KAJIAN FILOLOGIS DALAM HIKAYAT CERITA SEORANG BODOH DAN SEORANG CERDIK DAN INTERPRETASI NILAI MORAL

SKRIPSI untuk memperoleh gelar Sarjana Sastra

oleh Nama NIM : Wikurnia : 2150402007

Program Studi : Sastra Indonesia Jurusan Indonesia : Bahasa dan Sastra

FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2006

SARI Wikurnia. 2006. Kajian Filologis dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dan Nilai Moral. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I : Yusro Edy Nugroho, S.S, M. Hum, Pembimbing II : Sumartini, S.S.

Kata kunci : filologi, hikayat, cerita berbingkai, suntingan teks, dan nilai moral.

Naskah tulisan tangan adalah salah satu bentuk warisan kebudayaan Indonesia yang kurang mendapat perhatian dari masyarakat dibandingkan dengan peninggalan-peninggalan klasik lainnya, seperti candi dan prasasti. Ilmu khusus yang dapat menelaah naskah tulisan tangan yaitu ilmu filologi. Salah satu naskah yang dapat dijadikan objek penelitian filologi adalah naskah yang berbentuk hikayat. Hikayat dikaji secara filologi untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, salah satunya adalah nilai moral. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini diarahkan pada analisis kajian filologi dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dan nilai moral. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap isi cerita dan nilai moral dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik sehingga dapat dibaca, dinikmati dan bermanfaat bagi masyarakat saat ini. Manfaat penelitian ini secara teoretis dapat menjadi masukan bagi teori filologi dalam memberikan informasi mengenai isi Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik terutama nilai moral yang terdapat di dalamnya. Adapun manfaat secara praktis diharapkan dapat membentuk watak generasi muda yang berbudi luhur dan dapat mengembangkan kepribadian diri membentuk moralitas yang baik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan filologi. Teori yang digunakan yaitu teori filologi dan nilai moral. Data penelitian yang dipakai berupa kalimat dan paragraf atau pernyataan yang terdapat dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik yang

mengandung informasi tentang nilai moral. Adapun sumber data penelitian ini adalah Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik tebal 13 halaman, berkode ML 229, dan merupakan naskah koleksi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam menganalisis data adalah metode naskah tunggal edisi standar. Selain itu, dijelaskan pula tentang teknik analisis data dan langkah kerja dalam penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kajian filologi yang dilakukan secara mendalam, dapat mengungkap isi cerita dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik sehingga dapat dibaca dan dinikmati masyarakat saat ini. Nilai moral yang ditemukan dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dari segi nilai moral positif meliputi: sikap adil, sikap jujur, kasih sayang, percaya, menolong, bertanggung jawab, dan beragama. Adapun nilai moral yang ditemukan dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dari segi nilai moral negatif meliputi: menfitnah, mencuri, berbohong, balas dendam, dan serakah. Berdasarkan temuan tersebut, saran yang dapat disampaikan adalah: 1) dengan adanya penelitian ini diharapkan akan muncul usaha-usaha baru dalam penelitian filologi di masa yang akan datang; 2) dengan adanya hasil penelitian ini diharapkan pembaca dapat menerapkan nilai moral yang ada dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dalam kehidupan sehari-hari.

Naskah tulisan tangan adalah salah satu bentuk warisan kebudayaan Indonesia yang kurang mendapat perhatian dari masyarakat dibandingkan dengan peninggalan-peninggalan klasik lainnya. juga disebabkan keberadaannya yang pada umumnya tersimpan di lemari-lemari penduduk .1 Latar Belakang Masalah Indonesia dihuni oleh berbagai suku bangsa yang memiliki sejarah. Kebudayaan yang ada inimemiliki ciri khas kenusantaraan yaitu Bhineka Tunggal Ika. dan bahasa daerah. Kebudayaan-kebudayaan yang merupakan peninggalan masa lampau dapat berwujud fisik dan nonfisik. norma-norma kehidupan. adat istiadat. adat istiadat. kebudayaan. dan naskah lama yang biasa ditemukan dalam bentuk warisan kebudayaan. seperti tata karma. Adapun kebudayaan yang berbentuk nonfisik adalah nilai-nilai budaya. seperti candi dan prasasti.BAB I PENDAHULUAN 1. dan lain-lain. Artinya. Kebudayaan yang berbentuk fisik adalah candi. namun mereka tetap memiliki persamaan-persamaan dasar yang satu. Hal ini selain karena bentuk tampilan yang kurang menarik. meskipun kebudayaan-kebudayaan daerah di kepulauan nusantara itu telah tumbuh dan berkembang sendiri-sendiri sesuai dengan kondisi alam geografisnya dan cenderung berbeda-beda. prasasti.

pantun. Naskah kuno yang merupakan karya sastra klasik dikelompokkan dalam dua kelompok yaitu prosa dan puisi (drama tidak dikenal dalam sastra Melayu klasik). Sifat didaktis yang tersamar di dalam cerita. dan kulit kayu yang menyimpan berbagai ungkapan pikiran dan perasaan sebagai hasil budaya bangsa masa lampau. terutama tentang kearifan hidup bermasyarakat dan kehidupan beragama. Tujuan filologi adalah untuk menemukan bentuk asal dan bentuk mula teks dan mengungkapkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Adapun sifat dulce diwujudkan di dalam kemerduan permainan . atau sebagai cerita bingkaian yang terdiri atas sejumlah cerita yang berisi pengajaran hidup seperti Hikayat Seribu Satu Malam. Sifat utile diartikan sebagai mengandung pengajaran dan keteladanan. Prosa sastra Melayu klasik lazim disebut hikayat karenapada umumnya judul prosa sastra Melayu klasik didahului dengan kata hikayat. Selain itu. terkesan bahwa pada umumnya karya sastra bersifat didaktis instruktif. ada pula yang lebih langsung mengajarkan masalah agama atau kebajikan memerintah seperti Bustanussalatin. Jenis karya sastra yang termasuk puisi adalah mantra. syair. dan lain-lain (Djamaris 1990:12). gurindam. serta berbagai pula topik yang dibawakannya.dan museum. talibun. Karya-karya itu biasanya beragam prosa tetapi ada juga yang beragam puisi seperti Syair Rukun Haji dan Syair Nasihat Bapa kepada Anaknya. Ilmu khusus yang dapat menelaah naskah tulisan tersebut yaitu ilmu filologi. Filologi dapat diartikan sebagai cinta pada ilmu dengan objek penelitiannya naskah. lontar. disajikan secara simbolis sebagai fabel seperti Hikayat Pelanduk Jenaka. Menurut Sudjiman (1994:15) karya sastra lama ada berbagai ragam (genre) dan jenisnya. Naskah dapat diartikan sebagai semua bentuk tulisan tangan nenek moyang kita pada kertas. peribahasa. yaitu yang mengandung pengajaran dan bimbingan moral. serta sulit mengetahui maknanya tanpa penelaahan dengan disiplin ilmu khususnya.

yaitu Hikayat Bayan Budiman. Sementara itu. Di India. . Cerita berbingkai ini berasal dari India dan datang ke kepulauan ini dengan melalui berbagai jalan yang biasanya di dalamnya disisipkan cerita-cerita lain. keteraturan irama. cerita berbingkai di India dapat dibagi dalam tiga golongan. Hikayat adalah cerita tentang kehidupan seseorang. menurut Fang (1993:1) di dalam sastra Melayu ada beberapa cerita berbingkai yang terkenal.bunyi. dan Hikayat Bakhtiar. tetapi juga pandai memberi nasihat kepada tuan mereka tentang berbagai masalah yang dihadapi oleh manusia (Fang 1993:1). Biasanya seorang tokoh atau lebih bercerita dan giliran tokoh dalam cerita itu bercerita pula. Salah satu naskah yang dapat dijadikan objek penelitian filologi adalah naskah yang berbentuk hikayat. dan menimbulkan rasa keindahan sehingga kenyataan hidup yang kurang menyenangkan terlupakan sesaat (Sudjiman 1994:15). Ciri cerita berbingkai ialah bahwa dalam cerita berbingkai binatangbinatang selalu diberi sifat manusia. Binatang-binatang ini tidak hanya pandai bercerita. menyejukkan perasaan. Hikayat dapat berisi tentang cerita berbingkai. Di dalam cerita sisipan itu mungkin ada cerita sisipan lagi sehingga pada akhirnya cerita itu menjadi panjang dan luas. 1. Cerita berbingkai adalah cerita yang di dalamnya mengandung cerita lain (pelaku atau peran di dalam cerita itu bercerita) (Kamus Besar Bahasa Indonesia 2002:210). Cerita yang dikumpulkan untuk memberi ajaran agama. Menurut Winternitz (dalam Fang 1993:1-2) berdasarkan tujuannya yang berbeda-beda. cerita berbingkai disebut Akhyayika yang berarti cerita dan katha yang berarti menyenangkan. Hikayat Kalilah dan Dimnah. serta gaya bahasa dan majas dengan penyajian yang memikat. misalnya untuk membuktikan kebenaran kata-katanya. misalnya cerita Jenaka dan cerita-cerita Budhis serta Jaina lainnya.

salah satunya adalah nilai moral. setiap kebudayaan memiliki pilihan binatang sendiri untuk melukiskan jenis watak manusia tertentu (Anonim 1997:242). nilai hiburan. . 3. nilai budaya. Di dalam cerita berbingkai tersebut terdapat cerita berupa fabel. antara lain nilai sosial. Tujuan cerita binatang untuk menyajikan ajaran moral. nilai estetis. Jadi. Nilai-nilai yang ada di dalam karya sastra biasanya mencakup berbagai aspek kehidupan. nilai moral juga dapat dipakai sebagai pedoman hidup masa yang akan datang dan dapat memberikan dampak yang baik bagi masyarakat. Fabel dapat diartikan cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang (berisi pendidikan moral dan budi pekerti) (Kamus Besar Bahasa Indonesia 2002:312). Ajaran moral tidak dipentingkan. Selain itu. Biasanya yang menjadi pelakunya binatang atau kadang-kadang manusia dan binatang. Cerita yang bertujuan memberi hiburan semata-mata. Nilai moral dapat diartikan sebagai konsep ide tentang tindakan manusia yang diterima untuk suatu masyarakat tertentu mengenai perbuatan akhlak budi pekerti dan kesusilaan yang dijunjung tinggi dan menjadi pedoman dalam berperilaku di masyarakat.2. Fabel sebagai salah satu bentuk sastra imajinatif yang diungkapkan secara lisan atau tulisan mengandung makna berbeda dari apa yang tersurat. misalnya Vetalapancavimsati dan Sukasaptati. Tokoh binatang kancil pada fabel Indonesia sama dengan tokoh rubah pada fabel Eropa yang menggambarkan keunggulan pikiran atas keunggulan fisik. keagamaan. Cerita yang bertujuan memberi ajaran politik dan pengetahuan duniawi. dan masih banyak lagi nilai-nilai yang dibutuhkan dalam kehidupan manusia (Yunus 1990:105). Sifat manusia tertentu diwujudkan dalam binatang tertentu. Hikayat dikaji secara filologi untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. misalnya Pancatantra dan kumpulan cerita yang lainnya. nilai moral.

maka dapat membentuk watak generasi muda yang berbudi luhur dan dapat menjadikan jiwa yang teguh.Di dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik menurut penulis terdapat muatan moral. Dalam hikayat tersebut terdapat tiga buah cerita yang mencakup yang pertama. melainkan Katak yang dimakan Jerapah. Sebelum bapaknya si Cerdik menuruti permintaan anaknya. Hal yang menarik dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik adalah ceritanya berbingkai. Bapaknya si Cerdik menceritakan sebuah hikayat bahwa perbuatan menfitnah dapat merugikan diri sendiri. karena Ular itu memakan semua anak Katak. karena Jerapah tidak melihat Ular ditempatnya tetapi melihat Katak yang sedang beranak”. Hikayat ini diceritakan agar si Cerdik . Selain itu. jika ajaran moral diterapkan dalam kehidupan masyarakat maka hidup ini akan sentosa. Lalu Katak itu menfitnah Ular dengan cara ia mencuri tiga ekor ikan milik Jerapah. Si Cerdik hanya ingin memililiki emas itu sendiri lalu ia menfitnah si Bodoh yang mencuri emas itu dan si Cerdik ingin Bodoh diadili. Lalu si Cerdik membohongi Kadi atau hakim bahwa ada seorang saksi yaitu pohon besar. Bapak si Cerdik bercerita “bahwa Katak ingin membalas dendam kepada Ular. Katak melakukan hal tersebut tetapi bukan Ular yang dimakan Jerapah. Inilah cerita yang kedua yaitu hikayat liang Katak yang berdekatan dengan liang Ular. Maka Jerapah akan memakan Ular tersebut karena mencuri tiga ekor ikannya. Adapun ringkasan cerita Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik sebagai berikut: Ringkasan cerita yang pertama yaitu si Cerdik menginginkan sebuah emas yang ditemukan si Cerdik dan si Bodoh di jalan. Bila ajaran moral ini digali dan diungkapkan. cerita seorang Bodoh dan seorang Cerdik dan yang di dalamnya ada sebuah cerita yang berbentuk fabel berupa cerita liang Katak berhampiran dengan liang Ular dan cerita yang ketiga dalam hikayat tersebut berupa cerita besi seratus kati dimakan tikus dan rajawali menerbangkan anak-anak. lalu ikan itu ia taruh di liang Ular.

Lalu Barzagan berpikir bahwa anaknya ada pada Amin. Ringkasan cerita yang ketiga yaitu. dan bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya. 1. Kebohongan terbongkar. Barzagan menemui Amin. Dari ringkasan cerita di atas.untuk menyesali perbuatannya. Barzagan tidak percaya akan perkataan Amin. maka pembatasan masalah dapat difokuskan pada “kajian filologis dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dan interpretasi nilai moral”. 1. Keesok harinya pohon kayu yang di dalamnya terdapat Bapak si Cerdik itu pun menjadi saksi. Barzagan mengatakan kepada Amin bahwa besinya telah habis dimakan tikus. Amin mengembalikan anak Barzagan dan Barzagan mengembalikan besi seratus kati itu. penulis tertarik untuk memilih hikayat tersebut untuk dikaji secara filologis dan juga akan dianalisis interpretasi nilai moralnya sehingga dapat dibaca.3 Rumusan Masalah . tetapi Barzagan menyembunyikan emas itu. Lalu Amin pun ingin membuktikan hal tersebut lalu ia menyembunyikan anaknya Barzagan. Amin menitipkan emas seratus kati kepada Barzagan. Jadi. bahwa hikayat tersebut mengandung nilai moral yang dapat memberikan manfaat bagi generasi selanjutnya untuk membentuk moralistas yang baik.2 Pembatasan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. Amin mempunyai seorang teman yang bernama Barzagan. dinikmati. Lalu Amin mengatakan bahwa ia melihat bahwa anaknya Barzagan diterbangkan oleh Rajawali. lalu si Cerdik ditangkap dan si Cerdik pun mengembalikan emas itu kepada si Bodoh. Barzagan mengatakan sebenarnya bahwa besi Amin masih ada pada Barzagan.

1.6 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan skripsi ini diuraikan bab demi bab secara berurutan.Berdasarkan pembatasan masalah di atas. maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut ini.5 Manfaat Manfaat yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah secara teoretis dapat menjadi masukan bagi teori filologi dalam memberikan informasi mengenai isi Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik terutama nilai moral yang terdapat di dalamnya. Adapun manfaat secara praktis diharapkan dapat membentuk watak generasi muda yang berbudi luhur dan dapat mengembangkan kepribadian diri membentuk moralitas yang baik. Mengungkap kajian filologis Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik sehingga dapat dibaca dan dinikmati masyarakat saat ini. Bab satu adalah . 1. Bagaimana kajian filologis dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik? 2. 1. 1. Mengungkap nilai moral dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya. 2. Nilai moral apa sajakah yang terdapat dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik? 1. Bab-bab tersebut sebagai berikut ini.4 Tujuan Sesuai dengan masalah yang telah diungkapkan di atas maka tujuan penelitian ini.

pendahuluan yang mencakup latar belakang masalah. dan „senang kebudayaan‟. kedua kata tersebut membentuk arti „cinta kata‟ atau „senang bertutur‟. metode penelitian. teknik penelitian data. suntingan teks. dan kebudayaan. manfaat penelitian. hikayat. Kritik teks mencakup pengertian kritik teks. kata sulit (glosarium). Pada kata filologi. filologi berasal dari kata Yunani philos yang berarti „cinta‟ dan kata logos yang berarti „kata‟. Interpretasi nilai moral mencakup nilai moral positif dan nilai moral negatif dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik. pengertian cerita berbingkai. dan sistematika penulisan. rumusan masalah. Hikayat mencakup pengertian hikayat. BAB II LANDASAN TEORETIS 2. pembatasan masalah. dan nilai moral . Bab empat adalah analisis kajian filologis dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dan interpretasi nilai moral yang berisikan deskripsi naskah. 1983:2). dan interpretasi nilai moral. dan langkah-langkah penelitian. kritik teks. transliterasi. dan pengertian fabel.1. Kemudian arti ini berkembang menjadi „senang belajar‟. Filologi sebagai istilah mempunyai beberapa arti sebagai berikut (Baried. 1.1 Filologi 2. Bab lima adalah penutup yang berisikan simpulan dan saran. „senang ilmu‟. Filologi mencakup pengertian filologi dan objek filologi. kesastraan.1 Pengertian Filologi Menurut Baried (1983:1) pengertian filologi adalah suatu pengetahuan tentang sastra-sastra dalam arti luas yang mencakup bidang kebahasaan. pengertian transliterasi. Bab tiga adalah metode penelitian yang mencakup data dan sumber data penelitian. . tujuan penelitian. Kata filologi menurut etimologi. Filologi pernah diartikan sebagai hermeneutik atau ilmu tafsir teks yang dihubungkan dengan bahasa dan kebudayaan masyarakat yang memiliki teks tersebut. dan metode penyuntingan teks. aparat kritik. Bab dua adalah landasan teoretis yang berisikan filologi. Nilai moral mencakup pengertian nilai dan pengertian nilai moral.

adat istiadat. Naskah-naskah yang menjadi objek material penelitian filologi adalah naskah yang ditulis pada kulit kayu. dan karsa manusia yang hasilnya disebut hasil karya . Saat ini filologi ada yang mengartikan sebagai ilmu bantu sastra karena filologi menyiapkan teks-teks sastra. dan kertas. teks. Di Indonesia bahan naskah yaitu dapat berupa lontar.2. menurut penulis filologi yaitu ilmu yang mempelajari naskah disertai pembahasan dan penyelidikan kebudayaan bangsa berdasarkan naskah klasik. bambu. 3. Filologi ada juga yang mengartikan sebagai studi bahasa atau linguistik. seperti semua bahan tulisan tangan yang disebut naskah (handschrift). Adapun menurut Baried (1983:3-4) filologi mempunyai objek naskah dan teks. Naskah menurut Ikram (1994:3) adalah wujud fisik dari teks. 12 4. rasa. 2. bahasa. perlu dibicarakan hal-hal mengenai seluk-beluk naskah. kayu. dan kebudayaan. Penyebutan istilah „klasik‟ pada teks-teks Nusantara pada hakekatnya lebih ditekankan kepada masalah waktu dan periode masa lampau yang di Indonesia biasanya disebut dengan “pramodern” yaitu suatu kondisi waktu di mana pengaruh Eropa belum masuk secara intensif (Lubis 2001:25). lontar. Tidak jauh berbeda dengan pendapat Baried. menurut Dipodjojo (1996:7) naskah ialah segala hasil tulisan tangan yang menyimpan berbagai ungkapan cipta. agama.1 Naskah Menurut Baried (1983:54) naskah merupakan benda kongkret yang dapat dilihat atau dipegang. dan sebagainya. dan kertas Eropa.2.2 Objek Filologi Setiap ilmu mempunyai objek penelitian . sastra. 2. Lubis (2001:16) menjelaskan pengertian filologi adalah pengetahuan tentang sastra-sastra dalam arti luas yang mencakup bidang bahasa. kesenian. Filologi pernah diartikan sebagai ilmu pengetahuan tentang segala sesuatu yang pernah diketahui orang. pendidikan.1. bambu. Jadi. sedangkan dalam bahasa Belanda disebut handschrift (Djamaris 1990:11). dalam bahasa Inggris naskah disebut dengan istilah manuscript. Sementara itu. Dari naskah klasik itulah orang dapat mengetahui latar belakang kehidupan masyarakat pada zaman lampau misalnya. tidak terkecuali filologi yang bertumpu pada kajian naskah dan teks klasik.1. 13 Menurut Sudardi (2001:3) objek penelitian filologi adalah teks dari masa lalu yang tertulis di atas naskah yang mengandung nilai budaya. Tulisan-tulisan pada kertas disebut naskah. dan tempat penyimpanan naskah. menurut Sudardi (2001:1) pengertian filologi adalah suatu disiplin ilmu yang meneliti secara mendalam naskah-naskah klasik dan kandungannya. khususnya sastra klasik agar siap dikaji. Sementara itu. rotan. Filologi pernah diartikan sebagai ilmu sastra karena yang dikaji karya sastra. Oleh karena itu.

Inggris. Austria. Malaysia. Teks lisan 14 yaitu suatu penyampaian cerita turun-temurun lalu ditulis dalam bentuk naskah.3 Tempat Penyimpanan Naskah Naskah biasanya disimpan pada berbagai perpustakaan dan museum yang terdapat di berbagai negara. baik yang tergolong dalam arti umum maupun dalam arti khusus yang semuanya merupakan rekaman pengetahuan masa lampau bangsa pemilik naskah. Belanda.1. Di dalam proses penurunannya. Spayol.sastra. 2. yaitu Afrika Selatan. Rusia.2 Kritik Teks 2. Thailand. . Menurut Sudjiman (dalam Djamaris 1991:11) pengertian kritik teks yaitu pengkajian dan analisis terhadap naskah dan karangan terbitan untuk menetapkan umur naskah. Indonesia. India. Teks filologi ada yang berupa teks lisan dan teks tulisan. dan teks cetakan. Naskah itu kemudian mengalami penyalinanpenyalinan dan selanjutnya dicetak. Ceko. Belgia.2. Italia.1 Pengertian Kritik Teks Menurut Han (dalam Djamaris 1991:11) inti kegiatan filologi dapat dikatakan penepatan bentuk sebuah teks yang paling autentik. Isi teks mengandung ide-ide atau amanat yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca. Usaha ini dilakukan untuk merekontruksi teks.2. Sementara itu. Naskah-naskah teks Nusantara pada saat ini sebagian tersimpan di museum-museum di 28 negara. Norwegia. Swiss. Australia. Tujuan penelitian filologi ialah mengungkapkan kembali kata-kata semurni mungkin. Jerman. Jika terdapat berbagai teks dalam karangan yang sama. Singapura. dan keautentikan karangan. Irlandia. Teks terdiri dari isi dan bentuk. Sementara itu. Adapun pemurnian teks disebut kritik teks. Kanada.1. naskah adalah hasil tulisan tangan yang 15 berwujud fisik dan di dalamnya mengandung nilai-nilai. Teks tulisan dapat berupa tulisan tangan (yang disebut naskah) dan tulisan cetakan. Jadi.2 Teks Menurut Baried (1983:4) teks adalah sesuatu yang abstrak. sedangkan teks adalah isi dari naskah yang di dalamnya mengandung amanat. Swedia. teks tulisan. identitas pengarang. menurut Sutrisno (dalam Djamaris 1991:11-12) tujuan kritik teks adalah menghasilkan suatu teks yang paling mendekati teks asli. dan Vatikan (Chambert-Loir 1999:203-243). Prancis.2. 2. kritik teks berusaha menentukan mana di antaranya yang otoriter dan yang asli. Denmark. Jepang. Portugal. 2. secara garis besar dapat disebutkan ada tiga macam teks yaitu: teks lisan. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan objek filologi berupa yaitu naskah dan teks. Polandia. menurut Lubis (2001:30) teks adalah kandungan atau isi naskah. Sebagian naskah lainnya masih tersimpan dalam koleksi perseorangan. Selandia Baru.

3 Metode Penyuntingan Teks Menurut Djamaris (1991:15) penyuntingan naskah tunggal dapat dilakukan dengan dua metode.Teks asli oleh peneliti filologi sudah dibersihkan dari kesalahan yang terjadi selama penyalinan berulang kali. Pendapat tersebut senada dengan Sudardi (2001:29) yang menjelaskan pengertian transliterasi adalah pengalihan dari huruf ke huruf dan dari abjad yang satu ke abjad yang lain.2. Demikian pula isi naskah telah tersusun kembali seperti semula dan bagian-bagian naskah yang tadinya kurang jelas dijelaskan sehingga seluruh teks dapat dipahami sebaik-baiknya. menyusun daftar kata sukar (glosari). 16 2. Salah satu tugas peneliti filologi dalam transliterasi adalah menjaga kemurnian bahasa lama dalam naskah. 2. Metode Standar (biasa) Metode strandar adalah metode yang digunakan dalam penyuntingan teks naskah tunggal. b. tidak disesuaikan penulisannya dengan penulisan kata menurut Ejaan Yang Disempurnakan supaya data mengenai bahasa lama dalam naskah tidak hilang (Djamaris. penggantian jenis aksara (yang pada umumnya kurang dikenal) dengan aksara dari abjad yang lain (yang dikenal dengan baik). c. Adapun pendapat Sudjiman (1994:99) transliterasi yaitu ahli aksara. mentransliterasi teks. 2. Metode Diplomatik Metode diplomatik adalah metode yang kurang lazim digunakan dalam penyuntingan naskah. membagi teks dalam beberapa bagian. e. 1991: 4-5). Penulisan kata yang menunjukkan ciri ragam bahasa lama dipertahankan bentuk aslinya. dan f. memberi komentar. menurut Lubis (2001:80) transliterasi adalah penggantian dari huruf demi huruf dan dari satu abjad ke abjad yang lain. Tranliterasi merupakan salah satu langkah dalam penyuntingan teks yang ditulis dengan huruf Arab Melayu. 17 1.2. Metode ini digunakan apabila isi cerita . d. khususnya penulisan kata. tafsiran (informasi di luar teks). membetulkan kesalahan teks. sehingga tidak perlu diperlakukan secara khusus atau istimewa. Metode ini digunakan apabila isi naskah dianggap sebagai cerita biasa. bukan cerita yang dianggap suci atau penting dari sudut agama dan bahasa. Hal-hal yang perlu dilakukan dalam edisi standar yaitu: a. misalnya huruf Arab-Melayu ke huruf Latin. Tujuan penggunaan metode standar adalah untuk memudahkan pembaca atau peneliti dalam membaca dan memahami teks.2 Pengertian Transliterasi Baried (1983:65) berpendapat transliterasi adalah penggantian jenis tulisan dari huruf demi huruf dan dari abjad yang satu ke abjad yang lain. membuat catatan perbaikan atau perubahan. Sementara itu.

teks disajikan seteliti-telitinya tanpa perubahan dan teks 18 disajikan sebagaimana adanya. Di dalam bentuk yang paling sempurna metode ini adalah reproduksi fotografis. c. dan dongeng. Hikayat menyampaikan kisah manusia (legendaris) dan seringkali juga tentang hewan yang bersifat manusia. cerita. atau gabungan sifat-sifat dibaca untuk pelipur lara. bersifat sastra lama. b. sehingga terhindar dari berbagai kesalahan dan penyimpangan-penyimpangan yang timbul ketika proses penulisan. a. 19 2. Hikayat diturunkan dari bahasa Arab hikayat yang berarti kisah. ditulis dalam bahasa Melayu. tanda baca. hikayat diartikan sebagai cerita rekaan berbentuk prosa cerita yang panjang. seperti ejaan. Saran untuk membetulkan kesalahan teks. Di dalam suntingan teks yang menggunakan metode diplomatik.dalam naskah dianggap suci atau dianggap penting dari segi sejarah. dan silsilah bersifat rekaan. Komentar mengenai kemungkinan perbaikan teks. atau pembagian teks. Teks diproduksi persis seperti terdapat dalam naskah. historis. yaitu para raja atau orang suci di . sehingga diperlukan perlakuan khusus atau istimewa. Lubis (2001:96) menjelaskan metode penelitian naskah tunggal hanya terdapat dua pilihan. 2) edisi standar adalah suatu usaha perbaikan dan meluruskan teks. d. undangundang. Kata hikayat berasal dari kata kerja bahasa Arab yang berarti „memberitahu‟ dan „menceritakan‟. biografis. pembangkit semangat juang. Hikayat jarang digambarkan sebagai laporan yang bersifat sejarah (Mcglynn 1999: 76). atau sekadar untuk meramaikan pesta. kepercayaan atau bahasa. sastra Melayu lama. Tujuan pengunaan metode diplomatik adalah untuk mempertahankan kemurnian teks. keagamaan. Salah satu hasil sastra Melayu tradisional adalah hikayat. satu hal pun tidak boleh diubah. Di dalam sastra Indonesia. Kesalahan harus ditunjukkan dengan metode referensi yang tepat. yaitu: 1) edisi diplomatik adalah suatu cara mereproduksi teks sebagaimana adanya tanpa ada perbaikan atau perubahan dari editor. Tidak jauh berbeda dengan pendapat Djamaris. Hal-hal yang dilakukan dalam edisi diplomatik sebagai berikut.3 Hikayat 2. Pengertian hikayat dapat ditelusuri dalam sastra Arab. Hasil reproduksi fotografis disebut facsimile.1 Pengertian Hikayat Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:401) hikayat adalah karya sastra Melayu lama berbentuk prosa yang berisi cerita. dan sastra Indonesia.3. misalnya Hikayat Hang Tuah dan Hikayat Seribu Satu Malam. Hasil transliterasi tanpa perbaikan atau penyusaian disediakan untuk memudahkan pembaca dalam memahami teks. seperti kemampuan berbicara. dan sebagian besar mengisahkan kehebatan serta kepahlawan orang ternama.

cerita berbingkai di India dapat dibagi dalam tiga golongan. keanehan.3. di dalam bahasa asalnya semata-mata berarti narrative. misalnya cerita Jenaka dan cerita-cerita Budhis. misalnya Hikayat Malim Dewa dan Hikayat Si Miskin. story (Hava dalam Sudjiman 1994:17). ajaran politik. menurut penulis cerita berbingkai adalah cerita yang di dalamnya disisipkan cerita lain. Kata hikayat merupakan bentuk serapan dari bahasa Arab. Cerita yang bertujuan memberi ajaran politik dan pengetahuan duniawi. 3. 21 Di India. Biasanya hikayat menyampaikan kisah manusia dan seringkali juga tentang binatang yang bersifat seperti manusia. Jadi. Ajaran moral tidak dipentingkan. Menurut Winternitz (dalam Fang 1993:12) berdasarkan tujuannya yang berbeda-beda. Cerita yang bertujuan memberi hiburan semata-mata. misalnya Hikayat Patani dan Hikayat Raja-raja Pasai. Binatang-binatang ini tidak hanya pandai bercerita. Fabel sebagai salah satu bentuk sastra imajinatif yang diungkapkan . 2. misalnya Pancatantra dan kumpulan cerita yang berasal daripadanya. Hikayat sekarang mengacu ke bentuk karya sastra beragam prosa yang berisi kisah fantastik dan penuh dengan petualangan. tale. cerita berbingkai dapat memberikan ajaran agama. 2. 20 Hikayat dapat digolongkan menjadi tiga jenis. (3) jenis biografi. sehingga cerita itu menjadi panjang dan luas. tetapi juga pandai memberi nasihat kepada tuan mereka tentang berbagai masalah yang dihadapi oleh manusia. dan dijadikan hiburan. dan Jaina lainnya. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa hikayat adalah karya sastra Melayu lama yang berbentuk prosa berisi kisah kemanusian.sekitar istana dengan segala kesaktian.2 Pengertian Cerita Berbingkai Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:210) cerita berbingkai adalah cerita yang di dalamnya mengandung cerita lain (pelaku atau peran di cerita itu bercerita). 1.3. Sementara itu. Cerita yang dikumpulkan untuk memberi ajaran agama. yaitu (1) jenis rekaan. misalnya Hikayat Sultan Ibrahim bin Adham dan Hikayat Abdullah (Anonim 1997:427). Selain itu. menurut Fang (1993:1) ciri cerita berbingkai ialah di dalam cerita berbingkai binatang-binatang selalu diberi sifat manusia. misalnya Vetalapancavimsati dan Sukasaptati. 2. dan mukjizat tokoh utamanya (Anonim 1997:427). cerita berbingkai disebut Akhyayika yang berarti cerita dan katha yang berarti menyenangkan.3 Pengertian Fabel Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:312) fabel dapat diartikan cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang (biasanya berisi pendidikan moral dan budi pekerti). (2) jenis sejarah.

4. Inilah aliran yang menggabungkan antara subjektivisme dan objektivisme. Menurut Soegito (2003:76) adanya nilai ditentukan oleh subjek dan objek yang menilai. 1. 23 2. nilai dapat dikomunikasikan kepada orang lain (Moedjanto dalam Soegito 2003:76). misalnya kancil atau pelanduk. misalnya uang.4 Nilai Moral 2. Nilai tidak hanya tampak sebagai nilai bagi seorang saja. misalnya apa sebabnya bulu harimau itu loreng. Sebelum ada subjek yang menilai maka benda atau barang itu tidak bernilai. Jadi. 3. Tokoh binatang kancil pada fabel Indonesia sama dengan tokoh rubah pada fabel Eropa yang menggambarkan keunggulan pikiran atas keunggulan fisik. dan juga berbicara seperti manusia. Beast epic merupakan cerita binatang dengan seekor pelaku utamanya. 2. (5) sifat-sifat atau hal-hal yang penting atau berguna bagi kemanusiaan. Nilai menuju kepada tingkah laku dan membangkitkan keaktifan seseorang (Suyitno dalam Soegito 2003:75). misalnya nilai-nilai agama. Fable ialah cerita binatang yang mengandung pendidikan moral. (4) kadar. tingkah laku. (3) angka kepandaian. Sifat manusia tertentu diwujudkan dalam binatang tertentu.secara lisan atau tulisan mengandung makna berbeda dari apa yang tersurat. terutama yayng berasal dari kehidupan binatang di mana hewan-hewan bertindak sebagai pelaku dan berbicara seperti manusia (Anonim 1990:982). (2) harga sesuatu.1 Pengertian Nilai Menurut Poerwodarminto (2003:801) nilai diartikan sebagai berikut: (1) harga dalam arti takaran. Binatang diceritakan mempunyai akal. Biasanya yang menjadi pelakunya binatang atau kadang-kadang manusia 22 dan binatang. Nilai dilaksanakan untuk mendorong seseorang bertindak. mutu. Tujuan cerita binatang untuk menyajikan ajaran moral. Oleh karena itu. melainkan segala umat manusia. Aliran subjektivisme adanya nilai tergantung pada subjek yang menilai. Nilai mengarahkan perhatian minat seseorang dan menarik seseorang keluar dari dirinya sendiri ke arah apa yang bernilai. Fabel berasal dari kata Latin „fabula‟ yang berarti jenis cerita pendek atau dongeng rakyat yang bermanfaat (berisi pendidikan moral). Menurut Leach (dalam Djamaris 1990:39-40) bahwa animal folktale (cerita binatang) dapat dibedakan menjadi tiga tipe. Benda itu bernilai karena subjek . misalnya nilai intan. Nilai merupakan sesuatu yang seseorang alami sebagai ajakan dari panggilan untuk dihadapi. Nilai tampil sebagai sesuatu yang patut dikerjakan dan dilaksanakan oleh semua orang. setiap kebudayaan memiliki pilihan binatang sendiri untuk melukiskan jenis watak manusia tertentu (Anonim 1997:242). Etiological tale ialah cerita tentang asal-usul terjadinya suatu binatang berdasarkan pada bentuk atau rupanya sekarang ini.

Ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan. 3. Moralitas adalah sikap hati orang yang terungkap dalam tindakan lahiriah (tindakan ungkapan . Di dalam bahasa Arab. hukum. 25 2. Norma hukum merupakan norma yang tidak dibiarkan dilanggar. Norma-norma moral adalah tolok-tolok ukur yang dipakai masyarakat untuk mengukur kebaikan seseorang (Suseno 1987:19). dan keinginan terhadap objek sehingga objek 24 tersebut mengandung nilai. budi pekerti. Jadi. keturunannya. Kata moral mempunyai arti yang sama dengan kata etos (Yunani) yang menurunkan kata etika. akhlak. Selain itu di dalam kamus juga dijelaskan tentang moral. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:782) nilai moral adalah nilai etik. Dengan kata lain moral atau kesusilaan adalah kesempurnaan sebagai manusia atau kesusilaan adalah tuntutan kodrat manusia. bergairah. Norma-norma moral adalah tolok ukur untuk menentukan betul salah sikap dan tindakan manusia dilihat dari segi baik buruk sebagai manusia dan bukan sebagai pelaku peran tertentu dan terbatas. dan moral. orang yang melanggar hukum pasti akan dikenai hukuman sebagai sangsi. Norma umum ada tiga macam: norma-norma sopan santun. moral berarti budi pekerti sama dengan pengertian akhlak. berdisiplin. Kondisi mental yang membuat orang tetap berani.2 Pengertian Nilai Moral Secara etimologis kata moral berasal dari kata Yunani mos (jamaknya adalah mores) yang berarti cara dan adat istiadat atau kebiasaan. dan sesama manusia. Adapun menurut Suseno (1987:19) kata moral selalu mengacu pada baik buruk manusia sebagai manusia. Ajaran kesusilaan yang dapat ditarik dari suatu cerita. tanpa ada subjek yang menilai. Adapun menurut Soegito (2003:76) moral atau kesusilaan adalah keseluruhan norma yang mengatur tingkah laku manusia di masyarakat untuk melaksanakan perbuatan-perbuatan yang baik dan benar. isi hati atau keadaan perasaan sebagaimana terungkap di perbuatan. bersemangat. sikap. Sebaliknya aliran objektivisme menyatakan adanya nilai tidak tergantung pada subjek yang menilai tetapi terletak pada objek itu sendiri. sedangkan dalam konsep Indonesia moral berarti kesusilaan (Soegito 2003:76). dan susila. Menurut Spencer (dalam Gazalba 1996:11) moral adalah penyesuaian dengan lingkungan. Norma-norma sopan santun menyangkut sikap lahiriah manusia.4. Sikap moral yang sebenarnya disebut moralitas. minat. Menurut Driyarkara (dalam Soegito 2003:76) moral atau kesusilaan adalah nilai yang sebenarnya bagi manusia. dan sebagainya. Norma-norma hukum adalah norma-norma yang dituntut dengan tegas oleh masyarakat karena dianggap perlu demi keselamatan dan kesejahteraan umum. sehingga menyenangkan atau bahagia bagi orang yang bertindak.mempunyai selera. subjek tersebut sudah bernilai. 2. 1.

tingkah laku. Moralitas bukan sesuatu yang diperoleh dari kelahiran. sebagaimana model yang ditampilkan dalam cerita itu lewat sikap dan tingkah laku tokoh-tokohnya. pengarang tampak bersifat menggurui pembaca dan secara langsung memberikan nasihat dan . (Moralitas adalah satu set peraturan dan standar sosial yang mengatur tingkah laku orang-orang di dalam satu kebudayaan). hal yang demikian terjadi dalam penyampaian pesan moral. Jika dalam teknik uraian. seperti sikap. tetapi tumbuh dan berkembang dalam lingkungan hidup seseorang (Anonim 1997:371). Ajaran moral bersifat praktis sebab dapat ditampilkan. moral yang ingin disampaikan atau diajarkan kepada pembaca dilakukan secara langsung dan eksplisit. atau ditemukan dalam kehidupan nyata. Menurut Nainggolan (1997:21) ditinjau dari sudut bahasa. moral sebagai kata benda yang berarti berhubungan dengan prinsip baik dan buruk dari satu cerita dan kisah atau pengalaman. Ajaran moral merupakan petunjuk yang sengaja diberikan oleh pengarang tentang berbagai hal yang berhubungan dengan masalah kehidupan. khususnya mengenai perilaku baik atau buruk. dan hal itulah yang ingin disampaikan kepada pembaca. pengarang secara langsung mendeskripsikan perwatakan tokoh cerita yang bersifat memberi tahu atau memudahkan pembaca untuk memahaminya. dan sopan santun pergaulan. Adapun menurut Nurgiyantoro (1994:335-339) bentuk penyampaian moral dibagi menjadi dua. yang 27 dapat diambil (dan ditafsirkan) lewat cerita yang bersangkutan oleh pembaca. Sementara itu. Dalam hal ini.sepenuhnya dari hati). Moral merupakan suatu tendesi rohani untuk melakukan seperangkat standar dan norma yang mengatur perilaku perorangan dan masyarakat yang mempercayainya dan perilaku itu dilakukan dengan mudah serta dirasakan sebagai suatu kewajiban dalam berbagai macam keadaan dan tempat. Artinya. hanya moralitas yang bernilai secara moral (Suseno 1987:58). Adapun menurut Kenny (dalam Nurgiyantoro 1994:321) moral dalam cerita biasanya dimaksudkan sebagai suatu saran yang berhubungan dengan ajaran moral tertentu yang bersifat praktis. atau penjelasan (expository). Moralitas adalah sikap dan perbuatan baik yang tanpa pamrih. sesuai dengan kemampuan untuk suatu tujuan tertentu (Nainggolan 1997:25). menurut Taylor dalam Nainggolan (1997:21) moralitas adalah “morality is a set of social rules and standards that guide the conduct of people in a culture”. 1. pandangannya tentang nilai-nilai kebenaran. 26 Moralitas suatu ciri perilaku seseorang yang dihubungkan dengan ukuran atau standar yang ada di dalam masyarakat. Bentuk Penyampaian Langsung Bentuk penyampaian pesan moral yang bersifat langsung yaitu identik dengan cara pelukisan watak tokoh yang bersifat uraian (telling). Menurut Nurgiyantoro (1994:321) moral dalam karya sastra biasanya mencerminkan pandangan hidup pengarang yang bersangkutan.

yang memang sudah ada dalam watak manusia. dan tingkah laku para tokoh. prinsip sikap baik menyangkut sikap dasar manusia yang harus meresapi segala sikap.2. konflik. Prinsip Sikap Baik Prinsip sikap baik bukan hanya sebuah prinsip yang dipahami secara rasional. Prinsip Keadilan Adil pada hakikatnya berarti memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya. Cerita yang ditampilkan adalah peristiwa-peristiwa. Bersikap baik berarti memandang seseorang tidak hanya sejauh berguna bagi diri sendiri. harus melakukannya bersadarkan cerita. 3. dan keinginannya baik terhadap orang lain. fisik. Melalui berbagai hal tersebut. melainkan berguna untuk orang lain. dan tingkah laku para tokoh dalam menghadapi peristiwa dan konflik itu. 29 2. berpadu secara koherensi dengan unsur28 unsur cerita lain. pesan moral dapat disampaikan kepada pembaca.1 Prinsip-prinsip Nilai Moral Dasar Menurut Suseno (1987:130-135) prinsip-prinsip nilai moral dasar ada tiga macam.4. Tuntutan yang paling dasar keadilan ialah perlakuan yang sama terhadap semua orang di dalam situasi yang sama (kalau pemerintah membagikan beras di daerah kurang pangan. Prinsip Hormat Terhadap Diri Sendiri Prinsip yang ketiga adalah manusia wajib untuk selalu memperlakukan diri sebagai sesuatu bernilai pada dirinya .petuahnya. pada hakikatnya semua orang sama nilainya sebagai manusia. melainkan sikap hati positif terhadap orang lain. 1. sikap. Oleh karena itu. baik yang terlihat dalam tingkah laku verbal. Jadi. Prinsip ini bukan semata-mata perbuatan baik dalam diri sendiri. tetapi penduduk yang cukup berada tidak membutuhkan bantuan berarti tidak berhak untuk dibantu). sikap. Bentuk Penyampaian Tidak Lansung Bentuk penyampaian pesan moral yang bersifat tidak langsung hanya tersirat dalam cerita. melainkan juga mengungkapkan – syukur alhamdulillah. maupun yang hanya terjadi dalam pikiran dan perasaannya. semua kepala keluarga berhak atas bagian beras yang sama. dan kelakuan. 2. dengan memperhitungkan jumlah warga keluarga. jika ingin memahami dan menafsirkan pesan itu. tindakan. prinsip keadilan mengungkapkan kewajiban untuk memberikan perlakuan yang sama terhadap semua orang lain yang berada dalam situasi yang sama dan untuk menghormati hak semua pihak yang bersangkutan. Sebaliknya dilihat dari pembaca. Sebagai prinsip dasar etika. 2.

2. Di dalam wujud yang konkrit. 2. aturan-aturan. menurut Nurgiyantoro (1994:324) jenis ajaran moral mencakup masalah yang bersifat tidak terbatas. 1. Ajaran moral juga dapat mencakup seluruh persoalan hidup dan kehidupan. nilai sosial merupakan nilai yang 31 berhubungan dengan kehidupan bermasyarakat dan usaha menjaga keselarasan hidup bermasyarakat. 3. Seseorang yang ingin berbuat baik kepada orang lain akan bertekad untuk bersikap adil tidak untuk dirinya sendiri (Suseno 1987:135). kebaikan dan keadilan yang ditunjukan kepada orang lain perlu diimbangi dengan sikap menghormati diri sendiri dan sebagai makhluk yang bernilai pada dirinya sendiri. dan hubungan manusia dengan Tuhannya. Nilai Sosial Nilai sosial adalah nilai yang menjadi pedoman langsung bagi setiap tingkah laku manusia sebagai masyarakat yang di dalamnya memuat sanksi-sanksi siapa saja yang melanggar. hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial termasuk hubungannya dengan lingkungan alam. Sementara itu.2 Jenis-jenis Nilai Moral Menurut Yunus (1990:105-114) nilai moral terbagi menjadi tiga pokok nilai. persoalan hidup dan kehidupan manusia dapat dibedakan ke dalam persoalan hubungan manusia dengan diri sendiri. Nilai Budaya Nilai budaya adalah aspek ideal yang berwujud sebagai konsep abstrak yang hidup di dalam pikiran masyarakat mengenai kata yang harus dianggap penting dan berharga dalam hidup. 30 Jadi. Maka manusia wajib untuk memperlakukan dirinya sendiri dengan hormat. seluruh persoalan yang menyangkut harkat dan martabat manusia.1 Data dan Sumber Data Data penelitian yang dipakai berupa kalimat dan paragraf atau .sendiri. aspek nilai budaya berupa norma-norma. Prinsip ini berdasarkan paham bahwa manusia adalah person yang memiliki kebebasan dalam suara hati. dan hukum yang menjadi pedoman manusia dalam bertindak dan berperilaku. Secara garis besar. Nilai Agama Nilai agama adalah nilai dalam karya sastra yang merupakan sarana penyampaian tentang nilai-nilai keagamaan. 2. 32 BAB III METODE PENELITIAN 3.4. Dengan demikian. dan makhluk yang berakal budi.

Membuat interpretasi nilai moral dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik. Setiap halaman naskah rata-rata memuat 13 baris tulisan. kemudian memilih bagian-bagian yang relevan dengan penelitian. Edisi standar adalah usaha perbaikan dan meluruskan teks sehingga terhindar dari berbagai kesalahan dan penyimpangan-penyimpangan yang timbul ketika proses penulisan. Mencari dan menentukan naskah yang akan dijadikan penetitian ini di Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. 1. kecuali pada halaman terakhir memuat tiga baris tulisan dan terdapat enam baris tulisan yang berupa syair. 2. Bagian-bagian yang relevan dengan penelitian ini baru dapat ditentukan sebagai data penelitian setelah ditelaah dan dianalisis terlebih dahulu. sehingga teks tampak mudah dipahami oleh pembaca modern (Lubis 2001:96). membuat penafsiran (interpretasi) setiap bagian atau kata-kata yang perlu penjelasan. Tebal hikayat ini 13 halaman dan berkode ML 229.pernyataan yang terdapat dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik yang mengandung informasi tentang nilai moral dari hasil transliterasi tulisan Arab diubah ke tulisan Latin dengan menggunakan pedoman Arab Melayu menurut Romdoni. 5. huruf besar dan kecil. Hikayat ini ditulis dengan tulisan Arab dan bahasa Melayu 3. Membuat tranliterasi yaitu perubahan dari tulisan Arab ke tulisan Latin dengan menggunakan pedoman Arab Melayu menurut Romdoni. 3. Sumber data dalam penelitian ini adalah Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik yang terdapat di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. 34 3. 3. Penulis membaca dan memahami Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik. Membuat suntingan teks.2 Metode Penelitian Metode penelitian filologi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian naskah tunggal dengan edisi standar. Membaca Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik secara berulang-ulang dan cermat. Studi pustaka dapat diartikan membaca naskah yang berhubungan dengan penelitian ini.3 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara studi pustaka.4 Langkah Kerja Penelitian Langkah kerja penelitian yang penulis gunakan dalam menganalisis data sebagai berikut. 6. Menemukan naskah Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik yang akan diteliti. . 4. Tujuannya ialah untuk menghasilkan suatu edisi yang baru dan sesuai dengan kemajuan dan perkembangan masyarakat. misalnya dengan 33 mengadakan pembagian alinea-alenia.

Keadaan naskah masih baik. Secara fisik. merupakan tambahan dari penyunting. Brandes. Kertas yang dipakai untuk menyalin naskah yaitu dari bahan kertas Eropa berbentuk garis kolom berantai.1 Deskripsi Naskah Naskah Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik merupakan salah satu koleksi yang terdapat di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. kecuali pada halaman terakhir memuat tiga baris tulisan berupa kalimat dan enam baris berupa syair.7. Tulisan dengan tinta hitam dalam naskah masih jelas terbaca. Naskah ini diberi nomor halaman dengan angka Arab 1 – 13 dan i dengan pensil. walaupun kertas terdapat tanda bekas terkena air. naskah mempunyai ukuran sampul dan halaman yang sama yaitu 14 x 18. 35 BAB IV ANALISIS KAJIAN FILOLOGIS DALAM HIKAYAT CERITA SEORANG BODOH DAN SEORANG CERDIK DAN NILAI MORAL 4. Judul dalam teks adalah „Bahwa ini suatu Hikayat Ceritera Orang Bodoh dan Orang Cerdik‟ (h-1).5 x 15 cm. 36 Naskah dijilid dengan karton marmer warna cokelat. sedangkan judul luar teks adalah „Bahwa inilah suatu Ceritera Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik‟ (h-i). Pada halaman i juga tertulis naskah ini sebuah hadiah dari dr.5 cm.2 Transliterasi Pedoman transliterasi Arab Melayu yang penulis gunakan sebagai berikut. Setiap halaman naskah rata-rata memuat 13 baris tulisan. Menyimpulkan keseluruhan hasil analisis kajian filologis dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dan interpretasi nilai moral. sedangkan ukuran blok teks ialah 10. Naskah ini berkode ML 229 dengan nomor rol film 174. Naskah terdiri atas 13 halaman. 4. Naskah ditulis dengan tulisan Arab dan berbahasa Melayu. Naskah tersebut berbentuk prosa yang berupa hikayat. Arab Melayu Arab Melayu Arab Melayu ١A‫س‬S‫ل‬L ‫ ب‬B ‫ ش‬SY ‫ م‬M ‫ ت‬T ‫ ص‬SH ‫ ن‬N ‫ ث‬S ‫ ض‬DH ‫ و‬W ‫ ج‬J ‫ ط‬TH ‫ ه‬H ‫ ح‬H ‫ ظ‬ZH ‫ ي‬Y ‫ خ‬KH ‫ ع „ ك‬G ‫ د‬D ‫ غ‬GH ‫ ع‬NG ‫ ذ‬Z ‫ ف‬P ‫ ي‬NY ‫ر‬R‫ق‬Q‫چ‬C ‫ ز‬Z ‫ ك‬K ١ ‫ و‬O/U .

/1/ Bahwa ini suatu hikayat ceritera orang bodoh dan orang cerdik Sebermula sekali peristiwa si cerdik dengan si bodoh berjalan keduanya maka ia pun mendapat sepotong emas terhantar di jalan raya maka ujar si cerdik kepada si bodoh marilah kita kembali adalah kita diberi untung oleh Allah Subahanallahuwata‟ala beroleh emas ini dimanatah kita cahari lagi maka ujar si bodoh marilah kita berbahgi dua emas ini dahulu maka kata si cerdik jangan dahulu kita bahgi emas ini melainkan kita bawa sekedar akan belanja kita juga yang lainnya kita taruhkan disini barangkali habis belanja kita maka kita datang mengambil dia setelah itu maka dibawanyalah emas itu ditaruhnya 37 kepada suatu pohon kayu yang besar maka kembalilah kedua mereka itu kerumahnya selang berapa hari maka si cerdik pergilah dengan seorang dirinya lalu /2/ diambilnya emas itu dibawanya pulang ke rumahnya selang berapa hari lamanya anataranya maka si bodoh pun datang mengajak si cerdik hendak pergi mengambil emas itu maka pergilah mereka itu keduanya kepada pohon itu didapatnya emas itu sudah tiada lagi maka kata si cerdik siapa tahu engkaulah mengambil emas itu maka pura2 engkau mengajak aku pula melainkan adalah engkau ini daripada orang khianat serta dihelanya tangan si bodoh hendak dibawanya kepada kadi maka si bodoh pun bersumpah tiada dicuri maka tiada jua dipercaya oleh si cerdik maka dibawa kepada kadi maka dikatakannya segala perhal keduanya itu mendapat emas itu habis diceritakan kepada kadi maka ujar si cerdik ya tuan hamba kadi barang dihakimkan kiranya antara kedua kami ini dari karena besarlah khianat si bodoh akan hambamu sudahlah diambilnya emas itu tiada diberinya tahu hambamu kemudian maka datanglah /3/ ia pura2 mengajak hamba pergi maka pergilah hamba sertanya hendak mengambil emas itu tiba2 hamba dapati tiada lagi emas itu maka pada jataha di hamba seniscaya iyalah yang berbuat khianat karena pada masa itu terlalu sunyi jangankan manusia unggas pun tiada mengetahui dan tiada melihat hamba menaruh emas itu melainkan iyalah yang mengambil emas itu siapa yang tahu daripada jalan yang kebenaran hamba mudah2an pohon kayu itu jadi saksi akan hamba maka kadi pun heran menengar kata si cerdik maka kata kadi baiklah esok hari hakimkan disana maka mereka itu pun kembalilah keduanya masing2 dengan rumahnya adapun akan si bodoh itu suatupun tiada apa katanya menjadi heran ia menengar kata si cerdik dan iya tiada tahu berkata2 sebab bodohnya setelah itu maka si cerdik datang kepada bapanya maka katanya hai bapaku kasihkah bapaku akan daku maka kata bapanya mengapa /4/ engkau berkata demikian dimanatah makhluk ini tiada kasih akan anaknya maka ujar si cerdik hai bapaku bahwa aku ada mengaku kepada kadi yang itu 38 pohon kayu tempat emas kami taruhkan berdua dengan si bodoh maka pohon kayu itulah akan jadi saksi daripada hilangnya emas itu tetapi emas itu aku .١‫ى‬E١‫ي‬I Hasil transliterasi Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik.

ambil dia dan aku katakan si bodoh yang mencuri emas itu ihwal inilah supaya bapaku tolong aku dan supaya emas itu kita peroleh maka kata bapanya hai anaku kerja apa yang engkau suruhkan kepada aku ini maka sahut anaknya hai bapaku adapun pohon kayu itu berlubang barangkali lolos bapaku masuk ke dalam jika mau bapaku sepakat dengan hamba masuklah bapaku pada malam ini didalam lubang pohon kayu itu dari karena esok hari kadi akan datang pada pohon kayu itu memeriksa antara kami dengan si bodoh itu jika ditanya oleh kadi itu maka hendaklah bapaku menyahut sebagaimana ada orang yang nanyak /5/ saksi demikianlah kami minta kepada bapa maka kata bapanya hai anaku pekerjaan engkau ini akibatnya tiada diperoleh kebajikan adalah seperti hikayat katak lubangnya berhampiran dengan liang ular maka sahut anaknya bagaimana hikayat katak itu ceritakanlah kepada aku supaya aku dengar maka ujar bapanya ada seekor katak berhampiran liang dengan ular maka tiap2 katak itu beranak habis dimakannya oleh ular itu setelah itu maka katak pun pikir dalam hatinya apa kesedihanku dengan demikian ini maka lalu ia pergi kepada kura2 serta katanya kepada sang kura2 yaitu hamba adaku lama dengar seorang pendeta tetapi aku tiada dapat pergi kesana karena tempatnya terlalu amat banyak dan tanahnya dan batunya daripada menikam dan akik sebab itulah tiada boleh aku pergi kesana dan oleh karena itu hamba mintalah akan tuan hamba pepatah akan hamba supaya hamba dengar dan hamba amalkan maka ujar kura2 hai musafir adalah tiap2 /6/ pekerjaan yang sukar atau melawan seteru yang keras dan yang besar itu tiada diperoleh dengan kuat kita melainkan dengan daya upanya kita juga demikianlah „ sahdan apabila engkau lihat lubang jerapaya maka ambil olehmu barang tiga ekor ikan maka engkau hantarkan pada lubang ular itu terdapat tiada jikalau dilihat oleh ular jerapaya hendak memakan itu niscaya disambarnya dan dibunuhnya akan ular itu maka pada masa itu luputlah engkau daripada bahaya seteru itu maka katak pun berlalu sekejip menengar 39 kata kura-kura demikian itu lalu diperbuatnya seperti kata kura2 itu hata maka keluarlah jerapaya itu daripada tempatnya serta dilihatnya ikan itu lalu dimakannya itu maka jerapaya pun berjalan pula ia kesana maka dilihatnya ikan pun tiada ular pun tiada di lubang maka jerapaya pun berjalan2 antara itu maka bertemu dengan lubang katak maka dilihatnya oleh jerapaya itu katak anak beranak hendak keluar maka dimakannya /7/ oleh jerapaya katak itu habis semuanya dimakan adanya maka kata bapanya hai anaku demikian jalannya tiap-tiap sesuatu pekerjaan banyak dipikir lebih dahulu supaya akhirnya tiada jadi menyesal maka ujar si cerdik perkataan apatah yang katakan itu pada pikir hamba siapa yang tahu akan pekerjaan kita maka ujar bapanya hai anaku aku katakan pada engkau hikayat ini supaya kamu pikirkan jikalau jadi benar padamu maka ujar si cerdik hai bapaku jikalau ada kasih sayang bapa kepada hamba janganlah bapa panjangkan kalam ini karena sedikit sajalah kita banyak diperolehnya tiada banyak maka daripada sangat bapanya kasih akan anaknya maka diturutnya padahal tiada ia takut akan Allah ta‟ala dan tiada menjalani jalan teringat telah .

dikerakannyalah kerja maksiat itu maka pada esok harinya kadi pun datanglah kepada pohon kayu itu serta dengan segala jamaahnya maka si bodoh dan si cerdik bersama2 telah sampai kepada pohon kayu itu berdiri maka kadi /8/ bertanya demikian katanya hai pohon kayu siapa mengambil emas itu katalah kepada aku maka saya hata pohon kayu itu si bodohlah yang mengambil dia maka kadi pun heran menengar suara itu serta iya pikir dalam hatinya ada juga manusia didalam kayu ini setelah ia pikir demikian maka disuruhnya angkut kayu yang kering ditimbunkan pada pohon kayu maka disuruh jadikan api „ sahdan maka tiada menderit orang itu lalu ia keluar dari pohon kayu itu maka sekalian jamaah jadi heran masing2 kah berkata siapa yang puya perbuatan demikian ini telah habis demikian maka kata kadi bawa kemari orang tuwa itu supaya kita periksa maka orang tua itu diperiksa oranglah kandi dan orang tua itu roboh tiada boleh menyahat sebab bekas kehangatan kena api itu jadi terhanguslah hatinya dan hancurlah sekalian 40 kulitnya maka orang tua itu matilah maka si cerdik pun ditangkap orang serta di kasi hakim dengan /9/ beberapa kesakitan darsainya maka si cerdik itupun keluarkanlah emas itu maka oleh kadi disuruhnya pulangkan emas itu kepada si bodoh itulah halnya adanya orang yang cita2nya lebih akan dunia jua tiada lain „ bahwa ini hikayat ada seorang dahulu kala bernama barzagan ia mengatakan tikus makan besi seratus kati dan rajawali menerbangkan seorang kanak-kanak demikianlah cerita itu sebermula ada seorang bernama amin ia hendak berlayar tiada ampunya modal maka ada kepadanya besi seratus kati itulah dibawa kepada seorang sahabatnya nama barzagan ditaruhnya disitu kemudian maka iya pergilah kepada kerja yang dimaksudnya maka oleh barzagan dijualkannya sekalian besi itu maka berapa lama tuan yang punya besi itu datang serta menuntut besi yang dikirimnya itu maka kata barzagan engkau punya besi itu aku taru didalam gudang telah serta berapa /10/ lamanya maka akupun tersadar akan hendak membaiki gudang itu maka tiba2 besimu itu tiada kelihatan lagi serta habis dimakan oleh tikus maka ujar amin mustahil la katamu itu hai handaiku tikus makan besi tetapi sungguh juga seperti katamu itu karena giginya tajam sedangkan tulang lagi dapat digigit setelah barzagan menengar kata amin itu demikian maka dalam hatinya tiada lagi akan dituntutnya besi itu maka amin pun bermohon pulang. maka dipegangnya oleh barzagan katanya jangan handayku pulang dahulu karena hamba hendak berjamu tuan hamba maka ujar amin hai handayku menerima kasihlah hamba tetapi apatah daya hamba karena ada garda insyaallah esok hari hamba datang mendapatkan tuan hamba maka lalu ia turun berjalan pula ke rumahnya setelah datang keluar pagar maka didapatnya anak barzagan ada bermain-main /11/ maka didatangi oleh amin akan anak barzagan dibawanya pulang ke rumahnya setelah hari malam maka Barzagan mencari anaknya keliling tiadalah didapatnya maka dicarinya pula pada segala kampung serta berseru2 dengan nyaring suaranya menangis duka citanya akan anaknya maka lalu ia pergi kepada amin maka berkata iya hai handaiku Amin adakah tuan .

Adapun tanda-tanda dalam suntingan teks sebagai berikut. terlebih dahulu penulis memaparkan tanda-tanda yang terdapat di dalam suntingan teks. 4. sehingga penulis sedikit mengalami kesulitan dalam memahami bahasanya. Tulisan Arab Melayu dalam teks mudah dibaca dan dipahami dalam membaca. penulis menafsirkan tulisan Arab Melayu berdasarkan tulisan yang ada dalam teks asli.41 menengar khabar anak hamba serta lenyap maka amin pun terkejut menengar kata barzagan itu demikian lalu ia berkata ya handaiku jikalau hamba tahu akan anak saudaraku diterbangkan oleh rajawali itu niscaya aku berbatalah daripadanya „ setelah barzagan menengar kata handainya amin itu maka iya pun heran dalam hatinya serta ia berkata hai handaiku adakah bernasip pada bicara handaiku rajawali menerbangkan seorang kanak-kanak mustahil adanya maka ujar amin tiadakah handaiku percaya yang rajawali itu dapat menerbangkan seorang kanak2 manusia /12/ dan jikalau demikian bicara tuan hamba sekali2 tiada jadi siapa tanya kepada yang ampunya takdir pada melakukan kodiratnya dari karena adalah dalil firman Allah ta‟ala yakni bahwasanya aku juga amat mengetahui barang yang tiada kamu mengetahui dia dan pada bicara hamba jikalau tiada dapat tikus makan besi seratus kati maka niscaya tiada dapat diterbangkan rajawali akan tuan hamba punya anak „ „ sahdan maka ujar barzagan kepada amin tahulah hamba bahwa anak hamba itu adalah pada tuan hamba maka sekarang akan besi tuan hamba itu adalah kepada hamba „ maka barzagan pun kembalikanlah besi kepada amin dan amin pun kembalikanlah anak barzagan itu kepadanya demikianlah perinya dan adalah ibarat hikayat ini bagi orang suka berbuat fitnah kepada sesamanya makhluk dan dari karena segala yang gemar berbuat fitnah itu tiada diperoleh sentosa /13/ didalam hidupnya seperti firmannya barangsiapa suka melihat kejahatan orang niscaya pada hari itu jatuhlah kejahatan itu kepada dirinya juga dan lagi adalah seperti kata syair katakan olehmu bagi segala yang jahat sangka kepadamu baik2 peliharakan dirimu jikalau berbuat khianat kembali kepadamu apabila engkau diberi kebajikan segayanya engkau percayakan jika dinyatakannya akan kejahatan sebaik-baiknya kamu jauhkan ingat2 akan dirimu berbuat yang kebajikan jangan jemu dengki dan loba jauhkan dirimu iyalah membawa jadi binasa dirimu 42 Di dalam mentransliterasi Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik. a) < > = Tambahan huruf atau kata dari penyunting b) / / = Nomor halaman naskah c) [ ] = Penghilangan huruf atau kata dari penyunting d) ( ) = Tulisan angka Arab diubah kebahasa Latin .3 Suntingan Teks Sebelum penulis menyunting teks Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik. Bahasa yang ada dalam teks menggunakan bahasa Melayu lama.

maka (pura-pura)16 engkau mengajak aku pula. Selain penulis menghilangkan beberapa kata. Jadi kata-kata yang ada di dalam tanda ( . sudahlah diambilnya emas itu. maka kita datang mengambil dia”... Maka ujar si Bodoh “marilah kita berba[h]5gi dua emas ini dahulu” . Setelah itu [maka]9 dibawanyalah emas itu <dan>10 ditaruhnya kepada suatu pohon kayu yang besar... Maka ujar si Cerdik “ Ya tuan hamba Kadi barang dihakimkan kiranya antara kedua kami ini. ) merupakan kata ulang. maka pergilah mereka itu 44 [keduanya]13 ke[pada]14 pohon itu didapatnya emas itu sudah tiada lagi... tidak efektif. kita taruhkan disini barangkali habis belanja [kita]8. melainkan adalah engkau ini daripada khianat”. lalu /2/ diambilnya emas itu dibawanya pulang ke rumahnya. habis diceritakan kepada Kadi. Tujuan pemberian tanda tersebut yaitu untuk mengetahui berapa jumlah halaman dalam teks..] berarti kata di dalamnya dihilangkan.. [Maka]17 si Bodoh pun bersumpah tiada dicuri <emas itu>18 maka tiada jua dipercaya oleh si Cerdik. [maka]12 si Bodoh pun datang mengajak si Cerdik hendak pergi mengambil emas itu. Selang berapa hari [maka]11 si Cerdik pergilah dengan seorang dirinya.. Maka kembalilah kedua mereka itu kerumahnya. Pengulangan kata di dalam teks sebenarnya tidak ada. Maka kata si Cerdik “ jangan dahulu kita ba[h]6gi emas ini.. Maka ujar si Cerdik kepada si Bodoh “marilah kita kembali adalah kita diberi untung oleh Allah Subahanallahuwata‟ala beroleh emas ini. karena karena kata-kata itu tidak tepat. / yang ada dalam hasil suntingan maksudnya adalah huruf yang ada di dalamnya menjelaskan halaman teks. Serta dihelanya tangan si Bodoh hendak dibawanya kepada Kadi. melainkan kita bawa sekedar akan belanja [kita juga yang lainnya]7. maka dikatakan segala perhal keduanya itu mendapat<kan>19 emas itu.. dari karena besarlah khianat si Bodoh akan hambamu. Penulis telah menghilangkan beberapa kata dalam teks. Selang berapa hari lamanya antaranya. > berarti kata di dalamnya merupakan penambahan dari penulis. dan rancu.. sehingga penulis menafsirkan bahwa setiap kata dalam teks yang ada angka dua maka 43 ditafsirkan kata itu merupakan kata ulang... Tujuan penambahan kata dalam teks agar kalimat dalam teks tidak rancu dan menjadi efektif. maka ia pun mendapat sepotong emas terhantar di jalan raya. Kata-kata yang ada di dalam tanda [ . dimanatah kita cahari lagi”. Hasil suntingan Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik. Sebermula. Katakata yang ada di dalam tanda < . Maka kata si Cerdik “siapa tahu engkaulah <yang>15 mengambil emas itu. sekali peristiwa si Cerdik dengan si Bodoh berjalan <ber>3dua[nya]4.Tanda / ... Alasan penulis menghilangkan kata-kata tersebut. /1/ [Bahwa]1 ini<lah>2 suatu hikayat ceritera orang Bodoh dan orang Cerdik.<lalu>20 tiada . penulis juga menambahkan beberapa kata dalam teks.. Maka dibawa kepada Kadi(a).

Maka ujar bapa<k>57nya “ada seekor Katak berhampiran liang dengan Ular maka (tiaptiap) 58 Katak itu beranak habis dimakan[nya]59 oleh Ular itu. (Tiba-tiba)23 hamba dapati tiada lagi emas itu. jika mau bapa<k>49ku sepakat dengan hamba. (mudahmudahan) 26 pohon kayu itu jadi saksi akan hamba. Kemudian [maka]21 datanglah. bapak<k>37u kasihkah bapak<k>38u akan daku”. Maka kata bapanya “hai anak<k>55u pekerjaan engkau ini akibatnya tiada diperoleh kebajikan [adalah]56 seperti hikayat Katak lubangnya berhampiran dengan liang Ular”. Jika ditanya oleh Kadi itu. /3/ ia (pura-pura)22 mengajak hamba pergi. siapa yang tahu daripada jalan yang kebenaran hamba. Adapun [akan]31 si Bodoh itu [suatupun tiada apa katanya]32 menjadi heran ia menengar kata si Cerdik dan i[y]33a tiada tahu (berkata-kata)34 sebab bodohnya. Maka kata bapa<k>39nya “mengapa /4/ engkau berkata demikian dimanatah makhluk ini tiada kasih akan anaknya”. masuklah bapak<k>50u pada malam ini didalam lubang pohon kayu itu [di]51karena esok hari Kadi akan datang pada pohon kayu itu <untuk>52 memeriksa antara kami dengan si Bodoh itu. ceritakanlah kepada aku supaya aku dengar”. Maka pada jataha di hamba seniscaya i[y]24alah yang berbuat khianat karena pada masa itu terlalu sunyi.diberinya tahu hambamu. [Maka]62 lalu ia pergi kepada (Kurakura) 63 serta katanya kepada (sang Kura-kura)64 yaitu hamba adaku lama dengar <ada>65 seorang pendeta tetapi aku tiada dapat pergi kesana karena tempatnya terlalu amat banyak [dan]66 tanah[nya]67 dan batu[nya]68 daripada <yang>69 menikam dan akik sebab itulah tiada boleh aku pergi kesana dan . maka katanya “ hai. Maka ujar si Cerdik “hai. Maka sahut anaknya “hai bapa<k>46ku adapun pohon kayu itu berlubang. Setelah itu [maka]60 Katak pun <ber>61pikir dalam hatinya apa kesedihanku dengan demikian ini. maka kata Kadi “ baiklah esok hari saya hakimkan disana” maka mereka itu pun kembalilah [keduanya] 27 (masing-masing)28 [dengan] 29 <ke>30 rumahnya. maka pergilah hamba sertanya hendak mengambil emas itu. Maka Kadi pun heran menengar kata si Cerdik. Setelah itu. barangkali lolos bapa<k>47ku masuk ke dalam<pohon itu>48. Maka sahut anaknya “bagaimana hikayat Katak itu. tetapi emas itu aku ambil [dia]42 dan aku katakan si Bodoh yang mencuri emas itu. [maka]35 si Cerdik datang kepada bapa<k>36nya. melainkan i[y]25alah yang mengambil emas itu. demikianlah kami minta kepada bapa<k>54”. jangankan manusia unggas pun tiada mengetahui dan tiada melihat hamba menaruh emas itu. maka 45 pohon kayu itulah akan jadi saksi daripada hilangnya emas itu. Ihwal(b) inilah supaya bapak<k>43u tolong aku dan supaya emas itu kita peroleh”. maka hendaklah bapak<k>53u menyahut sebagaimana ada orang yang nanyak /5/ saksi. bapak<k>40u bahwa aku [ada]41 mengaku kepada Kadi yang itu pohon kayu tempat emas kami taruhkan berdua dengan si Bodoh. Maka kata bapa<k>44nya “ hai anak<k>45u kerja apa yang engkau suruhkan kepada aku ini”.

Maka ujar bapa<k>83nya “hai ana<k>84ku aku katakan pada engkau hikayat ini. maka Jerapaya pun berjalan pula ia kesana. maka disuruh jadikan api. janganlah bapa<k>87 panjangkan kalam ini karena sedikit sajalah kita banyak diperolehnya tiada banyak”. Maka saya hata pohon kayu itu. Sahdan apabila engkau lihat lubang Jerapaya(c) maka ambil olehmu barang tiga ekor ikan. Maka orang tua itu diperiksa [oranglah kandi]105 dan orang tua itu roboh tiada boleh menyahat sebab bekas kehangatan kena api itu jadi . Maka kata bapa<k>79nya “hai ana<k>80ku demikian jalannya (tiaptiap) 81 sesuatu pekerjaan. Maka sekalian jamaah jadi heran (masing-masing)101 [kah]102 berkata “siapa yang pu<n>103ya perbuatan demikian ini. Maka Kadi pun heran men<d>97engar suara itu serta i[y]98a pikir dalam hatinya ada juga manusia di dalam kayu ini. Maka ujar si Cerdik “hai bapaku jikalau ada kasih sayang bapa<k>86 kepada hamba. Maka ujar si Cerdik “perkataan apatah yang <bapakku>82 katakan itu pada pikir hamba. Telah habis demikian maka kata kadi “bawa kemari orang tu[w]104a itu supaya kita periksa”. siapa yang tahu akan pekerjaan kita”.oleh karena itu hamba mintalah akan tuan hamba pepatah akan hamba supaya hamba dengar dan hamba amalkan. Padahal tiada ia takut akan Allah ta‟ala dan tiada menjalani jalan teringat telah dikarenakannyalah kerja maksiat itu. maka disuruhnya angkut kayu yang kering ditimbunkan pada pohon kayu. Maka dilihatnya ikan pun tiada Ular pun tiada di lubang<nya>77. Katak itu habis semuanya dimakan adanya. Maka ujar Kura-kura “hai musafir adalah (tiap-tiap)70 /6/ pekerjaan yang sukar atau melawan setaru yang keras dan yang besar itu tiada diperoleh dengan<yang>71 kuat. kita melainkan dengan daya upanya kita [juga demikian]72. serta dilihatnya ikan itu lalu dimakannya itu. 46 [terdapat tiada]73 jikalau dilihat oleh Ular Jerepaya hendak memakan itu niscaya disambarnya dan dibunuhnya akan Ular itu. [Maka]74 Katak pun berlalu sekejip menengar kata (kura-kura)75 demikian itu. Maka si Bodoh dan si Cerdik (bersama-sama) 93 telah sampai kepada pohon kayu itu berdiri. Maka Jerapaya pun (berjalan-jalan)78 antara itu. Maka engkau hantarkan pada lubang Ular itu. maka dilihatnya oleh Jerapaya itu Katak anak beranak hendak keluar maka dimakannya /7/ oleh Jerapaya. banyak dipikir lebih dahulu supaya akhirnya tiada jadi menyesal”. Maka daripada sangat bapa<k>88nya kasih akan anaknya. Setelah ia pikir demikian. 47 Sahdan [maka]99 tiada menderit lalu orang itu [lalu ia]100 keluar dari pohon kayu itu. Maka Kadi /8/ bertanya demikian katanya “ hai pohon kayu siapa <yang>94 mengambil emas itu. Maka bertemu dengan lubang Katak. Maka pada masa itu luputlah engkau daripada bahaya seteru itu. katalah kepada aku”. Maka pada esok harinya Kadi pun datang[lah]90 ke[pada]91 pohon kayu itu [serta]92 dengan segala jamaahnya. Lalu diperbuatnya seperti kata (Kura-kura)76 itu hata(d) maka keluarlah Jerapaya itu daripada tempatnya. supaya <di>85pikirkan jikalau jadi benar padamu”. maka diturut<i>89nya. si Bodohlah yang mengambil <emas itu>95 [dia]96.

terhanguslah hatinya dan hancurlah sekalian kulitnya. Maka kata Barzagan “engkau <yang>120 punya besi itu. maka didapatnya anak Barzagan [ada]130 <sedang>131 (bermain-main)132. Setelah [datang]129 keluar pagar. maka i[y]143a pun heran dalam hatinya. Maka dalam hatinya tiada lagi akan dituntutnya besi itu. maka dipegangnya oleh Barzagan katanya “jangan handaiku pulang dahulu karena hamba hendak berjamu tuan hamba”. maka (tiba-tiba)125 besimu itu tiada kelihatan lagi serta habis dimakan oleh tikus”. tetapi apatah daya hamba karena ada garda insyaallah esok hari hamba datang [mendapatkan]127 <ke tempat>128 tuan hamba.” Maka Amin pun terkejut men<d>140engar kata Barzagan itu demikian. Maka si Cerdik itupun keluarkanlah emas itu. Itulah hal[nya]108 adanya orang yang (cita-citanya)109 lebih akan dunia jua tiada lain. tikus makan besi tetapi sungguh juga seperti katamu itu karena giginya tajam sedangkan tulang lagi dapat digigit”. Maka ia pergi kepada Amin maka berkata i[y]137a “hai handai(f)ku Amin adakah tuan men<d>138engar khabar anak hamba [serta]139 lenyap. Maka orang tua itu mati[lah]106. maka aku pun tersadar akan hendak mem<per>120baiki gudang itu. Maka dicarinya pada segala kampung serta (berseru-seru)134 dengan nyaring suaranya <yang>135 menangis duka cita[nya]136 akan anaknya. Demikianlah cerita itu. serta ia berkata “hai handaiku adakah bernasip pada bicara handaiku Rajawali menerbangkan seorang (kanak-kanak)144 mustahil adanya”. Maka ia turun berjalan pula ke rumahnya. [Bahwa]110 ini<lah>111 hikayat. maka Barzagan mencari anaknya keliling tiadalah didapatnya. Maka si Cerdik pun ditangkap orang serta di kasi<h>107 hakim dengan /9/ beberapa kesakitan darsainya. ia hendak berlayar <tetapi>114 tiada mempunyai modal. Setelah hari malam. 48 Maka Amin pun bermohon pulang. Maka ada kepadanya besi seratus kati itulah dibawa kepada seorang sahabatnya <ber>115nama Barzagan ditaruhnya disitu. Kemudian [maka]116 i[y]117a pergi[lah]118 ke[pada]119 kerja yang dimaksudnya. Setelah Barzagan men<d>126engar kata Amin itu demikian. Setelah Barzagan men<d>141engar kata handai[nya]142 Amin itu. Maka oleh Kadi disuruhnya pulangkan emas itu kepada si Bodoh. /11/ Maka didatangi oleh Amin akan anak Barzagan <kemudian>133 dibawanya pulang ke rumahnya. aku taru<h>121 <besi itu>122 di dalam gudang <se>123telah [serta] 124 berapa /10/ lamanya. Maka ujar Amin “mustahil pula katamu itu hai handaiku. Maka berapa lama tuan yang punya besi itu datang serta menuntut besi yang dikirimnya itu. Maka ujar Amin “tiadakah handaiku . Maka ujar Amin “hai handaiku menerima kasihlah hamba. dahulu kala ada seorang <yang>112 bernama Barzagan ia mengatakan tikus makan besi seratus kati(e) dan Rajawali menerbangkan seorang (kanak-kanak)113. Sebermula ada seorang bernama Amin. Maka oleh Barzagan dijualkannya sekalian besi itu. lalu ia berkata “ya handaiku jikalau hamba tahu akan anak saudaraku diterbangkan oleh Rajawali itu niscaya aku berbatalah daripadanya”.

Demikianlah perinya dan adalah ibarat hikayat ini bagi orang suka berbuat fitnah kepada sesamanya makhluk dan dari karena segala yang gemar berbuat fitnah itu tiada diperoleh sentosa /13/ di dalam hidupnya. 1 [bahwa] Kata penghubung untuk menyatakan isi atau uraian bagian kalimat yang ada di depannya. maka niscaya tiada dapat diterbangkan Rajawali akan tuan hamba punya anak”. Jadi. pelaku. Jadi. perlu ditambahkan perfiks <ber-> pada kata dua. atau penerima. dari karena adalah dalil firman Allah ta‟ala yakni “ Bahwasanya aku juga amat mengetahui barang yang tiada kamu mengetahui dia dan pada bicara hamba jikalau tiada dapat tikus makan besi seratus kati. 50 2<-lah> Kata <-lah> ditambahkan karena digunakan untuk menekankan makna kata yang ada di depannya. huruf besar dan kecil. karena menyatakan jumlah. 3<ber-> <ber-> merupakan perfiks pembentuk verba. 4. 4 [nya] Penghilangan kata [nya]. Katakan olehmu bagi segala yang jahat sangka kepadamu (Baik-baik)149 peliharakan dirimu jikalau berbuat khianat kembali kepadamu Apabila engkau diberi kebajikan segayanya engkau percayakan Jika dinyatakannya akan kejahatan (sebaik-baiknya)150 kamu jauhkan (Ingat-ingat)151 akan dirimu berbuat yang kebajikan jangan jemu Dengki dan loba jauhkan dirimu i[y]152alah membawa [jadi]153 binasa dirimu. . karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. Sahdan maka ujar Barzagan kepada Amin “tahulah hamba bahwa anak hamba itu adalah pada tuan hamba maka sekarang akan besi tuan hamba itu adalah kepada hamba”. seperti firmannya. Maka Barzagan pun kembalikan[lah]147 49 besi kepada Amin dan Amin pun kembalikan[lah]148 anak Barzagan itu kepadanya.percaya yang Rajawali itu dapat menerbangkan seorang (kanak-kanak)145 manusia /12/ dan jikalau demikian bicara tuan hamba (sekali-sekali)146 tiada jadi siapa tanya kepada yang ampunya takdir pada melakukan kodiratnya. kata „bahwa‟ dihilangkan karena tidak digunakan sebagai kata penghubung. “Barangsiapa suka melihat kejahatan orang niscaya pada hari itu jatuhlah kejahatan itu kepada dirinya juga dan lagi adalah seperti kata syair. Aparat kritik yang ditemukan dalam teks dijelaskan sebagai berikut. membuat penafsiran (interpretasi).4 Aparat Kritik Teks Di dalam aparat kritik teks ini yaitu dari hasil suntingan di atas. penulis membuat suatu edisi yang baru dengan mengadakan pembagian alinea-alenia. sehingga teks tampak mudah dipahami oleh pembaca modern.

5 [h] Penghilangan huruf [h]. Jadi. Jika. Penambahan kata <dan>. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. karena kalimat di dalam teks terdapat kata yang setara sehingga perlu penambahan kata penghubung. 11 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. Jadi. karena huruf „h‟ pada kata berbahgi di dalam Ejaan Yang Disempurnakan tidak dibenarkan. 8 [kita] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. 7 [kita juga yang lainnya] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. Jika. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. 6 [h] Penghilangan huruf [h]. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. 13 [keduanya] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. Jadi. Jika. Jadi. huruf „h‟ dihilangkan untuk membenarkan kata berbagi. . kata tersebut dihilangkan tidak 51 mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. karena huruf „h‟ pada kata berbahgi di dalam Ejaan Yang Disempurnakan tidak dibenarkan. kata tersebut dihilangkan tidak 52 mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. 14 [pada] Kata [pada] yang ada di dalam teks membuat kalimat menjadi rancu. Jadi. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. 12 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. 10 <dan> Merupakan kata penghubung satuan bahasa yang setara. huruf „h‟ dihilangkan untuk membenarkan kata berbagi. 9 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi.

22 (pura-pura) Kata (pura-pura) sebelumnya di dalam teks seperti (pura2). sehingga kalimat di dalam teks tidak rancu. karena untuk menjelaskan kalimat sebelumnya. 16 (pura-pura) Kata (pura-pura) sebelumnya di dalam teks seperti (pura2). maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 25 [y] Penghilangan huruf [y]. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. 17 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. 21 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. Jadi. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. 23 (tiba-tiba) Kata (tiba-tiba) sebelumnya di dalam teks seperti (tiba2). maka . jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. 18 <emas itu> Penambahan kata <emas itu>. Jadi. 24 [y] Penghilangan huruf [y]. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. 54 26 (mudah-mudahan) Kata (mudah-mudahan) sebelumnya di dalam teks seperti (mudah2an). Kalimat di dalam teks perlu kata penghubung agar tidak rancu. tujuannya untuk memudahkan pembaca. tujuannya untuk memudahkan pembaca. karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung „yang‟ untuk menjelaskan kata yang di depannya.sehingga perlu penghilangan kata [pada] agar kalimat di dalam teks tidak rancu. kalimat ditambahkan kata penghubung agar tidak rancu. 53 20 <lalu> Merupakan kata penghubung antar kalimat. tujuannya untuk memudahkan pembaca. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. Jadi. 19 <-kan> Merupakan sufiks pembentuk verba. Jadi. Penambahan sufiks <kan> untuk menjadikan kata dalam kalimat tidak rancu. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. Jadi. 15 <yang> Menambahkan kata <yang>.

perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. 31 [akan] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. 36 <k> Penambahan huruf <k>. 30 <ke> Merupakan kata depan untuk menandai arah atau tujuan. Jika. 34 (berkata-kata) Kata (berkata-kata) sebelumnya di dalam teks seperti (berkata2). karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. Jadi. Jika. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. Jika. tujuannya untuk memudahkan pembaca. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. karena kata selanjutnya kata yang menunjukkan tempat tujuan. kata tersebut dihilangkan tidak 55 mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. tujuannya untuk memudahkan pembaca. 27 (masing-masing) Kata (masing-masing) sebelumnya di dalam teks seperti (masing2). Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. tujuannya untuk memudahkan pembaca. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. Penambahan kata <ke>. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata . kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. Jika. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. 28 [keduanya] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. 32 [suatu pun tiada apa katanya] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. sehingga perlu ditambahkan kata <ke> pada kata sebelumnya .penulis mengganti menjadi kata ulang. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. 33 [y] Penghilangan huruf [y]. 35 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. 29 [dengan] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. Jadi.

karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> dibelakangnya. Jadi. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah.bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 46 <k> Penambahan huruf <k>. Jadi. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. Jadi. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. sehingga perlu penghilangan kata [pada] agar kalimat di dalam teks tidak rancu. 39 <k> Penambahan huruf <k>. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. Jadi. 44 <k> Penambahan huruf <k>. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 57 43 <k> Penambahan huruf <k>. Jadi. Jadi. 47 <k> Penambahan huruf <k>. Jadi. 41 [ada] Kata [pada] yang ada di dalam teks membuat kalimat menjadi rancu. 40 <k> Penambahan huruf <k>. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. sehingga perlu penghilangan kata [pada] agar kalimat di dalam teks tidak rancu. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. 38 <k> Penambahan huruf <k>. 42 [dia] Kata [pada] yang ada di dalam teks membuat kalimat menjadi rancu. 45 <k> Penambahan huruf <k>. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 56 37 <k> Penambahan huruf <k>. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. Jadi. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata . kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. Jadi.

57 <k> Penambahan huruf <k>. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. Jadi. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. 58 49 <k> Penambahan huruf <k>. tujuannya untuk memudahkan pembaca.bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. . 56 [adalah] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. penambahan kata tersebut menjadikan kalimat dalam teks tidak rancu. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. Jadi. Jadi. 58 (tiap-tiap) Kata (tiap-tiap) sebelumnya di dalam teks seperti (tiap2). Jadi. 53 <k> Penambahan huruf <k>. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. 48 <pohon itu> Penambahan kata <pohon itu> untuk memberikan keterangan kata yang di depannya. 54 <k> Penambahan huruf <k>. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. Selain itu. 59 55 <k> Penambahan huruf <k>. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 51 [di] Kata [di] dihilangkan agar kalimat di dalam teks tidak rancu. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. 52 <untuk> Merupakan kata depan untuk menyatakan tujuan atau maksud. Jadi. Jika. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. Kalimat di dalam teks perlu ditambahkan kata <untuk>. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. Jadi. 50 <k> Penambahan huruf <k>. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. karena kalimat selanjutnya menyatakan tujuan. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. Jadi.

Jadi. 62 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. atau penerima. 61 69 <yang> Menambahkan kata <yang>. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung.59 [nya] Penghilangan kata [nya]. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. tujuannya untuk memudahkan pembaca. pelaku. 60 61 <ber-> <ber-> merupakan perfiks pembentuk verba. tujuannya untuk memudahkan pembaca. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. atau penerima. atau penerima. 67 [nya] Penghilangan kata [nya]. 72 [juga demikian] . karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung „yang‟ untuk menjelaskan kata yang di depannya. tujuannya untuk memudahkan pembaca. karena pemborosan kata dalam kalimat. pelaku. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. Jadi. karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung „yang‟ untuk menjelaskan kata yang di depannya. perlu ditambahkan perfiks <ber-> agar kata dalam kalimat tidak rancu. kata [dan] dihilangkan tidak mengubah makna kata yang ada di dalam teks. 66 [dan] Kata penghubung [dan] dihilangkan. 70 (tiap-tiap) Kata (tiap-tiap) sebelumnya di dalam teks seperti (tiap2). maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 63 (kura-kura) Kata (kura-kura) sebelumnya di dalam teks seperti (kura2). 64 (sang kura-kura) Kata (kura-kura) sebelumnya di dalam teks seperti (kura2). maka penulis mengganti menjadi kata ulang. Jadi. 60 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. 68 [nya] Penghilangan kata [nya]. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. pelaku. Jika. 71 <yang> Menambahkan kata <yang>. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. 65 <ada> Penambahan kata <ada>. agar kalimat dalam teks tidak rancu.

Jika. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 73 [terdapat tiada] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. tujuannya untuk memudahkan pembaca. Jadi. agar kalimat di dalam teks tidak rancu. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. Jadi. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. 77 [nya] Penghilangan kata [nya]. 81 (tiap-tiap) Kata (tiap-tiap) sebelumnya di dalam teks seperti (tiap2). karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 76 (kura-kura) Kata (kura-kura) sebelumnya di dalam teks seperti (kura2). atau penerima. karena di dalam kalimat perlu keterangan subjek. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 80 <k> Penambahan huruf <k>. pelaku. tujuannya untuk memudahkan pembaca. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 63 82 <bapakku> Penambahan kata <bapakku>. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. 83 <k> Penambahan huruf <k>. 62 75 (kura-kura) Kata (kura-kura) sebelumnya di dalam teks seperti (kura2). Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. tujuannya untuk memudahkan pembaca. 74 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. 79 <k> Penambahan huruf <k>. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. 78 (berjalan-jalan) Kata (berjalan-jalan) sebelumnya di dalam teks seperti (berjalan2).Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. Jadi. kata yang ada di . tujuannya untuk memudahkan pembaca. Jika. Jadi.

karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. 65 95 <emas itu> Penambahan kata <emas itu>. 92 [serta] Merupakan kata penghubung. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. agar kata dalam teks tidak rancu. 84 <k> Penambahan huruf <k>. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. Jadi. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. karena untuk menjelaskan kalimat sebelumnya. 89 <i> Penambahan huruf <i> pada kata diturutnya. 93 (bersama-sama) Kata (bersama-sama) sebelumnya di dalam teks seperti (bersamaa2). 85 <di> Merupakan prefiks pembentuk verba. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. Jadi. karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung „yang‟ untuk menjelaskan kata yang di depannya. . 94 <yang> Menambahkan kata <yang>.dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. sehingga kalimat di dalam teks tidak rancu. 64 88 <k> Penambahan huruf <k>. 90 [lah] Penghilangan kata [lah] agar kalimat dalam teks tidak rancu. sehingga perlu penghilangan kata [pada] agar kalimat di dalam teks tidak rancu. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 91 [pada] Kata [pada] yang ada di dalam teks membuat kalimat menjadi rancu. kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata dan kalimat dalam teks menjadi tidak rancu. Penambahan kata <di> pada kata di depannya agar kalimat di dalam teks tidak rancu. Jadi. 86 <k> Penambahan huruf <k>. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 87 <k> Penambahan huruf <k>. Jika. Jadi. tujuannya untuk memudahkan pembaca. karena dlam kalimat tidak digunakan sebagai kata penghubung. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. kata [serta] dihilangkan.

98 [y] Penghilangan huruf [y]. karena kata sebelumnya tidak menyatakan suatu pernyataan. Bila kata [lalu ia] dihilangkan tidak akan mengubah makna kalimat. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. 103 <n> Menambahkan huruf <n>. 102 [kah] Penghilangan kata [kah]. 106 [lah] Penghilangan kata [lah] agar kalimat dalam teks tidak rancu. Bila kata [kah] dihilangkan maka kalimat tidak menjadi rancu. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata puya tidak benar dan kata yang benar yaitu punya. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. 97 <d> Menambahkan huruf <d>. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. Kalimat dalam teks kata [dia] tidak digunakan sebagai persona tunggal. Jadi. karena huruf [w] pada kata tuwa di dalam Ejaan Yang Disempurnakan tidak dibenarkan.96 [dia] Merupakan persona tunggal. huruf [w] dihilangkan untuk membenarkan kata tua. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata menengar tidak benar dan kata yang benar yaitu mendengar. 67 107<h> Menambahkan huruf <h>. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. 99 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. Jadi. 66 101 (masing-masing) Kata (masing-masing) sebelumnya di dalam teks seperti (masing2). 105 [oranglah kandi] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. Jika. tujuannya untuk memudahkan pembaca. 100 [lalu ia] Penghilangan kata di dalamnya. Jadi. 104 [w] Penghilangan huruf [w]. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. untuk mengefektifkan kalimat dalam teks. maka kata itu dihilangkan untuk mengefektifkan kalimat dalam teks. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan .

karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung „yang‟ untuk menjelaskan kata yang di depannya. sehingga perlu penghilangan kata [pada] agar kalimat di dalam teks tidak rancu. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. 116 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. atau penerima. jadi perlu ada penambahan kata penghubung. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. 112 <yang> Menambahkan kata <yang>. 110 [bahwa] Kata penghubung untuk menyatakan isi atau uraian bagian kalimat yang ada di depannya. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. 115 <ber-> <ber-> merupakan perfiks pembentuk verba. . Jadi. 113 (kanak-kanak) Kata (kanak-kanak) sebelumnya di dalam teks seperti (kanak2). 119 [pada] Kata [pada] yang ada di dalam teks membuat kalimat menjadi rancu. Penambahan kata <tetapi>. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. karena kalimat dalam teks 68 terdapat kalimat yang bertentangan. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. tujuannya untuk memudahkan pembaca. tujuannya untuk memudahkan pembaca. Jadi. perlu ditambahkan perfiks <ber-> pada kata dua. Jadi. 114 <tetapi> Merupakan kata penghubung intrakalimat untuk menyatakan hal yang bertentangan. 117 [y] Penghilangan huruf [y]. 108 [nya] Penghilangan kata [nya]. 118 [lah] Penghilangan kata [lah] agar kalimat dalam teks tidak rancu. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. karena menyatakan jumlah. pelaku.kata kasi tidak benar dan kata yang benar yaitu kasih. Jadi. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. 109 (cita-citanya) Kata (cita-citanya) sebelumnya di dalam teks seperti (cita2nya). 111 <-lah> Penghilangan kata [lah] agar kalimat dalam teks tidak rancu. kata „bahwa‟ dihilangkan karena tidak digunakan sebagai kata penghubung.

Penambahkan perfiks <per-> agar kalimat dalam teks tidak rancu. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif.120 <yang> Menambahkan kata <yang>. 125 (tiba-tiba) Kata (tiba-tiba) sebelumnya di dalam teks seperti (tiba2). 123 [serta] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata menengar tidak benar dan kata yang benar yaitu mendengar. 130 [ada] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. 131 <sedang> Penambahan kata <sedang > untuk menjelaskan atau memberikan . 129 [datang] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. kata tersebut dihilangkan tidak 70 mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. Jika. karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung „yang‟ untuk menjelaskan kata yang di depannya. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata taru tidak benar dan kata yang benar yaitu taruh. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. 122 <se-> Penambahan kata <se> agar kalimat dalam teks tidak rancu. 126 <d> Menambahkan huruf <d>. Jika. tujuannya untuk memudahkan pembaca. Jika. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. 124 <per> <per-> merupakan perfiks pembentuk verba. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. 127 [mendapatkan] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 69 121 <h> Menambahkan huruf <h>. Jika. 128 <ke tempat> Penambahan kata <ke tempat> untuk menjelaskan atau memberikan keterangan kata sebelumnya. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca.

karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung <yang> untuk menjelaskan kata yang di depannya. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. pelaku. 143 [y] Penghilangan huruf [y]. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata menengar tidak benar dan kata yang benar yaitu mendengar. Jika.keterangan kata sebelumnya. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata menengar tidak benar dan kata yang benar yaitu mendengar. tujuannya untuk memudahkan pembaca. pelaku. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. tujuannya untuk memudahkan pembaca. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 132 (bermain-main) Kata (bermain-main) sebelumnya di dalam teks seperti (bermain2). 135 <yang> Menambahkan kata <yang>. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. 136 [-nya] Penghilangan kata [nya]. 133 <kemudian> Penambahan kata <kemudian> untuk menjelaskan atau memberikan keterangan kata sebelumnya. 137 [y] Penghilangan huruf [y]. 138 <d> Menambahkan huruf <d>. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata menengar tidak benar dan kata yang benar yaitu mendengar. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. 71 134 (berseru-seru) Kata (berseru-seru) sebelumnya di dalam teks seperti (berseru2). jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. 141 <d> Menambahkan huruf <d>. Jadi. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. 72 140 <d> Menambahkan huruf <d>. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. atau penerima. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 142 [-nya] Penghilangan kata [nya]. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan . 139 [serta] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. atau penerima.

tujuannya untuk memudahkan pembaca. 150 (sebaik-baiknya) Kata (sebaik-baiknya) sebelumnya di dalam teks seperti (sebaik2nya). 153 [jadi] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya.kalimat dalam teks rancu. tujuannya untuk memudahkan pembaca. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 149 (baik-baik) Kata (baik-baik) sebelumnya di dalam teks seperti (baik2). Jika. 146 (sekali-sekali) Kata (sekali-sekali) sebelumnya di dalam teks seperti (sekali2). maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 74 4. Jadi. Kata-kata sulit yang terdapat dalam teks Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik sebagai berikut. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. perceraian. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. tujuannya untuk memudahkan pembaca. tujuannya untuk memudahkan pembaca. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. 152 [y] Penghilangan huruf [y]. tujuannya untuk memudahkan pembaca. 73 147 [-lah] Penghilangan kata [lah] agar kalimat dalam teks tidak rancu. tujuannya untuk memudahkan pembaca. 151 (ingat-ingat) Kata (ingat-ingat) sebelumnya di dalam teks seperti (ingat2). 148 [-lah] Penghilangan kata [lah] agar kalimat dalam teks tidak rancu. Jadi. maka penulis mengganti menjadi kata ulang.5 Kata Sulit (Glosarium) Kata-kata sulit yang ditemukan dalam teks Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik diartikan menurut Kamus Bahasa Melayu Nusantara. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. 144 (kanak-kanak) Kata (kanak-kanak) sebelumnya di dalam teks seperti (kanak2). kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. (a) Kadi = Hakim yang mengurus atau mengadili perkara-perkara yang bersangkut-paut dengan Agama Islam (seperti. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 145 (kanak-kanak) Kata (kanak-kanak) sebelumnya di dalam teks seperti (kanak2). dan .

Nilai moral positif yaitu perbuatan yang dapat membantu atau meringankan beban orang lain. penulis menyimpulkan nilai moral yaitu tingkah laku manusia baik dan buruknya sebagai manusia. perihal. menurut Nainggolan (1997:21) ditinjau dari sudut bahasa. Sikap adil dalam 76 peristiwa ini mengandung nilai yang baik untuk kehidupan sekarang ini. percaya. bertanggung jawab. sahabat.1. Jadi. sikap jujur. (g) Loba = Selalu ingin mendapat (memiliki) banyak-banyak. Di bawah ini adalah salah satu peristiwa yang menggambarkan seseorang yang mempunyai sikap adil. berbohong.1 Nilai Moral Positif Di dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik terdapat nilai moral yang positif yaitu nilai moral yang baik. mencuri. serakah. Nilai moral yang ditemukan dari segi nilai moral negatif meliputi: menfitnah.6 Interpretasi Nilai Moral Menurut Suseno (1987:19) kata moral selalu mengacu pada tingkah laku baik buruk manusia sebagai manusia. menolong. 4. balas dendam. (c) Jerapaya = Jerapah (d) Hata = Kemudian dari itu. Sementara itu.pelanggaran hukum Islam). Mereka pun mendapat sepotong emas terhantar di jalan . Tingkah laku baik dan buruk tersebut dapat digolongkan menjadi nilai moral positif dan nilai moral negatif. dan beragama. sedangkan tingkah laku yang buruk dapat dimasukkan ke dalam nilai moral negatif. teman. yaitu nilai moral positif dan nilai moral negatif. tamak. Norma-norma moral adalah tolok ukur untuk menentukan betul salah sikap dan tindakan manusia dilihat dari segi baik buruk sebagai manusia dan bukan sebagai pelaku peran tertentu dan terbatas. kejadian. kasih sayang. interpretasi nilai moral dibagi menjadi dua golongan. (e) Kati = Ukuran berat yang bersamaan dengan 16 tahil. 4. (b) Ihwal = Hal. maka. Sikap adil dapat dilihat dari berbagai sikap seseorang. 75 Berdasarkan pendapat di atas. dan serakah.6. lalu. kisah atau pengalaman. 4.1 Sikap Adil Di dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik terdapat peristiwa yang menggambarkan sikap adil. moral adalah sebagai kata benda yang berarti berhubungan dengan prinsip baik dan buruk yang ditarik dari satu cerita. Suatu hari si Cerdik dengan si Bodoh berjalan berdua.6. Nilai moral positif dapat dijadikan suatu perbuatan yang perlu dicontoh atau diikuti oleh setiap orang dalam kehidupan sehari-hari. rekan. Interpretasi nilai moral yang ditemukan dari segi nilai moral positif meliputi: sikap adil. Tingkah laku yang baik dapat dimasukkan ke dalam nilai moral positif. (f) Handai = Kawan.

Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. ia merasa heran mendengar ada suara keluar dari pohon. 1) Kutipan di atas menunjukkan bahwa si Bodoh adalah seorang teman yang selalu ada bagi si Cerdik. Maka orang tua itu diperiksa dan orang tua itu roboh dan menyahat sebab bekas kehangatan kena api itu jadi terhanguslah hatinya dan hancurlah sekalian kulitnya. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut.raya. si Bodohlah yang mengambil emas itu. lalu ia menanyakan pada orang tua tersebut sebagai saksi. lalu Kadi akan mengadili si Cerdik dan si Bodoh esok harinya. Maka ujar si Cerdik “ tuan hamba kadi dihakimkan antara kedua kami ini. Oleh karena itu. lalu orang tua itu mati. (HSBDSC hlm. Kata Kadi “bawa kemari orang tua itu supaya kita periksa”. Lalu oleh Kadi disuruhnya . jadi ia mempunyai sikap adil. Si Cerdik itupun keluarkanlah emas itu. Maka orang tua itu mati. Suatu ketika mereka menemukan emas. Maka ujar si Bodoh “marilah kita berbagi dua emas ini dahulu”. Kadi adalah seorang hakim. Lalu Kadi 77 mengetahui bahwa pohon tersebut ada orang di dalamnya yaitu orang tua. maka dikatakan oleh si Cerdik segala perhal mendapatkan emas itu. karena si Cerdik meminta untuk mengadili si Bodoh. Setelah ia mengatakan kebenarannya. maka kata Kadi “ baiklah esok hari saya hakimkan disana”. 9 ) Kutipan di atas menjelaskan bahwa Kadi mengadili seorang saksi yaitu seorang yang sudah tua untuk berkata yang sebenarnya. Lalu ia menangkap orang yang salah itu dan menghukumnya. Kadi mempunyai sikap adil. Maka Kadi pun heran mendengar kata si Cerdik. (HSBDSC hlm. Kadi heran mendengarkan masalah dan permintaan Si Cerdik. si Bodoh pun berpikir untuk membagi dua pada si Cerdik. karena khianat si Bodoh akan hambamu ini. Lalu si Bodoh dibawa kepada Kadi.lalu tiada diberitahu hambamu ini. tetapi si Cerdik tidak ingin dibagi dua. (HSBDSC hlm. sesudah diceritakan kepada Kadi. Setelah Kadi mengetahui kebenaran siapa yang salah. Kadi tidak menyalahkan orang tua itu. Saksi itu mengatakan sebenarnya siapa yang salah dan benar. Hal ini terdapat pada kutipan berikut. Ketika Kadi sedang memeriksa saksi yaitu sebuah pohon. tetapi menyalahkan siapa yang salah yaitu siapa yang menyuruhnya melakukan perbuatan ini. 3) Kutipan di atas menjelaskan Kadi akan mengadili antara si Cerdik dengan si Bodoh. Si Bodoh dengan si Cerdik ke mana pun pergi selalu bersama-sama. Kadi di sini bersikap adil terhadap seorang saksi yang berkata sebenarnya. Lalu si Cerdik pun ditangkap orang serta di kasih hakim dengan beberapa kesakitan.

pulangkan emas itu kepada si Bodoh.(HSBDSC hlm. 9 ) Kutipan di atas menjelaskan Kadi yang bersikap adil terhadap orang yang berbuat salah yaitu si Cerdik. Lalu kadi menghukum si Cerdik dan meminta si Cerdik untuk mengembalikan emas itu terhadap si Bodoh. Kadi berbuat adil terhadap siapa yang bersalah dan siapa yang 78 benar. Ia menghukum bagi yang bersalah dan membebaskan yang tidak bersalah. Selain peristiwa di atas, ada juga peristiwa lain yaitu seorang yang berbuat sikap adil atas hak kepunyaannya. Ia meminta haknya untuk dikembalikan. Seseorang itu melakukan sesuatu hal agar haknya dapat dikembalikan. Hal ini terlihat pada kutipan berikut. Maka ujar Barzagan kepada Amin “tahulah hamba bahwa anak hamba ada pada tuan maka sekarang besi tuan hamba itu ada pada hamba”. Kemudian Barzagan pun kembalikan besi kepada Amin dan Amin pun kembalikan anak Barzagan kepadanya. (HSBDSC hlm.12) Kutipan di atas menggambarkan Amin yang berbuat adil karena ia ingin haknya dikembalikan yang telah dicuri Barzagan. Barzagan mengakui memang benar hak Amin ada padanya. Lalu Amin mengembalikan hak Barzagan dan Barzagan pun mengembalikan hak Amin. Peristiwa tersebut bahwa sikap adil tidak akan merugikan bagi diri sendiri maupun orang lain. Jadi, dari beberapa kutipan di atas dapat diketahui bahwa sikap adil dapat dimiliki oleh setiap orang. Sikap adil tidak hanya dimiliki oleh seorang hakim saja, tetapi dapat juga dimiliki oleh orang biasa. Seseorang dapat berbuat adil jika ia memiliki moral yang baik. Moral yang baik tidak dimiliki oleh semua orang, hanya orang tertentu yang dapat memiliki moral yang baik. Sekarang ini, sikap adil pada diri seseorang jarang ditemukan. Seorang hakim masih ada juga yang tidak bersikap adil. Jadi, diharapkan 79 dari hasil analisis ini dapat membuat orang untuk bersikap adil. Sikap adil dapat membuat orang yang berkuasa tidak semena-mena terhadap orang yang lemah. Sikap adil tidak akan merugikan semua orang, melainkan dapat menguntungkan sesama manusia. Selain itu, sikap adil akan selalu membuat kehidupan ini damai, aman, dan sejahtera. Kehidupan sesama manusia akan indah jika sikap adil masih dilakukan hingga saat ini. 4.6.1.2 Sikap Jujur Jujur adalah sebuah sikap berbicara yang sebenarnya. Sikap jujur saat ini jarang dimiliki oleh setiap orang. Di dalam Hikayat Cerita Seorang Cerdik dan Seorang Bodoh ada seorang yang bersikap jujur, ia berbuat hal tersebut karena ia tidak ingin kehilangan sesuatu yang dimilikinya. Hal ini terlihat pada kutipan berikut.

Maka ujar Barzagan kepada Amin “tahulah hamba bahwa anak hamba ada pada tuan maka sekarang besi tuan hamba itu ada pada hamba”. (HSBDSC hlm. 12) Kutipan di atas menggambarkan bahwa Barzagan mengetahui Amin temannya telah menyembunyikan anaknya. Ia pernah berbohong kepada Amin bahwa besi milik Amin telah habis dimakan tikus, kemudian Amin ingin mengetahui hal yang sebenarnya. Amin mengambil anak Barzagan lalu menyembunyikannya. Barzagan sangat ingin anaknya kembali, lalu ia berkata jujur bahwa besi milik Amin masih ada padanya. Amin pun berkata jujur bahwa anak Barzagan ada 80 pada dirinya. Lalu Amin mengembalikan anak Barzagan dan Barzagan mengambalikan besi itu pada Amin. Selain itu, ada juga orang yang berkata jujur bahwa ia tidak melakukan hal yang tidak ia lakukan. Orang tersebut berani bersumpah atas perkataan yang jujur dan ia berani bertanggung jawab atas perkataannya. Hal ini terlihat pada kutipan berikut. Maka kata si Cerdik “siapa tahu engkaulah yang mengambil emas itu, maka pura-pura engkau mengajak aku, melainkan engkau ini khianat”. Lalu tangan si Bodoh hendak dibawanya kepada Kadi. Si Bodoh pun bersumpah tiada dicuri emas itu lalu tiada juga dipercaya oleh si Cerdik. (HSBDSC hlm. 2) Kutipan di atas menggambarkan si Bodoh yang berkata jujur bahwa ia tidak melakukan pencurian atas emas yang telah ia temukan bersama si Cerdik. Si Cerdik tidak mempercayaan perkataan si Bodoh, walaupun si Bodoh telah berani bersumpah atas perkataannya. Lalu untuk membuktikan benar atau tidak perkataan si Bodoh. Si Cerdik membawa si Bodoh ke Kadi atau hakim. Si Bodoh berani bertanggung jawab karena ia berkata jujur dan tidak merasa bersalah atas perbuatan yang ia lakukan. Sebuah kejujuran akan menghasilkan hal yang tidak merugikan seseorang melainkan akan menguntungkan bagi diri sendiri dan orang lain. Kejujuran seseorang akan selalu membawa sesuatu perbuatan yang dapat membantu orang lain. Sikap jujur merupakan moral yang baik, moral yang dapat membuat seseorang akan berbuat baik kepada orang lain. 81 Jika sikap jujur dapat diterapkan hingga saat ini, maka kehidupan ini akan terasa damai dan indah. Hanya saja, sekarang ini sikap jujur kurang diterapkan dalam kehidupan, sehingga banyak terdapat kebohongan antara makhluk yang satu dengan lainnya. Kebohongan terjadi karena seseorang tidak memiliki sikap jujur. Sikap jujur mempunyai peranan penting dalam kehidupan ini. 4.6.1.3 Kasih Sayang Kasih sayang adalah suatu sikap yang mengasihi satu dengan

yang lainnya. Kasih sayang banyak dimiliki oleh setiap manusia dan kasih sayang itu tidak hanya sayang pada sesama manusia tetapi sesama makhluk hidup yang lain. Kasih sayang sesama manusia biasanya dimiliki semua manusia sejak lahir. Di dalam hikayat ini telah ditemukan beberapa sikap kasih sayang sesama manusia. Si Cerdik seorang anak yang meminta tolong kepada bapaknya. Bapak si Cerdik sangat sayang kepada anaknya yaitu si Cerdik. Bapak Si Cerdik ingin menunjukkan rasa kasih sayang kepada anaknya, lalu apa pun yang diinginkan anaknya akan dituruti. Hal ini terdapat pada kutipan berikut. Setelah itu, si Cerdik datang kepada bapaknya, maka katanya “ hai, bapakku kasihkah bapakku akan aku”. Maka kata bapaknya “mengapa engkau berkata demikian dimanakah makhluk ini tiada kasih akan anaknya”. (HSBDSC hlm. 4) 82 Kutipan di atas menggambarkan bahwa seorang bapak yang sayang akan anaknya. Kasih sayang seorang bapak adalah bukti adanya rasa mengasihi. Bapak yang baik akan selalu sayang akan anaknya dan akan selalu menuruti apa yang diminta anaknya. Kasih sayang seorang bapak pada anaknya hingga saat ini masih ada, tetapi tidak semua bapak memiliki rasa sayang yang seperti itu. Si Cerdik ingin mengetahui apa benar Bapaknya sayang akan dirinya. Lalu si Cerdik meminta bapaknya untuk melakukan sesuatu hal. Bapak si Cerdik melakukan hal yang diinginkan anaknya, sebagai bukti bahwa ia benar-benar sayang pada anaknya. Lalu Bapak si Cerdik mau melakukan perbuatan yang diinginkan si Cerdik. Hal ini terdapat pada kutipan berikut. Maka ujar si Cerdik “hai bapaku jikalau ada kasih sayang bapak kepada hamba, janganlah bapak panjangkan kalam ini karena kita perolehnya tiada banyak”. Karena bapaknya kasih akan anaknya, maka diturutinya. (HSBDSC hlm. 7) Kutipan tersebut menggambarkan bagaimana kasih sayang bapak kepada anaknya yang meminta tolong. Seorang anak yang mempunyai masalah, ia meminta agar bapak menolongnya. Bapak yang menuruti kata anaknya akan melakukan apa pun yang diminta anaknya karena bapak yang sangat sayang akan anaknya. Femomena kehidupan saat ini, sikap kasih sayang masih ada. Selain itu, tidak hanya kasih sayang bapak kepada anaknya, tetapi ada juga kasih sayang sesama manusia yang lain dan makhluk hidup lainnya. 83 Jadi, kasih sayang merupakan perbuatan yang baik, karena dapat menimbulkan rasa mengasihi. 4.6.1.4 Percaya Percaya adalah sikap untuk mempercayai sesuatu hal. Di dalam

jika orang itu sudah saling mengenal. siapa yang tahu daripada kebenarannya hamba. Amin ragu akan perkataan Barzagan. Orang akan percaya pada orang lain. jangankan manusia unggas pun tiada mengetahui dan tiada melihat hamba menaruh emas itu. maka akupun tersadar akan hendak memperbaiki gudang itu. maka tiba-tiba besimu itu tiada kelihatan lagi serta habis dimakan oleh tikus”. tikus dapat makan besi tetapi bisa juga seperti katamu itu karena giginya tajam sedangkan tulang dapat digigit juga”. Barzagan mengatakan bahwa besi tersebut telah habis dimakan tikus. mudah-mudahan pohon kayu itu jadi saksi akan hamba. (HSBDSC hlm. Maka ujar Amin “mustahil katamu itu hai temanku. karena Barzagan sahabatnya lalu Amin mempercayai perkataannya. Di dalam . Selain percaya akan perkataan seorang teman. Kadi ingin membuktikan perkataan orang itu. 3) Kutipan di atas salah satu penggambaran sikap percaya akan seseorang. Kadi pun mengatakan akan mengadili mereka esok harinya. sebuah kepercayaan dapat dimiliki oleh seseorang. Ketika ia akan mengambil besi tersebut. jika orang itu dapat mempercayai orang 84 lain. Amin mempunyai besi dan ia menitipkan besi itu kepada temannya Barzagan. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. Sikap percaya akan seseorang yang sudah dikenal maupun tidak dikenal. Sikap percaya di atas merupakan sikap yang mempercayai sebuah perkataan sahabatnya. sehingga Kadi percaya bahwa pohon dapat menjadi saksi atas perkara si Cerdik dan si Bodoh. Maka Kadi pun heran mendengar kata si Cerdik. Seniscaya ia lah yang berbuat khianat karena pada masa itu terlalu sunyi. Jadi. kita harus berhati-hati dalam mempercayainya. apa benar sebuah pohon dapat menjadi saksi. Jadi. berhati-hatilah dalam mempercayai perkataan orang lain. maka kata Kadi “ baiklah esok hari saya hakimkan disana” lalu mereka pun kembali ke masing-masing rumahnya. Maka kata Barzagan “engkau yang punya besi itu. melainkan ia lah yang mengambil emas itu. baik yang sudah kita kenal maupun yang belum kita kenal. aku taruh besi itu didalam gudang berapa lamanya kemudian. 10) Kutipan di atas menggambarkan seseorang yang percaya akan perkataan temannya. (HSBDSC hlm. Peristiwa tersebut terlihat pada kutipan berikut. ada juga sebuah peristiwa seorang Kadi atau hakim yang mempercayai perkataan orang yang ingin diadili.Hikayat Cerita Seorang Cerdik dan Seorang Bodoh ada seorang yang mempunyai sikap percaya perkataan seseorang. Sebuah sikap percaya akan seseorang sangat sulit ditemukan pada saat ini.

Kemudian ia pergi kerja. Seorang anak yang meminta tolong kepada bapak. bapak itu pun melakukannya demi anaknya. Menolong adalah perbuatan yang dapat membantu sesama manusia untuk meringankan beban hidupnya. ia hendak berlayar tetapi ia tiada mempunyai modal. untuk berlayar tetapi ia tidak memiliki modal. Barzagan membantu menyimpan besi milik Amin di gudangnya. Perbuatan menolong dapat juga terjadi dalam sebuah keluarga. Sikap percaya merupakan perbuatan yang tidak merugikan sesama manusia. Bantuan tersebut dapat berupa pertolongan sesama manusia.kehidupan sekarang ini sikap percaya pada seseorang sedikit ditemui. Maka kata bapaknya “ hai anakku kerja apa yang engkau suruhkan kepada aku ini”. Perbuatan menolong sesama manusia sangatlah dibutuhkan dalam kehidupan.5 Menolong Setiap orang tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain. 4) Kutipan di atas menggambarkan sikap bapak yang menolong anaknya yang dalam kesusahan.1. lalu bapaknya membantu. 9) Dari peristiwa di atas dapat diketahui Amin membutuhkan pertolongan. Hidup dengan saling percaya maka akan tercipta hidup yang sentosa dan sejahtera. 85 4. Maka ada padanya besi seratus kati itulah dibawa kepada seorang sahabatnya bernama Barzagan ditaruhnya disitu. Di dalam hal tersebut ada seorang ayah 86 yang mempunyai rasa sayang untuk menolong dalam kesusahan terdapat pada kutipan berikut ini. lalu ia pergi bekerja. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. lalu ia meminta bantuan kepada Kura-kura.6. Perbuatan menolong tersebut yaitu menolong sesama teman atau sesama manusia yang sedang membutuhkan bantuan orang lain. ada juga suatu peristiwa perbuatan menolong lainnya yaitu seekor Katak membutuhkan bantuan untuk menyelesaikan masalahnya. Hidup dengan Perbuatan menolong dapat membantu orang yang sedang dalam kesusahan. Selain hal di atas. tetapi karena anaknya meminta tolong dan sangat membutuhkan bantuan. Walaupun bapaknya mengetahui bahwa anaknya telah berbuat salah. Bapak yang melakukan apa saja untuk menolong anaknya dalam menyelesaikan masalah. Kemudia Kurakura . Inilah supaya bapakku tolong aku dan supaya emas itu kita peroleh”. Perbuatan menolong dalam keluarga ini yaitu seorang bapak yang menolong seorang anaknya. Amin pun meninggalkan besi itu kepada Barzagan. Lalu Amin menitipkan besi yang akan dijualnya untuk dijadikan modal kepada temannya Barzagan. (HSBDSC hlm. (HSBDSC hlm. Ada seorang bernama Amin.

Maka ujar si Cerdik “ tuan hamba Kadi dihakimkan antara kedua kami ini.6 Bertanggung jawab Orang yang berani berbuat maka ia harus berani bertanggung jawab. Perbuatan menolong dalam kehidupan sekarang ini. Banyak orang yang menolong bila ada pamrih atau timbal balik. Banyak orang yang mengatakan hal itu. dan menolong juga tidak memandang hal apa yang akan ditolongnya. diharapkan perbuatan menolong sesama manusia dilakukan atas dasar ingin membantu yang lainnya. Orang yang menolong hanya ingin orang yang ditolongnya senang. Perbuatan menolong sesama manusia tidak akan memandang status seseorang. Katak meminta pertolongan kepada Kura-kura untuk memberinya sebuah nasehat atau cara menyelesaikan masalah. Maka hidup ini akan terasa sentosa. Jadi. maka pura-pura engkau mengajak aku. (HSBDSC hlm. lalu tiada diberi tahu hambamu ini. bahagia dan sedikit menghilangkan kesulitannya. 4. 3) Hal di atas menunjukkan si Bodoh adalah orang yang . Hal ini juga terterlihat pada kutipan berikut ini. Si Bodoh datang mengajak si Cerdik hendak pergi mengambil emas itu. sehingga perbuatan menolong yang atas dasar ingin membantu semakin lama makin hilang. Oleh karena itu. Tempatnya terlalu amat banyak tanahnya dan batunya yang menikam dan akik. Lalu tangan si Bodoh hendak 88 dibawanya kepada kadi. perbuatan menolong dapat terjadi bila seseorang memiliki rasa ingin membantu kepada sesamanya.1. melainkan engkau ini khianat”. 5) 87 Dari kutipan-kutipan di atas. Maka kata si Cerdik “siapa tahu engkaulah yang mengambil emas itu. si Bodohlah yang mengambil emas itu.menolong Katak itu. Lalu Katak pergi kepada Kura-kura serta katanya kepada sang Kura-kura yaitu hamba dengar ada seorang pendeta. Kura-kura memberikan sebuah cara kepada Katak. semakin jarang ditemukan. karena khianat si Bodoh akan hambamu ini. Si Bodoh pun bersumpah tiada dicuri emas itu lalu tiada juga dipercaya oleh si Cerdik. tetapi secara kenyataan jarang orang yang mau bertanggung jawab atas apa yang diperbuatnya. tetapi aku tiada dapat pergi kesana. sebab itulah tiada boleh aku pergi kesana. (HSBDSC hlm.6. Di dalam Hikayat Cerita Seorang Cerdik dan Seorang Bodoh ada seorang yang berani bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukannya. Lalu pergilah mereka itu ke pohon itu didapatnya emas itu sudah tiada lagi. Berikut ini ada sebuah kutipan mengenai hal tersebut. hamba mintalah akan tuan hamba pepatah supaya hamba dengar dan hamba amalkan.

Ia tidak mengambil emas yang telah mereka temukan. orang yang bertanggung jawab yaitu orang yang berani mengakui semua perbuatan yang dilakukannya. maka diturutinya. Jadi. Selain itu. dimanakah kita cari lagi”. Ia menyerahkan dirinya kepada Allah ta‟ala atas perbuatan yang maksiat yang akan ia lakukan. Padahal ia takut akan Allah ta‟ala dan ia menjalaninya teringat kerja maksiat itu. Seorang bapak yang menjalankan sesuatu perbuatan selalu mengingat Allah ta‟ala. Lalu bapak itu menuruti perkataan anaknya untuk melakukan suatu hal.1. Sikap bertanggung jawab dalam kehidupan sekarang ini semakin lama semakin berkurang. Hal itu terlihat di dalam kehidupan sekarang ini banyak orang yang dirugikan atas orang yang tidak bertanggung jawab. 1) Kutipan di atas menggambarkan bahwa Si Cerdik sangat beragama. maka hidup ini akan terasa aman. Peristiwa itu terdapat pada kutipan berikut ini. (HSBDSC hlm. bertanggung jawab adalah salah satu moral positif yang dapat dimiliki oleh semua orang. Jika sikap tanggung jawab dapat diterapkan hingga saat ini. Banyak orang yang tidak berani bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukannya. dan sejahtera. Ia sangat mensyukuri pemberian dari Allah Subahanallahuwata‟ala yaitu sebuah emas yang terhanpar di jalan. lalu si Bodoh pun dibawa ke Kadi atau hakim.7 Beragama Di dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik terdapat sikap beragama yang sangat kuat kepada penciptanya. Sikap si Cerdik yang mensyukuri nikmat dari Tuhannya patut untuk dicontoh oleh semua orang.6. Si Bodoh pun ikut ke Kadi karena ia bertanggung jawab bahwa ia tidak mengambil emas itu. Karena bapaknya kasih akan anaknya. Selain itu. 7) 90 . akan tetapi si Cerdik tidak mempercayai semua perkataan si Bodoh. Maka ujar si Cerdik kepada si Bodoh “marilah kita ambil karena kita diberi Allah Subahanallahuwata‟ala beroleh emas ini. (HSBDSC hlm. Sikap bertanggung jawab di atas yaitu bahwa ia berani untuk diadili atas dirinya yang tidak bersalah. Selain hal di atas. atas semua pemberian Tuhan kepada umatnya. ada juga terdapat sebuah peristiwa seorang bapak yang ingin menolong anaknya. Hal yang beragama tersebut terdapat pada kutipan berikut ini. sikap yang dimiliki si Cerdik merupakan salah satu moral yang baik. Bertanggung jawab merupakan suatu perbuatan yang tidak merugikan semua pihak.bertanggung jawab. Sikap beragama yang ditonjolkan dalam naskah ini yaitu beragama Islam. Hanya orang tertentu saja yang memiliki keberanian untuk bersikap tanggung jawab. Sikap yang dimiliki si Cerdik belum tentu dimiliki oleh orang lain. sentosa. 89 4. dan ia bersedia untuk diadili.

Hal tersebut seperti yang digambarkan pada kutipan di atas. ada juga peristiwa seorang yang mempercayai sesuatu hal itu merupakan suatu takdir dari Allah ta‟ala. 13) Kutipan di atas menggambarkan hikayat ini mengandung keagamaan yang terlihat dari sebuah firman Allah ta‟ala. maka orang tersebut akan menyerahkan 91 sesuatu yang ia lakukan berdasarkan takdir yang diberikan penciptanya yaitu Allah ta‟ala. Di akhir hikayat ini juga terdapat nilai moral yang berupa sikap beragama. karena ia melakukan sesuatu hal selalu teringat akan penciptanya yaitu Allah ta‟ala. Nilai moral tentang beragama dikatakan dalam sebuah firman atau surat dari Allah ta‟ala. 12) Sesuatu hal yang ditakdirkan datangnya hanya dari penciptanya. “Barangsiapa suka melihat kejahatan orang niscaya pada hari itu jatuhlah kejahatan itu kepada dirinya juga”. Demikianlah perinya dan ibarat hikayat bagi orang suka berbuat fitnah kepada sesamanya dan dari segala yang gemar berbuat fitnah itu tiada diperoleh sentosa didalam hidupnya. Jikalau bicara tuan hamba tanya kepada yang punya takdir yang melakukan kodiratnya. hikayat ini benar-benar mengandung keagamaan yang sangat kuat. Orang melakukan perbuatan sesuatu yang tidak diketahui orang lain. Jadi. bila seseorang melakukan sesuatu perbuatan yang jahat maka hidup orang itu tidak akan sentosa. Ia selalu teringat kepada Tuhannya akan sesuatu yang ia kerjakan. (HSBDSC hlm. Sebaliknya jika seseorang . Firman tersebut mengatakan bahwa kejahatan yang dilakukan seseorang akan menimpa dirinya sendiri. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut ini. dan juga niscaya tiada dapat diterbangkan Rajawali akan tuan hamba punya anak”.Seorang ayah menolong anaknya tetapi yang ia tolong adalah seorang anak yang berbuat jahat. Selain peristiwa di atas. seperti firmannya. (HSBDSC hlm. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. Jadi. Orang itu menyerahkan sesuatu yang ia lakukan berdasarkan firman Allah ta‟ala yang dipahaminya. Orang yang beragama dalam hikayat ini ditujukan pada setiap orang agar berbuat baik dan tidak melakukan perbuatan yang jahat. Keagamaan yang dimiliki bapak itu yaitu beragama atau beriman yang kuat. Orang yang melakukan atas dasar agama. pasti diketahui oleh penciptanya yaitu Allah ta‟ala. Ia melakukan perbuatan dengan rasa takut dan selalu teringat akan Allah ta‟ala. Perbuatan yang tidak diketahui orang lain itu dibuktikan atas dasar firman Allah ta‟ala. karena ada dalil firman Allah ta‟ala yakni “ Bahwasanya aku mengetahui yang tiada kamu mengetahui dan bicara hamba jikalau tiada dapat tikus makan besi seratus kati. Peristiwa tersebut menggambarkan besarnya iman seorang bapak kepada Tuhannya.

1 Menfitnah Menfitnah merupakan suatu perbuatan yang sangat merugikan bagi orang yang difitnah. Nilai moral negatif dalam hikayat ini terjadi pada orang-orang yang mempunyai maksud buruk atau jahat. Hasil analisis Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik ini diharapkan dapat membangkitkan sikap beragama seseorang sekarang ini yang sudah mulai pudar. Perbuatan menfitnah dapat juga terjadi kapan saja dan oleh siapa saja. baik terhadap teman sendiri maupun orang lain.selalu berbuat baik dan selalu ingat akan Allah ta‟ala maka hidupnya akan terasa indah dan sentosa. ia akan merasa bahwa hidup ini indah. lalu diambilnya emas itu dibawa pulang ke rumahnya.2. Perbuatan menfitnah akan timbul pada diri seseorang. Lalu Si Bodoh datang mengajak si Cerdik hendak pergi mengambil emas itu. menfitnah adalah perbuatan yang negatif. beragama yang terkandung di dalam hikayat ini juga dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat saat ini. 4.6. untuk melakukan suatu 92 perbuatan yang baik. Orang yang melakukan perbuatan tidak atas dasar agama yang dimiliki. sikap beragama yang dimiliki semua orang tidak diterapkan pada kehidupan. Salah satu nilai moral negatif yaitu perbuatan yang 93 merugikan orang lain. Sikap beragama di atas menggambarkan seorang yang melakukan perbuatan berdasarkan keimanan yang dimilikinya sendiri. Di dalam kehidupan saat ini. Peristiwa menfitnah seseorang terdapat pada kutipan berikut. beragama merupakan suatu perbuatan yang mengingatkan kita pada penciptanya. bila orang tersebut mempunyai maksud buruk pada orang lain. Maka kata si Cerdik “siapa tahu engkaulah yang . Orang yang memiliki agama hanya sekedar mempunyai agama. Selang berapa hari maka si Cerdik pergilah dengan seorang diri. tetapi juga terdapat nilai moral yang negatif. Orang tidak melakukan perbuatan berdasarkan agama yang dimiliki tetapi hanya berdasarkan keinginan nafsu. ia akan merasa bahwa hidup sulit dan susah. sejahtera. Jadi. sikap beragama merupakan nilai moral yang baik dalam diri seseorang. 4. dan sentosa. Masyarakat hendaknya senantiasa mensyukuri nikmat Tuhan dan selalu teringat akan semua permberian-Nya. Masyarakat yang beragama kuat maka hidup ini akan terasa indah. Selain itu.6. Berdasarkan beberapa kutipan di atas. Lalu pergilah mereka itu ke pohon itu didapatnya emas itu sudah tiada lagi. Orang yang melakukan perbuatan atas dasar agama yang dimiliki.2 Nilai Moral Negatif Di dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik tidak hanya terdapat nilai moral yang positif. Jadi.

Akibat dari sebuah emas yang mereka temukan. Apabila engkau yaitu Katak lihat lubang Jerapah maka ambil olehmu barang tiga ekor ikan. (HSBDSC hlm. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. 2) Kutipan di atas menggambarkan Si Cerdik menfitnah si Bodoh. Menfitnah seseorang. maka pura-pura engkau mengajak aku. si Cerdik berbuat fitnah terhadap temannya sendiri. si Bodohlah yang mengambil emas itu. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. si Cerdik menfitnah si Bodoh di depan Kadi. lalu si Bodoh tidak dapat berbuat apa-apa atas tuduhan temannya dan si Bodoh hanya bisa menerima tusuhan itu dari si Cerdik. lalu tiada diberi tahu hambamu ini”. tetapi juga di depan bapaknya si Cerdik. bapakku bahwa aku mengaku kepada Kadi bahwa itu pohon kayu tempat emas kami taruhkan berdua dengan si Bodoh. (HSBDSC hlm. ia hanya bisa mendengarkan perkataan anaknya. 4) Kutipan di atas menggambarkan si Cerdik suka menfitnah seseorang.mengambil emas itu. 95 Perbuatan menfitnah dapat timbul kepada siapa saja. agar si Cerdik mendapat emas untuk dirinya sendiri. Si Cerdik menfitnah si Bodoh yang mengambil emas itu. Lalu si Cerdik ingin bapaknya untuk membantunya dalam pengadilan. dan yang ia fitnah adalah temannya sendiri. Ujar si Cerdik “hai. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. bahwa si Bodoh yang mengambil emas itu. Si Cerdik ingin si Bodoh tidak memperoleh emas itu sedikit pun. jikalau dilihat oleh Ular hendak memakan itu niscaya disambarnya dan dibunuhnya akan Ular itu. karena khianat si Bodoh akan hambamu ini. Si Cerdik menceritakan bahwa ia menfitnah si Bodoh di depan Kadi. Maka ujar si Cerdik “ Tuan hamba kadi dihakimkan antara kedua kami ini. Maka engkau hantarkan pada lubang Ular itu. pohon kayu itu akan jadi saksi hilangnya emas itu. melainkan engkau ini khianat”. bahwa emas yang mereka temukan telah diambil si Bodoh. dan orang lain tidak boleh memilikinya. 6) . (HSBDSC hlm. maka si Cerdik menfitnah si Bodoh temannya sendiri. dapat timbul bila seseorang mempunyai rasa dendam pada orang lain. Walaupun bapaknya si Cerdik mengetahui anaknya berbuat fitnah. 2) Si Cerdik tidak hanya menfitnah si Bodoh di depan Kadi. (HSBDSC hlm. Perbuatan menfitnah hal diatas timbul bila sesorang yang ingin memiliki barang itu untuk dirinya sendiri. 94 Selain peristiwa di atas. tetapi emas itu aku ambil dan aku katakan si Bodoh yang mencuri emas itu”. Si Cerdik ingin Kadi mengadili si Bodoh karena berkhianat. Si Bodoh difitnah oleh si Cerdik.

Suatu hari si Cerdik dengan si Bodoh berjalan berdua. Jerapah menganggap bahwa Ular yang telah mencuri ikan tersebut. (HSBDSC hlm.2. Selain itu. Katak melakukan 97 . Jadi. Maka engkau hantarkan pada lubang Ular itu. lalu diambilnya emas itu dibawa pulang ke rumahnya. karena merugikan siapa saja. Hal tersebut terjadi pada peristiwa berikut. Menfitnah adalah suatu perbuatan yang merugikan bagi yang difitnah.2 Mencuri Mencuri merupakan perbuatan yang merugikan orang lain. perbuatan menfitnah adalah suatu hal yang negatif.6. Perbuatan menfitnah dapat muncul kepada siapa saja. Perbuatan mencuri dapat terjadi bila seseorang mempunyai maksud tertentu pada seseorang. Katak mengambil tiga ekor ikan milik Jerapah. Mereka pun mendapat sepotong emas terhantar di jalan raya. Apabila engkau lihat lubang Jerapaya maka ambil olehmu barang tiga ekor ikan. Kemudian Katak ingin melihat Jerapah membunuh Ular karena telah mencuri ikannya. yaitu seseorang mencuri hanya ingin untuk membalas dendam kepada seseorang. maka ia mencuri emas tanpa sepengetahuan si Bodoh. Di dalam kehidupan sekarang ini. orang yang menfitnah pun akan mendapatkan balasan dari apa yang dilakukannya. lalu ikan tersebut diletakkan di tempat Ular. Si Cerdik tidak ingin emas itu dibagi dua. Jadi. Selang berapa hari maka si Cerdik pergilah dengan seorang diri. Lalu Katak menfitnah Ular. perbuatan menfitnah masih dimiliki oleh setiap orang. maka perbuatan menfitnah akan timbul. jikalau dilihat oleh Ular hendak memakan itu niscaya disambarnya dan dibunuhnya akan Ular itu. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. (HSBDSC hlm. sehingga menfitnah merupakan perbuatan yang negatif. 1) Kutipan di atas menggambarkan si Cerdik mengambil emas dan emas itu sebenarnya adalah milik berdua antara si Cerdik dengan si Bodoh. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. Katak mencuri ikan milik Jerapah. Ikan yang dicuri katak diberikan kepada Ular. lalu Ular tersebut akan dimakan oleh jerapah. Perbuatan memfitnah dapat menimbulkan suatu hal yang buruk bagi siapa saja. 6) Katak mencuri untuk membalas dendam kepada Ular. perbuatan menfitnah dapat membuat hidup ini tidak sentosa.Kutipan di atas menggambarkan bahwa Katak ingin membalas dendam pada Ular. Perbuatan mencuri dapat merugikan orang yang dicuri barangnya. Orang mencuri biasanya ingin memiliki barang itu menjadi miliknya sendiri. 96 4. Hanya orang yang mempunyai maksud buruk. Lalu mereka menyimpan emas itu di pohon kayu besar.

Saksi itu melakukan perbuatan bohong karena diminta seseorang. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. (HSBDSC hlm. 4. demikianlah hamba minta kepada bapak”. perbuatan mencuri membawa dampak buruk bagi kehidupan semua orang. Hal ini terjadi pada si Cerdik karena ia ingin memiliki emas temannya. Jika ditanya oleh Kadi itu. Perbuatan mencuri hanya untuk mementingkan keinginan sesaat. Si Cerdik mengatakan bahwa ada saksi sebuah pohon melihat bahwa si Bodoh yang mengambil emas itu. Si Cerdik meminta kepada bapaknya untuk menjadi seperti seorang saksi yang memberi jawaban atas pertanyaan dari Kadi. Biasanya orang yang mencuri ingin dirinya memiliki kepuasan tersendiri. sehingga timbullah perbuatan ingin mencuri. Selain itu. maka hendaklah bapakku menyahut sebagaimana ada orang yang tanya saksi. karena ia telah mengatakan bahwa pohon dapat memberikan kesaksian. tetapi ia tetap melakukan balas dendam pada Ular.perbuatan mencuri atas dasar balas dendam pada Ular. perbuatan mencuri masih ditemukan. barangkali lolos lalu bapakku masuk ke dalam pohon itu. Perbuatan mencuri dalam kehidupan akan menimbulkan kekacauan dan menjadikan hidup ini tidak aman dan sentosa. Jadi. bapakku bahwa aku mengaku kepada Kadi bahwa itu pohon kayu tempat emas kami taruhkan berdua dengan si Bodoh.6. ada juga seorang saksi yang berbohong. Inilah supaya bapakku tolong aku dan supaya emas itu kita peroleh”. tetapi emas itu aku ambil dan aku katakan si Bodoh yang mencuri emas itu”. maka ia menfitnah bahwa temannya yang mengambil emas itu. Sesungguhnya bahwa pohon tersebut tidak dapat berbicara sehingga si Cerdik berbohong bahwa 98 pohon itu dapat menjadi saksi dan berbicara. Perbuatan mencuri tidak hanya terjadi pada masyarakat kalangan atas melainkan kalangan bawah. Saksi . Maka sahut anaknya “hai bapakku pohon kayu itu berlubang. mencuri adalah perbuatan yang negatif karena merugikan orang lain. 4) Kutipan di atas menggambarkan si Cerdik telah berbohong kepada Kadi atau hakim. tetapi si Cerdik membuat pohon itu dapat berbicara karena di dalam pohon tersebut terdapat Bapak si Cerdik.2. Katak berpikir bahwa perbuatannya akan merugikan orang lain. pohon kayu itu akan jadi saksi hilangnya emas itu. Bila dilihat pada kehidupan sekarang ini. Selain peristiwa di atas. Orang yang mencuri mempunyai maksud tertentu hanya untuk dirinya sendiri. Ujar si Cerdik “hai. Sesungguhnya pohon itu tidak dapat dijadikan saksi karena tidak dapat berbicara.3 Berbohong Orang akan melakukan apa saja untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya. Banyak orang ingin memiliki barang orang lain.

itu sebuah pohon yang di dalamnya ada orang tua. Maka Kadi bertanya demikian katanya “ hai pohon kayu siapa yang telah mengambil emas itu. lalu ia berkata “ya temanku jikalau hamba tahu akan anak saudaraku diterbangkan oleh Rajawali niscaya aku berbatalah daripadanya”. Peristiwa tersebut ada pada kutipan berikut. Pohon mengatakan bahwa si Bodoh yang mengambil emas itu. (HSBDSC hlm. ada juga orang yang berbohong terhadap temannya. maka tiba-tiba besimu itu tiada kelihatan dan telah habis dimakan oleh tikus”. Maksud Barzagan membohongi temannya. katalah 99 kepada aku”. Perbuatan bohong tersebut telah merugikan si Bodoh. maka akupun tersadar akan hendak memperbaiki gudang itu. ia ingin memiliki besi seratus kati itu. 8) Kutipan di atas menggambarkan seorang saksi berbohong pada Kadi atau hakim. Maka saya pohon kayu itu “si Bodohlah yang mengambil emas itu”. dan pohon itu berbohong dalam memberikan kesaksian. Perbuatan berbohong tersebut telah merugikan si pemilik besi itu. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. Berikut ini juga termasuk kutipan teman yang berbohong kepada temannya sendiri. Saksi tersebut berbuat bohong karena keinginan orang yang mencuri emas yaitu si Cerdik. Maka si Bodoh dan si Cerdik bersama-sama telah sampai kepada pohon kayu. aku taruh besi itu didalam gudang berapa lamanya kemudian. 11) Kutipan di atas mengambarkan Amin berbohong pada Barzagan temannya sendiri. Lalu ia pergi kepada Amin dan ia berkata “hai temanku Amin adakah tuan mendengar khabar anak hamba lenyap. Ia melakukan kebohongan karena ingin memiliki barang temannya tersebut. Pada esok harinya Kadi pun datang kepada pohon kayu itu dengan segala jamaahnya. Selain itu. Barzagan pun merasakan bagaimana dirugikan atas perbuatan yang telah dilakukannya . Ia berbohong dengan sebuah perkataan yang mustahil. 9-10) Kutipan di atas menjelaskan bahwa Barzagan mengatakan besi milik temannya telah habis dimakan tikus ketika disimpan dalam gudang. Amin berbohong karena ia ingin membalas dendam pada Barzagan yang pernah membohongi Amin.” Maka Amin pun terkejut mendengar kata 100 Barzagan itu. (HSBDSC hlm. (HSBDSC hlm. Amin mengatakan bahwa anak Barzagan diterbangkan atau dibawa Rajawali. Ia mengatakan bahwa besi seratus kati kepunyaan temannya telah habis dimakan tikus. Maka kata Barzagan “engkau yang punya besi itu.

Di dalam kehidupan sekarang ini. jikalau dilihat oleh Ular hendak memakan itu niscaya disambarnya dan dibunuhnya akan Ular itu. tetapi kebohongan apa pun pasti dapat terbongkar dengan adanya suatu kebenaran. Sikap balas dendam dimiliki oleh orang yang mempunyai niat jahat pada orang lain. sehingga hidup ini akan terasa tidak sentosa dan tidak aman. Balas dendam merupakan perbuatan yang negatif karena merugikan orang lain. Sikap balas dendam itu telah merugikan Ular. masih juga ditemukan sikap balas dendam. . Sikap ini hanya menguntungkan diri sendiri dan merugikan orang banyak. dan Katak ingin Ular dimakan oleh Jerapah.6. berbohong merupakan perbuatan yang negatif. Jadi. Setelah itu Katak pun berpikir dalam hatinya akan kesedihannya ini. lalu 101 Katak ingin balas dendam atas perbuatan Ular. karena merugikan orang lain. Berbohong merupakan perbuatan yang merugikan orang lain.ketika membohongi Amin. tetapi dapat juga merugikan dirinya sendiri.4 Balas Dendam Sikap balas dendam dapat muncul bila seseorang mempunyai rasa marah dan disakiti oleh orang lain. Balas dendam biasanya dimiliki orang yang mempunyai maksud buruk pada orang lain. Katak ingin balas dendam pada Ular karena ia marah akan perbuatan Ular. Sikap dendam hanya menguntungkan diri sendiri yang hanya bersifat sesaat saja. Sikap balas dendam dapat terjadi kepada siapa saja. Katak sangat sedih dan menderita karena Ular selalu memakan semua anak Katak. 6) Kutipan di atas menggambarkan Katak ingin balas dendam kepada Ular. agar Ular dimakan oleh Jerapah. Sikap balas dendam akan timbul pada siapa saja. 4. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. Biasanya perbuatan balas dendam berupa kekerasan fisik. Perbuatan berbohong dapat dilakukan oleh setiap orang. sikap balas dendam merupakan sikap yang negatif atau sikap yang buruk. Sikap balas dendam akan membuat dampak yang buruk bagi kehidupan. Katak ingin Ular itu tidak mengganggunya lagi. Apabila engkau lihat lubang Jerapaya maka ambil olehmu barang tiga ekor ikan. seperti perkelahian dan saling membunuh. Balas dendam dapat terjadi bila seseorang mempunyai rasa sakit hati pada orang lain. karena 102 banyak terjadi orang yang saling balas dendam. Rencana tersebut pun dilakukan oleh Katak. Maka pada masa itu luputlah engkau daripada bahaya seteru itu.2. Jadi. Lalu Katak membuat rencana untuk menfitnah Ular. (HSBDSC hlm. Ular yang mempunyai sikap serakah. Maka engkau hantarkan pada lubang Ular itu. Hidup ini akan terasa tidak aman.

Maka ujar bapanya “ada seekor Katak berhampiran liang dengan Ular lalu tiap-tiap Katak itu beranak dimakan oleh ular itu”. (HSBDSC hlm.6.Di dalam hikayat ini banyak terdapat sikap negatif yang dapat dijadikan contoh pengajaran dalam kehidupan. 1-2) Kutipan di atas mengambarkan si Cerdik yang mengambil emas milik hasil temuan dirinya dengan si Bodoh. Ia hanya ingin hidup. Si Cerdik tidak ingin emas itu dibagi oleh si Bodoh. karena sikap negatif selalu membawa akibat buruk atau jahat bagi manusia. 5) Kutipan di atas menggambarkan bahwa tempat tinggal Ular berdekatan dengan Katak. walaupun tempat tinggal mereka berdekatan. lalu ia mengambilnya dan dibawa pulang untuk diri sendiri. yang seharusnya dibagi dua. maka ia . telah merugikan si Bodoh. Maka bertemu dengan lubang Katak. Maka Jerapaya pun berjalan-jalan antara itu. Lalu mereka pulang ke rumahnya. Hal yang dilakukan Jerapah terdapat pada kutipan berikut ini. maka dilihatnya oleh Jerapaya itu Katak anak beranak hendak keluar maka dimakannya oleh Jerapaya.5 Serakah Serakah adalah salah satu perbuatan yang ingin memiliki sesuatu benda untuk dirinya sendiri. Selang berapa hari maka si Cerdik pergilah dengan seorang diri. Selain perbuatan Ular yang seperti itu. 103 Selain peristiwa di atas. lalu diambilnya emas itu dibawa pulang ke rumahnya. sebenarnya emas tersebut adalah milik mereka berdua.2. Perbuatan serakah dapat timbul pada diri seseorang yang mempunyai niat yang buruk. Setelah itu maka dibawalah emas itu dan ditaruhnya kepada suatu pohon kayu yang besar. Maka dilihatnya ikan tiada Ular pun tiada di lubangnya. Jadi. Biasanya perbuatan serakah hanya menguntungkan diri sendiri dan merugikan orang lain. 6-7) Perbuatan di atas menggambarkan Jerapah yang mengikuti hawa nafsu untuk memakan hewan yang ada di depannya. Ular selalu membuat Katak bersedih. ada juga perbuatan Jerapah seperti Ular yang suka makan. Katak itu habis semuanya dimakan. Sikap si Cerdik yang serakah itu. Peristiwa tersebut ada pada kutipan berikut ini. karena telah merugikan Katak. Perbuatan serakah yang dilakukan Ular adalah nilai moral yang negatif. 4. (HSBDSC hlm. Jerapah tidak melihat apa pun yang dapat dimakannya. ada sebuah cerita bahwa Ular selalu memakan semua anak Katak. tetapi Ular selalu memakan semua anak Katak dan yang tersisa hanya seekor Katak. karena telah merugikan orang lain. Perbuatan Ular itu adalah serakah. (HSBDSC hlm. Peristiwa tersebut ada pada kutipan beriku ini. Perbuatan yang dilakukan Ular yaitu serakah karena ia hanya mementingkan diri sendirinya untuk makan.

harus banyak makan. Selain peristiwa di atas. Jerapah memakan semua anak Katak dan induk 104 Katak tersebut. 9) Sikap serakah akan timbul bila seseorang mengikuti hawa nafsunya. maka serakah merupakan sikap negatif atau nilai moral yang buruk. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. Hidup dengan perbuatan serakah. terdapat pula perbuatan serakah pada sahabatnya sendiri. Lalu oleh Barzagan dijual besi itu. dan banyak merugikan orang lain. Barzagan ingin besi milik Amin menjadi miliknya. (HSBDSC hlm. Perbuatan serakah timbul karena mempunyai maksud buruk. Kemudian ia pergi kerja. maka hidup ini akan penuh dengan kekacauan. Maka ada padanya besi seratus kati itulah dibawa kepada seorang sahabatnya bernama Barzagan ditaruhnya disitu. masih juga ditemukan perbuatan serakah. Perbuatan serakah selalu merugikan orang lain. Saat ini. Perbuatan serakah Jerapah telah merugikan makhluk yang ada di sekitarnya. Barzagan yang serakah atas besi yang dimiliki Amin sahabatnya. Perbuatan serakah akan selalu merugikan orang lain. Bila perbuatan serakah terus meningkat. Di dalam kehidupan sekarang ini. keserakahan banyak terjadi yaitu serakah akan harta. Hal tersebut terlihat seperti kutipan di atas. . Perbuatan serakah hanya menguntungkan bagi diri sendiri. maka hidupnya akan sengsara dan tidak bahagia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful