INOVASI PENDIDIKAN

Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Inovasi Pendidikan Dosen Pengampu : Dr. Cipto Subadi

Disusun oleh : NAMA NIM KELAS : ARIEF SURTIAWAN : A 310080087 :B

PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA DAN DAERAH FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2010

1. ORIENTASI INOVASI PENDIDIKAN Inovasi dalam pendidikan diarahkan untuk peningkatan mutu sekolah bahkan dalam skala besar diarahkan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Adapun masalahmasalah yang menuntut diadakan inovasi pendidikan di Indonesia, yaitu (Sutarno dan Sri Fatmawati: 2009, dalam http://physicsmaster.orgfree.com): 1. Perkembangan ilmu pengetahuan menghasilkan kemajuan teknologi yang mempengaruhi kehidupan social, ekonomi, politik, pendidikan dan kebudayaan bangsa Indonesia. Sistem Pendidikan yang dimiliki dan dilaksanakan di Indonesia belum mampu mengikuti dan mengendalikan kemajuan-kemajuan tersebut, sehingga dunia pendidikan belum dapat menghasilkan tenaga-tenaga pembangunan yang terampil, kreatif, dan aktif sesuai dengan tuntutan dan keinginan masyarakat. 2. Laju eksplorasi penduduk yang cukup pesat, yang menyebabkan daya tampung, ruang, dan fasilitas pendidikan yang sangat tidak seimbang. 3. Melonjaknya aspirasi masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik, sedangkan dipihak lain kesempatan sangat terbatas. 4. Mutu pendidikan yang dirasakan makin menurun, yang belum mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 5. Belum mekarnya alat organisasi yang efektif, serta belum tumbuhnya suasana yang subur dalam masyrakat untuk mengadakan perubahan-perubahan yang dituntut oleh keadaan sekarang dan yang akan datang.

2. PENGERTIAN INOVASI PENDIDIKAN A. Pengertian Inovasi Berikut definisi inovasi dari berbagai sumber. 1. Inovasi adalah pemasukan hal-hal yg baru; pembaruan. (Kamus Bahasa Indonesia: 2008) 2. Kata innovation yang seringkali diterjemahkan sebagai pembaharuan selalu dirangkai dengan penemuan (invention) sehingga pengertian inovasi merupakan hasil penemuan baru akibat adanya perubahan. Kata inovation dalam khasanah bahasa Indonesia telah diserap sebagai istilah indonesia ‘inovasi’ yang dimaknakan sebagai suatu ide, barang, kejadian, metode yang dirasakan atau diamati sebagai sesuatu yang baru bagi seseorang atau bagi masyarakat luas. (Supriyanto, 2007: 1) 3. Inovasi adalah memperkenalkan ide baru, barang baru, pelayanan baru dan caracara baru yang lebih bermanfaat. Inovasi atau innovation berasal dari kata to innovate yang mempunyai arti membuat perubahan atau memperkenalkan sesuatu yang baru. (http://all-about-trick.blogspot.com) 4. Menurut Rasli inovasi adalah perkataan yang berasal daripada bahasa Latin ‘innovare’ yang bermaksud memperbaharui atau meminda. Setiap perniagaan mesti melalui proses inovasi dari semasa ke semasa untuk menjamin kesinambungan operasinya. Menurutnya, proses inovasi adalah satu proses yang berterusan bagi memastikan perusahaan akan dapat meneruskan persaingan dalam pasaran. Menurut Hussin inovasi bisa dirumuskan sebagai satu proses penambahbaikan kepada pengeluaran sesuatu produk atau peningkatan sesuatu perkhidmatan, dengan menggunakan idea-idea baru. Perubahan ini bagi memenuhi kehendak dan tuntutan pelanggan serta meningkatkan keuntungan sesebuah organisasi. (Saputra: 2009, dalam http://h210189.blog.binusian.org) B. Karakteristik Inovasi Dari pengertian inovasi tersebut dapat ambil karakteristik atau ciri-ciri dari inovasi, yaitu (Miranda, dalam http://dianmiranda.wordpress.com): − Baru, berbeda dari hal atau keadaan sebelumnya.

− Kualitatif, peningkatan nilai guna dan nilai tambah pada peningkatan mutu. − Hal, mencakup berbagai komponen dan aspek dalam pendidik baik berupa ide, kegiatan/praktek kerja, dan hail produksi. − Unsur kesengajaan, dilaksanakan secara terencana. − Meningkatkan kemampuan, meningkatkan kemampuan berbagai sumber masukan yang ada dalam pendidikan yang meliputi unsur manusia, kemampuan dana, sarana dan prasarana. − Tujuan, mempunyai kejelasan sasaran dan hasilnya. Adapun karakteristik atau ciri-ciri suatu inovasi yang lain adalah sebagai berikut (Kusuma: 2010, dalam http://fajarkusuma.student.umm.ac.id) : 1. Keuntungan relatif, yaitu sejauh mana inovasi dianggap menguntungkan bagi penerimanya. Tingkat keuntungan atau kemanfatan suatu inovasi dapat diukur berdasarkan nilai ekonominya atau dari faktor sosial, kesenangan, kepuasan, atau karena mempunyai komponen yang sangat penting. Makin menguntungkan bagi penerima makin cepat tersebarnya inovasi. 2. Kompatibel, yaitu tingkat kesesuaian inovasi dengan nilai, pengalaman lalu dan kebutuhan dari penerima. Inovasi yang tidaksesuai dengan nilai atau norma yang diyakini oleh penerima tidak akan diterima secepat inovasi yang sesuai dengan norma yang ada di masyarakat. Misalnya penyebarluasan penggunaan alat kontrasepsi di masyarakat yang keyakinan agamanya melarang penggunaan alat tersebut maka tentu saja penyebaran inovasi akan terhambat. 3. Kompleksitas, yaitu tingkat kesukaran untuk memahami dan menggunakan inovasi bagi penerimanya. 4. Triabilitas, yaitu dapat dicoba atau tidaknya suatu inovasi oleh penerima. Misalnya, penyebaranluasan penggunaan bibit unggul padi gogo akan cepat diterima oleh masyarakat jira masyarakat daapt mencoba dulu untuk menanam dan dapat melihat hasilnya. 5. Dapat diambil (observabilitas), yaitu mudah tidaknya diamati suatu hasil inovasi. Misalnya, mengajak para petani yang tidak dapat membaca da menulis untuk relajar mambaca dan menulis tidakakan segera diikuti oleh para petani karena para petani tidak cepat melihat hasilnya secara nyata.

Pengertian Inovasi Pendidikan Berikut pengertian inovasi pendidikan: 1.C.ac. dapat ditarik kesimpulan bahwa inovasi pendidikan adalah ide.com) . Dari kedua pendapat pakar di atas mengenai inovasi pendidikan. metode yang dirasakan atau diamati sebagai hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat) yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan atau memecahkan masalah-masalah pendidikan. (Miranda.id) 2. (Kusuma: 2010.student. dalam http://fajarkusuma. atau bentuk produk dalam upaya memperbaiki pendidikan agar dapat meningkatkan kemampuan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. inovasi pendidikan merupakan suatu ide. barang. Hamijoyo mengemukakan inovasi pendidikan adalah suatu perubahan yang baru dan kualitatif berbeda dari hal yang ada sebelumnya serta sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan.wordpress.umm. barang. metode yang dirasakan atau diamati sebagai hal baru bagi seseorang atau kelompok orang (masyarakat) baik berupa hasil inversi atau diskoversi yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan atau memecahkan masalah-masalah pendidikan. Inovasi pendidikan adalah perubahan atau pembaharuan yang terjadi baik dalam bentuk pemikiran/ide kegiatan. Ibrahim mendefinisikan inovasi pendidikan adalah inovasi (pembaruan) dalam bidang pendidikan atau inovasi yang dilakukan untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan. dalam http://dianmiranda.

Sumber Inovasi Terdapat dua sumber utama inovasi. praktek bisnis. d. pengemasan. hal itu dilakukan karena produk yang dipakainya tidak memenuhi apa yang dibutuhkannya. Inovasi produk. Tipe Inovasi Ada lima tipe inovasi yaitu (http://inovasipendidikan. Contoh inovasi yang dilakukan oleh Depdiknas seperti Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA). . Secara tradisional.com): a. Inovasi seperti ini dilakukan dan diterapkan kepada bawahan dengan cara mengajak.wordpress. yang melibatkan pengenalan barang baru. c. Inovasi pendidikan seperti ini cenderung merupakan Top-Down Innovation. Sistem Belajar Jarak Jauh dan lain-lain. Inovasi pemasaran. menganjurkan atau bahkan memaksakan. e. mengubah cara berbisnis berdasarkan nilai yang dianut. Melibatkan peningkatan karakteristik fungsi juga. b. b. B. yaitu(http://inovasipendidikan. kreasi organisasi baru. TIPE DAN SUMBER INOVASI A. melibatkan implementasi peningkatan kualitas produk yang baru atau pengiriman barangnya. sumbernya adalah inovasi fabrikasi. inovasi secara tradisional tampak dalam inovasi yang dilakukan oleh Depdiknas –saat sistem pendidikan menganut sistem sentralistik– dan kemudian diimplementasikan kepada pihak sekolah. hal tersebut dimana agen (orang atau bisnis) mengembangkan inovasi sendiri (pribadi atau di rumahnya sendiri). Inovasi proses. mudah menggunakannya. mengembangkan metoda mencari pangsa pasar baru dengan meningkatkan kualitas desain. Inovasi model bisnis. pelayanan baru yang secara substansial meningkat. komputer. promosi. Inovasi organisasi. dsb. Inovasi pengguna. kemampuan teknisi. Hal tersebut karena agen (orang atau bisnis) berinovasi untuk menjual hasil inovasinya.wordpress. Contohnya: telepon genggam.com): a. Sistem Pengajaran Modul. cara menjalankan organisasi atau perilaku berorganisasi. Dalam dunia pendidikan.3. kendaraan bermotor. Guru Pamong.

kreasi. guru. TUJUAN DAN SIKLUS INOVASI PENDIDIKAN A. 4. pikiran.Model Top-Down Innovation berkebalikan dengan model inovasi yang diciptakan berdasarkan ide. dan inisiatif dari sekolah. Inovasi model Bottom-Up Innovation termasuk dalam inovasi pengguna karena pihak sekolah yang berkepentingan menggunakan hasil inovasi tersebut sekaligus sebagai inovator. Tujuan Inovasi Pendidikan . atau masyarakat yang umumnya disebut model Bottom-Up Innovation.

Menciptakan pasar baru. Siklus Inovasi Siklus inovasi berlangsung seperti kurva difusi dimana pada tahap awal. Mengurangi biaya tenaga kerja. alat dan waktu dalam jumlah yang sekecil-kecilnya. relevansi. tenaga. B. masyarakat. bila teknologi tidak dilakukan pembaharuan pertumbuhan akan cenderung stagnan atau bahkan menurun. Tujuan dilakukannya inovasi pendidikan terutama adalah untuk meningkatkan efesiensi.com) : Meningkatkan kualitas. Mengurangi bahan baku. Mengurangi kerusakan lingkungan. kualitas dan efektivitas pendidikan. Perusahaan yang inovatif akan bekerja dengan cara inovasi baru. Menyesuaikan diri dengan undang-undang. dan pembangunan). . Mengurangi konsumsi energi.Ada banyak tujuan inovasi tergantung permasalahan yang dihadapi masingmasing • • • • • • • • • • inovator. Memperluas jangkauan produk. uang. dengan menggunakan sumber. Mengganti produk atau pelayanan. yang menggantikan cara lama untuk mempertahankan tumbuhnya kurva melalui pembaharuan teknologi. tumbuh relatif lambat. Secara umum tujuan inovasi antara lain adalah (http://inovasipendidikan. Pertumbuhan produk akan terus meningkat bila dilakukan inkrenetori inovasi atau mengubah produk. seperti sarana dan prasarana serta jumlah peserta didik sebanyak-banyaknya dengan hasil pendidikan sebesarbesarnya (menuntut kriteria kebutuhan peserta didik. ketika kemudian pelanggan merespon produk tersebut sebagai sebuah kebutuhan maka pertumbuhan produk meningkat secara eksponensial.wordpress. Meningkatkan proses produksi. Di akhir kurva pergerakannya melambat kembali dan cenderung menurun.

MANAJEMEN DAN KEGAGALAN INOVASI PENDIDIKAN Perbaikan manajeman pendidikan diarahkan untuk lebih memberdayakan sekolah sebagai unit pelaksanaan terdepan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.5. Hal ini .

pergaulan. b. Tersedianya sarana dan prasarana 5. Faktor Penunjang Inovasi Inovasi dapat ditunjang oleh beberapa faktor pendukung seperti (Saputra: 2009. dalam http://h210189.blog. dari tidak bisa menjadi bisa dan dari tidak tahu menjadi tahu. Posisi yang tidak kompetitif 2. Adanya pembimbing yang berwawasan luas dan kreaktif 4. serta dapat mengelola semua sumber daya yang tersedia disekolah dan lingkungannya untuk digunakan seluas-luasnya bagi peningkatan prestasi siswa dan mutu pendidikan pada umumnya. c. accountable (dapat mempertanggungjawabkan semua program kegiatannya). Faktor Penyebab Kegagalan Inovasi Faktor penyebab kegagalan inovasi adalah sebagai berikut (Saputra: 2009.blog. dalam http://h210189. Salah andaian tentang pasaran dan pengguna Salah andaian tentang pesaing Salah kiraan dalam kos pengeluaran Kegagalan teknikal yang disebabkan oleh proses pembangunan prototype 3.binusian. Adanya keinginan untuk merubah diri. baik lingkungan keluarga. Dalam pelaksanaannya. dapat mengembangkan iklim kompetitif antar sekolah di wilayahnya.dimaksudkan agar sekolah lebih mandiri dan bersikap kreatif. a.org): 1. Adanya kebebasan untuk berekspresi 3. khususnya orang dan masyarakat yang diera otonomi ini akan menjadi dewan sekolah (school coouncil).org) : 1. Andaian pasaran yang tidak tepat a. mengoptimalkan partisipasi orang tua dan masyarakat. serta bertanggung jawab terhadap stakeholder pendidikan.binusian. maupun sekolah. 2. Prestasi teknikal yang terhadang yang tidak realistik . Kondisi lingkungan yang harmonis. manajemen pendidikan harus lebih terbuka.

Penyeleksian dini memungkinkan kita dapat menghindari uji coba ide yang tidak cocok dengan bahan baku. b. menurunkan moral pekerja. 6. keahlian yang kurang. Kelemahan teknikal Teknologi pemrosesan yang lemah Pengeluaran yang tinggi 4. sehingga dapat menghemat biaya produksi.b. penolakan terjadi karena kurangnya modal. atau penolakan produk serupa dimaa datang. JARINGAN INTERNET SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN Internet memberikan kontribusi yang sangat besar didalam membantu setiap dimensi yang ada untuk selalu mendapatkan informasi yang up to date. Dengan demikian . Padahal produk yang gagal seringkali memiliki potensis ebagai ide yang baik. meningkatkan sikap sinis. a. atau produk tidak sesuai kebutuhan pasar. Sumber kewenangan yang tidak mencukupi Kegagalan inovasi mengakibatkan hilangnya sejumlah nilai investasi. Kepakaran pengeluaran yang terhadang 5. Kegagalan harus diidentifikasi dan diselesksi ketika proses berlangsung.

Hal ini tentunya mendorong guru untuk lebih bertindak sebagai coaching dari pada hanya sekedar telling dan spending ilmu pengetahuan. Dapat memberikan dorongan kepada murid untuk bekerja lebih keras dan lebih berhati-hati dalam belajar. . maupun kelas yang di sett dengan alat teknologi yang memungkinkan anak dapat mempelajari apa yang diinginkannya dengan bantuan alat teknologi tersebut. kemampuan berfikir ilmiah dan spontanitas pemahaman. seiring dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi dilklat mencari bentuk baru dalam proses pembelajaran anak. Setelah melaksanakan pembelajaran memanfaatkan internet ternyata terdapat beberapa pengaruh / dampak yang positif pada minat siswa.dalam dunia pendidikan. 2. maka dapat membantu setiap penyedia jasa pendidikan untuk selalu mendapat informasi-informasi yang terkini dan sesuai dengan kebutuhan. Menyediakan kesempatan kepada guru untuk mempelajarai isi pembelajaran kembali dan menggunakan metode yang tepat berdasarkan kurikulum yang ada. Restrukturisasi Kelas Berbasis Teknologi Pembelajaran tidak hanya terpaku pada kegiatan yang lebih dari hanya berbicara dan transfer pengetahuan. Pemanfaatan teknologi informasi adalah basis dalam pengembangan pembelajaran di dalam kelas. Menuntut guru melakukan pekerjaan dan alat yang lebih rumit. 3.com) : 1. 4. tingkat pemahaman. 5. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa teknologi memberikan dan nenuntut hal-hal berikut (http://inovasipendidikan. berkat adanya jaringan internet. baik dalam pengaturan kelas dengan alat teknologi tersebut (praktek). Membangun budaya nilai dan mutu pekerjaan dalam diklat secara signifikan. Pembelajaran yang dimaksudkan adalah perkembangan teknologi dimasa kini dan mendatang murid butuh untuk persiapan dirinya trutama kaitanyya dengan pengembangan projeck-projeck yang haerus dikerjakan baik secara individual maupun kelompok.wordpress. Mengarah kepada peran guru sebagai pelatih dari pada sebagai penyalur pengetahuan.

Menurut Soekartawi ( dalam Supardi: 2008). Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar dan mengajar. menyatakan bahwa kelemahan penggunaan internet adalah : 1. 3. Peserta didik dapat memperkaya bahan-bahan yang ada dengan melakukan pencaharian di internet. Kurangnya tenaga yang mengetahui.Kelebihan dan Kelemahan Penggunaan Jaringan Internet sebagai Media Pembelajaran Ada beberapa keuntungan jikalau kita menggunakan internet sebagai media pembelajaran dalam pendidikan (Supardi: 2008): 1. Manfaat internet pada dasarnya tidak terlepas dari kekurangan-kekurangan yang ada. Kurangnya interaksi antara guru dan siswa atau bahkan antar siswa itu sendiri. Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal. Peserta didik dapat langsung mendapatkan bahan-bahan yang selalu up-to date. namun hal ini bisa diatasi dengan penyediaan bahan-bahan pengajaran yang dapat langsung diakses melalui internet. 7. kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT. 4. 3. telepon ataupun komputer). . Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet (mungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik. apalagi jikalau metode ini dipergunakan maka akan berimplikasi pada : 1) ketersediaan sarana pendukung yang harus menunjang. 5. 2. Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis/komersial. 6. Hal ini sangat tergantung pada institusi pendidikan. 2) ketersediaan jaringan internet yang memadai. Proses belajar dan mengajarnya cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan. 3) serta perlu pula didukung oleh tingkat kecepatan yang memadai. Frekuensi tatap muka bukan lagi menjadi suatu kebutuhan yang mutlak. 2. Berubahnya peran guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional.

(http://bsnpindonesia.7. KEBIJAKAN DALAM INOVASI PENDIDIKAN A. Standar Nasional Pendidikan Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.org/id) .

B. . pelaksanaan. 2.sch.Standar Nasional Pendidikan terdiri dari : • • • • • • • • Standar Kompetensi Lulusan Standar Isi Standar Proses Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Standar Sarana dan Prasarana Standar Pengelolaan Standar Pembiayaan Pendidikan Standar Penilaian Pendidikan Standar Nasional Pendidikan berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan. nasional.sman1-mlg. terarah. dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu Fungsi dan Tujuan Standar : • • Standar Nasional Pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. 3. Anak berbakat memerlukan program pendidikan yang berdiferensiasi dan pelayanan di luar program sekolah luar biasa agar dapat merealisasikan sumbangan mereka terhadap masyarakat maupun terhadap diri sendiri. Memenuhi kebutuhan siswa yang memiliki karakteristik spesifik dari segi perkembangan kognitif dan efektifnya. (http://www.id) Tujuan Umum 1. Memenuhi hak asasi siswa yang sesuai dengan kebutuhan untuk dirinya sendiri. Program Akselerasi Anak berbakat adalah mereka yang oleh orang-orang profesional diidentifikasikan sebagai anak yang mampu mencapai prestasi tinggi karena memiliki kemampuan-kemampuan yang unggul. Memenuhi minat intelektual dan perspektif masa depan siswa. dan global. • Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana. dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal.

Menerapkan KTSP yang dikembangkan dari standart isi. Menyiapkan siswa sebagai pemimpin masa depan. Mencegah rasa bosan terhadap iklim kelas yang kurang mendukung berkembangnya potensi keunggulan siswa secara optimal 4. intelektual. Penilaian memenuhi standar nasional dan Internasional. 7. 6. Memacu mutu siswa untuk meningkatkan kecerdasan spiritual. minimal untuk mata pelajaran MIPA dan Bahasa Inggris. dan emosionalnya secara berimbang. Menerapkan proses pembelajaran dalam Bahasa Inggris. 5. Memberikan penghargaan untuk dapat menyeselesaikan program pendidikan secara lebih cepat 2. C. Mengadopsi buku teks yang dipakai SBI (negara maju).blogspot. Pendidik dan tenaga kependidikan memenuhi standart kompetensi yang ditentukan dalam Standar Nasional Pendidikan (SNP). Karakteristik SBI : 1. 2.com). Sekolah Berstandar Internasional Sekolah Berstandar Internasional (SBI) adalah sekolah nasional yang menyiapkan peserta didik berbasis Standar Nasional Pendidikan (SNP) Indonesia berkualitas Internasional dan lulusannya berdaya saing Internasional (http://smkn2ktp-kalbar. 6. Memenuhi kebutuhan aktualisasi diri siswa. 5.4. 4. Menimbang peran siswa sebagai aset masyarakat dan kebutuhan masyarakat untuk pengisian peran. standart kompetensi kelulusan dan kompetensi dasar yang diperkaya dengan muatan Internasional. Sarana/prasarana memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP). Meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses pembelajaran siswa 3. 3. . Tujuan Khusus 1. Menerapkan standar kelulusan yang lebih tinggi dari standar kompetensi lulusan (SKL) yang ada di dalam Standar Nasional Pendidikan (SNP).

pendidikan dasar. peningkatan mutu dan relevansi. menilai.8. Untuk menjamin perluasan dan pemerataan akses. membimbing. dan pendidikan menengah. serta tata pemerintahan yang baik dan akuntabilitas pendidikan yang mampu . mengajar. mengarahkan. dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal. melatih. PENGEMBANGAN PROFESI GURU Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik.

4. Kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik. kompetensi sosial. teknologi. sehingga perlu dikembangkan sebagai profesi yang bermartabat. berkeadilan. dan berkelanjutan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Menciptakan karya seni. nasional.menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal. dan global perlu dilakukan pemberdayaan dan peningkatan mutu guru dan dosen secara terencana. kompetensi. Kegiatan pengembangan profesi guru adalah kegiatan guru dalam rangka penerapan dan pengembangan ilmu pengetahuan. (Syamsi. dan keterampilan untuk meningkatkan mutu proses pembelajaran dalam rangka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pendidikan pada umumnya maupun lingkup sekolah pada khususnya. sehat jasmani dan rohani. dan kode etik profesi. bahwa guru dan dosen mempunyai fungsi. Guru wajib memiliki kualifikasi akademik. Membuat alat pelajaran/alat peraga atau alat bimbingan. tanpa tahun) Kegiatan Pengembangan Profesi Guru 1. (2) menangani proses pembelajaran. Kualifikasi akademik diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana atau program diploma empat. Melakukan kegiatan karya tulis/karya ilmiah (KTI) di bidang pendidikan. Pemberdayaan profesi guru atau pemberdayaan profesi dosen diselenggarakan melalui pengembangan diri yang dilakukan secara demokratis. Penulisan Karya Ilmiah sebagai Sarana Pengembangan Profesi Guru Lingkup kegiatan guru meliputi : (1) mengikuti pendidikan. Tujuan kegiatan pengembangan profesi guru adalah untuk meningkatkan mutu guru agar guru lebih profesional dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya. Menemukan teknologi tepat guna di bidang pendidikan. 2. kemajemukan bangsa. seni. dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. (3) melakukan kegiatan pengembangan profesi dan (4) melakukan kegiatan penunjang. tidak diskriminatif. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. nilai kultural. dan . kompetensi kepribadian. dan kedudukan yang sangat strategis dalam pembangunan nasional dalam bidang pendidikan. sertifikat pendidik. Tentang profesi guru diatur dalam Undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. 3. dan berkesinambungan. peran. nilai keagamaan. terarah.

Dalam hal pembelajaran. Karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah gagasan sendiri dalam bidang pendidikan. tiap satuan pendidikan bahkan tiap guru diberikan kebebasan untuk melakukan inovasi dengan tetap berorientasi pada tujuan yang sudah ditetapkan dan berpedoman pada kurikulum yang sudah dibuat. Karya ilmiah hasil penelitian. survei dan atau evaluasi di bidang pendidikan. 6. pengkajian. Karya alih bahasa atau karya terjemahan. 4. Tulisan ilmiah populer. dan 7.5. Prasaran dalam pertemuan ilmiah. Diktat pelajaran. INOVASI DI BIDANG PEMBELAJARAN Implementasi Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan di tiap satuan pendidikan (sekolah) masing-masing berbeda. 2. 5. Buku pelajaran. 9. Mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum. Ruang Lingkup Kegiatan Karya Tulis Ilmiah Guru 1. 3. Inovasi pembelajaran mampu membawa perubahan belajar bagi peserta .

dan evaluasi. Guru perlu mengadakan inovasi pembelajaran berupa penggunaan multi. dunia pikiran siswa menjadi konkret. fasilitas-media yang tersedia. motivasi belajar muncul. dan kondisi guru itu sendiri. bersemangat. • Probing-prompting Teknik probing-prompting adalah pembelajaran dengan cara guru menyajikan serangkaian pertanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali sehingga terjadi proses berpikir yang mengaitkan pengetahuan tiap siswa dan pengalamannya dengan bermakna. sifat materi bahan ajar. strategi. algoritma. Melalui inovasi pembelajaran maka suasana pembelajaran yang menyenangkan. konsep. yaitu matematika horizontal (tools. dan suasana menjadi kondusif – nyaman dan menyenangkan. Direct Learning). terbuka. Guru perlu menggunakan beberapa model pembelajaran untuk menghadapi segala situasi-kondisi. fakta. refleksi. melejitkan kemampuan. mengembangkan. bakat minat peserta didik. pengembangan mateastika). latihan terbimbing. latihan mandiri. bimbingan dalam pembelajaran. sajian informasi dan prosedur. Prinsip pembelajaran kontekstual adalah aktivitas siswa. tidak hanya menonton dan mencatat. RME dikembangkan oleh Freud di Belanda dengan pola guided reinvention dalam mengkontruksi konsep-aturan melalui process of mathematization. Cooperative Learning). Sintaknya adalah menyiapkan siswa. • Pembelajaran Langsung (DL. • Realistik (RME. sehingga akan terasa manfaat dari materi yang akan disajkan. Beberapa model inovasi pembelajaran adalah sebagai berikut. Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang dimulai dengan sajian atau tanya jawab lisan (ramah. prinsip. Sebab itu guru wajib melaksanakan inovasi . proses dunia empirik) dan vertikal (reoorganisasi matematik melalui proses dalam dunia rasio. berkesan. dan pengembangan kemampuan sosialisasi. • Koperatif (CL.didik. Pengetahuan yang bersifat informasi dan prosedural yang menjurus pada ketrampilan dasar akan lebih efektif jika disampaikan dengan cara pembelajaran langsung. negosiasi) yang terkait dengan dunia nyata kehidupan siswa (daily life modeling). model. pembelajaran. aturan uantuk digunakan dalam menyelesaikan persoalan.kecerdasan. metode. siswa melakukan dan mengalami. Realistic Mathematics Education). interaksi. potensi.

dan menerapkan. Visualization yang bermakna belajar haruslah menggunakan indra mata melallui mengamati. Pembelajaran SAVI adalah pembelajaran yang menekankan bahwa belajar haruslah memanfaatkan semua alat indra yang dimiliki siswa. satuan pendidikan dan peserta didik. KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. 10. membaca. Selanjutnya siswa mengkonstruksi konsepprinsip-aturan menjadi pengetahuan baru.pengetahuan baru yang sedang dipelajari. mengemukakan penndepat. menyimak. Istilah SAVI sendiri adalah kependekan dari: Somatic yang bermakna gerakan tubuh (hands-on. Auditory yang bermakna bahwa belajar haruslah dengan melalui mendengarkan. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan. isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. dan menanggapi. dan Intellectualy yang bermakna bahwa belajar haruslah menggunakan kemampuan berpikir (minds-on) belajar haruslah dengan konsentrasi pikiran dan berlatih menggunakannya melalui bernalar. mengidentifikasi. dengan demikian pengetahuan baru tidak diberitahukan. mencipta. • SAVI. memecahkan masalah. menggunbakan media dan alat peraga. argumentasi. mendemonstrasikan. berbicara. menggambar. kondisi dan potensi daerah. presentasi. mengkonstruksi. menemukan. aktivitas fisik) belajar dengan mengalami dan melakukan. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh . menyelidiki.

5. sarana dan prasarana. SMA dan SMK terdiri atas guru. Tim Penyusun Tim penyusun KTSP pada SD. tenaga kependidikan. Kesetaraan Jender 12. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi. 9. Di dalam kegiatan tim penyusun melibatkan komite sekolah. dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Tuntutan pembangunan daerah dan nacional Tuntutan dunia kerja Perkembangan ilmu pengetahuan. pembiayaan dan penilaian pendidikan. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Peningkatan potensi. 2. dan seni Agama Dinamika perkembangan global Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan 10. 3. dan kepala sekolah sebagai ketua merangkap anggota. 7. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut. 8. serta pihak lain yang terkait. 6. Karakteristik satuan pendidikan Mekanisme Penyusunan KTSP 1. teknologi. yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum. 4.satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. konselor. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat 11. proses. kompetensi lulusan. dan nara sumber. SMP. di Supervisi dilakukan oleh dinas yang bertanggung jawab di bidang pendidikan tingkat kabupaten/kota untuk SD dan SMP dan tingkat provinsi untuk . Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. (BSNP: 2006) KTSP disusun dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut (BSNP: 2006): 1. pengelolaan. kecerdasan.

11. dan (5) Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial . dan kepala madrasah sebagai ketua merangkap anggota. MA. MA dan MAK terdiri atas guru. SMA. Dokumen kurikulum tingkat satuan pendidikan SDLB. 3. serta pihak lain yang terkait. Supervisi dilakukan oleh departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama. Tim penyusun kurikulum tingkat satuan pendidikan MI. Pemberlakuan Dokumen KTSP pada SD. Kegiatan Penyusunan KTSP merupakan bagian dari kegiatan perencanaan sekolah/madrasah. dan tingkat propinsi untuk SMA dan SMK. dan SMALB dinyatakan berlaku oleh kepala sekolah serta mendapat pertimbangan dari komite sekolah dan diketahui dinas provinsi yang bertanggung jawab di bidang pendidikan. Kegiatan ini dapat berbentuk rapat kerja dan/atau lokakarya sekolah/madrasah dan/atau kelompok sekolah/madrasah yang diselenggarakan dalam jangka waktu sebelum tahun pelajaran baru. konselor. konselor. PROGRAM PENGEMBANGAN MUATAN LOKAL Latar Belakang Latar belakang adanya pengembangan muatan lokal antara lain: (1) otonomi daerah. (4) pendidikan di sekolah perlu memberikan wawasan yang luas pada peserta didik tentang kekhususan yang ada di lingkungannya. (2) desentralisasi. 2. dan nara sumber. reviu dan revisi. Di dalam kegiatan tim penyusun melibatkan komite sekolah. dan SMALB) terdiri atas guru. MTs. Tahap kegiatan penyusunan KTSP secara garis besar meliputi: penyiapan dan penyusunan draf. (3) multikultural. SMPLB. dan MAK dinyatakan berlaku oleh kepala madrasah setelah mendapat pertimbangan dari komite madrasah dan diketahui oleh departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama. pemantapan dan penilaian. MTs.SMA dan SMK. serta finalisasi. Dokumen KTSP pada MI.SMPLB. Tim penyusun kurikulum tingkat satuan pendidikan khusus (SDLB. dan SMK dinyatakan berlaku oleh kepala sekolah setelah mendapat pertimbangan dari komite sekolah dan diketahui oleh dinas tingkat kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD dan SMP. kepala sekolah sebagai ketua merangkap anggota. SMP.

6. Kebutuhan daerah yaitu segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat. Pendidik hendaknya dapat memilih dan sosial. 2. Pembinaan SMA: 2009) : 1. Bahan pembelajaran bermakna bagi peserta didik dan dapat membantu peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. 8. (2) dikembangkan dari yang diketahui ke yang belum diketahui. Program pembelajaran dikembangkan dengan melihat kedekatan secara fisik dan secara psikis. 3. fisik. emosional. khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat yang disesuaikan dengan arah perkembangan dan potensi yang ada di daerah. Materi pembelajaran disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik (pengetahuan dan cara berpikir. maupun . 4. Penyusunan Muatan Lokal Dalam penyusunan muatan lokal mengacu pada rambu-rambu berikut ini (Depdiknas – Dit.budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestariaanya. 5. Pelaksanaan Mulok tidak mengganggu pelaksanaan komponen mata pelajaran (komponen A dalam struktur kurikulum). Kondisi daerah berkaitan dengan lingkungan alam. dan lingkungan sosial budaya yang selalu berkembang. oleh karena itu dalam pelaksanaan Mulok diharapkan tidak ada pekerjaan rumah (PR). Pengembangan muatan lokal mengacu pada kondisi daerah dan kebutuhan daerah. 7. Kompetensi dan materi pembelajaran hendaknya memberikan keluwesan bagi pendidik dalam memilih metode mengajar dan sumber belajar.lingkungan sosial ekonomi. dan sosial). Bahan pembelajaran disusun berdasarkan prinsip (1) bertitik tolak dari hal-hal konkret ke abstrak. (3) dari pengalaman lama ke pengalaman baru. Kegiatan pembelajaran diatur sedemikian rupa agar tidak memberatkan peserta didik. menggunakan strategi yang melibatkan peserta didik aktif dalam proses pembelajaran baik secara mental. (4) dari yang mudah/sederhana ke yang lebih sukar/rumit.

LPTK dan atau Perguruan Tinggi. 10. portofolio. projek. Materi pembelajaran muatan lokal harus bersifat utuh dalam arti mengacu kepada suatu tujuan pembelajaran yang jelas dan memberi makna kepada peserta didik. Tokoh Masyarakat. pengamatan kinerja. XII. dibutuhkan paradigma baru yang . Pemerintah Daerah. Instansi/lembaga di luar Dinas. dan penilaian diri. 12. misalnya: a. Oleh sebab itu. 2. sesuai dengan jenis mulok yang dilaksanakan. 6. Berdasarkan definisi secara harfiah pembelajaran inovatif tersebut. Dinas lain yang terkait.9. Muatan Lokal tertentu tidak harus secara terus-menerus diajarkan mulai dari kelas X s. 5. tampak di dalamnya terkandung makna pembaharuan. Dunia Usaha/Industri. menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. 4. Penilaian pencapaian Standar Kompetensi maupun Kompetensi Dasar dilakukan berdasarkan indikator. Tim Pengembang Kurikulum Sekolah.d. 3. Gagasan pembaharuan muncul sebagai akibat seseorang merasakan adanya anomali atau krisis pada paradigma yang dianutnya dalam memecahkan masalah belajar. Muatan Lokal dapat disusun dan diajarkan hanya dalam jangka waktu satu semester atau dua semester/satu tahun pembelajaran 11. Tim Pengembang Kurikulum Provinsi/Kabupaten/ Kota. pengukuran sikap. INOVASI PEMBELAJARAN Pembelajaran inovatif juga mengandung arti pembelajaran yang dikemas oleh guru atau instruktur lainnya yang merupakan wujud gagasan atau teknik yang dipandang baru agar mampu memfasilitasi siswa untuk memperoleh kemajuan dalam proses dan hasil belajar. penilaian hasil karya. Pihak-pihak yang terlibat dalam Pengembangan Muatan Lokal 1. c. produk. Alokasi waktu pembelajaran Muatan Lokal minimal 2 jam perminggu. b. LPMP.

pemantapan. Menyajikan kegiatan belajar yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui siswa dalam lingkungannya. c. b. Kegiatan-kegiatan yang dipilih dalam pelaksanaan pembelajaran tematik bertolak dari minat dan kebutuhan siswa. Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan (Poerwadarminta dalam Surtikanti & Joko Santoso: 2009).karena pada hakikatnya seseorang secara alamiah lebih mudah terjangkit virus rutinitas. karena manusia sebagai individu adalah makhluk kreatif. atau pengayaan. 7) guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara tematik dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan. perubahan sering dianggap sebagai pengganggu kenyamanan diri. Beberapa ciri khas dari pembelajaran tematik antara lain (Supraptiningsih: 2009): a. di antaranya: 1) siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu. Pembelajaran Tematik Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang menggunakan tema dalam mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. d. 3) pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan. . e. Namun. Dengan tema diharapkan akan memberikan banyak keuntungan. 6) siswa mampu lebih bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasinya untuk mengembangkan suatu kemampuan dalam satu mata pelajaran sekaligus mempelajari mata pelajaran lain. 4) kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa. Pengalaman dan kegiatan belajar sangat relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak usia sekolah dasar. Membantu mengembangkan keterampilan berpikir siswa. waktu selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan remedial. Perubahan paradigma seyogyanya diakomodasi oleh semua manusia. A. 5) siswa mampu lebih merasakan manfaat dari makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas.diyakini mampu memecahkan masalah tersebut. 2) siswa mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antarmata pelajaran dalam tema yang sama. Kegiatan belajar akan lebih bermakna dan berkesan bagi siswa sehingga hasil belajar dapat bertahan lebih lama.

Mengembangkan keterampilan sosial siswa. bahkan mengaitkannya dengan kehidupan siswa dan keadaan lingkungan di mana sekolah dan siswa berada. Dengan demikian. hal ini sesuai dengan pendekatan belajar modern yang lebih banyak menempatkan siswa sebagai subjek belajar. Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran Pembelajaran tematik menyajikan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran. Hal ini diperlukan untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari. d. seperti kerjasama. e. siswa dihadapkan pada sesuatu yang nyata (konkret) sebagai dasar untuk memahami hal-hal yang lebih abstrak. c. dan tanggap terhadap gagasan orang lain. . toleransi. Fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan tema-tema yang paling dekat berkaitan dengan kehidupan siswa. Dengan pengalaman langsung ini. Siswa mampu memahami konsep-konsep tersebut secara utuh. Berpusat pada siswa Pembelajaran tematik berpusat pada siswa (student centered). Karakteristik pembelajaran tematik menurut Surtikanti & Joko Santoso (2008: 90-91) adalah sebagai berikut : a.f. b. komunikasi. Bersifat fleksibel Pembelajaran tematik bersifat luwes (fleksibel). f. Hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa Siswa diberi kesempatan untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya sesuai dengan minat dan kebutuhannya. sedangkan guru lebih banyak berperan sebagai fasilitator yaitu memberikan kemudahan-kemudahan kepada siswa untuk melakukan aktivitas belajar. di mana guru dapat mengaitkan bahan ajar dari satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lainnya. Pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas Dalam pembelajaran tematik pemisahan antarmata pelajaran menjadi tidak begitu jelas. Memberikan pengalaman langsung Pembelajaran tematik dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa (direct experiences).

mencoba. motivasi. dan suasana menjadi kondusif – nyaman dan menyenangkan. B. mengkonstruksi konsep-aturan. Inquiry (identifikasi. hipotesis. membimbing. sehingga akan terasa manfaat dari materi yang akan disajkan. (Lutfizulfi: 2008. yaitu : 1. rangkuman. pengarahan-petunjuk. Reflection (reviu. Learning community (seluruh siswa partisipatif dalam belajar kelompok atau individual. contoh) 2.com) Ada tujuh indokator pembelajarn kontekstual sehingga bisa dibedakan dengan model lainnya. Authentic assessment (penilaian selama proses dan sesudah pembelajaran. Constructivism (membangun pemahaman sendiri. generalisasi) 3. Modeling (pemusatan perhatian. hands-on. rambu-rambu. http://lutfizulfi. analisis-sintesis) 6. mengarahkan. evaluasi. Pembelajaran Kontekstual (CTL. mengembangkan.wordpress. tindak lanjut) 7. Contextual Teaching and Learning) Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang dimulai dengan sajian atau tanya jawab lisan (ramah. negosiasi) yang terkait dengan dunia nyata kehidupan siswa (daily life modeling). terbuka. penilaian portofolio. menuntun. motivasi belajar muncul. menemukan) 5. minds-on. inkuiri. dunia pikiran siswa menjadi konkret. mengerjakan) 4. investigasi. Questioning (eksplorasi. Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan. konjektur. penyampaian kompetensi-tujuan. penilaian terhadap setiap aktvitas-usaha siswa. generalisasi.g. penilaian seobjektif-objektifnya dari berbagai aspek dengan berbagai cara) .

kompetensi dasar. PENGEMBANGAN SILABUS DAN RPP A. indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Prinsip Pengembangan Silabus 1) Ilmiah. . kegiatan pembelajaran. materi pokok/pembelajaran.13. alokasi waktu. dan sumber belajar. Silabus 1. (BSNP: 2006) 2. penilaian. Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. Pengertian Silabus Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi .

6) Aktual dan Kontekstual. taat asas) antara kompetensi dasar. dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar. 3) Sistematis. serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. materi pokok/pembelajaran. emosional. sosial. Cakupan indikator. 5) Memadai. Langkah-langkah Pengembangan Silabus Langkah-langkah Pengembangan Silabus adalah sebagai berikut (BSNP: 2006): 1) Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar 2) Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran 3) Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran 4) Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi 5) Penentuan Jenis Penilaian 6) Menentukan Alokasi Waktu 7) Menentukan Sumber Belajar saling berhubungan secara . dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata. psikomotor). dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu. Adanya hubungan yang konsisten (ajeg. tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik. kedalaman. Komponen-komponen silabus fungsional dalam mencapai kompetensi. intelektual. sumber belajar. Cakupan indikator. Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik. teknologi. pengalaman belajar. materi pokok/pembelajaran. pendidik. Cakupan. 4) Konsisten. pengalaman belajar.2) Relevan. Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif. sumber belajar. dan spritual peserta didik. dan sistem penilaian. afektif. sumber belajar. pengalaman belajar. indikator. dan peristiwa yang terjadi. 3. 8) Menyeluruh. materi pokok. 7) Fleksibel.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan menajemen pembelajaran untuk mencapai satu atau lebih kompetensi dasar yang telah dijabarkan dalam silabus. standar kompetensi. Indikator dan Alokasi Waktu. dan Penilaian. Jadi. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 1. penilaian hasil belajar. Penjelasan tiap-tiap komponen adalah sebagai berikut (BSNP: 2006) : 1) Mencantumkan Identitas Terdiri dari: Nama sekolah. kompetensi dasar. indikator pencapaian kompetensi. metode pengajaran. Metode Pembelajaran. Standar Kompetensi. dan sumber belajar. Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran. Sumber Belajar. alokasi waktu. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan. Tujuan Pembelajaran. materi ajar. 2) 3) 4) Merumuskan Tujuan Pembelajaran Menetukan Materi Pembelajaran Menentukan Metode Pembelajaran . 3. dan penilaian hasil belajar”. 2. materi ajar. Komponen RPP RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. tujuan pembelajaran.B. Kompetensi Dasar. mtode pembelajaran. sumber belajar. kegiatan pembelajaran. Langkah-Langkah Penyusunan RPP Langkah-langkah minimal dari penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). dimulai dari mencantumkan Identitas RPP. Pengertian Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa: ”Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran. Komponen RPP meliputi: identitas mata pelajaran. Mata Pelajaran. Kelas. Semester. Materi Pembelajaran.

(Sukarna: 2010) Lesson Study merupakan suatu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip- . Pengertian Lesson Study Lesson Study (LS) merupakan pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun learning community. LESSON STUDY A.5) 6) 7) Menetapkan Kegiatan Pembelajaran Memilih Sumber Belajar Menentukan Penilaian 14. mulai dari persiapan sampai pelaksanaan pembelajaran dan melakukan refleksi terhadap pembelajaran tersebut. Lesson Study adalah belajar bersama dari suatu pembelajaran yang dilakukan baik pada pembelajaran oleh dirinya sendiri maupun pembelajaran orang lain.

misalnya tentang: pengembangan kemampuan akademik siswa.blogspot. serta hal-hal lainya yang berkaitan dengan aktivitas. yang diperolehnya berdasarkan hasil observasi terhadap beberapa sekolah di Jepang. Lesson study dapat merupakan suatu kegiatan pembelajaran dari sejumlah guru dan pakar pembelajaran yang mencakup 3 (tiga) tahap kegiatan. mengembangkan kerajinan siswa dalam belajar. bagaimana siswa bekerja dalam kelompok kecil. dan permasalahan yang dihadapi pendidik. implementasi (action) pembelajaran dan observasi serta refleksi (reflection) terhadap perencanaan dan implementasi pembelajaran tersebut. Fokus yang paling utama dari Lesson Study adalah pengembangan dan pembelajaran yang dilakukan siswa. Ciri-ciri Lesson Study Dalam tulisannya. Studi tentang siswa secara cermat.wordpress. apakah siswa menunjukkan minat dan motivasinya dalam belajar.prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun learning community. 2. pengembangan kemampuan individual siswa. yaitu perencanaan (planning). dan sebagainya. Dengan demikian. Lesson study memfokuskan pada materi atau bahan pelajaran yang dianggap penting dan menjadi titik lemah dalam pembelajaran siswa serta sangat sulit untuk dipelajari siswa. http://psyeducacao. pemenuhan kebutuhan belajar siswa. pengembangan pembelajaran yang menyenangkan. partisipasi. (http://pembelajaranguru. Lesson Study bukan suatu metode pembelajaran atau suatu strategi pembelajaran. dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran. kondisi.com) B. bagaimana siswa melakukan tugas-tugas yang diberikan guru. serta kondisi dari setiap siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Tujuan bersama untuk jangka panjang. misalnya.com) mengemukakan tentang ciri-ciri esensial dari Lesson Study. Materi pelajaran yang penting. Catherine Lewis (dalam Dziat: 2009. pusat perhatian tidak lagi hanya tertuju pada bagaimana cara guru . tetapi dalam kegiatan Lesson Study dapat memilih dan menerapkan berbagai metode/strategi pembelajaran yang sesuai dengan situasi. 3. yaitu: 1. Lesson study didahului adanya kesepakatan dari para guru tentang tujuan bersama yang ingin ditingkatkan dalam kurun waktu jangka panjang dengan cakupan tujuan yang lebih luas.

melakukan implementasi rencana pembelajaran (RP) yang telah disusun tersebut. Tahap Perencanaan Pada tahap ini dilakukan identifikasi masalah yang ada di kelas yang akan digunakan untuk kegiatan lesson study dan perencanaan alternatif pemecahannya. serta tahap refleksi. 2.wordpress. . 4. bahkan sampai hal-hal yang detail sekali pun dapat digali. Observasi pembelajaran secara langsung. Identifikasi masalah dalam rangka perencanaan pemecahan masalah tersebut berkaitan dengan pokok bahasan (materi pelajaran) yang relevan dengan kelas dan jadwal pelajaran. Penggunaan videotape atau rekaman bisa saja digunakan hanya sebatas pelengkap. Untuk menilai kegiatan pengembangan dan pembelajaran yang dilaksanakan siswa tidak cukup dilakukan hanya dengan cara melihat dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Lesson Plan) atau hanya melihat dari tayangan video. (http://pembelajaranguru. dan bukan sebagai pengganti. Observasi langsung boleh dikatakan merupakan jantungnya Lesson Study. data yang diperoleh tentang proses pembelajaran akan jauh lebih akurat dan utuh. Para observer ini mencatat hal-hal positif dan negatif dalam proses pembelajaran. Tahap Kegiatan dalam Lesson Study Ada tiga tahapan dalam lesson study.dalam mengajar sebagaimana lazimnya dalam sebuah supervisi kelas yang dilaksanakan oleh kepala sekolah atau pengawas sekolah. Dengan melakukan pengamatan langsung. Pakar dan guru lain melakukan observasi dengan menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan dan perangkat lain yang diperlukan. terutama dilihat dari segi tingkah laku siswa. tahap implementasi dan observasi. metode/pendekatan pembelajaran. yaitu: tahap perencanaan. alat peraga. Tahap Implementasi dan Observasi Pada tahap ini seorang guru yang telah ditunjuk (disepakati) oleh kelompoknya. namun juga harus mengamati proses pembelajaran secara langsung. C. karakteristik siswa dan suasana kelas. dan evaluasi proses dan hasil belajar. dilakukan rekaman video (audio visual) yang mengclose-up kejadian-kejadian khusus (pada guru atau siswa) selama pelaksanaan pembelajaran. media. di kelas. Selain itu (jika memungkinkan).com) 1.

terutama yang menyangkut kegiatan siswa selama berlangsung pembelajaran yang disertai dengan pemutaran video hasil rekaman pembelajaran. guru yang melakukan implementasi akan memberikan tanggapan balik atas komentar para observer. di samping itu dapat digunakan sebagai bahan diseminasi kepada khalayak yang lebih luas. Pertimbangan-pertimbangan ini digunakan untuk perbaikan rencana pembelajaran selanjutnya. Hal yang penting pula dalam tahap refleksi ini adalah mempertimbangkan kembali rencana pembelajaran yang telah disusun sebagai dasar untuk perbaikan rencana pembelajaran berikutnya. Apakah rencana pembelajaran tersebut telah sesuai dan dapat meningkatkan performance keaktifan belajar siswa. Diskusi ini dipimpin oleh Kepala Sekolah. metode pembelajarannya. guru yang tampil dan para observer serta pakar mengadakan diskusi tentang pembelajaran yang baru saja dilakukan. atau lainnya.Hasil rekaman ini berguna nantinya sebagai bukti autentik kejadian-kejadian yang perlu didiskusikan dalam tahap refleksi atau pada seminar hasil lesson study. Selanjutnya observer (guru lain dan pakar) menyampaikan hasil analisis data observasinya. segera dilakukan refleksi. Jika belum ada kesesuaian. atau guru yang ditunjuk oleh kelompok. . 3. baik terhadap dirinya maupun terhadap siswa yang dihadapi. Pertama guru yang melakukan implementasi rencana pembelajaran diberi kesempatan untuk menyatakan kesan-kesannya selama melaksanakan pembelajaran. Pada tahap refleksi ini. Selanjutnya. materi dalam LKS. Koordinator kelompok. hal-hal apa saja yang belum sesuai. media atau alat peraga. Tahap Refleksi Selesai praktik pembelajaran.

Unsur mikro merupakan ciri utamanya dan berusaha untuk meyederhanakan secara sistimatis keseluruhan proses mengajar yang ada. Bahan pelajaran hanya mencakup satu atau dua hal yang sederhana. terbatas. . Apa yang disederhanakan. Teaching berarti mendidik atau mengajar. Mikro Teaching berarti suatu kegiatan mengajar dimana segalanya diperkecil atau disederhanakan. MIKRO TEACHING Pengertian Mikro Teaching Mikro berarti kecil. yaitu: • • • • Jumlah siswa 5 – 6 orang. Ketrampilan mengajar difokuskan beberapa ketrampilan khusus saja. sempit. Dengan memperkecil murid.15. Waktu mengajar 5 – 10 menit.

com) : 1. 4. Mengembangkan sikap kritis pendidik. 7. Menanamkan rasa percaya pada diri dan bersifat terbuka dengan kritik orang lain. dalam http://retorikahidupseorangkisnounila. 8.menyingkat waktu. 9. 6. Memungkinkan adanya perbaikan dalam waktu singkat. Merupakan medan untuk mencobakan sistem atau metode baru untuk diteliti sebelum dikembangkan.blogspot. Keterampilan membuka pelajaran . 2. Keterampilan khusus itu meliputi (Kisno: 2010. Memungkinkan banyak orang yang dapat mengikuti proses belajar dan tidak tentu waktunya. Mengembangkan kemampuan mawas diri dan menilai orang lain. Memberi kesempatan pendekatan analistis mengenai ketrampilan dan strategi mengajar. perhatian dapat sepenuhnya diarahkan pada pembinaan penyempurnaan keterampilan khusus yang sedang dipelajari. Memberi kesempatan untuk mengikuti kembali kritik dan diskusi cara mengajar berulangkali. Mengenal kelemahan-kelemahan dan keliruan-keliruan dalam penampilan keterampilan mengajar dan mengetahui penampilan yang baik. Tujuan Operasional Mikro Teaching 1. 3. Dengan menggunakan video tape recorder maka: • • Memberi kesempatan guru untuk melihat dan mendengar dirinya sendiri. Memungkinkan untuk membuat model cara mengjar. Ada sepuluh ketrampilan khusus yang dapat dilatih dalam micro teaching yang kesemuanya itu merupakan dalam sebuah proses belajar mengajar. Materi Kegiatan/Program Kegiatan Yang dimaksud materi disini adalah keterampilan yang akan dilatih melalui penampilan dalam mikro teaching. 11. mempersempit sarana-sarana serta membatasi keterampilan. 5. 10. Menanamkan kesadaran akan nilai keterampilan mngajar dan komponenkomponennya.

dan semacamnya menarik perharian siswa. Memberi pengarahan sederhana dan pancingan. Teknik mengkomunikasikan media tepat. Pertanyaan didistribusikan secara merata di antara para siswa. Memulai pelajaran setelah nampak siswa siap belajar. baru menunjuk. Keterangan guru berfokus pada inti pelajaran. Memberi tuntunan pada siswa agar dapat memberi jawaban yang benar. reaksi. bila siswa menjawab atau mengajukan pertanyaan. Memuji dan memberi dorongan dengan senyum atau anggukan atas partisipasi siswa. Teknik menunjuk yang memungkinkan seluruh siswa siap. Keterampilan menggunakan metode yang tepat . Pertanyaan ditunjukan keseluruhan kelas lebih dahulu. dan semacamnya. usul. Keterangan guru mudah ditangkap oleh siswa. Keterampilan bertanya • • • • • • • • • • Pertanyaan guru sebagian besar telah cukup jelas. Keterampilan memberi motivasi • • • • Mengucapkan “baik. Keterampilan menerangkan 6. Penggunaan contoh. Mengenalkan pokok pelajaran dengan menghubungkan pengetahuan yang sudah diketahui oleh siswa. agar siswa memberi jawaban yang benar. Guru memperhatikan dengan sungguh-sungguh respon siswa yang berupa pertanyaan. Keterampilan mendayagunakan media • • • Pemilihan media sesuai dengan PBM yang diprogramkan. 5. 4. ilustrasi. Keterangan guru menarik perhatian siswa. Guru trampil menggunakan media. Cara mengenalkan pelajaran cukup menarik.• • • • Memperhatikan sikap dan tempat duduk siswa. ya”. 2. Pertanyaan guru sebagian besar jelas kaitannya dengan masalah. 3. bagus.

Ada pengaruh langsung yang berupa: informasi. Keterampilan mengadakan interaksi 8. Suara guru cukup bervariasi. mengamati. Nampak ada partisipasi dari siswa yang berupa: mendengarkan. Ada pemusatan perhatian dari pihak siswa. Gerakan guru bebas. Menaruh perhatian kepada siswa yang mengalami kesulitan. Dapat menyimpulkan pelajaran dengan tepat.• • • • • • • • Ada kecocokan antara metode yang dipilih dengan tujuan pengajaran. 9. dan mencoba. menjawab. badan. Melakukan penjajagan kepada siswa tentang pelajaran yang telah diterimanya. Adanya kesepakatan guru terhadap tanda siswa yang mengalami salah pengertian. Dalam menggunakan metode telah memenuhi sistematika metode tersebut. dan membenarkan atau menyalahkan. Melakukan kegiatan untuk mengatasi kesulitan siswa. 7. Ada keseimbangan antara jumlah kegiatan guru (aksi) dengan kegiatan siswa (reaksi) selama proses belajar mengajar. Isyarat guru menggunakan tangan. Keterampilan menutup pelajaran . Ada kecocokan antara metode yang dipilih dengan materi pelajaran dan situasi kelas. Dapat menggunakan kata-kata yang dapat membesarkan hati siswa. Keterampilan penjajagan/assessment 10. bertanya. dan wajah cukup bervariasi. Mencari apa yang menjadi sumber terjadinya kesulitan. Pengertian indera melihat dan mendengar berjalan dengan wajar. Alat yang dapat menunjang kelancaran penggunaan metode tersebut telah disiapkan. pengarahan. Keterampilan penampilan verbal non verbal • • • • • • • • • • • • • Gerakan guru wajar. Menguasai dalam penggunaan metode tersebut.

2. Pola mikro teaching yang akan digunakan dan dikembangkan.blogspot. Follow up ditentukan kapan mengajar dikelas yang sebenarnya atau melaksanakan tugas profesional guru. Pembinaan SMA.com. (http://psy-educacao. 2006. Rencana kegiatan dan prosedur kegiatan mikro teaching 6. 3. Follow up. DAFTAR PUSTAKA BSNP. diakses tanggal 23 Maret 2010) . ahli teknik alat rekaman) 4. 7. peserta didik/siswa. Sarana dan prasarana. Waktu diadakan mikro teaching. Personalia dalam mikro teaching (calon yang praktek. orang yang akan mengadakan observasi dan penilaian. Tempat diadakan mikro teaching. Dapat mendorong siswa tertarik pada pelajaran yang telah diterima. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar Dan Menengah. 5. 2009. Persiapan Penyelenggaraan Dalam mempersiapkan penyelenggaraan micro teaching kita harus menetapkan. 2009. Jakarta: BSNP Depdiknas – Dit. “Pengembangan Muatan Lokal”. Diklat KTSP SMA Dziat.• • Dapat menimbulkan perasaan mampu (sense of achievment) dari pelajaran yang diproleh. 1.“Pengertian Lesson Study”.

diakses tanggal 23 Maret 2010) Supardi. (http://all-about-trick. “Inovasi dan Pendidikan”. diakses tanggal 8 Maret 2010) . Pengelola 2009. (http://pembelajaranguru. “Tematik”. (http://retorikahidupseorangkisnounila. 2009. 2008. (http://dianmiranda. Modul Suplemen.com.org. 2008.id. 2009.Kisno.blogspot.blog. (http://physicsmaster.com. 2008. 2008. 2009. “Makalah Inovasi Pendidikan”.com. (http://inovasipendidikan. “Landasan Teori inovasi Pendidikan”. Jakarta: Depdiknas Surtikanti & Joko Santoso. “Pemanfaatan Internet sebagai Media Pembelajaran Fisika yang Menyenangkan”. “Inovasi Pendidikan”.student. Bibit. Jakarta: Pusat Bahasa Saputra.com. M dan Sri Fatmawati.blogspot. Program Magister Pendidikan Fisika. Dian.wordpress. (http://fajarkusuma. PPS UAD Yogyakarta. 2009. “Lesson Study”.umm. 2009.com. diakses tanggal 8 Maret 2010) Pembelajaran. “Model-Model Pembelajaran Inovatif untuk Digunakan Guru” (http://lutfizulfi. 2010. diakses tanggal 8 Maret 2010) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang “Guru dan Dosen” Ventola. diakses tanggal 23 Maret 2010) Miranda.orgfree. 2010. Supraptiningsih.wordpress. 29 Nopember 2008 Supriyanto. diakses tanggal 23 Maret 2010) (http://weblog- Blog. Makalah Seminar Nasional Fisika. 2007. “Inovasi Pendidikan dan Penerapannya”. diakses tanggal 8 Maret 2010) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 10 Tahun 2009 tentang “Sertifikasi Guru dalam Jabatan” Pusat Bahasa. “Inovasi”.blogspot. “Pengertian Micro Teaching”. “Makalah Micro Teaching”. diakses tanggal 23 Maret 2010) Pendidikan. diakses tanggal 23 Maret 2010) Lutfizulfi. (http://h210189. Strategi Belajar Mengajar. Surakarta: BP-FKIP UMS Sutarno. 2007.wordpress.com.com.wordpress. Kamus Bahasa Indonesia. pendidikan. Inovasi Pendidikan.binusian. 2010.com. diakses pada tanggal 23 Maret 2010) Kusuma. Pembelajaran dan Aplikasinya (SFPA) 2008. Eko. dkk. Surakarta: Muhammadiyah University Press.ac.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful