P. 1
Contoh Proposal SKB2

Contoh Proposal SKB2

|Views: 1,322|Likes:
Published by Faried Fadlurrahman

More info:

Published by: Faried Fadlurrahman on Jun 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/02/2013

pdf

text

original

http://buabuazone88.blogspot.com/2010/01/studi-kelayakan-usaha-kerupuk-
ikan-di.html

PROPOSAL
STUDI KELAYAKAN BISNIS

LAPORAN HASIL STUDI KELAYAKAN

USAHA KERUPUK IKAN DI DAERAH KUIN KECAMATAN BANJARMASIN UTARA
KOTA BANJARMASIN

Oleh :

ADITYA RIEZKAN WAHDINE

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

TAHUN 2009

BAB I

PENDAHULUAN

Indonesia merupakan negara kepulauan yang sebagian besar luas wilayahnya merupakan
perairan. Ikan merupakan salah satu hasil perikanan yang banyak dihasilkan di Indonesia dan
merupakan sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi masyarakat. Ikan mudah didapat
dengan harga yang relatif murah sehingga dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat.
Kandungan protein yang tinggi pada ikan dan kadar lemak yang rendah sangat bermanfaat bagi
kesehatan tubuh manusia.

Karena manfaat yang tinggi tersebut banyak orang mengkonsumsi ikan baik berupa daging
ikan segar maupun makanan-makanan yang merupakan hasil olahan dari ikan. Bahkan di Jepang
dan Taiwan ikan merupakan makanan utama dalam lauk sehari-hari.

Ikan merupakan produk yang banyak dihasilkan oleh alam dan diperoleh dalam jumlah
melimpah. Akan tetapi ikan juga merupakan bahan makanan yang cepat mengalami proses
pembusukan dikarenakan kadar air yang tinggi. Kadar air yang tinggi adalah kondisi yang

memberikan kesempatan bagi perkembangbiakan bakteri secara cepat. Kelemahan-kelemahan
yang dimiliki ikan dirasakan menghambat usaha pemasaran hasil perikanan dan tidak jarang
menimbulkan kerugian besar, terutama pada saat produksi ikan melimpah. Karena itulah sejak
dahulu masyarakat telah berusaha melakukan berbagai cara pengawetan ikan agar dapat
dimanfaatkan lebih lama. Proses pengolahan dan pengawetan ikan merupakan bagian penting dari
mata rantai industri perikanan. Tanpa adanya proses tersebut usaha peningkatan produksi
perikanan akan menjadi sia-sia karena tidak bisa dimanfaatkan dengan baik.

Pada dasarnya usaha pengawaetan ini adalah untuk mengurangi kasar air yang tinggi di
tubuh ikan. Terdapat bermacam-macam usaha pengawetan ikan dari usaha tradisional sampai
usaha modern. Usaha pengawetan ikan dilakukan lui penggaraman, pengeringan, pemindangan,
perasapan, peragian, dan lnginan ikan. Hasil dari usaha-usaha pengawetan tersebut sangat
tergantung 'proses pengawetannya. Untuk mendapatkan mutu terbaik dari proses awetan ikan dapat
dilakukan dengan menjaga kebersihan bahan dan alat digunakan, termasuk ikan yang benar-benar
masih segar dan garam yang bersih. Usaha pengawetan ikan tidak hanya sebatas pada pengolahan
menjadi lauk yang masih berbentuk ikan tetapi juga pengolahan menjadi bentuk lain setelah
dicampur dengan bahan-bahan lain.

Ikan hasil pengolahan dan pengawetan umumnya sangat disukai oleh masyarakat karena
produk akhirnya mempunyai ciri-ciri khusus yakni perubahan sifat-sifat daging seperti bau
(odour), rasa (flavour), bentuk (appearance) dan tekstur.

Salah satu makanan hasil olahan dari ikan adalah kerupuk ikan. Produk makanan kering
dengan bahan 'baku ikan dicampur dengan tepung tapioka ini" sangat digemari masyarakat.
Makanan ini sering digunakan sebagai pelengkap ketika bersantap ataupun sebagai makanan
ringan. Bahkan untuk jenis makanan khas tertentu selalu dilengkapi dengan kerupuk. Makanan ini
menjadi kegemaran masyarakat dikarenakan rasanya yang enak, gurih dan ringan. Selain rasa yang
enak tersebut, kerupuk ikan juga memiliki kandungan zat-zat kimia yang dtperlukan oleh tubuh
manusia.. Hal ini menunjukkan bahwa kandungan protein pada ikan tidak banyak yang hilang
setelah mengalami pengolahan. Jika dibandingkan dengan kerupuk udang, kandungan vitamin dan
mineral pada kerupuk ikan lebih rendah.

Proses pembuatan kerupuk ikan sangatlah sederhana dan mudah diusahakan. Industri ini

banyak berkembang di wilayah-wilayah perairan dengan produksi ikan tinggi. Di samping dapat
diusahakan dengan peralatan modern, usaha ini juga dapat dijalankan dengan peralatan trafisiona.
Oleh sebab Itulah usaha kerupuk ikan banyak dilakukan oleh rumah tangga yang merupakan
industri mikro.

Dari segi skala peusahaan, usaha pengolahan kerupuk ikan dilakukan oleh perusahaan
besar-menengah dan juga perusahaan kecil rumah tangga. Perbedaan utama dari skala usaha
tersebut adalah pada teknologl dan pangsa pasarnya. Perusahaan besar-menengah dalam proses
produksinya menggunakan peralatan dengan teknologi modern dengan pangsa pasar tersebar balk
dl daerah lokal maupun daerah lain bahkan ekspor. Berbeda dengan perusaha.an skala besar-
menengah, usaha pengolahan kerupuk kecil rumah tangga sebagian besar menggunakan peralatan
dengan teknologi yang sederhana dan pangsa dengan pangsa pasar yang masih terbatas pada pasar
lokal.

Usaha pengolahan kerupuk ikan banyak tersebar di wilayah Indonesia diantaranya adalah
Kepulauan Belitung, Jawa Timur dan Kalimantan. Di Kalimantan sendiri hasil olahan perikanan
merupakan salah satu produk andalan dengan salah satu wilayah sentra produksinya di Kalimantan
Selatan. Sebagai salah satu daerah dengan hasil perikanan yang cukup tinggi, Kal-Sel memiliki
potensi yang sangat besar dalam pengembangan usaha-usaha pengolahan produk perikanan. Hasil
olahan produk perikanan yang terkenal dan Kal-Sel diantaranya adalah kerupuk ikan. Meskipun
industri pengolahan hasil perikanan tersebar di wilayah Kal-Sel, pada daerah tertentu memiliki
sentra industri yang menghasilkan produk spesifik. Industri kerupuk misalnya banyak berkembang
di daerah Kuin, Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin.

Penyusunan pola pembiayaan usaha pengolahan kerupuk ikan ini didasarkan pada
Informasi dari studi lapangan yang dilakukan di wilayah Kalimantan Selatan. Survey dilakukan
pada industri pengolahan kerupuk ikan yang merupakan industri kecil rumah tangga. Industri-
industri ini pada dasarnya tidak hanya memproduksi kerupuk ikan saja tetapi juga kerupuk jenis
lain seperti kerupuk udang dan kerupuk dengan bahan baku tepung lainnya.

Dilihat dari aspek ekonomis, usaha kerupuk ikan merupakan bisnis yang sangat
menguntungkan. Peluang pasar dalam negeri maupun ekspor untuk komoditi ini masih sangat
terbuka. Hal ini dikarenakan kerupuk ikan merupakan konsuumsi sehari-hari masyarakat sehingga

permintaan untuk kerupuk ikan relatif stabil bahkan cenderung mengalami kenaikan. Selain
mampu meningkatkan pendapatan bagi pengusaha, usaha ini juga mampu membantu
meningkatkan pendapatan penduduk sekitar yang akhirnya berpengaruh pada perekonomian
daerah.

Dilihat dari aspek sosial, usaha kerupuk ikan mempunyai dampak sosial yang positif.
Industri kecil rumah tangga ini mampu menyerap tenaga kerja dari lingkungan sekitar. Secara tidak
langsung ini merupakan upaya penciptaan lingkungan kerja yang mengurangi jumlah
pengangguran di suatu wilayah. Dilihat dari sisi dampak lingkungan, usaha kerupuk ikan tidak
menimbulkan pencemaran Iingkungan. Limbah yang dihasilkan dari usaha ini hanyalah air sisa
pembersihan yang tidak mengandung zat-zat kimia dan langsung meresap ke dalam tanah.

BAB II

PROFIL USAHA DAN POLA PEMBIAYAAN

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->