1.

Sejarah Televisi di Indonesia Pada awal tahun 1968 pemerintah RI dengan bantuan UNESCO melaksanakan serangkaian penelitian di bidang pendidikan. Di antara penelitian tersebut salah satunya dilakukan oleh LHS Emerson dengan judul Education in Indonesia: "Diagnosis of the present situation with identification of priorities development". Penelitian ini menyimpulkan bahwa program radio dan televisi pendidikan merupakan bagian integral dari pengembangan materi dan kurikulum pendidikan, oleh karena itu harus diberi prioritas. Selanjutnya dari hasil penelitian "Alternative Strategis for Primary Education in Indonesia; A Cost of Effectiveness Analysis” Jamison melaporkan bahwa dengan satuan biaya tetap perbaikan sistem

pendididkan dasar dapat dilakukan dengan media radio dalam memperbesar ratio guru murid. Berdasarkan laporan hasil penelitian tersebut Lembaga Media Pendidikan BPP (Badan Pengembangan Pendidikan) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan seminar tentang "Educational Broadcasting" tanggal 27 Desember 1971 s. d. 15 Januari 1972 di Bogor. Seminar tersebut memberikan rekomendasi perlu diadakannya eksperimen siaran radio pendidikan. Berdasarkan rekomendasi tersebut selama tahun 1972 diadakan berbagai kegiatan untuk mempersiapkan pelaksanaan eksperimen siaran radio pendidikan melalui Proyek Perintis Siaran Radio Pendidikan. Dalam tahap persiapan ini BPP dengan UNESCO memberikan tugas kepada : a. INSCORE (Institut for Social and Communication Research) mengadakan penelitian tentang pengaruh dari siaran radio pendidikan. b. Lembaga Penelitian Telekomunikasi Radio dan Microwave Institute Teknologi Bandung (ITB) mengadakan studi tentang spesifikasi dan disain pesawat penerima radio untuk siaran radio pendidikan. c. Lembaga Manajemen Universitas Indonesia (UI) mengadakan penelitian tentang Pengelolaan Siaran Radio Pendidikan. Pada tahun 1973 dimulailah eksperimen Siaran Radio Pendidikan di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil evaluasi yang dilakukan IKIP Semarang terhadap eksperimen ini pada tahun 1974 cukup menggembirakan. Pada tahun itu juga BPP yang kemudian menjadi Balitbang Dikbud mengajukan usulan secara resmi kepada Menteri
1

Pendidikan dan Kebudayaan untuk membentuk unit TKPK (Teknologi Komunikasi untuk Pendidikan dan Kebudayaan). Berdasarkan usulan tersebut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tanggal 31 Juli 1976 membentuk Tim Penyelenggara TKPK yang terdiri atas SPTN (Satuan Tugas Pelaksana TKPK Nasional ) di Jakarta, Semarang, Yogyakarta dan Surabaya serta SPTD (Satuan Tugas Pelaksana TKPK Daerah) di 11 propinsi dan Perintis Teknologi Komunikasi Pendidikan Luar Sekolah (TKPLS) di di 9 Kabupaten dan 3 propinsi. Pada tahun 1978 Tim TKPK dengan SPTN dan SPTD nya serta Perintis TKPLS ditetapkan oleh Presiden menjadi Pusat Teknologi Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan di lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Berdasarkan ketetapan tersebut maka pada bulan Juli 1979 Tim Penyelenggara TKPK dikukuhkan Pusat Teknologi Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan. SPTN Jakarta dihapuskan, SPTN Semarang dan Yogyakarta menjadi Balai Produksi Media Radio (BPMR). SPTN Surabaya menjadi Balai Produksi Media Televisi (BPM-TV). Bersamaan dengan itu SPTD di 11 propinsi dan perintis TKPLS di 3 propinsi berubah menjadi Sanggar Teknologi Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Sanggar Tekkom) di 14 propinsi. Keempat belas Sanggar tersebut berada di Jayapura (Irian Jaya), Ambon (Maluku), Kupang (NTT), Mataram (NTB), Samarinda (Kaltim), Palangkaraya (Kalteng), Pontianak (Kalbar), Surabaya (Jatim), Semarang (Jateng), Yogyakarta DIY), Bandung (Jabar).Ujung Pandang (Sulsel), Palu (Sulawesi Tengah), dan Kendari (Sulawesi Tenggara) Pada tanggal 29 Desember 1995 Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (MENPAN) menyetujui pembentukan 7 sanggar baru. Berdasarkan persetujuan tersebut, pada tanggal 5 Februari 1996 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengukuhkan berdirinya 7 Sanggar baru masing-masing di propinsi Daerah Istimewa Aceh di Banda Aceh, Riau di Pakanbaru, Sumatera Barat di Padang, Jambi di Jambi, Sumatera Selatan di Palembang, Kalimantan Selatan di Banjarmasin dan Timor Timur di Dilli. Dengan lepasnya Timor Timur dari pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tahun 1999 maka Sanggar Tekkom di Dilli secara otomatis hapus, sehingga dengan demikian jumlah Sanggar Tekkom tinggal 20 buah saja. Merespon perkembangan dibidang teknologi komunikasi dan informasi dan didasari oleh pelaksanaan otonomi daerah, sejak awal tahun 2000 PUSTEKKOM mengalami reorganisasi. Namanyapun berubah menjadi Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi
2

Kini PUSTEKKOM tinggal memiliki 3 unit pelaksana teknis yaitu Balai Pengembangan Media Radio di Yogyakarta.Pendidikan. 2.1Dasar.1(a). mulai akhir 2001 reorganisasi PUSTEKKOM selesai.1 Jika periode yang dibutuhkan untuk membagi gambar-gambar sangat pendek. Balai Pengembangan Multimedia di Semarang dan Balai Pengembangan Media Televisi di Surabaya. 3 .1(b) Gambar 2. Metode ini dipakai pada permulaan perioda televisi.Dasar Transmisi Dari Penerimaan Gambar-Gambar Kita kenal dua metode untuk menyalurkan kebesaran-kebesaran listrik yang mengandung gambar-gambar : metode parallel dan metode seri. Mulai dengan saat itu Sanggar-sanggar yang semula merupakan unit pelaksana teknis PUSTEKKOM di daerah berubah menjadi unit pelaksana teknis daerah dengan nama dan struktur organisasi yang beragam setingkat eselon tiga. Metode seri dipakai dalam sistem televisi sekarang. gambargambar yang berikutan dapat diperoleh tanpa menimbulkan kerlip disebabkan oleh kelembaban penglihatan dari mata kita.Pokok-pokok Dari Televisi 2. Metode ini memindahkan gambar– gambar dengan jalan membagi gambar dalam beberapa garis horizontal dan garis-garis ini diraba secara listrik. Setelah melewati masa masa transisi. Titik-titik bercahaya pada garis-garis tersebut diambil secara berturutturut seperti terlihat pada gambar 8. Metode paralel melaksanakan pemindahan itu dengan jalan memberikan saluransaluran terpisah untuk tiap titik dari gambar-gambar seperti terlihat pada gambar 8.

Frekwensi dari perabaan untuk kedua arah dinyatakan sebagai berikut : orizontal (fh) = 4 . Jika jumlah garis perabaan diperbanyak. Metode perabaannya ialah meraba secara berturut-turut gambar yang akan dikirim. gambar yang diperoleh akan lebih jelas dan lebih banyak gambar perdetik.2.gambar yang berdimensi dua kebesaran-kebesaran listrik yang berubah dengan waktu. maka proses tersebut disebut dengan perabaan.garis horizontal disebut garis–garis perabaan (scanning lines). dimulai dari sudut kiri atas dari gambar. Banyaknya gambar yang diraba dalam satu detik disebut sekian banyak gambar perdetik. maka akan timbul peristiwa kerlip pada gambar. bergerak mendatar dari kiri ke kanan dan kemudian bergerak vertikal dari garis-garis atas ke bawah sampai semua permukaan dari gambar diraba. Jumlah unsur-unsur gambar yang terdapat dalam sebuah gambar dinyatakan dengan : Dimana b : lebar dari pada gambar h : tinggi dari pada gambar n : jumlah dari garis perabaan Angka N ini menunjukkan derajat kejelasan (clearness). Jika jumlah garis perabaan diperkecil. dan garis.2 Perabaan (Scanning) Karena metode sering dilaksanakan dengan mengubah gambar. Komponen yang paling halus dari tiap titik dari sebuah gambar disebut unsur (elemen) gambar yang ukurannya merupakan sebuah segi empat yang mempunyai lebar dari garis perabaan.

Untuk sistem NTSC jumlah dari garis perabaan adalah 525 dan jumlah dari pada perabaan gambar dalam satu detik sama dengan 30. diantara garis perabaan yang tidak diraba. Proses perabaan secara berganda tersebut diatas dinamakan perabaan diantara. jira jalur frekwensi dari signal video tidak berubah. kemudian perabaan kedua dilakukan dari bagian atas. Perioda perabaan b Perioda penjejaan kembali a c T Gambar 2. kebagian bawah. sedangkan periode b dan c disebut periode menjejak kembali (retrace period). kemudian perabaan itu selesai (periode ini disebut satu bingkai. 2.3 Perabaan di Antara Proses perabaan yang dipakai unbtuk televisi tidak selesai dengan perabaan pertama dari garis atas ke garis bawah pada permukaan gambar. 5 .2 Gelombang gigi gergaji untuk perabaan Antara a dan b pada gambar diatas diraba dengan kecepatan tertentu dan antara b dan c perabaan secara cepat bergerak kembali ke kiri atas dari garis perabaan berikutnya. perabaan dilakukan baik untuk arah vertical maupun horizontal dilakukan oleh gelombang berbentuk gigi gergaji. Proses perabaan pertama dilakukan secara kasar untuk tiap-tiap garis yang berbeda (periode ini disebut satu bidang). maka kelip gambar akan dikurangi menjadi setengah. Sebaliknya. Periode antara a dan b disebut periode perabaan sedang. Perabaan diantara mempunyai keuntungan mengurangi jalur frekwensi ( frequency band) yang ditempati oleh signal video menjadi setengah tanpa mengurangi kualitas gambar.

Jarak antara b dan c menyatakan periode untuk penjajakan kembali (retracing) dan ini merupakan kebesaran yang tidak diperlukan untuk reproduksi gambar. 3 Rantai Pengulang (Relaying Link)Dari Signal Televisi Signal televisi yang dibangkitkan di stasiun broadcast melalui kamar pengawasnya diteruskan ke stasiun-stasiun broadcast setempat lewat saluran pengulang. Signal ini ditempatkan pada nilai hitam selama periode ini. jarak antara a dan b menyatakan periode perabaan. 6 . untuk pelaksanaan perabaan diantara yang mantap antara pengiriman dan penerimaan. Oleh sebab itu kebesaran ini dibuang/dipotong dan disebut signal penggelapan (blanking signal).2. Kedua signal sinkronisasi tersebut disisipkan dalam periode penggelapan dan berbentuk segi empat dengan warna yang lebih hitam dari nilai hitam.3.2. Signal sinkronisasi horizontal diperuntukkan perabaan horizontal dan signal sinkronisasi vertikal diperuntukkan perabaan vertical.1. Gambar 8.4 Signal Video Bentuk dari signal video yang dihasilkan dari perabaan diperlihatkan pada gambar 8.1. Pada umumnya saluran microwave dipakai untuk keperluan pengulang itu dan hubunganhubungannya dapat dilihat pada gambar 8.4 Bentuk gelombang dari signal video 2. dan ini adalah kebesaran yang dibutuhkan menyatakan derajat dari pada kilaunya (luminosity).5 Signal Sinkronisasi Signal sinkronisasi dikirim bersama-sama signal video dengan maksud untuk pengaturan kecepatan dan fase perabaan.

stasiun terminal microwave melalui rantai pengulang yang pendek.Stasiun terminal microwave didapati pada jarak 300-500 km antara kota-kota besar dan stasiun-stasiun ini dihubungkan dengan stasiun-stasiun broadcast televisi dalam kota melalui rantai televise yang pendek.program-program mana melalui rantai televise yang pendek diteruskan ke stasiun-stasiun televisi setempat.stasiun cabang (brhanching stasions) terdapat pada saluran pengulang dan disini program-program dipilih.Rantai televisi ini merupakan pintu keluar dari program televisi.program-program mana kemudian diteruskan kerantai yang menghendaki dengan cara yang sama seperti pada kantor telepon.Pada umumnya stasiun-stasiun setempat menyiarkan program-program yang dihimpun pada stasiun-stasiun kunci (key stations) yang terdapat dikota-kota besar.maka peranan dari stasiunstasiun cabang adalah untuk membagikan program saja dan oleh karena itu tidak diperlengkapi dengan alat yang dapat memasukkan program.Karena dari stasiun-stasiun lokal tidak ada kemungkinan untuk mengirimkan programnya ke stasiun lain.Tiap stasiun terminal microwave dan stasiun cabang mempunyai alat penyambung (switching equipment)dan dengan alat ini program-program yang dikehendaki dapat dipilih.dimana proses modulasi dilksanakan menjadi signal-signal FM oleh alat terminal FM dan setelah dimodulasi kembali menjadi 7 .Banyak stasiun. Signal televise yang berasal dari stasiun broadcast dikirim kestasiun.

signal. maka sistem penyesuaian dapat dikatakan sebagai salah satu kondisi yang diperlukan. 3. jika signal televisi monochrome diterima oleh pesawat terima televisi berwarna. sistem broadcast ini didapati pada pesawat-pesawat terima televisi tdak berwarna (monochrome) 2. biru dan hijau. Sebagai satu kenyataan ialah bahwa gambar berwarna dapat direproduksi dengan mencampur warna-warna dasar secara tepat. Sistem yang mempunyai sifat-sifat khusus seperti tersebut diatas disebut mempunyai sifat penyesuaian. jalur frekuensi yang dipakai oleh televisi berwarna sama dengan monochrome ialah 6 MHz dan lebarnya jalur tidak bertambah. kemudian dikombinasikan oleh alat khusus dan dipancarkan ke udara. gambar monochrome dapat terlihat.signal-signal FM yang lain. Setelah tiap sinyal yang berwarna tiga 8 . 4. Sinyal-sinyal video yang berkombinasi itu diterima oleh pesawat penerima. Jika diinginkan sistem televisi berwarna dimasukkan di temapat-tempat dimana sistem televisi monochrome telah ada. biru dan hijau dengan kaca pemisah tiga warna.signal televise ini dimodulasi menjadi signal FM oleh alat terminal FM nya.signal tersebut diteruskan ke stasiun-stasiun cabang melalui cabang melalui jalur microwave yang lain atau dikirim ke stasiun-stasiun terminal microwave yang lain dan seterusnya. dirubah menjadi sinyal-sinyal listrik.Perlu dicatat bahwa hanya jalur frekwensi penengah (intermediate) yang dicabangkan distasiun cabang dan signal.2 Pokok-pokok dari televisi berwarna Teori warna mengakui bahwa semua warna dapat direproduksi dengan mencampur warna-warna dasar (primary colors): merah. Sifat-sifat khusus dari sistem ini adalah sebagai berikut: 1. yang dipisahkan. Televisi berwarna diwujudkan dengan jalan memisahkan benda yang akan ditelevisikan dipisahkan dalam tiga warna dasar merah.1 Sistem NTSC NTSC (national television system committee) yang sistemnya dipakai di USA dan Jepang dipandang sebagai salah satu dari system-sistem standar yang tebaik untuk broadcast televise berwarna. Setelah tiap warna. 4 Televisi berwarna 4.

Proses ini sama seperti pada penyaluran televisi tidak berwarna.H.58 MHz dngan catatan kejenuhan warna oleh hasil modulasi amplitudonya dan corak warna oleh modulasi fasanya.3 Sinyal Video TV Berwarna Sinyal televisi berwarna dinyatakan sebagai jumlah dari sinyal terang dan sinyal warna.diperoleh kembali dengan suatu alat listrik.F atau U. Frekuensi dari carrier untuk sinyal audio (4. 4. Proses selanjutnya seperti penggabungan sinyal video dengan sinyal audio pada pemancar.F melalui antena. Sinyal warnanya dipasang pada subcarrier 3. sesudah diatur dalam ruang subkontrol dan ruang kontrol utama.5 MHz lebih tinggi dari carrier untuk sinyal video) ditambahkan pada lebar jalur aturan televisi untuk pelaksanaan penyaluran sinyal audio secara modulasi frekuensi. yang kemudian dipancarkan ke udara sebagai gelombang V. yang berwarna tiga maka gambar berwarna seperti yang aslinya terlihat pada layar tabung. jalur frekuensinya amat sempit dibandingkan sinyal terang. Dengan demikian jumlah lebar jalur yang ditempati oleh televisi sampai 6 MHz. komponen-komponen frekuensinya terbatas dalam 0 sampai 4 MHz. Sinyal warna terdapat dari hasil modulasi subcarrier 3.4 Penerima Penerima televisi berwarna menangkap gelombang dengan cara yang sama seperti pada televisi tidak berwarna. Sinyal suara diteruskan ke loudspeaker sedangkan sinyal video berurusan dengan proses kebalikan dari kamera televisi.58 MHz. Sinyal yang diterima kemudian diperkuat dan dipisahkan menjadi sinyal suara dan sinyal video. juga serupa pada televisi tidak berwarna.58 MHz. Sebagai akibat dari penggabungan sinyal warna dengan sinyal terang kita dapati jalur frekuensi yang hampir lebih sempit dari 4 MHz. Mengenai sinyal corak warna. Subcarrier ini amplitudonya dan fasanya dimodulasi sesuai dengan amplitudo dan fasa dari sinyal yang dimaksudkan. Sinyal terang dan sinyal warna diubah ke warna pokok yang aslinya oleh sirkit matrix dan kemudian diteruskan ke 9 . Sinyal video yang terjadi. tetapi komponen frekuensinya yang berada diatas 4 MHz. Karena sinyal terang sama seperti pada televisi tidak berwarna. sungguhpun sinyal warna jalur frekuensinya luas dengan pusatnya pada 3. Ditinjau dari segi spektrum. Sinyal ”color burst” dipergunakan sebagai dasar untuk pengaturan fasanya (corak warna) pada pihak penerimaan dari sinyal televisi. kemudian dimasukkan ke tabung sinar katode. 4.H. dikirim ke pemancar melalui rantai pengulang (relei).

5. Seperti telah disebut dimuka signal warna dikirim dengan cara memodulasi amplitudo subcarrier 3. Di sebelah belakang dari permukaan yang dapat bersinar. tidak berwarna.V. jika lenearitas modulator dan demodulator tidak lurus betul maka signal warna yang masuk akan cacat dan amplitudo dari signal warna yang keluar akan berkurang seperti yang terlihat pada gambar 8.M.58 MHz untuk kejenuhan warna dan memodulasi phasanya untuk warna dasarnya. Jika sinar elektron yang dihamburkan dari tiga penyembur elektron. Amplitudo dan phasa yang memodulasikan harus dibuat tepat berimbang dengan signal-signal yang mengerjakan. berwarna dari pada T.V. pengulang (repeater) dan demodulator F.G.V.tabung sinar katode tiga warna. Jika sinyal merah diterima. maka adalah perlu bagi T.V. Jika kondisi ini tidak ditaati secara tepat. berwarna memerlukan 980 sikrit telepon untuk mempertahankan signal sebaik mungkin.4. maka warna dari gambar pihak penerima akan cacat. Sirkit rantai gelombang– mikro terdiri atas modulator– modulator F. berwarna untuk mengirim signal warna disamping signal terang. Arah dari tiga sinar elektron dikuasai oleh kumparan defleksi elektromagnetik dan sinar elektron merubah sepanjang permukaan dari layar yang dapat bercahaya dengan segera. tidak berwarna. sedangkan T. maka senjata merah digerakkan. Jika intensitas dari signal– terang berubah 10 . didapati sebuah pelindung yang dibuat dari logam dan berlubang-lubang.1. Tidak berwarna maupun yang berwarna membutuhkan jalur frekwensi yang sama ialah 4 MHz. melalui lubang maka bintik yang bersangkutan yang dapat bersinar akan digetarkan.. Karena intensitas dari sinar elektron dikuasai oleh intensitas dari sinyal tiga warna.V. Berwarna Syarat transmisi yang lebih berat diperlukan untuk transmisi signal T. yang mempunyai warna aslinya akan terlihat pada layar. 5 Transmisi Dari Signal T.M. Tabung tiga warna mempunyai tiga senapan elektronik. Persyaratan ini juga kita perlukan jika menambah jumlah sirkit telepon. Jika sebaliknya sinyal biru yang diterima maka senjata biru yang diaktifkan dan memancarkan sinar elektronik ke layar yang dapat bersinar (fluoroscent). yang memancarkan tiga sinar elektronik yang besar. Oleh sebab itu sirkit gelombang-mikro harus mempunyai linearitas dan sifat– sifat yang baik.V. Sebagai contoh dalam sirkit gelombang-mikro dibutuhkan 480 sikrit telepon untuk transmisi signal T. Karena T. Jumlah lubang ini sebanyak sepertiga dari jumlah bintik-bintik yang dapat bersinar.V.1 D. permukaan gambar.

1 Jika intensitas dari signal terang berubah dari harga yang tinggi maka warna dasarnya akan berubah akibat sigatphasa dari pengulang seperti terlihat pada gambar.P. Pengulang gelombang mikro mempunyai sigat untuk mengubah waktu-lambat (sifat phasa) bagi frekwensi-frekwensi seperti yang terlihat pada gambar 8. Hal ini berarti.G. bahwa kejenuhan warna akan turun jika dibandingkan dengan gambar aslinya. Nilai perubahan dari kejenuhan warna akibat dari perubahan intensitas signal-terang disebut Differential Gain (D.G dan D.yang akan menekan amplitudo dari frekwensi.P.Jika lebih kecil dari 10% hal ni masih dipandang masih dapat diterima. pada bagian masuk dari sirkit gelombang-mikro seperti diperlihatkan pada gambar 8.2(b).4.2 D. 11 . Oleh sebab itu sifat phasanya harus cukup baik.4.) jika nilai ini kurang dari 5% maka tidak akan tampak adanya perubahan.P. Pre-emphasis terlaksana jika sebuah sukrit ditambahkan. 5.) dan ini dinyatakan dalam presen. Nilai dari perubahan ini disebut Difrensial Phasa (D.3 Pre-emphasis Sebuah alat yang disebut pre-emphasais terdapat pada pesawat T.frekwensi yang lebih rendah yang terdapat pada signal F.4. Gambar 8.1 Distori signal-signal berwarna DP dan GD 5.M.V berwarna dengan maksud menghindarkan pengaruh dari cacat-cacat yang dibangkitkan oleh sifat-sifat D.dari harga yang rendah ke harga yang tinggi maka amplitudo dari signal warna akan berkurang sesuai dengan perubahan tersebut.

Pre-emphasis mempunyai pengaruh dalam mengurangi cacat.4. 12 . Pada pihak penerima dari signal F.G dan D.2 Sifat-sifat sirkit pengulang T.M didapat pada demodulatornya sebuah sirkit De. Gambar 8. Daerah overal dynamic akan menjadi sempit dan sebagai akibatnya ialah cacat yang disebabkan oleh sifat-sifat D. berwarna 6. Siaran Stereo Siaran sterio menggunakan dua penggiriman dan penerimaan denngan memakai banyak mikropon dan speker (pada dasarnya kanan dan kiri) pada pihak penggiriman dan penerimaan.maksutna ialah agar musik dan bunyi-bunyian lain dapat didengar dengan menimbulkan kesan ruangan yang lebih atau kesan yang lebih nyata. Jadi Pre-emphasis memiliki pengaruh yang efektif dalam memperbaiki sirkit transmisi.yang berlaku juga untuk transmisi telepon-berganda.4.2(c). Setelah terjadi penyamaan secara menyeluruh tidak hanya signal gambarnya yang diperbaiki tapi cacat pada signal warna berkurang.V.P dalam transmisi akan berkurang.yang mempunyai sifat kebalikan dari Pre-emphasis.Oleh alat ini akan ditekan amplitido dari frekwensi rendah dari sugnal terang seperti terlihat pada ambar 8..emphasis.

signal pandu (pilot).” Tetapi subcarrier itu pada pihak penerimaan diperlukan untuk modulasisignal S.5. memperlihatkan bagan (bloc diagram) susunan dari milai signal L dan R masuk sampai gelombang terjadi.6. 2. Kebaikan dari sistem ini ialah.pelebaran yang tidak perlu dari jalur frekwensi dapat di hindarkan. Sistem ini disebut metoda”jumlah dan selisih” jika sinyal kiri dinyatakan oleh L dan kanan oleh R. tersediana acara siaran bukan stereo untuk pendengar biasa.1 sistem modulasi ganda Sistem modulasi ganda yang dipakai untuk siaran sterio. maka sinyal jumlah dan selisih di nyatakan sebagai : M = L+R S =L– R Dimana sinyal M adalah jumlah dan sinyal S adalah selisih dari dua komponen.ditambahkan pada signal campuran.5.kita dapati signalnya (disebut signal campuran) mempunyai komponen-komponen frekwensi seperti terlihat pada gambar 8. Pada pihak penerimaan subcarrier untuk demodulasi.dapat diperoleh.gbr 8. Pelebaran itu biasanya disebabkan oleh komponen-komponen yang tidak membantu dalam tranmisi dari signal bunyi dalam signal campuran .1 signak campur ini dipakai sebagai modulator dari gelombang pembawa pemancaran melalui udara dapat terjadi.2. Jika subcarrier 38 kHz dimodulasi amplitudonya oleh sinyal S dan di campur dengan sinyal M. Karena sub carrier tidak ada gunanya untuk transmisi selanjutnya setelah terjadi signal campuran subcarrier itu ditekan .yang disinkronnisasikan dengan subcarrier sampai 19kHz. 13 .metoda demulasi campuran yang disebut diatas dikenal denggan sebutan suppressed carrier AM-FM (sistem nada pandu).jika besarbya signal pandu dapat dipertahankan pada suatu harga yang tepat. untuk itu dipakai metode “supresessed carrier amplitudo modulation. pemakaian secara efisien dari gelombang listrik dan.M karena kurang peka terhadap ganggguan dibanding dengan modulasi A.dengan membawa dua sinyal secara serentakpada satu aluran (channel) banyak dipakai dengan pertimbanganpertimbangan: 1.M carrier 38 kHz yang dipakai untuk membangkitkan sinyal campuran disebut supressed. Modulasi yang dipakai ialah F.yang berdasarkan signal pandu.

5. Terutama pada waktu siaran musik dsb perubahan amplitudo signal)diperlukan. Untuk mensetandarkan perincian-perinsian teknik dari pemancar. Diperhatikan dipeerhatikan karena penerima termasuk pada pihak pendenggar sifat-sufat tekniknya menggikuti harga dan kondisi dalam pemakaiannya.5. standar teknik dari pemancar. 1.2.6.1 standar teknik untuk perlengkapan pemancar 2. dan penerima dan untuk perencanaan aluran (channel) standar-standar berikut diterapkan untuk mempertahankan kwlitas yang baik dari siaran stereo. Standar teknik dari perlengkapan pemancar terlihat pada daftar 8.sungguhpun demikian diadakan standar-petunjuk secara sementara seperti terlihat pada daftar 8. standar teknik dari penerima.5. 14 .1 Daftar 8.2 sifat teknik dari pemncar dan penerima Adalah perlu untuk mempertahankan nilai selisih amplitudo dsan selisih antara fhasa dari signal R dan L untuk mendapatkan kesan ruang yang sesuai.

Oleh sebab itu kita batasi di sini pada peninjauan teknis dari masalahnya. dapat dikatakan tidak ada kesulitan karena mudah mendapatkan dua sirkit yang mempunyai sifat yang sama tidak hanya sifat-amplitudo dan phasa apa saja. Disebabkan oleh perbedaan-perbedaan dalam kontruksi mekanismenya dari berbagai mikropon. Sebaliknya. yang bertalian dengan seni. sebab jika perbedaan arahnya itu besar. Hal itu dimungkinkan karena teknologi yang tinggi dibidang sirkit elektronik. bahwa ada berbagai proses yang dipakai untuk mendapatkan bunyi yang stereo benar pada saat suara itu diambil di studio sungguhpun demikian adalah sulit untuk menilai hasil. karena terlalu banyak factor yang harus diperhatikan. Dapat disarankan untuk memakai sepasang mikropon. Dari pengalaman diketahui. yang mempunyai sifat-sifat yang hampir sama atau suatu pasangan-mikropon (paired microphones) yang khusus. Pada umumnya banyak mikropon ditempatkan denan jarak dan posisi yang tepat. Bagi tape-recorder masalahnya untuk memperoleh perbedaan phasa antara suara kanan dan kiri. Lapangannya terlalu luas untuk dinilai. bahwa sifat-sifatnya yang bertalian dengan pengambilan suara sangat berbeda. bahwa 15 . Sehubungan dengan pengeras. sambil memperhitungkan pengarah timbal-baliknya untuk mendapatkan kesan-ruang yang sebaik mungkin. 1) Penentuan mikropon 2) Pengeras dan tape-rekorder 3) Merekam dan pengambilan. Mengenai penempatannya dapat dikatakan bahwa pada umumnya responsi arahnya makin berkurang apabila jarak antara mokropon makin diperbesar. maka tidak dapat dihindarkan.hasilnya. tetapi juga untuk cacat dan gangguan apa saja.3 Studio Tidak ada gunanya untuk mengatakan. Jika jaraknya makin diperkecil pengaruh arah makin tajam dan pengaruh suara menjadi lebih sempit.6. Perhatikan pada sifat-arah (directivity characteristics) pada pengambilan suara. Oleh sebab itu jarak anatara mikropon merupakan faktor yang utama dalam memperoleh bunyi stereo. maka hasil perubahan arahnya akan sangat kurang.

Gambar 1: Diagram Blok dari pemancar Sirkit F. sirkit F. Mengenai record stereo dan pengambilannya. sirkit multipleks yang membuat nignal campuran dengan memodulasikan signalS dan subcarrier. dimana frekwensi yang keluar dari oscillator langsung dimudulasi. modulation dan sirkitpengeras daya (power amplifier).jika perbedaan phasa melebihi 600. Peralatan Pemancar Peralatan pemancar untuk siaran stereo F. sesungguhnya tidak ada kesulitan jika dilakukan dengan hati-hati.M. Selanjutnya perlu diperhatikan perpanjangan sisi tape yang tidak sama dan perubahan dari tape di bawah kepala tape (tape-head). dapat dibagi dalam “Sistem Modulasi Langsung”. dan “Sistem Modulasi tidak langsung”. Dalam prinsipnya pemancar terdiri atas sirkit matrix yang membangkitkan signalM danS (Gambar 1). 2.M. kesan-arah akan sangat berkurang.M. karena kebocoran-kebocoran. perhatikan khusus diperlukan pada sifat bicara-silang (cross-talk) antara signal kanan dan kiri. dimana setelah signal dari oscillator dimodulasi phasanya kemudian diperoleh modulasi frekuensinya yang bersesuaian. Metode yang sesuangguhnya sebagai berikut : Sistem Modulasi Langsung (1) Metoda tabung reaktansi (2) Metoda FMQ (3) Unsur reaktansi yang berubah + metode oscillator 16 . Sirkit multipleks pada umumnya terdiri atas modulator cincin (ring modulator) dan sirkit penyampur. dapat dibagi dalam dua bagian : Pemancaran sendiri dan antena serta feeder.

V. 3. Penambahan antena gain akan menyempitkan cahaya radiasi ( radiation beam. Tetapi perlu diperhatikan adanya emisi liar. Perlengkapan Penerima Perlengkapan penerima untuk siaran F. yang akan menambah daya pemancar dan antena gain. hal mana dapat membahayakan daerah yang dilayani. lebih sederhana dibanding dengan antena siaran T. stereo dapat dibagi dalam dua bagian seperti pada perlengkapan pemancar : Penerima dan sistem antena. Mengenai sistem antena dan feeder. Mengenai kekhususan dari konstruksi sirkit. hampir sama dengan penerima F. terkecuali sirkit pemisah signal.M.M. sungguhpun beberapa teknologi elektronik dipakai.Sistem Modulasi tidak Langsung (1) Metoda Serrasoid (2) Metoda Kompon Victor Sesungguhnya modulasi langsung pada umumnya dilaksanakan dengan sirkit yang lebih sederhana terkecuali FMQ dan memiliki kepekaan modulasi serta sifat peredaman sirkit AFC dengan maksud menstabilkan frekwensi. karena tidak memerlukan sifat jalur lebar (broadband). Pada saat pemilihan tempat antena hal-hal berikut perlu dipertimbangkan dengan hatihati: (1) Kondisi geografi dari stasiun dan daerah yang dilayani (2) Tinggi antena (3) Daya pancar yang efektif dan antena gain. sebaliknya. biasa. Untuk menambah daerah yang dilayani. 17 . Oleh karena itu dalam melaksanakan proses harus diberikan perhatian yang sungguhsungguh. menggunakan output dari oscillator kristal dan tidak membutuhkan sirkit AFC sebagai alat menstabilkan frekwensi. karena intensitas medannya yang rendah. kecuali dalam hal beberapa stasiun menggunakan antena tunggak. perlu daya pancar efektifnya diperbesar. Gambar memperlihatkan susunan dasar dari penerima. Modulasi tidak langsung.

18 . dilakukan sirkit matrix. Dua jenis sirkit demodulasi yang dipakai pada umumnya : 1) Kedua jalur sisi (sideband) dari komponen AM.M.Gambar 2. perlu dilengkapi dengan sirkit penghambat (delay) dan sirkit pengatur amplitudo dengan maksud untuk menghindarkan perubahan-perubahan dari sifat amplitudo dari detector A. Demodulator yang umum dipakai adalah : 1) Metoda pelipatan (multiplying) frekwensi untuk pembangkitan subcarrier dengan jalan melipat-duakan frekwensi pandu (pilot) 2) Metoda sinkronisasi oscillator Sungguhpun metoda 2) S/N-nya dari subcarrier tidak bergantung dari intensitas dari gelombang yang diterima dan masalah mengenai S/N tidak ada. Metoda 1) menggunakan sirkit dari Gambar 3. yang mempunyai frekwensi dan phasa yang sama dengan subcarrier. dimana signalL danR dipisahkan. Diagram blok dari penerima Sirkit pemisah signal terdiri atas oscillator dari sirkit subcarrier dan sirkit demodulasi. didemodulasi oleh komponen subcarrier dan kemudian dikombinasikan dengan signalM. Pengendalian phasa dari oscillator yang sinkron berubah mengikuti intensitas dari gelombang gelombang dan phasa dari signal yang dideteksi akan terganggu sehingga mengurangi efek/pengaruh ruang dari bunyi. 2) SignalL danR dipisahkan oleh pemindahan signal campuran dengan sebuah pulsa. untuk mentransmisikan signal S.

Metoda ini mempunyai sifat khusus dalam bentuk pengaturan yang mudah. Subcarrier yang frekwensinya 38 kHz (frekwensi untuk pemindahan/switching) dilakukan pada dioda penyambung D1 dan D2 untuk berganti-ganti mengambil signalR danL. D1 akan konduktip dan mengeluarkan lengkungan (envelop) dari L. jika phasa dari subcarrier diatur tepat dan jika subcarrier negatif pada titik (a) dari gambar. Sirkit mendeteksi signal campuran yang diubah ke signal modulasi amplitudo jalur sisi rangkap dua Metoda 2) menggunakan sirkit seperti pada Gambar 4. Antena penerima disediakan oleh para pendengar sendiri. SignalL danR. setelah diambil contohnya. Gambar 4. direproduksikan pada output. D2 akan dikutip dan mengeluarkan lengkungan dariR seperti dinyatakan oleh gambar. Dalam hal ini doublet disusun dengan cara yang sama seperti antena yagi.Gambar 3. dan sistem antena yang besar dan mahal tidak dapat diharapkan. Sistem pemindah dari sirkit pemisah signal 19 . Akan tetapi dapat dianggap tepat jika memakai kombinasi antena doublet yang dilipat (folded doublet antenna) dan 300 ohm feeder yang pararel sebagai ketentuan. yang dapat menangkap dengan baik sungguhpun dalam daerah yang mempunyai intensitas medan yang rendah. jika subcarrier positip pada titik itu.

hanya terdapat di beberapa kota besar (seperti Jakarta. Sementara itu. pada tahun 1950. Ternyata kesulitan penerimaan siaran televisi tidak hanya terjadi di daerah-daerah terpencil.1 Sistem Televisi Kabel Sering sekali kita mendengar orang menyebut soal TV kabel. Bandung. TV kabel juga berkembang di daerah perkotaan. serta jumlah pelanggan terbatas di masyarakat kelas atas. dengan menggunakan kabel coaxial yang dipasang pada tiang. tapi sudah mampu memberikan layanan yang dapat menyaingi siaran TV lain. kabel merupakan media penghubung antara operator siaran TV dan pelanggan. Sebenarnya. Ia mendapat hak monopoli di kotanya dan menyiarkan tiga saluran bagi pelanggannya. Medan.7 Perkembangan Sistem Televisi 7. dan Surabaya). Bob Tarlton membangun sistemnya di Lansford. kabel digunakan untuk menghubungkan antena dengan pesawat TV di beberapa rumah sekitarnya. membuat sistem community antenna television (CATV) dengan media kabel twin-lead dan dipasang dari satu atap rumah ke atap rumah lain. semakin lama tidak hanya sekadar menjadi sambungan ekstensi dari siaran TV lokal saja. Karena itu. tetapi juga di kota-kota yang penuh dengan gedung. seperti apa sih TV kabel itu?Sesuai dengan namanya. Apa bedanya dengan TV nonkabel? Siaran televisi (TV) kabel memang sudah menjadi bagian hidup sebagian besar masyarakat Amerika Serikat. Tahun 1948. Dengan kondisi: jumlah operator sedikit. Kabel ini berbentuk pita seperti yang dipasang pada TV hitam putih. hal itu masih jadi konsumsi yang cukup mahal. dan kabel serat optik. seperti yang dipasang antara antena dan pesawat TV zaman sekarang. Perkembangan selanjutnya. Sementara di Indonesia. Pennsylvania. Sistem TV kabel yang pertama (dibuat pada tahun 1948) menggunakan kabel jenis twin lead. Sistem berikutnya (dibuat tahun 1950) telah menggunakan kabel coaxial. Oregon. Ed Parson yang tinggal di Astoria. dimanfaatkan juga jaringan microwave. satelit. Biasanya sebuah antena dipasang di menara yang terletak di puncak gunung atau tempat-tempat tinggi lain di daerah itu.gedung tinggi. Kemudian. 20 . Kabel coaxial tersusun dari konduktor dalam yang diselimuti isolator dan konduktor luar. Selain itu. Perjalanan TV kabel Sebenarnya TV kabel pertama dibangun untuk mengatasi kesulitan menerima siaran televisi yang dialami oleh daerah dengan penerimaan sinyal buruk.

diperoleh pula peningkatan saluran dengan cara kompresi data video digital. Headend tidak hanya menerima sinyal siaran lokal untuk dipancarkan saja. komunikasi satelit. dan lain-lain. Akan tetapi. Apalagi dengan munculnya TV-TV lokal yang menambah semarak ragam siaran. Federal Communication Commision (FCC) membuat batasan bagi TV kabel untuk menerima siaran televisi jarak jauh. FCC memperkuat kebijakan tadi dengan membuat undang-undang yang membatasi kemampuan operator TV kabel dalam menyiarkan: film. Pada awal tahun 1970. yaitu sistem trunk dan sistem distribusi. Karena itu. Untuk aplikasi ini. Sistem trunk berfungsi untuk mengirim sinyal ke kelompok. siaran dari satelit. Dengan demikian.kelompok pelanggan. pada tahun 1972 dikeluarkan kebijakan deregulasi bertahap untuk TV kabel. headend bisa mempunyai program siaran sendiri sehingga membutuhkan studio yang memadai untuk menghasilkan program siarannya. Pada umumnya sistem TV kabel tidak dapat melakukan editing kontrol terhadap kualitas atau isi program-program community access. Selain itu. Headend adalah sumber dari sinyal yang dipancarkan ke sistem kabel. Belum lagi jumlah stasiun televisi yang tampaknya masih dapat memenuhi kebutuhan sebagian besar masyarakat kita. aturan-aturan semakin diperlonggar. Diagram sistem TV kabel dari headend ke pelanggan ditunjukkan dalam gambar. tetapi juga dapat menerima sinyalsinyal: siaran dari kota yang jauh. headend dilengkapi dengan perangkat penunjang. sekilas peristiwa. untuk menerima siaran dari satelit. Perangkat21 . headend dapat mengatur sendiri waktu dan saluran yang diperlukan. Di Indonesia sendiri TV kabel muncul pada awal tahun 1990-an. termasuk antena parabola. dan dari gelombang microwave. Hal itu membangkitkan industri pembuat kelengkapan televisi kabel di tingkat lokal dan federal. Saat ini sedikitnya ada tiga operator yang masih terpaku untuk melayani kalangan tertentu di beberapa kota besar. dan kabel serat optik sebagai media tambahan juga meningkatkan pertumbuhan layanan. Sistem kabel terdiri atas dua bagian. terjadilah pertumbuhan layanan siaran dan penambahan pelanggan. Akibatnya. Biaya penyambungan dan langganan yang tinggi membuat belum banyak orang berminat menjadi pelanggan. Adapun waktu dan saluran untuk community access biasanya dipercayakan kepada franchise lokal. seperti menara dan berbagai jenis antena. Penggunaan teknologi microwave.Melihat perkembangan itu. Selain itu.

perangkat dalam sistem trunk adalah kabel trunk dan trunk amplifier. jika TV atau VCR pelanggan tidak dapat menemukan seluruh kanal yang ada (karena VCR tidak kompatibel dengan sistem kabel). Semakin banyak kanal yang digunakan. Ia dipasang pada tiap jarak tertentu. sistem ini menyediakan beberapa kanal (umumnya kanal 2. dan tap. Biasanya. Fungsi line extender amplifier pada sistem distribusi serupa dengan fungsi trunk amplifier pada sistem trunk. keluaran kabel drop dihubungkan dengan TV atau VCR (video cassete recorder). pada converter harus dipasang descrambler. line extender amplifier. Pita frekuensi dan kanal Pita frekuensi sinyal operasi TV kabel relatif lebar. Trunk amplifier berfungsi untuk menguatkan sinyal yang melemah akibat panjangnya kabel. Masalahnya. pesawat TV yang digunakan tidak seperti itu. Jika sinyal siaran yang dikirim oleh headend melalui proses pengacakan (scrambling).5) sebagai kanal rujukan bagi pesawat TV atau VCR. semakin lebar pula pita frekuensi yang diperlukan. berkisar 50 MHz sampai dengan 450 MHz. Kabel yang bermutu baik akan mengurangi jumlah amplifier untuk panjang kabel yang sama.2 MHz. Lebar tiap kanal disesuaikan dengan lebar pita video standar yang sebesar 4. kabel drop mempunyai struktur yang fleksibel/lentur. bahkan hingga 1 GHz. Karenanya. Tetapi.4. Berbeda dengan kabel distribusi yang berstruktur kaku. Antara sistem trunk dan sistem distribusi dipasang interface yang disebut bridger amplifier. Perangkat pendukung sistem distribusi adalah kabel distribusi. Tap berfungsi sebagai titik pengambilan sinyal atau percabangan untuk kabel drop yang dihubungkan dengan perangkat pada pelanggan. Di kanal itu pesawat TV berfungsi sebagai monitor dan pemilihan siaran dilakukan dengan mengatur tuner/penala pada converter. Jumlah amplifier yang dipasang pada kabel dibatasi oleh nilai noise dan distorsi pada amplifier bersangkutan. Di rumah pelanggan. Kanal-kanal ini dikirim secara serentak lewat kabel. Sistem distribusi berfungsi untuk mendistribusikan sinyal ke tiap-tiap rumah dalam satu kelompok pelanggan. 22 .3. converter telah disediakan oleh operator TV kabel. walaupun sistem TV kabel mempunyai pita frekuensi yang lebar. diperlukan converter yang berfungsi sebagai interface/penerjemah antara TV dan sistem kabel. Pita frekuensi selebar itu dibagi menjadi banyak kanal.

Untuk itu.Perkembangan sistem Munculnya teknologi-teknologi terbaru dan meningkatnya kebutuhan penganekaragaman manfaat sistem TV kabel menyebabkan sistem ini berkembang dari waktu ke waktu. sistem-sistem ini pastilah menjadi pesaing kuat bagi TV kabel. dan e. jika menara penerima siaran jarak jauh terletak jauh dari headend. Pengembangan-pengembangan lain sudah tentu harus terus dilakukan. Penggunaan kabel serat optik juga mengurangi jumlah amplifier yang digunakan karena kabel serat optik mempunyai nilai rugi kabel yang rendah. Headend juga menjadi server untuk layanan web.news. Teknik-teknik Forward Error Correction (FEC) yang dapat memperbaiki kesalahan data akibat noise juga dimanfaatkan untuk mendapatkan laju transmisi yang lebih tinggi. Aplikasi ini bisa terjadi jika headend menambah fungsinya sebagai gateway Internet. yang dapat dipakai pada sistem trunk maupun distribusi. Munculnya kabel serat optik. mengingat banyak pesaing yang selalu berusaha menjadi "one stop server/operator" yang dapat memenuhi segala kebutuhan komunikasi sekaligus hiburan bagi pelanggannya. sistem kabel harus menyediakan kanal dua arah bagi pengiriman dan penerimaan data dengan sistem LAN (Local Area Network). Jika pemasangan kabel trunk atau distribusi sulit dilakukan atau mahal. Di antaranya adalah penggunaan gelombang microwave. Persaingan bisa muncul dari sistem ponsel dengan TV selulernya yang lebih mobile atau saluran telepon tetap yang dapat dikembangkan menjadi pembawa sinyal siaran video. maka gelombang microwave dapat digunakan sebagai pengganti. menghasilkan sinyal siaran yang lebih baik karena tahan terhadap gangguan cuaca atau interferensi dari gelombang radio lain. Dengan kelebihankelebihannya. e-mail. Diterapkannya sistem digital pada perangkat-perangkat siaran maupun pesawat TV juga menimbulkan banyak perubahan. Teknik kompresi video digital membuat kapasitas sistem menjadi lebih tinggi sehingga memperbanyak jumlah kanal. Perkembangannya terjadi pada perangkat keras maupun lunak. 23 . Yang cukup baru adalah pemanfaatan sistem kabel untuk Internet.

3. DEVITA AYU L. TYARA RISQI WJ 5. RITA MANDARI 4. NENY AGUSTIN 091910201013 091910201015 091910201022 091910201025 091910201093 PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS JEMBER 2010 24 .MAKALAH SISTEM TELEKOMUNIKASI SISTEM TELEVISI OLEH : 1. EROS GATRA 2.