P. 1
80219079 an Program Latihan Kebugaran Jasmani Berupa Latihan Fisik Untuk Meningkatkan v02

80219079 an Program Latihan Kebugaran Jasmani Berupa Latihan Fisik Untuk Meningkatkan v02

|Views: 716|Likes:
Published by Defa Olallaa

More info:

Published by: Defa Olallaa on Jun 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/28/2013

pdf

text

original

PENGEMBANGAN PROGRAM LATIHAN KEBUGARAN JASMANI BERUPA LATIHAN FISIK UNTUK MENINGKATKAN V02 PADA PESERTA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER

SEPAK BOLA DI MAN TlOGO BLITAR PROPOSAL SKRIPSI Pembimbing: Oleh: HUMAID ALI HASAN NIM 208711415983

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN JURUSAN PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN DESEMBER DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang ………………………………………………………….

2. Rumusan Masalah………………………………………………………. ……… 3. Tujuan Penelitian ……………………………………………………… 4. Spesifikasi Produk yang diharapkan…………………………….. 5. Pentingnya Pengembangan ………………………………………….

6. Asumsi keterbatasan pengembangan ……………………………………. 7. Definisi Istilah…………………………………………………………………….

8. Sistematika penulisan 9. Definisi Operasional……………………………………………………………. BAB II KAJIAN PUSTAKA 1. Kesegaran Jasmani………………………………………………………

2. Tujuan kesegaran jasmani……………………………………………. 3. Komponen-komponen Kesegaran Jasmanai……………………………. 4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesegaran Jasmani…… 5. Program latihan ………………………………………………………….

6. Prinsip Latihan…………………………………………………………… 7. Beban Latihan …………………………………………………………….

8. Metode Latihan Fisik …………………………………………………. 9. Penjelasan Tentang program latihan untuk meningkatkan VO2 10. Latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan VO2 11. Peran Kesegaran Jasmani dalam Permainan sepak bola…… 12. Kegiatan Ekstrakurikuler…………………………………………………….. 13. Karakteristik Sepak Bola……………………………. BAB III METODE PENELITIAN 1. model pengembangan………………………………………………………….

2. prosedur pengembangan……………………………………………………… 3. uji coba produk,…………………………………………………………………. 4. subjek uji coba……………………………………………………………………. 5. jenis data……………………………………………………………………

6. intrumen penelitian…………………………………………………….. 7. tehnik analisis data……………………………………………………

BAB I PENDAHULUAN 1. A. Latar Belakang Pendidikan di Indonesia merupakan perwujudan manusia yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa berdasarkan (UUD 1945). Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kehidupan bangsa dan kemajuan suatu negara. Dengan adanya pendidikan bangsa indonesia akan mengalami kemajuan dan meninggalkan suatu bentuk keterpurukan, seperti sekarang ini. Untuk itu pemerintah harus lebih berkosentrasi terhadap pendidikan di indonesia dan juga harus membuat suatu kebijakan yang mengarahkan pada perkembangan pendidikan di indonesia. Pendidikan merupakan cara yang srategis untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Dengan kebijakan yang berkelanjutan khususnya dalam dunia pendidikan di indonesia, bukan mustahil pendidikan di indonesia akan menciptakan SDM yang berwawasan luas dan berkualitas. Sumber daya manusia yang berkualitas akan membawa pada kemajuan bangsa terutama dalam menjadikan masyarakat madani. Sehingga dengan adanya pendidikan yang bermutu maka semua hal yang berhubungan dengan masalah pendidikan akan cepat terselesaikan. Salah satu Pendidikan yang mengarahkan pada perkembangan perkembangan keseluruhan aspek manusia adalah pendidikan jasmani. Pendidikan jasmani hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu baik secara jasmani dan rohani. Sehingga pendidikan jasmani merupakan salah satu pendidikan yang sangat penting dan utama untuk kemajuan suatu bangsa. Pendidikan jasmani memiliki peran yang sangat penting dalam mengintensifikasi penyelenggaraan pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup. Pendidikan jasmani memberikan kesempatan pada siswa untuk terlibat langsung dalam aneka pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, bermain, dan berolahraga yang dilakukan secara sistematis ,terarah dan terencana. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina, sekaligus membentuk gaya

hidup sehat dan aktif sepanjang hayat. Badan Standart Nasional Pendidikan (2006:729) menyatakan bahwa: Pendidikan jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani,keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional,tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Pada hakekatnya pendidikan jasmani tidak hanya untuk mengembangkan badan tetapi juga untuk mengajarkan perilaku sosial, kebudayaan, dan menghargai etika serta mengembangkan kesehatan mental – emosional ( adisasmita, 1989:2 ) selain itu adisasmita juga berpendapat bahwa kegiatan jasmani tertentu yang dipilih dapat membentuk sikap / membentuk karakter yang berguna bagi pelakunya. Untuk mencapai tujuan tersebut harus ada lingkungan yang lebih banyak dari pihak lain seperti keluarga, sekolah, serta lingkungan. Untuk pendidikan jasmani yang diberikan di sekolah , tentu pihak sekolah mempunyai peran dan tanggung jawab yang tinggi. Dalam hal ini guru pendidikan jasmani harus mempunyai inovasi – inovasi untuk melaksanakan pembelajaran pendidikan jasmani guna mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Untuk mencapai tujuan pendidikan jasmani dan mengembangkan bakat dan minat siswa pihak sekolah menyelenggarakan kegiatan ekstrakulikuler. Menurut ahmadi ( 1984:105) kegiatan ekstrakulikuler adalah kegiatan – kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub – klub, misalnya: olahraga, kesenian, ekspresi dan lain- lain. Kegiatan ekstrakulikuler bertujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai berbagai mata pelajaran, meyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan menusia seutuhnya ( sahertian,1978:83 ). Jadi sekolah merupakan tempat dimana siswa dapat mengembangkan bakat dan minatnya kegiatan ektrakulikuler. Di MAN tlogo Blitar salah satu sekolah lanjutan akhir di blitar dengan jumlah siswa 850 siswa juga melaksanakan kegiatan ektrakulikuler. Man Tlogo blitar merupakan sekolah madrasah aliyah negeri di blitar yang menjadi salah satu sekolah favorit dengan keuggulan dalam ilmu agama dan umum. Akan tetapi tidak hanya ekstrakulikuler yang bergerak dalam bidang akademik saja yang banyak diminati oleh siswa , mereka juga sangat berantusias dalam mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang bergerak dalam bidang olahraga. Kegiatan ektrakulikuler olahraga diadakan oleh pihak sekolah bertujuan selain untuk menunjang proses belajar – mengajar khususnya pendidikan jasmani untuk mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa. Kegiatan ekstrakulikuler di Man Tlogo Blitar terdiri dari berbagai banyak cabang olahraga, diantaranya Badminton, sepak Bola, Tenis Meja, bola voli, dan futsal. Dari kelima ektrakulikuler tersebut siswa bisa memiliki ekstrakulikuler yang diinginkan sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa. Data peserta ekstrakulikuler olahraga di Man Tlogo Blitar sebagaimana ditunjukan sebagai berikut:

No 1. 2. 3. 4. 5.

Cabang Olahraga Badminton Sepak Bola Bola Voly Futsal Tenis Meja

Jumlah Peserta 25 22 27 23 24

( Sumber : Koordinator ekstrakulikuler di Man Tlogo Blitar ). Dari tabel diatas diketahui bahwasanya dari ke lima kegiatan ekstrakulikuler yang termasuk dalam kegiatan olahraga, cabang olahraga sepak Bola paling sedikit pesertanya dibanding dengan olahraga lain,

tetapi dalam sisi prestasi cabor sepak bola masih mempunyai nama daripada ektrakulikuler yang lain. Dalam survei beberapa hari kemarin teryata Prestasi sepak bola Man Tlogo blitar cukup menjanjikan.Terhitung beberapa Prestasi telah diraih khususnya di tahun 2008 – 2010. Pada tahun 2008/2009 Tim Sepak bola Man Tlogo blitar telah mencatat prestasi menjadi juara tiga PORSENI tingkat MAN/ MA se – Kabupaten Blitar. Kemudian tahun 2009/2010 Tim Sepak Bola Tim Man Tlogo Blitar telah meraih Prestasi Juara 1 POPDA Tingkat SMA/ MAN sederajat se- Kabupaten Blitar. Seiring perjalananya waktu Tim Manega dalam berapa bulan terakhir khususnya dari segi Prestasi agak menurun dan banyak faktor yang mempengaruhinya. kemarin saya mencatat banyak dari anggota Tim MANEGA banyak mengalami kekelahan dan keletihan sehingga para pelatih kebingungan dalam mengatasi anak buahnya. Faktanya menunjukan dengan kebugaran jasmani yang tidak bagus, dalam pertandingan Uji Coba selama3 kali berturut – turut hasilnya mengecewakan. 2 kali kalah dan 1 kali seri . Dari itu pelatih dengan peneliti pada hari sabtu tanggal 23 september menyetujui kesepakatan untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani para pemain perlu adanya Tes dan pengukuran. Tes yang dipilih oleh seorang pelatih dan peneliti adalah Tes Multistage. Peserta yang mengikuti tes kebugaranjasmani pada waktu itu tercatat sebanyak 20 orang. Berdasarkan analisis kebutuhan yang saya lakukan dengan metode observasi maka dengan diadakanya tes kebugaran jasmani dengan lari multistage teryata dari 20 sampel dari para peserta ekstrakulikuler sepakbola masih dibawah standart minimal kebugaran jasmani. Di bawah ini hasil dari Tes Multistage pada ekstrakulikuler sepak bola di Man Tlogo Blitar sebagai berikut:\ Tabel Hasil Tes Lari Multitahap Siswa

No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16 17. 18 19 20 21

Nama Denta Permana Fuad Sholiki Faris Fahrul Rizal Agus Rohman Hendro WIJAYA Farid jalal Main M. labib M. fitrian Risfendi Imam Bahroini Kharis Khusen Andika Wardana Dadang Permana Susilo Dwi P Galang Panjalu Budi Zaky Fahrani Bambang Hendro Joko susilo Adi wendarta Levi setiambudi M. Fahrudin

Usia 17 16 17 18 15 17 18 18 16 17 16 18 16 15 17 18 17 16 15 18 17

Shutlle 5 6 8 7 6 5 7 5 4 5 6 5 7 6 5 5 7 6 6 8 9

Level 5 3 7 1 4 3 2 9 3 8 5 4 3 6 7 4 5 2 1 4 2

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwasanya para peserta anggota ekstrakulikuler Man Tlogo Blitar khususnya sepak bola dalam hal kebugaran jasmaninya masih dalam keadaan kurang baik. Oleh karena

itu maka untuk mencapai kebugaran jasmani yang bagus harus ada solusi atau sejenis jalan keluar untuk mangatasi masalah ini. Pada hari yang lalu kami telah bertanya kepada pelatih apabila anak didiknya kita beri suatu bentuk program latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik, teryata juga setuju dan pelatih akan terbantu apabila dari kami bisa membuat pengembangan program latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik guna meningkatkan VO2 para atle sepak bola MAN TLOGO Blitar. Untuk memenuhi tuntutan daya tahan tersebut seorang para anggota Tim Manega harus mempunyai energi dalam jumlah banyak. Tuntutan energi dalam jumlah banyak itu akan diproduksi melalui sistem erobik yang memerlukan oksigen, oleh karena itu tinggi rendahnya daya tahan seorang para pemain Tim Manega tergantung dari tinggi rendahnya kapasitas oksigen maksimal atau VO2maks. Menurut Del Asri (2004:4) besaran energi yang dapat tersedia per satu satuan waktu melalui proses erobik dapat ditentukan oleh volume oksigen yang dapat diangkut dengan maksimal oleh darah dari paru-paru seseorang. Pada orang normal (bukan atlet) nilai tingkat VO2 maks yang baik untuk wanita adalah diatas 40 ml/kg/menit dan untuk pria diatas 45 ml/kg/menit (Howley dan Frank, 1997:211). Tinggi rendahnya VO2 maks para pemain Tim Manega sangat berpengaruh pada kondisi fisik atau kesegaran jasmani anggota Tim. Menurut Wagner (2008) tinggi rendahnya VO2 maks seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu jenis latihan, keturunan, pengaruh keadaan, komposisi badan, jenis kelamin, dan umur. Fox (dalam Umar, 2001:59) menyatakan Seseorang yang memiliki VO2 maks yang tinggi tidak saja mampu melakukan aktivitas daya tahan dengan baik tetapi lebih dari itu, mereka akan mampu melakukan recovery (pemulihan asal) kondisi fisiknya lebih cepat dibandingkan dengan orang yang memiliki VO2 maks yang rendah. Sehingga kemampuan mereka untuk untuk melakukan aktivitas berikutnya bisa lebih cepat dan mampu bertahan dalam jumlah waktu yang lama. Tinggi rendahnya VO2 maks seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satu dari faktor tersebut adalah organ tubuh yang pada dasarnya organ-organ tubuh tersebut sangat menunjang terhadap tingkat VO2 maks. Organ-organ tersebut seperti; paru yang berfungsi untuk memasukkan oksigen dari luar kedalam tubuh, kualitas darah (hemogoblin) yang berfungsi untuk mengikat oksigen dan membawanya ke seluruh jaringan, jantung yang berfungsi memompa darah, dan sistem sirkulasi (pembuluh darah) yang berfungsi tempat jalannya darah serta jaringan tubuh yang akan mempergunakan oksigen untuk proses oksidasi sehingga menghasilkan energi. Bagi para pemain Tim Manega semakin baik kualitas faktor-faktor tersebut maka semakin baik dan tinggi pula tingkat VO2 maks seorang pemain, sehingga tingkat daya tahannya juga baik yang pada akhirnya bagi TIM Manega memiliki tingkat kesehatan dan kesegaran jasmani yang tinggi pula . sehingga apabila tingkat kesegaran Jasmani para pemain Tim Manega bagus maka prestasi juga akan dapat meningkat dan lebih bagus lagi. Sebaliknya jika Para pemain Tim Manega mempunyai daya tahan yang rendah, maka mereka akan cepat mengalami kelelahan yang mengakibatkan emosi yang tidak stabil, mudah terombang-ambing dalam situasi atau suasana, kurang kosentrasi dan tidak fokus dalam pertandingan sehingga para pemain tim manega dalam segi prestasi akan menurun. Untuk meningkatkan VO2 maks latihan fisik harus dilakukan, peningkatan VO2maks sebaiknya dengan cara program latihan erobik karena dengan latihan erobik sudah ada pembebanan yang meningkatkan jantung maupun paru. Sedangkan untuk meningkatkan VO2 maks yang dilakukan dengan Program latihan anerobik, secara langsung dapat diberikan beban maksimum pada sistem jantung dan paru. Prestasi tinggi Tim manega dalam tingkat kabupaten hanya dicapai dengan menjalani latihan yang sistematik dan teratur, dengan latihan yang sistematik dan teratur maka kapasitas oksigen maksimal dapat meningkat sampai 20%. Dari keterangan diatas maka untuk meningkatkan dan memperbaiki prestasi Tim Manega dalam ekstrakulikuler di Man Tlogo harus adanya Program latihan kebugaran jasmani berupa program latihan fisik khususnya dalam hal meningkatkan daya tahan jantung dan paru – paru (VO2) dengan cara latihan aerobik dan anaerobik. Berdasarkan Latar belakang diatas maka peneliti sangat tertarik untuk membuat jenis Pengembangan Program Latihan Kebugaran Jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan V02 pada ektrakulikuler sepak bola di Man Tlogo Blitar. 1. B. Rumusan Masalah Berdasarkan Latar belakang diatas , rumusan masalah yang diangkat adalah belum adanya program latihan berkenaan kebugaran jasmani bagi Ektrakulikuler Di Man Tlogo Blitar. Oleh karena itu untuk meningkatkan kebugaran fisik dan daya tahan V02 pada para peserta Ekstrakulikuler Sepak Bola Di Man

Pemandangan yang indah akan menyebabkan atlit lupa akan kelelahan sehingga dengan bebas melakukan latihannya. . Bentuk latihan in iberasal dari Swedia yang berarti “spee play” atau bermain-main dengan kecepatan. Sebaiknya untuk latihan fartlek ini dipilihnya latihan (medan) yang mempunyai pemandangan indah sedikit rintan gn dengan lintasan yang berbeda-beda : lumpur-keras-terjal-turunpasir-rumput-salju atau lainnya. 1) 2) 3) 1. Tujuan Penelitian Mengacu permasalahan diatas.di dalam akan memmuat berbagai variasi latihan kebugaran jasmani. Aktivitas pemanasa sebelum latihan inti. maka tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah pembuatan program latihan kebugaran jasmani untuk sepak bola sehingga paserta ektrakulikuler dapat meningkatkan kebugaran jasmani dalam melakukan permainan sepak bola yang bagus dan juga demi untuk mencapai prestasi yang bagus. waktu. Bentuk-bentuk Latihan Kondisi Fisik Ada berbagai bentuk latihan kondisi fisik antara lain : 1. Produk ini disusun untuk peserta ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar. D. Tahap Pendahuluan Tahap Pendahuluan Aktivitas yang digunakan berupa Gerak Stretching sistematis mulai dari kepala sampai kaki. Spesifikasi Produk Yang diharapkan Untuk memecahkan masalah diatas.Tlogo Blitar maka diterapkanya Program Latihan kebugaran Jasmani peserta Ekstrakulikiler di Man Tlogo blitar. Tahap Inti Pada tahap inti terdiri berbagai bentuk variasi latihan program jasmani yang akan diuraikan sebagai berikut: 1) 1. 1.Produk yang dihasilkan adalah Program Latihan Kebugaran Jasmani. Coch ataupun atlitnya sendiri dapat menentukan bentuk larinya maupun lamanya latihan. latihan tidak dibatasi tetapi atlit bebas melakukan latihan ini dengan berbagai variasi bentuk lari sesuai dengan medianya. Untuk itulah peneliti akan membuat Program latihan kebugaran jasmani di Ektrakulikuler Sepak Bola di Man Tlogo Blitar . E. Fartlek Fartlek adalah bentuk latihan yang dilakukan dengan lari jarak jauh seperti halnya pada cross country. 1. Adapun Spesifikasi Penerapan program Latihan untuk Peserta Ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo blitar adalah sebagai berikut: 1. 1. Aktivitas kalestenik dengan berbagai variasi gerak sistematis dari kepala sampai kaki. maka peneliti akan menerapkan Program latihan kebugaran jasmani dalam permainan Sepak Bola di MAN Tlogo Blitar. C.

Naik bukit dengan kecepatan tinggi. Internal Trainning Pada khir0akhir ini sistem latihan interfasi mulai digunakan untuk semua cabang olah raga : atletik. Lari lambat-lambat diselingi lari yang makin lama makin cepat (win sprin). banyaknya ulangan (repetation) dan waktu latihan. Waktu dipercepat. misalnya: 1. . 3. Bentuk latihan in baik sekali dilakukan pada periode persiapan atau bahkan pada periode latihan 1. Lari lambat-lambat diselingi 3-4 langkah mendadak cepat. 4. Latihan interval juga menggunakan prinsip penambahan beban latihan. 2. kemudian untuk seterusnya 4 kali ulangan. Jalan cepat (istirahat aktif). mendayung. 3. berarti 4 X 400m. baru kemudian lari untuk putaran kedua. 2. Waktu untuk menempuh jarak (400 m): 90 detik. Cara meningkatkan beban dapat pula dengan memperberat salah satu dari faktor – faktor di atas dikombinasikan. d. Pembuatan intrumen evaluasi untuk siswa yang mengikuti ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar Kabupaten Blitar. Lari dengan tempo yang cepat (pace) selama 1 menit Tujuan latihan sama dengan cross country terutama untuk daya tahan atau stamina. balap sepeda. 7. Tahap Penutup Pada tahap penutup diberikan evaluasi dari proses program latihan yang telah dilaksanakan dan melakukan pendinginan. Mulai dengan lari lambat 5-10 menit. Waktu istirahat (recovery interval): 120 detik. Demikianlah untuk seterusnya latihan dilakukan akan tetapi waktu istirahat makin lama makin di kurangi dari 120 detik menjadi 90 – 60 – 50 detikdan setrerusnya sampai tujuan akhir tercapai yaitu lari 4 x 400 m tanpa istirahat = 1600 m. Interval trainning merupakan bentuk latihan yang diselingi dengan istirahat tertentu (intervasi). 6. c. Lembar intrumen evaluasi ini berisi tentang butir – butir pertayaan tentang Program latihan kebugaran jasmani. Woldemar Cersshler. 5.Kecepatan bentuk lari dapat diatur dengan berbagai variasi. Jaraknya yang ditambah. b. jalan cepat atau lari-lari kecil. dan macam-macam permainan. Bentuk latihan in pada mulanya ditemukan oleh seorang dokter yang juga coach atletik dari Jerman : dr. 3. 3) Interval trainning merupakan penyempurnaan dari fartlek dengan memebrikan koreksi secara teliti dalam : menentukan jarak. Untuk lari pertama latihan boleh digunakan ulangan 2-3 kali terlebih dahulu. misalnya (costa holmen) : 2) 1. Kecpatan yang konstan dan cukup tinggi. Untuk memper berat latihan disamping pengurangan waktu istirahat dapat pula dengan meningkatkan bentuk istirahat dari jalan. 4. Contoh : 1. Ulangan yang diperbanyak. istirahat lagi dan seterusnya sampai selesai 4 x 400 m lari. 2. Atlit diharuskan menempuh jarak 400 m dengan waktu 90 detik. Streching individu dan berpasangan. Ulangan (repetition) : 4 kali. 3. Jarak lari ditentukan: 1600 m (4 kali keliling lintasan lari. kemudian jalan selama 120 detik. istirahat.

Bagi atlet Untuk meningkatkan kebugaran jasmani para atlet 1. Bagi peneliti Sebagai sarana untuk mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan khususnya yang berhubungan dengan kesegaran jasmani. F. 1. d. 1995:3). Pentingnya Pengembangan Pengembangan ini adalah untuk memperoleh pengalaman yang nyata juga mengaplikasikan teori dan praktek selama mengikuti kegiatan ekstrakulikuler dalam bentuk penelitian pengembangan bentuk – bentuk program latihan kebugaran jasamani di kegiatan Ekstrakulikuler MAN Negeri Tlogo Kab Blitar. 1. Pengertian Program latihan Latihan adalah suatu proses yang sistrematis secara berulang-ulang. Bagi Universitas Negeri Malang Hasil penelitian ini dijadikan bahan dasar kepustakaan dalam penelitian selanjutnya khususnya yang berhubungan dengan kesegaran jasmani. 1. Keterbatasan produk penerapan kebugaran jasmani di kegiatan esktrakulikuler Sepak Bola MAN Tlogo Blitar ini adalah sebagai berikut:   Penerapan Program latihan kebugaran jasmani hanya diperuntukan untuk siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler bola voli di MAN Negeri Tlogo Blitar. 1. Bagi pelatih Dapat dijadikan acuan bagi pelatih dalam peningkakatan kebugaran jasmani para atlet. b) Sarana dan prasarana yang digunakan dalam melakukan latihan kebugaran jasmani cukup memadai dan bervariasi. G. a. Definisi Istilah 2. Selain itu sebagai calon guru pendidikan jasmani penelitian ini dapat dijadikan bekal dalam membina kegiatan ekstrakurikuler. c. Pengertian Kebugaran Jasmani Kesegaran jasmani adalah kemampuan tubuh seseorang pemain sepak bola di Man Tlogo Blitar untuk melakukan kegiatan latihan sehari-hari maupun pertandingan tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan masih memiliki tenaga yang cukup untuk melakukan aktivitas yang lainnya. b. (Pussegjas. maka siswa dapat mengerti tentang program latihan kebugaran jasmani dalam permainan sepak bola. secara tetap dengan selalu memberikan peningkatan beban. . di ekstrakukuler Sepak Bola MAN Negeri Tlogo Kab. a) Dengan adanya penerapan Program latihan Kebugaran Jasamani. Materi program latihan kebugaran jasmani hanya terbatas pada materi kebugaran jasmani saja. E.1. Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan Asumsi yang dijadikan landasan peneliti untuk penerapan Program Latihan kebugaran jasmani. Blitar.

BAB III METODE PENGEMBANGAN: taktik pengembangan. asumsi dan keterbatasan pengembangan. desain Uji coba. 1. misalnya: olahraga. Sistematika penulisan Sistematika penulisan ini terdiri dari dua bagian. kesenian. . spesifikasi produk yang diharapkan. Penjelasan Tentang program latihan untuk meningkatkan VO2.lain. Beban Latihan .Peran Kesegaran Jasmani dalam Permainan sepak bola. Karakteristik Sepak Bola. 3. H.Tujuan pokok dari latihan adalah prestasi maksimal di samping kesehatan serta kesegaran jasmani bagi atlet. Pengertian Esktrakulikuler Menurut ahmadi ( 1984:105) kegiatan ekstrakulikuler adalah kegiatan – kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub – klub. meyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan menusia seutuhnya ( sahertian. Dalam pertandingan. Latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan VO2 .BAB II KAJIAN PUSTAKA: Kesegaran Jasmani. 1. 2. rumusan masalah.BAB I PENDAHULUAN: Latar belakang masalah. Untuk mempertegas agar pengertian lebih sesuai dengan apa yang dimaksud. 1. 2008:1). Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran biasa (termasuk pada waktu libur) yang diterapkan oleh sekolah dengan tujuan agar siswa MAN TLOGO Blitar dapat memperluas pengetahuan dan mengembangkan bakat dan minat di bidang yang digemari sehingga siswa memperoleh prestasi di bidangnya yaitu mahir bermain Sepak bola. Bagian pertama memuat tentang: 1.1978:83 ). 2. prosedur pengembangan. Beban latihan atau disebut juga bahan latihan atau loading adalah suatu bentuk-bentuk latihan jasmani dan rohani atlet guna mencapai prestasi olah raga. tehnik analisis. Program latihan. ada beberapa pendapat para ahli atau pakar kesegaran jasmani. dan paru-paru untuk periode waktu yang cukup untuk menghasilkan perbaikan-perbaikan dan keadaan tubuh. Peserta ekstrakurikuler tenis lapangan adalah siswa yang mengikuti ekstrakukulikuler Sepak Bola di Man Tlogo Blitar di luar jam sekolah yang sudah dijadwalkan oleh sekolah dalam pengembangan bakat dan minat siswa. bagian pertama: memuat tentang kajian Analisis. Faktorfaktor yang Mempengaruhi Kesegaran Jasmani. Tujuan kesegaran jasmani. Komponen-komponen Kesegaran Jasmanai. Metode Latihan Fisik . Kegiatan Ekstrakulikuler. ekspresi dan lain. tujuan penelitian. pentingnya pengembangan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. A. darah. bagian yang kedua memuat tentang produk yang dihasilkan dari pengambangan. olahraga ini dimainkan oleh dua kelompok berlawanan yang masing-masing berjuang untuk memasukkan bola ke gawang kelompok lawan (Rino. Aerobik adalah suatu sistem altihan yang mendorong kerja jantung. KESEGARAN JASMANI Kesegaran jasmani merupakan hal yang sudah populer di kalangan masyarakat saat ini.Intrumen pengumpulan data. Uji coba produk. difinisi istilah dan sistematika penulisan. Subjek uji coba. Sepak bola adalah salah satu olahraga yang sangat populer di dunia. Prinsip Latihan. Kegiatan ekstrakulikuler bertujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai berbagai mata pelajaran.

Muhajir (dalam Sipayung. 1. b) daya tahan otot. daya lentur. Kekuatan Kekuatan atau strength . ekonomi gerakan pada waktu latihan. 1. keseimbangan. 8:2007) mengatakan bahwa “tujuan kesegaran jasmani adalah untuk meningkatkan kemampuan sistem sirkulasi dan kerja jantung. e) kecepatan. komponen kondisi tubuh. adalah komponen kondisi fisik seseorang tentang kemampuannya dalam mempergunakan otot dalam menjalankan aktivitas (Dwiyogo dan Sulistyorini. c) daya tahan jantung. Kesegaran jasmani juga diperlukan anak usia sekolah untuk dapat melaksanakan aktifitas sehari-hari. 1991:25). daya tahan. Penjelasan tentang peranan masing-masing komponen adalah sebagai berikut: 1. Sedang menurut ahli-ahli pendidikan jasmani kesegaran jasmani adalah kapasitas fungsional total seseorang untuk melakukam sesuatu kerja tertentu dengan hasil yang baik tanpa kelelahan yang berarti (Depdikbud. dan ketepatan. f) kelincahan. kelincahan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa setiap manusia perlu menjaga dan meningkatkan kesegaran jasmaninya sendiri. Tetapi menurut Kirkendall dkk (1980:226) kekuatan adalah kemampuan atau kekuatan otot tubuh yang bekerja mengeluarkan energi untuk mengatasi atau melawan kontraksi dari luar yang berfungsi untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain atau memindahkan benda mendekati tubuh atau menjauhi tubuh. Disebutkan pula bahwa komponen kondisi fisik meliputi: kekuatan. i) ketepatan. kecepatan. daya otot. Seseorang yang memilik kasegaran jasmani yang baik dapat diartikan cukup mempunyai kesanggupan untuk melakukan pekerjaannya dengan efisien tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti. 1992:9). agar dapat hidup sehat. g) koordinasi. d) kelentukan. Berdasarkan beberapa uraian di atas dapat di simpulkan bahwa kesegaran jasmani dapat diartikan sebagai kemapuan fisik untuk melakukan tugas pekerjaan sesuai dengan bidangnya tanpa mengalami kelelahan yang berlebih dan mendapat pemulihan yang cepat seperti pada saat belum melakukan aktivitas. pemulihan yang cepat dari tubuh sewaktu-waktu respon demikian diperlukan”. terhindar dari penyakit dan selalu ceria sepanjang hidup. KOMPONEN KEBUGARA JASMANI Pengertian kesegaran jasmani adalah pengertian yang sangat kompleks. Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:24) menjelaskan bahwa komponen-komponen kesegaran jasmani adalah: a) daya tahan. oleh karena itu untuk mengetahui dan memahami secara mendalam perlu mempelajari komponen-komponen yang membentuk dan saling bertautan antara yang satu dengan yang lainnya. C. maupun sebagai warga negara perlu mendapat perhatiaan dan tanggapan yang lebih memadai. koordinasi. 1. Baik peningkatan maupun pemeliharaannya. Sedangkan menurut Pussegjas (1995:1) kesegaran jasmani adalah perwujudan kemampuan dan kesanggupan fisik seseorang untuk melakukan pekerjaan baik sebagai pribadi. Menurut Sajoto (1995:8-11) kondisi fisik atau kesegaran jasmani adalah satu kesatuan yang utuh dari komponen-komponen yang tidak dapat dipisahkan begitu saja. h) keseimbangan dan. . TUJUAN KESEGARAN JASMANI Kesegaran jasmani sangatlah penting bagi semua orang termasuk anak-anak usia sekolah. Bisa dikatakan pula bahwa tingkat kesegaran jasmani yang baik memberikan seseorang kesanggupan pada seseorang untuk menjalankan hidup yang produktif dan dapat menyesuaikan diri pada tiap pembebanan yang banyak.Kesegaran jasmani menurut ahli faal dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk melakukan satu tugas khas yang memerlukan kerja muskular di mana kecepatan dan ketahanan merupakan kriteria utama. anggota masyarakat. baik ketika berada di sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. sehingga masih memiliki sisa tenaga untuk mengisi waktu luangnya dan tugas-tugas mendadak lainnya.

karena daya tahan ini secara langsung juga untuk melatih otot. 3. kecepatan diukur dengan satuan jarak dibagi dengan satuan waktu. Seseorang dikatakan memiliki kelincahan cukup baik . kontraksi otot dengan kekuatan maksimum dan kecepatan maksimum. Jadi dapat disimpulkan bahwa daya tahan/endurance merupakan salah satu komponen kesegaran jasmani yang paling penting untuk dilatih. Dari sini dapat disimpulkan bahwa power itu adalah kemampuan tubuh untuk memadukan kekuatan dan kecepatan dalam waktu yang bersamaan. Power menurut pendapat Gabbard dkk (dalam Budiwanto. 2004:37) kecepatan adalah jarak tempuh per satuan waktu yang diukur dalam menit atau skala kuantitas. smash dalam bulutangkis. 1. 1. Kecepatan menurut Kirkendall dkk (1980:243) adalah jarak dibagi waktu. paru-paru. maka dapat ditarik kesimpilan bahwa kekuatan adalah kemampuan otot untuk mengatasi atau melawan beban dengan usaha yang maksimal dalam melaksanakan aktivitas tertentu. 4. dapat disimpulkan bahwa kecepatan adalah kemampuan tubuh atau bagian tubuh untuk melakukan gerakan dalam waktu yang pendek. Power Menurut Kirkendall dkk (1980:228) power adalah masa kerja dibagi dengan waktu atau lama kerja. kecepatan adalah kemampuan melakukan gerakan dalam periode waktu yang pendek. Suharno (dalam Budiwanto. Dari beberapa pendapat di atas. Daya tahan otot atau local endurance yaitu kemampuan seseorang dalam mempergunakan ototnya untuk berkontraksi secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama dengan beban tertentu. power adalah kemampuan untuk mengubah energi fisik ke dalam kekuatan yang sangat cepat dan tergantung pada banyaknya adenosine triphosphat (ATP) yang diproduksi setiap satuan waktu. 2004:34). 1. Seseorang yang mampu mengubah posisi yang berbeda dalam kecepatan tinggi dengan koordinasi yang baik. 5. Kelincahan Kelincahan atau agility adalah kemampuan seseorang mengubah posisi di area tertentu. Kecepatan Kecepatan atau speeds. dan lain-lain (Dwiyogo dan Sulistyorini. dan peredaran darahnya secara efektif dan efisien untuk menjalankan kerja secara terus menerus yang melibatkan kontraksi sejumlah otot dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama. 2004:34) adalah gabungan antara kekuatan dan daya ledak (kecepatan). kelenturan dan komponen kesegaran jasmani lainnya. balap sepeda. Jadi kelincahan tidak hanya memerlukan suatu kecepatan saja. 2. yakni: daya tahan umum atau general endurance kemampuan seseorang dalam mempergunakan sistem jantung. 2004:35)) menjelaskan bahwa daya tahan adalah kemampuan organ atlet untuk melawan kelelahan yang timbul saat melakukan aktivitas olahraga dalam waktu yang lama. Daya tahan atau endurance dalam hal ini dikenal dua macam daya tahan. Seperti dalam lari cepat.Dari pendapat di atas. Daya Tahan Daya tahan otot tidak hanya dikenal pada istilah kekuatan tetapi juga kemampuan otot berkontraksi dalam beberapa waktu tanpa mengalami kelelahan. Menurut Kent (dalam Budiwanto. akan tetapi juga memerlukan fleksibilitas yang baik dari sendi-sendi anggota tubuh. 1. Menurut Kirkendall dkk (1980:243) kelincahan adalah kemampuan badan untuk mengubah arah tubuh atau bagian tubuh lainnya dengan sangat cepat dan efisien. dibutuhkan bentuk latihan yang sesuai dan mengharuskan orang itu untuk dapat bergerak dengan cepat dan mengubah arah dengan lincah. Sedangkan definisi yang dikemukakan oleh Kent (dalam Budiwanto. adalah kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan berkesinambungan dalam bentuk yang sama dalam waktu sesingkat-singkatnya. Dijelaskan pula bahwa power dapat diperoleh dalam melakukan kegiatan tertentu. pukulan dalam tinju. Untuk melatih kecepatan. 1991:29). berarti kelincahannya cukup baik.

6. koordinasi adalah kerjasama yang selaras antara sekelompok otot selama bergerak yang dilakukan dengan indikasi keterampilan yang sama. dapat disimpulkan bahwa sebenarnya kelincahan adalah kemampuan mengubah arah atau posisi badan secara cepat dan melakukan gerakan yang lain. 1. Dari beberapa uraian di atas. Koordinasi Menurut Kirkendall dkk (1980:257). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kelenturan adalah ukuran kemampuan seseorang yang mempunyai ruang gerak yang luas dalam sendi-sendinya dan yang mempunyai otot-otot yang elastis. 1. sistem syaraf dan sistem otot rangka menjadi rangkaian untuk mengatur bagian-bagian badan secara terpisah yang terlibat dalam satu pola gerak yang rumit dan mempersatukan bagian-bagian tersebut menjadi suatu gerak tunggal dan berhasil mencapai beberapa tujuan. 2004:39) disampaikan bahwa pembentukan kelincahan lebih sulit dari pada pembentukan yang lainnya. Sedangkan koordinasi menurut Kent (dalam Budiwanto. maka keseimbangan dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mempertahankan posisi badan dalam berbagai keadaan. penglihatan mata. Kelenturan menurut Kirkendall dkk (1980:248) adalah kemampuan tubuh atau bagian-bagian tubuh untuk melakukan berbagai gerakan dengan leluasa dan seimbang antara kelincahan dan respon keseimbangan. Kelenturan Daya lentur atau flexibility . Dari beberapa uraian di atas. hal ini akan sangat mudah ditandai dengan tingkat flexibility persendian pada seluruh tubuh. Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa koordinasi adalah kemampuan tubuh seseorang yang selaras antara sekelompok otot selama bergerak yang terlibat dalam satu pola gerak yang rumit dan mempersatukan bagian-bagian tersebut menjadi suatu gerak tunggal dan berhasil mencapai beberapa tujuan. Di bidang olahraga banyak hal yang harus dilakukan oleh atlet dalam masalah keseimbangan ini baik dalam menghilangkan atau mempertahankan keseimbangan. 2004:42) adalah kemampuan untuk menyatukan sistem indera. Kelincahan adalah hasil pembentukan dari unsur kecepatan. 8. kekuatan dan keseimbangan. 9. 1.apabila mampu merubah satu posisi ke posisi yang berbeda dengan kecepatan tinggi dan koordinasi gerakan yang baik. sehingga tidak mendapat gangguan pada keseimbangannya atau bisa juga diartikan bahwa keseimbangan adalah kemampuan sikap tubuh yang tepat pada saat melakukan gerakan. suhu badan dan usia sangat mempengaruhi luasnya gerakan bagian-bagian tubuh. Sedangkan kelincahan menurut Verducci (dalam Budiwanto. Sedangkan Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:33) menjelaskan bahwa keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan tubuh agar tetap stabil. 1. 2004:41) adalah kemampuan memelihara suatu yang berorientasi pada keadaan stabil dan khusus dikaitkan dengan lingkungan saat itu. Ketepatan . Secara umum. Sedangkan Kirkendall dkk (1980:257) mengemukakan bahwa keseimbangan adalah fenomena yang kompleks yang melibatkan vestibular system pada bagian dalam telinga. menghasilkan berbagai respon gerakan pada situasi fisik tertentu. Bompa (dalam Budiwanto. 7. 2004:40) menjelaskan bahwa kapasitas melakukan gerakan dengan rentangan yang luas diketahui sebagai kelenturan. Keseimbangan Keseimbangan menurut Kent (dalam Budiwanto. adalah ukuran kemampuan seseorang dalam penyesuaian diri untuk segala aktivitas dengan penguluran tubuh yang luas. otak menafsirkan secara komplek.

dan menjauhkan atau mempersempit gerakan. jumlah hemoglobin. Faktor Usia Menyatakan bahwa mulai anak-anak sampai sekitar usia 20 tahun. 1. 2. sehingga pada orang yang berusia 70 tahun diperoleh daya tahan 50% dari yang dimiliki pada usia 17 tahun. Cara mengembangkan ketepatan ialah dengan mengulang-ulang gerakan dengan frekuensi yang banyak. 3. mempercepat gerakan. Program latihan harus disusun secara teliti dan dilaksanakan secara tekun dan teratur sesuai dengan prinsip-prinsip latihan. dana. dibuat kesimpulan bahwa kesegaran jasmani dtentukan oleh faktor genetik yang hanya diubah dengan latihan sampai pada batas maksimal. kekuatan otot. PENJELASAN TENTANG PROGRAM LATIHAN Seorang atlit untuk mencapai prestasi yang maksimal hendaklah atlit tersebut terus berlatih dan berlatih tanpa merasa bosan. yang mana semua itu terdapat dalam program latihan. Menurut Suharno (1993:1) program latihan adalah suatu petunjuk atau pedoman yang mengikat secara tertulis berisi cara-cara yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan masa mendatang yang telah ditetapkan. E. Program yang demikian memungkinkan bagi seorang pelatih dapat memberikan sebanyak mungkin kesempatan kepada atlet guna perkembangan pengetahuan dan keterampilannya. Faktor Keturunan (Genetik) Dari penelitian yang telah dilakukan. Perbedaan tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan maximal muscular power yang berhubungan dengan luas permukaan tubuh. Artinya bahwa aktivitas fisik yang terarah juga dapat meningkatkan kesegaran jasmani di samping terjadi penurunan berat badan. umur atlet. Faktor Aktivitas Fisik Berdasarkan hasil penelitian efek latihan aerobik selama delapan minggu setelah istirahat memperlihatkan peningkatan daya tahan kardiovaskuler 62% dari nilai akibat itirahat dan bila dibandingkan dengan keadaan sebelum istirahat di tempat tidur maka nilai peningkatan adalah 18%. yaitu: . Selain itu dalam buku yang sama juga mengungkapkan program latihan adalah cara seorang pelatih untuk mempersiapkan atletnya guna menunjang program latihan yang telah direncanakan atau terprogram. sarana dan prasarana. kapasitas paru dan sebagainya. 1.Ketetapan atau accuracy. Sasaran ini dapat merupakan jarak atau mungkin suatu objek langsung yang harus dikenal dengan salah satu bagian tubuh. mencapai maksimal pada usia 20-30 tahun dan kemungkinan berbanding terbalik dengan usia. Suharno (1993:7) menyebutkan bahwa program latihan umumnya dibagi menjadi tiga. adalah kemampuan gerak tubuh seseorang untuk mengendalikan gerak-gerak bebas terhadap suatu sasaran. Ketepatan menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:33) adalah kemampuan seseorang untuk mengarahkan suatu gerak ke suatu sasaran sesuai dengan tujuan. Setelah usia tersebut nilai pada wanita lebih rendah dari pada pria. itulah sebabnya dibutuhkan penyusunan dan perencanaan latihan yang baik dan tepat. Faktor Jenis Kelamin Sampai dengan usia remaja tidak terdapat perbedaan daya tahan kardiovaskuler pria dan wanita. 4. FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUGARAN JASMANI Berikut ini adala beberpa hal yang terkait dengan kesegaran jasmani khususnya yang berhubungan dengan daya tahan kardiovaskuler. lingkungan atlet. daya tahan kardiovaskuler meningkat. tenaga pelatih. kemampuan atlet. D. komposisi tubuh. dan waktu yang tersedia. Moeloek (1984:3)menjelaskan tentang beberapa faktor fisiologis yang mempengaruhi daya tahan kardiovaskuler antara lain adalah: 1. Suharno (1993:1) Program latihan dikatakan baik dan tepat apabila rencana dibuat telah mempertimbangkan faktor-faktor penentu untuk mencapai tujuan. faktor itu antara lain: bakat atau materi atlet.

Tetapi dalam menentukan beban latihannya harus benar-benar diperhatikan. Untuk mencapai peningkatan kemampuan dalam kondisi fisik. berulang-ulang dan jumlah beban yang diberikan semakin hari bertambah. teknik. Prestasi tinggi akan dapat dicapai apabila keempat aspek. dan mental diperlukan proses dan waktu yang relatif lama. (3) program jangka pendek (1 tahun kebawah) merupakan pelaksanaan operasional rencana jangka menengah. 1993:317). prinsip pulih asal (recovery). Sedangkan Latihan fisik adalah latihan yang betujuan untuk meningkatkan kondisi fisik. Sasaran-sasaran latihan pun merupakan penjabaran sasaran dari program jangka menengah. prinsip melampaui batas latihan (the abuse of training). . taktik. prinsip reversibilitas (reversibility). dan mental dikembangkan setinggi mungkin. prinsip perorangan (individualization). PRINSIP LATIHAN Harsono (1993:2) pengertian latihan atau training adalah sesuatu proses berlatih yang sistematis yang dilakukan secara berulang-ulang. teknik. yaitu: aspek-aspek fisik. program latihan bulanan. Program latihan perlu disusun dengan prinsip-prinsip latihan. Dari pengertian dan penjelasan tentang program latihan yang telah dikemukakan di atas. program latihan harian. Program latihan jangka pendek terdiri dari: program latihan tahunan. Suharno (1993:5) menjelaskan bahwa latihan ialah suatu proses penyempurnaan kualitas atlet secara sadar untuk mencapai prestasi yang maksimal dengan diberi beban fisik dan mental secara teratur. terarah kian hari jumlahnya semakin meningkat dengan proses yang sistematis. terarah. yaitu faktor yang paling penting bagi setiap atlet (Suharno 1993:1). menentukan cara-cara yang efektif serta usaha-usaha untuk mencapai tujuan dari latihan yang dilakukan. prinsip aktif dalam latihan dan prinsip proses latihan menggunakan model. Menurut Kosasih (1984:46) latihan atau training adalah proses kerja yang harus dilakukan secara sistematis. prinsip spesialisasi (specialitation). prinsip perkembangan multilateral (multilateral development). prinsip beban meningkat bertahap (progressive increase of load). program latihan mingguan. Tujuan akhir latihan adalah untuk meningkatkan kemampuan olahraga (Dwijowinoto. 1. dapat disimpulkan bahwa program latihan adalah petunjuk atau pedoman latihan yang bertujuan untuk menentukan tujuan latihan. F. Latihan juga dapat didefinisikan sebagai peran serta yang sistematis dalam latihan yang bertujuan untuk meningkatkan fungsdional fisik dan daya tahan latihan dalam bidang olahraga. menurut Bompa (1994:29) prinsip-prinsip program latihan fisik adalah sebagai berikut: Prinsip beban bertambah (over load). Hal ini sesuai dengan pendapat Harsono (1993:1) bahwa tujuan utama dari pelatihan olagraga prestasi adalah untuk meningkatkan keterampilan dan prestasi semaksimal mungkin. Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan prinsip-prinsip latihan adalah suatu usaha sadar yang harus dilakukan atlet untuk mencapai prestasi maksdimal yang dilakukan berulang-ulang. Untuk memperoleh prestasi yang maksimal dalam olahraga memerlukan latihan yang intensitas dan frekuensinya banyak. dan yang kian hari junlah beban latihannya kian bertambah. (2) program jangka menengah (2 tahun-4 tahun) rencana jangka menengah merupakan pelaksanaan langsung jangka panjang. menghindari beban latihan berlebih (overtraining). taktik.(1) Program jangka panjang (5 tahun-12 tahun) tujuan rencana jangka panjang merupakan tujuan akhir untuk cita-cita prestasi prima. bertahap. Beutelstah (1986:124) menyatakan bahwa training adalah persiapan para pemain masing-masing secara individu membimbing dan membentuk mereka sehingga dapat menampilkan prestasi tertinggi secara individual maupun regu. prinsdip variasi (variety). meningkat dan berulang-ulang waktunya.

beban ditingkatkan secara pelan bertahap. Latihan yang baik harus mengakibatkan penekanan fisik dapat ditimbulkan dengan jalan pemberian beban latihan yang lebih dari batas kemampuan si atlet (Suharno. Volume dan intensitas latihan secara terus menerus meningkat dan latihan diulang-ulang banyak sekali. Program latihan harus direncanakan. karakteristik belajar dan kekhususan olahraga. Prinsip Menambah Beban Latihan secara Progresif Pemberian beban latihan harus ditingkatkan secara bertahap. seterusnya atlet akan mengalami kenaikan kemampuan (superkompensasi). tetapi mungkin lebih penting untuk memelihara motivasi dan perhatian dengan memvariasi latihan fisik dan latihan secara rutin. Prinsip Beban Lebih (Over Load) Pemberian beban latihan harus melebihi kebiasaan sehari-hari secara teratur.Sementara itu. Maka Menurut Bompa (1994:29-48) adalah sebagai berikut: 1. Dalam upaya mengatasi monoton dan kebosanan dalam latihan. pengertian dari prinsip-prinsip latihan yang telah disebutkan di atas. atau dapat mengembangkan kemampuan gerak yang diperlukan dengan olahraga. seseorang pelatih perlu kreatif dengan memiliki pengetahuan dan sumber latihan yang banyak yang memungkinkan dapat merubah secara periodik. Prinsip Variasi Latihan harus bervariasi dengan tujuan mengatasi sesuatu yang monoton dan membosankan saat latihan. Atlet harus memiliki disiplin latihan. Stress fisik akan menimbulkan kelemahan anatomis. Menurut Bompa (1994:32) Latihan harus bersifat khusus sesuai dengan olahraga dan pertandingan yang akan dilakukan. Dalam mengatur program latihan yang paling menguntungkan harus mengembangkan kemampuan fisiologis khusus yang diperlukan untuk melakukan keterampilan olahraga atau kegiatan tertentu yang akan dilakukan. Masa latihan adalah suatu aktivitas yang sangat memerlukan beberapa jam kerja atlet. sehingga tujuan latihan dapat ditingkatkan secara wajar Individualisasi dalam latihan adalah satu kebutuhan yang penting dalam masa latihan dan itu menunjukkan pada pemikiran untuk setiap atlet. fisiologis dan organisme atlet terhadap kelelahan akibat beban latihan tersebut. karakteristik belajar dan kekhususan cabang olahraga. 1. Prinsip Spesialisasi Spesialisasi menunjukkan unsur penting yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan dalam olahraga. 1. yang akan menjamin memperoleh adaptasi secara benar. Spesialisasi bukan proses unilateral tetapi satu yang kompleks yang didasarkan pada suatu landasan kerja yang solid dari perkembangan multilareral. Stress terus menerus yang diberikan pelatih tanpa istirahat akan menimbulkan penurunan prestasi bagi atlet. 1985:13). 1. Seluruh konsep latihan harus direncanakan sesuai dengan karakteristik fisiologis dan psikologis atlet. Hal ini bertujuan agar sistem fisiologis dapat menyesuaikan dengan tuntutan fungsi yang dibutuhkan untuk tingkat kemampuan tinggi. Keterampilan dan latihan dapat diperkaya dengan mengadopsi pola gerakan teknik yang sama. Prinsip Individual Latihan harus memperhatikan dan memperlakukan atlet sesuai dengan kemampuan. potensi. mengabaikan tingkat prestasi diperlukan secara individual sesuai kemampuan dan potensinya. . 1. teratur dan terus-menerus sehingga mencapai beban maksimum. Prinsip spesialisasi harus disesuaikan pengertian dan penggunaanya untuk latihan anak-anak yunior di mana perkembangan multilateral harus berdasarkan perkembangan khusus.

11. Prinsip Reversibilitas Beban latihan yang diberikan pada saat latihan harus dikurangi secara perlahan-lahan pada saat akhir latihan. Prinsip Perkembangan Multilateral Perkembangan multilateral lambat laun saling bergantung antara seluruh organ dan sistem manusia. Kesungguhan dan aktif ikut serta dalam latihan akan dimaksimalkan jika pelatih secara periodik. Penyebab terjadinya overtraining antara lain: a) diberikan beban latihan over-loads secara terus menerus tanpa memperhatikan interval. 1. untuk itu harus menghindari kelebihan beban latihan. dari siklus mikro olimpiade. memungkinkan atlet dibentuk. d) beban latihan diberikan dengan beban melompat. Selama waktu bebas atlet dapat melakukan pekerjaaan dalam aktifitas sosial yang memberikan kepuasan dan ketenangan. dan akan diikuti oleh semua atlet yang mengabaikan tingkat kemampuannya. Pengertian ini atlet akan menghubungkan keterangan obyektif dari pelatih dengan prakiraan subyektif kemampuannya. 1. Oleh sebab itu latihan harus berkesinambungan untuk memelihara kondisi. Tetapi. Partisipasi aktif tidak terbatas hanya pada latihan. BEBAN LATIHAN . Prinsip Pulih Asal Beban latihan yang telah diberikan telah banyak mengeluarkan energi tubuh untuk itu diperlukan pemulihan untuk mengembalikan kondisi tubuh seperti semula. b) diberikan latihan intensif secara mendadak setelah lama tidak berlatih. Prinsip multilateral akan digunakan pada latihan anak-anak yunior. serta antara proses fisiologis dan psikologis. c) proporsi latihan dari ekstensif ke intensif tidak cepat. Seseorang atlet akan melakukan kegiatannya meskipun tidak dibawah dan perhatian pelatih. Prinsip Latihan Menggunakan Model Latihan yang dilakukan didesain sedemikian rupa seakan-akan seperti pada kenyataan yang akan terjadi di lapangan pertandingan. itu juga menggambarkan sesuatu yang diusahakan untuk dicapai. 1. 10. Melalui latihan model pelatih berusaha memimpin dan mengorganisasi waktu latihannya dalam cara yang obyektif. Prinsip Menghindari Kelebihan Beban Latihan (Over Training) Program latihan yang dijalani tidak akan mencapai hasil jika atlet mengalami kelelahan. Beban ditambah pelan-pelan pada tiga siklus mikro pertama dengan menguragi atau tahap tanpa beban. perkembangan multilateral secara tidak langsung atlet akan menghabiskan semua waktu latihannya hanya untuk program tersebut. ajeg mendsiskusikan kemajuan atletnya dengannya. 1. G. Kebutuhan perkembangan multilateral muncul untuk diterima sebagai kebutuhan dalam banyak lapangan pendidikan dan usaha manusia. Prinsip Partisipasi Aktif dalam Latihan Atlet yang melakukan latihan haruslah tetap berlatih diluar jam latihan wajib meskipun tanpa pengawasan dari pelatih. Tujuan suatu model adalah untuk memperoleh suatu yang ideal. suatu peristiwa yang dapat diperoleh. metode dan isi yang sama dengan situasi pertandingan 1. tetapi dia tentu harus istirahat yang cukup.Prinsip beban bertambah secara pelan-pelan menjadi dasar rencana latihan olahraga. dan meskipun dalam keadaan abstrak ideal diatas adalah kenyataan konkrit.

Frekuensi dapat juga diartikan berapa kali latihan perhari atau berapa hari latihan perminggunya. sementara terjadi penurunan aliran kearah jaringan-jaringan yang kurang aktif. yaitu yang melalui proses pemecahan serabut pada waktu latihan dan terjadi pembesaran otot yang disebabkan karena bertambah luasnya serabut otot (Sajoto 1988:111) . (2) Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi atlet dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. 2) berdasarkan jumlah denyut nadi dalam mereaksi beban latihan. Beban Dalam (Inner Load) Beban dalam adalah perubahan fisiologis organisme atlet akibat pengaruh latihan beban luar yang ditandai dengan kenaikan denyut nadi (Suharno. berarti dalam satu giliran latihan push-up ditemukan 80% x 30 kali (MR) = 24 kali. 1993:22): (1) super maksimal 101% – ke atas dari prestasi terbaik. rythme. (4) Frekuensi adalah ulangan gerak berapa kali atlet harus melakukan gerak setiap giliran. 1985:16). Skala intensitas untuk latihan kecepatan dan kekuatan sebagai berikut (Suharno. frekuensi. bulanan dan tahunan. total waktu latihan. Beban dalam dikatakan maksimal apabila denyut nadi atlet setelah melakukan satu unit latihan meningkat (Suharno. Begitu juga dengan Suharto (1997:72) menyatakan bahwa perubahan massa otot bukanlah disebabkan pertambahan jumlah sel otot melainkan karena pertambahan dari anak serabut otot yang membesar akibat latihan. pernafasan dan metabolisme) yang dimaksud disini yaitu pada secara reflek akan terjadi perubahan pengaliran darah. beban berat yang diangkat. Menurut Suharto (1997:98) menyatakan bahwa intensitas latihan merupakan komponen kualitatif yang mengacu pada jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu unit waktu tertentu. irama dalam suatu unit program latihan. sedang frekuensi rendah artinya ulangan gerak sedikit dalam satu giliran. Cara menghitung intensitas dengan MR (maximum repeatation) . yaitu 80% dari DNM dan umur atlet 20 tahun. Bila pelatih menginginkan intensitas sub-maksimal dalam latihan. Ada dua macam beban latihan yang harus dibedakan pengertiannya menurut Suharno (1993:29) adalah: (1) Beban Luar (outer load): volume. antara lain: 1) berdasarkan persentase kecepatan dan kekuatan yang digunakan dalam latihan. jumlah beberapa elemen jenis latihan. seperti timbulnya kenaikan volume darah tiap menit dan bertambahnya jumlah darah yang mengalir keotot-otot yang lebih aktif. intensitas. Dan intensitas latihan dapat dikalisfikasikan tinggi rendahnya berdasarkan beberapa indikator. Beban Luar (Outer Load) Beban luar adalah rangsangan motorik yang dapat diatur dikontrol dengan cara memvariasikan ciri beban latihan seperti volume. (sistem peredaran darah. (2) maksimal 100% dari prestasi terbaik. (2) fungsi fisiologis organisme.Menurut Suharno (1993:1) Beban latihan adalah suatu bentuk rangsangan motorik yang dapat dikontrol oleh pelatih untuk meningkatkan kualitas atlet dalam rangka mencapai prestasi maksimal. Frekuensi tinggi berarti ulangan gerak banyak sekali dalam satu giliran. (4) medium 60% – 70% dari prestasi terbaik. Kemudian tentukan takaran intensitas latihannya. 1. (3) Recovery adalah waktu yang digunakan untuk pemulihan tenaga kembali antara satu dengan elemen bahan latihan elemen berikutnya. recovery. maka 80% x (220 – 20) = 160 kali/menit (intensitas sub maksimal). ini berarti intensitas maksimal untuk atlet tersebut 30 kali/100%. Begitu juga menurut Suharto (1997:97) menyatakan bahwa pada dasarnya volume latihan meliputi unsur-unsur: waktu atau lama latihan. frekuensi. (2) Beban Dalam (inner load) 1. jumlah ulangan latihan atau unsur teknik yang dilakukan dalam waktu tertentu. 1993:29): (1) Volume adalah beban latihan yang biasa dinyatakan dengan satuan jarak. MR push-up atlet dapat dihitung misalnya: mampu 30 kali. (5) Rythme adalah sifat irama latihan yang berhubungan dengan tinggi rendahnya tempo dan berat ringannya suatu latihan dalam satu unit latihan maupun mingguan. recovery. Dan unsur tersebut mencerminkan kwantitas atau banyaknya latihan yang dilakukan pada saat latihan. intensitas. jarak tempuh atau berat beban. (3) sub maksimal 80% – 99% dari prestasi terbaik. 1993:23) Beban dalam mempunyai dampak perubahan fungsional organisme atlet meliputi: (1) susunan anatomis/struktur tubuh yang dimaksud disini adalah latihan dapat menambah jumlah serabut otot. Di bawah ini ciri-ciri beban luar (Suharno. Namun aliran darah ke daerah-daerah . Kepekatan rangsangan densitas tergantung lama dan pendeknya waktu recovery . (5)low (rendah) 59% ke bawah dari prestasi terbaik. jumlah set dalam latihan interval dan sirkuit sebagai ukuran rangsangan motorik dalam suatu unit latihan. Sedangkan untuk menghitung denyut nadi yaitu pertama dihitung DNM (denyut nadi maksimal) dengan rumus: 220 – umur.

tetapi aerobic berbicara tentang tenagaaerobic yang diperlukan untuk ketahanan fisik. 1996:106). 2004:76). menambah frekuensi dan rythme . Menurut Suharno (1993:2) menyatakan bahwa speed play atau fartlek adalah suatu system latihan daya tahan yang maksudnya adalah untuk membangun. mengembalikan atau memelihara kondisi tubuh seorang atlet (Hadisasmita dan Syarifuddin. tenaga. 1996:105). kecepatan dan fleksibelitas (Hadisasmita dan Syarifuddin. mekanika biologis dan hormon-hormon yang dengan teratur mempertahankan homeostatis tubuh pada waktu istirahat maupun latihan (Sajoto. (4) susunan biokimia dalam otot lebih baik. Latihan interval adalah latihan kondisi yang sangat dianjurkan oleh semua pelatih terkenal karena dalam mengembangkan daya tahan dan stamina atlet hasilnya sangat positif (Hadisasmita dan Syarifuddin. sedang utuk orang yang terlatih atau atlet denyut jantung mereka waktu istirahat dapat mencapai tingkat yang paling rendah yaitu antara 28-40 (Sajoto. dimana beban hanya dipakai sebagai alat untuk menambah tahanan terhadap kontraksi otot. Proses ini dikerjakan secara serentak oleh syaraf. system bekerja seseorang pelatih atau olahragawan sehubungan dengan pengetahuan dan kemampuannya yang cukup. 1. (5) psikologis yang dimaksud disini yaitu bahwa psikologis juga berpengaruh lebih baik terutama menigkatnya kemampuan menerima tekanan (strees). 1988:196). Metode-metode latihan fisik tersebut diantaranya yaitu: (1) Metode latihan sirkuit (circuit training) adalah suatu sistem latihan yang selain menghasilkan perubahan-perubahan positif pada kemampuan motorik. Berikut ini akan dibahas beberapa metode dalam latihan fisik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan fisik para atlet. (5) Metode latihan naik turun bangku(bench stepping). Dan untuk denyut jantung seorang yang normal rata-rata antara 60-80 kali tiap menit. untuk mencapai tujuan tertentu (Hadisasmita dan Syarifuddin. sementara pada waktu latihan yang cukup melelahkan. perhatian dan mengatasi masalah yang merupakan tantangan bagi atlet. kekuatan otot. 1988:193). yang dialirkan keotot. Tenaga aerobic adalah kemampuan tubuh untuk memanfaatkan oksigen dan disepakati sebagai cara . daya konsentrasi. kelincahan atau kecepatan gerakan tubuh yang sangat dibutuhkan dalam atletik. mengembalikan. Namun metode bukan suatu bentuk mengajar. 1996:110). METODE LATIHAN FISIK Metode latihan menurut Hadisasmita dan Syarifuddin (1996:142) adalah suatu cara tertentu. Untuk aliran darah pada saat istirahat hanya 15%-20% darah dari seluruh volume tiap menit. 2004:71) Weight training adalah program latihan kekuatan menggunakan tahanan yang diberikan oleh beban seperti barbel dan dumbell. karena suatu metode melayani ketentuan pengorganisasian dari suatu kegiatan.. memperpendek waktu recovery. Pada latihan naik turun bangku ini merupakan latihan fisik yang sederhana dimana didalam melakukan latihannya menggunakan kotak. juga memperbaiki secara serempak kesegaran jasmani daripada tubuh. (6) Metode latihan aerobik adalah kekuatan yang kecil atau sedang yang dapat dipertahankan untuk jangka waktu yang lama menggunakan energi yang berasal dari pembakaran O2. kelenturan. Apabila seorang pelatih ingin membuat program latihan fisik dan ingin memperberat volume atau meningkatkan intensitas . H. Menurut Bompa (dalam Budiwanto. atau memelihara kondisi tubuh seseorang. diperlukan koordinasi dalam jantung guna memompa darah keseluruh tubuh secara optimal.rawan seperti kearah otak dan jantung akan tetap atau meningkat sedangkan tekanan darah dalam arteri secara sistematik dan pemenuhan kebutuhan dalam jaringan dalam tubuh. Setelah memahami ciri beban luar dan beban dalam maka para pelatih harus membuat dan memberikan latihan pada atletnya sesuai dengan berat ringannya beban latihan yang dikehendaki. Aerobic tidak berkaitan dengan dengan usaha peningkatan kekuatan. 2004:74). maka seorang pelatih harus memperhatikan bahan-bahan beban luar latihan di atas. otot akan menerima 80%-85% dari seluruh volume tiap menit. bangku atau sejenisnya menurut Hawkey (dalam Budiwanto. (2) Metode latihan beban(weight training) adalah latihan-latihan yang sistematis. (4) Metode latihan lari bermain-main kecepatan (speed play atau fartlek) adalah suatu system latihan daya tahan untuk membangun. (3) Latihan Interval (Interval Training) adalah suatu system latihan yang berganti-ganti melakukan dengan giat (interval kerja) teratur dan berulang-ulang dengan periode kegiatan dengan intensitas rendah (periode sela) dalam setiap latihan (Kent dalam Budiwanto. 1996:109). daya tahan.

(3) Latihan Interval (Interval Training) . Selama latihan. otot-otot kaki menghendaki energi agar segera diisi lagi. tetapi harus membakar lemak. tetapi ada juga yang mengatakan bahwa untuk meningkatkan VO2 maks harus dikerjakan latihan anerobik. Keadaan seperti ini ada proses lain yang disebut metabolisme anaerobic . “Kenaikan kebutuhan energi memberi penekanan pada kemampuan badan untuk menyediakan oksigen dan bahan bakar yang diperlukan otot” (Sumosardjuno. agar VO 2 maks atau kondisi fisik tetap terjaga dengan baik. maka kemampuan sel untuk menggunakan oksigen juga lebih tinggi. 1994:3). Sedangkan Dwiyogo dan Sulistyorini (19991:60) menyatakan: Latihan dan proses erobik yang lama akan memberikan perbaikan-perbaikan pada jantung dan peredaran darah. Menurut Soekarman (1986:82) “komponen-komponen ini berhubungan dengan struktur dan faal dalam tubuh. maka energi yang dibutuhkan tidak dapat dipenuhi dengan pembakaran karbohidrat saja. ketahanan. (6) Metode Latihan Aerobic . daya tahan. kelincahan dan kecepatan. kebiasaan kegiatan dan latar belakang latihan olahragawan dapat mempengaruhi nilai VO2 maks. Tujuan latihan peningkatan kondisi fisik adalah meningkatkan kekuatan. yang tidak diperoleh secara cepat dari sumber aerobic. 2004:82) Berdasarkan penjelasan di atas ada beberapa metode Latihan Fisik yaitu: (1) Metode Latihan Sirkuit (Circuit Training) . (4) Metode Latihan Lari Bermain-main Kecepatan (Speed Play atau Fartlek). 1986:159). (7) Metode Latihan Anaerobic. Menurut Hadisasmita dan Syarifudin (1996:129) mempersiapkan komponen kondisi fisik umum seperti kekuatan.terbaik untuk mengukur kondisi kardiovaskuler (Baley. karena dengan latihan anerobik dapat diberikan beban maksimum pada sistem jantung dan paru. tetapi beban sub maksimal sebagian besar sudah merupakan peristiwa anerobik. Setelah memahami metode latihan fisik maka seorang pelatih dalam membuat program latihan fisik dan memberikan latihan fisik pada atletnya harus mengacu pada beberapa metode latihan fisik seperti yang telah dijelaskan diatas 1. pada latihan ini dijelaskan bahwa pada suatu waktu kerja dengan intensitas dan kecepatan tinggi dalam waktu yang pendek memerlukan energi segera. PENJELASAN TENTANG LATIHAN UNTUK MENINGKATKAN V02 . I. Jadi sebaiknya untuk meningkatkan VO2 maks dilakukan latihan anerobik dengan inyerval istirahat. Persediaan lemak dalam otot hanya dapat ditingkatkan dengan latihan erobik yaitu denagn beban ringan untuk jangka waktu yang lama. sehingga energi anaerobic dikeluarkan jika masukan oksigen tidak cukup Getchell (dalam Budiwanto. (7) Metode latihan anaerobic . (2) Metode Latihan Beban (Weight Training). Peningkatan VO2 maks juga tidak bisa dilakukan dengan hanya beberapa latihan tetapi harus secara terus menerus dan berlanjut yang sesuai dengan program yang dilaksanakan. Anaerobic berarti tanpa oksigen. persiapan tersebut dapat berlangsung selama 2-3 bulan. Lebih lanjut Mc Ardle (2001:477) mengatakan bahwa VO 2maks dapat meningkat kira-kira 15-25 % lebih pada latihan intensif selama 3 bulan pertama dan mungkin akan meningkat mencapai 50 % lebih dalam waktu 2 tahun. akan tetapi dalam olahraga sepakbola juga harus didukung oleh latihan yang bersifat erobik. Peningkatan VO2 maks tidak bisa dilakukan tanpa adanya suatu program atau pola latihan yang sesuai dengan prinsip-prinsip latihan fisik. 1993:256) mengatakan bahwa keadaan latihan. dengan sub maksimal sudah dapat meningkatkan. (2) Sebetulnya beban untuk meningkatkan VO 2 maks tidak perlu maksimal. kelentukan. kecepatan dan lain-lain seharusnya dilakukan latihan dalam waktu yang cukup lama. Jantung akan lebih kuat dan mampu memompa lebih banyak darah. Hal tersebut menyebabkan pengangkutan oksigen yang diambil di dalam paru-paru dan dikirim ke seluruh serta pembuangan sisa metabolisme menjadi lebih efisien. (5) Metode Latihan Naik Turun Bangku (Bench Stepping). Apabila kita berlari 20 km. Menurut Soekarman (1987:58) ada beberapa pendapat mengenai latihan untuk meningkatkan VO 2 maks: (1) Sebaiknya mengerjakan latihan erobik karena dengan latihan erobik sudah ada pembebanan yang meningkatkan kerja jantung maupun paru. Aktivitas fisik yang teratur dapat menyebabkan badan menjadi lebih tahan pada tuntutan latihan. oleh karena itu latihan-latihan yang dikerjakan terutama untuk . (3) Untuk ketahanan erobik selain dibutuhkan kemampuan jantung dan paru untuk mengangkut oksigen yang banyak. Ekblom (dalam Dwijoyowinoto. Olahraga sepakbola adalah olahraga yang bersifat anerobik.

1. (3) Peningkatan kemampuan gerak motorik khusus. maka latihan hendaknya dilakukan minimal 3 kali dalam seminggu agar . sesuai dengan kebutuhan gerak atau penampilan dalam olahraga itu. perubahan pada otot dan serabut-serabut otot. Latihan daya tahan juga dapat merubah faktor-faktor penting lainnya. Prinsip Dasar Latihan Menurut Pussegjasrek (1994:56) prinsip-prinsip dasar latihan antara lain. 1. Lama Latihan Wilmore dan Costill (dalam Sajoto. maka dengan sendirinya yang terlihat adalah perubahanperubahan dalam kedua alat tersebut”.1984:4) mengatakan bahwa hasil fisiologis yang utama dari program latihan daya tahan adalah peningkatan dalam latihan atau VO2 maks. Menurut Djidie (1997:77) program dan aplikasi pelatihan fisik harus dirancang pengembanganya melalui tahapan sebagai berikut: (1) Persiapan fisik umum. (2) harus dapat memperlancar peredaran darah ke jantung secara efektif. bertujuan meningkatkan kemampuan kerja organ-organ tubuh . Pengaruh yang lebih luas lagi menurut Arnheim (1995:64) bahwa latihan daya tahan bukan hanya penting untuk memperbaiki VO 2 maks dan menurunkan tekanan darah tapi hal tersebut juga merupakn faktor kunci dalam pencegahan cedera. Sedangkan Thompson dan Mc Ghee (dalam Strauss. (2) Persiapa fisik khusus. 1. 1. (c) prinsip latihan beraturan. Pada fase ini pelatihan bertujuan memahirkan gerakan-gerakan utuh. perubahan pada jaringan ikat.otot serta ketahanan jantung dan paru. seperti perubahan pada komposisi tubuh. akibat dari perencanaan yang matang itu ialah bahwa degree of training (derajat latihan) dan kualitas latihan akan naik sehingga akan dapat meningkatkan kapasitas kerja serta penampilan. (e) prinsip individu”. Sedangkan menurut Pussegjasrek (1994:59) untuk mencapai tingkat kesegaran jasmani yang baik. 2005:49) adaptasi dari latihan berperan dalam perubahan yang nyata pada kapasitas oksigen maksimal. (d) prinsip spesifik. (3) waktu yang digunakan produktif (efektif dan efisien). 2005:35) pengaruh latihan dapat meningkatkan VO 2 maks dan dapat dicapai dengan cara meningkatkan efisiensi kerja semua sarana penyedia serta penyalur oksigen. 1988:210) menyatakan bahwa lama latihan yaitu antara 12-16 minggu untuk tujuan endurance. Harsono (dalam Harsuki dan Elias 2003:308) mengatakan. bertujuan meningkatkan kemampuan fisik pada taraf lebih tinggi atau baik menjelang pertandingan. khususnya menghadapi pertandingan. perubahan pada penyesuain terhadap panas. Frekuensi Latihan Menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:70) frekuensi latihan diartikan sebagai jumlah latihan yang dilakukan setiap minggunya. (b) prinsip tahanan tambahan. Macam atau Jenis Latihan Fisik Bentuk latihan fisik yang baik menurut Pussegjasrek (1994:57) antara lain. sedangkan antara 8-10 minggu untuk tujuan anerobik. (1) gerakan-gerakanya melibatkan otot-otot besar tubuh. Program latihan peningkatan kondisi fisik atau VO2 maks memerlukan persiapan fisik dan perancangan program yang baik sesuai dengan prinsip-prinsip program latihan kesegaran jasmani. Dalam menyusun suatu program latihan penigkatan kondisi fisik hendaknya memperhatikan beberapa prinsip latihan fisik antara lain: 1. Menurut Ramana (dalam Wahyu. Menurut Cooper (dalam Wahyu. jadi program latihan peningkatan VO 2 maks harus berlangsung cukup lama dan sesuai dengan perencanaa dan metode yang benar. Intensitas Latihan Fisik atau Olahraga Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi seorang olahragawan dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. sehingga memudahkan upaya-upaya peningkatan komponen pelatihan pada tahap berikutnya. “(a)prinsip beban berlebih. perubahan pada tekanan darah.

maka 80% x (220 – 20) = 160 kali/menit (intensitas sub maksimal). Kemudian tentukan takaran intensitas latihannya. Beban latihan dibedakan menjadi dua yaitu beban latihan luar dan dalam. dan jika intensitas latihan fisik lebih kecil maka waktu latihan yang dibutuhkan lebih lama. maka latihan hendaknya dilakukan minimal 3 kali dalam seminggu agar mendapatkan efek latihan yang diharapkan. berarti dalam satu giliran latihan pushup ditemukan 80% x 30 kali (MR) = 24 kali. J. (1) gerakan-gerakanya melibatkan otot-otot besar tubuh. bentuk yang pertama hamper sama urutan geraknya dengan latihan kompetisi tetapi karakteristik pembebanannya berbeda dan latihannya mencakup elemen-elemen atau kombinasi elemen dari latihan kompetisi. Cara menghitung intensitas dengan maximum repeatation (MR). agar menghasilkan latihan dan tingkat kesegaran jasmain yang lebih baik”. Untuk mencapai tingkat kesegaran jasmani yang baik. (2) latihan khusus (special exercise ): latihan khusus ini terdiri dari dua bentuk. latihan umum diambil dari latihan olahraga tertentu atau senam yang tidak berisi elemen-elemen gerka kompetisi dan dilakukan tanpa menggunakan peralaten senam. Beban dalam adalah suatu beban latihan yang mempengaruhi fisiologi dan psikologi atlet. 1. . 1999:67) bahwa latihan pada umumnya dikategorikan dalam tiga bentuk: (1) Latihan kompetisi (competitive exercise): latihan kompetisi merupakan bentuk latihan yang urutan gerak dan tipe karakteristik geraknya menyerupai tuntutan suatu kompetisi khusus suatu event cabang olahraga yang merupakan spesialisasi atlet yang bersangkutan. yaitu 80% dari DNM dan umur atlet 20 tahun. durasi dan irama. sedangkan antara 8-10 minggu untuk tujuan anerobik. Sedangkan menurut Pussegjasrek (1994:59) bahwa latihan fisik pada intensitas yang lebih besar maka waktu yang dibutuhkannya lebih pendek. frekuensi. Apabila latihannya kurang dari 2 kali seminggu maka akan kurang mendapatkan efek latihan yang diharapkan. Sedangkan untuk menghitung denyut nadi yaitu pertama dihitung denyut nadi maksimal (DNM) dengan rumus: 220 – umur. (2) maksimal 100% dari prestasi terbaik. (3) latihan umum (general exercise ). Bila menginginkan intensitas sub-maksimal dalam latihan. 3. ini berarti intensitas maksimal untuk individu tersebut 30 kali/100%.mendapatkan efek latihan yang diharapkan. 2) berdasarkan jumlah denyut nadi dalam mereaksi beban latihan. intensitas. 1. Menurut Suharto (1997:98) menyatakan bahwa intensitas latihan merupakan komponen kualitatif yang mengacu pada jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu unit waktu tertentu. antara lain: 1) berdasarkan persentase kecepatan dan kekuatan yang digunakan dalam latihan. Lama Latihan Wilmore dan Costill (dalam Sajoto. Apabila latihannya kurang dari 2 kali seminggu maka akan kurang mendapatkan efek latihan yang diharapkan. (5) low (rendah) 59% ke bawah dari prestasi terbaik. Sedangkan menurut Harre (dalam Mutohir. (3) waktu yang digunakan produktif (efektif dan efisien). Skala intensitas untuk latihan kecepatan dan kekuatan sebagai berikut (Suharno. terdiri dari latihan yang mengandung gerak-gerak bagian dari seluruh rangkaian gerak. LATIHAN FISIK UNTUK MENINGKATKAN VO2 Bentuk latihan fisik yang baik menurut Pussegjasrek (1994:57) antara lain. 1993:22): (1) super maksimal 101% – ke atas dari prestasi terbaik. Intensitas Latihan Fisik atau Olahraga Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi seorang olahragawan dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. dan bentuk latihan khusus yang kedua. Suharno (dalam Budiwanto. 1988:210) menyatakan bahwa lama latihan yaitu antara 12-16 minggu untuk tujuan endurance. (3) sub maksimal 80% – 99% dari prestasi terbaik. (2) harus dapat memperlancar peredaran darah ke jantung secara efektif. Dan intensitas latihan dapat diklasifikasikan tinggi rendahnya berdasarkan beberapa indikator. 1. 1. Frekuensi Latihan Menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:70) frekuensi latihan diartikan sebagai jumlah latihan yang dilakukan setiap minggunya. Beban luar adalah volume. 2. (4) medium 60% – 70% dari prestasi terbaik. 2005:13) menjelaskan bahwa: Beban latihan (loading ) adalah bentuk latihan jasmani yang menimbulkan rangsangan fisik dan mental atlet untuk dilawan selama aktivitas berlatih dalam mencapai prestasi olahraga. MR push-upindividu dapat dihitung misalnya: mampu 30 kali. 1.

untuk memperluas pengetahuan. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ekstrakurikuler adalah suatu program yang dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan. Dari pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran (tatap muka) dengan maksud untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan. dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah. setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. di mana hal-hal yang tidak dapat diselesaikan dalam program yang telah ditentukan dalam jam-jam pelajaran sekolah. Menurut Ahmadi (1984:105) kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan-kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub-klub. Pengaruh latihan kebugaran jasmani terhadap sepak bola 2. 1982:33). baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah (http://ekskulabsky. secara otomatis siswa telah membentuk wadah-wadah kecil yang di dalamnya akan terjalin komunikasi antar anggota dan sekaligus dapat belajar vdalam mengorganisir setiap aktivitas kegiatan ekstrakurikuler. Melalui ekstrakurikuler siswa dapat benarbenar menjadi manusia yang intensif. Dengan aktifnya siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler.1. memaksimalkan dan mengembangkan kemampuan beserta bakatnya yang terpendam di dalam dirinya masing-masing. potensi. Beberapa cabang ekstrakurikuler baik secara perorangan maupun kelompok diharapkan dapat meraih prestasi yang optimal. di mana hal-hal yang tidak dapat diselesaikan dalam program yang telah ditentukan dalam jam-jam pelajaran sekolah. menyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya. dapat diberikan pada jam-jam di luar sekolah”. Oleh karena itu sering sekali atau pun wajib diadakan kegiatan di luar jam sekolah untuk memaksimalkan kegiatan bagi siswa yang mengikutinya walaupun kegiatan tersebut tidak formal. kesenian. Sahertian (1987:83) menyatakan kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran biasa (termasuk pada waktu libur) yang dilakukan di sekolah ataupun di luar sekolah dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai mata pelajaran. dapat diberikan pada jam-jam di luar sekolah (Sarifudin. memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan sosial. (2) Sebagai wadah di sekolah. bersikap sportif. L. Siswa dapat belajar untuk menghormati keberhasilan orang lain.com) Selain itu tujuan lain dari kegiatan ekstrakurikuler adalah: Menumbuh kembangkan pribadi peserta didik yang sehat jasmani dan rohani. Karakteristik Esktrakulikuler Pengertian Kegiatan Ekstrakurikuler Keterbatasan waktu berolahraga yang dilakukan secara formal sangat menghambat tercapainya pembinaan secara maksimal untuk perkembangan dan pertumbuhan siswa. Selain itu ekstrakurikuler mempunyai tiga tujuan dasar sebagai berikut: (1) Membina minat dan bakat siswa. bakat. Dwiyogo (2007:55) menyatakan kegiatan pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. misalnya: olahraga. Tujuan Kegiatan Ekstrakurikuler Menurut Sarifudin (1982:33) bahwa “program ekstrakurikuler dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan. berjuang untuk mencapai prestasi secara jujur dan lain-lain. bakat. ekspresi dan lain-lain. Dengan adanya kegiatan yang dilakukan di luar sekolah maka siswa dapat menyalurkan. (3) Pencapaian prestasi yang optimal. Dari paparan di atas maka dapat disimpulkan bahwa tujuan kegiatan ekstrakurikuler adalah untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan.com). untuk menyalurkan bakat . serta menanamkan sikap sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab melalui berbagai kegiatan positif di bawah tanggung jawab sekolah (http://nisanurdini. Kegiatan ekstrakurikuler diharapkan dapat membina dan mengembangkan minat yang ada pada siswa serta memupuk bakat yang dimiliki siswa.blogspot.multiply. K. budaya dan alam sekitarnya. minat.

teman. pramuka. (7) teknik gerak tipu dengan bola. Permainan ini hampir seluruhnya menggunakan kemahiran kaki. (5) teknik merampas bola. Tujuan dari sepakbola ini adalah memasukkan bola ke gawang lawan dan berusaha mempertahankan gawangnya agar tidak kemasukan. Ciri-ciri Kegiatan Ekstrakurikuler Sarifudin (1982:45) menyebutkan ciri-ciri kegiatan ekstrakurikuler sebagai berikut: (a) Merupakan bentuk kegiatan yang berkaitan atau berhubungan langsung dengan kurikulum sekolah.dan minat dan untuk melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya. taktik. Dari ciri-ciri yang dikemukakan oleh Sarifudin di atas maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler mempunyai ciri-ciri sebagi berikut: (1) diselenggarakan di luar pembelajaran formal. Menurut Hariyoko dan Mahmud (1991:3) teknik-teknik dasar dalam permainan sepakbola adalah: (1) teknik menendang bola. KARAKTERISTIK SEPAK BOLA Sepakbola dan Karakteristiknya Di manapun. kelincahan. artinya mempunyai pengaruh terhadap pencapaian tujuan kurikulum. dan (8) teknik penjaga bola. fisik. Sepakbola merupakan permainan beregu yang dimainkan tiap regu terdiri dari 11 pemain termasuk penjaga gawang. Menurut Luxbacher (1998:2) menyatakan bahwa sepakbola adalah suatu pertandingan yang dimainkan 2 tim yang masing-masing beranggotakan 11 orang pemain. Melalui ekstrakurikuler dibina satu kesatuan individu yang utuh fisik dan psikis. kapanpun. mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. keseimbangan. (6) teknik melempar bola. Sepakbola adalah permainan beregu yang dimainkan masing-masing regu sebelas pemain termasuk seorang penjaga gawang. (3) teknik menggiring bola. dan apapun bentuk sepakbola? Olahraga ini adalah salah satu olahraga yang paling digemari diseluruh dunia. M. Untuk itu sebagai seorang pemain sepakbola hendaklah memiliki keempat hal yang tersebut diatas terutama teknik dan fisik yang merupakan teknik dasar dalam bermain sepakbola. kekuatan. guru. dan kelentukan. dan rekreasi. (d) Ekstrakurikuler pelaksanaannya berbeda dalam cara dan sifat pelaksanaan dari kurikuler. semuanya melakukan permainan sepakbola. Dan semua . (4) teknik menyundul bola. mulai dari pelosok-pelosok desa sampai kota-kota besar. (2) teknik menerima bola. Tujuan kegiatan ekstrakurikuler tidak akan berhasil tanpa adanya partisipasi dari pihak lain seperti: prasarana. Permainan ini dimainkan di lapangan berumput dengan ukuran panjangnya 100-110 meter dan lebarnya 64-75 meter yang mana lamanya permainan sepakbola ini adalah 2×45 menit dengan dipimpin oleh 1 orang wasit dan 2 orang asisten wasit. darmawisata. 1981:409). (3) diberikan untuk upaya pembinaan manusia seutuhnya. dengan waktu 2×45 menit. kesenian. (b) Diberikan di luar jam pelajaran dan diawasi oleh guru yang bertanggung jawab tentang bidang pelajaran tersebut. Selain menguasai teknik-teknik dasar bermain sepakbola yang tersebut diatas masih ada faktor-faktor lain yang dapat menunjang seorang pemain sepakbola untuk berprestasi. dan strategi. Kendati demikian sepakbola mempunyai banyak aspek atau bagian yang masing-masing perlu diperhatikan. Pada mulanya sepakbola merupakan olahraga untuk sekedar hobi tapi lambat laun sepakbola menjelma sebagai olahraga yang bisa mendatangkan uang atau dengan kata lain sepakbola merupakan suatu pekerjaan. Sedangkan menurut Batty (2004:8) sepakbola adalah permainan beregu yang dimainkan oleh individu-individu untuk menyebar luaskan gagasan dari pelatih agar sepakbola menjadi permainan yang lebih baik dan menyerang dalam kerangka suatu kerjasama beregu. (2) diberikan untuk mengembangkan bakat dan minat siswa. seperti: teknik. kecepatan. 1. kecuali seorang penjaga gawang yang bebas menggunakan anggota badan apapun (Abdoellah. dan masyarakat. orang tua. Faktor-faktor itu antara lain: daya tahan. yaitu anak didik. (e) Ekstrakurikuler dapat berupa olahraga. dan beberapa macam kegiatan yang dapat berpengaruh terhadap kesempurnaan proses dan keberhasilan proses belajar mengajar. (c) Mempunyai subyek yang sama atau sasaran yang sama.

maka taktik dan strategi yang diintruksikan oleh pelatih akan mudah dijalankan. 2. perumusan tujuan. berbelok ke kiri.dan perlengkapan evaluasi). Untuk itu dalam melatih kondisi fisik pelatih juga harus memperhatikan kedua sistem energi tersebut dalam menyusun program latihan. pengamatan kelas. uji coba produk.jenis data.ini dapat diperoleh dengan latihan konsdisi fisik dengan terus menerus tanpa merasa bosan. Akan tetapi dalam permainan sepakbola sewaktu-waktu juga membutuhkan kecepatan. Menurut Devaney (1988:70) satu unsur dalam sepakbola yang tidak pernah berubah dari masa ke masa adalah stamina. 5 ). Dan olahraga yang membutuhkan kecepatan membutuhkan sistem energi anaerobik. berbelok ke kanan. A. berputar ke mana saja untuk menghindari lawan. 4). Bila dilihat dari urain di atas. subjek uji coba. Tidak kita pungkiri bahwa seorang pemain sepakbola yang memiliki skill individu yang baik tidak akan berarti apa-apa bila tidak ditunjang dengan kondisi fisik yang prima. Dengan demikian peran latihan fisik didalam permainan sepakbola sangat menunjang bagi pemain untuk berprestasi baik di level lokal maupun internasional. Mengembangkan bentuk produk awal (penyiapan materi pengajaran.Melakukan penelitian dan pengumpulan informasi (kajian pustaka. Melakukan revisi terhadap produk utama ( sesuai dengan saran – saran dari hasil uji lapangan permulaan) (6) Melakukan uji lapangan utama. anda membungkuk. Melakukan perencanaan (pendefinisian keterampilan. 2).Melakukan penelitian dan pengumpulan data informasi termasuk kajian pustaka dan analisis kebutuhan. Karena seorang pemain sepakbola yang telah memiliki teknik individu yang baik dan ditunjang oleh stamina yang prima. Menggunakan uji lapangan permulaan menggunakan 16 – 12 subjek). olahraga sepakbola memerlukan dua sistem energi yaitu aerobik dan anaerobik. Ditambahkan pula oleh Devaney (1988:71) di dalam permainan sepakbola anda harus menggiring bola. (7) Melakukan revisi produk ( berdasarkan saran – saran dan uji coba lapangan utama) (8) Uji lapangan meliputi (9) Revisi Produk Akhir. sehingga seorang pemain akan memiliki daya tahan dan kecepatan secara seimbang. persiapan laporan tentang pokok persoalan. untuk itu dalam permainan sepakbola menggunakan sistem energi aerobik. Permainan sepakbola merupakan olahraga yang membutuhkan waktu yang lama.penentuan urutan pengajaran. seperti: lari sprint .Model Pengembangan Dalam penerapan Program latihan kebugaran jasmani ini peneliti menggunakan pengembangan milik Borg dan Gall (1983:775) yang terdiri dari: 1). Mengembangkan Produk Awal ( berupa penerapan formasi pertahanan) . berhenti. penyusunan buku pegangan. berlari. dengan pertimbangan kebutuhan untuk menghasilkan produk pembuatan program Latihan Kebugaran jasmani di ekstrakulikuler sepak bola di MAN tlogo blitar Kabupaten Blitar.dan uji coba skala kecil. Adapun langkah – langkah yang akan dicapai oleh peneliti adalah sebagai berikut: 1. 3). Dari berbagai macam – macam langkah pengembangan yang dikemukakan oleh borg dan Gall yang sebagian di modifikasi oleh peneliti. dan semua itu harus membutuhkan stamina dan kondisi fisik yang prima. prosedur pengembangan. BAB III METODE PENGEMBANGAN Dalam metode pengembangan akan diuraikan tentang model pengembangan.intrumen penelitian. berputar. Dan stamina merupakan unsur utama dalam permainan sepakbola pemain harus mempersiapkan diri untuk mengalami kelelahan fisik. dan tehnik analisis data. berbalik badan dan menangkap atau menghalau bola untuk penjaga gawang.

4. Dalam pembuatan Produk yang dikembangkan ini. 2. serta uji coba kelompok kecil. Evaluasi dari para ahli dengan kualifikasi yaitu. B. kusioner.3. revisi Produk akhir yang dihasilkan oleh uji coba lapangan ( kelompok Besar. 6. 5. serta menggunakan tehnik wawancara.Uji Coba Lapangan ( kelompok Besar ) Pada tahap ini dilakukan uji coba lapangan ( kelompok Besar ) terhadap produk yang dikembangkan dengan menggunakan subjek uji coba 22 siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Kabupaten blitar. revisi produk dari peninjauan para ahli. Revisi produk Pertama. lalu dikumpulkan dan analisis. 5.ahli tehnik dalam program latihan sepak bola. dan Ahli Program latihan kebugaran Jasmani sepak Bola sebagai perbaikan dari produk yang telah di ujicobakan. hasil produk penerapan formasi pertahanan yang dihasilkan melalui revisi uji coba lapangan. 3. Revisi ini digunakan untuk perbaikan terhadap produk awal yang dibuat peneliti. 7. langkah selanjutnya adalah membuat Produk Awal berupa pembuatan program Latihan kebugaran jasmani dalam permainan Sepak Bola.Revisi produk pertama Setelah uji coba produk. Dalam hal ini berperan sebagai konsultan dan memberikan masukan dalam penyempurnaan Produk untuk di ujicobakan di lapangan. Analisis kebutuhan tersebut dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara guru pendidikan jasmani di MAN Tlogo Blitar kabupaten Blitar mengenai produk yang dikembangkan peneliti. uji lapangan dengan menggunakan tehnik koesioner kemudian di analisis 6. Prosedur Pengembangan Pada pengembangan program latihan kebugaran jasmani.Revisi Produk Akhir .Pembuatan Produk Awal Setelah melakukan analisis kebutuhan. 4. dilakukan melalui beberapa tahap. peneliti membuat produk kemudian di uji cobakan kepada kelompok kecil tetapi sebelumnya dikonsultasikan dan di uji oleh para Ahli. 1 kepelatihan di bidang sepak bola.uji coba produk Uji coba produk ini dimaksudkan untuk memperoleh masukan. saran dan penilaian terhadap produk yang dikembangkan.Analisis kebutuhan Analisis kebutuhan merupakan langkah – langkah yang digunakan untuk mengkaji keadaan lapangan dengan tujuan apakah produk yang dikembangkan diterima atau tidak oleh subjek. Tahap dari prosedur ini antara lain sebagai berikut: 1. maka dilakukan revisi dari masukan beberapa ahli yaitu ahli kepelatihan sepak Bola.

Hasil data yang diperoleh dari uji lapangan atau kelompok besar ini digunakan untuk menyempurnakan keseluruhan pengembangan program latihan kebugaran jasmani dalam kegiatan esktrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar.Tinjauan Ahli Untuk memperoleh masukan tentang rancangan penerapan Informasi program latihan kebugaran Jasmani sepak bola .Evaluasi tahap kedua Uji lapangan atau kelompok besar dilaksanakan di MAN Tlogo Blitar. dan dapat dimungkinkan untuk digunakan dalam lingkup yang sebenar – benarnya. 7. maka produk ini dikembangkan ini terlebih dahulu diuji oleh para ahli. Tujuan kelompok kecil ini digunakan untuk meminimalkan kesalahan yang ditemui dan mengetahui tanggapan dari produk awal yang dikembangkan.Desain uji coba Desain uji coba dilaksanakan melalui dua tahap yaitu: (1) evaluasi tahap pertama dan evaluasi tahp kedua.Uji Coba Produk Uji coba Produk ini dilakukan untuk mengumpulkan data yang digunakan sebagai dasar dalam menetapkan kelayakan dari produk yang dikembangkan. metode pengambilan subjek yaitu menggunakan prosedur yang dilakukan dalam bentuk uji coba ini adalah (1) menerapkan penerapan Program latihan kebugaran jasmani dalam permainan sepak bola kepada siswa. Evaluasi tahap pertama. (2) meminta kepada siswa untuk memberikan tanggapan dan pendapat tentang penerapan Program latihan Kebugaran Jasmani dalam permainan sepak bola dengan menggunakan koesioner. 2. Subyek Uji Coba .Revisi produk dari hasil uji coba lapangan yang telah diujicobakan pada peserta ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Kab. selanjutnya dijadikan acuan untuk merevisi produk penerapan Program latihan kebugaran Jasmani dalam permainan sepak bola sebelum diujicobakan untuk kelompok kecil. a. 2.Hasil Akhir Hasil Akhir Berupa Produk yang telah dihasilkan dari uji lapangan ( kelompok Besar ) sebagai bentuk penerapan program latihan kebugaran jasmani sepak bola. C. Dalam bagian ini yang harus diperhatikan yaitu: (1) rancangan uji coba (2) Subjek uji coba (3) intrumen pengumpulan data dan (4) tehnik analisi data 1.Revisi produk Pertama Hasil dari data ahli tersebut dianalisis. 3. Evaluasi tahap ini terdiri dari : 1.Uji coba kelompok kecil Uji coba kelompok kecil dilaksanakan di MAN Tlogo Kabupaten Blitar untuk siswa yang mengikuti ekstrakulikuler sepak bola dengan subjek 12 pemain. sebagai perwakilan kelompok besar selama 8 kali pertemuan. Blitar. b. Dari kegiatan uji coba kelompok lapangan dimasudkan untuk mengetahui keefektifan perubahan yang dilakukan sebelumnya.

Rumus untuk mengolah data secara keseluruhan uji coba P = ∑ X x 100 % ∑ Xi Keterangan P ∑X ∑Xi : Persentase hasil keseluruhan subyek uji coba : Jumlah keseluruhan jawaban subyek uji coba dalam keseluruhan aspek penilaian : jumlah keseluruhan maksimal subyek uji coba 100% : Kostanta . Rumus yang digunakan untuk menganalisis dan menggunakan rumus dari Sudjana (1990:40 ) a. 5. Dengan demikian. 4. 3. intrumen yang dibuat untuk pengumpulan data adalah angket yang dibuat sendiri dengan mengacu pada analisis kebutuhan.Intrumen Pengumpulan Data Pada intrumen ini digunakan adalah pengembangan sendiri dengan mengacu pada metode atau prosedur yang sudah ditentukan. Jenis Data Dari data yang diperoleh dari hasil evaluasi ahli. subjek uji coba yang digunakan meliputi: untuk kelompok uji coba siswa terdapat dua kelompok uji coba yaitu: 12 pemain untuk uji coba kelompok kecil dan 22 pemain MAN Tlogo Blitar untuk uji coba kelompok besar.Rumus untuk mengolah data per sebjek uji coba P= X X 100% X1 Keterangan : P = persentase hasil evaluasi uji coba X= Jumlah jawaban skor oleh subyek uji coba X1 = jumlah jawaban maksimal dalam aspek penilaian oleh subyek uji coba 100 %= Konstanta b. Prosedur yang dilakukan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan yang diperlukan. Intrumen yang dibuat untuk pengumpulan data adalah tehnik kuesioner untuk para ahli dan siswa.Dalam pengembangan produk. Kriteria bagi ahli sepak bola dan ahli dalam program latihan kebugaran jasmani mempunyai sertifikasi kepelatihan sepak bola.Tehnik analisis data Pengembangan ini tehnik analisis data yang digunakan adalah tehnik analisis diskriptif dengan persentase. dan sebagai pelatih sepak bola. Kriteria pemilihan siswa sebagai sebyek pengembangan 12 orang siswa esktrakulikuler sepak bola MAN Tlogo Blitar. pengembangan ini data yang digunakan adalah kuantitatif dan Kualitatif. Tehnik ini digunakan untuk analisis data kuantitatif yang diperoleh dari hasil penyebaran angket.

Definisi Operasional…………………………………………………………….Untuk menentukan penafsiran terhadap hasil analisis persentase tingkat kemenarikan produk pengembangan digunakan klasifikasi persentase guilford ( dalam Fagih. 1-100 % Klasifikasi Tidak baik Kurang baik Cukup baik Baik Sangat baik Makna Dibuang Diperbaiki Digunakan Digunakan Digunakan PENGEMBANGAN PROGRAM LATIHAN KEBUGARAN JASMANI BERUPA LATIHAN FISIK UNTUK MENINGKATKAN V02 PADA PESERTA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER SEPAK BOLA DI MAN TlOGO BLITAR PROPOSAL SKRIPSI Pembimbing: Oleh: HUMAID ALI HASAN NIM 208711415983 UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN JURUSAN PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN DESEMBER DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1. 5.40 % 40. Asumsi keterbatasan pengembangan ……………………………………. 6. 2. 3. Kesegaran Jasmani……………………………………………………… 2. ……… 3. 3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesegaran Jasmani…… 5. Persentase 0-20 % 20. Sistematika penulisan 9. 4. 8. 1-90 % 90. Prinsip Latihan…………………………………………………………… . Tujuan kesegaran jasmani…………………………………………….. Pentingnya Pengembangan …………………………………………. Latar Belakang …………………………………………………………. Tujuan Penelitian ……………………………………………………… 4.70% 70. Rumusan Masalah………………………………………………………. 1996: 58 ) maka ditetapkan kriteria sebagai berikut: No 1. 1. 5. Definisi Istilah…………………………………………………………………….1. 4. Spesifikasi Produk yang diharapkan……………………………. 6. 2. Program latihan …………………………………………………………. 7. BAB II KAJIAN PUSTAKA 1. Komponen-komponen Kesegaran Jasmanai…………………………….

13. seperti sekarang ini.. jenis data…………………………………………………………………… 6. Beban Latihan ……………………………………………………………. Sehingga pendidikan jasmani merupakan salah satu pendidikan yang sangat penting dan utama untuk kemajuan suatu bangsa. tehnik analisis data…………………………………………………… BAB I PENDAHULUAN 1. prosedur pengembangan……………………………………………………… 3.…………………………………………………………………. subjek uji coba……………………………………………………………………. Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kehidupan bangsa dan kemajuan suatu negara. Badan Standart Nasional Pendidikan (2006:729) menyatakan bahwa: . Pendidikan jasmani memberikan kesempatan pada siswa untuk terlibat langsung dalam aneka pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani. Metode Latihan Fisik …………………………………………………. Karakteristik Sepak Bola……………………………. 4. dan berolahraga yang dilakukan secara sistematis . Dengan kebijakan yang berkelanjutan khususnya dalam dunia pendidikan di indonesia. Untuk itu pemerintah harus lebih berkosentrasi terhadap pendidikan di indonesia dan juga harus membuat suatu kebijakan yang mengarahkan pada perkembangan pendidikan di indonesia. 2. 8. A. Latar Belakang Pendidikan di Indonesia merupakan perwujudan manusia yang bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa berdasarkan (UUD 1945).terarah dan terencana. intrumen penelitian……………………………………………………. Pendidikan jasmani memiliki peran yang sangat penting dalam mengintensifikasi penyelenggaraan pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup. bukan mustahil pendidikan di indonesia akan menciptakan SDM yang berwawasan luas dan berkualitas. Salah satu Pendidikan yang mengarahkan pada perkembangan perkembangan keseluruhan aspek manusia adalah pendidikan jasmani. Peran Kesegaran Jasmani dalam Permainan sepak bola…… 12. 5. Pendidikan jasmani hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu baik secara jasmani dan rohani. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina. 7. bermain. sekaligus membentuk gaya hidup sehat dan aktif sepanjang hayat. model pengembangan…………………………………………………………. BAB III METODE PENELITIAN 1. Penjelasan Tentang program latihan untuk meningkatkan VO2 10.7. Sehingga dengan adanya pendidikan yang bermutu maka semua hal yang berhubungan dengan masalah pendidikan akan cepat terselesaikan. uji coba produk. Sumber daya manusia yang berkualitas akan membawa pada kemajuan bangsa terutama dalam menjadikan masyarakat madani. Kegiatan Ekstrakurikuler……………………………………………………. Pendidikan merupakan cara yang srategis untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.. 9. Latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan VO2 11. Dengan adanya pendidikan bangsa indonesia akan mengalami kemajuan dan meninggalkan suatu bentuk keterpurukan.

Tenis Meja.1978:83 ). kebudayaan. tentu pihak sekolah mempunyai peran dan tanggung jawab yang tinggi.Terhitung beberapa Prestasi telah diraih khususnya di tahun 2008 – 2010. penalaran. olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Cabang Olahraga Badminton Sepak Bola Bola Voly Futsal Tenis Meja Jumlah Peserta 25 22 27 23 24 ( Sumber : Koordinator ekstrakulikuler di Man Tlogo Blitar ). tetapi dalam sisi prestasi cabor sepak bola masih mempunyai nama daripada ektrakulikuler yang lain. Man Tlogo blitar merupakan sekolah madrasah aliyah negeri di blitar yang menjadi salah satu sekolah favorit dengan keuggulan dalam ilmu agama dan umum. bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani. aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani. dan menghargai etika serta mengembangkan kesehatan mental – emosional ( adisasmita. dan futsal.Pendidikan jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan. bola voli. cabang olahraga sepak Bola paling sedikit pesertanya dibanding dengan olahraga lain. Dari tabel diatas diketahui bahwasanya dari ke lima kegiatan ekstrakulikuler yang termasuk dalam kegiatan olahraga. Menurut ahmadi ( 1984:105) kegiatan ekstrakulikuler adalah kegiatan – kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub – klub. serta lingkungan. ekspresi dan lain.keterampilan gerak. keterampilan sosial.tindakan moral. Kegiatan ekstrakulikuler bertujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai berbagai mata pelajaran. diantaranya Badminton. 3. Jadi sekolah merupakan tempat dimana siswa dapat mengembangkan bakat dan minatnya kegiatan ektrakulikuler. Kegiatan ekstrakulikuler di Man Tlogo Blitar terdiri dari berbagai banyak cabang olahraga. 1989:2 ) selain itu adisasmita juga berpendapat bahwa kegiatan jasmani tertentu yang dipilih dapat membentuk sikap / membentuk karakter yang berguna bagi pelakunya. Di MAN tlogo Blitar salah satu sekolah lanjutan akhir di blitar dengan jumlah siswa 850 siswa juga melaksanakan kegiatan ektrakulikuler. Dari kelima ektrakulikuler tersebut siswa bisa memiliki ekstrakulikuler yang diinginkan sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa. mereka juga sangat berantusias dalam mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang bergerak dalam bidang olahraga. Untuk pendidikan jasmani yang diberikan di sekolah . sekolah. misalnya: olahraga. Untuk mencapai tujuan pendidikan jasmani dan mengembangkan bakat dan minat siswa pihak sekolah menyelenggarakan kegiatan ekstrakulikuler. sepak Bola. 4. Kegiatan ektrakulikuler olahraga diadakan oleh pihak sekolah bertujuan selain untuk menunjang proses belajar – mengajar khususnya pendidikan jasmani untuk mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa. Dalam hal ini guru pendidikan jasmani harus mempunyai inovasi – inovasi untuk melaksanakan pembelajaran pendidikan jasmani guna mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. stabilitas emosional. Pada hakekatnya pendidikan jasmani tidak hanya untuk mengembangkan badan tetapi juga untuk mengajarkan perilaku sosial. Pada tahun . meyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan menusia seutuhnya ( sahertian. Untuk mencapai tujuan tersebut harus ada lingkungan yang lebih banyak dari pihak lain seperti keluarga. 2. keterampilan berfikir kritis. Akan tetapi tidak hanya ekstrakulikuler yang bergerak dalam bidang akademik saja yang banyak diminati oleh siswa . 5. Dalam survei beberapa hari kemarin teryata Prestasi sepak bola Man Tlogo blitar cukup menjanjikan. Data peserta ekstrakulikuler olahraga di Man Tlogo Blitar sebagaimana ditunjukan sebagai berikut: No 1. kesenian.lain.

labib M. 16 17. 10. 15. teryata juga setuju dan pelatih . 8. Pada hari yang lalu kami telah bertanya kepada pelatih apabila anak didiknya kita beri suatu bentuk program latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik.Kabupaten Blitar. 5. Peserta yang mengikuti tes kebugaranjasmani pada waktu itu tercatat sebanyak 20 orang. 2. 7. Seiring perjalananya waktu Tim Manega dalam berapa bulan terakhir khususnya dari segi Prestasi agak menurun dan banyak faktor yang mempengaruhinya. Di bawah ini hasil dari Tes Multistage pada ekstrakulikuler sepak bola di Man Tlogo Blitar sebagai berikut:\ Tabel Hasil Tes Lari Multitahap Siswa No 1. dalam pertandingan Uji Coba selama3 kali berturut – turut hasilnya mengecewakan. 9. 12. Berdasarkan analisis kebutuhan yang saya lakukan dengan metode observasi maka dengan diadakanya tes kebugaran jasmani dengan lari multistage teryata dari 20 sampel dari para peserta ekstrakulikuler sepakbola masih dibawah standart minimal kebugaran jasmani. Tes yang dipilih oleh seorang pelatih dan peneliti adalah Tes Multistage. Dari itu pelatih dengan peneliti pada hari sabtu tanggal 23 september menyetujui kesepakatan untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani para pemain perlu adanya Tes dan pengukuran. Kemudian tahun 2009/2010 Tim Sepak Bola Tim Man Tlogo Blitar telah meraih Prestasi Juara 1 POPDA Tingkat SMA/ MAN sederajat se. 13. fitrian Risfendi Imam Bahroini Kharis Khusen Andika Wardana Dadang Permana Susilo Dwi P Galang Panjalu Budi Zaky Fahrani Bambang Hendro Joko susilo Adi wendarta Levi setiambudi M. 3. 18 19 20 21 Nama Denta Permana Fuad Sholiki Faris Fahrul Rizal Agus Rohman Hendro WIJAYA Farid jalal Main M. Oleh karena itu maka untuk mencapai kebugaran jasmani yang bagus harus ada solusi atau sejenis jalan keluar untuk mangatasi masalah ini. kemarin saya mencatat banyak dari anggota Tim MANEGA banyak mengalami kekelahan dan keletihan sehingga para pelatih kebingungan dalam mengatasi anak buahnya. Fahrudin Usia 17 16 17 18 15 17 18 18 16 17 16 18 16 15 17 18 17 16 15 18 17 Shutlle 5 6 8 7 6 5 7 5 4 5 6 5 7 6 5 5 7 6 6 8 9 Level 5 3 7 1 4 3 2 9 3 8 5 4 3 6 7 4 5 2 1 4 2 Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwasanya para peserta anggota ekstrakulikuler Man Tlogo Blitar khususnya sepak bola dalam hal kebugaran jasmaninya masih dalam keadaan kurang baik. 2 kali kalah dan 1 kali seri . 4. 6. 11. Faktanya menunjukan dengan kebugaran jasmani yang tidak bagus. 14.2008/2009 Tim Sepak bola Man Tlogo blitar telah mencatat prestasi menjadi juara tiga PORSENI tingkat MAN/ MA se – Kabupaten Blitar.

Tuntutan energi dalam jumlah banyak itu akan diproduksi melalui sistem erobik yang memerlukan oksigen. peningkatan VO2maks sebaiknya dengan cara program latihan erobik karena dengan latihan erobik sudah ada pembebanan yang meningkatkan jantung maupun paru. Fox (dalam Umar. paru yang berfungsi untuk memasukkan oksigen dari luar kedalam tubuh. komposisi badan. kurang kosentrasi dan tidak fokus dalam pertandingan sehingga para pemain tim manega dalam segi prestasi akan menurun. Tinggi rendahnya VO2 maks seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor. . Berdasarkan Latar belakang diatas maka peneliti sangat tertarik untuk membuat jenis Pengembangan Program Latihan Kebugaran Jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan V02 pada ektrakulikuler sepak bola di Man Tlogo Blitar. jenis kelamin. Untuk memenuhi tuntutan daya tahan tersebut seorang para anggota Tim Manega harus mempunyai energi dalam jumlah banyak. salah satu dari faktor tersebut adalah organ tubuh yang pada dasarnya organ-organ tubuh tersebut sangat menunjang terhadap tingkat VO2 maks. 1997:211). Bagi para pemain Tim Manega semakin baik kualitas faktor-faktor tersebut maka semakin baik dan tinggi pula tingkat VO2 maks seorang pemain. B. Oleh karena itu untuk meningkatkan kebugaran fisik dan daya tahan V02 pada para peserta Ekstrakulikuler Sepak Bola Di Man Tlogo Blitar maka diterapkanya Program Latihan kebugaran Jasmani peserta Ekstrakulikiler di Man Tlogo blitar. Dari keterangan diatas maka untuk meningkatkan dan memperbaiki prestasi Tim Manega dalam ekstrakulikuler di Man Tlogo harus adanya Program latihan kebugaran jasmani berupa program latihan fisik khususnya dalam hal meningkatkan daya tahan jantung dan paru – paru (VO2) dengan cara latihan aerobik dan anaerobik. oleh karena itu tinggi rendahnya daya tahan seorang para pemain Tim Manega tergantung dari tinggi rendahnya kapasitas oksigen maksimal atau VO2maks. Sedangkan untuk meningkatkan VO2 maks yang dilakukan dengan Program latihan anerobik. keturunan.akan terbantu apabila dari kami bisa membuat pengembangan program latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik guna meningkatkan VO2 para atle sepak bola MAN TLOGO Blitar. maka mereka akan cepat mengalami kelelahan yang mengakibatkan emosi yang tidak stabil. Tinggi rendahnya VO2 maks para pemain Tim Manega sangat berpengaruh pada kondisi fisik atau kesegaran jasmani anggota Tim. pengaruh keadaan. Rumusan Masalah Berdasarkan Latar belakang diatas . Menurut Wagner (2008) tinggi rendahnya VO2 maks seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu jenis latihan. secara langsung dapat diberikan beban maksimum pada sistem jantung dan paru. mereka akan mampu melakukan recovery (pemulihan asal) kondisi fisiknya lebih cepat dibandingkan dengan orang yang memiliki VO2 maks yang rendah. Sehingga kemampuan mereka untuk untuk melakukan aktivitas berikutnya bisa lebih cepat dan mampu bertahan dalam jumlah waktu yang lama. Untuk meningkatkan VO2 maks latihan fisik harus dilakukan. dan sistem sirkulasi (pembuluh darah) yang berfungsi tempat jalannya darah serta jaringan tubuh yang akan mempergunakan oksigen untuk proses oksidasi sehingga menghasilkan energi. dengan latihan yang sistematik dan teratur maka kapasitas oksigen maksimal dapat meningkat sampai 20%. jantung yang berfungsi memompa darah. Organ-organ tersebut seperti. Prestasi tinggi Tim manega dalam tingkat kabupaten hanya dicapai dengan menjalani latihan yang sistematik dan teratur. dan umur. sehingga tingkat daya tahannya juga baik yang pada akhirnya bagi TIM Manega memiliki tingkat kesehatan dan kesegaran jasmani yang tinggi pula . Menurut Del Asri (2004:4) besaran energi yang dapat tersedia per satu satuan waktu melalui proses erobik dapat ditentukan oleh volume oksigen yang dapat diangkut dengan maksimal oleh darah dari paru-paru seseorang. rumusan masalah yang diangkat adalah belum adanya program latihan berkenaan kebugaran jasmani bagi Ektrakulikuler Di Man Tlogo Blitar. sehingga apabila tingkat kesegaran Jasmani para pemain Tim Manega bagus maka prestasi juga akan dapat meningkat dan lebih bagus lagi. Sebaliknya jika Para pemain Tim Manega mempunyai daya tahan yang rendah. kualitas darah (hemogoblin) yang berfungsi untuk mengikat oksigen dan membawanya ke seluruh jaringan. 1. mudah terombang-ambing dalam situasi atau suasana. 2001:59) menyatakan Seseorang yang memiliki VO2 maks yang tinggi tidak saja mampu melakukan aktivitas daya tahan dengan baik tetapi lebih dari itu. Pada orang normal (bukan atlet) nilai tingkat VO2 maks yang baik untuk wanita adalah diatas 40 ml/kg/menit dan untuk pria diatas 45 ml/kg/menit (Howley dan Frank.

Sebaiknya untuk latihan fartlek ini dipilihnya latihan (medan) yang mempunyai pemandangan indah sedikit rintan gn dengan lintasan yang berbeda-beda : lumpur-keras-terjal-turunpasir-rumput-salju atau lainnya. Tujuan Penelitian Mengacu permasalahan diatas. D. Fartlek Fartlek adalah bentuk latihan yang dilakukan dengan lari jarak jauh seperti halnya pada cross country. waktu. 1. maka tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah pembuatan program latihan kebugaran jasmani untuk sepak bola sehingga paserta ektrakulikuler dapat meningkatkan kebugaran jasmani dalam melakukan permainan sepak bola yang bagus dan juga demi untuk mencapai prestasi yang bagus.Untuk itulah peneliti akan membuat Program latihan kebugaran jasmani di Ektrakulikuler Sepak Bola di Man Tlogo Blitar . maka peneliti akan menerapkan Program latihan kebugaran jasmani dalam permainan Sepak Bola di MAN Tlogo Blitar. Bentuk-bentuk Latihan Kondisi Fisik Ada berbagai bentuk latihan kondisi fisik antara lain : 1. Coch ataupun atlitnya sendiri dapat menentukan bentuk larinya maupun lamanya latihan. C. Kecepatan bentuk lari dapat diatur dengan berbagai variasi. latihan tidak dibatasi tetapi atlit bebas melakukan latihan ini dengan berbagai variasi bentuk lari sesuai dengan medianya. E. Produk ini disusun untuk peserta ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar. Spesifikasi Produk Yang diharapkan Untuk memecahkan masalah diatas. Pemandangan yang indah akan menyebabkan atlit lupa akan kelelahan sehingga dengan bebas melakukan latihannya. 1) 2) 3) 1. Tahap Pendahuluan Tahap Pendahuluan Aktivitas yang digunakan berupa Gerak Stretching sistematis mulai dari kepala sampai kaki. 1. Tahap Inti Pada tahap inti terdiri berbagai bentuk variasi latihan program jasmani yang akan diuraikan sebagai berikut: 1) 1. Aktivitas pemanasa sebelum latihan inti. misalnya (costa holmen) : . 1.di dalam akan memmuat berbagai variasi latihan kebugaran jasmani. Bentuk latihan in iberasal dari Swedia yang berarti “spee play” atau bermain-main dengan kecepatan. Adapun Spesifikasi Penerapan program Latihan untuk Peserta Ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo blitar adalah sebagai berikut: 1. Aktivitas kalestenik dengan berbagai variasi gerak sistematis dari kepala sampai kaki.Produk yang dihasilkan adalah Program Latihan Kebugaran Jasmani.

Demikianlah untuk seterusnya latihan dilakukan akan tetapi waktu istirahat makin lama makin di kurangi dari 120 detik menjadi 90 – 60 – 50 detikdan setrerusnya sampai tujuan akhir tercapai yaitu lari 4 x 400 m tanpa istirahat = 1600 m.2) 1. 5. 2. Waktu istirahat (recovery interval): 120 detik. b. 4. 3. Naik bukit dengan kecepatan tinggi. Jarak lari ditentukan: 1600 m (4 kali keliling lintasan lari. Untuk memper berat latihan disamping pengurangan waktu istirahat dapat pula dengan meningkatkan bentuk istirahat dari jalan. kemudian untuk seterusnya 4 kali ulangan. E. kemudian jalan selama 120 detik. 4. 3) Interval trainning merupakan penyempurnaan dari fartlek dengan memebrikan koreksi secara teliti dalam : menentukan jarak. Internal Trainning Pada khir0akhir ini sistem latihan interfasi mulai digunakan untuk semua cabang olah raga : atletik. balap sepeda. 7. Streching individu dan berpasangan. 2. Untuk lari pertama latihan boleh digunakan ulangan 2-3 kali terlebih dahulu. berarti 4 X 400m. Ulangan yang diperbanyak. Interval trainning merupakan bentuk latihan yang diselingi dengan istirahat tertentu (intervasi). Lari lambat-lambat diselingi lari yang makin lama makin cepat (win sprin). Waktu untuk menempuh jarak (400 m): 90 detik. Tahap Penutup Pada tahap penutup diberikan evaluasi dari proses program latihan yang telah dilaksanakan dan melakukan pendinginan. 3. Pentingnya Pengembangan . Bentuk latihan in pada mulanya ditemukan oleh seorang dokter yang juga coach atletik dari Jerman : dr. Cara meningkatkan beban dapat pula dengan memperberat salah satu dari faktor – faktor di atas dikombinasikan. istirahat. Lari dengan tempo yang cepat (pace) selama 1 menit Tujuan latihan sama dengan cross country terutama untuk daya tahan atau stamina. istirahat lagi dan seterusnya sampai selesai 4 x 400 m lari. Contoh : 1. Mulai dengan lari lambat 5-10 menit. Waktu dipercepat. Lembar intrumen evaluasi ini berisi tentang butir – butir pertayaan tentang Program latihan kebugaran jasmani. baru kemudian lari untuk putaran kedua. Bentuk latihan in baik sekali dilakukan pada periode persiapan atau bahkan pada periode latihan 1. Lari lambat-lambat diselingi 3-4 langkah mendadak cepat. Jalan cepat (istirahat aktif). Latihan interval juga menggunakan prinsip penambahan beban latihan. Pembuatan intrumen evaluasi untuk siswa yang mengikuti ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar Kabupaten Blitar. dan macam-macam permainan. misalnya: 1. d. Atlit diharuskan menempuh jarak 400 m dengan waktu 90 detik. Jaraknya yang ditambah. 3. jalan cepat atau lari-lari kecil. 3. Ulangan (repetition) : 4 kali. Woldemar Cersshler. Kecpatan yang konstan dan cukup tinggi. c. mendayung. banyaknya ulangan (repetation) dan waktu latihan. 2. 6. 1.

Beban latihan atau disebut juga bahan latihan atau loading adalah suatu bentuk-bentuk latihan . G. di ekstrakukuler Sepak Bola MAN Negeri Tlogo Kab. secara tetap dengan selalu memberikan peningkatan beban. 1. 1995:3). maka siswa dapat mengerti tentang program latihan kebugaran jasmani dalam permainan sepak bola. Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan Asumsi yang dijadikan landasan peneliti untuk penerapan Program Latihan kebugaran jasmani. Bagi atlet Untuk meningkatkan kebugaran jasmani para atlet 1. b) Sarana dan prasarana yang digunakan dalam melakukan latihan kebugaran jasmani cukup memadai dan bervariasi. 1. Materi program latihan kebugaran jasmani hanya terbatas pada materi kebugaran jasmani saja. Definisi Istilah 2. (Pussegjas. Keterbatasan produk penerapan kebugaran jasmani di kegiatan esktrakulikuler Sepak Bola MAN Tlogo Blitar ini adalah sebagai berikut:   Penerapan Program latihan kebugaran jasmani hanya diperuntukan untuk siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler bola voli di MAN Negeri Tlogo Blitar. Selain itu sebagai calon guru pendidikan jasmani penelitian ini dapat dijadikan bekal dalam membina kegiatan ekstrakurikuler. Bagi peneliti Sebagai sarana untuk mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan khususnya yang berhubungan dengan kesegaran jasmani. Bagi Universitas Negeri Malang Hasil penelitian ini dijadikan bahan dasar kepustakaan dalam penelitian selanjutnya khususnya yang berhubungan dengan kesegaran jasmani. Pengertian Kebugaran Jasmani Kesegaran jasmani adalah kemampuan tubuh seseorang pemain sepak bola di Man Tlogo Blitar untuk melakukan kegiatan latihan sehari-hari maupun pertandingan tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan masih memiliki tenaga yang cukup untuk melakukan aktivitas yang lainnya. 1. c.Pengembangan ini adalah untuk memperoleh pengalaman yang nyata juga mengaplikasikan teori dan praktek selama mengikuti kegiatan ekstrakulikuler dalam bentuk penelitian pengembangan bentuk – bentuk program latihan kebugaran jasamani di kegiatan Ekstrakulikuler MAN Negeri Tlogo Kab Blitar. Tujuan pokok dari latihan adalah prestasi maksimal di samping kesehatan serta kesegaran jasmani bagi atlet. 1. b. Bagi pelatih Dapat dijadikan acuan bagi pelatih dalam peningkakatan kebugaran jasmani para atlet. Blitar. Pengertian Program latihan Latihan adalah suatu proses yang sistrematis secara berulang-ulang. d. a) Dengan adanya penerapan Program latihan Kebugaran Jasamani. a. F.

2. Metode Latihan Fisik . darah. Beban Latihan . Peserta ekstrakurikuler tenis lapangan adalah siswa yang mengikuti ekstrakukulikuler Sepak Bola di Man Tlogo Blitar di luar jam sekolah yang sudah dijadwalkan oleh sekolah dalam pengembangan bakat dan minat siswa. Prinsip Latihan. Aerobik adalah suatu sistem altihan yang mendorong kerja jantung. Bagian pertama memuat tentang: 1. Karakteristik Sepak Bola. 1. prosedur pengembangan. Kesegaran jasmani menurut ahli faal dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk melakukan satu tugas khas yang memerlukan kerja muskular di mana kecepatan dan ketahanan .Peran Kesegaran Jasmani dalam Permainan sepak bola. asumsi dan keterbatasan pengembangan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. bagian pertama: memuat tentang kajian Analisis. Subjek uji coba. ekspresi dan lain. H. Sistematika penulisan Sistematika penulisan ini terdiri dari dua bagian. A. misalnya: olahraga. meyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan menusia seutuhnya ( sahertian.BAB II KAJIAN PUSTAKA: Kesegaran Jasmani. Komponen-komponen Kesegaran Jasmanai. Tujuan kesegaran jasmani. desain Uji coba. Kegiatan Ekstrakulikuler. Program latihan. kesenian. 1. 1. Kegiatan ekstrakulikuler bertujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai berbagai mata pelajaran. ada beberapa pendapat para ahli atau pakar kesegaran jasmani. olahraga ini dimainkan oleh dua kelompok berlawanan yang masing-masing berjuang untuk memasukkan bola ke gawang kelompok lawan (Rino.Intrumen pengumpulan data. Pengertian Esktrakulikuler Menurut ahmadi ( 1984:105) kegiatan ekstrakulikuler adalah kegiatan – kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub – klub. Untuk mempertegas agar pengertian lebih sesuai dengan apa yang dimaksud. 2. dan paru-paru untuk periode waktu yang cukup untuk menghasilkan perbaikan-perbaikan dan keadaan tubuh.jasmani dan rohani atlet guna mencapai prestasi olah raga. rumusan masalah. Sepak bola adalah salah satu olahraga yang sangat populer di dunia. 3.1978:83 ).lain. Penjelasan Tentang program latihan untuk meningkatkan VO2. pentingnya pengembangan. bagian yang kedua memuat tentang produk yang dihasilkan dari pengambangan. Faktorfaktor yang Mempengaruhi Kesegaran Jasmani. Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran biasa (termasuk pada waktu libur) yang diterapkan oleh sekolah dengan tujuan agar siswa MAN TLOGO Blitar dapat memperluas pengetahuan dan mengembangkan bakat dan minat di bidang yang digemari sehingga siswa memperoleh prestasi di bidangnya yaitu mahir bermain Sepak bola.BAB III METODE PENGEMBANGAN: taktik pengembangan. difinisi istilah dan sistematika penulisan.BAB I PENDAHULUAN: Latar belakang masalah. tujuan penelitian. Dalam pertandingan. tehnik analisis. Uji coba produk. Latihan kebugaran jasmani berupa latihan fisik untuk meningkatkan VO2 . spesifikasi produk yang diharapkan. 2008:1). KESEGARAN JASMANI Kesegaran jasmani merupakan hal yang sudah populer di kalangan masyarakat saat ini.

d) kelentukan. c) daya tahan jantung. Menurut Sajoto (1995:8-11) kondisi fisik atau kesegaran jasmani adalah satu kesatuan yang utuh dari komponen-komponen yang tidak dapat dipisahkan begitu saja. Sedangkan menurut Pussegjas (1995:1) kesegaran jasmani adalah perwujudan kemampuan dan kesanggupan fisik seseorang untuk melakukan pekerjaan baik sebagai pribadi. dan ketepatan. maupun sebagai warga negara perlu mendapat perhatiaan dan tanggapan yang lebih memadai. ekonomi gerakan pada waktu latihan. kelincahan. kecepatan. Kekuatan Kekuatan atau strength . e) kecepatan. adalah komponen kondisi fisik seseorang tentang kemampuannya dalam mempergunakan otot dalam menjalankan aktivitas (Dwiyogo dan Sulistyorini. 1. keseimbangan. daya lentur. terhindar dari penyakit dan selalu ceria sepanjang hidup. Dari pendapat di atas. Disebutkan pula bahwa komponen kondisi fisik meliputi: kekuatan. b) daya tahan otot. Sedang menurut ahli-ahli pendidikan jasmani kesegaran jasmani adalah kapasitas fungsional total seseorang untuk melakukam sesuatu kerja tertentu dengan hasil yang baik tanpa kelelahan yang berarti (Depdikbud.merupakan kriteria utama. Muhajir (dalam Sipayung. agar dapat hidup sehat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa setiap manusia perlu menjaga dan meningkatkan kesegaran jasmaninya sendiri. Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:24) menjelaskan bahwa komponen-komponen kesegaran jasmani adalah: a) daya tahan. KOMPONEN KEBUGARA JASMANI Pengertian kesegaran jasmani adalah pengertian yang sangat kompleks. Penjelasan tentang peranan masing-masing komponen adalah sebagai berikut: 1. baik ketika berada di sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. daya tahan. C. anggota masyarakat. h) keseimbangan dan. maka dapat ditarik kesimpilan bahwa kekuatan adalah kemampuan otot untuk mengatasi atau melawan beban dengan usaha yang maksimal dalam melaksanakan aktivitas tertentu. sehingga masih memiliki sisa tenaga untuk mengisi waktu luangnya dan tugas-tugas mendadak lainnya. Berdasarkan beberapa uraian di atas dapat di simpulkan bahwa kesegaran jasmani dapat diartikan sebagai kemapuan fisik untuk melakukan tugas pekerjaan sesuai dengan bidangnya tanpa mengalami kelelahan yang berlebih dan mendapat pemulihan yang cepat seperti pada saat belum melakukan aktivitas. komponen kondisi tubuh. Baik peningkatan maupun pemeliharaannya. TUJUAN KESEGARAN JASMANI Kesegaran jasmani sangatlah penting bagi semua orang termasuk anak-anak usia sekolah. koordinasi. 1. 1. daya otot. Kesegaran jasmani juga diperlukan anak usia sekolah untuk dapat melaksanakan aktifitas sehari-hari. pemulihan yang cepat dari tubuh sewaktu-waktu respon demikian diperlukan”. 1992:9). oleh karena itu untuk mengetahui dan memahami secara mendalam perlu mempelajari komponen-komponen yang membentuk dan saling bertautan antara yang satu dengan yang lainnya. i) ketepatan. . g) koordinasi. 8:2007) mengatakan bahwa “tujuan kesegaran jasmani adalah untuk meningkatkan kemampuan sistem sirkulasi dan kerja jantung. 1991:25). Seseorang yang memilik kasegaran jasmani yang baik dapat diartikan cukup mempunyai kesanggupan untuk melakukan pekerjaannya dengan efisien tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti. Tetapi menurut Kirkendall dkk (1980:226) kekuatan adalah kemampuan atau kekuatan otot tubuh yang bekerja mengeluarkan energi untuk mengatasi atau melawan kontraksi dari luar yang berfungsi untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain atau memindahkan benda mendekati tubuh atau menjauhi tubuh. Bisa dikatakan pula bahwa tingkat kesegaran jasmani yang baik memberikan seseorang kesanggupan pada seseorang untuk menjalankan hidup yang produktif dan dapat menyesuaikan diri pada tiap pembebanan yang banyak. f) kelincahan.

4. kecepatan adalah kemampuan melakukan gerakan dalam periode waktu yang pendek. 2. 3. Suharno (dalam Budiwanto. Sedangkan definisi yang dikemukakan oleh Kent (dalam Budiwanto. Dijelaskan pula bahwa power dapat diperoleh dalam melakukan kegiatan tertentu. balap sepeda. kelenturan dan komponen kesegaran jasmani lainnya. kecepatan diukur dengan satuan jarak dibagi dengan satuan waktu. Menurut Kent (dalam Budiwanto. Seseorang yang mampu mengubah posisi yang berbeda dalam kecepatan tinggi dengan koordinasi yang baik. Seseorang dikatakan memiliki kelincahan cukup baik apabila mampu merubah satu posisi ke posisi yang berbeda dengan kecepatan tinggi dan koordinasi gerakan yang baik. Kelincahan Kelincahan atau agility adalah kemampuan seseorang mengubah posisi di area tertentu. Dari beberapa pendapat di atas. 1. Seperti dalam lari cepat. karena daya tahan ini secara langsung juga untuk melatih otot. Power menurut pendapat Gabbard dkk (dalam Budiwanto. smash dalam bulutangkis. dapat disimpulkan bahwa kecepatan adalah kemampuan tubuh atau bagian tubuh untuk melakukan gerakan dalam waktu yang pendek. Kecepatan menurut Kirkendall dkk (1980:243) adalah jarak dibagi waktu. Power Menurut Kirkendall dkk (1980:228) power adalah masa kerja dibagi dengan waktu atau lama kerja. akan tetapi juga memerlukan fleksibilitas yang baik dari sendi-sendi anggota tubuh. Daya tahan atau endurance dalam hal ini dikenal dua macam daya tahan. paru-paru. Kecepatan Kecepatan atau speeds. power adalah kemampuan untuk mengubah energi fisik ke dalam kekuatan yang sangat cepat dan tergantung pada banyaknya adenosine triphosphat (ATP) yang diproduksi setiap satuan waktu. adalah kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan berkesinambungan dalam bentuk yang sama dalam waktu sesingkat-singkatnya. 2004:34) adalah gabungan antara kekuatan dan daya ledak (kecepatan). 2004:35)) menjelaskan bahwa daya tahan adalah kemampuan organ atlet untuk melawan kelelahan yang timbul saat melakukan aktivitas olahraga dalam waktu yang lama. 2004:37) kecepatan adalah jarak tempuh per satuan waktu yang diukur dalam menit atau skala kuantitas. Daya Tahan Daya tahan otot tidak hanya dikenal pada istilah kekuatan tetapi juga kemampuan otot berkontraksi dalam beberapa waktu tanpa mengalami kelelahan. berarti kelincahannya cukup baik. 5. 2004:34). dan lain-lain (Dwiyogo dan Sulistyorini. yakni: daya tahan umum atau general endurance kemampuan seseorang dalam mempergunakan sistem jantung. 1. Daya tahan otot atau local endurance yaitu kemampuan seseorang dalam mempergunakan ototnya untuk berkontraksi secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama dengan beban tertentu. kontraksi otot dengan kekuatan maksimum dan kecepatan maksimum. Jadi kelincahan tidak hanya memerlukan suatu kecepatan saja. Menurut Kirkendall dkk (1980:243) kelincahan adalah kemampuan badan untuk mengubah arah tubuh atau bagian tubuh lainnya dengan sangat cepat dan efisien.1. dibutuhkan bentuk latihan yang sesuai dan mengharuskan orang itu untuk dapat bergerak dengan cepat dan mengubah arah dengan lincah. pukulan dalam tinju. . 1. Jadi dapat disimpulkan bahwa daya tahan/endurance merupakan salah satu komponen kesegaran jasmani yang paling penting untuk dilatih. Dari sini dapat disimpulkan bahwa power itu adalah kemampuan tubuh untuk memadukan kekuatan dan kecepatan dalam waktu yang bersamaan. 1991:29). Untuk melatih kecepatan. dan peredaran darahnya secara efektif dan efisien untuk menjalankan kerja secara terus menerus yang melibatkan kontraksi sejumlah otot dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama.

Koordinasi Menurut Kirkendall dkk (1980:257). 1. 2004:39) disampaikan bahwa pembentukan kelincahan lebih sulit dari pada pembentukan yang lainnya. Sedangkan Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:33) menjelaskan bahwa keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan tubuh agar tetap stabil. 2004:41) adalah kemampuan memelihara suatu yang berorientasi pada keadaan stabil dan khusus dikaitkan dengan lingkungan saat itu. Sedangkan koordinasi menurut Kent (dalam Budiwanto. adalah kemampuan gerak tubuh seseorang untuk mengendalikan gerak-gerak bebas terhadap suatu sasaran. Dari beberapa uraian di atas. 8. Sedangkan Kirkendall dkk (1980:257) mengemukakan bahwa keseimbangan adalah fenomena yang kompleks yang melibatkan vestibular system pada bagian dalam telinga. Kelenturan menurut Kirkendall dkk (1980:248) adalah kemampuan tubuh atau bagian-bagian tubuh untuk melakukan berbagai gerakan dengan leluasa dan seimbang antara kelincahan dan respon keseimbangan. Keseimbangan Keseimbangan menurut Kent (dalam Budiwanto. kekuatan dan keseimbangan. otak menafsirkan secara komplek. 7. . sehingga tidak mendapat gangguan pada keseimbangannya atau bisa juga diartikan bahwa keseimbangan adalah kemampuan sikap tubuh yang tepat pada saat melakukan gerakan. penglihatan mata. dapat disimpulkan bahwa sebenarnya kelincahan adalah kemampuan mengubah arah atau posisi badan secara cepat dan melakukan gerakan yang lain. sistem syaraf dan sistem otot rangka menjadi rangkaian untuk mengatur bagian-bagian badan secara terpisah yang terlibat dalam satu pola gerak yang rumit dan mempersatukan bagian-bagian tersebut menjadi suatu gerak tunggal dan berhasil mencapai beberapa tujuan. 1. koordinasi adalah kerjasama yang selaras antara sekelompok otot selama bergerak yang dilakukan dengan indikasi keterampilan yang sama. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kelenturan adalah ukuran kemampuan seseorang yang mempunyai ruang gerak yang luas dalam sendi-sendinya dan yang mempunyai otot-otot yang elastis. adalah ukuran kemampuan seseorang dalam penyesuaian diri untuk segala aktivitas dengan penguluran tubuh yang luas. 9. Ketepatan Ketetapan atau accuracy. Sasaran ini dapat merupakan jarak atau mungkin suatu objek langsung yang harus dikenal dengan salah satu bagian tubuh. Bompa (dalam Budiwanto. Di bidang olahraga banyak hal yang harus dilakukan oleh atlet dalam masalah keseimbangan ini baik dalam menghilangkan atau mempertahankan keseimbangan. menghasilkan berbagai respon gerakan pada situasi fisik tertentu. suhu badan dan usia sangat mempengaruhi luasnya gerakan bagian-bagian tubuh. 6. Kelincahan adalah hasil pembentukan dari unsur kecepatan. hal ini akan sangat mudah ditandai dengan tingkat flexibility persendian pada seluruh tubuh. Secara umum. 2004:42) adalah kemampuan untuk menyatukan sistem indera. Kelenturan Daya lentur atau flexibility . Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa koordinasi adalah kemampuan tubuh seseorang yang selaras antara sekelompok otot selama bergerak yang terlibat dalam satu pola gerak yang rumit dan mempersatukan bagian-bagian tersebut menjadi suatu gerak tunggal dan berhasil mencapai beberapa tujuan. 1. 2004:40) menjelaskan bahwa kapasitas melakukan gerakan dengan rentangan yang luas diketahui sebagai kelenturan. 1. Dari beberapa uraian di atas.Sedangkan kelincahan menurut Verducci (dalam Budiwanto. maka keseimbangan dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mempertahankan posisi badan dalam berbagai keadaan.

E. yang mana semua itu terdapat dalam program latihan. kapasitas paru dan sebagainya. Cara mengembangkan ketepatan ialah dengan mengulang-ulang gerakan dengan frekuensi yang banyak. mempercepat gerakan. Suharno (1993:1) Program latihan dikatakan baik dan tepat apabila rencana dibuat telah mempertimbangkan faktor-faktor penentu untuk mencapai tujuan. Setelah usia tersebut nilai pada wanita lebih rendah dari pada pria. dana. dan waktu yang tersedia. 1. Faktor Aktivitas Fisik Berdasarkan hasil penelitian efek latihan aerobik selama delapan minggu setelah istirahat memperlihatkan peningkatan daya tahan kardiovaskuler 62% dari nilai akibat itirahat dan bila dibandingkan dengan keadaan sebelum istirahat di tempat tidur maka nilai peningkatan adalah 18%. Perbedaan tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan maximal muscular power yang berhubungan dengan luas permukaan tubuh. FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUGARAN JASMANI Berikut ini adala beberpa hal yang terkait dengan kesegaran jasmani khususnya yang berhubungan dengan daya tahan kardiovaskuler. 3. PENJELASAN TENTANG PROGRAM LATIHAN Seorang atlit untuk mencapai prestasi yang maksimal hendaklah atlit tersebut terus berlatih dan berlatih tanpa merasa bosan. tenaga pelatih. komposisi tubuh. kemampuan atlet. Selain itu dalam buku yang sama juga mengungkapkan program latihan adalah cara seorang pelatih untuk mempersiapkan atletnya guna menunjang program latihan yang telah direncanakan atau terprogram. (2) program jangka menengah (2 tahun-4 tahun) rencana jangka . Faktor Jenis Kelamin Sampai dengan usia remaja tidak terdapat perbedaan daya tahan kardiovaskuler pria dan wanita. Faktor Usia Menyatakan bahwa mulai anak-anak sampai sekitar usia 20 tahun. Menurut Suharno (1993:1) program latihan adalah suatu petunjuk atau pedoman yang mengikat secara tertulis berisi cara-cara yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan masa mendatang yang telah ditetapkan. itulah sebabnya dibutuhkan penyusunan dan perencanaan latihan yang baik dan tepat. 4. dibuat kesimpulan bahwa kesegaran jasmani dtentukan oleh faktor genetik yang hanya diubah dengan latihan sampai pada batas maksimal. kekuatan otot. daya tahan kardiovaskuler meningkat. Faktor Keturunan (Genetik) Dari penelitian yang telah dilakukan. sarana dan prasarana. 2. Program latihan harus disusun secara teliti dan dilaksanakan secara tekun dan teratur sesuai dengan prinsip-prinsip latihan. Moeloek (1984:3)menjelaskan tentang beberapa faktor fisiologis yang mempengaruhi daya tahan kardiovaskuler antara lain adalah: 1. mencapai maksimal pada usia 20-30 tahun dan kemungkinan berbanding terbalik dengan usia. Program yang demikian memungkinkan bagi seorang pelatih dapat memberikan sebanyak mungkin kesempatan kepada atlet guna perkembangan pengetahuan dan keterampilannya. 1. lingkungan atlet. D. jumlah hemoglobin. sehingga pada orang yang berusia 70 tahun diperoleh daya tahan 50% dari yang dimiliki pada usia 17 tahun.Ketepatan menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:33) adalah kemampuan seseorang untuk mengarahkan suatu gerak ke suatu sasaran sesuai dengan tujuan. yaitu: (1) Program jangka panjang (5 tahun-12 tahun) tujuan rencana jangka panjang merupakan tujuan akhir untuk cita-cita prestasi prima. faktor itu antara lain: bakat atau materi atlet. Artinya bahwa aktivitas fisik yang terarah juga dapat meningkatkan kesegaran jasmani di samping terjadi penurunan berat badan. umur atlet. dan menjauhkan atau mempersempit gerakan. Suharno (1993:7) menyebutkan bahwa program latihan umumnya dibagi menjadi tiga.

prinsip perorangan (individualization). Latihan juga dapat didefinisikan sebagai peran serta yang sistematis dalam latihan yang bertujuan untuk meningkatkan fungsdional fisik dan daya tahan latihan dalam bidang olahraga. Suharno (1993:5) menjelaskan bahwa latihan ialah suatu proses penyempurnaan kualitas atlet secara sadar untuk mencapai prestasi yang maksimal dengan diberi beban fisik dan mental secara teratur. teknik. prinsip perkembangan multilateral (multilateral development). Tetapi dalam menentukan beban latihannya harus benar-benar diperhatikan. program latihan bulanan. Hal ini sesuai dengan pendapat Harsono (1993:1) bahwa tujuan utama dari pelatihan olagraga prestasi adalah untuk meningkatkan keterampilan dan prestasi semaksimal mungkin. menurut Bompa (1994:29) prinsip-prinsip program latihan fisik adalah sebagai berikut: Prinsip beban bertambah (over load). dapat disimpulkan bahwa program latihan adalah petunjuk atau pedoman latihan yang bertujuan untuk menentukan tujuan latihan. menentukan cara-cara yang efektif serta usaha-usaha untuk mencapai tujuan dari latihan yang dilakukan. Sedangkan Latihan fisik adalah latihan yang betujuan untuk meningkatkan kondisi fisik. prinsip beban meningkat bertahap (progressive increase of load). program latihan mingguan. yaitu: aspek-aspek fisik. menghindari beban latihan berlebih (overtraining). dan yang kian hari junlah beban latihannya kian bertambah. Prestasi tinggi akan dapat dicapai apabila keempat aspek. Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan prinsip-prinsip latihan adalah suatu usaha sadar yang harus dilakukan atlet untuk mencapai prestasi maksdimal yang dilakukan berulang-ulang. taktik. program latihan harian. Untuk mencapai peningkatan kemampuan dalam kondisi fisik. teknik. Maka Menurut Bompa (1994:29-48) adalah sebagai berikut: . dan mental dikembangkan setinggi mungkin. 1.menengah merupakan pelaksanaan langsung jangka panjang. prinsip spesialisasi (specialitation). taktik. Untuk memperoleh prestasi yang maksimal dalam olahraga memerlukan latihan yang intensitas dan frekuensinya banyak. F. berulang-ulang dan jumlah beban yang diberikan semakin hari bertambah. dan mental diperlukan proses dan waktu yang relatif lama. terarah kian hari jumlahnya semakin meningkat dengan proses yang sistematis. Sementara itu. terarah. prinsip reversibilitas (reversibility). pengertian dari prinsip-prinsip latihan yang telah disebutkan di atas. prinsdip variasi (variety). bertahap. prinsip aktif dalam latihan dan prinsip proses latihan menggunakan model. Program latihan perlu disusun dengan prinsip-prinsip latihan. Dari pengertian dan penjelasan tentang program latihan yang telah dikemukakan di atas. prinsip melampaui batas latihan (the abuse of training). Tujuan akhir latihan adalah untuk meningkatkan kemampuan olahraga (Dwijowinoto. Sasaran-sasaran latihan pun merupakan penjabaran sasaran dari program jangka menengah. PRINSIP LATIHAN Harsono (1993:2) pengertian latihan atau training adalah sesuatu proses berlatih yang sistematis yang dilakukan secara berulang-ulang. 1993:317). prinsip pulih asal (recovery). yaitu faktor yang paling penting bagi setiap atlet (Suharno 1993:1). Menurut Kosasih (1984:46) latihan atau training adalah proses kerja yang harus dilakukan secara sistematis. meningkat dan berulang-ulang waktunya. Beutelstah (1986:124) menyatakan bahwa training adalah persiapan para pemain masing-masing secara individu membimbing dan membentuk mereka sehingga dapat menampilkan prestasi tertinggi secara individual maupun regu. (3) program jangka pendek (1 tahun kebawah) merupakan pelaksanaan operasional rencana jangka menengah. Program latihan jangka pendek terdiri dari: program latihan tahunan.

Menurut Bompa (1994:32) Latihan harus bersifat khusus sesuai dengan olahraga dan pertandingan yang akan dilakukan. Stress terus menerus yang diberikan pelatih tanpa istirahat akan menimbulkan penurunan prestasi bagi atlet. Beban ditambah . seterusnya atlet akan mengalami kenaikan kemampuan (superkompensasi). Hal ini bertujuan agar sistem fisiologis dapat menyesuaikan dengan tuntutan fungsi yang dibutuhkan untuk tingkat kemampuan tinggi. dan akan diikuti oleh semua atlet yang mengabaikan tingkat kemampuannya. 1. tetapi mungkin lebih penting untuk memelihara motivasi dan perhatian dengan memvariasi latihan fisik dan latihan secara rutin. dari siklus mikro olimpiade. seseorang pelatih perlu kreatif dengan memiliki pengetahuan dan sumber latihan yang banyak yang memungkinkan dapat merubah secara periodik. 1. Dalam mengatur program latihan yang paling menguntungkan harus mengembangkan kemampuan fisiologis khusus yang diperlukan untuk melakukan keterampilan olahraga atau kegiatan tertentu yang akan dilakukan. Volume dan intensitas latihan secara terus menerus meningkat dan latihan diulang-ulang banyak sekali. beban ditingkatkan secara pelan bertahap. 1985:13). karakteristik belajar dan kekhususan olahraga. yang akan menjamin memperoleh adaptasi secara benar. Masa latihan adalah suatu aktivitas yang sangat memerlukan beberapa jam kerja atlet. atau dapat mengembangkan kemampuan gerak yang diperlukan dengan olahraga. Stress fisik akan menimbulkan kelemahan anatomis. Program latihan harus direncanakan. Prinsip Menambah Beban Latihan secara Progresif Pemberian beban latihan harus ditingkatkan secara bertahap. Latihan yang baik harus mengakibatkan penekanan fisik dapat ditimbulkan dengan jalan pemberian beban latihan yang lebih dari batas kemampuan si atlet (Suharno.1. Prinsip Spesialisasi Spesialisasi menunjukkan unsur penting yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan dalam olahraga. Prinsip spesialisasi harus disesuaikan pengertian dan penggunaanya untuk latihan anak-anak yunior di mana perkembangan multilateral harus berdasarkan perkembangan khusus. mengabaikan tingkat prestasi diperlukan secara individual sesuai kemampuan dan potensinya. Spesialisasi bukan proses unilateral tetapi satu yang kompleks yang didasarkan pada suatu landasan kerja yang solid dari perkembangan multilareral. Keterampilan dan latihan dapat diperkaya dengan mengadopsi pola gerakan teknik yang sama. teratur dan terus-menerus sehingga mencapai beban maksimum. fisiologis dan organisme atlet terhadap kelelahan akibat beban latihan tersebut. Prinsip beban bertambah secara pelan-pelan menjadi dasar rencana latihan olahraga. karakteristik belajar dan kekhususan cabang olahraga. Prinsip Variasi Latihan harus bervariasi dengan tujuan mengatasi sesuatu yang monoton dan membosankan saat latihan. 1. 1. sehingga tujuan latihan dapat ditingkatkan secara wajar Individualisasi dalam latihan adalah satu kebutuhan yang penting dalam masa latihan dan itu menunjukkan pada pemikiran untuk setiap atlet. Prinsip Individual Latihan harus memperhatikan dan memperlakukan atlet sesuai dengan kemampuan. Prinsip Beban Lebih (Over Load) Pemberian beban latihan harus melebihi kebiasaan sehari-hari secara teratur. Dalam upaya mengatasi monoton dan kebosanan dalam latihan. Seluruh konsep latihan harus direncanakan sesuai dengan karakteristik fisiologis dan psikologis atlet. Atlet harus memiliki disiplin latihan. potensi.

tetapi dia tentu harus istirahat yang cukup. Prinsip Menghindari Kelebihan Beban Latihan (Over Training) Program latihan yang dijalani tidak akan mencapai hasil jika atlet mengalami kelelahan. 10. Prinsip multilateral akan digunakan pada latihan anak-anak yunior. Selama waktu bebas atlet dapat melakukan pekerjaaan dalam aktifitas sosial yang memberikan kepuasan dan ketenangan. Seseorang atlet akan melakukan kegiatannya meskipun tidak dibawah dan perhatian pelatih. BEBAN LATIHAN Menurut Suharno (1993:1) Beban latihan adalah suatu bentuk rangsangan motorik yang dapat dikontrol oleh pelatih untuk meningkatkan kualitas atlet dalam rangka mencapai prestasi maksimal. Prinsip Reversibilitas Beban latihan yang diberikan pada saat latihan harus dikurangi secara perlahan-lahan pada saat akhir latihan. Kesungguhan dan aktif ikut serta dalam latihan akan dimaksimalkan jika pelatih secara periodik. ajeg mendsiskusikan kemajuan atletnya dengannya. Prinsip Partisipasi Aktif dalam Latihan Atlet yang melakukan latihan haruslah tetap berlatih diluar jam latihan wajib meskipun tanpa pengawasan dari pelatih. dan meskipun dalam keadaan abstrak ideal diatas adalah kenyataan konkrit. Partisipasi aktif tidak terbatas hanya pada latihan. b) diberikan latihan intensif secara mendadak setelah lama tidak berlatih. G. 1. Kebutuhan perkembangan multilateral muncul untuk diterima sebagai kebutuhan dalam banyak lapangan pendidikan dan usaha manusia. Melalui latihan model pelatih berusaha memimpin dan mengorganisasi waktu latihannya dalam cara yang obyektif. Prinsip Pulih Asal Beban latihan yang telah diberikan telah banyak mengeluarkan energi tubuh untuk itu diperlukan pemulihan untuk mengembalikan kondisi tubuh seperti semula. metode dan isi yang sama dengan situasi pertandingan 1. Tujuan suatu model adalah untuk memperoleh suatu yang ideal. serta antara proses fisiologis dan psikologis. d) beban latihan diberikan dengan beban melompat. 1. Ada dua . Prinsip Latihan Menggunakan Model Latihan yang dilakukan didesain sedemikian rupa seakan-akan seperti pada kenyataan yang akan terjadi di lapangan pertandingan. 1. perkembangan multilateral secara tidak langsung atlet akan menghabiskan semua waktu latihannya hanya untuk program tersebut. untuk itu harus menghindari kelebihan beban latihan.pelan-pelan pada tiga siklus mikro pertama dengan menguragi atau tahap tanpa beban. c) proporsi latihan dari ekstensif ke intensif tidak cepat. Penyebab terjadinya overtraining antara lain: a) diberikan beban latihan over-loads secara terus menerus tanpa memperhatikan interval. Oleh sebab itu latihan harus berkesinambungan untuk memelihara kondisi. 1. itu juga menggambarkan sesuatu yang diusahakan untuk dicapai. suatu peristiwa yang dapat diperoleh. 11. Prinsip Perkembangan Multilateral Perkembangan multilateral lambat laun saling bergantung antara seluruh organ dan sistem manusia. Tetapi. memungkinkan atlet dibentuk. Pengertian ini atlet akan menghubungkan keterangan obyektif dari pelatih dengan prakiraan subyektif kemampuannya.

recovery. Begitu juga menurut Suharto (1997:97) menyatakan bahwa pada dasarnya volume latihan meliputi unsur-unsur: waktu atau lama latihan. 1985:16). 2) berdasarkan jumlah denyut nadi dalam mereaksi beban latihan. Beban dalam dikatakan maksimal apabila denyut nadi atlet setelah melakukan satu unit latihan meningkat (Suharno. rythme. intensitas. (5) Rythme adalah sifat irama latihan yang berhubungan dengan tinggi rendahnya tempo dan berat ringannya suatu latihan dalam satu unit latihan maupun mingguan. jumlah ulangan latihan atau unsur teknik yang dilakukan dalam waktu tertentu. berarti dalam satu giliran latihan push-up ditemukan 80% x 30 kali (MR) = 24 kali. Frekuensi dapat juga diartikan berapa kali latihan perhari atau berapa hari latihan perminggunya. bulanan dan tahunan. diperlukan koordinasi dalam . intensitas. Di bawah ini ciri-ciri beban luar (Suharno. seperti timbulnya kenaikan volume darah tiap menit dan bertambahnya jumlah darah yang mengalir keotot-otot yang lebih aktif. (3) sub maksimal 80% – 99% dari prestasi terbaik. Skala intensitas untuk latihan kecepatan dan kekuatan sebagai berikut (Suharno. (2) Beban Dalam (inner load) 1. Begitu juga dengan Suharto (1997:72) menyatakan bahwa perubahan massa otot bukanlah disebabkan pertambahan jumlah sel otot melainkan karena pertambahan dari anak serabut otot yang membesar akibat latihan. Namun aliran darah ke daerah-daerah rawan seperti kearah otak dan jantung akan tetap atau meningkat sedangkan tekanan darah dalam arteri secara sistematik dan pemenuhan kebutuhan dalam jaringan dalam tubuh. Beban Luar (Outer Load) Beban luar adalah rangsangan motorik yang dapat diatur dikontrol dengan cara memvariasikan ciri beban latihan seperti volume. frekuensi. MR push-up atlet dapat dihitung misalnya: mampu 30 kali. antara lain: 1) berdasarkan persentase kecepatan dan kekuatan yang digunakan dalam latihan. Sedangkan untuk menghitung denyut nadi yaitu pertama dihitung DNM (denyut nadi maksimal) dengan rumus: 220 – umur. Dan unsur tersebut mencerminkan kwantitas atau banyaknya latihan yang dilakukan pada saat latihan. Frekuensi tinggi berarti ulangan gerak banyak sekali dalam satu giliran. 1993:22): (1) super maksimal 101% – ke atas dari prestasi terbaik. (5)low (rendah) 59% ke bawah dari prestasi terbaik. frekuensi. Menurut Suharto (1997:98) menyatakan bahwa intensitas latihan merupakan komponen kualitatif yang mengacu pada jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu unit waktu tertentu.macam beban latihan yang harus dibedakan pengertiannya menurut Suharno (1993:29) adalah: (1) Beban Luar (outer load): volume. (2) maksimal 100% dari prestasi terbaik. Kepekatan rangsangan densitas tergantung lama dan pendeknya waktu recovery . (2) fungsi fisiologis organisme. sementara terjadi penurunan aliran kearah jaringan-jaringan yang kurang aktif. jumlah beberapa elemen jenis latihan. (2) Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi atlet dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. Kemudian tentukan takaran intensitas latihannya. maka 80% x (220 – 20) = 160 kali/menit (intensitas sub maksimal). Dan intensitas latihan dapat dikalisfikasikan tinggi rendahnya berdasarkan beberapa indikator. jumlah set dalam latihan interval dan sirkuit sebagai ukuran rangsangan motorik dalam suatu unit latihan. sedang frekuensi rendah artinya ulangan gerak sedikit dalam satu giliran. (4) Frekuensi adalah ulangan gerak berapa kali atlet harus melakukan gerak setiap giliran. irama dalam suatu unit program latihan. 1993:29): (1) Volume adalah beban latihan yang biasa dinyatakan dengan satuan jarak. Bila pelatih menginginkan intensitas sub-maksimal dalam latihan. beban berat yang diangkat. 1. yaitu 80% dari DNM dan umur atlet 20 tahun. yaitu yang melalui proses pemecahan serabut pada waktu latihan dan terjadi pembesaran otot yang disebabkan karena bertambah luasnya serabut otot (Sajoto 1988:111) . total waktu latihan. (3) Recovery adalah waktu yang digunakan untuk pemulihan tenaga kembali antara satu dengan elemen bahan latihan elemen berikutnya. ini berarti intensitas maksimal untuk atlet tersebut 30 kali/100%. (4) medium 60% – 70% dari prestasi terbaik. (sistem peredaran darah. pernafasan dan metabolisme) yang dimaksud disini yaitu pada secara reflek akan terjadi perubahan pengaliran darah. Beban Dalam (Inner Load) Beban dalam adalah perubahan fisiologis organisme atlet akibat pengaruh latihan beban luar yang ditandai dengan kenaikan denyut nadi (Suharno. Cara menghitung intensitas dengan MR (maximum repeatation) . recovery. jarak tempuh atau berat beban. 1993:23) Beban dalam mempunyai dampak perubahan fungsional organisme atlet meliputi: (1) susunan anatomis/struktur tubuh yang dimaksud disini adalah latihan dapat menambah jumlah serabut otot.

1988:196). H. otot akan menerima 80%-85% dari seluruh volume tiap menit. Setelah memahami ciri beban luar dan beban dalam maka para pelatih harus membuat dan memberikan latihan pada atletnya sesuai dengan berat ringannya beban latihan yang dikehendaki. Berikut ini akan dibahas beberapa metode dalam latihan fisik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan fisik para atlet. Dan untuk denyut jantung seorang yang normal rata-rata antara 60-80 kali tiap menit. kekuatan otot. 2004:74). Menurut Suharno (1993:2) menyatakan bahwa speed play atau fartlek adalah suatu system latihan daya tahan yang maksudnya adalah untuk membangun. sedang utuk orang yang terlatih atau atlet denyut jantung mereka waktu istirahat dapat mencapai tingkat yang paling rendah yaitu antara 28-40 (Sajoto. Proses ini dikerjakan secara serentak oleh syaraf. maka seorang pelatih harus memperhatikan bahan-bahan beban luar latihan di atas. 2004:76). yang dialirkan keotot. (5) Metode latihan naik turun bangku(bench stepping). atau memelihara kondisi tubuh seseorang. menambah frekuensi dan rythme . system bekerja seseorang pelatih atau olahragawan sehubungan dengan pengetahuan dan kemampuannya yang cukup. mekanika biologis dan hormon-hormon yang dengan teratur mempertahankan homeostatis tubuh pada waktu istirahat maupun latihan (Sajoto. 1996:110). untuk mencapai tujuan tertentu (Hadisasmita dan Syarifuddin. 1. memperpendek waktu recovery. dimana beban hanya dipakai sebagai alat untuk menambah tahanan terhadap kontraksi otot. pada latihan ini dijelaskan bahwa pada suatu waktu kerja dengan intensitas dan kecepatan tinggi dalam waktu . karena suatu metode melayani ketentuan pengorganisasian dari suatu kegiatan. (6) Metode latihan aerobik adalah kekuatan yang kecil atau sedang yang dapat dipertahankan untuk jangka waktu yang lama menggunakan energi yang berasal dari pembakaran O2. tetapi aerobic berbicara tentang tenagaaerobic yang diperlukan untuk ketahanan fisik. Latihan interval adalah latihan kondisi yang sangat dianjurkan oleh semua pelatih terkenal karena dalam mengembangkan daya tahan dan stamina atlet hasilnya sangat positif (Hadisasmita dan Syarifuddin. 1996:106). Untuk aliran darah pada saat istirahat hanya 15%-20% darah dari seluruh volume tiap menit. tenaga. (4) Metode latihan lari bermain-main kecepatan (speed play atau fartlek) adalah suatu system latihan daya tahan untuk membangun. 1996:105). METODE LATIHAN FISIK Metode latihan menurut Hadisasmita dan Syarifuddin (1996:142) adalah suatu cara tertentu. (2) Metode latihan beban(weight training) adalah latihan-latihan yang sistematis. Menurut Bompa (dalam Budiwanto. Namun metode bukan suatu bentuk mengajar.. mengembalikan. 1988:193). Apabila seorang pelatih ingin membuat program latihan fisik dan ingin memperberat volume atau meningkatkan intensitas . 1996:109). (5) psikologis yang dimaksud disini yaitu bahwa psikologis juga berpengaruh lebih baik terutama menigkatnya kemampuan menerima tekanan (strees). kelincahan atau kecepatan gerakan tubuh yang sangat dibutuhkan dalam atletik. Tenaga aerobic adalah kemampuan tubuh untuk memanfaatkan oksigen dan disepakati sebagai cara terbaik untuk mengukur kondisi kardiovaskuler (Baley. perhatian dan mengatasi masalah yang merupakan tantangan bagi atlet. sementara pada waktu latihan yang cukup melelahkan. (3) Latihan Interval (Interval Training) adalah suatu system latihan yang berganti-ganti melakukan dengan giat (interval kerja) teratur dan berulang-ulang dengan periode kegiatan dengan intensitas rendah (periode sela) dalam setiap latihan (Kent dalam Budiwanto. bangku atau sejenisnya menurut Hawkey (dalam Budiwanto. Aerobic tidak berkaitan dengan dengan usaha peningkatan kekuatan.jantung guna memompa darah keseluruh tubuh secara optimal. 1986:159). juga memperbaiki secara serempak kesegaran jasmani daripada tubuh. daya tahan. kelenturan. (7) Metode latihan anaerobic . Pada latihan naik turun bangku ini merupakan latihan fisik yang sederhana dimana didalam melakukan latihannya menggunakan kotak. mengembalikan atau memelihara kondisi tubuh seorang atlet (Hadisasmita dan Syarifuddin. 2004:71) Weight training adalah program latihan kekuatan menggunakan tahanan yang diberikan oleh beban seperti barbel dan dumbell. Metode-metode latihan fisik tersebut diantaranya yaitu: (1) Metode latihan sirkuit (circuit training) adalah suatu sistem latihan yang selain menghasilkan perubahan-perubahan positif pada kemampuan motorik. daya konsentrasi. kecepatan dan fleksibelitas (Hadisasmita dan Syarifuddin. (4) susunan biokimia dalam otot lebih baik.

Menurut Soekarman (1986:82) “komponen-komponen ini berhubungan dengan struktur dan faal dalam tubuh. 2004:82) Berdasarkan penjelasan di atas ada beberapa metode Latihan Fisik yaitu: (1) Metode Latihan Sirkuit (Circuit Training) . Olahraga sepakbola adalah olahraga yang bersifat anerobik.yang pendek memerlukan energi segera. (7) Metode Latihan Anaerobic. persiapan tersebut dapat berlangsung selama 2-3 bulan. tetapi harus membakar lemak. Keadaan seperti ini ada proses lain yang disebut metabolisme anaerobic . karena dengan latihan anerobik dapat diberikan beban maksimum pada sistem jantung dan paru. I. Hal tersebut menyebabkan pengangkutan oksigen yang diambil di dalam paru-paru dan dikirim ke seluruh serta pembuangan sisa metabolisme menjadi lebih efisien. (4) Metode Latihan Lari Bermain-main Kecepatan (Speed Play atau Fartlek). Selama latihan. (3) Latihan Interval (Interval Training) . otot-otot kaki menghendaki energi agar segera diisi lagi. Sedangkan Dwiyogo dan Sulistyorini (19991:60) menyatakan: Latihan dan proses erobik yang lama akan memberikan perbaikan-perbaikan pada jantung dan peredaran darah. Menurut Hadisasmita dan Syarifudin (1996:129) mempersiapkan komponen kondisi fisik umum seperti kekuatan.1984:4) . yang tidak diperoleh secara cepat dari sumber aerobic. Jantung akan lebih kuat dan mampu memompa lebih banyak darah. maka dengan sendirinya yang terlihat adalah perubahanperubahan dalam kedua alat tersebut”. (2) Sebetulnya beban untuk meningkatkan VO 2 maks tidak perlu maksimal. 1994:3). dengan sub maksimal sudah dapat meningkatkan. Setelah memahami metode latihan fisik maka seorang pelatih dalam membuat program latihan fisik dan memberikan latihan fisik pada atletnya harus mengacu pada beberapa metode latihan fisik seperti yang telah dijelaskan diatas 1. (6) Metode Latihan Aerobic . (5) Metode Latihan Naik Turun Bangku (Bench Stepping). Jadi sebaiknya untuk meningkatkan VO 2 maks dilakukan latihan anerobik dengan inyerval istirahat. Tujuan latihan peningkatan kondisi fisik adalah meningkatkan kekuatan. kelincahan dan kecepatan. kecepatan dan lain-lain seharusnya dilakukan latihan dalam waktu yang cukup lama. PENJELASAN TENTANG LATIHAN UNTUK MENINGKATKAN V02 . kebiasaan kegiatan dan latar belakang latihan olahragawan dapat mempengaruhi nilai VO2 maks. tetapi beban sub maksimal sebagian besar sudah merupakan peristiwa anerobik. oleh karena itu latihan-latihan yang dikerjakan terutama untuk otot serta ketahanan jantung dan paru. (3) Untuk ketahanan erobik selain dibutuhkan kemampuan jantung dan paru untuk mengangkut oksigen yang banyak. kelentukan. Peningkatan VO2 maks tidak bisa dilakukan tanpa adanya suatu program atau pola latihan yang sesuai dengan prinsip-prinsip latihan fisik. sehingga energi anaerobic dikeluarkan jika masukan oksigen tidak cukup Getchell (dalam Budiwanto. (2) Metode Latihan Beban (Weight Training). Peningkatan VO2 maks juga tidak bisa dilakukan dengan hanya beberapa latihan tetapi harus secara terus menerus dan berlanjut yang sesuai dengan program yang dilaksanakan. ketahanan. Anaerobic berarti tanpa oksigen. Lebih lanjut Mc Ardle (2001:477) mengatakan bahwa VO 2maks dapat meningkat kira-kira 15-25 % lebih pada latihan intensif selama 3 bulan pertama dan mungkin akan meningkat mencapai 50 % lebih dalam waktu 2 tahun. maka energi yang dibutuhkan tidak dapat dipenuhi dengan pembakaran karbohidrat saja. Ekblom (dalam Dwijoyowinoto. Persediaan lemak dalam otot hanya dapat ditingkatkan dengan latihan erobik yaitu denagn beban ringan untuk jangka waktu yang lama. Sedangkan Thompson dan Mc Ghee (dalam Strauss. maka kemampuan sel untuk menggunakan oksigen juga lebih tinggi. agar VO 2 maks atau kondisi fisik tetap terjaga dengan baik. tetapi ada juga yang mengatakan bahwa untuk meningkatkan VO2 maks harus dikerjakan latihan anerobik. akan tetapi dalam olahraga sepakbola juga harus didukung oleh latihan yang bersifat erobik. “Kenaikan kebutuhan energi memberi penekanan pada kemampuan badan untuk menyediakan oksigen dan bahan bakar yang diperlukan otot” (Sumosardjuno. Aktivitas fisik yang teratur dapat menyebabkan badan menjadi lebih tahan pada tuntutan latihan. Menurut Soekarman (1987:58) ada beberapa pendapat mengenai latihan untuk meningkatkan VO 2 maks: (1) Sebaiknya mengerjakan latihan erobik karena dengan latihan erobik sudah ada pembebanan yang meningkatkan kerja jantung maupun paru. daya tahan. Apabila kita berlari 20 km. 1993:256) mengatakan bahwa keadaan latihan.

Prinsip Dasar Latihan Menurut Pussegjasrek (1994:56) prinsip-prinsip dasar latihan antara lain. (c) prinsip latihan beraturan. seperti perubahan pada komposisi tubuh. perubahan pada tekanan darah. 1. Pengaruh yang lebih luas lagi menurut Arnheim (1995:64) bahwa latihan daya tahan bukan hanya penting untuk memperbaiki VO 2 maks dan menurunkan tekanan darah tapi hal tersebut juga merupakn faktor kunci dalam pencegahan cedera. bertujuan meningkatkan kemampuan fisik pada taraf lebih tinggi atau baik menjelang pertandingan.mengatakan bahwa hasil fisiologis yang utama dari program latihan daya tahan adalah peningkatan dalam latihan atau VO2 maks. 1. Lama Latihan Wilmore dan Costill (dalam Sajoto. Intensitas Latihan Fisik atau Olahraga Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi seorang olahragawan dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. “(a)prinsip beban berlebih. 2005:35) pengaruh latihan dapat meningkatkan VO 2 maks dan dapat dicapai dengan cara meningkatkan efisiensi kerja semua sarana penyedia serta penyalur oksigen. jadi program latihan peningkatan VO 2 maks harus berlangsung cukup lama dan sesuai dengan perencanaa dan metode yang benar. Pada fase ini pelatihan bertujuan memahirkan gerakan-gerakan utuh. (3) waktu yang digunakan produktif (efektif dan efisien). perubahan pada penyesuain terhadap panas. 1988:210) menyatakan bahwa lama latihan yaitu antara 12-16 minggu untuk tujuan endurance. Latihan daya tahan juga dapat merubah faktor-faktor penting lainnya. Sedangkan menurut Pussegjasrek (1994:59) untuk mencapai tingkat kesegaran jasmani yang baik. Menurut Ramana (dalam Wahyu. (2) harus dapat memperlancar peredaran darah ke jantung secara efektif. (3) Peningkatan kemampuan gerak motorik khusus. (e) prinsip individu”. (b) prinsip tahanan tambahan. perubahan pada otot dan serabut-serabut otot. akibat dari perencanaan yang matang itu ialah bahwa degree of training (derajat latihan) dan kualitas latihan akan naik sehingga akan dapat meningkatkan kapasitas kerja serta penampilan. 2005:49) adaptasi dari latihan berperan dalam perubahan yang nyata pada kapasitas oksigen maksimal. . (1) gerakan-gerakanya melibatkan otot-otot besar tubuh. Menurut Djidie (1997:77) program dan aplikasi pelatihan fisik harus dirancang pengembanganya melalui tahapan sebagai berikut: (1) Persiapan fisik umum. (d) prinsip spesifik. bertujuan meningkatkan kemampuan kerja organ-organ tubuh . Apabila latihannya kurang dari 2 kali seminggu maka akan kurang mendapatkan efek latihan yang diharapkan. Menurut Cooper (dalam Wahyu. Program latihan peningkatan kondisi fisik atau VO2 maks memerlukan persiapan fisik dan perancangan program yang baik sesuai dengan prinsip-prinsip program latihan kesegaran jasmani. Frekuensi Latihan Menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:70) frekuensi latihan diartikan sebagai jumlah latihan yang dilakukan setiap minggunya. perubahan pada jaringan ikat. sehingga memudahkan upaya-upaya peningkatan komponen pelatihan pada tahap berikutnya. sesuai dengan kebutuhan gerak atau penampilan dalam olahraga itu. khususnya menghadapi pertandingan. maka latihan hendaknya dilakukan minimal 3 kali dalam seminggu agar mendapatkan efek latihan yang diharapkan. Macam atau Jenis Latihan Fisik Bentuk latihan fisik yang baik menurut Pussegjasrek (1994:57) antara lain. Harsono (dalam Harsuki dan Elias 2003:308) mengatakan. 1. 1. sedangkan antara 8-10 minggu untuk tujuan anerobik. (2) Persiapa fisik khusus. Dalam menyusun suatu program latihan penigkatan kondisi fisik hendaknya memperhatikan beberapa prinsip latihan fisik antara lain: 1.

Untuk mencapai tingkat kesegaran jasmani yang baik. (2) latihan khusus (special exercise ): latihan khusus ini terdiri dari dua bentuk. 2005:13) menjelaskan bahwa: Beban latihan (loading ) adalah bentuk latihan jasmani yang menimbulkan rangsangan fisik dan mental atlet untuk dilawan selama aktivitas berlatih dalam mencapai prestasi olahraga. frekuensi. terdiri dari latihan yang mengandung gerak-gerak bagian dari seluruh rangkaian gerak. Pengaruh latihan kebugaran jasmani terhadap sepak bola 2. (3) latihan umum (general exercise ). 2) berdasarkan jumlah denyut nadi dalam mereaksi beban latihan. LATIHAN FISIK UNTUK MENINGKATKAN VO2 Bentuk latihan fisik yang baik menurut Pussegjasrek (1994:57) antara lain. L. Apabila latihannya kurang dari 2 kali seminggu maka akan kurang mendapatkan efek latihan yang diharapkan. 1. agar menghasilkan latihan dan tingkat kesegaran jasmain yang lebih baik”. Sedangkan untuk menghitung denyut nadi yaitu pertama dihitung denyut nadi maksimal (DNM) dengan rumus: 220 – umur. maka latihan hendaknya dilakukan minimal 3 kali dalam seminggu agar mendapatkan efek latihan yang diharapkan. Lama Latihan Wilmore dan Costill (dalam Sajoto. K. 1999:67) bahwa latihan pada umumnya dikategorikan dalam tiga bentuk: (1) Latihan kompetisi (competitive exercise): latihan kompetisi merupakan bentuk latihan yang urutan gerak dan tipe karakteristik geraknya menyerupai tuntutan suatu kompetisi khusus suatu event cabang olahraga yang merupakan spesialisasi atlet yang bersangkutan. Bila menginginkan intensitas sub-maksimal dalam latihan. 1. (4) medium 60% – 70% dari prestasi terbaik. antara lain: 1) berdasarkan persentase kecepatan dan kekuatan yang digunakan dalam latihan. Sedangkan menurut Pussegjasrek (1994:59) bahwa latihan fisik pada intensitas yang lebih besar maka waktu yang dibutuhkannya lebih pendek. (2) harus dapat memperlancar peredaran darah ke jantung secara efektif. (3) waktu yang digunakan produktif (efektif dan efisien). latihan umum diambil dari latihan olahraga tertentu atau senam yang tidak berisi elemen-elemen gerka kompetisi dan dilakukan tanpa menggunakan peralaten senam. 1. 2. (3) sub maksimal 80% – 99% dari prestasi terbaik. Cara menghitung intensitas dengan maximum repeatation (MR).1. Intensitas Latihan Fisik atau Olahraga Intensitas adalah takaran yang menunjukkan kadar/tingkatan pengeluaran energi seorang olahragawan dalam aktivitas jasmani baik dalam latihan maupun pertandingan. Suharno (dalam Budiwanto. maka 80% x (220 – 20) = 160 kali/menit (intensitas sub maksimal). Karakteristik Esktrakulikuler . 1993:22): (1) super maksimal 101% – ke atas dari prestasi terbaik. Frekuensi Latihan Menurut Dwiyogo dan Sulistyorini (1991:70) frekuensi latihan diartikan sebagai jumlah latihan yang dilakukan setiap minggunya. 1. (1) gerakan-gerakanya melibatkan otot-otot besar tubuh. yaitu 80% dari DNM dan umur atlet 20 tahun. MR push-upindividu dapat dihitung misalnya: mampu 30 kali. Dan intensitas latihan dapat diklasifikasikan tinggi rendahnya berdasarkan beberapa indikator. dan bentuk latihan khusus yang kedua. bentuk yang pertama hamper sama urutan geraknya dengan latihan kompetisi tetapi karakteristik pembebanannya berbeda dan latihannya mencakup elemen-elemen atau kombinasi elemen dari latihan kompetisi. ini berarti intensitas maksimal untuk individu tersebut 30 kali/100%. dan jika intensitas latihan fisik lebih kecil maka waktu latihan yang dibutuhkan lebih lama. Sedangkan menurut Harre (dalam Mutohir. durasi dan irama. Beban latihan dibedakan menjadi dua yaitu beban latihan luar dan dalam. 1. berarti dalam satu giliran latihan pushup ditemukan 80% x 30 kali (MR) = 24 kali. intensitas. 3. J. Skala intensitas untuk latihan kecepatan dan kekuatan sebagai berikut (Suharno. Beban luar adalah volume. sedangkan antara 8-10 minggu untuk tujuan anerobik. (5) low (rendah) 59% ke bawah dari prestasi terbaik. Kemudian tentukan takaran intensitas latihannya. Beban dalam adalah suatu beban latihan yang mempengaruhi fisiologi dan psikologi atlet. (2) maksimal 100% dari prestasi terbaik. 1988:210) menyatakan bahwa lama latihan yaitu antara 12-16 minggu untuk tujuan endurance. Menurut Suharto (1997:98) menyatakan bahwa intensitas latihan merupakan komponen kualitatif yang mengacu pada jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu unit waktu tertentu.

Dari paparan di atas maka dapat disimpulkan bahwa tujuan kegiatan ekstrakurikuler adalah untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan. misalnya: olahraga. dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah.multiply.com). menyalurkan bakat dan minat serta melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya. budaya dan alam sekitarnya. memaksimalkan dan mengembangkan kemampuan beserta bakatnya yang terpendam di dalam dirinya masing-masing. Selain itu ekstrakurikuler mempunyai tiga tujuan dasar sebagai berikut: (1) Membina minat dan bakat siswa. Tujuan kegiatan ekstrakurikuler . (2) Sebagai wadah di sekolah. bersikap sportif. berjuang untuk mencapai prestasi secara jujur dan lain-lain. setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. potensi. Siswa dapat belajar untuk menghormati keberhasilan orang lain. Menurut Ahmadi (1984:105) kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan-kegiatan di luar jam pelajaran sekolah yang mempunyai fungsi pendidikan dan biasanya berupa klub-klub. baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah (http://ekskulabsky. di mana hal-hal yang tidak dapat diselesaikan dalam program yang telah ditentukan dalam jam-jam pelajaran sekolah. kesenian. Melalui ekstrakurikuler siswa dapat benarbenar menjadi manusia yang intensif. di mana hal-hal yang tidak dapat diselesaikan dalam program yang telah ditentukan dalam jam-jam pelajaran sekolah. Dari pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran (tatap muka) dengan maksud untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan. Dengan aktifnya siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler. Tujuan Kegiatan Ekstrakurikuler Menurut Sarifudin (1982:33) bahwa “program ekstrakurikuler dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan. 1982:33). untuk menyalurkan bakat dan minat dan untuk melengkapi upaya pembinaan manusia seutuhnya. untuk memperluas pengetahuan. bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. ekspresi dan lain-lain. Dengan adanya kegiatan yang dilakukan di luar sekolah maka siswa dapat menyalurkan. Dwiyogo (2007:55) menyatakan kegiatan pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. dapat diberikan pada jam-jam di luar sekolah (Sarifudin. bakat. dapat diberikan pada jam-jam di luar sekolah”. Ekstrakurikuler adalah suatu program yang dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan. serta menanamkan sikap sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab melalui berbagai kegiatan positif di bawah tanggung jawab sekolah (http://nisanurdini.com) Selain itu tujuan lain dari kegiatan ekstrakurikuler adalah: Menumbuh kembangkan pribadi peserta didik yang sehat jasmani dan rohani.blogspot. bakat. memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan sosial. (3) Pencapaian prestasi yang optimal. Kegiatan ekstrakurikuler diharapkan dapat membina dan mengembangkan minat yang ada pada siswa serta memupuk bakat yang dimiliki siswa.Pengertian Kegiatan Ekstrakurikuler Keterbatasan waktu berolahraga yang dilakukan secara formal sangat menghambat tercapainya pembinaan secara maksimal untuk perkembangan dan pertumbuhan siswa. Beberapa cabang ekstrakurikuler baik secara perorangan maupun kelompok diharapkan dapat meraih prestasi yang optimal. minat. secara otomatis siswa telah membentuk wadah-wadah kecil yang di dalamnya akan terjalin komunikasi antar anggota dan sekaligus dapat belajar vdalam mengorganisir setiap aktivitas kegiatan ekstrakurikuler. Oleh karena itu sering sekali atau pun wajib diadakan kegiatan di luar jam sekolah untuk memaksimalkan kegiatan bagi siswa yang mengikutinya walaupun kegiatan tersebut tidak formal. Sahertian (1987:83) menyatakan kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam pelajaran biasa (termasuk pada waktu libur) yang dilakukan di sekolah ataupun di luar sekolah dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan siswa mengenai hubungan antara berbagai mata pelajaran.

dan masyarakat. (2) diberikan untuk mengembangkan bakat dan minat siswa. fisik. (2) teknik menerima bola. guru. kecepatan. kapanpun. dan rekreasi. kesenian. Sepakbola adalah permainan beregu yang dimainkan masing-masing regu sebelas pemain termasuk seorang penjaga gawang. (d) Ekstrakurikuler pelaksanaannya berbeda dalam cara dan sifat pelaksanaan dari kurikuler. (5) teknik merampas bola. 1. (c) Mempunyai subyek yang sama atau sasaran yang sama. Untuk itu sebagai seorang pemain sepakbola hendaklah memiliki keempat hal yang tersebut diatas terutama teknik dan fisik yang merupakan teknik dasar dalam bermain sepakbola. Permainan ini dimainkan di lapangan berumput dengan ukuran panjangnya 100-110 meter dan lebarnya 64-75 meter yang mana lamanya permainan sepakbola ini adalah 2×45 menit dengan dipimpin oleh 1 orang wasit dan 2 orang asisten wasit.tidak akan berhasil tanpa adanya partisipasi dari pihak lain seperti: prasarana. mulai dari pelosok-pelosok desa sampai kota-kota besar. (3) diberikan untuk upaya pembinaan manusia seutuhnya. dan kelentukan. (6) teknik melempar bola. Melalui ekstrakurikuler dibina satu kesatuan individu yang utuh fisik dan psikis. dengan waktu 2×45 menit. dan beberapa macam kegiatan yang dapat berpengaruh terhadap kesempurnaan proses dan keberhasilan proses belajar mengajar. Permainan ini hampir seluruhnya menggunakan kemahiran kaki. teman. darmawisata. kekuatan. Kendati demikian sepakbola mempunyai banyak aspek atau bagian yang masing-masing perlu diperhatikan. (7) teknik gerak tipu dengan bola. Selain menguasai teknik-teknik dasar bermain sepakbola yang tersebut diatas masih ada faktor-faktor lain yang dapat menunjang seorang pemain sepakbola untuk berprestasi. Dan semua ini dapat diperoleh dengan latihan konsdisi fisik dengan terus menerus tanpa merasa bosan. (b) Diberikan di luar jam pelajaran dan diawasi oleh guru yang bertanggung jawab tentang bidang pelajaran tersebut. (4) teknik menyundul bola. Faktor-faktor itu antara lain: daya tahan. kelincahan. Ciri-ciri Kegiatan Ekstrakurikuler Sarifudin (1982:45) menyebutkan ciri-ciri kegiatan ekstrakurikuler sebagai berikut: (a) Merupakan bentuk kegiatan yang berkaitan atau berhubungan langsung dengan kurikulum sekolah. taktik. kecuali seorang penjaga gawang yang bebas menggunakan anggota badan apapun (Abdoellah. artinya mempunyai pengaruh terhadap pencapaian tujuan kurikulum. semuanya melakukan permainan sepakbola. orang tua. mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. dan strategi. Menurut Luxbacher (1998:2) menyatakan bahwa sepakbola adalah suatu pertandingan yang dimainkan 2 tim yang masing-masing beranggotakan 11 orang pemain. M. (3) teknik menggiring bola. dan apapun bentuk sepakbola? Olahraga ini adalah salah satu olahraga yang paling digemari diseluruh dunia. dan (8) teknik penjaga bola. Tujuan dari sepakbola ini adalah memasukkan bola ke gawang lawan dan berusaha mempertahankan gawangnya agar tidak kemasukan. yaitu anak didik. Pada mulanya sepakbola merupakan olahraga untuk sekedar hobi tapi lambat laun sepakbola menjelma sebagai olahraga yang bisa mendatangkan uang atau dengan kata lain sepakbola merupakan suatu pekerjaan. pramuka. Dari ciri-ciri yang dikemukakan oleh Sarifudin di atas maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler mempunyai ciri-ciri sebagi berikut: (1) diselenggarakan di luar pembelajaran formal. 1981:409). Sepakbola merupakan permainan beregu yang dimainkan tiap regu terdiri dari 11 pemain termasuk penjaga gawang. keseimbangan. KARAKTERISTIK SEPAK BOLA Sepakbola dan Karakteristiknya Di manapun. seperti: teknik. Karena . Sedangkan menurut Batty (2004:8) sepakbola adalah permainan beregu yang dimainkan oleh individu-individu untuk menyebar luaskan gagasan dari pelatih agar sepakbola menjadi permainan yang lebih baik dan menyerang dalam kerangka suatu kerjasama beregu. (e) Ekstrakurikuler dapat berupa olahraga. Menurut Hariyoko dan Mahmud (1991:3) teknik-teknik dasar dalam permainan sepakbola adalah: (1) teknik menendang bola.

Untuk itu dalam melatih kondisi fisik pelatih juga harus memperhatikan kedua sistem energi tersebut dalam menyusun program latihan.Model Pengembangan Dalam penerapan Program latihan kebugaran jasmani ini peneliti menggunakan pengembangan milik Borg dan Gall (1983:775) yang terdiri dari: 1). berhenti. berbalik badan dan menangkap atau menghalau bola untuk penjaga gawang.intrumen penelitian. 3). Dengan demikian peran latihan fisik didalam permainan sepakbola sangat menunjang bagi pemain untuk berprestasi baik di level lokal maupun internasional. 4).penentuan urutan pengajaran. berbelok ke kanan. Melakukan revisi terhadap produk utama ( sesuai dengan saran – saran dari hasil uji lapangan permulaan) (6) Melakukan uji lapangan utama. Akan tetapi dalam permainan sepakbola sewaktu-waktu juga membutuhkan kecepatan. berbelok ke kiri. A. dan semua itu harus membutuhkan stamina dan kondisi fisik yang prima.dan uji coba skala kecil. berlari. Ditambahkan pula oleh Devaney (1988:71) di dalam permainan sepakbola anda harus menggiring bola. 5 ). Dan stamina merupakan unsur utama dalam permainan sepakbola pemain harus mempersiapkan diri untuk mengalami kelelahan fisik. Melakukan perencanaan (pendefinisian keterampilan. Mengembangkan Produk Awal ( berupa penerapan formasi pertahanan) . Permainan sepakbola merupakan olahraga yang membutuhkan waktu yang lama. seperti: lari sprint . Dari berbagai macam – macam langkah pengembangan yang dikemukakan oleh borg dan Gall yang sebagian di modifikasi oleh peneliti. BAB III METODE PENGEMBANGAN Dalam metode pengembangan akan diuraikan tentang model pengembangan. (7) Melakukan revisi produk ( berdasarkan saran – saran dan uji coba lapangan utama) (8) Uji lapangan meliputi (9) Revisi Produk Akhir. sehingga seorang pemain akan memiliki daya tahan dan kecepatan secara seimbang. Menggunakan uji lapangan permulaan menggunakan 16 – 12 subjek). olahraga sepakbola memerlukan dua sistem energi yaitu aerobik dan anaerobik.jenis data. Mengembangkan bentuk produk awal (penyiapan materi pengajaran.Melakukan penelitian dan pengumpulan informasi (kajian pustaka. Dan olahraga yang membutuhkan kecepatan membutuhkan sistem energi anaerobik. subjek uji coba. dan tehnik analisis data. Bila dilihat dari urain di atas. 2). dengan pertimbangan kebutuhan untuk menghasilkan produk pembuatan program Latihan Kebugaran jasmani di ekstrakulikuler sepak bola di MAN tlogo blitar Kabupaten Blitar.seorang pemain sepakbola yang telah memiliki teknik individu yang baik dan ditunjang oleh stamina yang prima. berputar ke mana saja untuk menghindari lawan. persiapan laporan tentang pokok persoalan. penyusunan buku pegangan. Tidak kita pungkiri bahwa seorang pemain sepakbola yang memiliki skill individu yang baik tidak akan berarti apa-apa bila tidak ditunjang dengan kondisi fisik yang prima.Melakukan penelitian dan pengumpulan data informasi termasuk kajian pustaka dan analisis kebutuhan. perumusan tujuan. anda membungkuk.dan perlengkapan evaluasi). Menurut Devaney (1988:70) satu unsur dalam sepakbola yang tidak pernah berubah dari masa ke masa adalah stamina. maka taktik dan strategi yang diintruksikan oleh pelatih akan mudah dijalankan. 2. prosedur pengembangan. pengamatan kelas. uji coba produk. Adapun langkah – langkah yang akan dicapai oleh peneliti adalah sebagai berikut: 1. berputar. untuk itu dalam permainan sepakbola menggunakan sistem energi aerobik.

Revisi produk Pertama. 1 kepelatihan di bidang sepak bola. Revisi ini digunakan untuk perbaikan terhadap produk awal yang dibuat peneliti. Analisis kebutuhan tersebut dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara guru pendidikan jasmani di MAN Tlogo Blitar kabupaten Blitar mengenai produk yang dikembangkan peneliti.ahli tehnik dalam program latihan sepak bola. revisi produk dari peninjauan para ahli. serta menggunakan tehnik wawancara. hasil produk penerapan formasi pertahanan yang dihasilkan melalui revisi uji coba lapangan. dilakukan melalui beberapa tahap.Revisi produk pertama Setelah uji coba produk.Pembuatan Produk Awal Setelah melakukan analisis kebutuhan.Uji Coba Lapangan ( kelompok Besar ) Pada tahap ini dilakukan uji coba lapangan ( kelompok Besar ) terhadap produk yang dikembangkan dengan menggunakan subjek uji coba 22 siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Kabupaten blitar. dan Ahli Program latihan kebugaran Jasmani sepak Bola sebagai perbaikan dari produk yang telah di ujicobakan. serta uji coba kelompok kecil.3. langkah selanjutnya adalah membuat Produk Awal berupa pembuatan program Latihan kebugaran jasmani dalam permainan Sepak Bola. 2. saran dan penilaian terhadap produk yang dikembangkan. 7. Tahap dari prosedur ini antara lain sebagai berikut: 1. maka dilakukan revisi dari masukan beberapa ahli yaitu ahli kepelatihan sepak Bola. uji lapangan dengan menggunakan tehnik koesioner kemudian di analisis 6. Dalam pembuatan Produk yang dikembangkan ini. Prosedur Pengembangan Pada pengembangan program latihan kebugaran jasmani. lalu dikumpulkan dan analisis. 4. peneliti membuat produk kemudian di uji cobakan kepada kelompok kecil tetapi sebelumnya dikonsultasikan dan di uji oleh para Ahli. B. 5. 4. kusioner.uji coba produk Uji coba produk ini dimaksudkan untuk memperoleh masukan. 5. 3. Evaluasi dari para ahli dengan kualifikasi yaitu. 6.Revisi Produk Akhir . Dalam hal ini berperan sebagai konsultan dan memberikan masukan dalam penyempurnaan Produk untuk di ujicobakan di lapangan. revisi Produk akhir yang dihasilkan oleh uji coba lapangan ( kelompok Besar.Analisis kebutuhan Analisis kebutuhan merupakan langkah – langkah yang digunakan untuk mengkaji keadaan lapangan dengan tujuan apakah produk yang dikembangkan diterima atau tidak oleh subjek.

Tinjauan Ahli Untuk memperoleh masukan tentang rancangan penerapan Informasi program latihan kebugaran Jasmani sepak bola . C. a.Evaluasi tahap kedua Uji lapangan atau kelompok besar dilaksanakan di MAN Tlogo Blitar.Revisi produk Pertama Hasil dari data ahli tersebut dianalisis. 2.Uji coba kelompok kecil Uji coba kelompok kecil dilaksanakan di MAN Tlogo Kabupaten Blitar untuk siswa yang mengikuti ekstrakulikuler sepak bola dengan subjek 12 pemain. dan dapat dimungkinkan untuk digunakan dalam lingkup yang sebenar – benarnya. selanjutnya dijadikan acuan untuk merevisi produk penerapan Program latihan kebugaran Jasmani dalam permainan sepak bola sebelum diujicobakan untuk kelompok kecil. sebagai perwakilan kelompok besar selama 8 kali pertemuan. Tujuan kelompok kecil ini digunakan untuk meminimalkan kesalahan yang ditemui dan mengetahui tanggapan dari produk awal yang dikembangkan. b. (2) meminta kepada siswa untuk memberikan tanggapan dan pendapat tentang penerapan Program latihan Kebugaran Jasmani dalam permainan sepak bola dengan menggunakan koesioner. Dalam bagian ini yang harus diperhatikan yaitu: (1) rancangan uji coba (2) Subjek uji coba (3) intrumen pengumpulan data dan (4) tehnik analisi data 1.Uji Coba Produk Uji coba Produk ini dilakukan untuk mengumpulkan data yang digunakan sebagai dasar dalam menetapkan kelayakan dari produk yang dikembangkan.Revisi produk dari hasil uji coba lapangan yang telah diujicobakan pada peserta ekstrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Kab. metode pengambilan subjek yaitu menggunakan prosedur yang dilakukan dalam bentuk uji coba ini adalah (1) menerapkan penerapan Program latihan kebugaran jasmani dalam permainan sepak bola kepada siswa. Blitar. Dari kegiatan uji coba kelompok lapangan dimasudkan untuk mengetahui keefektifan perubahan yang dilakukan sebelumnya. maka produk ini dikembangkan ini terlebih dahulu diuji oleh para ahli. Hasil data yang diperoleh dari uji lapangan atau kelompok besar ini digunakan untuk menyempurnakan keseluruhan pengembangan program latihan kebugaran jasmani dalam kegiatan esktrakulikuler sepak bola di MAN Tlogo Blitar. Subyek Uji Coba .Desain uji coba Desain uji coba dilaksanakan melalui dua tahap yaitu: (1) evaluasi tahap pertama dan evaluasi tahp kedua.Hasil Akhir Hasil Akhir Berupa Produk yang telah dihasilkan dari uji lapangan ( kelompok Besar ) sebagai bentuk penerapan program latihan kebugaran jasmani sepak bola. 7. 2. 3. Evaluasi tahap ini terdiri dari : 1. Evaluasi tahap pertama.

pengembangan ini data yang digunakan adalah kuantitatif dan Kualitatif.Rumus untuk mengolah data secara keseluruhan uji coba P = ∑ X x 100 % ∑ Xi Keterangan P ∑X ∑Xi : Persentase hasil keseluruhan subyek uji coba : Jumlah keseluruhan jawaban subyek uji coba dalam keseluruhan aspek penilaian : jumlah keseluruhan maksimal subyek uji coba 100% : Kostanta .Rumus untuk mengolah data per sebjek uji coba P= X X 100% X1 Keterangan : P = persentase hasil evaluasi uji coba X= Jumlah jawaban skor oleh subyek uji coba X1 = jumlah jawaban maksimal dalam aspek penilaian oleh subyek uji coba 100 %= Konstanta b. Prosedur yang dilakukan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan yang diperlukan. Kriteria bagi ahli sepak bola dan ahli dalam program latihan kebugaran jasmani mempunyai sertifikasi kepelatihan sepak bola. 4.Dalam pengembangan produk. intrumen yang dibuat untuk pengumpulan data adalah angket yang dibuat sendiri dengan mengacu pada analisis kebutuhan. Dengan demikian. 3.Tehnik analisis data Pengembangan ini tehnik analisis data yang digunakan adalah tehnik analisis diskriptif dengan persentase. Jenis Data Dari data yang diperoleh dari hasil evaluasi ahli.Intrumen Pengumpulan Data Pada intrumen ini digunakan adalah pengembangan sendiri dengan mengacu pada metode atau prosedur yang sudah ditentukan. subjek uji coba yang digunakan meliputi: untuk kelompok uji coba siswa terdapat dua kelompok uji coba yaitu: 12 pemain untuk uji coba kelompok kecil dan 22 pemain MAN Tlogo Blitar untuk uji coba kelompok besar. 5. dan sebagai pelatih sepak bola. Intrumen yang dibuat untuk pengumpulan data adalah tehnik kuesioner untuk para ahli dan siswa. Rumus yang digunakan untuk menganalisis dan menggunakan rumus dari Sudjana (1990:40 ) a. Kriteria pemilihan siswa sebagai sebyek pengembangan 12 orang siswa esktrakulikuler sepak bola MAN Tlogo Blitar. Tehnik ini digunakan untuk analisis data kuantitatif yang diperoleh dari hasil penyebaran angket.

70% 70. 3.Untuk menentukan penafsiran terhadap hasil analisis persentase tingkat kemenarikan produk pengembangan digunakan klasifikasi persentase guilford ( dalam Fagih. 1-90 % 90.1. 2. 4. Persentase 0-20 % 20.40 % 40. 1996: 58 ) maka ditetapkan kriteria sebagai berikut: No 1. 5. 1. 1-100 % Klasifikasi Tidak baik Kurang baik Cukup baik Baik Sangat baik Makna Dibuang Diperbaiki Digunakan Digunakan Digunakan .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->