P. 1
Cara Kerja Remote Control

Cara Kerja Remote Control

|Views: 107|Likes:
Published by Manfa Adhi Kalyano

More info:

Published by: Manfa Adhi Kalyano on Jun 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/04/2013

pdf

text

original

Cara Kerja Remote Control Melalui Inframerah

Pernahkah kita memegang Remot TV …Tentu sudah ” Alat itu yang bernama dalam Istilah Bahasa Ingris Remote Control artinya Kendali Jarak Jauh, Sedangkan di Indonesia Umum disebut Remot saja.Kalau kita telusuri bagaimana kah remot kontrol itu dapat berkerja.Remot (Remote Control) Bekerja Memafaatkan Cahaya “Infra Merah” .Untuk membuktikannya pencetlahlah Remote tersebut di Tempat yang Paling Gelap.Lihatlah panel depannya Pasti Mengeluarkan cahaya „atau Kebetulan kita sedang menyalakan TV .Pencetlah remot nya …sebelum nya pada TV ada yang disebut Sensor Remote. Tutuplah Sensor pada itu menggunakan Isolatip Hitam.pasti Remot itu tidak berfungsi. Pemafaatan infra merah ini pada remot karna mempunyai efek tembus yang kuat serta mempunyai efek pantulan yang kuat . Namun cahayanya tidak kelihatan pada kedaaan suasana terang.Hanya bisa dilihat dalam kedaan Gelap. Nah untuk mengetahui bagaimana Infra merah itu bekerja pada Remot cobalah baca kutipan dibawah ini .!! Infra merah (infra red) ialah sinar elektromagnet yang panjang gelombangnyalebih daripada cahaya nampak yaitu di antara 700 nm dan 1 mm. Sinar infra merah merupakan cahaya yang tidak tampak. Jika dilihat dengan dengan spektroskop cahaya maka radiasi cahaya infra merah akan nampak pada spectrum elektromagnet dengan panjang gelombang di atas panjang gelombang cahaya merah. Dengan panjang gelombang ini maka cahaya infra merah ini akan tidak tampak oleh mata namun radiasi panas yang ditimbulkannya masih terasa/dideteksi. Infra merah dapat dibedakan menjadi tiga daerah yakni: Near Infra Merah………………0.75 – 1.5 µm Mid Infra Merah..………………1.50 – 10 µm Far Infra Merah……………….10 – 100 µm Contoh aplikasi sederhana untuk far infra red adalah terdapat pada alat – alat kesehatan. Sedangkan untuk mid infra red ada pada alat ini untuk sensor alarm biasa, sedangkan near infra red digunakan untuk pencitraan pandangan malam seperti pada nightscoop. Penggunaan infra merah sebagai media transmisi data mulai diaplikasikan pada berbagai perlatan seperti televisi, handphone sampai pada transfer data pada PC. Media infra merah ini dapat digunakan baik untuk kontrol aplikasi lain maupun transmisi data. Sifat-sifat cahaya infra merah: 1. tidak tampak manusia 2. tidak dapat menembus materi yang tidak tembus pandang 3. dapat ditimbulkan oleh komponen yang menghasilkan panas Komunikasi Infra Merah dilakukan dengan menggunakan dioda infra merah sebagai pemancar dan modul penerima infra merah sebagai penerimanya. Untuk jarak yang cukup jauh, kurang lebih tiga sampai lima meter, pancaran data infra merah harus dimodulasikan terlebih dahulu untuk menghindari kerusakkan data akibat noise.

Infra merah yang dipancarkan melalui udara ini paling efektif jika menggunakan sinyal carrier yang mempunyai frekuensi di atas. Hal ini ditujukan agar tidak terjadi pemborosan daya pada saat tidak terjadi transmisi data.Untuk transmisi data yang menggunakan media udara sebagai media perantara biasanya menggunakan frekuensi carrier sekitar 30KHz sampai dengan 40KHz. dan ditempatkan dalam suatu wadah yang tembus pandang. Apakah cahaya tampak atau cahaya tidak tampak. Proses modulasi dilakukan dengan mengubah kondisi logika 0 dan 1 menjadi kondisi ada dan tidak ada sinyal carrier infra merah yang berkisar antara 30KHz sampai 40 KHz. Ketika sebuah tombol ditekan pada remote kontrol maka IR akan mentransmitkan sebuah sinyal yang akan dideteksi sebagai urutan data biner. Sinar infra merah dihasilkan dari pertemuan Arsenida Galium pada led infra merah yang diberikan tegangan listrik. Led infra merah merupakan salah satu komponen elektronika yang akan mengantar arus jika dialiri bias maju. Pada komunikasi data serial. kondisi idle (tidak ada transmisi data) adalah merupakan logika „0‟. Sinyal yang dipancarkan oleh pengirim diterima oleh penerima infra merah dan kemudian didecodekan sebagai sebuah paket data biner. Sebagai contoh . Infra merah Semua remote kontrol menggunakan transmisi sinyal infra merah yang dimodulasi dengan sinyal carrier dengan frekuensi tertentu yaitu pada frekuensi 30KHz sampai 40KHz. Untuk membedakan antara katoda dan anodanya dapat dilihat dari bentuk elektrodanya yang besar adalah katoda. Led infra merah adalah jenis dioda yang memencarkan cahaya infra merah. sedangkan pada komunikasi infra merah kondisi idle adalah kondisi tidak adanya sinyal carrier. Pada transmisi infra merah terdapat dua terminologi yang sangat penting yaitu : „space‟ yang menyatakan tidak ada sinyal carrier dan „pulse‟ yang menyatakan ada sinyal carrier seperti pada gambar di bawah ini Untuk transmisi data biasanya sinyal ditransmisikan dalam bentuk pulsapulsa. aplikasi sederhana penggunaan led infra merah ini adalah pada remote TV. Led infra merah terbuat dari bahan Arsenida gelium atau Fosfida Galium (GaAS atau Gap). Material yang digunakan dalam konstruksi led akan menentukan jenis cahaya yang diradiasikan. Sinyal yang dipancarkan oleh pengirim diterima oleh penerima infra merah dan kemudian didecodekan sebagai sebuah paket data biner. Led infra merah pada dasarnya adalah dioda PN silicon biasa yang dikemas dalam kotak transparan.

Kekuatan sinar dan sudut datang merupakan faktor penting dalam keberhasilan transmisi data melalui infra merah selain filter dan penguatan pada bagian penerimanya. menjadi pulsa-pulsa sinyal listrik. sedangkan GaAsP menghasilkan cahaya tampak merah. sinyal ini merupakan sinyal infra merah yang termodulasi. Pada prakteknya sinyal infra merah yang diterima intensitasnya sangat kecil sehingga perlu dikuatkan. dimana pada komponen ini sudah terdapat filter. dalam hal ini energi cahaya infra merah. Berikut rangkaian pengirim infra merah: Sistem Penerima Infra Merah Sinar infra merah yang dipancarkan oleh pemancar infra merah tentunya mempunyai aturan tertentu agar data yang dipancarkan dapat diterima dengan baik di penerima. Komponen ini akan merubah energi cahaya. Selain itu agar tidak terganggu oleh sinyal cahaya lain maka sinyal listrik yang dihasilkan oleh sensor infra merah harus difilter pada frekuensi sinyal carrier yaitu pada 30KHz sampai 40KHz. Semakin besar area penerimaan maka sudut . Komponen yang dapat menerima infra merah ini merupakan komponen yang peka cahaya yang dapat berupa dioda (photodioda) atau transistor (phototransistor). Oleh karena itu baik di pengirim infra merah maupun penerima infra merah harus mempunyai aturan yang sama dalam mentransmisikan (bagian pengirim) dan menerima sinyal tersebut kemudian mendekodekannya kembali menjadi data biner (bagian penerima). Pada sistem ada dua jenis led yang digunakan yaitu sebagai indikator dan juga sebagai komponen pengirim cahaya infra merah. Komponen ini harus mampu mengumpulkan sinyal infra merah sebanyak mungkin sehingga pulsapulsa sinyal listrik yang dihasilkan kualitasnya cukup baik. Selanjutnya baik photodioda maupun phototransistor disebut sebagai photodetector. Pada perangkat ini detektor cahaya yang digunakan adalah komponen TSOP4838.material GaAlAs menghasilkan cahaya infra merah (cahaya tidak tampak). Jadi detektor ini akan bekerja dengan baik jika terdapat frekuensi 38KHz. Dalam penerimaan infra merah. Pemodulasian sinyal data dengan sinyal carrier dengan frekuensi tertentu akan dapat memperjauh transmisi data sinyal infra merah.

Kelemahan area penerimaan yang semakin besar ini adalah noise yang dihasilkan juga semakin besar pula.penerimaannya juga semakin besar. hal ini dimaksudkan agar sistem dapat dioperasikan pada kecepatan tinggi yang akan meningkatkan efisiensi sistem komunikasi. Karena detektor cahaya digunakan pada suatu panjang gelombang tertentu. 2) Respon waktu yang cepat. Suatu penerima pada sistem komunikasi cahaya harus memenuhi syarat antara lain: 1) Sensitivitas yang tinggi. 4) Harga yang murah dan juga mempunyai keandalan yang tinggi . maka sensitivitas tertinggi terdapat pada daerah panjang gelombang yang dimaksud. 3) Noise internal yang dibangkitkan detektor harus sekecil mungkin.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->