P. 1
Makalah Belajar Dan Pembelajaran

Makalah Belajar Dan Pembelajaran

|Views: 1,017|Likes:

More info:

Published by: Bella Cintia Selalucintadia on Jun 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/11/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1. Peta Pikiran
  • 2. Kecerdasan Ganda
  • 3. Metakognitif
  • 4. Komunikasi
  • 5. Pembelajaran Berbasis masalah (PBL, Problem Based Learning)
  • 6. Problem Solving
  • 7. Problem Posing
  • 8. Problem Terbuka (OE, Open Ended)
  • 9. Probing-prompting
  • 10. Pembelajaran Bersiklus (cycle learning)
  • 11. Reciprocal Learning
  • 12. SAVI
  • 13. TGT (Teams Games Tournament)
  • 14. VAK (Visualization, Auditory, Kinestetic)
  • 15. AIR (Auditory, Intellectualy, Repetition)
  • 16. TAI (Team Assisted Individualy)
  • 17. STAD (Student Teams Achievement Division)
  • 18. NHT (Numbered Head Together)
  • 19. Jigsaw
  • 20. TPS (Think Pairs Share)
  • 21. GI (Group Investigation)
  • 22. MEA (Means-Ends Analysis)
  • 23. CPS (Creative Problem Solving)
  • 24. TTW (Think Talk Write)
  • 25. TS-TS (Two Stay – Two Stray)
  • 26. CORE (Connecting, Organizing, Refleting, Extending)
  • 27. SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review)
  • 29. MID (Meaningful Instructionnal Design)
  • 30. KUASAI
  • 31. CRI (Certainly of Response Index)
  • 32. DLPS (Double Loop Problem Solving)
  • 33. DMR (Diskursus Multy Reprecentacy)
  • 34. CIRC (Cooperative, Integrated, Reading, and Composition)
  • 35. IOC (Inside Outside Circle)
  • 36. Tari Bambu
  • 37. Artikulasi
  • 38. Debate
  • 39. Role Playing
  • 40. Talking Stick
  • 41. Snowball Throwing
  • 42. Student Facilitator and Explaining
  • 43. Course Review Horay
  • 44. Demonstration
  • 45. Explicit Instruction
  • 46. Scramble
  • 47. Pair Checks
  • 48. Make-A Match
  • 49. Mind Mapping
  • 50. Examples Non Examples
  • 51. Picture and Picture
  • 52. Cooperative Script
  • 53. LAPS-Heuristik
  • 54. Improve
  • 55. Generatif
  • 56. Circuit Learning
  • 57. Complete Sentence
  • 58. Concept Sentence
  • 60. Take and Give
  • 61. Superitem
  • 62. Hibrid
  • 63. Treffinger
  • 64. Kumon
  • 65. Quantum

BAB I PENDAHULUAN

Kurikulum 2004 berbasis kompetensi (KBK), yang diperbaharui dengan Kurikulum 2006 (KTSP), telah berlaku selama 4 tahun dan semestinya dilaksanakan secara utuh pada setiap sekolah. Namun pada kenyataannya, pelaksanaan pembelajaran di sekolah, masih kurang memperhatikan

ketercapaian kompetensi siswa. Hal ini tampak pada RPP yang dibuat oleh guru dan dari cara guru mengajar di kelas masih tetap menggunakan cara lama, yaitu dominan menggunakan metode ceramah-ekspositori. Guru masih dominan dan siswa resisten, guru masih menjadi pemain dan siswa penonton, guru aktif dan siswa pasif. Paradigma lama masih melekat karena kebiasaan yang susah diubah, paradigma mengajar masih tetap dipertahankan dan belum berubah menjadi peradigma membelajarkan siswa. Padahal, tuntutan KBK, pada penyusunan RPP menggunakan istilah skenario pembelajaran untuk

pelaksanaan pembelajaran di kelas, ini berarti bahwa guru sebagai sutradara dan siswa menjadi pemain, jadi guru memfasilitasi aktivitas siswa dalam mengembangkan kompetensinya sehingga memiliki kecakapan hidup (life skill) untuk bekal hidup dan penghidupannya sebagai insan mandiri. Demikian pula, pada pihak siswa, karena kebiasaan menjadi penonton dalam kelas, mereka sudah merasa enjoy dengan kondisi menerima dan tidak biasa memberi. Selain dari karena kebiasaan yang sudah melekat mendarah daging dan sukar diubah, kondisi ini kemungkinan disebabkan karena

1

pengetahuan guru yang masih terbatas tentang bagaimana siswa belajar dan bagaimana cara membelajarkan siswa. Karena penghargaan terhadap profesi guru sangat minim, boro-boro sempat waktu untuk membaca buku yang aktual, mereka sangat sibuk untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, dan memang itu kewajiban utama, apalagi untuk membeli buku pembelajaran yang inovatif. Mereka bukan tidak mau meningkatkan kualitas pemebelajaran, tetapi situasi dan kondisi kurang memungkinkan. Permasalahannya adalah bagaimana mengubah kebiasaan prilaku guru dalam kelas, mengubah paradigma mengajar menjadi membelajarkan, sehingga misi KBK dapat terwujud. Dengan paradigma yang berubah, mudah-mudahan kebiasaan murid yang bersifat pasif sedikit demi sedikit akan berubah pula menjadi aktif. Tulisan sederhana ini sengaja dibuat untuk para guru, yang saya hormati dan saya banggakan, untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan, semoga dengan sajian sederhana ini dapat dijadikan bekal untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran, sehingga kualitas amal sholehnya melalui profesi guru menjadi meningkat pula. Tulisan ini membahas tentang kompetensi siswa sesuai tuntutan kurikulum untuk sekedar mengingatkan, model-model belajar agar memahami benar bagaimana siswa belajar yang efektif, dan model pembelajaran yang bisa dipilih dan digunakan sesuai dengan situasi dan kondisi siswa, materi, fasilitas, dan guru itu sendiri.

2

BAB II KOMPETENSI SISWA Kompetensi (competency) adalah kata baru dalam bahasa Indonesia yang artinya setara dengan kemampuan atau pangabisa dalam bahasa Sunda. Siswa yang telah memiliki kompetensi mengandung arti bahwa siswa telah memahami, memaknai dan memanfaatkan materi pelajaran yang telah dipelajarinya. Dengan perkataan lain, ia telah bisa melakukan (psikomotorik) sesuatu berdasarkan ilmu yang telah dimilikinya, yang pada tahap selanjutnya menjadi kecakapan hidup (life skill). Inilah hakikat pembelajaran, yaitu membekali siswa untuk bisa hidup mandiri kelak setelah ia dewasa tanpa tergantung pada orang lain, karena ia telah memiliki komptensi, kecakapan hidup. Dengan demikian belajar tidak cukup hanya sampai mengetahui dan memahami. Kompetensi siswa yang harus dimilki selama proses dan sesudah pembelajaran adalah kemampuan kognitif (pemahaman, penalaran, aplikasi, analisis, observasi, identifikasi, investigasi, eksplorasi, koneksi, komunikasi, inkuiri, hipotesis, konjektur, generalisasi, kreativitas, pemecahan masalah), kemampuan afektif (pengendalian diri yang mencakup kesadaran diri,

pengelolaan suasana hati, pengendalian impulsi, motivasi aktivitas positif, empati), dan kemampuan psikomotorik (sosialisasi dan kepribadian yang mencakup kemampuan argumentasi, presentasi, prilaku). Istilah psikologi kontemporer, kompetensi / kecakapan yang berkaitan dengan kemampuan profesional (akademik, terutama kognitif) disebut dengan hard skill, yang

3

berkontribusi terhadap sukses individu sebesar 40 % . Sedangkan kompetensi lainnya yang berkenaan dengan afektif dan psikomotorik yang berkaitan dengan kemampuan kepribadian, sosialisasi, dan pengendalian diri disebut dengan soft skill, yang berkontribusi sukses individu sebesar 60%. Suatu informasi yang sangat penting dan sekaligus peringatan bagi kita semua.

4

BAB III MODEL-MODEL BELAJAR Uraian berikut ini adalah untuk menjawab pertanyaan. tidak parsial terpisah satu sama lain dan tidak pula dalam bentuk narasi kalimat lengkap. atau mendengar tentang sesuatu hal berbentuk hubungan fungsional antar bagian (konsep. guru (kita) bisa menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan kondisi siswa. Model-model belajar yang dimaksud pada judul di atas adalah berbagai cara-gaya belajar siswa dalam aktivitas pembelajaran. kata kunci). Dengan memahami model-model belajar ini. Ada berbagai model belajar yang akan dibahas. yaitu: 1. kalau dalam pikiran kita ada kata 5 . baik di kelas ataupun dalam kehidupannya sehari-hari antar sesama temannya atau orang yang lebih tua. bagaimana siswa belajar? Dengan memahami uraian ini. Sebagai contoh. dan tidak sebaliknya. Peta Pikiran Buzan (1993) mengemukakan bahwa otak manusia bekerja mengolah informasi melalui mengamati. membaca. Bukankah pemberian harus diselaraskan dengan mereka yang akan menerima pemberian sehingga dapat bermanfaat secara optimal. diharapkan para guru (kita semua) dapat membelajarkan siswa secara efisien sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif.

atau ke tokoh lain Oneng. Selanjutnya Buzan mengemukakan bahwa cara belajar siswa yang alami (natural) adalah sesuai dengan cara kerja otak seperti di atas berupa pikiran. Hindun. Tulisan atau gambar peta pikiran tersebut dinamakan dengan peta konsep (concept map). Ema. Demikian pula kata dalam pikiran kita terlintas FKIP Universitas Langlangbuana Bandung akan terkait alamatnya. Dalam bidang studi keahlian anda. sehingga setiap konsep utama yang dipelajari semuanya teridentifikasi tidak ada yang terlewat dan kaitan fungsionalnya jelas. Agama. Ucup. dan lain-lain dengan masing-masing karakternya. mudah diingat dan dikembangkan pada 6 . Dengan demikian konsep mendapat retensi yang kuat dalam pikiran. kocak. maka akan terkait dengan kata lain secara fungsional. Yang produknya berupa peta konsep. supir bajay. misalnya ambil satu materi dalam pelajaran Matematika. kemudian dinarasikan dengan gaya bahasa masing-masing.(konsep) Bajuri. Silakan buat (tulis-gambar) peta pikiran yang terlintas kemudian narasikan secara lisan. sederhana. pejabatnya. atau yang lainnya. Dengan demikian belajar akan efektif dengan cara membuat catatan kreatif yang merupakan peta konsep. Akuntansi. Silakan anda mencoba menuliskan / menggambarkan peta pikiran tentang Bajuri dan FKIP Unla di atas. dosen-dosen dan staf administrasi. dan besar penghargaan untuk perkuliahan per-sks. seperti gemuk. Kalau dibuat narasinya akan ada perbedaan redaksi. meskipun dengan makna yang tidak berbeda.

misal kenakalan 7 . Mengingat hal itu. terbagi dua menjadi kecerdasan intelektual pada otak kiri dan kecerdasan emosional pada otak kanan. Kecerdasan Ganda Goldman (2005) mengemukakan bahwa struktur otak. Selanjutnya. guru membumbuinya dengan narasi yang kreatif. sebagai instrumen kecerdasan. di samping bahasa yang digunakan menggunakan gaya bahasa penulis. Kecerdasan intelektual mengalir-bergerak (flow) antara kebosanan bila tuntutan pemikiran rendah dan kecemasan bila terjadi tuntutan banyak. sajian guru dalam pembelajaran harus pula dikondisikan berupa sajian peta konsep. Bagaimana dengan anda?. setiap kesempatan dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran diri dalam segala hal. menonton. Belajar dengan menghafalkan kalimat lengkap tidak akan efektif. Buzan mengemukakan bahwa kemampuan otak manusia dapat memproses informasi berupa bahasa sebanyak 600 – 800 kata permenit. Bila terjadi kebosanan otak akan mengisinya dengan aktivitas lain. 2. Jika benar-benar dimanfaatkan secara optimal. misalnya berangan-angan. Dengan kemampuan otak seperti itu dibandingkan dengan kemampuan komputer sangat tinggi. jika positif akan mengembangkan penalaran akan tetapi jika diisi dengan aktivitasa negatif.konsep lainnya. mengobrol atau bercanda tanpa makna. Hanya sayang banyak orang yang mengabaikannya atau digunakan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat untuk peningkatan kualitas diri.

kelembutan. suasana nyaman dan menyenangkan. Sebagai orang beragama. intuitif. senyumtertawa. musik. Sebaliknya jika tuntutan kerja otak tinggi akan terjadi kecemasankelelahan. inlah yang disebut dengan sia-sia atau mubadzir (at tubadziru minasy-syaithon). Sedangkan sela syaraf otak kanan berkaitan dengan kecerdasan yang sifatnya acak. Kondisi ini akan bisa dinetralisir dengan relaksasi melalui penciptaan suasana kondusif. teratur. bukankah ada ikhtiar dan ada pula taqdir.atau lamunan. Sel syaraf pada otak kiri berfungsi sebagai alat kecerdasan yang sifatnya logis. holistic. yaitu Kecerdasan Spiritual (nurani-keyakinan) atau kecerdasan fitrah yang berkenaan dengan nilai-nilai kehidupan beragama. abstrak. misalnya keramahan. Dengan demikian aktivitas otak kiri semestinya dibarengi dengan aktivitas otak kanan. kita semestinya berkeyakinan tinggi terhadap kecerdasan ini. emosional. realitas. rasional. ide. sekuensial. Penting untuk diketahui bahawa kecerdasan intelkektual berkontribusi untuk sukses individu sebesar 20% sedangkan kecerdasan emosional sebesar 40%. linier. spasial. atau meditasi keheningan dengan prinsip kepasrahan kepada sang Pencipta. ada do’a sebagai 8 . kesadaran diri. verbal. dan kreativitas. siswanya sebanyak 40% dipengaruhi oleh hal lainnya. dan simbolik. Ary Ginanjar (2002) dan Jalaluddin Rahmat (2006) mengemukakan kecerdasan ketiga.

koneksi. yaitu Spacial-visual . yaitu kondisi individu. Logic-thinking-reasoning. pengalaman. Bukankan ketentraman individu karena keyakinan beragama ini. dan aplikasi. prediksi. manfaat. Linguisticverbal. tergantung dari variabel meta kognitif. Intrapersonal-reflective. dan strategi berpikir. Holler. Musical-rithmic. natural. dkk. pengetahuan. Body-kinestic. Gardner (1983) mengemukakan tentang kecerdasan ganda yang sifatnya mulkti dengan akronim Slim n Bill. Kemampuan metakognitif setiap individu akan berlainan. yaitu aktivitas individu untuk memikirkan kembali apa yang telah terpikir serta berpikir dampak sebagai akibat dari buah pikiran terdahulu. kompleksitas. dan regulasi. Metakognitif Secara harfiah. metakognitif bisa diterjemahkan secara bebas sebagai kesadaran berfikir. 9 . 3. pertanyaan. monitoring.permintaan dan harapan. bantuan. berpikir tentang apa yang dipikirkan dan bagaimana proses berpikirnya. (2002) mengemukakan bahwa aktivitas metakognitif tergantung pada kesadaran individu. yaitu: refleksi kognitif. strategi. Sharples & Mathew (1998) mengemukakan pendapat bahwa metakognitrif dapat dimanfaatkan untuk menerapkan pola pikir pada situasi lain yang dihadapi. Komponen meta kognitif menurut Sharples & Mathew ada 7. dan ibadah lainnya. Interpersonal-communication.

Komunikasi Siswa dalam belajar tidak akan lepas dari komunikasi antar siswa. Kemampuan komunikasi setiap individu akan mempengaruhi proses dan hasil belajar yang bersangkutan dan membentuk kepribadiannya. Oleh karena itu pelaksanaan pembelajaran semestinya membiasakan siswa untuk melatih kemampuan metakognitif ini. dan regulasi.Sedangkan Holler berpendapat tentang komponen metakognitif. ingin tahu dengan pengaruh komunikasi negatif yang lebih dominant dari orang sekelilingnya. Perhatikan hasil penelitian Jack Canfield (1992). 4. ternyata 10 . untuk kita simak dan renungkan. sintesis. Akibatnya sungguh mengejutkan. Metakognitif bisa digolongkan pada kemampuan kognitif tinggi karena memuat unsure analisis. monitoring. ataupun dengan guru. setiap hari biasa menerima 460 komentar negatif dan 75 koentar positif dari oarng yang lebih tua dalam kehidupannya. ingin mencoba. yaitu: kesadaran. siswa dengan fasilitas belajar. anak yang pada awalnya secara alami penuh keyakinan. tidak hanya berpikir sepintas dengan makna yang dangkal. dan evaluasi sebagai cikal bakal tumbuhkembangnya kemampuan inkuiri dan kreativitas. ada individu yang memiliki pribadi positif dan ada pula yang berkpribadian negatif. bahwa seorang anak ayang masih polos-natural. suka tantangan. keberanian.

nada suara. Dampak selanjutnya pada waktu bwersekolah. dikendalikan keadaan . katakana “saya …. dan jaga komunikasi non verbal (eksprsi wajah. Mengapa demikian? Karena cara berkomunikasi akan langsung berkenaan dengan akal dan rasa. dan sosok panutan). menghindar. jangan sungkan untuk apologi jika kesalahan. pembenaran. tumbuhkan citra positif. dan mau memperbaiki diri. prasangka. dan cemas. belajar menjadi beban dan rasa ercaya dirinya berkurang. 5. ada kebebasan memilih. menimpakan kesalahan. yang selanjutnya mempengaruhi poses pembelajaran. Bagaimanakh menghadapi siswa dengan pola pribadi seperti irtu? Caranya anatar lain dengan cara tidak memvonis. seperti pesimis. m\udah menyerah.” bukan katanya. punya alternative. mengendalikan keadaan. Sebagai guru. pemalu. membiarkan. ragu-ragu. partisipatidf. Berbeda dengan individu yang memiliki pribadi positif. sehingga dia tumbuh menjadi penakut. yaitu optimis. Kebermaknaan Belajar 11 . tentunya akan berhadapan dengan siswa yang berkepribadian negative seperti di atas dan tentunya tidak untuk dibiarkan karena profesi guru adalah amanat. pribadinya berpola negative. dan sibuk dengan alasan. gerak tubuh.lama kelamaan keyakinannya terguncang dan rasa percaya dirinya menurun. Makin lama ia makin dewasa. bersikap mengajak dan bukan memerintah.

(mengaplikasikan. mengerjakan.Dalam belajar apapun. bertanya. memanfaatkan. pembelajaran adalah solusi tepat untuk pelaksanaan kurikulum 2006. menggunakan. menemukan).presentasi). dan bukan dengan kegiatan mengajar. Jika belajar hanya dngan membaca kebermaknaan bisa 12 . Agar bermakna. belajar tidak cukup dengan hanya mendengar dan melihat tetapi harus dengan melakukan aktivitas (membaca. menjawab. Tokoh pendidikan nasional Ki Hajar Dewantoro (1908) mengemukakan tiga prinsip pembelajaran ing ngarso sung tulodo (jadi pemimpin-guru jadilah teladan bagi siswanya). ing madyo mangun karso (dalam pembelajaran membangun ide siswa dengan aktivitas sehingga kompetensi siswa terbentuk). Dalam bahasa Sunda ada pepatah “pok-pek-prak” yang berarti bahwa belajar mempunya indikator berkata-pok (bertanya-menjawabdiskusi. Mencoba-pek (menyelidiki. Vernon A Madnesen (1983) san Peter Sheal (1989) mengemukakan bahwa kebermaknaan belajar tergantung bagaimana cbelajar. presentasi. Dengan perkataan lain. mengkomunikasikan. Selanjutnya. dan meng-identifikasi. menyimpulkan. tut wuri handayani (jadilah fasilitator kegiatan siswa dalam mengembangkan life skill sehingga mereka menjadi pribadi mandiri). menduga. melaksanakan-prak mengembangkan). belajar efektif (sesuai tujuan) semestinya bermakna. diskusi). berkomentar.

mencapai 10%. mengatakan-komunikasi mencapai 70 %. berhipotesis. Siswa tidak lagi menerima paket-paket konsep atau aturan yang telah dikemas oleh 13 . guru menyajikan persoalan dan mendorong (encourage) siswa untuk mengidentifikasi. dan daily life (kontekstual). tepai harus dengan hands-on. mengeksplorasi. dari melihat 30%. Dalam kondisi tersebut suasana menjadi kondusif (tut wuri handayani) sehingga dalam belajar siswa bisa mengkonstruksi pengetahuan dan opengalaman yang diperolehnya dengan pemaknaan yang lebih baik. Siswa membangun sendiri konsep atau struktur materi yang dipelajarinya. dari mendengar 20%. Sehingga jenis komunikasi yang dilakukan antara guru-siswa tidak lagi bersifat transmisi sehingga menimbulkan imposisi (pembebanan). berkonjektur. da belajar dengan melakukan dan mengkomunikasikan besa mencapai 90%. menggeneralisasi. konstruksivis. dan inkuiri dengan cara mereka sendiri untuk menyelesaikan persoalan yang disajikan. tidak cukuop dengan mendengar dan melihat. Konstruksivisme Dalam paradigma pembelajaran. 6. minds-on. mendengar dan melihat 50%. melainkan lebih bersifat negosiasi sehingga tumbuh suasana fasilitasi. tidak melalui pemberitahuan oleh guru. Drai uraian di atas implikasi terhadap pembelajaran adalah bahwa kegiatan pembelajaran identik dengan aktivitas siswa secara optimal.

yaitu belajar secara aktif dan secara reaktif (pasif). Agar konstruksicvisme dapat terlaksana secara optimal. ikut partisipasi dan tidak menghindar dari aktivitas pembelajaran. simbolisasi. atau mungkin terjadi eksalahan. keterpaduan. 14 . karena pembelajaran adalah aktivitas siswa yang sifatnbya proaktif dan reaktif dalam membangun pengetahuan. berupaya terlaksana. Keslahan siswa merupakan bagian dari belajar. tindak lanjut. kontinuitas historical. di sinilah tugas guru memberikan bantuan dan arahan (scalfolding) sebagai fasilitator dan pembimbing. Hal inilah yang disebut dengan konstruksivisme dalam pembelajaran. refeleksi- eksplanasi. jadi harus dihargai karena hal itu cirinya ia sedang belajar. melainkan siswa sendiri ang mengemasnya. dan sintaks (SOP). Confrey (1990) menyarankan konstruksivisme secara utuh (powerfull constructivism).guru. Prinsip Belajar Aktif Ada dua jenis belajar. Sedangakan belajar reaktif indikatornya adalah tidak dapat melihat adanya kesempatan belajart. justifikasi. dan partisipatif dalam setiap kegiatan. Belajar secara aktif indikatornya adalah belajar pada setiap situasi. koherensi. kekonvergenan. Mungkin saja kemasannya tidak akurat. 7. menggunakan kesempatan untuk meraih manfaat. yaitu: konsistensi internal. dan memang pembelajaran pada hakikatnya adalah konstruksivisme. siswa yang satu dengan siswa lainnya berbeda.

Prinsip belajar yang dikemuakan leh Treffers (1991) adalah memiliki indikatro mechanistic (latihan. sesuai dengan pengertian kegiatan pembelajaran di atas. Prisip tersebut akan terwujud dengan melaksanakan pembelajaran dengan memperhatikan keterlibatan intelektual-emosional. tanya-jawab. menghindar dari kegiatan. 15 . kontekstual-trealistik. belajar dengan melakukandapat mengkomunikasikan sehingga kecerdasan emosionalnya berkembang. konstruksivis-inkuiri. Dari indikator belajar aktif. membiarkan segalanya terjadi.mengabaikan kesempatan. Hal ini bisa terlatih melalui kerja individual-kelompok. dan inklusif life skill. maka prinsip belajar yang harus diterapkan adalah siswa harus sebaga subjek. structuralistic (terstrutur. empiristic (pngelaman induktif- deduktif). mengerjakan). empati dan pengendalian diri. aksionmatik). presentasi. sitematik. sehingga terpuku rasa tanggung jawab dan disiplin diri. dan realistic-human activity (aktivitas kehidupan nyata). melakukan-mengkomunikasikan. seperti kemampuan sosialisasi.diskusi.

Pembelajaran koperatif sesuai dengan fitrah manusis sebagai makhluq sosial yang penuh ketergantungan dengan orang lain. 1. Oleh karena itu. fasilitas-media yang tersedia. untuk dipilih dan dijadikan alternatif sehingga cocok untuk situasi dan kjondisi yang dihadapi. dalam memilih model pembelajaran yang tepat haruslah memperhatikan kondisi siswa. Akan tetapi sajian yang dikemukakan pengantarnya berupa pengertian dan rasional serta sintaks (prosedur) yang sifatnya prinsip. Berikut ini disajikan beberapa model pembelajaran. sifat materi bahan ajar. dan kondisi guru itu sendiri. Koperatif (CL. Dengan memanfaatkan kenyatan itu. Cooperative Learning). kita (guru) harus ingat bahwa tidak ada model pembelajaran yang paling tepat untuk segala situasi dan kondisi.BAB IV MODEL-MODEL PEMBELAJARAN Untuk membelajarkan siswa sesuai dengan cara-gaya belajar mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal ada berbagai model pembelajaran. pembegian tugas. mempunyai tujuan dan tanggung jawab bersama. belajar berkelompok secara koperatif. modifikasinya diserahkan kepada guru untuk melakukan penyesuaian. dan rasa senasib. 16 . Dalam prakteknya. penulis yakin kreativitas para guru sangat tinggi. siswa dilatih dan dibiasakan untuk saling berbagi (sharing) pengetahuan.

pengarahanstrategi. atau inkuiri. karekter). kerja kelompok. Kontekstual (CTL. negosiasi) yang terkait dengan dunia nyata kehidupan siswa (daily life modeling). gender. 2. motivasi belajar muncul. Contextual Teaching and Learning) Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang dimulai dengan sajian atau tanya jawab lisan (ramah. dan meminta tanggung jawab hasil kelompok berupa laporan atau presentasi. dan suasana menjadi kondusif . presentasi hasil kelompok. Jadi model pembelajaran koperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkontruksu konsep. dan belajar menyadari kekurangan dan kelebihan masing-masing. dunia pikiran siswa menjadi konkret. dan pelaporan. sehingga akan terasa manfaat dari materi yang akan disajkan. siawa heterogen (kemampuan. menyelesaikan persoalan. ada control dan fasilitasi. tiap anggota kelompok terdiri dari 4 – 5 orang.pengalaman. Pensip pembelajaran kontekstual adalah aktivitas siswa. terbuka.nyaman dan menyenangkan. 17 . Saling membantu dan berlatih beinteraksi-komunikasi-sosialisasi karena koperatif adalah miniature dari hidup bermasyarakat. membentuk kelompok heterogen. Menurut teori dan pengalaman agar kelompok kohesif (kompak-partisipatif). tugas. tanggung jawab. Sintaks pembelajaran koperatif adalah informasi.

konsep. menuntun. analisis-sintesis).siswa melakukan dan mengalami. questioning (eksplorasi. mengembangkan. algoritma. mengarahkan. hands-on. fakta. pengemabngan mateastika). rangkuman. pengarahan-petunjuk. membimbing. tidak hanya menonton dan mencatat. mencoba. mengerjakan). penyampaian kompetensi-tujuan. penilaian seobjektif-objektifnya darei berbagai aspek dengan berbagai cara). motivasi. dan pengembangan kemampuan sosialisasi. mengkonstruksi konsep-aturan. 18 . constructivism (membangun pemahaman sendiri. Ada tujuh indokator pembelajarn kontekstual sehingga bisa dibedakan dengan model lainnya. penilaian terhadap setiap aktvitas-usaha siswa. proses dunia empirik) dan vertikal (reoorganisasi matematik melalui proses dalam dunia rasio. investigasi. menemukan). reflection (reviu. yaitu modeling (pemusatan perhatian. evaluasi. prinsip. authentic assessment (penilaian selama proses dan sesudah pembelajaran. hipotesis. ramburambu. konjektur. aturan uantuk digunakan dalam menyelesaikan persoalan. generalisasi). tindak lanjut). contoh). Realistic Mathematics Education Realistic Mathematics Education (RME) dikembangkan oleh Freud di Belanda dengan pola guided reinventiondalam mengkontruksi konsep-aturan melalui process of mathematization. learning community (seluruh siswa partisipatif dalam belajar kelompok atau individual. minds-on. yaitu matematika horizontal (tools. penilaian portofolio. Realistik (RME. inkuiri. inquiry (identifikasi. generalisasi. 3.

Pembelajaran Langsung (DL. refleksi.Prinsip RME adalah aktivitas (doing) konstruksivis. negosiasi. interaksi (pembelajaran sebagai aktivitas sosial. 5. dan bimbingan (dari guru dalam penemuan). demokratis. inter-twinment (keterkaitanintekoneksi antar konsep). Kondisi yang tetap hatrus dipelihara adalah suasana kondusif. latihan mandiri. Direct Learning) Pengetahuan yang bersifat informasi dan prosedural yang menjurus pada ketrampilan dasar akan lebih efektif jika disampaikan dengan cara pembelajaran langsung. 19 . sharing). pemahaman (menemukan-informal daam konteks melalui refleksi. Model pembelajaran ini melatih dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang berorientasi pada masalah otentik dari kehidupan aktual siswa. dan evaluasi. latihan terbimbing. untuk merangsang kemamuan berpikir tingkat tinggi. Problem Based Learning) Kehidupan adalah identik dengan menghadapi masalah. suasana nyaman dan menyenangkan agar siswa dap[at berpikir optimal. Sintaknya adalah menyiapkan siswa. realitas (kebermaknaan proses-aplikasi). informal ke formal). Cara ini sering disebut dengan metode ceramah atau ekspositori (ceramah bervariasi). Pembelajaran Berbasis masalah (PBL. sajian informasi dan prosedur. terbuka. 4.

konjektur. 7. dan akhirnya menemukan solusi. Problem Terbuka (OE. identifikasi kekeliruan.Indikator model pembelajaran ini adalah metakognitif. siswa berkelompok atau individual mengidentifikasi pola atau atuiran yang disajikan. menduga. investigasi. mengeksplorasi. Problem Solving Dalam hal ini masalah didefinisikan sebagai suatu persoalan yang tidak rutin. atau algoritma). Open Ended) Pembelajaran dengan problem (masalah) terbuka artinya pembelajaran yang menyajikan permasalahan dengan pemecahan berbagai 20 . induksi. eksplorasi. belum dikenal cara penyelesaiannya. interpretasi. Justru problem solving adalah mencari atau menemukan cara penyelesaian (menemukan pola. yaitu merumuskan kembali masalah menjadi bagian-bagian yang lebih simple sehingga dipahami. menimalisasi tulisan-hitungan. siswa mengidentifkasi. Sintaknya adalah: sajiakn permasalah yang memenuhi criteria di atas. identifikasi. Problem Posing Bentuk lain dari problem posing adalah problem posing. aturan. yaitu pemecahan masalah dngan melalui elaborasi. Sintaknya adalah: pemahaman. elaborasi (analisis). jalan keluar.menginvestigasi. generalisasi. cari alternative. sintesis. 8. menyusun soal-pertanyaan. dan inkuiri 6.

Siswa dituntuk unrtuk berimprovisasi mengembangkan metode. kaitakkan dengan materui selanjutnya. diagram. table).cara (flexibility) dan solusinya juga bisa beragam (multi jawab. sharing. membuat kesimpulan. 21 . dan ragam berpikir. perhatikan dan catat reson siswa. pengorganisasian pembelajaran. dan sosialisasi. Sajian masalah haruslah kontekstual kaya makna secara matematik (gunakan gambar. keterpasuan. Pembelajaran ini melatih dan menumbuhkan orisinilitas ide. Probing-prompting Teknik probing-prompting adalah pembelajaran dengan cara guru menyajikan serangkaian petanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali sehingga terjadi proses berpikir yang mengaitkan engetahuan sisap siswa dan engalamannya dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari. fluency). Sintaknya adalah menyajikan masalah. jawaban siswa beragam. Selanjtynya siswa juda diinta untuk menjelaskan proses mencapai jawaban tersebut. kreativitas. komunikasi-interaksi. atau pendekatan yang bervariasi dalam memperoleh jawaban. keterbukaan. keterbukaan. 9. siapkan rencana bimibingan (sedikit demi sedikit dilepas mandiri). Denga demikian model pembelajaran ini lebih mementingkan proses daripada produk yang akan membentiuk pola piker. bimbingan dan pengarahan. kognitif tinggi. cara. kritis. kembangkan peremasalahan sesuai dengan kemampuan berpikir siswa.

Pembelajaran Bersiklus (cycle learning) Ramsey (1993) mengemukakan bahwa pembelajaran efektif secara bersiklus. ia telah berpartisipasi 10. mulai dari eksplorasi (deskripsi). eksplnasi berarti menghenalkan konsep baru dan alternative pemecahan. Jangan lupa. dan tertawa. kemudian eksplanasi (empiric). nada lembut. dan ceria. dan diakhiri dengan aplikasi (aduktif). menyenangkan. suara menyejukkan. bahwa jawaban siswa yang salah harus dihargai karena salah adalah cirinya dia sedang belajar. Untuk mngurang kondisi tersebut. setiap saat ia bisa dilibatkan dalam proses tanya jawab. 22 . Ada canda. Eksplorasi berarti menggali pengetahuan rasyarat. siswa tidak bisa menghindar dari prses pembelajaran. dengan demikian pengetahuan baru tidak diberitahukan. guru hendaknya serangkaian pertanyaan disertai dengan wajah ramah. Kemungkinan akan terjadi sausana tegang. Dengan model pembelajaran ini proses tanya jawab dilakukan dengan menunjuk siswa secara acak sehingga setiap siswa mau tidak mau harus berpartisipasi aktif. sehingga suasana menjadi nyaman. dan aplikasi berarti menggunakan konsep dalam konteks yang berbeda. namun demikian bisa dibiasakan.Selanjutnya siswa memngkonstruksiu konsep-prinsip-aturan menjadi pengetahuan baru. senyum.

Untuk mewujudkan belajar efektif. 12. hipotesis. representasi. mendemonstrasikan. menggambar. presentasi. berkelompok mengerjakan LKSD-modul. pengarahan. mengemukakan penndepat. mengingat. yaitu: informasi. membaca-merangkum. berpikir. dan memotivasi diri. Donna Meyer (1999) mengemukakan cara pembelajaran resiprokal. Reciprocal Learning Weinstein & Meyer (1998) mengemukakan bahwa dalam pembelajaran harus memperhatikan empat hal.11. Sedangkan Resnik (1999) mwengemukan bhawa belajar efektif dengan cara membaca bermakna. dan mennaggapi. menyimak. SAVI Pembelajaran SAVI adalah pembelajaran yang menekankan bahwa belajar haruslah memanfaatkan semua alat indar yang dimiliki siswa. Auditory yang bermakna bahwa belajar haruslah dengan melaluui mendengarkan. dan Intellectualy yang bermakna bahawa belajar haruslah menggunakan kemampuan berpikir (minds-on) nbelajar haruslah dengan konsentrasi pikiran 23 . yaitu bagaimana siswa belajar. aktivitas fisik) di mana belajar dengan mengalami dan melakukan. merangkum. Visualization yang bermakna belajar haruslah menggunakan indra mata melallui mengamati. membaca. argumentasi. menggunbakan media dan alat peraga. Istilah SAVI sendiri adalah kependekan dari: Somatic yang bermakna gerakan tubuh (hands-on. bertanya. berbicara.

missal 10 meja dan untuk tiap meja ditempati 4 siswa yang berkemampuan setara. ramah . menemukan. atau dalam rangak mengisi waktu sesudah UAS menjelang pembagian raport. TGT (Teams Games Tournament) Penerapan model ini dengan cara mengelompokkan siswa mencipta. SDetelah memperoleh tugas. Sintaknya adalah sebagai berikut: a. Usahakan dinamikia kelompok kohesif dan kompak serta tumbuh rasa kompetisi antar kelompok. dan heterogen. menerapkan. dan ada sajian bodoran. menyelidiki. suasana diskuisi nyaman dan menyenangkan sepeti dalam kondisi permainan (games) yaitu dengan cara guru bersikap terbuka. mengkonstruksi. Jika waktunya memungkinkan TGT bisa dilaksanakan dalam beberapa pertemuan. memecahkan masalah. Siapkan meja turnamen secukupnya. lembut. Setelah selesai kerja kelompok sajikan hasil kelompok sehuingga terjadi diskusi kelas. santun. 13. tugas tiap kelompok bisa sama bis aberbeda.dan berlatih menggunakannya melalui bernalar. setiap kelompok bekerja sama dalam bentuk kerja individual dan diskusi. meja I diisi oleh siswa dengan level tertinggi dari tiap kelompok dan seterusnya sampai 24 . mengidentifikasi. Buat kelompok siswa heterogen 4 orang kemudian berikan informasi pokok materi dan \mekanisme kegiatan b.

good. pada turnamen kedua ( begitu juga untuk turnamen ketigakeempat dst. Auditory. e. 14. sehingga diperoleh skor turnamen untuk tiap individu dan sekaligus skor kelompok asal. Kinestetic) Model pebelajaran ini menganggap bahwa pembelajaran akan efektif dengan memperhatikan ketiga hal tersebut di atas. siswa superior dalam kelompok meja turnamen yang sama.meja ke-X ditepati oleh siswa yang levelnya paling rendah. berikan penghargaan kelompok dan individual. setiap siswa mengambil kartu soal yang telah disediakan pada tiap meja dan mengerjakannya untuk jangka waktu terttentu (misal 3 menit). medium. Siswa bisda nmngerjakan lebbih dari satu soal dan hasilnya diperik\sa dan dinilai. c.). dengan perkataan lain 25 . VAK (Visualization. d. Selanjutnya adalah opelaksanaan turnamen. dilakukan pergeseran tempat duduk pada meja turnamen sesuai dengan sebutan gelar tadi. Siswa pada tiap meja tunamen sesua dengan skor yang dip[erolehnay diberikan sebutan (gelar) superior. Bumping. very good. Setelah selesai hitunglah skor untuk tiap kelompok asal dan skor individual. begitu pula untuk meja turnamen yang lainnya diisi oleh siswa dengan gelar yang sama. Penentuan tiap siswa yang duduk pada meja tertentu adalah hasil kesewpakatan kelompok.

Istilah tersebut sama halnya dengan istilah pada SAVI. 17. Intellectualy. 15. (2) siswa belajar kelompok dengan dibantu oleh siswa pandai anggota kelompok secara individual. (3) penghargaan kelompok dan refleksi serta tes formatif. dengan somatic ekuivalen dengan kinesthetic. 1980) tanggung jawab vbelajar adalah pada siswa. TAI (Team Assisted Individualy) Terjemahan bebas dari istilah di atas adalah Bantuan Individual dalam Kelompok (BidaK) dengan karateristirk bahwa (Driver. AIR (Auditory.manfaatkanlah potensi siwa yang telah dimilikinya dengan melatih. Repetition) Model pembelajaran ini mirip dengan SAVI dan VAK. Oleh karena itu siswa harus membangun pengetahuan tidak menerima bentuk jadi dari guru. bedanya hanyalah pada Repetisi yaitu pengulangan yang bermakna pendalama. Sintaksi BidaK menurut Slavin (1985) adalah: (1) buat kelompok heterogen dan berikan bahan ajar berupak modul. saling tukar jawaban. Pola komunikasi guru-siswa adalah negosiasi dan bukan imposisi-intruksi. pemantapan dengan cara siswa dilatih melalui pemberian tugas atau quis. 16. saling berbagi sehingga terjadi diskusi. mengembangkannya. STAD (Student Teams Achievement Division) 26 . perluasan.

informasi bahan ajar. diskusikan bahan belajar-LKS-modul secara kolabratif. Pengarahan. sajian-presentasi kelompok sehingga terjadi diskusi kelas. umumkan hasil kuis dan beri reward. buat kelompok heterogen (4-5 orang). Jigsaw Model pembeajaran ini termasuk pembelajaran koperatif dengan sintaks sepeerti berikut ini. 19. buat kelompok ahli sesuai bagian bahan ajar yang sama sehingga terjadi kerja 27 . tiap anggota kelompok bertugas membahasa bagian tertentu. buat kelompok heterogen dan tiap siswa memiliki nomor tertentu. umumkan rekor tim dan individual dan berikan reward.STAD adalah salah sati model pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan. presentasi kelompok dengan nomnor siswa yang sama sesuai tugas masingmasing sehingga terjadi diskusi kelas. berikan bahan ajar (LKS) yang terdiri dari beberapa bagian sesuai dengan banyak siswa dalam kelompok. kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa. tuiap kelompok bahan belajar sama. tiasp siswa dengan nomor sama mendapat tugas yang sama) kemudian bekerja kelompok. buat kelompok heterogen. 18. berikan persoalan materi bahan ajar (untuk tiap kelompok sama tapi untuk tiap siswa tidak sama sesuai dengan nomor siswa. NHT (Numbered Head Together) NHT adalah salah satu tipe dari pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan. kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa atau kelompok.

GI (Group Investigation) Model koperatif tipe GI dengan sintaks: Pengarahan. pengoalahn data penyajian data hasi investigasi. TPS (Think Pairs Share) Model pembelajaran ini tergolong tipe koperatif dengan sintaks: Guru menyajikan materi klasikal. penyimpulan dan evaluasi. refleksi. buat skor perkembangan tiap siswa. umumkan hasil kuis dan berikan reward. 21.sama dan diskusi. umumkan hasil kuis dan berikan reward. jenis dagangan dan keuntungan di kantin sekolah. 20. rencanakan pelaksanaan investigasi. 22. kuis individual. mendata banyak dan jenis kendaraan di dalam sekolah. presentasi kelompok (share). pelaksnaa tutorial pada kelompok asal oleh anggotan kelompok ahli. kuis individual. presentasi. kembali ke kelompok aasal. banyak guru dan staf sekolah). buat kelompok heterogen dengan orientasi tugas. misal mengukur tinggi pohon. berikan persoalan kepada siswa dan siswa bekerja kelompok dengan cara berpasangan sebangku-sebangku (thinkpairs). MEA (Means-Ends Analysis) Model pembelajaran ini adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan sintaks: sajikan materi dengan pendekatan 28 . tiap kelompok menginvestigasi proyek tertentu (bisa di luar kelas. buat skor perkem\angan siswa.

hasil bacaannya dikomunikasikan dengan presentasi. kelompok (membacamencatatat-menandai). diskusi. melaporkan. 24. TTW (Think Talk Write) Pembelajaran ini dimulai dengan berpikir melalui bahan bacaan (menyimak. 25. identifikasi perbedaan. dan kemudian buat laopran hasil presentasi. dan alternative solusi).pemecahan masalah berbasis heuristic. mengkritisi. Sinatknya adalah: informasi. presentasi dan diskusi. Sintaksnya adalah: mulai dari fakta aktual sesuai dengan materi bahan ajar melalui tanya jawab lisan. dua siswa bertamu ke kelompok lain dan dua siswa lainnya 29 . CPS (Creative Problem Solving) Ini juga merupakan variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah melalui teknik sistematik dalam mengorganisasikan gagasan kreatif untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Sintaknya adalah kerja kelompok. mengolah pikiran sehingga muncul gagasan orisinil untuk menentukan solusi. elaborasi menjadi sub-sub masalah yang lebih sederhana. presentasi. identifikasi permasalahan dan fokus-pilih. TS-TS (Two Stay – Two Stray) Pembelajaran model ini adalah dengan cara siswa berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan kelompok lain. susun sub-sub masalah sehingga terjadli koneksivitas. diskusi. pilih strategi solusi 23.

Recite dengan pertimbangkan jawaban yang diberikan (cartat-bahas bersama). menggunakan. laporan kelompok. Review) Pembelajaran ini adalah strategi membaca yang dapat mengembangkan meta kognitif siswa. Question dengan membuat pertanyaan (mengapa-bagaimana. kerja kelompok. Read. 26. 27. kembali ke kelompok asal. dengan sintaks: Survey dengan mencermati teks bacaan dan mencatat-menandai kata kunci. (R) memikirkan kembali. Question. memperluas. Read dengan membaca teks dan cari jawabanya. dan menemukan. (0) organisasi ide untuk memahami materi.tetap di kelompoknya untuk menerima dua orang dari kelompok lain. Extending) Sintaknya adalah (C) koneksi informasi lama-baru dan antar konsep. dan Review dengan cara meninjau ulang menyeluruh 30 . darimana) tentang bahan bacaan (materi bahan ajar). SQ3R (Survey. Recite. mendalami. (E) mengembangkan. dan menggali. kerja kelompok. CORE (Connecting. yaitu dengan menugaskan siswa untuk membaca bahan belajar secara seksama-cermat. Refleting. Organizing.

Uraikan fakta sesuai dengan gaya belajar. Kerangka pikir untuk sukses. Review) SQ4R adalah pengembangan dari SQ3R dengan menambahkan unsur Reflect. yaitu aktivitas memberikan contoh dari bahan bacaan dan membayangkan konteks aktual yang relevan. (2) reconstruction melakukan fasilitasi pengalaan belajar. Ambil pemaknaan (mengetahui-memahami-menggunakan-memaknai). dan konsep-ide.28. Recite. Reflect. SQ4R (Survey. 29. MID (Meaningful Instructionnal Design) Model ini adalah pembnelajaran yang mengutyamakan kebermaknaan belajar dan efektifivitas dengan cara membuat kerangka kerja-aktivitas secara konseptual kognitif-konstruktivis. Sertakan ingatan dan hafalkan kata kunci serta koneksinya. Read. 31 . Question. dan Introspeksi melalui refleksi diri tentang gaya belajar. analisi pengalaman. KUASAI Pembelajaran akan efektif dengan melibatkan enam tahap berikut ini. Ajukan pengujian pemahaman. Sintaknya adalah (1) lead-in dengan melakukan kegiatan yang terkait dengan pengalaman. (3) production melalui ekspresi-apresiasi konsep 30.

Selanutnya menyelesaikan masalah tersebut dengan cara menghilangkan gap uyang menyebabkan munculnya masalah tersebut. deteksi kausal lain. mengelompokkan gejala. mengidentifikasui kausal. CRI (Certainly of Response Index) CRI digunakan untuk mengobservasi proses pembelajaran yang berkenaan dengan tingkat keyakinan siswa tentang kemampuan yang dimilkinya untuk memilih dan menggunakan pengetahuan yang telah dimilikinya. identifikasi kausal utama. 32. DLPS (Double Loop Problem Solving) DPLS adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan penekanan pada pencarian kausal (penyebab) utama daritimbulnya masalah. jadi berkenaan dengan jawaban untuk pertanyaan mengapa. deteksi kausal. solusi tentative. menuliskan pernyataan masalah yang telah direvisi. 3 untuk sure. Hutnal (2002) mengemukakan bahwa CRI menggunakan rubric dengan penskoran 0 untuk totally guested answer. Sintaknya adalah: identifkasi. dn 5 untuk certain. 1 untuk amost guest. pertimbangan solusi. imoplementasi solusi. dan implementasi solusi utama. 2 untuk not sure. 4 untuk almost certain. 32 . analisis kausal.31. dan rencana solusi yang terpilih. Langkah penyelesdai maslah sebagai berikurt: menuliskan pernyataan masalah awal. menemukan pilihan solusi utama.

menemukan kata kunci. Sintaksnya adalah: membentuk kelompok heterogen 4 orang. 1993) di mana siswa saling membagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dengan ssingkat dan teratur. siswa yang berhadapan berbagi informasi secara bersamaan. IOC (Inside Outside Circle) IOC adalah mode pembelajaran dengan sistim lingkaran kecil dan lingkaran besar (Spencer Kagan. siswa bekerja sama (membaca bergantian. Integrated. 35. penggunaan. guru memberikan wacana bahan bacaan sesuai dengan materi bahan ajar.33. Reading. separuhnya lagi membentuk lingkaran besar menghadap ke dalam. Sintaksnya adalah: persiapan. memberikan tanggapan) terhadap wacana kemudian menuliskan hasil kolaboratifnya. dan penutup. presentasi hasil kelompok. pendahuluan. pengemabangan. CIRC (Cooperative. penerapan. dan pemanfaatan berbagai representasi dengan setting kelas dan kerja kelompok. Sintaksnya adalah: Separu dari sjumlah siswa membentuk lingkaran kecil menghadap keluar. siswa yang berada di 33 . DMR (Diskursus Multy Reprecentacy) DMR adalah pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan. 34. and Composition) Terjemahan bebas dari CIRC adalah komposisi terpadu membaca dan menulis secara koperatif –kelompok. refleksi.

Strategi ini cocok untuk bahan ajar yang memerlukan pertukartan pengalaman dan pengetahuan antar siswa. sajian materi. bentuk kelompok berpasangan sebangku.lingkran luar berputar keudian berbagi informasi kepada teman (baru) di depannya. siswa yang berhadapan berbagi pengalkaman dan pengetahuan. 37. guru membimbing siswa untuk menyimpulkan. siswa yang berdiri di ujung salah satui jajaran pindah ke ujunug lainnya pada jajarannya. Tari Bambu Model pembelajaran ini memberuikan kesempatan kepada siswa untuk berbagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda secara teratur. dan seterusnya 36. salah satu siswa menyampaikan materi yang baru diterima kepada pasangannya kemudian bergantian. Sintaksnya adalah: Sebagian siswa berdiri berjajar di depoan kelas atau di sela bangku-meja dan sebagian siswa lainnya berdiri berhadapan dengan kelompok siswa opertama. dan kembali berbagai informasi. Artikulasi Artikulasi adalah mode pembelajaran dengan sintaks: penyampaian konpetensi. Debate 34 . presentasi di depan hasil diskusinya. 38.

siswa membaca materi bahan ajar untuk dicermati oleh masing-masing kelompok. sajian materi pokok. bimbingan penimpoulan dan refleksi. 40. menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari scenario tersebut. guru membimbing membuat kesimpulan dan menambahkannya biola perlu. 35 . penyampaian kompetensi. kelompok siswa membahas peran yang dilakukan oleh pelakon. guru mengambil tongkat dan memberikan tongkat kepada siswa dan siswa yang kebagian tongkat menjawab pertanyaan dari guru. presentasi hasil kelompok. 39.Debat adalah model pembalajaranb dengan sisntaks: siswa menjadi 2 kelompok kemudian duduk berhadapan. Role Playing Sintak dari model pembelajaran ini adalah: guru menyiapkan scenario pembelajaran. menunjuk siswa untuk melakonkan scenario yang telah dipelajarinya. tongkat diberikan kepad siswa lain dan guru memberikan petanyaan lagi dan seterusnya. sajian presentasi hasil bacaan oleh perwakilan salah satu kelompok kemudian ditanggapi oleh kelompok lainnya begitu setrusnya secara bergantian. pembentukan kelompok siswa. Talking Stick Sintak pembelajana ini adalah: guru menyiapkan tongkat. siswa mebaca materi lengkap pada wacana. guru membimbing kesimpulan-refleksi-evaluasi.

pemanggilan ketua dan diberi tugas membahas materi tertentu di kelompok. bekerja kelompok. refleksi dan evaluasi 42. 43. siswa atau kelompok menuliskan nomor sembarang dan dimasukkan ke dalam kotak. pemberian reward. siswa yang punya nomor sama dengan nomor soal yang dibacakan guru berhak menjawab jika jawaban benar diberi skor dan siswa menyambutnya dengan yel hore atau yang lainnya. tanya jawab untuk pemantapan. membentuk kelompok. Course Review Horay Langkah-langkahnya: informasi kompetensi. kelompok lain menjawab secara bergantian. kesimpulan dan evaluasi. refleksi. guru membacakan soal yang nomornya dipilih acak. 44. sajian materi. penyimpulan dan evaluasi. Snowball Throwing Sintaknya adalah: Informasi materi secara umum. penyuimpulan.41. sajian materi. refleksi. Demonstration 36 . Student Facilitator and Explaining Langkah-langkahnya adalah: informasi kompetensi. siswa mengembangkannya dan menjelaskan lagi ke siswa lainnya. tiap kelompok menuliskan pertanyaan dan diberikan kepada kelompok lain.

langkah demi langkah bertahap. dikusi kelas. 46. 45. membagikan kartu soal pada kelompok dan kartu jawaban. mendemontrasikan pengetahuan dan ketrampilan procedural. Langkahnya adalah: informasi kompetensi. buat kartu jawaban dengan diacak nomornya. membimbing pelatihan-penerapan. refleksi. penyimpulan dan evaluasi. Scramble Sintaknya adalah: buatlah kartu soal sesuai marteri bahan ajar. sajian gambaran umum materi bahan ajar. Sintaknya adalah: sajian informasi kompetensi. mengecek pemahaman dan balikan. refleksi. 37 . membagi tugas pembahasan materi untuk tiap kelompok. siswa berkelompok mengerjakan soal dan mencari kartu soal untuk jawaban yang cocok. Explicit Instruction Pembelajaran ini cocok untuk menyampaikan materi yang sifatnya algoritma-prosedural.Pembelajaran ini khusu untuk materi yang memerlukan peragaan media atau eksperimen. penyimpulan dan evaluasi. sajikan materi. menunjuk siswa atau kelompok untuk mendemonstrasikan bagiannya.

presentasi hasuil diskusi kelompok. untuk badak berikutnya pembelajaran seperti babak pertama. penyimpulan dan evaluasi. setiap siswa mencari dan mendapatkan sebuah kartu soal dan berusaha menjawabnya. pengecekan kebenaran jawaban. Make-A Match Guru menyiapkan kartu yang berisi persoalan-permasalahan dan kartu yang berisi jawabannya. Mind Mapping Pembelajaran ini sangat cocok untuk mereview pengetahuan awal siswa. refleksi. penyimpulan dan evaluasi.47. kartu dikumpul lagi dan dikocok. sajian permasalahan terbuka. 49. 48. setiap siswa mencari kartu jawaban yang cocok dengan persoalannya siswa yang benar mendapat nilai-reward. evaluasi dan refleksi. refleksi. siswa membuat kesimpulan dari hasil setiap kelompok. 38 . siswa berkelompok untuk menanggapi dan membuat berbagai alternatiu jawababn. salah seorang menyajikan persoalan dan temannya mengerjakan. bertukar peran. Pair Checks Siswa berkelompok berpasangan sebangku. Sintaknya adalah: informasi kompetensi.

sajian hasil diskusi oleh salah seorang dan yang lain menanggapi. 53. dengan petunjuk guru siswa mencermati sajian. perlihatkan gambar kegiatan berkaitan dengan materi. evaluasi dan refleksi. diskusi kelompok tentang sajian gambar tadi. Cooperative Script Buat kelompok berpasangan sebangku. LAPS-Heuristik Heuristik adalah rangkaian pertanyaan yang bertisfat tuntunan dalam rangaka solusi masalah. siswa mempelajari wacana dan membuat rangkuman. guru mengkonfirmasi urutan gambar tersebut. evaluasi dan refleksi. guru menanamkan konsep sesuai materi bahan ajar. LAPS ( Logan Avenue Problem Solving) 39 .50. bertukar peran. 52. penyimpulan. Picture and Picture Sajian informasi kompetensi. valuasi dan refleksi. presentasi hasil kelompok. 51. diagram. Examples Non Examples Persiapkan gambar. sajian materi. bagikan wacana materi bahan ajar. atau tabel sesuai materi bahan ajar dan kompetensi. siswa (wakil) mengurutkan gambar sehingga sistematik. penyimpulan. sajikan gambar ditempel atau pakai OHP. bimbingan penyimpulan.

dengan kata Tanya apa masalahnya. dan pengecekan. Sintaknya adalah kondisikan situasi belajar kondusif dan focus. solusi. apakah bermanfaat. Tanya jawab dan refleksi 40 . Obtaining mastery. evaluasi. ranguman. Metakognitive questioning. Enrichment. aplikasi. siswa latian dan bertanya. Practicing. Sintaks: pemahaman masalah. Improve Improve singkatan dari Introducing new concept. rencana. Reviewing and reducing difficulty. dan bagaimana sebaiknya mengerjakannya. Verivication. Sintaknya adalah sajian pertanyaan untuk mengantarkan konsep. pengungkapan ide-konsep awal. siswa membuat catatan kreatif sesuai dengan pola pikirnya-peta konsep-bahasa khusus. apakah solusinya. Circuit Learning Pembelajaran ini adalah dengan memaksimalkan pemberdayaan pikiran dan perasaan dengan pola bertambah dan mengulang. 54. 55. adakah alternative. balikanperbnaikan-pengayaan-interaksi. dan refleksi 56. Generatif Basi gneratif adalah konstruksivisme dengan sintaks orintasimotivasi. tantangan dan restruturisasi sajiankonsep.

57. membentuk kelompok heterogen. 58. sampaikan kompetensi. siswa berkelompok melengkapi. Time Token Model ini digunakan (Arebds. Langkahnya adalah kondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi. Complete Sentence Pembelajaran dengan model melengkapi kalimat adalah dengan sintakas: sisapkan blanko isian berupa aparagraf yang kalimatnya belum lengkap. tiap siswa diberi kupon bahan pembicaraan (1 menit).59. setelah selesai kupon dikembalikan. guru membentuk kelompok. Concept Sentence Prosedurnya adalah penyampaian kompetensi. 1998) untuk melatih dan mengembangkan ketrampilan sosial agar siswa tidak mendominasi pembicaraan atau diam sama sekali. tia kelompok membeuat kalimat berdasarkankata kunci. guru menyiapkan kata kunci sesuai materi bahan ajar. presentasi. LKS dibagikan berupa paragraph yang kaliatnya belum lengkap. 41 . siswa ditugaskan membaca wacana. siswa berbicara (pidato-tidak membaca) berdasarkan bahan pada kupon. presentasi. sajian materi.

Take and Give Model pembelajaran menerima dan memberi adalah dengan sintaks. Sintaksnya adalah ilustrasikan konsep konkret dan gunakan analogi. dan hipotesis. evaluasi dan refleksi 61. 62. berikan sal tes bentuk super item. Hibrid Model hibrid adalah gabungan dari beberapa metode yang berkenaan dengan cara siswa mengadopsi konsep. berikan latihan soal bertingkat. siapkan kartu dengan yang berisi nama siswa . 42 . koperatif-inkuiri-solusi-workshop. integrasi. sajian materi. virtual workshop menggunakan computer-internet. dan seterusnya dengan siswa lain secara bergantian.bahan belajar dan nama yang diberi.60. informasikan kompetensi. pada tahap pemantapan tiap siswa disuruh berdiri dan mencari teman dan saling informasi tentang materi atau pendalaman-perluasannya kepada siswa lain kemudian mencatatnya pada kartu. Superitem Pembelajaran ini dengan cara memberikan tugas kepada siswa secara bertingkat-bertahap dari simpel ke kompleks. yaitu mulai dari mengolah informasi-koneksi informasi. berupa opemecahan masalah. Sintaknya adalah pembelajaran ekspositori.

64. interaktif. namai-buat generalisasi sampai konsep. Sintaksnya adalah: sajian konsep. Prinsip quantum adalah semua berbicara-bermakna. proses rasa-pikir kreatif dalam pemecahan masalah secara mandiri melalui pemanasan-minat-kuriositi-tanya. kebebasan-terbuka. reward. konsep harus dialami. alami-dengan dunia realitas siswa.63. Sintaks: keterbukaan-urun ide-penguatan. partisipatif. tiap usaha siswa diberi reward. dan menjaga suasana nyaman-menyenangkan. 65. dinamis. semua mempunyai tujuan. Kumon Pembelajaran dengan mengaitkan antar konsep. dan saling menghargai. Treffinger Pembelajaran kreatif dengan basis kematangan dan pengetahuan siap. 43 . Strategi quantum adalah tumbuhkan minat dengan AMBak. tiap siswa selesai tugas langsung diperiksa-dinilai. ulangi dengan Tanya jawab-latihan-rangkuman. Quantum Memandang pelaksanaan pembelajaran seperti permainan musik orkestra-simfoni. latihan. Guru harus menciptakan suasana kondusif. kohesif. kelompok- kerjasama. lima kali salah guru membimbing. penggunaan ide kreatifkonflik internal-skill. kerja individual. ketrampilan. demonstrasikan melalui presentasi-komunikasi. jika keliru langsung dikembalikan untuk diperbaiki dan diperiksa lagi.

dan rayakan dengan reward dengan senyum-tawa-ramah-sejuk-nilaiharapan. 44 . m = massa yaitu potensi diri (akal-rasa-fisik-religi). optimalkan komunikasi + dengan aktivitas optimal. Rumus quantum fisika asdalah E = mc2. c = communication. dengan E = energi yang diartikan sukses.

dan model pembelajaran yang inovatif. agar segalanya berubah ke arah yang lebih baik dengan ikhtiar mulai dari diri sendiri. sebaliknya akan terasa membosankan jika segalanya monoton tak berubah. Begitu pulal dalam pembelajaran. penciptaan suasan kondusif perlu dilakukan. dalam suasana perasaan yang nyaman dan menyenangkan. tidak lagi takut dalam berpartisipasi. menciptakan inovasi. Perubahan kea rah perbaikan adalah tuntutan alamiah yang menjadi kebutuhan setiap insane dalam setiap kehidupan. melainkan memnjadi kesadaran dan kebutuhan. komunikasi positif yang efektif. Oleh karena itu penciptaan suasana kondusif perlu dilakukan sehingga dalam belajar siswa tidak lagi merasa cemas.BAB V PENUTUP Kehidupan akan terasa indah ap[abila ada variasi. 45 . Salah satu cara untuk menciptakan suasan yang nyaman dan menyenangkan sert terhndar dari kevbiosanan adalah dengan memahami dan melaksanakan model belajar yang dilakukan siswa. karena unsur rasa dalam berpikir selalu turut serta dan tak bisa dipisahkan. Manusia telah dibekali akal dan rasa untuk berkreasi. tidak lagi dirasakan sebagai kewajiban. Semoga.

WWI Publishing Texas: Waco. Erman. Perth: Edith Cowan University. Ditdik SLTP (2002). Howard (1985). The Constructivist Classroom Education in Profile.DAFTAR PUSTAKA Ary Ginanjar Agustian (2002). dkk. 2 46 . 3rd ed.Ar. Bobbi (1992). Goleman. 5. Use Both Sides of Yoru Brain. Frame of Mind: The Theory of Multiple Ilntelligences. Cord (2001). Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning.. Buzan. Jakarta: Arga. New York: Penguin Books. New York: Dell Publishing. New York: Basic Bools. New York: Bantam Books. What is Contextual Learning. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. CTL). Bandung: JICA-FPMIPA. Burton. L (1993). Vol. Gardner. Tony (1989). (2002). Jakarta. No. Sumber: Educare: Jurnal Pendidikan dan Budaya. S. Daniel (1995).:Depdiknas. Emotional Intelligence. Quantum Learning. De Porter. Emotional Spritual Quotient (ESQ).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->