P. 1
Penentuan Kadar CaO

Penentuan Kadar CaO

|Views: 565|Likes:
Published by fajarrizqymaulidah

More info:

Published by: fajarrizqymaulidah on Jun 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/29/2014

pdf

text

original

A. Penentuan Kadar CaO 1. Perhitungan a.

Preparasi Bahan  Larutan HCl yang dipipet Larutan HCl (1:99) menyatakan perbandingan volume HCl pekat dengan aquadest. Pada percobaan dibutuhkan 10 ml HCl (1:99) sebanyak 10 ml. Maka cara pembuatannya adalah dipipet 9,9 mL aquadest menggunakan pipet ukur dimasukkan ke dalam labu takar 10 mL, kemudian ditambahkan 0,1 mL HCl pekat secara perlahan ke dalam labu melalui dinding labu (dilakukan di bawah pancuran air) dan digoyang-goyangkan. volume HCl yang dipipet volume aquadest yang dipipet  Larutan H2SO4 (1:1) Larutan H2SO4 (1:1) menyatakan perbandingan volume H2SO4 pekat dengan aquadest. Pada percobaan dibutuhkan H2SO4 (1:1) 50 ml. Maka cara pembuatannya adalah dipipet 25 mL aquadest menggunakan pipet ukur dimasukkan ke dalam labu takar 50 mL, kemudian ditambahkan 25 mL H2SO4 pekat secara perlahan ke dalam labu melalui dinding labu (dilakukan di bawah pancuran air) dan digoyanggoyangkan. volume H2SO4 yang dipipet volume aquadest yang dipipet = = x 50 = 25 mL x 50 = 25 mL = =
1 x10 = 0,1 mL (1  99 ) 99 x10 = 9,9 mL (1  99 )

pindahkan larutan ke dalam labu takaró120 mL dañ $itambahkan aqua9est samña< tanda batas. Perhitungan: Volume Volume Awal Volume Akhir Volume Titrasi Titrasi Pertama 1 mL 11.5 mL Titrasi Kedua 12 mL 22. Kemudian dipipet 10 mL larutan tersebut ke dalam erlenmeyer dan ditambahkan 5 mL H2SO4 (1:1) dan dipanaskan hingga keluar asap putih. Pembakuan Larutan KMnO4 Pembakuan digunakan dengan H2C2O4 0. Larutan NH4OH (1:1) Larutan NH4OH (1:1) menyatakan perbandingan volume NH4OH pekat dengan aquadest.4 mL 10.05 mol/L x 0. kemudian larutkan dengan aquadest (volume aquadest kurang dari 50 mL). volume NH4OH yang dipipet volume aquadest yang dipipet = = x 50 = 25 mL x 50 = 25 mL  Larutan (NH4)2C2O4 0. Pada percobaan dibutuhkan larutan NH4OH (1:1) sebanyak 50 mL.45 mL .5 mL 10.05 M Ditimbang 0. Mol (NH4)2C2O4 = 0.12 gram/mol = 0.284 gram (NH4)2C2O4 dimasukkan ke dalam gelas kimia 100 mL.284 gram b.1 L = 0. kemudian ditambahkan 25 mL NH4OH pekat secara perlahan ke dalam labu melalui dinding labu (dilakukan di bawah pancuran air) dan digoyang-goyangkan.005 mol x 142.1 M. Maka cara pembuatannya adalah dipipet 25 mL aquadest menggunakan pipet ukur dimasukkan ke dalam labu takar 50 mL. Selanjutnya titrasi larutan tersebut dengan larutan KMnO4 sebanyak 2 kali.005 mol Massa (NH4)2C2O4 = mol x Mr = 0.4 mL 10.

H2C2O4 = ekiv.887 x 10-3 mol x 56.887 mmol = 7.1548 mmol = ekiv Ca2+ = = 0.239 mmol/mL 2 mol KMnO4 = 5 mol Ca2+ Mol Ca2+ = = x mol KMnO4 x 3. KMnO4 2 mol H2C2O4 ~ 5 mol KMnO4 Mol KMnO4 = x 1 mmol = 2.2 mL x 0.887 x 10-3 mol Reaksi CaO CaO Mol Ca2+ Mol CaO Massa CaO Ca2+ + O2= mol CaO = 7.442 gram Kadar CaO (%)= Kadar CaO (%) = x 100 % x 100 % = 73.Mol H2C2O4 Mol H2C2O4 dalam 10 mL = 0.5 mmol = 1 mmol Ekiv.239 mmol/mL = 3.5 mmol [ KMnO4] = c.1 mmol/mL x 25 mL = 2.5 mmol = x 2.67 % .1548 mmol = 7. Penentuan Kadar CaO Mol KMnO4 Ekiv KMnO4 = 13.887 x 10-3 mol = mol CaO x Mr = 7.1 gram/mol = 0.

Selanjutnya dicampurkan dengan kira – kira 0. sambil diaduk hingga terjadi perubahan warna dari merah ke kuning. dengan sekali-kali diaduk selama 30 menit pertama. Selanjutnya kertas saring dicuci dengan HCl panas (1:99) dan akuades panas sebanyak 10 – 12 kali. dan dicuci endapan ke dalam gelas kimia dengan . dan dicuci endapan 8 hingga 10 kali dengan air panas.a. jumlah total air yang digunakan dalam pembilasan gelas kimia dan pencucian tidak boleh lebih dari 75 mL. Hal ini bertujuan agar sampel semen dapat larut membentuk senyawa larutan. kemudian disemprot dengan air perlahan-lahan langsung ke arah tengah kertas saring supaya endapan teraduk dan tercuci sempurna. Dipanaskan larutan hingga (70-80) 0C dan ditambahkan NH4OH (1+1) tetes demi tetes. Kemudian diletakkan gelas kimia di bawah corong yang berisi endapan. Selanjutnya diambil filtrat untuk penentuan kadar CaO. Selannjutnya ditambahkan dengan hati – hati 5 mL HCl dengan cara menuangkan melalui tepi sebelah dalam gelas kimia. hingga endapan turun. Kemudian larutan campuran disaring pada kertas saring. diletakkan batang pengaduk dalam gelas kimia.05 M. hal ini dilakukan agar pori – pori dalam kertas saring lebih luas dan mudah dalam penyaringan semen nantinya. ditusuk puncak kerucut kertas saring dengan batang pengaduk.5 gram NH4Cl dalam gelas kimia 50 mL. hal ini dilakukan agar larutan tetap dalam kondisi pH asam. Analisa Prosedur Untuk penentuan kadar CaO perlu dilakukan preparasi sampel terlebih dahulu dilakukan. Selama pencucian ini air dari botol pencuci harus langsung mengarah bagian dalam kertas saring. Selanjutnya diasamkan filtrat dengan HCl dan endapan dapat digunakan dalam penetapan MgO. Kemudian ditambahkan 2 tetes HNO3 sambil diaduk – aduk larutan campuran dan dipanaskan pada penganas selama 30 menit. Disaring mempergunakan kertas saring halus. Hal ini dilakukan agar terjadi reaksi yang lebih cepat. Penambahan ini dilakukan agar terjadi pencampuran kedua zat tersebut. selanjutnya ditambahkan 5 mL HCl dan akuades hingga volume larutan 20 mL. Pertama kali sampel ditimbang 0. dibiarkan larutan tanpa pemanasan lebih lanjut selama (60 ± 5) menit. Filtrat dimasukkan ke dalam gelas kimia 250 mL.5 gram dengan neraca analitik. Kemudian ditutup dengan kaca arloji. Kemudian ditambahkan 3 tetes indikator metil merah dan 30 mL (NH4)2C2O4 0.

306) gram = 0.2 mL. fungsi senyawa CaO dalam semen adalah berfungsi untuk penguat unsur semen dalam struktur bangunan. Analisa Hasil Setelah melakukan percobaan dan perhitungan terhadap kandungan CaO dalam sampel semen Portland diketahui bahwa volume tritasi yang didapatkan adalah sebesar 13. Penentuan kadar SO3 Data Pengamatan Berat krus (sebelum pemanasan) Berat total I setelah pemanasan Berat total II setelah pemanasan Berat endapan = 23. pada literatur ditemukan bahwa rendemen CaO adalah rata – rata sebesar 80 %.18 N Dilanjutkan titrasi pelan-pelan hingga tepat warna merah muda yang bertahan sekurangkurangnya 10 detik.menggunakan air panas. dan segera titrasi dengan larutan KMnO4 0. Dipanaskan larutan pada suhu mendekati titik didih.040 gram Analisa Kandungan SO3 . Diencerkan hingga 200 mL. dilanjutkan titrasi hingga warna tersebut tidak kurang-kurangnya selama 10 detik. Kemudian dicuci kertas saring 5 kali dengan air panas. Penentuan Kadar SO3 1. Perhitungan a. Jika warna merah muda tidak tampak. Kemudian diteteskan ±10 tetes H2SO4 (1+1) mengelilingi tepi bagian atas dari kertas saring. B. melalui perhitungan penentuan kadar CaO maka diketahui bahwa rendemen kadar CaO dalam sampel semen Portland sebesar 73.256 – 23.256 gram = 23. dan ditambahkan 10 mL H2SO4 (1+1).306 gram = 23. Sedangkan.67 %.306 gram = ( 23. Kemudian ditambahkan kertas saring yang berisi endapan dan merendamnya. b. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kandungan CaO semen Portland hampir sesuai dengan literatur.

Sampel tersebut kemudian dipindahkan ke dalam gelas kimia secara kuantitatif dan ditambahkan 25 ml air dingin dengan menggunakan gelas ukur 100 ml ke dalam gelas kimia tersebut. Sambil dicampurkan. Kemudian larutan dipanaskan dalam lemari asam dengan menggunakan penangas dan dihancurkan hingga rata dengan ujung batang pengaduk agar semen terurai sempurna. larutan diaduk kuatkuat dengan batang pengaduk dan ditambahkan 5 ml HCl pekat dalam lemari asam. Larutan tersebut kemudian didigest selama 15 menit dalam gelas kimia pada suhu hampir mendidih menggunakan penangas air supaya pelarutan semua ion berjalan lebih cepat. Langkah berikutnya adalah mengencerkan larutan hingga volumenya 50 ml dengan aquades menggunakan gelas ukur.04 x 34.Presentase SO3 dapat dihitung melalui persamaan berikut dengan ketelitian sebagai berikut: % SO3 = W x = Wx x 100 % x 100 % = 0.343) dikalikan 100% 2. Analisa Prosedur Sampel semen ditimbang sebanyak 1.3 adalah perbandingan molekul SO3 terhadap BaSO4 (0. larutan disaring dengan menggunakan kertas saring dan dicuci residunya dengan air panas.372 % Dimana: W adalah massa (dalam gram) BaSO4 terhadap sampel 34. Hal ini dikarenakan endapan merupakan SiO2 yang tidak larut sedangkan filtratnya mengandung SO3 dan ion logam lainnya. Pembahasan a. Hal ini dilakukan untuk melarutkan semua ion yang terlarut pada semen kecuali SiO2.3 = 1. Filtrat dari residu tersebut kemudian diencerkan hingga 250 ml dalam gelas kimia 250 ml dan dipanaskan hingga mendidih dalam gelas kimia dengan menggunakan alat .00 gram dalam gelas arloji dengan menggunakan neraca analitik. Selanjutnya.

lemak. atau pelarut. Pendidihan dilakukan untuk mempercepat reaksi pembentukan endapan BaSO4. Hal ini dilakukan untuk mengetahui berat endapan BaSO4 yang terbentuk dan kertas saring akan menjadi abu yang massanya nanti dapat di abaikan. Kertas saring dan isinya kemudian ditempatkan dalam krusibel yang telah ditimbang pada neraca analitik.73 % dengan kadar maksimal sebesar 2. Krusibel kemudian dipanaskan pada suhu 8009000C dalam tanur. minyak. Kemudian larutan tersebut disaring melalui kertas saring bebas abu dan endapan BaSO4 yang terbentuk dicuci dengan air panas. Larutan tersebut selanjutnya didigest selama 3 jam pada suhu yang hampir mendidih dengan menggunakan alat penangas air. pada literatur ditemukan bahwa rendemen SO3 adalah rata – rata sebesar 1.04g. Sedangkan. Semen belerang sangat tahan terhadap garam dan asam yang tak mengoksidasi.penangas air. Jika tidak. Volume larutan tersebut dijaga antara 225-260 ml dan ditambahkan air jika diperlukan.26% dan minimal sebesar 0. Melalui perhitungan penentuan kadar SO3 maka diketahui bahwa rendemen kadar SO3 dalam sampel semen Portland sebesar 1.82%. . Fungsi senyawa SO3 behubungan dengan kalor hidrasi. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut: HCl + SO3 + H2O → H2SO4 H2SO4 + BaCl2 → BaSO4(s) b. Kemudian ditambahkan perlahan-lahan tetes demi tetes 10 ml BaCl2 panas (100 gram/L) agar terbentuk endapan BaSO4 dan dilanjutkan pendidihan hingga endapan terbentuk sempurna. Kemudian didinginkan dalam desikator selama 15 menit dan ditimbang dengan neraca analitik hingga mendapatkan berat konstan. beton yangbersentuhan dengan air akan terserang dan cepat rusak.372 %. tetapi tidak boleh dipakai apabila terdapat alkali. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kandungan SO3 semen Portland hampir sesuai dengan literatur. Analisa Hasil Setelah melakukan p‚ cob³an dan rÜrhi~>ngan terhadap kandungan SO3 dalam sampel semen Portland diketahui bahwa massa endapan BaSO4 yang didapatkan adalah sebesar 0. Produk hidrasi mempunyai kelarutan yang rendah terhadap air.

372 %. sedangkan pada literatur sebesar maksimum 2. untuk kadar SO3 dalam semen Portland berdasarkan metode gravimetri diketahui bahwa kadarnya sebesar 1.BAB V PENUTUP Setelah melakukan beberapa metode untuk penentuan kadar CaO dan SO3 maka dapat diketahui bahwa kandungan CaO berdasarkan metode volumetric dalam semen Portland sebesar 73.67% sedangkan pada literatur diketahui standar CaO sebesar 80 %. . Sedangkan. Sehingga dari kedua parameter ini dapat disimpulkan bahwa semen Portland bermerk Semen Holcim memiliki kandungan Cao dan SO3 yang sesuai dengan SNI sehingga baik digunakan untuk penggunaan konstruksi bangunan dan manufaktur.5 %.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->