Hubungan Antara Motivasi Kerja dengan Prestasi Kerja Karyawan di Jurnal Bogor

Posted by kolokium kpm ipb pada 3 April 2009

MAKALAH KOLOKIUM Nama Pemrasaran/NRP : Edu Dermantio IN/ I34050795 Departermen : Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Pembahas : Nur Ahmad Azizul Furqon/I34051448 Dosen Pebimbing/NIP : Dr. Ir. Pudji Muljono M.Si/131 841 726 Judul Rencana Penelitian : Hubungan Antara Motivasi Kerja dengan Prestasi Kerja Karyawan di Jurnal Bogor Tanggal dan Waktu : Selasa 7 April 2009 I. PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang

Pembangunan nasional yang dilakukan oleh bangsa Indonesia adalah pembangunan manusia seutuhnya yang bertujuan untuk mewujudkan suatu masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Sumberdaya manusia yang mampu, cakap, dan terampil serta memiliki keinginan untuk bekerja dengan giat dalam usaha mencapai hasil kerja yang optimal merupakan modal penting perusahaan di dalam suatu perusahaan. Mengacu pada kondisi di atas, penting bagi pihak perusahaan untuk dapat mengelola sumberdaya manusianya melalui manajemen yang baik dengan memberikan kesempatan karyawan untuk maju sehingga karyawan akan mendapatkan kepuasan tersendiri dalam bekerja. Hal ini dapat dijadikan acuan dalam mengaktifkan motivasi kerja karyawan agar dapat bekerja dengan giat untuk meningkatkan prestasi kerja karyawan dalam rangka mencapai tujuan perusahaan serta menjaga eksistensi perusahaan. Kemajuan perusahaan juga tidak terlepas dari manajemen perusahaan dalam menggunakan sumberdaya berupa material maupun finansial sebagai sarana pencapaian tujuan yaitu mensejahterakan anggotanya.

Jurnal Bogor merupakan perusahaan yang bergerak di bidang media cetak yaitu koran harian. Perusahaan ini memberikan beragam informasi kepada khalayak luas khususnya di wilayah Bogor. Dalam menjalankan aktivitas perusahaan, para karyawan menjalankan tugas dan kewajibannya secara tepat sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga Jurnal Bogor dapat memenuhi kebutuhan pelanggan atau pembaca. Masalah yang kemudian timbul ialah motivasi kerja menyebabkan pelaksanaan kerja dan pencapaian prestasi yang lebih baik atau sebaliknya. Sehubungan dengan hal itu maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian lebih jauh terhadap hubungan antara motivasi kerja dengan prestasi kerja karyawan Jurnal Bogor. 1.2 Perumusan Masalah Perusahaan tidak saja mengharapkan sumberdaya manusia yang dimiliki itu terampil, tetapi juga dapat bekerja dengan giat dan dapat mencapai hasil yang telah ditentukan oleh perusahaan. Kemampuan dan kecakapan serta keterampilan tidak berarti jika sumberdaya manusia tersebut tidak mempunyai semangat kerja yang tinggi. Suatu perusahaan perlu memperhatikan aspek manajemen sumberdaya manusia terutama aspek motivasi kerja. Manajer perusahaan harus menyadari pemberian motivasi merupakan faktor yang menentukan dalam usaha peningkatan kinerja dan produktivitas karyawan pada perusahaan, sehingga manajer merasa perlu memberikan dorongan motivasi yang tepat, guna memperbaiki manajemen mutu perusahaan dan segera mencari tahu tentang berbagai kebutuhan dan harapan yang dapat meningkatkan kepuasan kerja, serta dapat memotivasi mereka untuk bekerja maksimal mencapai tujuan perusahaan Berdasarkan hal tersebut di atas, maka masalah yang dapat dirumuskan berkaitan dengan motivasi kerja karyawan dan prestasi kerja karyawan adalah sebagai berikut:
1.
2. 3. Bagaimana tingkat motivasi kerja karyawan Jurnal Bogor selama ini? Bagaimana pencapaian prestasi kerja karyawan Jurnal Bogor selama ini? Bagaimana hubungan antara motivasi kerja karyawan dengan prestasi kerja karyawan tersebut?

1.3 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk:

1. Mengkaji tingkat motivasi kerja karyawan Jurnal Bogor selama ini. 2. Mengkaji prestasi kerja yang dicapai karyawan Jurnal Bogor selama ini.

Freeman (1994) menyatakan bahwa manajemen sumber daya manusia mencakup tujuh kegiatan dasar yaitu perencanaan sumber daya manusia. demosi. 1. Sedangkan rumusan yang menekankan bahwa manajemen sumber daya manusia merupakan suatu seni. pengarahan serta pengendalian dari pengadaan.1 Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Mangkuprawira (2003) mendefinisikan sumber daya manusia sebagai unsur produksi yang unik dibanding dengan unsur produksi lainnya.1 Tinjauan Pustaka 2. karyawan. dan penilaian. dan masyarakat (Hasibuan. II. pelatihan serta pengembangan.1. integrasi. dan pemeliharaan tenaga kerja untuk tujuan membantu atau menunjang tujuan orang. mengandung arti bahwa dalam mencapai tujuan yang diinginkan (organisasi). responsif. pengorganisasian.F dan R.3. Sedangkan Stoner. Mengkaji hubungan antara motivasi kerja dengan prestasi kerja karyawan Jurnal Bogor. Manajemen sumber daya manusia merupakan suatu ilmu yang mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan membantu terwujudnya tujuan perusahaan. pelatihan. Disamping itu melalui penulisan ini diharapkan dapat menambah wawasan penulis mengenai aspek-aspek sumberdaya manusia. Manajemen sumber daya manusia adalah suatu penerapan fungsi-fungsi manajemen yaitu fungsi-fungsi perencanaan. J.A. memiliki emosi. Dengan demikian memanfaatkan manusia sebagai unsur produksi tidak dapat didekati daripendekatan mekanis. sosialisasi. pemberian kompensasi. dan sosial. rekrutmen. individu. PENDEKATAN TEORITIS 2. promosi. . pemindahan. meliputi perekrutan. Flippo (1994) mendefinisikan manajemen sumber daya manusia adalah perencanaan. Manusia tidak dapat dipandang sebagai makhluk yang pasrah dan akan menerima segala sesuatu tindakan yang dikenakan padanya. pengembangan. dan pengendalian.4 Kegunaan Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk memberikan bahan masukan dan pertimbangan bagi pihak manajemen dalam mengambil langkah-langkah yang efektif dalam pemenuhan kepuasan kerja karyawan serta peningkatan motivasi kerja karyawan guna pencapaian tujuan perusahaan. Dikatakan unik karena memiliki unsur kepribadian yang aktif. pengorganisasian.E. penilaian prestasi. seleksi. dan pemutusan hubungan kerja (PHK). 2001). disamping sebagai ilmu. pengimbalan. penentuan staf serta kepemimpinan. Dessler (1997) menyatakan bahwa manajemen sumber daya manusia merupakan serangkaian kebijakan dan praktik yang dibutuhkan seseorang untuk menjalankan aspek “orang” atau sumber daya manusia dari posisi seorang manajemen. penyaringan. Berdasarkan beberapa pendapat ahli diatas pada prinsipnya memiliki perumusan yang sama terhadap pengertian manajemen sumber daya manusia. dan kritis terhadap setiap fenomena yang dihadapinya.

pengalaman.2 Prestasi Kerja Karyawan Prestasi kerja adalah hasil pelaksanaan suatu pekerjaan. dan kesungguhan serta waktu. setiap anggota yang berfungsi sebagai bawahan perlu dinilai hasilnya setelah tenggang waktu tertentu melalui suatu program (Istijanto. kemampuan dan penerimaan atas penjelasan delegasi tugas. 2. sering dikatakan bahwa manajemen adalah seni mempengaruhi orang lain (bawahan).1. Suprihanto (2006) mengatakan bahwa pada dasarnya prestasi kerja adalah hasil kerja seseorang dalam periode tertentu dibandingkan dengan berbagai kemungkinan misalnya standar. yaitu kemampuan dan minat seorang pekerja. Dalam melaksanakan tugasnya. Bernardin dan Russel diacu dalam Ruky (2006) mendefinisikan prestasi sebagai suatu catatan tentang hasil-hasil yang diperoleh dari fungsi-fungsi pekerjaan tertentu selama kurun waktu tertentu. target/sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama. Menurut Hasibuan (2001) prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yag dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibedakan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan. Hasibuan juga menerangkan bahwa prestasi kerja merupakan gabungan dari tiga faktor penting. Program/rangkaian usaha ini dapat dikatakan sebagai penilaian terhadap prestasi kerja karyawan. 2. 2006). . Semakin tinggi ketiga faktor tersebut. maka akan semakin besar prestasi kerja karyawan yang bersangkutan. Sementara Bernadin diacu dalam Ruky (2006) menyatakan bahwa penilaian prestasi merupakan catatan tentang hasil-hasil yang diperoleh dari fungsi-fungsi pekerjaan tertentu atau kegiatan tertentu selama kurun waktu tertentu.3 Penilaian Prestasi Kerja Karyawan Pencapaian tujuan organisasi dilakukan oleh seluruh anggota dengan melaksanakan tugas yang sudah ditentukan sebelumnya berdasarkan beban dan volume kerja yang dikelola oleh suatu manajemen. baik bersifat fisik/material maupun non fisik/non material yang dalam melaksanakan tugasnya berdasarkan deskripsi pekerjaan perlu dinilai hasilnya setelah tenggang waktu tertentu (Nawawi.seorang pimpinan atau manajer amat tergantung pada kemampuannya untuk mempengaruhi orang-orang yang ada dibawahnya oleh sebab itu. serta peran dan tingkat motivasi seorang pekerja. 2005).1.

Menurut Hasibuan (2001) penilaian prestasi kerja adalah menilai rasio hasil kerja nyata dengan standar kualitas maupun kuantitas yang dihasilkan setiap karyawan. mengetahui keefektifan dan keefisienan kontribusi pekerja terhadap organisasi. penetapan penilai yang berkualitas harus berdasarkan syaratsyarat berikut: 1. Hendaknya mendasarkan penilaian atas dasar benar/salah. kerja sama dengan rekan kerja. menetapkan kebijaksanaan mengenai promosi atau balas jasanya. sebab atau alasan seseorang melakukan sesuatu. pada hakekatnya penilaian prestasi kerja karyawan yang merupakan kegiatan manajemen SDM adalah suatu proses pengamatan (observasi) terhadap pelaksanaan pekerjaan oleh seorang pekerja yang memiliki hak-hak asasi yang dilindungi. dapat dikaitkan dengan pengambilan keputusan dan kebijakan manajer. Pada giliran berikutnya. dan objektif. 2005). orientasi terhadap pelanggan dan inisiatif karyawan. Harus mempunyai wewenang formal agar penilai dapat melaksanakan tugas dengan baik. baik/buruk terhadap unsur-unsur yang dinilai sehingga hasil penilaiannya jujur. penetapan gaji/upah dan kompensasi tidak langsung. penyusunan program pengembangan dan pelatihan karyawan.4 Teori Motivasi Kata motivasi (motivation) kata dasarnya adalah motif (motive) yang berarti dorongan. 2. 4. objektif mengetahui pengetahuan yang mendalam tentang unsur-unsur yang akan dinilai agar penilaiannya sesuai dengan realitas/fakta yang ada. Dengan demikian motivasi berarti suatu kondisi . Harus mengetahui secara jelas uraian pekerjaan dari setiap karyawan yang akan dinilai agar hasil penilaiannya dapat dipertangunggjawabkan. adil. misalnya dapat melihat apakah pekerja mengerjakan tugas yang sudah menjadi tanggung jawabnya. suksesi dan kaderisasi. Menurut Hasibuan (2001). Jujur. 2. Istijanto (2006) menjabarkan bahwa indikator/tolak ukur/kriteria bawahan dalam melaksanakan pekerjaan terdiri atas beberapa aspek yaitu kualitas kerja.1. dan dapat dipergunakan untuk berbagai tujuan organisasi/ perusahaan seperti pengembangan karir (promosi atau pemindahan). memberikan gambaran tentang kekurangan dan kelebihan pekerja dalam melaksanakan tugasnya. 3. tanggung jawab terhadap pekerjaan.Menurut Nawawi (2005). review strategi bisnis dan lain-lain (Nawawi. adil. hasil dari penilaian/pengukuran prestasi kerja karyawan dapat dijadikan informasi yang berharga bagi para manajer.

artinya jika kebutuhan yang pertama terpenuhi maka kebutuhan tingkat kedua akan menjadi yang pertama. Semakin tinggi kedudukan seseorang dalam masyarakat dan organisasi maka akan semakin tinggi faktor yang dirasakan menjadi kebutuhan orang tersebut. dapat dibedakan dua bentuk motivasi kerja. Sehubungan dengan uraian di atas.4. jabatan/posisi yang terhormat atau memiliki kekuasaan yang besar. 2. sementara kondisi kerja di sekitarnya lebih banyak menggiringnya pada mendapatkan kepuasan kerja yang hanya dapat dipenuhi dari luar dirinya.yang mendorong atau menjadi sebab seseorang melakukan suatu perbuatan/kegiatan. pujian. hukuman dan lain-lain. dan berlaku seperti itu. Misalnya berdedikasi tinggi dalam bekerja karena upah/gaji yang tinggi. 2001): . berupa kesadaran mengenai pentingnya atau manfaat/makna pekerjaan yang dilaksankannya. berupa suatu kondisi yang mengharuskannya melaksanakan pekerjaan secara maksimal.1.1 Teori Maslow Adapun hierarki kebutuhan menurut Maslow adalah sebagai berikut (Hasibuan. Lingkungan suatu organisasi/perusahaan terlihat kecenderungan penggunaan motivasi ekstrinsik lebih dominan daripada motivasi intrinsik. Kondisi itu terutama disebabkan tidak mudah untuk menumbuhkan kesadaran dari dalam diri pekerja. Manusia merupakan makhluk yang keinginannya tidak terbatas atau tanpa henti. Kedua bentuk tersebut adalah sebagai berikut: 1) Motivasi Intrinsik adalah pendorong kerja yang bersumber dari dalam diri pekerja sebagai individu. yang berlangsung secara sadar. alat motivasinya adalah kepuasan yang belum terpenuhi serta kebutuhannya berjenjang. 2) Motivasi Ekstrensik adalah pendorong kerja yang bersumber dari luar diri pekerja sebagai individu.

akan tetapi bersifat pskologikal. Kebutuhan ini akan berlangsung terus menerus.1. kepastian pekerjaan. .4. Faktor pemeliharaan ini meliputi balas jasa (gaji dan upah). Hierarki Kebutuhan Maslow Sumber: Hasibuan. kondisi kerja. Faktor ini berhubungan dengan hakikat pekerja yang ingin memperoleh kebutuhan (ketentraman) badaniah.2 Teori Herzberg Herzberg dikutip oleh Umar (1999) mengemukakan teori dua faktor atau sering disebut sebagai Herzberg two factor motivation theory. intelektual dan bahkan juga spiritual. jenis dan intensitas kebutuhan manusia berbeda satu orang dengan yang lainnya karena manusia merupakan individu yang unik. Kondisi ini adalah faktor yang membuat orang tidak puas. kebijakan serta administrasi perusahaan. Kebutuhan manusia itu tidak hanya bersifat materi.Gambar 1. karena faktor tersebut diperlukan untuk mempertahankan tingkat yang paling rendah. misalnya dengan menggolongkannya sebagai kebutuhan primer. karena kebutuhan ini akan kembali pada titik nol setelah dipenuhi. disebut juga higiene factor. yaitu tingkat tidak ada kepastian. yaitu: 1) Maintenance Factor (faktor pemeliharaan atau faktor higinis) Menurut teori ini terdapat serangkaian kondisi ekstrinsik yaitu keadaan pekerjaan yang menyebabkan rasa tidak puas di antara karyawan. mental. Menurutnya pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya dipengaruhi dua faktor utama yang merupakan kebutuhan. 2001 Kebutuhan-kebutuhan yang disebut pertama (fisiologis) dan kedua (keamanan) kadangkadang diklasifikasikan dengan cara lain. 2. yang jelas adalah bahwa sifat. Terlepas dari cara membuat klasifikasi kebutuhan manusia itu. sedangkan yang lainnya dikenal pula dengan klasifikasi kebutuhan sekunder.

5 Pengertian Motivasi Kerja Menurut Winardi (2001) motivasi adalah suatu kekuatan potensial yang ada dalam diri seorang manusia. Kemudian kebutuhannya meningkat yaitu keinginan mendapatkan keamanan hidup. Sedangkan Manullang (2000) mendefinisikan motivasi sebagai pekerjaan yang dilakukan oleh seorang manajer memberikan inspirasi. dan juga berubah-ubah. status. yang dapat dikembangkannya sendiri atau dikembangkan oleh sejumlah kekuatan luar yang ada. dimana tergantung pada situasi dan kondisi yang dihadapi orang yang bersangkutan.1. Suatu dorongan jiwa yang membuat seseorang tergerak untuk melakukan tindakan yang produktif. kepuasan kerja yang diperoleh dalam pekerjaan akan mendorong motivasi yang kuat. ruangan yang nyaman. Dalam hal ini karyawan untuk mengambil tindakan-tindakan. dan sejenisnya. yang dapat menghasilkan prestasi kerja yang baik. yang dapat mempengaruhi hasil kinerjanya secara positif atau secara negatif. pengembangan potensi individu. kemajuan.hubungan antar pribadi (atasan dan bawahan). 2) Motivation Factor (faktor motivasi) Merupakan faktor motivasi yang menyangkut kebutuhan psikologis yang berhubungan dengan penghargaan terhadap pribadi yang secara langsung berkaitan dengan pekerjaan. semangat. kestabilan kerja. kualitas supervisi. kualitas. intinya berkisar sekitar imbalan materi dan imbalan non materi. Faktor-faktor tersebut meliputi prestasi. dan kemudian prestasi. Dalam hal ini.1. Selain keempat faktor . 2. minum. Dalam taraf yang lebih maju. dan dorongan kepada orang lain. tanggung jawab. pekerjaan itu sendiri. Hasibuan (2001) mengungkapkan bahwa motivasi mempersoalkan bagaimana caranya mengarahkan daya dan potensi agar mau bekerjasama secara produktif untuk mencapai dan mewujudkan tujuan yang telah ditentukan. Pemberian dorongan ini bertujuan untuk menggiatkan karyawan agar mereka bersemangat dan dapat mencapai hasil sebagaimana dikehendaki oleh orang tersebut. 2. layanan. tempat tinggal. mau bekerja dan antusias mencapai hasil yang optimal. menurut Furtwengler (2003) terdapat sejumlah faktor yang perlu diperhatian oleh suatu organisasi di dalam melakukan perbaikan kinerja. organisasi perlu melakukan perbaikan kinerja. Kebutuhan ini meliputi serangkaian kondisi intrinsik. baik yang berorientasi kerja untuk menghasilkan uang maupun yang tidak disebut motivasi kerja motivasi kerja yang dimiliki seorang pekerja berbeda-beda tentunya. dan nilai. bila rasa aman telah terpenuhi mereka mendambakan barang mewah. dan kehidupan pribadi.6 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Kerja Gellerman dikutip oleh Martharia (1999) menyatakan bahwa faktor-faktor motivasi kerja yang paling kuat adalah terpenuhinya kebutuhan dasar untuk mempertahankan hidup yaitu makan. Untuk meningkatkan kinerja pegawai. dan penempatan kerja yang sesuai. yaitu faktor kecepatan. pengakuan.

situasi kerja yang dapat mempengaruhi motivasi kerja adalah: a. acuh tak acuh. dan promosi dapat menjadi motivator yang kuat bagi prestasi seseorang jika dikelola secara efektif. yaitu keterampilan interpersonal.2.1 KERANGKA PEMIKIRAN 2. Termasuk dalam batasan sumberdaya manusia antara lain tingkat pengetahuan. 2. Kultur organisasi.1 Deskripsi dan Bagan Sumberdaya manusia adalah sebagai faktor unik yang dicirikan oleh sifatnya yang aktif. 2003).A. juga terdapat faktor lainnya yang turut mempengaruhi kinerja pegawai. kesehatan. sehingga perusahaan dapat mengambil . c. kreativitas. inisiatif. dan upah harus dilihat sebagai sesuatu yang adil oleh orang-orang lain dalam kelompok kerja. sehingga mereka tidak akan merasa dengki dan membalas dendam dengan menurunkan prestasi kerja mereka. Freeman (1994). namun memiliki bobot pengaruh yang sama. dan kritis tehadap setiap fenomena yang dihadapi. mental untuk sukses. Faktor internal adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi motivasi kerja.tersebut. Oleh sebab itu sebuah perusahaan perlu mengetahui seberapa besar keinginan karyawan untuk bekerja dengan giat guna memenuhi kebutuhannya. Menurut teori situasi kerja Stoner. dan bakat serta profesionalitas yang tinggi. Sistem balas jasa atau sistem imbalan.F dan R. seperti skala upah dan tunjangan pegawai (cuff. Kultur yang membantu pengembangan rasa hormat kepada karyawan. meliputi norma. dan etos kerja (Mangkuprawira. Karena itu tidak menutup kemungkinan adanya perbedaan kepentingan tujuan karyawan dan kepentingan tujuan perusahaan Dalam upaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan diperlukan sumberdaya manusia yang berkualitas. memiliki energi. keterampilan. umumnya mempunyai dampak kecil terhadap prestasi individu. responsif. Berdasarkan uraian di atas. dan sangat ketat. yang datangnya dari dalam diri seseorang. Faktor-faktor tersebut memang tidak langsung berhubungan dengan pekerjaan. kenaikan gaji. J. Upah harus dikaitkan dengan peningkatan prestasi sehingga jelas mengapa upah tersebut diberikan. b. Namun kebijaksanaan ini benar-benar mempengaruhi keinginan karyawan untuk tetap bergabung dengan atau meninggalkan organisasi yang bersangkutan dan kemampuan organisasi untuk menarik karyawan baru. Namun secara umum faktor-faktor tersebut dapat dikelompokan menjadi faktor eksternal dan faktor internal. pensiun dan tunjangantunjangan). terampil berkomunikasi. nilai. Hal ini ditentukan oleh motivasi kerja yang dimiliki masingmasing karyawan dan lingkungan atau iklim perusahaan. Kebijakan perusahaan. pendidikan. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi motivasi kerja yang bersumber dari lingkungan kerja perusahaan.E. dapat terlihat bahwa secara garis besar faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja sangat bervariasi. emosi. Sumberdaya manusia yang berkualitas adalah manusia yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan pekerjaannya sebagai pelaksana aktivitas perusahaan. dan keyakinan bersama anggotanya meningkatkan atau menurunkan prestasi individu. serta kemampuan dalam merencanakan dan mengorganisir kegiatan yang menjadi tugasnya. pengalaman. bonus. terbuka untuk berubah. yang melibatkan mereka dalam proses pengambilan keputusan dan yang memberi mereka otonomi dalam merencanakan dan melaksanakan tugas mendorong prestasi yang lebih baik dari pada kultur yang dingin.

Melihat pada konteks di atas. kemudian motivasi yang timbul dari faktor eksternal seorang karyawan diantaranya ialah hubungan atasan dan bawahan. METODOLOGI PENELITIAN 3. peraturan dan kebijakan perusahaan. orientasi terhadap konsumen. 2 disajikan bagan kerangka berpikir yang berkaitan dengan variabel-variabel. III. kondisi kerja.keputusan yang bijaksana dalam memenuhi keinginan dan kebutuhan karyawan secara umum dan tidak merugikan perusahaan. Gambar 2. Pada Gambar. umur. hubungan sesama rekan kerja. Objek yang diteliti adalah . penunjang kesehatan.1 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kasus/case di Jurnal Bogor dengan melakukan survei terhadap sumberdaya manusia sebagai karyawan di Jurnal Bogor. dan inisiatif karyawan. Motivasi kerja karyawan akan mempengaruhi prestasi kerja karyawan. Kerangka Pemikiran Konseptual Motivasi dalam diri seorang karyawan timbul karena adanya faktor internal dan eksternal. maka penulisan ini akan melihat faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi motivasi kerja karyawan serta prestasi kerja karyawan. masa kerja. tingkat pendidikan. kerjasama dengan rekan kerja. Prestasi kerja karyawan ini dapat dinilai dari kualitas kerja. Jenis kelamin. tanggung jawab terhadap pekerjaan. kompensasi. jumlah tanggungan dalam keluarga termasuk ke dalam faktor internal seorang karyawan dalam perusahaan dalam melakukan pekerjaan.

yaitu kelompok pemimipin atas dan kelompok pemimpin menengah. Sedangkan penentuan sumber informasi pada kelompok staf/karyawan dilakukan secara acak (random sampling). hubungan sesama rekan kerja. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala interval yang merupakan skala yang memiliki urutan/jarak yang sama antar kriteria atau titik-titik terdekatnya (Istijanto. kerjasama dengan rekan kerja. 2006). Data primer adalah data asli yang dikumpulkan sendiri oleh periset untuk menjawab masalah risetnya (Istijanto. Skala Interval dan Bobot Nilai Jawaban Responden . peraturan dan kebijakan perusahaan.3 Metode Pengambilan Sampel Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dalam penentuan sumber informasi dengan pertimbangan adalah karyawan Jurnal Bogor yang mempunyai bawahan. dan inisiatif karyawan. tanggung jawab terhadap pekerjaan. 2006). tingkat pendidikan. dan penunjang kesehatan. Wawancara dilaksanakan berdasarkan panduan sebuah kuesioner yang didapat dari hasil pengisian kuesioner yang berisi pertanyaan seputar motivasi dan prestasi kerja karyawan Jurnal Bogor Data sekunder adalah data yang diperoleh dari literatur-literatur yang terkait topik penelitian.motivasi kerja dan prestasi kerja karyawan Jurnal Bogor. Analisis deskriptif adalah mengubah kumpulan data mentah menjadi bentuk yang mudah dipahami dalam bentuk informasi yang lebih ringkas (Istijanto. dan sumber-sumber lain yang menunjang laporan penelitian. Kuesioner yang digunakan berisi beberapa butir pertanyaan mengenai motivasi dan prestasi kerja karyawan Jurnal Bogor.4 Metode Analisis Data Data yang diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk mengetahui gambaran secara umum kendala dan upaya-upaya yang mempengaruhi motivasi dan prestasi kerja karyawan Jurnal Bogor. jenis kelamin. Data sekunder pada penelitian ini berasal dari studi literatur berupa tulisan laporan. Pertanyaan yang diajukan mengenai motivasi diantaranya hubungan atasan dan bawahan. pedoman. yang diberikan kepada karyawan Jurnal Bogor. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah berupa kuesioner. Dalam analisis deskriptif nilai yang menggambarkan seluruh anggota atau responden dapat diwakili oleh nilai rata-rata (mean) atau nilai maksimum dan nilai minimum. Penelitian ini diprioritaskan untuk melihat hubungan antara motivasi kerja karyawan dengan prestasi kerja karyawan Jurnal Bogor. 3. kondisi kerja. Pada penelitian ini dilakukan pembobotan pada faktor-faktor motivasi maupun prestasi kerja karyawan dengan skala interval yang dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. kompensasi. 3.2 Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer diantaranya adalah dengan teknik wawancara dan kuesioner. peraturan. 3. Pertanyaan yang diajukan mengenai prestasi kerja karyawan diantaranya kualitas kerja. 2006). orientasi terhadap pembaca. lama waktu bekerja. Analisis deskriptif pada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik responden berdasarkan umur. Penelitian ini dilaksanakan selama bulan April sampai bulan Mei 2009. dan jumlah tanggungan dalam keluarga dengan cara mentabulasi hasil kuesioner secara manual.

Data dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan program komputer SPSS 13. Analisa digunakan untuk mengetahui kuat tidaknya hubungan antar variabel pengaruh (variabel X) motivasi kerja karyawan. Selain itu pada setiap variabel yang diuji selalu ditarik kesimpulan secara keseluruhan berdasarkan nilai tengah data setelah data-data tersebut diurutkan (median). H1 = Motivasi kerja karyawan berhubungan terhadap prestasi kerja karyawan Jurnal Bogor. Adapun rumus koefisien korelasi Rank Spearman adalah sebagai berikut: ρ atau rs = 1 – 6 ∑di2 n (n2 – 1) Keterangan : ρ atau rs = Koefisien korelasi spearman rank di = determinan n = Jumlah data/sampel Hipotesis pengujian pengaruh motivasi kerja karyawan dengan prestasi kerja karyawan adalah sebagai berikut: H0 = Motivasi kerja karyawan tidak berhubungan terhadap prestasi kerja karyawan Jurnal Bogor.Alternatif Jawaban Selalu Sering Kadang-kadang Pernah Tidak pernah Bobot Nilai 5 4 3 2 1 Jawaban yang telah diberikan bobot. kemudian dijumlahkan untuk setiap responden guna dijadikan skor penilaian terhadap variabel-variabel yang diteliti. Keputusan pengujian adalah sebagai berikut: .0 for Windows (Spread sheet for statistic) dengan model uji korelasi Rank Spearman. dengan variabel terpengaruh (variabel Y) yaitu prestasi kerja karyawan.

899 0. jika nilai r hitung > r tabel.700 – 0. maka tolak H0 atau terima H1.400 – 0.900 – 1 Selain itu penelitian ini juga ingin mengetahui apakah terdapat perbedaan hubungan motivasi kerja dengan prestasi kerja karyawan Jurnal Bogor antar divisi. menunjukkan hubungan yang kuat atau tinggi. 1994).200 – 0.699 0. jika nilai r hitung < r tabel. Namun perhitungan terhadap data yang diperoleh pada penelitian dilakukan dengan menggunakan program SPSS 13. 2. 2006) sehingga digunakan batasan koefisien korelasi untuk mengkategorikan nilai r.399 0. artinya motivasi kerja karyawan berhubungan terhadap prestasi kerja karyawan. Tabel 2. menunjukan hubungan yang sangat tinggi atau sangat kuat sekali dan dapat diandalkan.0 for Windows. Kriteria Pengukuran Koefisien Korelasi Kisaran 0 – 0.199 Kriteria menunjukkan tidak adanya hubungan atau lemah sekali menunjukkan hubungan yang lemah atau rendah menunjukkan hubungan yang cukup berarti. Berikut prosedur yang digunakan yaitu dengan analisis varian satu arah Kruskal-Wallis. artinya motivasi kerja karyawan tidak berhubungan terhadap prestasi kerja karyawan. 0.1. Keterangan : H = Hipotesis (uji H kruskal wallis) k = banyaknya sampel (independen) . Koefisien korelasi Rank Spearman (rxy) menunjukkan kuat tidaknya antara indikator x terhadap variabel X dengan indikator y terhadap variabel Y maupun variabel X terhadap variabel Y (Istijanto. Analisis ini berguna untuk menentukan apakah k sample independen berasal dari populasi yang berbeda (Siegel. maka terima H0. Kriteria pengukuran dapat dilihat pada Tabel 2.

2006. Manajemen Sumber Daya Manusia Strategik. Manullang. Bogor. Martharia. Gramedia Pustaka Utama. Riset Sumber Daya Manusia Cara Praktis Mendeteksi Dimensi-dimensi Kerja Karyawan. Istijanto. Manusia untuk bisnis yang Ruky. E. Jakarta. Sistem Manajemen Kinerja. Jakarta: PT. maka tolak H0 dan terima H1. Jilid 1.k N = Jumlah pengamatan seluruh kelompok sampel Rj = Jumlah peringkat pada sampel ke-j dengan j = 1. H1 : terdapat perbedaan hubungan motivasi kerja dengan prestasi kerja karyawan antar divisi di Jurnal Bogor. Graha Ilmu. Jurusan Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi. 2004. Yogyakarta. 1997. PT. Penerbit Erlangga. M. Manajemen Sumber Daya Manusia. D.P.S. Edisi 2.Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. . Manajemen Sumber Daya kompetitif. AS. Hasibuan. Ghalia Indonesia. Manajemen Sumber Daya Manusia.05. 2001. 2006. Penuntun Sepuluh Menit Penilaian Kinerja. Edisi 3. Edisi Revisi. Penerbit Andi.B. Yogyakarta. Gadjah Mada University Press. Flippo. Skripsi. Editor : Alfonso Sirait. M. Manajemen Personalia. Fakultas Pertanian.Edisi 7. Jakarta: PT. PT.2. Nawawi. Triantoro. 2003. Hipotesis H0 : tidak terdapat perbedaan hubungan motivasi kerja dengan prestasi kerja karyawan antar divisi di Jurnal Bogor.3 . Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Kerja. Prenhallindo.nj = ukuran sampel ke-j dengan j = 1.. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. G. 2003. (Alih Bahasa : Fandy Tjiptono). 2000.2. Yogyakarta. 1999. Jilid 2. DAFTAR PUSTAKA Dessler. Edisi Keenam.3…k Menentukan signifikansi suatu nilai sebesar nilai H ditaksir dengan menggunakan tabel C pada tabel statistik dengan db=k-1 dan tetapkan α=0. Safaria. 2005. Bumi Aksara. S. Mangkuprawira. 1994. jika kemungkinan yang berkaitan dengan nilai observasi H adalah sama dengan atau kurang dari α. Institut Pertanian Bogor. Jakarta Furtwengler. Kepemimpinan Edisi Pertama. Jakarta. Hadari. Manajemen Personalia.

Prestasi Kerja.A. 1994. www. Jakarta. Ghalia Grafindo. Manajemen.Siegel. 1994. Jakarta. H.com. Rencana Jadwal Penelitian . J. Terjemahan dari: Nonparametric Statistics for the Behavioral Sciences. Jakarta: PT. 1994.Jakarta. Suyuti Z. Winardi. Statistik Nonparametrik Untuk Ilmu-ilmu Sosial. 2006. Edisi kedua. [12 Januari 2009]. 1999. penerjemah. Jilid 1. Jakarta. Kepemimpinan dan Motivasi. Raja Grafindo Persada.F dan R. Lampiran 1. Gramedia Pustaka Utama. Motivasi dan Pemotivasian dalam Manajemen. Gramedia Pustaka Utama. Suprihanto. Freeman.E. PT. S. Intermedia.google. Edisi Kelima. J. PT. Umar. 2001. Riset Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi. Stoner. Wahjosumidjo.

Perbaikan Skripsi 3 4 1 April 2 3 4 1 2 Mei 3 4 1 2 Juni 3 4 1 2 Juli 3 4 Lampiran 2. Analisis Lanjutan 2. Studi Lapangan 1. Kegiatan 1 2 I. Kolokium II. Ujian 2. Pengumpulan Data 2.Maret No. Penulisan Laporan 1. Konsultasi Proposal 3. Kuesioner KUESIONER . Proposal dan Kolokium 1. Penyusunan Draft dan Revisi 2. Ujian Skripsi 1. Analisis Data III. Konsultasi Laporan IV. Penyusunan Draft dan Revisi 3.

/Ibu dan saudara/i yang saya hormati. Institut Pertanian Bogor. Atas perhatian dan kerjasamanya saya ucapkan terimakasih. Saya sangat mengharapkan bantuan saudara untuk mengisi kuesioner ini dengan sejujur-jujurnya dan sesuai dengan keadaan yang ada. dalam rangka penyusunan skripsi. Saya Edu Dermantio IN mahasiswa Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat. sedang melakukan penelitian tentang Motivasi Kerja di perusahaan tempat Bapak. Kejujuran jawaban akan memberikan manfaat yang sangat berarti bagi penelitian ini. Ibu dan saudara/i bekerja. dan semoga hasilnya juga dapat berguna untuk memberikan bahan masukan dan pertimbangan bagi pihak manajemen. Selamat Bekerja dan Semoga Sukses. Identitas Responden Nama : _____________________________________ Jenis Kelamin : L / P Umur : _______tahun Pendidikan terakhir : ____________ Lama Bekerja : ____tahun ____bulan Jumlah tanggungan keluarga _______ orang Status Pernikahan : menikah / belum menikah Golongan/Jabatan : ___________ Petunjuk Pengisian Kuesioner : Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang anda rasa paling tepat No Pernyataan 5 4 Jawaban 3 2 1 .Motivasi Kerja Karyawan Jurnal Bogor Bapak. Jawaban-jawaban yang saudara berikan tidak akan mempengarerhi penilaian perusahaan terhadap diri anda dan tidak akan berpengaruh dalam penilaian prestasi kerja.

Hubungan anda dengan atasan dalam pekerjaan tergolong erat Hubungan anda dengan atasan diluar pekerjaan tergolong. usul.1. Saya termotivasi apabila atasan saya memberikan bimbingan/pengarahan kepada saya dalam hal pekerjaan. 6. B. Perhatian dan tanggapan terhadap ide. Hubungan antara Atasan dan Bawahan No Pernyataan 5 1. X X 2. Keterangan: 5 : Selalu 2 : Pernah 4 : Sering 1 : Tidak Pernah 3 : Kadang-kadang A. 3. maupun saran yang saya ajukan memberikan dampak terhadap pekerjaan saya Pujian yang diberikan atasan saya meningkatkan semangat bekerja Saran dan kritik dari atasan saya apabila saya membuat kesalahan membuat saya nyaman dalam bekerja Apabila saya mendapat teguran saya akan segera memperbaiki pekerjaan saya Hubungan yang dekat dengan atasan membuat saya lebih semangat dalam bekerja 4 Jawaban 1/ 3 2 1 2. 5. 4. erat. Hubungan antara Sesama Rekan Kerja .

6. 3. Kebijakan Perusahaan No Pernyataan 5 1. dll) membuat saya lebih nyaman dalam bekerja Saran dan kritik dari rekan kerja saya membuat saya nyaman dalam bekerja Pujian yang diberikan oleh rekan kerja meningkatkan semangat bekerja Persaingan dengan rekan kerja membuat saya meningkatkan motivasi dalam bekerja 2. 4. . sepulang kerja. Jam dan hari kerja yang diberlakukan perusahaan mempengaruhi cara saya dalam bekerja Sanksi yang diberlakukan perusahaan apabila karyawan melanggar aturan mempengaruhi disiplin saya dalam bekerja 4 Jawaban 3 2 1 2. 5. C. Apabila rekan kerja memberikan saran dan dukungan saya akan lebih termotivasi dalam melakukan pekerjaan Saya akan lebih bersemangat apabila rekan kerja saya memberikan bantuan dan kerjasama dalam hal pekerjaan Adanya kesempatan saya bersosialisasi dengan sesama rekan kerja di luar pekerjaan (saat istirahat.No Pernyataan 5 4 Jawaban 3 2 1 1.

5. Kondisi Kerja No Pernyataan 5 1. Bonus diberikan oleh perusahaan pada tiap karyawan yang bekerja sesuai atau melebihi target membuat saya lebih semangat dalam bekerja Upah/gaji yang diberikan perusahaan sesuai waktu yang telah ditentukan membuat saya lebih semangat dalam bekerja Kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh perusahaan membuat saya nyaman dalam bekerja 4. 4. Lingkungan pekerjaan yang kondusif membuat saya nyaman dalam bekerja 5. 3. Kenyamanan dan kebersihan lingkungan pekerjaan saya membuat saya nyaman dalam bekerja . Terjaminnya keselamatan saya dalam bekerja membuat saya lebih tenang dalam bekerja Fasilitas yang disediakan perusahaan mendukung saya dalam bekerja Lingkungan perusahaan yang aman mendukung pekerjaan saya 4 Jawaban 3 2 1 2.3. D.

Upah yang saya terima membuat saya meningkatkan produktivitas saya dalam bekerja Upah yang saya peroleh mencukupi kebutuhan saya sehari-hari 3. 6. Kompetisi di lingkungan perusahaan menambah semangat saya dalam bekerja E. F. 5. 4. 7.6. Tunjangan-tunjangan yang diberikan oleh perusahaan terhadap karyawan mempengaruhi kinerja saya Bonus diberikan kepada karyawan pada waktu tertentu meningkatkan motivasi saya dalam menyelesaiakan pekerjaan Penghargaan atas prestasi pekerjaan yang saya lakukan dari perusahaan mempengaruhi saya dalam bekerja Penghitungan upah lembur yang ditetapkan perusahaan meningkatkan motivasi saya dalam bekerja Penghargaan berpengaruh terhadap motivasi saya dalam bekerja 4 Jawaban 3 2 1 2. Kompensasi No Pernyataan 5 1. Kesehatan No. Pernyataan 5 4 Jawaban 3 2 1 .

KUESIONER Penilaian Prestasi Kerja Karyawan diberikan kepada level manajemen tengah dan atau atas untuk menilai bawahannya Bapak/Ibu yang saya hormati. Tunjangan kesehatan yang diberikan perusahaan mendukung saya dalam bekerja Asuransi kesehatan yang diberikan perusahaan membuat saya tenang dalam bekerja Fasilitas kesehatan yang ada di perusahaan membuat saya nyaman dalam bekerja Perhatian yang diberikan terhadap kondisi kesehatan saya mendukung pekerjaan saya Kesehatan saya berpengaruh terhadap motivasi saya dalam bekerja Kesediaan perusahaan dalam mengganti biaya kesehatan karyawan membuat saya tenang dalam bekerja 2. Saya Edu Dermantio IN mahasiswa Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat. dan semoga hasilnya juga dapat berguna untuk memberikan bahan masukan dan pertimbangan bagi pihak manajemen. 4. Terimakasih./Ibu bekerja dalam rangka penyusunan skripsi. Kejujuran jawaban akan memberikan manfaat yang sangat berarti bagi penelitian ini.1. sedang melakukan penelitian tentang Motivasi Kerja di perusahaan tempat Bapak. 5. Jawaban-jawaban yang Bapak/Ibu berikan tidak akan mempengarerhi penilaian perusahaan terhadap diri anda dan tidak akan berpengaruh dalam penilaian prestasi kerja. . 3. Silakan berikan pendapat tambahan berkaitan dengan upaya memotivasi karyawan guna meningkatkan kinerja karyawan Jurnal Bogor dengan menambahkan tulisan di bawah/di belakang kertas ini. Saya sangat mengharapkan bantuan Bapak/Ibu untuk mengisi kuesioner ini dengan sejujurjujurnya dan sesuai dengan keadaan yang ada. Institut Pertanian Bogor. 6.

Atas perhatian dan kerjasama Bapak/Ibu saya ucapkan terimakasih. X X 2. Identitas Penilai Nama : _____________________________________ Jenis Kelamin : L / P Umur : _______tahun Pendidikan terakhir : ____________ Lama Bekerja : ____tahun ____bulan Jumlah tanggungan keluarga _______ orang Status Pernikahan : menikah / belum menikah Golongan/Jabatan : ___________ Identitas Karyawan Nama : _____________________________________ Jenis Kelamin : L / P Golongan/Jabatan : ___________ Petunjuk Pengisian Kuesioner : Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang anda rasa paling tepat No Pernyataan 5 1. Jawaban 4 3 2 1 Hubungan anda dengan atasan dalam pekerjaan tergolong erat Hubungan anda dengan atasan diluar pekerjaan tergolong. Keterangan: 5 : Selalu 2 : Pernah 4 : Sering 1 : Tidak Pernah . Selamat Bekerja dan Semoga Sukses. erat.

Menyelesaikan tugas di atas standar 5. 6. Bekerja dengan cekatan dan cepat Jumlah hasil kerja memenuhi tuntutan yang diharapkan Menjaga nama baik perusahaan Cepat tanggap terhadap tugas baru yang diberikan B.3 : Kadang-kadang A. Teliti dalam bekerja Pernyataan 5 4 Jawaban 3 2 1 2. Menunjukkan rasa tidak enak (sungkan) apabila pekerjaan belum selesai Berusaha dengan serius menyelesaikan pekerjaan sampai tuntas 2. Loyal terhadap perusahaan Memenuhi standar kerja yang ditentukan 4. 3. Tanggung Jawab terhadap Pekerjaan 1. 7. Kualitas Kerja No No 1. . 8.

Melapor kepada atasan jika ada masalah pekerjaan 7. Menyelesaikan pekerjaan lain apabila pekerjaan awal telah selesai 8. Masuk kerja tepat waktu 9. 5. 5. Menyelesaikan tugas tepat waktu C. Bersedia membantu rekan kerja satu divisi 2. Tidak kesulitan bekerja bersama-sama rekan lain divisi Bersedia membantu rekan kerja divisi lain Tidak kesulitan bekerja bersama-sama rekan lain divisi Memberikan kontribusi kepada tim melalui saran . 6.3 Tidak melakukan kegiatan lain saat menyelesaikan pekerjaan Menyelesaikan tugas sesuai dengan waktu yang telah ditentukan Bersedia bekerja melewati batas waktu normal jika pekerjaan belum selesai 4. 3. 4. Kerjasama dengan Rekan Kerja 1.

Menjaga hubungan baik dengan pelanggan 5. 3.6. Orientasi terhadap Pelanggan 1. Berusaha memberikan kepuasan kepada pelanggan Memberikan pelayanan lebih dari sekadar yang diminta pelanggan Melakukan inovasi untuk kepuasan pelanggan 2. D. 3. Inisiatif Karyawan 1. 8. Memberikan kritik yang membangun sesama rekan kerja Menerima kritik dari rekan kerja Menjadi motivator dalam bekerja 7. 4. Memenuhi permintaan pelanggan E. . 4. Menunjukan kesediaan melakukan pekerjaan tanpa diperintah atau diminta atasan Dalam situasi mendesak bersedia melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya demi kelancaran operasional perusahaan Bersedia memperbaiki kesalahan dengan sukarela tanpa diperintah atasan Memodifikasi pekerjaan yang diminta atasan tanpa keluar dari ketentuan yang berlaku 2.

Silakan berikan pendapat tambahan berkaitan dengan upaya memotivasi karyawan guna meningkatkan kinerja karyawan Jurnal Bogor dengan menambahkan tulisan di bawah/di belakang kertas ini. Terimakasih. Mampu memberikan ide kreatif untuk kemajuan perusahaan Memanfaatkan umpan balik yang kongkrit dalam setiap kegiatan yang dilakukan 6.5. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful