KAJIAN FILOLOGIS DALAM HIKAYAT CERITA SEORANG BODOH DAN SEORANG CERDIK DAN INTERPRETASI NILAI MORAL

SKRIPSI untuk memperoleh gelar Sarjana Sastra

oleh Nama NIM : Wikurnia : 2150402007

Program Studi : Sastra Indonesia Jurusan Indonesia : Bahasa dan Sastra

FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2006

SARI Wikurnia. 2006. Kajian Filologis dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dan Nilai Moral. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I : Yusro Edy Nugroho, S.S, M. Hum, Pembimbing II : Sumartini, S.S.

Kata kunci : filologi, hikayat, cerita berbingkai, suntingan teks, dan nilai moral.

Naskah tulisan tangan adalah salah satu bentuk warisan kebudayaan Indonesia yang kurang mendapat perhatian dari masyarakat dibandingkan dengan peninggalan-peninggalan klasik lainnya, seperti candi dan prasasti. Ilmu khusus yang dapat menelaah naskah tulisan tangan yaitu ilmu filologi. Salah satu naskah yang dapat dijadikan objek penelitian filologi adalah naskah yang berbentuk hikayat. Hikayat dikaji secara filologi untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, salah satunya adalah nilai moral. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini diarahkan pada analisis kajian filologi dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dan nilai moral. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap isi cerita dan nilai moral dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik sehingga dapat dibaca, dinikmati dan bermanfaat bagi masyarakat saat ini. Manfaat penelitian ini secara teoretis dapat menjadi masukan bagi teori filologi dalam memberikan informasi mengenai isi Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik terutama nilai moral yang terdapat di dalamnya. Adapun manfaat secara praktis diharapkan dapat membentuk watak generasi muda yang berbudi luhur dan dapat mengembangkan kepribadian diri membentuk moralitas yang baik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan filologi. Teori yang digunakan yaitu teori filologi dan nilai moral. Data penelitian yang dipakai berupa kalimat dan paragraf atau pernyataan yang terdapat dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik yang

mengandung informasi tentang nilai moral. Adapun sumber data penelitian ini adalah Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik tebal 13 halaman, berkode ML 229, dan merupakan naskah koleksi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam menganalisis data adalah metode naskah tunggal edisi standar. Selain itu, dijelaskan pula tentang teknik analisis data dan langkah kerja dalam penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kajian filologi yang dilakukan secara mendalam, dapat mengungkap isi cerita dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik sehingga dapat dibaca dan dinikmati masyarakat saat ini. Nilai moral yang ditemukan dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dari segi nilai moral positif meliputi: sikap adil, sikap jujur, kasih sayang, percaya, menolong, bertanggung jawab, dan beragama. Adapun nilai moral yang ditemukan dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dari segi nilai moral negatif meliputi: menfitnah, mencuri, berbohong, balas dendam, dan serakah. Berdasarkan temuan tersebut, saran yang dapat disampaikan adalah: 1) dengan adanya penelitian ini diharapkan akan muncul usaha-usaha baru dalam penelitian filologi di masa yang akan datang; 2) dengan adanya hasil penelitian ini diharapkan pembaca dapat menerapkan nilai moral yang ada dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dalam kehidupan sehari-hari.

namun mereka tetap memiliki persamaan-persamaan dasar yang satu.BAB I PENDAHULUAN 1. Hal ini selain karena bentuk tampilan yang kurang menarik. juga disebabkan keberadaannya yang pada umumnya tersimpan di lemari-lemari penduduk . adat istiadat. dan naskah lama yang biasa ditemukan dalam bentuk warisan kebudayaan. Artinya. prasasti. kebudayaan. Kebudayaan yang ada inimemiliki ciri khas kenusantaraan yaitu Bhineka Tunggal Ika. seperti candi dan prasasti. Naskah tulisan tangan adalah salah satu bentuk warisan kebudayaan Indonesia yang kurang mendapat perhatian dari masyarakat dibandingkan dengan peninggalan-peninggalan klasik lainnya.1 Latar Belakang Masalah Indonesia dihuni oleh berbagai suku bangsa yang memiliki sejarah. adat istiadat. dan bahasa daerah. Kebudayaan yang berbentuk fisik adalah candi. dan lain-lain. meskipun kebudayaan-kebudayaan daerah di kepulauan nusantara itu telah tumbuh dan berkembang sendiri-sendiri sesuai dengan kondisi alam geografisnya dan cenderung berbeda-beda. seperti tata karma. norma-norma kehidupan. Kebudayaan-kebudayaan yang merupakan peninggalan masa lampau dapat berwujud fisik dan nonfisik. Adapun kebudayaan yang berbentuk nonfisik adalah nilai-nilai budaya.

Jenis karya sastra yang termasuk puisi adalah mantra. Sifat utile diartikan sebagai mengandung pengajaran dan keteladanan. gurindam. ada pula yang lebih langsung mengajarkan masalah agama atau kebajikan memerintah seperti Bustanussalatin. Tujuan filologi adalah untuk menemukan bentuk asal dan bentuk mula teks dan mengungkapkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. serta berbagai pula topik yang dibawakannya. Filologi dapat diartikan sebagai cinta pada ilmu dengan objek penelitiannya naskah. Karya-karya itu biasanya beragam prosa tetapi ada juga yang beragam puisi seperti Syair Rukun Haji dan Syair Nasihat Bapa kepada Anaknya. dan kulit kayu yang menyimpan berbagai ungkapan pikiran dan perasaan sebagai hasil budaya bangsa masa lampau. yaitu yang mengandung pengajaran dan bimbingan moral. Prosa sastra Melayu klasik lazim disebut hikayat karenapada umumnya judul prosa sastra Melayu klasik didahului dengan kata hikayat. Adapun sifat dulce diwujudkan di dalam kemerduan permainan . Selain itu. serta sulit mengetahui maknanya tanpa penelaahan dengan disiplin ilmu khususnya. pantun. peribahasa.dan museum. dan lain-lain (Djamaris 1990:12). Ilmu khusus yang dapat menelaah naskah tulisan tersebut yaitu ilmu filologi. Sifat didaktis yang tersamar di dalam cerita. atau sebagai cerita bingkaian yang terdiri atas sejumlah cerita yang berisi pengajaran hidup seperti Hikayat Seribu Satu Malam. terutama tentang kearifan hidup bermasyarakat dan kehidupan beragama. syair. Naskah dapat diartikan sebagai semua bentuk tulisan tangan nenek moyang kita pada kertas. Naskah kuno yang merupakan karya sastra klasik dikelompokkan dalam dua kelompok yaitu prosa dan puisi (drama tidak dikenal dalam sastra Melayu klasik). terkesan bahwa pada umumnya karya sastra bersifat didaktis instruktif. talibun. Menurut Sudjiman (1994:15) karya sastra lama ada berbagai ragam (genre) dan jenisnya. disajikan secara simbolis sebagai fabel seperti Hikayat Pelanduk Jenaka. lontar.

Biasanya seorang tokoh atau lebih bercerita dan giliran tokoh dalam cerita itu bercerita pula. menyejukkan perasaan. dan menimbulkan rasa keindahan sehingga kenyataan hidup yang kurang menyenangkan terlupakan sesaat (Sudjiman 1994:15). Cerita yang dikumpulkan untuk memberi ajaran agama. keteraturan irama. cerita berbingkai di India dapat dibagi dalam tiga golongan. Binatang-binatang ini tidak hanya pandai bercerita. Cerita berbingkai ini berasal dari India dan datang ke kepulauan ini dengan melalui berbagai jalan yang biasanya di dalamnya disisipkan cerita-cerita lain. misalnya untuk membuktikan kebenaran kata-katanya. Hikayat adalah cerita tentang kehidupan seseorang. dan Hikayat Bakhtiar. Di dalam cerita sisipan itu mungkin ada cerita sisipan lagi sehingga pada akhirnya cerita itu menjadi panjang dan luas. menurut Fang (1993:1) di dalam sastra Melayu ada beberapa cerita berbingkai yang terkenal. Salah satu naskah yang dapat dijadikan objek penelitian filologi adalah naskah yang berbentuk hikayat.bunyi. . yaitu Hikayat Bayan Budiman. serta gaya bahasa dan majas dengan penyajian yang memikat. Di India. Ciri cerita berbingkai ialah bahwa dalam cerita berbingkai binatangbinatang selalu diberi sifat manusia. 1. Hikayat dapat berisi tentang cerita berbingkai. Sementara itu. Menurut Winternitz (dalam Fang 1993:1-2) berdasarkan tujuannya yang berbeda-beda. Cerita berbingkai adalah cerita yang di dalamnya mengandung cerita lain (pelaku atau peran di dalam cerita itu bercerita) (Kamus Besar Bahasa Indonesia 2002:210). cerita berbingkai disebut Akhyayika yang berarti cerita dan katha yang berarti menyenangkan. tetapi juga pandai memberi nasihat kepada tuan mereka tentang berbagai masalah yang dihadapi oleh manusia (Fang 1993:1). misalnya cerita Jenaka dan cerita-cerita Budhis serta Jaina lainnya. Hikayat Kalilah dan Dimnah.

nilai moral juga dapat dipakai sebagai pedoman hidup masa yang akan datang dan dapat memberikan dampak yang baik bagi masyarakat. misalnya Pancatantra dan kumpulan cerita yang lainnya. Cerita yang bertujuan memberi hiburan semata-mata. Cerita yang bertujuan memberi ajaran politik dan pengetahuan duniawi. nilai budaya. keagamaan. Sifat manusia tertentu diwujudkan dalam binatang tertentu. nilai hiburan. Nilai-nilai yang ada di dalam karya sastra biasanya mencakup berbagai aspek kehidupan. Tokoh binatang kancil pada fabel Indonesia sama dengan tokoh rubah pada fabel Eropa yang menggambarkan keunggulan pikiran atas keunggulan fisik. setiap kebudayaan memiliki pilihan binatang sendiri untuk melukiskan jenis watak manusia tertentu (Anonim 1997:242). dan masih banyak lagi nilai-nilai yang dibutuhkan dalam kehidupan manusia (Yunus 1990:105). Fabel dapat diartikan cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang (berisi pendidikan moral dan budi pekerti) (Kamus Besar Bahasa Indonesia 2002:312). antara lain nilai sosial. Hikayat dikaji secara filologi untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Selain itu. Ajaran moral tidak dipentingkan. salah satunya adalah nilai moral. nilai moral. Di dalam cerita berbingkai tersebut terdapat cerita berupa fabel. misalnya Vetalapancavimsati dan Sukasaptati. nilai estetis. Tujuan cerita binatang untuk menyajikan ajaran moral. Jadi. Biasanya yang menjadi pelakunya binatang atau kadang-kadang manusia dan binatang.2. Fabel sebagai salah satu bentuk sastra imajinatif yang diungkapkan secara lisan atau tulisan mengandung makna berbeda dari apa yang tersurat. Nilai moral dapat diartikan sebagai konsep ide tentang tindakan manusia yang diterima untuk suatu masyarakat tertentu mengenai perbuatan akhlak budi pekerti dan kesusilaan yang dijunjung tinggi dan menjadi pedoman dalam berperilaku di masyarakat. 3. .

maka dapat membentuk watak generasi muda yang berbudi luhur dan dapat menjadikan jiwa yang teguh. karena Ular itu memakan semua anak Katak. Bapaknya si Cerdik menceritakan sebuah hikayat bahwa perbuatan menfitnah dapat merugikan diri sendiri. cerita seorang Bodoh dan seorang Cerdik dan yang di dalamnya ada sebuah cerita yang berbentuk fabel berupa cerita liang Katak berhampiran dengan liang Ular dan cerita yang ketiga dalam hikayat tersebut berupa cerita besi seratus kati dimakan tikus dan rajawali menerbangkan anak-anak. Inilah cerita yang kedua yaitu hikayat liang Katak yang berdekatan dengan liang Ular. Lalu si Cerdik membohongi Kadi atau hakim bahwa ada seorang saksi yaitu pohon besar. jika ajaran moral diterapkan dalam kehidupan masyarakat maka hidup ini akan sentosa. Dalam hikayat tersebut terdapat tiga buah cerita yang mencakup yang pertama. Selain itu. karena Jerapah tidak melihat Ular ditempatnya tetapi melihat Katak yang sedang beranak”. Hal yang menarik dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik adalah ceritanya berbingkai. Sebelum bapaknya si Cerdik menuruti permintaan anaknya. Si Cerdik hanya ingin memililiki emas itu sendiri lalu ia menfitnah si Bodoh yang mencuri emas itu dan si Cerdik ingin Bodoh diadili. lalu ikan itu ia taruh di liang Ular. Lalu Katak itu menfitnah Ular dengan cara ia mencuri tiga ekor ikan milik Jerapah. Bila ajaran moral ini digali dan diungkapkan. Katak melakukan hal tersebut tetapi bukan Ular yang dimakan Jerapah.Di dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik menurut penulis terdapat muatan moral. Bapak si Cerdik bercerita “bahwa Katak ingin membalas dendam kepada Ular. Maka Jerapah akan memakan Ular tersebut karena mencuri tiga ekor ikannya. melainkan Katak yang dimakan Jerapah. Hikayat ini diceritakan agar si Cerdik . Adapun ringkasan cerita Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik sebagai berikut: Ringkasan cerita yang pertama yaitu si Cerdik menginginkan sebuah emas yang ditemukan si Cerdik dan si Bodoh di jalan.

Lalu Amin mengatakan bahwa ia melihat bahwa anaknya Barzagan diterbangkan oleh Rajawali. Amin menitipkan emas seratus kati kepada Barzagan.3 Rumusan Masalah . dinikmati. Lalu Amin pun ingin membuktikan hal tersebut lalu ia menyembunyikan anaknya Barzagan. Barzagan tidak percaya akan perkataan Amin. Keesok harinya pohon kayu yang di dalamnya terdapat Bapak si Cerdik itu pun menjadi saksi. Amin mempunyai seorang teman yang bernama Barzagan. Dari ringkasan cerita di atas. Amin mengembalikan anak Barzagan dan Barzagan mengembalikan besi seratus kati itu. lalu si Cerdik ditangkap dan si Cerdik pun mengembalikan emas itu kepada si Bodoh.untuk menyesali perbuatannya. penulis tertarik untuk memilih hikayat tersebut untuk dikaji secara filologis dan juga akan dianalisis interpretasi nilai moralnya sehingga dapat dibaca. Barzagan menemui Amin. maka pembatasan masalah dapat difokuskan pada “kajian filologis dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dan interpretasi nilai moral”. 1. Barzagan mengatakan kepada Amin bahwa besinya telah habis dimakan tikus. Kebohongan terbongkar. Jadi. Ringkasan cerita yang ketiga yaitu. dan bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya. 1. bahwa hikayat tersebut mengandung nilai moral yang dapat memberikan manfaat bagi generasi selanjutnya untuk membentuk moralistas yang baik. Lalu Barzagan berpikir bahwa anaknya ada pada Amin.2 Pembatasan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. tetapi Barzagan menyembunyikan emas itu. Barzagan mengatakan sebenarnya bahwa besi Amin masih ada pada Barzagan.

2. 1.5 Manfaat Manfaat yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah secara teoretis dapat menjadi masukan bagi teori filologi dalam memberikan informasi mengenai isi Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik terutama nilai moral yang terdapat di dalamnya. Bagaimana kajian filologis dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik? 2. Mengungkap kajian filologis Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik sehingga dapat dibaca dan dinikmati masyarakat saat ini.Berdasarkan pembatasan masalah di atas. Bab-bab tersebut sebagai berikut ini. Mengungkap nilai moral dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya. 1. 1. Adapun manfaat secara praktis diharapkan dapat membentuk watak generasi muda yang berbudi luhur dan dapat mengembangkan kepribadian diri membentuk moralitas yang baik.6 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan skripsi ini diuraikan bab demi bab secara berurutan. maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut ini.4 Tujuan Sesuai dengan masalah yang telah diungkapkan di atas maka tujuan penelitian ini. 1. Bab satu adalah . Nilai moral apa sajakah yang terdapat dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik? 1.

pendahuluan yang mencakup latar belakang masalah. Filologi pernah diartikan sebagai hermeneutik atau ilmu tafsir teks yang dihubungkan dengan bahasa dan kebudayaan masyarakat yang memiliki teks tersebut. 1983:2). teknik penelitian data. Hikayat mencakup pengertian hikayat. hikayat. pengertian transliterasi. . Filologi mencakup pengertian filologi dan objek filologi. Kritik teks mencakup pengertian kritik teks. dan metode penyuntingan teks. tujuan penelitian. dan kebudayaan. Bab empat adalah analisis kajian filologis dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dan interpretasi nilai moral yang berisikan deskripsi naskah. Filologi sebagai istilah mempunyai beberapa arti sebagai berikut (Baried.1 Filologi 2. transliterasi. dan nilai moral . kata sulit (glosarium).1 Pengertian Filologi Menurut Baried (1983:1) pengertian filologi adalah suatu pengetahuan tentang sastra-sastra dalam arti luas yang mencakup bidang kebahasaan. Nilai moral mencakup pengertian nilai dan pengertian nilai moral. 1. kesastraan. dan pengertian fabel. pembatasan masalah. suntingan teks.1. dan interpretasi nilai moral. Pada kata filologi. „senang ilmu‟. dan langkah-langkah penelitian. pengertian cerita berbingkai. kritik teks. aparat kritik. Bab lima adalah penutup yang berisikan simpulan dan saran. filologi berasal dari kata Yunani philos yang berarti „cinta‟ dan kata logos yang berarti „kata‟. Kata filologi menurut etimologi. manfaat penelitian. Kemudian arti ini berkembang menjadi „senang belajar‟. dan sistematika penulisan. rumusan masalah. Bab dua adalah landasan teoretis yang berisikan filologi. Interpretasi nilai moral mencakup nilai moral positif dan nilai moral negatif dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik. metode penelitian. Bab tiga adalah metode penelitian yang mencakup data dan sumber data penelitian. kedua kata tersebut membentuk arti „cinta kata‟ atau „senang bertutur‟. BAB II LANDASAN TEORETIS 2. dan „senang kebudayaan‟.

kesenian. Naskah menurut Ikram (1994:3) adalah wujud fisik dari teks. dalam bahasa Inggris naskah disebut dengan istilah manuscript. bahasa.2 Objek Filologi Setiap ilmu mempunyai objek penelitian . Penyebutan istilah „klasik‟ pada teks-teks Nusantara pada hakekatnya lebih ditekankan kepada masalah waktu dan periode masa lampau yang di Indonesia biasanya disebut dengan “pramodern” yaitu suatu kondisi waktu di mana pengaruh Eropa belum masuk secara intensif (Lubis 2001:25). rasa.1. khususnya sastra klasik agar siap dikaji.1 Naskah Menurut Baried (1983:54) naskah merupakan benda kongkret yang dapat dilihat atau dipegang. dan kebudayaan. Oleh karena itu. dan kertas Eropa.2. menurut Sudardi (2001:1) pengertian filologi adalah suatu disiplin ilmu yang meneliti secara mendalam naskah-naskah klasik dan kandungannya. teks. adat istiadat. dan tempat penyimpanan naskah. rotan. Saat ini filologi ada yang mengartikan sebagai ilmu bantu sastra karena filologi menyiapkan teks-teks sastra. menurut penulis filologi yaitu ilmu yang mempelajari naskah disertai pembahasan dan penyelidikan kebudayaan bangsa berdasarkan naskah klasik. perlu dibicarakan hal-hal mengenai seluk-beluk naskah. 2. Filologi ada juga yang mengartikan sebagai studi bahasa atau linguistik. Filologi pernah diartikan sebagai ilmu sastra karena yang dikaji karya sastra. pendidikan. seperti semua bahan tulisan tangan yang disebut naskah (handschrift). Adapun menurut Baried (1983:3-4) filologi mempunyai objek naskah dan teks. 3.2. Tidak jauh berbeda dengan pendapat Baried. 12 4. sedangkan dalam bahasa Belanda disebut handschrift (Djamaris 1990:11). 2. Dari naskah klasik itulah orang dapat mengetahui latar belakang kehidupan masyarakat pada zaman lampau misalnya. Tulisan-tulisan pada kertas disebut naskah. bambu. dan karsa manusia yang hasilnya disebut hasil karya . dan sebagainya. lontar. Jadi.1. 13 Menurut Sudardi (2001:3) objek penelitian filologi adalah teks dari masa lalu yang tertulis di atas naskah yang mengandung nilai budaya. kayu. Filologi pernah diartikan sebagai ilmu pengetahuan tentang segala sesuatu yang pernah diketahui orang. agama. menurut Dipodjojo (1996:7) naskah ialah segala hasil tulisan tangan yang menyimpan berbagai ungkapan cipta. Lubis (2001:16) menjelaskan pengertian filologi adalah pengetahuan tentang sastra-sastra dalam arti luas yang mencakup bidang bahasa. tidak terkecuali filologi yang bertumpu pada kajian naskah dan teks klasik. Sementara itu. dan kertas. bambu. sastra. Di Indonesia bahan naskah yaitu dapat berupa lontar. Naskah-naskah yang menjadi objek material penelitian filologi adalah naskah yang ditulis pada kulit kayu. Sementara itu.

naskah adalah hasil tulisan tangan yang 15 berwujud fisik dan di dalamnya mengandung nilai-nilai. Malaysia. India. Irlandia. dan Vatikan (Chambert-Loir 1999:203-243). Indonesia. Spayol. Australia. sedangkan teks adalah isi dari naskah yang di dalamnya mengandung amanat. Tujuan penelitian filologi ialah mengungkapkan kembali kata-kata semurni mungkin. Swiss. Teks terdiri dari isi dan bentuk. Teks filologi ada yang berupa teks lisan dan teks tulisan.1 Pengertian Kritik Teks Menurut Han (dalam Djamaris 1991:11) inti kegiatan filologi dapat dikatakan penepatan bentuk sebuah teks yang paling autentik. Di dalam proses penurunannya. Naskah itu kemudian mengalami penyalinanpenyalinan dan selanjutnya dicetak. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan objek filologi berupa yaitu naskah dan teks. Denmark. Usaha ini dilakukan untuk merekontruksi teks.2 Teks Menurut Baried (1983:4) teks adalah sesuatu yang abstrak. Italia. baik yang tergolong dalam arti umum maupun dalam arti khusus yang semuanya merupakan rekaman pengetahuan masa lampau bangsa pemilik naskah. Norwegia. 2. 2. Isi teks mengandung ide-ide atau amanat yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca.2. Sebagian naskah lainnya masih tersimpan dalam koleksi perseorangan. Portugal. Sementara itu.1. Rusia. kritik teks berusaha menentukan mana di antaranya yang otoriter dan yang asli. Polandia. Teks tulisan dapat berupa tulisan tangan (yang disebut naskah) dan tulisan cetakan. Menurut Sudjiman (dalam Djamaris 1991:11) pengertian kritik teks yaitu pengkajian dan analisis terhadap naskah dan karangan terbitan untuk menetapkan umur naskah. Inggris.2. teks tulisan.3 Tempat Penyimpanan Naskah Naskah biasanya disimpan pada berbagai perpustakaan dan museum yang terdapat di berbagai negara. Singapura. Jadi. menurut Lubis (2001:30) teks adalah kandungan atau isi naskah. yaitu Afrika Selatan. Selandia Baru. dan teks cetakan.sastra. Jerman. Swedia. Belgia. Sementara itu. 2.1. Belanda. dan keautentikan karangan. Teks lisan 14 yaitu suatu penyampaian cerita turun-temurun lalu ditulis dalam bentuk naskah.2. Jika terdapat berbagai teks dalam karangan yang sama. Thailand. Ceko. Adapun pemurnian teks disebut kritik teks.2 Kritik Teks 2. Naskah-naskah teks Nusantara pada saat ini sebagian tersimpan di museum-museum di 28 negara. menurut Sutrisno (dalam Djamaris 1991:11-12) tujuan kritik teks adalah menghasilkan suatu teks yang paling mendekati teks asli. secara garis besar dapat disebutkan ada tiga macam teks yaitu: teks lisan. identitas pengarang. Prancis. Austria. Jepang. Kanada. .

Metode Standar (biasa) Metode strandar adalah metode yang digunakan dalam penyuntingan teks naskah tunggal. 1991: 4-5). Penulisan kata yang menunjukkan ciri ragam bahasa lama dipertahankan bentuk aslinya. Sementara itu. membagi teks dalam beberapa bagian.3 Metode Penyuntingan Teks Menurut Djamaris (1991:15) penyuntingan naskah tunggal dapat dilakukan dengan dua metode. sehingga tidak perlu diperlakukan secara khusus atau istimewa. Adapun pendapat Sudjiman (1994:99) transliterasi yaitu ahli aksara. khususnya penulisan kata. Tranliterasi merupakan salah satu langkah dalam penyuntingan teks yang ditulis dengan huruf Arab Melayu. 2. 16 2. Demikian pula isi naskah telah tersusun kembali seperti semula dan bagian-bagian naskah yang tadinya kurang jelas dijelaskan sehingga seluruh teks dapat dipahami sebaik-baiknya. e. membuat catatan perbaikan atau perubahan. Salah satu tugas peneliti filologi dalam transliterasi adalah menjaga kemurnian bahasa lama dalam naskah. misalnya huruf Arab-Melayu ke huruf Latin. Tujuan penggunaan metode standar adalah untuk memudahkan pembaca atau peneliti dalam membaca dan memahami teks. tidak disesuaikan penulisannya dengan penulisan kata menurut Ejaan Yang Disempurnakan supaya data mengenai bahasa lama dalam naskah tidak hilang (Djamaris. Metode ini digunakan apabila isi naskah dianggap sebagai cerita biasa.Teks asli oleh peneliti filologi sudah dibersihkan dari kesalahan yang terjadi selama penyalinan berulang kali. menyusun daftar kata sukar (glosari). menurut Lubis (2001:80) transliterasi adalah penggantian dari huruf demi huruf dan dari satu abjad ke abjad yang lain. Hal-hal yang perlu dilakukan dalam edisi standar yaitu: a. mentransliterasi teks.2. d. penggantian jenis aksara (yang pada umumnya kurang dikenal) dengan aksara dari abjad yang lain (yang dikenal dengan baik). membetulkan kesalahan teks.2. bukan cerita yang dianggap suci atau penting dari sudut agama dan bahasa. b.2 Pengertian Transliterasi Baried (1983:65) berpendapat transliterasi adalah penggantian jenis tulisan dari huruf demi huruf dan dari abjad yang satu ke abjad yang lain. dan f. 17 1. Metode Diplomatik Metode diplomatik adalah metode yang kurang lazim digunakan dalam penyuntingan naskah. c. Metode ini digunakan apabila isi cerita . Pendapat tersebut senada dengan Sudardi (2001:29) yang menjelaskan pengertian transliterasi adalah pengalihan dari huruf ke huruf dan dari abjad yang satu ke abjad yang lain. 2. memberi komentar. tafsiran (informasi di luar teks).

Teks diproduksi persis seperti terdapat dalam naskah. teks disajikan seteliti-telitinya tanpa perubahan dan teks 18 disajikan sebagaimana adanya. c. Pengertian hikayat dapat ditelusuri dalam sastra Arab.3 Hikayat 2. Hasil reproduksi fotografis disebut facsimile. atau sekadar untuk meramaikan pesta. pembangkit semangat juang. 19 2. Salah satu hasil sastra Melayu tradisional adalah hikayat. Di dalam bentuk yang paling sempurna metode ini adalah reproduksi fotografis. ditulis dalam bahasa Melayu. sehingga terhindar dari berbagai kesalahan dan penyimpangan-penyimpangan yang timbul ketika proses penulisan. Kata hikayat berasal dari kata kerja bahasa Arab yang berarti „memberitahu‟ dan „menceritakan‟. Komentar mengenai kemungkinan perbaikan teks. satu hal pun tidak boleh diubah. dan sebagian besar mengisahkan kehebatan serta kepahlawan orang ternama. b. Kesalahan harus ditunjukkan dengan metode referensi yang tepat. Di dalam sastra Indonesia. sastra Melayu lama. Tujuan pengunaan metode diplomatik adalah untuk mempertahankan kemurnian teks. a. kepercayaan atau bahasa. Tidak jauh berbeda dengan pendapat Djamaris. Saran untuk membetulkan kesalahan teks. d. misalnya Hikayat Hang Tuah dan Hikayat Seribu Satu Malam. dan sastra Indonesia. biografis. Lubis (2001:96) menjelaskan metode penelitian naskah tunggal hanya terdapat dua pilihan. historis. hikayat diartikan sebagai cerita rekaan berbentuk prosa cerita yang panjang.dalam naskah dianggap suci atau dianggap penting dari segi sejarah. Hasil transliterasi tanpa perbaikan atau penyusaian disediakan untuk memudahkan pembaca dalam memahami teks.3. undangundang. Hikayat diturunkan dari bahasa Arab hikayat yang berarti kisah. atau pembagian teks. atau gabungan sifat-sifat dibaca untuk pelipur lara. seperti ejaan. bersifat sastra lama. Hikayat jarang digambarkan sebagai laporan yang bersifat sejarah (Mcglynn 1999: 76). yaitu: 1) edisi diplomatik adalah suatu cara mereproduksi teks sebagaimana adanya tanpa ada perbaikan atau perubahan dari editor.1 Pengertian Hikayat Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:401) hikayat adalah karya sastra Melayu lama berbentuk prosa yang berisi cerita. dan dongeng. cerita. dan silsilah bersifat rekaan. keagamaan. yaitu para raja atau orang suci di . seperti kemampuan berbicara. Di dalam suntingan teks yang menggunakan metode diplomatik. Hikayat menyampaikan kisah manusia (legendaris) dan seringkali juga tentang hewan yang bersifat manusia. 2) edisi standar adalah suatu usaha perbaikan dan meluruskan teks. sehingga diperlukan perlakuan khusus atau istimewa. tanda baca. Hal-hal yang dilakukan dalam edisi diplomatik sebagai berikut.

3. 2. cerita berbingkai di India dapat dibagi dalam tiga golongan. sehingga cerita itu menjadi panjang dan luas. keanehan. 21 Di India. (3) jenis biografi. 2.3. Sementara itu. misalnya Pancatantra dan kumpulan cerita yang berasal daripadanya. misalnya Hikayat Patani dan Hikayat Raja-raja Pasai. Menurut Winternitz (dalam Fang 1993:12) berdasarkan tujuannya yang berbeda-beda. 1. Cerita yang dikumpulkan untuk memberi ajaran agama. Binatang-binatang ini tidak hanya pandai bercerita. tale. (2) jenis sejarah. yaitu (1) jenis rekaan. misalnya cerita Jenaka dan cerita-cerita Budhis.3. menurut penulis cerita berbingkai adalah cerita yang di dalamnya disisipkan cerita lain. menurut Fang (1993:1) ciri cerita berbingkai ialah di dalam cerita berbingkai binatang-binatang selalu diberi sifat manusia. misalnya Hikayat Malim Dewa dan Hikayat Si Miskin. Biasanya hikayat menyampaikan kisah manusia dan seringkali juga tentang binatang yang bersifat seperti manusia. story (Hava dalam Sudjiman 1994:17). dan Jaina lainnya.2 Pengertian Cerita Berbingkai Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:210) cerita berbingkai adalah cerita yang di dalamnya mengandung cerita lain (pelaku atau peran di cerita itu bercerita). Hikayat sekarang mengacu ke bentuk karya sastra beragam prosa yang berisi kisah fantastik dan penuh dengan petualangan.sekitar istana dengan segala kesaktian. di dalam bahasa asalnya semata-mata berarti narrative. Cerita yang bertujuan memberi hiburan semata-mata. misalnya Vetalapancavimsati dan Sukasaptati. misalnya Hikayat Sultan Ibrahim bin Adham dan Hikayat Abdullah (Anonim 1997:427). ajaran politik. 2. Ajaran moral tidak dipentingkan.3 Pengertian Fabel Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:312) fabel dapat diartikan cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang (biasanya berisi pendidikan moral dan budi pekerti). tetapi juga pandai memberi nasihat kepada tuan mereka tentang berbagai masalah yang dihadapi oleh manusia. Jadi. cerita berbingkai dapat memberikan ajaran agama. Fabel sebagai salah satu bentuk sastra imajinatif yang diungkapkan . dan dijadikan hiburan. cerita berbingkai disebut Akhyayika yang berarti cerita dan katha yang berarti menyenangkan. 20 Hikayat dapat digolongkan menjadi tiga jenis. Cerita yang bertujuan memberi ajaran politik dan pengetahuan duniawi. Kata hikayat merupakan bentuk serapan dari bahasa Arab. dan mukjizat tokoh utamanya (Anonim 1997:427). Selain itu. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa hikayat adalah karya sastra Melayu lama yang berbentuk prosa berisi kisah kemanusian.

Menurut Leach (dalam Djamaris 1990:39-40) bahwa animal folktale (cerita binatang) dapat dibedakan menjadi tiga tipe.secara lisan atau tulisan mengandung makna berbeda dari apa yang tersurat. Biasanya yang menjadi pelakunya binatang atau kadang-kadang manusia 22 dan binatang. Tokoh binatang kancil pada fabel Indonesia sama dengan tokoh rubah pada fabel Eropa yang menggambarkan keunggulan pikiran atas keunggulan fisik.4. Benda itu bernilai karena subjek . Sebelum ada subjek yang menilai maka benda atau barang itu tidak bernilai. (4) kadar. 1. nilai dapat dikomunikasikan kepada orang lain (Moedjanto dalam Soegito 2003:76).1 Pengertian Nilai Menurut Poerwodarminto (2003:801) nilai diartikan sebagai berikut: (1) harga dalam arti takaran. Nilai mengarahkan perhatian minat seseorang dan menarik seseorang keluar dari dirinya sendiri ke arah apa yang bernilai. Inilah aliran yang menggabungkan antara subjektivisme dan objektivisme. dan juga berbicara seperti manusia. (5) sifat-sifat atau hal-hal yang penting atau berguna bagi kemanusiaan. 23 2. misalnya apa sebabnya bulu harimau itu loreng. Fable ialah cerita binatang yang mengandung pendidikan moral. Beast epic merupakan cerita binatang dengan seekor pelaku utamanya. misalnya nilai intan. Nilai tidak hanya tampak sebagai nilai bagi seorang saja. Oleh karena itu. 2. Nilai dilaksanakan untuk mendorong seseorang bertindak. 3. misalnya uang. Jadi. (3) angka kepandaian. Tujuan cerita binatang untuk menyajikan ajaran moral.4 Nilai Moral 2. melainkan segala umat manusia. Binatang diceritakan mempunyai akal. tingkah laku. (2) harga sesuatu. Nilai menuju kepada tingkah laku dan membangkitkan keaktifan seseorang (Suyitno dalam Soegito 2003:75). Etiological tale ialah cerita tentang asal-usul terjadinya suatu binatang berdasarkan pada bentuk atau rupanya sekarang ini. Fabel berasal dari kata Latin „fabula‟ yang berarti jenis cerita pendek atau dongeng rakyat yang bermanfaat (berisi pendidikan moral). mutu. Menurut Soegito (2003:76) adanya nilai ditentukan oleh subjek dan objek yang menilai. misalnya nilai-nilai agama. Nilai merupakan sesuatu yang seseorang alami sebagai ajakan dari panggilan untuk dihadapi. terutama yayng berasal dari kehidupan binatang di mana hewan-hewan bertindak sebagai pelaku dan berbicara seperti manusia (Anonim 1990:982). Sifat manusia tertentu diwujudkan dalam binatang tertentu. misalnya kancil atau pelanduk. Aliran subjektivisme adanya nilai tergantung pada subjek yang menilai. Nilai tampil sebagai sesuatu yang patut dikerjakan dan dilaksanakan oleh semua orang. setiap kebudayaan memiliki pilihan binatang sendiri untuk melukiskan jenis watak manusia tertentu (Anonim 1997:242).

Adapun menurut Suseno (1987:19) kata moral selalu mengacu pada baik buruk manusia sebagai manusia. Ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan. orang yang melanggar hukum pasti akan dikenai hukuman sebagai sangsi. Selain itu di dalam kamus juga dijelaskan tentang moral. bersemangat. sehingga menyenangkan atau bahagia bagi orang yang bertindak. sedangkan dalam konsep Indonesia moral berarti kesusilaan (Soegito 2003:76). tanpa ada subjek yang menilai. isi hati atau keadaan perasaan sebagaimana terungkap di perbuatan. Norma hukum merupakan norma yang tidak dibiarkan dilanggar. budi pekerti. Norma-norma hukum adalah norma-norma yang dituntut dengan tegas oleh masyarakat karena dianggap perlu demi keselamatan dan kesejahteraan umum. Sikap moral yang sebenarnya disebut moralitas. Menurut Spencer (dalam Gazalba 1996:11) moral adalah penyesuaian dengan lingkungan. Norma-norma sopan santun menyangkut sikap lahiriah manusia. Adapun menurut Soegito (2003:76) moral atau kesusilaan adalah keseluruhan norma yang mengatur tingkah laku manusia di masyarakat untuk melaksanakan perbuatan-perbuatan yang baik dan benar. keturunannya. 1. 25 2.mempunyai selera. dan keinginan terhadap objek sehingga objek 24 tersebut mengandung nilai. dan moral. sikap. moral berarti budi pekerti sama dengan pengertian akhlak. bergairah. Dengan kata lain moral atau kesusilaan adalah kesempurnaan sebagai manusia atau kesusilaan adalah tuntutan kodrat manusia. dan sebagainya. Ajaran kesusilaan yang dapat ditarik dari suatu cerita. Menurut Driyarkara (dalam Soegito 2003:76) moral atau kesusilaan adalah nilai yang sebenarnya bagi manusia. Kata moral mempunyai arti yang sama dengan kata etos (Yunani) yang menurunkan kata etika. minat. dan susila. Norma umum ada tiga macam: norma-norma sopan santun. Sebaliknya aliran objektivisme menyatakan adanya nilai tidak tergantung pada subjek yang menilai tetapi terletak pada objek itu sendiri. dan sesama manusia. 3. berdisiplin. hukum. Norma-norma moral adalah tolok-tolok ukur yang dipakai masyarakat untuk mengukur kebaikan seseorang (Suseno 1987:19). Kondisi mental yang membuat orang tetap berani. Jadi. subjek tersebut sudah bernilai.2 Pengertian Nilai Moral Secara etimologis kata moral berasal dari kata Yunani mos (jamaknya adalah mores) yang berarti cara dan adat istiadat atau kebiasaan. akhlak. Norma-norma moral adalah tolok ukur untuk menentukan betul salah sikap dan tindakan manusia dilihat dari segi baik buruk sebagai manusia dan bukan sebagai pelaku peran tertentu dan terbatas. Di dalam bahasa Arab.4. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:782) nilai moral adalah nilai etik. Moralitas adalah sikap hati orang yang terungkap dalam tindakan lahiriah (tindakan ungkapan . 2.

atau ditemukan dalam kehidupan nyata. 26 Moralitas suatu ciri perilaku seseorang yang dihubungkan dengan ukuran atau standar yang ada di dalam masyarakat. Artinya. sesuai dengan kemampuan untuk suatu tujuan tertentu (Nainggolan 1997:25). menurut Taylor dalam Nainggolan (1997:21) moralitas adalah “morality is a set of social rules and standards that guide the conduct of people in a culture”. khususnya mengenai perilaku baik atau buruk. (Moralitas adalah satu set peraturan dan standar sosial yang mengatur tingkah laku orang-orang di dalam satu kebudayaan). pengarang tampak bersifat menggurui pembaca dan secara langsung memberikan nasihat dan . moral yang ingin disampaikan atau diajarkan kepada pembaca dilakukan secara langsung dan eksplisit. sebagaimana model yang ditampilkan dalam cerita itu lewat sikap dan tingkah laku tokoh-tokohnya. seperti sikap. Sementara itu. Jika dalam teknik uraian. yang 27 dapat diambil (dan ditafsirkan) lewat cerita yang bersangkutan oleh pembaca. dan hal itulah yang ingin disampaikan kepada pembaca. hal yang demikian terjadi dalam penyampaian pesan moral. Menurut Nainggolan (1997:21) ditinjau dari sudut bahasa. Adapun menurut Kenny (dalam Nurgiyantoro 1994:321) moral dalam cerita biasanya dimaksudkan sebagai suatu saran yang berhubungan dengan ajaran moral tertentu yang bersifat praktis. hanya moralitas yang bernilai secara moral (Suseno 1987:58). tetapi tumbuh dan berkembang dalam lingkungan hidup seseorang (Anonim 1997:371). pengarang secara langsung mendeskripsikan perwatakan tokoh cerita yang bersifat memberi tahu atau memudahkan pembaca untuk memahaminya. atau penjelasan (expository). Moralitas bukan sesuatu yang diperoleh dari kelahiran. moral sebagai kata benda yang berarti berhubungan dengan prinsip baik dan buruk dari satu cerita dan kisah atau pengalaman. Bentuk Penyampaian Langsung Bentuk penyampaian pesan moral yang bersifat langsung yaitu identik dengan cara pelukisan watak tokoh yang bersifat uraian (telling). Ajaran moral bersifat praktis sebab dapat ditampilkan. Moral merupakan suatu tendesi rohani untuk melakukan seperangkat standar dan norma yang mengatur perilaku perorangan dan masyarakat yang mempercayainya dan perilaku itu dilakukan dengan mudah serta dirasakan sebagai suatu kewajiban dalam berbagai macam keadaan dan tempat. 1. tingkah laku. Dalam hal ini. dan sopan santun pergaulan. pandangannya tentang nilai-nilai kebenaran. Menurut Nurgiyantoro (1994:321) moral dalam karya sastra biasanya mencerminkan pandangan hidup pengarang yang bersangkutan. Ajaran moral merupakan petunjuk yang sengaja diberikan oleh pengarang tentang berbagai hal yang berhubungan dengan masalah kehidupan. Moralitas adalah sikap dan perbuatan baik yang tanpa pamrih.sepenuhnya dari hati). Adapun menurut Nurgiyantoro (1994:335-339) bentuk penyampaian moral dibagi menjadi dua.

yang memang sudah ada dalam watak manusia. baik yang terlihat dalam tingkah laku verbal. prinsip sikap baik menyangkut sikap dasar manusia yang harus meresapi segala sikap. maupun yang hanya terjadi dalam pikiran dan perasaannya. dan tingkah laku para tokoh. prinsip keadilan mengungkapkan kewajiban untuk memberikan perlakuan yang sama terhadap semua orang lain yang berada dalam situasi yang sama dan untuk menghormati hak semua pihak yang bersangkutan. harus melakukannya bersadarkan cerita. Sebagai prinsip dasar etika.4. Melalui berbagai hal tersebut. Prinsip Hormat Terhadap Diri Sendiri Prinsip yang ketiga adalah manusia wajib untuk selalu memperlakukan diri sebagai sesuatu bernilai pada dirinya . konflik. melainkan juga mengungkapkan – syukur alhamdulillah. Bentuk Penyampaian Tidak Lansung Bentuk penyampaian pesan moral yang bersifat tidak langsung hanya tersirat dalam cerita. fisik. jika ingin memahami dan menafsirkan pesan itu. tindakan. sikap. dan kelakuan. Jadi. 29 2. Cerita yang ditampilkan adalah peristiwa-peristiwa. Oleh karena itu. Tuntutan yang paling dasar keadilan ialah perlakuan yang sama terhadap semua orang di dalam situasi yang sama (kalau pemerintah membagikan beras di daerah kurang pangan. Prinsip Keadilan Adil pada hakikatnya berarti memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya.1 Prinsip-prinsip Nilai Moral Dasar Menurut Suseno (1987:130-135) prinsip-prinsip nilai moral dasar ada tiga macam. melainkan sikap hati positif terhadap orang lain. dan keinginannya baik terhadap orang lain. pada hakikatnya semua orang sama nilainya sebagai manusia. Bersikap baik berarti memandang seseorang tidak hanya sejauh berguna bagi diri sendiri.petuahnya. 1. berpadu secara koherensi dengan unsur28 unsur cerita lain. tetapi penduduk yang cukup berada tidak membutuhkan bantuan berarti tidak berhak untuk dibantu). 2. pesan moral dapat disampaikan kepada pembaca. semua kepala keluarga berhak atas bagian beras yang sama. Prinsip ini bukan semata-mata perbuatan baik dalam diri sendiri. dan tingkah laku para tokoh dalam menghadapi peristiwa dan konflik itu. Sebaliknya dilihat dari pembaca. melainkan berguna untuk orang lain. 3. Prinsip Sikap Baik Prinsip sikap baik bukan hanya sebuah prinsip yang dipahami secara rasional. sikap. 2. dengan memperhitungkan jumlah warga keluarga.2.

4.2. persoalan hidup dan kehidupan manusia dapat dibedakan ke dalam persoalan hubungan manusia dengan diri sendiri.1 Data dan Sumber Data Data penelitian yang dipakai berupa kalimat dan paragraf atau . Di dalam wujud yang konkrit. Maka manusia wajib untuk memperlakukan dirinya sendiri dengan hormat. aspek nilai budaya berupa norma-norma. dan hubungan manusia dengan Tuhannya. 2. dan hukum yang menjadi pedoman manusia dalam bertindak dan berperilaku. Ajaran moral juga dapat mencakup seluruh persoalan hidup dan kehidupan. Dengan demikian. 1. Nilai Agama Nilai agama adalah nilai dalam karya sastra yang merupakan sarana penyampaian tentang nilai-nilai keagamaan. Prinsip ini berdasarkan paham bahwa manusia adalah person yang memiliki kebebasan dalam suara hati. Nilai Sosial Nilai sosial adalah nilai yang menjadi pedoman langsung bagi setiap tingkah laku manusia sebagai masyarakat yang di dalamnya memuat sanksi-sanksi siapa saja yang melanggar. Secara garis besar. Sementara itu.2 Jenis-jenis Nilai Moral Menurut Yunus (1990:105-114) nilai moral terbagi menjadi tiga pokok nilai. hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial termasuk hubungannya dengan lingkungan alam. aturan-aturan. Nilai Budaya Nilai budaya adalah aspek ideal yang berwujud sebagai konsep abstrak yang hidup di dalam pikiran masyarakat mengenai kata yang harus dianggap penting dan berharga dalam hidup. Seseorang yang ingin berbuat baik kepada orang lain akan bertekad untuk bersikap adil tidak untuk dirinya sendiri (Suseno 1987:135). 32 BAB III METODE PENELITIAN 3. nilai sosial merupakan nilai yang 31 berhubungan dengan kehidupan bermasyarakat dan usaha menjaga keselarasan hidup bermasyarakat. dan makhluk yang berakal budi. kebaikan dan keadilan yang ditunjukan kepada orang lain perlu diimbangi dengan sikap menghormati diri sendiri dan sebagai makhluk yang bernilai pada dirinya sendiri.sendiri. 3. 30 Jadi. menurut Nurgiyantoro (1994:324) jenis ajaran moral mencakup masalah yang bersifat tidak terbatas. seluruh persoalan yang menyangkut harkat dan martabat manusia. 2.

Penulis membaca dan memahami Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik. Membaca Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik secara berulang-ulang dan cermat. 5.3 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara studi pustaka. 6. 1. sehingga teks tampak mudah dipahami oleh pembaca modern (Lubis 2001:96). Tujuannya ialah untuk menghasilkan suatu edisi yang baru dan sesuai dengan kemajuan dan perkembangan masyarakat. Mencari dan menentukan naskah yang akan dijadikan penetitian ini di Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. kemudian memilih bagian-bagian yang relevan dengan penelitian. Setiap halaman naskah rata-rata memuat 13 baris tulisan. Tebal hikayat ini 13 halaman dan berkode ML 229. Sumber data dalam penelitian ini adalah Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik yang terdapat di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Membuat interpretasi nilai moral dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik. Hikayat ini ditulis dengan tulisan Arab dan bahasa Melayu 3. 34 3. 2. Menemukan naskah Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik yang akan diteliti.2 Metode Penelitian Metode penelitian filologi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian naskah tunggal dengan edisi standar. misalnya dengan 33 mengadakan pembagian alinea-alenia. 3. . huruf besar dan kecil. Membuat tranliterasi yaitu perubahan dari tulisan Arab ke tulisan Latin dengan menggunakan pedoman Arab Melayu menurut Romdoni. Bagian-bagian yang relevan dengan penelitian ini baru dapat ditentukan sebagai data penelitian setelah ditelaah dan dianalisis terlebih dahulu. 4. Studi pustaka dapat diartikan membaca naskah yang berhubungan dengan penelitian ini. Edisi standar adalah usaha perbaikan dan meluruskan teks sehingga terhindar dari berbagai kesalahan dan penyimpangan-penyimpangan yang timbul ketika proses penulisan. Membuat suntingan teks.pernyataan yang terdapat dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik yang mengandung informasi tentang nilai moral dari hasil transliterasi tulisan Arab diubah ke tulisan Latin dengan menggunakan pedoman Arab Melayu menurut Romdoni.4 Langkah Kerja Penelitian Langkah kerja penelitian yang penulis gunakan dalam menganalisis data sebagai berikut. membuat penafsiran (interpretasi) setiap bagian atau kata-kata yang perlu penjelasan. 3. kecuali pada halaman terakhir memuat tiga baris tulisan dan terdapat enam baris tulisan yang berupa syair.

Brandes. Naskah ini diberi nomor halaman dengan angka Arab 1 – 13 dan i dengan pensil. Arab Melayu Arab Melayu Arab Melayu ١A‫س‬S‫ل‬L ‫ ب‬B ‫ ش‬SY ‫ م‬M ‫ ت‬T ‫ ص‬SH ‫ ن‬N ‫ ث‬S ‫ ض‬DH ‫ و‬W ‫ ج‬J ‫ ط‬TH ‫ ه‬H ‫ ح‬H ‫ ظ‬ZH ‫ ي‬Y ‫ خ‬KH ‫ ع „ ك‬G ‫ د‬D ‫ غ‬GH ‫ ع‬NG ‫ ذ‬Z ‫ ف‬P ‫ ي‬NY ‫ر‬R‫ق‬Q‫چ‬C ‫ ز‬Z ‫ ك‬K ١ ‫ و‬O/U . Setiap halaman naskah rata-rata memuat 13 baris tulisan.1 Deskripsi Naskah Naskah Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik merupakan salah satu koleksi yang terdapat di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Judul dalam teks adalah „Bahwa ini suatu Hikayat Ceritera Orang Bodoh dan Orang Cerdik‟ (h-1). 4. Secara fisik. Naskah ini berkode ML 229 dengan nomor rol film 174. sedangkan ukuran blok teks ialah 10.5 x 15 cm. Tulisan dengan tinta hitam dalam naskah masih jelas terbaca.2 Transliterasi Pedoman transliterasi Arab Melayu yang penulis gunakan sebagai berikut.7. 36 Naskah dijilid dengan karton marmer warna cokelat. kecuali pada halaman terakhir memuat tiga baris tulisan berupa kalimat dan enam baris berupa syair. merupakan tambahan dari penyunting. naskah mempunyai ukuran sampul dan halaman yang sama yaitu 14 x 18. Keadaan naskah masih baik. 35 BAB IV ANALISIS KAJIAN FILOLOGIS DALAM HIKAYAT CERITA SEORANG BODOH DAN SEORANG CERDIK DAN NILAI MORAL 4. walaupun kertas terdapat tanda bekas terkena air. sedangkan judul luar teks adalah „Bahwa inilah suatu Ceritera Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik‟ (h-i). Naskah tersebut berbentuk prosa yang berupa hikayat. Naskah ditulis dengan tulisan Arab dan berbahasa Melayu.5 cm. Pada halaman i juga tertulis naskah ini sebuah hadiah dari dr. Naskah terdiri atas 13 halaman. Menyimpulkan keseluruhan hasil analisis kajian filologis dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dan interpretasi nilai moral. Kertas yang dipakai untuk menyalin naskah yaitu dari bahan kertas Eropa berbentuk garis kolom berantai.

١‫ى‬E١‫ي‬I Hasil transliterasi Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik. /1/ Bahwa ini suatu hikayat ceritera orang bodoh dan orang cerdik Sebermula sekali peristiwa si cerdik dengan si bodoh berjalan keduanya maka ia pun mendapat sepotong emas terhantar di jalan raya maka ujar si cerdik kepada si bodoh marilah kita kembali adalah kita diberi untung oleh Allah Subahanallahuwata‟ala beroleh emas ini dimanatah kita cahari lagi maka ujar si bodoh marilah kita berbahgi dua emas ini dahulu maka kata si cerdik jangan dahulu kita bahgi emas ini melainkan kita bawa sekedar akan belanja kita juga yang lainnya kita taruhkan disini barangkali habis belanja kita maka kita datang mengambil dia setelah itu maka dibawanyalah emas itu ditaruhnya 37 kepada suatu pohon kayu yang besar maka kembalilah kedua mereka itu kerumahnya selang berapa hari maka si cerdik pergilah dengan seorang dirinya lalu /2/ diambilnya emas itu dibawanya pulang ke rumahnya selang berapa hari lamanya anataranya maka si bodoh pun datang mengajak si cerdik hendak pergi mengambil emas itu maka pergilah mereka itu keduanya kepada pohon itu didapatnya emas itu sudah tiada lagi maka kata si cerdik siapa tahu engkaulah mengambil emas itu maka pura2 engkau mengajak aku pula melainkan adalah engkau ini daripada orang khianat serta dihelanya tangan si bodoh hendak dibawanya kepada kadi maka si bodoh pun bersumpah tiada dicuri maka tiada jua dipercaya oleh si cerdik maka dibawa kepada kadi maka dikatakannya segala perhal keduanya itu mendapat emas itu habis diceritakan kepada kadi maka ujar si cerdik ya tuan hamba kadi barang dihakimkan kiranya antara kedua kami ini dari karena besarlah khianat si bodoh akan hambamu sudahlah diambilnya emas itu tiada diberinya tahu hambamu kemudian maka datanglah /3/ ia pura2 mengajak hamba pergi maka pergilah hamba sertanya hendak mengambil emas itu tiba2 hamba dapati tiada lagi emas itu maka pada jataha di hamba seniscaya iyalah yang berbuat khianat karena pada masa itu terlalu sunyi jangankan manusia unggas pun tiada mengetahui dan tiada melihat hamba menaruh emas itu melainkan iyalah yang mengambil emas itu siapa yang tahu daripada jalan yang kebenaran hamba mudah2an pohon kayu itu jadi saksi akan hamba maka kadi pun heran menengar kata si cerdik maka kata kadi baiklah esok hari hakimkan disana maka mereka itu pun kembalilah keduanya masing2 dengan rumahnya adapun akan si bodoh itu suatupun tiada apa katanya menjadi heran ia menengar kata si cerdik dan iya tiada tahu berkata2 sebab bodohnya setelah itu maka si cerdik datang kepada bapanya maka katanya hai bapaku kasihkah bapaku akan daku maka kata bapanya mengapa /4/ engkau berkata demikian dimanatah makhluk ini tiada kasih akan anaknya maka ujar si cerdik hai bapaku bahwa aku ada mengaku kepada kadi yang itu 38 pohon kayu tempat emas kami taruhkan berdua dengan si bodoh maka pohon kayu itulah akan jadi saksi daripada hilangnya emas itu tetapi emas itu aku .

ambil dia dan aku katakan si bodoh yang mencuri emas itu ihwal inilah supaya bapaku tolong aku dan supaya emas itu kita peroleh maka kata bapanya hai anaku kerja apa yang engkau suruhkan kepada aku ini maka sahut anaknya hai bapaku adapun pohon kayu itu berlubang barangkali lolos bapaku masuk ke dalam jika mau bapaku sepakat dengan hamba masuklah bapaku pada malam ini didalam lubang pohon kayu itu dari karena esok hari kadi akan datang pada pohon kayu itu memeriksa antara kami dengan si bodoh itu jika ditanya oleh kadi itu maka hendaklah bapaku menyahut sebagaimana ada orang yang nanyak /5/ saksi demikianlah kami minta kepada bapa maka kata bapanya hai anaku pekerjaan engkau ini akibatnya tiada diperoleh kebajikan adalah seperti hikayat katak lubangnya berhampiran dengan liang ular maka sahut anaknya bagaimana hikayat katak itu ceritakanlah kepada aku supaya aku dengar maka ujar bapanya ada seekor katak berhampiran liang dengan ular maka tiap2 katak itu beranak habis dimakannya oleh ular itu setelah itu maka katak pun pikir dalam hatinya apa kesedihanku dengan demikian ini maka lalu ia pergi kepada kura2 serta katanya kepada sang kura2 yaitu hamba adaku lama dengar seorang pendeta tetapi aku tiada dapat pergi kesana karena tempatnya terlalu amat banyak dan tanahnya dan batunya daripada menikam dan akik sebab itulah tiada boleh aku pergi kesana dan oleh karena itu hamba mintalah akan tuan hamba pepatah akan hamba supaya hamba dengar dan hamba amalkan maka ujar kura2 hai musafir adalah tiap2 /6/ pekerjaan yang sukar atau melawan seteru yang keras dan yang besar itu tiada diperoleh dengan kuat kita melainkan dengan daya upanya kita juga demikianlah „ sahdan apabila engkau lihat lubang jerapaya maka ambil olehmu barang tiga ekor ikan maka engkau hantarkan pada lubang ular itu terdapat tiada jikalau dilihat oleh ular jerapaya hendak memakan itu niscaya disambarnya dan dibunuhnya akan ular itu maka pada masa itu luputlah engkau daripada bahaya seteru itu maka katak pun berlalu sekejip menengar 39 kata kura-kura demikian itu lalu diperbuatnya seperti kata kura2 itu hata maka keluarlah jerapaya itu daripada tempatnya serta dilihatnya ikan itu lalu dimakannya itu maka jerapaya pun berjalan pula ia kesana maka dilihatnya ikan pun tiada ular pun tiada di lubang maka jerapaya pun berjalan2 antara itu maka bertemu dengan lubang katak maka dilihatnya oleh jerapaya itu katak anak beranak hendak keluar maka dimakannya /7/ oleh jerapaya katak itu habis semuanya dimakan adanya maka kata bapanya hai anaku demikian jalannya tiap-tiap sesuatu pekerjaan banyak dipikir lebih dahulu supaya akhirnya tiada jadi menyesal maka ujar si cerdik perkataan apatah yang katakan itu pada pikir hamba siapa yang tahu akan pekerjaan kita maka ujar bapanya hai anaku aku katakan pada engkau hikayat ini supaya kamu pikirkan jikalau jadi benar padamu maka ujar si cerdik hai bapaku jikalau ada kasih sayang bapa kepada hamba janganlah bapa panjangkan kalam ini karena sedikit sajalah kita banyak diperolehnya tiada banyak maka daripada sangat bapanya kasih akan anaknya maka diturutnya padahal tiada ia takut akan Allah ta‟ala dan tiada menjalani jalan teringat telah .

maka dipegangnya oleh barzagan katanya jangan handayku pulang dahulu karena hamba hendak berjamu tuan hamba maka ujar amin hai handayku menerima kasihlah hamba tetapi apatah daya hamba karena ada garda insyaallah esok hari hamba datang mendapatkan tuan hamba maka lalu ia turun berjalan pula ke rumahnya setelah datang keluar pagar maka didapatnya anak barzagan ada bermain-main /11/ maka didatangi oleh amin akan anak barzagan dibawanya pulang ke rumahnya setelah hari malam maka Barzagan mencari anaknya keliling tiadalah didapatnya maka dicarinya pula pada segala kampung serta berseru2 dengan nyaring suaranya menangis duka citanya akan anaknya maka lalu ia pergi kepada amin maka berkata iya hai handaiku Amin adakah tuan .dikerakannyalah kerja maksiat itu maka pada esok harinya kadi pun datanglah kepada pohon kayu itu serta dengan segala jamaahnya maka si bodoh dan si cerdik bersama2 telah sampai kepada pohon kayu itu berdiri maka kadi /8/ bertanya demikian katanya hai pohon kayu siapa mengambil emas itu katalah kepada aku maka saya hata pohon kayu itu si bodohlah yang mengambil dia maka kadi pun heran menengar suara itu serta iya pikir dalam hatinya ada juga manusia didalam kayu ini setelah ia pikir demikian maka disuruhnya angkut kayu yang kering ditimbunkan pada pohon kayu maka disuruh jadikan api „ sahdan maka tiada menderit orang itu lalu ia keluar dari pohon kayu itu maka sekalian jamaah jadi heran masing2 kah berkata siapa yang puya perbuatan demikian ini telah habis demikian maka kata kadi bawa kemari orang tuwa itu supaya kita periksa maka orang tua itu diperiksa oranglah kandi dan orang tua itu roboh tiada boleh menyahat sebab bekas kehangatan kena api itu jadi terhanguslah hatinya dan hancurlah sekalian 40 kulitnya maka orang tua itu matilah maka si cerdik pun ditangkap orang serta di kasi hakim dengan /9/ beberapa kesakitan darsainya maka si cerdik itupun keluarkanlah emas itu maka oleh kadi disuruhnya pulangkan emas itu kepada si bodoh itulah halnya adanya orang yang cita2nya lebih akan dunia jua tiada lain „ bahwa ini hikayat ada seorang dahulu kala bernama barzagan ia mengatakan tikus makan besi seratus kati dan rajawali menerbangkan seorang kanak-kanak demikianlah cerita itu sebermula ada seorang bernama amin ia hendak berlayar tiada ampunya modal maka ada kepadanya besi seratus kati itulah dibawa kepada seorang sahabatnya nama barzagan ditaruhnya disitu kemudian maka iya pergilah kepada kerja yang dimaksudnya maka oleh barzagan dijualkannya sekalian besi itu maka berapa lama tuan yang punya besi itu datang serta menuntut besi yang dikirimnya itu maka kata barzagan engkau punya besi itu aku taru didalam gudang telah serta berapa /10/ lamanya maka akupun tersadar akan hendak membaiki gudang itu maka tiba2 besimu itu tiada kelihatan lagi serta habis dimakan oleh tikus maka ujar amin mustahil la katamu itu hai handaiku tikus makan besi tetapi sungguh juga seperti katamu itu karena giginya tajam sedangkan tulang lagi dapat digigit setelah barzagan menengar kata amin itu demikian maka dalam hatinya tiada lagi akan dituntutnya besi itu maka amin pun bermohon pulang.

sehingga penulis sedikit mengalami kesulitan dalam memahami bahasanya. 4. penulis menafsirkan tulisan Arab Melayu berdasarkan tulisan yang ada dalam teks asli. a) < > = Tambahan huruf atau kata dari penyunting b) / / = Nomor halaman naskah c) [ ] = Penghilangan huruf atau kata dari penyunting d) ( ) = Tulisan angka Arab diubah kebahasa Latin .3 Suntingan Teks Sebelum penulis menyunting teks Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik. Bahasa yang ada dalam teks menggunakan bahasa Melayu lama. Tulisan Arab Melayu dalam teks mudah dibaca dan dipahami dalam membaca.41 menengar khabar anak hamba serta lenyap maka amin pun terkejut menengar kata barzagan itu demikian lalu ia berkata ya handaiku jikalau hamba tahu akan anak saudaraku diterbangkan oleh rajawali itu niscaya aku berbatalah daripadanya „ setelah barzagan menengar kata handainya amin itu maka iya pun heran dalam hatinya serta ia berkata hai handaiku adakah bernasip pada bicara handaiku rajawali menerbangkan seorang kanak-kanak mustahil adanya maka ujar amin tiadakah handaiku percaya yang rajawali itu dapat menerbangkan seorang kanak2 manusia /12/ dan jikalau demikian bicara tuan hamba sekali2 tiada jadi siapa tanya kepada yang ampunya takdir pada melakukan kodiratnya dari karena adalah dalil firman Allah ta‟ala yakni bahwasanya aku juga amat mengetahui barang yang tiada kamu mengetahui dia dan pada bicara hamba jikalau tiada dapat tikus makan besi seratus kati maka niscaya tiada dapat diterbangkan rajawali akan tuan hamba punya anak „ „ sahdan maka ujar barzagan kepada amin tahulah hamba bahwa anak hamba itu adalah pada tuan hamba maka sekarang akan besi tuan hamba itu adalah kepada hamba „ maka barzagan pun kembalikanlah besi kepada amin dan amin pun kembalikanlah anak barzagan itu kepadanya demikianlah perinya dan adalah ibarat hikayat ini bagi orang suka berbuat fitnah kepada sesamanya makhluk dan dari karena segala yang gemar berbuat fitnah itu tiada diperoleh sentosa /13/ didalam hidupnya seperti firmannya barangsiapa suka melihat kejahatan orang niscaya pada hari itu jatuhlah kejahatan itu kepada dirinya juga dan lagi adalah seperti kata syair katakan olehmu bagi segala yang jahat sangka kepadamu baik2 peliharakan dirimu jikalau berbuat khianat kembali kepadamu apabila engkau diberi kebajikan segayanya engkau percayakan jika dinyatakannya akan kejahatan sebaik-baiknya kamu jauhkan ingat2 akan dirimu berbuat yang kebajikan jangan jemu dengki dan loba jauhkan dirimu iyalah membawa jadi binasa dirimu 42 Di dalam mentransliterasi Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik. Adapun tanda-tanda dalam suntingan teks sebagai berikut. terlebih dahulu penulis memaparkan tanda-tanda yang terdapat di dalam suntingan teks.

Maka dibawa kepada Kadi(a). dari karena besarlah khianat si Bodoh akan hambamu. Hasil suntingan Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik. Selang berapa hari lamanya antaranya. Maka ujar si Cerdik kepada si Bodoh “marilah kita kembali adalah kita diberi untung oleh Allah Subahanallahuwata‟ala beroleh emas ini. penulis juga menambahkan beberapa kata dalam teks... ) merupakan kata ulang. Tujuan pemberian tanda tersebut yaitu untuk mengetahui berapa jumlah halaman dalam teks.<lalu>20 tiada . Kata-kata yang ada di dalam tanda [ . Sebermula.. melainkan kita bawa sekedar akan belanja [kita juga yang lainnya]7. Jadi kata-kata yang ada di dalam tanda ( ... maka (pura-pura)16 engkau mengajak aku pula. habis diceritakan kepada Kadi..] berarti kata di dalamnya dihilangkan. Maka kata si Cerdik “siapa tahu engkaulah <yang>15 mengambil emas itu. maka pergilah mereka itu 44 [keduanya]13 ke[pada]14 pohon itu didapatnya emas itu sudah tiada lagi..Tanda / . Penulis telah menghilangkan beberapa kata dalam teks. Selain penulis menghilangkan beberapa kata. [maka]12 si Bodoh pun datang mengajak si Cerdik hendak pergi mengambil emas itu.. Pengulangan kata di dalam teks sebenarnya tidak ada.. karena karena kata-kata itu tidak tepat. maka dikatakan segala perhal keduanya itu mendapat<kan>19 emas itu. maka ia pun mendapat sepotong emas terhantar di jalan raya. Tujuan penambahan kata dalam teks agar kalimat dalam teks tidak rancu dan menjadi efektif. dan rancu. [Maka]17 si Bodoh pun bersumpah tiada dicuri <emas itu>18 maka tiada jua dipercaya oleh si Cerdik.. Katakata yang ada di dalam tanda < . > berarti kata di dalamnya merupakan penambahan dari penulis. Alasan penulis menghilangkan kata-kata tersebut. Serta dihelanya tangan si Bodoh hendak dibawanya kepada Kadi. Maka kembalilah kedua mereka itu kerumahnya. Maka ujar si Bodoh “marilah kita berba[h]5gi dua emas ini dahulu” ... Selang berapa hari [maka]11 si Cerdik pergilah dengan seorang dirinya. kita taruhkan disini barangkali habis belanja [kita]8. maka kita datang mengambil dia”.. dimanatah kita cahari lagi”.. Maka kata si Cerdik “ jangan dahulu kita ba[h]6gi emas ini. sehingga penulis menafsirkan bahwa setiap kata dalam teks yang ada angka dua maka 43 ditafsirkan kata itu merupakan kata ulang.. / yang ada dalam hasil suntingan maksudnya adalah huruf yang ada di dalamnya menjelaskan halaman teks. sudahlah diambilnya emas itu.. lalu /2/ diambilnya emas itu dibawanya pulang ke rumahnya. melainkan adalah engkau ini daripada khianat”. Setelah itu [maka]9 dibawanyalah emas itu <dan>10 ditaruhnya kepada suatu pohon kayu yang besar. tidak efektif. sekali peristiwa si Cerdik dengan si Bodoh berjalan <ber>3dua[nya]4.. /1/ [Bahwa]1 ini<lah>2 suatu hikayat ceritera orang Bodoh dan orang Cerdik. Maka ujar si Cerdik “ Ya tuan hamba Kadi barang dihakimkan kiranya antara kedua kami ini.

tetapi emas itu aku ambil [dia]42 dan aku katakan si Bodoh yang mencuri emas itu. demikianlah kami minta kepada bapa<k>54”. bapak<k>40u bahwa aku [ada]41 mengaku kepada Kadi yang itu pohon kayu tempat emas kami taruhkan berdua dengan si Bodoh. Ihwal(b) inilah supaya bapak<k>43u tolong aku dan supaya emas itu kita peroleh”. maka 45 pohon kayu itulah akan jadi saksi daripada hilangnya emas itu. Adapun [akan]31 si Bodoh itu [suatupun tiada apa katanya]32 menjadi heran ia menengar kata si Cerdik dan i[y]33a tiada tahu (berkata-kata)34 sebab bodohnya. Maka ujar si Cerdik “hai. Maka sahut anaknya “bagaimana hikayat Katak itu. siapa yang tahu daripada jalan yang kebenaran hamba. Kemudian [maka]21 datanglah. Jika ditanya oleh Kadi itu. maka hendaklah bapak<k>53u menyahut sebagaimana ada orang yang nanyak /5/ saksi. maka kata Kadi “ baiklah esok hari saya hakimkan disana” maka mereka itu pun kembalilah [keduanya] 27 (masing-masing)28 [dengan] 29 <ke>30 rumahnya. maka katanya “ hai. Setelah itu. Setelah itu [maka]60 Katak pun <ber>61pikir dalam hatinya apa kesedihanku dengan demikian ini. Maka ujar bapa<k>57nya “ada seekor Katak berhampiran liang dengan Ular maka (tiaptiap) 58 Katak itu beranak habis dimakan[nya]59 oleh Ular itu. jangankan manusia unggas pun tiada mengetahui dan tiada melihat hamba menaruh emas itu. Maka kata bapa<k>39nya “mengapa /4/ engkau berkata demikian dimanatah makhluk ini tiada kasih akan anaknya”. jika mau bapa<k>49ku sepakat dengan hamba. [Maka]62 lalu ia pergi kepada (Kurakura) 63 serta katanya kepada (sang Kura-kura)64 yaitu hamba adaku lama dengar <ada>65 seorang pendeta tetapi aku tiada dapat pergi kesana karena tempatnya terlalu amat banyak [dan]66 tanah[nya]67 dan batu[nya]68 daripada <yang>69 menikam dan akik sebab itulah tiada boleh aku pergi kesana dan . Maka kata bapanya “hai anak<k>55u pekerjaan engkau ini akibatnya tiada diperoleh kebajikan [adalah]56 seperti hikayat Katak lubangnya berhampiran dengan liang Ular”. Maka pada jataha di hamba seniscaya i[y]24alah yang berbuat khianat karena pada masa itu terlalu sunyi. /3/ ia (pura-pura)22 mengajak hamba pergi. ceritakanlah kepada aku supaya aku dengar”. [maka]35 si Cerdik datang kepada bapa<k>36nya. Maka Kadi pun heran menengar kata si Cerdik. (Tiba-tiba)23 hamba dapati tiada lagi emas itu. barangkali lolos bapa<k>47ku masuk ke dalam<pohon itu>48. Maka sahut anaknya “hai bapa<k>46ku adapun pohon kayu itu berlubang. bapak<k>37u kasihkah bapak<k>38u akan daku”.diberinya tahu hambamu. maka pergilah hamba sertanya hendak mengambil emas itu. (mudahmudahan) 26 pohon kayu itu jadi saksi akan hamba. masuklah bapak<k>50u pada malam ini didalam lubang pohon kayu itu [di]51karena esok hari Kadi akan datang pada pohon kayu itu <untuk>52 memeriksa antara kami dengan si Bodoh itu. melainkan i[y]25alah yang mengambil emas itu. Maka kata bapa<k>44nya “ hai anak<k>45u kerja apa yang engkau suruhkan kepada aku ini”.

Maka dilihatnya ikan pun tiada Ular pun tiada di lubang<nya>77. janganlah bapa<k>87 panjangkan kalam ini karena sedikit sajalah kita banyak diperolehnya tiada banyak”. Padahal tiada ia takut akan Allah ta‟ala dan tiada menjalani jalan teringat telah dikarenakannyalah kerja maksiat itu. Maka pada masa itu luputlah engkau daripada bahaya seteru itu. kita melainkan dengan daya upanya kita [juga demikian]72. Maka daripada sangat bapa<k>88nya kasih akan anaknya. Telah habis demikian maka kata kadi “bawa kemari orang tu[w]104a itu supaya kita periksa”. maka disuruh jadikan api. Maka ujar bapa<k>83nya “hai ana<k>84ku aku katakan pada engkau hikayat ini.oleh karena itu hamba mintalah akan tuan hamba pepatah akan hamba supaya hamba dengar dan hamba amalkan. 46 [terdapat tiada]73 jikalau dilihat oleh Ular Jerepaya hendak memakan itu niscaya disambarnya dan dibunuhnya akan Ular itu. Maka Kadi /8/ bertanya demikian katanya “ hai pohon kayu siapa <yang>94 mengambil emas itu. siapa yang tahu akan pekerjaan kita”. Maka kata bapa<k>79nya “hai ana<k>80ku demikian jalannya (tiaptiap) 81 sesuatu pekerjaan. Maka si Bodoh dan si Cerdik (bersama-sama) 93 telah sampai kepada pohon kayu itu berdiri. Maka saya hata pohon kayu itu. Sahdan apabila engkau lihat lubang Jerapaya(c) maka ambil olehmu barang tiga ekor ikan. Maka Kadi pun heran men<d>97engar suara itu serta i[y]98a pikir dalam hatinya ada juga manusia di dalam kayu ini. Maka sekalian jamaah jadi heran (masing-masing)101 [kah]102 berkata “siapa yang pu<n>103ya perbuatan demikian ini. maka diturut<i>89nya. maka disuruhnya angkut kayu yang kering ditimbunkan pada pohon kayu. Maka engkau hantarkan pada lubang Ular itu. si Bodohlah yang mengambil <emas itu>95 [dia]96. Maka ujar Kura-kura “hai musafir adalah (tiap-tiap)70 /6/ pekerjaan yang sukar atau melawan setaru yang keras dan yang besar itu tiada diperoleh dengan<yang>71 kuat. Lalu diperbuatnya seperti kata (Kura-kura)76 itu hata(d) maka keluarlah Jerapaya itu daripada tempatnya. [Maka]74 Katak pun berlalu sekejip menengar kata (kura-kura)75 demikian itu. Maka orang tua itu diperiksa [oranglah kandi]105 dan orang tua itu roboh tiada boleh menyahat sebab bekas kehangatan kena api itu jadi . maka Jerapaya pun berjalan pula ia kesana. supaya <di>85pikirkan jikalau jadi benar padamu”. Katak itu habis semuanya dimakan adanya. serta dilihatnya ikan itu lalu dimakannya itu. 47 Sahdan [maka]99 tiada menderit lalu orang itu [lalu ia]100 keluar dari pohon kayu itu. katalah kepada aku”. Setelah ia pikir demikian. maka dilihatnya oleh Jerapaya itu Katak anak beranak hendak keluar maka dimakannya /7/ oleh Jerapaya. Maka ujar si Cerdik “perkataan apatah yang <bapakku>82 katakan itu pada pikir hamba. banyak dipikir lebih dahulu supaya akhirnya tiada jadi menyesal”. Maka pada esok harinya Kadi pun datang[lah]90 ke[pada]91 pohon kayu itu [serta]92 dengan segala jamaahnya. Maka ujar si Cerdik “hai bapaku jikalau ada kasih sayang bapa<k>86 kepada hamba. Maka bertemu dengan lubang Katak. Maka Jerapaya pun (berjalan-jalan)78 antara itu.

Maka ujar Amin “tiadakah handaiku . maka didapatnya anak Barzagan [ada]130 <sedang>131 (bermain-main)132. Maka oleh Kadi disuruhnya pulangkan emas itu kepada si Bodoh. Maka dicarinya pada segala kampung serta (berseru-seru)134 dengan nyaring suaranya <yang>135 menangis duka cita[nya]136 akan anaknya. Maka kata Barzagan “engkau <yang>120 punya besi itu. lalu ia berkata “ya handaiku jikalau hamba tahu akan anak saudaraku diterbangkan oleh Rajawali itu niscaya aku berbatalah daripadanya”. serta ia berkata “hai handaiku adakah bernasip pada bicara handaiku Rajawali menerbangkan seorang (kanak-kanak)144 mustahil adanya”. 48 Maka Amin pun bermohon pulang. tikus makan besi tetapi sungguh juga seperti katamu itu karena giginya tajam sedangkan tulang lagi dapat digigit”. Maka si Cerdik itupun keluarkanlah emas itu. Demikianlah cerita itu. maka i[y]143a pun heran dalam hatinya. dahulu kala ada seorang <yang>112 bernama Barzagan ia mengatakan tikus makan besi seratus kati(e) dan Rajawali menerbangkan seorang (kanak-kanak)113. Kemudian [maka]116 i[y]117a pergi[lah]118 ke[pada]119 kerja yang dimaksudnya.” Maka Amin pun terkejut men<d>140engar kata Barzagan itu demikian. Maka oleh Barzagan dijualkannya sekalian besi itu. Setelah hari malam. Itulah hal[nya]108 adanya orang yang (cita-citanya)109 lebih akan dunia jua tiada lain. Maka si Cerdik pun ditangkap orang serta di kasi<h>107 hakim dengan /9/ beberapa kesakitan darsainya. aku taru<h>121 <besi itu>122 di dalam gudang <se>123telah [serta] 124 berapa /10/ lamanya. maka aku pun tersadar akan hendak mem<per>120baiki gudang itu. /11/ Maka didatangi oleh Amin akan anak Barzagan <kemudian>133 dibawanya pulang ke rumahnya. maka dipegangnya oleh Barzagan katanya “jangan handaiku pulang dahulu karena hamba hendak berjamu tuan hamba”. Maka ia turun berjalan pula ke rumahnya. ia hendak berlayar <tetapi>114 tiada mempunyai modal. Maka ujar Amin “mustahil pula katamu itu hai handaiku. [Bahwa]110 ini<lah>111 hikayat. Setelah Barzagan men<d>126engar kata Amin itu demikian. Maka dalam hatinya tiada lagi akan dituntutnya besi itu. Maka ujar Amin “hai handaiku menerima kasihlah hamba. Sebermula ada seorang bernama Amin. maka (tiba-tiba)125 besimu itu tiada kelihatan lagi serta habis dimakan oleh tikus”. Setelah Barzagan men<d>141engar kata handai[nya]142 Amin itu. Maka berapa lama tuan yang punya besi itu datang serta menuntut besi yang dikirimnya itu. Setelah [datang]129 keluar pagar.terhanguslah hatinya dan hancurlah sekalian kulitnya. maka Barzagan mencari anaknya keliling tiadalah didapatnya. Maka ia pergi kepada Amin maka berkata i[y]137a “hai handai(f)ku Amin adakah tuan men<d>138engar khabar anak hamba [serta]139 lenyap. Maka ada kepadanya besi seratus kati itulah dibawa kepada seorang sahabatnya <ber>115nama Barzagan ditaruhnya disitu. tetapi apatah daya hamba karena ada garda insyaallah esok hari hamba datang [mendapatkan]127 <ke tempat>128 tuan hamba. Maka orang tua itu mati[lah]106.

3<ber-> <ber-> merupakan perfiks pembentuk verba. Jadi. kata „bahwa‟ dihilangkan karena tidak digunakan sebagai kata penghubung. . Sahdan maka ujar Barzagan kepada Amin “tahulah hamba bahwa anak hamba itu adalah pada tuan hamba maka sekarang akan besi tuan hamba itu adalah kepada hamba”. maka niscaya tiada dapat diterbangkan Rajawali akan tuan hamba punya anak”. pelaku. “Barangsiapa suka melihat kejahatan orang niscaya pada hari itu jatuhlah kejahatan itu kepada dirinya juga dan lagi adalah seperti kata syair. 4.4 Aparat Kritik Teks Di dalam aparat kritik teks ini yaitu dari hasil suntingan di atas. 50 2<-lah> Kata <-lah> ditambahkan karena digunakan untuk menekankan makna kata yang ada di depannya. perlu ditambahkan perfiks <ber-> pada kata dua. membuat penafsiran (interpretasi). seperti firmannya. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. karena menyatakan jumlah. Katakan olehmu bagi segala yang jahat sangka kepadamu (Baik-baik)149 peliharakan dirimu jikalau berbuat khianat kembali kepadamu Apabila engkau diberi kebajikan segayanya engkau percayakan Jika dinyatakannya akan kejahatan (sebaik-baiknya)150 kamu jauhkan (Ingat-ingat)151 akan dirimu berbuat yang kebajikan jangan jemu Dengki dan loba jauhkan dirimu i[y]152alah membawa [jadi]153 binasa dirimu. Maka Barzagan pun kembalikan[lah]147 49 besi kepada Amin dan Amin pun kembalikan[lah]148 anak Barzagan itu kepadanya. Jadi. penulis membuat suatu edisi yang baru dengan mengadakan pembagian alinea-alenia. dari karena adalah dalil firman Allah ta‟ala yakni “ Bahwasanya aku juga amat mengetahui barang yang tiada kamu mengetahui dia dan pada bicara hamba jikalau tiada dapat tikus makan besi seratus kati. Aparat kritik yang ditemukan dalam teks dijelaskan sebagai berikut.percaya yang Rajawali itu dapat menerbangkan seorang (kanak-kanak)145 manusia /12/ dan jikalau demikian bicara tuan hamba (sekali-sekali)146 tiada jadi siapa tanya kepada yang ampunya takdir pada melakukan kodiratnya. 4 [nya] Penghilangan kata [nya]. atau penerima. sehingga teks tampak mudah dipahami oleh pembaca modern. Demikianlah perinya dan adalah ibarat hikayat ini bagi orang suka berbuat fitnah kepada sesamanya makhluk dan dari karena segala yang gemar berbuat fitnah itu tiada diperoleh sentosa /13/ di dalam hidupnya. 1 [bahwa] Kata penghubung untuk menyatakan isi atau uraian bagian kalimat yang ada di depannya. huruf besar dan kecil.

14 [pada] Kata [pada] yang ada di dalam teks membuat kalimat menjadi rancu. Jadi. huruf „h‟ dihilangkan untuk membenarkan kata berbagi. 8 [kita] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya.5 [h] Penghilangan huruf [h]. Jadi. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. 9 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. Jadi. 10 <dan> Merupakan kata penghubung satuan bahasa yang setara. Jika. . karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. kata tersebut dihilangkan tidak 51 mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. huruf „h‟ dihilangkan untuk membenarkan kata berbagi. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. 11 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. Penambahan kata <dan>. kata tersebut dihilangkan tidak 52 mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. Jadi. karena huruf „h‟ pada kata berbahgi di dalam Ejaan Yang Disempurnakan tidak dibenarkan. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. 7 [kita juga yang lainnya] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. Jadi. karena huruf „h‟ pada kata berbahgi di dalam Ejaan Yang Disempurnakan tidak dibenarkan. 12 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. Jika. Jika. 13 [keduanya] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. 6 [h] Penghilangan huruf [h]. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. karena kalimat di dalam teks terdapat kata yang setara sehingga perlu penambahan kata penghubung. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung.

tujuannya untuk memudahkan pembaca. karena untuk menjelaskan kalimat sebelumnya. sehingga kalimat di dalam teks tidak rancu. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. Jadi. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung „yang‟ untuk menjelaskan kata yang di depannya. tujuannya untuk memudahkan pembaca. Jadi. Penambahan sufiks <kan> untuk menjadikan kata dalam kalimat tidak rancu. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. 17 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. Jadi. Jadi. 22 (pura-pura) Kata (pura-pura) sebelumnya di dalam teks seperti (pura2). tujuannya untuk memudahkan pembaca. 21 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. 25 [y] Penghilangan huruf [y]. 24 [y] Penghilangan huruf [y]. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. 23 (tiba-tiba) Kata (tiba-tiba) sebelumnya di dalam teks seperti (tiba2). maka penulis mengganti menjadi kata ulang. Kalimat di dalam teks perlu kata penghubung agar tidak rancu. 54 26 (mudah-mudahan) Kata (mudah-mudahan) sebelumnya di dalam teks seperti (mudah2an). maka . 15 <yang> Menambahkan kata <yang>. Jadi.sehingga perlu penghilangan kata [pada] agar kalimat di dalam teks tidak rancu. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. kalimat ditambahkan kata penghubung agar tidak rancu. 53 20 <lalu> Merupakan kata penghubung antar kalimat. 18 <emas itu> Penambahan kata <emas itu>. 19 <-kan> Merupakan sufiks pembentuk verba. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. 16 (pura-pura) Kata (pura-pura) sebelumnya di dalam teks seperti (pura2).

29 [dengan] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. 36 <k> Penambahan huruf <k>. 32 [suatu pun tiada apa katanya] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. 33 [y] Penghilangan huruf [y]. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. tujuannya untuk memudahkan pembaca.penulis mengganti menjadi kata ulang. Jadi. 34 (berkata-kata) Kata (berkata-kata) sebelumnya di dalam teks seperti (berkata2). tujuannya untuk memudahkan pembaca. tujuannya untuk memudahkan pembaca. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. karena kata selanjutnya kata yang menunjukkan tempat tujuan. Jika. 30 <ke> Merupakan kata depan untuk menandai arah atau tujuan. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. 31 [akan] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. Penambahan kata <ke>. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. Jika. 35 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. sehingga perlu ditambahkan kata <ke> pada kata sebelumnya . kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. 27 (masing-masing) Kata (masing-masing) sebelumnya di dalam teks seperti (masing2). karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata . kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. Jadi. Jika. Jika. 28 [keduanya] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. kata tersebut dihilangkan tidak 55 mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif.

kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> dibelakangnya. Jadi. 56 37 <k> Penambahan huruf <k>. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. 40 <k> Penambahan huruf <k>. 47 <k> Penambahan huruf <k>. 45 <k> Penambahan huruf <k>. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. Jadi. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 41 [ada] Kata [pada] yang ada di dalam teks membuat kalimat menjadi rancu. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. 44 <k> Penambahan huruf <k>. 42 [dia] Kata [pada] yang ada di dalam teks membuat kalimat menjadi rancu. sehingga perlu penghilangan kata [pada] agar kalimat di dalam teks tidak rancu. 39 <k> Penambahan huruf <k>. Jadi. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata . Jadi. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. Jadi. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. Jadi. Jadi. Jadi. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. 57 43 <k> Penambahan huruf <k>.bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. sehingga perlu penghilangan kata [pada] agar kalimat di dalam teks tidak rancu. Jadi. 38 <k> Penambahan huruf <k>. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 46 <k> Penambahan huruf <k>.

. 52 <untuk> Merupakan kata depan untuk menyatakan tujuan atau maksud. 48 <pohon itu> Penambahan kata <pohon itu> untuk memberikan keterangan kata yang di depannya. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. Kalimat di dalam teks perlu ditambahkan kata <untuk>. Selain itu. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. Jadi. 54 <k> Penambahan huruf <k>. penambahan kata tersebut menjadikan kalimat dalam teks tidak rancu. Jadi.bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 58 49 <k> Penambahan huruf <k>. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. Jadi. Jadi. Jika. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 59 55 <k> Penambahan huruf <k>. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 57 <k> Penambahan huruf <k>. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. 53 <k> Penambahan huruf <k>. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. Jadi. 56 [adalah] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. 51 [di] Kata [di] dihilangkan agar kalimat di dalam teks tidak rancu. karena kalimat selanjutnya menyatakan tujuan. Jadi. Jadi. tujuannya untuk memudahkan pembaca. 50 <k> Penambahan huruf <k>. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. 58 (tiap-tiap) Kata (tiap-tiap) sebelumnya di dalam teks seperti (tiap2).

61 69 <yang> Menambahkan kata <yang>. 70 (tiap-tiap) Kata (tiap-tiap) sebelumnya di dalam teks seperti (tiap2). 72 [juga demikian] . 64 (sang kura-kura) Kata (kura-kura) sebelumnya di dalam teks seperti (kura2). atau penerima. Jadi. atau penerima. atau penerima. kata [dan] dihilangkan tidak mengubah makna kata yang ada di dalam teks. tujuannya untuk memudahkan pembaca. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 71 <yang> Menambahkan kata <yang>. 68 [nya] Penghilangan kata [nya]. karena pemborosan kata dalam kalimat. pelaku. Jadi. tujuannya untuk memudahkan pembaca. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. 65 <ada> Penambahan kata <ada>.59 [nya] Penghilangan kata [nya]. 62 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. tujuannya untuk memudahkan pembaca. agar kalimat dalam teks tidak rancu. 60 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. 63 (kura-kura) Kata (kura-kura) sebelumnya di dalam teks seperti (kura2). perlu ditambahkan perfiks <ber-> agar kata dalam kalimat tidak rancu. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. pelaku. Jika. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 67 [nya] Penghilangan kata [nya]. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. 60 61 <ber-> <ber-> merupakan perfiks pembentuk verba. Jadi. karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung „yang‟ untuk menjelaskan kata yang di depannya. pelaku. karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung „yang‟ untuk menjelaskan kata yang di depannya. 66 [dan] Kata penghubung [dan] dihilangkan.

tujuannya untuk memudahkan pembaca. pelaku. Jadi. Jadi. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 79 <k> Penambahan huruf <k>. tujuannya untuk memudahkan pembaca. 76 (kura-kura) Kata (kura-kura) sebelumnya di dalam teks seperti (kura2). kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. 74 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. atau penerima.Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. 83 <k> Penambahan huruf <k>. 62 75 (kura-kura) Kata (kura-kura) sebelumnya di dalam teks seperti (kura2). karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. Jika. tujuannya untuk memudahkan pembaca. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. karena di dalam kalimat perlu keterangan subjek. kata yang ada di . 63 82 <bapakku> Penambahan kata <bapakku>. 78 (berjalan-jalan) Kata (berjalan-jalan) sebelumnya di dalam teks seperti (berjalan2). 80 <k> Penambahan huruf <k>. agar kalimat di dalam teks tidak rancu. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. 81 (tiap-tiap) Kata (tiap-tiap) sebelumnya di dalam teks seperti (tiap2). maka penulis mengganti menjadi kata ulang. Jadi. Jika. 73 [terdapat tiada] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. Jadi. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. tujuannya untuk memudahkan pembaca. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. 77 [nya] Penghilangan kata [nya].

87 <k> Penambahan huruf <k>. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. Jadi. 90 [lah] Penghilangan kata [lah] agar kalimat dalam teks tidak rancu. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. 64 88 <k> Penambahan huruf <k>. Jadi. agar kata dalam teks tidak rancu. sehingga kalimat di dalam teks tidak rancu. 89 <i> Penambahan huruf <i> pada kata diturutnya. 85 <di> Merupakan prefiks pembentuk verba. 93 (bersama-sama) Kata (bersama-sama) sebelumnya di dalam teks seperti (bersamaa2). 92 [serta] Merupakan kata penghubung. 86 <k> Penambahan huruf <k>. 65 95 <emas itu> Penambahan kata <emas itu>. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 84 <k> Penambahan huruf <k>. 91 [pada] Kata [pada] yang ada di dalam teks membuat kalimat menjadi rancu. tujuannya untuk memudahkan pembaca. Jadi. kata [serta] dihilangkan. 94 <yang> Menambahkan kata <yang>. kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata dan kalimat dalam teks menjadi tidak rancu. karena dlam kalimat tidak digunakan sebagai kata penghubung. Penambahan kata <di> pada kata di depannya agar kalimat di dalam teks tidak rancu. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung „yang‟ untuk menjelaskan kata yang di depannya. . karena untuk menjelaskan kalimat sebelumnya. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. sehingga perlu penghilangan kata [pada] agar kalimat di dalam teks tidak rancu. Jadi.dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. Jika. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah.

untuk mengefektifkan kalimat dalam teks. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata menengar tidak benar dan kata yang benar yaitu mendengar. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. 98 [y] Penghilangan huruf [y]. 66 101 (masing-masing) Kata (masing-masing) sebelumnya di dalam teks seperti (masing2). Bila kata [kah] dihilangkan maka kalimat tidak menjadi rancu. karena kata sebelumnya tidak menyatakan suatu pernyataan. 67 107<h> Menambahkan huruf <h>. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca.96 [dia] Merupakan persona tunggal. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. 106 [lah] Penghilangan kata [lah] agar kalimat dalam teks tidak rancu. karena huruf [w] pada kata tuwa di dalam Ejaan Yang Disempurnakan tidak dibenarkan. 103 <n> Menambahkan huruf <n>. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan . karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata puya tidak benar dan kata yang benar yaitu punya. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. Jadi. Jadi. tujuannya untuk memudahkan pembaca. Kalimat dalam teks kata [dia] tidak digunakan sebagai persona tunggal. 99 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. maka kata itu dihilangkan untuk mengefektifkan kalimat dalam teks. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. Bila kata [lalu ia] dihilangkan tidak akan mengubah makna kalimat. Jika. 97 <d> Menambahkan huruf <d>. Jadi. 105 [oranglah kandi] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. huruf [w] dihilangkan untuk membenarkan kata tua. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. 104 [w] Penghilangan huruf [w]. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. 102 [kah] Penghilangan kata [kah]. 100 [lalu ia] Penghilangan kata di dalamnya.

Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. jadi perlu ada penambahan kata penghubung. perlu ditambahkan perfiks <ber-> pada kata dua. 117 [y] Penghilangan huruf [y]. Jadi. pelaku. 109 (cita-citanya) Kata (cita-citanya) sebelumnya di dalam teks seperti (cita2nya).kata kasi tidak benar dan kata yang benar yaitu kasih. Jadi. . 108 [nya] Penghilangan kata [nya]. tujuannya untuk memudahkan pembaca. 113 (kanak-kanak) Kata (kanak-kanak) sebelumnya di dalam teks seperti (kanak2). maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 111 <-lah> Penghilangan kata [lah] agar kalimat dalam teks tidak rancu. 115 <ber-> <ber-> merupakan perfiks pembentuk verba. 118 [lah] Penghilangan kata [lah] agar kalimat dalam teks tidak rancu. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. 116 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung „yang‟ untuk menjelaskan kata yang di depannya. atau penerima. Jadi. sehingga perlu penghilangan kata [pada] agar kalimat di dalam teks tidak rancu. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. tujuannya untuk memudahkan pembaca. kata „bahwa‟ dihilangkan karena tidak digunakan sebagai kata penghubung. Penambahan kata <tetapi>. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. 110 [bahwa] Kata penghubung untuk menyatakan isi atau uraian bagian kalimat yang ada di depannya. karena kalimat dalam teks 68 terdapat kalimat yang bertentangan. 114 <tetapi> Merupakan kata penghubung intrakalimat untuk menyatakan hal yang bertentangan. 119 [pada] Kata [pada] yang ada di dalam teks membuat kalimat menjadi rancu. Jadi. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. karena menyatakan jumlah. 112 <yang> Menambahkan kata <yang>.

Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. Jika. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. kata tersebut dihilangkan tidak 70 mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. Penambahkan perfiks <per-> agar kalimat dalam teks tidak rancu. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata menengar tidak benar dan kata yang benar yaitu mendengar. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif.120 <yang> Menambahkan kata <yang>. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. 128 <ke tempat> Penambahan kata <ke tempat> untuk menjelaskan atau memberikan keterangan kata sebelumnya. 124 <per> <per-> merupakan perfiks pembentuk verba. 127 [mendapatkan] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. 122 <se-> Penambahan kata <se> agar kalimat dalam teks tidak rancu. 69 121 <h> Menambahkan huruf <h>. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata taru tidak benar dan kata yang benar yaitu taruh. 125 (tiba-tiba) Kata (tiba-tiba) sebelumnya di dalam teks seperti (tiba2). Jika. Jika. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. 123 [serta] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung „yang‟ untuk menjelaskan kata yang di depannya. 129 [datang] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. 131 <sedang> Penambahan kata <sedang > untuk menjelaskan atau memberikan . Jika. tujuannya untuk memudahkan pembaca. 126 <d> Menambahkan huruf <d>. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. 130 [ada] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya.

jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan . pelaku. atau penerima. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. 141 <d> Menambahkan huruf <d>. 143 [y] Penghilangan huruf [y]. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata menengar tidak benar dan kata yang benar yaitu mendengar. 137 [y] Penghilangan huruf [y]. 133 <kemudian> Penambahan kata <kemudian> untuk menjelaskan atau memberikan keterangan kata sebelumnya. 138 <d> Menambahkan huruf <d>. 71 134 (berseru-seru) Kata (berseru-seru) sebelumnya di dalam teks seperti (berseru2). 142 [-nya] Penghilangan kata [nya]. 139 [serta] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. 136 [-nya] Penghilangan kata [nya]. 72 140 <d> Menambahkan huruf <d>. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. tujuannya untuk memudahkan pembaca. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata menengar tidak benar dan kata yang benar yaitu mendengar. pelaku. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung <yang> untuk menjelaskan kata yang di depannya. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. 135 <yang> Menambahkan kata <yang>.keterangan kata sebelumnya. Jadi. tujuannya untuk memudahkan pembaca. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata menengar tidak benar dan kata yang benar yaitu mendengar. 132 (bermain-main) Kata (bermain-main) sebelumnya di dalam teks seperti (bermain2). karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. atau penerima. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. Jika.

152 [y] Penghilangan huruf [y]. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. dan . 144 (kanak-kanak) Kata (kanak-kanak) sebelumnya di dalam teks seperti (kanak2). 149 (baik-baik) Kata (baik-baik) sebelumnya di dalam teks seperti (baik2). tujuannya untuk memudahkan pembaca. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. tujuannya untuk memudahkan pembaca. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. Kata-kata sulit yang terdapat dalam teks Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik sebagai berikut. 148 [-lah] Penghilangan kata [lah] agar kalimat dalam teks tidak rancu. 73 147 [-lah] Penghilangan kata [lah] agar kalimat dalam teks tidak rancu. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. tujuannya untuk memudahkan pembaca. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. Jadi.5 Kata Sulit (Glosarium) Kata-kata sulit yang ditemukan dalam teks Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik diartikan menurut Kamus Bahasa Melayu Nusantara. perceraian. 150 (sebaik-baiknya) Kata (sebaik-baiknya) sebelumnya di dalam teks seperti (sebaik2nya). tujuannya untuk memudahkan pembaca. 74 4.kalimat dalam teks rancu. Jadi. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. tujuannya untuk memudahkan pembaca. Jika. 145 (kanak-kanak) Kata (kanak-kanak) sebelumnya di dalam teks seperti (kanak2). kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. 153 [jadi] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. (a) Kadi = Hakim yang mengurus atau mengadili perkara-perkara yang bersangkut-paut dengan Agama Islam (seperti. tujuannya untuk memudahkan pembaca. 151 (ingat-ingat) Kata (ingat-ingat) sebelumnya di dalam teks seperti (ingat2). 146 (sekali-sekali) Kata (sekali-sekali) sebelumnya di dalam teks seperti (sekali2).

interpretasi nilai moral dibagi menjadi dua golongan. teman. Sementara itu. Nilai moral positif dapat dijadikan suatu perbuatan yang perlu dicontoh atau diikuti oleh setiap orang dalam kehidupan sehari-hari.1 Sikap Adil Di dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik terdapat peristiwa yang menggambarkan sikap adil. Nilai moral yang ditemukan dari segi nilai moral negatif meliputi: menfitnah. 4. balas dendam. rekan. Suatu hari si Cerdik dengan si Bodoh berjalan berdua. 4.6. moral adalah sebagai kata benda yang berarti berhubungan dengan prinsip baik dan buruk yang ditarik dari satu cerita. kejadian. kisah atau pengalaman. Mereka pun mendapat sepotong emas terhantar di jalan .pelanggaran hukum Islam). percaya. (g) Loba = Selalu ingin mendapat (memiliki) banyak-banyak. Di bawah ini adalah salah satu peristiwa yang menggambarkan seseorang yang mempunyai sikap adil.6 Interpretasi Nilai Moral Menurut Suseno (1987:19) kata moral selalu mengacu pada tingkah laku baik buruk manusia sebagai manusia. Interpretasi nilai moral yang ditemukan dari segi nilai moral positif meliputi: sikap adil.1. Tingkah laku baik dan buruk tersebut dapat digolongkan menjadi nilai moral positif dan nilai moral negatif. berbohong. lalu. bertanggung jawab. yaitu nilai moral positif dan nilai moral negatif. penulis menyimpulkan nilai moral yaitu tingkah laku manusia baik dan buruknya sebagai manusia. mencuri. (e) Kati = Ukuran berat yang bersamaan dengan 16 tahil. (f) Handai = Kawan. dan beragama. tamak. Nilai moral positif yaitu perbuatan yang dapat membantu atau meringankan beban orang lain. (c) Jerapaya = Jerapah (d) Hata = Kemudian dari itu. Tingkah laku yang baik dapat dimasukkan ke dalam nilai moral positif. Norma-norma moral adalah tolok ukur untuk menentukan betul salah sikap dan tindakan manusia dilihat dari segi baik buruk sebagai manusia dan bukan sebagai pelaku peran tertentu dan terbatas. kasih sayang.1 Nilai Moral Positif Di dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik terdapat nilai moral yang positif yaitu nilai moral yang baik. Jadi. perihal. sahabat. dan serakah. 4. Sikap adil dalam 76 peristiwa ini mengandung nilai yang baik untuk kehidupan sekarang ini. 75 Berdasarkan pendapat di atas. menurut Nainggolan (1997:21) ditinjau dari sudut bahasa. Sikap adil dapat dilihat dari berbagai sikap seseorang. sedangkan tingkah laku yang buruk dapat dimasukkan ke dalam nilai moral negatif. (b) Ihwal = Hal.6. maka. menolong. sikap jujur. serakah.

Maka Kadi pun heran mendengar kata si Cerdik. ia merasa heran mendengar ada suara keluar dari pohon. Ketika Kadi sedang memeriksa saksi yaitu sebuah pohon. lalu Kadi akan mengadili si Cerdik dan si Bodoh esok harinya. jadi ia mempunyai sikap adil. maka kata Kadi “ baiklah esok hari saya hakimkan disana”. (HSBDSC hlm. si Bodohlah yang mengambil emas itu. maka dikatakan oleh si Cerdik segala perhal mendapatkan emas itu. Suatu ketika mereka menemukan emas. Maka ujar si Bodoh “marilah kita berbagi dua emas ini dahulu”. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. Lalu Kadi 77 mengetahui bahwa pohon tersebut ada orang di dalamnya yaitu orang tua. Hal ini terdapat pada kutipan berikut. Kadi di sini bersikap adil terhadap seorang saksi yang berkata sebenarnya.raya. tetapi si Cerdik tidak ingin dibagi dua. Kadi tidak menyalahkan orang tua itu. Oleh karena itu. sesudah diceritakan kepada Kadi.lalu tiada diberitahu hambamu ini. Kadi mempunyai sikap adil. Maka ujar si Cerdik “ tuan hamba kadi dihakimkan antara kedua kami ini. Lalu oleh Kadi disuruhnya . Saksi itu mengatakan sebenarnya siapa yang salah dan benar. Kadi heran mendengarkan masalah dan permintaan Si Cerdik. tetapi menyalahkan siapa yang salah yaitu siapa yang menyuruhnya melakukan perbuatan ini. Lalu ia menangkap orang yang salah itu dan menghukumnya. Kata Kadi “bawa kemari orang tua itu supaya kita periksa”. Si Bodoh dengan si Cerdik ke mana pun pergi selalu bersama-sama. karena si Cerdik meminta untuk mengadili si Bodoh. Si Cerdik itupun keluarkanlah emas itu. Lalu si Cerdik pun ditangkap orang serta di kasih hakim dengan beberapa kesakitan. Setelah Kadi mengetahui kebenaran siapa yang salah. karena khianat si Bodoh akan hambamu ini. Maka orang tua itu mati. (HSBDSC hlm. 3) Kutipan di atas menjelaskan Kadi akan mengadili antara si Cerdik dengan si Bodoh. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. (HSBDSC hlm. Kadi adalah seorang hakim. lalu ia menanyakan pada orang tua tersebut sebagai saksi. Lalu si Bodoh dibawa kepada Kadi. Maka orang tua itu diperiksa dan orang tua itu roboh dan menyahat sebab bekas kehangatan kena api itu jadi terhanguslah hatinya dan hancurlah sekalian kulitnya. si Bodoh pun berpikir untuk membagi dua pada si Cerdik. Setelah ia mengatakan kebenarannya. 9 ) Kutipan di atas menjelaskan bahwa Kadi mengadili seorang saksi yaitu seorang yang sudah tua untuk berkata yang sebenarnya. lalu orang tua itu mati. 1) Kutipan di atas menunjukkan bahwa si Bodoh adalah seorang teman yang selalu ada bagi si Cerdik.

pulangkan emas itu kepada si Bodoh.(HSBDSC hlm. 9 ) Kutipan di atas menjelaskan Kadi yang bersikap adil terhadap orang yang berbuat salah yaitu si Cerdik. Lalu kadi menghukum si Cerdik dan meminta si Cerdik untuk mengembalikan emas itu terhadap si Bodoh. Kadi berbuat adil terhadap siapa yang bersalah dan siapa yang 78 benar. Ia menghukum bagi yang bersalah dan membebaskan yang tidak bersalah. Selain peristiwa di atas, ada juga peristiwa lain yaitu seorang yang berbuat sikap adil atas hak kepunyaannya. Ia meminta haknya untuk dikembalikan. Seseorang itu melakukan sesuatu hal agar haknya dapat dikembalikan. Hal ini terlihat pada kutipan berikut. Maka ujar Barzagan kepada Amin “tahulah hamba bahwa anak hamba ada pada tuan maka sekarang besi tuan hamba itu ada pada hamba”. Kemudian Barzagan pun kembalikan besi kepada Amin dan Amin pun kembalikan anak Barzagan kepadanya. (HSBDSC hlm.12) Kutipan di atas menggambarkan Amin yang berbuat adil karena ia ingin haknya dikembalikan yang telah dicuri Barzagan. Barzagan mengakui memang benar hak Amin ada padanya. Lalu Amin mengembalikan hak Barzagan dan Barzagan pun mengembalikan hak Amin. Peristiwa tersebut bahwa sikap adil tidak akan merugikan bagi diri sendiri maupun orang lain. Jadi, dari beberapa kutipan di atas dapat diketahui bahwa sikap adil dapat dimiliki oleh setiap orang. Sikap adil tidak hanya dimiliki oleh seorang hakim saja, tetapi dapat juga dimiliki oleh orang biasa. Seseorang dapat berbuat adil jika ia memiliki moral yang baik. Moral yang baik tidak dimiliki oleh semua orang, hanya orang tertentu yang dapat memiliki moral yang baik. Sekarang ini, sikap adil pada diri seseorang jarang ditemukan. Seorang hakim masih ada juga yang tidak bersikap adil. Jadi, diharapkan 79 dari hasil analisis ini dapat membuat orang untuk bersikap adil. Sikap adil dapat membuat orang yang berkuasa tidak semena-mena terhadap orang yang lemah. Sikap adil tidak akan merugikan semua orang, melainkan dapat menguntungkan sesama manusia. Selain itu, sikap adil akan selalu membuat kehidupan ini damai, aman, dan sejahtera. Kehidupan sesama manusia akan indah jika sikap adil masih dilakukan hingga saat ini. 4.6.1.2 Sikap Jujur Jujur adalah sebuah sikap berbicara yang sebenarnya. Sikap jujur saat ini jarang dimiliki oleh setiap orang. Di dalam Hikayat Cerita Seorang Cerdik dan Seorang Bodoh ada seorang yang bersikap jujur, ia berbuat hal tersebut karena ia tidak ingin kehilangan sesuatu yang dimilikinya. Hal ini terlihat pada kutipan berikut.

Maka ujar Barzagan kepada Amin “tahulah hamba bahwa anak hamba ada pada tuan maka sekarang besi tuan hamba itu ada pada hamba”. (HSBDSC hlm. 12) Kutipan di atas menggambarkan bahwa Barzagan mengetahui Amin temannya telah menyembunyikan anaknya. Ia pernah berbohong kepada Amin bahwa besi milik Amin telah habis dimakan tikus, kemudian Amin ingin mengetahui hal yang sebenarnya. Amin mengambil anak Barzagan lalu menyembunyikannya. Barzagan sangat ingin anaknya kembali, lalu ia berkata jujur bahwa besi milik Amin masih ada padanya. Amin pun berkata jujur bahwa anak Barzagan ada 80 pada dirinya. Lalu Amin mengembalikan anak Barzagan dan Barzagan mengambalikan besi itu pada Amin. Selain itu, ada juga orang yang berkata jujur bahwa ia tidak melakukan hal yang tidak ia lakukan. Orang tersebut berani bersumpah atas perkataan yang jujur dan ia berani bertanggung jawab atas perkataannya. Hal ini terlihat pada kutipan berikut. Maka kata si Cerdik “siapa tahu engkaulah yang mengambil emas itu, maka pura-pura engkau mengajak aku, melainkan engkau ini khianat”. Lalu tangan si Bodoh hendak dibawanya kepada Kadi. Si Bodoh pun bersumpah tiada dicuri emas itu lalu tiada juga dipercaya oleh si Cerdik. (HSBDSC hlm. 2) Kutipan di atas menggambarkan si Bodoh yang berkata jujur bahwa ia tidak melakukan pencurian atas emas yang telah ia temukan bersama si Cerdik. Si Cerdik tidak mempercayaan perkataan si Bodoh, walaupun si Bodoh telah berani bersumpah atas perkataannya. Lalu untuk membuktikan benar atau tidak perkataan si Bodoh. Si Cerdik membawa si Bodoh ke Kadi atau hakim. Si Bodoh berani bertanggung jawab karena ia berkata jujur dan tidak merasa bersalah atas perbuatan yang ia lakukan. Sebuah kejujuran akan menghasilkan hal yang tidak merugikan seseorang melainkan akan menguntungkan bagi diri sendiri dan orang lain. Kejujuran seseorang akan selalu membawa sesuatu perbuatan yang dapat membantu orang lain. Sikap jujur merupakan moral yang baik, moral yang dapat membuat seseorang akan berbuat baik kepada orang lain. 81 Jika sikap jujur dapat diterapkan hingga saat ini, maka kehidupan ini akan terasa damai dan indah. Hanya saja, sekarang ini sikap jujur kurang diterapkan dalam kehidupan, sehingga banyak terdapat kebohongan antara makhluk yang satu dengan lainnya. Kebohongan terjadi karena seseorang tidak memiliki sikap jujur. Sikap jujur mempunyai peranan penting dalam kehidupan ini. 4.6.1.3 Kasih Sayang Kasih sayang adalah suatu sikap yang mengasihi satu dengan

yang lainnya. Kasih sayang banyak dimiliki oleh setiap manusia dan kasih sayang itu tidak hanya sayang pada sesama manusia tetapi sesama makhluk hidup yang lain. Kasih sayang sesama manusia biasanya dimiliki semua manusia sejak lahir. Di dalam hikayat ini telah ditemukan beberapa sikap kasih sayang sesama manusia. Si Cerdik seorang anak yang meminta tolong kepada bapaknya. Bapak si Cerdik sangat sayang kepada anaknya yaitu si Cerdik. Bapak Si Cerdik ingin menunjukkan rasa kasih sayang kepada anaknya, lalu apa pun yang diinginkan anaknya akan dituruti. Hal ini terdapat pada kutipan berikut. Setelah itu, si Cerdik datang kepada bapaknya, maka katanya “ hai, bapakku kasihkah bapakku akan aku”. Maka kata bapaknya “mengapa engkau berkata demikian dimanakah makhluk ini tiada kasih akan anaknya”. (HSBDSC hlm. 4) 82 Kutipan di atas menggambarkan bahwa seorang bapak yang sayang akan anaknya. Kasih sayang seorang bapak adalah bukti adanya rasa mengasihi. Bapak yang baik akan selalu sayang akan anaknya dan akan selalu menuruti apa yang diminta anaknya. Kasih sayang seorang bapak pada anaknya hingga saat ini masih ada, tetapi tidak semua bapak memiliki rasa sayang yang seperti itu. Si Cerdik ingin mengetahui apa benar Bapaknya sayang akan dirinya. Lalu si Cerdik meminta bapaknya untuk melakukan sesuatu hal. Bapak si Cerdik melakukan hal yang diinginkan anaknya, sebagai bukti bahwa ia benar-benar sayang pada anaknya. Lalu Bapak si Cerdik mau melakukan perbuatan yang diinginkan si Cerdik. Hal ini terdapat pada kutipan berikut. Maka ujar si Cerdik “hai bapaku jikalau ada kasih sayang bapak kepada hamba, janganlah bapak panjangkan kalam ini karena kita perolehnya tiada banyak”. Karena bapaknya kasih akan anaknya, maka diturutinya. (HSBDSC hlm. 7) Kutipan tersebut menggambarkan bagaimana kasih sayang bapak kepada anaknya yang meminta tolong. Seorang anak yang mempunyai masalah, ia meminta agar bapak menolongnya. Bapak yang menuruti kata anaknya akan melakukan apa pun yang diminta anaknya karena bapak yang sangat sayang akan anaknya. Femomena kehidupan saat ini, sikap kasih sayang masih ada. Selain itu, tidak hanya kasih sayang bapak kepada anaknya, tetapi ada juga kasih sayang sesama manusia yang lain dan makhluk hidup lainnya. 83 Jadi, kasih sayang merupakan perbuatan yang baik, karena dapat menimbulkan rasa mengasihi. 4.6.1.4 Percaya Percaya adalah sikap untuk mempercayai sesuatu hal. Di dalam

jangankan manusia unggas pun tiada mengetahui dan tiada melihat hamba menaruh emas itu. Kadi pun mengatakan akan mengadili mereka esok harinya. (HSBDSC hlm. karena Barzagan sahabatnya lalu Amin mempercayai perkataannya. mudah-mudahan pohon kayu itu jadi saksi akan hamba. Amin ragu akan perkataan Barzagan. Sebuah sikap percaya akan seseorang sangat sulit ditemukan pada saat ini. tikus dapat makan besi tetapi bisa juga seperti katamu itu karena giginya tajam sedangkan tulang dapat digigit juga”. Ketika ia akan mengambil besi tersebut. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. 3) Kutipan di atas salah satu penggambaran sikap percaya akan seseorang. aku taruh besi itu didalam gudang berapa lamanya kemudian. Selain percaya akan perkataan seorang teman. ada juga sebuah peristiwa seorang Kadi atau hakim yang mempercayai perkataan orang yang ingin diadili. maka tiba-tiba besimu itu tiada kelihatan lagi serta habis dimakan oleh tikus”. Sikap percaya di atas merupakan sikap yang mempercayai sebuah perkataan sahabatnya. sebuah kepercayaan dapat dimiliki oleh seseorang. sehingga Kadi percaya bahwa pohon dapat menjadi saksi atas perkara si Cerdik dan si Bodoh. maka akupun tersadar akan hendak memperbaiki gudang itu. Di dalam . 10) Kutipan di atas menggambarkan seseorang yang percaya akan perkataan temannya. jika orang itu sudah saling mengenal. Maka kata Barzagan “engkau yang punya besi itu.Hikayat Cerita Seorang Cerdik dan Seorang Bodoh ada seorang yang mempunyai sikap percaya perkataan seseorang. siapa yang tahu daripada kebenarannya hamba. melainkan ia lah yang mengambil emas itu. Jadi. Orang akan percaya pada orang lain. Kadi ingin membuktikan perkataan orang itu. Maka Kadi pun heran mendengar kata si Cerdik. Jadi. Maka ujar Amin “mustahil katamu itu hai temanku. Barzagan mengatakan bahwa besi tersebut telah habis dimakan tikus. maka kata Kadi “ baiklah esok hari saya hakimkan disana” lalu mereka pun kembali ke masing-masing rumahnya. berhati-hatilah dalam mempercayai perkataan orang lain. Seniscaya ia lah yang berbuat khianat karena pada masa itu terlalu sunyi. Amin mempunyai besi dan ia menitipkan besi itu kepada temannya Barzagan. kita harus berhati-hati dalam mempercayainya. Sikap percaya akan seseorang yang sudah dikenal maupun tidak dikenal. apa benar sebuah pohon dapat menjadi saksi. (HSBDSC hlm. Peristiwa tersebut terlihat pada kutipan berikut. baik yang sudah kita kenal maupun yang belum kita kenal. jika orang itu dapat mempercayai orang 84 lain.

Inilah supaya bapakku tolong aku dan supaya emas itu kita peroleh”. Sikap percaya merupakan perbuatan yang tidak merugikan sesama manusia. Bantuan tersebut dapat berupa pertolongan sesama manusia. 85 4. Barzagan membantu menyimpan besi milik Amin di gudangnya.1. lalu ia meminta bantuan kepada Kura-kura. tetapi karena anaknya meminta tolong dan sangat membutuhkan bantuan.6. ia hendak berlayar tetapi ia tiada mempunyai modal. 4) Kutipan di atas menggambarkan sikap bapak yang menolong anaknya yang dalam kesusahan.kehidupan sekarang ini sikap percaya pada seseorang sedikit ditemui. 9) Dari peristiwa di atas dapat diketahui Amin membutuhkan pertolongan. Di dalam hal tersebut ada seorang ayah 86 yang mempunyai rasa sayang untuk menolong dalam kesusahan terdapat pada kutipan berikut ini. Ada seorang bernama Amin. Maka kata bapaknya “ hai anakku kerja apa yang engkau suruhkan kepada aku ini”. Selain hal di atas. Hidup dengan saling percaya maka akan tercipta hidup yang sentosa dan sejahtera. lalu bapaknya membantu. Menolong adalah perbuatan yang dapat membantu sesama manusia untuk meringankan beban hidupnya. ada juga suatu peristiwa perbuatan menolong lainnya yaitu seekor Katak membutuhkan bantuan untuk menyelesaikan masalahnya. untuk berlayar tetapi ia tidak memiliki modal. Seorang anak yang meminta tolong kepada bapak. Kemudia Kurakura . (HSBDSC hlm. Perbuatan menolong dalam keluarga ini yaitu seorang bapak yang menolong seorang anaknya. bapak itu pun melakukannya demi anaknya. Walaupun bapaknya mengetahui bahwa anaknya telah berbuat salah. Bapak yang melakukan apa saja untuk menolong anaknya dalam menyelesaikan masalah. (HSBDSC hlm. Maka ada padanya besi seratus kati itulah dibawa kepada seorang sahabatnya bernama Barzagan ditaruhnya disitu. Perbuatan menolong dapat juga terjadi dalam sebuah keluarga. lalu ia pergi bekerja. Hidup dengan Perbuatan menolong dapat membantu orang yang sedang dalam kesusahan. Amin pun meninggalkan besi itu kepada Barzagan. Lalu Amin menitipkan besi yang akan dijualnya untuk dijadikan modal kepada temannya Barzagan. Perbuatan menolong sesama manusia sangatlah dibutuhkan dalam kehidupan.5 Menolong Setiap orang tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Kemudian ia pergi kerja. Perbuatan menolong tersebut yaitu menolong sesama teman atau sesama manusia yang sedang membutuhkan bantuan orang lain. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut.

Maka ujar si Cerdik “ tuan hamba Kadi dihakimkan antara kedua kami ini. perbuatan menolong dapat terjadi bila seseorang memiliki rasa ingin membantu kepada sesamanya. 5) 87 Dari kutipan-kutipan di atas. diharapkan perbuatan menolong sesama manusia dilakukan atas dasar ingin membantu yang lainnya. Lalu Katak pergi kepada Kura-kura serta katanya kepada sang Kura-kura yaitu hamba dengar ada seorang pendeta.6. lalu tiada diberi tahu hambamu ini. Lalu pergilah mereka itu ke pohon itu didapatnya emas itu sudah tiada lagi. semakin jarang ditemukan. Oleh karena itu. tetapi aku tiada dapat pergi kesana. sebab itulah tiada boleh aku pergi kesana. si Bodohlah yang mengambil emas itu. Si Bodoh datang mengajak si Cerdik hendak pergi mengambil emas itu. hamba mintalah akan tuan hamba pepatah supaya hamba dengar dan hamba amalkan. Tempatnya terlalu amat banyak tanahnya dan batunya yang menikam dan akik. Berikut ini ada sebuah kutipan mengenai hal tersebut. 4. Jadi. dan menolong juga tidak memandang hal apa yang akan ditolongnya. bahagia dan sedikit menghilangkan kesulitannya. 3) Hal di atas menunjukkan si Bodoh adalah orang yang .menolong Katak itu. tetapi secara kenyataan jarang orang yang mau bertanggung jawab atas apa yang diperbuatnya. karena khianat si Bodoh akan hambamu ini. Maka hidup ini akan terasa sentosa. Perbuatan menolong dalam kehidupan sekarang ini. Kura-kura memberikan sebuah cara kepada Katak. maka pura-pura engkau mengajak aku. Lalu tangan si Bodoh hendak 88 dibawanya kepada kadi. sehingga perbuatan menolong yang atas dasar ingin membantu semakin lama makin hilang. Orang yang menolong hanya ingin orang yang ditolongnya senang. Si Bodoh pun bersumpah tiada dicuri emas itu lalu tiada juga dipercaya oleh si Cerdik. (HSBDSC hlm. Di dalam Hikayat Cerita Seorang Cerdik dan Seorang Bodoh ada seorang yang berani bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukannya.6 Bertanggung jawab Orang yang berani berbuat maka ia harus berani bertanggung jawab. Banyak orang yang mengatakan hal itu. Perbuatan menolong sesama manusia tidak akan memandang status seseorang. melainkan engkau ini khianat”. Katak meminta pertolongan kepada Kura-kura untuk memberinya sebuah nasehat atau cara menyelesaikan masalah.1. Maka kata si Cerdik “siapa tahu engkaulah yang mengambil emas itu. Hal ini juga terterlihat pada kutipan berikut ini. (HSBDSC hlm. Banyak orang yang menolong bila ada pamrih atau timbal balik.

Jika sikap tanggung jawab dapat diterapkan hingga saat ini. Hal itu terlihat di dalam kehidupan sekarang ini banyak orang yang dirugikan atas orang yang tidak bertanggung jawab. (HSBDSC hlm. Sikap beragama yang ditonjolkan dalam naskah ini yaitu beragama Islam. Banyak orang yang tidak berani bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukannya. dan sejahtera. Seorang bapak yang menjalankan sesuatu perbuatan selalu mengingat Allah ta‟ala. Ia sangat mensyukuri pemberian dari Allah Subahanallahuwata‟ala yaitu sebuah emas yang terhanpar di jalan. Hal yang beragama tersebut terdapat pada kutipan berikut ini. Sikap bertanggung jawab dalam kehidupan sekarang ini semakin lama semakin berkurang. Padahal ia takut akan Allah ta‟ala dan ia menjalaninya teringat kerja maksiat itu. Maka ujar si Cerdik kepada si Bodoh “marilah kita ambil karena kita diberi Allah Subahanallahuwata‟ala beroleh emas ini. Selain hal di atas. Selain itu. Sikap si Cerdik yang mensyukuri nikmat dari Tuhannya patut untuk dicontoh oleh semua orang. maka diturutinya. ada juga terdapat sebuah peristiwa seorang bapak yang ingin menolong anaknya. Si Bodoh pun ikut ke Kadi karena ia bertanggung jawab bahwa ia tidak mengambil emas itu. orang yang bertanggung jawab yaitu orang yang berani mengakui semua perbuatan yang dilakukannya. maka hidup ini akan terasa aman. Ia tidak mengambil emas yang telah mereka temukan.bertanggung jawab. bertanggung jawab adalah salah satu moral positif yang dapat dimiliki oleh semua orang. sikap yang dimiliki si Cerdik merupakan salah satu moral yang baik. atas semua pemberian Tuhan kepada umatnya. Bertanggung jawab merupakan suatu perbuatan yang tidak merugikan semua pihak.1. Karena bapaknya kasih akan anaknya. (HSBDSC hlm. Lalu bapak itu menuruti perkataan anaknya untuk melakukan suatu hal. Sikap yang dimiliki si Cerdik belum tentu dimiliki oleh orang lain. dimanakah kita cari lagi”. 1) Kutipan di atas menggambarkan bahwa Si Cerdik sangat beragama. lalu si Bodoh pun dibawa ke Kadi atau hakim. sentosa. Jadi. 7) 90 . dan ia bersedia untuk diadili. Sikap bertanggung jawab di atas yaitu bahwa ia berani untuk diadili atas dirinya yang tidak bersalah. Peristiwa itu terdapat pada kutipan berikut ini.6. Ia menyerahkan dirinya kepada Allah ta‟ala atas perbuatan yang maksiat yang akan ia lakukan. Hanya orang tertentu saja yang memiliki keberanian untuk bersikap tanggung jawab.7 Beragama Di dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik terdapat sikap beragama yang sangat kuat kepada penciptanya. Selain itu. 89 4. akan tetapi si Cerdik tidak mempercayai semua perkataan si Bodoh.

Jadi. Peristiwa tersebut menggambarkan besarnya iman seorang bapak kepada Tuhannya. Firman tersebut mengatakan bahwa kejahatan yang dilakukan seseorang akan menimpa dirinya sendiri. Selain peristiwa di atas. karena ada dalil firman Allah ta‟ala yakni “ Bahwasanya aku mengetahui yang tiada kamu mengetahui dan bicara hamba jikalau tiada dapat tikus makan besi seratus kati. Sebaliknya jika seseorang . Perbuatan yang tidak diketahui orang lain itu dibuktikan atas dasar firman Allah ta‟ala. Orang yang melakukan atas dasar agama. (HSBDSC hlm. Ia melakukan perbuatan dengan rasa takut dan selalu teringat akan Allah ta‟ala. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. Keagamaan yang dimiliki bapak itu yaitu beragama atau beriman yang kuat. Jikalau bicara tuan hamba tanya kepada yang punya takdir yang melakukan kodiratnya. dan juga niscaya tiada dapat diterbangkan Rajawali akan tuan hamba punya anak”. hikayat ini benar-benar mengandung keagamaan yang sangat kuat. karena ia melakukan sesuatu hal selalu teringat akan penciptanya yaitu Allah ta‟ala. Orang melakukan perbuatan sesuatu yang tidak diketahui orang lain. 12) Sesuatu hal yang ditakdirkan datangnya hanya dari penciptanya. maka orang tersebut akan menyerahkan 91 sesuatu yang ia lakukan berdasarkan takdir yang diberikan penciptanya yaitu Allah ta‟ala. Jadi. Ia selalu teringat kepada Tuhannya akan sesuatu yang ia kerjakan. Di akhir hikayat ini juga terdapat nilai moral yang berupa sikap beragama. Nilai moral tentang beragama dikatakan dalam sebuah firman atau surat dari Allah ta‟ala. Orang yang beragama dalam hikayat ini ditujukan pada setiap orang agar berbuat baik dan tidak melakukan perbuatan yang jahat. “Barangsiapa suka melihat kejahatan orang niscaya pada hari itu jatuhlah kejahatan itu kepada dirinya juga”. Demikianlah perinya dan ibarat hikayat bagi orang suka berbuat fitnah kepada sesamanya dan dari segala yang gemar berbuat fitnah itu tiada diperoleh sentosa didalam hidupnya. Orang itu menyerahkan sesuatu yang ia lakukan berdasarkan firman Allah ta‟ala yang dipahaminya. pasti diketahui oleh penciptanya yaitu Allah ta‟ala. (HSBDSC hlm. 13) Kutipan di atas menggambarkan hikayat ini mengandung keagamaan yang terlihat dari sebuah firman Allah ta‟ala. seperti firmannya.Seorang ayah menolong anaknya tetapi yang ia tolong adalah seorang anak yang berbuat jahat. ada juga peristiwa seorang yang mempercayai sesuatu hal itu merupakan suatu takdir dari Allah ta‟ala. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut ini. bila seseorang melakukan sesuatu perbuatan yang jahat maka hidup orang itu tidak akan sentosa. Hal tersebut seperti yang digambarkan pada kutipan di atas.

dan sentosa. Sikap beragama di atas menggambarkan seorang yang melakukan perbuatan berdasarkan keimanan yang dimilikinya sendiri. tetapi juga terdapat nilai moral yang negatif. beragama merupakan suatu perbuatan yang mengingatkan kita pada penciptanya. Salah satu nilai moral negatif yaitu perbuatan yang 93 merugikan orang lain. Perbuatan menfitnah akan timbul pada diri seseorang. Hasil analisis Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik ini diharapkan dapat membangkitkan sikap beragama seseorang sekarang ini yang sudah mulai pudar. Di dalam kehidupan saat ini. untuk melakukan suatu 92 perbuatan yang baik. Orang tidak melakukan perbuatan berdasarkan agama yang dimiliki tetapi hanya berdasarkan keinginan nafsu. Orang yang memiliki agama hanya sekedar mempunyai agama. Perbuatan menfitnah dapat juga terjadi kapan saja dan oleh siapa saja. sikap beragama merupakan nilai moral yang baik dalam diri seseorang. Orang yang melakukan perbuatan atas dasar agama yang dimiliki. Selang berapa hari maka si Cerdik pergilah dengan seorang diri. Lalu Si Bodoh datang mengajak si Cerdik hendak pergi mengambil emas itu.1 Menfitnah Menfitnah merupakan suatu perbuatan yang sangat merugikan bagi orang yang difitnah. Berdasarkan beberapa kutipan di atas. baik terhadap teman sendiri maupun orang lain. Orang yang melakukan perbuatan tidak atas dasar agama yang dimiliki. Nilai moral negatif dalam hikayat ini terjadi pada orang-orang yang mempunyai maksud buruk atau jahat. ia akan merasa bahwa hidup sulit dan susah. Jadi.selalu berbuat baik dan selalu ingat akan Allah ta‟ala maka hidupnya akan terasa indah dan sentosa. Selain itu.6. Jadi. lalu diambilnya emas itu dibawa pulang ke rumahnya.2. Peristiwa menfitnah seseorang terdapat pada kutipan berikut. menfitnah adalah perbuatan yang negatif. Masyarakat hendaknya senantiasa mensyukuri nikmat Tuhan dan selalu teringat akan semua permberian-Nya. Maka kata si Cerdik “siapa tahu engkaulah yang . 4. sikap beragama yang dimiliki semua orang tidak diterapkan pada kehidupan. bila orang tersebut mempunyai maksud buruk pada orang lain. Lalu pergilah mereka itu ke pohon itu didapatnya emas itu sudah tiada lagi. ia akan merasa bahwa hidup ini indah.2 Nilai Moral Negatif Di dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik tidak hanya terdapat nilai moral yang positif. beragama yang terkandung di dalam hikayat ini juga dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat saat ini. sejahtera. Masyarakat yang beragama kuat maka hidup ini akan terasa indah.6. 4.

lalu tiada diberi tahu hambamu ini”. 2) Si Cerdik tidak hanya menfitnah si Bodoh di depan Kadi. Akibat dari sebuah emas yang mereka temukan. dan yang ia fitnah adalah temannya sendiri. karena khianat si Bodoh akan hambamu ini.mengambil emas itu. Si Bodoh difitnah oleh si Cerdik. agar si Cerdik mendapat emas untuk dirinya sendiri. (HSBDSC hlm. Maka engkau hantarkan pada lubang Ular itu. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. melainkan engkau ini khianat”. Apabila engkau yaitu Katak lihat lubang Jerapah maka ambil olehmu barang tiga ekor ikan. jikalau dilihat oleh Ular hendak memakan itu niscaya disambarnya dan dibunuhnya akan Ular itu. si Bodohlah yang mengambil emas itu. tetapi juga di depan bapaknya si Cerdik. (HSBDSC hlm. Menfitnah seseorang. dan orang lain tidak boleh memilikinya. dapat timbul bila seseorang mempunyai rasa dendam pada orang lain. Si Cerdik menceritakan bahwa ia menfitnah si Bodoh di depan Kadi. tetapi emas itu aku ambil dan aku katakan si Bodoh yang mencuri emas itu”. bahwa si Bodoh yang mengambil emas itu. (HSBDSC hlm. bahwa emas yang mereka temukan telah diambil si Bodoh. 4) Kutipan di atas menggambarkan si Cerdik suka menfitnah seseorang. Si Cerdik ingin Kadi mengadili si Bodoh karena berkhianat. maka si Cerdik menfitnah si Bodoh temannya sendiri. Si Cerdik menfitnah si Bodoh yang mengambil emas itu. Lalu si Cerdik ingin bapaknya untuk membantunya dalam pengadilan. Walaupun bapaknya si Cerdik mengetahui anaknya berbuat fitnah. 95 Perbuatan menfitnah dapat timbul kepada siapa saja. si Cerdik berbuat fitnah terhadap temannya sendiri. ia hanya bisa mendengarkan perkataan anaknya. Perbuatan menfitnah hal diatas timbul bila sesorang yang ingin memiliki barang itu untuk dirinya sendiri. si Cerdik menfitnah si Bodoh di depan Kadi. maka pura-pura engkau mengajak aku. Si Cerdik ingin si Bodoh tidak memperoleh emas itu sedikit pun. 2) Kutipan di atas menggambarkan Si Cerdik menfitnah si Bodoh. Ujar si Cerdik “hai. lalu si Bodoh tidak dapat berbuat apa-apa atas tuduhan temannya dan si Bodoh hanya bisa menerima tusuhan itu dari si Cerdik. bapakku bahwa aku mengaku kepada Kadi bahwa itu pohon kayu tempat emas kami taruhkan berdua dengan si Bodoh. (HSBDSC hlm. pohon kayu itu akan jadi saksi hilangnya emas itu. 94 Selain peristiwa di atas. Maka ujar si Cerdik “ Tuan hamba kadi dihakimkan antara kedua kami ini. 6) .

(HSBDSC hlm. Jerapah menganggap bahwa Ular yang telah mencuri ikan tersebut. Katak melakukan 97 . Maka engkau hantarkan pada lubang Ular itu. jikalau dilihat oleh Ular hendak memakan itu niscaya disambarnya dan dibunuhnya akan Ular itu. maka ia mencuri emas tanpa sepengetahuan si Bodoh. Mereka pun mendapat sepotong emas terhantar di jalan raya. lalu diambilnya emas itu dibawa pulang ke rumahnya. Jadi. Lalu Katak menfitnah Ular. (HSBDSC hlm. Selang berapa hari maka si Cerdik pergilah dengan seorang diri. sehingga menfitnah merupakan perbuatan yang negatif. 96 4. yaitu seseorang mencuri hanya ingin untuk membalas dendam kepada seseorang.2. lalu Ular tersebut akan dimakan oleh jerapah. Orang mencuri biasanya ingin memiliki barang itu menjadi miliknya sendiri. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. Perbuatan memfitnah dapat menimbulkan suatu hal yang buruk bagi siapa saja. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. Menfitnah adalah suatu perbuatan yang merugikan bagi yang difitnah. Kemudian Katak ingin melihat Jerapah membunuh Ular karena telah mencuri ikannya. Perbuatan mencuri dapat merugikan orang yang dicuri barangnya. Lalu mereka menyimpan emas itu di pohon kayu besar. Di dalam kehidupan sekarang ini. perbuatan menfitnah dapat membuat hidup ini tidak sentosa. Si Cerdik tidak ingin emas itu dibagi dua. Jadi. lalu ikan tersebut diletakkan di tempat Ular. Ikan yang dicuri katak diberikan kepada Ular. Hal tersebut terjadi pada peristiwa berikut. Katak mengambil tiga ekor ikan milik Jerapah. Hanya orang yang mempunyai maksud buruk. maka perbuatan menfitnah akan timbul. 1) Kutipan di atas menggambarkan si Cerdik mengambil emas dan emas itu sebenarnya adalah milik berdua antara si Cerdik dengan si Bodoh. Apabila engkau lihat lubang Jerapaya maka ambil olehmu barang tiga ekor ikan. Selain itu. orang yang menfitnah pun akan mendapatkan balasan dari apa yang dilakukannya. karena merugikan siapa saja. Perbuatan mencuri dapat terjadi bila seseorang mempunyai maksud tertentu pada seseorang.Kutipan di atas menggambarkan bahwa Katak ingin membalas dendam pada Ular. Suatu hari si Cerdik dengan si Bodoh berjalan berdua. Perbuatan menfitnah dapat muncul kepada siapa saja. Katak mencuri ikan milik Jerapah. perbuatan menfitnah adalah suatu hal yang negatif.2 Mencuri Mencuri merupakan perbuatan yang merugikan orang lain. perbuatan menfitnah masih dimiliki oleh setiap orang. 6) Katak mencuri untuk membalas dendam kepada Ular.6.

maka hendaklah bapakku menyahut sebagaimana ada orang yang tanya saksi. (HSBDSC hlm. tetapi emas itu aku ambil dan aku katakan si Bodoh yang mencuri emas itu”. maka ia menfitnah bahwa temannya yang mengambil emas itu. Katak berpikir bahwa perbuatannya akan merugikan orang lain. Selain peristiwa di atas.perbuatan mencuri atas dasar balas dendam pada Ular. Jika ditanya oleh Kadi itu. perbuatan mencuri masih ditemukan. tetapi si Cerdik membuat pohon itu dapat berbicara karena di dalam pohon tersebut terdapat Bapak si Cerdik. Saksi . Hal ini terjadi pada si Cerdik karena ia ingin memiliki emas temannya. perbuatan mencuri membawa dampak buruk bagi kehidupan semua orang. pohon kayu itu akan jadi saksi hilangnya emas itu. Perbuatan mencuri hanya untuk mementingkan keinginan sesaat. demikianlah hamba minta kepada bapak”. Selain itu.6. Sesungguhnya bahwa pohon tersebut tidak dapat berbicara sehingga si Cerdik berbohong bahwa 98 pohon itu dapat menjadi saksi dan berbicara.3 Berbohong Orang akan melakukan apa saja untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya. Biasanya orang yang mencuri ingin dirinya memiliki kepuasan tersendiri. Jadi. tetapi ia tetap melakukan balas dendam pada Ular. Maka sahut anaknya “hai bapakku pohon kayu itu berlubang. Perbuatan mencuri dalam kehidupan akan menimbulkan kekacauan dan menjadikan hidup ini tidak aman dan sentosa. barangkali lolos lalu bapakku masuk ke dalam pohon itu. Si Cerdik meminta kepada bapaknya untuk menjadi seperti seorang saksi yang memberi jawaban atas pertanyaan dari Kadi. Inilah supaya bapakku tolong aku dan supaya emas itu kita peroleh”. Orang yang mencuri mempunyai maksud tertentu hanya untuk dirinya sendiri. Banyak orang ingin memiliki barang orang lain. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. Sesungguhnya pohon itu tidak dapat dijadikan saksi karena tidak dapat berbicara. bapakku bahwa aku mengaku kepada Kadi bahwa itu pohon kayu tempat emas kami taruhkan berdua dengan si Bodoh. Perbuatan mencuri tidak hanya terjadi pada masyarakat kalangan atas melainkan kalangan bawah.2. mencuri adalah perbuatan yang negatif karena merugikan orang lain. Bila dilihat pada kehidupan sekarang ini. 4) Kutipan di atas menggambarkan si Cerdik telah berbohong kepada Kadi atau hakim. 4. ada juga seorang saksi yang berbohong. karena ia telah mengatakan bahwa pohon dapat memberikan kesaksian. sehingga timbullah perbuatan ingin mencuri. Si Cerdik mengatakan bahwa ada saksi sebuah pohon melihat bahwa si Bodoh yang mengambil emas itu. Ujar si Cerdik “hai. Saksi itu melakukan perbuatan bohong karena diminta seseorang.

Perbuatan bohong tersebut telah merugikan si Bodoh. Peristiwa tersebut ada pada kutipan berikut. Pohon mengatakan bahwa si Bodoh yang mengambil emas itu. Maka si Bodoh dan si Cerdik bersama-sama telah sampai kepada pohon kayu. Amin mengatakan bahwa anak Barzagan diterbangkan atau dibawa Rajawali. maka tiba-tiba besimu itu tiada kelihatan dan telah habis dimakan oleh tikus”. Ia berbohong dengan sebuah perkataan yang mustahil. Saksi tersebut berbuat bohong karena keinginan orang yang mencuri emas yaitu si Cerdik. ada juga orang yang berbohong terhadap temannya. Amin berbohong karena ia ingin membalas dendam pada Barzagan yang pernah membohongi Amin. aku taruh besi itu didalam gudang berapa lamanya kemudian. Barzagan pun merasakan bagaimana dirugikan atas perbuatan yang telah dilakukannya . Ia mengatakan bahwa besi seratus kati kepunyaan temannya telah habis dimakan tikus. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. 9-10) Kutipan di atas menjelaskan bahwa Barzagan mengatakan besi milik temannya telah habis dimakan tikus ketika disimpan dalam gudang. 8) Kutipan di atas menggambarkan seorang saksi berbohong pada Kadi atau hakim. 11) Kutipan di atas mengambarkan Amin berbohong pada Barzagan temannya sendiri. Perbuatan berbohong tersebut telah merugikan si pemilik besi itu. Maka saya pohon kayu itu “si Bodohlah yang mengambil emas itu”. dan pohon itu berbohong dalam memberikan kesaksian. ia ingin memiliki besi seratus kati itu. Maksud Barzagan membohongi temannya. (HSBDSC hlm. Berikut ini juga termasuk kutipan teman yang berbohong kepada temannya sendiri. maka akupun tersadar akan hendak memperbaiki gudang itu. Ia melakukan kebohongan karena ingin memiliki barang temannya tersebut.” Maka Amin pun terkejut mendengar kata 100 Barzagan itu. lalu ia berkata “ya temanku jikalau hamba tahu akan anak saudaraku diterbangkan oleh Rajawali niscaya aku berbatalah daripadanya”. Maka kata Barzagan “engkau yang punya besi itu. (HSBDSC hlm.itu sebuah pohon yang di dalamnya ada orang tua. Lalu ia pergi kepada Amin dan ia berkata “hai temanku Amin adakah tuan mendengar khabar anak hamba lenyap. Maka Kadi bertanya demikian katanya “ hai pohon kayu siapa yang telah mengambil emas itu. katalah 99 kepada aku”. (HSBDSC hlm. Pada esok harinya Kadi pun datang kepada pohon kayu itu dengan segala jamaahnya. Selain itu.

Biasanya perbuatan balas dendam berupa kekerasan fisik. sikap balas dendam merupakan sikap yang negatif atau sikap yang buruk. karena 102 banyak terjadi orang yang saling balas dendam. Apabila engkau lihat lubang Jerapaya maka ambil olehmu barang tiga ekor ikan. Balas dendam merupakan perbuatan yang negatif karena merugikan orang lain. Setelah itu Katak pun berpikir dalam hatinya akan kesedihannya ini.4 Balas Dendam Sikap balas dendam dapat muncul bila seseorang mempunyai rasa marah dan disakiti oleh orang lain. Jadi. Hidup ini akan terasa tidak aman. 6) Kutipan di atas menggambarkan Katak ingin balas dendam kepada Ular.6. Maka pada masa itu luputlah engkau daripada bahaya seteru itu. agar Ular dimakan oleh Jerapah. Rencana tersebut pun dilakukan oleh Katak. Sikap ini hanya menguntungkan diri sendiri dan merugikan orang banyak. Sikap balas dendam dimiliki oleh orang yang mempunyai niat jahat pada orang lain. seperti perkelahian dan saling membunuh. Sikap balas dendam dapat terjadi kepada siapa saja. (HSBDSC hlm. Lalu Katak membuat rencana untuk menfitnah Ular. Berbohong merupakan perbuatan yang merugikan orang lain. Balas dendam dapat terjadi bila seseorang mempunyai rasa sakit hati pada orang lain. tetapi dapat juga merugikan dirinya sendiri.ketika membohongi Amin. Perbuatan berbohong dapat dilakukan oleh setiap orang. Maka engkau hantarkan pada lubang Ular itu. jikalau dilihat oleh Ular hendak memakan itu niscaya disambarnya dan dibunuhnya akan Ular itu. karena merugikan orang lain. Sikap balas dendam akan membuat dampak yang buruk bagi kehidupan. Katak ingin balas dendam pada Ular karena ia marah akan perbuatan Ular. Balas dendam biasanya dimiliki orang yang mempunyai maksud buruk pada orang lain. Sikap dendam hanya menguntungkan diri sendiri yang hanya bersifat sesaat saja. 4. . tetapi kebohongan apa pun pasti dapat terbongkar dengan adanya suatu kebenaran. Sikap balas dendam akan timbul pada siapa saja. Katak sangat sedih dan menderita karena Ular selalu memakan semua anak Katak. dan Katak ingin Ular dimakan oleh Jerapah.2. masih juga ditemukan sikap balas dendam. lalu 101 Katak ingin balas dendam atas perbuatan Ular. Ular yang mempunyai sikap serakah. berbohong merupakan perbuatan yang negatif. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. Di dalam kehidupan sekarang ini. sehingga hidup ini akan terasa tidak sentosa dan tidak aman. Katak ingin Ular itu tidak mengganggunya lagi. Jadi. Sikap balas dendam itu telah merugikan Ular.

maka dilihatnya oleh Jerapaya itu Katak anak beranak hendak keluar maka dimakannya oleh Jerapaya. telah merugikan si Bodoh. Selang berapa hari maka si Cerdik pergilah dengan seorang diri. Perbuatan serakah yang dilakukan Ular adalah nilai moral yang negatif. Jadi. maka ia . Katak itu habis semuanya dimakan.2.6. ada sebuah cerita bahwa Ular selalu memakan semua anak Katak. Hal yang dilakukan Jerapah terdapat pada kutipan berikut ini. Lalu mereka pulang ke rumahnya. Peristiwa tersebut ada pada kutipan beriku ini. (HSBDSC hlm. lalu ia mengambilnya dan dibawa pulang untuk diri sendiri. karena sikap negatif selalu membawa akibat buruk atau jahat bagi manusia. Selain perbuatan Ular yang seperti itu.Di dalam hikayat ini banyak terdapat sikap negatif yang dapat dijadikan contoh pengajaran dalam kehidupan. Biasanya perbuatan serakah hanya menguntungkan diri sendiri dan merugikan orang lain. Ia hanya ingin hidup. Maka bertemu dengan lubang Katak. tetapi Ular selalu memakan semua anak Katak dan yang tersisa hanya seekor Katak. Maka Jerapaya pun berjalan-jalan antara itu. Setelah itu maka dibawalah emas itu dan ditaruhnya kepada suatu pohon kayu yang besar. 1-2) Kutipan di atas mengambarkan si Cerdik yang mengambil emas milik hasil temuan dirinya dengan si Bodoh. Perbuatan yang dilakukan Ular yaitu serakah karena ia hanya mementingkan diri sendirinya untuk makan. karena telah merugikan orang lain. Maka ujar bapanya “ada seekor Katak berhampiran liang dengan Ular lalu tiap-tiap Katak itu beranak dimakan oleh ular itu”. walaupun tempat tinggal mereka berdekatan. 5) Kutipan di atas menggambarkan bahwa tempat tinggal Ular berdekatan dengan Katak. Sikap si Cerdik yang serakah itu.5 Serakah Serakah adalah salah satu perbuatan yang ingin memiliki sesuatu benda untuk dirinya sendiri. sebenarnya emas tersebut adalah milik mereka berdua. karena telah merugikan Katak. yang seharusnya dibagi dua. Maka dilihatnya ikan tiada Ular pun tiada di lubangnya. Perbuatan Ular itu adalah serakah. ada juga perbuatan Jerapah seperti Ular yang suka makan. 6-7) Perbuatan di atas menggambarkan Jerapah yang mengikuti hawa nafsu untuk memakan hewan yang ada di depannya. Peristiwa tersebut ada pada kutipan berikut ini. 103 Selain peristiwa di atas. Perbuatan serakah dapat timbul pada diri seseorang yang mempunyai niat yang buruk. Ular selalu membuat Katak bersedih. Si Cerdik tidak ingin emas itu dibagi oleh si Bodoh. (HSBDSC hlm. (HSBDSC hlm. 4. Jerapah tidak melihat apa pun yang dapat dimakannya. lalu diambilnya emas itu dibawa pulang ke rumahnya.

Perbuatan serakah akan selalu merugikan orang lain. Lalu oleh Barzagan dijual besi itu. terdapat pula perbuatan serakah pada sahabatnya sendiri. maka hidup ini akan penuh dengan kekacauan. Barzagan ingin besi milik Amin menjadi miliknya. Selain peristiwa di atas. Kemudian ia pergi kerja. masih juga ditemukan perbuatan serakah. Perbuatan serakah timbul karena mempunyai maksud buruk. Perbuatan serakah Jerapah telah merugikan makhluk yang ada di sekitarnya. Barzagan yang serakah atas besi yang dimiliki Amin sahabatnya. keserakahan banyak terjadi yaitu serakah akan harta. Saat ini. Bila perbuatan serakah terus meningkat. Perbuatan serakah selalu merugikan orang lain. . (HSBDSC hlm.harus banyak makan. Di dalam kehidupan sekarang ini. maka hidupnya akan sengsara dan tidak bahagia. 9) Sikap serakah akan timbul bila seseorang mengikuti hawa nafsunya. Perbuatan serakah hanya menguntungkan bagi diri sendiri. dan banyak merugikan orang lain. Jerapah memakan semua anak Katak dan induk 104 Katak tersebut. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. Hal tersebut terlihat seperti kutipan di atas. Maka ada padanya besi seratus kati itulah dibawa kepada seorang sahabatnya bernama Barzagan ditaruhnya disitu. maka serakah merupakan sikap negatif atau nilai moral yang buruk. Hidup dengan perbuatan serakah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful