P. 1
Nuclear Magnetic Resonance

Nuclear Magnetic Resonance

|Views: 529|Likes:
Published by HaeNee Fishylover

More info:

Published by: HaeNee Fishylover on Jun 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/22/2015

pdf

text

original

Nuclear Magnetic Resonance (NMR

)

NMR atau RMI adalah studi struktur molekul melalui pengukuran hasil interaksi medan elektromagnetik pada daerah frekuensi radio dengan sejumlah inti yang diletakkan di dalam medan magnet eksternal yang kuat. Inti-inti ini merupakan bagian dari atom yang menyusun molekul. Suatu spektrum NMR dapat menyediakan informasi mengenai struktur molekul yang mungkin mustahil ditentukan dengan metode lain.

A. Pendahuluan
Sebelum era 1950 para ilmuwan khususnya yang berkecimpung dalam bidang kimia organik mersakan kurang puas terhadap apa yang telah dicapai dalam analisis instrumental. Kekurangpuasan mereka terutama dari segi analisis kuantitatif, penentuan struktur dan gugus hidrokarbon yang dirasa banyak memberikan informasi. Pada waktu itu dirasa perlu menambah anggota teknik spektroskopi untuk tujuan lebih banyak memberikan informasi gugus hidrokarbon dalam molekul. Dua orang ilmuwan dari USA pada tahun 1951 yaitu Felix Bloch dan Edwardo M. Purcell (dari Harvard university) menemukan bahwa inti atom terorientasi terhadap medan magnet.

Selanjutnya menurut Bloch dan Purcell setiap proton di dalam molekul yang sifat kimianya berbeda akan memberikan garis-garis resonansi orientasi magnet yang diberikan berbeda. Bertolak dari penemuan ini lahirlah metode baru sebagai anggota baru teknik soektroskopi yang diberi nama “Nuclear Magnetic Resonance (NMR)”. Para ilmuwan di Indonesia mempopulerkan metode ini dengan nama spektrofotometer Resonansi Magnet Inti (RMI). Spektrofotometri RMI sangat penting artinya dalam analisis kualitatif, khususnya dalam

Meskipun banyak jenis nuclei yang berbeda akan menghasilkan spektrum. Frekuensi dari beberapa resonansi utama pada spektrum NMR menunjukkan perubahan kimia. Spektrum RMI akan mampu menjawab beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan inti atom yang spesifik seperti: - Gugus apa yang dihadapi? Di mana lokasinya gugus tersebut dalam molekul? Beberapa jumlah gugus tersebut dalam molekul? Siapa dan dimana gugus tetangganya? Bagaimana hubungan gugus tersebut dengan tetangganya? Hasil spektoskopi RMI seringkali merupakan penegasan urutan gugus atau susunan atom dalam satu molekul yang menyeluruh. kemurnian dari komponen.penentuan struktur molekul zat organik. Nuclear Magnetic Resonance (NMR) adalah salah satu metode analisis yang paling mudah digunakan pada kimia modern. Ini sangat penting untuk menduga bagian dari spektrum NMR yang mengandung informasi tentang lingkungan masing-masing atom hidrogen dan struktur dari . dan arah reaksi kimia sebagaimana hubungan komponen dalam larutan yang dapat mengalami reaksi kimia. nuclei hidrogen (H) secara histori adalah salah satu yang paling sering diamati. Pada spektrum hidrogen NMR menghadirkan beberapa resonansi yang menjelaskan pertama bahwa molekul yang dipelajari mengandung hidrogen. Spektrokopi NMR khususnya digunakan pada studi molekul organik karena biasanya membentuk atom hidrogen dengan jumlah yang sangat besar. Kedua. NMR digunakan untuk menentukan struktur dari komponen alami dan sintetik yang baru. jumlah pita dalam spektrum menunjukkan bagaimana beberapa posisi yang berbeda pada molekul dimana hidrogen melekat/menempel.

NMR berhubungan dengan sifat magnet dari inti atom. Penggabungan ini merupakan perputaran fungsi jarak melintasi ikatan dan geometri molekul. ISI Sesuai dengan namanya. IR adanya transisi vibrasional. Struktur kompleks pita-pita dapat mengandung informasi tentang jarak yang memisahkan beberapa atom hidrogen yang melewati ikatan kovalen dan penyusun spasial atom hidrogen yang melekat pada molekul. dengan catatan sampel pada kondisi tertentu. maka dalam NMR. negara reaksi. Spektroskopi NMR adalah teknik penelitian yang memanfaatkan sifat magnetik inti atom tertentu untuk menentukan sifat fisik dan kimia dari atom atau molekul di mana mereka yang terkandung. ini menjelaskan jumlah atom hidrogen yang relatif yang keluar pada masing-masing posisi pada molekul yang diperoleh. inti dengan paling tidak jumlah proton atau neutronnya ganjil) dapat dianggap sebagai magnet kecil. Jadi pada sampel yang diberi radiasi elektromangetik daerah radio tersebutlah yang akan muncul berbagai frekuensi puncak absorbsi yang apabila di plot versus intensitas puncak akan memberikan suatu spektrum NMR. apabila UV mengabsorbsi energi pada panjang gelombang UV-VIS sehingga terjadi transisi elektron. Dalam kasus molekul kecil. sampel pada kondisi tertentu akan mengabsorbsi radiasi elektromagnetik daerah radio. Struktur kompleks pita NMR pada mulanya spin coupling diantara beberapa atom hidrogen. Informasi ketiga bahwa sebuah spektrum NMR menentukan perbandingan luas/daerah pita yang berbeda. Inti seperti proton (1H atau H-1) dan inti karbon- . B. 2) Prinsip Banyak inti (atau lebih tepat. Spektroskopi NMR pada dasarnya merupakan spektroskopi absorbsi. dinamika. pada frekuensi –frekuensi yang tergantung sifat – sifat sampel. Struktur dasar menunjukkan pembungkusan atau penggabungan molekul yang memiliki ikatan yang panjang. pita yang kompleks mungkin disimulasikan tepat dengan perhitungan mekanika kuantum atau didekati menggunakan mekanika kuantum yang sesuai dengan aturan. 1) Pengertian NMR Spektroskopi NMR (Nuclear Magnetic Resonance) merupakan salah satu jenis spektroskopi frekuensi radio yang didasarkan pada medan magnet yang berasal dari spin inti atom yang bermuatan listrik. seperti struktur spiral DNA.komponen yang dipelajari. termasuk struktur dasarnya. Spektroskopi NMR adalah salah satu cabang dari spektroskopi absorbsi yang menggunakan radiasi frekuensi gelombang radio untuk menginduksi terjadinya transisi antara dua tingkat energi spin suatu inti yang mempunyai momen magnetik inti bukan nol. dan lingkungan kimia dari molekul. Hal ini bergantung pada fenomena resonansi magnetik nuklir dan dapat memberikan informasi rinci tentang struktur.

Proses mengeksitasi inti dalam medan magnetik akan mengabsorbsi energi (resonansi) disebut nuclear magnetic resonance (NMR). Secara prinsip. Perubahan ini disebut pergeseran kimia.6752 x 108 kg-1 s A (A= amper) Bila sampel disinari dengan gelombang elektromagnetik ν yang berkaitan dengan perbedaan energi ∆E. energi yang berkaitan dengan inti ini terkuantisasi. yaitu: tingkat yang sedikit agak lebih stabil (+) dan keadaan yang kurang stabil (-) yang energinya berbeda. Bila sampel yang mengandung 1H atau 13C atau bahkan semua senyawa organik. Perbedaan energi antara dua keadaan diberikan oleh persamaan sebagai berikut: ∆E = γhH/2π Keterangan: H : Kuat medan magnet luar (yakni magnet spektrometer) h : Tetapan Planck γ : Tetapn khas bagi jenis inti tertentu. adalah 2. ditempatkan dalam medan magnet. yakni: ∆E = hν inti dalam keadaan (+) mengabsorbsi energi ini dan tereksitasi ke tingkat energi (-). 1 T = 23490 Gauss). disebut dengan rasio giromagnetik dan untuk proton nilainya 2. Karbon -12 (12C). Nilai frekuensi ini di daerah gelombang mikro. Karena adanya interaksi ini. kelimpahan alaminya sekitar 1%). yang dijadikan standar penentuan massa. Namun. magnet kecil akan terbagi atas dua tingkat energi. . frekuensi gelombang elektromagnetik yang diserap ditentukan oleh kekuatan magnet dan jenis inti yang diamati.3490 T (tesla. akan timbul interaksi antara medan magnet luar dengan magnet kecil (inti). tidak bersifat magnet. artinya tidak kontinyu. perubahan kecil dalam frekuensi diinduksi oleh perbedaan lingkungan kimia tempat inti tersebut berada. Karena dunia inti adalah dunia mikroskopik.13 (13C atau C-13. ν yang diamati sekitar 1 x 108 Hz = 100 MHz. ν = γH/2π Bila kekuatan medan magnet luar. Frekuensi gelombang elektromagnetik yang diabsorbsi diungkapkan sebagai fungsi H. yakni magnet spektrometer.

Magnet b).. 19F. 13C. contoh : 1H. Bilangan kuantum spin = ½ d. Perekaman f). Berputar c. Prinsip kerja spektroskopi NMR Metode spektroskopi jenis ini didasarkan pada penyerapan energi oleh partikel yang sedang berputar di dalam medan magnet yang kuat. NMR bermacam-macam ragamnya. 11B.5 m atau pada frekuensi 4-600 MHz. 31P. Bentuk bulat b. Sumber frekuensi radio d). Instrumen NMR terdiri atas komponen-komponen utama berikut: a). yang bergantung pada jenis inti yang diukurnya. Jumlah proton dan netron ganjil. Generator medan magnet untuk sweeping c). Jumlah dan tempat proton dalam molekul senyawa organik menentukan bentuk spektrum yang dihasilkan. Energi yang dipakai dalam pengukuran dengan metode ini berada pada daerah gelombang radio 75-0. 19F. Pada umumnya metode ini berguna sekali untuk mengidentifikasi struktur senyawa / rumus bangun molekul senyawa organik. Detektor sinyal e). misalnya NMR 1H. 13C. Tempat sampel dan kelengkapannya Gambar alat NMR . Inti yang dapat diukur dengan NMR yaitu : a.

Elektromagnit memerlukan sistem pendingin. 46 Untuk alat 60 MHz (proton).  Detektor sinyal : sinyal frekuensi radio yang dihasilkan oleh inti yang beresolusi dideteksi dengan kumparan yang mengitari sampel dan tegak lurus terhadap sumber.4 ml. Senyawa pembanding biasanya tetrametilsilan (TMS). medan efektif dapat diubah-ubah dengan perbedaan sekitar 10-3 gauss.  Tempat sampel dan probe: tempat sampel merupakan tabung gelas berdiameter 5mm dan dapat diisi cairan sampai 0. Untuk NMR beresolusi tinggi. Suatu oskilator yang tetap sebesar 60. Detector dan kumparan penerima diorientasikan pada 90º. Sinyal listrik yang dihasilkan lemah dan biasanya dikuatkan dulu sebelum dicatat. sampel tidak boleh terlalu kental. elektromagnit yang banyak di pasaran mempunyai frekuensi 60. Pelarut – pelarut berdeuterium juga sering digunakan seperti CDCl3 atau C6D6. sedang pada tipe internal senyawa pembanding larut bersama-sama sampel. 90 dan 100 MHz untuk proton. dapat berupa tipe pengunci eksternal atau internal. Perubahan medan ini disinkronisasikan secara linier dengan perubahan waktu. NMR bersolusi tinggi dan bermagnit superkonduktor dengan frekuensi proton beresolusi tinggi dan bermagnit superkonduktor dengan frekuensi proton 470 MHz. sumber frekuensi penyapu dan kumparan detector dengna sel pembanding. Untuk F19. diperlukan sapuan frekuensi sebesar 10 KHz. . Termostat yang baik diperlukan karena magnit bersifat peka terhadap temperatur. Pada tipe eksternal wadah senyawa pembanding dengan senyawa sampel berada pada tempat terpisah. range sapuannya adalah 235 10-3 gauss.  Rekorder: pencatat sinyal NMR disinkronisasikan dengan sapuan medan. ini sesuai dengan frekuensi oskilator antara 30-60 MHz. Magnit permanen mempunyai kuat medan 7046-14002 G. CCl4 .  Sumber frekuensi radio : sinyal frekuensi oskilasi radio (transmiter) disalurkan pada sepasang kumparan yang possinya 90º terhadap jalar dan magnit. Resolusi akan bertambah dengan kenaikkan kekuatan medannnya.Cara kerja dari masing-masing komponen peralatannya:  Magnit: akurasi dan kualitas suatu alat NMR yang tergantung pada kekuatan magnitnya. Probe sampel menggelilingi tabung sampel pada ratusan rpm dengan sumbu longitudinal. Luas puncak dapat digunakan untuk menentukan jumlah relatif inti yang mengabsorpsi.  Generator Medan magnet penyapu : suatu pasangan kumparan terletak sejajar terhadap permukaan magnet. C13. Dengan memvariasikan arus searah melalui kumparan ini. digunakan untuk mengubah medan magnit pada suatu range yang sempit. Biasanya digunakan konsentrasi larutan 2-15%. Pelarut yang baik unutk NMR sebaiknya tidak mengandung proton seperti CS2. Pengaruh fluktuasi medan dapat diatasi dengan sistem pengunci frekuensi. 90 atau 100 MHz digunakan dalam NMR beresolusi tinggi. rekorder mengendalikan laju sapuan spektrum. bila medan magnitnya homogen elektromagnit dan kumpaaran superkonduktor (selenoids). Probe sampel terdiri atas tempat kedudukan sampel.

. dan untuk membawa hidrogen ini kembali ke kondisi resonansinya. pergeseran kimia diungkapkan sebagai nilai relatif terhadap frekuensi absorpsi Tetra Metil Silan standar (CH3)4Si. pergeseran kimia yang terlibat hanya bervariasi sangat kecil. Pergeseran kimia memiliki simbol δ. diantaranya: - - TMS mempunyai 12 atom hidrogen yang semuanya memiliki lingkungan kimia yang sama. Pergeseran kimia tiga jenis proton dalam etanol CH3CH2OH adalah sekitar 105.9 x 108Hz (90 MHz).3) Pergeseran Kimia Pergeseran kimia adalah pemisahan frekuensi resonansi suatu inti dari frekuensi resonansi suatu standar.25 dan 490 Hz bila direkam dengan spektrometer dengan magnet 2 1140 T (90 MHz) (Gambar 1(a)). Mereka terikat oleh atom yang sama dengan cara yang sama sehingga tidak hanya menghasilkan puncak tunggal tetapi juga puncak yang kuat karena adanya banyak atom hidrogen. medan magnetnya harus ditingkatkan Dalam spektroskopi 1H NMR. Ini artinya inti hidrogen lebih terlindungi dari medan magnet luar. yang dinyatakan sebagai bagian tiap juta (ppm) dari frekuensi radio yang digunakan. biasanya TMS (Tetra Metil Silan) (CH3)4Si. Hidrogen pada senyawa ini lebih terlindungi dibandingkan pada senyawa lain karena adanya elektron-elektron ikatan C-H. Karena frekuensi absorpsi proton adalah 0. TMS dipilih sebagai standar karena beberapa alasan.

seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1. proton yang berbeda dalam molekul beresonansi pada frekuensi yang sedikit berbeda. nilai δ proton dalam rentang 0-10 ppm. intensitas signal terintegrasi sebanding dengan jumlah inti yang relevan dengan signalnya. maka nilainya dikalikan dengan 106. Kita harus sadar bahwa Hz yang muncul dipembilang dan penyebut persamaan di atas dan oleh karena itu saling meniadakan. Frekuensi resonansi (frekuensi absorpsi) proton (atau inti lain) sebanding dengan kekuatan magnet spektrometer. Untuk lebih lanjut. Penemuan pergeseran kimia memberikan berbagai kemajuan dalam kimia. skala δ yang tidak bergantung pada kekuatan medan magnet. Jadi nilai δ diungkapkan dalam satuan ppm. Pergeseran kimia dapat dianggap sebagai ciri bagian tertentu struktur. Nilai δ tiga puncak etanol pada gambar 1 adalah 1. dikenalkan. Hal ini akan sangat membantu dalam penentuan struktur senyawa organik. 1H spektra NMR etanol CH3CH2OH (a) spektrum resolusi rendah.Gambar 1. Karena kedua hal ini pergeseran frekuensi dan frekuensi resonansi dasar secara langsung proporsional dengan kekuatan medan . Karena nilai ∆ν/ν tersebut kecil. Nilai δ didefinisikan sebagai berikut: δ = (∆ν/ν) x 106 (ppm) ∆ν perbedaan frekuensi resonansi (dalam Hz) inti yang diselidiki dari frekuensi standar Tetra Metil Silan dan ν frekuensi (dalam Hz) proton ditentukan oleh spektrometer yang sama. Untuk mencegah hal ini. Tergantung pada lingkungan kimia lokal. Misalnya. Sejak itu spektroskopi NMR telah menjadi alat yang paling efektif untuk menentukan struktur semua jenis senyawa. Untuk sebagian besar senyawa. Garis bertangga adalah integral intensitas absorpsi. 3. pergeseran kimia proton dalam gugus metil sekitar 1 ppm ataupun struktur bagian lainnya.6 dan 5.4. (b) resolusi tinggi. Perbandingan data spektrum akan sulit jika spektrum yang didapat dengan magnet berbeda kekuatannya. dalam hal spektra 1H NMR.15.

pergeseran ini dikonversi menjadi nilai bidang independen berdimensi yang dikenal sebagai pergeseran kimia. Atom-atom deuterium mempunyai sifat-sifat magnetik yang sedikit berbeda dari hidrogen. sehingga pergeseran kimia umumnya dinyatakan dalam bagian per juta (ppm) [1]. yang tidak mengandung hidrogen. signal CH3. 4) Kopling Spin-spin Tingkat energi inti atau magnet-magnet sangat kecil yakni proton. Anda dapat menggunakan pelarut seperti tetraklorometana. Spektra yang menunjukkan pembelahan kopling spin-spin ini disebut spektra . (Untuk. Konversi dari data mentah untuk informasi ini disebut menetapkan spektrum. Untuk mendeteksi perbedaan frekuensi kecil seperti medan magnet yang diterapkan harus konstan seluruh volume sampel. Contoh pergeseran kimia: spektrum NMR menunjukkan puncak hexaborane B6H10 bergeser dalam frekuensi. Pergeseran kimia dilaporkan sebagai ukuran relatif dari beberapa frekuensi resonansi referensi. Ada dua cara untuk mencegah gangguan oleh pelarut. dibandingkan dengan frekuensi fundamental NMR 100 MHz. karena adanya atom hidrogen pada pelarut akan mengganggu puncak-puncak spektrum. Sebuah kelompok CH3 khas memiliki pergeseran sekitar 1 ppm. Semua spektrum RMI pada bagian ini menggunakan CDCl3 sebagai pelarut.) Perbedaan antara frekuensi sinyal dan frekuensi referensi dibagi oleh frekuensi dari sinyal referensi untuk memberikan pergeseran kimia . Contoh pelarut untuk spektroskopi RMI: Pelarut yang digunakan tidak boleh mengandung atom hidrogen. Selain itu. pergeseran kimia dapat digunakan untuk mendapatkan beberapa informasi tentang struktur molekul dalam sampel. sehingga mereka akan menghasilkan puncak pada area spektrum yang berbeda. satu untuk kelompok CH2 dan satu untuk gugus OH. orang akan berharap tiga sinyal tertentu pada tiga shift kimia tertentu: satu untuk kelompok CH3. untuk spektrum 1H-NMR untuk etanol (CH3CH2OH). Pergeseran frekuensi sangat kecil dibandingkan dengan frekuensi NMR mendasar. Bila spektrum 1H NMR etanol diukur dengan kondisi lebih baik. tingkat-tingkat energi ini membelah lebih lanjut karena interaksi dengan inti tetangganya. terbelah menjadi keadaan berenergi tinggi dan rendah. TMS (Tetra Metil Silan) umumnya digunakan sebagai referensi. Pembelahan ini sangat kecil tetapi akan memiliki akibat yang penting. sebagai contoh CDCl3 sebagai ganti CHCl3. deuterium. CCl4. Dengan memahami lingkungan kimia yang berbeda.dan CH2tebelah menjadi multiplet (Gambar 1(b). Resolusi tinggi spektrometer NMR menggunakan shims untuk menyesuaikan homogenitas medan magnet untuk bagian per miliar (ppb) dalam volume dari beberapa sentimeter kubik. Sebuah pergeseran frekuensi mungkin khas 100 Hz. yang memberikan petunjuk dengan struktur molekul. Pada Pembelahan ini hanya tergantung pada interaksi inti-inti.magnet. dan 29Si. inti 1H 13C. atau anda dapat menggunakan pelarut yang atom-atom hidrogennya telah diganti dengan isotopnya. Misalnya. sebuah CH2 dilampirkan ke OH memiliki pergeseran sekitar 4 ppm dan OH memiliki pergeseran sekitar 23 ppm tergantung pada pelarut yang digunakan. Pembelahan ini karena adanya kopling spin-spin antar proton.

Beberapa informasi yang paling berguna untuk penentuan struktur dalam spektrum NMR satu dimensi berasal dari kopling J-kopling atau skalar (kasus khusus kopling spin-spin) antara inti NMR aktif. Misalnya. yang mengarah ke pola membelah lebih kompleks. . Dalam spektrum yang lebih kompleks dengan beberapa puncak di pergeseran kimia yang sama atau dalam spektrum inti selain hidrogen. Long-range kopling selama lebih dari tiga obligasi sering dapat diamati dalam siklik dan senyawa aromatik. Demikian pula. Kopling ini muncul dari interaksi spin negara yang berbeda melalui ikatan kimia dari molekul dan hasil pemisahan signal NMR. Kopling untuk berputar tambahan akan menyebabkan belahannya lebih lanjut dari masing-masing komponen. Kopling dikombinasikan dengan pergeseran kimia dan integrasi untuk proton memberitahu kita tidak hanya tentang lingkungan kimia inti. Kopling ini memberikan wawasan yang rinci ke dalam konektivitas atom dalam molekul. memiliki pergeseran kimia yang sama tidak memiliki efek spektrum NMR dan kopling antara inti yang jauh. Sedang spektra yang tidak menunjukkan pembelahan ini disebut spektra resolusi rendah. Kopling untuk setara n (spin ½) inti membagi signal ke dalam multiplet n +1 dengan rasio intensitas berikut segitiga Pascal.resolusi tinggi. tetapi juga jumlah inti NMR tetangga aktif dalam molekul. Perhatikan bahwa kopling antara inti yang secara kimiawi sama yaitu. biasanya lebih dari 3 obligasi terpisah untuk proton dalam molekul fleksibel. tetapi pertukaran antarmolekul proton hidroksil asam sering menghasilkan hilangnya informasi kopling. dua proton CH2 juga akan dibagi lagi menjadi doublet untuk membentuk doublet dari kuartet oleh proton hidroksil. kelompok CH3 dibagi menjadi triplet dengan rasio intensitas 01:02:01 oleh dua proton CH2 tetangga. CH2 dibagi menjadi kuartet dengan rasio intensitas 1:3:3:1 oleh tiga tetangga CH3 proton. misalnya multiplet kopling spin yang berbeda untuk dua ½ inti dengan konstanta kopling secara signifikan berbeda akan menyebabkan doublet dari doublet. Pada prinsipnya. dalam spektrum proton untuk etanol. biasanya terlalu kecil menyebabkan belahannya diamati.

Contoh Gambar Spektrum NMR .

.

KIMIA ANALITIK LANJUT “Nuclear Magnetic Resonance (NMR)” Oleh : Zefania N. Mamahit 09 302 347 Ilmu Kimia Semester VI Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNIVERSITAS NEGERI MANADO 2012 .

edu/faculty/reusch/VirtTxtJml/Spectrpy/nmr/nmr1. Dasar-Dasar Kimia Organik.wordpress. and Joan S.blogspot.html http://ebenbohr.wordpress.DAFTAR PUSTAKA Fessenden.com/2012/02/magnetic-resonance-imaging-mri-apa-arti.html http://belajarkimia11.blogspot.html http://www. 7 April 2012 .htm http://teaching.com/doc/73537042/Modul-Kuliah-Fakultas-Farmasi-Universitas-Sanata-DharmaYogyakarta-Spektroskopi-Uv-Vis-Spektro-Fluorometri-Nmr-Ms-Dan-Elusidasi-Struktur#download http://chicamayonnaise.html http://berburudengangema.scribd. Binarupa Aksara.chem-is-try.scribd.chemistry.com/2011/07/12/pinsip-dasar-spektroskopi-nmr/ http://www.htm http://www. Ralph J.uk/analysis/nmrmenu.msu.com/2012/01/spektroskopi-resonansi-magnet-inti-rmi. Fessenden.com/2012/01/spektroskopi-nuklear-magnetic-resonance.com/doc/57577962/46032623-SPEKTROSKOPI-NMR diakses pada Sabtu.html http://wanibesak.shu.blogspot.com/2011/09/nuclear-magnetic-resonance-nmr_20.org/materi_kimia/kimia_dasar/struktur-material/spektroskopi-nmr/ http://www2.html http://www. 2010.co.babehedi.chemguide.uk/hwb/chemistry/tutorials/molspec/nmr1.com/2010/03/spektrometer-resonansi-magnetik-inti.ac. Tangerang Sumber dari Internet : http://www..com/38-resonansi-magnetik/ http://itheng.blogspot.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->