P. 1
Kajian Filologis Dalam Hikayat Cerita Seorang

Kajian Filologis Dalam Hikayat Cerita Seorang

|Views: 1,135|Likes:

More info:

Published by: Dua Putri Cherry Belle on Jun 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/22/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.1 Latar Belakang Masalah
  • 1.2 Pembatasan Masalah
  • 1.3 Rumusan Masalah
  • 1.4 Tujuan
  • 1.5 Manfaat
  • 1.6 Sistematika Penulisan
  • 2.1.2.1 Naskah
  • 2.1.2.2 Teks
  • 2.1.2.3 Tempat Penyimpanan Naskah
  • 2.2.2 Pengertian Transliterasi
  • 2.2.3 Metode Penyuntingan Teks
  • 2.3.2 Pengertian Cerita Berbingkai
  • 2.3.3 Pengertian Fabel
  • 2.4.2.1 Prinsip-prinsip Nilai Moral Dasar
  • 2.4.2.2 Jenis-jenis Nilai Moral
  • 3.2 Metode Penelitian
  • 3.3 Teknik Pengumpulan Data
  • 3.4 Langkah Kerja Penelitian
  • 4.2 Transliterasi
  • 4.3 Suntingan Teks
  • 4.4 Aparat Kritik Teks
  • 4.5 Kata Sulit (Glosarium)
  • 4.6.1.1 Sikap Adil
  • 4.6.1.2 Sikap Jujur
  • 4.6.1.3 Kasih Sayang
  • 4.6.1.4 Percaya
  • 4.6.1.5 Menolong
  • 4.6.1.6 Bertanggung jawab
  • 4.6.1.7 Beragama
  • 4.6.2.1 Menfitnah
  • 4.6.2.2 Mencuri
  • 4.6.2.3 Berbohong
  • 4.6.2.4 Balas Dendam
  • 4.6.2.5 Serakah

KAJIAN FILOLOGIS DALAM HIKAYAT CERITA SEORANG BODOH DAN SEORANG CERDIK DAN INTERPRETASI NILAI MORAL

SKRIPSI untuk memperoleh gelar Sarjana Sastra

oleh Nama NIM : Wikurnia : 2150402007

Program Studi : Sastra Indonesia Jurusan Indonesia : Bahasa dan Sastra

FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2006

SARI Wikurnia. 2006. Kajian Filologis dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dan Nilai Moral. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I : Yusro Edy Nugroho, S.S, M. Hum, Pembimbing II : Sumartini, S.S.

Kata kunci : filologi, hikayat, cerita berbingkai, suntingan teks, dan nilai moral.

Naskah tulisan tangan adalah salah satu bentuk warisan kebudayaan Indonesia yang kurang mendapat perhatian dari masyarakat dibandingkan dengan peninggalan-peninggalan klasik lainnya, seperti candi dan prasasti. Ilmu khusus yang dapat menelaah naskah tulisan tangan yaitu ilmu filologi. Salah satu naskah yang dapat dijadikan objek penelitian filologi adalah naskah yang berbentuk hikayat. Hikayat dikaji secara filologi untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, salah satunya adalah nilai moral. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini diarahkan pada analisis kajian filologi dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dan nilai moral. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap isi cerita dan nilai moral dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik sehingga dapat dibaca, dinikmati dan bermanfaat bagi masyarakat saat ini. Manfaat penelitian ini secara teoretis dapat menjadi masukan bagi teori filologi dalam memberikan informasi mengenai isi Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik terutama nilai moral yang terdapat di dalamnya. Adapun manfaat secara praktis diharapkan dapat membentuk watak generasi muda yang berbudi luhur dan dapat mengembangkan kepribadian diri membentuk moralitas yang baik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan filologi. Teori yang digunakan yaitu teori filologi dan nilai moral. Data penelitian yang dipakai berupa kalimat dan paragraf atau pernyataan yang terdapat dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik yang

mengandung informasi tentang nilai moral. Adapun sumber data penelitian ini adalah Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik tebal 13 halaman, berkode ML 229, dan merupakan naskah koleksi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam menganalisis data adalah metode naskah tunggal edisi standar. Selain itu, dijelaskan pula tentang teknik analisis data dan langkah kerja dalam penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kajian filologi yang dilakukan secara mendalam, dapat mengungkap isi cerita dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik sehingga dapat dibaca dan dinikmati masyarakat saat ini. Nilai moral yang ditemukan dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dari segi nilai moral positif meliputi: sikap adil, sikap jujur, kasih sayang, percaya, menolong, bertanggung jawab, dan beragama. Adapun nilai moral yang ditemukan dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dari segi nilai moral negatif meliputi: menfitnah, mencuri, berbohong, balas dendam, dan serakah. Berdasarkan temuan tersebut, saran yang dapat disampaikan adalah: 1) dengan adanya penelitian ini diharapkan akan muncul usaha-usaha baru dalam penelitian filologi di masa yang akan datang; 2) dengan adanya hasil penelitian ini diharapkan pembaca dapat menerapkan nilai moral yang ada dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dalam kehidupan sehari-hari.

1 Latar Belakang Masalah Indonesia dihuni oleh berbagai suku bangsa yang memiliki sejarah. adat istiadat. norma-norma kehidupan. Hal ini selain karena bentuk tampilan yang kurang menarik.BAB I PENDAHULUAN 1. dan naskah lama yang biasa ditemukan dalam bentuk warisan kebudayaan. Naskah tulisan tangan adalah salah satu bentuk warisan kebudayaan Indonesia yang kurang mendapat perhatian dari masyarakat dibandingkan dengan peninggalan-peninggalan klasik lainnya. Kebudayaan yang berbentuk fisik adalah candi. seperti tata karma. kebudayaan. juga disebabkan keberadaannya yang pada umumnya tersimpan di lemari-lemari penduduk . prasasti. namun mereka tetap memiliki persamaan-persamaan dasar yang satu. dan lain-lain. meskipun kebudayaan-kebudayaan daerah di kepulauan nusantara itu telah tumbuh dan berkembang sendiri-sendiri sesuai dengan kondisi alam geografisnya dan cenderung berbeda-beda. seperti candi dan prasasti. Artinya. Kebudayaan-kebudayaan yang merupakan peninggalan masa lampau dapat berwujud fisik dan nonfisik. Kebudayaan yang ada inimemiliki ciri khas kenusantaraan yaitu Bhineka Tunggal Ika. dan bahasa daerah. adat istiadat. Adapun kebudayaan yang berbentuk nonfisik adalah nilai-nilai budaya.

talibun. Adapun sifat dulce diwujudkan di dalam kemerduan permainan . Tujuan filologi adalah untuk menemukan bentuk asal dan bentuk mula teks dan mengungkapkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. terkesan bahwa pada umumnya karya sastra bersifat didaktis instruktif. peribahasa. atau sebagai cerita bingkaian yang terdiri atas sejumlah cerita yang berisi pengajaran hidup seperti Hikayat Seribu Satu Malam. Ilmu khusus yang dapat menelaah naskah tulisan tersebut yaitu ilmu filologi. Sifat utile diartikan sebagai mengandung pengajaran dan keteladanan. lontar. Sifat didaktis yang tersamar di dalam cerita. Menurut Sudjiman (1994:15) karya sastra lama ada berbagai ragam (genre) dan jenisnya. Jenis karya sastra yang termasuk puisi adalah mantra. dan kulit kayu yang menyimpan berbagai ungkapan pikiran dan perasaan sebagai hasil budaya bangsa masa lampau. dan lain-lain (Djamaris 1990:12). Naskah kuno yang merupakan karya sastra klasik dikelompokkan dalam dua kelompok yaitu prosa dan puisi (drama tidak dikenal dalam sastra Melayu klasik). Filologi dapat diartikan sebagai cinta pada ilmu dengan objek penelitiannya naskah. pantun. Prosa sastra Melayu klasik lazim disebut hikayat karenapada umumnya judul prosa sastra Melayu klasik didahului dengan kata hikayat. Karya-karya itu biasanya beragam prosa tetapi ada juga yang beragam puisi seperti Syair Rukun Haji dan Syair Nasihat Bapa kepada Anaknya. ada pula yang lebih langsung mengajarkan masalah agama atau kebajikan memerintah seperti Bustanussalatin. yaitu yang mengandung pengajaran dan bimbingan moral.dan museum. serta berbagai pula topik yang dibawakannya. disajikan secara simbolis sebagai fabel seperti Hikayat Pelanduk Jenaka. terutama tentang kearifan hidup bermasyarakat dan kehidupan beragama. gurindam. Selain itu. serta sulit mengetahui maknanya tanpa penelaahan dengan disiplin ilmu khususnya. Naskah dapat diartikan sebagai semua bentuk tulisan tangan nenek moyang kita pada kertas. syair.

misalnya untuk membuktikan kebenaran kata-katanya. Hikayat dapat berisi tentang cerita berbingkai. tetapi juga pandai memberi nasihat kepada tuan mereka tentang berbagai masalah yang dihadapi oleh manusia (Fang 1993:1). Hikayat adalah cerita tentang kehidupan seseorang. Ciri cerita berbingkai ialah bahwa dalam cerita berbingkai binatangbinatang selalu diberi sifat manusia. Di India. dan Hikayat Bakhtiar. cerita berbingkai di India dapat dibagi dalam tiga golongan. Di dalam cerita sisipan itu mungkin ada cerita sisipan lagi sehingga pada akhirnya cerita itu menjadi panjang dan luas. Cerita berbingkai ini berasal dari India dan datang ke kepulauan ini dengan melalui berbagai jalan yang biasanya di dalamnya disisipkan cerita-cerita lain. . serta gaya bahasa dan majas dengan penyajian yang memikat. Cerita berbingkai adalah cerita yang di dalamnya mengandung cerita lain (pelaku atau peran di dalam cerita itu bercerita) (Kamus Besar Bahasa Indonesia 2002:210). Salah satu naskah yang dapat dijadikan objek penelitian filologi adalah naskah yang berbentuk hikayat. Sementara itu. Cerita yang dikumpulkan untuk memberi ajaran agama. Binatang-binatang ini tidak hanya pandai bercerita. Hikayat Kalilah dan Dimnah. yaitu Hikayat Bayan Budiman.bunyi. menyejukkan perasaan. Menurut Winternitz (dalam Fang 1993:1-2) berdasarkan tujuannya yang berbeda-beda. cerita berbingkai disebut Akhyayika yang berarti cerita dan katha yang berarti menyenangkan. dan menimbulkan rasa keindahan sehingga kenyataan hidup yang kurang menyenangkan terlupakan sesaat (Sudjiman 1994:15). keteraturan irama. 1. misalnya cerita Jenaka dan cerita-cerita Budhis serta Jaina lainnya. menurut Fang (1993:1) di dalam sastra Melayu ada beberapa cerita berbingkai yang terkenal. Biasanya seorang tokoh atau lebih bercerita dan giliran tokoh dalam cerita itu bercerita pula.

keagamaan. Ajaran moral tidak dipentingkan. nilai hiburan. Tujuan cerita binatang untuk menyajikan ajaran moral. . nilai budaya. misalnya Pancatantra dan kumpulan cerita yang lainnya. Fabel dapat diartikan cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang (berisi pendidikan moral dan budi pekerti) (Kamus Besar Bahasa Indonesia 2002:312). salah satunya adalah nilai moral. 3. Tokoh binatang kancil pada fabel Indonesia sama dengan tokoh rubah pada fabel Eropa yang menggambarkan keunggulan pikiran atas keunggulan fisik. antara lain nilai sosial.2. nilai moral juga dapat dipakai sebagai pedoman hidup masa yang akan datang dan dapat memberikan dampak yang baik bagi masyarakat. Nilai moral dapat diartikan sebagai konsep ide tentang tindakan manusia yang diterima untuk suatu masyarakat tertentu mengenai perbuatan akhlak budi pekerti dan kesusilaan yang dijunjung tinggi dan menjadi pedoman dalam berperilaku di masyarakat. Di dalam cerita berbingkai tersebut terdapat cerita berupa fabel. Nilai-nilai yang ada di dalam karya sastra biasanya mencakup berbagai aspek kehidupan. nilai estetis. Sifat manusia tertentu diwujudkan dalam binatang tertentu. Biasanya yang menjadi pelakunya binatang atau kadang-kadang manusia dan binatang. misalnya Vetalapancavimsati dan Sukasaptati. dan masih banyak lagi nilai-nilai yang dibutuhkan dalam kehidupan manusia (Yunus 1990:105). setiap kebudayaan memiliki pilihan binatang sendiri untuk melukiskan jenis watak manusia tertentu (Anonim 1997:242). nilai moral. Fabel sebagai salah satu bentuk sastra imajinatif yang diungkapkan secara lisan atau tulisan mengandung makna berbeda dari apa yang tersurat. Cerita yang bertujuan memberi hiburan semata-mata. Selain itu. Jadi. Hikayat dikaji secara filologi untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Cerita yang bertujuan memberi ajaran politik dan pengetahuan duniawi.

Sebelum bapaknya si Cerdik menuruti permintaan anaknya. karena Jerapah tidak melihat Ular ditempatnya tetapi melihat Katak yang sedang beranak”. cerita seorang Bodoh dan seorang Cerdik dan yang di dalamnya ada sebuah cerita yang berbentuk fabel berupa cerita liang Katak berhampiran dengan liang Ular dan cerita yang ketiga dalam hikayat tersebut berupa cerita besi seratus kati dimakan tikus dan rajawali menerbangkan anak-anak. Lalu Katak itu menfitnah Ular dengan cara ia mencuri tiga ekor ikan milik Jerapah. maka dapat membentuk watak generasi muda yang berbudi luhur dan dapat menjadikan jiwa yang teguh. Selain itu. Hal yang menarik dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik adalah ceritanya berbingkai.Di dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik menurut penulis terdapat muatan moral. Lalu si Cerdik membohongi Kadi atau hakim bahwa ada seorang saksi yaitu pohon besar. Dalam hikayat tersebut terdapat tiga buah cerita yang mencakup yang pertama. Hikayat ini diceritakan agar si Cerdik . Inilah cerita yang kedua yaitu hikayat liang Katak yang berdekatan dengan liang Ular. jika ajaran moral diterapkan dalam kehidupan masyarakat maka hidup ini akan sentosa. lalu ikan itu ia taruh di liang Ular. karena Ular itu memakan semua anak Katak. Si Cerdik hanya ingin memililiki emas itu sendiri lalu ia menfitnah si Bodoh yang mencuri emas itu dan si Cerdik ingin Bodoh diadili. Bapak si Cerdik bercerita “bahwa Katak ingin membalas dendam kepada Ular. Bila ajaran moral ini digali dan diungkapkan. Adapun ringkasan cerita Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik sebagai berikut: Ringkasan cerita yang pertama yaitu si Cerdik menginginkan sebuah emas yang ditemukan si Cerdik dan si Bodoh di jalan. Bapaknya si Cerdik menceritakan sebuah hikayat bahwa perbuatan menfitnah dapat merugikan diri sendiri. melainkan Katak yang dimakan Jerapah. Maka Jerapah akan memakan Ular tersebut karena mencuri tiga ekor ikannya. Katak melakukan hal tersebut tetapi bukan Ular yang dimakan Jerapah.

maka pembatasan masalah dapat difokuskan pada “kajian filologis dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dan interpretasi nilai moral”. Lalu Amin pun ingin membuktikan hal tersebut lalu ia menyembunyikan anaknya Barzagan. dinikmati. Amin mempunyai seorang teman yang bernama Barzagan. 1. Barzagan tidak percaya akan perkataan Amin. Lalu Amin mengatakan bahwa ia melihat bahwa anaknya Barzagan diterbangkan oleh Rajawali. Dari ringkasan cerita di atas. Barzagan mengatakan kepada Amin bahwa besinya telah habis dimakan tikus. Kebohongan terbongkar. Jadi. bahwa hikayat tersebut mengandung nilai moral yang dapat memberikan manfaat bagi generasi selanjutnya untuk membentuk moralistas yang baik. Ringkasan cerita yang ketiga yaitu. Barzagan menemui Amin. Barzagan mengatakan sebenarnya bahwa besi Amin masih ada pada Barzagan.untuk menyesali perbuatannya.3 Rumusan Masalah . Amin menitipkan emas seratus kati kepada Barzagan. lalu si Cerdik ditangkap dan si Cerdik pun mengembalikan emas itu kepada si Bodoh. penulis tertarik untuk memilih hikayat tersebut untuk dikaji secara filologis dan juga akan dianalisis interpretasi nilai moralnya sehingga dapat dibaca. Lalu Barzagan berpikir bahwa anaknya ada pada Amin.2 Pembatasan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. Keesok harinya pohon kayu yang di dalamnya terdapat Bapak si Cerdik itu pun menjadi saksi. dan bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya. 1. Amin mengembalikan anak Barzagan dan Barzagan mengembalikan besi seratus kati itu. tetapi Barzagan menyembunyikan emas itu.

maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut ini. Bab satu adalah . 1. Nilai moral apa sajakah yang terdapat dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik? 1.4 Tujuan Sesuai dengan masalah yang telah diungkapkan di atas maka tujuan penelitian ini. Mengungkap nilai moral dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya. 2. Bagaimana kajian filologis dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik? 2.6 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan skripsi ini diuraikan bab demi bab secara berurutan. 1. 1.5 Manfaat Manfaat yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah secara teoretis dapat menjadi masukan bagi teori filologi dalam memberikan informasi mengenai isi Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik terutama nilai moral yang terdapat di dalamnya. 1. Adapun manfaat secara praktis diharapkan dapat membentuk watak generasi muda yang berbudi luhur dan dapat mengembangkan kepribadian diri membentuk moralitas yang baik. Mengungkap kajian filologis Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik sehingga dapat dibaca dan dinikmati masyarakat saat ini. Bab-bab tersebut sebagai berikut ini.Berdasarkan pembatasan masalah di atas.

filologi berasal dari kata Yunani philos yang berarti „cinta‟ dan kata logos yang berarti „kata‟. 1983:2).1 Filologi 2. dan pengertian fabel. Interpretasi nilai moral mencakup nilai moral positif dan nilai moral negatif dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik. suntingan teks. kedua kata tersebut membentuk arti „cinta kata‟ atau „senang bertutur‟. kata sulit (glosarium). metode penelitian. dan „senang kebudayaan‟. dan interpretasi nilai moral. Filologi pernah diartikan sebagai hermeneutik atau ilmu tafsir teks yang dihubungkan dengan bahasa dan kebudayaan masyarakat yang memiliki teks tersebut. dan nilai moral . . dan metode penyuntingan teks. dan sistematika penulisan. kritik teks. dan kebudayaan.pendahuluan yang mencakup latar belakang masalah. Hikayat mencakup pengertian hikayat. tujuan penelitian. Kritik teks mencakup pengertian kritik teks. manfaat penelitian. pengertian transliterasi. Bab tiga adalah metode penelitian yang mencakup data dan sumber data penelitian. 1. teknik penelitian data. kesastraan. aparat kritik. BAB II LANDASAN TEORETIS 2.1 Pengertian Filologi Menurut Baried (1983:1) pengertian filologi adalah suatu pengetahuan tentang sastra-sastra dalam arti luas yang mencakup bidang kebahasaan. rumusan masalah. Nilai moral mencakup pengertian nilai dan pengertian nilai moral. „senang ilmu‟. Pada kata filologi.1. transliterasi. Filologi mencakup pengertian filologi dan objek filologi. Kemudian arti ini berkembang menjadi „senang belajar‟. pengertian cerita berbingkai. hikayat. Bab lima adalah penutup yang berisikan simpulan dan saran. Kata filologi menurut etimologi. Filologi sebagai istilah mempunyai beberapa arti sebagai berikut (Baried. pembatasan masalah. dan langkah-langkah penelitian. Bab empat adalah analisis kajian filologis dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dan interpretasi nilai moral yang berisikan deskripsi naskah. Bab dua adalah landasan teoretis yang berisikan filologi.

Lubis (2001:16) menjelaskan pengertian filologi adalah pengetahuan tentang sastra-sastra dalam arti luas yang mencakup bidang bahasa.1. Di Indonesia bahan naskah yaitu dapat berupa lontar.2. Naskah-naskah yang menjadi objek material penelitian filologi adalah naskah yang ditulis pada kulit kayu.2 Objek Filologi Setiap ilmu mempunyai objek penelitian . Tulisan-tulisan pada kertas disebut naskah. kesenian. tidak terkecuali filologi yang bertumpu pada kajian naskah dan teks klasik. dan kertas Eropa. menurut penulis filologi yaitu ilmu yang mempelajari naskah disertai pembahasan dan penyelidikan kebudayaan bangsa berdasarkan naskah klasik. bambu. dan kertas. dan sebagainya. seperti semua bahan tulisan tangan yang disebut naskah (handschrift). khususnya sastra klasik agar siap dikaji. Filologi ada juga yang mengartikan sebagai studi bahasa atau linguistik. Penyebutan istilah „klasik‟ pada teks-teks Nusantara pada hakekatnya lebih ditekankan kepada masalah waktu dan periode masa lampau yang di Indonesia biasanya disebut dengan “pramodern” yaitu suatu kondisi waktu di mana pengaruh Eropa belum masuk secara intensif (Lubis 2001:25).2. menurut Dipodjojo (1996:7) naskah ialah segala hasil tulisan tangan yang menyimpan berbagai ungkapan cipta. dan kebudayaan. dan karsa manusia yang hasilnya disebut hasil karya . Adapun menurut Baried (1983:3-4) filologi mempunyai objek naskah dan teks. menurut Sudardi (2001:1) pengertian filologi adalah suatu disiplin ilmu yang meneliti secara mendalam naskah-naskah klasik dan kandungannya. bambu. adat istiadat. rotan. Tidak jauh berbeda dengan pendapat Baried. Sementara itu. Filologi pernah diartikan sebagai ilmu pengetahuan tentang segala sesuatu yang pernah diketahui orang. sastra. kayu. 12 4. lontar. 3. Dari naskah klasik itulah orang dapat mengetahui latar belakang kehidupan masyarakat pada zaman lampau misalnya. rasa. Filologi pernah diartikan sebagai ilmu sastra karena yang dikaji karya sastra. bahasa. 2. sedangkan dalam bahasa Belanda disebut handschrift (Djamaris 1990:11). Oleh karena itu.1 Naskah Menurut Baried (1983:54) naskah merupakan benda kongkret yang dapat dilihat atau dipegang. perlu dibicarakan hal-hal mengenai seluk-beluk naskah. 13 Menurut Sudardi (2001:3) objek penelitian filologi adalah teks dari masa lalu yang tertulis di atas naskah yang mengandung nilai budaya. teks. dalam bahasa Inggris naskah disebut dengan istilah manuscript.1. pendidikan. Jadi. Saat ini filologi ada yang mengartikan sebagai ilmu bantu sastra karena filologi menyiapkan teks-teks sastra. agama. Sementara itu. Naskah menurut Ikram (1994:3) adalah wujud fisik dari teks. dan tempat penyimpanan naskah. 2.

kritik teks berusaha menentukan mana di antaranya yang otoriter dan yang asli. Teks tulisan dapat berupa tulisan tangan (yang disebut naskah) dan tulisan cetakan. Teks lisan 14 yaitu suatu penyampaian cerita turun-temurun lalu ditulis dalam bentuk naskah. Isi teks mengandung ide-ide atau amanat yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca. baik yang tergolong dalam arti umum maupun dalam arti khusus yang semuanya merupakan rekaman pengetahuan masa lampau bangsa pemilik naskah.1. Menurut Sudjiman (dalam Djamaris 1991:11) pengertian kritik teks yaitu pengkajian dan analisis terhadap naskah dan karangan terbitan untuk menetapkan umur naskah. Denmark. yaitu Afrika Selatan. Usaha ini dilakukan untuk merekontruksi teks. Belgia. Belanda. Irlandia. Selandia Baru. Teks filologi ada yang berupa teks lisan dan teks tulisan. 2. Inggris.1. Prancis. Rusia. . Spayol.2 Teks Menurut Baried (1983:4) teks adalah sesuatu yang abstrak. Thailand. identitas pengarang.2 Kritik Teks 2. Italia. Jika terdapat berbagai teks dalam karangan yang sama. dan keautentikan karangan. Di dalam proses penurunannya. Polandia. Sementara itu. Sementara itu. Naskah-naskah teks Nusantara pada saat ini sebagian tersimpan di museum-museum di 28 negara. Norwegia. Singapura. Naskah itu kemudian mengalami penyalinanpenyalinan dan selanjutnya dicetak. menurut Sutrisno (dalam Djamaris 1991:11-12) tujuan kritik teks adalah menghasilkan suatu teks yang paling mendekati teks asli. Teks terdiri dari isi dan bentuk. Australia. Portugal. Jerman. Kanada. Swedia. Adapun pemurnian teks disebut kritik teks. Jadi. dan teks cetakan.2. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan objek filologi berupa yaitu naskah dan teks. Swiss. naskah adalah hasil tulisan tangan yang 15 berwujud fisik dan di dalamnya mengandung nilai-nilai. Sebagian naskah lainnya masih tersimpan dalam koleksi perseorangan. Indonesia. Ceko.2. Austria. 2.3 Tempat Penyimpanan Naskah Naskah biasanya disimpan pada berbagai perpustakaan dan museum yang terdapat di berbagai negara. Jepang. India.sastra. sedangkan teks adalah isi dari naskah yang di dalamnya mengandung amanat. secara garis besar dapat disebutkan ada tiga macam teks yaitu: teks lisan. menurut Lubis (2001:30) teks adalah kandungan atau isi naskah.2. Malaysia. teks tulisan.1 Pengertian Kritik Teks Menurut Han (dalam Djamaris 1991:11) inti kegiatan filologi dapat dikatakan penepatan bentuk sebuah teks yang paling autentik. Tujuan penelitian filologi ialah mengungkapkan kembali kata-kata semurni mungkin. dan Vatikan (Chambert-Loir 1999:203-243). 2.

membuat catatan perbaikan atau perubahan. menurut Lubis (2001:80) transliterasi adalah penggantian dari huruf demi huruf dan dari satu abjad ke abjad yang lain. Hal-hal yang perlu dilakukan dalam edisi standar yaitu: a.2. memberi komentar. membetulkan kesalahan teks. 17 1. Tujuan penggunaan metode standar adalah untuk memudahkan pembaca atau peneliti dalam membaca dan memahami teks. d. c. 2. 16 2. sehingga tidak perlu diperlakukan secara khusus atau istimewa. 2. tidak disesuaikan penulisannya dengan penulisan kata menurut Ejaan Yang Disempurnakan supaya data mengenai bahasa lama dalam naskah tidak hilang (Djamaris. bukan cerita yang dianggap suci atau penting dari sudut agama dan bahasa. Metode ini digunakan apabila isi cerita . b. dan f.Teks asli oleh peneliti filologi sudah dibersihkan dari kesalahan yang terjadi selama penyalinan berulang kali. penggantian jenis aksara (yang pada umumnya kurang dikenal) dengan aksara dari abjad yang lain (yang dikenal dengan baik). Adapun pendapat Sudjiman (1994:99) transliterasi yaitu ahli aksara. menyusun daftar kata sukar (glosari). Metode ini digunakan apabila isi naskah dianggap sebagai cerita biasa.3 Metode Penyuntingan Teks Menurut Djamaris (1991:15) penyuntingan naskah tunggal dapat dilakukan dengan dua metode.2 Pengertian Transliterasi Baried (1983:65) berpendapat transliterasi adalah penggantian jenis tulisan dari huruf demi huruf dan dari abjad yang satu ke abjad yang lain. khususnya penulisan kata. 1991: 4-5). Metode Diplomatik Metode diplomatik adalah metode yang kurang lazim digunakan dalam penyuntingan naskah. Pendapat tersebut senada dengan Sudardi (2001:29) yang menjelaskan pengertian transliterasi adalah pengalihan dari huruf ke huruf dan dari abjad yang satu ke abjad yang lain. Penulisan kata yang menunjukkan ciri ragam bahasa lama dipertahankan bentuk aslinya. mentransliterasi teks.2. tafsiran (informasi di luar teks). membagi teks dalam beberapa bagian. misalnya huruf Arab-Melayu ke huruf Latin. Tranliterasi merupakan salah satu langkah dalam penyuntingan teks yang ditulis dengan huruf Arab Melayu. Salah satu tugas peneliti filologi dalam transliterasi adalah menjaga kemurnian bahasa lama dalam naskah. Metode Standar (biasa) Metode strandar adalah metode yang digunakan dalam penyuntingan teks naskah tunggal. Sementara itu. Demikian pula isi naskah telah tersusun kembali seperti semula dan bagian-bagian naskah yang tadinya kurang jelas dijelaskan sehingga seluruh teks dapat dipahami sebaik-baiknya. e.

satu hal pun tidak boleh diubah. atau gabungan sifat-sifat dibaca untuk pelipur lara. pembangkit semangat juang. seperti ejaan.3. Di dalam suntingan teks yang menggunakan metode diplomatik. Hal-hal yang dilakukan dalam edisi diplomatik sebagai berikut. Tidak jauh berbeda dengan pendapat Djamaris. Hasil transliterasi tanpa perbaikan atau penyusaian disediakan untuk memudahkan pembaca dalam memahami teks. 19 2. yaitu para raja atau orang suci di . a. Kata hikayat berasal dari kata kerja bahasa Arab yang berarti „memberitahu‟ dan „menceritakan‟.dalam naskah dianggap suci atau dianggap penting dari segi sejarah. dan silsilah bersifat rekaan. ditulis dalam bahasa Melayu. dan dongeng. Komentar mengenai kemungkinan perbaikan teks. historis. Di dalam sastra Indonesia. sastra Melayu lama. undangundang. teks disajikan seteliti-telitinya tanpa perubahan dan teks 18 disajikan sebagaimana adanya. d. Hikayat menyampaikan kisah manusia (legendaris) dan seringkali juga tentang hewan yang bersifat manusia. tanda baca. dan sebagian besar mengisahkan kehebatan serta kepahlawan orang ternama. cerita. dan sastra Indonesia. keagamaan. Salah satu hasil sastra Melayu tradisional adalah hikayat. Saran untuk membetulkan kesalahan teks. kepercayaan atau bahasa. Pengertian hikayat dapat ditelusuri dalam sastra Arab. Kesalahan harus ditunjukkan dengan metode referensi yang tepat. Hasil reproduksi fotografis disebut facsimile. biografis. Hikayat diturunkan dari bahasa Arab hikayat yang berarti kisah. b. bersifat sastra lama. Lubis (2001:96) menjelaskan metode penelitian naskah tunggal hanya terdapat dua pilihan. Di dalam bentuk yang paling sempurna metode ini adalah reproduksi fotografis.1 Pengertian Hikayat Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:401) hikayat adalah karya sastra Melayu lama berbentuk prosa yang berisi cerita. yaitu: 1) edisi diplomatik adalah suatu cara mereproduksi teks sebagaimana adanya tanpa ada perbaikan atau perubahan dari editor. sehingga diperlukan perlakuan khusus atau istimewa. 2) edisi standar adalah suatu usaha perbaikan dan meluruskan teks.3 Hikayat 2. Hikayat jarang digambarkan sebagai laporan yang bersifat sejarah (Mcglynn 1999: 76). Teks diproduksi persis seperti terdapat dalam naskah. atau pembagian teks. c. sehingga terhindar dari berbagai kesalahan dan penyimpangan-penyimpangan yang timbul ketika proses penulisan. hikayat diartikan sebagai cerita rekaan berbentuk prosa cerita yang panjang. misalnya Hikayat Hang Tuah dan Hikayat Seribu Satu Malam. Tujuan pengunaan metode diplomatik adalah untuk mempertahankan kemurnian teks. seperti kemampuan berbicara. atau sekadar untuk meramaikan pesta.

misalnya Pancatantra dan kumpulan cerita yang berasal daripadanya.2 Pengertian Cerita Berbingkai Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:210) cerita berbingkai adalah cerita yang di dalamnya mengandung cerita lain (pelaku atau peran di cerita itu bercerita). misalnya cerita Jenaka dan cerita-cerita Budhis. 3.3. Sementara itu. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa hikayat adalah karya sastra Melayu lama yang berbentuk prosa berisi kisah kemanusian. tetapi juga pandai memberi nasihat kepada tuan mereka tentang berbagai masalah yang dihadapi oleh manusia. misalnya Hikayat Patani dan Hikayat Raja-raja Pasai. dan dijadikan hiburan. Jadi. (2) jenis sejarah. 2. Fabel sebagai salah satu bentuk sastra imajinatif yang diungkapkan . misalnya Hikayat Malim Dewa dan Hikayat Si Miskin. Cerita yang bertujuan memberi ajaran politik dan pengetahuan duniawi. 20 Hikayat dapat digolongkan menjadi tiga jenis. 2. Cerita yang bertujuan memberi hiburan semata-mata. 1.3 Pengertian Fabel Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:312) fabel dapat diartikan cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang (biasanya berisi pendidikan moral dan budi pekerti). cerita berbingkai disebut Akhyayika yang berarti cerita dan katha yang berarti menyenangkan. story (Hava dalam Sudjiman 1994:17). sehingga cerita itu menjadi panjang dan luas. dan Jaina lainnya. di dalam bahasa asalnya semata-mata berarti narrative. Menurut Winternitz (dalam Fang 1993:12) berdasarkan tujuannya yang berbeda-beda.3. (3) jenis biografi. tale. keanehan. Binatang-binatang ini tidak hanya pandai bercerita. Cerita yang dikumpulkan untuk memberi ajaran agama. cerita berbingkai dapat memberikan ajaran agama. yaitu (1) jenis rekaan. Ajaran moral tidak dipentingkan. Hikayat sekarang mengacu ke bentuk karya sastra beragam prosa yang berisi kisah fantastik dan penuh dengan petualangan. dan mukjizat tokoh utamanya (Anonim 1997:427). menurut penulis cerita berbingkai adalah cerita yang di dalamnya disisipkan cerita lain. cerita berbingkai di India dapat dibagi dalam tiga golongan. misalnya Hikayat Sultan Ibrahim bin Adham dan Hikayat Abdullah (Anonim 1997:427). Kata hikayat merupakan bentuk serapan dari bahasa Arab. misalnya Vetalapancavimsati dan Sukasaptati. Selain itu. menurut Fang (1993:1) ciri cerita berbingkai ialah di dalam cerita berbingkai binatang-binatang selalu diberi sifat manusia. 21 Di India. 2. Biasanya hikayat menyampaikan kisah manusia dan seringkali juga tentang binatang yang bersifat seperti manusia. ajaran politik.sekitar istana dengan segala kesaktian.

Inilah aliran yang menggabungkan antara subjektivisme dan objektivisme. misalnya apa sebabnya bulu harimau itu loreng. Nilai tampil sebagai sesuatu yang patut dikerjakan dan dilaksanakan oleh semua orang. Nilai tidak hanya tampak sebagai nilai bagi seorang saja.1 Pengertian Nilai Menurut Poerwodarminto (2003:801) nilai diartikan sebagai berikut: (1) harga dalam arti takaran. nilai dapat dikomunikasikan kepada orang lain (Moedjanto dalam Soegito 2003:76). misalnya kancil atau pelanduk.4 Nilai Moral 2. Nilai merupakan sesuatu yang seseorang alami sebagai ajakan dari panggilan untuk dihadapi. Tujuan cerita binatang untuk menyajikan ajaran moral. Nilai dilaksanakan untuk mendorong seseorang bertindak. Aliran subjektivisme adanya nilai tergantung pada subjek yang menilai. (3) angka kepandaian. Benda itu bernilai karena subjek . mutu. 3. Sifat manusia tertentu diwujudkan dalam binatang tertentu. Binatang diceritakan mempunyai akal.secara lisan atau tulisan mengandung makna berbeda dari apa yang tersurat. 2. 23 2. Oleh karena itu. Sebelum ada subjek yang menilai maka benda atau barang itu tidak bernilai. Jadi. Tokoh binatang kancil pada fabel Indonesia sama dengan tokoh rubah pada fabel Eropa yang menggambarkan keunggulan pikiran atas keunggulan fisik. Etiological tale ialah cerita tentang asal-usul terjadinya suatu binatang berdasarkan pada bentuk atau rupanya sekarang ini. Menurut Soegito (2003:76) adanya nilai ditentukan oleh subjek dan objek yang menilai. setiap kebudayaan memiliki pilihan binatang sendiri untuk melukiskan jenis watak manusia tertentu (Anonim 1997:242). misalnya nilai-nilai agama. (5) sifat-sifat atau hal-hal yang penting atau berguna bagi kemanusiaan. Menurut Leach (dalam Djamaris 1990:39-40) bahwa animal folktale (cerita binatang) dapat dibedakan menjadi tiga tipe. (2) harga sesuatu. tingkah laku. Fabel berasal dari kata Latin „fabula‟ yang berarti jenis cerita pendek atau dongeng rakyat yang bermanfaat (berisi pendidikan moral). misalnya uang. Biasanya yang menjadi pelakunya binatang atau kadang-kadang manusia 22 dan binatang. melainkan segala umat manusia. Beast epic merupakan cerita binatang dengan seekor pelaku utamanya. (4) kadar. dan juga berbicara seperti manusia. Fable ialah cerita binatang yang mengandung pendidikan moral. misalnya nilai intan. terutama yayng berasal dari kehidupan binatang di mana hewan-hewan bertindak sebagai pelaku dan berbicara seperti manusia (Anonim 1990:982). Nilai mengarahkan perhatian minat seseorang dan menarik seseorang keluar dari dirinya sendiri ke arah apa yang bernilai.4. 1. Nilai menuju kepada tingkah laku dan membangkitkan keaktifan seseorang (Suyitno dalam Soegito 2003:75).

2. 3. Adapun menurut Soegito (2003:76) moral atau kesusilaan adalah keseluruhan norma yang mengatur tingkah laku manusia di masyarakat untuk melaksanakan perbuatan-perbuatan yang baik dan benar. Sikap moral yang sebenarnya disebut moralitas. dan sesama manusia. Kata moral mempunyai arti yang sama dengan kata etos (Yunani) yang menurunkan kata etika. dan sebagainya. Norma-norma hukum adalah norma-norma yang dituntut dengan tegas oleh masyarakat karena dianggap perlu demi keselamatan dan kesejahteraan umum. Norma-norma sopan santun menyangkut sikap lahiriah manusia. berdisiplin. 1. Menurut Spencer (dalam Gazalba 1996:11) moral adalah penyesuaian dengan lingkungan. bersemangat. Adapun menurut Suseno (1987:19) kata moral selalu mengacu pada baik buruk manusia sebagai manusia. isi hati atau keadaan perasaan sebagaimana terungkap di perbuatan. budi pekerti. keturunannya. moral berarti budi pekerti sama dengan pengertian akhlak. sikap. bergairah. Kondisi mental yang membuat orang tetap berani.mempunyai selera. Norma-norma moral adalah tolok-tolok ukur yang dipakai masyarakat untuk mengukur kebaikan seseorang (Suseno 1987:19). dan susila. sedangkan dalam konsep Indonesia moral berarti kesusilaan (Soegito 2003:76). tanpa ada subjek yang menilai. Selain itu di dalam kamus juga dijelaskan tentang moral. orang yang melanggar hukum pasti akan dikenai hukuman sebagai sangsi. Norma hukum merupakan norma yang tidak dibiarkan dilanggar. Menurut Driyarkara (dalam Soegito 2003:76) moral atau kesusilaan adalah nilai yang sebenarnya bagi manusia. Norma umum ada tiga macam: norma-norma sopan santun. Di dalam bahasa Arab. dan keinginan terhadap objek sehingga objek 24 tersebut mengandung nilai. sehingga menyenangkan atau bahagia bagi orang yang bertindak.4.2 Pengertian Nilai Moral Secara etimologis kata moral berasal dari kata Yunani mos (jamaknya adalah mores) yang berarti cara dan adat istiadat atau kebiasaan. Jadi. 25 2. dan moral. Moralitas adalah sikap hati orang yang terungkap dalam tindakan lahiriah (tindakan ungkapan . subjek tersebut sudah bernilai. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:782) nilai moral adalah nilai etik. hukum. akhlak. Dengan kata lain moral atau kesusilaan adalah kesempurnaan sebagai manusia atau kesusilaan adalah tuntutan kodrat manusia. Sebaliknya aliran objektivisme menyatakan adanya nilai tidak tergantung pada subjek yang menilai tetapi terletak pada objek itu sendiri. minat. Ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan. Ajaran kesusilaan yang dapat ditarik dari suatu cerita. Norma-norma moral adalah tolok ukur untuk menentukan betul salah sikap dan tindakan manusia dilihat dari segi baik buruk sebagai manusia dan bukan sebagai pelaku peran tertentu dan terbatas.

Sementara itu. dan hal itulah yang ingin disampaikan kepada pembaca. Ajaran moral bersifat praktis sebab dapat ditampilkan. Moralitas bukan sesuatu yang diperoleh dari kelahiran. Adapun menurut Nurgiyantoro (1994:335-339) bentuk penyampaian moral dibagi menjadi dua. Jika dalam teknik uraian. hanya moralitas yang bernilai secara moral (Suseno 1987:58). pandangannya tentang nilai-nilai kebenaran. moral sebagai kata benda yang berarti berhubungan dengan prinsip baik dan buruk dari satu cerita dan kisah atau pengalaman. sebagaimana model yang ditampilkan dalam cerita itu lewat sikap dan tingkah laku tokoh-tokohnya. (Moralitas adalah satu set peraturan dan standar sosial yang mengatur tingkah laku orang-orang di dalam satu kebudayaan). sesuai dengan kemampuan untuk suatu tujuan tertentu (Nainggolan 1997:25). Menurut Nurgiyantoro (1994:321) moral dalam karya sastra biasanya mencerminkan pandangan hidup pengarang yang bersangkutan. Artinya.sepenuhnya dari hati). atau penjelasan (expository). Dalam hal ini. khususnya mengenai perilaku baik atau buruk. moral yang ingin disampaikan atau diajarkan kepada pembaca dilakukan secara langsung dan eksplisit. 26 Moralitas suatu ciri perilaku seseorang yang dihubungkan dengan ukuran atau standar yang ada di dalam masyarakat. 1. Moralitas adalah sikap dan perbuatan baik yang tanpa pamrih. Bentuk Penyampaian Langsung Bentuk penyampaian pesan moral yang bersifat langsung yaitu identik dengan cara pelukisan watak tokoh yang bersifat uraian (telling). menurut Taylor dalam Nainggolan (1997:21) moralitas adalah “morality is a set of social rules and standards that guide the conduct of people in a culture”. Moral merupakan suatu tendesi rohani untuk melakukan seperangkat standar dan norma yang mengatur perilaku perorangan dan masyarakat yang mempercayainya dan perilaku itu dilakukan dengan mudah serta dirasakan sebagai suatu kewajiban dalam berbagai macam keadaan dan tempat. pengarang secara langsung mendeskripsikan perwatakan tokoh cerita yang bersifat memberi tahu atau memudahkan pembaca untuk memahaminya. tetapi tumbuh dan berkembang dalam lingkungan hidup seseorang (Anonim 1997:371). Adapun menurut Kenny (dalam Nurgiyantoro 1994:321) moral dalam cerita biasanya dimaksudkan sebagai suatu saran yang berhubungan dengan ajaran moral tertentu yang bersifat praktis. Ajaran moral merupakan petunjuk yang sengaja diberikan oleh pengarang tentang berbagai hal yang berhubungan dengan masalah kehidupan. Menurut Nainggolan (1997:21) ditinjau dari sudut bahasa. hal yang demikian terjadi dalam penyampaian pesan moral. tingkah laku. dan sopan santun pergaulan. pengarang tampak bersifat menggurui pembaca dan secara langsung memberikan nasihat dan . seperti sikap. atau ditemukan dalam kehidupan nyata. yang 27 dapat diambil (dan ditafsirkan) lewat cerita yang bersangkutan oleh pembaca.

Sebaliknya dilihat dari pembaca. Bersikap baik berarti memandang seseorang tidak hanya sejauh berguna bagi diri sendiri. sikap. Tuntutan yang paling dasar keadilan ialah perlakuan yang sama terhadap semua orang di dalam situasi yang sama (kalau pemerintah membagikan beras di daerah kurang pangan. sikap.2. baik yang terlihat dalam tingkah laku verbal. Prinsip Hormat Terhadap Diri Sendiri Prinsip yang ketiga adalah manusia wajib untuk selalu memperlakukan diri sebagai sesuatu bernilai pada dirinya . fisik. jika ingin memahami dan menafsirkan pesan itu. Oleh karena itu. berpadu secara koherensi dengan unsur28 unsur cerita lain. tindakan. tetapi penduduk yang cukup berada tidak membutuhkan bantuan berarti tidak berhak untuk dibantu).petuahnya.yang memang sudah ada dalam watak manusia. Jadi. semua kepala keluarga berhak atas bagian beras yang sama. 2. 2. melainkan sikap hati positif terhadap orang lain. dan tingkah laku para tokoh dalam menghadapi peristiwa dan konflik itu. 3. harus melakukannya bersadarkan cerita.4. 1. melainkan berguna untuk orang lain. dan keinginannya baik terhadap orang lain. pesan moral dapat disampaikan kepada pembaca. prinsip keadilan mengungkapkan kewajiban untuk memberikan perlakuan yang sama terhadap semua orang lain yang berada dalam situasi yang sama dan untuk menghormati hak semua pihak yang bersangkutan. dan tingkah laku para tokoh. Bentuk Penyampaian Tidak Lansung Bentuk penyampaian pesan moral yang bersifat tidak langsung hanya tersirat dalam cerita. pada hakikatnya semua orang sama nilainya sebagai manusia. 29 2. Prinsip Sikap Baik Prinsip sikap baik bukan hanya sebuah prinsip yang dipahami secara rasional. maupun yang hanya terjadi dalam pikiran dan perasaannya. prinsip sikap baik menyangkut sikap dasar manusia yang harus meresapi segala sikap. Cerita yang ditampilkan adalah peristiwa-peristiwa. Melalui berbagai hal tersebut. Prinsip Keadilan Adil pada hakikatnya berarti memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya. Prinsip ini bukan semata-mata perbuatan baik dalam diri sendiri. dan kelakuan. melainkan juga mengungkapkan – syukur alhamdulillah. dengan memperhitungkan jumlah warga keluarga.1 Prinsip-prinsip Nilai Moral Dasar Menurut Suseno (1987:130-135) prinsip-prinsip nilai moral dasar ada tiga macam. Sebagai prinsip dasar etika. konflik.

Prinsip ini berdasarkan paham bahwa manusia adalah person yang memiliki kebebasan dalam suara hati.1 Data dan Sumber Data Data penelitian yang dipakai berupa kalimat dan paragraf atau . aspek nilai budaya berupa norma-norma. Nilai Agama Nilai agama adalah nilai dalam karya sastra yang merupakan sarana penyampaian tentang nilai-nilai keagamaan. dan hukum yang menjadi pedoman manusia dalam bertindak dan berperilaku.2. Ajaran moral juga dapat mencakup seluruh persoalan hidup dan kehidupan.2 Jenis-jenis Nilai Moral Menurut Yunus (1990:105-114) nilai moral terbagi menjadi tiga pokok nilai. nilai sosial merupakan nilai yang 31 berhubungan dengan kehidupan bermasyarakat dan usaha menjaga keselarasan hidup bermasyarakat. dan hubungan manusia dengan Tuhannya. Nilai Sosial Nilai sosial adalah nilai yang menjadi pedoman langsung bagi setiap tingkah laku manusia sebagai masyarakat yang di dalamnya memuat sanksi-sanksi siapa saja yang melanggar. aturan-aturan. hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial termasuk hubungannya dengan lingkungan alam. 1. persoalan hidup dan kehidupan manusia dapat dibedakan ke dalam persoalan hubungan manusia dengan diri sendiri. Secara garis besar. seluruh persoalan yang menyangkut harkat dan martabat manusia. dan makhluk yang berakal budi. Di dalam wujud yang konkrit. Maka manusia wajib untuk memperlakukan dirinya sendiri dengan hormat. 30 Jadi. menurut Nurgiyantoro (1994:324) jenis ajaran moral mencakup masalah yang bersifat tidak terbatas.4. Nilai Budaya Nilai budaya adalah aspek ideal yang berwujud sebagai konsep abstrak yang hidup di dalam pikiran masyarakat mengenai kata yang harus dianggap penting dan berharga dalam hidup.sendiri. 32 BAB III METODE PENELITIAN 3. Sementara itu. Dengan demikian. 2. 3. kebaikan dan keadilan yang ditunjukan kepada orang lain perlu diimbangi dengan sikap menghormati diri sendiri dan sebagai makhluk yang bernilai pada dirinya sendiri. 2. Seseorang yang ingin berbuat baik kepada orang lain akan bertekad untuk bersikap adil tidak untuk dirinya sendiri (Suseno 1987:135).

1. Bagian-bagian yang relevan dengan penelitian ini baru dapat ditentukan sebagai data penelitian setelah ditelaah dan dianalisis terlebih dahulu. kecuali pada halaman terakhir memuat tiga baris tulisan dan terdapat enam baris tulisan yang berupa syair. Membuat interpretasi nilai moral dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik. Penulis membaca dan memahami Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik.2 Metode Penelitian Metode penelitian filologi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian naskah tunggal dengan edisi standar. Membaca Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik secara berulang-ulang dan cermat. Hikayat ini ditulis dengan tulisan Arab dan bahasa Melayu 3. 3. 3.4 Langkah Kerja Penelitian Langkah kerja penelitian yang penulis gunakan dalam menganalisis data sebagai berikut. Menemukan naskah Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik yang akan diteliti. membuat penafsiran (interpretasi) setiap bagian atau kata-kata yang perlu penjelasan. Mencari dan menentukan naskah yang akan dijadikan penetitian ini di Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Sumber data dalam penelitian ini adalah Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik yang terdapat di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Setiap halaman naskah rata-rata memuat 13 baris tulisan.3 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara studi pustaka. misalnya dengan 33 mengadakan pembagian alinea-alenia. 5. sehingga teks tampak mudah dipahami oleh pembaca modern (Lubis 2001:96).pernyataan yang terdapat dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik yang mengandung informasi tentang nilai moral dari hasil transliterasi tulisan Arab diubah ke tulisan Latin dengan menggunakan pedoman Arab Melayu menurut Romdoni. Tujuannya ialah untuk menghasilkan suatu edisi yang baru dan sesuai dengan kemajuan dan perkembangan masyarakat. 2. Edisi standar adalah usaha perbaikan dan meluruskan teks sehingga terhindar dari berbagai kesalahan dan penyimpangan-penyimpangan yang timbul ketika proses penulisan. kemudian memilih bagian-bagian yang relevan dengan penelitian. 6. Membuat tranliterasi yaitu perubahan dari tulisan Arab ke tulisan Latin dengan menggunakan pedoman Arab Melayu menurut Romdoni. Tebal hikayat ini 13 halaman dan berkode ML 229. Studi pustaka dapat diartikan membaca naskah yang berhubungan dengan penelitian ini. 4. Membuat suntingan teks. 34 3. . huruf besar dan kecil.

Keadaan naskah masih baik. Naskah ini diberi nomor halaman dengan angka Arab 1 – 13 dan i dengan pensil. Kertas yang dipakai untuk menyalin naskah yaitu dari bahan kertas Eropa berbentuk garis kolom berantai. Arab Melayu Arab Melayu Arab Melayu ١A‫س‬S‫ل‬L ‫ ب‬B ‫ ش‬SY ‫ م‬M ‫ ت‬T ‫ ص‬SH ‫ ن‬N ‫ ث‬S ‫ ض‬DH ‫ و‬W ‫ ج‬J ‫ ط‬TH ‫ ه‬H ‫ ح‬H ‫ ظ‬ZH ‫ ي‬Y ‫ خ‬KH ‫ ع „ ك‬G ‫ د‬D ‫ غ‬GH ‫ ع‬NG ‫ ذ‬Z ‫ ف‬P ‫ ي‬NY ‫ر‬R‫ق‬Q‫چ‬C ‫ ز‬Z ‫ ك‬K ١ ‫ و‬O/U . Menyimpulkan keseluruhan hasil analisis kajian filologis dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dan interpretasi nilai moral. Naskah ditulis dengan tulisan Arab dan berbahasa Melayu. naskah mempunyai ukuran sampul dan halaman yang sama yaitu 14 x 18. kecuali pada halaman terakhir memuat tiga baris tulisan berupa kalimat dan enam baris berupa syair. 36 Naskah dijilid dengan karton marmer warna cokelat.2 Transliterasi Pedoman transliterasi Arab Melayu yang penulis gunakan sebagai berikut. 4.7. sedangkan judul luar teks adalah „Bahwa inilah suatu Ceritera Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik‟ (h-i). walaupun kertas terdapat tanda bekas terkena air. Tulisan dengan tinta hitam dalam naskah masih jelas terbaca. Pada halaman i juga tertulis naskah ini sebuah hadiah dari dr. merupakan tambahan dari penyunting.5 x 15 cm.1 Deskripsi Naskah Naskah Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik merupakan salah satu koleksi yang terdapat di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. 35 BAB IV ANALISIS KAJIAN FILOLOGIS DALAM HIKAYAT CERITA SEORANG BODOH DAN SEORANG CERDIK DAN NILAI MORAL 4. Setiap halaman naskah rata-rata memuat 13 baris tulisan. Naskah tersebut berbentuk prosa yang berupa hikayat. Naskah terdiri atas 13 halaman. Brandes. Judul dalam teks adalah „Bahwa ini suatu Hikayat Ceritera Orang Bodoh dan Orang Cerdik‟ (h-1). Naskah ini berkode ML 229 dengan nomor rol film 174. Secara fisik.5 cm. sedangkan ukuran blok teks ialah 10.

/1/ Bahwa ini suatu hikayat ceritera orang bodoh dan orang cerdik Sebermula sekali peristiwa si cerdik dengan si bodoh berjalan keduanya maka ia pun mendapat sepotong emas terhantar di jalan raya maka ujar si cerdik kepada si bodoh marilah kita kembali adalah kita diberi untung oleh Allah Subahanallahuwata‟ala beroleh emas ini dimanatah kita cahari lagi maka ujar si bodoh marilah kita berbahgi dua emas ini dahulu maka kata si cerdik jangan dahulu kita bahgi emas ini melainkan kita bawa sekedar akan belanja kita juga yang lainnya kita taruhkan disini barangkali habis belanja kita maka kita datang mengambil dia setelah itu maka dibawanyalah emas itu ditaruhnya 37 kepada suatu pohon kayu yang besar maka kembalilah kedua mereka itu kerumahnya selang berapa hari maka si cerdik pergilah dengan seorang dirinya lalu /2/ diambilnya emas itu dibawanya pulang ke rumahnya selang berapa hari lamanya anataranya maka si bodoh pun datang mengajak si cerdik hendak pergi mengambil emas itu maka pergilah mereka itu keduanya kepada pohon itu didapatnya emas itu sudah tiada lagi maka kata si cerdik siapa tahu engkaulah mengambil emas itu maka pura2 engkau mengajak aku pula melainkan adalah engkau ini daripada orang khianat serta dihelanya tangan si bodoh hendak dibawanya kepada kadi maka si bodoh pun bersumpah tiada dicuri maka tiada jua dipercaya oleh si cerdik maka dibawa kepada kadi maka dikatakannya segala perhal keduanya itu mendapat emas itu habis diceritakan kepada kadi maka ujar si cerdik ya tuan hamba kadi barang dihakimkan kiranya antara kedua kami ini dari karena besarlah khianat si bodoh akan hambamu sudahlah diambilnya emas itu tiada diberinya tahu hambamu kemudian maka datanglah /3/ ia pura2 mengajak hamba pergi maka pergilah hamba sertanya hendak mengambil emas itu tiba2 hamba dapati tiada lagi emas itu maka pada jataha di hamba seniscaya iyalah yang berbuat khianat karena pada masa itu terlalu sunyi jangankan manusia unggas pun tiada mengetahui dan tiada melihat hamba menaruh emas itu melainkan iyalah yang mengambil emas itu siapa yang tahu daripada jalan yang kebenaran hamba mudah2an pohon kayu itu jadi saksi akan hamba maka kadi pun heran menengar kata si cerdik maka kata kadi baiklah esok hari hakimkan disana maka mereka itu pun kembalilah keduanya masing2 dengan rumahnya adapun akan si bodoh itu suatupun tiada apa katanya menjadi heran ia menengar kata si cerdik dan iya tiada tahu berkata2 sebab bodohnya setelah itu maka si cerdik datang kepada bapanya maka katanya hai bapaku kasihkah bapaku akan daku maka kata bapanya mengapa /4/ engkau berkata demikian dimanatah makhluk ini tiada kasih akan anaknya maka ujar si cerdik hai bapaku bahwa aku ada mengaku kepada kadi yang itu 38 pohon kayu tempat emas kami taruhkan berdua dengan si bodoh maka pohon kayu itulah akan jadi saksi daripada hilangnya emas itu tetapi emas itu aku .١‫ى‬E١‫ي‬I Hasil transliterasi Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik.

ambil dia dan aku katakan si bodoh yang mencuri emas itu ihwal inilah supaya bapaku tolong aku dan supaya emas itu kita peroleh maka kata bapanya hai anaku kerja apa yang engkau suruhkan kepada aku ini maka sahut anaknya hai bapaku adapun pohon kayu itu berlubang barangkali lolos bapaku masuk ke dalam jika mau bapaku sepakat dengan hamba masuklah bapaku pada malam ini didalam lubang pohon kayu itu dari karena esok hari kadi akan datang pada pohon kayu itu memeriksa antara kami dengan si bodoh itu jika ditanya oleh kadi itu maka hendaklah bapaku menyahut sebagaimana ada orang yang nanyak /5/ saksi demikianlah kami minta kepada bapa maka kata bapanya hai anaku pekerjaan engkau ini akibatnya tiada diperoleh kebajikan adalah seperti hikayat katak lubangnya berhampiran dengan liang ular maka sahut anaknya bagaimana hikayat katak itu ceritakanlah kepada aku supaya aku dengar maka ujar bapanya ada seekor katak berhampiran liang dengan ular maka tiap2 katak itu beranak habis dimakannya oleh ular itu setelah itu maka katak pun pikir dalam hatinya apa kesedihanku dengan demikian ini maka lalu ia pergi kepada kura2 serta katanya kepada sang kura2 yaitu hamba adaku lama dengar seorang pendeta tetapi aku tiada dapat pergi kesana karena tempatnya terlalu amat banyak dan tanahnya dan batunya daripada menikam dan akik sebab itulah tiada boleh aku pergi kesana dan oleh karena itu hamba mintalah akan tuan hamba pepatah akan hamba supaya hamba dengar dan hamba amalkan maka ujar kura2 hai musafir adalah tiap2 /6/ pekerjaan yang sukar atau melawan seteru yang keras dan yang besar itu tiada diperoleh dengan kuat kita melainkan dengan daya upanya kita juga demikianlah „ sahdan apabila engkau lihat lubang jerapaya maka ambil olehmu barang tiga ekor ikan maka engkau hantarkan pada lubang ular itu terdapat tiada jikalau dilihat oleh ular jerapaya hendak memakan itu niscaya disambarnya dan dibunuhnya akan ular itu maka pada masa itu luputlah engkau daripada bahaya seteru itu maka katak pun berlalu sekejip menengar 39 kata kura-kura demikian itu lalu diperbuatnya seperti kata kura2 itu hata maka keluarlah jerapaya itu daripada tempatnya serta dilihatnya ikan itu lalu dimakannya itu maka jerapaya pun berjalan pula ia kesana maka dilihatnya ikan pun tiada ular pun tiada di lubang maka jerapaya pun berjalan2 antara itu maka bertemu dengan lubang katak maka dilihatnya oleh jerapaya itu katak anak beranak hendak keluar maka dimakannya /7/ oleh jerapaya katak itu habis semuanya dimakan adanya maka kata bapanya hai anaku demikian jalannya tiap-tiap sesuatu pekerjaan banyak dipikir lebih dahulu supaya akhirnya tiada jadi menyesal maka ujar si cerdik perkataan apatah yang katakan itu pada pikir hamba siapa yang tahu akan pekerjaan kita maka ujar bapanya hai anaku aku katakan pada engkau hikayat ini supaya kamu pikirkan jikalau jadi benar padamu maka ujar si cerdik hai bapaku jikalau ada kasih sayang bapa kepada hamba janganlah bapa panjangkan kalam ini karena sedikit sajalah kita banyak diperolehnya tiada banyak maka daripada sangat bapanya kasih akan anaknya maka diturutnya padahal tiada ia takut akan Allah ta‟ala dan tiada menjalani jalan teringat telah .

maka dipegangnya oleh barzagan katanya jangan handayku pulang dahulu karena hamba hendak berjamu tuan hamba maka ujar amin hai handayku menerima kasihlah hamba tetapi apatah daya hamba karena ada garda insyaallah esok hari hamba datang mendapatkan tuan hamba maka lalu ia turun berjalan pula ke rumahnya setelah datang keluar pagar maka didapatnya anak barzagan ada bermain-main /11/ maka didatangi oleh amin akan anak barzagan dibawanya pulang ke rumahnya setelah hari malam maka Barzagan mencari anaknya keliling tiadalah didapatnya maka dicarinya pula pada segala kampung serta berseru2 dengan nyaring suaranya menangis duka citanya akan anaknya maka lalu ia pergi kepada amin maka berkata iya hai handaiku Amin adakah tuan .dikerakannyalah kerja maksiat itu maka pada esok harinya kadi pun datanglah kepada pohon kayu itu serta dengan segala jamaahnya maka si bodoh dan si cerdik bersama2 telah sampai kepada pohon kayu itu berdiri maka kadi /8/ bertanya demikian katanya hai pohon kayu siapa mengambil emas itu katalah kepada aku maka saya hata pohon kayu itu si bodohlah yang mengambil dia maka kadi pun heran menengar suara itu serta iya pikir dalam hatinya ada juga manusia didalam kayu ini setelah ia pikir demikian maka disuruhnya angkut kayu yang kering ditimbunkan pada pohon kayu maka disuruh jadikan api „ sahdan maka tiada menderit orang itu lalu ia keluar dari pohon kayu itu maka sekalian jamaah jadi heran masing2 kah berkata siapa yang puya perbuatan demikian ini telah habis demikian maka kata kadi bawa kemari orang tuwa itu supaya kita periksa maka orang tua itu diperiksa oranglah kandi dan orang tua itu roboh tiada boleh menyahat sebab bekas kehangatan kena api itu jadi terhanguslah hatinya dan hancurlah sekalian 40 kulitnya maka orang tua itu matilah maka si cerdik pun ditangkap orang serta di kasi hakim dengan /9/ beberapa kesakitan darsainya maka si cerdik itupun keluarkanlah emas itu maka oleh kadi disuruhnya pulangkan emas itu kepada si bodoh itulah halnya adanya orang yang cita2nya lebih akan dunia jua tiada lain „ bahwa ini hikayat ada seorang dahulu kala bernama barzagan ia mengatakan tikus makan besi seratus kati dan rajawali menerbangkan seorang kanak-kanak demikianlah cerita itu sebermula ada seorang bernama amin ia hendak berlayar tiada ampunya modal maka ada kepadanya besi seratus kati itulah dibawa kepada seorang sahabatnya nama barzagan ditaruhnya disitu kemudian maka iya pergilah kepada kerja yang dimaksudnya maka oleh barzagan dijualkannya sekalian besi itu maka berapa lama tuan yang punya besi itu datang serta menuntut besi yang dikirimnya itu maka kata barzagan engkau punya besi itu aku taru didalam gudang telah serta berapa /10/ lamanya maka akupun tersadar akan hendak membaiki gudang itu maka tiba2 besimu itu tiada kelihatan lagi serta habis dimakan oleh tikus maka ujar amin mustahil la katamu itu hai handaiku tikus makan besi tetapi sungguh juga seperti katamu itu karena giginya tajam sedangkan tulang lagi dapat digigit setelah barzagan menengar kata amin itu demikian maka dalam hatinya tiada lagi akan dituntutnya besi itu maka amin pun bermohon pulang.

Adapun tanda-tanda dalam suntingan teks sebagai berikut. Bahasa yang ada dalam teks menggunakan bahasa Melayu lama.3 Suntingan Teks Sebelum penulis menyunting teks Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik. 4. sehingga penulis sedikit mengalami kesulitan dalam memahami bahasanya.41 menengar khabar anak hamba serta lenyap maka amin pun terkejut menengar kata barzagan itu demikian lalu ia berkata ya handaiku jikalau hamba tahu akan anak saudaraku diterbangkan oleh rajawali itu niscaya aku berbatalah daripadanya „ setelah barzagan menengar kata handainya amin itu maka iya pun heran dalam hatinya serta ia berkata hai handaiku adakah bernasip pada bicara handaiku rajawali menerbangkan seorang kanak-kanak mustahil adanya maka ujar amin tiadakah handaiku percaya yang rajawali itu dapat menerbangkan seorang kanak2 manusia /12/ dan jikalau demikian bicara tuan hamba sekali2 tiada jadi siapa tanya kepada yang ampunya takdir pada melakukan kodiratnya dari karena adalah dalil firman Allah ta‟ala yakni bahwasanya aku juga amat mengetahui barang yang tiada kamu mengetahui dia dan pada bicara hamba jikalau tiada dapat tikus makan besi seratus kati maka niscaya tiada dapat diterbangkan rajawali akan tuan hamba punya anak „ „ sahdan maka ujar barzagan kepada amin tahulah hamba bahwa anak hamba itu adalah pada tuan hamba maka sekarang akan besi tuan hamba itu adalah kepada hamba „ maka barzagan pun kembalikanlah besi kepada amin dan amin pun kembalikanlah anak barzagan itu kepadanya demikianlah perinya dan adalah ibarat hikayat ini bagi orang suka berbuat fitnah kepada sesamanya makhluk dan dari karena segala yang gemar berbuat fitnah itu tiada diperoleh sentosa /13/ didalam hidupnya seperti firmannya barangsiapa suka melihat kejahatan orang niscaya pada hari itu jatuhlah kejahatan itu kepada dirinya juga dan lagi adalah seperti kata syair katakan olehmu bagi segala yang jahat sangka kepadamu baik2 peliharakan dirimu jikalau berbuat khianat kembali kepadamu apabila engkau diberi kebajikan segayanya engkau percayakan jika dinyatakannya akan kejahatan sebaik-baiknya kamu jauhkan ingat2 akan dirimu berbuat yang kebajikan jangan jemu dengki dan loba jauhkan dirimu iyalah membawa jadi binasa dirimu 42 Di dalam mentransliterasi Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik. penulis menafsirkan tulisan Arab Melayu berdasarkan tulisan yang ada dalam teks asli. a) < > = Tambahan huruf atau kata dari penyunting b) / / = Nomor halaman naskah c) [ ] = Penghilangan huruf atau kata dari penyunting d) ( ) = Tulisan angka Arab diubah kebahasa Latin . Tulisan Arab Melayu dalam teks mudah dibaca dan dipahami dalam membaca. terlebih dahulu penulis memaparkan tanda-tanda yang terdapat di dalam suntingan teks.

melainkan adalah engkau ini daripada khianat”.. Selain penulis menghilangkan beberapa kata.. Setelah itu [maka]9 dibawanyalah emas itu <dan>10 ditaruhnya kepada suatu pohon kayu yang besar. sehingga penulis menafsirkan bahwa setiap kata dalam teks yang ada angka dua maka 43 ditafsirkan kata itu merupakan kata ulang. sudahlah diambilnya emas itu. Alasan penulis menghilangkan kata-kata tersebut.. Selang berapa hari lamanya antaranya. Sebermula. Katakata yang ada di dalam tanda < . penulis juga menambahkan beberapa kata dalam teks. kita taruhkan disini barangkali habis belanja [kita]8.. melainkan kita bawa sekedar akan belanja [kita juga yang lainnya]7. Tujuan penambahan kata dalam teks agar kalimat dalam teks tidak rancu dan menjadi efektif. sekali peristiwa si Cerdik dengan si Bodoh berjalan <ber>3dua[nya]4. Maka kembalilah kedua mereka itu kerumahnya. ) merupakan kata ulang..<lalu>20 tiada .. Pengulangan kata di dalam teks sebenarnya tidak ada. maka dikatakan segala perhal keduanya itu mendapat<kan>19 emas itu. maka kita datang mengambil dia”. habis diceritakan kepada Kadi.. [Maka]17 si Bodoh pun bersumpah tiada dicuri <emas itu>18 maka tiada jua dipercaya oleh si Cerdik.. lalu /2/ diambilnya emas itu dibawanya pulang ke rumahnya. Serta dihelanya tangan si Bodoh hendak dibawanya kepada Kadi. /1/ [Bahwa]1 ini<lah>2 suatu hikayat ceritera orang Bodoh dan orang Cerdik.Tanda / .. [maka]12 si Bodoh pun datang mengajak si Cerdik hendak pergi mengambil emas itu. dari karena besarlah khianat si Bodoh akan hambamu.] berarti kata di dalamnya dihilangkan. Maka kata si Cerdik “siapa tahu engkaulah <yang>15 mengambil emas itu. Maka ujar si Cerdik “ Ya tuan hamba Kadi barang dihakimkan kiranya antara kedua kami ini... > berarti kata di dalamnya merupakan penambahan dari penulis. maka ia pun mendapat sepotong emas terhantar di jalan raya. maka pergilah mereka itu 44 [keduanya]13 ke[pada]14 pohon itu didapatnya emas itu sudah tiada lagi. Maka ujar si Bodoh “marilah kita berba[h]5gi dua emas ini dahulu” . Maka kata si Cerdik “ jangan dahulu kita ba[h]6gi emas ini. Tujuan pemberian tanda tersebut yaitu untuk mengetahui berapa jumlah halaman dalam teks. Penulis telah menghilangkan beberapa kata dalam teks. maka (pura-pura)16 engkau mengajak aku pula. tidak efektif. Selang berapa hari [maka]11 si Cerdik pergilah dengan seorang dirinya. Jadi kata-kata yang ada di dalam tanda ( . Hasil suntingan Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik.... / yang ada dalam hasil suntingan maksudnya adalah huruf yang ada di dalamnya menjelaskan halaman teks. dimanatah kita cahari lagi”.. karena karena kata-kata itu tidak tepat. Maka dibawa kepada Kadi(a). Kata-kata yang ada di dalam tanda [ . Maka ujar si Cerdik kepada si Bodoh “marilah kita kembali adalah kita diberi untung oleh Allah Subahanallahuwata‟ala beroleh emas ini. dan rancu...

jika mau bapa<k>49ku sepakat dengan hamba. Adapun [akan]31 si Bodoh itu [suatupun tiada apa katanya]32 menjadi heran ia menengar kata si Cerdik dan i[y]33a tiada tahu (berkata-kata)34 sebab bodohnya. Setelah itu [maka]60 Katak pun <ber>61pikir dalam hatinya apa kesedihanku dengan demikian ini. Ihwal(b) inilah supaya bapak<k>43u tolong aku dan supaya emas itu kita peroleh”. Maka kata bapanya “hai anak<k>55u pekerjaan engkau ini akibatnya tiada diperoleh kebajikan [adalah]56 seperti hikayat Katak lubangnya berhampiran dengan liang Ular”. [Maka]62 lalu ia pergi kepada (Kurakura) 63 serta katanya kepada (sang Kura-kura)64 yaitu hamba adaku lama dengar <ada>65 seorang pendeta tetapi aku tiada dapat pergi kesana karena tempatnya terlalu amat banyak [dan]66 tanah[nya]67 dan batu[nya]68 daripada <yang>69 menikam dan akik sebab itulah tiada boleh aku pergi kesana dan . (mudahmudahan) 26 pohon kayu itu jadi saksi akan hamba. ceritakanlah kepada aku supaya aku dengar”. /3/ ia (pura-pura)22 mengajak hamba pergi. masuklah bapak<k>50u pada malam ini didalam lubang pohon kayu itu [di]51karena esok hari Kadi akan datang pada pohon kayu itu <untuk>52 memeriksa antara kami dengan si Bodoh itu. maka katanya “ hai. Kemudian [maka]21 datanglah. maka 45 pohon kayu itulah akan jadi saksi daripada hilangnya emas itu. Maka ujar bapa<k>57nya “ada seekor Katak berhampiran liang dengan Ular maka (tiaptiap) 58 Katak itu beranak habis dimakan[nya]59 oleh Ular itu. bapak<k>37u kasihkah bapak<k>38u akan daku”. demikianlah kami minta kepada bapa<k>54”. maka kata Kadi “ baiklah esok hari saya hakimkan disana” maka mereka itu pun kembalilah [keduanya] 27 (masing-masing)28 [dengan] 29 <ke>30 rumahnya. melainkan i[y]25alah yang mengambil emas itu. maka pergilah hamba sertanya hendak mengambil emas itu. barangkali lolos bapa<k>47ku masuk ke dalam<pohon itu>48. Maka kata bapa<k>44nya “ hai anak<k>45u kerja apa yang engkau suruhkan kepada aku ini”. Maka Kadi pun heran menengar kata si Cerdik.diberinya tahu hambamu. Setelah itu. (Tiba-tiba)23 hamba dapati tiada lagi emas itu. jangankan manusia unggas pun tiada mengetahui dan tiada melihat hamba menaruh emas itu. maka hendaklah bapak<k>53u menyahut sebagaimana ada orang yang nanyak /5/ saksi. Maka pada jataha di hamba seniscaya i[y]24alah yang berbuat khianat karena pada masa itu terlalu sunyi. Maka ujar si Cerdik “hai. bapak<k>40u bahwa aku [ada]41 mengaku kepada Kadi yang itu pohon kayu tempat emas kami taruhkan berdua dengan si Bodoh. tetapi emas itu aku ambil [dia]42 dan aku katakan si Bodoh yang mencuri emas itu. Maka sahut anaknya “bagaimana hikayat Katak itu. Jika ditanya oleh Kadi itu. Maka kata bapa<k>39nya “mengapa /4/ engkau berkata demikian dimanatah makhluk ini tiada kasih akan anaknya”. [maka]35 si Cerdik datang kepada bapa<k>36nya. siapa yang tahu daripada jalan yang kebenaran hamba. Maka sahut anaknya “hai bapa<k>46ku adapun pohon kayu itu berlubang.

Maka Kadi pun heran men<d>97engar suara itu serta i[y]98a pikir dalam hatinya ada juga manusia di dalam kayu ini. siapa yang tahu akan pekerjaan kita”. Maka saya hata pohon kayu itu. Maka ujar Kura-kura “hai musafir adalah (tiap-tiap)70 /6/ pekerjaan yang sukar atau melawan setaru yang keras dan yang besar itu tiada diperoleh dengan<yang>71 kuat. Maka ujar bapa<k>83nya “hai ana<k>84ku aku katakan pada engkau hikayat ini. maka Jerapaya pun berjalan pula ia kesana. [Maka]74 Katak pun berlalu sekejip menengar kata (kura-kura)75 demikian itu. Maka ujar si Cerdik “perkataan apatah yang <bapakku>82 katakan itu pada pikir hamba. Maka Jerapaya pun (berjalan-jalan)78 antara itu. Maka engkau hantarkan pada lubang Ular itu. si Bodohlah yang mengambil <emas itu>95 [dia]96. janganlah bapa<k>87 panjangkan kalam ini karena sedikit sajalah kita banyak diperolehnya tiada banyak”. Maka bertemu dengan lubang Katak. banyak dipikir lebih dahulu supaya akhirnya tiada jadi menyesal”. serta dilihatnya ikan itu lalu dimakannya itu. Padahal tiada ia takut akan Allah ta‟ala dan tiada menjalani jalan teringat telah dikarenakannyalah kerja maksiat itu. 47 Sahdan [maka]99 tiada menderit lalu orang itu [lalu ia]100 keluar dari pohon kayu itu. Maka dilihatnya ikan pun tiada Ular pun tiada di lubang<nya>77. Telah habis demikian maka kata kadi “bawa kemari orang tu[w]104a itu supaya kita periksa”. Maka orang tua itu diperiksa [oranglah kandi]105 dan orang tua itu roboh tiada boleh menyahat sebab bekas kehangatan kena api itu jadi . Maka Kadi /8/ bertanya demikian katanya “ hai pohon kayu siapa <yang>94 mengambil emas itu. maka dilihatnya oleh Jerapaya itu Katak anak beranak hendak keluar maka dimakannya /7/ oleh Jerapaya. katalah kepada aku”. Maka sekalian jamaah jadi heran (masing-masing)101 [kah]102 berkata “siapa yang pu<n>103ya perbuatan demikian ini. Setelah ia pikir demikian.oleh karena itu hamba mintalah akan tuan hamba pepatah akan hamba supaya hamba dengar dan hamba amalkan. Maka pada esok harinya Kadi pun datang[lah]90 ke[pada]91 pohon kayu itu [serta]92 dengan segala jamaahnya. Maka ujar si Cerdik “hai bapaku jikalau ada kasih sayang bapa<k>86 kepada hamba. supaya <di>85pikirkan jikalau jadi benar padamu”. Maka daripada sangat bapa<k>88nya kasih akan anaknya. maka diturut<i>89nya. 46 [terdapat tiada]73 jikalau dilihat oleh Ular Jerepaya hendak memakan itu niscaya disambarnya dan dibunuhnya akan Ular itu. Katak itu habis semuanya dimakan adanya. Maka kata bapa<k>79nya “hai ana<k>80ku demikian jalannya (tiaptiap) 81 sesuatu pekerjaan. maka disuruh jadikan api. Sahdan apabila engkau lihat lubang Jerapaya(c) maka ambil olehmu barang tiga ekor ikan. Maka pada masa itu luputlah engkau daripada bahaya seteru itu. Maka si Bodoh dan si Cerdik (bersama-sama) 93 telah sampai kepada pohon kayu itu berdiri. kita melainkan dengan daya upanya kita [juga demikian]72. maka disuruhnya angkut kayu yang kering ditimbunkan pada pohon kayu. Lalu diperbuatnya seperti kata (Kura-kura)76 itu hata(d) maka keluarlah Jerapaya itu daripada tempatnya.

Setelah Barzagan men<d>126engar kata Amin itu demikian. Kemudian [maka]116 i[y]117a pergi[lah]118 ke[pada]119 kerja yang dimaksudnya. Maka si Cerdik itupun keluarkanlah emas itu. maka (tiba-tiba)125 besimu itu tiada kelihatan lagi serta habis dimakan oleh tikus”. maka didapatnya anak Barzagan [ada]130 <sedang>131 (bermain-main)132. Maka kata Barzagan “engkau <yang>120 punya besi itu. ia hendak berlayar <tetapi>114 tiada mempunyai modal.” Maka Amin pun terkejut men<d>140engar kata Barzagan itu demikian. Maka ia pergi kepada Amin maka berkata i[y]137a “hai handai(f)ku Amin adakah tuan men<d>138engar khabar anak hamba [serta]139 lenyap. Setelah Barzagan men<d>141engar kata handai[nya]142 Amin itu. Maka berapa lama tuan yang punya besi itu datang serta menuntut besi yang dikirimnya itu. lalu ia berkata “ya handaiku jikalau hamba tahu akan anak saudaraku diterbangkan oleh Rajawali itu niscaya aku berbatalah daripadanya”. Itulah hal[nya]108 adanya orang yang (cita-citanya)109 lebih akan dunia jua tiada lain.terhanguslah hatinya dan hancurlah sekalian kulitnya. [Bahwa]110 ini<lah>111 hikayat. Demikianlah cerita itu. Setelah hari malam. tikus makan besi tetapi sungguh juga seperti katamu itu karena giginya tajam sedangkan tulang lagi dapat digigit”. maka Barzagan mencari anaknya keliling tiadalah didapatnya. Setelah [datang]129 keluar pagar. Maka oleh Barzagan dijualkannya sekalian besi itu. maka i[y]143a pun heran dalam hatinya. Maka ujar Amin “mustahil pula katamu itu hai handaiku. Sebermula ada seorang bernama Amin. tetapi apatah daya hamba karena ada garda insyaallah esok hari hamba datang [mendapatkan]127 <ke tempat>128 tuan hamba. Maka dalam hatinya tiada lagi akan dituntutnya besi itu. aku taru<h>121 <besi itu>122 di dalam gudang <se>123telah [serta] 124 berapa /10/ lamanya. 48 Maka Amin pun bermohon pulang. Maka ia turun berjalan pula ke rumahnya. maka aku pun tersadar akan hendak mem<per>120baiki gudang itu. dahulu kala ada seorang <yang>112 bernama Barzagan ia mengatakan tikus makan besi seratus kati(e) dan Rajawali menerbangkan seorang (kanak-kanak)113. Maka si Cerdik pun ditangkap orang serta di kasi<h>107 hakim dengan /9/ beberapa kesakitan darsainya. maka dipegangnya oleh Barzagan katanya “jangan handaiku pulang dahulu karena hamba hendak berjamu tuan hamba”. /11/ Maka didatangi oleh Amin akan anak Barzagan <kemudian>133 dibawanya pulang ke rumahnya. Maka ada kepadanya besi seratus kati itulah dibawa kepada seorang sahabatnya <ber>115nama Barzagan ditaruhnya disitu. Maka ujar Amin “hai handaiku menerima kasihlah hamba. Maka dicarinya pada segala kampung serta (berseru-seru)134 dengan nyaring suaranya <yang>135 menangis duka cita[nya]136 akan anaknya. Maka ujar Amin “tiadakah handaiku . serta ia berkata “hai handaiku adakah bernasip pada bicara handaiku Rajawali menerbangkan seorang (kanak-kanak)144 mustahil adanya”. Maka orang tua itu mati[lah]106. Maka oleh Kadi disuruhnya pulangkan emas itu kepada si Bodoh.

atau penerima. perlu ditambahkan perfiks <ber-> pada kata dua. 1 [bahwa] Kata penghubung untuk menyatakan isi atau uraian bagian kalimat yang ada di depannya. Jadi. penulis membuat suatu edisi yang baru dengan mengadakan pembagian alinea-alenia. Aparat kritik yang ditemukan dalam teks dijelaskan sebagai berikut. 4 [nya] Penghilangan kata [nya]. “Barangsiapa suka melihat kejahatan orang niscaya pada hari itu jatuhlah kejahatan itu kepada dirinya juga dan lagi adalah seperti kata syair. huruf besar dan kecil. dari karena adalah dalil firman Allah ta‟ala yakni “ Bahwasanya aku juga amat mengetahui barang yang tiada kamu mengetahui dia dan pada bicara hamba jikalau tiada dapat tikus makan besi seratus kati. Demikianlah perinya dan adalah ibarat hikayat ini bagi orang suka berbuat fitnah kepada sesamanya makhluk dan dari karena segala yang gemar berbuat fitnah itu tiada diperoleh sentosa /13/ di dalam hidupnya. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. Sahdan maka ujar Barzagan kepada Amin “tahulah hamba bahwa anak hamba itu adalah pada tuan hamba maka sekarang akan besi tuan hamba itu adalah kepada hamba”. Jadi. karena menyatakan jumlah.percaya yang Rajawali itu dapat menerbangkan seorang (kanak-kanak)145 manusia /12/ dan jikalau demikian bicara tuan hamba (sekali-sekali)146 tiada jadi siapa tanya kepada yang ampunya takdir pada melakukan kodiratnya. pelaku. sehingga teks tampak mudah dipahami oleh pembaca modern. 3<ber-> <ber-> merupakan perfiks pembentuk verba. kata „bahwa‟ dihilangkan karena tidak digunakan sebagai kata penghubung. Maka Barzagan pun kembalikan[lah]147 49 besi kepada Amin dan Amin pun kembalikan[lah]148 anak Barzagan itu kepadanya. membuat penafsiran (interpretasi). maka niscaya tiada dapat diterbangkan Rajawali akan tuan hamba punya anak”.4 Aparat Kritik Teks Di dalam aparat kritik teks ini yaitu dari hasil suntingan di atas. 4. . Katakan olehmu bagi segala yang jahat sangka kepadamu (Baik-baik)149 peliharakan dirimu jikalau berbuat khianat kembali kepadamu Apabila engkau diberi kebajikan segayanya engkau percayakan Jika dinyatakannya akan kejahatan (sebaik-baiknya)150 kamu jauhkan (Ingat-ingat)151 akan dirimu berbuat yang kebajikan jangan jemu Dengki dan loba jauhkan dirimu i[y]152alah membawa [jadi]153 binasa dirimu. 50 2<-lah> Kata <-lah> ditambahkan karena digunakan untuk menekankan makna kata yang ada di depannya. seperti firmannya.

Jika. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. 14 [pada] Kata [pada] yang ada di dalam teks membuat kalimat menjadi rancu. 9 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. karena huruf „h‟ pada kata berbahgi di dalam Ejaan Yang Disempurnakan tidak dibenarkan. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. Penambahan kata <dan>. . huruf „h‟ dihilangkan untuk membenarkan kata berbagi. karena huruf „h‟ pada kata berbahgi di dalam Ejaan Yang Disempurnakan tidak dibenarkan. Jika. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. huruf „h‟ dihilangkan untuk membenarkan kata berbagi. kata tersebut dihilangkan tidak 51 mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. kata tersebut dihilangkan tidak 52 mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. Jadi. Jadi. 13 [keduanya] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. Jadi. Jadi. 8 [kita] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. Jadi.5 [h] Penghilangan huruf [h]. 11 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. Jika. 6 [h] Penghilangan huruf [h]. karena kalimat di dalam teks terdapat kata yang setara sehingga perlu penambahan kata penghubung. 7 [kita juga yang lainnya] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. 10 <dan> Merupakan kata penghubung satuan bahasa yang setara. 12 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata.

karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung „yang‟ untuk menjelaskan kata yang di depannya. 24 [y] Penghilangan huruf [y]. 54 26 (mudah-mudahan) Kata (mudah-mudahan) sebelumnya di dalam teks seperti (mudah2an). jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. 53 20 <lalu> Merupakan kata penghubung antar kalimat. Jadi. 21 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. Jadi. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. Jadi. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. 22 (pura-pura) Kata (pura-pura) sebelumnya di dalam teks seperti (pura2). tujuannya untuk memudahkan pembaca. tujuannya untuk memudahkan pembaca. karena untuk menjelaskan kalimat sebelumnya. 17 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. tujuannya untuk memudahkan pembaca. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata.sehingga perlu penghilangan kata [pada] agar kalimat di dalam teks tidak rancu. kalimat ditambahkan kata penghubung agar tidak rancu. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. Kalimat di dalam teks perlu kata penghubung agar tidak rancu. 18 <emas itu> Penambahan kata <emas itu>. 23 (tiba-tiba) Kata (tiba-tiba) sebelumnya di dalam teks seperti (tiba2). jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. Penambahan sufiks <kan> untuk menjadikan kata dalam kalimat tidak rancu. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 25 [y] Penghilangan huruf [y]. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. maka . 19 <-kan> Merupakan sufiks pembentuk verba. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. Jadi. 15 <yang> Menambahkan kata <yang>. 16 (pura-pura) Kata (pura-pura) sebelumnya di dalam teks seperti (pura2). Jadi. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. sehingga kalimat di dalam teks tidak rancu.

Jika. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata . kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. kata tersebut dihilangkan tidak 55 mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. 32 [suatu pun tiada apa katanya] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. Jadi. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. 34 (berkata-kata) Kata (berkata-kata) sebelumnya di dalam teks seperti (berkata2). Jika. sehingga perlu ditambahkan kata <ke> pada kata sebelumnya . 35 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. Jadi. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. karena kata selanjutnya kata yang menunjukkan tempat tujuan. Jika. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. Penambahan kata <ke>. tujuannya untuk memudahkan pembaca. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. 33 [y] Penghilangan huruf [y]. Jika. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. 28 [keduanya] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. 36 <k> Penambahan huruf <k>. tujuannya untuk memudahkan pembaca. 31 [akan] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. 27 (masing-masing) Kata (masing-masing) sebelumnya di dalam teks seperti (masing2). 30 <ke> Merupakan kata depan untuk menandai arah atau tujuan. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata.penulis mengganti menjadi kata ulang. tujuannya untuk memudahkan pembaca. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 29 [dengan] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya.

41 [ada] Kata [pada] yang ada di dalam teks membuat kalimat menjadi rancu. 47 <k> Penambahan huruf <k>. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. sehingga perlu penghilangan kata [pada] agar kalimat di dalam teks tidak rancu. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> dibelakangnya. 44 <k> Penambahan huruf <k>. 57 43 <k> Penambahan huruf <k>. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. Jadi. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata . 56 37 <k> Penambahan huruf <k>. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. 39 <k> Penambahan huruf <k>. Jadi. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. Jadi. Jadi. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 38 <k> Penambahan huruf <k>. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 42 [dia] Kata [pada] yang ada di dalam teks membuat kalimat menjadi rancu. 46 <k> Penambahan huruf <k>. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. Jadi. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. Jadi. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. 40 <k> Penambahan huruf <k>. Jadi. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. Jadi. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. 45 <k> Penambahan huruf <k>. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. sehingga perlu penghilangan kata [pada] agar kalimat di dalam teks tidak rancu. Jadi.bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah.

karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. Jika. Jadi. 57 <k> Penambahan huruf <k>. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. 59 55 <k> Penambahan huruf <k>. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. Selain itu. 56 [adalah] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. Jadi. 54 <k> Penambahan huruf <k>. Jadi. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 48 <pohon itu> Penambahan kata <pohon itu> untuk memberikan keterangan kata yang di depannya. 50 <k> Penambahan huruf <k>. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. penambahan kata tersebut menjadikan kalimat dalam teks tidak rancu. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. 52 <untuk> Merupakan kata depan untuk menyatakan tujuan atau maksud. 58 (tiap-tiap) Kata (tiap-tiap) sebelumnya di dalam teks seperti (tiap2). Jadi. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. tujuannya untuk memudahkan pembaca. karena kalimat selanjutnya menyatakan tujuan. Jadi. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. Jadi. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. Kalimat di dalam teks perlu ditambahkan kata <untuk>. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. Jadi. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. 53 <k> Penambahan huruf <k>.bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. . 51 [di] Kata [di] dihilangkan agar kalimat di dalam teks tidak rancu. 58 49 <k> Penambahan huruf <k>.

atau penerima. 70 (tiap-tiap) Kata (tiap-tiap) sebelumnya di dalam teks seperti (tiap2). 66 [dan] Kata penghubung [dan] dihilangkan. Jadi. atau penerima. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. Jadi. pelaku. perlu ditambahkan perfiks <ber-> agar kata dalam kalimat tidak rancu. tujuannya untuk memudahkan pembaca. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung „yang‟ untuk menjelaskan kata yang di depannya. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. karena pemborosan kata dalam kalimat. pelaku. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. 64 (sang kura-kura) Kata (kura-kura) sebelumnya di dalam teks seperti (kura2). kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. tujuannya untuk memudahkan pembaca. 60 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. 63 (kura-kura) Kata (kura-kura) sebelumnya di dalam teks seperti (kura2). atau penerima. 60 61 <ber-> <ber-> merupakan perfiks pembentuk verba. Jika. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung „yang‟ untuk menjelaskan kata yang di depannya. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. Jadi. pelaku. 72 [juga demikian] . agar kalimat dalam teks tidak rancu. 62 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. 71 <yang> Menambahkan kata <yang>. 67 [nya] Penghilangan kata [nya].59 [nya] Penghilangan kata [nya]. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. kata [dan] dihilangkan tidak mengubah makna kata yang ada di dalam teks. tujuannya untuk memudahkan pembaca. 65 <ada> Penambahan kata <ada>. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 68 [nya] Penghilangan kata [nya]. 61 69 <yang> Menambahkan kata <yang>.

81 (tiap-tiap) Kata (tiap-tiap) sebelumnya di dalam teks seperti (tiap2). tujuannya untuk memudahkan pembaca. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. Jika. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 62 75 (kura-kura) Kata (kura-kura) sebelumnya di dalam teks seperti (kura2). Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 73 [terdapat tiada] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. atau penerima. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. tujuannya untuk memudahkan pembaca. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. agar kalimat di dalam teks tidak rancu. 76 (kura-kura) Kata (kura-kura) sebelumnya di dalam teks seperti (kura2). Jadi. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. 80 <k> Penambahan huruf <k>. tujuannya untuk memudahkan pembaca. 78 (berjalan-jalan) Kata (berjalan-jalan) sebelumnya di dalam teks seperti (berjalan2). Jadi. 83 <k> Penambahan huruf <k>. 77 [nya] Penghilangan kata [nya]. Jadi. 79 <k> Penambahan huruf <k>. tujuannya untuk memudahkan pembaca. Jika. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. pelaku. kata yang ada di . Jadi.Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 63 82 <bapakku> Penambahan kata <bapakku>. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. karena di dalam kalimat perlu keterangan subjek. 74 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi.

karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung „yang‟ untuk menjelaskan kata yang di depannya. Penambahan kata <di> pada kata di depannya agar kalimat di dalam teks tidak rancu. 92 [serta] Merupakan kata penghubung. 85 <di> Merupakan prefiks pembentuk verba. agar kata dalam teks tidak rancu. Jika. 65 95 <emas itu> Penambahan kata <emas itu>. karena dlam kalimat tidak digunakan sebagai kata penghubung. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. sehingga kalimat di dalam teks tidak rancu. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya.dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. Jadi. 93 (bersama-sama) Kata (bersama-sama) sebelumnya di dalam teks seperti (bersamaa2). Jadi. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. karena untuk menjelaskan kalimat sebelumnya. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. tujuannya untuk memudahkan pembaca. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata dan kalimat dalam teks menjadi tidak rancu. 86 <k> Penambahan huruf <k>. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. 91 [pada] Kata [pada] yang ada di dalam teks membuat kalimat menjadi rancu. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 94 <yang> Menambahkan kata <yang>. 90 [lah] Penghilangan kata [lah] agar kalimat dalam teks tidak rancu. 89 <i> Penambahan huruf <i> pada kata diturutnya. Jadi. . 64 88 <k> Penambahan huruf <k>. 84 <k> Penambahan huruf <k>. Jadi. kata [serta] dihilangkan. 87 <k> Penambahan huruf <k>. sehingga perlu penghilangan kata [pada] agar kalimat di dalam teks tidak rancu.

Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. 98 [y] Penghilangan huruf [y]. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata menengar tidak benar dan kata yang benar yaitu mendengar. 99 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. 102 [kah] Penghilangan kata [kah]. 106 [lah] Penghilangan kata [lah] agar kalimat dalam teks tidak rancu. Bila kata [lalu ia] dihilangkan tidak akan mengubah makna kalimat. 105 [oranglah kandi] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. 104 [w] Penghilangan huruf [w]. untuk mengefektifkan kalimat dalam teks. huruf [w] dihilangkan untuk membenarkan kata tua. maka penulis mengganti menjadi kata ulang.96 [dia] Merupakan persona tunggal. karena kata sebelumnya tidak menyatakan suatu pernyataan. karena huruf [w] pada kata tuwa di dalam Ejaan Yang Disempurnakan tidak dibenarkan. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. 100 [lalu ia] Penghilangan kata di dalamnya. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan . kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. 66 101 (masing-masing) Kata (masing-masing) sebelumnya di dalam teks seperti (masing2). jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. Jadi. Jadi. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata puya tidak benar dan kata yang benar yaitu punya. 97 <d> Menambahkan huruf <d>. tujuannya untuk memudahkan pembaca. maka kata itu dihilangkan untuk mengefektifkan kalimat dalam teks. Bila kata [kah] dihilangkan maka kalimat tidak menjadi rancu. Kalimat dalam teks kata [dia] tidak digunakan sebagai persona tunggal. Jadi. 103 <n> Menambahkan huruf <n>. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. Jika. 67 107<h> Menambahkan huruf <h>.

karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. Jadi. tujuannya untuk memudahkan pembaca. 118 [lah] Penghilangan kata [lah] agar kalimat dalam teks tidak rancu. kata „bahwa‟ dihilangkan karena tidak digunakan sebagai kata penghubung. 115 <ber-> <ber-> merupakan perfiks pembentuk verba. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. Jadi. . Penambahan kata <tetapi>. 109 (cita-citanya) Kata (cita-citanya) sebelumnya di dalam teks seperti (cita2nya). 108 [nya] Penghilangan kata [nya]. Jadi. atau penerima. perlu ditambahkan perfiks <ber-> pada kata dua. jadi perlu ada penambahan kata penghubung. 112 <yang> Menambahkan kata <yang>. 114 <tetapi> Merupakan kata penghubung intrakalimat untuk menyatakan hal yang bertentangan. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. pelaku.kata kasi tidak benar dan kata yang benar yaitu kasih. karena kalimat dalam teks 68 terdapat kalimat yang bertentangan. 110 [bahwa] Kata penghubung untuk menyatakan isi atau uraian bagian kalimat yang ada di depannya. karena menyatakan jumlah. karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung „yang‟ untuk menjelaskan kata yang di depannya. 111 <-lah> Penghilangan kata [lah] agar kalimat dalam teks tidak rancu. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. 117 [y] Penghilangan huruf [y]. 113 (kanak-kanak) Kata (kanak-kanak) sebelumnya di dalam teks seperti (kanak2). Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. tujuannya untuk memudahkan pembaca. Jadi. 119 [pada] Kata [pada] yang ada di dalam teks membuat kalimat menjadi rancu. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 116 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. sehingga perlu penghilangan kata [pada] agar kalimat di dalam teks tidak rancu.

karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata menengar tidak benar dan kata yang benar yaitu mendengar. kata tersebut dihilangkan tidak 70 mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. Jika. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. Penambahkan perfiks <per-> agar kalimat dalam teks tidak rancu.120 <yang> Menambahkan kata <yang>. 122 <se-> Penambahan kata <se> agar kalimat dalam teks tidak rancu. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. 127 [mendapatkan] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. Jika. 131 <sedang> Penambahan kata <sedang > untuk menjelaskan atau memberikan . Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. 124 <per> <per-> merupakan perfiks pembentuk verba. karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung „yang‟ untuk menjelaskan kata yang di depannya. 69 121 <h> Menambahkan huruf <h>. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. Jika. Jika. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. 128 <ke tempat> Penambahan kata <ke tempat> untuk menjelaskan atau memberikan keterangan kata sebelumnya. 125 (tiba-tiba) Kata (tiba-tiba) sebelumnya di dalam teks seperti (tiba2). kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. 126 <d> Menambahkan huruf <d>. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata taru tidak benar dan kata yang benar yaitu taruh. 130 [ada] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. 123 [serta] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. 129 [datang] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. tujuannya untuk memudahkan pembaca.

Jadi. atau penerima. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. 139 [serta] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. tujuannya untuk memudahkan pembaca. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. Jika. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata menengar tidak benar dan kata yang benar yaitu mendengar. karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung <yang> untuk menjelaskan kata yang di depannya. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata menengar tidak benar dan kata yang benar yaitu mendengar. 133 <kemudian> Penambahan kata <kemudian> untuk menjelaskan atau memberikan keterangan kata sebelumnya. 72 140 <d> Menambahkan huruf <d>. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. 138 <d> Menambahkan huruf <d>. 143 [y] Penghilangan huruf [y]. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. pelaku. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata menengar tidak benar dan kata yang benar yaitu mendengar. 137 [y] Penghilangan huruf [y]. 136 [-nya] Penghilangan kata [nya]. tujuannya untuk memudahkan pembaca. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. 141 <d> Menambahkan huruf <d>. atau penerima. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 132 (bermain-main) Kata (bermain-main) sebelumnya di dalam teks seperti (bermain2). 142 [-nya] Penghilangan kata [nya]. pelaku. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan . 71 134 (berseru-seru) Kata (berseru-seru) sebelumnya di dalam teks seperti (berseru2). 135 <yang> Menambahkan kata <yang>.keterangan kata sebelumnya.

150 (sebaik-baiknya) Kata (sebaik-baiknya) sebelumnya di dalam teks seperti (sebaik2nya). 148 [-lah] Penghilangan kata [lah] agar kalimat dalam teks tidak rancu. Jadi. Jika. tujuannya untuk memudahkan pembaca. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. tujuannya untuk memudahkan pembaca. 152 [y] Penghilangan huruf [y]. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. tujuannya untuk memudahkan pembaca. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 74 4. perceraian. tujuannya untuk memudahkan pembaca. 144 (kanak-kanak) Kata (kanak-kanak) sebelumnya di dalam teks seperti (kanak2). jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. tujuannya untuk memudahkan pembaca. 151 (ingat-ingat) Kata (ingat-ingat) sebelumnya di dalam teks seperti (ingat2). 145 (kanak-kanak) Kata (kanak-kanak) sebelumnya di dalam teks seperti (kanak2). dan . kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. 73 147 [-lah] Penghilangan kata [lah] agar kalimat dalam teks tidak rancu. 153 [jadi] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya.kalimat dalam teks rancu. tujuannya untuk memudahkan pembaca. Jadi. 146 (sekali-sekali) Kata (sekali-sekali) sebelumnya di dalam teks seperti (sekali2). maka penulis mengganti menjadi kata ulang.5 Kata Sulit (Glosarium) Kata-kata sulit yang ditemukan dalam teks Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik diartikan menurut Kamus Bahasa Melayu Nusantara. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. (a) Kadi = Hakim yang mengurus atau mengadili perkara-perkara yang bersangkut-paut dengan Agama Islam (seperti. Kata-kata sulit yang terdapat dalam teks Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik sebagai berikut. 149 (baik-baik) Kata (baik-baik) sebelumnya di dalam teks seperti (baik2). maka penulis mengganti menjadi kata ulang. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. maka penulis mengganti menjadi kata ulang.

sikap jujur.6 Interpretasi Nilai Moral Menurut Suseno (1987:19) kata moral selalu mengacu pada tingkah laku baik buruk manusia sebagai manusia. perihal. teman. Nilai moral positif yaitu perbuatan yang dapat membantu atau meringankan beban orang lain. maka. kasih sayang. dan serakah. menurut Nainggolan (1997:21) ditinjau dari sudut bahasa. 75 Berdasarkan pendapat di atas. 4. Sementara itu. Interpretasi nilai moral yang ditemukan dari segi nilai moral positif meliputi: sikap adil. (f) Handai = Kawan. bertanggung jawab. serakah.6.1 Sikap Adil Di dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik terdapat peristiwa yang menggambarkan sikap adil. Norma-norma moral adalah tolok ukur untuk menentukan betul salah sikap dan tindakan manusia dilihat dari segi baik buruk sebagai manusia dan bukan sebagai pelaku peran tertentu dan terbatas.1. tamak. lalu. berbohong. rekan. Nilai moral yang ditemukan dari segi nilai moral negatif meliputi: menfitnah.pelanggaran hukum Islam). Suatu hari si Cerdik dengan si Bodoh berjalan berdua. 4. yaitu nilai moral positif dan nilai moral negatif. menolong. (e) Kati = Ukuran berat yang bersamaan dengan 16 tahil.1 Nilai Moral Positif Di dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik terdapat nilai moral yang positif yaitu nilai moral yang baik. Sikap adil dapat dilihat dari berbagai sikap seseorang. Nilai moral positif dapat dijadikan suatu perbuatan yang perlu dicontoh atau diikuti oleh setiap orang dalam kehidupan sehari-hari. Mereka pun mendapat sepotong emas terhantar di jalan . percaya. mencuri. dan beragama. kisah atau pengalaman. penulis menyimpulkan nilai moral yaitu tingkah laku manusia baik dan buruknya sebagai manusia. interpretasi nilai moral dibagi menjadi dua golongan. moral adalah sebagai kata benda yang berarti berhubungan dengan prinsip baik dan buruk yang ditarik dari satu cerita. (c) Jerapaya = Jerapah (d) Hata = Kemudian dari itu. Tingkah laku yang baik dapat dimasukkan ke dalam nilai moral positif. balas dendam. Tingkah laku baik dan buruk tersebut dapat digolongkan menjadi nilai moral positif dan nilai moral negatif. Jadi. 4. Sikap adil dalam 76 peristiwa ini mengandung nilai yang baik untuk kehidupan sekarang ini. sedangkan tingkah laku yang buruk dapat dimasukkan ke dalam nilai moral negatif.6. (g) Loba = Selalu ingin mendapat (memiliki) banyak-banyak. sahabat. Di bawah ini adalah salah satu peristiwa yang menggambarkan seseorang yang mempunyai sikap adil. kejadian. (b) Ihwal = Hal.

Maka orang tua itu mati. Maka ujar si Bodoh “marilah kita berbagi dua emas ini dahulu”. Setelah Kadi mengetahui kebenaran siapa yang salah. tetapi menyalahkan siapa yang salah yaitu siapa yang menyuruhnya melakukan perbuatan ini. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. Maka Kadi pun heran mendengar kata si Cerdik. 9 ) Kutipan di atas menjelaskan bahwa Kadi mengadili seorang saksi yaitu seorang yang sudah tua untuk berkata yang sebenarnya. Ketika Kadi sedang memeriksa saksi yaitu sebuah pohon. Lalu si Bodoh dibawa kepada Kadi.lalu tiada diberitahu hambamu ini. Kata Kadi “bawa kemari orang tua itu supaya kita periksa”. tetapi si Cerdik tidak ingin dibagi dua. Si Bodoh dengan si Cerdik ke mana pun pergi selalu bersama-sama. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. jadi ia mempunyai sikap adil. Kadi di sini bersikap adil terhadap seorang saksi yang berkata sebenarnya. Kadi mempunyai sikap adil.raya. ia merasa heran mendengar ada suara keluar dari pohon. Kadi adalah seorang hakim. Lalu oleh Kadi disuruhnya . Lalu si Cerdik pun ditangkap orang serta di kasih hakim dengan beberapa kesakitan. Maka ujar si Cerdik “ tuan hamba kadi dihakimkan antara kedua kami ini. Setelah ia mengatakan kebenarannya. Maka orang tua itu diperiksa dan orang tua itu roboh dan menyahat sebab bekas kehangatan kena api itu jadi terhanguslah hatinya dan hancurlah sekalian kulitnya. (HSBDSC hlm. lalu ia menanyakan pada orang tua tersebut sebagai saksi. Suatu ketika mereka menemukan emas. Oleh karena itu. maka kata Kadi “ baiklah esok hari saya hakimkan disana”. Saksi itu mengatakan sebenarnya siapa yang salah dan benar. Kadi heran mendengarkan masalah dan permintaan Si Cerdik. si Bodohlah yang mengambil emas itu. karena khianat si Bodoh akan hambamu ini. si Bodoh pun berpikir untuk membagi dua pada si Cerdik. karena si Cerdik meminta untuk mengadili si Bodoh. Lalu Kadi 77 mengetahui bahwa pohon tersebut ada orang di dalamnya yaitu orang tua. (HSBDSC hlm. Lalu ia menangkap orang yang salah itu dan menghukumnya. (HSBDSC hlm. 3) Kutipan di atas menjelaskan Kadi akan mengadili antara si Cerdik dengan si Bodoh. maka dikatakan oleh si Cerdik segala perhal mendapatkan emas itu. lalu Kadi akan mengadili si Cerdik dan si Bodoh esok harinya. Kadi tidak menyalahkan orang tua itu. lalu orang tua itu mati. Si Cerdik itupun keluarkanlah emas itu. 1) Kutipan di atas menunjukkan bahwa si Bodoh adalah seorang teman yang selalu ada bagi si Cerdik. sesudah diceritakan kepada Kadi. Hal ini terdapat pada kutipan berikut.

pulangkan emas itu kepada si Bodoh.(HSBDSC hlm. 9 ) Kutipan di atas menjelaskan Kadi yang bersikap adil terhadap orang yang berbuat salah yaitu si Cerdik. Lalu kadi menghukum si Cerdik dan meminta si Cerdik untuk mengembalikan emas itu terhadap si Bodoh. Kadi berbuat adil terhadap siapa yang bersalah dan siapa yang 78 benar. Ia menghukum bagi yang bersalah dan membebaskan yang tidak bersalah. Selain peristiwa di atas, ada juga peristiwa lain yaitu seorang yang berbuat sikap adil atas hak kepunyaannya. Ia meminta haknya untuk dikembalikan. Seseorang itu melakukan sesuatu hal agar haknya dapat dikembalikan. Hal ini terlihat pada kutipan berikut. Maka ujar Barzagan kepada Amin “tahulah hamba bahwa anak hamba ada pada tuan maka sekarang besi tuan hamba itu ada pada hamba”. Kemudian Barzagan pun kembalikan besi kepada Amin dan Amin pun kembalikan anak Barzagan kepadanya. (HSBDSC hlm.12) Kutipan di atas menggambarkan Amin yang berbuat adil karena ia ingin haknya dikembalikan yang telah dicuri Barzagan. Barzagan mengakui memang benar hak Amin ada padanya. Lalu Amin mengembalikan hak Barzagan dan Barzagan pun mengembalikan hak Amin. Peristiwa tersebut bahwa sikap adil tidak akan merugikan bagi diri sendiri maupun orang lain. Jadi, dari beberapa kutipan di atas dapat diketahui bahwa sikap adil dapat dimiliki oleh setiap orang. Sikap adil tidak hanya dimiliki oleh seorang hakim saja, tetapi dapat juga dimiliki oleh orang biasa. Seseorang dapat berbuat adil jika ia memiliki moral yang baik. Moral yang baik tidak dimiliki oleh semua orang, hanya orang tertentu yang dapat memiliki moral yang baik. Sekarang ini, sikap adil pada diri seseorang jarang ditemukan. Seorang hakim masih ada juga yang tidak bersikap adil. Jadi, diharapkan 79 dari hasil analisis ini dapat membuat orang untuk bersikap adil. Sikap adil dapat membuat orang yang berkuasa tidak semena-mena terhadap orang yang lemah. Sikap adil tidak akan merugikan semua orang, melainkan dapat menguntungkan sesama manusia. Selain itu, sikap adil akan selalu membuat kehidupan ini damai, aman, dan sejahtera. Kehidupan sesama manusia akan indah jika sikap adil masih dilakukan hingga saat ini. 4.6.1.2 Sikap Jujur Jujur adalah sebuah sikap berbicara yang sebenarnya. Sikap jujur saat ini jarang dimiliki oleh setiap orang. Di dalam Hikayat Cerita Seorang Cerdik dan Seorang Bodoh ada seorang yang bersikap jujur, ia berbuat hal tersebut karena ia tidak ingin kehilangan sesuatu yang dimilikinya. Hal ini terlihat pada kutipan berikut.

Maka ujar Barzagan kepada Amin “tahulah hamba bahwa anak hamba ada pada tuan maka sekarang besi tuan hamba itu ada pada hamba”. (HSBDSC hlm. 12) Kutipan di atas menggambarkan bahwa Barzagan mengetahui Amin temannya telah menyembunyikan anaknya. Ia pernah berbohong kepada Amin bahwa besi milik Amin telah habis dimakan tikus, kemudian Amin ingin mengetahui hal yang sebenarnya. Amin mengambil anak Barzagan lalu menyembunyikannya. Barzagan sangat ingin anaknya kembali, lalu ia berkata jujur bahwa besi milik Amin masih ada padanya. Amin pun berkata jujur bahwa anak Barzagan ada 80 pada dirinya. Lalu Amin mengembalikan anak Barzagan dan Barzagan mengambalikan besi itu pada Amin. Selain itu, ada juga orang yang berkata jujur bahwa ia tidak melakukan hal yang tidak ia lakukan. Orang tersebut berani bersumpah atas perkataan yang jujur dan ia berani bertanggung jawab atas perkataannya. Hal ini terlihat pada kutipan berikut. Maka kata si Cerdik “siapa tahu engkaulah yang mengambil emas itu, maka pura-pura engkau mengajak aku, melainkan engkau ini khianat”. Lalu tangan si Bodoh hendak dibawanya kepada Kadi. Si Bodoh pun bersumpah tiada dicuri emas itu lalu tiada juga dipercaya oleh si Cerdik. (HSBDSC hlm. 2) Kutipan di atas menggambarkan si Bodoh yang berkata jujur bahwa ia tidak melakukan pencurian atas emas yang telah ia temukan bersama si Cerdik. Si Cerdik tidak mempercayaan perkataan si Bodoh, walaupun si Bodoh telah berani bersumpah atas perkataannya. Lalu untuk membuktikan benar atau tidak perkataan si Bodoh. Si Cerdik membawa si Bodoh ke Kadi atau hakim. Si Bodoh berani bertanggung jawab karena ia berkata jujur dan tidak merasa bersalah atas perbuatan yang ia lakukan. Sebuah kejujuran akan menghasilkan hal yang tidak merugikan seseorang melainkan akan menguntungkan bagi diri sendiri dan orang lain. Kejujuran seseorang akan selalu membawa sesuatu perbuatan yang dapat membantu orang lain. Sikap jujur merupakan moral yang baik, moral yang dapat membuat seseorang akan berbuat baik kepada orang lain. 81 Jika sikap jujur dapat diterapkan hingga saat ini, maka kehidupan ini akan terasa damai dan indah. Hanya saja, sekarang ini sikap jujur kurang diterapkan dalam kehidupan, sehingga banyak terdapat kebohongan antara makhluk yang satu dengan lainnya. Kebohongan terjadi karena seseorang tidak memiliki sikap jujur. Sikap jujur mempunyai peranan penting dalam kehidupan ini. 4.6.1.3 Kasih Sayang Kasih sayang adalah suatu sikap yang mengasihi satu dengan

yang lainnya. Kasih sayang banyak dimiliki oleh setiap manusia dan kasih sayang itu tidak hanya sayang pada sesama manusia tetapi sesama makhluk hidup yang lain. Kasih sayang sesama manusia biasanya dimiliki semua manusia sejak lahir. Di dalam hikayat ini telah ditemukan beberapa sikap kasih sayang sesama manusia. Si Cerdik seorang anak yang meminta tolong kepada bapaknya. Bapak si Cerdik sangat sayang kepada anaknya yaitu si Cerdik. Bapak Si Cerdik ingin menunjukkan rasa kasih sayang kepada anaknya, lalu apa pun yang diinginkan anaknya akan dituruti. Hal ini terdapat pada kutipan berikut. Setelah itu, si Cerdik datang kepada bapaknya, maka katanya “ hai, bapakku kasihkah bapakku akan aku”. Maka kata bapaknya “mengapa engkau berkata demikian dimanakah makhluk ini tiada kasih akan anaknya”. (HSBDSC hlm. 4) 82 Kutipan di atas menggambarkan bahwa seorang bapak yang sayang akan anaknya. Kasih sayang seorang bapak adalah bukti adanya rasa mengasihi. Bapak yang baik akan selalu sayang akan anaknya dan akan selalu menuruti apa yang diminta anaknya. Kasih sayang seorang bapak pada anaknya hingga saat ini masih ada, tetapi tidak semua bapak memiliki rasa sayang yang seperti itu. Si Cerdik ingin mengetahui apa benar Bapaknya sayang akan dirinya. Lalu si Cerdik meminta bapaknya untuk melakukan sesuatu hal. Bapak si Cerdik melakukan hal yang diinginkan anaknya, sebagai bukti bahwa ia benar-benar sayang pada anaknya. Lalu Bapak si Cerdik mau melakukan perbuatan yang diinginkan si Cerdik. Hal ini terdapat pada kutipan berikut. Maka ujar si Cerdik “hai bapaku jikalau ada kasih sayang bapak kepada hamba, janganlah bapak panjangkan kalam ini karena kita perolehnya tiada banyak”. Karena bapaknya kasih akan anaknya, maka diturutinya. (HSBDSC hlm. 7) Kutipan tersebut menggambarkan bagaimana kasih sayang bapak kepada anaknya yang meminta tolong. Seorang anak yang mempunyai masalah, ia meminta agar bapak menolongnya. Bapak yang menuruti kata anaknya akan melakukan apa pun yang diminta anaknya karena bapak yang sangat sayang akan anaknya. Femomena kehidupan saat ini, sikap kasih sayang masih ada. Selain itu, tidak hanya kasih sayang bapak kepada anaknya, tetapi ada juga kasih sayang sesama manusia yang lain dan makhluk hidup lainnya. 83 Jadi, kasih sayang merupakan perbuatan yang baik, karena dapat menimbulkan rasa mengasihi. 4.6.1.4 Percaya Percaya adalah sikap untuk mempercayai sesuatu hal. Di dalam

tikus dapat makan besi tetapi bisa juga seperti katamu itu karena giginya tajam sedangkan tulang dapat digigit juga”. sehingga Kadi percaya bahwa pohon dapat menjadi saksi atas perkara si Cerdik dan si Bodoh. Sebuah sikap percaya akan seseorang sangat sulit ditemukan pada saat ini. Di dalam . Kadi pun mengatakan akan mengadili mereka esok harinya. Sikap percaya akan seseorang yang sudah dikenal maupun tidak dikenal. Barzagan mengatakan bahwa besi tersebut telah habis dimakan tikus. aku taruh besi itu didalam gudang berapa lamanya kemudian. Maka kata Barzagan “engkau yang punya besi itu. Orang akan percaya pada orang lain. apa benar sebuah pohon dapat menjadi saksi. Ketika ia akan mengambil besi tersebut. berhati-hatilah dalam mempercayai perkataan orang lain. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. melainkan ia lah yang mengambil emas itu. baik yang sudah kita kenal maupun yang belum kita kenal. Kadi ingin membuktikan perkataan orang itu. kita harus berhati-hati dalam mempercayainya. Peristiwa tersebut terlihat pada kutipan berikut. jangankan manusia unggas pun tiada mengetahui dan tiada melihat hamba menaruh emas itu. maka akupun tersadar akan hendak memperbaiki gudang itu. Jadi. Sikap percaya di atas merupakan sikap yang mempercayai sebuah perkataan sahabatnya. Selain percaya akan perkataan seorang teman. 10) Kutipan di atas menggambarkan seseorang yang percaya akan perkataan temannya. (HSBDSC hlm. Seniscaya ia lah yang berbuat khianat karena pada masa itu terlalu sunyi. (HSBDSC hlm. Amin mempunyai besi dan ia menitipkan besi itu kepada temannya Barzagan. jika orang itu dapat mempercayai orang 84 lain. Maka ujar Amin “mustahil katamu itu hai temanku. sebuah kepercayaan dapat dimiliki oleh seseorang. ada juga sebuah peristiwa seorang Kadi atau hakim yang mempercayai perkataan orang yang ingin diadili. maka kata Kadi “ baiklah esok hari saya hakimkan disana” lalu mereka pun kembali ke masing-masing rumahnya. jika orang itu sudah saling mengenal. Jadi. maka tiba-tiba besimu itu tiada kelihatan lagi serta habis dimakan oleh tikus”. karena Barzagan sahabatnya lalu Amin mempercayai perkataannya. Maka Kadi pun heran mendengar kata si Cerdik.Hikayat Cerita Seorang Cerdik dan Seorang Bodoh ada seorang yang mempunyai sikap percaya perkataan seseorang. siapa yang tahu daripada kebenarannya hamba. Amin ragu akan perkataan Barzagan. mudah-mudahan pohon kayu itu jadi saksi akan hamba. 3) Kutipan di atas salah satu penggambaran sikap percaya akan seseorang.

Kemudian ia pergi kerja. Menolong adalah perbuatan yang dapat membantu sesama manusia untuk meringankan beban hidupnya. Bapak yang melakukan apa saja untuk menolong anaknya dalam menyelesaikan masalah. Perbuatan menolong dapat juga terjadi dalam sebuah keluarga. Seorang anak yang meminta tolong kepada bapak.1. Barzagan membantu menyimpan besi milik Amin di gudangnya.5 Menolong Setiap orang tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Hidup dengan Perbuatan menolong dapat membantu orang yang sedang dalam kesusahan. Maka kata bapaknya “ hai anakku kerja apa yang engkau suruhkan kepada aku ini”. (HSBDSC hlm. Selain hal di atas. 9) Dari peristiwa di atas dapat diketahui Amin membutuhkan pertolongan. Perbuatan menolong sesama manusia sangatlah dibutuhkan dalam kehidupan. Maka ada padanya besi seratus kati itulah dibawa kepada seorang sahabatnya bernama Barzagan ditaruhnya disitu. Perbuatan menolong dalam keluarga ini yaitu seorang bapak yang menolong seorang anaknya. ia hendak berlayar tetapi ia tiada mempunyai modal. Di dalam hal tersebut ada seorang ayah 86 yang mempunyai rasa sayang untuk menolong dalam kesusahan terdapat pada kutipan berikut ini. 85 4. bapak itu pun melakukannya demi anaknya. Kemudia Kurakura . ada juga suatu peristiwa perbuatan menolong lainnya yaitu seekor Katak membutuhkan bantuan untuk menyelesaikan masalahnya. tetapi karena anaknya meminta tolong dan sangat membutuhkan bantuan. untuk berlayar tetapi ia tidak memiliki modal.6.kehidupan sekarang ini sikap percaya pada seseorang sedikit ditemui. lalu ia meminta bantuan kepada Kura-kura. Lalu Amin menitipkan besi yang akan dijualnya untuk dijadikan modal kepada temannya Barzagan. (HSBDSC hlm. Amin pun meninggalkan besi itu kepada Barzagan. Inilah supaya bapakku tolong aku dan supaya emas itu kita peroleh”. Bantuan tersebut dapat berupa pertolongan sesama manusia. lalu bapaknya membantu. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. lalu ia pergi bekerja. 4) Kutipan di atas menggambarkan sikap bapak yang menolong anaknya yang dalam kesusahan. Ada seorang bernama Amin. Hidup dengan saling percaya maka akan tercipta hidup yang sentosa dan sejahtera. Perbuatan menolong tersebut yaitu menolong sesama teman atau sesama manusia yang sedang membutuhkan bantuan orang lain. Walaupun bapaknya mengetahui bahwa anaknya telah berbuat salah. Sikap percaya merupakan perbuatan yang tidak merugikan sesama manusia.

Lalu tangan si Bodoh hendak 88 dibawanya kepada kadi. Maka hidup ini akan terasa sentosa. lalu tiada diberi tahu hambamu ini.6 Bertanggung jawab Orang yang berani berbuat maka ia harus berani bertanggung jawab. Oleh karena itu. dan menolong juga tidak memandang hal apa yang akan ditolongnya. Perbuatan menolong dalam kehidupan sekarang ini.1. Maka kata si Cerdik “siapa tahu engkaulah yang mengambil emas itu. perbuatan menolong dapat terjadi bila seseorang memiliki rasa ingin membantu kepada sesamanya.menolong Katak itu. Lalu Katak pergi kepada Kura-kura serta katanya kepada sang Kura-kura yaitu hamba dengar ada seorang pendeta. 5) 87 Dari kutipan-kutipan di atas. melainkan engkau ini khianat”. Hal ini juga terterlihat pada kutipan berikut ini. maka pura-pura engkau mengajak aku. Maka ujar si Cerdik “ tuan hamba Kadi dihakimkan antara kedua kami ini. Si Bodoh pun bersumpah tiada dicuri emas itu lalu tiada juga dipercaya oleh si Cerdik. Banyak orang yang mengatakan hal itu. (HSBDSC hlm. 3) Hal di atas menunjukkan si Bodoh adalah orang yang . sebab itulah tiada boleh aku pergi kesana. hamba mintalah akan tuan hamba pepatah supaya hamba dengar dan hamba amalkan. Di dalam Hikayat Cerita Seorang Cerdik dan Seorang Bodoh ada seorang yang berani bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukannya. karena khianat si Bodoh akan hambamu ini. Si Bodoh datang mengajak si Cerdik hendak pergi mengambil emas itu. tetapi secara kenyataan jarang orang yang mau bertanggung jawab atas apa yang diperbuatnya. 4. Perbuatan menolong sesama manusia tidak akan memandang status seseorang. semakin jarang ditemukan. si Bodohlah yang mengambil emas itu. bahagia dan sedikit menghilangkan kesulitannya. sehingga perbuatan menolong yang atas dasar ingin membantu semakin lama makin hilang. diharapkan perbuatan menolong sesama manusia dilakukan atas dasar ingin membantu yang lainnya. Katak meminta pertolongan kepada Kura-kura untuk memberinya sebuah nasehat atau cara menyelesaikan masalah. Jadi. Banyak orang yang menolong bila ada pamrih atau timbal balik.6. Lalu pergilah mereka itu ke pohon itu didapatnya emas itu sudah tiada lagi. Orang yang menolong hanya ingin orang yang ditolongnya senang. Tempatnya terlalu amat banyak tanahnya dan batunya yang menikam dan akik. tetapi aku tiada dapat pergi kesana. Kura-kura memberikan sebuah cara kepada Katak. (HSBDSC hlm. Berikut ini ada sebuah kutipan mengenai hal tersebut.

Seorang bapak yang menjalankan sesuatu perbuatan selalu mengingat Allah ta‟ala. Sikap bertanggung jawab dalam kehidupan sekarang ini semakin lama semakin berkurang. Maka ujar si Cerdik kepada si Bodoh “marilah kita ambil karena kita diberi Allah Subahanallahuwata‟ala beroleh emas ini. dan sejahtera. Hal yang beragama tersebut terdapat pada kutipan berikut ini. Hanya orang tertentu saja yang memiliki keberanian untuk bersikap tanggung jawab. atas semua pemberian Tuhan kepada umatnya. dimanakah kita cari lagi”. Hal itu terlihat di dalam kehidupan sekarang ini banyak orang yang dirugikan atas orang yang tidak bertanggung jawab. Sikap beragama yang ditonjolkan dalam naskah ini yaitu beragama Islam. Padahal ia takut akan Allah ta‟ala dan ia menjalaninya teringat kerja maksiat itu. Si Bodoh pun ikut ke Kadi karena ia bertanggung jawab bahwa ia tidak mengambil emas itu. lalu si Bodoh pun dibawa ke Kadi atau hakim. Selain hal di atas. akan tetapi si Cerdik tidak mempercayai semua perkataan si Bodoh. Sikap bertanggung jawab di atas yaitu bahwa ia berani untuk diadili atas dirinya yang tidak bersalah. Lalu bapak itu menuruti perkataan anaknya untuk melakukan suatu hal. maka diturutinya. dan ia bersedia untuk diadili. Selain itu. Ia menyerahkan dirinya kepada Allah ta‟ala atas perbuatan yang maksiat yang akan ia lakukan. Sikap yang dimiliki si Cerdik belum tentu dimiliki oleh orang lain. sikap yang dimiliki si Cerdik merupakan salah satu moral yang baik. maka hidup ini akan terasa aman. Sikap si Cerdik yang mensyukuri nikmat dari Tuhannya patut untuk dicontoh oleh semua orang. Bertanggung jawab merupakan suatu perbuatan yang tidak merugikan semua pihak. Banyak orang yang tidak berani bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukannya.bertanggung jawab. 7) 90 .6. Selain itu. 1) Kutipan di atas menggambarkan bahwa Si Cerdik sangat beragama. Jika sikap tanggung jawab dapat diterapkan hingga saat ini. orang yang bertanggung jawab yaitu orang yang berani mengakui semua perbuatan yang dilakukannya. sentosa. (HSBDSC hlm. Jadi.1. Ia tidak mengambil emas yang telah mereka temukan. 89 4. (HSBDSC hlm. Peristiwa itu terdapat pada kutipan berikut ini. bertanggung jawab adalah salah satu moral positif yang dapat dimiliki oleh semua orang. ada juga terdapat sebuah peristiwa seorang bapak yang ingin menolong anaknya. Karena bapaknya kasih akan anaknya.7 Beragama Di dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik terdapat sikap beragama yang sangat kuat kepada penciptanya. Ia sangat mensyukuri pemberian dari Allah Subahanallahuwata‟ala yaitu sebuah emas yang terhanpar di jalan.

Peristiwa tersebut menggambarkan besarnya iman seorang bapak kepada Tuhannya. seperti firmannya. bila seseorang melakukan sesuatu perbuatan yang jahat maka hidup orang itu tidak akan sentosa. Ia selalu teringat kepada Tuhannya akan sesuatu yang ia kerjakan. Orang yang melakukan atas dasar agama. “Barangsiapa suka melihat kejahatan orang niscaya pada hari itu jatuhlah kejahatan itu kepada dirinya juga”. 13) Kutipan di atas menggambarkan hikayat ini mengandung keagamaan yang terlihat dari sebuah firman Allah ta‟ala. Nilai moral tentang beragama dikatakan dalam sebuah firman atau surat dari Allah ta‟ala. Jadi. dan juga niscaya tiada dapat diterbangkan Rajawali akan tuan hamba punya anak”. Orang itu menyerahkan sesuatu yang ia lakukan berdasarkan firman Allah ta‟ala yang dipahaminya. Jikalau bicara tuan hamba tanya kepada yang punya takdir yang melakukan kodiratnya. Keagamaan yang dimiliki bapak itu yaitu beragama atau beriman yang kuat. Di akhir hikayat ini juga terdapat nilai moral yang berupa sikap beragama. karena ada dalil firman Allah ta‟ala yakni “ Bahwasanya aku mengetahui yang tiada kamu mengetahui dan bicara hamba jikalau tiada dapat tikus makan besi seratus kati. Demikianlah perinya dan ibarat hikayat bagi orang suka berbuat fitnah kepada sesamanya dan dari segala yang gemar berbuat fitnah itu tiada diperoleh sentosa didalam hidupnya. ada juga peristiwa seorang yang mempercayai sesuatu hal itu merupakan suatu takdir dari Allah ta‟ala. Sebaliknya jika seseorang . Jadi. Perbuatan yang tidak diketahui orang lain itu dibuktikan atas dasar firman Allah ta‟ala. (HSBDSC hlm.Seorang ayah menolong anaknya tetapi yang ia tolong adalah seorang anak yang berbuat jahat. Ia melakukan perbuatan dengan rasa takut dan selalu teringat akan Allah ta‟ala. Orang melakukan perbuatan sesuatu yang tidak diketahui orang lain. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut ini. Firman tersebut mengatakan bahwa kejahatan yang dilakukan seseorang akan menimpa dirinya sendiri. (HSBDSC hlm. Orang yang beragama dalam hikayat ini ditujukan pada setiap orang agar berbuat baik dan tidak melakukan perbuatan yang jahat. Selain peristiwa di atas. karena ia melakukan sesuatu hal selalu teringat akan penciptanya yaitu Allah ta‟ala. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. pasti diketahui oleh penciptanya yaitu Allah ta‟ala. maka orang tersebut akan menyerahkan 91 sesuatu yang ia lakukan berdasarkan takdir yang diberikan penciptanya yaitu Allah ta‟ala. 12) Sesuatu hal yang ditakdirkan datangnya hanya dari penciptanya. Hal tersebut seperti yang digambarkan pada kutipan di atas. hikayat ini benar-benar mengandung keagamaan yang sangat kuat.

Jadi. lalu diambilnya emas itu dibawa pulang ke rumahnya. Peristiwa menfitnah seseorang terdapat pada kutipan berikut. sikap beragama merupakan nilai moral yang baik dalam diri seseorang. dan sentosa. Orang yang melakukan perbuatan tidak atas dasar agama yang dimiliki. Perbuatan menfitnah dapat juga terjadi kapan saja dan oleh siapa saja. Masyarakat yang beragama kuat maka hidup ini akan terasa indah. untuk melakukan suatu 92 perbuatan yang baik. Orang yang memiliki agama hanya sekedar mempunyai agama. Hasil analisis Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik ini diharapkan dapat membangkitkan sikap beragama seseorang sekarang ini yang sudah mulai pudar. Perbuatan menfitnah akan timbul pada diri seseorang. tetapi juga terdapat nilai moral yang negatif. Berdasarkan beberapa kutipan di atas. Salah satu nilai moral negatif yaitu perbuatan yang 93 merugikan orang lain. Maka kata si Cerdik “siapa tahu engkaulah yang . bila orang tersebut mempunyai maksud buruk pada orang lain. Sikap beragama di atas menggambarkan seorang yang melakukan perbuatan berdasarkan keimanan yang dimilikinya sendiri.6. 4. sikap beragama yang dimiliki semua orang tidak diterapkan pada kehidupan. ia akan merasa bahwa hidup sulit dan susah. sejahtera.selalu berbuat baik dan selalu ingat akan Allah ta‟ala maka hidupnya akan terasa indah dan sentosa. Di dalam kehidupan saat ini. 4. Nilai moral negatif dalam hikayat ini terjadi pada orang-orang yang mempunyai maksud buruk atau jahat. Masyarakat hendaknya senantiasa mensyukuri nikmat Tuhan dan selalu teringat akan semua permberian-Nya. beragama yang terkandung di dalam hikayat ini juga dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat saat ini.2. menfitnah adalah perbuatan yang negatif. ia akan merasa bahwa hidup ini indah. Jadi. Selang berapa hari maka si Cerdik pergilah dengan seorang diri. Lalu pergilah mereka itu ke pohon itu didapatnya emas itu sudah tiada lagi.6. baik terhadap teman sendiri maupun orang lain. Orang yang melakukan perbuatan atas dasar agama yang dimiliki.2 Nilai Moral Negatif Di dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik tidak hanya terdapat nilai moral yang positif. Selain itu. Lalu Si Bodoh datang mengajak si Cerdik hendak pergi mengambil emas itu. beragama merupakan suatu perbuatan yang mengingatkan kita pada penciptanya.1 Menfitnah Menfitnah merupakan suatu perbuatan yang sangat merugikan bagi orang yang difitnah. Orang tidak melakukan perbuatan berdasarkan agama yang dimiliki tetapi hanya berdasarkan keinginan nafsu.

Menfitnah seseorang. jikalau dilihat oleh Ular hendak memakan itu niscaya disambarnya dan dibunuhnya akan Ular itu. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. bahwa emas yang mereka temukan telah diambil si Bodoh. tetapi emas itu aku ambil dan aku katakan si Bodoh yang mencuri emas itu”. Si Cerdik ingin si Bodoh tidak memperoleh emas itu sedikit pun. agar si Cerdik mendapat emas untuk dirinya sendiri. Si Cerdik ingin Kadi mengadili si Bodoh karena berkhianat. maka si Cerdik menfitnah si Bodoh temannya sendiri. (HSBDSC hlm.mengambil emas itu. Si Cerdik menceritakan bahwa ia menfitnah si Bodoh di depan Kadi. Perbuatan menfitnah hal diatas timbul bila sesorang yang ingin memiliki barang itu untuk dirinya sendiri. lalu si Bodoh tidak dapat berbuat apa-apa atas tuduhan temannya dan si Bodoh hanya bisa menerima tusuhan itu dari si Cerdik. Ujar si Cerdik “hai. 94 Selain peristiwa di atas. maka pura-pura engkau mengajak aku. pohon kayu itu akan jadi saksi hilangnya emas itu. 2) Kutipan di atas menggambarkan Si Cerdik menfitnah si Bodoh. si Cerdik berbuat fitnah terhadap temannya sendiri. 95 Perbuatan menfitnah dapat timbul kepada siapa saja. karena khianat si Bodoh akan hambamu ini. melainkan engkau ini khianat”. si Bodohlah yang mengambil emas itu. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. (HSBDSC hlm. Si Cerdik menfitnah si Bodoh yang mengambil emas itu. Maka engkau hantarkan pada lubang Ular itu. Lalu si Cerdik ingin bapaknya untuk membantunya dalam pengadilan. 2) Si Cerdik tidak hanya menfitnah si Bodoh di depan Kadi. dapat timbul bila seseorang mempunyai rasa dendam pada orang lain. 4) Kutipan di atas menggambarkan si Cerdik suka menfitnah seseorang. Akibat dari sebuah emas yang mereka temukan. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. ia hanya bisa mendengarkan perkataan anaknya. (HSBDSC hlm. dan yang ia fitnah adalah temannya sendiri. Si Bodoh difitnah oleh si Cerdik. Maka ujar si Cerdik “ Tuan hamba kadi dihakimkan antara kedua kami ini. si Cerdik menfitnah si Bodoh di depan Kadi. bapakku bahwa aku mengaku kepada Kadi bahwa itu pohon kayu tempat emas kami taruhkan berdua dengan si Bodoh. bahwa si Bodoh yang mengambil emas itu. lalu tiada diberi tahu hambamu ini”. Apabila engkau yaitu Katak lihat lubang Jerapah maka ambil olehmu barang tiga ekor ikan. dan orang lain tidak boleh memilikinya. 6) . (HSBDSC hlm. Walaupun bapaknya si Cerdik mengetahui anaknya berbuat fitnah. tetapi juga di depan bapaknya si Cerdik.

96 4. Perbuatan mencuri dapat merugikan orang yang dicuri barangnya. jikalau dilihat oleh Ular hendak memakan itu niscaya disambarnya dan dibunuhnya akan Ular itu. Si Cerdik tidak ingin emas itu dibagi dua. maka perbuatan menfitnah akan timbul. perbuatan menfitnah masih dimiliki oleh setiap orang. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. perbuatan menfitnah dapat membuat hidup ini tidak sentosa. lalu diambilnya emas itu dibawa pulang ke rumahnya. (HSBDSC hlm. Mereka pun mendapat sepotong emas terhantar di jalan raya.2 Mencuri Mencuri merupakan perbuatan yang merugikan orang lain.6. (HSBDSC hlm. Jerapah menganggap bahwa Ular yang telah mencuri ikan tersebut. Katak mengambil tiga ekor ikan milik Jerapah. lalu Ular tersebut akan dimakan oleh jerapah. Suatu hari si Cerdik dengan si Bodoh berjalan berdua. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. Hanya orang yang mempunyai maksud buruk. Perbuatan mencuri dapat terjadi bila seseorang mempunyai maksud tertentu pada seseorang. Ikan yang dicuri katak diberikan kepada Ular. Hal tersebut terjadi pada peristiwa berikut. Kemudian Katak ingin melihat Jerapah membunuh Ular karena telah mencuri ikannya. Perbuatan memfitnah dapat menimbulkan suatu hal yang buruk bagi siapa saja. orang yang menfitnah pun akan mendapatkan balasan dari apa yang dilakukannya. Katak melakukan 97 . perbuatan menfitnah adalah suatu hal yang negatif. Selang berapa hari maka si Cerdik pergilah dengan seorang diri. Jadi. Selain itu. Apabila engkau lihat lubang Jerapaya maka ambil olehmu barang tiga ekor ikan. lalu ikan tersebut diletakkan di tempat Ular. sehingga menfitnah merupakan perbuatan yang negatif. 1) Kutipan di atas menggambarkan si Cerdik mengambil emas dan emas itu sebenarnya adalah milik berdua antara si Cerdik dengan si Bodoh. Di dalam kehidupan sekarang ini.2. Orang mencuri biasanya ingin memiliki barang itu menjadi miliknya sendiri. 6) Katak mencuri untuk membalas dendam kepada Ular. Lalu Katak menfitnah Ular. Maka engkau hantarkan pada lubang Ular itu. maka ia mencuri emas tanpa sepengetahuan si Bodoh. Lalu mereka menyimpan emas itu di pohon kayu besar. Menfitnah adalah suatu perbuatan yang merugikan bagi yang difitnah. Katak mencuri ikan milik Jerapah. Perbuatan menfitnah dapat muncul kepada siapa saja. karena merugikan siapa saja. yaitu seseorang mencuri hanya ingin untuk membalas dendam kepada seseorang.Kutipan di atas menggambarkan bahwa Katak ingin membalas dendam pada Ular. Jadi.

Biasanya orang yang mencuri ingin dirinya memiliki kepuasan tersendiri. tetapi si Cerdik membuat pohon itu dapat berbicara karena di dalam pohon tersebut terdapat Bapak si Cerdik. Ujar si Cerdik “hai. Selain peristiwa di atas. Saksi . Si Cerdik meminta kepada bapaknya untuk menjadi seperti seorang saksi yang memberi jawaban atas pertanyaan dari Kadi. Hal ini terjadi pada si Cerdik karena ia ingin memiliki emas temannya. karena ia telah mengatakan bahwa pohon dapat memberikan kesaksian. Si Cerdik mengatakan bahwa ada saksi sebuah pohon melihat bahwa si Bodoh yang mengambil emas itu. sehingga timbullah perbuatan ingin mencuri. Maka sahut anaknya “hai bapakku pohon kayu itu berlubang.perbuatan mencuri atas dasar balas dendam pada Ular. Perbuatan mencuri dalam kehidupan akan menimbulkan kekacauan dan menjadikan hidup ini tidak aman dan sentosa. mencuri adalah perbuatan yang negatif karena merugikan orang lain. Bila dilihat pada kehidupan sekarang ini.3 Berbohong Orang akan melakukan apa saja untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya. (HSBDSC hlm. Perbuatan mencuri hanya untuk mementingkan keinginan sesaat. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. ada juga seorang saksi yang berbohong. barangkali lolos lalu bapakku masuk ke dalam pohon itu.2. perbuatan mencuri membawa dampak buruk bagi kehidupan semua orang.6. bapakku bahwa aku mengaku kepada Kadi bahwa itu pohon kayu tempat emas kami taruhkan berdua dengan si Bodoh. Katak berpikir bahwa perbuatannya akan merugikan orang lain. Banyak orang ingin memiliki barang orang lain. Orang yang mencuri mempunyai maksud tertentu hanya untuk dirinya sendiri. 4. Saksi itu melakukan perbuatan bohong karena diminta seseorang. Jika ditanya oleh Kadi itu. maka ia menfitnah bahwa temannya yang mengambil emas itu. Jadi. demikianlah hamba minta kepada bapak”. maka hendaklah bapakku menyahut sebagaimana ada orang yang tanya saksi. Perbuatan mencuri tidak hanya terjadi pada masyarakat kalangan atas melainkan kalangan bawah. tetapi emas itu aku ambil dan aku katakan si Bodoh yang mencuri emas itu”. Selain itu. pohon kayu itu akan jadi saksi hilangnya emas itu. Sesungguhnya bahwa pohon tersebut tidak dapat berbicara sehingga si Cerdik berbohong bahwa 98 pohon itu dapat menjadi saksi dan berbicara. 4) Kutipan di atas menggambarkan si Cerdik telah berbohong kepada Kadi atau hakim. perbuatan mencuri masih ditemukan. Sesungguhnya pohon itu tidak dapat dijadikan saksi karena tidak dapat berbicara. Inilah supaya bapakku tolong aku dan supaya emas itu kita peroleh”. tetapi ia tetap melakukan balas dendam pada Ular.

(HSBDSC hlm. Lalu ia pergi kepada Amin dan ia berkata “hai temanku Amin adakah tuan mendengar khabar anak hamba lenyap. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. Berikut ini juga termasuk kutipan teman yang berbohong kepada temannya sendiri.itu sebuah pohon yang di dalamnya ada orang tua. Maka kata Barzagan “engkau yang punya besi itu. Barzagan pun merasakan bagaimana dirugikan atas perbuatan yang telah dilakukannya . Perbuatan bohong tersebut telah merugikan si Bodoh. Saksi tersebut berbuat bohong karena keinginan orang yang mencuri emas yaitu si Cerdik. ia ingin memiliki besi seratus kati itu. ada juga orang yang berbohong terhadap temannya. Maka si Bodoh dan si Cerdik bersama-sama telah sampai kepada pohon kayu. Ia melakukan kebohongan karena ingin memiliki barang temannya tersebut. 9-10) Kutipan di atas menjelaskan bahwa Barzagan mengatakan besi milik temannya telah habis dimakan tikus ketika disimpan dalam gudang. Pohon mengatakan bahwa si Bodoh yang mengambil emas itu. dan pohon itu berbohong dalam memberikan kesaksian. Perbuatan berbohong tersebut telah merugikan si pemilik besi itu. Amin berbohong karena ia ingin membalas dendam pada Barzagan yang pernah membohongi Amin. Selain itu. Ia mengatakan bahwa besi seratus kati kepunyaan temannya telah habis dimakan tikus. Maksud Barzagan membohongi temannya. 11) Kutipan di atas mengambarkan Amin berbohong pada Barzagan temannya sendiri. katalah 99 kepada aku”. Amin mengatakan bahwa anak Barzagan diterbangkan atau dibawa Rajawali. lalu ia berkata “ya temanku jikalau hamba tahu akan anak saudaraku diterbangkan oleh Rajawali niscaya aku berbatalah daripadanya”. (HSBDSC hlm. 8) Kutipan di atas menggambarkan seorang saksi berbohong pada Kadi atau hakim. Maka saya pohon kayu itu “si Bodohlah yang mengambil emas itu”.” Maka Amin pun terkejut mendengar kata 100 Barzagan itu. Peristiwa tersebut ada pada kutipan berikut. maka tiba-tiba besimu itu tiada kelihatan dan telah habis dimakan oleh tikus”. (HSBDSC hlm. Ia berbohong dengan sebuah perkataan yang mustahil. maka akupun tersadar akan hendak memperbaiki gudang itu. Maka Kadi bertanya demikian katanya “ hai pohon kayu siapa yang telah mengambil emas itu. aku taruh besi itu didalam gudang berapa lamanya kemudian. Pada esok harinya Kadi pun datang kepada pohon kayu itu dengan segala jamaahnya.

Katak sangat sedih dan menderita karena Ular selalu memakan semua anak Katak. Rencana tersebut pun dilakukan oleh Katak. Jadi. lalu 101 Katak ingin balas dendam atas perbuatan Ular. Sikap ini hanya menguntungkan diri sendiri dan merugikan orang banyak. Setelah itu Katak pun berpikir dalam hatinya akan kesedihannya ini. Hidup ini akan terasa tidak aman. . Sikap balas dendam dapat terjadi kepada siapa saja. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. Katak ingin Ular itu tidak mengganggunya lagi. masih juga ditemukan sikap balas dendam. Maka pada masa itu luputlah engkau daripada bahaya seteru itu. Sikap balas dendam akan membuat dampak yang buruk bagi kehidupan. sehingga hidup ini akan terasa tidak sentosa dan tidak aman. Balas dendam biasanya dimiliki orang yang mempunyai maksud buruk pada orang lain. tetapi dapat juga merugikan dirinya sendiri. 4. Sikap balas dendam dimiliki oleh orang yang mempunyai niat jahat pada orang lain. Di dalam kehidupan sekarang ini. Jadi. Sikap balas dendam itu telah merugikan Ular. Perbuatan berbohong dapat dilakukan oleh setiap orang. Biasanya perbuatan balas dendam berupa kekerasan fisik.2.ketika membohongi Amin. Lalu Katak membuat rencana untuk menfitnah Ular. agar Ular dimakan oleh Jerapah. dan Katak ingin Ular dimakan oleh Jerapah.4 Balas Dendam Sikap balas dendam dapat muncul bila seseorang mempunyai rasa marah dan disakiti oleh orang lain. sikap balas dendam merupakan sikap yang negatif atau sikap yang buruk. Balas dendam merupakan perbuatan yang negatif karena merugikan orang lain. berbohong merupakan perbuatan yang negatif. Balas dendam dapat terjadi bila seseorang mempunyai rasa sakit hati pada orang lain. tetapi kebohongan apa pun pasti dapat terbongkar dengan adanya suatu kebenaran. karena merugikan orang lain. seperti perkelahian dan saling membunuh. Sikap dendam hanya menguntungkan diri sendiri yang hanya bersifat sesaat saja. Maka engkau hantarkan pada lubang Ular itu. 6) Kutipan di atas menggambarkan Katak ingin balas dendam kepada Ular. Apabila engkau lihat lubang Jerapaya maka ambil olehmu barang tiga ekor ikan. (HSBDSC hlm. Katak ingin balas dendam pada Ular karena ia marah akan perbuatan Ular. Sikap balas dendam akan timbul pada siapa saja. Ular yang mempunyai sikap serakah. jikalau dilihat oleh Ular hendak memakan itu niscaya disambarnya dan dibunuhnya akan Ular itu. Berbohong merupakan perbuatan yang merugikan orang lain.6. karena 102 banyak terjadi orang yang saling balas dendam.

Selang berapa hari maka si Cerdik pergilah dengan seorang diri. Perbuatan serakah yang dilakukan Ular adalah nilai moral yang negatif. Jadi. (HSBDSC hlm. 4. sebenarnya emas tersebut adalah milik mereka berdua. Setelah itu maka dibawalah emas itu dan ditaruhnya kepada suatu pohon kayu yang besar. 1-2) Kutipan di atas mengambarkan si Cerdik yang mengambil emas milik hasil temuan dirinya dengan si Bodoh. Perbuatan serakah dapat timbul pada diri seseorang yang mempunyai niat yang buruk. Ular selalu membuat Katak bersedih. 6-7) Perbuatan di atas menggambarkan Jerapah yang mengikuti hawa nafsu untuk memakan hewan yang ada di depannya. lalu ia mengambilnya dan dibawa pulang untuk diri sendiri. maka ia . Maka Jerapaya pun berjalan-jalan antara itu. maka dilihatnya oleh Jerapaya itu Katak anak beranak hendak keluar maka dimakannya oleh Jerapaya. Peristiwa tersebut ada pada kutipan berikut ini. telah merugikan si Bodoh. Maka bertemu dengan lubang Katak. Biasanya perbuatan serakah hanya menguntungkan diri sendiri dan merugikan orang lain.Di dalam hikayat ini banyak terdapat sikap negatif yang dapat dijadikan contoh pengajaran dalam kehidupan.6. karena telah merugikan Katak. tetapi Ular selalu memakan semua anak Katak dan yang tersisa hanya seekor Katak. ada sebuah cerita bahwa Ular selalu memakan semua anak Katak. lalu diambilnya emas itu dibawa pulang ke rumahnya. Perbuatan yang dilakukan Ular yaitu serakah karena ia hanya mementingkan diri sendirinya untuk makan. karena telah merugikan orang lain. Maka dilihatnya ikan tiada Ular pun tiada di lubangnya. ada juga perbuatan Jerapah seperti Ular yang suka makan. Hal yang dilakukan Jerapah terdapat pada kutipan berikut ini. karena sikap negatif selalu membawa akibat buruk atau jahat bagi manusia. Maka ujar bapanya “ada seekor Katak berhampiran liang dengan Ular lalu tiap-tiap Katak itu beranak dimakan oleh ular itu”. Peristiwa tersebut ada pada kutipan beriku ini. walaupun tempat tinggal mereka berdekatan. (HSBDSC hlm. Si Cerdik tidak ingin emas itu dibagi oleh si Bodoh. 5) Kutipan di atas menggambarkan bahwa tempat tinggal Ular berdekatan dengan Katak. Perbuatan Ular itu adalah serakah. Ia hanya ingin hidup.2. Selain perbuatan Ular yang seperti itu. yang seharusnya dibagi dua. Jerapah tidak melihat apa pun yang dapat dimakannya. Sikap si Cerdik yang serakah itu.5 Serakah Serakah adalah salah satu perbuatan yang ingin memiliki sesuatu benda untuk dirinya sendiri. Lalu mereka pulang ke rumahnya. 103 Selain peristiwa di atas. (HSBDSC hlm. Katak itu habis semuanya dimakan.

9) Sikap serakah akan timbul bila seseorang mengikuti hawa nafsunya. . terdapat pula perbuatan serakah pada sahabatnya sendiri. Barzagan ingin besi milik Amin menjadi miliknya. masih juga ditemukan perbuatan serakah. maka hidupnya akan sengsara dan tidak bahagia. Perbuatan serakah timbul karena mempunyai maksud buruk. Perbuatan serakah hanya menguntungkan bagi diri sendiri. Di dalam kehidupan sekarang ini. Perbuatan serakah selalu merugikan orang lain.harus banyak makan. dan banyak merugikan orang lain. Selain peristiwa di atas. Bila perbuatan serakah terus meningkat. Lalu oleh Barzagan dijual besi itu. maka serakah merupakan sikap negatif atau nilai moral yang buruk. maka hidup ini akan penuh dengan kekacauan. Kemudian ia pergi kerja. Perbuatan serakah akan selalu merugikan orang lain. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. Saat ini. Perbuatan serakah Jerapah telah merugikan makhluk yang ada di sekitarnya. (HSBDSC hlm. Maka ada padanya besi seratus kati itulah dibawa kepada seorang sahabatnya bernama Barzagan ditaruhnya disitu. Jerapah memakan semua anak Katak dan induk 104 Katak tersebut. keserakahan banyak terjadi yaitu serakah akan harta. Hal tersebut terlihat seperti kutipan di atas. Barzagan yang serakah atas besi yang dimiliki Amin sahabatnya. Hidup dengan perbuatan serakah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->