P. 1
JEMBATAN WHEATSTONE

JEMBATAN WHEATSTONE

|Views: 159|Likes:
Published by Herdi Fadillah

More info:

Published by: Herdi Fadillah on Jun 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/02/2012

pdf

text

original

JEMBATAN WHEATSTONE

ABSTRAK Jembatan Wheatstone adalah alat ukur yang ditemukan oleh Samuel Hunter Christie pada 1833 dan meningkat kemudian dipopulerkan oleh Sir Charles Wheatstone pada tahun 1843. Ini digunakan untuk mengukur suatu yang tidak diketahui hambatan listrik dengan menyeimbangkan dua kali dari rangkaian jembatan, satu kaki yang mencakup komponen diketahui kerjanya mirip dengan aslinya potensiometer. Jembatan Wheatstone adalah suatu alat pengukur, alat ini dipergunakan untuk memperoleh ketelitian dalam melaksanakan pengukuran terhadap suatu tahanan yang nilainya relatif kecil sekali umpamanya saja suatu kebocoran dari kabel tanah/ kartsluiting dan sebagainya. (Suryatmo, 1974). Jembatan Wheatstone adalah alat yang paling umum digunakan untuk pengukuran tahanan yang teliti dalam daerah 1 sampai 100.000 Ω. Jembatan Wheatstone terdiri dari tahanan R1, R2, R3, dimana tahanan tersebut merupakan tahanan yang diketahui nilainya dengan teliti dan dapat diatur. (Lister, 1993).

Rangkaian Jembatan Wheatstone. Sebuah jembatan Wheatstone digunakan untuk menghitung resistensi yang tidak diketahui dengan bantuan dari rangkaian jembatan. Untuk ini, dua kaki dari rangkaian jembatan disimpan seimbang dan satu kaki itu termasuk resistensi yang tidak diketahui. Prinsip jembatan Wheatstone mirip dengan kerja dari potensiometer. Sedikit modifikasi di jembatan Wheatstone dapat membantu dalam mencari jumlah lain seperti kapasitansi dan juga induktansi. Hal ini membantu dalam menemukan jumlah gas tertentu yang dicampur di antara sampel. Pengukuran jembatan Wheatstone sangat akurat dannilai resistansi yang tidak diketahui kebanyakan ditemukan dalam rangka untuk mengukur nilai-nilai fisika lain seperti suhu, tekanan kekuatan, dan sebagainya. Hal ini dapat digunakan di semua sirkuit elektronik. Perangkat ini pertama kali ditemukan oleh Samuel Hunter Christie pada 1833. Konsep ini kemudian dimodifikasi dan dipopulerkan oleh Sir Charles Wheatstone pada tahun 1843, yakni Rangkaian Jembatan Wheatstone.

maka VBD = 0 dan arus melalui VG = 0. http://belajarelektronika. Kondisi yang harus dipenuhi pada titik keseimbangan diberikan di bawah ini.Seperti ditunjukkan dalam gambar skema di atas. Dengan demikian. Tiga resistor R1. RX = [R2/R1] x R3 Metode ini sangat akurat sebagai nilai-nilai lain dari resistor presisi tinggi. Nilai dari perlawanan RX akan tidak diketahui dan harus dihitung. ada empat resistensi terhubung sebagai rangkaian jembatan. Untuk mencapai kondisi ini.info/rangkaian-jembatan-wheatstone. Sebuah galvanometer harus diatur antara poin B dan D.html . R2 dan R3 akan tahu nilai-nilai. Nilai resistensi R2 dapat disesuaikan. Jika R2/R1 = RX/R3. Begitu kondisi keseimbangan diperoleh nilai resistensi RX juga diperoleh. resistor disesuaikan bervariasi. Ini salah satu manfaat Rangkaian Jembatan Wheatstone. Arah arus dapat diketahui dari nilai resistor R2.

Baut 9. sehingga potensiometer membuka sakelar saat penyapu berada pada posisi terendah.[1] Jika hanya dua terminal yang digunakan (salah satu terminal tetap dan terminal geser). . Potensiometer digunakan untuk menyetel taraf isyarat analog (misalnya pengendali suara pada peranti audio).POTENSIOMETER ABSTRAK Potensiometer adalah resistor tiga terminal dengan sambungan geser yang membentuk pembagi tegangan dapat disetel. jadi secara tidak langsung mengendalikan kecerahan lampu. dan sebagai pengendali masukan untuk sirkuit elektronik. Badan 3. Potensiometer biasanya digunakan untuk mengendalikan peranti elektronik seperti pengendali suara pada penguat. sebuah peredup lampu menggunakan potensiometer untuk menendalikan pensakelaran sebuah TRIAC. Potensiometer yang digunakan sebagai pengendali volume kadang-kadang dilengkapi dengan sakelar yang terintegrasi. 1. Penyapu (wiper) 4. potensiometer berperan sebagai resistor variabel atau Rheostat. Sumbu 5. Sambungan tetap #2]] Potensiometer jarang digunakan untuk mengendalikan daya tinggi (lebih dari 1 Watt) secara langsung. misalnya sebagai sensor joystick. Sebagai contoh. Sambungan penyapu 7. Sambungan tetap #1 6. Elemen resistif 2. Cincin 8. Potensiometer yang dioperasikan oleh suatu mekanisme dapat digunakan sebagai transduser.

Rangkaian pada gambar 7-28 menunjukkan sebuah potensiometer yang mempunyai tegangan output yang bisa disetel antara 0 – 60 V. . yang tak akan lagi sama. Pada posisi ini. Solusi: Tegangan minimum antara terminal b dan c akan terjadi saat kontak geser berada pada posisi paling bawah dari resistor variabel. karena terminal b dan c terhubung singkat (short circuit). tegangan Vbc = 0 V.Resistor variabel dapat digunakan sebagai potensiometer seperti pada gambar 7-28 untuk mengatur tegangan pada rangkaian yang lain. rangkaiannya ditunjukkan pada gambar 7-30. tegangan outputnya. Bila sebuah resistansi beban dihubungkan ke terminal ini. Ketika terminal yang dapat bergeser berada pada posisi paling atas. tegangan yang tampak diantara terminal b dan c dapat dihitung secara sederhana dengan menggunakan aturan pembagi tegangan Vbc = (120 V) × (50 kΩ)/(50 kΩ+ 50kΩ) = 60 V Namun. Tegangan maksimum Vbc terjadi ketika kontak geser berada pada posisi paling atas dari resistor variabel. tegangan antara terminal b dan c adalah Vbc = 0 V. Output ini adalah nilai output tak berbeban. Pengatur volume pada receiver atau pada radio adalah contoh penggunaan resistor variabel sebagai potensiometer. karena tidak ada resistansi beban yang dihubungkan ke terminal b dan c. ketika terminal yang bisa bergeser ini berada pada posisi paling bawah. disebut output berbeban. Pada posisi ini. Contoh Untuk rangkaian pada gambar 7-29. Contoh berikut ini akan mengilustrasikan rangkaian berbeban. hitunglah range tegangan dari Vbc sebagai sebuah potensiometer yang nilainya bervariasi antara nilai minimum dan maksimumnya. karena kedua terminal menjadi short circuit dan tegangannya menjadi nol.

Tidak seperti rangkaian “potensiometer” yang digunakan .Pada gambar 7-30. Tegangan antara terminal b dan c dapat dengan mudah dihitung dari aturan pembagi tegangan: Vbc = E × (R2||RL) /[(R2||RL) + R1] = (120 V) (25 kΩ) / (25 kΩ + 50 kΩ) = 40 V Kita simpulkan bahwa tegangan output dari potensiometer dapat disetel dari 0 V hingga 40 V untuk beban resistansi RL = 50 kΩ. Dengan melihat sekilas. kita lihat bahwa potensiometer yang tak berbeban pada rangkaian 7-29 akan memiliki tegangan output antara 0 V hingga 60 V. Rangkaian jembatan Rangkaian jembatan adalah adalah suatu meteran keseimbangan yang digunakan untuk membandingkan dua tegangan. kita lihat resistansi R2 paralel dengan beban resistor RL. seperti suatu neraca timbangan yang digunakan uuntuk membandingkan dua berat benda.

maka tegangan pada titik 1 sama dengan tegangan titik 2. maka VRs1 = VRs2 = E Arus yang mengalir pada masing-masing cabang dapat dihitung I1 = E / (Ra + Rb) dan I2 = E / (R1 + R2) Pada saat seimbang V1 = V2 . maka detector akan menunjukkan angka nol dan jembatan dikatakan “seimbang”. biasanya tampak seperti pada gambar berikut: Ketika tegangan antara titik 1 dan terminal negatif baterai adalah sama dengan tegangan antara titik 2 dengan terminal negatif baterai. Maka karena tegangannya sama.untuk menyederhanakan pengukuran tegangan. Resistor Ra dan Rb dirangkai seri maka rangkaian penggantinya : Rs1 = Ra + Rb Resistor R1 dan R2 dirangkai seri maka rangkaian penggantinya : Rs2 = R1 + R2 Karena tegangan E paralel dengan Rs1 dan Rs2. rangkaian jembatan dapat digunakan untuk mengukur semua nilai dalam besaran listrik. Pada saat jembatan seimbang. tidak akan ada arus yang mengaliri detektor. atau bisa dibilang titik 1 dan titik 2 adalah open circuit. Jembatan sederhana adalah jembatan Wheatstone. analisa rangkaiannya adalah Karena jembatan seimbang.

resistor yang tidak diketahui nilainya ini dapat dihitung menggunakan rumus R1 / R2 = Ra / Rb Berarti untuk membuat jembatan ini. kita butuh resistor yang dapat disetel nilainya yaitu resistor variabel. dan saat kesetimbangan diperoleh. Sebagai contoh.kalikan silang Kesetimbangan jembatan ditentukan dari rasio Ra/Rb dan R1/R2 dan tidak dipengaruhi oleh sumber tegangan E (misal baterai). Salah satu dari ketiga resistor dapat disetel nilainya (nilainya dapt berubah-ubah) hingga kesetimbangan rangkaian didapatkan. yang digunakan sebagai standar referensi. sementara ketiga resistor yang lainnya diketahui nilai resistansinya. bila kita menyambungkan . resistansi yang akan diukur ditempatkan pada Ra atau Rb. Untuk mengukur resistansi menggunakan jembatan wheatstone.I1 × Rb = I2 × R2 Dengan mensubsitusikan I1 dan I2 diperoleh (E) (Rb) / (Ra + Rb) = (E) (R2) / (R1 + R2) Rb / (Ra + Rb) = R2 / (R1 + R2) R1Rb + R2Rb = R2Ra + R2Rb R1Rb = R2Ra R1 / R2 = Ra / Rb (jembatan seimbang) (:E) .

Rx. sementara jembatan ac biasanya digunakan untuk mengukur induktansi (pada induktor). merupakan resistor yang nilainya dapat diubah-ubah. Berikut ini contoh dari jembatan wheatstone: Resistansi dari resistor yang digunakan haruslah presisi dan detektornya juga harus memiliki sensiitivitas yang cukup baik. dan frekuensi. kapasitansi (pada kapasitor).umumnya disebut rheostat. Wilhelm C. Akurat dan stabil. bisanya peralatan ini digunakan di laboraturium untuk kepentingan kalibrasi. nilai rasio R1/R2 diketahui dan nilainya tetap (merupakan resistor fixed). Volume I – DC oleh Tony R. Circuit Analysis with Devices : Theory and Practice oleh Allan Robbins. Kuphaldt Fifth Edition. maka nilai Ra harus diubah-ubah hingga ammeter menunjukkan nilai 0 A yang menandakan bahwa jembatan sudah seimbang. Kebanyakan jembatan dc digunakan untuk mengukur resistansi. pada jembatan ini. rangkaian ini tidak sulit untuk dibuat. Misalkan detektor yang digunakan adalah ammeter. Wilhelm Miller. Miller. Pada rangkaian ini. Karena memberikan hasil pengukuran yang akurat.05%. maka hasil pengukuran resistansi dengan menggunakan metode ini bisa memiliki akurasi hingga kurang lebih 0. Ada banyak variasi yang bisa dibuat dari jembatn wheatstone ini.sebuah resistor yang resistansinya tidak diketahui. Sumber: Lessons In Electric Circuits. Tetapi resistor Ra. . kita membutuhkan nilai resistansi dari ketiga resistor yang lainnya untuk mendapatkan nilai resistansi Rx.

Mengukur Besarnya Tegangan Alat ukur yang kita pakai adalah multimeter. Sesuaikan posisi sakelar dengan batas ukurnya. Sakelar kita putar kita arahkan pada posisi voltmeter AC. __________________________________________________________________ . b. 0 s. 0 s. untuk perkiraan seperti langkah no.2 maka batas ukur yang dipakai adalah 250 ACV. Jarum bergerak ke kanan kemudian baca harga yang ditunjukkan oleh jarum pada busur skala. 0 s. Multimeter dapat digunakan untuk mengukur besarnya tegangan AC dan DC. d. Perkirakan tegangan yang akan diukur. a.d 1000 volt posisi sakelar adalah 1000 ACV Berikut langkah-langkah mengukur tegangan AC.d 500 volt posisi sakelar adalah 500 ACV d. Kedua kabel (lead test) kita masukkan pada stop kontak (boleh terbalik). Misal : 220 volt. Untuk multimeter batas ukur untuk voltmeter AC adalah : a.d 10 volt posisi saklar adalah 10 ACV b.d 250 volt posisi sakelar adalah 250 ACV c. c.TEKNIK PENGUKURAN DC 1. e. 0 s.

Untuk tegangan DC maka batas ukur pada multimeter adalah : e. b. d.25 DC mA. Tempelkan kabel merah pada kutub positif (+) dan kabel hitam pada kutub negatif (- )(jangan terbalik!!!). Baca harga yang ditunjukkan jarum pada busur skala. Mengukur Besarnya Arus Alat yang digunakan : Multimeter Batas ukur pengukuran arus DC : a. 0 s. Perkirakan berapa besar tegangan batu batera. 2.d 10 volt posisi saklar adalah 10 DCV f. 0 s. 0 s. Jarum bergerak ke kanan.d 250 volt posisi sakelar adalah 250 DCV g. 0 s. b.d 25 mA posisi sakelar adalah 25 DC mA.d 0. Misa : 1. 0 s. Berikut langkah-langkah dalam pengukuran arus DC pada baterai. 0 s. c. c. . Sakelar kita putar pada posisi 10 DCV. 0 s.d 500 mA posisi sakelar adalah 500 DC mA.d 1000 volt posisi sakelar adalah 1000 DCV Berikur langkah-langkah menguur tegangan batu baterai. a.d 500 volt posisi sakelar adalah 500 DCV h.5 volt.25 mA posisi sakelar adalah 0.

Sakelar pada posisi x 1 Ω (ohm) b. Maka besarnya tahanan adalah 15 x 10 ohm = 150 ohm. Contoh : Sakelar kita putar pada posisi x 10 ohm. Mengukur Besarnya Tahanan Alat ukur yang digunakan : Multimeter. Untuk jangkauan ada 3 macam. Kabel merah kita tempelkan pada kutub positif (+).a. Misalnya : 0. . Ps : pengukuran arus AC tidak dapat dilakukan karena pada multimeter tidak tersedia 3. dimana besarnya adalah pengalian range dengan harga yang ditunjuk jarum pada busur skala.2 ohm sampai beberapa mega ohm. Sakelar pada posisi x 10 Ω (ohm) c. kabel hitam pada kutub negatif (-) baterai.5 Ampere. b.(Jangan terbalik!!!) c. Putar sakelar sesuai dengan besarnya arus yang diperkirakan. Sakelar pada posisi x 1000 Ω (ohm) Berikut langkah –langkah untuk mengukur besarnya tahanan. Maka sakelar kita putar pada posisi 500 DC mA. Tiga macam jangkauan (Range) adalah : a. Batas ukur untuk multimeter minimal 0. Baca harga yang ditunjuk oleh jarum pada busur skala. Kemudian jarum menunjuk angka 15.

.cf. Lihat contoh. g.0. Tempelkan kedua kabel multimeter tadi (kabel merah dan hitam) pada kaki-kaki tahanan.google.0l4.osb&fp=bc32ddf01300ee54&biw=10 24&bih=623 .2.0j6j3j1j91.co.0.. c.id/webhp?source=search_app#hl=id&sclient=psyab&q=teknik+pengukuran+dc&oq=teknik+pengukuran+dc&aq=f&aqi=g4&aql=&gs_l=hp.r_gc.20677. Lepaskan kedua kabel yang ujungnya ditempelkan tadi sehingga jarum sakala kembali ke kiri.or.r_qf. Kalikan harga yang ditunjukkan jarum tersebut dengan jangkauan yang dipergunakan.13. e.20.0. d.4059.. Putar pengatur nol hingga jarum betul-betul menunjuk nol tepat pada busur skala. f.2040.0.SK8Q7M5_spc&pbx=1&bav=on.r_pw.a.26429. http://www.11. Baca harga yang ditunjukkan jarum pada busur skala..0.3.2. Tempelkan kedua ujung kabel pada multimeter (ujung kabel merah dan hitam saling bersentuhan). Putar sakelar sesuai dengan perkiraan besarnya jangkaun tahanan.26 211.0.2. b.

Hasil pengukuran adalah tegangan efektif (Veff). [edit]Mengukur Tegangan DC Perkirakan tegangan yang akan diukur.Mengukur Resistensi Pilih jangkah pada OHM. kemudian ujung kabel penyidik merah dan hitam disentuhkan dan lakukan zero seting dengan memutar tombol nol.30 KHz. letakkan jangkah pada skala yang lebih tinggi. [edit]Mengukur Tegangan AC Seperti halnya pada pengukuran VDC. [edit]Mengukur Daya Daya di hitung dari perkalian arus dan tegangan dari hasil pengukuran arus dan tegangan. Pada umumnya avometer hanya dapat mengukur arus berbentuk sinus dengan frekuensi antara 30 Hz . [edit]Mengukur Arus (Searah) . penyidik merah pada positif dan hitam pada negative. perkirakan tegangan yang akan diukur. letakkan jangkah pada skala yang lebih tinggi.

[edit]Menguji Dioda . Untuk kapasitas sampai 100 F jangkah pada x100. Dengan jangkah pada OHM. dan koneksi baik bila resistansinya menunjukkan angka NOL. Bila jarum tidak bergerak. jangkah x1 dan menguji kondensator non elektrolit jangkah pada x10 k. Bila jarum menyimpang ke KANAN dan kemudian secara berangsur-angsur kembali ke KIRI. tempelkan penyidik merah pada kutub POS dan hitam pada MIN. Untuk menguji elco 10 F jangkah pada x10 k atau 1 k. dan melalui kedua titik yang terputus tadi arus dilewatkan melalui avometer. di atas 1000 F. berarti kondensator baik. [edit]Menguji Kapasitor / Kondensator Sebelumnya muatan kondensator didischarge. kondensator putus dan bila jarum mentok ke kanan dan tidak balik.Rangkaian yang akan diukur diputuskan pada salah satu titik. kemungkinan kondensator bocor. Menguji Hubungan Pada Circuit / Rangkaian Suatu circuit atau bisa juga kumparan trafo diperiksa resistansinya.

Bila penyidik merah dipindah ke Emitor. Untuk transistor jenis NPN. jarum harus meyimpang ke kanan.Dengan jangkah OHM x1 k atau x100 penyidik merah ditempel pada katoda (ada tanda gelang) dan hitam pada anoda.2 V. Penyidik dibalik ialah merah ke anoda dan hitam ke katoda. pada emitor. jarum harus sedikit menyimpang ke kanan dan bila dibalik jarum . bahan suatu dioda dapat juga diperkirakan dengan circuit pada gambar 10. jarum harus tidak bergerak. jarum harus ke kanan. Kemudian penyidik merah pada Basis dan hitam pada Kolektor. Selanjutnya dengan jangkah pada 1 k penyidik hitam ditempel pada kolektor dan merah. jarum harus tidak menyimpang dan bila penyidik hitam dipindah ke Emitor jarum juga harus tidak menyimpang. [edit]Menguji Transistor Transistor ekivalen dengan dua buah dioda yang digabung. maka kemungkinan dioda germanium. dan bila 0.6V kemungkinan dioda silicon. pengujian dengan jangkah pada x100. penyidik hitam ditempel pada Basis dan merah pada Kolektor. sehingga prinsip pengujian dioda diterapkan pada pengujian transistor. Bila tegangan katoda anoda 0. Cara demikian juga dapat digunakan untuk mengetahui mana anoda dan mana katoda dari suatu diode yang gelangnya terhapus. Dengan jangkah VDC. Bila tidak demikian berarti kemungkinan diode rusak. jarum harus ke kanan lagi.

Demikian pula bila penyidik merah dipindah ke Emitor. jarum harus meyimpang ke kanan. potensio pada minimum. ialah salah parameter penting suatu transistor. Selanjutnya analog dengan pangujian NPN. bila voltage 0. Bila peristiwa ini tidak terjadi. Kerusakan FET dapat diamati dengan rangkaian pada gambar. maka kemungkinan FET rusak. jarum arus menyimpang ke kanan lagi. Pengujian cukup dilakukan antara Basis dan Emitor. [edit]Menguji FET Penentuan jenis FET dilakukan dengan jangkah pada x100 penyidik hitam pada Source dan merah pada Gate. Bila salah satu peristiwa tersebut tidak terjadi. dapat diperkirakan bahan transistor. Kita dapat menggunakan cara tersebut untuk mengetahui mana Basis. Beberapa jenis multimeter dilengkapi pula fasilitas pengukur hFE. Jangkah diletakkan pada x1k atau x10k. resistansi harus tak terhingga.harus tidak menyimpang. pengujian dilakukan dengan penyidik merah pada Basis dan hitam pada Kolektor. Dengan circuit seperti pada gambar.2 V germanium dan bila 0. maka janis FET adalah kanalP dan bila tidak. mana Kolektor dan mana Emitor suatu transistor dan juga apakah jenis transistor PNP atau NPN. maka kemungkinan transistor rusak. Untuk transitor jenis PNP. Bila jarum menyimpang. Bila potensio diputar ke kanan. resistansi harus kecil.6 V maka kemungkinan silicon. [edit]Menguji UJT . FET adalah kanal N.

maka UJT masih baik.Cara kerja UJT (Uni Junktion Transistor) adalah seperti switch. Jangkah pada 10 VDC dan potensio pada minimum. UJT kalau masih bisa on off berarti masih baik. tegangan harus kecil. Setelah potensio diputar pelan-pelan jarum naik sampai posisi tertentu dan kalau diputar terus jarum tetap disitu. . Bila jarum diputar pelan-pelan ke arah minimum lagi. Bila peristiwa tersebut terjadi. pada suatu posisi tertentu tiba-tiba jarum bergerak ke kiri dan bila putaran potensio diteruskan sampai minimum jarum tetap disitu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->