Kuliah : OBAT TRADISIONAL

Topik : Pengembangan Obat Tradisional (II)

Oleh Drs.Awaluddin Saragih MSi,Apt Fakultas Farmasi USU

Bahan baku berupa ekstrak tumbuhan .Dapat juga dengan campuran CMC / gelatin. Kapsul dan Tablet .Bahan dasar Vanishing cream.Dalam kemasan botol/ pot atau blister  2.Bahan dasar Vaselin. Lotion-Krim-Salep .Dibuat dengan peralatan modern . gliserin dan air dengan perbandingan yang tepat . Cold cream (lotion.Pengembangan Obat Tradisional Obat tradisional dalam bentuk sediaan modern  1. krim) .Sebagai bahan baku berupa ekstrak (sari) . Adep lanae ( salep) .

Bila perlu ditambah CMC.Campuran bahan berupa ekstrak dengan sirup simplex . jadi dapat di encerkan dengan sirup.Tanpa disebut lain ekstrak dibuat dengan pelarut etanol atau campuran etanol-air (etanol 50%. digunakan untuk anak-anak. etanol 70%). terutama untuk ekstrak mengandung minyak atsiri . menggunakan pelarut tertentu umumnya berupa pelarut organik yang mudah menguap.Pengembangan Obat Tradisional  3. Sirup .  Ekstrak Ekstrak adalah sari dari bahan tanaman/hewan yang diperoleh secara ekstraksi dengan metode yang sesuai.dapat ditambahkan bahan pewangi dan pengawet. .Ekstrak dibuat dengan pelarut etanol.

aseton.  Ekstrak sebagai bahan baku OT Ekstrak selain sebagai bahan baku OT. Sisa metanol di dalam ekstrak bersifat karsinogenik. juga sebagai obat. etyl asetat. metanol.l : .Profil kromatografi . Penggunaan metanol sebaiknya dihindari. chloroform. jika ekstrak akan digunakan sebagai bahan baku OT.Penetapan kadar zat aktif / zat identitas .Pengembangan Obat Tradisional  Pelarut yang sering digunakan selain etanol adalah nheksan.Ekstrak harus di standardisasi seperti pada simplisia: Parameter mutu yang harus ada pada ekstrak a. metylen klorida.

pada temperatur kamar. Maserasi : proses ekstraksi dengan menggunakan pelarut dengan beberapa kali pengadukan pada temperatur kamar.  b.Pengembangan Obat Tradisional Penetapan Penetapan Penetapan Penetapan cemaran sisa pestisida kadar sisa pelarut cemaran mikroba cemaran aflatoksin  Metode ekstraksi :  1. menggunakan alat perkolator . Perkolasi : ekstraksi dengan pelarut yang selalu baru. Cara dingin :  a.

. ekstraksi berlangsung dengan kontinu. menggunakan pendingin balik. dengan jumlah pelarut terbatas. .Refluks : ekstraksi dengan pelarut tertentu pada temperatur titik didihnya.Digesti : maserasi kinetik dengan pengadukan kontinu pada temperatur sekitar 40-50 C . Cara panas : .Pengembangan Obat Tradisional  2. menggunakan pendingin balik. lebih tinggi dari temp.Soxhletasi : ekstraksi sinambung dengan alat Soxhlet . . kamar.

3. Dekoktum memerlukan waktu 30 menit.Pengembangan Obat Tradisional Infundasi : ekstraksi dengan pelarut air pada temperatur 90º C selama 15 menit menggunakan alat panci infus. untuk bahan² yang keras  1. Ada 3 jenis ekstrak berdasarkan konsistensinya : Ekstrak cair ( extractum liquidum) Ekstrak kental (extractum spissum) Ekstrak kering (extractum siccum) . 2.

Pengembangan Obat Tradisional Biasanya ekstrak kering akan berubah kembali menjadi ekstrak kental. Proses selanjutnya: .karena pada umumnya simplisia banyak mengandung gula yang ber-sifat hygroskopis. Etanol akan menguap pada temperatur 40º C yg biasanya menguap sekitar 60º C pada tekanan 1 atm.Penguapan ekstrak cair dengan alat Vacum Rotary Evaporator atau Rotavapor. Dengan pengurangan tekanan (vakum) maka titik didih pelarut akan turun. Di pasar terdapat ekstrak kering yang dibuat dari ektrak kental setelah ditambahkan bahan pengering yang inert. .

Ektrak dimasukkan padawadah /pot dari kaca. ditutup rapat dan diberi label penandaan. Simplisia dimasukkan kedalam kantong plastik ditutup rapat dan diberi penandaan. dilanjutkan dengan Freeze drying menggunakan alat Freeze dryer (Pengering bekuan)  Penyimpanan : Baik ekstrak maupun simplisia yang telah memenuhi syarat. bila belum digunakan dapat disimpan. maka setelah diuapkan dengan rotavapor.Pengembangan Obat Tradisional Bila menggunakan pelarut yang mengandung air. .

Tambahkan air yang tersedia. Untuk bahan berupa simplisia harus ditambahkan air ekstra sebanyak 2 kali berat bahan.Pengembangan Obat Tradisional Pembuatan Sediaan Obat Tradisional  1. Infus/dekok (rebusan) Alat : Panci infus Bahan/pelarut : Bahan segar atau simplisia Aquadest Cara pembuatan : . .Masukkan ke dalam panci infus .Bahan dipotong-potong dengan ukuran tertentu .

Rajangan Herbal Alat : Timbangan simplisia Kantongan plastik Stoples / pot plastik . saring selagi panas. Kemasan : Botol 300-500 ml  2. Cukupkan beratnya dengan penambahan aqua panas.Pengembangan Obat Tradisional Panaskan selama 15 menit (infus) atau 30 menit (dekok).

ditimbang sekitar 300g-500g masukkan kedala wadah yang tersedia tutup dengan seal. .Bentuk dan Jenis Obat Tradisional Bahan : simplisia tanaman Cara : Bahan berupa simplisia tunggal atau campuran baik yang sudah di potong-potong atau tidak. Kemasan : kantongan plastik atau stoples berisi 300-500 g bahan. lalu beri etiket/ label yang sesuai.

lalu di ayak.Bentuk dan Jenis Obat Tradisional  3. Bila merupakan ramuan timbang masing masing bahan lalu dicampurkan. Serbuk Jamu seduhan Alat : mortir dan stamper. timbangan dan wadah Bahan : simplisia Cara : Bahan berupa simplisia digiling atau dihaluskan dengan mortir. ayakan halus. Kemasan : kantongan dalam plastik atau kertas dengan bobot 5-7 g yang di masukkan ke dalam kotak berisi 10 bungkus. Tambahkan bahan pengisi secukupnya hingga bobot sesuai. .

TERIMA KASIH .