KAJIAN FILOLOGIS DALAM HIKAYAT CERITA SEORANG BODOH DAN SEORANG CERDIK DAN INTERPRETASI NILAI MORAL

SKRIPSI untuk memperoleh gelar Sarjana Sastra

oleh Nama NIM : Wikurnia : 2150402007

Program Studi : Sastra Indonesia Jurusan Indonesia : Bahasa dan Sastra

FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2006

SARI Wikurnia. 2006. Kajian Filologis dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dan Nilai Moral. Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I : Yusro Edy Nugroho, S.S, M. Hum, Pembimbing II : Sumartini, S.S.

Kata kunci : filologi, hikayat, cerita berbingkai, suntingan teks, dan nilai moral.

Naskah tulisan tangan adalah salah satu bentuk warisan kebudayaan Indonesia yang kurang mendapat perhatian dari masyarakat dibandingkan dengan peninggalan-peninggalan klasik lainnya, seperti candi dan prasasti. Ilmu khusus yang dapat menelaah naskah tulisan tangan yaitu ilmu filologi. Salah satu naskah yang dapat dijadikan objek penelitian filologi adalah naskah yang berbentuk hikayat. Hikayat dikaji secara filologi untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, salah satunya adalah nilai moral. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini diarahkan pada analisis kajian filologi dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dan nilai moral. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap isi cerita dan nilai moral dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik sehingga dapat dibaca, dinikmati dan bermanfaat bagi masyarakat saat ini. Manfaat penelitian ini secara teoretis dapat menjadi masukan bagi teori filologi dalam memberikan informasi mengenai isi Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik terutama nilai moral yang terdapat di dalamnya. Adapun manfaat secara praktis diharapkan dapat membentuk watak generasi muda yang berbudi luhur dan dapat mengembangkan kepribadian diri membentuk moralitas yang baik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan filologi. Teori yang digunakan yaitu teori filologi dan nilai moral. Data penelitian yang dipakai berupa kalimat dan paragraf atau pernyataan yang terdapat dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik yang

mengandung informasi tentang nilai moral. Adapun sumber data penelitian ini adalah Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik tebal 13 halaman, berkode ML 229, dan merupakan naskah koleksi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam menganalisis data adalah metode naskah tunggal edisi standar. Selain itu, dijelaskan pula tentang teknik analisis data dan langkah kerja dalam penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kajian filologi yang dilakukan secara mendalam, dapat mengungkap isi cerita dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik sehingga dapat dibaca dan dinikmati masyarakat saat ini. Nilai moral yang ditemukan dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dari segi nilai moral positif meliputi: sikap adil, sikap jujur, kasih sayang, percaya, menolong, bertanggung jawab, dan beragama. Adapun nilai moral yang ditemukan dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dari segi nilai moral negatif meliputi: menfitnah, mencuri, berbohong, balas dendam, dan serakah. Berdasarkan temuan tersebut, saran yang dapat disampaikan adalah: 1) dengan adanya penelitian ini diharapkan akan muncul usaha-usaha baru dalam penelitian filologi di masa yang akan datang; 2) dengan adanya hasil penelitian ini diharapkan pembaca dapat menerapkan nilai moral yang ada dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dalam kehidupan sehari-hari.

Kebudayaan yang ada inimemiliki ciri khas kenusantaraan yaitu Bhineka Tunggal Ika. dan naskah lama yang biasa ditemukan dalam bentuk warisan kebudayaan. Kebudayaan-kebudayaan yang merupakan peninggalan masa lampau dapat berwujud fisik dan nonfisik. seperti tata karma. norma-norma kehidupan. dan lain-lain. kebudayaan. juga disebabkan keberadaannya yang pada umumnya tersimpan di lemari-lemari penduduk .1 Latar Belakang Masalah Indonesia dihuni oleh berbagai suku bangsa yang memiliki sejarah. Artinya.BAB I PENDAHULUAN 1. dan bahasa daerah. namun mereka tetap memiliki persamaan-persamaan dasar yang satu. Adapun kebudayaan yang berbentuk nonfisik adalah nilai-nilai budaya. meskipun kebudayaan-kebudayaan daerah di kepulauan nusantara itu telah tumbuh dan berkembang sendiri-sendiri sesuai dengan kondisi alam geografisnya dan cenderung berbeda-beda. Kebudayaan yang berbentuk fisik adalah candi. prasasti. Hal ini selain karena bentuk tampilan yang kurang menarik. adat istiadat. adat istiadat. Naskah tulisan tangan adalah salah satu bentuk warisan kebudayaan Indonesia yang kurang mendapat perhatian dari masyarakat dibandingkan dengan peninggalan-peninggalan klasik lainnya. seperti candi dan prasasti.

dan kulit kayu yang menyimpan berbagai ungkapan pikiran dan perasaan sebagai hasil budaya bangsa masa lampau. yaitu yang mengandung pengajaran dan bimbingan moral. disajikan secara simbolis sebagai fabel seperti Hikayat Pelanduk Jenaka. peribahasa. Selain itu. syair. Sifat utile diartikan sebagai mengandung pengajaran dan keteladanan.dan museum. terutama tentang kearifan hidup bermasyarakat dan kehidupan beragama. Prosa sastra Melayu klasik lazim disebut hikayat karenapada umumnya judul prosa sastra Melayu klasik didahului dengan kata hikayat. serta sulit mengetahui maknanya tanpa penelaahan dengan disiplin ilmu khususnya. Filologi dapat diartikan sebagai cinta pada ilmu dengan objek penelitiannya naskah. Naskah dapat diartikan sebagai semua bentuk tulisan tangan nenek moyang kita pada kertas. gurindam. Sifat didaktis yang tersamar di dalam cerita. Tujuan filologi adalah untuk menemukan bentuk asal dan bentuk mula teks dan mengungkapkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. terkesan bahwa pada umumnya karya sastra bersifat didaktis instruktif. serta berbagai pula topik yang dibawakannya. Ilmu khusus yang dapat menelaah naskah tulisan tersebut yaitu ilmu filologi. dan lain-lain (Djamaris 1990:12). pantun. Naskah kuno yang merupakan karya sastra klasik dikelompokkan dalam dua kelompok yaitu prosa dan puisi (drama tidak dikenal dalam sastra Melayu klasik). lontar. ada pula yang lebih langsung mengajarkan masalah agama atau kebajikan memerintah seperti Bustanussalatin. talibun. Menurut Sudjiman (1994:15) karya sastra lama ada berbagai ragam (genre) dan jenisnya. Karya-karya itu biasanya beragam prosa tetapi ada juga yang beragam puisi seperti Syair Rukun Haji dan Syair Nasihat Bapa kepada Anaknya. Adapun sifat dulce diwujudkan di dalam kemerduan permainan . Jenis karya sastra yang termasuk puisi adalah mantra. atau sebagai cerita bingkaian yang terdiri atas sejumlah cerita yang berisi pengajaran hidup seperti Hikayat Seribu Satu Malam.

Biasanya seorang tokoh atau lebih bercerita dan giliran tokoh dalam cerita itu bercerita pula. 1. cerita berbingkai disebut Akhyayika yang berarti cerita dan katha yang berarti menyenangkan. misalnya untuk membuktikan kebenaran kata-katanya. cerita berbingkai di India dapat dibagi dalam tiga golongan. Menurut Winternitz (dalam Fang 1993:1-2) berdasarkan tujuannya yang berbeda-beda. Di India. Cerita berbingkai adalah cerita yang di dalamnya mengandung cerita lain (pelaku atau peran di dalam cerita itu bercerita) (Kamus Besar Bahasa Indonesia 2002:210). misalnya cerita Jenaka dan cerita-cerita Budhis serta Jaina lainnya. Ciri cerita berbingkai ialah bahwa dalam cerita berbingkai binatangbinatang selalu diberi sifat manusia. Cerita yang dikumpulkan untuk memberi ajaran agama.bunyi. menyejukkan perasaan. menurut Fang (1993:1) di dalam sastra Melayu ada beberapa cerita berbingkai yang terkenal. . dan Hikayat Bakhtiar. Di dalam cerita sisipan itu mungkin ada cerita sisipan lagi sehingga pada akhirnya cerita itu menjadi panjang dan luas. yaitu Hikayat Bayan Budiman. Hikayat adalah cerita tentang kehidupan seseorang. tetapi juga pandai memberi nasihat kepada tuan mereka tentang berbagai masalah yang dihadapi oleh manusia (Fang 1993:1). Binatang-binatang ini tidak hanya pandai bercerita. Hikayat Kalilah dan Dimnah. Hikayat dapat berisi tentang cerita berbingkai. Salah satu naskah yang dapat dijadikan objek penelitian filologi adalah naskah yang berbentuk hikayat. serta gaya bahasa dan majas dengan penyajian yang memikat. keteraturan irama. Cerita berbingkai ini berasal dari India dan datang ke kepulauan ini dengan melalui berbagai jalan yang biasanya di dalamnya disisipkan cerita-cerita lain. dan menimbulkan rasa keindahan sehingga kenyataan hidup yang kurang menyenangkan terlupakan sesaat (Sudjiman 1994:15). Sementara itu.

Ajaran moral tidak dipentingkan. setiap kebudayaan memiliki pilihan binatang sendiri untuk melukiskan jenis watak manusia tertentu (Anonim 1997:242). nilai moral. . 3. nilai moral juga dapat dipakai sebagai pedoman hidup masa yang akan datang dan dapat memberikan dampak yang baik bagi masyarakat.2. Nilai moral dapat diartikan sebagai konsep ide tentang tindakan manusia yang diterima untuk suatu masyarakat tertentu mengenai perbuatan akhlak budi pekerti dan kesusilaan yang dijunjung tinggi dan menjadi pedoman dalam berperilaku di masyarakat. Cerita yang bertujuan memberi hiburan semata-mata. Sifat manusia tertentu diwujudkan dalam binatang tertentu. Cerita yang bertujuan memberi ajaran politik dan pengetahuan duniawi. nilai estetis. nilai hiburan. Fabel dapat diartikan cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang (berisi pendidikan moral dan budi pekerti) (Kamus Besar Bahasa Indonesia 2002:312). Tokoh binatang kancil pada fabel Indonesia sama dengan tokoh rubah pada fabel Eropa yang menggambarkan keunggulan pikiran atas keunggulan fisik. keagamaan. Selain itu. Tujuan cerita binatang untuk menyajikan ajaran moral. dan masih banyak lagi nilai-nilai yang dibutuhkan dalam kehidupan manusia (Yunus 1990:105). Biasanya yang menjadi pelakunya binatang atau kadang-kadang manusia dan binatang. Di dalam cerita berbingkai tersebut terdapat cerita berupa fabel. Fabel sebagai salah satu bentuk sastra imajinatif yang diungkapkan secara lisan atau tulisan mengandung makna berbeda dari apa yang tersurat. nilai budaya. misalnya Vetalapancavimsati dan Sukasaptati. antara lain nilai sosial. Jadi. salah satunya adalah nilai moral. misalnya Pancatantra dan kumpulan cerita yang lainnya. Hikayat dikaji secara filologi untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Nilai-nilai yang ada di dalam karya sastra biasanya mencakup berbagai aspek kehidupan.

Si Cerdik hanya ingin memililiki emas itu sendiri lalu ia menfitnah si Bodoh yang mencuri emas itu dan si Cerdik ingin Bodoh diadili. Selain itu. Adapun ringkasan cerita Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik sebagai berikut: Ringkasan cerita yang pertama yaitu si Cerdik menginginkan sebuah emas yang ditemukan si Cerdik dan si Bodoh di jalan. Dalam hikayat tersebut terdapat tiga buah cerita yang mencakup yang pertama. karena Ular itu memakan semua anak Katak. Maka Jerapah akan memakan Ular tersebut karena mencuri tiga ekor ikannya. Inilah cerita yang kedua yaitu hikayat liang Katak yang berdekatan dengan liang Ular. cerita seorang Bodoh dan seorang Cerdik dan yang di dalamnya ada sebuah cerita yang berbentuk fabel berupa cerita liang Katak berhampiran dengan liang Ular dan cerita yang ketiga dalam hikayat tersebut berupa cerita besi seratus kati dimakan tikus dan rajawali menerbangkan anak-anak. Katak melakukan hal tersebut tetapi bukan Ular yang dimakan Jerapah.Di dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik menurut penulis terdapat muatan moral. melainkan Katak yang dimakan Jerapah. Bapak si Cerdik bercerita “bahwa Katak ingin membalas dendam kepada Ular. Lalu Katak itu menfitnah Ular dengan cara ia mencuri tiga ekor ikan milik Jerapah. maka dapat membentuk watak generasi muda yang berbudi luhur dan dapat menjadikan jiwa yang teguh. Hal yang menarik dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik adalah ceritanya berbingkai. karena Jerapah tidak melihat Ular ditempatnya tetapi melihat Katak yang sedang beranak”. Sebelum bapaknya si Cerdik menuruti permintaan anaknya. Lalu si Cerdik membohongi Kadi atau hakim bahwa ada seorang saksi yaitu pohon besar. Bila ajaran moral ini digali dan diungkapkan. jika ajaran moral diterapkan dalam kehidupan masyarakat maka hidup ini akan sentosa. lalu ikan itu ia taruh di liang Ular. Hikayat ini diceritakan agar si Cerdik . Bapaknya si Cerdik menceritakan sebuah hikayat bahwa perbuatan menfitnah dapat merugikan diri sendiri.

Amin mempunyai seorang teman yang bernama Barzagan. Kebohongan terbongkar. 1.3 Rumusan Masalah . Barzagan menemui Amin. tetapi Barzagan menyembunyikan emas itu. Dari ringkasan cerita di atas. dan bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya. Barzagan mengatakan sebenarnya bahwa besi Amin masih ada pada Barzagan. maka pembatasan masalah dapat difokuskan pada “kajian filologis dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dan interpretasi nilai moral”.2 Pembatasan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. Lalu Amin mengatakan bahwa ia melihat bahwa anaknya Barzagan diterbangkan oleh Rajawali. lalu si Cerdik ditangkap dan si Cerdik pun mengembalikan emas itu kepada si Bodoh. Ringkasan cerita yang ketiga yaitu. Lalu Barzagan berpikir bahwa anaknya ada pada Amin. Keesok harinya pohon kayu yang di dalamnya terdapat Bapak si Cerdik itu pun menjadi saksi. bahwa hikayat tersebut mengandung nilai moral yang dapat memberikan manfaat bagi generasi selanjutnya untuk membentuk moralistas yang baik.untuk menyesali perbuatannya. Amin mengembalikan anak Barzagan dan Barzagan mengembalikan besi seratus kati itu. 1. Jadi. Barzagan mengatakan kepada Amin bahwa besinya telah habis dimakan tikus. dinikmati. Lalu Amin pun ingin membuktikan hal tersebut lalu ia menyembunyikan anaknya Barzagan. penulis tertarik untuk memilih hikayat tersebut untuk dikaji secara filologis dan juga akan dianalisis interpretasi nilai moralnya sehingga dapat dibaca. Barzagan tidak percaya akan perkataan Amin. Amin menitipkan emas seratus kati kepada Barzagan.

Bab-bab tersebut sebagai berikut ini. Mengungkap kajian filologis Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik sehingga dapat dibaca dan dinikmati masyarakat saat ini.5 Manfaat Manfaat yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah secara teoretis dapat menjadi masukan bagi teori filologi dalam memberikan informasi mengenai isi Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik terutama nilai moral yang terdapat di dalamnya.Berdasarkan pembatasan masalah di atas. Mengungkap nilai moral dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya. 1. Adapun manfaat secara praktis diharapkan dapat membentuk watak generasi muda yang berbudi luhur dan dapat mengembangkan kepribadian diri membentuk moralitas yang baik. 1. Bab satu adalah . Nilai moral apa sajakah yang terdapat dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik? 1. Bagaimana kajian filologis dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik? 2.6 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan skripsi ini diuraikan bab demi bab secara berurutan. 2. 1.4 Tujuan Sesuai dengan masalah yang telah diungkapkan di atas maka tujuan penelitian ini. 1. maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut ini.

Kemudian arti ini berkembang menjadi „senang belajar‟. transliterasi. Filologi pernah diartikan sebagai hermeneutik atau ilmu tafsir teks yang dihubungkan dengan bahasa dan kebudayaan masyarakat yang memiliki teks tersebut. dan metode penyuntingan teks. manfaat penelitian. . 1. dan interpretasi nilai moral. dan langkah-langkah penelitian. Nilai moral mencakup pengertian nilai dan pengertian nilai moral. dan pengertian fabel. Pada kata filologi. pengertian transliterasi. Filologi mencakup pengertian filologi dan objek filologi. rumusan masalah. kritik teks.pendahuluan yang mencakup latar belakang masalah. dan sistematika penulisan.1. kesastraan. dan kebudayaan. hikayat. kedua kata tersebut membentuk arti „cinta kata‟ atau „senang bertutur‟. pembatasan masalah.1 Filologi 2. kata sulit (glosarium). suntingan teks. Kritik teks mencakup pengertian kritik teks. Interpretasi nilai moral mencakup nilai moral positif dan nilai moral negatif dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik. dan nilai moral . BAB II LANDASAN TEORETIS 2. Bab dua adalah landasan teoretis yang berisikan filologi. Bab empat adalah analisis kajian filologis dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dan interpretasi nilai moral yang berisikan deskripsi naskah. dan „senang kebudayaan‟. Hikayat mencakup pengertian hikayat. metode penelitian. teknik penelitian data. „senang ilmu‟. tujuan penelitian. Bab lima adalah penutup yang berisikan simpulan dan saran. Kata filologi menurut etimologi. pengertian cerita berbingkai. Bab tiga adalah metode penelitian yang mencakup data dan sumber data penelitian. aparat kritik.1 Pengertian Filologi Menurut Baried (1983:1) pengertian filologi adalah suatu pengetahuan tentang sastra-sastra dalam arti luas yang mencakup bidang kebahasaan. filologi berasal dari kata Yunani philos yang berarti „cinta‟ dan kata logos yang berarti „kata‟. Filologi sebagai istilah mempunyai beberapa arti sebagai berikut (Baried. 1983:2).

dan kertas. Di Indonesia bahan naskah yaitu dapat berupa lontar. Filologi pernah diartikan sebagai ilmu sastra karena yang dikaji karya sastra. sastra.2. kayu. pendidikan. Lubis (2001:16) menjelaskan pengertian filologi adalah pengetahuan tentang sastra-sastra dalam arti luas yang mencakup bidang bahasa. 2. khususnya sastra klasik agar siap dikaji. 3. sedangkan dalam bahasa Belanda disebut handschrift (Djamaris 1990:11). bambu. Tulisan-tulisan pada kertas disebut naskah. Filologi ada juga yang mengartikan sebagai studi bahasa atau linguistik. 13 Menurut Sudardi (2001:3) objek penelitian filologi adalah teks dari masa lalu yang tertulis di atas naskah yang mengandung nilai budaya.1. tidak terkecuali filologi yang bertumpu pada kajian naskah dan teks klasik. menurut Dipodjojo (1996:7) naskah ialah segala hasil tulisan tangan yang menyimpan berbagai ungkapan cipta.2. dan kertas Eropa. Penyebutan istilah „klasik‟ pada teks-teks Nusantara pada hakekatnya lebih ditekankan kepada masalah waktu dan periode masa lampau yang di Indonesia biasanya disebut dengan “pramodern” yaitu suatu kondisi waktu di mana pengaruh Eropa belum masuk secara intensif (Lubis 2001:25). Naskah menurut Ikram (1994:3) adalah wujud fisik dari teks. Tidak jauh berbeda dengan pendapat Baried. Jadi. dan karsa manusia yang hasilnya disebut hasil karya . bahasa. rotan. rasa. dan tempat penyimpanan naskah. seperti semua bahan tulisan tangan yang disebut naskah (handschrift). Sementara itu. dan sebagainya.1 Naskah Menurut Baried (1983:54) naskah merupakan benda kongkret yang dapat dilihat atau dipegang. 2. 12 4. adat istiadat.1. Naskah-naskah yang menjadi objek material penelitian filologi adalah naskah yang ditulis pada kulit kayu. bambu. kesenian. menurut penulis filologi yaitu ilmu yang mempelajari naskah disertai pembahasan dan penyelidikan kebudayaan bangsa berdasarkan naskah klasik. perlu dibicarakan hal-hal mengenai seluk-beluk naskah. menurut Sudardi (2001:1) pengertian filologi adalah suatu disiplin ilmu yang meneliti secara mendalam naskah-naskah klasik dan kandungannya. Saat ini filologi ada yang mengartikan sebagai ilmu bantu sastra karena filologi menyiapkan teks-teks sastra. lontar. Sementara itu. Dari naskah klasik itulah orang dapat mengetahui latar belakang kehidupan masyarakat pada zaman lampau misalnya. Filologi pernah diartikan sebagai ilmu pengetahuan tentang segala sesuatu yang pernah diketahui orang. Oleh karena itu. dalam bahasa Inggris naskah disebut dengan istilah manuscript. teks. agama.2 Objek Filologi Setiap ilmu mempunyai objek penelitian . Adapun menurut Baried (1983:3-4) filologi mempunyai objek naskah dan teks. dan kebudayaan.

Sebagian naskah lainnya masih tersimpan dalam koleksi perseorangan. Jerman. Rusia. secara garis besar dapat disebutkan ada tiga macam teks yaitu: teks lisan. Singapura. Adapun pemurnian teks disebut kritik teks. India. kritik teks berusaha menentukan mana di antaranya yang otoriter dan yang asli. Kanada. baik yang tergolong dalam arti umum maupun dalam arti khusus yang semuanya merupakan rekaman pengetahuan masa lampau bangsa pemilik naskah.2. Jadi.1. menurut Sutrisno (dalam Djamaris 1991:11-12) tujuan kritik teks adalah menghasilkan suatu teks yang paling mendekati teks asli. Jika terdapat berbagai teks dalam karangan yang sama. Austria. Naskah-naskah teks Nusantara pada saat ini sebagian tersimpan di museum-museum di 28 negara. identitas pengarang. Indonesia. Selandia Baru. . Italia. Belgia. yaitu Afrika Selatan. Polandia. 2. dan keautentikan karangan. Teks filologi ada yang berupa teks lisan dan teks tulisan. dan Vatikan (Chambert-Loir 1999:203-243). Denmark. Teks lisan 14 yaitu suatu penyampaian cerita turun-temurun lalu ditulis dalam bentuk naskah. Swiss. Norwegia.3 Tempat Penyimpanan Naskah Naskah biasanya disimpan pada berbagai perpustakaan dan museum yang terdapat di berbagai negara. sedangkan teks adalah isi dari naskah yang di dalamnya mengandung amanat. Australia.2 Kritik Teks 2. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan objek filologi berupa yaitu naskah dan teks. Sementara itu. Prancis. Teks terdiri dari isi dan bentuk.2 Teks Menurut Baried (1983:4) teks adalah sesuatu yang abstrak. Teks tulisan dapat berupa tulisan tangan (yang disebut naskah) dan tulisan cetakan. Ceko. Malaysia.2. menurut Lubis (2001:30) teks adalah kandungan atau isi naskah.sastra. teks tulisan.1.2. Thailand. Spayol. Menurut Sudjiman (dalam Djamaris 1991:11) pengertian kritik teks yaitu pengkajian dan analisis terhadap naskah dan karangan terbitan untuk menetapkan umur naskah. Irlandia.1 Pengertian Kritik Teks Menurut Han (dalam Djamaris 1991:11) inti kegiatan filologi dapat dikatakan penepatan bentuk sebuah teks yang paling autentik. Swedia. Naskah itu kemudian mengalami penyalinanpenyalinan dan selanjutnya dicetak. Tujuan penelitian filologi ialah mengungkapkan kembali kata-kata semurni mungkin. Inggris. dan teks cetakan. Usaha ini dilakukan untuk merekontruksi teks. naskah adalah hasil tulisan tangan yang 15 berwujud fisik dan di dalamnya mengandung nilai-nilai. 2. Sementara itu. Belanda. Portugal. 2. Isi teks mengandung ide-ide atau amanat yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca. Jepang. Di dalam proses penurunannya.

Metode Diplomatik Metode diplomatik adalah metode yang kurang lazim digunakan dalam penyuntingan naskah.3 Metode Penyuntingan Teks Menurut Djamaris (1991:15) penyuntingan naskah tunggal dapat dilakukan dengan dua metode. Metode ini digunakan apabila isi cerita . dan f. membagi teks dalam beberapa bagian. penggantian jenis aksara (yang pada umumnya kurang dikenal) dengan aksara dari abjad yang lain (yang dikenal dengan baik). Demikian pula isi naskah telah tersusun kembali seperti semula dan bagian-bagian naskah yang tadinya kurang jelas dijelaskan sehingga seluruh teks dapat dipahami sebaik-baiknya. Metode ini digunakan apabila isi naskah dianggap sebagai cerita biasa.Teks asli oleh peneliti filologi sudah dibersihkan dari kesalahan yang terjadi selama penyalinan berulang kali. 16 2. Sementara itu. b. Metode Standar (biasa) Metode strandar adalah metode yang digunakan dalam penyuntingan teks naskah tunggal. 17 1. 2.2 Pengertian Transliterasi Baried (1983:65) berpendapat transliterasi adalah penggantian jenis tulisan dari huruf demi huruf dan dari abjad yang satu ke abjad yang lain. membuat catatan perbaikan atau perubahan. Adapun pendapat Sudjiman (1994:99) transliterasi yaitu ahli aksara.2. khususnya penulisan kata. 2. Penulisan kata yang menunjukkan ciri ragam bahasa lama dipertahankan bentuk aslinya. tidak disesuaikan penulisannya dengan penulisan kata menurut Ejaan Yang Disempurnakan supaya data mengenai bahasa lama dalam naskah tidak hilang (Djamaris. Tujuan penggunaan metode standar adalah untuk memudahkan pembaca atau peneliti dalam membaca dan memahami teks. memberi komentar. c. Tranliterasi merupakan salah satu langkah dalam penyuntingan teks yang ditulis dengan huruf Arab Melayu. misalnya huruf Arab-Melayu ke huruf Latin. 1991: 4-5). mentransliterasi teks. sehingga tidak perlu diperlakukan secara khusus atau istimewa. Salah satu tugas peneliti filologi dalam transliterasi adalah menjaga kemurnian bahasa lama dalam naskah. d. bukan cerita yang dianggap suci atau penting dari sudut agama dan bahasa.2. e. tafsiran (informasi di luar teks). menyusun daftar kata sukar (glosari). Hal-hal yang perlu dilakukan dalam edisi standar yaitu: a. menurut Lubis (2001:80) transliterasi adalah penggantian dari huruf demi huruf dan dari satu abjad ke abjad yang lain. Pendapat tersebut senada dengan Sudardi (2001:29) yang menjelaskan pengertian transliterasi adalah pengalihan dari huruf ke huruf dan dari abjad yang satu ke abjad yang lain. membetulkan kesalahan teks.

keagamaan. undangundang. Di dalam suntingan teks yang menggunakan metode diplomatik. Hasil reproduksi fotografis disebut facsimile. Salah satu hasil sastra Melayu tradisional adalah hikayat. cerita. Di dalam bentuk yang paling sempurna metode ini adalah reproduksi fotografis. Hikayat diturunkan dari bahasa Arab hikayat yang berarti kisah. sehingga diperlukan perlakuan khusus atau istimewa. pembangkit semangat juang. Komentar mengenai kemungkinan perbaikan teks. tanda baca. historis. Pengertian hikayat dapat ditelusuri dalam sastra Arab. sastra Melayu lama. Hikayat jarang digambarkan sebagai laporan yang bersifat sejarah (Mcglynn 1999: 76). dan sastra Indonesia. 19 2. sehingga terhindar dari berbagai kesalahan dan penyimpangan-penyimpangan yang timbul ketika proses penulisan. Di dalam sastra Indonesia. atau sekadar untuk meramaikan pesta. Hal-hal yang dilakukan dalam edisi diplomatik sebagai berikut. ditulis dalam bahasa Melayu.3 Hikayat 2. d. bersifat sastra lama. dan dongeng. c. dan silsilah bersifat rekaan. yaitu: 1) edisi diplomatik adalah suatu cara mereproduksi teks sebagaimana adanya tanpa ada perbaikan atau perubahan dari editor. Saran untuk membetulkan kesalahan teks. Hikayat menyampaikan kisah manusia (legendaris) dan seringkali juga tentang hewan yang bersifat manusia. Teks diproduksi persis seperti terdapat dalam naskah.3. kepercayaan atau bahasa. atau pembagian teks. Tujuan pengunaan metode diplomatik adalah untuk mempertahankan kemurnian teks. Hasil transliterasi tanpa perbaikan atau penyusaian disediakan untuk memudahkan pembaca dalam memahami teks. a. b. seperti ejaan. atau gabungan sifat-sifat dibaca untuk pelipur lara. misalnya Hikayat Hang Tuah dan Hikayat Seribu Satu Malam. yaitu para raja atau orang suci di . Tidak jauh berbeda dengan pendapat Djamaris. satu hal pun tidak boleh diubah. seperti kemampuan berbicara. teks disajikan seteliti-telitinya tanpa perubahan dan teks 18 disajikan sebagaimana adanya. biografis.1 Pengertian Hikayat Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:401) hikayat adalah karya sastra Melayu lama berbentuk prosa yang berisi cerita. Kata hikayat berasal dari kata kerja bahasa Arab yang berarti „memberitahu‟ dan „menceritakan‟. 2) edisi standar adalah suatu usaha perbaikan dan meluruskan teks. dan sebagian besar mengisahkan kehebatan serta kepahlawan orang ternama. Lubis (2001:96) menjelaskan metode penelitian naskah tunggal hanya terdapat dua pilihan. hikayat diartikan sebagai cerita rekaan berbentuk prosa cerita yang panjang. Kesalahan harus ditunjukkan dengan metode referensi yang tepat.dalam naskah dianggap suci atau dianggap penting dari segi sejarah.

3. menurut penulis cerita berbingkai adalah cerita yang di dalamnya disisipkan cerita lain. 1. ajaran politik. 2. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa hikayat adalah karya sastra Melayu lama yang berbentuk prosa berisi kisah kemanusian. dan Jaina lainnya. Hikayat sekarang mengacu ke bentuk karya sastra beragam prosa yang berisi kisah fantastik dan penuh dengan petualangan. 2. misalnya Hikayat Malim Dewa dan Hikayat Si Miskin. (3) jenis biografi. misalnya Hikayat Patani dan Hikayat Raja-raja Pasai. Selain itu. Fabel sebagai salah satu bentuk sastra imajinatif yang diungkapkan . (2) jenis sejarah.3. menurut Fang (1993:1) ciri cerita berbingkai ialah di dalam cerita berbingkai binatang-binatang selalu diberi sifat manusia. keanehan. Binatang-binatang ini tidak hanya pandai bercerita. misalnya Hikayat Sultan Ibrahim bin Adham dan Hikayat Abdullah (Anonim 1997:427). tetapi juga pandai memberi nasihat kepada tuan mereka tentang berbagai masalah yang dihadapi oleh manusia. Ajaran moral tidak dipentingkan.sekitar istana dengan segala kesaktian. story (Hava dalam Sudjiman 1994:17). 20 Hikayat dapat digolongkan menjadi tiga jenis.3 Pengertian Fabel Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:312) fabel dapat diartikan cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang (biasanya berisi pendidikan moral dan budi pekerti). Sementara itu. Cerita yang dikumpulkan untuk memberi ajaran agama. cerita berbingkai di India dapat dibagi dalam tiga golongan. Cerita yang bertujuan memberi ajaran politik dan pengetahuan duniawi. 2. Kata hikayat merupakan bentuk serapan dari bahasa Arab. sehingga cerita itu menjadi panjang dan luas. misalnya Vetalapancavimsati dan Sukasaptati.3. Jadi. 21 Di India. Menurut Winternitz (dalam Fang 1993:12) berdasarkan tujuannya yang berbeda-beda. Cerita yang bertujuan memberi hiburan semata-mata. yaitu (1) jenis rekaan. tale. dan mukjizat tokoh utamanya (Anonim 1997:427). Biasanya hikayat menyampaikan kisah manusia dan seringkali juga tentang binatang yang bersifat seperti manusia. di dalam bahasa asalnya semata-mata berarti narrative.2 Pengertian Cerita Berbingkai Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:210) cerita berbingkai adalah cerita yang di dalamnya mengandung cerita lain (pelaku atau peran di cerita itu bercerita). cerita berbingkai disebut Akhyayika yang berarti cerita dan katha yang berarti menyenangkan. misalnya cerita Jenaka dan cerita-cerita Budhis. cerita berbingkai dapat memberikan ajaran agama. dan dijadikan hiburan. misalnya Pancatantra dan kumpulan cerita yang berasal daripadanya.

Menurut Leach (dalam Djamaris 1990:39-40) bahwa animal folktale (cerita binatang) dapat dibedakan menjadi tiga tipe. Nilai mengarahkan perhatian minat seseorang dan menarik seseorang keluar dari dirinya sendiri ke arah apa yang bernilai. (3) angka kepandaian. (4) kadar. Etiological tale ialah cerita tentang asal-usul terjadinya suatu binatang berdasarkan pada bentuk atau rupanya sekarang ini.4 Nilai Moral 2. misalnya nilai-nilai agama. Oleh karena itu.1 Pengertian Nilai Menurut Poerwodarminto (2003:801) nilai diartikan sebagai berikut: (1) harga dalam arti takaran. 23 2. Sifat manusia tertentu diwujudkan dalam binatang tertentu.secara lisan atau tulisan mengandung makna berbeda dari apa yang tersurat. Menurut Soegito (2003:76) adanya nilai ditentukan oleh subjek dan objek yang menilai. Aliran subjektivisme adanya nilai tergantung pada subjek yang menilai. Fabel berasal dari kata Latin „fabula‟ yang berarti jenis cerita pendek atau dongeng rakyat yang bermanfaat (berisi pendidikan moral). misalnya apa sebabnya bulu harimau itu loreng. Benda itu bernilai karena subjek . Nilai merupakan sesuatu yang seseorang alami sebagai ajakan dari panggilan untuk dihadapi. Nilai menuju kepada tingkah laku dan membangkitkan keaktifan seseorang (Suyitno dalam Soegito 2003:75). 1. Tujuan cerita binatang untuk menyajikan ajaran moral. misalnya uang. Inilah aliran yang menggabungkan antara subjektivisme dan objektivisme. Fable ialah cerita binatang yang mengandung pendidikan moral. Beast epic merupakan cerita binatang dengan seekor pelaku utamanya. 2. melainkan segala umat manusia. 3. Jadi. tingkah laku. (2) harga sesuatu. Nilai tidak hanya tampak sebagai nilai bagi seorang saja.4. Tokoh binatang kancil pada fabel Indonesia sama dengan tokoh rubah pada fabel Eropa yang menggambarkan keunggulan pikiran atas keunggulan fisik. Nilai dilaksanakan untuk mendorong seseorang bertindak. Binatang diceritakan mempunyai akal. dan juga berbicara seperti manusia. Biasanya yang menjadi pelakunya binatang atau kadang-kadang manusia 22 dan binatang. misalnya kancil atau pelanduk. Nilai tampil sebagai sesuatu yang patut dikerjakan dan dilaksanakan oleh semua orang. Sebelum ada subjek yang menilai maka benda atau barang itu tidak bernilai. terutama yayng berasal dari kehidupan binatang di mana hewan-hewan bertindak sebagai pelaku dan berbicara seperti manusia (Anonim 1990:982). (5) sifat-sifat atau hal-hal yang penting atau berguna bagi kemanusiaan. nilai dapat dikomunikasikan kepada orang lain (Moedjanto dalam Soegito 2003:76). setiap kebudayaan memiliki pilihan binatang sendiri untuk melukiskan jenis watak manusia tertentu (Anonim 1997:242). misalnya nilai intan. mutu.

Norma-norma hukum adalah norma-norma yang dituntut dengan tegas oleh masyarakat karena dianggap perlu demi keselamatan dan kesejahteraan umum. subjek tersebut sudah bernilai. berdisiplin. 1.4. akhlak. Adapun menurut Suseno (1987:19) kata moral selalu mengacu pada baik buruk manusia sebagai manusia. hukum. keturunannya. sehingga menyenangkan atau bahagia bagi orang yang bertindak. Jadi. bergairah. Selain itu di dalam kamus juga dijelaskan tentang moral. Norma hukum merupakan norma yang tidak dibiarkan dilanggar. dan keinginan terhadap objek sehingga objek 24 tersebut mengandung nilai. budi pekerti. Moralitas adalah sikap hati orang yang terungkap dalam tindakan lahiriah (tindakan ungkapan . moral berarti budi pekerti sama dengan pengertian akhlak. dan susila. dan sesama manusia. Menurut Driyarkara (dalam Soegito 2003:76) moral atau kesusilaan adalah nilai yang sebenarnya bagi manusia. dan sebagainya. isi hati atau keadaan perasaan sebagaimana terungkap di perbuatan. Norma umum ada tiga macam: norma-norma sopan santun. 3. sikap. minat. Ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan. tanpa ada subjek yang menilai. Kondisi mental yang membuat orang tetap berani. Norma-norma sopan santun menyangkut sikap lahiriah manusia. 2. Adapun menurut Soegito (2003:76) moral atau kesusilaan adalah keseluruhan norma yang mengatur tingkah laku manusia di masyarakat untuk melaksanakan perbuatan-perbuatan yang baik dan benar. bersemangat. 25 2. Sikap moral yang sebenarnya disebut moralitas. Sebaliknya aliran objektivisme menyatakan adanya nilai tidak tergantung pada subjek yang menilai tetapi terletak pada objek itu sendiri. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002:782) nilai moral adalah nilai etik.2 Pengertian Nilai Moral Secara etimologis kata moral berasal dari kata Yunani mos (jamaknya adalah mores) yang berarti cara dan adat istiadat atau kebiasaan. Menurut Spencer (dalam Gazalba 1996:11) moral adalah penyesuaian dengan lingkungan. Norma-norma moral adalah tolok ukur untuk menentukan betul salah sikap dan tindakan manusia dilihat dari segi baik buruk sebagai manusia dan bukan sebagai pelaku peran tertentu dan terbatas. Norma-norma moral adalah tolok-tolok ukur yang dipakai masyarakat untuk mengukur kebaikan seseorang (Suseno 1987:19). Ajaran kesusilaan yang dapat ditarik dari suatu cerita. Kata moral mempunyai arti yang sama dengan kata etos (Yunani) yang menurunkan kata etika. sedangkan dalam konsep Indonesia moral berarti kesusilaan (Soegito 2003:76).mempunyai selera. Di dalam bahasa Arab. orang yang melanggar hukum pasti akan dikenai hukuman sebagai sangsi. Dengan kata lain moral atau kesusilaan adalah kesempurnaan sebagai manusia atau kesusilaan adalah tuntutan kodrat manusia. dan moral.

khususnya mengenai perilaku baik atau buruk. Moral merupakan suatu tendesi rohani untuk melakukan seperangkat standar dan norma yang mengatur perilaku perorangan dan masyarakat yang mempercayainya dan perilaku itu dilakukan dengan mudah serta dirasakan sebagai suatu kewajiban dalam berbagai macam keadaan dan tempat. pengarang secara langsung mendeskripsikan perwatakan tokoh cerita yang bersifat memberi tahu atau memudahkan pembaca untuk memahaminya. hanya moralitas yang bernilai secara moral (Suseno 1987:58).sepenuhnya dari hati). Adapun menurut Nurgiyantoro (1994:335-339) bentuk penyampaian moral dibagi menjadi dua. (Moralitas adalah satu set peraturan dan standar sosial yang mengatur tingkah laku orang-orang di dalam satu kebudayaan). Dalam hal ini. 26 Moralitas suatu ciri perilaku seseorang yang dihubungkan dengan ukuran atau standar yang ada di dalam masyarakat. Artinya. Adapun menurut Kenny (dalam Nurgiyantoro 1994:321) moral dalam cerita biasanya dimaksudkan sebagai suatu saran yang berhubungan dengan ajaran moral tertentu yang bersifat praktis. 1. pengarang tampak bersifat menggurui pembaca dan secara langsung memberikan nasihat dan . Jika dalam teknik uraian. moral yang ingin disampaikan atau diajarkan kepada pembaca dilakukan secara langsung dan eksplisit. sesuai dengan kemampuan untuk suatu tujuan tertentu (Nainggolan 1997:25). hal yang demikian terjadi dalam penyampaian pesan moral. tingkah laku. Menurut Nainggolan (1997:21) ditinjau dari sudut bahasa. pandangannya tentang nilai-nilai kebenaran. atau penjelasan (expository). yang 27 dapat diambil (dan ditafsirkan) lewat cerita yang bersangkutan oleh pembaca. tetapi tumbuh dan berkembang dalam lingkungan hidup seseorang (Anonim 1997:371). Menurut Nurgiyantoro (1994:321) moral dalam karya sastra biasanya mencerminkan pandangan hidup pengarang yang bersangkutan. sebagaimana model yang ditampilkan dalam cerita itu lewat sikap dan tingkah laku tokoh-tokohnya. Moralitas adalah sikap dan perbuatan baik yang tanpa pamrih. Moralitas bukan sesuatu yang diperoleh dari kelahiran. seperti sikap. dan hal itulah yang ingin disampaikan kepada pembaca. Sementara itu. dan sopan santun pergaulan. Ajaran moral merupakan petunjuk yang sengaja diberikan oleh pengarang tentang berbagai hal yang berhubungan dengan masalah kehidupan. menurut Taylor dalam Nainggolan (1997:21) moralitas adalah “morality is a set of social rules and standards that guide the conduct of people in a culture”. atau ditemukan dalam kehidupan nyata. moral sebagai kata benda yang berarti berhubungan dengan prinsip baik dan buruk dari satu cerita dan kisah atau pengalaman. Bentuk Penyampaian Langsung Bentuk penyampaian pesan moral yang bersifat langsung yaitu identik dengan cara pelukisan watak tokoh yang bersifat uraian (telling). Ajaran moral bersifat praktis sebab dapat ditampilkan.

Sebagai prinsip dasar etika. Tuntutan yang paling dasar keadilan ialah perlakuan yang sama terhadap semua orang di dalam situasi yang sama (kalau pemerintah membagikan beras di daerah kurang pangan.yang memang sudah ada dalam watak manusia. tetapi penduduk yang cukup berada tidak membutuhkan bantuan berarti tidak berhak untuk dibantu).1 Prinsip-prinsip Nilai Moral Dasar Menurut Suseno (1987:130-135) prinsip-prinsip nilai moral dasar ada tiga macam. Oleh karena itu. konflik. jika ingin memahami dan menafsirkan pesan itu.petuahnya. harus melakukannya bersadarkan cerita. berpadu secara koherensi dengan unsur28 unsur cerita lain.2. Prinsip ini bukan semata-mata perbuatan baik dalam diri sendiri. 2. 3.4. dan tingkah laku para tokoh dalam menghadapi peristiwa dan konflik itu. Prinsip Keadilan Adil pada hakikatnya berarti memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya. prinsip keadilan mengungkapkan kewajiban untuk memberikan perlakuan yang sama terhadap semua orang lain yang berada dalam situasi yang sama dan untuk menghormati hak semua pihak yang bersangkutan. Melalui berbagai hal tersebut. 29 2. Jadi. maupun yang hanya terjadi dalam pikiran dan perasaannya. fisik. prinsip sikap baik menyangkut sikap dasar manusia yang harus meresapi segala sikap. 2. melainkan berguna untuk orang lain. Bentuk Penyampaian Tidak Lansung Bentuk penyampaian pesan moral yang bersifat tidak langsung hanya tersirat dalam cerita. Prinsip Hormat Terhadap Diri Sendiri Prinsip yang ketiga adalah manusia wajib untuk selalu memperlakukan diri sebagai sesuatu bernilai pada dirinya . semua kepala keluarga berhak atas bagian beras yang sama. sikap. Bersikap baik berarti memandang seseorang tidak hanya sejauh berguna bagi diri sendiri. melainkan sikap hati positif terhadap orang lain. Sebaliknya dilihat dari pembaca. dan tingkah laku para tokoh. 1. pada hakikatnya semua orang sama nilainya sebagai manusia. tindakan. Cerita yang ditampilkan adalah peristiwa-peristiwa. Prinsip Sikap Baik Prinsip sikap baik bukan hanya sebuah prinsip yang dipahami secara rasional. dan keinginannya baik terhadap orang lain. melainkan juga mengungkapkan – syukur alhamdulillah. baik yang terlihat dalam tingkah laku verbal. dengan memperhitungkan jumlah warga keluarga. pesan moral dapat disampaikan kepada pembaca. dan kelakuan. sikap.

2.sendiri. dan makhluk yang berakal budi. Sementara itu. Dengan demikian.1 Data dan Sumber Data Data penelitian yang dipakai berupa kalimat dan paragraf atau . seluruh persoalan yang menyangkut harkat dan martabat manusia. aturan-aturan. dan hukum yang menjadi pedoman manusia dalam bertindak dan berperilaku.2. Nilai Sosial Nilai sosial adalah nilai yang menjadi pedoman langsung bagi setiap tingkah laku manusia sebagai masyarakat yang di dalamnya memuat sanksi-sanksi siapa saja yang melanggar. Seseorang yang ingin berbuat baik kepada orang lain akan bertekad untuk bersikap adil tidak untuk dirinya sendiri (Suseno 1987:135). Secara garis besar. Di dalam wujud yang konkrit. hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial termasuk hubungannya dengan lingkungan alam. kebaikan dan keadilan yang ditunjukan kepada orang lain perlu diimbangi dengan sikap menghormati diri sendiri dan sebagai makhluk yang bernilai pada dirinya sendiri. 3.2 Jenis-jenis Nilai Moral Menurut Yunus (1990:105-114) nilai moral terbagi menjadi tiga pokok nilai. 2. aspek nilai budaya berupa norma-norma.4. Nilai Agama Nilai agama adalah nilai dalam karya sastra yang merupakan sarana penyampaian tentang nilai-nilai keagamaan. Ajaran moral juga dapat mencakup seluruh persoalan hidup dan kehidupan. 1. persoalan hidup dan kehidupan manusia dapat dibedakan ke dalam persoalan hubungan manusia dengan diri sendiri. 30 Jadi. Maka manusia wajib untuk memperlakukan dirinya sendiri dengan hormat. dan hubungan manusia dengan Tuhannya. 32 BAB III METODE PENELITIAN 3. Nilai Budaya Nilai budaya adalah aspek ideal yang berwujud sebagai konsep abstrak yang hidup di dalam pikiran masyarakat mengenai kata yang harus dianggap penting dan berharga dalam hidup. nilai sosial merupakan nilai yang 31 berhubungan dengan kehidupan bermasyarakat dan usaha menjaga keselarasan hidup bermasyarakat. menurut Nurgiyantoro (1994:324) jenis ajaran moral mencakup masalah yang bersifat tidak terbatas. Prinsip ini berdasarkan paham bahwa manusia adalah person yang memiliki kebebasan dalam suara hati.

Membuat tranliterasi yaitu perubahan dari tulisan Arab ke tulisan Latin dengan menggunakan pedoman Arab Melayu menurut Romdoni. Mencari dan menentukan naskah yang akan dijadikan penetitian ini di Katalog Induk Naskah-naskah Nusantara Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Bagian-bagian yang relevan dengan penelitian ini baru dapat ditentukan sebagai data penelitian setelah ditelaah dan dianalisis terlebih dahulu. Hikayat ini ditulis dengan tulisan Arab dan bahasa Melayu 3. 4. Membaca Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik secara berulang-ulang dan cermat.3 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara studi pustaka. 6. 3. Studi pustaka dapat diartikan membaca naskah yang berhubungan dengan penelitian ini. 2. . Membuat interpretasi nilai moral dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik. Menemukan naskah Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik yang akan diteliti. kemudian memilih bagian-bagian yang relevan dengan penelitian. 5. Setiap halaman naskah rata-rata memuat 13 baris tulisan. huruf besar dan kecil.2 Metode Penelitian Metode penelitian filologi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian naskah tunggal dengan edisi standar. Tujuannya ialah untuk menghasilkan suatu edisi yang baru dan sesuai dengan kemajuan dan perkembangan masyarakat. 3. membuat penafsiran (interpretasi) setiap bagian atau kata-kata yang perlu penjelasan.pernyataan yang terdapat dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik yang mengandung informasi tentang nilai moral dari hasil transliterasi tulisan Arab diubah ke tulisan Latin dengan menggunakan pedoman Arab Melayu menurut Romdoni.4 Langkah Kerja Penelitian Langkah kerja penelitian yang penulis gunakan dalam menganalisis data sebagai berikut. misalnya dengan 33 mengadakan pembagian alinea-alenia. Membuat suntingan teks. Penulis membaca dan memahami Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik. Sumber data dalam penelitian ini adalah Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik yang terdapat di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. 1. sehingga teks tampak mudah dipahami oleh pembaca modern (Lubis 2001:96). kecuali pada halaman terakhir memuat tiga baris tulisan dan terdapat enam baris tulisan yang berupa syair. 34 3. Edisi standar adalah usaha perbaikan dan meluruskan teks sehingga terhindar dari berbagai kesalahan dan penyimpangan-penyimpangan yang timbul ketika proses penulisan. Tebal hikayat ini 13 halaman dan berkode ML 229.

kecuali pada halaman terakhir memuat tiga baris tulisan berupa kalimat dan enam baris berupa syair. Tulisan dengan tinta hitam dalam naskah masih jelas terbaca. 36 Naskah dijilid dengan karton marmer warna cokelat. sedangkan judul luar teks adalah „Bahwa inilah suatu Ceritera Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik‟ (h-i). Naskah tersebut berbentuk prosa yang berupa hikayat. sedangkan ukuran blok teks ialah 10. naskah mempunyai ukuran sampul dan halaman yang sama yaitu 14 x 18. Naskah ini berkode ML 229 dengan nomor rol film 174. Setiap halaman naskah rata-rata memuat 13 baris tulisan. Naskah ini diberi nomor halaman dengan angka Arab 1 – 13 dan i dengan pensil.7. Naskah terdiri atas 13 halaman. Keadaan naskah masih baik. Naskah ditulis dengan tulisan Arab dan berbahasa Melayu. Arab Melayu Arab Melayu Arab Melayu ١A‫س‬S‫ل‬L ‫ ب‬B ‫ ش‬SY ‫ م‬M ‫ ت‬T ‫ ص‬SH ‫ ن‬N ‫ ث‬S ‫ ض‬DH ‫ و‬W ‫ ج‬J ‫ ط‬TH ‫ ه‬H ‫ ح‬H ‫ ظ‬ZH ‫ ي‬Y ‫ خ‬KH ‫ ع „ ك‬G ‫ د‬D ‫ غ‬GH ‫ ع‬NG ‫ ذ‬Z ‫ ف‬P ‫ ي‬NY ‫ر‬R‫ق‬Q‫چ‬C ‫ ز‬Z ‫ ك‬K ١ ‫ و‬O/U . Pada halaman i juga tertulis naskah ini sebuah hadiah dari dr. walaupun kertas terdapat tanda bekas terkena air. Kertas yang dipakai untuk menyalin naskah yaitu dari bahan kertas Eropa berbentuk garis kolom berantai. merupakan tambahan dari penyunting.5 cm.1 Deskripsi Naskah Naskah Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik merupakan salah satu koleksi yang terdapat di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.5 x 15 cm. Brandes. Judul dalam teks adalah „Bahwa ini suatu Hikayat Ceritera Orang Bodoh dan Orang Cerdik‟ (h-1). 4. Secara fisik. Menyimpulkan keseluruhan hasil analisis kajian filologis dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik dan interpretasi nilai moral. 35 BAB IV ANALISIS KAJIAN FILOLOGIS DALAM HIKAYAT CERITA SEORANG BODOH DAN SEORANG CERDIK DAN NILAI MORAL 4.2 Transliterasi Pedoman transliterasi Arab Melayu yang penulis gunakan sebagai berikut.

١‫ى‬E١‫ي‬I Hasil transliterasi Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik. /1/ Bahwa ini suatu hikayat ceritera orang bodoh dan orang cerdik Sebermula sekali peristiwa si cerdik dengan si bodoh berjalan keduanya maka ia pun mendapat sepotong emas terhantar di jalan raya maka ujar si cerdik kepada si bodoh marilah kita kembali adalah kita diberi untung oleh Allah Subahanallahuwata‟ala beroleh emas ini dimanatah kita cahari lagi maka ujar si bodoh marilah kita berbahgi dua emas ini dahulu maka kata si cerdik jangan dahulu kita bahgi emas ini melainkan kita bawa sekedar akan belanja kita juga yang lainnya kita taruhkan disini barangkali habis belanja kita maka kita datang mengambil dia setelah itu maka dibawanyalah emas itu ditaruhnya 37 kepada suatu pohon kayu yang besar maka kembalilah kedua mereka itu kerumahnya selang berapa hari maka si cerdik pergilah dengan seorang dirinya lalu /2/ diambilnya emas itu dibawanya pulang ke rumahnya selang berapa hari lamanya anataranya maka si bodoh pun datang mengajak si cerdik hendak pergi mengambil emas itu maka pergilah mereka itu keduanya kepada pohon itu didapatnya emas itu sudah tiada lagi maka kata si cerdik siapa tahu engkaulah mengambil emas itu maka pura2 engkau mengajak aku pula melainkan adalah engkau ini daripada orang khianat serta dihelanya tangan si bodoh hendak dibawanya kepada kadi maka si bodoh pun bersumpah tiada dicuri maka tiada jua dipercaya oleh si cerdik maka dibawa kepada kadi maka dikatakannya segala perhal keduanya itu mendapat emas itu habis diceritakan kepada kadi maka ujar si cerdik ya tuan hamba kadi barang dihakimkan kiranya antara kedua kami ini dari karena besarlah khianat si bodoh akan hambamu sudahlah diambilnya emas itu tiada diberinya tahu hambamu kemudian maka datanglah /3/ ia pura2 mengajak hamba pergi maka pergilah hamba sertanya hendak mengambil emas itu tiba2 hamba dapati tiada lagi emas itu maka pada jataha di hamba seniscaya iyalah yang berbuat khianat karena pada masa itu terlalu sunyi jangankan manusia unggas pun tiada mengetahui dan tiada melihat hamba menaruh emas itu melainkan iyalah yang mengambil emas itu siapa yang tahu daripada jalan yang kebenaran hamba mudah2an pohon kayu itu jadi saksi akan hamba maka kadi pun heran menengar kata si cerdik maka kata kadi baiklah esok hari hakimkan disana maka mereka itu pun kembalilah keduanya masing2 dengan rumahnya adapun akan si bodoh itu suatupun tiada apa katanya menjadi heran ia menengar kata si cerdik dan iya tiada tahu berkata2 sebab bodohnya setelah itu maka si cerdik datang kepada bapanya maka katanya hai bapaku kasihkah bapaku akan daku maka kata bapanya mengapa /4/ engkau berkata demikian dimanatah makhluk ini tiada kasih akan anaknya maka ujar si cerdik hai bapaku bahwa aku ada mengaku kepada kadi yang itu 38 pohon kayu tempat emas kami taruhkan berdua dengan si bodoh maka pohon kayu itulah akan jadi saksi daripada hilangnya emas itu tetapi emas itu aku .

ambil dia dan aku katakan si bodoh yang mencuri emas itu ihwal inilah supaya bapaku tolong aku dan supaya emas itu kita peroleh maka kata bapanya hai anaku kerja apa yang engkau suruhkan kepada aku ini maka sahut anaknya hai bapaku adapun pohon kayu itu berlubang barangkali lolos bapaku masuk ke dalam jika mau bapaku sepakat dengan hamba masuklah bapaku pada malam ini didalam lubang pohon kayu itu dari karena esok hari kadi akan datang pada pohon kayu itu memeriksa antara kami dengan si bodoh itu jika ditanya oleh kadi itu maka hendaklah bapaku menyahut sebagaimana ada orang yang nanyak /5/ saksi demikianlah kami minta kepada bapa maka kata bapanya hai anaku pekerjaan engkau ini akibatnya tiada diperoleh kebajikan adalah seperti hikayat katak lubangnya berhampiran dengan liang ular maka sahut anaknya bagaimana hikayat katak itu ceritakanlah kepada aku supaya aku dengar maka ujar bapanya ada seekor katak berhampiran liang dengan ular maka tiap2 katak itu beranak habis dimakannya oleh ular itu setelah itu maka katak pun pikir dalam hatinya apa kesedihanku dengan demikian ini maka lalu ia pergi kepada kura2 serta katanya kepada sang kura2 yaitu hamba adaku lama dengar seorang pendeta tetapi aku tiada dapat pergi kesana karena tempatnya terlalu amat banyak dan tanahnya dan batunya daripada menikam dan akik sebab itulah tiada boleh aku pergi kesana dan oleh karena itu hamba mintalah akan tuan hamba pepatah akan hamba supaya hamba dengar dan hamba amalkan maka ujar kura2 hai musafir adalah tiap2 /6/ pekerjaan yang sukar atau melawan seteru yang keras dan yang besar itu tiada diperoleh dengan kuat kita melainkan dengan daya upanya kita juga demikianlah „ sahdan apabila engkau lihat lubang jerapaya maka ambil olehmu barang tiga ekor ikan maka engkau hantarkan pada lubang ular itu terdapat tiada jikalau dilihat oleh ular jerapaya hendak memakan itu niscaya disambarnya dan dibunuhnya akan ular itu maka pada masa itu luputlah engkau daripada bahaya seteru itu maka katak pun berlalu sekejip menengar 39 kata kura-kura demikian itu lalu diperbuatnya seperti kata kura2 itu hata maka keluarlah jerapaya itu daripada tempatnya serta dilihatnya ikan itu lalu dimakannya itu maka jerapaya pun berjalan pula ia kesana maka dilihatnya ikan pun tiada ular pun tiada di lubang maka jerapaya pun berjalan2 antara itu maka bertemu dengan lubang katak maka dilihatnya oleh jerapaya itu katak anak beranak hendak keluar maka dimakannya /7/ oleh jerapaya katak itu habis semuanya dimakan adanya maka kata bapanya hai anaku demikian jalannya tiap-tiap sesuatu pekerjaan banyak dipikir lebih dahulu supaya akhirnya tiada jadi menyesal maka ujar si cerdik perkataan apatah yang katakan itu pada pikir hamba siapa yang tahu akan pekerjaan kita maka ujar bapanya hai anaku aku katakan pada engkau hikayat ini supaya kamu pikirkan jikalau jadi benar padamu maka ujar si cerdik hai bapaku jikalau ada kasih sayang bapa kepada hamba janganlah bapa panjangkan kalam ini karena sedikit sajalah kita banyak diperolehnya tiada banyak maka daripada sangat bapanya kasih akan anaknya maka diturutnya padahal tiada ia takut akan Allah ta‟ala dan tiada menjalani jalan teringat telah .

maka dipegangnya oleh barzagan katanya jangan handayku pulang dahulu karena hamba hendak berjamu tuan hamba maka ujar amin hai handayku menerima kasihlah hamba tetapi apatah daya hamba karena ada garda insyaallah esok hari hamba datang mendapatkan tuan hamba maka lalu ia turun berjalan pula ke rumahnya setelah datang keluar pagar maka didapatnya anak barzagan ada bermain-main /11/ maka didatangi oleh amin akan anak barzagan dibawanya pulang ke rumahnya setelah hari malam maka Barzagan mencari anaknya keliling tiadalah didapatnya maka dicarinya pula pada segala kampung serta berseru2 dengan nyaring suaranya menangis duka citanya akan anaknya maka lalu ia pergi kepada amin maka berkata iya hai handaiku Amin adakah tuan .dikerakannyalah kerja maksiat itu maka pada esok harinya kadi pun datanglah kepada pohon kayu itu serta dengan segala jamaahnya maka si bodoh dan si cerdik bersama2 telah sampai kepada pohon kayu itu berdiri maka kadi /8/ bertanya demikian katanya hai pohon kayu siapa mengambil emas itu katalah kepada aku maka saya hata pohon kayu itu si bodohlah yang mengambil dia maka kadi pun heran menengar suara itu serta iya pikir dalam hatinya ada juga manusia didalam kayu ini setelah ia pikir demikian maka disuruhnya angkut kayu yang kering ditimbunkan pada pohon kayu maka disuruh jadikan api „ sahdan maka tiada menderit orang itu lalu ia keluar dari pohon kayu itu maka sekalian jamaah jadi heran masing2 kah berkata siapa yang puya perbuatan demikian ini telah habis demikian maka kata kadi bawa kemari orang tuwa itu supaya kita periksa maka orang tua itu diperiksa oranglah kandi dan orang tua itu roboh tiada boleh menyahat sebab bekas kehangatan kena api itu jadi terhanguslah hatinya dan hancurlah sekalian 40 kulitnya maka orang tua itu matilah maka si cerdik pun ditangkap orang serta di kasi hakim dengan /9/ beberapa kesakitan darsainya maka si cerdik itupun keluarkanlah emas itu maka oleh kadi disuruhnya pulangkan emas itu kepada si bodoh itulah halnya adanya orang yang cita2nya lebih akan dunia jua tiada lain „ bahwa ini hikayat ada seorang dahulu kala bernama barzagan ia mengatakan tikus makan besi seratus kati dan rajawali menerbangkan seorang kanak-kanak demikianlah cerita itu sebermula ada seorang bernama amin ia hendak berlayar tiada ampunya modal maka ada kepadanya besi seratus kati itulah dibawa kepada seorang sahabatnya nama barzagan ditaruhnya disitu kemudian maka iya pergilah kepada kerja yang dimaksudnya maka oleh barzagan dijualkannya sekalian besi itu maka berapa lama tuan yang punya besi itu datang serta menuntut besi yang dikirimnya itu maka kata barzagan engkau punya besi itu aku taru didalam gudang telah serta berapa /10/ lamanya maka akupun tersadar akan hendak membaiki gudang itu maka tiba2 besimu itu tiada kelihatan lagi serta habis dimakan oleh tikus maka ujar amin mustahil la katamu itu hai handaiku tikus makan besi tetapi sungguh juga seperti katamu itu karena giginya tajam sedangkan tulang lagi dapat digigit setelah barzagan menengar kata amin itu demikian maka dalam hatinya tiada lagi akan dituntutnya besi itu maka amin pun bermohon pulang.

Adapun tanda-tanda dalam suntingan teks sebagai berikut. terlebih dahulu penulis memaparkan tanda-tanda yang terdapat di dalam suntingan teks. 4. Bahasa yang ada dalam teks menggunakan bahasa Melayu lama.3 Suntingan Teks Sebelum penulis menyunting teks Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik. Tulisan Arab Melayu dalam teks mudah dibaca dan dipahami dalam membaca. sehingga penulis sedikit mengalami kesulitan dalam memahami bahasanya. a) < > = Tambahan huruf atau kata dari penyunting b) / / = Nomor halaman naskah c) [ ] = Penghilangan huruf atau kata dari penyunting d) ( ) = Tulisan angka Arab diubah kebahasa Latin .41 menengar khabar anak hamba serta lenyap maka amin pun terkejut menengar kata barzagan itu demikian lalu ia berkata ya handaiku jikalau hamba tahu akan anak saudaraku diterbangkan oleh rajawali itu niscaya aku berbatalah daripadanya „ setelah barzagan menengar kata handainya amin itu maka iya pun heran dalam hatinya serta ia berkata hai handaiku adakah bernasip pada bicara handaiku rajawali menerbangkan seorang kanak-kanak mustahil adanya maka ujar amin tiadakah handaiku percaya yang rajawali itu dapat menerbangkan seorang kanak2 manusia /12/ dan jikalau demikian bicara tuan hamba sekali2 tiada jadi siapa tanya kepada yang ampunya takdir pada melakukan kodiratnya dari karena adalah dalil firman Allah ta‟ala yakni bahwasanya aku juga amat mengetahui barang yang tiada kamu mengetahui dia dan pada bicara hamba jikalau tiada dapat tikus makan besi seratus kati maka niscaya tiada dapat diterbangkan rajawali akan tuan hamba punya anak „ „ sahdan maka ujar barzagan kepada amin tahulah hamba bahwa anak hamba itu adalah pada tuan hamba maka sekarang akan besi tuan hamba itu adalah kepada hamba „ maka barzagan pun kembalikanlah besi kepada amin dan amin pun kembalikanlah anak barzagan itu kepadanya demikianlah perinya dan adalah ibarat hikayat ini bagi orang suka berbuat fitnah kepada sesamanya makhluk dan dari karena segala yang gemar berbuat fitnah itu tiada diperoleh sentosa /13/ didalam hidupnya seperti firmannya barangsiapa suka melihat kejahatan orang niscaya pada hari itu jatuhlah kejahatan itu kepada dirinya juga dan lagi adalah seperti kata syair katakan olehmu bagi segala yang jahat sangka kepadamu baik2 peliharakan dirimu jikalau berbuat khianat kembali kepadamu apabila engkau diberi kebajikan segayanya engkau percayakan jika dinyatakannya akan kejahatan sebaik-baiknya kamu jauhkan ingat2 akan dirimu berbuat yang kebajikan jangan jemu dengki dan loba jauhkan dirimu iyalah membawa jadi binasa dirimu 42 Di dalam mentransliterasi Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik. penulis menafsirkan tulisan Arab Melayu berdasarkan tulisan yang ada dalam teks asli.

melainkan kita bawa sekedar akan belanja [kita juga yang lainnya]7.Tanda / . maka dikatakan segala perhal keduanya itu mendapat<kan>19 emas itu.. Selang berapa hari lamanya antaranya... maka kita datang mengambil dia”. Serta dihelanya tangan si Bodoh hendak dibawanya kepada Kadi. Maka ujar si Bodoh “marilah kita berba[h]5gi dua emas ini dahulu” . sehingga penulis menafsirkan bahwa setiap kata dalam teks yang ada angka dua maka 43 ditafsirkan kata itu merupakan kata ulang.. Penulis telah menghilangkan beberapa kata dalam teks. Maka ujar si Cerdik kepada si Bodoh “marilah kita kembali adalah kita diberi untung oleh Allah Subahanallahuwata‟ala beroleh emas ini. maka pergilah mereka itu 44 [keduanya]13 ke[pada]14 pohon itu didapatnya emas itu sudah tiada lagi. Maka ujar si Cerdik “ Ya tuan hamba Kadi barang dihakimkan kiranya antara kedua kami ini. [maka]12 si Bodoh pun datang mengajak si Cerdik hendak pergi mengambil emas itu... Hasil suntingan Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik. Selang berapa hari [maka]11 si Cerdik pergilah dengan seorang dirinya. lalu /2/ diambilnya emas itu dibawanya pulang ke rumahnya. kita taruhkan disini barangkali habis belanja [kita]8. maka ia pun mendapat sepotong emas terhantar di jalan raya. Alasan penulis menghilangkan kata-kata tersebut. Pengulangan kata di dalam teks sebenarnya tidak ada. [Maka]17 si Bodoh pun bersumpah tiada dicuri <emas itu>18 maka tiada jua dipercaya oleh si Cerdik. tidak efektif.. Setelah itu [maka]9 dibawanyalah emas itu <dan>10 ditaruhnya kepada suatu pohon kayu yang besar. melainkan adalah engkau ini daripada khianat”. Maka dibawa kepada Kadi(a). ) merupakan kata ulang. penulis juga menambahkan beberapa kata dalam teks.] berarti kata di dalamnya dihilangkan. dimanatah kita cahari lagi”.. /1/ [Bahwa]1 ini<lah>2 suatu hikayat ceritera orang Bodoh dan orang Cerdik.... Tujuan penambahan kata dalam teks agar kalimat dalam teks tidak rancu dan menjadi efektif. maka (pura-pura)16 engkau mengajak aku pula. dari karena besarlah khianat si Bodoh akan hambamu.. Tujuan pemberian tanda tersebut yaitu untuk mengetahui berapa jumlah halaman dalam teks. habis diceritakan kepada Kadi... Jadi kata-kata yang ada di dalam tanda ( . Kata-kata yang ada di dalam tanda [ . Katakata yang ada di dalam tanda < . Selain penulis menghilangkan beberapa kata. karena karena kata-kata itu tidak tepat.. Maka kata si Cerdik “siapa tahu engkaulah <yang>15 mengambil emas itu.. dan rancu. sekali peristiwa si Cerdik dengan si Bodoh berjalan <ber>3dua[nya]4.<lalu>20 tiada . Maka kata si Cerdik “ jangan dahulu kita ba[h]6gi emas ini. Maka kembalilah kedua mereka itu kerumahnya. sudahlah diambilnya emas itu. > berarti kata di dalamnya merupakan penambahan dari penulis. / yang ada dalam hasil suntingan maksudnya adalah huruf yang ada di dalamnya menjelaskan halaman teks.. Sebermula.

Setelah itu [maka]60 Katak pun <ber>61pikir dalam hatinya apa kesedihanku dengan demikian ini. /3/ ia (pura-pura)22 mengajak hamba pergi. demikianlah kami minta kepada bapa<k>54”. Maka kata bapa<k>39nya “mengapa /4/ engkau berkata demikian dimanatah makhluk ini tiada kasih akan anaknya”. [Maka]62 lalu ia pergi kepada (Kurakura) 63 serta katanya kepada (sang Kura-kura)64 yaitu hamba adaku lama dengar <ada>65 seorang pendeta tetapi aku tiada dapat pergi kesana karena tempatnya terlalu amat banyak [dan]66 tanah[nya]67 dan batu[nya]68 daripada <yang>69 menikam dan akik sebab itulah tiada boleh aku pergi kesana dan . Maka sahut anaknya “bagaimana hikayat Katak itu. Maka kata bapanya “hai anak<k>55u pekerjaan engkau ini akibatnya tiada diperoleh kebajikan [adalah]56 seperti hikayat Katak lubangnya berhampiran dengan liang Ular”. Kemudian [maka]21 datanglah. Maka pada jataha di hamba seniscaya i[y]24alah yang berbuat khianat karena pada masa itu terlalu sunyi. tetapi emas itu aku ambil [dia]42 dan aku katakan si Bodoh yang mencuri emas itu. [maka]35 si Cerdik datang kepada bapa<k>36nya. jika mau bapa<k>49ku sepakat dengan hamba. jangankan manusia unggas pun tiada mengetahui dan tiada melihat hamba menaruh emas itu. maka hendaklah bapak<k>53u menyahut sebagaimana ada orang yang nanyak /5/ saksi. Adapun [akan]31 si Bodoh itu [suatupun tiada apa katanya]32 menjadi heran ia menengar kata si Cerdik dan i[y]33a tiada tahu (berkata-kata)34 sebab bodohnya. Maka sahut anaknya “hai bapa<k>46ku adapun pohon kayu itu berlubang. barangkali lolos bapa<k>47ku masuk ke dalam<pohon itu>48. bapak<k>37u kasihkah bapak<k>38u akan daku”. maka katanya “ hai. Setelah itu. maka pergilah hamba sertanya hendak mengambil emas itu. ceritakanlah kepada aku supaya aku dengar”. masuklah bapak<k>50u pada malam ini didalam lubang pohon kayu itu [di]51karena esok hari Kadi akan datang pada pohon kayu itu <untuk>52 memeriksa antara kami dengan si Bodoh itu. Maka ujar bapa<k>57nya “ada seekor Katak berhampiran liang dengan Ular maka (tiaptiap) 58 Katak itu beranak habis dimakan[nya]59 oleh Ular itu. (mudahmudahan) 26 pohon kayu itu jadi saksi akan hamba. bapak<k>40u bahwa aku [ada]41 mengaku kepada Kadi yang itu pohon kayu tempat emas kami taruhkan berdua dengan si Bodoh. Maka ujar si Cerdik “hai.diberinya tahu hambamu. maka kata Kadi “ baiklah esok hari saya hakimkan disana” maka mereka itu pun kembalilah [keduanya] 27 (masing-masing)28 [dengan] 29 <ke>30 rumahnya. Ihwal(b) inilah supaya bapak<k>43u tolong aku dan supaya emas itu kita peroleh”. Maka kata bapa<k>44nya “ hai anak<k>45u kerja apa yang engkau suruhkan kepada aku ini”. siapa yang tahu daripada jalan yang kebenaran hamba. melainkan i[y]25alah yang mengambil emas itu. (Tiba-tiba)23 hamba dapati tiada lagi emas itu. maka 45 pohon kayu itulah akan jadi saksi daripada hilangnya emas itu. Maka Kadi pun heran menengar kata si Cerdik. Jika ditanya oleh Kadi itu.

maka diturut<i>89nya. Maka Kadi pun heran men<d>97engar suara itu serta i[y]98a pikir dalam hatinya ada juga manusia di dalam kayu ini. Maka ujar bapa<k>83nya “hai ana<k>84ku aku katakan pada engkau hikayat ini. maka Jerapaya pun berjalan pula ia kesana. 47 Sahdan [maka]99 tiada menderit lalu orang itu [lalu ia]100 keluar dari pohon kayu itu. banyak dipikir lebih dahulu supaya akhirnya tiada jadi menyesal”. Maka sekalian jamaah jadi heran (masing-masing)101 [kah]102 berkata “siapa yang pu<n>103ya perbuatan demikian ini. maka disuruhnya angkut kayu yang kering ditimbunkan pada pohon kayu. kita melainkan dengan daya upanya kita [juga demikian]72. 46 [terdapat tiada]73 jikalau dilihat oleh Ular Jerepaya hendak memakan itu niscaya disambarnya dan dibunuhnya akan Ular itu. Padahal tiada ia takut akan Allah ta‟ala dan tiada menjalani jalan teringat telah dikarenakannyalah kerja maksiat itu. katalah kepada aku”. Maka ujar si Cerdik “hai bapaku jikalau ada kasih sayang bapa<k>86 kepada hamba. si Bodohlah yang mengambil <emas itu>95 [dia]96. Katak itu habis semuanya dimakan adanya.oleh karena itu hamba mintalah akan tuan hamba pepatah akan hamba supaya hamba dengar dan hamba amalkan. Maka Jerapaya pun (berjalan-jalan)78 antara itu. Telah habis demikian maka kata kadi “bawa kemari orang tu[w]104a itu supaya kita periksa”. Maka pada esok harinya Kadi pun datang[lah]90 ke[pada]91 pohon kayu itu [serta]92 dengan segala jamaahnya. Maka dilihatnya ikan pun tiada Ular pun tiada di lubang<nya>77. maka dilihatnya oleh Jerapaya itu Katak anak beranak hendak keluar maka dimakannya /7/ oleh Jerapaya. Maka saya hata pohon kayu itu. Sahdan apabila engkau lihat lubang Jerapaya(c) maka ambil olehmu barang tiga ekor ikan. siapa yang tahu akan pekerjaan kita”. Setelah ia pikir demikian. Maka ujar si Cerdik “perkataan apatah yang <bapakku>82 katakan itu pada pikir hamba. janganlah bapa<k>87 panjangkan kalam ini karena sedikit sajalah kita banyak diperolehnya tiada banyak”. serta dilihatnya ikan itu lalu dimakannya itu. Maka bertemu dengan lubang Katak. Maka ujar Kura-kura “hai musafir adalah (tiap-tiap)70 /6/ pekerjaan yang sukar atau melawan setaru yang keras dan yang besar itu tiada diperoleh dengan<yang>71 kuat. Maka kata bapa<k>79nya “hai ana<k>80ku demikian jalannya (tiaptiap) 81 sesuatu pekerjaan. [Maka]74 Katak pun berlalu sekejip menengar kata (kura-kura)75 demikian itu. Lalu diperbuatnya seperti kata (Kura-kura)76 itu hata(d) maka keluarlah Jerapaya itu daripada tempatnya. Maka si Bodoh dan si Cerdik (bersama-sama) 93 telah sampai kepada pohon kayu itu berdiri. supaya <di>85pikirkan jikalau jadi benar padamu”. Maka daripada sangat bapa<k>88nya kasih akan anaknya. maka disuruh jadikan api. Maka orang tua itu diperiksa [oranglah kandi]105 dan orang tua itu roboh tiada boleh menyahat sebab bekas kehangatan kena api itu jadi . Maka Kadi /8/ bertanya demikian katanya “ hai pohon kayu siapa <yang>94 mengambil emas itu. Maka pada masa itu luputlah engkau daripada bahaya seteru itu. Maka engkau hantarkan pada lubang Ular itu.

maka dipegangnya oleh Barzagan katanya “jangan handaiku pulang dahulu karena hamba hendak berjamu tuan hamba”. maka Barzagan mencari anaknya keliling tiadalah didapatnya. Setelah [datang]129 keluar pagar. dahulu kala ada seorang <yang>112 bernama Barzagan ia mengatakan tikus makan besi seratus kati(e) dan Rajawali menerbangkan seorang (kanak-kanak)113. maka aku pun tersadar akan hendak mem<per>120baiki gudang itu. Maka si Cerdik itupun keluarkanlah emas itu. ia hendak berlayar <tetapi>114 tiada mempunyai modal. Maka ia pergi kepada Amin maka berkata i[y]137a “hai handai(f)ku Amin adakah tuan men<d>138engar khabar anak hamba [serta]139 lenyap. serta ia berkata “hai handaiku adakah bernasip pada bicara handaiku Rajawali menerbangkan seorang (kanak-kanak)144 mustahil adanya”. Demikianlah cerita itu. Setelah Barzagan men<d>141engar kata handai[nya]142 Amin itu. [Bahwa]110 ini<lah>111 hikayat. maka i[y]143a pun heran dalam hatinya. Maka oleh Barzagan dijualkannya sekalian besi itu. Maka ia turun berjalan pula ke rumahnya. /11/ Maka didatangi oleh Amin akan anak Barzagan <kemudian>133 dibawanya pulang ke rumahnya. Maka ada kepadanya besi seratus kati itulah dibawa kepada seorang sahabatnya <ber>115nama Barzagan ditaruhnya disitu. Kemudian [maka]116 i[y]117a pergi[lah]118 ke[pada]119 kerja yang dimaksudnya. Maka si Cerdik pun ditangkap orang serta di kasi<h>107 hakim dengan /9/ beberapa kesakitan darsainya. maka didapatnya anak Barzagan [ada]130 <sedang>131 (bermain-main)132. Setelah hari malam. Maka dicarinya pada segala kampung serta (berseru-seru)134 dengan nyaring suaranya <yang>135 menangis duka cita[nya]136 akan anaknya. Sebermula ada seorang bernama Amin. Maka ujar Amin “tiadakah handaiku . lalu ia berkata “ya handaiku jikalau hamba tahu akan anak saudaraku diterbangkan oleh Rajawali itu niscaya aku berbatalah daripadanya”. Maka ujar Amin “hai handaiku menerima kasihlah hamba.terhanguslah hatinya dan hancurlah sekalian kulitnya. tikus makan besi tetapi sungguh juga seperti katamu itu karena giginya tajam sedangkan tulang lagi dapat digigit”. Setelah Barzagan men<d>126engar kata Amin itu demikian. tetapi apatah daya hamba karena ada garda insyaallah esok hari hamba datang [mendapatkan]127 <ke tempat>128 tuan hamba. maka (tiba-tiba)125 besimu itu tiada kelihatan lagi serta habis dimakan oleh tikus”. 48 Maka Amin pun bermohon pulang. Maka ujar Amin “mustahil pula katamu itu hai handaiku.” Maka Amin pun terkejut men<d>140engar kata Barzagan itu demikian. Maka kata Barzagan “engkau <yang>120 punya besi itu. Maka dalam hatinya tiada lagi akan dituntutnya besi itu. Itulah hal[nya]108 adanya orang yang (cita-citanya)109 lebih akan dunia jua tiada lain. Maka berapa lama tuan yang punya besi itu datang serta menuntut besi yang dikirimnya itu. Maka oleh Kadi disuruhnya pulangkan emas itu kepada si Bodoh. aku taru<h>121 <besi itu>122 di dalam gudang <se>123telah [serta] 124 berapa /10/ lamanya. Maka orang tua itu mati[lah]106.

1 [bahwa] Kata penghubung untuk menyatakan isi atau uraian bagian kalimat yang ada di depannya. perlu ditambahkan perfiks <ber-> pada kata dua.4 Aparat Kritik Teks Di dalam aparat kritik teks ini yaitu dari hasil suntingan di atas. 3<ber-> <ber-> merupakan perfiks pembentuk verba. Demikianlah perinya dan adalah ibarat hikayat ini bagi orang suka berbuat fitnah kepada sesamanya makhluk dan dari karena segala yang gemar berbuat fitnah itu tiada diperoleh sentosa /13/ di dalam hidupnya. 50 2<-lah> Kata <-lah> ditambahkan karena digunakan untuk menekankan makna kata yang ada di depannya. 4. sehingga teks tampak mudah dipahami oleh pembaca modern.percaya yang Rajawali itu dapat menerbangkan seorang (kanak-kanak)145 manusia /12/ dan jikalau demikian bicara tuan hamba (sekali-sekali)146 tiada jadi siapa tanya kepada yang ampunya takdir pada melakukan kodiratnya. seperti firmannya. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. membuat penafsiran (interpretasi). Aparat kritik yang ditemukan dalam teks dijelaskan sebagai berikut. “Barangsiapa suka melihat kejahatan orang niscaya pada hari itu jatuhlah kejahatan itu kepada dirinya juga dan lagi adalah seperti kata syair. Jadi. huruf besar dan kecil. maka niscaya tiada dapat diterbangkan Rajawali akan tuan hamba punya anak”. Katakan olehmu bagi segala yang jahat sangka kepadamu (Baik-baik)149 peliharakan dirimu jikalau berbuat khianat kembali kepadamu Apabila engkau diberi kebajikan segayanya engkau percayakan Jika dinyatakannya akan kejahatan (sebaik-baiknya)150 kamu jauhkan (Ingat-ingat)151 akan dirimu berbuat yang kebajikan jangan jemu Dengki dan loba jauhkan dirimu i[y]152alah membawa [jadi]153 binasa dirimu. dari karena adalah dalil firman Allah ta‟ala yakni “ Bahwasanya aku juga amat mengetahui barang yang tiada kamu mengetahui dia dan pada bicara hamba jikalau tiada dapat tikus makan besi seratus kati. Sahdan maka ujar Barzagan kepada Amin “tahulah hamba bahwa anak hamba itu adalah pada tuan hamba maka sekarang akan besi tuan hamba itu adalah kepada hamba”. karena menyatakan jumlah. 4 [nya] Penghilangan kata [nya]. Maka Barzagan pun kembalikan[lah]147 49 besi kepada Amin dan Amin pun kembalikan[lah]148 anak Barzagan itu kepadanya. atau penerima. pelaku. Jadi. kata „bahwa‟ dihilangkan karena tidak digunakan sebagai kata penghubung. penulis membuat suatu edisi yang baru dengan mengadakan pembagian alinea-alenia. .

10 <dan> Merupakan kata penghubung satuan bahasa yang setara. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. kata tersebut dihilangkan tidak 52 mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. 13 [keduanya] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya.5 [h] Penghilangan huruf [h]. 14 [pada] Kata [pada] yang ada di dalam teks membuat kalimat menjadi rancu. Jadi. kata tersebut dihilangkan tidak 51 mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. huruf „h‟ dihilangkan untuk membenarkan kata berbagi. Jadi. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. . huruf „h‟ dihilangkan untuk membenarkan kata berbagi. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. karena huruf „h‟ pada kata berbahgi di dalam Ejaan Yang Disempurnakan tidak dibenarkan. Jadi. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. 6 [h] Penghilangan huruf [h]. Jika. 7 [kita juga yang lainnya] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. 8 [kita] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. Jika. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. Jadi. Jadi. karena huruf „h‟ pada kata berbahgi di dalam Ejaan Yang Disempurnakan tidak dibenarkan. 11 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. Jika. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. karena kalimat di dalam teks terdapat kata yang setara sehingga perlu penambahan kata penghubung. 12 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. 9 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. Penambahan kata <dan>.

23 (tiba-tiba) Kata (tiba-tiba) sebelumnya di dalam teks seperti (tiba2). 18 <emas itu> Penambahan kata <emas itu>. karena untuk menjelaskan kalimat sebelumnya. 22 (pura-pura) Kata (pura-pura) sebelumnya di dalam teks seperti (pura2). maka . maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 19 <-kan> Merupakan sufiks pembentuk verba. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. Kalimat di dalam teks perlu kata penghubung agar tidak rancu. karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung „yang‟ untuk menjelaskan kata yang di depannya. Jadi. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. Jadi. 21 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. sehingga kalimat di dalam teks tidak rancu. kalimat ditambahkan kata penghubung agar tidak rancu. Jadi. tujuannya untuk memudahkan pembaca. 53 20 <lalu> Merupakan kata penghubung antar kalimat. Penambahan sufiks <kan> untuk menjadikan kata dalam kalimat tidak rancu. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. tujuannya untuk memudahkan pembaca. 25 [y] Penghilangan huruf [y]. 54 26 (mudah-mudahan) Kata (mudah-mudahan) sebelumnya di dalam teks seperti (mudah2an). 24 [y] Penghilangan huruf [y]. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. 16 (pura-pura) Kata (pura-pura) sebelumnya di dalam teks seperti (pura2). Jadi. Jadi. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. tujuannya untuk memudahkan pembaca. 15 <yang> Menambahkan kata <yang>. 17 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi.sehingga perlu penghilangan kata [pada] agar kalimat di dalam teks tidak rancu. maka penulis mengganti menjadi kata ulang.

Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. kata tersebut dihilangkan tidak 55 mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. 33 [y] Penghilangan huruf [y]. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. tujuannya untuk memudahkan pembaca. tujuannya untuk memudahkan pembaca. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. Jadi. 30 <ke> Merupakan kata depan untuk menandai arah atau tujuan. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 31 [akan] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. Jika. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. Jika.penulis mengganti menjadi kata ulang. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. 28 [keduanya] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. Jika. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. karena kata selanjutnya kata yang menunjukkan tempat tujuan. 29 [dengan] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. 34 (berkata-kata) Kata (berkata-kata) sebelumnya di dalam teks seperti (berkata2). 35 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. 36 <k> Penambahan huruf <k>. tujuannya untuk memudahkan pembaca. 27 (masing-masing) Kata (masing-masing) sebelumnya di dalam teks seperti (masing2). karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata . 32 [suatu pun tiada apa katanya] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. Jika. Jadi. sehingga perlu ditambahkan kata <ke> pada kata sebelumnya . Penambahan kata <ke>.

Jadi. Jadi. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. sehingga perlu penghilangan kata [pada] agar kalimat di dalam teks tidak rancu. Jadi. 42 [dia] Kata [pada] yang ada di dalam teks membuat kalimat menjadi rancu. Jadi.bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 56 37 <k> Penambahan huruf <k>. Jadi. 46 <k> Penambahan huruf <k>. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. sehingga perlu penghilangan kata [pada] agar kalimat di dalam teks tidak rancu. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. 47 <k> Penambahan huruf <k>. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata . Jadi. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. Jadi. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 44 <k> Penambahan huruf <k>. 45 <k> Penambahan huruf <k>. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> dibelakangnya. Jadi. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. 38 <k> Penambahan huruf <k>. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. Jadi. 40 <k> Penambahan huruf <k>. 41 [ada] Kata [pada] yang ada di dalam teks membuat kalimat menjadi rancu. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 57 43 <k> Penambahan huruf <k>. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. 39 <k> Penambahan huruf <k>.

karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 52 <untuk> Merupakan kata depan untuk menyatakan tujuan atau maksud. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. Jadi. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. tujuannya untuk memudahkan pembaca. 58 (tiap-tiap) Kata (tiap-tiap) sebelumnya di dalam teks seperti (tiap2). kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. Jadi. karena kalimat selanjutnya menyatakan tujuan. 50 <k> Penambahan huruf <k>. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. Jika. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. Jadi. Jadi. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. Kalimat di dalam teks perlu ditambahkan kata <untuk>. Selain itu.bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. Jadi. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. . 53 <k> Penambahan huruf <k>. 58 49 <k> Penambahan huruf <k>. 59 55 <k> Penambahan huruf <k>. 57 <k> Penambahan huruf <k>. 56 [adalah] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. penambahan kata tersebut menjadikan kalimat dalam teks tidak rancu. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. 51 [di] Kata [di] dihilangkan agar kalimat di dalam teks tidak rancu. Jadi. Jadi. 54 <k> Penambahan huruf <k>. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. 48 <pohon itu> Penambahan kata <pohon itu> untuk memberikan keterangan kata yang di depannya.

Jadi. tujuannya untuk memudahkan pembaca. Jadi. 65 <ada> Penambahan kata <ada>. tujuannya untuk memudahkan pembaca. kata [dan] dihilangkan tidak mengubah makna kata yang ada di dalam teks. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. 67 [nya] Penghilangan kata [nya]. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. atau penerima. 70 (tiap-tiap) Kata (tiap-tiap) sebelumnya di dalam teks seperti (tiap2). karena pemborosan kata dalam kalimat. 60 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. pelaku. 64 (sang kura-kura) Kata (kura-kura) sebelumnya di dalam teks seperti (kura2). pelaku.59 [nya] Penghilangan kata [nya]. 66 [dan] Kata penghubung [dan] dihilangkan. karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung „yang‟ untuk menjelaskan kata yang di depannya. 61 69 <yang> Menambahkan kata <yang>. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. atau penerima. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 68 [nya] Penghilangan kata [nya]. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. agar kalimat dalam teks tidak rancu. pelaku. atau penerima. 62 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. 63 (kura-kura) Kata (kura-kura) sebelumnya di dalam teks seperti (kura2). kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung „yang‟ untuk menjelaskan kata yang di depannya. Jadi. tujuannya untuk memudahkan pembaca. Jika. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. 71 <yang> Menambahkan kata <yang>. perlu ditambahkan perfiks <ber-> agar kata dalam kalimat tidak rancu. 60 61 <ber-> <ber-> merupakan perfiks pembentuk verba. 72 [juga demikian] . maka penulis mengganti menjadi kata ulang. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung.

tujuannya untuk memudahkan pembaca. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. Jadi. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. tujuannya untuk memudahkan pembaca. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. karena di dalam kalimat perlu keterangan subjek.Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. 79 <k> Penambahan huruf <k>. agar kalimat di dalam teks tidak rancu. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. Jadi. 80 <k> Penambahan huruf <k>. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. Jadi. 76 (kura-kura) Kata (kura-kura) sebelumnya di dalam teks seperti (kura2). tujuannya untuk memudahkan pembaca. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. kata yang ada di . 62 75 (kura-kura) Kata (kura-kura) sebelumnya di dalam teks seperti (kura2). 78 (berjalan-jalan) Kata (berjalan-jalan) sebelumnya di dalam teks seperti (berjalan2). maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 77 [nya] Penghilangan kata [nya]. Jika. pelaku. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. atau penerima. 73 [terdapat tiada] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. Jika. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. 74 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. 63 82 <bapakku> Penambahan kata <bapakku>. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. 81 (tiap-tiap) Kata (tiap-tiap) sebelumnya di dalam teks seperti (tiap2). maka penulis mengganti menjadi kata ulang. Jadi. 83 <k> Penambahan huruf <k>. tujuannya untuk memudahkan pembaca.

maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 85 <di> Merupakan prefiks pembentuk verba. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata dan kalimat dalam teks menjadi tidak rancu. Penambahan kata <di> pada kata di depannya agar kalimat di dalam teks tidak rancu. 64 88 <k> Penambahan huruf <k>. . karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. tujuannya untuk memudahkan pembaca. 90 [lah] Penghilangan kata [lah] agar kalimat dalam teks tidak rancu. 65 95 <emas itu> Penambahan kata <emas itu>. sehingga kalimat di dalam teks tidak rancu. Jadi. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. Jadi. 84 <k> Penambahan huruf <k>. karena untuk menjelaskan kalimat sebelumnya. kata [serta] dihilangkan. sehingga perlu penghilangan kata [pada] agar kalimat di dalam teks tidak rancu. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. karena dlam kalimat tidak digunakan sebagai kata penghubung. Jadi.dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. Jika. Jadi. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung „yang‟ untuk menjelaskan kata yang di depannya. 92 [serta] Merupakan kata penghubung. 94 <yang> Menambahkan kata <yang>. 87 <k> Penambahan huruf <k>. 93 (bersama-sama) Kata (bersama-sama) sebelumnya di dalam teks seperti (bersamaa2). 86 <k> Penambahan huruf <k>. 91 [pada] Kata [pada] yang ada di dalam teks membuat kalimat menjadi rancu. agar kata dalam teks tidak rancu. kata yang ada di dalam teks kata bapa harus ditambahkan huruf <k> di belakangnya. 89 <i> Penambahan huruf <i> pada kata diturutnya. karena dalam Ejaan Yang Disempurnakan kata bapak yang benar dan kata bapa dalam teks salah.

104 [w] Penghilangan huruf [w]. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. Jadi. 103 <n> Menambahkan huruf <n>. Jadi. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. Bila kata [lalu ia] dihilangkan tidak akan mengubah makna kalimat. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. 98 [y] Penghilangan huruf [y]. tujuannya untuk memudahkan pembaca. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. 105 [oranglah kandi] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. karena huruf [w] pada kata tuwa di dalam Ejaan Yang Disempurnakan tidak dibenarkan. 97 <d> Menambahkan huruf <d>. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. maka kata itu dihilangkan untuk mengefektifkan kalimat dalam teks. Bila kata [kah] dihilangkan maka kalimat tidak menjadi rancu. Jika. Kalimat dalam teks kata [dia] tidak digunakan sebagai persona tunggal. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan . karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata menengar tidak benar dan kata yang benar yaitu mendengar. karena kata sebelumnya tidak menyatakan suatu pernyataan. 106 [lah] Penghilangan kata [lah] agar kalimat dalam teks tidak rancu. 67 107<h> Menambahkan huruf <h>.96 [dia] Merupakan persona tunggal. 66 101 (masing-masing) Kata (masing-masing) sebelumnya di dalam teks seperti (masing2). 100 [lalu ia] Penghilangan kata di dalamnya. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata puya tidak benar dan kata yang benar yaitu punya. 99 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. huruf [w] dihilangkan untuk membenarkan kata tua. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. untuk mengefektifkan kalimat dalam teks. 102 [kah] Penghilangan kata [kah]. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. Jadi.

Jadi. 113 (kanak-kanak) Kata (kanak-kanak) sebelumnya di dalam teks seperti (kanak2). jadi perlu ada penambahan kata penghubung. . Jadi. 108 [nya] Penghilangan kata [nya]. Bila kata tersebut dihilangkan tidak akan mengubah makna kata. Penambahan kata <tetapi>. sehingga perlu penghilangan kata [pada] agar kalimat di dalam teks tidak rancu. 118 [lah] Penghilangan kata [lah] agar kalimat dalam teks tidak rancu. karena menyatakan jumlah. kata „bahwa‟ dihilangkan karena tidak digunakan sebagai kata penghubung. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. 110 [bahwa] Kata penghubung untuk menyatakan isi atau uraian bagian kalimat yang ada di depannya. 114 <tetapi> Merupakan kata penghubung intrakalimat untuk menyatakan hal yang bertentangan. Jadi. pelaku. 111 <-lah> Penghilangan kata [lah] agar kalimat dalam teks tidak rancu. 115 <ber-> <ber-> merupakan perfiks pembentuk verba. kata [maka] dihilangkan karena kata maka tidak digunakan sebagai kata penghubung. karena kalimat dalam teks 68 terdapat kalimat yang bertentangan.kata kasi tidak benar dan kata yang benar yaitu kasih. tujuannya untuk memudahkan pembaca. karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung „yang‟ untuk menjelaskan kata yang di depannya. 119 [pada] Kata [pada] yang ada di dalam teks membuat kalimat menjadi rancu. 116 [maka] Merupakan kata penghubung untuk menyatakan hubungan akibat dan implikasi. tujuannya untuk memudahkan pembaca. Jadi. atau penerima. 109 (cita-citanya) Kata (cita-citanya) sebelumnya di dalam teks seperti (cita2nya). maka penulis mengganti menjadi kata ulang. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. 117 [y] Penghilangan huruf [y]. perlu ditambahkan perfiks <ber-> pada kata dua. 112 <yang> Menambahkan kata <yang>. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca.

karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata menengar tidak benar dan kata yang benar yaitu mendengar. Jika. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. Jika. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. 126 <d> Menambahkan huruf <d>. 122 <se-> Penambahan kata <se> agar kalimat dalam teks tidak rancu. 130 [ada] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata taru tidak benar dan kata yang benar yaitu taruh.120 <yang> Menambahkan kata <yang>. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. Jika. kata tersebut dihilangkan tidak 70 mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. 69 121 <h> Menambahkan huruf <h>. 123 [serta] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. Penambahkan perfiks <per-> agar kalimat dalam teks tidak rancu. karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung „yang‟ untuk menjelaskan kata yang di depannya. 128 <ke tempat> Penambahan kata <ke tempat> untuk menjelaskan atau memberikan keterangan kata sebelumnya. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. 127 [mendapatkan] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. tujuannya untuk memudahkan pembaca. 124 <per> <per-> merupakan perfiks pembentuk verba. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 131 <sedang> Penambahan kata <sedang > untuk menjelaskan atau memberikan . 125 (tiba-tiba) Kata (tiba-tiba) sebelumnya di dalam teks seperti (tiba2). Jika. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. 129 [datang] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya.

karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan . atau penerima. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata menengar tidak benar dan kata yang benar yaitu mendengar. 135 <yang> Menambahkan kata <yang>. 143 [y] Penghilangan huruf [y]. tujuannya untuk memudahkan pembaca. atau penerima. 139 [serta] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata menengar tidak benar dan kata yang benar yaitu mendengar. 138 <d> Menambahkan huruf <d>. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. tujuannya untuk memudahkan pembaca. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. Jadi. karena menurut Ejaan Yang Disempurnakan kata menengar tidak benar dan kata yang benar yaitu mendengar. 71 134 (berseru-seru) Kata (berseru-seru) sebelumnya di dalam teks seperti (berseru2). 137 [y] Penghilangan huruf [y]. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. 142 [-nya] Penghilangan kata [nya]. 133 <kemudian> Penambahan kata <kemudian> untuk menjelaskan atau memberikan keterangan kata sebelumnya. karena pronomina benda yang tidak menyatakan miliki. Jika. 72 140 <d> Menambahkan huruf <d>. pelaku. pelaku. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 141 <d> Menambahkan huruf <d>.keterangan kata sebelumnya. karena kalimat di dalam teks memerlukan kata penghubung <yang> untuk menjelaskan kata yang di depannya. 132 (bermain-main) Kata (bermain-main) sebelumnya di dalam teks seperti (bermain2). Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. Tujuan penambahan huruf untuk memudahkan pembaca. 136 [-nya] Penghilangan kata [nya].

tujuannya untuk memudahkan pembaca. tujuannya untuk memudahkan pembaca. karena kata tersebut pemborosan atau tidak efektif. 153 [jadi] Penghilangan kata yang terdapat di dalamnya.5 Kata Sulit (Glosarium) Kata-kata sulit yang ditemukan dalam teks Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik diartikan menurut Kamus Bahasa Melayu Nusantara. dan . maka penulis mengganti menjadi kata ulang. Jadi.kalimat dalam teks rancu. 146 (sekali-sekali) Kata (sekali-sekali) sebelumnya di dalam teks seperti (sekali2). 152 [y] Penghilangan huruf [y]. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 149 (baik-baik) Kata (baik-baik) sebelumnya di dalam teks seperti (baik2). maka penulis mengganti menjadi kata ulang. 151 (ingat-ingat) Kata (ingat-ingat) sebelumnya di dalam teks seperti (ingat2). tujuannya untuk memudahkan pembaca. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. kata tersebut dihilangkan tidak mengubah makna kata sebelumnya atau sesudahnya dan menjadikan kalimat dalam teks menjadi efektif. 148 [-lah] Penghilangan kata [lah] agar kalimat dalam teks tidak rancu. 150 (sebaik-baiknya) Kata (sebaik-baiknya) sebelumnya di dalam teks seperti (sebaik2nya). tujuannya untuk memudahkan pembaca. 144 (kanak-kanak) Kata (kanak-kanak) sebelumnya di dalam teks seperti (kanak2). Kata-kata sulit yang terdapat dalam teks Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik sebagai berikut. perceraian. 145 (kanak-kanak) Kata (kanak-kanak) sebelumnya di dalam teks seperti (kanak2). tujuannya untuk memudahkan pembaca. jika huruf [y] tidak dihilangkan dapat menjadikan kalimat dalam teks rancu. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu. 73 147 [-lah] Penghilangan kata [lah] agar kalimat dalam teks tidak rancu. tujuannya untuk memudahkan pembaca. (a) Kadi = Hakim yang mengurus atau mengadili perkara-perkara yang bersangkut-paut dengan Agama Islam (seperti. 74 4. Jika. maka penulis mengganti menjadi kata ulang. Jadi. perlu penghilangan huruf [y] agar kalimat dalam teks tidak rancu.

tamak. bertanggung jawab. Di bawah ini adalah salah satu peristiwa yang menggambarkan seseorang yang mempunyai sikap adil. dan serakah. percaya. 4. Sikap adil dalam 76 peristiwa ini mengandung nilai yang baik untuk kehidupan sekarang ini. 4. 4. (g) Loba = Selalu ingin mendapat (memiliki) banyak-banyak. penulis menyimpulkan nilai moral yaitu tingkah laku manusia baik dan buruknya sebagai manusia. yaitu nilai moral positif dan nilai moral negatif. menurut Nainggolan (1997:21) ditinjau dari sudut bahasa.1.pelanggaran hukum Islam). teman. Tingkah laku yang baik dapat dimasukkan ke dalam nilai moral positif. perihal. serakah. kejadian. Sikap adil dapat dilihat dari berbagai sikap seseorang. Sementara itu. maka.1 Sikap Adil Di dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik terdapat peristiwa yang menggambarkan sikap adil. Suatu hari si Cerdik dengan si Bodoh berjalan berdua. balas dendam. kasih sayang. berbohong. (f) Handai = Kawan. (c) Jerapaya = Jerapah (d) Hata = Kemudian dari itu. kisah atau pengalaman.6 Interpretasi Nilai Moral Menurut Suseno (1987:19) kata moral selalu mengacu pada tingkah laku baik buruk manusia sebagai manusia. mencuri. lalu. sahabat. (b) Ihwal = Hal. (e) Kati = Ukuran berat yang bersamaan dengan 16 tahil.1 Nilai Moral Positif Di dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik terdapat nilai moral yang positif yaitu nilai moral yang baik. Tingkah laku baik dan buruk tersebut dapat digolongkan menjadi nilai moral positif dan nilai moral negatif.6. moral adalah sebagai kata benda yang berarti berhubungan dengan prinsip baik dan buruk yang ditarik dari satu cerita. sikap jujur. menolong.6. Jadi. sedangkan tingkah laku yang buruk dapat dimasukkan ke dalam nilai moral negatif. Interpretasi nilai moral yang ditemukan dari segi nilai moral positif meliputi: sikap adil. 75 Berdasarkan pendapat di atas. dan beragama. Norma-norma moral adalah tolok ukur untuk menentukan betul salah sikap dan tindakan manusia dilihat dari segi baik buruk sebagai manusia dan bukan sebagai pelaku peran tertentu dan terbatas. Nilai moral yang ditemukan dari segi nilai moral negatif meliputi: menfitnah. rekan. interpretasi nilai moral dibagi menjadi dua golongan. Nilai moral positif dapat dijadikan suatu perbuatan yang perlu dicontoh atau diikuti oleh setiap orang dalam kehidupan sehari-hari. Mereka pun mendapat sepotong emas terhantar di jalan . Nilai moral positif yaitu perbuatan yang dapat membantu atau meringankan beban orang lain.

Hal ini terdapat pada kutipan berikut. (HSBDSC hlm. Si Cerdik itupun keluarkanlah emas itu. Lalu si Cerdik pun ditangkap orang serta di kasih hakim dengan beberapa kesakitan. Lalu Kadi 77 mengetahui bahwa pohon tersebut ada orang di dalamnya yaitu orang tua. Setelah ia mengatakan kebenarannya. Kadi mempunyai sikap adil. tetapi menyalahkan siapa yang salah yaitu siapa yang menyuruhnya melakukan perbuatan ini. Maka orang tua itu diperiksa dan orang tua itu roboh dan menyahat sebab bekas kehangatan kena api itu jadi terhanguslah hatinya dan hancurlah sekalian kulitnya. ia merasa heran mendengar ada suara keluar dari pohon. tetapi si Cerdik tidak ingin dibagi dua. Setelah Kadi mengetahui kebenaran siapa yang salah. Lalu oleh Kadi disuruhnya . Kata Kadi “bawa kemari orang tua itu supaya kita periksa”. 9 ) Kutipan di atas menjelaskan bahwa Kadi mengadili seorang saksi yaitu seorang yang sudah tua untuk berkata yang sebenarnya. lalu orang tua itu mati. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. Suatu ketika mereka menemukan emas. karena si Cerdik meminta untuk mengadili si Bodoh. Lalu si Bodoh dibawa kepada Kadi. maka kata Kadi “ baiklah esok hari saya hakimkan disana”. jadi ia mempunyai sikap adil. (HSBDSC hlm. 1) Kutipan di atas menunjukkan bahwa si Bodoh adalah seorang teman yang selalu ada bagi si Cerdik. Maka ujar si Cerdik “ tuan hamba kadi dihakimkan antara kedua kami ini. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. si Bodoh pun berpikir untuk membagi dua pada si Cerdik. Kadi adalah seorang hakim. (HSBDSC hlm. Kadi heran mendengarkan masalah dan permintaan Si Cerdik. karena khianat si Bodoh akan hambamu ini. Kadi tidak menyalahkan orang tua itu. lalu Kadi akan mengadili si Cerdik dan si Bodoh esok harinya. Maka ujar si Bodoh “marilah kita berbagi dua emas ini dahulu”.lalu tiada diberitahu hambamu ini. si Bodohlah yang mengambil emas itu. Maka Kadi pun heran mendengar kata si Cerdik. Oleh karena itu. 3) Kutipan di atas menjelaskan Kadi akan mengadili antara si Cerdik dengan si Bodoh. Si Bodoh dengan si Cerdik ke mana pun pergi selalu bersama-sama. Maka orang tua itu mati. maka dikatakan oleh si Cerdik segala perhal mendapatkan emas itu.raya. sesudah diceritakan kepada Kadi. Kadi di sini bersikap adil terhadap seorang saksi yang berkata sebenarnya. Saksi itu mengatakan sebenarnya siapa yang salah dan benar. Ketika Kadi sedang memeriksa saksi yaitu sebuah pohon. lalu ia menanyakan pada orang tua tersebut sebagai saksi. Lalu ia menangkap orang yang salah itu dan menghukumnya.

pulangkan emas itu kepada si Bodoh.(HSBDSC hlm. 9 ) Kutipan di atas menjelaskan Kadi yang bersikap adil terhadap orang yang berbuat salah yaitu si Cerdik. Lalu kadi menghukum si Cerdik dan meminta si Cerdik untuk mengembalikan emas itu terhadap si Bodoh. Kadi berbuat adil terhadap siapa yang bersalah dan siapa yang 78 benar. Ia menghukum bagi yang bersalah dan membebaskan yang tidak bersalah. Selain peristiwa di atas, ada juga peristiwa lain yaitu seorang yang berbuat sikap adil atas hak kepunyaannya. Ia meminta haknya untuk dikembalikan. Seseorang itu melakukan sesuatu hal agar haknya dapat dikembalikan. Hal ini terlihat pada kutipan berikut. Maka ujar Barzagan kepada Amin “tahulah hamba bahwa anak hamba ada pada tuan maka sekarang besi tuan hamba itu ada pada hamba”. Kemudian Barzagan pun kembalikan besi kepada Amin dan Amin pun kembalikan anak Barzagan kepadanya. (HSBDSC hlm.12) Kutipan di atas menggambarkan Amin yang berbuat adil karena ia ingin haknya dikembalikan yang telah dicuri Barzagan. Barzagan mengakui memang benar hak Amin ada padanya. Lalu Amin mengembalikan hak Barzagan dan Barzagan pun mengembalikan hak Amin. Peristiwa tersebut bahwa sikap adil tidak akan merugikan bagi diri sendiri maupun orang lain. Jadi, dari beberapa kutipan di atas dapat diketahui bahwa sikap adil dapat dimiliki oleh setiap orang. Sikap adil tidak hanya dimiliki oleh seorang hakim saja, tetapi dapat juga dimiliki oleh orang biasa. Seseorang dapat berbuat adil jika ia memiliki moral yang baik. Moral yang baik tidak dimiliki oleh semua orang, hanya orang tertentu yang dapat memiliki moral yang baik. Sekarang ini, sikap adil pada diri seseorang jarang ditemukan. Seorang hakim masih ada juga yang tidak bersikap adil. Jadi, diharapkan 79 dari hasil analisis ini dapat membuat orang untuk bersikap adil. Sikap adil dapat membuat orang yang berkuasa tidak semena-mena terhadap orang yang lemah. Sikap adil tidak akan merugikan semua orang, melainkan dapat menguntungkan sesama manusia. Selain itu, sikap adil akan selalu membuat kehidupan ini damai, aman, dan sejahtera. Kehidupan sesama manusia akan indah jika sikap adil masih dilakukan hingga saat ini. 4.6.1.2 Sikap Jujur Jujur adalah sebuah sikap berbicara yang sebenarnya. Sikap jujur saat ini jarang dimiliki oleh setiap orang. Di dalam Hikayat Cerita Seorang Cerdik dan Seorang Bodoh ada seorang yang bersikap jujur, ia berbuat hal tersebut karena ia tidak ingin kehilangan sesuatu yang dimilikinya. Hal ini terlihat pada kutipan berikut.

Maka ujar Barzagan kepada Amin “tahulah hamba bahwa anak hamba ada pada tuan maka sekarang besi tuan hamba itu ada pada hamba”. (HSBDSC hlm. 12) Kutipan di atas menggambarkan bahwa Barzagan mengetahui Amin temannya telah menyembunyikan anaknya. Ia pernah berbohong kepada Amin bahwa besi milik Amin telah habis dimakan tikus, kemudian Amin ingin mengetahui hal yang sebenarnya. Amin mengambil anak Barzagan lalu menyembunyikannya. Barzagan sangat ingin anaknya kembali, lalu ia berkata jujur bahwa besi milik Amin masih ada padanya. Amin pun berkata jujur bahwa anak Barzagan ada 80 pada dirinya. Lalu Amin mengembalikan anak Barzagan dan Barzagan mengambalikan besi itu pada Amin. Selain itu, ada juga orang yang berkata jujur bahwa ia tidak melakukan hal yang tidak ia lakukan. Orang tersebut berani bersumpah atas perkataan yang jujur dan ia berani bertanggung jawab atas perkataannya. Hal ini terlihat pada kutipan berikut. Maka kata si Cerdik “siapa tahu engkaulah yang mengambil emas itu, maka pura-pura engkau mengajak aku, melainkan engkau ini khianat”. Lalu tangan si Bodoh hendak dibawanya kepada Kadi. Si Bodoh pun bersumpah tiada dicuri emas itu lalu tiada juga dipercaya oleh si Cerdik. (HSBDSC hlm. 2) Kutipan di atas menggambarkan si Bodoh yang berkata jujur bahwa ia tidak melakukan pencurian atas emas yang telah ia temukan bersama si Cerdik. Si Cerdik tidak mempercayaan perkataan si Bodoh, walaupun si Bodoh telah berani bersumpah atas perkataannya. Lalu untuk membuktikan benar atau tidak perkataan si Bodoh. Si Cerdik membawa si Bodoh ke Kadi atau hakim. Si Bodoh berani bertanggung jawab karena ia berkata jujur dan tidak merasa bersalah atas perbuatan yang ia lakukan. Sebuah kejujuran akan menghasilkan hal yang tidak merugikan seseorang melainkan akan menguntungkan bagi diri sendiri dan orang lain. Kejujuran seseorang akan selalu membawa sesuatu perbuatan yang dapat membantu orang lain. Sikap jujur merupakan moral yang baik, moral yang dapat membuat seseorang akan berbuat baik kepada orang lain. 81 Jika sikap jujur dapat diterapkan hingga saat ini, maka kehidupan ini akan terasa damai dan indah. Hanya saja, sekarang ini sikap jujur kurang diterapkan dalam kehidupan, sehingga banyak terdapat kebohongan antara makhluk yang satu dengan lainnya. Kebohongan terjadi karena seseorang tidak memiliki sikap jujur. Sikap jujur mempunyai peranan penting dalam kehidupan ini. 4.6.1.3 Kasih Sayang Kasih sayang adalah suatu sikap yang mengasihi satu dengan

yang lainnya. Kasih sayang banyak dimiliki oleh setiap manusia dan kasih sayang itu tidak hanya sayang pada sesama manusia tetapi sesama makhluk hidup yang lain. Kasih sayang sesama manusia biasanya dimiliki semua manusia sejak lahir. Di dalam hikayat ini telah ditemukan beberapa sikap kasih sayang sesama manusia. Si Cerdik seorang anak yang meminta tolong kepada bapaknya. Bapak si Cerdik sangat sayang kepada anaknya yaitu si Cerdik. Bapak Si Cerdik ingin menunjukkan rasa kasih sayang kepada anaknya, lalu apa pun yang diinginkan anaknya akan dituruti. Hal ini terdapat pada kutipan berikut. Setelah itu, si Cerdik datang kepada bapaknya, maka katanya “ hai, bapakku kasihkah bapakku akan aku”. Maka kata bapaknya “mengapa engkau berkata demikian dimanakah makhluk ini tiada kasih akan anaknya”. (HSBDSC hlm. 4) 82 Kutipan di atas menggambarkan bahwa seorang bapak yang sayang akan anaknya. Kasih sayang seorang bapak adalah bukti adanya rasa mengasihi. Bapak yang baik akan selalu sayang akan anaknya dan akan selalu menuruti apa yang diminta anaknya. Kasih sayang seorang bapak pada anaknya hingga saat ini masih ada, tetapi tidak semua bapak memiliki rasa sayang yang seperti itu. Si Cerdik ingin mengetahui apa benar Bapaknya sayang akan dirinya. Lalu si Cerdik meminta bapaknya untuk melakukan sesuatu hal. Bapak si Cerdik melakukan hal yang diinginkan anaknya, sebagai bukti bahwa ia benar-benar sayang pada anaknya. Lalu Bapak si Cerdik mau melakukan perbuatan yang diinginkan si Cerdik. Hal ini terdapat pada kutipan berikut. Maka ujar si Cerdik “hai bapaku jikalau ada kasih sayang bapak kepada hamba, janganlah bapak panjangkan kalam ini karena kita perolehnya tiada banyak”. Karena bapaknya kasih akan anaknya, maka diturutinya. (HSBDSC hlm. 7) Kutipan tersebut menggambarkan bagaimana kasih sayang bapak kepada anaknya yang meminta tolong. Seorang anak yang mempunyai masalah, ia meminta agar bapak menolongnya. Bapak yang menuruti kata anaknya akan melakukan apa pun yang diminta anaknya karena bapak yang sangat sayang akan anaknya. Femomena kehidupan saat ini, sikap kasih sayang masih ada. Selain itu, tidak hanya kasih sayang bapak kepada anaknya, tetapi ada juga kasih sayang sesama manusia yang lain dan makhluk hidup lainnya. 83 Jadi, kasih sayang merupakan perbuatan yang baik, karena dapat menimbulkan rasa mengasihi. 4.6.1.4 Percaya Percaya adalah sikap untuk mempercayai sesuatu hal. Di dalam

sehingga Kadi percaya bahwa pohon dapat menjadi saksi atas perkara si Cerdik dan si Bodoh. Sikap percaya di atas merupakan sikap yang mempercayai sebuah perkataan sahabatnya. maka tiba-tiba besimu itu tiada kelihatan lagi serta habis dimakan oleh tikus”. Barzagan mengatakan bahwa besi tersebut telah habis dimakan tikus. jika orang itu dapat mempercayai orang 84 lain. Ketika ia akan mengambil besi tersebut. Jadi. tikus dapat makan besi tetapi bisa juga seperti katamu itu karena giginya tajam sedangkan tulang dapat digigit juga”. kita harus berhati-hati dalam mempercayainya. melainkan ia lah yang mengambil emas itu. maka akupun tersadar akan hendak memperbaiki gudang itu. Selain percaya akan perkataan seorang teman. Sikap percaya akan seseorang yang sudah dikenal maupun tidak dikenal. siapa yang tahu daripada kebenarannya hamba.Hikayat Cerita Seorang Cerdik dan Seorang Bodoh ada seorang yang mempunyai sikap percaya perkataan seseorang. sebuah kepercayaan dapat dimiliki oleh seseorang. Kadi ingin membuktikan perkataan orang itu. Maka kata Barzagan “engkau yang punya besi itu. ada juga sebuah peristiwa seorang Kadi atau hakim yang mempercayai perkataan orang yang ingin diadili. karena Barzagan sahabatnya lalu Amin mempercayai perkataannya. Maka Kadi pun heran mendengar kata si Cerdik. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. Sebuah sikap percaya akan seseorang sangat sulit ditemukan pada saat ini. jangankan manusia unggas pun tiada mengetahui dan tiada melihat hamba menaruh emas itu. Kadi pun mengatakan akan mengadili mereka esok harinya. Maka ujar Amin “mustahil katamu itu hai temanku. Amin mempunyai besi dan ia menitipkan besi itu kepada temannya Barzagan. 10) Kutipan di atas menggambarkan seseorang yang percaya akan perkataan temannya. mudah-mudahan pohon kayu itu jadi saksi akan hamba. (HSBDSC hlm. berhati-hatilah dalam mempercayai perkataan orang lain. Di dalam . aku taruh besi itu didalam gudang berapa lamanya kemudian. Jadi. Amin ragu akan perkataan Barzagan. Orang akan percaya pada orang lain. Peristiwa tersebut terlihat pada kutipan berikut. Seniscaya ia lah yang berbuat khianat karena pada masa itu terlalu sunyi. jika orang itu sudah saling mengenal. (HSBDSC hlm. maka kata Kadi “ baiklah esok hari saya hakimkan disana” lalu mereka pun kembali ke masing-masing rumahnya. baik yang sudah kita kenal maupun yang belum kita kenal. 3) Kutipan di atas salah satu penggambaran sikap percaya akan seseorang. apa benar sebuah pohon dapat menjadi saksi.

bapak itu pun melakukannya demi anaknya. ia hendak berlayar tetapi ia tiada mempunyai modal. Bapak yang melakukan apa saja untuk menolong anaknya dalam menyelesaikan masalah.kehidupan sekarang ini sikap percaya pada seseorang sedikit ditemui. Kemudian ia pergi kerja. 4) Kutipan di atas menggambarkan sikap bapak yang menolong anaknya yang dalam kesusahan.5 Menolong Setiap orang tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Hidup dengan Perbuatan menolong dapat membantu orang yang sedang dalam kesusahan. Lalu Amin menitipkan besi yang akan dijualnya untuk dijadikan modal kepada temannya Barzagan. (HSBDSC hlm. untuk berlayar tetapi ia tidak memiliki modal. lalu ia pergi bekerja. Perbuatan menolong tersebut yaitu menolong sesama teman atau sesama manusia yang sedang membutuhkan bantuan orang lain. Selain hal di atas. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. Maka ada padanya besi seratus kati itulah dibawa kepada seorang sahabatnya bernama Barzagan ditaruhnya disitu. Walaupun bapaknya mengetahui bahwa anaknya telah berbuat salah. 85 4. Perbuatan menolong dapat juga terjadi dalam sebuah keluarga. Perbuatan menolong sesama manusia sangatlah dibutuhkan dalam kehidupan. Maka kata bapaknya “ hai anakku kerja apa yang engkau suruhkan kepada aku ini”. Inilah supaya bapakku tolong aku dan supaya emas itu kita peroleh”. (HSBDSC hlm. lalu bapaknya membantu. Barzagan membantu menyimpan besi milik Amin di gudangnya. Seorang anak yang meminta tolong kepada bapak. Bantuan tersebut dapat berupa pertolongan sesama manusia. Amin pun meninggalkan besi itu kepada Barzagan. lalu ia meminta bantuan kepada Kura-kura. Perbuatan menolong dalam keluarga ini yaitu seorang bapak yang menolong seorang anaknya. Sikap percaya merupakan perbuatan yang tidak merugikan sesama manusia.6. Ada seorang bernama Amin. Di dalam hal tersebut ada seorang ayah 86 yang mempunyai rasa sayang untuk menolong dalam kesusahan terdapat pada kutipan berikut ini. Menolong adalah perbuatan yang dapat membantu sesama manusia untuk meringankan beban hidupnya. 9) Dari peristiwa di atas dapat diketahui Amin membutuhkan pertolongan. Hidup dengan saling percaya maka akan tercipta hidup yang sentosa dan sejahtera. ada juga suatu peristiwa perbuatan menolong lainnya yaitu seekor Katak membutuhkan bantuan untuk menyelesaikan masalahnya. Kemudia Kurakura . tetapi karena anaknya meminta tolong dan sangat membutuhkan bantuan.1.

perbuatan menolong dapat terjadi bila seseorang memiliki rasa ingin membantu kepada sesamanya. Si Bodoh pun bersumpah tiada dicuri emas itu lalu tiada juga dipercaya oleh si Cerdik. Berikut ini ada sebuah kutipan mengenai hal tersebut. (HSBDSC hlm. (HSBDSC hlm. si Bodohlah yang mengambil emas itu. Orang yang menolong hanya ingin orang yang ditolongnya senang. Hal ini juga terterlihat pada kutipan berikut ini. maka pura-pura engkau mengajak aku.menolong Katak itu. dan menolong juga tidak memandang hal apa yang akan ditolongnya.1. Lalu tangan si Bodoh hendak 88 dibawanya kepada kadi. sehingga perbuatan menolong yang atas dasar ingin membantu semakin lama makin hilang. sebab itulah tiada boleh aku pergi kesana. tetapi aku tiada dapat pergi kesana. Jadi. semakin jarang ditemukan. 3) Hal di atas menunjukkan si Bodoh adalah orang yang . 4. Perbuatan menolong sesama manusia tidak akan memandang status seseorang. bahagia dan sedikit menghilangkan kesulitannya. tetapi secara kenyataan jarang orang yang mau bertanggung jawab atas apa yang diperbuatnya.6 Bertanggung jawab Orang yang berani berbuat maka ia harus berani bertanggung jawab. hamba mintalah akan tuan hamba pepatah supaya hamba dengar dan hamba amalkan. diharapkan perbuatan menolong sesama manusia dilakukan atas dasar ingin membantu yang lainnya. Banyak orang yang menolong bila ada pamrih atau timbal balik. karena khianat si Bodoh akan hambamu ini. 5) 87 Dari kutipan-kutipan di atas. Maka kata si Cerdik “siapa tahu engkaulah yang mengambil emas itu. Kura-kura memberikan sebuah cara kepada Katak. Katak meminta pertolongan kepada Kura-kura untuk memberinya sebuah nasehat atau cara menyelesaikan masalah. Lalu Katak pergi kepada Kura-kura serta katanya kepada sang Kura-kura yaitu hamba dengar ada seorang pendeta. Lalu pergilah mereka itu ke pohon itu didapatnya emas itu sudah tiada lagi. Perbuatan menolong dalam kehidupan sekarang ini. melainkan engkau ini khianat”. Tempatnya terlalu amat banyak tanahnya dan batunya yang menikam dan akik. Maka ujar si Cerdik “ tuan hamba Kadi dihakimkan antara kedua kami ini. Oleh karena itu.6. Di dalam Hikayat Cerita Seorang Cerdik dan Seorang Bodoh ada seorang yang berani bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukannya. Si Bodoh datang mengajak si Cerdik hendak pergi mengambil emas itu. Maka hidup ini akan terasa sentosa. Banyak orang yang mengatakan hal itu. lalu tiada diberi tahu hambamu ini.

1) Kutipan di atas menggambarkan bahwa Si Cerdik sangat beragama. Padahal ia takut akan Allah ta‟ala dan ia menjalaninya teringat kerja maksiat itu. Karena bapaknya kasih akan anaknya. Ia sangat mensyukuri pemberian dari Allah Subahanallahuwata‟ala yaitu sebuah emas yang terhanpar di jalan. Sikap bertanggung jawab dalam kehidupan sekarang ini semakin lama semakin berkurang. sikap yang dimiliki si Cerdik merupakan salah satu moral yang baik.7 Beragama Di dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik terdapat sikap beragama yang sangat kuat kepada penciptanya. Peristiwa itu terdapat pada kutipan berikut ini. dimanakah kita cari lagi”. maka hidup ini akan terasa aman. lalu si Bodoh pun dibawa ke Kadi atau hakim. Selain itu. dan ia bersedia untuk diadili. Seorang bapak yang menjalankan sesuatu perbuatan selalu mengingat Allah ta‟ala.6. maka diturutinya. Hal itu terlihat di dalam kehidupan sekarang ini banyak orang yang dirugikan atas orang yang tidak bertanggung jawab. 7) 90 . Si Bodoh pun ikut ke Kadi karena ia bertanggung jawab bahwa ia tidak mengambil emas itu. (HSBDSC hlm. Jadi. Ia menyerahkan dirinya kepada Allah ta‟ala atas perbuatan yang maksiat yang akan ia lakukan.bertanggung jawab. Jika sikap tanggung jawab dapat diterapkan hingga saat ini. Sikap yang dimiliki si Cerdik belum tentu dimiliki oleh orang lain. atas semua pemberian Tuhan kepada umatnya. Sikap beragama yang ditonjolkan dalam naskah ini yaitu beragama Islam. Hal yang beragama tersebut terdapat pada kutipan berikut ini. Selain hal di atas. Hanya orang tertentu saja yang memiliki keberanian untuk bersikap tanggung jawab. Sikap bertanggung jawab di atas yaitu bahwa ia berani untuk diadili atas dirinya yang tidak bersalah. Banyak orang yang tidak berani bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukannya. bertanggung jawab adalah salah satu moral positif yang dapat dimiliki oleh semua orang. Bertanggung jawab merupakan suatu perbuatan yang tidak merugikan semua pihak. sentosa. 89 4. dan sejahtera. Lalu bapak itu menuruti perkataan anaknya untuk melakukan suatu hal. akan tetapi si Cerdik tidak mempercayai semua perkataan si Bodoh. (HSBDSC hlm.1. Ia tidak mengambil emas yang telah mereka temukan. Maka ujar si Cerdik kepada si Bodoh “marilah kita ambil karena kita diberi Allah Subahanallahuwata‟ala beroleh emas ini. Sikap si Cerdik yang mensyukuri nikmat dari Tuhannya patut untuk dicontoh oleh semua orang. orang yang bertanggung jawab yaitu orang yang berani mengakui semua perbuatan yang dilakukannya. Selain itu. ada juga terdapat sebuah peristiwa seorang bapak yang ingin menolong anaknya.

13) Kutipan di atas menggambarkan hikayat ini mengandung keagamaan yang terlihat dari sebuah firman Allah ta‟ala. (HSBDSC hlm. Sebaliknya jika seseorang . 12) Sesuatu hal yang ditakdirkan datangnya hanya dari penciptanya. “Barangsiapa suka melihat kejahatan orang niscaya pada hari itu jatuhlah kejahatan itu kepada dirinya juga”. Orang itu menyerahkan sesuatu yang ia lakukan berdasarkan firman Allah ta‟ala yang dipahaminya. (HSBDSC hlm. Orang yang melakukan atas dasar agama. Ia melakukan perbuatan dengan rasa takut dan selalu teringat akan Allah ta‟ala. maka orang tersebut akan menyerahkan 91 sesuatu yang ia lakukan berdasarkan takdir yang diberikan penciptanya yaitu Allah ta‟ala.Seorang ayah menolong anaknya tetapi yang ia tolong adalah seorang anak yang berbuat jahat. Ia selalu teringat kepada Tuhannya akan sesuatu yang ia kerjakan. Keagamaan yang dimiliki bapak itu yaitu beragama atau beriman yang kuat. Demikianlah perinya dan ibarat hikayat bagi orang suka berbuat fitnah kepada sesamanya dan dari segala yang gemar berbuat fitnah itu tiada diperoleh sentosa didalam hidupnya. bila seseorang melakukan sesuatu perbuatan yang jahat maka hidup orang itu tidak akan sentosa. Firman tersebut mengatakan bahwa kejahatan yang dilakukan seseorang akan menimpa dirinya sendiri. Selain peristiwa di atas. Di akhir hikayat ini juga terdapat nilai moral yang berupa sikap beragama. ada juga peristiwa seorang yang mempercayai sesuatu hal itu merupakan suatu takdir dari Allah ta‟ala. Orang yang beragama dalam hikayat ini ditujukan pada setiap orang agar berbuat baik dan tidak melakukan perbuatan yang jahat. Orang melakukan perbuatan sesuatu yang tidak diketahui orang lain. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. Nilai moral tentang beragama dikatakan dalam sebuah firman atau surat dari Allah ta‟ala. seperti firmannya. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut ini. Jikalau bicara tuan hamba tanya kepada yang punya takdir yang melakukan kodiratnya. Peristiwa tersebut menggambarkan besarnya iman seorang bapak kepada Tuhannya. karena ia melakukan sesuatu hal selalu teringat akan penciptanya yaitu Allah ta‟ala. Perbuatan yang tidak diketahui orang lain itu dibuktikan atas dasar firman Allah ta‟ala. Jadi. Hal tersebut seperti yang digambarkan pada kutipan di atas. pasti diketahui oleh penciptanya yaitu Allah ta‟ala. hikayat ini benar-benar mengandung keagamaan yang sangat kuat. karena ada dalil firman Allah ta‟ala yakni “ Bahwasanya aku mengetahui yang tiada kamu mengetahui dan bicara hamba jikalau tiada dapat tikus makan besi seratus kati. dan juga niscaya tiada dapat diterbangkan Rajawali akan tuan hamba punya anak”. Jadi.

Orang tidak melakukan perbuatan berdasarkan agama yang dimiliki tetapi hanya berdasarkan keinginan nafsu. Perbuatan menfitnah akan timbul pada diri seseorang. Masyarakat yang beragama kuat maka hidup ini akan terasa indah. Salah satu nilai moral negatif yaitu perbuatan yang 93 merugikan orang lain. Orang yang memiliki agama hanya sekedar mempunyai agama. Masyarakat hendaknya senantiasa mensyukuri nikmat Tuhan dan selalu teringat akan semua permberian-Nya.6. Maka kata si Cerdik “siapa tahu engkaulah yang .selalu berbuat baik dan selalu ingat akan Allah ta‟ala maka hidupnya akan terasa indah dan sentosa. baik terhadap teman sendiri maupun orang lain. Orang yang melakukan perbuatan tidak atas dasar agama yang dimiliki. sikap beragama merupakan nilai moral yang baik dalam diri seseorang. Orang yang melakukan perbuatan atas dasar agama yang dimiliki. Di dalam kehidupan saat ini. Sikap beragama di atas menggambarkan seorang yang melakukan perbuatan berdasarkan keimanan yang dimilikinya sendiri. lalu diambilnya emas itu dibawa pulang ke rumahnya. ia akan merasa bahwa hidup ini indah. 4. Hasil analisis Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik ini diharapkan dapat membangkitkan sikap beragama seseorang sekarang ini yang sudah mulai pudar.2 Nilai Moral Negatif Di dalam Hikayat Cerita Seorang Bodoh dan Seorang Cerdik tidak hanya terdapat nilai moral yang positif.6. Jadi. beragama yang terkandung di dalam hikayat ini juga dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat saat ini. Selang berapa hari maka si Cerdik pergilah dengan seorang diri. untuk melakukan suatu 92 perbuatan yang baik. tetapi juga terdapat nilai moral yang negatif. Nilai moral negatif dalam hikayat ini terjadi pada orang-orang yang mempunyai maksud buruk atau jahat. Berdasarkan beberapa kutipan di atas. menfitnah adalah perbuatan yang negatif. dan sentosa. Jadi. sejahtera. 4. Lalu Si Bodoh datang mengajak si Cerdik hendak pergi mengambil emas itu. Lalu pergilah mereka itu ke pohon itu didapatnya emas itu sudah tiada lagi.2. Perbuatan menfitnah dapat juga terjadi kapan saja dan oleh siapa saja. beragama merupakan suatu perbuatan yang mengingatkan kita pada penciptanya.1 Menfitnah Menfitnah merupakan suatu perbuatan yang sangat merugikan bagi orang yang difitnah. Selain itu. bila orang tersebut mempunyai maksud buruk pada orang lain. Peristiwa menfitnah seseorang terdapat pada kutipan berikut. ia akan merasa bahwa hidup sulit dan susah. sikap beragama yang dimiliki semua orang tidak diterapkan pada kehidupan.

maka pura-pura engkau mengajak aku. Ujar si Cerdik “hai. bahwa emas yang mereka temukan telah diambil si Bodoh. Apabila engkau yaitu Katak lihat lubang Jerapah maka ambil olehmu barang tiga ekor ikan. pohon kayu itu akan jadi saksi hilangnya emas itu. dan orang lain tidak boleh memilikinya. Maka ujar si Cerdik “ Tuan hamba kadi dihakimkan antara kedua kami ini. Lalu si Cerdik ingin bapaknya untuk membantunya dalam pengadilan. tetapi emas itu aku ambil dan aku katakan si Bodoh yang mencuri emas itu”. si Cerdik menfitnah si Bodoh di depan Kadi. (HSBDSC hlm. maka si Cerdik menfitnah si Bodoh temannya sendiri. Walaupun bapaknya si Cerdik mengetahui anaknya berbuat fitnah. bahwa si Bodoh yang mengambil emas itu. karena khianat si Bodoh akan hambamu ini. Menfitnah seseorang. ia hanya bisa mendengarkan perkataan anaknya. 2) Kutipan di atas menggambarkan Si Cerdik menfitnah si Bodoh. Si Bodoh difitnah oleh si Cerdik.mengambil emas itu. Si Cerdik menfitnah si Bodoh yang mengambil emas itu. agar si Cerdik mendapat emas untuk dirinya sendiri. Maka engkau hantarkan pada lubang Ular itu. Si Cerdik ingin si Bodoh tidak memperoleh emas itu sedikit pun. si Bodohlah yang mengambil emas itu. Akibat dari sebuah emas yang mereka temukan. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. 2) Si Cerdik tidak hanya menfitnah si Bodoh di depan Kadi. dapat timbul bila seseorang mempunyai rasa dendam pada orang lain. 95 Perbuatan menfitnah dapat timbul kepada siapa saja. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. Si Cerdik ingin Kadi mengadili si Bodoh karena berkhianat. dan yang ia fitnah adalah temannya sendiri. lalu tiada diberi tahu hambamu ini”. 4) Kutipan di atas menggambarkan si Cerdik suka menfitnah seseorang. melainkan engkau ini khianat”. lalu si Bodoh tidak dapat berbuat apa-apa atas tuduhan temannya dan si Bodoh hanya bisa menerima tusuhan itu dari si Cerdik. Si Cerdik menceritakan bahwa ia menfitnah si Bodoh di depan Kadi. tetapi juga di depan bapaknya si Cerdik. Perbuatan menfitnah hal diatas timbul bila sesorang yang ingin memiliki barang itu untuk dirinya sendiri. si Cerdik berbuat fitnah terhadap temannya sendiri. (HSBDSC hlm. jikalau dilihat oleh Ular hendak memakan itu niscaya disambarnya dan dibunuhnya akan Ular itu. 6) . 94 Selain peristiwa di atas. (HSBDSC hlm. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. (HSBDSC hlm. bapakku bahwa aku mengaku kepada Kadi bahwa itu pohon kayu tempat emas kami taruhkan berdua dengan si Bodoh.

Perbuatan mencuri dapat terjadi bila seseorang mempunyai maksud tertentu pada seseorang. Apabila engkau lihat lubang Jerapaya maka ambil olehmu barang tiga ekor ikan. Perbuatan memfitnah dapat menimbulkan suatu hal yang buruk bagi siapa saja. Hal tersebut terjadi pada peristiwa berikut. maka ia mencuri emas tanpa sepengetahuan si Bodoh. (HSBDSC hlm. karena merugikan siapa saja.2. lalu Ular tersebut akan dimakan oleh jerapah. yaitu seseorang mencuri hanya ingin untuk membalas dendam kepada seseorang. Lalu Katak menfitnah Ular. Kemudian Katak ingin melihat Jerapah membunuh Ular karena telah mencuri ikannya. Mereka pun mendapat sepotong emas terhantar di jalan raya. Hanya orang yang mempunyai maksud buruk. perbuatan menfitnah masih dimiliki oleh setiap orang. 6) Katak mencuri untuk membalas dendam kepada Ular. Menfitnah adalah suatu perbuatan yang merugikan bagi yang difitnah. Selang berapa hari maka si Cerdik pergilah dengan seorang diri. Lalu mereka menyimpan emas itu di pohon kayu besar. Katak mencuri ikan milik Jerapah. Selain itu. Orang mencuri biasanya ingin memiliki barang itu menjadi miliknya sendiri. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. (HSBDSC hlm. maka perbuatan menfitnah akan timbul. Perbuatan mencuri dapat merugikan orang yang dicuri barangnya.2 Mencuri Mencuri merupakan perbuatan yang merugikan orang lain. sehingga menfitnah merupakan perbuatan yang negatif. 96 4. orang yang menfitnah pun akan mendapatkan balasan dari apa yang dilakukannya. Ikan yang dicuri katak diberikan kepada Ular. perbuatan menfitnah dapat membuat hidup ini tidak sentosa. Jadi. Di dalam kehidupan sekarang ini. Jadi. 1) Kutipan di atas menggambarkan si Cerdik mengambil emas dan emas itu sebenarnya adalah milik berdua antara si Cerdik dengan si Bodoh.6. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. lalu diambilnya emas itu dibawa pulang ke rumahnya. Katak mengambil tiga ekor ikan milik Jerapah. Suatu hari si Cerdik dengan si Bodoh berjalan berdua.Kutipan di atas menggambarkan bahwa Katak ingin membalas dendam pada Ular. perbuatan menfitnah adalah suatu hal yang negatif. Perbuatan menfitnah dapat muncul kepada siapa saja. Katak melakukan 97 . Maka engkau hantarkan pada lubang Ular itu. jikalau dilihat oleh Ular hendak memakan itu niscaya disambarnya dan dibunuhnya akan Ular itu. Jerapah menganggap bahwa Ular yang telah mencuri ikan tersebut. lalu ikan tersebut diletakkan di tempat Ular. Si Cerdik tidak ingin emas itu dibagi dua.

perbuatan mencuri atas dasar balas dendam pada Ular. tetapi emas itu aku ambil dan aku katakan si Bodoh yang mencuri emas itu”. pohon kayu itu akan jadi saksi hilangnya emas itu. perbuatan mencuri masih ditemukan. Ujar si Cerdik “hai. Si Cerdik meminta kepada bapaknya untuk menjadi seperti seorang saksi yang memberi jawaban atas pertanyaan dari Kadi. bapakku bahwa aku mengaku kepada Kadi bahwa itu pohon kayu tempat emas kami taruhkan berdua dengan si Bodoh. Jadi. karena ia telah mengatakan bahwa pohon dapat memberikan kesaksian. Saksi . tetapi ia tetap melakukan balas dendam pada Ular. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. demikianlah hamba minta kepada bapak”. Perbuatan mencuri dalam kehidupan akan menimbulkan kekacauan dan menjadikan hidup ini tidak aman dan sentosa. tetapi si Cerdik membuat pohon itu dapat berbicara karena di dalam pohon tersebut terdapat Bapak si Cerdik. 4. ada juga seorang saksi yang berbohong. Si Cerdik mengatakan bahwa ada saksi sebuah pohon melihat bahwa si Bodoh yang mengambil emas itu. Selain peristiwa di atas.3 Berbohong Orang akan melakukan apa saja untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya. Biasanya orang yang mencuri ingin dirinya memiliki kepuasan tersendiri. Orang yang mencuri mempunyai maksud tertentu hanya untuk dirinya sendiri. maka ia menfitnah bahwa temannya yang mengambil emas itu. mencuri adalah perbuatan yang negatif karena merugikan orang lain. Sesungguhnya pohon itu tidak dapat dijadikan saksi karena tidak dapat berbicara. Perbuatan mencuri hanya untuk mementingkan keinginan sesaat.6. Perbuatan mencuri tidak hanya terjadi pada masyarakat kalangan atas melainkan kalangan bawah. Maka sahut anaknya “hai bapakku pohon kayu itu berlubang. Selain itu. Bila dilihat pada kehidupan sekarang ini. Hal ini terjadi pada si Cerdik karena ia ingin memiliki emas temannya.2. Saksi itu melakukan perbuatan bohong karena diminta seseorang. (HSBDSC hlm. Banyak orang ingin memiliki barang orang lain. Jika ditanya oleh Kadi itu. 4) Kutipan di atas menggambarkan si Cerdik telah berbohong kepada Kadi atau hakim. Inilah supaya bapakku tolong aku dan supaya emas itu kita peroleh”. sehingga timbullah perbuatan ingin mencuri. Katak berpikir bahwa perbuatannya akan merugikan orang lain. barangkali lolos lalu bapakku masuk ke dalam pohon itu. maka hendaklah bapakku menyahut sebagaimana ada orang yang tanya saksi. perbuatan mencuri membawa dampak buruk bagi kehidupan semua orang. Sesungguhnya bahwa pohon tersebut tidak dapat berbicara sehingga si Cerdik berbohong bahwa 98 pohon itu dapat menjadi saksi dan berbicara.

Ia mengatakan bahwa besi seratus kati kepunyaan temannya telah habis dimakan tikus. Ia melakukan kebohongan karena ingin memiliki barang temannya tersebut. dan pohon itu berbohong dalam memberikan kesaksian. Berikut ini juga termasuk kutipan teman yang berbohong kepada temannya sendiri. (HSBDSC hlm. 9-10) Kutipan di atas menjelaskan bahwa Barzagan mengatakan besi milik temannya telah habis dimakan tikus ketika disimpan dalam gudang. aku taruh besi itu didalam gudang berapa lamanya kemudian. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut.” Maka Amin pun terkejut mendengar kata 100 Barzagan itu. Perbuatan bohong tersebut telah merugikan si Bodoh. Peristiwa tersebut ada pada kutipan berikut. maka akupun tersadar akan hendak memperbaiki gudang itu. Selain itu. Ia berbohong dengan sebuah perkataan yang mustahil. (HSBDSC hlm. Perbuatan berbohong tersebut telah merugikan si pemilik besi itu. Maka saya pohon kayu itu “si Bodohlah yang mengambil emas itu”. Pohon mengatakan bahwa si Bodoh yang mengambil emas itu. Amin mengatakan bahwa anak Barzagan diterbangkan atau dibawa Rajawali. 8) Kutipan di atas menggambarkan seorang saksi berbohong pada Kadi atau hakim. Barzagan pun merasakan bagaimana dirugikan atas perbuatan yang telah dilakukannya . maka tiba-tiba besimu itu tiada kelihatan dan telah habis dimakan oleh tikus”. Maka Kadi bertanya demikian katanya “ hai pohon kayu siapa yang telah mengambil emas itu. Saksi tersebut berbuat bohong karena keinginan orang yang mencuri emas yaitu si Cerdik. ada juga orang yang berbohong terhadap temannya. Amin berbohong karena ia ingin membalas dendam pada Barzagan yang pernah membohongi Amin. ia ingin memiliki besi seratus kati itu.itu sebuah pohon yang di dalamnya ada orang tua. Maka si Bodoh dan si Cerdik bersama-sama telah sampai kepada pohon kayu. Pada esok harinya Kadi pun datang kepada pohon kayu itu dengan segala jamaahnya. Maksud Barzagan membohongi temannya. Maka kata Barzagan “engkau yang punya besi itu. 11) Kutipan di atas mengambarkan Amin berbohong pada Barzagan temannya sendiri. lalu ia berkata “ya temanku jikalau hamba tahu akan anak saudaraku diterbangkan oleh Rajawali niscaya aku berbatalah daripadanya”. (HSBDSC hlm. Lalu ia pergi kepada Amin dan ia berkata “hai temanku Amin adakah tuan mendengar khabar anak hamba lenyap. katalah 99 kepada aku”.

Maka engkau hantarkan pada lubang Ular itu. Ular yang mempunyai sikap serakah.2. Balas dendam merupakan perbuatan yang negatif karena merugikan orang lain. Katak sangat sedih dan menderita karena Ular selalu memakan semua anak Katak. berbohong merupakan perbuatan yang negatif. Perbuatan berbohong dapat dilakukan oleh setiap orang. Apabila engkau lihat lubang Jerapaya maka ambil olehmu barang tiga ekor ikan. masih juga ditemukan sikap balas dendam. tetapi dapat juga merugikan dirinya sendiri. jikalau dilihat oleh Ular hendak memakan itu niscaya disambarnya dan dibunuhnya akan Ular itu. karena 102 banyak terjadi orang yang saling balas dendam.6. karena merugikan orang lain. Katak ingin Ular itu tidak mengganggunya lagi. Katak ingin balas dendam pada Ular karena ia marah akan perbuatan Ular. 4. Setelah itu Katak pun berpikir dalam hatinya akan kesedihannya ini. dan Katak ingin Ular dimakan oleh Jerapah. Balas dendam dapat terjadi bila seseorang mempunyai rasa sakit hati pada orang lain. Sikap balas dendam itu telah merugikan Ular. Rencana tersebut pun dilakukan oleh Katak. sehingga hidup ini akan terasa tidak sentosa dan tidak aman. Di dalam kehidupan sekarang ini.4 Balas Dendam Sikap balas dendam dapat muncul bila seseorang mempunyai rasa marah dan disakiti oleh orang lain. Balas dendam biasanya dimiliki orang yang mempunyai maksud buruk pada orang lain. seperti perkelahian dan saling membunuh. . agar Ular dimakan oleh Jerapah. (HSBDSC hlm. 6) Kutipan di atas menggambarkan Katak ingin balas dendam kepada Ular. Maka pada masa itu luputlah engkau daripada bahaya seteru itu. Berbohong merupakan perbuatan yang merugikan orang lain. Lalu Katak membuat rencana untuk menfitnah Ular. Sikap balas dendam dapat terjadi kepada siapa saja. tetapi kebohongan apa pun pasti dapat terbongkar dengan adanya suatu kebenaran. Peristiwa tersebut terdapat pada kutipan berikut. Jadi. Hidup ini akan terasa tidak aman. Sikap balas dendam dimiliki oleh orang yang mempunyai niat jahat pada orang lain. Jadi. lalu 101 Katak ingin balas dendam atas perbuatan Ular. Sikap balas dendam akan membuat dampak yang buruk bagi kehidupan. Sikap balas dendam akan timbul pada siapa saja. Sikap ini hanya menguntungkan diri sendiri dan merugikan orang banyak.ketika membohongi Amin. sikap balas dendam merupakan sikap yang negatif atau sikap yang buruk. Sikap dendam hanya menguntungkan diri sendiri yang hanya bersifat sesaat saja. Biasanya perbuatan balas dendam berupa kekerasan fisik.

Maka dilihatnya ikan tiada Ular pun tiada di lubangnya. (HSBDSC hlm. walaupun tempat tinggal mereka berdekatan. karena telah merugikan orang lain.5 Serakah Serakah adalah salah satu perbuatan yang ingin memiliki sesuatu benda untuk dirinya sendiri.2. 5) Kutipan di atas menggambarkan bahwa tempat tinggal Ular berdekatan dengan Katak. Hal yang dilakukan Jerapah terdapat pada kutipan berikut ini. ada juga perbuatan Jerapah seperti Ular yang suka makan. 4. Sikap si Cerdik yang serakah itu. tetapi Ular selalu memakan semua anak Katak dan yang tersisa hanya seekor Katak.Di dalam hikayat ini banyak terdapat sikap negatif yang dapat dijadikan contoh pengajaran dalam kehidupan. telah merugikan si Bodoh. Perbuatan serakah dapat timbul pada diri seseorang yang mempunyai niat yang buruk. Maka Jerapaya pun berjalan-jalan antara itu. Peristiwa tersebut ada pada kutipan beriku ini. Selain perbuatan Ular yang seperti itu. maka ia . Perbuatan Ular itu adalah serakah. sebenarnya emas tersebut adalah milik mereka berdua. karena telah merugikan Katak. 6-7) Perbuatan di atas menggambarkan Jerapah yang mengikuti hawa nafsu untuk memakan hewan yang ada di depannya. Jerapah tidak melihat apa pun yang dapat dimakannya. Perbuatan serakah yang dilakukan Ular adalah nilai moral yang negatif. (HSBDSC hlm. lalu ia mengambilnya dan dibawa pulang untuk diri sendiri. Katak itu habis semuanya dimakan. Setelah itu maka dibawalah emas itu dan ditaruhnya kepada suatu pohon kayu yang besar. Si Cerdik tidak ingin emas itu dibagi oleh si Bodoh. Maka ujar bapanya “ada seekor Katak berhampiran liang dengan Ular lalu tiap-tiap Katak itu beranak dimakan oleh ular itu”. Jadi. Selang berapa hari maka si Cerdik pergilah dengan seorang diri.6. maka dilihatnya oleh Jerapaya itu Katak anak beranak hendak keluar maka dimakannya oleh Jerapaya. lalu diambilnya emas itu dibawa pulang ke rumahnya. ada sebuah cerita bahwa Ular selalu memakan semua anak Katak. (HSBDSC hlm. 103 Selain peristiwa di atas. Ia hanya ingin hidup. Maka bertemu dengan lubang Katak. Perbuatan yang dilakukan Ular yaitu serakah karena ia hanya mementingkan diri sendirinya untuk makan. Lalu mereka pulang ke rumahnya. 1-2) Kutipan di atas mengambarkan si Cerdik yang mengambil emas milik hasil temuan dirinya dengan si Bodoh. yang seharusnya dibagi dua. Biasanya perbuatan serakah hanya menguntungkan diri sendiri dan merugikan orang lain. Peristiwa tersebut ada pada kutipan berikut ini. Ular selalu membuat Katak bersedih. karena sikap negatif selalu membawa akibat buruk atau jahat bagi manusia.

terdapat pula perbuatan serakah pada sahabatnya sendiri. Hal tersebut terlihat seperti kutipan di atas. Lalu oleh Barzagan dijual besi itu. Jerapah memakan semua anak Katak dan induk 104 Katak tersebut. Kemudian ia pergi kerja. . Bila perbuatan serakah terus meningkat. Saat ini. maka hidupnya akan sengsara dan tidak bahagia. Barzagan yang serakah atas besi yang dimiliki Amin sahabatnya. Perbuatan serakah Jerapah telah merugikan makhluk yang ada di sekitarnya. (HSBDSC hlm. Di dalam kehidupan sekarang ini. keserakahan banyak terjadi yaitu serakah akan harta. Maka ada padanya besi seratus kati itulah dibawa kepada seorang sahabatnya bernama Barzagan ditaruhnya disitu. maka serakah merupakan sikap negatif atau nilai moral yang buruk. masih juga ditemukan perbuatan serakah. Selain peristiwa di atas. Perbuatan serakah timbul karena mempunyai maksud buruk. Hidup dengan perbuatan serakah. Perbuatan serakah akan selalu merugikan orang lain. dan banyak merugikan orang lain. Hal tersebut terdapat pada kutipan berikut. Perbuatan serakah hanya menguntungkan bagi diri sendiri. 9) Sikap serakah akan timbul bila seseorang mengikuti hawa nafsunya.harus banyak makan. Barzagan ingin besi milik Amin menjadi miliknya. maka hidup ini akan penuh dengan kekacauan. Perbuatan serakah selalu merugikan orang lain.