P. 1
Contoh Proposal PTK

Contoh Proposal PTK

|Views: 380|Likes:

More info:

Published by: Cralice Nha-Dyhasy De'Alanoza on Jun 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/07/2014

pdf

text

original

Contoh Proposal PTK (PENELITIAN TINDAKAN KELAS) - Penelitian ini dilakukan di dalam kelas dengan melakukan ptk guna

memperbaiki pembelajaran pada kelas. danmeningkatkan proses belajar mengajar siswa pada kelas terntentu. Namun tidak semua kelas yang hendak di lakukan PTK, seperti halnya tadi hanya kelas kelas tertentu, misal kelas yang dianggap bermasalah, atau poses blajar mengajar kelas tersebut tidak optimal atau yang lainnya Dalam Penelitian Tindakan Kelas ada beberapa unusr yang terkandung di dalamnya yang sangat khas yaitu 1. PTK di laksanakan oleh pendidik yaitu guru/pengajar, apa bila dalam kelas tersebut terdapat masalah 2. PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dilakukan bahwa memang benar masalah yang di hadapi oleh guru pada kelas tersebut 3. PTK memang harus didakan karena masih banyak proses pembelajaran yang harus dimaksimalkan oleh pendidik/guru.

PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK ) MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR IPA TENTANG PERNAPASAN HEWAN DENGAN METODE PEMBELAJARAN JIGSAW SISWA KELAS V SDN NGLONING TAHUN 2012 OLEH : PRAYITNO. NIP. 19710614 199807 1 001 DINAS PENDIDIKAN UPTD TK/SD DAN PLS KECAMATAN SLAHUNG SEKOLAH DASAR NEGERI NGLONING KECAMATAN SLAHUNG KABUPATEN PONOROGO . S.Pd.

mandiri. Kegiatan beiajar mengajar adalah suatu proses interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa dalam satuan pembelajaran. Sejalan dengan kemajuan tersebut. Karena itu guru harus dapat membuat suatu pengajaran menjadi lebih efektif juga menarik sehingga bahan pelajaran yang disampaikan akan membuat siswa berkreatif. Guru mengemban tugas yang berat untuk tercapainya tujuan pendidikan nasional yaitu meningkatkan kualitas manusia Indonesia. tetapi lebih dari itu guru dapat dikatakan sebagai sentral pembelajaran. tangguh.dewasa ini pendidikan di sekolah-sekolah dituntut mampu memberikan pendidikan yang optimal baik dari segi administrasi ataupun pelayanan pendidikanya.PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK ) MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR IPA TENTANG PERNAPASAN HEWAN DENGAN METODE PEMBELAJARAN JIGSAW SISWA KELAS V SDN NGLONING TAHUN 2012 BAB I PENDAHULUAN A. berbudi pekerti luhur. Bahkan secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa pembaharuan dalam sistem pendidikan harus dilakukan mencakup seluruh komponen yang ada. berdisiplin. Guru sebagai salah satu komponen dalam proses belajar menganjar merupakan pemegang peran yang sangat penting. gurulah yang mengarahkan bagaimana proses belajar mengajar itu dilaksanakan. bertanggung jawab. cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. juga harus mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta terhadap tanah air. manusia seutuhnya yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Pembangunan di bidang pendidikan barulah ada artinya apabila keberadaan pendidikan itu dapat bermanfaat sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan bangsa Indonesia . Perjalanan pembaharuan pendidikan terus dilakukan. merasa senang dan merasa perlu untuk mempelajari bahan pelajaran tersebut. berkepribadian. mempertebal semangat kebangsaan dan rasa kesetiakawanan . Latar Belakang Masalah Sistem pendidikan di Indonesia ternyata telah mengalami banyak perubahan. Sebagai penulis sekaligus skenario dalam proses belajar mengajar. Guru bukan hanya sekedar penyampai materi saja. mengingat tuntutan kwalitas sumber daya manusia dan tujuan pendidikan itu sendiri . Perubahanperubahan ini adalah hal yang wajar dilakukan sebagai usaha pembaharuan dalam pendidikan. bekerja keras. sehingga di dalam pengajaranpun guru selalu berupaya berinofatif ingin menemukan metode dan peralatan baru yang dapat memberikan semangat belajar bagi semua siswa.

tanpa menggunakan alat peraga. motivasi juga penting dalam menentukan seberapa jauh siswa akan belajar dari suatu kegiatan pembelajaran atau seberapa jauh menyerap informasi yang disajikan kepada mereka. mencari. Penulis memilih metode pembelaja. Untuk itu sebagai seorang guru disamping menguasai materi. kegagalan dalam belajar rata-rata dihadapi oleh sejumlah siswa yang tidak memiliki dorongan belajar. 2001 : 3).00. sehingga siswa itu akan meyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik. mendikusikan sesuatu yang berkaitan dengan pengajaran. Untuk itu. Suatu upaya yang perlu dilakukan guru dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran salah satunya adalah dengan memilih strategi atau cara dalam menyampaikan materi pelajaran agar diperoleh peningkatan prestasi belajar siswa khususnya pelajaran IPA. dan materi pelajaran tidak disampaikan secara kronologis. membina dan meningkatkan kecerdasan serta keterampilan siswa. Depdikbud (1999).an ini mengkondisikan siswa untuk terbiasa menemukan.sosial. Berdasarkan pengalaman penulis di lapangan. Dalam metode pembelajaran jigsaw . Siswa yang termotivasi untuk belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu. Guru sebagai salah satu komponen pembelajaran ikut andil besar dalam menentukan keberhasilan pembelajaran. Sejalan dengan itu pendidikan nasional akan mampu mewujudkan manusiamanusia pembangunan dan rnembangun dirinya sendiri serta bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. guru harus memberikan suntikan dalam bentuk motivasi ataupun penerapan konsep dan model-model pembelajaran yang tepat sehingga dapat membantu siswa keluar dari kesulitan belajar. sehingga menghasilkan penguasaan materi yang optimal bagi siswa. Untuk mengatasi permasalahan di atas dan guna mencapai tujuan pendidikan secara maksirnal. (Siadari. Guru secara langsung dapat mempengaruhi. 2001: 4). Pemahaman ini tentunya memerlukan minat dan motivasi yang tinggi dari siswa. Sehingga nilai rata-rata mata pelajaran IPA sangat rendah yaitu mencapai 50. Motivasi tidak hanya menjadikan siswa terlibat dalam kegiatan akademik. Berdasarkan uraian tersebut di atas penulis mencoba menerapkan salah satu metode pembelajaran jigsaw untuk mengungkapkan apakah dengan model pembelajaran ini dapat meningkatkan prestasi belajar IPA. juga diharapkan dapat menetapkan dan melaksanakan penyajian materi yang sesuai kemampuan dan kesiapan anak. Tanpa adanya minat menandakan bahwa siswa tidak mempunyai motivasi untuk belajar. Misalnya dengan menciptakan situasional untuk siswa bersama-sama terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan mampu membantu siswa berkembang sesuai dengan taraf intelektualnya akan lebih menguatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep yang diajarkan. Tugas penting guru adalah merencanakan bagaimana guru mendukung motivasi siswa (Nur. Hal ini disebabkan karena guru dalam proses belajar mengajar hanya menggunakan metode ceramah. diharapkan guru memiliki kemampuan untuk menentukan cara/model mengajar yang baik dan mampu memilih model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan konsep-konsep mata pelajaran yang akan disampaikan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya model pembelajaran Jigsaw pada mata pelajaran IPA tentang pernapasan hewan siswa kelas V di SDN Ngloning Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo Tahun pelajaran 2011/2012 ? C. . Dari latar belakang tersebut di atas maka penulis dalam penelitian ini mengambil judul " Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Belajar IPA Tentang Pernapasan Hewan Dengan Metode Pembelajaran Jigsaw Siswa Kelas V SDN Ngloning Tahun 2012 ". Menambah wawasan bagi guru dalam mendesain pembelajaran khususnya penerapan model pembelajaran. D. b. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. Bagaimanakah pengaruh metode model pembelajaran Jigsaw terhadap motivasi belajar siswa kelas V SDN Ngloning kecamatan Slahung kabupaten Ponorogo tahun 2012 ? 2. Guru a. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk: 1. Membantu guru mendapatkan pengetahuan yang sahih dan relevan bagi kelas mereka untuk memperbaiki pembelajaran dalam jangka pendek. Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa kelas V setelah diterapkannya pembelajaran Jigsaw pada mata pelajaran IPA tentang peranapasan hewan di SDN Ngloning Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo Tahun pelajaran 2011/2012. c. 2. maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut: 1. dan mengandung konsep pembelajaran tanggung jawab dan kemandirian yang tinggi. Memberikan informasi bagi guru tentang metode pembelajaran yang sesuai dengan materi IPA.siswa iebih aktif dalam kelompok ataupun individu. Ingin mengetahui seberapa besar pengaruh penerapan model pembelajaran Jigsaw terhadap motivasi belajar siswa kelas V pada mata pelajaran IPA tentang pernapasan hewan di SDN Ngloning Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo tahun pelajaran 2011/2012. B. Manfaat Penelitian Penulis mergharapkan dengan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi : 1.

baik secara menegerial ataupun akademik. b. 2.2. Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup dalam penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut: 1. Penelitian tindakan kelas ini dibatasi pada kompetensi dasar mengidentifikasi fungsi organ pernapasan hewan misalnya cacing dan ikan. Memberikan pelayanan kepada masarakat secara optimal. Penelitian ini dilaksanakan pada semester I tahun pelajaran 2011/2012. Penelitian tindakan kelas ini dikenakan pada siswa kelas V 3. Bagi sekolah a. Mendapat kesempatan berlatih tanggung jawab dan kehidupan bersosial yang diaplikasikan dalam kegiatan kelompok. E. Bagi siswa a. Mempunyai kesempatan berkreatif dan kebebasan berinisiatif sebatas kemampuan intelektual anak lewat pendapat yang diaplikasikan dalam hasil kerja kelompok. 4. Memperoleh pengalaman langsung dari proses pembelajaran. 3. maka perlu didefinisikan hal-hal sebagai berikut: . Hipotesis Tindakan Hipotesis tindakan dalam penelitian tindakan adalah sebagai berikut: 1. Penerapan metode model pembelajaran Jigsaw dapat meningkatkan motivasi belajar mata pelajaran IPA tentang pernapasan hewan pada siswa kelas V di SDN Ngloning Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo tahun pelajaran 2011/2012. 5. Memberikan masukan bagi sekolah untuk mengambil kebijakan – kebijakan untuk program yang akan datang. Definisi Operasional Variabel Agar tidak terjadi salah persepsi terhadap judul penelitian ini. b. 2. Penerapan metode model pembelajaran Jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA tentang pernapasan hewan siswa kelas V di SDN Ngloning Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo tahun pelajaran 2011 /2012 F. c. Permasalahan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah masalah peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN Ngloning Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo. G. Menciptakan out put pendidikan yang benar-benar sesuai harapan pemerintah . c.

Maka teknik ini memiliki keuntungan sebagai berikut:    Teknik ini mampu membantu siswa untuk mengembangkan. mencerna. 4. Prestasi belajar adalah: Hasil belajar yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau dalam bentuk skor. Dr.1. Penggunaan teknik discovery ini guru berusaha meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar. Teknik ini mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan maju sesuai dengankernampuannya masing-masing. membaca sendiri dan mencoba sendiri. Dapat membangkitkan kegairahan belajar mengajar para siswa. demokrasi dan sebagainya. Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sangat pribadi individual sehingga dapat kokoh/mendalam tertinggal dalam jiwa siswa tersebut. Motivasi belajar adalah: Suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. mendapatkan pengetahuan secara mendalam yang tidak diperoleh dari membaca buku saja. Yang dimaksudkan dengan proses mental tersebut antara lain ialah: mengamati. manbuat dugaan. 2. . menggolong-golongkan. Kajian Pustaka a. sedang yang dimaksud dengan prisnsip antara lain ialah: logam apabila dipanaskan akan mengembang. Richard dan asistennya mencoba self-learning siswa (belajar sendiri) itu. Menurut Sund discovery adalah proses mental dimana siswa mampu mengasimilasikan sesuatu konsep atau prinsip. Suatu konsep misalnya: segi tiga. serta penguasaan keterampilan dalam proses kognitif/pengenalan siswa. Metode Pembelajaran Penemuan (Discovery) Contoh Proposal PTK Teknik penemuan adalah terjemahan dari discovery. dengan diskusi. Agar anak dapat belajar sendiri. seminar. mengerti. sehingga situasi belajar mengajar berpindah dari situasi teacher learning menjadi situasi student dominated learning. memperbanyak kesiapan. Metode pembelajaran ( tim ahli ) Jigsaw adalah : Suatu cara pembelajaran kooperatif yang memberikan kesempatan siswa untuk mengembangkan kerja time. pans. H. atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu. menjelaskan. ialah suatu cara meng~ajar yang melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat. setelah siswa mengikuti pelajaran. 3. J. Model pembelajaran jigsaw didesain oleh Elliot Aronsons untuk meningkatkan tanggung jawab siswa terhadap pembelajaran itu sendiri dan pembelajaran terhadap orang lain. guru hanya membimbing dan memberikan instruksi. mengukur membuat kesimpulan dan sebainya. Dalam teknik ini siswa dibiarkan menemukan sendiri atau mengalami proses mental itu sendiri. Dengan menggunakan discovery learning.

Sedangkan menurut Djamarah (2002: 114) motivasi adalah suatu pendorong yang rnengubah energi dalam diri seseorang kedalam bentuk aktivitas nyata untuk mencapai tujuan tertentu. motivasi sangat diperlukan sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. Strategi itu berpusat pada siswa tidak pada guru. Membantu siswa untuk memperkuat dan menambah kepercayaan pada diri sendiri dengan proses penemuan sendiri. atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu (Usman. Sedangkan motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan. 2000: 28). Walalupun demikian baiknya teknik ini toh masih ada pula kelemahan yang perlu diperhatikan ialah:      Pada siswa harus ada kesiapan dan kematangan mental untuk cara belajar ini.  Mampu mengarahkan cara siswa belajar. kurang memperhatikan perkembangan/pembentukan sikap dan keterampilan bagi siswa. yaitu: . b Motivasi Belajar Contoh Proposal PTK Pengertian Motivasi Motivasi adalah daya dalarn diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu. :Dalam proses belajar. sehingga siswa itu akan menyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik. Teknik ini mungkin tidak memberikan kesempatan untuk berpikir secara kreatif. atau keadaan seseorang atau organisme yang menyebabkan-kesiapan kesiapannya untuk memulai serangkaian tingkah laku atau perbuatan. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Nur (2001: 3) bahwa siswa yang termotivasi dalam belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu. Guru hanya sebagai teman belajar saja. Siswa harus berani dan berkeinginan untuk mengetahui keadaan sekitarnya dengan baik. Dengan teknik ini ada yang berpendapat bahwa proses mental ini ada yang berpendapat bahwa proses mental ini terlalu mementingkan proses pengertian saja. Bagi guru dan siswa yang sudah biasa dengan perencaan dan pengajaran tradisional mungkin akan sangat kecewa bila diganti dengan teknik penemuan. membantu bila diperlukan. Jadi motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu. Bila kelas terlalu besar penggunaan teknik ini akan kurang berhasil. sehingga lebih memiliki motivasi yang kuat untuk belajar lebih giat. Macam-macam Motivasi Menurut jenisnya motivasi dibedakan menjadi dua.

Memberikan kebebasan dalam memperluas materi pelajaran sebatas yang pokok. suruhan. Misalnya seseorang mau belajar karena ia disuruh oleh orang tuanya agar mendapat peringkat pertama di kelasnya (Usman. Motivasi Intrinsik Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat dari dalam individu. 4. Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar. Meminta siswa untuk menjeiaskan hasil pekerjaannya. atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar (Usman. apakah karena adanya ajakan. Beberapa cara membangkitkan motivasi ekstrinsik dalam menumbuhkan motivasi instrinsik antata lain: 1. Seseorang yang merniliki motivasi intrinsik dalam darinya maka secara sadar akan melakukan suatu kegiatan yang tidak memerlukan motivasi dari luar dirinya. 2000: 29). 3. Mengaitkan tujuan belajar dengan tujuan siswa. berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya dan mengatasi prestasi orang lain. 2. Menurut Winata (dalam Erriniati. Motivasi Ekstrinsik Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu. Sedangkan menurut Djamarah (2002: 115). atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar. Pace Making (membuat tujuan sementara atu dekat): Pada awal kegiatan belajar mengajar guru. motivasi ekstrinsik adalah kebalikan dari motivasi intrinsik. 2. Strategi tersebut adalah sebagai berikut: 1. Kompetisi (persaingan): guru berusaha menciptakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi instrinsik adalah motivasi yang timbul dari dalam individu yang berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar.k. Sedangkan menurut Djamarah (2002: 117). Memberikan banyak waktu ekstra bagi siswa untuk mengerjakan tugas dan memanfaatkan surnber belajar di sekolah. . 1994: ]05) ada beberapa strategi dalam mengaiar untuk membangun motivasi intrins.1. 2. karena dalam setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Sesekali memberikan penghargaan pada siswa atas pekerjaannya. suruhan. apakah karena adanya ajakan. 5. motivasi instrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada siswa TPK yang akan dicapai sehingga dengan demikian siswa berusaha untuk mencapai TPK tersebut. 2000: 29).

Penilaian diadakan untuk rnengetahui sejauh mana siswa telah berhasil mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru. hasil penciptaan oleh seseorang yang diperoleh dengan ketelitian kerja serta perjuangan yang membutuhkan pikiran. Dengan demikian. Kesempurnaan untuk sukses: Kesuksesan dapat menimbulkan rasa puas. Pencapaian hasil belajar tersebut dapat diketahui dengan mengadakan penilaian tes hasil belajar. Tujuan yang jelas: Motif mendorong individu untuk mencapai tujuan.3. Mengadakan penilaian atau tes. Prestasi Belajar IPA Belajar dapat membawa suatu perubahan pada individu yang belajar. untuk mencapai nilai yang tinggi. d. Minat yang besar: Motif akan timbul jika individu memiliki minat yang besar. angka atau nilai itu merupakan motivasi yang kuat bagi siswa. Di samping itu guru dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar di sekolah. bila guru mengatakan bahwa lusa akan diadakan ulangan lisan. dalam hal ini prestasi belajar merupakan hasil pekerjaan. dan lain sebagainya. Pada umumnya semua siswa mau belajar dengan tujuan memperoleh nilai yang baik. prestasi belajar adalah hasil yang dicapai (dilakukan. c. misalnya adanya persaingan. 4. barulah siswa giat belajar dengan menghafal agar ia mendapat nilai yang baik. Perubahan ini merupakan pengalaman tingkah laku dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Hubungan Motivasi dan Prestasi Belajar Terhadap Metode Pembelajaran Penemuan (Discovery) . Makin jelas tujuan. Jadi. kesenangan dan kepercayaan terhadap diri sendiri. Sejalan dengan prestasi belajar. Pengalaman dalam belajar merupakan pengalaman yang dituju pada hasil yang akan dicapai siswa dalam proses belajar di sekolah. afektif (sikap) dan psikomotor (keterampilan) dalam proses belajar mengajar IPA. Menurut Poerwodarminto (1991: 768). makin besar ni]ai tujuan bagi individu yang bersangkutan dan makin besar pula motivasi dalam melakuakan sesuatu perbuatan. dekerjakan). 6. Dari uraian di atas diketahui bahwa motivsi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul dari luar individu yang berfungsinya karena adanya perangsang dari luar. tentu saja dengan bimbingan guru. sedangkan kegagalan akan membawa efek yang sebaliknya. maka dapat diartikan bahwa prestasi belajar IPA adalah nilai yang dipreoleh siswa setelah melibatkan secara langsung/aktif seluruh potensi yang dimilikinya baik aspek kognitif (pengetahuan). guru hendaknya banyak memberikan kesempatan kepada anak untuk meraih sukses dengan usaha mandiri. Hal ini terbukti dalam kenyataan bawa banyak siswa yang tidak belajar bila tidak ada ulangan. Contoh Proposal PTK Berdasarkan uraian diatas dapat dikatakan bahwa prestasi belajar yang dicapai oleh siswa dengan melibatkan seluruh potensi yang dimilikinya setelah siswa itu melakukan kegiatan belajar. Akan tetapi. 5.

2001: 3). dan kompetensi atau situasi pembelajaran. Pengetahuan yang diperoleh dengan belajar penemuan (discovery) akan bertahan lama. Kehadiran Peneliti Pada penelitian ini. 2001) b. dan spiral. Sedangkan prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh siswa dengan melibatkan seluruh pctensi yang dimilikinya setelah siswa itu melakukan kegiatan belajar. bertujuan untuk melakukan perbaikan –perbaikan terhadap sistim. Secara umum belajar penemuan (discovery) ini melatih keterampilan kognitif untuk menemukan dan memecahkan masalah tanpa pertolongan orang lain. Hasil ini akan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Selain itu. Sedangkan metode pembelajaran penemuan (discovery) adalah suatu metode pembelajaran yarg memberikan kesempatan dan menuntut siswa terlibat secara aktif di dalam mencapai tujuan pembelajaran dengan menberikan informasi singkat (Siadari. partisipatif. I. peneliti sebagai guru dan merencanakan kegiatan berikut : 1. Dengan motivasi yang tinggi maka intensitas usaha belajar siswa akan tinggi pula. 2001: 7). belajar penemuan membangkitkan keingintahuan siswa. Dari uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa dengan adanya motivasi dalam pembelajaran model penemuan (discovery) tersebut maka hasil-hasil belajar akan menjadi optimal. Mengumpulkan data dengan cara mengamati kegiatan pembelajaran dan wawancara untuk mengetahui proses pembelajaran yangdilakukan oleh guru kelas 3. Melaksanakan rencana program pembelajaran yang telah dibuat . sehingga siswa itu akan menyerap dan mengendapkan materi itu dengan lebih baik (Nur. Menyusun angket untuk pembelajaran dan menyusun rencana program pembelajaran 2. Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intesitas usaha belajar siswa. Makin tepat motivasi yang diberikan. Metode Penelitian a. kolaboratif. Siswa yang termotivasi untuk belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu. proses. akan makin berhasil pula pelajaran itu. 2002: 19). mempunyai efek transfer yang lebih baik dan meningkatkan siswa dan kemampuan berfikir secara bebas. isi. PTK yaitu suatu kegaitan menguji cobakan suatu id eke dalam praktik atau situasi nyata dalam harapan kegiatan tersebut mampu memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar ( Riyanto.Motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertetntu. memberi motivasi untuk bekerja sampai menemukan jawaban (Syafi'udin. cara kerja. Jenis Penelitianti Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas(PTK) yang bersifat reflektif.

Kemampuan Berfikir Kualitas pertanyaan dan jawaban siswa dianalisis dengan rubric. Prosedur pengumpulan data Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik sebagai berikut : 1. Data dalam penelitian ini adalah kemampuan berfikir siswa yang diperoleh dengan mengamati munculnya pertanyaan dan jawaban yang muncul selama diskusi berlangsung dan diklasifikasikan menjadi C1 – C 6. Kemudian untuk mengetahui peningkatan skor kemampuan berfikir. Wawancara Wawancara awal dilakukan pada guru dan siswa untuk menentukan tindakan. hal ini dimaksudkan untuk mengukur hasil yang diperoleh siswa setelah pemberian tindakan. Sumber data penelitian adalah siswa kelas……. Wawancara dilakukan untuk mengetahui kondisi awal siswa 2.4. Observasi Observasi dilaksanakan untuk memperoleh data kemampuan berpikir siswa yang terdiri dari beberapa deskriptor yang ada selama pembelajaran berlangsung. Test tersebut berbentuk multiple choise agar banyak materi tercakup 5. Penelitian dilaksanakan di……. d. Rumus untuk mencari skor klasikal kemampuan bertanya siswa Skor riil X 4 Skor maks Keterangan: Skor riil : skor total yang diperoleh siswa . 4. Observasi ini dilakukan dengan menggunakan lembar observasi yang telah disusun. Angket Angket merupakan data penunjang yang digunakan untuk mengumpulkan informasi terkait dengan respon atau tanggapan siswa terhadap penerapan pembelajaran kooperatif 3. Test Test dilaksanakan setiap akhir siklus. Data dan sumber Lokasi Penelitian 1. pertanyaan dan janwaban yang telah dinilai dengan rubric pada siklus I dibandingkan dengan pertanyaan dan jawaban yang telah dinilai dengan rubric pada siklus II. Catatan lapangan Catatan lapangan digunakan sebagai pelengkap data penelitian sehingga diharapkan semua data yang tidak termasuk dalam observasi dapat dikumpulkan pada penelitian ini f. 2. Obsevasi dilakukan oleh 3 orang observer. Melaporkan hasil penelitian c. Sebagai obyek penelitian e. Analisis data 1. Data untuk hasil penelian diperoleh berdasarkan nilai ulangan harian (test).

siswa dibimbing untuk belajar IPA secara kooperatif learning dengan model……Adapun langkah – langkah yang dilakukan adalah(sesuaikan dengan scenario pembelajaran) Kegiatan penutup Di akhir pelaksanaan pembelajaran pada tiap siklus. Tahap-tahap penelitian Contoh Proposal PTK Berdasarkan observasi awal yang dilakukan proses pembelajaran yang dilakukan adalah model pembelajaran kooperatif……… Penelitian ini akan dilaksanakan dalam 2 siklus . . Kegiatan pada tahap ini adalah :      Penyusunan RPP dengan model pembelajaran yang direncanakan dalam PTK. Penyusunan lembar masalah/lembar kerja siswa sesuai dengan indikator pembelajaran yang ingin dicapai Membuat soal test yang akan diadakan untuk mengetahui hasil pemebelajaran siswa. tindakan.maupun etnis. Perencanaan Sebelum melaksanakan tindakan maka perlu tindakan persiapan. Memberikan penjelasan pada siswa mengenai teknik pelaksanaan model pembelajaran yang akan dilaksanakan 2. Setiap siklus tediri dari perencanaan. observasi. Pelaksanaan Tindakan   Melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Secam Aswirara individu. refleksi.Skor 4 maksimal : Skor total yang seharusnya diperoleh siswa : Skor maksimal dari tiap jawaban( pedoman penskoran lihat lampiran ) 2. Dalam pelaksanaan penelitian guru menjadi fasilitator selama pembelajaran. siswa dianggap telah belajar tuntas apabila daya serapnya mencapai 65 %. penerapan tindakan. guru memberikan test secara tertulis untuk mengevalausi hasil belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil Belajar Hasil belajar pada aspek kognetif dari hasil test dianalisis dengan teknik analisis evaluasi untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa. Caranya adalah dengan menganalisis hasil test formatif dengan menggunakan criteria ketuntasan belajar. Secara kelompok dainggap tuntas jika telah belajar apabila mencapai 85 % dari jumlah siswa yang mencapai daya serap minimal 65 % (Dedikbud 2000 dalam Aswirda 2007) g. Membentuk kelompok yang bersifat heterogen baik dari segi kemampuan akademis. Siklus I 1. jenis kelamin.

2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS ( PTK ) .3. Refleksi daimaksudkan sebagai upaya untuk mengkaji apa yang telah atau belum terjadi. DAFTAR RUJUKAN Contoh Proposal PTK Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. Hasil analisis data yang telah ada dipergunakan untuk melakukan evaluasi terhadap proses dan hasil yang ingin dicapai. apa yang dihasilkan. Jakarta: Balai Pustaka Dimyati dan Mujiono. Observasi Pengamatan dilakukan selama proses proses pembelajaran berlangsung dan hendaknya pengamat melakukan kolaborasi dalam pelaksanaannya. Belajar dan Pembelajaran. Refleksi Pada tahap ini dilakukan analisis data yang telah diperoleh. 1990.kenapa hal itu terjadi dan apa yang perlu dilakukan selanjutnya. Hasil refleksi digunakan untuk menetapkan langkah selanjutnya dalam upaya unttuk menghasilkan perbaikan pada siklus II Silus II Kegiatan pada siklus dua pada dasarnya sama dengan pada siklus I hanya saja perencanaan kegiatan mendasarkan pada hasil refleksi pada siklus I sehingga lebih mengarah pada perbaikan pada pelaksanaan siklus I. 4.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->