MAKALAH BIOKIMIA I HORMON

Disusun Oleh: Kelompok VI
HENI FARIDA H (A1C109026) ZUNARTA YAHYA (A1C109027) NOVIYANTI (A1C109028) LIA SETIA FUTRI (A1C109029) WIDI PURWA (A1C109030) LARA ASTRIANDA (A1C109031) MITA ANDRIANI (A1C109032) SHINTA FAJAR. R (A1C109033)

Dosen Pengampu: Dra. M. Dwi Wiwik Eernawati, M.Kes

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI 2010/2011

Hormon

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Organisme multiseluler memerlukan mekanisme untuk komunikasi antar sel agar dapat memberi respon dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan eksternal dan internal yang selalu berubah. Sistem Endokrin dan susunan saraf merupakan alat utama dimana tubuh mengkomunikasikan antara berbagai jaringan dan sel. Sistem saraf sering di pandang sebagai pembawa pesan melalui sistem stuktural yang tetap. Sistem Endokrim dimana berbagai macam “Hormon” di sekresikan oleh kelenjar spesifik, di angkut sebagai pesan yang bergerak untuk bereaksi pada sel atau organ targetnya (definisi klasik dari hormon). Hormon beredar di dalam sirkulasi darah dan fluida sel untuk mencari sel target. Ketika hormon menemukan sel target, hormon akan mengikat protein reseptor tertentu pada permukaan sel tersebut dan mengirimkan sinyal. Reseptor protein akan menerima sinyal tersebut dan bereaksi baik dengan mempengaruhi ekspresi genetik sel atau mengubah aktivitas protein selular, termasuk di antaranya adalah perangsangan atau penghambatan pertumbuhan serta apoptosis (kematian sel terprogram), pengaktifan atau penonaktifan sistem kekebalan, pengaturan metabolisme dan persiapan aktivitas baru (misalnya terbang, kawin, dan perawatan anak), atau fase kehidupan (misalnya pubertas dan menopause). Pada banyak kasus, satu hormon dapat mengatur produksi dan pelepasan hormon lainnya. Hormon juga mengatur siklus reproduksi pada hampir semua organisme multiselular.

1.2 Rumusan masalah a. Apa yang dimaksud dengan hormon? b. Bagaiman struktur dan apa saja sifat-sifat hormon? c. Bagaimana mekanisme kerja hormon? d. Bagaimana pengaturan produksi hormon dan faktor yang mempengaruhi kadar hormon dalam darah?

Hormon

2

e. Apa itu hormone tiroid ? f. Apa itu hormone paratiroid ? g. Apa itu hormone adrenal ?

1.3 Tujuan penulisan a. Untuk memenuhi tugas perkuliahan biokimia 1 b. Untuk mengetahui struktur dan sifat hormon c. Untuk mengetahui mekanisme kerja hormon d. Untuk mengetahui produksi hormone dan factor yang mempengaruhi kadar hormone dalam darah. e. Untuk mengetahui tentang hormone tiroid. f. Untuk mengetahui tentang hormone tiroid g. Untuk mengetahui tentang hormone adrenal

1.4 Batasan masalah Makalah ini hanya membahas sesuai dengan rumusan masalah.

Hormon

3

karena perubahan dalam kerja hormon dapat menmbulkan penyakit. suatu cabang ilmu biomedis yang mempelajari hormon dan aktivitasnya. Stuktur dasar hormon secara kimiawi Hormon terrdiri atas berbagai macam senyawa yang dapat digolongkan dalam tiga kelompok. maka endokrinologi juga merupakan suatu cabang ilmu kimia yang gunanya dapat dilihat secara langsung. Peptida-protein. oksitosin. yaitu testoteron dan progesteron. Lagipula. glukagon. Endokrinologi. 3. merupakan salah satu bidang biokimia yang sangat menarik karena beberapa pemahaman baru berasal dari bidang ini. 2. yaitu: 1. hormon yang dikeluarkan oleh mukosa usus dan lain-lainnya. yaitu epinefrin dan tiroksin. disekresikanoleh sejenis jaringan.2 Struktur Hormon dan sifat-sifat hormon a. dalam jumlah yang sangat kecil dan dibawa oleh darah menuju target jaringan dibagian lain dari tubuh untuk merangsang aktivitas biokimia atau fisiologi yang khusus. Steroid. 2. parathormon. vasopresin. Contoh struktur hormon  Hormon progesteron dan hormon testosterone Hormon 4 . Derivat asam amino.BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Hormon Kata hormon berasal dari bahasa Yunani yang berarti “menimbulkan atau membangkitkan”. yaitu insulin. Hormon adalah suatu zat kimia yang bertugas sebagai pembawa tugas (chemical messenger).

com/2009/03/struktur-kimia  Hormon epinefrin http://dicha85.blogspot.blogspot.Testoteron http://cybergoldenword-knowledge.com/page/3/  Hormon oksitosin dan hormone vasopresin http://peter-lf.wordpress.com/ Hormon 5 .

yang disebut prohormon. Hormon-hormon berada dalam darah pada konsentrasi istirahat yang sangat rendah. disintesis oleh selsel endrokrin induknya sebagai prekursor yang tidak aktif.jpg b. sering kali di dalam granula-granula sekresi. Hormon-hormon berfungsi dalam konsentrasi yang sangat kecil dan sebagian besar berumur pendek. diidentifikasikan dan diukur secara akurat. Karena alasan inilah. kadang-kadang hanya dalam kisaran menit. siap untuk diubah dengan cepat menjadi bentuk-bentuk aktifnya oleh perubahan enzimatik ketika sel tersebut menerima isyarat yang tepat.com/300w/2010/078/2989-84-6. termasuk insulin dan glukagon. hormon-hormon sangat sukar untuk diisolasi. 2. Beberapa hormon polipeptida dibuat sebagai prekursor yang tidak aktif. kira-kira 4x10-3 M. Prekursor yang tidak aktif tersebut mengandung rantai polipeptida yang lebih panjang daripada hormon aktifnya sendiri. Hormon 6 .Vasopresin http://www. Hormon didalam darah berumur pendek.lookchem. berkisar dalam satuan mikromolar (10-6 M) sampai dengan pikomolar (10-12 M). Prohormon disimpan dalam bentuk tidak aktif didalam sel endokrin. Beberapa Sifat Umum Hormon 1. yang dapat dibandingkan dengan konsentrasi normal glukosa pada kisaran milimolar. Beberapa hormon polipeptida.

disebut “pembawa pesan kedua” (second messenger). Tahap pertama dalam kerja hormon adalah pengikatan dengan suatu molekul atauu kumpulan molekul yang khas. Reseptor hormon steroid yang larut di dalam lipida yang segera melewati plasma membran sel targetnya. adalah protein khas yang terletak dalam sitosol sel. Beberapa menit setelah adrenalin disekresikan ke dalam aliran darah. reseptor itu menjalani suatu perubahan yang khas yang membentuk atau membebaskan molekul pembawa pesan intraseluler. Beberapa hormon bereaksi segera. lainnya bereaksi secara lambat. Hormon mungkin memiliki “pembantu pesan kedua” intraselular. Sesaat reseptor hormon pada atau di dalam sel target ditempati oleh molekul hormon. 5.Sekali kehadirannya tidak diperlukan lagi. Hormon berikatan dengan reseptor spesifik pada atau di dalam sel target. Reseptor untuk hormon-hormon peptida dan amina yang larut di dalam air yang tidak segera menembus membran sel. 3. 4. hati menanggapi dengan mengeluarkan glukosa ke dalam darah. yang disebut hormon reseptor. Sebaliknya. hormonhormon tiroid atau estrogen menghasilkan respon maksimal didalam jaringan target setelah berjam-jam atau bahkan berhari-hari. Pembawa pesan ini merupakan isyarat dari reseptor hormon ke beberrapa sistem enzim atau molekul didalam sel yang membawa perintah-perintah yang berasal dari hormon. Perbedaan-perbadaan waktu respon tersebut berkaitan dengan perbedaan dalam mekanisme aksinya. yang berlokasi pada permukaan sel atau di dalam sitosol sel target. Beberapa hormon menghasilkan respon fisiologis dan biokimiawi dengan cepat. terletak pada permukaan luar sel target. Hormon 7 . dengan cepat hormon dijadikan tidak aktif oleh aktivitas enzim. Pembawa pesan intraseluler dapat mengatur reaksi enzim yang khas atau menyababkan gen atau serangkaian gen yang tidak aktif menjadi terekspresi.

3 Mekanisme Kerja Hormon Earl Sutherland memulai penelitiannya tentang mekanisme kerja enzim pada tahun 1950. ATP Mg2+ adenilsiklase AMP siklik + PPi + H+ AMP siklik + H2 O Mg2+ AMP + H+ Hormon 8 . Epinefrin dan glukagon dapat bekerja pada reaksi tersebut.2. Mula-mula ia bertujuan untuk mengetahui bagaimana epinefrin dan glukagon bekerja pada reaksi pemecahan glikogen dan pembentukan glukosa oleh hati. Pada penelitian lebih lanjut Sutherland menemukan bahwa adanya epinefrin dan glukagon pada reaksi pemecahan glikogen telah menimbulkan terbentuknya suatu zat yang tahan panas sebagai zat antara. Yang diamati pertama kali ialah bahwa reaksi pemecahan glikogen menjadi glukosa dipercepat oleh hormon-hormon tersebut. AMP siklik dapat dihidrolisis oleh enzim fosfodiesterase menjadi AMP. Dari analisis kimia ternyata zat tersebut ialah AMP siklik. 5’ monofosfat. NH2 C N HC C C N O H O O P O H O H H N CH N 5' H2 C 3' OH Selanjutnya diketahui bahwa AMP siklik ini terbentuk dari ATP oleh enzim adenil siklase. atau adenosin 3’.

Hal-hal penting pada konsep tersebut adalah: 1. misalnya aktivitas enzim . Sel mengandung reseptor bagi hormon dalam membran plasma.Reaksi ini bersifat sangat eksergonik dan bila tidak ada fosfodiesterase . AMP siklik bekerja dalam sel untuk mengubah kecepatan satu atau beberapa proses. 4. Setelah sampai pada sel yang menjadi tujuan. Aktivitas adenil siklase yang meningkat ini menyebabkan peningkatan pembentukan AMP siklik yang terdapat dalam plasma sel yang dapat mengubah proses di dalam sel tersebut. Keseluruhan proses yang berubah ini dapat terwujud dalam tindakan Hormon 9 . 3. Hasil penelitian Sutherland lebih lanjut dapat menjelaskan konsep tentang mekanisme kerja hormon. rangsangan kelenjar endokrin adenil siklase ATP Mg++ AMP siklik hormon fosfodiesterase AMP respon fisiologis membran sel Adanya rangsangan dari luar maupun dari dalam menyebabkan kelenjar endokrin memproduksi dan mengeluarkan hormon ke dalam plasma darah. 2. Penggabungan hormon dengan reseptornya dalam membran plasma dapat merangsang siklase adenil yang juga terdapat dalam membran plasma. permeabilitas membran dan sebagainya. Peningkatan aktivitas siklase adenil menyebabkan meningkatnya jumlah AMP siklik dalam sel. hormon bergabung dengan reseptor dan meningkatkan aktivitas adenil siklase yang terdapat pada membran. AMP siklik merupakan senyawa yang sangat stabil. Dari konsep tersebut dapat digambarkan mekanisme kerja hormon serta peranan AMP siklik sebagai berikut.

( Poedjiadi. Proses yang bersifat hormonal ini terdiri atas dua tahap.5-adenosin monofosfat siklik. akan tetapi kinase fosforilase juga terdapat dalam bentuk aktif dan kurang aktif. hal ini mengakibatkan pengikatan kadar cAMP dalam sel dan dengan demikian memperbesar atau memperkuat pengaruh cAMP. dan ATP diubah menjadi cAMP. Bentuk tidak aktif fosforilase kinase diubah menjadi bentuk aktifnya dengan reaksi fosforilase. anna.2009:) Mekanisme Siklase Adenilat Enzim siklase adenilat mengubah ATP menjadi 3. disingkat sebagai cAMP.sebagai jawaban fisiologik atau usaha yang dilakukan oleh manusia. juga dengan penggunaan ATP. siklase adenilat berlokasi pada membran sel. bukti percobaan baru-baru ini menyarankan bahwa prostaglandin tertentu dapat menyesuaikan aktivitas siklase adenilat dan dengan jalan ini mengatur tanggapan intrasel terhadap stimulasi oleh hormon tertentu.2 (Lehninger.1982) AMP Siklik Merangsang Aktivitas Protein Kinase AMP siklik tidak mempengaruhi kinase fosforilase. yaitu tahap pertama pembentukan hormon sampai tiba pada dinding sel atau plasma. Metal xantin seperti kafein dan teofilin menghambat reaksi fosfodiasterase dan dengan demikian menurunkan laju pemecahan cAMP. cAMP diinaktifkan oleh konversinya menjadi 5’-adenosin monofosfat (5’-AMP) lewat kerja fosfodiesterase. sedangkan tahap kedua ialah peningkatan jumlah AMP siklik hingga terjadinya pertumbuhan atas proses dalam sel. seperti ditunjukkan dalam gambar 13. Hormon 10 . hormon + reseptor membran ATP (+) siklase adenilat H2O cAMP fosfodiesterase PPi 5'-AMP Gambar 13.2. Dengan beberapa jalan . kombinasi hormon dan reseptornya mengaktifkan siklase adenilat. mungkin didekat reseptor pengikat hormon.

yang paling terkenal adalah derivat xantintermetilasi seperti kafein dan teofilin. Ca2+ fosforilase kinase-P + ADP (bentuk aktif) Fosforilase kinase adalah suatu protein yang sangat besar. yang juga terdapat dalam bentuk aktif dan tidak aktif. berat molekulnya labih dari 1 juta.meniru atau memperpanjang kerja hormon.Sekarang kita tiba pada pengaturan hubungan antara AMP siklik dengan kegiatan glikogen fosforilase. (Lehninger. Mutiara.1982) Fosfodiesterase Kerja yang ditimbulkan oleh hormon yang meningkatkan konsentrasi cAMP bisa diakhiri dengan sejumlah cara termasuk hidrolisis cAMP oleh fosfodiesterase. 2004) Penjelasan Kinerja Hormon  Model umum. Bentuk aktifnya mengkatalisis fosforilasi dari kinase fosforilase yang tidak aktif dengan ATP untuk menghasilkan bentuk aktif yang sudah difosforilasi.  Kemudian reseptor berada pada permukaan sel target. Enzim hidrolisis ini menjamin proses pergantian sinyal yang cepat dengan demikian juga penghentian proses biologik yang cepat begitu stimulus hormonal dihilangkan. kinase fosforilase + ATP (bentuk tidak aktif) protein kinase aktif. yang memicu terjadinya berbagai tanggapan sel terhadap sinyal awal. Pada kasus lain. Enzim ini mempunyai 16 subunit. Hormon yang bergabung dengan suatu penerima (reseptor) akan mengaktifkan reaksi kimiawi untuk membuat second messengers. akan meningkatkan cAMP intrasel. Hormon 11 . yang masing-masing berisi residu serin spesifik yang mengalami fosforilasi oleh ATP melalui kegiatan protein kinase aktif. dalam suatu reaksi dengan ATP bertindak sebagai gugus fosfat donor dan Ca2+ dibutuhkan sebagai aktifator atau penggerak. Rantai penyambung kegiatan ini adalah suatu enzim yang disebut protein kinase. Inhibitor fosfodiesterase. hormon masuk ke dalam sel dan berikatan dengan reseptor khusus yang berada di dalam sel. (Indah.

2005) 2. 4. Pengaturan Produksi hormon Hormon merupakan salah satu sistem koordinasi di dalam tubuh dengan menggunakan cairan yang diedarkan oleh pembuluh darah.4 Pengaturan Produksi Hormon dan Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar hormon dalam darah a. Jalur transduksi sinyal juga mengaktifkan DNA untuk membentuk protein (transkripsi & translasi) 6. 3. Dengan menggunakan hormon rangsang lebih lambat diberi tanggapan. dan pelepasan ion H+ melonggarkan dinding sel sehingga sel bisa membesar/memanjang. Hormon auksin berikatan dengan suatu reseptor. ( Karyanto. Satu kelebihan koordinasi Hormon 12 . Protein yang terbentuk diperlukan untuk memelihara pertumbuhan sel. Pompa proton diaktifkan.agus. misalnya konversi fitokrom adalah tahap pertama dalam transduksi sinyal yang mengarah pada tanggapan sel terhadap cahaya merah. 2. 5. Sinyal ini dilanjutan ke second messengers dalam sel yang memicu berbagai tanggapan. Perangkat Golgi dirangsang untuk melepaskan kantung yang mengandung bahan untuk menjaga ketebalan dinding sel. Rangsangan lingkungan juga dapat mengawali lintasan sinyal. Specific example: a hypothetical mechanism for auxin's stimulation of cell elongation 1.

Pada gambar. suatu bagian khusus dari otak adalah pusat koordinasi dari system endokrin. http://medicastore. sedangkan yang lain akan menghambat sekresi hormon. yang berlokasi d bawah hipotalamus. terutama melalui kelenjar pituitari. mengambil keputusan penting.menggunakan hormon yaitu dengan sedikit saja hormon mampu mempengaruhi organ-organ yang menjadi sasarnnya. Hormon 13 . Setiap hormone hipotalamus mengatur sekresi suatu hormone spesifik yang dikeluarkan oleh bagian anterior atau posterior dari kelenjar putuitari.com/penyakit/761/Hormon_&_Sistem_Endokrin. Hipotalamus ini menerima dan mengintegrasikan pesan dari susunan syaraf pusat. maka hormon akan disekresikan ke dalam darah untuk dibawa ke kelenjar endokrin lain. yang juga mengontrol kelenjar-kelenjar lain. yang dikirimkan ke kelenjar putuitari. hipotalamus memproduksi sejumlah hormon pengatur hipotalamik.html Hipotalamus. dan memerintahkan sel-sel menjalankan keputusannya. Kekuasaan maha hebat Allah yang menyebabkan hipotalamus mampu membuat keputusan penting. Sebagian besar informasi tentang tubuh manusia ada di hipotalamus. Hipotalamus mengontrol sekresi banyak kelenjar yang lain. Sekali kelenjar pituitari ini. Hipotalamus menerjemahkan informasi ini. terlihat letak hipotalamus di otak. Sebagai jawaban dari pesan ini. Beberapa hormon hipotolamik akan merangsang pituitari untuk menseksresikan hormon tertentu. Pada prinsipnya pengaturan produksi hormon dilakukan oleh hipotalamus (bagian dari otak).

dan ovarium dan testes. Selanjutnya kelenjar-kelenjar ini terstimulasi untuk mensekresikan hormon-hormon spesifik. Hormon 14 . kelenjar tiroid. Hormon ini dirancang untuk mengatur sistem hormon.termasuk di dalamnya adrenal korteks. Hormon prolaktin (PRL). Hormon perangsang folikel (FSH) d. Sebagian hormon yang bekerja pada kelenjar hormon lainnya disebut “hormon tropik”. yang dibawa oleh darah menuju reseptor hormon di dalam atau pada sel jaringan target. Hormon perangsang tiroid (TSH) b. Hormon perangsang kelenjar adrenal (ACTH. Setiap bagian menghasilkan hormon berbeda. Hormon-hormon yang bekerja pada jaringan tubuh (non-tropik) a. Pada halaman berikut kita akan mempelajari fungsi-fungsi hormon tropik bersama dengan susunan dan fungsi kelenjar-kelenjar hormon yang dihasilkannya. (Lehninger. hormon adrenokortikotropik) c. Hipotalamus akan memerintahkan kelenjar pituitari untuk mensekresikan hormonnya dengan mengirim faktor regulasi ke lobus anteriornya dan mengirim impuls saraf ke posteriornya. sel-sel endokrin pancreas. Hormon Luteneizing (LH). Nama-nama hormonnya sebagai berikut: Hormon yang merangsang kelenjar endokrin/hormon lain (tropik): a. Kelompok lain hormon-hormon ini merangsang jaringan tubuh. 1) Kelenjar Pituitari Depan Kelenjar pituitari depan menghasilkan enam hormon berbeda yang fungsinya telah tertentu. 1982) Kelenjar pituitari terdiri atas dua bagian: kelenjar depan (anterior) dan belakang (posterior). Hormon pertumbuhsan (GH) b.

Sistem umpan balik negatife merupakan mekanisme utama dalam system endokrin untuk mempertahankan homeostasis.2) Kelenjar Pituitari Belakang Bagian belakang kelenjar pituitari adalah tempat menyimpan hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus. http://id. dan sebaliknya. Hormone di dalam darah berumur pendek. Pada saat penghentian sekresi.com/question/index?qid=20100928043828AAsRmEQ Kadar hormon dalam darah dikontrol dengan sistem umpan balik negatif. 1982) Mekanisme umpan balik (Feed back) merupakan salah satu mekanisme tubuh agar tetap dalam keadaan homeostasis. Jika sekresi hormone dirangsang. Hormon-hormon itu adalah: a. Oksitosin b. Down Hormon 15 . yang dapat dibandingkan dengan konsentrasi normal glukosa pada kisaran milimolar. Tetapi ada beberapa mekanisme umpan balik yang bersifat positif. Kebanyakan. kadang-kadang dengan menyolok. berkisar dalam satuan mikromolar (10-6 M) sampai dengan pikomolar (10-12 M). hormon-hormon ini dilepaskan dengan perintah dari hipotalamus. konsentrasi hormone kembali dengan cepat ke taraf istirahat. konsentrasinya di dalam darah meningkat. dengan cepat hormon dijadikan tidak aktif oleh aktifitas enzim.yahoo. Contoh: kadar glukosa darah dan respon insulin.answers. ( Lehninger. kadang-kadang hanya dalam kisaran menit. Pada keadaan yang sesuai. kira-kira 4x10-3 M. Sekali kehadirannya tidak diperlukan lagi. Sekresi hormon spesifik dirangsang atau dihambat oleh perubahan fisiologis khusus. Vasopresin (hormon antidiuretik) b. umpan balik di dalam tubuh bersifat negatif. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kadar Hormon Dalam Darah Hormon-hormon berada dalam darah pada konsentrasi istirahat yang sangat rendah. artinya tubuh akan mengurangi produksi suatu zat tertentu jika jumlah/rangsangan dari zat yang bersangkutan berlebihan. artinya semakin tinggi rangsangan/ jumlah suatu zat maka akan semakin banyak pula produksi zat tersebut oleh tubuh.

Peningkatan kadar hormon mengurangi perubahan awal yang memicu pelepasan hormon. Tubuh perlu merasakan dari waktu ke waktu apakah diperlukan lebih banyak atau lebih sedikit hormon.2009) Manakala kadar hormon telah mencukupi untuk menghasilkan efek yang dimaksudkan. (Saryono. maka pelepasan setiap hormon harus diatur dalam batasbatas yang tepat. kenaikan kadar hormon lebih jauh dicegah oleh umpan balik negatif. Hormon hipofisa lalu masuk ke dalam aliran darah untuk merangsang aktivitas di kelenjar target. pengsekresi ACTH dari kelenjar pituitari anterior merangsang pelepasan kortisol dari korteks adrenal. Up-regulation: adalah peningkatan jumlah reseptor yang menyebabkan sel menjadi lebih sensitive terhadap bagian hormon. PENGENDALIAN ENDOKRIN Jika kelenjar endokrin mengalami kelainan fungsi. Jika kadar hormon kelenjar target dalam darah mencukupi. menyebabkan penurunan pelepasan ACTH lebih banyak. maka kadar hormon di dalam darah bisa menjadi tinggi atau rendah.Untuk mengendalikan fungsi endokrin. sehingga mengganggu fungsi tubuh.regulation adalah penurunan reseptor hormon yang menurunkan sensitifitas terhadap hormonnya. Hipotalamus dan kelenjar hipofisa melepaskan hormonnya jika mereka merasakan bahwa kadar hormon lainnya yang mereka kontrol terlalu tinggi atau terlalu rendah. Mis. maka hipotalamus dan kelenjar hipofisa mengetahui bahwa tidak diperlukan Hormon 16 .

yang selanjutnya mengendalikan produksi hormone di dalam dan pelepasannya dari kelenjar pertama.blogspot. Untuk menggambarkan dengan contoh yang agak terbatas. suatu siklus menstruasi wanita melibatkan peningkatan sekresi LH dan FSH oleh kelenjar hipofisa setiap bulannya. hormone yang dilepas dari kelenjar endokrin sering mengatur hormone lain dari kelenjar kedua. yang pada gilirannya merangsang pelepasan hormon trofik oleh hipofisis anterior. seperti yang akan kita lihat di bagian berikutnya. http://erwinadr. Contoh ini terlalu dibatasi.Sistem umpan balik ini mengatur semua kelenjar yang berada dibawah kendali hipofisa. Misalnya. Sebuah sistem kontrol yang lebih canggih melibatkan tindakan hipotalamus. dan kelenjar endokrin tertentu. mengatur pelepasan hormon selanjutnya dari kelenjar.html Pelepasan hormon diberikannya kontrol pada sel-sel organ target. Sistem saraf pusat mengirimkan sinyal ke hipotalamus.com/2010/11/hormon-sistem-endokrin. (Campbell. kondisi glukosa darah rendah. Hormon estrogen dan progesteron pada indung telur juga kadarnya mengalami turun-naik setiap bulannya. tindakan dari hormon glukagon cenderung meningkatkan tingkat glukosa dalam aliran darah. insulin dilepaskan dalam menanggapi kenaikan pesat dalam tingkat glukosa darah. (Montgomery.2003) Sekresi hormone dari kelenjar endokrin asalnya dikendalikan lewat mekanisme pelayanan. Hipotalamus mengeluarkan hormon yang melepaskan faktor. Kerja sistem endokrin pada kenyataannya jauh lebih sederhana.perangsangan lagi dan mereka berhenti melepaskan hormon. Lebih lagi. kelebihan insulin dapat menghasilkan hipoglikemia. Dengan kata lain. pituitari. Selain kontrol umpan balik negatif pada rilis insulin. mekanisme pengawasan lain pada gilirannya menentukan kerja kelenjar endokrin yang mengeluarkan hormon yang bersangkutan. Hormon tertentu yang berada dibawah kendali hipofisa memiliki fungsi yang memiliki jadwal tertentu.1993) Hormon 17 . Dua hormon bersama mengatur glukosa darah. Dengan tidak adanya mekanisme kontrol. kadar hormone dalam plasma itu sendiri yang diproduksi oleh sel sasaran sebagai tanggapan terhadap hormone. dengan kompleksitas tambahan yang memungkinkan untuk tingkat yang lebih besar dari kontrol.

C. (Saryono. Contoh: Serabut system saraf simpatis preganglionic (SNS) merangsang medulla adrenal untuk mensekresi katekolamin.5 cm dan panjangnya 4 cm. Hormon 18 . Rangsang Neural Hormon akan dikeluarkan ketika serabut saraf merangsang untuk pelepasan hormon tertentu. Rangsang hormonal Hormon akan disekresi untuk merespon terhadap hormone yang dihasilkan oleh organ endokrin lain. dan rangsang hormonal. Rangsang Humoral Rangsang ini menyebabkan hormon akan disekresi untuk menanggapi respon terhadap perubahan kadar ion dan nutrient dalam darah. Contoh: hormon hipotalamus merangsang kelenjar pituitari anterior. Sebaliknya. PTH menyebabkan konsentrasi Ca2+ meningkat dan kemudian stimulus dihilangkan/menghilang. Terbatasnya konsentrasi Ca2+ dalam darah akan merangsang kelenjar paratiroid untuk mensekresi PTH (parathyroid hormon).5 Hormon Tiroid a. Pada orang dewasa beratnya lebih kurang 18 gram. Contoh : konsentrasi ion kalsium dalam darah a. B. struktur kelenjar tiroid Kelenjar tiroid terletak pada leher bagian depan. disamping kiri dan kanan trakhea. b. Masing-masing lobus kelenjar ini mempunyai ketebalan lebih kurang 2 cm. lebar 2. tepat di bawah kartilago krikoid. hormone pituitari merangsang sel target untuk mensekresi hormon lebih banyak lagi. A. Kelenjar ini terdiri atas dua lobus yaitu lobus kiri kanan yang dipisahkan oleh isthmus. neural. Tiap-tiap lobus mempunyai lobuli yang di masing-masing lobuli terdapat folikel dan parafolikuler.Hormon disintesis dan dilepaskan dalam berespon terhadap rangsang homoral.2009) 2.

protein pengangkut itu adalah TBG (thyroxine binding globulin). Peningkatan protein pengangkut TBG menyebabkan peningkatan hormon T4 dan penurunan protein pengangkut T3U. T4 dan sedikit kalsitonin. Merangsang pembentukan sel darah merah Hormon 19 . Hormon ini diangkut oleh protein pengangkut. b.Kelenjar tiroid menghasilkan tiga jenis hormon yaitu T3. fungsi hormon tiroid      Mengatur laju metabolisme tubuh. TBPA (thyroxine binding prealbumin). T3U (T3 resin uptake) dan TBI (thyroxine binding Index). Memegang peranan penting dalam pertumbuhan fetus khususnya pertumbuhan saraf dan tulang Mempertahankan sekresi GH dan gonadotropin Efek kronotropik dan Inotropik terhadap jantung yaitu menambah kekuatan kontraksi otot dan menambah irama jantung.

Gangguan sistem tubuh yang dipengaruhi oleh hormon Tiroid Gangguan sistem tubuh yang dipengaruhi oleh hormon Tiroid antara lain: 1) Hipertiroidisme/Goutertoksika/Tirotoksikosis/Penyakit Grave   Penyebabnya adalah gangguan antibodi. berat badan berkurang. Tanda-tanda orang yang menghidapi hipertiroidisme:                 Bengkak di leher Degupan jantung bertambah. kurang atau tidak datang Kesuburan turun Mata menjadi besar (bulging) Kejang otot Oesteoporosis Pengeluaran keringat banyak. Gejala: mudah tersinggung. kelemahan otot. intoleransi terhadap panas. insomnia. Haid tidak teratur. timbul akibat autoimunitas yangberkembang terhadap jaringan tiroid. dan tremor. diare. c.  Mempengaruhi kekuatan dan ritme pernapasan sebagai kompensasi tubuh terhadap kebutuhan oksigen akibat metabolisme Menghambat hilangnya Ca2+ dari tulang. kecemasan. Suhu badan naik. berkeringat banyak. Rambut rontok Sulit bernafas Susah tidur Tekanan darah naik Turun berat badan walaupun selera naik Lemah Hormon 20 . sentiasa berdebar-debar Gementar dan gelisah.

kulit bersisik. Selanjutnya terjadi reaksi penggabungan antara MIT dan DIT yang akan membentuk Tri iodotironin atau T3 dan DIT dengan DIT akan membentuk tetra iodotironin atau tiroksin (T4). b) Goiter koloid nontoksik idiopatik: bukan karena kekurangan iodium tetapi sekresi hormonnya tertekan. Sel folikel membentuk molekul glikoprotein yang disebut Tiroglobulin yang kemudian mengalami penguraian menjadi mono iodotironin (MIT) dan Diiodotironin (DIT). kelemahan mental (kurangnya pertumbuhan rambut. kelemahan otot. pertumbuhan rangka lebih kecil dari pertumbuhan jaringan lunak (badan pendek dan gemuk).2) Hipotiroidisme   Penyebabnya hampir sama dengan hipertiroidisme. Yodium yang dikomsumsi akan diubah menjadi ion yodium (yodida) yang masuk secara aktif ke dalam sel kelenjar dan dibutuhkan ATP sebagai sumber energi. Hormon 21 . tiourasil. kecepatan denyut jantung menurun.  Gejala: rasa capek. yaitu autoimunitas terhadap jaringan tiroid tersebut. curah jantung menurun. suara parau). rasa mengantuk. volume darah menurun. retardasi mental. Proses pembentukan hormon Tiroid. Penyebab lainnya adalah pembesaran kelenjar tiroid: a) Goiter koloid endemik: kekurangan iodium. 3) Kretinisme   Penyebabnya karena hipotiroidisme ekstrem pada masa janin bayi dan anakanak.dan metil kaptoimidazol. Bahan dasar pembentukan hormon-hormon ini adalah yodium yang diperoleh dari makanan dan minuman. kretinisme endemik (kekurangan iodium). d. Proses penggabungan ini dirangsang oleh TSH namun dapat dihambat oleh tiourea. konstipasi. Hormon T3 dan T4 dihasilkan oleh folikel sedangkan kalsitonin dihasilkan oleh parafolikuler. lidah besar (menelan dan bernafas terhambat sehingga pernafasan bunyi tercekik/guttural). Gejala: gagalnya pertumbuhan anak. sulfonamid. dan kasus berat mengakibatkan miksedema. Hormon T3 dan T4 berikatan dengan protein plasma dalam bentuk PBI (protein binding Iodine).

1. Kemudian tahun 1900 dilakukan paratiroidektomi tanpa merusak tiroid. Kelenjar paratiroid panjangnya kira-kira 6 milimeter. Deiodinasi Proses pemisahan Tiroksin dari Iodium dan akan dibentuk menjadi Tiroglobulin 2. Iodinasi Dimana yodium yang teroksidasi akan bereaksi dengan residu tirosil dalam tiroglobulin. Perangkaian iodotironil Yaitu perangkaian dua molekul DIT (diiodotirosin) menjadi T4 (tiroksin. sukar tidur. Oksidasi Yodium masuk ke dalam sel folikel dan mengalami oksidasi. terletak bilateral pada ujung atas dan bawah kelenjar tiroid. ternyata tindakan ini Hormon 22 . dan tebalnya dua millimeter dan memiliki gambaran makroskopik lemak coklat kehitaman. Kekurangan hormon ini menyebabkan tetani dengan gejala : kadar kapur dalam darah menurun. Hidrolisis Dibantu oleh TSH (Thyroid-Stimulating Hormone) tetapi dihambat oleh I.6 Hormon Paratiroid Paratiroid menempel pada kelenjar tiroid. kejang di tangan dan kaki. jari-jari tangan membengkok ke arah pangkal. sehingga senyawa inaktif (MIT dan DIT) akan tetap berada dalam sel folikel. Iodida Trapping Transport Iodida ke kelenjar Tiroid 2. yang terletak tepat dibelakang kelenjar tiroid. 4. dua tertanam di kutub superior kelenjar tiroid dan dua di kutub inferior. Kelenjar ini menghasilkan parathormon yang berfungsi mengatur kandungan fosfor dan kalsium dalam darah. lebar 3 milimeter. 5. dan kesemutan. gelisah. 3. Hormon paratiroid (HPT) berasal dari kelenjar paratiroid yang tadi empat kelenjar kecil. Fungsi kelenjar paratiroid diketahui sejak tahun 1891. 6. tetraiodotirosin) atau perangkaian MIT (monoiodotirosin) dan DIT menjadi T3 (triiodotirosin). Secara normal ada empat buah kelenjar paratiroid pada manusia. ketika terlihat adanya gejala yang timbul akibat terangkatnya kelenjar tersebut pada operasi kelenjar tiroid.

Waktu paruh PTH kurang dari 20 menit. Strukturnya sangat mirip dengan PTH sapi dan babi. misalnya perubahan skelet pada penderita osteitis fibrosa sistika dengan tumor paratiroid. Pada tahun 1948 ditemukan adanya hubungan antara beberapa kelainan klinik dengan hiperfungsi paratiroid. Hormon 23 . SINTESIS DAN METABOLISME HORMON PARATIROID (PTH) Hormon paratiroid (PTH) manusia adalah suatu polipeptida linear dengan berat molekul 9500 yang mengandung 84 residu asam amino. terlihat adanya hubungan antara kadar Ca++ plasma yang rendah dengan gejala yang timbul akibat pengangkatan kelenjar paratiroid. Pada tahun 1909. konvulsi dan diakhiri kematian dengan cepat.menyebabkan tetani. PTH disintesis sebagai bagian dari suatu molekul yang lebih besar yang mengandung 115 residu asam amino (prapo-PTH). maka leader sequence yang terdiri dari 25 residu asam amino dikeluarkan dari terminal N untuk membentuk polipeptida pro-PTH yang terdiri dari 90 asam amino. Ternyata ekstrak aktif kelenjar paratiroid dapat mengatasi tetani akibat hipokalsemia pada hewan yang telah mengalami paratiroidektomi dan dapat meninggikan kadar Ca++ pada hewan normal. dan polipeptida yang disekresikan ini cepat diuraikan oleh sel-sel Kupffer di hati menjadi 2 polipeptida. Kadar normal PTH utuh dalam plasma adalah 10-55 pg/mL. Setelah prapo-PTH masuk ke dalam retikulum endoplasma. dan produk sekretorik utama chief cells adalah polipeptida PTH yang terdiri dari 84 asam amino. Enam residu asam amino lainnya juga dikeluarkan dari terminal N pro-PTH di apparatus Golgi. sebuah fragmen terminal C yang tidak aktif secara biologis dengan berat molekul 2500.

Secara tidak langsung mempengaruhi usus untuk mengabsorpsi secara cepat ionion kalsium dengan jalan PTH mempengaruhi ginjal untuk meningkatkan sintesis 1. HISTOLOGI PARATIROID Kelenjar Paratiroid Kelenjar paratiroid menempel pada bagian anterior dan posterior kedua lobus kelenjar tiroid oleh karenanya kelenjar paratiroid berjumlah empat buah. Efek dari PTH terutama dalam mengembalikan kadar kalsium yang turun menjadi normal antara lain : 1. Kelenjar ini terdiri dari 4 bentukan kecil yang berwarna kuning kecoklatan.25-(OH)2D. Secara cepat dan langsung mempengaruhi ginjal untuk mereabsorpsi kalsium pada tubulus distal dan lengkung Henle asending tebal sehingga dengan cepat meningkatkan kadar kalsium serum.kalsium yang berikatan dengan CaR (Calcium Receptor) akan turun -meningkatkan sintesis dan sekresi dari PTH. Sebaliknya jika kadar kalsium turun -. merupakan calcitriol (bentuk aktif dari Vitamin D).FISIOLOGI PARATIROID Hormon paratiroid (PTH) merupakan regulator mayor homeostatis serum kalsium dan fosfat. Sepasang dari kelenjar ini menempati kutub atas dari kelenjar thyroid dan terbungkus oleh fascia yang sama dengan fascia kelenjar tiroid. terjadi peningkatan aktivitas dari osteoklas dalam memecah tulang dan melepaskan kalsium tulang ke dalam darah sehingga akan meningkatkan kadar kalsium menjadi normal. yang akan menstimulasi usus halus untuk mengabsorpsi kalsium dan fosfat dengan cepat. Pada kelenjar paratiroid terdapat sensor Ca2+ yang meregulasi sintesis PTH dan sekresinya dalam responnya terhadap perubahan kadar kalsium yang terionisasi dalam konsentrasi plasma. kalsium yang banyak terikat dengan reseptor membrane pada sel di kelenjar paratiroid akan menghambat sintesis PTH dan sekresi dari PTH. Saat kadar kalsium meningkat. 2. 3. tetapi letaknya bisa di dalam atau di luar fascia Hormon 24 . PTH merupakan hormon peptide yang tersusun atas 84 asam amino yang disekresikan oleh kelenjar paratiroid. PTH baru disekresi jika terdapat penurunan serum kalsium. Sedang sepasang kelenjar lainnya biasanya menempati kutub bawah kelenjar thyroid. Selain itu dikarenakan penurunan kadar calcitonin yang berperan menghambat kerja osteoklas. PTH secara langsung menginhibisi osteoblas untuk membentuk tulang. berbentuk ovoid dan melekat pada bagian posterior dari kelenjar tiroid.

Selain meningkatkan Ca2+ plasma dan menurunkan fosfat plasma. PTH juga meningkatkan pembentukan 1.E tampak berwarna merah muda. tetapi pada keadaan dewasa akan timbul jaringan lemak di dalam jaringan ikat dan tersebar di antara sel-sel tersebut. hormone) EFEK HORMON PARATIROID PTH bekerja langsung pada tulang untuk meningkatkan resorpsi tulang dan memobilisasi Ca2+. dan sitoplasma bersifat sedikit asidofilik. walaupun ekskresi Ca2+ biasanya meningkat pada hiperparatiroidisme karena terjadi peningkatan jumlah yang difiltrasi yang melebihi efek reabsorpsi. dan kapsul ini memebentuk septa yang masuk ke dalam kelenjar. tetapi sebagian lain mempunyai sitoplasma lebih gelap karena glikogennya hanya sedikit. Tetapi kadang-kadang ada beberapa sel yang sitoplasmanya lebih pucat karena mengandung banyak glikogen. Masing-masing kelenjar ini terbungkus oleh kapsul jaringan ikat kendor yang kaya dengan pembuluh darah. Terdiri dari sel yang ukurannya lebih besar dari chief sel. Fungsi sel ini belum diketahui.25 dihidroksikolekalsiferol. PTH juga meningkatkan reabsorpsi Ca2+ di tubulus distal. Hormon ini meningkatkan absorpsi Ca2+ dari usus. sehingga dengan pewarnaan H. PTH meningkatkan ekskresi fosfat dalam urin. Chieff cell (principal cell) : Sel ini sudah ada sejak lahir dan akan terus bertahan. dan merupakan sel yang terbanyak dalam kelenjar ini. kelenjar ini penuh dengan sel. Ukuran sel ini kecil dengan inti di tengah. Hormon 25 . Pada anak-anak. metabolit vitamin D yang secara fisiologis aktif.kelenjar tiroid. Oxyphiel cell : Sel ini timbulnya mulai umur sekitar 7 tahun atau pada saat pubertas. tersebar diantara chief cell tersebut dan sitoplasmanya merah muda pucat. Sel ini mengandung granula yang diduga menghasilkan paratiroid hormon (parath 2. Efek fosfaturik ini disebabkan oleh penurunan reabsorpsi fosfat di tubulus proksimal. Kelenjar ini tersusun dari 2 macam sel : 1.

25 dihidroksikolekalsiferol. misalnya fosfat anorganik dan sitrat. o Ion Ca bebas diperlukan dalam proses pembekuan darah. hormon kelamin. binatang) sindrom Cushing. Kontrol dari hormon Paratiroid Sekresi dari hormon paratiroid tergantung dari suatu negative feed-back mekanisme yang diatur oleh kadar ion kalsium dalam plasma. HPT. Hormon ini diproduksi oleh kelenjar tiroid. tiroksin. Juga ada hormon lain yang ikut mengatur kadar kalsium dalam serum yaitu calcitonin atau thyrocalcitonin. ambilan Ca dalam diet yang kurang. adrenokortikotropin (ACTH). Hormon 26 . kontraksi otot skelet dan fungsi saraf.200 g. o Sebagian Ca yang terionisasi berada dalam bentuk ikatan dengan anion. o Jumlah Ca++ pada orang dewasa normal berkisar 1.000-1. misalnya : a) Vitamin D. Umpamanya pernah didapat hiperplasia kelenjar paratiroid pada akromegali. b) Berbagai hormon : hormon pertumbuhan. sedangkan pemberian hormon pertumbuhan (GH). Beberapa observasi menunjukan bahwa ada hubungan antara paratiroid dengan kelenjar-kelenjar endokrin lain. o Dari 1 g Ca yang terdapat dalam cairan ekstrasel kira-kira 54% dalam bentuk terionisasi dan sisanya terikat dengan albumin. Hipofisektomi (pada menyebabkan involutiodari kelenjar-kelenjar paratiroid. o Absorpsi dari saluran cerna sangat sedikit.tetapi efek ini tampaknya disebabkan hanya akibat stimulasi pembentukan 1. terutama fosfat dan sitrat. o Penurunan kadar ion Ca darah dapat menyebabkan tetani. Tetapi mungkin pula bahwa perubahan kelenjar-kelenjar paratiroid adalah sekunder akibat perubahan kadar fosfat dalam serum yang disebabkan oleh hormon-hormon tersebut. glukokortikoid dan hormon pankreas. c) Diet. dan penyakit Addison. dan kira-kira 99% terdapat dalam tulang sebagai hidroksiapatit. dan kalsitonin. EFEK TERHADAP KALSIUM o Keseimbangan Ca++ dalam tubuh dipengaruhi oleh berbagai faktor. ekstrak lobus anterior hipofisis dan steroid-steroid adrenal mengakibatkan hiperplasia dari kelenjar-kelenjar paratiroid.

o Efek ini berlawanan dengan efek hormon terssbut terhadap ion Ca plasma. o Gangguan tubuli ginjal yang menyebabkan bertambahnya retensi fosfat. Kalsium Tulang HPT dapat menambah kecepatan resorpsi ion Ca dan fosfat dari bagian tulang yang stabil. hal ini menyebabkan kadar ion Ca di cairan ekstrasel bertambah.o Ekskresi Ca bertambah melalui urin. juga dapat mempermudah penurunan Ca plasma. misalnya pada penderita nefritis atau defisiensi paratiroid. Bila kadar ion Ca plasma menurun sampai < 7 mg %. HPT dapat menambah ekskresi fosfat anorganik dari ginjal. dan sebagian besar merupakan cadangan yang stabil. HPT juga dapat menurunkan kadar ion Ca dalam lensa mata. sedangkan paratiroidektomi menambah kadar ion Ca dalam air susu ibu dan saliva. sedangkan HPT meningkatkannya. yaitu dengan mengurangi kecepatan transport ion Ca dari cairan ekstrasel ke air susu dan saliva. dan memperpanjang masa paruh sel-sel tersebut. Pengaruh HPT pada mobilisasi ion Ca dari tulang ke plasma hanya terjadi bila kadar ion Ca plasma lebih dari 7 mg % . o Karena efek inilah HPT dapat mengadakan konservasi ion Ca dalam cairan ekstrasel. karena reabsorpsi di tubuli proksimal. Paratiroidektomi. menurunkan reabsorpsi Ca di tubuli distal. o Jadi bukan saja karena efeknya pada tulang. EFEK LAIN o HPT dapat menurunkan kadar ion Ca. ginjal dan usus. ekskresinya akan berkurang karena jumlah yang difiltrasi glomerulus menurun dan hampir seluruh kation ini direabsorpsi di tubuli meskipun kapasitas reabsorpsinya menurun. o Dalam tulang Ca terdapat dalam dua bentuk sebagian dalam bentuk cadangan yang labil yang mudah diganti. Eksresi Kalsium HPT dapat menambah reabsorpsi ion Ca dan ekskresi fosfat di tubuli ginjal. Hormon paratiroid dapat mempercepat resorpsi tulang dengan menambah kecepatan diferensiasi sel-sel mesenkim menjadi osteoklas. Hormon 27 . Keseimbangan terjadi antara Ca darah dan kalsium tulang yang labil.

Keadaan ini antara lain disebabkan oleh :   Defisiensi Ca dan vit D. deformitas. Di tubulus ginjal. GANGGUAN FUNGSI PARATIROID A. parestesia. Terhadap tulang. Ca yang dimobilisasi dari tulang. misalnya berupa : tetani.saraf. dinding lambung. Gejala klinik hipoparatiroidisme dengan akibat gangguan metabolisme Ca (hipokalsemia). HIPERPARATIROIDISME Pada hewan. HIPOPARATIROIDISME Pengangkatan atau hipofungsi kelenjar paratiroid dapat menyebabkan suatu sindrom akibat langsung hipokalsemia. otot jantung dan tunika media arteriol. Hewan tersebut terlihat tidak mau makan. B. Parathormon mengatur metabolisme kalsium dan posfat tubuh. akan mengumpul di jaringan lemak. muntah. karena sebagian besar kalsium disimpan di tulang maka efek PTH lebih besar terhadap tulang. pemberian HPT dosis tunggal yang tinggi dapat menyebabkan perubahan kimia darah yang spesifik untuk hiperparatiroidisme. jaringan ikat interstisial. ginjal. Selain itu hormon ini pun akan meningkatkan reabsorpsi Ca dan Mg di tubulus ginjal. Bila HPT diberikan untuk waktu lama. Organ targetnya adalah tulang. akibat pembedahan kelenjar tiroid atau tindakan operasi lain pada daerah leher.FUNGSI KELENJAR PARATIROID Kelenjar paratiroid mensekresikan hormon paratiroid atau parathormon disingkat PTH. Kadar ion Ca sangat meningkat. spasme laring. Dengan vitamin D yang aktif akan terjadi peningkatan absorpsi kalsium dan posfat dari intestin. spasme otot dan konvulsi. Hipoparatiroidisme yang dapat terjadi spontan. peningkatan ambang rangsang sambungan otot. PTH mempertahankan resorpsi tulang sehingga kalsium serum meningkat. dan fraktur spontan tulang. misalnya akibat gangguan absorpsi atau jumlahnya yang memang tidak cukup dalam diet. ginjal dan usus kecil (duodenum). terjadi dekalsifikasi tulang dan terbentuk kista dalam tulang. PTH mengaktifkan vitamin D. HCO3 dan Na. Faktor yang mengontrol sekresi PTH adalah kadar kalsium serum di samping tentunya PTSH. bronkus. diare dan Hormon 28 . meningkatkan pengeluaran Posfat. diikuti penurunan fosfat plasma.

2. di sisi anteriosuperior (depan-atas) ginjal. Hormon 29 .mengalami atoni otot. kelenjar adrenal terletak sejajar dengan tulang punggung thorax ke-12 dan mendapatkan suplai darah dari arteri adrenalis. termasuk kortisol dan hormon adrenalin. "ginjal"). "dekat" atau "di" + renes. Kelenjar adrenal. Kelenjar ini bertanggung jawab pada pengaturan respon stress pada sintesis kortikosteroid dan katekolamin. Pada manusia. kelenjar adrenal terletak di dalam tubuh.7 Kelenjar Adrenal Gambar kelenjar adrenal tampak dari depan Pada mamalia. Akhirnya terjadi kematian karena insufisiensi ginjal akibat nefrokalsinosis difus dan nefrolitiasis. Secara anatomi. kelenjar adrenal (atau kelenjar suprarenalis) adalah kelenjar endokrin berbentuk segitiga yang terletak di atas ginjal (ad.

dan ACTH. penyakit addison. aldosteron dan androgen adrenal. Sedangkan bagian korteks menghasilkan kortisol. kalium . tempat sekresi androgen adrenal (terutama dehydroepiandrostenedion [DHEA]. Juga dipengaruhi oleh beberapa sitokin (IL-1. Zona fasciculata pada lapisan tengah. merupakan tempat dihasilkannya mineralokorticoid (aldosterone). atrial natriuretic peptide (ANP) dan neuropeptides 2. Korteks adrenal Korteks adrenal menghasilkan beberapa hormon steroid. terutama diatur oleh ACTH. terbagi atas dua bagian yaitu medula dan korteks. Lapisan luar zona glomerulosa. Lapisan terdalam zona reticularis. ysng terutama diatur oleh angiotensin II. Juga dipengaruhi oleh dopamine. Sel penghasil kortisol dapat pula menghasilkan homron androgen seperti testosteron. Bagian medula merupakan sumber penghasil katekolamin hormon adrenalin epinefrin dan norepinefrin. dengan tugas utama sintesis glukokortikoid. Anatomi dan fisiologi Korteks adrenal terdiri dari daerah yang secara anatomi dapat dibedakan : 1. Tidak terdapat perbedaan yang jelas secara anatomi antara korteks dan medula yang menghasilkan katekholamin oleh sel chromafin. hiperaldosteronisme dan sindroma pada hiperplasia adrenal kongenital. yang paling penting adalah kortisol. Bukti terakhir hal ini memungkinkan adanya interaksi parakrin diantara keduanya Hormon 30 . IL-6. DHEA sulfa t dan androstenedion) juga glukokortikoid (kortisol and corticosteron). Kelainan pada kelenjar adrenal menyebabkan endokrinopati yang klasik seperti sindroma Cushing.Secara histologis. TNF) dan neuropeptida 3.

Selain dari hampir melompat keluar dari kulit tubuh Anda masuk ke overdrive. sangat sederhana. Sebenarnya kelenjar adrenal melakukan lebih banyak. zF = zona fasciculata.Gambar 1. dalam hal ini adrenalin untuk memberikan dorongan super kecepatan. Caps = kapsel adrenal Fungsi Fungsi adrenal Kelenjar dalam tubuh manusia adalah banyak dan bermacam-macam. Secara fisik mereka duduk tepat di atas ginjal di dua daerah yang berbeda. Kita adalah makhluk primitif tidak peduli berapa banyak Hormon 31 . Yang pertama. menghasilkan hormon yang juga mengendalikan tingkat tekanan darah. Mereka secara intrinsik terkait ke bagaimana kita merasa dan bereaksi sesuai untuk setiap stimulus eksternal. kortisol diproduksi di sanaJuga kelenjar adrenal sebenarnya merupakan perpanjangan dari sistem saraf kita. kesadaran dan reaksi. kelenjar suprarenal kiri adalah lebih seperti bentuk bulan setengah sedikit. kelenjar suprarenal tepat adalah berbentuk sedikit seperti piramida. Dalam beberapa cara kita bisa melihat pada kelenjar adrenal sebagai pabrik mini dalam. zM = adrenal medulla. sementara yang lain. Gambar potongan melintang kelenjar adrenal . Jadi bagaimana tepatnya fungsi kelenjar adrenal berhubungan dengan cortisone? Nah untuk satu hal bentuk alami dari kortison. Mengapa. menghasilkan kehidupan mempertahankan bahan kimia 24 jam sehari. zG = zona glomerulosa. The Kortison koneksi. ambil bagi seseorang misalnya balon meledak di belakang topi punggung Anda terjadi. Fungsi utama dari kelenjar adrenalin untuk menghasilkan hormon yang kita gunakan untuk mengendalikan tingkat stres. Setiap kali Anda mendapatkan kejutan. zR = zona reticularis. menghasilkan bahan kimia.

Setelah kami berada di bawah ancaman kita bereaksi secara naluriah.kortisol. Yang pertama adalah sifat hidup pendek dari burst hormonal.androgen (hormon seksual pria). kita dapat memiliki kecepatan pelepasan terkontrol yang memuji perilaku normal tubuh manusia dengan tetap menjaga tingkat kontrol yang tinggi pada area tertentu dari tubuh manusia yang membutuhkan perawatan. Dalam hal ini ilmu datang untuk menyelamatkan dengan kortison sintetis. untuk satu hal kita akan merusak saraf tidak dapat bersantai. tubuh tidak bisa mengatasi. lemak dan karbohidrat .kita percaya kita maju. biasanya kita tidak perlu untuk memilikinya mengalir melalui sistem kami untuk jangka waktu. Dengan Kortison. yang bertanggung jawab pada reaksi fight-or-flight terhadap keadaan bahaya dan stres emosional Bagian luar (korteks) menghasilkan: . yang masing-masing terletak diatas ginjal dan menghasilkan sejumlah hormon yaitu: Bagian dalam (medula) menghasilkan epinefrin dan norepinefrin. Dengan adrenalin. Tentu saja kita tidak bisa bergantung pada kortison sebagai obat-mengobati semua tetapi dapat bertindak untuk jangka waktu lebih lama dan lebih berkelanjutan daripada kelenjar adrenal dan tidak tergantung pada sistem saraf agar dapat dimanfaatkan. KELAINAN Terdapat 2 kelenjar adrenal. penting untuk mengolah protein. bertindak hanya selama periode bila diperlukan. Buru-buru hormon adrenalin kami menerima membantu agar kita tetap hidup dan biasanya pendek hidup. Masalah lain adalah bahwa hal itu hanya tidak dirancang untuk digunakan untuk jangka waktu yang panjang.aldosteron yang mengatur keseimbangan garam dalam tubuh . Untuk kelenjar adrenal berfungsi sedemikian cara cepat dan ditargetkan kita perlu membayar harga. Hanya tidak mampu. Selalu ada hasil dan tentu saja tidak ada makan siang gratis. Dengan kondisi parah atau jangka panjang peradangan kita tidak dapat bergantung pada kelenjar adrenal berfungsi 24 jam sehari. Hormon 32 . yang dalam hal ini terjadi pada saat-saat trauma mengurangi inflamasi dan juga meningkatkan kemampuan sistem kekebalan untuk melawan infeksi. hormon kortikal adrenal tidak bertindak perlu di 'terbang atau melawan' cara seperti adrenalin tapi bereaksi saat-saat stres.

Pemaparan androgen kadar tinggi pada janin perempuan: # Pada awal kehamilan menyebabkan alat kelamin berkembang secara abnormal. ketika lahir tampak normal tetapi nantinya dia tidak akan mengalami masa puber atau menstruasi. akan terjadi pembesaran klitoris Hormon 33 . tetapi tetap tidak mampu menghasilkan hormon kortisol dan aldosteron.PENYEBAB Pada kelainan kelenjar adrenal tertentu. seperti androgen. GEJALA Kekurangan hormon adrenal menyebabkan sejumlah gejala. bisa menyebabkan gagal adrenal yang dapat berakibat fatal dalam waktu beberapa hari atau beberapa minggu setelah bayi lahir. sehingga terjadi maskulinisasi. Tetapi kelenjar adrenal menghasilkan sejumlah besar hormon lainnya. Kekurangan aldosteron menyebabkan terlalu banyak natrium yang dibuang melalui air kemih sehingga tekanan darah menjadi rendah dan kadar kalium dalam darah menjadi tinggi. alat kelamin luar mengalami maskulinisasi (pseudohermafroditisme wanita) # Pada saat usia kehamilan kurang dari 12 minggu menyebabkan labia (bibir kemaluan) kiri dan kanan menyatu dan hanya terbentuk 1 lubang untuk uretra dan vagina # Setelah usia kehamilan melewati 12 minggu. disertai dengan tekanan darah rendah. Karena perangsangan terus menerus dari hipotalamus dan kelenjar hipofisa. Anak perempuan yang mengalami kekurangan hormon adrenal. Kekurangan androgen ketika masih berada dalam kandungan bisa menyebabkan gangguan pertumbuhan kelamin pada janin laki-laki yang disebut pseudohermafroditisme (lubang uretra abnormal. tergantung kepada jenis hormon yang berkurang. penis dan buah zakar kecil). denyut jantung yang cepat dan kelainan fungsi berbagai organ. Kekurangan kortisol yang sangat berat (terutama jika pembentukan aldosteron juga terhambat). Hipotalamus mendeteksi kadar hormon yang rendah ini dan merangsang kelenjar hipofisa untuk merangsang kelenjar adrenal agar menghasilkan kortisol dan aldosteron dalam jumlah yang memadai. tidak dihasilkan hormon kortisol dan aldosteron karena tubuh tidak memiliki enzim yang diperlukan untuk pembentukan kedua hormon tersebut. maka kelenjar adrenal membesar sampai 10-20 kali beratnya yang normal. Kelebihan hormon adrenal juga menyebabkan berbagai gejala.

Untuk mengobati kekurangan aldosteron diberikan aldosteron dan untuk mengatasi kekurangan androgen diberikan testosteron. PENGOBATAN Untuk menggantikan hormon yang tidak dapat diproduksi oleh kelenjar adrenal. natrium dan minerallainnya. Setelah kekurangan hormon teratasi. Tetapi karena pematangan tulang terjadi lebih cepat daripada normal dan pertumbuhan terlalu cepat terhenti.sehingga menyerupai penis. hipotalamus dan kelenjar hipofisa akan berhenti merangsang kelenjar adrenal sehingga pembentukan hormon lainnya yang berlebihan akan berhenti. Hormon 34 . DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan pengukuran kadar hormon adrenal pada contoh air kemih atau darah. maka pada akhirnya tinggi badan lebih pendek dari normal. Kekurangan kortisol yang sifatnya berat merupakan suatu keadaan darurat dan diatasi dengan pemberian cairan. Kadar androgen yang tinggi biasanya tidak berpengaruh terhadap janin laki-laki. maka pertumbuhan akan berjalan normal. Jika jumlah hydrocortisone memadai. Efek pada Pria Pada pria dengan fungsi gonad normal. rahim dan alat reproduksi dalam lainnya terbentuk secara normal. Pengukuran tekanan darah dilakukan sesering mungkin karena jika kadar hormon tersebut terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat menimbulkan gangguan pada keseimbangan garam dan cairan di dalam tubuh sehingga mempengaruhi tekanan darah. diberikan hormon sintetis (tiruan). Pada anak laki-laki yang masih kecil. kadar androgen yang tinggi akan mempercepat laju pertumbuhan. konversi androstenedion adrenal menjadi testosteron hanya berjumlah kurang dari 5% kecepatan produksi hormon ini. Pertumbuhan diperiksa sebanyak 2 kali/tahun dan umur tulang ditentukan setiap tahun melalui pemeriksaan rontgen tangan. Indung telur. Untuk mengatasi kekurangan kortisol diberikan kortikosteroid (misalnya hydrocortisone atau prednisone).

Pada pria dewasa. dan virilisasi. Efek pada Wanita Pada wanita. Hormon 35 . yang bermanifestasi sebagai akne. hirsutisme. karsinoma adrenal dan hiperplasia kongenital menyebabkan sekresi androgenandrogen dalam jumlah berlebihan. dan konversi perifernya menyebabkan terbentuknya androgen berlebihan.dan jadi efek fisiologis yang ditimbulkan dapat diabaikan. akan menyebabkan pembesaran penis prematur dan perkembangan dini ciri-ciri seks sekunder. pada anak pria. sekresi androgen adrenal yang berlebihan tidak menimbulkan pengaruh klinis: namun. fungsi adrenal abnormal seperti yang terjadi pada sindroma Cushing.

Hormon paratiroid (HPT) berasal dari kelenjar paratiroid yang tadi empat kelenjar kecil. yaitu epinefrin dan tiroksin. vasopresin.  Pada prinsipnya pengaturan produksi hormon dilakukan oleh hipotalamus (bagian dari otak). 3) Peptida-protein. yang juga mengontrol kelenjar-kelenjar lain. Kelenjar ini menghasilkan parathormon yang berfungsi mengatur kandungan fosfor dan kalsium dalam darah. Hormon 36 . 2) Derivat asam amino.  Kelenjar tiroid menghasilkan tiga jenis hormon yaitu T3. glukagon. Hormon ini diangkut oleh protein pengangkut. Hal-hal penting pada konsep tersebut adalah: 1) Sel mengandung reseptor bagi hormon dalam membran plasma.1 Kesimpulan  Kata hormon berasal dari bahasa Yunani yang berarti “menimbulkan atau membangkitkan”. hormon yang dikeluarkan oleh mukosa usus dan lain-lainnya. 4) AMP siklik bekerja dalam sel untuk mengubah kecepatan satu atau beberapa proses. TBPA (thyroxine binding prealbumin).  Hasil penelitian Sutherland lebih lanjut dapat menjelaskan konsep tentang mekanisme kerja hormon. yaitu: 1) Steroid. 3) Peningkatan aktivitas siklase adenil menyebabkan meningkatnya jumlah AMP siklik dalam sel.BAB III PENUTUP 3. 2) Penggabungan hormon dengan reseptornya dalam membran plasma dapat merangsang siklase adenil yang juga terdapat dalam membran plasma. parathormon. Hormon adalah suatu zat kimia yang bertugas sebagai pembawa tugas (chemical messenger). yaitu testoteron dan progesteron.  Paratiroid menempel pada kelenjar tiroid. protein pengangkut itu adalah TBG (thyroxine binding globulin). yaitu insulin. Hipotalamus mengontrol sekresi banyak kelenjar yang lain. terletak bilateral pada ujung atas dan bawah kelenjar tiroid. terutama melalui kelenjar pituitari. disekresikanoleh sejenis jaringan  Hormon terrdiri atas berbagai macam senyawa yang dapat digolongkan dalam tiga kelompok. T4 dan sedikit kalsitonin. T3U (T3 resin uptake) dan TBI (thyroxine binding Index). oksitosin.

2 Saran Semoga penulisan makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Hormon 37 . kelenjar adrenal terletak sejajar dengan tulang punggung thorax ke-12 dan mendapatkan suplai darah dari arteri adrenalis. 3. Jika ada kekurangan dan kesalahan dalam penulisan makalah ini. di sisi anteriosuperior (depan-atas) ginjal. Pada manusia. mohon sangat diharapkan kritik dan saran dari pembaca yang sifatnya membangun untuk penyusunan makalah selanjutnya yang lebih baik lagi. kelenjar adrenal terletak di dalam tubuh.

com/ 2009/02/histologi-kelenjar-tiroid1 Anonim.files. 2009. Dikases pada tanggal 22 April 2011 : http://www. 2009. Diakses pada tanggal 20 April 2011 : http://cybergoldenword-knowledge.com/penyakit/761/Hormon_&_Sistem_Endokrin. Mekanisme Kerja Hormon. Kelenjar Tiroid. 2010.html. Dkk. 2009.answers. Jakarta : UI-Press Hormon 38 . Canada : Thomson brook cole.com/300w/2010/078/2989-84-6. Montgomery. Diakses pada tanggal 22 April 20111 : http://medicastore.com/2010/11/hormon-sistem-endokrin.html Indah.google. Dasar-dasar Biokimia. Dasar-dasar Biokimia Jilid 2. Struktur Hormon. Sistem Hormon. Diakses pada tanggal 20 April 20011 : http://www. 2010.DAFTAR PUSTAKA Anonim.yahoo.co. Poedjiadi. Mekanisme Kinerja Hormon. Hormon. 2003. Hormon.jpg Anonim. Medan : Universitas Sumatera Utara. mutiara. 2010. Rex .com/question/index?qid=20100928043828AAsRmEQ Anonim. Karyanto.wordpress. Dicha. Biochemistry forth edition. Yogyakarta : GMUP. Jakarta : Erlangga. Campbell. anna. Hormon dan system Endokrin. Diakses pada tanggal 23 April 2011 : http://id. Lehninger. . Dasar-Dasar Biokimia Jilid 3. 2009. agus.blogspot. 1982.com/page/3/ Erwina.1993. 2005. Lampung : UNILA Lehninger. Jakarta : Erlangga. Diakses pada tanggal 23 April 2001 : http://erwinadr.wordpress. 1982.com/2009/03/struktur-kimia Anonim.lookchem. Hormon dan Sistem endokrin.blogspot.id/imgres?imgurl=http://bigworld027. Biokimia.2009. 2004. Diakses pada tanggal 22 April 2011 : http://dicha85.

Yogyakarta : Nuha medika.Peter. Diakses pada tanggal 23 April 2011 : http://peter-lf. Biokomia Hormon. Sistem Hormon pada manusia. Hormon 39 . 2009.blogspot. 20010.com/ Saryono.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful