19 Peran Guru Dalam Pembelajaran 03 Aug 2011 - peranan guru tidak lebih dari sebagai fasilitator, suatu posisi

yang sesuai dengan pandangan konstruktivistik. Tugas sebagai fasilitator relatif lebih berat dibandingkan hanya sebagai transmiter pembelajaran. Guru sebagai fasilitator akan memiliki konsekuensi langsung sebagai perancah, model, pelatih, dan pembimbing. Di samping sebagai fasilitator, secara lebih spesifik peranan guru dalam pembelajaran adalah sebagai expert learners, sebagai manager, dan sebagai mediator. Sebagai expert learner ... guru dalam pembelajaran. Kemampuan-kemampuan tersebut, adalah memiliki pemahaman yang baik tentang kerja baik fisik maupun sosial, memiliki rasa dan kemampuan mengumpulkan dan menganalisis data, memiliki kemampuan membantu pemahaman siswa, memiliki kemampuan mempercepat kreativitas sejati siswa, dan memiliki kemampuan kerja sama dengan orang lain. Para guru diharapkan dapat belajar sepanjang hayat seirama dengan pengetahuan yang mereka perlukan untuk mendukung pekerjaannya serta menghadapi tant ... pembelajaran. Kemampuan-kemampuan tersebut, adalah memiliki pemahaman yang baik tentang kerja baik fisik maupun sosial, memiliki rasa dan kemampuan mengumpulkan dan menganalisis data, memiliki kemampuan membantu pemahaman siswa, memiliki kemampuan mempercepat kreativitas sejati siswa, dan memiliki kemampuan kerja sama dengan orang lain. Para guru diharapkan dapat belajar sepanjang hayat seirama dengan pengetahuan yang mereka perlukan untuk mendukung pekerjaannya serta menghadapi tantangan dan k ... peranan guru tidak lebih dari sebagai fasilitator, suatu posisi yang sesuai dengan pandangan konstruktivistik. Tugas sebagai fasilitator relatif lebih berat dibandingkan hanya sebagai transmiter pembelajaran. Guru sebagai fasilitator akan memiliki konsekuensi langsung sebagai perancah, model, pelatih, dan pembimbing. Di samping sebagai fasilitator, secara lebih spesifik peranan guru dalam pembelajaran adalah sebagai expert learners, sebagai manager, dan sebagai mediator. Sebagai expert learne ... . Di samping penguasaan materi, guru juga dituntut memiliki keragaman model atau strategi pembelajaran, Apabila konsep pembelajaran tersebut dipahami oleh para guru, maka upaya mendesain pembelajaran bukan menjadi beban, tetapi menjadi pekerjaan . yang meyakinkan bahwa peranan guru tidak lebih dari sebagai fasilitator, Tugas sebagai fasilitator relatif lebih berat dibandingkan hanya sebagai transmiter pembelajaran. Guru sebagai fasilitator akan memiliki konsekuensi langsung sebagai perancah, model, pelatih, dan pembimbing. Di samping sebagai fasilitator, secara lebih spesifik peranan guru dalam pembelajaran artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adalah sebagai expert learners, sebagai manager, dan sebagai mediator. Sebagai expert learners, guru diharapkan memiliki pemahaman mendalam tentang materi pembelajaran, menyediakan waktu artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang cukup untuk siswa, menyediakan masalah dan alternatif solusi, memonitor proses belajar dan pembelajaran, merubah strategi ketika siswa sulit mencapai tujuan, berusaha mencapai tujuan kognitif, metakognitif, afektif, dan psikomotor siswa. Sebagai manager, guru berkewajiban memonitor hasil belajar para siswa dan masalah-masalah artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang dih artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adapi mereka, memonitor disiplin kelas dan hubungan interpersonal, dan memonitor ketepatan penggunaan waktu dalam menyelesaikan tugas. Dalam hal ini, guru berperan sebagai expert teacher artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang memberi keputusan mengenai isi, menseleksi proses-proses kognitif untuk mengaktifkan pengetahuan awal dan pengelompokan siswa. Sebagai mediator, guru memandu mengetengahi antar siswa, membantu para siswa memformulasikan pertanyaan atau mengkonstruksi representasi visual dari suatu masalah, memandu para siswa mengembangkan sikap positif terh artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adap belajar, pemusatan perhatian, mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan awal, dan menjelaskan bagaimana mengaitkan gagasan-gagasan para siswa, pemodelan proses berpikir dengan menunjukkan kep artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada siswa ikut berpikir kritis. Terkait dengan desain pembelajaran, peran guru artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adalah menciptakan dan memahami sintaks pembelajaran. Peranan Seorang Guru. Agar pelaksanaan Pakem berjalan sebagaimana diharapkan, John B. Biggs and Ross Telfer, dalam bukunya “The Process of Learning”, 1987, edisi kedua, menyebutkan paling tidak ada 12 aspek dari sebuah pembelajaran kreatif, yang harus dipahami dan dilakukan oleh seorang guru yang baik dalam proses pembelajaran terhadap siswa: 1. Memahami potensi siswa yang tersembunyi dan mendorongnya untuk berkembang sesuai dengan kecenderungan bakat dan minat mereka, 2. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar meningkatkan rasa tanggung jawab dalam melaksanakan tugas dan bantuan jika mereka membutuhkan, 3. Menghargai potensi siswa yang lemah/lamban dan memperlihatkan entuisme terhadap ide serta gagasan mereka, 4. Mendorong siswa untuk terus maju mencapai sukses dalam bidang yang diminati dan penghargaan atas prestasi mereka, 5. Mengakui pekerjaan siswa dalam satu bidang untuk memberikan semangat pada pekerjaan lain berikutnya. 6. Menggunakan kemampuan fantasi dalam proses pembelajaran untuk membangun hubungan dengan realitas dan kehidupan nyata. 7. Memuji keindahan perbedaan potensi, karakter, bakat dan minat serta modalitas gaya belajar individu siswa, 8. Mendorong dan menghargai keterlibatan individu siswa secara penuh dalam proyek-proyek pembelajaran mandiri, 9. Menyatakan kapada para siswa bahwa guru-guru merupakan mitra mereka dan perannya sebagai motivator dan fasilitator bagi siswa. 10. Menciptakan suasana belajar yang kondusif dan bebas dari tekanan dan intimidasi dalam usaha meyakinkan minat belajar siswa, 11. Mendorong terjadinya proses pembelajaran interaktif, kolaboratif, inkuiri dan diskaveri agar terbentuk budaya belajar yang bermakna (meaningful learning) pada siswa. 12. Memberikan tes/ujian yang bisa mendorong terjadinya umpan balik dan semangat/gairah pada siswa untuk ingin mempelajari materi lebih dalam. Efektivitas dan efisien belajar individu di sekolah sangat bergantung kepada peran guru. Abin Syamsuddin (2003) mengemukakan bahwa dalam pengertian pendidikan secara luas, seorang guru yang ideal seyogyanya dapat berperan sebagai : 1. Konservator (pemelihara) sistem nilai yang merupakan sumber norma kedewasaan; 2. Inovator (pengembang) sistem nilai ilmu pengetahuan; 3. Transmitor (penerus) sistem-sistem nilai tersebut kepada peserta didik; 4. Transformator (penterjemah) sistem-sistem nilai tersebut melalui penjelmaan dalam pribadinya dan perilakunya, dalam proses interaksi dengan sasaran didik 5. Organisator (penyelenggara) terciptanya proses edukatif yang dapat dipertanggungjawabkan, baik secara formal (kepada pihak yang mengangkat dan menugaskannya) maupun secara moral (kepada sasaran didik, serta Tuhan

guru berperan sebagai pembina masyarakat (social developer). guru berperan sebagai 1. Di pandang dari segi diri-pribadinya (self oriented). hasil belajar yang berkaitan dengan tanggung jawab sosial tingkah laku social anak. guru berperan sebagai pendidik dalam keluarga (family educator). artinya guru adalah wakil orang tua peserta didik bagi setiap peserta didik di sekolah. yaitu guru harus menjaga agar para peserta didik melaksanakan disiplin. harus membantu pemecahannya (remedial teaching). 3. Di sekolah. dan 7. 2. B antuan dapat secara langsung melalui petemuan-pertemuan resmi maupun pertemuan insidental. . tetapi juga tugas kemasyarakatan maupun tugas kemanusiaan. Pelajar dan ilmuwan. dan penilai pendidikan. dalam konteks proses belajar mengajar di Indonesia. Pengambil inisiatif. Seorang guru dituntut untuk selalu menambah pengetahuan dan keterampilan agar supaya pengetahun dan keterampilan yang dikuasai tidak hanya terbatas pada pengetahuan yang berkaitan dengan pengembangan tugas professional. Di lain pihak. mengemukakan peran guru dalam proses pembelajaran peserta didik. Sedangkan dalam keluarga. Seorang guru diharapkan dapat membantu dalam mengembangkan kemampuannya. Surya (1997) mengemukakan tentang peranan guru di sekolah. Pekerja sosial (social worker).yang menciptakannya). 3. berdasarkan kriteria yang ditetapkan. yaitu menguasai bahan yang harus diajarkannya. Seorang pakar dalam bidangnya. penemu masyarakat (social inovator). Peran guru sebagai setiawan dalam lembaga pendidikan. dan agen masyarakat (social agent). Orang tua. 2. Sementara itu di masyarakat. Peran guru sebagai pelajar (leamer). artinya guru adalah model perilaku yang harus dicontoh oleh mpara peserta didik. yaitu guru berperan untuk menyampaikan berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat. dan 5. pengarah pembelajaran dan pembimbing peserta didik. baik mengenai aspek keefektifan prosesnya maupun kualifikasi produknya. Guru sebagai administrator. artinya guru berperan sebagai pembawa suara dan kepentingan masyarakat dalam pendidikan. Selanjutnya. Petugas kesehatan mental (mental hygiene worker). Pakar psikologi pendidikan.. Guru sebagai penilai (evaluator) yang harus mengumpulkan. dikemukakan pula tentang peranan guru yang berhubungan dengan aktivitas pengajaran dan administrasi pendidikan. artinya guru merupakan seorang yang memahami psikologi pendidikan dan mampu mengamalkannya dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik.keterampilan dan pengalaman lain diluar fungsi sekolah seperti persiapan perkawinan dan kehidupan keluarga. penilai hasil pembelajaran peserta didik. Moh. Abin Syamsuddin dengan mengutip pemikiran Gage dan Berliner. Ia dapat mengembangkan kemampuannya pada bidang-bidang yang dikuasainya. yaitu seorang yang harus memberikan pelayanan kepada masyarakat. 1. Dari sudut pandang secara psikologis. artinya guru adalah orang yang memiliki kemampuan menciptakan suasana hubungan antar manusia. 2. dan kalau masih dalam batas kewenangannya. orang tua atau tokoh-tokoh masyarakat harus sesuai dengan norma-nora yang dianut oleh masyarakar. seniman dalam hubungan antar manusia (artist in human relations). Peran guru sebagai pengajar dan pembimbing dala pengalaman belajar Setiap guru harus memberikan pengetahuan. Wakil masyarakat di sekolah. guru berperan sebagai : 1. Dalam hubungannya dengan aktivitas pembelajaran dan administrasi pendidikan. Pemberi keselamatan bagi setiap peserta didik. 3. Peserta didik diharapkan akan merasa aman berada dalam didikan gurunya. prognosa. keluarga dan masyarakat. menganalisa. Pembentuk kelompok (group builder).maka ingkah laku pendidik harus selalu diresapi oleh nilai-nilai pancasila. merangsang. guru berperan sebagai perancang pembelajaran. Kurikulum harus berisi hal-hal tersebut di atas sehingga anak memiliki pribadi yang sesuai dengan nlai-nilai hidup yang dianut oleh bangsa dan negaranya. diri pribadi (self oriented). 5. Peran guru sebagai model atau contoh bagi anak Setip anak mengharapkan guru mereka dapat menjadi contoh atau model baginya. dan mengarahkan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan rencana. artinya guru bertanggung jawab untuk mengarahkan perkembangan peserta didik sebagai generasi muda yang akan menjadi pewaris masa depan. 4. 3. pengarah. yang mencakup : 1. artinya guru bertanggung jawab bagi terciptanya kesehatan mental para peserta didik. 4. Karena nilai dasar Negara dan bangsa Indonesia adalah Pancasila. Peranan guru sebagai komunikator pembangunan masyarakat. seorang guru berperan sebagai : 1. Seorang guru diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan di segala bidang yang sedang dilakukan. pengelola pembelajaran. 5. hasil belajar yang berupa tingkah laku pribadi dan spiritual dan meilih pekerjaan di masyrakat. di mana guru dituntut untuk mampu mengidentifikasi peserta didik yang diduga mengalami kesulitan dalam belajar. dan dari sudut pandang psikologis. 6. Sedangkan dalam pengertian pendidikan yang terbatas. khususnya dengan para peserta didik sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan. yaitu guru bertanggung jawab agar pendidikan dapat berlangsung dengan baik. 4. 2.bangsa dan Negara. dan 5. melakukan diagnosa. menggerakkan. Lebih jauh. menafsirkan dan akhirnya harus memberikan pertimbangan (judgement). model keteladanan. Penterjemah kepada masyarakat. Pemimpin generasi muda. Penegak disiplin. 3. Abin Syamsuddin menambahkan satu peran lagi yaitu sebagai pembimbing (teacher counsel). yaitu mampu mambentuk menciptakan kelompok dan aktivitasnya sebagai cara untuk mencapai tujuan pendidikan. Pelaksana administrasi pendidikan. 6. Oleh Karena itu tingkah laku pendidik baik guru. 2. memimpin. atas tingkat keberhasilan proses pembelajaran. yang harus dapat menciptakan situasi. 4. yaitu guru merupakan orang yang yang mampu menciptakan suatu pembaharuan bagi membuat suatu hal yang baik. di mana ia bertindak sebagai orang sumber (resource person). Guru sebagai perencana (planner) yang harus mempersiapkan apa yang akan dilakukan di dalam proses belajar mengajar (pre-teaching problems). konsultan kepemimpinan yang bijaksana dalam arti demokratik & humanistik (manusiawi) selama proses berlangsung (during teaching problems). mempunyai pengetahuan dan keterampilan dasar untuk hidup dalam masyarakat dan pengetahuan untuk mengembangkan kemampuannya lebih lanjut. yaitu seorang yang harus senantiasa belajar secara terus menerus untuk mengembangkan penguasaan keilmuannya. Catalyc agent atau inovator. Guru sebagai pelaksana (organizer).

Pakar psikologis pendidikan Artinya guru merupakan seorang yang memahami psikologi penidikan dan mampu mengamalkanya dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik. Oleh karena itu seorang guru dituntut bekerja administrasi teratur.memimpin.menggerakan. Inovator Guru merupakan oran yang mampu menciptakan suatu pembaharuan bagi membuat suatu hal yang baik e. Guru sebagai pelaksana (Organizer) Yang harus dapat menciptakan situasi. Proses pengevaluasian atau evaluating adalah proses membandingkan rencana dengan kenyataan yang ada. dengan rencana. departemen dan individual mungkin akan bekerja sendiri-sendiri secara serampangan.menafsirkan.konsultan kepemimpinan yang bijaksana dalam arti demokratik dan humanistic (manusiawi)selama proses berlangsung. yaitu proses pengontrolan dan pengevalusasian. Transmitor (Penerus) Sistem-sistem nilai tersebut kepada peserta didik d.Tujuan kedua adalah untuk mengurangi ketidakpastian. ia dipaksa untuk melihat jauh ke depan.baik mengenai aspek keefektipan prosesnya maupun kulifikasi produknya. yaitu proses. mencatat hasil belajar dan sebagainya merupakan dokumen yang berharaga bahwa ia telah melaksanakan tugasnya dengan baik. dan menyusun rencana untuk menghadapinya.4.2002) Perencanaan dapat dilihat dari 3 hal. Ketika seorang manajer membuat rencana. fungsi perencanaan adalah proses dasar yang digunakan untuk memilih tujuan dan menentukan bagaimana tujuan tersebut akan dicapa.. karyawan dapat bekerja lebih efesien dan mengurangi pemborosan. Inovator (Pengembang) Sistem ilmu pengetahuan.atas tingkat keberhasilan proses pembelajaran. c. Dalam era kemandirian sekolah danera Manajemen Berbasis sekolah (MBS). Segala pelaksanaan dalam kegiatannya proses belajar mengajar perlu diadministrasikan secara baik.dan kalau masih dalam batas kewenangannya. PERAN GURU DALAM PROSES PENDIDIKAN Efektifitas dan efisien belajar individu disekolah sangat bergantung kepada peran guru. PERAN GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN PESERTA DIDIK a. sehingga kerja organisasi kurang efesien.guru berperan sebagai. fungsi manajemen. dengan siapa mereka harus bekerja sama. dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi.Tujuan yang terakhir adalah untuk menetapkan tujuan dan standar yang digunakan dalam fungsi selanjutnya. a. serta merumuskan sistem perencanaan yang menyeluruh untuk mengintegrasikan dan mengkordinasikan seluruh pekerjaan organisasi hingga tercapainya tujuan organisasi (Robbins dan Coulter . meramalkan perubahan. tetapi juga sebagai administrator pada bidang pendidikan dan pengajaran.kiranya mereka perlu memahami.baik secara formal (kepada pihak yang mengangkat dan menugaskannya) maupun secara moral(kepada sasaran didik.Tujuan ketiga adalah untuk meminimalisir pemborosan. Dipandang dari sudut secara biologis. II. c. Guru sebagai perencana (Planner) Yang harus mempersiapkan apa yang akan dilakukan didalam proses belajar mengajar b. Pembentuk kelompok Yaitu mampu membentuk menciptakan kelompok dan akivitasnya sebagai cara untuk mencapai tujuan pendidikan d. Seorang guru yang ideal seyogyanya dapat berperan sebagai: a. e.2005) Dari sisi proses . II. manajer tidak akan dapat menilai kinerja perusahaan . dan mengarahkan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan rencana. Konservator (Pemelihara) Sistem nilai yang merupakan sumber norma kecerdasan.dan menerapkan beberapa konsep ilmu manajemen yang dewasa ini telah dikembang mekarkan oleh pemikir-pemikir dfalam dunia bisnis. tugas dan tanggung jawab yang pertama dan yang utama dari para pimpinan sekolah adalah menciptakan sekolah yang mereka pimpin menjadi semakin efektif. (Ernie&Kurniawan. seorang manajer juga dapat mengidentifikasi dan menghapus hal-hal yang dapat menimbulkan inefesiensi dalam perusahaan. Guru sebagai Pembimbing (Teacher Ccounsel) Dimana guru dituntut untuk mampu mengidentifikasi peserta didik yang diduga mengalami kesulitan dalam belajar. Seniman dalam hubungan antar manusia Artinya guru adalah orang yang memiliki kemampuan menciptakan suasana hubungan antar manusia khususnya dengan para peserta didik sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan. Dengan kerja yang terarah dan terencana. Petugas kesehatan mental Artinya guru bertanggung jawab bagi terciptanya kesehatan mental para peserta didik 2.3. Tanpa adanya rencana. b. Pengertian Perencanaan Perencanaan atau Planning adalah sebuah proses yang dimulai dari penetapan tujuan organisasi. Organisator (Penyelenggara) Terciptanya proses edukatif yang dapat dipertanggungjawabkan. memperkirakan efek dari perubahan tersebut.serta Tuhan yang menciptakannya).harus membantu pemecahannya (remedial teaching). Selain itu. b. Guru sebagai penilai (Evaluator) Yang harus mengumpulkan.Seorang guru tidak hanya sebagai pendidik dan pengajar.mendalami. karyawan dapat mengetahui apa yang harus mereka capai.Tujuan pertama adalah untuk memberikan pengarahan baik untuk manajer maupun karyawan nonmanajerial. d. menentukan strategi untuk pencapaian tujuan organisasi tersebut secara menyeluruh. Tanpa rencana. Agar tugas dan tanggung jawab para pimpinan sekolah tersebut menjadi nyata.berdasarkan criteria yang ditetapkan.merangsang. Sebab administrasi yang dikerjakan seperti memmbuat rencana mengajar. dan pengambilan keputusan . Dengan rencana.menganalisa.dalam arti menjadi semakin bermanfaat bagi sekolah itu sendiri dan bagi masyarakat luas penggunanya.dan akhirnya harus memberikan pertimbangan. Transformator (Penterjemah) Sistem-sistem nilai tersebutmelalui penjelmaan dalam pribadinya dan perilakunya dalam proses interaksi dengan sasaran didik. dimana ia bertindak sebagai orang sumber. c.

pengetahuan dan sikap # RAHIL MAHYUDDIN Pembelajaran adalah perubahan tingkah laku yang melibatkan ketrampilan kognitif yaitu penguasaan ilmu dan perkembangan kemahiran intelek # ACHJAR CHALIL Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar # COREY Pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus .Berikut ini adalah pengertian dan definisi pembelajaran menurut beberapa ahli: # KNOWLES Pembelajaran adalah cara pengorganisasian peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan # SLAVIN Pembelajaran didefinisikan sebagai perubahan tingkah laku individu yang disebabkan oleh pengalaman # WOOLFOLK Pembelajaran berlaku apabila sesuatu pengalaman secara relatifnya menghasilkan perubahan kekal dalam pengetahuan dan tingkah laku # CROW & CROW Pembelajaran adalah pemerolehan tabiat.

bukan karena itu tepat. metode untuk memecahkan persamaan tersebut mirip dengan yang digunakan untuk memecahkan persamaan yang tepat bukan. karena x tidak bisa sama dengan nol (perhatikan koefisien P (x) = 1 / x dalam persamaan diferensial yang diberikan). menghafal langkah yang diperlukan untuk sampai ke sana. kalikan kedua sisi samping dengan Mentransformasi persamaan diferensial yang diberikan ke Perhatikan bagaimana sisi kiri runtuh ke (μy) '. yang memberikan solusi: Jangan menghafal persamaan ini untuk solusi. persamaan (*) menjadi Sehingga rentan terhadap integrasi. menulis ulang persamaan dalam bentuk standar: Undo edits . Ini akan selalu terjadi. pertama menulis ulang (jika perlu) dalam bentuk standar di atas. yang kemudian membuatnya mudah untuk memecahkan (karena persamaan menjadi tepat).persamaan Linear Suatu persamaan diferensial orde satu dikatakan linier jika dapat e dinyatakan dalam bentuk Y '+ P (x) y = Q (x) Dimana P dan Q adalah fungsi dari x. Di sana. dengan P (x) = 2x dan Q (x) = x. μ (x) = eʃp dx Persamaan yang dihasilkan. tapi karena sisi kiri runtuh: μ dy / dx Oleh karena itu. Mengintegrasikan kedua belah pihak memberikan solusi: Ex27: memecahkan P IV Nore bahwa persamaan diferensial sudah dalam standar form. persamaan persamaan tidak tepat dikalikan dengan sebuah faktor integrasi. Mengintegrasikan kedua belah pihak menghasilkan solusi umum: Menerapkan kondisi awal y (π) = 1 menentukan konstanta c: Dengan demikian solusi tertentu yang diinginkan adalah Atau. Ex26: memecahkan persamaan diferensial Persamaan ini sudah dinyatakan dalam bentuk standar. μdy / dx + Py = μ μQ (*) Apakah kemudian mudah untuk memecahkan. Ex 28: memecahkan persamaan diferensial linear Pertama. faktor mengintegrasikan adalah Mengalikan sisi Bith dari persamaan diferensial standar-bentuk dengan μ = x memberi Sekali lagi. perhatikan bagaimana sisi kiri secara otomatis runtuh ke (μy) '.since P (x) = 1 / x. kemudian kalikan sisi baik oleh faktor integrasi. seperti yang ditunjukkan di atas. Untuk memecahkan persamaan orde pertama linier.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful