TAKHRIJ HADITS TENTANG KEPEMIMPINAN A. Pendahuluan Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat selalu membutuhkan adanya pemimpin.

Di dalam kehidupan rumah tangga diperlukan adanya pemimpin atau kepala rumah tangga, begitu pula halnya di masjid sehingga shalat berjama‟ah bisa dilaksanakan dengan adanya orang yang bertindak sebagai imam, bahkan perjalanan yang dilakukan oleh tiga orang muslim, harus mengangkat salah seorang diantara mereka sebagai pemimpin perjalanan. Ini semua menunjukkan betapa penting kedudukan pemimpin dalam suatu masyarakat, baik dalam skala kecil apalagi skala besar. Untuk tujuan memperbaiki kehidupan yang lebih baik, seorang muslim tidak boleh mengelak dari tugas kepemimpinan. Dalam hadis dijumpai bahwa landasan setiap manusia adalah pemimpin dan ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Namun hadis tersebut belum merinci lebih detail siapa saja yang sebenarnya dikatakan sebagai pemimpin dan bagaimana pemimpin itu mengemban tugas dan tanggungjawabnya. Redaksi hadis dapat diketahui dari kalimat ” kullukum ra‟in wakullukum masulun ”. Hadis dengan redaksi tersebut dapat dijumpai dalam kitab hadis standar dari shahih Al Bukhari, Muslim, At Tirmidzi, Abu Dawud dan Ahmad. Berangkat dari hal tersebut, makalah ini membahas tentang kepemimpinan dalam Islam meliputi siapa yang termasuk sebagai pemimpin dan apa tugas dan tanggung jawabnya. B. Redaksi Sanad dan Matan 1. Jalur Ahmad

َ:ََ َََ ََ ََ ََ َََ َ ‫َ َثََ َْ ََ َََ َْبََرَ َيَو َ َََْ َ َ َََْ ََ َ َ َ ََ َ ََ ََىَاهللَعلْيو و سلم قال‬ ‫حد ناَإساعْيل أخ ناَأ َبَعن نافعَعن بن عمرَأن النب صل‬ ْ ََ َ ‫ََ َ َْ َر َ َوََ َ َْ َ َ َْؤو َ ََ َْ َْيَ َ َ َ َ َْ َ َ َ َ َ َ َر َ َوَ َ َ َ َْؤو َ َ َ َْ َرَََ َ َوالر‬ ‫كلكم َاع كلكم مسَ َْل فالم ر الذي على الناس َاع َىو مسَ َْل عن َعيتو َ َجل‬
1

‫ر َ َ َ َ ََ َْ َ َبَََ َ َوَ َ َ َ َْؤو َ َواَْ ََرََ َر ََ َ َ َ َ َبََ َ َزو َ َاَوَ َ َ َ َْئَوَ َ َواَْ ََ َ َر ََ‬ ‫َاع على أىل ْيتو َىو مسَ َْل َ لم ْأة َاعية على ْيت ََجه َىي مس َْلة َ لعْبد َاع‬ ‫ْ‬ ‫على مال سيده َىو مسَ َْل أل فكلكم َاع كلكم مسَ َْل‬ ‫َ ََ َ ََ ََ َََوَ ََ َ َْؤو َََ َََ ََ َ ََْر َ َوََ َ ََْ َ َْؤو َ‬
‫‪2. Jalur Al Bukhari‬‬

‫َ َثََ ََ َ َ َْبََرَ ََ َ َ َ َْبََرَ َو َ َ َ َ ََْ َ َْ ََ َ َ َعَ َ َ َْ َ َ َ َ َ َر َ َ َاهللَ‬ ‫حد ناَعْبدانَأخ ناَعْبد اهللَأخ ناَم َْسىَبن عقبةَعن نافع ن ابن عمر َضي‬ ‫َْنَ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َ َََ َ َ َ َ ََ َ ََ َ ََ َ َْ َر َ َوََ َ َْ َ َ َْؤو َ َ َ َْ َرَََ ََ‬ ‫ع هماَقال:َعن النب صلى اهللَعلْيو و سلم قال:َكلكم َاع كلكم مسَ َْل عن َعيتو‬ ‫َْ َْيَ َ َر َ َوالر َ َ َرا َ َ َ َ ََ َْ َ َبََََ َواَْ ََرََ َر َََ َ َ َ َبََ َ َزو َ َاَووَ ََ ََ ََ َ َْ َر ََ‬ ‫الم ر َاع َ َجل َع على أىل ْيتو َ لم ْأة َاعية على ْيت ََجه َ َلده فكلكم َاع‬ ‫ْ‬ ‫كلكم مسَ َْل عن َعيتو‬ ‫َوََ َ ََْ َ َْؤو ََ َ ََْرَََ َ‬
‫‪C. Penelitian Sanad dan Matn‬‬ ‫‪1. Skema Sanad‬‬ ‫‪a. Jalur Ahmad‬‬ ‫‪Nabi SAW‬‬
‫سعت‬ ‫‪Abdullah Ibn Umar Ibn Khatab‬‬ ‫)‪(w. 73 H‬‬ ‫عن‬ ‫‪Nafi‟ Mauli Ibn Umar‬‬ ‫)‪(w. 117 H‬‬ ‫عن‬ ‫‪Ayub Ibn Abi Tamimah‬‬ ‫)‪(w. 131 H‬‬

‫اخبرنا‬
‫‪Ismail Ibn Ibrahim‬‬ ‫)‪(w. 193 H‬‬

‫حدثنا‬
‫‪Ahmad‬‬ ‫)‪(w. 241 H‬‬
‫2‬

181 H) ‫اخبرنا‬ Abdan (w. Jalur Al Bukhari Nabi SAW ‫عن‬ Abdullah Ibn Umar (w. 221 H) ‫حدثنا‬ Al Bukhari (w. 141 H) ‫اخبرنا‬ Abdullah (w. 73 H) ‫عن‬ Nafi‟ (w. 117 H) ‫عن‬ Musa ibn Uqbah (w. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam skema sanad adalah sebagai berikut: 3 .b. 256 H) Skema sanad jalur Ahmad dan Bukhari bertemu pada Nafi Mauli ibn Umar.

Untuk lebih jelasnya tentang ke empat rawi tersebut akan penulis jabarkan sebagai berikut: 1) Isma‟il bin Ibrahim bin Muqosim Nama lengkapnya Ismail bin Ibrahim bin Muqosim. 73 H) ‫عن‬ Nafi‟ (w.Ismail bin Abi Kholid. 4 . 256 H) 2. Jalur Ahmad Hadits di atas yang diriwayatkan oleh Ahmad diriwayatkan oleh 4 rawi yaitu Ismail ibn ibrahim. 193 H) ‫اخبرنا‬ Abdan (w. 221 H) ‫حدثنا‬ Ahmad (w. 131 H) Musa ibn Uqbah (w. Diantara gurugurunya antara lain Ibrahim bin Ulai. 241 H) ‫حدثنا‬ Al Bukhari (w. 181 H) ‫اخبرنا‬ Ismail Ibn Ibrahim (w. 141 H) ‫اخبرنا‬ Abdullah (w. Nafi‟ Mauli Ibn Umar dan Abdullah Ibn Umar ibn Khattab. Penelitian Sanad a.dan Ayub bin Abi Tamimah Kisan.Nabi SAW ‫عن‬ Abdullah Ibn Umar (w. 117 H) ‫عن‬ ‫عن‬ Ayub Ibn Abi Tamimah (w. Ayub ibn Abi Tamimah.

Anas bin Sirin. 5 . Sulaiman bin Yasar (Abu Ayub) dan Abdullah ibn „Umar ibn Khattab ibn Nufail (Ibnu „Umar).Jarir bin Hasim bin Zaid.Yahya bin Muin menyatakan Ayub terpercaya. Pendapat ulama tentang periwayatan hadits oleh Ismail bin Ibrahim bin Muqosim : . Ia mendapat julukan : Abu Basyar Laqobi ibnu „alaih.Tsu‟bah bin Hijaj : Ismail seorang pakar hadits. ia dibesarkan di Basrah dan wafat di Bagdad pada tahun 193 H.An Nasai menyatakan Ayub seorang terpercaya dan kuat pendapatnya. Ismail bin Ibrahim bin Muqosim. hadits tersebut kemudian dirwayatkan oleh Ayub bin Abi Abi Tamimah Kisan.Ahmad bin Ibrohim bin Kasir dan Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal bin Asaad. Pendapat para ulama tentang periwayatan hadits oleh Ayub bin Abi Tamimah Kisan : . Murid-muridnya antara lain : Ibrahim bin Thohaman bin Tsu‟bah.Ia mendapat julukan Abu Bakar.Muhammad bin Said : Terpercaya dan pendapatnya kuat. Diantara gurunya antara lain : Ibrahim bin Misroh.Muhammad bin Said menyatakan Ayub seorang yang adil. nama aslinya adalah Nafi‟ Mauli ibn „Umar.Ia dibesarkan di Bashrah dan wafat pada tahun 131 H. . Ibrahim bin Said. Ibrahim bin Abdillah bin Hunain. Hasan bin Abi Hasan Yasar dan Nafi‟ Mauli bin Umar. Jabir bin Ziyad.Ibrohim bin Said.Yahya bin Mu‟iin : Terpercaya dan ma‟mun. . dan Ayub ibn Tamimah Kisan. .Diantara murid-muridnya yaitu Ibrohim bin Dinar. b) Ayub bin Abi Tamimah Kisan Dari Ismail bin Ibrahim bin Muqosim. c) Nafi Mauli ibn Umar Perawi ketiga ini..dan Harits bin Umair.Guru-guru beliau yaitu. Sedangkan murid-muridnya adalah Aban bin Thariq.Aslam maula „Umar. .

Yazid bin „Ataarad. Dibesarkan di Hams dan wafat pada tahun 221 H. Nafi‟ Mauli Ibn Umar dan Abdullah Ibn Umar ibn Khattab. . Ahmad ibn Abdah. Ibnu Hiban juga berpendapat dia seorang yang kredibel. Sufyan bin Umayah. .Ibnu Harraj : Nafi dapat dipercaya. Usman bin Jablah bin Abi Ruwad.Abu Ajlan dan Nafi‟ Mauli ibn „Umar.Ia dibesarkan di Madinah dan wafat pada tahun 73 H. Musa ibn Uqbah. Pendapat para ulama tentang Abdullah ibn Usman bin Jublah ibn Abi Rawad adalah: Muhammad ibn Hamduyah mengatakan ia adalah kredibel dan terpercaya. Sedangkan murid-muridnya adalah Ahmad ibn Siyar ibn Ayub. Abdullah. Untuk lebih jelasnya tentang ke lima rawi tersebut akan penulis jabarkan sebagai berikut: a) Abdan Nama lengkapnya adalah Abdullah ibn Usman bin Jublah ibn Abi Rawad. Sedangkan murid-murid beliau adalah Adam bin Ali.Al Ajali : Nafi orang yang terpercaya .d) Ibnu „Umar Nama lengkapnya adalah Abdillah bin Umar bin Khatab bin Nufail. Perawi keempat pada hadits di atas nama aslinya yaitu Abdillah bin Umar bin Khatab bin Nufail. 2) Jalur Al Bukhari Hadits di atas yang diriwayatkan oleh Al Bukhari diriwayatkan oleh 5 rawi yaitu Abdan. Di antara guru-guru beliau adalah : Usamah bin Ziyad bin Harisah bin Syarnabil (Abu Mahmud). Muhammad ibn Yahya ibn Abdul Aziz. Pernyataan para kritikus hadits tentang dirinya antara lain: .Ia mendapat julukan Abu Abdurrahman.Hafsah bin Umar bin Khattab. Abdullah bin Mubarak bin Wadih. 6 . ia termasuk dari pembesar tabiit tabi‟in dengan nama kinayahnya Abu Abdurahman dengan laqobnya Abdan.An Nasai : Nafi orang yang terpercaya . Diantara guru-gurunya adalah Jarin ibn Abdul Hamid bin Qirut.

nama kinayahnya adalah Abu Abdur Rahman. Yahya ibn Mu‟in mengatakan ia adalah kredibel. Sedangkan pendapat para ulama tentang beliau adalah : Ahamd ibn Hambal mengatakan ia adalah orang yang kredibel. Ismail ibn Mubarak ibn Wadih. diantara muridnya adalah Ibrahim ibn Abi Abbas. Diantara guru-gurunya adalah Ishaq bin Yahya bin Walid. dia termasuk dari kalangan tabi‟in dengan nama kinayah Ab Muhammad. Abdullah ibn Usman ibn Jablah ibn Abi Ruwad. Diantara guru-gurunya adalah Abdan ibn tughlab. Ahmad ibn Hambal. dia dibesarkan di Madinah dan meninggalnya juga di Madinah pada tahun 181 H. Nafi‟ Mauli ibn Umar. Abdullah ibn Musalamah ibn Qa‟ad. d) Nafi Mauli ibn Umar Perawi ketiga ini.. Hakim ibn Abi Harrah. Salim ibn Abi Umayah. dia dibesarkan di Hams dan meninggal di kota Hiroh pada tahun 181 H.Guru-guru beliau yaitu. Sulaiman bin Yasar (Abu Ayub) dan Abdullah ibn „Umar ibn 7 . Musa ibn „Uqbah bin Abi Iyas. Aban ibn Yazid. c) Musa ibn „Uqbah Nama lengkapnya yaitu Musa ibn „Uqbah bin Abi Iyas. Muhammad ibn Zabarqan.b) Abdullah Nama lengkapnya adalah Abdullah ibn Al Mubarak ibn Wadih. Pendapat para ulama tentang Musa ibn „Uqbah bin Abi Iyas adalah Malik ibn Anas berpendapat ia adalah seorang yang kredibel. Murid-muridnya juga banyak. Musa ibn Umair.Aslam maula „Umar. nama aslinya adalah Nafi‟ Mauli ibn „Umar. Musa ibn „Uqbah bin Abi Iyas juga mempunyai banyak murid diantaranya Ibrahim ibn Thahman ibn Tsu‟bah. Muhammad ibn Sa‟ad juga mengatakan ia adalah orang yang kredibel terpercaya. Ali ibn Al Madini ia adalah kredibel dan Abu Hatim Ar Razi ia adalah seorang pemimpin yang terpercaya. Ibrahim bin Abdillah bin Hunain. Abdullah ibn Ja‟far ibn Ghilan. dia termasuk dari kalangan tabiin.

Ibnu Harraj : Nafi dapat dipercaya. e) Ibnu „Umar Nama lengkapnya adalah Abdillah bin Umar bin Khatab bin Nufail.Yazid bin „Ataarad. dan Ayub ibn Tamimah Kisan.Ia dibesarkan di Madinah dan wafat pada tahun 73 H. 2. Di antara guru-guru beliau adalah : Usamah bin Ziyad bin Harisah bin Syarnabil (Abu Mahmud). Perawi keempat pada hadits di atas nama aslinya yaitu Abdillah bin Umar bin Khatab bin Nufail. Abu Ajlan dan Nafi‟ Mauli ibn „Umar.Ia mendapat julukan Abu Abdurrahman. Sedangkan murid-muridnya adalah Aban bin Thariq. An Nasai : Nafi orang yang terpercaya. Sedangkan murid-murid beliau adalah Adam bin Ali. Pernyataan para kritikus hadits tentang dirinya antara lain: Al Ajali : Nafi orang yang terpercaya.Khattab ibn Nufail (Ibnu „Umar).Hafsah bin Umar bin Khattab. namun secara makna dan kandungannya mempunyai kesamaan yaitu bahwa setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya. Untuk lebih jelasnya tentang perbedaan redaksi matan dapat dilihat dalam tebel berikut : Imam Ahmad Al Bukhari َ‫حدثناَإساعيلَأخربناَأيوبَعنَنافعَعنَبنَعمر‬ َ‫حدثناَعبدانَأخربناَعبدَاهللَأخربناَموسىَبن‬ َ‫عقبةَعنَنافعَعنَابنَعمرَرضيَاهللَعنهماَقال:َ أنَالنبَصلىَاهللَعليوَوَسلمَقالَ:َكلكمَراع‬ َ‫عنَالنبَصلىَاهللَعليوَوَسلمَقال:َكلكمَراعَ كلكمَمسؤولَفالمريَالذيَعلىَالناسَراعَوىو‬ ‫و‬ َ‫كلكمَمسؤولَعنَرعيتوَالمريَراعَوالرجلَراعَ مسؤولَعنَرعيتوَوالرجلَراعَعلىَأىلَبيتوَوىو‬ ‫و‬ َ‫علىَأىلَبيتوَواملرأةَراعيةَعلىَبيتَزوجهاَوولدهَ مسؤولَواملرأةَراعيةَعلىَبيتَزوجهاَوىيَمسئولة‬ َ‫والعبدَراعَعلىَمالَسيدهَوىوَمسؤولَأل‬ ‫فكلكمَر كلكمَمسؤولَعنَرعيتو‬ ‫اعَو‬ ‫فكلكمَر كلكمَمسؤول‬ ‫اعَو‬ 8 . Ibrahim bin Said. Kritik Matn Hadits kepemimpinan di atas yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Al Bukhari memiliki perbedaan redaksi matn.

jil. baik dengan memberikan makanannya maupun dengan melindunginya dari bahaya. 2009). Mufradat Garib al-Qur'an (Beirut: Dar al-Fikr. 3) Kata ‫ اإلهام األعظن‬di dalam hadis tersebut dimaknai sebagai ‫اإلهام الذي على الناس‬ yaitu orang yang diangkat sebagai pemimpin masyarakat.. Alauddin University Press.رعى – يزعى‬Menurut Mu'jam Maqayis al-Lugah. cit. Pemahaman Hadits a. cet. 196.2 Dari akar kata itu terbentuklah berbagai kata dengan bermacam-macam makna.3. h.5 Hanya saja ketika kata tersebut diikuti dengan huruf jar 'an ( ‫ ) عن‬maka maknanya menjadi "menanyakan".th). II (Beirut: Dar alFikr. sebagai contoh ‫سأل عن حالها‬ "menanyakan tentang keadaannya". Arab-Indonesia Terlengkap.6 Oleh karena kata ‫ هسؤول‬pada hadis di atas berarti "ditanya" atau "dimintai pertanggungjawaban" tentang kepemimpinannya. Ambo Asse. 1997). 6 Ahmad Warson Munawwir. Makna Kosa Kata Hadis yang dikaji ini membahas tentang masalah kepemimpinan dalam berbagai posisi dan tingkatannya.]. Dengan kata lain ‫ اإلهام األعظن‬adalah orang yang dipercayakan untuk menegakkan atau Abu al-Husain Ahmad ibn Faris ibn Zakariya. 250. 3 Sahabuddin…[et al. XIV (Surabaya: Pustaka Progressif. tetapi semuanya mengandung makna memelihara dan mengawasi. 5 Al-Asfahani. jil.1 Sementara menurut Ragib al-Asfahani.4 2) Kata ‫ هسؤول‬merupakan isim maf'ul dari akar kata ‫ سأل‬yang berarti meminta dan memohon. Kamus al-Munawwir. H. Mu'jam Maqayis al-Lugah. Kajian Kosa Kata. penulis ingin memulai dari penjelasan beberapa kosa kata yang ada. Namun sebelum lebih jauh mendalami dari kandungan hadis tersebut. pada mulanya kata tersebut berarti memelihara binatang. & Politik (Makassar. h. h. dan kembali. h. 198. 600. 829. III (Jakarta: Lentera Hati. 2007).3 Misalnya kata ‫ الزاعى‬dapat diartikan dengan penggembala. 409. 4 1 9 . Ensklopedi al-Qur'an. bisa juga dikonotasikan dengan makna pemimpin. h. Sosial. yaitu orang yang mengatur dan memberi pelayanan terhadap apa yang menjadi tanggung jawabnya. t. 2 Abu al-Qasim al-Husain ibn Muhammad al-Ragib al-Asfahani. h. kata tersebut memiliki dua makna dasar yaitu memelihara atau mengawasi. 1) Kata ‫ راع‬merupakan bentuk isim fa'il dari kata ‫ . 1979). Ibadah. Hadis Ahkam. op.

jil. 1379 H). setiap orang harus berusaha untuk menjadi pemimpin yang paling baik dalam segala tindakannya tanpa didasari kepentingan pribadi atau kepentingan golongan tertentu sesuai dengan makna kata ra'in dalam hadis tersebut.melaksanakan peraturan/ketentuan (al-hudud) dan menegakkan keadilan di tengah masyarakat. Lihat Ahmad ibn 'Ali ibn Hajar al-'Asqalani. II. Atau setidaknya setiap individu harus mengendalikan hawa nafsu. 1415 H). mengarahkan. XIII (Beirut: Dar al-Ma'rifah. jil. memelihara.8 Apalagi memang. 113. pemimpin dapat dimaknai sebagai orang yang diberikan amanah dan kepercayaan oleh Allah untuk melaksanakan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah swt. h. sebagaimana ditegaskan dalam hadis di atas. cet. dan menuntun dirinya pada jalan kebaikan dan kebenaran. Mulai dari tingkatan pemimpin rakyat (pemerintah) sampai pada tingkatan kepemimpinan di rumah tangga. Karena itulah. persepsi yang selama ini memang terbatas hanya pada orang-orang yang memiliki jabatan dalam organisasi/instansi atau lembaga tertentu. VIII (Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyah. jil. dan atau melayani. Padahal yang disebut pemimpin bukan hanya mereka. Fath al-Bari Syarh Sahih al-Bukhari. 105. Ibid. Dengan demikian. Lihat pula Muh}ammad Syams al-Haq al-'Azim Abadi Abu al-Tayyib. h. 'Aun al-Ma'bud Syarh Sunan Abi Daud.7 b. Pengertian dan Defenisi Pemimpin Bicara soal “pemimpin”. mengawasi. h. XIII. 113. 8 7 10 .. Sesungguhnya semua orang adalah pemimpin. setiap manusia diciptakan oleh Allah di dunia telah di "lantik" sebagai seorang pejabat yang memiliki tugas ganda sebagaimana disebutkan pada latar belakang di atas yaitu hamba Allah sekaligus menjadi khalifah-Nya. Hal ini kembali mempertegas bahwa manusia sejak ia dilahirkan sudah menjadi pemimpin yang diakui. Bahkan dalam klausa hadis kullukum ra'in tersirat bahwa kepemimpinan itu berlaku pula dalam setiap individu untuk memimpin. dan mengontrol perilaku atau anggota badannya. yang kesemuanya itu kelak harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT.

Lebih jauh lagi. III. Makna ini mengacu kepada arti asal. dan khalafa (‫. kata ini berarti takut yang disertai dengan usaha memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti. yaitu "di belakang". term ri'ayah yang merupakan salah satu bentukan dari akar kata ‫ رعى‬hanya ditemukan satu kali dalam al-Qur'an. Namun dalam perkembangan selanjutnya. رىبانية‬ menurut al-Asfahani. karena tugas pemimpin sebenarnya hampir sama dengan tugas penggembala yaitu memelihara.9 Ini berarti bahwa ketika kata pemimpin disebut dengan term al-ra'in maka itu lebih dikonotasikan pada makna tugas dan tanggung jawab pemimpin tersebut. secara kebahasaan berarti "pengganti".Terlebih lagi bagi orang yang sudah dipercayakan untuk menjadi pemimpin dalam sebuah kelompok.)خلف‬ Khusus untuk kata khalifah. Di dalam ayat tersebut. kata pemimpin dalam bahasa Arab sering digunakan dalam beberapa term. Hanya saja. khilaf (‫" ) خالف‬lupa atau keliru". Sehingga seorang pemimpin dalam menjalankan tugasnya harus memiliki kesadaran akan tanggung jawab tersebut sehingga tugasnya dilaksanakan penuh hati-hati. organisasi. op. kata ri'ayah dihubungkan dengan kata ganti/dhamir ‫ ها‬yang merujuk kepada kata ‫. 11 . 829. h. seperti ‫( خليفة‬pengganti). baik dengan memberikan makanannya maupun dengan melindunginya dari bahaya. cit.. yakni pada QS. 2) Term ‫خليفة‬ Kata khalifah berasal dari akar kata ‫ خلف‬yang berarti "di belakang". atau wilayah tertentu. kata tersebut juga dimaknai "pemimpin". Al-Hadid [57] : 27. lahir beberapa kata yang lain. jil. Disebut khalifah 9 Sahabuddin. Dari akar kata tersebut. mengawasi. disertai upaya untuk memperbaiki diri sendiri dan orang yang dipimpinnya. dan melindungi orang-orang yang dipimpinnya. yaitu: 1) Term ‫راع‬ Sebagaimana disebutkan di atas bahwa term al-ra'in pada dasarnya berarti penggembala yang bertugas memelihara binatang.

dapat dipahami bahwa kata ini lebih dikonotasikan pada pemimpin yang diberi kekuasaan untuk mengelola suatu wilayah di bumi. cit. Sad [38] : 26.W. tumbuh atau berkembang. Kencana. Sad [38] : 26. Implementasi Kemaslahatan Ummat dalam Rambu-rambu Syariah (Bogor.. op. Bahkan orang-orang Syi'ah mengartikan ulil amri dengan imamimam mereka yang maksum. 13 Lihat QS. 452. Djazuli. 91-92. 14 A. 1466. 15 H. kata khalifah disebut pada dua konteks. op. 2003). 11 10 12 .13 3) Term ‫أهيز‬ Kata amir merupakan bentuk isim fa'il dari akar kata amara yang berarti "memerintahkan atau menguasai". Pertama. tanda. Melihat penggunaan kata khalifah di dalam kedua ayat tersebut. QS. meskipun para ulama berbeda pendapat tentang arti ulil amri tersebut. jil. bila merujuk ke al-Qur'an. dan QS. Dalam mengelola wilayah kekuasaan itu. Kedua. II. yaitu "antonim kata larangan. Munawwir.10 Di dalam al-Qur'an sendiri. urusan.karena yang menggantikan selalu berada di belakang atau datang di belakang. dan sesuatu yang menakjubkan Hanya saja. Taha [20] : 16.14 Namun pada dasarnya kata amara memiliki lima makna pokok. Ada yang menafsirkan dengan "kepala Negara. h. di dalam konteks pembicaraan tentang Nabi Daud as. 12 QS.11 Konteks ayat ini menunjukkan bahwa manusia dijadikan khalifah di atas bumi ini bertugas memakmurkannya atau membangunnya sesuai dengan konsep yang ditetapkan oleh Allah sebagai yang menugaskannya. kata amir tidak pernah ditemukan di sana.15 Sahabuddin. Al-Baqarah [2] : 30. dan ulama". h. pemerintah. sesudah yang digantikan.12 Konteks ayat ini menunjukkan bahwa Daud menjadi khalifah yang diberi tugas untuk mengelola wilayah yang terbatas. seorang khalifah tidak boleh berbuat sewenang-wenang atau mengikuti hawa nafsunya. h. cit. yang ada hanya kata ulil amri yang mengarah kepada makna pemimpin. Fiqh Siyasah. dalam konteks pembicaraan tentang Nabi Adam as. A..

ternyata kata amir itu sendiri sering digunakan dalam beberapa hadis. Sebagaimana firman Allah QS. yakni mereka yang mempunyai urusan dalam kepemimpinan karena memegang kendali masyarakatnya.. barangsiapa yang durhaka kepada amir-ku maka sungguh ia telah durhaka kepadaku". Munawwir. yaitu orang yang memegang kekuasaan tertinggi dalam pemerintahan dan atau mempunyai wewenang membuat undang-undang yang mengikat kepada seluruh ummat di dalam hal-hal yang tidak diatur secara tegas oleh al-Qur'an dan hadis. dan Manusia (Bandung. baik untuk menuju jalan yang lurus maupun untuk menuju jalan yang sesat. jil. 18 Fiqh Dusturi adalah salah satu bagian dari fiqh siyasah (fiqh dusturi. op. Seputar Ibadah. 17 16 13 . Muamalah. H. Jin. dan menyengaja". teladan). Remaja Rosdakarya. 92 & 118. dan fiqh harbi). cit. h. Al-Isra' [17] : 71. bermaksud kepada. cit.W. hadis riwayat al-Bukhari dari Abu Hurairah ra. kata imam mempunyai beberapa arti. yang mengatur hubungan antara warga Negara dengan lembaga Negara yang satu dan warga Negara dengan lembaga Negara yang lain dalam batas-batas administratif suatu Negara. 20 A.20 Akan tetapi menurut Ibn Manzur di dalam Lisan al-'Arab. 39. 19 H. IV. Dan barangsiapa yang taat kepada amir-ku maka sungguh ia telah taat kepadaku. Di antaranya berarti setiap orang yang diikuti oleh suatu kaum. op.Namun. 141. Juhaya S. fiqh dauli. imam juga berarti misal (contoh. Di samping itu.17 Karena itulah. Yauma nad'u kulla unasin bi imamihim "ingatlah pada suatu hari Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya".. 327. dan barangsiapa yang durhaka kepadaku maka sungguh ia telah durhaka kepada Allah. h. A. Djazuli. fiqh mali. h.A. op.19 4) Term ‫إهام‬ Kata imam merupakan salah bentukan kata dari akar kata ‫ أم – يأم‬yang ّ ّ berarti "pergi menuju. 2000).16 Berdasarkan hadis di atas. cit. Misalnya saja. term umara atau amir dan ulil amri berkonotasi sama. Praja. Djazuli dalam bukunya Fiqh Siyasah menjelaskan bahwa term amir atau ulil amri dari sisi fiqh dusturi18 adalah ahl al-hal wa al-'aqd. َ‫من َأطاعين َفقد َأطاع َاهلل َومن َعصاين َفقد َعصى َاهلل َومن َأطاع َأمريي َفقد َأطاعين َومن‬ ‫عصىَأمرييَفقدَعصاين‬ "Barangsiapa yang mentaatiku maka sungguh ia telah taat kepada Allah.. h. Al-Bukhari. Tafsir Hikmah. sekalipun di dalam al-Qur'an tidak pernah ditemukan.

imam juga berarti "benang untuk meluruskan bangunan".21 Sedangkan Ibn Faris di dalam Maqayis al-Lugah menyebutkan bahwa kata imam memiliki dua makna dasar. Karena memang tugas dasar atau tanggung jawab seorang pemimpin tidak jauh berbeda dengan tugas penggembala. Oleh karena itu. juga dengan penggunaan term imam yang dikaitkan dengan ibadah shalat. Sehingga term imam lebih dikonotasikan sebagai orang yang menempati kedudukan/jabatan yang diadakan untuk mengganti tugas kenabian di dalam memelihara agama dan mengendalikan dunia. al-Ahkam al-Sultaniyyah wa al-Wilayah al-Diniyyah.Imam juga dapat berarti "benang yang dibentangkan di atas bangunan untuk dibangun dan guna menyamakan bangunan tersebut.th). t. XII (Beirut. di antaranya kedekatan dengan Tuhan. ibadah tersebut melahirkan beberapa makna filosofi.th). 28-29. cet. Abu H{asan al-Mawardi. h. op. karena itulah Rasulullah saw disebut sebagai imam al-aimmah dan khalifah sebagai pemimpin rakyat sering juga disebut imam al-ra'iyyah atau dalam hadis di atas digunakan kata al-imam ala'zam. mengawasi. 5. Sebagaimana diperintahkan oleh Allah swt. dan Allah melarang dari perbuatan keji. 22. Di mana. t. cit. menurut Ibn Faris. Di samping itu. dan melindungi gembalaannya. 21 Lihat Muhammad ibn Mukrim ibn Manzur al-Masri. III (Mesir. h. I. seorang pemimpin harus betul-betul memperhatikan dan berbuat sesuatu sesuai dengan aspirasi rakyatnya. Tanggung Jawab Pemimpin Pemimpin dalam segala aspek. h. Dengan kata lain memiliki aspek spiritual.23 3. 23 22 14 . Mustafa al-Asabil Halabi.22 Melihat pengertian di atas. Lisan al-'Arab. di dalam hadis di atas dikenal dengan istilah ‫ الزاعى‬atau penggembala. Lihat Ibn Faris.. Dar Sadir. Ibadah tersebut juga mengarah kepada makna jama'ah yang berarti seorang imam haruslah diikuti. memberi kepada kaum kerabat. yaitu "setiap orang yang diikuti jejaknya dan didahulukan urusannya". mulai dari yang paling bawah sampai yang paling tinggi. yaitu memelihara. jil. jil. "Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan.

IV (Beirut: Dar Sadir.kemungkaran dan permusuhan. h. Dalam meminpin rakyatnya sehingga rakyatnya hidup sejahtera.27 Begitu pula para suami. Sebaliknya. sementara al-ihsan adalah yang tersembunyi jauh lebih baik daripada yang tampak. Di antara pendapat tersebut adalah : 1. Dengan kata lain. 906. op. Munawwir. Muhammad ibn 'Ali ibn Muh}ammad al-Syaukani. selalu bertindak sesuai kemauannya. pemimpin harus menciptakan keharmonisan antara dirinya dengan rakyatnya sehingga ada timbal balik diantara keduanya. t. 2.W. isteri. 25 24 15 . XIII. pemaknaan yang paling tepat untuk kedua kata tersebut. 255. Al-'adl bermakna keseimbangan antara yang tersembunyi dan yang tampak. Al-'adl bermakna kewajiban. Al-Nahl [16] : 90. cit. jil. 26 A. h. dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. sementara al-ihsan adalah melaksanakan kewajiban (al-faraid}). Fath al-Qadir al-Jami' baina Fanni alRiwayah wa al-Dirayah min 'Ilm al-Tafsir. penggembala dan siapa saja yang memiliki tanggung jawab dalam memimpin harus berusaha untuk berlaku adil dalam kepemimpinannya sehingga ia mendapat kemuliaan sebagaimana janji Allah swt yang diriwayatkan oleh al-Turmuzi dari Abu Sa'id ra. Dari pengertian bahasa tersebut. Sedangkan al-ihsan adalah memberikan kebaikan. QS."24 Ulama tafsir memiliki keragaman pendapat dalam memaknai kata al'adl dan al-ihsan di dalam ayat tersebut. Di mana kata al-'adl berarti "perkara yang di tengah-tengah"26 sehingga ia lebih dikonotasikan pada makna kesimbangan di antara dua sisi.. jil. op. cit.th). tampak jelas bahwa ayat di atas memerintahkan untuk berbuat adil kepada setiap pemimpin apa saja dan dimana saja. rakyat akan sengsara. 112. harus berusaha untuk berbuat seadil-adilnya dan sebijaksana mungkin sesuai dengan perintah Allah SWT. bukan didasarkan peraturan yang ada. Seorang raja misalnya.25 Hanya saja. apabila raja berlaku semena-mena. 27 Ibn Hajar al-'Asqalani.. 3. sementara al-ihsan adalah ibadah sunnah. Al-'adl bermakna tauhid (la ilah illallah). hendaknya kembali ke makna bahasanya.

30 QS. Akan tetapi orang yang paling dibenci oleh Allah dan paling jauh tempatnya dari-Nya adalah pemimpin yang berlaku aniaya. menghayati. ia justru bersujud syukur dan mengadakan "tasyakkuran" pengangkatannya. tapi ia tidak mengucapkan tasbih "subhanallah" atau kalimat hauqalah "la haula wala quwwata illa billah".30 Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab kepemimpinannya. tanpa terlibat langsung dalam pekerjaan tersebut secara baik dan efektif.29 Karena itu. tugas dan fungsi pemimpin tidaklah mudah bahkan hal tersebut adalah sesuatu yang sangat berat. cit. Padahal. Dengan demikian. Tidaklah wajar jika ada pemimpin yang dipilih dan diangkat oleh rakyat untuk menerima beban amanah. Di samping berlaku adil. ia akan berusaha memberikan pelayanan yang baik dan menaburkan kerahmatan. 16 . jil. Seorang pemimpin tidak hanya duduk-duduk di kursi empuk sambil memerintah pada bawahannya. 906. cit.. dan menyelami kondisi 28 29 A. Al-Anfal [8] : 27. tetapi ia adalah hal yang wajib dijalankan sebaik-baiknya dengan bimbingan Allah swt dan Rasul-Nya. h. seorang pemimpin harus dapat memahami. op.W.َ‫إن َأحب َالناس َإىل َاهلل َيوم َالقيامة َوأدناىم َمنو َجملسا َإمام َعادل َوأبغض َالناس َإىل َاهلل‬ 28 ‫وأبعدىمَمنوَجملساَإمامَجائر‬ Hadis di atas menjelaskan bahwa orang yang paling dicintai oleh Allah dan paling dekat kedudukannya dengan-Nya adalah pemimpin yang adil. 1457. dan sesungguhnya pada hari kiamat akan mendapatkan malu dan penyesalan.. Munawwir. Namun. op. kepemimpinan bukanlah sesuatu yang patut disyukuri. kecuali orang yang mengambilnya dengan hak dan melaksanakan tugas kewajibannya dengan baik". pemimpin harus selalu menyadari dan bersikap mawas diri dalam menanggung beban amanah. Rasulullah saw bersabda: ‫وإهناَأمانةَوإهناَيومَالقيامةَخزيَوندامةَإلَمنَأخذىاَحبقهاَوأدىَالذيَعليوَفيها‬ "Sesungguhnya kepemimpinan itu adalah amanah. III. Muslim al-Qusyairi. pemimpin juga harus menyadari amanah yang telah diberikan Allah kepadanya sehingga dengan kesadaran tersebut.

Oleh karena itu. 31 Suatu pelajaran yang berharga dari Rasulullah saw. Akan tetapi sebaliknya. sehingga pemimpin harus terus menggali dan mengembangkan kualitas pemahaman terhadap rakyatnya yang beragam tersebut dengan perspektif psikologi Islam atau psikologi kenabian.. Agar pemimpin memperhatikan orang-orang yang dipimpinnya yang memiliki kondisi berbedabeda diisyaratkan pada sabda beliau: َ‫إذا َصلى َأحدكم َللناس َفليخفف َفإنو َمنهم َالضعيف َوالسقيم َوالكبري َوإذا َصلى َأحدكم‬ ‫لنفسوَفليطولَماَشاء‬ "Apabila salah seorang di antara kalian menjadi imam. Al-Bukhari. Karena di antara manusia itu ada yang lemah. h. hendaklah ia meringankan shalatnya. Bahkan pemimpin yang tidak mampu memelihara. Pemimpin yang membuat susah dan sengsara rakyatnya karena tindakan-tindakannya yang sewenang-wenang akan dipersulit 31 32 Rachmat Ramadhana al-Banjari. I. ada yang sakit. pemimpin juga hendaknya melengkapi diri dengan pengetahuan sosiologi sebagai ilmu pelengkap untuk dapat menguasai tehnik dan seni memimpin. Pemimpin yang tidak paham dengan kondisi dan eksistensi jiwa rakyatnya. 248. op. 249.jiwa "gembalaannya" yang berbeda-beda. bukanlah pemimpin sejati yang sejati menurut Islam. seorang pemimpin hendaknya jangan menganggap dirinya sebagai manusia super yang bebas berbuat dan memerintah apa saja kepada rakyatnya. 17 . cit. melindungi. h. dan mampu memberikan rasa aman terhadap rakyatnya. Apabila kalian shalat sendiri. hendaklah ia shalat menurut yang ia kehendaki". ia harus berusaha memposisikan dirinya sebagai pelayan dan pengayom masyarakat.. kemungkinan dapat berbuat di luar batas-batas kemanusiaan dengan bertindak sewenang-wenang di luar batas kesanggupan manusia yang dipimpin itu. cit.32 Seorang pemimpin hendaknya mempelajari banyak ilmu. jil. dan adapula yang tua. Rakyat/gembalaan memiliki kapasitas dan kapabilitas tersendiri. op. selain ilmu psikologi.

Dan siapa yang mengurusi umatku dan berlemah lembut kepada mereka. 113. 18 . jil. memberitakan bahwa Rasulullah saw pernah berdoa: َ‫اللهمَمنَوىلَمنَأمرَأميتَشيئاَفشقَعليهمَفاشققَعليوَومنَوىلَمنَأمرَأميتَشيئاَفرفقَهبم‬ ‫فارفقَبو‬ "Ya Allah.dan disengsarakan pula oleh Allah swt. h. XIII.34 33 34 Muslim al-Qusyairi. maka permudahlah baginya".. h. jil. kembali mengulangi kalimat kullukum ra'in yang diawali dengan huruf peringatan (tanbih) yaitu ‫ أال‬sebagai bentuk isyarat yang mengingatkan setiap manusia untuk lebih berhati-hati dalam menjalankan kepemimpinannya karena semua itu akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah swt. cit. op. 'Aisyah ra. maka persulitlah baginya. siapa yang menguasai sesuatu dari urusan umatku lalu mempersulit mereka. cit. III.. 1458. op.33 Begitu berat dan besar tanggung jawab seorang pemimpin. Lihat Ibn Hajar al-'Asqalani. sehingga Rasulullah dalam sabdanya di atas yang menjadi kajian utama makalah ini.

Hanya saja riwayatriwayat dari masing-masing mukharrij tersebut memiliki perbedaan lafal. sehingga ini berarti hadis tersebut diriwayatkan secara maknawi (al-riwayah bi al-ma'na). dan atau organisasi tertentu. mengawasi. 19 .BAB III PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan penjelasan-penjelasan di atas yang berbicara tentang tanggung jawab pemimpin dalam perspektif hadis Nabi khususnya riwayat kullukum ra>'in. penulis tanpa merinci lebih jauh alasannya ingin mempertegas bahwa hadis tersebut berkualitas sahih apalagi diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam kitab sahihnya yang oleh para ulama diakui keabsahannya (asah al-kutub ba'da al-Qur'an). Dengan kesadaran tersebut. Pemimpin dalam perspektif hadis Nabi secara khusus. sehingga para sahabat yang lain demikian pula generasi setelahnya sering memuji dan menyebut-nyebut kelebihannya. dengan memiliki banyak keutamaan. maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. sehingga seorang pemimpin harus menyadari amanah yang telah dibebankan kepadanya. bukan semata-mata orang yang memiliki jabatan atau kedudukan pada suatu lembaga. dan Ahmad ibn Hanbal. 3. hadis tersebut hanya diriwayatkan oleh 'Abdullah ibn 'Umar 'ibn al-Khattab yang merupakan salah satu sahabat Nabi yang mulia. instansi. 2. Kepemimpinan tersebut harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. ia akan bersikap adil dan selalu berupaya memelihara. akan tetapi terlepas dari perbedaan tersebut. setidaknya diriwayatkan oleh dua Imam hadis yaitu al-Bukhari. dan melindungi "gembalaannya" sebagaimana kandungan hadis Nabi kullukum ra'in wa kullukum mas'ulun 'an ra'iyyatihi. Dari semua jalur hadis yang ada. Hadis yang menjadi kajian utama dalam makalah ini. Akan tetapi pemimpin adalah setiap individu yang sejak lahirnya memiliki wilayah kepemimpinan sekalipun hanya dalam skala yang kecil.

Mesir. 1989. 2005. Abdurrahman. Fath al-Bari Syarh Sahih al-Bukhari. Jakarta.d. 2008. H. Abu 'Abdillah Muhammad ibn Isma'il. Al-Dimasyqi. Hadis Ahkam. DIVA Press. t. Beirut. Al-'Asqalani.DAFTAR PUSTAKA Abu al-Tayyib. Ibadah. I. Muhammad Syams al-Haq al-'Azim Abadi. Muhammad ibn 'Ali ibn Muhammad. Al-Mawardi. Abu al-Qasim al-Husain ibn Muhammad al-Ragib. Beirut. t. Abu 'Isa Muhammad ibn 'Isa ibn Saurah. t. 1403 H. II. Ambo Dalle. Yogyakarta.th. al-Matba'ah al-Salafiyyah. Dar Sadir. Kairo. 1997. Jamal al-Din Abu Hujjaj Yusuf. I.th. al-Jami' al-Sahih} al-Musnad min Hadis\ Rasulillah Sallallahu 'alaihi wa Sallam wa Sunanihi wa Ayyamihi. cet. 2000. al-Jami' al-Sahih wa Huwa Sunan al-Turmuzi. Fath al-Qadir al-Jami' baina Fanni al-Riwayah wa al-Dirayah min 'Ilm al-Tafsir.th. al-Ahkam al-Sultaniyyah wa al-Wilayah al-Diniyyah. t. Sunan Abi Daud. 'Ulumuhu wa Mustalahuhu. Al-Naisaburi. Al-Masri. Dar Ihya al-Turas al-'Arabi. Al-Syaukani. al-Jami' alSahih. Al-Bukhari. 1379 H. Beirut. t. Beirut. Ahmad. Mausu'ah al-Risalah. Usul al-Hadis. Al-Azadi. Ahmad ibn 'Ali ibn Hajar. 1415 H. cet. Mustafa al-Asabil Halibi.th. Al-Turmuzi. Beirut. Beirut. Maktabah al-Ma'arif. 'Aun al-Ma'bud Syarh Sunan Abi Daud. Rachmat Ramadhana. Beirut. 1985. Prophetic Leadership. Al-Mizzi. Kairo. Al-Khatib. Dr. Dar ibn Hazm. & Politik. 1962. Sosial. cet. 'Imad al-Din Abu al-Fida' Isma'il ibn Kasir. Muhammad ibn Mukrim ibn Manzur. Tahzib al-Kamal fi Asma'i al-Rijal. Ambo Asse. Lisan al-'Arab. Dar al-Kutub al-'Ilmiyah. 20 . Riyadh. Dar al-Fikr. Dar Sadir.th. Al-Asfahani. Refleksi Pemikiran Prof. Makassar. Beirut. Beirut. H. Tafsir al-Qur'an al-Azim. Dar al-Ma'rifah. 2009. Muhammad Syuhudi Ismail. Muassasah Qurtubah. Paradigma Baru Memahami Hadis Nabi. Alauddin University Press. Mufradat Garib alQur'an. Renaisan. Abu Hasan. al-Qaul al-Sadiq fi Ma'rifah al-Khaliq. Abu al-Husain Muslim ibn al-Hajjaj ibn Muslim al-Qusyairi. Al-Banjari. Muhammad 'Ajjaj. Abu Daud Sulaiman ibn al-Asy'as al-Sajastani. III. Dar al-Fikr. cet. Arifuddin. t.

Seputar Ibadah. Robert Bogdan dan Steven J. Juhaya S. Implementasi Kemaslahatan Ummat dalam Rambu-rambu Syariah. Jin. A. Introduction to Qualitative Research Methods.Djazuli.]. Bandung. Surabaya. Praja. Pustaka Progressif. Ibn Zakariya. Ensklopedi al-Qur'an. John Wiley & Sons. 2000. Tailor. 2008. 2007. 1997. Khon. Abdul Majid. 2003. Jakarta. Remaja Rosdakarya. Abu al-Husain Ahmad ibn Faris. Beirut. Mu'jam Maqayis al-Lugah. 1979.al. 1995. 21 . Lentera Hati. Kairo. Dar al-Fikr. Sahabuddin…[et. Kamus al-Munawwir. Ulumul Hadis. Amzah. Kencana. cet. XIV. Fiqh Siyasah. Munawwir. Dar al-Hadis. H. Arab-Indonesia Terlengkap. Muamalah. Jakarta. Ahmad Warson. al-Musnad. Bogor. Tafsir Hikmah. Kajian Kosakata. 1975. New York. dan Manusia. Ibn Hanbal. Ahmad.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful