KAJIAN FILOLOGIS DALAM HIKAYAT CERITA SEORANG BODOH DAN SEORANG CERDIK DAN INTERPRETASI NILAI MORAL

SKRIPSI untuk memperoleh gelar Sarjana Sastra

oleh Nama NIM : Wikurnia : 2150402007

Program Studi : Sastra Indonesia Jurusan Indonesia : Bahasa dan Sastra

FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2006

SARI Wikurnia. 2006. Kajian Filologis dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dan Nilai Moral. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I : Yusro Edy Nugroho, S.S, M. Hum, Pembimbing II : Sumartini, S.S.

Kata kunci : filologi, hikayat, cerita berbingkai, suntingan teks, dan nilai moral.

Naskah tulisan tangan adalah salah satu bentuk warisan kebudayaan Indonesia yang kurang mendapat perhatian dari masyarakat dibandingkan dengan peninggalan-peninggalan klasik lainnya, seperti candi dan prasasti. Ilmu khusus yang dapat menelaah naskah tulisan tangan yaitu ilmu filologi. Salah satu naskah yang dapat dijadikan objek penelitian filologi adalah naskah yang berbentuk hikayat. Hikayat dikaji secara filologi untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, salah satunya adalah nilai moral. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini diarahkan pada analisis kajian filologi dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dan nilai moral. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap isi cerita dan nilai moral dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik sehingga dapat dibaca, dinikmati dan bermanfaat bagi masyarakat saat ini. Manfaat penelitian ini secara teoretis dapat menjadi masukan bagi teori filologi dalam memberikan informasi mengenai isi Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik terutama nilai moral yang terdapat di dalamnya. Adapun manfaat secara praktis diharapkan dapat membentuk watak generasi muda yang berbudi luhur dan dapat mengembangkan kepribadian diri membentuk moralitas yang baik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan filologi. Teori yang digunakan yaitu teori filologi dan nilai moral. Data penelitian yang dipakai berupa kalimat dan paragraf atau pernyataan yang terdapat dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik yang

mengandung informasi tentang nilai moral. Adapun sumber data penelitian ini adalah Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik tebal 13 halaman, berkode ML 229, dan merupakan naskah koleksi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam menganalisis data adalah metode naskah tunggal edisi standar. Selain itu, dijelaskan pula tentang teknik analisis data dan langkah kerja dalam penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kajian filologi yang dilakukan secara mendalam, dapat mengungkap isi cerita dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik sehingga dapat dibaca dan dinikmati masyarakat saat ini. Nilai moral yang ditemukan dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dari segi nilai moral positif meliputi: sikap adil, sikap jujur, kasih sayang, percaya, menolong, bertanggung jawab, dan beragama. Adapun nilai moral yang ditemukan dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dari segi nilai moral negatif meliputi: menfitnah, mencuri, berbohong, balas dendam, dan serakah. Berdasarkan temuan tersebut, saran yang dapat disampaikan adalah: 1) dengan adanya penelitian ini diharapkan akan muncul usaha-usaha baru dalam penelitian filologi di masa yang akan datang; 2) dengan adanya hasil penelitian ini diharapkan pembaca dapat menerapkan nilai moral yang ada dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dalam kehidupan sehari-hari.

prasasti. seperti tata karma. dan naskah lama yang biasa ditemukan dalam bentuk warisan kebudayaan. namun mereka tetap memiliki persamaan-persamaan dasar yang satu. adat istiadat. kebudayaan. juga disebabkan keberadaannya yang pada umumnya tersimpan di lemari-lemari penduduk .BAB I PENDAHULUAN 1. meskipun kebudayaan-kebudayaan daerah di kepulauan nusantara itu telah tumbuh dan berkembang sendiri-sendiri sesuai dengan kondisi alam geografisnya dan cenderung berbeda-beda. adat istiadat. Artinya. norma-norma kehidupan. dan bahasa daerah. Hal ini selain karena bentuk tampilan yang kurang menarik. Naskah tulisan tangan adalah salah satu bentuk warisan kebudayaan Indonesia yang kurang mendapat perhatian dari masyarakat dibandingkan dengan peninggalan-peninggalan klasik lainnya. seperti candi dan prasasti. Kebudayaan yang berbentuk fisik adalah candi. dan lain-lain. Kebudayaan yang ada inimemiliki ciri khas kenusantaraan yaitu Bhineka Tunggal Ika. Adapun kebudayaan yang berbentuk nonfisik adalah nilai-nilai budaya.1 Latar Belakang Masalah Indonesia dihuni oleh berbagai suku bangsa yang memiliki sejarah. Kebudayaan-kebudayaan yang merupakan peninggalan masa lampau dapat berwujud fisik dan nonfisik.

Prosa sastra Melayu klasik lazim disebut hikayat karenapada umumnya judul prosa sastra Melayu klasik didahului dengan kata hikayat. Selain itu. Sifat didaktis yang tersamar di dalam cerita. Ilmu khusus yang dapat menelaah naskah tulisan tersebut yaitu ilmu filologi. Sifat utile diartikan sebagai mengandung pengajaran dan keteladanan. terkesan bahwa pada umumnya karya sastra bersifat didaktis instruktif. syair. serta berbagai pula topik yang dibawakannya. disajikan secara simbolis sebagai fabel seperti Hikayat Pelanduk Jenaka. peribahasa. Filologi dapat diartikan sebagai cinta pada ilmu dengan objek penelitiannya naskah. ada pula yang lebih langsung mengajarkan masalah agama atau kebajikan memerintah seperti Bustanussalatin. Jenis karya sastra yang termasuk puisi adalah mantra. talibun. Naskah dapat diartikan sebagai semua bentuk tulisan tangan nenek moyang kita pada kertas. dan kulit kayu yang menyimpan berbagai ungkapan pikiran dan perasaan sebagai hasil budaya bangsa masa lampau. Adapun sifat dulce diwujudkan di dalam kemerduan permainan .dan museum. Karya-karya itu biasanya beragam prosa tetapi ada juga yang beragam puisi seperti Syair Rukun Haji dan Syair Nasihat Bapa kepada Anaknya. atau sebagai cerita bingkaian yang terdiri atas sejumlah cerita yang berisi pengajaran hidup seperti Hikayat Seribu Satu Malam. pantun. lontar. terutama tentang kearifan hidup bermasyarakat dan kehidupan beragama. gurindam. Menurut Sudjiman (1994:15) karya sastra lama ada berbagai ragam (genre) dan jenisnya. dan lain-lain (Djamaris 1990:12). yaitu yang mengandung pengajaran dan bimbingan moral. Naskah kuno yang merupakan karya sastra klasik dikelompokkan dalam dua kelompok yaitu prosa dan puisi (drama tidak dikenal dalam sastra Melayu klasik). Tujuan filologi adalah untuk menemukan bentuk asal dan bentuk mula teks dan mengungkapkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. serta sulit mengetahui maknanya tanpa penelaahan dengan disiplin ilmu khususnya.

tetapi juga pandai memberi nasihat kepada tuan mereka tentang berbagai masalah yang dihadapi oleh manusia (Fang 1993:1). dan menimbulkan rasa keindahan sehingga kenyataan hidup yang kurang menyenangkan terlupakan sesaat (Sudjiman 1994:15). misalnya untuk membuktikan kebenaran kata-katanya. Cerita berbingkai adalah cerita yang di dalamnya mengandung cerita lain (pelaku atau peran di dalam cerita itu bercerita) (Kamus Besar Bahasa Indonesia 2002:210). serta gaya bahasa dan majas dengan penyajian yang memikat. 1. dan Hikayat Bakhtiar. Biasanya seorang tokoh atau lebih bercerita dan giliran tokoh dalam cerita itu bercerita pula. Hikayat dapat berisi tentang cerita berbingkai. Cerita berbingkai ini berasal dari India dan datang ke kepulauan ini dengan melalui berbagai jalan yang biasanya di dalamnya disisipkan cerita-cerita lain. cerita berbingkai di India dapat dibagi dalam tiga golongan. menyejukkan perasaan. Di dalam cerita sisipan itu mungkin ada cerita sisipan lagi sehingga pada akhirnya cerita itu menjadi panjang dan luas. yaitu Hikayat Bayan Budiman. Salah satu naskah yang dapat dijadikan objek penelitian filologi adalah naskah yang berbentuk hikayat. Di India. Hikayat Kalilah dan Dimnah. cerita berbingkai disebut Akhyayika yang berarti cerita dan katha yang berarti menyenangkan. .bunyi. menurut Fang (1993:1) di dalam sastra Melayu ada beberapa cerita berbingkai yang terkenal. Cerita yang dikumpulkan untuk memberi ajaran agama. Menurut Winternitz (dalam Fang 1993:1-2) berdasarkan tujuannya yang berbeda-beda. Hikayat adalah cerita tentang kehidupan seseorang. misalnya cerita Jenaka dan cerita-cerita Budhis serta Jaina lainnya. keteraturan irama. Sementara itu. Ciri cerita berbingkai ialah bahwa dalam cerita berbingkai binatangbinatang selalu diberi sifat manusia. Binatang-binatang ini tidak hanya pandai bercerita.

setiap kebudayaan memiliki pilihan binatang sendiri untuk melukiskan jenis watak manusia tertentu (Anonim 1997:242). nilai hiburan. Tujuan cerita binatang untuk menyajikan ajaran moral. nilai budaya. Fabel sebagai salah satu bentuk sastra imajinatif yang diungkapkan secara lisan atau tulisan mengandung makna berbeda dari apa yang tersurat. antara lain nilai sosial. Fabel dapat diartikan cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang (berisi pendidikan moral dan budi pekerti) (Kamus Besar Bahasa Indonesia 2002:312). dan masih banyak lagi nilai-nilai yang dibutuhkan dalam kehidupan manusia (Yunus 1990:105). nilai moral juga dapat dipakai sebagai pedoman hidup masa yang akan datang dan dapat memberikan dampak yang baik bagi masyarakat. Ajaran moral tidak dipentingkan. Sifat manusia tertentu diwujudkan dalam binatang tertentu. keagamaan.2. nilai estetis. . misalnya Pancatantra dan kumpulan cerita yang lainnya. Nilai-nilai yang ada di dalam karya sastra biasanya mencakup berbagai aspek kehidupan. Di dalam cerita berbingkai tersebut terdapat cerita berupa fabel. Nilai moral dapat diartikan sebagai konsep ide tentang tindakan manusia yang diterima untuk suatu masyarakat tertentu mengenai perbuatan akhlak budi pekerti dan kesusilaan yang dijunjung tinggi dan menjadi pedoman dalam berperilaku di masyarakat. misalnya Vetalapancavimsati dan Sukasaptati. Jadi. Hikayat dikaji secara filologi untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Cerita yang bertujuan memberi hiburan semata-mata. Selain itu. 3. Biasanya yang menjadi pelakunya binatang atau kadang-kadang manusia dan binatang. nilai moral. Cerita yang bertujuan memberi ajaran politik dan pengetahuan duniawi. salah satunya adalah nilai moral. Tokoh binatang kancil pada fabel Indonesia sama dengan tokoh rubah pada fabel Eropa yang menggambarkan keunggulan pikiran atas keunggulan fisik.

cerita seorang Bodoh dan seorang Cerdik dan yang di dalamnya ada sebuah cerita yang berbentuk fabel berupa cerita liang Katak berhampiran dengan liang Ular dan cerita yang ketiga dalam hikayat tersebut berupa cerita besi seratus kati dimakan tikus dan rajawali menerbangkan anak-anak. Lalu si Cerdik membohongi Kadi atau hakim bahwa ada seorang saksi yaitu pohon besar. Hal yang menarik dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik adalah ceritanya berbingkai. Selain itu. Dalam hikayat tersebut terdapat tiga buah cerita yang mencakup yang pertama. Bapaknya si Cerdik menceritakan sebuah hikayat bahwa perbuatan menfitnah dapat merugikan diri sendiri.Di dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik menurut penulis terdapat muatan moral. Si Cerdik hanya ingin memililiki emas itu sendiri lalu ia menfitnah si Bodoh yang mencuri emas itu dan si Cerdik ingin Bodoh diadili. melainkan Katak yang dimakan Jerapah. Bila ajaran moral ini digali dan diungkapkan. Lalu Katak itu menfitnah Ular dengan cara ia mencuri tiga ekor ikan milik Jerapah. jika ajaran moral diterapkan dalam kehidupan masyarakat maka hidup ini akan sentosa. Adapun ringkasan cerita Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik sebagai berikut: Ringkasan cerita yang pertama yaitu si Cerdik menginginkan sebuah emas yang ditemukan si Cerdik dan si Bodoh di jalan. Katak melakukan hal tersebut tetapi bukan Ular yang dimakan Jerapah. karena Ular itu memakan semua anak Katak. Sebelum bapaknya si Cerdik menuruti permintaan anaknya. Bapak si Cerdik bercerita “bahwa Katak ingin membalas dendam kepada Ular. lalu ikan itu ia taruh di liang Ular. karena Jerapah tidak melihat Ular ditempatnya tetapi melihat Katak yang sedang beranak”. Inilah cerita yang kedua yaitu hikayat liang Katak yang berdekatan dengan liang Ular. Hikayat ini diceritakan agar si Cerdik . Maka Jerapah akan memakan Ular tersebut karena mencuri tiga ekor ikannya. maka dapat membentuk watak generasi muda yang berbudi luhur dan dapat menjadikan jiwa yang teguh.

3 Rumusan Masalah . bahwa hikayat tersebut mengandung nilai moral yang dapat memberikan manfaat bagi generasi selanjutnya untuk membentuk moralistas yang baik.untuk menyesali perbuatannya. Kebohongan terbongkar. Ringkasan cerita yang ketiga yaitu. Jadi. Lalu Amin pun ingin membuktikan hal tersebut lalu ia menyembunyikan anaknya Barzagan. Amin mempunyai seorang teman yang bernama Barzagan. Barzagan mengatakan kepada Amin bahwa besinya telah habis dimakan tikus. dinikmati. Amin menitipkan emas seratus kati kepada Barzagan. penulis tertarik untuk memilih hikayat tersebut untuk dikaji secara filologis dan juga akan dianalisis interpretasi nilai moralnya sehingga dapat dibaca. Keesok harinya pohon kayu yang di dalamnya terdapat Bapak si Cerdik itu pun menjadi saksi. Barzagan menemui Amin. 1. Lalu Barzagan berpikir bahwa anaknya ada pada Amin. Barzagan mengatakan sebenarnya bahwa besi Amin masih ada pada Barzagan. dan bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya. 1. Lalu Amin mengatakan bahwa ia melihat bahwa anaknya Barzagan diterbangkan oleh Rajawali. lalu si Cerdik ditangkap dan si Cerdik pun mengembalikan emas itu kepada si Bodoh. maka pembatasan masalah dapat difokuskan pada “kajian filologis dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dan interpretasi nilai moral”. Amin mengembalikan anak Barzagan dan Barzagan mengembalikan besi seratus kati itu. Dari ringkasan cerita di atas. tetapi Barzagan menyembunyikan emas itu.2 Pembatasan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. Barzagan tidak percaya akan perkataan Amin.

1.5 Manfaat Manfaat yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah secara teoretis dapat menjadi masukan bagi teori filologi dalam memberikan informasi mengenai isi Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik terutama nilai moral yang terdapat di dalamnya. 1. 1.4 Tujuan Sesuai dengan masalah yang telah diungkapkan di atas maka tujuan penelitian ini. 2. Nilai moral apa sajakah yang terdapat dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik? 1. Bab satu adalah . Mengungkap kajian filologis Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik sehingga dapat dibaca dan dinikmati masyarakat saat ini. Bagaimana kajian filologis dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik? 2. Mengungkap nilai moral dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya.Berdasarkan pembatasan masalah di atas.6 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan skripsi ini diuraikan bab demi bab secara berurutan. Adapun manfaat secara praktis diharapkan dapat membentuk watak generasi muda yang berbudi luhur dan dapat mengembangkan kepribadian diri membentuk moralitas yang baik. 1. Bab-bab tersebut sebagai berikut ini. maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut ini.

1 Pengertian Filologi Menurut Baried (1983:1) pengertian filologi adalah suatu pengetahuan tentang sastra-sastra dalam arti luas yang mencakup bidang kebahasaan. pengertian cerita berbingkai. Filologi mencakup pengertian filologi dan objek filologi. dan „senang kebudayaan‟. Interpretasi nilai moral mencakup nilai moral positif dan nilai moral negatif dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik. metode penelitian. Pada kata filologi.1 Filologi 2. aparat kritik. rumusan masalah. dan interpretasi nilai moral. dan metode penyuntingan teks. kesastraan. Kritik teks mencakup pengertian kritik teks. filologi berasal dari kata Yunani philos yang berarti „cinta‟ dan kata logos yang berarti „kata‟. Bab tiga adalah metode penelitian yang mencakup data dan sumber data penelitian. kritik teks. Filologi sebagai istilah mempunyai beberapa arti sebagai berikut (Baried. tujuan penelitian. dan pengertian fabel. „senang ilmu‟. pengertian transliterasi. 1983:2). BAB II LANDASAN TEORETIS 2. suntingan teks. transliterasi. kedua kata tersebut membentuk arti „cinta kata‟ atau „senang bertutur‟. 1.1. dan langkah-langkah penelitian. Bab dua adalah landasan teoretis yang berisikan filologi. Kemudian arti ini berkembang menjadi „senang belajar‟. teknik penelitian data. kata sulit (glosarium). dan kebudayaan. dan nilai moral . hikayat. dan sistematika penulisan. pembatasan masalah. . Filologi pernah diartikan sebagai hermeneutik atau ilmu tafsir teks yang dihubungkan dengan bahasa dan kebudayaan masyarakat yang memiliki teks tersebut. manfaat penelitian. Kata filologi menurut etimologi. Bab empat adalah analisis kajian filologis dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dan interpretasi nilai moral yang berisikan deskripsi naskah. Nilai moral mencakup pengertian nilai dan pengertian nilai moral.pendahuluan yang mencakup latar belakang masalah. Bab lima adalah penutup yang berisikan simpulan dan saran. Hikayat mencakup pengertian hikayat.

Penyebutan istilah „klasik‟ pada teks-teks Nusantara pada hakekatnya lebih ditekankan kepada masalah waktu dan periode masa lampau yang di Indonesia biasanya disebut dengan “pramodern” yaitu suatu kondisi waktu di mana pengaruh Eropa belum masuk secara intensif (Lubis 2001:25). Dari naskah klasik itulah orang dapat mengetahui latar belakang kehidupan masyarakat pada zaman lampau misalnya. dan kertas Eropa. sedangkan dalam bahasa Belanda disebut handschrift (Djamaris 1990:11). dan karsa manusia yang hasilnya disebut hasil karya . adat istiadat. menurut Dipodjojo (1996:7) naskah ialah segala hasil tulisan tangan yang menyimpan berbagai ungkapan cipta. kayu. Naskah menurut Ikram (1994:3) adalah wujud fisik dari teks. dan kebudayaan. rotan. 12 4.2.1 Naskah Menurut Baried (1983:54) naskah merupakan benda kongkret yang dapat dilihat atau dipegang. lontar. Jadi.1. teks. dan kertas. pendidikan. dalam bahasa Inggris naskah disebut dengan istilah manuscript. perlu dibicarakan hal-hal mengenai seluk-beluk naskah. Oleh karena itu. Sementara itu. Saat ini filologi ada yang mengartikan sebagai ilmu bantu sastra karena filologi menyiapkan teks-teks sastra. sastra. seperti semua bahan tulisan tangan yang disebut naskah (handschrift). 2. khususnya sastra klasik agar siap dikaji. Filologi ada juga yang mengartikan sebagai studi bahasa atau linguistik. 13 Menurut Sudardi (2001:3) objek penelitian filologi adalah teks dari masa lalu yang tertulis di atas naskah yang mengandung nilai budaya. rasa. Filologi pernah diartikan sebagai ilmu pengetahuan tentang segala sesuatu yang pernah diketahui orang. Lubis (2001:16) menjelaskan pengertian filologi adalah pengetahuan tentang sastra-sastra dalam arti luas yang mencakup bidang bahasa. Tidak jauh berbeda dengan pendapat Baried. dan tempat penyimpanan naskah.1. bambu. menurut penulis filologi yaitu ilmu yang mempelajari naskah disertai pembahasan dan penyelidikan kebudayaan bangsa berdasarkan naskah klasik. menurut Sudardi (2001:1) pengertian filologi adalah suatu disiplin ilmu yang meneliti secara mendalam naskah-naskah klasik dan kandungannya. Adapun menurut Baried (1983:3-4) filologi mempunyai objek naskah dan teks. tidak terkecuali filologi yang bertumpu pada kajian naskah dan teks klasik. bahasa.2 Objek Filologi Setiap ilmu mempunyai objek penelitian . Sementara itu. bambu. 2. dan sebagainya. Naskah-naskah yang menjadi objek material penelitian filologi adalah naskah yang ditulis pada kulit kayu. Tulisan-tulisan pada kertas disebut naskah. agama. Filologi pernah diartikan sebagai ilmu sastra karena yang dikaji karya sastra. 3.2. kesenian. Di Indonesia bahan naskah yaitu dapat berupa lontar.

Belanda.2 Teks Menurut Baried (1983:4) teks adalah sesuatu yang abstrak. Denmark. Belgia.3 Tempat Penyimpanan Naskah Naskah biasanya disimpan pada berbagai perpustakaan dan museum yang terdapat di berbagai negara.1 Pengertian Kritik Teks Menurut Han (dalam Djamaris 1991:11) inti kegiatan filologi dapat dikatakan penepatan bentuk sebuah teks yang paling autentik. Di dalam proses penurunannya. teks tulisan. 2.2. Isi teks mengandung ide-ide atau amanat yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca. Austria. dan Vatikan (Chambert-Loir 1999:203-243). menurut Sutrisno (dalam Djamaris 1991:11-12) tujuan kritik teks adalah menghasilkan suatu teks yang paling mendekati teks asli. yaitu Afrika Selatan. . Malaysia. Swedia. Selandia Baru. Norwegia. Teks lisan 14 yaitu suatu penyampaian cerita turun-temurun lalu ditulis dalam bentuk naskah. baik yang tergolong dalam arti umum maupun dalam arti khusus yang semuanya merupakan rekaman pengetahuan masa lampau bangsa pemilik naskah. 2. Tujuan penelitian filologi ialah mengungkapkan kembali kata-kata semurni mungkin. 2. dan keautentikan karangan. naskah adalah hasil tulisan tangan yang 15 berwujud fisik dan di dalamnya mengandung nilai-nilai. Jadi. kritik teks berusaha menentukan mana di antaranya yang otoriter dan yang asli.2. Rusia. Sementara itu. Adapun pemurnian teks disebut kritik teks. Naskah-naskah teks Nusantara pada saat ini sebagian tersimpan di museum-museum di 28 negara. Sementara itu. Australia.sastra. Naskah itu kemudian mengalami penyalinanpenyalinan dan selanjutnya dicetak. Jerman. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan objek filologi berupa yaitu naskah dan teks. Kanada.1. Ceko. identitas pengarang. Singapura. Polandia. Jika terdapat berbagai teks dalam karangan yang sama.2. Inggris. Menurut Sudjiman (dalam Djamaris 1991:11) pengertian kritik teks yaitu pengkajian dan analisis terhadap naskah dan karangan terbitan untuk menetapkan umur naskah.1. Portugal. India. Sebagian naskah lainnya masih tersimpan dalam koleksi perseorangan. sedangkan teks adalah isi dari naskah yang di dalamnya mengandung amanat. Irlandia. menurut Lubis (2001:30) teks adalah kandungan atau isi naskah. Thailand. dan teks cetakan. Teks filologi ada yang berupa teks lisan dan teks tulisan. Teks terdiri dari isi dan bentuk. secara garis besar dapat disebutkan ada tiga macam teks yaitu: teks lisan. Teks tulisan dapat berupa tulisan tangan (yang disebut naskah) dan tulisan cetakan. Usaha ini dilakukan untuk merekontruksi teks. Swiss. Indonesia.2 Kritik Teks 2. Jepang. Spayol. Italia. Prancis.

Penulisan kata yang menunjukkan ciri ragam bahasa lama dipertahankan bentuk aslinya.Teks asli oleh peneliti filologi sudah dibersihkan dari kesalahan yang terjadi selama penyalinan berulang kali. Sementara itu. menyusun daftar kata sukar (glosari). sehingga tidak perlu diperlakukan secara khusus atau istimewa.2. bukan cerita yang dianggap suci atau penting dari sudut agama dan bahasa. 16 2. Metode ini digunakan apabila isi cerita . b.2. Tranliterasi merupakan salah satu langkah dalam penyuntingan teks yang ditulis dengan huruf Arab Melayu. Adapun pendapat Sudjiman (1994:99) transliterasi yaitu ahli aksara. khususnya penulisan kata. memberi komentar. misalnya huruf Arab-Melayu ke huruf Latin. Tujuan penggunaan metode standar adalah untuk memudahkan pembaca atau peneliti dalam membaca dan memahami teks. Metode ini digunakan apabila isi naskah dianggap sebagai cerita biasa. mentransliterasi teks. Salah satu tugas peneliti filologi dalam transliterasi adalah menjaga kemurnian bahasa lama dalam naskah. c. penggantian jenis aksara (yang pada umumnya kurang dikenal) dengan aksara dari abjad yang lain (yang dikenal dengan baik). dan f.3 Metode Penyuntingan Teks Menurut Djamaris (1991:15) penyuntingan naskah tunggal dapat dilakukan dengan dua metode. Metode Standar (biasa) Metode strandar adalah metode yang digunakan dalam penyuntingan teks naskah tunggal. d. tafsiran (informasi di luar teks).2 Pengertian Transliterasi Baried (1983:65) berpendapat transliterasi adalah penggantian jenis tulisan dari huruf demi huruf dan dari abjad yang satu ke abjad yang lain. 2. membetulkan kesalahan teks. menurut Lubis (2001:80) transliterasi adalah penggantian dari huruf demi huruf dan dari satu abjad ke abjad yang lain. 1991: 4-5). membagi teks dalam beberapa bagian. Pendapat tersebut senada dengan Sudardi (2001:29) yang menjelaskan pengertian transliterasi adalah pengalihan dari huruf ke huruf dan dari abjad yang satu ke abjad yang lain. e. Metode Diplomatik Metode diplomatik adalah metode yang kurang lazim digunakan dalam penyuntingan naskah. Hal-hal yang perlu dilakukan dalam edisi standar yaitu: a. membuat catatan perbaikan atau perubahan. Demikian pula isi naskah telah tersusun kembali seperti semula dan bagian-bagian naskah yang tadinya kurang jelas dijelaskan sehingga seluruh teks dapat dipahami sebaik-baiknya. 17 1. 2. tidak disesuaikan penulisannya dengan penulisan kata menurut Ejaan Yang Disempurnakan supaya data mengenai bahasa lama dalam naskah tidak hilang (Djamaris.

ditulis dalam bahasa Melayu. dan sebagian besar mengisahkan kehebatan serta kepahlawan orang ternama. Tujuan pengunaan metode diplomatik adalah untuk mempertahankan kemurnian teks. Kata hikayat berasal dari kata kerja bahasa Arab yang berarti „memberitahu‟ dan „menceritakan‟. atau gabungan sifat-sifat dibaca untuk pelipur lara. satu hal pun tidak boleh diubah. dan dongeng. Hasil transliterasi tanpa perbaikan atau penyusaian disediakan untuk memudahkan pembaca dalam memahami teks. seperti kemampuan berbicara. 19 2. historis.dalam naskah dianggap suci atau dianggap penting dari segi sejarah. a. Hikayat jarang digambarkan sebagai laporan yang bersifat sejarah (Mcglynn 1999: 76). seperti ejaan. yaitu para raja atau orang suci di . Di dalam suntingan teks yang menggunakan metode diplomatik. undangundang.1 Pengertian Hikayat Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:401) hikayat adalah karya sastra Melayu lama berbentuk prosa yang berisi cerita. teks disajikan seteliti-telitinya tanpa perubahan dan teks 18 disajikan sebagaimana adanya. misalnya Hikayat Hang Tuah dan Hikayat Seribu Satu Malam. Hasil reproduksi fotografis disebut facsimile. Salah satu hasil sastra Melayu tradisional adalah hikayat. atau pembagian teks. cerita. sastra Melayu lama. Pengertian hikayat dapat ditelusuri dalam sastra Arab. pembangkit semangat juang. keagamaan. Di dalam sastra Indonesia. Kesalahan harus ditunjukkan dengan metode referensi yang tepat. atau sekadar untuk meramaikan pesta. sehingga diperlukan perlakuan khusus atau istimewa. sehingga terhindar dari berbagai kesalahan dan penyimpangan-penyimpangan yang timbul ketika proses penulisan. dan sastra Indonesia. Tidak jauh berbeda dengan pendapat Djamaris. Hal-hal yang dilakukan dalam edisi diplomatik sebagai berikut. kepercayaan atau bahasa. b. Teks diproduksi persis seperti terdapat dalam naskah. c. tanda baca.3. hikayat diartikan sebagai cerita rekaan berbentuk prosa cerita yang panjang. Saran untuk membetulkan kesalahan teks. Hikayat diturunkan dari bahasa Arab hikayat yang berarti kisah. Lubis (2001:96) menjelaskan metode penelitian naskah tunggal hanya terdapat dua pilihan. d. Di dalam bentuk yang paling sempurna metode ini adalah reproduksi fotografis. dan silsilah bersifat rekaan. 2) edisi standar adalah suatu usaha perbaikan dan meluruskan teks. Komentar mengenai kemungkinan perbaikan teks. biografis.3 Hikayat 2. bersifat sastra lama. Hikayat menyampaikan kisah manusia (legendaris) dan seringkali juga tentang hewan yang bersifat manusia. yaitu: 1) edisi diplomatik adalah suatu cara mereproduksi teks sebagaimana adanya tanpa ada perbaikan atau perubahan dari editor.

Fabel sebagai salah satu bentuk sastra imajinatif yang diungkapkan . (3) jenis biografi. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa hikayat adalah karya sastra Melayu lama yang berbentuk prosa berisi kisah kemanusian.2 Pengertian Cerita Berbingkai Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:210) cerita berbingkai adalah cerita yang di dalamnya mengandung cerita lain (pelaku atau peran di cerita itu bercerita). di dalam bahasa asalnya semata-mata berarti narrative. Sementara itu. 21 Di India. ajaran politik. misalnya Hikayat Malim Dewa dan Hikayat Si Miskin. 1. Binatang-binatang ini tidak hanya pandai bercerita. cerita berbingkai dapat memberikan ajaran agama. misalnya cerita Jenaka dan cerita-cerita Budhis.sekitar istana dengan segala kesaktian. dan Jaina lainnya. yaitu (1) jenis rekaan. misalnya Vetalapancavimsati dan Sukasaptati. tetapi juga pandai memberi nasihat kepada tuan mereka tentang berbagai masalah yang dihadapi oleh manusia. Jadi. Biasanya hikayat menyampaikan kisah manusia dan seringkali juga tentang binatang yang bersifat seperti manusia. cerita berbingkai disebut Akhyayika yang berarti cerita dan katha yang berarti menyenangkan. 20 Hikayat dapat digolongkan menjadi tiga jenis. Cerita yang dikumpulkan untuk memberi ajaran agama. cerita berbingkai di India dapat dibagi dalam tiga golongan. Cerita yang bertujuan memberi hiburan semata-mata. story (Hava dalam Sudjiman 1994:17). tale. (2) jenis sejarah. misalnya Hikayat Patani dan Hikayat Raja-raja Pasai. Menurut Winternitz (dalam Fang 1993:12) berdasarkan tujuannya yang berbeda-beda. dan mukjizat tokoh utamanya (Anonim 1997:427). Cerita yang bertujuan memberi ajaran politik dan pengetahuan duniawi. 2.3 Pengertian Fabel Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:312) fabel dapat diartikan cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang (biasanya berisi pendidikan moral dan budi pekerti). misalnya Pancatantra dan kumpulan cerita yang berasal daripadanya. misalnya Hikayat Sultan Ibrahim bin Adham dan Hikayat Abdullah (Anonim 1997:427). menurut penulis cerita berbingkai adalah cerita yang di dalamnya disisipkan cerita lain. 3. 2. 2. dan dijadikan hiburan. Ajaran moral tidak dipentingkan. keanehan. Hikayat sekarang mengacu ke bentuk karya sastra beragam prosa yang berisi kisah fantastik dan penuh dengan petualangan. menurut Fang (1993:1) ciri cerita berbingkai ialah di dalam cerita berbingkai binatang-binatang selalu diberi sifat manusia. Selain itu. sehingga cerita itu menjadi panjang dan luas.3. Kata hikayat merupakan bentuk serapan dari bahasa Arab.3.

Sebelum ada subjek yang menilai maka benda atau barang itu tidak bernilai. Nilai merupakan sesuatu yang seseorang alami sebagai ajakan dari panggilan untuk dihadapi. mutu. misalnya uang. Fabel berasal dari kata Latin „fabula‟ yang berarti jenis cerita pendek atau dongeng rakyat yang bermanfaat (berisi pendidikan moral). (5) sifat-sifat atau hal-hal yang penting atau berguna bagi kemanusiaan.secara lisan atau tulisan mengandung makna berbeda dari apa yang tersurat. Etiological tale ialah cerita tentang asal-usul terjadinya suatu binatang berdasarkan pada bentuk atau rupanya sekarang ini. Tokoh binatang kancil pada fabel Indonesia sama dengan tokoh rubah pada fabel Eropa yang menggambarkan keunggulan pikiran atas keunggulan fisik. 2. Fable ialah cerita binatang yang mengandung pendidikan moral. (4) kadar. Oleh karena itu. misalnya apa sebabnya bulu harimau itu loreng. 23 2. setiap kebudayaan memiliki pilihan binatang sendiri untuk melukiskan jenis watak manusia tertentu (Anonim 1997:242). tingkah laku. Aliran subjektivisme adanya nilai tergantung pada subjek yang menilai. nilai dapat dikomunikasikan kepada orang lain (Moedjanto dalam Soegito 2003:76).4. Nilai tidak hanya tampak sebagai nilai bagi seorang saja. Nilai dilaksanakan untuk mendorong seseorang bertindak. Inilah aliran yang menggabungkan antara subjektivisme dan objektivisme. dan juga berbicara seperti manusia. Nilai tampil sebagai sesuatu yang patut dikerjakan dan dilaksanakan oleh semua orang. Tujuan cerita binatang untuk menyajikan ajaran moral. Sifat manusia tertentu diwujudkan dalam binatang tertentu. misalnya kancil atau pelanduk. Binatang diceritakan mempunyai akal. Jadi.1 Pengertian Nilai Menurut Poerwodarminto (2003:801) nilai diartikan sebagai berikut: (1) harga dalam arti takaran. 3. misalnya nilai-nilai agama.4 Nilai Moral 2. Biasanya yang menjadi pelakunya binatang atau kadang-kadang manusia 22 dan binatang. (2) harga sesuatu. Nilai mengarahkan perhatian minat seseorang dan menarik seseorang keluar dari dirinya sendiri ke arah apa yang bernilai. Menurut Soegito (2003:76) adanya nilai ditentukan oleh subjek dan objek yang menilai. melainkan segala umat manusia. (3) angka kepandaian. Nilai menuju kepada tingkah laku dan membangkitkan keaktifan seseorang (Suyitno dalam Soegito 2003:75). Beast epic merupakan cerita binatang dengan seekor pelaku utamanya. Menurut Leach (dalam Djamaris 1990:39-40) bahwa animal folktale (cerita binatang) dapat dibedakan menjadi tiga tipe. misalnya nilai intan. Benda itu bernilai karena subjek . terutama yayng berasal dari kehidupan binatang di mana hewan-hewan bertindak sebagai pelaku dan berbicara seperti manusia (Anonim 1990:982). 1.

orang yang melanggar hukum pasti akan dikenai hukuman sebagai sangsi. Adapun menurut Soegito (2003:76) moral atau kesusilaan adalah keseluruhan norma yang mengatur tingkah laku manusia di masyarakat untuk melaksanakan perbuatan-perbuatan yang baik dan benar. 2. dan sebagainya. berdisiplin. sehingga menyenangkan atau bahagia bagi orang yang bertindak. bersemangat. Di dalam bahasa Arab. bergairah. Norma-norma moral adalah tolok-tolok ukur yang dipakai masyarakat untuk mengukur kebaikan seseorang (Suseno 1987:19). Kondisi mental yang membuat orang tetap berani. Sikap moral yang sebenarnya disebut moralitas. Norma umum ada tiga macam: norma-norma sopan santun. keturunannya. tanpa ada subjek yang menilai. Norma-norma hukum adalah norma-norma yang dituntut dengan tegas oleh masyarakat karena dianggap perlu demi keselamatan dan kesejahteraan umum. Kata moral mempunyai arti yang sama dengan kata etos (Yunani) yang menurunkan kata etika. Sebaliknya aliran objektivisme menyatakan adanya nilai tidak tergantung pada subjek yang menilai tetapi terletak pada objek itu sendiri. 25 2. hukum. sikap. dan moral. budi pekerti. akhlak. subjek tersebut sudah bernilai. Adapun menurut Suseno (1987:19) kata moral selalu mengacu pada baik buruk manusia sebagai manusia. Ajaran kesusilaan yang dapat ditarik dari suatu cerita. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:782) nilai moral adalah nilai etik. Menurut Spencer (dalam Gazalba 1996:11) moral adalah penyesuaian dengan lingkungan. moral berarti budi pekerti sama dengan pengertian akhlak. Norma-norma moral adalah tolok ukur untuk menentukan betul salah sikap dan tindakan manusia dilihat dari segi baik buruk sebagai manusia dan bukan sebagai pelaku peran tertentu dan terbatas. dan susila.mempunyai selera. 1. 3. Ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan. Menurut Driyarkara (dalam Soegito 2003:76) moral atau kesusilaan adalah nilai yang sebenarnya bagi manusia. minat. Norma-norma sopan santun menyangkut sikap lahiriah manusia. Moralitas adalah sikap hati orang yang terungkap dalam tindakan lahiriah (tindakan ungkapan . Jadi. dan sesama manusia. Norma hukum merupakan norma yang tidak dibiarkan dilanggar. isi hati atau keadaan perasaan sebagaimana terungkap di perbuatan.2 Pengertian Nilai Moral Secara etimologis kata moral berasal dari kata Yunani mos (jamaknya adalah mores) yang berarti cara dan adat istiadat atau kebiasaan.4. dan keinginan terhadap objek sehingga objek 24 tersebut mengandung nilai. sedangkan dalam konsep Indonesia moral berarti kesusilaan (Soegito 2003:76). Selain itu di dalam kamus juga dijelaskan tentang moral. Dengan kata lain moral atau kesusilaan adalah kesempurnaan sebagai manusia atau kesusilaan adalah tuntutan kodrat manusia.

atau penjelasan (expository). tingkah laku. pengarang tampak bersifat menggurui pembaca dan secara langsung memberikan nasihat dan . Artinya. dan hal itulah yang ingin disampaikan kepada pembaca. dan sopan santun pergaulan. 1. moral sebagai kata benda yang berarti berhubungan dengan prinsip baik dan buruk dari satu cerita dan kisah atau pengalaman. Menurut Nurgiyantoro (1994:321) moral dalam karya sastra biasanya mencerminkan pandangan hidup pengarang yang bersangkutan. Menurut Nainggolan (1997:21) ditinjau dari sudut bahasa. (Moralitas adalah satu set peraturan dan standar sosial yang mengatur tingkah laku orang-orang di dalam satu kebudayaan). Adapun menurut Nurgiyantoro (1994:335-339) bentuk penyampaian moral dibagi menjadi dua. hal yang demikian terjadi dalam penyampaian pesan moral. Moralitas bukan sesuatu yang diperoleh dari kelahiran. Dalam hal ini. Jika dalam teknik uraian. pengarang secara langsung mendeskripsikan perwatakan tokoh cerita yang bersifat memberi tahu atau memudahkan pembaca untuk memahaminya. pandangannya tentang nilai-nilai kebenaran. Bentuk Penyampaian Langsung Bentuk penyampaian pesan moral yang bersifat langsung yaitu identik dengan cara pelukisan watak tokoh yang bersifat uraian (telling). Ajaran moral merupakan petunjuk yang sengaja diberikan oleh pengarang tentang berbagai hal yang berhubungan dengan masalah kehidupan. Ajaran moral bersifat praktis sebab dapat ditampilkan. moral yang ingin disampaikan atau diajarkan kepada pembaca dilakukan secara langsung dan eksplisit. seperti sikap. sesuai dengan kemampuan untuk suatu tujuan tertentu (Nainggolan 1997:25).sepenuhnya dari hati). yang 27 dapat diambil (dan ditafsirkan) lewat cerita yang bersangkutan oleh pembaca. Moral merupakan suatu tendesi rohani untuk melakukan seperangkat standar dan norma yang mengatur perilaku perorangan dan masyarakat yang mempercayainya dan perilaku itu dilakukan dengan mudah serta dirasakan sebagai suatu kewajiban dalam berbagai macam keadaan dan tempat. sebagaimana model yang ditampilkan dalam cerita itu lewat sikap dan tingkah laku tokoh-tokohnya. khususnya mengenai perilaku baik atau buruk. Sementara itu. Moralitas adalah sikap dan perbuatan baik yang tanpa pamrih. tetapi tumbuh dan berkembang dalam lingkungan hidup seseorang (Anonim 1997:371). menurut Taylor dalam Nainggolan (1997:21) moralitas adalah “morality is a set of social rules and standards that guide the conduct of people in a culture”. 26 Moralitas suatu ciri perilaku seseorang yang dihubungkan dengan ukuran atau standar yang ada di dalam masyarakat. atau ditemukan dalam kehidupan nyata. Adapun menurut Kenny (dalam Nurgiyantoro 1994:321) moral dalam cerita biasanya dimaksudkan sebagai suatu saran yang berhubungan dengan ajaran moral tertentu yang bersifat praktis. hanya moralitas yang bernilai secara moral (Suseno 1987:58).

sikap. Sebaliknya dilihat dari pembaca. Melalui berbagai hal tersebut. melainkan berguna untuk orang lain.4. baik yang terlihat dalam tingkah laku verbal. prinsip keadilan mengungkapkan kewajiban untuk memberikan perlakuan yang sama terhadap semua orang lain yang berada dalam situasi yang sama dan untuk menghormati hak semua pihak yang bersangkutan. Tuntutan yang paling dasar keadilan ialah perlakuan yang sama terhadap semua orang di dalam situasi yang sama (kalau pemerintah membagikan beras di daerah kurang pangan. dan kelakuan. Prinsip Hormat Terhadap Diri Sendiri Prinsip yang ketiga adalah manusia wajib untuk selalu memperlakukan diri sebagai sesuatu bernilai pada dirinya .yang memang sudah ada dalam watak manusia. Prinsip Sikap Baik Prinsip sikap baik bukan hanya sebuah prinsip yang dipahami secara rasional. prinsip sikap baik menyangkut sikap dasar manusia yang harus meresapi segala sikap. dan tingkah laku para tokoh. konflik. Bentuk Penyampaian Tidak Lansung Bentuk penyampaian pesan moral yang bersifat tidak langsung hanya tersirat dalam cerita. dengan memperhitungkan jumlah warga keluarga. jika ingin memahami dan menafsirkan pesan itu. 2. melainkan juga mengungkapkan – syukur alhamdulillah. 29 2. Cerita yang ditampilkan adalah peristiwa-peristiwa. tindakan. fisik. 1. melainkan sikap hati positif terhadap orang lain. pesan moral dapat disampaikan kepada pembaca. Oleh karena itu.petuahnya. Prinsip ini bukan semata-mata perbuatan baik dalam diri sendiri.2.1 Prinsip-prinsip Nilai Moral Dasar Menurut Suseno (1987:130-135) prinsip-prinsip nilai moral dasar ada tiga macam. tetapi penduduk yang cukup berada tidak membutuhkan bantuan berarti tidak berhak untuk dibantu). pada hakikatnya semua orang sama nilainya sebagai manusia. Jadi. berpadu secara koherensi dengan unsur28 unsur cerita lain. Prinsip Keadilan Adil pada hakikatnya berarti memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya. dan tingkah laku para tokoh dalam menghadapi peristiwa dan konflik itu. 2. semua kepala keluarga berhak atas bagian beras yang sama. maupun yang hanya terjadi dalam pikiran dan perasaannya. dan keinginannya baik terhadap orang lain. 3. sikap. Bersikap baik berarti memandang seseorang tidak hanya sejauh berguna bagi diri sendiri. Sebagai prinsip dasar etika. harus melakukannya bersadarkan cerita.

32 BAB III METODE PENELITIAN 3. Nilai Budaya Nilai budaya adalah aspek ideal yang berwujud sebagai konsep abstrak yang hidup di dalam pikiran masyarakat mengenai kata yang harus dianggap penting dan berharga dalam hidup. persoalan hidup dan kehidupan manusia dapat dibedakan ke dalam persoalan hubungan manusia dengan diri sendiri. 1.2 Jenis-jenis Nilai Moral Menurut Yunus (1990:105-114) nilai moral terbagi menjadi tiga pokok nilai. nilai sosial merupakan nilai yang 31 berhubungan dengan kehidupan bermasyarakat dan usaha menjaga keselarasan hidup bermasyarakat. menurut Nurgiyantoro (1994:324) jenis ajaran moral mencakup masalah yang bersifat tidak terbatas. Secara garis besar. dan hubungan manusia dengan Tuhannya. Ajaran moral juga dapat mencakup seluruh persoalan hidup dan kehidupan. Maka manusia wajib untuk memperlakukan dirinya sendiri dengan hormat. 2. 2. kebaikan dan keadilan yang ditunjukan kepada orang lain perlu diimbangi dengan sikap menghormati diri sendiri dan sebagai makhluk yang bernilai pada dirinya sendiri. Di dalam wujud yang konkrit. aturan-aturan. dan hukum yang menjadi pedoman manusia dalam bertindak dan berperilaku. Nilai Sosial Nilai sosial adalah nilai yang menjadi pedoman langsung bagi setiap tingkah laku manusia sebagai masyarakat yang di dalamnya memuat sanksi-sanksi siapa saja yang melanggar.4.2. aspek nilai budaya berupa norma-norma.1 Data dan Sumber Data Data penelitian yang dipakai berupa kalimat dan paragraf atau . 3. dan makhluk yang berakal budi. Prinsip ini berdasarkan paham bahwa manusia adalah person yang memiliki kebebasan dalam suara hati. seluruh persoalan yang menyangkut harkat dan martabat manusia. hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial termasuk hubungannya dengan lingkungan alam. 30 Jadi. Nilai Agama Nilai agama adalah nilai dalam karya sastra yang merupakan sarana penyampaian tentang nilai-nilai keagamaan.sendiri. Dengan demikian. Sementara itu. Seseorang yang ingin berbuat baik kepada orang lain akan bertekad untuk bersikap adil tidak untuk dirinya sendiri (Suseno 1987:135).

1.4 Langkah Kerja Penelitian Langkah kerja penelitian yang penulis gunakan dalam menganalisis data sebagai berikut. kecuali pada halaman terakhir memuat tiga baris tulisan dan terdapat enam baris tulisan yang berupa syair. Menemukan naskah Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik yang akan diteliti. Membuat suntingan teks. 2. Hikayat ini ditulis dengan tulisan Arab dan bahasa Melayu 3.3 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara studi pustaka. Penulis membaca dan memahami Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik. misalnya dengan 33 mengadakan pembagian alinea-alenia. Sumber data dalam penelitian ini adalah Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik yang terdapat di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. sehingga teks tampak mudah dipahami oleh pembaca modern (Lubis 2001:96). Tebal hikayat ini 13 halaman dan berkode ML 229. Edisi standar adalah usaha perbaikan dan meluruskan teks sehingga terhindar dari berbagai kesalahan dan penyimpangan-penyimpangan yang timbul ketika proses penulisan. 3.2 Metode Penelitian Metode penelitian filologi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian naskah tunggal dengan edisi standar. 34 3. Setiap halaman naskah rata-rata memuat 13 baris tulisan. membuat penafsiran (interpretasi) setiap bagian atau kata-kata yang perlu penjelasan. huruf besar dan kecil. Bagian-bagian yang relevan dengan penelitian ini baru dapat ditentukan sebagai data penelitian setelah ditelaah dan dianalisis terlebih dahulu. Tujuannya ialah untuk menghasilkan suatu edisi yang baru dan sesuai dengan kemajuan dan perkembangan masyarakat. Mencari dan menentukan naskah yang akan dijadikan penetitian ini di Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Membaca Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik secara berulang-ulang dan cermat. 3. kemudian memilih bagian-bagian yang relevan dengan penelitian. 5. . 6. Membuat tranliterasi yaitu perubahan dari tulisan Arab ke tulisan Latin dengan menggunakan pedoman Arab Melayu menurut Romdoni. Studi pustaka dapat diartikan membaca naskah yang berhubungan dengan penelitian ini. 4.pernyataan yang terdapat dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik yang mengandung informasi tentang nilai moral dari hasil transliterasi tulisan Arab diubah ke tulisan Latin dengan menggunakan pedoman Arab Melayu menurut Romdoni. Membuat interpretasi nilai moral dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik.

naskah mempunyai ukuran sampul dan halaman yang sama yaitu 14 x 18. Naskah terdiri atas 13 halaman. Menyimpulkan keseluruhan hasil analisis kajian filologis dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dan interpretasi nilai moral. Naskah ini diberi nomor halaman dengan angka Arab 1 – 13 dan i dengan pensil. Naskah tersebut berbentuk prosa yang berupa hikayat. 36 Naskah dijilid dengan karton marmer warna cokelat. Tulisan dengan tinta hitam dalam naskah masih jelas terbaca.2 Transliterasi Pedoman transliterasi Arab Melayu yang penulis gunakan sebagai berikut. sedangkan ukuran blok teks ialah 10. Keadaan naskah masih baik. 4. Kertas yang dipakai untuk menyalin naskah yaitu dari bahan kertas Eropa berbentuk garis kolom berantai. walaupun kertas terdapat tanda bekas terkena air. Pada halaman i juga tertulis naskah ini sebuah hadiah dari dr.7. Setiap halaman naskah rata-rata memuat 13 baris tulisan.5 x 15 cm. Secara fisik.5 cm. Brandes. sedangkan judul luar teks adalah „Bahwa inilah suatu Ceritera Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik‟ (h-i). Arab Melayu Arab Melayu Arab Melayu ١A‫س‬S‫ل‬L ‫ ب‬B ‫ ش‬SY ‫ م‬M ‫ ت‬T ‫ ص‬SH ‫ ن‬N ‫ ث‬S ‫ ض‬DH ‫ و‬W ‫ ج‬J ‫ ط‬TH ‫ ه‬H ‫ ح‬H ‫ ظ‬ZH ‫ ي‬Y ‫ خ‬KH ‫ ع „ ك‬G ‫ د‬D ‫ غ‬GH ‫ ع‬NG ‫ ذ‬Z ‫ ف‬P ‫ ي‬NY ‫ر‬R‫ق‬Q‫چ‬C ‫ ز‬Z ‫ ك‬K ١ ‫ و‬O/U . Naskah ditulis dengan tulisan Arab dan berbahasa Melayu. Judul dalam teks adalah „Bahwa ini suatu Hikayat Ceritera Orang Bodoh dan Orang Cerdik‟ (h-1). kecuali pada halaman terakhir memuat tiga baris tulisan berupa kalimat dan enam baris berupa syair. Naskah ini berkode ML 229 dengan nomor rol film 174. 35 BAB IV ANALISIS KAJIAN FILOLOGIS DALAM HIKAYAT CERITA SEORANG BODOH DAN SEORANG CERDIK DAN NILAI MORAL 4.1 Deskripsi Naskah Naskah Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik merupakan salah satu koleksi yang terdapat di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. merupakan tambahan dari penyunting.

١‫ى‬E١‫ي‬I Hasil transliterasi Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik. /1/ Bahwa ini suatu hikayat ceritera orang bodoh dan orang cerdik Sebermula sekali peristiwa si cerdik dengan si bodoh berjalan keduanya maka ia pun mendapat sepotong emas terhantar di jalan raya maka ujar si cerdik kepada si bodoh marilah kita kembali adalah kita diberi untung oleh Allah Subahanallahuwata‟ala beroleh emas ini dimanatah kita cahari lagi maka ujar si bodoh marilah kita berbahgi dua emas ini dahulu maka kata si cerdik jangan dahulu kita bahgi emas ini melainkan kita bawa sekedar akan belanja kita juga yang lainnya kita taruhkan disini barangkali habis belanja kita maka kita datang mengambil dia setelah itu maka dibawanyalah emas itu ditaruhnya 37 kepada suatu pohon kayu yang besar maka kembalilah kedua mereka itu kerumahnya selang berapa hari maka si cerdik pergilah dengan seorang dirinya lalu /2/ diambilnya emas itu dibawanya pulang ke rumahnya selang berapa hari lamanya anataranya maka si bodoh pun datang mengajak si cerdik hendak pergi mengambil emas itu maka pergilah mereka itu keduanya kepada pohon itu didapatnya emas itu sudah tiada lagi maka kata si cerdik siapa tahu engkaulah mengambil emas itu maka pura2 engkau mengajak aku pula melainkan adalah engkau ini daripada orang khianat serta dihelanya tangan si bodoh hendak dibawanya kepada kadi maka si bodoh pun bersumpah tiada dicuri maka tiada jua dipercaya oleh si cerdik maka dibawa kepada kadi maka dikatakannya segala perhal keduanya itu mendapat emas itu habis diceritakan kepada kadi maka ujar si cerdik ya tuan hamba kadi barang dihakimkan kiranya antara kedua kami ini dari karena besarlah khianat si bodoh akan hambamu sudahlah diambilnya emas itu tiada diberinya tahu hambamu kemudian maka datanglah /3/ ia pura2 mengajak hamba pergi maka pergilah hamba sertanya hendak mengambil emas itu tiba2 hamba dapati tiada lagi emas itu maka pada jataha di hamba seniscaya iyalah yang berbuat khianat karena pada masa itu terlalu sunyi jangankan manusia unggas pun tiada mengetahui dan tiada melihat hamba menaruh emas itu melainkan iyalah yang mengambil emas itu siapa yang tahu daripada jalan yang kebenaran hamba mudah2an pohon kayu itu jadi saksi akan hamba maka kadi pun heran menengar kata si cerdik maka kata kadi baiklah esok hari hakimkan disana maka mereka itu pun kembalilah keduanya masing2 dengan rumahnya adapun akan si bodoh itu suatupun tiada apa katanya menjadi heran ia menengar kata si cerdik dan iya tiada tahu berkata2 sebab bodohnya setelah itu maka si cerdik datang kepada bapanya maka katanya hai bapaku kasihkah bapaku akan daku maka kata bapanya mengapa /4/ engkau berkata demikian dimanatah makhluk ini tiada kasih akan anaknya maka ujar si cerdik hai bapaku bahwa aku ada mengaku kepada kadi yang itu 38 pohon kayu tempat emas kami taruhkan berdua dengan si bodoh maka pohon kayu itulah akan jadi saksi daripada hilangnya emas itu tetapi emas itu aku .

ambil dia dan aku katakan si bodoh yang mencuri emas itu ihwal inilah supaya bapaku tolong aku dan supaya emas itu kita peroleh maka kata bapanya hai anaku kerja apa yang engkau suruhkan kepada aku ini maka sahut anaknya hai bapaku adapun pohon kayu itu berlubang barangkali lolos bapaku masuk ke dalam jika mau bapaku sepakat dengan hamba masuklah bapaku pada malam ini didalam lubang pohon kayu itu dari karena esok hari kadi akan datang pada pohon kayu itu memeriksa antara kami dengan si bodoh itu jika ditanya oleh kadi itu maka hendaklah bapaku menyahut sebagaimana ada orang yang nanyak /5/ saksi demikianlah kami minta kepada bapa maka kata bapanya hai anaku pekerjaan engkau ini akibatnya tiada diperoleh kebajikan adalah seperti hikayat katak lubangnya berhampiran dengan liang ular maka sahut anaknya bagaimana hikayat katak itu ceritakanlah kepada aku supaya aku dengar maka ujar bapanya ada seekor katak berhampiran liang dengan ular maka tiap2 katak itu beranak habis dimakannya oleh ular itu setelah itu maka katak pun pikir dalam hatinya apa kesedihanku dengan demikian ini maka lalu ia pergi kepada kura2 serta katanya kepada sang kura2 yaitu hamba adaku lama dengar seorang pendeta tetapi aku tiada dapat pergi kesana karena tempatnya terlalu amat banyak dan tanahnya dan batunya daripada menikam dan akik sebab itulah tiada boleh aku pergi kesana dan oleh karena itu hamba mintalah akan tuan hamba pepatah akan hamba supaya hamba dengar dan hamba amalkan maka ujar kura2 hai musafir adalah tiap2 /6/ pekerjaan yang sukar atau melawan seteru yang keras dan yang besar itu tiada diperoleh dengan kuat kita melainkan dengan daya upanya kita juga demikianlah „ sahdan apabila engkau lihat lubang jerapaya maka ambil olehmu barang tiga ekor ikan maka engkau hantarkan pada lubang ular itu terdapat tiada jikalau dilihat oleh ular jerapaya hendak memakan itu niscaya disambarnya dan dibunuhnya akan ular itu maka pada masa itu luputlah engkau daripada bahaya seteru itu maka katak pun berlalu sekejip menengar 39 kata kura-kura demikian itu lalu diperbuatnya seperti kata kura2 itu hata maka keluarlah jerapaya itu daripada tempatnya serta dilihatnya ikan itu lalu dimakannya itu maka jerapaya pun berjalan pula ia kesana maka dilihatnya ikan pun tiada ular pun tiada di lubang maka jerapaya pun berjalan2 antara itu maka bertemu dengan lubang katak maka dilihatnya oleh jerapaya itu katak anak beranak hendak keluar maka dimakannya /7/ oleh jerapaya katak itu habis semuanya dimakan adanya maka kata bapanya hai anaku demikian jalannya tiap-tiap sesuatu pekerjaan banyak dipikir lebih dahulu supaya akhirnya tiada jadi menyesal maka ujar si cerdik perkataan apatah yang katakan itu pada pikir hamba siapa yang tahu akan pekerjaan kita maka ujar bapanya hai anaku aku katakan pada engkau hikayat ini supaya kamu pikirkan jikalau jadi benar padamu maka ujar si cerdik hai bapaku jikalau ada kasih sayang bapa kepada hamba janganlah bapa panjangkan kalam ini karena sedikit sajalah kita banyak diperolehnya tiada banyak maka daripada sangat bapanya kasih akan anaknya maka diturutnya padahal tiada ia takut akan Allah ta‟ala dan tiada menjalani jalan teringat telah .

maka dipegangnya oleh barzagan katanya jangan handayku pulang dahulu karena hamba hendak berjamu tuan hamba maka ujar amin hai handayku menerima kasihlah hamba tetapi apatah daya hamba karena ada garda insyaallah esok hari hamba datang mendapatkan tuan hamba maka lalu ia turun berjalan pula ke rumahnya setelah datang keluar pagar maka didapatnya anak barzagan ada bermain-main /11/ maka didatangi oleh amin akan anak barzagan dibawanya pulang ke rumahnya setelah hari malam maka Barzagan mencari anaknya keliling tiadalah didapatnya maka dicarinya pula pada segala kampung serta berseru2 dengan nyaring suaranya menangis duka citanya akan anaknya maka lalu ia pergi kepada amin maka berkata iya hai handaiku Amin adakah tuan .dikerakannyalah kerja maksiat itu maka pada esok harinya kadi pun datanglah kepada pohon kayu itu serta dengan segala jamaahnya maka si bodoh dan si cerdik bersama2 telah sampai kepada pohon kayu itu berdiri maka kadi /8/ bertanya demikian katanya hai pohon kayu siapa mengambil emas itu katalah kepada aku maka saya hata pohon kayu itu si bodohlah yang mengambil dia maka kadi pun heran menengar suara itu serta iya pikir dalam hatinya ada juga manusia didalam kayu ini setelah ia pikir demikian maka disuruhnya angkut kayu yang kering ditimbunkan pada pohon kayu maka disuruh jadikan api „ sahdan maka tiada menderit orang itu lalu ia keluar dari pohon kayu itu maka sekalian jamaah jadi heran masing2 kah berkata siapa yang puya perbuatan demikian ini telah habis demikian maka kata kadi bawa kemari orang tuwa itu supaya kita periksa maka orang tua itu diperiksa oranglah kandi dan orang tua itu roboh tiada boleh menyahat sebab bekas kehangatan kena api itu jadi terhanguslah hatinya dan hancurlah sekalian 40 kulitnya maka orang tua itu matilah maka si cerdik pun ditangkap orang serta di kasi hakim dengan /9/ beberapa kesakitan darsainya maka si cerdik itupun keluarkanlah emas itu maka oleh kadi disuruhnya pulangkan emas itu kepada si bodoh itulah halnya adanya orang yang cita2nya lebih akan dunia jua tiada lain „ bahwa ini hikayat ada seorang dahulu kala bernama barzagan ia mengatakan tikus makan besi seratus kati dan rajawali menerbangkan seorang kanak-kanak demikianlah cerita itu sebermula ada seorang bernama amin ia hendak berlayar tiada ampunya modal maka ada kepadanya besi seratus kati itulah dibawa kepada seorang sahabatnya nama barzagan ditaruhnya disitu kemudian maka iya pergilah kepada kerja yang dimaksudnya maka oleh barzagan dijualkannya sekalian besi itu maka berapa lama tuan yang punya besi itu datang serta menuntut besi yang dikirimnya itu maka kata barzagan engkau punya besi itu aku taru didalam gudang telah serta berapa /10/ lamanya maka akupun tersadar akan hendak membaiki gudang itu maka tiba2 besimu itu tiada kelihatan lagi serta habis dimakan oleh tikus maka ujar amin mustahil la katamu itu hai handaiku tikus makan besi tetapi sungguh juga seperti katamu itu karena giginya tajam sedangkan tulang lagi dapat digigit setelah barzagan menengar kata amin itu demikian maka dalam hatinya tiada lagi akan dituntutnya besi itu maka amin pun bermohon pulang.

penulis menafsirkan tulisan Arab Melayu berdasarkan tulisan yang ada dalam teks asli.41 menengar khabar anak hamba serta lenyap maka amin pun terkejut menengar kata barzagan itu demikian lalu ia berkata ya handaiku jikalau hamba tahu akan anak saudaraku diterbangkan oleh rajawali itu niscaya aku berbatalah daripadanya „ setelah barzagan menengar kata handainya amin itu maka iya pun heran dalam hatinya serta ia berkata hai handaiku adakah bernasip pada bicara handaiku rajawali menerbangkan seorang kanak-kanak mustahil adanya maka ujar amin tiadakah handaiku percaya yang rajawali itu dapat menerbangkan seorang kanak2 manusia /12/ dan jikalau demikian bicara tuan hamba sekali2 tiada jadi siapa tanya kepada yang ampunya takdir pada melakukan kodiratnya dari karena adalah dalil firman Allah ta‟ala yakni bahwasanya aku juga amat mengetahui barang yang tiada kamu mengetahui dia dan pada bicara hamba jikalau tiada dapat tikus makan besi seratus kati maka niscaya tiada dapat diterbangkan rajawali akan tuan hamba punya anak „ „ sahdan maka ujar barzagan kepada amin tahulah hamba bahwa anak hamba itu adalah pada tuan hamba maka sekarang akan besi tuan hamba itu adalah kepada hamba „ maka barzagan pun kembalikanlah besi kepada amin dan amin pun kembalikanlah anak barzagan itu kepadanya demikianlah perinya dan adalah ibarat hikayat ini bagi orang suka berbuat fitnah kepada sesamanya makhluk dan dari karena segala yang gemar berbuat fitnah itu tiada diperoleh sentosa /13/ didalam hidupnya seperti firmannya barangsiapa suka melihat kejahatan orang niscaya pada hari itu jatuhlah kejahatan itu kepada dirinya juga dan lagi adalah seperti kata syair katakan olehmu bagi segala yang jahat sangka kepadamu baik2 peliharakan dirimu jikalau berbuat khianat kembali kepadamu apabila engkau diberi kebajikan segayanya engkau percayakan jika dinyatakannya akan kejahatan sebaik-baiknya kamu jauhkan ingat2 akan dirimu berbuat yang kebajikan jangan jemu dengki dan loba jauhkan dirimu iyalah membawa jadi binasa dirimu 42 Di dalam mentransliterasi Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik. 4. Tulisan Arab Melayu dalam teks mudah dibaca dan dipahami dalam membaca.3 Suntingan Teks Sebelum penulis menyunting teks Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik. terlebih dahulu penulis memaparkan tanda-tanda yang terdapat di dalam suntingan teks. a) < > = Tambahan huruf atau kata dari penyunting b) / / = Nomor halaman naskah c) [ ] = Penghilangan huruf atau kata dari penyunting d) ( ) = Tulisan angka Arab diubah kebahasa Latin . Adapun tanda-tanda dalam suntingan teks sebagai berikut. sehingga penulis sedikit mengalami kesulitan dalam memahami bahasanya. Bahasa yang ada dalam teks menggunakan bahasa Melayu lama.

/ yang ada dalam hasil suntingan maksudnya adalah huruf yang ada di dalamnya menjelaskan halaman teks. Sebermula.. Maka ujar si Cerdik kepada si Bodoh “marilah kita kembali adalah kita diberi untung oleh Allah Subahanallahuwata‟ala beroleh emas ini. sehingga penulis menafsirkan bahwa setiap kata dalam teks yang ada angka dua maka 43 ditafsirkan kata itu merupakan kata ulang. Tujuan penambahan kata dalam teks agar kalimat dalam teks tidak rancu dan menjadi efektif. Maka kata si Cerdik “ jangan dahulu kita ba[h]6gi emas ini.. Setelah itu [maka]9 dibawanyalah emas itu <dan>10 ditaruhnya kepada suatu pohon kayu yang besar.Tanda / . maka ia pun mendapat sepotong emas terhantar di jalan raya. Katakata yang ada di dalam tanda < .. Maka kembalilah kedua mereka itu kerumahnya.. Tujuan pemberian tanda tersebut yaitu untuk mengetahui berapa jumlah halaman dalam teks. Selain penulis menghilangkan beberapa kata.... Penulis telah menghilangkan beberapa kata dalam teks.. sekali peristiwa si Cerdik dengan si Bodoh berjalan <ber>3dua[nya]4.. Maka ujar si Bodoh “marilah kita berba[h]5gi dua emas ini dahulu” . Kata-kata yang ada di dalam tanda [ . kita taruhkan disini barangkali habis belanja [kita]8. maka pergilah mereka itu 44 [keduanya]13 ke[pada]14 pohon itu didapatnya emas itu sudah tiada lagi. Maka dibawa kepada Kadi(a). Hasil suntingan Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik. > berarti kata di dalamnya merupakan penambahan dari penulis. Pengulangan kata di dalam teks sebenarnya tidak ada. melainkan kita bawa sekedar akan belanja [kita juga yang lainnya]7. Maka kata si Cerdik “siapa tahu engkaulah <yang>15 mengambil emas itu.. Jadi kata-kata yang ada di dalam tanda ( .. Selang berapa hari [maka]11 si Cerdik pergilah dengan seorang dirinya. ) merupakan kata ulang. Selang berapa hari lamanya antaranya..<lalu>20 tiada . melainkan adalah engkau ini daripada khianat”... penulis juga menambahkan beberapa kata dalam teks. dari karena besarlah khianat si Bodoh akan hambamu. karena karena kata-kata itu tidak tepat. [Maka]17 si Bodoh pun bersumpah tiada dicuri <emas itu>18 maka tiada jua dipercaya oleh si Cerdik. dimanatah kita cahari lagi”. Maka ujar si Cerdik “ Ya tuan hamba Kadi barang dihakimkan kiranya antara kedua kami ini. sudahlah diambilnya emas itu. tidak efektif. habis diceritakan kepada Kadi. [maka]12 si Bodoh pun datang mengajak si Cerdik hendak pergi mengambil emas itu.. dan rancu.. Serta dihelanya tangan si Bodoh hendak dibawanya kepada Kadi.. lalu /2/ diambilnya emas itu dibawanya pulang ke rumahnya. maka kita datang mengambil dia”.] berarti kata di dalamnya dihilangkan. maka dikatakan segala perhal keduanya itu mendapat<kan>19 emas itu. /1/ [Bahwa]1 ini<lah>2 suatu hikayat ceritera orang Bodoh dan orang Cerdik. Alasan penulis menghilangkan kata-kata tersebut. maka (pura-pura)16 engkau mengajak aku pula.

maka 45 pohon kayu itulah akan jadi saksi daripada hilangnya emas itu. tetapi emas itu aku ambil [dia]42 dan aku katakan si Bodoh yang mencuri emas itu. maka pergilah hamba sertanya hendak mengambil emas itu. Maka ujar si Cerdik “hai. Adapun [akan]31 si Bodoh itu [suatupun tiada apa katanya]32 menjadi heran ia menengar kata si Cerdik dan i[y]33a tiada tahu (berkata-kata)34 sebab bodohnya. Maka sahut anaknya “hai bapa<k>46ku adapun pohon kayu itu berlubang. Setelah itu. bapak<k>37u kasihkah bapak<k>38u akan daku”. Maka pada jataha di hamba seniscaya i[y]24alah yang berbuat khianat karena pada masa itu terlalu sunyi. maka hendaklah bapak<k>53u menyahut sebagaimana ada orang yang nanyak /5/ saksi. maka katanya “ hai. maka kata Kadi “ baiklah esok hari saya hakimkan disana” maka mereka itu pun kembalilah [keduanya] 27 (masing-masing)28 [dengan] 29 <ke>30 rumahnya. Maka Kadi pun heran menengar kata si Cerdik. bapak<k>40u bahwa aku [ada]41 mengaku kepada Kadi yang itu pohon kayu tempat emas kami taruhkan berdua dengan si Bodoh. barangkali lolos bapa<k>47ku masuk ke dalam<pohon itu>48. [Maka]62 lalu ia pergi kepada (Kurakura) 63 serta katanya kepada (sang Kura-kura)64 yaitu hamba adaku lama dengar <ada>65 seorang pendeta tetapi aku tiada dapat pergi kesana karena tempatnya terlalu amat banyak [dan]66 tanah[nya]67 dan batu[nya]68 daripada <yang>69 menikam dan akik sebab itulah tiada boleh aku pergi kesana dan . Maka sahut anaknya “bagaimana hikayat Katak itu. (Tiba-tiba)23 hamba dapati tiada lagi emas itu. melainkan i[y]25alah yang mengambil emas itu. Ihwal(b) inilah supaya bapak<k>43u tolong aku dan supaya emas itu kita peroleh”. Maka ujar bapa<k>57nya “ada seekor Katak berhampiran liang dengan Ular maka (tiaptiap) 58 Katak itu beranak habis dimakan[nya]59 oleh Ular itu. demikianlah kami minta kepada bapa<k>54”. (mudahmudahan) 26 pohon kayu itu jadi saksi akan hamba. jangankan manusia unggas pun tiada mengetahui dan tiada melihat hamba menaruh emas itu. ceritakanlah kepada aku supaya aku dengar”. Setelah itu [maka]60 Katak pun <ber>61pikir dalam hatinya apa kesedihanku dengan demikian ini. siapa yang tahu daripada jalan yang kebenaran hamba. [maka]35 si Cerdik datang kepada bapa<k>36nya. Maka kata bapanya “hai anak<k>55u pekerjaan engkau ini akibatnya tiada diperoleh kebajikan [adalah]56 seperti hikayat Katak lubangnya berhampiran dengan liang Ular”. Maka kata bapa<k>39nya “mengapa /4/ engkau berkata demikian dimanatah makhluk ini tiada kasih akan anaknya”. /3/ ia (pura-pura)22 mengajak hamba pergi. Maka kata bapa<k>44nya “ hai anak<k>45u kerja apa yang engkau suruhkan kepada aku ini”.diberinya tahu hambamu. Kemudian [maka]21 datanglah. jika mau bapa<k>49ku sepakat dengan hamba. masuklah bapak<k>50u pada malam ini didalam lubang pohon kayu itu [di]51karena esok hari Kadi akan datang pada pohon kayu itu <untuk>52 memeriksa antara kami dengan si Bodoh itu. Jika ditanya oleh Kadi itu.

Telah habis demikian maka kata kadi “bawa kemari orang tu[w]104a itu supaya kita periksa”. Sahdan apabila engkau lihat lubang Jerapaya(c) maka ambil olehmu barang tiga ekor ikan. maka diturut<i>89nya. maka disuruh jadikan api. Maka Kadi /8/ bertanya demikian katanya “ hai pohon kayu siapa <yang>94 mengambil emas itu. Maka ujar bapa<k>83nya “hai ana<k>84ku aku katakan pada engkau hikayat ini. kita melainkan dengan daya upanya kita [juga demikian]72. janganlah bapa<k>87 panjangkan kalam ini karena sedikit sajalah kita banyak diperolehnya tiada banyak”. Maka sekalian jamaah jadi heran (masing-masing)101 [kah]102 berkata “siapa yang pu<n>103ya perbuatan demikian ini. Maka si Bodoh dan si Cerdik (bersama-sama) 93 telah sampai kepada pohon kayu itu berdiri.oleh karena itu hamba mintalah akan tuan hamba pepatah akan hamba supaya hamba dengar dan hamba amalkan. Maka saya hata pohon kayu itu. Lalu diperbuatnya seperti kata (Kura-kura)76 itu hata(d) maka keluarlah Jerapaya itu daripada tempatnya. Maka orang tua itu diperiksa [oranglah kandi]105 dan orang tua itu roboh tiada boleh menyahat sebab bekas kehangatan kena api itu jadi . maka Jerapaya pun berjalan pula ia kesana. 46 [terdapat tiada]73 jikalau dilihat oleh Ular Jerepaya hendak memakan itu niscaya disambarnya dan dibunuhnya akan Ular itu. katalah kepada aku”. Maka kata bapa<k>79nya “hai ana<k>80ku demikian jalannya (tiaptiap) 81 sesuatu pekerjaan. maka dilihatnya oleh Jerapaya itu Katak anak beranak hendak keluar maka dimakannya /7/ oleh Jerapaya. 47 Sahdan [maka]99 tiada menderit lalu orang itu [lalu ia]100 keluar dari pohon kayu itu. Maka Kadi pun heran men<d>97engar suara itu serta i[y]98a pikir dalam hatinya ada juga manusia di dalam kayu ini. Maka pada masa itu luputlah engkau daripada bahaya seteru itu. Maka engkau hantarkan pada lubang Ular itu. Maka dilihatnya ikan pun tiada Ular pun tiada di lubang<nya>77. Maka Jerapaya pun (berjalan-jalan)78 antara itu. Maka pada esok harinya Kadi pun datang[lah]90 ke[pada]91 pohon kayu itu [serta]92 dengan segala jamaahnya. Katak itu habis semuanya dimakan adanya. Maka daripada sangat bapa<k>88nya kasih akan anaknya. maka disuruhnya angkut kayu yang kering ditimbunkan pada pohon kayu. Setelah ia pikir demikian. Maka ujar si Cerdik “perkataan apatah yang <bapakku>82 katakan itu pada pikir hamba. [Maka]74 Katak pun berlalu sekejip menengar kata (kura-kura)75 demikian itu. serta dilihatnya ikan itu lalu dimakannya itu. si Bodohlah yang mengambil <emas itu>95 [dia]96. Padahal tiada ia takut akan Allah ta‟ala dan tiada menjalani jalan teringat telah dikarenakannyalah kerja maksiat itu. banyak dipikir lebih dahulu supaya akhirnya tiada jadi menyesal”. Maka ujar si Cerdik “hai bapaku jikalau ada kasih sayang bapa<k>86 kepada hamba. Maka ujar Kura-kura “hai musafir adalah (tiap-tiap)70 /6/ pekerjaan yang sukar atau melawan setaru yang keras dan yang besar itu tiada diperoleh dengan<yang>71 kuat. supaya <di>85pikirkan jikalau jadi benar padamu”. Maka bertemu dengan lubang Katak. siapa yang tahu akan pekerjaan kita”.

dahulu kala ada seorang <yang>112 bernama Barzagan ia mengatakan tikus makan besi seratus kati(e) dan Rajawali menerbangkan seorang (kanak-kanak)113. /11/ Maka didatangi oleh Amin akan anak Barzagan <kemudian>133 dibawanya pulang ke rumahnya. maka aku pun tersadar akan hendak mem<per>120baiki gudang itu.terhanguslah hatinya dan hancurlah sekalian kulitnya. Maka dicarinya pada segala kampung serta (berseru-seru)134 dengan nyaring suaranya <yang>135 menangis duka cita[nya]136 akan anaknya. maka dipegangnya oleh Barzagan katanya “jangan handaiku pulang dahulu karena hamba hendak berjamu tuan hamba”. Maka ada kepadanya besi seratus kati itulah dibawa kepada seorang sahabatnya <ber>115nama Barzagan ditaruhnya disitu. [Bahwa]110 ini<lah>111 hikayat. serta ia berkata “hai handaiku adakah bernasip pada bicara handaiku Rajawali menerbangkan seorang (kanak-kanak)144 mustahil adanya”. Maka orang tua itu mati[lah]106. Maka ujar Amin “tiadakah handaiku . Setelah Barzagan men<d>126engar kata Amin itu demikian. Maka ia pergi kepada Amin maka berkata i[y]137a “hai handai(f)ku Amin adakah tuan men<d>138engar khabar anak hamba [serta]139 lenyap. Setelah [datang]129 keluar pagar. aku taru<h>121 <besi itu>122 di dalam gudang <se>123telah [serta] 124 berapa /10/ lamanya. Maka si Cerdik itupun keluarkanlah emas itu. maka (tiba-tiba)125 besimu itu tiada kelihatan lagi serta habis dimakan oleh tikus”. maka i[y]143a pun heran dalam hatinya. Maka si Cerdik pun ditangkap orang serta di kasi<h>107 hakim dengan /9/ beberapa kesakitan darsainya. Setelah Barzagan men<d>141engar kata handai[nya]142 Amin itu. Sebermula ada seorang bernama Amin. Maka ia turun berjalan pula ke rumahnya. Demikianlah cerita itu. lalu ia berkata “ya handaiku jikalau hamba tahu akan anak saudaraku diterbangkan oleh Rajawali itu niscaya aku berbatalah daripadanya”. ia hendak berlayar <tetapi>114 tiada mempunyai modal. Itulah hal[nya]108 adanya orang yang (cita-citanya)109 lebih akan dunia jua tiada lain. Maka dalam hatinya tiada lagi akan dituntutnya besi itu. tetapi apatah daya hamba karena ada garda insyaallah esok hari hamba datang [mendapatkan]127 <ke tempat>128 tuan hamba.” Maka Amin pun terkejut men<d>140engar kata Barzagan itu demikian. Maka kata Barzagan “engkau <yang>120 punya besi itu. 48 Maka Amin pun bermohon pulang. maka Barzagan mencari anaknya keliling tiadalah didapatnya. Kemudian [maka]116 i[y]117a pergi[lah]118 ke[pada]119 kerja yang dimaksudnya. Maka ujar Amin “mustahil pula katamu itu hai handaiku. tikus makan besi tetapi sungguh juga seperti katamu itu karena giginya tajam sedangkan tulang lagi dapat digigit”. Maka oleh Barzagan dijualkannya sekalian besi itu. Maka berapa lama tuan yang punya besi itu datang serta menuntut besi yang dikirimnya itu. maka didapatnya anak Barzagan [ada]130 <sedang>131 (bermain-main)132. Maka ujar Amin “hai handaiku menerima kasihlah hamba. Setelah hari malam. Maka oleh Kadi disuruhnya pulangkan emas itu kepada si Bodoh.

Aparat kritik yang ditemukan dalam teks dijelaskan sebagai berikut. 3<ber-> <ber-> merupakan perfiks pembentuk verba. 4. pelaku. “Barangsiapa suka melihat kejahatan orang niscaya pada hari itu jatuhlah kejahatan itu kepada dirinya juga dan lagi adalah seperti kata syair. Maka Barzagan pun kembalikan[lah]147 49 besi kepada Amin dan Amin pun kembalikan[lah]148 anak Barzagan itu kepadanya. seperti firmannya. 1 [bahwa] Kata penghubung untuk menyatakan isi atau uraian bagian kalimat yang ada di depannya. kata „bahwa‟ dihilangkan karena tidak digunakan sebagai kata penghubung. dari karena adalah dalil firman Allah ta‟ala yakni “ Bahwasanya aku juga amat mengetahui barang yang tiada kamu mengetahui dia dan pada bicara hamba jikalau tiada dapat tikus makan besi seratus kati. karena menyatakan jumlah. Jadi. 4 [nya] Penghilangan kata [nya]. . maka niscaya tiada dapat diterbangkan Rajawali akan tuan hamba punya anak”. membuat penafsiran (interpretasi). sehingga teks tampak mudah dipahami oleh pembaca modern. Katakan olehmu bagi segala yang jahat sangka kepadamu (Baik-baik)149 peliharakan dirimu jikalau berbuat khianat kembali kepadamu Apabila engkau diberi kebajikan segayanya engkau percayakan Jika dinyatakannya akan kejahatan (sebaik-baiknya)150 kamu jauhkan (Ingat-ingat)151 akan dirimu berbuat yang kebajikan jangan jemu Dengki dan loba jauhkan dirimu i[y]152alah membawa [jadi]153 binasa dirimu. huruf besar dan kecil. Demikianlah perinya dan adalah ibarat hikayat ini bagi orang suka berbuat fitnah kepada sesamanya makhluk dan dari karena segala yang gemar berbuat fitnah itu tiada diperoleh sentosa /13/ di dalam hidupnya. perlu ditambahkan perfiks <ber-> pada kata dua. Jadi. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki.4 Aparat Kritik Teks Di dalam aparat kritik teks ini yaitu dari hasil suntingan di atas. 50 2<-lah> Kata <-lah> ditambahkan karena digunakan untuk menekankan makna kata yang ada di depannya. atau penerima. Sahdan maka ujar Barzagan kepada Amin “tahulah hamba bahwa anak hamba itu adalah pada tuan hamba maka sekarang akan besi tuan hamba itu adalah kepada hamba”.percaya yang Rajawali itu dapat menerbangkan seorang (kanak-kanak)145 manusia /12/ dan jikalau demikian bicara tuan hamba (sekali-sekali)146 tiada jadi siapa tanya kepada yang ampunya takdir pada melakukan kodiratnya. penulis membuat suatu edisi yang baru dengan mengadakan pembagian alinea-alenia.

Jadi. 12 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. 11 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. 9 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. karena huruf „h‟ pada kata berbahgi di dalam Ejaan Yang Disempurnakan tidak dibenarkan. . kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. Jadi. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. huruf „h‟ dihilangkan untuk membenarkan kata berbagi. 8 [kita] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. 13 [keduanya] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. Penambahan kata <dan>. karena huruf „h‟ pada kata berbahgi di dalam Ejaan Yang Disempurnakan tidak dibenarkan. karena kalimat di dalam teks terdapat kata yang setara sehingga perlu penambahan kata penghubung. Jika. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. 14 [pada] Kata [pada] yang ada di dalam teks membuat kalimat menjadi rancu. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. huruf „h‟ dihilangkan untuk membenarkan kata berbagi. Jika. Jika. Jadi. kata tersebut dihilangkan tidak 51 mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. kata tersebut dihilangkan tidak 52 mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. 10 <dan> Merupakan kata penghubung satuan bahasa yang setara. Jadi. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. 6 [h] Penghilangan huruf [h].5 [h] Penghilangan huruf [h]. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. 7 [kita juga yang lainnya] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. Jadi.

19 <-kan> Merupakan sufiks pembentuk verba. 17 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi.sehingga perlu penghilangan kata [pada] agar kalimat di dalam teks tidak rancu. karena untuk menjelaskan kalimat sebelumnya. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. tujuannya untuk memudahkan pembaca. kalimat ditambahkan kata penghubung agar tidak rancu. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. 53 20 <lalu> Merupakan kata penghubung antar kalimat. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. 25 [y] Penghilangan huruf [y]. 54 26 (mudah-mudahan) Kata (mudah-mudahan) sebelumnya di dalam teks seperti (mudah2an). 16 (pura-pura) Kata (pura-pura) sebelumnya di dalam teks seperti (pura2). tujuannya untuk memudahkan pembaca. 21 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. Jadi. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. tujuannya untuk memudahkan pembaca. maka . 23 (tiba-tiba) Kata (tiba-tiba) sebelumnya di dalam teks seperti (tiba2). jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. Penambahan sufiks <kan> untuk menjadikan kata dalam kalimat tidak rancu. sehingga kalimat di dalam teks tidak rancu. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 15 <yang> Menambahkan kata <yang>. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. 18 <emas itu> Penambahan kata <emas itu>. Jadi. Jadi. 24 [y] Penghilangan huruf [y]. karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung „yang‟ untuk menjelaskan kata yang di depannya. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. Jadi. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. Jadi. Kalimat di dalam teks perlu kata penghubung agar tidak rancu. 22 (pura-pura) Kata (pura-pura) sebelumnya di dalam teks seperti (pura2). perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu.

Penambahan kata <ke>. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata . Jadi. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif.penulis mengganti menjadi kata ulang. 29 [dengan] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. 32 [suatu pun tiada apa katanya] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. sehingga perlu ditambahkan kata <ke> pada kata sebelumnya . 28 [keduanya] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. 31 [akan] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. Jika. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. 35 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. tujuannya untuk memudahkan pembaca. 27 (masing-masing) Kata (masing-masing) sebelumnya di dalam teks seperti (masing2). Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. Jika. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. 36 <k> Penambahan huruf <k>. Jadi. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. Jika. tujuannya untuk memudahkan pembaca. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. Jika. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. kata tersebut dihilangkan tidak 55 mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. 34 (berkata-kata) Kata (berkata-kata) sebelumnya di dalam teks seperti (berkata2). tujuannya untuk memudahkan pembaca. 30 <ke> Merupakan kata depan untuk menandai arah atau tujuan. karena kata selanjutnya kata yang menunjukkan tempat tujuan. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. 33 [y] Penghilangan huruf [y].

41 [ada] Kata [pada] yang ada di dalam teks membuat kalimat menjadi rancu. 42 [dia] Kata [pada] yang ada di dalam teks membuat kalimat menjadi rancu. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata . 56 37 <k> Penambahan huruf <k>. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 47 <k> Penambahan huruf <k>. 38 <k> Penambahan huruf <k>. Jadi. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. Jadi. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> dibelakangnya. 40 <k> Penambahan huruf <k>. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah.bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 44 <k> Penambahan huruf <k>. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. sehingga perlu penghilangan kata [pada] agar kalimat di dalam teks tidak rancu. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. Jadi. 46 <k> Penambahan huruf <k>. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. Jadi. Jadi. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 57 43 <k> Penambahan huruf <k>. 45 <k> Penambahan huruf <k>. Jadi. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. Jadi. 39 <k> Penambahan huruf <k>. Jadi. Jadi. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. sehingga perlu penghilangan kata [pada] agar kalimat di dalam teks tidak rancu. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya.

58 (tiap-tiap) Kata (tiap-tiap) sebelumnya di dalam teks seperti (tiap2). kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. . karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. 59 55 <k> Penambahan huruf <k>. 52 <untuk> Merupakan kata depan untuk menyatakan tujuan atau maksud. 54 <k> Penambahan huruf <k>. Selain itu. 50 <k> Penambahan huruf <k>. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. penambahan kata tersebut menjadikan kalimat dalam teks tidak rancu. Kalimat di dalam teks perlu ditambahkan kata <untuk>. Jadi. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya.bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 56 [adalah] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 53 <k> Penambahan huruf <k>. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. 57 <k> Penambahan huruf <k>. 51 [di] Kata [di] dihilangkan agar kalimat di dalam teks tidak rancu. 48 <pohon itu> Penambahan kata <pohon itu> untuk memberikan keterangan kata yang di depannya. 58 49 <k> Penambahan huruf <k>. Jadi. Jadi. Jika. Jadi. Jadi. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. karena kalimat selanjutnya menyatakan tujuan. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. Jadi. tujuannya untuk memudahkan pembaca. Jadi.

pelaku. karena pemborosan kata dalam kalimat. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung „yang‟ untuk menjelaskan kata yang di depannya. 70 (tiap-tiap) Kata (tiap-tiap) sebelumnya di dalam teks seperti (tiap2). karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung „yang‟ untuk menjelaskan kata yang di depannya. Jadi. Jadi. 64 (sang kura-kura) Kata (kura-kura) sebelumnya di dalam teks seperti (kura2). 63 (kura-kura) Kata (kura-kura) sebelumnya di dalam teks seperti (kura2). atau penerima. atau penerima. 68 [nya] Penghilangan kata [nya]. tujuannya untuk memudahkan pembaca. 71 <yang> Menambahkan kata <yang>. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata.59 [nya] Penghilangan kata [nya]. 72 [juga demikian] . tujuannya untuk memudahkan pembaca. tujuannya untuk memudahkan pembaca. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. atau penerima. 60 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. pelaku. agar kalimat dalam teks tidak rancu. pelaku. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. 61 69 <yang> Menambahkan kata <yang>. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 62 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. 60 61 <ber-> <ber-> merupakan perfiks pembentuk verba. 66 [dan] Kata penghubung [dan] dihilangkan. Jika. kata [dan] dihilangkan tidak mengubah makna kata yang ada di dalam teks. Jadi. 65 <ada> Penambahan kata <ada>. 67 [nya] Penghilangan kata [nya]. perlu ditambahkan perfiks <ber-> agar kata dalam kalimat tidak rancu.

karena di dalam kalimat perlu keterangan subjek. Jadi. 63 82 <bapakku> Penambahan kata <bapakku>. 62 75 (kura-kura) Kata (kura-kura) sebelumnya di dalam teks seperti (kura2). maka penulis mengganti menjadi kata ulang. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. tujuannya untuk memudahkan pembaca. pelaku. Jadi. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. Jika. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. Jadi. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. tujuannya untuk memudahkan pembaca. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. Jadi. 83 <k> Penambahan huruf <k>. 76 (kura-kura) Kata (kura-kura) sebelumnya di dalam teks seperti (kura2). 78 (berjalan-jalan) Kata (berjalan-jalan) sebelumnya di dalam teks seperti (berjalan2). 80 <k> Penambahan huruf <k>. 77 [nya] Penghilangan kata [nya]. agar kalimat di dalam teks tidak rancu. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. 79 <k> Penambahan huruf <k>. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. tujuannya untuk memudahkan pembaca. atau penerima. 81 (tiap-tiap) Kata (tiap-tiap) sebelumnya di dalam teks seperti (tiap2). Jika. tujuannya untuk memudahkan pembaca. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. kata yang ada di . 73 [terdapat tiada] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya.Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 74 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi.

Jadi. 85 <di> Merupakan prefiks pembentuk verba. sehingga kalimat di dalam teks tidak rancu. Penambahan kata <di> pada kata di depannya agar kalimat di dalam teks tidak rancu.dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. Jika. 93 (bersama-sama) Kata (bersama-sama) sebelumnya di dalam teks seperti (bersamaa2). karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. agar kata dalam teks tidak rancu. 89 <i> Penambahan huruf <i> pada kata diturutnya. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. Jadi. karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung „yang‟ untuk menjelaskan kata yang di depannya. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. karena untuk menjelaskan kalimat sebelumnya. 91 [pada] Kata [pada] yang ada di dalam teks membuat kalimat menjadi rancu. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. karena dlam kalimat tidak digunakan sebagai kata penghubung. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. 92 [serta] Merupakan kata penghubung. Jadi. kata [serta] dihilangkan. 64 88 <k> Penambahan huruf <k>. . Jadi. 65 95 <emas itu> Penambahan kata <emas itu>. 84 <k> Penambahan huruf <k>. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 94 <yang> Menambahkan kata <yang>. sehingga perlu penghilangan kata [pada] agar kalimat di dalam teks tidak rancu. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 87 <k> Penambahan huruf <k>. tujuannya untuk memudahkan pembaca. kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata dan kalimat dalam teks menjadi tidak rancu. 86 <k> Penambahan huruf <k>. 90 [lah] Penghilangan kata [lah] agar kalimat dalam teks tidak rancu.

karena huruf [w] pada kata tuwa di dalam Ejaan Yang Disempurnakan tidak dibenarkan. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. Kalimat dalam teks kata [dia] tidak digunakan sebagai persona tunggal. Bila kata [lalu ia] dihilangkan tidak akan mengubah makna kalimat. 104 [w] Penghilangan huruf [w]. Jadi. 97 <d> Menambahkan huruf <d>. 98 [y] Penghilangan huruf [y]. Bila kata [kah] dihilangkan maka kalimat tidak menjadi rancu. Jadi.96 [dia] Merupakan persona tunggal. 103 <n> Menambahkan huruf <n>. untuk mengefektifkan kalimat dalam teks. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 67 107<h> Menambahkan huruf <h>. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. karena kata sebelumnya tidak menyatakan suatu pernyataan. maka kata itu dihilangkan untuk mengefektifkan kalimat dalam teks. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata puya tidak benar dan kata yang benar yaitu punya. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. Jika. huruf [w] dihilangkan untuk membenarkan kata tua. 66 101 (masing-masing) Kata (masing-masing) sebelumnya di dalam teks seperti (masing2). 105 [oranglah kandi] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. 102 [kah] Penghilangan kata [kah]. Jadi. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata menengar tidak benar dan kata yang benar yaitu mendengar. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan . 100 [lalu ia] Penghilangan kata di dalamnya. 99 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. tujuannya untuk memudahkan pembaca. 106 [lah] Penghilangan kata [lah] agar kalimat dalam teks tidak rancu.

sehingga perlu penghilangan kata [pada] agar kalimat di dalam teks tidak rancu. . karena kalimat dalam teks 68 terdapat kalimat yang bertentangan. kata „bahwa‟ dihilangkan karena tidak digunakan sebagai kata penghubung. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung „yang‟ untuk menjelaskan kata yang di depannya.kata kasi tidak benar dan kata yang benar yaitu kasih. 111 <-lah> Penghilangan kata [lah] agar kalimat dalam teks tidak rancu. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. Jadi. 116 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. karena menyatakan jumlah. 117 [y] Penghilangan huruf [y]. atau penerima. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. 110 [bahwa] Kata penghubung untuk menyatakan isi atau uraian bagian kalimat yang ada di depannya. perlu ditambahkan perfiks <ber-> pada kata dua. tujuannya untuk memudahkan pembaca. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 114 <tetapi> Merupakan kata penghubung intrakalimat untuk menyatakan hal yang bertentangan. tujuannya untuk memudahkan pembaca. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. Penambahan kata <tetapi>. 115 <ber-> <ber-> merupakan perfiks pembentuk verba. 109 (cita-citanya) Kata (cita-citanya) sebelumnya di dalam teks seperti (cita2nya). Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. 118 [lah] Penghilangan kata [lah] agar kalimat dalam teks tidak rancu. 113 (kanak-kanak) Kata (kanak-kanak) sebelumnya di dalam teks seperti (kanak2). jadi perlu ada penambahan kata penghubung. 108 [nya] Penghilangan kata [nya]. Jadi. 112 <yang> Menambahkan kata <yang>. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. pelaku. 119 [pada] Kata [pada] yang ada di dalam teks membuat kalimat menjadi rancu. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. Jadi. Jadi.

kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. tujuannya untuk memudahkan pembaca. 126 <d> Menambahkan huruf <d>. 129 [datang] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. 125 (tiba-tiba) Kata (tiba-tiba) sebelumnya di dalam teks seperti (tiba2). Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata taru tidak benar dan kata yang benar yaitu taruh. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. Jika. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 123 [serta] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. Jika. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. Penambahkan perfiks <per-> agar kalimat dalam teks tidak rancu. Jika. 127 [mendapatkan] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya.120 <yang> Menambahkan kata <yang>. 131 <sedang> Penambahan kata <sedang > untuk menjelaskan atau memberikan . 130 [ada] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. kata tersebut dihilangkan tidak 70 mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata menengar tidak benar dan kata yang benar yaitu mendengar. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung „yang‟ untuk menjelaskan kata yang di depannya. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. Jika. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. 69 121 <h> Menambahkan huruf <h>. 122 <se-> Penambahan kata <se> agar kalimat dalam teks tidak rancu. 128 <ke tempat> Penambahan kata <ke tempat> untuk menjelaskan atau memberikan keterangan kata sebelumnya. 124 <per> <per-> merupakan perfiks pembentuk verba.

pelaku. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. 72 140 <d> Menambahkan huruf <d>. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata menengar tidak benar dan kata yang benar yaitu mendengar. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung <yang> untuk menjelaskan kata yang di depannya. tujuannya untuk memudahkan pembaca. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. 136 [-nya] Penghilangan kata [nya]. 138 <d> Menambahkan huruf <d>. 143 [y] Penghilangan huruf [y]. 139 [serta] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata menengar tidak benar dan kata yang benar yaitu mendengar. 135 <yang> Menambahkan kata <yang>. tujuannya untuk memudahkan pembaca. 141 <d> Menambahkan huruf <d>. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. atau penerima. 137 [y] Penghilangan huruf [y]. Jika. Jadi.keterangan kata sebelumnya. 71 134 (berseru-seru) Kata (berseru-seru) sebelumnya di dalam teks seperti (berseru2). 132 (bermain-main) Kata (bermain-main) sebelumnya di dalam teks seperti (bermain2). pelaku. atau penerima. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan . karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata menengar tidak benar dan kata yang benar yaitu mendengar. 142 [-nya] Penghilangan kata [nya]. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. 133 <kemudian> Penambahan kata <kemudian> untuk menjelaskan atau memberikan keterangan kata sebelumnya.

144 (kanak-kanak) Kata (kanak-kanak) sebelumnya di dalam teks seperti (kanak2). tujuannya untuk memudahkan pembaca. 150 (sebaik-baiknya) Kata (sebaik-baiknya) sebelumnya di dalam teks seperti (sebaik2nya). 146 (sekali-sekali) Kata (sekali-sekali) sebelumnya di dalam teks seperti (sekali2). maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 152 [y] Penghilangan huruf [y]. Jadi. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. 149 (baik-baik) Kata (baik-baik) sebelumnya di dalam teks seperti (baik2). 148 [-lah] Penghilangan kata [lah] agar kalimat dalam teks tidak rancu. 74 4. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. Jadi. (a) Kadi = Hakim yang mengurus atau mengadili perkara-perkara yang bersangkut-paut dengan Agama Islam (seperti. dan . maka penulis mengganti menjadi kata ulang. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. tujuannya untuk memudahkan pembaca. 73 147 [-lah] Penghilangan kata [lah] agar kalimat dalam teks tidak rancu. perceraian. 145 (kanak-kanak) Kata (kanak-kanak) sebelumnya di dalam teks seperti (kanak2). karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. tujuannya untuk memudahkan pembaca. Jika. tujuannya untuk memudahkan pembaca. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. 151 (ingat-ingat) Kata (ingat-ingat) sebelumnya di dalam teks seperti (ingat2). 153 [jadi] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya.5 Kata Sulit (Glosarium) Kata-kata sulit yang ditemukan dalam teks Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik diartikan menurut Kamus Bahasa Melayu Nusantara. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. tujuannya untuk memudahkan pembaca. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. Kata-kata sulit yang terdapat dalam teks Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik sebagai berikut.kalimat dalam teks rancu. tujuannya untuk memudahkan pembaca.

menurut Nainggolan (1997:21) ditinjau dari sudut bahasa.6. (f) Handai = Kawan. (e) Kati = Ukuran berat yang bersamaan dengan 16 tahil.6 Interpretasi Nilai Moral Menurut Suseno (1987:19) kata moral selalu mengacu pada tingkah laku baik buruk manusia sebagai manusia. lalu. Interpretasi nilai moral yang ditemukan dari segi nilai moral positif meliputi: sikap adil. 75 Berdasarkan pendapat di atas. Di bawah ini adalah salah satu peristiwa yang menggambarkan seseorang yang mempunyai sikap adil. 4. kasih sayang.pelanggaran hukum Islam). teman. Sementara itu. kejadian. 4. Tingkah laku baik dan buruk tersebut dapat digolongkan menjadi nilai moral positif dan nilai moral negatif. Nilai moral positif dapat dijadikan suatu perbuatan yang perlu dicontoh atau diikuti oleh setiap orang dalam kehidupan sehari-hari. Mereka pun mendapat sepotong emas terhantar di jalan . maka. 4.1. sahabat. serakah. (c) Jerapaya = Jerapah (d) Hata = Kemudian dari itu. Sikap adil dalam 76 peristiwa ini mengandung nilai yang baik untuk kehidupan sekarang ini. mencuri. Suatu hari si Cerdik dengan si Bodoh berjalan berdua. balas dendam. berbohong. moral adalah sebagai kata benda yang berarti berhubungan dengan prinsip baik dan buruk yang ditarik dari satu cerita.6. menolong.1 Nilai Moral Positif Di dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik terdapat nilai moral yang positif yaitu nilai moral yang baik. Nilai moral positif yaitu perbuatan yang dapat membantu atau meringankan beban orang lain. tamak. penulis menyimpulkan nilai moral yaitu tingkah laku manusia baik dan buruknya sebagai manusia. rekan. perihal. Tingkah laku yang baik dapat dimasukkan ke dalam nilai moral positif. kisah atau pengalaman. (g) Loba = Selalu ingin mendapat (memiliki) banyak-banyak. sedangkan tingkah laku yang buruk dapat dimasukkan ke dalam nilai moral negatif. dan serakah. Sikap adil dapat dilihat dari berbagai sikap seseorang.1 Sikap Adil Di dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik terdapat peristiwa yang menggambarkan sikap adil. bertanggung jawab. Nilai moral yang ditemukan dari segi nilai moral negatif meliputi: menfitnah. dan beragama. Norma-norma moral adalah tolok ukur untuk menentukan betul salah sikap dan tindakan manusia dilihat dari segi baik buruk sebagai manusia dan bukan sebagai pelaku peran tertentu dan terbatas. yaitu nilai moral positif dan nilai moral negatif. percaya. Jadi. sikap jujur. (b) Ihwal = Hal. interpretasi nilai moral dibagi menjadi dua golongan.

tetapi menyalahkan siapa yang salah yaitu siapa yang menyuruhnya melakukan perbuatan ini. Kadi adalah seorang hakim. (HSBDSC hlm. Setelah Kadi mengetahui kebenaran siapa yang salah. Kadi heran mendengarkan masalah dan permintaan Si Cerdik. Kata Kadi “bawa kemari orang tua itu supaya kita periksa”. maka kata Kadi “ baiklah esok hari saya hakimkan disana”. Maka orang tua itu diperiksa dan orang tua itu roboh dan menyahat sebab bekas kehangatan kena api itu jadi terhanguslah hatinya dan hancurlah sekalian kulitnya. Maka ujar si Cerdik “ tuan hamba kadi dihakimkan antara kedua kami ini. (HSBDSC hlm. Suatu ketika mereka menemukan emas. karena khianat si Bodoh akan hambamu ini. 1) Kutipan di atas menunjukkan bahwa si Bodoh adalah seorang teman yang selalu ada bagi si Cerdik. Ketika Kadi sedang memeriksa saksi yaitu sebuah pohon. tetapi si Cerdik tidak ingin dibagi dua. lalu Kadi akan mengadili si Cerdik dan si Bodoh esok harinya. 9 ) Kutipan di atas menjelaskan bahwa Kadi mengadili seorang saksi yaitu seorang yang sudah tua untuk berkata yang sebenarnya. 3) Kutipan di atas menjelaskan Kadi akan mengadili antara si Cerdik dengan si Bodoh. jadi ia mempunyai sikap adil. karena si Cerdik meminta untuk mengadili si Bodoh. Lalu oleh Kadi disuruhnya . Lalu si Bodoh dibawa kepada Kadi. (HSBDSC hlm. Si Cerdik itupun keluarkanlah emas itu. Kadi mempunyai sikap adil. Maka ujar si Bodoh “marilah kita berbagi dua emas ini dahulu”. lalu orang tua itu mati. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. Setelah ia mengatakan kebenarannya. Lalu si Cerdik pun ditangkap orang serta di kasih hakim dengan beberapa kesakitan. Maka Kadi pun heran mendengar kata si Cerdik. Lalu ia menangkap orang yang salah itu dan menghukumnya. lalu ia menanyakan pada orang tua tersebut sebagai saksi.lalu tiada diberitahu hambamu ini. si Bodohlah yang mengambil emas itu. Si Bodoh dengan si Cerdik ke mana pun pergi selalu bersama-sama. maka dikatakan oleh si Cerdik segala perhal mendapatkan emas itu. Kadi tidak menyalahkan orang tua itu. Kadi di sini bersikap adil terhadap seorang saksi yang berkata sebenarnya. Hal ini terdapat pada kutipan berikut. Saksi itu mengatakan sebenarnya siapa yang salah dan benar. ia merasa heran mendengar ada suara keluar dari pohon. Oleh karena itu. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. Lalu Kadi 77 mengetahui bahwa pohon tersebut ada orang di dalamnya yaitu orang tua.raya. sesudah diceritakan kepada Kadi. Maka orang tua itu mati. si Bodoh pun berpikir untuk membagi dua pada si Cerdik.

pulangkan emas itu kepada si Bodoh.(HSBDSC hlm. 9 ) Kutipan di atas menjelaskan Kadi yang bersikap adil terhadap orang yang berbuat salah yaitu si Cerdik. Lalu kadi menghukum si Cerdik dan meminta si Cerdik untuk mengembalikan emas itu terhadap si Bodoh. Kadi berbuat adil terhadap siapa yang bersalah dan siapa yang 78 benar. Ia menghukum bagi yang bersalah dan membebaskan yang tidak bersalah. Selain peristiwa di atas, ada juga peristiwa lain yaitu seorang yang berbuat sikap adil atas hak kepunyaannya. Ia meminta haknya untuk dikembalikan. Seseorang itu melakukan sesuatu hal agar haknya dapat dikembalikan. Hal ini terlihat pada kutipan berikut. Maka ujar Barzagan kepada Amin “tahulah hamba bahwa anak hamba ada pada tuan maka sekarang besi tuan hamba itu ada pada hamba”. Kemudian Barzagan pun kembalikan besi kepada Amin dan Amin pun kembalikan anak Barzagan kepadanya. (HSBDSC hlm.12) Kutipan di atas menggambarkan Amin yang berbuat adil karena ia ingin haknya dikembalikan yang telah dicuri Barzagan. Barzagan mengakui memang benar hak Amin ada padanya. Lalu Amin mengembalikan hak Barzagan dan Barzagan pun mengembalikan hak Amin. Peristiwa tersebut bahwa sikap adil tidak akan merugikan bagi diri sendiri maupun orang lain. Jadi, dari beberapa kutipan di atas dapat diketahui bahwa sikap adil dapat dimiliki oleh setiap orang. Sikap adil tidak hanya dimiliki oleh seorang hakim saja, tetapi dapat juga dimiliki oleh orang biasa. Seseorang dapat berbuat adil jika ia memiliki moral yang baik. Moral yang baik tidak dimiliki oleh semua orang, hanya orang tertentu yang dapat memiliki moral yang baik. Sekarang ini, sikap adil pada diri seseorang jarang ditemukan. Seorang hakim masih ada juga yang tidak bersikap adil. Jadi, diharapkan 79 dari hasil analisis ini dapat membuat orang untuk bersikap adil. Sikap adil dapat membuat orang yang berkuasa tidak semena-mena terhadap orang yang lemah. Sikap adil tidak akan merugikan semua orang, melainkan dapat menguntungkan sesama manusia. Selain itu, sikap adil akan selalu membuat kehidupan ini damai, aman, dan sejahtera. Kehidupan sesama manusia akan indah jika sikap adil masih dilakukan hingga saat ini. 4.6.1.2 Sikap Jujur Jujur adalah sebuah sikap berbicara yang sebenarnya. Sikap jujur saat ini jarang dimiliki oleh setiap orang. Di dalam Hikayat Cerita Seorang Cerdik dan Seorang Bodoh ada seorang yang bersikap jujur, ia berbuat hal tersebut karena ia tidak ingin kehilangan sesuatu yang dimilikinya. Hal ini terlihat pada kutipan berikut.

Maka ujar Barzagan kepada Amin “tahulah hamba bahwa anak hamba ada pada tuan maka sekarang besi tuan hamba itu ada pada hamba”. (HSBDSC hlm. 12) Kutipan di atas menggambarkan bahwa Barzagan mengetahui Amin temannya telah menyembunyikan anaknya. Ia pernah berbohong kepada Amin bahwa besi milik Amin telah habis dimakan tikus, kemudian Amin ingin mengetahui hal yang sebenarnya. Amin mengambil anak Barzagan lalu menyembunyikannya. Barzagan sangat ingin anaknya kembali, lalu ia berkata jujur bahwa besi milik Amin masih ada padanya. Amin pun berkata jujur bahwa anak Barzagan ada 80 pada dirinya. Lalu Amin mengembalikan anak Barzagan dan Barzagan mengambalikan besi itu pada Amin. Selain itu, ada juga orang yang berkata jujur bahwa ia tidak melakukan hal yang tidak ia lakukan. Orang tersebut berani bersumpah atas perkataan yang jujur dan ia berani bertanggung jawab atas perkataannya. Hal ini terlihat pada kutipan berikut. Maka kata si Cerdik “siapa tahu engkaulah yang mengambil emas itu, maka pura-pura engkau mengajak aku, melainkan engkau ini khianat”. Lalu tangan si Bodoh hendak dibawanya kepada Kadi. Si Bodoh pun bersumpah tiada dicuri emas itu lalu tiada juga dipercaya oleh si Cerdik. (HSBDSC hlm. 2) Kutipan di atas menggambarkan si Bodoh yang berkata jujur bahwa ia tidak melakukan pencurian atas emas yang telah ia temukan bersama si Cerdik. Si Cerdik tidak mempercayaan perkataan si Bodoh, walaupun si Bodoh telah berani bersumpah atas perkataannya. Lalu untuk membuktikan benar atau tidak perkataan si Bodoh. Si Cerdik membawa si Bodoh ke Kadi atau hakim. Si Bodoh berani bertanggung jawab karena ia berkata jujur dan tidak merasa bersalah atas perbuatan yang ia lakukan. Sebuah kejujuran akan menghasilkan hal yang tidak merugikan seseorang melainkan akan menguntungkan bagi diri sendiri dan orang lain. Kejujuran seseorang akan selalu membawa sesuatu perbuatan yang dapat membantu orang lain. Sikap jujur merupakan moral yang baik, moral yang dapat membuat seseorang akan berbuat baik kepada orang lain. 81 Jika sikap jujur dapat diterapkan hingga saat ini, maka kehidupan ini akan terasa damai dan indah. Hanya saja, sekarang ini sikap jujur kurang diterapkan dalam kehidupan, sehingga banyak terdapat kebohongan antara makhluk yang satu dengan lainnya. Kebohongan terjadi karena seseorang tidak memiliki sikap jujur. Sikap jujur mempunyai peranan penting dalam kehidupan ini. 4.6.1.3 Kasih Sayang Kasih sayang adalah suatu sikap yang mengasihi satu dengan

yang lainnya. Kasih sayang banyak dimiliki oleh setiap manusia dan kasih sayang itu tidak hanya sayang pada sesama manusia tetapi sesama makhluk hidup yang lain. Kasih sayang sesama manusia biasanya dimiliki semua manusia sejak lahir. Di dalam hikayat ini telah ditemukan beberapa sikap kasih sayang sesama manusia. Si Cerdik seorang anak yang meminta tolong kepada bapaknya. Bapak si Cerdik sangat sayang kepada anaknya yaitu si Cerdik. Bapak Si Cerdik ingin menunjukkan rasa kasih sayang kepada anaknya, lalu apa pun yang diinginkan anaknya akan dituruti. Hal ini terdapat pada kutipan berikut. Setelah itu, si Cerdik datang kepada bapaknya, maka katanya “ hai, bapakku kasihkah bapakku akan aku”. Maka kata bapaknya “mengapa engkau berkata demikian dimanakah makhluk ini tiada kasih akan anaknya”. (HSBDSC hlm. 4) 82 Kutipan di atas menggambarkan bahwa seorang bapak yang sayang akan anaknya. Kasih sayang seorang bapak adalah bukti adanya rasa mengasihi. Bapak yang baik akan selalu sayang akan anaknya dan akan selalu menuruti apa yang diminta anaknya. Kasih sayang seorang bapak pada anaknya hingga saat ini masih ada, tetapi tidak semua bapak memiliki rasa sayang yang seperti itu. Si Cerdik ingin mengetahui apa benar Bapaknya sayang akan dirinya. Lalu si Cerdik meminta bapaknya untuk melakukan sesuatu hal. Bapak si Cerdik melakukan hal yang diinginkan anaknya, sebagai bukti bahwa ia benar-benar sayang pada anaknya. Lalu Bapak si Cerdik mau melakukan perbuatan yang diinginkan si Cerdik. Hal ini terdapat pada kutipan berikut. Maka ujar si Cerdik “hai bapaku jikalau ada kasih sayang bapak kepada hamba, janganlah bapak panjangkan kalam ini karena kita perolehnya tiada banyak”. Karena bapaknya kasih akan anaknya, maka diturutinya. (HSBDSC hlm. 7) Kutipan tersebut menggambarkan bagaimana kasih sayang bapak kepada anaknya yang meminta tolong. Seorang anak yang mempunyai masalah, ia meminta agar bapak menolongnya. Bapak yang menuruti kata anaknya akan melakukan apa pun yang diminta anaknya karena bapak yang sangat sayang akan anaknya. Femomena kehidupan saat ini, sikap kasih sayang masih ada. Selain itu, tidak hanya kasih sayang bapak kepada anaknya, tetapi ada juga kasih sayang sesama manusia yang lain dan makhluk hidup lainnya. 83 Jadi, kasih sayang merupakan perbuatan yang baik, karena dapat menimbulkan rasa mengasihi. 4.6.1.4 Percaya Percaya adalah sikap untuk mempercayai sesuatu hal. Di dalam

Sebuah sikap percaya akan seseorang sangat sulit ditemukan pada saat ini. Selain percaya akan perkataan seorang teman. maka kata Kadi “ baiklah esok hari saya hakimkan disana” lalu mereka pun kembali ke masing-masing rumahnya. Sikap percaya akan seseorang yang sudah dikenal maupun tidak dikenal. Seniscaya ia lah yang berbuat khianat karena pada masa itu terlalu sunyi. baik yang sudah kita kenal maupun yang belum kita kenal. Di dalam . Kadi pun mengatakan akan mengadili mereka esok harinya. jika orang itu sudah saling mengenal. Maka Kadi pun heran mendengar kata si Cerdik. maka akupun tersadar akan hendak memperbaiki gudang itu. Ketika ia akan mengambil besi tersebut. Jadi. melainkan ia lah yang mengambil emas itu. Maka kata Barzagan “engkau yang punya besi itu. karena Barzagan sahabatnya lalu Amin mempercayai perkataannya. jika orang itu dapat mempercayai orang 84 lain. Orang akan percaya pada orang lain. sehingga Kadi percaya bahwa pohon dapat menjadi saksi atas perkara si Cerdik dan si Bodoh. Kadi ingin membuktikan perkataan orang itu. siapa yang tahu daripada kebenarannya hamba. Maka ujar Amin “mustahil katamu itu hai temanku. (HSBDSC hlm. Amin mempunyai besi dan ia menitipkan besi itu kepada temannya Barzagan. kita harus berhati-hati dalam mempercayainya. Jadi. sebuah kepercayaan dapat dimiliki oleh seseorang. 3) Kutipan di atas salah satu penggambaran sikap percaya akan seseorang. apa benar sebuah pohon dapat menjadi saksi. (HSBDSC hlm. mudah-mudahan pohon kayu itu jadi saksi akan hamba. Barzagan mengatakan bahwa besi tersebut telah habis dimakan tikus. berhati-hatilah dalam mempercayai perkataan orang lain. Peristiwa tersebut terlihat pada kutipan berikut.Hikayat Cerita Seorang Cerdik dan Seorang Bodoh ada seorang yang mempunyai sikap percaya perkataan seseorang. Sikap percaya di atas merupakan sikap yang mempercayai sebuah perkataan sahabatnya. maka tiba-tiba besimu itu tiada kelihatan lagi serta habis dimakan oleh tikus”. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. tikus dapat makan besi tetapi bisa juga seperti katamu itu karena giginya tajam sedangkan tulang dapat digigit juga”. 10) Kutipan di atas menggambarkan seseorang yang percaya akan perkataan temannya. jangankan manusia unggas pun tiada mengetahui dan tiada melihat hamba menaruh emas itu. aku taruh besi itu didalam gudang berapa lamanya kemudian. Amin ragu akan perkataan Barzagan. ada juga sebuah peristiwa seorang Kadi atau hakim yang mempercayai perkataan orang yang ingin diadili.

lalu ia pergi bekerja. Lalu Amin menitipkan besi yang akan dijualnya untuk dijadikan modal kepada temannya Barzagan. Amin pun meninggalkan besi itu kepada Barzagan. ia hendak berlayar tetapi ia tiada mempunyai modal. Menolong adalah perbuatan yang dapat membantu sesama manusia untuk meringankan beban hidupnya. Bantuan tersebut dapat berupa pertolongan sesama manusia. tetapi karena anaknya meminta tolong dan sangat membutuhkan bantuan.6. (HSBDSC hlm. Hidup dengan saling percaya maka akan tercipta hidup yang sentosa dan sejahtera. Hidup dengan Perbuatan menolong dapat membantu orang yang sedang dalam kesusahan.1. Selain hal di atas. Barzagan membantu menyimpan besi milik Amin di gudangnya. Perbuatan menolong tersebut yaitu menolong sesama teman atau sesama manusia yang sedang membutuhkan bantuan orang lain. untuk berlayar tetapi ia tidak memiliki modal. Kemudia Kurakura . Perbuatan menolong sesama manusia sangatlah dibutuhkan dalam kehidupan. Perbuatan menolong dapat juga terjadi dalam sebuah keluarga. Maka ada padanya besi seratus kati itulah dibawa kepada seorang sahabatnya bernama Barzagan ditaruhnya disitu. Maka kata bapaknya “ hai anakku kerja apa yang engkau suruhkan kepada aku ini”. lalu bapaknya membantu. Sikap percaya merupakan perbuatan yang tidak merugikan sesama manusia. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. Seorang anak yang meminta tolong kepada bapak. lalu ia meminta bantuan kepada Kura-kura.kehidupan sekarang ini sikap percaya pada seseorang sedikit ditemui. (HSBDSC hlm. bapak itu pun melakukannya demi anaknya. 9) Dari peristiwa di atas dapat diketahui Amin membutuhkan pertolongan. 85 4. Inilah supaya bapakku tolong aku dan supaya emas itu kita peroleh”. Di dalam hal tersebut ada seorang ayah 86 yang mempunyai rasa sayang untuk menolong dalam kesusahan terdapat pada kutipan berikut ini. ada juga suatu peristiwa perbuatan menolong lainnya yaitu seekor Katak membutuhkan bantuan untuk menyelesaikan masalahnya. Ada seorang bernama Amin. Walaupun bapaknya mengetahui bahwa anaknya telah berbuat salah.5 Menolong Setiap orang tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Perbuatan menolong dalam keluarga ini yaitu seorang bapak yang menolong seorang anaknya. 4) Kutipan di atas menggambarkan sikap bapak yang menolong anaknya yang dalam kesusahan. Bapak yang melakukan apa saja untuk menolong anaknya dalam menyelesaikan masalah. Kemudian ia pergi kerja.

5) 87 Dari kutipan-kutipan di atas. Hal ini juga terterlihat pada kutipan berikut ini. perbuatan menolong dapat terjadi bila seseorang memiliki rasa ingin membantu kepada sesamanya. semakin jarang ditemukan. Tempatnya terlalu amat banyak tanahnya dan batunya yang menikam dan akik. Lalu pergilah mereka itu ke pohon itu didapatnya emas itu sudah tiada lagi. diharapkan perbuatan menolong sesama manusia dilakukan atas dasar ingin membantu yang lainnya. (HSBDSC hlm. Perbuatan menolong sesama manusia tidak akan memandang status seseorang. Berikut ini ada sebuah kutipan mengenai hal tersebut. Orang yang menolong hanya ingin orang yang ditolongnya senang. hamba mintalah akan tuan hamba pepatah supaya hamba dengar dan hamba amalkan. 4. Lalu tangan si Bodoh hendak 88 dibawanya kepada kadi. Katak meminta pertolongan kepada Kura-kura untuk memberinya sebuah nasehat atau cara menyelesaikan masalah. Banyak orang yang mengatakan hal itu. sehingga perbuatan menolong yang atas dasar ingin membantu semakin lama makin hilang. Oleh karena itu.menolong Katak itu. bahagia dan sedikit menghilangkan kesulitannya. Maka kata si Cerdik “siapa tahu engkaulah yang mengambil emas itu. melainkan engkau ini khianat”. maka pura-pura engkau mengajak aku. Kura-kura memberikan sebuah cara kepada Katak. si Bodohlah yang mengambil emas itu. 3) Hal di atas menunjukkan si Bodoh adalah orang yang .1. dan menolong juga tidak memandang hal apa yang akan ditolongnya. Perbuatan menolong dalam kehidupan sekarang ini. Lalu Katak pergi kepada Kura-kura serta katanya kepada sang Kura-kura yaitu hamba dengar ada seorang pendeta. Si Bodoh datang mengajak si Cerdik hendak pergi mengambil emas itu. sebab itulah tiada boleh aku pergi kesana.6 Bertanggung jawab Orang yang berani berbuat maka ia harus berani bertanggung jawab. Maka hidup ini akan terasa sentosa. Maka ujar si Cerdik “ tuan hamba Kadi dihakimkan antara kedua kami ini.6. Di dalam Hikayat Cerita Seorang Cerdik dan Seorang Bodoh ada seorang yang berani bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukannya. Jadi. karena khianat si Bodoh akan hambamu ini. tetapi secara kenyataan jarang orang yang mau bertanggung jawab atas apa yang diperbuatnya. (HSBDSC hlm. lalu tiada diberi tahu hambamu ini. tetapi aku tiada dapat pergi kesana. Banyak orang yang menolong bila ada pamrih atau timbal balik. Si Bodoh pun bersumpah tiada dicuri emas itu lalu tiada juga dipercaya oleh si Cerdik.

dan sejahtera. Selain itu. Padahal ia takut akan Allah ta‟ala dan ia menjalaninya teringat kerja maksiat itu. dan ia bersedia untuk diadili. Bertanggung jawab merupakan suatu perbuatan yang tidak merugikan semua pihak. Ia tidak mengambil emas yang telah mereka temukan.1. bertanggung jawab adalah salah satu moral positif yang dapat dimiliki oleh semua orang. Lalu bapak itu menuruti perkataan anaknya untuk melakukan suatu hal. Hal itu terlihat di dalam kehidupan sekarang ini banyak orang yang dirugikan atas orang yang tidak bertanggung jawab. maka diturutinya. Sikap si Cerdik yang mensyukuri nikmat dari Tuhannya patut untuk dicontoh oleh semua orang. 7) 90 . Selain itu. Selain hal di atas. Banyak orang yang tidak berani bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukannya. Sikap bertanggung jawab di atas yaitu bahwa ia berani untuk diadili atas dirinya yang tidak bersalah. maka hidup ini akan terasa aman. Sikap beragama yang ditonjolkan dalam naskah ini yaitu beragama Islam. Seorang bapak yang menjalankan sesuatu perbuatan selalu mengingat Allah ta‟ala. Jika sikap tanggung jawab dapat diterapkan hingga saat ini. Sikap bertanggung jawab dalam kehidupan sekarang ini semakin lama semakin berkurang. Hal yang beragama tersebut terdapat pada kutipan berikut ini. sikap yang dimiliki si Cerdik merupakan salah satu moral yang baik. Hanya orang tertentu saja yang memiliki keberanian untuk bersikap tanggung jawab. 1) Kutipan di atas menggambarkan bahwa Si Cerdik sangat beragama. Si Bodoh pun ikut ke Kadi karena ia bertanggung jawab bahwa ia tidak mengambil emas itu. 89 4. lalu si Bodoh pun dibawa ke Kadi atau hakim. dimanakah kita cari lagi”. Ia menyerahkan dirinya kepada Allah ta‟ala atas perbuatan yang maksiat yang akan ia lakukan. (HSBDSC hlm.6. orang yang bertanggung jawab yaitu orang yang berani mengakui semua perbuatan yang dilakukannya. Sikap yang dimiliki si Cerdik belum tentu dimiliki oleh orang lain. Maka ujar si Cerdik kepada si Bodoh “marilah kita ambil karena kita diberi Allah Subahanallahuwata‟ala beroleh emas ini.7 Beragama Di dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik terdapat sikap beragama yang sangat kuat kepada penciptanya. atas semua pemberian Tuhan kepada umatnya. ada juga terdapat sebuah peristiwa seorang bapak yang ingin menolong anaknya.bertanggung jawab. (HSBDSC hlm. Jadi. Peristiwa itu terdapat pada kutipan berikut ini. Ia sangat mensyukuri pemberian dari Allah Subahanallahuwata‟ala yaitu sebuah emas yang terhanpar di jalan. sentosa. akan tetapi si Cerdik tidak mempercayai semua perkataan si Bodoh. Karena bapaknya kasih akan anaknya.

Peristiwa tersebut menggambarkan besarnya iman seorang bapak kepada Tuhannya. Ia melakukan perbuatan dengan rasa takut dan selalu teringat akan Allah ta‟ala. Jikalau bicara tuan hamba tanya kepada yang punya takdir yang melakukan kodiratnya. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. Selain peristiwa di atas. Jadi. Orang yang melakukan atas dasar agama. karena ia melakukan sesuatu hal selalu teringat akan penciptanya yaitu Allah ta‟ala. Hal tersebut seperti yang digambarkan pada kutipan di atas. pasti diketahui oleh penciptanya yaitu Allah ta‟ala. (HSBDSC hlm. Orang yang beragama dalam hikayat ini ditujukan pada setiap orang agar berbuat baik dan tidak melakukan perbuatan yang jahat. Jadi. ada juga peristiwa seorang yang mempercayai sesuatu hal itu merupakan suatu takdir dari Allah ta‟ala. Keagamaan yang dimiliki bapak itu yaitu beragama atau beriman yang kuat. maka orang tersebut akan menyerahkan 91 sesuatu yang ia lakukan berdasarkan takdir yang diberikan penciptanya yaitu Allah ta‟ala. seperti firmannya. bila seseorang melakukan sesuatu perbuatan yang jahat maka hidup orang itu tidak akan sentosa. “Barangsiapa suka melihat kejahatan orang niscaya pada hari itu jatuhlah kejahatan itu kepada dirinya juga”. Nilai moral tentang beragama dikatakan dalam sebuah firman atau surat dari Allah ta‟ala. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut ini. Di akhir hikayat ini juga terdapat nilai moral yang berupa sikap beragama. hikayat ini benar-benar mengandung keagamaan yang sangat kuat. dan juga niscaya tiada dapat diterbangkan Rajawali akan tuan hamba punya anak”. Orang melakukan perbuatan sesuatu yang tidak diketahui orang lain. Demikianlah perinya dan ibarat hikayat bagi orang suka berbuat fitnah kepada sesamanya dan dari segala yang gemar berbuat fitnah itu tiada diperoleh sentosa didalam hidupnya. (HSBDSC hlm. Perbuatan yang tidak diketahui orang lain itu dibuktikan atas dasar firman Allah ta‟ala. Ia selalu teringat kepada Tuhannya akan sesuatu yang ia kerjakan. karena ada dalil firman Allah ta‟ala yakni “ Bahwasanya aku mengetahui yang tiada kamu mengetahui dan bicara hamba jikalau tiada dapat tikus makan besi seratus kati.Seorang ayah menolong anaknya tetapi yang ia tolong adalah seorang anak yang berbuat jahat. 12) Sesuatu hal yang ditakdirkan datangnya hanya dari penciptanya. Sebaliknya jika seseorang . Firman tersebut mengatakan bahwa kejahatan yang dilakukan seseorang akan menimpa dirinya sendiri. 13) Kutipan di atas menggambarkan hikayat ini mengandung keagamaan yang terlihat dari sebuah firman Allah ta‟ala. Orang itu menyerahkan sesuatu yang ia lakukan berdasarkan firman Allah ta‟ala yang dipahaminya.

6. Hasil analisis Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik ini diharapkan dapat membangkitkan sikap beragama seseorang sekarang ini yang sudah mulai pudar. Selang berapa hari maka si Cerdik pergilah dengan seorang diri. Jadi. Orang yang melakukan perbuatan tidak atas dasar agama yang dimiliki. untuk melakukan suatu 92 perbuatan yang baik.6.selalu berbuat baik dan selalu ingat akan Allah ta‟ala maka hidupnya akan terasa indah dan sentosa. beragama yang terkandung di dalam hikayat ini juga dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat saat ini. Selain itu. Salah satu nilai moral negatif yaitu perbuatan yang 93 merugikan orang lain. sejahtera.2. Perbuatan menfitnah akan timbul pada diri seseorang. Sikap beragama di atas menggambarkan seorang yang melakukan perbuatan berdasarkan keimanan yang dimilikinya sendiri. Nilai moral negatif dalam hikayat ini terjadi pada orang-orang yang mempunyai maksud buruk atau jahat. Orang yang memiliki agama hanya sekedar mempunyai agama. beragama merupakan suatu perbuatan yang mengingatkan kita pada penciptanya.2 Nilai Moral Negatif Di dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik tidak hanya terdapat nilai moral yang positif. Perbuatan menfitnah dapat juga terjadi kapan saja dan oleh siapa saja. lalu diambilnya emas itu dibawa pulang ke rumahnya. Jadi. 4. Masyarakat yang beragama kuat maka hidup ini akan terasa indah. Peristiwa menfitnah seseorang terdapat pada kutipan berikut. dan sentosa. Berdasarkan beberapa kutipan di atas. Orang yang melakukan perbuatan atas dasar agama yang dimiliki. 4. sikap beragama merupakan nilai moral yang baik dalam diri seseorang. Maka kata si Cerdik “siapa tahu engkaulah yang . Orang tidak melakukan perbuatan berdasarkan agama yang dimiliki tetapi hanya berdasarkan keinginan nafsu. ia akan merasa bahwa hidup ini indah. tetapi juga terdapat nilai moral yang negatif. menfitnah adalah perbuatan yang negatif. bila orang tersebut mempunyai maksud buruk pada orang lain. Di dalam kehidupan saat ini. Lalu Si Bodoh datang mengajak si Cerdik hendak pergi mengambil emas itu. Lalu pergilah mereka itu ke pohon itu didapatnya emas itu sudah tiada lagi. ia akan merasa bahwa hidup sulit dan susah. Masyarakat hendaknya senantiasa mensyukuri nikmat Tuhan dan selalu teringat akan semua permberian-Nya. sikap beragama yang dimiliki semua orang tidak diterapkan pada kehidupan.1 Menfitnah Menfitnah merupakan suatu perbuatan yang sangat merugikan bagi orang yang difitnah. baik terhadap teman sendiri maupun orang lain.

mengambil emas itu. maka pura-pura engkau mengajak aku. 4) Kutipan di atas menggambarkan si Cerdik suka menfitnah seseorang. si Bodohlah yang mengambil emas itu. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. ia hanya bisa mendengarkan perkataan anaknya. Maka ujar si Cerdik “ Tuan hamba kadi dihakimkan antara kedua kami ini. tetapi juga di depan bapaknya si Cerdik. Si Cerdik ingin Kadi mengadili si Bodoh karena berkhianat. Walaupun bapaknya si Cerdik mengetahui anaknya berbuat fitnah. (HSBDSC hlm. Si Cerdik menceritakan bahwa ia menfitnah si Bodoh di depan Kadi. bahwa emas yang mereka temukan telah diambil si Bodoh. Lalu si Cerdik ingin bapaknya untuk membantunya dalam pengadilan. Menfitnah seseorang. Akibat dari sebuah emas yang mereka temukan. 2) Kutipan di atas menggambarkan Si Cerdik menfitnah si Bodoh. karena khianat si Bodoh akan hambamu ini. (HSBDSC hlm. dapat timbul bila seseorang mempunyai rasa dendam pada orang lain. (HSBDSC hlm. agar si Cerdik mendapat emas untuk dirinya sendiri. dan yang ia fitnah adalah temannya sendiri. Si Cerdik ingin si Bodoh tidak memperoleh emas itu sedikit pun. lalu tiada diberi tahu hambamu ini”. maka si Cerdik menfitnah si Bodoh temannya sendiri. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. Ujar si Cerdik “hai. 95 Perbuatan menfitnah dapat timbul kepada siapa saja. Si Bodoh difitnah oleh si Cerdik. bapakku bahwa aku mengaku kepada Kadi bahwa itu pohon kayu tempat emas kami taruhkan berdua dengan si Bodoh. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. melainkan engkau ini khianat”. dan orang lain tidak boleh memilikinya. lalu si Bodoh tidak dapat berbuat apa-apa atas tuduhan temannya dan si Bodoh hanya bisa menerima tusuhan itu dari si Cerdik. Apabila engkau yaitu Katak lihat lubang Jerapah maka ambil olehmu barang tiga ekor ikan. si Cerdik berbuat fitnah terhadap temannya sendiri. Maka engkau hantarkan pada lubang Ular itu. 2) Si Cerdik tidak hanya menfitnah si Bodoh di depan Kadi. si Cerdik menfitnah si Bodoh di depan Kadi. bahwa si Bodoh yang mengambil emas itu. pohon kayu itu akan jadi saksi hilangnya emas itu. 94 Selain peristiwa di atas. (HSBDSC hlm. 6) . tetapi emas itu aku ambil dan aku katakan si Bodoh yang mencuri emas itu”. Si Cerdik menfitnah si Bodoh yang mengambil emas itu. Perbuatan menfitnah hal diatas timbul bila sesorang yang ingin memiliki barang itu untuk dirinya sendiri. jikalau dilihat oleh Ular hendak memakan itu niscaya disambarnya dan dibunuhnya akan Ular itu.

Hanya orang yang mempunyai maksud buruk. perbuatan menfitnah adalah suatu hal yang negatif. Hal tersebut terjadi pada peristiwa berikut. Suatu hari si Cerdik dengan si Bodoh berjalan berdua. (HSBDSC hlm. Orang mencuri biasanya ingin memiliki barang itu menjadi miliknya sendiri. Jadi. Katak mengambil tiga ekor ikan milik Jerapah. karena merugikan siapa saja.2 Mencuri Mencuri merupakan perbuatan yang merugikan orang lain. Jerapah menganggap bahwa Ular yang telah mencuri ikan tersebut. 1) Kutipan di atas menggambarkan si Cerdik mengambil emas dan emas itu sebenarnya adalah milik berdua antara si Cerdik dengan si Bodoh. jikalau dilihat oleh Ular hendak memakan itu niscaya disambarnya dan dibunuhnya akan Ular itu. perbuatan menfitnah masih dimiliki oleh setiap orang. yaitu seseorang mencuri hanya ingin untuk membalas dendam kepada seseorang. 96 4. Perbuatan mencuri dapat merugikan orang yang dicuri barangnya.6. maka ia mencuri emas tanpa sepengetahuan si Bodoh. Selang berapa hari maka si Cerdik pergilah dengan seorang diri. perbuatan menfitnah dapat membuat hidup ini tidak sentosa. Lalu mereka menyimpan emas itu di pohon kayu besar. 6) Katak mencuri untuk membalas dendam kepada Ular.2. Maka engkau hantarkan pada lubang Ular itu. sehingga menfitnah merupakan perbuatan yang negatif.Kutipan di atas menggambarkan bahwa Katak ingin membalas dendam pada Ular. Perbuatan menfitnah dapat muncul kepada siapa saja. lalu diambilnya emas itu dibawa pulang ke rumahnya. Perbuatan memfitnah dapat menimbulkan suatu hal yang buruk bagi siapa saja. Mereka pun mendapat sepotong emas terhantar di jalan raya. Lalu Katak menfitnah Ular. Apabila engkau lihat lubang Jerapaya maka ambil olehmu barang tiga ekor ikan. Perbuatan mencuri dapat terjadi bila seseorang mempunyai maksud tertentu pada seseorang. Katak mencuri ikan milik Jerapah. (HSBDSC hlm. Ikan yang dicuri katak diberikan kepada Ular. Jadi. orang yang menfitnah pun akan mendapatkan balasan dari apa yang dilakukannya. Di dalam kehidupan sekarang ini. Selain itu. Katak melakukan 97 . Menfitnah adalah suatu perbuatan yang merugikan bagi yang difitnah. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. lalu ikan tersebut diletakkan di tempat Ular. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. Kemudian Katak ingin melihat Jerapah membunuh Ular karena telah mencuri ikannya. lalu Ular tersebut akan dimakan oleh jerapah. maka perbuatan menfitnah akan timbul. Si Cerdik tidak ingin emas itu dibagi dua.

maka ia menfitnah bahwa temannya yang mengambil emas itu. Katak berpikir bahwa perbuatannya akan merugikan orang lain. Ujar si Cerdik “hai. Sesungguhnya pohon itu tidak dapat dijadikan saksi karena tidak dapat berbicara. Jadi. pohon kayu itu akan jadi saksi hilangnya emas itu. Sesungguhnya bahwa pohon tersebut tidak dapat berbicara sehingga si Cerdik berbohong bahwa 98 pohon itu dapat menjadi saksi dan berbicara. Selain itu. Inilah supaya bapakku tolong aku dan supaya emas itu kita peroleh”.perbuatan mencuri atas dasar balas dendam pada Ular. maka hendaklah bapakku menyahut sebagaimana ada orang yang tanya saksi. Perbuatan mencuri dalam kehidupan akan menimbulkan kekacauan dan menjadikan hidup ini tidak aman dan sentosa. tetapi si Cerdik membuat pohon itu dapat berbicara karena di dalam pohon tersebut terdapat Bapak si Cerdik. barangkali lolos lalu bapakku masuk ke dalam pohon itu. Orang yang mencuri mempunyai maksud tertentu hanya untuk dirinya sendiri.2.6. ada juga seorang saksi yang berbohong. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. Banyak orang ingin memiliki barang orang lain. perbuatan mencuri masih ditemukan. perbuatan mencuri membawa dampak buruk bagi kehidupan semua orang. tetapi ia tetap melakukan balas dendam pada Ular. Bila dilihat pada kehidupan sekarang ini. bapakku bahwa aku mengaku kepada Kadi bahwa itu pohon kayu tempat emas kami taruhkan berdua dengan si Bodoh. Jika ditanya oleh Kadi itu. Saksi . Perbuatan mencuri tidak hanya terjadi pada masyarakat kalangan atas melainkan kalangan bawah. Si Cerdik mengatakan bahwa ada saksi sebuah pohon melihat bahwa si Bodoh yang mengambil emas itu. 4. Si Cerdik meminta kepada bapaknya untuk menjadi seperti seorang saksi yang memberi jawaban atas pertanyaan dari Kadi. Maka sahut anaknya “hai bapakku pohon kayu itu berlubang. Hal ini terjadi pada si Cerdik karena ia ingin memiliki emas temannya. karena ia telah mengatakan bahwa pohon dapat memberikan kesaksian. (HSBDSC hlm. tetapi emas itu aku ambil dan aku katakan si Bodoh yang mencuri emas itu”.3 Berbohong Orang akan melakukan apa saja untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya. 4) Kutipan di atas menggambarkan si Cerdik telah berbohong kepada Kadi atau hakim. sehingga timbullah perbuatan ingin mencuri. Saksi itu melakukan perbuatan bohong karena diminta seseorang. mencuri adalah perbuatan yang negatif karena merugikan orang lain. Perbuatan mencuri hanya untuk mementingkan keinginan sesaat. Biasanya orang yang mencuri ingin dirinya memiliki kepuasan tersendiri. demikianlah hamba minta kepada bapak”. Selain peristiwa di atas.

Maka saya pohon kayu itu “si Bodohlah yang mengambil emas itu”. (HSBDSC hlm. dan pohon itu berbohong dalam memberikan kesaksian. Barzagan pun merasakan bagaimana dirugikan atas perbuatan yang telah dilakukannya . Pohon mengatakan bahwa si Bodoh yang mengambil emas itu. Maka si Bodoh dan si Cerdik bersama-sama telah sampai kepada pohon kayu. Perbuatan bohong tersebut telah merugikan si Bodoh. ia ingin memiliki besi seratus kati itu. maka akupun tersadar akan hendak memperbaiki gudang itu. 8) Kutipan di atas menggambarkan seorang saksi berbohong pada Kadi atau hakim. maka tiba-tiba besimu itu tiada kelihatan dan telah habis dimakan oleh tikus”. Saksi tersebut berbuat bohong karena keinginan orang yang mencuri emas yaitu si Cerdik. Amin mengatakan bahwa anak Barzagan diterbangkan atau dibawa Rajawali.” Maka Amin pun terkejut mendengar kata 100 Barzagan itu. Peristiwa tersebut ada pada kutipan berikut. 11) Kutipan di atas mengambarkan Amin berbohong pada Barzagan temannya sendiri. Ia berbohong dengan sebuah perkataan yang mustahil. (HSBDSC hlm. Perbuatan berbohong tersebut telah merugikan si pemilik besi itu. Amin berbohong karena ia ingin membalas dendam pada Barzagan yang pernah membohongi Amin. lalu ia berkata “ya temanku jikalau hamba tahu akan anak saudaraku diterbangkan oleh Rajawali niscaya aku berbatalah daripadanya”. katalah 99 kepada aku”. Ia melakukan kebohongan karena ingin memiliki barang temannya tersebut. Maksud Barzagan membohongi temannya. Ia mengatakan bahwa besi seratus kati kepunyaan temannya telah habis dimakan tikus. (HSBDSC hlm. aku taruh besi itu didalam gudang berapa lamanya kemudian. Berikut ini juga termasuk kutipan teman yang berbohong kepada temannya sendiri. Maka Kadi bertanya demikian katanya “ hai pohon kayu siapa yang telah mengambil emas itu. Selain itu. Maka kata Barzagan “engkau yang punya besi itu. 9-10) Kutipan di atas menjelaskan bahwa Barzagan mengatakan besi milik temannya telah habis dimakan tikus ketika disimpan dalam gudang. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. ada juga orang yang berbohong terhadap temannya.itu sebuah pohon yang di dalamnya ada orang tua. Lalu ia pergi kepada Amin dan ia berkata “hai temanku Amin adakah tuan mendengar khabar anak hamba lenyap. Pada esok harinya Kadi pun datang kepada pohon kayu itu dengan segala jamaahnya.

dan Katak ingin Ular dimakan oleh Jerapah. Di dalam kehidupan sekarang ini. Biasanya perbuatan balas dendam berupa kekerasan fisik. karena 102 banyak terjadi orang yang saling balas dendam. Katak sangat sedih dan menderita karena Ular selalu memakan semua anak Katak. Balas dendam biasanya dimiliki orang yang mempunyai maksud buruk pada orang lain. Ular yang mempunyai sikap serakah. berbohong merupakan perbuatan yang negatif.6. masih juga ditemukan sikap balas dendam. tetapi kebohongan apa pun pasti dapat terbongkar dengan adanya suatu kebenaran. Balas dendam dapat terjadi bila seseorang mempunyai rasa sakit hati pada orang lain. tetapi dapat juga merugikan dirinya sendiri. Sikap balas dendam dapat terjadi kepada siapa saja. Sikap ini hanya menguntungkan diri sendiri dan merugikan orang banyak. karena merugikan orang lain. Sikap balas dendam dimiliki oleh orang yang mempunyai niat jahat pada orang lain. Balas dendam merupakan perbuatan yang negatif karena merugikan orang lain.ketika membohongi Amin. Katak ingin balas dendam pada Ular karena ia marah akan perbuatan Ular. Sikap dendam hanya menguntungkan diri sendiri yang hanya bersifat sesaat saja. Katak ingin Ular itu tidak mengganggunya lagi. Sikap balas dendam akan timbul pada siapa saja. Perbuatan berbohong dapat dilakukan oleh setiap orang. agar Ular dimakan oleh Jerapah. jikalau dilihat oleh Ular hendak memakan itu niscaya disambarnya dan dibunuhnya akan Ular itu. 6) Kutipan di atas menggambarkan Katak ingin balas dendam kepada Ular. Setelah itu Katak pun berpikir dalam hatinya akan kesedihannya ini. 4.2. Maka engkau hantarkan pada lubang Ular itu. Lalu Katak membuat rencana untuk menfitnah Ular. seperti perkelahian dan saling membunuh.4 Balas Dendam Sikap balas dendam dapat muncul bila seseorang mempunyai rasa marah dan disakiti oleh orang lain. Jadi. . Rencana tersebut pun dilakukan oleh Katak. Apabila engkau lihat lubang Jerapaya maka ambil olehmu barang tiga ekor ikan. Jadi. lalu 101 Katak ingin balas dendam atas perbuatan Ular. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. sehingga hidup ini akan terasa tidak sentosa dan tidak aman. Sikap balas dendam itu telah merugikan Ular. (HSBDSC hlm. sikap balas dendam merupakan sikap yang negatif atau sikap yang buruk. Hidup ini akan terasa tidak aman. Sikap balas dendam akan membuat dampak yang buruk bagi kehidupan. Maka pada masa itu luputlah engkau daripada bahaya seteru itu. Berbohong merupakan perbuatan yang merugikan orang lain.

ada sebuah cerita bahwa Ular selalu memakan semua anak Katak. Ia hanya ingin hidup.6. Sikap si Cerdik yang serakah itu. (HSBDSC hlm. sebenarnya emas tersebut adalah milik mereka berdua. tetapi Ular selalu memakan semua anak Katak dan yang tersisa hanya seekor Katak. yang seharusnya dibagi dua. telah merugikan si Bodoh. Katak itu habis semuanya dimakan. Jadi. Maka bertemu dengan lubang Katak. (HSBDSC hlm. (HSBDSC hlm. lalu diambilnya emas itu dibawa pulang ke rumahnya.Di dalam hikayat ini banyak terdapat sikap negatif yang dapat dijadikan contoh pengajaran dalam kehidupan. karena telah merugikan Katak. lalu ia mengambilnya dan dibawa pulang untuk diri sendiri. ada juga perbuatan Jerapah seperti Ular yang suka makan. 103 Selain peristiwa di atas. Setelah itu maka dibawalah emas itu dan ditaruhnya kepada suatu pohon kayu yang besar. walaupun tempat tinggal mereka berdekatan. Maka dilihatnya ikan tiada Ular pun tiada di lubangnya. Maka ujar bapanya “ada seekor Katak berhampiran liang dengan Ular lalu tiap-tiap Katak itu beranak dimakan oleh ular itu”. 4. Perbuatan Ular itu adalah serakah. Si Cerdik tidak ingin emas itu dibagi oleh si Bodoh. karena sikap negatif selalu membawa akibat buruk atau jahat bagi manusia. 6-7) Perbuatan di atas menggambarkan Jerapah yang mengikuti hawa nafsu untuk memakan hewan yang ada di depannya. maka ia . Perbuatan serakah dapat timbul pada diri seseorang yang mempunyai niat yang buruk. 1-2) Kutipan di atas mengambarkan si Cerdik yang mengambil emas milik hasil temuan dirinya dengan si Bodoh.2. Jerapah tidak melihat apa pun yang dapat dimakannya. Perbuatan yang dilakukan Ular yaitu serakah karena ia hanya mementingkan diri sendirinya untuk makan. Ular selalu membuat Katak bersedih. Biasanya perbuatan serakah hanya menguntungkan diri sendiri dan merugikan orang lain. maka dilihatnya oleh Jerapaya itu Katak anak beranak hendak keluar maka dimakannya oleh Jerapaya. Peristiwa tersebut ada pada kutipan berikut ini. Maka Jerapaya pun berjalan-jalan antara itu. Perbuatan serakah yang dilakukan Ular adalah nilai moral yang negatif.5 Serakah Serakah adalah salah satu perbuatan yang ingin memiliki sesuatu benda untuk dirinya sendiri. Hal yang dilakukan Jerapah terdapat pada kutipan berikut ini. Selain perbuatan Ular yang seperti itu. 5) Kutipan di atas menggambarkan bahwa tempat tinggal Ular berdekatan dengan Katak. Selang berapa hari maka si Cerdik pergilah dengan seorang diri. Lalu mereka pulang ke rumahnya. Peristiwa tersebut ada pada kutipan beriku ini. karena telah merugikan orang lain.

Selain peristiwa di atas. Saat ini. (HSBDSC hlm. Jerapah memakan semua anak Katak dan induk 104 Katak tersebut. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. Perbuatan serakah Jerapah telah merugikan makhluk yang ada di sekitarnya. dan banyak merugikan orang lain. Hidup dengan perbuatan serakah. Barzagan yang serakah atas besi yang dimiliki Amin sahabatnya. Lalu oleh Barzagan dijual besi itu. Di dalam kehidupan sekarang ini. Bila perbuatan serakah terus meningkat. masih juga ditemukan perbuatan serakah. Barzagan ingin besi milik Amin menjadi miliknya. Maka ada padanya besi seratus kati itulah dibawa kepada seorang sahabatnya bernama Barzagan ditaruhnya disitu. Perbuatan serakah timbul karena mempunyai maksud buruk. Hal tersebut terlihat seperti kutipan di atas. terdapat pula perbuatan serakah pada sahabatnya sendiri. keserakahan banyak terjadi yaitu serakah akan harta. Perbuatan serakah hanya menguntungkan bagi diri sendiri.harus banyak makan. Perbuatan serakah akan selalu merugikan orang lain. maka hidupnya akan sengsara dan tidak bahagia. maka serakah merupakan sikap negatif atau nilai moral yang buruk. maka hidup ini akan penuh dengan kekacauan. . 9) Sikap serakah akan timbul bila seseorang mengikuti hawa nafsunya. Kemudian ia pergi kerja. Perbuatan serakah selalu merugikan orang lain.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful