yang mengikat secara tertulis berisi cara-cara yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan masa mendatang yang telah ditetapkan. FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUGARAN JASMANI Berikut ini adala beberpa hal yang terkait dengan kesegaran jasmani khususnya yang berhubungan dengan daya tahan kardiovaskuler. dibuat kesimpulan bahwa kesegaran jasmani dtentukan oleh faktor genetik yang hanya diubah dengan latihan sampai pada batas maksimal. PENJELASAN TENTANG PROGRAM LATIHAN Seorang atlit untuk mencapai prestasi yang maksimal hendaklah atlit tersebut terus berlatih dan berlatih tanpa merasa bosan. Program latihan harus disusun secara teliti dan dilaksanakan secara tekun dan teratur sesuai dengan prinsip-prinsip latihan.

meningkat dan berulang-ulang waktunya. taktik. program latihan harian. Untuk memperoleh prestasi yang maksimal dalam olahraga memerlukan latihan yang intensitas dan frekuensinya banyak. Sasaran-sasaran latihan pun merupakan penjabaran sasaran dari program jangka menengah. terarah. Dari pengertian dan penjelasan tentang program latihan yang telah dikemukakan di atas. pengertian dari prinsip-prinsip latihan yang telah disebutkan di atas. Hal ini sesuai dengan pendapat Harsono (1993:1) bahwa tujuan utama dari pelatihan olagraga prestasi adalah untuk meningkatkan keterampilan dan prestasi semaksimal mungkin. terarah kian hari jumlahnya semakin meningkat dengan proses yang sistematis. Tetapi dalam menentukan beban latihannya harus benar-benar diperhatikan. prinsdip variasi (variety). 1993:317).menengah merupakan pelaksanaan langsung jangka panjang. Maka Menurut Bompa (1994:29-48) adalah sebagai berikut: . prinsip perkembangan multilateral (multilateral development). menurut Bompa (1994:29) prinsip-prinsip program latihan fisik adalah sebagai berikut: Prinsip beban bertambah (over load). Sementara itu. dan yang kian hari junlah beban latihannya kian bertambah. yaitu faktor yang paling penting bagi setiap atlet (Suharno 1993:1). program latihan mingguan. prinsip beban meningkat bertahap (progressive increase of load). menghindari beban latihan berlebih (overtraining). taktik. (3) program jangka pendek (1 tahun kebawah) merupakan pelaksanaan operasional rencana jangka menengah. program latihan bulanan. Sedangkan Latihan fisik adalah latihan yang betujuan untuk meningkatkan kondisi fisik. dan mental dikembangkan setinggi mungkin. Prestasi tinggi akan dapat dicapai apabila keempat aspek. yaitu: aspek-aspek fisik. Program latihan jangka pendek terdiri dari: program latihan tahunan. F. Menurut Kosasih (1984:46) latihan atau training adalah proses kerja yang harus dilakukan secara sistematis. 1. bertahap. prinsip reversibilitas (reversibility). dapat disimpulkan bahwa program latihan adalah petunjuk atau pedoman latihan yang bertujuan untuk menentukan tujuan latihan. Latihan juga dapat didefinisikan sebagai peran serta yang sistematis dalam latihan yang bertujuan untuk meningkatkan fungsdional fisik dan daya tahan latihan dalam bidang olahraga. Beutelstah (1986:124) menyatakan bahwa training adalah persiapan para pemain masing-masing secara individu membimbing dan membentuk mereka sehingga dapat menampilkan prestasi tertinggi secara individual maupun regu. Tujuan akhir latihan adalah untuk meningkatkan kemampuan olahraga (Dwijowinoto. prinsip melampaui batas latihan (the abuse of training). Untuk mencapai peningkatan kemampuan dalam kondisi fisik. berulang-ulang dan jumlah beban yang diberikan semakin hari bertambah. Program latihan perlu disusun dengan prinsip-prinsip latihan. PRINSIP LATIHAN Harsono (1993:2) pengertian latihan atau training adalah sesuatu proses berlatih yang sistematis yang dilakukan secara berulang-ulang. Suharno (1993:5) menjelaskan bahwa latihan ialah suatu proses penyempurnaan kualitas atlet secara sadar untuk mencapai prestasi yang maksimal dengan diberi beban fisik dan mental secara teratur. teknik. menentukan cara-cara yang efektif serta usaha-usaha untuk mencapai tujuan dari latihan yang dilakukan. teknik. prinsip pulih asal (recovery). prinsip spesialisasi (specialitation). prinsip aktif dalam latihan dan prinsip proses latihan menggunakan model. prinsip perorangan (individualization). dan mental diperlukan proses dan waktu yang relatif lama. Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan prinsip-prinsip latihan adalah suatu usaha sadar yang harus dilakukan atlet untuk mencapai prestasi maksdimal yang dilakukan berulang-ulang.

1. tetapi mungkin lebih penting untuk memelihara motivasi dan perhatian dengan memvariasi latihan fisik dan latihan secara rutin. sehingga tujuan latihan dapat ditingkatkan secara wajar Individualisasi dalam latihan adalah satu kebutuhan yang penting dalam masa latihan dan itu menunjukkan pada pemikiran untuk setiap atlet. dari siklus mikro olimpiade. Prinsip Menambah Beban Latihan secara Progresif Pemberian beban latihan harus ditingkatkan secara bertahap. Prinsip Individual Latihan harus memperhatikan dan memperlakukan atlet sesuai dengan kemampuan. Hal ini bertujuan agar sistem fisiologis dapat menyesuaikan dengan tuntutan fungsi yang dibutuhkan untuk tingkat kemampuan tinggi. 1. karakteristik belajar dan kekhususan cabang olahraga. seterusnya atlet akan mengalami kenaikan kemampuan (superkompensasi). Prinsip Beban Lebih (Over Load) Pemberian beban latihan harus melebihi kebiasaan sehari-hari secara teratur. Dalam upaya mengatasi monoton dan kebosanan dalam latihan. 1. atau dapat mengembangkan kemampuan gerak yang diperlukan dengan olahraga. 1985:13). Dalam mengatur program latihan yang paling menguntungkan harus mengembangkan kemampuan fisiologis khusus yang diperlukan untuk melakukan keterampilan olahraga atau kegiatan tertentu yang akan dilakukan. Stress terus menerus yang diberikan pelatih tanpa istirahat akan menimbulkan penurunan prestasi bagi atlet. Beban ditambah . potensi. dan akan diikuti oleh semua atlet yang mengabaikan tingkat kemampuannya. Masa latihan adalah suatu aktivitas yang sangat memerlukan beberapa jam kerja atlet. Prinsip Variasi Latihan harus bervariasi dengan tujuan mengatasi sesuatu yang monoton dan membosankan saat latihan. Stress fisik akan menimbulkan kelemahan anatomis. Keterampilan dan latihan dapat diperkaya dengan mengadopsi pola gerakan teknik yang sama. karakteristik belajar dan kekhususan olahraga. 1. Program latihan harus direncanakan. Seluruh konsep latihan harus direncanakan sesuai dengan karakteristik fisiologis dan psikologis atlet. yang akan menjamin memperoleh adaptasi secara benar. seseorang pelatih perlu kreatif dengan memiliki pengetahuan dan sumber latihan yang banyak yang memungkinkan dapat merubah secara periodik. Prinsip Spesialisasi Spesialisasi menunjukkan unsur penting yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan dalam olahraga. Prinsip spesialisasi harus disesuaikan pengertian dan penggunaanya untuk latihan anak-anak yunior di mana perkembangan multilateral harus berdasarkan perkembangan khusus. fisiologis dan organisme atlet terhadap kelelahan akibat beban latihan tersebut. mengabaikan tingkat prestasi diperlukan secara individual sesuai kemampuan dan potensinya. Menurut Bompa (1994:32) Latihan harus bersifat khusus sesuai dengan olahraga dan pertandingan yang akan dilakukan. Atlet harus memiliki disiplin latihan. Latihan yang baik harus mengakibatkan penekanan fisik dapat ditimbulkan dengan jalan pemberian beban latihan yang lebih dari batas kemampuan si atlet (Suharno. Spesialisasi bukan proses unilateral tetapi satu yang kompleks yang didasarkan pada suatu landasan kerja yang solid dari perkembangan multilareral. Volume dan intensitas latihan secara terus menerus meningkat dan latihan diulang-ulang banyak sekali.1. Prinsip beban bertambah secara pelan-pelan menjadi dasar rencana latihan olahraga. beban ditingkatkan secara pelan bertahap. teratur dan terus-menerus sehingga mencapai beban maksimum.

tetapi dia tentu harus istirahat yang cukup. Melalui latihan model pelatih berusaha memimpin dan mengorganisasi waktu latihannya dalam cara yang obyektif. Seseorang atlet akan melakukan kegiatannya meskipun tidak dibawah dan perhatian pelatih. Pengertian ini atlet akan menghubungkan keterangan obyektif dari pelatih dengan prakiraan subyektif kemampuannya. Tujuan suatu model adalah untuk memperoleh suatu yang ideal. dan meskipun dalam keadaan abstrak ideal diatas adalah kenyataan konkrit.pelan-pelan pada tiga siklus mikro pertama dengan menguragi atau tahap tanpa beban. Prinsip Menghindari Kelebihan Beban Latihan (Over Training) Program latihan yang dijalani tidak akan mencapai hasil jika atlet mengalami kelelahan. Selama waktu bebas atlet dapat melakukan pekerjaaan dalam aktifitas sosial yang memberikan kepuasan dan ketenangan. 1. BEBAN LATIHAN Menurut Suharno (1993:1) Beban latihan adalah suatu bentuk rangsangan motorik yang dapat dikontrol oleh pelatih untuk meningkatkan kualitas atlet dalam rangka mencapai prestasi maksimal. G. Partisipasi aktif tidak terbatas hanya pada latihan. untuk itu harus menghindari kelebihan beban latihan. Prinsip multilateral akan digunakan pada latihan anak-anak yunior. Prinsip Partisipasi Aktif dalam Latihan Atlet yang melakukan latihan haruslah tetap berlatih diluar jam latihan wajib meskipun tanpa pengawasan dari pelatih. 1. Prinsip Pulih Asal Beban latihan yang telah diberikan telah banyak mengeluarkan energi tubuh untuk itu diperlukan pemulihan untuk mengembalikan kondisi tubuh seperti semula. Kebutuhan perkembangan multilateral muncul untuk diterima sebagai kebutuhan dalam banyak lapangan pendidikan dan usaha manusia. c) proporsi latihan dari ekstensif ke intensif tidak cepat. Tetapi. 11. serta antara proses fisiologis dan psikologis. d) beban latihan diberikan dengan beban melompat. Ada dua . 10. Prinsip Perkembangan Multilateral Perkembangan multilateral lambat laun saling bergantung antara seluruh organ dan sistem manusia. Prinsip Reversibilitas Beban latihan yang diberikan pada saat latihan harus dikurangi secara perlahan-lahan pada saat akhir latihan. 1. metode dan isi yang sama dengan situasi pertandingan 1. b) diberikan latihan intensif secara mendadak setelah lama tidak berlatih. Oleh sebab itu latihan harus berkesinambungan untuk memelihara kondisi. Kesungguhan dan aktif ikut serta dalam latihan akan dimaksimalkan jika pelatih secara periodik. Penyebab terjadinya overtraining antara lain: a) diberikan beban latihan over-loads secara terus menerus tanpa memperhatikan interval. Prinsip Latihan Menggunakan Model Latihan yang dilakukan didesain sedemikian rupa seakan-akan seperti pada kenyataan yang akan terjadi di lapangan pertandingan. ajeg mendsiskusikan kemajuan atletnya dengannya. suatu peristiwa yang dapat diperoleh. perkembangan multilateral secara tidak langsung atlet akan menghabiskan semua waktu latihannya hanya untuk program tersebut. memungkinkan atlet dibentuk. 1. itu juga menggambarkan sesuatu yang diusahakan untuk dicapai.

Skala intensitas untuk latihan kecepatan dan kekuatan sebagai berikut (Suharno. frekuensi. Begitu juga dengan Suharto (1997:72) menyatakan bahwa perubahan massa otot bukanlah disebabkan pertambahan jumlah sel otot melainkan karena pertambahan dari anak serabut otot yang membesar akibat latihan. (4) Frekuensi adalah ulangan gerak berapa kali atlet harus melakukan gerak setiap giliran. Di bawah ini ciri-ciri beban luar (Suharno. Namun aliran darah ke daerah-daerah rawan seperti kearah otak dan jantung akan tetap atau meningkat sedangkan tekanan darah dalam arteri secara sistematik dan pemenuhan kebutuhan dalam jaringan dalam tubuh. 1993:23) Beban dalam mempunyai dampak perubahan fungsional organisme atlet meliputi: (1) susunan anatomis/struktur tubuh yang dimaksud disini adalah latihan dapat menambah jumlah serabut otot. (2) Beban Dalam (inner load) 1. yaitu yang melalui proses pemecahan serabut pada waktu latihan dan terjadi pembesaran otot yang disebabkan karena bertambah luasnya serabut otot (Sajoto 1988:111) . Kepekatan rangsangan densitas tergantung lama dan pendeknya waktu recovery . 1993:29): (1) Volume adalah beban latihan yang biasa dinyatakan dengan satuan jarak. Sedangkan untuk menghitung denyut nadi yaitu pertama dihitung DNM (denyut nadi maksimal) dengan rumus: 220 – umur. Begitu juga menurut Suharto (1997:97) menyatakan bahwa pada dasarnya volume latihan meliputi unsur-unsur: waktu atau lama latihan. rythme. beban berat yang diangkat. bulanan dan tahunan. maka 80% x (220 – 20) = 160 kali/menit (intensitas sub maksimal). Frekuensi dapat juga diartikan berapa kali latihan perhari atau berapa hari latihan perminggunya. (3) sub maksimal 80% – 99% dari prestasi terbaik. ini berarti intensitas maksimal untuk atlet tersebut 30 kali/100%. Frekuensi tinggi berarti ulangan gerak banyak sekali dalam satu giliran. Dan intensitas latihan dapat dikalisfikasikan tinggi rendahnya berdasarkan beberapa indikator. (sistem peredaran darah. Beban Luar (Outer Load) Beban luar adalah rangsangan motorik yang dapat diatur dikontrol dengan cara memvariasikan ciri beban latihan seperti volume. 1993:22): (1) super maksimal 101% – ke atas dari prestasi terbaik. 1. irama dalam suatu unit program latihan. sementara terjadi penurunan aliran kearah jaringan-jaringan yang kurang aktif. intensitas. seperti timbulnya kenaikan volume darah tiap menit dan bertambahnya jumlah darah yang mengalir keotot-otot yang lebih aktif. Beban Dalam (Inner Load) Beban dalam adalah perubahan fisiologis organisme atlet akibat pengaruh latihan beban luar yang ditandai dengan kenaikan denyut nadi (Suharno. (3) Recovery adalah waktu yang digunakan untuk pemulihan tenaga kembali antara satu dengan elemen bahan latihan elemen berikutnya. diperlukan koordinasi dalam .macam beban latihan yang harus dibedakan pengertiannya menurut Suharno (1993:29) adalah: (1) Beban Luar (outer load): volume. jumlah ulangan latihan atau unsur teknik yang dilakukan dalam waktu tertentu. recovery. intensitas. (5)low (rendah) 59% ke bawah dari prestasi terbaik. antara lain: 1) berdasarkan persentase kecepatan dan kekuatan yang digunakan dalam latihan. Bila pelatih menginginkan intensitas sub-maksimal dalam latihan. sedang frekuensi rendah artinya ulangan gerak sedikit dalam satu giliran. frekuensi. jumlah beberapa elemen jenis latihan. recovery. total waktu latihan. pernafasan dan metabolisme) yang dimaksud disini yaitu pada secara reflek akan terjadi perubahan pengaliran darah. (2) Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi atlet dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. Menurut Suharto (1997:98) menyatakan bahwa intensitas latihan merupakan komponen kualitatif yang mengacu pada jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu unit waktu tertentu. berarti dalam satu giliran latihan push-up ditemukan 80% x 30 kali (MR) = 24 kali. Dan unsur tersebut mencerminkan kwantitas atau banyaknya latihan yang dilakukan pada saat latihan. Cara menghitung intensitas dengan MR (maximum repeatation) . (2) maksimal 100% dari prestasi terbaik. (5) Rythme adalah sifat irama latihan yang berhubungan dengan tinggi rendahnya tempo dan berat ringannya suatu latihan dalam satu unit latihan maupun mingguan. yaitu 80% dari DNM dan umur atlet 20 tahun. jarak tempuh atau berat beban. Kemudian tentukan takaran intensitas latihannya. jumlah set dalam latihan interval dan sirkuit sebagai ukuran rangsangan motorik dalam suatu unit latihan. (4) medium 60% – 70% dari prestasi terbaik. (2) fungsi fisiologis organisme. 2) berdasarkan jumlah denyut nadi dalam mereaksi beban latihan. Beban dalam dikatakan maksimal apabila denyut nadi atlet setelah melakukan satu unit latihan meningkat (Suharno. MR push-up atlet dapat dihitung misalnya: mampu 30 kali. 1985:16).

Namun metode bukan suatu bentuk mengajar. bangku atau sejenisnya menurut Hawkey (dalam Budiwanto. 1986:159). 2004:76). maka seorang pelatih harus memperhatikan bahan-bahan beban luar latihan di atas. 2004:71) Weight training adalah program latihan kekuatan menggunakan tahanan yang diberikan oleh beban seperti barbel dan dumbell. daya tahan. mengembalikan. Aerobic tidak berkaitan dengan dengan usaha peningkatan kekuatan. Proses ini dikerjakan secara serentak oleh syaraf. kekuatan otot. sementara pada waktu latihan yang cukup melelahkan. Berikut ini akan dibahas beberapa metode dalam latihan fisik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan fisik para atlet. Metode-metode latihan fisik tersebut diantaranya yaitu: (1) Metode latihan sirkuit (circuit training) adalah suatu sistem latihan yang selain menghasilkan perubahan-perubahan positif pada kemampuan motorik. Dan untuk denyut jantung seorang yang normal rata-rata antara 60-80 kali tiap menit. Apabila seorang pelatih ingin membuat program latihan fisik dan ingin memperberat volume atau meningkatkan intensitas . mekanika biologis dan hormon-hormon yang dengan teratur mempertahankan homeostatis tubuh pada waktu istirahat maupun latihan (Sajoto. Latihan interval adalah latihan kondisi yang sangat dianjurkan oleh semua pelatih terkenal karena dalam mengembangkan daya tahan dan stamina atlet hasilnya sangat positif (Hadisasmita dan Syarifuddin. tenaga. METODE LATIHAN FISIK Metode latihan menurut Hadisasmita dan Syarifuddin (1996:142) adalah suatu cara tertentu. perhatian dan mengatasi masalah yang merupakan tantangan bagi atlet. atau memelihara kondisi tubuh seseorang. (3) Latihan Interval (Interval Training) adalah suatu system latihan yang berganti-ganti melakukan dengan giat (interval kerja) teratur dan berulang-ulang dengan periode kegiatan dengan intensitas rendah (periode sela) dalam setiap latihan (Kent dalam Budiwanto. (4) susunan biokimia dalam otot lebih baik. H. Pada latihan naik turun bangku ini merupakan latihan fisik yang sederhana dimana didalam melakukan latihannya menggunakan kotak.. 1988:193). 1988:196). untuk mencapai tujuan tertentu (Hadisasmita dan Syarifuddin. (5) Metode latihan naik turun bangku(bench stepping). 1996:109). sedang utuk orang yang terlatih atau atlet denyut jantung mereka waktu istirahat dapat mencapai tingkat yang paling rendah yaitu antara 28-40 (Sajoto. mengembalikan atau memelihara kondisi tubuh seorang atlet (Hadisasmita dan Syarifuddin.jantung guna memompa darah keseluruh tubuh secara optimal. juga memperbaiki secara serempak kesegaran jasmani daripada tubuh. Menurut Suharno (1993:2) menyatakan bahwa speed play atau fartlek adalah suatu system latihan daya tahan yang maksudnya adalah untuk membangun. yang dialirkan keotot. kelincahan atau kecepatan gerakan tubuh yang sangat dibutuhkan dalam atletik. (5) psikologis yang dimaksud disini yaitu bahwa psikologis juga berpengaruh lebih baik terutama menigkatnya kemampuan menerima tekanan (strees). (4) Metode latihan lari bermain-main kecepatan (speed play atau fartlek) adalah suatu system latihan daya tahan untuk membangun. daya konsentrasi. pada latihan ini dijelaskan bahwa pada suatu waktu kerja dengan intensitas dan kecepatan tinggi dalam waktu . 1. Menurut Bompa (dalam Budiwanto. memperpendek waktu recovery. otot akan menerima 80%-85% dari seluruh volume tiap menit. 1996:106). 2004:74). kelenturan. Tenaga aerobic adalah kemampuan tubuh untuk memanfaatkan oksigen dan disepakati sebagai cara terbaik untuk mengukur kondisi kardiovaskuler (Baley. menambah frekuensi dan rythme . Setelah memahami ciri beban luar dan beban dalam maka para pelatih harus membuat dan memberikan latihan pada atletnya sesuai dengan berat ringannya beban latihan yang dikehendaki. 1996:105). (7) Metode latihan anaerobic . dimana beban hanya dipakai sebagai alat untuk menambah tahanan terhadap kontraksi otot. system bekerja seseorang pelatih atau olahragawan sehubungan dengan pengetahuan dan kemampuannya yang cukup. tetapi aerobic berbicara tentang tenagaaerobic yang diperlukan untuk ketahanan fisik. (2) Metode latihan beban(weight training) adalah latihan-latihan yang sistematis. Untuk aliran darah pada saat istirahat hanya 15%-20% darah dari seluruh volume tiap menit. kecepatan dan fleksibelitas (Hadisasmita dan Syarifuddin. 1996:110). (6) Metode latihan aerobik adalah kekuatan yang kecil atau sedang yang dapat dipertahankan untuk jangka waktu yang lama menggunakan energi yang berasal dari pembakaran O2. karena suatu metode melayani ketentuan pengorganisasian dari suatu kegiatan.

dengan sub maksimal sudah dapat meningkatkan. (5) Metode Latihan Naik Turun Bangku (Bench Stepping). Tujuan latihan peningkatan kondisi fisik adalah meningkatkan kekuatan. Ekblom (dalam Dwijoyowinoto. Jantung akan lebih kuat dan mampu memompa lebih banyak darah.yang pendek memerlukan energi segera. (2) Sebetulnya beban untuk meningkatkan VO 2 maks tidak perlu maksimal. Persediaan lemak dalam otot hanya dapat ditingkatkan dengan latihan erobik yaitu denagn beban ringan untuk jangka waktu yang lama. “Kenaikan kebutuhan energi memberi penekanan pada kemampuan badan untuk menyediakan oksigen dan bahan bakar yang diperlukan otot” (Sumosardjuno. Olahraga sepakbola adalah olahraga yang bersifat anerobik. (6) Metode Latihan Aerobic . (3) Untuk ketahanan erobik selain dibutuhkan kemampuan jantung dan paru untuk mengangkut oksigen yang banyak. akan tetapi dalam olahraga sepakbola juga harus didukung oleh latihan yang bersifat erobik. yang tidak diperoleh secara cepat dari sumber aerobic. maka dengan sendirinya yang terlihat adalah perubahanperubahan dalam kedua alat tersebut”. Anaerobic berarti tanpa oksigen. I. Sedangkan Dwiyogo dan Sulistyorini (19991:60) menyatakan: Latihan dan proses erobik yang lama akan memberikan perbaikan-perbaikan pada jantung dan peredaran darah. Keadaan seperti ini ada proses lain yang disebut metabolisme anaerobic . Menurut Hadisasmita dan Syarifudin (1996:129) mempersiapkan komponen kondisi fisik umum seperti kekuatan. Setelah memahami metode latihan fisik maka seorang pelatih dalam membuat program latihan fisik dan memberikan latihan fisik pada atletnya harus mengacu pada beberapa metode latihan fisik seperti yang telah dijelaskan diatas 1. kelentukan. agar VO 2 maks atau kondisi fisik tetap terjaga dengan baik. Menurut Soekarman (1986:82) “komponen-komponen ini berhubungan dengan struktur dan faal dalam tubuh. maka kemampuan sel untuk menggunakan oksigen juga lebih tinggi. tetapi ada juga yang mengatakan bahwa untuk meningkatkan VO2 maks harus dikerjakan latihan anerobik. sehingga energi anaerobic dikeluarkan jika masukan oksigen tidak cukup Getchell (dalam Budiwanto. Peningkatan VO2 maks juga tidak bisa dilakukan dengan hanya beberapa latihan tetapi harus secara terus menerus dan berlanjut yang sesuai dengan program yang dilaksanakan. (4) Metode Latihan Lari Bermain-main Kecepatan (Speed Play atau Fartlek). kelincahan dan kecepatan. 1994:3). Jadi sebaiknya untuk meningkatkan VO 2 maks dilakukan latihan anerobik dengan inyerval istirahat. ketahanan.1984:4) . Selama latihan. persiapan tersebut dapat berlangsung selama 2-3 bulan. tetapi beban sub maksimal sebagian besar sudah merupakan peristiwa anerobik. Lebih lanjut Mc Ardle (2001:477) mengatakan bahwa VO 2maks dapat meningkat kira-kira 15-25 % lebih pada latihan intensif selama 3 bulan pertama dan mungkin akan meningkat mencapai 50 % lebih dalam waktu 2 tahun. Aktivitas fisik yang teratur dapat menyebabkan badan menjadi lebih tahan pada tuntutan latihan. Sedangkan Thompson dan Mc Ghee (dalam Strauss. kecepatan dan lain-lain seharusnya dilakukan latihan dalam waktu yang cukup lama. oleh karena itu latihan-latihan yang dikerjakan terutama untuk otot serta ketahanan jantung dan paru. otot-otot kaki menghendaki energi agar segera diisi lagi. kebiasaan kegiatan dan latar belakang latihan olahragawan dapat mempengaruhi nilai VO2 maks. Peningkatan VO2 maks tidak bisa dilakukan tanpa adanya suatu program atau pola latihan yang sesuai dengan prinsip-prinsip latihan fisik. tetapi harus membakar lemak. 1993:256) mengatakan bahwa keadaan latihan. daya tahan. Hal tersebut menyebabkan pengangkutan oksigen yang diambil di dalam paru-paru dan dikirim ke seluruh serta pembuangan sisa metabolisme menjadi lebih efisien. maka energi yang dibutuhkan tidak dapat dipenuhi dengan pembakaran karbohidrat saja. Apabila kita berlari 20 km. (7) Metode Latihan Anaerobic. 2004:82) Berdasarkan penjelasan di atas ada beberapa metode Latihan Fisik yaitu: (1) Metode Latihan Sirkuit (Circuit Training) . (3) Latihan Interval (Interval Training) . PENJELASAN TENTANG LATIHAN UNTUK MENINGKATKAN V02 . Menurut Soekarman (1987:58) ada beberapa pendapat mengenai latihan untuk meningkatkan VO 2 maks: (1) Sebaiknya mengerjakan latihan erobik karena dengan latihan erobik sudah ada pembebanan yang meningkatkan kerja jantung maupun paru. (2) Metode Latihan Beban (Weight Training). karena dengan latihan anerobik dapat diberikan beban maksimum pada sistem jantung dan paru.

(b) prinsip tahanan tambahan. seperti perubahan pada komposisi tubuh. (2) Persiapa fisik khusus. 1988:210) menyatakan bahwa lama latihan yaitu antara 12-16 minggu untuk tujuan endurance. 1. sedangkan antara 8-10 minggu untuk tujuan anerobik. Macam atau Jenis Latihan Fisik Bentuk latihan fisik yang baik menurut Pussegjasrek (1994:57) antara lain. Dalam menyusun suatu program latihan penigkatan kondisi fisik hendaknya memperhatikan beberapa prinsip latihan fisik antara lain: 1. khususnya menghadapi pertandingan. bertujuan meningkatkan kemampuan kerja organ-organ tubuh . Lama Latihan Wilmore dan Costill (dalam Sajoto. (3) Peningkatan kemampuan gerak motorik khusus. Menurut Djidie (1997:77) program dan aplikasi pelatihan fisik harus dirancang pengembanganya melalui tahapan sebagai berikut: (1) Persiapan fisik umum. bertujuan meningkatkan kemampuan fisik pada taraf lebih tinggi atau baik menjelang pertandingan. Harsono (dalam Harsuki dan Elias 2003:308) mengatakan. Prinsip Dasar Latihan Menurut Pussegjasrek (1994:56) prinsip-prinsip dasar latihan antara lain.mengatakan bahwa hasil fisiologis yang utama dari program latihan daya tahan adalah peningkatan dalam latihan atau VO2 maks. 2005:49) adaptasi dari latihan berperan dalam perubahan yang nyata pada kapasitas oksigen maksimal. jadi program latihan peningkatan VO 2 maks harus berlangsung cukup lama dan sesuai dengan perencanaa dan metode yang benar. Intensitas Latihan Fisik atau Olahraga Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi seorang olahragawan dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. “(a)prinsip beban berlebih. perubahan pada jaringan ikat. (2) harus dapat memperlancar peredaran darah ke jantung secara efektif. 2005:35) pengaruh latihan dapat meningkatkan VO 2 maks dan dapat dicapai dengan cara meningkatkan efisiensi kerja semua sarana penyedia serta penyalur oksigen. sesuai dengan kebutuhan gerak atau penampilan dalam olahraga itu. Pada fase ini pelatihan bertujuan memahirkan gerakan-gerakan utuh. Latihan daya tahan juga dapat merubah faktor-faktor penting lainnya. sehingga memudahkan upaya-upaya peningkatan komponen pelatihan pada tahap berikutnya. . Frekuensi Latihan Menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:70) frekuensi latihan diartikan sebagai jumlah latihan yang dilakukan setiap minggunya. Program latihan peningkatan kondisi fisik atau VO2 maks memerlukan persiapan fisik dan perancangan program yang baik sesuai dengan prinsip-prinsip program latihan kesegaran jasmani. Menurut Cooper (dalam Wahyu. Menurut Ramana (dalam Wahyu. (1) gerakan-gerakanya melibatkan otot-otot besar tubuh. (c) prinsip latihan beraturan. (3) waktu yang digunakan produktif (efektif dan efisien). perubahan pada otot dan serabut-serabut otot. Sedangkan menurut Pussegjasrek (1994:59) untuk mencapai tingkat kesegaran jasmani yang baik. 1. akibat dari perencanaan yang matang itu ialah bahwa degree of training (derajat latihan) dan kualitas latihan akan naik sehingga akan dapat meningkatkan kapasitas kerja serta penampilan. perubahan pada tekanan darah. maka latihan hendaknya dilakukan minimal 3 kali dalam seminggu agar mendapatkan efek latihan yang diharapkan. Apabila latihannya kurang dari 2 kali seminggu maka akan kurang mendapatkan efek latihan yang diharapkan. perubahan pada penyesuain terhadap panas. Pengaruh yang lebih luas lagi menurut Arnheim (1995:64) bahwa latihan daya tahan bukan hanya penting untuk memperbaiki VO 2 maks dan menurunkan tekanan darah tapi hal tersebut juga merupakn faktor kunci dalam pencegahan cedera. (d) prinsip spesifik. 1. 1. (e) prinsip individu”.

(2) latihan khusus (special exercise ): latihan khusus ini terdiri dari dua bentuk. LATIHAN FISIK UNTUK MENINGKATKAN VO2 Bentuk latihan fisik yang baik menurut Pussegjasrek (1994:57) antara lain.1. Beban dalam adalah suatu beban latihan yang mempengaruhi fisiologi dan psikologi atlet. Intensitas Latihan Fisik atau Olahraga Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi seorang olahragawan dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. Pengaruh latihan kebugaran jasmani terhadap sepak bola 2. 3. 2005:13) menjelaskan bahwa: Beban latihan (loading ) adalah bentuk latihan jasmani yang menimbulkan rangsangan fisik dan mental atlet untuk dilawan selama aktivitas berlatih dalam mencapai prestasi olahraga. 2. 1. antara lain: 1) berdasarkan persentase kecepatan dan kekuatan yang digunakan dalam latihan. MR push-upindividu dapat dihitung misalnya: mampu 30 kali. Skala intensitas untuk latihan kecepatan dan kekuatan sebagai berikut (Suharno. Apabila latihannya kurang dari 2 kali seminggu maka akan kurang mendapatkan efek latihan yang diharapkan. (3) latihan umum (general exercise ). Frekuensi Latihan Menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:70) frekuensi latihan diartikan sebagai jumlah latihan yang dilakukan setiap minggunya. agar menghasilkan latihan dan tingkat kesegaran jasmain yang lebih baik”. 1. (5) low (rendah) 59% ke bawah dari prestasi terbaik. latihan umum diambil dari latihan olahraga tertentu atau senam yang tidak berisi elemen-elemen gerka kompetisi dan dilakukan tanpa menggunakan peralaten senam. maka latihan hendaknya dilakukan minimal 3 kali dalam seminggu agar mendapatkan efek latihan yang diharapkan. (2) maksimal 100% dari prestasi terbaik. sedangkan antara 8-10 minggu untuk tujuan anerobik. (2) harus dapat memperlancar peredaran darah ke jantung secara efektif. Karakteristik Esktrakulikuler . 1. 1. dan bentuk latihan khusus yang kedua. Sedangkan menurut Harre (dalam Mutohir. J. Beban luar adalah volume. L. frekuensi. K. Menurut Suharto (1997:98) menyatakan bahwa intensitas latihan merupakan komponen kualitatif yang mengacu pada jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu unit waktu tertentu. Beban latihan dibedakan menjadi dua yaitu beban latihan luar dan dalam. yaitu 80% dari DNM dan umur atlet 20 tahun. ini berarti intensitas maksimal untuk individu tersebut 30 kali/100%. (1) gerakan-gerakanya melibatkan otot-otot besar tubuh. 1988:210) menyatakan bahwa lama latihan yaitu antara 12-16 minggu untuk tujuan endurance. (4) medium 60% – 70% dari prestasi terbaik. berarti dalam satu giliran latihan pushup ditemukan 80% x 30 kali (MR) = 24 kali. intensitas. Untuk mencapai tingkat kesegaran jasmani yang baik. maka 80% x (220 – 20) = 160 kali/menit (intensitas sub maksimal). Bila menginginkan intensitas sub-maksimal dalam latihan. terdiri dari latihan yang mengandung gerak-gerak bagian dari seluruh rangkaian gerak. bentuk yang pertama hamper sama urutan geraknya dengan latihan kompetisi tetapi karakteristik pembebanannya berbeda dan latihannya mencakup elemen-elemen atau kombinasi elemen dari latihan kompetisi. durasi dan irama. Cara menghitung intensitas dengan maximum repeatation (MR). 1993:22): (1) super maksimal 101% – ke atas dari prestasi terbaik. 2) berdasarkan jumlah denyut nadi dalam mereaksi beban latihan. Dan intensitas latihan dapat diklasifikasikan tinggi rendahnya berdasarkan beberapa indikator. 1. Lama Latihan Wilmore dan Costill (dalam Sajoto. Sedangkan untuk menghitung denyut nadi yaitu pertama dihitung denyut nadi maksimal (DNM) dengan rumus: 220 – umur. 1999:67) bahwa latihan pada umumnya dikategorikan dalam tiga bentuk: (1) Latihan kompetisi (competitive exercise): latihan kompetisi merupakan bentuk latihan yang urutan gerak dan tipe karakteristik geraknya menyerupai tuntutan suatu kompetisi khusus suatu event cabang olahraga yang merupakan spesialisasi atlet yang bersangkutan. dan jika intensitas latihan fisik lebih kecil maka waktu latihan yang dibutuhkan lebih lama. (3) sub maksimal 80% – 99% dari prestasi terbaik. Sedangkan menurut Pussegjasrek (1994:59) bahwa latihan fisik pada intensitas yang lebih besar maka waktu yang dibutuhkannya lebih pendek. (3) waktu yang digunakan produktif (efektif dan efisien). Suharno (dalam Budiwanto. Kemudian tentukan takaran intensitas latihannya.

dapat diberikan pada jam-jam di luar sekolah (Sarifudin. ekspresi dan lain-lain. serta menanamkan sikap sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab melalui berbagai kegiatan positif di bawah tanggung jawab sekolah (http://nisanurdini. 1982:33). Dengan adanya kegiatan yang dilakukan di luar sekolah maka siswa dapat menyalurkan. bakat.Pengertian Kegiatan Ekstrakurikuler Keterbatasan waktu berolahraga yang dilakukan secara formal sangat menghambat tercapainya pembinaan secara maksimal untuk perkembangan dan pertumbuhan siswa.blogspot. dapat diberikan pada jam-jam di luar sekolah”. memaksimalkan dan mengembangkan kemampuan beserta bakatnya yang terpendam di dalam dirinya masing-masing. untuk memperluas pengetahuan. Ekstrakurikuler adalah suatu program yang dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan. budaya dan alam sekitarnya. dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah. minat. Selain itu ekstrakurikuler mempunyai tiga tujuan dasar sebagai berikut: (1) Membina minat dan bakat siswa. potensi. memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan sosial. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah (http://ekskulabsky. Sahertian (1987:83) menyatakan kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran biasa (termasuk pada waktu libur) yang dilakukan di sekolah ataupun di luar sekolah dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai mata pelajaran. Dari pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran (tatap muka) dengan maksud untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan. di mana hal-hal yang tidak dapat diselesaikan dalam program yang telah ditentukan dalam jam-jam pelajaran sekolah. di mana hal-hal yang tidak dapat diselesaikan dalam program yang telah ditentukan dalam jam-jam pelajaran sekolah. kesenian. Beberapa cabang ekstrakurikuler baik secara perorangan maupun kelompok diharapkan dapat meraih prestasi yang optimal. Menurut Ahmadi (1984:105) kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan-kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub-klub. (2) Sebagai wadah di sekolah.com). Siswa dapat belajar untuk menghormati keberhasilan orang lain. menyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya. Tujuan kegiatan ekstrakurikuler . Kegiatan ekstrakurikuler diharapkan dapat membina dan mengembangkan minat yang ada pada siswa serta memupuk bakat yang dimiliki siswa. Dengan aktifnya siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler. misalnya: olahraga. Dari paparan di atas maka dapat disimpulkan bahwa tujuan kegiatan ekstrakurikuler adalah untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan. secara otomatis siswa telah membentuk wadah-wadah kecil yang di dalamnya akan terjalin komunikasi antar anggota dan sekaligus dapat belajar vdalam mengorganisir setiap aktivitas kegiatan ekstrakurikuler. Tujuan Kegiatan Ekstrakurikuler Menurut Sarifudin (1982:33) bahwa “program ekstrakurikuler dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan. Melalui ekstrakurikuler siswa dapat benarbenar menjadi manusia yang intensif. berjuang untuk mencapai prestasi secara jujur dan lain-lain. Oleh karena itu sering sekali atau pun wajib diadakan kegiatan di luar jam sekolah untuk memaksimalkan kegiatan bagi siswa yang mengikutinya walaupun kegiatan tersebut tidak formal. Dwiyogo (2007:55) menyatakan kegiatan pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. bersikap sportif. bakat. (3) Pencapaian prestasi yang optimal.multiply. untuk menyalurkan bakat dan minat dan untuk melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya. setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah.com) Selain itu tujuan lain dari kegiatan ekstrakurikuler adalah: Menumbuh kembangkan pribadi peserta didik yang sehat jasmani dan rohani.

semuanya melakukan permainan sepakbola. (6) teknik melempar bola. Faktor-faktor itu antara lain: daya tahan. Pada mulanya sepakbola merupakan olahraga untuk sekedar hobi tapi lambat laun sepakbola menjelma sebagai olahraga yang bisa mendatangkan uang atau dengan kata lain sepakbola merupakan suatu pekerjaan. (3) teknik menggiring bola. Tujuan dari sepakbola ini adalah memasukkan bola ke gawang lawan dan berusaha mempertahankan gawangnya agar tidak kemasukan. dan rekreasi. Selain menguasai teknik-teknik dasar bermain sepakbola yang tersebut diatas masih ada faktor-faktor lain yang dapat menunjang seorang pemain sepakbola untuk berprestasi. (5) teknik merampas bola. Menurut Hariyoko dan Mahmud (1991:3) teknik-teknik dasar dalam permainan sepakbola adalah: (1) teknik menendang bola. Melalui ekstrakurikuler dibina satu kesatuan individu yang utuh fisik dan psikis. artinya mempunyai pengaruh terhadap pencapaian tujuan kurikulum. dan kelentukan. Permainan ini dimainkan di lapangan berumput dengan ukuran panjangnya 100-110 meter dan lebarnya 64-75 meter yang mana lamanya permainan sepakbola ini adalah 2×45 menit dengan dipimpin oleh 1 orang wasit dan 2 orang asisten wasit. kecuali seorang penjaga gawang yang bebas menggunakan anggota badan apapun (Abdoellah. Sedangkan menurut Batty (2004:8) sepakbola adalah permainan beregu yang dimainkan oleh individu-individu untuk menyebar luaskan gagasan dari pelatih agar sepakbola menjadi permainan yang lebih baik dan menyerang dalam kerangka suatu kerjasama beregu. teman. (d) Ekstrakurikuler pelaksanaannya berbeda dalam cara dan sifat pelaksanaan dari kurikuler. (7) teknik gerak tipu dengan bola. M. kesenian. kecepatan. Sepakbola merupakan permainan beregu yang dimainkan tiap regu terdiri dari 11 pemain termasuk penjaga gawang. (b) Diberikan di luar jam pelajaran dan diawasi oleh guru yang bertanggung jawab tentang bidang pelajaran tersebut. dan strategi. (c) Mempunyai subyek yang sama atau sasaran yang sama. (3) diberikan untuk upaya pembinaan manusia seutuhnya. orang tua. dan masyarakat. taktik. (e) Ekstrakurikuler dapat berupa olahraga. dan (8) teknik penjaga bola. seperti: teknik.tidak akan berhasil tanpa adanya partisipasi dari pihak lain seperti: prasarana. Permainan ini hampir seluruhnya menggunakan kemahiran kaki. guru. Menurut Luxbacher (1998:2) menyatakan bahwa sepakbola adalah suatu pertandingan yang dimainkan 2 tim yang masing-masing beranggotakan 11 orang pemain. KARAKTERISTIK SEPAK BOLA Sepakbola dan Karakteristiknya Di manapun. kekuatan. mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Sepakbola adalah permainan beregu yang dimainkan masing-masing regu sebelas pemain termasuk seorang penjaga gawang. kelincahan. pramuka. Karena . 1. dan beberapa macam kegiatan yang dapat berpengaruh terhadap kesempurnaan proses dan keberhasilan proses belajar mengajar. keseimbangan. mulai dari pelosok-pelosok desa sampai kota-kota besar. (2) teknik menerima bola. fisik. dengan waktu 2×45 menit. kapanpun. (2) diberikan untuk mengembangkan bakat dan minat siswa. Ciri-ciri Kegiatan Ekstrakurikuler Sarifudin (1982:45) menyebutkan ciri-ciri kegiatan ekstrakurikuler sebagai berikut: (a) Merupakan bentuk kegiatan yang berkaitan atau berhubungan langsung dengan kurikulum sekolah. 1981:409). dan apapun bentuk sepakbola? Olahraga ini adalah salah satu olahraga yang paling digemari diseluruh dunia. (4) teknik menyundul bola. yaitu anak didik. darmawisata. Dari ciri-ciri yang dikemukakan oleh Sarifudin di atas maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler mempunyai ciri-ciri sebagi berikut: (1) diselenggarakan di luar pembelajaran formal. Dan semua ini dapat diperoleh dengan latihan konsdisi fisik dengan terus menerus tanpa merasa bosan. Untuk itu sebagai seorang pemain sepakbola hendaklah memiliki keempat hal yang tersebut diatas terutama teknik dan fisik yang merupakan teknik dasar dalam bermain sepakbola. Kendati demikian sepakbola mempunyai banyak aspek atau bagian yang masing-masing perlu diperhatikan.

sehingga seorang pemain akan memiliki daya tahan dan kecepatan secara seimbang. anda membungkuk. berbelok ke kiri. berbelok ke kanan. berputar.Model Pengembangan Dalam penerapan Program latihan kebugaran jasmani ini peneliti menggunakan pengembangan milik Borg dan Gall (1983:775) yang terdiri dari: 1). Untuk itu dalam melatih kondisi fisik pelatih juga harus memperhatikan kedua sistem energi tersebut dalam menyusun program latihan. olahraga sepakbola memerlukan dua sistem energi yaitu aerobik dan anaerobik. 3). dan tehnik analisis data. Melakukan perencanaan (pendefinisian keterampilan.penentuan urutan pengajaran. A.Melakukan penelitian dan pengumpulan informasi (kajian pustaka. subjek uji coba. 2). Bila dilihat dari urain di atas. untuk itu dalam permainan sepakbola menggunakan sistem energi aerobik. maka taktik dan strategi yang diintruksikan oleh pelatih akan mudah dijalankan. Menurut Devaney (1988:70) satu unsur dalam sepakbola yang tidak pernah berubah dari masa ke masa adalah stamina. seperti: lari sprint . berlari. 2. (7) Melakukan revisi produk ( berdasarkan saran – saran dan uji coba lapangan utama) (8) Uji lapangan meliputi (9) Revisi Produk Akhir. Adapun langkah – langkah yang akan dicapai oleh peneliti adalah sebagai berikut: 1. dan semua itu harus membutuhkan stamina dan kondisi fisik yang prima.jenis data.dan uji coba skala kecil. Akan tetapi dalam permainan sepakbola sewaktu-waktu juga membutuhkan kecepatan. dengan pertimbangan kebutuhan untuk menghasilkan produk pembuatan program Latihan Kebugaran jasmani di ekstrakulikuler sepak bola di MAN tlogo blitar Kabupaten Blitar. perumusan tujuan. Mengembangkan Produk Awal ( berupa penerapan formasi pertahanan) . Permainan sepakbola merupakan olahraga yang membutuhkan waktu yang lama. Dengan demikian peran latihan fisik didalam permainan sepakbola sangat menunjang bagi pemain untuk berprestasi baik di level lokal maupun internasional. Dan stamina merupakan unsur utama dalam permainan sepakbola pemain harus mempersiapkan diri untuk mengalami kelelahan fisik. Mengembangkan bentuk produk awal (penyiapan materi pengajaran. Dari berbagai macam – macam langkah pengembangan yang dikemukakan oleh borg dan Gall yang sebagian di modifikasi oleh peneliti. prosedur pengembangan. 4). persiapan laporan tentang pokok persoalan. berputar ke mana saja untuk menghindari lawan. penyusunan buku pegangan. Menggunakan uji lapangan permulaan menggunakan 16 – 12 subjek).Melakukan penelitian dan pengumpulan data informasi termasuk kajian pustaka dan analisis kebutuhan.seorang pemain sepakbola yang telah memiliki teknik individu yang baik dan ditunjang oleh stamina yang prima. uji coba produk.dan perlengkapan evaluasi). BAB III METODE PENGEMBANGAN Dalam metode pengembangan akan diuraikan tentang model pengembangan. berhenti. pengamatan kelas. 5 ).intrumen penelitian. Melakukan revisi terhadap produk utama ( sesuai dengan saran – saran dari hasil uji lapangan permulaan) (6) Melakukan uji lapangan utama. Ditambahkan pula oleh Devaney (1988:71) di dalam permainan sepakbola anda harus menggiring bola. Dan olahraga yang membutuhkan kecepatan membutuhkan sistem energi anaerobik. berbalik badan dan menangkap atau menghalau bola untuk penjaga gawang. Tidak kita pungkiri bahwa seorang pemain sepakbola yang memiliki skill individu yang baik tidak akan berarti apa-apa bila tidak ditunjang dengan kondisi fisik yang prima.

Prosedur Pengembangan Pada pengembangan program latihan kebugaran jasmani. saran dan penilaian terhadap produk yang dikembangkan. uji lapangan dengan menggunakan tehnik koesioner kemudian di analisis 6. kusioner.Pembuatan Produk Awal Setelah melakukan analisis kebutuhan.Revisi Produk Akhir . langkah selanjutnya adalah membuat Produk Awal berupa pembuatan program Latihan kebugaran jasmani dalam permainan Sepak Bola. 5. Analisis kebutuhan tersebut dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara guru pendidikan jasmani di MAN Tlogo Blitar kabupaten Blitar mengenai produk yang dikembangkan peneliti. 5. Dalam hal ini berperan sebagai konsultan dan memberikan masukan dalam penyempurnaan Produk untuk di ujicobakan di lapangan. Tahap dari prosedur ini antara lain sebagai berikut: 1. Revisi ini digunakan untuk perbaikan terhadap produk awal yang dibuat peneliti. maka dilakukan revisi dari masukan beberapa ahli yaitu ahli kepelatihan sepak Bola. peneliti membuat produk kemudian di uji cobakan kepada kelompok kecil tetapi sebelumnya dikonsultasikan dan di uji oleh para Ahli. 7.uji coba produk Uji coba produk ini dimaksudkan untuk memperoleh masukan. B. Dalam pembuatan Produk yang dikembangkan ini. 4.ahli tehnik dalam program latihan sepak bola. serta uji coba kelompok kecil.Revisi produk pertama Setelah uji coba produk.Analisis kebutuhan Analisis kebutuhan merupakan langkah – langkah yang digunakan untuk mengkaji keadaan lapangan dengan tujuan apakah produk yang dikembangkan diterima atau tidak oleh subjek. serta menggunakan tehnik wawancara. hasil produk penerapan formasi pertahanan yang dihasilkan melalui revisi uji coba lapangan. 6. Evaluasi dari para ahli dengan kualifikasi yaitu. lalu dikumpulkan dan analisis. 3.3. revisi Produk akhir yang dihasilkan oleh uji coba lapangan ( kelompok Besar.Uji Coba Lapangan ( kelompok Besar ) Pada tahap ini dilakukan uji coba lapangan ( kelompok Besar ) terhadap produk yang dikembangkan dengan menggunakan subjek uji coba 22 siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Kabupaten blitar. revisi produk dari peninjauan para ahli. dilakukan melalui beberapa tahap. 1 kepelatihan di bidang sepak bola. Revisi produk Pertama. dan Ahli Program latihan kebugaran Jasmani sepak Bola sebagai perbaikan dari produk yang telah di ujicobakan. 4. 2.

Subyek Uji Coba .Hasil Akhir Hasil Akhir Berupa Produk yang telah dihasilkan dari uji lapangan ( kelompok Besar ) sebagai bentuk penerapan program latihan kebugaran jasmani sepak bola. Evaluasi tahap ini terdiri dari : 1. Tujuan kelompok kecil ini digunakan untuk meminimalkan kesalahan yang ditemui dan mengetahui tanggapan dari produk awal yang dikembangkan. 2. 2.Evaluasi tahap kedua Uji lapangan atau kelompok besar dilaksanakan di MAN Tlogo Blitar. Dalam bagian ini yang harus diperhatikan yaitu: (1) rancangan uji coba (2) Subjek uji coba (3) intrumen pengumpulan data dan (4) tehnik analisi data 1. Hasil data yang diperoleh dari uji lapangan atau kelompok besar ini digunakan untuk menyempurnakan keseluruhan pengembangan program latihan kebugaran jasmani dalam kegiatan esktrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar.Tinjauan Ahli Untuk memperoleh masukan tentang rancangan penerapan Informasi program latihan kebugaran Jasmani sepak bola . metode pengambilan subjek yaitu menggunakan prosedur yang dilakukan dalam bentuk uji coba ini adalah (1) menerapkan penerapan Program latihan kebugaran jasmani dalam permainan sepak bola kepada siswa.Uji coba kelompok kecil Uji coba kelompok kecil dilaksanakan di MAN Tlogo Kabupaten Blitar untuk siswa yang mengikuti ekstrakulikuler sepak bola dengan subjek 12 pemain. a. sebagai perwakilan kelompok besar selama 8 kali pertemuan. dan dapat dimungkinkan untuk digunakan dalam lingkup yang sebenar – benarnya. Dari kegiatan uji coba kelompok lapangan dimasudkan untuk mengetahui keefektifan perubahan yang dilakukan sebelumnya. selanjutnya dijadikan acuan untuk merevisi produk penerapan Program latihan kebugaran Jasmani dalam permainan sepak bola sebelum diujicobakan untuk kelompok kecil. 3. C.Revisi produk dari hasil uji coba lapangan yang telah diujicobakan pada peserta ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Kab.Revisi produk Pertama Hasil dari data ahli tersebut dianalisis.Desain uji coba Desain uji coba dilaksanakan melalui dua tahap yaitu: (1) evaluasi tahap pertama dan evaluasi tahp kedua.Uji Coba Produk Uji coba Produk ini dilakukan untuk mengumpulkan data yang digunakan sebagai dasar dalam menetapkan kelayakan dari produk yang dikembangkan. maka produk ini dikembangkan ini terlebih dahulu diuji oleh para ahli. (2) meminta kepada siswa untuk memberikan tanggapan dan pendapat tentang penerapan Program latihan Kebugaran Jasmani dalam permainan sepak bola dengan menggunakan koesioner. Blitar. 7. b. Evaluasi tahap pertama.

Rumus untuk mengolah data secara keseluruhan uji coba P = ∑ X x 100 % ∑ Xi Keterangan P ∑X ∑Xi : Persentase hasil keseluruhan subyek uji coba : Jumlah keseluruhan jawaban subyek uji coba dalam keseluruhan aspek penilaian : jumlah keseluruhan maksimal subyek uji coba 100% : Kostanta . 5.Tehnik analisis data Pengembangan ini tehnik analisis data yang digunakan adalah tehnik analisis diskriptif dengan persentase.Dalam pengembangan produk. 4. Tehnik ini digunakan untuk analisis data kuantitatif yang diperoleh dari hasil penyebaran angket. Kriteria pemilihan siswa sebagai sebyek pengembangan 12 orang siswa esktrakulikuler sepak bola MAN Tlogo Blitar. Jenis Data Dari data yang diperoleh dari hasil evaluasi ahli. Rumus yang digunakan untuk menganalisis dan menggunakan rumus dari Sudjana (1990:40 ) a. dan sebagai pelatih sepak bola.Rumus untuk mengolah data per sebjek uji coba P= X X 100% X1 Keterangan : P = persentase hasil evaluasi uji coba X= Jumlah jawaban skor oleh subyek uji coba X1 = jumlah jawaban maksimal dalam aspek penilaian oleh subyek uji coba 100 %= Konstanta b. 3.Intrumen Pengumpulan Data Pada intrumen ini digunakan adalah pengembangan sendiri dengan mengacu pada metode atau prosedur yang sudah ditentukan. pengembangan ini data yang digunakan adalah kuantitatif dan Kualitatif. subjek uji coba yang digunakan meliputi: untuk kelompok uji coba siswa terdapat dua kelompok uji coba yaitu: 12 pemain untuk uji coba kelompok kecil dan 22 pemain MAN Tlogo Blitar untuk uji coba kelompok besar. Dengan demikian. Prosedur yang dilakukan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan yang diperlukan. Kriteria bagi ahli sepak bola dan ahli dalam program latihan kebugaran jasmani mempunyai sertifikasi kepelatihan sepak bola. Intrumen yang dibuat untuk pengumpulan data adalah tehnik kuesioner untuk para ahli dan siswa. intrumen yang dibuat untuk pengumpulan data adalah angket yang dibuat sendiri dengan mengacu pada analisis kebutuhan.

4.Untuk menentukan penafsiran terhadap hasil analisis persentase tingkat kemenarikan produk pengembangan digunakan klasifikasi persentase guilford ( dalam Fagih. 1-100 % Klasifikasi Tidak baik Kurang baik Cukup baik Baik Sangat baik Makna Dibuang Diperbaiki Digunakan Digunakan Digunakan . 5.1. 1996: 58 ) maka ditetapkan kriteria sebagai berikut: No 1.70% 70. Persentase 0-20 % 20. 1. 3. 2.40 % 40. 1-90 % 90.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful