VEKTOR

I.1 Vektor Di R2 dan R3 1.1 Pengertian Vektor a. Definisi Vektor adalah suatu besaran yang mempunyai nilai (besar) dan arah. Contohnya yaitu gaya,kecepatan,percepatan dan lain-lain. b. Notasi Vektor

Vektor ini dinyatakan dengan Notasi , ,

, a, atau

dibaca “Vektor AB’. Titik A

disebut pangkal (titik awal) dan B disebut titik ujung (terminal). Panjang dari titik A ke B menunjukan besar Vektor dan arah panah menunjukan arah vector. c. Kesamaan Dua Vektor Dua Vektor yang sama. Untuk dan di R2 : dan disebut sama jika keduanya mempunyai panjang dan arah

Vektor

=

dan =

sama ↔ x1 = x2 dan y1 = y2

Untuk dan di R3 :

j). suatu vektor kolom. Ini berarti aij = (A)ij. Sebuah titik P dalam system koordinat cartesius berkorespondennsi dengan pasangan bialangan terurut (x. Contoh: a = . sebagai berikut: atau A = (aij) Untuk menyatakan elemen matrik A yang ke (i.2 Sistem Koordinasi dalam Bidang dan Ruang A. digunakan notasi (A)ij . yaitu aij. koordinat (x.y) menentukan jarak serta arah titik P terhadap sumbu x dan sumbu y. . Bila m = n.Vektor = dan = sama ↔ x1 = x2. Aljabar Matrik Elementer Definisi: Matrik A berukuran mxn ialah suatu susunan angka dalam persegi empat ukuran mxn. matrik dinamai matrik bujur sangkar berukuran m. Matrik berukuran mx1 disebut vektor kolom dan berukuran 1xn disebut vektor baris.y). Sistem Koordinasi dalam Bidang Sisitem koordinasi dalam bidang adalah ruang berdimensi 2 atau R2 yang dinyatakan dengan adanya dua buah sumbu yang saling berpotongan tegak lurus. bilangan pertama x disebut absis dan bilangan kedua y disebut ordinat. y1 = y2 dan z1 = z2 1. ai menyatakan komponen a ke i.

am) dan b skalar. dinotasikan Im atau I. a22.n Berbagai jenis matrik dan vektor : Matrik Diagonal Elemen diagonal matrik A ialah a11. A disebut matrik diagonal. a22. amm bernilai 0. 2. (A). amm. a22. … . a2. amm) dan Da = diag (a1. (A)1. am) DA = Da = . (A)i. … . a2. … . … . … . . (A). m. (A). sebutkan elemen-elemen matrik berikut: (A)i. maka Ab = diag Matrik Segitiga . a22. amm) menyatakan matrik diagonal dengan elemen diagonal a11.j . a22. Bila A = diag (a1. DA = diag (a11. bi menyatakan komponen b ke i. (A)m. (A)2 . menyatakan vektor baris ke i matrik A. (A). Bila aii = 1 untuk i = 1.2 . amm .j menyatakan vektor kolom ke j matrik A. (A). khusus untuk matrik bujur sangkar. A = diag (a11. dan vektor a dengan m komponen adalah sebagai berikut : a= Bila semua elemen selain a11. maka A disebut matrik identitas berukuran m.b= . … . suatu vektor baris. … . . . … .1 . Latihan 1 Berdasarkan matrik A seperti yang tercantum pada definisi.

e2. masing-masing menyatakan suatu vektor dengan komponen ke 1. Segitiga atas bila yang bernilai 0 adalah elemen di bawah diagonal. dan Ab . amm).matrik segitiga atas dan segitiga bawah yang berkaitan dengan A . … em. a22.Matrik segitiga ialah matrik dengan elemen di atas atau di bawah diagonal bernilai 0. Vektor 1 dan Matrik 0 0 menyatakan skalar bernilai 0. dan segitiga bawah bila yang bernilai 0 di atas diagonal. maka terdapat vektor e1. 2. b = 6. A = diag (a11. … . segitiga atas dan segitiga bawah. 1m menyatakan vektor berukuran m komponen yang semuanya bernilai 1.DA . … m bernilai 1 dan komponen yang lain bernilai 0. = = 0 menyatakan vektor dengan semua komponen bernilai 0. Da . Tulislah elemen matrik berikut : . Contoh matrik segitiga atas (misal dinamai P) dan segitiga bawah (misal dinamai Q) adalah sebagai berikut : P= Q= Bila A = Im . (0) menyatakan matrik dengan semua elemen bernilai 0.a= . Matrik segitiga terdiri dari dua macam. 1 menyatakan vektor dengan semua komponen bernilai 1. dinyatakan sebagai berikut : = Vektor 0. Latihan 2 Diketahui : A = .

dan hasilnya tidak sama.(A)1. (A). Bila A berukuran mxn. dan dikalikan secara sesudah dituliskan AB. dituliskan BA. Matrik yang dijumlahkan harus mempunyai ukuran yang sama. (A). maka : A=A =( Perkalian matrik dengan matrik. yaitu banyak baris dan kolom sama. misal C berukuran mxp. Hasil BA tidak sama dengan AB. Matrik A dikalikan dengan cara sebelum dengan matrik B. (B). (A).j = Penjabaran : C = A B cij = (ab)ij = (A)i. (A)2.j) matrik C..2 . (A)4. akan menghasilkan matrik baru. Ada dua macam perkalian matrik. maka matrik B yang akan dikalikan dengan A harus berukuran nxp.j = vektor baris ke i matrik A dikalikan vektor kolom ke j matrik B = . didapatkan dengan cara berikut : aij) cij = (A)i. Elemen ke (i.1 . . yaitu cij. yaitu perkalian sebelum (premultiplication) dan perkalian sesudah (postmultiplication). Bila A matrik dan skalar. Ukuran matrik yang dikalikan harus sesuai. A + B = (aij) + (bij) = (aij + bij) Perkalian matrik dengan skalar.3 Operasi Matrik Penjumlahan. (B). . .

dapat pula dinyatakan ( )ij = (A)ji . Teorema 1 Bila dan skalar. sedang A. dan C matrik. B. Berikut ini adalah contoh matrik . A= .= = Matrik A yang memenuhi sifat A A = A2 = A disebut matrik idempoten. Bila matrik A berukuran mxn. maka berlaku beberapa sifat berikut : (a) A + B = B + A (b) (A+B) + C = A + (B + C) (c) (d) ( (A + B) = + )A= A+ A+ B A (e) A – A = A + (–A) = (0) (f) A(B + C) = AB + AC (g) (A + B)C = AC + BC (h) (AB)C = A(BC) Transpose Transpose matrik A dinotasikan AT atau didapatkan dengan cara menukar elemen baris ke i matrik A menjadi elemen kolom ke i. maka berukuran nxm dan elemen yang ke (i.j) adalah aji . = .

= Diketahui matrik A berukuran mxp dan matrik B berukuran pxn . ( = (B′ Jadi : ( Teorema 2 Diketahui (α) ( dan A)′ = skalar. maka berlaku beberapa sifat berikut : A′ )ij )′ = B′ ). (B).j ) . sedang A dan B matrik.j) matrik (AB)′ dinyatakan sebagai berikut : ((AB)′ )ij = (AB)ji = (A)j.i = = = = = (elemen baris ke i matrik B′ )(elemen kolom ke j matrik = (B′ )i. maka elemen ke (i.B= .

Bagaimanakah bentuk matrik E ? Setiap matrik A berukuran mxn dapat dinyatakan sebagai persamaan berikut : (A) = Trace Trace terdefinisikan hanya pada matrik bujursangkar. Transpose vektor kolom adalah vektor baris.n menghasilkan matrik E berukuran mxn.. adalah jumlah elemen diagonal matrik A. eij = (E)ij = ei ej . Dalam notasi lengkap. maka matrik AB berukuran mxm. A disebut matrik skew simetri. Bila matrik A berukuran mxm maka trace A.(b) (A′ )′ = A (χ) ( (d) ( A+ B)′ = A′ + B′ )′ = B′ . dengan elemen yang tidak nol bernilai 1 dan terletak pada posisi atau elemen ke (i. tr(A) = Matrik A berukuran mxn dan B berukuran nxm. ei. matrik A disebut matrik Bila A berukuran mxm maka juga berukuran mxm. Pada kasus A = simetri.m e ′ j.j). dinotasikan tr(A). Berlaku : trace (AB) = trace (BA) Penjabaran : tr(AB) = = . dan bila A = . dan ada matrik khusus (misal matrik Elementer ′ dinotasi-kan E) merupakan hasil kali vektor kolom dengan vektor baris.

Minor aij. masing-masing dinyatakan dengan persamaan berikut : |A| = dan |A| = Bila elemen dan kofaktor tidak bersesuaian hasil ekspansi akan bernilai 0. kalau dida-patkan persamaan bernilai 0 sebagai berikut : = Teorema 4 =0 . adalah determinan matrik beru-kuran (m-1)x(m-1). yaitu minor dan kofaktor. Dengan menganggap kedua matrik ukurannya sesuai bila dikalikan. Kofaktor aij dinotasikan Aij dinyatakan dengan persamaan berikut : Aij = (-1)i+j mij Determinan matrik A berukuran mxm didapatkan dengan dua cara. Ini berarti. maka berlaku sifat berikut : (a) tr(A′ ) = tr(A) (b) tr( A) = tr(A) (c) tr(A + B) = tr(A) + tr(B) (d) tr(AB) = tr(BA) (e) tr(A′ A) = 0 bila dan hanya bila A = (0) Determinan Sebelum diuraikan perhitungan determinan dengan cara lain lebih dulu akan diuraikan dua pengertian penting. sedang A dan B matrik. yaitu ekspansi menurut baris ke i dan menurut kolom ke j. dinotasikan mij. dengan aij elemen matrik A berukuran mxm. Matrik ini didapatkan dengan cara menghilangkan baris ke i dan kolom ke j matrik A.Jadi : tr(AB) = tr(BA) Teorema 3 Diketahui skalar.

dan memenuhi sifat berikut. dinotasikan A-1. (f) Pertukaran elemen di dua baris atau kolom matrik A menyebabkan perubahan tanda |A|. (e) Bila terdapat dua baris atau kolom matrik A dengan elemen-elemen baris atau kolom yang satu merupakan kelipatan elemen-elemen baris atau kolom yang lain.Bila skalar. … . (a) | A′ | = |A| (b) | A| = m |A| (c) Bila A matrik diagonal maka |A| = a11 a22 … amm = (d) Bila terdapat satu baris atau kolom matrik A yang semua elemennya bernilai 0 maka |A| = 0. sedang A dan B masing-masing matrik berukuran mxm maka berlaku sifat berikut. maka berlaku : ( A)-1 = -1 A-1 (β) (A′ )-1 = (A-1)′ (c) (A-1)-1 = A (d) | A-1| = | A |-1 . (i) |AB| = |A| |B| Invers Matrik A berukuran mxm disebut matrik nonsingular bila |A| tidak nol. maka |A| = 0. A A-1 = A-1A = I Teorema 4 Bila (a) skalar.amm). Matrik mempunyai invers tung-gal. maka A-1 = diag( . (e) Bila A = diag(a11. a22. sedang A dan B matrik nonsingular berukuran mxm. (g) Bila semua elemen di satu baris atau kolom matrik A dikalikan determinannya menjadi kali. maka nilai (h) Determinan A tidak berubah bila kelipatan satu baris atau kolom ditambahkan kepada baris atau kolom yang lain.

( φ ) Bila A = A′ . maka A-1 = (A-1 )′ (g) (AB)-1 = B-1 A-1 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful