KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN KEMANDIRIAN DAN KARIER ANAK DAN REMAJA (Makalah Kelompok Sepuluh) Definisi “Karakteristik Perkembangan Kemandirian

dan karier Anak dan Remaja” yaitu, proses progresif menuju kematangan seorang individu dalam menjalani hidup dengan usaha dirinya sendiri dan kemampuannya dalam mengambil peran dalam kehidupan di masyarakat dalam fase anak dan remaja dan orientasinya di masa depan.

A. Konsep Kemandirian Kemandirian merupakan sikap dimana seorang individu mencoba menghadapi persoalan hidup dengan menggunakan caranya sendiri tanpa ada interpensi dari pihak eksternal, dan meminimalisir bantuan dari orang lain. Kemandirian juga dapat diartikan sebuah posisi dimana individu bebas mengatur hidupnya, dan menerima sendiri segala konsekuensi atas apa yang telah ia kehendaki. Sehingga seseorang bisa disebut pribadi/individu yang sepenuhnya, dalam arti mampu mengendalikan sendiri kehidupannya, baik dari aspek fisiologis dan psikologis. B. Karakteristik Perkembangan Kemandirian Pada Anak Dan Remaja Pendapat para ahli perkembangan yang menyatakan: 1. Perkembangan kemandirian pada remaja: Perkembangan kemandiriannya lebih bersifat psikologis, seperti membuat keputusan sendiri dan kebebasan berperilaku sesuai dengan keinginannya. 2. Perkembangan kemandirian pada anak; Perkembangan kemandirian pada masa anak-anak lebih bersifat motorik, seperti berusaha makan sendiri, mandi dan berpakaian sendiri

Karakteristik Perkembangan Kemandirian Anak 1. Usia 1-2 tahun : anak mampu minum dari gelasnya sendiri tanpa tumpah, mulai makan sendiri dengan menggunakan sendok. 2. Usia 2-3 tahun : memberitahu orang dewasa kala ingin buang air 3. Usia 3-4 tahun : anak mampu ke kamar mandi sendiri 4. Usia 5-7 tahun : anak mampu berpakaian sendiri, mengikat simpul tali sepatu. 5. Usia 8-10 tahun :anak sudah mamapu membenahai peralatan pribadinya seperti menyiapkan buku sesuai jadwal pelajaran, mampu memenuhi kebutuhan sendiri seperti,

Kemandirian Emosional Kemandirian emosional dapat diartikan sebagai kemampuan individu dalam mengelola emosinya. 1. sejauh mana remaja mampu berdiri sendiri tanpa bantuan emosional dari orang tua. Baik dalam mengambil keputusan. Aspek Emosi 4.memasaka mi instan saat orang orang tua tidak di rumah. Aspek Ekonomi Steinberg (1995 : 289) membagi kemandirian dalam tiga tipe. Kemandirian inilah yang paling terakhir seorang individu dapatkan. Gen atau keturunan orang tua. yang menyatakan bahwa kemandirian memiliki beberapa aspek. Factor yang Dapat Mempengaruhi Perkembangan Kemandirian Anak dan Remaja 1. Kemandirian Behavioral Kemandirian perilaku (behavioral autonomy) merupakan kapasitas individu dalam menentukan pilihan dan mengambil keputusan tanpa ada campur tangan dari orang lain. 3. Menurut Silverberg dan Steinberg (Steinberg. seperti pemudaran ikatan emosional anak dengan orang tua. Aspek Sosial 3. Aspek Intelektual 2. 2. 2. C. Sistem kehidupan di masasyarakat . tidak mudah goyah dalam pendirian dan pendapat. D. yang lebih ditekankan pada kemampuan remaja menganngap orang tua adalah orang dewasa pada umumnya. serta rasa percaya diri yang total. Kemandirian Nilai Kemandirian nilai (values autonomy) yang dimaksud adalah kemampuan individu menolak tekanan untuk mengikuti tuntutan orang lain tentang keyakinan (belief) dalam bidang nilai. Pola asuh orang tua 3. 1995 :291) ada empat aspek kemandirian emosional remaja. yaitu: 1. Sistem pendidikan di sekolah 4. Tipe-Tipe Perkembangan Kemandirian pada Anak dan Remaja Perlu kita kita ketahui bahwa kemandirian dilihat dari beberapa aspek seperti yang dikemukakan oleh Havighurst (1972).

Axelrad. kemudian membentuk satu kata keadaan itau kata benda. G. maka iembahasan mengenai kemandirian tidak bisa lepas dari pembahasan entang perkembangan diri itu sendiri. Ginsburg. teman sebaya) PERKEMBANGAN KEMANDIRIAN DAN PENYESUAIAN DIRI PESERTA DIDIK Pengertian Kemandirian Istilah "kemandirian" berasal dari kata dasar "diri" yang mendapat xwalan "ke" dan akhiran "an". Orientasi Karier Pada Anak Dan Remaja Pendekatan karier bagi anak dan remaja bukanlah proses dimana anak dibentuk menjadi seorang yang khusus menggeluti salah satu bidang. F.E. Konsep Karier Definisi karier (career) lebih menunjuk pada pekerjaan atau jabatan yang ditekuni dan diyakini sebagai panggilan hidup. sekolah. serta mewarnai seluruh gaya hidupnya (Winkel. yang meresapi seluruh alam pikiran dan perasaan seseorang. b. tapi oreintasi karier pada anak dan remaja merupakan tahap dimana anak dan remaja dikenalkan dengan dunia yang akan digelutinya kelak. 1991). Factor yang Dapat Mempengaruhi Perkembangan Karier Anak dan Remaja 1. dan Herma (1951) perkembangan karier dibagi menjadi 3 (tiga) tahap pokok. Tahap Fantasi : 0 – 11 tahun (masa mengkhayal) 2. Tahap Tentatif : 12 – 18 tahun (sadar akan minat dan bakat yang dimiliki) a. Sub tahap Kapasitas kemampuan (13-14 tahun mulai melakukan kehiatan sesuai kemampuan) c. Karakteristik Fase Perkembangan Karier Anak dan Remaja Berdasarkan Usia Menurut Ginzberg. yaitu: 1. menyesuaikan minat dengan kemampuan) H. Sub tahap Nilai (15-16 tahunsudah mulai mengetahui pekerjaan apa yang dihargai masyarakat) d. Faktor Eksternal (lingkungan sekitar: keluarga. yang dalam konsep Carl Rogers disebut . Sub tahap Transisi (17-18 tahun sudah mulai merencanakan karier mereka ke depannya) 3. Sub tahap Minat (11-12 tahun biasanya hanya mengerjakan sesuatu yang sesuai minat mereka). Faktor Internal (mitivasi dan kesadaran dalam diri anak) 2. Tahap Realistis : 19 – 25 tahun (tahap realistis. Karena kemandirian berasal dari kata dasar "diri".

The third characterization involves an aspect of independence referred to as value autonomy-wich is more than simply being able to resist pressures to go along with the demands of other. Secara singkat apat disimpullcan bahwa kemandirian mengandung pengertian: • Suatu kondisi di mana seseorang meiruliki hasrat bersaing untuk maju demi kebaikan dirinya sendiri. iertanggung jawab. yaitu kemampuan untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi. Steinberg menulis: The first emotional autonomy-that aspect of independence related to changes in the individual's close relationships. Sementara itu. • Kemandirian intelektual." Dengan demikian dapat dipahami bahwa kemandirian atau itonomi adalah kemampuan untuk mengendalikan dan mengatur jikiran. Bentuk-bentuk Kemandirian Robert Havighurst (1972) membedakan kemandirian atas tiga bentuk kemandirian. perasaan dan tindakan sendiri secara bebas serta berusaha endiri untuk mengatasi perasaan-perasaan malu dan keragu-raguan. Dengan otonomi tersebut. • Memiliki kepercayaan diri dan melaksanakan tugas-tugasnya. Kemandirian merupakan suatu sikap otonomi di mana eserta didik secara relatif bebas dari pengaruh penilaian. yaitu kemampuan untuk mengadakan interaksi dengan orang lain dan tidak tergantung pada aksi orang lain. peserta didik diharapkan kan lebih bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. 1989). • Kemandirian ekonomi. feelings. Kemandirian biasanya ditandai dengan kemampuan nenentukan nasib sendiri. dan 3) kemandirian nilai (valve autonomy). 2) kemandirian tingkah laku (behavioral autonomy). Sedangkan Seifert dan Ioffnung (1994) mendefinisikan otonomi atau kemandirian sebagai "the ibility to govern and regulate one's own thoughts. karena diri itu merupakan inti dari . dkk. nenguasai dan menentukan dirinya sendiri. serta mampu mengatasi masalah tanpa ada pengaruh ari orang lain. • Mampu mengambil keputusan dan inisiatif untuk mengatasi masalah yang dihadapi. yaitu: • Kemandirian emosi. Menurut Chaplin (2002).emandirian. yaitu: . yaitu kemampuan mengatur ekonomi sendiri dan tidak tergantungnya kebutuhan ekonomi pada orang lain. yaitu nerupakan perkembangan ke arah individualitas yang mantap dan )erdiri sendiri. menyatakan kemandirian :dalah usaha untuk melepaskan diri dari orangtua dengan maksud untuk nenemukan dirinya melalui proses mencari identitas ego.dengan istilah self. about what is important and what is not. yaitu kemampuan mengontrol emosi sendiri dan tidak tergantungnya kebutuhan emosi pada orang lain. and actions reely and responssibly while overcoming feelings of shame and doubt. membuat keputusan¬eputusan sendiri. mampu menahan diri. yaitu: 1) kemandirian emosional (emotional autonomy). kreatif dan inisiatif. especially with parent. pendapat dan eyakinan orang lain. it means having a set a principles about right and wrong. Konsep yang sering digunakan atau berdekatan dengan kemandirian adalah autonomy. mengatur tingkah laku. • Bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. untuk menjadi kesatuan yang bisa memerintah. Erikson (dalam Monks. Kutipan di atas menunjukkan karakteristik dari ketiga aspek kemandirian. otonomi adalah kebebasan individu nanusia untuk memilih. Steiberg (1993) membedakan karakteristik kemandirian atas tiga bentuk. The second behavioral autonomy-the capacity to make in¬dependent decisions and follow through with them. • Kemandirian sosial. Lengkapnya.

Cendentng melihat kehidupan sebagai zero-sum games. Mampu melihat diri sebagai pembuat pilihan dan pelaku tindakan. c. Mampu melakukan kritik dan penilaian diri. 5. Kemandirian tingkah laku. Tingkat keempat. Ciri-cirinya: a. yakni suatu kemampuan untuk membuat keputusan-keputusan tanpa tergantung pada orang lain dan melakukannya secara bertanggung jawab. Bertindak dengan motif yang dangkal untuk memperoleh pujian. Tingkat pertama. 4. e. i. Cenderung melihat peristiwa dalam konteks sosial. 3. Peduli akan konformitas terhadap aturan eksternal. adalah tingkat sadar diri? a. Peduli. Ciri-cirinya: a. 2. Mampu berpikir alternatif. c. Ciri-cirinya: a. d. b. terhadap kontrol dan keuntungan yang dapat diperoleh dari interaksinya dengan orang lain. mengemukakan tingkatan kemandirian dan karakteristiknya. Lovinger (dalam Sunaryo Kartadinata. c. 1988). Bertindak atas dasar nilai-nilai internal. b. e. Menekankan pada pentingnya memecahkan masalah. Tingkat kedua. 2. d. Melihat harapan dan berbagai kemungkinan dalam situasi. Berpikir tidak logis dan tertegun pada cara berpikir tertentu (stereotype). Memikirkan cara hidup. seperti hubungan emosional peserta didik dengan guru atau dengan orangtuanya. f. adalah tingkat individualitas. tentang apa yang penting dan apa yang tidak penting. h. d. Menyamakan diri dalam ekspresi emosi dan kurangnya introspeksi. i. g. d. dan perspektif diri sendiri maupun orang lain. adalah tingkat impulsif dan melindungi diri.1. Kemandirian nilai. Cenderung menyalahkan dan mencela orang lain serta lingkungannya. Tidak sensitif terhadap keindividualan. Mengikuti aturan secara spontanistik dan hedonistik. f. b. e. motif. 3. Peduli akan hubungan mutualistik g. Sadar akan tangbaung jawab. Ciri-cirinya: a. Tingkat ketiga. adalah tingkat konformistik. Tingkat kelima. Perbedaan kelompok didasarkan atas ciri-ciri eksternal. Peningkatan kesadaran individualitas. Takut tidak diterima kelompok. b. Tingkatan dan Karakteristik Kemandirian Sebagai suatu dimensi psikologis yang kompleks. e. kemandirian dalam perkembangannya memiliki tingkatan-tingkatan. Peduli terhadap penampilan diri dan penerimaan sosial. c. Memiliki tujuan jangka panjang. Mampu melihat keragaman emosi. adalah tingkat saksama (conscientious). Peduli untuk mengambil manfaat dari kesempatan yang ada. Cenderung berpikir stereotype dan klise. Perkembangan kemandirian seseorang berlangsung secara bertahap sesuai dengan tingkat perkembangan kemandirian tersebut. Berpikir lebih kompleks dan atas dasar pola analitis. Merasa berdosa jika melanggar aturan. yakni aspek kemandirian yang menyatakan perubahan kedekatan hubungan emosional antar individu. yaitu: 1. . Kemandirian emosional. f. yakni kemampuan memaknai seperangkat prinsip tentang benar dan salah. h. Penyesuaian terhadap situasi dan peranan.

d. menyontek. Sunaryo Kartadinata (1988) menyebutkan beberapa gejala yang berhubungan dengan penmasalahan kemandirian yang perlu mendapat perhatian dunia pendidikan. Sikap tidak peduli terhadap lingkungan hidup. ritualistik dan tidak konsisten. Sadar akan adanya saling ketergantungan dengan orang lain. dan berbagai perilaku menyimpang yang sudah mengarahkan pada tindak lriminal. yang pada gilirannya akan menghambat pembentukan etos kerja dan etos kehidupan yang mapan sebagai salah satu ciri dari kualitas sumber daya dan kemandirian manusia. Mengenal eksistensi perbedaan individual. e. Memiliki pandangan hidup sebagai suatu keseluruhan. h. Mengenal kompleksitas diri. yang secara langsung atau tidak langsung memengaruhi kehidupan peserta didik. yang dapat menimbulkan gangguan mental setelah memasuki pendidikan lanjutan. Manusia mandiri bukanlah manusia yang lepas dari lingkungannya. 3. Perkembangan Kemandirian Dan Penyesuaian Diri Peserta Didik c. Pengaruh kompleksitas kehidupan terhadap peserta didik terlihat dari berbagai fenomena yang sangat membutuhkan perhatian duania pendidikan. Peduli terhadap pemahaman abstrak. Gejala-gejala tersebut merupakan bagian kendala utama dalam mempersiapkan individuindividu yang mengarungi kehidupan masa mendatang yang semakin kompleks dan penuh tantangan. yang menunjukkan bahwa kemandirian masyarakat masih rendah. Mampu mengekspresikan perasaan dengan penuh keyakinan dan keceriaan. f. adalah tingkat mandiri. i. dan mencari bocoran soal-soal ujian). Membedakan kehidupan internal dengan kehidupan luar ! dirinya. j. Ketidakpedulian terhadap lingkungan hidup merupakan gejala perilaku impulsif. Fenomena-fenomena di atas. Sikap hidup konformistis tanpa pemahaman dan konformistik dengan mengorbankan prinsip. k. terlihat adanya fenomena peserta didik yang kurang mandiri dalam belajar. membolos. kekiasaan belajar yang kurang baik (seperti tidak betah belajar lama atau belajar hanya menjelang ujian. f. e. Ketergantungan disiplin kepada kontrol luar dan bukan karena niat sendiri yang ikhlas. Peduli akan perkembangan dan masalah-masalah sosial. Dalam konteks proses belajar. yaitu: 1. melainkan manusia yang bertransenden terhadap lingkungannya. Perilaku seperti ini akan mengarah pada perilaku formalistik. perkembangan kemandirian peserta didik menuju ke arah .b. seperti keadilan sosial. g. Kesadaran akan konflik emosional antara kemandirian dan ketergantungan. dapat dilihat dari situasi kompleksitas kehidupan dewasa ini. menuntut dunia pendidikan untuk mengembangkan kemandirian peserta didik. Pentingnya Kemandirian Bagi Peserta Didik Pentingnya kemandirian bagi peserta didik. c. b. Mitos bahwa segala sesuatunya bisa diatur yang berkembang dalam masyarakat menunjukkan adanya ketidakjujuran dalam berpikir dan bertindak serta kemandirian yang masih rendah. g. 6. Ciri-cirinya: a. Mampu mengintegrasikan nilai-nilai yang bertentangan. 2. Mampu bersikap toleran terhadap pertentangan dalam 'I kehidupan. Ada keberanian untuk menyelesaikan konflik internal. Menjadi lebih toleran terhadap diri sendiri dan orang lain. perilaku agresif. Responssif terhadap kemandirian orang lain. seperti perkelahian antarpelajar. penyalahgunaan obat dan alkohol. Peduli akan pemenuhan diri (self-fulfilment). Tingkat keenam. Cenderung bersikap realistik dan objektif terhadap diri sendiri dan orang lain. d. Toleran terhadap ambiguitas. h. Oleh sebab itu.

kesempurnaan menjadi sangat penting untuk dilakukan secara serius.com/2010/05/perkembangan-kemandirian-dan. http://kecerdasananakbangsa.blogspot. 5. Mendorong anak untuk berpartisipasi aktif d~alam pengambilan keputusan dan dalam berbagai kegiatan sekolafi. Mengembangkan proses belajar mengajar yang demokratis. Penerimaan positif tanpa syarat kelebihan dan kekurangan anak. 4. tidak membeda-bedakan anak yang satu dengan yang lain. yang memungkinkan anak merasa dihargai. mendorong rasa ingin tahu mereka. 2. sistematis dan terprogram. di antaranya: 1. Perkembangan Kemandirian Peserta Didik dan implikasinya Bagi Pendidikan Kemandirian adalah kecakapan yang berkembangan sepanjang rentang kehidupan individu. pendidikan di sekolah perlu melakukan upaya-upaya pengembangan kemandirian peserta didik. 3. Oleh sebab itu. Menjalin hubungan yang harmonis dan akrab dengan anak.html . Memberi kebebasan kepada anak untuk mengekplorasi lingkungan. yang sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor pengalaman dan pendidikan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful