P. 1
Dinamika Persaingan

Dinamika Persaingan

|Views: 59|Likes:
Published by pasebanjati

More info:

Published by: pasebanjati on Jun 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/30/2013

pdf

text

original

Dinamika Persaingan Situasi yang kompetitif dan dinamika persaingan yang semakin ketat, hendaknya perusahaan terlebih dulu

menetapkan strategi apa yang akan dipakai. Strategi ini sangat diperlukan apabila perusahaan menginginkan adanya sustainability, tidak hanya hidup untuk tahun ini, tahun depan, atau sepuluh tahun lagi, tapi jauh melebihi itu dan menjadi living company. Michael Porter (1985), dalam salah satu dari empat strategi bersaingannya menyatakan bahwa keunggulan bersaingan dapat diraih dengan keunggulan biaya (cost leadership). Cost leadership berarti bahwa perusahaan menawarkan produk kepada konsumen pada level harga bersaing terendah. Kondisi ini diperoleh dari biaya produk yang rendah. Implementasi strategi ini sudah banyak dilakukan oleh, diantaranya oleh perusahaan penerbangan seperti Lion Air dan Air Asia yang terinspirasi dari pernerbangan Southwest Airlines. Yang terjadi pada perusahaan-perusahaan ini adalah harga murah adalah suatu bentuk konsekuensi dari operation cost yang rendah. Karena biaya operasionalnya rendah maka mereka memberikan harga yang beberapa tingkat lebih rendah dibanding dengan perusahaan lain. Jadi bukan merupakan strategi harga reaktif yang diakibatkan dari kompetitor yang menurunkan harga. Hitt, Ireland dan Hoskissson (1995), mengemukakan bahwa keunggulan daya saing perusahaan dapat dicapai melalui kompetensi intinya (core competence). Kompetensi ini adalah sumberdaya (resources) dan kemampuan (capability) yang merupakan sumber keunggulan dayasaing perusahaan. Terdapat dua kata kunci yang bisa dijadikan pegangan dalam membangun keunggulan daya saing, yaitu sumber daya dan kemampuan. Keberlimpahan sumberdaya bisa menjadi kekuatan daya saing, namun sifatnya tidak lestari, contohnya sumber daya alam. Sumberdaya hanya dapat menjadi sumber daya saing

dan tidak tergantikan (non-substituable). Dengan demikian. namun karena memiliki kemampuan yang hebat maka yang terjadi adalah sesuatu yang luar biasa. Singapura sebagai contoh negara yang memiliki capability tinggi dengan resource yang terbatas. (rp) . yakni bernilai (valuable). Sedangkan capability adalah kemampuan untuk mengelola sumberdaya. jarang (rare).jika sumber daya itu memiliki 4 prasyarat. Capability ini nilainya lebih strategis dibanding resource. Karena walaupun sumberdayanya terbatas. jelas sudah bahwa fokus perusahaan apabila menginginkan keunggulan dayasaing adalah mengembangkan capablitinya. Tinggal capability apa yang perusahaan inginkan. tidak dapat ditiru (in-imitability).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->