BAB I PENDAHULUAN A.

Latar belakang Asuhan keperawatan gerontik adalah suatu rangkaian proses keperawatan yang ditujukan kepada lanjut usia (lansia). Kegiatan tersebut meliputi pengkajian kepada lansia bio/ dengan fisik,

memperhatikan

kebutuhan

psikologis,sosial dan spiritual, menganalisis suatu masalah kesehatan/ keperawatan dan membuat diagnosis, perencanaan, dan melaksanakan serta melakukan evaluasi keperawatan. Tujuan mewujudkan pembangunan Indonesia nasional 2015 dalam adalah

sehat

tercapainya kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum. Gambaran masyarakat dimasa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan
1

kesehatan

adalah

2

masyarakat, bangsa dan negara yang ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dan perilaku hidup sehat. Perubahan – perubahan akan terjadi pada tubuh manusia sejalan dengan makin

meningkatnya usia. Perubahan tubuh terjadi sejak awal kehidupan hingga usia lanjut pada semua organ dan jaringan tubuh. Keadaan demikian itu tampak pula pada semua sistem muskuloskeletal dan jaringan lain yang ada kaitannya dengan kemungkinan timbulnya beberapa golongan

reumatik. Salah satu golongan penyakit reumatik yang sering menyertai gangguan usia lanjut yang

menimbulkan

muskuloskeletal

terutama adalah osteoartritis. Kejadian penyakit tersebut akan makin meningkat sejalan dengan meningkatnya usia manusia. Reumatik dapat mengakibatkan perubahan otot, hingga fungsinya dapat menurun bila otot pada bagian yang menderita tidak dilatih guna mengaktifkan fungsi otot. Dengan meningkatnya usia menjadi tua

3

fungsi otot dapat dilatih dengan baik. Namun usia lanjut tidak selalu mengalami atau menderita reumatik. Bagaimana timbulnya kejadian

reumatik ini, sampai sekarang belum sepenuhnya dapat dimengerti. Reumatik bukan merupakan suatu penyakit, tapi merupakan suatu sindrom dan.golongan penyakit sindroma yang menampilkan cukup perwujudan namun

reumatik

banyak,

semuanya menunjukkan adanya persamaan ciri. Menurut kesepakatan para ahli di bidang

rematologi, reumatik dapat terungkap sebagai keluhan dan/atau tanda. Dari kesepakatan,

dinyatakan ada tiga keluhan utama pada sistem muskuloskeletal yaitu: nyeri, kekakuan (rasa kaku) dan kelemahan, serta adanya tiga tanda utama yaitu: pembengkakan sendi., kelemahan otot, dan gangguan gerak. (Soenarto, 1982. Reumatik dapat terjadi pada semua umur dari kanak – kanak sampai usia lanjut, atau sebagai kelanjutan sebelum usia lanjut. Dan gangguan

4

reumatik akan meningkat dengan meningkatnya umur. (Felson, 1993, Soenarto dan Wardoyo, 1994). Adapun tujuan diadakannya Praktek Belajar Lapangan adalah untuk mengaplikasikan teoriteori yang didapatkan pada di pendidikan dan

menerapkannya gerontik. Sesuai

asuhan

keperawatan S-I

dengan

kurikulum

keperawatan mata ajaran gerontik, maka penulis mengikuti Praktek Belajar Lapangan di Dusun XX Lorong pertanian desa Kelambir V Kebun Kec. Hamparan Perak Kab. Deli Serdang yang berlangsung mulai tanggal 04-16 April 2011. Dimana mahasiswa/i mengadakan penyuluhan kesehatan dan gerontik. Adapun langkah awal dari asuhan menerapkan teori keperawatan

keperawatan gerontik adalah pengkajian. Penulis telah melakukan pengkajian pada 12 KK. Setelah melakukan pengkajian penulis mengangkat 1 orang lansia untuk dijadikan lansia binaan karena

5 memiliki masalah kesehatan yaitu menderita reumatik. Oleh karena itu penulis merasa tertarik dengan masalah ini sehingga penulis memilih lansia ini menjadi lansia binaan. .

Tujuan Penulisan 1. Tujuan umum Adapun tujuan penulisan dari laporan ini diharapkan mahasiswa D III keperawatan mampu mengaplikasikan asuhan keperawatan gerontik di lapangan dengan baik dan benar. Menyusun rencana keperawatan pada Ny. R C. R e. R d. Melakukan pengkajian gerontik terhadap Ny. R c. 2. R b. Mengimplementasikan rencana keperawatan yang sudah disusun pada Ny. .Ruang lingkup Adapun ruang lingkup penulisan laporan ini adalah dari 10 KK yang telah dikaji oleh penulis.6 B. Merumuskan masalah kesehatan dan keperawatan pada Ny. Mengevaluasi tindakan keperawatan pada Ny. Tujuan khusus a.

R) yang menjadi lansia binaan karena memiliki masalah kesehatan yaitu reumatik. Survey/home visit Mengadakan kunjungan kerumah keluarga lansia dan melakukan pendekatan pada lansia. Deli Serdang mulai tanggal 28-30 April 2012.7 terdapat beberapa lansia . D. Hamparan perak Kab.Metode penulisan Penulisan laporan ini. 2. penulis menggunakan metode deskriftif dengan teknik pendekatan antara lain : 1. Penulis melakukan implementasi selama 3 hari (3 kali kunjungan) kerumah keluarga di dusun XX Desa Kelambir V Kebun Kec.Akan tetapi penulis hanya mengangkat 1 orang lansia (Ny. Observasi Mengadakan pengamatan yang dlakukan terhadap hal-hal melalui untuk panca indra untuk hal yang tidak ditanyakan misalnya .

Studi Pustaka Pencarian buku-buku sumber sebagai bahan dalam penyusunan laporan kasus.dan konsep keperawatan. 4. ekonomi. kebiasaan dilingkungan tersebut. ruang lingkup. konsep gerontik. metode penulisan. 3. sosial budaya. Sistematika Penulisan Penulisan makalah ini disusun secara sistematikterdiri dari 5 bab yaitu sebagai berikut : Bab I : Pendahuluan terdiri dari latar belakang. mental. kebersihan rumah dan lain-lainnya. E. Wawancara Melakukan dialog/komunikasi dua arah yang berkaitan dengan hal yang perlu diketahui baik aspek fisik. dan sistematika penulisan Bab II : Landasan Teoritis meliputi konsep medis.8 berkaitan dengan lingkungan fisik seperti ventilasi. tujuan. penerangan. .

perencanaan. Bab IV : Pembahasan Bab V : Penutup Meliputi kesimpulan dan saran Daftar Pustaka Lampiran . perumusan diagnosa keperawatan.9 Bab III : Tinjauan kasus terdiri dari pengkajian. implementasi dan evaluasi.

KONSEP MEDIS. 2006 ). Istilah rheumatism berasal dari bahasa Yunani.BAB II TINJAUAN TEORITIS A. yang secara khas berkembang perlahan – lahan dan ditandai oleh adanya radang yang sering kambuh pada sendi – sendi diartrodial dan struktur yang berhubungan (Mickey Stanley. Arthritis Reumatoid merupakan peradangan yang kronis dan sistemik pada sendi synovial ( Suratun. suatu cairan yang dianggap jahat mengalir dari otak ke sendi dan struktur klain tubuh sehingga menimbulkan rasa nyeri atau dengan kata lain. 5 . 2008 ). 1. Penyakit inflamasi artikular yang paling sering terjadi pada lansia adaalah Artritis Reumatoid yaitu suatu penyakit yang kronis. sistemik. Pengertian. rheumatismos yang berarti mucus.

. Penyakit ini merupakan penyakit kerusakan tulang rawan sendi yang berkembang lambat dan berhubungan dengan usia lanjut. ©2004 Digitized by USU digital library 2. Osteoartritis.6 setiap kondisi yang disertai kondisi nyeri dan kaku pada sistem muskuloskeletal disebut reumatik termasuk penyakit jaringan ikat. Artritis Rematoid. Etiologi. pembesaran sendi. deformitas. 3. dan hambatan gerak pada sendi – sendi tangan dan sendi besar yang menanggung beban. Klasifikasi a. Penyebab penyakit ini belum diketahui secara pasti. Secara klinis ditandai dengan nyeri. b. namun factor predsposisinya adalah mekanisme imunitas ( antigen – antibody ) dan factor metabolic dan infeksi virus.

leher. c. Artritis Gout (Pirai). Penyakit ini merupakan suatu sindrom yang terdiri dari rasa nyeri dan kekakuan yang terutama mengenai otot ekstremitas proksimal.7 Artritis rematoid adalah suatu penyakit inflamasi sistemik kronik dengan manifestasi utama poliartritis progresif dan melibatkan seluruh organ tubuh. Terlibatnya sendi pada pasien artritis rematoid terjadi setelah penyakit ini berkembang lebih lanjut sesuai dengan sifat progresifitasnya. d. Polimialgia Reumatik. Pada pria sering . yaitu artritis akut. Pasien dapat juga menunjukkan gejala berupa kelemahan umum cepat lelah. Artritis gout lebih banyak terdapat pada pria dari pada wanita. Terutama mengenai usia pertengahan atau usia lanjut sekitar 50 tahun ke atas. Artritis gout adalah suatu sindrom klinik yang mempunyai gambaran khusus. bahu dan panggul.

 Berat badan turun. pergelangan tangan. a. Setempat.  Semua sendi dapat terserang ( panggul.  Perubahan bentuk tangan. b. lemah dan lesu. siku. jari tangan seperti leher angsa.  Takikardia. . Sistemik.8 mengenai usia pertengahan.  Demam.  Mudah capek.  Sakit pada persendian disertai kaku dan gerakan terbatas. Tanda dan Gejala.  Anemia.  Lambat laun membengkak. panas. sedangkan pada wanita biasanya mendekati masa menopause. lutut. bahu dan rahang ). merah dan lemah. deviasi ulna. 4.

pada pergelangan tangan ditemukan bengkak.  Kelompok pertama adalah AR klasik dengan tanda dan gejala sendi – sendi kecil pada kaki dan tangan serta terdapat factor rheumatoid dan nodula – nodula rheumatoid sering terjadi. sering ditandai dengan kekekuan pada pagi hari. . AR dapat dikelompokkan ke dalam tiga kelompok.  Kelompok memenuhi dua termasuk dari klien yang criteria American untuk AR Rheumatologic Association karena mempunyai radang sinovitis yang trerus menerus dan simetris.  Kelompok tiga yaitu sinovitis yang sudah mempengaruhi bagian proksimal sendi. bahu. sering melibatkan pergelangan tangan dan sendi – sendi jari.9 Pada lansia. dan panggul dengan tanda dan gejala awitannya mendadak.

alat-alat listrik yang dapat . meskipun tak dapat memperbaiki atau menghentikan proses patologis osteoartritis. Pemakaian tongkat. Perlu dihindari aktivitas yang berlebihan atau diperlukan tirah baring pada sendi yang sakit. penurunan kekuatan genggaman dan sindrom carpal tunnel 5. b. oleh karena patogenesisnya yang belum jelas. Obat-obat anti inflamasinon steroid bekerja sebagai analgetik dan sekaligus mengurangi sinovitis. Obat obatan Sampai sekarang belum ada obat yang spesifik yang khas untuk osteoartritis. Penatalaksanaan a. meningkatkan mobilitas dan mengurangi ketidak mampuan.10 nyeri tekan. obat yang diberikan bertujuan untuk mengurangi rasa sakit. Perlindungan sendi Osteoartritis mungkin timbul atau diperkuat karena mekanisme tubuh yang kurang baik.

Persoalan Seksual Gangguan seksual dapat dijumpai pada pasien osteoartritis terutama pada tulang yang gemuk harus menjadi utama berat pengobatan badan osteoartritis. Dukungan psikososial Yang menahun dan ketidakmampuannya yang ditimbulkannya.11 memperingan kerja sendi juga perlu diperhatikan. dipihak lain dia ingin orang lain turut memikirkan penyakitnya. c. Diet Diet untuk menurunkan berat badan pasien osteoartritis program Penurunan mengurangi peradangan. e. Disatu pihak pasien ingin menyembunyikan ketidakmampuannya. d. dapat dan seringkali keluhan timbulnya . Pasien osteoartritis sering kali keberatan untuk memakai alat-alat pembantu karena faktor-faktor psikologis. Beban pada lutut berlebihan karena kakai yang tertekuk (pronatio).

mandi paraffin dan mandi dari pancuran panas. bantalan elektrik. ultrasonic. Sering kali diskusi karena ini harus dimulai dari dokter karena biasanya pasien enggan mengutarakannya. f. yang meliputi pemakaian panas dan dingin dan program latihan yang tepat. Pemakaian panas yang sedang diberikan sebelum latihan untk mengurangi rasa nyeri dan kekakuan. Program latihan bertujuan untuk memperbaiki gerak sendi dan memperkuat otot yang biasanya atropik pada sekitar sendi osteoartritis. paha dan lutut.12 belakang. Fisioterapi Fisioterapi berperan penting pada penatalaksanaan osteoartritis. Pada sendi yang masih aktif sebaiknya diberi dingin dan obat-obat gosok jangan dipakai sebelum pamanasan. Berbagai sumber panas dapat dipakai seperti Hidrokolator. Latihan isometric lebih baik dari pada isotonic karena mengurangi tegangan pada . inframerah.

13 sendi. . maka penguatan otot-otot tersebut adalah penting. g. Tindakan yang dilakukan adalah osteotomy untuk mengoreksi ketidaklurusan atau ketidaksesuaian. a. Oleh karena otot-otot periartikular memegang peran penting terhadap perlindungan rawan senadi dari beban. b. ©2004 Digitized by USU digital library 6 6. Atropi rawan sendi dan tulang yang timbul pada tungkai yang lumpuh timbul karena berkurangnya beban ke sendi oleh karena kontraksi otot. Komplikasi. Nodul subkutan. Operasi Operasi perlu dipertimbangkan pada pasien osteoartritis dengan kerusakan sendi yang nyata dengan nyari yang menetap dan kelemahan fungsi. Miositis. debridement sendi untuk menghilangkan fragmen tulang rawan sendi. pebersihan osteofit.

Kelainan pada katub jantung.14 c. e. d. Tromboemboli. Splenomegali. .

Penglompokan lanjut usia menurut DEPKES yakni: a. Dan menurut WHO gferontology adalah ilmu yang mempelajari prose menua dan masalahnya. KONSEP GERONTIK 1. Kelompok pertengahan umur yakni kelompok usia dalam masa virilitas masa persiapan lansia menampakkan keperkasaan fisik dan kematangan jiwa (45-54 tahun) .15 B. Klasifikasi . Lansia menurut WHO adalah kelompok orang yang sedang mengalami suatu proses perubahan yang bertahap dalam jangka waktu beberapa dekade. Defenisi Gerontology menurut PERGERI yakni pengetahuan yang mencakup segala bidang persoalan mengenai lansia. 2.

45-59 tahun : usia pertengahan b. . 75-90 tahun : lanjut usia tua d. Pengobatan penyakit (curatif) 4. Peningkatan mutu (promosi) kesehatan 2.16 b. Kelompok usia lanjut (senium) 65 tahun keatas. dengan jalan P4 yakni: 1. Teori biologi . Pemulihan kesehatan (rehabilitatif) 4. 90 tahun keatas : usia sangat tua 3. 60-74 tahun : lanjut usia c. Kelompok lanjut usia dini yakni kelompok usia dalam masa prasenium (55-64 tahun) c. Pencegahan penyakit (preventif) 3. Tujuan Gerontology Adapun tujuan gerontology yakni: menuju manusia tua yang tetap sehat.Batasan-batasan lanjut usia menurut WHO: a. Teori-Teori Ketuaan a.

pemakaian sel dan sel-sel rusak .kelebihan usaha dan stres b. Teori pembebasan Yakni pusat pergaulan dan hubungan dengan masyarakat dan kemunduran individu lainnya.teori genetik dan mutasi menua terjadi karena perubahan biokimia . Teori stress c.mempertahankan sistem hubungan antar sosial .17 .kehilangan peran .dasar kepribadian tidak berubah pada lanjut usia d.aktivitas atau kegiatan .penurunan jumlah kegiatan secara langsung .kepribadian berlanjut . Teori ini terdiri dari: .cara dan pola hidup dari lanjut usia . Teori kejiwaan sosial .

18 .kehangatan kontak sosial . Lingkungan hidup 6. Pengalaman hidup 5. Hereditas : ketuaan 2. Nutrisi atau makanan 3.berkurangnya kematian 5. Faktor-Faktor Ketuaan Yang Mempengaruhi Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi ketuaan meliputi: 1. Stress . Status kesehatan 4.

Gangguan pendengaran: seperti presbikusis. Gangghuan penglihatan: seperti katarak. 2. Program Kesehatan Lanjut Usia Menurut DEPKES RI (2005) ada 3 program kesehatan lanjut usia yaitu: 1. 4. glaukoma. 8. 6. dll) Hepar Ginjal Kardiovaskular Pernapasan Hormonal muskuloskletal 10. 2.19 6. gangguan komunikasi 3. 5. Puskesmas santun lansia Pembinaan kelompok lanjut usia . diare. Sistem 7. dll. 9. 7. Masalah Lanjut Usia Adapun masalah yang sering dihadapi oleh lanjut usia adalah: 1. Perubahan komposisi tubuh Saluran pencernaan (konstipasi.

Pelayanan lanjut usia .20 3.

Pengkajian yang meliputi bagaimana klien mampu menerima keadaannya dan mekanisme .21 C. Tingkat nyeri. a. c. Pengkajian riwayat kesehatan antara lain. Aktivitas sehari – hari. Konsep citra tubuh dan harga diri. alamat. d. Pengkajian. Pengkajian yang meliputi tingkat nyeri dan derajat nyeri yang dirasakan klien dan kapan mulainya. f. keluhan penyakit saat ini dan keluhan yang dirasakan selama 3 bulan terakhir. e. Riwayat kesehatan. Identitas klien. Identitas menyangkut biodata klien. derajat dan mulainya. riwayat pekerjaan dan lain sebagainya b. Riwayat psikososial. KONSEP KEPERAWATAN 1. Pengkajian aktivitas sehari – hari terhadap kemampuan klien memenuhi kebutuhannya dan kegiatan yang dapat dilakukan.

22 koping yang digunakan dalam menghadapi penyakitnya. amati warna kulit. Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul pada AR adalah : . lakukan tonus yang berkurang pengukuran kekuatan otot. ukuran dan pembengkakan.  Lakukan pengukuran ROM pada sendi – sendi synovial dan catat jika ada deviasi. Pemeriksaan fisik. Diagnosa Keperawatan. krepitus dan nyeri saat sendi digerakkan. g.  Lakukan inspeksi dan lapisan otot dan catat jika ada serta atrofi.  Inspeksi dan palpasi untuk masing – masing sendi. 2.

3. Gangguan rasa nyaman ( nyeri ) berhubungan dengan proses inflamasi destruksi sendi. Potensial terjadi cedera berhubungan dengan penurunan fungsi tulang.23 a. e. d. b. Rencana tindakan yang dapat dilakukan adalah: a. Hambataan dengan mobilitas fisik atau berhubungan penurunan perubahan otot kekuatan otot. Pertahankan posisi fisiologis denganbenar . Intervensi keperawatan Tujuan : Intervensi keperawatan berhubungan dengan cara untuk mempertahankan kebutuhan yang diperlukan klien. c. Kurang pemenuhan kebutuhan sehari – hari berhubungan dengan penurunan kekuatan otot. Klien diistirahatkan (tirah baring) b. Gangguan konsep diri berhubungan dengan perubahan kemampuan untuk melakukan tugas umum.

24 c. Rencanakan program latihan setiap hari s. Gunakan terapi panas e. Gunakan sepatu yang menyokong h. Hindarkan lantai licin i. Hindari gerakan yang cepat dan tiba-tiba d. Bantu klien melakukan latihan ROM r. Lakukan observasi setiap kali latihan t. Pantau efek penggunaan obat-obatan l. Lakukan latihan ROM jika memungkinkan k. Beri lingkungan yang aman . Bantu klien untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari q. Gunaan pegangan di kamar mandi j. Dorong klien untuk mandiri o. Dorong klien untuk mengungkapkan perasaannya m. Beri obat-obatan sesuai program terapi (analgetik) g. Beri dukungan yang tepat n. Lakukan perawatan kulit dan masase perlahan f. Ajarkan aktivitas sehari-hari p.

Jelaskan tentang proses penyakit . Jelaskan tantang diet v.25 u.

Hamparan Perak Jenis kelamin Umur Status Agama Suku : Perempuan : 65 tahun : Menikah : Islam : Jawa SD Ada. R : Dusun XX Lorong Pertanian Desa Kelambir V Kebun Kec. Pengumpulan Data 1.BAB III TINJAUAN KASUS A. lansia sumber sekarang Tingkat Pendidikan : Sumber Pendapatan : mengatakan pendapatannya dari gaji suaminya buruh 17 . Identitas pasien Nama Alamat : Ny. PENGKAJIAN I.

Ny. sulit untuk digerakkan dan kebas-kebas saat pagi hari. R saat ini hanya tinggal dirumah saja. R sulit untuk berjalan dan harus memakai tongkat. R menderita reumatik. R mengatakan sulit untuk memulai tidur karena nyeri yang dialaminya. Ny. Status fisiologis a. Tampak pembengkakan atau nodul dipersendian kaki.18 sebagai bangunan dan kiriman dari anaknya. Ny. Tanda – tanda vital dan status Gizi : . karenaNy. Keluhannya saat ini adalah nyeri dipersendian kaki. R mengatakan akhir-akhir ini badannya lemas dan tak berdaya 3. 2. Riwayat kesehatan Ny. Postur tulang belakang lansia : Melalui pengamatan secara inspeksi lansia tampak membungkuk b.

Suhu : 37 ˚C . kepala lansia tampak bersih. pasien tidak memiliki keluhan lain pada matanya. Kepala : Melalui inspeksi. tidak ada peradangan. b. sclera tidak ikterik. Mata : Konjungtiva tidak anemis. tidak ada riwayat katarak.Berat badan : 68 kg PENGKAJIAN HEAD TO TOE a. Hidung : .Tekanan darah : 130/80 mm/hg .Nadi .tidak ada strabismus. c.19 . rambut sedikit rontok dan terdapat rambut yang mulai memutih.Respirasi : 80 x/menit : 18 x/menit .

karena lansia mengatakan sering lupa sikat gigi dan membersihkan mulut.20 Pada pemeriksaan hidung. sewaktu . e. hidung tampak simetris. tidak ada peradangan. tidak terdapat peradangan. tidak terdapat peradangan. mukosa lembab.lansia pendengarannya masih mengatakan baik. d. Mulut dan tenggorokan : Kebersihan mulut lansia kurang. lansia mengatakan kesulitan mengunyah makanan yang agak keras karena sudah ompong.2 bawah sebelah kiri. Tidak ada peradangan pada gusi. tampak karies pada gigi lansia dan ada beberapa gigi yang sudah ompong yaitu molar 1. penciuman pasien tidak terganggu. Telinga : kesulitan untuk menelan Telinga pasien tampak bersih. lansia tidak mengalami makanannya.

tidak ada retraksi. Leher : Pada pemeriksaan secara palpasi tidak ada pembesaran kelenjar tyroid.21 diwawancarai lansia masih mendengarkan dan mampu untuk mengulanginya kembali f. lansia mengalami kaku kuduk positif. Perawat . h. Dada : Pada pemeriksaan secara inspeksi tampak dada pasien normal. Tidak dijumpai adanya massa di abdomen. g. lansia mengatakan sering sekali merasa tegang di lehernya. tidak terdapat nyeri tekan. ictus kordis negative. abdomen pasien supel. tidak terdapat suara jantung tambahan. Abdomen : Bentuk abdomen pasien flat. tidak teraba adanya massa. tidak ada pelebaran vena jugularis. pada pemeriksaan kaku kuduk oleh perawat. tidak ada terdengar suara wheezing taupun ronkhi.

Kaki Ny. Pada pemeriksaan reflex lansia: Reflex biceps kanan kiri negative ( menurun ). j. R tampak bengkak. Ny.22 mendengarkan bising usus pasien. k. frekwensinya 25 x/ menit. R genetalia lansia bersih karena rajin untuk dibersihkan. Lansia menggunakan alat bantu untuk berjalan. Ekstremitas : Tampak nodul-nodul dipersendian kaki. i. triceps kanan kiri negatif (menurun ). reflex knee kanan kiri positif. warna kulit normal sawo . Integument : Pada pemeriksaan integument kulit lansia tampak bersih. Ny. R. Lansia tidak menderita hemoroid ataupun hernia. R berjlan dengan memakai walker. reflex achiles lansia kanan kiri positif. rentang gerak kurang. Genetalia : Menurut Ny. lansia tidak tremor. Postur tubuh pasien membungkuk.

23

matang, tidak pucat, kelembaban kulit lansia kurang, turgor kulit lansia kembali >2 dtk, karena jaringan lemak pada kulit lansia sudah menipis. Tidak ada gangguan pada kulit lansia. 4. Pengkajian keseimbangan untuk lansia a. Perubahan gerakankeseimbangan - Ny. R tidak mampu untuk bangun dari duduk dengan satu kali gerakan tetapi Ny. R harus memakai tongkatnyaatau dengan menopangntubuhnya ke kursi - Apabila ingin duduk perlahan-lahan posisi atau

memegang tepi kursi - Ny. R merassa tidak stabil bila berdiri pertama kalinya b. Komponen gaya berjalan - Apabila berjalan Ny. R harus memakai tongkat untuk dukungan - Ny. R mampu berjalan pada garis lurus

24

- Ny. R berhenti sebelum mulai berbalik

5. Pengkajian psikososial a. Hubungan social 1) Hubungan dengan warga/ tetangga : Lansia mampu berinteraksi dan

bekerjasama dengan tetangga yang lain. 2) Hubungan dengan tetangga : Lansia mengatakan mengenal tetanggatetangganya dan mampu berinteraksi dengan baik. 3) Kebiasaan lansia berinteraksi ke rumah tetangga lainnya : Lansia mengatakan selalu berinteraksi ke tetangga lainnya .

25

4) Stabilitas emosi : Stabilitas emosi terlihat labil, pada

awalnya lansia menolak perawat, akn tetapi denagn pendekatan lansia akhirnya mau menerima mampu kedatangan menjawab

perawat.Lansia

pertanyaan yang diberikan dengan baik tapi ketika memberikan jawaban lansia dengan ketus menjawab perawat dan kadang tertawa secara bersamaan. 5) Frekwensi kunjungan keluarga : Lansia mengatakan biasanya keluarga (anaknya) berkunjung 1x/ bulan. Lansia mengatakan sangat sedih karena tidak ada anaknya yang tinggal bersama dia. b. Tingkat kerusakan intelektual Dengan menggunakan SPMSQ (short portable mental status questioner), dengan mengajukan beberapa pertanyaan di bawah ini:

26

Benar

Salah Nomor  1

Pertanyaan Tanggal hari ini ? berapa

      

2

Hari sekarang?

apa

3

Apa tempat ini?

nama

4

Dimana anda?

alamat

5

Berapa anda?

umur

6

Kapan lahir?

anda

7

Siapa

presiden

Indonesia? 8 Siapa presiden

Indonesia sblmnya?  9 Siapa nama Ibu anda?

c. secra me urun. 5 5 Berdasarkan hasil pengkajian didapatkan salah = 5.yaitu fungsi intelektual mengalami kerusakan ringan. Identifikasi aspek kognitif Dengan menggunakan MMSE ( Mini Mental status Exam) Aspe N k o. Kogni tif Nilai maksi mal Nilai klien Kriteria 1 Orien 5 tasi 3 Tahun : 2010 Musim :- .27  10 Kurangi 3 dari 20 dan tetap 3 pengurangan dari setiap angka baru.

menjawab : klien . kemudian ditanyakan kepada . kertas).28 Aspe N k o. Kogni tif Nilai maksi mal Nilai klien Kriteria Tanggal :Hari : Senin Bulan : Oktober 2 Orien 5 tasi 4 Dimana sekarang kita berada ? Negara :Indonesia Propinsi : Sumut Kabupaten /kota :Panti :Jompo Wisma : Cempaka 3 Regis 3 rtasi 3 Sebutkan 3 nama obyek (missal : kursi. meja.

4. kursi 2.29 Aspe N k o.Dapat 2. meja 3. Jawaban : 1.3.5. kertas 4 Perha 5 tian dan kalkul asi 1 Meminta klien berhitung mulai dari 100 kemudian kurangi 7 sampai 5 tingkat.- 5 Meng 3 2 Minta klien untuk . Kogni tif Nilai maksi mal Nilai klien Kriteria 1.

Kogni tif ingat Nilai maksi mal Nilai klien Kriteria mengulangi ketiga obyek pada poin ke-2 ( tiap poin nilai 1 ) 6 Bahas 9 a 6 Menanyakan pada klien tentang benda. ada tetapi) Klien menjawab: Tidak. dan.30 Aspe N k o. tidak dapat Minta klien untuk kata mengulangi berikut : “tidak ada.( sambil menunjukkan benda tersebut ). 1. ada. tapi . jika.dapat 2.

taruh di lipat di dan lantai.sesuai 2. Ambil tangan dua kertas anda. tidak sesuai 3. Kogni tif Nilai maksi mal Nilai klien Kriteria Minta untuk klien untuk mengikuti perintah berikut yang terdiri dari 3 langkah.31 Aspe N k o.tidak sesuai setelah diperintahkan untuk menutp mata dan ketika diperintahkan untuk menulis kalimat dan . 1.

23 gangguan kognitif sedang. Pengkajian prilaku terhadap kesehatan 1) Kebiasaan merokok Lansia mengatakan tidak pernah merokok selama ini .32 Aspe N k o. Kogni tif Nilai maksi mal Nilai klien Kriteria menyalin gambar: klien tidak dapat me ngikutinya Total nilai 30 19 Interpretasi hasil : Setelah dilakukan penilaian dari aspek kognitif hasilnya : 18. 6.

R mengatakan ada makanan tambahan berupa snack atau gorengan dan kadang minum jus.hari Lansia mengatakan pola pemenuhan kebutuhan sehari-hari terpenuhi dengan frekuensi makan 3 x dalam sehari yang terdiri dari nasi + lauk + pauk + buah kadang-kadang. 6) Jenis minuman Ny. S mengatakan biasanya lansia minum air putih dan susu yang diberikan oleh anaknya. 3) Jumlah makanan yang dihabiskan Ny. . R mengatakan biasanya minum > 4 gelas sehari. 5) Pola pemenuhan cairan Ny.33 2) Pola pemenuhan kebutuhan sehari. R mengatakan biasanya menghabiskan 1 porsi makanan. 4) Makanan tambahan Ny.

R mengatakan sulit mengawali tidur. R menggunakan waktu bila tidak tidur menonton televisi.6 kali sehari. R mengatakan frekwensi BAB biasanya 1 x sehari.Kadang membersihkan taman depan rumahnya. R sulit untuk tidur. Ny. konsistensi lembek. 10) Pola eliminasi BAB Ny.34 7) Pola kebiasaan tidur Ny. R mengatakan bahwa rasa sakit yang dialaminya membuat Ny. 12) Pola aktifitas . R mengatakan tidak mengalami gangguan dalam hal BAB . Ny. 11) Pola eliminasi BAK Frekwensi BAK pasien adalah 4. 9) Penggunaan waktu luang ketika tidak tidur Biasanya Ny. R tidur mengatakan sulit untuk memulai karena rasa nyeri di persendian kakinya. 8) Gangguan tidur berupa Ny. Warna urine lansia kuning jernih.jumlah/lamanya tidur 5-6 jam.

hari. N Jenis aktifitas o. Nilai Bantua Total Penilaian . 14) Sikat gigi : Lansia mengatakan jarang menyikat gigi. Tingkat kemandirian dalam kehidupan sehari. Ny. R pakaian 1 x sehari. R mengatakan mandi 2 x sehari dengan memakai sabun.35 Kegiatan produktif yang sering dilakukan oleh lansia adalah tidak ada. Ny. R menyikat giginya bila ingat saja atau saat mandi pagi. R hanya dirumah saja 13) Pola pemenuhan kebersihan diri Ny. 15) Kebiasaan berganti pakaian bersih : mengatakan biasanya mengganti Ny.

36 n 1 2 3 Makan Minum 10 10 15 10 10 15 Berpindah dari roda kursi ke tempat tidur  dan sebaliknya 4 Kebersihan diri muka. aktifits kamar di mandi : cuci 15 0 (toileting). 5 6 Mandi Berjalan jalan datar tidak ( di yang jika 10 10 10 10 mampu . mencukur. menyisir.

37 berjalan lakukan dengan roda ) 7 Naik tangga 8 Berpakaian termasuk mengenakan sepatu 9 Mengontrol defekasi 1 0 1 1 1 2 Mengontrol berkemih Olahrga/ latihan Rekreasi pemanfaatan waktu luang Total 75 /  10 0  10 0  10 0 10 10 10 10 turun  10 0 kursi .

Jenis jamban yang digunakan berupa jamban leher angsa. atap rumah terbuat dari seng. peyediaan air minum di rebus sendiri hingga mandidih. kelengkapn perabot rumah tangga sudah lengkap. lantai bersih. lantai bagian depan terbuat dari tegel tetapi dapur terbuat dari tanah. R jarang membersihkannya. jarak . 7.38 Dari penilaian yang dilakukan terhadap klien maka di dapat hasil interpretasi: 75. dinding berupa tembok. Pengkajian lingkungan 1) Pemukiman Luas pemukiman lansia sekitar 7x8 meter. bentuk bangunan permanen. berarti ketergantungan ringan. pengaturan perabot rumah baik. pengelolaan jamban kurang karena Ny. luas ventilasi < 20 % luas lantai. 2) Sanitasi Penyediaan air bersih (MCK) berasal dari sumur gali berselongsong.

jenis transportasi yang dimiliki keluarga Ny. . polusi udara biasanya berasal dari jalanan di depan rumah. 4) Komunikasi dan transportasi . sarana pembuangan air limbah lancar. R terdapat taman pekarangan bunga dan pohon . R adalah berupa sepeda motor 1 unit. R mengatakan dibelakang rumah ada ternak ayam.Transportasi : Kondisi jalan berbatu-batu.Komunikasi : Terdapat sarana komunikasi berupa hand phone ( telepon seluler) .39 jamban dari sumber air >10 meter. Didepan rumah Ny. sampah dibakar dibelakang rumah. 3) Fasilitas Ny.

Ny.Ny. R mengatakan apabila harus tongkat . R mengatakan reumatik jarang kontrol ke petugas kesehatan . R mengatakan berjalan memakai .40 II. R mengatakan Kurang saat ini Resiko hanya pengetahua keterbata tentang san mobilisa tinggal dirumah saja n . R : 65 Tahun Etiologi Masalah N Sign Symptom o 1 DS : .Analisa Data Nama Umur : Ny. R mengatakan perawatan sudah 9 bulan pada lansia si dengan menderita reumatik .Ny.Ny.Ny.

R mengatakan tidak mengikuti lansia DO : .Ny.Tampak nodulpernah senam terasa Etiologi Masalah nodul di sendi kaki Ny.Ny. lemah . R .Ny. R berjalan memakai tongkat .Saat berdiri wajah Ny. R Proses sulit inflamasi Ganggua n rasa mengatakan .41 N Sign Symptom o badannya lemas . R meringis R tampak kesakitan 2 DS : Ny.

R tampak labil .42 N Sign Symptom o untuk menggerakkan kakinya . R mengatakan nyeri kakinya . R mengatakan bila berjalan harus memekai tongkat DO : - Keadaan Ny.Ny.Emosi Ny.Ny. S mengatakan cemas memikirkan dipersendian Etiologi Masalah destruksi sendi aman nyaman nyeri reumatik penyakitnya . R tampak lemas atau kurang segar .Ny.

R Ketidakma dapur mpuan lembab keluarga Resiko tinggi terjadi mengatakan selalu karena disiram mempertah cedera .Ny.Tampak nodul-nodul pada persendian kaki 3 DS : Ny. R merasa tidak stabil bila berdiri satu kali aman bagi lansia pertama kalinya DO : -Llantai dapur .Ny. R mengatakan ankan tidak mampu untuk lingkungan bangun dari duduk rumah yang dengan gerakan .Wajah Ny.43 N Sign Symptom o . R Etiologi Masalah meringis bila baru bergerak .

Kamar mandi licin karena jarang dicuci B.44 N Sign Symptom o terbuat dari tanah dan basah . Diagnosa Keperawatan 1. R tidak stabil apabila berdiri Etiologi Masalah pertama kalinya dari tempat duduk . R Umur : 65 Tahun No. Resiko keterbatasan dengan mobilisasi kurang H Nama berhubungan . DIAGNOSA KEPERAWATAN Nama : Ny.Ny.

reumatik berhubungan dengan R proses inflamasi destruksi sendi Resiko tinggi terjadi cedera I dengan keluarga K berhubungan ketidakmampuan mempertahankan lingkungan rumah yang aman bagi lansia A .45 pengetahuan 2. tentang perawatan E pada lansia dengan reumatik Gangguan rasa aman nyaman nyeri N 3.

3 0 Implementasi Evaluasi Na ma 1 Kunjungan I . tentang . R Umur : 65 Tahun No Tgl/ .46 D.Keluarga R tampak menyima k penjelasa n dari K I maksud dan tujuan dari penyuluh” .Menggali pengetahuan keluarga Reumatik .Mengucapkan Jam : salam S : Keluarga mengataka n sudah E H kepada keluarga dan memberitahu maksud dan tujuan penyuluh datang kerumah “keluarga salam dan membalas mengerti tentang reumatik N mengerti O : . IMPLEMENTASI DAN EVALUASI Nama : Ny. jam D X 13/ 04 201 1 08.

Gali pendapat lansia bagaimana Reumatik .Keluarga dapat menjawab pertanyaa N n materi yang disampaik I an A : Masalah sebagian teratasi (afektif.47 No Tgl/ . kognitif) A K dan R E H Implementasi Evaluasi Na ma merawat lansia dengan reumatik dirumah. jam D X “keluarga mengatakan belum mengerti tentang Reumatik” .dan Reumatik.Anjurkan lansia untuk P : . penyuluh . . .Adakan .Gali pengalaman bagaimana keluarga mengatasi akibat Reumatik.Menjelaskan pengertian penyebab Reumatik.

Motivasi lansia atau R Ny.48 No Tgl/ .Membantu lansia untuk memilih fasilitas yang sesuai dengan kondisi.Memberi kepada bertanya . A untuk K mengikuti senam .Menutup dan penyuluhan mengucapkan kesempatan lansia untuk kaki kunjunga n ulang E H Implementasi Evaluasi Na ma untuk mengobse rvasi perilaku lansia dalam N R terima kasih atas waktu dan untuk penyuluhan. . . penerimaannya diberikan melakuka I n olahraga . jam D X mengompres dengan air hangat.

Mengucapkan kepada keluarga .Mengingatkan kembali kontrak disepakati .Memberikan atas ungkapan pujian yang K mengalami A . ingat anggota keluarga khususnya lansia pengertian reumatik .0 0 2 Kunjungan II .49 No Tgl/ .Menanyakan yang sudah topik dibahas lansia tentang yang telah Jam : salam S : Keluarga sudah mengerti cara mengatasi apabila salah satu I R N E H sebelumnya. jam D X lansia Implementasi Evaluasi Na ma 14/ 04 201 1 09.

50 No Tgl/ .Gali pendapat lansia apa lansia mengurangi nyeri yang dilakukan untuk .Keluarga mengangg uk mengerti Implementasi Evaluasi Na ma lansia pegertian nyeri . jam D X diberikan .Memberikan penyuluhan kepada teratasi P : Lanjutkan pertemuan berikutnya lansia untuk mengatasi nyeri .Memberi pujian atas A : Masalah ungkapan keluarga.Menanyakan nyeri kepada O : . .Memberikan kesempatan kepada lansia untuk bertanya .Keluarga antusias .

Memberi pujian atas ungkapan yang .Menutup dan penyuluhan mengucapkan Implementasi Evaluasi Na ma terima kasih atas waktu dan untuk penyuluhan.Menanyakan kembali topik sebelumnya .Memberikan kepada keluarga . jam D X .Melakukan kontrak Jam : salam S : Keluarga/ klien mengataka n mengerti N tentang rumah sehat R E H waktu dengan lansia .0 0 3 Kunjungan III . penerimaannya diberikan 15/ 04 201 1 09.51 No Tgl/ .

Menjelaskan pengertian rumah sehat “keluarga mengangguk mengerti” .Menganjurkan kepasda Ny. . kamar O : .Klien mengangg uk mengerti .Kontak mata terjaga A K I Implementasi Evaluasi Na ma khususnya mandi harus bersih. R agar dalam menyiram dapur airnya A : . jam D X diberikan.Masalah tidak begitu “Keluarga banyak belum teratasi sehingga tidask licin lansia P : Adakan .Menganjurkan kepada keluarga agar menata rumah dengan baik.52 No Tgl/ .Klien antusias dengan penyuluha n . .

53 No Tgl/ .Memberi pertanyaan/mengevalua si apa yang sudah diberikan.Memberikan kesempatan kepada akan kunjungan ulang untuk mengobser vasi perilaku klien Implementasi Evaluasi Na ma lansia untuk bertanya tentang hal-hal yang belum dimengerti “lansia mengatakan sudah mulai mengerti tentang penjelasan yang diberikan” . klien mampu . jam D X mengatakan mencoba melakukannya” .

jam D X menjawab pertanyaan . .Mengucapkan salam waktu yang dan terima kasih atas kesempatan dan waktu yang telah diberiklan.54 No Tgl/ . . keluarga setuju dengan kontrak dibuat. .Mengkhiri penyuluhan dan mengadakan kontrak waktu untuk kunjungan berikutnya.Memberikan atas jawaban pujian yang Implementasi Evaluasi Na ma diberikan.

Identitas klien. derajat dan mulainya. keluhan penyakit saat ini dan keluhan yang dirasakan selama 3 bulan terakhir. d. riwayat pekerjaan dan lain sebagainya b. alamat. Pengkajian riwayat kesehatan antara lain. Riwayat kesehatan. Aktivitas sehari – hari.PENGKAJIAN Berdasarkan teori pada pengkajian.BAB IV PEMBAHASAN A. c. Tingkat nyeri. Identitas menyangkut biodata klien. hal-hal yang perlu dikaji antara lain: a. Pengkajian yang meliputi tingkat nyeri dan derajat nyeri yang dirasakan klien dan kapan mulainya. 35 .

Pengkajian yang meliputi bagaimana klien mampu menerima keadaannya dan mekanisme koping yang digunakan dalam menghadapi penyakitnya.  Lakukan pengukuran ROM pada sendi – sendi synovial dan catat jika ada deviasi. Pemeriksaan fisik. g. .  Lakukan inspeksi dan lapisan otot dan catat jika ada atrofi. tonus yang berkurang serta lakukan pengukuran kekuatan otot. krepitus dan nyeri saat sendi digerakkan. e.  Inspeksi dan palpasi untuk masing – masing sendi.36 Pengkajian aktivitas sehari – hari terhadap kemampuan klien memenuhi kebutuhannya dan kegiatan yang dapat dilakukan. ukuran dan pembengkakan. Konsep citra tubuh dan harga diri. f. amati warna kulit. Riwayat psikososial.

b. Karena pengkajian menurut teori sesuai dengan kasus yang ditemukan oleh penulis dilapangan. d. B.37 Pada pengkajian penulis tidak menemukan kesenjangan antara teori dengan pengkajian dilapangan. c. Potensial terjadi cedera berhubungan dengan penurunan fungsi tulang. . Kurang pemenuhan kebutuhan sehari – hari berhubungan dengan penurunan kekuatan otot. DIAGNOSA KEPERAWATAN Adapun diagnosa keperawatan yg terdapat di teori adalah: a. Gangguan rasa nyaman ( nyeri ) berhubungan dengan proses inflamasi destruksi sendi. Gangguan konsep diri berhubungan dengan perubahan kemampuan untuk melakukan tugas umum.

Hambataan dengan mobilitas fisik atau berhubungan penurunan perubahan otot kekuatan otot. Resiko keterbatasan mobilisasi berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang perawatan pada lansia dengan reumatik b.yaitu: a. Dilapangan penulis tidak menemukan bahwa lansia kurang dalam pemenuhan hidup sehari- .38 e. Gangguan rasa aman nyaman (nyeri reumatik) berhubungan destruksi sendi c. Adapun kesenjangan yang ditemukan oleh penulis antara teori dengan kasus dilapangan adalah kurang pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Sementara di lapangan penulis hanya mengangkat tiga masalah keperawatan yang sedang dialami oleh lansia. Resiko tinggi terjadi cedera berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dengan proses inflamasi mempertahankan lingkungan rumah yang aman bagi lansia.

Gunakan sepatu yang menyokong h. Lansia masih bisa memenuhi kebutuhannya secara mandiri. Lakukan latihan ROM jika memungkinkan . Keadaan rumah bersih. Lakukan perawatan kulit dan masase perlahan f. Gunakan terapi panas e.INTERVENSI KEPERAWATAN Menurut teori intervensi yang akan diberikan kepada lansia dengan reumatik adalah antara lain: a. Hindarkan lantai licin i. dan lansia selalu memakai tongkat.39 hari. Klien diistirahatkan (tirah baring) b. Dimana lansia selalu memakai tongkatnya untuk membantunya berjal melakukan aktivitasnya. Gunaan pegangan di kamar mandi j. lantai terbuat dari tegel. C. Hindari gerakan yang cepat dan tiba-tiba d. Beri obat-obatan sesuai program terapi (analgetik) g. Pertahankan posisi fisiologis denganbenar c.

Pantau efek penggunaan obat-obatan l. Jelaskan tentang proses penyakit Adapaun intervensi yang dibuat oleh penulis adalah memberikan penyuluhan kepada lansia mengenai proses penyakit. Rencanakan program latihan setiap hari s. D. Bantu klien untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari q. Ajarkan aktivitas sehari-hari p. Beri lingkungan yang aman u. Dorong klien untuk mengungkapkan perasaannya m. Dorong klien untuk mandiri o. Jelaskan tantang diet v. serta upaya untuk mencegah resiko jatuh. pembatasan aktivitas.IMPLEMENTASI KEPERAWATAN . teknik menurunkan nyeri dengan kompres hangat. Beri dukungan yang tepat n.40 k. Bantu klien melakukan latihan ROM r. Lakukan observasi setiap kali latihan t.

masalah teratasi segagian. Disebabkan oleh keterbatasan dan jarak fasilitas kesehatan dan sumber daya yang dimiliki oleh lansia.41 Adapun implementasi yang dilakukan oleh penulis adalah sesuai dengan intervensi yang telah disusun oleh penulis yaitu dengan memberikan penyuluhan kepada lansia sesuai dengan masalah keperawatan yang ditemukan. . Lansia tidak ikut menjadi anggota posyandu lansia karena jarak fasilitas sangat jauh. EVALUASI KEPERAWATAN Setelah melakukan kunjungan sebanyak tiga kali dan dengan memberikan penyuluhan. E.

42 .

sedang pria lebih sering terkena 39 . Kesimpulan Penyakit reumatik adalah kerusakan tulang rawan sendi yang berkembang lambat dan berhubungan dengan usia lanjut. Terlibatnya sendi pada pasien artritis rematoid terjadi setelah penyakit ini berkembang lebih lanjut sesuai dengan sifat progresifitasnya. deformitas.BAB V PENUTUP A. Artritis rematoid adalah merupakan penyakit inflamasi sistemik kronik dengan manifestasi utama poliartritis progresif dan melibatkan seluruh organ tubuh. Wanita lebih sering terkena osteoartritis pada lutut dan sendi. pembesaran sendi. Secara klinis ditandai dengan nyeri. Pasien dapat juga menunjukkan gejala berupa kelemahan umum cepat lelah. dan hambatan gerak pada sendi – sendi tangan dan sendi besar yang menanggung beban.

Dalam hal ini. sosial. 1. .40 osteoartritis pada paha. tetapi diatas 50 tahun frekuensi oeteoartritis lebih banyak wanita dari pada pria hal ini menunjukkan adanya peran hormonal pada patogenesis osteoartritis. Secara keeluruhan dibawah 45 tahun frekuensi osteoartritis kurang lebih sama pada pria dan wanita. Pengkajian Pada saat pengkajian gerontik tidak seperti yang kita peroleh dari paparan teorinya. psiko. adanya kendala yaitu keluarga berpengetahuan rendah dan kurang mengetahui pentingnya perawatan yang baik pada lansia dan merasa tidak ada masalah pada lansia dan merasa hal itu biasa serta kurangnya informasi. pergelangan tangan dan leher. dan kultural. Pengkajian pada lansia harus secara menyeluruh baik bi.

Setelah dilakukan asuhan keperawatan gerontik selama tiga hari diharapkan tujuan .41 2. penulis memperoleh 3 masalah kesehatan. oleh karena keterbatasan pengetahuan dari lansia dan keterbatasan waktu bagi penulis. Adapun masalah kesehatan tersebut belum seluruhnya dapat diatasi karena keterbatasan waktu penulis dalam melakukan asuhan keperawatan dan keterbatasan pengetahuan klien dan keluarga dalam melaksanakan tindakan perawatan yang optimal.Akan tetapi lansia dan keluarga berjanji akan melakukan kunjungan ke petugas kesehatan untuk mendapat perawatan selanjutnya. 3. Diagnosa keperawatan Dalam asuhan keperawtan gerontik yang telah dilakukan pada Ny. R. Intervensi keperawatan Apa yang diharapkan oleh penulis dalam intervensi tidak seluruhnya dapat dilakukan.

4. Lansia berjanji akan kontrol kepelayanan kesehatan untuk tercapainya kemampuan hidup sehat bagi lansia dikemudian hari. Evaluasi keperawatan Setelah memberikan penyuluhan. Setelah dilakukan asuhan keperawatan gerontik diharapkan tujuan pemenuhan kebutuhan dasar lansia dapat terpenuhi dan terwujud secara optimal. Lansia berjanji mau untuk memeriksakan kesehatannya kepetugas kesehatan.42 pemenuhan kebutuhan dasar lansia dapat terpenuhi untuk tercapainya kemampuan hidup sehat bagi lansia dapat terwujud secara optimal. 5. lansia mengerti tentang penyakitnya dan mengerti teknik untuk mengurangi rasa nyeri. Masalah . serta teknik untuk mengurangi rasa nyeri. Implementasi keperawatan Penulis memberikan penyuluhan kepada lansia mengenai proses penyakit reumatik dan akibat yang ditimbulkannya.

Saran 1. Keluarga dan Klien. B. Dalam pelaksanaan implementasi keperawatan hendaknya keluarga dan klien turut berpartisipasi dan bekerjasama atas penyuluhan yang diberikan demi terlaksananya apa yang sudah tujuan direncanakan dalam untuk tercapainya keperawatan. 2. 3. . Petugas Kesehatan. Mahasiswa.43 hanya teratasi sebagian. karena keterbatasan sumberdaya dan fasilitas posyandu lansia yang sangat jauh dari tempat tinggal lansia. intervensi Dalam melaksanakan asuhan keperawatan gerontik hendaknya mahasiswa lebih memperdalam pengetahuan dan melengkapi buku-buku panduan sebagai pedoman dalam melaksanakan asuhan keperawatan.

diharapkan petugas kesehatan hendaknya lebih memperhatikan kesejahteraan lansia dan kesehatan lansia di lingkungan diwilayah kerjanya sehingga yang dapat dialami mengetahui lansia di pernasalahan wilayahnya tersebut. .44 Dalam melaksanakan tugasnya.

4:EGC. Ilmu Penyakit Dalam. Handono.Ed.2000. Jakarta Suratun. EGC:Jakarta Kalim.DAFTAR PUSTAKA Doenges E Marilynn.eGc: Jakarta Prince.EGC: Jakarta 42 . Klien gangguan sistem muskuloskeletal: seri asuhan keperawatan. Rencana Asuhan Keperawatan.Ed. Arif. Sylvia Anderson.2010. 1999.Buku Saku Asuhan Keperawatan Pada Lansia.TIM: Jakarta Nugroho. 2000.Siti. W. Kapita Selekta Kedokteran.Keperawatan Gerontik.2008.1996.2. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. 2000. Balai Penerbit FKUI: Jakarta Mansjoer. Media Aesculaapius FKUI: Jakarta Maryam.

ac.43 http://repository.id/bitstream/123456789/3592/ 1/keperawatan-ismayadi2.usu.pdf KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan kasihNyalah sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan praktek belajar lapangan ini (PBL) yang telah .

selaku sekretaris program studi D III Ilmu Keperawatan STIKes Santa Elisabeth Medan yang telah memberikan kesempatan dan fasilitas untuk mengikuti praktek belajar lapangan di desa Kelambir V Kebun . Ns. Hamparan perak Kab. Elisabeth Medan yang telah memberikan kesempatan dan tempat kepada mahasiswa / i untuk mengadakan Praktek Belajar Lapangan di desa Kelambir V Kebun Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang. R di dusun XX Lorong pertanian desa Kelambir V kebun Kec.Hamparan Perak Kab. Sr. Deli Serdang. M. Deli Serdang tepat pada waktunya. Adapun judul laporan ini adalah Asuhan keperawatan Gerontik Pada Ny. Pd selaku Ketua STIKes St. S. Kep. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada : 1.44 diadakan pada tanggal 04-16 April 2011 di dusun XX Lorong pertanian desa Kelambir V kebun Kec. Ibu Lilis Novitarum. Gabriel Naibaho. S. 2.

3. Ns.45 Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang. Aulia Agustin.Kep selaku dosen pembimbing Praktek Belajar Lapangan (PBL) dalam penyusunan laporan asuhan keperawatan gerontik. yang telah membimbing dan membantu penulis dalam menyelesaikan makalah ini. yang telah memberikan kesempatan dan fasilitas kepada mahasiswa / i STIKes Santa i . selaku koordinator PBL yang telah banyak memberikan bimbingan dan arahan kepada peserta PBL sehingga semua peserta dapat mengikuti praktek belajar lapangan dengan baik. selaku Kepala Puskesmas Hamparan Perak yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa / i STIKes Santa Elisabeth untuk melakukan praktek di puskesmas Hamparan Perak. Bapak Jagentar Pane. 5. S. dr. 6. Bapak Faizal Nasution selaku Camat Hamparan Perak. Ibu Sery Rayani Bangun. Kep. 4. S.

46 Elisabeth untuk melakukan praktek belajar didesa Kelambir V Kebun Kecamatan Hamparan Perak. 9. yang telah memberikan kesempatan dan fasilitas kepada mahasiswa / i STIKes Santa Elisabeth Medan untuk melakukan praktek belajar didesa Kelambir V Kebun. Bapak Prayoga selaku kepala desa Kelambir V Kebun . 10. Bapak Sagiatan selaku Kepala Lingkungan dusun XX Lorong Pertanian yang telah banyak membantu penulis selama mengikuti praktek belajar lapangan di desa Kelambir V Kebun Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang. 7. 8. Orang tua tercinta yang telah banyak membantu penulis baik dari segi materi maupun . Ibu Supiah selaku induk semang yang senantiasa bersedia membantu penulis dalam penyediaan tempat tinggal maupun penyediaan makanan dan minuman sehingga penulis dapat semaksimal mungkin menerapkan askep kepada keluarga yang memiliki masalah kesehatan.

Maretl 2012 Penulis ii . Medan. akhir kata penulis mengucapkan terima kasih. Penulis juga menyadari bahwa penulisan laporan ini masih jauh dari sempurna baik segi bahasa maupun penggunaan kata. Teman-teman peserta PBL Prodi DIII Keperawatan dan D III Keperawatan yang telah membantu penulis dalam memberikan ide dan dorongan kepada penulis dalam penyusunan laporan ini.47 dukungan sehingga penulis dapat menyelesaikan praktek belajar lapangan ini dengan baik. Oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca khususnya yang bersifat membangun demi perbaikan dimasa mendatang. 11.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful