P. 1
19 Peran Guru Dalam Pembelajaran

19 Peran Guru Dalam Pembelajaran

|Views: 611|Likes:
Published by Fitra Hayati

More info:

Published by: Fitra Hayati on Jun 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/18/2014

pdf

text

original

19 Peran Guru Dalam Pembelajaran 03 Aug 2011 - peranan guru tidak lebih dari sebagai fasilitator, suatu posisi

yang sesuai dengan pandangan konstruktivistik. Tugas sebagai fasilitator relatif lebih berat dibandingkan hanya sebagai transmiter pembelajaran. Guru sebagai fasilitator akan memiliki konsekuensi langsung sebagai perancah, model, pelatih, dan pembimbing. Di samping sebagai fasilitator, secara lebih spesifik peranan guru dalam pembelajaran adalah sebagai expert learners, sebagai manager, dan sebagai mediator. Sebagai expert learner ... guru dalam pembelajaran. Kemampuan-kemampuan tersebut, adalah memiliki pemahaman yang baik tentang kerja baik fisik maupun sosial, memiliki rasa dan kemampuan mengumpulkan dan menganalisis data, memiliki kemampuan membantu pemahaman siswa, memiliki kemampuan mempercepat kreativitas sejati siswa, dan memiliki kemampuan kerja sama dengan orang lain. Para guru diharapkan dapat belajar sepanjang hayat seirama dengan pengetahuan yang mereka perlukan untuk mendukung pekerjaannya serta menghadapi tant ... pembelajaran. Kemampuan-kemampuan tersebut, adalah memiliki pemahaman yang baik tentang kerja baik fisik maupun sosial, memiliki rasa dan kemampuan mengumpulkan dan menganalisis data, memiliki kemampuan membantu pemahaman siswa, memiliki kemampuan mempercepat kreativitas sejati siswa, dan memiliki kemampuan kerja sama dengan orang lain. Para guru diharapkan dapat belajar sepanjang hayat seirama dengan pengetahuan yang mereka perlukan untuk mendukung pekerjaannya serta menghadapi tantangan dan k ... peranan guru tidak lebih dari sebagai fasilitator, suatu posisi yang sesuai dengan pandangan konstruktivistik. Tugas sebagai fasilitator relatif lebih berat dibandingkan hanya sebagai transmiter pembelajaran. Guru sebagai fasilitator akan memiliki konsekuensi langsung sebagai perancah, model, pelatih, dan pembimbing. Di samping sebagai fasilitator, secara lebih spesifik peranan guru dalam pembelajaran adalah sebagai expert learners, sebagai manager, dan sebagai mediator. Sebagai expert learne ... . Di samping penguasaan materi, guru juga dituntut memiliki keragaman model atau strategi pembelajaran, Apabila konsep pembelajaran tersebut dipahami oleh para guru, maka upaya mendesain pembelajaran bukan menjadi beban, tetapi menjadi pekerjaan . yang meyakinkan bahwa peranan guru tidak lebih dari sebagai fasilitator, Tugas sebagai fasilitator relatif lebih berat dibandingkan hanya sebagai transmiter pembelajaran. Guru sebagai fasilitator akan memiliki konsekuensi langsung sebagai perancah, model, pelatih, dan pembimbing. Di samping sebagai fasilitator, secara lebih spesifik peranan guru dalam pembelajaran artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adalah sebagai expert learners, sebagai manager, dan sebagai mediator. Sebagai expert learners, guru diharapkan memiliki pemahaman mendalam tentang materi pembelajaran, menyediakan waktu artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang cukup untuk siswa, menyediakan masalah dan alternatif solusi, memonitor proses belajar dan pembelajaran, merubah strategi ketika siswa sulit mencapai tujuan, berusaha mencapai tujuan kognitif, metakognitif, afektif, dan psikomotor siswa. Sebagai manager, guru berkewajiban memonitor hasil belajar para siswa dan masalah-masalah artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang dih artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adapi mereka, memonitor disiplin kelas dan hubungan interpersonal, dan memonitor ketepatan penggunaan waktu dalam menyelesaikan tugas. Dalam hal ini, guru berperan sebagai expert teacher artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang memberi keputusan mengenai isi, menseleksi proses-proses kognitif untuk mengaktifkan pengetahuan awal dan pengelompokan siswa. Sebagai mediator, guru memandu mengetengahi antar siswa, membantu para siswa memformulasikan pertanyaan atau mengkonstruksi representasi visual dari suatu masalah, memandu para siswa mengembangkan sikap positif terh artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adap belajar, pemusatan perhatian, mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan awal, dan menjelaskan bagaimana mengaitkan gagasan-gagasan para siswa, pemodelan proses berpikir dengan menunjukkan kep artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada siswa ikut berpikir kritis. Terkait dengan desain pembelajaran, peran guru artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adalah menciptakan dan memahami sintaks pembelajaran. Peranan Seorang Guru. Agar pelaksanaan Pakem berjalan sebagaimana diharapkan, John B. Biggs and Ross Telfer, dalam bukunya “The Process of Learning”, 1987, edisi kedua, menyebutkan paling tidak ada 12 aspek dari sebuah pembelajaran kreatif, yang harus dipahami dan dilakukan oleh seorang guru yang baik dalam proses pembelajaran terhadap siswa: 1. Memahami potensi siswa yang tersembunyi dan mendorongnya untuk berkembang sesuai dengan kecenderungan bakat dan minat mereka, 2. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar meningkatkan rasa tanggung jawab dalam melaksanakan tugas dan bantuan jika mereka membutuhkan, 3. Menghargai potensi siswa yang lemah/lamban dan memperlihatkan entuisme terhadap ide serta gagasan mereka, 4. Mendorong siswa untuk terus maju mencapai sukses dalam bidang yang diminati dan penghargaan atas prestasi mereka, 5. Mengakui pekerjaan siswa dalam satu bidang untuk memberikan semangat pada pekerjaan lain berikutnya. 6. Menggunakan kemampuan fantasi dalam proses pembelajaran untuk membangun hubungan dengan realitas dan kehidupan nyata. 7. Memuji keindahan perbedaan potensi, karakter, bakat dan minat serta modalitas gaya belajar individu siswa, 8. Mendorong dan menghargai keterlibatan individu siswa secara penuh dalam proyek-proyek pembelajaran mandiri, 9. Menyatakan kapada para siswa bahwa guru-guru merupakan mitra mereka dan perannya sebagai motivator dan fasilitator bagi siswa. 10. Menciptakan suasana belajar yang kondusif dan bebas dari tekanan dan intimidasi dalam usaha meyakinkan minat belajar siswa, 11. Mendorong terjadinya proses pembelajaran interaktif, kolaboratif, inkuiri dan diskaveri agar terbentuk budaya belajar yang bermakna (meaningful learning) pada siswa. 12. Memberikan tes/ujian yang bisa mendorong terjadinya umpan balik dan semangat/gairah pada siswa untuk ingin mempelajari materi lebih dalam. Efektivitas dan efisien belajar individu di sekolah sangat bergantung kepada peran guru. Abin Syamsuddin (2003) mengemukakan bahwa dalam pengertian pendidikan secara luas, seorang guru yang ideal seyogyanya dapat berperan sebagai : 1. Konservator (pemelihara) sistem nilai yang merupakan sumber norma kedewasaan; 2. Inovator (pengembang) sistem nilai ilmu pengetahuan; 3. Transmitor (penerus) sistem-sistem nilai tersebut kepada peserta didik; 4. Transformator (penterjemah) sistem-sistem nilai tersebut melalui penjelmaan dalam pribadinya dan perilakunya, dalam proses interaksi dengan sasaran didik 5. Organisator (penyelenggara) terciptanya proses edukatif yang dapat dipertanggungjawabkan, baik secara formal (kepada pihak yang mengangkat dan menugaskannya) maupun secara moral (kepada sasaran didik, serta Tuhan

yaitu seorang yang harus senantiasa belajar secara terus menerus untuk mengembangkan penguasaan keilmuannya. Penegak disiplin. Pemberi keselamatan bagi setiap peserta didik. dan agen masyarakat (social agent). Di lain pihak.keterampilan dan pengalaman lain diluar fungsi sekolah seperti persiapan perkawinan dan kehidupan keluarga. atas tingkat keberhasilan proses pembelajaran. guru berperan sebagai 1.. Pelaksana administrasi pendidikan. 2. Peran guru sebagai model atau contoh bagi anak Setip anak mengharapkan guru mereka dapat menjadi contoh atau model baginya. 6. artinya guru adalah wakil orang tua peserta didik bagi setiap peserta didik di sekolah. artinya guru bertanggung jawab untuk mengarahkan perkembangan peserta didik sebagai generasi muda yang akan menjadi pewaris masa depan. Dalam hubungannya dengan aktivitas pembelajaran dan administrasi pendidikan. 4. khususnya dengan para peserta didik sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan. seniman dalam hubungan antar manusia (artist in human relations). 1. Lebih jauh. prognosa. dan 7. dan 5. di mana ia bertindak sebagai orang sumber (resource person). guru berperan sebagai perancang pembelajaran. harus membantu pemecahannya (remedial teaching). Pembentuk kelompok (group builder). yaitu seorang yang harus memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selanjutnya. Orang tua. dan 5. yaitu guru bertanggung jawab agar pendidikan dapat berlangsung dengan baik. guru berperan sebagai : 1. Peran guru sebagai pengajar dan pembimbing dala pengalaman belajar Setiap guru harus memberikan pengetahuan. Sedangkan dalam pengertian pendidikan yang terbatas. Peran guru sebagai pelajar (leamer). artinya guru adalah orang yang memiliki kemampuan menciptakan suasana hubungan antar manusia. yaitu guru harus menjaga agar para peserta didik melaksanakan disiplin. dan mengarahkan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan rencana. Abin Syamsuddin menambahkan satu peran lagi yaitu sebagai pembimbing (teacher counsel). Dari sudut pandang secara psikologis. Peranan guru sebagai komunikator pembangunan masyarakat. pengarah. orang tua atau tokoh-tokoh masyarakat harus sesuai dengan norma-nora yang dianut oleh masyarakar. Abin Syamsuddin dengan mengutip pemikiran Gage dan Berliner. melakukan diagnosa. menganalisa. 3. 4. Peserta didik diharapkan akan merasa aman berada dalam didikan gurunya. dalam konteks proses belajar mengajar di Indonesia. yaitu menguasai bahan yang harus diajarkannya. model keteladanan. 4. Seorang guru diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan di segala bidang yang sedang dilakukan. dikemukakan pula tentang peranan guru yang berhubungan dengan aktivitas pengajaran dan administrasi pendidikan. Pemimpin generasi muda. Di pandang dari segi diri-pribadinya (self oriented). artinya guru adalah model perilaku yang harus dicontoh oleh mpara peserta didik. . yang harus dapat menciptakan situasi. 3. dan dari sudut pandang psikologis. memimpin. Pengambil inisiatif. Guru sebagai perencana (planner) yang harus mempersiapkan apa yang akan dilakukan di dalam proses belajar mengajar (pre-teaching problems). dan penilai pendidikan.yang menciptakannya). mengemukakan peran guru dalam proses pembelajaran peserta didik. yang mencakup : 1. Guru sebagai penilai (evaluator) yang harus mengumpulkan. baik mengenai aspek keefektifan prosesnya maupun kualifikasi produknya.maka ingkah laku pendidik harus selalu diresapi oleh nilai-nilai pancasila. Sementara itu di masyarakat. 6. Di sekolah. Pelajar dan ilmuwan. pengarah pembelajaran dan pembimbing peserta didik. Ia dapat mengembangkan kemampuannya pada bidang-bidang yang dikuasainya. 5. 2. Catalyc agent atau inovator. artinya guru merupakan seorang yang memahami psikologi pendidikan dan mampu mengamalkannya dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik. penemu masyarakat (social inovator). keluarga dan masyarakat. Peran guru sebagai setiawan dalam lembaga pendidikan. Sedangkan dalam keluarga. guru berperan sebagai pendidik dalam keluarga (family educator). penilai hasil pembelajaran peserta didik. diri pribadi (self oriented). dan kalau masih dalam batas kewenangannya. menggerakkan. 3. hasil belajar yang berkaitan dengan tanggung jawab sosial tingkah laku social anak. 3. Wakil masyarakat di sekolah. 2. 2. Seorang guru diharapkan dapat membantu dalam mengembangkan kemampuannya. 2. guru berperan sebagai pembina masyarakat (social developer). merangsang. konsultan kepemimpinan yang bijaksana dalam arti demokratik & humanistik (manusiawi) selama proses berlangsung (during teaching problems).bangsa dan Negara. berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Guru sebagai administrator. seorang guru berperan sebagai : 1. Seorang guru dituntut untuk selalu menambah pengetahuan dan keterampilan agar supaya pengetahun dan keterampilan yang dikuasai tidak hanya terbatas pada pengetahuan yang berkaitan dengan pengembangan tugas professional. Moh. yaitu guru merupakan orang yang yang mampu menciptakan suatu pembaharuan bagi membuat suatu hal yang baik. menafsirkan dan akhirnya harus memberikan pertimbangan (judgement). Surya (1997) mengemukakan tentang peranan guru di sekolah. Pekerja sosial (social worker). B antuan dapat secara langsung melalui petemuan-pertemuan resmi maupun pertemuan insidental. 5. Guru sebagai pelaksana (organizer). Oleh Karena itu tingkah laku pendidik baik guru. yaitu mampu mambentuk menciptakan kelompok dan aktivitasnya sebagai cara untuk mencapai tujuan pendidikan. artinya guru berperan sebagai pembawa suara dan kepentingan masyarakat dalam pendidikan. di mana guru dituntut untuk mampu mengidentifikasi peserta didik yang diduga mengalami kesulitan dalam belajar. Kurikulum harus berisi hal-hal tersebut di atas sehingga anak memiliki pribadi yang sesuai dengan nlai-nilai hidup yang dianut oleh bangsa dan negaranya. hasil belajar yang berupa tingkah laku pribadi dan spiritual dan meilih pekerjaan di masyrakat. pengelola pembelajaran. artinya guru bertanggung jawab bagi terciptanya kesehatan mental para peserta didik. tetapi juga tugas kemasyarakatan maupun tugas kemanusiaan. 4. Karena nilai dasar Negara dan bangsa Indonesia adalah Pancasila. Pakar psikologi pendidikan. 3. mempunyai pengetahuan dan keterampilan dasar untuk hidup dalam masyarakat dan pengetahuan untuk mengembangkan kemampuannya lebih lanjut. Petugas kesehatan mental (mental hygiene worker). Seorang pakar dalam bidangnya. Penterjemah kepada masyarakat. yaitu guru berperan untuk menyampaikan berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat.

c. karyawan dapat bekerja lebih efesien dan mengurangi pemborosan. departemen dan individual mungkin akan bekerja sendiri-sendiri secara serampangan.merangsang.4. Pakar psikologis pendidikan Artinya guru merupakan seorang yang memahami psikologi penidikan dan mampu mengamalkanya dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik. Dengan kerja yang terarah dan terencana.berdasarkan criteria yang ditetapkan. tugas dan tanggung jawab yang pertama dan yang utama dari para pimpinan sekolah adalah menciptakan sekolah yang mereka pimpin menjadi semakin efektif.baik secara formal (kepada pihak yang mengangkat dan menugaskannya) maupun secara moral(kepada sasaran didik. fungsi manajemen. Pengertian Perencanaan Perencanaan atau Planning adalah sebuah proses yang dimulai dari penetapan tujuan organisasi. menentukan strategi untuk pencapaian tujuan organisasi tersebut secara menyeluruh.menafsirkan. Seniman dalam hubungan antar manusia Artinya guru adalah orang yang memiliki kemampuan menciptakan suasana hubungan antar manusia khususnya dengan para peserta didik sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan. e. Ketika seorang manajer membuat rencana. (Ernie&Kurniawan. PERAN GURU DALAM PROSES PENDIDIKAN Efektifitas dan efisien belajar individu disekolah sangat bergantung kepada peran guru.kiranya mereka perlu memahami. dan pengambilan keputusan . Transformator (Penterjemah) Sistem-sistem nilai tersebutmelalui penjelmaan dalam pribadinya dan perilakunya dalam proses interaksi dengan sasaran didik..Tujuan ketiga adalah untuk meminimalisir pemborosan. Konservator (Pemelihara) Sistem nilai yang merupakan sumber norma kecerdasan. Oleh karena itu seorang guru dituntut bekerja administrasi teratur.dalam arti menjadi semakin bermanfaat bagi sekolah itu sendiri dan bagi masyarakat luas penggunanya. karyawan dapat mengetahui apa yang harus mereka capai. a. Tanpa adanya rencana. dan menyusun rencana untuk menghadapinya. c.guru berperan sebagai.mendalami.menganalisa. Seorang guru yang ideal seyogyanya dapat berperan sebagai: a.serta Tuhan yang menciptakannya).menggerakan. Tanpa rencana.Tujuan yang terakhir adalah untuk menetapkan tujuan dan standar yang digunakan dalam fungsi selanjutnya. Sebab administrasi yang dikerjakan seperti memmbuat rencana mengajar.2005) Dari sisi proses .baik mengenai aspek keefektipan prosesnya maupun kulifikasi produknya. b. Inovator (Pengembang) Sistem ilmu pengetahuan.memimpin. fungsi perencanaan adalah proses dasar yang digunakan untuk memilih tujuan dan menentukan bagaimana tujuan tersebut akan dicapa. Selain itu.konsultan kepemimpinan yang bijaksana dalam arti demokratik dan humanistic (manusiawi)selama proses berlangsung.harus membantu pemecahannya (remedial teaching). Agar tugas dan tanggung jawab para pimpinan sekolah tersebut menjadi nyata. yaitu proses pengontrolan dan pengevalusasian. dan mengarahkan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan rencana. Proses pengevaluasian atau evaluating adalah proses membandingkan rencana dengan kenyataan yang ada.atas tingkat keberhasilan proses pembelajaran. dimana ia bertindak sebagai orang sumber. II.dan kalau masih dalam batas kewenangannya. Transmitor (Penerus) Sistem-sistem nilai tersebut kepada peserta didik d. Guru sebagai pelaksana (Organizer) Yang harus dapat menciptakan situasi. Dipandang dari sudut secara biologis. Inovator Guru merupakan oran yang mampu menciptakan suatu pembaharuan bagi membuat suatu hal yang baik e. Segala pelaksanaan dalam kegiatannya proses belajar mengajar perlu diadministrasikan secara baik. II.Tujuan kedua adalah untuk mengurangi ketidakpastian. c. Guru sebagai penilai (Evaluator) Yang harus mengumpulkan.3. Guru sebagai perencana (Planner) Yang harus mempersiapkan apa yang akan dilakukan didalam proses belajar mengajar b. dengan siapa mereka harus bekerja sama. PERAN GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN PESERTA DIDIK a. Organisator (Penyelenggara) Terciptanya proses edukatif yang dapat dipertanggungjawabkan. sehingga kerja organisasi kurang efesien.2002) Perencanaan dapat dilihat dari 3 hal. d. memperkirakan efek dari perubahan tersebut.dan menerapkan beberapa konsep ilmu manajemen yang dewasa ini telah dikembang mekarkan oleh pemikir-pemikir dfalam dunia bisnis. serta merumuskan sistem perencanaan yang menyeluruh untuk mengintegrasikan dan mengkordinasikan seluruh pekerjaan organisasi hingga tercapainya tujuan organisasi (Robbins dan Coulter . dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi.dan akhirnya harus memberikan pertimbangan. Guru sebagai Pembimbing (Teacher Ccounsel) Dimana guru dituntut untuk mampu mengidentifikasi peserta didik yang diduga mengalami kesulitan dalam belajar. seorang manajer juga dapat mengidentifikasi dan menghapus hal-hal yang dapat menimbulkan inefesiensi dalam perusahaan. mencatat hasil belajar dan sebagainya merupakan dokumen yang berharaga bahwa ia telah melaksanakan tugasnya dengan baik.Seorang guru tidak hanya sebagai pendidik dan pengajar. yaitu proses. dengan rencana. b.Tujuan pertama adalah untuk memberikan pengarahan baik untuk manajer maupun karyawan nonmanajerial. Dengan rencana. Petugas kesehatan mental Artinya guru bertanggung jawab bagi terciptanya kesehatan mental para peserta didik 2. meramalkan perubahan. ia dipaksa untuk melihat jauh ke depan. Pembentuk kelompok Yaitu mampu membentuk menciptakan kelompok dan akivitasnya sebagai cara untuk mencapai tujuan pendidikan d. Dalam era kemandirian sekolah danera Manajemen Berbasis sekolah (MBS). manajer tidak akan dapat menilai kinerja perusahaan . tetapi juga sebagai administrator pada bidang pendidikan dan pengajaran.

Berikut ini adalah pengertian dan definisi pembelajaran menurut beberapa ahli: # KNOWLES Pembelajaran adalah cara pengorganisasian peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan # SLAVIN Pembelajaran didefinisikan sebagai perubahan tingkah laku individu yang disebabkan oleh pengalaman # WOOLFOLK Pembelajaran berlaku apabila sesuatu pengalaman secara relatifnya menghasilkan perubahan kekal dalam pengetahuan dan tingkah laku # CROW & CROW Pembelajaran adalah pemerolehan tabiat. pengetahuan dan sikap # RAHIL MAHYUDDIN Pembelajaran adalah perubahan tingkah laku yang melibatkan ketrampilan kognitif yaitu penguasaan ilmu dan perkembangan kemahiran intelek # ACHJAR CHALIL Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar # COREY Pembelajaran adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus .

yang memberikan solusi: Jangan menghafal persamaan ini untuk solusi. persamaan persamaan tidak tepat dikalikan dengan sebuah faktor integrasi. dengan P (x) = 2x dan Q (x) = x. perhatikan bagaimana sisi kiri secara otomatis runtuh ke (μy) '. μ (x) = eʃp dx Persamaan yang dihasilkan. bukan karena itu tepat. menulis ulang persamaan dalam bentuk standar: Undo edits .since P (x) = 1 / x. Ex 28: memecahkan persamaan diferensial linear Pertama. kalikan kedua sisi samping dengan Mentransformasi persamaan diferensial yang diberikan ke Perhatikan bagaimana sisi kiri runtuh ke (μy) '. faktor mengintegrasikan adalah Mengalikan sisi Bith dari persamaan diferensial standar-bentuk dengan μ = x memberi Sekali lagi. Mengintegrasikan kedua belah pihak menghasilkan solusi umum: Menerapkan kondisi awal y (π) = 1 menentukan konstanta c: Dengan demikian solusi tertentu yang diinginkan adalah Atau. tapi karena sisi kiri runtuh: μ dy / dx Oleh karena itu. metode untuk memecahkan persamaan tersebut mirip dengan yang digunakan untuk memecahkan persamaan yang tepat bukan. karena x tidak bisa sama dengan nol (perhatikan koefisien P (x) = 1 / x dalam persamaan diferensial yang diberikan). kemudian kalikan sisi baik oleh faktor integrasi. yang kemudian membuatnya mudah untuk memecahkan (karena persamaan menjadi tepat). μdy / dx + Py = μ μQ (*) Apakah kemudian mudah untuk memecahkan. Ex26: memecahkan persamaan diferensial Persamaan ini sudah dinyatakan dalam bentuk standar. Untuk memecahkan persamaan orde pertama linier. pertama menulis ulang (jika perlu) dalam bentuk standar di atas. persamaan (*) menjadi Sehingga rentan terhadap integrasi. Di sana. menghafal langkah yang diperlukan untuk sampai ke sana. Mengintegrasikan kedua belah pihak memberikan solusi: Ex27: memecahkan P IV Nore bahwa persamaan diferensial sudah dalam standar form. seperti yang ditunjukkan di atas.persamaan Linear Suatu persamaan diferensial orde satu dikatakan linier jika dapat e dinyatakan dalam bentuk Y '+ P (x) y = Q (x) Dimana P dan Q adalah fungsi dari x. Ini akan selalu terjadi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->