Pembahasan Hakikat Manusia Dalam Islam 110525022733 Phpapp02

Bab III Pembahasan A)Siapa sebenarnya manusia itu?

Manusia secara bahasa disebut juga insan yang dalam bahasa arabnya, yang berasal dari kata nasiya yang berarti lupa dan jika dilihat dari kata dasar al-uns yang berarti jinak. Kata insan dipakai untuk menyebut manusia, karena manusia memiliki sifat lupa dan jinak artinya manusia selalu menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru disekitarnya. Manusia cara keberadaannya yang sekaligus membedakannya secara nyata dengan mahluk yang lain. Seperti dalam kenyataan mahluk yang berjalan diatas dua kaki, kemampuan berfikir dan berfikir tersebut yang menentukan manusia hakekat manusia. Manusia juga memiliki karya yang dihasilkan sehingga berbeda dengan mahluk yang lain. Manusia dalam memiliki karya dapat dilihat dalam seting sejarah dan seting psikologis situasi emosional an intelektual yang melatarbelakangi karyanya. Dari karya yang dibuat manusia tersebut menjadikan ia sebagai mahluk yang menciptakan sejarah. Manusia juga dapat dilihat dari sisi dalam pendekatan teologis, dalam pandangan ini melengkapi dari pandangan yang sesudahnya dengan melengkapi sisi trasendensi dikarenakan pemahaman lebih bersifat fundamental. Pengetahuan pencipta tentang ciptaannya jauh lebih lengkap dari pada pengetahuan ciptaan tentang dirinya. Dan sebagaimana yang telah Allah jelaskan bahwa manusia adalah makhluk ciptaan-Nya yang paling mulia di antara makhluk yang lain. Berbicara tentang manusia maka yang tergambar dalam fikiran adalah berbagai macam perfektif, ada yang mengatakan masnusia adalah hewan rasional (animal rasional) dan pendapat ini dinyakini oleh para filosof. Sedangkan yang lain menilai manusia sebagai animal simbolik adalah pernyatakan tersebut dikarenakan manusia mengkomunikasikan bahasa melalui simbol-simbol dan manusia menafsirkan simbol-simbol tersebut. Ada yang lain menilai tentang manusia adalah sebagai homo feber dimana manusia adalah hewan yang melakukan pekerjaan dan dapat gila terhadap kerja. Manusia memang sebagai mahluk yang aneh dikarenakan disatu pihak ia merupakan “mahluk alami”, seperti binatang ia memerlukan alam untuk hidup. Dipihak lain ia berhadapan dengan alam sebagai sesuatu yang asing ia harus menyesuaikan alam sesuai dengan kebutuh-kebutuhannya. Manusia dapat disebut sebagai homo sapiens, manusia arif memiliki akal budi dan mengungguli mahluk yang lain. Manusai juga dikatakan sebagai homo faber hal tersebut dikarenakan manusia tukang yang menggunakan alat-alat dan menciptakannya. Salah satu bagian yang lain manusia juga disebut sebagai homo ludens (mahluk yang senang bermain). Masalah manusia adalah terpenting dari semua masalah. Peradaban hari ini didasarkan atas humanisme, martabat manusia serta pemujaan terhadap manusia. Ada pendapat bahwa agama telah menghancurkan kepribadian manusia serta telah memaksa mengorbankan dirinya demi tuhan. Agama telah memaksa ketika berhadapan dengan kehendak Tuhan maka manusia tidak berkuasa. Manusia menurut Paulo Freire mnusia merupakan satu-satunya mahluk yang memiliki hubungan dengan dunia. Manusia berbeda dari hewan yang tidak memiliki sejarah, dan hidup dalam masa kini yang kekal, yang mempunyai kontak tidak kritis dengan dunia, yang hanya berada dalam dunia. Itulah berbagai jawaban ketika ditanya siapa manusia itu sebenarnya. Banyak jawaban berbeda yang akan kita dapatkan.Dan terkadang bisa jadi antara pendapat satu dengan yang lain saling bertentangan.Ada yang mengatakan bahwa manusia dengan kekuatannya sendiri dapat melakukab segalanya.Namun di sisi lain ada juga yang berpendapat bahwa manusia hanya mengikuti takdir yang berlaku pada dirinya.Kedua pendapat yang bertentangan itu akan membingungkan jika tidak kita hadapi dengan bijak. Menurut Islam,manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling mulia di antara makhluk ciptaan-Nya yang lain yang dipercaya untuk menjadi khalifah di muka bumi.Dengan segala usaha,kerja keras,dan do’a manusia dapat menemukan jalan kehidupannya sendiri,kecuali pada beberapa ketetapan yang tak bisa diubah(rezeki,mati,jodoh). Sebagaimana firman Allah dalam Surat Ar’ad ayat 11 “…Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum,maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung mereka selain Dia.” B. KONSEP MANUSIA 1. Pengertian Manusia Menurut Al-Qur’an Apa dan siapa sebenarnya manusia itu? Manusia adalah makhluk ciptaan Allah; ia berkembamg dipengaruhi oleh pembawaan dan lingkungannya; ia berkecenderungan beragama. Itulah antara lain hakikat wujud manusia yang lain ialah bahwa manusia itu adalah makhluk utuh yang terdiri atas jasmani, akal, dan rohani sebagai potensi pokok. Dalam Alqur'an ada 3 kata yang digunakan untuk menunjukan arti manusia, yaitu 1. insan / ins / annas 2. basyar 3. bani adam / dzurriyat adam Sedangkan yang paling banyak di jelaskan dalam alquran adalah Basyar dan insan . kata Basyar menunjukan manusia dari sudut lahiriyahnya ( fisik) serta persamaanya dengan manusia seluruhnya , sepeti firman Allah dalam surat Al-Anbiya : 34-35 "kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu ( Muhamad ) maka apabila kamu mati apakah mereka akan kekal ? tiap - tiap yang berjiwa akan mati. kami akan menguji kamu dengan kebaikan dan keburukan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) dan hanya kepada kami kamu dikembalikan "

1

Chapter: Hakikat Manusia

dan air terdapat. Proses Kejadian Manusia Di dalam Alqur’an Proses kejadian Manusia dapat di jelaskan sebagai berikut : 1. maka dapat menimbulkan pemikiran bahwa apabila isa lahir dari sesuatu yang hidup. Ayat yang menyatakan ( zahir ayat ) bahwa jika Allah menghendaki sesuatu jadi maka jadilah ( kun fayakun ). Berasal dari saripati tanah. Sedangkan kalau dikatakan sebagai tembikar yang dibakar . Perbedaan pendapat tentang apakah adam manusia pertama atau tidak. jasmani dan rohani. maka Adam lahir pula dari sesuatu yang hidup sebelumnya. umumnya dipahami secara lahiriah. dengan asumsi karena Tuhan berkuasa .Sebelum ruh ditiupkan . Manusia yang sekarang ini. meneliti dan menghayati alam dalam rangka memperoleh ilmu pengetahuandan kesejahteraan . Jika diperhatikan surat Ali Imran 59 dimana Allah menyatakan bahwa penciptaan Isa seperti proses penciptaan Isa seperti proses penciptaan Adam. akal dan rasa. Jika polemik ini senantiasa diperpanjang. di dalam diri manusia terdapat tiga kemampuan yang sangat potensial untuk membentuk struktur kerohaniahan . Thien. dan lain-lainnya perlu dilibatkan. Pada zaman dahulu tenaga yang memungkinkan terjadinya sintesa cukup banyak dan terdapat di manamana seperti panas dan sinar ultraviolet. Ditiupakn Ruh (Qs Alhijr : 29 ) 4. Shal-shal. Untuk memahami informasi tersebut secara mendalam. Pendapat tersebut didasarkan atas asumsi bahwa: Ayat-ayat yang menerangkan bahwa manusia diciptakan dari tanah tidak berarti bahwa semua unsure kimia yang ada dalam tanah ikut mengalami reaksi kimia. nafsu merupakan tenaga potensial yang berupa dorongan untuk berbuat kreatif dan dinamis yang yang dapat berkembang kepada dua arah . menthe. hanya merupakan petunjuk dimana sebenarnya bahan-bahan pembentuk manusia yaitu ammonia. Hal ini itu menimbulkan pendapat bahwa manusia benar-benar dari tanah. untuk kemudian bereaksi kimiawi. dapat juga berarti suatu proses. maka segala sesuatu dapat terjadi. kemudian mereka berIstiqomah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada pula berduka" (Qs Al Ahqaf : 13) Ketiga potensi Dasar diatas membentuk Struktur kerohaniahan yang berada Di dalam diri manusia yang kemudian akan membentuk manusia sebagai insan. ( Qs Al Hijr : 28 ) 2. diciptakan langsung atau melalui suatu proses tampaknya tidak akan ada ujungnya karena masing-masing akan teguh pada pendiriannya. seperti : Turab. Berdasarkan pengamatan yang mendalam dapat diketahui bahwa manusia dilahirkan ibu dari rahimnya yang proses penciptaannya dimulai sejak pertemuan antara permatozoa dengan ovum. sehingga kata 2 Chapter: Hakikat Manusia . Hal ini dimungkinkan karena segala sesuatu yang ada didunia juga mengalami prosi yang seperti dinyatakan antara lain dalam surat al-A’la 1-2 dan Nuh 14. prosesnya dapat diamati meskipun secara bersusah payah. " Sesungguhnya orang yang mengatakan : tuhan kami adalah Allah. yaitu maryam. ahli-ahli kimi. Adapun tahapan-tahapan dalam proses selanjutnya. " akan tetapi Orang . estetika dan agama.Dari segumpal tanah lalu menjadi nutfah ( didalam rahim ). Status manusia sebagai khalifah . Dalam hal ini harus dibedakan antara kalimat kun fayakun dengan kun fa kana. yaitu nafsu . Hal ini dapat diartikan bahwa jasad manusia diciptakan Allah dari bermacam-macam unsure kimiawi yang terdapat dari tanah. 2. Konsep basyar dan insan merupakan konsep islam tentang manusia sebagai individu . segumpal daging. agar dalam memahami ayat-ayat tersebut tidak secara harfiah.nilai etika.kata insan digunakan untuk menunjuk manusia dengan segala totalitasnya .Orang yang lalim itu mengikuti hawanafsunya tanpa ilmu pengetahuan " ( Qs Arrum : 29 ) sedangkan rasa merupakan potensi yang mengarah kepada nilai . Hal itu karena kata “tsumma” yang berarti kemudian. maka maksudnya adalah bahwa proses kejadiannya melalui oksidasi pembakaran. segumapl darah. Akan tetapi ada sebagian umat islam yang berpendapat bahwa Adam bukan manusia pertama. tetapi sebagian saja. Manusia diciptakan Allah Swt. Sedangkan dalam Hubungan social Alqur’an memberikan istilah Annas yang merupakan jamak dari kata insane dan perwujudan kualitas keinsanian manusia ini tidak terlepas dari konteks sosialnya dengan lingkungan. biologi. yaitu pada tanah. sebagaimana Firman Allah dalam surat as-Syam 8 : " maka allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) esesatan dan ketakwaan " Akal sebagai potensi intelegensi berfungsi sebagai filter yang menyeleksi mana yang benar dan mana yang salah yang didorong oleh nafsu akal akan membawa manusia untuk memahami . al-Quran tidak menjelaskan secara rinci. yaitu kebaikan dan kejahatan. diharapkan menjadi khalifah ( pemilih atau penerus ajaran Allah ). jangan-jangan hanya akan menghabiskan waktu dan tidak sempat lagi memikirkan tentang status dn tugas yang telah ditetapkan Allah pada manusia al-Quran cukup lengkap dalam memberikan informasi tentang itu. Yang perlu diingatkan sekarang adalah bahwa manusia oleh Allah. Ayat-ayat yang menyebutkan bahwa manusia diciptakan dari tanah. karena tidak semua unsur kimia yang ada dalam tanah ikut diserap oleh tumbuh-tumbuhan. kata khalifah berasal dari kata khalafa yakhlifu khilafatan atau khalifatan yang berarti meneruskan. tulang dibungkus dengan daging dan akhirnya menjadi makhluk yang paling sempurna (Qs Almukminun . Apa yang dikehendaki Allah pasti terwujud dan terwujudnya mungkin saja melalui suatu proses. ketika masih di alam ruh manusia telah berjanji mentauhidkan Allah (Qs Al A’raf : 172 ) Al-Quran menerangkan bahwa manusia berasal tanah dengan mempergunakan bermacam-macam istilah. Jika dinyatakan istilah “Lumpur hitam yang diberi bentuk” (mungkin yang dimaksud adalah bahan-bahan yang terdapat pada Lumpur hitam yang kemudian diolah dalam bentuk reaksi kimia). dan Sualalah. 12-14 ) 3. Hal itu seperti pernyataan bahwa tumbuh-tumbuhan bahan makanannya dari tanah. dinyatakan dalam albaqarah 30. Oleh karena itu bahan-bahan pembuk manusia yang disebut dalam al-Quran hanya merupakan petunjuk manusia yang disebut dalam alQuran . bukan ayat yang menjamin bahwa setiap yang dikehendaki Allah pasti akan terwujud seketika. fisik psikis.

Nafs (alBaqarah 48. sebab yang tahu apa yang akan terjadi dimasa depan hanya Allah. Kebanyakan umat Islam menerjemahkan dengan pemimpin atau pengganti. Unsurunsur tersebut ialah : jasad ( al-Anbiya’ : 8. namun tetap saja mempunyai keterbatasan dan tidak bisa melampaui manusia. Dalam ayat tersebut. bahkan lebih buruk dari binatang ( bal hum adhal ). suka melampaui batas ( al-‘Alaq 6 ) suka terburu nafsu ( al-Isra 11 ) dan lain sebagainya. Ruh (al-Hijr 29. yang berarti aku adalah pelanjut sunah rasulillah. Kelebihan manusia adalah kemampuan untuk bergerak dalam ruang yang bagaimanapun. tetapi apabila saya menyimpang . kecenderungan tersebut belum sepenuhnya dapat terkendali. Jika demikian pengertian khalifah. Al-An’am : 165 ). dilaut. karena malaikat tidak tahu apa yang akan terjadi pada masa depan. Di samping itu manusia juga disertai dengan sifat-sifat yang negatif seperti lemah ( an-Nisa 28 ). Dengan demikian. tetapi ia khalifah pertama. Kata khalaqa mengarah pada penciptaan sesuatu yang baru. kemudian lahir ke dunia setelah berproses dalam rahim ibu. maka luruskanlah saya”. As-Sajadah 9. malaikat melihat ada makhluk dan jenis makhluk yang dilihat adalah jenis yang selalu merusak alam dan bertumpah darah. Namun demikian. 3. Dengan demikian al-Quran tidak berbicara tentang proses penciptaan manusia pertama. Ali Imran 185 dan lain-lain ) . dan Qolb ( Ali Imran 159. Allah menciptakan manusia dalam keadaan sebaik-baiknya (at-Tiin : 95:4). Pemahaman seperti ini konsisten dengan ungkapan malaikat yang menyatakan “ apakah engkau akan menjadikan di bumi mereka yang merusak alam dan bertumpah darah?” ungkapan malaikat tersebut memberi pengertian bahwa sebelum adam diciptakan. maka tidak setiap manusia mampu menerima atau melaksanakan kekhalifahannya. Tetapi jika hanya dengan aqal dan qolb. Shaffat 84 dan lain-lain ). suka membantah ( al-kahfi 54 ). Jasad adalah bentuk lahiriah manusia. manusia tidak bermartabat lagi. sehingga dapat memahami ilmu yang diturunkan Allah. Kelebihan-kelebihan itu membedakan manusia dengan makhluk lainnya. al-Anfal 22. Kemampuan seseorang untuk dapat menetralisasi kecenderungan negatif tersebut ( karena tidak mungkin dihilangkan sama sekali ) ditentukan oleh kemauan dan kemampuan dalam menyerap dan membudayakan wahyu. alaqah. tetapi dengan bantuan ilmu pengetahuan dapat dipahami urutannya. yaitu ilmu yang obyektif dari Allah. Walaupun ada binatang yang bergerak didarat dan dilaut. C)Tujuan manusia diciptakan Untuk apakah manusia diciptakan Tuhan di dunia ini ? Menurut Al-Qur’an Tuhan berfirman : Adz-Dzaariyaat (51 ayat 56) : 3 Chapter: Hakikat Manusia . Hal itu semua merupakan produk dari nafs . yang biasanya dihubunkan dengan jabatan pimpinan umat islam sesudah Nabi Muhammad saw wafat . Sedangkan binatang bergerak diruang yang terbatas. jika ada penemuan baru. suka berkeluh kesah ( al-Ma’arif 19 ). Persamaan dan perbedaan manusia dengan makhluk lain Dibanding makhluk lainnya manusai mempunyai kelebihan-kelebihan. Nafs adalah jiwa . kata yang dipakai adalah jaa’ilun dan bukan khaaliqun. Ruh adalah daya hidup. sedang yang dapat mengendalikan kecenderungan negatif adalah aqal dan qolb. Yang dapat mengendalikan adalah wahyu. karena subyektif. Berdasarkan ungkapan pada surat al-Baqarah 30 terlihat suatu gambaran bahwa Adam bukanlah manusia pertama. Karena ilmunya itulah manusia dilebihkan ( bisa dibedakan ) dengan makhluk lainny. manusia diberi akal dan hati. Dalam penciptaannya manusia dibekali dengan beberapa unsure sebagai kelengkapan dalam menunjang tugasnya. Pada waktu itu beliau mengucapkan inni khalifaur rasulillah. “mereka itu seperti binatang ( ulaaika kal an’aam ). Aqal adalah daya fakir. berupa al-Quran menurut sunah rasul. Aqal ( al-Baqarah 76. baik didarat. ditiupkannya ruh. Jika manusia hidup dengn ilmu selain ilmu Allah. Dengan ilmu manusia mampu berbudaya. saripati makanan. air yang kotor yang keluar dari tulang sulbi. Dalam pidatonya setelah diangkat oleh umat islam. berkembang menjadi mudgah. Ayat berserak.dengan arti kata “ memberi bentuk baru”. Disamping itu. Oleh karena al-Quran tidak bicara tentang manusia pertama. Hal itu karena kenyataan menunjukkan bahwa tidak semua orang mau memilih ajaran Allah. baik pimpinan yang termasuk khulafaurrasyidin maupun di masa Muawiyah-‘Abbasiah. Yang dibicarakan secara terinci namun dalam ungkapan yang tersebar adalah proses terciptanya manusia dari tanah. Semua itu bersifat sekedar pengayaan saint untuk menambah wawasan pendekatan diri pada Allah. Perlu diingat bahwa istilah khalifah pernah dimunculkan Abu bakar pada waktu dipercaya untuk memimpin umat islam. manusia akan tetap bermartabat mulia kalau mereka sebagai khalifah ( makhluk alternatif ) tetap hidup dengan ajaran Allah ( QS. Al-anbiya’ :91 dan lain-lain). Mengenai kelebihan manusia atas makhluk lain dijelaskan surat al-Isra’ ayat 70. Shad : 34 ). al-Mulk 10 dan lain-lain). sedang kata ja’ala mengarah pada sesuatu yang bukan baru. Biarkanlah para saintis berbicara tentang asal-usul manusia dengan usaha pembuktian yang berdasarkan penemuan fosil. Al-Ara’f 179. Adanya pengertian seperti itu dimungkinkan. Dalam keadaan demikian manusia bermartabat rendah ( at-Tiin : 4 ). Dalam keadaan demikian manusia disamakan dengan binatang. pemahaman ayat akan lebih sempurna jika ditunjang dengan ilmu pengetahuan.khalifah dapat diartikan sebagai pemilih atau penerus ajaran Allah. Hasil pembuktian para saintis hanya bersifat relatif dan pada suatu saat dapat disanggah kembali. maupun diudara. suka bernuat zalim dan ingkar ( ibrahim 34). maka ikutilah saya. dan Qolb adalah daya rasa. abu bakar antara lain menyatakan “selama saya menaati Allah.

Berikut ini kami mencoba menjelaskan pokok persoalan ini. namun juga patut mendapat murka itu adalah orang yang meremehkan shalat dan mengabaikannya. memiliki kecemerlangan dan orang seperti meremehkan Shalat dan dari tidak kepada tuhan yang benar. ibadah yang penting. Al-Insaan (76 Ayat 30 ): kau lakukan di karena Dia dunia adalah 4 Chapter: Hakikat Manusia . memikirkan pekerjaan lain selama waktu- keadaan yang dengan waktu itu. itu dilakukan menganggap dengan ibadah tak bersungguh-sungguh sebagai menghalangi atau apa Namun ibadah semacam itu bukan saja spiritual. Engkau harus mengerti bahwa pekerjaan apapun yang ini hal itu telah terkait dengan tuhan (Alloh) penguasa tertinggi di Dunia. dan melaksanakannya. tidak akan memperhatikan waktu waktu ibadahnya dalam dia akan memperhatikan waktu-waktu shalat. dan beribadah dari tidak Alloh. selain untuk mengingat adalah lebih baik dari adalah kunci bertafakur untuk tentang membuka Alloh pintu dan kekuasaanMa’rifat dan Ketahuilah bahwa bebas dari kesibukan lain demi tenggelamnya ibadah dapat terjadi bila memiliki waktu yang luang dan hati masih kosong .“dan kepada-Ku. yang tampa hal ini kehadiran hati tidak mungkin terjadi. Arti ibadah : tafakur satu dan jam berdiam lamanya diri. Tafakur merupakan mempelajari Rohani yang tersembunyi. Yang pertama adalah memiliki waktu yang luang dan hati yang masih belum disibukan oleh apapun. dan ini merupakan salah satu hal amat penting ibadah.” tidak aku jadikan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah Awal ibadah ialah Alloh. karena yang dibayangkannya sebagai tugas penting. Sedangkan yang ke dua adalah membuat hati memahami penting ibadah. dalam yang dalam dan Yang membuat hati hadir itu ada dua.. Dan bila beribadah. D)Untuk siapa manusia hidup? Ada caranya untuk mengabdi beribadah kepada tuhan dapat dibagi dalam tiga tahap : Tahap I. yang dimaksud waktu luang’ adalah kita harus menyisihkan waktu kita khusus untuk Ibadah di mana kita harus mencurahkan diri semata-mata untuk ibadah tanpa di ganggu pemikiran atau kesibukan lain. Sebenarnya bertafakur pada beribadah selama satu tahun Sebaik-baiknya Ibadah Nya. Tentu saja merupakan tindakan sebaik-baiknya. asal-asalan saja. ibadah yang dilakukan tampa kehadiran hati tidak ada nilainya. Bekerjalah untukku. Orang yang saleh tentu apapun. Aku berlindung kapada Alloh memberikan makna yang sepatutnya kepada shalat.

Sebagai hamba Allah tanggungjawab manusia adalah amat luas di dalam kehidupannya. 2.Bakti adalah pernyataan taqwa. Manusia Sebagai Khalifah Allah.Emosi yang dinamakan taqwa memancar dari ROH. sebagai alat-Ku. Prinsip taqwa yang memancar dari lubuk hati ini harus menjiwai setiap perbuatan. Disini kata “Milik-Ku atau “Aku” yang kau menunjukan lakukan ROH. makan dan berbagai kegiatan dalam kehidupan sahari-hari kau lakukan karena cinta kepada Aku dan Aku timbul dari ROH. Tidur. Apabila pengakuan terhadap kenyataan dan hakikat wujudnya hari pembalasan telah dibuat maka tugas yang diwajibkan ke atas dirinya perlu dilaksanakan. Tanggungjawab Manusia Sebagai Hamba. Kerjakanlah semua atas nama-KU. untuk kebaikan untuk dirimu Tuhan berkata : “Akulah timbul dari yang Esa. Seorang laki-laki adalah pengembala dalam keluarganya dan akan ditanya tentang pengembalaannya. Semata-mata demi aku. adalah sebutan untuk ROH. Manusia di antara makhluk Allah dan menjadi hamba Allah SWT.“Dan tiadalah kamu berkehendak kecuali Sesungguhnya Alloh adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Tanggungjawab manusia secara umum digambarkan oleh Rasulullah SAW di dalam hadis berikut. Bertindaklah hanyalah demi bukan badan Jasmani. Ibadah. hidup dan matiku Jadi.dan semuanya hanyalah untuk Allah. perkataan dan pikiran. E. 5 Chapter: Hakikat Manusia .seluruh kehidupan kita ini sebenarnya hanyalah untuk Allah. Tahap III. meliputi semua keadaan dan tugas yang ditentukan kepadanya.Hal ini akan terjadi bila engkau beranggapan bahwa segala sesuatu yang kau lakukan. demi Aku.Taqwa yang sebenarnya berarti bakti.shalat. Tuhan semesta alam”. “Sesungguhnya Shalatku. (hanyalah) untuk Alloh. hanya kau perbuat untuk menyenangkan Tuhan saja.Seorang khadam juga pengembala dalam harta tuannya dan akan ditanya tentang pengembalaannya. dari ROH itu sendiri. ibadahku. Allah SWT dengan kehendak kebijaksanaanNya telah mencipta makhluk-makhluk yang di tempatkan di alam penciptaanNya. Seorang isteri adalah pengembala di rumah suaminya dan akan ditanya tentang pengembalaannya. Manusia dicipta untuk dikembalikan semula kepada Allah dan setiap manusia akan ditanya atas setiap usaha dan amal yang dilakukan selama ia hidup di dunia. “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Semua orang dari engkau sekalian adalah pengembala dan dipertanggungjawabkan terhadap apa yang digembalainya. lakukanlah bagi kepuasan-Ku. Berbaktilah Hanya Kepada-Ku Engkau harus mengerti petunjuk ini. Dari Ibnu Umar RA katanya. Al-An’aam (6 ayat 162) Katakanlah.belajar. sadarlah bahwa aemua Aku. yang bersinar dalam dirimu” kata Aku ini “Apapun yang kau lakukan. Maka semua orang dari kamu sekalian adalah pengembala dan akan ditanya tentang pengembalaannya.” (Muttafaq ‘alaih) Allah mencipta manusia ada tujuan-tujuannya yang tertentu. katakana dan pikirkan. TANGGUNG JAWAB MANUSIA SEBAGAI HAMBA DAN KHALIFAH 1. Siapakah engkau sebenarnya ? kerjakan tidak kau lakukan yang di kendaki Alloh.” Tahap II.mati. Apapun yang kau sendiri. kerja.Dan semua itu memang milik Allah semata.

Dengan lisan manusia diharapkan memiliki kemampuan komunikasi yang baik. hewan. ramai yang tidak dapat benar-benar memperhambakan diri kepada Allah dan gagal menjadi khalifah-Nya yang mentadbir dan mengurus dunia ini dengan syariatNya. Dengan potensi otak manusia telah diberi akal untuk berpikir bagaimana menyeimbangakan segala potensi kehidupan dan alam semesta.” (Al-Ahzab: 72) Optimalisasi Kemampuan Dengan berbagai kelebihan tersebut. Namun. Ini sudah tentu kerana manusia merupakan makhluk yang paling istimewa. Optimalisasi kemampuan tercermin dalam pemanfaatan kemampuan dari manusia itu sendiri terhadap potensi-potensi yang dimilikinya. dan teknologi lainnya yang dapat dimanfaatkan untuk kemashlahatan makhluk. Dari hal-hal tersebut di atas maka jelaslah bahwa optimalisasi kemampuan tercermin dari optimalisasi potensi materi yang dimiliki oleh manusia dari Allah. Sekarang kita bisa melihat hasilnya yaitu dengan adanya kapal. optimalisasi sebenarnya dimaksudkan untuk mengatur semaksimal mungkin perihal pengelolaan alam. manakala yang tidak bertanggung jawab akan ke Neraka.” (Saba’: 13) Keoptimalan peran manusia sebagai khalifah dibumi akan tercapai dengan sempurna apabila manusia dapat memanfaatkan segala pikiran hebatnya yang dianugerahkan dari Allah dengan menciptakan teknologi yang canggih dengan berdasarkan nilainilai keilahiyahan (sifat-sifat Allah -Asmaul Husna-) dan keislaman dengan kemampuan seni mengatur keseimbangan potensi alam dan lainnya dengan dipimpin oleh seorang khalifah yang robbani yang memerintah berdasarkan Syariat Islam. Optimalisasi alam bukanlah dengan tindakan mengeruk sebanyak-banyaknya potensi alam semesta. Dengan tangan. angin. manusia telah dipilih oleh Allah melaksanakan tanggungjawab tersebut. air dan apapun adalah untuk manusia.Antara anugerah utama Allah kepada manusia ialah pemilihan manusia untuk menjadi khalifah atau wakilNya di bumi. Hutan tidak akan habis hanya oleh karena alasan industrialisasi atau perluasan masalah tempat tinggal. karena tidak mampu melawan nafsu serta mempunyai kepentingan-kepentingan peribadi. Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Daya Alam Sesungguhnya semua fasilitas yang sudah tersedia di dunia secara gratus seperti tumbuhan. Artinya manusia harus bisa berlaku normal sebagaimana adanya. binatang. Bahkan yang percaya dan beriman dengannya pun. Sesungguhnya hal tersebut tidak harus terjadi apabila manusia taat dan patuhpada perintah Allah. seluruh potensi alam hampir habis di serap untuk kepentingan manusia tanpa berpikir baik buruknya sehingga terjadi ketidakseimbangan dalam ekosistem. pesawat terbang. janganlah pernah melampaui batas. Berkata Malaikat: Adakah Engkau hendak jadikan di muka bumi ini orang yang melakukan kerusakan dan menumpahkan darah. Akan tetapi.” (Al-Baqarah:30) Di kalangan makhluk ciptaan Allah. akibat pengaruh industrialisasi. Allah berkali-kali mengatakan bahwa dalam melakukan sesuatu hal. manusia diharapkan memiliki kemampuan mencipta. udara. Manusia diberikan kelebihan fisik tersebut guna memasimalkan tugas kekhalifahan di bumi. 6 Chapter: Hakikat Manusia . maka mereka enggan memikulnya dan bimbang tidak dapat menyempurnakannya (kerana tidak ada pada mereka persediaan untuk memikulnya). Dengan ini manusia berkewajipan menegakkan kebenaran. motor. Karena itulah Allah Taala berfirman dalam surat Saba 13 : Artinya: “Sedikit sekali daripada hamba-hamba-Ku yang bersyukur. Dengan otak manusia diharapkan kehidupan di bumi secara umum dapat berkembang dengan baik dan terjaga dari kerusakan. dan (pada ketika itu) manusia (dengan persediaan yang ada padanya) sanggup memikulnya. kejadian sekarang ini. Tentunya hal tersebut dimaksudkan untuk membantu kekhalifahan manusia di bumi. mobil. Sehingga tidak terjadi ketidakseimbangan ekosistem. menghapuskan kemungkaran serta penyelewengan dan penyimpangan dari jalan Allah. dalam arti memnafaatkan potensi sumber daya dari Allah. sangat penting bagi manusia untuk dapat mengembangkan diri dan mengoptimalkan kemampuanya. mewujudkan kedamaian. Firman Allah SWT : “Sesungguhnya Kami telah kemukakan tanggungjawab amanah (Kami) kepada langit dan bumi serta gunung-ganang (untuk memikulnya). dan tumbuhan. Allah mengatakan bahwasanya potensi-potensi alam itu tidak akan pernah habis tetapi hal tersebut berlaku apabila manusia memnafaatkan dengan sewajarnya. namun tidak semua manusia percaya berita ini serta beriman dengannya. sedangkan kami sentiasa bertasbih dan bertaqdis dengan memuji Engkau? Jawab Allah: Aku lebih mengetahui apa yang kamu tidak ketahui. Janganlah melampaui batas.manusia. (Ingatlah) sesungguhnya tabiat kebanyakan manusia adalah suka melakukan kezaliman dan suka pula membuat perkara-perkara yang tidak patut dikerjakan. kebaikan. Firman Allah SWT : Artinya : “Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat: Sesungguhnya Aku jadikan di bumi seorang Khalifah. Walaupun Al Quranul Karim telah memberitahu tugas dan tanggungjawab manusia di dunia ini dan diberitahu mereka yang menunaikan tanggung jawab akan masuk ke Syurga.

Kita juga dituntut untuk terus mengembangkan potensi tersebut dalam rangka mewujudkan tugas dan tanggung jawab manusia sebagai makhluk dan khalifah di bumi.dengan sesama manusia. maka hal tersebut belum dan tidak maksimal.begitu juga dengan gunung. Kesimpulan Sebagai makhluk yang dibekali dengan berbagai kelebihan jika dibandingan denagn makhluk lain. B. sudah sepatutnya manusia mensyukuri anugrah tersebut dengan berbagai cara. diantaranya dengan memaksimalkan semua potensi yang ada pada diri kita. Jadi. Wallahu ‘alam bishawab BAB IV PENUTUP A.maka penulis menyarankan agar bagi setiap umat manusia harus saling tolong menolong. pada dasarnya setiap umat manusia mengemban tugas yang maha penting untuk memerankan kekhalifhan di bumi.dan dengan lingkungan kehidupannya.manusia salah satu tugas manusia adalah untuk menjaga keseimbangan kehidupan di bumi ini. Sebagai wakil Allah di bumi ini. janganlah kalian bercerai berai. mentaati peraturanya dan menjauhi laranggannya.supaya menjadi manusia yang berguna didunia dan diakhirat.Dan akhirnya manusialah yang dipercaya unutuk mengemban amanat itu.Dia pernah memberi amanat kepada bumi tapi bumi tak sanggup untuk memikulnya.Serta menjalin hubungan dengan Allah.Apabila hal-halk tersebut tidak tercapai seluruhnya maka tidak pula tercapai keoptimalisasian peran kekhalifahan manusia. sebab shalat dan zakat adalah tiket menuju jalan kebenaran dan kebaikan. taatilah peraturan undang-undang dan hukum yang berlaku di setiap negara. 7 Chapter: Hakikat Manusia .Allah. Kalaupun terjadi. F)TUGAS MANUSIA DI BUMI Manusia dipercaya Allah untuk menjadi khalifah dimuka bumi ini. perbanyaklah sedekah dan janganlah kamu meninggalkan shalat serta Zakat.dan jangan lupa bagi umat muslim kita harus selalu beribadah kepada allah SWT. Saran Setiap manusia memiliki hak dan kewajiban yang berbeda-beda.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful