P. 1
Sejarah Peradaban Mesir Kuno

Sejarah Peradaban Mesir Kuno

|Views: 1,560|Likes:
Published by Arka Sura Putra

More info:

Published by: Arka Sura Putra on Jun 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/11/2015

pdf

text

original

05 Oktober 2011

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Peradaban Mesir kuno merupakan salah satu peradaban yang tertua di dunia. Di situ kita dapat mengenal berbagai tekhnologi yang sangat maju di zamannya. Misalnya saja Piramida di Gizeh, tak dapat dibayangkan bahwa bangsa Mesir dapat membangun bangunan sebesar itu tanpa menggunakan peralatan modern seperti sekarang, bahkan para peneliti masih meneliti mengenai tekhnologi yang digunakan pada saat itu, karena apabila hanya menggunakan tenaga manusia saja dianggap tidak masuk akal. Penulisan tentang sejarah peradaban Mesir kuno ini tentu saja tidak dapat lepas dari permasalahan yang dihadapinya, misalnya letak peradaban Mesir kuno, berbagai peninggalan peradaban Mesir kuno, sistem pemerintahan Mesir pada saat itu, sistem religi yang dianut oleh masyarakat Mesir, dan juga kehidupan masyarakat pada saat itu. B. Tujuan 1. Mempelajari berbagai kemajuan yang dialami oleh bangsa Mesir pada 4000 SM. 2. Mempelajari kebudayaan dan tekhnologi peradaban Mesir kuno. 3. Mempelajari Sejarah Mesir sebagai salah satu peraban tertua di dunia. 4. Mempelajari kondisi pemerintahan dari masing-masing raja yang pernah memerintah Kerajaan Mesir pada saat itu.

1 48697

05 Oktober 2011

BAB II PEMBAHASAN
Mesir merupakan satu-satunya pusat kebudayaan tertua di benua Afrika yang berasal dari tahun 4000 SM. Hal ini diketahui melalui penemuan sebuah batu tulis di daerah Rosetta oleh pasukan Perancis yang dipimpin Napoleo Bonaparte. Batu tulis itu berhasil dibaca oleh seorang Perancis yang bernama Jean Francois Champollion (1800) sehingga sejak tahun itu terbukalah tabir sejarah Mesir Kuno yang berasal dari tahun 4000 SM.1

Gambar 1. Lokasi peradaban Mesir Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mesirkuno.gif

Peradaban ini terpusat di sepanjang hilir sungai Nil. Dimulai dengan unifikasi Mesir Hulu dan Hilir sekitar 3150 SM, peradaban ini selanjutnya berkembang selama kurang lebih tiga milenium. Sejarahnya mengalir melalui periode kerajaan-kerajaan yang stabil, masing-masing diantarai oleh periode ketidakstabilan yang dikenal sebagai Periode Menengah. Mesir Kuno mencapai puncak kejayaannya pada masa Kerajaan Baru. Selanjutnya, peradaban ini mulai mengalami kemunduran. Mesir ditaklukan oleh kekuatan-kekuatan asing pada periode akhir. Kekuasaan firaun secara resmi dianggap berakhir pada sekitar 31 SM, ketika Kekaisaran Romawi menaklukkan dan menjadikan wilayah Mesir Ptolemeus sebagai bagian provinsi Romawi. Meskipun ini bukanlah pendudukan asing pertama terhadap Mesir, periode kekuasaan Romawi menimbulkan

1

I Wayan Badrika, Sejarah untuk SMA kelas X (Jakarta: Erlangga, 2006), hlm. 138.

2 48697

05 Oktober 2011

suatu perubahan politik dan agama secara bertahap di lembah sungai Nil, yang secara efektif menandai berakhirnya perkembangan peradaban independen Mesir. Peradaban Mesir Kuno didasari atas kontrol keseimbangan yang baik antara sumber daya alam dan manusia, ditandai terutama oleh:
• • • • •

irigasi teratur terhadap Lembah Nil; eksploitasi mineral dari lembah dan wilayah gurun di sekitarnya; perkembangan awal sistem tulisan dan sastra independen; organisasi proyek kolektif; perdagangan dengan wilayah Afrika timur dan tengah serta Mediterania timur; serta aktivitas militer yang menunjukkan karakteristik kuat hegemoni kerajaan dan dominasi wilayah terhadap kebudayaan tetangga pada beberapa periode berbeda.2

A.

Letak Geografis Daerah Mesir terletak di bagian utara benua Afrika. Di sebelah utara berbatasan

dengan Laut Tengah, di sebelah timur berbatasan dengan Laut Merah, di sebelah selatan berbatasan dengan Sudan dan di sebelah barat berbatasan dengan Libia. B. Kehidupan Masyarakat Mesir Kuno Sungai Nil adalah sungai terpanjang di dunia yaitu mencapai 6400 kilometer. Sungai Nil bersumber dari mata air di dataran tinggi (pegunungan) Kilimanjaro di Afrika Timur. Sungai Nil mengalir dari arah selatan ke utara bermuara ke Laut Tengah. Ada empat negara yang dilewati sungai Nil yaitu Uganda, Sudan, Ethiopia dan Mesir. Di sekeliling lembah sungai adalah gurun. Batas timur adalah gurun Arabia di tepi Laut Merah. Batas selatan terdapat gurun Nubia di Sudan, batas barat adalah gurun Libia. Kemudian batas utara Mesir adalah Laut Tengah3 Berkat adanya sungai Nil, daerah Mesir menjadi daerah yang subur. Sungai Nil bersumber dari suatu mata air yang terletak jauh di dataran tinggi Afrika Timur. Sungai
2

Wikipedia, “Mesir Kuno”, diakses dari http://id.wikipedia.org/wiki/ Mesir_Kuno, pada 21 Wikipedia. “Peradaban Lembah Sungai Nil”. diakses dari http://id.wikipedia.org/

Januari 2011
3

Peradaban_lembah_sungai_Nil, pada 26 Februari 2011

3 48697

05 Oktober 2011

Nil mengalir ke utara dan setiap tahun mendatangkan banjir.4 Setelah banjir ini surut, tinggallah lapis lumpur yang subur ditempat tergenang tadi. Serokan pengairanpun turut juga denuh dengan lumpur. Lumpur inilah yang menyuburkan Mesir, yang tak akan ada ubahnya dari daerah gurun yang mengelilinginya, seandainya negri itu tidak tergenang oleh air sungai Nil ketika bah. Tetapi berkat keadaan tersebut, maka sejak zaman kuno negeri Mesir telah Menjadi “lumbung gandum” dan itulah sebabnya, maka negri itu sering juga disebut orang “hadiah dari sungai Nil”.5 Di muara sungai Nil terdapat suatu delta yang luas dan di situlah terletak kota-kota penting seperti Kairo, Iskandaria, Abusir, dan Rosetta.6 Menurut mitos, sungai itu diturunkan dari langit. Kalau sungai Nil bah atau banjir, maka yang dianggap menyebabkannya ialah air mata dewa Isis. Isis menangisi suaminya dewa Osiris yang mati terbunuh itu. Osiris adalah dewa didunia roh yang meninggal.7 Namun secara ilmiah, air tersebut berasal dari gletsyer yang mencair dari pegunungan Kilimanjaro sebagai hulu sungai Nil. Lembah sungai Nil yang subur mendorong masyarakat untuk bertani. Air sungai Nil dimanfaatkan untuk irigasi dengan membangun saluran air, terusan-terusan dan waduk. Air sungai dialirkan ke ladang-ladang milik penduduk dengan distribusi yang merata. Untuk keperluan irigasi dibuatlah organisasi pengairan yang biasanya diketuai oleh para tuan tanah atau golongan feodal. Hasil pertanian Mesir adalah gandum, sekoi atau jamawut dan jelai yaitu padi-padian yang biji atau buahnya keras seperti jagung. Untuk memenuhi kebutuhan barang-barang serta untuk menjual hasil produksi rakyat Mesir, maka dijalinlah hubungan dagang dengan Funisia, Mesopotamia dan Yunani di kawasan Laut Tengah. Peranan sungai Nil adalah sebagai sarana transportasi perdagangan. Banyak perahu-perahu dagang yang melintasi sungai Nil.8 C.
4 5

Pemerintahan
I Wayan Badrika, 2006, hlm. 138. H. J. Van Den Berg, et al., Dari Panggung Peristiwa Sedjarah Dunia, (Djakarta: J.B Woters, I Wayan Badrika, 2006, hlm. 138. H. J. Van Den Berg, et al., 1953, hlm. 7. Wikipedia. “Peradaban Lembah Sungai Nil”. diakses dari http://id.wikipedia.org/

1953), hlm.7.
6 7 8

Peradaban_lembah_sungai_Nil, pada 26 Februari 2011

4 48697

05 Oktober 2011

Sistem pemerintahan Mesir berbentuk kerajaan yang diperintah oleh seorang raja dengan kekuasaan absolute atau mutlak. Para ahli membagi sejarah kerajaan Mesir menjadi tiga zaman, sebagai berikut: a. Zaman Kerajaan Mesir Tua (2660 – 2180 SM) Raja-raja dari zaman Mesir Tua bertahata di Thinis. Pada awalnya kerajaan Mesir terdiri dari dua kerajaan, yaitu kerajaan Mesir Hulu dan Mesir Hilir. Kedua kerajaan ini berhasil dipersatukan oleh Firaun Menes. Sebagai pemersatu ia digelari Nesutbiti dan digambarkan memakai mahkota kembar.9

Gambar 2. Pelat Narmer menggambarkan penyatuan Mesir Hulu dan Hilir. Sumber: http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:NarmerPalette_ROMgamma.jpg&filetimestamp=20071210044842

Kerajaan Mesir Tua disebut zaman piramida karena pada masa inilah dibangun piramida-piramida terkenal misalnya piramida Sakarah dari Firaun Joser. Piramida di Gizeh adalah makam Firaun Cheops, Chifren dan Menkawa. Runtuhnya Mesir Tua disebabkan karena sejak tahun 2500 SM pemerintahan mengalami kekacauan. Bangsa-bangsa dari luar misalnya dari Asia Kecil melancarkan serangan ke Mesir. Para bangsawan banyak yang melepaskan diri dan ingin berkuasa sendiri-sendiri. Akhirnya terjadilah perpecahan antara Mesir Hilir dan Mesir Hulu.10 b. Kerajaan Mesir Tengah (1640 – 1570 SM)

9

I Wayan Badrika, 2006, hlm. 140. Wikipedia. “Peradaban Lembah Sungai Nil”. diakses dari http://id.wikipedia.org/

10

Peradaban_lembah_sungai_Nil, pada 26 Februari 2011

5 48697

05 Oktober 2011

Kerajaan Mesir Tengah dikenal dengan tampilnya Sesotris III. Ia berhasil memulihkan persatuan dan membangun kembali Mesir. Tindakannya antara lain membuka tanah pertanian, membangun proyek irigasi, pembuatan waduk dan lain-lain. Ia meningkatkan perdagangan serta membuka hubungan dagang dengan Palestina, Syria dan pulau Kreta. Sesotris III juga berhasil memperluas wilayah ke selatan sampai Nubia (kini Ethiopia). Sejak tahun 1800 SM kerajaan Mesir Tengah diserbu dan ditaklukkan oleh bangsa Hyksos.Pada waktu itu kerajaan Mesir Tengah sedang mengalami kehancuran yang sangat signifikan.11 c. Kerajaan Mesir Baru ((1570 - 1075 SM) Sesudah diduduki bangsa Hyksos, Mesir memasuki zaman kerajaan baru atau zaman imperium. Disebut zaman imperium karena para Firaun Mesir berhasil merebut wilayah/daerah di Asia barat termasuk Palestina, Funisia dan Syria. Raja-raja yang memerintah zaman Mesir Baru antara lain: 1. Ahmosis I. Ia berhasil mengusir bangsa Hyksos dari Mesir sehingga berkuasalah dinasti ke 18, ke 19 dan ke 20. 2. Thutmosis I. Pada masa pemerintahannya Mesir berhasil menguasai Mesopotamia yang subur. 3. Thutmosis III. Merupakan raja terbesar di Mesir. Ia memerintah bersama istrinya Hatshepsut. Batas wilayah kekuasaannya di timur sampai Syria, di selatan sampai Nubia, di barat sampai Lybia dan di utara sampai pulau Kreta dan Sicilia. Karena tindakannya tersebut ia digelari “Napoleon dari Mesir”. Thutmosis III juga dikenal karena memerintahkan pembangunan Kuil Karnak dan Luxor. Lalu digantikan Amenhotep II(1447-1420 SM). 4. Amenhotep IV. Kaisar ini dikenal seorang raja yang pertama kali memperkenalkan kepercayaan yang bersifat monotheis kepada rakyat Mesir kuno yaitu hanya menyembah dewa Aton (dewa matahari) yang merupakan roh dan tidak berbentuk. Ia juga menyatakan sebagai manusia biasa dan bukan dewa.

11

Ibid.

6 48697

05 Oktober 2011

Gambar 3. Nefertiti, Permaisuri Fir’aun/Pharaoh Amenhotep IV (kemudian bergelar Akhenaten) Sumber: http://kask.us/3844635

Gambar 4. Patung Ramses II di pintu masuk kuil Abu Simbel. Sumber: http://id.wikipedia.or/wiki/ Mesir_Kuno

5. Fir’aun Tut-Ankhh-Amon,pada masa pemerintahannya Kerajaan Mesir mengalami kemunduran dan terpecah menjadi kerajaan-kerajaan kecil. 6. Fir’aun haremheb, ia berhasil mempersatukan kembali kerajaan-kerajaan Mesir yang telah terpecah belah. 7. Ramses II. Ramses II dikenal membangun bangunan besar bernama Ramesseum dan Kuil serta makamnya di Abusimbel. Ia juga pernah memerintahkan penggalian sebuah terusan yang menghubungkan daerah sungai Nil dengan Laut Merah namun belum berhasil. Masa Ramses II diperkirakan sezaman dengan kehidupan nabi Musa. 8. Ramses III, Raja terakhir Kerajaan Mesir. Setelah ia meninggal, Mesir mengalami kemunduran dan dikuasai bangsa asing. Setelah pemerintahan Ramses II kekuasaan di Mesir mengalami kemunduran. Mesir ditaklukkan Assyria pada tahun 670 SM dan pada tahun 525 SM Mesir menjadi bagian imperium Persia. Setelah Persia, Mesir dikuasai oleh Iskandar Zulkarnaen dan para penggantinya dari Yunani dengan dinasti terakhir Ptolemeus. Salah satu keturunan dinasti Ptolemeus adalah Ratu Cleopatra dan sejak tahun 27 SM Mesir menjadi wilayah Romawi. D. Sistem kepercayaan bangsa Mesir kuno

7 48697

05 Oktober 2011

Masyarakat Mesir Kuno percaya dan memuja banyak dewa (polythesime). Dewa yang dipuja itu ada yang khusus milik masyarakat desa, daerah atau kota, bahkan ada dewa yang dihormati oleh seluruh bangsa Mesir. Dewa-dewa yang dipuja bangsa Mesir di antaranya: Dewa Osiris sebagai dewa tertinggi Dewa Thot (dewa pengetahuan) Dewa Anubis (dewa berkepala anjing)sebagai dewa kematian Dewa Apis berwujud Sapi Dewa Ra (dewa Matahari) dan kemudian menjadi Dewa Amon-Ra (Sewa Bulan Matahari). 12 E. Pertanian dan Pengairan Karena merupakan daerah yang subur, manusia zaman kuno telah menetap di Mesir dan mengusahakan pertanian. Mereka menanam jelai, sekoi, gandum, dan bahanbahan sandang.13 Pertanian di Mesir sangat bergantung kepada siklus sungai Nil. Bangsa Mesir mengenal tiga musim: Akhet (banjir), Peret (tanam), dan Shemu (panen). Musim banjir berlangsung dari Juni hingga September, menumpuk lanau kaya mineral yang ideal untuk pertanian di tepi sungai. Setelah banjir surut, musim tanam berlangsung dari Oktober hingga Februari. Petani membajak dan menanam bibit di ladang. Irigasi dibuat dengan parit dan kanal. Mesir hanya mendapat sedikit hujan, sehingga petani sangat bergantung dengan sungai Nil dalam pengairan tanaman. Dari Maret hingga Mei, petani menggunakan sabit untuk memanen. Selanjutnya, hasil panen diirik untuk memisahkan jerami dari gandum. Proses penampian menghilangkan sekam dari gandum, lalu gandum ditumbuk menjadi tepung, diseduh untuk membuat bir, atau disimpian untuk kegunaan lain.14 F. Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi a. Tulisan

12 13 14

I Wayan Badrika, 2006, hlm. 142. Ibid., hlm. 139. Wikipedia. “Peradaban Lembah Sungai Nil”. diakses dari http://id.wikipedia.org/

Peradaban_lembah_sungai_Nil, pada 26 Februari 2011

8 48697

05 Oktober 2011

Pada dinding kburan para penguasa di Mesir kuno banyak dijumpai tulisan. Tulisan Mesir Kuno terdiri dar jenis Hieroglyph yang merupakan gambar. Bentuk ini adalah yang tertua, kemudian berkembang menjadi bentuk hieratis dan demotis, yang bentuknya lebih sederhana. Bentuk hieratis digunakan oleh kaum pendeta, dan demotis oleh rakyat.15 b. Sistem Kalender Masyarakat Mesir mula-mula membuat kalender bulan berdasarkan siklus (peredaran) bulan selama 291/2 hari. Karena dianggap kurang tetap kemudian mereka menetapkan kalender berdasarkan kemunculan bintang anjing (Sirius) yang muncul setiap tahun. Mereka menghitung satu tahun adalah 12 bulan, satu bulan 30 hari dan lamanya setahun adalah 365 hari yaitu 12 x 30 hari lalu ditambahkan 5 hari. Mereka juga mengenal tahun kabisat. Penghitungan ini sama dengan kalender yang kita gunakan sekarang yang disebut Tahun Syamsiah (sistem Solar).16 c. Ilmu Hitung Pada awalnya masyarakat Mesir menggunakan ilmu hitung yang sangat sederhana, khususnya penambahan dan pengurangan. Lalu, dikembangkanlah perkalian dan pembagian. Pengetahuan ilmu ukur(geometri) merekatelah mencapai tingkat keahlian yang mengegumkan. Mereka sudah mampu mengukur dan menghitung dengan tepat luas segi tiga, segi empat, segi lima dan seterusnya. Bahkan mereka mapu membuat rumusan untuk mencari diameter lingkaran.17 d. Seni Bangunan (Arsitektur) Kira-kira tahun 3000 SM, Raja-raja Mesir mulai membangun Piramida. Piramida terbesar adalah Piramida Raja Chufu (Cheops). Tinggi Piramida mencapai 137 meter dan di depannya terdapat patung Sphinx.18
15 16

I Wayan Badrika, 2006, hlm. 139-140. Wikipedia. “Peradaban Lembah Sungai Nil”. diakses dari http://id.wikipedia.org/

Peradaban_lembah_sungai_Nil, pada 26 Februari 2011
17 18

I Wayan Badrika, 2006, hlm. 142. Ibid., hlm. 142-143. Spinx adalah patung seekor singa berkepala manusia yang didirkan di depan

sebuah Piramida. Spinx merupakan lambang kekuasaan dan pemerintahan dari seorang Raja Mesir yang

9 48697

05 Oktober 2011

Bangunan kedua adalah kuil yang berfungsi sebagai tempat pemujaan dewa-dewa. Kuil terbesar dan terindah adalah Kuil Karnak untuk pemujaan Dewa Amon Ra.19

Gambar 5. Piramida dan Sphinx di Gizeh, Mesir Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Pyramid.jpg

e. Mummi Mummi adalah mayat atau jenazah para raja atau bangsawan yang diawetkan. Pembuatan mummi ini didasarkan pada kepercayaan masyarakat Mesir bahwa jiwa orang yang telah meninggal akan tetap hidup terus dan berada pada badan jasmaninya apabila badan jasmaninya tidak rusak.20

BAB III PENUTUP
Kesimpulan Mesir merupakan satu-satunya pusat kebudayaan tertua di benua Afrika yang berasal dari tahun 4000 SM. Hal ini diketahui dari penemuan sebuah batu tulis di daerah Rosetta oleh pasukan Perancis yang dipimpin Napoleon Bonaparte. Selain pusat kebudayaan Mesir juga merupakan pusat ilmu pengetahuan dan tekhnologi paling modern

dimakamkan pada Piramida itu. kepala Spinx meurpakan lambang kebijaksanaan dan badan Spinx merupakan lambang kekuatan dari raja yang memerintah.
19

Wikipedia.

“Peradaban

Lembah

Sungai

Nil”.

diakses

dari

http://id.wikipedia.org/

Peradaban_lembah_sungai_Nil, pada 26 Februari 2011. Kuil Karnak panjangnya ±433 m (1300 kaki), tiang-tiangnya setinggi 23,5 m dengan diameter ±6,6 m (20 kaki). Tembok, tiang dan pintu gerbang dipenuhi dengan lukisan dan tulisan yang menceritakan pemerintahan raja.
20

I Wayan Badrika, 2006, hlm. 143.

10 48697

05 Oktober 2011

di zamannya. Masyarakat Mesir Kuno percaya dan memuja banyak dewa (polytheisme), diantaranya: Dewa Osiris, Dewa Thot, Dewa Anubis, Dewa Apis, Dewa Ra. Sungai Nil merupakan sumber kehidupan bagi rakyat Mesir. Di muara Sungai Nil terdapat suatu delta yang luas dan di situlah terletak kota-kota penting seperti Kairo, Iskandar, Abusir, dan Rosetta. Tidak heran jika Herodotus menjuluki daerah Mesir sebagai hadiah dari Sungai Nil. Peradaban Mesir Kuno juga memiliki banyak peninggalan yang bernilai seni tinggi dan beberapa diantaranya dibuat dengan ilmu hitung yang sangat detail. Piramida dan Sphinx merupakan hasil peninggalan terbesar dari zaman Fir’aun Chufu (Cheops) yang masih bisa disaksikan sampai sekarang. Selain itu masih banyak peninggalan bangsa Mesir, baik yang berupa lukisan, artefak, patung, serta kuil-kuil pemujan para Dewa.

DAFTAR PUSTAKA

Sumber Buku Berg, H. J. Van Den. et. al. Dari Panggung Sejarah Dunia Jilid II. Djakarta: J.B Wolters, 1953. Lucas, Henry S. Sejarah Peradaban Barat Abad Pertengahan. Yogyakarta: Tiara Wacana, 1993. Badrika, I Wayan. Sejarah untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga, 2006.

11 48697

05 Oktober 2011

Sumber Internet Setyadi, Aditya. 2011. “Kutipan dan Daftar Pustaka”.

http://aditpato7.wordpress.com/ (diakses pada 26 Februari 2011). Suhendar, Dadan. 2010. “Tehnik Penulisan Footnote (Catatan Kaki)”.

http://dadanberbagiilmu.blogspot.com/2010/10/teknik-penulisan-footnotecatatan-kaki.html (diakses pada 26 Februari 2011) Wikipedia. 2011. “Mesir Kuno”. http://id.wikipedia.org/wiki/Mesir_Kuno (diakses tanggal 21 Januari 2011) Wikipedia. 2010. “Peradaban Lembah Sungai Nil”.

http://id.wikipedia.org/wiki/Peradaban_lembah_sungai_Nil (diakses pada 26 Februari 2011) Wikipedia. 2011. “Piramida Mesir”. http://id.wikipedia.org/wiki/Piramida (diakses pada 26 Februari 2011) Wikipedia. 2011. “Sphinx”. http://id.wikipedia.org/wiki/Sphinx (diakses pada 26 Februari 2011)

Sumber Gambar http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mesirkuno.gif http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:NarmerPalette_ROMgamma.jpg&filetimestamp=20071210044842 http://kask.us/3844635 http://id.wikipedia.or/wiki/Mesir_Kuno http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Pyramid.jpg
ぁいがとうございます

12 48697

05 Oktober 2011

ぁいがとうございます

DAFTAR ISI
Halaman HALAMAN JUDUL…...……………………………………………………………. i DAFTAR ISI…………………………… ………………………………………....... ii DAFTAR GAMBAR.................................................................................................... iii BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………….... 1 A. LATAR BELAKANG................................................................................... 1 B. TUJUAN........................................................................................................ 1 BAB II PEMBAHASAN.............................................................................................. 2 A. LETAK GEOGRAFIS MESIR………………….......................................... 2

13 48697

05 Oktober 2011

B. KEHIDUPAN MASYARAKAT MESIR KUNO......................................... 3 C. PEMERINTAHAN........................................................................................ 5 D. SISTEM KEPERCAYAAN BANGSA MESIR KUNO.............................. F. ILMU PENGETAHUAN DAN TEKHNOLOGI........................................ 8 9 E. PERTANIAN DAN PENGAIRAN.............................................................. 8

BAB III PENUTUP...................................................................................................... 11 KESIMPULAN.................................................................................................... 11 DAFTAR PUSTAKA................................................................................................... 12

DAFTAR ii GAMBAR
Halaman Gambar 1.Lokasi Peradaban Mesir Kuno..................................................................... 2 Gambar 2. Pelat Narmer Menggambarkan Penyatuan Mesir Hulu dan Hilir............... 5 Gambar 3. Nefertiti....................................................................................................... 7 Gambar 4.Patung Ramses II di Pintu Masuk Kuil Abu Simbel.................................... 7 Gambar 5. Piramida dan Sphinx di Gizeh (Giza) Mesir............................................... 10

14 48697

05 Oktober 2011

iii

15 48697

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->