TUGAS KULIAH AGAMA MAKALAH RIBA

DI SUSUN OLEH :

NAMA NIM

: SAIPULAH : 11156281

JURUSAN : TEKNIK MESIN

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI DUTA BANGSA (STTDB) 2012

tidak diberlakukan di negeri Islam modern manapun. yaitu bila akad ditetapkan di awal/persentase yang didapatkan penabung sudah diketahui.. tapi berbagai kalangan di luar Islam pun memandang serius persoalan riba. maka kita akan mengetahui hasilnya dengan pasti. Perdebatan panjang di kalangan ahli fikih tentang riba belum menemukan titik temu. berbeda dengan prinsip bagi hasil yang hanya memberikan nisbah bagi hasil bagi deposannya. Sebab mereka masing-masing memiliki alasan yang kuat.1. cendekiawan maupun menurut undang-undang yang ada. selama satu milenium.. demikian juga Romawi. dalam buku ensiklopedinya. Oleh karenanya.000 tahun silam.. maka yang di bagi adalah keuntungan dari yang didapat kemudian dibagi sesuai dengan nisbah yang disepakati oleh kedua belah pihak. maka yang menjadi sasaran untuk menutupi jumlah bunga tersebut adalah para pengusaha yang meminjam modal dan apapun yang terjadi. Akhirnya timbul berbagai pendapat yang bermacam-macam tentang bunga dan riba. Kalangan Kristen dari masa ke masa juga mempunyai pandangan tersendiri mengenai riba. Latar Belakang Istilah dan persepsi mengenai riba begitu hidupnya di dunia Islam. kerugian pasti akan ditanggung oleh peminjam. kita dihadapkan pada suatu kenyataan bahwa praktek riba yang merambah ke berbagai negara ini sulit diberantas. Orang sering lupa bahwa hukum larangan riba. bunga bank termasuk ke dalam riba. Pandangan ini juga yang mendorong maraknya perbankan syariah dimana konsep keuntungan bagi penabung didapat dari sistem bagi hasil bukan dengan bunga seperti pada bank konvensional. jadi ketika kita sudah menabung dengan tingkat suku bunga tertentu. terkesan seolah-olah doktrin riba adalah khas Islam. sehingga berbagai penguasa terpaksa dilakukan pengaturan dan pembatasan terhadap bisnis pembungaan uang. berbeda dengan bagi hasil yang hanya memberikan nisbah tertentu pada deposannya. memungut riba atau mendapatkan keuntungan berupa riba pinjaman adalah haram. Dalam Islam. Riba bukan cuma persoalan masyarakat Islam.padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. karena menurut sebagian pendapat (termasuk Majelis Ulama Indonesia). Sementara itu. Cyril Glasse. riba adalab barang terlarang dalam pandangan theolog.. Yunani. kebanyakan orang tidak mengetahui bahwa di dunia Kristenpun. Di sisi lain. Ini dipertegas dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 275 : . Kajian terhadap masalah riba dapat dirunut mundur hingga lebih dari 2. bagaimana suatu akad itu dapat dikatakan riba? hal yang mencolok dapat diketahui bahwa bunga bank itu termasuk riba adalah ditetapkannya akad di awal. sebagaimana dikatakan oleh seorang Muslim Amerika. contoh . Masalah riba telah menjadi bahasan kalangan Yahudi. dampaknya akan sangat panjang pada transaksi selanjutnya..

" (al-Baqarah: 278-279) Allah telah memproklamirkan perang untuk memberantas riba dan orang-orang yang meribakan harta serta menerangkan betapa bahayanya dalam masyarakat. adakalanya lagi tambahan itu berasal dari luar berupa imbalan. seperti satu dirham ditukar dengan dua dirham. maka bagian deposan 60% dari total keuntungan yang didapat oleh pihak bank. Dan. sebagaimana yang diterangkan oleh Nabi: . maka terimalah peperangan dari Allah dan Rasul-Nya." (an-Nisa': 29) Islam sangat memuji orang yang berjalan di permukaan bumi untuk berdagang. berasal dari rabaa yarbuu. Di antara ayat-ayat yang paling akhir diturunkan ialah firman Allah dalam surat al-Baqarah: "Hai orang-orang yang beriman! Takutlah kepada Allah. maka bagi kamu adalah pokok-pokok hartamu. kamu tidak boleh berbuat zalim juga tidak mau dizalimi. yaitu akhir kata ini ditulis dengan alif. kecuali dengan jalan perdagangan dengan adanya saling kerelaan dari antara kamu. dan mencela orang-orang Yahudi yang menjalankan riba padahal mereka telah dilarangnya. Seperti firman Allah: "Hai orang-orang yang beriman! Jangan kamu makan harta kamu di antara kamu dengan cara yang batil. 2. adakalanya tambahan itu berasal dari dirinya sendiri.” (QS Al-Hajj: 5). Firman Allah: "Sedang yang lain berjalan di permukaan bumi untuk mencari anugerah Allah. dan jika kamu sudah bertobat.nisbahnya adalah 60%:40%. Apabila kamu tidak mau berbuat demikian. Asal arti kata riba adalah ziyadah „tambahan‟. seperti firman Allah swt: (ihtazzat wa rabat) “maka hiduplah bumi itu dan suburlah. Definisi Riba Kata Ar-Riba adalah isim maqshur. Ancaman Bagi Pelaku Riba Islam membenarkan pengembangan uang dengan jalan perdagangan." (alMuzammil: 20) Akan tetapi Islam menutup pintu bagi siapa yang berusaha akan mengembangkan uangnya itu dengan jalan riba. PENDAHULUAN 1. 2. Maka diharamkannyalah riba itu sedikit maupun banyak. dan tinggalkanlah apa yang tertinggal daripada riba jika kamu benar-benar beriman.

"Apabila riba dan zina sudah merata di suatu daerah. Dalam agama Yahudi. riba jahiliyyah.-. Sayang sekali tangan-tangan usil telah sampai pada Perjanjian Lama. tetapi akibatnya akan berkurang” Hadis ini merupakan ancaman bagi orang yang melakukan praktik riba. Sedangkan riba jual-beli terbagi 2 juga yaitu . di Perjanjian Lama terdapat ayat yang berbunyi: "Jikalau kamu memberi pinjam uang kepada ummatku.. Jenis-jenis Riba Secara garis besar riba dikelompokkan menjadi dua. yaitu baginya sebagai penagih hutang yang keras dan jangan ambil bunga daripadanya. tetapi suatu saat tidak akan mendapatkan berkah dari Allah SWT.Yaitu riba hutang-piutang dan riba jual-beli. Riba hutang-piutang terbagi menjadi 2 yaitu 1. dan yang seperti itu diriwayatkan juga oleh Abu Ya'la dengan sanad yang baik) Dalam hal ini Islam bukan membuat cara baru dalam agama-agama samawi lainnya." (Lukas 6: 35). Nabi SAW bersabda : “riba itu sekalipun dapat menyebabkan bertambah banyak." (Riwayat Hakim. Dalam hadis ini tersebut dikatakan dengan jelas tentang laknat bagi pelaku riba. maka mereka telah menghalalkan dirinya untuk mendapat siksaan Allah.berikut hadis yang melarang dan mengecam praktik riba dengan kata-kata yang tegas dan jelas.. Misalnya dalam Injil Lukas dikatakan: "Tetapi hendaklah kamu mengasihi seterumu dan berbuat baik dan memberi pinjam dengan tiada berharap akan menerima balik.dikhususkan buat orang-orang Yahudi. sehingga pada akhirnya akan berkurang. kedua saksinya mereka semua sama. sehingga mereka menjadikan kata Saudaramu --yang dalam terjemahan di atas diartikan Hambaku pent.. penulisnya." (Keluaran 22:25). tetapi daripada saudaramu tak boleh kamu mengambil dia . bahwa riba memang dapat mendatangkan keuntungan besar bagi pelakunya. 3.. Rasulullah Saw melaknat pemakan riba. sebagaimana diperjelas dalam fasal Ulangan 23:20 "Maka daripada orang lain bangsa boleh kamu mengambil bunga. Dalam agama Kristen pun terdapat demikian. pemberinya." Riba di haramkan baik dalam al-quran maupun hadis. maka berpahala besarlah kamu. riba qardh dan 2. Dalam alquran ditegaskan bahwa Allah SWT akan memusnahkan harta yang di peroleh dengan cara riba dan menghilangkan keberkahannya.

sunnah Rasul-Nya dan ijma‟ umat Islam: “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. (keempat) makan riba.1. b. Dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi saw bersabda. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba). atau t ambahan antara yang diserahkan saat ini dengan yang diserahkan kemudian. Hukum Riba Riba. riba nasi‟ah. perubahan. Riba dalam nasi‟ah muncul karena adanya perbedaan. riba hutang piutang ( yad ) • Riba Qardh o Suatu manfaat atau tingkat kelebihan tertentu yang disyaratkan terhadap yang berhutang (muqtaridh). melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. • Riba Jahiliyyah o Hutang dibayar lebih dari pokoknya.” (QS AlBaqarah: 275). sedangkan barang yang dipertukarkan itu termasuk dalam jenis barang ribawi. (ketiga) membunuh jiwa yang telah haramkan kecuali dengan cara yang haq. hukumnya berdasar Kitabullah. (kedua) sihir. riba fadhl dan 2. kami tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya. ya Rasulullah?” Jawab Beliau. karena si peminjam tidak mampu membayar hutangnya pada waktu yang ditetapkan.” (QS Al-Baqarah: 276). • Riba Nasi‟ah o Penangguhan penyerahan atau penerimaan jenis barang ribawi yang dipertukarkan dengan jenis barang ribawi lainnya. “(Pertama) melakukan kemusyrikan kepada Allah. (keenam) melarikan diri pada hari pertemuan dua . “Apa itu. maka bagimu pokok hartamu. “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan shadaqah.” (QS Al-Baqarah: 278-279). “Jauhilah tujuh hal yang membinasakan. “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri. Jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba).” Para sahabat bertanya. riba jual beli ( bai’) • Riba Fadhl o Pertukaran antarbarang sejenis dengan kadar atau takaran yang berbeda. (kelima) makan harta anak yatim. maka permaklumkanlah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Berikut penjelasannya : a.

” (Shahih: Mukhtasar Muslim no: 955. Adapun yang dimaksud riba nasiah ialah tambahan yang sudah ditentukan di awal transaksi. dan (ketujuh) menuduh berzina perempuan baik-baik yang tidak tahu menahu tentang urusan ini dan beriman kepada Allah. jenis . “Satu Dirham yang riba dimakan seseorang padahal ia tahu. menu makanan dengan makanan yang disertai dengan adanya tambahan. kurma dengan kurma.jenis Riba Riba ada dua macam yaitu riba nasiah dan riba fadhl. melainkan pasti akibat akhirnya ia jatuh miskin. Beliau bersabda. perak dengan perak.” (Muttafaqun „alaih: Fathul Bari V: 393 no: 2766. „Aunul Ma‟bud VIII: 77 no: 2857 dan Nasa‟i VI: 257). sama . “(Boleh menjual emas dengan emas.pasukan. karena ia merupakan pintu menuju riba nasiah. sebanding. Dari Abdullah bin Hanzhalah ra dari Nabi saw bersabda.” (Shahih: Shahihul Jami‟us Shaghir no: 3375 dan al-Fathur Rabbani XV: 69 no: 230). adalah lebih berat daripada tiga puluh enam pelacur. gandum dengan gandum. pemberi makan riba. Beberapa Barang yang padanya Diharamkan Melakukan Riba Riba tidak berlaku. “Mereka semua sama. sunnah Rasul-Nya. Dari Jabir ra. yang diambil oleh si pemberi pinjaman dari orang yang menerima pinjaman sebagai imbalan dari pelunasan bertempo.” Dan Beliau bersabda. Shahihul Jami‟us Shaghir no: 5090 dan Muslim III: 1219 no: 1598). ia berkata. Sedangkan yang dimaksud riba fadhl adalah tukar menukar barang yang sejenis dengan ada tambahan. Riba model kedua ini diharamkan juga oleh sunnah Nabi saw dan ijma‟ kaum Muslimin. Dari Ibnu Mas‟ud ra bahwa Nabi saw bersabda. Dari Ibnu Mas‟ud ra dari Nabi saw. “Riba itu mempunyai tujuh puluh tiga pintu. Muslim I: 92 no: 89. dan ijma‟ umat Islam. “Rasulullah saw melaknat pemakan riba. Riba model ini diharamkan oleh Kitabullah. kecuali pada enam jenis barang yang sudah ditegaskan nash-nash syar‟i berikut: Dari Ubaidah bin Shamir ra bahwa Rasulullah saw bersabda. “Tak seorang pun memperbanyak (harta kekayaannya) dari hasil riba. yang paling ringan (dosanya) seperti seorang anak menyetubuhi ibunya. misalnya tukar menukar uang dengan uang.” (Shahih: Shahihul Jami‟us Shaghir no: 3539 dan Mustadrak Hakim II: 37).” (Shahih: Shahihul Jami‟us Shaghir no: 5518 dan Ibnu Majah II: 765 no: 2279). garam dengan garam. sya‟ir (sejenis gandum) dengan sya‟ir. dua saksinya dan penulisnya.

Tirmidzi II: 357 no: 1261. Dari Umar bin Khattab ra bahwa Rasulullah saw bersabda. ia bertutur: Kami pada masa Rasulullah saw pernah mendapat rizki berupa tamar jama‟. “Emas dengan emas adalah riba kecuali begini dengan begini (satu pihak mengambil barang. Muslim III: 1209 no: 1586. janganlah kamu menjual perak dengan perak kecuali sama.” (Shahih: Mukhtashar Muslim no: 949. Muslim III: 1208 no: 1584. dan tidak sah (juga) satu Dirham dengan dua Dirham. dan . tamar dengan tamar. Manakala terjadi barter di antara enam jenis barang ini dengan lain jenis. harus sama baik dalam hal timbangan maupun takarannya. Dari Abu Sa‟id ra. dan lafadz ini bagi Imam Bukhari. apabila terjadi barter barang yang sejenis dari empat jenis barang ini. Fathul Bari IV: 311 no: 2080 secara ringkas dan Nasa‟i VII: 272). yaitu emas ditukar dengan emas. Dari Abi Sa‟id al-Khudri ra bahwa Rasulullah saw bersabda. tetapi jika berbeda jenis.” (Muttafaqun „alaih: Fathul Bari IV: 379 no: 2177. tanpa memperhatikan kualitasnya bermutu atau jelek. kemudian kami menukar dua sha‟ tamar dengan satu sha‟ tamar. sedang yang lain menyerahkan) bur dengan bur (juga) riba kecuali begini dengan begini.” Dalam riwayat Imam Abu Daud dan lainnya dari Ubadah ra Nabi saw bersabda: “Tidak mengapa menjual emas dengan perak dan peraknya lebih besar jumlahnya daripada emasnya secara kontan. Dengan demikian. tidak sah (pula) dua sha‟ biji gandum dengan satu sha‟ biji gandum.” (Muttafaqun ‟alaih: Muslim III: 1216 no: 1595 dan lafadz ini baginya. dan Muslim III: 1211 no: 81 dan 1587). maka tidak boleh. dan tamar dengan tamar adalah riba kecuali begini dengan begini. dan harus diserahterimakan dalam majlis. Nasa‟i VII: 278 dan Tirmidzi II: 355 no: 1259 sema‟na). Lalu kasus ini sampai kepada Rasulullah saw maka Beliau bersabda. bur dengan sya‟ir. dan adapun secara kredit. maka haram tambahannya baik secara riba fadhl maupun secara riba nasiah. Nasa‟i VII: 273 dan bagi mereka lafadz pertama memakai adz-dzahabu bil wariq (emas dengan perak) dan Aunul Ma‟bud IX: 197 no: 3332 dengan dua model lafadz). “Tidak sah (pertukaran) dua sha‟ tamar dengan satu sha‟ tamar. apabila tunai dengan tunai. “Janganlah kamu menjual emas kecuali sama.” (Muttafaqun‟alaih: Fathul Bahri IV: 347 no: 2134.dan tunai. seperti emas ditukar dengan perak. yaitu satu jenis tamar. sya‟ir dengan sya‟ir riba kecuali begini dengan begini. dan janganlah kamu menjual emas dan perak yang barang-barangnya belum ada dengan kontan. janganlah kamu tambah sebagiannya atas sebagian yang lain. apabila tunai dengan tunai. janganlah kamu tambah sebagiannya atas sebagian yang lain. maka juallah sesukamu. maka boleh ada kelebihan dengan syarat harus diserahterimakan di majlis: Berdasar hadits Ubadah tadi: “…tetapi jika berlainan jenis maka juallah sesukamu.

. (Shahih: Irwa-ul Ghalil no: 1393 dan Fathul Bari IV: 399 no: 2200). kredit: Dari Aisyah ra bahwa Nabi saw pernah membeli makanan dari seorang Yahudi secara bertempo. menyusut. Sesungguhnya Nabi saw melarang menjual kurma basah dengan tamar hanyalah karena kurma basah kalau kering pasti menyusut. “Ketahuilah bahwa para ulama‟ telah sepakat atas bolehnya barang ribawi (barang yang bisa ditakar atau ditimbang. atau perak dengan garam. kemudian mereka makan dalam keadaan masih berada di pohonnya. edt) ditukar dengan barang ribawi yang berlainan jenis. mereka menukarnya dengan kurma kering. Ibnu Majah II: 761 no: 2264. misalnya emas ditukar dengan hinthah (gandum). tidak boleh menjual ruthab (kurma basah) dengan kurma kering. „Aunul Ma‟bud IX: 216 no: 3346.” Namun.tidak mengapa menjual bur dengan sya‟ir dan sya‟irnya lebih banyak daripada burnya secara kontan dan adapun secara kredit. Muslim III: 1171 no: 1542 dan Nasa‟i VII: 266) Dari Zaid bin Tsabit ra bahwa Rasulullah saw memberi kelonggaran kepada pemilik „ariyyah agar menjualnya dengan tamar secara taksiran. dan menjual anggur dengan kismis secara takaran. maka tidak boleh. Nasa‟i VII: 267.” Maka Beliaupun melarangnya. Nasa‟i VII: 269 dan Tirmidzi II: 348 no: 1243). al-Amir ash-Sha‟ani menyatakan. yaitu mereka boleh membeli kurma basah dari petani kurma. Dari Sa‟ad bin Abi Waqqash ra bahwa Nabi saw pernah ditanya perihal menjual kurma basah dengan tamar. yang mereka taksir. seperti emas ditukar dengan bur. bahwa Rasulullah saw melarang muzabanah. Dalam kitab Subulus Salam III: 38. “Apakah kurma basah itu menyusut apabila telah kering?” Jawab para sahabat. baik secara bertempo meskipun ada kelebihan jumlah atau berbeda beratnya. (Shahih: Irwa-ul Ghalil no: 1352. Tirmidzi II: 383 no: 1218 dan Ibnu Majah II: 762 no: 2269). Apabila salah satu jenis di antara enam jenis ini ditukar dengan barang yang berlain jenis dan „illah „sebab‟.” (Shahih: Irwa-ul Ghalil V: 195 dan „Aunul Ma‟bud IX: 198 no: 3333). “Ya. Muzabanah ialah menjual buah-buahan dengan tamar secara takaran. maka boleh ada kelebihan atau secara bertempo. karena mereka adalah orang-orang yang faqir yang tidak mempunyai pohon kurma. kecuali para pemilik „ariyah. „Aunul Ma‟bud IX: 211 no: 3343. (Muttafaqun„alaih: Muslim III: 1169 no: 60 dan 1539 dan lafadz ini baginya dan sema‟na dalam Fathul Bari IV: 390 no: 2192. dan lain sebagainya yang termasuk barang yang bisa ditakar. (Muttafaqun „alaih: Fathul Bari IV: 384 no: 2185. perak dengan gandum. Dari Abdullah bin Umar ra. Maka Beliau (balik) bertanya. sedangkan Nabi saw menggadaikan sebuah baju besinya kepada Yahudi itu.

Sedang hal semacam itu akan berakibat terputusnya bahan keperluan masyarakat. demikian juga perak dan semua jenis barang ribawi lainnya. Satu hal yang tidak dapat disangkal lagi bahwa kemaslahatan dunia seratus persen ditentukan oleh jalannya perdagangan. 3.(Tidak diragukan lagi. Sebab kalau riba itu diharamkan. baik kontan ataupun berjangka. Maka Beliau bersabda. sehingga hampir-hampir dia tidak mau menanggung beratnya usaha. perusahaan dan pembangunan. Bergantung kepada riba dapat menghalangi manusia dari kesibukan bekerja. seperti apa yang disebut dalam hadis Nabi Muhammad SAW: 2. Islam bersikap sangat keras dalam persoalan riba semata-mata demi melindungi kemaslahatan manusia. Riba akan menyebabkan terputusnya sikap yang baik (ma'ruf) antara sesama manusia dalam bidang pinjam-meminjam. baik dari segi akhlak. “Hadits ini menunjukkan bahwa tidak boleh menjual emas yang mengandung unsur lainnya dengan emas murni hingga unsur lain itu dipisahkan agar diketahui ukuran emasnya. Sebab orang yang meminjamkan uang 1 dirham dengan 2 dirham. 4. kemudian aku pisahkan. „Kalung itu tidak boleh dijual hingga dipisahkan. bahwa dengan melalui riba dia akan beroleh tambahan uang."Oleh karena itu mengambil harta kawannya tanpa ganti.Dan. dagang dan pekerjaan-pekerjaan yang berat. yaitu haram menjual satu jenis barang dengan sejenisnya secara berlebih.” Dari Fadhalah bin Ubaid ia berkata: “Pada waktu perang Khaibar aku pernah membeli sebuah kalung seharga dua belas Dinar sedang dalam perhiasan itu ada emas dan permata. Imam Asy-Syaukani. "Bahwa kehormatan harta manusia. pekerjaan. maka sudah pasti kebutuhan orang akan menganggap berat dengan diambilnya uang satu . Tetapi kalau riba itu dihalalkan. sudah pasti haramnya. lalu kudapatkan padanya lebih dari dua belas Dinar.Kiranya cukup untuk mengetahui hikmahnya seperti apa yang dikemukakan oleh Imam ar-Razi dalam tafsir Qurannya sebagai berikut: 1. maka dia akan memudahkan persoalan mencari penghidupan. „Aunul Ma‟bud IX: 202 no: 3336 dan Nasa‟i VII: 279). maka seseorang akan merasa senang meminjamkan uang satu dirham dan kembalinya satu dirham juga. Muslim III: 1213 no: 90 dan 1591. memberi komentar sebagai berikut. dipandang dari segi perekonomian). karena ada kesamaan illat. kemudian hal itu kusampaikan kepada Nabi saw. sama dengan kehormatan darahnya. Riwayat Fadhalah bin Ubaid yang menjadi landasan kesimpulan ini dimuat juga dalam Mukhtashar Nailul Authar hadits no: 2904.‟” (Shahih: Irwa-ul Ghalil no: 1356. Tirmidzi II: 363 no: 1273. maka dia dapat tambahan satu dirham tanpa imbalan ganti. Riba adalah suatu perbuatan mengambil harta kawannya tanpa ganti. tidak sah jual beli barang ribawi dengan yang sejenisnya sementara keduanya atau salah satunya mengandung unsur lain. masyarakat maupun perekonomiannya. misalnya. bahwa hikmah ini pasti dapat diterima. Sebab kalau si pemilik uang yakin. Sedang harta orang lain itu merupakan standard hidup dan mempunyai kehormatan yang sangat besar.

dan akan berakibat berkobarnya api pertentangan di antara anggota masyarakat serta membawa kepada pemberontakan oleh golongan ekstrimis dan kaum subversi. Ini semua dapat diartikan. berarti memberikan jalan kepada orang kaya untuk mengambil harta orang miskin yang lemah sebagai tambahan. sedang yang miskin tetap miskin. Hal mana akan mengarah kepada membesarkan satu kelas masyarakat atas pembiayaan kelas lain. maka terputuslah perasaan belas-kasih dan kebaikan. bahwa dalam riba terdapat unsur pemerasan terhadap orang yang lemah demi kepentingan orang kuat (exploitasion de l'home par l'hom) dengan suatu kesimpulan: yang kaya bertambah kaya. dipandang dari segi etika). Sedang tidak layak berbuat demikian sebagai orang yang memperoleh rahmat Allah.dirham dengan diharuskannya mengembalikan dua dirham. 5. (Ini suatu alasan yang dapat diterima. (Ini ditinjau dari segi sosial). . sedang peminjam adalah orang yang tidak mampu. Maka pendapat yang membolehkan riba. yang memungkinkan akan menimbulkan golongan sakit hati dan pendengki. Pada umumnya pemberi piutang adalah orang yang kaya. Justru itu.

2004. Fiqih Islam. Ad-Durul Mukhtar. Bandung: Sinar Baru Algensindo Alaud Din Al-hushkaffi. juz IV Al wajiz:fiqih sunnah .DAFTAR PUSTAKA Rasjid Sulaiman.