KAJIAN FILOLOGIS DALAM HIKAYAT CERITA SEORANG BODOH DAN SEORANG CERDIK DAN INTERPRETASI NILAI MORAL

SKRIPSI untuk memperoleh gelar Sarjana Sastra

oleh Nama NIM : Wikurnia : 2150402007

Program Studi : Sastra Indonesia Jurusan Indonesia : Bahasa dan Sastra

FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2006

SARI Wikurnia. 2006. Kajian Filologis dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dan Nilai Moral. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I : Yusro Edy Nugroho, S.S, M. Hum, Pembimbing II : Sumartini, S.S.

Kata kunci : filologi, hikayat, cerita berbingkai, suntingan teks, dan nilai moral.

Naskah tulisan tangan adalah salah satu bentuk warisan kebudayaan Indonesia yang kurang mendapat perhatian dari masyarakat dibandingkan dengan peninggalan-peninggalan klasik lainnya, seperti candi dan prasasti. Ilmu khusus yang dapat menelaah naskah tulisan tangan yaitu ilmu filologi. Salah satu naskah yang dapat dijadikan objek penelitian filologi adalah naskah yang berbentuk hikayat. Hikayat dikaji secara filologi untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, salah satunya adalah nilai moral. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini diarahkan pada analisis kajian filologi dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dan nilai moral. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap isi cerita dan nilai moral dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik sehingga dapat dibaca, dinikmati dan bermanfaat bagi masyarakat saat ini. Manfaat penelitian ini secara teoretis dapat menjadi masukan bagi teori filologi dalam memberikan informasi mengenai isi Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik terutama nilai moral yang terdapat di dalamnya. Adapun manfaat secara praktis diharapkan dapat membentuk watak generasi muda yang berbudi luhur dan dapat mengembangkan kepribadian diri membentuk moralitas yang baik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan filologi. Teori yang digunakan yaitu teori filologi dan nilai moral. Data penelitian yang dipakai berupa kalimat dan paragraf atau pernyataan yang terdapat dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik yang

mengandung informasi tentang nilai moral. Adapun sumber data penelitian ini adalah Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik tebal 13 halaman, berkode ML 229, dan merupakan naskah koleksi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam menganalisis data adalah metode naskah tunggal edisi standar. Selain itu, dijelaskan pula tentang teknik analisis data dan langkah kerja dalam penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kajian filologi yang dilakukan secara mendalam, dapat mengungkap isi cerita dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik sehingga dapat dibaca dan dinikmati masyarakat saat ini. Nilai moral yang ditemukan dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dari segi nilai moral positif meliputi: sikap adil, sikap jujur, kasih sayang, percaya, menolong, bertanggung jawab, dan beragama. Adapun nilai moral yang ditemukan dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dari segi nilai moral negatif meliputi: menfitnah, mencuri, berbohong, balas dendam, dan serakah. Berdasarkan temuan tersebut, saran yang dapat disampaikan adalah: 1) dengan adanya penelitian ini diharapkan akan muncul usaha-usaha baru dalam penelitian filologi di masa yang akan datang; 2) dengan adanya hasil penelitian ini diharapkan pembaca dapat menerapkan nilai moral yang ada dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dalam kehidupan sehari-hari.

dan bahasa daerah. Kebudayaan yang berbentuk fisik adalah candi. norma-norma kehidupan. seperti candi dan prasasti. Kebudayaan yang ada inimemiliki ciri khas kenusantaraan yaitu Bhineka Tunggal Ika. kebudayaan. adat istiadat. Adapun kebudayaan yang berbentuk nonfisik adalah nilai-nilai budaya. Naskah tulisan tangan adalah salah satu bentuk warisan kebudayaan Indonesia yang kurang mendapat perhatian dari masyarakat dibandingkan dengan peninggalan-peninggalan klasik lainnya. dan naskah lama yang biasa ditemukan dalam bentuk warisan kebudayaan. adat istiadat. juga disebabkan keberadaannya yang pada umumnya tersimpan di lemari-lemari penduduk . seperti tata karma.1 Latar Belakang Masalah Indonesia dihuni oleh berbagai suku bangsa yang memiliki sejarah. prasasti. meskipun kebudayaan-kebudayaan daerah di kepulauan nusantara itu telah tumbuh dan berkembang sendiri-sendiri sesuai dengan kondisi alam geografisnya dan cenderung berbeda-beda. dan lain-lain. Artinya. namun mereka tetap memiliki persamaan-persamaan dasar yang satu.BAB I PENDAHULUAN 1. Kebudayaan-kebudayaan yang merupakan peninggalan masa lampau dapat berwujud fisik dan nonfisik. Hal ini selain karena bentuk tampilan yang kurang menarik.

dan kulit kayu yang menyimpan berbagai ungkapan pikiran dan perasaan sebagai hasil budaya bangsa masa lampau. peribahasa. ada pula yang lebih langsung mengajarkan masalah agama atau kebajikan memerintah seperti Bustanussalatin. pantun. Menurut Sudjiman (1994:15) karya sastra lama ada berbagai ragam (genre) dan jenisnya. serta sulit mengetahui maknanya tanpa penelaahan dengan disiplin ilmu khususnya. Naskah kuno yang merupakan karya sastra klasik dikelompokkan dalam dua kelompok yaitu prosa dan puisi (drama tidak dikenal dalam sastra Melayu klasik). Prosa sastra Melayu klasik lazim disebut hikayat karenapada umumnya judul prosa sastra Melayu klasik didahului dengan kata hikayat. Filologi dapat diartikan sebagai cinta pada ilmu dengan objek penelitiannya naskah. serta berbagai pula topik yang dibawakannya. atau sebagai cerita bingkaian yang terdiri atas sejumlah cerita yang berisi pengajaran hidup seperti Hikayat Seribu Satu Malam. talibun. Adapun sifat dulce diwujudkan di dalam kemerduan permainan . dan lain-lain (Djamaris 1990:12). Ilmu khusus yang dapat menelaah naskah tulisan tersebut yaitu ilmu filologi. Naskah dapat diartikan sebagai semua bentuk tulisan tangan nenek moyang kita pada kertas. terutama tentang kearifan hidup bermasyarakat dan kehidupan beragama. syair.dan museum. lontar. Tujuan filologi adalah untuk menemukan bentuk asal dan bentuk mula teks dan mengungkapkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. gurindam. Selain itu. Jenis karya sastra yang termasuk puisi adalah mantra. yaitu yang mengandung pengajaran dan bimbingan moral. terkesan bahwa pada umumnya karya sastra bersifat didaktis instruktif. disajikan secara simbolis sebagai fabel seperti Hikayat Pelanduk Jenaka. Sifat utile diartikan sebagai mengandung pengajaran dan keteladanan. Karya-karya itu biasanya beragam prosa tetapi ada juga yang beragam puisi seperti Syair Rukun Haji dan Syair Nasihat Bapa kepada Anaknya. Sifat didaktis yang tersamar di dalam cerita.

dan Hikayat Bakhtiar. yaitu Hikayat Bayan Budiman. Menurut Winternitz (dalam Fang 1993:1-2) berdasarkan tujuannya yang berbeda-beda. Di India. Hikayat adalah cerita tentang kehidupan seseorang.bunyi. misalnya cerita Jenaka dan cerita-cerita Budhis serta Jaina lainnya. keteraturan irama. Cerita berbingkai adalah cerita yang di dalamnya mengandung cerita lain (pelaku atau peran di dalam cerita itu bercerita) (Kamus Besar Bahasa Indonesia 2002:210). misalnya untuk membuktikan kebenaran kata-katanya. Di dalam cerita sisipan itu mungkin ada cerita sisipan lagi sehingga pada akhirnya cerita itu menjadi panjang dan luas. Salah satu naskah yang dapat dijadikan objek penelitian filologi adalah naskah yang berbentuk hikayat. menyejukkan perasaan. tetapi juga pandai memberi nasihat kepada tuan mereka tentang berbagai masalah yang dihadapi oleh manusia (Fang 1993:1). Cerita berbingkai ini berasal dari India dan datang ke kepulauan ini dengan melalui berbagai jalan yang biasanya di dalamnya disisipkan cerita-cerita lain. serta gaya bahasa dan majas dengan penyajian yang memikat. Hikayat dapat berisi tentang cerita berbingkai. . Cerita yang dikumpulkan untuk memberi ajaran agama. cerita berbingkai disebut Akhyayika yang berarti cerita dan katha yang berarti menyenangkan. Ciri cerita berbingkai ialah bahwa dalam cerita berbingkai binatangbinatang selalu diberi sifat manusia. Biasanya seorang tokoh atau lebih bercerita dan giliran tokoh dalam cerita itu bercerita pula. Binatang-binatang ini tidak hanya pandai bercerita. Hikayat Kalilah dan Dimnah. menurut Fang (1993:1) di dalam sastra Melayu ada beberapa cerita berbingkai yang terkenal. 1. cerita berbingkai di India dapat dibagi dalam tiga golongan. dan menimbulkan rasa keindahan sehingga kenyataan hidup yang kurang menyenangkan terlupakan sesaat (Sudjiman 1994:15). Sementara itu.

nilai budaya. Hikayat dikaji secara filologi untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Jadi. nilai estetis. misalnya Vetalapancavimsati dan Sukasaptati. salah satunya adalah nilai moral. Selain itu. Fabel dapat diartikan cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang (berisi pendidikan moral dan budi pekerti) (Kamus Besar Bahasa Indonesia 2002:312). dan masih banyak lagi nilai-nilai yang dibutuhkan dalam kehidupan manusia (Yunus 1990:105). nilai moral juga dapat dipakai sebagai pedoman hidup masa yang akan datang dan dapat memberikan dampak yang baik bagi masyarakat. Nilai moral dapat diartikan sebagai konsep ide tentang tindakan manusia yang diterima untuk suatu masyarakat tertentu mengenai perbuatan akhlak budi pekerti dan kesusilaan yang dijunjung tinggi dan menjadi pedoman dalam berperilaku di masyarakat. Cerita yang bertujuan memberi hiburan semata-mata. Tokoh binatang kancil pada fabel Indonesia sama dengan tokoh rubah pada fabel Eropa yang menggambarkan keunggulan pikiran atas keunggulan fisik. setiap kebudayaan memiliki pilihan binatang sendiri untuk melukiskan jenis watak manusia tertentu (Anonim 1997:242). nilai moral. Fabel sebagai salah satu bentuk sastra imajinatif yang diungkapkan secara lisan atau tulisan mengandung makna berbeda dari apa yang tersurat. Cerita yang bertujuan memberi ajaran politik dan pengetahuan duniawi. 3. Di dalam cerita berbingkai tersebut terdapat cerita berupa fabel.2. Tujuan cerita binatang untuk menyajikan ajaran moral. . Sifat manusia tertentu diwujudkan dalam binatang tertentu. misalnya Pancatantra dan kumpulan cerita yang lainnya. nilai hiburan. Nilai-nilai yang ada di dalam karya sastra biasanya mencakup berbagai aspek kehidupan. Ajaran moral tidak dipentingkan. antara lain nilai sosial. keagamaan. Biasanya yang menjadi pelakunya binatang atau kadang-kadang manusia dan binatang.

Katak melakukan hal tersebut tetapi bukan Ular yang dimakan Jerapah. cerita seorang Bodoh dan seorang Cerdik dan yang di dalamnya ada sebuah cerita yang berbentuk fabel berupa cerita liang Katak berhampiran dengan liang Ular dan cerita yang ketiga dalam hikayat tersebut berupa cerita besi seratus kati dimakan tikus dan rajawali menerbangkan anak-anak. jika ajaran moral diterapkan dalam kehidupan masyarakat maka hidup ini akan sentosa. Lalu Katak itu menfitnah Ular dengan cara ia mencuri tiga ekor ikan milik Jerapah. Bila ajaran moral ini digali dan diungkapkan.Di dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik menurut penulis terdapat muatan moral. Hikayat ini diceritakan agar si Cerdik . lalu ikan itu ia taruh di liang Ular. Hal yang menarik dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik adalah ceritanya berbingkai. Si Cerdik hanya ingin memililiki emas itu sendiri lalu ia menfitnah si Bodoh yang mencuri emas itu dan si Cerdik ingin Bodoh diadili. Lalu si Cerdik membohongi Kadi atau hakim bahwa ada seorang saksi yaitu pohon besar. Selain itu. Bapaknya si Cerdik menceritakan sebuah hikayat bahwa perbuatan menfitnah dapat merugikan diri sendiri. Bapak si Cerdik bercerita “bahwa Katak ingin membalas dendam kepada Ular. maka dapat membentuk watak generasi muda yang berbudi luhur dan dapat menjadikan jiwa yang teguh. melainkan Katak yang dimakan Jerapah. karena Jerapah tidak melihat Ular ditempatnya tetapi melihat Katak yang sedang beranak”. Inilah cerita yang kedua yaitu hikayat liang Katak yang berdekatan dengan liang Ular. Adapun ringkasan cerita Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik sebagai berikut: Ringkasan cerita yang pertama yaitu si Cerdik menginginkan sebuah emas yang ditemukan si Cerdik dan si Bodoh di jalan. Maka Jerapah akan memakan Ular tersebut karena mencuri tiga ekor ikannya. karena Ular itu memakan semua anak Katak. Dalam hikayat tersebut terdapat tiga buah cerita yang mencakup yang pertama. Sebelum bapaknya si Cerdik menuruti permintaan anaknya.

lalu si Cerdik ditangkap dan si Cerdik pun mengembalikan emas itu kepada si Bodoh. Barzagan mengatakan kepada Amin bahwa besinya telah habis dimakan tikus. bahwa hikayat tersebut mengandung nilai moral yang dapat memberikan manfaat bagi generasi selanjutnya untuk membentuk moralistas yang baik. Amin mempunyai seorang teman yang bernama Barzagan. Lalu Amin mengatakan bahwa ia melihat bahwa anaknya Barzagan diterbangkan oleh Rajawali. 1. 1. Ringkasan cerita yang ketiga yaitu. dan bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya. Kebohongan terbongkar. Jadi.2 Pembatasan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. Barzagan menemui Amin. Barzagan tidak percaya akan perkataan Amin. Barzagan mengatakan sebenarnya bahwa besi Amin masih ada pada Barzagan. Lalu Amin pun ingin membuktikan hal tersebut lalu ia menyembunyikan anaknya Barzagan. penulis tertarik untuk memilih hikayat tersebut untuk dikaji secara filologis dan juga akan dianalisis interpretasi nilai moralnya sehingga dapat dibaca. dinikmati. Keesok harinya pohon kayu yang di dalamnya terdapat Bapak si Cerdik itu pun menjadi saksi. maka pembatasan masalah dapat difokuskan pada “kajian filologis dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dan interpretasi nilai moral”. Amin menitipkan emas seratus kati kepada Barzagan. Dari ringkasan cerita di atas.untuk menyesali perbuatannya.3 Rumusan Masalah . tetapi Barzagan menyembunyikan emas itu. Lalu Barzagan berpikir bahwa anaknya ada pada Amin. Amin mengembalikan anak Barzagan dan Barzagan mengembalikan besi seratus kati itu.

2. Adapun manfaat secara praktis diharapkan dapat membentuk watak generasi muda yang berbudi luhur dan dapat mengembangkan kepribadian diri membentuk moralitas yang baik.5 Manfaat Manfaat yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah secara teoretis dapat menjadi masukan bagi teori filologi dalam memberikan informasi mengenai isi Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik terutama nilai moral yang terdapat di dalamnya. Mengungkap nilai moral dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya. 1. Bab-bab tersebut sebagai berikut ini.4 Tujuan Sesuai dengan masalah yang telah diungkapkan di atas maka tujuan penelitian ini. Bab satu adalah .6 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan skripsi ini diuraikan bab demi bab secara berurutan. 1. 1. Bagaimana kajian filologis dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik? 2.Berdasarkan pembatasan masalah di atas. maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut ini. Mengungkap kajian filologis Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik sehingga dapat dibaca dan dinikmati masyarakat saat ini. 1. Nilai moral apa sajakah yang terdapat dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik? 1.

. filologi berasal dari kata Yunani philos yang berarti „cinta‟ dan kata logos yang berarti „kata‟. suntingan teks. dan sistematika penulisan.1 Filologi 2. Kemudian arti ini berkembang menjadi „senang belajar‟. kesastraan. Kritik teks mencakup pengertian kritik teks. Filologi sebagai istilah mempunyai beberapa arti sebagai berikut (Baried. Pada kata filologi. pengertian cerita berbingkai. kata sulit (glosarium). metode penelitian. BAB II LANDASAN TEORETIS 2. dan pengertian fabel.pendahuluan yang mencakup latar belakang masalah. kritik teks. „senang ilmu‟. pengertian transliterasi. Nilai moral mencakup pengertian nilai dan pengertian nilai moral. Bab lima adalah penutup yang berisikan simpulan dan saran. Bab empat adalah analisis kajian filologis dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dan interpretasi nilai moral yang berisikan deskripsi naskah. dan interpretasi nilai moral. Filologi pernah diartikan sebagai hermeneutik atau ilmu tafsir teks yang dihubungkan dengan bahasa dan kebudayaan masyarakat yang memiliki teks tersebut. Hikayat mencakup pengertian hikayat. Filologi mencakup pengertian filologi dan objek filologi. manfaat penelitian. 1983:2). dan „senang kebudayaan‟. teknik penelitian data. kedua kata tersebut membentuk arti „cinta kata‟ atau „senang bertutur‟. tujuan penelitian. dan metode penyuntingan teks.1. 1.1 Pengertian Filologi Menurut Baried (1983:1) pengertian filologi adalah suatu pengetahuan tentang sastra-sastra dalam arti luas yang mencakup bidang kebahasaan. dan langkah-langkah penelitian. Interpretasi nilai moral mencakup nilai moral positif dan nilai moral negatif dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik. dan kebudayaan. hikayat. transliterasi. dan nilai moral . Bab dua adalah landasan teoretis yang berisikan filologi. pembatasan masalah. aparat kritik. rumusan masalah. Kata filologi menurut etimologi. Bab tiga adalah metode penelitian yang mencakup data dan sumber data penelitian.

tidak terkecuali filologi yang bertumpu pada kajian naskah dan teks klasik. bambu. khususnya sastra klasik agar siap dikaji. menurut penulis filologi yaitu ilmu yang mempelajari naskah disertai pembahasan dan penyelidikan kebudayaan bangsa berdasarkan naskah klasik. seperti semua bahan tulisan tangan yang disebut naskah (handschrift). 2. menurut Sudardi (2001:1) pengertian filologi adalah suatu disiplin ilmu yang meneliti secara mendalam naskah-naskah klasik dan kandungannya.2. Di Indonesia bahan naskah yaitu dapat berupa lontar. dan tempat penyimpanan naskah. Jadi. Tulisan-tulisan pada kertas disebut naskah. Saat ini filologi ada yang mengartikan sebagai ilmu bantu sastra karena filologi menyiapkan teks-teks sastra. rasa. adat istiadat.1 Naskah Menurut Baried (1983:54) naskah merupakan benda kongkret yang dapat dilihat atau dipegang. pendidikan. Adapun menurut Baried (1983:3-4) filologi mempunyai objek naskah dan teks. dan sebagainya.2. kayu. 12 4.2 Objek Filologi Setiap ilmu mempunyai objek penelitian .1.1. Lubis (2001:16) menjelaskan pengertian filologi adalah pengetahuan tentang sastra-sastra dalam arti luas yang mencakup bidang bahasa. 3. Penyebutan istilah „klasik‟ pada teks-teks Nusantara pada hakekatnya lebih ditekankan kepada masalah waktu dan periode masa lampau yang di Indonesia biasanya disebut dengan “pramodern” yaitu suatu kondisi waktu di mana pengaruh Eropa belum masuk secara intensif (Lubis 2001:25). rotan. kesenian. Sementara itu. 2. Sementara itu. lontar. Filologi pernah diartikan sebagai ilmu pengetahuan tentang segala sesuatu yang pernah diketahui orang. dan kertas. teks. Naskah menurut Ikram (1994:3) adalah wujud fisik dari teks. Oleh karena itu. dan kertas Eropa. Filologi ada juga yang mengartikan sebagai studi bahasa atau linguistik. 13 Menurut Sudardi (2001:3) objek penelitian filologi adalah teks dari masa lalu yang tertulis di atas naskah yang mengandung nilai budaya. bambu. perlu dibicarakan hal-hal mengenai seluk-beluk naskah. sedangkan dalam bahasa Belanda disebut handschrift (Djamaris 1990:11). dan karsa manusia yang hasilnya disebut hasil karya . Filologi pernah diartikan sebagai ilmu sastra karena yang dikaji karya sastra. bahasa. dalam bahasa Inggris naskah disebut dengan istilah manuscript. Dari naskah klasik itulah orang dapat mengetahui latar belakang kehidupan masyarakat pada zaman lampau misalnya. dan kebudayaan. Tidak jauh berbeda dengan pendapat Baried. agama. sastra. menurut Dipodjojo (1996:7) naskah ialah segala hasil tulisan tangan yang menyimpan berbagai ungkapan cipta. Naskah-naskah yang menjadi objek material penelitian filologi adalah naskah yang ditulis pada kulit kayu.

Ceko. Teks filologi ada yang berupa teks lisan dan teks tulisan.1. Usaha ini dilakukan untuk merekontruksi teks. Jika terdapat berbagai teks dalam karangan yang sama. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan objek filologi berupa yaitu naskah dan teks. Jadi. Polandia. Belgia. Isi teks mengandung ide-ide atau amanat yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca. sedangkan teks adalah isi dari naskah yang di dalamnya mengandung amanat. Austria. Tujuan penelitian filologi ialah mengungkapkan kembali kata-kata semurni mungkin. dan Vatikan (Chambert-Loir 1999:203-243). Swiss. menurut Sutrisno (dalam Djamaris 1991:11-12) tujuan kritik teks adalah menghasilkan suatu teks yang paling mendekati teks asli. kritik teks berusaha menentukan mana di antaranya yang otoriter dan yang asli.2. Belanda. Portugal. teks tulisan. 2. Selandia Baru.1 Pengertian Kritik Teks Menurut Han (dalam Djamaris 1991:11) inti kegiatan filologi dapat dikatakan penepatan bentuk sebuah teks yang paling autentik. Jerman. baik yang tergolong dalam arti umum maupun dalam arti khusus yang semuanya merupakan rekaman pengetahuan masa lampau bangsa pemilik naskah. identitas pengarang. Thailand. Norwegia. menurut Lubis (2001:30) teks adalah kandungan atau isi naskah. Teks terdiri dari isi dan bentuk. Spayol.sastra. Kanada. Jepang. Italia.3 Tempat Penyimpanan Naskah Naskah biasanya disimpan pada berbagai perpustakaan dan museum yang terdapat di berbagai negara. Prancis. Malaysia. dan teks cetakan. dan keautentikan karangan. Swedia. Naskah-naskah teks Nusantara pada saat ini sebagian tersimpan di museum-museum di 28 negara.2. Australia. Sementara itu. Teks lisan 14 yaitu suatu penyampaian cerita turun-temurun lalu ditulis dalam bentuk naskah. Irlandia. 2. India. Adapun pemurnian teks disebut kritik teks.2 Teks Menurut Baried (1983:4) teks adalah sesuatu yang abstrak. Naskah itu kemudian mengalami penyalinanpenyalinan dan selanjutnya dicetak.1.2 Kritik Teks 2.2. Inggris. Denmark. Sementara itu. Indonesia. secara garis besar dapat disebutkan ada tiga macam teks yaitu: teks lisan. Teks tulisan dapat berupa tulisan tangan (yang disebut naskah) dan tulisan cetakan. . yaitu Afrika Selatan. Rusia. Singapura. Sebagian naskah lainnya masih tersimpan dalam koleksi perseorangan. 2. Di dalam proses penurunannya. Menurut Sudjiman (dalam Djamaris 1991:11) pengertian kritik teks yaitu pengkajian dan analisis terhadap naskah dan karangan terbitan untuk menetapkan umur naskah. naskah adalah hasil tulisan tangan yang 15 berwujud fisik dan di dalamnya mengandung nilai-nilai.

membetulkan kesalahan teks. c. misalnya huruf Arab-Melayu ke huruf Latin. menyusun daftar kata sukar (glosari). tafsiran (informasi di luar teks). Metode ini digunakan apabila isi naskah dianggap sebagai cerita biasa. e. Tranliterasi merupakan salah satu langkah dalam penyuntingan teks yang ditulis dengan huruf Arab Melayu. 2. Salah satu tugas peneliti filologi dalam transliterasi adalah menjaga kemurnian bahasa lama dalam naskah. Demikian pula isi naskah telah tersusun kembali seperti semula dan bagian-bagian naskah yang tadinya kurang jelas dijelaskan sehingga seluruh teks dapat dipahami sebaik-baiknya. Metode ini digunakan apabila isi cerita . Adapun pendapat Sudjiman (1994:99) transliterasi yaitu ahli aksara.Teks asli oleh peneliti filologi sudah dibersihkan dari kesalahan yang terjadi selama penyalinan berulang kali. sehingga tidak perlu diperlakukan secara khusus atau istimewa. b. 1991: 4-5). Sementara itu. Metode Standar (biasa) Metode strandar adalah metode yang digunakan dalam penyuntingan teks naskah tunggal.2. Tujuan penggunaan metode standar adalah untuk memudahkan pembaca atau peneliti dalam membaca dan memahami teks.2. mentransliterasi teks. 2. Metode Diplomatik Metode diplomatik adalah metode yang kurang lazim digunakan dalam penyuntingan naskah. tidak disesuaikan penulisannya dengan penulisan kata menurut Ejaan Yang Disempurnakan supaya data mengenai bahasa lama dalam naskah tidak hilang (Djamaris.2 Pengertian Transliterasi Baried (1983:65) berpendapat transliterasi adalah penggantian jenis tulisan dari huruf demi huruf dan dari abjad yang satu ke abjad yang lain.3 Metode Penyuntingan Teks Menurut Djamaris (1991:15) penyuntingan naskah tunggal dapat dilakukan dengan dua metode. 16 2. Penulisan kata yang menunjukkan ciri ragam bahasa lama dipertahankan bentuk aslinya. membuat catatan perbaikan atau perubahan. khususnya penulisan kata. bukan cerita yang dianggap suci atau penting dari sudut agama dan bahasa. 17 1. penggantian jenis aksara (yang pada umumnya kurang dikenal) dengan aksara dari abjad yang lain (yang dikenal dengan baik). memberi komentar. dan f. d. menurut Lubis (2001:80) transliterasi adalah penggantian dari huruf demi huruf dan dari satu abjad ke abjad yang lain. membagi teks dalam beberapa bagian. Pendapat tersebut senada dengan Sudardi (2001:29) yang menjelaskan pengertian transliterasi adalah pengalihan dari huruf ke huruf dan dari abjad yang satu ke abjad yang lain. Hal-hal yang perlu dilakukan dalam edisi standar yaitu: a.

historis. Saran untuk membetulkan kesalahan teks. dan dongeng. Kata hikayat berasal dari kata kerja bahasa Arab yang berarti „memberitahu‟ dan „menceritakan‟. keagamaan. 2) edisi standar adalah suatu usaha perbaikan dan meluruskan teks. d. tanda baca. biografis. satu hal pun tidak boleh diubah. Hikayat menyampaikan kisah manusia (legendaris) dan seringkali juga tentang hewan yang bersifat manusia. hikayat diartikan sebagai cerita rekaan berbentuk prosa cerita yang panjang. Hasil transliterasi tanpa perbaikan atau penyusaian disediakan untuk memudahkan pembaca dalam memahami teks. Lubis (2001:96) menjelaskan metode penelitian naskah tunggal hanya terdapat dua pilihan. sehingga diperlukan perlakuan khusus atau istimewa. ditulis dalam bahasa Melayu. atau pembagian teks. sastra Melayu lama. atau gabungan sifat-sifat dibaca untuk pelipur lara. Di dalam bentuk yang paling sempurna metode ini adalah reproduksi fotografis. 19 2.1 Pengertian Hikayat Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:401) hikayat adalah karya sastra Melayu lama berbentuk prosa yang berisi cerita. undangundang. dan sastra Indonesia. kepercayaan atau bahasa. Teks diproduksi persis seperti terdapat dalam naskah. Tujuan pengunaan metode diplomatik adalah untuk mempertahankan kemurnian teks. pembangkit semangat juang.3. b. Pengertian hikayat dapat ditelusuri dalam sastra Arab.3 Hikayat 2. yaitu para raja atau orang suci di . misalnya Hikayat Hang Tuah dan Hikayat Seribu Satu Malam. Hal-hal yang dilakukan dalam edisi diplomatik sebagai berikut. bersifat sastra lama. sehingga terhindar dari berbagai kesalahan dan penyimpangan-penyimpangan yang timbul ketika proses penulisan.dalam naskah dianggap suci atau dianggap penting dari segi sejarah. Hikayat jarang digambarkan sebagai laporan yang bersifat sejarah (Mcglynn 1999: 76). atau sekadar untuk meramaikan pesta. teks disajikan seteliti-telitinya tanpa perubahan dan teks 18 disajikan sebagaimana adanya. dan silsilah bersifat rekaan. Di dalam suntingan teks yang menggunakan metode diplomatik. c. Di dalam sastra Indonesia. a. yaitu: 1) edisi diplomatik adalah suatu cara mereproduksi teks sebagaimana adanya tanpa ada perbaikan atau perubahan dari editor. Tidak jauh berbeda dengan pendapat Djamaris. seperti kemampuan berbicara. dan sebagian besar mengisahkan kehebatan serta kepahlawan orang ternama. Komentar mengenai kemungkinan perbaikan teks. cerita. Salah satu hasil sastra Melayu tradisional adalah hikayat. seperti ejaan. Kesalahan harus ditunjukkan dengan metode referensi yang tepat. Hasil reproduksi fotografis disebut facsimile. Hikayat diturunkan dari bahasa Arab hikayat yang berarti kisah.

Binatang-binatang ini tidak hanya pandai bercerita. Cerita yang bertujuan memberi hiburan semata-mata. tale. (2) jenis sejarah. Jadi. Kata hikayat merupakan bentuk serapan dari bahasa Arab. 3. misalnya Pancatantra dan kumpulan cerita yang berasal daripadanya. misalnya Hikayat Sultan Ibrahim bin Adham dan Hikayat Abdullah (Anonim 1997:427). ajaran politik. dan dijadikan hiburan. di dalam bahasa asalnya semata-mata berarti narrative. Fabel sebagai salah satu bentuk sastra imajinatif yang diungkapkan . menurut Fang (1993:1) ciri cerita berbingkai ialah di dalam cerita berbingkai binatang-binatang selalu diberi sifat manusia.3 Pengertian Fabel Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:312) fabel dapat diartikan cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang (biasanya berisi pendidikan moral dan budi pekerti). cerita berbingkai dapat memberikan ajaran agama.3. Cerita yang dikumpulkan untuk memberi ajaran agama. keanehan.2 Pengertian Cerita Berbingkai Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:210) cerita berbingkai adalah cerita yang di dalamnya mengandung cerita lain (pelaku atau peran di cerita itu bercerita). Menurut Winternitz (dalam Fang 1993:12) berdasarkan tujuannya yang berbeda-beda. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa hikayat adalah karya sastra Melayu lama yang berbentuk prosa berisi kisah kemanusian. cerita berbingkai disebut Akhyayika yang berarti cerita dan katha yang berarti menyenangkan. misalnya Hikayat Patani dan Hikayat Raja-raja Pasai. 21 Di India. menurut penulis cerita berbingkai adalah cerita yang di dalamnya disisipkan cerita lain. Cerita yang bertujuan memberi ajaran politik dan pengetahuan duniawi. story (Hava dalam Sudjiman 1994:17). 20 Hikayat dapat digolongkan menjadi tiga jenis. Selain itu. misalnya Vetalapancavimsati dan Sukasaptati. sehingga cerita itu menjadi panjang dan luas. Hikayat sekarang mengacu ke bentuk karya sastra beragam prosa yang berisi kisah fantastik dan penuh dengan petualangan.3.sekitar istana dengan segala kesaktian. misalnya cerita Jenaka dan cerita-cerita Budhis. dan mukjizat tokoh utamanya (Anonim 1997:427). 2. Biasanya hikayat menyampaikan kisah manusia dan seringkali juga tentang binatang yang bersifat seperti manusia. Sementara itu. 2. tetapi juga pandai memberi nasihat kepada tuan mereka tentang berbagai masalah yang dihadapi oleh manusia. yaitu (1) jenis rekaan. (3) jenis biografi. misalnya Hikayat Malim Dewa dan Hikayat Si Miskin. Ajaran moral tidak dipentingkan. 1. dan Jaina lainnya. 2. cerita berbingkai di India dapat dibagi dalam tiga golongan.

Fabel berasal dari kata Latin „fabula‟ yang berarti jenis cerita pendek atau dongeng rakyat yang bermanfaat (berisi pendidikan moral). (4) kadar. misalnya nilai intan. Menurut Leach (dalam Djamaris 1990:39-40) bahwa animal folktale (cerita binatang) dapat dibedakan menjadi tiga tipe. Fable ialah cerita binatang yang mengandung pendidikan moral. misalnya apa sebabnya bulu harimau itu loreng. mutu.secara lisan atau tulisan mengandung makna berbeda dari apa yang tersurat. (5) sifat-sifat atau hal-hal yang penting atau berguna bagi kemanusiaan. terutama yayng berasal dari kehidupan binatang di mana hewan-hewan bertindak sebagai pelaku dan berbicara seperti manusia (Anonim 1990:982). dan juga berbicara seperti manusia. Beast epic merupakan cerita binatang dengan seekor pelaku utamanya. Nilai merupakan sesuatu yang seseorang alami sebagai ajakan dari panggilan untuk dihadapi. Binatang diceritakan mempunyai akal. Nilai tampil sebagai sesuatu yang patut dikerjakan dan dilaksanakan oleh semua orang. Nilai tidak hanya tampak sebagai nilai bagi seorang saja. Inilah aliran yang menggabungkan antara subjektivisme dan objektivisme. Sifat manusia tertentu diwujudkan dalam binatang tertentu. 2. Nilai dilaksanakan untuk mendorong seseorang bertindak. Sebelum ada subjek yang menilai maka benda atau barang itu tidak bernilai. Oleh karena itu. Jadi. 23 2.4. Tujuan cerita binatang untuk menyajikan ajaran moral. Benda itu bernilai karena subjek . Biasanya yang menjadi pelakunya binatang atau kadang-kadang manusia 22 dan binatang. misalnya kancil atau pelanduk.4 Nilai Moral 2. tingkah laku. melainkan segala umat manusia. Tokoh binatang kancil pada fabel Indonesia sama dengan tokoh rubah pada fabel Eropa yang menggambarkan keunggulan pikiran atas keunggulan fisik. setiap kebudayaan memiliki pilihan binatang sendiri untuk melukiskan jenis watak manusia tertentu (Anonim 1997:242). 1.1 Pengertian Nilai Menurut Poerwodarminto (2003:801) nilai diartikan sebagai berikut: (1) harga dalam arti takaran. nilai dapat dikomunikasikan kepada orang lain (Moedjanto dalam Soegito 2003:76). Etiological tale ialah cerita tentang asal-usul terjadinya suatu binatang berdasarkan pada bentuk atau rupanya sekarang ini. Menurut Soegito (2003:76) adanya nilai ditentukan oleh subjek dan objek yang menilai. (2) harga sesuatu. misalnya uang. Nilai menuju kepada tingkah laku dan membangkitkan keaktifan seseorang (Suyitno dalam Soegito 2003:75). (3) angka kepandaian. 3. Nilai mengarahkan perhatian minat seseorang dan menarik seseorang keluar dari dirinya sendiri ke arah apa yang bernilai. Aliran subjektivisme adanya nilai tergantung pada subjek yang menilai. misalnya nilai-nilai agama.

dan sesama manusia. Kata moral mempunyai arti yang sama dengan kata etos (Yunani) yang menurunkan kata etika. Dengan kata lain moral atau kesusilaan adalah kesempurnaan sebagai manusia atau kesusilaan adalah tuntutan kodrat manusia. subjek tersebut sudah bernilai. Ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan. Di dalam bahasa Arab. 25 2. sikap. keturunannya. Sikap moral yang sebenarnya disebut moralitas. sehingga menyenangkan atau bahagia bagi orang yang bertindak. Menurut Driyarkara (dalam Soegito 2003:76) moral atau kesusilaan adalah nilai yang sebenarnya bagi manusia. Norma-norma moral adalah tolok-tolok ukur yang dipakai masyarakat untuk mengukur kebaikan seseorang (Suseno 1987:19). 3. minat. akhlak. Norma umum ada tiga macam: norma-norma sopan santun. Menurut Spencer (dalam Gazalba 1996:11) moral adalah penyesuaian dengan lingkungan. budi pekerti. Jadi. Moralitas adalah sikap hati orang yang terungkap dalam tindakan lahiriah (tindakan ungkapan . Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:782) nilai moral adalah nilai etik. Norma-norma sopan santun menyangkut sikap lahiriah manusia. orang yang melanggar hukum pasti akan dikenai hukuman sebagai sangsi. 2. Ajaran kesusilaan yang dapat ditarik dari suatu cerita. isi hati atau keadaan perasaan sebagaimana terungkap di perbuatan. Adapun menurut Soegito (2003:76) moral atau kesusilaan adalah keseluruhan norma yang mengatur tingkah laku manusia di masyarakat untuk melaksanakan perbuatan-perbuatan yang baik dan benar. hukum. berdisiplin. Selain itu di dalam kamus juga dijelaskan tentang moral.2 Pengertian Nilai Moral Secara etimologis kata moral berasal dari kata Yunani mos (jamaknya adalah mores) yang berarti cara dan adat istiadat atau kebiasaan.mempunyai selera. Norma hukum merupakan norma yang tidak dibiarkan dilanggar. dan moral. moral berarti budi pekerti sama dengan pengertian akhlak. Norma-norma hukum adalah norma-norma yang dituntut dengan tegas oleh masyarakat karena dianggap perlu demi keselamatan dan kesejahteraan umum. dan keinginan terhadap objek sehingga objek 24 tersebut mengandung nilai.4. dan sebagainya. sedangkan dalam konsep Indonesia moral berarti kesusilaan (Soegito 2003:76). Adapun menurut Suseno (1987:19) kata moral selalu mengacu pada baik buruk manusia sebagai manusia. Norma-norma moral adalah tolok ukur untuk menentukan betul salah sikap dan tindakan manusia dilihat dari segi baik buruk sebagai manusia dan bukan sebagai pelaku peran tertentu dan terbatas. tanpa ada subjek yang menilai. bersemangat. Sebaliknya aliran objektivisme menyatakan adanya nilai tidak tergantung pada subjek yang menilai tetapi terletak pada objek itu sendiri. Kondisi mental yang membuat orang tetap berani. bergairah. dan susila. 1.

yang 27 dapat diambil (dan ditafsirkan) lewat cerita yang bersangkutan oleh pembaca. Artinya. Dalam hal ini. dan sopan santun pergaulan. Ajaran moral bersifat praktis sebab dapat ditampilkan. Ajaran moral merupakan petunjuk yang sengaja diberikan oleh pengarang tentang berbagai hal yang berhubungan dengan masalah kehidupan. atau penjelasan (expository). atau ditemukan dalam kehidupan nyata. 1. dan hal itulah yang ingin disampaikan kepada pembaca. Moral merupakan suatu tendesi rohani untuk melakukan seperangkat standar dan norma yang mengatur perilaku perorangan dan masyarakat yang mempercayainya dan perilaku itu dilakukan dengan mudah serta dirasakan sebagai suatu kewajiban dalam berbagai macam keadaan dan tempat. tingkah laku. (Moralitas adalah satu set peraturan dan standar sosial yang mengatur tingkah laku orang-orang di dalam satu kebudayaan).sepenuhnya dari hati). hal yang demikian terjadi dalam penyampaian pesan moral. Menurut Nurgiyantoro (1994:321) moral dalam karya sastra biasanya mencerminkan pandangan hidup pengarang yang bersangkutan. Jika dalam teknik uraian. pandangannya tentang nilai-nilai kebenaran. Bentuk Penyampaian Langsung Bentuk penyampaian pesan moral yang bersifat langsung yaitu identik dengan cara pelukisan watak tokoh yang bersifat uraian (telling). Sementara itu. sesuai dengan kemampuan untuk suatu tujuan tertentu (Nainggolan 1997:25). Moralitas adalah sikap dan perbuatan baik yang tanpa pamrih. khususnya mengenai perilaku baik atau buruk. seperti sikap. pengarang tampak bersifat menggurui pembaca dan secara langsung memberikan nasihat dan . moral sebagai kata benda yang berarti berhubungan dengan prinsip baik dan buruk dari satu cerita dan kisah atau pengalaman. hanya moralitas yang bernilai secara moral (Suseno 1987:58). moral yang ingin disampaikan atau diajarkan kepada pembaca dilakukan secara langsung dan eksplisit. Menurut Nainggolan (1997:21) ditinjau dari sudut bahasa. Adapun menurut Kenny (dalam Nurgiyantoro 1994:321) moral dalam cerita biasanya dimaksudkan sebagai suatu saran yang berhubungan dengan ajaran moral tertentu yang bersifat praktis. sebagaimana model yang ditampilkan dalam cerita itu lewat sikap dan tingkah laku tokoh-tokohnya. menurut Taylor dalam Nainggolan (1997:21) moralitas adalah “morality is a set of social rules and standards that guide the conduct of people in a culture”. Moralitas bukan sesuatu yang diperoleh dari kelahiran. pengarang secara langsung mendeskripsikan perwatakan tokoh cerita yang bersifat memberi tahu atau memudahkan pembaca untuk memahaminya. 26 Moralitas suatu ciri perilaku seseorang yang dihubungkan dengan ukuran atau standar yang ada di dalam masyarakat. Adapun menurut Nurgiyantoro (1994:335-339) bentuk penyampaian moral dibagi menjadi dua. tetapi tumbuh dan berkembang dalam lingkungan hidup seseorang (Anonim 1997:371).

tindakan. pesan moral dapat disampaikan kepada pembaca. maupun yang hanya terjadi dalam pikiran dan perasaannya. melainkan berguna untuk orang lain. Prinsip Keadilan Adil pada hakikatnya berarti memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya. berpadu secara koherensi dengan unsur28 unsur cerita lain. Prinsip Hormat Terhadap Diri Sendiri Prinsip yang ketiga adalah manusia wajib untuk selalu memperlakukan diri sebagai sesuatu bernilai pada dirinya .4.petuahnya.yang memang sudah ada dalam watak manusia. melainkan juga mengungkapkan – syukur alhamdulillah. dengan memperhitungkan jumlah warga keluarga. pada hakikatnya semua orang sama nilainya sebagai manusia. baik yang terlihat dalam tingkah laku verbal. 29 2. konflik. 3. dan tingkah laku para tokoh dalam menghadapi peristiwa dan konflik itu. melainkan sikap hati positif terhadap orang lain. Oleh karena itu. Cerita yang ditampilkan adalah peristiwa-peristiwa. Tuntutan yang paling dasar keadilan ialah perlakuan yang sama terhadap semua orang di dalam situasi yang sama (kalau pemerintah membagikan beras di daerah kurang pangan. 2. prinsip sikap baik menyangkut sikap dasar manusia yang harus meresapi segala sikap. dan tingkah laku para tokoh.1 Prinsip-prinsip Nilai Moral Dasar Menurut Suseno (1987:130-135) prinsip-prinsip nilai moral dasar ada tiga macam. 1. sikap. harus melakukannya bersadarkan cerita. Sebaliknya dilihat dari pembaca. Prinsip ini bukan semata-mata perbuatan baik dalam diri sendiri. Bentuk Penyampaian Tidak Lansung Bentuk penyampaian pesan moral yang bersifat tidak langsung hanya tersirat dalam cerita. Bersikap baik berarti memandang seseorang tidak hanya sejauh berguna bagi diri sendiri. 2. prinsip keadilan mengungkapkan kewajiban untuk memberikan perlakuan yang sama terhadap semua orang lain yang berada dalam situasi yang sama dan untuk menghormati hak semua pihak yang bersangkutan. semua kepala keluarga berhak atas bagian beras yang sama. jika ingin memahami dan menafsirkan pesan itu. dan keinginannya baik terhadap orang lain. tetapi penduduk yang cukup berada tidak membutuhkan bantuan berarti tidak berhak untuk dibantu). dan kelakuan.2. Jadi. Prinsip Sikap Baik Prinsip sikap baik bukan hanya sebuah prinsip yang dipahami secara rasional. Melalui berbagai hal tersebut. Sebagai prinsip dasar etika. sikap. fisik.

persoalan hidup dan kehidupan manusia dapat dibedakan ke dalam persoalan hubungan manusia dengan diri sendiri. kebaikan dan keadilan yang ditunjukan kepada orang lain perlu diimbangi dengan sikap menghormati diri sendiri dan sebagai makhluk yang bernilai pada dirinya sendiri. seluruh persoalan yang menyangkut harkat dan martabat manusia. 2. hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial termasuk hubungannya dengan lingkungan alam.2 Jenis-jenis Nilai Moral Menurut Yunus (1990:105-114) nilai moral terbagi menjadi tiga pokok nilai.2. aturan-aturan. Nilai Budaya Nilai budaya adalah aspek ideal yang berwujud sebagai konsep abstrak yang hidup di dalam pikiran masyarakat mengenai kata yang harus dianggap penting dan berharga dalam hidup. dan makhluk yang berakal budi. 3.4. Secara garis besar. menurut Nurgiyantoro (1994:324) jenis ajaran moral mencakup masalah yang bersifat tidak terbatas. Maka manusia wajib untuk memperlakukan dirinya sendiri dengan hormat. 2. Ajaran moral juga dapat mencakup seluruh persoalan hidup dan kehidupan. 30 Jadi. Nilai Sosial Nilai sosial adalah nilai yang menjadi pedoman langsung bagi setiap tingkah laku manusia sebagai masyarakat yang di dalamnya memuat sanksi-sanksi siapa saja yang melanggar. Prinsip ini berdasarkan paham bahwa manusia adalah person yang memiliki kebebasan dalam suara hati.sendiri. dan hubungan manusia dengan Tuhannya. Di dalam wujud yang konkrit.1 Data dan Sumber Data Data penelitian yang dipakai berupa kalimat dan paragraf atau . nilai sosial merupakan nilai yang 31 berhubungan dengan kehidupan bermasyarakat dan usaha menjaga keselarasan hidup bermasyarakat. Nilai Agama Nilai agama adalah nilai dalam karya sastra yang merupakan sarana penyampaian tentang nilai-nilai keagamaan. 32 BAB III METODE PENELITIAN 3. 1. aspek nilai budaya berupa norma-norma. dan hukum yang menjadi pedoman manusia dalam bertindak dan berperilaku. Sementara itu. Dengan demikian. Seseorang yang ingin berbuat baik kepada orang lain akan bertekad untuk bersikap adil tidak untuk dirinya sendiri (Suseno 1987:135).

Edisi standar adalah usaha perbaikan dan meluruskan teks sehingga terhindar dari berbagai kesalahan dan penyimpangan-penyimpangan yang timbul ketika proses penulisan. . Tebal hikayat ini 13 halaman dan berkode ML 229. Hikayat ini ditulis dengan tulisan Arab dan bahasa Melayu 3. 3. Membuat suntingan teks. Sumber data dalam penelitian ini adalah Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik yang terdapat di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. kecuali pada halaman terakhir memuat tiga baris tulisan dan terdapat enam baris tulisan yang berupa syair. 34 3. Bagian-bagian yang relevan dengan penelitian ini baru dapat ditentukan sebagai data penelitian setelah ditelaah dan dianalisis terlebih dahulu. membuat penafsiran (interpretasi) setiap bagian atau kata-kata yang perlu penjelasan. 4. misalnya dengan 33 mengadakan pembagian alinea-alenia. Penulis membaca dan memahami Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik. Membaca Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik secara berulang-ulang dan cermat. Setiap halaman naskah rata-rata memuat 13 baris tulisan. Mencari dan menentukan naskah yang akan dijadikan penetitian ini di Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. kemudian memilih bagian-bagian yang relevan dengan penelitian. sehingga teks tampak mudah dipahami oleh pembaca modern (Lubis 2001:96). 2. Studi pustaka dapat diartikan membaca naskah yang berhubungan dengan penelitian ini. Membuat interpretasi nilai moral dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik. Tujuannya ialah untuk menghasilkan suatu edisi yang baru dan sesuai dengan kemajuan dan perkembangan masyarakat. 1. Membuat tranliterasi yaitu perubahan dari tulisan Arab ke tulisan Latin dengan menggunakan pedoman Arab Melayu menurut Romdoni.4 Langkah Kerja Penelitian Langkah kerja penelitian yang penulis gunakan dalam menganalisis data sebagai berikut. Menemukan naskah Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik yang akan diteliti. 5.2 Metode Penelitian Metode penelitian filologi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian naskah tunggal dengan edisi standar. 3.3 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara studi pustaka. huruf besar dan kecil. 6.pernyataan yang terdapat dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik yang mengandung informasi tentang nilai moral dari hasil transliterasi tulisan Arab diubah ke tulisan Latin dengan menggunakan pedoman Arab Melayu menurut Romdoni.

36 Naskah dijilid dengan karton marmer warna cokelat.1 Deskripsi Naskah Naskah Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik merupakan salah satu koleksi yang terdapat di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. merupakan tambahan dari penyunting. Pada halaman i juga tertulis naskah ini sebuah hadiah dari dr.5 x 15 cm. Tulisan dengan tinta hitam dalam naskah masih jelas terbaca.2 Transliterasi Pedoman transliterasi Arab Melayu yang penulis gunakan sebagai berikut. Naskah terdiri atas 13 halaman. Judul dalam teks adalah „Bahwa ini suatu Hikayat Ceritera Orang Bodoh dan Orang Cerdik‟ (h-1). Keadaan naskah masih baik.7. Brandes. Secara fisik.5 cm. Arab Melayu Arab Melayu Arab Melayu ١A‫س‬S‫ل‬L ‫ ب‬B ‫ ش‬SY ‫ م‬M ‫ ت‬T ‫ ص‬SH ‫ ن‬N ‫ ث‬S ‫ ض‬DH ‫ و‬W ‫ ج‬J ‫ ط‬TH ‫ ه‬H ‫ ح‬H ‫ ظ‬ZH ‫ ي‬Y ‫ خ‬KH ‫ ع „ ك‬G ‫ د‬D ‫ غ‬GH ‫ ع‬NG ‫ ذ‬Z ‫ ف‬P ‫ ي‬NY ‫ر‬R‫ق‬Q‫چ‬C ‫ ز‬Z ‫ ك‬K ١ ‫ و‬O/U . 35 BAB IV ANALISIS KAJIAN FILOLOGIS DALAM HIKAYAT CERITA SEORANG BODOH DAN SEORANG CERDIK DAN NILAI MORAL 4. naskah mempunyai ukuran sampul dan halaman yang sama yaitu 14 x 18. sedangkan judul luar teks adalah „Bahwa inilah suatu Ceritera Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik‟ (h-i). Kertas yang dipakai untuk menyalin naskah yaitu dari bahan kertas Eropa berbentuk garis kolom berantai. Menyimpulkan keseluruhan hasil analisis kajian filologis dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dan interpretasi nilai moral. Setiap halaman naskah rata-rata memuat 13 baris tulisan. Naskah tersebut berbentuk prosa yang berupa hikayat. Naskah ditulis dengan tulisan Arab dan berbahasa Melayu. 4. kecuali pada halaman terakhir memuat tiga baris tulisan berupa kalimat dan enam baris berupa syair. sedangkan ukuran blok teks ialah 10. Naskah ini diberi nomor halaman dengan angka Arab 1 – 13 dan i dengan pensil. walaupun kertas terdapat tanda bekas terkena air. Naskah ini berkode ML 229 dengan nomor rol film 174.

١‫ى‬E١‫ي‬I Hasil transliterasi Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik. /1/ Bahwa ini suatu hikayat ceritera orang bodoh dan orang cerdik Sebermula sekali peristiwa si cerdik dengan si bodoh berjalan keduanya maka ia pun mendapat sepotong emas terhantar di jalan raya maka ujar si cerdik kepada si bodoh marilah kita kembali adalah kita diberi untung oleh Allah Subahanallahuwata‟ala beroleh emas ini dimanatah kita cahari lagi maka ujar si bodoh marilah kita berbahgi dua emas ini dahulu maka kata si cerdik jangan dahulu kita bahgi emas ini melainkan kita bawa sekedar akan belanja kita juga yang lainnya kita taruhkan disini barangkali habis belanja kita maka kita datang mengambil dia setelah itu maka dibawanyalah emas itu ditaruhnya 37 kepada suatu pohon kayu yang besar maka kembalilah kedua mereka itu kerumahnya selang berapa hari maka si cerdik pergilah dengan seorang dirinya lalu /2/ diambilnya emas itu dibawanya pulang ke rumahnya selang berapa hari lamanya anataranya maka si bodoh pun datang mengajak si cerdik hendak pergi mengambil emas itu maka pergilah mereka itu keduanya kepada pohon itu didapatnya emas itu sudah tiada lagi maka kata si cerdik siapa tahu engkaulah mengambil emas itu maka pura2 engkau mengajak aku pula melainkan adalah engkau ini daripada orang khianat serta dihelanya tangan si bodoh hendak dibawanya kepada kadi maka si bodoh pun bersumpah tiada dicuri maka tiada jua dipercaya oleh si cerdik maka dibawa kepada kadi maka dikatakannya segala perhal keduanya itu mendapat emas itu habis diceritakan kepada kadi maka ujar si cerdik ya tuan hamba kadi barang dihakimkan kiranya antara kedua kami ini dari karena besarlah khianat si bodoh akan hambamu sudahlah diambilnya emas itu tiada diberinya tahu hambamu kemudian maka datanglah /3/ ia pura2 mengajak hamba pergi maka pergilah hamba sertanya hendak mengambil emas itu tiba2 hamba dapati tiada lagi emas itu maka pada jataha di hamba seniscaya iyalah yang berbuat khianat karena pada masa itu terlalu sunyi jangankan manusia unggas pun tiada mengetahui dan tiada melihat hamba menaruh emas itu melainkan iyalah yang mengambil emas itu siapa yang tahu daripada jalan yang kebenaran hamba mudah2an pohon kayu itu jadi saksi akan hamba maka kadi pun heran menengar kata si cerdik maka kata kadi baiklah esok hari hakimkan disana maka mereka itu pun kembalilah keduanya masing2 dengan rumahnya adapun akan si bodoh itu suatupun tiada apa katanya menjadi heran ia menengar kata si cerdik dan iya tiada tahu berkata2 sebab bodohnya setelah itu maka si cerdik datang kepada bapanya maka katanya hai bapaku kasihkah bapaku akan daku maka kata bapanya mengapa /4/ engkau berkata demikian dimanatah makhluk ini tiada kasih akan anaknya maka ujar si cerdik hai bapaku bahwa aku ada mengaku kepada kadi yang itu 38 pohon kayu tempat emas kami taruhkan berdua dengan si bodoh maka pohon kayu itulah akan jadi saksi daripada hilangnya emas itu tetapi emas itu aku .

ambil dia dan aku katakan si bodoh yang mencuri emas itu ihwal inilah supaya bapaku tolong aku dan supaya emas itu kita peroleh maka kata bapanya hai anaku kerja apa yang engkau suruhkan kepada aku ini maka sahut anaknya hai bapaku adapun pohon kayu itu berlubang barangkali lolos bapaku masuk ke dalam jika mau bapaku sepakat dengan hamba masuklah bapaku pada malam ini didalam lubang pohon kayu itu dari karena esok hari kadi akan datang pada pohon kayu itu memeriksa antara kami dengan si bodoh itu jika ditanya oleh kadi itu maka hendaklah bapaku menyahut sebagaimana ada orang yang nanyak /5/ saksi demikianlah kami minta kepada bapa maka kata bapanya hai anaku pekerjaan engkau ini akibatnya tiada diperoleh kebajikan adalah seperti hikayat katak lubangnya berhampiran dengan liang ular maka sahut anaknya bagaimana hikayat katak itu ceritakanlah kepada aku supaya aku dengar maka ujar bapanya ada seekor katak berhampiran liang dengan ular maka tiap2 katak itu beranak habis dimakannya oleh ular itu setelah itu maka katak pun pikir dalam hatinya apa kesedihanku dengan demikian ini maka lalu ia pergi kepada kura2 serta katanya kepada sang kura2 yaitu hamba adaku lama dengar seorang pendeta tetapi aku tiada dapat pergi kesana karena tempatnya terlalu amat banyak dan tanahnya dan batunya daripada menikam dan akik sebab itulah tiada boleh aku pergi kesana dan oleh karena itu hamba mintalah akan tuan hamba pepatah akan hamba supaya hamba dengar dan hamba amalkan maka ujar kura2 hai musafir adalah tiap2 /6/ pekerjaan yang sukar atau melawan seteru yang keras dan yang besar itu tiada diperoleh dengan kuat kita melainkan dengan daya upanya kita juga demikianlah „ sahdan apabila engkau lihat lubang jerapaya maka ambil olehmu barang tiga ekor ikan maka engkau hantarkan pada lubang ular itu terdapat tiada jikalau dilihat oleh ular jerapaya hendak memakan itu niscaya disambarnya dan dibunuhnya akan ular itu maka pada masa itu luputlah engkau daripada bahaya seteru itu maka katak pun berlalu sekejip menengar 39 kata kura-kura demikian itu lalu diperbuatnya seperti kata kura2 itu hata maka keluarlah jerapaya itu daripada tempatnya serta dilihatnya ikan itu lalu dimakannya itu maka jerapaya pun berjalan pula ia kesana maka dilihatnya ikan pun tiada ular pun tiada di lubang maka jerapaya pun berjalan2 antara itu maka bertemu dengan lubang katak maka dilihatnya oleh jerapaya itu katak anak beranak hendak keluar maka dimakannya /7/ oleh jerapaya katak itu habis semuanya dimakan adanya maka kata bapanya hai anaku demikian jalannya tiap-tiap sesuatu pekerjaan banyak dipikir lebih dahulu supaya akhirnya tiada jadi menyesal maka ujar si cerdik perkataan apatah yang katakan itu pada pikir hamba siapa yang tahu akan pekerjaan kita maka ujar bapanya hai anaku aku katakan pada engkau hikayat ini supaya kamu pikirkan jikalau jadi benar padamu maka ujar si cerdik hai bapaku jikalau ada kasih sayang bapa kepada hamba janganlah bapa panjangkan kalam ini karena sedikit sajalah kita banyak diperolehnya tiada banyak maka daripada sangat bapanya kasih akan anaknya maka diturutnya padahal tiada ia takut akan Allah ta‟ala dan tiada menjalani jalan teringat telah .

maka dipegangnya oleh barzagan katanya jangan handayku pulang dahulu karena hamba hendak berjamu tuan hamba maka ujar amin hai handayku menerima kasihlah hamba tetapi apatah daya hamba karena ada garda insyaallah esok hari hamba datang mendapatkan tuan hamba maka lalu ia turun berjalan pula ke rumahnya setelah datang keluar pagar maka didapatnya anak barzagan ada bermain-main /11/ maka didatangi oleh amin akan anak barzagan dibawanya pulang ke rumahnya setelah hari malam maka Barzagan mencari anaknya keliling tiadalah didapatnya maka dicarinya pula pada segala kampung serta berseru2 dengan nyaring suaranya menangis duka citanya akan anaknya maka lalu ia pergi kepada amin maka berkata iya hai handaiku Amin adakah tuan .dikerakannyalah kerja maksiat itu maka pada esok harinya kadi pun datanglah kepada pohon kayu itu serta dengan segala jamaahnya maka si bodoh dan si cerdik bersama2 telah sampai kepada pohon kayu itu berdiri maka kadi /8/ bertanya demikian katanya hai pohon kayu siapa mengambil emas itu katalah kepada aku maka saya hata pohon kayu itu si bodohlah yang mengambil dia maka kadi pun heran menengar suara itu serta iya pikir dalam hatinya ada juga manusia didalam kayu ini setelah ia pikir demikian maka disuruhnya angkut kayu yang kering ditimbunkan pada pohon kayu maka disuruh jadikan api „ sahdan maka tiada menderit orang itu lalu ia keluar dari pohon kayu itu maka sekalian jamaah jadi heran masing2 kah berkata siapa yang puya perbuatan demikian ini telah habis demikian maka kata kadi bawa kemari orang tuwa itu supaya kita periksa maka orang tua itu diperiksa oranglah kandi dan orang tua itu roboh tiada boleh menyahat sebab bekas kehangatan kena api itu jadi terhanguslah hatinya dan hancurlah sekalian 40 kulitnya maka orang tua itu matilah maka si cerdik pun ditangkap orang serta di kasi hakim dengan /9/ beberapa kesakitan darsainya maka si cerdik itupun keluarkanlah emas itu maka oleh kadi disuruhnya pulangkan emas itu kepada si bodoh itulah halnya adanya orang yang cita2nya lebih akan dunia jua tiada lain „ bahwa ini hikayat ada seorang dahulu kala bernama barzagan ia mengatakan tikus makan besi seratus kati dan rajawali menerbangkan seorang kanak-kanak demikianlah cerita itu sebermula ada seorang bernama amin ia hendak berlayar tiada ampunya modal maka ada kepadanya besi seratus kati itulah dibawa kepada seorang sahabatnya nama barzagan ditaruhnya disitu kemudian maka iya pergilah kepada kerja yang dimaksudnya maka oleh barzagan dijualkannya sekalian besi itu maka berapa lama tuan yang punya besi itu datang serta menuntut besi yang dikirimnya itu maka kata barzagan engkau punya besi itu aku taru didalam gudang telah serta berapa /10/ lamanya maka akupun tersadar akan hendak membaiki gudang itu maka tiba2 besimu itu tiada kelihatan lagi serta habis dimakan oleh tikus maka ujar amin mustahil la katamu itu hai handaiku tikus makan besi tetapi sungguh juga seperti katamu itu karena giginya tajam sedangkan tulang lagi dapat digigit setelah barzagan menengar kata amin itu demikian maka dalam hatinya tiada lagi akan dituntutnya besi itu maka amin pun bermohon pulang.

4. Tulisan Arab Melayu dalam teks mudah dibaca dan dipahami dalam membaca.41 menengar khabar anak hamba serta lenyap maka amin pun terkejut menengar kata barzagan itu demikian lalu ia berkata ya handaiku jikalau hamba tahu akan anak saudaraku diterbangkan oleh rajawali itu niscaya aku berbatalah daripadanya „ setelah barzagan menengar kata handainya amin itu maka iya pun heran dalam hatinya serta ia berkata hai handaiku adakah bernasip pada bicara handaiku rajawali menerbangkan seorang kanak-kanak mustahil adanya maka ujar amin tiadakah handaiku percaya yang rajawali itu dapat menerbangkan seorang kanak2 manusia /12/ dan jikalau demikian bicara tuan hamba sekali2 tiada jadi siapa tanya kepada yang ampunya takdir pada melakukan kodiratnya dari karena adalah dalil firman Allah ta‟ala yakni bahwasanya aku juga amat mengetahui barang yang tiada kamu mengetahui dia dan pada bicara hamba jikalau tiada dapat tikus makan besi seratus kati maka niscaya tiada dapat diterbangkan rajawali akan tuan hamba punya anak „ „ sahdan maka ujar barzagan kepada amin tahulah hamba bahwa anak hamba itu adalah pada tuan hamba maka sekarang akan besi tuan hamba itu adalah kepada hamba „ maka barzagan pun kembalikanlah besi kepada amin dan amin pun kembalikanlah anak barzagan itu kepadanya demikianlah perinya dan adalah ibarat hikayat ini bagi orang suka berbuat fitnah kepada sesamanya makhluk dan dari karena segala yang gemar berbuat fitnah itu tiada diperoleh sentosa /13/ didalam hidupnya seperti firmannya barangsiapa suka melihat kejahatan orang niscaya pada hari itu jatuhlah kejahatan itu kepada dirinya juga dan lagi adalah seperti kata syair katakan olehmu bagi segala yang jahat sangka kepadamu baik2 peliharakan dirimu jikalau berbuat khianat kembali kepadamu apabila engkau diberi kebajikan segayanya engkau percayakan jika dinyatakannya akan kejahatan sebaik-baiknya kamu jauhkan ingat2 akan dirimu berbuat yang kebajikan jangan jemu dengki dan loba jauhkan dirimu iyalah membawa jadi binasa dirimu 42 Di dalam mentransliterasi Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik. terlebih dahulu penulis memaparkan tanda-tanda yang terdapat di dalam suntingan teks. sehingga penulis sedikit mengalami kesulitan dalam memahami bahasanya.3 Suntingan Teks Sebelum penulis menyunting teks Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik. Adapun tanda-tanda dalam suntingan teks sebagai berikut. penulis menafsirkan tulisan Arab Melayu berdasarkan tulisan yang ada dalam teks asli. a) < > = Tambahan huruf atau kata dari penyunting b) / / = Nomor halaman naskah c) [ ] = Penghilangan huruf atau kata dari penyunting d) ( ) = Tulisan angka Arab diubah kebahasa Latin . Bahasa yang ada dalam teks menggunakan bahasa Melayu lama.

tidak efektif. Tujuan pemberian tanda tersebut yaitu untuk mengetahui berapa jumlah halaman dalam teks. Maka ujar si Bodoh “marilah kita berba[h]5gi dua emas ini dahulu” . penulis juga menambahkan beberapa kata dalam teks.] berarti kata di dalamnya dihilangkan. Selang berapa hari lamanya antaranya. sekali peristiwa si Cerdik dengan si Bodoh berjalan <ber>3dua[nya]4. habis diceritakan kepada Kadi. maka ia pun mendapat sepotong emas terhantar di jalan raya. Maka kata si Cerdik “ jangan dahulu kita ba[h]6gi emas ini.. Alasan penulis menghilangkan kata-kata tersebut. melainkan adalah engkau ini daripada khianat”.. lalu /2/ diambilnya emas itu dibawanya pulang ke rumahnya.. Maka kembalilah kedua mereka itu kerumahnya.. Kata-kata yang ada di dalam tanda [ . Setelah itu [maka]9 dibawanyalah emas itu <dan>10 ditaruhnya kepada suatu pohon kayu yang besar. maka dikatakan segala perhal keduanya itu mendapat<kan>19 emas itu. Selang berapa hari [maka]11 si Cerdik pergilah dengan seorang dirinya. sudahlah diambilnya emas itu. Sebermula. Serta dihelanya tangan si Bodoh hendak dibawanya kepada Kadi. Maka kata si Cerdik “siapa tahu engkaulah <yang>15 mengambil emas itu. karena karena kata-kata itu tidak tepat.. [maka]12 si Bodoh pun datang mengajak si Cerdik hendak pergi mengambil emas itu.. Katakata yang ada di dalam tanda < . maka pergilah mereka itu 44 [keduanya]13 ke[pada]14 pohon itu didapatnya emas itu sudah tiada lagi. dimanatah kita cahari lagi”. /1/ [Bahwa]1 ini<lah>2 suatu hikayat ceritera orang Bodoh dan orang Cerdik. Penulis telah menghilangkan beberapa kata dalam teks. Maka ujar si Cerdik kepada si Bodoh “marilah kita kembali adalah kita diberi untung oleh Allah Subahanallahuwata‟ala beroleh emas ini.Tanda / . Pengulangan kata di dalam teks sebenarnya tidak ada. ) merupakan kata ulang. Maka dibawa kepada Kadi(a).. Jadi kata-kata yang ada di dalam tanda ( . [Maka]17 si Bodoh pun bersumpah tiada dicuri <emas itu>18 maka tiada jua dipercaya oleh si Cerdik. kita taruhkan disini barangkali habis belanja [kita]8. sehingga penulis menafsirkan bahwa setiap kata dalam teks yang ada angka dua maka 43 ditafsirkan kata itu merupakan kata ulang. > berarti kata di dalamnya merupakan penambahan dari penulis. maka kita datang mengambil dia”. Selain penulis menghilangkan beberapa kata. dari karena besarlah khianat si Bodoh akan hambamu.. Tujuan penambahan kata dalam teks agar kalimat dalam teks tidak rancu dan menjadi efektif.... dan rancu. maka (pura-pura)16 engkau mengajak aku pula.<lalu>20 tiada .. Maka ujar si Cerdik “ Ya tuan hamba Kadi barang dihakimkan kiranya antara kedua kami ini... Hasil suntingan Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik. / yang ada dalam hasil suntingan maksudnya adalah huruf yang ada di dalamnya menjelaskan halaman teks. melainkan kita bawa sekedar akan belanja [kita juga yang lainnya]7....

Setelah itu [maka]60 Katak pun <ber>61pikir dalam hatinya apa kesedihanku dengan demikian ini. tetapi emas itu aku ambil [dia]42 dan aku katakan si Bodoh yang mencuri emas itu. Maka sahut anaknya “hai bapa<k>46ku adapun pohon kayu itu berlubang. Setelah itu. Maka Kadi pun heran menengar kata si Cerdik. Maka kata bapanya “hai anak<k>55u pekerjaan engkau ini akibatnya tiada diperoleh kebajikan [adalah]56 seperti hikayat Katak lubangnya berhampiran dengan liang Ular”. Maka sahut anaknya “bagaimana hikayat Katak itu. maka pergilah hamba sertanya hendak mengambil emas itu. Maka ujar si Cerdik “hai. /3/ ia (pura-pura)22 mengajak hamba pergi. Ihwal(b) inilah supaya bapak<k>43u tolong aku dan supaya emas itu kita peroleh”. (mudahmudahan) 26 pohon kayu itu jadi saksi akan hamba. Maka ujar bapa<k>57nya “ada seekor Katak berhampiran liang dengan Ular maka (tiaptiap) 58 Katak itu beranak habis dimakan[nya]59 oleh Ular itu. siapa yang tahu daripada jalan yang kebenaran hamba. maka hendaklah bapak<k>53u menyahut sebagaimana ada orang yang nanyak /5/ saksi. maka kata Kadi “ baiklah esok hari saya hakimkan disana” maka mereka itu pun kembalilah [keduanya] 27 (masing-masing)28 [dengan] 29 <ke>30 rumahnya. masuklah bapak<k>50u pada malam ini didalam lubang pohon kayu itu [di]51karena esok hari Kadi akan datang pada pohon kayu itu <untuk>52 memeriksa antara kami dengan si Bodoh itu. jika mau bapa<k>49ku sepakat dengan hamba. [Maka]62 lalu ia pergi kepada (Kurakura) 63 serta katanya kepada (sang Kura-kura)64 yaitu hamba adaku lama dengar <ada>65 seorang pendeta tetapi aku tiada dapat pergi kesana karena tempatnya terlalu amat banyak [dan]66 tanah[nya]67 dan batu[nya]68 daripada <yang>69 menikam dan akik sebab itulah tiada boleh aku pergi kesana dan . Maka kata bapa<k>44nya “ hai anak<k>45u kerja apa yang engkau suruhkan kepada aku ini”. bapak<k>40u bahwa aku [ada]41 mengaku kepada Kadi yang itu pohon kayu tempat emas kami taruhkan berdua dengan si Bodoh. ceritakanlah kepada aku supaya aku dengar”. (Tiba-tiba)23 hamba dapati tiada lagi emas itu. Adapun [akan]31 si Bodoh itu [suatupun tiada apa katanya]32 menjadi heran ia menengar kata si Cerdik dan i[y]33a tiada tahu (berkata-kata)34 sebab bodohnya. Kemudian [maka]21 datanglah. [maka]35 si Cerdik datang kepada bapa<k>36nya. Maka kata bapa<k>39nya “mengapa /4/ engkau berkata demikian dimanatah makhluk ini tiada kasih akan anaknya”. barangkali lolos bapa<k>47ku masuk ke dalam<pohon itu>48. melainkan i[y]25alah yang mengambil emas itu. maka katanya “ hai. bapak<k>37u kasihkah bapak<k>38u akan daku”. Maka pada jataha di hamba seniscaya i[y]24alah yang berbuat khianat karena pada masa itu terlalu sunyi.diberinya tahu hambamu. Jika ditanya oleh Kadi itu. demikianlah kami minta kepada bapa<k>54”. maka 45 pohon kayu itulah akan jadi saksi daripada hilangnya emas itu. jangankan manusia unggas pun tiada mengetahui dan tiada melihat hamba menaruh emas itu.

Maka pada esok harinya Kadi pun datang[lah]90 ke[pada]91 pohon kayu itu [serta]92 dengan segala jamaahnya.oleh karena itu hamba mintalah akan tuan hamba pepatah akan hamba supaya hamba dengar dan hamba amalkan. Maka Jerapaya pun (berjalan-jalan)78 antara itu. Maka bertemu dengan lubang Katak. Telah habis demikian maka kata kadi “bawa kemari orang tu[w]104a itu supaya kita periksa”. [Maka]74 Katak pun berlalu sekejip menengar kata (kura-kura)75 demikian itu. supaya <di>85pikirkan jikalau jadi benar padamu”. 46 [terdapat tiada]73 jikalau dilihat oleh Ular Jerepaya hendak memakan itu niscaya disambarnya dan dibunuhnya akan Ular itu. maka dilihatnya oleh Jerapaya itu Katak anak beranak hendak keluar maka dimakannya /7/ oleh Jerapaya. banyak dipikir lebih dahulu supaya akhirnya tiada jadi menyesal”. maka diturut<i>89nya. Maka Kadi /8/ bertanya demikian katanya “ hai pohon kayu siapa <yang>94 mengambil emas itu. maka disuruhnya angkut kayu yang kering ditimbunkan pada pohon kayu. Maka pada masa itu luputlah engkau daripada bahaya seteru itu. maka Jerapaya pun berjalan pula ia kesana. Maka ujar bapa<k>83nya “hai ana<k>84ku aku katakan pada engkau hikayat ini. serta dilihatnya ikan itu lalu dimakannya itu. katalah kepada aku”. Setelah ia pikir demikian. Maka orang tua itu diperiksa [oranglah kandi]105 dan orang tua itu roboh tiada boleh menyahat sebab bekas kehangatan kena api itu jadi . Katak itu habis semuanya dimakan adanya. Maka Kadi pun heran men<d>97engar suara itu serta i[y]98a pikir dalam hatinya ada juga manusia di dalam kayu ini. Maka daripada sangat bapa<k>88nya kasih akan anaknya. Maka saya hata pohon kayu itu. Lalu diperbuatnya seperti kata (Kura-kura)76 itu hata(d) maka keluarlah Jerapaya itu daripada tempatnya. Maka ujar Kura-kura “hai musafir adalah (tiap-tiap)70 /6/ pekerjaan yang sukar atau melawan setaru yang keras dan yang besar itu tiada diperoleh dengan<yang>71 kuat. Maka engkau hantarkan pada lubang Ular itu. janganlah bapa<k>87 panjangkan kalam ini karena sedikit sajalah kita banyak diperolehnya tiada banyak”. si Bodohlah yang mengambil <emas itu>95 [dia]96. maka disuruh jadikan api. Maka dilihatnya ikan pun tiada Ular pun tiada di lubang<nya>77. Maka kata bapa<k>79nya “hai ana<k>80ku demikian jalannya (tiaptiap) 81 sesuatu pekerjaan. Maka ujar si Cerdik “perkataan apatah yang <bapakku>82 katakan itu pada pikir hamba. Maka si Bodoh dan si Cerdik (bersama-sama) 93 telah sampai kepada pohon kayu itu berdiri. siapa yang tahu akan pekerjaan kita”. 47 Sahdan [maka]99 tiada menderit lalu orang itu [lalu ia]100 keluar dari pohon kayu itu. Padahal tiada ia takut akan Allah ta‟ala dan tiada menjalani jalan teringat telah dikarenakannyalah kerja maksiat itu. Sahdan apabila engkau lihat lubang Jerapaya(c) maka ambil olehmu barang tiga ekor ikan. kita melainkan dengan daya upanya kita [juga demikian]72. Maka sekalian jamaah jadi heran (masing-masing)101 [kah]102 berkata “siapa yang pu<n>103ya perbuatan demikian ini. Maka ujar si Cerdik “hai bapaku jikalau ada kasih sayang bapa<k>86 kepada hamba.

Maka ia turun berjalan pula ke rumahnya. Maka oleh Barzagan dijualkannya sekalian besi itu. Setelah Barzagan men<d>141engar kata handai[nya]142 Amin itu. Maka ia pergi kepada Amin maka berkata i[y]137a “hai handai(f)ku Amin adakah tuan men<d>138engar khabar anak hamba [serta]139 lenyap. tetapi apatah daya hamba karena ada garda insyaallah esok hari hamba datang [mendapatkan]127 <ke tempat>128 tuan hamba. Itulah hal[nya]108 adanya orang yang (cita-citanya)109 lebih akan dunia jua tiada lain. Maka ada kepadanya besi seratus kati itulah dibawa kepada seorang sahabatnya <ber>115nama Barzagan ditaruhnya disitu. Maka si Cerdik pun ditangkap orang serta di kasi<h>107 hakim dengan /9/ beberapa kesakitan darsainya. maka aku pun tersadar akan hendak mem<per>120baiki gudang itu. Maka si Cerdik itupun keluarkanlah emas itu. serta ia berkata “hai handaiku adakah bernasip pada bicara handaiku Rajawali menerbangkan seorang (kanak-kanak)144 mustahil adanya”. Maka oleh Kadi disuruhnya pulangkan emas itu kepada si Bodoh. maka dipegangnya oleh Barzagan katanya “jangan handaiku pulang dahulu karena hamba hendak berjamu tuan hamba”. maka didapatnya anak Barzagan [ada]130 <sedang>131 (bermain-main)132. Maka dalam hatinya tiada lagi akan dituntutnya besi itu. maka i[y]143a pun heran dalam hatinya. Setelah Barzagan men<d>126engar kata Amin itu demikian. ia hendak berlayar <tetapi>114 tiada mempunyai modal.terhanguslah hatinya dan hancurlah sekalian kulitnya. /11/ Maka didatangi oleh Amin akan anak Barzagan <kemudian>133 dibawanya pulang ke rumahnya. maka Barzagan mencari anaknya keliling tiadalah didapatnya. tikus makan besi tetapi sungguh juga seperti katamu itu karena giginya tajam sedangkan tulang lagi dapat digigit”. Maka ujar Amin “mustahil pula katamu itu hai handaiku. Maka orang tua itu mati[lah]106. Maka ujar Amin “tiadakah handaiku . Sebermula ada seorang bernama Amin. 48 Maka Amin pun bermohon pulang. Setelah [datang]129 keluar pagar. Maka dicarinya pada segala kampung serta (berseru-seru)134 dengan nyaring suaranya <yang>135 menangis duka cita[nya]136 akan anaknya. Maka ujar Amin “hai handaiku menerima kasihlah hamba. Maka berapa lama tuan yang punya besi itu datang serta menuntut besi yang dikirimnya itu. aku taru<h>121 <besi itu>122 di dalam gudang <se>123telah [serta] 124 berapa /10/ lamanya. lalu ia berkata “ya handaiku jikalau hamba tahu akan anak saudaraku diterbangkan oleh Rajawali itu niscaya aku berbatalah daripadanya”. Setelah hari malam. maka (tiba-tiba)125 besimu itu tiada kelihatan lagi serta habis dimakan oleh tikus”. Kemudian [maka]116 i[y]117a pergi[lah]118 ke[pada]119 kerja yang dimaksudnya. Maka kata Barzagan “engkau <yang>120 punya besi itu.” Maka Amin pun terkejut men<d>140engar kata Barzagan itu demikian. [Bahwa]110 ini<lah>111 hikayat. dahulu kala ada seorang <yang>112 bernama Barzagan ia mengatakan tikus makan besi seratus kati(e) dan Rajawali menerbangkan seorang (kanak-kanak)113. Demikianlah cerita itu.

membuat penafsiran (interpretasi).percaya yang Rajawali itu dapat menerbangkan seorang (kanak-kanak)145 manusia /12/ dan jikalau demikian bicara tuan hamba (sekali-sekali)146 tiada jadi siapa tanya kepada yang ampunya takdir pada melakukan kodiratnya. Katakan olehmu bagi segala yang jahat sangka kepadamu (Baik-baik)149 peliharakan dirimu jikalau berbuat khianat kembali kepadamu Apabila engkau diberi kebajikan segayanya engkau percayakan Jika dinyatakannya akan kejahatan (sebaik-baiknya)150 kamu jauhkan (Ingat-ingat)151 akan dirimu berbuat yang kebajikan jangan jemu Dengki dan loba jauhkan dirimu i[y]152alah membawa [jadi]153 binasa dirimu. 1 [bahwa] Kata penghubung untuk menyatakan isi atau uraian bagian kalimat yang ada di depannya. Demikianlah perinya dan adalah ibarat hikayat ini bagi orang suka berbuat fitnah kepada sesamanya makhluk dan dari karena segala yang gemar berbuat fitnah itu tiada diperoleh sentosa /13/ di dalam hidupnya. Aparat kritik yang ditemukan dalam teks dijelaskan sebagai berikut. Sahdan maka ujar Barzagan kepada Amin “tahulah hamba bahwa anak hamba itu adalah pada tuan hamba maka sekarang akan besi tuan hamba itu adalah kepada hamba”. sehingga teks tampak mudah dipahami oleh pembaca modern. 4 [nya] Penghilangan kata [nya]. Jadi. perlu ditambahkan perfiks <ber-> pada kata dua. kata „bahwa‟ dihilangkan karena tidak digunakan sebagai kata penghubung. 50 2<-lah> Kata <-lah> ditambahkan karena digunakan untuk menekankan makna kata yang ada di depannya. karena menyatakan jumlah. pelaku. 3<ber-> <ber-> merupakan perfiks pembentuk verba. . 4. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki.4 Aparat Kritik Teks Di dalam aparat kritik teks ini yaitu dari hasil suntingan di atas. penulis membuat suatu edisi yang baru dengan mengadakan pembagian alinea-alenia. maka niscaya tiada dapat diterbangkan Rajawali akan tuan hamba punya anak”. atau penerima. huruf besar dan kecil. “Barangsiapa suka melihat kejahatan orang niscaya pada hari itu jatuhlah kejahatan itu kepada dirinya juga dan lagi adalah seperti kata syair. Jadi. dari karena adalah dalil firman Allah ta‟ala yakni “ Bahwasanya aku juga amat mengetahui barang yang tiada kamu mengetahui dia dan pada bicara hamba jikalau tiada dapat tikus makan besi seratus kati. seperti firmannya. Maka Barzagan pun kembalikan[lah]147 49 besi kepada Amin dan Amin pun kembalikan[lah]148 anak Barzagan itu kepadanya.

Jadi. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. Jadi. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. Jika. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. 14 [pada] Kata [pada] yang ada di dalam teks membuat kalimat menjadi rancu. kata tersebut dihilangkan tidak 52 mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. 9 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. 13 [keduanya] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya.5 [h] Penghilangan huruf [h]. 10 <dan> Merupakan kata penghubung satuan bahasa yang setara. 7 [kita juga yang lainnya] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. Penambahan kata <dan>. . Jadi. Jika. 6 [h] Penghilangan huruf [h]. 12 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. Jadi. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. 11 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. 8 [kita] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. Jika. huruf „h‟ dihilangkan untuk membenarkan kata berbagi. kata tersebut dihilangkan tidak 51 mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. karena kalimat di dalam teks terdapat kata yang setara sehingga perlu penambahan kata penghubung. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. karena huruf „h‟ pada kata berbahgi di dalam Ejaan Yang Disempurnakan tidak dibenarkan. Jadi. huruf „h‟ dihilangkan untuk membenarkan kata berbagi. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. karena huruf „h‟ pada kata berbahgi di dalam Ejaan Yang Disempurnakan tidak dibenarkan.

maka penulis mengganti menjadi kata ulang. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. Jadi. Jadi.sehingga perlu penghilangan kata [pada] agar kalimat di dalam teks tidak rancu. 23 (tiba-tiba) Kata (tiba-tiba) sebelumnya di dalam teks seperti (tiba2). 25 [y] Penghilangan huruf [y]. 22 (pura-pura) Kata (pura-pura) sebelumnya di dalam teks seperti (pura2). tujuannya untuk memudahkan pembaca. 16 (pura-pura) Kata (pura-pura) sebelumnya di dalam teks seperti (pura2). 21 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. 17 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. 53 20 <lalu> Merupakan kata penghubung antar kalimat. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. tujuannya untuk memudahkan pembaca. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. sehingga kalimat di dalam teks tidak rancu. 15 <yang> Menambahkan kata <yang>. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. 24 [y] Penghilangan huruf [y]. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung „yang‟ untuk menjelaskan kata yang di depannya. kalimat ditambahkan kata penghubung agar tidak rancu. tujuannya untuk memudahkan pembaca. Kalimat di dalam teks perlu kata penghubung agar tidak rancu. Jadi. karena untuk menjelaskan kalimat sebelumnya. maka . kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. 18 <emas itu> Penambahan kata <emas itu>. Penambahan sufiks <kan> untuk menjadikan kata dalam kalimat tidak rancu. Jadi. 19 <-kan> Merupakan sufiks pembentuk verba. Jadi. 54 26 (mudah-mudahan) Kata (mudah-mudahan) sebelumnya di dalam teks seperti (mudah2an). maka penulis mengganti menjadi kata ulang. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata.

32 [suatu pun tiada apa katanya] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya.penulis mengganti menjadi kata ulang. tujuannya untuk memudahkan pembaca. Jadi. tujuannya untuk memudahkan pembaca. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. 29 [dengan] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. 31 [akan] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. 33 [y] Penghilangan huruf [y]. Jika. Jadi. karena kata selanjutnya kata yang menunjukkan tempat tujuan. 35 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. Jika. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. tujuannya untuk memudahkan pembaca. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. Jika. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. Penambahan kata <ke>. 28 [keduanya] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. 34 (berkata-kata) Kata (berkata-kata) sebelumnya di dalam teks seperti (berkata2). 36 <k> Penambahan huruf <k>. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. 27 (masing-masing) Kata (masing-masing) sebelumnya di dalam teks seperti (masing2). maka penulis mengganti menjadi kata ulang. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata . maka penulis mengganti menjadi kata ulang. kata tersebut dihilangkan tidak 55 mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. sehingga perlu ditambahkan kata <ke> pada kata sebelumnya . 30 <ke> Merupakan kata depan untuk menandai arah atau tujuan. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. Jika. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu.

46 <k> Penambahan huruf <k>. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata . kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. 47 <k> Penambahan huruf <k>. Jadi. 41 [ada] Kata [pada] yang ada di dalam teks membuat kalimat menjadi rancu. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 56 37 <k> Penambahan huruf <k>. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> dibelakangnya. Jadi. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. 57 43 <k> Penambahan huruf <k>. Jadi. 39 <k> Penambahan huruf <k>. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 40 <k> Penambahan huruf <k>. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. Jadi. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. Jadi.bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 44 <k> Penambahan huruf <k>. Jadi. Jadi. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. Jadi. sehingga perlu penghilangan kata [pada] agar kalimat di dalam teks tidak rancu. Jadi. 45 <k> Penambahan huruf <k>. sehingga perlu penghilangan kata [pada] agar kalimat di dalam teks tidak rancu. 42 [dia] Kata [pada] yang ada di dalam teks membuat kalimat menjadi rancu. 38 <k> Penambahan huruf <k>. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya.

Jadi. penambahan kata tersebut menjadikan kalimat dalam teks tidak rancu. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. 58 49 <k> Penambahan huruf <k>. Jadi. 58 (tiap-tiap) Kata (tiap-tiap) sebelumnya di dalam teks seperti (tiap2). 54 <k> Penambahan huruf <k>. Selain itu. 51 [di] Kata [di] dihilangkan agar kalimat di dalam teks tidak rancu. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. Jadi. 52 <untuk> Merupakan kata depan untuk menyatakan tujuan atau maksud. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. Kalimat di dalam teks perlu ditambahkan kata <untuk>. . Jika. 59 55 <k> Penambahan huruf <k>. karena kalimat selanjutnya menyatakan tujuan. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif.bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 50 <k> Penambahan huruf <k>. Jadi. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. tujuannya untuk memudahkan pembaca. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 48 <pohon itu> Penambahan kata <pohon itu> untuk memberikan keterangan kata yang di depannya. Jadi. Jadi. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. Jadi. 56 [adalah] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 57 <k> Penambahan huruf <k>. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 53 <k> Penambahan huruf <k>.

68 [nya] Penghilangan kata [nya]. karena pemborosan kata dalam kalimat. Jadi.59 [nya] Penghilangan kata [nya]. pelaku. karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung „yang‟ untuk menjelaskan kata yang di depannya. 60 61 <ber-> <ber-> merupakan perfiks pembentuk verba. 65 <ada> Penambahan kata <ada>. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. agar kalimat dalam teks tidak rancu. tujuannya untuk memudahkan pembaca. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. kata [dan] dihilangkan tidak mengubah makna kata yang ada di dalam teks. Jadi. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. 60 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. Jadi. 71 <yang> Menambahkan kata <yang>. pelaku. atau penerima. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. tujuannya untuk memudahkan pembaca. Jika. 64 (sang kura-kura) Kata (kura-kura) sebelumnya di dalam teks seperti (kura2). karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung „yang‟ untuk menjelaskan kata yang di depannya. 67 [nya] Penghilangan kata [nya]. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. 61 69 <yang> Menambahkan kata <yang>. 63 (kura-kura) Kata (kura-kura) sebelumnya di dalam teks seperti (kura2). 72 [juga demikian] . perlu ditambahkan perfiks <ber-> agar kata dalam kalimat tidak rancu. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. atau penerima. 66 [dan] Kata penghubung [dan] dihilangkan. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. 70 (tiap-tiap) Kata (tiap-tiap) sebelumnya di dalam teks seperti (tiap2). tujuannya untuk memudahkan pembaca. pelaku. 62 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. atau penerima. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung.

karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. 83 <k> Penambahan huruf <k>. 76 (kura-kura) Kata (kura-kura) sebelumnya di dalam teks seperti (kura2). karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 73 [terdapat tiada] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. Jadi. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. Jadi. karena di dalam kalimat perlu keterangan subjek. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. pelaku. 81 (tiap-tiap) Kata (tiap-tiap) sebelumnya di dalam teks seperti (tiap2). Jika. 74 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. kata yang ada di . 78 (berjalan-jalan) Kata (berjalan-jalan) sebelumnya di dalam teks seperti (berjalan2). kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. 79 <k> Penambahan huruf <k>. 63 82 <bapakku> Penambahan kata <bapakku>. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. agar kalimat di dalam teks tidak rancu. tujuannya untuk memudahkan pembaca. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. 80 <k> Penambahan huruf <k>. 77 [nya] Penghilangan kata [nya]. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. tujuannya untuk memudahkan pembaca. Jadi. Jadi. Jika.Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. tujuannya untuk memudahkan pembaca. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. 62 75 (kura-kura) Kata (kura-kura) sebelumnya di dalam teks seperti (kura2). atau penerima. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. tujuannya untuk memudahkan pembaca.

karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 90 [lah] Penghilangan kata [lah] agar kalimat dalam teks tidak rancu. tujuannya untuk memudahkan pembaca. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. 94 <yang> Menambahkan kata <yang>. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. Jadi. 84 <k> Penambahan huruf <k>. Jadi. karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung „yang‟ untuk menjelaskan kata yang di depannya. Jadi. . kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. 86 <k> Penambahan huruf <k>. sehingga kalimat di dalam teks tidak rancu.dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. 89 <i> Penambahan huruf <i> pada kata diturutnya. karena untuk menjelaskan kalimat sebelumnya. karena dlam kalimat tidak digunakan sebagai kata penghubung. kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata dan kalimat dalam teks menjadi tidak rancu. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. 91 [pada] Kata [pada] yang ada di dalam teks membuat kalimat menjadi rancu. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. sehingga perlu penghilangan kata [pada] agar kalimat di dalam teks tidak rancu. 65 95 <emas itu> Penambahan kata <emas itu>. kata [serta] dihilangkan. 92 [serta] Merupakan kata penghubung. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. Jadi. 85 <di> Merupakan prefiks pembentuk verba. 64 88 <k> Penambahan huruf <k>. agar kata dalam teks tidak rancu. 93 (bersama-sama) Kata (bersama-sama) sebelumnya di dalam teks seperti (bersamaa2). Jika. 87 <k> Penambahan huruf <k>. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. Penambahan kata <di> pada kata di depannya agar kalimat di dalam teks tidak rancu.

jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. maka kata itu dihilangkan untuk mengefektifkan kalimat dalam teks. Bila kata [lalu ia] dihilangkan tidak akan mengubah makna kalimat. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan . perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. Jadi. 106 [lah] Penghilangan kata [lah] agar kalimat dalam teks tidak rancu. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata puya tidak benar dan kata yang benar yaitu punya. 104 [w] Penghilangan huruf [w]. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata menengar tidak benar dan kata yang benar yaitu mendengar.96 [dia] Merupakan persona tunggal. karena kata sebelumnya tidak menyatakan suatu pernyataan. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. 102 [kah] Penghilangan kata [kah]. huruf [w] dihilangkan untuk membenarkan kata tua. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. tujuannya untuk memudahkan pembaca. 98 [y] Penghilangan huruf [y]. 97 <d> Menambahkan huruf <d>. 99 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. 100 [lalu ia] Penghilangan kata di dalamnya. Jadi. Jadi. 103 <n> Menambahkan huruf <n>. 67 107<h> Menambahkan huruf <h>. Jika. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. karena huruf [w] pada kata tuwa di dalam Ejaan Yang Disempurnakan tidak dibenarkan. untuk mengefektifkan kalimat dalam teks. Kalimat dalam teks kata [dia] tidak digunakan sebagai persona tunggal. 105 [oranglah kandi] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. 66 101 (masing-masing) Kata (masing-masing) sebelumnya di dalam teks seperti (masing2). Bila kata [kah] dihilangkan maka kalimat tidak menjadi rancu. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata.

perlu ditambahkan perfiks <ber-> pada kata dua. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. karena menyatakan jumlah. 112 <yang> Menambahkan kata <yang>. Jadi. Jadi. atau penerima. 117 [y] Penghilangan huruf [y].kata kasi tidak benar dan kata yang benar yaitu kasih. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. 109 (cita-citanya) Kata (cita-citanya) sebelumnya di dalam teks seperti (cita2nya). kata „bahwa‟ dihilangkan karena tidak digunakan sebagai kata penghubung. jadi perlu ada penambahan kata penghubung. Penambahan kata <tetapi>. pelaku. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. 110 [bahwa] Kata penghubung untuk menyatakan isi atau uraian bagian kalimat yang ada di depannya. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. tujuannya untuk memudahkan pembaca. 119 [pada] Kata [pada] yang ada di dalam teks membuat kalimat menjadi rancu. 111 <-lah> Penghilangan kata [lah] agar kalimat dalam teks tidak rancu. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 115 <ber-> <ber-> merupakan perfiks pembentuk verba. karena kalimat dalam teks 68 terdapat kalimat yang bertentangan. 108 [nya] Penghilangan kata [nya]. Jadi. tujuannya untuk memudahkan pembaca. 114 <tetapi> Merupakan kata penghubung intrakalimat untuk menyatakan hal yang bertentangan. 118 [lah] Penghilangan kata [lah] agar kalimat dalam teks tidak rancu. 113 (kanak-kanak) Kata (kanak-kanak) sebelumnya di dalam teks seperti (kanak2). Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. . sehingga perlu penghilangan kata [pada] agar kalimat di dalam teks tidak rancu. karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung „yang‟ untuk menjelaskan kata yang di depannya. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 116 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. Jadi.

Jika. Jika. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. 126 <d> Menambahkan huruf <d>. Jika. karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung „yang‟ untuk menjelaskan kata yang di depannya. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. 125 (tiba-tiba) Kata (tiba-tiba) sebelumnya di dalam teks seperti (tiba2).120 <yang> Menambahkan kata <yang>. 122 <se-> Penambahan kata <se> agar kalimat dalam teks tidak rancu. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata taru tidak benar dan kata yang benar yaitu taruh. Penambahkan perfiks <per-> agar kalimat dalam teks tidak rancu. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. 131 <sedang> Penambahan kata <sedang > untuk menjelaskan atau memberikan . maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 128 <ke tempat> Penambahan kata <ke tempat> untuk menjelaskan atau memberikan keterangan kata sebelumnya. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata menengar tidak benar dan kata yang benar yaitu mendengar. Jika. 123 [serta] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. 129 [datang] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. kata tersebut dihilangkan tidak 70 mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. 69 121 <h> Menambahkan huruf <h>. 130 [ada] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. 127 [mendapatkan] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. tujuannya untuk memudahkan pembaca. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. 124 <per> <per-> merupakan perfiks pembentuk verba.

pelaku. 136 [-nya] Penghilangan kata [nya]. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata menengar tidak benar dan kata yang benar yaitu mendengar. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 137 [y] Penghilangan huruf [y]. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. Jadi. 142 [-nya] Penghilangan kata [nya].keterangan kata sebelumnya. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. Jika. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung <yang> untuk menjelaskan kata yang di depannya. 143 [y] Penghilangan huruf [y]. atau penerima. 71 134 (berseru-seru) Kata (berseru-seru) sebelumnya di dalam teks seperti (berseru2). karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata menengar tidak benar dan kata yang benar yaitu mendengar. 133 <kemudian> Penambahan kata <kemudian> untuk menjelaskan atau memberikan keterangan kata sebelumnya. 132 (bermain-main) Kata (bermain-main) sebelumnya di dalam teks seperti (bermain2). pelaku. 139 [serta] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. tujuannya untuk memudahkan pembaca. 138 <d> Menambahkan huruf <d>. atau penerima. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. 72 140 <d> Menambahkan huruf <d>. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata menengar tidak benar dan kata yang benar yaitu mendengar. 135 <yang> Menambahkan kata <yang>. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan . 141 <d> Menambahkan huruf <d>. tujuannya untuk memudahkan pembaca.

153 [jadi] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. 151 (ingat-ingat) Kata (ingat-ingat) sebelumnya di dalam teks seperti (ingat2). Jadi. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 73 147 [-lah] Penghilangan kata [lah] agar kalimat dalam teks tidak rancu. 74 4. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. Kata-kata sulit yang terdapat dalam teks Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik sebagai berikut. 149 (baik-baik) Kata (baik-baik) sebelumnya di dalam teks seperti (baik2). maka penulis mengganti menjadi kata ulang. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. 145 (kanak-kanak) Kata (kanak-kanak) sebelumnya di dalam teks seperti (kanak2). maka penulis mengganti menjadi kata ulang. tujuannya untuk memudahkan pembaca. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. tujuannya untuk memudahkan pembaca. 152 [y] Penghilangan huruf [y]. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu.5 Kata Sulit (Glosarium) Kata-kata sulit yang ditemukan dalam teks Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik diartikan menurut Kamus Bahasa Melayu Nusantara. 148 [-lah] Penghilangan kata [lah] agar kalimat dalam teks tidak rancu. tujuannya untuk memudahkan pembaca. tujuannya untuk memudahkan pembaca. Jadi. Jika. 144 (kanak-kanak) Kata (kanak-kanak) sebelumnya di dalam teks seperti (kanak2). tujuannya untuk memudahkan pembaca. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. dan . 146 (sekali-sekali) Kata (sekali-sekali) sebelumnya di dalam teks seperti (sekali2). tujuannya untuk memudahkan pembaca. (a) Kadi = Hakim yang mengurus atau mengadili perkara-perkara yang bersangkut-paut dengan Agama Islam (seperti. perceraian.kalimat dalam teks rancu. 150 (sebaik-baiknya) Kata (sebaik-baiknya) sebelumnya di dalam teks seperti (sebaik2nya).

menurut Nainggolan (1997:21) ditinjau dari sudut bahasa. Nilai moral positif yaitu perbuatan yang dapat membantu atau meringankan beban orang lain. penulis menyimpulkan nilai moral yaitu tingkah laku manusia baik dan buruknya sebagai manusia. sedangkan tingkah laku yang buruk dapat dimasukkan ke dalam nilai moral negatif. perihal. maka. moral adalah sebagai kata benda yang berarti berhubungan dengan prinsip baik dan buruk yang ditarik dari satu cerita. (e) Kati = Ukuran berat yang bersamaan dengan 16 tahil.6. interpretasi nilai moral dibagi menjadi dua golongan.6 Interpretasi Nilai Moral Menurut Suseno (1987:19) kata moral selalu mengacu pada tingkah laku baik buruk manusia sebagai manusia. Interpretasi nilai moral yang ditemukan dari segi nilai moral positif meliputi: sikap adil. 4.1. kejadian. mencuri.pelanggaran hukum Islam). dan beragama. Tingkah laku yang baik dapat dimasukkan ke dalam nilai moral positif. Nilai moral positif dapat dijadikan suatu perbuatan yang perlu dicontoh atau diikuti oleh setiap orang dalam kehidupan sehari-hari. sikap jujur. (c) Jerapaya = Jerapah (d) Hata = Kemudian dari itu. balas dendam. 4. Jadi. (f) Handai = Kawan.6. menolong. dan serakah. Di bawah ini adalah salah satu peristiwa yang menggambarkan seseorang yang mempunyai sikap adil. bertanggung jawab. (g) Loba = Selalu ingin mendapat (memiliki) banyak-banyak. Tingkah laku baik dan buruk tersebut dapat digolongkan menjadi nilai moral positif dan nilai moral negatif.1 Nilai Moral Positif Di dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik terdapat nilai moral yang positif yaitu nilai moral yang baik. teman. serakah. lalu. kisah atau pengalaman. Sikap adil dalam 76 peristiwa ini mengandung nilai yang baik untuk kehidupan sekarang ini. (b) Ihwal = Hal. tamak. yaitu nilai moral positif dan nilai moral negatif. percaya. Mereka pun mendapat sepotong emas terhantar di jalan . berbohong. Suatu hari si Cerdik dengan si Bodoh berjalan berdua. 4. sahabat. Nilai moral yang ditemukan dari segi nilai moral negatif meliputi: menfitnah.1 Sikap Adil Di dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik terdapat peristiwa yang menggambarkan sikap adil. Norma-norma moral adalah tolok ukur untuk menentukan betul salah sikap dan tindakan manusia dilihat dari segi baik buruk sebagai manusia dan bukan sebagai pelaku peran tertentu dan terbatas. Sikap adil dapat dilihat dari berbagai sikap seseorang. Sementara itu. kasih sayang. rekan. 75 Berdasarkan pendapat di atas.

Maka ujar si Cerdik “ tuan hamba kadi dihakimkan antara kedua kami ini. 1) Kutipan di atas menunjukkan bahwa si Bodoh adalah seorang teman yang selalu ada bagi si Cerdik. Maka Kadi pun heran mendengar kata si Cerdik. jadi ia mempunyai sikap adil. lalu ia menanyakan pada orang tua tersebut sebagai saksi. karena si Cerdik meminta untuk mengadili si Bodoh. ia merasa heran mendengar ada suara keluar dari pohon. si Bodoh pun berpikir untuk membagi dua pada si Cerdik.raya. maka dikatakan oleh si Cerdik segala perhal mendapatkan emas itu. Lalu si Cerdik pun ditangkap orang serta di kasih hakim dengan beberapa kesakitan. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. tetapi menyalahkan siapa yang salah yaitu siapa yang menyuruhnya melakukan perbuatan ini. Kadi di sini bersikap adil terhadap seorang saksi yang berkata sebenarnya. Kadi tidak menyalahkan orang tua itu. Lalu si Bodoh dibawa kepada Kadi. Si Cerdik itupun keluarkanlah emas itu. 9 ) Kutipan di atas menjelaskan bahwa Kadi mengadili seorang saksi yaitu seorang yang sudah tua untuk berkata yang sebenarnya. Kadi mempunyai sikap adil. (HSBDSC hlm. maka kata Kadi “ baiklah esok hari saya hakimkan disana”. Kadi adalah seorang hakim. lalu Kadi akan mengadili si Cerdik dan si Bodoh esok harinya. Kadi heran mendengarkan masalah dan permintaan Si Cerdik. Ketika Kadi sedang memeriksa saksi yaitu sebuah pohon. Maka ujar si Bodoh “marilah kita berbagi dua emas ini dahulu”.lalu tiada diberitahu hambamu ini. Maka orang tua itu diperiksa dan orang tua itu roboh dan menyahat sebab bekas kehangatan kena api itu jadi terhanguslah hatinya dan hancurlah sekalian kulitnya. Hal ini terdapat pada kutipan berikut. Kata Kadi “bawa kemari orang tua itu supaya kita periksa”. Saksi itu mengatakan sebenarnya siapa yang salah dan benar. 3) Kutipan di atas menjelaskan Kadi akan mengadili antara si Cerdik dengan si Bodoh. Lalu ia menangkap orang yang salah itu dan menghukumnya. Oleh karena itu. lalu orang tua itu mati. Suatu ketika mereka menemukan emas. tetapi si Cerdik tidak ingin dibagi dua. Lalu oleh Kadi disuruhnya . (HSBDSC hlm. Setelah Kadi mengetahui kebenaran siapa yang salah. Setelah ia mengatakan kebenarannya. Lalu Kadi 77 mengetahui bahwa pohon tersebut ada orang di dalamnya yaitu orang tua. sesudah diceritakan kepada Kadi. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. karena khianat si Bodoh akan hambamu ini. si Bodohlah yang mengambil emas itu. Si Bodoh dengan si Cerdik ke mana pun pergi selalu bersama-sama. (HSBDSC hlm. Maka orang tua itu mati.

pulangkan emas itu kepada si Bodoh.(HSBDSC hlm. 9 ) Kutipan di atas menjelaskan Kadi yang bersikap adil terhadap orang yang berbuat salah yaitu si Cerdik. Lalu kadi menghukum si Cerdik dan meminta si Cerdik untuk mengembalikan emas itu terhadap si Bodoh. Kadi berbuat adil terhadap siapa yang bersalah dan siapa yang 78 benar. Ia menghukum bagi yang bersalah dan membebaskan yang tidak bersalah. Selain peristiwa di atas, ada juga peristiwa lain yaitu seorang yang berbuat sikap adil atas hak kepunyaannya. Ia meminta haknya untuk dikembalikan. Seseorang itu melakukan sesuatu hal agar haknya dapat dikembalikan. Hal ini terlihat pada kutipan berikut. Maka ujar Barzagan kepada Amin “tahulah hamba bahwa anak hamba ada pada tuan maka sekarang besi tuan hamba itu ada pada hamba”. Kemudian Barzagan pun kembalikan besi kepada Amin dan Amin pun kembalikan anak Barzagan kepadanya. (HSBDSC hlm.12) Kutipan di atas menggambarkan Amin yang berbuat adil karena ia ingin haknya dikembalikan yang telah dicuri Barzagan. Barzagan mengakui memang benar hak Amin ada padanya. Lalu Amin mengembalikan hak Barzagan dan Barzagan pun mengembalikan hak Amin. Peristiwa tersebut bahwa sikap adil tidak akan merugikan bagi diri sendiri maupun orang lain. Jadi, dari beberapa kutipan di atas dapat diketahui bahwa sikap adil dapat dimiliki oleh setiap orang. Sikap adil tidak hanya dimiliki oleh seorang hakim saja, tetapi dapat juga dimiliki oleh orang biasa. Seseorang dapat berbuat adil jika ia memiliki moral yang baik. Moral yang baik tidak dimiliki oleh semua orang, hanya orang tertentu yang dapat memiliki moral yang baik. Sekarang ini, sikap adil pada diri seseorang jarang ditemukan. Seorang hakim masih ada juga yang tidak bersikap adil. Jadi, diharapkan 79 dari hasil analisis ini dapat membuat orang untuk bersikap adil. Sikap adil dapat membuat orang yang berkuasa tidak semena-mena terhadap orang yang lemah. Sikap adil tidak akan merugikan semua orang, melainkan dapat menguntungkan sesama manusia. Selain itu, sikap adil akan selalu membuat kehidupan ini damai, aman, dan sejahtera. Kehidupan sesama manusia akan indah jika sikap adil masih dilakukan hingga saat ini. 4.6.1.2 Sikap Jujur Jujur adalah sebuah sikap berbicara yang sebenarnya. Sikap jujur saat ini jarang dimiliki oleh setiap orang. Di dalam Hikayat Cerita Seorang Cerdik dan Seorang Bodoh ada seorang yang bersikap jujur, ia berbuat hal tersebut karena ia tidak ingin kehilangan sesuatu yang dimilikinya. Hal ini terlihat pada kutipan berikut.

Maka ujar Barzagan kepada Amin “tahulah hamba bahwa anak hamba ada pada tuan maka sekarang besi tuan hamba itu ada pada hamba”. (HSBDSC hlm. 12) Kutipan di atas menggambarkan bahwa Barzagan mengetahui Amin temannya telah menyembunyikan anaknya. Ia pernah berbohong kepada Amin bahwa besi milik Amin telah habis dimakan tikus, kemudian Amin ingin mengetahui hal yang sebenarnya. Amin mengambil anak Barzagan lalu menyembunyikannya. Barzagan sangat ingin anaknya kembali, lalu ia berkata jujur bahwa besi milik Amin masih ada padanya. Amin pun berkata jujur bahwa anak Barzagan ada 80 pada dirinya. Lalu Amin mengembalikan anak Barzagan dan Barzagan mengambalikan besi itu pada Amin. Selain itu, ada juga orang yang berkata jujur bahwa ia tidak melakukan hal yang tidak ia lakukan. Orang tersebut berani bersumpah atas perkataan yang jujur dan ia berani bertanggung jawab atas perkataannya. Hal ini terlihat pada kutipan berikut. Maka kata si Cerdik “siapa tahu engkaulah yang mengambil emas itu, maka pura-pura engkau mengajak aku, melainkan engkau ini khianat”. Lalu tangan si Bodoh hendak dibawanya kepada Kadi. Si Bodoh pun bersumpah tiada dicuri emas itu lalu tiada juga dipercaya oleh si Cerdik. (HSBDSC hlm. 2) Kutipan di atas menggambarkan si Bodoh yang berkata jujur bahwa ia tidak melakukan pencurian atas emas yang telah ia temukan bersama si Cerdik. Si Cerdik tidak mempercayaan perkataan si Bodoh, walaupun si Bodoh telah berani bersumpah atas perkataannya. Lalu untuk membuktikan benar atau tidak perkataan si Bodoh. Si Cerdik membawa si Bodoh ke Kadi atau hakim. Si Bodoh berani bertanggung jawab karena ia berkata jujur dan tidak merasa bersalah atas perbuatan yang ia lakukan. Sebuah kejujuran akan menghasilkan hal yang tidak merugikan seseorang melainkan akan menguntungkan bagi diri sendiri dan orang lain. Kejujuran seseorang akan selalu membawa sesuatu perbuatan yang dapat membantu orang lain. Sikap jujur merupakan moral yang baik, moral yang dapat membuat seseorang akan berbuat baik kepada orang lain. 81 Jika sikap jujur dapat diterapkan hingga saat ini, maka kehidupan ini akan terasa damai dan indah. Hanya saja, sekarang ini sikap jujur kurang diterapkan dalam kehidupan, sehingga banyak terdapat kebohongan antara makhluk yang satu dengan lainnya. Kebohongan terjadi karena seseorang tidak memiliki sikap jujur. Sikap jujur mempunyai peranan penting dalam kehidupan ini. 4.6.1.3 Kasih Sayang Kasih sayang adalah suatu sikap yang mengasihi satu dengan

yang lainnya. Kasih sayang banyak dimiliki oleh setiap manusia dan kasih sayang itu tidak hanya sayang pada sesama manusia tetapi sesama makhluk hidup yang lain. Kasih sayang sesama manusia biasanya dimiliki semua manusia sejak lahir. Di dalam hikayat ini telah ditemukan beberapa sikap kasih sayang sesama manusia. Si Cerdik seorang anak yang meminta tolong kepada bapaknya. Bapak si Cerdik sangat sayang kepada anaknya yaitu si Cerdik. Bapak Si Cerdik ingin menunjukkan rasa kasih sayang kepada anaknya, lalu apa pun yang diinginkan anaknya akan dituruti. Hal ini terdapat pada kutipan berikut. Setelah itu, si Cerdik datang kepada bapaknya, maka katanya “ hai, bapakku kasihkah bapakku akan aku”. Maka kata bapaknya “mengapa engkau berkata demikian dimanakah makhluk ini tiada kasih akan anaknya”. (HSBDSC hlm. 4) 82 Kutipan di atas menggambarkan bahwa seorang bapak yang sayang akan anaknya. Kasih sayang seorang bapak adalah bukti adanya rasa mengasihi. Bapak yang baik akan selalu sayang akan anaknya dan akan selalu menuruti apa yang diminta anaknya. Kasih sayang seorang bapak pada anaknya hingga saat ini masih ada, tetapi tidak semua bapak memiliki rasa sayang yang seperti itu. Si Cerdik ingin mengetahui apa benar Bapaknya sayang akan dirinya. Lalu si Cerdik meminta bapaknya untuk melakukan sesuatu hal. Bapak si Cerdik melakukan hal yang diinginkan anaknya, sebagai bukti bahwa ia benar-benar sayang pada anaknya. Lalu Bapak si Cerdik mau melakukan perbuatan yang diinginkan si Cerdik. Hal ini terdapat pada kutipan berikut. Maka ujar si Cerdik “hai bapaku jikalau ada kasih sayang bapak kepada hamba, janganlah bapak panjangkan kalam ini karena kita perolehnya tiada banyak”. Karena bapaknya kasih akan anaknya, maka diturutinya. (HSBDSC hlm. 7) Kutipan tersebut menggambarkan bagaimana kasih sayang bapak kepada anaknya yang meminta tolong. Seorang anak yang mempunyai masalah, ia meminta agar bapak menolongnya. Bapak yang menuruti kata anaknya akan melakukan apa pun yang diminta anaknya karena bapak yang sangat sayang akan anaknya. Femomena kehidupan saat ini, sikap kasih sayang masih ada. Selain itu, tidak hanya kasih sayang bapak kepada anaknya, tetapi ada juga kasih sayang sesama manusia yang lain dan makhluk hidup lainnya. 83 Jadi, kasih sayang merupakan perbuatan yang baik, karena dapat menimbulkan rasa mengasihi. 4.6.1.4 Percaya Percaya adalah sikap untuk mempercayai sesuatu hal. Di dalam

Sikap percaya di atas merupakan sikap yang mempercayai sebuah perkataan sahabatnya. baik yang sudah kita kenal maupun yang belum kita kenal.Hikayat Cerita Seorang Cerdik dan Seorang Bodoh ada seorang yang mempunyai sikap percaya perkataan seseorang. Kadi pun mengatakan akan mengadili mereka esok harinya. sehingga Kadi percaya bahwa pohon dapat menjadi saksi atas perkara si Cerdik dan si Bodoh. Amin mempunyai besi dan ia menitipkan besi itu kepada temannya Barzagan. Seniscaya ia lah yang berbuat khianat karena pada masa itu terlalu sunyi. maka kata Kadi “ baiklah esok hari saya hakimkan disana” lalu mereka pun kembali ke masing-masing rumahnya. Di dalam . Ketika ia akan mengambil besi tersebut. melainkan ia lah yang mengambil emas itu. jika orang itu sudah saling mengenal. Selain percaya akan perkataan seorang teman. karena Barzagan sahabatnya lalu Amin mempercayai perkataannya. jangankan manusia unggas pun tiada mengetahui dan tiada melihat hamba menaruh emas itu. 10) Kutipan di atas menggambarkan seseorang yang percaya akan perkataan temannya. Barzagan mengatakan bahwa besi tersebut telah habis dimakan tikus. berhati-hatilah dalam mempercayai perkataan orang lain. Jadi. siapa yang tahu daripada kebenarannya hamba. Maka Kadi pun heran mendengar kata si Cerdik. Sikap percaya akan seseorang yang sudah dikenal maupun tidak dikenal. Kadi ingin membuktikan perkataan orang itu. Peristiwa tersebut terlihat pada kutipan berikut. mudah-mudahan pohon kayu itu jadi saksi akan hamba. Jadi. jika orang itu dapat mempercayai orang 84 lain. apa benar sebuah pohon dapat menjadi saksi. Orang akan percaya pada orang lain. (HSBDSC hlm. kita harus berhati-hati dalam mempercayainya. 3) Kutipan di atas salah satu penggambaran sikap percaya akan seseorang. sebuah kepercayaan dapat dimiliki oleh seseorang. aku taruh besi itu didalam gudang berapa lamanya kemudian. Amin ragu akan perkataan Barzagan. Maka ujar Amin “mustahil katamu itu hai temanku. maka tiba-tiba besimu itu tiada kelihatan lagi serta habis dimakan oleh tikus”. Sebuah sikap percaya akan seseorang sangat sulit ditemukan pada saat ini. ada juga sebuah peristiwa seorang Kadi atau hakim yang mempercayai perkataan orang yang ingin diadili. tikus dapat makan besi tetapi bisa juga seperti katamu itu karena giginya tajam sedangkan tulang dapat digigit juga”. maka akupun tersadar akan hendak memperbaiki gudang itu. Maka kata Barzagan “engkau yang punya besi itu. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. (HSBDSC hlm.

Amin pun meninggalkan besi itu kepada Barzagan. ada juga suatu peristiwa perbuatan menolong lainnya yaitu seekor Katak membutuhkan bantuan untuk menyelesaikan masalahnya. Inilah supaya bapakku tolong aku dan supaya emas itu kita peroleh”. ia hendak berlayar tetapi ia tiada mempunyai modal. Di dalam hal tersebut ada seorang ayah 86 yang mempunyai rasa sayang untuk menolong dalam kesusahan terdapat pada kutipan berikut ini. lalu bapaknya membantu. bapak itu pun melakukannya demi anaknya. Walaupun bapaknya mengetahui bahwa anaknya telah berbuat salah. 85 4. lalu ia pergi bekerja. Barzagan membantu menyimpan besi milik Amin di gudangnya. Kemudian ia pergi kerja. Sikap percaya merupakan perbuatan yang tidak merugikan sesama manusia. lalu ia meminta bantuan kepada Kura-kura. Bantuan tersebut dapat berupa pertolongan sesama manusia.kehidupan sekarang ini sikap percaya pada seseorang sedikit ditemui. Perbuatan menolong tersebut yaitu menolong sesama teman atau sesama manusia yang sedang membutuhkan bantuan orang lain.1. (HSBDSC hlm. Perbuatan menolong dalam keluarga ini yaitu seorang bapak yang menolong seorang anaknya. tetapi karena anaknya meminta tolong dan sangat membutuhkan bantuan. Menolong adalah perbuatan yang dapat membantu sesama manusia untuk meringankan beban hidupnya. Perbuatan menolong dapat juga terjadi dalam sebuah keluarga. Bapak yang melakukan apa saja untuk menolong anaknya dalam menyelesaikan masalah. Kemudia Kurakura . untuk berlayar tetapi ia tidak memiliki modal.6. 9) Dari peristiwa di atas dapat diketahui Amin membutuhkan pertolongan. Seorang anak yang meminta tolong kepada bapak. Maka kata bapaknya “ hai anakku kerja apa yang engkau suruhkan kepada aku ini”. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut.5 Menolong Setiap orang tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain. (HSBDSC hlm. Maka ada padanya besi seratus kati itulah dibawa kepada seorang sahabatnya bernama Barzagan ditaruhnya disitu. Lalu Amin menitipkan besi yang akan dijualnya untuk dijadikan modal kepada temannya Barzagan. Hidup dengan Perbuatan menolong dapat membantu orang yang sedang dalam kesusahan. Hidup dengan saling percaya maka akan tercipta hidup yang sentosa dan sejahtera. Selain hal di atas. Ada seorang bernama Amin. Perbuatan menolong sesama manusia sangatlah dibutuhkan dalam kehidupan. 4) Kutipan di atas menggambarkan sikap bapak yang menolong anaknya yang dalam kesusahan.

Berikut ini ada sebuah kutipan mengenai hal tersebut. Maka ujar si Cerdik “ tuan hamba Kadi dihakimkan antara kedua kami ini. hamba mintalah akan tuan hamba pepatah supaya hamba dengar dan hamba amalkan.6. Lalu Katak pergi kepada Kura-kura serta katanya kepada sang Kura-kura yaitu hamba dengar ada seorang pendeta. maka pura-pura engkau mengajak aku. melainkan engkau ini khianat”. karena khianat si Bodoh akan hambamu ini. (HSBDSC hlm. Hal ini juga terterlihat pada kutipan berikut ini. bahagia dan sedikit menghilangkan kesulitannya. Maka hidup ini akan terasa sentosa.menolong Katak itu. Di dalam Hikayat Cerita Seorang Cerdik dan Seorang Bodoh ada seorang yang berani bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukannya. diharapkan perbuatan menolong sesama manusia dilakukan atas dasar ingin membantu yang lainnya. sebab itulah tiada boleh aku pergi kesana. si Bodohlah yang mengambil emas itu. Jadi. Si Bodoh datang mengajak si Cerdik hendak pergi mengambil emas itu. 4. Banyak orang yang mengatakan hal itu. Lalu pergilah mereka itu ke pohon itu didapatnya emas itu sudah tiada lagi. perbuatan menolong dapat terjadi bila seseorang memiliki rasa ingin membantu kepada sesamanya. 3) Hal di atas menunjukkan si Bodoh adalah orang yang . Perbuatan menolong sesama manusia tidak akan memandang status seseorang. dan menolong juga tidak memandang hal apa yang akan ditolongnya. Banyak orang yang menolong bila ada pamrih atau timbal balik. Kura-kura memberikan sebuah cara kepada Katak. tetapi secara kenyataan jarang orang yang mau bertanggung jawab atas apa yang diperbuatnya. Oleh karena itu. Orang yang menolong hanya ingin orang yang ditolongnya senang. Si Bodoh pun bersumpah tiada dicuri emas itu lalu tiada juga dipercaya oleh si Cerdik. Tempatnya terlalu amat banyak tanahnya dan batunya yang menikam dan akik. Lalu tangan si Bodoh hendak 88 dibawanya kepada kadi. (HSBDSC hlm. lalu tiada diberi tahu hambamu ini. tetapi aku tiada dapat pergi kesana. 5) 87 Dari kutipan-kutipan di atas.6 Bertanggung jawab Orang yang berani berbuat maka ia harus berani bertanggung jawab. semakin jarang ditemukan.1. Katak meminta pertolongan kepada Kura-kura untuk memberinya sebuah nasehat atau cara menyelesaikan masalah. Maka kata si Cerdik “siapa tahu engkaulah yang mengambil emas itu. sehingga perbuatan menolong yang atas dasar ingin membantu semakin lama makin hilang. Perbuatan menolong dalam kehidupan sekarang ini.

dan sejahtera. Ia menyerahkan dirinya kepada Allah ta‟ala atas perbuatan yang maksiat yang akan ia lakukan. Sikap bertanggung jawab dalam kehidupan sekarang ini semakin lama semakin berkurang. akan tetapi si Cerdik tidak mempercayai semua perkataan si Bodoh.1. 7) 90 . maka diturutinya. Bertanggung jawab merupakan suatu perbuatan yang tidak merugikan semua pihak. Hal yang beragama tersebut terdapat pada kutipan berikut ini. 1) Kutipan di atas menggambarkan bahwa Si Cerdik sangat beragama. Sikap bertanggung jawab di atas yaitu bahwa ia berani untuk diadili atas dirinya yang tidak bersalah. dan ia bersedia untuk diadili. Sikap yang dimiliki si Cerdik belum tentu dimiliki oleh orang lain. Hanya orang tertentu saja yang memiliki keberanian untuk bersikap tanggung jawab. maka hidup ini akan terasa aman. Padahal ia takut akan Allah ta‟ala dan ia menjalaninya teringat kerja maksiat itu. Jika sikap tanggung jawab dapat diterapkan hingga saat ini. Selain itu. dimanakah kita cari lagi”. Peristiwa itu terdapat pada kutipan berikut ini. bertanggung jawab adalah salah satu moral positif yang dapat dimiliki oleh semua orang. Selain itu. Jadi. Ia sangat mensyukuri pemberian dari Allah Subahanallahuwata‟ala yaitu sebuah emas yang terhanpar di jalan. Lalu bapak itu menuruti perkataan anaknya untuk melakukan suatu hal. Si Bodoh pun ikut ke Kadi karena ia bertanggung jawab bahwa ia tidak mengambil emas itu. lalu si Bodoh pun dibawa ke Kadi atau hakim.6. orang yang bertanggung jawab yaitu orang yang berani mengakui semua perbuatan yang dilakukannya. Karena bapaknya kasih akan anaknya.7 Beragama Di dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik terdapat sikap beragama yang sangat kuat kepada penciptanya. Sikap si Cerdik yang mensyukuri nikmat dari Tuhannya patut untuk dicontoh oleh semua orang.bertanggung jawab. (HSBDSC hlm. (HSBDSC hlm. Selain hal di atas. Hal itu terlihat di dalam kehidupan sekarang ini banyak orang yang dirugikan atas orang yang tidak bertanggung jawab. atas semua pemberian Tuhan kepada umatnya. Ia tidak mengambil emas yang telah mereka temukan. sikap yang dimiliki si Cerdik merupakan salah satu moral yang baik. Maka ujar si Cerdik kepada si Bodoh “marilah kita ambil karena kita diberi Allah Subahanallahuwata‟ala beroleh emas ini. Banyak orang yang tidak berani bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukannya. sentosa. ada juga terdapat sebuah peristiwa seorang bapak yang ingin menolong anaknya. Seorang bapak yang menjalankan sesuatu perbuatan selalu mengingat Allah ta‟ala. 89 4. Sikap beragama yang ditonjolkan dalam naskah ini yaitu beragama Islam.

13) Kutipan di atas menggambarkan hikayat ini mengandung keagamaan yang terlihat dari sebuah firman Allah ta‟ala. bila seseorang melakukan sesuatu perbuatan yang jahat maka hidup orang itu tidak akan sentosa. Sebaliknya jika seseorang . 12) Sesuatu hal yang ditakdirkan datangnya hanya dari penciptanya. (HSBDSC hlm. Ia selalu teringat kepada Tuhannya akan sesuatu yang ia kerjakan. Selain peristiwa di atas. Orang itu menyerahkan sesuatu yang ia lakukan berdasarkan firman Allah ta‟ala yang dipahaminya. (HSBDSC hlm. “Barangsiapa suka melihat kejahatan orang niscaya pada hari itu jatuhlah kejahatan itu kepada dirinya juga”. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut ini. Orang yang beragama dalam hikayat ini ditujukan pada setiap orang agar berbuat baik dan tidak melakukan perbuatan yang jahat. karena ia melakukan sesuatu hal selalu teringat akan penciptanya yaitu Allah ta‟ala. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. maka orang tersebut akan menyerahkan 91 sesuatu yang ia lakukan berdasarkan takdir yang diberikan penciptanya yaitu Allah ta‟ala. Keagamaan yang dimiliki bapak itu yaitu beragama atau beriman yang kuat. Di akhir hikayat ini juga terdapat nilai moral yang berupa sikap beragama. pasti diketahui oleh penciptanya yaitu Allah ta‟ala. hikayat ini benar-benar mengandung keagamaan yang sangat kuat. Jadi.Seorang ayah menolong anaknya tetapi yang ia tolong adalah seorang anak yang berbuat jahat. Orang yang melakukan atas dasar agama. Jikalau bicara tuan hamba tanya kepada yang punya takdir yang melakukan kodiratnya. Hal tersebut seperti yang digambarkan pada kutipan di atas. Orang melakukan perbuatan sesuatu yang tidak diketahui orang lain. Nilai moral tentang beragama dikatakan dalam sebuah firman atau surat dari Allah ta‟ala. Demikianlah perinya dan ibarat hikayat bagi orang suka berbuat fitnah kepada sesamanya dan dari segala yang gemar berbuat fitnah itu tiada diperoleh sentosa didalam hidupnya. dan juga niscaya tiada dapat diterbangkan Rajawali akan tuan hamba punya anak”. seperti firmannya. Jadi. Ia melakukan perbuatan dengan rasa takut dan selalu teringat akan Allah ta‟ala. ada juga peristiwa seorang yang mempercayai sesuatu hal itu merupakan suatu takdir dari Allah ta‟ala. karena ada dalil firman Allah ta‟ala yakni “ Bahwasanya aku mengetahui yang tiada kamu mengetahui dan bicara hamba jikalau tiada dapat tikus makan besi seratus kati. Perbuatan yang tidak diketahui orang lain itu dibuktikan atas dasar firman Allah ta‟ala. Firman tersebut mengatakan bahwa kejahatan yang dilakukan seseorang akan menimpa dirinya sendiri. Peristiwa tersebut menggambarkan besarnya iman seorang bapak kepada Tuhannya.

4. sejahtera. sikap beragama yang dimiliki semua orang tidak diterapkan pada kehidupan. Jadi. tetapi juga terdapat nilai moral yang negatif. Orang yang melakukan perbuatan tidak atas dasar agama yang dimiliki.6. baik terhadap teman sendiri maupun orang lain.2 Nilai Moral Negatif Di dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik tidak hanya terdapat nilai moral yang positif. 4. Selang berapa hari maka si Cerdik pergilah dengan seorang diri. untuk melakukan suatu 92 perbuatan yang baik. Maka kata si Cerdik “siapa tahu engkaulah yang .2. bila orang tersebut mempunyai maksud buruk pada orang lain. Peristiwa menfitnah seseorang terdapat pada kutipan berikut. Perbuatan menfitnah akan timbul pada diri seseorang. Lalu Si Bodoh datang mengajak si Cerdik hendak pergi mengambil emas itu. Masyarakat yang beragama kuat maka hidup ini akan terasa indah. Hasil analisis Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik ini diharapkan dapat membangkitkan sikap beragama seseorang sekarang ini yang sudah mulai pudar. Orang yang melakukan perbuatan atas dasar agama yang dimiliki. menfitnah adalah perbuatan yang negatif. lalu diambilnya emas itu dibawa pulang ke rumahnya. beragama merupakan suatu perbuatan yang mengingatkan kita pada penciptanya. Di dalam kehidupan saat ini. Salah satu nilai moral negatif yaitu perbuatan yang 93 merugikan orang lain. Nilai moral negatif dalam hikayat ini terjadi pada orang-orang yang mempunyai maksud buruk atau jahat.1 Menfitnah Menfitnah merupakan suatu perbuatan yang sangat merugikan bagi orang yang difitnah. Orang tidak melakukan perbuatan berdasarkan agama yang dimiliki tetapi hanya berdasarkan keinginan nafsu. Berdasarkan beberapa kutipan di atas. Orang yang memiliki agama hanya sekedar mempunyai agama. ia akan merasa bahwa hidup ini indah.6. Selain itu. ia akan merasa bahwa hidup sulit dan susah. Masyarakat hendaknya senantiasa mensyukuri nikmat Tuhan dan selalu teringat akan semua permberian-Nya. dan sentosa. beragama yang terkandung di dalam hikayat ini juga dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat saat ini. Lalu pergilah mereka itu ke pohon itu didapatnya emas itu sudah tiada lagi. sikap beragama merupakan nilai moral yang baik dalam diri seseorang. Sikap beragama di atas menggambarkan seorang yang melakukan perbuatan berdasarkan keimanan yang dimilikinya sendiri. Perbuatan menfitnah dapat juga terjadi kapan saja dan oleh siapa saja. Jadi.selalu berbuat baik dan selalu ingat akan Allah ta‟ala maka hidupnya akan terasa indah dan sentosa.

95 Perbuatan menfitnah dapat timbul kepada siapa saja. Maka engkau hantarkan pada lubang Ular itu. Akibat dari sebuah emas yang mereka temukan. Ujar si Cerdik “hai. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. Maka ujar si Cerdik “ Tuan hamba kadi dihakimkan antara kedua kami ini. 6) . 94 Selain peristiwa di atas. Menfitnah seseorang. agar si Cerdik mendapat emas untuk dirinya sendiri. dan orang lain tidak boleh memilikinya. si Cerdik berbuat fitnah terhadap temannya sendiri. (HSBDSC hlm. Si Cerdik menfitnah si Bodoh yang mengambil emas itu. bahwa emas yang mereka temukan telah diambil si Bodoh. (HSBDSC hlm. karena khianat si Bodoh akan hambamu ini. 2) Kutipan di atas menggambarkan Si Cerdik menfitnah si Bodoh. 2) Si Cerdik tidak hanya menfitnah si Bodoh di depan Kadi. maka si Cerdik menfitnah si Bodoh temannya sendiri. 4) Kutipan di atas menggambarkan si Cerdik suka menfitnah seseorang. maka pura-pura engkau mengajak aku. pohon kayu itu akan jadi saksi hilangnya emas itu. Perbuatan menfitnah hal diatas timbul bila sesorang yang ingin memiliki barang itu untuk dirinya sendiri. dapat timbul bila seseorang mempunyai rasa dendam pada orang lain. tetapi juga di depan bapaknya si Cerdik. ia hanya bisa mendengarkan perkataan anaknya. tetapi emas itu aku ambil dan aku katakan si Bodoh yang mencuri emas itu”. Apabila engkau yaitu Katak lihat lubang Jerapah maka ambil olehmu barang tiga ekor ikan. bapakku bahwa aku mengaku kepada Kadi bahwa itu pohon kayu tempat emas kami taruhkan berdua dengan si Bodoh. (HSBDSC hlm. melainkan engkau ini khianat”. si Bodohlah yang mengambil emas itu. si Cerdik menfitnah si Bodoh di depan Kadi.mengambil emas itu. lalu si Bodoh tidak dapat berbuat apa-apa atas tuduhan temannya dan si Bodoh hanya bisa menerima tusuhan itu dari si Cerdik. Si Bodoh difitnah oleh si Cerdik. Si Cerdik ingin Kadi mengadili si Bodoh karena berkhianat. Lalu si Cerdik ingin bapaknya untuk membantunya dalam pengadilan. bahwa si Bodoh yang mengambil emas itu. Walaupun bapaknya si Cerdik mengetahui anaknya berbuat fitnah. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. Si Cerdik menceritakan bahwa ia menfitnah si Bodoh di depan Kadi. jikalau dilihat oleh Ular hendak memakan itu niscaya disambarnya dan dibunuhnya akan Ular itu. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. Si Cerdik ingin si Bodoh tidak memperoleh emas itu sedikit pun. dan yang ia fitnah adalah temannya sendiri. lalu tiada diberi tahu hambamu ini”. (HSBDSC hlm.

maka ia mencuri emas tanpa sepengetahuan si Bodoh. Perbuatan menfitnah dapat muncul kepada siapa saja. Hanya orang yang mempunyai maksud buruk. Selain itu. 96 4. (HSBDSC hlm. 1) Kutipan di atas menggambarkan si Cerdik mengambil emas dan emas itu sebenarnya adalah milik berdua antara si Cerdik dengan si Bodoh. lalu Ular tersebut akan dimakan oleh jerapah. Si Cerdik tidak ingin emas itu dibagi dua.2 Mencuri Mencuri merupakan perbuatan yang merugikan orang lain. Jadi. Apabila engkau lihat lubang Jerapaya maka ambil olehmu barang tiga ekor ikan. Menfitnah adalah suatu perbuatan yang merugikan bagi yang difitnah. Katak mengambil tiga ekor ikan milik Jerapah. karena merugikan siapa saja. maka perbuatan menfitnah akan timbul. Katak melakukan 97 . Perbuatan mencuri dapat terjadi bila seseorang mempunyai maksud tertentu pada seseorang. Di dalam kehidupan sekarang ini. perbuatan menfitnah adalah suatu hal yang negatif. Hal tersebut terjadi pada peristiwa berikut.6. (HSBDSC hlm. Jerapah menganggap bahwa Ular yang telah mencuri ikan tersebut. Perbuatan mencuri dapat merugikan orang yang dicuri barangnya. Jadi. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. Kemudian Katak ingin melihat Jerapah membunuh Ular karena telah mencuri ikannya. Lalu mereka menyimpan emas itu di pohon kayu besar. Orang mencuri biasanya ingin memiliki barang itu menjadi miliknya sendiri. Mereka pun mendapat sepotong emas terhantar di jalan raya. perbuatan menfitnah masih dimiliki oleh setiap orang. jikalau dilihat oleh Ular hendak memakan itu niscaya disambarnya dan dibunuhnya akan Ular itu. perbuatan menfitnah dapat membuat hidup ini tidak sentosa.Kutipan di atas menggambarkan bahwa Katak ingin membalas dendam pada Ular. Perbuatan memfitnah dapat menimbulkan suatu hal yang buruk bagi siapa saja. lalu ikan tersebut diletakkan di tempat Ular. sehingga menfitnah merupakan perbuatan yang negatif.2. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. Selang berapa hari maka si Cerdik pergilah dengan seorang diri. Katak mencuri ikan milik Jerapah. Suatu hari si Cerdik dengan si Bodoh berjalan berdua. Lalu Katak menfitnah Ular. 6) Katak mencuri untuk membalas dendam kepada Ular. Maka engkau hantarkan pada lubang Ular itu. lalu diambilnya emas itu dibawa pulang ke rumahnya. yaitu seseorang mencuri hanya ingin untuk membalas dendam kepada seseorang. Ikan yang dicuri katak diberikan kepada Ular. orang yang menfitnah pun akan mendapatkan balasan dari apa yang dilakukannya.

sehingga timbullah perbuatan ingin mencuri. perbuatan mencuri membawa dampak buruk bagi kehidupan semua orang. maka hendaklah bapakku menyahut sebagaimana ada orang yang tanya saksi. Katak berpikir bahwa perbuatannya akan merugikan orang lain. pohon kayu itu akan jadi saksi hilangnya emas itu. Hal ini terjadi pada si Cerdik karena ia ingin memiliki emas temannya. Biasanya orang yang mencuri ingin dirinya memiliki kepuasan tersendiri. Perbuatan mencuri tidak hanya terjadi pada masyarakat kalangan atas melainkan kalangan bawah. Perbuatan mencuri dalam kehidupan akan menimbulkan kekacauan dan menjadikan hidup ini tidak aman dan sentosa.6. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. Jika ditanya oleh Kadi itu. Si Cerdik mengatakan bahwa ada saksi sebuah pohon melihat bahwa si Bodoh yang mengambil emas itu. Saksi itu melakukan perbuatan bohong karena diminta seseorang. Banyak orang ingin memiliki barang orang lain. Saksi . Ujar si Cerdik “hai. Maka sahut anaknya “hai bapakku pohon kayu itu berlubang. (HSBDSC hlm. karena ia telah mengatakan bahwa pohon dapat memberikan kesaksian. tetapi ia tetap melakukan balas dendam pada Ular. Selain peristiwa di atas. Sesungguhnya bahwa pohon tersebut tidak dapat berbicara sehingga si Cerdik berbohong bahwa 98 pohon itu dapat menjadi saksi dan berbicara. Orang yang mencuri mempunyai maksud tertentu hanya untuk dirinya sendiri. demikianlah hamba minta kepada bapak”. mencuri adalah perbuatan yang negatif karena merugikan orang lain. perbuatan mencuri masih ditemukan. Selain itu. ada juga seorang saksi yang berbohong. Sesungguhnya pohon itu tidak dapat dijadikan saksi karena tidak dapat berbicara. Inilah supaya bapakku tolong aku dan supaya emas itu kita peroleh”.3 Berbohong Orang akan melakukan apa saja untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya. 4) Kutipan di atas menggambarkan si Cerdik telah berbohong kepada Kadi atau hakim. Perbuatan mencuri hanya untuk mementingkan keinginan sesaat. Si Cerdik meminta kepada bapaknya untuk menjadi seperti seorang saksi yang memberi jawaban atas pertanyaan dari Kadi.2. bapakku bahwa aku mengaku kepada Kadi bahwa itu pohon kayu tempat emas kami taruhkan berdua dengan si Bodoh. barangkali lolos lalu bapakku masuk ke dalam pohon itu. tetapi si Cerdik membuat pohon itu dapat berbicara karena di dalam pohon tersebut terdapat Bapak si Cerdik. 4. tetapi emas itu aku ambil dan aku katakan si Bodoh yang mencuri emas itu”. Jadi.perbuatan mencuri atas dasar balas dendam pada Ular. Bila dilihat pada kehidupan sekarang ini. maka ia menfitnah bahwa temannya yang mengambil emas itu.

Maksud Barzagan membohongi temannya. Perbuatan bohong tersebut telah merugikan si Bodoh. dan pohon itu berbohong dalam memberikan kesaksian. 8) Kutipan di atas menggambarkan seorang saksi berbohong pada Kadi atau hakim. Amin berbohong karena ia ingin membalas dendam pada Barzagan yang pernah membohongi Amin. Maka si Bodoh dan si Cerdik bersama-sama telah sampai kepada pohon kayu. Barzagan pun merasakan bagaimana dirugikan atas perbuatan yang telah dilakukannya . ia ingin memiliki besi seratus kati itu. Ia berbohong dengan sebuah perkataan yang mustahil. Maka kata Barzagan “engkau yang punya besi itu. aku taruh besi itu didalam gudang berapa lamanya kemudian. Pada esok harinya Kadi pun datang kepada pohon kayu itu dengan segala jamaahnya. 9-10) Kutipan di atas menjelaskan bahwa Barzagan mengatakan besi milik temannya telah habis dimakan tikus ketika disimpan dalam gudang.” Maka Amin pun terkejut mendengar kata 100 Barzagan itu. 11) Kutipan di atas mengambarkan Amin berbohong pada Barzagan temannya sendiri. maka akupun tersadar akan hendak memperbaiki gudang itu. ada juga orang yang berbohong terhadap temannya. katalah 99 kepada aku”. Perbuatan berbohong tersebut telah merugikan si pemilik besi itu. Peristiwa tersebut ada pada kutipan berikut. Berikut ini juga termasuk kutipan teman yang berbohong kepada temannya sendiri. Maka Kadi bertanya demikian katanya “ hai pohon kayu siapa yang telah mengambil emas itu. (HSBDSC hlm. Maka saya pohon kayu itu “si Bodohlah yang mengambil emas itu”. Selain itu. Saksi tersebut berbuat bohong karena keinginan orang yang mencuri emas yaitu si Cerdik. Ia melakukan kebohongan karena ingin memiliki barang temannya tersebut. Amin mengatakan bahwa anak Barzagan diterbangkan atau dibawa Rajawali. (HSBDSC hlm. Ia mengatakan bahwa besi seratus kati kepunyaan temannya telah habis dimakan tikus. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. lalu ia berkata “ya temanku jikalau hamba tahu akan anak saudaraku diterbangkan oleh Rajawali niscaya aku berbatalah daripadanya”.itu sebuah pohon yang di dalamnya ada orang tua. Pohon mengatakan bahwa si Bodoh yang mengambil emas itu. maka tiba-tiba besimu itu tiada kelihatan dan telah habis dimakan oleh tikus”. (HSBDSC hlm. Lalu ia pergi kepada Amin dan ia berkata “hai temanku Amin adakah tuan mendengar khabar anak hamba lenyap.

6) Kutipan di atas menggambarkan Katak ingin balas dendam kepada Ular. Rencana tersebut pun dilakukan oleh Katak. (HSBDSC hlm. tetapi kebohongan apa pun pasti dapat terbongkar dengan adanya suatu kebenaran. karena 102 banyak terjadi orang yang saling balas dendam. Sikap balas dendam dapat terjadi kepada siapa saja. 4. dan Katak ingin Ular dimakan oleh Jerapah.ketika membohongi Amin. Sikap balas dendam akan timbul pada siapa saja. lalu 101 Katak ingin balas dendam atas perbuatan Ular. Sikap balas dendam dimiliki oleh orang yang mempunyai niat jahat pada orang lain. Maka engkau hantarkan pada lubang Ular itu. Balas dendam dapat terjadi bila seseorang mempunyai rasa sakit hati pada orang lain. Sikap dendam hanya menguntungkan diri sendiri yang hanya bersifat sesaat saja. Jadi. . sikap balas dendam merupakan sikap yang negatif atau sikap yang buruk. agar Ular dimakan oleh Jerapah. Ular yang mempunyai sikap serakah. jikalau dilihat oleh Ular hendak memakan itu niscaya disambarnya dan dibunuhnya akan Ular itu. seperti perkelahian dan saling membunuh. Berbohong merupakan perbuatan yang merugikan orang lain. Sikap ini hanya menguntungkan diri sendiri dan merugikan orang banyak. Hidup ini akan terasa tidak aman. berbohong merupakan perbuatan yang negatif. Di dalam kehidupan sekarang ini. karena merugikan orang lain.2. Perbuatan berbohong dapat dilakukan oleh setiap orang. Katak ingin balas dendam pada Ular karena ia marah akan perbuatan Ular. Apabila engkau lihat lubang Jerapaya maka ambil olehmu barang tiga ekor ikan.6. sehingga hidup ini akan terasa tidak sentosa dan tidak aman. Biasanya perbuatan balas dendam berupa kekerasan fisik. Katak sangat sedih dan menderita karena Ular selalu memakan semua anak Katak. Maka pada masa itu luputlah engkau daripada bahaya seteru itu. Lalu Katak membuat rencana untuk menfitnah Ular.4 Balas Dendam Sikap balas dendam dapat muncul bila seseorang mempunyai rasa marah dan disakiti oleh orang lain. Balas dendam biasanya dimiliki orang yang mempunyai maksud buruk pada orang lain. tetapi dapat juga merugikan dirinya sendiri. Sikap balas dendam itu telah merugikan Ular. Setelah itu Katak pun berpikir dalam hatinya akan kesedihannya ini. Jadi. masih juga ditemukan sikap balas dendam. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. Sikap balas dendam akan membuat dampak yang buruk bagi kehidupan. Balas dendam merupakan perbuatan yang negatif karena merugikan orang lain. Katak ingin Ular itu tidak mengganggunya lagi.

Ia hanya ingin hidup. telah merugikan si Bodoh. Perbuatan Ular itu adalah serakah. Maka Jerapaya pun berjalan-jalan antara itu. Jadi. (HSBDSC hlm. Biasanya perbuatan serakah hanya menguntungkan diri sendiri dan merugikan orang lain. karena telah merugikan Katak. (HSBDSC hlm. Maka ujar bapanya “ada seekor Katak berhampiran liang dengan Ular lalu tiap-tiap Katak itu beranak dimakan oleh ular itu”. 5) Kutipan di atas menggambarkan bahwa tempat tinggal Ular berdekatan dengan Katak. yang seharusnya dibagi dua. karena sikap negatif selalu membawa akibat buruk atau jahat bagi manusia.6. 1-2) Kutipan di atas mengambarkan si Cerdik yang mengambil emas milik hasil temuan dirinya dengan si Bodoh. Setelah itu maka dibawalah emas itu dan ditaruhnya kepada suatu pohon kayu yang besar. Peristiwa tersebut ada pada kutipan berikut ini. Katak itu habis semuanya dimakan. walaupun tempat tinggal mereka berdekatan. 4.5 Serakah Serakah adalah salah satu perbuatan yang ingin memiliki sesuatu benda untuk dirinya sendiri.2. (HSBDSC hlm. Ular selalu membuat Katak bersedih. Maka dilihatnya ikan tiada Ular pun tiada di lubangnya. ada juga perbuatan Jerapah seperti Ular yang suka makan.Di dalam hikayat ini banyak terdapat sikap negatif yang dapat dijadikan contoh pengajaran dalam kehidupan. Lalu mereka pulang ke rumahnya. Jerapah tidak melihat apa pun yang dapat dimakannya. Perbuatan yang dilakukan Ular yaitu serakah karena ia hanya mementingkan diri sendirinya untuk makan. ada sebuah cerita bahwa Ular selalu memakan semua anak Katak. Selang berapa hari maka si Cerdik pergilah dengan seorang diri. karena telah merugikan orang lain. maka dilihatnya oleh Jerapaya itu Katak anak beranak hendak keluar maka dimakannya oleh Jerapaya. Hal yang dilakukan Jerapah terdapat pada kutipan berikut ini. 6-7) Perbuatan di atas menggambarkan Jerapah yang mengikuti hawa nafsu untuk memakan hewan yang ada di depannya. Selain perbuatan Ular yang seperti itu. Perbuatan serakah yang dilakukan Ular adalah nilai moral yang negatif. lalu ia mengambilnya dan dibawa pulang untuk diri sendiri. lalu diambilnya emas itu dibawa pulang ke rumahnya. Sikap si Cerdik yang serakah itu. Si Cerdik tidak ingin emas itu dibagi oleh si Bodoh. sebenarnya emas tersebut adalah milik mereka berdua. maka ia . Peristiwa tersebut ada pada kutipan beriku ini. tetapi Ular selalu memakan semua anak Katak dan yang tersisa hanya seekor Katak. Maka bertemu dengan lubang Katak. 103 Selain peristiwa di atas. Perbuatan serakah dapat timbul pada diri seseorang yang mempunyai niat yang buruk.

Bila perbuatan serakah terus meningkat. Perbuatan serakah Jerapah telah merugikan makhluk yang ada di sekitarnya. Jerapah memakan semua anak Katak dan induk 104 Katak tersebut. Selain peristiwa di atas. Perbuatan serakah selalu merugikan orang lain. masih juga ditemukan perbuatan serakah. Perbuatan serakah hanya menguntungkan bagi diri sendiri. Lalu oleh Barzagan dijual besi itu. Di dalam kehidupan sekarang ini. Barzagan ingin besi milik Amin menjadi miliknya. maka hidupnya akan sengsara dan tidak bahagia. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. Perbuatan serakah akan selalu merugikan orang lain. Kemudian ia pergi kerja. maka hidup ini akan penuh dengan kekacauan. Perbuatan serakah timbul karena mempunyai maksud buruk. Saat ini. maka serakah merupakan sikap negatif atau nilai moral yang buruk. dan banyak merugikan orang lain. Hidup dengan perbuatan serakah. Barzagan yang serakah atas besi yang dimiliki Amin sahabatnya.harus banyak makan. Hal tersebut terlihat seperti kutipan di atas. 9) Sikap serakah akan timbul bila seseorang mengikuti hawa nafsunya. keserakahan banyak terjadi yaitu serakah akan harta. . (HSBDSC hlm. terdapat pula perbuatan serakah pada sahabatnya sendiri. Maka ada padanya besi seratus kati itulah dibawa kepada seorang sahabatnya bernama Barzagan ditaruhnya disitu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful