P. 1
Perekonomian Indonesia Viola

Perekonomian Indonesia Viola

|Views: 11|Likes:
Published by mi-young-7542

More info:

Published by: mi-young-7542 on Jun 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/12/2013

pdf

text

original

PEREKONOMIAN INDONESIA INDUSTRI INDONESIA

Oleh : Viola Rebecca Kevin Sherren Marshellina Jonathan Christian 1301012585 1301009161 1301015151 1301007540 1301010056

Kelompok/Kelas : 6 / 06PDJ

Binus University Jakarta 2012

A. Pembangunan Orde Baru (New Order Development) Setelah berkuasa, pemerintah Orde Baru mengawasi industrialisasi yang berkembang pesat pada perekonomian Indonesia. Produksi industri, sebagai bagian dari total GDP, meningkat dari 13 persen pada tahun 1965 menjadi 37 persen pada tahun 1989. Kebijakan perlindungan perdagangan dari tahun 1970 berkontribusi pada komposisi perubahan industri, dari industri ringan seperti pengolahan makanan sampai industri berat seperti penyulingan minyak bumi, baja, dan semen. Industriindustri ini seringnya didominasi oleh perusahaan pemerintah. Meskipun termasuk industri skala besar, perusahaan dengan modal intensif ini hanya menawarkan sedikit kesempatan kerja untuk angkatan kerja yang bertumbuh dengan cepat. Lonjakan ekspor manufaktur yang dimulai pada pertengahan 1980-an berjanji untuk meningkatkan lapangan kerja dan peranan investasi swasta pada 1990-an. Meskipun peningkatannya signifikan, sektor industri hanya memperkerjakan sekitar 10 persen dari angkatan kerja. BPS melakukan sensus ekonomi yang menyeluruh kira-kira setiap sepuluh tahun sekali mulai tahun 1964. Sensus ekonomi pada tahun 1986 memberikan informasi rinci tentang sekitar 13.000 perusahaan dengan lebih dari dua puluh karyawan di semua sektor industri, kecuali minyak dan pengolahan gas alam. Ahli ekonomi (Ekonom) Hal Hill meganalisis secara rinci pertumbuhan industri Indonesia berdasarkan data sensus, dikombinasikan dengan data laporan pendapatan nasional pada sektor minyak dan gas. Sektor industri yang paling penting, menurut studi ini, adalah minyak dan pengolahan gas alam, yang menyumbang lebih dari 25 persen dari total nilai tambah dalam output industri. Kegiatan industri utama yang kedua adalah produksi rokok kretek, yaitu rokok tradisional Indonesia yang terkenal, yang terbuat dari tembakau dicampur dengan cengkeh. Produksi rokok menyumbang 12 persen dari total nilai tambah dalam output industri. Hampir dari tiga puluh sector industri utama yang beragam, mulai dari industri pengolahan makanan sampai logam dasar, menyumbang output produksi sisanya. Hill mengidentifikasi ada tujuh kategori kepemilikan perusahaan industri, yaitu meliputi kepemilikan pribadi, milik pemerintah, milik asing, dan berbagai kombinasi perusahaan patungan antara pemerintah, sektor swasta, dan investor asing. Hampir 12.000 perusahaan dari jumlah total 12.909 perusahaan yang disurvei merupakan milik pribadi (perusahaan swasta). Kira-kira 350 perusahaan merupakan perusahaan patungan swasta-asing dan sekitar 400 perusahaan lainnya merupakan usaha patungan swastaasing-pemerintah tercatat sebagai sebagian besar sisanya. Perusahaanperusahaan swasta jauh lebih kecil dari perusahaan dengan usaha patungan. Dibandingkan dengan perusahaan pemerintah bersama (perusahaan patungan pemerintah), perusahaan swasta kurang dari sepersepuluh ukuran dan mempekerjakan rata-rata seperenam jumlah dari total pekerja yang ada. Meskipun jumlahnya jauh lebih sedikit, perusahaan patungan pemerintah masih menyumbang 25 persen dari nilai total produksi industri. Perusahaan-perusahaan pemerintah menguasai semua pengolahan minyak dan gas alam, dan sektor penting dalam industri berat lainnya, seperti logam dasar, semen, produk kertas, pupuk, dan peralatan transportasi. Peningkatan iklim ekonomi untuk investor swasta menurut deregulasi perdagangan diindikasikan pada pentingnya kepemilikan pribadi antar industri ekspor manufaktur. Berdasarkan data 1983, Hill

meskipun mereka menyumbang 6 persen dari output produksi industri.  Repelita I (Rencana Pembangunan Lima Tahun I) Rencana Pembangunan Lima Tahun pertama Indonesia (Repelita I) merupakan salah satu manifestasi formal kebijakan industri Orde Baru. dan kegiatan-kegiatan industri menurun selama bertahun-tahun. Industri-industri yang padat karya. pakaian. dan jasa-jasa seimbang. Repelita I menetapkan sasaran ambisius untuk meningkatkan nilai produksi dengan paling sedikit 90% dalam tempo lima tahun. diperlukan perencanaan untuk mengembangkan industri-industri dengan ciri-ciri berikut:      Industri yang mendukung pembangunan pertanian atau pengolahan produk-produk pertanian. Struktur ekonomi Indonesia sudah terlalu lama condong ke arah pertanian. Dengan mengingat ini. Industri ekspor manufaktur yang tumbuh juga menawarkan kesempatan kerja lebih banyak daripada industri berat yang didominasi oleh pemerintah dan perusahaan patungan asing. Pengolahan minyak dan gas alam. dan tekstil. persiapan-persiapan sedang diadakan untuk mengembangkan industri secara lebih ekstensif dikemudian hari. Industri-industri yang meningkatkan pembangunan regional. telah memandu kebijakan industri selama Orde baru. Sambil menekankan komitmen terhadap pertanian. proses pembangunan harus dilaksanakan secara bertahap. memperkerjakan hanya sekitar 1 persen dari angkatan kerja. Tujuan-tujuan jangka panjang kita adalah untuk membangun sebuah struktur ekonomi dimana pertanian. meliputi kayu lapis.memperkirakan bahwa industri ekspor manufaktur utama. Sektor yang diutamakan adalah pertanian. yang mana jumlah produksi adalah sama nilainya dengan tiga industri padat karya. pemerintah berencana untuk menekankan rehabilitas dari investasi industri serta investasi-investasi untuk membangun kapasitas industri yang ada. . Pada saat bersamaan. Industri yang menghasilkan devisa atau menghemat devisa dengan cara menghasilkan komoditi-komoditi substitusi impor. Ini berarti bahwa sektor industri harus menjadi sektor pendukung dan pendorong untuk pembangunan pertanian. Untuk mencapai tujuan jangka panjang ini. Secara keseluruhan. Untuk mencapai tujuan ini. industri. Industri yang mengolah bahan baku domestik dalam jumlah besar. produk kayu. Industri hanya memberi sumbangan kecil untuk produksi nasional. dan industri garmen member kontribusi sebesar 32 persen pada angkatan kerja industri tahun 1986 yang mempekerjakan mereka di perusahaan berukuran besar dan menengah. Ide-ide ini. rencana ini juga menegaskan posisi sentral industrialisasi dalam pembangunan Negara. tekstil. Industri logam dasar juga hanya memperkerjakan 1 persen dari angkatan kerja. khususnya empat ide terakhir. memiliki lebih dari 60 persen kepemilikan swasta Indonesia.

yaitu sekitar 86 persen dari total lapangan kerja industri. sistematis dan menyeluruh yang meliputi (1) penciptaan iklim usaha dalam rangka membuka kesempatan berusaha seluas-luasnya. sinergi (merger) atau aliansi strategik. terutama sumber daya lokal yang tersedia. Banyak dari industri ini yang menawarkan kerja paruh waktu (part-time) bagi para pekerja dari pedesaan selama bukan musim panen (off peak seasons). industri skala kecil jika dilihat dari jumlah usahanya sangatlah banyak dan hampir terdapat di semua sektor ekonomi. produktivitas. Pengembangan industri dengan formasi industri berskala kecil dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang lebih besar dan tingkat pemerataan yang lebih baik daripada industri berbasis skala besar. hal ini dapat dilihat dari kontribusi industri kecil terhadap jumlah usaha. Namun. logam dan kulit. terutama yang masih berstatus keluarga miskin. serta menjamin kepastian usaha disertai adanya efisiensi ekonomi. Selain itu.000 karyawan yang dipekerjakan di industri menengah dan besar. . Selain itu kelompok usaha tersebut juga berperan sebagai suatu motor penggerak yang sangat krusial bagi pembangunan ekonomi dan komunitas lokal. Dengan demikian upaya untuk memberdayakan industri skala kecil harus terencana. Sebuah tinjauan berdasarkan data BPS yang tersedia oleh ahli ekonomi Tulus Tambunan menunjukkan bahwa industri kecil mempekerjakan 3. (3) pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif usaha kecil dan menengah (UKM). Statistika untuk kegiatan ini lemah karena polanya musiman dan kesulitan wawancara. perusahaan menengah dan besar menjadi fokus kebijakan pemerintah. dari pekerjaan dengan bambu tenun tradisional. juga kontribusinya sangat besar terhadap kesempatan kerja dan pendapatan khususnya di daerah pedesaan dan berpendapatan rendah.B. penyerapan tenaga kerja dan produk domestik bruto (PDB) Menurut Hubeis (1997) pengembangan industri skala kecil dapat dilakukan melalui pemerkuatan usaha dengan cara berkonsentrasi pada mutu. tidak dapat dipungkiri lagi betapa pentingnya usaha kecil ini. tetapi perusahaan skala kecil yang mempekerjakan antara 5-19 pekerja dan industri rumahan (home industry) yang mempekerjakan hingga 4 pekerja (biasanya anggota keluarga) memiliki jumlah yang jauh lebih banyak dan juga memasok sebagian besar pekerjaan.2 juta karyawan yang dipekerjakan di perusahaan skala kecil dan hanya sekitar 700. (2) pengembangan sistem pendukung usaha bagi Usaha kecil untuk meningkatkan akses kepada sumber daya produktif sehingga dapat memanfaatkan kesempatan yang terbuka dan potensi sumber daya.9 juta pekerja pada tahun 1986. Industri Skala Kecil Indonesia (Indonesia Small Scale Industry) Pada kawasan modern. dan (4) pemberdayaan usaha skala mikro untuk meningkatkan pendapatan masyarakat yang bergerak dalam kegiatan usaha ekonomi di sektor informal yang berskala usaha mikro. angka ini mencerminkan penurunan yang signifikan dari andil industri kecil dalam pemberian pekerjaan di tahun 1974. sedangkan perusahaan skala menengah dan besar hanya memperkerjakan 1. atau 4. peningkatan kualitas koperasi untuk berkembang secara sehat sesuai dengan jati dirinya dan membangun efisiensi kolektif terutama bagi pengusaha mikro dan kecil.7 juta karyawan. Di Indonesia. peningkatan produk dengan inovasi dan kompetisi baik secara mandiri maupun bekerjasama (kemitraan). Perusahaan skala kecil bergerak dalam berbagai kegiatan.

Setengah dari total investasi asing. Pada tahun 1983 produksi pertanian. Sumatera merupakan pusat minyak bumi dan produksi karet. termasuk tanaman non-pangan seperti karet. dengan sisanya tersebar luas di seluruh bangsa.C. Tenun di provinsi Jawa Barat dan Yogyakarta. memproduksi sekitar 50 persen dari total GDP pada tahun 1980. Hampir semua provinsi ada dalam tingkat pertumbuhan yang cepat di tahun 1970 dan mencapai pertumbuhan tahunan antara 4-8 persen. Balikpapan. Industri tertentu biasanya mencerminkan sumber daya lokal. dari tahun 1967-1985 adalah di Jawa. Pembangunan Industri Daerah Indonesia (Indonesia Regional Industry Development) Pola pembangunan daerah di Indonesia mencerminkan keragaman sumber daya alam antara pula-pulau luar dan sejarah dominasi Jawa sebagai pusat agrarian yang padat penduduknya. meliputi proses pembuatan karet. tidak termasuk sektor minyak bumi. Produksi rokok kretek di Provinsi Jawa Timur serta penyulingan gula di provinsi Jawa Tengah. Industri utama di Jawa termasuk perakitan kendaraan bermotor di Jakarta. sementara itu manufaktur di Sumatera lebih beragam. sebagian besar angkatan kerja masih menemukan pekerjaan dalam kegiatan tersebut. Kalimantan Timur Pabrik Karet di Sumatera Utara . PT International Timber Corporation Indonesia (ITCI) Kartika Utama. misalnya penggergajian dan pabrik kayu lapis yang mendominasi manufaktur di Kalimantan. Namun. pengolahan semen dan kayu lapis. peringkat kedua dengan 32 persen dari GDP. kehutanan dan perikanan telah menurun menjadi kurang dari setengah total produksi hampir di semua 27 provinsi administratif. Jawa tetap menjadi pusat ekonomi bangsa.

Jawa Timur Pabrik Gula Madukismo Jawa Tengah . Kediri.PT Indomobil Sukses Internasional Tbk di Jakarta Pabrik Tenun di Jawa Barat PT Gudang Garam Tbk.

1971 Cikal bakal Toyota di Indonesia dimulai dengan pendirian PT. Saat itu TAM bergerak sebagai importer dan distributor kendaraan merek Toyota. Jakarta 1970 Pada awal dekade 1970-an pemerintah Indonesia meminta kerjasama ATPM otomotif untuk menumbuhkan industri mobil niaga melalui program Kendaraan Bermotor Nasional Serbaguna.T.Beberapa Perkembangan Industri Regional di Indonesia :  P. Toyota-Astra Motor pada tanggal 12 April 1971. Tantangan ini dijawab oleh PT. sekaligus mengembangkan jaringan penjualan dengan menunjuk 5 dealer utama. Toyota Astra Motor dengan memulai perakitan mobilnya di pabrik Gaya Motor. Multi Astra pabrik perakitan mobil. .

SK Menteri Perindustrian tentang keharusan menggunakan komponen buatan dalam negeri disambut Toyota dengan mendirikan PT Toyota Mobilindo pada 1976 untuk membuat komponen bodi untuk kendaraan niaga. Kini Pabrik Sunter berdiri di area seluas 311. . 1976 Di Indonesia.1973 Di tahun 1973 Toyota mendirikan pabrik perakitan PT Multi Astra dipicu oleh semakin tingginya produksi Toyota serta keinginan Toyota untuk dapat melakukan pengecekan kualitas yang penuh dan mandiri. Pabrik pertama Toyota Indonesia didirikan di Kawasan Sunter Jakarta Utara dibangun secara bertahap sejak tahun 1973.00 m2.

diluncurkan pertama kali pada bulan Juli 1977 dengan harga Rp 1. lebih murah sekitar Rp 300 ribu dari pesaing utamanya Mitsubishi Colt pikap. terjual sebanyak 101. menjadikan Kijang sebagai cikal bakal.kijang generasi 2 atau lebih dikenal dengan Kijang Doyok. 1981 Sejak diluncurkan tahun 1981. .3 juta. Kijang generasi pertama berbentuk pikap. Toyota Kijang merupakan buah dari rencana dan kerja keras Toyota untuk membuat dan memasarkan kendaraan niaga yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan konsumen Indonesia.668 unit.1977 Tahun 1977 Toyota Kijang generasi pertama mulai dipasarkan.

Pendirian pabrik mesin ini sebagai jawaban dari Deletion Program atau Program Penanggalan yang dikeluarkan pemerintah tentang melokalkan pembuatan komponen mobil yang diimpor dalam bentuk CKD. dan mulai beropeasi penuh pada tahun 1985. 1987 Toyota Indonesia memulai ekspor di tahun 1987 ke negara-negara ASEAN. yang berfasilitas lengkap serta didukung instruktur berstandar internasional Toyota. Jakarta Utara. setiap lulusan pusat pelatihan Toyota senantiasa memiliki kemampuan yang susuai dengan standard Toyota global. 1991 Tahun 1991 Toyota mendirikan pusat pelatihan di Sunter. CKD dan CBU ke 29 negara di dunia. kini Toyota Indonesia melakukan ekspor dalam bentuk komponen.1982 Pada tahun 1982. Jakarta. PT Toyota Engine Indonesia didirikan di Sunter I. . Dengan demikian. mesin.

yakni pembuatan blok mesin untuk Toyota Kijang. 1996 Karawang Plant yang mulai dibangun pada tahun 1996 sebagai pabrik mobil paling modern di Asia Tenggara dengan nilai investasi mencapai Rp 462. 1997 Di tahun 1997. Toyota Kijang Generasi Empat. Toyota telah melakukan full manufacturing. . Dengan berdirinya pabrik casting. atau yang lebih dikenal dengan nama Kijang Kapsul diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia. Mulai beroperasi pada tahun 1998 dan peresmian dilakukan pada tahun 2000.2 miliar.Pada tahun 1991. Toyota Indonesia dilengkapi dengan pabrik baru untuk engine casting. yakni pembuatan komponen mesin yang lengkap.

 Industri Pesawat Terbang Nusantara. meluncurkan program Car for Tree. Pada tahap pertama program ini. sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan hidup. Pabrik Toyota di Karawang merupakan yang terbesar dan tercanggih di Asia Tenggara. Jawa Barat Satu-satunya perusahaan pesawat terbang Indonesia adalah perusahaan milik negara yaitu PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN). Toyota membangun Toyota Eco Island di Taman Impian Jaya Ancol.2000 Pada peresmiannya di tahun 2000. Bandung. 2010 Pada tahun 2010 TAM dengan dukungan seluruh main dealer. yang secara resmi didirikan pada tahun 1976 oleh Pemerintah Indonesia untuk mengkonsolidasikan fasilitas kedirgantaraan di negara itu menjadi satu .

dan Pusat Pemeliharaan Universal untuk pemeriksaan dan perbaikan mesin. dan yang lainnya dengan Messerchmitt-Blkow-Blohm GmbH (MBB) dari Jerman untuk produksi berlisensi dari helikopter BO-105. satu dengan Construcciones Aeronuticas SA (CASA) dari Spanyol untuk membangun CN-212 Aviocar 26-kursi turboprop kembar. Divisi Rotary. yang diwakili oleh pesawat sipil pertama di Indonesia yang diproduksi secara nasional. Meskipun pendekatan terstruktur IPTN untuk pengembangan pesawat hanya menjadikan Indonesia sebagai produsen airframes selama 20 tahun. meliputi produksi komponen. 35 -44 kursi turboprop serbaguna. untuk menyediakan sumber lapangan kerja bagi tenaga kerja Indonesia yang besar. berlangsung dalam dua perjanjian yang disimpulkan pada tahun 1975. 3. dengan membangun atas fasilitas yang sudah ada untuk produksi pesawat militer. yang dimaksudkan untuk mengubah negara itu dengan cepat untuk menjadi desainer tingkat tinggi dan produsen pesawat. Tahap 1. yang merupakan tempat produksi helikopter yang berlisensi. yang disebut untuk pembuatan lisensi pesawat dari desain yang ada. dan untuk mempercepat pembangunan industri nasional melalui promosi tinggi teknologi industri seperti aerospace. industri ini mendorong adanya hubungan kedepan dan kebelakang (forward and . 1. yang muncul sebagai prototipe pada bulan November 1994. IPTN melayani baik pasar kedirgantaraan militer dan komersial. Tujuan Indonesia dalam menjalankan program pesawat nasional ada tiga untuk meningkatkan infrastruktur transportasi di Indonesia sekaligus mengurangi ketergantungan negara itu pada pesawat impor. Divisi Fabrikasi. Pada tahun 1979. untuk memimpin negara itu ke dalam transformasi industri suatu industri harus mengadopsi empat tahap rencana pengembangan. Tahap akhir dari program pembangunan kedirgantaraan Indonesia yaitu menggabungkan teknologi R & D untuk desain dan pembuatan jet regional. Industri pesawat terbang di Indonesia memasuki tahap keempat dengan rencana untuk mengembangkan keluarga pesawat dimulai dengan N-2130 pesawat jet bertenaga. peralatan. dan jig. Tahap 3 dari kemajuan industri. dengan pekerjaan untuk sektor transportasi komersial didistribusikan di antara divisi berikut: Divisi Fixed Wing untuk produksi pesawat udara. menyerukan otonomi penuh dalam desain dan produksi pesawat. dengan pengaturan kedua dengan CASA untuk mengembangkan dan coproduce CN-235. N-250 turboprop menggabungkan daerah flyby-kawat teknologi. industri Indonesia memasuki codesign dan tahap manufaktur (tahap 2). 4. di bawah usaha patungan 50-50 Industri Teknolohi Pesawat (Airtech). Pemerintah mengidentifikasi kedirgantaraan sebagai salah satu sektor kunci yang besar. Indonesia memasuki sektor penerbangan sipil pada awal tahun 1970. 2.- perusahaan.

mengikuti pada Desember 1996. dan 50 kursi N-250-50 melakukan penerbangan pertama pada bulan Agustus 1995. Selain memproduksi komponen untuk proyek-proyeknya sendiri. untuk dirakit dan dipasarkan oleh IPTN di Amerika Serikat. yang akan membawa 70-76 penumpang.backward linkages). ketua IPTN Bachruddin Habibie mengumumkan bahwa IPTN sekarang akan memproduksi N-250 dalam dua versi: 50-kursi pesawat dan versi N-250-100 lebih besar. walaupun IPTN memiliki pengalaman di bidang manufaktur pesawat utuh. IPTN membuat tambahan rencana untuk memproduksi turunan ketiga. tidak adanya dasar pemasok lokal membuat IPTN sebagian besar tergantung pada pasokan asing komponen623 dan sangat rentan terhadap depresiasi mata uang. N-250-100. IPTN juga menghasilkan tiga mesin ganda turboprop yang berbeda: CN-212 Aviocar utilitas turboprop. IPTN juga harus memakai sumber pemasok mesin dari luar negeri karena kemampuan yang terbatas dalam produksi alat dan keinginan untuk tersedianya sumber daya teknologi paling maju. Penerbangan pertama yang sukses untuk pesawat komersial Indonesia N-250 menyebabkan munculnya rencana untuk pesawat jet menengah akan diselesaikan pada tahun . N-270. termasuk juga subsistem utama dimana 39 persen dari kandungan N-250 berasal dari Amerika Serikat dan 22 persen dari Eropa Barat. CN-235 pesawat jarak pendek. Pesawat N250 Pesawat N270 Penerbangan pertama dari prototipe awal. dan N-250. dilengkapi dengan kapasitas tempat duduk untuk 6468 penumpang. Menanggapi kendala pendanaan dan preferensi pasar. Dalam hal infrastruktur. Pada saat itu. dengan pengiriman pesawat pertama di awal tahun 2000. Pembangunan untuk N-250 dimulai pada tahun 1989. misalnya. Selain itu. tetapi tidak memiliki kemampuan untuk secara konsisten menghasilkan bagian-bagian pesawat dan komponen yang handal. Sehubungan dengan N-250. terjadi pada bulan Agustus 1995. Rencana asli ditujukan untuk pasar AS. 50 tempat duduk. IPTN sangat bergantung pada teknologi impor untuk beberapa komponen canggih pesawat. IPTN memiliki kontrak dari Boeing dan Airbus.

N-250 biayanya hanya $ 400. 1988.000 dimana sejauh ini dianggarkan $ 650. 1993.2003 atau 2004. Di tengah kerusuhan sipil yang meluas. Jam kerja karyawan IPTN dipotong untuk mengurangi pengeluaran dan perusahaan berencana untuk memberhentikan 3. Sektor kedirgantaraan di Indonesia mendapat dukungan keuangan dan politik yang kuat dari Pemerintah Indonesia. sektor perbankan nasional. Indonesia telah setuju untuk menghentikan seluruh dukungan keuangan untuk program pesawat nasional. Indonesia mengalami krisis keuangan dan ekonomi Asia. Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998. pemerintah melakukan restrukturisasi utang. tidak mau berinvestasi di IPTN karena pengetahuan yang terbatas dari industri pesawat terbang dan preferensi untuk usaha bisnis tradisional. Upaya IPTN untuk meminta mitra internasional dalam proyek-proyek pesawat nasional gagal menghasilkan kesepakatan konkret. Namun. Pejabat Indonesia pada tahun 1998 menunjukkan bahwa pemerintah akan terus mendukung sektor pesawat sipil. Keputusan IPTN diutamakan pada kepentingan beberapa sosok politik yang sangat berpengaruh. Sumber kemungkinan pendanaan lainnya. dan kinerja keuangan perusahaan telah sangat bergantung pada dukungan pemerintah. meskipun lebih lambat . Pada tahun 1968. Wakil Presiden Soeharto.000. disertai kemarau terburuk dalam 50 tahun. Menteri Riset dan Teknologi BJ Habibie mengatakan. Pemilu pertama di Indonesia dalam periode pasca-Soeharto diadakan untuk parlemen nasional.000. dan 1998.000. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) secara resmi memilih Soeharto untuk masa jabatan lima tahun penuh sebagai Presiden. Indonesia telah pulih. Salah satu kelemahan industri Indonesia terbesar adalah kontrol pemerintah atas sektor kedirgantaraan. termasuk $ 650 juta dalam dana negara untuk pesawat daerah N-250. dan pemerintah telah menginvestasikan total $ 2 milyar pada IPTN selama bertahun-tahun. Pada pertengahan 1997. sebagai bagian dari kewajiban bangsa di bawah program restrukturisasi IMF. Setelah terjadinya krisis keuangan 1997-98. kemudian menjual sebagian besar aset-aset. dan rata-rata pengembalian sebesar 29%. tiga bulan setelah MPR telah memilihnya untuk masa jabatan ketujuh. Presiden Habibie membangun kembali Dana Moneter Internasional (IMF) dan mendukung masyarakat untuk program stabilisasi ekonomi. 1978 1983. BJ Habibie menjadi Presiden ketiga Indonesia. Fasilitas IPTN Bandung dibangun dengan subsidi langsung. Pada tahun 1998 industri pesawat terbang Indonesia menghadapi ketidakpastian ekonomi dan politik yang serius karena krisis keuangan.000 pekerja pada tahun 1998. provinsi. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang memilih Abdurrahman Wahid sebagai Presiden keempat Indonesia pada November 1999 dan digantikan dengan Megawati Soekarnoputri pada bulan Juli 2001. dan sub-provinsi pada tanggal 7 Juni 1999. dan ia terpilih kembali berturut-turut selama lima tahun pada tahun 1973.

juga ada pelanggan di Australia dan Selandia Baru. melalui Badan Penyehatan Perbankan Indonesia.000 untuk jangka waktu 5 tahun. Oleh karena itu. Selain manufaktur pesawat terbang. diimpor dari Cina. misalnya ke Puerto Rico. perusahaan juga mengirimkan barang ke Amerika Selatan. meningkatkan pengawasan pasar modal. Berdasarkan permintaan. Di Eropa. Kapasitas produksinya adalah sekitar 60. wanita dan anak-anak. ada beberapa pelanggan yaitu Jepang. Hong Kong dan pasar lokal Indonesia.00070. merestrukturisasi perusahaan dengan mengubah dewan direksi dan memotong karyawannya dari 9. setuju untuk memegang saham 92.000.9% di PT IA. pabrik garmen ini juga menyediakan pengapalan barang dengan pesawat udara jika pelanggan lebih menyukai pengiriman yang lebih cepat. khususnya di bidang infrastruktur. Selain itu. India dan Malaysia. perusahaan mempunyai pelanggan di Spanyol.670 menjadi 4. Selain itu. Panama dan Peru. PT Indonesian Aerospace. Produk utamanya adalah celana formal untuk pria. Di Asia. daripada beberapa negara tetangga. Kain yang diproduksi. PT IA memiliki kontrak untuk memproduksi suku cadang untuk BAE dan Airbus Industries. Garment ini juga memproduksi celana pendek dan rok dan diekspor ke beberapa benua di dunia. PT. Angkatan Udara Malaysia.000 buah per bulan. PT IA juga bekerja pada beberapa perintah untuk memberikan CN-235 kepada Angkatan Udara Pakistan. Nusantara Cemerlang Garment Industries PT. PT IA harus memberikan tiga Marinir Patrol Aircraft (MPA) dan 16 helikopter Super Puma kepada Angkatan Udara Indonesia dan enam MPA dan lima helikopter untuk Angkatan Laut Indonesia. Ruang produksi ini dibangun kembali pada tahun 2006 dan saat ini perusahaan memiliki lebih dari 57 karyawan.000. PT IA menandatangani MOU dengan EADS untuk memproduksi 60 unit CASA 212-400 senilai $ 480. oleh rekapitalisasi sektor perbankan. Jerman dan Inggris. Mereka ingin memproduksi celana dengan kualitas yang baik dengan harga kompetitif. mereka termasuk yang memperhatikan manajemen mutu di . Nusantara Cemerlang Garment Industries ada sejak 1 Mei 1987. Pada bulan November 2006. dan Pemerintah Thailand. sebelumnya bernama PT IPTN. Pemerintah. dan mengambil langkah untuk merangsang pertumbuhan dan investasi. Barang biasanya dikirim dalam kontainer melaui jalur laut. Selain itu. Malaysia.

disuarakan dalam protes luas selama kunjungan dari Perdana Menteri Jepang Kakuei Tanaka pada tahun 1974. yang ekuitas sahamnya harus mencapai 51 persen dalam waktu sepuluh tahun.perusahaannya. dan bagaimanapun. Angka ini tidak termasuk dari investasi besar Amerika Serikat pada minyak mentah dan gas bumi dan produksi pada bagian dari sektor pertambangan.2 miliar US menjadi fokus kontroversi ketika timbul kesulitan tak terduga dalam pembangkit listrik dan penurunan harga aluminium dipaksa merestrukturisasi keuangan utama. yang berjumlah sekitar lima puluh persen. yang mendorong investasi asing dengan insentif pajak dan beberapa batasan pada kepemilikan ekuitas dan penempatan Tenaga kerja asing. Dalam kasus tertentu. Alasan utama untuk ini adalah untuk mencapai kepuasan pelanggan dan memenangkan loyalitas mereka. diselesaikan pada tahun 1984 dengan kapasitas untuk memproduksi 225. mengubah kebijakan sebelumnya di mana semua lisensi investasi asing berakhir pada tahun 1997. untuk mencapai kualitas setinggi mungkin. pemerintah dan usaha swasta dengan mitra asing menyumbang lebih dari 40 persen dari produksi industri. yang akhirnya memberikan kontribusi terhadap pembatasan lebih besar pada investasi asing. yang terletak di Provinsi Sumatera Utara. dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) diminta untuk menyetujui proyek dalam waktu enam minggu untuk aplikasi awal. kebijakan investasi asing kembali diliberalisasi sebagai bagian dari gerakan reformasi umum. Penegakan ketentuan-ketentuan ini agak sewenang-wenang. Investasi Asing di Indonesia (Indonesia Foreign Investment) Dominasi usaha patungan (joint venture) dengan perusahaan asing lebih sepenuhnya dimiliki oleh perusahaan asing. Amerika Serikat merupakan sumber investasi yang kurang dari 1 persen investasi asing di industri Indonesia. D. Ketentuan baru mengharuskan semua investasi asing dalam usaha patungan dengan warga negara Indonesia. Pabrik peleburan aluminium tanaman dan dua pembangkit listrik tenaga air. Administrasi investasi asing disederhanakan. Proyek $ 2. mengikuti kebijakan liberal 1967-1974. Pada pertengahan 1980-an. yang akan lewat UU Penanaman Modal Asing tahun 1967. Ketidakpuasan yang umumnya terjadi terhadap dominasi ekonomi asing.000 ton aluminium per tahun. Salah satu tindakan legislatif pertama Orde Baru. perusahaan pemerintah bersama dengan konsorsium perusahaan Jepang yang membentuk Perusahaan Nippon Asahan Aluminium. ekuitas domestik bisa serendah 5 persen untuk investasi awal. menurut sensus 1986 ekonomi. Investasi asing seringnya penting untuk pengembangan industri padat modal berat. tercermin dengan meningkatnya pembatasan investasi asing selama tahun 1970. Secara keseluruhan. dan . Jumlah investasi minimal US $ 1 juta juga terangkat untuk kasus-kasus khusus. Bagian ekuitas pemerintah meningkat dari 25 persen menjadi 41 persen. dan lisensi yang harus diperbarui hingga tiga puluh tahun. Jepang merupakan investor asing utama dalam industri 1967-1988. Sebuah contoh utama adalah Proyek Aluminium Asahan. penghalang terbesar bagi investasi asing mungkin merupakan birokrasi yang kompleks dan lamban yang menerapkan peraturan yang terus berubah-ubah. diikuti oleh Hong Kong dan Korea Selatan.

Di sini pemerintah . Di bawah kepemimpinan menteri penelitian dan teknologi. ada anggota masyarakat (jumlahnya tidak kecil) yang terbelenggu oleh kemisikinan berat dan tidak mungkin melepaskan diri tanpa uluran tangan dari luar.000 unit kendaraan tertentu untuk menjadi kompetitif. hampir seluruhnya untuk pembeli domestik. Malaysia.000 adalah lulusan universitas. Namun. Dalam banyak industri. Masalah Ekonomi dan Investasi di Indonesia Masalah kemiskinan yang terjadi di Indonesia tidak dapat dipungkiri lagi. yang terletak di Provinsi Riau. hanya sembilan belas kilometer lepas pantai dari Singapura. bagian-bagian pesawat sebagian besar masih diimpor pada tahun 1986. perusahaan asing memberikan bantuan teknis dan mengatur produksi dalam negeri berdasarkan perjanjian lisensi. Pemerintah Indonesia berharap untuk menarik investasi asing ke taman dengan mengizinkan kepemilikan penuh untuk industri asing yang berorientasi ekspor selama lima tahun. Fasilitas 485-hektar. Industri perakitan otomotif tumbuh di tengah-tengah pasar sangat dilindungi.pada tahun 1989 perjanjian sementara dicapai untuk mengalokasikan 51 persen dari produksi pabrik ke Indonesia. dari sekitar delapan puluh tipe dan pembuatan kendaraan berarti bahwa akan sulit bagi industri untuk mencapai biaya rendah.000 unit per tahun. Sebuah tinjauan kritis dari IPTN oleh dua ekonom asing berpendapat bahwa upaya tersebut adalah lompatan dini ke dalam teknologi canggih dan hanya bisa berharap dapat menguntungkan dengan terus mewajibkan pembelian dalam negeri untuk pesawatnya sendiri. perusahaan harus menghasilkan sedikitnya 100. tanpa penyertaan modal langsung dalam perusahaan domestik. Dengan standar internasional. Habibie. 2. pemerintah berusaha untuk pindah ke bidang penerbangan dengan bantuan teknologi asing. Singapura melihat proyek tersebut sebagai bagian dari "segitiga pertumbuhan" (growth triangle) yang menghubungkan Singapura. Kapasitas perusahaan domestik pada tahun 1991 untuk memproduksi sekitar 250. E. dari Fiat sampai Toyota. Pada 1986 IPTN telah menyerahkan 194 pesawat. banyak dari mereka dilatih di luar negeri. Pemerintah membenarkan investasi $ 3 miliar US pada kriteria yang lebih luas daripada profitabilitas keuangan. dibangun oleh sebuah perusahaan milik negara dari Singapura dan dua perusahaan swasta Indonesia. Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) didirikan pada tahun 1976 untuk merakit pesawat di bawah lisensi dari Aeronauticas Construcción dari Spanyol. Misalnya.000 karyawan. mulai beroperasi pada tahun 1991. termasuk stimulus yang potensial untuk pemasok suku cadang pesawat dalam negeri dan pelatihan pekerja yang sangat terampil. pabrik perakitan mobil di Indonesia memproduksi sekitar dua puluh merek mobil internasional. Di antara 12. dan helikopter di bawah lisensi dari Aerospatiale Perancis dan Messerchmitt Jerman. Bacharuddin J. dan Indonesia. dengan sisanya diekspor ke Jepang Singapura bergabung dalam industri Indonesia untuk mendorong produksi ekspor di Indonesia dengan membantu dalam pengembangan kawasan industri di Pulau Batam. terutama yang ada dalam perjanjian lisensi. yang akan mengizinkan para investor Singapura untuk mengambil keuntungan dari lahan yang cukup dan tenaga kerja lebih murah yang tersedia di negara tetangga. atau produksi berskala besar untuk ekspor.

. pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan. sementara pada periode sebelum krisis (1993-1996) bahkan sampai 12. padahal kunci stimuli sisi permintaan terletak pada bangkitnya investasi swasta dan ekspor. Kedua. investasi swasta masih terganjal oleh confidence yang belum pulih. Tingkat pertumbuhan investasi tahunan Indonesia telah mengalami penurunan yang luar biasa tajam di tahun 2006. tidak banyak diantara kita yang mengetahui keberadaannya atau menyeadari risikorisikonya yang berjangkauan luas. Kata kuncinya adalah stabilitas ekonomi. mereka belum melihat adanya aturan main yang jelas diberbagai bidang. Oleh karena itu. dan kalau output nasional terus-menerus turun. Menurut Boediono. sementara di tahun 2005 masih mencapai 10. maka kegiatan-kegiatan produksi secara nasional pun akan ikut turun.2 persen per tahun. dan policy consistency. yaitu masalah law and order. mereka belum yakin bahwa kebijakan ekonomi yang digariskan hari ini tidak berubah besok pagi karena ada perubahan arah angin politik.9 persen. Dan ini bergantung pada keberhasilan kita dalam mengembalikan kepercayaan investor. maka pada gilirannya laju pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan juga akan merosot. dengan sendirinya output pun merosot. ada tiga sebab mendasar yaitu : Pertama. para pelaku ekonomi belum yakin atas situasi keamanan dan ketertiban umum. Ada dua bidang yang apabila ditangani dengan baik dapat segera meningkatkan pertumbuhan ekonomi : (a) pembangunan infrastruktur dan (b) perbaikan iklim investasi. lapangan kerja dan kemiskinan. lenyapnya minta investasi dan meningkatnya kapasitas mengganggur di berbagai sektor. Mengapa penurunan investasi riil sangat serius? Kalau investasi turun. Dan ketiga. sehingga hal yang membahayakan kekukuhan perekonomian nasional itu selama ini dibiarkan saja tanpa ada upaya koreksi. Sulit bagi kita untuk melepaskan diri dari krisis multidimensional seperti yang kita hadapi sekarang ini. baik dalam angka presentase pertumbuhannya sendiri dan yang lebih penting. rules of the game.87 persen.harus turun tangan langsung. penurunan kualitas laju pertumbuhan ekonomi sesungguhnya sudah berlangsung cukup lama terjadi di Indonesia. Dengan kata lain kita menghadapi masalah sistematik yang mendasar. yakni hanya 2. dalam hal kualitasnya. Celakanya. Jika kegiatan produksi turun. dan lebih celakanya lagi. Krisis yang terjadi ditandai dengan runtuhnya permintaan agregrat sehingga kita menjumpai ciri-ciri ekonomi dalam depresi seperti : menurunnya daya beli secara drastis.

Karena tidak cukup jika kita mengandalkan keuangan Negara. tapi sangat membantu atau sangat mengganggu dalam kegiatan ekonomi. sehingga jumlah modal yang masuk akan banyak dan kualitas investasi akan meningkat. meningkatkan kreativitas sumber daya kita. Kohesi sosial yang harus kita pertahankan. policy. mungkin hanya sepertujuh atau 15% dari kebutuhan total investasi kita maka sisanya harus dari luar. pemerintah perlu focus untuk tindakan : 1. bergantung pada jenis infrastrukturnya. yang konsisten. financing dan macam-macam. masalah menciptakan iklim inovasi yang baik. kereta api.KESIMPULAN Untuk dapat mengatasi masalah perekonomian yang terjadi sekarang ini. Masalah pendidikan. masalah dukungan pemerintah untuk membuat infrastruktur teknologi yang baik dan arah yang benar. apakah masalah tanah. 3. tetapi juga ruang yang cukup. Mengenai keterbelakangan dan ketertinggalan kita di bidang infrastruktur. tapi juga orang akan percaya karena aturan mainnya jelas. undangundang dan hal-hal yang menyangkut kelancaran kegiatan ekonomi kita. . perizinan.berarti kita harus mempunyai program yang jelas untuk membantu mereka yang kemungkinan tertinggal dalm proses pembangunan ekonomi yang cepat. konsisten. dorongan yang cukup. Soft infrastructure. Bentuk permasalahannya berbeda-beda. 4. Kita perlu meningkatkan program-program yang langsung menyentuh masyarakat tersebut. Intinya harus ada policy yang bisa kita gunakan untuk menarik financing dari luar APBN. Tapi itu semua bisa diatasi kalau ada policy yang bagus. Infrastruktur yang tidak kasat mata. pelayaran dalam negeri ataupun pelayaran ke luar negeri untuk ekspor. Jika kita longgarkan disertai dengan infrastruktur fisik tadi maka akan menciptakan iklim yang luar biasa kondusif bagi perekonomian kita. Harus ada policy yang mendukung. Kemampuan kita untuk berinovasi meningkatkan teknologi. UKM sangat penting utuk kita dorong dan beri peluang untuk tumbuh. Tidak hanya investasi akan masuk. mencakup aturan main. listrik. yang kredibel. dan tujuan akhirnya adalah memperkuat kemampuan mereka untuk mandiri dan maju. Baik jalan. 2. pelabuhan.

Faisal. Lanskap Ekonomi Indonesia.pdf http://www. PT Gramedia Tim.co. Jakarta.toyota. Kencana Prenada Media Group Boediono. 2010. Ekonomi Indonesia. Modul Materi Binusmaya : Perekonomian Indonesia. Jakarta http://www2. Pertemuan 6 : Industry Indonesia. Mau ke Mana? Edisi Ketiga. Jakarta.htm http://www. 2011.astra.id/40tahun/ .org/military/world/indonesia/iptn.DAFTAR PUSTAKA Basri. 2009.globalsecurity.org/documents/books/ado/2007/ado2007.adb.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->